Penerapan pendekatan understanding by design dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa kelas XI IPA pada materi persamaan keadaan gas ideal di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
167
1 month ago
Preview
Full text

  PENERAPAN PEN UPAYA MENINGK MATER DI SM

  Diajukan Unt Sarjana

  PRO JURUSAN PENDIDIKA FAKULT ENDEKATAN UNDERSTANDING BY DES KATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS ERI PERSAMAAN KEADAAN GAS IDEA SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

SKRIPSI

  ntuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperole ana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisik

  

Disusun Oleh:

DHITA ARI WIBOWO

101424013

ROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

  KAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGET LTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIK UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2014

  ESIGN DALAM AS XI IPA PADA EAL A

  oleh Gelar sika

  ETAHUAN ALAM

  IKAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

SKRIPSI

PENERAPAN PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS XI IPA PADA MATERI PERSAMAAN KEADAAN GAS

  IDEAL DI SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

  Dipersiapkan dan ditulis oleh :

  

Dhita Ari Wibowo

NIM : 101424013

  Telah dipertahankan didepan Panitia Penguji Pada tanggal 17 September 2014 dan dinyatakan memenuhi syarat

  

Susunan Panitia Penguji

Nama Lengkap Tanda Tangan

  Ketua Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S. Pd. ................................. Sekretaris Dr. Ign. Edi Santosa, M.Si. ................................. Anggota Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D.

  ................................. Anggota Dr. Ign. Edi Santosa, M.Si. ................................. Anggota Ir. Sri Agustini Sulandari, M.Si. .................................

  Yogyakarta, September 2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan, Rohandi, Ph.D.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PERSEMBAHAN

  ! " # ! $ % " & ' ! () * +

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 8 September 2014 Penulis

  Dhita Ari Wibowo

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPERLUAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Dhita Ari Wibowo

  NIM : 101424013 Demi mengembangkan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada

  Perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan karya ilmiah saya yang berjudul:

  

PENERAPAN PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN DALAM

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS XI IPA PADA

MATERI PERSAMAAN KEADAAN GAS IDEAL DI SMA PANGUDI

LUHUR YOGYAKARTA

  Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap menyantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan tanpa ada paksaan dari siapapun.

  Yogyakarta, 23 Juli 2014 Yang menyatakan, Dhita Ari Wibowo

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

Dhita Ari Wibowo. 2014. Penerapan pendekatan Understanding By Design

Dalam Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas XI IPA Pada Materi Persamaan Keadaan Gas Ideal di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Skripsi. Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode eksperimen yang bertujuan untuk (1) mengetahui efektivitas pembelajaran pada materi persamaan keadaan gas ideal dengan penerapan pendekatan Understanding by Design, (2) mengetahui pendapat atau persepsi siswa terhadap pembelajaran dengan penerapan pendekatan Understanding by Design.

  Penelitian dilaksanakan di SMA Pangudi Luhur pada tanggal 30 April - 14 Mei 2014. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 yang terdiri dari 27 siswa dan kelas XI IPA 3 yang juga terdiri dari 27 siswa.

  Penelitian ini menggunakan instrumen pembelajaran yang terdiri dari RPP (Rancangan Perencanaan Pembelajaran), dan LKS (Lembar Kerja Siswa). Instrumen pengumpulan dan pengolahan data yang terdiri dari soal evaluasi akhir, lembar keaktifan belajar siswa dan kuisioner persepsi siswa.

  Langkah penelitian ini diawali dengan penyusunan instrumen, menerapkan pembelajaran dengan menggunakan penerapan pendekatan Understanding by

  Design , observasi keaktifan belajar siswa, dan mengerjakan soal evaluasi akhir.

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pembelajaran persamaan keadaan gas ideal dengan penerapan pendekatan Understanding by Design kurang efektif dari pembelajaran biasa dengan ceramah yang disebabkan karena karakter pribadi siswa (2) persepsi atau pandangan siswa terhadap pembelajaran menggunakan penerapan pendekatan Understanding by Design lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional.

  Kata kunci: Penerapan pendekatan Understanding by Design, Efektivitas pembelajaran, Persepsi, pendapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

Dhita Ari Wibowo. 2014. Understanding By Design Aplication In Effort to

Improve Student Comprehension on Ideal Gas Equation topic at Class XI

  IPA Pangudi Luhur high school Yogyakarta. Thesis. Physic Education Study Program, Department of Education and Natural Sciences, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta.

  This study is a research with an experimental method which purpose to (1) want to know learning effectiveness about gas ideal equation with the Understanding by Design approach, (2) determine the opinions or perceptions of students towards learning the Understanding by Design approach.

  th

  The research was conducted in Pangudi Luhur high school on 30 April to

  th

  14 May, 2014. Subjects of this study were students of class XI IPA 2 which consists of 27 students and class XI IPA 3 which also consists of 27 students. This study uses a learning instrument consisting of RPP (Draft Planning Learning), and LKS (Student Worksheet). Data collection and processing instruments consisting of about final evaluation, liveliness sheet perceptions of student learning and student questionnaires.

  Steps of this study begins with the preparation of the instrument, apply learning to use the Understanding by Design approach, liveliness observation of student learning, and working on the final evaluation.

  The results of this study indicate that (1) learning the ideal gas equation of state with the Understanding by Design approach is not signicantly effectives than conventional learning due to personal characteristics of students (2) perception or view of students' learning using the Understanding by Design approach is better than conventional learning. Keywords: Understanding by Design approach, the effectiveness of learning, perception, opinions

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

KATA PENGANTAR

Assalamu ‘alaikum waroh matullahi wabarokaatuh.

  Bismillahirohmanirrohim. Segala Puji dan Syukur kepada Allah SWT yang dengan segenap rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan dengan baik penelitian dan penulisan skripsi dengan judul

  

PENERAPAN PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN DALAM

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS XI IPA PADA

MATERI PERSAMAAN KEADAAN GAS IDEAL DI SMA PANGUDI

LUHUR YOGYAKARTA

  Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Sanata Dharma.

  Dalam prosesnya penelitian ini dilaksanakan oleh kelompok yang beranggotakan empat mahasiswa Pendidikan Fisika 2010 yaitu Andreas Damar K, Nadia Narulita, Ruth Trias dan peneliti sendiri.

  Penelitian ini sebenarnya mengacu kepada ide dari Grant Wiggins dan Jay McTighe pada tahun 2006 tentang pembelajaran yang sangat menekankan aspek pemahaman siswa. Ide-ide mereka dituangkan dalam sebuah buku yang berjudul

  

Understanding by Design Expanded 2nd Edition yang juga sekaligus menjadi

  pedoman utama penelitian ini. Buku ini berbahasa inggris sehingga penulis juga harus mengartikannya, untuk beberapa kata digunakan bahasa asli yang diambil dari buku oleh peneliti untuk mengetahui kekhasan dari teori ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dalam penyelesaian skripsi ini penulis mendapat bantuan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Sanata Dharma dan juga selaku Dosen Pendamping Akademik, yang selalu membimbing, memberi dukungan dan tempat berkeluh kesah selama mengikuti perkuliahan.

  2. Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D. selaku Dosen pembimbing, yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan dengan sabar memberikan bimbingan, saran serta semangat sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

  3. Dr. Ign. Edi Santosa, M.Si. selaku Ketua Program studi Pendidikan Fisika dan semua dosen penguji, atas semua saran dan masukan yang berguna demi penyempurnaan skripsi ini.

  4. Segenap dosen Program Studi Pendidikan Fisika, atas didikan dan pengetahuan kepada penulis.

  5. Segenap staff karyawan sekretariat JPMIPA atas segala bantuan yang telah diberikan.

  6. Kedua orang tuaku serta nenekku, atas segala bimbingan, dukungan, kasih sayang, dan doa yang tulus kepada penulis.

  7. Kepala sekolah SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yang telah berkenan memberikan ijin dan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8. Bapak HY.Unggul Prasetya.,S.Pd selaku guru fisika SMA Pangudi Luhur yang berkenan membimbing, mendukung dan membantu selama peneliti melaksanakan penelitian.

  9. Siswa kelas XI IPA 2 dan kelas XI IPA 3, atas kerjasamanya selama penelitian sehingga dapat berjalan dengan lancar.

  Tim UbD (Andre, Nadia, dan Ruth) atas kebersamaan, kerjasama, bantuan, 10. serta menjadi tempat berkeluh kesah selama penyusunan skripsi.

  11. Mas Agus, Mbak Rini dan Vita yang menggantikan ayah dan ibu untuk selalu memotivasi dan memberi semangat.

  Teman-teman Pendidikan Fisika angkatan 2010 atas kebersamaan dalam suka 12. maupun duka. Teman-teman Orbit 56 yang selalu menginspirasi dikala penulis sedang tidak 13. ada ide. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas segala bantuan, 14. bimbingan, dan dukungannya. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena

itu, penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun demi

kesempurnaan skripsi ini. Penulisan berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi

pembaca.

  Penulis

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ................................................................................................ i LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ........ Error! Bookmark not defined. HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................. v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ................. vi ABSTRAK ............................................................................................................ vii ABSTRACT ......................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ........................................................................................... ix DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... xv DAFTAR TABEL ............................................................................................... xvii

  BAB I ...................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN .................................................................................................. 1 A. Latar Belakang ............................................................................................. 1 B. Understanding by Design ............................................................................. 4 C. Rumusan Masalah ........................................................................................ 5 D. Tujuan .......................................................................................................... 6 E. Manfaat ........................................................................................................ 6 BAB II ..................................................................................................................... 7 DASAR TEORI ...................................................................................................... 7 A. Backward Design ......................................................................................... 7 A.1. Identify Desire Result (Menentukan Hasil Yang Diinginkan) .......... 7 A.1.a. Established Goals (tujuan pokok) ................................................. 8 A.1.b. Essential Question (pertanyaan penting) ....................................... 8 A.1.c. Understandings (pemahaman)....................................................... 8 A.1.d. Skill (keahlian) ............................................................................... 8 A.2. Determine Acceptable Evidence (Menentukan Fakta Yang Dapat Diterima) .......................................................................................................... 9

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  A.2.a. Task (Tugas) .................................................................................. 9 A.2.b. Other evidence (Bukti Lain) .......................................................... 9

  A.3. Plan learning Experiences and Instruction (Rencana pembelajaran)9

  B. Understanding (Memahami) ...................................................................... 13 B.1. Pemahaman ..................................................................................... 13 B.2. Tiga Ranah Pendidikan ................................................................... 18

  C. Filsafat Konstruktivisme ............................................................................ 21

  D. Efektivitas Pembelajaran ............................................................................ 22

  E. Aspek Keaktifan Siswa .............................................................................. 23

  F. Persepsi Siswa ............................................................................................ 24

  G. Enam Aspek Pemahaman Understanding by Design (UbD) ..................... 25

  H. Perbedaan Rancangan Pembelajaran Konvensional dengan Rancangan pembelajaran dengan penerapan pendekatan Understanding by Design (UbD) 28

  I. Konsep Mol dan Konsep Persamaan Keadaan Gas Ideal .......................... 30 J. Materi Persamaan Keadaan Gas Ideal dengan penerapan pendekatan

  

Understanding by Design .................................................................................. 34

  BAB III ................................................................................................................. 40 METODOLOGI PENELITIAN ............................................................................ 40 A. Metode Penelitian....................................................................................... 40 B. Desain Penelitian ........................................................................................ 40 C. Populasi Dan Sampel Penelitian ................................................................ 43 D. Tempat Dan Waktu Penelitian ................................................................... 43 E. Instrumentasi .............................................................................................. 44 E.1. Instrumen Pembelajaran .................................................................. 44 E.2. Instrumen Penelitian........................................................................ 45 F. Validitas ..................................................................................................... 46 G. Indikator Keberhasilan Penelitian .............................................................. 47 H. Metode Analisis Data ................................................................................. 48 H.1. Metode Analisis Pemahaman Awal Siswa ..................................... 48 H.2. Metode Analisis Evaluasi Akhir ..................................................... 48 Rubrik Penilaian Evaluasi Akhir ....................................................................... 49

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  H.3. Metode Analisis Peningkatan Pemahaman .................................... 56 H.4. Metode Observasi Keaktifan ........................................................... 56 H.5. Metode Observasi Persepsi Siswa ................................................... 56

  BAB IV ................................................................................................................. 61 ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN ........................................................... 61 A. Persiapan Penelitian ................................................................................... 61 B. Proses Pelaksanaan Penelitian ................................................................... 62 B.1. Observasi Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ................................... 62 B.2. Pelaksanaan pembelajaran di Kelas Eksperimen ................................... 63 B.3. Pelaksanaan pembelajaran di Kelas Kontrol .......................................... 65 C. Data Penelitian Dan Analisa Data .............................................................. 66 C.1. Pemahaman Awal Siswa ........................................................................ 66 C.1.a. Data Nilai Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ............. 66 C.1.b. Analisa Kemampuan Awal Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol .................................................................................................... 67 C.2. Pemahaman Akhir Siswa ....................................................................... 68 C.2.a. Data Nilai Evaluasi Akhir Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 69 C.2.b. Analisis Peningkatan Pemahaman Siswa .................................... 70 C.2.c. Analisis Pemahaman Akhir Siswa ............................................... 73 C.2.d. Pembahasan Pemahaman Akhir Siswa ........................................ 75 C.3. Keaktifan Siswa Di Dalam Kelas ........................................................... 77 C.3.a. Data Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen..................................... 77 C.3.b.Data Keaktifan Siswa Kelas Kontrol ............................................ 78 C.3.c. Pembahasan Keaktifan Siswa Di Dalam Kelas............................ 79 C.4. Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran ................................................. 81 C.4.a. Data Persepsi Siswa Kelas Eksperimen (Dengan Penerapan pendekatan UbD) .................................................................................... 81 C.4.b. Data Persepsi Siswa Kelas Kontrol (Tanpa Penerapan pendekatan UbD ........................................................................................................ 82 C.4.c. Pembahasan Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran .................. 83

  D. Keterbatasan penelitian .............................................................................. 84

  BAB V ................................................................................................................... 86 PENUTUP ............................................................................................................. 86 A. Kesimpulan ................................................................................................ 86 B. Saran ........................................................................................................... 87 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 88 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A.1 .

  RPP dengan penerapan pendekatan UbD ............................ 91

  Lampiran A.2. Observasi Pengamatan Guru .............................................. 106 Lampiran A.3. Kisi-Kisi Soal Pretest ......................................................... 112 Lampiran A.4. LKS Siswa ......................................................................... 114 Lampiran A.5. Kuisioner Persepsi ............................................................. 121 Lampiran A.6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Guru .......................... 123 Lampiran A.7. Ceklist Pengamatan Keaktifan Kelas XI IPA .................... 126 Lampiran B.1 Sampel Hasil Pengisian Soal Pretest Kelas Kontrol ........... 127 Lampiran B.2 Sampel Hasil Pengisian Soal Pretest Kelas Eksperimen .... 130 Lampiran B.3 Sampel Hasil Pengisian Soal Postest Kelas Kontrol ........... 133 Lampiran B.4 Sampel Hasil Pengerjaan LKS 1 ......................................... 136 Lampiran B.5 Sampel Hasil Pengerjaan LKS 2 ......................................... 139 Lampiran B.6 Sampel Hasil Kuisioner Persepsi Siswa Kelas Kontrol ...... 142 Lampiran B.7 Sampel Hasil Kuisioner Persepsi Siswa Kelas Eksperimen 145 Lampiran B.8 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ................... 148 Lampiran B.9 Dokumentasi dan Pelaksanaan Penelitian ........................... 148

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kerangka desain sesuai dengan tahapan backward design ........... 11Tabel 2.2 Perbedaan antara pengetahuan dan pemahaman ........................... 15Tabel 2.3 Kerangka desain bagian1 dari backward design .......................... 34Tabel 2.4 Kerangka desain bagian 2 dari backward design ......................... 34Tabel 2.5 Enam aspek pemahaman pada tujuan pembelajaran tentang gas . 38Tabel 2.6 Kerangka desain bagian 3 dari backward design ......................... 39Tabel 3.1 Distribusi nilai test siswa untuk setiap soal pada kelas eksperimen

  ........................................................................................................................ 54

Tabel 3.2 Distribusi nilai test siswa untuk setiap soal pada kelas kontrol .... 54Tabel 3.3 Format nilai evaluasi akhir untuk kelas eksperimen dan kelas

  kontrol ............................................................................................................ 55

Tabel 3.4 Distribusi hasil pretest dan posttest .............................................. 55Tabel 3.5 Keaktifan siswa di dalam pemebelajaran ...................................... 57Tabel 4.1 Nilai Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ...................... 66Tabel 4.2 Nilai Evaluasi Akhir Kelas Eksperimen ....................................... 69Tabel 4.3 Nilai Evaluasi Akhir Kelas kontrol ............................................... 70Tabel 4.4 Peningkatan nilai siswa kelas eksperimen .................................... 71Tabel 4.4 Peningkatan nilai siswa kelas kontrol ........................................... 71Tabel 4.6 nilai akhir dan ketuntasan siswa kelas eksperimen dan kontrol ... 73Tabel 4.7 Keaktifan siswa kelas eksperimen................................................ 77Tabel 4.8 Keaktifan siswa kelas kontrol ...................................................... 78Tabel 4.9 Prosentase jumlah siswa ............................................................... 80Tabel 4.10 Data Persepsi Siswa Kelas Eksperimen ..................................... 81Tabel 4.11 Data Persepsi Siswa Kontrol ...................................................... 82

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan kebutuhan wajib setiap manusia di dunia. Mulai dari pendidikan anak di usia dini hingga ke jenjang universitas,

  semua ingin diberikan orang tua kepada anak dengan harapan anak akan mendapat ilmu yang bermanfaat untuk bekal kehidupannya kelak.

  Pada jenjang pendidikan SD, SMP, atau SMA, siswa mempunyai tugas untuk belajar, mengolah, dan membangun pola pikirnya dengan bantuan guru agar pemahamannya menjadi berkembang ke tingkatan yang lebih tinggi.

  Belajar pada hakekatnya adalah memahami sesuatu dengan percobaan berulang-ulang hingga seseorang dapat paham, mengerti dan menguasai suatu hal dengan baik. Begitu pula dengan mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, siswa akan lebih menguasainya jika siswa melakukan trial and error sehingga hasilnya pemahaman siswa diharapkan lebih mendalam.

  Fisika sebagai sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah khususnya SMP, SMA/SMK di Indonesia memegang peranan yang penting dalam memajukan tingkat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Hal ini dikarenakan pemahaman untuk melangkah ke teknologi yang lebih tinggi, ilmu Fisika mutlak diperlukan sebagai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dasar atau pijakan. Dapat dikatakan penemuan ahli di bidang Fisika masa lalu sebagai calon teknologi di masa sekarang.

  Fisika adalah ilmu yang memahami fenomena alam maka dengan mempelajari fisika siswa diharapkan dapat aktif membentuk pemikiran mereka sehingga dapat menjelaskan gejala fisis di kehidupan sekitarnya secara logis. Tetapi sebaliknya, kini siswa tidak menyukai mata pelajaran ini. Hal ini dikarenakan siswa menganggap materi fisika sulit karena banyak hitungan (Suparno, 2009:3). Di lain pihak para guru kebanyakan akan fokus kepada menghafal rumus untuk mengerjakan soal dan nilai ujian akhir dibandingkan pada pemahaman siswa. Hal inilah yang membebani siswa karena siswa tidak mengerti dengan materi, akan tetapi rumus perhitungan dan penyelesaian soal yang selalu dijelaskan.

  Dalam praktek pembelajaran, guru harus memilki panduan serta target di dalam proses pembelajaran sehingga oleh pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) membuat apa yang disebut dengan perangkat pembelajaran mulai dari Standard Kompetensi, Kompetensi Dasar hingga format RPP yang seragam sehingga guru dapat memikirkan batasan-batasan dalam proses pembelajaran yang dia akan lakukan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan di laksanakan di dalam kelas.

  Di dalam RPP ini biasanya akan dicantumkan Standard Kompetensi kemudian Kompetensi Dasar (KD) lalu Indikator dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang terakhir adalah Tujuan. Tetapi jika kita akan melakukan sesuatu maka yang pertama kali terpikir adalah tujuan apa yang ingin dicapai lalu baru kemudian menentukan suatu indikator. Dari indikator tersebut maka akan diketahui apakah hal yang diinginkan sudah tercapai atau belum.

  Mengacu pada hal diatas kini dikenal suatu penerapan pendekatan pembelajaran yang dikenal dengan UbD (Understanding by Design).

  UbD ini pertama kali di cetuskan oleh Grant Wiggins dan Jay McTighe dari Columbia University. Understanding by Design adalah penerapan pendekatan baru dalam menyusun rancangan pembelajaran yang digunakan di Amerika dan telah berhasil dilaksanakan. Desain yang digunakan dalam penerapan pendekatan Understanding by Design adalah Backward Design yakni suatu desain pembelajaran yang dimulai dengan tujuan yang ingin dicapai, evaluasi yang digunakan untuk mencapai tujuan kemudian baru langkah langkah pembelajaran yang dipandu dengan elemen WHERETO yakni sebuah panduan khusus bagi guru untuk meningkatkan pemaham siswa.

  Apabila guru ingin mengembangkan pemahaman yang mendalam pada siswa maka ide dan proses dari Understanding by Design dapat diterapkan. Hal ini dilakukan berdasarkan kesadaran bahwa tujuan dari proses belajar adalah mencapai pemahaman (understanding). Lebih dari itu UbD diterapkan agar siswa mendapatkan suatu penilaian yang autentik dan dapat dipertanggungjawabkan pada akhir pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Oleh karena itu peneliti ingin meneliti apakah UbD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan sejauh mana keefektifan penyusunan RPP menggunakan penerapan pendekatan Understanding by Design.

B. Understanding by Design

  Menurut Wiggins dan McTighe (2005:7) Understanding by

  Design adalah sebuah penerapan pendekatan dalam merancang pembelajaran yang tujuan utamanya adalah pemahaman siswa.

  Understanding by design adalah sebuah kerangka kerja untuk

  meningkatkan prestasi siswa dengan mengembangkan standar kurikulum, kerangka instruksional, penilaian, dan pengembangan profesional. Understanding by design didasarkan pada tujuan utama dari pendidikan yaitu mengembangkan dan memperdalam pemahaman siswa (McTighe. J dan Seif. E, 2003). Dalam pembelajarannya

  understanding by design lebih menekankan siswa sebagai pusat dari pembelajaran atau student centered (Tiernan.P, 2011:4).

  Dalam prosesnya Understanding by Design (UbD) ini mempunyai alur yang terbalik dalam perancangannya sehingga UbD juga sering disebut dengan desain ‘terbalik’ atau “backward design” yaitu suatu desain penyusunan rancangan pembelajaran yang terlebih dahulu menentukan tujuan, bukti dari tujuan, baru kemudian menentukan langkah pembelajaran untuk mencapai tujuan. Dinamakan terbalik karena pada rancangan pembelajaran yang umum kita lihat di RPP

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  terlebih dahulu kita menentukan bukti berupa indikator baru kemudian tujuan. Di dalam penentuan langkah-langkah pembelajaran ini adalah menggunakan prinsip dasar WHERETO yang merupakan kekhasan rancangan pembelajaran ini dibandingkan dengan rancangan pembelajaran pada umumnya. Sehingga dapat dikatakan inti alur berfikir dari UbD adalah backward design dengan prinsip WHERETO di dalam salah satu unsur penyusunnya. WHERETO akan dijelaskan di bagian selanjutnya.

