TREND PERKEMBANGAN SENTRA BATIK DI DESA JARUM, BAYAT, KLATEN DITINJAU DARI UPAH, OMSET PENJUALAN, LUAS PASAR, JUMLAH TENAGA KERJA, DAN LABA USAHA TAHUN 2009-2013 SKRIPSI

Gratis

0
0
157
2 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

TREND PERKEMBANGAN SENTRA BATIK DI DESA

  

i

  

JARUM, BAYAT, KLATEN DITINJAU DARI UPAH, OMSET

PENJUALAN, LUAS PASAR, JUMLAH TENAGA KERJA,

DAN LABA USAHA

TAHUN 2009-2013

  

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Mempe roleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Ekonomi

Bidang Keahlian Khus us Pendidikan Ekonomi

  Disusun oleh: Andreas Frengki Wijayanto 09 1324 016

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2014

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  iii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PERSEMBAHAN

  

iv

  Skripsi ini kupersembahkan kepada: Bapak, Ibuk, dan saudara-saudariku tercinta,

  Keluarga besarku yang hebat, Almamaterku yang Agung.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  MOTTO Saat menulis janganlah memperhitungkan ”Situasi Kaotik (Chaos)”

sebagai situasi yang merugikan/mengkhawatirkan, tetapi sikapilah itu

sebagai hal yang menguntungkan. Berbagai kemungkinan yang terdapat dalam situasi tersebut akan memperkaya tulisan yang tengah kita buat (Peter Elbow)

  Belajar... berdoa... belajar... Berdoa... belajar... berdoa... Bekerja... berhasil... berderma.Amin.

  

Jangan pernah sepelekan perkara-perkara kecil, karena itu akan

menjadi besar kalau tidak disiasati dengan tepat (NN)

Saya sadar tidak lagi bocah, tetapi sayapun sadar bahwa umur membawa kebijaksanaan (Rowan Atkinson)

  Hidupku seperti musik Musik yang hadir setiap kali kaki ini melangkah Mengalunkan nada di tengah gelombangkehidupan Harmoni, ritme, irama, birama, tempo, dinamika

  Berpadu dalam satu orkestra, orkes sang petualang (Mrfreng)

v

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  

vi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Andreas Frengki Wijayanto Nomor Mahasiswa : 091324016

  Demi pengembangan Ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

TREND PERKEMBANGAN SENTRA BATIK DI DESA JARUM, BAYAT,

  

KLATEN DITINJAU DARI UPAH, OMSET PENJUALAN, LUAS PASAR,

JUMLAH TENAGA KERJA, DAN LABA USAHA TAHUN 2009-2013

  Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.

  

vii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

TREND PERKEMBANGAN SENTRA BATIK DI DESA

JARUM, BAYAT, KLATEN DITINJAU DARI UPAH, OMSET

PENJUALAN, LUAS PASAR, JUMLAH TENAGA KERJA,

  

DAN LABA USAHA

TAHUN 2009-2013

Andreas Frengki Wijayanto

Universitas Sanata Dharma

  

Yogyakarta

2014

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui trend perkembangan sentra batik di Desa Jarum, Bayat, Klaten ditinjau dari upah, omset penjualan, luas pasar, jumlah tenaga kerja, dan laba usaha tahun 2009-2013.

  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer hasil wawancara, dengan teknik sampel jenuh. Jumlah populasi ada 28 usaha batik, sampel yang digunakan ada 23 usaha batik. Analisis data menggunakan analisis trend kuadrat terkecil.

  Hasil penelitian ini adalah: (1) Upah yang diterima tenaga kerja di Sentra Batik Desa Jarum, Bayat, Klaten tahun 2009-2013 mengalami peningkatan sebesar 4,56%, (2) Omset penjualan yang diterima Sentra Batik Desa Jarum, Bayat, Klaten mengalami peningkatan sebesar 2,92%, (3) Jumlah Tenaga Kerja yang bekerja di Sentra Batik Desa Jarum, Bayat, Klaten tahun 2009-2013 mengalami peningkatan sebesar 7%, (4) Area pemasaran oleh Sentra Batik Desa Jarum, Bayat, Klaten mencapai DIY, Solo, Semarang, Klaten sendiri, Pekalongan, Kalimantan, Sumatra, Bali, dan juga ke pasar internasional seperti Malaysia, Thailand, India, Jepang, Australia, Prancis, dan Amerika, (5) Laba yang diperoleh Sentra Batik Desa Jarum, Bayat, Klaten tahun 2009-2013 mengalami peningkatan sebesar 3,54%.

  Kata Kunci: upah, omset penjualan, tenaga kerja, pemasaran, laba

  

viii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

TREND DEVELOPMENT OF BATIK CENTRE VILLAGE IN

JARUM, BAYAT, KLATEN PERCEIVED FROM WAGES,

TURNOVER, MARKET AREA, THE FORCE WORKER, AND

OPERATING PROFIT FROM 2009 TO 2013

  Andreas Frengki Wijayanto Sanata Dharma University

  Yogyakarta 2014

  This research aims to determine trend development of Batik Centre Village in Jarum, Bayat, Klaten in terms of wages, turnover, market area, the force worker, and operating profit from 2009 to 2013.

  This research is a descriptive quantitative research. The data were primary data interviews with saturated sample technique. There were 28 batik businesses as the population, and there were 23 batik business used as samples. Analysis of the data was squares trend analysis.

  The results of this study are: (1) Wages received by Labor of Batik Centre in Jarum, Bayat, Klaten from 2009 to 2013 has increased to 4,56%, (2) The turnover has increased to 2,92%, (3) Numbers of Labor who work at Batik Centrein Jarum, Bayat, Klaten from 2009 to 2013 has increased to 7%, (4) Marketing area reached to DIY, Solo, Semarang, Klaten, Pekalongan, Kalimantan, Sumatra, Bali, and also to the international markets such as Malaysia, Thailand, India, Japan, Australia, France, and America, (5) Operating profit from 2009 to 2013 has increased to 3,54%.

  Keywords: wages, turnover, labor, marketing, profit

  

ix

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Segalanya, yang telah melimpahkan berkat dan karunia kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skr ipsi ini. Skripsi ini berjudul ”Trend Perkembangan Batik di Desa Jarum, Bayat, Klaten Ditinjau dari Upah, Omset Penjualan, Luas Pasar, Jumlah Tenaga Kerja, dan Laba Usaha Tahun 2009-

  2013” sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi.

  Selama penulisan skripsi ini, penulis telah mendapat bantuan, masukan dan dorongan dari banyak pihak. Untuk itu penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam penyusunan skripsi ini, antara lain:

  1. Bapak Rohandi, Ph.D selaku Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

  2. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si selaku Ketua Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma dan selaku Dosen Pembimbing kedua yang dengan sabar, dan penuh perhatian telah memberikan masukan dan saran dalam penyelesaian skripsi ini.

  3. Bapak Y.M.V. Mudayen, S.Pd., M.Sc selaku Dosen Pembimbing pertama yang telah meluangkan waktu, sabar, dan penuh perhatian memberikan dorongan, saran dan arahan kepada penulis.

  

x

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo yang bersedia menjadi dosen penguji pada saat ujian penggodogan sehingga penulis dapat memperoleh banyak masukan dan saran untuk penyempurnaan skripsi ini.

  5. Bapak Dr. C. Teguh Dalyono, M.S selaku Dosen yang telah banyak mengarahkan mindset penulis untuk selalu berkembang, belajar, membaca literatur, melihat realita, memahami sejarah dunia dengan berbagai sudut pandang.

  6. Para Dosen: Bapak Indra, Bapak Mudayen, Bapak Harsoyo, Bapak Teguh, Ibu Nia, Ibu Supriyati, Opa Marianus, Bapak Heri, Bapak Subakti, Bapak Joko W., Bapak Rubi, Ibu Rita, Ibu Cornel, dan semua dosen yang telah mendidik penulis. Terima kasih atas jasa-jasa yang telah bapak- ibu berikan pada penulis sehingga penulis terbentuk sebagai pribadi yang seperti ini.

  7. Mbak Titin dan seluruh tenaga administrasi Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma, Staf dan Karyawan UPT Perpustakaan Universitas Sanata Dharma.

  8. Kepada Kantor Kesbangpol DIY, Badan Penanaman Modal Daerah Jawa Tengah, Badan Kesbanglinmas Jawa Tengah, Kantor Bappeda Klaten, Dinas Pariwisata Klaten, dan Kantor Kecamatan Bayat yang te lah memberikan ijin untuk melakukan penelitian di lokasi yang dipilih oleh penulis.

  9. Kepada Para Pengusaha Batik di Jarum, Bayat, Klaten yang telah memberikan ijin bagi penulis untuk melakukan penelitian di lokasi industri dan atas bantuan selama penulis mengadakan penelitian.

  

xi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10. Kedua orangtuaku Bapak FG Samiyanto dan Ibuk Elisabeth Surip, terima kasih untuk pengorbanan, kasih sayang, dukungan (moril dan materiil) dan doa yang telah diberikan.

  11. Kakak-kakakku (Mbak Etik, Mbak Ita, Mbak Heni, Mas Dedi, Mas Bhakti, Mas Yos, Mas Hari, Mbak Maria, dan Adikku Ian, keponakanku Vincent, Karel, terima kasih atas dukungan (moril dan materiil), saran, keceriaan, dan doa yang telah diberikan.

  12. Thanks to Sembadra for all and everything, you are my sunshine.

  13. Teman-teman PE‟09 (rasah tak sebutke wae-pokoke sahabat-sahabat Butik

  Jos) yang telah berjuang bersama-sama, terima kasih atas kebersamaannya selama ini, kalian luar biasa.

  14. Teman-teman hebat yang menemukanku di kampus ini seperti Joseph, Pipit, Arip, Niko, Adit, Agnes, Siwo, Okta, Siska, Melan, Anis, Sr. Yus, Paul, Ceper, Vitul, Christy, Joehan, Cendol, Sunyi, Asri, Nia, Brian, Antok, dan Fani ratu drink. Terima kasih kalian telah memberi warna dalam goresan- goresan lukisan di hidupku. Kisah-kisah ceroboh, aneh, lucu, mengharukan, menggembirakan, menyedihkan, kocak, dramatis, fun, heboh semua lengkap dan akan abadi dalam bingkai waktu.

  15. Thanks to Mas Bejo yang telah membantu dalam pemahaman penulis tentang diagram alir dan bimbingannya, itu sangat membantu jalannya penelitian yang dilakukan penulis.

  

xii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16. Thanks to Mas Agus Munadi yang telah membantu memberi bimbingan pada penulis pada saat penulis merasa sangat malas mengerjakan tulisan ini, terima kasih atas dorongan semangat yang sangat luar biasa.

  17. Thanks to rekan-rekan Seniman musik, dan brothers-sisters yang sering disebut Mudika/OMK yang sebenarnya tidak terlalu membantu dalam penulisan skripsi ini, namun keceriaan saudara/i dalam kebersamaan telah menciptakan suasana yang menyegarkan sehingga ketika penulis merasa ”Mumet eNdahe” kita tetap bisa ngekek dan ngakak bareng. Ahaha salam ojo kendho.

  18. Almamaterku yang Agung, terima kasih telah menerima penulis untuk belajar dengan fun.

  19. Semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada penulis yang tidak dan tak dapat disebutkan satu persatu.

  Penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, masih banyak kesalahan di sana-sini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif akan selalu penulis terima. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak.

  

xiii

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR ISI

Halaman Judul ................................................................................................... i

Halaman Lembar Persetujuan Dosen ................................................................ ii

Halaman Lembar Pengesahan

  ……………………………………………….. iii

Halaman Persembahan ..................................................................................... iv

Motto .................................................................................................................. v

Pernyataan Keaslian Karya ............................................................................. vi

Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi ................................................... vii

Abstrak ............................................................................................................... viii

Abstract .............................................................................................................. ix

x Kata Pengantar ……………………………………………………………….

Halaman Daftar Isi ............................................................................................ xiv

Halaman Daftar Tabel ....................................................................................... xix

Halaman Daftar Grafik ..................................................................................... xx

Halaman Daftar Diagram ................................................................................. xxi

  BAB IPENDAHULUAN A.

  1 Latar Belakang Masalah .........................................................................

  B.

  6 Identifikasi Masalah ................................................................................

  C.

  6 Rumusan Masalah ...................................................................................

  D.

  7 Definisi Operasional ................................................................................

  E.

  8 Tujuan Penelitian .....................................................................................

  F.

  9 Manfaat Penelitian .................................................................................

  

xiv

  

xv

  BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengusaha/Industri Kecil 1. Pengertian Usaha Kecil ...................................................................... 11 2. Asas dan Tujuan Usaha Kecil ........................................................... 12 3. Tujuan Pembangunan Usaha Kecil/Menengah ...............................

  12 B. Batik 1.

  Pengertian Batik ................................................................................. 13 2. Fungsi Batik ........................................................................................ 14 3. Jenis-Jenis Batik .................................................................................. 14 4. Motif Batik .......................................................................................... 15 5. Daerah Penghasil Batik ..................................................................... 16 6. Karakteristik Batik Bayat ................................................................. 22 C. Upah 1.

  Pengertian Upah ................................................................................ 22 a.

  Sistem Upah ................................................................................. 23 b. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Upah ..................................... 25 c. Keadilan dan Kelayakan Pengupahan .......................................

  26 d. Landasaan Kebijakan Pengupahan ............................................. 27 D.

  Omset Penjualan ……………….............................................................. 28 E. Luas Pasar 1.

  Pengertian Pasar ............................................................................... 30 2. Peranan Pasar ...................................................................................

  32 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

xvi

F.

  Tenaga Kerja 1.

  Pengertian Tenaga Kerja .................................................................. 33 2. Klasifikasi Tenaga Kerja .................................................................. 34 3. Permasalahan Ketenagakerjaan .....................................................

  36 4. Dampak Sentra Batik terhadap Tenaga Kerja ……………………… 38 5.

  Dampak Tenaga Kerja Terhadap Sentra Batik …………………….. 38 G. Laba Usaha ……………………………………………………………... 38 H. Hasil Penelitian yang Relevan .................................................................. 40

  BAB IIIMETODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ......................................................................................... 43 B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian ............................................................................... 44 2. Waktu Penelitian ................................................................................. 44 C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian ............................................................................... 44 2. Objek Penelitian ................................................................................. 44 D. Definisi Operasional dan Sumber Data 1. Definisi Operasional ........................................................................... 45 2. Sumber Data ........................................................................................ 46 E. Populasi dan Sampel 1. Populasi ............................................................................................... 46 2. Sampel ................................................................................................. 46 3. Teknik Pengambilan Sampel ............................................................... 47 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

xvii

F.

  Teknik Pengumpulan Data 1.

  Observasi Langsung ........................................................................... 47 2. Wawancara ......................................................................................... 48 3. Dokumentasi ..................................................................................... 48 G. Teknik Analisis Data 1.

  Analisis Trend .................................................................................. 49 2. Klasifikasi dari Gerakan Trend ......................................................... 50 H. Prosedur dan Tahap-tahap Penelitian 1.

  Diagram Alir ........................................................................................ 53 2. Langkah-Langkah Penelitian ............................................................... 53

  BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Aspek Geografis ………………………………………………………

  57 1. Letak Geografis …………………………………………………... 57 2.

  Keadaan Wilayah …………………………………………………. 57 3. Luas Penggunaan Lahan ………………………………………...... 58 B. Gambaran Umum Industri Batik di Jarum, Bayat, Klaten 1.

  Sejarah Batik Jarum, Bayat ……………………………….............. 69 2. Proses Pembuatan Batik ………………………………...………… 61

  BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data 1. Analisis Trend Upah…………………………………..………..

  64 2. Analisis Trend Omset Penjualan ………………………………..

  68 3. Analisis Trend Tenaga Kerja …………………………………….

  73 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

xviii

4.

  Analisis Trend Luas Pasar ………………………………………… 78 5. Analisis Trend Laba Usaha ………………………………………... 81 B. Pembahasan 1.

  Pembahasan Trend Upah ………………………………………….. 86 2. Pembahasan Trend Omset Penjualan ……………………………… 97 3. Pembahasan Trend Tenaga Kerja …………………………….……. 101 4. Pembahasan Trend Luas Pasar…………………………………..…. 105 5. Pembahasan Trend Laba Usaha ………………………………….… 110 6. Hubungan Peningkatan Upah dengan Tenaga Kerja ……………… 112 7. Prospek Sentra Batik Ke Depan, Harapan Pengusaha …………...... 112

  BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan …………………………………..…………………..……. 114 B. Saran …………………………………………………………………… 115 C. Keterbatasan Penelitian ……………………………………………….. 116 Daftar Pustaka .............................................................................................. 118 Lampiran ………………………………………………..…………………. 121 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Daftar Usaha Batik di desa

  Jarum, Bayat, Klaten …………………. 60

Tabel 5.1 Data Upah Te naga Kerja …………………………………………… 64Tabel 5.1.1 Perhitungan Upa h Tenaga Kerja …………………………………… 65Tabel 5.1.2 Nilai Trend Upah

  Tenaga Kerja ……………………………………. 67

Tabel 5.2 Data Omset

  Penjualan ……………………………………………… 68

Tabel 5.2.1 Perhitungan Om set Penjualan ……………………………………… 69Tabel 5.2.2 Nilai Trend Oms et Penjualan ………………………………………. 71Tabel 5.3 Data Jumlah Tenaga Kerja

  …………………………………………. 73 Tabel 5.3.1

  Perhitungan Jumlah Tenaga Kerja …………………………………. 74

Tabel 5.3.2 Nilai Trend Jumlah

  Tenaga Kerja ………………………………….. 77

Tabel 5.4 Luas Pem asaran …………………………………………………….. 79Tabel 5.5 Data Lab a Usaha ….………………………………………………… 81Tabel 5.5.1 Perhitungan

  Laba Usaha ……………………………………………. 82

Tabel 5.5.2 Nilai Trend

  Laba Usaha ……………………………………………. 85

Tabel 5.6 Pertumbu han Upah ………………………………………………… 88Tabel 5.7 Upah Rata-Rata

  Tenaga Kerja ……………………………………… 93

Tabel 5.7.1 Perhitungan Upah Rata-

  Rata ………………………………………. 94

Tabel 5.7.2 Trend Upah Rata-

  Rata ……………………………………………… 96

Tabel 5.8 Pertumbuhan Omse t Penjualan …………………………………..… 101Tabel 5.9 Pertumbuhan

  Tenaga Kerja ………………………………………… 104

Tabel 5.10 Pertumbuhan

  Laba …………………………………………………. 111

  xix

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Grafik 5.1.2 Grafik Upah Ten aga Kerja …………………………….….……….. 67 Grafik 5.2.2 Grafik Omset

  Penjualan ……………………………………,……… 73 Grafik 5.3.2 Grafik Tenaga Kerj a ………………………………….……………. 77 Grafik 5.5.2 Grafik Lab a Usaha …………………………………………………. 86 Grafik 5.7.2 Grafik Upah Rata-

  Rata ……………………………………………… 96

  xx

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Diagram 5.4 Diagram Luas Pemasaran ………………………………………… 81

  xxi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Batik merupakan salah satu warisan leluhur yang sangat luar biasa. Batik

  menjadi suatu ikon dalam tradisi masyarakat Indonesia. Dalam ensiklopedia bahasaIndonesia menjelaskan bahwa batik melambangkan dimensi sosial dalam kehidupan sehari- hari. Batik sendiri merupakan seni menggambar yang ekspresif dan penuh imajinasi. Batik yang ada di Bayat tak pernah lepas dari peran pengusaha itu sendiri dan juga dari karyawan yang bekerja di perusahan itu sendiri. Batik telah menjadi simbol yang khas di masya rakat. Letak kekhasan batik tulis adalah cara pembuatan secara manual oleh pembatik dengan menggoreskan alat berupa canting ke lembaran kain atau kayu untuk digambar sesuai pola yang sudah disesuaikan.

  Menurut UNESCO, Batik asal Indonesia kaya akan simbol status sosial, komunitas lokal, alam, sejarah dan warisan budaya, menyediakan masyarakat Indonesiadenganrasa identitas dan sebagai komponen penting yang keberlanjutan dari kehidupan mereka dari lahir sampai mati, dan terus berkembang tanpa kehilangan arti tradisionalnya.

  Tembayat atau yang sekarang lebih dikenal dengan Bayat, Kabupaten Klaten, merupakan daerah penghasil batik, yang sudah terkenal sejak abad ke-17.

  Batik Bayat terkenal karena kehalusan dan proses pewarnaannya yang sempurna. Sentra batik di Kabupaten Klaten menyebar di Kecamatan Bayat, Kecamatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  Wedi, dan Kecamatan Juwiring.Namun kecamatan yang memiliki jumlah sentra usaha batik terbanyak adalah Kecamatan Bayat yang memiliki 10 sentra industri batik. UMKM batik ini memberikan kontribusi yang cukup besar untuk perekonomian Kabupaten Klaten.

  Beberapa sentra produksi di Kecamatan Bayat, antara lain Batik Cap di Desa Beluk, Batik Tulis di Desa Jarum dan Desa Kebon, dan Batik Tenun Lurik di Desa Tegalrejo. Untuk proses pembuatan batik dari penggambaran motif batik, pembatikan, pencelupan, pengeringan, pengemasan sampai produk batik siap dipasarkan terdapat di Kabupaten Klaten itu sendiri. Sehingga tenaga kerja sebagian besar berasal dari Kecamatan Bayat yang telah menekuni usaha batik karena membatik dilakukan secara turun-temurun.

  Sumber bahan baku kain mori berasal dari Surakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Kain mori merupakan kain tenun berwarna putih yang terbuat dari kapas dan dipakai sebagai bahan untuk membuat kain batik.Batik-batik yang ada di Kecamatan Bayat ini pemasarannya bukan hanya di Kabupaten Klaten saja, melainkan hingga ke luar kota seperti Surakarta, Yogyakarta, Semarang, Jakarta hingga ke luar negeri seperti Malaysia, Thailand, dan India, namun sebagian hasil batik ini dikirim ke Surakarta. Sejak berdirinya Keraton Surakarta melalui perjanjian Giyanti (1755), banyak batik-batik yang digunakan oleh kerabat Keraton Surakarta dibuat di Bayat Klaten, dengan demikian keterkaitan batik Klaten dengan batik Solo merupakan keterkaitan yang sudah terjadi sejak masa lampau. Corak khas batik Bayat terdapat pada coklat sogan dan tanahannya ukel dan grinsing yang menyatu.Sedangkan motif- motifnya mengambil dari motif

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  klasik batik Solo (sido, semen, dsb). Kolaborasi corak-corak tersebut muncul akibat interaksi yang sudah cukup lama antara Klaten dengan Surakarta ( fitinline.com) .

  Sumber modal usaha batik Bayat ada yang berasal dari modal sendiri, kredit, sistem simpan pinjam, dll. Selain itu, ada juga yang mendapat bantuan modal dari lembaga- lembaga lain seperti batik tulis di Desa Kebon yang mendapat bantuan modal dari lembaga IOM (International Organization for Migration) dan lembaga donor JRF (Java Reconstruction Fund). Selain itu, terdapat juga pendidikan yang mendukung adanya perkembangan UKM Batik Bayat ini. Salah satunya adalah SMKN 1 Rota di Kecamatan Bayat. Sekolah kejuruan ini membekali siswa dengan keterampilan teknik dan pengetahuan seni tekstil berfokuskan pada seni batik, mencetak siswa yang mampu menopang industri tekstil daerah dan nasional. Sehingga dengan adanya pendidikan SMK ini membantu untuk mengembangkan industri Batik Bayat sehingga Batik Bayat mampu bersaing di pasar internasional (studiosetunggal.wordpress.com).

  Sampai saat ini perkembangan batik dengan cara printing sudah menjamur dimana- mana dan perkembangannya jauh lebih pesat dibanding dengan perkembangan yang terjadi pada batik tulis. Batik printing yang lebih dikenal dengan batik sablon menjadi sangat popoler karena proses produksinya yang relatif lebih cepat, mudah, dan dengan biaya yang lebih murah menyebabkan batik ini cepat populer di masyarakat. Lihat saja beberapa bulan yang lalu muncul batik sablon dengan motif klub sepak bola yang dengan segera mendapat hati di masyarakat, terutama di kalangan anak muda yang gila bola.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  Perkembangan teknologi telah mengubah cara produksi batik yang pada mulanya dengan menggunakan teknik tulis sekarang sudah menjamur batik-batik dengan cara cap. Itu juga tak lepas dari peran karyawan yang selalu dituntut untuk terus berkreasi dan berinovasi dengan karya batik yang selalu berkembang.

  Teknologi telah memengaruhi cara kerja yang dilakukan saat ini. Meski demikian karyawan yang ada di perusahaan sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha yang dijalankan, dalam hal ini sangat berpengaruh terhadap eksistensi Industri batik yang ada di Bayat.Karena karyawanlah sebenarnya yang menjadi penopang jalannya operasi Industri batik. Oleh karena itu pengusaha perlu memperhitungkan keberadaan karyawannya dengan baik.

  Perlu diketahui bahwa peran karyawan sangatlah penting dalam jalannya operasi usaha.Berita-berita di televisi yang memperlihatkan aksi mogok yang dilakukan para buruh membuat jalannya perekonomian industri menjadi kacau.Beberapa tahun silamburuh di Daerah Cianjur dan kota-kota lain melakukan aksi mogok, kerja perusahaan sudah mengalami stagnasi. Itu menggambarkan kuatnya pengaruh karyawan dalam perusahaan yang bergerak dalam bidang apapun.

  Industri batik sebagai salah salah satu industri kreatif yang mencerminkan corak bangsa sangat perlu memperhatika n kesejahteraan karyawan apabila ingin operasi usahanya berjalan dengan lancar, dilihat dari upah yang diberikan oleh pemilik usaha. Alasan penulis meneliti usaha batik di Klaten adalah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5

  1. Industri Batik yang ada di Bayat, Klaten sangat banyak memiliki ciri dan corak yang khas sesuai dengan daerah.

  2. Saat ini untuk daerah Klaten, Industri Batik tulis dan batik modern (cap, sablon) yang berkembang baik adalah di Bayat yaitu di Desa Jarum, Bayat.

  Sehingga lokasi ini yang paling tepat untuk lokasi penelitian.

  3. Industri batik sebagai salah satu usaha yang khas dari usaha lain perlu memperhatikan kesejahteraan karyawan, sehingga dengan adanya penelitian ini diharapkan karyawan yang bekerja di usaha batik dapat hidup sejahtera sesuai upah yang pantas dan layak menjadi keharusan yang wajib diberikan oleh pemilik usaha.

  4. Batik telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya bangsa Indonesia yang asli, memiliki nilai- nilai luhur bangsa Indonesia. Batik kaya akan simbol status sosial, komunitas lokal, alam, sejarah, dan warisan budaya, menyediakan masyarakat Indonesia dengan rasa identitas dan sebagai komponen penting yang keberlanjutan dari kehidupan mereka dari lahir sampai mati, dan terus berkembang tanpa kehilangan arti tradisionalnya.

