Self-efficacy mahasiswa dalam mengerjakan skripsi dan implikasinya terhadap upaya peningkatan self-efficacy : studi deskriptif pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2010 - USD Repository

Gratis

0
0
78
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SELF-EFFICACY MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP UPAYA PENINGKATAN SELF-EFFICACY (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Angkatan 2010) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling DisusunOleh: Yohana Fransiska Dora Liwu NIM: 101114011 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO DAN PERSEMBAHAN “Aku telah belajar bahwa sukses bukan diukur dengan posisi yang dicapai seseorang di dalam hidupnya tetapi oleh hambatan yang telah diatasinya ketika ia berusaha meraih sukses” “Orang lain selalu melihat hal-hal yang ada dan berkata, Mengapa? Tetapi aku memimpikan hal yang tidak pernah ada dan berkata Mengapa tidak?” Skripsi ini ku persembahkan bagi: Tuhan Yesus Kristus, Kedua orang tuaku, Saudara-saudaraku, Sahabat-sahabatku, Orang yang aku kasihi iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK SELF-EFFICACY MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP UPAYA PENINGKATAN SELF-EFFICACY (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Angkatan 2010) Yohana Fransiska Dora Liwu Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tingkat self-efficacy mahasiswa dalam mengerjakan skripsi (2) mengidentifikasi item pengukuran self-efficacy yang tergolong sedang, rendah dan sangat rendah serta upaya untuk dapat membantu meningkatkan self-efficacy.. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang berjumlah 40 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner self-efficacy. Kuesioner disusun oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek self-efficacy menurut Bandura (1997) dengan 70 pernyataan. Data dianalisis dengan menggunakan kategorisasi jenjang (ordinal) menurut Azwar (2007). Kategorisasi tingkat self-efficacy mahasiswa semester 8 angkatan 2010 Program Studi Bimbingan dan Konseling digolongkan menjadi 5 yaitu: sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat 11 mahasiswa (27%) yang memiliki self-efficacy sangat tinggi, terdapat 28 mahasiswa (70%) yang memiliki selfefficacy tinggi, terdapat 1 mahasiswa (3%) yang memiliki self-efficacy sedang, dan tidak terdapat mahasiswa yang memiliki self-efficacy rendah dan sangat rendah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti memberikan upaya peningkatan selfefficacy pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2010 semester 8. vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT SELF-EFFICACY OF THE STUDENT IN THE PROCESS OF WRITING THESIS AND THE IMPLICATION TOWARD THE INCREASING OF SELF-EFFICACY EFFORT (Descriptive Study on Student of Guidance and Counselling Program of Sanata Dharma University 2010) Yohana Fransiska Dora Liwu Sanata Dharma University 2014 This research is a quantitative descriptive research which has the goal to (1) describe student’s level of self-efficacy in working on their thesis (2)identify the measurement items of self-efficacy which are grouped into average, low and very low in order to help increasing the self-efficacy. Samples of the research are 40 students of Guidance and Counselling Programs of Sanata Dharma University. Instrument of research is in a form of selfefficacy questionnaire and the questionnaire is made by the researcher based on aspects of self-efficacy according to Bandura (1997) with 70 statements. The data is analyzed using ordinal categorization according to Azwar (2007). The categorization of student’s self-efficacy level is grouped into five levels, those are: very high, high, average, low and very low. Result of the research show that : there are 11 students (27%) who have very high level of self-efficacy, there are 28 students (70%) who have high level of selfefficacy, and there are 1 student who has average level of self-efficacy, and there is no students who is in the low and very low level of self-efficacy. Based on the result, researcher tries to increase the self-efficacy level of students who are in 8th semester of Counselling and Guidance Program of Sanata Dharma University. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala berkat yang di limpahkan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi. Skripsi ini merupakan tugas akhir dalam masa studi di jenjang Universitas. Melalui penulisan skripsi, penulis mendapatkan banyak pembelajaran serta pengalaman baru selama prosesnya. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terselesaikan dan berjalan dengan baik tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak yang telah dengan setia mendampingi penulis. Oleh karena itu secara khusus penulis mengucapkan terimakasih secara tulus kepada: 1. Dr. Gendon Barus, M.Si selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling yang telah memberikan ijin penelitian dan dukungan selama penyelesaian skripsi. 2. Juster Donal Sinaga, M.Pd selaku Wakil Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling yang telah bersedia membantu dalam persiapan menjelang ujian skripsi. 3. Prias Hayu Purbaning Tyas, M.Pd sebagai dosen pembimbing yang telah menyediakan waktu, tenaga, pikiran, dan dukungan kepada penulis dalam penyelesaian skripsi. 4. Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah mengajarkan teori serta pengetahuan baru selama proses perkuliahan. 5. Stefanus Pryatmoko selaku petugas sekretariat Program Studi Bimbingan dan ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING .............................. ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ......................................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK ...................................................... vi ABSTRAK ..................................................................................................... vii ABSTRACT ................................................................................................... viii KATA PENGANTAR .................................................................................... ix DAFTAR ISI .................................................................................................. xi DAFTAR TABEL .......................................................................................... xv DAFTAR GRAFIK ......................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xvii BAB I: PENDAHULUAN ............................................................................. 1 A. Latar Belakang Masalah ...................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................... 4 C. Tujuan Penelitian................................................................................. 5 D. Manfaat Penelitian............................................................................... 5 E. Definisi Operasional Variabel ............................................................. 6 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II: KAJIAN PUSTAKA ........................................................................ 8 A. SELF-EFFICACY ................................................................................ 8 1. Pengertian Self-efficacy ................................................................. 8 2. Proses Psikologis Dalam Self-efficacy .......................................... 9 a. Proses Kognitif ........................................................................ 9 b. Proses Motivasi ....................................................................... 10 c. Proses Afeksi ........................................................................... 11 d. Proses Seleksi .......................................................................... 11 3. Aspek-aspek Self-efficacy ............................................................. 12 a. Tingkatan ................................................................................. 13 b. Keadaan Umum ....................................................................... 13 c. Kekuatan.................................................................................. 13 4. Karakteristik Individu yang Memiliki Self-efficacy Tinggi dan Selfefficacy Rendah ............................................................................. 14 5. Faktor yang Mempengaruhi Self-efficacy ..................................... 15 a. Pencapaian Kinerja (performance attainment) ....................... 15 b. Pengalaman Orang Lain (vicarious experience) ..................... 16 c. Persuasi Verbal (verbal persuasion) ....................................... 17 d. Keadaan dan Reaksi Fisiologis (physiological state) .............. 18 6. Fungsi Self-efficacy ....................................................................... 18 a. Prilaku Memilih....................................................................... 19 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Usaha yang Dilakukan dan Daya Tahan ................................. 20 c. Pola Berpikir dan Reaksi Emosi ............................................. 21 B. Skripsi.................................................................................................. 22 1. Definisi Skripsi.............................................................................. 22 2. Syarat Penulisan Skripsi Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma ........................................................... 23 C. Mahasiswa ........................................................................................... 24 1. Definisi Mahasiswa ....................................................................... 24 2. Ciri-ciri Mahasiswa ....................................................................... 25 BAB III: METODE PENELITIAN ................................................................ 27 A. Jenis Penelitian .................................................................................... 27 B. Variabel Penelitian .............................................................................. 27 C. Subyek Penelitian ................................................................................ 28 D. Alat Pengumpul Data .......................................................................... 29 E. Validitas dan Reliabilitas Kuesioner ................................................... 33 1. Validitas Kuesioner ....................................................................... 33 2. Reliabilitas Kuesioner ................................................................... 35 F. Teknik Analisis Data .......................................................................... 36 1. Menentukan Skor dan Pengolahan Data ...................................... 36 2. Menentukan Kategori .................................................................... 37 G. Prosedur Pengumpulan dan Analisis Data Penelitian ......................... 40 BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 41 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI A. Hasil Penelitian ................................................................................... 41 B. Pembahasan Hasil Penelitian .............................................................. 44 C. Upaya Meningkatkan Self-efficacy...................................................... 54 BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................ 57 A. Kesimpulan.......................................................................................... 57 B. Saran-saran ......................................................................................... 58 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 60 LAMPIRAN xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1: Skoring Kuesioner self-efficacy ......................................................... 31 Tabel 2: Kisi-kisi Kuesioner self-efficacy ....................................................... 32 Tabel 3: Rincian Item Valid dan Gugur Pada Kuesioner ................................ 34 Tabel 4: Kriteria Guilford ............................................................................... 35 Tabel 5: Norma Kategorisasi........................................................................... 37 Tabel 6: Hasil Analisis Data Skor Subyek ...................................................... 39 Tabel 7: Kategorisasi Tingkat Self-efficacy Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2010 Dalam Mengerjakan Skripsi ................................................................................................ 41 Tabel 8: Hasil Analisis Item Pengukuran Self-efficacy ................................... 44 Tabel 9: Item-item Pernyataan yang Tergolong Dalam Kategori Sedang ...... 45 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GRAFIK Grafik 1: Tingkat Self-efficacy Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2010 ................................................................. xvi 42

