Tingkat toleransi hidup bersama mahasiswa asrama (studi deskriptif pada mahasiswa Student Residence Sanata Dharma tahun akademik 2015/2016, dan Implikasinya terhadap penyusunan usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial).

Gratis

0
2
102
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Selain itu untuk menganalisis aspek-aspek toleransi hidup bersamayang paling tinggi intensitasnya sebagai cermin deskripsi tingkat toleransi mahasiswa di Student Residence Sanata Dharma dan mengidentifikasi item-iteminstrumen yang rendah untuk dijadikan dasar penyusunan usulan topik bimbingan konseling. Terdapat 4 mahasiswa (5,4%) memiliki toleransi sedang, dan tidak ada yang berada pada kategori rendah dan sangat rendah.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul“TINGKAT TOLERANSI HIDUP BERSAMA MAHASISWA ASRAMA (StudiDeskriptif pada Mahasiswa di Student Residence Sanata Dharma Tahun Akademik 2015/2016, dan Implikasinnya terhadap Penyusunan Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi-Sosial). Bapak dan Ibu dosen dari Program Studi Bimbingan dan Konseling juga Bapak, Ibu, Romo, Suster sebagai dosen yang telah memberikan ilmu danmembimbing penulis selama studi di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma.

BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi uraian mengenai latar belakang, identifikasi masalah

A. Latar Belakang Masalah

  Selain itu mahasiswa yang tinggal di Student Residence Sanata Dharma ini terdiri dari laki-laki dan perempuan yang datang dari berbagai daerah yang berbeda. Hubungan keakraban, rasa persaudaraan dan kekeluargaan dapat terjalin dengan baik ketika seseorang memiliki relasi yang Berdasarkan latar belakang yang dijabarkan di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang“Tingkat Toleransi Hidup Bersama Mahasiswa Asrama (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Student Residence Sanata Dharma Tahun Akademik 2015/2016, dan Implikasinnya terhadap Penyusunan UsulanTopik-topik Bimbingan Pribadi-Sosial )”.

B. Identifikasi Masalah

  Adanya indikasi kurang toleransi dalam hidup bersama (dalam menghargai perbedaan pendapat dan keragaman). Fokus kajian padapenelitian ini yaitu toleransi dalam hidup bersama di Student Residence Sanata Dharma tahun akademik 2015/2016.

1. Seberapa tinggi tingkat toleransi hidup bersama diantara mahasiswa di

  Aspek-aspek toleransi hidup bersama mana saja yang paling tinggi intensitas persentasenya sebagai cermin deskripsi tingkat toleransi mahasiswa diStudent Residence Sanata Dharma? Item-item instrumen mana saja yang teridentifikasi perolehan skornya rendah untuk dijadikan dasar penyusunan usulan topik bimbingan pribadi sosial?

E. Tujuan Penelitian

  Mendeskripsikan tingkat toleransi hidup bersama mahasiswa di Student Residence Sanata Dharma tahun akademik 2015/2016. Menganalisis aspek-aspek toleransi hidup bersama yang paling tinggi intensitasnya sebagai cermin deskripsi tingkat toleransi mahasiswa di StudentResidence Sanata Dharma.

F. Manfaat Penelitian

  Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini yaitu: 1. Manfaat TeoritisPenelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmu pengetahuan bagi pendidikan, khususnya bidang Bimbingan dan Konseling dalam programpendampingan untuk meningkatkan toleransi hidup bersama.

2. Manfaat Praktis

  Bagi pengelola asrama Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan informasikepada pengelola asrama, dalam membimbing dan mendampingi mahasiswa untuk meningkatkan sikap toleransi hidup bersama di asrama. Kegunaan lain dari hasil penelitian ini untuk membantu memecahkan dan mengantisipasi masalah yang ada pada mahasiswa yang tinggal di StudentResidence Sanata Dharma.

G. Definisi Istilah

  1. Toleransi hidup bersama yaitu sikap tidak memaksa orang lain untuk mengikuti keinginannya dan bisa menerima perbedaan yang ada pada oranglain dengan dirinya.

