PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE

Gratis

0
0
254
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II MATERI PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA PADA SISWA KELAS V B SD NEGERI ADISUCIPTO 1 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: FITRIA JATI NURJANAH 101134115 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Ku ucapkan terimakasih dari hati yang terdalam kepada Allah SWT atas rahmatNya dan petunjukNya dalam penyusunan skripsi. Teriring rasa terimakasih dan ketulusan, karya ini kupersembahkan untuk : Alm. Ayahnda tercinta Bapak Paiman, S.Pd Ibunda tercinta Ibu S. Etik Wadiniyati, S.Pd atas curahan kasih sayang serta doa yang tiada henti Kedua kakakku tersayang Anik Puji Astuti dan Dwi Untari Kusuma Sepupu-sepupuku tersayang Galih, Aas, Iis, Ndari, Vita, Ridho, Dimas, Izza. Sahabatku Hartati Ari Murti dan Ramdhan Evanadi Teman-temanku Tessa, Nike, Risty, Melanie Neondra Putu Pratama, Lukman P Jatmiko iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Sesungguhnya beserta kesukaran ada kemudahan (QS : AL Insyirah) Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu (QS : Ali Imran) Jika Tuhan berkehendak, apapun menjadi mungkin. Untuk itu mintalah pada Tuhan dan jangan mengemis pada manusia Orang bahagia adalah orang yang mengambil pelajaran dari hari kemarinnya dan menelisik ke dalam jiwanya v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 23 Juli 2014 Peneliti Fitria Jati Nurjanah vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Fitria Jati Nurjanah NIM : 101134115 Demi pengembangan ilmu pengembangan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : “PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II MATERI PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA PADA SISWA KELAS V B SD NEGERI ADISUCIPTO 1” Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, untuk mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagi penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 23 Juli 2014 Yang menyatakan, Fitria Jati Nurjanah vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Peningkatan Minat Dan Prestasi Belajar IPS Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia pada Siswa Kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 Oleh: Fitria Jati Nurjanah (101134115) ABSTRAK Hasil belajar siswa SD Negeri Adisucipto 1 masih kurang dilihat dari observasi dan wawancara yang dilakukan. Hal tersebut dapat dilihat dari presentase KKM 2 tahun terakhir mata pelajaran IPS pada kelas V B. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, dan (2) apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar dan prestasi belajar siswa pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SD Negeri Adisucipto 1 dengan jumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket untuk mengukur minat belajar dan tes untuk mengukur prestasi belajar. Validitas instrumen dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product moment dan reliabilitas menggunakan rumus Alpha Croncbach. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: (1) upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut: a) pemberian materi secara keseluruhan, b) pembentukan kelompok asal yang terdiri dari 6 ahli, c) pemberian tugas terhadap tiap-tiap ahli, d) diskusi membahas tugas dalam kelompok ahli, e) ahli melaporkan hasil diskusi pada kelompok asal, f) kelompok asal mempresentasikan dalam pleno, g) evaluasi individual, dan h) pemberian penghargaan (reward), (2) penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar siswa, hal ini dibuktikan dari minat belajar siswa yang mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II serta telah melampaui target keberhasilan. Pada siklus I ratarata minat belajar siswa kelas V B adalah 71,4 termasuk dalam kategori tinggi. Pada siklus II terjadi peningkatan minat belajar siswa sebesar 83,8 termasuk dalam kategori sangat tinggi, dan (3) penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, hal ini dibuktikan dari rata-rata nilai prestasi belajar pada kondisi awal adalah 69,91; pada siklus I adalah 70,7, dimana dari 31 siswa terdapat 5 siswa (16,1%) yang berada pada kategori tuntas. Sementara itu, nilai rata-rata prestasi belajar siswa pada siklus II adalah 81,9, dimana terdapat 30 siswa (96,8%) yang berada pada kategori tuntas. Kata kunci: Minat Belajar, Prestasi Belajar, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Improving Students’ Learning Interest and Achievement in IPS Using Cooperative Learning Type Jigsaw II on the Material The Struggle for Defending Indonesian Independence for Class V B Students of SD Negeri Adisucipto 1 By: Fitria Jati Nurjanah (101134115) ABSTRACT The result of learning at SD Negeri Adisucipto 1 is still inadequate based on the observation and interview that have been conducted. It can be seen from the percentage of KKM in IPS subject of class V B for the last two years. This research is aimed to find out: (1) how to improve the learning interest and achievement for class V B students of SD Negeri Adisucipto 1 on the material The Struggle for Defending Indonesian Independence using cooperative learning type Jigsaw II, (2) can the implementation of cooperative learning type Jigsaw II improve the students’ learning interest on the material The Struggle for Defending Indonesian Independence for class V B students of SD Negeri Adisucipto 1. The type of this research is an action research. The subjects of this research were 31 students of SD Negeri Adisucipto 1. The data were gathered through questionnaire to measure students’ learning interest and test to measure students’ learning achievement. The validity of the instrument was achieved through correlation product moment formula and the reliability of the instrument was gained through Alpha Croncbach formula. Descriptive analysis technique was used to analyze the data. The results of this research were: (1) the effort of improving the learning interest and achievement for class V B students of SD Negeri Adisucipto 1 through the implementation of cooperative learning type Jigsaw II was obtained through the following steps: a) providing the overall materials, b) forming home groups which consist of 6 experts, c) giving tasks to each expert, d) discussing the tasks within expert group, e) each expert reported the result of discussion in the home group, f) the home groups presented the result in plenary discussion, g) individual evaluation, and h) giving rewards, (2) The implementation of cooperative learning type Jigsaw II could improve the learning interest for class V B students of SD Negeri Adisucipto 1. It was proved through the improvement of students’ learning interest that increased to 83,8 in cycle II which belongs to “very high” category, (3) the implementation of cooperative learning type Jigsaw II could improve the learning achievement of class V B students of SD Negeri Adisucipto 1. It was proved through the average score of students’ achievement in cycle I which is 70,7 and the average score of students’ achievement in cycle II which is 81,9. Keywords: Learning Interest, Learning Achievement, Cooperative Learning Type Jigsaw II. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW II MATERI PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA PADA SISWA KELAS V B SD NEGERI ADISUCIPTO 1”. Skripsi ini disusun untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menyadari dalam penulisan skripsi ini tidak terlepas dari dukungan, bimbingan, dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segenap hati peneliti mengucapakan terimakasih kepada : 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. G. Ari Nugrahanta, S.J.,S.S.,BST.,M.A., Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A, Ed.D., Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 4. Drs. Y.B. Adimassana, M.A, dosen Pembimbing yang telah memberikan bimbingan, arahan, serta sumbangan pemikiran yang penulis butuhkan untuk menyelesaikan skripsi ini. 5. Seluruh dosen dan staf PGSD yang telah membimbing dan melayani peneliti. 6. Drs. Daryono, Kepala Sekolah Dasar Negeri Adisucipto 1 yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian ini di kelas V B SD Negeri Adisucipto 1. 7. Muhammad Ali Ridlo, A.Ma. wali kelas V B yang telah memberikan bantuan, waktu, masukan-masukan yang bermanfaat bagi peneliti. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 yang bersedia sebagai subjek penelitian. 9. Ibu dan segenap keluarga tercinta yang selalu memberi dukungan kepada peneliti. 10. Teman-teman PGSD USD angkatan 2010 atas semangat, dukungan, dan kebersamaannya selama berproses dalam kegiatan perkuliahan. 11. Semua pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan satu per satu, yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama penelitian ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi siapa saja yang membaca. Terima kasih. Yogyakarta, 23 Juli 2014 Peneliti Fitria Jati Nurjanah xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................. iv HALAMAN MOTTO ................................................................................ v LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ....................... vii ABSTRAK ............................................................................................... viii ABSTRACT ............................................................................................... ix KATA PENGANTAR ............................................................................... x DAFTAR ISI ............................................................................................. xii DAFTAR TABEL ..................................................................................... xvi DAFTAR GAMBAR ................................................................................. xviii DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. xix BAB I. PENDAHULUAN ......................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah .......................................................... 1 B. Batasan Masalah ....................................................................... 6 C. Rumusan Masalah .................................................................... 6 D. Pemecahan Masalah ................................................................. 7 E. Definisi Operasional ................................................................. 8 F. Tujuan Penelitian ...................................................................... 9 G. Manfaat Penelitian .................................................................... 10 BAB II. LANDASAN TEORI ................................................................... 12 A. Kajian Pustaka .......................................................................... 12 1. Minat Belajar ...................................................................... 12 a. Pengertian Minat Belajar ............................................... 12 b. Ciri-ciri Minat Belajar ................................................... 13 c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar .......... 15 2. Prestasi Belajar ................................................................... 16 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Pengertian Prestasi Belajar .......................................... 16 b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi.................. 19 3. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif ........................ 20 a. Pengertian ..................................................................... 20 b. Macam-macam Model Pembelajaran Kooperatif ........... 21 c. Unsur Model Pembelajaran Kooperatif ......................... 23 d. Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif ................... 24 4. Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw II .................... 25 a. Pengertian ..................................................................... 25 b. Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw I, Jigsaw II, dan Jigsaw III ............................................... 27 c. Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw II ...................................................................... 29 d. Penghargaan (reward) Kelompok .................................. 30 5. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ............................................ 31 a. Pengertian ..................................................................... 31 b. Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Sosial ...................... 32 c. Tujuan IPS .................................................................... 32 6. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw II pada Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ............ 33 B. Penelitian yang Relevan............................................................ 34 C. Kerangka Berpikir .................................................................... 37 D. Hipotesis Tindakan ................................................................... 39 BAB III. Metode Penelitian........................................................................ 41 A. Jenis Penelitian ......................................................................... 41 B. Setting Penelitian ...................................................................... 42 1. Tempat Penelitian ............................................................... 42 2. Subyek Penelitian ............................................................... 43 3. Objek Penelitian ................................................................. 43 4. Waktu Penelitian................................................................. 43 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Rencana Tindakan .................................................................... 44 1. Persiapan ............................................................................ 44 2. Rencana Tindakan tiap siklus ............................................. 45 a. Siklus I.......................................................................... 45 b. Siklus II ........................................................................ 51 D. Pengumpulan Data dan Instrumen ............................................ 56 1. Pengumpulan Data .............................................................. 56 2. Instrumen Penelitian ........................................................... 57 a. Minat Belajar ................................................................ 58 b. Prestasi Belajar ............................................................. 61 E. Validitas dan Reliabilitas .......................................................... 63 1. Validitas Instrumen Penelitian ............................................ 63 2. Validitas Perangkat Pembelajaran ....................................... 68 3. Reliabilitas Instrumen Penelitian ......................................... 70 F. Teknik Analisis Data ................................................................ 71 1. Analisis Data Minat Belajar ................................................ 72 a. Pengamatan Minat ........................................................ 73 b. Kuisioner Minat ............................................................ 73 2. Analisis Data Prestasi Belajar ............................................. 74 a. Aspek Kognitif.............................................................. 74 b. Aspek Afektif ............................................................... 75 c. Aspek Psikomotor ......................................................... 75 d. Skor Akhir Prestasi ....................................................... 76 3. Kriteria Keberhasilan .......................................................... 77 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................ 78 A. Hasil Penelitian ....................................................................... 78 1. Pra Siklus ........................................................................... 79 2. Siklus I ............................................................................... 81 a. Perencanaan .................................................................. 81 b. Pelaksanaan .................................................................. 81 c. Observasi (Pengamatan) ................................................ 90 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Refleksi......................................................................... 97 3. Siklus II .............................................................................. 99 a. Perencanaan .................................................................. 99 b. Pelaksanaan .................................................................. 99 c. Observasi (Pengamatan) ................................................ 109 d. Refleksi......................................................................... 116 B. Pembahasan ............................................................................ 119 1. Minat Belajar .................................................................... 120 2. Prestasi Belajar .................................................................. 123 BAB V. PENUTUP ......................................................................................... 127 A. Kesimpulan ............................................................................ 127 B. Keterbatasan Penelitian ........................................................... 128 C. Saran ....................................................................................... 129 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 130 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1.1. Nilai Siswa Kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 ............. 5 Tabel 2.1. Poin Berdasarkan Tingkat Kuis ...................................... 30 Tabel 2.2. Perhitungan Perkembangan Skor Kelompok .................. 31 Tabel 3.2. Jadwal Penelitian ........................................................... 43 Tabel 3.3. Kisi-kisi Panduan Pengamatan Minat Belajar Siswa ....... 58 Tabel 3.4. Kuisioner Minat Belajar Siswa ....................................... 59 Tabel 3.5. Kisi-kisi Lembar kuisioner Minat Belajar Siswa ............ 60 Tabel 3.6. Pengukuran Skala Likert ................................................ 61 Tabel 3.7. Kisi – kisi Soal Siklus 1 ................................................. 61 Tabel 3.8. Kisi – kisi Soal Siklus 2 ................................................. 62 Tabel 3.9. Indikator Aspek Afektif ................................................. 63 Tabel 3.10. Indikator Aspek Psikomorik ........................................ 63 Tabel 3.11. Hasil Uji Validitas Minat Belajar ................................. 65 Tabel 3.12. Hasil Uji Validitas Prestasi Belajar Siklus I .................. 66 Tabel 3.13. Hasil Uji Validitas Prestasi Belajar Siklus II ................ 67 Tabel 3.14. Kriteria Validasi Perangkat Pembelajaran .................... 68 Tabel 3.15. Hasil Perhitungan Validasi Perangkat Pembelajaran ..... 69 Tabel 3.16. Koefisien Reliabilitas ................................................... 70 Tabel 3.17. Hasil Uji Reliabilitas .................................................... 71 Tabel 3.18. Perhitungan PAP II ...................................................... 72 Tabel 3.19. Kategori Tingkat Minat Siswa ...................................... 72 Tabel 3.20. Kriteria Keberhasilan Minat Belajar Siswa ................... 77 Tabel 3.21. Kriteria Keberhasilan Prestasi Belajar Siswa ................ 77 Tabel 4.1. Jadwal Pelaksanaan Penelitian ....................................... 78 Tabel 4.2. Data Nilai Ulangan IPS .................................................. 79 Tabel 4.3. Minat Belajar Siswa Siklus I .......................................... 94 Tabel 4.4. Prestasi Belajar Siklus 1 ................................................. 95 Tabel 4.5. Minat Belajar Siswa Siklus II ......................................... 113 Tabel 4.6. Prestasi Belajar Siklus II ................................................ 115 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.7. Perbandingan Hasil Siklus II dengan Hasil Siklus I dan Target Keberadaan Siklus II ........................................... 117 Tabel 4.8.. Rata-rata Minat Belajar Siswa ....................................... 120 Tabel 4.9. Perbandingan Prestasi Belajar Siklus I dan Siklus II ....... 123 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Literature Map penelitian ........................................... 37 Gambar 2.2 Skema Kerangka Berpikir .......................................... 39 Gambar 3.1 Siklus Penelitian Tindakan .......................................... 41 Gambar 4.1 Peningkatan Minat Belajar Siswa ................................ 121 Gambar 4.2 Peningkatan Prestasi Belajar Siswa ............................. 124 Gambar 4.3 Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM ........ 125 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Silabus Pembelajaran ................................................. 132 Lampiran 2 RPP siklus I .............................................................. 135 RPP siklus II ............................................................. 143 Lampiran 3 Modul Pembelajaran ................................................. 155 Lampiran 4 Lembar Kerja Siswa ................................................. 164 Lampiran 5 Kisi-kisi dan soal Evaluasi ......................................... 173 Lampiran 6 Tabel Uji Validitas Soal Siklus I ................................ 183 Tabel Uji Validitas Soal Siklus II ............................... 184 Lampiran 7 Tabel Uji Reliabilitas Siklus I .................................... 185 Tabel Uji Reliabilitas Siklus II ................................... 186 Lampiran 8 Panduan Pengamatan Minat Belajar Siswa ................. 187 Lampiran 9 Kisi-Kisi Lembar Kuisioner Minat Belajar Siswa ...... 188 Lampiran 10 Kuisioner Minat Belajar Siswa .................................. 189 Lampiran 11 Penilaian Prestasi Belajar ........................................... 190 Lampiran 12 Data Kuisioner Minat Belajar Siswa .......................... 191 Data Pengamatan Minat Belajar Siswa pertemuan I .... 192 Data Pengamatan Minat Belajar Siswa pertemuan II .. 193 Data Afektif pertemuan I ............................................ 194 Data Afektif pertemuan II .......................................... 195 Rangkuman Nilai Afektif siklus 1 .............................. 196 Data Psikomotor pertemuan I ..................................... 197 Data Psikomotor pertemuan II .................................... 198 Rangkuman Nilai Psikomotor siklus 1 ........................ 199 Hasil Penilaian Prestasi Belajar siklus 1 ..................... 200 Lampiran 13 Data Kuisioner Minat Belajar Siswa .......................... 201 Data Pengamatan Minat Belajar Siswa pertemuan I .... 202 Data Pengamatan Minat Belajar Siswa pertemuan II .. 203 Data Afektif pertemuan I ............................................ 204 Data Afektif pertemuan II .......................................... 205 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Rangkuman Nilai Afektif siklus 1 .............................. 206 Data Psikomotor pertemuan I ..................................... 207 Data Psikomotor pertemuan II .................................... 208 Rangkuman Nilai Psikomotor siklus 2 ........................ 209 Hasil Penilaian Prestasi Belajar siklus 2 ..................... 210 Lampiran 14 Instrumen Validasi Desain Pembelajaran .................. 211 Lampiran 15 Hasil Validasi Instrumen Pembelajaran ...................... 215 Lampiran 16 Hasil Kuesioner Minat Belajar .................................. 218 Lampiran 17 Hasil Kerja Kelompok ............................................... 219 Lampiran 18 Hasil Evaluasi Siswa Siklus 1 .................................... 222 Hasil Evaluasi Siswa Siklus 2..................................... 224 Lampiran 19 Daftar Hadir Refleksi Siklus 1 ................................... 226 Daftar Hadir Refleksi Siklus 2 .................................... 227 Lampiran 20 Dokumentasi ............................................................. 228 Lampiran 21 Surat Ijin Penelitian ................................................... 230 Lampiran 22 Surat Telah Melakukan Penelitian ................................ 231 xx

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab I ini, peneliti menguraikan latar belakang masalah, batasan masalah, rumusan masalah, pemecahan masalah, definisi operasional, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. A. Latar Belakang Masalah Pembangunan nasional merupakan usaha nyata yang dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita proklamasi 1945. Pembangunan nasional dilaksanakan secara bertahap melalui berbagai sektor. Salah satu sektor yang paling penting adalah sektor pendidikan. Melalui sektor pendidikan, pembangunan yang dilakukan itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas manusia Indonesia, karena pendidikan merupakan usaha pemberian pengetahuan, sikap dan keterampilan oleh pendidik kepada siswa dengan cara tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan yang berkualitas memerlukan sumber daya guru yang mampu dan siap berperan secara profesional dalam lingkungan sekolah serta masyarakat. Pembelajaran IPS merupakan mata pelajaran yang mencakup ilmuilmu yang mengarahkan siswa untuk memiliki rasa sosial yang tinggi di lingkungannya. Mata pelajaran ini diberikan pada siswa sekolah dasar agar siswa mengetahui keragaman bangsa, budaya, sejarah dan keadaan alamnya. Pembelajaran IPS dirancang untuk membimbing kemampuan 1

(22) 2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa dalam hidup bermasyarakat untuk berkembang. Hal ini merupakan suatu tantangan bagi guru untuk mengembangkan kreativitas dalam mengajar karena mengingat perubahan global mengalami perubahan setiap saat. Menghindari masalah yang muncul selama proses pembelajaran terutama dalam pembelajaran IPS maka guru perlu mengembangkan kreativitas dan kemampuan dalam mengajar. Kreativitas dan kemampuan guru mengajar diharapkan siswa mampu berpikir secara rasional mengenai gejala-gejala sosial yang sedang berkembang di masyarakat Indonesia. Pelaksanaan pembelajaran di kelas hendaknya guru dapat menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar baik secara fisik, mental maupun sosial. Kenyataan masih ada berbagai masalah yang dihadapi guru saat menyampaikan materi pada siswanya. Permasalahan yang terjadi adalah bagaimana cara guru mengajar siswanya saat di kelas agar siswa dapat mengikuti pelajaran dengan aktif dan menumbuhkan minat belajar yang berpengaruh terhadap tingkat prestasi belajar siswa di kelas. Masalah lain yang dihadapi guru adalah bagaimana menggunakan model pembelajaran yang tepat dalam menyampaikan materi ajar. Guru diharapkan mampu mengatasi masalah pembelajaran tersebut agar proses pembelajaran dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar anak pada saat mendapatkan pengetahuannya. Guru diharapkan dapat merancang dan mengelola proses pembelajaran dengan menyajikan sebaik-baiknya dan mengatur kondisi yang baik pula. Guru dituntut dapat menggunakan model pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 yang ada dalam diri siswanya dalam kegiatan belajar mengajarnya di kelas, sehingga proses pembelajaran dapat membantu siswa dalam mengembangkan pengetahuannya baik melalui interaksi dengan teman maupun lingkungan sekitarnya. Pengamatan pembelajaran IPS yang peneliti peroleh di kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 sebenarnya sudah berjalan dengan baik, namun siswa terlihat belum aktif dalam belajar IPS, siswa terlihat asyik bermain sendiri, mengobrol dengan teman yang lain, bahkan tiduran. Hal ini dikarenakan masih banyak siswa yang kurang memperhatikan dan belum jelas materi yang diberikan guru di kelas, kebanyakan siswa merasa kesulitan untuk menangkap dan memahami materi yang telah diajarkan guru khususnya materi yang berkaitan dengan IPS, sementara materi yang diajarkan sangat banyak dan padat. Peneliti menduga bahwa siswa kurang berminat dalam pembelajaran IPS. Beberapa guru dalam mengajar mata pelajaran IPS hanya menggunakan metode ceramah sehingga terkesan monoton. Hal tersebut menyebabkan siswa cenderung cepat bosan dan sulit mengingat informasi yang telah diberikan oleh guru, sehingga menyebabkan minat belajar siswa menjadi rendah. Penyebab lain dikarenakan media pembelajaran yang terbatas. Selama ini media yang digunakan untuk sumber belajar dalam pembelajaran IPS di kelas terbatas pada buku teks pelajaran. Metode ceramah sebenarnya masih perlu dilakukan, namun harus ada variasi dengan metode yang lain serta dengan penggunaan media. Pernyataan

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berikut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran 4 hanya mengandalkan ceramah sebagai salah satu metode utama dan pada umumnya media pembelajaran akan diisi dengan buku teks atau buku wajib yang dianjurkan, sehingga siswa cepat jenuh serta tidak mampu menyerap semua informasi yang disampaikan oleh guru. Siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 juga masih terlihat takut untuk bertanya. Siswa belum jelas saat pelajaran yang dijelaskan guru, siswa takut untuk bertanya. Ketakutan tersebut membuat siswa menjadi tidak mengetahui jawaban yang ingin ditanyakan. Sosialisasi dengan teman sekelasnya pun juga masih kurang saat pembelajaran. Setiap siswa hanya secara individu mengikuti pelajaran, antara siswa yang satu dengan yang lain interaksinya masih kurang. Interaksi antar siswa saat pelajaran masih kurang sehingga siswa belum menjadi aktif untuk berbicara dan saling mengungkapkan materi yang dipelajari. Hasil belajar siswa SD Negeri Adisucipto 1 masih kurang dilihat dari observasi dan wawancara yang dilakukan. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase KKM 2 tahun terakhir mata pelajaran IPS pada kelas V B. Kriteria Ketuntasan Minimal dari mata pelajaran IPS yaitu 75. Berikut ini hasil nilai siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

(25) 5 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 1.1 Nilai Siswa Kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 Tahun Tidak Lulus Rata-rata Lulus KKM Jumlah siswa Pelajaran KKM nilai 2012/2013 26 10 36 69,91 2011/2012 32 4 36 67,06 Sumber : Daftar nilai raport kelas VB siswa SD Negeri Adisucipto 1 Data di atas, dapat dilihat bahwa nilai mata pelajaran IPS siswa masih banyak yang belum tuntas. Oleh sebab itu, mata pelajaran IPS harus ditingkatkan hasil belajarnya. Minat dan prestasi belajar IPS siswa diharapkan meningkat apabila menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II merupakan salah satu cara mengajarkan materi secara berkelompok dan saling menjelaskan kepada teman lain. Teknik ini dipandang efektif yang sekiranya dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPS khususnya pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Guru belum pernah menggunakan model pembelajaran dengan siswa berkelompok dan saling mengajarkan kepada teman lain. Belajar kooperatif mendasarkan pada suatu ide bahwa siswa bekerja sama dalam belajar kelompok dan sekaligus masing-masing bertanggung jawab pada aktivitas belajar anggota kelompoknya, sehingga seluruh anggota kelompok dapat menguasai materi pelajaran dengan baik. Penelitian ini akan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. Peneliti menggunakan model tersebut sebab dalam proses jigsaw

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 II, setiap siswa akan memperoleh kesempatan belajar secara keseluruhan konsep (scan read) sebelum ia belajar spesialisasinya untuk menjadi expert. Siswa akan memperoleh gambaran menyeluruh dari konsep yang akan dibahas. Akhir kegiatan pembelajaran siswa juga akan mendapatkan penghargaan (reward), untuk merangsang minat belajar siswa. Peneliti merasa tertarik dan bermaksud melakukan suatu penelitian tindakan tentang “Peningkatan Minat Dan Prestasi Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia pada Siswa Kelas V B SD Negeri Adisucipto 1” harapan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II ini dapat membantu meningkatkan prestasi siswa dalam belajar mata pelajaran IPS. B. Batasan Masalah Masalah dalam penelitian ini berfokus hanya pada peningkatan minat dan prestasi belajar pada siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dalam pembelajaran IPS materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. C. Rumusan Masalah 1. Bagaimana upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar pada siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 pada materi perjuangan dalam

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ? 2. Apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar siswa pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 ? 3. Apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 ? D. Pemecahan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti memutuskan untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II diharapkam dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar pada siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 E. Definisi Operasional Berikut ini merupakan batasan pengertian yang peneliti ambil 1. Minat Minat adalah ketertarikan terhadap suatu objek yang relatif menetap dan mengandung unsur senang untuk berkecimpung dalam kegiatankegiatan yang berkaitan dengan bidang lain. 2. Prestasi belajar Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu. 3. Model pembelajaran kooperatif Model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) adalah model pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. 4. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II adalah model pembelajaran kooperatif, dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4–6 orang secara heterogen dan bekerjasama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain. Model

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II ini setiap siswa memperoleh kesempatan belajar secara keseluruhan konsep (scan read) sebelum ia belajar spesialisasinya untuk menjadi expert. 5. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Ilmu Pengetahuan Sosial adalah gabungan dari beberapa mata pelajaran ilmu-ilmu sosial yang terorganisir secara rapi dan disajikan secara ilmiah untuk mencapai tujuan tertentu. F. Tujuan Penelitian Berdasar rumusan masalah di atas, tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui bagaimana upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar pada siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II 2. Untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar siswa pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1. 3. Untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 G. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian membahas dua hal inti yaitu secara teoritis dan secara praktis. 1. Secara teoritis : a. Penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam bidang ilmu pendidikan tentang pembelajaran kooperatif Jigsaw II dalam pembelajaran IPS. b. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi bagi penelitian sejenis. 2. Secara praktis : a. Bagi Peneliti Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan menjadi acuan dalam menggunakan teknik pembelajaran. b. Bagi Guru Dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran inovatif yang dapat digunakan di kelas guna dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. c. Bagi Siswa Penelitian ini diharapkan dapat memberdayakan dan meningkatkan minat dan hasil belajar IPS pada siswa melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. 11 Bagi Pihak Sekolah Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan dan dasar pemikiran untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dengan menggunakan metode yang tepat.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab II ini, peneliti menguraikan kajian teori, penelitian terdahulu, dan kerangka berpikir. Dalam kajian pustaka akan dijelaskan variabelvariabel yang sesuai dengan rumusan masalah, yaitu penjelasan mengenai minat belajar, prestasi belajar, hakikat IPS, dan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. A. Kajian Pustaka 1. Minat Belajar a. Pengertian Minat Belajar Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas, 2008: 450) minat adalah keinginan yang kuat, gairah, kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Slameto (2010: 180) mengemukakan bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka atau rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Fhyer dalam Nurkancana dan Sumartana (1983: 224), menjabarkan bahwa minat adalah gejala psikis yang berkaitan dengan obyek atau aktivitas yang menstimulir perasaan senang pada individu. Andi Nappiare dalam Sari (1982: 62) menjelaskan bahwa minat merupakan suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran, perasaan, harapan, pendirian, prasangka rasa takut, atau kecenderungan-kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu. 12

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto 2010: 2). Djayadisastra, (1989: 8) menjelaskan bahwa belajar merupakan suatu perubahan, baik sikap maupun tingkah laku ke arah yang baik, kuantitatif dan kualitatif yang berfungsi lebih tinggi dari semula. Darsono (2000: 64) belajar adalah suatu tingkah laku atau kegiatan dalam rangka mengembangkan diri baik aspek kognitif, psikomotorik, maupun sikap. Beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa minat belajar merupakan gejala psikis yang menstimulus perasaan senang dan ketertarikan pada proses perubahan tingkah laku atau kegiatan dalam mengembangkan diri baik aspek kognitif, psikomotorik, maupun sikap. b. Ciri-ciri Minat Belajar Slameto (2010: 180) minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan, yaitu kegiatan yang diminati seseorang akan diperhatikan terus-menerus dan disertai dengan rasa senang. Winkel (2004: 212) mengungkapkan ciri-ciri minat adalah cenderung merasa tertarik dan senang pada materi atau topik yang sedang dipelajarinya. Minat sangat besar pengaruhnya terhadap hasil belajar, karena apabila siswa tidak berminat terhadap bahan pelajaran yang dipelajari maka akan berpengaruh terhadap prestasi belajar.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri minat belajar adalah terdiri dari adanya perasaan senang, adanya perhatian, dan adanya keterlibatan diri dalam mempelajari suatu hal. Ciri-ciri minat belajar tersebut dapat juga dijadikan sebagai indikator minat belajar, sebab ciriciri minat di atas sama halnya dengan indikator minat yang diungkapkan oleh Isnandar (2012: 14) yaitu: (1) Ekspresi perasaan yang meliputi: dimana siswa mampu mengikuti pelajaran dengan antusias, saat guru memberikan tugas kepada siswa, siswa tidak mengeluh, siswa datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai atau dilaksanakan, siswa secara mandiri menyiapkan peralatan pelajaran, contohnya buku, dan siswa siap mengikuti pelajaran dengan duduk tenang untuk belajar, (2) Perhatian dalam mengikuti pelajaran, yang meliputi: siswa mampu aktif bertanya dan aktif menjawab pertanyaan di saat pelajaran berlangsung, siswa menyimak pelajaran guru dengan seksama, siswa tidak melamun di dalam kelas, dan siswa tidak mengobrol atau mengganggu teman lain ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung, (3) Ketertarikan siswa pada materi, yang meliputi: siswa giat membaca buku pelajaran, siswa membaca materi pelajaran sebelum diajarkan oleh guru, siswa membuat catatan pelajaran, dan siswa berusaha dan serius menyelesaikan tugas yang diberikan guru (4) Ketertarikan siswa pada metode guru, yang meliputi siswa menanyakan kesulitan yang dialami, siswa menunjukkan sikap yang antusias dan memperhatikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dengan metode pembelajaran yang diajarkan guru, (5) Keterlibatan siswa

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 dalam pembelajaran, yang meliputi: siswa aktif menyampaikan pendapat saat diskusi, siswa bersedia membantu teman lain yang mengalami kesulitan, siswa mampu bekerja sama dalam kelompok, siswa berani mengerjakan tugas, dan siswa mengajukan diri untuk menjawab pertanyaan secara spontan dari guru. Berdasarkan pertanyaan di atas tersebut dapat disimpulkan bahwa indikator minat belajar terdiri dari ekspresi perasaan senang, perhatian dalam mengikuti pelajaran, ketertarikan siswa pada materi dan metode guru, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. c. Faktor-faktor uang Mempengaruhi Minat Belajar Taufani (2008: 38), mengungkapkan ada tiga faktor yang mendasari timbulnya minat yaitu: 1. Faktor dorongan dari dalam, yaitu dorongan dari individu itu sendiri, sehingga timbul minat untuk melakukan aktivitas atau tindakan tertentu untuk memenuhinya. Misalnya dorongan untuk belajar dan menimbulkkan minat untuk belajar. 2. Faktor motivasi sosial, yaitu faktor untuk melakukan suatu aktifitas agar dapat diterima dan diakui oleh lingkungannya. Minat ini merupakan semacam kompromi pihak individu dengan lingkungan sosialnya. Misalnya, minat pada studi karena ingin mendapatkan penghargaan dari orangtuanya. 3. Faktor emosional, yakni minat erat hubungannya dengan emosi karena faktor emosional selalu menyertai seseorang dalam