C. Rumusan Masalah

  C.1. Apakah penerapan pendekatan UbD efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang materi Persamaan Keadaan Gas Ideal? C.2. Bagaimanakah pendapat/persepsi siswa terhadap pembelajaran dengan penerapan pendekatan UbD ini?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  D. Tujuan

  D.1. Mengetahui sejauh mana efektivitas pembelajaran dengan menggunakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) penerapan pendekatan Understanding by Design

  D.2. Mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran yang disusun dengan penerapan pendekatan Understanding by Design

  E. Manfaat E.1. Bagi guru dan calon guru, melalui penelitian ini guru dan calon guru mendapatkan rancangan perencanaan pembelajaran (RPP) yang lebih

baik, sehingga semakin meningkatkan pemahaman siswa.

E.2. Bagi siswa, melalui penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa dalam belajar fisika.

  E.3. Bagi peneliti, dapat mengetahui seberapa efektif rancangan pembelajaran dengan penerapan pendekatan UbD.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II DASAR TEORI Dalam prosesnya Understanding by Design (UbD) ini mempunyai

  alur yang khas dalam perancangannya, UbD juga sering disebut dengan backward design yaitu suatu desain penyusunan rancangan pembelajaran yang terlebih dahulu menentukan tujuan, bukti, baru kemudian menentukan langkah pembelajaran untuk mencapai tujuan.

  Dengan kata lain UbD adalah backward design itu sendiri.

A. Backward Design

  Backward design merupakan prinsip dasar dari metode Understanding by Design yang meliputi 3 proses (Weggins and McTighe, 2006:18) yaitu : A.1. Identify Desire Result (Menentukan Hasil Yang Diinginkan)

  Dalam proses yang pertama ini guru atau pendidik setelah menentukan materi apa yang akan di ajarkan maka diharapkan guru menentukan tujuan dari pembelajaran yang akan ia lakukan. Tujuan ini harus relevan untuk dapat dilakukan pada kehidupan sehari-hari. Adapun unsur-unsur yang harus termasuk didalam penentuan hasil ini adalah:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  A.1.a. Established Goals (tujuan pokok)

  Menentukan tujuan pokok yang ingin dicapai dalam suatu pembelajaran. Misalnya: memahami hukum gravitasi Newton .

  A.1.b. Essential Question ( pertanyaan penting)

  Menentukan pertanyaan-pertanyaan yang perlu/penting sekali untuk diketahui jawabannya oleh siswa. Diharapkan dengan menjawab pertanyaan tersebut siswa dapat memahami intisari dari materi yang diberikan oleh guru Misalnya: Apakah bulu dan batu akan sampai di tanah pada waktu yang sama jika dijatuhkan bersamaan?mengapa?

  A.1.c. Understandings (pemahaman)

  Menentukan pemahaman apa yang diinginkan untuk dimengerti siswa tidak hanya sekedar mengetahui. Misalnya: mengapa bulu dan batu tidak sampai bersamaan, apakah Newton salah? .

  A.1.d. Skill (keahlian)

  Menentukan pengetahuan dan kemampuan apa yang dimiliki siswa yang dapat dilakukan secara nyata. Misalnya: dapat menjelaskan mengapa peristiwa di atas dapat terjadi dengan penalaran secara ilmiah .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  A.2. Determine Acceptable Evidence (Menentukan Fakta Yang Dapat Diterima) Proses backward design yang kedua ini adalah sebagai pendukung yang mana menunjukkan bukti-bukti nyata apa saja jika seseorang siswa telah mencapai suatu tujuan pembelajaran (desire result). Adapun unsur-unsur yang harus termasuk

didalam Determine acceptable evidence adalah:

  A.2.a. Task (Tugas) Tugas autentik apa yang dapat menunjukkan bahwa pemahaman yang harus dicapai siswa telah tercapai? Dengan kriteria apa tugas tersebut dapat mengukur pemahaman siswa?

  A.2.b. Other evidence (Bukti Lain) Melalui bukti lain yang dapat mengukur pengetahuan , pemahaman dan kemampuan siswa seperti kuis, test, pengamatan, pekerjaan rumah

  A.3. Plan learning Experiences and Instruction (Rencana pembelajaran) Setelah identifikasi hasil dan bukti yang tepat ditentukan dengan jelas maka tinggal pengajar atau guru mencari instruksi pembelajaran yang paling tepat agar hasil dan bukti yang tepat tadi dapat tercapai dengan baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Didalam perencanaan dan instruksi pembelajarannya UbD menggunakan desain WHERETO penjabarannya adalah sebagai berikut :

  A.3.a. W = Where is it going (dimulai dari mana) Bagaimana pendidik akan membantu siswa untuk mengetahui dari mana konsep pemikirannya berasal dan mengapa mereka memikirkan konsep tersebut. Sehingga guru mengetahui darimanakah dia harus memulai pembelajaran. A.3.b. H = Hook and Hold (mengaitkan dan mengunci)

  Disini yang dimaksudkan adalah merancang suatu kegiatan pembelajaran yang mengaitkan dengan kehidupan nyata sehingga dapat membuat perhatian siswa tertuju pada proses pembelajaran.

  A.3.c. E=Equip, Experience, Explore (melengkapi, mengalami, eksplorasi) Membantu siswa mengalami dan mengeksplorasi suatu kejadian sehingga siswa dapat melengkapi gagasan utama dari materi pembelajaran yang ia dapat. A.3.d. R = Rethink and Revise (berfikir ulang dan memperbaiki)

  Memberi kesempatan kepada siswa untuk memikirkan kembali dan memperbaiki pemahaman dan pekerjaan mereka.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  A.3.e. E = Evaluate (evaluasi) Guru mengevaluasi pekerjaan serta pemahaman siswa.

  A.3.f. T = Tailored (menyesuaikan) Menyesuaikan pembelajaran dengan dengan kebutuhan, minat dan kemampuan siswa.

  A.3.g. O = Organized (mengatur) Mengatur pembelajaran secara efektif sehingga dapat memaksimalkan keterlibatan siswa.

  Berikut adalah kerangka design berupa pertanyaan–pertanyaan kepada guru untuk merancang perencanaan pembelajaran sesuai dengan tahapan ‘’backward design’’ (dalam Wiggins dan McTighe, 2006: 22):

Tabel 2.1 Kerangka desain sesuai dengan tahapan backward design Tahap 1 : Hasil yang ingin dicapai

  Menetapkan tujuan : Apa tujuan yang ingin dicapai ? Pemahaman : Pertanyaan penting : Siswa akan memahami bahwa... Pertanyaan apa yang

  • Pemahaman spesifik apa dapat mendorong agar yang ingin dicapai oleh siswa menyelidiki , siswa memahami, dan terjadi - Meprediksikan transfer belajar.

  miskonsepsi apa yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mungkin terjadi Kunci : Siswa akan mengetahui

  • Apa pengetahuan dan keterampilan utama yang akan siswa peroleh sebagai hasil dari pembelajaran.
  • Apa yang mereka harus lakukan sebagai hasil dari pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh.

   Tahap 2 : bukti penilaian

  Tugas : Bukti lain :

  • Tugas apa yang dapat - Melalui bukti lain seperti kuis, menunjukkan bahwa test, pengamatan, pekerjaan pemahaman yang harus rumah . dicapai siswa telah - Bagaimana siswa akan tercapai? merefleksikan dan menilai
  • Dengan kriteria apa tugas hasil pembelajaran mereka? tersebut dapat mengukur pemahaman siswa.

  Tahap 3 : rencana pembelajaran

  Aktivitas pembelajaran : Pengalaman dan instruksi belajar seperti apa yang memungkinkan siswa untuk mencapai hasil yang diinginkan ? bagaimana akan dirancang ? Berikut adalah element dari UbD dalam merancang proses pembelajaran:

  W (where is it going) : membantu guru mengetahui dari mana

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pengetahuan siswa itu datang. H (hook the student) : menarik perhatian siswa E (explore and equip) : membekali siswa, membantu mereka untuk mengalami gagasan utama dari materi ajar dan mengeksplorasi siswa

  R (rethink and revise) : memberikan kesempatan siswa untuk memikirkan kembali dan memperbaiki pemahaman mereka E (exhibit and evaluate) : mengevaluasi pekerjaan siswa T (tailor to student) : pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan , minat dan kemampuan siswa yang berbeda –beda O (organize) : memaksimalkan keterlibatan siswa sehingga pembelajaran dapat dilakukan secara efektif

B. Understanding (Memahami) B.1. Pemahaman

  Understanding adalah kemampuan untuk memahami arti (meaning) dari hubungan antar bagian-bagian tertentu (Webster dalam Tobing dalam Wiggins dan McTighe, 2006 ). Apakah pemahaman

  hanyalah sebuah bentuk lain dari pengetahuan yang lebih kompleks atau sesuatu yang terpisah dari pengetahuan tetapi berkaitan dengan isi atau konten pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan kata-kata tahu, tahu bagiamana, dan memahami , misalnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kami tahu bagaimana untuk memperbaiki mobil kami dan memahami bagaimana memperbaiki mobil kami. Seolah-olah dua pernyataan tersebut mengandung ide yang sama akan tetapi memiliki arti yang berbeda.

  Dari berbagai pendapat di atas, indikator pemahaman pada dasarnya sama, yaitu dengan memahami sesuatu berarti seseorang dapat mempertahankan, membedakan, menduga, menerangkan, menafsirkan, memperkirakan, menentukan, memperluas, menyimpulkan, menganalisis, memberi contoh, menuliskan kembali, mengklasifikasikan, dan mengikhtisarkan.

  B.1.a. Understanding as meaningful inferences (memahami bermakna kesimpulan) Pemahaman merupakan sebuah bentuk lain dari pengetahuan yang lebih kompleks, merupakan sesuatu yang terpisah dari pengetahuan tetapi berkaitan dengan isi atau konten pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan kata-kata tahu,

  tahu bagaimana, dan memahami. Kata tahu dan tahu bagaimana

  memiliki makna yang berbeda karena “tahu bagaimana” lebih dari sekedar tahu akan tetapi bisa menerapkan pengetahuan pada situasi atau masalah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 2.2 Perbedaan antara pengetahuan dan pemahaman

  Pengetahuan Memahami Melihat Fakta Menentukan arti dari fakta

  Teori yang mengandung arti Bagian dari fakta yang masuk akal yang masuk akal dari fakta itu

  Pembuktian didapat dari Menuntut pembuktian pengalaman-pengalaman ahli masa lalu

  Dapat salah dalam proses Benar atau salah teori

  Saya memahami kenapa hal Saya mengetahui sesuatu itu benar itu hal tersebut dapat terjadi

  Saya mempertimbangkan apa Saya merespon suatu permasalahan yang saya tahu apakah dengan apa yang saya tahu memang cocok untuk suatu permasalahan

  John Dewey dalam Wiggins dan Mc Tighe (2005) mengatakan bahwa memahami adalah hasil dari mempelajari fakta untuk memperoleh manfaat. Secara umum tujuan dari pemahaman adalah mengambil apapun yang diberikan untuk menghasilkan atau menemukan sesuatu yang dapat dimanfaatkan, untuk menggunakan apa yang kita punya dalam ingatan lebih dari sekedar menghafal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pemahaman adalah kemampuan untuk mengumpulkan keterampilan dan fakta secara bijak dan tepat, melalui penerapan pendekatan yang efektif, analisis, sintesis, dan dapat dievaluasi. B.1.b. Understanding as Transferability (memahami sebagai kemampuan mentransfer)

  Pemahaman adalah tentang transfer atau perpindahan. Kemampuan untuk mentransfer pengetahuan secara efektif melibatkan kemampuan untuk mengambil apa yang kita tahu dan menggunakannya secara kreatif, fleksibel, lancar dalam berbagai kondisi dan situasi lain.

  Transfer dipengaruhi oleh sejauh mana orang belajar dengan pemahaman daripada hanya menghafal sejumlah fakta atau mengikuti seperangkat prosedur tetap. B.1.c. Understanding as a Noun (pemahaman sebagai hasil proses)

  Memahami suatu topik adalah kemampuan untuk menggunakan pengetahuan dengan bijak dan efektif. Pemahaman adalah hasil dari proses memahami suatu pengetahuan. B.1.d. The evidence of Understanding (bukti pemahaman)

  Untuk mencari bukti dari pemahaman kita harus melihat sesuatu lebih tinggi tingkatannya dari pengetahuan, sehingga kita harus menggali konsep lebih dalam. Konsep adalah hasil dari suatu penemuan dan pendapat yang dipadukan untuk diaplikasikan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Perhatikan perbedaan dua pertanyaan dengan tujuan yang terkait dengan pemahaman (dan semua tujuan pendidikan lebih umum) melalui backward design – ini adalah pertanyaan untuk tahap pertama dan tahap kedua dari backward design: Tahap 1 : Pemahaman apa yang dipelajari oleh siswa? Tahap 2 : Apa wujud dari bukti pemahaman siswa? Pertanyaan pertama menyangkut gagasan penting tentang konsep dan apa yang harus dipelajari . Guru sebaiknya lebih spesifik menentukan indikator yang harus dicapai siswa. Pertanyaan kedua tidak berbicara tentang apa yang harus dipelajari, tetapi menyangkut perwujudan diterimanya tujuan tersebut.

  Penulis Taksonomi Bloom mencatat, sebagai contoh, pengetahuan yang sebenarnya melibatkan penggunaan pembelajaran dengan cara-cara yang baru. Mereka menyebutkan kemampuan intelektual dan membedakannya dengan pengetahuan yang berdasarkan ingatan dan penggunaan tulisan. Seseorang yang memiliki pemahaman dapat mengatasi masalah jauh lebih baik. Bukti pemahaman yang dapat ditransfer melibatkan penilaian terhadap kemampuan siswa untuk menggunakan pengetahuan mereka dan mengaplikasikannya dengan efektif dalam situasi yang beragam.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  B.2. Tiga Ranah Pendidikan

  Menurut Benyamin S.Bloom, terdapat tiga ranah (domain) sasaran pendidikan yang sering disebut dengan taksonomi Bloom yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kategori-kategori dalam ranah proses kognitif dalam taksonomi bloom yang telah direvisi adalah sebagai berikut (Widodo, 2006:56): B.2.a. Cognitive Domain (Ranah Kognitif)

  Dalam ranah ini berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual seperti pengetahuan, pengertian dan ketrampilan berfikir.

  • Tipe belajar pengetahuan hafalan (knowledge) : menghafal apa

  yang telah dipelajari dengan kata lain menyebut kembali suatu informasi, pengetahuan universal dan abstraksi. Kata kerja operasional dari tipe pengetahuan adalah menyebutkan kembali, menghafal, menunjukkan, menggarisbawahi, menyortir, dan menyatakan.

  • Tipe belajar pengertian (comprehension) : kemampuan menerjemahkan, mendeskripsikan, menafsirkan, dan menjelaskan kembali apa yang telah diketahui atau baru saja diketahui dengan bahasanya sendiri. Kata kerja operasional dari tipe pengertian atau pemahaman adalah menjelaskan, mendeskripsikan, menerangkan, memberikan con
  • Aplikasi (Application): Kemampuan menginterpretasi dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  khusus. Pengetahuan yang dimaksud dapat berupa ide, teori, petunjuk teknis. Contoh ciri khas kata kerja operasional mengenai aplikasi dari taksonomi Bloom yakni menerapkan, menggambarkan, menggunakan, mengadaptasi, mendemonstrasikan, menghitung, melaksanakan, dan memproduksi.

  • Tipe belajar analisis (analysis) : upaya untuk memisahkan satu kesatuan menjadi unsur-unsur bagian sehingga jelas hirarkinya. Menguraikan pengetahuan ke bagian-bagiannya dan menunjukkan hubungan di antara bagian-bagian tersebut, mampu membedakan dan menganalisis. Contoh kata kerja operasional dari tipe analisis yaitu : menganalisi, mengaudit, memecahkan, mendeteksi, mendiagnosis, menyeleksi, memilih, membagankan, mendiagramkan,
  • Tipe hasil belajar sintesis (synthesis) : memadukan bagian-

  bagian pengetahuan menjadi satu keutuhan dan membentuk hubungan ke dalam situasi baru. Menyatukan unsur-unsur atau bagian-bagian menjadi satu bentuk menyeluruh. Sintesis selalu memasukkan unsur baru dalam mengintegrasikan sesuatu. Tipe ini meliputi tiga model yaitu menghasilkan komunikasi, operasi dari suatu tugas, kecakapan mengabstrasikan sejumlah fenomena, data, dan hasil observasi. Kata kerja operasional dari tipe sintesis yaitu mengumpulkan, mengkategorikan,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengkombinasikan, menyusun, mengarang, menciptakan, mengkreasikan, menggeneralisasi, menampilkan, membangun, dan merekonstruksi.

  • Tipe hasil belajar evaluasi : memberikan keputusan tentang sesuatu yang sudah ditetapkan menggunakan sudut pandang tertentu misalnya sudut pandang tujuan, metode, materi, dan lain-lain. Kata kerja operasional dari tipe evaluasi adalah menyimpulkan, memutuskan, membandingkan, memperjelas.

  B.2.b. Affective Domain (Ranah afektif) Ranah ini berisi perilaku yang menekankan aspek utama tentang perasaan dan emosi antara laian seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri di dalam suatu kelompok. B.2.c. Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor)

  Didalam ranah ini berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek ketrampilan motorik atau yang biasa kita sebut dengan keterampilan motorik. Yaitu kegiatan yng melibatkan aspek fisik misalnya seperti menulis, mengetik di komputer, berenang dan mengoperasikan alat. karena pendidikan harus mencakup ketiga ranah yaitu kognitif, afektif serta psikomotorik maka diharapkan dengan peningkatkan aspek kognitif juga dapat memicu peningkatan kedua ranah yang lainnya.

  Ilmu fisika sejatinya adalah ilmu yang mempelajari fenomena alam. Tujuan utama semua sains, temasuk fisika, umumnya dianggap

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  merupakan usaha untuk mencari keteraturan dalam pengamatan manusia pada alam dan sekitarnya (Giancolli, 1998:2). Maka untuk mempelajari fisika lebih tepat jika siswa secara aktif membangun atau mengkonstruksi sendiri pemikirnnya.

C. Filsafat Konstruktivisme

  Filsafat konstruktivisme adalah filsafat yang mempelajari hakikat pengetahuan dan bagaimana pengetahuan itu terjadi. Menurut filsafat konstruktivisme, pengetahuan itu adalah bentukan (konstruksi) kita sendiri yang sedang menekuninya (von Glaserfeld dalam Bettencourt dalam Suparno, 2007:8). Bila yang menekuninya adalah siswa maka pengetahuan tersebut adalah bentukan siswa sendiri. Maka pengetahuan bukanlah sesuatu yang sudah jadi, yang ada di luar kita, tetapi sesuatu yang harus kita bentuk sendiri dalam pikiran kita. Jadi pengetahuan itu selalu merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif melalui kegiatan berfikir seseorang (Bettencourt dalam Suparno, 2007:8).

  Seeorang akan membentuk pengetahuannya melalui inderanya. Dengan melihat, mendengar, menjamah, membau dan merasakan, orang akan membentuk pengetahuan tentang suatu hal misalnya pengetahuan seseorang tentang air diperoleh sewaktu dia melihat air (Suparno, 2007:8). Dengan mengetahui maka siswa nantinya akan paham jadi misal dalam contoh diatas siswa nantinya akan memahami bahwa air tidak bisa menyatu dengan minyak dan sebagainya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kegiatan mengkonstruksi pemikiran inilah nantinya akan melibatkan kinerja motorik dan kinerja perasaan atau afektif siswa.

  Kinerja motorik tentunya dapat diamati dari siswa yang melakukan percobaan untuk membuktikan hipotesisnya. Setelah percobaan maka anak dapat mengolah pemikiran awalnya apakah sesuai dengan percobaan. Untuk ranah afektif siswa dapat berupa diskusi dengan teman, mengemukakan pendapat, serta kejujuran dalam menuliskan hasil percobaan. Dengan demikian karena aspek psikomotorik dan afektif juga turut diasah maka pastinya akan ikut berkembang.

D. Efektivitas Pembelajaran

  Menurut Davis (1981: 22-23 dalam Kartika, 1991: 43) Efektivitas mengacu pada apa yang dikerjakan, sedangkan efisiensi mengacu pada cara mengajarnya. Suatu pembelajaran fisika disebut efektif jika apa yang dikerjakan benar, dan efisien bila cara mengajarnya benar. Menurut Elis (1986: 19 dalam Slamet, 2005: 143) Efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi efektivitasnya. Efektivitas selain mengacu pada proses juga mengacu pada hasil, yaitu prestasi akademik yang dicapai siswa melalui tes. Menurutnya, agar dapat mencapai prestasi yang optimal, maka proses pun harus efektif.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Selanjutnya peneliti mengacu Efektivitas pada proses dan peningkatan pemahaman siswa yang dilihat dari hasil pemahaman awal siswa dengan evaluasi akhir pemahaman siswa.

E. Aspek Keaktifan Siswa

  Keterlibatan siswa bisa diartikan sebagai siswa berperan aktif sebagai partisipan dalam proses belajar mengajar. Keaktifan siswa didorong oleh peran guru. Keaktifan belajar siswa merupakan unsur dasar yang penting bagi keberhasilan proses pembelajaran. Keaktifan adalah kegiatan yang bersifat fisik maupun mental, yaitu berbuat dan berfikir sebagai suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan (Sardiman, 2001: 98).

  Paul B. Erich (dalam Rohmah.N, 2012: 268) menggolongkan kegiatan-kegiatan siswa sebagai berikut: E.1. Visual Activities (kegiatan visual): membaca, melihat gambar- gambar, mengamati eksperimen, demonstrasi, pameran, mengamati orang lain bekerja atau bermain. E.2. Oral Activities (kegiatan lisan): Mengemukakan fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, member saran, mengemukakan pendapat, berwawancara, diskusi.

  E.3. Listening Activities (kegiatan mendengarkan): Mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan atau diskusi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelompok, mendengarkan suatu permainan instrument musik, mendengarkan siaran radio.

  E.4. Writing Activities (kegiatan menulis): Menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan kopi, membuat sketsa, atau rangkuman, mengerjakan tes, mengisi ceklist kegiatan.

  E.5. Drawing Activities (kegiatan menggambar): Menggambar, membuat grafik, diagram, peta, pola.

  E.6. Motor Activities (kegiatan motorik): Melakukan percobaan, memilih alat-alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan, menari, berkebun. E.7. Mental Activities (kegiatan mental): Merenungkan, mengingat, memecahkan masalah, menganalisis faktor-faktor, menemukan hubungan-hubungan, membuat keputusan. E.8. Emotional Activities (kegiatan emosional): Minat, membedakan, berani, tenang, dan sebagainya.