2. Mahasiswa yaitu individu dengan rentang usia 18-25 tahun yang sedang menuntut ilmu di tingkat perguruan tinggi

  Student Residence Sanata Dharma yaitu pemondokan atau tempat tinggal bagi mahasiswa Universitas Sanata Dharma, yang hidup bersama dalam komunitasdan mengikuti program-program pendampingan dari asrama. Bimbingan pribadi-sosial adalah bantuan berupa layanan yang diberikan kepada individu untuk mencapai tugas perkembangannya mengenai dirisendiri dan hubungannya dengan orang lain.

BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab ini berisi uraian mengenai hakikat toleransi hidup bersama dan hakikat mahasiswa sebagai dewasa awal. A. Hakikat Toleransi Hidup Bersama 1. Pengertian Toleransi Hidup Bersama Toleran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah bersifat

  Menurut Kemendiknas (2010), toleransi yaitu sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, etnis, sikap dan tindakan orang lain yangberbeda dari dirinya. Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu memerlukan kehadiran dan Berdasarkan penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa toleransi adalah sikap menenggang, menerima dan menghargai adanyaperbedaan antara dirinya dengan orang lain.

2. Aspek-aspek Toleransi Hidup Bersama

  Misalnya pada saatpertemuan seseorang memiliki pendapat yang berbeda dengan beberapa orang lainnya, maka orang yang memilki sikap toleransiakan menghormati perbedaan tersebut dan tidak memaksa untuk memiliki pendapat yang sama. Menghargai keragaman manusia, berbagai nilai positif, serta bermacam peran manusia yang memiliki latar belakang, suku, agama,negara dan budaya yang berbeda.

3. Karakteristik Individu yang Memiliki Toleransi Hidup Bersama

Mustari (2014:168) menguraikan karakteristik individu yang bersikap toleransi sebagai berikut:

a. Menerima perbedaan dan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain

  Selain ituindividu yang bertoleransi akan menghargai perbedaan tersebut dan tidak memaksa orang lain sesuai kehendaknya. Individu bersikap toleransi tidak akan memaksa orang lain untuk sama dengan dirinya dalam hal pemikiran, keyakinan ataupunkebiasaannya.

d. Tidak memaksakan pada seseorang untuk menganut suatu kepercayaan tertentu

  Bersikap toleransi berarti tidak memaksa orang lain untuk sama dengan dirinya, melainkan mengakui kebebasan untuk berbeda sesuaikepercayaan. Misalnya individu lainnya harusmenghormati hak orang untuk beragama lain.

4. Manfaat Toleransi Hidup Bersama

  Mengembangkan kemampuan untuk menerima kehadiran orang lain yang berbeda-beda dengan tujuan dapat hidup bersama orang lainsecara damai. Dapat mengakui individualitas dan keragaman Individu yang memiliki sikap toleransi memahami bahwa setiapindividu memiliki keunikan tersendiri sehingga ada keragaman yang tampak dalam hidup bersama.

B. Hakikat Mahasiswa sebagai Dewasa Awal 1. Pengertian Dewasa Awal

  Tilker dan Hurlock mengemukakan dewasa awal adalah masa pencarian kemantapan dan masa reproduktif yaitu suatu masa yang penuhdengan masalah dan ketegangan emosional, periode isolasi sosial, periode komitmen, dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreativitasdan penyesuaian diri pada pola hidup yang baru. Masa dewasa dini atau masa dewasa awal merupakan masa penuh konflik di antara ketiga pola (masa dewasa awal, madya, dan masa tua).

2. Tugas Perkembangan Dewasa Awal

  Menurut Havighurst (Khairani, 2013), tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan individu pada fase-fase atau periodekehidupan tertentu; dan apabila berhasil mencapainya mereka akan berbahagia, tetapi sebaliknya apabila mereka gagal akan kecewa dandicela orang tua atau masyarakat dan perkembangan selanjutnya juga akan mengalami kesulitan. Belajar hidup dengan pasangan Hidup berkeluarga merupakan hidup bersama antara dua orangyang memiliki dua latar belakang kehidupan, sifat dan mungkin minat dan kebiasaan yang berbeda.