  5. Masyarakat semakin gemar memakai baju batik. Sekolah-sekolah sering didapati para guru dan murid memakai baju batik di hari-hari tertentu. Juga beberapa tahun silam muncul ide kreatif dari pengusaha batik yang menciptakan batik dengan motif baru. Produsen yang jeli melihat pasar yang baik situasi ini dan merespon dengan menciptakan kreasi baru “batik bola”. Produsen membuat motif demikian karena melihat kesempatan dan peluang yang ada.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6 B. Identifikasi Masalah

  Dengan bermunculnya banyak industri batik cap yang ada saat ini akan mengikis citra batik tulis (asli) dan bila tidak segera disiasati maka batik tulis akan menjadi langka sehingga berdampak pada harga yang melambung (baca: harganya menjadi sangat mahal).

  Masalah perkembangan batik penulis rasa sangat penting dan menarik karena batik merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan sampai kapanpun. Oleh karenanya, hal itu menjadi dasar penulis merasa perlu meneliti perkembangan batik sampai saat ini. Khususnya perkembangan batik di Bayat Klaten ditinjau dari tingkat upah, omset penjualan, tenaga kerja, luas pasar, dan laba usaha di Sentra Batik Bayat. Saat ini industri batik yang berkembang pesat berpusat di Bayat, diharapkan daerah lain yang ada di Klaten bisa mendirikan industri batik juga karena batik bila tidak diteruskan oleh generasi yang akandatang lama-kelamaan akan hilang. Seni membatik perlu dilestarikan oleh anak-anak muda saat ini.

  C. Rumusan Masalah

  Sesuai latar belakang yang sudah diuraikan tersebut maka penulis merumuskan masalah yang akan menjadi pokok bahasan dari penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimana trend perkembanganSentra Batik di Jarum, Bayat, Klaten tahun

  2009-2013 ditinjau dari Upah? 2. Bagaimana trend perkembangan Sentra Batik di Jarum, Bayat, Klaten tahun

  2009-2013 ditinjau dari O mset Penjualan?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7

  3. Bagaimana perkembangan Sentra Batik di Jarum, Bayat, Klaten tahun 2009- 2013 ditinjau dari Luas Pasar?

4. Bagaimana trend perkembangan Sentra Batik di Jarum, Bayat, Klaten tahun

  2009-2013 ditinjau dari Jumlah Tenaga Kerja? 5. Bagaimana trend perkembangan Sentra Batik di Jarum, Bayat, Klaten tahun

  2009-2013 ditinjau dari Laba Usaha?

D. Definisi Operasional 1.

  Upah Upah adalah Penghasilan yang diperoleh tenaga kerja setelah ia melaksanakan tanggung jawabnya sebagai tenaga kerja di usaha batik dalam satuan rupiah per tahun.

  2. Omset Penjualan Omset penjualan dimaksudkan sebagai perolehan nilai penjualan sentra batik dalam satuan mata uangyaitu dalam rupiah. Omset penjualan didefinisikan sebagai keseluruhan dalam penjualan barang dan atau jasa dalam kurun waktu tertentu yang dihitung berdasarkan jumlah uang yang diperoleh per tahun.

  Omset penjualan diperoleh melalui hasil kali antara harga dengan jumlah batik yang diproduksi ( ).

  3. Luas Pasar Luas Pasar yang dimaksudkan adalah luas cakupan wilayah pemasaran sentra batik yang dijalankan dalam memasarkan produk batiknya per tahun.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8

4. Jumlah Tenaga Kerja

  Jumlah Tenaga Kerja adalah kuantitas/banyaknya tenaga kerja yang bekerja di sentra batik yang telah dijalankan oleh pemilik usaha batik per tahun.

5. Laba Usaha

  Laba Usaha adalah keuntungan yang diperoleh pemilik usaha batik dalam satuan rupiah per tahun.

  Dalam penelitian ini yang menjadi variabel: X1 adalah Kesejahteraan Karyawan X2 adalah Omset Penjualan X3 adalah Luas Pasar X4 adalah Jumlah Tenaga Kerja X5 adalah Laba Usaha Y adalah Periode Tahun

E. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan permasalahan yang diuraikan sebelumnya maka penelitian ini bertujuan untuk:

  1. Mengetahui trend tingkat perkembangan Sentra Batik di Desa Jarum, Bayat, Klaten ditinjau dariupah tahun 2009-2013.

  2. Mengetahui trend tingkat perkembangan Sentra Batik di Desa Jarum, Bayat, Klaten ditinjau dariomset penjualan tahun 2009-2013.

  3. Mengetahui perkembangan Sentra Batik di Desa Jarum, Bayat, Klaten ditinjau dari Luas Pasar tahun 2009-2013.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9

  4. Mengetahui trend tingkat perkembangan Sentra Batik di Desa Jarum, Bayat, Klaten ditinjau dari Jumlah tenaga kerja tahun 2009-2013.

  5. Mengetahui trend tingkat perkembangan Sentra Batik di Desa Jarum, Bayat, Klaten ditinjau dari Laba Usaha tahun 2009-2013.

F. Manfaat Penelitian 1.

  Bagi Peneliti Penelitian ini diharapkan bisa memberikan gambaran mengenai trend perkembangan Sentra Batik di Desa Jarum, Bayat pada tahun 2009-2013.

  2. Bagi Perusahaan Penelitian ini diharapkan mampu memberikan bantuan informasi bagi pengusaha batik di Desa Jarum, Bayat supaya perusahaan bisa memahami manajemen yang ada di perusahaannya sehingga mampu menganalisis keadaan ekonomi agar bisa melestarikan budaya batik tulis dan bisa memberikan hak yang pantas diterima karyawannya sesuai dengan tanggung jawab yang sudah dilakukan karyawan. Perusahaan juga mampu mengembangkan usahanya ke arah yang lebih baik. Dalam hal ini adalah pengupahan yang layak dan juga pemberian fasilitas yang bagus bagi karyawan.

  3. Bagi Karyawan Supaya karyawan memahami hak- haknya yang pantas ia dapatkan dari perusahaan setelah melakukan kewajibannya. Karyawan menerima upah yang pantas dan fasilitas yang baik dari perusahaan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10

4. Bagi Masyarakat

  Bagi masyarakat yang mungkin akan mendirikan usaha apapun itu, khususnya usaha batik, supaya bisa menyadari pentingnya budaya batik tulis dan mau melestarikannya ke depan, lebih- lebih mampu memberi pelayanan yang baik bagi karyawan dan juga masyarakat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengusaha/ Industri Kecil

1. Pengertian Usaha Kecil

  Pengembangan usaha kecil yang ada di Indonesia dapat menyumbang pendapatan yang cukup besar bagi perekonomian Negara. Pengertian usaha kecil menurut UU No. 20 pasal 1 tahun 2008 tentang UMKM adalah usaha ekonomi positif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah/Usaha Besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang ini.

  Sedangkan menurut Undang-undang yang lama, yaitu UU No 9 (pasal 1) Tahun 1995 pengertian usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagaimana diatur dalam undang- undang ini.

  Kriteria untuk menentukan besar kecilnya usaha antara lain besarnya modal yang dimiliki dengan kapasitas produksi, banyaknya tenaga kerja yang dipekerjakan, serta seberapa jauh dominasi perusahaan tersebut pada pasar untuk produk yang sejenis.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12

  2. Asas dan Tujuan Usaha Kecil

  Menurut UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM pasal 2, adalah sebagai berikut: a.

  Kekeluargaan b. Demokrasi ekonomi c. Kebersamaan d. Efisiensi berkeadilan e. Berkelanjutan f. Berwawasan lingkungan g.

  Kemandirian h. Keseimbangan kemajuan

  3. Tujuan Pembangunan Usaha Kecil/Menengah a.

  Memperluas kesempatan kerja Dengan adanya pertambahan usaha kecil/menengah akan mendorong terserapnya tenaga kerja untuk bekerja pada usaha yang beroperasi.

  b.

  Meratakan kesempatan berusaha Dengan adanya pembangunan industri kecil/menengah maka semakin besar pula kesempatan masyarakat untuk membuka usaha sesuai dengan keahlian mereka masing- masing.

  c.

  Memanfaatkan SDA dan SDM yang ada d. Dengan adanya usaha kecil/menenggah yang beroperasi di daerah maka

  SDA dan SDM yang ada akan terserap dan memiliki nilai guna, misalnya Batu dari letusan gunung akan bisa dimanfaatkan untuk bahan pembuatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13

  patung, masyarakat yang saat ini belum bekerja akan mendapatkan pekerjaan di usaha yang berdiri.

B. Batik 1.

  Pengertian Batik Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan- perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki- laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

  Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun-temurun, sehingga kadangkala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang.Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tradisional hanya dipakai oleh keluarga

  ”Indonesian Batik has a rich symbolism related to social status, local community, nature, history and cultural heritage; provides Indonesian people with a sense of identity and continuity as an essential component of their life from birth to death; and continues to evolve without losing its traditional meaning (unesco.org) ”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14

  Seperti uraian yang dijelaskan tersebut di atas menyatakan Batik asal Indonesia kaya akan simbol status sosial, komunitas lokal, alam, sejarah dan warisan budaya, menyediakan masyarakat Indonesia dengan rasa identitas dan sebagai komponen penting yang keberlanjutan dari kehidupan mereka dari lahir sampai mati, dan terus berkembang tanpa kehilangan arti tradisionalnya.

  2. Fungsi Batik Fungsi karya seni rupa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi estetis dan fungsi praktis. Fungsi estetis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tentang rasa keindahan, misalnya lukisan, patung, dan lainnya. Fungsi praktis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia akan benda pakai. Misalnya vas bunga, kursi ukir, dan bingkai foto (Sunaryo, 2009: 4).

  Kegunaan batik secara tradisional antara lain sebagain kain panjang, kain sarung, kain selendang, kain ikat kepala, dan kain kemben. Pada keraton Surakarta kain batik merupakan busana kebesaran keraton yang digunakan pada hari biasa maupun upacara- upacara besar dan kecil (Pujiyanto, 2008: 78).

  3. Jenis-jenis batik menurut teknik pembuatannya digolongkan menjadi (wikipedia.org): a.

  Batik Tulis Kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik menggunakan tangan.

  Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15

  b.

  Batik Cap Kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik yang dibentuk dengan cap (biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari c. Batik Lukis

  Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih d.

  Batik Printing Batik printing adalah batik yang proses pembuatannya dengan cara sablon. Batik jenis inilah yang saat ini banyak beredar dipasaran.

4. Motif Batik

  Dalam penciptaanya motif batik diterapkan sebagai busana, asesoris, dan kain panjang. Untuk busana, batik diklasifikasikan pada busana wanita dan busana pria. Pada busana wanita berupa terusan panjang, baju atasan, selendang dan kain panjang. Pada busana pria berupa atasan lengan panjang dan lengan pendek. Pada Asesoris batik difungsikan berupa tas dan sandal sebagai pelengkap busana wanita. Sehingga batik mengalami perkembangan ditinjau dari nilai fungsinya, apabila dulu batik hanya digunakan oleh para bangsawan/keluarga istana berupa kain panjang, selendang, dan busana kebesaran, sekarang batik bebas dipakai oleh kalangan apapun dalam berbagai bentuk produk selain busana. Hal ini sejalan dengan pendapat Anne Richter dalam Soedarso (2006: 61), yang mengemukakan bahwa pada jaman modern ini, batik tidak lagi hanya dipakai oleh para keluarga istana dan bangsawan,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16

  akan tetapi batik berkembang dan banyak diciptakan untuk diterapkan sebagai: kemeja lengan panjang, rok, alas meja, serbet makan, bahkan juga gorden.

  Benda-benda teknologis yang dibuat manusia juga dapat dijadikan sebagai motif hias.Semua benda-benda buatan manusia untuk peralatan dan keperluan hidup sehari-sehari digolongkan ke dalam benda-benda teknologi (Sunaryo, 2000: 183).

5. Daerah Penghasil Batik

  Indonesia sejak abad ke-19 sudah dikenal sebagai negara penghasil batikmulai mencapai masa keemasannya setelah seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam. Industri batik di Indonesia telah menyebar di setiap pulau dan daerah. Setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki corak dan motifnya masing- masing.

  Tidak heran kalau Indonesia memiliki sentra industri batik yang sangat banyak. Di Jawa saja daerah-daerahnya terkenal dengan batiknya masing- masing.

  a.

  Surakarta Surakarta merupakan pusat produksi batik yang penting di samping Yogyakarta dan Pekalongan. Batik yang menjadi ciri khas Kota Solo adalah sebagai berikut:

  1) Sido Mulyo sebagai simbol kebahagiaan dan kaya

  2) Sido Dadi sebagai simbol kemakmuran, kebahagiaan dan kaya

  3) Satriyo Wibowo sebagai simbol pria/wanita bermartabat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  17

  4) Tikel Asmorodono sebagai simbol cinta yang diberikan oleh orang lain.

  Kampoeng Batik Laweyan (Batik Desa Laweyan) adalah tempat yang terkenal sebagai produsen Batik yang terletak di sebuah desa tradisional penuh bangunan kuno berarsitektur Belanda dengan jalan-jalan sempit, khas desa di Indonesia. Selain memiliki ruang pamer dan toko, beberapa produsen menyelenggarakan khursus batik pendek bagi wisatawan.

  Pasar tradisional memainkan peran yang sangat penting untuk transaksi Batik, terutama untuk usaha kecil dan menengah, misalnya di Solo ada Pasar Klewer yang menjual semua jenis kain, terutama batik. Kain tradisional lainnya adalah lurik (kain khas jawa dengan motif katun bergaris) dan tenun. Disana ada ratusan toko-toko batik di sepanjang lorong- lorong sempit.

  b.

  Yogyakarta Yogyakarta dikenal sebagai pusat seni dan budaya Jawa klasik dan

  Batik adalah produksi utama mereka. Produk penting lainnya dari kota ini adalah kerajinan termasuk didalamnya batik, garmen, dan barang rumah tangga seperti produk kayu, kulit, keramik dan tembikar juga perak.

  Pola dan motif khas batik Yogyakarta sebagian besar terdiri dari Parang, Ceplok, Sido-Mukti, Truntum dan Kawung. Kombinasi warna Batik Yogyakarta adalah sama dengan Solo, didominasi o leh warna coklat, nila (biru), hitam, putih dan krem. Daerah yang terkenal Produksi Batik di Yogyakarta, antara lain Prawirotaman dan Kulon Progo.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  18

  Pasar Tradisional Bringhardjo adalah salah satu tempat penting bagi para pedagang batik dan itu menjadi titik pertemuan bagi perusahaan skala kecil dan menengah untuk melakukan bisnis. Selain grosir, ada banyak took batik yang menawarkan harga ritel untuk wisatawan lokal dan asing. Pasar ini telah berfungsi sebagai salah daya tarik wisata di Yogyakarta, karena koleksinya yang lengkap, mulai dari kain batik untuk pakaian yang terbuat dari bahan katun dan sutra, dengan harga mulai dari puluhan ribu sampai satu juta.

  c.

  Cirebon Cirebon merupakan area yang penting untuk produksi Batik di pantai utara Jawa. Salah satu sentra produksi batik di Cirebon adalah

  „Batik Trusmi, sebuah desa kecil yang terdapat 520 industri kecil dan menengah. Desa ini terletak 7 kilometer dari Kota Cirebon. Pada tahun 2007 disebutkan bahwa lebih dari 70% penduduk atau 5.938 orang bekerja di bisnis ini, yang terdiri dari perempuan 80% dan pria 20%.

  Sama halnya Batik dari wilayahpantai utara Jawa (Batik Pesisir), Batik Cirebon telah dipengaruhi oleh Eropa, Arab, budaya Cina dan India, yang memiliki desain penuh warna dengan motif binatang dan bunga. Tentang motif dan pola, ada dua kategori pola: 1)

  Motif Kesultanan Kasepuhan, yang dipengaruhi oleh ajaran Islam, yang melarang menggambar desain hewan di Batik.

  2) Motif Kesultanan Kanoman, yang memungkinkan seniman untuk menggambar dan memiliki desain hewan di Batik (Ini termasuk motif

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  19

  dari Keprabonan dan Kesultanan Cirebonan). Bahan yang digunakan adalah dari sutra, katun, katun primisima dan prima. Sekitar 40 persen dari produksi diserap oleh pasar lokal, 50 persen untuk perdagangan antar pulau dan 10 persen diekspor ke mancanegara seperti Jepang, Malaysia, Singapura, Myanmar, Laos, Amerika Serikat, Brunei Darussalam dan Jerman.

  d.

  Pekalongan Pekalongan adalah salah satu daerah produksi utama batik dengan desain utara Jawa pesisir. Sebagian besar batik yang diproduksi dalam motif warna-warni dipengaruhi oleh Cina Arab dan Belanda. Ada lebih dari 100 desain Batik yang sudah dikembangkan sejak 1802, dan beberapa yang populer Batik Pekalongan pola Jlamprang, Hokokai, dan Pagi-Sore.

  Para seniman memiliki ribuan ide- ide dalam mendesain motif batik tanpa sesuai pakem motif tradisional, misalnya selama pendudukan Jepang mereka menciptakan Javanese Kokokai yaitu motif batik yang cocok untuk jaket kimono. Pada tahun enam puluhan mereka menciptakan Tritura Batik, yaitu setelah politik terkenal dekrit Presiden Soekarno. Ada beberapa desain baru lainnya seperti Batik Presiden SBY dan Batik Tsunami yang diciptakan baru-baru ini. Selain Batik tulis, ada banyak produsen batik cap di Pekalongan dan biasanya digunakan untuk gaun kasual dan kerajinan rumah tangga.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20

  Pasar Batik besar yang terkenal di Pekalongan adalah “Pasar Grosir Setono” yang merupakanpasar ritel yang dibangun selama krisis ekonomi pada 1990 untuk membantu produsen batik dalam memasarkan produk mereka. Ada sekitar 7.000 pekerja yang bekerja di 12 wilayah pusat produksi Batik, batik garmen, dan kerajinan. Mereka kebanyakan bekerja untuk industri kecil dan menengah.

  e.

  Madura Salah satu sentra produksi batik yang terkenal di Madura terletak di

  Tanjung Bumi, 50 kilometer dari Bangkalan. Karakteristik Batik Madura adalah dalam warna dan desain. Seperti Batik dari pantai utara dari Jawa, desain batik Madura memiliki warna cerah dan lebih banyak kebebasan dalam aplikasi desain. Di Madura, hampir tidak ada yang menghasilkan Batik cap, para pengrajin sebagian besar menghasilkan Batik tulis. Salah satu batik terkenal dari Madura adalah Batik Gentongan, yang memiliki karakteristik tertentu dalam mewarnai, yang dihasilkan dari pengolahan yang berbeda dibandingkan dengan batik lainnya. Pada tahap pertama dari proses tersebut, kapas (mori) dicuci dan direndam dalam tong air yang dicampur dengan minyak khusus dari residu kayu. Pada langkah terakhir dari pengolahan kain diletakkan kembali ke dalam tong selama sedikitnya dua bulan untuk membuat efek yang selalu awet dan perbedaan warna.

  Dalam perkembangan terakhir, Batik Madura menjadi sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia dan dilaporkan hampir 90%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  21

  dari orang-orang muda di Tanjung Bumi sekarang bekerja dalam pembuatan Batik untuk mempercepat produksi dalam memenuhi permintaan pasar.

  f.

  Bali Batik Bali Batik karakteristik yang berbeda. Meskipun produksi

  Batik Tulis tidak begitu besar, titik menariknya adalah pada kebebasan dalam merancang motif dan warna yang cerah. Produksi batik cap d i Bali lebih dominan.

  Kain batik selendang yang dihiasi dengan desain bunga modern banyak diproduksi dalam jumlah besar seperti yang digunakan untuk pakaian pantai oleh para wisatawan. Kain selendang menjadi ikon cinderamata khusus dari Bali.

  Wilayah lain untuk sentra produksi batik tradisional di Pulau Jawa adalah:Bandung, Banten, Banyumas, Batang, Blitar, Ciamis, Garut, Gresik, Indramayu, Jakarta, Jember, Jombang, Klaten, Lasem, Semarang, Sidoarjo, Sragen, Surabaya, Tasikmalaya, Tuban, Tulungagung, Wonogiri.

  Sedangkan Di luar Pulau Jawa, beberapa daerah penghasil batik Kalimantan Timur dan tengah (yang memproduksi Batik dengan motif Dayak): Riau, Jambi, Bengkulu, Nangroe Aceh Darussalam, Padang, dan Kalimantan Barat memproduksi Batik dengan motif dominan Melayu yang dan Islam. Wilayah bagian Papua, Kalimantan dan Sulawesi adalah wilayah baru produksi Batik yang memproduksi batik dengan motif lokal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  22

6. Karakteristik Batik Asal Bayat, Klaten

  Batik yang berasal dari Bayat memiliki karakteristik yang serupa denga n batik asal Surakarta dan Yogyakarta karena letak daerah yang dekat dan pangsa pasar yang sama. Batik yang berasal dari Bayat biasanya pesanan dari daerah Surakarta dan Yogyakarta, batik ini memiliki corak warna yang kalem (tidak terlalu cerah namun juga tidak terlalu mencolok). Warna khasnya adalah coklat sogan dan tanahannya ukel dan grinsing yang menyatu.

C. Upah

  Upah merupakan salah satu rangsangan penting bagi para karyawan dalam suatu perusahaan. Hal ini tidaklah berarti bahwa tingkat upahlah yang merupakan pendorong utama, tingkat upah hanya merupakan dorongan utama hingga pada tarif dimana upah itu belum mencukupi kebutuhan hidup para karyawan sepantasnya. Upah sesungguhnya merupakan syarat perjanjian kerja yang diatur oleh pengusaha dan buruh atau karyawan serta pemerintah.

  “Upah adalah jumlah keseluruhan yang ditetapkan oleh perusahaan sebagai pengganti jasa yang telah dikeluarkan oleh karyawan meliputi masa atau syarat- syarat tertentu.”

  Dewan Penelitian Pengupahan Nasional memberikan definisi pengupa han sebagai berikut : “Upah ialah suatu penerimaan kerja untuk berfungsi sebagai jaminan kelangsungan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan dan produksi dinyatakan menurut suatu persetujuan undang-undang dan peraturan dan dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pemberi kerja dengan pen erima kerja.”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  23

  Dari pengertian diatas, mengenai upah ini dapat diartikan bahwa upah merupakan penghargaan dari tenaga karyawan atau karyawan yang dimanifestasikan sebagai hasil produksi yang berwujud uang, atau suat u jasa yang dianggap sama dengan itu, tanpa suatu jaminan yang pasti dalam tiap-tiap minggu atau bulan.

  Gaji sebenarnya juga upah, tetapi sudah pasti banyaknya dan waktunya. Artinya banyaknya upah yang diterima itu sudah pasti jumlahnya pada setiap waktu yang telah ditetapkan. Dalam hal waktu yang lazim digunakan di Indonesia adalah bulan. Gaji merupakan upah kerja yang dibayar dalam waktu yang ditetapkan.Sebenarnya bukan saja waktu yang ditetapkan, tetapi secara relatif banyaknya upah itu pun sudah pasti jumlahnya. Di Indonesia, gaji biasanya untuk pegawai negeri dan perusahaan-perusahaan besar. Jelasnya di sini bahwa perbedaan pokok antara gaji dan upah yaitu dalam jaminan ketepatan waktu dan kepastian banyaknya upah. Namun keduanya merupakan balas jasa yang diterima oleh para karyawan atau karyawan.

  a.

  Sistem Upah Ada beberapa sistem yang digunakan untuk mendistribusikan upah, dirumuskan empat sistem yang secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1)

  Sistem upah menurut banyaknya produksi 2)

  Sistem upah menurut lamanya bekerja 3)

  Sistem upah menurut lamanya dinas 4)

  Sistem upah menurut kebutuhan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  24

  Berikut ini akan dijelaskan keempat macam sistem pengupahan tersebut: a)

  Sistem upah menurut banyaknya produksi Upah menurut banyaknya produksi diberikan dapat mendorong karyawan untuk bekerja lebih giat dan berproduksi lebih banyak. Produksi yang dihasilkan dapat dihargai dengan perhitungan ongkosnya. Upah sebenarnya dapat dicari dengan menggunakan standar normal yang membandingkan kebutuhan pokok dengan hasil produksi. Secara teoritis sistem upah menurut produksi ini akan diisi oleh tenaga-tenaga yang berbakat dan sebaliknya orang-orang tua akan merasa tidak kerasan.

  b) Sistem upah menurut lamanya dinas

  Sistem upah semacam ini akan mendorong untuk lebih setia dan loyal terhadap perusahaan dan lembaga kerja. Sistem ini sangat menguntungkan bagi yang lanjut usia dan juga orang-orang muda yang didorong untuk tetap bekerja pada suatu perusahaan. Hal ini disebabkan adanya harapan bila sudah tua akan lebih mendapat perhatian. Jadi upah ini akan memberikan perasaan aman kepada karyawan, disamping itu sistem upah ini kurang bisa memotivasi karyawan.

  c) Sistem upah menurut lamanya kerja

  Upah menurut lamanya bekerja disebut pula upah menurut waktu, misalnya bulanan. Sistem ini berdasarkan a nggapan bahwa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25

  produktivitas kerja itu sama untuk waktu yang kerja yang sama, alasan-alasan yang lain adalah sistem ini menimbulkan ketenteraman karena upah sudah dapat dihitung, terlepas dari kelambatan bahan untuk bekerja, kerusakan alat, sakit dan sebagainya.

  d) Sistem upah menurut kebutuhan

  Upah yang diberikan menurut besarnya kebutuhan karyawan beserta keluarganya disebut upah menurut kebutuhan.

  Seandainya semua kebutuhan itu dipenuhi, maka upah itu akan mempersamakan standar hidup semua orang. Salah satu kelemahan dari sistem ini adalah kurang mendorong inisiatif kerja, sehingga sama halnya dengan sistem upah menurut lamanya kerja dan lamanya dinas. Kebaikan akan memberikan rasa aman karena nasib karyawan ditanggung oleh perusahaan.

  b.

  Faktor-faktor Yang Memengaruhi Upah Beberapa faktor penting yang mempengaruhi besarnya upah yang diterima oleh para karyawan, yaitu :

1. Penawaran dan permintaan karyawan 2.

  Organisasi buruh 3. Kemampuan untuk membayar 4. Produktivitas 5. Biaya hidup 6. Peraturan pemerintah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  26

  c.