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 berhubungan dengan objek. Kesuksesan seseorang pada suatu aktivitas disebabkan karena aktivitas tersebut menimbulkan perasaan suka atau puas, sedangkan kegagalan akan menimbulkan perasaan tidak senang dan mengurangi minat seseorang terhadap kegiatan yang bersangkutan. Sedangkan menurut Taufani dalam Sulistyowati (2001: 17) mengatakan bahwa: Lingkungan keluarga sangat besar pengaruhnya terhadap minat belajar. Keluarga dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap aktifitas belajar apabila keadaan keluarga harmonis, adanya perhatian orang tua, antara kakak dan adik selalu rukun, kondisi ekonomi berkecukupan. Orang tua dapat member semangat agar anak menjadi optimis dan merasa ada perlindungan dan perhatian dari orang tua, sehingga anak mendapat kemudahan dalam belajar dan berambisi untuk meraih kesuksesan dalam belajar. Pernyataan di atas dapat disimpulkan faktor yang mempengaruhi minat belajar adalah faktor dorongan dari dalam, faktor emosional dan faktor motivasi keluarga. Faktor motivasi keluarga mempunyai peranan yang besar karena keluarga merupakan lingkungan dimana seseorang tumbuh dan berkembang menjadi dewasa. 2. Prestasi Belajar a. Pengertian Prestasi Belajar Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas, 2008: 1101) menjelaskan bahwa prestasi diartikan penguasaan pengetahuan atau

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Prestasi dapat diartikan pula sebagai seberapa jauh hasil belajar siswa dalam penguasaan tugas-tugas atau materi pelajaran yang diterima dalam jangka waktu tertentu. Prestasi belajar pada umumnya dinyatakan dalam angka atau huruf sehingga dapat dibandingkan dengan satu kriteria (V. Tri Mulyana, 2001: 18). Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Slameto (2003: 2) mendefinisikan belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Winkel (2004:59) mengartikan belajar merupakan suatu aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap yang bersifat relatif konstan dan berbekas. Beberapa pendapat tersebut di atas mengenai prestasi dan belajar, Tirtonegoro (1984: 43) mengemukakan, prestasi belajar adalah nilai hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak didik dalam periode tertentu. Prestasi belajar yaitu penguasaan pengetahuan maupun keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran yang

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 umumnya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai angka yang diberikan oleh guru. Bloom dan Sudjana (dalam V.Tri Mulyana, 2001: 18) mengklasifikasikan hasil belajar atau prestasi siswa ke dalam tiga ranah, yaitu: (1) Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, dan evaluasi. Pengukuran ranah kognitif dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, baik dengan tes tertulis, maupun lisan dan perbuatan, (2) Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari 5 aspek, yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan interaksi. Pengukuran ranah afektif tidaklah semudah mengukur ranah kognitif. Pengukuran ranah tidak dapat dilakukan setiap saat karena perubahan tingkah laku siswa dapat berubah sewaktu-waktu.Pengubahan sikap seseorang memerlukan waktu yang relatif lama, (3) Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Terdapat enam aspek dalam ranah psikomotorik, yakni gerakan reflek, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan atau ketepatan, gerakan keterampilan kompleks, dan gerakan ekspresif dan interpretatif. Pendapat di atas yang telah dijelaskan disimpulkan prestasi belajar merupakan nilai dari hasil kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka, simbol, huruf dan kalimat yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Peneliti menggunakan ranah kognitif untuk menentukan

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 prestasi belajar siswa sedangkan ranah afektif dan ranah psikomotor untuk menentukan minat belajar siswa. a. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Faktor-faktor yang mempengaruhi faktor belajar dibedakan menjadi dua, yaitu faktor intern dan faktor ekstern (Slameto, 2002: 54). 1) Faktor intern, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar. Faktor intern tersebut meliputi: (a) Faktor Jasmaniah meliputi faktor kesehatan dan cacat tubuh. Faktor kesehatan sangat berpengaruh terhadap belajar. Proses belajar akan terganggu apabila kondisi kesehatanya menurun. Keadaan cacat tubuh juga berpengaruh pada proses belajar. Seseorang akan kesulitan mengikuti pelajaran apabila memiliki keadaan cacat tubuh, (b) Faktor Psikologis meliputi intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan, (c) Faktor Kelelahan meliputi kelelahan jasmani yang mana individu terlihat lemah tubuhnya, dan kelelahan rohani yang mana individu terlihat mengalami kebosanan sehingga menimbulkan minat dan dorongan untuk melakukan sesuatu hilang, 2) Faktor ekstern, yaitu faktor yang berasal dari luar individu dan dapat mempengaruhi belajar. Faktor ekstern meliputi: (a) Faktor keluarga, individu yang belajar tersebut akan menerima pengaruh dari keluarga berupa: cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan, (b) Faktor sekolah, mempengaruhi belajar

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 siswa antara lain metode mengajar, kurikulum, realasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah, (c) Faktor masyarakat yang mempengaruhi antara lain kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat. Kedua faktor di atas dapat disimpulkan bahwa faktor intern dan faktor ekstern sangat mempengaruhi proses belajar individu untuk menentukan kualitas hasil kegiatan belajarnya. 3. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif a. Pengertian Suyatno (2009: 51) menyatakan model pembelajaran kooperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkonstruksi konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Sugiyanto (2010: 37) menyatakan pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Slavin dalam Isjori (2011: 15) mengatakan pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran yang di dalam sistem belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang berjumlah 4-6 orang. Dalam

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 kelompok tersebut siswa bekerja secara kolaboratif sehingga dapat merangsang siswa lebih bergairah dalam belajar. Sanjaya (2006: 242) mengatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan/tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen). Solihatin (2007: 7) mengatakan bahwa pembelajaran kooperatif mengandung nilai bahwa suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua atau lebih anggota, dimana keberhasilan kerjasama dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok sendiri. b. Macam-macam Model Pembelajaran Kooperatif Slavin dalam (Rismiati dan Susento 2007: 228), terdapat lima tipe model pembelajaran kooperatif, diantaranya: 1) Student Teams Achievement Division (STAD)\ Teknik ini, siswa berkelompok mengerjakan soal latihan dalam lembar kerja. Tiap kelompok terdiri dari 4 atau 5 orang yang terdiri dari siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Setelah semua kelompok selesai mengerjakan soal, guru memberikan kunci jawaban dan meminta siswa untuk memeriksa hasil pekerjaan, kemudian guru mengadakan kuis.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) 22 Teams Games Tournament (TGT) Teknik ini hampir sama dengan STAD. Yang membedakan adalah dalam TGT ini tidak ada kuis, tetapi hasil belajar akan dievaluasi dengan menggunakan permainan akademik seperti cepat tepat. Skor team secara keseluruhan akan ditentukan oleh prestasi kelompok. 3) Learning Together Teknik ini guru menjelaskan materi pembelajaran. Setelah ini siswa dibagi dalam kelompok heterogen yang terdiri 4 sampai 6 orang untuk mengerjakan lembar kerja. Guru menilai hasil kerja kelompok. Siswa mengerjakan kuis secara individual yang mana kuis tersebut akan dinilai oleh guru sebagai hasil kerja individu. 4) Group Investigation Dalam teknik ini siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok mempelajari satu bagian materi pelajaran, kemudian menjelaskannya kepada seluruh siswa di kelas. Diharapakan untuk menerima tanggungjawab besar untuk menentukan apa yang dipelajari, mengorganisasikan kelompok mereka sendiri tentang bagaimana cara menguasai materi dan memutuskan bagaimana mengkomunikasikannya kepada seluruh siswa di kelas. 5) Jigsaw Dalam teknik ini tiap anggota kelompok terdiri dari 5 atau 6 orang. Setiap anggota kelompok diminta untuk mempelajari satu bagian materi

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 kemudian menjelaskannya kepada anggota kelompok yang lain, kemudian guru mengadakan kuis. Sugiyatno (2010: 44) terdapat empat tipe pembelajaran kooperatif yaitu tipe STAD (Student Teams Achievement Division), Tipe GI (Group Investigation), Tipe Struktural, dan Tipe Jigsaw. c. Unsur Model Pembelajaran Kooperatif Arends yang dikutip Nur Asma (2006: 16) berpendapat bahwa unsur-unsur dasar belajar kooperatif adalah sebagai berikut: 1) siswa dalam kelompoknya harus beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama, 2) siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya, seperti milik mereka sendiri, 3) siswa haruslah melihat bahwa semua anggota dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama, 4) siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompok, 5) siswa akan dikenakan atau akan diberikan hadiah/penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok, 6) siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajar, 7) siswa akan diminta mempertanggungjawabkan dipelajari dalam kelompoknya. secara individual materi yang

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 d. Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif Setiap model pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pembelajaran kooperatif memiliki kelebihan karena dapat memberikan pengaruh positif. Pembelajaran kooperatif dapat menyebabkan unsur-unsur psikologis siswa menjadi terangsang dan menjadi lebih aktif. Hal tersebut disebabkan oleh adanya rasa kebersamaan dalam kelompok, sehingga mereka dengan mudah dapat berkomunikasi dengan bahasa yang lebih sederhana. Pada saat berdiskusi fungsi ingatan dari siswa menjadi lebih aktif, lebih bersemangat, dan berani mengemukakan pendapat. Pembelajaran kooperatif juga dapat meningkatkan kerja keras siswa, lebih giat dan lebih termotivasi (Nur Asma, 2006: 26) Slavin (dalam Nur Asma 2006: 26) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif dapat menimbulkan motivasi sosial siswa karena adanya tuntutan untuk menyelesaikan tugas. Siswa dalam kelompok akan mempunyai motivasi untuk menyumbangkan suatu ide yang berguna bagi kelompok. Motivasi tersebut dilakukan setiap siswa agar kelompoknya dapat menyelesaikan tugas yang dikerjakan. Kelebihan-kelebihan model pembelajaran kooperatif lebih banyak menekankan agar siswa dapat bekerja sama dalam kelompok. Kegiatan kelompok dapat membuat siswa menjadi lebih aktif dalam mengemukakan suatu pendapat dan termotivasi untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Dengan demikian, pembelajaran ini memberikan pengaruh positif untuk siswa.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 4. Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw II a. Pengertian Jigsaw dapat digunakan apabila materi yang akan dipelajari adalah yang berbentuk narasi tertulis. Metode ini paling sesuai untuk subjeksubjek seperti ilmu sosial, leteratur, sebagian ilmu pengetahuan ilmiah, dan bidang-bidang lainnya yang tujuan pembelajaran lebih kepada pennguasaan konsep daripada penguasaan kemampuan (Robert E.Slavin, 2005: 237) Teknik Jigsaw I dikembangkan oleh Elliot Aronson dan kawankawan dari Universitas Texas lalu diadaptasi oleh Slavin dan kawankawan (Sugiyanto, 2009: 45). Slavin (2008: 14) pembelajaran dalam jigsaw I, siswa saling bekerja dalam anggota kelompok yang sama, yaitu empat orang dengan latar belakang yang berbeda. Pembelajaran Jigsaw I anggota kelompok yang berbeda dengan topik yang sama bertemu untuk berdiskusi dalam kelompok ahli dan saling membantu bekerja sama dengan topik yang ditugaskan kepada mereka. Kemudian siswa kembali pada kelompok asal untuk menjelaskan kepada anggota kelompok lain tentang apa yang telah dipelajari pada kelompok ahli. Pengertian teknik Jigsaw II menurut Trianto (2010: 75), yang dikembangkan oleh Slavin yaitu pembelajaran setiap siswa akan memperoleh kesempatan belajar secara keseluruhan konsep sebelum siswa belajar spesialisasinya untuk menjadi expert. Hal tersebut digunakan agar siswa memperoleh gambaran menyeluruh dari konsep yang akan dibicarakan.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 Lie (dalam Rusman, 2011: 218), pembelajaran model kooperatif tipe jigsaw ini merupakan model belajar kooperatif dengan cara siswa dalam kelompok kecil yang terdiri dari empat sampai enam orang secara heterogen dan siswa bekerja sama saling ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri. Rusman (2011: 218) menjelaskan bahwa pembelajaran Jigsaw yaitu dimana siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan mengolah informasi yang didapat dan dapat meningkatkan keterampilan dan komunikasi. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab terhadap keberhasilan kelompok dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari sehingga mampu menyampaikan informasinya kepada kelompok lain. Suprijono (2009: 89) menyatakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II yaitu pembelajaran yang diawali dengan pengawalan topik yang akan dibahas oleh guru. Guru dapat menuliskan topik yang dipelajari pada papan tulis, penayangan power point, dan sebagainya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II yaitu suatu proses belajar di mana siswa bekerja dalam kelompok kecil yang saling membutuhkan dan siswa bertanggung jawab pada keberhasilan dan ketuntasan materi yang dipelajari agar dapat menyampaikan materi yang telah dipelajarinya kepada kelompok lain.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 b. Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I, Jigsaw II, dan Jigsaw III 1) Jigsaw I Suprijono (2009: 89) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I diawali dengan topik yang akan dibahas oleh guru. Guru selanjutnya menuliskan topik atau materi yang akan dipelajari pada papan tulis. Jigsaw I terdapat dua kelompok yaitu kelompok ahli dan kelompok asal. Kelompok asal merupakan gabungan dari kelompok ahli. Kelompok ahli merupakan kelompok siswa yang terdiri dari kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan mempelajari sesuatu topik tertentu serta diminta untuk mengerjakan tugas sesuai dengan topiknya kemudian setelah selesai dijelaskan kepada anggota kelompok asal. Jigsaw I anggota kelompok yang berbeda dengan topik yang sama bertemu untuk berdiskusi dalam kelompok ahli dan bekerja sama dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Setelah selesai siswa kembali pada kelompok asal untuk menjelaskan kepada anggota kelompok lain mengenai hal yang telah dipelajari dalam kelompok ahli. 2) Jigsaw II Trianto (2010: 75) menjelaskan bahwa : Ada perbedaan mendasar antara pembelajaran Jigsaw I dan Jigsaw II, kalau pada tipe I, awalnya siswa hanya belajar konsep tertentu yang akan menjadi spesialisasinya sementara konsep-konsep yang lain ia dapatkan melalui diskusi dengan teman segrubnya. Pada tipe II ini setiap siswa memperoleh kesempatan belajar secara keseluruhan konsep (scan read) sebelum ia belajar spesialisasinya untuk menjadi expert. Hal ini untuk memperoleh gambaran menyeluruh dari konsep yang akan dibicarakan.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Dari pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa secara teknis pelaksanaan Jigsaw II hampir sama dengan Jigsaw I, tetapi dalam Jigsaw II siswa diberikan kesempatan untuk mempelajari keseluruhan materi. Selain itu yang membedakan dalam Jigsaw I dan Jigsaw II yang dijelaskan Knight dan Bohlomeyer (dalam Huda, 2012: 121) yaitu dalam Jigsaw I tidak ada reward khusus yang diberikan atas individu maupun kelompok yang mampu menunjukkan kemampuan untuk bekerja sama dan mengerjakan kuis. Jigsaw II lebih terlihat persaingan yang jelas sebab penghargaan (reward) akan diberikan berdasarkan performa individu masing-masing anggota. 3) Jigsaw III Kagan dalam Huda (2012: 121) menjelaskan bahwa Jigsaw III diterapkan pada kelas-kelas bilingual. Sangat berbeda dengan tipe Jigsaw I dan Jigsaw II sebelumnya. Huda (2012:121) menjelaskan bahwa bilingual diartikan sebagai kelas yang di dalamnya terdapat para pembelajar bahasa Inggris dari daerah. Oleh karena itu pelaksanaannya dalam pembelajaran menggunakan bahasa Inggris mulai dari materi, lembar kerja maupun evaluasinya. Penelitian ini peneliti memilih menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II karena dalam langkah-langkah proses pembelajaran yang lebih kompleks dibandingkan dengan tipe Jigsaw I. Model kooperatif jigsaw II setiap siswa diberikan kesempatan untuk mempelajari seluruh materi sebelum belajar spesialisasinya untuk menjadi

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI expert. Siswa dapat memperoleh gambar seluruh konsep 29 yang dipelajarinya. Siswa akan memperoleh penghargaan (reward) pada akhir pembelajaran. c. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Slavin (2005: 237) menjelaskan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II sebagai berikut: (1) Para siswa bekerja dalam kelompok heterogen. Kelompok mewakili seluruh bagian di dalam kelas. Contoh: tingkat prestasi, jenis kelamin, warna kulit. Pembagian yang rat dan adil sangat dibutuhkan, siswa tidak diperbolehkan memilih anggota sendiri, (2) Para siswa mendapatkan tugas untuk membaca beberapa bab atau unit, dan diberikan “lembar ahli” yang terdiri atas topik-topik yang berbeda yang harus menjadi fokus perhatian masingmasing anggota tim saat mereka membaca, (3) Setelah semua anak selesai membaca, siswa-siswa dari tim yang berbeda yang fokus topik yang sama bertemu dalam “kelompok ahli” untuk mendiskusikan topik mereka sekitar tiga puluh menit, (4) Para ahli kemudian kembali kepada tim mereka atau kelompok dan secara bergantian menjelaskan dan memantau teman mereka untuk memahami topik yang sudah dipelajari, (5) Guru memberikan penilaian untuk mencakup seluruh topik, skor kuis menjadi skor tim, skor-skor yang dikontribusikan para siswa kepada timnya adalah siswtemskor pengembangan individual. Tim yang meraih skor tertinggi menerima sertifikat atau bentuk-bentuk penghargaan tim lainnya. Bentuk sertifikat dan penghargaan dapat memberikan motivasi kepada siswa untuk

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 bekerja keras dan berusaha menjadikan kelompoknya menjadi kelompok yang terbaik. d. Penghargaan (reward) Kelompok Slavin (2005: 159) menjelaskan bahwa setelah melakukan kuis, guru harus menghitung skor kemajuan individual kemudian memberikan penghargaan berbentuk sertifikat atau penghargaan lainnya untuk tim yang mendapatkan skor tertinggi. 1) Poin kemajuan Sebelum menghitung skor kemajuan penilaian pertama kepada siswa. Pertama melakukan penilaian dengan memberikan soal untuk mendapatkan skor awal. Kemudian guru memberikan soal evaluasi dan dihitung poin kemajuannya. Berikut poin kemajuan melakukan kuis memberikan poin berdasarkan keberhasilan kuis yang didapatkan siswa : Tabel 2.1 Poin berdasarkan Tingkat Kuis No. 1. 2. 3. 4. 5. Skor Kuis Lebih dari 10 poin di bawah skor awal 10-1 poin di bawah skor awal Sampai 10 poin di atas skor awal Lebih dari 10 poin di atas skor awal Kertas jawaban sempurna (terlepas dari skor awal) Poin Kemajuan 5 10 20 30 30 2) Skor Kelompok Rusman (2011: 216) menyatakan bahwa skor kelompok dihitung dengan membuat rata-rata skor perkembangan anggota kelompok, yaitu

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 dengan menjumlahkan semua skor perkembangan individu anggota kelompok dan membagi sejumlah anggota kelompok tersebut. No 1. 2. 3. 4. 3) Tabel 2.2 Perhitungan Perkembangan Skor Kelompok Rata-rata Skor Kualifikasi 0≤N≤5 6 ≤ N ≤ 15 Tim yang baik (Good Team) 16 ≤ N ≤ 20 Tim yang sangat baik (Great Team) 21 ≤ N ≤ 30 Tim yang sangat istimewa (Super Team) Pemberian Hadiah dan Pengakuan Kelompok Rusman (2011: 216) menyatakan bahwa setelah masing-masing kelompok memperoleh predikat, guru memberikan penghargaan kepada masing-masing kelompok sesuai dengan prestasinya. 5. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) a. Pengertian Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas, 2003: 424) ilmu pengetahuan sosial diartikan sebagai suatu ilmu pengetahuan yang merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial (seperti sejarah, ekonomi, geografi). Sumaatmadja (2005: 13) mendefinisikan IPS adalah mata pelajaran atau mata kuliah yang mempelajari kehidupan sosial yang kajiannya mengintegrasikan bidang ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Sementara Solihatin (2007: 14) menyatakan bahwa IPS adalah ilmu yang membahas hubungan antara manusia dan lingkungannya, lingkungan dimana anak didik tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari masyarakat,

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 dihadapkan pada berbagai permasalahan yang ada dan terjadi di lingkungan sekitar. b. Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Sosial Ruang lingkup mata pelajaran IPS menurut KTSP (2007: 237) meliputi berbagai aspek, antara lain : (1) Manusia, tempat, lingkungan; (2) Waktu, keberlanjutan, dan perubahan; (3) Sistem sosial dan budaya; (4) Perilaku ekonomi dan kesejahteraan. Ruang lingkup materi dalam penelitian ini adalah materi IPS kelas V semester 2. Materi tersebut berdasarkan Kurikulum Tingkat Sekolah Dasar Pendidikan. Dalam materi ini membahas mengenai perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Berikut adalah Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar kelas V Sekolah Dasar : 1. Standar Kompetensi: 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia. 2. Kompetensi Dasar: 2.4 Menghargai perjuangan tokoh dalam memperjuangan kemerdekaan. c. Tujuan IPS Mulyasa (2006: 125) menjelaskan bahwa pembelajaran IPS memiliki tujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut:

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1) Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan 33 kehidupan masyarakat dan lingkungannya. 2) Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir dan kritis, rasa ingin tau, inkuiri, memecahkan masalah dan keterampilan dalam kehidupan sosial. 3) Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. 4) Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, dan berkompetensi dalam masyarakat yang majemuk di tingkat lokal, nasional, maupun global. 6. Penerapan Model Kooperatif Teknik Jigsaw II pada Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Slavin (2005: 237) mengungkapkan bahwa Jigsaw II dapat digunakan jika materi yang akan dipelajari dalam bentuk narasi tertulis. Jigsaw II ini sangat cocok untuk pembelajaran IPS. Metode ini sesuai untuk subjek-subjek seperti ilmu sosial, literatur, sebagian pelajaran ilmu pengetahuan ilmiah, dan bidang-bidang lainnya yang tujuan pembelajaran lebih kepada penguasaan konsep daripada penguasaan kemampuan. Dari penjelasan tersebut maka model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat dipadukan dengan mata pelajaran IPS sekolah dasar kelas V semester 2 pada Standar Kompetensi: 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 kemerdekaan Indonesia, Kompetensi Dasar: 2.4 Menghargai perjuangan tokoh dalam memperjuangan kemerdekaan. B. Hasil Penelitian yang Relevan Ada empat hasil penelitian yang relevan dengan judul penelitian ini. Peneliti akan memaparkan beberapa penelitian yang relevan. Pertama, penelitian dari Ujang Isnandar, (2012) dengan judul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw II Materi Perjuangan dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia pada Siswa kelas VB SD Karitas Ngaglik Yogyakarta Tahun pelajaran 2011/2012”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar. Peningkatan minat ditunjukkan dengan kondisi awal skor rata-rata minat belajar sebesar 37,87 dan termasuk dalam kategori minat belajar sedang. Pada siklus I skor rata-rata minat belajar sebesar 64,42 dan termasuk dalam kategori minat belajar sedang. Pada siklus II skor rata-rata minat belajar sebesar 76,50 dan termasuk dalam kategori minat belajar tinggi. Sedangkan peningkatan prestasi belajar ditunjukkan dengan kondisi awal rata-rata ulangan siswa sebesar 58,90 dan sebanyak 29,3% siswa sudah mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus I rata-rata ulangan siswa sebesar 66,04 dan sebanyak 62,5% siswa sudah mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus II rata-rata ulangan siswa sebesar 79,17 dan sebanyak 83,3 % siswa sudah mencapai ketuntasan. Kedua, penelitian dari Rizky Dwi Putranto, (2012) dengan judul “Meningkatkan Hasil Belajar IPS pada materi koperasi dengan Model

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Kooperatif tipe Jigsaw bagi siswa kelas IV SD Negeri 2 Traji”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran IPS bagi siswa kelas IV SD Negeri 2 Traji. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai dari sebelum tindakan hingga siklus II. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa sebelum tindakan adalah 54,7 dengan siswa yang tuntas berjumlah 15 dan yang belum tuntas berjumlah 20. Pada siklus I, nilai rata-rata kelas yang meningkat menjadi 71,2 dengan siswa yang tuntas berjumlah 25 dan yang belum tuntas berjumlah 10. Pada siklus II, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa semakin meningkat menjadi 80,3 dengan siswa yang tuntas berjumlah 32 dan yang belum tuntas berjumlah 3 siswa. Ketiga, penelitian dari Afif Cahaya Praditama, (2012) dengan judul “Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Pokok Bahasan Perkembangan Teknologi Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Siswa Kelas IV SD N Tinatar II Kecamatan Punung Pacitan”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran IPS model pokok pembelajaran bahasan kooperatif Perkembangan tipe jigsaw Teknologi pada dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Tinatar II Pacitan. Pada tahap awal sebelum dilakukan tindakan dari 15 siswa kelas IV SD Negeri Tinatar II Pacitan yang dinyatakan lulus atau telah mencapai nilai ketuntasan sebanyak 5 siswa atau 33,3% dan siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan sebanyak 10 siswa atau 66,7% dengan nilai rata-rata 68,7. Pada pelaksanaan tindakan siklus I terdapat sebanyak 9 siswa atau sebesar 60% dinyatakan lulus

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 atau mencapai nilai ketuntasan dengan nilai rata-rata 72,9. Siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan atau belum lulus ada 6 siswa atau sebesar 40%. Pada pelaksanaan tindakan siklus II terdapat sebanyak 12 siswa atau sebesar 80% siswa yang dinyatakan lulus atau mencapai nilai ketuntasan. Siswa yang belum lulus ada 3 siswa atau 20% dengan nilai rata-rata sebesar 73,8. Keempat, penelitian dari Setra Fitriyani, (2012) dengan judul “ Upaya Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar IPS melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada siswa Kelas IV SD Negeri 01 Sugihan Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012”. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terjadi peningkatan minat dan hasil belajar siswa terhadap pemahaman dangan kompetensi dasar kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam. Peningkatan minat belajar siswa pada pra siklus hingga siklus 2 yaitu pra siklus minat belajar siswa pada kategori kurang berminat, pada siklus 1 berada pada kategori cukup berminat dan pad siklus 2 berada pada kategori berminat. Sedangkan untuk peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa tersebut secara bertahap. Pada kondisi awal terdapat 17 siswa (49%) yang telah tuntas belajarnya, siklus 1 terdapat 26 siswa (74%) yang telah tuntas, dan pada siklus 2 terdapat 30 siswa (86%) yang tuntas.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Berikut Litelatur map yang peneliti ambil: “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw Materi Perjuangan dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia pada Siswa kelas VB SD Karitas Ngaglik Yogyakarta Tahun pelajaran 2011/2012” Meningkatkan Hasil Belajar IPS pada materi koperasi dengan Model Kooperatif tipe Jigsaw bagi siswa kelas IV SD Negeri 2 Traji” Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPS Menggunakan Model Kooperatif tipe Jigsaw II materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 “Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Pokok Bahasan Perkembangan Teknologi Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Siswa Kelas IV SD N Tinatar II Kecamatan Punung Pacitan”. “Upaya Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar IPS melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada siswa Kelas IV SD Negeri 01 Sugihan Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012” Gambar 2.1. Literature Map penelitian C. Kerangka Berpikir Seorang guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam pembelajaran. Guru seringkali berperan dominan dalam proses pembelajaran dan mengabaikan minat belajar siswa. Masalah-masalah sering terjadi dalam

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 proses pembelajaran di kelas. Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang abstrak dan selalu berkembang yang membuat siswa kesulitan memahami materi apabila disampaikan dalam satu arah. Siswa malas dalam mengikuti pelajaran, sehingga menjadi pasif, tidak ada interaksi antar siswa maupun antar siswa dan guru sehingga prestasi belajar siswa menjadi rendah. Peneliti mencoba menyelesaikan masalah tersebut. Solusinya adalah menciptakan pembelajaran yang membuat siswa aktif, siswa diminta untuk belajar secara berkelompok agar terbiasa berinteraksi dengan teman. Kelancaran pembelajaran yang membuat siswa aktif maka guru perlu untuk menentukan model pembelajaran yang tepat. Model pembelajaran dipilih setelah guru melakukan identifikasi agar sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II merupakan salah satu cara yang efektif dalam menyelesaikan permasalahan yang telah terjadi pada proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas V B SD Negeri Adisucipto 1. Penggunaan Model Kooperatif Tipe Jigsaw II diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa-siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1. Model Kooperatif tipe Jigsaw II memiliki kelebihan yang dapat mendukung untuk mengatasi permasalah dan meningkatkan prestasi belajar belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Kelebihan Jigsaw yaitu siswa dapat aktif saat mengajarkan kepada teman, siswa dapat saling tergantung positif satu dengan yang lain dan bekerja sama secara kooperatif,

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 melatih siswa agar terbiasa berdiskusi dan bertanggung jawab secara individu sehingga siswa dapat saling berinteraksi dengan teman lain. Skema kerangka berpikir dapat digambarkan sebagai berikut: Minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 masih rendah. Maka perlu diberi inovasi agar lebih meningkat Minat dan prestasi belajar mata pelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas VB SD N Adisucipto 1 meningkat Menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II Gambar 2.2. Skema Kerangka Berpikir D. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian pustaka di atas, maka peneliti mengemukakan hipotesis bahwa : 1. Upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar pada siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut: a) pemberian materi secara keseluruhan, b) pembentukan kelompok asal yang terdiri dari 6 ahli, c) pemberian tugas terhadap tiaptiap ahli, d) diskusi membahas tugas dalam kelompok ahli, e) ahli

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 melaporkan hasil diskusi pada kelompok asal, f) kelompok asal mempresentasikan dalam pleno, g) evaluasi individual, dan h) pemberian penghargaan (reward). 2. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar siswa pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1. 3. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia Negeri Adisucipto 1. pada siswa kelas V B SD

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab III ini, peneliti menguraikan metode penelitian yang terdiri dari jenis penelitian, setting penelitian, rencana tindakan, pengumpulan data dan instrumen penelitian, teknik analisis data, dan kriteria keberhasilan. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas proses dan hasil belajar sekelompok peserta didik. Kemmis dan Mc. Taggart (1998) dalam Masnur Muslich (2009: 8) menyatakan Penelitian Tindakan Kelas adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri, pengalaman kerja sendiri yang dilaksanakan secara sistematis, terencana, dan dengan sikap mawas diri. Kemmis dan Taggart (dalam Wiraatmaja, 2005: 66) menyatakan tahapan PTK sebagai berikut: Perencanaan Refleksi Perencanaan Refleksi Pelaksanaan Siklus 1 Siklus 2 Observasi Observasi Gambar 3.1. Siklus Penelitian Tindakan 41 Pelaksanaan

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 1. Perencanaan Pada tahap perencanaan, peneliti menguraikan rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan tiap siklus. 2. Pelaksanaan Tindakan pembelajaran sesuai dengan hal-hal yang sudah direncanakan dalam pembelajaran. 3. Observasi (Pengamatan) Pengamatan yang dilaksanakan secara langsung (pengamatan dimana seorang guru atau pengamat mengadakan pengamatan secara langsung terhadap gejala yang diamati) atau tidak langsung (menggunakan instrumen pengamatan) dan secara teliti terhadap suatu gejala dalam suatu situasi di suatu tempat. 4. Refleksi Bagian yang penting untuk memahami dan memberikan makna terhadap proses dan hasil perubahan yang terjadi akibat adanya tindakan yang dilakukan. B. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Adisucipto 1 yang terletak di desa Maguwoharjo, Yogayakarta, 55282. Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman,

(63) 43 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto1 tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 31 siswa. 3. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah minat dan prestasi belajar siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 semester II tahun ajaran 2012/2013 menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dengan materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 4. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2013/2014 yaitu pada bulan Januari-Mei 2014. Adapun jadwal yang direncanakan sebagai berikut : Tabel 3.2. Jadwal Penelitian No. Uraian kegiatan 1. Permohonan ijin Kepala Sekolah Melakukan Pengamatan Penyusunan proposal Pembuatan instrument Uji coba instrument Pelaksanaan: a. Siklus 1 b. Siklus 2 Analisis data Penyusunan skripsi Ujian skripsi Revisi Jan 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Feb Bulan Mar April Mei Juni Juli