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1: Kuesioner Penelitian Lampiran 2: Tabulasi Pengolahan Data Kuesioner Lampiran 3: Hasil Analisis Uji Validitas Lampiran 4: Hasil Reliabilitas Lampiran 5: Surat Ijin Penelitian xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab ini memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional variabel. A. Latar Belakang Masalah Mahasiswa umumnya berada pada masa dewasa awal dalam tahap perkembangan manusia. Pada masa ini mereka memiliki kebutuhan yang bisa memunculkan masalah dalam pemenuhannya. Masalah-masalah yang umumnya dihadapi mahasiswa adalah masalah studi, hambatan ekonomi, masalah keluarga, kesehatan dan hubungan dengan lawan jenis atau pacar. Menurut penelitian Jung (1993) masalah akademis menunjukkan persentase yang paling besar dibandingkan masalah yang lainnya. Masalah akademik yang paling kompleks yang dirasakan mahasiswa adalah menyusun skripsi. Saat mahasiswa telah menempuh semester akhir dan telah menyelesaikan seluruh mata kuliahnya, mahasiswa diwajibkan untuk membuat suatu karya ilmiah yaitu skripsi. Bagi mahasiswa, penulisan skripsi merupakan tugas akhir yang sangat membutuhkan motivasi belajar untuk menyelesaikannya. Menurut Danim (1997) bentuk masalahnya adalah kesulitan merumuskan masalah secara jelas, kesulitan dalam menemukan referensi yang up-to-date, penelusuran pustaka yang tidak akurat, dan ketidaksesuaian antara permasalahan dengan metode penelitian. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 mahasiswa dalam proses penyelesaian skripsi, selain keterampilan untuk menemukan permasalahan yang menarik, kemampuan untuk memahami teori, pemilihan metode penelitian yang tepat, mahasiswa juga dituntut menulis laporan yang ilmiah. Menulis laporan ilmiah, menurut Dominice dalam bukunya yang berjudul “Learning from our lives” merupakan sebuah kewajiban rutin bagi seseorang yang menempuh pendidikan pada jenjang universitas. Menulis laporan ilmiah dapat menimbulkan kecemasan bagi kebanyakan mahasiswa, yang oleh Dominice disebut writing anxiety. Hal ini bisa saja terjadi karena mahasiswa yang bersangkutan merasa terbebani dengan tugas pembuatan skripsi yang akan menjadi bahan evaluasi kelulusan. Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi umumnya merasa tegang dan tertekan jika tidak direspon secara proporsional bisa memunculkan reaksi yang lebih parah seperti depresi. Depresi dirasakan mahasiswa akibat dari tuntutan serta kurangnya usaha yang dilakukan dalam mengatasi tututan yang dihadapi. Maka dari itu, mahasiswa tidak bisa menyelesaikan studinya sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Amalia Erit Rina Fadillah yang berjudul Stres dan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa menyatakan bahwa Stres pada mahasiswa Psikologi Universitas Mulawarman Samarinda yang sedang menyusun skripsi termasuk pada kategori stres tingkat tinggi. Hal ini disebabkan berbagai hambatan seperti sulitnya bertemu dosen pembimbing, sulitnya mencari literatur referensi

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 buku, lingkungan yang kurang kondusif dan adanya rasa lelah saat menyusun skripsi dikarenakan terlalu lama menyusun skripsi. Menurut wawancara peneliti dengan beberapa mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang sedang mengerjakan skripsi menyatakan bahwa beberapa mahasiswa memiliki perasaan yang berbeda-beda. Ada yang merasa bahwa skripsi sebagai suatu hal yang memang harus dilewati sebagai bagian dari pendewasaan diri, ada yang merasa bahwa skripsi adalah “momok” dan menyebabkan ketakutan, ada pula yang berupaya mengerjakan secara cepat sehingga dapat cepat terbebas dari beban yang ada, sampai ada yang terkesan seperti “melarikan diri dari kenyataan.” Terkait dengan pengerjaan skripsi, seringkali mahasiswa memiliki persepsi bahwa dia tidak mampu untuk menyelesaikan tugas pembuatan skripsinya, sehingga timbullah perasaan cemas. Persepsi atau keyakinan terhadap diri yang tidak mampu ini berkaitan erat dengan tinggi atau rendahnya tingkat self-efficacy mahasiswa tersebut. Self-efficacy adalah penilaian seseorang tentang apa yang dapat dilakukan dengan ketrampilan apapun yang dimilikinya sehingga nantinya akan berpengaruh pada cara mengatasi situasi tersebut untuk mencapai tujuan tertentu dengan berhasil. Penilaian atau perasaan itu berkaitan dengan kompetensi dan efektifitas yang berakhir pada cara/usaha khususnya dalam mengerjakan skripsi. Kecemasan dasar yang dialami oleh mahasiswa merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan self-efficacy rendah. Ciri-ciri yang di

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 timbulkan jika seseorang memiliki self-efficacy rendah antara lain adalah menghindari tugas yang sulit, merasa tidak mampu, kurang berani mengambil resiko, dan rentan mengalami gangguan emosional seperti stress dan depresi. Oleh karena itu, berdasarkan keadaan nyata serta wawancara, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “SELF-EFFICACY MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP UPAYA PENINGKATAN SELFEFFICACY (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Angkatan 2010). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui butir-butir self-efficacy yang tergolong sedang, rendah dan sangat rendah sehingga dapat menjadi bahan evaluasi diri maupun program studi melalui upaya untuk meningkatkan self-efficacy mahasiswa dalam menghadapi skripsi. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, permasalahan penelitian ini adalah: 1. Seberapa tinggi self-efficacy mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 dalam mengerjakan skripsi? 2. Berbagai upaya apa yang dapat membantu untuk meningkatkan selfefficacy mahasiswa angkatan 2010 Bimbingan dan Konseling dalam mengerjakan skripsi?

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan tingkat self-efficacy diri mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 dalam mengerjakan skripsi. 2. Merumuskan upaya yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan self-efficacy mahasiswa angkatan 2010 Program Studi Bimbingan dan Konseling dalam mengerjakan skripsi. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat teoritis Manfaat teoritis dari penelitian ini yaitu untuk menambah kekayaan pengetahuan konseptual berkaitan dengan self-efficacy. 2. Manfaat praktis a. Bagi subyek Dari hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi tentang tingkat self-efficacy mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 dalam mengerjakan skripsi serta upaya untuk dapat meningkatkan self-efficacy. b. Bagi program studi Bimbingan dan Konseling Mengetahui sejauh mana tingkat self-efficacy mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2010, serta mendapat

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 masukan upaya untuk meningkatkan self-efficacy yang masih tergolong sedang, rendah, dan sangat rendah. c. Bagi peneliti Penelitian ini memberikan kesempatan kepada peneliti untuk berlatih melakukan penelitian deskriptif kuantitatif serta melihat lebih jauh keadaan sebenarnya tentang tingkat selfefficacy mahasiswa dalam mengerjakan skripsi khususnya Program Studi Bimbingan dan konseling angkatan 2010. E. Definisi Operasional Variabel Agar tidak terjadi kesalahan penafsiran dari judul penelitian ini, maka peneliti merasa perlu memberikan penegasan batasan istilah dalam judul, yaitu: 1. Self-efficacy adalah penilaian seseorang tentang apa yang dapat dilakukan dengan ketrampilan dimilikinya dan akan berpengaruh pada cara mengatasi situasi untuk mencapai tujuan tertentu dengan berhasil. Penilaian atau perasaan itu berkaitan dengan kompetensi dan efektifitas yang berakhir pada cara/usaha khususnya dalam mengerjakan skripsi. 2. Skripsi adalah merupakan karangan ilmiah serta proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan analisisnya dalam mengkaji, menganalisis, memecahkan, dan menyimpulkan masalah yang ditelitinya.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 3. Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2010 adalah individu yang sedang belajar di perguruan tinggi dan memasuki masa transisi dimana mereka menyesuaikan diri terhadap pola kehidupan baru dan harapan sosial baru termasuk salah satunya adalah mengerjakan skripsi

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab ini memuat secara singkat tentang kajian pustaka relevan yang mendasari bangunan konseptual penelitian ini yang meliputi: teori self-efficacy, pengertian skripsi, dan hakikat mahasiswa. A. Self-Efficacy 1. Pengertian Self-efficacy Menurut Schultz (1991), self-efficacy adalah perasaan terhadap kecukupan, efisiensi, dan kemampuan dalam mengatasi kehidupan. Selanjutnya, Bandura (Salim, 2001) menyatakan bahwa self-efficacy adalah keyakinan, persepsi, kekuatan untuk mempengaruhi perilaku bahwa “aku bisa” untuk dapat mengatasi situasi dan menghasilkan hasil yang positif lalu akan mempengaruhi cara individu dalam bereaksi terhadap situasi dan kondisi tertentu. Papalia, Olds, dan Feldman (2009) menyatakan bahwa self-efficacy merupakan keyakinan seseorang bahwa ia memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk meraih keberhasilan. Selanjutnya, Feist dan Feist (2010) mengungkapkan bahwa self-efficacy merupakan keyakinan individu bahwa ia mampu melakukan suatu tindakan atau perilaku yang dapat menghasilkan sesuatu yang diharapkan atau diinginkan dalam suatu situasi. Panjares (Woolfolk, 2004) menambahkan bahwa self-efficacy adalah sebuah penilaian spesifik yang berkaitan dengan konteks mengenai 8

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 kompetensi untuk mengerjakan sebuah tugas spesifik. Woolfolk (2004) juga menyebutkan bahwa self-efficacy adalah kepercayaan mengenai kompetensi personal dalam sebuah situasi khusus. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Self-efficacy adalah penilaian seseorang tentang apa yang dapat dilakukan dengan ketrampilan dimilikinya dan akan berpengaruh pada cara mengatasi situasi untuk mencapai tujuan tertentu dengan berhasil. Penilaian atau perasaan itu berkaitan dengan kompetensi dan efektifitas yang berakhir pada cara/usaha khususnya dalam mengerjakan skripsi. 2. Proses Psikologis Dalam Self-efficacy Menurut Bandura (1997: 200), proses psikologis dalam Selfefficacy yang turut berperan dalam diri manusia ada 4 yakni proses kognitif, motivasional, afeksi dan proses pemilihan atau seleksi. a. Proses Kognitif Proses kognitif merupakan proses berpikir, di dalamya termasuk pemerolehan, pengorganisasian, dan penggunaan informasi. Kebanyakan tindakan manusia bermula dari sesuatu yang dipikirkan terlebih dahulu. Individu yang memiliki Self-efficacy yang tinggi lebih senang membayangkan kesuksesan. Sebaliknya individu yang memiliki Self-efficacy rendah lebih banyak membayangkan kegagalan dan hal-hal yang dapat menghambat tercapainya kesuksesan. Bentuk

