Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran akuntansi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Kolese de Britto Yogyakarta.

Gratis

0
4
220
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pengumpulandata dilakukan dengan menggunakan lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan kelas, lembar observasikegiatan guru dalam proses pembelajaran, instrumen pengamatan kelas, lembar observasi kegiatan belajar siswa dalam kelompok, dan instrumen refleksi. Peningkatan hasil belajarsiswa tersebut tampak dari nilai yang dicapai oleh siswa pada waktu pre-test dan post-test meningkat dengan rata - rata 26.25 atau 44%.

INGKATK KAN PRE ESTASI

SKRIP PSI

  BE ELAJAR SISWA KE ELAS X S MA KOL LESE de B BRITTO YOGYA AKARTA Di iajukan untu uk Memenu uhi Salah Sa atu SyaratMemperole eh Gelar Sa arjana Pendi idikan Program Studi Pendi idikan Ekon nomiBida ang Keahlia an Khusus P Pendidikan Akuntansi Oleh h: Rr. Ind dira Kartik ka Ningru umNIM.

IKAN AK KUNTAN NSI

  Pengumpulandata dilakukan dengan menggunakan lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan kelas, lembar observasikegiatan guru dalam proses pembelajaran, instrumen pengamatan kelas, lembar observasi kegiatan belajar siswa dalam kelompok, dan instrumen refleksi. Peningkatan hasil belajarsiswa tersebut tampak dari nilai yang dicapai oleh siswa pada waktu pre-test dan post-test meningkat dengan rata - rata 26.25 atau 44%.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan petunjuk yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yangberjudul ”Penerapan Model Pembelajaran Tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam Pembelajaran Akuntansi untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa”. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi serta staf karyawan USD Yogyakarta yang telah memberikanbimbingan dan pelayanan selama penulis belajar di USD.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Siswa adalah salah satu komponen penting dalam kegiatan

  Akan tetapi, siswajuga ikut aktif terlibat dalam penciptaan kelas yang memiliki kompetensi dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan yang dapatmempengaruhi prestasi belajar siswa. Selama ini gurumenyampaikan materi dengan metode ceramah, sedangkan siswa duduk mendengar dengan tenaga yang tidak dimanfaatkan, maka yang terjadiadalah siswa seringkali ramai dengan teman, asyik bermain sendiri atau bahkan tidur.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Tindakan Kelas

1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

  Sedangkan menurut Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama (2009:9): PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan, danmerefleksikan tindakan secara kolaboratif dan berpartisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru,sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Dari beberapa pengertian PTK di atas, ditarik kesimpulan bahwa sesungguhnya PTK merupakan implementasi dari kreativitas dan sikapkritis guru terhadap apa yang sehari-hari diamatinya dan pengalaman yang berhubungan dengan profesinya untuk menghasilkan suatukualitas pembelajaran yang lebih baik dari sebelumnya sehingga mencapai hasil yang optimal.

2. Prinsip Dasar PTK

  Masalah yang diteliti adalah masalah pembelajaran di kelas yang cukup merisaukan guru dan guru memiliki komitmen untuk mencarisolusinya. Masalah yang diteliti sebaiknya diketahui olehpimpinan sekolah dan guru sejawat sehingga hasilnya cepat tersosialisasi.

3. Tahapan Pelaksanaan PTK

  Dalam praktiknya, PTK adalah tindakan yang bermakna melalui prosedur penelitian yang mencakup empat tahapan yaitu (Kusumah,2009:25): a. Perencanaan (Planning)Perencanaan yang matang perlu dilakukan setelah kita mengetahui masalah dalam pembelajaran kita.

4. Tujuan PTK dilakukan

  Memperhatikan dan meningkatkan kualitas isi, masukan, proses, dan hasil pembelajaran;b. Menumbuhkan dan meningkatkan produktivitas meneliti para tenaga pendidik dan kependidikan, khususnya mencari solusi d.

5. Manfaat yang bisa diperoleh dari PTK

  Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari dilaksanakannya PTK yang terkait dengan komponen utama pendidikan dan pembelajaran,antara lain (Susilo, 2007:18): a. Pengembangan kurikulum di tingkat sekolah dan di tingkat kelas c.

B. Metode Teams Games Tournaments (TGT)

1. Tipe Pembelajaran Kooperatif

  Sedangkan yang dimaksud dengan kesempatan sukses yang sama adalah semua siswamemberi kontribusi kepada timnya dengan cara meningkatkan kinerja mereka dari yang sebelumnya. Siswa diharapkan menerima tanggung jawab yang besar untuk menentukan apa yang akan dipelajari, mengorganisasi kelompokmereka sendiri bagaimana cara menguasai materi dan memutuskan bagaimana mengkomunikasikan hasil belajar merekakepada seluruh kelas.

2. Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments ( TGT)

  Sebelumkegiatan belajar kelompok dimulai, guru terlebih dahulu diskusi berlangsung, seluruh anggota sebaiknya berbicara dengan suara yang pelan, tidak boleh meninggalkan tugas selama bekerjadalam kelompok, mendiskusikan tugas secara bersama-sama, jika ada suatu pertanyaan di dalam kelompok tersebut, sebaiknyajangan ditanyakan dahulu kepada guru karena mungkin dari salah satu teman kelompok ada yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Apabila ada siswa yang mengambil nomor kartu tidak bisa menjawab pertanyaan, maka pertanyaanbisa dilempar ke teman yang lain dalam satu meja turnamen sesuai dengan urutan yang telah disepakati, dan yang menjawab denganbenar berhak menyimpan kartu tersebut.

C. Prestasi Belajar

  Belajar adalahsuatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yangberulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atas dasar kecenderungan respon pembawaan,kematangan, atau keadaan-keadaan sesaat seseorang. Adapun tugas pengelolaan pembelajaran siswa meliputi: pembangunan hubunganbaik dengan siswa, menggairahkan minat, perhatian dan memperkuat motivasi belajar untuk berprestasi, mengorganisasibelajar, melaksanakan pendekatan pembelajaran secara tepat, mengevaluasi hasil belajar secara jujur dan obyektif, melaporkanhasil belajar kepada orang tua/wali siswa.2) Prasarana dan sarana pembelajaran Lengkapnya prasarana dan sarana pembelajaran merupakan kondisi pembelajaran yang baik.

D. Persamaan Dasar Akuntansi

  Prinsip yang dianut untuk mencatat aktivitas transaksi keuangan adalah menggunakan sistem Double Entry Book Keeping, yang pada dasarnya mengasumsikan bahwa setiap transaksi keuangan yang terjadi harus dicatat pada sisi debet maupun kredit sehingga dicapai suatu keseimbangan. Harta adalah kekayaan yang dapat berbentuk benda berwujud atau tidak berwujud, dapat diperoleh melalui hutang dan atau modalsendiri (Lapoliwa dan Kuswandi, 1993: 8).