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 C. Rencana Tindakan Peneliti merencanakan 2 siklus dalam penelitian ini dan satu siklus terdiri dari dua pertemuan dengan lama tatap muka 1-2 jam pelajaran. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. Persiapan Pada tahap pra penelitian, langkah-langkah yang dilakukan adalah : a. Meminta ijin kepada Kepala SD Negeri Adisucipto 1 untuk melakukan kegiatan penelitian. b. Melakukan observasi pada siswa kelas V B untuk memperoleh gambaran mengenai minat dan prestasi belajar siswa. c. Melakukan wawancara dengan guru kelas dan sebagian siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1. d. Mengidentifikasi dan mengalisis masalah yang dihadapi siswa di kelas. e. Menyusun proposal penelitian. f. Mengkaji standar kompetensi, kompetesi dasar, dan materi pokok g. Menyusun silabus pembelajaran, RPP, LKS, lembar evaluasi, lembar observasi, dan lembar kuisioner. h. Menyusun instrumen pengumpulan data. i. Menyiapkan media dan alat peraga.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 2. Rencana Tindakan tiap siklus Setelah diperoleh gambaran keadaan kelas, maka dilakukan tindakan kelas sebagai berikut : a. Siklus I 1) Perencanaan Peneliti mempersiapkan silabus dan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, LKS, Lembar observasi, lembar kuisioner, soal evaluasi, dan alat peraga/ media yang akan digunakan. 2) Pelaksanaan siklus 1 Pertemuan 1 Kegiatan awal : a) Salam pembuka b) Doa pembuka c) Motivasi : menyanyikan salah satu lagu perjuangan d) Menyampaikan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti Eksplorasi a. Melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dibahas. Elaborasi a) Membagi siswa dalam 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 anggota.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 b) Membentuk kelompok asal. Kelompok asal A 1 2 3 4 5 6 Kelompok asal C 1 2 3 4 5 Kelompok asal D 1 2 3 4 5 Kelompok asal B 1 2 3 4 5 Kelompok asal E Kelompok asal F 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 c) Siswa mempelajari mengenai materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia untuk dipelajari. Materi dalam pertemuan ini yaitu menjelaskan mengenai latar belakang dan tokoh-tokoh yang berperan dalam peristiwa: Pertempuran di Surabaya, Pertempuran Ambarawa, Pertempuran Medan Area, Bandung Lautan Api, dan Pertempuran 5 hari di Semarang. d) Siswa diberikan lembar kerja untuk dikerjakan. Dalam LKS tersebut siswa diminta menjawab soal-soal tersebut. e) Dalam kelompok setiap siswa mendapat bagian satu soal yang berbeda untuk dikerjakan. Siswa yang mendapat bagian soal yang sama berkumpul menjadi satu menjadi kelompok ahli. Kelompok ini membahas materi yang sama dan menjawab soal pada LKS. f) Siswa dibentuk dalam kelompok yang akan mempelajari materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan dibina oleh guru. Kelompok ahli 1 1A 1 B 1 C 1D 1E 1F 6A Kelompok ahli 4 4A 4B 4C 4D 4E 4F Kelompok ahli 2 2A 2B 2C 2D 2E 2F Kelompok ahli 5 5A 5B 5C 5D 5E 5F Kelompok ahli 3 3A 3B 3C 3D 3E 3F

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 g) Siswa yang menjadi ahli kembali ke kelompok semula kemudian menjelaskan jawaban yang telah diperoleh kepada anggotanya secara bergiliran. Konfirmasi a) Setelah siswa selesai berdiskusi, perwakilan siswa dalam setiap kelompok melakukan presentasikan hasil diskusi yang telah mereka dapatkan. Guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan. Kegiatan Penutup a) Siswa dan guru menyimpulkan materi. b) Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya c) Siswa diberikan pekerjaan rumah d) Siswa melakukan refleksi e) Doa penutup Pertemuan 2 Kegiatan awal a) Salam pembuka b) Doa c) Menyanyikan lagu sebagai motivasi. d) Menyampaikan tujuan pembelajaran.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Kegiatan Inti Eksplorasi a) Siswa dibagi dalam 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 anggota. b) Membentuk kelompok asal Kelompok asal A Kelompok asal B 1 2 3 4 5 6i. Kelompok asal D 1 2 3 4 5 Kelompok asal C 1 2 3 4 5 Kelompok asal E 1 2 3 4 5 Kelompok asal F 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 c) Siswa mempelajari mengenai materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia untuk dipelajari. Materi dalam pertemuan ini yaitu menjelaskan mengenai latar belakang dan tokoh-tokoh yang berperan dalam peristiwa: Pertempuran di Surabaya, Pertempuran Ambarawa, Pertempuran Medan Area, Bandung Lautan Api, dan Pertempuran 5 hari di Semarang. d) Siswa diberikan lembar kerja untuk dikerjakan. Dalam LKS tersebut siswa diminta menjawab soal-soal tersebut. e) Dalam kelompok setiap siswa mendapat bagian satu soal yang berbeda untuk dikerjakan. Siswa yang mendapat bagian soal yang sama berkumpul menjadi satu menjadi kelompok ahli. Kelompok ini membahas materi yang sama dan menjawab soal pada LKS.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 f) Siswa dibentuk dalam kelompok yang akan mempelajari materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan dibina oleh guru. Kelompok ahli 1 1A 1 B 1 C 1D 1E 1F 6A Kelompok ahli 4 4A 4B 4C 4D 4E 4F Kelompok ahli 2 2A 2B 2C 2D 2E 2F Kelompok ahli 3 3A 3B 3C 3D 3E 3F Kelompok ahli 5 5A 5B 5C 5D 5E 5F g) Siswa yang menjadi ahli kembali ke kelompok semula kemudian menjelaskan jawaban yang telah diperoleh kepada anggotanya secara bergiliran. h) Kelompok ahli yang mampu membagikan informasi secara lengkap dan benar mendapatkan penghargaan (reward). Konfirmasi a) Perwakilan siswa dalam setiap kelompok melakukan presentasikan hasil diskusi yang telah mereka dapatkan. b) Kelompok lain dapat memyampaikan tanggapan. c) Guru menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan. d) Guru memberikan penguatan mengenai pembelajaran hari ini. e) Siswa mengerjakan lembar evaluasi mengenai materi pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua ini dikerjakan secara individu.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Kegiatan penutup a) Siswa dan guru menyimpulkan materi. b) Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. c) Siswa melakukan refleksi. d) Doa penutup. 3) Observasi (pengamatan) Melakukan observasi untuk mengamati dan mengumpulkan data mengenai minat belajar siswa dalam proses pembelajaran. Pengamatan tersebut menggunakan rubric pengamatan minta yang siisi oleh peneliti dan kuisioner diisi oleh siswa pada siklus I. 4) Refleksi a. Mengevaluasi pelakasanaan siklus I yang telah dilakukan mengenai kendala, hambatan dan berhasil atau tidaknya pembelajaran tersebut. b. Membandingkan hasil tes dan observasi yang telah dicapai dengan target akhir setiap siklus pada indikator keberhasilan. c. Merencanakan perbaikan berdasarkan hasil tes dan observasi untuk dilakukan pada siklus ke II jika target siklus I belum tercapai.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Siklus II 1) Perencanaan 51 Peneliti mempersiapkan silabus dan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, LKS, Lembar observasi, lembar kuisioner, soal evaluasi, dan alat peraga/ media yang akan digunakan. 2) Pelaksanaan siklus II Pertemuan 1 Kegiatan awal a) Salam pembuka b) Doa c) Menyanyikan lagu sebagai motivasi. d) Menyampaikan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti Eksplorasi a) Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dibahas. Elaborasi a) Siswa dibagi dalam 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 anggota. b) Membentuk kelompok asal Kelompok asal A 1 2 3 4 5 6 Kelompok asal B Kelompok asal C 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kelompok asal D 1 c) 2 3 4 5 Kelompok asal E Kelompok asal F 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 52 d) Siswa diberikan lembar kerja (LKS) untuk dikerjakan. e) Siswa mempelajari mengenai materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia untuk dipelajari. Materi dalam pertemuan ini yaitu menjelaskan waktu kapan terjadinya dan tokoh yang terlibat pada peristiwa: Pertempuran di Surabaya, Pertempuran Ambarawa, Pertempuran Medan Area, Bandung Lautan Api, dan Pertempuran 5 hari di Semarang. f) Dalam kelompok setiap siswa mendapat bagian satu soal yang berbeda untuk dikerjakan. Siswa yang mendapat bagian soal yang sama berkumpul menjadi satu menjadi kelompok ahli. Kelompok ini membahas materi yang sama dan menjawab soal pada LKS. g) Siswa dibentuk dalam kelompok yang akan mempelajari materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan dibina oleh guru. Kelompok ahli 1 1A 1 B 1 C 1D 1E 1F 6A Kelompok ahli 2 2A 2B 2C 2D 2E 2F Kelompok ahli 4 Kelompok ahli 5 4A 4B 4C 4D 4E 4F 5A 5B 5C 5D 5E 5F Kelompok ahli 3 3A 3B 3C 3D 3E 3F h) Siswa yang menjadi ahli kembali ke kelompok semula kemudian menjelaskan jawaban yang telah diperoleh kepada anggotanya secara bergiliran.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Konfirmasi a) Perwakilan siswa dalam setiap kelompok melakukan presentasikan hasil diskusi yang telah mereka dapatkan. Guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan. b) Siswa dapat memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi yang dipresentasikan oleh temannya. c) Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami oleh siswa mengenai materi pada hari ini. d) Guru memberikan penguatan mengenai pembelajaran hari ini. Kegiatan penutup a) Siswa dan guru menyimpulkan materi. b) Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa. c) Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. d) Siswa melakukan refleksi. Pertemuan 2 Kegiatan awal a) Salam pembuka b) Doa c) Menyanyikan lagu sebagai motivasi. d) Menyampaikan tujuan pembelajaran.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Kegiatan Inti Eksplorasi a) Siswa memperhatikan penjelasan guru dan melakukan tanya jawab mengenai materi yang akan dibahas. Elaborasi a) Siswa kembali berkelompok yang anggotanya seperti pada pertemuan sebelumnya. Kelompok asal A kelompok asal B 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 Kelompok asal D Kelompok asal E 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Kelompok asal C 1 2 3 4 5 Kelompok asal F 1 2 3 4 5 b) Siswa diberikan lembar kerja (LKS) untuk dikerjakan. c) Siswa mempelajari mengenai materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia untuk dipelajari. Materi dalam pertemuan ini yaitu menjelaskan mengenai isi perjanjian-perjanjian dan hasil perundingan. (perjanjian Linggarjati, Roem-Royen, Renville, serta KMB) d) Siswa mempelajari materi mengenai cara menghargai perjuangan para tokoh kemerdekaan Indonesia. e) Dalam kelompok setiap siswa mendapat bagian satu soal yang berbeda untuk dikerjakan. Siswa yang mendapat bagian soal yang sama berkumpul menjadi satu menjadi kelompok ahli. Kelompok ini membahas materi yang sama dan menjawab soal pada LKS.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 f) Siswa dibentuk dalam kelompok yang akan mempelajari materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan dibina oleh guru. Kelompok ahli 1 1A 1 B 1 C 1D 1E 1F 6A Kelompok ahli 4 4A 4B 4C 4D 4E 4F Kelompok ahli 2 2A 2B 2C 2D 2E 2F Kelompok ahli 3 3A 3B 3C 3D 3E 3F Kelompok ahli 5 5A 5B 5C 5D 5E 5F g) Siswa yang menjadi ahli kembali ke kelompok semula kemudian menjelaskan jawaban yang telah diperoleh kepada anggotanya secara bergiliran. h) Kelompok ahli yang mampu membagikan informasi secara lengkap dan benar mendapatkan penghargaan (reward). Konfirmasi a) Perwakilan siswa dalam setiap kelompok melakukan presentasikan hasil diskusi yang telah mereka dapatkan. Guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan. b) Siswa dapat memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi yang dipresentasikan oleh temannya. c) Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami oleh siswa mengenai materi pada hari ini. d) Guru memberikan penguatan mengenai pembelajaran hari ini. e) Siswa mengerjakan lembar evaluasi mengenai materi pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua ini dikerjakan secara individu.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Kegiatan Penutup a) Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya b) Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari. c) Siswa bersama guru melakukan refleksi tentang kegiatan yang telah dilakukan. 3) Observasi (pengamatan) Peneliti melakukan observasi proses pembelajaran dengan berpedoman pada lembar observasi yang disiapkan. 4) Refleksi Peneliti melakukan refleksi pada siklus II untuk menemukan kesimpulan dari penggunaan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw II berdasarkan hasil prestasi siklus I dan II,serta hasil observasi siklus I dan II. D. Pengumpulan Data dan Instrumen 1. Pengumpulan data Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil perhitungan skor minat dan nilai evaluasi siswa setiap siklus. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara terhadap guru dan siswa setiap akhir siklus.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Peneliti menggunakan beberapa instrumen yaitu kuesioner, soal, dan lembar evaluasi. Kuesioner digunakan untuk mengetahui minat siswa pada setiap siklus, soal digunakan mengetahui prestasi belajar siswa pada setiap siklus, lembar observasi digunakan untuk mengobservasi aktivitas guru dan siswa pada saat pembelajaran. Peneliti menggunakan data yang berkaitan dengan minat dan prestasi mengenai perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa dapat diukur dengan tes atau ulangan, pengamatan dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik pada setiap siklus. 2. Instrumen Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto (2006 : 160) instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cepat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Penelitian ini menggunakan data yang berkaitan dengan minat dan prestasi siswa mengenai perjuangan dalam mempertahan kemerdekaan Indonesia. Data mengenai minat diperoleh dari data kuesioner minat siswa. Sugiyono (2010: 199) mengemukakan bahwa kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau penyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Untuk prestasi belajar diperoleh dari data nilai tes/ulangan setiap akhir siklus.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 a. Minat belajar Pengamatan minat belajar siswa digunakan saat melakukan pengamatan terhadap siswa selama proses pembelajaran di kelas. Berikut kisi - kisi pengamatan minat belajar siswa sebagai berikut : Tabel 3.3. Kisi-kisi Panduan Pengamatan Minat Belajar Siswa No Indikator 1. Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS 2. Perhatian dalam belajar IPS 3. Kemauan siswa dalam mengemban gkan penguasaan terhadap materi IPS Deskriptor a. Siswa senang memberi tanggapan dan jawaban terhadap pernyataan yang diberikan guru. b. Siswa senang membantu teman yang kesulitan dalam memahami dan mengerjakan soal. c. Siswa antusias dalam mengikuti setiap materi IPS d. Siswa segera membuka buku sumber lain untuk mencari jawaban ketika guru melakukan tanya jawab. e. Siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas dari guru tentang materi IPS. a. Siswa bertanya kepada kepada guru jika ada hal yang tidak dimengerti. b. Siswa tetap berkonsentrasi walaupun ada suara gaduh. c. Siswa tidak melamun ketika pelajaran sedang berlangsung. d. Siswa tidak membicarakan hal lain dengan teman ketika pelajaran sedang berlangsung. e. Siswa tidak mengganggu teman lain ketika sedang belajar. a. Siswa menuliskan hal-hal penting berkaitan dengan pelajaran IPS b. Siswa membuat catatan pelajaran IPS dengan rapi. c. Siswa mengerjakan soal dengan teliti d. Siswa membuat pertanyaan yang mendalam mengenai materi yang sedang dibahas. e. Siswa membawa buku sumber IPS lebih dari satu buku. Nampak (1)/ tidak (0)

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 4. Indikator 59 Nampak (1)/ tidak (0) Deskriptor Keterlibatan a. Siswa aktif bertanya dalam diskusi siswa dalam kelompok. belajar IPS b. Siswa aktif member jawaban dalam diskusi. c. Siswa aktif memberikan tanggapan dari suatu jawaban teman dalam diskusi. d. Siswa mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan. e. Siswa mau menjelaskan di depan kelas tanpa disuruh. Jumlah keseluruhan Lembar kuesioner minat belajar siswa digunakan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya dari siswa. Kuesioner akan diisi oleh siswa. Peneliti menggunakan kuesioner dari skripsi Dwi Yati Lestari (2013: 262). Peneliti sedikit mengubah beberapa kalimat dan kata pada kuesioner yang akan diberikan. Berikut kuesioner minat siswa terhadap mata pelajaran IPS. Tabel 3.4. Kuesioner Minat Belajar Siswa No Pernyataan 1. 2. 3. Saya antusias dalam mengikuti setiap materi IPS Saya mengerjakan soal dengan teliti Saya mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan Saya suka menggangu teman lain ketika sedang belajar. Saya bertanya kepada guru jika ada hal yang tidak dimengerti. Saya lebih suka mengobrol hal lain dengan teman ketika pelajaran sedang berlangsung. Saya senang memberi tanggapan dan jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan oleh guru. Saya tidak dapat konsentrasi ketika ada suara gaduh. Saya membuat pertanyaan yang mendalam mengenai materi yang sedang dibahas. 4. 5. 6. 7. 8. 9. SS Pilihan Jawaban S TS STS

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Pernyataan SS 60 Pilihan Jawaban S TS STS Saya membuat catatan pelajaran IPS dengan rapi. Saya aktif memberikan tanggapan dari suatu jawaban teman dalam diskusi. Saya suka melamun ketika pelajaran sedang berlangsung. Saya segera membuka buku sumber lain untuk mencari jawaban ketika guru melakukan tanya jawab. Saya malas membawa buku sumber IPS Saya aktif bertanya dalam diskusi kelompok Saya mengeluh ketika diberi tugas dari guru tentang pelajaran IPS. Saya tidak percaya diri untuk menjelaskan di depan kelas. Saya menuliskan hal-hal penting berkaitan dengan pelajaran IPS Saya senang membantu teman yang kesulitan dalam memahami dan mengerjakan soal Saya aktif memberikan jawaban dalam diskusi. Kisi-kisi kuesioner minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS sebagai berikut : Tabel 3.5. Kisi-kisi Lembar Kuesioner Minat Belajar Siswa No. Indikator 1. Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS Perhatian dalam belajar IPS Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS Keterlibatan siswa dalam belajar IPS Jumlah 2. 3. 4. Jenis Penyataan Pernyataan Pernyataan positif Negatif 1,7,13,19 16 Jumlah Pernyataan 5 5 4,6,8,12 5 2, 9, 10, 18 14 5 3, 11, 15, 20 17 5 13 7 20

(81) 61 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Nilai yang diperoleh = Penilaian setiap item untuk nomor pernyataan pada kuisioner bergantung pada pengukuran skala likert berikut : Tabel 3.6. Pengukuran Skala Likert Keterangan Skor Item Positif Sangat setuju (SS) 4 Setuju (S) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Sangat Tidak Setuju 1 Sumber : Sugiono (2010:93) Item Negatif 1 2 3 4 b. Prestasi Belajar Untuk mengumpulkan data prestasi belajar digunakan 2 cara yaitu tes dan non tes. 1) Tes Tes adalah instrumen pengumpulan data untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif, atau tingkat penguasaan materi pembelajaran (Sanjaya, 2009:99). Tes yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes objektif berbentuk pilihan ganda dalam soal evaluasi. Berikut adalah kisi-kisi soal evaluasi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas V: Tabel 3.7. Kisi-kisi Soal Siklus I Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahanka n kemerdekaan Indikator 1. Menjelaskan latar belakang terjadinya perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 2. Menyebutkan tokoh –tokoh pejuang dalam No soal 1, 5, 4,7,12, 13 2, 3,6,10

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia 62 mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 3. Menjelaskan waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia 8, 9, 11 Tabel 3.8. Kisi-kisi Soal Siklus II Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahanka n kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahanka n kemerdekaan Indikator No soal 4. Menjelaskan peristiwa-peristiwa dalam perjuangan 1,3,5,8 mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 5. Menyebutkan isi perjanjian atau hasil perundingan dalam perjuangan mempertahakan kemerdekaan Indonesia. 6. Menjelaskan cara menghargai tokoh-tokoh dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 2,4,6,7 ,10,12, 13 9,11 2) Non Tes Non tes digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa, non tes yang digunakan berupa pengamatan. Pengamatan dilakukan untuk memperoleh penilaian afektif dan psikomotorik pada setiap siklus. Hasil penilaian afektif dan psikomotor dirata-rata kemudian mendapatkan nilai prestasi belajar siswa. Penilaian non tes dilakukan dengan pengamatan selama proses pembelajaran. Untuk memperoleh data prestasi belajar siswa, peneliti menggunakan data minat belajar yang indikator minat dibagi dalam aspek afektif dan psikomotorik. Pembagiannya sebagai berikut :

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Tabel 3.9. Indikator Aspek Afektif No 1. 2. Indikator Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS Perhatian dalam belajar IPS Tabel 3.10. Indikator Aspek Psikomorik No. 1. 2. Indikator Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS Keterlibatan siswa dalam belajar IPS E. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Instrumen Penelitian Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkatan-tingkatan kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Suharsimi Arikunto, 2002 : 144). Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengukur dan mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Berkaitan dengan validitas alat ukur, Suharsimi Arikunto (2006: 169) membedakan dua macam validitas yaitu validitas logis dan validitas empiris. Validitas logis merupakan validitas yang diperoleh dengan suatu usaha hati-hati melalui cara-cara yang benar sehingga menurut logika akan dicapai suatu tingkat validitas yang dikehendaki. Validitas empiris adalah validitas yang diperoleh dengan cara mencoba instrumen pada sasaran yang sesuai dengan sasaran dalam penelitian. Sedangkan Masidjo (1995:242) berpendapat bahwa validitas suatu tes adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya di ukur. Suatu tes dikatakan valid selain dilihat dari keadaan dirinya juga dilihat setelah diperbandingkan dengan suatu tes

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 lain yang telah valid. Azwar (2009: 131) menerangkan bahwa validitas dibagi menjadi tiga jenis, yaitu a. Validitas Isi (Content Validity) Validitas isi adalah suatu validitas yang menunjukkan sampai dimana isi suatu tes atau alat pengukur mencerminkan hal-hal yang mau di ukur atau diteskan. b. Validitas Konstruk atau Konsep (Consept or Construct Validity) Validitas konstruk adalah suatu validitas yang menunjukkan sampai dimana isi suatu tes atau alat pengukur sesuai dengan suatu konsep yang seharusnya menjadi isi tes atau alat pengukur tersebut atau konstruksi teoritis yang mendasari disusunnya tes atau alat pengukur tersebut. c. Validitas Kriteria (Criterion-Related Validity) Validitas kriteria adalah suatu validitas yang memperhatikan hubungan yang ada antara tes atau alat ukur dengan pengukur lain yang berfungsi sebagai kriteria atau bahan pembanding. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua jenis validitas yaitu validitas isi dan validitas konstruk. Validitas isi dan validitas konstruk ditempuh melalui expert judgment dan secara empiris. Expert judgment ditempuh dengan cara bertanya kepada ahli yang dianggap menguasai materi dalam penelitian ini. Validitas yang ditempuh melalui expert judgment untuk memvalidasi perangkat pembelajaran, sedangkan yang ditempuh secara empiris digunakan untuk mengukur instrumen soal tes/evaluasi yang dibuat peneliti. a. Uji Validitas Instrumen Minat Belajar Peneliti melakukan validasi instrumen yang digunakan untuk mengukur minat belajar berupa kisi-kisi pengamatan beserta lembar pengamatan minat belajar dan kisi-kisi kuesioner minat belajar beserta kuesionernya. Validasi instrumen minat belajar ini dilakukan dengan berkonsultasi kepada dosen pembimbing (expert judgment). Penyusunan kisi-kisi pengamatan minat belajar berdasarkan pada 4 indikator minat. Dari setiap indikator dijabarkan menjadi 5 deskriptor. Jumlah

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 semua deskriptor minat ada 20 item. Penyusunan kisi-kisi kuesioner minat belajar siswa berdasarkan 20 deskriptor minat. Hasil uji validitas terhadap 31 responden untuk variabel Minat Belajar disajikan sebagai berikut: Tabel 3.11. Hasil Uji Validitas Minat Belajar Butir r hitung Butir 1 0,487 Butir 2 0,560 Butir 3 0,521 Butir 4 0,815 Butir 5 0,753 Butir 6 0,778 Butir 7 0,600 Butir 8 0,606 Butir 9 0,650 Butir 10 0,681 Butir 11 0,561 Butir 12 0,782 Butir 13 0,625 Butir 14 0,629 Butir 15 0,639 Butir 16 0,660 Butir 17 0,746 Butir 18 0,645 Butir 19 0,547 Butir 20 0,588 Sumber: Data Primer 2014 r tabel 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pada uji validitas variabel minat belajar diketahui semua pertanyaan dalam kuesioner valid karena r hitung> r tabel (0,3). b. Uji Validitas Instrumen Prestasi Belajar Validasi empiris digunakan untuk memvalidasi instrumen soal dengan cara mengujikan di lapangan. Dalam penelitian ini, instrumen soal diujikan pada 32

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 siswa kelas VI SD Negeri 1 Nanggulan yang di kelas V telah mendapatkan materi mengenai perjuangan para tokoh dalam mempertahkan kemerdekaan Indonesia. Setelah memperoleh hasil dari yang diujikan di lapangan selanjutnya melakukan perhitungan menggunakan r hitung dari masing-masing item soal menggunakan korelasi Product Moment dari Pearson dengan rumus sebagai berikut : Arikunto (2006: 146) Keterangan : = koefisien validitas = jumlah skor dalam sebaran x (item skor per butir) = jumlah skor dalam sebaran y (item skor total) = jumlah hasil kali skor x dan skor y berpasangan 2 = jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran x 2 = jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y = banyaknya objek Hasil uji validitas terhadap 31 responden untuk variabel Prestasi Belajar disajikan sebagai berikut: Tabel 3.12. Hasil Uji Validitas Prestasi Belajar Siklus I Butir Butir 1 Butir 2 Butir 3 Butir 4 Butir 5 Butir 6 r hitung 0,377 0,503 0,608 0,571 0,449 0,516 r tabel 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Butir r hitung Butir 7 0,397 Butir 8 -0,017 Butir 9 0,468 Butir 10 0,490 Butir 11 0,410 Butir 12 -0,073 Butir 13 0,503 Butir 14 0,589 Butir 15 0,423 Sumber: Data Primer 2014 r tabel 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 0,3 67 Keterangan Valid Gugur Valid Valid Valid Gugur Valid Valid Valid Berdasarkan data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pada uji validitas variabel Prestasi Belajar diketahui tidak semua pertanyaan dalam instrument tes dinyatakan valid. Butir pertanyaan nomor 8 dan 9 dinyatakan gugur karena r hitung< r tabel (0,3). Hasil uji validitas terhadap 31 responden untuk variabel Prestasi Belajar disajikan sebagai berikut: Tabel 3.13. Hasil Uji Validitas Prestasi Belajar Siklus II Butir r hitung r tabel Butir 1 0,593 0,3 Butir 2 0,607 0,3 Butir 3 0,547 0,3 Butir 4 0,723 0,3 Butir 5 -0,071 0,3 Butir 6 0,559 0,3 Butir 7 0,619 0,3 -0,120 Butir 8 0,3 Butir 9 0,355 0,3 Butir 10 0,650 0,3 Butir 11 0,567 0,3 Butir 12 0,556 0,3 Butir 13 0,601 0,3 Butir 14 0,583 0,3 Butir 15 0,585 0,3 Sumber: Data Primer 2014 Keterangan Valid Valid Valid Valid Gugur Valid Valid Gugur Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Berdasarkan data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pada uji validitas variabel Prestasi Belajar diketahui tidak semua pertanyaan dalam instrument tes dinyatakan valid. Butir pertanyaan nomor 5 dan 8 dinyatakan gugur karena r hitung< r tabel (0,3). 2. Validitas Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran yang digunakan peneliti yaitu berupa : silabus, RPP, Lembar Kerja Siswa (LKS), materi, dan soal evaluasi. Untuk menentukan pembagian kriteria yang tepat dalam penelitian diperlukan kriteria validasi perangkat pembelajaran. Kriteria validasi perangkat pembelajaran akan dihitung menggunakan Pedoman Acuan Pembelajaran I (PAP I). Dipilih PAP I karena passing score lebih tinggi dibandingkan PAP II. PAP II persentil minimal adalah 56, sedangkan PAP I persentil minimal adalah 65. Berikut tabel kriteria validasi perangkat pembelajaran. Tabel 3.14. Kriteria Validasi Perangkat Pembelajaran Tingkat Rentang Skor Penguasaan Kompetensi 90% x 5 4,50-5 80% x 5 4,4-49 65% x 5 3,25-3,99 55% x 5 2,75-3,24 Di bawah 55% 0-2,74 Sumber : Masidjo (1995:153) Nilai Huruf Kriteria A B C D E Sangat Baik Baik Cukup Kurang baik Sangat Kurang Baik Dalam penelitian ini perangkat pembelajaran divalidasi oleh 1 Dosen Universitas Sanata Dharma, 1 Kepala Sekolah SD Negeri Adisucipto 1, dan 1 Guru kelas V SD Negeri Adisucipto 1. Berikut hasil perhitungan validasi perangkat pembelajaran sebagai berikut :

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Tabel 3.15. Hasil Perhitungan Validasi Perangkat Pembelajaran No. Perangkat Pembelajaran Expert Judgment 1. Silabus Dosen Kepala Sekolah Guru Kelas V Rata-rata 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Dosen Kepala Sekolah Guru Kelas V Rata-rata 3. LKS Dosen Kepala Sekolah Guru Kelas V Rata-rata 4. Bahan ajar Dosen Kepala Sekolah Guru Kelas V Rata-rata 5. Lembar Evaluasi Dosen Kepala Sekolah Guru Kelas V Rata-rata Hasil Penilaian Rata-rata 4,22 4,00 3,89 4,03 (Baik) 4,23 4,00 3,95 4,06 (Baik) 3,75 4,22 4,20 4,05 (Baik) 4,40 4,00 3,80 4,06 (Baik) 4,20 4,00 4,00 4,06 (Baik) Dari hasil perhitungan rata-rata validasi perangkat pembelajaran diperoleh rata-rata silabus adalah 4,03 dengan kriteria baik. Rata-rata Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah 4,06 dengan kriteria baik. Rata-rata Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah 4,05 dengan kriteria baik. Rata-rata bahan ajar adalah 4,06 dengan kriteria baik. Rata-rata lembar evaluasi adalah 4,06 dengan kriteria baik. Dari perhitungan di atas, diperoleh rata-rata keseluruhan adalah 4,05. Hasil kriteria tersebut termasuk dalam kriteria baik maka perangkat pembelajaran layak

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 digunakan untuk penelitian. Instrumen validasi desain pembelajaran dapat dilihat pada lampiran lampiran halaman 207. 3. Reliabilitas Instrumen Penelitian Masidjo (1995: 209) reliabilitas suatu tes adalah taraf dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil. Taraf reliabilitas suatu tes dapat dinyatakan dalam suatu koefisien yang disebut koefisien reliabilitas. Masidjo (1995:243) koefisien reliabilitas dapat dinyatakan dalam suatu bilangan dari -1,00 s/d 1,00 . Koefisien yang dimaksud adalah sebagai berikut : Tabel 3.16. Koefisien reliabilitas Interval koefisien Kriteria ± 0,91 - ± 1 00 Sangat tinggi ±0,7 - ± 0,90 Tinggi ± 0,41 - ± 0,70 Cukup ± 0,21 - ± 0,40 Rendah 0 - ± 0,20 Sangat rendah Sumber : Masijdo (1995: 2009) Sugiono (2010: 190) menyatakan bahwa pengujian reliabilitas insterumen dilakukan dengan internal consistency dengan metode belah dua (Split-half method) yang dianalisis dengan rumus Alpha Croncbach. Metode belah dua ini merupakan metode yang efisien karena dalam penentuan taraf reliabilitas suatu tes hanya mempergunakan satu tes untuk satu kali pengukuran. Rumus Alpha Croncbach yaitu: = Sumber : Masidjo (1995: 219)

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Keterangan : = koefisien reliabilitas = koefisien gasal-genap = koefisien belahan I dan II Hasil uji reliabilitas disajikan pada tabel di bawah ini: Tabel 3.17. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Nilai Cronbach Alpha Minat Belajar 0,939 Prestasi Belajar Siklus I 0,799 Prestasi Belajar Siklus II 0,854 Sumber: Data Primer 2014 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa semua item pertanyaan dari tiga variabel yang diteliti adalah reliabel karena mempunyai nilai Cronbach Alpha> 0,60. F. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil tes atau evaluasi digunakan untuk menganalisis kuantitatif. Hasil pengamatan dan kuesioner digunakan untuk menganalisis data kualitatif deskriptif. Adapun data yang dianalisis sebagai berikut: 1. Analisis Data Minat Belajar Analisis data minat belajar dihitung menggunakan lembar pengamatan dan kuesioner minat belajar siswa. Analisis minat belajar siswa dapat ditempuh dengan cara membandingkan antara kondisi awal, siklus I, siklus II, dan kriteria keberhasilan yang diharapkan.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Peneliti menentukan kategori minat berdasarkan skor yang diperoleh masingmasing siswa dengan acuan penilaian dari Masidjo yaitu penilaian acuan patokan atau PAP II. Menurut Masidjo (1995:157) dalam PAP II penguasaan kompetensi minimal yang merupakan passing score adalah 56% dari total skor yang seharusnya dicapai diberi nilai cukup. Jika diketahui bahwa persentil 56 maka disebut persentil minimal. Disebut persentil minimal karena dianggap sebagai batas penguasaan kompetensi paling rendah dan diberi nilai cukup (sedang). Peneliti dalam mencari rentangan skor melakukan sedikit pengubahan yaitu dengan mengalikan rentang presentil skor dengan skor maksimal yang diperoleh siswa. Perhitungannya sebagai berikut: Tabel 3.18. Perhitungan PAP II Tingkat Minat Siswa Kategori Minat 81% x 100 = 81 Sangat Tinggi 66% x 100 = 66 Tinggi 56% x 100 = 56 Cukup 46% x 100 = 46 Rendah Di bawah 46 Sangat Rendah Masidjo (1995: 157) Dari tabel di atas dilakukan pengubahan sebagai berikut : Tabel 3.19. Kategori Tingkat Minat Siswa Rentang Persentase Rentang Skor Kategori Minat Skor 81% - 100% 81 – 100 Sangat Tinggi 66% - 80% 66 – 88 Tinggi 56% - 65% 56 – 65 Sedang 45% - 55% 45 – 55 Rendah Di bawah 45% Di bawah 46 Sangat Rendah