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 tujuan personal dipengaruhi oleh penilaian kemampuan diri. Semakin seseorang mempersepsikan dirinya mampu, individu yang bersangkutan akan semakin membentuk usaha-usaha dalam mencapai tujuannnya dan semakin kuat komitmen individu terhadap tujuannya (Bandura, 1997). b. Proses Motivasi Kebanyakan motivasi manusia dibangkitkan melalui kognitif. Individu memberi motivasi/ dorongan bagi diri mereka sendiri dan mengarahkan tindakan melalui tahap pemikiran-pemikiran sebelumnya. Kepercayaan akan kemampuan diri dapat mempengaruhi motivasi dalam beberapa hal, yakni menentukan tujuan yang telah ditentukan individu, seberapa besar usaha yang dilakukan, seberapa tahan mereka dalam menghadapi kesulitan-kesulitan dan ketahanan mereka dalam menghadapi kegagalan (Bandura, 1997). Menurut Bandura (1997), ada tiga teori yang menjelaskan tentang proses motivasi. Teori pertama adalah causal attributions (atribusi penyebab). Teori ini fokus pada sebab-sebab yang mempengaruhi motivasi, usaha, dan reaksi-reaksi individu. Individu yang memiliki Self-efficacy tinggi bila menghadapi kegagalan cenderung menganggap kegagalan tersebut diakibatkan usaha-usaha yang tidak cukup memadai. Sebaliknya, individu yang Self-efficacy-nya rendah, cenderung menganggap kegagalanya diakibatkan kemampuan mereka yang terbatas.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Teori kedua, outcomes experience (harapan akan hasil), yang menyatakan bahwa motivasi dibentuk melalui harapan-harapan. Biasanya individu akan berperilaku sesuai dengan keyakinan mereka tentang apa yang dapat mereka lakukan. Teori ketiga, goal theory (teori tujuan), dimana dengan membentuk tujuan terlebih dahulu dapat meningkatkan motivasi. c. Proses Afeksi Proses afeksi merupakan proses pengaturan kondisi emosi dan reaksi emosional. Menurut Bandura (1997), keyakinan individu akan coping mereka turut mempengaruhi level stres dan depresi seseorang saat mereka menghadapi situasi yang sulit. Persepsi Selfefficacy tentang kemampuannya mengontrol sumber stres memiliki peranan penting dalam timbulnya kecemasaan. Individu yang percaya akan kemampuannya untuk mengontrol situasi cenderung tidak memikirkan hal-hal yang negatif. Individu yang merasa tidak mampu mengontrol situasi cenderung mengalami level kecemasan yang tinggi, selalu memikirkan kekurangan mereka, memandang lingkungan sekitar penuh dengan ancaman, membesarbesarkan masalah kecil, dan terlalu cemas pada hal-hal kecil yang sebenarnya jarang terjadi (Bandura, 1997). d. Proses Seleksi Kemampuan individu untuk memilih aktivitas dan situasi tertentu turut mempengaruhi efek dari suatu kejadian. Individu

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 cenderung menghindari aktivitas dan situasi yang diluar batas kemampuan mereka. Bila individu merasa yakin bahwa mereka mampu menangani suatu situasi, maka mereka cenderung tidak menghindari situasi tersebut. Dengan adanya pilihan yang dibuat, individu kemudian dapat meningkatkan kemampuan, minat, dan hubungan sosial mereka (Bandura, 1997). 3. Aspek Self-efficacy Menurut Bandura (1997) ada dua aspek, aspek tersebut adalah; keyakinan diri (efficacy belief atau efficacy expectation) dan pengharapan hasil (outcome expectation). Elliot (2000) menjelaskan Outcome expectation merupakan estimasi seseorang tentang konsekuensi dan tindakan yang dilakukan. Outcome expectation terdiri dari tiga sub aspek yaitu pengharapan positif yang bertindak sebagai pendorong, pengharapan negatif yang bertindak sebagai penghambat, dan dampak. Bandura (1997) menjelaskan efficacy expectation merupakan keyakinan seseorang untuk bisa menguasai dengan baik perilaku yang dibutuhkan dalam mencapai suatu prestasi. Efficacy expectation terdiri dari sub aspek yaitu tingkatan (level), kekuatan (strength) dan keadaan umum (generality)

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 a. Tingkatan (level) Dimensi level mengacu pada perbedaan self-efficacy yang dihayati oleh masing-masing individu dikarenakan perbedaan tuntutan yang dihadapi. Tuntutan tugas mempresentasikan bermacam-macam tingkat kesulitan atau kesukaran untuk mencapai tuntutan itu sedikit, maka aktivitas lebih mudah untuk dilakukan, sehingga kemudian individu akan memiliki self-efficacy yang tinggi. b. Keadaan Umum (generality) Individu mungkin akan menilai dan merasa yakin melalui bermacam-macam aktivitas atau hanya dalam daerah fungsi tertentu. Keadaan umum bervariasi dalam jumlah dari dimensi yang berbedabeda, diantaranya tingkat kesamaan aktivitas, perasaan dimana kemampuan ditunjukkan (tingkah laku, kognitif, afektif), ciri kualitatif situasi dan karateristik individu menuju kepada siapa perilaku itu ditujukan. Pengukuran berhubungan dengan daerah aktivitas dan konteks situasi yang menampakkan pola dan tingkat generality yang paling mendasar berkisar tentang apa yang individu susun pada kehidupan mereka. c. Kekuatan (strength) Pengalaman memiliki pengaruh terhadap self-efficacy yang diyakini seseorang. Pengalaman yang lemah akan melemahkan keyakinan pula. Individu yang memiliki keyakinan kuat terhadap

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 kemampuan mereka akan teguh dan berusaha untuk mengenyampingkan kesulitan yang dihadapi. 4. Karakteristik Individu yang Memiliki self-efficacy Tinggi dan Self-efficacy Rendah a. Karakteristik Individu yang Memiliki Self-efficacy yang Tinggi Menurut Bandura (1997) adalah: 1) Ketika individu tersebut merasa yakin bahwa mereka mampu menangani sesecara efektif peristiwa dan situasi yang mereka hadapi 2) Tekun dalam menyelesaikan tugas-tugas 3) Percaya pada kemampuan diri yang mereka miliki 4) Memandang kesulitan sebagai tantangan bukan ancaman dan suka mencari situasi baru 5) Menetapkan sendiri tujuan yang menantang dan meningkatkan komitmen yang kuat terhadap dirinya 6) Menanamkan usaha yang kuat dalam apa yang dilakukanya dan meningkatkan usaha saat menghadapi kegagalan 7) Berfokus pada tugas dan memikirkan strategi dalam menghadapi kesulitan 8) Cepat memulihkan rasa mampu setelah mengalami kegagalan 9) Menghadapi stressor atau ancaman dengan keyakinan bahwa mereka mampu mengontrolnya.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 b. Karakteristik Individu yang Memiliki Self-efficacy yang Rendah Menurut Bandura (1997) adalah: 1) Individu yang merasa tidak berdaya 2) Cepat sedih, apatis, cemas 3) Menjauhkan diri dari tugas-tugas yang sulit 4) Cepat menyerah saat menghadapi rintangan 5) Aspirasi yang rendah 6) Komitmen yang lemah terhadap tujuan yang ingin di capai 7) Dalam situasi sulit cenderung akan memikirkan kekurangan mereka, beratnya tugas tersebut, dan konsekuensi dari kegagalanya 8) Serta lambat untuk memulihkan kembali perasaan mampu setelah mengalami kegagalan. 5. Faktor yang Mempengaruhi Self-efficacy Menurut Bandura (1997) faktor-faktor yang mempengaruhi self-efficacy dapat diperoleh dari empat prinsip sumber informasi yaitu: pencapaian kinerja (performance attainment), pengalaman orang lain (vicarious experience), persuasi verbal (verbal persuasion), dan keadaan dan reaksi fisiologis (physiological state). a. Pencapaian Kinerja (performance attainment) Hasil yang didapatkan secara nyata merupakan sumber penting tentang informasi self-efficacy karena didasari oleh

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 pengalaman otentik yang telah dikuasai (Bandura, Adam, dan Beyer; Biran dan Wilson; Feltz, Landers, dan Raeder, dalam Bandura, 1986). Keberhasilan yang diperoleh akan membawa seseorang pada tingkat self-efficacy yang lebih tinggi, sedang kegagalan akan merendahkan self-efficacy, terutama jika kegagalan tersebut terjadi pada awal pengerjaan tugas dan bukan disebabkan oleh kurangnya usaha atau juga karena hambatan dari faktor eksternal. Besarnya nilai yang diberikan dari pengalaman baru tergantung pada sifat dan kekuatan dari persepsi diri yang ada sebelumnya. Setelah self-efficacy terbentuk karena keberhasilan yang berulang, kegagalan yang muncul tidak memberikan dampak yang besar terhadap penilaian individu terhadap kemampuannya. b. Pengalaman Orang Lain (vicarious experience). Self-efficacy dapat juga dipengaruhi karena pengalaman dari orang lain. Individu yang melihat atau mengamati orang lain yang mencapai keberhasilan dapat menimbulkan persepsi selfefficacy-nya. Dengan melihat keberhasilan orang lain, individu dapat meyakinkan dirinya bahwa ia juga bisa untuk mencapai hal yang sama dengan orang yang dia amati. Ia juga meyakinkan dirinya bahwa jika orang lain bisa melakukannya, ia juga harus dapat melakukannya. Jika seseorang melihat bahwa orang lain yang memiliki kemampuan yang sama ternyata gagal meskipun ia telah berusaha dengan keras, maka dapat menurunkan penilaiannya

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 terhadap kemampuan dia sendiri dan juga akan mengurangi usaha yang akan dilakukan (Brown dan Inouye, dalam Bandura, 1986). Self-efficacy dapat diubah melalui pengaruh modeling yang relevan ketika seseorang memiliki sedikit pengalaman sebagai dasar penilaian kemampuannya. Karena pengetahuan yang dimiliki tentang kemampuan diri sendiri sangat terbatas, maka hal tersebut lebih bergantung pada indikator yang dicontohkan (Takata dan Takata, dalam Bandura, 1986). Selanjutnya adalah penilaian selfefficacy selalu berdasarkan kriteria dimana kemampuan dievaluasi (Festinger; Suls dan Miller, dalam Bandura, 1986). Kegiatan yang bisa memberikan informasi eksternal mengenai tingkat kinerja dijadikan dasar untuk menilai kemampuan seseorang. Tetapi, sebagian besar kinerja tidak memberikan informasi yang cukup memenuhi, sehingga penilaian self-efficacy diukur melalui membandingkannya dengan kinerja dari orang lain (Bandura, 1986). c. Persuasi Verbal (verbal persuasion) Persuasi verbal digunakan untuk memberikan keyakinan kepada seseorang bahwa ia memiliki suatu kemampuan yang memadai untuk mencapai apa yang diinginkan. Seseorang yang berhasil diyakinkan secara verbal akan menunjukkan suatu usaha yang lebih keras jika dibandingkan dengan individu yang memiliki keraguan dan hanya memikirkan kekurangan diri ketika