E. Kerangka Teoritik

  Prestasi belajar adalah hasil atau taraf kemampuan yang telah dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dalam waktutertentu baik berupa perubahan tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan dan kemudian akan diukur dan dinilai yang kemudiandiwujudkan dalam angka atau pernyataan. PTK tersebut biasanya dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan caramerencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki kinerja seorang guru, Dick dan Carey (1990) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atautahapan kegiatan belajar yang digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

  Menurut Wijaya Kusumah (2010:9), PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara (1) merencanakan, (2) melaksanakan, dan (3) merefleksikan tindakan secarakolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. a) TindakanPada tahap ini dilakukan implementasi pembelajaran kooperatif tipe TGT sesuai dengan rencana awal, adapun langkah-langkahnyasebagai berikut.1) Kegiatan Pra Pembelajaran Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, memeriksa kehadiran siswa, kebersihan, kerapian danketersediaan media pembelajaran yang diperlukan dan     kompetensi, kompetensi dasar, dan tujuan pembelajaran.

E. Instrumen Penelitian

  Instrumen yang dibutuhkan dalam tahap tindakan adalah penilaian tentang tingkat prestasi belajar siswa dalampembelajaran ekonomi yang akan diukur dari hasil belajar siswa(lampiran 4 dan lampiran ). RefleksiPada prinsipnya yang dimaksud dengan istilah refleksi adalah memikirkan sesuatu atau upaya evaluasi yang dilakukan oleh parakolaborator yang terkait dengan suatu PTK yang dilaksanakan.

F. Teknik Pengumpulan Data

  Data dalam penelitian bersumber dari interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran dan berupa data tindakan belajar atau perilaku belajaryang dihasilkan dari tindakan yang mengajar. Teknik ini digunakan untuk mendapatkan data berkaitandengan aktivitas belajar siswa serta pandangan dari guru dan siswa terhadap metode TGT yang diterapkan dalam pembelajaran akuntansi.

G. Teknik Analisis Data

  Sejarah Singkat SMA Kolese de Britto Yogyakarta SMA Kolese de Britto atau yang lebih dikenal dengan nama De Britto atau “JB” (5 kependekan dari Johanes de Britto) merupakan sekolah yang memiliki sejarah dan perkembangan yang cukup panjang. Sekolah ini terus mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu, meskipun sering terjadi pergantian pengurus dan staf pemimpinnamun bertambahnya jumlah murid yang berdampak bertambahnya jumlah ruang kelas, pembenahan dan perbaikan bagian administrasisekolah, termasuk rencana mendirikan gedung sekolah baru di lokasi lain merupakan suatu kemajuan yang dialami SMA Kolese de Britto.

B. Sistem Pendidikan SMA Kolese de Britto

  SMA Kolese de Britto menerapkan paradigma pendagogi Ignasian dalam mendidik siswa untuk mengembangkan belajar mandiri sehinggasiswa mampu mencari dan mencerna informasi yang diperlukan dan membiasakan diri untuk proses belajar seumur hidup. Paradigma di sini meliputi corak dan proses tertentu dalam mengajar, yang berarti pengisian pendekatan terhadap nilai belajar danpertumbuhan dalam kurikulum yang berlaku.

1. Konteks

  Konteks kehidupan siswa yang meliputi cara hidup keluarga, teman-teman, kelompok sebaya, keadaan sosial-ekonomi,kesenangan, atau yang lain yang berdampak menguntungkan atau merugikan siswa. Konteks sosio-ekonomi, politik, kebudayaan, kebiasaan kaum muda, agama, media massa, dan lain-lain yang merupakan lingkungan hidup siswa yang dapat mempengaruhi perkembangansiswa dalam hubungannya dengan orang lain.

2. Pengalaman Pengalaman mempunyai arti “mengenyam sesuatu dalam batin”

  Hanya dengan pemahaman yang tepat terhadap apa yang dipertimbangkan, orang dapat maju sampai menghargai artipengalaman. Oleh karena itu, istilah pengalamandipakai untuk mencirikan setiap kegiatan yang di dalamnya tercakup pemahaman kognitif dan afektif sekaligus dari materi yang dipelajari.

3. Refleksi

  memahami hal yang dipelajari secara lebih baik dan mendalam, dengan pertanyaan misalnya: “Apakah yang disajikan dalam buku cukup sahih atau jujur?”; b. mengerti sumber-sumber perasaan dan reaksi yang dialami siswa dalam renungan ini, misalnya: “Apakah yang paling menarik dari cerpen yang saya baca ini?”, “Mengapa saya merasa iba terhadaptokoh yang satu ini dan benci terhadap tokoh yang lain?”; c.

4. Aksi

  Refleksi yang bermula dari pengalaman harusberakhir pada realitas pengalaman yang baru dalam wujud pengambilan sikap atau tindakan. Kedua, pilihan lahiriah, misalnya setelah berefleksi siswa menyadari bahwa hasil belajarnya tidak baik atau gagalkarena cara belajarnya yang tidal pas, maka ia akan mengubah cara belajarnya untuk menghindari kegagalan lagi.

5. Evaluasi

  Akan tetapi, yang harus diperhatikan adalah bahwa dalam evaluasi ini perhatian tidakhanya tercurah pada kemampuan penyerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari proses pengajaran, tetapi harus mencakup perkembangansecara menyeluruh, yaitu perhatian kepada sejauh mana siswa berkembang sebagai pribadi yang mengarah menjadi manusia bagiorang lain. Yang dimaksud dengan Pendidikan Bebas adalah bukansuatu pendidikan ke arah anarki atau suatu sistem yang yang bebas dari peraturan yang perlu untuk kehidupan bermasyarakat melainkan suatusikap dalam usaha SMA Kolese de Britto yang mencakup para pendidik dan peserta didik, untuk bersama-sama mencari pengarahan dalamtindak-tanduk, berlandaskan pada pengakuan bahwa karunia manusia yang paling asasi dan luhur adalah kebebasannya yang harusdiprioritaskan dalam proses pembentukan kepribadian.

C. Kurikulum SMA Kolese de Britto Yogyakarta

  Tim kurikulum merupakan badan yang berada di bawah koordinasi wakil kepala sekolah urusan kurikulum, yang bertujuan untukmengembangkan mutu pendidikan SMA Kolese de Britto agar dapat terus bersaing dalam menghadapi tuntutan kemajuan zaman. melakukan pengolahan data siswa untuk melakukan pemetaan rata diperoleh data untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai diSMA Kolese de Britto tanpa meninggalkan ketentuan pokok yang diwajibkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional; 6 Fisika 3 5 5 5 Matematika 5 5 4 3 5 4 3 4 Bahasa Inggris 4 4 4 5 4 4 5 3 Bahasa Indonesia 4 4 4 5 4 4 5 2 2 2     2 2 PendidikanKewarganegaraan 2 2 1 Pendidikan Agama 2 2 2 2 2 2 2 X KELAS XI KELAS XII NO KOMPONEN JUMLAH JAM KELAS 2.

