PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU STATIKA DAN TEGANGAN SISWA KELAS X SMKN 5 BANDUNG.

Gratis

0
0
40
2 years ago
Preview
Full text

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMSGAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU

  Tujuandilakukannya penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan model pembelajaran kooperatif tipe TGTdan mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap prestasi belajar. Dengan penelitian ini, harapannya bagi guru dapat mencoba menggunakan model pembelajarankooperatif tipe TGT pada pelajaran Ilmu Statika dan Tegangan yang dibuat semenarik mungkin agar siswa merasa antusias dalam belajar dan berkelompok.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peranan penting dalam proses pembudayaan dan

  1 Mictra Gustiasih, 2013 Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Statika Dan Tegangan Siswa Kelas X SMKN 5 Bandung pemberdayaan peserta didik. SMKN 5 Bandung merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan yang memiliki visi yaitu:Menghasilkan lulusan dengan dilandasi nilai keimanan dan ketakwaan serta berbasis kewirausahaan dengan kompetensi utama di program studikeahlian teknik survei dan pemetaan, teknik bangunan, teknik kimia serta teknik komputer dan informatika.

6. Menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dalam rangka peningkatan pelayanan pelaksanaan pendidikan

  Masing-masing siswa kelas X dengan nilai rapor di bawah KKM adalah sebanyak 10% pada kelas X TGB 1, 11% pada kelas X TGB2, 28% pada kelas X TGB 3, 14% pada kelas X TGB 4, dan 37% pada kelas X TGB 5. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru yang mengajar siswa kelas X program keahlian Teknik GambarBangunan di SMKN 5 Bandung tahun ajaran 2013/2014 pada mata pelajaranIlmu Statika dan Tegangan.

B. Identifikasi dan Perumusan Masalah

Pelajaran I lmu Statika dan Tegangan SMKN 5 Bandung yaitu sebagai berikut: a. Perhatian siswa dalam belajar cenderung rendah

  Penelitian dilakukan pada mata pelajaran ilmu statika dan tegangan dibatasi dengan standar kompetensi memahami ilmu statika dan tegangan, kompetensi dasar menerapkan besaran vektor untuk mempresentasikan gaya, momen, dankopel C. Memperoleh gambaran tentang prestasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada mata pelajaran ilmu statika dan teganganc.

1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis, penelitian ini berusaha membuktikan teori-teori yang sudah ada guna menambah perbendaharaan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan,khususnya pada bidang meningkatkan prestasi belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT. 7

2. Manfaat Praktis a

  Bagi Peneliti, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai model pembelajaran kooperatif tipe TGT yang berpengaruh terhadap Prestasi Belajar. Bagi siswa, penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan untuk para siswa agar lebih meningkatkan prestasi belajar dengan memperhatikan apapun model pembelajaran yang guru berikan.

E. Struktur Organisasi Skripsi

  Bab II kajian pustaka, membahas tentang Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Mata Pelajaran IlmuStatika dan Tegangan SMKN 5 Bandung, meliputi kajian teori mengenai prestasi belajar berupa pengertian prestasi belajar, dan faktor-faktor yang mempengaruhiprestasi belajar. lalu mengenai pembelajaran ilmu statika dan tegangan berupa pengertian pembelajaran ilmu statika dan tegangan, dan karakteristikpembelajaran ilmu statika dan tegangan.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mengambil lokasi di SMK Negeri 5 Bandung kelas XI Mata Pelajaran Ilmu Statika dan Tegangan Tahun Ajaran

  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Program KeahlianTeknik Gambar Bangunan pada Mata Pelajaran Ilmu Statika dan Tegangan di SMKN 5 Bandung Tahun ajaran 2013/2014. 4 33O 4 : Pengukuran Hasil Belajar Akhir pada Kelompok Kontrol X 1 : Pembelajaran dengan kooperatif tipe TGT X 2 : Pembelajaran dengan konvensional Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Times Games Tournaments (TGT) terhadap prestasi belajar ilmustatika dan tegangan siswa kelas X SMKN 5 Bandung.

C. Metode Penelitian

  Arikunto (2010: 203 ) mengemukakan bahwa “Metode Penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya ”. Quasi experimental design digunakan untuk membantu peneliti dalam melihat hubungan kausal dari berbagai macam situasi yang ada dengan kontrol yang lebih baik daripada pra eksperimen.

1. Tahap-tahap Penelitian a. Perencanaan

  Menyusun rancangan yang akan dilaksanakan, sesuai dengan temuan masalah dan gagasan awal. Dalam perencanaan ini, peneliti mempersiapkanrencana pembelajaran sesuai dengan materi yang ditetapkan, lembar kegiatan, lembar tes akhir tindakan/ posttest.

b. Pelaksanaan

  Pada tahap ini peneliti melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT sesuai yang telah direncanakan pada kelompokeksperimen dan melaksanakan pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol. Prestasi belajar dalampenelitian ini menggunakan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaranIlmu Statika dan Tegangan di SMKN 5 Bandung pada tahun ajaran2013/2014.