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 menghadapi suatu kesulitan. Namun, peningkatan keyakinan individu yang tidak realistis mengenai kemampuan diri hanya akan menemui kegagalan. Hal ini dapat menghilangkan kepercayaan orang lain kepada orang yang mempersuasi dan juga akan mengurangi self-efficacy orang yang dipersuasi. d. Keadaan dan Reaksi Fisiologis (physiological state) Seseorang menjadikan keadaan fisiologisnya sebagai sumber informasi untuk memberikan penilaian terhadap kemampuan dirinya. Individu merasa gejala-gejala somatik atau ketegangan yang timbul dalam situasi yang menekan sebagai pertanda bahwa ia tidak dapat untuk menguasai keadaan atau mengalami kegagalan dan hal ini dapat menurunkan kinerjanya. Dalam kegiatan yang membutuhkan kekuatan dan stamina tubuh, seseorang merasa bahwa keletihan dan rasa sakit yang dia alami merupakan tanda - tanda kelemahan fisik, dan hal ini menurunkan keyakinan akan kemampuan fisiknya. 6. Fungsi Self-efficacy Self-efficacy yang dipersepsikan tidak hanya sekedar perkiraan tentang tindakan apa yang akan dilakukan pada masa mendatang (Bandura, 1986). Keyakinan seseorang mengenai kemampuan diri juga berfungsi sebagai suatu determinan bagaimana individu tersebut berperilaku, berpola pikir, dan bereaksi emosional terhadap situasi-

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 situasi yang sedang dialami. Keyakinan diri juga memberikan kontribusi terhadap kualitas dari fungsi psikososial seseorang. Bandura (1986) menjelaskan fungsi dan berbagai dampak dari penilaian selfefficacy antara lain sebagai berikut: a. Perilaku Memilih. Dalam kehidupan sehari-hari, individu seringkali dihadapkan dengan pengambilan keputusan, meliputi pemilihan tindakan dan lingkungan sosial yang ditentukan dari penilaian efficacy individu. Seseorang cenderung untuk menghindar dari tugas dan situasi yang diyakini melampaui kemampuan diri mereka, dan sebaliknya mereka akan mengerjakan tugas-tugas yang dinilai mampu untuk mereka lakukan (Bandura, 1977). selfefficacy yang tinggi akan dapat memacu keterlibatan aktif dalam suatu kegiatan atau tugas yang kemudian akan meningkatkan kompetensi seseorang. Sebaliknya, self-efficacy yang rendah dapat mendorong seseorang untuk menarik diri dari lingkungan dan kegiatan sehingga dapat menghambat perkembangan potensinya. Seseorang yang memiliki penilaian self-efficacy-nya secara berlebihan cenderung akan menjalankan kegiatan yang jelas di atas jangkauandengan kegagalan kemampuannya. Akibatnya dia akan mengalami kesulitan-kesulitan yang berakhir yang sebenarnya tidak perlu terjadi, dan hal ini bisa mengurangi kredibilitasnya. Sebaliknya, seseorang yang menganggap rendah kemampuannya

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 juga akan mengalami kerugian, walaupun kondisi ini lebih seperti memberi batasan pada diri sendiri daripada suatu bentuk keengganan. Melalui kegagalan dalam mengembangkan potensi kemampuan yang dimiliki dan membatasi kegiatan-kegiatannya, seseorang dapat memutuskan dirinya dari banyak pengalaman berharga. Seharusnya ia berusaha untuk mencoba tugas-tugas yang memiliki penilaian yang penting, tetapi ia justru menciptakan suatu halangan internal dalam menampilkan kinerja yang efektif melalui pendekatan dirinya pada keraguan (Bandura, 1986). b. Usaha yang Dilakukan dan Daya Tahan Penilaian terhadap efficacy juga menentukan seberapa besar usaha yang akan dilakukan seseorang dan seberapa lama ia akan bertahan dalam menghadapi hambatan atau pengalaman yang tidak menyenangkan. Semakin tinggi self-efficacy seseorang, maka akan semakin besar dan gigih pula usaha yang dilakukan. Ketika dihadapkan dengan kesulitan, individu yang memiliki self-efficacy tinggi akan mengeluarkan usaha yang besar untuk mengatasi tantangan tersebut. Sedangkan orang yang meragukan kemampuannya akan mengurangi usahanya atau bahkan menyerah sama sekali (Bandura dan Cervone; Brown dan Inouye; Schunk; Winberg, Gould, dan Jackson, dalam Bandura, 1986).

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 c. Pola Berpikir dan Reaksi Emosi. Penilaian mengenai kemampuan seseorang juga mempengaruhi pola berpikir dan reaksi emosionalnya selama interaksi aktual dan terantisipasi dengan lingkungan. Individu yang menilai dirinya memiliki self-efficacy rendah, merasa tidak mampu dalam mengatasi masalah atau tuntutan lingkungan, hanya akan terpaku pada kekurangannya sendiri dan berpikir kesulitan yang mungkin timbul lebih berat dari kenyataannya (Beck; Lazarus dan Launier; Meichenbaum; Sarason, dalam Bandura, 1986). Sebaliknya, individu yang memiliki self-efficacy yang tinggi akan lebih memusatkan perhatian dan mengeluarkan usaha yang lebih besar terhadap situasi yang dihadapinya, dan setiap hambatan yang muncul akan mendorongnya untuk berusaha lebih keras lagi. selfefficacy juga dapat membentuk pola berpikir kausal (Collin, dalam Bandura, 1986). Dalam mengatasi persoalan yang sulit, individu yang memiliki self-efficacy tinggi akan menganggap kegagalan terjadi karena kurangnya usaha yang dilakukan, sedang yang memiliki self-efficacy rendah lebih menganggap kegagalan disebabkan kurangnya kemampuan yang ia miliki. Perwujudan dari keterampilan yang dimiliki. Banyak penelitian membuktikan bahwa self-efficacy dapat meningkatkan kualitas dari fungsi psikososial seseorang (Bandura, 1986). Seseorang yang memandang dirinya sebagai orang yang self-efficacy-nya tinggi

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 akan membentuk tantangan-tantangan terhadap dirinya sendiri yang menunjukkan minat dan keterlibatan dalam suatu kegiatan. Mereka akan meningkatkan usaha jika kinerja yang dilakukan mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan, menjadikan kegagalan sebagai pendorong untuk mencapai keberhasilan, dan memiliki tingkat stres yang rendah bila menghadapi situasi yang menekan. Individu yang memiliki self-efficacy rendah biasanya akan menghindari tugas yang sulit, sedikit usaha yang dilakukan dan mudah menyerah menghadapi kesulitan, mengurangi perhatian terhadap tugas, tingkat aspirasi rendah, dan mudah mengalami stress dalam situasi yang menekan. B. Skripsi 1. Definisi Skripsi Skripsi merupakan suatu bentuk karangan ilmiah yang wajib ditulis oleh mahasiswa sebagai bagian dari persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan akademisnya (Kamus Besar Bahasa Indonesia,1998). Menurut Hidayat (2008) skripsi merupakan proses pembelajaran analisisnya bagi dalam mahasiswa mengkaji, untuk mengasah menganalisis, kemampuan memecahkan, dan menyimpulkan masalah yang ditelitinya. Jadi dapat disimpulkan bahwa Skripsi adalah merupakan karangan ilmiah serta proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 mengasah kemampuan analisisnya dalam mengkaji, menganalisis, memecahkan, dan menyimpulkan masalah yang ditelitinya. 2. Syarat Penulisan Skripsi Bagi Mahasiswa BK Adapun syarat khusus yang dimiliki Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Sanata Dharma bagi mahasiswa yang akan menulis skripsi. Menurut buku pedoman akademik kurikulum 2006 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma antara lain: a. Proposal skripsi dapat diajukan bila mahasiswa telah menempuh dan lulus mata kuliah seminar bimbingan dan konseling, penelitian pendidikan I, penelitian pendidikan II, dan PPL SMA. Mahasiswa telah memperoleh sekurang kurangnya 120 sks dengan IPK 2.00 dan terdaftar sebagai mahasiswa aktif dalam semester yang bersangkutan. b. Prosedur pengajuan proposal skripsi: 1) Mahasiswa menyusun proposal skripsi sesuai ketentuan pedoman usulan skripsi program studi bimbingan dan konseling dalam priode pengumpulan proposal skripsi yang diatur oleh program studi bimbingan dan konseling dan menyampaikannya kepada ketua program studi bimbingan dan konseling.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 2) Ketua program studi bimbingan dan konseling menilai kelayakan proposal skripsi (sesuai bidang ilmu) dan menentukan pembimbing skripsi. c. Prosedur pembimbingan skripsi: 1) Mahasiswa menulis skripsi dengan bimbingan dosen dalam jangka waktu seperti yang tertulis dalam usulan skripsi 2) Pertemuan dosen dengan mahasiswa sekurang-kurangnya 2x perminggu 3) Dosen menuliskan laporan kemajuan penulisan skripsi tiap mahasiswa pada kartu bimbingan skripsi pada setiap pertemuan. Kartu bimbingan skripsi disimpan oleh mahasiswa dan harus ditunjukkan kepada dosen setiap pembimbingan skripsi. C. Mahasiswa 1. Definisi Mahasiswa Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Kamisa, 1997), mahasiswa merupakan individu yang belajar di perguruan tinggi. Mahasiswa termasuk dalam masa dewasa awal dan merupakan periode penyesuaian diri terhadap pola-pola kehidupan yang baru dan harapanharapan sosial baru. Dewasa awal diharapkan memainkan peran baru, seperti suami/istri, orang tua, dan pencari nafkah, keinginan-keingan

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 baru, mengembangkan sikap-sikap baru, dan nilai-nilai baru sesuai tugas baru ini (Hurlock, 1996). Menurut Santrock (1999), orang dewasa muda termasuk masa transisi, baik transisi secara fisik, transisi secara intelektual, serta transisi peran sosial. Jadi mahasiswa prodi BK angkatan 2010 yang merupakan responden dari penelitian ini adalah individu yang sedang belajar di perguruan tinggi dan memasuki masa transisi dimana mereka menyesuaikan diri terhadap pola kehidupan baru dan harapan sosial baru termasuk salah satunya adalah mengerjakan skripsi. 2. Ciri-ciri Mahasiswa Dalam bukunya, Kartono (1985) menjelaskan bahwa mahasiswa merupakan anggota masyarakat yang mempunyai ciri-ciri, antara lain: a. Mempunyai kemampuan dan kesempatan untuk belajar di perguruan tinggi, sehingga dapat digolongkan sebagai kaum intelegensia. b. Mahasiswa diharapkan nantinya dapat bertindak sebagai pemimpin yang mampu dan terampil, baik sebagai pemimpin masyarakat ataupun dalam dunia kerja. c. Mahasiswa juga diharapkan dapat menjadi daya penggerak yang dinamis bagi proses modernisasi.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 d. Mahasiswa diharapkan dapat memasuki dunia kerja sebagai tenaga yang berkualitas dan profesional.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisi uraian tentang jenis penelitian, variabel penelitian, subjek penelitian, alat pengumpul data, validitas dan reliabilitas, teknik analisis data penelitian, prosedur pengumpulan dan analisis data penelitian. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Nawawi (2003) metode deskriptif yaitu metode-metode penelitian yang memusatkan perhatian pada masalah-masalah atau fenomena yang bersifat aktual pada saat penelitian dilakukan, kemudian menggambarkan fakta-fakta tentang masalah yang diselidiki sebagaimana adanya diiringi dengan interprestasi yang rasional dan akurat. Dengan demikian penelitian ini akan menggambarkan keadaan dari objek penelitian berdasarkan fakta-fakta dan menjelaskan serta mencoba menganalisis kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh. B. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini, variabel yang akan diteliti adalah variabel tunggal yaitu self-efficacy mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2010 dalam mengerjakan skripsi. Variabel ini akan diuraikan secara operasional demi kepentingan pengukuran dan pengumpulan data. 27

