Optimasi komposisi asam sitrat dan asam tartrat dalam tablet effervescent vitamin c : aplikasi metode desain faktorial.

Gratis

17
83
119
2 years ago
Preview
Full text

INTISARI

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek asam sitrat, asam tartrat, dan interaksinya yang dominan dalam menentukan sifat fisik tablet effervescent vitamin C dan mendapatkan komposisi asam sitrat dan asam tartrat yang optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek asam sitrat, asam tartrat, dan interaksinya yang dominan dalam menentukan sifat fisik tablet effervescent vitamin C dan mendapatkan komposisi asam sitrat dan asam tartrat yang optimum.

3. Ibu Christine Patramurti, M.Si., Apt. selaku Dosen Penguji atas segala masukan berupa kritik dan saran demi kesempurnaan skripsi ini

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek asam sitrat, asam tartrat, dan interaksinya yang dominan dalam menentukan sifat fisik tablet effervescent vitamin C dan mendapatkan komposisi asam sitrat dan asam tartrat yang optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam sitrat dominan dalam menentukan kekerasan dan waktu larut tablet effervescent, sedangkan asam tartratdominan dalam menentukan kerapuhan tablet effervescent.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Vitamin C memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita. Vitamin C dapat

  Vitamin yang diberikan dalam bentuk effervescent akan terlarut dengan lengkap dalam air sehingga lebih mudah untuk Pembuatan tablet effervescent vitamin C dilakukan dengan metode kempa langsung karena sifat vitamin C yang mudah rusak oleh adanya lembab. Asam sitrat dan asam tartrat memiliki sifat masing-masing yang apabila dicampur akan berpengaruh terhadap sifat fisis tablet effervescent vitamin C yangdihasilkan, meliputi kekerasan, kerapuhan dan waktu larut.

B. Rumusan Masalah

  Diantara asam sitrat, asam tartrat, dan interaksinya mana yang lebih dominan dalam menentukan sifat fisis tablet effervescent? Apakah dapat ditemukan area komposisi optimum dari asam sitrat dan asam tartrat dengan sifat fisis tablet yang dikehendaki dalam contour plot super imposed?

C. Keaslian Penelitian

D. Manfaat Penelitian

  Sejauh pengetahuan penulis, penelitian tentang optimasi campuran asam sitrat dan asam tartrat untuk menentukan formula optimum tablet effervesentvitamin C dengan metode desain faktorial ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Manfaat PraktisMengetahui efek mana yang dominan dalam menentukan sifat fisis tablet effervescent vitamin C antara asam sitrat, asam tartrat, dan interaksinya serta komposisi asam sitrat dan asam tartrat yang optimum berdasarkan contour plot super imposed.

E. Tujuan Penelitian

  Mengetahui efek mana yang dominan dalam menentukan sifat fisis tablet effervescent vitamin C dari penggunaan asam sitrat, asam tartrat ataupun interaksinya. Mengetahui ada atau tidaknya area komposisi optimum dari asam sitrat dan asam tartrat yang digunakan pada contour plot super imposed.

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Vitamin C Vitamin C dapat meningkatkan sistem imun dan berfungsi sebagai antioksidan yang dapat mencegah dan mengobati infeksi dan penyakit lain. Vitamin C dapat mengakifkan neutrofil. Vitamin C juga dapat meningkatkan produksi limposit, sel darah putih yang berperan dalam memproduksi antibodi. Vitamin C membantu melawan bakteri, virus, dan penyakit jamur. Vitamin C juga dapat menurunkan produksi histamin sehingga dapat menurunkan potensi alergi. Salah satu fungsi penting vitamin C adalah dalam pembentukan dan pemeliharaan

  Tablet Effervescent Tablet effervescent adalah tablet tidak bersalut, mengandung asam dan karbonat atau bikarbonat yang bereaksi dengan cepat pada penambahan airdengan melepaskan gas karbondioksida. Sebagai bentuk obat,tablet effervescent memberikan penyiapan larutan dalam waktu seketika yang mengandung dosis obat yang tepat sehingga zat aktif sudah berada dalam bentukpartikelnya (tidak perlu waktu untuk desintegrasi) sehingga dapat dengan cepat diabsorbsi dan cepat mencapai onsetnya (Lee, 2005).