IPA IPS BHS IPA IPS BHS

A. Mata Pelajaran

  2     9 Sejarah 1 1 2 2 1 2 2 10 Geografi 1 4 4 11 Ekonomi 3 7 7 12 Sosiologi 2 3 3 13 Sastra Indonesia 4 4 14 Ketrampilan BahasaAsing a. Bahasa Jerman 2 2 2 2 2d.

B. Muatan Lokal

  Remedialdilakukan di luar jam pelajaran efektif dengan berbagai cara, yakni: pemberian tugas, pembelajaran ulang, belajar kelompok secara terbimbing (tutorial) dan semuanya harus diakhiri dengan tessedangkan jadwal diatur berdasarkan kesepakatan guru dengan siswa. Ketuntasan BelajarSMA Kolese de Britto menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata – rata siswa, kompleksitas kompetensi, dan kemampuan sumber dayapendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran.

D. Organisasi SMA Kolese de Britto Yogyakarta

1. Struktur Organisasi SMA Kolese de Britto

  DINAS YAYASAN  DIKAPORA   DE BRITTOKEPALA  SEKOLAH WAKASEK WAKASEKWAKASEK          URUSAN URS. URS.

HUMAS PERPUS PNGB

   GURU  LITBANG GURU BK SUB      KURIKULUMPAMONG     PRESIDIUMSISWA Keterangan : = garis komando = garis    

2. Wewenang dan Tanggung Jawab Masing-Masing Unsur

a. Kepala Sekolah

Kepala sekolah SMA Kolese de Britto bekerja bersama 3Wakil Kepala Sekolah. Kepala Sekolah mempunyai tugas merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengawasi danmengevaluasi seluruh pendidikan di sekolah dengan perincian sebagai berikut:

1) Mengatur Proses Belajar Mengajar

Dalam mengatur proses belajar mengajar, Kepala Sekolah mempunyai tugas antara lain dalam hal sebagai berikut : a) Program tahunan, semester berdasarkan kalender pendidikan b) Jadwal pelajaran pertahun, persemesteran, termasuk penetapan jenis matapelajaran/bidang pengembangan/ bidang studi/bidang pengajaran/keterampilan danpembagian tugas guru. c) Program satuan pelajaran (teori dan praktik) berdasarkan buku kurikulum d) Pelaksanaan jadwal satuan pelajaran (teori dan praktik) menurut alokasi waktu yang telah ditentukan berdasarkankalender pendidikan e) Pelaksanaan ulangan/test/hasil evaluasi belajar untuk    f) Penyusunan kelompok murid/siswa berdasarkan norma penjurusan g) Penyusunan norma penilaian h) Penetapan kenaikan kelas 2) Laporan kemajuan hasil belajar siswa

3) Penetapan dan peningkatan proses belajar mengajar

Dalam penetapan dan peningkatan proses belajar mengajar,Kepala Sekolah mempunyai tugas antara lain dalam hal sebagai berikut:a) Mengatur administrasi kantor b) Mengatur administrasi murid/siswa c) Mengatur administrasi pegawai d) Mengatur administrasi perlengkapan e) Mengatur administrasi keuangan f) Mengatur administrasi perpustakaan g) Mengatur hubungan dengan masyarakat b.Wakil Kepala Sekolah Urusan Akademik Wakil Kepala Sekolah Urusan Akademik mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagaiberikut : 1) Menyusun program pengajaran2) Urusan Kegiatan Belajar-Mengajar     a) Membuat/ menyusun format kerja : formulir, blangko, dan sebagainya yang diperlukan untuk proses belajar mengajarb) Melaksanakan koordinasi dan memantau kelengkapan mengajar para pamongc) Mengusahakan agar proses belajar mengajar setiap hari berjalan lancar 3) Mengatur pembagian guru4) Menyusun jadwal pelajaran5) Mengatur pelaksanaan kenaikan kelas6) Mengkoordinasikan pengumpulan nilai untuk dituangkan pada rapor dan STTB7) Menyusun jadwal penerimaan Rapor dan penerimaan STTB

c. Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan/ Pamong

Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan/ Pamong mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagaiberikut : 1) Urusan Penerimaan Siswa Baru (PSB)2) Urusan kegiatan ekstrakurikuler3) Urusan pembinaan OSIS4) Urusan tata tertib siswa5) Melaksanakan upacara bendera dan upacara hari-hari besar6) Membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan,     7) Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah8) Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan calon siswa penerima beasiswa9) Urusan Usaha Kesehatan Siswa (UKS)10) Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara berkala

d. Wakil Kepala Sekolah Urusan Administrasi dan Keuangan

  Wakil kepala sekolah urusan administrasi dan keuangan mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1) Urusan investasi sarana dan prasarana2) Urusan pendayagunaan sarana dan prasarana3) Urusan pemeliharaan sarana dan prasarana4) Urusan laboratorium5) Urusan keuangan sekolah6) Urusan administrasi sekolah e. Guru Guru bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan proses belajar mengajar secaraefektif dan efisien.

E. Sumber Daya Manusia SMA Kolese de Britto Staf Direksi Kepala Sekolah : F. X. Agus Hariyanto, S.Pd., S

  Tabel 4.1 : Daftar Guru dan Mata Pelajaran yang Diampu No. Jumlah peserta didik pada tahun pelajaran 2012/2013 seluruhnya ada756 siswa, yang terdiri atas 260 siswa kelas X, 262 siswa kelas XI, dan 234 siswa kelas XII.

F. Siswa SMA Kolese de Britto

25 XI-A4 31 XII-A3 25 XI-A3 32 XII-A2 XI-A2 33 XII-A1 25 XI-A1 32 Total 260 Kelas Jumlah Siswa Kelas Jumlah Siswa X-1 37X-2 36X-3 38X-4 37X-5 38X-6 37X-7 37 Kelas Jumlah Siswa Tabel 4.5 : Tabel Distribusi Siswa SMA Kolese de Britto memiliki 25 kelas yang terdiri atas 7 kelas untuk kelas X, 9 kelas untuk kelas XI (5 kelas untuk program IPA, 3 kelasuntuk program IPS, dan 1 kelas untuk program Bahasa), dan 9 kelas untuk kelas XII (5 kelas untuk program IPA, 3 kelas untuk program IPS, dan 1kelas untuk program Bahasa).Berikut ini adalah distribusi banyak siswa per kelas: XII-A4 25    

G. Kondisi Fisik dan Lingkungan SMA Kolese de Britto

  Ruang Kelas SMA Kolese de Britto memiliki 25 ruang kelas, terdiri dari 7 ruang untuk kelas X, 5 ruang untuk kelas XI IPA, 3 ruang untuk kelas XI IPS, 1 ruang untuk kelas XI Bahasa, 5 ruang untuk kelas XII IPA, 3 ruang untuk kelas XII IPS, serta 1 ruang untuk kelas XII Bahasa. Laboratorium-laboratorium tersebut adalah 1 2 laboratorium Kimia dengan luas 162 m , 1 laboratorium Fisika dengan 2 2 luas 162 m , 1 laboratorium Biologi dengan luas 162 m , 2 2 laboratorium Bahasa dengan luas total 162 m , dan 2 laboratorium 2 Komputer dengan luas total 236 m , sedangkan untuk 2 ruang audio 2 visual berdiri di atas tanah seluas 216 m .