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 C. Subjek Penelitian Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang berada pada semester 8 dan sedang menempuh skripsi. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti terlebih dahulu menentukan populasi yang akan diteliti. Menurut Sugiono (2011) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karateristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian di tarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan mahasiswa angkatan 2010 Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang berjumlah 80 orang. Syarat responden dari penelitian adalah mahasiswa yang terdaftar aktif kuliah, mengambil mata kuliah tugas akhir/skripsi, berada pada semester 8 dan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma. Dari 80 populasi, peneliti mengambil sampel untuk dijadikan bahan penelitian. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik solvin, dimana: n = Sampel N = Jumlah populasi e = Perkiraan tingkat kesalahan

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Rumus: Maka, n= 80 1+80 (0,05)2 n= 80 82 (0,025) n= 39,5 Jadi jumlah sampel minimal yang harus diambil adalah 39,5. Jika dibulatkan batas minimal sampel adalah 40 responden (50%). Maka, pada penelitian ini penelti mengambil 40 responden sebagai sampel dengan pertimbangan 40 respoden dapat mewakili populasi. D. Alat Pengumpul Data Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner yang disusun peneliti mengacu pada prinsip-prinsip skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiono, 2011).

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Item pernyataan yang terdapat pada kuesioner self-efficacy terdiri dari pernyataan favorable (pernyataan positif) dan pernyataan unfavorable (pernyataan negatif). Pernyataan favorable mendukung variabel yang diukur sedangkan pernyataan unfavorable merupakan pernyataan yang tidak mendukung variabel. Instrumen penelitian ini menyediakan 4 alternatif jawaban. Alternatif jawaban yang dimaksud adalah Sangat Setuju (SS), Setuju (ST), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Responden akan diminta untuk menjawab pernyataan yang terdapat pada kuesioner selfefficacy dengan memilih salah satu alternatif jawaban dengan memberikan tanda centang (√) pada lembar jawaban. Dengan demikian dapat diketahui tingkat self-efficacy pada responden. Jika skor yang di dapatkan tinggi, maka tinggi pula self-efficacy subyek begitu pula sebaliknya jika skor yang di dapatkan rendah maka renda pula self-efficacy yang dimiliki. Pada instrument ini peneliti tidak mencantumkan alternatif jawaban ragu-ragu karena mengurangi kecenderungan responden memberikan jawaban netral. Norma skoring yang digunakan dalam pengolahan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Tabel 1 Skoring Kuesioner self-efficacy Alternatif Jawaban Sangat Setuju Skor Item yang Favorable 4 Skor Item yang Unfavorable 1 Setuju 3 2 Tidak Setuju 2 3 Sangat Tidak Setuju 1 4 Alternatif jawaban pada skor favorable sangat setuju mendapat skor 4, setuju mendapat skor 3, tidak setuju mendapat skor 2 dan sangat tidak setuju mendapat skor 1. Alternatif jawaban pada skor unfavorable sangat setuju mendapat skor 1, setuju mendapat skor 2, tidak setuju mendapat skor 3, dan sangat tidak setuju mendapat skor 4. Penelitian ini menggunakan konstruk kuesioner sebagai dasar pembuatan kuesioner. Kisi-kisi kuesioner di buat berdasarkan aspekaspek self-efficacy Bandura (1997) yaitu dimensi keyakinan diri dan pengharapan hasil. Oprasionalisasi objek penelitian ini dijabarkan dalam kisi-kisi kuesioner sebagai berikut:

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Tabel 2 Kisi-kisi Kuesioner Self-efficacy No 1 2 Aspek Keyakinan diri Pengharapan hasil Sub Aspek 1.1 Tingkat kesulitan tugas (level) 1.2 Luas bidang perilaku (generality) 1.2 Keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri (strength) 1.4 Tingkat kepercayaan diri dan penghargaan untuk sukses (strength) 2.1 Pengharapan positif yang bertindak sebagai pendorong 2.2 Pengharapan negatif yang bertindak sebagai penghambat 2.3 Dampak (effect) Indikator Item Favorable 6, 7, 8 Item unfavorable 9, 10 31, 32, 33 56, 57, 58 34, 35 59, 60 11, 12, 13 36, 37, 38 14,15 39, 40 41, 42, 43 46, 47, 48 44, 45 49,50 51, 52, 53 54, 55 16, 17, 18 21, 22, 23 26, 27, 28 19, 20 24, 25 29, 30 Menetapkan tujuan yang lebih tinggi 1, 2, 3 4, 5 Lebih sedikit mengalami gangguan emosional, stress, depresi, dan kecemasan 66, 67, 68 69, 70 Merasa mampu dan lebih berhasil melakukan usaha mengatasi hambatan dari pada orang lain 61, 62, 63 64, 65 1. Memelihara komitmen dan menyusun tujuan dalam mengerjakan skripsi 2. Menerima tugas yang sulit 3. Lebih ulet menghadapi kesulitan 1. Mengerahkan banyak usaha 2. Lebih barani mengambil resiko 1. Berusaha meningkatkan diri 2. Melihat kemampuan sebagai skill yang dapat dikembangkan 3. Mengatribusikan kegagalan pada kurangnya skill/usaha 1. Pantang menyerah 2. Membayangkan keberhasilan 3. Optimis

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 E. Validitas dan Reliabilitas Kuesioner 1. Validitas Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur. Pada penelitian ini menggunakan validitas konstruk. Validitas konstruk adalah validitas yang berkaitan dengan kesanggupan suatu alat ukur dalam menggukur pengertian suatu konsep yang diukurnya. Menurut Jack R. Fraenkel validasi konstruk (penentuan validitas konstruk) merupakan yang terluas cakupannya dibanding dengan validasi lainnya, karena melibatkan banyak prosedur temasuk validasi isi dan validasi kriteria. Rumus yang digunakan untuk uji validitas menggunakan teknik korelasi product moment. Keterangan rumus: n : jumlah responden x : skor variabel (jawaban responden) y : skor total variabel untuk responden n Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan program komputerisasi SPSS, di peroleh hasil dari 70 item terdapat 58 item valid dan 12 item gugur. Menurut peneliti 12 item yang gugur tidak diperbaiki dengan alasan terdapat item valid yang telah mewakili

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 isi dari beberapa item yang gugur. Rincian item valid dan gugur terdapat pada tabel 3 dibawah ini: Tabel 3 Rincian Item Valid dan Gugur pada Kuesioner No 1 Aspek Keyakinan diri Sub Aspek Item Favorable 6, 7, 8 Item unfavorable 9, 10 Item valid 6, 7, 8, 10 Item gugur 9 31, 32, 33 34, 35 31 3. Lebih ulet menghadapi kesulitan 56, 57, 58 59, 60 1.2 Luas bidang perilaku 1. Mengerahkan banyak usaha 11, 12, 13 14,15 2. Lebih barani mengambil resiko 36, 37, 38 39, 40 1.3 Keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri 1. Berusaha meningkatkan diri 41, 42, 43 44, 45 2. Melihat kemampuan sebagai skill yang dapat dikembangkan 3. Mengatribusikan kegagalan pada kurangnya skill/usaha 46, 47, 48 49,50 51, 52, 53 54, 55 1. Pantang menyerah 16, 17, 18 19, 20 2. Membayangkan keberhasilan 21, 22, 23 24, 25 3. Optimis 26, 27, 28 29, 30 Menetapkan tujuan yang lebih tinggi 1, 2, 3 4, 5 32, 33, 34, 35 56, 57, 58, 59, 60 11, 12, 14, 15 36, 37, 38 40 41, 43, 44 46, 47, 48, 49 51, 52, 53, 54, 55 17, 18, 19, 20 21, 22, 23, 24, 25 26, 27,30 1, 3, 5, Lebih sedikit mengalami gangguan emosional, stress, depresi, dan kecemasan 66, 67, 68 69, 70 66, 67, 68, 69, 70 Merasa mampu dan lebih berhasil melakukan usaha mengatasi hambatan dari pada orang lain Total 61, 62, 63 64, 65 61, 62, 63, 64, 65 58 1.1 Tingkat kesulitan tugas 1.4 Tingkat kepercayaan diri dan penghargaan untuk sukses 2 Pengharapan hasil 2.1 Pengharapan positif yang bertindak sebagai pendorong 2.2 Pengharapan negatif yang bertindak sebagai penghambat 2.3 Dampak (effect) Indikator 1. Memelihara komitmen dan menyusun tujuan dalam mengerjakan skripsi 2. Menerima tugas yang sulit 13 39 42,45 50 16 28, 29 2, 4 12

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 2. Reliabilitas Reliabilitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten. Teknik pengukuran reliabilitas yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik alpha cronbach. Adapun rumus koefisien reliabilitas alpha cronbach (α) adalah sebagai berikut: α = 2[1- Sx 2 + Si 2 Sx 2 ] Keterangan rumus : S12 dan S22 : varians skor belahan 1 dan varians skor belahan 2 Sx2 : varians skor skala Hasil perhitungan indeks reliabilitas dikonsultasikan dengan kriteria Guilford (Masidjo, 1995). Kriteria Guilford tersaji dalam tabel. Tabel 4 Kriteria Guilford No Koefisien Korelasi Kualifikasi 1 0,91 – 1,00 Sangat tinggi 2 0,71 – 0,90 Tinggi 3 0,41 – 0,70 Cukup 4 0,21 – 0,40 Rendah 5 negatif – 0,20 Sangat Rendah