1. Proses pencampuran

  Pencampuran adalah proses dimana dua atau lebih komponen diperlakukan sehingga saling berdekatan dan memungkinkan untuk terjadi kontakdengan partikel dari masing-masing komponen (Travers, 1988). Proses pencampuran ini bertujuan untuk mendapatkan massa tablet yang homogen(Rohdiana, 2003).

1) Pencampuran Konvektif

  Tergantung dari tipe mixer yang digunakan, pencampuran konvektif dapat terjadi dengan memutar bidang serbuk dengan pisau-pisau pedang atau dayung, dengan sekrup yang berputar, atau dengan metode lain dengan memindahkansuatu massa yang relatif besar dari suatu bidang serbuk ke bidang serbuk yang lain (Rippie, 1989). Shear terjadi antaradaerah-daerah dengan komposisi berbeda dan sejajar dengan antar mukanya, akan mengurangi skala segregasi dengan menipiskan lapisan-lapisan yang tidak sama (Rippie, 1989).

2. Proses pembuatan tablet

  Untuk menentukan metodepembuatannya apakah dibuat dengan kempa langsung atau granulasi sangat tergantung pada dosis dan sifat zat aktifnya. Apabila kelembabanrelatifnya lebih dari 25% maka akan mengalami kesulitan pada proses pembuatan tablet dan sukar tercapai tablet effervescent yang stabilitasnya bagus (Mohrle, 1989).

a. Sumber Asam

  Sumber asam yang diperlukan untuk reaksi effervescent dapat diperoleh dari tiga sumber utama, yaitu asam makanan (asam sitrat, asam tartrat, asammalat, asam fumarat, asam adiptat dan asam suksinat), asam anhidrat ( asam suksinat anhidrat dan asam sitrat anhidrat) dan asam garam ( natriumdihirogen pospat, dinatrium dihirogen piropospat, garam asam sitrat dan natrium asam sulfit). Sumber asam jika direaksikan dengan air maka bahan tersebut akan terhidrolisa kemudianakan melepaskan asam yang dalam proses selanjutnya akan bereaksi dengan 2 bahan karbonat sehingga terbentuklah gas CO (Banker and Anderson, 1986).

f. Bahan Pengisi

g. Bahan Pelicin

  Laktosa memiliki sifat bahan pengisi yang baik, antara lain dapat larut dalam air, rasanya enak, non- Bahan pelicin merupakan salah satu komponen yang penting karena tanpa bahan ini pembuatan tablet dengan kecepatan tinggi tidak dimungkinkan(Mohrle, 1989). Gesekan yang tinggi selama proses penabletan dapat menimbulkan masalah, termasuk kualitas tablet yang kurang baik ( cappingatau bahkan fragmentasi tablet selama proses pengeluaran, dan goresan vertikal pada bagian tepi tablet) (Alderborn, 2002).

4 Mg stearat (C H MgO ) banyak digunakan sebagai bahan pelicin dalam

proses pembuatan tablet dan lebih efisien karena dengan jumlah yang sangat

h. Bahan Tambahan Lain

  Bahan pemanis buatanyang disarankan dalam tablet effervescent adalah sakarin atau bentuk garam natrium dan kalsiumnya dan aspartame (Lindberg et al., 1992). Metode Pembuatan Tablet Effervescent Tablet effervescent dapat dibuat dengan dua cara, yaitu kempa langsung dan granulasi (Alderborn, 2002).

1. Kempa Langsung

  Keuntungan lain yang sedikitdiakui dalam kempa langsung adalah waktu hancur tablet dapat dioptimalkan, dimana partikel obat dibebaskan dari tablet dan tersedia dalam bentuk larutan(Shangraw, 1989). Dalam kempa langsung perlu diperhatikan bahan dasar yang digunakan untuk mendapatkan campuran yang mudah mengalir, tidak memisah dan kompak(Lindberg et al., 1992).

2. Granulasi Kering

  Granulasi kering dilakukan dengan cara menekan massa serbuk pada tekanan tinggi sehingga menjadi tablet besar yang tidak berbentuk baik, kemudiandigiling dan diayak hingga diperoleh granul dengan ukuran partikel yang diinginkan. Tetapi tidak semua tablet effervescent dapat dibuat dengan granulasi kering, hanya formula yang memiliki daya ikat cukup dan mengalir denganmudah dapat dibuat tablet dengan proses ini (Parrot, 1990).