E. Instrumen Penelitian Mictra Gustiasih, 2013

  Adapun instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah test, dan lembar observasi yang berisi kriteria penilaian untuk mengukur proses terjadinya pembelajaran kooperatif tipeTGT. Standar kompetensi pada saat pelaksanaan treatment adalahmemahami ilmu statika dan tegangan dengan kompetensi dasar menerapkan besaran vektor untuk mempresentasikan gaya, momen, dan kopel.

F. Proses Pengembangan Instrumen

  Sedangkan instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabel (Arikunto 2010: 211). Supaya memperoleh data penelitian yangyang baik tersebut, maka dilakukan uji validitas, uji reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda.

1. Pengujian Validitas

  Dari hasil pengujian keseluruhan item soal yang berjumlah 30, dilakukan kepada 20 orang responden terdapat lima item soal yaitu item soal nomor 18, 20,22, 26, dan 30 yang tidak valid. Jumlah soal yang akandigunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa pada penelitian berikutnya menjadi 25 item soal dan diberikan kepada sebanyak 56 responden dengan 22responden untuk kelas eksperimen dan 34 responden untuk kelas kontrol.

2. Pengujian Reliabilitas

Reliabilitas adalah alat penilaian yang dapat dipercaya atau diandalkan ketepatannya. Pengujian reliabilitas instrumen digunakan rumus Kuder- Richardson 20 (K-R 20), yaitu:Mictra Gustiasih, 2013Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Statika Dan Tegangan Siswa Kelas X SMKN 5 Bandung 39Keterangan: r 11 : Reliabilitas instrumen p : Proporsi subjek yang menjawab betul pada sesuatu butir q : Proporsi subjek yang menjawab salah pada sesuatu butirk : banyaknya butir pertanyaan

2 Vt : Varians total

  (Arikunto, 2010: 231)Nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan tabel interpretasi koefisien reliabilitas untuk mengetahui tinggi, cukup, ataurendahnya validitas instrumen. Tabel 3.5 Tabel Interpretasi Nilai r Besarnya nilai r Interpretasi Antara 0,800 sampai dengan 1,00 TinggiAntara 0,600 sampai dengan 0,800 CukupAntara 0,400 sampai dengan 0,600 Agak rendahAntara 0,200 sampai dengan 0,400 RendahAntara 0,000 sampai dengan 0,200 Sangat Rendah (Tak Berkorelasi) Sumber: Arikunto, (2010: 319) Perhitungan hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada lampiran.

3. Tingkat Kesukaran

  Dalam Sudjana (2009: 135) “Tingkat kesukaran soal adalah kesanggupan atau kemampuan siswa dalam menjawab soal ”. Analisis butir soal ini dilakukan untuk mengetahui layak tidaknya suatu soal dipakai sebagai instrumen penelitian.

4. Daya Beda

  Dalam Sudjana (2009: 141) “Analisis daya pembeda mengkaji butir-butir soal dengan tujuan untuk mengetahui kesanggupan soal dalam membedakan siswa yang tergolong mampu (tinggi prestasinya) dengan siswa yang tergolong kurang atau lemah prestasinya”. Seluruh pengikut tes, Mictra Gustiasih, 2013Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Statika Dan Tegangan Siswa Kelas X SMKN 5 Bandung 41dideretkan mulai dari skor teratas sampai terbawah, lalu di bagi dua”.

G. Teknik Pengumpulan Data

  Pengumpulan data harus ditangani secara serius agar memperoleh hasil yang Mictra Gustiasih, 2013Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Statika Dan Tegangan Siswa Kelas X SMKN 5 Bandung 42sesuai dengan pengumpulan variabel yang tepat. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan tes, dan observasi.

1. Tes

  Tes digunakan untuk mengetahui implikasi dari tindakan yang telah dilakukan terhadap tingkat penguasaan konsep besaran vektor untuk mempresentasikan gaya, momen, dankopel pada mata pelajaran Ilmu Statika dan Tegangan. Tes dilakukan untuk memperoleh data mengenai hasil belajar siswa pada matapelajaran Ilmu Statika dan Tegangan dan hasil belajar siswa setelah diberikan pembelajaran kooperatif tipe TGT.

H. Teknik Analisis Data

  Setelah memperoleh data pretest dan posttest dari kedua kelompok, maka dilakukan analisis data penelitian. Adapun teknik analisis yang digunakan padapenelitian ini diuraikan sebagai berikut.