H. Proses Belajar Mengajar Satuan Pendidikan SMA Kolese de Britto

  Setiap hariSenin dan Selasa proses belajar mengajar di SMA Kolese de Britto     pukul 12.45 WIB. Untuk siswa yang terlambat akan ditangani oleh FraterSub Pamong dan akan mendapatkan surat ijin masuk kelas setelah menerima konsekuensi dari keterlambatan.

I. Fasilitas Pendidikan dan Latihan

  Hubungan Sekolah dengan Masyarakat SekitarHubungan SMA Kolese de Britto dengan masyarakat sekitar sekolah tampak dalam komunikasi yang intensif terutama denganpemilik kost tempat siswa SMA Kolese de Britto tinggal. Masalah yang dapatmempengaruhi siswa dalam bidang pendidikan dan prestasi belajar akan diselesaikan dengan bantuan dari tim dari BK.

BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model pembelajaran

  Secara keseluruhan proses observasi sekaligus bersamaan dengan observasi saat hendak mengajar dansemakin mendalam mengerti karakter siswa karena waktu yang cukup lama dalam berdinamika dengan siswa. Setelah observasi, PTKdilaksanakan dalam satu siklus karena tujuan penelitian ini telah tercapai dalam satu siklus tersebut dan keterbatasan waktu yang disediakan olehpihak sekolah.

1. Observasi pra penelitian

  Setelah presensi, gurumengulas kembali materi sebelumnya dan mengkaitkannya dengan materi yang akan disampaikan pada hari itu dengan cara guru     tujuan untuk mengingatkan kembali pembelajaran yang telah lalu dan juga merangsang perhatian siswa untuk memasuki materi yangakan dipelajari. Jika hal tersebut dibiarkan bisa jadi prestasi belajar yang dihasilkan oleh siswa menjadi tidakmaksimal dikarenakan proses yang dilalui oleh siswa tidak menarik hati dan tidak menggunakan segala potensi yang dimiliki.

II MEMBUKA PEMBELAJARAN

  1. Melakukan kegiatan apersepsi 1 2 4 5 2.

III KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

  Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan 1 2 4 5 tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa 3. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positifMelaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang dialokasikan 1.

IV PENUTUP

  Pada saat penjelasan materi, ada yang memangmendengarkan penjelasan dengan baik dan adapula yang kurang fokus terhadap materi yang diajarkan, misalnya terdapat siswayang sibuk dengan kegiatannya sendiri, asik berbicara dengan temannya, melamun, menutup wajah dengan tiduran di meja, dll. Tidak adanya kegiatan yang menarikselama proses pembelajaran yang dapat membangkitkan kebutuhan siswa dalam belajar dan kurangnya pengawasan oleh guru Secara bergantian majuke dapan Berdasarkan hasil observasi pada guru, perilaku siswa, dan √Guru sangat perhatian padasiswa yang mengalamikesulitan belajar 8.

YOHANES BERCHMANS PRADITYA

  Peneliti menduga bahwa permasalahan tersebut terlihat dari beberapa aspek yangdiantaranya adalah kecenderungan siswa dalam mengikuti pelajaran menggunakan model pembelajaran yang kurang bervariasi sehinggasemangat untuk belajar kurang, guru kurang menggali pemikiran dan pengetahuan siswa sehingga siswa nampak santai dalam mengikutipelajaran. Hal yang harus diperhatikan pula yaitu, siswa berjenis kelamin laki – laki semua, dimana memiliki tenaga yang ekstra,sehingga ketika dalam mengikuti pelajaran jika hanya diam dan tidak diajak untuk aktif bergerak atau terlibat, yang terjadi adalah siswa     Maka dari itu, guru diharapkan mampu menerapkan suatu model pembelajaran yang berbeda dan bervariasi.

2. Pelaksanaan tindakan

  Instrumen pengumpulan data yang terdiri dari:a) Lembar observasi kegiatan guru     Lembar observasi kegiatan guru ini digunakan untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan guru padasaat pembelajaran berlangsung (lampiran 1b, hal. Selain itu guru menjelaskan skenario dan peraturan-peraturan model pembelajaran yang diterapkan yaitu TGT.2) Kegiatan Inti Secara garis besar rincian kegiatan inti pembelajaran yang dilakukan guru adalah sebagai berikut.

b) Kelompok (team)

  Akan ada bunyi peluit dua kali yangberarti alat tulis harus diletakkan dan perwakilan yang menggunakan pin bernomor tersebut menuliskanjawabannya pada tabel PDA yang terletak pada kursi yang telah disediakan. Tabel 5.5 Instrumen Refleksi Lembar Refleksi Siswa Terhadap Komponen Pembelajaran dan Metode TGT  No Uraian Komentar Saya lebih paham tentang materi dandapat belajar lebih teliti dalammengerjakan soal secara umum yaitu mereka menikmati pembelajaran kooperatif Tabel 5.5 menunjukkan respon siswa terhadap perangkat dan model pembelajaran kooperatif tipe TGT.

33 VALENTINUS KEVIN SANJAYA 100

  2) Pengamatan terhadap siswaAktivitas siswa selama proses pembelajaran pada saat pelaksanaan yang disajikan dalam tabel berikut ini:     Tabel 5.8 Perilaku Siswa Saat Proses Pembelajaran dalam Kelompok No Deskriptor Ya Tidak 1 Seluruh perhatian diarahkan pada materi diskusi dalam kelompok. 3) Pengamatan terhadap kelas     Instrumen pengamatan kelas dalam proses pembelajaran pada siklus pertama disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel 5.9 Instrumen Pengamatan Kelas No Deskriptor Ya Tidak 1 Kelas terdiri dari banyak siswa yang √ memiliki kemampuan belajar dan asal usul yang berbeda-beda.

14 Sebagian besar siswa menganggap materi yang diberikan sulit

  Selain itu dari tabel tersebut menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran tipe TGT sangat mendukung suasanapembelajaran menjadi lebih baik dan memunculkan motivasi belajar yang baru untuk siswa-siswi di kelas X-2 tersebut (lampiran 5a, 148) . Kesan gurutentang komponen pembelajaran yang telah diterapkan secara umum sudah cukup baik dan lengkap, tetapi masih butuhpersiapan yang lebih matang lagi bagi guru mitra dalam menyampaikan pembelajaran di depan kelas.

B. Analisis Komparasi Pemahaman Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT

  Analisis komparasi dilakukan untuk melihat perkembangan peningkatan prestasi belajar siswa dari waktu ke waktu khususnya padamasa pra penelitian dan pelaksanaan tindakan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. NAMA LENGKAP Selisih Peningkatan Prestasi Siswa penelitian tindakan ini menggunakan pre-test dan post-test.

