Penerapan pembelajaran berbasis masalah untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah pada materi keliling dan luas lingkaran siswa kelas VIIIA SMP Pangudi Luhur Moyudan tahun ajaran 2016/2017.

Gratis

0
0
310
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI KELILING DAN LUAS LINGKARAN SISWA KELAS VIIIA SMP PANGUDI LUHUR MOYUDANTAHUN AJARAN 2016/2017 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana PendidikanProgram Studi Pendidikan Matematika Oleh : Cornelius SepnuwiyadiNIM : 131414107 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED LEARNING TO DEVELOP PROBLEM SOLVING ABILITY ON THE TOPIC OF CIRCLE PERIMETER AND AREA OF GRADE VIIIA STUDENTS SMP PANGUDI LUHUR MOYUDANACADEMIC YEAR 2016/2017 THESIS Presented as Partial Fulfillment of the Requirements To Obtain the Sarjana Pendidikan DegreeIn Mathematica Education Study Program By :Cornelius Sepnuwiyadi Student Number 131414107 MATHEMATICS EDUCATION STUDY PROGRAM DEPARTMENT OF MATHEMATICS EDUCATION AND SCIENCES FACULY OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION SANATA DHARMA UNIVERSITY YOGYAKARTA Seorang Guru harus memiliki 3 Cinta : Cinta kepada Pembelajaran, Cinta kepada Peserta Didik,dan Cinta yang membawa keduanya itu menjadi satu Skripsi ini ku persembahkan untuk :Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria Bapak Yohanes Tugiyo tercinta

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Seorang Guru harus memiliki 3 Cinta : Cinta kepada Pembelajaran, Cinta kepada Peserta Didik,dan Cinta yang membawa keduanya itu menjadi satu Skripsi ini ku persembahkan untuk :Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria Bapak Yohanes Tugiyo tercinta Ibu Christiana Kawit tercinta Puji Veryani terkasih

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Data keterlaksanaan pembelajaran diperoleh dengan melakukan pengamatan kegiatan guru dan kegiatan siswa dan datadianalisis dengan mencari rata-rata keterlaksanaan pada kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Data hasil belajar diperoleh dengan melakukan tes hasil belajardengan tujuan untuk mengetahui pengembangan kemampuan pemecahan masalah siswa dan data dianalsis berdasarkan jumlah siswa yang menyelesaikan soalsesuai langkah pemecahan masalah, rata-rata tiap langkah pemecahan masalah dan berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIKATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah berkenan melimpahkan berkat, rahmat, dan anugerah-Nya sehingga penulisdapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Penerapan Pembelajaran BerbasisMasalah untuk Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah pada MateriKeliling dan Luas Lingkaran Siswa Kelas VIIIA SMP Pangudi Luhur MoyudanTahun Ajaran 2016/2017” ini dengan baik. Siswa-siswi kelas VIIIB SMP Pangudi Luhur Moyudan yang telah bersedia menjadi validator tes hasil belajar dan siswa-siswi kelas VIIIA SMPPangudi Luhur Moyudan yang telah bersedia menjadi subjek dalam penelitian skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu tujuan negara Indonesia sesuai alinea 4 UUD 1945 adalah

  Berdasarkan pengalaman peneliti ketika melakukan observasi dan wawancara dengan guru matematika kelas VIIB di SMP Pangudi LuhurMoyudan, banyak siswa yang malas dan kesulitan dalam memecahkan masalah dalam bentuk soal cerita yang membutuhkan pemahaman,perencanaan, dan tidak hanya sekedar keterampilan berhitung. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, peneliti melakukan penelitian dengan judul, “Penerapan Pembelajaran BerbasisMasalah untuk Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah padaMateri Keliling dan Luas Lingkaran Siswa Kelas VIIIA SMP Pangudi Luhur Moyudan Tahun Ajara n 2016/2017” dengan tujuan agar siswa mampumengembangkan kemampuan pemecahan masalah khususnya pada materi keliling dan luas lingkaran.

B. Rumusan Masalah

  Apakah pembelajaran berbasis masalah dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIIIA SMP Pangudi Luhur Moyudan tahun ajaran 2016/2017 pada materi keliling dan luas lingkaran? Mendeskripsikan bahwa pembelajaran berbasis masalah dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIIIASMP Pangudi Luhur Moyudan tahun ajaran 2016/2017 pada materi keliling dan luas lingkaran.

