UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA TEROPONG PECAHAN DI KELAS IV SDN WARANGAN I.

Gratis

0
20
181
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Padahal taraf berfikir anak usia SD masih operasional 3 Berdasarkan wawancara peneliti dengan guru Matematika di SDN WaranganI kecamatan Pakis kabupaten Magelang di kelas 4 pada tanggal 8 Februari 2016, diperoleh hasil bahwa sebagian besar siswa belum memahami materi pecahansehingga prestasi belajarnya rendah. siswa harus mengalami sendiri melalui bantuan mediakarena jika siswa tersebut mengalami sendiri maka akan tertanam pada ingatan 4 Berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka dapat dikatakan bahwa prestasi belajar matematika siswa kelas IV SDN Warangan I tergolong rendah.

B. Identifikasi Masalah

Masih banyak guru yang belum optimal dalam menggunakan alat peraga atau media pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran matematika materipecahan. Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka penelitian ini akan dibatasi pada penggunaan alat peraga teropong pecahan dalam meningkatkan prestasibelajar matematika materi pecahan.

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Bagaimana penggunaan alat peraga teropong pecahan dapat meningkatkan prestasi belajar matematika materi penjumlahan dan pengurangan pecahan pada

D. Rumusan Masalah

6 siswa kelas IV SDN Warangan 1 Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang?”

E. Tujuan

F. Manfaat

Bagi Siswaa) Mempermudah pemahaman dan minat belajar siswa terhadap pelajaran Matematika materi pecahan dengan menggunakan alat peraga teropong pecahan.b) Meningkatkan prestasi belajar matematika materi pecahan dengan menggunakan alat peraga teropong pecahan. Prestasi belajar penjumlahan dan pengurangan pecahanPrestasi belajar penjumlahan dan pengurangan pecahan adalah hasil yang telah dicapai siswa setelah melakukan proses pembelajaran matematikamateri penjumlahan dan pengurangan pecahan yang diwujudkan dalam bentuk angka maupun pernyataan dimana hasil tersebut diukur dengan tesprestasi belajar.

G. Definisi Operasional

Alat peraga teropong pecahanAlat peraga teropong pecahan adalah alat bantu pembelajaran yang digunakan untuk mengetahui nilai penjumlahan dan pengurangan padapecahan yang melibatkan siswa secara langsung. Alat peraga teropong pecahan ini dapat digunakan pada penjumlahan dan pengurangan pecahan yang hasilnya kurang dari atau sama dengan satu (≤1)dan lebih dari atau sama dengan nol (≥0).

BAB II KAJIAN TEORI

A. Tinjauan Tentang Prestasi Belajar

1. Pengertian Prestasi Belajar

Hasil pengukuran dan penilaian prestasi belajar itu dicatat dalam buku akademik yang merupakan alat implementasi program bimbinganlembaga pendidikan tinggi atau mutlak perlu, dan alat yang vital untuk laporan orang tua siswa pada tiap semester kemajuan anaknya. Tes sumatif Tes ini diadakan untuk mengukur daya serap siswa terhadap bahan pokok-pokok bahasan yang telah diajarkan selama 1 semester, 11 Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2004:138-147) mengemukakan bahwa prestasi belajar yang dicapai seseorangmerupakan hasil interaksi berbagai faktor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri (faktor internal) maupun dari luar diri (faktor eksternal)individu.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Menurut Muhibbin Syah (1999: 156) overlearning (belajar lebih) adalah upaya belajar yang melebihi batas penguasaan dasar atas 17 Drill adalah suatu metode pengajaran dengan melatih peserta didik terhadap bahan yang sudah diajarkan/diberikan agar memiliki ketangkasan atau keterampilan dari apa yang telahdipelajari (Sudjana, 1995: 86). Orang yang mengalami cacat mental tidak dapat belajardengan baik.8) Motivasi Motivasi yang berhubungan dengan kebutuhan, motif, dan tujuan, mempengaruhi kegiatan dan hasil belajar.