F. Persepsi Siswa

  Persepsi adalah merupakan pengorganisasian, penginterpretasian terhadap stimulus yang diinderanya sehingga merupakan sesuatu yang berarti, dan merupakan respon yang intergrated dalam diri individu (Walgito.B, 1991: 100). Dengan persepsi, individu akan menyadari tentang keadaan disekitarnya dan juga keadaan diri sendiri (Davidoff, 1981 dalam Walgito.B, 1991: 100).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menurut KBBI arti dari persepsi adalah pandangan, tanggapan secara langsung seseorang terhadap sesuatu. Maka dalam penelitian ini akan di juga lakukan observasi pada persepsi siswa terhadap pambelajaran menggunakan penerapan pendekatan Understanding by Design. Ini dilakukan karena siswa merupakan subyek dari pembelajaran, siswa yang mengalami proses pembelajaran oleh karena itu sebagai subyek siswa memiliki andil yang besar apakah penerapan pendekatan ini baik atau tidak untuk diterapkan.

G. Enam Aspek Pemahaman Understanding by Design (UbD)

  Pemahaman adalah multidimensi atau sangat kompleks dan memiliki berbagai bentuk. Banyak tipe, metode serta konsep tentang pemahaman. Untuk menanggulangi hal tersebut agar tidak terjadi

  overlapping maka dikembangkanlah enam (6) aspek pokok yang menyatakan seseorang tersebut mengerti atau tidak.

  Enam aspek Pemahaman berikut adalah aspek–aspek pemahaman

  yang menunjukkan bahwa seseorang tersebut telah memahami (Wiggins dan McTighe, 2006: 82).

  G.1. Penjelasan (Explanation) Penjelasan artinya dapat memberikan ilustrasi atau contoh mengenai sebuah ide atau gagasan. Penjelasan merupakan sebuah pernyataan yang membuat sesuatu lebih dapat diterima dan dapat dipahami dengan cara mendeskripsikan situasi, dan struktur keadaan yang relevan. Penjelasan dapat diartikan sebagai pernyataan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mendukung pendapat sebelumnya atau melengkapi pendapat yang sudah ada. Dalam memberikan penjelasan atau explanation lebih baik mengandung aspek mengapa, apa dan bagaimana contohnya seorang siswa menjelaskan Mengapa benda yang dilemparkan ke atas akan jatuh ke bawah? Apa yang menjelaskan hal tersebut? Bagaimana hal itu dapat terjadi?

  Dalam fisika menjelaskan bukan hanya sekedar tahu dan hafal rumus, melainkan memahami apa arti dari setiap simbol pada sebuah formula atau rumus dan bagaimana menggunakan formula atau rumus untuk dapat menentukan besaran yang dicari. Contohnya, siswa bisa menyatakan F= m.a akan tetapi tidak paham arti dari huruf-huruf tersebut maka berarti siswa hanya mengetahui akan tetapi belum paham. G.2. Interpretasi (Interpretation)

  Menurut KBBI Interpretation atau interpretasi merupakan pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoritis terhadap sesuatu.

  Interpretasi dijelaskan sebagai kemampuan menafsirkan yakni kemampuan untuk mengenal dan memahami sebuah ide. Menurut Sugiyono (2012: 49) interpretasi merupakan kemampuan untuk memahami bahan atau ide yang direkam, diubah, atau disusun dalam bentuk lain misalnya grafik, tabel, simbol, peta konsep. Aspek ini memberikan wacana khusus bahwa siswa harus memiliki aktivitas dan penilaian yang meminta mereka untuk menginterpretasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G.3. Penerapan pendekatan (Application) Penerapan pendekatan berarti perbuatan menerapkan.

  Menerapkan itu sendiri diartikan sebagai mengenakan, mempraktikan, atau menggunakan. Jadi penerapan pendekatan (application) merupakan sebuah kemampuan untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh secara efektif pada situasi atau keadaan yang baru dan situasi yang beragam. G.4. Perspektif

  Perspektif itu berkaitan dengan membuat asumsi dan maksud dari pengetahuan secara tegas. Itu sering tampak melalui kemampuan untuk bertanya. Tipe dari perspektif ini adalah bentuk yang sangat kuat dari pengetahuan, karena dengan mengubah perspektif dan membiasakan dengan pemikiran baru , seseorang dapat membuat teori baru, cerita, dan juga aplikasi baru. Secara tegas perspektif adalah kritis dan berwawasan sudut pandang

  Keuntungan dari perspektif adalah dengan perspektif siswa akan memperlihatkan dapat bertanya asumsi yang tidak terperiksa, kesimpulan, dan maksudnya. Maka perspektif adalah aspek dari pemahaman (understanding) yang menginginkan pencapaian agar seseorang dapat melihat bagaimana suatu pemikiran dilihat dari sudut menguntungkan yang berbeda.

  Memahami sesuatu di satu jalan saja akan menghindarkan kita dari memahami hal tersebut dari sisi yang lain. Memahami sesuatu di

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  jalan lain yang entah itu benar atau salah pada hal ini, itu malah membantu (Bruner dalam Wiggins dan McTighe, 2006: 78).

  G.5. Empati (Empathy) Empati adalah kemampuan untuk dapat masuk ke dalam perasaan orang lain dan perasaan lingkungan sekitar. Empati dapat dianalogikan kemampuan untuk berjalan dengan sepatu yang lain, untuk keluar dari respon dan reaksi yang biasa kita lakukan menjadi seperti respon dan reaksi orang lain. Ketika kita mencoba memahami orang, kelompok, atau budaya lain, maka kita dikatakan berusaha melakukan empati. G.6. Pengetahuan Diri (Self Knowledge)

  Pemahaman diri sendiri adalah segi kunci dari pemahaman karena itu menuntut kesadaran bertanya kita jika ingin melihat dunia dan menjadi lebih paham agar bisa melihat lebih baik pada diri kita sendiri. Kelima aspek sebelumnya nantinya akan bersatu dan akhirnya menjadikan aspek terakhir yaitu pengetahuan diri ini menjadi lebih dari sebelumnya.

H. Kekhasan Rancangan pembelajaran dengan penerapan pendekatan

  Understanding by Design (UbD) Dari penjelasan yang telah dijabarkan sebelumnya, ada beberapa hal yang membuat Understanding by Design ini berbeda/ istimewa adalah:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  H.1. Perbedaan antara mengetahui dan memahami (Wiggins dan Mc Tighe,2006:67) UBD membuat batas yang tegas antara memahami dan mengetahui. Kita mungkin bisa mengetahui sesuatu tapi hanya sebatas tahu dan belum pasti memahami hal tersebut. Tetapi jika kita memahami sesuatu maka tidak mungkin jika kita tidak mengetahui hal tersebut. Sehingga ada ungkapan ‘tahu belum tentu paham, tapi paham sudah pasti tahu’.

  H.2. Alur yang berbeda dengan RPP konvensional

  Di dalam RPP ini biasanya akan dicantumkan Standard Kompetensi (SK) kemudian Kompetensi Dasar (KD) lalu Indikator dan yang terakhir adalah Tujuan. Jika di dalam RPP baru dengan penerapan pendekatan UbD pertama adalah ditentukan tujuan apa yang ingin dicapai dahulu lalu barulah kemudian ditentukan apa tanda-tanda tujuan tersebut tercapai dengan diwujudkan dalam suatu indikator. Dari indikator tersebut maka akan diketahui apakah hal yang diinginkan sudah tercapai atau belum. Proses dari UbD memang terlihat terbalik dari kurikulum pada umumnya akan tetapi jika dicermati memang demikian alur berpikir dari kebanyakan dari orang.

  H.3. Lebih Detail dan Terstruktur Pada Langkahnya

  UbD adalah penerapan pendekatan pembelajaran dengan fokus pada pemahaman siswa. Sebenarnya pada dasarnya di pembelajaran konvensional juga telah menitikberatkan pada pemahaman siswa yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mungkin lebih akrab bagi para kalangan pendidikan dengan istilah E-E- K yaitu Elaborasi, Eksplorasi dan Konfirmasi.

  Perbedaan paling jelas sebenarnya ada pada langkah pembelajarannya. Pembelajaran dengan penerapan pendekatan UbD sebenarnya juga menggunakan metode yang mirip dengan E-E-K akan tetapi lebih dijabarkan dan lebih mendetail. Detail ini diwujudkan dengan apa yang telah dijelaskan yaitu prinsip WHERETO (Where its

  going, Hook and hold, Eksperience, Rethink, Evaluate, Tailored, and Organized)

  I. Konsep Mol dan Konsep Persamaan Keadaan Gas Ideal

  I.1. Pengertian Mol dan massa molekul Banyaknya molekul karbon dalam 12 gr C-12 disebut Bilangan Avogadro

  23 (dilambangkan N A ) yaitu sejumlah 6,022x10 molekul/mol. Jumlah inilah yang dijadikan acuan untuk satu mol. Jadi mol (simbol n) merupakan satuan jumlah atom dalam12 gr karbon.

  23 Bilangan Avogadro (N A ) = 6,022x10 molekul/mol Dari uraian diatas dapat diperoleh hubungan mol (n),massa (m), jumlah partikel (N), serta Massa relatif (Mr) sebagai berikut: m

m= nMr atau n=

  M r N

N=nNa atau n=

  N A

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Gas adalah materi yang memiliki interaksi yang lemah di antara partikel- partikel penyusunnya sehingga perilaku termalnya dapat ditentukan. Gas ideal adalah gas yang memenuhi asumsi-asumsi sebagai berikut:

  • Jumlah partikel gas banyak akan tetapi tidak ada gaya taik-menarik antar partikel, setiap partikel selalu bergerak secara acak.
  • Ukuran partikel dapat diabaikan, setiap tumbukan yang terjadi adalah lenting sempurna, partikel terdistribusi merata di seluruh wadah, dan
  • Partikel gas memenuhi hukum newton tentang gerak.

  Dalam kenyataan tidak dijumpai gas dengan asumsi tersebut akan tetapi dapat dilakukan penerapan pendekatan oleh gas pada temperatur tinggi dan tekanan yang sangat rendah.

I.2. Beberapa Hukum tentang gas

  i. Hukum Boyle Robert Boyle (1627-1691) pada tahun 1666 menyelidiki tekanan dengan volume gas jika suhu dijaga konstan. Beliau menyimpulkan bahwa jika suhu gas dalam bejana tertutup dijaga konstan, tekanan gas berbanding terbalik dengan volumenya . Secara matematis pernyataan tersebut dirumuskan:

  PV =Konstan atau P 1 V = P

1

2 V 2 dengan :

2 P = tekanan (N/m =Pa)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3 V = volume (m ) ii. Hukum Charles dan Gay Lussac Jacques Charles (1746-1823) dan Joseph Louis Gay Lussac (1778-1805) menyelidiki tentang hubungan suhu dan volume pada tekanan tetap. Beliau berpendapat bahwa jika tekanan gas yang berada di wadah tertutup dibuat konstan maka volume gas sebanding dengan suhu mutlaknya . Secara matematis pernyataan tersebut dirumuskan:

  V V

  V 1 2 =konstan atau =

  T T T 1 2 dengan :

  3 V = volume (m ) T = suhu mutlak (K) Selain itu Charles dan Gay Lussac juga menyelidiki hubungan suhu dan tekanan pada suhu yang tetap beliau berpendapat bahwa jika volume gas yang berada di wadah tertutup dibuat konstan maka tekanan gas sebanding dengan suhu mutlaknya . Secara matematis pernyataan tersebut dirumuskan: p p p 1 2

  =konstan atau = T T T 1 2 dengan :

2 P = tekanan (N/m =Pa)

  T = suhu mutlak (K)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

I.3. Persamaan Keadaan Gas Ideal

  Keadaan suatu gas dinyatakan dalam besaran tekanan, volume, dan suhu dari gas tersebut. Hubungan dari ketiga besaran ini untuk gas ideal dinyatakan melalui gabungan dari persamaan Boyle dan persamaan Charles- Gay Lussac yang juga disebut sebagai persamaan Boyle-Gay Lussac sebagai berikut

  PV Keterangan : ( )=konstan

  T P = tekanan (Pa) 3 V= volume (m ) T= Suhu gas (K)

  Jika persamaan tersebut digunakan untuk menghitung proses yang terjadi pada dua keadaan gas. Persamaannya menjadi P 1 V P 1 2 V 2

  = T T 1 2 Untuk sejumlah n mol gas ideal yang mengalami proses dari keadaan 1 ke

  PV keadaan 2, persamaan yang lebih umum berlaku =R (R=8,314J/mol K nT adalah konstanta umum gas atau konstanta molar gas). Persamaan Umum gas ideal adalah

PV = nRT N = Jumlah molekul gas

PV =NkT k = konstanta Boltzman (1,38

  − 23 − 1 Keterangan x10 )

  JK

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  J. Materi Persamaan Keadaan Gas Ideal dengan penerapan pendekatan Understanding by Design

  Dalam Understanding by Design berisikan backward design Dalam backward design ini, tiga hal utama yang harus pertama kali ditentukan adalah: menentukan hasil yang diinginkan , menentukan fakta yang dapat diterima , serta membuat rencana pembelajaran. Secara lengkap dapat dilihat pada tabel berikut :

  • Materi Persamaan Keadaan Gas Ideal dengan penerapan pendekatan UbD Ide utama terkait materi tersebut adalah: Memahami pengertian dan penerapan pendekatan Persamaan Keadaan Gas Ideal dalam kehidupan sehari-hari.

Tabel 2.3 Kerangka desain bagian1 dari backward design

BAGIAN 1 - HASIL YANG DIINGINKAN

1. Established Goals ( tujuan pokok)

  • Siswa memahami prinsip mol dan massa molekul
  • Siswa memahami pengertian dan contoh Gas Ideal serta

  penerapan pendekatannya dalam kehidupan sehari-hari

  • Siswa mampu menggunakan pemahamannya tentang hukum Boyle, Hukum Charles-Gay Lussac.
  • Siswa mampu menggunakan pemahamannya tentang persamaan keadaan gas ideal untuk menjelaskan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  fenomena di kehidupan sekitar.

2. Essential Question ( pertanyaan

  3. Understandings penting) ( pemahaman) Mengapa disaat cuaca sangat Setelah melalui pembelajaran,

  panas ban sepeda yang siswa diharapkan memahami melintas di atas aspal bahwa: terkadang dapat meletus?

  A. Contoh fenomena dari Apakah perbedaannya jika ban Hukum Boyle dan Carles- tersebut dipompa terus Gay Lussacc dapat menerus hingga meletus? ditemui di kehidupan sehari-hari dengan syarat- syarat tertentu yaitu tekanan atau suhu dibuat tetap.

  B. Prinsip Tekanan dan Energi Kinetik Gas tidak hanya teori belaka tetapi dapat digunakan untuk menganalisis terjadinya ledakan pada ban kendaraan (misalnya;sepeda).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4. Skill (keahlian) dan knowledge (pengetahuan)

  • Skill:

  A. Dapat menjelaskan pengertian apa itu gas ideal B. Dapat menjelaskan apa itu mol dan molekul.

  C. Dapat melakukan demonstrasi Hukum Boyle dan Hukum Charles- Gay Lussac

  • Knowledge (siswa akan mengetahui):

  A. Kata kunci gas ideal, tekanan, gas monoatomik

  

B. Jika ban sepeda meletus karena cuaca panas itu disebabkan

pemuaian udara di dalam roda sepeda, pemuaian ini ditunjukkan dengan gerakan gas yang semakin cepat menumbuk dinding- dinding suatu tempat tertutup misalnya ban sepeda hingga pada batas elastis ban tersebut. Jika ban sepeda meletus karena dipompa terus-menerus adalah karena ban diberikan partikel udara secara terus menerus hingga pada batas elastis ban.

  C. Variabel-variabel yang mempengaruhi energi kinetik gas dalam ruang tertutup.

  Setelah menentukan tujuan pembelajaran maka selanjutnya kita membuat rancangan penilaian. Disini lebih ditekankan dengan bukti-bukti yang nyata bahwa siswa sudah menguasai suatu materi atau belum. Bukti-bukti inilah yang akan menjadi tolok ukur keberhasilan dari penerapan pendekatan ini. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 2.4 Kerangka desain bagian 2 dari backward design

  BAGIAN 2 – BUKTI YANG DAPAT DITERIMA

  1. Task (Tugas) Siswa menuliskan prinsip penggunaan persamaan gas ideal pada beberapa hal yang berbeda yang pernah mereka temui kemudian menjelaskannya kepada teman-teman lain pada kelompok- kelompok kecil. Setelah itu mereka mempresentasikan apa yang mereka peroleh dari penjelasan teman (jigsaw).

  Other Evidence (

  2. Bukti lain)

  A. Kuis–analisis soal perhitungan tentang Persamaan keadaan gas ideal, prinsip mol dan massa molekul B. Penjelasan–Mendiskripsikan pengaruh Tekanan, Volume dan Suhu pada gas ideal .

  3. Self Assesment ( Tugas Pribadi) Refleksi bagaimana membuat suatu pekerjaan lebih mudah dengan prinsip Teori Kinetik Gas ini.

  Selain itu hal yang perlu diperhatikan dalam desain Understanding by Design ini adalah bukti dari memahami. Siswa diharapkan mampu mencapai tingkat memahami. Di bawah ini akan dijelaskan pemahaman apa yang diharapkan dicapai siswa dalam mempelajari Tekanan dan Energi Kinetik Gas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 2.5 Enam aspek pemahaman pada tujuan pembelajaran tentang gas

  Tujuan Pembelajaran Pemahaman yang Dicapai Can explain Can interpretasi Can apply

  Has perspective Can emphatize

  Has self- knowledge Mendefinisikan pengertian apa itu Gas.

  Siswa dapat menjelaskan pengertian, gas ideal, serta kaitan dengan energi kinetik gas.

  Siswa dapat menjelaskan pengertian, gas ideal, serta kaitan dengan energi kinetik gas dengan bahasa sendiri dengan benar.

  Siswa dapat menjelask an prinsip Tekanan dan Energi Kinetik

Gas.

pada

berbagai bidang

terkait

  Sisw dapat menentuka n pengaruh berbagai variabel pada nilai energi kinetik gas di ruangan tertutup.

  Siswa dapat memahami pandangan lain tentang materi teori kinetik gas dengan baik dan mengolahn ya.

  Siswa mengetahui kelemahan dan kelebihan dirinya dalam mempelajari materi tekanan dan energi kinetik gas.

  Setelah ditetapkan tujuannya dapat dibuat plan learning atau rencana pembelajarannya dengan menggunakan prinsip WHERETO. Dalam masing – masing instruksi belajar dari guru diharapkan mengandung salah satu dari unsur WHERETO meskipun acak diharapkan memenuhi seluruhnya dari WHERETO ini. Dalam tabel selanjtnya akan diberikan contoh instruksi yang akan diterapkan didalam kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 2.6 Kerangka desain bagian 3 dari backward design

BAGIAN 3 – RENCANA PEMBELAJARAN A. W = where is it going (dimulai dari mana) Siswa diberikan pengenalan awal tentang materi gas ideal dan bagaimana prinsipnya. B. H = Hook and Hold (mengkaitkan dan mengunci) Menghubungkan prinsip gas ideal di dalam kehidupan nyata dan contoh- contohnya kemudian perlahan masuk ke materi teori kinetik gas. C. E = Equip, Experience, Explore (melengkapi, mengalami, eksplorasi) Membantu siswa mengalami dan mengeksplorasi suatu pemahaman agar ia dapat melengkapi gagasan-gagasan utama dari materi ajar yang ia dapat. D. R = Rethink and Revise (berfikir ulang dan memperbaiki) Memberi kesempatan kepada siswa untuk memikirkan kembali dan memperbaiki pemahaman dan pekerjaan mereka. E. E = Evaluate (evaluasi) Mengevaluasi pemahaman dan pekerjaan siswa. F. T = Tailored (menyesuaikan) Menyesuaikan pembelajaran dengan dengan kebutuhan, minat dan kemampuan siswa. G. O = Organized (mengatur) Mengatur pembelajaran secara efektif sehingga dapat memaksimalkan keterlibatan siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai metode penelitian, desain penelitian,

  subyek penelitian, waktu dan tempat penelitian, instrumen penelitian, penyusunan instrumen dan metode analisis data.

  A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Metode eksperimental digunakan untuk menguji keampuhan dari produk yang dihasilkan. Walaupun dalam tahap uji coba telah dilakukan evaluasi, evaluasi tersebut dalam rangka pengembangan produk, belum ada kelompok pembanding. Dalam eksperimen telah diadakan pengukuran, selain pada kelompok eksperimen juga pada kelompok pembanding atau kelompok kontrol. Perbandingan hasil eksperimen pada kedua kelompok tersebut dapat menunjukkan tingkat keampuhan dari produk yang dihasilkan (Arifin, 2011:126)

  B. Desain Penelitian

  Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif adalah desain riset yang menggunakan data berupa skor atau angka, lalu menggunakan analisis dengan statistik. (Suparno, 2010 : 135). Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dengan data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, keadaan daripada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bilangan termasuk juga data transkrip interview, fieldnotes, foto, videotapes, dokumen pribadi dan ofisial, memo, dan record lain. penelitian kualitatif ini lebih tertarik pada proses dari pada hasil akhir (Suparno, 2010 : 154). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol.

  Desain penelitian kuantitatif yang digunakan adalah Design Static-

  Group Comparison . Dalam desain ini, dua kelompok diberikan treatment

  berbeda dan diukur setelahnya. Maka desain ini dapat digambarkan seperti berikut :

  X1 O

  • X
  • 2 O

    Gambar 3.1 Desain Penelitian

      X

      1 adalah kelompok kelas kontrol, X 1 diberikan treatment pertama yaitu

      dengan pembelajaran normal yang biasa digunakan oleh guru. X adalah

      2

      kelompok kelas eksperimen, X

      2 diberikan treatment pembelajaran dengan

      penerapan pendekatan Understanding by Design. Di akhir treatment dilakukan evaluasi akhir yang sama. Setelah diberikan treatment, keduanya diobservasi apa dampaknya.

      Hal pertama yang dipersiapkan peneliti sebelum perlakuan adalah membuat instrumen yang akan dipakai dalam perlakuan. Instrumen yang dipersiapkan antara lain RPP dengan penerapan pendekatan Understanding

      by Design dan LKS, soal pretest berbentuk uraian sejumlah enam (6) soal, soal evaluasi akhir juga berbentuk uraian berjumlah enam (6) Soal.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Selanjutnya setiap kelompok akan diajar mengenai Persamaan Keadaan Gas Ideal, kelompok kelas kontrol dengan RPP biasa dan kelompok kelas eksperimen dengan penerapan pendekatan Understanding by Design.