D. Pembatasan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah serta agar pembahasan fokus, maka penelitian yang berjudul“Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi Keliling dan Luas Lingkaran Siswa Kelas VIIIA SMP Pangudi LuhurMoyudan Tahun Ajaran 2016/2017 ” diberikan batasan, yaitu : 1. Kemampuan pemecahan masalah dilihat pada saat sebelum dan sesudah siswa diberikan pembelajaran berbasis masalah pada materi keliling danluas lingkaran.

E. Penjelasan Istilah

  Model PembelajaranModel pembelajaran adalah suatu pola yang digunakan untuk merancang pembelajaran sehingga pembelajaran dapat tergambar jelas dari awalsampai akhir dan menjadi pedoman bagi pengajar. Model Pembelajaran Berbasis MasalahModel pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran yang memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa melalui kegiatanmemecahkan masalah sesuai dengan tahap-tahap metode ilmiah.

5. Keliling dan Luas Lingkaran a

  Keliling lingkaran adalah panjang lintasan dari suatu titik pada lingkaran dalam satu putaran hingga kembali ke titik semula. Luas lingkaran adalah luas daerah yang dibatasi oleh lingkaran.

F. Manfaat Penelitian

  GuruPenelitian ini memberikan masukan kepada guru agar dapat melaksanakan pembelajaran yang aktif dan inovatif pada pelajaran matematika melaluimodel pembelajaran berbasis masalah. SiswaBagi siswa yang menjadi subjek penelitian diharapkan dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah pada pelajaranmatematika dengan penerapan model pembelajaran berbasis masalah khususnya materi keliling dan luas lingkaran.

BAB II LANDASAN TEORI A. Belajar 1. Pengertian Belajar Belajar merupakan kegiatan khas yang dilakukan oleh manusia

  Menurut Susanto (2013: 4), belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam keadaan sadar untukmemperoleh suatu konsep, pemahaman, atau pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan perilaku yang yang relatiftetap, baik dalam berpikir, merasa, maupun dalam bertindak. Perubahan yang dimaksud bukan hanya perubahan pengetahuan, tetapi juga perubahanperilaku yang mencakup perubahan dalam kebiasaan (habit), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik) dimana perubahan ini diperoleh melalui pengalaman dan latihan yang dilakukan secara berulang.

2. Pengertian Hasil Belajar

  Ada beberapa pendapat tentang pengertian hasil belajar, yaitu : Menurut Susanto (2013: 5), hasil belajar merupakan perubahan- perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspekkognitif, afektif, dan psikomotorik sebagai hasil dari kegiatan belajar. Dari pengertian ini dapat dilihat bahwa anak yang berhasil dalam belajar adalahanak yang berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang ditetapkan oleh guru yaitu pencapaian dalam aspek kognitif, afektif, danpsikomotorik.

3. Teori Belajar

  Menurut Suyono dan Hariyanto (2011: 69), teoribehaviorisme dengan model hubungan S-R mendudukan siswa sebagai individu yang pasif sehingga munculnya sejumlah kritikan, diantaranya :pandangan behaviorisme cenderung mengarahkan siswa untuk berpikir linear, tidak kreatif, dan tidak produktif. Guru tidak mentransferkan pengetahuan yang dimilikinya melainkan membantu siswa untuk membentuk pengetahuannya sendiri dan dituntut untuk lebih memahami jalan pikiran atau cara pandang siswa dalam belajar.

B. Model Pembelajaran 1

  Pengertian PembelajaranPada pembahasan di atas disampaikan bahwa belajar merupakan suatu aktivitas untuk memperoleh suatu perubahan sebagai akibat daripengalaman dan latihan yang dapat dilakukan melalui pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Menurut Winkel (dalam Siregar dan Nara 2011: 12), pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung prosesbelajar siswa, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian ekstern yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsungdialami siswa.

2. Pengertian Model Pembelajaran

  Pengertian ini senada dengan yang disampaikan oleh Winataputra (dalamSugiyanto 2010: 3), model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikanpengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajardalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran adalah suatu pola yang digunakan untuk merancangpembelajaran sehingga pembelajaran dapat tergambar jelas dari awal sampai akhir dan menjadi pedoman bagi pengajar.