YOHANES BERCHMANS

  37% 37 73 100 27PRADITYA WISNU DEWANTO 44%Rata – rata 60.14 86.39 26.25 Catatan : * = siswa sudah keluarPeningkatan prestasi siswa= (selisih / hasil pre-test) x 100% Tabel 5.11 menunjukkan hasil komparasi peningkatan prestasi belajar siswa menggunakan pre-test dan post-test dalam penerapan pembelajaran kooperatif tipe TGT. Dari 36 orang siswa di kelas X-2, ada 31 orang siswa yang mengalami peningkatan dan ada 5 orang siswa yangnilainya mengalami penurunan.

C. Pembahasan

  Dalam refleksi yang disampaikan olehsiswa mengenai komponen pembelajaran dan penggunaan metode pembelajaran kooperatif menyatakan bahwa siswa senang dengan modelpembelajaran tersebut karena menyenangkan sehingga mudah dipahami, siswa juga dapat aktif saat pembelajaran bahkan siswa juga berminatmengikuti pembelajaran kooperatif tipe TGT pada pertemuan selanjutnya karena membuat siswa lebih paham akan materi dan senang dalammengikuti. Disisi lain siswa menyatakan beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan dan diperbaiki dalam pembelajaran kooperatiftipe TGT yaitu waktu dan games yang diperbanyak supaya siswa lebih senang.

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMA Kolese de Britto Yogyakarta dapat diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model

B. Keterbatasan Penelitian Adapun keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut

  Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada mata pelajaran Akuntasidalam penelitian ini sudah dapat meningkatkan hasil prestasi belajar siswa kelas X-2 SMA Kolese de Britto Yogyakarta. Hal ini diputuskandemikian karena tempat yang lebih luas dan fasilitas yang lebih mendukung.

C. Saran

  Pentingnya perencanaan dan penyusunan alokasi waktu yang efektif dan efisien dalam pembelajaran untuk menghindari penggunaan waktuyang berlebihan dan menggunakan waktu sesuai dengan kebutuhan. Dengan adanya alokasi waktu yang baik, dalam implementasinya kegiatan pembelajaran yang diterapkan denganmodel pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dalam pembelajaran akuntansi untuk meningkatkan prestasi belajarsiswa juga dapat berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

DAFTAR PUSTAKA

  Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X. (2012).: “Penerapan Model Pembelajaran Tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam Pembelajaran Ekonomi untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

Lampiran 1LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU (Catatan Anekdotal) Nama pengamat :Tanggal dan waktu observasi :Lamanya observasi :Orang dan atau peristiwa yang diamati :Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : Yogyakarta,..... Agustus 2012Guru Observer (………………….) (.........................)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

  Indira Kartika NingrumTanggal dan waktu observasi : 14 Agustus 2012, pukul 07.45 WIBLamanya observasi : 45menit (1x45menit)Orang dan atau peristiwa yang diamati : Bapak F. Hal ini dilakukan oleh guru dengan tujuanuntuk mengingatkan kembali pembelajaran yang telah lalu dan juga merangsang perhatian siswa untuk memasuki materi yang akan dipelajari.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

  Kondisi tersebutmenunjukkan bahwa guru kurang memotivasi siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung sehingga ada siswa yang terlihat bosan. Guru memang telah berusaha mengaktifkan siswa, namun proses pembelajaran yang cenderungmonoton menyebabkan motivasi yang rendah dalam mengikuti proses pembelajaran untuk siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137

Lampiran 2LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA (Catatan Anekdotal) Nama pengamat :Tanggal dan waktu observasi :Lamanya observasi :Orang dan atau peristiwa yang diamati :Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : Yogyakarta, …. Agustus 2012Guru Observer (………………) (……………….)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

  Indira Kartika NingrumTanggal dan waktu observasi : 14 Agustus 2012, pukul 07.45 WIBLamanya observasi : 45menit (1x45menit)Orang dan atau peristiwa yang diamati : Bapak F. Pada saat penjelasan materi, ada yang memang mendengarkan penjelasan dengan baik danadapula yang kurang fokus terhadap materi yang diajarkan, misalnya terdapat siswa yang sibuk dengan kegiatannya sendiri, ngobrol dengan temannya, main handphone, dll.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139

  Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak memiliki motivasi untuk belajar. Dengan kata lain tidak ada kegiatan yang menarik selama proses pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

Lampiran 3LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN KELAS (Catatan Anekdotal) Nama pengamat :Tanggal dan waktu observasi :Lamanya observasi :Orang dan atau peristiwa yang diamati :Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : Yogyakarta, .... Agustus 2012Guru Observer (........................) (...........................)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

  ETingkat kelas (semester) dan atau subyek : X-2 semester 1 Guru datang dan mengucapkan salam yang lalu dijawab serempak oleh siswa kelas X- 2. Tidak adanya kegiatan yang menarik selama proses pembelajaran yang dapat membangkitkan kebutuhan siswa dalambelajar dan kurangnya pengawasan oleh guru menjadikan ada beberapa siswa yang malah melakukan kegiatan diluar pelajaran di dalam kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

  Pada akhir pembelajaran guru tidak memberikan tugas, guru hanya mengucapkan salam. X Agus Hariyanto, S.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

  Indira Kartika NingrumTanggal dan waktu observasi : 6 November 2012, pukul 07.00 WIBLamanya observasi : 90menit (2x45menit)Orang dan atau peristiwa yang diamati : Bapak F. Setelah itu guru memeriksa kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajarandan mempresensi kehadiran siswa, kemudian guru menjelaskan secara singkat model pembelajaran yang akan digunakan pada saat itu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

  Setelahpermainan berakhir, guru dan siswa membahas soal dan mengevaluasi jalannya permainan yang telah dilaksanakan. Setelah menuliskan refleksi, guru mengumumkan kelompok terbaik, kemudian guru memberikan penghargaankepada kelompok yang berhasil mendapatkan skor tertinggi dengan memberikan penghargaan berupa hadiah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

  Indira Kartika NingrumTanggal dan waktu observasi : 6 November 2012, pukul 07.00 WIBLamanya observasi : 90menit (2x45menit)Orang dan atau peristiwa yang diamati : Bapak F. Ketika guru menjelaskan materi minggu lalu, siswa memperhatikanpenjelasan guru dengan baik walaupun ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru dengan baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

  Hal ini terlihat ketika fasilitator menayangkan soal pada power point, saat waktu habis, perwakilan kelompok dengan semangatmengangkat bendera ke arah guru lalu yang terpilih siswa mengerjakan soal pada lembar jawab pada computer secara langsung. Perlu diketahui bahwa seluruh siswa yang berjenis kelamin laki – laki memiliki tenaga yang ekstra, ketika pelajarandilakukan dengan penuh gerak dan mengajak siswa aktif, maka konsentrasi akan lebih focus dan tidak ada kesempatan untuk melakukan kegiatan yang tidak adahubungannya dengan pelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

  Yogyakarta, 6 November 2012Guru Observer (F. X Agus Hariyanto, S.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