B. Tinjauan Tentang Pembelajaran Matematika Materi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan

Ilustrasi Pecahan Luas bagian yang diarsir adalah seperdelapan dari luas daerah 1 seluruhnya dan ditulis dengan lambang sedangkan luas bagian yang 8 tidak diarsir adalah tujuh perdelapan dari luas daerah seluruhnya dan 7 ditulis dengan lambang bentuk penulisan tersebut disebut pecahan. Menurut Kennedy (dalam Sukayati, 2003: 2), makna dari pecahan dapatmuncul dari situasi-situasi sebagai berikut: 24 4 menunjukkan menunjukkan banyaknya bagian-bagianyang sama dari suatu keseluruhan (utuh) dan disebut penyebut, sedangkan 1menunjukkan banyaknya bagian yang diarsir dan menjadi perhatian pada saat tertentu disebut pembilang.b.

c) Setelah kedua pecahan tersebut senama, jumlahkan dengan ketentuan seperti di bawah ini

1 Senilai dengan 6 31 1 3 2 5 Jadi     2 3 6 6 6 26 a b a b   Untuk a, b, c bilangan bulat dengan c ≠ 0, maka c c c 2) Pengurangan Pecahan Tak SenamaUntuk mengurangkan dua pecahan dengan penyebut yang tidak sama, lakukan langkah-langkah berikut: langkah 1 iii. Setelah kedua pecahan tersebut senama, kita kurangkandengan ketentuan seperti di bagian a.

C. Tinjauan Tentang Alat Peraga Teropong Pecahan

1. Pengertian Alat Peraga

Dari pendapat dua ahli di atas dapat penulis simpulkan, bahwa alat peraga merupakan alat bantu untuk membantu guru dalammenyampaikan materi serta meningkatkan motivasi belajar anak terutama utuk pelajara Matematika yang abstrak. Keenam fungsitersebut adalah:a) Penggunaan alat peraga dalam proses belajar-pembelajaran bukan merupakan fungsi tambahan tetapi memiliki fungsi tersendirisebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar-pembelajaran yang efektif.b) Penggunaan alat peraga merupakan bagian yang intergral dari seluruh situasi pembelajaran.

2. Fungsi Alat Peraga

Supaya anak-anak dapat melihat hubungan antara ilmu yang dipelajarinya dengan alam sekitar dan masyarakat. Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika yang abstrak memerlukan alatbantu yang konkret agar siswa mudah memahami dan menangkap materi pelajaran.

3. Alat Peraga Teropong Pecahan

Hal ini menunjukkan bahwa kedua bagian itu sama besar sehingga disebut pecahan Kegiatan untuk menunjukkan konsep pecahan seperempat, sepertiga, dan lainnya sama caranya dengan pecahan setengah.b) Membandingkan dua pecahan (relasi <, =, >) 2 1 Misalnya akan membandingkan pecahan dengan pecahan 3 2 dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:i. Membandingkan dua pecahan Dengan cara yang sama, dapat dibandingkan antara dua pecahan, pecahan mana yang lebih besar, pecahan mana yang lebih kecil, atau duapecahan yang sama.c) Menjumlahkan dua pecahan 1 2  Misalnya untuk menjumlahkan pecahan dilakukan 4 4 langkah-langkah seperti berikut ini:i.

D. Penelitian yang Relevan

Penelitian Kristanti Widyastuti (2011) berjudul “Peningkatan PretasiBelajar Matematika Materi Pecahan Melalui pembelajaran denganBantuan Alat Peraga Teropong Pecahan Bagi Siswa Kelas IV SekolahDasar Negeri 2 Temanggung 1 Kabupaten Temanggung”, menyimpulkan bahwa dengan menggunakan bantuan alat peragateropong pecahan dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa dan kualitas proses pembelajaran siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2Temanggung 1. Meningkatnya prestasi belajar siswa dapat dilihat dari nilai rata-rata sebelum diberi tindakan adalah 40,5 dengan ketuntasanbelajar sebesar 11%, nilai rata-rata post test siklus pertama sebesar 62,2 dengan ketuntasan belajar sebesar 61% dan nilai rata-rata post test sikluskedua sebesar 80,5 dengan ketuntasan belajar sebesar 89%.