  Keadilan dan Kelayakan Dalam Pengupahan Di dalam memberikan upah/gaji perlu juga memperhatikan prinsip keadilan. Keadilan bukan berarti bahwa segala sesuatu mesti dibagi sama rata. Keadilan harus dihubungkan antara pengorbanan dengan penghasilan. Semakin tinggi pengorbanan semakin tinggi penghasilan yang diharapkan.Karena itu pertama yang harus dinilai adalah pengorbanan yang diperlukan oleh suatu jabatan, pengorbanan dari suatu jabatan dipertunjukan dari persyaratan-persyaratan (spesifikasi) yang harus dipenuhi oleh orang yang memangku jabatan tersebut. Semakin tinggi persyaratan yang diperlukan, semakin tinggi pula penghasilan yang diharapkan. Penghasilan ini ditunjukan dari upah yang diterima.

  Rasa keadilan ini sangat diperhatikan oleh para karyawan, mereka tidak hanya memperhatikan besarnya uang yang dibawa pulang, tetapi juga membandingkan dengan rekan yang lain. Di samping masalah keadilan, maka dalam pengupahan perlu diperhatikan unsur kelayakan.

  Kelayakan ini bisa dibandingkan dengan pengupahan pada perusahaan- perusahaan lain. Atau bisa juga dengan menggunakan peraturan pemerintah tentang upah minimum atau juga dengan menggunakan kebutuhan pokok minimum.

  Dalam hubungannya dengan ketidak layakan dengan pengupahan apabila dibandingkan dengan perusahaan lain, ada dua macam ketidaklayakan tersebut, yaitu:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  27

  1. Mengundang skala-skala upah yang lebih rendah dibandingkan dengan skala upah yang dibayarkan untuk skala pekerjaan yang sama dalam perusahaan lain.

  2. Skala-skala upah dimana suatu pekerjaan tertentu menerima pembayaran yang kurang dari skala yang layak dibandingkan dengan skala-skala untuk jenis pekerjaan yang lain dalam perusahaan yang sama.

  d.

  Landasan Kebijaksanaan Pengupahan Dalam kebijaksanaan pengupahan tujuan utama yaitu kebijaksanaan yang mendasarkan upah dari sumbangan tenaga dan pikiran karyawan. Struktur upah/gaji menunjukan sistem yang formal mengenai skala-skala untuk tujuan tersebut. Sistem ini membedakan dalam pembayaran-pembayaran yang dianggap menunjukan perbedaan yang sama dalam bentuk-bentuk pekerjaan. Tambahan-tambahan produktivitas atau penyesuaian faktor- faktor perbaikan yang menghubungkan upah/gaji dengan dibuat menurut rata-rata kemajuan perusahaan.Kebijaksanaan pengupahan umumnya dibuat untuk: 1.

  Adanya pembayaran upah/gaji yang cukup untuk menjamin hidup berkeluarga dalam keadaan normal.

2. Mengadakan diferensiasi penghargaan pengupahan/penggajian dalam perbedaan skill, tanggungjawab, usaha dan kondisi kerja.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  28

  3. Mengadakan suatu pembinaan pengupahan/penggajian sesuai dengan peningkatan karya atau efisiensi kerja yang diberikan untuk mempertinggi daya hidup karyawan.

4. Mengadakan suatu pembinaan pengupahan/penggajian menurut stabilitas keuangan perusahaan.

D. Omset Penjualan

  Usaha apa saja yang dijalankan oleh perorangan atau perusahaan pastilah mengharapkan keuntungan atau laba yang sesuai dengan pengorbanan yang telah ia lakukan dan ini sejalan dengan pandangan para ahli. Menurut

  “commite on cost concepts and standars of the america accounting association yang disadurkan

  oleh Abas Karetadinata (1985), pengertian biaya adalah pengorbanan yang diukur dengan satuan uang yang dilakukan atau harus dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu atau pengorbanan yang dilakukan untuk mempero leh suatu manfaat. Selanjutnya Menurut Mulyadi (1993), biaya tenaga kerja adalah harga yang dibebankan untuk penggunaan tenaga kerja manusia tersebut.

  Omset berarti jumlah, sedangkan penjualan adalah kegiatan menjual barang/jasa yang bertujuan untuk memperoleh laba. Jadi omset penjualan adalah jumlah laba yang diperoleh dari proses menjual barang/jasa. Menurut Sutamto (1977), penjualan adalah usaha yang dilkaukan manusia untuk menyampaikan barang dan jasa kebutuhan yang telah dihasilkannya kepada mereka yang membutuhkan dengan imbalan uang menurut harga yang telah ditentukan sebelumnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  29

  Menurut swasta (1993), omset penjualan adalah akumulasi dari pe njualan seluruh produk barang dan jasa yang dihitung secara keseluruhan selama kurun waktu tertentu secara terus- menerus atau dalam suatu proses akuntansi.

  Winardi (1991), menyatakan penjualan sebagai proses dimana penjual atau produsen memastikan, mengaktifkan, dan memuaskan kebutuhan atau keinginan pembeli/konsumen agar dicapai mufakat dan manfaat baik bagi penjual dan pembeli secara berkelanjutan dan saling menguntungkan.

  Rustam (2002), omset penjualan merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suaatu periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula. Dengan kata lain omset adalah jumlah harta kekayaan awal periode ditambah keseluruhan hasil yang diperoleh selaama satu periode, dan bukan hanya yang dikonsumsi juga tidak ada kaitannya dengan perubahan modal dan hutang.

  Omset diakibatkan oleh kegiatan-kegiatan perusahaan dalam memanfaatkan faktor- faktor produksi untuk mempertahankan diri dan pertumbuhan.Seluruh kegiatan/operasi perusahaan menciptakan omset secara keseluruhan menimbulkan pengaruh positif (omset) dan keuntungan, juga pengaruh negatif (baca: pengorbanan) seperti biaya. Selisih dari keduanya nantinya akan menjadi laba atau rugi.

  Fakta di lapangan menunjukkan adanya faktor-faktor yang memengaruhi omset penjualan. Menurut Swasta (1999:121), faktor- faktor yang memengaruhi besar kecilnya omset penjualan dibagi menjadi dua faktor yaitu:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  30

  1. Faktor internal, yaitu faktor-faktor yang dikendalikan oleh perusahan, pada umumnya faktor- faktor internal adalah sebagai berikut: a)

  Kemampuan perusahaan untuk mengelola produk yang akan dipasarkan

  b) Kebijaksanaan harga dan promosi yang digariskan perusahaan

  c) Kebijaksanaan untuk memilih perantara yang digunakan 2.

  Faktor eksternal, yaitu faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh pihak-pihak perusahaan, pada umumnya faktor eksternal adalah sebagai berikut: a)

  Perkembangan ekonomi dan perdagangan baik nasional maupun internasional, perdagangan dan moneter.

  b) Kebijakan pemerintah di bidang ekonomi, perdagangan, dan moneter.

  c) Suasana persaingan pasar.

E. Luas Pasar 1.

  Pengertian pasar Luas secara harafiah adalah satuan untuk mendefinisikan besarnya wilayah, sedang pasar adalah tempat terjadinya jual beli barang dan atau jasa.

  Pasar dapat digolongkan dalam dua golongan yaitu pasar konkrit dan pasar abstrak.

  Pasar konkrit merupakan tempat dimana para peminta dan penawar barang berkumpul dan bertemu. Ciri pasar konkrit yaitu peserta pasar (penjual dan pembeli) dan barang yang diperdagangkan terdapat pada pasar tersebut, sedang pasar abstrak adalah pasar yang lokasinya tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Konsumen dan produsen tidak bertemu secara langsung. Biasanya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  31

  dapat melalui internet, pemesanan telepon dan lain- lain. Barang yang diperjualbelikan tidak dapat dilihat dengan kasat mata, tapi pada umumnya melalui brosur, rekomendasi dan lain- lain.Kita juga tidak dapat melihat konsumen dan produsen bersamaan, atau bisa dikatakan sulit membedakan produsen dan konsumen sekaligus (Hanafiah, 1983).

  Pasar juga dapat diartikan sebagai sasaran atau target yang akan dicapai oleh perusahaan sebagai pemasaran barang produksinya. Pasar yang dimaksud di sini adalah pasar sebagai sasaran penjualan. Sehingga luas pasar adalah luasnya wilayah yang menjadi sasaran penjualan dari target yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Dalam memasarkan barang perlu dipikirkan strategi yang baik untuk peningkatan jangkauan pasar yang dihadapi oleh perusahaan.Strategi pemasaran menurut Kotler (1997), adalah sejumlah tindakan terintegrasi yang diarahkan untuk mencapai keuntungan kompetitif yang berkelanjutan. Inti pemasaran strategis modern terdiri atas tiga langkah pokok, yaitu segmentasi, penentuan pasar sasaran, dan penetapan posisi.

  Ketiga langkah ini sering disebut STP (segmenting, targetting, positioning) (Kotler dan Amstrong, 2004). Langkah pertama adalah segmentasi pasar, yakni mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli yang terpisah- pisah yang membutuhkan produk dan/atau bauran pemasaran tersendiri.Langkah kedua adalah penentuan pasar sasaran, yaitu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar untuk dimasuki maupun dilayani. Langkah ketiga adalah penetapan posisi, yaitu tindakan membangun dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  32

  mengkomunikasikan manfaat produk yang istimewa dari produk di dalam pasar.

  Pasar (dalam arti luas) merupakan tempat perjumpaan antara pembeli dan penjual, di mana barang/jasa atau produk dipertukarkan antara pembeli dan penjual. Ukuran kerelaan dalam pertukaran tersebut biasanya akan muncul suatu tingkat harga atas barang dan jasa yang dipertukarkan tersebut (Ehrenberg dan Smith, 2003). Pasar terbentuk dari proses pertemuan sampai terjadinya kesepakatan. Pasar tersebut tidak mempedulikan tempat dan jenis barang.Jadi pasar tidak terbatas pada suatu lokasi saja (Rasyaf, 1996).

2. Peranan Pasar a.

  Peranan pasar bagi produsen 1)

  Sebagai tempat untuk mempromosikan barang 2)

  Sebagai tempat untuk menjual hasil produksi 3)

  Sebagai tempat untuk memperoleh bahan produksi b. Peranan pasar bagi konsumen

  1) Mempermudah konsumen untuk mendapatkan barang

  2) Sebagai tempat bagi lonsumen untuk menawarkan sumber daya yang dimiliki c.

  Peranan pasar bagi pemerintah 1)

  Sebagai penunjang kelancaran pembangunan 2)

  Sebagai sumber pendapatan negara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  33

F. Tenaga Kerja 1.

  Pengertian Tenaga Kerja Menurut UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.

  Menurut Kasnawi (2006), mengemukakan bahwa produktivitas tenaga kerja adalah pencerminan dari mutu tenaga kerja jika hal- hal lain dianggap tetap sama. Menurutnya perubahan (peningkatan) produktivitas tenaga kerja dapat terjadi karena pengaruh beberapa hal yaitu: a.

  Sumber daya modal fisik tersedia dalam jumlah yang banyak b. Sebagai sumber daya yang tersedia dalam jumlah yang besar c. Mutu modal manusia itu sendiri yang meningkat d. Kondisi dan lingkungan kerja yang lebih baik

  Ini menjelaskan berbagai pertanyaan yang ada dalam dunia ekonomi selama ini yang mempertanyakan mengapa ada banyak negara kaya akan sumber daya alam namun negara itu tetap miskin sedang banyak negara yang memiliki sedikit sumber daya alam namun menjelma menjadi negara kaya di dunia. Sebagai gambaran negara kecil seperti Jepang saat ini menjadi negara dengan pendapatan nasional tertinggi di Asia yang sebenarnya negara itu memiliki sedikit sumber daya alam, namun mereka berani menyatakan unggul dari segi sumber daya manusianya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  34

  Kasnawi(2006), mengemukakan gagasannya bahwa produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh: 1)

  Perkembangan barang modal per pekerja 2)

  Perbaikan tingkat keterampilan, pendidikan, dan kesehatan kerja 3)

  Meningkatkan skala usaha 4)

  Perpindahan pekerja antar jenis kegiatan 5)

  Perubahan komposisi output dari tiap sektor atau sub sektor 6)

  Perubahan teknik produksi 2. Klasifikasi tenaga kerja a.

  Berdasarkan Penduduknya 1)

  Tenaga Kerja Tenaga kerja adalah seluruh jumlah penduduk yang dianggap dapat bekerja dan sanggup bekerja jika tidak ada permintaan kerja. Menurut undang-undang ketenagakerjaan mereka yang dikelompokkan sebagai tenaga kerja adalah yang berusia 15-64 tahun

  2) Bukan Tenaga Kerja

  Bukan tenaga kerja adalah mereka yang dianggap tidak mampu dan tidak mau bekerja, meskipun ada permintaan bekerja. Menurut UU tenaga kerja No.13 tahun 2003, mereka yang berusia di luar usia kerja. yaitu mereka yang berusia di bawah 15 tahun dan berusia di atas 64 tahun. Mereka ini ini biasanya anak-anak, dan para lansia(lanjut usia)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  35

  e.

  Berdasarkan Batas Kerja 1)

  Angkatan Kerja, mereka adalah penduduk usia produktif yang berusia 15-64 tahun yang saat ini tidak atau belum bekerja dan sedang mencari pekerjaan.

  2) Bukan Angkatan Kerja, mereka adalah penduduk yang berumur 10 tahun ke atas yang kegiatannya bersekolah, mengurus rumah tangga dan sebagainya. Kelompok ini adalah anak-anak sekolah, ibu rumah tangga, dan pengangguran.

  f.

  Berdasarkan Kualitasnya 1)

  Tenaga Kerja Terdidik Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu dengan cara sekolah atau menjalani pendidikan formal dan non formal, tenaga kerja ini ini contohnya adalah guru, dosen.

  2) Tenaga Kerja Terlatih

  Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu melalui pengalaman kerja. Tenaga kerja ini memerlukan latihan secara berulang- ulang sehingga mampu menguasai pekerjaan tersebut. Contohnya adalah pembuat patung, teknisi mesin, karyawan bengkel.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  36

  3) Tenaga Kerja Tidak Terdidik

  Tenaga kerja tidak terdidik adalah tenaga kerja yang biasanya hanya mengandalkan tenaga fisik saja. Contoh dari tenaga kerja ini adalah kuli bangunan, kenek.

3. Permasalahan Ketenagakerjaan

  Negara Indonesia terkenal dengan penduduk yang sangat banyak dan sebagian besar penduduk Indonesia bekerja sebagai tenaga kerja yang bekerja di dalam negeri maupun di luar negeri. Tenaga kerja dari Indonesia umumnya berbekal pendidikan yang minim.

  Hal itu menimbulkan persoalan-persoalan pelik yang harus dihadapi oleh pemerintah ini. Berikut permasalahan umum yang ada di Indonesia tentang ketenagakerjaan: a.

  Rendahnya Kualitas Tenaga Kerja Pendidikan bisa dijadikan patokan kualitas sumber daya manusia di suatu negara, proses yang sepertinya sepele ini tidak boleh diacuhkan sebab banyak juga yang gagal dalam proses pendidikan. Dikaji lebih jauh lagi pendidikan di Indonesia masih sangat rendah bila dibanding dengan pendidikan di negara lain seperti di Jepang. Pengetahuan dan teknologi menjadi sangat rendah. Minimnya pengusaan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan rendahnya produktivitas tenaga kerja.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  37

  b.

  Jumlah Angkatan Kerja yang terus bertambah tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang ada Angkatan kerja yang ada di Indonesia sampai saat ini sangat banyak sedang perluasan lapangan pekerjaan tidak dan atau belum terealisasikan. Lapangan pekerjaan di Indonesia masih sangat minim menyebabkan pemerintah harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk menopang semua itu.

  c.

  Persebaran Tenaga Kerja yang Tidak Merata Sampai saat ini tenaga kerja sebagian besar berada di pulau Jawa.

  Sedang di daerah lain masih kekurangan tenaga kerja, terutama untuk sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Di Jawa saat ini sudah sangat padat dan banyak penganggur, namun di daerah lain seperti Kalimantan, Papua, Sumatra masih kaya sumber daya alam dan sangat butuh sumber daya manusia.

  d.

  Pengangguran Pengangguran di Indonesia sampai saat ini sangat banyak, saking banyaknya lapangan pekerjaan yang ada tak mencukupi untuk menampung pencari kerja. Lapangan pekerjaan yang ada saat ini tidak sebanding dengan luapan penganggur yang ada di negara ini. Apabila lapangan pekerjaan tidak segera ditambah oleh pemerintah, lama-kelamaan pengangguran yang saat ini sudah banyak akan terus bertambah banyak.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  38

  4. Dampak Sentra Batik terhadap Tenaga Kerja Usaha Batik telah berkontribusi dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Desa Jarum, Bayat, Klaten. Batik yang berkembang di

  Jarum, Bayat membawa angin segar pada ekonomi masyarakat. Masyarakat (warga sekitar) yang tak mempunyai pekerjaan kini bisa menunjukkan eksistensinya sebagai tenaga kerja di usaha- usaha batik di Jarum, Bayat.

  Dengan begitu menciptakan situasi ekonomi yang stabil, masyarakat mendapatkan penghasilan sebagai tenaga kerja di usaha batik. Penghasilan masyarakat yang cukup menciptakan tingkat kesejahteraan pada masyarakat.

  5. Dampak Tenaga Kerja terhadap Sentra Batik Usaha batik yang sampai saat ini eksis di Sentra Batik Jarum, Bayat tak bisa dilepaskan dari peran penting tenaga kerja yang secara sadar telah membantu berbagai proses operasi usaha yang berjalan. Tenaga kerja menjadi penggerak roda perekonomian sentra batik. Keberadaan tenaga kerja telah menjadi poros perkembangan dan kemajuan sentra batik di lokasi ini.

G. Laba Usaha

  Menurut Soemarso (2004 : 245), laba adalah selisih lebih pendapatan atas beban sehubungan dengan usaha untuk memperoleh pendapatan tersebut selama periode tertentu. Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan laba sejauh mana suatu perusahaan memperoleh pendapatan dari kegiatan penjualan sebagai selisih dari keseluruhan usaha yang didalam usaha itu terdapat biaya yang dikeluarkan untuk proses penjualan selama periode tertentu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  39

  Umumnya perusahaan didirikan untuk mencapai tujuan tertentu yaitu memperoleh laba yang optimal dengan pengorbanan tertentu. Yang dikorbankan pada umumnya adalah tenaga, uang, kesempatan, dan waktu. Untuk mencapai hal tertentu perlu adanya perencanaan dan pengendalian dalam setiap aktivitas usahanya agar perusahaan dapat membiayai seluruh kegiatan yang berlangsung secara terus- menerus.

  Pengertian laba menurut Baridwan (2004 : 29), kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi samp ingan atau transaksi yang jarang terjadi dari badan usaha dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang memengaruhi badan usaha selama satu periode kecuali yang termasuk dari pendapatan (revenue) atau investasi oleh pemilik.

  Menurut Rustam (2002), laba usaha didefinisikan sebagai selisih antara penerimaan total dengan biaya-biaya produksi, biaya tenaga kerja, penyusustan, dan sebagainya.

  Sedangkan menurut Simamora (2002 : 45), laba adalah perbandingan antara pendapatan dengan beban jikalau pendapatan melebihi beban maka hasilnya adalah laba bersih.

  Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa laba berasal dari semua transaksi atau kejadian yang terjadi pada badan usaha dan akan memengaruhi kegiatan perusahaan pada periode tertentu. Laba didapat dari selisih antara pendapatan dengan beban, apabila pendapatan lebih besar dari pada beban maka perusahaan akan mendapatkan laba, apabila terjadi sebaliknya maka perusahaan mengalami kerugian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  40

  Munawir (2007), memberikan pengertian laporan laba/rugi adalah laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, laba rugi yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu.

  Sedangkan menurut Baridwan (2004), mendefinisikanlaporan laba/rugi adalah suatu laporan yang menunjukkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu.

  Setiap perusahaan mempunyai tujuan umum dalam menjalankan aktivitasnya yaitu memperoleh laba, dari laporan laba rugi dapat menggambarkan keberhasilan atau kegagalan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Dalam setiap perusahaan untuk mengetahui laba perusahaan tersebut dapat dilakukan dengan memperbandingkan pendapatan yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan. Dengan adanya perbandingan tersebut perusahaan dapat mengetahui keadaan perusahaan dalam posisi untung atau rugi, jika pendapatan lebih besar dari pada biaya keluar maka perusahaan dapat dikatakan perusahaan tersebut memperoleh laba dan sebaliknya jika pendapatan lebih kecil dari pada pengeluaran maka dapat dikatakan perusahan dalam keadaan rugi.

H. Hasil Penelitian Yang Relevan

  Penelitian yang relevan dengan penelitia penulis ini adalah penelitian yang pernah dilakukan oleh Handayani (2011), mengenai faktor- faktor yang memengaruhi peningkatan kreativitas di industri batik, studi kasus pada industri batik di Kota Pekalongan, Lasem, Solo, dan Yogyakarta menemukan hasil penelitian yang menyatakan bahwa Salah satu jenis industri kreatif yang berasal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  41

  dari kerajinan adalah industri batik. Industri ini member ikan kontribusi besar terhadap industri kreatif yaitu rata-rata sebesar 33.704.640 selama tahun 2002- 2006 atau sebesar 24,09% Penelitian-penelitian di industri batik menunjukkan bahwa kreativitas perlu ditingkatkan. Ia juga menambahkan bahwa Kesimpulan dalam penelitian ini, yaitu : 1.

  Penelitian ini dapat membuktikan bahwa iklim organisasi kreatif, proses kreatif, dan SDM kreatif (yang terdiri dari motivasi dan karakter untuk berkreasi) mempengaruhi peningkatan kreativitas di industri batik. Hal ini dibuktikan dengan diketahuinya nilai CR<1,96 dan p>0,05),

  2. Pengaruh motivasi terhadap SDM kreatif (pesisir: 0,688; non pesisir: -0,237), pengaruh karakter terhadap SDM kreatif (pesisir: -0,029; non pesisir: 0,397), pengaruh SDM kreatif terhadap kreativitas (pesisir: 0,828; non pesisir: 0,210), pengaruh iklim organisasi kreatif terhadap kreativitas (pesisir: 0,314; non pesisir: -0,018), pengaruh proses kreatif terhadap kreativitas (pesisir: 0,228; non pesisir: 0,042),

3. Faktor yang paling memengaruhi peningkatan kreativitas dari aspek : a.

  SDM kreatif adalah menyukai nilai seni dan tertarik untuk mengembangkan ide- ide kreatif tentang batik, b.

  Iklim organisasi kreatif adalah adanya rasa saling percaya dan terbuka dalam lingkungan kerja, c.

  Proses kreatif adalah menemukan kesulitan dalam membatik dan bertanya apabila mendapat kesulitan (http://core.kmi.open.ac.uk/display/11731976).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  42

  Penelitian serupa adalah penelitian yang dilakukan oleh Satriadi, yang melakukan penelitian tentang perkembangan industri kerajinan wayang kulit di Kabupaten Bantul tahun 2005-2009 dilihat dari jumlah pengusaha, omset penjualan, dan laba industri wayang kulit. Dalam penelitiannya dia menemuka n hasil penelitian yang menyatakan bahwa trend perkembangan industri kerajinan wayang kulit di Kabupaten Bantul DIY tahun 2005-2009: (1) Terjadi peningkatan perkembangan jumlah pengusaha selama tahun 2005-2009, (2) Terjadi peningkatan perkembangan jumlah tenaga kerja selama tahun 2005-2009, (3) Terjadi peningkatan perkembangan jumlah omset selama tahun 2005-2009, (4) Terjadi peningkatan perkembangan jumlah jumlah laba selama tahun 2005-2009.

  Penelitian lain yang masih sejenis dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Maharani yang meneliti perkembangan industri kerajinan batu di Desa Keji, Muntilan. Dalam penelitiannya ia memperoleh hasil yang menunjukkan trend bahwa: (1) Terjadi peningkatan jumlah unit usaha kerajinan batu sebesar 1,7 unit usaha setiap tahunnya, (2) Terjadi penurunan jumlah tenaga kerja kerajinan batu sebesar -9,4 tenaga kerja setiap tahunnya, (3) Terjadi peningkatan jumlah omset kerajinan batu sebesar Rp. 8.370.427,00 rupiah setiap tahunnya, (4) Terjadi peningkatan jumlah laba kerajinan batu sebesar Rp.

  1.496.091,00 rupiah setiap tahunnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Deskripsi yang akan dijelaskan adalah perkembangan sentra batik di Desa Jarum, Bayat, Klaten. Perkembangan dilihat berdasarkan peningkatan upah, omset penjualan, luas pasar,

  jumlah tenaga kerja, dan laba usaha selama tahun 2009-2013.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan berfokus pada subjek dan objekpenelitiannya.

  Metode penelitian deskriptif menurut Pauline (1974 : 65), bahwa ”Peneliti berusaha menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan pada objek tertentu secara jelas dan sistematis”. Metode penelitian deskriptif berfungsi untuk mengetahui dan menjelaskan karakteristik variabel- variabel dari sebuah situasi atau keadaan yang sedang berlangsung saat ini. Metode deskriptif bertujuan untuk mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada, mengidentifikasi masalah danmemeriksa kondisi yang sedang terjadi, dan membuat perbandingan atau evaluasi.

  Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap subjek dan atau objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya kemudian melakukan analisis namun tidak membuat kesimpulan yang berlaku umum (generalisasi/inferensi) (Sugiyono, 2010 : 21).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  44

  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuanlitatif yang menyediakan informasi data dan penganalisisannya diwujudkan dalam bentuk perhitungan angka.

B. Tempat dan Waktu Penelitian 1.

  Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jarum, Bayat yang berada di

  Kabupaten Klaten. Daerah ini menjadi salah satu penghasil Batik yang banyak. Usaha-usaha batik di daerah ini sangat banyak bahkan tahun 2013 desa Jarum sudah diresmikan menjadi desa wisata. Potensi dan keunggulan dari produksi batik di daerah ini sudah tidak diragukan lagi. Tempat penelitian akan dilaksanakan di sentra batik Desa Jarum, Bayat, Klaten. Penelitian dilaksanakan di sini karena memang daerah ini yang menjadi lokasi utama produksi batik, baik berupa kain atau kayu.

2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama bulan April-Juli 2014.

C. Subjek dan Objek Penelitian 1.

  Subjek Penelitian Yang menjadi subjek penelitian ini adalah para Pengusaha Batik di daerah Jarum, Bayat, Kabupaten Klaten.

2. Objek Penelitian

  Objek penelitian adalah variabel- variabel yang yang diteliti yaitu: Upah, Omset Penjualan, Luas Pasar, Jumlah Tenaga Kerja, dan Laba Usaha.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  45

D. Definisi Operasional dan Sumber Data 1.

  Definisi Operasional Data yang masuk dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif, data yang dicari adalah: a.

  Jumlah pengusaha, yaitu jumlah pemilik usaha batik yang ada di desa Jarum, Bayat pada tahun 2009-2013. Jumlah pengusaha yang dicari dalam satuan orang.

  b.