1. Uji Kecenderungan

  Pengujian ini untuk mengkategorikan nilai melalui skala Mictra Gustiasih, 2013Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Statika Dan Tegangan Siswa Kelas X SMKN 5 Bandung 43penilaian yang telah ditetapkan sebelumnya. Membuat daftar frekuensi yang diharapkan dengan cara: Menentukan batas kelas, yaitu angka skor kiri kelas interval pertama 1) dikurangi 0,5 dan kemudian angka skor-skor kanan kelas interval ditambah 0,5 2) Mencari nilai Z-Score dari Tabel Kurve Normal dari O-Z dengan menggunakan angka-angka untuk batas kelasZ = 3) Mencari luas tiap kelas interval 4) Mencari frekuensi yang diharapkan (fe) i.

2 X =

  Uji homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui kesamaan varians dari data yang diperoleh melalui pretest dan posttest. 2 s = s =Keterangan: 2 s : Varians(Isparjadi, 1988: 27) F = (Isparjadi, 1988: 61)Berdasarkan hasil dari uji F tersebut kemudian mencari F tabel dengan taraf signifikansi 0,05 dan dk = n-1.

4. Uji Kesamaan Rata-rata (Uji t)

  Uji kesamaan rata-rata dilakukan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan pada kedua kelompok. Yaitu keadaan nilairata-rata pretest siswa pada kelas eksperimen dengan siswa pada kelas kontrol, keadaan nilai rata-rata posttest siswa pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol,berdistribusi normal dan homogen.

2 S : varian sampel kesatu

  Uji Gain Ternormalisasi Meltzer dalam Sulaeman (2011) mengembangkan sebuah alternatif untuk menjelaskan gain yang disebut normalized gain (gain ternormalisasi) yangdiformulasikan dalam bentuk seperti dibawah ini: Gain ternormalisasi tersebut diinterpretasikan dengan menggunakan kriteria yang diungkapkan oleh Hake dalam Sulaeman (2011) yang terdapat pada tabel 2 berikut. Tabel 3.7 Gain Ternormalisasi Gain Ternormalisasi Kriteria 0,7 < g TinggiSedang 0,3 < g ≤ 0,7 Rendah g ≤ 0,3Mictra Gustiasih, 2013Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Statika Dan Tegangan Siswa Kelas X SMKN 5 Bandung 48Setelah data gain ternormalisasi diperoleh, maka langkah selanjutnya yaitu menganalisis dan mengolah data.

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Dari analisis data dan pembahasan hasil penelititan dapat disimpulkan sebagai berikut

  Prestasi belajar siswa model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada mata pelajaran ilmu statika dan tegangan cenderung dikategorikan cukup. Ada peningkatan hasil belajar mata pelajaran Ilmu Statika dan Tegangan pada siswa kelas eksperimen melalui penerapan model pembelajaran kooperatiftipe TGT.

B. Rekomendasi

  Dengan penelitian eksperimen ini, harapannya bagi guru dapat mencoba menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada pelajaran IlmuStatika dan Tegangan. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah sampel, waktu penelitian dan menguasai model pembelajaran yang akan diterapkan agardapat memperoleh hasil penelitian lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

  Mictra Gustiasih, 2013Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Statika Dan Tegangan Siswa Kelas X SMKN 5 Bandung http://www. Tersedia: 75 Mictra Gustiasih, 2013Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Statika Dan Tegangan Siswa Kelas X SMKN 5 Bandung Saifudin, Azwar.

1 Cilaku. Skripsi: Universitas Pendidikan Indonesia Suprijono, Agus. (202). Cooperative Learning Teori & Aplikasi Learning

  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournaments). Ilmu Statika dan Tegangan.

Dokumen baru

Download (40 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X PADA MATERI VEKTOR DI SMA N 1 KUTA COT GLIE.
0
18
1
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK VIRUS KELAS X SMA ARJUNA BANDAR LAMPUNG
0
13
55
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA (Studi pada Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 10 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2011/2012)
0
8
31
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP AKTIVITAS DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA MATERI POKOK ORGANISASI KEHIDUPAN KELAS VII SMPN 8 BANDAR LAMPUNG
1
13
52
PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN SPEAKING MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) KELAS X SMAN 8 BANDAR LAMPUNG
3
27
117
PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MTS ASH-SHOHIBIYAH ANTARA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DAN TEAM ASISTED INDIVIDUALIZATION (TAI)
0
0
5
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP SIKAP SPORTIVITAS SISWA DALAM PENDIDIKAN JASMANI
0
0
12
PENGARUH KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SDN 34 PONTIANAK
0
0
10
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
0
1
11
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD
0
1
5
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA PEMBELAJARAN GETARAN DAN GELOMBANG DI KELAS VIII SEMESTER II MTs-N 2 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN20132014
0
0
22
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI SISTEM GERAK PADA MANUSIA KELAS VIII SMP 7 PALANGKA RAYA SKRIPSI
0
1
87
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DAN STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION PADA MATERI ANIMALIA SISWA KELAS X MAN PULANG PISAU
0
0
109
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN MEDIA PERMAINAN KARTU DESTINASI UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS X IIS 2 SMA NEGERI 5 SURAKARTA PADA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 20152016
0
0
13
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TEAMS GAME TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA
0
0
16
Show more