C. Model Pembelajaran Berbasis Masalah 1

  Sedangkan menurut Ngalimun (2012: 90-91), dalam pembelajaran berbasis masalah, fokus pembelajaran ada pada masalah yang dipilihsehingga siswa tidak saja mempelajari konsep-konsep yang berhubungan dengan masalah tetapi juga metode ilmiah untuk memecahkan masalahtersebut. Oleh sebab itu, siswa tidak hanya harus memahami konsep yang relevan dengan masalah yang menjadi pusat perhatian tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang berhubungan dengan keterampilan menerapkan metode ilmiah dalam pemecahan masalah dan menumbuhkanpola berpikir kritis.

2. Pengertian

  Ada beberapa tokoh yang menyampaikan tentang pengertian model pembelajaran berbasis masalah, berikut pengertian model pembelajaranberbasis masalah menurut beberapa tokoh Menurut Ngalimun (2012: 89), pembelajaran berbasis masalah adalah salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikankondisi belajar aktif kepada siswa. Menurut Suyono (dalam Puspitasari 2013: 18), pembelajaran berbasis masalah adalah proses pembelajaran yang diawali denganmenggunakan masalah dalam kehidupan nyata lalu dari masalah ini siswa dirangsang untuk mempelajari masalah berdasarkan pengetahuan danpengalaman yang telah mereka punya sebelumnya (prior knowledge) sehingga dari prior knowledge ini akan terbentuk pengetahuan danpengalaman baru.

3. Karakteristik

  Masalah membuat siswa tertantang untuk mendapatkan pembelajaran di ranah pembelajaran yang baru;e. Dari beberapa penjelasan mengenai karakteristik pembelajaran berbasis masalah tersebut dapat disimpulkan bahwa tiga unsur pentingdalam proses pembelajaran berbasis masalah yaitu adanya suatu permasalahan, pembelajaran berpusat pada siswa, dan belajar dalamkelompok kecil.

4. Tujuan dan Manfaat

  Menurut Barrows, Tamblyn dan Engel (dalam Siregar dan Nara2011: 121), tujuan dari pembelajaran berbasis masalah adalah dapat meningkatkan kedispilinan dan kesuksesan dalam hal :a. Aplikasi dari pemecahan masalah dalam situasi yang baru atau yang akan datang;c.

5. Tahap Pembelajaran

  Dalam Rusmono (2012: 81), tahap pembelajaran berbasis masalah disajikan dalam tabel berikut ini : Tabel 2.1 Tahap Pembelajaran Berbasis Masalah Tahap Pembelajaran Perilaku GuruTahap 1 : Guru menginformasikan tujuan-tujuan pembelajaran, Mengorganisasikan mendiskripsikan kebutuhan-kebutuhan logistiksiswa kepada masalah penting, dan memotivasi siswa agar terlibat dalam kegiatan pemecahan masalah yang mereka pilihsendiri. Tahap 4 : Guru membantu siswa dalam merencanakan dan Mengembangkan dan menyiapkan hasil karya yang sesuai seperti laporan,mempresentasikan hasil rekaman video dan model, serta membantu mereka karya serta pameran berbagi karya mereka.

6. Keunggulan dan Kelemahan

Menurut Sanjaya (2011: 221), pembelajaran berbasis masalah memiliki keunggulan dan kelemahan, yaitu :a. Keunggulan

1) Meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa

  4)Memperlihatkan bahwa setiap mata pelajaran pada dasarnya merupakan cara berpikir, dan sesuatu yang harus dimengerti olehsiswa, bukan hanya sekedar belajar dari guru atau dari buku-buku saja. 5)Mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan siswa untuk menyesuaikan denganpengetahuan baru.

6) Mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki dalam dunia nyata

  Kelemahan1) Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan,maka mereka akan enggan untuk mencobanya.2) Keberhasilan pembelajaran berbasis masalah membutuhkan cukup waktu untuk persiapan. 3)Tanpa pemahaman mengapa siswa berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka siswa tidak akan belajartentang apa yang ingin dipelajari.

D. Pemecahan Masalah 1

  Menyelesaikan Rencana PenyelesaianAspek yang harus dicantumkan siswa pada langkah ini meliputi pelaksanaan cara yang telah dibuat dan kebenaran langkah yang sesuaidengan cara yang dibuat. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sari,Elniati, dan Fauzan (2014: 57), menunjukkan bahwa hasil pretest siswa per indikator pemecahan masalah yaitu pada langkah memahami masalahsebesar 41,67%, langkah merencanakan penyelesaian sebesar 4,17%, menyelesaikan rencana penyelesaian sebesar 12,5%, dan pada langkahmemeriksa kembali sebesar 0%.