E. Kerangka Pikir

Alat peragateropong pecahan tergolong sederhana namun dapat membantu anak dalam 44 Siswa SD yang berada pada tahap belajar operasional konkret akan lebih memudahkan guru dalam mengajarkan materi penjumlahan dan penguranganpecahan dengan menggunakan alat peraga teropong pecahan dalam pembelajaran. Menggunakan alat Menggunakan alat peraga teropong peraga teropong Tindakan pecahan dalam materi pecahan padapenjumlahan dan penjumlahan danpengurangan pecahan pengurangan pecahan yang bersiklusMelalui penggunnaan alat peraga teropong Kondisi pecahan maka prestasi belajar siswa materiAkhir penjumlahan dan pengurangan pecahan akanmeningkat Gambar 12.

E. Hipotesis Tindakan

Hipotesis dalam penelitian ini adalah penggunaan alat peraga teropong pecahan dapat meningkatkan prestasi belajar penjumlahan dan penguranganpecahan siswa kelas IV SDN Warangan 1. 46

BAB II I METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan secara kolaboratif oleh peneliti dan guru di kelasnya sendiri dengancara (1) merencanakan, (2) melaksanakan, dan (3) merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru,sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat (Wijaya Kusumah, 2011: 9). Tindakan dalam penelitian ini berupa penggunaan alat peraga teropong pecahan dengan tujuanmeningkatkan prestasi belajar konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas IV SDN Warangan I Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang.

B. Setting Penelitian

Subjek PenelitianSubjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Warangan I dengan jumlah siswa 15 orang yang terdiri dari 4 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Alasan peneliti memilih siswa kelas IV SDN Warangan I sebagai subjeek penelitian adalah karena masalah yang diangkat peneliti benar-benar dialamioleh siswa kelas IV SDN Warangan I.

C. Desain Penelitian

Rencana : Rencana tindakan apa yang akan dilakukan peneliti untuk memperbaiki, meningkatkan proses dan hasil belajar di kelas. Tindakan : Apa yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan kondisi pembelajaran yang ada sehingga kondisi yangdiharapkan dapat tercapai.

D. Perencanaan dan Pelaksanaan Tindakan Penelitian

Peneliti dalam penelitian tindakan ini bekerjasama dengan guru kelas IV dimana peneliti bertindak sebagai pelaksana pembelajaran sedangkan guru kelasmelakukan pengamatan terhadap tindakan berupa penggunaan alat peraga teropong pecahan dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan padapecahan. Observasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung yaitu untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran dengan menggunakan alatperaga teropong pecahan dapat meningkatakan prestasi belajar siswa 51 Refleksi adalah kegiatan mengulas secara kritis tentang perubahan yang terjadi secara kritis pada siswa, suasana kelas, dan guru (SuharsimiArikunto, dkk, 2015: 229).

E. Teknik Pengumpulan Data

Beberapa hal yang diamati terhadap pelaksanaan tindakan misalnya tingkah laku siswa pada waktu belajar, tingkah laku guru pada waktu mengajar,kegiatan diskusi siswa, partisipasi siswa dalam simulasi, dan penggunaan alat peraga pada waktu mengajar dengan menggunakan alat peraga teropongpecahan pada materi konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan siswa kelas IV SDN Warangan I. TesSuharsimi Arikunto (2006: 150) menyatakan bahwa tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untukmengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.

F. Instrumen Penelitian

Lembar ObservasiLembar observasi digunakan untuk pengamatan guna memperoleh data-data tentang kegiatan guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaranmenggunakan alat peraga teropong pecahan. Soal tesTes digunakan sebagai alat untuk memperoleh data hasil belajar konsep penjumlahan dan pengurangan pada pecahan.