  Upah, yaitu penghasilan yang diterima tenaga kerja setelah ia melakukan kewajibannya dengan memproduksi batik dalam satuan mata uang, di sini digunakan rupiah.

  c.

  Jumlah Tenaga Kerja, yaitu jumlah seluruh tenaga kerja yang bekerja di usaha batik, desa Jarum, Kecamatan Bayat pada tahun 2009-2013 dalam satuan orang.

  d.

  Jumlah Omset Penjualan, yaitu jumlah penerimaan total yang dihasilkan oleh proses produksi setiap tahunnya oleh usaha batik di Desa Jarum, Kecamatan Bayat pada tahun 2009-2013 dalam satuan mata uang, di sini digunakan rupiah.

  e.

  Luas Pasar, yaitu luas cakupan wilayah pemasaran usaha yang dijalankan pengusaha dalam memasarkan produknya per tahun.

  f.

  Laba Usaha, yaitu keuntungan yang diperoleh pemilik usaha batik dalam satuan rupiah per tahun.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  46

  Variabel dalam penelitian ini adalah upah, omset penjualan, luas pasar, jumlah tenaga kerja, dan laba usaha di Sentra Batik yang berada di desa Jarum, Bayat, Klaten pada tahun 2009-2013.

2. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.

  Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara langsung dengan para pengusaha batik di Desa Jarum, Bayat. Sedang untuk memperoleh data sekunder adalah dengan meminta data-data rekap bulanan yang dilakukan oleh para pengusaha Batik di daerah ini. Data yang diperlukan tentu saja adalah jumlah omset penjualan, jumlah tenaga kerja, luas pasar, laba usaha, dan juga pengeluaran-pengeluaran usaha seperti upah karyawan dan juga pengeluaran untuk produksi.

E. Populasi dan Sampel 1.

  Populasi Populasi yaitu kumpulan yang lengkap dari seluruh elemen yang sejenis, akan tetapi dapat dibedakan satu sama lain. Perbedaan itu disebabkan karena adanya karakteristik yang berlainan (Supranto, 1986). Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah pengusaha batik yang ada di Desa Jarum, Bayat, Klaten yang berjumlah 28 orang.

2. Sampel Sampel yaitu sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 1992).

  Berdasarkan masalah dalam penelitian ini, penulis mengambil sampel

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  47

  sejumlah dari total pengusaha yang memiliki usaha batik di Desa Jarum, Bayat, Klaten yang berjumlah 23 orang.

3. Teknik Pengambilan Sampel

  Pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampel jenuh, yaitu cara pengambilan sampel menurut sejumlah populasi yang ada, diambil secara keseluruhan sebagai sampel denganmelihat pertimbangan khusus. Pertimbangan tersebut dilihat dengan menitikberatkan pada data yag diperoleh. Dari 28 usaha batik yang diselidiki ternyata yang valid ada 23 yang kemudian bisa dijadikan sampel. Sedang sisanya lima usaha batik tidak dipakai karena tidak memiliki data secara lengkap, sesuai yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Ketidaklengkapan data disebabkan karena lima usaha batik tersebut belum mulai beroperasi sejak tahun 2009. Tentu saja lima usaha batik tidak memiliki data-data tentang upah, omset, luas pasar, jumla h tenaga kerja, dan laba pada tahun 2009.

  Sampel diambil dari keseluruhan jumlah populasi yang ada di SentraBatik Desa Jarum, Bayat. Dalam pengambilan sampel ini penulis/peneliti menggunakan wawancara sehingga peran peneliti sangat penting untuk memberi arahan demi hasil yang maksimal.

F. Teknik Pengumpulan Data

  Instrumen penelitian yang dibutuhkan dala m penelitian ini adalah antara lain: 1.

  Observasi/pengamatan Observasi yaitu metode pengumpulan data secara sistematis melalui pengamatan langsung terhadap subjek yang diteliti. Dengan metode ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  48

  peneliti mengamati secara langsung para pengusaha dan karyawan di Sentra Batik di Desa Jarum, Bayat, Kabupaten Klaten untuk memperoleh gambaran tentang keadaan fisik yang sesungguhnya seperti untuk mengamati proses produksi batik, dari kain mori yang di batik hingga pencelupan, melihat banyaknya tenaga kerja yang bekerja.

  2. Wawancara Wawancara dilakukan oleh peneliti dengan memberikan pertanyan yang sekiranya perlu untuk ditanyakan langsung kepada pemilik usaha dan juga responden yang adalah karyawan batik. Wawancara kepada pemilik usaha ini dimaksudkan untuk memperoleh data mengenai omset penjualan, biaya per bulan, persaingan, hambatan usaha, upah karyawan, omset penjualan, laba usaha, jumlah tenaga kerja, luas pasar. Wawancara ini dapat membantu penulis untuk memperoleh data yang tidak dapat digali dengan teknik yang pertama, yakni observasi/pengamatan di lokasi.

  3. Dokumenter Pengumpulan data sekunder yang ada di usaha batik ini. Data yang dimaksud adalah data pengeluaran perusahaan seperti pembiayaan karyawan, dalam hal ini upah yang diberikan industri kepada ka ryawan di usaha batik tulis, omset penjualan produk, luas pasar, jumlah tenaga kerja, dan pengeluaran untuk produksi. Dokumenter mampu menyediakan data dalam bentuk visual yang dapat menambah data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  49

G. Teknik Analisis

1. Analisis Trend

  Data berkala atau yang sering disebut time series adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu, untuk menggambarkan suatu perkembangan kegiatan (perkembangan produksi, harga, hasil penjualan, jumlah personil, penduduk, jumlah kecelakaan, jumlah pe serta, dan lain sebagainya). Analisis data juga memungkinkan mengetahui perkembangan sesuatu/beberapa kejadian serta hubungannya/pengaruhnya terhadap kejadian lainnya. Misalnya apakah kenaikan biaya advertensi diikuti oleh kenaikan hasil penjualan, apakah kenaikan penggunaan pupuk akan diikuti oleh kenaikan produksi padi, apakah kenaikan gaji akan diikuti oleh kenaikan pajak pendapatan, apakah kenaikan konsumsi akan diikuti oleh kenaikan konsumsi, dan lain sebagainya. Dengan kata lain apakah kenaikan suatu kejadian akan memengaruhi kejadian lainnya, kalau memang memengaruhi berapa besarnya pengaruh tersebut secara kuantitatif.

  Data berkala terdiri dari komponen-komponen, maka dengan analisis data berkala kita dapat mengetahui masing- masing komponen kalau kita ingin menyelidiki komponen-kompponen tersebut secara mendalam tanpa kehadiran komponen-komponen yang lainnya. Data berkala karena adanya pengaruh dari komponen-komponen tersebut selalu mengalami perubahan- perubahan sehingga apabila dibuat grafik akan menunjukkan suatu fluktuasi, yaitu gerakan naik-turun.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  50

  Contoh grafik produksi barang A, B, C selama empat tahun dari tahun 2000- 2004 dalam jumlah:

  1000 900 800 700 600

  C 500 B 400 A 300

  200 100

2000 2001 2002 2004

2. Klasifikasi dari Gerakan Trend

  Gerakan/variasi dari trend terdiri dari empat macam/komponen: a.

  Gerakan trend jangka panjang (long term movements or secular trend), yaitu gerakanyang menunjukkan arah perkembangan secara umum (kecenderungan menaik/menurun) b. Gerakan/Variasi Siklis (cyclical movements or variation), yaitu gerakan/variasi jangka panjang di sekitar garis trend (berlaku untuk data tahunan). Gerakan siklis ini bisa terulang setelah jangka waktu tertentu (setiap 3 tahun, 5 tahun, atau lebih) bisa juga tidak terulang dalam jangka waktu yang sama.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  51

  c.

  Gerakan/Variasi Musiman (seasonal movements/variation), yaitu gerakan yang mempunyai pola tetap dari waktu ke waktu, misalnya menaiknya harga sembako pada saat lebaran.

  d.

  Gerakan/variasi yang tidak teratur (irregular or random movements), yaitu gerakan/variasi yang sporadik sifatnya, misalnya naik-turunnya produksi padi akibat banjir yang datangnya tidak teratur, naik-turunnya produksi industri akibat pemogokkan, dan lain sebagainya.

  Analisis trend sangat cocok untuk penelitian ini sebab penelitian ini memberikan gambaran yang nyata tentang keadaan yang ada di lokasi penelitian, yaitu usaha-usaha batik di Bayat.

  Deret berkala dibedakan menjadi 4 komponen yang seakan-akan independen dan disebabkan oleh beberapa hal. Analisis data menggunakan kuadrat deret berkala yaitu menggunakan kuadrat terkecil untuk menghitung nilai trend dari tahun 2009-2013. Alasan menggunakan deret berkala kuadrat terkecil karena hasil peramalan lebih sesuai dan memberikan hasil yang mendekati kenyataan sebenarnya. Metode kuadrat minimum/terkecil merupakan metode yang memuaskan bagi penggambaran garis trend linear. Nilai kuadrat terkecil menghendaki agar jumlah kuadrat dari semua titik-titik vertikal (residu) antara titik-titik koordinat dan garis trend menjadi seminimal mungkin (Dajan, 1986:303).

  Rumus yang dipakai adalah Y‟=a + bX Y : nilai trend periode tertentu a

  : nilai konstanta, yaitu nilai Y‟ pada saat X sama dengan Nol (0)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  52

  Nilai a diperoleh dengan menggunakan rumus: b : nilai kemiringan, yaitu nilai Y‟ pada saat X bertambah satu satuan Nilai b diperoleh dengan menggunakan rumus:

  X : nilai periode tahun Bentuk tabel perhitungan adalah sebagai berikut:

  Tahun Y

  X XY Nilai Trend ( Y‟)

  2009 2010 2011 2012 2013

  Analisis data dalam penelitian ini adalah dengan trend sekuler, yaitu gerakan yang berjangka panjang, lambat, dan berkecenderungan menuju ke satu arah, arah menaik atau menurun. Trend sekuler umumnya meliputi gerakan selama 10 tahun atau lebih (Dajan, 1986).Untuk mencari nilai trend pada rumusan masalah pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima menggunakan teknik analisis data dengan analisis deret berkala, metode kuadrat terkecil. Analisis dengan metode kuadrat terkecil karena tingkat kesalahan yang dihasilkan minimum sehingga memberikan hasil perhitungan yang mendekati kenyataan dan dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya mengenai trend Perkembangan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Yang Cocok

  Membuat Kesimpulan FINISH KONSULTASI

  Analisis Data dengan Kuadrat Terkecil

  Penelitian Pengumpulan Data (Catatan Bulanan Usaha Batik) Teori Analisis Data dengan trend

  MERUMUSKAN TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN MERUMUSKAN MASALAH Cari Teori-Teori Yang Sesuai

  Membuat Batasan Masalah

  53

  Batik di Desa Jarum, Bayat, Klaten yang ditinjau dari Upah, Omset Penjualan, Luas Pasar, Jumlah Tenaga Kerja, dan Laba Usaha.

H. Prosedur dan Tahap-Tahap Penelitian 1.

  START Survei Ke Lokasi Usaha Batik KONSULTASI

  Survei ini dilakukan oleh penulis dengan maksud untuk mendapatkan

  Dalam studi penelitian ini penulis melakukan survei ke lokasi usaha yaitu usaha batik di Bayat yang akan dijadikan lokasi penelitian oleh penulis.

  Start c. Studi Penelitian

  Langkah-Langkah Penelitian b.

  Diagram Alir 2.

  IDENTIFIKASI MASALAH PENELITIAN Mencari Buku- Buku Referensi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  54

  gambaran umum yang lebih jelas terhadap lokasi usaha. Penulis datang ke lokasi usaha untuk “kula nuwun” dengan pemilik usaha dan melakukan wawancara dengan beberapa karyawan yang bekerja di usaha batik ini.

  d.

  Konsultasi Setelah melakukan survei ke lokasi usaha, penulis berkonsultasi dengan dosen pembimbing secara diskusi untuk membicarakan gambaran yang ada di lokasi usaha yang kemudian menentukan permasaahan- permasalahan yang terjadi di lokasi usaha dengan melihat realita yang ada.

  Konsultasi dilakukan agar dosen pembimbing mengerti dan memahami keadaan perusahaan dan dapat memberikan masukan dan saran mengenai langkah yang akan dilakukan selanjutnya.

  e.

  Identifikasi Masalah Setelah melakukan studi pendahuluan dan konsultasi dengan dosen pebimbing, dilakukan identifikasi masalah yang terjadi pada usaha batik.

  Identifikasi masalah ini untuk mendeskripsikan perkembangan sentra batik di Desa Jarum, Bayat.

  f.

  Tinjauan Pustaka Pada langkah ini peneliti akan melakukan peninjauan pustaka dengan buku-buku dan sumber-sumber referensi, dimana sumber-sumber pendukung ini yang dapat membantu peneliti dalam menganalisis dan menyelesaikan permasalahan yang dipilih .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  55

  g.

  Menentukan Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan dari penelitian harus disesuaikan dengan identifikasi dan perumusan masalah yang telah diangkat pada penelitian ini. Dan tentunya tujuan penelitian ini juga mempunyai manfaat bagi karyawan, perusahaan, serta bagi peneliti-peneliti lain yang akan melakukan penelitian dengan topik sejenis.

  h.

  Membuat Batasan Masalah Akan dilakukan pembatasan atas masalah yang diambil sehingga peneliti bisa lebih fokus akan inti dari masalah itu. Sehingga ruang lingkup dari permasalahan ini bisa jelas dan sistematis. i.

  Merumuskan Masalah Pada langkah selanjutnya ini akan dilakukan perumusan terhadap sejumlah masalah yang didapat pada tahapan identifikasi masalah. Sehingga dari identifikasi masalah akan dilakukan perumusan dengan beberapa pertanyaan yang dapat mendukung untuk menentukan perbaikan- perbaikan yang dapat dilakukan. j.

  Pengumpulan Data Dalam pengumpulan data ini teknik yan digunakan antara lain: 1)

  Wawancara dengan pemilik usaha batik di Sentra Batik Desa Jarum, Bayat, Klaten.

2) Peninjauan langsung dengan data historis perusahaan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  56

  k.

  Pengolahan Data Data yang terkumpul diolah menggunakan Ms. Excel dan disajikan dalam bentuk data deskriptif kuantitatif tentang upah, omset penjualan, luas pasar, jumlah tenaga kerja, dan laba usaha tahun 2009-2013 di Sentra Batik Desa Jarum, Bayat. l.

  Kesimpulan Pada tahap ini penulis menyimpulkan hasil penelitian berdasarkan pengolahan dan analisis data yang telah dilakukan sebelumnya untuk menjawab perumusan-perumusan masalah yang telah ditetapkan di awal. Selain itu sejumlah saran yang diharapkan dapat berguna bagi karyawan, perusahaan, dan masyarakat. m.

  Selesai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Kabupate n Klaten

1. Letak Geografis

  Secara geografis Kabupaten Klaten terletak di antara 110°30'-110°45' Bujur Timur dan 7°30'-7°45' Lintang Selatan. Luas wilayah Kabupaten Klaten mencapai 665,56 km2. Letak wilayah yang berada di tengah-tengah antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta menjadikan Kabupaten Klaten sebagai kota strategis untuk perdagangan. Wilayah Kabupaten Klaten berbatasan dengan beberapa kabupaten: a.

  Di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo, b.

  Di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul (Daerah Istimewa Yogyakarta), c. Di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Sleman (Daerah Istimewa

  Yogyakarta), d. Di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Boyolali.

2. Keadaan Wilayah

  Wilayah Kabupaten Klaten terbagi menjadi 3 dataran: a.

  Dataran Lereng Gunung Merapi membentang di sebelah utara, meliputi sebagian kecil wilayah Kecamatan Kemalang, Karangnongko, Jatinom, Tulung.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  58

  b.

  Dataran rendah membujur di tengah, meliputi seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Klaten, kecuali sebagian kecil wilayah merupakan dataran lereng gunung merapi dan gunung kapur.

  c.

  Dataran gunung kapur yang membujur di sebelah selatan meliputi sebagian kecil sebelah selatan Kecamatan Bayat dan Cawas.

  Daerah Klaten merupakan daerah pertanian yang potensial.Di samping sebagai batu kapur, batu kali dan pasir yang berasal dari gunung merapi. Ketinggian daerah: 1)

  Sekitar 3,72% terletak diantara ketinggian 0-100 meter di ataas permukaan laut 2)

  Terbanyak 83,52% terletak diantara ketinggian 100-500 meter dari permukaan air laut 3)

  Sisanya 12,76% terletak diantara ketinggian 500-2.500 meter dari atas permukaan air laut.

3. Luas Penggunaan Lahan

  Kabupaten Klaten mempunyai luas wilayah sebesar 65.556 ha, terbagi dalam 25 kecamatan, 401 desa/kelurahan. Dari 65,556 ha luas Kabupaten Klaten, yang merupakan merupakan lahan bukan sawah adalah 50,98% (33.423 ha).

  Pertumbuhan penduduk yang cepat memaksa lingkungan untuk mengikuti pola manusia yang sangat cepat termobiliasi dan/atau bertempat tinggal di wilayah ini. Hal ini berpengaruh dengan terjadinya perubahan penggunaan dari lahan petanian ke non pertanian. BPS Jawa Tengah merekap data luas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  59

  lahan se-provinsi dengan memetak- metakkan per kabupaten. Di Klaten, luas lahan terus mengalami penurunan, terutama lahan sawah (pada tahun 2010; 33.398 ha, dua tahun sebelumnya, tahun 2008;33.411,5 ha), sedangkan lahan bukan sawah mengalami kenaikan (tahun 2010; 32.158 ha, dua tahun sebelumnya tahun 2008;32.145 ha). Ini menunjukkaan adanya perubahan yang signifikan. Penurunan lahan sawah sebesar 0,04%, sedang peningkatan lahan bukan sawah 0,04 %.

  B. Gambaran Umum Industri Batik di Jarum, Bayat, Klaten

1. Sejarah Batik Jarum, Bayat

  Batik di Jarum, Bayat sudah terkenal mulai tahun 1970an. Pada awal

  eksistensi batik di Jarum, Bayat hanya ada beberapa pengusaha batik yang

  ada di Jarum, Bayat. Batik itu adalah batik milik Ibu Purwanti yang dinamai sesuai pemiliknya Batik Purwanti. Kemudian Batik Hardi, setelahnya Batik Unik Suroto yang mulai berkembang, Bapak Suroto awalnya adalah karyawan di Batik Purwanti, ia bekerja cukup lama di usaha batik milik Ibu Purwanti ini. Dengan modal yang pas-pasan, mepet sebenarnya pada waktu itu, Bapak Suroto mendirikan usaha batiknya sendiri. Dengan ketekunan dan semangat yang diselaraskan dengan visi dan misi ke depan, akhirnya berdirilah Batik Unik Suroto. Batik yang lain adalah Nardho Batik. Nardho Batik termasuk batik pelopor yang ada di Jarum, Bayat. Nardho Batik masih memiliki ikatan keluarga dengan Batik Hardi, Nardho Batik ini berdiri pada awal tahun ‟80an. Warna Khas yang ditonjolkan pada kain telah membuktikan masa depannya. Batik yang diproduksi oleh Nardho Batik ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6 Batik Suhodo Bapak Suhodo 8 2006

  14 Batik Sajino Bapak Sajino 14 2000

  13 Batik Miyono Bapak Miyono 16 1998

  12 Batik Jumiyati Ibu Jumiyati 25 1989

  11 Batik Harsiyem Ibu Harsiyem 14 2000

  10 Batik Hardi Bapak Hardi Trimanto 36 1978

  9 Batik Giyatno Bapak Giyatno 34 1980

  8 Batik Giyarto Bapak Giyarto 7 2007

  7 Raka Batik Bapak Agus Indarto 13 2001

  60

  memiliki warna yang tak mudah luntur, kualitas warna benar-benar diperhatikan. Batik Purwanti telah menjadi ikon batik di Jarum, Bayat.

  Bapak Sarwidi 8 2006

  4 Batik Natural Sarwidi

  3 Batik Unik Suroto Bapak Suroto 34 1980

  2 Nardho Batik Bapak Budi Susanto 33 1981

  1 Batik Purwanti Ibu Purwanti 46 1968

Tabel 4.1 Daftar Usaha Batik di Desa Jarum, Bayat Tahun 2009-2013 No Nama Usaha Batik Pemilik Lama Usaha (tahun) Tahun Berdiri

  Diantaranya adalaah Batik Sarwidi, Batik Sarino, Batik Mino, Raka Batik, Batik Suhodo dan masih banyak lagi.

  Setelah tahun 1998, tahun dimana lengsernya Presiden Soeharto dari kedudukannya sebagai orang nomor satu di Indonesia menjadi awal tahun kebangkitan Batik di Jarum, Bayat. Batik Jarum mulai menjamur dan setiap sudut desa ini saat ini ada pabrik batik rumahan. Batik telah menjadi tombak perekonomian yang telah menjadi bagian kesejahteraan masyarakat ini. Mulai tahun 1998 banyak sekali usaha-usaha batik yang muncul dan berdiri.

  Pengunjung yang ingin mencari batik di daerah ba yat, biasanya menanyakan Batik Purwanti karena batik ini sudah tak asing di telinga pelanggan.

  5 Batik Sekar Mawar Bapak Sarino 16 1998

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25 Batik Suyarti Ibu Suyarti 2 2012

  Kain putih yang akan dibatik dapat diberi warna dasar sesuai selera atau tetap warna putih sebelum kemudian dibatik (dihias dengan malam). Proses pemberian malam ini yang dinamakan ”membatik”, pemberian malam dapat dilakukan dengan canting dan sesuai tekniknya itulah disebut membatik tulis.

  Pelepasan lilin ini dengan mencelupkan kain yang telah selesai di batik pada air panas. Panasnya air disesuaikan dengan jenis kain yang dipakai sebagai bahan batik.

  Secara umum proses pembuatan batik melalui tiga ta hap, mulai dari pewarnaan, pemberian malam (lilin) pada kain, dan pelepasan lilin dari kain.

  Proses pembuatan batik di Jarum, Bayat tak jauh berbeda dengan proses- proses pembuatan batik di daerah lain. Yang membedakan adalah pemakaian bahan-bahan pewarna yang alami. Bahan-bahan pewarna alami itu ditemukan oleh salah pemilik usaha batik asal Jarum, Bapak Sarwidi.

  28 Batik Etnik Bapak Parman 3 2011 Sumber: Data diolah, 2014

  27 Batik Modern Ibu Sumarsih 4 2010

  26 Batik Purnomo Bapak Purnomo 3 2011

  61 No. Nama Usaha Batik Pemilik Lama Usaha (tahun) Tahun Berdiri

  15 Batik Sudarji Bapak Sudarji 9 2005

  23 Batik Yadino Bapak Yadino 9 2005

  22 Batik Umi Ibu Umi Haryati 12 2002

  21 Batik Suyanto Bapak Suyanto 12 2002

  20 Batik Warna Alami Ibu Suratmi 6 2008

  19 Batik Suparman Bapak Suparman 5 2009

  18 Batik Sunardi Bapak Sunardi 13 2001

  17 Batik Sularto Bapak Sularto 11 2003

  16 Batik Sri Miyono Bapak Sri Miyono 9 2005

  24 Batik Jinem Ibu Jinem 2 2012

2. Proses Pembuatan Batik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  62

  Membatik yang lainnya adalah dengan memberi warna dengan cap. Membatik dengan cap memiliki keunggulan lebih cepat namun nilai seni yang terkandung dalam batik cap kurang terlihat dibanding dengan batik tulis sebab seni membatik adalah ada pada goresan-goresan membentuk pola yang ada pada batik yang ditulis. Proses pewarnaan dan pemberian malam dapat dilakukan beberapa kali sesuai dengan keingginan, berapa warna yang di inginkan dan seperti apa warna yang ingin dibentuk oleh pemilik usaha.

  Selesai proses pemberian malam (lilin) dan pewarnaan, setelah itu malam perlu dilunturkan dengan proses pemanasan. Batik yang sudah jadi, direbus hingga malam yang menempel pada kain meleleh dan terlepas dari kain. Perebusan ini dilakukan dua kali, pertama kali dilakukan untuk melelehkan malam yang menempel pada kain, sedang yang kedua adalah perebusan dengan air soda Ash untuk mematikan warna yang menempel pada kain batik. Soda Ash (sodium carbonate)/asam karbonat merupakan senyawa yang yang menyerap uap air dari udara. Perbusan dengan soda Ash ini untuk menghindari kelunturan warna pada kain batik apabila suatu hari dicuci.Setelah perebusan selesai batik kemudian direndam dalam air dingin dan dijemur. Setelah melalui proses yang panjang tadi kain yang ditempeli lilin, kemudian di corat-coret, kemudian diwarnai, direbus akhirnya menjadi kain batik yang bernilai jual. Ya batik bernilai jual tingi, itu sudah diakui oleh masyarakat dan pemerintah juga UNESCO.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V ANALISIS TREND DAN PEMBAHASAN A. Analisis Trend Dari data-data primer yang telah didapatkan selama tiga bulan proses

  penyelidikan di lokasi penelitian. Penulis telah mengumpulkan data-data pengamatan secara langsung dengan wawancara dan juga rekap data dari usaha- usaha batik yang ada di Jarum, Bayat, Klaten yang berjumlah 28 usaha batik. Dari seluruh usaha batik yang telah di selidiki, ada 23 usaha batik yang valid sebagai usaha yang layak diteliti dan sesuai dengan analisis dalam penelitian ini.

  Penulis meneliti usaha batik yang telah berproduksi selama tahun 2009-2013. Dari 28 usaha batik yang beroperasi, 23 usaha batik diantaranya sudah memenuhi syarat uji trend, sedang sisanya yang berjumlah lima usaha batik tidak layak untuk diuji (baca: tidak layak dijadikan sampel) karena tidak memenuhi syarat untuk di analisis. Usaha batik yang tidak layak untuk dijadikan sampel penelitian karena usaha tersebut baru berdiri pada tahun 2010, 2011, 2013 sehingga tidak mempunyai data-data tahun 2009 yang dibutuhkan penulis.

  Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah Upah, Omset Penjualan, Luas Pasar, Jumlah Tenaga Kerja, serta Laba Usaha yang diperoleh usaha-usaha batik ini pada tahun 2009-2013. Analisis data disajikan penulis dalam bentuk tabel dan grafik sehingga mudah untuk dibahas dipahami.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  64

1. Analisis Trend Upah Total yang dite rima Tenaga Ke rja pada Tahun 2009-2013

  Upah Tenaga Kerja dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 5.1 Upah Total Tenaga Kerja tahun 2009-2013 Upah Total TK (Rupiah) No Nama Usaha 2009 2010 2011 2012 2013

  1 Batik Purwanti 320.000.000 275.000.000 298.000.000 300.000.000 480.000.000

  2 Nardho Batik 200.000.000 198.000.000 210.000.000 198.000.000 200.000.000 Batik Unik 188.000.000 188.300.000 195.000.000 200.000.000 240.000.000

  3 Suroto Batik Natural 140.000.000 142.000.000 160.000.000 170.000.000 176.000.000

  4 Sarwdi Batik Sekar 190.000.000 190.000.000 192.000.000 180.000.000 180.000.000

  5 Mawar

  6 Batik Suhodo 185.000.000 185.000.000 195.000.000 210.000.000 210.000.000

  7 Raka Batik 70.000.000 70.000.000 100.000.000 180.000.000 180.000.000

  8 Batik Giyarto 50.000.000 50.000.000 50.000.000 60.000.000 60.000.000

  9 Batik Giyatno 200.000.000 200.000.000 230.000.000 230.000.000 230.000.000

  10 Batik Hardi 185.000.000 200.000.000 180.000.000 180.000.000 180.000.000

  11 Batik Harsiyem 140.000.000 150.000.000 130.000.000 130.000.000 125.000.000

  12 Batik Jumiyati 240.000.000 250.000.000 270.000.000 290.000.000 290.000.000

  13 Batik Miyono 240.000.000 245.000.000 245.000.000 240.000.000 240.000.000

  14 Batik Sajino 200.000.000 200.000.000 250.000.000 250.000.000 252.000.000

  15 Batik Sudarji 90.000.000 90.000.000 91.000.000 86.000.000 86.000.000 Batik Sri 80.000.000 82.000.000 82.000.000 82.000.000 84.000.000

  16 Miyono

  17 Batik Sularto 180.000.000 210.000.000 200.000.000 230.000.000 245.000.000

  18 Batik Sunardi 70.000.000 90.000.000 90.000.000 80.000.000 100.000.000

  19 Batik Suparman 7.000.000 7.000.000 7.000.000 7.000.000 7.000.000 Batik Warna 8.000.000 8.000.000 8.000.000 8.000.000 8.000.000

  20 Alami

  21 Batik Suyanto 170.000.000 172.000.000 189.000.000 200.000.000 200.000.000

  22 Batik Umi 168.000.000 170.000.000 180.000.000 185.000.000 197.000.000

  23 Batik Yadino 50.000.000 50.000.000 52.000.000 54.000.000 55.000.000 Jumlah 3.371.000.000 3.420.300.000 3.604.000.000 3.750.000.000 4.025.000.000

  Sumber: Data Diolah, 2014 Analisis ini digunakan untuk mengetahui berapa besar nilai trend

  Upah Total Tenaga Kerja selama tahun 2009-2013. Pencarian nilai trend dengan menggunakan metode kuadrat terkecil (minimum). Perhitungan nilai- nilai konstanta (Y‟) dapat dirumuskan sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  65

  = variabel upah tenaga kerja Y‟ a = besarnya Y saat X sama dengan nol (0) b = besarnya perubahan Y apabila X mengalami perubahan satu satuan X = waktu Nilai a dan b diperoleh dengan menggunakan rumus:

  ,

Tabel 5.1.1 Perhitungan Upah total TK Sentra Batik 2009-2013

  Tahun Y

  X XY 2009 3.371.000.000 -2

  4 -6.742.000.000

  2010 3.420.300.000 -1 1 -3.420.300.000 2011 3.604.000.000 2012 3.750.000.000

  1 1 3.750.000.000 2013 4.025.000.000 2 4 8.050.000.000

  JMLH 18.170.300.000 10 1.637.300.000

  Sumber: Data diolah, 2014 Untuk mengetahui besarnya Y‟ maka perlu mengetahui besarnya konstanta a dan b. Konstanta a dan b dapat dicari dengan rumus:

  Konstanta a dan b disubstitusikan ke dalam persa maan maka akan diperoleh persamaan trend linear yang memenuhi persamaan kuadrat terkecil sebagai berikut:

  Y‟= a+bX

  X Y‟=

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  66

  Keterangan: Y‟ adalah nilai trend yang ditaksir a= adalah nilai trend periode dasar b= adalah perubahan per tahun secara linear X adalah unit tahun yang dihitung dari X= 0

  Perhitungan trend Upah total di usaha Batik Desa Jarum, Bayat, Klaten dari tahun 2009-2013 adalah sebagai berikut: a.

  Tahun 2009

  • (-2) Y‟=
    • 327.540.000 Y‟= Y‟= 3.306.520.000 b.

  Tahun 2010

  • (-1) Y‟= Y‟=
    • Y‟= 3.470.290.000 c.

  Tahun 2011 (0)

  • 0

  Y‟=

  Y‟= Y‟= d. Tahun 2012

  (1) Y‟=

  • Y‟=
  • Y‟= 3.797.790.000

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  67

  e.

  Tahun 2013 (2)

  • 327.540.000

  Y‟=

  Y‟= Y‟= 3.961.600.000

  Dari data dan rumus yang telah diperoleh tersebut maka perhitungan Trend dari Upah total yang diberikan Pemilik Usaha kepada Tenaga Kerjanya adalah sebagai berikut:

Tabel 5.1.2 Nilai Trend dari Upah TotalTenaga Kerja Sentra Batik Jarum, Bayat2009-2013

  Tahun Y

  X XY Nilai Trend ( Y’)

  2009 3.371.000.000 -2 4 -6.742.000.000 3.306.520.000 2010 3.420.300.000 -1 1 -3.420.300.000 1.996.360.000 2011 3.604.000.000 3.634.060.000

  2012 3.750.000.000

  1 1 3.750.000.000 3.797.790.000 2013 4.025.000.000 2 4 8.050.000.000 6.909.460.000

  JMLH 18.170.300.000 10 1.637.300.000

  Sumber: Data Diolah,2014

  Grafik 5.1.2 Trend Upah Tenaga Kerja

  Sentra Batik Jarum, Bayat 2009-2013 (Rupiah) 4.500.000.000 4.000.000.000 3.500.000.000 3.000.000.000 2.500.000.000

  Y 2.000.000.000 Y' 1.500.000.000

  1.000.000.000 500.000.000 2009 2010 2011 2012 2013

  Sumber: Data Diolah, 2014

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  68

  

2. Analisis Trend Omset Penjualan yang diterima Usaha-usaha Batik

Tahum 2009-2013

  Omset Penjualan dapat dilihat pada Tabel 4.15 di bawah ini:

Tabel 5.2 Omset PenjualanSentraBatik Tahun 2009-2013 Nama usaha Omset Penjualan (Rupiah) 2009 2010 2011 2012 2013

  Batik Purwanti 898.000.000 950.000.000 981.500.000 1.002.600.000 1.104.700.000 Nardho Batik 876.500.000 895.000.000 910.000.000 900.000.000 912.500.000

  Batik Unik Suroto 880.000.000 875.000.000 970.000.000 980.000.000 960.010.000 Batik Natural

  Sarwidi 700.000.000 698.000.000 795.000.000 750.000.000 720.300.000 Batik SM 550.000.000 600.700.000 500.000.000 610.000.000 655.200.000 Batik Suhodo 530.000.000 570.000.000 600.000.000 569.000.000 540.030.000 Raka Batik 290.000.000 310.000.000 350.000.000 500.000.000 560.000.000 Batik Giyarto 180.000.000 190.000.000 200.000.000 270.000.000 268.000.000 Batik Giyatno 650.000.000 680.000.000 730.000.000 750.000.000 756.000.000 Batik Hardi 450.000.000 500.000.000 390.000.000 400.000.000 480.000.000 Batik Harsiyem

  340.000.000 210.000.000 230.000.000 250.000.000 280.000.000 Batik Jumiyati 740.000.000 650.000.000 700.000.000 730.000.000 780.100.000 Batik Miyono 750.000.000 765.000.000 750.000.000 800.000.000 840.000.000 Batik Sajino 600.000.000 550.000.000 700.000.000 650.000.000 720.300.000 Batik Sudarji 330.000.000 370.000.000 220.000.000 240.000.000 274.000.000 Batik Sri Miyono 230.000.000 210.000.000 250.000.000 220.000.000 240.000.000 Batik Sularto 600.000.000 645.000.000 640.000.000 650.000.000 700.000.000 Batik Sunardi 310.000.000 330.000.000 290.000.000 250.000.000 300.000.000 Batik Suparman

  35.000.000 37.000.000 34.000.000 39.000.000 40.000.000 Batik Warna Alami 52.000.000 56.000.000 65.000.000 70.000.000 72.000.000 Batik Suyanto 400.000.000 400.000.000 420.000.000 450.000.000 480.000.000 Batik Umi 315.000.000 330.000.000 350.000.000 340.000.000 360.000.000 Batik Yadino 198.000.000 200.000.000 185.000.000 194.000.000 192.000.000 Jumlah 10.904.500.000 11.021.700.000 11.260.500.000 11.614.600.000 12.235.140.000

  Sumber: Data Diolah,2014 Analisis ini digunakan untuk mengetahui berapa besar nilai trend

  Omset Penjualan selama tahun 2009-2013. Pencarian nilai trend dengan menggunakan metode kuadrat terkecil (minimum).

  Perhitungan nilai- nilai konstanta (Y‟) dapat dirumuskan sebagai berikut: Y‟ = variabel Omset Penjualan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  69

  a = besarnya Y saat X sama dengan nol (0) b= besarnya perubahan Y apabila X mengalami perubahan satu satuan X = waktu Nilai a dan b diperoleh dengan menggunakan rumus:

Tabel 5.2.1 Perhitungan Omset Penjualan Sentra Batik Jarum, Bayat2009-2013

  Tahun Y

  X XY 2009 10.904.500.000 -2

  4 -21.809.000.000

  2010 11.021.700.000 -1 1 -11.021.700.000 2011 11.260.500.000 2012 11.614.600.000

  1 1 11.614.600.000 2013

  2

  4

  12.235.140.000 24.470.280.000 JUMLAH 57.036.440.000 10 3.254.180.000

  Sumber: data diolah, 2014 Untuk mengetahui besarnya Y‟ maka perlu mengetahui besarnya konstanta a dan b. Konstanta a dan b dapat dicari dengan rumus:

  Konstanta a dan b disubstitusikan ke dalam persamaan maka akan diperoleh persamaan trend linear yang memenuhi persamaan kuadrat terkecil sebagai berikut: Y‟= a+bX Y‟= 11.407.288.000+325.418.000X

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  70

  Keterangan: Y‟ adalah nilai trend yang ditaksir a= 11.407.288.000 adalah nilai trend periode dasar b= 325.418.000 adalah perubahan per tahun secara linear X adalah unit tahun yang dihitung dari X= 0 Perhitungan trend Omset Penjualan di usaha Batik Desa Jarum, Bayat, Klaten dari tahun 2009-2013 adalah sebagai berikut: a.

  Tahun 2009 Y‟= 11.407.288.000+325.418.000(-2) Y‟= 11.407.288.000-650.836.000 Y‟= 10.756.452.000 b. Tahun 2010

  Y‟= 11.407.288.000+325.418.000(-1) Y‟= 11.407.288.000-325.418.000 Y‟= 11.081.870.000 c. Tahun 2011

  Y‟= 11.407.288.000+325.418.000 (0) Y

  ‟= 11.407.288.000+0 Y‟= 11.407.288.000 d. Tahun 2012

  Y‟= 11.407.288.000+325.418.000(1) Y‟= 11.407.288.000+325.418.000 Y‟= 11.732.706.000

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  71

  e.

  Tahun 2013 Y‟= 11.407.288.000+325.418.000(2) Y‟= 11.407.288.000+650.836.000 Y‟= 12.058.124.000

  Dari data dan rumus yang telah diperoleh tersebut, maka perhitungan Trend dari Omset Penjualan dari usaha Batik di Jarum, Bayat adalah sebagai berikut:

Tabel 5.2.2 Nilai Trend dari Omset Penjualan Sentra Batik Jarum, Bayat 2009-2013 (Rupiah) Nilai Trend ( Y’)

  Tahun Y

  X XY 2009 10.904.500.000 -2

  4 -21.809.000.000 10.756.452.000

  2010 11.021.700.000 -1 1 -11.021.700.000 11.081.870.000 2011 11.260.500.000 11.407.288.000 2012

  1

  1

  11.614.600.000 11.614.600.000 11.732.706.000

  2013 12.235.140.000

  2 4 24.470.280.000 12.058.124.000

  JMLH 57.036.440.000 10 3.254.180.000

  Sumber: data diolah, 2014 Dengan menggunakan rumus perhitungaan trend yang telah disesuaikan di atas. Kita bisa memprediksi berapa Omset Penjualan pada tahun-tahunyang akan datang. Ambil contoh kita ingin mengetahui berapa

  trend omset penjualan pada tahun 2014, dan 2015, kita gunakan saja rumus

  yang telah dibuat sebelumnya dengan memasukkan nilai X (periode tahun tertentu):

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  72

  Tahun 2014 trend Omset Penjualan akan mencapai Rp. 12.383.542.000,-. Sedangkan pada tahun 2015 akan mencapai Rp. 12.708.960.000,-. Perhitungan dilakukan sebagai berikut di bawah: Y‟= a+bX Tahun 2014 Y‟= 11.407.288.000+325.418.000(3) Y‟= 11.407.288.000+976.254.000 Y‟= 12.383.542.000 Tahun 2015 Y‟= 11.407.288.000+325.418.000(4) Y‟= 11.407.288.000+1.301.672.000 Y‟= 12.708.960.000

  Ramalan ini akan menjadi prediksi yang positif bagi perkembangan usaha- usaha batik yang akan berlangsung ke depan. Dengan diketahui persamaan yang telah terhitung, hasil ramalannya trend akan semakin baik ke depannya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  73 Grafik 5.2.2

  Trend Omset Penjualan Sentra Batik Jarum, Bayat 2009-2013 (Rupiah)

  13.000.000.000 12.500.000.000 12.000.000.000 11.500.000.000

  Y 11.000.000.000 Y' 10.500.000.000

  10.000.000.000 9.500.000.000

2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

  Sumber: Data Diolah,2014

3. Analisis Trend Jumlah Tenaga Kerja di Sentra Batik tahun 2009-2013

  JumlahTenaga Kerja dapat dilihat pada tabeldi bawah ini:

Tabel 5.3 Jumlah Tenaga Kerja tahun 2009-2013 Juml ah TK (Orang) No Nama usaha 2009 2010 2011 2012 2013

  1 Batik Purwanti

  14

  15

  19

  23

  23

  2 Nardho Bat ik

  12

  14

  16

  15

  15

  3 Batik Unik Suroto

  13

  13

  15

  15

  16

  4 Batik Natural Sarwidi

  8

  10

  11

  14

  14

  5 Batik Seka r Mawa r

  10

  16

  19

  16

  16

  6 Batik Suhodo

  11

  14

  14

  15

  17

  7 Raka Batik

  7

  11

  10

  12

  11

  8 Batik Giya rto

  5

  4

  5

  5

  5

  9 Batik Giyatno

  12

  12

  14

  16

  16

  10 Batik Hard i

  6

  11

  11

  12

  12

  11 Batik Harsiye m

  7

  7

  7

  8

  8

  12 Batik Ju miyati

  13

  14

  15

  15

  16

  13 Batik M iyono

  11

  11

  12

  12

  18

  14 Batik Sajino

  11

  13

  13

  13

  13

  15 Batik Sudarji

  5

  5

  5

  5

  5

  16 Batik Sri M iyono

  8

  8

  7

  9

  9

  17 Batik Sularto

  7

  7

  7

  14

  14

  18 Batik Sunardi

  11

  11

  11

  12

  12

  19 Batik Suparman

  3

  3

  3

  3

  3

  20 BatikWarna Ala mi

  3

  4

  4

  4

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  74 Juml ah TK (Orang) No Nama usaha 2009 2010 2011 2012 2013

  21 Batik Suyanto

  15

  14

  19

  19

  19

  22 Batik Umi

  10

  10

  10

  7

  8

  23 Batik Yadino

  8

  8

  8

  8

  8 Juml ah 210 235 255 272 282

  Sumber: Data diolah, 2014 Analisis ini digunakan untuk mengetahui berapa besar nilai trend penyerapan tenaga kerja selama tahun 2009-2013. Pencarian nilai trend dengan menggunakan metode kuadrat terkecil (minimum).

  Perhitungan nilai- nilai konstanta (Y‟) dapat dirumuskan sebagai berikut: Y‟ = variabel penyerapan tenaga kerja a = besarnya Y saat X sama dengan nol (0) b = besarnya perubahan Y apabila X mengalami perubahan satu satuan X = waktu Nilai a dan b diperoleh dengan menggunakan rumus:

Tabel 5.3.1 Perhitungan Penyerapan Jumlah Tenaga Kerja Sentra Batik Jarum, Bayat tahun 2009-2013

  Tahun Y

  X XY 2009 210 -2 4 -420 2010 235 -1 1 -235 2011 255

  2012 272

  1 1 272 2013 282 2 4 564

  TOTAL 1254 10 181

  Sumber:datadiolah, 2014

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  75

  Untuk mengetahui besarnya Y ‟ maka perlu mengetahui besarnya konstanta a dan b. Konstanta a dan b dapat dicari dengan rumus:

  Konstanta a dan b disubstitusikan ke dalam persamaan maka akan diperoleh persamaan trend linear yang memenuhi persamaan kuadrat terkecil sebagai berikut: Y‟= a+bX Y‟= 270,8+18,1X Keterangan: Y‟ adalah nilai trend yang ditaksir a= 270,8 adalah nilai trend periode dasar b= 18,1 adalah perubahan per tahun secara linear X adalah unit tahun yang dihitung dari X= 0

  Perhitungan trend penyerapan tenaga kerja tidak akan pernah ada angka di belakang koma (,) oleh sebab itu angka yang seperti disebutkan tersebut perlu dibulatkan. Perhitungan trend jumlah tenaga kerja di usaha batik desa Jarum, Bayat, Klaten dari tahun 2009-2013 adalah sebagai berikut: a.

  Tahun 2009 Y‟= 270,8+18,1(-2) Y‟= 270,8-36,2 Y‟= 234,6 dibulatkan menjadi 234

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  76

  b.

  Tahun 2010 Y‟= 270,8+18,1(-1) Y‟= 270,8-18,1 Y‟= 252,7 dibulatkan menjadi 252 c. Tahun 2011

  Y‟= 270,8+18,1(0) Y‟= 270,8+0 Y‟= 270,8 dibulatkan menjadi 270 d. Tahun 2012

  Y‟= 270,8+18,1(1) Y‟= 270,8+18,1 Y‟= 288,9 dibulatkan menjadi 288 e. Tahun 2013

  Y‟= 270,8+18,1(2) Y‟= 270,8+36,2 Y‟= 307

  Dari data dan rumus yang telah tersedia diperoleh tersebut maka perhitungan Jumlah Tenaga Kerja yang ada di Usaha Batik desa Jarum, Bayat, Klaten adalah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  77

Tabel 5.3.2 Nilai Trend Jumlah Tenaga Kerja Sentra Batik Jarum, Bayat 2009-2013 Tahun Y

  X XY Nilai Trend ( Y’) 2009 210 -2 4 -420

  234 2010 235 -1 1 -235

  252 2011 255

  270 2012 272

  1 1 272 288

  2013 282

  2 4 564 307 TOTAL 1254 10 181

  Sumber :datadiolah, 2014

  Grafik 5.3.2 Trend Jumlah Tenaga Kerja

  Sentra Batik Jarum, Bayat 2009-2013 (orang)

  Sumber: diolah, 2014

  50 100 150 200 250 300 350

2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

  Y Y'

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  78

  

4. Analisis Luas Pemasaran Sentra Batik Desa Jarum, Bayat tahun 2009-

2013

  Berdasarkan wawancara dalam proses penyelidikan yang berlangsung selama bulan April sampai dengan Juli 2014. Pengusaha Batik Yang berlokasi di Jarum, Bayat, Klaten memasarkan produk mereka di wilayah Kabupaten Klaten, juga Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Jakarta, Bali, Kalimantan, bahkan pada tahun 2012/2013 lalu pemasaran telah sampai ke Malaysia, Thailand, India, Jepang, Australia, Prancis, juga Amerika.

  Wawancara dilakukan dengan 28 pemilik usaha batik.Pelaksanaan wawancara terbukti efektif dengan topik pembicaraan yang kental dengan berkelakar.Karena para pengusaha batik di Jarum, Bayat, Klaten memilik i selera humor yang baik. Wawancara yang dilakukan selama rata-rata 3 jam/hari itu menghasilkan informasi yang sangat dibutuhkan oleh penulis.

  Sebagian pengusaha membuka Show Room sendiri-sendiri, baik di rumah produksi atau membuka lokasi khusus. Pemilik usaha selalu menyediakan stok yang lebih di show room. Mereka sangat memerhatikan ketersediaan barang yang agar kon sumen tidak “kecelik” saat ingin membeli barang di galeri mereka.

  Pelanggan yang datang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka umumnya membeli batik untuk keperluan pribadi, ataupun untuk dijual oleh mereka sendiri.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Batik Hardi Klaten, Se marang, Peka longan, DIY, Solo

  Se marang, DIY, Solo Ba li, , Se marang, DIY, Solo Ba li, , Jateng,

  DIY, Solo Ba li, , Jateng, DIY, Solo Ba li, , Jateng,

  DIY, Solo Batik Giyarto Klaten, DIY,

  Solo Klaten, DIY, Solo Klaten, DIY,

  Solo Klaten, DIY, Solo Klaten, DIY,

  Solo Batik Giyatno Klaten,

  Se marang, Peka longan, Riau, DIY, Solo

  Klaten, Se marang, Peka longan, Riau, DIY, Solo Klaten,

  Se marang, Peka longan, Riau, DIY, Solo

  Klaten, Se marang, Peka longan, Riau, DIY, Solo Klaten,

  Se marang, Peka longan, Riau, DIY, Solo

  Klaten, Se marang, Peka longan, DIY, Solo

  Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali,

  Klaten, Se marang, Peka longan, DIY, Solo

  Klaten, Se marang, Peka longan, DIY, Solo

  Klaten, Se marang, Peka longan, DIY, Solo

  Batik Harsiye m Klaten, Peka longan, DIY, Solo Klaten,

  Peka longan, DIY, Solo Klaten, Peka longan, DIY, Solo Klaten,

  Peka longan, DIY, Solo Klaten, Peka longan, DIY, Solo Batik

  Jumiyati Klaten, Pale mbang, Peka longan, DIY, Solo Klaten,

  Pale mbang, Peka longan, DIY, Solo Klaten,

  Pale mbang, Peka longan, DIY, Solo Klaten,

  Pale mbang, Peka longan, DIY, Solo Klaten,

  Pale mbang, Peka longan, DIY, Solo

  Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Raka Batik Ba li,

  79

  Luas Pemasaran produk batik dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

  Batik Unik Suroto Jakarta, Bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

Tabel 5.4 Luas Pasar Sentra Batik Jarum, Bayat tahun 2009-2013 Nama Usaha Luas Pasar 2009 2010 2011 2012 2013

  Batik Purwanti Jakarta, bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo, Australia, Amerika

  Jakarta, bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Australia, Amerika

  Jakarta, bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo, Australia, Prancis, AS

  Nardho Batik Jakarta, Bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali,

  Jakarta, Bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Batik Natural Sarwidi Jakarta, Bali,

  Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali, Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali,

  Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali,

  Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali,

  Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Batik

  Sekar Mawar Jakarta, Bali, , Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali,

  , Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali, , Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali,

  , Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali, , Jateng, DIY, Solo Batik

  Suhodo Jakarta, Bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali,

  Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jakarta, Sumat ra (Riau), Jateng, DIY, Solo Batik Umi Klaten, DIY,

  Klaten, Solo Klaten, Solo Klaten, Solo Klaten, Solo Klaten, Solo Batik Warna Ala mi

  Klaten, DIY, Solo Klaten, DIY, Solo

  Klaten, DIY, Solo Klaten, DIY, Solo

  Klaten, DIY, Solo Batik Suyanto

  Jakarta, Sumat ra (Riau), Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  Sumat ra (Riau), Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Sumat ra (Riau), Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  Sumat ra (Riau), Jateng, DIY, Solo

  Solo, Se marang, Peka longan Klaten, DIY,

  Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali, Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali,

  Solo, Se marang, Peka longan Klaten, DIY,

  Solo, Se marang, Peka longan Klaten, DIY,

  Solo, Se marang, Peka longan Klaten, DIY,

  Solo, Se marang, Peka longan Batik

  Yadino Klaten, DIY, Solo, Se marang

  Klaten, DIY, Solo, Se marang Klaten, DIY,

  Solo, Se marang Klaten, DIY, Solo, Se marang Klaten, DIY,

  Solo, Se marang

  Sumber: data diolah, 2014

  Jateng, DIY, Solo Batik Suparman

  80 Nama Usaha Luas Pasar 2009 2010 2011 2012 2013

  Batik Miyono Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Batik Sajino Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Batik Sudarji Jakarta, Se marang, DIY, Solo Jakarta,

  Sunardi Jakarta, Bali, Jateng, DIY, Solo

  Se marang, DIY, Solo Jakarta, Se marang, DIY, Solo Jakarta,

  Se marang, DIY, Solo Jakarta, Se marang, DIY, Solo Batik Sri

  Wiyono Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Jakarta, Se marang, DIY, Solo Jakarta,

  Se marang, DIY, Solo Jakarta, Se marang, DIY, Solo Jakarta,

  Se marang, DIY, Solo Batik Sularto

  Jakarta, Bali, Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali,

  Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali, Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali,

  Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali, Jateng, DIY, Solo Batik

  Jakarta, Bali, Jateng, DIY, Solo Jakarta, Bali,

  81 Diagram 5.4 Luas Pasar Sentra Batik Jarum, Bayat tahun 2009-2013

  Sumber: Data Diolah,2014

  Laba dapat dilihat pada tabel 4.18 di bawah ini:

Tabel 5.5 Laba Usaha Tahun 2009-2013 Nama Usaha Laba (Ru piah) 2009 2010 2011 2012 2013

  Batik Purwanti 150.000.000 139.200.000 168.000.000 210.000.000 220.940.000 Nardho Batik 70.000.000 75.600.000 80.000.000 77.000.000 85.000.000 Batik Unik Suroto 84.000.000 90.000.000 95.000.000 95.600.000 87.000.000 Batik Natural Sarwidi 52.000.000 50.400.000 65.000.000 63.000.000 61.700.000 Batik SM 69.000.000 74.000.000 56.000.000 61.000.000 65.000.000 Batik Suhodo 98.000.000 79.200.000 73.000.000 65.000.000 62.000.000 Raka Batik 27.000.000 28.800.000 32.000.000 50.000.000 55.000.000 Batik Giyarto 19.200.000 18.000.000 20.000.000 25.000.000 37.000.000 Batik Giyatno 70.000.000 69.300.000 70.000.000 71.000.000 73.000.000 Batik Hardi 43.100.000 42.000.000 43.500.000 45.000.000 47.000.000 Batik Harsiyem 14.600.000 15.000.000 19.800.000 19.500.000 19.700.000 Batik Jumiyati 61.000.000 63.024.000 65.000.000 78.000.000 80.000.000 Batik M iyono 80.000.000 82.800.000 80.000.000 63.000.000 81.900.000 Batik Sajino 66.000.000 64.800.000 68.000.000 66.700.000 70.000.000 Batik Sudarji 12.500.000 12.000.000 14.000.000 13.900.000 19.000.000 Batik Sri M iyono 33.100.000 32.040.000 31.000.000 28.000.000 30.000.000 Batik Sularto 56.000.000 57.000.000 55.000.000 55.800.000 71.000.000 Batik Sunardi 36.800.000 36.000.000 34.000.000 30.000.000 36.000.000 Batik Suparman 4.600.000 4.800.000 4.500.000 5.000.000 7.000.000 Batik Warna Alami 5.700.000 6.000.000 6.000.000 7.000.000 7.200.000

  20% 80% LUAS PEMASARAN PRODUK BAT IK 2009-2013 dlm %

  LUAR NEGERI DALAM NEGERI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5. Analisis Trend Laba Usaha oleh Sentra Batik tahun 2009-2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  82 Nama Usaha Tahun 2009 2010 2011 2012 2013

  

Batik Suyanto 64.000.000 63.000.000 66.000.000 70.000.000 71.000.000

Batik Umi 25.500.000 24.000.000 26.000.000 26.000.000 28.000.000

Batik Yadino 19.900.000 21.000.000 17.600.000 19.000.000 18.900.000

  Jumlah 1.162.000.000 1.147.964.000 1.189.400.000 1.244.500.000 1.333.340.000

  Sumber: Data Diolah, 2014 Analisis ini digunakan untuk mengetahui berapa besar nilai trend

  Laba selama tahun 2009-2013. Pencarian nilai trend dengan menggunakan metode kuadrat terkecil (minimum). Perhitungan nilai- nilai konstanta (Y‟) dapat dirumuskan sebagai berikut:

  Y‟ = variabel Laba a = besarnya Y saat X sama dengan nol (0) b = besarnya perubahan Y apabila X mengalami perubahan satu satuan X = waktu Nilai a dan b diperoleh dengan menggunakan rumus:

  ,

Tabel 5.5.1 Perhitungan Laba Usaha-Usaha Batik 2009-2013 Tahun Y

  X XY

  2009 1.162.000.000 -2 4 -2.324.000.000 2010 1.147.964.000 -1 1 -1.147.964.000 2011 1.189.400.000

  2012 1.244.500.000

  1 1 1.244.500.000 2013 1.333.340.000 2 4 2.666.680.000

  JMLH 6.077.204.000 10 439.216.000

  Sumber: Data diolah,2014

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  83

  Untuk mengetahui besarnya Y‟ maka perlu mengetahui besarnya konstanta a dan b. Konstanta a dan b dapat dicari dengan rumus: Konstanta a dan b disubstitusikan ke dalam persamaan maka akan diperoleh persamaan trend linear yang memenuhi persamaan kuadrat te rkecil sebagai berikut: Y‟= a+bX Y‟= 1.215.440.800+43.921.600X Keterangan: Y‟ adalah nilai trend yang ditaksir a= 1.215.440.800 adalah nilai trend periode dasar b= 43.921.600 adalah perubahan per tahun secara linear X adalah unit tahun yang dihitung dari X= 0

  Perhitungan trend Laba Usaha- usaha Batik Desa Jarum, Bayat, Klaten dari tahun 2009-2013 adalah sebagai berikut: a.