  Indira Kartika NingrumTanggal dan waktu observasi : 6 November 2012, pukul 07.00 WIBLamanya observasi : 90menit (2x45menit)Orang dan atau peristiwa yang diamati : Bapak F. ETingkat kelas (semester) dan atau subyek : X-2 semester 1 Kelas yang digunakan pada saat pelaksanaan penelitian bukannlah kelas yang sehari – hari digunakan dalam pembelajaran siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

  Berbeda dengan ruang kelas yang digunakansehari – hari yang sangat terbuka karena tidak berjendela dan berpintu, ruang audio visual tertutup, sehingga tidak terganggu dengan suasana yang ada di luar. Setiap kelompok saling bersaing dengankelompok lain dan siswa dalam setiap kelompok berperan aktif dalam kegiatan games dan turnamen, sehingga pembelajaran sangat menarik, tidak membosankan, dan kelas menjadi lebih hidup.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

  2 Guru mengorganisasikan bahasan yang bersifat umum menjadi pokok bahasan yang lebih sempituntuk membantu siswa memahami materi dalam pembelajaran tipe TGT di kelas. 9 Guru berinteraksi dengan siswa, dan melibatkan diri dalam kelompok serta menjawab pertanyaanyang diajukan siswa secara perorangan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

  dalam kelas dan berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lain sehingga suasana kelas menjaditidak kondusif. 15 Guru meninggalkan kelas disaat siswa bekerja di dalam kelompok sehingga tidak ada pengawasan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

  √ 2 Guru mengorganisasikan bahasan yang bersifat umum√ menjadi pokok bahasan yang lebih sempit untukmembantu siswa memahami materi dalam pembelajaran tipe TGT di kelas. 9 Guru berinteraksi dengan siswa, dan melibatkan diri√ dalam kelompok serta menjawab pertanyaan yangdiajukan siswa secara perorangan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

  13 Guru hanya berinteraksi dan memperhatikan kelompok√ tertentu saja yang mengalami kesulitan. 14 Guru dan siswa sama-sama asyik dengan pekerjaannya√ masing-masing sehingga suasana kelas menjadi kaku.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

  Lampiran 5 Instrumen Pengamatan Kelas Hari/tanggal :Mata Pelajaran :Kelas :Observer : No Deskriptor Ya Tidak 1 Kelas terdiri dari banyak siswa yang memiliki kemampuan belajar dan asal usul yang berbeda-beda. 5 Kerja di dalam kelompok terhambat dikarenakan beberapa siswa yang tidak ikut terlibat (malas).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

  Indira Kartika Ningrum Tabel Pengamatan Kelas No Deskriptor Ya Tidak 1 Kelas terdiri dari banyak siswa yang memiliki√ kemampuan belajar dan asal usul yang berbeda-beda. 5 Kerja di dalam kelompok terhambat dikarenakan√ beberapa siswa yang tidak ikut terlibat (malas) sertamembuat kegaduhan di dalam kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

  Indira Kartika Ningrum) 158 Lampiran 6 Lembar Observasi Kegiatan Belajar Siswa dalam Kelompok Hari/tanggal :Mata Pelajaran :Kelas :Observer : No Deskriptor Ya Tidak 1 Seluruh kelompok antusias mengikuti jalannya games dan turnamen. 3 Seluruh kelompok mengerti aturan dan prosedur games dan turnamen 4 Saling bertukar pikiran dan pendapat 5 Menjawab pertanyaan sesuai dengan maksud dan tujuan pertanyaan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

  Lampiran 6a Lembar Observasi Kegiatan Belajar Siswa dalam Kelompok Hari/tanggal : Selasa, 6 November 2012Mata Pelajaran : AkuntansiKelas : X-2 SMA Kolese De Britto YogyakartaObserver : Rr. √ 3 Berbagi tugas dalam pengerjaan tugas.√ 4 Pertanyaan yang diajukan ada kaitannya dengan√ pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

  √ 2 Guru mengorganisasikan bahasan yang bersifat umum√ menjadi pokok bahasan yang lebih sempit untukmembantu siswa memahami materi dalam pembelajaran tipe TGT di kelas. 9 Guru berinteraksi dengan siswa, dan melibatkan diri√ dalam kelompok serta menjawab pertanyaan yangdiajukan siswa secara perorangan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

  kelas dan berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lain sehingga suasana kelas menjadi tidak kondusif. 14 Guru dan siswa sama-sama asyik dengan pekerjaannya√ masing-masing sehingga suasana kelas menjadi kaku.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

  Lampiran 5b Instrumen Pengamatan Kelas Hari/tanggal : Selasa, 6 November 2012Mata Pelajaran : AkuntansiKelas : X-2 SMA Kolese De Britto YogyakartaObserver : Vincentius Afri Eko Saputra Tabel Pengamatan Kelas No Deskriptor Ya Tidak 1 Kelas terdiri dari banyak siswa yang memiliki√ kemampuan belajar dan asal usul yang berbeda-beda. 5 Kerja di dalam kelompok terhambat dikarenakan√ beberapa siswa yang tidak ikut terlibat (malas) sertamembuat kegaduhan di dalam kelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163

  16 Selama kegiatan pembelajaran berlangsung para siswa√ saling memberikan pendapat atau masukan bagitercapainya tujuan yang diharapkan. X Agus Hariyanto, S.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

  Lampiran 6b Lembar Observasi Kegiatan Belajar Siswa dalam Kelompok Hari/tanggal : Selasa, 6 November 2012Mata Pelajaran : AkuntansiKelas : X-2 SMA Kolese De Britto YogyakartaObserver : Vincentius Afri Eko Saputra Tabel Perilaku Siswa Saat Proses Pembelajaran No Deskriptor Ya Tidak 1 Seluruh perhatian diarahkan pada materi diskusi√ dalam kelompok. √ 3 Berbagi tugas dalam pengerjaan tugas.√ 4 Pertanyaan yang diajukan ada kaitannya dengan√ pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165

  Lampiran 7 Instrumen Refleksi Lembar Refleksi Guru Mitra Terhadap Komponen Pembelajaran dan Metode TGT No Uraian Komentar 1 Penilaian guru terhadap komponen pembelajaran dan penggunaan metodepembelajaran kooperatif yang diterapkan. 166 Lampiran 7a Lembar Refleksi Guru Mitra Terhadap Komponen Pembelajaran dan ModelTGT 4 Manfaat yang diperoleh dalam merencanakan dan menerapkanpembelajaran kooperatif tipe TGT.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

  Lampiran 8 Instrumen Refleksi Lembar Refleksi Siswa Terhadap Komponen Pembelajaran dan Metode TGT No Uraian Komentar 1 Bagaimana pendapat Anda terhadap komponen pembelajaran dan penggunaanmetode pembelajaran kooperatif yang diterapkan? 2 Bagaimana pendapat Anda tentang aktifitas siswa yang terjadi dalam kegiatanpembelajaran kooperatif tipe TGT?(Keaktifan, partisipasi, kerja kelompok, dan diskusi) 3 Apakah Anda berminat mengikuti pembelajaran kooperatif tipe TGTselanjutnya seperti yang telah anda ikuti?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