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Syarat suatu alat ukur yang dinyatakan reliable adalah menghasilkan angka ≥ 0, 70. Dilihat dari tabel hasil pengolahan data alat ukur ini berdasarkan perhitungan reliabilitas menggunakan koefisiensi Alpha Cronbach dan dibantu oleh program SPSS 17.0 for Windows, dihasilkan angka sebesar 0.949 dari 58 item yang menunjukan bahwa alat ukur ini dapat digunakan. F. Teknik Analisis Data Penelitian Analisis data merupakan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, serta melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, Sugiyono (2011). langkah-langkah teknik analisis data yang ditempuh dalam penelitian ini adalah: 1. Penentuan skor pada item kuesioner. Penentuan dilakukan dengan cara memberikan skor dari angka 1 sampai 4 berdasarkan norma skoring yang berlaku dengan melihat sifat pernyataan favorable atau unfavorable. Selanjutnya memasukkannya ke dalam tabulasi data dan menghitung total jumlah skor serta jumlah skor item. Tahap selanjutnya adalah menganalisis validitas serta reliabilitas data secara statistik menggunakan program aplikasi SPSS.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 2. Kategorisasi Tujuan kategorisasi ini adalah menempatkan individu ke dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasarkan atribut yang diukur (Azwar, 2009). Kontinum jenjang pada penelitian ini adalah dari sangat rendah sampai dengan sangat tinggi. Norma kategorisasi disusun berdasar pada norma kategorisasi yang disusun oleh Azwar (2009:108). Tingkat selfefficacy mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2010 dalam mengerjakan skripsi terdiri atas lima kategori: sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi dengan norma kategorisasi sebagai berikut: Tabel 5 Norma Kategorisasi Norma/Kriteria Skor Kategori X≤ µ -1,5σ Sangat Tinggi µ - 1,5 σ
(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Keterangan: Skor maksimum teoritik : Skor tertinggi yang diperoleh subjek penelitian berdasarkan perhitungan skala Skor minimum teoritik : Skor terendah yang diperoleh subjek penelitian menurut perhitungan skala Standar deviasi (σ / sd) : Luas jarak rentanggan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran µ (mean teoritik) : Rata-rata teoritis skor maksimum dan minimum Kategori di atas diterapkan sebagai patokan dalam pengelompokan tinggi rendah tingkat self-efficacy mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2010 dalam mengerjakan skripsi. Jumlah item 58 setelah menghapus item yang gugur, diperoleh perhitungan skor subjek sebagai berikut: Skor maksimum empiris : 4 x 58= 232 Skor minimum empiris : 1 x 58= 58 Luas jarak : 232-58=174 Standar deviasi (σ / sd) : 174:6=29 µ (mean teoritik) : (232+58):2=145

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Hasil perhitungan analisis data skor subjek yang disajikan dalam norma kategorisasi tingkat self-efficacy mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2010 dalam mengerjakan skripsi adalah: Tabel 6 Hasil Analisis Data Skor Subjek Norma/Kriteria Skor Rentangg Skor Kategori >188 Sangat Tinggi µ - 1,5 σ
(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 G. Prosedur Pengumpulan dan Analisis Data Penelitian Berikut ini adalah tahap-tahap yang ditempuh dalam pengumpulan dan analisis data: 1. Menyusun kuesioner self-efficacy 2. Pengumpulan data melalui kuesioner 3. Pengolahan data a. Editing: Proses pengecekan atau pemeriksaan data yang telah berhasil dikumpulkan dari lapangan, karena kemungkinan data yang dikumpulkan tidak memenuhi syarat atau tidak dibutuhkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses editing adalah pengambilan sampel yang memenuhi kriteria, kejelasan data, dan kelengkapan isian. b. Tabulasi: Proses penempatan data kedalam bentuk tabel yang telah diberi kode sesuai dengan kebutuhan analisis. 4. Analisis data penelitian menggunakan sistem komputerisasi dengan program SPSS 17.0 for Windows. 5. Mendeskripsikan hasil penelitian melalui pembahasan dan penenentuan upaya peningkatan 6. Kesimpulan penelitian

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN UPAYA Bab ini memuat hasil penelitian dan pembahasan. Penyajian hasil penelitian didasarkan pada rumusan masalah atau pertanyaan-pertanyaan penelitian. A. Hasil Penelitian 1. Tingkat self-efficacy mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 Berdasarkan perolehan data penelitian yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner self-efficacy, dilakukan analisis data dengan teknik deskriptif kategoris dan presentase yang di sajikan dalam tabel dan grafik. Tabel 7 Kategorisasi tingkat Self-efficacy mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 dalam mengerjakan skripsi Norma/Kriteria Skor X≤ µ -1,5σ µ - 1,5 σ
(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Dalam prespektif grafis, komposisi dan sebaran subyek berdasarkan tingkat selfefficacy maka tergambar grafik sebagai berikut: Grafik 1 Tingkat Self-efficacy Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2010 30 25 20 15 10 5 0 Sangat Tinggi Tinggi Sedang Pengamatan pada tabel maupun grafik menunjukkan: a. Terdapat 11 mahasiswa (27%) yang memiliki self-efficacy sangat tinggi b. Terdapat 28 mahasiswa (70%) yang memiliki self-efficacy tinggi c. Terdapat 1 mahasiswa (3%) yang memiliki self-efficacy sedang

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 d. Tidak terdapat mahasiswa (0%) yang memiliki self-efficacy rendah e. Tidak terdapat mahasiswa (0%) yang memiliki self-efficacy sangat rendah Jadi, sebagian besar mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 memiliki self-efficacy dalam kategori tinggi dan hanya 3% saja dari jumlah subyek yang diteliti teridentifikasi memiliki selfefficacy pada tingkat sedang. 2. Mengidentifikasi butir-butir pengukuran self-efficacy yang rendah frekuensi kemunculannya Berdasarkan hasil perhitungan dengan menghapus item yang gugur maka, analisis skor item pengukuran self-efficacy diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 8 Hasil Analisis Item Pengukuran Self-efficacy Rentan Skor Kategori Nomor item Jumlah >153 Sangat 3, 5, 7, 11, 12, 14, 17, 21, 24 Tinggi 22, 23, 24, 25, 26, 27, 32, 33, 38, 41, 43, 47, 53, 54, 56, 60 129-152 Tinggi 1, 6, 8, 10, 15, 18, 20, 30, 31 34, 35, 36, 37, 40, 44 , 46, 48, 49, 51, 52, 57, 58, 59, 62, 63, 64, 65, 66, 67, 68, 69, 70 106-128 Sedang 19, 55, 61 3 82-105 Rendah 0 <82 Sangat 0 rendah Total 58

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Data yang terdapat dalam tabel di atas menunjukkan bahwa item dengan skor yang berada dalam ketegori sangat tinggi berjumlah 24 item, item dengan skor yang berada dalam kategori tinggi berjumlah 31 item, item dengan skor yang berada dalam kategori sedang berjumlah 3 item, dan tidak ada satupun item yang berada pada kategori rendah dan sangat rendah. Oleh karena itu, item yang teridentifikasi dalam kategori sedang, digunakan menjadi dasar untuk merumuskan upaya peningkatan self-efficacy. Item yang masuk dalam kategori sedang, di uraikan pada tabel di bawah ini. Tabel 9 Item-item pernyataan yang tergolong dalam kategori sedang 3 Pengharapan hasil 2 Keyakinan diri No Aspek 1 Sub aspek 1.3 Keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri 1.4 Tingkat kepercayaan diri dan penghargaan untuk sukses 2.4 Dampak Nomor item dan pernyataan 55. Saya menunda mengerjakan ketika ada revisi skripsi Skor item 128 Rank 3 19. Saat waktu kosong saya lebih memilih tidur, main, online, atau mengobrol dengan teman-teman 61. Saya lebih cepat mengerjakan skripsi dibanding dengan temanteman saya lainnya 126 2 110 1

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 B. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Tingkat self-efficacy mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 Berdasarkan pengamatan dan wawancara yang diperoleh peneliti, tampak perilaku dan pernyataan yang mengidentifikasikan bahwa mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2010 memiliki self-efficacy rendah. Namun hasil penelitian yang tergambar dalam tabel, terdapat 11 mahasiswa memiliki tingkat self-efficacy dalam kategori sangat tinggi. Terdapat 28 mahasiswa memiliki tingkat self-efficacy dalam kategori tinggi. Terdapat 1 mahasiswa memiliki tingkat self-efficacy dalam kategori sedang. Sedangkan tidak terdapat mahasiswa yang berada dalam kategori self-efficacy rendah dan sangat rendah. Berdasarkan paparan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2010 memiliki selfefficacy yang tinggi dan sebagian kecil memiliki self-efficacy yang sedang. Tingkat tinggi atau rendah self-efficacy yang di miliki seseorang tergantung pada dimensi self-efficacy Bandura (1997). Tiga dimensi self-efficacy pada mahasiswa yang menyusun skripsi dapat di ukur dari level, strength, dan generality. Dalam hal ini level

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 merupakan tingkat keyakinan individu akan derajat kesulitan tugas. Maksudnya adalah tingkat keyakinan individu akan derajat kesulitan dari skripsi dan tuntutan selama mengerjakan skripsi. Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling kemungkinan mempunyai level yang tinggi dalam menyusun skripsi. Mahasiswa mampu menilai hambatan-hambatan dalam menyelesaikan skripsi, mengetahui hambatan-hambatan dan tantangan yang dihadapi dalam menyelesaikan skripsi, dapat mengatur motivasi dan aktivitas belajar untuk dapat mempunyai keterampilan dalam menyelesaikan skripsi, sehingga mahasiswa dapat menentukan minat dan target dalam menyelesaikan skripsi. Dimensi kedua adalah kekuatan atau strength. Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling memiliki strength yang tinggi dalam menyusun skripsi yakin memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam mengerjakan skripsi, mempunyai konsistensi dalam menyusun skripsi, mahasiswa yakin dapat memfokuskan dirinya untuk menyelesaikan skripsinya, dengan yakin memiliki konsistensi yang tinggi dalam menyusun skripsi, mahasiswa yakin dapat meningkatkan usaha-usahanya ketika ia mengalami kegagalan atau ketika mengalami kesulitan dalam menyusun skripsi. Dimensi terakhir adalah Generality yang dapat mengukur bagaimana mahasiswa menyusun skripsi dapat menggeneralisasikan