4. Pedoman Penilaian Kemampuan Pemecahan Masalah

Pedoman penilaian kemampuan pemecahan masalah yang dibuat oleh Gibbon (dalam Purnamasari 2015: 4) dan digunakan dalam penelitianini adalah sebagai berikut : Tabel 2.2 Kualifikasi Hasil Rata-rata tiap Tahap Pemecahan Masalah Persentase Kriteriat Tinggi 75% Sedang50% 75%25% Rendah 50% Sangat Rendah 25%

E. Keliling dan Luas Lingkaran 1

  Selain sebagai tuntutan pembelajaran matematika, kemampuan pemecahan masalah menjadi sarana mempelajarimatematika, serta kemampuan ini bermanfaat bagi siswa untuk membiasakan siswa berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuanbekerjasama. Sehingga jika penelitian ini dilaksanakan dengan banyak waktu serta dapat mengkondisikan siswa dengan baik, peneliti dapat mengetahuikemampuan pemecahan masalah siswa, mengetahui penerapan pembelajaran berbasis masalah pada materi keliling dan luas lingkaran, dan mengetahuiapakah pembelajaran berbasis masalah dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif karena

B. Tempat dan Waktu Penelitian 1

  Menurut Sugiyono (2013: 9), penelitian kualitatif adalahmetode penelitian yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti adalahinstrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankandata yang sebenarnya dari pada generalisasi. Fenomena yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pembelajaran berbasis masalah denganpokok bahasan keliling dan luas lingkaran serta kemampuan pemecahan masalah dari siswa kelas VIIIA SMP Pangudi Luhur Moyudan.

2. Waktu Penelitian

  Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah 36 siswa kelas VIIIA SMP Pangudi LuhurMoyudan yang terdiri dari 21 siswa dan 15 siswi yang mengikuti pembelajaran berbasis masalah untuk mengembangkan kemampuanpemecahan masalah pada materi keliling dan luas lingkaran. Data Respon SiswaData respon siswa merupakan data kualitatif yang berisikan jawaban siswa tentang cara yang dilakukan siswa untuk menyelesaikan permasalahanyang diberikan oleh peneliti, perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran, dan kendala siswa selama mengikuti pembelajaran denganmodel pembelajaran berbasis masalah.

F. Metode Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang diperlukan, peneliti menggunakan beberapa metode, yaitu :

1. Observasi Ada dua observasi yang dilakukan disetiap pertemuan pembelajaran

  Metode tes tertulis ini digunakan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah siswa sebelum dilaksanakannya model pembelajaran berbasismasalah dan untuk mengetahui pengembangan kemampuan pemecahan masalah setelah siswa mengikuti pembelajaran berbasis masalah. WawancaraWawancara ini bertujuan untuk mendukung hasil belajar siswa serta hasil pengamatan aktivitas siswa dan digunakan sebagai salah satu alat evaluasiserta refleksi pembelajaran yang telah berlangsung.

G. Instrumen Pengumpulan Data

  Namun dalam penelitian ini, peneliti menggunakan duamacam instrumen, yaitu instrumen yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran dan instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes kemampuan awal, tes hasil belajar, lembar keterlaksanaan pembelajaran,lembar observasi siswa, dan lembar wawancara siswa.

1. Instrumen Pembelajaran

  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)RPP pada materi Keliling dan Luas Lingkaran terdiri dari 4 kali pertemuan yang terdiri dari 2 kali pertemuan untuk materi kelilinglingkaran dan 2 kali pertemuan untuk materi luas lingkaran. Penggunaan LKS dalam pembelajaran berbasis masalah diharapkan dapat membantu guru dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswakarena permasalahan yang disajikan dalam LKS berasal dari kehidupan sehari-hari yang diharapkan dapat memotivasi danmenumbuhkan rasa ingin tahu siswa.

2. Instrumen Pengumpulan Data a

  Hanya ada 1 kelompok yang diamati dalam penelitian ini dan disebut kelompok fokus, yang dipilihdari 9 kelompok yang ada di dalam kelas. Wawancara hanya dilakukan kepada lima siswa saja yang dipilih berdasarkan pengamatan aktivitas siswa dan nilai tes hasil belajar yang diperolehsiswa.