  X Agus Hariyanto, S. Indira Kartika Ningrum) 170 Lampiran 9RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah : SMA Kolese De Britto Mata Pelajaran : Akuntansi Kelas / Semester : X / 2 Tahun Pelajaran : 2012 / 2013 Alokasi Waktu : 2 x 45 menit A.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

E. Materi Ajar :

  Definisi Persamaan Akuntansi Persamaan akuntansi merupakan kerangka dasar dalam pencatatan transaksi kegiatan usaha perusahaan yang telah dilakukan. Hubungan antara aktiva, kewajiban, dan ekuitas dapat dinyatakan dalam persamaan berikut : AKTIVA = KEWAJIBAN + MODAL Sebagai contoh, jika aktiva yang dimiliki perusahaan adalah Rp14.000.000,00 dan modalnya Rp 10.000.000,00, maka kewajiban yang ditanggung perusahaan adalah Rp 4.000.000,00.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

  Suatu transaksi dapat memengaruhi harta saja, harta dan utang, harta dan modal, utang dan modal, serta besarnya harta, utang, danmodal. Berikut transaksi yang terjadi di Perusahaan Jasa Loundry Cherry milik ibu Nuri yang terletak di Jalan Solo KM 6,Yogyakarta selama bulanJanuari beserta pengaruhnya terhadap persamaan akuntansi : ibu Nuri, pemilik Chery Laundry menginvestasikan uang tunai ke Jan 1 kas perusahaan sebesar Rp 7.500.000,00 .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

  Rp 800.000,00 Jan 31 Setelah diadakan perhitungan diketahui bahwa perlengkapan laundry yang terpakai untuk usaha sebesar Rp 200.000,00Analisis : Aktiva berupa perlengkapan berkurang.......... Rp 200.000,00 Suatu transaksi keuangan selalu dicatat pada dua aspek yang berpengaruh, catatan perubahan pada aspek yang satu diimbangi catatanperubahan pada aspek yang lain.

F. Metode Pembelajaran :

A. Pendahuluan

  1) Guru menjelaskan secara singkat materi PDA2) Siswa membaca handout yang sudah dibagikansebelumya (tabel PDA, amplop soal) Games 3) Siswa mengerjakan LKS 10 menit10 menit 5 menit 175 Menyampaikan apresepsi. Strategi Pembelajaran : Kegiatan AlokasiWaktu Metode Media Metode pembelajaran Kooperatif tipe TGT (presentasi, diskusi, games, turnamen, dan penghargaan kelompok).

B. Kegiatan Inti

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

dalam kelompokStop watch - 4) lembar jawab5) Guru membahas soal games 10 menit tournamen6) Guru menjelaskan dan

C. Penutup

1) Guru mengajak siswa 5 menit Lembar refleksi melakukan refleksi secara Hadiahtertulis.2) Guru memilih kelompok terbaik yang memiliki skor 5 menittertinggi yang telah diperoleh saat menggerjakan LKS,Games dan Tornamen 5 menit 3) Guru menutup pembelajaran dengan kesimpulan dansalam penutup.

H. Sumber Pembelajaran :

  Sumber Pembelajaran a. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

  Rusdarti dan Kusmuriyanto. Solo: PT Wangsa Jatra Lestari.

I. Penilaian :

  kas bertambah, perlengkapan berkurang, dan utang usaha bertambah Lampiran 10 Pre Tes sub bab Persamaan Akuntansi Kelas X SMA Kolese De Britto tahun 2012 Pilihlah jawaban yang tepat. Tanggal 5 Maret 2012, Usaha Pondokan Mahasiswa Wijaya menerima 5 penghuni baru dengan harga kontrakan Rp 2.500.000,00 per tahun, dua orangmembayar lunas, dan tiga orang akan membayar bulan depan.

b. Peralatan kantor bertambah Rp 750.000,00; kas berkurang Rp 200.000,00; dan utang bertambah Rp 550.000,00

  aktiva bertambah dan modal bertambah masing-masing Rp800.000,00 c. jenis aktiva berkurang dan aktiva lain bertambah masing-masing Rp800.000,00 e.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181

  menambah satu jenis aktiva dan mengurangi aktiva lainnya b. Absen :Tanggal :Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183

  Berikut transaksi keuangan yang dilakukan oleh Bengkel Motor Sejahtera milik Pak Panji yang berlokasi di LA 161 selama bulan Mei 2012 : 1 Mei . Membayar biaya sewa ruko bengkel sebesar Rp 1.000.000,00 Pak Panji mengambil dari uang kas perusahaan untuk keperluan 31 Mei.pribadi (prive) sebesar Rp 50.000,00 Dari transaksi di atas, buatlah persamaan akuntansinya!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184

  Ungu 110 VI 0 0 0 0 0 0 0 0 KELOMPOK WARNA KUNING150 IV 1 0 0 0 0 0 0 1 V 0 1 0 0 0 1 0 0 1 III 0 0 1 0 0 0 0 0 II 0 0 0 0 0 0 0 0 10 I 0 0 0 0 0 0 1 0 23 10 0 20 Kelmp. SOAL 1 SOAL 2 SOAL 3 SOAL 4 SOAL 5 SOAL 6 SOAL 7 SOAL 8 SOAL 9SOAL 10 10 240 60 VI.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186

Lampiran 13 Handout Akuntansi SMA Kelas X Semester 1 SMA KOLESE DE BRITTO Materi : Persamaan Dasar Akuntansi

c. Definisi Persamaan Akuntansi

  Persamaan akuntansi merupakan kerangka dasar dalam pencatatan transaksi kegiatan usaha perusahaan yang telah dilakukan. Hubungan antara aktiva, kewajiban, dan ekuitas dapat dinyatakan dalam persamaan berikut : AKTIVA = KEWAJIBAN + MODAL Sebagai contoh, jika aktiva yang dimiliki perusahaan adalah Rp14.000.000,00 dan modalnya Rp 10.000.000,00, maka kewajiban yang ditanggung perusahaan adalah Rp 4.000.000,00.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187

d. Pengaruh Transaksi Keuangan terhadap PersamaanAkuntansi

  Berikut transaksi yang terjadi di Perusahaan Jasa Loundry Cherry milik ibu Nuri yang terletak di Jalan Solo KM 6,Yogyakarta selama bulanJanuari beserta pengaruhnya terhadap persamaan akuntansi : ibu Nuri, pemilik Chery Laundry menginvestasikan uang tunai ke Jan 1 kas perusahaan sebesar Rp 7.500.000,00 . Rp 200.000,00 Suatu transaksi keuangan selalu dicatat pada dua aspek yang berpengaruh, catatan perubahan pada aspek yang satu diimbangi catatanperubahan pada aspek yang lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190

25 (350.000) 350.000 6.510.000 350.000 1.100.000 800.000 7.160.00030 (800.000) (800.000) 5.710.000 350.000 1.100.000 0 7.160.00031 (200.000) (200.000) Biaya perlengkapan 5.710.000 150.000 1.100.000 0 6.960.0006.960.000 6.960.000