      Dalam menerapkan pembelajaran Persamaan Keadaan Gas Ideal dengan penerapan pendekatan Understanding by Design ini peneliti menjadi pengajar secara langsung tidak menjadi observer proses belajar mengajar, begitu pula dengan pemberian treatment kepada siswa juga dilakukan oleh peneliti sendiri. Dalam hal ini guru fisika SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yaitu Bapak HY.Unggul Prasetya, S.Pd. menjadi observer yang berada di belakang siswa. Treatment dilakukan oleh peneliti sendiri dikarenakan bapak HY.Unggul Prasetya,S.Pd selaku guru fisika kurang mengerti apa yang harus dikerjakan saat mengajar dengan penerapan pendekatan Understanding by

      Design ini sehingga menyerahkan kendali untuk mengajar kepada peneliti dan

      agar perilaku siswa tidak berubah saat peneliti memberikan pembelajaran maka sebagai gantinya guru akan mengawasi para siswa dari kursi paling belakang.

      Disini peneliti akan membandingkan dua kelompok belajar yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen, dengan treatment berbeda yang keduanya dilakukan oleh peneliti. Peran guru juga diperlukan, Ini dikarenakan guru paling mengerti keadaan siswa sehingga nantinya dapat membantu jika ada kegiatan siswa yang tidak dapat dikendalikan oleh peneliti. Sebagai langkah terakhir, peneliti memberikan evaluasi akhir. Selanjutnya adalah menganalisis hasil evaluasi akhir siswa.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Selain penelitian kuantitatif dilakukan juga penelitian kualitatif yaitu dengan Kuesioner motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran dan lembar observasi pemahaman siswa.

      C. Populasi Dan Sampel Penelitian C.1. Populasi

      Kelompok yang lebih besar dimana hasil penelitian diharapkan berlaku: semua anggota grup yang akan diteliti. Sampel adalah himpunan bagian dari populasi (Suparno, 2010:43). Populasinya adalah siswa kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Yogyakarta .

      C.2. Sampel

      Menunjuk pada suatu kelompok di mana informasi atau data didapat (Suparno, 2010:43). Sampel yang diambil seluruh siswa kelas

      XI IPA 2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas XI IPA 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta sebagai kelas kontrol.

      D. Tempat Dan Waktu Penelitian D.1. Tempat Penelitian

      Penelitian dilaksanakan di SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Yogyakarta yang beralamat di Jalan P.Senopati 18, Yogyakarta 55224, telp. (0274) 370310 ,411230. Fax : (0274) 450108, yang telah mendapatkan izin dari Pengurus Yayasan Pangudi Luhur dan Sekolah yang bersangkutan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      D.2. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2013/2014, pada tanggal 30 April 2014 hingga 14 Mei 2014

    E. Instrumentasi Instrumentasi adalah seluruh proses untuk mengumpulkan data.

      Termasuk didalamnya bagaimana memilih atau mendesain instrumen dan menentukan keadaan agar instrumen tersebut dapat digunakan. Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian (Suparno, 2010:56).

      Pada penelitian ini ada dua macam instrumen yang digunakan, yaitu instrumen pembelajaran dan instrumen penelitian.

      E.1. Instrumen Pembelajaran

      Instrumen pembelajaran adalah instrumen yang digunakan dan ada dalam proses pembelajaran. Instrumen tersebut adalah : E.1.a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

      RPP ini merupakan pedoman yang akan digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. RPP disusun dengan penerapan pendekatan Understanding by Design.

      (RPP terlampir di Lampiran A.1)

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      E.1.b. Lembar Kerja Siswa (LKS).

      LKS ini merupakan pegangan bagi siswa sebagai penuntun kegiatan siswa dalam proses pembelajaran. LKS ini membantu siswa membuat ringkasan tentang materi yang diajarkan. Pada penelitian ini LKS disusun berdasarkan pokok bahasan persamaan keadaan gas ideal

      (LKS terlampir di Lampiran A.4)

      E.2. Instrumen Penelitian

      Instrumen penelitian adalah instrumen yang digunakan peneliti untuk keefektifan hasil belajar siswa.

      E.2.a. Observasi proses belajar di kelas.

      Meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera (penciuman, pendengaran, peraba, pengecap, rekaman gambar, rekaman suara dll). (Suparno, 2010:83) Observasi yang digunakan peneliti adalah observasi sistematis, dengan kata lain menggunakan pedoman (daftar kegiatan dalam pengamatan).

      Observasi dilakukan saat proses pembelajaran di kelas XI SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Observasi dalam penelitian ini adalah mengobservasi mengenai pemahaman siswa terhadap materi Persamaan Keadaan Gas Ideal. Kisi–kisi pemahaman ini dibuat berdasarkan enam bukti pemahaman siswa dalam UbD,

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      pemahaman tersebut mencakup explanation, interpretation, aplication, perspective, emphatize, dan self knowlegde.

      E.2.b. Evaluasi Akhir.

      Evaluasi Akhir akan diberikan pada setiap akhir treatment. Hasil Evaluasi Akhir ini nantinya akan diamati sebagai dampak

      treatment . Evaluasi Akhir terdiri dari soal buatan guru yang biasa

      digunakan sebagai evaluasi dan soal dengan tingkat pemahman yang lebih tinggi. Gabungan soal evaluasi ini yang nantinya akan dianalisis.

      (Soal di evaluasi akhir hal 49) E.2.c. Observasi persepsi siswa dalam mengikuti pembelajaran.

      Instrumen ini adalah berupa beberapa pertanyaan yang akan diajukan kepada siswa setelah seluruh treatment pembelajaran telah selesai. Nantinya jawaban dari siswa akan diubah menjadi skor angka yang akan menunjukkan nilai dari persepsi anak tersebut dalam mengikuti pembelajaran.

      (Kuisioner Terlampir di Lampiran A.5)

    F. Validitas

      Validitas mengukur atau menentukan apakah suatu tes sungguh mengukur apa yang mau diukur, yaitu apakah sesuai dengan tujuan. Validitas menunjukkan pada kesesuaian, penuh arti, bergunanya kesimpulan yang dibuat peneliti berdasarkan data yang dikumpulkan (Suparno, 2007: 67).

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Validasi instrument dalam penelitian ini adalah content validity (validitas isi). Validitas isi artinya isi dari instrumen yang akan digunakan sungguh mengukur isi dari domain yang mau diukur. Apakah item tes sungguh mempresentasikan isi yang mau ditest (Suparno, 2007:68). Untuk soal tes dan kuisioner dalam penelitian ini validasinya dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru fisika di sekolah.

    G. Indikator Keberhasilan Penelitian

      Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan utama untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam materi Teori Kinetik Gas khususnya pada subbab Persamaan Keadaan Gas siswa kelas XI IPA 2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Indikator keberhasilan ini ditandai dengan efektivitas hasil belajar siswa, yaitu siswa dapat menyelesaikan soal evaluasi akhir dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dan memenuhi kriteria kelulusan minimal (KKM) yang berlaku di sekolah yaitu mencapai 80 dan jumlah siswa yang mendapat nilai tuntas pada kelas eksperimen lebih banyak daripada kelas kontrol. Selain itu juga ditunjukkan dengan uji statistik T Test untuk 2 kelompok independen pada nilii ulangan akhir. Jika kelas eksperimen memang lebih baik secara signifikan maka penelitian dapat dikatakan berhasil.

      Indikator keberhasilan selanjutnya penelitian ini ditandai dengan bukti prosentase keaktifan kelas eksperimen yang lebih tinggi dibanding kelas kontrol pada semua kegiatan yang ada di ceklist keaktifan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    H. Metode Analisis Data H.1. Metode Analisis Pemahaman Awal Siswa

      Untuk melihat pemahaman awal siswa disini digunakan metode pretest. Pretest ini nantinya akan digunakan untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang akan dibahas. Dengan analisis ini dapat ditentukan bagaimanakah treatment yang akan diberikan nantinya.

      H.2. Metode Analisis Evaluasi Akhir

      Untuk mengetahui bagaimana prestasi/kemampuan siswa setelah melalui treatment pembelajaran dengan penerapan pendekatan

      Understanding by Design (UbD) , kemampuan siswa diukur melalui test . Soal terdiri dari 6 buah soal essay dari peneliti. Soal dibuat dengan

      mengacu pada aspek-aspek pemahaman Understanding by Design (UbD). Dalam memeriksa jawaban para siswa diperlukan pedoman untuk penskoran untuk masing-masing soal. Berikut ini adalah kriteria penskoran soal evaluasi untuk masing-masing masing soal. Kriteria ini dibuat dalam bentuk rubrik penilaian seperti pada yang terdapat di halaman selanjutnya.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Rubrik Penilaian Evaluasi Akhir Materi Persamaan Keadaan Gas Ideal

      1. Jelaskan apa yang disebut dengan mol dan molekul? Apakah perbedaan diantara keduanya? (Skor 10) Jawaban :

    • molekul adalah partikel yang berukuran sangat kecil dan terdiri dari atom penyusun suatu materi
    • mol adalah ukuran banyaknya suatu molekul untuk menentukan massa molekul tersebut

    RUBRIK PENILAIAN NO SKOR KRITERIA PENSKORAN

      1

      10 Dapat menjelaskan pengertian dari molekul dan mol dengan benar Ukuran jumlah zat; atom;penyusun zat

      5 Dapat menjelaskan pengertian dari molekul Atom;penyusun zat

      5 Dapat menjelaskan pengertian dari mol Ukuran jumlah zat;

      2 Menjelaskan apa itu moleku atau mol dengan kurang tepat

      2. Mengapa saat ban sepeda terus-menerus diberi angin menggunakan kompresor dapat meletus?Apakah bedanya saat ban sepeda tersebut meletus karena dipanaskan oleh sinar matahari? (Skor 10) Jawaban:

      49

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    • karena saat diberi angin dengan kompresor volume udara bertambah dan ban tidak mampu menahan tekanan dari udara yang terus bertambah
    • Bedanya saat dengan kompresosr perubahan volume dikarenakan jumlah molekul udara dalam ban semakin bertambah. Saat dipanaskan perubahan volume dikarenakan gerakan molekul udara di dalam ban yang semakin acak dan maempunyai energi untuk menekan ban lebih kuat.

    RUBRIK PENILAIAN NO SKOR KRITERIA PENSKORAN

      2 10 -Dapat menjelaskan ban sepeda meletus karena volume udaraanya bertambah

      Volume bertambah ;tekanan; jumlah molekul;bertambah; jumlah molekul tetap;molekul acak;

    • Dapat memprediksi perbedaan pertambahan volume karena jumlah molekul bertambah dan karena gerakan antar molekul yang semakin acak

      5 -Dapat menjelaskan ban sepeda meletus karena volume udaraanya bertambah

      Volume bertambah ;tekanan; jumlah molekul;bertambah; jumlah molekul tetap;molekul acak;

    • Dapat memprediksi perbedaan pertambahan volume karena jumlah molekul bertambah dan karena gerakan antar molekul yang semakin acak dengan tidak tepat

      3 -Dapat menjelaskan ban sepeda meletus karena volume udaraanya bertambah Volume bertambah ;tekanan;

      5 Dapat memprediksi perbedaan pertambahan volume karena jumlah molekul bertambah dan karena gerakan antar molekul yang semakin acak jumlah molekul tetap;molekul acak;

      50 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      3. Didalam sebuah tabung terdapat 8 gram gas Helium. Berapakah banyaknya atom gas Helium dalam tabung tersebut jika diketahui massa

      26

      molekul dari Helium adalah Mr=4kg/kmol? (Na = 6,02 x 10 kg/kmol)(Skor 20)

      

    RUBRIK PENILAIAN

    NO SKOR KRITERIA PENSKORAN

    KATA KUNCI

      3 20 -Diketahui nilai-nilai besaran yang tertera di soal

    • Rumus mencari jumlah mol helium
    • Rumus mencari jumlah molekul helium
    • Dapat mengerjakan secara runtut dan mendapat hasil akhir yang benar

      15 Dapat mengerjakan tidak runtut dan mendapat hasil akhir yang benar

      10 Dapat mengerjakan tidak runtut serta mendapat nilai jumlah mol helium

      5 Ada diketahui nilai-nilai besaran yang tertera di soal

      O

      5

      4. Suatu gas pada suhu 27 C dan tekanan 10 Pa memiliki volume 30 liter. Tentukanlah volume gas itu jika tekanannya diubah menjadi 2,5

      5 o

      x 10 Pa dan suhunya menjadi 127 C? (Skor 20)

      

    RUBRIK PENILAIAN

    NO SKOR KRITERIA PENSKORAN

    KATA KUNCI

      4 20 -Diketahui nilai-nilai besaran yang tertera di soal

    • Rumus persamaan keadaan gas
    • Dapat mengerjakan secara runtut dan mendapat hasil akhir yang benar

      20 Dapat mengerjakan tidak runtut dan mendapat hasil akhir yang benar

      51

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    RUBRIK PENILAIAN

    NO SKOR KRITERIA PENSKORAN

    KATA KUNCI

      10 Dapat mengerjakan runtut tetapi tidak mendapat nilai akhir yang benar

      5 Ada diketahui nilai-nilai besaran yang tertera di soal

      O

      5. Sebuah balon karet bervolume 20 liter diisi dengan Oksigen pada tekanan 135 atm dan suhu 27

      C. Tentukan massa total dari Oksigen didalam botol tersebut jika{R=8,314J/(mol.K) ; Mr (O

      

    2 )=32 gr/mol }(Skor 25)

    RUBRIK PENILAIAN

    NO SKOR KRITERIA PENSKORAN

    KATA KUNCI

      5 20 -Diketahui nilai-nilai besaran yang tertera di soal

    • Rumus mencari massa jenis
    • Rumus mencari massa total
    • Dapat mengerjakan secara runtut dan mendapat hasil akhir yang benar

      20 Dapat mengerjakan tidak runtut dan mendapat hasil akhir yang benar

      10 Dapat mengerjakan runtut tetapi tidak mendapat nilai akhir yang benar

      5 Ada diketahui nilai-nilai besaran yang tertera di soal

      6. Mengapa saat penyelam berada di kedalaman air, gelembung yang keluar dari alat selam perlahan bergerak ke atas dan semakin lama semakin besar? Jelaskan (Skor 15) Jawaban : karena semakin ke permukaan tekanan air terhadap gelembung semakin kecil, karena tekanannya semakin kecil maka gelembung dapat mengembang sehingga mengakibatkan volumenya menjadi semakin besar

      52

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    RUBRIK PENILAIAN NO SKOR KRITERIA PENSKORAN

      6

      15 Dapat menjelaskan bahwa volume (V) gelembung dipengaruhi oleh tekanan (P) air disertai dengan kata kunci yang tepat Tekanan (P)semakin kecil;besar; volume(V) gelembung

      10 Dapat menjelaskan bahwa volume (V) gelembung dipengaruhi oleh tekanan (P) air disertai dengan kata kunci yang kurang tepat Tekanan (P)semakin kecil;besar; volume(V) gelembung

      5 Tidak menjelaskan tetapi dapat menyebut minimal satu kata kunci dengan benar

      53 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Nilai maksimum untuk soal evaluasi akhir ini adalah 100. Kurang lengkap atau kurangnya ketepatan siswa dalam menjawab dapat mengurangi skor dari masing-masing kriteria pensekoran oleh penilai.

      Setelah dilakukan evaluasi dan penilaian terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol maka dibuat daftar distribusi nilai para siswa dengan tabel sebagai berikut.

    Tabel 3.1 Distribusi nilai test siswa untuk setiap soal pada kelas

      eksperimen Kode Skor untuk Setiap Soal Total Nilai

      Siswa Skor Akhir

      (1) (2) (3) (4) (5) (6)

      01

      02

      03 Dst

    Tabel 3.2 Distribusi nilai test siswa untuk setiap soal pada kelas

      kontrol Kode Skor untuk Setiap Soal Total Nilai

      Siswa Skor Akhir

      (1) (2) (3) (4) (5) (6)

      01

      02

      03 Dst Selanjutnya dapat dilakukan analisis Nilai Akhir Evaluasi , analisis ini bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan pemahaman belajar pada siswa kelas eksperimen dibanding dengan pemahaman belajar siswa pada kelas kontrol. Selanjutnya dibuat tabel untuk analisa hasil

      test untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol seperti pada tabel berikut.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    Tabel 3.3. Format nilai evaluasi akhir untuk kelas eksperimen dan kelas

      kontrol Nilai Akhir

      No Soal Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

      (1) (2) (3) (4) (5) (6)

      Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Fisika pada pokok bahasan Persamaan Keadaan Gas Ideal dengan menggunakan penerapan pendekatan Understanding by Design (UbD) diukur melalui tes hasil belajar secara kuantitatif. Untuk melihat berapa persen nilai siswa dari skor maksimum dibuat tabel sebagai berikut

    Tabel 3.4 Distribusi hasil pretest dan posttest

      Skor evaluasi hasil akhir Kelas eksperimen Kelas Kontrol

      Ketuntasan

      Kode Skor Prosentase Skor Prosentase Ketuntasan Siswa (x

      1 ) (%) (x 2 ) (%)

      1

      2

      3 Dst Untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar siswa dalam belajar fisika dengan menggunakan penerapan pendekatan

      Understanding by Design , maka data dianalisis dengan menggunakan

      analisis statistik Test-T untuk Dua Group yang Independen. T-Test ini digunakan untuk membandingkan dua kelompok yang independen,

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      untuk membandingkan akibat dua treatment yang dilakukan pada suatu penelitian (Suparno, 2007:94).

      Dengan menggunakan SPSS nantinya akan diperoleh nilai t dan p. Jika nilai p < =0.05, berarti ada perbedaan yang signifikan antara

      α kelas eksperimen dan kelas kontrol.

      H.3. Metode Analisis Peningkatan Pemahaman Analisis ini bertujuan untuk melihat seberapa besar peningkatan pemahaman siswa baik itu kelas eksperimen maupun kelas kontrol.

      Disini nantinya dapat diketahui apakah peningkatan pemahaman di kelas eksperimen lebih besar dibandingkan kelas kontrol atau sebaliknya yaitu peningkatan pemahaman kelas eksperimen lebih kecil jika dibandingkan kelas kontrol.

      Untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar siswa dalam belajar fisika pada suatu sampel yang sama dengan telah melalui suatu treatment, maka data dianalisis dengan menggunakan cara dicari nilai awal dan akhirnya. Sehingga kita dapat mengetahui berapa persen (%) peningkatan nilai akhir terhadap nilai awal.

      H.4. Metode Observasi Keaktifan Keaktifan siswa diukur dengan observasi terhadap siswa saat pelajaran materi Persamaan Keadaan Gas. Instrumen ini berupa ceklist

      kegiatan jika yang dilakukan siswa didalam kelas pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung. Ceklist ini nantinya akan diisi oleh

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      peneliti yang bertindak sebagai pengajar. Adapun bentuk dari instrumen tersebut adalah sebagai berikut.

    Tabel 3.5 Keaktifan siswa di dalam pemebelajaran

      Kode Menjawab No siswa Bertanya Menerangkan pertanyaan guru Dst..

      1

      2

      3

      4

      5

      6

      7 Untuk selanjutnya dilakukan penskoran pada keaktifan siswa.

      Caranya adalah dengan jumlah kegiatan siswa dibagi dengan jumlah kegiatan maksimun di dalam ceklist kegiatan. Setelah itu kemudian hasilnya dikalikan 100%. Contoh Misalnya siswa mengerjakan 5 dari 10 kegiatan yang diberikan guru maka prosentase adala sebagai berikut:

      5 x 100 % = 50 %

    10 Jadi keaktifan siswa adalah sebesar 50 %

      H.5. Metode Observasi Persepsi Siswa Untuk mengetahui persepsi atau pendapat siswa ini maka diobservasi pula menggunakan kuisioner yang isinya menanyakan pendapat siswa tentang pembelajaran yang dilalui dengan menggunakan penerapan pendekatan UbD serta pembelajaran yang tidak menggunakan UbD.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      Dengan mengetahui pendapat para siswa maka nantinya dapat dibandingkan antara pendapat siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen. Fungsinya tentu saja adalah untuk mendapatkan umpan balik dari siswa tentang pembelajaran dan nantinya dapat digunakan untuk membenahi pembelajaran dengan penerapan pendekatan UbD ini. Hal ini dirasa penting dikarenakan yang belajar dan yang membangun pemahaman adalah siswa maka saran dari siswa wajib diperhatikan.

      Kuisioner yang nantinya diisi oleh para siswa adalah sebagai berikut:

      Nama :_________________ Kelas : _________________

      Berikkan tanda ( ) pada jawaban yang menurut anda paling cocok

      Keterangan SS : Sangat Setuju KS :Kurang Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju

    Tabel 3.6 Pengamatan persepsi siswa mengenai pembelajaran NO PERNYATAAN SS S KS TS

      1 Saya mengerti apa yang diajarkan oleh guru tentang materi teori kinetik gas

      2 Cara guru dalam memberikan melaksanakan proses pembelajaran kali ini berbeda dengan sebelumnya

      3 Guru memberikan pembelajaran dengan cara yang menarik

      4 Menurut saya dengan metode ini saya menjadi lebih aktif bertanya

      5 Saya senang mengikuti pembelajaran ini

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      

    NO PERNYATAAN SS S KS TS

      6 Menurut saya teman-teman saya juga senang mengikuti pembelajaran ini

      7 Menurut saya ini adalah materi yang mudah

      8 Pertanyaan guru membuat saya terpancing untuk mempelajari materi lebih dalam

      9 Saya sangat suka jika melakukan praktikum

      10 Saya lebih suka jika melihat video demonstrasi suatu percobaan dalam fisika

      11 Saya membaca materi yang telah diajarkan di sekolah ketika tiba di rumah

      12 Pada intinya saya memahami bagaimana materi tentang teori kinetik gas ini dapat diterapkan di kehidupan kita

      Setelah didapat data maka cara menilainya adalah dengan memberi skor untuk masing masing jawaban siswa sesuai dengan penerapan pendekatan dengan skala Likert.“Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial” (Sugiyono,2012:93). Untuk pemberian nilainya adalah sebagai berikut

    • SS : Nilainya 8 (Delapan)
    •   : Nilainya 6 (Enam)

      • S
      • >KS : Nilainya 4 (Empat)

          : Nilainya 2 (Dua) Maka dari kriteria penskoran tersebut nilai terendah adalah 24 (semua dijawab TS) dan nilai tertinggi adalah 96 (semua dijawab SS) .