G. Teknik Analisis Data

Mengacu pada kriteria 3 3 penilaian tabel 4 di atas, maka batasan kategori untuk lembar observasi penggunaan alat peraga teropong pecahan disusun sebagaimana tabel berikutini: Tabel 4. Perhitungan skor diperoleh dari: Jumlah soal yang dijawab benar Skor = x 100Jumlah soal seluruhnya 57 1 1 Mean Ideal (M) = x Skor Maksimum = x 100 = 50, dan Standar Deviasi 2 2 1 1 Ideal = x M = x 50 = 16,67.

H. Kriteria Keberhasilan

Keberhasilan penelitian pada Penelitian Tindakan Kelas ditandai dengan adanya perubahan yang lebih baik secara proses maupun peningkatan hasilbelajar yang dapat dilihat dari peningkatan nilai di setiap siklus dan telah mencapai semua indikator keberhasilan. Secara kualitatif untuk memberikan makna terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran ditandai dengan: adanya peningkatan aspek aktivitasguru dan siswa dengan menggunakan alat peraga teropong pecahan di setiap pertemuan dan minimal telah mencapai kategori Baik.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Data Awal Siswa Pra Siklus

Data Hasil Pre-test Pada Tahap Pra Siklus No Jumlah Siswa Persentase Nilai Rata-rata KelasTuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas 1 4 11 26,67% 73,33% 43,78 Rendahnya prestasi belajar siswa kelas IV SDN Warangan I terhadap materi penjumlahan dan pengurangan pada pecahan jugadibuktikan berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru kelas IVSDN Warangan I pada Senin, 2 Mei 2016, diketahui bahwa prestasi belajar penjumlahan dan pengurangan pecahan masih rendah. Berdasarkanhasil pre-test dan hasil wawancara tersebut maka peneliti dan guru kelas IV SDN Warangan I sepakat melakukan perbaikan dengan cara melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan prestasi belajarsiswa terhadap materi penjumlahan dan pengurangan pecahan menggunakan alat peraga teropong pecahan.

2. Deskripsi Pelaksanaan Tindakan pada Siklus I

Contoh pertama adalah 2 cara mengurangkan pecahan 5  6 6 Cara memperagakan soal tersebut menggunakan alat peraga teropong pecahan langkah-langkahnya adalah:Memasang lingkaran pecahan lima perenam yang berwarna biru - pada tiang penyanggaKemudian memasang lingkaran pecahan dua perenam yang berwarna abu-abu di atasnya dan mengatur sehingga garispembagi kedua pecahan berimpit dan warna kedua pecahan bertumpuk. Berdasarkan nilai post-test siklus I pada materi penjumlahan dan pengurangan pada pecahan berpenyebut sama dan tak samamenggunakan alat peraga teropong pecahan di SDN Warangan I menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 60,2Siswa yang berhasil mencapai KKM adalah 8 siswa (53,33%) dan siswa yang belum mencapai KKM adalah 7 siswa (46,67%).

3. Deskripsi Pelaksanaan Tindakan pada Siklus II

Contoh kedua yaitu menjumlahkan pecahan 1 1  ....2 4 Cara memperagakan soal tersebut menggunakan alat peraga teropong pecahan langkah-langkahnya adalah:Memasang lingkaran pecahan satu perdua yang berwarna - merah pada tiang penyangga Kemudian memasang lingkaran pecahan satu perempat di - atasnya dan mengatur sehingga garis pembagi keduapecahan berimpit dan warna kedua pecahan tersambung. Contoh kedua yaitu mengurangkan pecahan 2  3 12 Cara memperagakan soal tersebut menggunakan alat peraga teropong pecahan langkah-langkahnya adalah: Kemudian memasang lingkaran pecahan tiga perduabelas yang berwarna abu-abu di atasnya dan mengatur sehingga garispembagi kedua pecahan berimpit dan warna kedua pecahan bertumpuk.