3. Granulasi Basah

  Granulasi basah pada effervescent dapat dilakukan dengan tiga metode, yaitu dengan penggunaan panas, dengan cairan non reaktif, dan dengan cairan reaktif (Mohrle, 1989). Kenyataannya reaksi effervescent terjadi dengan adanya air, oleh karena itu diperlukan kontrol Metode granulasi basah menguntungkan dalam penggunaannya karena serbuk halus yang dibuat menjadi granul akan memberikan sifat alir yang baik,sehingga pengisian ke dalam ruang cetak menjadi konstan dan akan dihasilkan bobot yang seragam.

a. Sifat Alir

  Tablet tidak bersalut dengan bobot rata-ratanya lebih dari 300 mg, syarat keseragaman bobotnya tidak boleh lebih dari 2 tablet yang masing-masingbobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari 5%, dan tidak satu tablet pun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih dari 10%(Anonim, 1979). Pengetesan kekerasan Stokes-Monsanto dilakukan dengan meletakkan sebuah tablet dalam alat logam kecil, dan tekanannya diatur sedemikian rupa,sehingga tablet stabil ditempatnya dan jarum penunjuk berada pada skala 0.dengan memutar ulirnya, tablet akan terjepit semakin kuat dengan menaiknya tekanan tablet secara lambat, yang ditransfer melalui sebuah per, sedemikianlama, sampai akhirnya tablet tersebut pecah.

H. Pemerian Bahan Yang Digunakan

1. Vitamin C

  Mudah (dan pelan-pelan) larut dalam air dan lebih mudahlarut dalam air mendidih, sangat sukar larut dalam etanol, tidak larut daam kloroform dan dalam eter (Anonim, 1995). Natrium Sakarin Natrium sakarin adalah bahan pemanis yang kuat, berwarna putih, tidak berbau atau aromatik lemah, tidak berfluoresensi, serbuk kristal dengan rasamanis yang kuat dan pahit setelah dirasa.

I. Desain Faktorial

  Campuran asam sitrat dan asam tartrat diharapkan dapat menghasilkan sifat fisis tablet effervescent yang memenuhi persyaratan pada komposisi tertentu. Hipotesa Diduga antara asam sitrat dan asam tartrat ada yang merupakan faktor dominan yang menentukan sifat fisik tablet effervescent vitamin C, sertakemungkinan adanya interaksi antara asam sitrat dan asam tartrat dalam menentukan sifat fisik tablet effervescent vitamin C.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental murni dengan rancangan

B. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

penelitian metode desain faktorial dan bersifat eksploratif, yaitu mencari formula optimum tablet effervescent vitamin C yang memenuhi persyaratan sifat fisistablet effervescent.

1. Variabel Penelitian

  Variabel tergantung Sifat fisis tablet effervescent vitamin C, meliputi kekerasan, kerapuhan dan waktu larut. Variabel pengacau terkendali Homogenitas tiap campuran formula, kadar zat aktif tiap formula, dan bahan-bahan yang digunakan berasal dari satu sumber.

2. Definisi Operasional

  Sifat fisis tablet effervescent merupakan parameter yang digunakan untuk menentukan bahwa tablet effervescent yang dihasilkan memenuhipersyaratan, meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu larut. Komposisi optimum tablet effervescent vitamin C adalah komposisi dimana jumlah perbandingan asam sitrat dan asam tartrat menghasilkantablet effervescent dengan sifat fisis yang memenuhi persyaratan.

C. Bahan dan Alat Penelitian

  Bahan tambahan pembuatan tablet:Asam sitrat (kualitas farmasetis), asam tartrat (kualitas farmasetis), natrium karbonat (kualitas farmasetis), Mg stearat (kualitas farmasetis), Nasakarin (kualitas farmasetis), PVP (kualitas farmasetis), laktosa (kualitas farmasetis). Neraca analitik (AISEP) dan adventurer TM.