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 a. Pengamatan Minat 1) Menghitung nilai minat belajar siswa berdasarkan pengamatan dengan rentang skor 1-100 Nilai minat belajar setiap siswa = 2) Menghitung nilai total berdasarkan pengamatan minat Nilai total = Skor tertinggi x ∑ siswa 3) Menghitung nilai minat belajar siswa secara keseluruhan berdasarkan pengamatan minat : Nilai minat belajar siswa = b. Kuesioner Minat 1) Menghitung nilai minat belajar setiap siswa berdasarkan kuisioner minat dengan rentang skor 1-100 Nilai minat belajar setiap siswa = 2) Menghitung nilai total berdasarkan kuesioner minat : Nilai total = Skor tertinggi x ∑ siswa

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3) 74 Menghitung nilai minat belajar diisi secara keseluruhan berdasarkan kuesioner minat : Nilai minat belajar siswa = Skor akhir Minat Skor Akhir Minat Belajar = Setelah mendapatkan hasil perhitungan menggunakan rumus di atas selanjutnya menentukan kategori minat berdasarkan skor acuan PAP II. Hal demikian dilakukan dalam perhitungan minat belajar siswa kondisi awal, siklus I, dan siklus II lalu melakukan perbandingan dari masing-masing hasil untuk menyimpulkan apakah minat belajar siswa meningkat setelah dilakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II 2. Analisis Data Prestasi Belajar Analisis data prestasi belajar siswa dihitung menggunakan hasil evaluasi untuk aspek kognitif. Sedangkan untuk aspek afektif dan aspek psikomotorik menggunakan pengamatan. 1) Aspek Kognitif Soal pilihan ganda Rumus menghitung nilai kognitif siswa : Nilai =

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) 75 Aspek Afektif Indikator : a) Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS b) Perhatian dalam belajar IPS Skor 0 = jika deskriptor tidak tampak Skor 1 = jika deskriptor tampak      Siswa mendapat skor 5 jika tampak deskriptor a, b, c, d dan e Siswa mendapat skor 4 jika tampak empat dari deskriptor a, b, c, d dan e Siswa mendapat skor 3 jika tampak empat dari deskriptor a, b, c, d dan e Siswa mendapat skor 2 jika tampak empat dari deskriptor a, b, c, d dan e Siswa mendapat skor 1 jika tampak empat dari deskriptor a, b, c, d dan e Kemudian dilakukan perhitungan rentang skor 1-100 setelah mendapatkan skor pengamatan afektif. 3) Aspek psikomotor Nilai afektif = Indikator : a) Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS b) Keterlibatan siswa dalam belajar IPS      Siswa mendapat skor 5 jika tampak deskriptor a, b, c, d dan e Siswa mendapat skor 4 jika tampak empat dari deskriptor a, b, c, d dan e Siswa mendapat skor 3 jika tampak empat dari deskriptor a, b, c, d dan e Siswa mendapat skor 2 jika tampak empat dari deskriptor a, b, c, d dan e Siswa mendapat skor 1 jika tampak empat dari deskriptor a, b, c, d dan e

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Kemudian dilakukan perhitungan rentang skor 1-100 setelah mendapatkan skor pengamatan psikomotorik. Nilai = 4) Skor Akhir Prestasi a) Menghitung nilai prestasi belajar siswa = b) Menghitung nilai rata-rata kelas = c) Menghitung persentasi nilai siswa yang di atas KKM = Setelah data diperoleh semua data yang diperlukan, kemudian dibandingkan kondisi awal dengan siklus I dan siklus II untuk menyimpulkan apakah prestasi belajar siswa meningkat setelah dilakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. G. Kriteria Keberhasilan Kriteria ketuntasan minat belajar dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi perjuangan mempertahakan kemerdekaan Indonesia kelas V B SD Adisucipto 1 tertulis pada tabel di bawah ini. Dalam penyusunan indikator

(97) 77 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI keberhasilan yang digunakan pada penelitian ini adalah pencapaian kriteria keberhasilan yang peneliti tentukan di setiap akhir siklus I dan siklus II. Kriteria keberhasilan dikatakan berhasil apabila hasil mencapai target melebihi kriteria yang telah ditentukan. Kriteria keberhasilan tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 3.20. Kriteria Keberhasilan Minat Belajar Siswa No Peubah Indikator 1. Minat belajar siswa Rata-rata seluruh minat belajar siswa (pengamatan dan kuesioner) Kondisi awal Target Siklus I Siklus 2 71 81 NA Tabel 3.21. Kriteria Keberhasilan Prestasi Belajar Siswa No Peubah Indikator 1. Prestasi belajar siswa a. Rata-rata nilai ulangan b. Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM Kondisi awal 69,91 Target Akhir siklus 1 70 Akhir siklus 2 80 36% 70% 90% Instrumen Lembar tes/ ulangan

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini, peneliti menguraikan hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya. A. Hasil Penelitian Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia pada Siswa Kelas V B SD Negeri Adisucipto 1” telah dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Pada siklus I terdapat 2 pertemuan dan pada siklus II terdapat 2 pertemuan, dengan indikator yang berbeda tetapi masih terkait dalam satu Kompetensi Dasar (KD) yaitu menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dua siklus ini dilaksanakan selama dua minggu. Adapun jadwal pelaksanaan penelitian dapat dicermati sebagai berikut: Tabel 4.1. Jadwal Pelaksanaan Penelitian Siklus I II Pertemuan Hari/Tanggal 1 Selasa, 6 Mei 2014 2 Sabtu, 10 Mei 2014 1 Selasa, 13 Mei 2014 2 Sabtu, 17 Mei 2014 78

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 1. Pra Siklus Sebelum melakukan tinndakan menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw II, peneliti melakukan pengamatan pada saat berlangsungnya proses pembelajaran IPS dengan mengisi lembar pengamatan yang telah dipersiapkan untuk mendapatkan data awal tentang prestasi belajar siswa. Setelah mendapatkan data prestasi belajar, peneliti juga melakukan wawancara kepada wali kelas V B. Wawancara dilaksanakan pada 7 Januari 2014. Guru mengatakan bahwa materi IPS di kelas VB terlalu sulit dan kurang memahami materi yang disampaikan guru, karena banyak materi hafalan tentang Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Wawancara ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi dari kelas V B sebagai konfirmasi atas data prestasi belajar yang telah diperoleh. Data prestasi belajar yang diperoleh akan dijadikan pengukuran prestasi belajar sebagai pra siklus. Nilai prestasi belajar ini diambil dari nilai ulangan tahun lalu dengan Kompetensi Dasar (KD) yang sama. Berikut ini prestasi belajar siswa sebelum dilakukan pembelajaran menggunakan kooperatif teknik Jigsaw II. Tabel 4.2. Data Nilai Ulangan IPS No 1 2 3 4 5 6 7 Pra Siklus 61,5 76,9 53,8 76,9 76,9 53,8 69,2 Kategori Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Jumlah Ratarata Pra Siklus 79,6 76,9 76,9 61,5 77,4 53,8 53,8 61,5 79,6 78,8 76,9 61,5 69,2 77,4 61,5 77,4 77,4 69,2 76,9 69,2 77,4 53,8 76,9 69,2 69,2 76,9 69,2 69,2 69,2 2516,61 69,91 80 Kategori Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas - Berdasarkan tabel di atas diketahui pra siklus siswa dengan menggunakan nilai mata pelajaran IPS 2012/2013 terdapat 10 siswa yang

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 tidak tuntas dan 26 siswa yang dinyatakan tuntas. Dari perhitungan tersebut, nilai rata-rata prestasi belajar siswa kelas VB adalah 69,91. 2. Siklus I a. Perencanaan Dalam tahap perencanaan ini, peneliti mendalami Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang akan digunaan untuk menyusun perangkat pembelajaran yang berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), modul pembelajaran, dan soal evaluasi. Perangkat pembelajaran tersebut akan digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa pada akhir pertemuan 1. Peneliti juga menyiapkan instrumen penelitian, seperti lembar pengamatan dan kuesioner yang akan digunakan untuk memperoleh data minat siswa. Selain itu, peneliti menyiapkan media pembelajaran yang dapat membantu proses kegiatan pembelajaran IPS menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw II. Peneliti membagi kelompok secara heterogen berdasarkan rangking siswa pada ulangan akhir semester 1 lalu. b. Pelaksanaan 1) Siklus I Pertemuan 1 Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 6 Mei 2014, pukul 11.00 dengan berpedoman pada RPP dan perangkat pembelajaran lainnya yang sudah disiapkan oleh peneliti. Materi pembelajaran yang akan dipelajari menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada pertemuan pertama ini adalah “Perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 meliputi: perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pertempuran di Surabaya, pertempuran Ambarawa, pertempuran medan area, Bandung Lautan Api, dan Pertempuran 5 hari di Semarang”. Tujuan pembelajaran dalam pertemuan I ini adalah: (1) agar siswa mampu menjelaskan latar belakang terjadinya perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui diskusi kelompok, dan (2) siswa mampu menyebutkan tokoh-tokoh yang berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui diskusi kelompok. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru meminta siswa untuk menyusun meja menjadi enam kelompok yang akan digunakan untuk pembelajaran. Guru meminta siswa untuk menyusun meja dan kursi sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Adapun proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada pertemuan pertama siklus I dilaksanakan sebagai berikut: a) Kegiatan Awal Kegiatan awal yang dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung adalah sebagai berikut: (1) Guru menanyakan kabar siswa-siswi sebelum pelajaran dimulai untuk memastikan bahwa semua siswa sudah siap untuk mengikuti pelajaran. (2) Guru mengajak siswa untuk berdoa bersama yang dipimpin oleh guru. Setelah berdoa selesai, guru membagikan lembar teks lagu kemudian menyanyikan lagu perjuangan.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 (3) Guru menghubungkan kata-kata dalam lagu tersebut dengan materi yang akan dipelajari. Hal ini sebagai penyampaian tujuan pembelajaran yang akan dipelajari bersama. b) Kegiatan Inti Kegiatan inti yang dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung adalah sebagai berikut: (1) Guru bertanya mengenai “Perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang meliputi: perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pertempuran di Surabaya, pertempuran Ambarawa, pertempuran medan area, Bandung Lautan Api, dan Pertempuran 5 hari di Semarang”. (2) Guru memberikan penjelasan secara singkat mengenai materi-materi yang akan dipelajari bersama. Kemudian siswa dibagi dalam 6 kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 5-6 siswa sesuai dengan nomor tempat duduk siswa. Kelompok ini bernama kelompok asal, yang diberi nama dengan nama kelompok abjad. Di mana guru menamai kelompok siswa dengan nama kelompok A, B, C, D, E, dan F. Setelah semua siswa siap berada dalam kelompok masing-masing, guru membagikan name tag berupa nama mereka masing-masing yang akan ditempel pada lengan kanan. (3) Guru kembali menjelaskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Kemudian guru menjelaskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Dalam kelompok ini setiap siswa mendapat modul pembelajaran mengenai Perjuangan Mempertahankan

(104) 84 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kemerdekaan Indonesia secara Diplomasi. Setiap kelompok juga mendapatkan LKS untuk dikerjakan bersama dengan mempelajari modul pembelajaran yang telah dimilikinya. Dalam kegiatan ini, guru memberikan waktu 25 menit untuk menjawab semua soal pada LKS. Setiap soal diperkirakan dapat terjawab 4 menit. (4) Setelah semua kelompok menyelesaikan soal-soal tersebut, siswa dalam kelompok asal ini melakukan pembagian soal. Siswa diberi waktu 5 menit untuk memperdalam materi mereka masing-masing. Setelah itu, guru memberikan penjelasan kembali bahwa mereka harus membuat kelompok baru yang beranggotakan nomor soal sama untuk saling diskusi dan saling melengkapi hal-hal yang berkaitan dengan soal yang dipelajarinya tersebut. (5) Setelah siswa paham dan berkumpul menjadi kelompok baru dengan nomor soal yang sama, guru kembali memberikan penjelasan bahwa kelompok baru ini disebut dengan kelompok ahli. Sedangkan kelompok ahli disebut dengan nama kelompok abjad yang dibuat berbeda dengan inisial di kelompok asal. Di mana guru menamai kelompok siswa dengan nama kelompok A1, B1, C1, D1, E1 dan F1. Dalam kelompok ahli ini, siswa saling berdiskusi mengenai materi yang mereka pelajari. Guru memberikan satu soal berkaitan dengan nomor soal masing-masing-masing kelompok. Hal ini dilakukan supaya siswa selalu teringat dengan pokok pembahasan dalam kelompok masing-masing kelompok ahli ini. (6) Setelah dirasa cukup melakukan diskusi dalam kelompok ahli, guru membimbing siswa untuk kembali dalam kelompok asal. Dalam kelompok

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 asal ini, siswa memberikan penjelasan atas ilmu baru yang mereka dapatkan bersama anggota kelompok ahli. Dalam kelompok asal ini, siswa mengungkapkan materi secara berurutan dari soal nomor 1 sampai soal nomor 5. (7) Selanjutnya siswa melakukan presentasi di depan kelas. Presentasi ini dilakukan dengan mewakilkan salah satu anggota kelompoknya. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan ke depan tanpa disuruh. Setelah siswa selesai melakukan presentasi, guru membahas soal-soal dalam LKS dan menambahkan penjelasan mengenai beberapa pertanyaan yang diberikan saat diskusi kelompok. Selanjutnya, guru menanyakan kepada siswa mengenai materi yang belum paham. Siswa mengumpulkan LKS dan kertas catatan yang ia buat selama melakukan proses pembelajaran ini. c) Kegiatan Akhir Kegiatan akhir yang dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung adalah sebagai berikut: (1) Siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai materi apa saja yang baru saja dipelajari bersama. Guru memberikan pertanyaan berupa kuis untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi mempelajari materi. (2) Guru meminta siswa untuk mempelajari materi yang akan dipelajari pada hari selanjutnya yaitu mengenai rangkaian “Perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang meliputi: perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pertempuran di

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Surabaya, pertempuran Ambarawa, pertempuran medan area, Bandung Lautan Api, Pertempuran 5 hari di Semarang”. Kegiatan pembelajaran diakhiri pada pukul 12.20. 2) Siklus I Pertemuan 2 Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Mei 2014, pukul 07.35 dengan berpedoman pada RPP dan perangkat pembelajaran lainnya yang sudah disiapkan oleh peneliti. Materi pembelajaran yang akan dipelajari menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada pertemuan kedua ini adalah “Perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang meliputi: perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pertempuran di Surabaya, pertempuran Ambarawa, pertempuran medan area, Bandung Lautan Api, dan Pertempuran 5 hari di Semarang”. Tujuan pembelajaran dalam pertemuan 2 ini adalah agar siswa mampu menjelaskan waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui diskusi kelompok. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru meminta siswa untuk menyusun meja menjadi 6 kelompok yang akan digunakan untuk pembelajaran. Guru meminta siswa untuk menyusun meja dan kursi pada jam istirahat dengan alasan, bahwa siswa selalu gaduh apabila akan membuat kelompok. a) Kegiatan Awal Kegiatan awal yang dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung adalah sebagai berikut:

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 (1) Kegiatan awal yang dilakukan guru adalah menanyakan kabar siswa-siswi sebelum pelajaran dimulai untuk memastikan bahwa semua siswa sudah siap untuk mengikuti pelajaran. (2) Guru mengajak siswa untuk berdoa bersama yang dipimpin oleh guru. (3) Setelah berdoa selesai, guru membagikan lembar teks lagu kemudian menyanyikan seasal lagu perjuangan. Selanjutnya, guru menghubungkan katakata dalam lagu tersebut dengan materi yang akan dipelajari. Hal ini sebagai penyampain tujuan pembelajaran yang akan dipelajari bersama. Siswa sudah lancar dalam menyanyikan, sebab lagu tersebut tidak berbeda dengan lagu pada pertemuan sebelumnya. Guru memberikan variasi dalam bernyanyi yaitu mengajak siswa untuk lambat-cepat-lambat-cepat dalam menyanyikan. Guru juga mengajak siswa untuk bertepuk tangan. (4) Selanjutnya guru melakukan tanya jawab mengenai materi apa saja yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. b) Kegiatan Inti (1) Pada kegiatan inti, guru bertanya mengenai “Perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang meliputi: perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pertempuran di Surabaya, pertempuran Ambarawa, pertempuran medan area, Bandung Lautan Api, dan Pertempuran 5 hari di Semarang”. Pada materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya. (2) Guru memberikan penjelasan secara singkat mengenai materi-materi yang akan dipelajari bersama. Kemudian siswa dibagi dalam 6 kelompok yang

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 setiap kelompoknya terdiri dari 5-6 siswa sama seperti pembagian kelompok pada pertemuan sebelumnya. Guru kembali menjelaskan nama kelompok asal yang diberi nama dengan kelompok yang sama pada pertemuan 1 yaitu dengan nama abjad A, B, C, D, E dan F. Setelah semua siswa siap berada dalam kelompok masing-masing, guru membagikan name tag berupa nama mereka masing-masing yang akan ditempel pada lengan kanan. (3) Kemudian guru kembali menjelaskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Dalam kelompok ini setiap siswa mendapat modul pembelajaran mengenai Perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang meliputi: perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pertempuran di Surabaya, pertempuran Ambarawa, pertempuran medan area, Bandung Lautan Api, Pertempuran 5 hari di Semarang. (4) Guru menanyakan apakah semua siswa membawa modul pembelajaran yang digunakan pada pertemuan sebelumnya. Ternyata semua siswa membawa modul tersebut. Kemudian setiap kelompok mendapatkan LKS untuk dikerjakan bersama dengan mempelajari modul pembelajaran yang telah dimilikinya. (5) Guru memberikan waktu 25 menit untuk menjawab semua soal LKS. Setiap soal diperkirakan dapat terjawab dalam waktu 4 menit. Setelah semua kelompok menyelesaikan soal-soal tersebut, siswa dalam kelompok asal ini melakukan pembagian soal. Siswa diberi waktu 5 menit untuk memperdalam materi mereka masing-masing.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 (6) Setelah itu, guru memberikan penjelasan kembali bahwa mereka harus membuat kelompok baru yang beranggotakan nomor soal sama untuk saling diskusi dan saling melengkapi hal-hal yang berkaitan dengan soal yang dipelajarinya tersebut. Guru kembali menyebutkan nama kelompok baru yang dengan nama kelompok ahli. Di mana guru menamai kelompok siswa dengan nama kelompok A1, B1, C1, D1, E1, dan F1. Dalam kelompok ahli ini, siswa saling berdiskusi mengenai materi yang mereka pelajari. Guru memberikan satu soal berkaitan dengan nomor soal masing-masing-masing kelompok. Hal ini dilakukan supaya siswa selalu teringat dengan pokok pembahasan dalam kelompok masing-masing kelompok ahli ini. (7) Setelah dirasa cukup melakukan diskusi dalam kelompok ahli, guru membimbing siswa untuk kembali dalam kelompok asal. Dalam kelompok asal ini, siswa memberikan penjelasan atas ilmu baru yang mereka dapatkan bersama anggota kelompok ahli. Dalam kelompok asal ini, siswa mengungkapkan materi secara berurutan dari soal nomor 1 sampai soal nomor 5. Selanjutnya siswa melakukan persentasi di depan kelas. Presentasi ini dilakukan dengan mewakilkan salah satu anggota kelompoknya. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan ke depan tanpa disuruh. Setelah siswa selesai melakukan presentasi, guru membahas soal-soal dalam LKS dan menambahkan penjelasan mengenai beberapa pertanyaan yang diberikan saat diskusi kelompok. Selanjutnya, guru menanyakan kepada siswa mengenai materi yang belum paham. Siswa mengumpulkan LKS dan kertas catatan yang ia buat selama melakukan proses pembelajaran ini.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 c) Kegiatan Akhir (1) Pada kegiatan akhir, siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai materi apa saja yang baru saja dipelajari bersama. (2) Selanjutnya, guru mengumumkan dan memberikan penghargaan kepada kelompok. Ada tiga kelompok yang akan dipilih dan memperoleh penghargaan. Penghargaan ini diberikan berdasarkan pengamatan dan penilaian selama kegiatan pembelajaran sklus I dan siklus II. Kategori penghargaan ini terdiri dari Juara I, Juara II, dan Juara III. Saat menerima penghargaan tersebut, siswa terlihat senang. Kegiatan pembelajaran diakhiri pada pukul 09.00. c. Observasi (Pengamatan) 1. Proses Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II a) Siklus I Pertemuan 1 Secara umum kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw II pada siklus I pertemuan 1 sudah sesuai dengan yang direncanakan. Namun dalam jalannya pembelajaran, ada beberapa kendala yang terjadi. Pada saat menyayikan lagu siswa masih banyak yang salah nada, karena adanya pergantian lirik lagu. Namun setelah lagu dinyanyikan sebanyak tiga kali, siswa baru dapat menyanyikan lagu dengan benar. Pada saat guru bertanya mengenai “Perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang meliputi: perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pertempuran di Surabaya, pertempuran Ambarawa,

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 pertempuran medan area, dan Bandung Lautan Api, Pertempuran 5 hari di Semarang”, hanya ada satu siswa yang mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan tersebut. Selebihnya, guru menunjuk siswa apakah memiliki jawaban lain. Namun, ada seorang siswa yang tidak bisa memberikan jawaban saat ditunjuk oleh guru. Pada saat membuat kelompok, peneliti menyiapkan nama-nama kelompok dengan nama asal dan nama ahli. Pada saat guru mendekati satu kelompok dan memberikan pertanyaan ada siswa yang menyepelekan pertanyaan dari peneliti. Namun guru tetap memberikan kesempatan kepada siswa tersebut untuk mencari tahu jawaban atas pertanyaan tersebut. Saat diberi waktu untuk mengerjakan semual soal LKS bersama anggota kelompok asal, banyak siswa yang mengobrol dengan teman lain. Hal ini mengakibatkan, adanya dua kelompok yang belum selesai menjawab semua soal LKS dalam waktu yang ditentukan. Untuk itu guru memberikan tambahan waktu 5 menit untuk menyelesaikan semua soal-soal tersebut. Pada saat pembagian soal, ada satu kelompok yang bertengkar memperebutkan nomor soal yang akan menjadi bagiannya. Hal ini mengakibatkan suasana kelas mejadi gaduh. Akhirnya guru harus mengambil waktu untuk mendamaikan kelompok tersebut. Guru memutuskan untuk membagi nomor soal dalam kelompok sesuai dengan urutan tempat duduk. Pada saat guru memberikan penjelasan bahwa mereka harus membuat kelompok baru yang beranggotakan nomor soal yang sama, banyak siswa yang masih bingung dengan penjelasan yang diberikan guru. Untuk itu, guru kembali memberikan penjelasan dengan membuat gambar posisi tempat duduk pada papan

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 tulis kemudian kembali memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah pembelajarannya. Saat siswa-siswa berada dalam kelompok ahli, beberapa siswa ada yang mengobrol dengan teman lain dan terkadang mengganggu teman yang sedang memberikan penjelasan. Berkaitan dengan hal tersebut guru kembali memberikan perpanjangan waktu 5 menit dari pemberian waktu 10 menit yang diberikan sebelumnya, sebab siswa dalam kelompok ada yang belum memberikan penjelasan. Pada saat akan melakukan presentasi, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan ke depan tanpa disuruh. Namun tidak ada siswa yang mau dengan sendirinya mempresentasikan di depan kelas, yang mereka lakukan adalah saling menunjuk kelompok lain untuk menyuruh terlebih dahulu. Berkaitan dengan hal tersebut, guru memutuskan untuk menunjuk kelompok asal mana yang akan maju. Pada saat presentasi terlihat buru-buru, sebab waktu sudah sangat molor dari jam pelajaran yang tertera pada jadwal. Setelah presentasi selesai ada tiga siswa yang berani memberi tanggapan dan membenarkan jawaban yang salah dari presentasi yang dilakukan oleh temannya. b) Siklus I Pertemuan 2 Dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw II pada siklus I pertemuan 2 sudah ada peningkatan dari kegiatan pembelajaran sebelumnya. Siswa sudah lancar dalam menyanyikan lagu yang diberikan oleh guru. Guru memberikan variasi dalam bernyanyi yaitu mengajak siswa untuk lambat-cepat-lambat-cepat dalam menyanyikan. Guru juga mengajak siswa untuk bertepuk tangan. Pada saat guru menanyakan mengenai mengenai

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 peristiwa-peristiwa yang terjadi pada: Pertempuran di Surabaya, Pertempuran Ambarawa, Pertempuran Medan Area, Bandung Lautan Api, dan Pertempuran 5 hari di Semarang, beberapa siswa mengangkat tangan dan memberikan jawaban. Pada saat mengerjakan LKS, guru memberikan peringatan untuk tidak mengobrol hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan materi pada LKS. Hal ini supaya kegiatan pembelajaran tidak molor seperti pada pertemuan lalu. Guru juga memberikan nasehat, supaya semua soal pada LKS tersebut dikerjakan secara bersama, bukan dikerjakan sendiri oleh ketua kelompoknya. Selama siswa mengerjakan, peneliti bersama beberapa teman yang dimintai bantuan sebagai observer, yakni 1 orang observer mengamati minat siswa, 1 orang merekam kegiatan pembelajaran berlangsung, dan 1 orang mengambil foto-foto saat kegiatan pembelajaran berlangsung melaksanakan tugasnya masing-masing. Namun saat observer sedang merekam ataupun memfoto siswa selama kegiatan pembelajaran, terdapat siswa yang menutupi wajahnya dengan buku. Bahkan ada beberapa siswa lain yang justru berpose saat kamera menghampiri siswa tersebut. Pada saat membagi soal dalam kelompok asal, guru memberikan peringatan untuk tidak berebut dalam membagi soal. Guru menyarankan untuk membagi soal dalam kelompok sama seperti pada pertemuan lalu, yaitu berdasarkan urutan tempat duduk. Saat guru memberikan kesempatan untuk menjelaskan ke depan tanpa disuruh, ada satu siswa perempuan yang berkenan mempresentasikan untuk pertama kalinya. Setelah presentasi selesai guru menanyakan kepada siswa mengenai materi yang belum dipahami.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 2. Hasil Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II a) Minat Belajar Minat belajar siswa diukur dengan melakukan pengamatan minat belajar siswa pada saat kegiatan pembelajaran siklus I pertemuan 1 dan pertemuan 2, sedangkan lembar kuesioner minat diberikan pada saat akhir siklus II. Berikut ini adalah data minat belajar siswa siklus I. Tabel 4.3. Minat Belajar Siswa Siklus I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Pengamatan Kuesioner 71,4 73,8 81,0 76,2 78,6 83,3 78,6 90,5 76,2 81,0 83,3 90,5 64,3 57,1 78,6 78,6 92,9 83,3 78,6 81,0 78,6 78,6 85,7 76,2 90,5 78,6 67,5 63,8 65,0 58,8 67,5 70,0 62,5 60,0 63,8 78,8 65,0 63,8 66,3 70,0 62,5 58,8 56,3 57,5 71,3 57,5 66,3 61,3 75,0 62,5 70,0 63,8 Rata-rata Nilai Minat 69,5 68,8 73,0 67,5 73,0 76,7 70,5 75,2 70,0 79,9 74,2 77,1 65,3 63,6 70,5 68,7 74,6 70,4 74,9 69,2 72,4 69,9 80,4 69,3 80,2 71,2 Kategori Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Nama Pengamatan Kuesioner 27 28 29 30 31 Vin Ad Ir Vi Fi Jumlah Rata-rata 71,4 81,0 81,0 73,8 78,6 2452,4 79,1 47,5 65,0 48,8 57,5 68,8 1972,5 63,6 Rata-rata Nilai Minat 59,5 73,0 64,9 65,7 73,7 2212,4 71,4 95 Kategori Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi Berdasarkan tabel rekapitulasi data minat belajar siswa siklus I di atas, terdapat 26 siswa (83,9%) yang berada pada kategori tinggi dan sebanyak 5 siswa (16,1%) yang berada pada kategori sedang. Dari perhitungan tersebut, rata-rata minat belajar siswa pada siklus I sebesar 71,4 dan termasuk dalam kategori tinggi. b) Prestasi Belajar Prestasi belajar siswa diukur dengan memberikan soal evaluasi berupa 13 soal pilihan ganda sebagai penilaian aspek kognitif yang diberikan pada akhir siklus I. Penilaian dari aspek afektif menggunakan kuesioner dan aspek psikomotorik menggunakan lembar pengamatan, dilakukan dengan memberikan penilaian pada saat kegiatan pembelajaran siklus I pertemuan 1 dan pertemuan 2, kemudian diambil rata-rata. Penilaian dari masing-masing aspek tersebut diberikan bobot yang berbeda pada masing-masing aspek. Berikut adalah data prestasi belajar siklus I. Tabel 4.4. Prestasi Belajar Siklus I No 1 2 3 Nama An Au Bi Kognitif Afektif Psikomotorik 61,5 76,9 69,2 72,7 86,4 77,3 60,0 55,0 80,0 Prestasi Belajar 64.8 72.8 75.5 Kategori Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Nama 4 Fa 5 Dh 6 Fr 7 Gi 8 He 9 Kh 10 MF 11 Na 12 Du 13 Na 14 No 15 Zh 16 Je 17 Ju 18 Vi 19 De 20 Is 21 Os 22 Ad 23 Mt 24 Se 25 Var 26 Yu 27 Vin 28 Ad 29 Ir 30 Vi 31 Fi Rata-rata Kognitif Afektif Psikomotorik 76,9 69,2 61,5 69,2 61,5 61,5 76,9 69,2 61,5 76,9 53,8 61,5 69,2 61,5 76,9 53,8 69,2 69,2 76,9 69,2 61,5 69,2 61,5 69,2 76,9 69,2 69,2 76,9 68.0 68,2 72,7 81,8 72,7 72,7 59,1 72,7 77,3 81,8 77,3 59,1 81,8 68,2 86,4 81,8 68,2 72,7 63,6 68,2 81,8 54,5 68,2 68,2 63,6 63,6 68,2 54,5 72,7 71,6 70,0 65,0 75,0 75,0 80,0 70,0 70,0 75,0 90,0 45,0 60,0 65,0 75,0 85,0 75,0 75,0 70,0 75,0 75,0 70,0 80,0 90,0 75,0 70,0 80,0 80,0 75,0 65,0 72,6 Prestasi Belajar 71.7 69.0 72.8 72.3 71.4 63.5 73.2 73.8 77.8 66.4 57.6 69.5 70.8 77.6 77.9 65.7 70.7 69.3 73.4 73.7 65.4 75.8 68.2 67.6 73.5 72.5 66.3 71.6 70,7 96 Kategori Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Berdasarkan tabel rekapitulasi data prestasi belajar siswa siklus I di atas, terdapat 5 siswa (16,1%) yang berada pada kategori tuntas dan sebanyak 26 siswa (83,9%) berada pada kategori tidak tuntas. Dari perhitungan tersebut didapat nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 70,7.