3. Ciri-Ciri Dewasa Awal

  Anderson (Marleny, 2015) mengemukakan adanya beberapa ciri periode masa dewasa awal:a. Berorientasi pada tugas, bukan pada diri dan ego yaitu berorientasipada tugas-tugas yang dikerjakannya dan tidak condong pada perasaan diri sendiri atau kepentingan pribadi.

b. Tujuan yang jelas dan kebiasaan kerja yang efisien, yaitu melihat tujuan yang yang ingin dicapai dengan jelas

d. Keobjektifan, yaitu memiliki sikap objektif, yakni berusaha mencapai keputusan dalam keadaan yang bersesuaian dengan kenyataan

  Menerima kritik dan saran, yaitu memiliki kemauan yang realistis, paham bahwa dirinya tidak selalu benar sehingga terbuka terhadapkritik dan saran orang lain demi peningkatan dirinya. Penyesuaian yang realistis terhadap situasi-situasi baru; orany yangmemiliki ciri fleksibel dan dapat menempatkan diri dengan kenyataan yang dihadapinya dengan situasi-situasi baru.

4. Karakteristik Periode Dewasa Awal

Menurut Hurlock (Khairani, 2013) masa dewasa terbagi dalam beberapa periode, yaitu: periode dewasa awal: 18-40 tahun, dewasamadya: 40-60 tahun dan dewasa akhir 60 tahun keatas (periode ini sering disebut lanjut usia atau lansia). Adapun karakteristik periode dewasa awalyaitu:

a. Merupakan periode pemantapan dan pengendapan

  Ketegangan tersebut antara laindisebabkan karena meraka harus mulai mampu melepaskan ketergantungan dari orang tua, teman-teman dan mencapaikemandirian secara emosional, walaupun ia tetap mempertahankan hubungan emosional yang erat dengan orang lain. Periode perubahan nilaiBanyak nilai-nilai yang telah dikembangkan selama masa anak-anak dan remaja mengalami perubahan setelah individu memasuki usiadewasa muda, karena kontak sosialnya yang makin meluas dan bervariasi dengan orang-orang yag berbeda usianya.i.

C. Hakikat Hidup Berasrama 1. Hidup berasrama

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian asrama adalah bangunan tempat tinggal bagi kelompok orang untuk sementarawaktu, terdiri atas sejumlah kamar, dan dipimpin oleh kepala asrama. Keberadaan asrama di Yogyakarta sangat diperlukan dilihat dari banyaknya mahasiswa ataupun pelajar yang datang dari berbagai daerah.

2. Fungsi Asrama

  Ada beberapa fungsi yang diemban oleh sebuah asrama mahasiswa, antara lain sebagai berikut: Asrama sebagai sarana penunjang kegiatan belajar yang efektif dengan lingkungan yang kondusif. Individu dapatbersosialisasi dengan orang lain dengan bergaul dan berinteraksi dengan sesama penghuni asrama.

3. Upaya-upaya Membangun Toleransi Hidup Bersama

  Bersikap toleran terhadap keyakinan dan ibadah yang dilaksanakan oleh yang memiliki keyakinan dan agama yang berbeda. Melaksanakan ajaran agama dengan baik; Tidak memandang rendah dan tidak menyalahkan agama yang berbeda dan dianut oleh oranglain.

D. Bimbingan Pribadi Sosial 1. Pengertian Bimbingan Pribadi Sosial

  Menurut Winkel dan SriHastuti (2006) bimbingan pribadi sosial yaitu bimbingan dalam menghadapi keadaan batinnya sendiri dan mengatasi berbagaipergumulan dalam batinnya sendiri; dalam mengatur diri sendiri di bidang kerohanian, perawatan jasmani, pengisian waktu luang, penyaluran nafsuseksual dan sebagainya; serta bimbingan dalam membina hubungan kemanusiaan dengan sesama di berbagai lingkungan (pergaulan sosial). Selain itu bimbingan pribadi sosial yaitu layanan yang diberikan untuk membantuindividu dalam menghadapi dan mangatasi masalah, dimulai dari masalah dengan diri sendiri hingga masalah dalam berinteraksi dengan orang laindan lingkungannya.