        • TS

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Berdasarkan kuesioner, panduan penilaian dan pemberian skoring dengan menggunakan penerapan pendekatan skala Likert. Adapun penentuan penilaian dan skoringnya adalah sebagai berikut

        • Jumlah pilihan = 4
        • Jumlah pertanyaan = 12
        • Skoring terendah = 2 (TS)
        • Skoring tertinggi = 8 (SS)
        • Jumlah skor terendah = skoring terendah x jumlah pertanyaan = 2 x 12 = 24 (24/96 x 100% = 25%)
        • Jumlah skor tertinggi = skoring tertinggi x jumlah pertanyaan = 8 x 12 = 96 (100%)

          Penentuan skoring pada kriteria objektif :

          Rumus umum Range (R) = skor tertinggi - skor terendah = 100 - 25 = 75% Interval (I) = Range (R) / 2 Kategori (K) = 2 adalah banyaknya kriteria yang disusun pada kriteria objektif suatu variabel yaitu “Cukup” dan “Kurang” Interval (I) =75/2=37,5% Kriteria penilaian = skor tertinggi - interval = 100 – 37,5 = 62,5%, sehingga Jika skor 62,5% maka dapat dikatakan persepsi siswa cukup baik

          ≥

          Jika skor < 62,5% maka dapat dikatakan persepsi siswa kurang baik

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        BAB IV DATA, ANALISA DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh tim yang beranggotakan 4 orang yaitu Andre, Nadia, Ruth dan Peneliti sendiri. Masing-masing anggota kelompok tersebut mencari sekolah sebagai

          tempat melakukan penelitian. Jika salah seorang anggota sedang dalam masa penelitian maka jika bisa sedapat mungkin anggota lain akan membantu dengan bertugas menjadi observer di dalam kelas. Peneliti sendiri mendapat izin untuk melakukan penelitian di SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Yogyakarta.

          Adapun persiapan yang dilakukan peneliti antara lain adalah : mempersiapkan instrumen pembelajaran seperti RPP dengan penerapan pendekatan Understanding by Design (UbD) dan Lembar Kerja Siswa (LKS), Mempersiapkan instrumen penelitian seperti kuisioner minat anak dan mempersiapkan peralatan-peralatan untuk percobaan di dalam kelas. Dikarenakan meskipun terdapat lab akan tetapi peneliti ingin memberikan kesan bahwa percobaan fisika juga dapat di lakukan dirumah bahkan dengan alat yang sangat sederhana dan bisa didapatkan tanpa harus membeli dengan harga yang mahal. Persiapan juga dilakukan peneliti dalam menentukan materi dan waktu untuk melakukan treatment. Diskusi dengan guru fisika untuk membahas materi dilakukan beberapa minggu

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          sebelum penelitian sampai akhirnya ditentukan materi yang tepat serta tidak membebani guru pengajar nantinya.

          Berdasarkan hasil diskusi oleh guru kelas dan juga peneliti maka diputuskan bahwa materi yang diambil adalah materi Teori Kinetik Gas khususnya tentang subbab Persamaan Keadaan Gas Ideal.

        B. Proses Pelaksanaan Penelitian

          Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 tahapan yaitu observasi, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi. Dalam penelitian ini pemberian treatment kepada siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen semua dilakukan oleh peneliti sendiri dengan bantuan guru kelas. Akan tetapi sebelumnya peneliti ingin mempelajari bagaimana kondisi kelas yang akan dijadikan sample dengan cara melalui observasi. Adapun kelas yang diobservasi adalah kelas yang secara random dipilih oleh peneliti dengan pemberian opsi dari guru pengajar. Pemilihan 2 kelas sample dilakukan dengan menggunakan undian. SMA Pangudi Luhur Memiliki tiga buah kelas XI IPA yaitu IPA1, IPA2 dan IPA3. Maka didapatkan kelas XI IPA2 sebaga kelas Eksperimen dan kelas XI IPA3 sebagai kelas kontrol B.1. Observasi Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

          Respon kelas XI IPA 3 pada pembelajaran merupakan yang paling baik meskipun menjadi kelas yang paling ramai, disusul kelas XI

          IPA2, kemudian kelas XI IPA 1. Kelas IPA 1 cenderung hanya mendengarkan saat guru menjelaskan dan kurang responsif. Semua siswa pada kelas-kelas tersebut terkadang memperhatikan saat guru

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          sedang menjelaskan secara serius akan tetapi siswa juga tidak segan tertawa disaat guru memberikan suatu candaan. Dari apa yang diamati, hasilnya adalah bahwa pembelajaran lebih sedikit porsinya dibanding candaan guru.

          Sikap guru yang santai banyak sekali pengaruhnya untuk membangkitkan minat belajar siswa. Satu-satunya kendala yang dialami siswa adalah kurangnya pemahaman yang didapat dikarenakan kebanyakan guru mengajar dengan membuka komputer dan menampilkan slideshow melalui LCD proyektor.

           B.2. Pelaksanaan pembelajaran di Kelas Eksperimen

          Kelas yang digunakan sebagai kelas eksperimen adalah kelas XI

          IPA2. Proses pembelajaran pada kelas eksperimen ini menggunakan panduan RPP dengan penerapan pendekatan Understanding by Design (UbD) yang dibuat oleh peneliti dengan masukkan dari dosen pembimbing dan guru kelas. Dalam pembelajaran menggunakan penerapan pendekatan UbD ini prinsip dasarnya adalah penggunaan

          WHERETO pada langkah-langkah pembelajarannya. Misalnya sebagai

          berikut:

        • Where its come from and Why – Pengajar melihat darimanakah pemahaman siswa itu berasal misalnya mengapa ban sepeda meletus jika terus dipompa dan juga dijemur di terik sinar matahari. Sampai tahapan mana, ini dicari tahu dengan pretest setelahnya guru menuntun siswa memperkenalkan suatu materi

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          yang nampaknya sangat terkait dengan kehidupan sehingga siswa mantap mengapa mereka mempelajarinya.

        • Hook and Hold – pada tahapan ini untuk menarik perhatian siswa salah satu caranya adalah dengan melakukan percobaan menarik dengan membuat balon yang menggembung ketika terhubung dengan botol minuman multivitamin karena disiram air panas.
        • Equip,Explore,Experience-mempersilahkan siswa bereksplorasi

          mengolah hipotesa awalnya akan tetapi sesuai dengan LKS yang telah diberikan untuk menjawab pertanyaan.

        • Rethink-memancing siswa memikirkan kembali pendapat awalnya apakah sesuai dengan hasil percobaan yang mereka lakukan.
        • >Evaluate –Pada tiap pembelajaran selalu diadakan pembahasan soal dengan salah satu siswa mengerjakan latihan di depan kelas. Dengan membahas jawaban siswa ini mereka akan mengevaluasi sampai dimana kemampuannya. Meyakinkan siswa bahwa untuk mengerjakan di depan tidak perlu benar adalah problem yang tersulit.
        • Tailoredpada bagian pembelajaran dilakukan untuk menggali

          minat siswa khususnya terhadap fisika. Disini siswa dibuat agar dapat melihat potensi dirinya misalnya siswa antusias menjelaskan kegiatan apa terkait dengan fisika yang mereka suka untuk lakukan.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        • Organized- pengajar harus menyusun rancangan pembelajaran dengan penerapan pendekatan UbD ini dengan detail sehingga jelas saat implementasinya di dalam kelas.

          Materi pembelajaran diberikan dengan metode yang kebanyakan para guru lakukan yaitu model ceramah dan mencatat di papan tulis selain itu juga menggunakan percobaan-percobaan untuk menggali penalaran siswa agar mempunyai pemahaman yang lebih baik terhadap meteri yang diberikan.

          Terkadang dalam pembelajaran guru juga menggunakan simulasi sebagai bahan pembelajaran. Dikarenakan untuk menunjukkan sifat gas yang mikroskopik sangat sulit untuk menunjukkan misalnya ban yang meletus dikarenakan suhu bertambah dan dikarenakan volume yang terus ditambah.

          B.3. Pelaksanaan pembelajaran di Kelas Kontrol Kelas yang digunakan sebagai kelas kontrol adalah kelas XI IPA3.

          Proses pembelajaran pada kelas kontrol ini menggunakan panduan RPP yang biasa sekolah gunakan. Pemberian materi pembelajaran digunakan metode yang kebanyakan para guru lakukan yaitu model ceramah dan mencatat di papan tulis.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        C. Data Penelitian Dan Analisa Data

          Data-data yang diperoleh peneliti antara lain adalah nilai Pretest dan nilai Postest baik dari kelas eksperimen maupun dari kelas kontrol.

          Data nilai-nilai tersebut ditampilkan oleh peneliti dengan bentuk tabel sebaran skor. Nantinya dari nilai-nilai tersebut dapat dianalisis pemahaman siswa dari nilai tersebut.

          C.1. Pemahaman Awal Siswa Untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkatan siswa maka dicari nilai pretest. Nilai pretest ini digunakan sebagai tolok ukur sampai dimanakah pemahaman awal siswa terhadap materi yang akan di ajarkan. Setelah didapatkan nilainya maka akan dianalisa apakah ada perbedaan yang significant antara pemahaman awal kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisa untuk melihat apakah ada perbedaan kemampuan siswa adalah dengan menggunakan Test-T untuk dua kelas yang independen dengan menggunakan aplikasi SPSS.

          

        C.1.a. Data Nilai Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

        Tabel 4.1 Nilai Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

          Kode Siswa Nilai Pretest Kode Siswa Nilai Pretest Kelas Kelas Kelas Kelas Kontrol

          Eksperimen Eksperimen Kontrol

          1

          32

          1

          27

          2

          27

          2

          17

          3

          25

          3

          27

          4

          14

          4

          17

          5

          14

          5

          32

          6

          27

          6

          27

          7

          22

          7

          13

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          21

          23

          43

          22

          38

          22

          27

          21

          15

          27

          23

          20

          27

          20

          19

          19

          15

          19

          17

          18

          27

          33

          18

          42

          Levene's Test for

          2 27 24.1111 7.50555 1.44444 Independent Samples Test

          Group Statistics

        KODE N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

        SKOR 1 27 23.1852 6.55766 1.26202

          

        C.1.b. Analisa Kemampuan Awal Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas

        Kontrol Dengan menggunakan program SPSS untuk mencari nilai Test-T untuk

        dua kelompok yang independen maka didapatkan output sebagai berikut.

          24 Rata-rata 23,18 Rata –rata 24,11

          27

          27

          27

          26

          24

          27

          26

          22

          25

          14

          25

          27

          24

          27

          15

          Kode Siswa Kelas

          Eksperimen Nilai Pretest

          9

          11

          22

          11

          17

          10

          22

          10

          19

          25

          12

          9

          22

          8

          32

          8

          Kelas Kontrol

          Kontrol Nilai Pretest

          Kode Siswa Kelas

          Kelas Eksperimen

          12

          15

          17

          25

          15

          17

          22

          16

          27

          16

          19

          15

          15

          12

          22

          14

          22

          14

          27

          13

          28

          13

          22

          28

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          95% Confidence Interval of the Mean Std. Error

          Difference Sig. (2- Differen Differenc F Sig. T Df tailed) ce e Lower Upper

        • SKOR Equal

          2.9230 variances .085 .772 -.483 52 .631 -.92593 1.91810 4.774

          3 assumed

          88 Equal

        • variances

          2.9246

        • .483 51.080 .631 -.92593 1.91810 4.776 not

          8

          53 assumed Dari hasil analisa statistik diatas didapatkan bahwa nilai significant (2- tailed) atau nilai P = 0.631 dan t= -483 sedangkan nilai koefisien signifikansi minimum P adalah lebih kecil dari (0.05). Karena nilai P=0.631 maka P >

          α α sehingga tidak significant yang berarti bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat

        pemahaman awal pada siswa kelas eksperimen maupun kelas kontrol.

          Untuk nilai mean kedua kelas dapat diketahui bahwa rata-rata mean keduanya hampir sama yaitu 24,11 untuk kelas kontrol sedangkan untuk kelas

          eksperimen yaitu 23,19. Yang berarti bahwa masing-masing kelas sample memiliki tingkatan pemahaman yang sama.

          C.2. Pemahaman Akhir Siswa Untuk mencari tahu sampai dimana siswa memahami yaitu dengan menggunakan soal evaluasi. Selanjutnya nilai dari evaluasi ini akan disebut nilai postest Nilai Postest ini digunakan untuk menganalisa apakah ada peningkatan yang signifikan pada pemahaman siswa sebelum dan sesudah teatment berupa pembelajaran dilakukan. Selain itu juga dapat dianalisa apakah ada perbedaan

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          20

          10

          10

          10

          20

          10

          10

          70

          19

          10

          10

          10

          10

          70

          10

          70

          20

          10

          5

          20

          20

          10

          10

          75

          21

          18

          10

          5

          16

          10

          10

          80

          15

          10

          5

          10

          10

          10

          15

          60

          10

          10

          5

          20

          20

          10

          15

          80

          17

          10

          10

          10

          20

          10

          20

          20

          20

          5

          5

          20

          20

          10

          15

          75

          26

          10

          5

          10

          10

          80

          15

          70

          27

          10

          5

          20

          20

          10

          15

          80 RATA- RATA Soal (1) Soal (2) Soal (3) Soal (4) soal (5) Soal (6) Skor akhir

          8,89 6,85 13,52 19,26 10 12,97 71,48

          25

          15

          20

          23

          10

          15

          80

          22

          10

          10

          5

          20

          10

          15

          70

          10

          10

          10

          5

          20

          10

          15

          70

          24

          10

          5

          20

          20

          20

          pemahaman akhir siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol terhadap materi yang telah diberikan guru dengan treatment yang berbeda.

          C.2.a. Data Nilai Evaluasi Akhir Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol C.2.a.1. Data Nilai Evaluasi Akhir Kelas Eksperimen

          20

          10

          5

          10

          20

          10

          10

          65

          5

          5

          5

          20

          10

          80

          15

          75

          6

          5

          5

          10

          20

          10

          15

          65

          7

          4

          10

          5

          2

        Tabel 4.2 Nilai Evaluasi Akhir Kelas Eksperimen

          Kode Siswa SKOR UNTUK SETIAP SOAL NILAI

          AKHIR (1) (2) (3) (4) (5) (6)

          1

          10

          5

          10

          10

          10

          15

          60

          10

          10

          5

          20

          20

          10

          15

          80

          3

          10

          10

          20

          20

          10

          5

          10

          20

          5

          5

          10

          20

          10

          15

          65

          12

          10

          10

          10

          10

          65

          10

          70

          13

          5

          5

          10

          20

          10

          15

          65

          14

          11

          15

          20

          9

          10

          5

          55

          8

          10

          10

          20

          20

          10

          15

          85

          10

          10

          10

          10

          20

          10

          10

          70

          10

          5

          5

          10

          20

          10

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          10

          18

          5

          5

          20

          20

          10

          15

          75

          19

          5

          5

          20

          15

          10

          15

          65

          20

          10

          5

          20

          20

          10

          15

          80

          65

          10

          10

          15

          20

          20

          10

          15

          75

          15

          5

          5

          10

          20

          10

          65

          20

          16

          5

          5

          10

          10

          10

          15

          55

          17

          5

          5

          10

          21

          5

          5

          10

          5

          5

          20

          20

          10

          10

          70

          26

          5

          5

          10

          10

          55

          15

          55

          27

          10

          5

          10

          20

          10

          10

          65 Rata- rata Soal (1) Soal (2) Soal (3) Soal (4) soal (5) Soal (6) Skorakhir 7,41 6,67 14,07 17,78 10,19 13,33 69,44

          C.2.b. Analisis Peningkatan Pemahaman Siswa Dengan menggunakan nilai pretest dan posttest dapat diketahui seberapa

        besar peningkatan pemahaman siswa untuk kelas eksperimen maupun kelas

        kontrol.

          25

          15

          10

          75

          20

          10

          10

          65

          22

          10

          5

          20

          20

          10

          10

          23

          10

          10

          5

          20

          20

          10

          10

          75

          24

          5

          10

          10

          10

          5

          C.2.a.2 Data Nilai Evaluasi Akhir Kelas Kontrol

        Tabel 4.3 Nilai Evaluasi Akhir Kelas kontrol

          10

          10

          70

          4

          10

          10

          10

          10

          10

          20

          75

          5

          10

          20

          10

          20

          10

          15

          75

          6

          5

          5

          20

          20

          15

          10

          10

          75

          20

          Kode siswa SKOR UNTUK SETIAP SOAL NILAI POSTTEST

          1

          2

          3

          4

          5

          6

          1

          10

          5

          10

          10

          10

          15

          70

          2

          10

          5

          10

          20

          10

          15

          70

          3

          10

          10

          7

          75

          10

          60

          11

          5

          10

          20

          20

          10

          15

          80

          12

          5

          10

          10

          10

          10

          15

          60

          13

          5

          5

          20

          20

          10

          15

          15

          10

          10

          10

          5

          20

          20

          10

          10

          75

          8

          10

          10

          20

          20

          10

          10

          80

          9

          10

          10

          10

          20

          10

          10

          70

          10

          5

          10

          14

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          20

          70

          38

          22

          80

          15

          21

          75

          27

          70

          27

          15

          19

          70

          15

          18

          70

          15

          17

          80

          23

          70

          16

          80 Skor akhir

          70 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          17

          2

          70

          27

          1

          Kode Siswa Nilai Pretest Nilai Posttest

        Tabel 4.4 Peningkatan nilai siswa kelas kontrol

          Rata-rata 23,19 71,48 C.2.b.2. Analisis Peningkatan Pemahaman Siswa Kelas Kontrol

          27

          24

          27

          70

          27

          26

          75

          14

          25

          80

          27

          27

          C.2.b.1. Analisis Peningkatan Pemahaman Siswa Kelas Eksperimen

        Tabel 4.4 Peningkatan nilai siswa kelas eksperimen

          4

          7

          65

          27

          6

          75

          14

          5

          65

          14

          80

          55

          25

          3

          80

          27

          2

          60

          32

          1

          Kode siswa Nilai pretest kelas Nilai akhir

          22

          8

          25

          12

          15

          80

          22

          14

          65

          28

          13

          70

          15

          65

          32

          22

          11

          65

          22

          10

          70

          25

          9

          85

          60

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          20

          43

          22

          65

          27

          21

          80

          27

          65

          23

          19

          19

          75

          17

          18

          65

          28

          75

          33

          55

          27

          71 −

          23 48 .

          71.48 maka dapat dikatakan bahwa rata-rata peningkatan pemahaman para 18 .

          Jika pada kelas eksperimen rata-rata nilai awal dan akhirnya adalah 23.18 dan

          Rata –Rata 24,11 69,44 C.2.b.3. Pembahasan Mengenai Peningkatan Pemahaman Siswa Dari analisis data mengenai peningkatan pemahaman siswa di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol, nampak bahwa kedua kelas tersebut memiliki peningkatan nilai yang signifikan pada soal pretest dan soal posttest.

          65 Skor akhir

          24

          55

          75

          42

          26

          70

          22

          25

          55

          27

          24

          17

          Kode Siswa Nilai Pretest Nilai Posttest

          3

          27

          80

          22

          8

          75

          13

          7

          75

          6

          19

          75

          32

          5

          75

          17

          4

          70

          27

          9

          70

          16

          27

          65

          19

          15

          75

          22

          14

          75

          13

          10

          60

          22

          12

          80

          12

          11

          60

          17

          22

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          9

          11

          60 Tidak

          10

          65 Tidak

          10

          70 Tidak

          70 Tidak

          11

          9

          80 Tuntas

          8

          85 Tuntas

          8

          75 Tidak

          65 Tidak

          80 Tuntas

          55 Tidak

          80 Tuntas

          65 Tidak

          15

          60 Tidak

          15

          75 Tidak

          14

          14

          12

          75 Tidak

          13

          65 Tidak

          13

          60 Tidak

          12

          70 Tidak

          7

          Sedangkan untuk kelas kontrol rata-rata niali awal dan akhirnya adalah

          24.11 dan 69.44. Maka rata-rata peningkatan pemahaman siswanya adalah sebesar

          Kode siswa kel.eksp nilai akhir kel.eksp

          70 Tidak

          1

          60 Tidak

          1

          Ketuntasan

          Ketuntasan Kode siswa kel.kntrl nilai akhir kel.kntrl

        Tabel 4.6 nilai akhir dan ketuntasan siswa kelas eksperimen dan kontrol

          80 Tuntas

          C.2.c. Analisis Pemahaman Akhir Siswa Pada analisis ini akan dicari tahu apakah pemahaman akhir siswa kelas

        eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol ataukah sebaliknya pemahaman

        akhir siswa kelas kontrol lebih baik daripada kelas ekperimen. Berikut adalah

        perbandingan nilai keduanya

          Jika dilihat dari prosentasenya peningkatan pemahaman kelas eksperimen memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan peningkatan pemahaman pada kelas kontrol yaitu sebesar 208.36% sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 188.01%. Maka dapat diartikan peningkatan pemahaman kelas eksperimen lebih baik dibandingkan pada kelas kontrol.

          69 = − x

          24 44 .

          24 11 .

          % % 188 01 . 100 11 .

          2

          2

          75 Tidak

          5

          6

          60 Tidak

          6

          75 Tidak

          5

          80 Tuntas

          75 Tidak

          70 Tidak

          4

          65 Tidak

          4

          70 Tidak

          3

          80 Tuntas

          3

          7

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          26

          75 Tidak

          24

          80 Tuntas

          24

          55 Tidak

          25

          75 Tidak

          25

          70 Tidak

          26

          70 Tidak

          55 Tidak

          70 Tidak

          27

          80 Tuntas

          27

          65 Tidak RATA- RATA Skor akhir Jumlah yg tuntas Skor akhir Jumlah yg tuntas 71,48

          10 69,44

          3 Untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan pada pemahaman

        akhir siswa untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol maka digunakan analisis

        statistik uji-T untuk dua kelompok independent pada nilai evaluasi akhir. Dengan

        menggunakan program SPSS didapatkan output sebagai berikut

          Group Statistics Kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Skor 1 27 71.4815 7.57207 1.45724

          2 27 69.4444 7.63763 1.46986 Independent Samples Test

          Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means

        Sig. (2-

          Mean Differenc Std. Error Differenc

          95% Confidence Interval of the Difference

          23

          Kode siswa kel.eksp nilai akhir kel.eksp

          Ketuntasan Kode siswa kel.kntrl nilai akhir kel.kntrl

          19

          Ketuntasan

          17

          70 Tidak

          17

          65 Tidak

          18

          70 Tidak

          18

          75 Tidak

          19

          65 Tidak

          65 Tidak

          75 Tidak

          20

          80 Tuntas

          20

          80 Tuntas

          21

          80 Tuntas

          21

          65 Tidak

          22

          70 Tidak

          22

          23

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Skor Equal

          6.1903 variances .002 .962 .984 52 .330 2.03704 2.06980 -2.11631

          9 assumed Equal variances

          6.1903 .984 51.996 .330 2.03704 2.06980 -2.11632 not

          9 assumed

          Dari analisis statistik diatas maka diperoleh nilai probabilitas (P) atau Sig. (2- tailed) adalah sebesar P = 0.330 dan t =0.984 sedangkan nilai koefisien

          signifikansi minimum P adalah lebih kecil dari (0.05). Karena nilai P=0.330 α maka P > sehingga tidak significant yang berarti bahwa tidak terdapat

          α perbedaan yang mencolok secara statistik pada pemahaman akhir antara siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol.

          Untuk mean hasil evaluasi pada keduanyapun tidak jauh berbeda yaitu

          71,48 untuk kelas eksperimen sedangkan untuk nilai kelas kontrol adalah 69,44.

          C.2.d. Pembahasan Pemahaman Akhir Siswa

          Dari hasil uji-T untuk 2 kelas independent diatas didapatkan hasil

          bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada pemahaman akhir antara siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol meskipun jika dilihat dari rata-rata skor kelas eksperimen sedikit lebih baik.