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 d. Refleksi Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti bersama guru melakukan refleksi berkaitan dengan proses dan hasil kegiatan pembelajaran yang terjadi pada siklus I pertemuan 1 dan siklus II. Dalam proses kegiatan pembelajaran siklus I menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw II terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan. Pada tahap refleksi ini, peneliti menanyakan kelebihan dan kekurangan selama proses pembelajaran pada guru dan siswa. Kelebihan dan kekurangan tersebut diantaranya: 1) Kelebihan a) Modul pembelajaran yang berkaitan dengan materi sangat membantu dalam proses pembelajaran. Modul tersebut dapat melengkapi sumber belajar yang digunakan siswa sebagai pencarian informasi untuk semakin memahami materi pembelajaran. Selama ini, siswa hanya memakai satu buku sumber dan satu buku latihan soal. b) Kartu clue yang digunakan dalam diskusi kelompok ahli sangat membantu siswa. Kartu clue ini digunakan sebagai kata kunci atau pengingat mengenai hal-hal apa saja yang harus dipelajari oleh siswa berkaitan dengan materi yang disampaikan. c) Siswa sangat senang dengan pemberian penghargaan untuk kelompok yang dapat bekerja sama dengan baik dan memiliki kemajuan prestasi belajar. 2) Kekurangan a) Pada saat pengambilan dokumentasi selama kegiatan pembelajaran peneliti meminta bantuan 3 teman yang bertugas mengamati minat siswa, merekam

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 kegiatan pembelajaran, dan mengambil foto. Namun saat observer merekam atau mengambil foto siswa selama kegiatan pembelajaran, terdapat siswa yang menutupi wajahnya dengan buku. Bahkan ada beberapa siswa lain yang berpose saat kamera menghampiri siswa tersebut, akibatnya siswa menjadi tidak fokus terhadap pembelajaran. b) Pada saat menyanyikan lagu banyak siswa yang salah nada. c) Pada saat guru melakukan tanya jawab dengan siswa, belum banyak siswa yang mengangkat tangan untuk mencoba menjawab. Siswa banyak yang harus ditunjuk dan disebut namanya terlebih dahulu untuk menjawab. Bahkan ada beberapa siswa yang sudah ditunjuk, namun tidak memberikan jawaban. d) Pada saat mengerjakan sola LKS bersama anggota kelompok asal (kelompok asal), berdiskusi dengan kelompok ahli (kelompok ahli) banyak siswa yang mengobrol dengan teman lain dan tidak focus dengan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini menyebabkan molornya waktu dalam kegiatan pembelajaran. e) Pada saat akan melakukan presentasi, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan ke depan tanpa disuruh. Namun tidak ada siswa yang mau dengan sendirinya mempresentasikan di depan kelas, yang mereka lakukan adalah saling menunjuk kelompok lain untuk menyuruh maju terlebih dahulu.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 3. Siklus II a. Perencanaan Dalam tahap perencanaan siklus II ini, menyiapkan perangkat pembelajaran yang berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), modul pembelajaran, dan soal evaluasi. Perangkat pembelajaran tersebut akan digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa pada akhir pertemuan II. Peneliti juga menyiapkan instrumen penelitian, seperti lembar pengamatan dan kuesioner yang akan digunakan untuk memperoleh data minat siswa. Selain itu, peneliti menyiapkan media pembelajaran yang dapat membantu proses kegiatan pembelajaran IPS menggunakan kooperatif tipe Jigsaw II. Peneliti membagi kelompok secara heterogen berdasarkan rangking siswa pada ulangan akhir semester 1 lalu, sama seperti dengan anggota kelompok pada siklus I. b. Pelaksanaan 1) Siklus II Pertemuan 1 Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Mei 2014, pukul 11.00 dengan berpedoman pada RPP dan perangkat pembelajaran lainnya yang sudah disiapkan oleh peneliti. Materi pembelajaran yang akan dipelajari menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada pertemuan pertama ini adalah “Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia” yang meliputi: waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, isi perjanjian atau hasil perundingan dalam perjuangan mempertahakan kemerdekaan Indonesia, cara menghargai tokoh-tokoh dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru meminta siswa untuk menyusun meja menjadi lima kelompok yang akan digunakan untuk pembelajaran. Guru meminta siswa untuk menyusun meja dan kursi pada jam istirahat dengan alasan, bahwa siswa selalu gaduh apabila akan membuat kelompok. a) Kegiatan Awal Kegiatan awal yang dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung adalah sebagai berikut: (1) Kegiatan awal yang dilakukan guru adalah menanyakan kabar siswa-siswi sebelum pelajaran dimulai untuk memastikan bahwa semua siswa sudah siap untuk mengikuti pelajaran. (2) Selanjutnya guru mengajak siswa untuk berdoa bersama yang dipimpin oleh guru. Setelah berdoa selesai, guru membagikan lembar teks lagu kemudian menyanyikan seasal lagu perjuangan. Selanjutnya, guru menghubungkan katakata dalam lagu tersebut dengan materi yang akan dipelajari. Hal ini sebagai penyampaian tujuan pembelajaran yang akan dipelajari bersama. b) Kegiatan Inti Kegiatan inti yang dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung adalah sebagai berikut: (1) Guru bertanya mengenai “Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia” yang meliputi: waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, isi perjanjian atau hasil perundingan dalam perjuangan mempertahakan kemerdekaan Indonesia, cara menghargai tokoh-tokoh dalam perjuangan

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Guru memberikan penjelasan secara singkat mengenai materi-materi yang akan dipelajari bersama. (2) Kemudian siswa dibagi dibagi dalam 6 kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 5-6 siswa sesuai dengan catatan anggota kelompok siswa yang telah disiapkan sebelumnya. Kelompok ini bernama kelompok asal, yang diberi nama dengan nama kelompok asal. Dimana guru menamai kelompok siswa dengan nama kelompok A, B, C, D, E, dan F. Setelah semua siswa siap berada dalam kelompok asalnya masing-masing, guru membagikan name tag berupa nama mereka masing-masing yang akan ditempel pada lengan kanan. (3) Kemudian guru menjelaskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Dalam kelompok asal ini setiap siswa mendapat modul pembelajaran mengenai “Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia” yang meliputi: waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, isi perjanjian atau hasil perundingan dalam perjuangan mempertahakan kemerdekaan Indonesia, cara menghargai tokoh-tokoh dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Setiap kelompok juga mendapatkan LKS untuk dikerjakan bersama dengan mempelajari modul pembelajaran yang telah dimilikinya. (4) Dalam kegiatan ini, guru memberikan waktu 20 menit untuk menjawab semua soal pada LKS. Setiap soal diperkirakan dapat terjawab 4 menit.

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 (5) Setelah semua kelompok menyelesaikan soal-soal tersebut, siswa dalam kelompok asal ini melakukan pembagian soal. Siswa diberi waktu 5 menit untuk memperdalam materi mereka masing-masing. (6) Setelah itu, guru memberikan penjelasan kembali bahwa mereka harus membuat kelompok baru yang beranggotakan nomor soal sama untuk saling diskusi dan saling melengkapi hal-hal yang berkaitan dengan soal yang dipelajarinya tersebut. (7) Setelah siswa paham dan berkumpul menjadi kelompok baru dengan nomor soal yang sama, guru kembali memberikan penjelasan bahwa kelompok baru ini disebut dengan kelompok ahli. Sedangkan kelompok ahli disebut dengan nama kelompok ahli. Dimana guru menamai kelompok siswa dengan nama kelompok A, B, C, D, E, dan F. Dalam kelompok ahli ini, siswa saling berdiskusi mengenai materi yang mereka pelajari. Guru memberikan satu soal berkaitan dengan nomor soal masing-masing-masing kelompok. Hal ini dilakukan supaya siswa selalu teringat dengan pokok pembahasan dalam kelompok masing-masing kelompok ahli ini. (8) Setelah dirasa cukup melakukan diskusi dalam kelompok ahli, guru membimbing siswa untuk kembali dalam kelompok asal. Dalam kelompok asal ini, siswa memberikan penjelasan atas ilmu baru yang mereka dapatkan bersama anggota kelompok ahli. Dalam kelompok asal ini, siswa mengungkapkan materi secara berurutan dari soal nomor 1 sampai soal nomor 5.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 (9) Selanjutnya siswa melakukan persentasi di depan kelas. Presentasi ini dilakukan dengan mewakilkan salah satu anggota kelompoknya. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan ke depan tanpa disuruh. Setelah siswa selesai melakukan presentasi, guru membahas soal-soal dalam LKS dan menambahkan penjelasan mengenai beberapa pertanyaan yang diberikan saat diskusi kelompok. Selanjutnya, guru menanyakan kepada siswa mengenai materi yang belum paham. Siswa mengumpulkan LKS dan kertas catatan yang ia buat selama melakukan proses pembelajaran ini. c) Kegiatan Akhir Kegiatan akhir yang dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung adalah sebagai berikut: (1) Pada kegiatan akhir, siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan Tanya jawab mengenai materi apa saja yang baru saja dipelajari bersama. Guru memberikan pertanyaan berupa kuis untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi mempelajari materi. (2) Selanjutnya, siswa diberi Pekerjaan Rumah (PR) berupa tugas untuk mengulangi materi yang dipelajari pada hari ini dan mempelajari materi selanjutnya yaitu mengenai “Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia” yang meliputi: waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, isi perjanjian atau hasil perundingan dalam perjuangan mempertahakan kemerdekaan Indonesia, cara menghargai tokoh-tokoh dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 (3) Kemudian, guru mengajak siswa untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran pada hari ini. Kegiatan pembelajaran diakhiri pada pukul 13.00. 2) Siklus II Pertemuan 2 Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Mei 2014, pukul 07.35 dengan berpedoman pada RPP dan perangkat pembelajaran lainnya yang sudah disiapkan oleh peneliti. Materi pembelajaran yang akan dipelajari menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada pertemuan pertama ini adalah “Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia” yang meliputi: waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, isi perjanjian atau hasil perundingan dalam perjuangan mempertahakan kemerdekaan Indonesia, cara menghargai tokoh-tokoh dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru meminta siswa untuk menyusun meja menjadi lima kelompok yang akan digunakan untuk pembelajaran. Guru meminta siswa untuk menyusun meja dan kursi pada jam istirahat dengan alasan, bahwa siswa selalu gaduh apabila akan membuat kelompok. a) Kegiatan Awal Kegiatan awal yang dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung adalah sebagai berikut: (1) Kegiatan awal yang dilakukan guru adalah menanyakan kabar siswa-siswi sebelum pelajaran dimulai untuk memastikan bahwa semua siswa sudah siap untuk mengikuti pelajaran.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 (2) Selanjutnya guru mengajak siswa untuk berdoa bersama yang dipimpin oleh guru. (3) Setelah berdoa selesai, guru membagikan lembar teks lagu kemudian menyanyikan seasal lagu perjuangan. Selanjutnya, guru menghubungkan katakata dalam lagu tersebut dengan materi yang akan dipelajari. Hal ini sebagai penyampaian tujuan pembelajaran yang akan dipelajari bersama. Siswa sudah lancar dalam menyanyikan, sebab lagu tersebut tidak berbeda dengan lagu pada pertemuan sebelumnya. Guru memberikan variasi dalam bernyanyi yaitu mengajak siswa untuk lambat-cepat-lambat-cepat dalam menyanyikan. Guru juga mengajak siswa untuk bertepuk tangan. (4) Selanjutnya guru melakukan tanya jawab mengenai materi apa saja yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. b) Kegiatan Inti Kegiatan inti yang dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung adalah sebagai berikut: (1) Pada kegiatan inti, guru bertanya mengenai “Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia” yang meliputi: waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, isi perjanjian atau hasil perundingan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, cara menghargai tokoh-tokoh dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 (2) Guru memberikan penjelasan secara singkat mengenai materi-materi yang akan dipelajari bersama. Kemudian siswa dibagi dibagi dalam 6 kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 5-5 siswa sama seperti pembagian kelompok pada pertemuan sebelumnya. Guru kembali menjelaskan nama kelompok asal yang diberi nama dengan kelompok asal ini. Kelompok A, B, C, D, E dan F. Setelah semua siswa siap berada dalam kelompok masingmasing, guru membagikan name tag berupa nama mereka masing-masing yang akan ditempel pada lengan kanan. (3) Kemudian guru kembali menjelaskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Dalam kelompok ini setiap siswa mendapat modul pembelajaran mengenai “Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia” yang meliputi: waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, isi perjanjian atau hasil perundingan dalam perjuangan mempertahakan kemerdekaan Indonesia, cara menghargai tokoh-tokoh dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (4) Guru menanyakan apakah semua siswa membawa modul pembelajaran yang digunakan pada pertemuan sebelumnya. Ternyata semua siswa membawa modul tersebut. Kemudian setiap kelompok mendapatkan LKS untuk dikerjakan bersama dengan mempelajari modul pembelajaran yang telah dimilikinya. (5) Dalam kegiatan ini, guru memberikan waktu 20 menit untuk menjawab semua soal LKS. Setiap soal diperkirakan dapat terjawab dalam waktu 4 menit.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Setelah semua kelompok menyelesaikan soal-soal tersebut, siswa dalam kelompok asal ini melakukan pembagian soal. Siswa diberi waktu 5 menit untuk memperdalam materi mereka masing-masing. (6) Setelah itu, guru memberikan penjelasan kembali bahwa mereka harus membuat kelompok baru yang beranggotakan nomor soal sama untuk saling diskusi dan saling melengkapi hal-hal yang berkaitan dengan soal yang dipelajarinya tersebut. (7) Guru kembali menyebutkan nama kelompok baru yang dengan nama kelompok ahli. Dimana guru menamai kelompok siswa dengan nama kelompok A, B, C, D, E, dan F. Dalam kelompok ahli ini, siswa saling berdiskusi mengenai materi yang mereka pelajari. Guru memberikan satu soal berkaitan dengan nomor soal masing-masing-masing kelompok. Hal ini dilakukan supaya siswa selalu teringat dengan pokok pembahasan dalam kelompok masing-masing kelompok ahli ini. (8) Setelah dirasa cukup melakukan diskusi dalam kelompok ahli, guru membimbing siswa untuk kembali dalam kelompok asal. Dalam kelompok asal ini, siswa memberikan penjelasan atas ilmu baru yang mereka dapatkan bersama anggota kelompok ahli. Dalam kelompok asal ini, siswa mengungkapkan materi secara berurutan dari soal nomor 1 sampai soal nomor 5. (9) Selanjutnya siswa melakukan persentasi di depan kelas. Presentasi ini dilakukan dengan mewakilkan salah satu anggota kelompoknya. Guru

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan ke depan tanpa disuruh. (10) Setelah siswa selesai melakukan presentasi, guru membahas soal-soal dalam LKS dan menambahkan penjelasan mengenai beberapa pertanyaan yang diberikan saat diskusi kelompok. (11) Selanjutnya, guru menanyakan kepada siswa mengenai materi yang belum paham. Siswa mengumpulkan LKS dan kertas catatan yang ia buat selama melakukan proses pembelajaran ini. c) Kegiatan Akhir Kegiatan akhir yang dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung adalah sebagai berikut: (1) Pada kegiatan akhir, siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai materi apa saja yang baru saja dipelajari bersama. (2) Selanjutnya, guru mengumumkan dan memberikan penghargaan kepada kelompok. Ada tiga kelompok yang akan dipilih dan memperoleh penghargaan. Penghargaan ini diberikan berdasarkan pengamatan dan penilaian selama kegiatan pembelajaran sklus I dan siklus II. Kategori penghargaan ini terdiri dari Juara I, Juara II, dan Juara III. Saat menerima penghargaan tersebut, siswa terlihat senang. (3) Kemudian, guru mengajak siswa untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran pada hari ini. Kegiatan pembelajaran diakhiri pada pukul 09.00 WIB.

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 c. Observasi (pengamatan) 1) Proses Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II a) Siklus II Pertemuan 1 Selama pelaksanaan penelitian pada siklus II peneliti melakukan pengamatan sama halnya seperti siklus I. dari hasil pengamatan yang dilakukan pada proses pembelajaran siklus II pertemuan 1, secara umum kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan yang direncanakan dan sudah mengalami peningkatan yang baik dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Siswa sudah lancar pada saat menyayikan lagu. Siswa terlihat sangat antusias menyanyikan lagu yang dari guru. Pada saat guru bertanya mengenai “Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia” yang meliputi: waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, isi perjanjian atau hasil perundingan dalam perjuangan mempertahakan kemerdekaan Indonesia, cara menghargai tokoh-tokoh dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, banyak siswa yang mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan tersebut. Kemudian, guru menunjuk siswa satu persatu untuk mengeksplorasikan pengetahuan yang diketahuinya. Pada saat membuat kelompok, peneliti menyiapkan nama-nama kelompok dengan nama asal dan nama ahli. Saat diberi waktu untuk mengerjakan semua soal LKS bersama anggota kelompok asal, banyak siswa yang fokus dengan tugas

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 masing-masing. Hal ini memberikan dampak positif bagi siswa, dimana siswa dapat menjawab semua soal LKS dalam waktu yang telah ditentukan. Pada saat membagi soal dalam kelompok asal, guru memberikan peringatan untuk tidak berebut dalam membagi soal. Guru menyarankan untuk membagi soal dalam kelompok sama seperti pada pertemuan lalu, yaitu berdasarkan urutan tempat duduk. Saat guru mengulangi penjelasan berkaitan dengan langkahlangkah pembelajaran, siswa sudah paham dan segera melakukan perintah guru. Cara mereka mengkomunikasikan dalam kelompok ahli yaitu secara bergiliran siswa menyampaikan hal-hal yang telah dipelajarinya, sedangkan siswa yang belum mendapatkan giliran, mendengarkan sambil meneliti hal-hal apa saja yang menurut mereka berbeda dengan penyampaian materi yang disampaikan temannya. Seluruh siswa diwajibkan untuk menuliskan hasil diskusi pada buku catatan masing-masing. Hal ini dimaksudkan supaya siswa tetap fokus berada dalam forum diskusi bersama anggota kelompoknya. Pada saat akan melakukan presentasi, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan ke depan tanpa disuruh. Presentasi ini dilakukan dengan mewakilkan salah satu anggota kelompoknya yang berbeda dari wakil siswa yang sudah presentasi pada pertemuan sebelumnya. Ada tiga siswa perwakilan dari kelompok yang mengangkat tangan ingin mempresentasikan di depan kelas. Presentasi ini dilakukan dari kelompok satu sampai kelompok enam. Setelah presentasi selesai, ada sepuluh siswa yang berani memberi tanggapan dari presentasi kelompok lain.

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 b) Siklus II Pertemuan 2 Dari hasil pengamatan pada proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw II pada siklus II pertemuan 2, kegiatan pembelajaran semakin berjalan dengan baik. Guru memberikan variasi dalam bernyanyi yaitu mengajak siswa untuk lambat-cepat-lambat-cepat dalam menyanyikan. Guru juga mengajak siswa untuk bertepuk tangan. Pada saat guru menanyakan mengenai mengenai “Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia” yang meliputi: waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, isi perjanjian atau hasil perundingan dalam perjuangan mempertahakan kemerdekaan Indonesia, cara menghargai tokoh-tokoh dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, semakin banyak siswa yang mengangkat tangan dan memberikan jawaban. Pada saat mengerjakan LKS, guru memberikan peringatan untuk tidak mengobrol hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan materi pada LKS. Hal ini supaya kegiatan pembelajaran tidak molor seperti pada pertemuan lalu. Guru juga memberikan nasehat, supaya semua soal pada LKS tersebut dikerjakan secara bersama, bukan dikerjakan sendiri oleh ketua kelompoknya. Guru kembali mengingatkan bahwa pada akhir pertemuan ini akan ada penghargaan untuk kelompok yang dapat bekerjasama dengan baik. Pada saat membagi soal dalam kelompok asal, guru memberikan peringatan untuk tidak berebut dalam membagi guru. Guru menyarankan untuk membagi soal dalam kelompok sama seperti pada pertemuan lalu, yaitu berdasarkan urutan tempat duduk. Saat guru mengulangi penjelasan berkaitan dengan langkah-langkah pembelajaran, siswa sudah paham

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 dan segera melakukan perintah guru. Cara mereka mengkomunikasikan dalam kelompok ahli yaitu secara bergiliran siswa menyampaikan hal-hal yang telah dipelajarinya, sedangkan siswa yang belum mendapatkan giliran, mendengarkan sambil meneliti hal-hal apa saja yang menurut mereka berbeda dengan penyampaian materi yang disampaikan temannya. Seluruh siswa diwajibkan untuk menuliskan hasil diskusi pada buku catatan masing-masing. Hal ini dimaksudkan supaya siswa tetap fokus berada dalam forum diskusi bersama anggota kelompoknya. Pada saat akan dilakukan presentasi di depan kelas, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan ke depan tanpa disuruh. Presentasi ini dilakukan dengan mewakilkan salah satu anggota kelompoknya yang berbeda dari wakil siswa yang sudah presentasi pada pertemuan sebelumnya. Semua perwakilan kelompok mengangkat tangan berkenaan mempresentasikan. Bahkan ada dua siswa dalam satu kelompok yang mengangkat tangan ingin mempresentasikan terlebih dahulu. Akhirnya guru yang memutuskan untuk menunjuk siswa secara bergiliran untuk melakukan presentasi. Setelah presentasi selesai, ada sebelas siswa yang berani memberi tanggapan dari presentasi kelompok lain. Tanggapan yang disampaikan berkaitan dengan materi yang disampaikan ataupun mengenai sikap siswa saat melakukan presentasi di depan kelas. Saat guru memberikan pengumuman dan memberikan penghargaan kepada kelompok, siswa saat senang.

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 2) Hasil Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II a) Minat Belajar Minat belajar siswa diukur dengan melakukan pengamatan minat belajar siswa pada saat kegiatan pembelajaran siklus II pertemuan 1 dan pertemuan 2, sedangkan lembar kuesioner minat diberikan pada saat akhir siklus II. Berikut ini adalah data minat belajar siswa siklus II. Tabel 4.5. Minat Belajar Siswa Siklus II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Pengamatan Kuesioner 81,0 73,8 81,0 76,2 76,2 83,3 78,6 81,0 85,7 73,8 83,3 90,5 78,6 83,3 76,2 76,2 85,7 81,0 78,6 66,7 83,3 83,3 81,0 85,7 83,3 77,5 97,5 97,5 86,3 72,5 82,5 75,0 82,5 85,0 78,8 72,5 82,5 71,3 92,5 90,0 86,3 91,3 93,8 86,3 96,3 95,0 93,8 88,8 97,5 76,3 Rata-rata Nilai Minat 79,2 85,7 89,2 81,2 74,3 82,9 76,8 81,7 85,4 76,3 77,9 86,5 74,9 87,9 83,1 81,2 88,5 87,4 82,4 81,5 89,2 88,5 84,9 91,6 79,8 Kategori Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Tinggi Sangat tinggi Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Tinggi Tinggi Sangat tinggi Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Tinggi

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Nama 26 27 28 29 30 31 Yu Vin Ad Ir Vi Fi Jumlah Rata-rata Pengamatan Kuesioner 76,2 83,3 85,7 83,3 78,6 85,7 2500.0 80.6 80,0 100,0 91,3 88,8 92,5 92,5 2693,8 86,9 Rata-rata Nilai Minat 78,1 91,7 88,5 86,0 85,5 89,1 2596,9 83,8 114 Kategori Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Berdasarkan tabel rekapitulasi data minat belajar siswa siklus II di atas, terdapat 23 siswa (74,2%) yang berada pada kategori sangat tinggi dan sebanyak 8 siswa (25,8%) yang berada pada kategori tinggi. Dari perhitungan tersebut, ratarata minat belajar siswa pada siklus II sebesar 83,8 dan termasuk dalam kategori sangat tinggi. b) Prestasi Belajar Prestasi belajar siswa diukur dengan memberikan soal evaluasi berupa 13 soal pilihan ganda sebagai penilaian aspek kognitif yang diberikan pada akhir siklus II. Penilaian dari aspek afektif menggunakan kuesioner dan aspek psikomotorik menggunakan lembar pengamatan, dilakukan dengan memberikan penilaian pada saat kegiatan pembelajaran siklus II pertemuan 1 dan pertemuan 2, kemudian diambil rata-rata. Penilaian dari masing-masing aspek tersebut diberikan bobot yang berbeda pada masing-masing aspek. Berikut adalah data prestasi belajar siklus II.

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Tabel 4.6. Prestasi Belajar Siklus II No Nama 1 An 2 Au 3 Bi 4 Fa 5 Dh 6 Fr 7 Gi 8 He 9 Kh 10 MF 11 Na 12 Du 13 Na 14 No 15 Zh 16 Je 17 Ju 18 Vi 19 De 20 Is 21 Os 22 Ad 23 Mt 24 Se 25 Var 26 Yu 27 Vin 28 Ad 29 Ir 30 Vi 31 Fi Rata-rata Kognitif Afektif 84,6 84,6 92,3 92,3 84,6 76,9 84,6 92,3 92,3 92,3 92,3 76,9 84,6 92,3 100,0 100,0 84,6 92,3 76,9 76,9 92,3 92,3 84,6 100,0 100,0 76,9 84,6 92,3 84,6 84,6 84,6 88,1 86,4 72,7 81,8 72,7 72,7 81,8 81,8 81,8 86,4 72,7 81,8 77,3 81,8 86,4 77,3 72,7 90,9 77,3 81,8 63,6 86,4 81,8 86,4 81,8 81,8 81,8 81,8 90,9 81,8 81,8 81,8 80,6 Psikomotorik 70,0 70,0 75,0 75,0 75,0 80,0 70,0 75,0 80,0 70,0 80,0 95,0 75,0 75,0 75,0 75,0 75,0 75,0 70,0 65,0 75,0 85,0 75,0 85,0 90,0 85,0 80,0 80,0 80,0 75,0 80,0 77,1 Prestasi Belajar 80,3 75,8 83,0 80,0 77,4 79,6 78,8 83,0 86,2 78,3 84,7 83,1 80,5 84,6 84,1 82,6 83,5 81,5 76,2 68,5 84,6 86,4 82,0 88,9 90,6 81,2 82,1 87,7 82,1 80,5 82,1 81,9 Kategori Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Berdasarkan tabel rekapitulasi data prestasi belajar siswa siklus II di atas, terdapat 30 siswa (96,8%) yang berada pada kategori tuntas dan sebanyak 1 siswa (3,2%) berada pada kategori tidak tuntas. Dari perhitungan tersebut didapat nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 83,0. d. Refleksi Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti bersama guru melakukan refleksi berkaitan dengan proses dan hasil kegiatan pembelajaran yang terjadi pada siklus II pertemuan 1 dan siklus II. 1) Proses Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Dalam proses kegiatan pembelajaran siklus II menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw II terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan. Pada tahap refleksi ini, peneliti menanyakan kelebihan dan kekurangan selama proses pembelajaran pada guru dan siswa. Kelebihan dan kekurangan tersebut diantaranya: a) Kelebihan (1) Siswa lancar dalam menyanyikan lagu apersepsi. (2) Siswa terlihat fokus saat melakukan diskusi, sebab guru mewajibkan untuk menulis hasil diskusi pada buku catatan masing-masing. (3) Ketika diberi kesempatan untuk presentasi di depan kelas, ada beberapa siswa yang mengangkat tangan tanpa disuruh. (4) Semakin banyak siswa yang menanggapi tanya jawab dan presentasi siswa lain, hal ini berbeda dari siklus sebelumnya.

(137) 117 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (5) Siswa sangat senang dengan pemberian penghargaan untuk kelompok yang dapat bekerjasama dengan baik dan memiliki kemajuan prestasi belajar. b) Kekurangan Pada saat kegiatan pembelajaran siklus II menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw II diketahui bahwa masih terdapat satu siswa dengan prestasi belajar dalam kategori tidak tuntas. 2) Hasil Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model Kooperatif Tipe Jigsaw II Dari perencanaan awal, hasil siklus II yang mencakup minat belajar dan prestasi belajar siswa akan dibandingkan dengan hasil siklus I dan kriteria keberhasilan siklus II yang ditargetkan sebelumnya. Adapun perbandingan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.7. Perbandingan Hasil Siklus II dengan Hasil Siklus I dan Target Keberadaan Siklus II No Peubah 1 Minat belajar 2 Indikator Rata-rata seluruh minat belajar siswa a. Rata-rata nilai ulangan (aspek kognitif, afektif, psikomotorik) Prestasi belajar b. Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM Target Akhir Siklus I Hasil Siklus I Target Akhir Siklus II Hasil Siklus II 71 71,4 81 83,8 70 70,7 75 81,9 70% 16,1% 70% 96,8%

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Berdasarkan tabel perbandingan tersebut di atas, terlihat dengan jelas bahwa hasil minat belajar siswa siklus I sudah ada peningkatan dari target keberhasilan siklus I. Hal ini juga terlihat pada hasil minat belajar siswa siklus II sudah ada peningkatan dari siklus I dan telah melampaui target keberhasilan siklus II. Hasil minat belajar siswa dengan indikator rata-rata seluruh minat belajar siswa (pengamatan dan kuesioner) pada siklus I yaitu 71,4. Melalui kegiatan pembelajaran siklus II menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II diharapkan dapat melampaui target yang ditetapkan yaitu 81. Pada kenyataannya, rata-rata seluruh minat belajar siswa (pengamatan dan kuesioner) pada siklus II adalah 83,8. Hasil prestasi belajar siswa siklus II sudah ada peningkatan dari siklus I dan telah melampaui target keberhasilan siklus II. Hasil prestasi belajar siswa dengan indikator rata-rata nilai ulangan (aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik) pada siklus I yaitu 70,7. Melalui kegiatan pembelajaran siklus II menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II diharapkan dapat melampaui target yang ditetapkan yaitu 75. Pada kenyataannya, rata-rata nilai ulangan (aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik) pada siklus II adalah 81,9. Sedangkan untuk hasil prestasi belajar siswa dengan indikator persentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus I yaitu 16,1%. Melalui kegiatan pembelajaran siklus II menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II diharapkan dapat melampaui target yang ditetapkan yaitu 70%. Pada kenyataannya, persentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus II adalah 96,8%.

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Berdasarkan refleksi yang berkaitan dengan proses dan hasil kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat disimpulkan bahwa secara umum proses pembelajaran siklus II sudah berjalan sangat baik dan dapat dikatakan berhasil. Perbaikan atas kekurangan yang terjadi pada kegiatan pembelajaran siklus I sudah terjadi, serta peningkatan yang diharapkan juga sudah terlihat melalui kegiatan pembelajaran siklus II. Terdapat peningkatan minat belajr dan prestasi belajar IPS pada materi “Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia” karena dipengaruhi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Berdasarkan pencapaian tersebut, maka penelitian ini dihentikan sampai siklus II. B. Pembahasan Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, maka rancangan penelitian ini berupa siklus yang secara garis besar terdiri dari empat bagian, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Berkaitan dengan tahapan tersebut, penelitian yang dilaksanakan di kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 ini terdiri dari dua siklus. Di mana kegiatan pembelajrannya bertujuan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dalam pembelajaran IPS. Peneliti menggunakan dua variabel yaitu peningkatan minat belajar dan prestasi belajar. Pengambilan data minat belajar menggunakan lembar pengamatan dan kuesioner, sedangkan pengambilan data untuk prestasi belajar menggunakan nilai kognitif, afektif, dan psikomotorik.

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 1. Minat Belajar Berikut ini minat belajar siswa pada siklus II pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw II. Tabel 4.8. Rata-rata Minat Belajar Siswa No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi Jumlah Rata-rata Siklus I 69,5 68,8 73,0 67,5 73,0 76,7 70,5 75,2 70,0 79,9 74,2 77,1 65,3 63,6 70,5 68,7 74,6 70,4 74,9 69,2 72,4 69,9 80,4 69,3 80,2 71,2 59,5 73,0 64,9 65,7 73,7 2212,4 71,4 Kategori Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Siklus II 79,2 85,7 89,2 81,2 74,3 82,9 76,8 81,7 85,4 76,3 77,9 86,5 74,9 87,9 83,1 81,2 88,5 87,4 82,4 81,5 89,2 88,5 84,9 91,6 79,8 78,1 91,7 88,5 86,0 85,5 89,1 2596,9 83,8 Kategori Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Tinggi Sangat tinggi Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Tinggi Tinggi Sangat tinggi Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Tinggi Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat Tinggi

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Secara lebih jelas, peningkatan minat belajar siswa dapat dilihat pada grafik berikut ini: Peningkatan Mint Belajar Siswa 100 81 80 83.8 71.4 71 60 40 20 0 Target akhir Siklus I Hasil Siklus I Target akhir Siklus II Hasil Siklus II Gambar 4.1. Peningkatan Minat Belajar Siswa Berdasarkan analisis data minat belajar siswa yang direkap dalam tabel dan terlihat dengan jelas dalam grafik tersebut, minat belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I dan siklus II. Pada siklus I menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terjadi rata-rata minat belajar siswa kelas V B adalah 71,4 dan berdasarkan pedoman tabel di atas termasuk dalam kategori tinggi. Di mana jumlah siswa dengan minat belajar pada siklus I, terdapat 26 siswa (83,9%) yang berada pada kategori tinggi dan sebanyak 5 siswa (16,1%) yang berada pada kategori sedang. Setelah dilakukan tindakan pada siklus II menggunakan kooperatif tipe Jigsaw II terjadi peningkatan minat belajar siswa sebesar 83,8 termasuk dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan diketahui bahwa minat belajar siswa siklus II, terdapat 23 siswa (74,2%) yang berada pada kategori sangat tinggi

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 dan sebanyak 8 siswa (25,8%) yang berada pada kategori tinggi. Dengan rata-rata minat belajar siswa pada siklus II sebesar 83,8 menunjukkan sudah tercapainya target keberhasilan sebesar 81. Berdasarkan pencapaian minat belajar siswa tersebut, maka penelitian ini dihentikan sampai siklus II. Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II yang tepat dan sesuai dengan langkah-langkahnya dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa hipotesis tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II mampu meningkatkan minat belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan minat siswa mengalami peningkatan, hal ini sesuai dengan penjelasan Sulistyowati (2001:17) yang mengatakan bahwa terdapat fakor-faktor yang mempengaruhi minat. Lingkungan keluarga sangat besar pengaruhnya terhadap minat belajar. Keluarga dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap aktifitas belajar apabila keadaan keluarga harmonis, adanya perhatian orang tua, antara kakak dan adik selalu rukun, kondisi ekonomi berkecukupan. Orang tua dapat memberi semangat agar anak menjadi optimis dan merasa ada perlindungan dan perhatian dari orang tua, sehingga anak mendapat kemudahan dalam belajar dan berambisi untuk meraih kesuksesan dalam belajar. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan faktor yang memperngaruhi minat belajar adalah faktor dorongan dari dalam, faktor emosional dan faktor motivasi keluarga. Faktor motivasi keluarga mempunyai peranan yang besar

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 karena keluarga merupakan lingkungan dimana seseorang tumbuh dan berkembang menjadi dewasa. 2. Prestasi Belajar Berikut ini perbandingan prestasi belajar siswa pada siklus I dan siklus II pembelajaran menggunakan kooperatif teknik Jigsaw II. Tabel 4.9. Perbandingan Prestasi Belajar Siklus I dan Siklus II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Pra siklus Siklus I 64,8 72,8 75,5 71,7 69,0 72,8 72,3 71,4 63,5 73,2 73,8 77,8 66,4 57,6 69,5 70,8 77,6 77,9 65,7 70,7 69,3 73,4 73,7 65,4 75,8 68,2 67,6 73,5 Kategori Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Siklus II 80,3 75,8 83,0 80,0 77,4 79,6 78,8 83,0 86,2 78,3 84,7 83,1 80,5 84,6 84,1 82,6 83,5 81,5 76,2 68,5 84,6 86,4 82,0 88,9 90,6 81,2 82,1 87,7 Kategori Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Nama 29 Ir 30 Vi 31 Fi Rata-rata Nilai ≥ KKM (75) Pra siklus 69,91 Siklus I 72,5 66,3 71,6 70,7 Kategori Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Siklus II 82,1 80,5 82,1 81,9 77,4% 36% 124 Kategori Tuntas Tuntas Tuntas 96,8% Secara lebih jelas, peningkatan prestasi belajar siswa dan peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM dapat dilihat pada grafik berikut ini: 100 Perbandingan Prestasi Belajar Siklus I dengan Siklus II 83 80 70 70.4 75 60 40 20 0 Target akhir Siklus I Hasil Siklus I Target akhir Siklus II Hasil Siklus II Gambar 4.2. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120.0% Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM 96.8% 100.0% 80.0% 125 70.0% 70.0% 60.0% 40.0% 16.1% 20.0% 0.0% Target akhir Siklus I Hasil Siklus I Target akhir Siklus II Hasil Siklus II Gambar 4.3. Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM Berdasarkan analisis data dan gambar prestasi belajar siswa terlihat jelas bahwa nilai rata-rata prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. KKM untuk mata pelajaran IPS di SD Negeri Adisucipto 1 adalah 75, jadi siswa dinyatakan tuntas dalam mempelajari materi IPS jika nilai ulangan minimal mencapai 75. Rata-rata nilai prestasi belajar pada siklus I adalah 70,7, dimana dari 31 siswa terdapat 5 siswa (16,1%) yang berada pada kategori tuntas dan sebanyak 26 siswa (83,9%) berada pada kategori tidak tuntas. Sementara itu, data prestasi belajar siswa siklus II diketahui, terdapat 30 siswa (96,8%) yang berada pada kategori tuntas dan sebanyak 1 siswa (3,2%) berada pada kategori tidak tuntas. Dari perhitungan tersebut didapat nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 81,9. Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II yang tepat dan sesuai dengan langkah-langkahnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V B SD

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Negeri Adisucipto 1. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa hipotesis tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II mampu meningkatkan prestasi belajar siswa.