2. Tujuan Bimbingan Pribadi-Sosial

  Berkaitan dengan bimbingan pribadi sosial, Syamsu Yusuf dan Juntika Nurihsan (2008: 14) menyebutkan beberapa tujuan dari bimbingan dankonseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial sebagai berikut: a. Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilaikeimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, sekolah,tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya.

b. Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing

  Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, sertamampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran yang dianutnya. Memiliki rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam bentuk komitmen, terhadap tugas dan kewajibannya.i.

BAB II I METODE PENELITIAN Bab ini berisi uraian mengenai jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian

A. Jenis Penelitian

  Menurut Sugiyono(2000), penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk memberikan gambaran terhadap satu objek yang diteliti melalui data sampel dan populasisebagaimana adanya dengan melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku secara umum. Jumlah responden yang menjadi sampel pada penelitian iniadalah 74 orang yang terdiri dari 45 perempuan dan 29 laki-laki.

E. Instrumen Penelitian

  Instrumen untuk pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket tertutup yaitu Kuesioner Toleransi Hidup Bersama Mahasiswa Asrama. Kisi-kisi kuesioner tingkat toleransi hidup bersama mahasiswa asrama dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.1 Kisi-kisi Kuesioner Toleransi Hidup Bersama Mahasiswa Asrama Aspek Indikator Nomor itemFavorable Unfavorable 1.

d. Menghargai privasi teman 14,17, 12,18,21

  Mampu menghargai keragaman agama, suku,bahasa, dan daerah 19,29,37 Mampu menerima kehadiranorang lain berbeda status sosial ekonomi 50 18 32 Jumlah c. Mampu menerima kelebihan dan kekurangan orang lain22,31 39,46,48 42 b.

F. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas

  Validitas isi didasarkan pada pertimbangan yang dilakukanseorang ahli (expert judgement), guna menelaah secara logis kesesuaian dan ketepatan rumusan setiap butir pernyataan kuesioner agar setiap itempernyataan yang dibuat tepat dengan aspek tujuan dan isi indikator atributnya sebagaimana dikonstruk dalam kisi-kisi instrumen, sehingga dapat dinyatakanbaik (Nurgiyantoro,2009). Hasil uji validitas yang dilakukan dalam penelitian ini memperoleh 40 item yang valid dan terdapat 10 item yang tidak valid.

2. Reliabilitas Menurut Azwar (2012, 180) reliabilitas diartikan dari kata reliability

  Pengukuran kuesioner yang memiliki reliabilitas tinggi berarti menghasilkan data yang reliabel. Inti dari reliabilitas adalah konsistensi sejauh mana hasilsuatu pengukuran dapat dipercaya.

G. Teknik Analisis Data

  Unfavorable 1 2 Analisis data merupakan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data, menyajikan data dari tiapvariabel yang diteliti, dan melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah (Sugiyono, 2010:207). Menentukan kategori Azwar (2009; 106) mengatakan bahwa pengkategorian memilikitujuan untuk menempatkan individu kedalam kelompok-kelompok yang terpisah berdasarkan atribut yang diukur secara berjenjang dan menurut suatukontinum.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi uraian mengenai hasil penelitian dan pembahasan atas hasil penelitian didasarkan pada rumusan masalah. A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Tingkat Toleransi Hidup Bersama pada Mahasiswa Student Residence Sanata Dharma Tahun Akademik 2015/2016 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan

  Tidak terdapat mahasiswa Student Residence Sanata Dharma yang toleransi hidup bersama di asrama tergolong kategori sangat rendah yangartinya mahasiswa dalam kategori ini sangat tidak mampu bertoleransi dalam hidup bersama di asrama. Tidak terdapat mahasiswa Student Residence Sanata Dharma yang toleransi hidup bersama di asrama tergolong kategori rendah yang artinyamahasiswa dalam kategori ini tidak mampu bertoleransi hidup bersama di asrama.