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191

  Lampiran 14 LEMBAR KERJA SISWA Berikut transaksi yang terjadi di Salon Nanik yang berlokasi di Jalan Kaliurang selama bulan Januari 2012. Catatlah transaksi-transaksi berikut ini ke dalam persaman dasar akuntansi!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192

  Lampiran 15 SOAL GAMESBerikut transaksi yang terjadi di bengkel motor milik Tuan Denny yang berlokasi di Gedong Kuning selama bulan September 2012. Sebelumnya bengkel motor milik Tuan Denny ini memiliki saldo awal kas sebesar Rp 10.000.000,- : 1 Tuan Denny menginvestasikan uang tunai ke kas perusahaan sebesar Rp 40.000.000,- 3 Membeli peralatan bengkel di Toko Takrib secara kredit sebesar Rp5.000.000,- 5 Menerima pembayaran atas penyelesaian pekerjaan penggantian mesin motor Ibu Nanik sebesar Rp12.000.000,- 7 Membeli perlengkapan bengkel di UD.

15 Membayar tagihan biaya telepon sebesar Rp 3.000.000,-

17 Membayar utang kepada Bank BPD sebesar Rp 4.000.000,-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193

20 Membayar biaya gaji karyawan Rp 1.000.000,- 25 Membayar biaya listrik ruko bengkel Rp 1.000.000,- 28 Tuan Denny mengambil dari uang kas perusahaan untuk keperluan pribadi sebesar Rp 2.000.000,- 194 Lampiran 15a BENGKEL MOTOR DENNY PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI Per Bulan September 2012 (Dalam Rupiah) Tgl Harta = Utang + Modal Keterangan Kas Perlengkapan Peralatan Utang Usaha Modal Denny Saldo 10.000.00010.000.000 1 3 5 7 8 9 12 15 17 20 25 195 Lampiran 15b KUNCI JAWABAN DAN LEMBAR PENILAIAN (oleh fasilitator) KELOMPOK :………. No. Soal KUNCI JAWABAN SKOR Tgl Harta Utang + Modal Kas Perlengkpan Peralatan Utang Usaha Modal Saldo 10.000.000 10.000.000 01 40.000.000 40.000.00050.000.000 50.000.000 28 (2.000.000) - - - (2.000.000)49.000.000 1.000.000 7.000.000 5.000.000 52.000.000 Soal 12 25 (1.000.000) - - - (1.000.000)51.000.000 1.000.000 7.000.000 5.000.000 54.000.000 Soal 11 20 (1.000.000) - - - (1.000.000)52.000.000 1.000.000 7.000.000 5.000.000 55.000.000 Soal 10 17 (4.000.000) (4.000.000)53.000.000 1.000.000 7.000.000 5.000.000 56.000.000 Soal 9 15 (3.000.000) (3.000.000)57.000.000 1.000.000 7.000.000 9.000.000 56.000.000 Soal 8 60.000.000 1.000.000 7.000.000 9.000.000 59.000.000 Soal 7 12 (2.000.000) - 2.000.000 - 09 (3.000.000) - - - (3.000.000)62.000.000 1.000.000 5.000.000 9.000.000 59.000.000 Soal 6 Soal 1 Soal 5 07 (1.000.000) 1.000.000 - - -61.000.000 1.000.000 5.000.000 5.000.000 62.000.000 Soal 4 05 12.000.000 - - - 12.000.00062.000.000 - 5.000.000 5.000.000 62.000.000 Soal 3 03 - Soal 2 08 4.000.000 4.000.00065.000.000 1.000.000 5.000.000 9.000.000 62.000.000

TOTAL SKORPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196

  Ani menyetor uang pribadi ke dalam perusahaan “ANI TAILOR” yang berlokasi di Jl. 2 2 Mei Membayar biaya sewa ruko untuk usaha jahit sebesar Rp 1.200.000,- Tgl Harta = Utang + Modal KetKas Perlengkapan Peralatan Utang Modal Ny.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197

  6 18 Mei Membayar biaya listrik dan air sebesar Rp 500.000,- Tgl Harta = Utang + Modal KetKas Perlengkapan Peralatan Utang Modal Ny. 10 31 Mei Setelah diadakan perhitungan diketahui bahwa perlengkapan jahit yang terpakai untuk usaha sebesar Rp 100.000,- 198 Tgl Harta = Utang + Modal KetKas Perlengkapan Peralatan Utang Modal Ny.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199

  Guru membuka dan memulai pelajaran dengan salam 5 menit dilanjutkan dengan membacakan SK, KD dan tujuanpembelajaran serta memberikan apresepsi. Guru memastikan kembali bahwa siswa sudah dalam 10 menit kelompok-kelompok berdasarkan daftar kelompok yang telahdibuat sebelumnya di tempat yang telah ditentukan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200

  menyerahkan bendera ke guru Peluit 2 kali : Waktu pengerjaan selesai, siswa kembali ke kelompok Peluit panjang menandakan akhir dari Turnamen. Guru memilih kelompok yang terbaik 5 menitGuru mengumumkan kelompok yang memiliki skor tertinggi dengan menjumlahkan skor yang telah diperoleh pada waktu games dan turnamen.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi SMA SIT Fajar Hidayah Kotawisata-Cibubur: penelitian tindakan di SMA Fajar Hidayah pada kelas X
0
6
75
Penerapan modal pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together (NHT) dalam upaya meningkatkan hasil belajar kimia siswa
1
5
88
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor terstruktur untuk meningkatkan aktivitas belajar matemetika siswa (penelitian tindakan kelas di SMP Islam al-Ikhlas Cipete)
1
7
47
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa SD/MI (penelitian tindakan kelas di SDN Cengkareng Timur 01 Pagi - Jakarta Barat)
0
4
165
Upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas II dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw di Mi Al-Amanah Joglo Kembangan
0
6
103
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di MTs Islamiyah Ciputat
0
39
0
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor struktur dalam meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa SMPN 3 kota Tangerang selatan
1
8
173
Penerapan model pembelajaran kooperatif informal tipe Formulate-Share-Listen-Create (FSLC) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa
9
50
158
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe inside outside circle (ioc) untuk meningkatkan hasil belajar ips siswa kelas VII-B smp muhammadiyah 17 ciputat tahun ajaran 2014/2015
2
32
0
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Stad (Student Teams Achievement Division) pada pembelajaran IPS kelas IV MI Miftahul Khair Tangerang
0
13
0
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar akidah akhlak: penelitian tindakan kelas di MA Nihayatul Amal Karawang
0
10
156
Peningkatan prestasi belajar PAI melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw siswa Kelas X SMAN 90 Jakarta
1
47
118
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair square pada materi ruang dimensi tiga untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Baubau
0
1
12
Upaya meningkatkan motivasi, kreativitas, dan prestasi belajar IPA dengan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
0
0
7
Upaya meningkatkan motivasi, kreativitas, dan prestasi belajar IPA dengan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
0
0
5
Show more