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP Bab V terdiri dari tiga bagian. Bagian-bagian tersebut antara lain kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar pada siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1 pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut: a) pemberian materi secara keseluruhan, b) pembentukan kelompok asal yang terdiri dari 6 ahli, c) pemberian tugas terhadap tiap-tiap ahli, d) diskusi membahas tugas dalam kelompok ahli, e) ahli melaporkan hasil diskusi pada kelompok asal, f) kelompok asal mempresentasikan dalam pleno, g) evaluasi individual, dan h) pemberian penghargaan (reward). 2. Penggunaan meningkatkan model minat pembelajaran belajar kooperatif siswa pada tipe materi II dapat perjuangan dalam Jigsaw mempertahankan kemerdekaan Indonesia siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1. Hal ini dibuktikan dari minat belajar siswa yang mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II serta telah melampaui target keberhasilan. Pada siklus I rata-rata minat belajar siswa kelas V B adalah 71,4 127

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 termasuk dalam kategori tinggi. Pada siklus II terjadi peningkatan minat belajar siswa sebesar 83,8 termasuk dalam kategori sangat tinggi. 3. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1. Hal ini ditunjukkan dari rata-rata nilai prestasi belajar pada kondisi awal adalah 69,91; pada siklus I adalah 70,7, di mana dari 31 siswa terdapat 5 siswa (16,1%) yang tuntas. Sementara itu, nilai rata-rata prestasi belajar siswa pada siklus II adalah 81,9, di mana terdapat 30 siswa (96,8%) yang tuntas. B. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini dapat berjalan dengan jalan lancar, tetapi masih ada beberapa keterbatasan dalam penelitian ini. Pada penelitian ini, keberhasilan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terbatas pada populasi yang telah ditentukan, yaitu siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1. Dengan kata lain, penerapan strategi tersebut belum tentu efektif untuk populasi lain. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian sejenis dengan populasi yang lebih luas dan dalam waktu yang lebih lama untuk mengetahui kontribusi positif dari penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada siswa kelas V B SD Negeri Adisucipto 1.

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 C. Saran Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut: 1. Bagi Guru Guru disarankan untuk lebih berinisiatif dalam menggunakan berbagai macam model pembelajaran inovatif dalam kegiatan pembelajaran di kelas, terutama model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 2. Bagi Sekolah Pihak sekolah khususnya Kepala sekolah disarankan untuk selalu menghimbau dan memberikan masukan kepada para guru untuk menggunakan model pembelajaran yang inovatif, seperti model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, agar dapat memotivasi minat dan meningkatkan keaktifan siswa selama pembelajaran berlangsung, sehingga prestasi belajar siswa dapat dicapai dengan maksimal. 3. Bagi Peneliti Selanjutnya Peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan media pengamatan saat observasi langsung, sehingga didapatkan gambaran kondisi awal yang akurat/sahih.

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 1993. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. __________. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Darsono, Max. dkk. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press. Djayadisastra, Yusuf. 1999. Psikologi Perkembangan. Bandung: BPGT. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2008. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Balai Pustaka. Muslich, Masnur. 2009. Melaksanakan PTK itu Mudah. Jakarta: Bumi Aksara. Mulyasa, E. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Sebuah Panduan Praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Nurkancana, Wayan & Sumartana. 1983. Evaluasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional. Nursid Sumaatmadja, Prof, dkk. 2005. Konsep Dasar IPS. Jakarta: Universitas Terbuka. Nur, Asma. 2006. Model Pembelajaran Kooperatif. Jakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Rusman. 2011. Model-model Pembelajaran. Jakarta: Raja grafindo Persada. Sanjaya. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Group. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. 130

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Slavin, Robert E. 2005. Cooperative Learning (Teori Riset dan Praktik). Bandung: Nusa Media. Slavin, Robert. 2008. Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media. Solihatin, Etin & Raharjo.2007. Cooperative Learning: Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara. Sugiyanto. 2010. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pressindo. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suprijono, A. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem. Jakarta: Pustaka Pelajar. Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Jakarta: Masmedia Buana Pustaka. Taufani. 2008. Menginstal Minat Baca Siswa. Bandung: Globalindo Universal Multikreasi. Taniredja, Tukiran dkk. 2011. Model-Model pembelajaran Inovatif. Bandung: Alfabeta. Tirtonegoro, Sutratinah. 1984. Anak Supernormal Pendidikannya. Jakarta: Bina Aksara dan Program V. Tri Mulyana W. 2001. Pengelolaan Kelas. FIP/UNY: Yogyakarta. Winkel, W.S. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi. Rismiati, Catur dan Susento. 2007. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning Together untuk meningkatkan Kualitas proses dan Hasil Belajar Matematika Ekonomi (skripsi tidak diterbitkan). Yogyakarta: Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Lampiran 1 SILABUS Satuan Pendidikan : SD Negeri Adisucipto 1 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas/ Semester :VB/2 Alokasi Waktu : 8 jp Standar Kompetensi : 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia. Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Materi Pengalaman Belajar Perjuangan 1. Siswa mempelajari secara keseluruhan mengenai mempertaha materi perjuangan para nkan tokoh dalam kemerdekaa mempertahankan n Indonesia kemerdekaan dengan bimbingan guru agar siswa dapat membuat pemetaan mengenai materi yang akan dipelajari. 2. Siswa dibagi dalam kelompok yang heterogen. 3. Setiap kelompok Indikator Jenis Penilaian Teknik Bentuk Kognitif : 1. Menjelaskan latar Tes belakang terjadinya tertulis perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 2. Menyebutkan tokoh – tokoh pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 3. Menjelaskan peristiwa-peristiwa dalam perjuangan Pilihan ganda Alokasi Waktu 8 x 35 menit (4 pertemuan) Sumber/ Bahan , alat Yuliati, Reni. dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Susilaningsih ,Endang. dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial. Pusat

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. 5. 6. 7. 8. 9. diberikan lembar kerja siswa (LKS) untuk dibahas dengan anggota kelompok. Setiap siswa dalam kelompok diberi tugas satu soal untuk mempelajari lebih dalam. Siswa yang mendapat soal yang sama berkumpul untuk bertukar pendapat mengenai soal yang sama. Setelah selesai, siswa kembali ke kelompok awal untuk menjelaskan pengetahuan yang ia dapat dari berkumpul dengan kelompok yang membahas soal yang sama. Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja. Siswa dan guru bersama membahas soal pada lembar kerja siswa (LKS). Siswa mengumpulkan catatan rangkuman presentasi. mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 4. Menjelaskan waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 5. Menyebutkan isi perjanjian atau hasil perundingan dalam perjuangan mempertahakan kemerdekaan Indonesia. 6. Menjelaskan cara menghargai tokohtokoh dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Afektif 1. Menunjukkan rasa senang/gembira saat mengikuti pelajaran IPS. 2. Menunjukkan perhatian dalam mengikuti pelajaran 133 Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. a. Media : 1) Modul 2) Name tag

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. IPS. Psikomotor 1. Menunjukkan kemauan dalam mempelajari materi IPS. 2. Menunjukkan keterlibatan dalam belajar IPS. 134

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Satuan Pendidikan : SD Negeri Adisucipto 1 Kelas/semester :VB/2 Hari/tanggal : Selasa dan Sabtu, 6 &10 Mei 2014 Waktu : 4 x 35 menit A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. B. Kompetensi Dasar 2.4. Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahan kemerdekaan Indonesia. C. Indikator Kognitif 1. Menjelaskan latar belakang terjadinya perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 2. Menyebutkan tokoh-tokoh yang berperan dalam perjuangan mempertahan kemerdekaan Indonesia 3. Menjelaskan peristiwa-peristiwa dalam memperjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Afektif 1. Menunjukkan rasa senang/gembira terhadap pelajaran IPS 2. Menunjukkan perhatian dalam belajar IPS

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 Psikomotor 1. Menunjukkan kemauan dalam mempelajari materi IPS. 2. Menunjukkan keterlibatan dalam belajar IPS D. Tujuan Pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menjelaskan minimal 3 latar belakang terjadinya perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui diskusi kelompok. 2. Siswa mampu menyebutkan minimal 3 tokoh-tokoh yang berperan dalam perjuangan mempertahan kemerdekaan Indonesia melalui diskusi kelompok. 3. Siswa mampu menjelaskan minimal 3 peristiwa-peristiwa dalam memperjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui diskusi kelompok. Afektif 1. Siswa mampu menunjukkan rasa senang/gembira terhadap pelajaran IPS melalui kegiatan pembelajaran. 2. Siswa mampu menunjukkan perhatian dalam belajar IPS melalui kegiatan pembelajaran. Psikomotorik 1. Siswa mampu menunjukkan kemauan dalam mempelajari materi IPS melalui kegiatan pembelajaran. 2. Siswa mampu menunjukkan keterlibatan dalam belajar IPS melalui kegiatan pembelajaran. E. Materi Pembelajaran Perjuangan para tokoh dalam mempertahan kemerdekaan Indonesia

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 a. Pertempuran di Surabaya b. Pertempuran Ambarawa c. Pertempuran Medan Area d. Bandung Lautan Api e. Pertempuran 5 hari di Semarang F. Model dan Metode Pembelajaran Model pembelajaran : kooperatif tipe Jigsaw II Metode Pembelajaran : Tanya jawab, diskusi, penugasan G. Langkah Pembelajaran PERTEMUAN I 1. Kegiatan awal (10 menit) - Salam pembukaan - Doa - Motivasi : menyanyikan sebuah lagu perjuangan - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada hari ini. 2. Kegiatan Inti (50 menit) Eksplorasi - Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dibahas. Elaborasi - Siswa dibagi dalam 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 anggota. - Membentuk kelompok asal Kelompok asal A Kelompok asal B 1 2 3- 4 5 6 1 2 3 4 5 - Kelompok asal C 1 2 3 4 5

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kelompok asal D 1 2 3 4 5 - Kelompok E Kelompok F 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 138 Siswa mempelajari mengenai materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia untuk dipelajari. Materi dalam pertemuan ini yaitu menjelaskan mengenai latar belakang dan tokoh-tokoh yang berperan dalam peristiwa: Pertempuran di Surabaya, Pertempuran Ambarawa, Pertempuran Medan Area, Bandung Lautan Api, dan Pertempuran 5 hari di Semarang. - Siswa diberikan lembar kerja untuk dikerjakan. Dalam LKS tersebut siswa diminta menjawab soal-soal tersebut. - Dalam kelompok setiap siswa mendapat bagian satu soal yang berbeda untuk dikerjakan. Siswa yang mendapat bagian soal yang sama berkumpul menjadi satu menjadi kelompok ahli. Kelompok ini membahas materi yang sama dan menjawab soal pada LKS. - Siswa dibentuk dalam kelompok yang akan mempelajari materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan dibina oleh guru Kelompok ahli 1 Kelompok ahli 2 1A 1 B 1 C -1D 1E 1F 6A 2A 2B 2C 2D 2E 2F Kelompok ahli 3 3A 3B 3C 3D 3E 3F Kelompok ahli 4 4A 4B 4C- 4D 4E 4F - Kelompok ahli 5 5A 5B 5C 5D 5E 5F Siswa yang menjadi ahli kembali ke kelompok semula kemudian menjelaskan jawaban yang telah diperoleh kepada anggotanya secara bergiliran. Konfirmasi - Setelah siswa selesai berdiskusi, perwakilan siswa dalam setiap kelompok melakukan presentasikan hasil diskusi yang telah mereka dapatkan. Guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan.

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 139 Siswa dapat memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi yang dipresentasikan oleh temannya. - Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami oleh siswa mengenai materi pada hari ini. - Guru memberikan penguatan mengenai pembelajaran hari ini. 3. Kegiatan Penutup (10 menit) - Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya - Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari. - Siswa diberikan pekerjaan rumah. - Siswa bersama guru melakukan refleksi tentang kegiatan yang telah dilakukan. - Guru dan siswa berdoa bersama untuk mengakhiri kegiatan. PERTEMUAN II 1. Kegiatan awal (10 menit) - Salam pembukaan - Doa - Motivasi : menyanyikan sebuah lagu perjuangan - Guru bertanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari sebelumnya. - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada hari ini. 2. Kegiatan Inti (50 menit) Eksplorasi - Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dibahas.

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Elaborasi - Siswa kembali berkelompok yang anggotanya seperti pada pertemuan sebelumnya. Kelompok asal A Kelompok asal B 1- 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 Kelompok asal C 1 2 3 4 5 Kelompok asal D Kelompok E Kelompok F 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 -1 2 3 4 5 - Siswa diberikan lembar kerja (LKS) untuk dikerjakan. - Siswa mempelajari mengenai materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia untuk dipelajari. Materi dalam pertemuan ini yaitu menjelaskan mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi pada: Pertempuran di Surabaya, Pertempuran Ambarawa, Pertempuran Medan Area, Bandung Lautan Api, dan Pertempuran 5 hari di Semarang. - Dalam kelompok setiap siswa mendapat bagian satu soal yang berbeda untuk dikerjakan. Siswa yang mendapat bagian soal yang sama berkumpul menjadi satu menjadi kelompok ahli. Kelompok ini membahas materi yang sama dan menjawab soal pada LKS. - Siswa dibentuk dalam kelompok yang akan mempelajari materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan dibina oleh guru. Kelompok ahli 1 Kelompok ahli 2 1A 1 B 1 C -1D 1E 1F 6A 2A 2B 2C 2D 2E 2F Kelompok ahli 4 Kelompok ahli 5 - 4D 4E 4F 4A 4B 4C 5A 5B 5C 5D 5E 5F - Kelompok ahli 3 3A 3B 3C 3D 3E 3F

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 141 Siswa yang menjadi ahli kembali ke kelompok semula kemudian menjelaskan jawaban yang telah diperoleh kepada anggotanya secara bergiliran. - Kelompok ahli yang mampu membagikan informasi secara lengkap dan benar mendapatkan penghargaan (reward). Konfirmasi - Setelah siswa selesai berdiskusi, perwakilan siswa dalam setiap kelompok melakukan presentasikan hasil diskusi yang telah mereka dapatkan. Guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan. - Siswa dapat memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi yang dipresentasikan oleh temannya. - Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami oleh siswa mengenai materi pada hari ini. - Guru memberikan penguatan mengenai pembelajaran hari ini. - Siswa mengerjakan lembar evaluasi mengenai materi pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua ini dikerjakan secara individu. 4. Kegiatan Penutup (10 menit) - Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya - Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari. - Siswa bersama guru melakukan refleksi tentang kegiatan yang telah dilakukan - Guru dan siswa berdoa bersama untuk mengakhiri kegiatan H. Penilaian a. Prosedur : proses dan posttest b. Jenis tagihan : tes dan non test (terlampir) c. Teknik penilaian : tes tertulis d. Bentuk instrument : pilihan ganda (terlampir)

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 I. Sumber dan Media a. Sumber Pembelajaran Yuliati, Reni. dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Susilaningsih, Endang. dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. b. Media Pembelajaran 1) Modul 2) Name tag Yogyakarta, 5 Mei 2014

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Satuan Pendidikan : SD Negeri Adisucipto 1 Kelas/semester :VB/2 Hari/tanggal : Selasa dan Sabtu, 13 & 17 Mei 2014 Waktu : 4 x 35 menit A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. B. Kompetensi Dasar 2.4. Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahan kemerdekaan Indonesia. C. Indikator Kognitif 1. Menjelaskan waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 2. Menyebutkan isi perjanjian atau hasil perundingan dalam perjuangan mempertahakan kemerdekaan Indonesia. 3. Menjelaskan cara menghargai tokoh-tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia Afektif 1. Menunjukkan rasa senang/gembira terhadap pelajaran IPS 2. Menunjukkan perhatian dalam belajar IPS perjuangan

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Psikomotor 1. Menunjukkan kemauan dalam mempelajari materi IPS. 2. Menunjukkan keterlibatan dalam belajar IPS D. Tujuan Pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menyebutkan waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui diskusi kelompok. 2. Siswa mampu menyebutkan minimal 5 isi perjanjian atau hasil perundingan dalam perjuangan mempertahakan kemerdekaan Indonesia melalui diskusi kelompok. 3. Siswa mampu menyebutkan minimal 3 cara menghargai tokoh-tokoh dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui diskusi kelompok. Afektif 1. Siswa mampu menunjukkan rasa senang/gembira terhadap pelajaran IPS melalui kegiatan pembelajaran. 2. Siswa mampu menunjukkan perhatian dalam belajar IPS melalui kegiatan pembelajaran. Psikomotorik 1. Siswa mampu menunjukkan kemauan dalam mempelajari materi IPS melalui kegiatan pembelajaran. 2. Siswa mampu menunjukkan keterlibatan dalam belajar IPS melalui kegiatan pembelajaran. E. Materi Pembelajaran Perjuangan para tokoh dalam mempertahan kemerdekaan Indonesia :

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 a. Perundingan Linggarjati b. Agresi Militer I c. Perundingan Renville d. Perundingan Roem Royen e. Konferensi Meja Bundar (KMB) - Menghargai perjuangan tokoh-tokoh kemerdekaan Indonesia. F. Model dan Metode Pembelajaran Model pembelajaran : kooperatif tipe Jigsaw II Metode Pembelajaran : Tanya jawab, diskusi, penugasan G. Langkah Pembelajaran PERTEMUAN I 1. Kegiatan awal (10 menit) - Salam pembukaan - Doa - Motivasi : menyanyikan sebuah lagu perjuangan - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada hari ini. 2. Kegiatan Inti (50 menit) Eksplorasi - Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dibahas. Elaborasi - Siswa dibagi dalam 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 anggota. - Membentuk kelompok asal Kelompok asal A Kelompok asal B 1- 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 - Kelompok asal C 1 2 3 4 5

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kelompok asal D - 12 3 4 5 - Kelompok E 1 2 3 4 5 146 Kelompok F 1 2 3 4 5 Siswa diberikan lembar kerja (LKS) untuk dikerjakan. Siswa mempelajari mengenai materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia untuk dipelajari. Materi dalam pertemuan ini yaitu menjelaskan waktu kapan terjadinya dan tokoh yang terlibat pada : Perundingan Linggarjati, Agresi Militer I, Perundingan Renville, Perundingan Roem Royen, Konferensi Meja Bundar (KMB). - Dalam kelompok setiap siswa mendapat bagian satu soal yang berbeda untuk dikerjakan. Siswa yang mendapat bagian soal yang sama berkumpul menjadi satu menjadi kelompok ahli. Kelompok ini membahas materi yang sama dan menjawab soal pada LKS. - Siswa dibentuk dalam kelompok yang akan mempelajari materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan dibina oleh guru. Kelompok ahli 1 1A 1 B 1-C 1D 1E 1F 6A Kelompok ahli 2 2A 2B 2C 2D 2E 2F Kelompok ahli 3 3A 3B 3C 3D 3E 3F Kelompok ahli 4 4A 4B 4C - 4D 4E 4F - Kelompok ahli 5 5A 5B 5C 5D 5E 5F Siswa yang menjadi ahli kembali ke kelompok semula kemudian menjelaskan jawaban yang telah diperoleh kepada anggotanya secara bergiliran. Konfirmasi - Setelah siswa selesai berdiskusi, perwakilan siswa dalam setiap kelompok melakukan presentasikan hasil diskusi yang telah

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 mereka dapatkan. Guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan. - Siswa dapat memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi yang dipresentasikan oleh temannya. - Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami oleh siswa mengenai materi pada hari ini. - Guru memberikan penguatan mengenai pembelajaran hari ini. - Kelompok ahli yang mampu membagikan informasi secara lengkap dan benar mendapatkan penghargaan (reward). 3. Kegiatan Penutup (10 menit) - Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya - Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari. - Guru memberikan pekerjaan rumah. - Siswa bersama guru melakukan refleksi tentang kegiatan yang telah dilakukan. - Guru dan siswa berdoa bersama untuk mengakhiri kegiatan. PERTEMUAN II 1. Kegiatan awal (10 menit) - Salam pembukaan - Doa - Motivasi : menyanyikan sebuah lagu perjuangan - Guru bertanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari sebelumnya. - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada hari ini. 2. Kegiatan Inti (50 menit) Eksplorasi

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 148 Siswa memperhatikan penjelasan guru dan melakukan tanya jawab mengenai materi yang akan dibahas. Elaborasi - Siswa kembali berkelompok yang anggotanya seperti pada pertemuan sebelumnya. Kelompok asal A 1- 2 3 4 5 6 Kelompok asal B Kelompok asal C 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Kelompok E Kelompok F 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Kelompok asal D 1 2 3 4 5 - Siswa diberikan lembar kerja (LKS) untuk dikerjakan. - Siswa mempelajari mengenai materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia untuk dipelajari. Materi dalam pertemuan ini yaitu menjelaskan mengenai menghargai perjuangan tokohtokoh kemerdekaan Indonesia. - Siswa mempelajari materi mengenai cara menghargai perjuangan para tokoh kemerdekaan Indonesia. - Dalam kelompok setiap siswa mendapat bagian satu soal yang berbeda untuk dikerjakan. Siswa yang mendapat bagian soal yang sama berkumpul menjadi satu menjadi kelompok ahli. Kelompok ini membahas materi yang sama dan menjawab soal pada LKS. - Siswa dibentuk dalam kelompok yang akan mempelajari materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan dibina oleh guru Kelompok ahli 1 - 1E 1F 6A 1A 1 B 1 C 1D Kelompok ahli 2 2A 2B 2C 2D 2E 2F Kelompok ahli 3 3A 3B 3C 3D 3E 3F

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kelompok ahli 4 4A 4B 4C 4D 4E 4F - 149 Kelompok ahli 5 5A 5B 5C 5D 5E 5F Siswa yang menjadi ahli kembali ke kelompok semula kemudian menjelaskan jawaban yang telah diperoleh kepada anggotanya secara bergiliran. Konfirmasi - Setelah siswa selesai berdiskusi, perwakilan siswa dalam setiap kelompok melakukan presentasikan hasil diskusi yang telah mereka dapatkan. Guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan. - Siswa dapat memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi yang dipresentasikan oleh temannya. - Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami oleh siswa mengenai materi pada hari ini. - Guru memberikan penguatan mengenai pembelajaran hari ini. - Siswa mengerjakan lembar evaluasi mengenai materi pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua ini dikerjakan secara individu. 3. Kegiatan Penutup (10 menit) - Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya - Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari. - Siswa bersama guru melakukan refleksi tentang kegiatan yang telah dilakukan - Guru dan siswa berdoa bersama untuk mengakhiri kegiatan J. Penilaian a. Prosedur : proses dan posttest b. Jenis tagihan : tes dan non test (terlampir) c. Teknik penilaian : tes tertulis d. Bentuk instrument : pilihan ganda (terlampir)

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 K. Sumber dan Media a. Sumber Pembelajaran Yuliati, Reni. dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Susilaningsih, Endang. dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. b. Media Pembelajaran 1) Modul 2) Name tag Yogyakarta, 5 Mei 2014

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penilaian 1. Aspek Kognitif a. Tes tertulis 100 2. Aspek Afektif No 1. 2. Indikator Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS Perhatian dalam belajar IPS a. b. c. d. e. a. b. c. d. e. f. Deskriptor Siswa senang memberi tanggapan dan jawaban terhadap pernyataan yang diberikan guru. Siswa senang membantu teman yang kesulitan dalam memahami dan mengerjakan soal. Siswa antusias dalam mengikuti setiap materi IPS Siswa segera membuka buku sumber lain untuk mencari jawaban ketika guru melakukan tanya jawab. Siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas dari guru tentang materi IPS. Siswa bertanya kepada kepada guru jika ada hal yang tidak dimengerti. Siswa tetap berkonsentrasi walaupun ada suara gaduh. Siswa tidak melamun ketika pelajaran sedang berlangsung. Siswa tidak membicarakan hal lain dengan teman ketika pelajaran sedang berlangsung. Siswa tidak mengganggu teman lain ketika sedang belajar. 151

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 Lembar Pengamatan Afektif No. Nama Siswa Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS 1.a 1.b 1.c 1.d 1.e Perhatian dalam belajar IPS 2.a Jumlah Jika tampak ditulis 1 (satu) pada kolom yang sesuai Jika tidak Nampak ditulis 0 (nol) pada kolom yang sesuai 2.b 2.c 2.d 2e Skor afektif (1-10) Nilai afektif (1-100)

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Aspek Psikomotor No 3. 4. Indikator Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS Keterlibatan siswa dalam belajar IPS a. b. c. d. e. Deskriptor Siswa menuliskan hal-hal penting berkaitan dengan pelajaran IPS Siswa membuat catatan pelajaran IPS dengan rapi. Siswa mengerjakan soal dengan teliti Siswa membuat pertanyaan yang mendalam mengenai materi yang sedang dibahas. Siswa membawa buku sumber IPS lebih dari satu buku. a. b. c. d. e. Siswa aktif bertanya dalam diskusi kelompok. Siswa aktif member jawaban dalam diskusi. Siswa aktif memberikan tanggapan dari suatu jawaban teman dalam diskusi. Siswa mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan. Siswa mau menjelaskan di depan kelas tanpa disuruh. 153

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 Lembar Pengamatan Psikomotorik No. Nama Siswa Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS 3.a 3.b 3.c 3.d 3.e Keterlibatan siswa dalam belajar IPS 4.a 4.b Jumlah Jika tampak ditulis 1 (satu) pada kolom yang sesuai Jika tidak Nampak ditulis 0 (nol) pada kolom yang sesuai 4.c 4.d 4e Skor psikomotorik (1-10) Nilai psikomotorik (1-100)

(176) Lampiran 3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Ada dua bentuk perjuangan mempertahakan kemerdekaan, yaitu perjuangan fisik dan perjuangan diplomasi. Perjuangan fisik dilakukan dengan cara bertempur melawan musuh. Perjuangan diplomasi dilakukan dengan cara menggalang dukungan dari negara-negara lain dan lewat perundingan-perundingan. A. Pertempuran-pertempuran mempertahankan kemerdekaan Setelah Jepang menyerah, Sekutu masuk Indonesia untuk mengambil alih kekuasaan. Pasukan Sekutu diboncengi Belanda. Belanda ingin menguasai Indonesia lagi. Rakyat Indonesia tidak senang Belanda kembali ke bumi pertiwi. Terjadilah pertempuranpertempuran. Pertempuran terjadi di Surabaya, Ambarawa, Bandung, Palembang, Bali, Medan, dan kota-kota lainnya. 1. Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya Tentara Sekutu mendarat untuk pertama kali di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. Komandan pasukan Sekutu yang mendarat di Surabaya adalah Brigjen A.W.S Mallaby. Tentara Sekutu bertugas melucuti tentara Jepang dan membebaskan interniran (tawanan perang). Awalnya, pemerintah dan rakyat Indonesia menyambut kedatangan tentara Sekutu tersebut dengan tangan terbuka. Namun, Sekutu mengabaikan uluran tangan tersebut. Pada tanggal 27 Oktober 1945, Sekutu menyerbu penjara Kalisosok. Mereka berhasil membebaskan Kolonel Huiyer. Kolonel Huiyer ialah seorang perwira angkatan laut Belanda yang ditawan Jepang. Pada tanggal 28 Oktober 1945, pos-pos Sekutu di 155 seluruh kota Surabaya diserang oleh rakyat Indonesia. Dalam berbagai serangan itu, pasukan Sekutu terjepit. Pada tanggal 29 Oktober 1945, para pemuda dapat menguasai tempattempat yang telah dikuasai Sekutu. Komandan Sekutu menghubungi Presiden Sukarno untuk menyelamatkan pasukan Inggris dari bahaya kehancuran. Presiden Sukarno bersama Moh. Hatta, Amir Syarifudin, dan Jenderal D.C. Hawthorn tiba di Surabaya untuk menenangkan keadaan. Akhirnya, pada tanggal 30 Oktober 1945 dicapai kesepakatan untuk menghentikan tembak-menembak. Namun, pada sore harinya terjadi pertempuran di gedung Bank International, tepatnya di Jembatan Merah. Dalam peristiwa itu, Brigjen Mallaby tewas. Menanggapi peristiwa ini, pada tanggal 9 November 1945, pimpinan Sekutu di Surabaya mengeluarkan ultimatum. Isi ultimatum itu adalah: “Semua pemimpin dan orang-orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat-tempat yang telah ditentukan, kemudian menyerahkan diri dengan mengangkat tangan. Batas waktu ultimatum tersebut adalah pukul 06.00 tanggal 10 November 1945. Jika sampai batas waktunya tidak menyerahkan senjata, maka Surabaya akan diserang dari darat, laut, dan udara”. Batas waktu itu tidak diindahkan rakyat Surabaya. Oleh karena itu, pecahlah pertempuran Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Tentara Sekutu berjumlah kira-kira 10 sampai 15 ribu orang. Mereka terdiri dari pasukan darat, laut, dan udara. Pasukan Sekutu ini merupakan gabungan dari

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tentara Gurkha, Inggris, dan Belanda. Dalam pertempuran yang berjalan sampai awal bulan Desember 1945 itu telah gugur beribu-ribu pejuang. Perjuangan rakyat Surabaya ini mencerminkan tekad perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Untuk memperingati kepahlawanan rakyat Surabaya itu, pemerintah menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan. 2. Pertempuran Ambarawa “Pertempuran Ambarawa” diawali oleh mendaratnya tentara Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Bethel di Semarang. Tentara Sekutu mendarat di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. Tujuan kedatangan mereka adalah untuk mengurus tawanan perang dan tentara Jepang di Jawa Tengah. Kedatangan Sekutu semula disambut baik oleh rakyat Semarang. Bahkan, Gubernur Jawa Tengah menawarkan bantuan bahan makanan dan keperluan-keperluan lainnya. Pihak Sekutu pun berjanji untuk tidak mengganggu kedaulatan Republik Indonesia. Bentrokan bersenjata mulai timbul di Magelang. Bentrokan itu mulai meluas menjadi pertempuran antara pasukan Sekutu dengan pejuang Indonesia. Penyebabnya adalah tentara Sekutu diboncengi NICA. NICA adalah singkatan dari Netherlands Indies Civil Administration, yaitu pemerintahan peralihan Belanda. NICA hendak membebaskan tawanan perang Belanda di Magelang dan Ambarawa. Setelah diadakan perundingan antara Presiden Sukarno dengan Brigadir Jenderal Bethel, 156 tentara Sekutu kemudian meninggalkan Magelang menuju Ambarawa pada tanggal 21 November 1945. Para pejuang Indonesia yang dipimpin Letnan Kolonel M. Sarbini mengejar pasukan Sekutu yang mundur ke Ambarawa. Di desa Jambu, pasukan Sekutu dihadang pejuang Angkatan Muda yang dipimpin oleh Sastrodiharjo. Di desa Ngipik, pasukan Sekutu diserang pejuang Indonesia yang dipimpin oleh Suryosumpeno. Pada saat mundur, pasukan Sekutu mencoba menduduki dua desa di sekitar Ambarawa. Dalam pertempuran untuk membebaskan kedua desa tersebut, Letnan Kolonel Isdiman gugur. Letnan Kolonel Isdiman adalah Komandan Resimen Banyumas. Dengan gugurnya Letnan Kolonel Isdiman, Kolonel Sudirman turun langsung ke medan pertempuran Ambarawa. Kolonel Sudirman adalah Panglima Divisi Banyumas. Kehadiran Kolonel Sudirman memberipertempuran di Ambarawa ini banyak semangat baru bagi pejuang Indonesia. Pasukan Indonesia mengepung kota Ambarawa dari berbagai jurusan. Siasat yang dipakai adalah mengadakan serangan serentak dari berbagai jurusan pada saat yang sama. Pasukan Indonesia mendapat bantuan dari Yogyakarta, Surakarta, Salatiga, Purwokerto, Magelang, Semarang, dan lain-lain. Pada tanggal 12 Desember 1945 pasukan Indonesia melancarkan serangan serentak ke Ambarawa. Pada tanggal 15 Desember 1945 pasukan Sekutu berhasil dipukul mundur ke Semarang. Dalam pertempuran di Ambarawa ini banyak pejuang yang gugur.