  Tahun 2009 Y‟= 1.215.440.800+43.921.600(-2) Y‟= 1.215.440.800-87.843.200 Y‟= 1.127.597.600

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  84

  b.

  Tahun 2010 Y‟= 1.215.440.800+43.921.600(-1) Y‟= 1.215.440.800-43.921.600 Y‟= 1.171.519.200 c. Tahun 2011

  Y‟= 1.215.440.800+43.921.600(0) Y‟= 1.215.440.800+0 Y‟= 1.215.440.800 d. Tahun 2012

  Y‟= 1.215.440.800+43.921.600(1) Y‟= 1.215.440.800+43.921.600 Y‟= 1.259.362.400 e. Tahun 2013

  Y‟= 1.215.440.800+43.921.600(2) Y‟= 1.215.440.800+87.843.200 Y‟= 1.303.284.000

  Dari data dan rumus yang telah diperoleh tersebut maka perhitungan Trend dari Laba dari usaha Batik di Jarum, Bayat adalah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  85

Tabel 5.5.2 Nilai Trend dari Laba Usaha Sentra Batik Jarum, Bayat 2009-2013

  Tahun Y

  X XY Nilai Trend

  ( Y’)

  1.127.597.600 2009 1.162.000.000 -2 4 -2.324.000.000

  1.171.519.200

  • 1

  1 2010 1.147.964.000 -1.147.964.000 1.215.440.800 2011 1.189.400.000 1.259.362.400

  1

  1 2012 1.244.500.000 1.244.500.000 1.303.284.000

  2

  4 2013 1.333.340.000 2.666.680.000

  

10

JMLH 6.077.204.000 439.216.000

  Sumber: Data diolah,2014

  Trend Laba menunjukkan peningkatan. Tak terlalu signifikan, tapi

  adanya peningkatan yang ditunjukkan dalam tabel ini. Memberi angin segar bagi usaha-usaaha batik. Dengan demikiaan estimasi tahun-tahun ke depan

  trend akan tetap menuju ke titik positif.

  Tak dapat dipungkiri bahwa perekonomian sektor informal, khususnya batik bisa mengalami proses naik-turun yang tak terhindarkan.

  Namun berpatokan pada nilai trend ini penulis yakin tahun-tahun ke depan usaha- usaha batik ini akan semakin menarik, dengan angka-angka yang lebih fantastis pada laba yang diperoleh.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  86 Grafik 5.5.2 Nilai Trend dari Laba Usaha Sentra Batik Jarum, Bayat2009-2013

  Sumber: Data Diolah, 2014 Terlihat jelas di dalam grafik ini.Bisa kita lihat dari tahun 2009 terjadi penunuran yang sedang kemudian meningkat terus sampai pada tahun 2013.

  Laba yang berangsur-angsur meningkat dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama adalah karena pemasaran yang semakin menyeluruh ke wilayah- wilayah lain di seluruh Indonesia dan manca negara.

  Upah merupakan salah satu faktor penentu dalam produktivitas batik.Upah yang diterima oleh Tenaga Kerja secara nyata (Y) menunjukkan peningkatan selama tahun 2009-2013. Dengan menghitung dan menganalisis

  1.000.000.000 1.050.000.000 1.100.000.000 1.150.000.000 1.200.000.000 1.250.000.000 1.300.000.000 1.350.000.000

  2009 2010 2011 2012 2013 Y Y'

B. PEMBAHASAN

1. Pembahasan Trend Upah yang diterima Tenaga Kerja pada tahun 2009- 2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  87

  data yang telah dikumpulkan menggunakan persamaan trend, diperoleh persamaan untuk mengetahui trend upah total:

  • Pertumbuhan upah total tenaga kerja selama tahun 2009-2013 mengalami kenaikan. Kenaikan itu dipicu oleh beberapa faktor, tentu saja karena Omset yang meningkat. Namun selain itu juga karena etos kerja yang semakin baik dari karyawan.

  X Y‟=

  Kita lihat pada tabel 5.6, terjadi kenaikan yang paling tinggi pada tahun 2013 sebesar 7,33% sedangkan kenaikan yang terkecil pada tahun 2010. Peningkatan upah ini diketahui karena faktor kebijakan perusahaaan yang berusaha meningkatkan mutu dan kesejahteraan tenaga kerjanya.

  Peningkatan Upah mendorong iklim perekonomian masyarakat menjadi segar, khususnya dilihat dari daya beli tenaga kerja. Tenaga kerja bisa mencukupi kebutuhan-kebutuhannya.

  Peningkatan Upah ini juga berdampak positif pada perusahaan terutama menciptakan Loyalitas Tenaga Kerja, Tenaga kerja menjadi lebih loyal terhadap perusahaan. Tenaga kerja semakin menunjukkan etos kerja yang baik. Etos kerja yang baik ditunjukkan dengan semakin banyaknya kain batik yang hendak dibatik oleh tenaga kerja (hasil wawancara dengan responden). Ini juga dapat dilihat pada tabel 5.8, tentang pertumbuhan tenaga kerja.

  Dalam usaha yang berorientasi pada profit seperti sentra batik ini, tenaga kerja tak akan terlepas dari upah dan upah tidak akan terlepas dari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  88

  tenaga kerja. Upah menjadi kebutuhan yang sangat dibutuhkan pekerja batik. Buruh Batik tak akan mau bekerja kalau tak mendapat upah.

Tabel 5.6 Pertumbuhan Upah Tenaga Kerja tahun 2009-2013 (%) Tahun Upah (Y) Pertumbuhan (%) -

  2009 3.371.000.000

  1,46 %

  2010 3.420.300.000

  5,37 %

  2011 3.604.000.000

  4,05 %

  2012 3.750.000.000

  7,33 %

  2013 4.025.000.000 Sumber: data diolah, 2014

  Pengelolaan upah yang diberikan oleh Pemilik Usaha Batik di Desa Jarum, Bayat terhadap tenaga kerjanya menganut sistem upah menurut banyaknya produksi. Dalam sistem pengupahan seperti ini cenderung tak membedakan status pribadi seorang karyawan. Apakah ia telah lama bekerja atau baru beberapa hari bekerja, itu bukan suatu persoalan. Yang penting adalah ia bisa memenuhi target yang perlu dikerjakan. Itu diperuntukkan bagi pembatik, lain halnya dengan karyawan yang bertugas sebagai “pencelup” (bagian pewarnaan), ada perlakuan khusus pada upah yang mereka dapatkan.Sistem seperti ini manciptakan iklim yang baik terhadap operasi usaha. Tenaga kerja semakin berusaha mendapatkan bahan bagian yang lebih, demi mendapatkan upah yang lebih pula. Sedang pemilik usaha juga diuntungkan dengan etos kerja yang dilakukan oleh tenaga kerjanya. Semakin

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  89

  hari produktivitas barang semakin di tambah oleh perusa haan dan tenaga kerja semakin banyak pula mendapatkan bagian untuk memproduksi.

  Akhirnya upah yang diterima oleh tenaga kerja juga meningkat.

  UU No. 13 Tahun 2003 tentang pengupahan. Pasal 88 ayat 1, 2, 3 mengatur hak-hak tenaga kerja dan kewajiban yang ha rus dipenuhi perusahaan. (1) Buruh berhak memenuhi penghidupan yang layak, (2) sesuai dengan hak buruh mendapatkan penghidupan layak maka perusahaan wajib memberi perlindungan dengan kebijakan pengupahan sedang pada (3) kebijakan penguahan untuk melindungi tenaga kerja seperti upah minimum, upah kerja lembur, dan tata cara pengupahan lain. Dengan adanya UU yang tertera tersebut di atas, maka pemilik usaha harus mampu mensejahterakan tenaga kerjanya. Ketentuan-ketentuan dalam perundang-undangan yang di maksudkan tersebut menjadi tolak ukur kenaikan pengupahan.Pemilik usaha merasa perlu menaikkan upah tenaga kerjanya. Rata-rata per potong proses pembatikan yang dilakukan oleh tenaga kerjanya dihargai Rp 5.000, apabila ia bisa membatik 10 potong saja maka dalam seharinya tenaga kerja itu memperoleh Rp 50.000. dengan begitu selama seminggu ia bisa memperoleh Rp 350.000, dan satu bulan ia memperoleh Rp 1.300.000. Dan itu berarti sudahterealisasi Pasal 88 ayat 3 pada UU yang sama, diketahui UMK Kabupaten Klaten sebesar Rp 1.026.600 pada tahun 2014. Keadaan itu dapat terjadi dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi, ketekunan dan kesabaran tenaga kerja diuji disini. Salah satu faktor yang menyebabkan upah naik adalah undang-undang ini, yang mengatur kelayakan pengupahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  90

  Produktivitas barang yang diproduksi per orang berpengaruh terhadap kenaikan upah mereka. Semakin banyak produksi yang dihasilkan oleh tenaga kerja maka semakin besar pula upah yang diterima tenaga kerja. Intinya semakin banyak batik yang diproduksi oleh tenaga kerja semakin besarlah ia mendapat upah.

  Itulah keunggulan sekaligus kelemahan sistem upah ini, bagaimana tidak dengan sistem ini tenaga kerja sangat besar berpengaruh terhadap perusahaan. Saat tenaga kerja menunjukkan etos kerja yang semakin baik dengan melakukan proses pembatikan yang banyak, produksi meningkat diikuti penjualan perusahaan meningkat, namun bila sekali saja semua tenaga kerja mogok, maka sekali itu juga perekonomian lumpuh. Karena batik menjual seni kerajinan yang asli diciptakan tangan-tangan manusia. Melihat situasi seperti ini, maka perhatian usaha batik semakin tampak, semakin terlihat jelas bahwa keberadaannya sungguh tak dipungkiri karena adanya tenaga kerjanya.

  Perhatian pemilik usaha dengan memberikan nilai ukur bahan baku yang dibatik oleh tenaga kerja semakin tinggi. Rata-rata 1 kaos/baju dihargai 5.000-10.000 sedang 1 kain jarik dihargai 15.000-25.000 tergantung jenis kain yang di batik, kain yang dibatik umumnya adalah kain mori, sutra, juga ada proses pembatikan pada kayu. Semakin hari harga yang ditetapkan semakin tinggi melihat kondisi ekonomi yang timbul saat ini harga kain batik yang sudah jadi juga mahal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  91 Grafik 5.6.1

  

Trend Upah Tenaga Kerja

Sentra Batik Jarum, Bayat 2009-2013 (Rupiah)

  4.500.000.000 4.000.000.000 3.500.000.000 3.000.000.000 2.500.000.000

  Y 2.000.000.000 1.500.000.000

  Y' 1.000.000.000 500.000.000 2009 2010 2011 2012 2013

  Sumber: Data Diolah, 2014 Menurut John Stuart Mill, yang mengemukakan tentang teori dana upah, ia berpendapat bahwa tinggi rendahnya tingkat upah ditentukan oleh permintaan dan penawaran kerja. Permintaan kerja ditentukan oleh dana upah yang tersedia (sejumlah modal tertentu yang dipakai untuk membayar upah).

  Sedangkan penawaran kerja ditentukan oleh jumlah penduduk.Menurut Von Thunen, yang mengemukakan teori upah etis, bahwa tinggi rendahnya upah kerja tergantung pada naik turunnya biaya hidup dan produktivitas kerja buruh.Menurut Karl Marx, yang mengemukakan teori nilai lebih, ia berpendapat bahwa buruh itu memiliki nilai tukar dan nilai pakai, kelebihan nilai pakai atas nilai tukar menjadi milik pengusaha, kelebihan tersebut dinamakan nilai lebih. Marx lebih lanjut mengatakan bahwa kelebihan yang merupakan keuntungan itu sebenarnya diperoleh dengan memeras buruh karena tingkat upah ditekan sampai batas biaya hidup buruh (Sutrisno : 2010).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  92

  Dari teori yang tertera di atas dan masih banyak lagi teori yang dikemukakan para ahli dapat dijelaskan yang sejalan dengan hasil pengamatan di lapangan adalah teori dari Von Thunen. Produksi batik yang dihasilkan tenaga kerja menjadi standar kelayakan pengupahan yang berlaku di usaha ini. Tenaga kerja layak mendapatkan upah sesuai banyaknya produksi batik yang dihasilkan (baca: dibatik) dalam satuan jumlah dan dihargai dengan upah sesuai dengan harga tertentu dalam satuan uang. Produktivitas dilihat begitu penting dalam penelitian ini. Ditunjukkan dengan jumlah produksi yang banyak memberikan kontribusi yang besar pula pada upah yang diterima tenaga kerja. Dalam kaitannya dengan besarnya upah yang diterima, seorang tenaga kerja selalu menginginkan produksi yang lebih, ia berani membatik beberapa potong, dengan harapan memperoleh upah yang lebih. Sebab sistem yang dipakai oleh usaha- usaha batik di sini adalah sistem upah menurut banyaknya produksi.

  Teori yang disampaikan oleh Karl Marx juga sejalan dengan temuan di lapangan, dengan melihat situasi yang terjadi di usaha batik ini, seorang pembatik yang semakin banyak membatik, ia mendapatkan upah yang lebih banyak menurut hasil kerjanya. Meski begitu tak boleh dipungkiri mereka sama-sama membutuhkan, pemilik usaha membutuhkan tenaga kerja untuk bisa eksis dengan operasi usahanya, sedang tenaga kerja membutuhkan upah untuk kelangsungan hidupnya. Dari kacamata pemilik usaha maupun tenaga kerja, mereka sama-sama diuntungkan dan menguntungkan. Itulah yang terjadi di usaha batik di Jarum, Bayat, Klaten.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  93

  Dalam penelitian ini penulis membandingkan antara upah total dengan upah rata-rata tenaga kerja yang bekerja di Sentra Batik Jarum, Bayat tahun 2009-2013 upah rata-rata dimaksudkan sebagai hasil bagi antara upah total tenaga kerja dengan jumlah tenaga kerja yang bekerja di Sentra Batik Desa Jarum, Bayat, Klaten 2009-2013. Upah rata-rata tenaga kerja dapat dilihat pada tabel 5.7 di bawah ini:

  Upah Rata-RataTK (Rupiah) No Nama Usaha 2009 2010 2011 2012 2013

  1 Batik Purwanti 22.857.143 18.333.333,3 15.684.210,5 13.043.478,26 20.869.565

  2 Nardho Batik 16.666.667 14.142.857,1 13.125.000 13.200.000 13.333.333

  3 Batik Unik Suroto 14.461.538 14.484.6154 13.000.000 13.333.333,33 15.000.000

  4 Batik Natural Sarwdi 17.500.000 14.200.000 14.545.454,5 12.142.857,14 12.571.429

  5 Batik Sekar Mawar 19.000.000 11.875.000 10.105.263,2 11.250.000 11.250.000

  6 Batik Suhodo 16.818.182 13.214.285,7 1.392.8571,4 14.000.000 12.352.941

  7 Raka Batik 10.000.000 6.363.636,36 10.000.000 15.000.000 16.363.636

  8 Batik Giyarto 10.000.000 12.500.000 10.000.000 12.000.000 12.000.000

  9 Batik Giyatno 16.666.667 16.666.666,7 16.428.571,4 14.375.000 14.375.000

  10 Batik Hardi 30.833.333 18.181.818,2 16.363.636,4 15.000.000 15.000.000

  11 Batik Harsiyem 20.000.000 21.428.571,4 18.571.428,6 16.250.000 15.625.000

  12 Batik Jumiyati 18.461.538 17.857.142,9 18.000.000 19.333.333,33 18.125.000

  13 Batik Miyono 21.818.182 22.272.727,3 20.416.666,7 20.000.000 13.333.333

  14 Batik Sajino 18.181.818 15.384.615,4 19.230.769,2 19.230.769,23 1.938.4615

  15 Batik Sudarji 18.000.000 18.000.000 18.200.000 17.200.000 17.200.000

  16 Batik Sri Miyono 10.000.000 10.250.000 11.714.285,7 9.111.111.111 9.333.333,3

  17 Batik Sularto 25.714.286 30.000.000 28.571.428,6 16.428.571,43 17.500.000

  18 Batik Sunardi 6.363.636.4 8.181.818,18 8.181.818,18 6.666.666,67 8.333.333,3

  19 Batik Suparman 2.333.333.3 2.333.333,33 2.333.333,33 2.333.333,33 2.333.333,3

  20 Batik Warna Alami 2.666.666.7 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000

  21 Batik Suyanto 1.133.3333 12.285.714,3 9.947.368,42 10.526.315,79 10.526.316

  22 Batik Umi 16.800.000 17.000.000 18.000.000 26.428.571,43 24.625.000

  23 Batik Yadino 6.250.000 6.250.000 6.500.000 6.750.000 6.875.000 Jumlah 352.726.324 323.206.136 314.847.806 305.603.341,1 308.310.169

  Sumber: data diolah, 2014 Seperti halnya dengan perhitungan trend sebelumnya, upah rata-rata tenaga kerja juga dianalisis dengan cara yang sama dengan rumus:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  94

Tabel 5.7.1 Perhitungan Upah Rata-Rata TK Sentra Batik 2009-2013

  Tahun Y

  X XY

  • 2

  4 2009 352.726.324 -705.452.648

  • 1

  1 2010 323.206.136 - 323.206.136 2011 314.847.806

  1

  1 2012 305.603.341,1 305.603.341,1

  2

  4 2013 308.310.169 616.620.338 10 -106.435.105 JMLH 1.604.693.776

  Sumber: Data diolah, 2014 Untuk mengetahui besarnya Y‟ maka perlu mengetahui besarnya konstanta a dan b. Konstanta a dan b dapat dicari dengan rumus:

  Konstanta a dan b disubstitusikan ke dalam pers amaan maka akan diperoleh persamaan trend linear yang memenuhi persamaan kuadrat terkecil sebagai berikut: Y‟= a+bX

  • Keterangan: Y‟ adalah nilai trend yang ditaksir a= adalah nilai trend periode dasar

  X Y‟=

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  95

  b= adalah perubahan per tahun secara linear X adalah unit tahun yang dihitung dari X= 0

  Perhitungan trend Upah rata-rata Sentra Batik Desa Jarum, Bayat, Klaten dari tahun 2009-2013 adalah sebagai berikut: a.

  Tahun 2009 Y‟=

  • 212.870.210

  Y‟= Y‟= 533.808.965,2 b. Tahun 2010

  Y‟=

  • Y‟=
  • Y‟= 427.373.860,2 c.

  Tahun 2011 Y‟=

  • 0

  Y‟= Y‟= d. Tahun 2012

  Y‟=

  • Y‟=
    • Y‟= 214.503.650,2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  96

  e.

  Tahun 2013 Y‟=

  • Y‟= – 212.870.210 Y‟= 108.068.564

Tabel 5.7.2 Nilai Trend dari Upah Rata-Rata Tenaga Kerja Sentra Batik Jarum, Bayat 2009-2013

  Tahun Y

  X XY Nilai Trend

  ( Y’)

  2009 352.726.324 -2

  Dari data dan rumus yang telah diperoleh tersebut maka perhitungan trend dari upah rata-rata yang diberikan pemilik usaha kepada tenaga kerjanya adalah sebagai berikut:

  2010 323.206.136 -1 1 -323.206.136 427.373.860 2011 314.847.806 320.938.755,2 2012 305.603.341,1

  1 1 305.603.341,1 214.503.650 2013 308.310.169 2 4 616.620.338 108.068.564

JMLH 1.604.693.776 10 -106.435.105

  Sumber: Data Diolah, 2014

  

Grafik 5.7.2

Upah Rata-Rata Tenaga Kerja

Sentra Batik Jarum, Bayat 2009-2013

  Sumber: data diolah,2014

  100.000.000 200.000.000 300.000.000 400.000.000 500.000.000 600.000.000

  2009 2010 2011 2012 2013 Y Y'

  4 -705.452.648 533.808.965

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  97

  Terlihat dalam grafik 5.6.1 dengan grafik 5.7.2 di atas, situasi yang

  jomplang (baca: berbanding terbalik) antara trend upah total yang diterima

  tenaga kerja dengan trend upah rata-rata yang diterima tenaga kerja di Sentra Batik Desa Jarum, Bayat. Dari grafik 5.7.2 ini upah rata-rata tenaga kerja menurun, sedangkan dilihat dari upah total tenaga kerja menaik/meningkat terlihat pada grafik 5.6.1. tentu ada hal menarik di sini yang perlu dikaji. Kecenderungan upah total menaik diketahui karena peningkatannya semata- mata dilihat secara independen tanpa memerhatikan faktor lain yang ik ut memengaruhinya. Namun secara mendalam ketika upah total tadi dikaitkan dengan variabel lain, yaitu peningkatan jumlah tenaga kerja. Maka yang didapat adalah upah rata-rata yang tampak seperti tabel 5.7 di atas.

  Keadaan ini memberikan gambaran bahwa tidak semua upah yang diterima tenaga kerja dari tahun 2009-2013 meningkat secara individu, melainkan kadang naik kadang turun (lihat tabel 5.7).Dengan melihat perbandingan ini berarti produktivitas tenaga kerja dalam membatik sebenarnya juga mengalami pasang surut. Upah secara total meningkat sangat mungkin dipengaruhi oleh peningkatan tenaga kerja dan barangkali bukan semata- mata karena peroduksi batik yang melonjak.

  

2. Pembahasan Trend Omset Penjualan yang dite rima Usaha-usaha Batik

pada tahun 2009-2013

  Omset adalah total penghasilan total kotor. Pendapatan keseluruhan yang diterima usaha-usaha batik. Jumlah hitung nyata (Y) menunjukkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  98

  omset yang diperoleh usaha- usaha batik pada tahun 2009-2013 selalu meningkat. Garis trend Ini menunjukkan adanya trend positif yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Kenaikan itu dapat dilihat dengan persamaan Y‟= 11.407.288.000+(325.418.000X).Dengan begitu diperkirakan Omset Penjualan Batik Di desa Jarum, Bayat, Klaten akan terus mengalami peningkatan.

  Peningkatan Omset Penjualan ini dipicu oleh beberapa faktor yang penting. Yang utama adalah karena harga batik meningkat. Kemudian karena peminat batik itu sendiri mengalami peningkatan, anak-anak muda sekarang juga menyukai batik. Berbagai model batik yang ada menggugah mereka untuk ikut tampil dengan busana khas daerah, busana asli Indonesia, yaitu batik. Selera yang muncul sepeti ini menciptakan iklim ekonomi yang baik bagi pemilik usaha batik. Berbagai mode, model busana berbahan kain batik mulai ngetren (diminati) oleh anak-anak muda, juga anak-anak kecil yang sejak dini dikenalkan oleh orang tuanya tentang kain batik. Begitu juga dengan produksi batik yang meningkat meningkatkan income yamg meningkat juga.

  Batik itu elegan, batik itu ciri khas bangsa Indonesia, “Cintai produk- prod uk Indonesia”. Iklan-iklan semacam ini juga marak di media massa, sering terdengar seruan-seruan supaya memakai produk dalam negeri, batik termasuk produksi dalam negeri. Promosi yang tak langsung seperti ini juga menimbulkan minat dan selera konsumen, yang pada akhirnya membuat batik sekali lagi terjunjung oleh opini-opini publik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  99

  Lebih spesifik lagi, promosi batik di Desa Jarum, Bayat, Klaten saat ini juga lebih menonjol. Media massa seperti internet, koran, radio, yang tak kalah penting adalah promosi “gethok-tular” antara pelanggan yang satu dengan pelanggan lain menjadi motor penjualan produk batik. “gethok-tular” menjadi sangat bermakna dan relevan karena promosi ini efektif namun murah, sebab yang menjadi promotor adalah pelanggan itu sendiri. Pelanggan yang puas atas mutu dan bentuk dari batik asli banyak ini sering menciptakan testimoni di media massa.