2. Analisis Aspek-Aspek Toleransi Hidup Bersama yang Intensitasnya Paling Tinggi sebagai Cermin Deskripsi Tingkat Toleransi Hidup Bersama pada Mahasiswa di Student Residence Sanata Dharma

  Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh data sebagai berikut: Tabel 4.2 Persentase Perolehan Skor per Aspek Toleransi Hidup Bersama Mahasiswa Asrama No Aspek Persentase 1. Perolehan persentase aspek-aspek lainnya secara berurutan yaitu sebagai berikut: “menghargai keragamanmanusia ”, 83,96 %; “menerima perbedaan dan tidak memaksa kehendakkepada orang lain ”, 83,85 %; “tidak memaksa pemikiran, keyakinan, dankebiasaannya pada orang lain ”, 83,36 %; dan aspek dengan persentaseterendah yaitu “rasa hormat”, 82,18 %.

3. Hasil Analisis Item-Item Instrumen Toleransi Hidup Bersama

  Item yang capaian skornya tergolongdalam kategori tinggi berjumlah 11 dan item yang capaian skornya tergolong dalam kategori sangat tinggi berjumlah 27 item. Saya membantu para pamong (pendamping) ketika 183 ada acara di asramaBerdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa tingkat toleransi hidup bersama mahasiswa di Student Residence Sanata Dharma tahun akademik 2015/2016, beberapa mahasiswa masih kurang bertoleransi dalam hidup bersama di asrama.

B. Pembahasan 1. Deskripsi Toleransi Hidup Bersama Mahasiswa Asrama

  Hasil penelitian tingkat toleransi hidup bersama mahasiswa asrama diStudent Residence Sanata Dharma tahun akademik 2015/2016 menunjukkanbahwa mahasiswa yang memiliki toleransi hidup bersama dengan kategori sangat tinggi sebanyak 48 orang dengan persentase 64,9%. Meminimalisir agar tidak terjadi pengulangan yang tidak perlu hasil penelitian ini digolongkanmenjadi 2 yaitu: toleransi hidup bersama yang rendah (yang berada pada kategori sedang ditafsirkan menjadi rendah), dan toleransi hidup bersamayang tinggi (yang berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi disatukan menjadi tinggi) Ada 5,4% mahasiswa yang toleransi hidup bersama masih tergolong sedang.

2. Analisis Aspek-Aspek Toleransi Hidup Bersama

  Hal ini seperti yang sudah dijelaskan pada latar belakang masalah yaitu bahwa ada mahasiswa yang acuh tak acuh dalam mengikuti kegiatan diasrama karena merasa ada diskriminasi antara mahasiswa program beasiswa yang satu dengan lainnya. Usulan Topik-Topik Bimbingan Pribadi SosialBerdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan, peneliti membuat usulan topik-topik bimbingan dengan pengembangan untuk meningkatkankemampuan toleransi dalam hidup bersama dengan orang lain, misalnya di asrama.

BAB V PENUTUP Bab ini berisi uraian mengenai kesimpulan hasil penelitian, keterbatasan penelitian, dan saran. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa:

1. Secara umum tingkat toleransi hidup bersama mahasiswa asrama di Student

  Hal ini dapat ditunjukkan dengan data yaitu terdapat 48mahasiswa dengan persentase 64,9% memiliki toleransi hidup bersama yang tergolong dalam kategori sangat tinggi, dan terdapat 4 mahasiswa yangmemiliki toleransi hidup bersama tergolong dalam kategori sedang dengan persentase 5,4%. Item kuesioner tingkat toleransi hidup bersama mahasiswa asrama yang teridentifikasi perolehan skornya rendah ada sejumlah 2 item yaitu itemnomor (7) Saya terlibat aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan asrama, dan (40) Saya membantu para pamong (pendamping) ketika ada acara di asrama.

B. Keterbatasan Penelitian

  Saran Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan yang telahdijelaskan di atas, ada beberapa saran dengan harapan menjadi masukan dalam melaksanakan penelitian yaitu sebagai berikut: 1. Bagi pembimbing asrama Para pembimbing asrama agar menyusun kegiatan dengan programpendampingan tentang hidup bersama dalam keberagaman untuk meningkatkan toleransi dalam hidup bersama di asrama.