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Untuk memperingati hari bersejarah itu, maka setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Infanteri. Selain itu, di Ambarawa juga didirikan sebuah monumen yang diberi nama Palagan Ambarawa. 3. Pertempuran “Medan Area” Pasukan Inggris di bawah pimpinan Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly mulai mendarat di Medan (Sumatera Utara) pada tanggal 9 Oktober 1945. Tentara NICA yang telah dipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan ikut membonceng pasukan Inggris itu. Mereka menduduki beberapa hotel di Medan. Pasukan Inggris bertugas untuk membebaskan tentara Belanda yang ditawan Jepang. Para tawanan dari daerah Rantau Prapat, Pematang Siantar, dan Brastagi dikirim ke Medan atas persetujuan Gubernur Moh. Hasan. Ternyata kelompok tawanan itu dibentuk menjadi “Medan Batalyon KNIL”. Mereka ini bersikap congkak. Para pemuda dipelopori oleh Achmad Tahir, seorang mantan perwira Tentara Sukarela (Giyugun) membentuk Barisan Pemuda Indonesia. Mereka mengambil alih gedung-gedung pemerintahan dan merebut senjata dari tangan tentara Jepang. Kemudian pada tanggal 10 Oktober 1945 dibentuklah TKR (Tentara Keamanan Rakyat) Sumatera Timur. Anggotanya para pemuda bekas Giyugun dan Heiho Sumatera Timur yang dipimpin oleh Ahmad Tahir. Pada tanggal 13 Oktober 1945 terjadi insiden di sebuah hotel di Jalan Bali, Medan. Seorang anggota NICA menginjak- 157 injak bendera merah putih yang dirampas dari seorang pemuda. Pemuda-pemuda Indonesia marah. Hotel tersebut dikepung dan diserang oleh para pemuda dan TRI (Tentara Republik Indonesia). Terjadilah pertempuran. Dalam peristiwa itu banyak orang Belanda terluka. Peperangan pun menjalar ke Pematang Siantar dan Brastagi. Pada tanggal 1 Desember 1945 pihak Inggris memasang papan-papan pengumuman bertuliskan “Fixed Boundaries Medan Area.” Dengan cara itu, Inggris menetapkan secara sepihat batas-batas kekuasaan mereka. Sejak saat itulah dikenal istilah Pertempuran Medan Area. Jenderal T.E.D Kelly kembali mengancam para pemuda agar menyerahkan senjata. Siapa yang melanggar akan ditembak mati. Namun, para pemuda Indonesia tidak menggubris ancaman tersebut. Perlawan terus berlangsung dan semakin sengit. Para pemuda membentuk Komando Resimen Laskah Rakyat Medan Area. Perlawanan terhadap Inggris dan Belanda terus berlanjut sampai Agresi Militer Belanda I pada bulan Juli 1947. 4. Bandung Lautan Api Pada bulan Oktober 1945, tentara Sekutu memasuki Kota Bandung. Ketika itu para pejuang Bandung sedang melaksanakan pemindahan kekuasaan dan merebut senjata dan peralatan dari tentara Jepang. Tentara Sekutu menduduki dan menguasai kantor-kantor penting. Tentara NICA membonceng tentara Sekutu itu. NICA berkeinginan mengembalikan kekuasaan Belanda di Indonesia. Para pe-

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI juang yang tergabung dalam TKR, laskar-laskar, dan badanbadan pejuang mengadakan perlawanan terhadap tentara Sekutu dan Belanda. Pada tanggal 21 November 1945, tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum (peringatan) pertama agar kota Bandung bagian utara dikosongkan oleh pihak Indonesia selambat-lambatnya tanggal 29 November 1945. Para pejuang kita harus menyerahkan senjata yang dirampas dari tentara Jepang. Alasannya untuk menjaga keamanan. Apabila tidak diindahkan, tentara Sekutu akan menyerang habis-habisan. Peringatan ini tidak dihiraukan oleh para pejuang Indonesia. Sejak saat itu sering terjadi bentrokan senjata. Kota Bandung terbagi menjadi dua, Bandung Utara dan Bandung Selatan. Karena persenjataan yang tidak memadai, pasukan TKR dan para pejuang lainnya tidak dapat mempertahankan Bandung Utara. Akhirnya Bandung Utara dikuasai oleh Sekutu. Pada tanggal 23 Maret 1946 tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum kedua. Mereka menuntut agar semua masyarakat dan para pejuang TRI (Tentara Republik Indonesia) mengosongkan kota Bandung bagian selatan. Perlu diketahui bahwa sejak 24 Januari 1946, TKR telah berubah namanya menjadi TRI. Demi keselamatan rakyat dan pertimbangan politik, pemerintah Republik Indonesia Pusat memerintahkan TRI dan para pejuang lainnya mundur dan mengosongkan Bandung Selatan. Tokoh-tokoh pejuang, seperti Aruji Kartawinata, Suryadarma, dan Kolonel Abdul Harris 158 Nasution yang menjadi Panglima TRI waktu itu segera bermusyawarah. Mereka sepakat untuk mematuhi perintah dari Pemerintah Pusat. Namun, mereka tidak mau menyerahkan kota Bandung bagian selatan itu secara utuh kepada musuh. Rakyat diungsikan ke luar kota Bandung. Pasukan TRI dan para pejuang lainnya dengan berat hati meninggalkan Bandung Selatan. Sebelum ditinggalkan, Bandung Selatan dibumihanguskan oleh para pejuang. Bumi hangus adalah memusnahkan dengan pembakaran semua barang, bangunan, gedung yang mungkin akan dipakai oleh musuh. Pertempuran terus berlanjut. Para anggota TKR dan pemuda kita menggunakan taktik perang gerilya. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 23 Maret 1946 dan terkenal dengan sebutan Bandung Lautan Api. Dalam peristiwa tersebut, gugur seorang pejuang Mohammad Toha. B. Usaha Perdamaian dan Agresi Militer Belanda Para pemimpin negara menyadari bahwa perang memakan banyak korban. Perang juga membuat rakyat menderita. Oleh karena itu para pemimpin mengusahakan perdamaian dengan jalan perundingan. Berikut ini beberapa usaha perundingan yang dilakukan. a. Perjanjian Linggarjati Pimpinan tentara Inggris menyadari, sengketa Indonesia dengan Belanda tidak mungkin diselesaikan melalui peperangan. Inggris berusaha mempertemukan kedua belah pihak di meja perundingan. Melalui meja perundingan diharapkan konflik bisa diatasi.

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pada tanggal 10 November 1946 diadakan perundingan antara Indonesia dan Belanda. Perundingan ini dilaksanakan di Linggajati. Linggajati terletak di sebelah selatan Cirebon. Dalam perundingan itu delegasi Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Syahrir. Sementara delegasi Belanda dipimpin oleh Van Mook. Pada tanggal 15 November 1946, hasil perundingan diumumkan dan disetujui oleh kedua belah pihak. Secara resmi, naskah hasil perundingan ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dan Belanda pada tanggal 25 Maret 1947. Hasil Perjanjan Linggajati sangat merugikan Indonesia karena wilayah Indonesia menjadi sempit. Berikut ini isi perjanjian Linggajati. 1. Belanda hanya mengakui kekuasaan Republik Indonesia atas Jawa, Madura, dan Sumatera. 2. Republik Indonesia dan Belanda akan bersama-sama membentuk Negara Indonesia Serikat yang terdiri atas: a. Negara Republik Indonesia, b. Negara Indonesia Timur, dan c. Negara Kalimantan. 3. Negara Indonesia Serikat dan Belanda akan merupakan suatu uni (kesatuan) yang dinamakan Uni IndonesiaBelanda dan diketuai oleh Ratu Belanda. b. Agresi Militer Belanda I Meskipun sudah ada Perjanjian Linggajati, Belanda tetap berusaha untuk menjajah Indonesia. Pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda menyerang wilayah Republik Indonesia. 159 Tindakan ini melanggar Perjanjian Linggajati. Belanda berhasil merebut sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Akibatnya wilayah kekuasaan Republik Indonesia semakin kecil. Serangan militer Belanda ini dikenal sebagai Agresi Militer Belanda I.Peristiwa tersebut menimbulkan protes dari negara-negara tetangga dan dunia internasional. Wakil-wakil dari India dan Australia mengusulkan kepada PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) agar mengadakan sidang untuk membicarakan masalah penyerangan Belanda ke wilayah Republik Indonesia. c. Perjanjian Renville (17 Januari 1948) Pada tanggal 1 Agustus 1947, Dewan Keamanan PBB memerintahkan agar pihak Indonesia dan Belanda menghentikan tembak-menembak. Akhirnya pada tanggal 4 Agustus 1947, Belanda mengumumkan gencatan senjata. Gencatan senjata adalah penghentian tembak-menembak di antara pihak-pihak yang berperang. PBB membantu penyelesaian sengketa antara Indonesia dan Belandadengan membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) yang terdiri atas: 1. Australia, dipilih oleh Indonesia; 2. Belgia, dipilih oleh Belanda; 3. Amerika Serikat, dipilih oleh Australia dan Belanda. Komisi Tiga Negara (KTN) memprakarsai perundingan antara Indonesia dan Belanda. Perundingan dilakukan di atas kapal Renville, yaitu kapal Angkatan Laut Amerika Serikat.

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Oleh karena itu, hasil perundingan ini dinamakan Perjanjian Renville. Dalam perundingan itu Negara Indonesia, Belanda, dan masing-masing anggota KTN diwakili oleh sebuah delegasi. 1. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Mr. Amir Syarifuddin. 2. Delegasi Belanda dipimpin oleh R. Abdul Kadir Wijoyoatmojo. 3. Delegasi Australia dipimpin oleh Richard C. Kirby. 4. Delegasi Belgia dipimpin oleh Paul van Zeeland. 5. Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Frank Porter Graham. Isi perjanjian Renville adalah sebagai berikut. 1. Belanda hanya mengakui daerah Republik Indonesia atas Jawa Tengah, Yogyakarta, sebagian kecil Jawa Barat, dan Sumatera. 2. Tentara Republik Indonesia ditarik mundur dari daerahdaerah yang telah diduduki Belanda. Hasil Perjanjian Renville sangat merugikan Indonesia. Wilayah kekuasaan Republik Indonesia menjadi semakin sempit. d. Agresi Militer Belanda II Belanda terus berusaha menguasai kembali Indonesia. Pada tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan serangan atas wilayah Republik Indonesia. Penyerangan Belanda ini dikenal sebagai Agresi Militer Belanda II. 160 Ibu kota Republik Indonesia waktu itu, Yogyakarta, diserang Belanda. Perlu diketahui bahwa sejak 4 Januari 1946, lbu kota Republik Indonesia pindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Belanda mengerahkan angkatan udaranya. Lapangan Udara Maguwo tidak dapat dipertahankan. Akhirnya Yogyakarta direbut Belanda. Presiden Sukarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, dan Suryadarma ditangkap Belanda. Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditawan dan diasingkan ke Pulau Bangka. Sebelum tertangkap, Presiden Sukarno telah mengirim mandat lewat radio kepada Menteri Kemakmuran, Mr. Syaffiruddin Prawiranegara yang berada di Sumatera. Tujuannya ialah untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ibu kota Bukit Tinggi. Agresi Militer Belanda II menimbulkan reaksi dunia, terutama negaranegara di Asia. Negara-negara di Asia seperti India, Myanmar, Afganistan, dan lain-lain segera mengadakan Konferensi New Delhi pada bulan Desember 1949. Mereka bersimpati kepada perjuangan rakyat Indonesia, dan mendesak agar: 1. Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta, dan 2. Serdadu Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia.

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Akan diselenggarakan perundingan lagi, yaitu KMB, antara Belanda dan Indonesia setelah Pemerintah Republik Indonesia kembali ke Yogyakarta. Belanda tidak memperdulikan desakan itu. Belanda baru bersedia berunding setelah Dewan Keamanan PBB turun tangan. C. Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan Komisi PBB untuk Indonesia atau UNCI (United Nations Commission for Indonesia) berhasil mempertemukan pihak Indonesia dan Belanda dalam meja perundingan. Dalam perundingan-perundingan itu, delegasi dari Indonesia berjuang secara diplomasi supaya kedaulatan Indonesia diakui. Perundingan-perundingan itu antara lain, Perundingan RumRoyen dan Konferensi Meja Bundar (KMB). a. Perjanjian Rum-Royen Perjanjian Rum-Royen disetujui di Jakarta pada tanggal 7 Mei 1949. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Mr. Moh. Rum, sedangkan pihak Belanda dipimpin oleh Dr. van Royen. Anggota delegasi Indonesia lainnya ialah Drs. Moh. Hatta dan Sri Sultan Hamengku Buwono lX. Isi Perjanjian Rum-Royen adalah sebagai berikut. 1. Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta. 2. Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan politik. 3. Belanda menyetujui adanya Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat. 161 b. Konferensi Meja Bundar (KMB) Sebagai tindak lanjut Perjanjian Rum-Royen, pada tanggal 23 Agustus sampai dengan 2 November 1949 diadakan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Drs. Moh. Hatta, delegasi BFO (Bijeenkomst Voor Federal Overleg) atau Badan Musyawarah Negaranegara Federal dipimpin oleh Sultan Hamid II. Delegasi Belanda dipimpin oleh Mr. van Maarseveen. Sedangkan UNCI dipimpin oleh Chritchley. Hasil-hasil persetujuan yang dicapai dalam KMB adalah sebagai berikut. 1. Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949. 2. RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia Belanda. 3. Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda. Kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan dalam KMB sangat memuaskan rakyat Indonesia. Akhirnya kedaulatan negara Indonesia diakui oleh pihak Belanda. Seluruh rakyat Indonesia menyambut hasil KMB dengan suka cita.

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Pengakuan Kedaulatan Sesuai hasil KMB, pada tanggal 27 Desember 1949 diadakan upacara pengakuan kedaulatan dari Pemerintah Belanda kepada Pemerintah RIS. Upacara pengakuan kedaulatan dilakukan di dua tempat, yaitu Den Haag dan Yogyakarta secara bersamaan. Dalam acara penandatanganan pengakuan kedaulatan di Den Haag, Ratu Yuliana bertindak sebagai wakil Negeri Belanda Belanda dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil Indonesia. Sedangkan dalam upacara pengakuan kedaulatan yang dilakukan di Yogyakarta, pihak Belanda diwakili oleh Mr. Lovink (wakil tertinggi pemerintah Belanda) dan pihak Indonesia diwakili Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dengan pengakuan kedaulatan itu berakhirlah kekuasaan Belanda atas Indonesia dan berdirilah Negara Republik Indonesia Serikat. Sehari setelah pengakuan kedaulatan, ibu kota negara pindah dari Yogyakarta ke Jakarta. Kemudian dilangsungkan upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan dengan pengibaran bendera Indonesia. D. Menghargai Jasa Tokoh-tokoh Perjuangan dalam Mempertahankan Kemerdekaan Ada banyak tokoh yang terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Ada tokoh-tokoh yang berjuang secara fisik dengan melakukan perang gerilya. Ada juga tokoh-tokoh yang berjuang lewat jalur perjuangan diplomasi. Berikut ini kita akan membahas beberapa tokoh di antaranya. 162 1. Ir. Soekarno Sukarno adalah proklamator kemerdekaan Indonesia. Didampingi Drs. Moh. Hatta beliau membacakan teks proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Beliau adalah presiden pertama Republik Indonesia. Sebagai presiden, beliau turut berjasa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Beliau mulai merintis pemerintahan Indonesia dalam masa-masa yang sangat sulit. Sebagai presiden, beliau memberikan semangat kepada Bangsa Indonesia untuk tetap berjuang. Beliau ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka ketika Belanda melakukan agresi militer pada tanggal 19 Desember 1948. Sebelumnya, beliau telah mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran Syafrudin Prawiranegara yang berada di Sumatera untuk membentuk dan memimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). 2. Drs. Moh. Hatta Drs. Mohammad Hatta juga dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia. Beliau memimpin kabinet di awal pembentukan Negara Indonesia. Jasa beliau dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan sangatlah besar. Beliau dikenal sebagai delegasi Indonesia yang handal. Pada tanggal 23 Agustus - 2 November 1949, beliau memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Hasil KMB sangat memuaskan Bangsa Indonesia. Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Upacara pengakuan kedaulatan dilakukan di dua

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tempat, yaitu di Yogyakarta dan di Den Haag pada tanggal 27 Desember 1949. 3. Jendral Sudirman Peranan Jenderal Sudirman dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia sangat besar. Sebagai Panglima TKR, Divisi V Banyumas, Sudirman memimpin Pertempuran Ambarawa dan berhasil mengusir tentara Inggris. Pada tanggal 18 Desember 1945, Sudirman diangkat oleh menjadi Panglima Besar TKR dengan pangkat jenderal. Sudirman tetap memimpin perang gerilya meskipun beliau dalam keadaan sakit. 4. Bung Tomo Sutomo atau Bung Tomo dilahirkan di Surabaya. Pada zaman pergerakan beliau bekerja di Surat Kabar Suara Umum dan menjadi redaktur mingguan Pembela Rakyat. Beliau mendirikan dan memimpin Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia. Beliau mengobarkan semangat rakyat Surabaya dalam perang melawan pasukan Sekutu pada tanggal 10 November 1945. 5. Sri Sultan HB IX Sri Sultan Hamengku Buwono IX berperan besar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sebagai bangsawan, beliau membaur berjuang bersama rakyat biasa. Sri Sultan Hamengku Buwono merupakan tokoh pejuang diplomatic Indonesia. Beliau menjadi anggota delegasi Indonesia dalam Perundingan Rum-Royen yang dilakukan di Jakarta pada tanggal 2 Mei 1949. 163 Sumber : 1. Yuliati, Reni. dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2. Susilaningsih, Endang. dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4 164 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 1 Satuan Pendidikan: SD Negeri Adisucipto 1 Mata Pelajaran : IPS Kelas/semester :VB/2 Hari/tanggal : Selasa, 6 Mei 2014 Nama Kelompok : Anggota : 1. ………………………………….. 2. …………………………………. 3. …………………………………. 4. ………………………………… 5. ………………………………… 6. ………………………………… A. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu menjelaskan latar belakang terjadinya perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui diskusi kelompok. 2. Siswa mampu menyebutkan tokoh-tokoh yang berperan dalam perjuangan mempertahan kemerdekaan Indonesia melalui diskusi kelompok. B. Petunjuk 1. Diskusikan soal-soal di bawah ini bersama anggota kelompokmu ! 2. Siswa mengerjakan soal yang diberikan guru dalam kelompok asal Kelompok asal A 1 2 3 4 5 6 kelompok asal B Kelompok asal C 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kelompok asal D 1 2 3 4 5 Kelompok asal E 165 Kelompok asal F 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 3. Siswa yang mendapat nomor soal yang sama mengerjakan dalam kelompok ahli. Kelompok ahli 1 1A 1 B 1 C 1D 1E 1F 6A Kelompok ahli 4 4A 4B 4C 4D 4E 4F Kelompok ahli 2 Kelompok ahli 3 2A 2B 2C 2D 2E 2F 3A 3B 3C 3D 3E 3F Kelompok ahli 5 5A 5B 5C 5D 5E 5F 4. Setelah selesai mengerjakan, kembali ke kelompok asalmu dan jelaskan jawaban kalian masing-masing kepada anggota kelompokmu. 5. Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas ! C. Kegiatan Pembelajaran 1. Jelaskan latar belakang dan tokoh-tokoh yang berperan dalam pertempuran di Surabaya (10 November 1945). 2. Jelaskan latar belakang dan tokoh-tokoh yang berperan dalam pertempuran di Ambarawa (15 Desember 1945). 3. Jelaskan latar belakang dan tokoh-tokoh yang berperan dalam pertempuran Medan Area (10 Desember 1945). 4. Jelaskan latar belakang dan tokoh-tokoh yang berperan dalam pertempuran Bandung Lautan Api (23 Maret 1946). 5. Jelaskan latar belakang dan tokoh-tokoh yang berperan dalam pertempuran 5 Hari di Semarang (15-20 Oktober 1945). Refleksi (dijawab siswa setelah kegiatan belajar selesai) : 1. 2. 3. Kesulitan apa yang masih kamu alami? ............................................................................................. Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari tema ini? ............................................................................................. Apa rencana tindak lanjutnya? ................................................................................................

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 2 Satuan Pendidikan : SD Negeri Adisucipto 1 Mata Pelajaran : IPS Kelas/semester :VB/2 Hari/tanggal : Sabtu, 10 Mei 2014 Nama Kelompok : Anggota : 1. ………………………………….. 2. …………………………………. 3. …………………………………. 4. ………………………………… 5. ………………………………… 6. ………………………………… A. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu menjelaskan waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui diskusi kelompok. B. Petunjuk 1. Diskusikan soal-soal di bawah ini bersama anggota kelompokmu! 2. Siswa mengerjakan soal yang diberikan guru dalam kelompok asal. Kelompok asal A 1 2 3 4 5 6 Kelompok asal B Kelompok asal C 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kelompok asal D 1 2 3 4 5 Kelompok asal E 167 Kelompok asal F 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 3. Siswa yang mendapat nomor soal yang sama mengerjakan dalam kelompok ahli Kelompok ahli 1 1A 1 B 1 C 1D 1E 1F 6A Kelompok ahli 2 Kelompok ahli 3 2A 2B 2C 2D 2E 2F Kelompok ahli 4 3A 3B 3C 3D 3E 3F Kelompok ahli 5 4A 4B 4C 4D 4E 4F 5A 5B 5C 5D 5E 5F 4. Setelah selesai mengerjakan, kembali ke kelompok asalmu dan jelaskan jawaban kalian masing-masing kepada anggota kelompokmu. 5. Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas ! C. Kegiatan Pembelajaran 1. Jelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam pertempuran di Surabaya (10 November 1945) 2. Jelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam pertempuran Medan Area (10 Desember 1945) 3. Jelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam pertempuran Ambarawa (15 Desember 1945) 4. Jelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam pertempuran Lima Hari di Semarang (15-20 Oktober 1945) 5. Jelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam pertempuran Bandung Lautan Api (23 Maret 1946) Refleksi (dijawab siswa setelah kegiatan belajar selesai) : 1. 2. 3. Kesulitan apa yang masih kamu alami? ............................................................................................. Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari tema ini? ............................................................................................. Apa rencana tindak lanjutnya? .............................................................................................

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 3 Satuan Pendidikan : SD Negeri Adisucipto 1 Mata Pelajaran : IPS Kelas/semester :VB/2 Hari/tanggal : Selasa, 13 Mei 2014 Nama Kelompok : Anggota : 1. ………………………………….. 2. …………………………………. 3. …………………………………. 4. ………………………………… 5. ………………………………… 6. ………………………………… A. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu menjelaskan waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui diskusi kelompok. 2. Siswa mampu menyebutkan isi perjanjian atau hasil perundingan dalam perjuangan mempertahakan kemerdekaan Indonesia melalui diskusi kelompok. B. Petunjuk 1. Diskusikan soal-soal di bawah ini bersama anggota kelompokmu! 2. Siswa mengerjakan soal yang diberikan guru dalam kelompok asal Kelompok asal A 1 2 3 4 5 6 Kelompok asal B Kelompok asal C 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kelompok asal D Kelompok asal E 1 2 3 4 5 169 Kelompok asal F 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 3. Siswa yang mendapat nomor soal yang sama mengerjakan dalam kelompok ahli Kelompok ahli 1 Kelompok ahli 2 1A 1 B 1 C 1D 1E 1F 6A Kelompok ahli 3 2A 2B 2C 2D 2E 2F Kelompok ahli 4 3A 3B 3C 3D 3E 3F Kelompok ahli 5 4A 4B 4C 4D 4E 4F 5A 5B 5C 5D 5E 5F 4. Setelah selesai mengerjakan, kembali ke kelompok asalmu dan jelaskan jawaban kalian masing-masing kepada anggota kelompokmu. 5. Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas ! C. Kegiatan Pembelajaran 1. Sebut dan jelaskan waktu serta tokoh yang berperan dalam perundingan Linggarjati. Tuliskan pula hasil perundingan Linggarjati. 2. Sebut dan jelaskan waktu serta tokoh-tokoh yang berperan dalam Agresi Militer I 3. Sebut dan jelaskan waktu, tempat serta tokoh-tokoh yang berperan dalam perundingan Renville. Tulis pula hasil perundingannya. 4. Sebut dan jelaskan waktu serta tokoh-tokoh yang berperan dalam perundingan Roem Royen. Tulis pula hasil perundingannya. 5. Sebut dan jelaskan waktu serta tokoh-tokoh yang berperan dalam Konferensi perundingannya. Meja Bundar. Tulis pula hasil

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Refleksi (dijawab siswa setelah kegiatan belajar selesai) : 1. 2. 3. Kesulitan apa yang masih kamu alami? ............................................................................................. Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari tema ini? ............................................................................................. Apa rencana tindak lanjutnya? ............................................................................................. 170

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 Lembar Kerja Siswa Pertemuan 4 Satuan Pendidikan : SD Negeri Adisucipto 1 Mata Pelajaran : IPS Kelas/semester :VB/2 Hari/tanggal : Sabtu, 17 Mei 2014 Nama Kelompok : Anggota : 1. ………………………………….. 2. …………………………………. 3. …………………………………. 4. ………………………………… 5. ………………………………… 6. ………………………………… A. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu menjelaskan cara menghargai tokoh-tokoh dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui diskusi kelompok. B. Petunjuk 1. Diskusikan soal-soal di bawah ini bersama anggota kelompokmu! 2. Siswa mengerjakan soal yang diberikan guru dalam kelompok asal Kelompok asal A 1 2 3 4 5 6 Kelompok asal B Kelompok asal C 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kelompok asal D Kelompok asalE 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 172 Kelompok asal F 1 2 3 4 5 3. Siswa yang mendapat nomor soal yang sama mengerjakan dalam kelompok ahli Kelompok ahli 1 1A 1 B 1 C 1D 1E 1F 6A Kelompok ahli 4 4A 4B 4C 4D 4E 4F Kelompok ahli 2 Kelompok ahli 3 2A 2B 2C 2D 2E 2F 3A 3B 3C 3D 3E 3F Kelompok ahli 5 5A 5B 5C 5D 5E 5F 4. Setelah selesai mengerjakan, kembali ke kelompok asalmu dan jelaskan jawaban kalian masing-masing kepada anggota kelompokmu. 5. Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas ! C. Kegiatan Pembelajaran 1. Jelaskan beberapa cara menghargai menghargai perjuangan para tokoh kemerdekaan Indonesia. Refleksi (dijawab siswa setelah kegiatan belajar selesai) : 1. 2. 3. Kesulitan apa yang masih kamu alami? ............................................................................................. Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari tema ini? ............................................................................................. Apa rencana tindak lanjutnya? .............................................................................................

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 Lampiran 5 KISI – KISI SOAL SIKLUS 1 MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indikator Nomor soal 1. Menjelaskan latar 1, 5, 4,7,12,13 belakang terjadinya perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 2. Menyebutkan tokoh – 2, 3,6,10 tokoh pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 3. Menjelaskan waktu terjadinya peristiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia 8, 9, 11

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 Soal Evaluasi siklus 1 Nama lengkap : NILAI : No.absen/ kelas : Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberikan tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d . 1. Tentara Sekutu datang ke Indonesia diberi tugas untuk melucuti tentara …….. a. Jepang b. Belanda c. Indonesia d. Amerika 2. Komandan Sekutu yang gugur dalam pertempuran di Surabaya tanggal 30 Oktober 1945 adalah…… a. Charmi Chael b. A.W.S Mallaby c. Brigjen Bethel d. T.E.D Kelly 3. Nama tokoh yang mengobarkan semangat para pemuda Surabaya melalui pidato-pidatonya adalah….. a. Bung Karno b. Bung Tomo c. Bung Hatta d. Ismanu 4. Pada tanggal 15-20 Oktober 1945 terjadi peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang. Salah satu penyebab pertempuran ini adalah ……… a. Tewasnya dr Karyadi ditembak Jepang b. Jepang tidak menyerah pada sekutu c. Ultimatum Jepang yang tidak diindahkan oleh rakyat Indonesia d. NICA membonceng Sekutu ke Indonesia 5. KNIL adalah Pemerintah Sipil Belanda yang datang ke Indonesia membonceng….. a. Amerika b. Inggris c. Sekutu d. Portugis

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 6. Seorang komando resimen yang gugur dalam pertempuran melawan Inggris di Ambarawa adalah…… a. Bu Tomo b. Kolonel Sudirman c. Letnan Kolonel Isdiman d. Dr. Karyadi 7. Pembumihangusan bangunan di selatankota Bandung dimaksudkan untuk …... a. Menghalangi pergerakan pasukan Sekutu b. Menghilangkan jejak tentara Indonesia c. Mencegah Belanda memakai bangunan itu d. Menjatuhkan mental pasukan Belanda 8. Peristiwa Bandung Lautan Api terjadi pada tahun…. a. 1945 b. 1946 c. 1947 d. 1948 9. Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal …. a. 2 Mei b. 1 Juni c. 28 Oktober d. 10 November 10. Tokoh yang memimpin dalam pertempuran Ambarawa adalah… a. Letnan Kolonel Isdiman b. Letnan Kolonel Sudiman c. Kolonel Sudirman d. Kolonel Supriyadi 11. Pertempuran 10 Desember di Medan yang menelan banyak korban membuat Sekutu memasang papan pembatas bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area yang berarti….. a. Batas wilayah penyerangan Sekutu b. Batas wilayah kekuasaan Sekutu c. Batas wilayah perundingan Sekutu d. Batas wilayah kemerdekaan Sekutu 12. Pada tanggal 9 Oktober 1945 pasukan Inggris di bawah pimpinan Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly mendarat di….. a. Surabaya b. Semarang c. Jakarta d. Medan

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 13. Pendaratan tentara Inggris pada tanggal 25 Oktober1945 di Surabaya bertujuan untuk …… a. Menggempur Surabaya b. Melucuti senjata tentara Jepang yang membebaskan tawanan perang c. Menduduki Pangkalan Udara Tanjung Perak d. Mendirikan benteng

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus 1 1. A 2. B 3. B 4. A 5. C 6. C 7. C 8. B 9. D 10. C 11. B 12. D 13. B 177

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178 KISI – KISI SOAL SIKLUS 2 MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indikator 4. Menjelaskan peristiwaperistiwa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 5. Menyebutkan isi perjanjian atau hasil perundingan dalam perjuangan mempertahakan kemerdekaan Indonesia. 6. Menjelaskan cara menghargai tokohtokoh dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Nomor soal 1,3,5,8 2,4,6,7,10,12,13 9,11

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 Soal Evaluasi siklus 2 Nama lengkap : NILAI : No.absen/ kelas : Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberikan tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d . 1. Pada tanggal 21 Juli 1947 Belanda menyerang secara serentak ke daerah Indonesia. Peristiwa itu dikenal sebagai…. a. Agresi Militer Belanda I b. Agresi Militer Belanda II c. Agresi Militer Belanda III d. Agresi Militer Belanda IV 2. Salah satu isi perundingan Linggarjati adalah …. a. TNI dan Belanda menghentikan kontak senjata b. Akan diadakan KMB secepatnya c. Belanda mengakui wilayah Indonesia meliputi Jawa, Madura, Sumatera d. Belanda mengakui kedaulatan RI sepenuhnya 3. Belanda melanggar kesepakatan perjanjian Linggarjati dengan melakukan aksi militer yang disebut dengan…. a. Serangan mendadak b. Agresi Militer Belanda I c. Aksi militer d. Agresi Militer Belanda II 4. Perhatikan negara-negara berikut ! (1) Amerika Serikat (4) Belanda (2) Australia (5) Inggris (3) Belgia Anggota Komisi Tiga Negara (KTN) ditunjukkan oleh nomor…. a. (1), (2), dan (3) b. (2), (3) dan (4) c. (3). (4) dan (5) d. (2), (3) dan (5)