B. Pembahasan

Perbandingan nilai rata-rata pre test, akhir siklus I, akhir siklus II disajikan pada gambar 13. Perbandingan Nilai Rata-rata Hasil Pre-test, Post-test Akhir Siklus I, dan Post-test Akhir Siklus II90 80.67 80 70 60.2 60 50 43.78 40 30 20 Gambar 14.

10 Pre test Siklus I Siklus II

Faktor lain yang mempengaruhi peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa adalah kerjasama anggota kelompok yang semakin baik lagidibandingkan dengan siklus I dimana siswa yang sudah paham membantu Persentase rata-rata skor aktivitas guru dan siswa dalam penggunaan alat peraga teropong pecahan dari siklius I ke siklus II meningkat sebesar 19,17%yaitu dari 70,83% menjadi 90%. Hal tersebut membuktikan bahwa alat peraga teropong pecahan tepat digunakanserta memudahkan anak dalam memahami materi penjumlahan dan pengurangan pecahan sehingga aktivitas guru dan siswa dalam penggunaanalat peraga teropong pecahan secara umum berjalan baik dan terjadi peningkatan.

C. Keterbatasan Penelitian

Penelitian yang dilaksanakan di kelas IV SDN Warangan I ini memiliki keterbatasan yaitu: 1. Pada siklus I, peneliti sebagai pelaksana tindakan dianggap sebagai orang baru oleh siswa sehingga perhatian siswa selama prosespembelajaran masih kurang.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan alat peraga teropong pecahandapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Warangan I terhadap materi penjumlahan dan pengurangan pada pecahan. Terjadinyapeningkatan prestasi belajar tersebut merupakan dampak dari ketepatan penggunaan alat peraga teropong pecahan dalam materi penjumlahan danpengurangan pada pecahan yang secara umum dapat berjalan dengan baik.

B. Saran

Membuat alat peraga teropong pecahan yang tiang penyangganya terbuat dari bahan yang tidak membahayakan siswa, misalnya daribahan plastik atau kayu.b. Membuat inovasi alat peraga lain yang dapat digunakan untuk memeragakan penjumlahan dn pengurangan pecahan yang hasilnya > 1 dan < 0.

LAMPIRAN

108 Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I dan Siklus II

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (SIKLUS I)

Jadi,   6 6 6 3 Contoh kedua adalah cara mengurangkan pecahan 2  4 8 Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: 2 1) Memasang pecahan pada tiang penyangga 4 3 2) Kemudian memasang pecahan yang berwarna abu-abu di atasnya dan 8 mengatur sehingga garis pembagi kedua pecahan berimpit dan warnanya bertumpuk. 114 4) Kemudian guru mengatur agar semua garis pembagi pecahan-pecahan yang berwarna dapat berimpit dengan garis pembagi pecahan tanpa 3 warna sehingga dapat ditemukan penyebut untuk hasil pecahan 2  4 8 5) Kemudian dihitung berapa bagian warna yang tidak tertutupi warna abu-abu6) Jadi tampak bahwa ada 1 bagian yang tidak tertutupi warna abu-abu, 2 3 1 sehingga   4 8 8 i.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (SIKLUS II)

Siswa memperhatikan penjelasan guru yang sedang memberi contoh cara menjumlahkan pecahan dengan menggunakan alat peraga teropongpecahan sambil memperagakannya menggunakan alat peraga teropong pecahan yang dimiliki masing-masing kelompok. 4) Kemudian guru mengatur agar semua garis pembagi pecahan-pecahan yang berwarna dapat berimpit dengan garis pembagi pecahan tanpa 3 warna sehingga dapat ditemukan penyebut untuk hasil pecahan 2  3 12 7) Kemudian dihitung berapa bagian warna yang tidak tertutupi warna abu-abu8) Tampak bahwa ada 5 bagian yang tidak tertutupi warna abu-abu, 2 3 5 sehingga   3 12 12 b.