H. Desain Penelitian

  Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, peneliti dibantu oleh dua observer untuk mengamati keterlaksanaan pembelajaran dengan modelpembelajaran berbasis masalah dan aktivitas siswa selama diskusi kelompok dengan mengacu pada lembar pengamatan yang telah disusun oleh peneliti. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara kepada 5 siswa untuk memberikanpenguatan atas data yang telah diambil, mengetahui cara siswa menyelesaikan permasalahan yang diberikan, dan melihat tanggapan siswa terhadappembelajaran matematika dengan model pembelajaran berbasis masalah.

I. Uji Coba Instrumen Penelitian

  Uji keabsahan data dalam penelitian, sering hanya ditekankanpada uji validitas dan reliabilitas (Sugiyono, 2013: 267). Berikut ini uji coba yang dilakukan peneliti untuk melihat kevalidan instrumen-instrumen yangdigunakan dalam penelitian ini.

1. Validitas RPP, Lembar Kuis, dan LKS

  RPP, Lembar Kuis, dan LKS diuji kesasihannya dengan teknik penilaian pakar (expert judgment) yaitu dosen dan guru mata pelajaran matematika SMP Pangudi Luhur Moyudan. Tujuan dilakukannya validasi oleh pakar adalah untuk memperoleh perbaikan-perbaikan agarmendapatkan hasil penelitian yang diharapkan.

2. Validitas Lembar Tes Kemampuan Awal, dan Lembar Tes Hasil Belajar

  Skor Keterlaksanaan Pembelajaran Berbasis MasalahSkor 1 diberikan dengan melihat kegiatan guru dan kegiatan siswa selama pembelajaran berbasis masalah berlangsung apabila padakolam „ya‟ diberikan tanda (√) dan skor 0 apabila pada kolom „tidak‟ diberikan tanda (√). Aktivitas Siswa di dalam KelompokAktivitas siswa selama diskusi bersama kelompok dianalisis dengan cara menafsirkan dari data yang diperoleh melalui lembarpengamatan aktivitas siswa yang diisi oleh observer.

2. Data Hasil Belajar Siswa

  Wawancara dilakukan untuk memberikan penguatanatas data yang telah diambil, mengetahui cara yang dilakukan siswa untuk menyelesaikan permasalahan, dan melihat tanggapan siswa terhadappembelajaran matematika dengan model pembelajaran berbasis masalah. Kesimpulan ini menunjukkan bagaimana kemampuanpemecahan masalah siswa sebelum diberikan pembelajaran berbasis masalah, bagaimana keterlaksanaan pembelajaran berbasis masalah, danapakah pembelajaran berbasis masalah dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah pada materi keliling dan luas lingkaran.

BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Pada bab ini dipaparkan tentang langkah-langkah pembelajaran

berbasis masalah untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIIIA SMP Pangudi Luhur Moyudan.

1. Sebelum Penelitian

  dengan Apakah soal-soal di atas pertimbangannya cukup dapat adalah soal yangdiselesaikan dihilangkan sudah dengan termuat dalam soalkemampuan yang lain.dari SD (jenjang 2. Menanyakan sebelumnya) . Sehingga semua soal tes hasil belajarvalid dan dapat diujikan sebagai tes hasil belajar.2) ReliabilitasSoal yang sudah diketahui validitasnya kemudian dihitung reliabilitasnya agar diketahui soal tersebut konsisten artinyamempunyai taraf kepercayaan yang tinggi atau tes tersebut dapat digunakan untuk melakukan pengambilan data dan akan memberikanhasil yang tetap.

2. Selama Penelitian

  Penelitian dilaksanakan di SMP Pangudi Luhur Moyudan pada semester genap Tahun Ajaran 2016/2017 di kelas VIIIA. Subjek daripenelitian ini adalah 36 siswa yang terdiri dari 21 siswa dan 15 siswi.

2 Selasa, 1

07.00 Pertemuan kedua, kegiatan siswa selama

  Pertemuan KelimaPertemuan kelima dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Februari 2017 pada pukul 07.00 Kegiatan menggunakan rumus luas lingkaran dalam pemecahan masalah dilakukan siswa seperti pembelajaran sebelum-sebelumnyayaitu siswa bekerja dalam kelompok yang terdiri 4 orang dan diberikan arahan oleh guru untuk mengerjakan LKS. Sama seperti pembelajaran kedua, di akhir pembelajaran siswasecara individu mengerjakan soal kuis yang terdiri dari 2 soal dan dikerjakan oleh siswa secara individu selama 10 menit dengan tujuanmengukur pemahaman siswa terhadap materi luas lingkaran yang telah dipelajari serta mempersiapkan diri sebelum menghadapi tes hasilbelajar.