2. Bagi peneliti lain

  Peneliti yang ingin melakukan penelitian lanjutan tentang toleransi hidup bersama disarankan agar menspesifikan masalah sehingga lebih fokusmendalami apa yang ingin diteliti. Pengumpulan data penelitian, dilakukan kepada semua subjek secara populasi yang berada di tempat penelitian agar memberikan hasil yanglebih lengkap.

DAFTAR PUSTAKA

  Pedoman Penulisan Skripsi Program Studi Bimbingan dan Konseling. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan.

1. Rasa hormat

  Menghormati martabat manusia dan hak asasimanusia 1,2,4b. Menghormati kebebasan hati nurani menetukan pilihan 5,7,8 c.

d. Menghargai privasi teman 14,17, 12,18,21 2

  Menghormati hak orang yang beragama lain26,38,41,47 LAMPIRAN 3KUESIONER Tingkat Toleransi Hidup Bersama Mahasiswa AsramaDisusun Oleh ADRIANA OCTAVIA ZECA CARION NIM : 121114072Program Studi Bimbingan dan Konseling Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma KUESIONERTingkat Toleransi Hidup Bersama Mahasiswa Asrama A. Saya sangat mengharapkan teman-teman mengisikuesioner ini dengan teliti, jujur, dan sesuai dengan diri dan pengalaman teman-teman.

3. Kurang Sesuai (KS) = Hal ini kurang sesuai dengan diri Anda dan pengalaman Anda dalam kehidupan sehari-hari

  = Hal ini tidak sesuai dengan diri Anda dan Tidak Sesuai (TS)pengalaman Anda dalam kehidupan sehari-hari. Jawablah setiap pernyataan dengan jujur dan teliti sesuai dengan diri Anda!

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Opini Mahasiswa Terhadap Figur Obama Dalam Iklan Wafer Tango (studi deskriptif terhadap mahasiswa Universitas Sumatera Utara).
1
55
148
Analisis persepsi mahasiswa akuntansi terhadap profesionalisme dosen akutansi (studi empiris pada mahasiswa perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta di Jember)
0
6
88
hubungan motivasi belajar antara mahasiswa yang bekerja dan tidak bekerja terhadap prestasi akademik (IPK) (Studi kasus mahasiswa pendidikan ips FITK semester 6)
7
22
89
Korelasi kemampuan akademik mahasiswa terhadap penyelesaian studi di program studi pendidikan fisika
0
6
65
Pengaruh pelibatan politik dan sikap tentang demokrasi terhadap toleransi politik mahasiswa fakultas psikologi Universitas Islam Negeri Jakarta
0
18
70
Prevalensi insomnia pada mahasiswa FKIK UIN angkatan 2011 pada tahun 2012
1
15
56
Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan Universitas islan Negeri syarif Hidayatullah Jakarta
0
2
161
Pengaruh motivasi akademik, gaya belajar dan penyesuaian diri di perguruan tinggi terhadap prestasi akademik mahasiswa Tahun pertama
14
82
164
Pengaruh character strengths dan gender terhadap stres akademik mahasiswa UIN Jakarta yang kuliah sambil bekerja.
10
75
145
Modernisme dan fundamentalisme Islam (studi kasus pada mahasiswa Uin Syarif Hidayatullah Jakarta)
0
7
148
Pengaruh persepsi kualitas layanan akademik terhadap kepuasan mahasiswa fakultas psikologi UIN Jakarta
0
3
116
Pengaruh self-regulated learning dan dukungan sosial terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
0
20
0
Pengaruh citra institusi dan kepercayaan terhadap loyalitas mahasiswa (survei pada mahasiswa jenjang Program DIII, pada universitas swasta di Kota Bandung)
0
3
1
Persepsi produk makanan organik dan minat beli konsumen (studi pada mahasiswa Universitas Sebelas Maret)
1
0
115
1. Menyetujui registrasi dan konsultasi akademik semester genap tahun ajaran 2014/2015 dilakukan secara online penuh untuk mahasiswa angkatan 2014/205 dan secara online dan offline bagi mahasiswa angkatan sebelumnya dengan menggunakan Fakultas Peternakan
0
0
7
Show more