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 5. Perjanjian Renville mengakibatkan wilayah Indonesia…. a. Semakin luas b. Semakin sempit c. Tetap sama d. Semakin lebar 6. Wakil Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar yang dilaksanakan di Belanda adalah …. a. Moh. Hatta b. Soekarno c. Sultan Hamid d. Soeharto 7. Salah satu isi KMB yaitu … a. Akan diadakan genjatan senjata b. TNI harus hijrah ke daerah kantong c. Wilayah Indonesia meliputi Jawa, Madura dan Sumatera d. RIS dan Belanda akan bergabung dalam Uni Indonesia Belanda 8. Tempat berlangungnya KMB di ….. a. Amsterdam b. Leiden c. Den Haag d. Rotterdam 9. Sikap dari tokoh perjuangan bangsa yang patut dicontoh adalah…. a. Mementikan diri sendiri b. Membela rakyat demi jabatan c. Rela berkorban d. Cepat menyerah 10. Pemerintahan Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta. Pernyataan di atas merupakan salah satu isi dari perjanjian….. a. Linggarjati b. Renville c. Roem-Royen d. KMB 11. Salah satu cara menghargai perjuangan para pahlawan kemerdekaan yang dapat dilakukan siswa dengan cara…. a. Mengikuti upacara bendera merah putih dengan khitmat b. Membantu perkerjaan ibu di rumah c. Ikut memberantas kejahatan di daerah-daerah d. Membersihkan taman makam pahlawan

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. Pada perjanjian Roem Royen delegasi Indonesia dipimpin oleh …. a. Muhammad Rum b. Sutan Syahrir c. Moh. Hatta d. Van Royen 13. Dalam Konferensi Meja Bundar disepakati bahwa Negara Indonesia menjadi Negara….. a. Republik Indonesia b. Republik Indonesia Serikat c. Negara Kesatuan Republik Indonesia d. Negara Federal Indonesia 181

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kunci Jawaban Soal Evaluasi siklus 2 1. A 2. C 3. B 4. A 5. B 6. A 7. D 8. C 9. C 10. C 11. A 12. A 13. B 182

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 Lampiran 6 DATA VALIDITAS DAN RELIABILITAS SIKLUS 1 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 3 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 4 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 5 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 6 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 7 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 8 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 9 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 11 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 12 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 13 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 14 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 JML 14 7 3 6 7 12 9 13 9 6 15 12 15 9 5 15 7 3 10 14 9 15 13 10 14 11 13 5 14 15 13 13

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DATA VALIDITAS DAN RELIABILITAS SIKLUS 2 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 3 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 4 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 5 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 6 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 9 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 10 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 11 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 12 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 13 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 14 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 15 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 JML 10 3 5 6 10 8 8 10 14 8 13 5 8 8 6 10 13 3 3 5 7 9 10 12 11 14 15 4 15 13 8 15 184

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7 HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS (SIKLUS I) Reliability Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total 31 0 31 % 100.0 .0 100.0 a. Listwise deletion based on all v ariables in the procedure. Reliabi lity Statisti cs Cronbach's Alpha .799 N of Items 15 Item-Total Statistics Siklus1_1 Siklus1_2 Siklus1_3 Siklus1_4 Siklus1_5 Siklus1_6 Siklus1_7 Siklus1_8 Siklus1_9 Siklus1_10 Siklus1_11 Siklus1_12 Siklus1_13 Siklus1_14 Siklus1_15 Scale Mean if Item Deleted 8.2581 8.0968 8.5161 8.4194 8.1290 8.0323 8.0645 8.1935 8.1613 8.1613 8.2258 8.1935 8.3871 8.5806 8.3226 Scale Variance if Item Deleted 11.665 11.490 11.058 11.052 11.583 11.632 11.862 13.028 11.473 11.406 11.581 13.228 11.245 11.252 11.492 Corrected Item-Tot al Correlation .377 .503 .608 .571 .449 .516 .397 -.017 .468 .490 .410 -.073 .503 .589 .423 Cronbach's Alpha if Item Delet ed .790 .780 .771 .774 .784 .780 .788 .818 .782 .781 .787 .822 .779 .774 .786 185

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS (SIKLUS II) Reliability Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total 32 0 32 % 100.0 .0 100.0 a. Listwise deletion based on all v ariables in the procedure. Reliabi lity Statisti cs Cronbach's Alpha .852 N of Items 15 Item-Total Statistics Siklus2_1 Siklus2_2 Siklus2_3 Siklus2_4 Siklus2_5 Siklus2_6 Siklus2_7 Siklus2_8 Siklus2_9 Siklus2_10 Siklus2_11 Siklus2_12 Siklus2_13 Siklus2_14 Siklus2_15 Scale Mean if Item Deleted 9.6563 9.7188 9.6875 10.0000 9.6250 10.0000 10.0000 10.0313 9.6875 9.8750 9.6563 9.7500 9.7813 9.7188 9.8125 Scale Variance if Item Deleted 12.684 12.402 12.673 11.613 14.629 12.129 11.935 14.676 13.190 11.919 12.749 12.452 12.241 12.467 12.222 Corrected Item-Tot al Correlation .596 .611 .551 .727 -.138 .565 .625 -.141 .361 .655 .570 .561 .606 .588 .590 Cronbach's Alpha if Item Delet ed .838 .836 .840 .827 .868 .838 .834 .879 .849 .832 .839 .839 .836 .837 .837 186

(208) Lampiran 8 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187 Panduan Pengamatan Minat Belajar Siswa No Indikator 1. Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS 2. 3. 4. Deskriptor a. Siswa senang memberi tanggapan dan jawaban terhadap pernyataan yang diberikan guru. b. Siswa senang membantu teman yang kesulitan dalam memahami dan mengerjakan soal. c. Siswa antusias dalam mengikuti setiap materi IPS d. Siswa segera membuka buku sumber lain untuk mencari jawaban ketika guru melakukan tanya jawab. e. Siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas dari guru tentang materi IPS. Perhatian dalam a. Siswa bertanya kepada kepada guru jika ada belajar IPS hal yang tidak dimengerti. b. Siswa tetap berkonsentrasi walaupun ada suara gaduh. c. Siswa tidak melamun ketika pelajaran sedang berlangsung. d. Siswa tidak membicarakan hal lain dengan teman ketika pelajaran sedang berlangsung. e. Siswa tidak mengganggu teman lain ketika sedang belajar. Kemauan siswa a. Siswa menuliskan hal-hal penting berkaitan dalam dengan pelajaran IPS mengembangkan b. Siswa membuat catatan pelajaran IPS dengan penguasaan rapi. terhadap materi c. Siswa mengerjakan soal dengan teliti IPS d. Siswa membuat pertanyaan yang mendalam mengenai materi yang sedang dibahas. e. Siswa membawa buku sumber IPS lebih dari satu buku. Keterlibatan a. Siswa aktif bertanya dalam diskusi kelompok. siswa dalam b. Siswa aktif member jawaban dalam diskusi. belajar IPS c. Siswa aktif memberikan tanggapan dari suatu jawaban teman dalam diskusi. d. Siswa mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan. e. Siswa mau menjelaskan di depan kelas tanpa disuruh. Jumlah keseluruhan Nampak (1)/ tidak (0)

(209) Lampiran 9 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 Kisi-Kisi Lembar Kuisioner Minat Belajar Siswa No. Indikator 1. Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS Perhatian dalam belajar IPS Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS Keterlibatan siswa dalam belajar IPS Jumlah 2. 3. 4. Jenis Penyataan Pernyataan Pernyataan positif Negatif 1,7,13,19 16 Jumlah Pernyataan 5 5 4,6,8,12 5 2, 9, 10, 18 14 5 3, 11, 15, 20 17 5 13 7 20 Nilai yang diperoleh =

(210) PLAGIAT Lampiran 10 MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189 Kuisioner Minat Belajar Siswa Nama : ……………………. No.absen : ……………………. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. I. Petunjuk Pengisian 1. Teliti baik-baik setiap butir pertanyaan dan alternatif jawaban. 2. Pilihlah alternatif jawaban yang paling sesuai dengan pendapat anda. 3. Mohon semua butir pertanyaan dijawab dengan member tanda (√). II. Keterangan jawaban SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Pilihan Jawaban Pernyataan SS S TS STS Saya antusias dalam mengikuti setiap materi IPS Saya mengerjakan soal dengan teliti Saya mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan Saya suka menggangu teman lain ketika sedang belajar. Saya bertanya kepada guru jika ada hal yang tidak dimengerti. Saya lebih suka mengobrol hal lain dengan teman ketika pelajaran sedang berlangsung. Saya senang memberi tanggapan dan jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan oleh guru. Saya tidak dapat konsentrasi ketika ada suara gaduh. Saya membuat pertanyaan yang mendalam mengenai materi yang sedang dibahas. Saya membuat catatan pelajaran IPS dengan rapi. Saya aktif memberikan tanggapan dari suatu jawaban teman dalam diskusi. Saya suka melamun ketika pelajaran sedang berlangsung. Saya segera membuka buku sumber lain untuk mencari jawaban ketika guru melakukan tanya jawab. Saya malas membawa buku sumber IPS Saya aktif bertanya dalam diskusi kelompok Saya mengeluh ketika diberi tugas dari guru tentang pelajaran IPS. Saya tidak percaya diri untuk menjelaskan di depan kelas. Saya menuliskan hal-hal penting berkaitan dengan pelajaran IPS Saya senang membantu teman yang kesulitan dalam memahami dan mengerjakan soal Saya aktif memberikan jawaban dalam diskusi.

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11 Penilaian Prestasi Belajar Aspek Kognitif 1. Jenis : tes tertulis 2. Bentuk : pilihan ganda 3. Jumlah soal : 13 4. Penilaian : x 100 190

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12 HASIL DATA SIKLUS I

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Kuesioner Minat Belajar Siswa Siklus I Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi a 1 1 2 1 2 2 1 1 1 4 1 1 1 1 3 1 1 1 4 1 2 1 1 1 1 4 4 2 2 3 4 Perhatian dalam belajar IPS Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS Keterlibatan siswa dalam belajar IPS b 4 4 3 4 3 4 4 4 3 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 1 3 4 4 4 c 1 1 1 2 1 1 1 1 2 4 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 d 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 4 2 4 4 4 3 e 4 1 3 2 2 4 4 1 3 2 1 3 4 3 3 4 4 3 1 2 2 3 4 4 4 a 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 2 3 3 1 3 3 4 3 3 3 4 4 3 b 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 c 4 4 3 4 4 4 3 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 1 4 d 1 1 2 1 1 1 1 1 2 3 1 2 1 3 1 1 1 1 1 1 2 1 1 4 2 e 4 4 4 2 4 1 2 4 4 2 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 a 1 1 3 2 3 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 b 4 4 1 3 4 4 4 4 3 2 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 c 1 1 2 2 2 2 1 1 1 4 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 d 1 1 2 1 2 3 1 1 3 2 1 2 3 2 2 1 1 2 4 2 2 3 4 3 4 e 4 4 3 4 2 4 4 4 2 4 4 3 4 4 4 4 1 3 4 4 4 2 4 1 4 a 4 4 4 2 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 1 3 b 4 4 4 2 3 4 3 1 3 4 4 3 2 4 2 2 3 3 4 3 4 3 4 1 4 c d e 1 3 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 3 3 2 2 2 1 3 3 1 4 4 2 3 3 2 2 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 1 2 1 2 1 1 2 1 1 1 3 2 3 2 2 3 1 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 1 1 1 3 3 2 2 2 1 3 3 1 3 3 4 1 1 3 1 3 1 1 1 2 1 1 3 2 1 2 1 2 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 3 1 2 2 2 1 1 4 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 2 2 3 1 4 2 2 2 1 1 2 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 2 1 1 2 1 2 2 2 2 Skor 54 51 52 47 54 56 50 48 51 63 52 51 53 56 50 47 45 46 57 46 53 49 60 50 56 51 38 52 39 46 55 Nilai 67,5 63,8 65,0 58,8 67,5 70,0 62,5 60,0 63,8 78,8 65,0 63,8 66,3 70,0 62,5 58,8 56,3 57,5 71,3 57,5 66,3 61,3 75,0 62,5 70,0 63,8 47,5 65,0 48,8 57,5 68,8

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Pengamatan M inat Belajar Siswa Siklus I (Pertemuan I) Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi Perhatian dalam belajar IPS Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS Keterlibatan siswa dalam belajar IPS a b c d e a b c d e a b c d e a b c d e Skor Nilai 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 13 61.9 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 13 61.9 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 14 66.7 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 12 57.1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 13 61.9 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 15 71.4 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 14 66.7 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 13 61.9 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 11 52.4 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 14 66.7 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 14 66.7 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 16 76.2 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 12 57.1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 12 57.1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 13 61.9 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 14 66.7 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 16 76.2 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 14 66.7 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 12 57.1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 12 57.1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 12 57.1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 14 66.7 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 13 61.9 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 12 57.1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 14 66.7 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 13 61.9 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 13 61.9 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 12 57.1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 14 66.7 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 11 52.4 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 12 57.1

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Pengamatan M inat Belajar Siswa Siklus I (Pertemuan II) Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi Perhatian dalam belajar IPS Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS Keterlibatan siswa dalam belajar IPS a b c d e a b c d e a b c d e a b c d e Skor Nilai 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 15 71.4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 17 81.0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 90.5 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 17 81.0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 16 76.2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 18 85.7 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 81.0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 90.5 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 16 76.2 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 16 76.2 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 85.7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 95.2 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 14 66.7 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 13 61.9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 18 85.7 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 16 76.2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 95.2 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 90.5 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 85.7 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 18 85.7 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 17 81.0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 16 76.2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 90.5 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 16 76.2 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 90.5 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 81.0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 15 71.4 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 85.7 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 17 81.0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 16 76.2 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 17 81.0

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI AFEKTIF SIKLUS I (PERTEM UAN I) Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi Perhatian dalam belajar IPS a b c d e a b c d e Skor (1-11) Nilai (1-100) 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 8 72.7 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9 81.8 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 8 72.7 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 6 54.5 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 7 63.6 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 8 72.7 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 8 72.7 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 6 54.5 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 5 45.5 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 8 72.7 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 8 72.7 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8 72.7 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9 81.8 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 7 63.6 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8 72.7 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 7 63.6 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9 81.8 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 81.8 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 7 63.6 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 7 63.6 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 6 54.5 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 7 63.6 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 8 72.7 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 5 45.5 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 6 54.5 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 7 63.6 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 7 63.6 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 6 54.5 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 7 63.6 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 5 45.5 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 7 63.6

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI AFEKTIF SIKLUS I (PERTEM UAN I) Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi Perhatian dalam belajar IPS a b c d e a b c d e Skor (1-11) Nilai (1-100) 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 8 72.7 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9 81.8 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 8 72.7 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 6 54.5 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 7 63.6 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 8 72.7 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 8 72.7 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 6 54.5 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 5 45.5 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 8 72.7 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 8 72.7 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8 72.7 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9 81.8 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 7 63.6 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8 72.7 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 7 63.6 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9 81.8 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 81.8 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 7 63.6 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 7 63.6 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 6 54.5 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 7 63.6 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 8 72.7 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 5 45.5 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 6 54.5 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 7 63.6 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 7 63.6 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 6 54.5 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 7 63.6 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 5 45.5 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 7 63.6

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI RANGKUMAN NILAI AFEKTIF SIKLUS 1 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi Pertemuan 1 72,7 81,8 72,7 54,5 63,6 72,7 72,7 54,5 45,5 72,7 72,7 72,7 81,8 63,6 72,7 63,6 81,8 81,8 63,6 63,6 54,5 63,6 72,7 45,5 54,5 63,6 63,6 54,5 63,6 45,5 63,6 Pertemuan 2 72,7 90,9 81,8 81,8 81,8 90,9 72,7 90,9 72,7 72,7 81,8 90,9 72,7 54,5 90,9 72,7 90,9 81,8 72,7 81,8 72,7 72,7 90,9 63,6 81,8 72,7 63,6 72,7 72,7 63,6 81,8 Nilai Afektif Siklus 1 72,7 86,4 77,3 68,2 72,7 81,8 72,7 72,7 59,1 72,7 77,3 81,8 77,3 59,1 81,8 68,2 86,4 81,8 68,2 72,7 63,6 68,2 81,8 54,5 68,2 68,2 63,6 63,6 68,2 54,5 72,7

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Pengamatan M inat Belajar Siswa Siklus I (Pertemuan I) Psikomotorik Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS Keterlibatan siswa dalam belajar IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi a b c d e a b c d e Skor Nilai 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 5 50.0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 4 40.0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 6 60.0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 6 60.0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 6 60.0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 7 70.0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 6 60.0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 7 70.0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 6 60.0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 6 60.0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 6 60.0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 8 80.0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 3 30.0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 5 50.0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 5 50.0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 7 70.0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 7 70.0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 5 50.0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 5 50.0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 5 50.0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 6 60.0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 7 70.0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 5 50.0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 7 70.0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 8 80.0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 6 60.0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 6 60.0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 6 60.0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 7 70.0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 6 60.0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 5 50.0

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Pengamatan M inat Belajar Siswa Siklus I (Pertemuan II) Psikomotorik Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS Keterlibatan siswa dalam belajar IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi a b c d e a b c d e Skor Nilai 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 7 70.0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 7 70.0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100.0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 8 80.0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 7 70.0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 8 80.0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 8 80.0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 8 80.0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100.0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 6 60.0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 7 70.0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8 80.0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 8 80.0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100.0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100.0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100.0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9 90.0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8 80.0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100.0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8 80.0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100.0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9 90.0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 8 80.0

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI NILAI PSIKOMOTORIK SIKLUS 1 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi Pertemuan 1 50,0 40,0 60,0 60,0 60,0 70,0 60,0 70,0 60,0 60,0 60,0 80,0 30,0 50,0 50,0 70,0 70,0 50,0 50,0 50,0 60,0 70,0 50,0 70,0 80,0 60,0 60,0 60,0 70,0 60,0 50,0 Pertemuan 2 70,0 70,0 100,0 80,0 70,0 80,0 90,0 90,0 80,0 80,0 90,0 100,0 60,0 70,0 80,0 80,0 100,0 100,0 100,0 90,0 90,0 80,0 90,0 90,0 100,0 90,0 80,0 100,0 90,0 90,0 80,0 Nilai Psikomotorik Siklus 1 60,0 55,0 80,0 70,0 65,0 75,0 75,0 80,0 70,0 70,0 75,0 90,0 45,0 60,0 65,0 75,0 85,0 75,0 75,0 70,0 75,0 75,0 70,0 80,0 90,0 75,0 70,0 80,0 80,0 75,0 65,0

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HASIL PENILAIAN PRESTASI BELAJAR SIKLUS 1 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 5 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 6 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 7 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 8 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 9 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 10 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 1 11 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 12 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 13 Skor (1-13) 1 8 0 10 0 9 1 10 1 9 0 8 1 9 1 8 1 8 1 10 0 9 1 8 0 10 0 7 1 8 1 9 0 8 0 10 0 7 0 9 1 9 0 10 1 9 1 8 0 9 1 8 1 9 1 10 1 9 0 9 1 10 Nilai (1-100) 61,5 76,9 69,2 76,9 69,2 61,5 69,2 61,5 61,5 76,9 69,2 61,5 76,9 53,8 61,5 69,2 61,5 76,9 53,8 69,2 69,2 76,9 69,2 61,5 69,2 61,5 69,2 76,9 69,2 69,2 76,9

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13 HASIL DATA SIKLUS II

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Kuesioner Minat Belajar Siswa Siklus II Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi Perhatian dalam belajar IPS Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS Keterlibatan siswa dalam belajar IPS a b c d e a b c d e a b c d e a b c d e 3 4 4 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 2 3 4 4 4 2 4 4 4 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 2 3 2 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 2 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 2 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 2 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 2 3 2 3 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 2 2 2 3 2 2 2 2 3 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 2 4 3 3 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 2 4 3 4 Skor Nilai 62 77.5 78 97.5 78 97.5 69 86.3 58 72.5 66 82.5 60 75.0 66 82.5 68 85.0 63 78.8 58 72.5 66 82.5 57 71.3 74 92.5 72 90.0 69 86.3 73 91.3 75 93.8 69 86.3 77 96.3 76 95.0 75 93.8 71 88.8 78 97.5 61 76.3 64 80.0 80 100.0 73 91.3 71 88.8 74 92.5 74 92.5

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Pengamatan M inat Belajar Siswa Siklus II (Pertemuan I) Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS Perhatian dalam belajar IPS Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS Keterlibatan siswa dalam belajar IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi a b c d e a b c d e a b c d e a b c d e Skor Nilai 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 14 66.7 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 13 61.9 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 15 71.4 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 15 71.4 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 15 71.4 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 16 76.2 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 14 66.7 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 15 71.4 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 15 71.4 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 14 66.7 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 16 76.2 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 17 81.0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 14 66.7 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 16 76.2 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 14 66.7 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 15 71.4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 16 76.2 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 14 66.7 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 15 71.4 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 1 11 52.4 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 16 76.2 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 16 76.2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 16 76.2 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 15 71.4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 18 85.7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 16 76.2 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 16 76.2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 17 81.0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 16 76.2 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 15 71.4 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 15 71.4

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Pengamatan Minat Belajar Siswa Siklus II (Pertemuan II) Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS Perhatian dalam belajar IPS Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS Keterlibatan siswa dalam belajar IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi a 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 b 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 c 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 d 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 e 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 a 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 b 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 c 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 d 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 e 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 a 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 b 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 c 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 d 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 e 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 a 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 b 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 c 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 d 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 e 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Skor 19 17 18 16 16 18 18 18 20 16 18 19 19 18 18 16 19 18 17 16 18 19 18 20 18 19 18 19 18 18 19 Nilai 90,5 81,0 85,7 76,2 76,2 85,7 85,7 85,7 95,2 76,2 85,7 90,5 90,5 85,7 85,7 76,2 90,5 85,7 81,0 76,2 85,7 90,5 85,7 95,2 85,7 90,5 85,7 90,5 85,7 85,7 90,5

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI AFEKTIF SIKLUS 2 (PERTEM UAN I) Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi Perhatian dalam belajar IPS a b c d e a b c d e Skor (1-11) Nilai (1-100) 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9 81.8 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 8 72.7 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9 81.8 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 8 72.7 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 8 72.7 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9 81.8 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9 81.8 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 8 72.7 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 81.8 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 8 72.7 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9 81.8 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8 72.7 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9 81.8 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9 81.8 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 8 72.7 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 8 72.7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 90.9 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 8 72.7 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9 81.8 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 6 54.5 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9 81.8 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9 81.8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 90.9 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 8 72.7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 90.9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9 81.8 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9 81.8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 90.9 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9 81.8 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9 81.8 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 8 72.7

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI AFEKTIF SIKLUS 2 (PERTEMUAN 2) Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi a 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 b 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 c 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 d 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 e 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 Perhatian dalam belajar IPS a 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 b 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 c 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 d 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 e 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Skor (1-11) 10 8 9 8 8 9 9 10 10 8 9 9 9 10 9 8 10 9 9 8 10 9 9 10 8 9 9 10 9 9 10 Nilai (1-100) 90,9 72,7 81,8 72,7 72,7 81,8 81,8 90,9 90,9 72,7 81,8 81,8 81,8 90,9 81,8 72,7 90,9 81,8 81,8 72,7 90,9 81,8 81,8 90,9 72,7 81,8 81,8 90,9 81,8 81,8 90,9

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI NILAI AFEKTIF SIKLUS 2 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi Pertemuan 1 81,8 72,7 81,8 72,7 72,7 81,8 81,8 72,7 81,8 72,7 81,8 72,7 81,8 81,8 72,7 72,7 90,9 72,7 81,8 54,5 81,8 81,8 90,9 72,7 90,9 81,8 81,8 90,9 81,8 81,8 72,7 Pertemuan 2 90,9 72,7 81,8 72,7 72,7 81,8 81,8 90,9 90,9 72,7 81,8 81,8 81,8 90,9 81,8 72,7 90,9 81,8 81,8 72,7 90,9 81,8 81,8 90,9 72,7 81,8 81,8 90,9 81,8 81,8 90,9 Nilai Afektif Siklus 1 86,4 72,7 81,8 72,7 72,7 81,8 81,8 81,8 86,4 72,7 81,8 77,3 81,8 86,4 77,3 72,7 90,9 77,3 81,8 63,6 86,4 81,8 86,4 81,8 81,8 81,8 81,8 90,9 81,8 81,8 81,8

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Pengamatan M inat Belajar Siswa Siklus 2 (Pertemuan II) Psikomotorik Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS Keterlibatan siswa dalam belajar IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi a b c d e a b c d e Skor Nilai 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9 90.0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 8 80.0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 8 80.0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9 90.0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8 80.0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100.0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 8 80.0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9 90.0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100.0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100.0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 8 80.0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 8 80.0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9 90.0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8 80.0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 8 80.0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 8 80.0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100.0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100.0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 100.0 1 1 1 0 1 1 0 3 1 1 10 100.0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 9 90.0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9 90.0

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data Pengamatan Minat Belajar Siswa Siklus 2 (Pertemuan II) Psikomotorik Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi a 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 b 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 c 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 d 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 e 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterlibatan siswa dalam belajar IPS a 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 b 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 c 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 d 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 e 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Skor 9 9 9 8 8 9 9 8 10 8 9 10 10 8 9 8 9 9 8 8 8 10 9 10 10 10 9 9 9 9 9 Nilai 90,0 90,0 90,0 80,0 80,0 90,0 90,0 80,0 100,0 80,0 90,0 100,0 100,0 80,0 90,0 80,0 90,0 90,0 80,0 80,0 80,0 100,0 90,0 100,0 100,0 100,0 90,0 90,0 90,0 90,0 90,0

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI NILAI PSIKOMOTORIK SIKLUS 2 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama Pertemuan 1 An 50,0 Au 50,0 Bi 60,0 Fa 70,0 Dh 70,0 Fr 70,0 Gi 50,0 He 70,0 Kh 60,0 MF 60,0 Na 70,0 Du 90,0 Na 50,0 No 70,0 Zh 60,0 Je 70,0 Ju 60,0 Vi 60,0 De 60,0 Is 50,0 Os 70,0 Ad 70,0 Mt 60,0 Se 70,0 Var 80,0 Yu 70,0 Vin 70,0 Ad 70,0 Ir 70,0 Vi 60,0 Fi 70,0 Pertemuan 2 90,0 90,0 90,0 80,0 80,0 90,0 90,0 80,0 100,0 80,0 90,0 100,0 100,0 80,0 90,0 80,0 90,0 90,0 80,0 80,0 80,0 100,0 90,0 100,0 100,0 100,0 90,0 90,0 90,0 90,0 90,0 Nilai Psikomotorik Siklus 1 70,0 70,0 75,0 75,0 75,0 80,0 70,0 75,0 80,0 70,0 80,0 95,0 75,0 75,0 75,0 75,0 75,0 75,0 70,0 65,0 75,0 85,0 75,0 85,0 90,0 85,0 80,0 80,0 80,0 75,0 80,0

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HASIL PENILAIAN PRESTASI BELAJAR SIKLUS 2 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama An Au Bi Fa Dh Fr Gi He Kh MF Na Du Na No Zh Je Ju Vi De Is Os Ad Mt Se Var Yu Vin Ad Ir Vi Fi 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 5 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 6 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 7 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 8 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 Skor (1-13) 1 11 1 11 1 12 1 12 1 11 1 10 1 11 1 12 1 12 1 12 1 12 1 10 1 11 1 12 1 13 1 13 1 11 0 12 1 10 0 10 1 12 1 12 1 11 1 13 1 13 1 10 1 11 1 12 1 11 0 11 1 11 Nilai (1-100) 84,6 84,6 92,3 92,3 84,6 76,9 84,6 92,3 92,3 92,3 92,3 76,9 84,6 92,3 100,0 100,0 84,6 92,3 76,9 76,9 92,3 92,3 84,6 100,0 100,0 76,9 84,6 92,3 84,6 84,6 84,6

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 211 Lampiran 14 INSTRUMEN VALIDASI DESAIN PEMBELAJARAN Yth Bapak/Ibu berkenan untuk menilai dengan cara melingkari pada salah satu angka 1,2,3,4, dan 5 serta memberi komentar desain pembelajaran berikut pada kolom yang telah tersedia. A. SILABUS No KOMPONEN PENILAIAN 1 Kelengkapan unsur-unsur silabus 2 Kesesuaian antara SK, KD, dan indikator 3 Kualitas perumusan pengalaman belajar 4 Ketepatan pilihan perilaku esensial dalam indikator 5 perkembangan pribadi siswa Tingkat kecukupan sumber belajar yang digunakan 7 Ketepatan dalam memilih media 8 Kesesuaian teknik penilaian yang digunakan dengan indikator 9 KOMENTAR 1 2 34 5 1 2 3 45 1 2 3 45 1 2 3 45 Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan 6 SKOR Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 1 2 3 45 1 2 3 45 1 2 3 45 1 2 3 45 1 2 3 45 B. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) NO KOMPONEN PENILAIAN 1 Kelengkapan unsur-unsur RPP SKOR 1 2 3 4 5 KOMENTAR

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator Pemenuhan syarat-syarat dalam perumusan tujuan pembelajaran Isi rumusan tujuan meliputi keutuhan perkembangan pribadi siswa Ketepatan dalam memilih pendekatan/model pembelajaran Ketepatan dalam memilih metode/teknik pembelajaran Kemenarikan, variasi, dan ketepatan teknik yang digunakan dalam membuka pelajaran Rumusan kegiatan pembelajaran mencerminkan pendekatan/model/metode/teknik pembelajaran yang dipilih Rumusan kegiatan pembelajarannya mencerminkan kegiatan Eksplorasi, Elaborasi, Kolaborasi (EEK) Rumusan kegiatan pembelajaran berpotensi untuk memberdayakan siswa Rumusan kegiatan pembelajaran berpotensi untuk terciptanya pembelajaran yang menyenangkan/bermakna Tingkat variasi dalam kegiatan pembelajaran Pengorganisasian materi sistematis, logis, dan psikologis Pengaturan alokasi waktu tiap kegiatan pembelajaran proporsional Kelengkapan rumusan kegiatan akhir pelajaran (rangkuman, evaluasi, refleksi, tindak lanjut) Tingkat kesesuaian indikator, tujuan, dan item penilaian Penggunaan ragam teknik penilaian (penilaian bersifat otentik) 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 23 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Kuailitas kisi-kisi penilaian 1 2 3 4 5 Tingkat kecukupan sumber belajar 1 2 3 4 5 212

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 21 yang digunakan Ketepatan pemilihan media pembelajaran Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 213 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 C. LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) NO KOMPONEN PENILAIAN 1 Kelengkapan unsur-unsur LKS 2 Rumusan petunjuk LKS sederhana sehingga mudah dipahami siswa 3 Rumusan kegiatan pembelajaran dalam LKS singkat, sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa 4 Urutan kegiatan pembelajaran pada LKS runtut 5 Kegiatan pembelajaran dalam LKS memungkinkan tercapainya indikator/tujuan pembelajaran 6 Bahasa yang digunakan pada LKS sesuai dengan tingkat perkembangan siswa 7 Tersedia beberapa pertanyaan untuk refleksi 8 Tampilan LKS indah dan menarik SKOR 1 2 3 4 5 KOMENTAR 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 D. BAHAN AJAR NO KOMPONEN PENILAIAN 1 Materi sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai 2 Materi pelajaran memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur 3 4 5 Susunan materi pelajaran sistematis, logis, dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa Redaksional bahasa Indonesia baku dan sederhana Menuliskan sumber bahan yang dikutip dengan penulisan baku SKOR 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 KOMENTAR

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 214 E. Soal Evaluasi NO KOMPONEN PENILAIAN 1 Soal evaluasi sesuai dengan indikator yang akan dicapai 2 Soal evaluasi sesuai dengan tujuan yang akan dicapai 3 Soal evaluasi sesuai aspek penilaian kognitif 4 Rubrik pengamatan sesuai aspek afektif 5 Soal evaluasi sesuai aspek penilaian psikomotor 6 Rubrik penilaian sesuai aspek psikomotorik 7. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar SKOR KOMENTAR 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Yogyakarta, Mei 2014 Mengetahui Validitor Mahasiswa

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15 Hasil Validasi Instrumen Pembelajaran 215

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 216

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 217

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16 Hasil Kuesioner Minat Belajar 218

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17 Hasil Kerja Kelompok 219

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 220

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 221

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 18 Hasil Evaluasi Siswa Siklus 1 222

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 223

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil Evaluasi Siswa Siklus 2 224

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 225

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19 226

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 20 Dokumentasi Foto-foto Kegiatan Penelitian a. Siklus 1 228

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Siklus 2 229

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21 Surat Ijin Penelitian 230

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 22 Surat Telah Melakukan Penelitian 231

(255)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DI SMPN 5 BLAMBANGAN UMPU
0
9
79
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (PTK Kelas VIII SMP Negeri 2 Sido
0
6
16
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM.
0
0
6
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
0
0
6
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS)
0
0
71
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS KELAS V SD MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE
0
0
14
PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE MATA PELAJARAN IPS DI SD
0
0
14
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION
0
0
10
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE
0
0
16
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DI KELAS V SD
0
0
8
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS MATERI JENIS-JENIS USAHA DI INDONESIA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS V SDN SUDIMARA
0
0
14
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT)
0
1
202
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BERTUKAR PASANGAN
0
6
324
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH SISWI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT
0
0
261
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN CATURTUNGGAL 3 DENGAN PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW II
0
1
233
Show more