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 tugas-tugas dan pengalam-pengalaman sebelumnya untuk dijadikan sebagai suatu pengalaman yang dapat membantu ketika menyusun skripsi saat ini. Kemungkinan mahasiswa yang mempunyai Generality tinggi dalam menyusun skripsi dapat menggeneralisasikan pengalaman-pengalaman menyelesaikan tugas yang terdahulu sebagai pengalaman yang dapat membantu dalam menyelesaikan skripsi. Mahasiswa dapat menjadikan cara-cara atau strategi-strategi menyelesaikan tugas masa lalu untuk diterapkan di dalam menyusun skripsi, sehingga dalam menyusun skripsi mempunyai strategi-strategi yang dapat memperlancar dalam menyusun skripsi. Walaupun pengalaman masa lalu dalam menyelesaikan tugas mengalami kegagalan, tidak menjadikan pengalaman menyelesaikan tugas tersebut sebagai hambatan, namun menjadi pengalaman untuk mengkoreksi cara-cara atau strategi-strategi tersebut agar lebih baik dan dapat memperlancar proses penyusunan skripsi. Tinggi atau rendahnya self-efficacy juga dipengaruhi oleh beberapa proses psikologis. Menurut Bandura (1997) ada beberapa proses psikologis dalam self-efficacy. Proses tersebut adalah kognitif yang merupakan proses berpikir, motivasi yang merupakan dorongan bagi diri untuk mengarahkan tindakan, afeksi yaitu proses pengaturan kondisi emosi dan reaksi emosional, dan seleksi yaitu kemampuan memilih aktivitas dan situasi tertentu yang turut mempengaruhi efek dari suatu kejadian.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Pertama adalah proses kognitif. Proses kognitif merupakan proses berpikir, di dalamya termasuk pemerolehan, pengorganisasian, dan penggunaan informasi, dimana tindakan individu bermula dari sesuatu yang dipikirkan terlebih dahulu. Mahasiswa membayangkan keberhasilan yang akan dicapainya jika menyelesaikan penulisan skripsi tepat waktu tanpa mengulur-ulur. Hal ini akan terlihat dari perilaku yang ditunjukkan melalui berbagai bentuk usaha untuk mencapai keberhasilan tersebut. Usaha-usaha dari beberapa mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 terlihat dari cara mereka yang aktif bertanya ke dosen pembimbing, berkumpul di kampus dengan beberapa teman-teman yang dapat diajak berdiskusi, dan mencari reverensi di perpustakaan serta sumber media lainnya. Harapan keberhasilan yang dicapai misalnya saja orangtua akan merasa bangga jika dapat menyelesaikan penulisan skripsi tepat waktu dan mereka juga sesegera mungkin dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya maupun bekerja di instansi yang diinginkan. Hal tersebut semakin diperkuat dengan keyakinan individu dalam menggunakan kemampuannya sebagai skill yang dapat dikembangkan dalam situasi yang dihadapi. Mahasiswa yang mengalami peningkatan self-efficacy karena proses kognitif akan yakin dengan sepenuh hati dan usaha yang telah dilakukan bahwa dia mampu menyelesaikan skripsi sesuai dengan taget yang ditentukan sehingga dia mencapai keberhasilan yang dibayangkan.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Menurut Bandura (1997) peran self-efficacy sebagai mekanisme kognitif memunculkan fungsi kontrol individu dalam bereaksi terhadap stress. Individu yang yakin dengan kemampuannya mengontrol stress secara efektif cenderung tidak gelisah. Hal ini berarti bahwa self-efficacy berpengaruh pada emosi individu, yang berimplikasi pula pada kemampuannya menghadapi stresor. Dalam proses motivasi dan afeksi saling berkaitan erat karena berpengaruh pada keyakinan khususnya dalam individu proses akan coping penyelesaian (pengentasan skripsi. masalah) Mahasiswa membutuhkan orang yang dapat menjadi model bagi dirinya yang turut mempengaruhi level stres dan depresi. Saat mahasiswa berada pada situasi yang sulit seperti tantangan yang sedang atau akan dihadapi saat proses penyelesaian skripsi kondisi emosi akan berubah-ubah. Maka ia membutuhkan motivasi yang lebih sebagai dorongan bagi diri mereka sendiri dan mengarahkan tindakan melalui tahap pemikiran-pemikiran sebelumnya. Menurut Bandura, ada tiga teori yang menjelaskan tentang proses motivasi. Teori pertama adalah causal attributions (atribusi penyebab). Teori ini fokus pada sebab-sebab yang mempengaruhi motivasi, usaha, dan reaksi-reaksi individu. . Bagi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 sebab yang mempengaruhi motivasi dan usaha ada bermacam-macam seperti dukungan, pertahanan diri terhadap kegagalan yang di hadapi,

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 semangat, dan kemampuan intelegen. Kemungkinan mahasiswa yang memiliki self-efficacy tinggi bila mengahadapi kegagalan cenderung menganggap kegagalan tersebut diakibatkan usaha-usaha yang tidak cukup memadai dan mereka akan meningkatkan lagi usaha untuk mencapai keberhasilan dalam menyelesaikan skripsi. Teori kedua, outcomes experience (harapan akan hasil), yang menyatakan bahwa motivasi dibentuk melalui harapan-harapan. Seperti yang dijelaskan di awal paragraf bahwa sebagian besar mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 memiliki self-efficacy tinggi karena memiliki pikiran akan keberhasilan yang berakhir pada usaha. Biasanya mereka akan berperilaku sesuai dengan keyakinan mereka tentang apa yang dapat mereka lakukan. Hal ini berkaitan dengan goal theory (teori tujuan). Teori tujuan menyatakan dimana dengan membentuk tujuan terlebih dahulu dapat meningkatkan motivasi. Proses selanjutnya yaitu proses seleksi. Seleksi yang dimaksudkan adalah kemampuan individu untuk memilih aktivitas dan situasi tertentu yang turut mempengaruhi efek dari suatu kejadian. Mahasiswa yang percaya akan kemampuannya untuk mengontrol situasi, cenderung tidak memikirkan hal-hal yang negatif. Mahasiswa yang merasa tidak mampu mengontrol situasi cenderung mengalami level kecemasan yang tinggi, selalu memikirkan kekurangan mereka, memandang lingkungan sekitar penuh dengan ancaman, membesar-

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 besarkan masalah kecil, dan terlalu cemas pada hal-hal kecil. Pada penelitian ini mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 sebagian besar mungkin mampu mengontrol situasi sehingga memiliki self-efficacy tinggi. Hal ini terlihat dari jawaban butir item di kuesioner self-efficacy. Misalnya saja pada butir nomor 68 yang berisi pernyataan “Saya mengabaikan emosi-emosi negatif yang dapat menghambat dalam mengerjakan skripsi.” Pada butir ini sebagian mahasiswa menjawab sangat setuju. Hal ini menjadi indikasi bahwa mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling dapat mengontrol emosi-emosi negatif yang dapat menggangu proses penyelesaian skripsi. Ini menunjukkan juga bahwa mahasiswa memiliki self-efficacy yang tinggi. 2. Butir pengukuran self-efficacy yang rendah kemunculannya Berdasarkan analisis skor item pengukuran self-efficacy terdapat 24 item yang tergolong kategori sangat tinggi, 31 item yang tergolong kategori tinggi, 3 item yang tergolong kategori sedang, dan tidak terdapat item yang tergolong rendah dan sangat rendah. 3 item yang tergolong kategori sedang yaitu item dengan pernyataan “saya menunda mengerjakan revisi skripsi, saat waktu kosong saya lebih memilih main bersama teman-teman dari pada mengerjakan skripsi, saya sangat lambat mengerjakan skripsi di banding dengan temanteman lainnya. ”

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Ada dua aspek dalam self-efficacy yang berpengaruh terhadap tinggi dan rendah self-efficacy yang dimiliki seseorang. Aspek tersebut adalah keyakinan diri (efficacy belief atau efficacy expectation) dan pengharapan hasil (outcome expectation). Dalam diri setiap mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 memiliki kedua aspek ini untuk menentukan tinggi atau rendah self-efficacy yang dimiliki. Khusus dalam aspek keyakinan diri memiliki tiga sub aspek yaitu tingkatan, keadaan umum dan kekuatan. Pada sub aspek tingkatan, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling memiliki kewajiban untuk mengerjakan skripsi dan menyelesaikan tepat waktu. Lalu jika dihubungkan dengan sub aspek keadaan umum maka dengan kewajiban untuk mengerjakan skripsi berpengaruh pada tingkat aktivitas serta perasaan yang akan berakhir pada apa yang akan direncanakan kedepannya dalam kehidupan. Contoh hal yang direncanakan seperti harapan, perasaan bahagia jika dapat menyelesaikan tepat waktu, dan lainnya. Pada sub aspek ketiga yaitu kekuatan. Kekuatan ini akan menjadi dasar bagi setiap mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 dalam menentukan tingkat self-efficacy. Individu yang memiliki keyakinan kuat terhadap kemampuan mereka akan teguh dan berusaha untuk mengenyampingkan kesulitan yang dihadapi. Beberapa mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling kemungkinan tidak mampu untuk menilai tuntutan-tuntutan dalam

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 menyelesaikan skripsi, tidak dapat mengetahui hambatan-hambatan dan tantangan yang dihadapi dalam menyelesaikan skripsi sehingga keyakinan diri mereka berkurang. Selain itu, beberapa mahasiswa menganggap pengalaman-pengalaman masa lalu dalam menyelesaikan tugas sebagai hambatan, sehingga mahasiswa tersebut memperlambat dalam menyelesaikan skripsi, dan tidak memakai cara-cara atau strategi pengalaman-pengalaman masa lalu dalam menyelesaikan tugas untuk dipakai dalam menyusun skripsi, sehingga proses menyusun skripsi terhambat. kemungkinan mereka cenderung menganggap kegagalanya diakibatkan kemampuan mereka yang terbatas. Biasanya mereka tidak mengerahkan diri untuk melakukan usaha yang lebih untuk memperbaiki. Mereka lebih cenderung pasrah, dan tidak mencari jalan keluar dari kegagalan yang dihadapi. Sebagai contoh, beberapa mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 ketika menghadapi dosen pembimbing lalu mendapatkan kritikan pada proposal skripsi dan diminta untuk merevisi, mereka cenderung menunda untuk merevisi. Hal tersebut dikarenakan kurangnya motivasi yang menyebabkan tidak ada usaha untuk sesegera mungkin merevisi proposal skripsi. Mahasiswa kemungkinan memiliki fungsi kontrol kurang baik dalam menghadapi situasi yang tidak menyenangkan sehingga cenderung akan mengalami stress. Stress ini akan menghasilkan dampak. Dampak yang dihasilkan bermacam-macam. Contoh dampak