          Dari analisis peningkatan pemahaman siswa terlihat bahwa peningkatan pemahaman kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu 208,36% untuk kelas eksperimen dan 188,01% untuk kelas kontrol. Sehingga kelas eksperimen dapat dikatakan memiliki peningkatan pemahaman yang lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Dari segi nilai ketuntasan yang diperoleh siswa, terlihat bahwa dengan

        penerapan pendekatan UbD siswa pada kelas eksperimen yang tuntas adalah

        10 anak sedangkan pada kelas kontrol adalah sebanyak 3 anak. Dengan kata

        lain ketuntasan pada kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol.Meskipun

        demikian secara statistik memang pemahaman akhir siswa kelas eksperimen

        tidak berbeda secara significant dari kelas kontrol.

          Karena dari indikator ditentukan bahwa keberhasilan penelitian

        ditunjukkan dengan jumlah siswa yang mendapat nilai tuntas minimal pada

        kelas eksperimen yang lebih banyak daripada kelas kontrol, dan rata-rata nilai

        siswa kelas eksperimen yang lebih baik secara statistik dibanding dengan kelas

        kontrol. Sehingga dapat dikatakan penerapan pendekatan Understanding by

        Design pada kelas XI IPA 2 kurang efektif untuk meningkatkan pemahaman

        siswa dibanding pembelajaran dengan cara ceramah di kelas XI IPA 3.

          Setelah diteliti dan mencari tahu kondisi siswa dengan bertanya kepada

        guru-guru kelas didapatkan bahwa karakteristik siswa yang berpengaruh. Dari

        informasi didapatkan bahwa meskipun kelas kontrol (kelas XI IPA 3) tidak

        diberikan treatment yang sama dengan kelas eksperimen (kelas XI IPA 2) akan

        tetapi siswa di kelas kontrol tersebut memiliki tingkat keaktifan yang lebih

        baik dibandingkan dengan kelas-kelas yang lain. Jadi dari apa yang diamati

        ternyata pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh bagaimana cara guru

        mengajar, serta bagaimana karakteristik guru, akan tetapi juga karakteristik

        siswa sangat berpengaruh pada efektif tidaknya suatu pembelajaran.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          C.3. Keaktifan Siswa Di Dalam Kelas Pada saat pembelajaran dilaksanakan kegiatan siswa selama berada dikelas diamati oleh observer dengan menggunakan ceklist kegiatan kegiatan siswa di dalam kelas seperti pada tabel 3.5. Dari pengamatan di dalam kelas didapatkan data sebagai berikut C.3.a. Data Keaktifan Siswa Kelas Eksperimen Dalam penilaian diberikan kode-kode kegiatan untuk memperingkas penyajian data. Adapun kde-kode tersebut adalah sebagai berikut:

          Keterangan Arti Kode Kegiatan: K1: Bertanya K5: Mengerjakan Di Depan K2: Menerangkan K6: Melakukan Eksperimen K3:Menjawab Pertanyaan Guru K7: Mendengar Penjelasan K4: Mengerjakan LKS K8: Berdiskusi

        Tabel 4.7 Keaktifan siswa kelas eksperimen

          Total Prosent Jenis kegiatan siswa keterli ase Kode batan keterlib

        siswa K1 K2 K3 K4 K5 K6 K7 K8 atan (%)

          8 100 1 √ √ √ √ √ √ √ √

          4

          50 2 √ √ √ √ 7 87,5 3 √ √ √ √ √ √ √ 5 62,5 4 √ √ √ √ √

          6

          75 5 √ √ √ √ √ √

          6

          75 6 √ √ √ √ √ √ 5 62,5 7 √ √ √ √ √

          4

          50 8 √ √ √ √ 5 62,5 9 √ √ √ √ √ √ 7 87,5 10 √ √ √ √ √ √ √

          6

          75 11 √ √ √ √ √ √

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          7

          7 100 2 √ √ √ √ √ √ 6 85,71 3 √ √ √ √ √ √ √ 7 100

          Prosentase keterlibatan (%) K1 K2 K3 K4 K5 K7 K8 1 √ √ √ √ √ √ √

          Kode siswa Jenis kegiatan siswa Total keterlibat an

        Tabel 4.8 Keaktifan siswa kelas kontrol

          Pada kelas kontrol kegiatan K6 yaitu melakukan eksperimen tidak terdapat di dalam rencana pembelajaran maka kolom K6 pada ceklist kegiatan dihilangkan. Dari pengamatan pada saat pembelajaran di dalam kelas kontrol didapatkan data sebagai berikut.

          5 100 100 100 C.3.b.Data Keaktifan Siswa Kelas Kontrol

          8 96,2 9 55,5

          2 25,9 2 85,1

          80 (%) 25,9

          27 27 159 1987,5 Rata2 0,25 0,25 0,82 0,93 0,54 0,96 0,96 0,96 5,89

          27

          15

          26

          23

          Kode siswa Jenis kegiatan siswa Total keterli batan

          Prosent ase keterlib K1 atan (%) K2 K3 K4 K5 K6 K7 K8

          Juml

          75 26 √ √ √ √ √ 5 62,5 27 √ √ √ √ √ √ √ 7 87,5

          6

          75 25 √ √ √ √ √ √

          6

          75 23 √ √ √ √ √ √ √ √ 8 100 24 √ √ √ √ √ √

          6

          75 21 √ √ √ √ √ 5 62,5 22 √ √ √ √ √ √

          6

          75 19 √ √ √ √ √ 5 62,5 20 √ √ √ √ √ √

          6

          75 18 √ √ √ √ √ √

          6

          13 √ √ √ √ √ 5 62,5 14 √ √ √ √ √ √ √ 7 87,5 15 √ √ √ √ √ 5 62,5 16 √ √ √ √ √ √ √ 7 87,5 17 √ √ √ √ √ √

          7

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Kode siswa Jenis kegiatan siswa Total keterlibat an

          Prosentase keterlibatan (%) K1 K2 K3 K4 K5 K7 K8 5 √ √ √ √ √

          5 71,42 6 √ √ √ √ √ 5 71,42 7 √ √ √ √ √ √ 6 85,71 8 √ √ √ √ √ √ 6 85,71 9 √ √ √ √ √ √ √ 7 100 10 √ √ √ √ 4 57,14 11 √ √ √ √ √ 5 71,42 12 √ √ √ √ √ 5 71,42 13 √ √ √ √ √ √ 6 85,71 14 √ √ √ √ √ √ 6 85,71 15 √ √ √ √ √ √ 6 85,71 16 √ √ √ √ √ √ 6 85,71 17 √ √ √ √ √ √ 6 85,71 18 √ √ √ √ √ √ 6 85,71 19 √ √ √ √ √ √ √ 7 100 20 √ √ √ √ √ √ 6 85,71 21 √ √ √ √ √ √ 6 85,71 22 √ √ √ √ √ √ 6 85,71 23 √ √ √ √ √ √ 6 85,71 24 √ √ √ √ √ √ 6 85,71 25 √ √ √ √ √ √ 6 85,71 26 √ √ √ √ √ 5 71,42 27 √ √ √ √ √ √ √ 7 100

          Juml

          19

          20

          19

          25

          19

          26 26 154 2200

        Rata2 0,70 0,74 0,70 0,92 0,70 0,96 0,96 5,70 81,5

          C.3.c. Pembahasan Keaktifan Siswa Di Dalam Kelas Dari apa yang telah diamati pada data sebelumnya, yaitu mengenai keaktifan siswa maka selanjutnya dapat dilakukan analisis pada datanya.

          Beberapa kegiatan yang telah disebutkan sebagai kegiatan K1,K2,K3,dst. menjadi patokan pemberian poin.

          Dari Kedua analisis data pada subbab sebelumnya didapatkan hasil bahwa prosentase nilai keaktifan total dari kelas eksperimen adalah sebesar

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          sebesar 81,5%. Dari pernyataan diatas dapat diketahui bahwa kelas kontrol dalam hal ini adalah kelas XI IPA3 memang lebih aktif dibandingkan dengan kelas eksperimen XI IPA2. Sehingga meskipun tidak menggunakan penerapan pendekatan UbD nilai siswa tidak jauh beda dengan kelas kontrol yang menggunakan penerapan pendekatan UbD pada proses pembelajarannya.

          Siswa kelas kontrol mempunyai keaktifan lebih dibandingkan dengan kelas eksperimen, yaitu khususnya dari segi bertanya, menerangkan pada temannya serta mengerjakan di papan tulis. Untuk melihat detail prosentase jumlah siswa yang mengikuti kegiatan maka dibuat tabel prosentase banyaknya siswa yang mengikuti kegiatan seperti di bawah:

        Tabel 4.9 Prosentase jumlah siswa

          No Kegiatan di dalam kelas Banyak siswa yang melakukan dari 27 siswa Kelas eksperimen (%) Kelas kontrol (%)

          1 Bertanya 25,92 70,37

          2 Menerangkan 25,92 74,04

          3 Menjawab Pertanyaan 85,18 70,37

          4 Mengerjakan LKS 96,29 92,59

          5 Mengerjakan di depan 55,55 70,37

          6 Melakukan eksperimen 100 -

          7 Mendengar penjelasan 100 96,29

          8 Berdiskusi 100 96,29 Dari tabel dapat diketahui bahwa untuk kegiatan bertanya kepada guru, sebanyak 25,92% siswa kelas eksperimen sering bertanya kepada guru sedangkan untuk kelas kontrol 70,37% siswa sering bertanya kepada guru. Dari jumah tersebut dapat diamati bahwa siswa kelas kontrol lebih sering bertanya dibanding siswa kelas eksperimen .

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Untuk kegiatan menerangkan pada teman lain, sebanyak 25,92% siswa kelas eksperimen sering menerangkan kepada teman lain jika belum mengerti sedangkan untuk kelas kontrol 74,04% siswa sering menerangkan kepada teman lain. Dari jumah tersebut dapat diamati bahwa siswa kelas kontrol lebih percaya diri untuk menerangkan pemikirannya dibanding siswa kelas eksperimen .

          Selain itu juga pada tabel juga terlihat bahwa siswa kelas kontrol lebih sering maju ke depan untuk mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. Dari pengaamatan di dalam kelas siswa kelas kontrol sangat antusisas jika diberikan pertanyaan yang sesuai dengan minat mereka. Hal ini diungkapkan oleh guru kelas sendiri saat

        berdiskusi dengan peneliti mengenai hasil pengamatan.

          C.4. Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Setalah menggunakan kuisioner untuk mengamati bagaimana pendapat atau persepsi siswa sendiri mengenai pembelajaran dengan penerapan pendekatan

          UbD dan yang tidak dengan penerapan pendekatan UbD didapat data awal yang akan ditampilkan melalui tabel sebaran skor sebagai berikut: C.4.a. Data Persepsi Siswa Kelas Eksperimen (Dengan Penerapan pendekatan UbD)

        Tabel 4.10 Data Persepsi Siswa Kelas Eksperimen

          Kode Skor Pernyataan Siswa Pada Kuisioner no Total skor siswa

          1

          2

          3

          4

          5

          6

          7

          8

          9

          10

          11

          12

          1

          8

          2

          4

          8

          8

          6

          6

          6

          4

          8

          8

          8

          76

          2

          6

          4

          4

          6

          8

          6

          8

          8

          8

          6

          8

          6

          78

          3

          6

          4

          6

          6

          8

          6

          8

          2

          8

          4

          6

          8

          72

          4

          6

          4

          6

          8

          8

          6

          8

          2

          6

          6

          4

          8

          72

          5

          6

          4

          4

          8

          8

          8

          8

          2

          8

          2

          6

          4

          68

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          4

          70

          2

          4

          8

          8

          8

          

        6

          6

          6

          4

          8

          6

          8

          24

          70

          4

          8

          4

          6

          4

          

        6

          25

          2

          4

          2

          6

          4

          8

          4

          

        8

          8

          6

          4

          2

          2

          26

          8

          70

          4

          4

          8

          8

          4

          

        2

          8

          6

          8

          6

          6

          56

          8

          4

          2

          6

          4

          21

          62

          4

          8

          4

          4

          4

          

        2

          8

          8

          2

          2

          6

          6

          20

          70

          4

          8

          

        4

          8

          4

          6

          8

          23

          64

          4

          8

          6

          6

          2

          

        2

          8

          4

          4

          6

          6

          8

          22

          52

          4

          8

          2

          2

          2

          27

          6

          4

          4

          4

          44

          2

          6

          4

          2

          2

          

        6

          4

          2

          2

          4

          4

          4

          3

          44

          4

          4

          2

          4

          2

          4

          

        4

          2

          42 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          8

          2

          4

          2

          2

          

        2

          6

          2

          2

          4

          4

          6

          5

          42

          6

          2

          6

          6

          2

          

        2

          2

          4

          2

          2

          58 Jumlah total 1868

          5

          4

          3

          2

          1

          Kode siswa Skor Pernyataan Siswa Pada Kuisioner no Total skor

        Tabel 4.11 Data Persepsi Siswa Kontrol

          

        C.4.b. Data Persepsi Siswa Kelas Kontrol (Tanpa Penerapan pendekatan

        UbD)

          Rata –rata 69,18

          6

          

        7

          6

          6

          8

          2

          

        2

          8

          6

          4

          4

          4

          6

          8

          4

          2

          2

          6

          4

          4

          2

          50

          4

          2

          4

          4

          

        2

          9

          2

          8

          4

          6

          4

          8

          1

          12

          11

          10

          4

          Kode siswa Skor Pernyataan Siswa Pada Kuisioner no Total skor

          1

          6

          8

          6

          8

          2

          10

          74

          8

          6

          6

          6

          2

          

        6

          8

          8

          8

          6

          2

          4

          9

          68

          6

          8

          

        8

          2

          2

          6

          8

          12

          76

          8

          4

          6

          6

          6

          

        6

          6

          6

          8

          8

          8

          8

          11

          70

          8

          4

          4

          6

          6

          6

          8

          6

          8

          8

          

        8

          4

          8

          4

          8

          4

          6

          12

          8

          11

          10

          9

          8

          

        7

          6

          5

          4

          3

          2

          6

          2

          8

          6

          

        2

          4

          8

          4

          6

          8

          8

          8

          70

          4

          8

          74

          6

          4

          

        2

          8

          8

          2

          8

          6

          8

          7

          8

          6

          4

          17

          2

          4

          

        8

          8

          4

          6

          6

          6

          4

          64

          6

          4

          8

          4

          4

          6

          

        8

          8

          2

          6

          6

          6

          6

          2

          8

          

        4

          8

          8

          8

          8

          6

          6

          19

          70

          6

          4

          66

          4

          6

          

        4

          8

          6

          6

          8

          6

          4

          18

          6

          16

          4

          8

          14

          82

          8

          8

          2

          6

          6

          

        8

          6

          8

          8

          6

          6

          8

          13

          78

          8

          4

          8

          6

          6

          

        6

          8

          2

          72

          6

          6

          8

          4

          6

          4

          

        8

          8

          4

          6

          4

          8

          8

          15

          66

          8

          6

          2

          4

          6

          

        8

          4

          4

          4

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          2

          2

          6

          4

          8

          21

          52

          2

          4

          2

          8

          6

          

        2

          8

          4

          6

          2

          

        4

          2

          6

          2

          4

          2

          

        4

          2

          8

          4

          4

          4

          2

          22

          48

          4

          4

          4

          2

          4

          6

          4

          4

          

        4

          2

          2

          4

          4

          2

          18

          2

          54

          4

          2

          4

          4

          8

          

        6

          4

          2

          20

          4

          52

          6

          8

          2

          6

          8

          

        6

          2

          8

          2

          2

          2

          4

          19

          46

          8

          4

          46

          4

          

        4

          54

          2

          6

          6

          2

          6

          8

          4

          4

          4

          4

          6

          2

          26

          54

          27

          6

          2

          8

          69 = x

          96 18 ,

          % 06 , 100 72 %

          C.4.c. Pembahasan Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Dari data sebaran skor dan analisa maka diperoleh skor persepsi siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan didalam kelas selama penelitian berlangsung. Hasil yang didapatkan yaitu untuk kelas eksperimen rata-rata skornya adalah sebesar 69,18 dari skor maksimum 96 atau sebesar

          49,48

          Rata-rata

          52 Jumlah Total 1332

          6

          2

          2

          6

          4

          

        6

          2

          4

          2

          6

          4

          23

          8

          4

          8

          24

          50

          4

          2

          8

          4

          8

          

        4

          2

          4

          2

          2

          2

          8

          4

          6

          6

          8

          2

          

        2

          6

          2

          4

          4

          8

          25

          4

          68

          4

          6

          6

          8

          2

          

        8

          6

          Kode siswa Skor Pernyataan Siswa Pada Kuisioner no Total skor

          1

          2

          2

          10

          40

          2

          2

          2

          6

          4

          

        8

          2

          2

          6

          4

          2

          2

          2

          2

          54

          11

          

        2

          4

          4

          6

          2

          2

          4

          42

          4

          2

          4

          4

          4

          4

          

        4

          6

          9

          4

          6

          10

          4

          2

          4

          2

          7

          12

          11

          9

          2

          8

          

        7

          6

          5

          4

          3

          2

          4

          

        4

          6

          2

          8

          8

          4

          

        6

          4

          2

          4

          4

          6

          2

          8

          48

          2

          8

          2

          8

          2

          8

          6

          2

          8

          2

          8

          

        2

          4

          6

          2

          2

          2

          4

          15

          46

          4

          2

          2

          6

          48

          4

          4

          2

          4

          17

          56

          2

          4

          6

          8

          16

          

        6

          8

          2

          2

          8

          4

          2

          2

          

        4

          8

          2

          52

          8

          4

          4

          2

          4

          

        4

          4

          4

          8

          2

          6

          4

          12

          54

          6

          13

          6

          2

          2

          8

          8

          2

          6

          2

          14

          56

          8

          4

          6

          6

          2

          

        2

          6

          6

          4

          4

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Dari skala Likert didapatkan jika skor > 62,5% maka persepsi siswa cukup bagus. Maka karena 72,06% > 62,5% maka dapat dikatakan bahwa persepsi siswa kelas eksperimen cukup baik terhadap pembelajaran.

          Hasil yang didapatkan yaitu untuk kelas Kontrol rata-rata skornya adalah sebesar 49,48 dari skor maksimum 96 atau sebesar 49 ,

          48 x 100 % = 51 , 54 %

        96 Dari skala Likert didapatkan jika skor < 62,5% maka persepsi siswa kurang

          bagus. Maka karena 51,54% &lt; 62,5% maka dapat dikatakan bahwa persepsi siswa kelas kontrol kurang baik terhadap pembelajaran.

          Jika persepsi dari kedua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol di bandingkan maka akan terlihat bahwa siswa dari kelas yang melalui pembelajaran dengan penerapan pendekatan UbD memiliki persepsi yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang tidak melalui penerapan pendekatan UbD. Maka dapat diartikan bahwa siswa mempunyai pandangan yang baik terhadap penerapan pendekatan pembelajaran Understanding by Design ini.

        D. Keterbatasan penelitian

          Dalam melakukan penelitian, peneliti menjumpai adanya beberapa keterbatasan, antara lain: D.1. Penerapan pendekatan Understanding by Design adalah suatu penerapan pendekatan pembelajaran baru, sehingga peneliti disini cukup kesulitan mencari referensi dan bagaimana penerapan pendekatan di lapangan yang sebenarnya.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          D.2. Guru mata pelajaran sulit ditemui dikarenakan kesibukannya mengurus mutasi sehingga pertemuan kurang intens.

          D.3. Penggunaan LKS sebagai panduan belajar siswa diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran dengan penerapan pendekatan UbD yang kondusif . Akan tetapi pada kenyataannya pada saat pembelajaran kondisi siswa agak ramai, dikarenakan waktu yang dibutuhkan siswa menyelesaikan tugas dalam LKS tidak sama. maka diperlukan strategi lain agar suasana pembelajaran tetap kondisif.

          D.4. Persiapan yang kurang dikarenakan guru kelas mendadak menyuruh melakukan penelitian pada peneliti yang waktunya berbeda dengan rencana awal.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pelaksanaan penelitian serta analisis data dari hasil

          penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa : A.1. Efektivitas

        • Efektivitas pembelajaran dengan menggunakan penerapan pendekatan Understanding by Design ini ditunjukkan dengan nilai ketuntasan belajar kelas eksperimen yang lebih baik daripada kelas kontrol dan rata-rata nilai kelas eksperimen yang lebih baik secara signifikan jika diukur dengan test T dua kelompok independen.
        • Pembelajaran dengan penerapan pendekatan Understanding by

          Design pada materi persamaan keadaan gas ideal di kelas

          eksperimen kurang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional di kelas kontrol dikarenakan rata-rata nilai kelas eksperimen yang tidak lebih baik secara signifikan jika diukur dengan test T dua kelompok independen.

        • Hal ini disebabkan karena karakteristik siswa sangat berpengaruh

          pada efektif tidaknya suatu pembelajaran, dalam hal ini karakter siswa kelas kontrol lebih aktif dibandingkan siswa kelas eksperimen.

          A.1. Persepsi Siswa

        • Persepsi atau pandangan siswa terhadap pembelajaran

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          cukup baik, ini ditunjukkan dengan analisis persepsi yaitu 72,06 % pada kelas eksperimen yang berarti cukup dan 51,54% pada kelas kontrol yang berarti kurang.

        B. Saran

        • Guru dan peneliti diharapkan menjalin komunikasi yang lebih intens untuk membahas materi pembelajaran serta pemilihan kelas yang akan digunakan sebagai kelas eksperimen dan kontrol.
        • >Pada penelitian selanjutnya, perlu diteliti apakah penerapan pendekatan Understanding by Design dapat digunakan pada topik- topik fisika yang lain dan juga sample kelas yang l
        • Untuk Peneliti diharapkan waktu yang digunakan untuk penelitian

          adalah tidak bersamaan dengan semester kenaikan kelas karena dapat terkadang guru kurang mendukung saat kita penelitian pada semester genap.

        • Persiapkan semua instrumen dengan matang yaitu dengan ujicoba kepada siswa dahulu sebelum digunakan agar lebih valid.
        • Sebelum memulai penelitian harap diteliti bagaimana karakteristik siswa pada kelas yang akan diteliti.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          DAFTAR PUSTAKA Arifin, Z. 2011. Penelitian pendidikan metode dan paradigma baru.

          Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Giancolli, D.1998. FISIKA Edisi 5 Jilid 1 .Jakarta: Erlangga.

          Kanginan, M. 2007. IPA Fisika untuk Kelas VII. Jakarta : Erlangga. Kartika Budi, Fr. Y. 1991. Sikap Siswa Jurusan A1 Dan A2 Sekolah

          Menengah Atas De Britto Dan Santa Maria Terhadap Penerapan pendekatan Ketrampilan Proses Dengan Demonstrasi Dan Pendapat Siswa-Siswi Tersebut Tentang Pengaruh Penerapan pendekatan Itu Pada Sikap Mereka Terhadap Kegiatan Belajar Mengajar Fisika (Laporan Penelitian). Yogyakarta: Universitas

          Sanata Dharma McTinghe, dkk. A Summary of Underlying Theory and Resarch Base for

          Understanding by Design . UbD Research Base

          Rohmah, N. 2012. Belajar Dan Pembelajaran. Bandung:Alfabeta Sardiman. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

          Setyosari, P. 2010. Metodologi penelitian pendidikan dan

        Pengembangan .Jakarta:Kencana Predana Media Group.