D. Tata Cara Penelitian

1. Penentuan Level Rendah dan Level Tinggi Asam Sitrat dan Asam Tartrat

  Jumlah asam sitrat dan asam tartrat yang digunakan pada level rendah dan level tinggi didapatkan dengan mengalikanbobot rata-rata tablet yang mampu dicetak pada mesin tablet yang ada di laboratorium yaitu sebesar 3000 mg. Level rendah dan level tinggi formula tablet effervescent vitamin C (250 tablet)Formula Asam sitrat (g) Asam tartrat (g) 1 93,75 93,75a 150 93,75 93,75 150b ab 150 150 Keterangan :Formula 1 = asam sitrat level rendah, asam tartrat level rendahFormula a = asam sitrat level tinggi, asam tartrat level rendahFormula b = asam sitrat level rendah, asam tartrat level tinggiFormula ab = asam sitrat level tinggi, asam tartrat level tinggi 2.

a. Keseragaman bobot

  Waktu larut tablet effervescent merupakan waktu yang diperlukan oleh tablet supaya pecah menjadi bagian yang terlarut atau partikel. Prediksi Formula Optimum Tablet Effervescent Vitamin C Prediksi formula optimum tablet effervescent vitamin C dilakukan berdasarkan area komposisi optimum asam sitrat dan asam tartrat pada contour plot super imposed sifat fisis tablet effervescent.

E. Analisis Data dan Optimasi

  Jumlah asam sitrat dan asam tartrat yang digunakan dalam formula tablet effervescentvitamin C sebesar 25% dari berat tablet untuk level rendah dan 40% dari berat tablet untuk level tinggi. Pada pembuatan tablet effervescent perlu diperhatikan konsentrasi Mgstearat yang digunakan mengingat sifat Mg stearat yang tidak larut dalam air(hidrofob), dengan semakin tingginya konsentrasi Mg stearat maka akan semakin Laktosa dipilih sebagai bahan pengisi untuk mendapatkan bobot tablet yang diinginkan.

1. Sifat alir

  Pemeriksaan sifat alir campuran serbuk perlu dilakukan untuk Uji sifat alir dalam penelitian ini dilakukan secara langsung dengan mengukur waktu alir sejumlah campuran serbuk. Menurut Guyot dalam Fudholi (1983), waktu alir untuk 100 g serbuk sebaiknya tidak melebihi 10detik karena akan mengalami kesulitan dalam pentabletan.

2. Kandungan lembab

  Grafik hubungan antara asam sitrat (g) dan kerapuhan (%) (12a);grafik hubungan antara asam tartrat (g) dan kerapuhan (%) (12b)karbonat (g) dan kerapuhanlet (6b) Penurunan kerapuhan tablet effervescent terjadi pada penggunaan asam tartrat level rendah dengan peningkatan jumlah asam sitrat , sedangkan padapenggunaan asam tartrat level tinggi dengan peningkatan jumlah asam sitrat terjadi peningkatan kerapuhan tablet effervescent (Gambar 12a). Penurunan kerapuhan tablet effervescent juga terjadi pada penggunaan asam sitrat level tinggi dengan peningkatan jumlah asam tartrat,sedangkan pada penggunaan asam sitrat level rendah dengan semakin meningkatnya jumlah asam tartrat terjadi peningkatan kerapuhan tablet Berdasarkan gambar di atas (Gambar 12), asam tartrat diprediksi lebih dominan dalam menentukan kerapuhan tablet effervescent daripada asam sitrat.

4. Uji Keseragaman Bobot

  Uji keseragaman bobot penting dilakukan untuk mendapatkan tablet dengan zat aktif yang seragam. Keseragaman bobot suatu tablet ditunjukkan atasbanyaknya penyimpangan bobot tablet rata-rata yang masih diperbolehkan menurut persyaratan yang ditentukan Menurut Farmakope Indonesia edisi III, tablet tidak bersalut yang mempunyai bobot rata-rata lebih dari 300 mg, tidak boleh lebih dari 2 tablet yangmasing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih dari 5% dan tidak boleh satu pun tablet yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanyalebih dari 10%.