  Sering juga pelancong manca ataupun lokal yang datang ke Yogyakarta, terutama yang berlibur (holiday) ke Prambanan, Borobudur, atau daerah-daerah lain bersedia menyempatkan diri untuk datang dan menengok usaha- usaha batik di Klaten. Mereka yang datang biasanya ingin mengetahui lokasi real/nyata usaha-usaha batik ini. Kedatangan mereka membawa berkah tersendiri bagi pemilik usaha batik karena mereka sering membeli produk batik relatif banyak.

  Perhatian pemerintah terhadap usaha batik juga semakin ditunjukkan dengan adanya pameran-pameran, juga pada pelantikan kabinet kerja yang dilaksanakan oleh presiden terpilih periode 2014-2019, Bapak Joko Widodo mengkomando seluruh menteri terpilih untuk menggunakan busana batik pada acara pelantikannya. Peran pemerintah seperti ini yang secara tak langsung ikut mempromosikan batik ke hadapan muka internasional. Selain itu peran yang menonjol datang dari salah satu Universitas di Surakarta. Universitas ini sering bekerjasama dengan pemilik usaha batik di Desa Jarum,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  100

  Bayat, Klaten dalam membuat pameran-pameran batik di desa ini. Dampak positif yang diperoleh pada akhirnya adalah usaha- usaha batik di desa ini adalah semakin familiar, menjadi semakin dikenal oleh khalayak ramai yang menciptakan pasar baru, atau setidaknya mengokohkan keberadaannya di pasaran.

  Semakin sering diadakan even-even desa seperti pentas tari, musik tradisional gamelan, keroncong, dan juga musik modern seperti organ tunggal, dangdut, band semakin menyemarakkan desa. Adanya acara seperti itu menciptakan daya tarik bagi masyarakat sekitar sekaligus masyarakat luar.

  Yang pada ujungnya semakin populer nama Jarum sebagai desa penghasil batik.

  Tahun 2014 ini tepatnya pada bulan April Desa Jarum disahkan oleh Kabupaten sebagai desa wisata. Tepat sekali, dengan berbagai usaha batik, usaha patung dari kayu, beragam kesenian (musik, tari, wayang).Seni pewayangan sangat kental di desa Jarum. Dengan menyandang nama sebagai desa wisata, Jarum semakin dikenal oleh masyarakat tentang batiknya. Jadi salah satu terjadinya peningkatan omset penjualan produk batik adalah karena desa itu sendiri semakin eksis

  “Jarum Desa Wisata”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  101

Tabel 5.8 Pertumbuhan Omset Penjualan Batik tahun 2009-2013 (%) Tahun Omset (Y) Pertumbuhan (%)

  2009

  • - 10.904.500.000

  2010

  1,07 % 11.021.700.000

  2011

  11.260.500.000 2,16 %

  2012

  3,14 % 11.614.600.000

  2013

  5,34 % 12.235.140.000

  Sumber: data diolah, 2014

  Grafik 5.8.1 Trend Omset Penjualan

  Sentra Batik Jarum, Bayat 2009-2013 (Rupiah) 13.000.000.000 12.500.000.000 12.000.000.000 11.500.000.000

  Y 11.000.000.000 Y' 10.500.000.000

  10.000.000.000 9.500.000.000 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

  Sumber: Data Diolah,2014

  

3. Pembahasan Trend Jumlah Tenaga Ke rja di Usaha-usaha Batik pada

tahun 2009-2013

  Dari hasilperhitungan yang telah dilakukan didapatkan persamaan yang Y‟= 270,8+18,1X. Persamaan ini mengukur nilai pertumbuhan Tenaga kerja yang menunjukkn trend positif. Trend mengarah ke kanan atas, menaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  102

  ke titik yang memberikan pemahaman adanya tenaga kerja yang terus meningkat.

  Lihat Tabel 5.8 di bawah ini, pertumbuhan tenaga kerja terjadi pada tahun 2010 sebesar 11,90 %. Pertumbuhan yang sedemikian disebabkan oleh faktor yang lainnya seperti, upah yang meningkat, layanan perusahaan dengan fasilitas yang diberikan oleh usaha- usaha batikseperti tunjangan hari raya yang sebesar kalkulasi pendapatannya selama sebulan. Biasanya tenaga kerja memperoleh upah mingguan, tetapi THR diberikan oleh pemilik usaha sebesar penghasilan tenaga kerja selama sebulan.

  Pertumbuhan yang paling kecil adalah pada tahun 2013 yang hanya sebesar 3,67%. Perlu diingat Pertumbuhan ini dimaksudkan sebagai penambahan tenaga kerja dari tahun 2009-2013, jadi walaupun pertumbuhan kecil dalam persen, itu tidak semata- mata dapat diartikan kalau tenaga kerja sedikit.

  Tenaga kerja dari tahun ke tahun selama 2009-2013 mengalami peningkatan. Peningkatan ini dipengaruhi oleh produktivitas yang semakin banyak oleh usaha batik. Dengan produksi barang yang meningkat tanpa diimbangi oleh karyawan yang bartambah pula itu akan menjatuhkan usaha ke dasar. Kenapa demikian? Tentu saja itu terjadi karena produksi yang diutamakan, menonjol, dilestarikan oleh usaha-usaha batik di Desa Jarum, Bayat ini adalah batik tulis. Batik yang kental sekali dengan aspek manusia,

  human resources, pekerjaan dilakukan secara manual dengan menggambar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  103

  pada kain atau kayu.Pertumbuhan produksi dan permintaan pasar semakin memacu kebutuhan usaha- usaha ini akan tenaga kerja.

  Salah satu sisi positif dari pertumbuhan usaha-usaha batik ini adalah terserapnya orang-orang yang ada di sekitar usaha untuk menjadi tenaga kerja di sentra batik. Pengangguran masyarakat yang berkurang.

  Diperkirakan ke depan tenaga kerja akan terus bertambah seiring dengan usaha batik yang semakin lama semakin tumbuh besar. Ciri khas, keunikan, sisi pembeda (dalam bentuk, warna, pola, garis) akan tetap dilestarikan. Cara kerja manual dengan manusia sebagai pembuat produk akan tetap dilakukan. Sebab batik tulis itu unik.

  Tenaga kerja semakin hari semakin bertambah juga dipengaruhi oleh menjamurnya usaha batik di Desa Jarum, Bayat. Pertumbuhan usaha yang berdiri semakin hari semakin banyak. Ada dua calon usaha batik yang akan berdiri pada saat penulis mengetik tulisan ini. Kabar itu penulis peroleh dari kantor kepala desa pada tanggal 25 Agustus 2014. Informasi itu mengatakan ada perusahaan batik asal Solo yang akan mendirikan usahanya di desa Jarum.

  Tenaga kerja meningkat dikarenakan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan peluang bisnis itu sebagai usahanya. Usaha dengan dasar melestarikan budaya batik itu dapat meningkatkan lapangan pekerjaan yang pada akhirnya mampu menyerap tenaga kerja.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  104

Tabel 5.9 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja tahun

  

2009-2013 (%)

Tahun TK (Y) Pertumbuhan (%)

  2009 210 - 2010 235 11,90 % 2011 255 8,51 % 2012 272 6,66 % 2013 282 3,67 %

  Sumber :datadiolah, 2014

  Grafik 5.9 Trend Jumlah Tenaga Kerja

  Sentra Batik Jarum, Bayat 2009-2013 (orang)

  Sumber: diolah, 2014

  50 100 150 200 250 300 350

2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

  Y Y'

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  105

4. Pembahasan Luas Pemasaran Sentra Batik pada tahun 2009-2013

  Seperti yang ada dalam tabel 5.4 di atas. Pemasaran produk sebagian besar terkonsentrasi di Pulau Jawa, Kalimantan, Bali, Sumatra. Di Jawa bisa ditemukan di DIY, Solo, Semarang, Pekalongan, juga di Klaten sendiri. Juga sebagian Batik asal Jarum, Bayat, Klaten sudah merambah dunia Internasional. Jepang, Australia, Amerika adalah beberapa negara yang menerima Ekspor Batik khas ini. Batik memang telah menjadi ikon Indonesia, menjadi ciri khas bangsa Indonesia, warisan budaya yang melekat pada bangsa.

  Meski demikian saat ini masih minim ekspor batik yang merambah dunia internasional. Terkonsentrasinya pemasaran di Jawa yang terjadi saat ini perlu diperlebar, dalam hal ini peran pemerinta h sangatlah diperlukan. Akses ke daerah luar jawa perlu diperlancar.

  Banyak wisatawan yang datang ke Jarum, Bayat, Klaten menjadi peran penting dalam pasar usaha-usaha ini. Mereka barasal dari wilayah sendiri ataupun dari daerah lain. Sebagian adalah turis mancanegara yang biasa datang ke Prambanan (DIY) atau sekitarnya meluangkan waktu untuk mampir di usaha batik Jarum, Bayat, Klaten.

  Pemasaran yang dilakukan oleh Sentra Batik Desa Jarum, Bayat ini mempunyai berbagai strategi yang populer seperti iklan di media internet, mengiklankan di radio-radio, bekerja sama dengan lembaga- lembaga industri kreatif, bekerja sama dengan salah satu lembaga pendidikan di Surakarta, yakni Universitas Negeri Surakarta. Universitas itu sering membuat pameran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  106

  usaha lokal yang ada di Surakarta dan daerah sekitarnya. Keadaan ini menjadi salah satu jalan yang dilangkahi oleh usaha-usaha batik Jarum untuk semakin dikenal khalayak ramai.

  Dari berbagai strategi yang dilakukan yang menarik menarik justru tampak dari strategi produksinya. Sebagian besar usaha-usaha batik di desa ini khas, mereka menciptakan kualitas yang lain dengan batik-batik di kota lain. Kekhasan dari bahan produksinya terutama pewarna. Pewarna yang digunakan oleh usaha-usaha batik ini adalah warna alami. Pewarna yang dibuat sendiri oleh pemilik usaha.Dengan kualitas yang bagus seperti itu, menciptakan iklim pemasaran yang menonjol. Strategi yang lain adalah adanya

  “gethok tular” yang artinya penyebaran informasi berantai, ini terjadi

  karena kepuasan yang diperoleh konsumen. Konsumen yang puas dengan produk batik desa Jarum, Bayat ini lantas sering memberitakan ke kenalannya, kerabatnya, teman-temannya. Akhirnya informasi itu menyebar, dan batik ini di kenal oleh khalayak ramai.

  Ramai diperbincangkan hingga seorang cendekiawa n Indonesia terkenal, Bapak Rhenald Khasali. Seorang budayawan, penulis, dan juga pembawa acara di salah satu stasiun tivi nasional tertarik dengan batik khas asal desa Jarum, Bayat ini. Beberapa kali ia datang ke Desa Jarum, bertemu dengan pengusaha batik.

  Ia beserta stasiun tivi tempatnya bekerja membuat suatu program acara yang menarik minat masyarakat untuk menyukai batik. Dalam acara itu ia mempromosikan batik asal Desa Jarum, Bayat. Suatu bentuk pemasaran tak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  107

  langsung yang menguntungkan usaha.Salah satu pemilik usaha batik, Bapak Sarwidi. Orang yang pertama kali menggagas ide pembuatan pewarna alami.

  Ia menciptakan pewarna kain dengan menggunakan kulit kelapa (jawa:

  sepet ), kemudian dengan kulit mahoni, dengan daun jati, juga dengan bahan- bahan lain yang bisa digunakan sebagai pewarna.

  Arswendo Atmowiloto, Sabtu 30 November 2013, Koran Jakarta yang menjadi pembicara dalam Indonesia Creative Power 2013, di

  Epicentrum

  Kuningan, Jakarta, mengatakan teringat Sarwidi di Desa Jarum, Klaten, Solo.Pekan kreatif yang diselenggarakan dengan megah itu secara tak langsung memberikan promosi baik asal Desa Jarum, Bayat. Inti pembicaraannya ia menambahkan gagasan yang memupuk minat pelanggan batik. Begitu juga Yayasan Bina Swadaya, yang dikomandani Bambang Ismawan antara lain menerbitkan majalah Trubus, memberi anugerah Kusala Swadaya. Semacam award untuk prestasi, pengabdian pergulatan yang berakar dalam masyarakatnya (Fajar, 2013) Ibu Purwanti, pemilik Batik Purwanti juga mempunyai andil yang luar biasa terhadap familiarnya batik asal Jarum, Bayat ini. Ia telah berkali-kali mendapatkan penghargaan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dengan industri kreatifnya menciptakan batik. Ia pernah mendapatkan penghargaan dan diberi langsung oleh Ibu Any Yudhoyono yang merupakan istri dari mantan presiden, Susilo Bambang Yudoyono. Penghargaan diberikan kepada Ibu Purwanti dengan jenis penghargaan atas jasanya mengembangkan industri rumah tangga yang menarik, khas (http://batikpurwantibayat.com/).

  Dukungan untuk mengembangkan usaha batik asal Desa Jarum, Bayat juga diberikan oleh kemenperin dengan membuat produk dengan warna alami, dikatakan oleh Direktur Jenderal IKM Kemenperin Euis Saedah dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  108

  pameran produk interior dan kerajinan tangan Indonesia,

  “Interior and Craft (ICRA) 2014 di JCC, Jakrata. Dengan melestarikan kekayaan budaya dan

  mengangkat kearifan lokal melalui gerakan warna alam di seluruh Indonesia maka usaha ini menunjukkanpromosi dengan keunggulan kualitas. Dalam hal ini kemenperin telah ikut berkontribusi mempromosikan produk batik asal desa ini.

  Meski semakin genjar promosi yang dilakukan oleh Sentra Batik Jarum, namun masih ada kendala yang dialami dengan strategi yang dikerjalankan. Kendala tersebut pada umumnya karena promosi dilakukan secara perorangan, dulu (awal tahun 2000) pernah ada kerja sama antar pengusaha, setiap bulan selalu berkumpul untuk membahas permasalahan komplek yang dialami usaha- usaha batik ini, mereka menamai perkumpulan itu

  “Cipto Menir”, kegiatan yang mereka lakukan seperti pengumpulan dana

  untuk membantu usaha batik yang masih hijau (baru mulai beroperasi), namun saat ini sudah tidak pernah dilakukan, usaha- usaha batik berjalan sendiri-sendiri. Bukan tanpa sebab perkumpulan itu dibubarkan, perkumpulan itu bubar setelah didapati hal itu dirasakan kurang efektif, usaha-usaha yang kecil dan masih baru sering menggantungkan diri pada usaha batik yang sudah mapan.

  Kendala selanjutnya adalah daerah operasi usaha batik di Desa Jarum, Bayat yang jauh dari pusat kota kabupaten. Situasi menyebabkan pelanggan yang mau datang langsung ke Sentra Batik harus menempuh jarak yang jauh.

  Ditambah lagi akses jalan desa yang belum terlalu bagus, untuk menemukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  109

  lokasi perlu melewati medan jalan yang terjal dengan jalan yang sempit. Ini yang perlu diperhatikan oleh pemerintah kabupaten maupun provinsi melalui binamarga. Kesulitan itu menyebabkan Sentra Batik ini perlu mengeluarkan biaya lebih untuk memasarkan/mendistribusikan produksinya.

  Dengan adanya berbagai kendala yang dihadapi, tak menyurutkan usaha batik untuk terus menciptakan produk dan memasarkannya. Mereka mengatasi kendala dengan memanfaatkan media massa yang kompeten, jejaring sosial dan website menjadi salah satu pilihan promosi yang sampai saat ini masih efektif, gethok-tular juga masih efektif, dengan akses jalan yang dirasa kurang memadai tidak terlau signifikan memengaruhi penjualan.

  Dibuktikan dengan banyaknya wisatawan lokal maupun manca yang datang di lokasi produksi. Lumbung batik tak pernah sepi pengunjung.

  Diagram 5.10 Luas Pasar Sentra Batik Jarum, Bayat tahun 2009-2013 LUAS PEMASARAN PRODUK BATIK 2009- 2013 dlm % 20% LUAR NEGERI

  80% DALAM NEGERI

  Sumber: Data Diolah,2014

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  110

5. Pembahasan Trend Laba Usaha-usaha Batik pada tahun 2009-2013

  Usaha-usaha batik ini berorientasi pada Laba (profit). Dari tahun ke tahun selama 2009-2013 terjaadi peningkatan yang baik. Peningkatan yang positif kecuali pada tahun 2010, pada tahun 2009 profit diperoleh 1.162.000.000 dan menurun pada tahun 2010 menjadi 1.147.964.000.

  Penurunan ini sebesar 1,20%.

  Penurunan sebesar 1,20% diketahui karena harga bahan baku yang melonjak. Bahan baku yaang harganya menaik. Kenaikan dipicu oleh naiknya harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang direvisi oleh pemerintah.Harga BBM yang meningkat, membuat produksi batik juga menurun. Sedang pajak dan biaya-biaya pengeluaran tetap atau bertambah. Itu mengakibatkan fluktuasi laba menurun.

  Kita lihat pada tahun 2013 laba meningkat 7,13% dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi kenaikan terbesar dalan kurun waktu 2009-2013. Harga-harga yang stabil, pasar yang semakin luas, karyawan yang loyal menciptakan iklim pertumbuhan laba yang baik.

  Laba usaha semakin lama semakin meningkat karena harga produk juga semakin lama semakin mahal. Harga batik tulis memang mahal, itu sebabnya batik tulis bisa digunakan sebagai salah satu sarana gadai, terutama kain jarik. Dengan upah tenaga kerja yang meningkat, tenga kerja yang meningkat, dan ditambah berbagai biaya-biaya yang lain ternyata masih menciptakan profit bagi pemilik usaha. Hal ini karena harga bahan baku yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  111

  dipakai untuk memproduksi batik relatif stabil. Keadaan ini menguntungkan usaha yang berjalan.

  Laba dari tahun ke tahun tetap meningkat karena itu tadi, saat ini harga bahan baku relatif stabil, produktivitas barang meningkat, kar yawan bertambah, dan harga barang produksi berupa batik relatif mahal, untuk kain jarik tulis misalnya berkisar tujuh ratus ribu sampai ada yang dua juta per potong. Harga barang jadi yang mahal itu bisa memangkas biaya yang dikeluarkan, sehingga laba meningkat.

Tabel 5.10 Pertumbuhan Laba Penjualan Batik tahun

  

2009-2013 (%)

Tahun Laba (Y) Pertumbuhan (%)

  2009 1.162.000.000

  • - 2010 1.147.964.000 -1,20 %

  2011 1.189.400.000 3,60 %

  2012 1.244.500.000 4,63 %

  2013 1.333.340.000 7,13 %

  Sumber: data diolah, 2014

  

Grafik 5.10.1

Nilai Trend dari Laba Usaha Sentra Batik

Jarum, Bayat 2009-2013

  Sumber: Data Diolah, 2014

  1.000.000.000 1.050.000.000 1.100.000.000 1.150.000.000 1.200.000.000 1.250.000.000 1.300.000.000 1.350.000.000

  

2009 2010 2011 2012 2013

Y Y'

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  112

  

6. Pembahasan Hubungan Peningkatan Upah dengan Peningkatan Tenaga

Kerja

  Upah total pada tabel 5.6 menunjukkan suatu keadaan yang positif tentang peningkatan upah selama tahun 2009-2013. Trend Upah meningkat dari tahun ke tahun. Tetapi apakah peningkatan total upah itu menunjukkan peningkatan upah per karyawan?, kita lihat pada table 5.8 tentang kenaikan tenaga kerja. Dari sisi ini tenaga kerja ternyata juga meningkat. Secarasederhana kita dapat memahami keadaan ternyata peningkatan upah total yang terjadi tiap tahunnya dibarengi dengan peningkatan tenaga kerja.

  Tenaga kerja yang bertambah menyebabkan upah total meningkat. Ada sedikit kesangsian di sini yang tak bisa dipandang sebelah mata oleh penulis, jangan-jangan peningkatan upah yang diberikan pada karyawan per orang sebenarnya jumlahnya sama, karena upah total terlihat meningkat karena jumlah tenaga kerja juga meningkat.

  

7. Prospek Sentra Batik ke Depan, Harapan Pengusaha Batik, serta Peran

Pemerintah dalam Operasi Sentra Batik di Jarum, Bayat

  Penulis mendefinisikan “prospek sebagai kondisi yang akan dihadapi oleh perusahaan dimasa yang akan datang baik kecenderungan untuk meningkatkan atau menutup usaha. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai peluang dan ancaman yang dihadapi. Kelemahan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan sehingga diperlukan perencanaan dan perumusan strategi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  113

  perusahaan secara baik.Khususnya kebijakan pemasaran dan perusahaan dapat meningkatkan pemasaran produksinya ”.

  Dilihat dari jawaban responden dalam wawancara, prospek ke depan sentra batik akan semakin menggairahkan, mulai dari produksi yang akan semakin banyak, promosi akan semakin gencar, diharapkan mampu memberikan hasil yang lebih baik dari sekarang. Pemilik usaha batik secara tegas menjelaskan ke depan akan meningkatkan produksi batik. Mereka berharap tahun-tahun yang akan datang omset mereka bisa semakin meningkat. Mereka juga berharap perhatian dari pemerintah juga semakin tinggi. Pemerintah bisa lebih sering lagi membuat even-even pameran, pemilik batik secara terang-terangan mengininkan batik asal Jarum, Bayat semakin mampu bersaing dengan batik asal daerah lain. Mereka berharap kepada pemerintah supaya dibuatkan lokasi khusus untuk menampung dan memasarkan produk mereka.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN PENELITIAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan oleh peneliti

  mengenai Trend Perkembangan Sentra Batik di Desa Jarum, Bayat, Klaten selama tahun 2009-2013 diketahui:

  1. Upah yang diterima Tenaga Kerja di Sentra Batik Jarum, Bayat, Klaten Dari Tahun 2009-2013 mengalami peningkatan sebesar 4,56%.

  2. Omset Penjualan yang diterima Sentra Batik Jarum, Bayat, Klaten mengalami peningkatan sebesar 2,92%

  3. Jumlah Tenaga Kerja yang bekerja di Sentra Batik Jarum, Bayat, Klaten tahun 2009-2013 mengalami peningkatan sejumlah 7,67% dibulatkan menjadi 7% 4. Area Pemasaran oleh Sentra Batik Jarum, Bayat, Klaten mencapai DIY, Solo,

  Semarang, Klaten sendiri, Pekalongan, Kalimantan, Sumatra, Bali, dan juga Malaysia, Thailand, India, Jepang, Australia, Prancis, dan Amerika.

  5. Laba yang diperoleh di Sentra Batik Jarum, Bayat, Klaten tahun 2009-2013 mengalami peningkatan sebesar 3,54%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  115

B. Saran

  Batik adalah warisan budaya yang khas, unik, elegan. Sudah sepantasnya kita melestarikan, menjaga, melanjutkan keberadaannya. Sebagai nilai luhur bangsa yang patut kita teladani adalah kemajuan cara-cara dan teknik-teknik membatik, efisiensi, tanpa memahat corak dan mengubah ciri khas. Nilai asli dari membatik itu send iri, “ketekunan dan kesabaran”.

  Maka sehubungan dengan proses melestarikan budaya tersebut, penulis memiliki beberapa saran bagi pihak-pihak yang bersangkutan:

1. Bagi Pemilik Usaha-Usaha Batik

  Setelah penelitian ini selesai penulis mendapatkan hasil analisis yang positif tentang trend perkembangan batik di Desa Jarum, Bayat, Klaten tahun 2009-2013. Semoga dengan hasil tersebut semakin mengokohkan iklim ekonomi yang lebih baik di tahun-tahun mendatang. Bukan tidak mungkin suatu saat kondisi pasar bisa mengalami kelesuan akibat kebijakan-kebijakan pemerintah atau kondisi pasar yang yang mengalami masalah, ataupun acapkali daya beli masyarakat yang mungkin bisa menurun, atau produktivitas menurun. Meski begitu usaha batik di Jarum (khususnya) harus tetap jeli melihat peluang dan melihat kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi di hari mendatang. Sederhananya sesuai hasil perhitungan trend perkembangan batik yang penulis selidiki selama tiga bulan untuk mendapatkan data-data upah, omset, luas pasar, tenaga karja, dan luas pasar selama 2009-2013, meramalan trend akan menuju titik positif, menaik pada tahun-tahun mendatang.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  116

2. Bagi Akademisi

  Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi salah satu sumbangan bagi Universitas, khususnya bagi Program Studi Pendidikan Ekonomi. Dapat menjadi salah satu rujukan untuk penelitian sejenis.

  C.

  Keterbatasan Penelitian Hasil penelitian hanya berlaku di lokasi penelitian yakni di Desa Jarum,

  Bayat, Klaten pada tahun 2009-2013, dan tidak akan sama dengan penelitian sejenis di daerah lain.

  Dalam penelitian ini peningkatan upah secara total terlihat ”bias”, karena peningkatannya berbanding lurus (baca: diikuti) dengan peningkatan jumlah tenaga kerja. Hal ini menciptakan pertanyaan

  ”apakah upah yang diterima tenaga kerja benar-benar meningkat?, atau jangan-jangan peningkatan upah secara kumulatif per tahun yang terlihat dikarenakan jumlah tenaga kerja yang juga meningkat setiap tahunnya. Dengan kata lain jangan-jangan upah yang diterima tenaga kerja per orang sesungguhnya sama (baca: tetap, statis) dan peningkatan itu lebih karena pertambahan jumlah tenaga kerja

  ”. Ketidaktersediaan data mengenai jumlah batik yang diproduksi, biaya produksi, distribusi, promosi dalam penelitian ini penulis rasa bisa menyebabkan pembaca kurang menerima analisis data seperti omset penjualan yang meningkat, laba usaha yang meningkat dikarenakan tingkat kejelasan yang rendah terkait meningkatnya omset penjualan, laba usaha.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  117

  Ketidaktersediaan data mengenai jumlah batik yang diproduksi, biaya produksi, distribusi, promosi yang menyebabkan analisis tentang peningkatan omset, upah, laba dirasa kurang tajam. Data yang dibutuhkan seperti omset, upah, laba diperoleh secara langsung dari Usaha Batik di Desa Jarum, Ba yat melalui proses wawancara dan rekap database mereka. Meski demikian data-data yang dimiliki usaha batik tidak semuanya terekam dengan baik mengingat sebagian usaha batik adalah industri rumahan kreatif yang pemiliknya kurang mengerti tentang hitung-hitungan matematis sesuai dengan tata cara yang tertera di buku- buku jurnal akuntansi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  118

Daftar Pustaka

  Arikunto, Suharsimi, Dr., 1989, Manajemen Penelitian, Rhineka cipta, Jakarta Batik Bayat Klaten: http://fitinline.com/article/read/batik-bayat-klaten.