          Slamet, dkk. 2005. Perspektif Pembelajaran Berbagai Bidang Studi.

          Yogyakarta: Sanata Dharma

          Sudrajat, A. 2008. Pengertian Penerapan pendekatan, Strategi, Metode,

          Teknik, Taktik dan Model Pembelajaran diakses tanggal 21 juni

          2014, jam 1:43 pm dari http://akhmadsudrajat. wordpress.com

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          /2008/ 09/12/ penerapan pendekatan -strategi-met ode- teknik-dan- model-pembelajaran/ Sugiyono.(2012). MetodePenelitian Kuantitatif Kualitatif &amp; RND. Bandung

          : Alfabeta Suparno, P. 2007. Metode Pembelajaran Pendidikan Fisika Yogyakarta : Penerbit USD.

          _______.2009. Kajian Kurikulum Fisika SMA. Yogyakarta : Penerbit USD. _______.2010. Pengantar Statistika untuk Pendidikan&amp;Psikologi .

          Yogyakarta : Penerbit USD. _______.2010. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta : Penerbit USD.

          Walgito, B. 1991. Psikologi Sosial:Suatu Pengantar. Yogyakarta:Andi Offset

          Widodo, A. 2006. Taksonomi Bloom dan Pengembangan Butir Soal, Buletin Puspendik . 3(2), 18-29.

          Wiggins, G dan McTighe, J. 2006. Understanding by Design. New Jersey : Pearson Education.

          Wiggins, G. 2005. Overview of UbD &amp; the Design Template. diakses tanggal 10 April 2014 , jam 2:00 pm dari http: //www. grantwiggins.org/ documents/ Ub DQuikvue1005 .pdf.

          

        LAMPIRAN

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Lampiran A.1 RPP dengan penerapan pendekatan UbD

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Nama Sekolah : SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : XI/ 2 Pertemuan Ke : 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran (2× 45 menit)

          

        Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan Penerapan pendekatan UbD

          I. Standar Kompetensi :

        • Menerapkan konsep termodinamika dalam mesin kalor

          II. Kompetensi Dasar :

        • Mendeskripsikan sifat-sifat gas ideal monoatomik

          

        Stage 1-Identify Desire Result

        Bagian 1–Mengidentifikasi Hasil yang Diinginkan III. Established Goal (Tujuan Pokok)

        • Siswa dapat menjelaskan pengertian Hukum Boyle
        • Siswa mampu menggunakan pemahamannya tentang hukum boyle untuk menjelaskan prinsip tekanan udara pada gelembung udara secara detail
        • . Siswa dapat menjelaskan pengertian Hukum Charles-Gay Lussac •

          Siswa mampu menggunakan pemahamannya tentang hukum Hukum Charles-Gay Lussac untuk menjelaskan hubungan suhu dengan volume pada gas ideal

        IV. Essential Question (Pertannyaan penting)

        • Mengapa gelembung udara seorang penyelam di dalam air makin lama

          semakin besar saat mengapung melayang menuju permukaan air? Mengapa hal tersebut dapat terjadi?

        • Mengapa balon udara yang terus menerus dipanaskan dapat meletus tiba-

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          V. Understandings ( pemahaman)

          Siswa akan mampu memahami bahwa

          a. Hukum yang secara khusus mengidentifikasi hubungan antara tekanan dan volume gas adalah hukum Boyle yaitu PV=Konstan atau P

          2

          1 V 1 =P

          2 V

          b. Semakin dalam penyelam masuk ke kedalaman air maka tekanan air padanya juga semakin besar c. Pada keadaan suhu tetap jika tekanan bertambah besar maka voume gas menjadi semakin kecil d. Hukum yang secara khusus mengidentifikasi hubungan antara volume dan suhu gas adalah hukum Charles-Gay Lussac yaitu V/T=Konstan atau

          V

          1 /T 1 = V 2 /T

          2

          e. Pada keadaan tekanan tetap jika suhu bertambah besar maka voume gas juga menjadi semakin besar

          VI. Skill and Knowledge (Keahlian dan Pengetahuan) Skill (Siswa akan dapat):

          

        a. Menjelaskan penggunaan hukum Boyle pada beberapa hal sekitar yang

        pernah mereka temui

        b. Menunjukkan peristiwa gas ideal dengan menggunakan percobaan

          

        c. Melakukan contoh pekerjaan yang menggunakan prinsip boyle dan

        Persamaan Charles Gay-Lussac

        d. Menggunakan rumus persamaan hukum Boyle dan Charles-Gay Lussac

        untuk menyelesaikan soal

          Knowledge (siswa akan mengetahui):

          D. Kata kunci hukum boyle,Charles- Gay Lussac, tekanan, volume

          E. Hubungan volume dan tekanan gas pada suhu yang konstan

          F. Contoh nyata dari penerapan pendekatan hukum Boyle di kehidupan

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        G. Hubungan volume dan suhu gas pada tekana yang konstan

          H. Contoh nyata dari penerapan pendekatan hukum Charles-Gay Lussac di kehidupan

        Stage 2-Determine Acceptable Evidence

        Bagian 1–Menentukan Bukti yang Dapat Diterima Performance Tasks (Tugas Kegiatan) VII.

          a. Siswa melakukan percobaan untuk menunjukkan hukum Boyle dan hukum Charles-Gay Lussac(can apply)

          b. Menjelaskan apa itu gas ideal dan konsep mol dengan bahasa sendiri (can

          interpret)

          c. Menjelaskan penggunaan hukum Boyle dan Hukum Charles-Gay Lussac

          pada beberapa hal yang berbeda yang pernah mereka temui (can explain)

          d. Menerapkan persamaan keadaan gas ideal untuk menjelaskan fenomena gelembung gas melalui percobaan berdasarkan hukum Boyle (can apply) e. Menerapkan persamaan charle-Gay Lussac untuk menyelesaikan soal

        VIII. Other Evidence (Bukti Lainnya)

          a. LKS (Lembar Kerja Siswa)

          b. Soal Evaluasi

          IX. Metode Pembelajaran

        • Informasi/ceramah
        • Demonstrasi
        • >Tanya j
        • Diskusi kelompok

          X. Materi Pokok

          Hukum Boyle dan Hukum Charles-Gay Lussac

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          

        Stage 3-Learning Plan

        Bagian 3–Rencana Pembelajaran Alokasi Kegiatan Metode Waktu

          1. Mengucapkan Salam 2'

          2. Mengkondisikan kelas untuk proses belajar 4’ mengajar (O=Organized)

          Pemodelan

          3. Mengabsen Siswa menanyakan siapa yang tidak 4’ Tanya Jawab masuk (O)

          4. Siswa menjawab pertanyaan sederhana dari guru agar mulai terpancing.(“Siapa yang pernah 3’ Diskusi

          melihat penyelam yang sedang berada di

          Informasi/ceramah

          kedalaman air? ”) (W = Where to go) (H = Hook

          Demonstrasi

          and Hold)

          4’

          5. Menggali lebih dalam jawaban siswa tersebut (H,E= Equip, Experience, Explore)

          4’

          6. Siswa bersama guru memperagakan eksperimen dengan menggunakan selang dan air dalam gelas

          (

          E)

          4’

          7. Siswa memprediksi perbedaan besar gelembung dalam eksperimen dengan mengubah posisi sedotan(E)

          3’

          8. Siswa dibagi dalam kelompok dengan anggota Minimal 2 orang (O= Organized)

          10’

          9. Siswa mengerjakan tugas terstruktur untuk melakukan eksperimen (O)

          10. Siswa menjawab pertanyaan dari guru yaitu: 8’ bagaimana bentuk gelembung gas? Mengapa terjadi? Apakah gelembung gas diam atau bergerak? Bergerak kemana? Mengapa demikian? Bagaimana volume gas itu, makin besar, makin kecil, atau tetap? Mengapa

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Stage 3-Learning Plan

        Bagian 3–Rencana Pembelajaran Alokasi Kegiatan Metode Waktu

          demikian? (R= Rethink and revise) 4’

          11. Siswa bersama guru menghimpun jawaban dari siswa lain (E2= Evaluate) 8’

          12. Siswa berdiskusi dengan guru mengapa hal-hal 5’ tersebut dapat terjadi(E)

          13. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang sifat- 5’ sifat gas (E)

          14. Siswa memperhatikan penjelasan guru keadaan 4’ gas yang mempunyai tekanan, volume dan suhu dengan persamaan Boyle PV=konstan dan

          P

          1 V 1 = P

          2 V 2 ( E2)

          5’

          15. Siswa dengan guru melakukan percobaan yang ke dua(E) 5’

          16. Guru bertanya mengapa balon dapat mengembang? (E) 2’

          17. Menghimpun jawaban siswa(E2= Evaluate)

          18. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang 5’ hukum Charles-Gay Lussac(E)

          19. Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari 4’ bersama siswa dan memberikan point–point yang

          Tanya Jawab harus dipelajari dirumah melakukan refleksi (R)

          20. Guru mengucapkan Terima kasih kepada para siswa telah mengikuti pelajaran (R)

          21. Salam Penutup.

        XI. Alat/Bahan/Sumber Belajar

          Alat Media : smarttboard, LCD projector, CD Pembelajaran

        • : sedotan minuman, gelas plastik, spidol, mistar

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        • Bahan ajar : Buku fisika jilid 2 dan praktikum terpilih fisika jilid 2
        • Kanginan , PHYSICS for SENIOR HIGH SCHOOL.2010. FISIKA.Jakarta:

          Erlangga

          VIII. Penilaian

        • Soal Pengayaan - Penilaian kinerja siswa
        • LKS

          

        Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan Penerapan pendekatan UbD

          Nama Sekolah : SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : XI/ 2 Pertemuan Ke : 3 (tiga) Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran (2× 45 menit)

          I. Standar Kompetensi :

        • Menerapkan konsep termodinamika dalam mesin kalor

          II. Kompetensi Dasar :

        • Mendeskripsikan sifat-sifat gas ideal monoatomik

          

        Stage 1-Identify Desire Result

        Bagian 1–Mengidentifikasi Hasil yang Diinginkan III. Established Goal (Tujuan Pokok)

        • Siswa mampu menggunakan persamaan keadaan gas untuk menurunkan persamaan keadaan gas ideal.

        IV. Essential Question (Pertannyaan penting)

        • Dalam persamaan gas ideal apa yang dimaksudkan PV=nRT dan mengapa

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          V. Understandings ( pemahaman)

          d. Soal Evaluasi

          c. LKS (Lembar Kerja Siswa)

          yang berbeda yang pernah mereka temui (can explain)

          b. Menjelaskan penggunaan persamaan keadaan gas ideal pada beberapa hal

          a. Siswa melakukan penurunan rumus persamaan gas ideal (can apply)

          (PV/T)=konstan ?

          I. Penurunan persamaan gas ideal

        J. Prinsip kerja dari alat-alat yang menggunakan prinsip kerja gas ideal

        misalnya spray penyemprot hama,dll serta alat-alat di sekitar kita yang menggunakan prinsip hukum Boyle dan Gay-Lussac

          b. Menjelaskan hukum pengertian Boyle-Gay Lussac Knowledge (siswa akan mengetahui):

          a. Menunjukkan penurunan persamaan keadaan gas ideal

          VI. Skill and Knowledge (Keahlian dan Pengetahuan) Skill (Siswa akan dapat):

          a. Hukum yang secara khusus mengidentifikasi hubungan antara tekanan , volume dan suhu gas adalah hukum Boyle-Gay Lussac b. Hubungan ketiga variabel tadi (P, V,T) adalah menjadi satu yaitu persamaan Gas Ideal.

          Siswa akan mampu memahami bahwa

          

        Stage 2-Determine Acceptable Evidence

        Bagian 1–Menentukan Bukti yang Dapat Diterima VII. Performance Tasks (Tugas Kegiatan)

        VIII. Other Evidence (Bukti Lainnya)

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          IX. Metode Pembelajaran

        • Informasi/ceramah
        • >Tanya j
        • Diskusi kelompok

          X. Materi Pokok

          Persamaan Gas Ideal

          

        Stage 3-Learning Plan

        Bagian 3–Rencana Pembelajaran Alokasi Kegiatan Metode Waktu

          1. Guru mengucapkan salam 1’

          2. Mengkondisikan kelas untuk proses belajar 7’ mengajar (O)

          Pemodelan

          3. Mengabsen Siswa menanyakan siapa yang tidak 3’ Tanya Jawab masuk (O)

          4. Siswa menjawab pertanyaan dari guru tentang 7’ hukum Boyle dan Charles-Gay Lussac(W = Diskusi

          Where to go ) (H = Hook and Hold)

          Informasi/ceramah

          5. Siswa dengan bantuan guru menggali lebih 6’ dalam jawaban tersebut (H)

          6. Guru menjelaskan penggabungan dari dua hukum tadi yang dikenal denga Hukum Boyle- 10’

          Gay Lussac (E= Equip, Experience, Explore)\

          7. Menjelaskan mengapa (PV/T)= tetap 10’

          8. Menjelaskan hubungan prinsip mol dengan 6’ hukum Boyle-Gay Lussac

          9. Masuk ke persamaan gas ideal yaitu PV=nRT 6’

          10. Siswa memperhatikan simpulan dan penjelasan 6’ di depan kelas(E2= Evaluate)

          11. Pengulangan materi jika ada yang kurang jelas 9’

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Stage 3-Learning Plan

        Bagian 3–Rencana Pembelajaran Alokasi Kegiatan Metode Waktu

          13. Siswa mengerjakan latihan soal evaluasi dari 10’ guru(E2) 5’

          14. Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari bersama siswa dan memberikan point–point yang Tanya Jawab harus dipelajari dirumah melakukan refleksi(R)

          15. Mengucapkan Terima kasih kepada para siswa 3’ karena telah mengikuti pelajaran(R)

          16. Salam Penutup.

          1’

          XI. Alat/Bahan/Sumber Belajar

        • Alat : Spidol, mistar
        • : Smarttboard, LCD projector, CD Pembelajaran Media
        • Bahan ajar : Buku fisika jilid 2 dan praktikum terpilih fisika jilid 2
        • Kanginan , PHYSICS for SENIOR HIGH SCHOOL.2010. FISIKA.Jakarta:

          Erlangga

          VIII. Penilaian

        • Soal Pengayaan - Penilaian kinerja siswa

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          

        Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan Penerapan pendekatan UbD

          Nama Sekolah : SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : XI/ 2 Pertemuan Ke : 1 (satu) Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran (2× 45 menit)

          I. Standar Kompetensi :

        • Menerapkan konsep termodinamika dalam mesin kalor

          II. Kompetensi Dasar :

        • Mendeskripsikan sifat-sifat gas ideal monoatomik

          

        Stage 1-Identify Desire Result

        Bagian 1–Mengidentifikasi Hasil yang Diinginkan III. Established Goal (Tujuan Pokok)

        • Siswa memahami prinsip mol dan massa molekul pada gas dan unsur lain

          IV. Essential Question (Pertannyaan penting)

        • Apakah perbedaannya saat ban sepeda yang meletus karena terus menerus diberi angin menggunakan kompresor dan saat ban sepeda meletus karena dipanaskan oleh sinar matahari?

          V. Understandings ( pemahaman)

          Siswa akan mampu memahami bahwa

          a. Besaran mol digunakan untuk menentukan jumlah molekul gas

          b. Hubungan antara massa molekul gas (M), massa total (m), dan jumlah mol gas (n) c. Perubahan volume gas karena pemuaian dan perubahan volume gas karena

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        VI. Skill and Knowledge (Keahlian dan Pengetahuan)

          Skill (Siswa akan dapat):

          a. Menunjukkan peristiwa perubahan volume gas karena pertambahan mol dan perubahan volume karena pemuaian gas

        b. Menjelaskan model gas menurut prinsip mol, yaitu terdiri dari molekul-

        molekul yang sangat banyak dan bergerak cepat dan acak

        c. Menjelaskan penggunaan penyebab terjadinya ban sepeda yang meletus

          karena terus menerus diberi angin menggunakan kompresor dan ban sepeda meletus karena dipanaskan oleh sinar matahari

          Knowledge (siswa akan mengetahui):

          d. Kata kunci ; Massa molekul gas (M), massa total (m), dan jumlah mol gas (n), model gas

          e. Prinsip mol pada gas

          f. Pengaruh jumlah mol pada volume gas

          g. Model gas ideal

          

        Stage 2-Determine Acceptable Evidence

        Bagian 1–Menentukan Bukti yang Dapat Diterima VII. Performance Tasks (Tugas Kegiatan)

          f. Menjelaskan apa itu gas ideal dan konsep mol

          g. Menerapkan persamaan keadaan gas ideal untuk menjelaskan fenomena gas melalui percobaan berdasarkan hukum Boyle-Gay Lussac.

        VIII. Other Evidence (Bukti Lainnya)

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          f. Soal Evaluasi

          IX. Metode Pembelajaran

        • Informasi/cer
        • Demonstrasi •

          Tanya jawab

        • Diskusi kelompok

          X. Materi Pokok Pengertian mol dan massa molekul.

          

        Stage 3-Learning Plan

        Bagian 3–Rencana Pembelajaran Alokasi Kegiatan Metode Waktu

          1. Guru mengucapkan salam pada siswa 1’

          2. Guru mengkondisikan kelas untuk proses belajar 5’ mengajar (O)

          Pemodelan

          3. Mengabsen Siswa menanyakan siapa yang tidak 2’ Tanya Jawab masuk (O)

          4. Siswa menjawab pertanyaan sederhana dari guru 4’ agar mulai terpancing.(“Siapa yang pernah Diskusi melihat ban kendaraan yang pecah?”) (W = Informasi/ceramah

          Where to go ) (H = Hook and Hold)

          Demonstrasi

          5. Menggali lebih dalam jawaban siswa tersebut 5’

          (H)

          6. Siswa bersama dengan guru memperagakan 5’ eksperimen dengan menggunakan balon yang ditiup(E= Equip, Experience, Explore)

          7. Siswa memprediksi kejadian dalam eksperimen 4’ yaitu peristiwa meletusnya balon karena terus

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Stage 3-Learning Plan

        Bagian 3–Rencana Pembelajaran Alokasi Kegiatan Metode Waktu

          menerus ditiup(E)

          8. Siswa mengerjakan tugas terstruktur dari guru 5’ untuk melakukan eksperimen (O)

          9. Siswa menjawab beberapa pertanyaan: apakah 4’ kasus balon yang kita tiup tersebut sama dengan pecahnya ban sepeda saat cuaca panas ? (R=

          Rethink and revise )

          10. Guru bersama siswa menghimpun jawaban dari 5’ siswa yang lain(E2= Evaluate)

          11. Salah satu siswa menjelaskan dengan bahasanya 5’ sendiri tentang penyebab balon tadi meletus (E)

          12. Bertanya kepada siswa tentang sifat-sifat gas(E) 2’

          13. Siswa memperhatikan penjelasan guru di depan mengapa hal-hal tersebut (letusan balon dan ban 8’ sepeda) dapat terjadi(E)

          14. Menjelaskan apa itu prinsip mol dan massa 7’ molekul(E2)

          15. Pengulangan materi jika ada yang kurang jelas 8’

          16. Siswa mengerjakan latihan soal evaluasi(E2) 10’

          17. Siswa mengerjakan di papan tulis (E2) 5’

          18. Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang 5’ telah dipelajari bersama dan memberikan point–

          Tanya Jawab point yang harus dipelajari dirumah serta melakukan refleksi(R)

          4’

          19. Guru mengucapkan Terima kasih kepada para siswa telah mengikuti pelajaran(R) 1’ 20. Salam Penutup.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          XI. Alat/Bahan/Sumber Belajar

          : balon udara, spidol, mistar

        • Alat
        • >Media : smarttboard, LCD projector, CD Pembelajaran

            : Buku fisika jilid 2 dan praktikum terpilih fisika jilid 2

          • Bahan ajar
          • Kanginan , PHYSICS for SENIOR HIGH SCHOOL.2010. FISIKA.Jakarta:

            Erlangga

            VIII. Penilaian

          • Soal Pengayaan - Penilaian kinerja siswa

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Lampiran A.2. Observasi Pengamatan Guru TABEL PENGAMATAN KEGIATAN MENGAJAR GURU DI DALAM KELAS Pertemuan 1 Hari / Tanggal:____________/____________ Kegiatan Terlaksana Tidak

            1. Mengucapkan Salam

            2. Mengkondisikan kelas untuk proses belajar mengajar

            ( O=Organized)

            3. Mengabsen Siswa menanyakan siapa yang tidak masuk

            ( O)

            4. Siswa menjawab pertanyaan sederhana dari guru agar mulai terpancing.(“Siapa yang pernah melihat penyelam

            yang sedang berada di kedalaman air? ”) (W = Where to go) (H = Hook and Hold)

            5. Menggali lebih dalam jawaban siswa tersebut (H,E)

            6. Siswa bersama guru memperagakan eksperimen dengan menggunakan sedotan minuman dan air dalam gelas (E=

            Equip, Experience, Explore)

            7. Siswa memprediksi perbedaan besar gelembung dalam eksperimen dengan mengubah posisi sedotan(E)

            8. Siswa dibagi dalam kelompok dengan anggota Minimal 2 orang (O= Organized)

            9. Siswa mengerjakan tugas terstruktur untuk melakukan eksperimen (O)

            10. Siswa menjawab pertanyaan dari guru yaitu: bagaimana

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Kegiatan Terlaksana Tidak

            gelembung gas diam atau bergerak? Bergerak kemana? Mengapa demikian? Bagaimana volume gas itu, makin besar, makin kecil, atau tetap? Mengapa demikian? (R=

            Rethink and revise )

            11. Siswa bersama guru menghimpun jawaban dari siswa lain (E2= Evaluate)

            12. Siswa berdiskusi dengan guru mengapa hal-hal tersebut dapat terjadi(E)

            13. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang sifat-sifat gas

            E) (

            14. Siswa memperhatikan penjelasan guru keadaan gas yang mempunyai tekanan, volume dan suhu dengan persamaan Boyle–Gay Lussac PV=NRT dan PV= NkT

            ( E2)

            15. Siswa mPersamaan keadaan gas dalam berbagai keadaan

            16. Siswa menjawab pertanyaan guru yitu bagaimana dengan gelembung udara yang kita buat tadi? (E)

            17. Menghimpun jawaban siswa(E2= Evaluate)

            18. Siswa mengerjakan latihan soal evaluasi (E2)

            19. Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari bersama siswa dan memberikan point–point yang harus dipelajari dirumah melakukan refleksi (R)