D. Optimasi Formula

  Contour plot kekerasan tablet effervescent Dari contour plot kekerasan tablet effervescent (Gambar 14), dapat ditentukan area komposisi optimum tablet effervescent vitamin C untukmemperoleh respon kekerasan tablet effervescent seperti yang dikehendaki, terbatas pada level yang diteliti. Formula tablet effervescent dengan karakteristik sifat fisis yang dikehendaki akan diperoleh dengan komposisi yang optimum dari asam sitrat dan asam tartrat Areatersebut diprediksi sebagai formula optimum tablet effervescent berdasarkan pada jumlah bahan yang diteliti.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

  Asam sitrat dominan dalam menentukan kekerasan dan waktu larut tablet effervescent vitamin C, sedangkan asam tartrat dominan dalam menentukan kerapuhan tablet effervescent vitamin C. Diperoleh area komposisi optimum dari asam sitrat dan asam tartrat pada formula tablet effervescent vitamin C berdasarkan kekerasan, kerapuhan, danwaktu larut tablet effervescent.

B. Keterbatasan Penelitian

  Kelembaban relatif ruangan yang digunakan tidak dibawah 25% tetapi ±45% dan tidak semua proses pembuatan tablet effervescent vitamin C, yaitupencampuran dapat dilakukan pada ruangan dengan RH ±45% karena fasilitas ruangan yang belum memadai. Keseragaman zat aktif pada penelitian ini ditentukan dengan keseragaman bobot tablet, dengan asumsi bahwa jika bobot tablet yangdihasilkan seragam maka campuran serbuk sudah homogen dengan demikian zat aktif yang terdapat dalam masing-masing tablet seragam.

C. Saran

  Perlu dilakukan penelitian serupa dengan level asam sitrat dan asam tartrat yang sama dengan ruangan yang memenuhi persyaratan dalam pembuatantablet effervescent (RH dibawah 25%). Sebaiknya ditambahkan bahan pewarna (coloring excipient) untuk mendapatkan tablet effervescent yang mempunyai penampilan yang lebihbaik dan lebih acceptable.

DAFTAR PUSTAKA

  R., and kanfer, I., 1986, Effect of Compressibility and Powder Flow Properties on tablet Weight Variation in Drug Development and Industrial Pharmacy, 22, 1947-1968, Marcell Dekker Inc., New York Halliwel, B., and Gutteridge, J. L., 1989, Teori dan Praktek Industri Farmasi, edisi III, diterjemahkan oleh Siti suyatmi dan Iis Aisyah, 644- 645, 681-683, 685, Univesitas Indonesia Press, Jakarta.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Hubungan antara usia pertama penggunaan asam valproat dan lama penggunaan asam valproat dengan terjadinya gangguan fungsi tiroid pada penderita epilepsi idiopatik
4
79
66
Respon perkecambahan biji aren (Arenga pinnata) terhadap lama perendaman dengan asam nitrat (HNO3)
9
53
76
Hidrolisis asam dan enzimatis pati ubi jalar (ipomoeea batatas l) menjadi glukosa sebagai substrat fermentasi etanol
5
12
76
Analisis komposisi asam amino gelatin sapi dan gelatin babi pada marshmallow menggunakan teknik kombinasi HPLC dan PCA
10
128
71
Penetapan kadar dan analisis profil protein dan asam amino ekstrak ampas biji jinten hitam (Nigella sativa Linn.) dengan metode SDS-Page dan KCKT
6
49
77
Efek vitamin c terhadap jumlah spermatozoa mencit yang diinduksi gentamisin
0
3
57
Analisis keterampilan proses sains siswa kelas XI pada pembelajaran titrasi asam basa menggunakan metode problem solving
21
159
159
Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas (HKSA) turunan asam sinamat terhadap sel P388
3
19
85
Pembelajaran dengan metode diskoveri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan asam basa : studi eksperimen di SMP Islamiyah Ciputat
0
3
180
Modul 3 vitamin c
0
11
2
Efektivitas asam asetat 2 dalam alkohol 70 dibanding ketokonazol 2 topikal pada terapi otomikosis
0
0
8
Titrasi asam basa cara potensiometri
0
2
45
PERCOBAAN V hidrogen peroksida dengan asam iodida
0
1
16
Pengembangan media pembelajaran ipa terpadu interaktif dalam bentuk moodle untuk siswa smp pada tema hujan asam
0
1
19
TUGAS AKHIR - Pembuatan minuman kesehatan “marissa” Kaya antioksidan dan vitamin c
0
3
41
Show more