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 yang dialami mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling adalah mahasiswa cenderung memperlambat proses mengerjakan skripsi, mahasiswa malas melakukan bimbingan skripsi dan mahasiswa menyerah dan tidak berusaha mencari jalan keluar dari situasi yang mengakibatkan stress. C. Upaya Meningkatkan Self-efficacy Berdasarkan butir-butir item yang tergolong dalam kategori sedang dan terindikasi kemunculannya rendah dalam aspek keyakinan diri dan pengharapan hasil, maka upaya peningkatan self-efficacy bagi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 terbagi menjadi 4. Pembagian ini berdasarkan faktor yang mempengaruhi tingkat selfefficacy. Pertama faktor pencapaian kinerja (performance attainment). Pada faktor ini hal yang dapat diupayakan bagi mahasiswa angkatan 2010 adalah semangat pantang menyerah dalam diri masing-masing untuk mencapai keberhasilan. Upaya ini dapat dibantu oleh dosen pembimbing sebagai faktor eksternal. Misalnya saja pada saat bimbingan individual dosen dapat memberikan pujian atas usaha yang telah dilakukan mahasiswa dan juga memberikan semangat yang akhirnya dapat menjadi motivasi dalam diri mahasiswa. Dosen juga dapat membantu mahasiswa untuk mengingat kembali goal dari penulisan skripsi. Identifikasi bahwa mahasiswa Program Stidi Bimbingan dan Konseling angkatan 2010

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 memiliki tingkat self-efficacy yang belum ideal terlihat item kuesioner yang menyatakan mahasiswa selalu menunda mengerjakan revisi skripsi. Beberapa mahasiswa yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka kurang mendapatkan motivasi dan dukungan dari dosen pembimbing sehingga menyebabkan mereka menjadi malas dan selalu menunda mengerjakan revisi skripsi. Pengalaman orang lain (vicarious experience)adalah faktor kedua. Upaya yang dapat dilakukan mahasiswa adalah melihat keberhasilan yang diperoleh orang lain. Contohnya beberapa teman yang telah menyelesaikan skripsi telebih dahulu dengan kerja keras dan usaha maksimal dapat menjadi contoh/model. Mahasiswa yang masih dalam proses mengerjakan skripsi dapat melakukan tindakkan yang kurang lebih sama. Misalnya saja mahasiswa dapat mengatur antara waktu mengerjakan skripsi dan waktu untuk bermain. Selain itu mahasiswa dapat saling sharing pengalaman, agar yang masih dalam proses menyelesaikan skripsi dapat lebih termotivasi untuk segera menyelesaikannya. Sharing pengalaman ini termasuk juga dalam faktor ketiga yaitu persuasi verbal. Persuasi verbal merupakan upaya untuk meyakinkan individu bahwa ia mampu mencapai hasil tertentu. Persuasi verbal dapat melalui konseling sebaya. Persuasi verbal ini diharapkan akhirnya dapat menguatkan keyakinan untuk mampu menghadapi hambatan serta menyelesaikannya selama proses mengerjakan skripsi. Konseling sebaya ini dipandang cukup efektif karena diberikan oleh teman sebayanya sendiri.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Faktor keempat adalah keadaan dan reaksi fisiologis (physiological state). Keadaan fisiologis biasanya paling rentan menggangu dalam menyelesaikan skripsi. Keadaan tubuh yang kurang baik menyebabkan kurangnya kinerja khususnya dalam mengerjakan skripsi. Maka, upaya yang dapat dilakukan mahasiswa adalah menjaga dengan baik kesehatan agar tidak mengganggu aktivitas khususnya dalam mengerjakan skripsi. Mencengah lebih baik karena jika keadaan fisik terganggu maka semua aktivitas tidak dapat dilakukan seoptimal mungkin.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini memuat kesimpulan dan saran. Kesimpulan memuat kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan. A. Kesimpulan Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa tingkat self-efficacy mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 sebagian besar termasuk dalam kategori tinggi. Peneliti dapat menyimpulkan dugaan awal bahwa self-efficacy mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 yang teridentifikasi rendah tidak terbukti. Hal ini terlihat pada pembahasan sebelumnya, hanya ada beberapa mahasiswa saja yang memiliki tingkat self-efficacy di kategori sedang/ belum memiliki tingkat self-efficacy ideal. Mahasiswa yang tergolong dalam kategori tingkat self-efficacy sedang disebabkan oleh kurangnya keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri dalam menyelesaikan skripsi tepat waktu yang berpengaruh juga pada motivasi untuk mendukung usaha meningkatkan self-efficacy. Sedangkan sebagian besar mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2010 yang memiliki self-efficacy tinggi disebabkan oleh motivasi yang tinggi serta pikiran akan keyakinan hasil yang baik sejalan dengan usaha yang telah dilakukan. Mereka yakin 57 dapat

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 menyelesaikan skripsi sesuai dengan taget yang ditentukan sehingga mencapai keberhasilan yang dibayangkan. B. Saran-saran Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti memberikan saran kepada bebeapa pihak yang terkait dengan penelitian ini. 1. Bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta a. Bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling, penelitian ini dapat menjadi bahan pengetahuan tambahan tentang tingkat self-efficacy mahasiswa angkatan 2010. b. Bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling, penelitian ini dapat menjadi dasar pembuatan program untuk meningkatkan self-efficacy mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan selanjutnya agar mahasiswa dapat sesegera mungkin menyelesaikan skripsi dan lulus tepat waktu. 2. Bagi Peneliti Lain a. Bagi peneliti yang ingin mengadakan penelitian serupa dapat melakukan penelitian pada mahasiswa angkatan selanjutnya untuk menemukan kenyataan baru dilapangan dengan subyek yang baru.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 b. Bagi peneliti yang ingin mengadakan penelitian serupa dapat menggunakan metode lain sebagai variasi penelitian dengan judul self-efficacy. c. Bagi peneliti yang ingin mengadakan penelitian serupa dapat mengganti implikasi dengan membuat program peningkatan self-efficacy yang bertolak dari proses psikologis self-efficacy. d. Bagi peneliti yang ingin mengadakan penelitian serupa dapat menambahkan deskripsi keterkaitan self-efficacy dengan self confidence pada bab II agar pembaca lebih memahami perbedaan kedua hal tersebut.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Daftar Pustaka Azwar, S. 2009. Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya. Jakarta : Pustaka Pelajar Bandura, Albert. 1997. Self-Efficacy: The exercise of control. New York. W.H Freeman and Company. Bandura, Albert. 1986. Social Foundation of Thought and Action: A social Cognitive Theory. Englewood Cliffs. N.J: Prentice Hall Danim, S. 1997. Metode Penelitian dan Ilmu-ilmu Perilaku. Jakarta : Bumi Aksara. Eliot, S. N., Kratochwill, T.R., Cook. J. L., & Travers. J. F. 2000. Educational Psychology: Effective Teaching, Effective Learning (Third Edition). United States Of America. The McGraw-Hill Companies, Inc Fadillah, Rina. 2013. Stres Dan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa Psikologi Universitas Mulawarman Yang Sedang Menyusun Skripsi. eJournal Psikologi Volume 1, Nomor 3, 2013. Feist & feist. 2006. Terj: Theories of personality (Albert Bandura). Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Hurlock. 1998. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan ed.5. Jakarta: Erlangga Jung, 1993. The Relationship of Worrying, Coping and Simptoms AMONG College Men and Women. Journal of General Psychology. 120. 2. 139148. Kartini, Kartono. 1985. Psikologi dan Industri. Jakarta: CV Rajawali. Masidjo. 1995. Penelitian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Nawawi, Hadari. 1985. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta : Gajah Mada University Press Papalia, Olds, Feldman. 2009. Human Development (edisi 11). Boston: McGraw-

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Hill Pedoman Akademik Kurikulum 2006 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (2008) Salim Agus. 2001. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta. PT. Tiara Wacana. Santrock Jhon W. 1999. Life-Span Development. McGraw-Hill Schultz, Duane. 1991. Terj: Psikologi pertumbuhan. Yogyakarta. Kanisius Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi IV. Jakarta. Balai Pustaka Woolfolk Hoy, A. (2004). Educational Psychology 9th Edition. USA : Pearson.

(79)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Tanggung jawab mahasiswa (studi deskriptif tanggung Jawab dari mahasiswa Program Studi Bimbingan Dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma dan implikasinya pada usulan topik-topik peningkatan tanggung jawab mahasiswa Program Studi Bimbingan Da
1
3
100
Tingkat kejenuhan belajar mahasiswa (studi deskriptif pada mahasiswa angkatan 2013 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
1
99
Persefsi mahasiswa terhadap perilaku asertifnya : studi deskriftif pada mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan tahun 2014 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial.
0
2
99
Coping stres penulis skripsi (studi deskriptif pada mahasiswa angkatan 2012 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma tahun ajaran 2015/2016).
1
5
109
Motivasi belajar pada mahasiswa : studi deskriptif tingkat motivasi belajar pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Angkatan 2013/2014 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan akademik.
0
1
79
Kecerdasan emosi mahasiswa baru : studi deskriptif pada mahasiswa semester II kelas A angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan pribad
0
0
132
Tingkat self regulated learning mahasiswa (studi deskriptif pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2012 tahun ajaran 2014/2015 dan implikasinya terhadap topik-topik self transformation training).
1
2
104
Kecerdasan emosi mahasiswa baru studi deskriptif pada mahasiswa semester II kelas A angkatan 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 20132014
0
1
130
Tingkat kejenuhan belajar mahasiswa (studi deskriptif pada mahasiswa angkatan 2013 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
4
17
97
Studi deskriptif hambatan, motivasi dan strategi pemecahan masalah pada mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma yang sedang mengerjakan skripsi - USD Repository
0
0
91
Perilaku mahasiswa dalam mengkonsumsi buku : studi pada mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
122
Tingkat self regulated learning mahasiswa (studi deskriptif pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2012 tahun ajaran 2014/2015 dan implikasinya terhadap topik-topik self transformation training) - USD Repos
0
0
102
Deskripsi motivasi belajar mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan tahun 2010 - USD Repository
0
0
92
Deskripsi tingkat resiliensi terhadap stres dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan kelompok : studi deskriptif pada mahasiswa angkatan 2013, semester 2 kelas A program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahu
0
0
150
Deskripsi tingkat kemandirian belajar mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2013 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan klasikal - USD Repository
0
0
112
Show more