3. Sesudah Penelitian

Setelah enam kali pertemuan, peneliti melakukan wawancara kepada 5 siswa yang dipilih berdasarkan hasil dari pengerjaan soal tesyang diberikan dan pengamatan selama proses pembelajaran berbasis masalah. Wawancara dilaksanakan pada hari jumat, 10 Maret 2017 padapukul 11.00

B. Deskripsi Data 1

  2)Kegiatan guru nomor 4-17 berturut-turut terdiri dari menyampaikan tujuan pembelajaran, memberikan motivasi kepada siswa, membagisiswa dalam kelompok, memberikan permasalahan dalam LKS, Kegiatan guru nomor 18-21 berturut-turut terdiri dari guru bersama dengan siswa membuat kesimpulan, meminta siswa mengerjakankuis, memberikan tugas, dan memberikan salam penutup termasuk dalam kegiatan penutup. 4)Siswa mengerjakan kuis hanya pada pertemuan ketiga dan kelima Secara umum kegiatan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah adalah siswa menyelesaikan permasalahan yangdisajikan oleh peneliti pada LKS bersama dengan kelompok.

2. Data Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa di dalam Kelompok

  Berdasarkan hasil pengamatan oleh observer, dapat dilihat data aktivitas siswa di dalam kelompok pada saat mengerjakan Lembar KerjaSiswa (LKS) yang telah disediakan oleh peneliti pada materi keliling dan luas lingkaran. Ketika ada pertanyaan seperti ini, peneliti memberikan informasi yang mungkin dibutuhkan siswauntuk memecahkan masalah yang ada dan memberikan motivasi kepada siswa untuk berdiskusi bersama teman satu kelompok.

3. Data Hasil Belajar Siswa

  1 1 3 6 1 52 S.9 4 2 4 4 6 2 4 2 25 S.10 4 6 3 3 4 4 23 S.7 4 6 9 4 6 3 3 6 4 7 50 S.8 4 6 9 3 3 1 6 4 12 S.14 1 4 4 23 S.13 2 6 4 4 5 4 1 4 5 3 4 25 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 4 3 2 1 4 6 9 3 4 2 55 S.11 22 S.12 3 2 3 5 4 2 1 2 2 Data hasil belajar diambil dari skor tiap item tes kemampuan awal dan skor tiap item tes hasil belajar yang diperoleh oleh masing-masingsiswa. Lebih lanjut siswa menyampaikan bahwa siswa mengalami kendala saat peneliti menerangkan namun banyak siswa yang rame sehingga siswa memberikan masukan supaya suasana kelas lebih kondusif dan siswa menyarankan agar sebelumada tes kemampuan awal dilandasi materi dulu agar siswa tidak terlalu kebingungan dalam menentukan penyelesaian.

C. Analisis Data 1

  Analisis Keterlaksanaan Pembelajaran Berbasis MasalahPengamatan keterlaksanaan pembelajaran berbasis masalah dilakukan oleh 1 orang observer selama proses pembelajaran di kelas VIIIA semester genap tahun ajaran 2016/2017 SMP Pangudi LuhurMoyudan. Perhitungan keterlaksanaan proses pelaksanaan pembelajaran dilihat pada kegiatan guru dan kegiatan siswa yang diberikan skor 1 padapernyataan tanda cek ( ) kolom “ya” untuk kegiatan yang terlaksana dan skor 0 apabila yang diberi tanda cek () kolom “tidak” untuk kegiatan yang tidak terlaksana.

2. Analisis Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa di dalam Kelompok a

  Namun, pada langkah memeriksa kembali hasil yang diperoleh, tidak ada satupun siswa yangmelakukan pengecekan kembali dan hanya ada 1 siswa yang mencari kemungkinan penyelesaian lain jika tidak diperoleh penyelesaianmasalah dan mengulang-ulang proses pencarian penyelesaian hingga mendapatkan hasil yang tepat. Sedangkan pada langkah memeriksa kembali hasil yang diperoleh dan menarik kesimpulan,hanya 3 siswa yang melakukan pengecekan kembali dan ke-3 siswa tersebut mencari kemungkinan penyelesaian lain jika tidak diperolehpenyelesaian masalah dan mengulang-ulang proses pencarian penyelesaian hingga mendapatkan hasil yang tepat.