1. Penjumlahan Pecahan

c c c 1 2 1 2 3 Contoh:    4 4 4 4 b. Penjumlahan pecahan Berpenyebut BerbedaUntuk menjumlahkan dua pecahan dengan penyebut yang tidak sama, lakukan langkah-langkah berikut:1) Carilah KPK dari penyebut kedua pecahan tersebut.2) Ubah kedua pecahan tersebut sehingga kedua pecahan senama dengan penyebut KPK yang diperoleh dalam langkah 1)3) Setelah kedua pecahan tersebut senama, jumlahkan dengan ketentuan seperti di bawah ini.

2. Pengurangan Pecahan

Pengurangan Pecahan Berpenyebut BerbedaUntuk mengurangkan dua pecahan dengan penyebut yang tidak sama, lakukan langkah-langkah berikut: 1) Carilah KPK dari penyebut kedua pecahan tersebut.2) Ubah kedua pecahan tersebut sehingga kedua pecahan senama dengan penyebut KPK yang diperoleh dalam langkah 1)3) Setelah kedua pecahan tersebut senama, kita kurangkan dengan ketentuan seperti di bagian a. Contoh : 1 2  .......2 5 KPK dari 2 dan 5 adalah 10, sehingga 1 5 senilai dengan 2 10 2 4 senilai dengan 5 10 1 2 5 4 1 Jadi     2 5 10 10 10126 Lampiran 3.

SOAL PRE-TEST

Pada teropong pecahan dipasang lingkaran pecahan lima perenam yang berwarna kuning pada tiang penyanggaKemudian lingkaran pecahan dua perenam yang berwarna abu-abu dipasang di atasnya dan diatur sehingga garis penyekat kedua pecahan berimpit danwarnanya bertumpuk 5 2   Peragaan di atas menunjukkan bahwa 6 6 7. Pada teropong pecahan dipasang lingkaran pecahan dua perempat yang berwarna kuning pada tiang penyanggaKemudian lingkaran pecahan satu perdelapan yang berwarna abu-abu dipasang di atasnya dan diatur sehingga garis penyekat kedua pecahan berimpit danwarnanya bertumpuk 2 1   Peragaan di atas menunjukkan bahwa 4 8134 8.

DOKUMENTASI

Siswa mengerjakan soal pretest yang telah disediakan oleh penelitiPeneliti membagikan alat peraga teropong pecahan dan menjelaskan cara penggunaannya Siswa berkelompok mengerjakan LKS dengan menggunakan alat peraga teropong pecahan 165 Peneliti foto bersama siswa-siswi kelas IV SDN Warangan I 166

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
225
2
DEKONSTRUKSI HOST DALAM TALK SHOW DI TELEVISI (Analisis Semiotik Talk Show Empat Mata di Trans 7)
21
206
1
APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo)
8
137
2
SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)
33
245
2
MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGAN POJOK KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang
20
185
2
PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER DENGAN ADANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD INKLUSI GUGUS 4 SUMBERSARI MALANG
64
452
26
PENGEMBANGAN TARI SEMUT BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SD MUHAMMADIYAH 8 DAU MALANG
55
420
20
KEBIJAKAN BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN DAERAH (BAPEDALDA) KOTA JAMBI DALAM UPAYA PENERTIBAN PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK KARET
110
657
2
ANALISIS PROSPEKTIF SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT MUSTIKA RATU Tbk
266
1206
22
PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM SITUASI PERTEMUAN ANTAR BUDAYA STUDI DI RUANG TUNGGU TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA
97
585
2
REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM IKLAN DI TELEVISI (ANALISIS SEMIOTIK DALAM IKLAN SAMSUNG GALAXY S7 VERSI THE SMARTES7 ALWAYS KNOWS BEST)
132
469
19
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
478
20
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
105
437
24
PEMAKNAAN BERITA PERKEMBANGAN KOMODITI BERJANGKA PADA PROGRAM ACARA KABAR PASAR DI TV ONE (Analisis Resepsi Pada Karyawan PT Victory International Futures Malang)
18
208
45
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)
119
454
25
Show more