            20. Guru mengucapkan Terima kasih kepada para siswa telah mengikuti pelajaran (R)

            21. Salam Penutup.

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            TABEL PENGAMATAN KEGIATAN MENGAJAR GURU DI DALAM KELAS Pertemuan 2 Hari / Tanggal:____________/____________ Kegiatan Terlaksana Tidak

            1. Guru mengucapkan salam

            2. Mengkondisikan kelas untuk proses belajar mengajar (O)

            3. Mengabsen Siswa menanyakan siapa yang tidak masuk (O)

            4. Siswa menjawab pertanyaan dari guru tentang siapa yang pernah menggunakan parfum atau penyemprot kaca (W = Where to go) (H = Hook

            and Hold )

            5. Siswa dengan bantuan guru menggali lebih dalam jawaban tersebut (H)

            6. Siswa membantu guru mempersiapkan percobaan dengan lilin, gelas dan air berpewarna (E= Equip, Experience, Explore)

            7. Siswa melakukan tugas terstruktur dari untuk melakukan eksperimen (O)

            8. Siswa melakukan percobaan bersma sama dengan guru.

            9. Siswa memprediksi apa yang akan terjadi pada percobaan setelah dijelaskan langkah- langkahnya(E)

            10. Siswa mendiskusikan pertanyaan guru: mengapa air dapat semuanya masuk ke dalam gelas (R=

            Rethink and revise )

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Kegiatan Terlaksana Tidak

            11. Siswa mendiskusikan dengan teman sebangku keterkaitan percobaan dengan prinsip kerja dari spray parfum(E)

            12. Guru dan siswa menghimpun hasil dari diskusi(E)

            13. Siswa memperhatikan simpulan dan menjelaskan di depan kelas(E2= Evaluate)

            14. Pengulangan materi jika ada yang kurang jelas

            15. Latihan soal evaluasi(E2)

            16. Siswa mengerjakan latihan soal evaluasi dari guru(E2)

            17. Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari bersama siswa dan memberikan point–point yang harus dipelajari dirumah melakukan refleksi(R)

            18. Mengucapkan Terima kasih kepada para siswa karena telah mengikuti pelajaran(R)

            19. Salam Penutup.

            TABEL PENGAMATAN KEGIATAN MENGAJAR GURU DI DALAM KELAS Pertemuan 3 Hari / Tanggal:____________/____________ Kegiatan Terlaksana Tidak

            1. Guru mengucapkan salam pada siswa

            2. Guru mengkondisikan kelas untuk proses belajar mengajar (O)

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Kegiatan Terlaksana Tidak

            3. Mengabsen Siswa menanyakan siapa yang tidak masuk (O)

            4. Siswa menjawab pertanyaan sederhana dari guru agar mulai terpancing.(“Siapa yang pernah melihat ban kendaraan yang pecah?”) (W =

            Where to go ) (H = Hook and Hold)

            5. Menggali lebih dalam jawaban siswa tersebut (H)

            6. Siswa bersama dengan guru memperagakan eksperimen dengan menggunakan balon yang ditiup(E= Equip, Experience, Explore)

            7. Siswa memprediksi kejadian dalam eksperimen yaitu peristiwa meletusnya balon karena terus menerus ditiup(E)

            8. Siswa mengerjakan tugas terstruktur dari guru untuk melakukan eksperimen (O)

            9. Siswa menjawab beberapa pertanyaan: apakah kasus balon yang kita tiup tersebut sama dengan pecahnya ban sepeda saat cuaca panas ? (R=

            Rethink and revise )

            10. Guru bersama siswa menghimpun jawaban dari siswa yang lain(E2= Evaluate)

            11. Salah satu siswa menjelaskan dengan bahasanya sendiri tentang penyebab balon tadi meletus (E)

            12. Bertanya kepada siswa tentang sifat-sifat gas(E)

            13. Siswa memperhatikan penjelasan guru di depan 14. mengapa hal-hal tersebut (letusan balon dan ban sepeda) dapat terjadi(E)

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Kegiatan Terlaksana Tidak

            15. Menjelaskan keadaan gas ideal yang mempunyai tekanan sesuai denga teori kinetik gas(E2)

            16. Pengulangan materi jika ada yang kurang jelas

            17. Siswa mengerjakan latihan soal evaluasi(E2)

            18. Siswa mengerjakan di papan tulis (E2)

            19. Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari bersama dan memberikan point– point yang harus dipelajari dirumah serta melakukan refleksi(R)

            20. Guru mengucapkan Terima kasih kepada para siswa telah mengikuti pelajaran(R)

            21. Salam Penutup.

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            112

            Lampiran A.3. Kisi-Kisi Soal Pretest

            Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : XI (sebelas)/2

            NO

          INDIKATOR SOAL ASPEK PEMAHAMAN NILAI

            1 Siswa dapat menjelaskan pengertian Apakah yang disebut gas ideal dan gas Can explain : dapat

            2

            gas ideal real? menjelaskan

            2 Siswa dapat menjelaskan pengertian Pernahkah kalian mendengar tentang Can explain : dapat

            3 Hukum Boyle hukum boyle? apa yang dimaksudkan menjelaskan

            Boyle dengan persamaan P

            1 V 1 =P

            2 V 2 ? Can interpret : dapat

            mengartikan

            3 Siswa dapat menjelaskan prinsip Mengapa gelembung udara seorang Can explain : dapat

            4

            tekanan udara pada gelembung udara penyelam di dalam air makin lama semakin menjelaskan secara detail besar saat mengapung melayang menuju Can apply : dapat menerapkan

            permukaan air? Faktor apa saja yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi?

            4 Menggunakan rumus persamaan Volume suatu gelembung udara pada dasar Can apply : dapat menerapkan

            5

            

          3

          hukum Boyle untuk menyelesaikan sebuah danau adalah 2 cm . Kedalaman permasalahan danau tersebut adalah 100 m. Berapakah

            volume gelembung udara tersebut ketika 113

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            113

            NO

          INDIKATOR SOAL ASPEK PEMAHAMAN NILAI

            tepat berada di bawah permukaan air?

            5

            (diketahui: tekanan udara luar = 10 N/m

            

          3

            dan massa jenis air =1000kg/m )

            5 Menjelaskan penggunaan hukum Mengapa spray pada parfum dapat Can explain : dapat

            3 Boyle pada beberapa hal sekitar yang menyemprotkan air (cairan) parfum saat menjelaskan

            pernah mereka temui ujungnya dipencet?

            6 Siswa memahami prinsip mol pada Volume air yang berada di sebuah gelas Can apply : dapat menerapkan

            5

            4

            3

            gas dan unsur lain adalah 6,0x10 m . Berapa banyak molekul air (H

          2 O) yang berada dalam gelas? ( H=12

            g/mol; O=16 g/mol)

            7 Siswa dapat menjelaskan perbedaan Mengapa saat ban sepeda terus-menerus Can explain : dapat

            4

            antara perubahan volume gas karena diberi angin menggunakan kompresor menjelaskan proses pemuaian dan karena dapat meletus? Can interpret : dapat pertambahan jumlah molekul zat?

            mengartikan Apakah bedanya saat ban sepeda tersebut meletus karena dipanaskan oleh sinar matahari?

            Jumlah :26

            114

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            V

          =

          1. Tujuan : Mengamati pengaruh perubahan suhu terhadap volume gas.

            d. Masukkan air panas pada wadah tadi perlahan-lahan e. Amati apa yang terjadi.

            c. Masukkan botol pada wadah

            b. Pasang balon pada ujung botol

            a. Siapkan botol, air panas, serta balon

            3. Langkah-langkah:

            2. Alat dan Bahan: botol, air panas, balon, wadah

            

          Lampiran A.4. LKS Siswa

          LKS 3: Hukum Charles- Gay Lussac

          Ekeperimen terbimbing – INQUIRI (PENEMUAN) Terbimbing

            Persamaan Gas Ideal (Hukum Charles- Gay Lussac)

          Keadaan suatu gas dinyatakan dalam besaran tekanan, volume, dan suhu dari gas

          tersebut. dalam keadaan lain, perubahan dari keadaan 1 ke keadaan 2 terjadi pada

          tekanan konstan. Proses ini disebut proses isobarik dan berlaku persamaan Gay-

          Lussac tan kons

            1 T

            1

            2

            2

            V =

            T

            V T

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            4. Rumusan Masalah :

            a. Bagaimana keadaan balon sebelum air panas dituang? Dan bagaimana setelah air panas dituang? b. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi berdasarkan dengan prinsip Gay-

            Lussac

            5. Data dan Analisa :

            No Hal-hal apa yang dapat kalian amati?

            6. Kesimpulan : a. Jika air panas di berikan maka volume balon....

            b. Maka hubungan antara volume gas isian di dalam balon dan suhu gas adalah semakin ................... nilai suhu (T) gas maka volume (p) akan semakin.....................

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            

          LKS 2: Persamaan Keadaan Gas Ideal

          Ekeperimen terbimbing – INQUIRI (PENEMUAN) Terbimbing

          Persamaan Keadaan Gas Ideal (Hukum Boyle)

          Keadaan suatu gas dinyatakan dalam besaran tekanan, volume, dan suhu dari gas

          tersebut. Untuk hubungan antara tekanan (P) dan volume gas (V) awalnya telah

          dirumuskan oleh Robert Boyle seperti berikut:

          pV= tetap

          p

            

          1 =p

            2 yang kemudian disebut Hukum Boyle Keterangan :

          1 V

            2 V

            P = tekanan (Pa) 3 V= volume (m )

            1. Tujuan : Mengamati pengaruh kedalaman air terhadap volume gelembung udara di dalam air.

            2. Alat dan Bahan: toplass, sedotan dan air

            3. Langkah-langkah:

            a. Siapkan gelas, sedotan dan air

            b. Masukkan air dan sedotan ke dalam gelas

            c. Tiup perlahan ujung sedotan yang berada di atas

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            d. Amati yang terjadi pada air, dan ujung sedotan yang berada di air

            e. Perhatikan gelembung udara yang muncul

            f. Dengan menggunakan mistar ukurlah diameter balon yaitu dengan cara melihat dari bagian samping sejajar dengan gelas untuk setiap nilai kedalaman tertentu.

            4. Rumusan Masalah :

            a. Bagaimana bentuk gelembung gas? Mengapa terjadi demikian?

            b. Apakah gelembung gas diam atau bergerak? Bergerak kemana?

            c. Mengapa demikian? Bagaimana volume gas itu, makin besar, makin kecil, atau tetap? Mengapa demikian? d. Bagaimanakah hubungan antara tekanan dan volume pada gas di dalam sebauh wadah tetutup? Jelaskan Berdasarkan hukum Boyle e. Apakah dari percobaan tersebut sesuai dengan teori?

            5. Data dan Analisa :

            No Kedalaman (cm) Diameter gelembung udara (cm) di air Volume gelembung udara (cm) di air

            PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            6. Kesimpulan : a. Gelembung Gas...(diam/bergerak) karena...

            b. Jika tekanan pada gas makin besar maka dapat diketahui bahwa.....

            c. Jika volume gas makin besar maka dapat diketahui bahwa.....

            d. Jadi hubungan antara tekanan (P) dan volume (V) adalah....

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            

          LKS 1: mol dan massa molekul

          Ekeperimen terbimbing – INQUIRI (PENEMUAN) Terbimbing

          Pengertian mol dan massa molekul

            Besaran mol digunakan untuk menentukan jumlah molekul gas. Satu mol

            23 dinyatakan sebagai sejumlah gas yang mengandung 6,02 x10 buah molekul.

            Bilangan ini disebut bilangan Avogadro. Massa molekul M suatu gas adalah massa satu kilomol gas yang dinyatakan dalam kg atau massa mol yang dinyatakan dalam gram. Jika massa total adalah m maka jumlah mol gas dituliskan

            m n = M

            Keterangan n : Jumlah mol m : Massa total gas M : Massa molekul 1. Tujuan : Siswa dapat memahami konsep mol pada gas ideal.

            2. Alat dan Bahan: Balon, Video simulasi, LCD proyektor

            3. Langkah-langkah:

            a. Ambil balon

            b. Tiup ujung balon hingga balon dapat bertambah besar

            c. Amati simulasi yang diputar oleh guru d.

            Perhatikan bahwa balon juga dapat meletus saat dipanaskan.

            4. Rumusan Masalah :

            a. Apa yang terjadi jika balon ditiup terus-menerus?mengapa hal tersebut dapat terjadi? b. Mengapa balon dapat tiba-tiba meletus demikian?(lihat simulasi)

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            c. Apakah perbedaan dari balon yang meletus karena terus-menerus ditiup dan balon yang meletus karena terus-menerus dijemur dibawah sinar matahari?

            5. Data dan Analisa :

            Apa yang dapat kalian amati dari percobaan dan simulasi tadi? Pada balon yang anda tiup Pada balon yang terdapat di video

            6. Kesimpulan :

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            5 Saya senang mengikuti pembelajaran ini

            11 Saya membaca materi yang telah diajarkan di sekolah

            10 Saya lebih suka jika melihat video demonstrasi suatu percobaan dalam fisika

            9 Saya sangat suka jika melakukan praktikum

            8 Pertanyaan guru membuat saya terpancing untuk mempelajari materi lebih dalam

            7 Menurut saya ini adalah materi yang mudah

            6 Menurut saya teman-teman saya juga senang mengikuti pembelajaran ini

            

          Lampiran A.5. Kuisioner Persepsi

            Nama :_________________ Kelas : _________________ Berilah tanda ( ) pada jawaban yang menurut anda paling cocok.

            3 Guru memberikan pembelajaran dengan cara yang menarik

            2 Cara guru dalam memberikan melaksanakan proses pembelajaran kali ini berbeda dengan sebelumnya

            1 Saya mengerti apa yang diajarkan oleh guru tentang materi teori kinetik gas

            

          NO PERNYATAAN SS S KS TS

            SS : Sangat Setuju S : Setuju KS :Kurang Setuju TS : Tidak Setuju

            Keterangan

            4 Saya sering bertanya didalam proses pembelajaran ini

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            ketika tiba di rumah

            12 Pada intinya saya memahami bagaimana materi tentang teori kinetik gas ini dapat diterapkan di kehidupan kita

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Lampiran A.6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Guru

            Nama Sekolah : SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Mata Pelajaran : Fiska Kelas / semester : XI IPA / Genap Pertemuan : 1 - 4 Waktu : 16 x 45’

            Standar Kompetensi :

            3. Menerapkan konsep termodinamika dalam mesin kalor.

            Kompetensi Dasar : 3.1 Mendeskripsikan sifat-sifat gas ideal monoatomik. Indikator :

          • Mendeskripsikan persamaan umum gas ideal pada persoalan sehari-hari.
          • Menerapkan persamaan umum gas ideal pada proses isotermik, isokhorik, dan isobarik.

            2. Menunjukkan hukum Boyle-Gay Lussac melalui eksperimen;

            3. Menjelaskan persamaan gas ideal;

            4. Mengaplikasikan persamaan gas ideal dalam permasalahan;

            5. Menjelaskan pengertian asas ekuipartisi energi;

            I. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Menjelaskan perilaku gas sejati yang menghasilkan model gas ideal.

            8. Menerapkan konsep gas ideal pada kehidupan sehari-hari.

            II. MATERI PEMBELAJARAN.

            Teori kinertik gas

            III. METODE PEMBELAJARAN Tanya- jawab, Demonstrasi, Diskusi informasi, Pemberian tugas.

            IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN

            Langkah-langkah : Pertemuan ke-1 (2 x 45’)

            Taha p Kegiatan Waktu

            Persi apan Awa l Inti

            Guru menyiapkan pompa sepeda, balon karet Guru bertanya, hukum apa saja yang berlaku pada saat pompa sepeda dengan digunakan ?

            Guru mendemonstrasikan pompa sepeda untuk meniup balon yang telah disediakan, kemudian memberikan informasi denifisi gas ideal, hukum 10’ 70’

            6. Menjelaskan prinsip teori kinetik gas; 7. Menjelaskan konsep energi kinetik partikel gas.

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Boyle, dan hukum Gay Lussac. Hukum Boyle : kedaan gas ideal pada suhu tetap. P . V = konstan Hukum Gay Lussac : keadaan gas ideal pada volume tetap.

            V

            = konstan

            T

            Hulum Boyle – Gay Lussac : P .

            V P . 1 V P 1 2 V 2 = konstan,

            = T T T 2 Siswa mengamati sambil mencatat.

            

          Guru memberikan contoh penyelesaian soal yang beruhubungan dengan

          hukum tentang gas ideal dan dilanjutan memberikan soal latihan Siswa mengerrjakan soal-soal latihan. Guru menutup pertemuan dengan memberi tudas mandiri kerja ilmiah 10’ mengamati hubungan tekan dan volume gas.

            Akhi r

            Pertemuan ke-2 (2x 45’) Taha Kegiatan Waktu p

          awal Guru membuka pelajaran yang diteruskan dengan tanya jawab mengenai 10’

          konsep inti

            75’ gas ideal dan gas nyata serta hukum-hukum yang berlaku.

          Guru memberikan ceramah yang disertai dengan tanya jawab mengenai

          hukum Boyle dan Gay Lussac.

            

          Siswa melakukan diskusi untuk mengidentifikasi dan memformulasikan

          hukum Boyle.

          Siswa melakukan diskusi untuk mengidentifikasi dan memformulasikan

          hukum Gay Lussac. Siswa melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan hukum Boyle-Gay Lusaac. Siswa melakukan diskusi untuk mengidentifikasi peralatan teknologi berdasarkan hukum Boyle-Gay Lussac. Dengan cara tanya jawab, siswa menyimpulkan dan guru memberi akhir

            5’ penekanan pada materi yang telah dibahas, diteruskan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, membaca dan memahami materi berikutnya.

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Pertemuan ke-3 (2 x 45’) Taha

            Kegiatan Waktu p Awa Guru memeriksa tugas yang dikerjakan siswa pada pertemuan sebelumnya, 10’ bagi siswa yang belum melaksanakan kerja ilmiah, guru menambah l tugasnya diluar jam pelajaran.

            Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan 70’ kerja ilmiahnya di depan kelas, dan dilanjutkan tanya jawab antar siswa. Inti

            Guru mengarah siswa dalam menanggapi pertanyaan-pertanyan dari siswa. Siswa diharapkan dapat menyimpulkan pembelajaran yang sudah dilakukan.

            10’ Akhi Guru menutup pertemuan dengan memberikan tes. r

            Pertemuan ke-4 (2 x 45’) Tahap Kegiatan Waktu

            Awal Guru membuka pertemuan dengan mengingatkan siswa pada pengertian 5’ gas ideal. Inti

            80’

            Siswa melakukan diskusi kelompok untuk memformulasikan persamaan gas ideal Guru membimbing siswa dalam kegiatan ini Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya

            Dari hukum Boyle – Gay Lussac ditentukan persamaan gas umum gas ideal sebagai berikut :

            P .

            V = n . R = N . k

            T Sehingga : P . V = n R T = N k T Guru membeikan contoh soal dan penyelesainnya dilanjutkan memberikan latihan soal. Siswa mengerjakan latihan soal.

            Akhir

            5’ Guru menutup pertemuan dengan memberikan latihan soal-soal hukum Boyle-Gay Lussac tentang gas ideal.

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            12

            126

            19

            18

            17

            16

            15

            14

            13

            Lampiran A.7. Ceklist Pengamatan Keaktifan Kelas XI IPA NO NAMA BERTANYA MENERANGKAN MENJAWAB PERTANYAAN GURU MENGERJAKAN LKS MENGERJAKAN DI DEPAN MELAKUKAN EKSPERIMEN MENDENGAR PENJELASAN BERDISKUSI

            1

            10

            9

            8

            7

            6

            5

            4

            3

            2

            11

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Lampiran B.1 Sampel Hasil Pengisian Soal Pretest Kelas Kontrol

            127

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            128

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            129

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Lampiran B.2 Sampel Hasil Pengisian Soal Pretest Kelas Eksperimen

            130

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            131

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            132

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Lampiran B.3 Sampel Hasil Pengisian Soal Postest Kelas Kontrol

            132

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            134

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            135

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Lampiran B.4 Sampel Hasil Pengerjaan LKS 1

            136

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            137

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            138

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Lampiran B.5 Sampel Hasil Pengerjaan LKS 2

            139

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            140

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            141

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            

          Lampiran B.6 Sampel Hasil Kuisioner Persepsi Siswa Kelas Kontrol

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            

          Lampiran B.7 Sampel Hasil Kuisioner Persepsi Siswa Kelas Eksperimen

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Lampiran B. B.8 Surat Keterangan Telah Melakukan Pen Penelitian

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            

          Lampiran B.9 Dokumentasi dan Pelaksanaan Penelitian

            Siswa sedang berdiskusi tentang percobaan yang ada dalam LKS Siswa sedang melakukan praktikum percobaan tentang persamaan keadaan gas ideal

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Siswa sedang mengerjakan soal evaluasi

Dokumen baru

Download (167 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan education game software untuk membantu pemahaman konsep materi peluang bahasan kaidah pencacahan pada siswa kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta.
0
3
205
Penerapan pendekatan salingtemas (sains-lingkungan-teknologi-masyarakat) dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi ekosistem kelas X SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul.
0
0
171
Penerapan pendekatan salingtemas (sains-lingkungan-teknologi-masyarakat) dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi ekosistem kelas X SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul.
1
1
171
Pengembangan education game software untuk membantu pemahaman konsep materi peluang bahasan kaidah pencacahan pada siswa kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta
0
5
203
Korelasi antara lingkungan tempat tinggal siswa dan sekolah dengan prestasi belajar fisika pada siswa kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
0
160
Deteksi miskonsepsi dalam film kartun Tom and Jerry episode ``Cruise Cat`` dan pada siswa kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yang menyaksikannya - USD Repository
0
0
106
Penerapan metode role playing sebagai upaya meningkatkan pemahaman materi siklus akuntansi perusahaan jasa siswa kelas XII Sosial - USD Repository
0
0
264
Pendidikan agama Katolik dalam upaya mengembangkan sikap solider siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
4
139
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan rumus-rumus trigonometri untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Sedayu - USD Repository
0
0
300
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) dalam upaya meningkatkan motivasi belajar ekonomi : studi kasus pada siswa kelas XD SMA Pangudi Luhur Sedayu - USD Repository
0
0
299
Penerapan pendekatan salingtemas (sains-lingkungan-teknologi-masyarakat) dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi ekosistem kelas X SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul - USD Repository
0
0
169
Penerapan pendekatan salingtemas (sains-lingkungan-teknologi-masyarakat) dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi ekosistem kelas X SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul - USD Repository
0
0
169
Penerapan model pembelajaran kooperatif pada materi jurnal umum sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman siswa kelas X SMA : penelitian tindakan kelas pada siswa kelas X3 SMA N 6 Yogyakarta - USD Repository
0
2
277
Penerapan pembelajaran kooperatif dengan Think Pair Share untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada materi rantai makanan siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta tahun 2011/2012 - USD Repository
0
0
160
Penerapan pendekatan inkuiri untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta mata pelajaran Biologi dengan materi gerak pada tumbuhan - USD Repository
0
0
242
Show more