  Diakses tanggal 15 Desember 2013 Batik, Jenis-Jenis Batik, Sejarah Batik, http://id.wikipedia.org/wiki/Batik. diakses tanggal 23 Juni 2013 Dajan, Anto. 1987. Pengantar Metode Statistik 1. Jakarta: Pustaka LP3ES Kurnianto, Fajar. 2013.

  Sarwidi dengan batik alami

  : http://kolompakar.blogspot.com/2014/03/sarwidi-dengan-batik- alami.html). Diakses tanggal 24 Agustus 2014

  Harian umum Solopos, data UMK se-karisidenan surakarta, artikel dengan judul upahminimum 2014, UMK Sukoharjo Tertinggi Di Solora ya, tanggal 19 November 2013 Heidjachman Ranupandojo, dan Suad Husnan, komaruddin, moekijat.

  Ketenagakerjaan dan Pengangguran,

  http://pelajaranesema.blogspot.com/2012/11/bab-1-ketenagakerjaan-dan- pengangguran.html. Diakses tanggal 25 maret 2014 http://batikpurwantibayat.com/ http://www.antaranews.com/berita/441216/kemenperin-dukung- industri-kreatif- gunakan-pewarna-alam Indonesian Batik, http://www.unesco.org/culture/ich/index.php?RL=00170. Diakses tanggal 16 Febriari 2014

  Kasnawi, M. Tahih. 2006. Produktivitas Tenaga Kerja Per Sub Sector di Provinsi

  Sulawesi Selatan . Jurnal Agro Ekonomi,Vol.1. Mei, 2006 Maharani, maria. 2011. Trend Perkembangan Industri Batu di Keji Muntilan.

  Yogyakarta Manullang, 1974, Manajemen Personalia, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta

  Mulyadi. 2001. Sistem Akutansi. Jakarta: Salemba Empat

  Mulyadi. 1993. Akuntansi Biaya, Edisi ketiga, Yogyakarta: BPFE Universitas Gunadarma.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  119

  Munawir, S. 2007. Analisis laporan keuangan. Edisi keempat. Yogyakarta: Liberty

  Young, Pauline V. 1973. Scientific Social Surveys and Reasearch. India: Prentice- Hall

  Pujiyanto. 2008. Estetika Batik Keraton Surakarta. Malang Putri H, Okki. 2011.Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan

  Kreativitas di Industri Batik (Studi Kasus pada Industri Batik di Kota Pekalongan, Lasem, Solo dan Yogyakarta):

  http://core.kmi.open.ac.uk/display/11731976. Diakses tanggal 15 Februari 2014 Rustam. 2002. Pendapatan Menurut Standar Akuntansi Keuangan NO.23.

  Satriadi, HG. 2012. Trend Perkembangan Industti Kerajinan Wayang Kulit Di

  Kabupaten Bantul DIY tahun 2005-2009 . Yogyakarta

  Soedarso.2006. Trilogi Seni. Yogyakarta: Badan Penerbit Institut Seni Indonesia Studiosetunggal.Batik Bayat, http://studiosetunggal.wordpress.com/seputar- umkm/lurik/. Diakses tanggal 7 Agustus 2013 Sugiono. 2010. Statistik untuk penelitian. Bandung: Alfabeta Sunaryo, Aryo.2009. Ornamen Nusantara. Semarang: Dahara Prize Supranto. 1986.Statistik Teori dan Aplikasi, edisi 3, Jilid 2, Erlangga, Jakarta Sutamto. 1977. Teknik menjual barang. Jakarta: Balai Aksara Swasta DH, Basu. 1993. Manajemen pemasaran modern. Yogyakarta: Liberty Swasta DH, Basu. 1999. Manajemen penjualan. Yogyakarta: BEFE UU No.9 Tahun 1995 tentang usaha Mikro Kecil dan Menengah Sutrisno. 2010. Teori Pengupahan, (http://matakristal.com/teori-upah- menurut- john-stuart- mill- von-thunen-dan-karl- marx. Diakses tanggal 14 Oktober

  2014 UU No. 13 tahun 2008 Bab I pasal 1 ayat 3 tentang ketenagakerjaan UU No. 20 (pasal 1 dan 3) Tahun 2008 tetang UMKM

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  120

  Winardi. 1991. Pengantar manajemen penjualan. Bandung: Citra Adya BaktiYogyakarta. Zamzammufid. 2012. Daerah-daerah penghasil batik di Indonesia, http://www.kaskus.co.id/thread/51b7460a6112430e0800000b/daerah- daerah-penghasil-batik-di- indonesia. Diakses tanggal 27 februari 2014

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  121

Lampiran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  122 Pedoman Wawancara

  Kepada Yth, Pemilik Usaha Batik di Desa Jarum, Bayat, Klaten. Demi memenuhi Skripsi, Saya Andreas Frengki Wijayanto, Mahasiswa Pendidikan Ekonomi, Universitas Sanata Dharma akan melaksanakan penelitian di rumah- rumah Produksi Batik di Desa Jarum, Bayat. Oleh sebab itu saya mohon bantuan informasi berupa data-data yang sesuai dengan penelitian ini. Judul Skripsi yang saya susun adalah

  “Trend Perkembangan Batik di Desa Jarum, Bayat, Klaten Ditinjau dari Upah, Omset Penjualan, Luas Pasar, Jumlah Tenaga Kerja, Dan Laba Usaha Tahun 2009-2013

  ”. Seluruh data yang saya peroleh akan digunakan sebagaimana mestinya, bertanggung jawab dan dijamin kerahasiannya dari pihak- pihak di luar kepentingan penelitian. Atas bantuan yang diberikan, saya mengucapkan terima kasih.

  1) Data Pribadi Pemilik Usaha

  Nama Pemilik : Nama Usaha : Tahun Berdirinya Usaha :

  2) Omset Penjualan 2009 2010 2011 2012 2013

  3) Upah Tenaga Kerja 2009 2010 2011 2012 2013

  4) Luas Pemasaran 2009 2010 2011 2012 2013

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  123

  5) Laba 2009 2010 2011 2012 2013

  6) Bagaimana prospek usaha batik anda sampai saat ini melihat persaingan yang semakin ketat, dengan usaha- usaha batik yang menjamur?

  ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ 7)

  Adakah harapan tertentu anda ke depan dari Usaha Batik yang bapak jalankan? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ 8)

  Bagimana peran pemerintah (daerah/pusat) dalam ikut andil dalam industri batik? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  124 Data Total Upah Tenaga Kerja 2009-2013 N

  Upah TK (Rupiah) Nama Usaha o 2009 2010 2011 2012 2013

  

1 Batik Purwanti 320.000.000 275.000.000 298.000.000 300.000.000 480.000.000

  

2 Nardho Batik 200.000.000 198.000.000 210.000.000 198.000.000 200.000.000

Batik Unik 188.000.000 188.300.000 195.000.000 200.000.000 240.000.000

  3 Suroto Batik Natural 140.000.000 142.000.000 160.000.000 170.000.000 176.000.000

  4 Sarwdi Batik Sekar 190.000.000 190.000.000 192.000.000 180.000.000 180.000.000

  5 M awar

  

6 Batik Suhodo 185.000.000 185.000.000 195.000.000 210.000.000 210.000.000

  

7 Raka Batik 70.000.000 70.000.000 100.000.000 180.000.000 180.000.000

  

8 Batik Giyarto 50.000.000 50.000.000 50.000.000 60.000.000 60.000.000

  

9 Batik Giyatno 200.000.000 200.000.000 230.000.000 230.000.000 230.000.000

  

10 Batik Hardi 185.000.000 200.000.000 180.000.000 180.000.000 180.000.000

  

11 Batik Harsiyem 140.000.000 150.000.000 130.000.000 130.000.000 125.000.000

  

12 Batik Jumiyati 240.000.000 250.000.000 270.000.000 290.000.000 290.000.000

  

13 Batik M iyono 240.000.000 245.000.000 245.000.000 240.000.000 240.000.000

  

14 Batik Sajino 200.000.000 200.000.000 250.000.000 250.000.000 252.000.000

  

15 Batik Sudarji 90.000.000 90.000.000 91.000.000 86.000.000 86.000.000

Batik Sri 80.000.000 82.000.000 82.000.000 82.000.000 84.000.000

  16 M iyono

  

17 Batik Sularto 180.000.000 210.000.000 200.000.000 230.000.000 245.000.000

  

18 Batik Sunardi 70.000.000 90.000.000 90.000.000 80.000.000 100.000.000

  

19 Batik Suparman 7.000.000 7.000.000 7.000.000 7.000.000 7.000.000

Batik Warna 8.000.000 8.000.000 8.000.000 8.000.000 8.000.000

  20 Alami

  

21 Batik Suyanto 170.000.000 172.000.000 189.000.000 200.000.000 200.000.000

  

22 Batik Umi 168.000.000 170.000.000 180.000.000 185.000.000 197.000.000

  

23 Batik Yadino 50.000.000 50.000.000 52.000.000 54.000.000 55.000.000

Jumlah 3.371.000.000 3.420.300.000 3.604.000.000 3.750.000.000 4.025.000.000

  Sumber: data diolah, 2014

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  125 Data Upah Rata-Rata Tenaga Kerja 2009-2013 Upah Rata-Rata TK (Ru piah) No Nama Usaha 2009 2010 2011 2012 2013

  Batik

  1 Purwanti 22.857.143 18.333.333,3 15.684.210,5 13.043.478,26 20.869.565

  

2 Nardho Batik 16.666.667 14.142.857,1 13.125.000 13.200.000 13.333.333

Batik Unik

  3 Suroto 14.461.538 14.484.6154 13.000.000 13.333.333,33 15.000.000 Batik Natural

  4 Sarwdi 17.500.000 14.200.000 14.545.454,5 12.142.857,14 12.571.429 Batik Sekar

  5 M awar 19.000.000 11.875.000 10.105.263,2 11.250.000 11.250.000

  

6 Batik Suhodo 16.818.182 13.214.285,7 1.392.8571,4 14.000.000 12.352.941

  

7 Raka Batik 10.000.000 6.363.636,36 10.000.000 15.000.000 16.363.636

  

8 Batik Giyarto 10.000.000 12.500.000 10.000.000 12.000.000 12.000.000

  

9 Batik Giyatno 16.666.667 16.666.666,7 16.428.571,4 14.375.000 14.375.000

  10 Batik Hardi 30.833.333 18.181.818,2 16.363.636,4 15.000.000 15.000.000 Batik

  11 Harsiyem 20.000.000 21.428.571,4 18.571.428,6 16.250.000 15.625.000

  

12 Batik Jumiyati 18.461.538 17.857.142,9 18.000.000 19.333.333,33 18.125.000

  

13 Batik M iyono 21.818.182 22.272.727,3 20.416.666,7 20.000.000 13.333.333

  

14 Batik Sajino 18.181.818 15.384.615,4 19.230.769,2 19.230.769,23 1.938.4615

  

15 Batik Sudarji 18.000.000 18.000.000 18.200.000 17.200.000 17.200.000

Batik Sri

  16 M iyono 10.000.000 10.250.000 11.714.285,7 9.111.111.111 9.333.333,3

  

17 Batik Sularto 25.714.286 30.000.000 28.571.428,6 16.428.571,43 17.500.000

  

18 Batik Sunardi 6.363.636.4 8.181.818,18 8.181.818,18 6.666.666,67 8.333.333,3

Batik

  19 Suparman 2.333.333.3 2.333.333,33 2.333.333,33 2.333.333,33 2.333.333,3 Batik Warna

  20 Alami 2.666.666.7 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000

  

21 Batik Suyanto 1.133.3333 12.285.714,3 9.947.368,42 10.526.315,79 10.526.316

  

22 Batik Umi 16.800.000 17.000.000 18.000.000 26.428.571,43 24.625.000

  

23 Batik Yadino 6.250.000 6.250.000 6.500.000 6.750.000 6.875.000

Jumlah 352.726.324 323.206.136 314.847.806 305.603.341,1 308.310.169

  Sumber: data diolah,2014

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

14 Batik Sajino 600.000.000 550.000.000 700.000.000 650.000.000 720.300.000

  Sumber: data diolah, 2014

  

23 Batik Yadino 198.000.000 200.000.000 185.000.000 194.000.000 192.000.000

Jumlah 10.904.500.000 11.021.700.000 11.260.500.000 11.614.600.000 12.235.140.000

  22 Batik Umi 315.000.000 330.000.000 350.000.000 340.000.000 360.000.000

  21 Batik Suyanto 400.000.000 400.000.000 420.000.000 450.000.000 480.000.000

  20 Batik Warna Alami 52.000.000 56.000.000 65.000.000 70.000.000 72.000.000

  19 Batik Suparman 35.000.000 37.000.000 34.000.000 39.000.000 40.000.000

  

18 Batik Sunardi 310.000.000 330.000.000 290.000.000 250.000.000 300.000.000

  

17 Batik Sularto 600.000.000 645.000.000 640.000.000 650.000.000 700.000.000

  16 Batik Sri M iyono 230.000.000 210.000.000 250.000.000 220.000.000 240.000.000

  

15 Batik Sudarji 330.000.000 370.000.000 220.000.000 240.000.000 274.000.000

  126 Data Omset Penjualan 2009-2013 No Nama usaha Omset Penjualan (Rupiah) 2009 2010 2011 2012 2013

  1 Batik Purwanti 898.000.000 950.000.000 981.500.000 1.002.600.000 1.104.700.000

  

12 Batik Jumiyati 740.000.000 650.000.000 700.000.000 730.000.000 780.100.000

  11 Batik Harsiyem 340.000.000 210.000.000 230.000.000 250.000.000 280.000.000

  

10 Batik Hardi 450.000.000 500.000.000 390.000.000 400.000.000 480.000.000

  

9 Batik Giyatno 650.000.000 680.000.000 730.000.000 750.000.000 756.000.000

  

8 Batik Giyarto 180.000.000 190.000.000 200.000.000 270.000.000 268.000.000

  

7 Raka Batik 290.000.000 310.000.000 350.000.000 500.000.000 560.000.000

  

6 Batik Suhodo 530.000.000 570.000.000 600.000.000 569.000.000 540.030.000

  5 Batik SM 550.000.000 600.700.000 500.000.000 610.000.000 655.200.000

  4 Batik Natural Sarwidi 700.000.000 698.000.000 795.000.000 750.000.000 720.300.000

  3 Batik Unik Suroto 880.000.000 875.000.000 970.000.000 980.000.000 960.010.000

  

2 Nardho Batik 876.500.000 895.000.000 910.000.000 900.000.000 912.500.000

  

13 Batik M iyono 750.000.000 765.000.000 750.000.000 800.000.000 840.000.000

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  127 Data Jumlah Tenaga Kerja 2009-2013 Jumlah TK (Orang) No. Nama usaha 2009 2010 2011 2012 2013

  1 Batik Purwanti

  14

  15

  19

  23

  23

  2 Nardho Batik

  12

  14

  16

  15

  15

  3 Batik Unik Suroto

  13

  13

  15

  15

  16

  4 Batik Natural Sarwidi

  8

  10

  11

  14

  14

  5 Batik Sekar Mawar

  10

  16

  19

  16

  16

  6 Batik Suhodo

  11

  14

  14

  15

  17

  7 Raka Batik

  7

  11

  10

  12

  11

  8 Batik Giyarto

  5

  4

  5

  5

  5

  9 Batik Giyatno

  12

  12

  14

  16

  16

  10 Batik Hardi

  6

  11

  11

  12

  12

  11 Batik Harsiyem

  7

  7

  7

  8

  8

  12 Batik Jumiyati

  13

  14

  15

  15

  16

  13 Batik Miyono

  11

  11

  12

  12

  18

  14 Batik Sajino

  11

  13

  13

  13

  13

  15 Batik Sudarji

  5

  5

  5

  5

  5

  16 Batik Sri Miyono

  8

  8

  7

  9

  9

  17 Batik Sularto

  7

  7

  7

  14

  14

  18 Batik Sunardi

  11

  11

  11

  12

  12

  19 Batik Suparman

  3

  3

  3

  3

  3

  20 BatikWarna Alami

  3

  4

  4

  4

  4

  21 Batik Suyanto

  15

  14

  19

  19

  19

  22 Batik Umi

  10

  10

  10

  7

  8

  23 Batik Yadino

  8

  8

  8

  8

  8 Jumlah 210 235 255 272 282 Sumber: data diolah, 2014

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9 Batik Giyatno Klaten, Se maarang, Peka longan, Riau, DIY, Solo Klaten,

  Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  7 Raka Batik Ba li, Se marang, DIY, Solo Ba li, ,

  Se marang, DIY, Solo Ba li, , Jateng, DIY, Solo Ba li, ,

  Jateng, DIY, Solo Ba li, , Jateng, DIY, Solo

  8 Batik Giyarto Klaten, DIY, Solo

  Klaten, DIY, Solo Klaten, DIY, Solo

  Klaten, DIY, Solo Klaten, DIY, Solo

  Se maarang, Peka longan, Riau, DIY, Solo

  Ba li, , Jateng, DIY, Solo

  Klaten, Se maarang, Peka longan, Riau, DIY, Solo Klaten,

  Se maarang, Peka longan, Riau, DIY, Solo

  Klaten, Se maarang, Peka longan, Riau, DIY, Solo

  10 Batik Hardi Klaten, Se maarang, Peka longan, DIY, Solo

  Klaten, Se maarang, Peka longan, DIY, Solo

  Klaten, Se maarang, Peka longan, DIY, Solo

  Klaten, Se maarang, Peka longan, DIY, Solo

  Klaten, Se maarang, Peka longan, DIY, Solo

  11 Batik Harsiye m Klaten, Peka longan, DIY, Solo Klaten,

  Peka longan, DIY, Solo Klaten, Peka longan, DIY, Solo Klaten,

  Peka longan, DIY, Solo Klaten, Peka longan, DIY, Solo

  6 Batik Suhodo Jakarta, Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  128 Data Luas Pe masaran tahun 2009-2013 No Nama Usaha Luas Pasar 2009 2010 2011 2012 2013

  1 Batik Purwanti Jakarta, bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo, Australia, Amerika

  Jakarta, bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Australia, Amerika

  Jakarta, bali, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo, Australia, Amerika

  2 Nardho Batik Jakarta, Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  3 Batik Unik Suroto Jakarta,

  Jakarta, Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  Ba li, , Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  4 Batik Natural Sarwidi Jakarta,

  Ba li, Jateng, DIY, Solo Jakarta, Ba li, Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  Ba li, Kalimantan, Jateng, DIY, Solo

  5 Batik Sekar Mawar Jakarta,

  Ba li, , Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  Ba li, , Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  Ba li, , Jateng, DIY, Solo Jakarta,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jakarta, Sumat ra (Riau), Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  Ba li, Jateng, DIY, Solo Jakarta, Ba li, Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  Ba li, Jateng, DIY, Solo Jakarta, Ba li, Jateng, DIY, Solo

  19 Batik Suparman Klaten, Solo Klaten, Solo Klaten, Solo Klaten, Solo Klaten, Solo

  20 Batik Warna Ala mi Klaten,

  DIY, Solo Klaten, DIY, Solo Klaten,

  DIY, Solo Klaten, DIY, Solo Klaten,

  DIY, Solo

  21 Batik Suyanto Jakarta, Sumat ra (Riau), Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  Sumat ra (Riau), Jateng, DIY, Solo

  Sumat ra (Riau), Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Ba li, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Sumat ra (Riau), Jateng, DIY, Solo

  22 Batik Umi Klaten, DIY, Solo, Se marang, Peka longan

  Klaten, DIY, Solo, Se marang, Peka longan

  Klaten, DIY, Solo, Se marang, Peka longan

  Klaten, DIY, Solo, Se marang, Peka longan

  Klaten, DIY, Solo, Se marang, Peka longan

  23 Batik Yadino Klaten, DIY, Solo, Se marang Klaten,

  DIY, Solo, Se marang Klaten, DIY, Solo, Se marang Klaten,

  DIY, Solo, Se marang Klaten, DIY, Solo, Se marang

  Sumber: data diolah, 2014

  18 Batik Sunardi Jakarta, Ba li, Jateng, DIY, Solo Jakarta,

  129 No. Nama Usaha Luas Pasar 2009 2010 2011 2012 2013

  12 Batik Jumiyati Klaten, Pale mbang, Peka longan, DIY, Solo

  Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Klaten, Pale mbang, Peka longan, DIY, Solo

  Klaten, Pale mbang, Peka longan, DIY, Solo

  Klaten, Pale mbang, Peka longan, DIY, Solo

  Klaten, Pale mbang, Peka longan, DIY, Solo

  13 Batik Miyono Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  14 Batik Sajino Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Jakarta, Ba li, Jateng, DIY, Solo

  Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  Klaten, Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  15 Batik Sudarji Jakarta, Se marang, DIY, Solo Jakarta,

  Se marang, DIY, Solo Jakarta, Se marang, DIY, Solo Jakarta,

  Se marang, DIY, Solo Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  16 Batik Sri Wiyono Jakarta, Se marang, DIY, Solo Jakarta,

  Se marang, DIY, Solo Jakarta, Se marang, DIY, Solo Jakarta,

  Se marang, DIY, Solo Jakarta, Se marang, DIY, Solo

  17 Batik Sularto Jakarta, Ba li, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Ba li, Jateng, DIY, Solo

  Jakarta, Ba li, Jateng, DIY, Solo

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

14 Batik Sajino 66.000.000 64.800.000 68.000.000 66.700.000 70.000.000

  Sumber: data diolah, 2014

  

23 Batik Yadino 19.900.000 21.000.000 17.600.000 19.000.000 18.900.000

Jumlah 1.162.000.000 1.147.964.000 1.189.400.000 1.244.500.000 1.333.340.000

  

22 Batik Umi 25.500.000 24.000.000 26.000.000 26.000.000 28.000.000

  

21 Batik Suyanto 64.000.000 63.000.000 66.000.000 70.000.000 71.000.000

  20 Batik Warna Alami 5.700.000 6.000.000 6.000.000 7.000.000 7.200.000

  19 Batik Suparman 4.600.000 4.800.000 4.500.000 5.000.000 7.000.000

  

18 Batik Sunardi 36.800.000 36.000.000 34.000.000 30.000.000 36.000.000

  

17 Batik Sularto 56.000.000 57.000.000 55.000.000 55.800.000 71.000.000

  16 Batik Sri Miyono 33.100.000 32.040.000 31.000.000 28.000.000 30.000.000

  

15 Batik Sudarji 12.500.000 12.000.000 14.000.000 13.900.000 19.000.000

  130 Data Laba Perusahaan 2009-2013 No Nama Usaha Laba (Rupiah) 2009 2010 2011 2012 2013

  

1 Batik Purwanti 150.000.000 139.200.000 168.000.000 210.000.000 220.940.000

  

12 Batik Jumiyati 61.000.000 63.024.000 65.000.000 78.000.000 80.000.000

  

11 Batik Harsiyem 14.600.000 15.000.000 19.800.000 19.500.000 19.700.000

  

10 Batik Hardi 43.100.000 42.000.000 43.500.000 45.000.000 47.000.000

  

9 Batik Giyatno 70.000.000 69.300.000 70.000.000 71.000.000 73.000.000

  

8 Batik Giyarto 19.200.000 18.000.000 20.000.000 25.000.000 37.000.000

  

7 Raka Batik 27.000.000 28.800.000 32.000.000 50.000.000 55.000.000

  6 Batik Suhodo 98.000.000 79.200.000 73.000.000 65.000.000 62.000.000

  

5 Batik SM 69.000.000 74.000.000 56.000.000 61.000.000 65.000.000

  4 Batik Natural Sarwidi 52.000.000 50.400.000 65.000.000 63.000.000 61.700.000

  

3 Batik Unik Suroto 84.000.000 90.000.000 95.000.000 95.600.000 87.000.000

  

2 Nardho Batik 70.000.000 75.600.000 80.000.000 77.000.000 85.000.000

  

13 Batik Miyono 80.000.000 82.800.000 80.000.000 63.000.000 81.900.000

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  131 Dokumentasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  132

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  133

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  134

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  135

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  136

Dokumen baru

Download (157 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS KELAYAKAN USAHA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KONVEKSI DI DESA TAMBAKBOYO KECAMATAN PEDAN KABUPATEN KLATEN
0
9
140
PENGARUH JUMLAH TENAGA KERJA, MODAL, UPAH, DAN LAMA USAHA TERHADAP HASIL PRODUKSI INDUSTRI KERAJINAN KAYU JATI DI KABUPATEN NGAWI
0
2
21
PENGARUH JUMLAH TENAGA KERJA, MODAL, UPAH, DAN LAMA USAHA TERHADAP HASIL PRODUKSI INDUSTRI KERAJINAN KAYU JATI DI KABUPATEN NGAWI
6
29
144
STRUKTUR PASAR DAN KINERJA INDUSTRI BATIK DI DESA JARUM, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN
4
9
92
PENDAPATAN SENTRA INDUSTRI KECIL KONVEKSI DITINJAU DARI ASPEK MODAL, TINGKAT PENDIDIKAN DAN JUMLAH TENAGA KERJA DI DESA TAMBAK BOYO KECAMATAN PEDAN KABUPATEN KLATEN TAHUN 2009.
0
0
10
PENGARUH SIKAP KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA PADA PENGUSAHA BATIK DI SENTRA KERAJINAN BATIK KOTA TASIKMALAYA.
1
2
39
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN INDUSTRI BATIK DI KAWASAN SENTRA BATIK LAWEYAN SOLO.
1
6
123
PENGARUH JUMLAH UMKM, TENAGA KERJA, MODAL DAN LABA YANG DIPEROLEH USAHA MIKRO KECIL MENENGAH TERHADAP PDRB WILAYAH JAWA TENGAH TAHUN 2008-2014.
0
0
17
PENGARUH UPAH, PENERIMAAN PENJUALAN, DAN MODAL TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA INDUSTRI GENTENG DI DESA KEBUMEN, KECAMATAN PRINGSURAT, KABUPATEN TEMANGGUNG.
0
5
250
PENGARUH MODAL, JUMLAH TENAGA KERJA, USAHA DAN PENDIDIKAN TERHADAP PENDAPATAN PENGUSAHA INDUSTRI BATIK GEDOG DI KECAMATAN KEREK KABUPATEN TUBAN
0
0
5
KKN-PPM PENGEMBANGAN KERAJINAN BATIK SEBAGAI WISATA EDUKASI DI DESA KEBON, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN
0
1
6
TUGAS AKHIR KARYA POTENSI DESA SEBAGAI SUMBER IDE PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL DAN PROMOSI DESA WISATA JARUM, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN
2
3
193
ANALISIS PENGARUH JUMLAH TENAGA KERJA, INVESTASI DAN INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI JAWA TIMUR SKRIPSI
0
0
19
TREND PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA TAHUN 1998-2005 SKRIPSI
0
0
143
PERBEDAAN JUMLAH TENAGA KERJA, OMZET, UPAH, BIAYA, DAN KEUNTUNGAN UMKM DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SEBELUM DAN SESUDAH KENAIKAN HARGA BBM 2008
0
0
145
Show more