3. Analisis Hasil Belajar Siswa a

  Pada tahap merencanakan penyelesaian, dari 28 siswa yang mampu memahami masalah,terdapat 5 siswa yang mampu merencanakan penyelesaian dan hanya ada 1 siswa yang mampu melaksanakan rencanapenyelesaian sampai pada langkah memeriksa kembali. Kesalahan siswa terjadi karena ada sebagian siswa tidak mengetahui jika langkah pertama yang harus dilakukan adalahmencari jari-jari lingkaran terlebih dahulu sehingga ada beberapa siswa yang langsung mengalikan luas lingkaran denganuntuk mencari keliling lingkaran, namun ada juga siswa yang tidak mengisilembar jawab mereka pada langkah menyelesaikan rencana penyelesaian.

3 Menentukan Banyak Putaran S.10, S.21, S.27

3 1 Menentukan Luas sebuah LingkaranS.6, S.7, S.16, S.22, S.26, S.28, 8

S.35, S.36

  2 Menentukan Keliling sebuah LingkaranS.6, S.8, S.9, S.15, S.16, S.22, S.27, 10 4 Menghitung Keliling dan Luas Benda yang mengandung bentuklingkaran S.25, S.27 2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan Tabel 4.22, dapat dilihat bahwa pada indikator soal menentukan banyak putaran atau penggunaan konsep jarakterdapat 3 siswa yang mampu menyelesaikan permasalahan sesuai dengan langkah pemecahan masalah. Berikut ini adalah tabel nilai hasil tes hasil belajar dengan range nilai setiap siswa 0 35 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 S.27 Berdasarkan Tabel 4.24, dapat diketahui bahwa dari 36 siswa yang mengikuti tes hasil belajar, terdapat 11 siswa yang mendapatkan nilaituntas dan terdapat 25 siswa yang mendapatkan nilai belum tuntas dengan rata-rata nilai seluruh siswa pada tes hasil belajar ini adalah56,25.

4. Analisis Hasil Wawancara Siswa

  Berdasarkan hasil wawancara tentang perasaan siswa di atas dapat dilihat bahwa siswa merasa senang dan semangat dalammengikuti pembelajaran, dikarenakan siswa mendapatkan ilmu yang baru, siswa dapat menerapkan ilmu melalui latihan soal, dapatberdiskusi menyelesaikan masalah bersama kelompok, dan siswa dapat melakukan praktek langsung. Berdasarkan hasil wawancara tentang pemahaman materi yang dipelajari yaitu keliling dan luas lingkaran melalui pembelajaranberbasis masalah di atas dapat dilihat bahwa siswa merasa terbantu dan memudahkan siswa memahami materi keliling dan luas lingkaranmelalui pembelajaran berbasis masalah terlebih karena adanya praktek yang dilakukan.

D. Pembahasan 1

  Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Jumlah Siswa yangMenyelesaikan Indikator Soal sesuai Langkah Pemecahan Masalah Berdasarkan Tabel 4.18, dapat dilihat bahwa hanya ada 5 siswa yang mampu menyelesaikan permasalahan pada tes kemampuan awalsesuai langkah-langkah pemecahan masalah dan indikator soal. Namun tidak ada siswa yang mampu menyelesaikan soalmenghitung keliling dan luas benda yang mengandung bentuk lingkaran sesuai langkah pemecahan masalah.

2. Keterlaksanaan Pembelajaran

  Sehingga rata-rata dari persentase keterlaksanaan kegiatan siswa secara keseluruhan adalah88,59% atau disajikan dalam Grafik 4.13 berikut ini : Kegiatan Siswa11,41% Terlaksana Tidak terlaksana 88,59%Grafik 4.13 Persentase Kegiatan Siswa secara Keseluruhan Berdasarkan penjelasan di atas, diperoleh hasil bahwa persentase rata-rata keterlaksanaan kegiatan guru adalah 97,62% dan persentaseketerlaksanaan kegiatan siswa adalah 88,59%. Kedua hasil ini menunjukkan bahwa keterlaksanaan keseluruhan pembelajaran berbasismasalah lebih dari 80%, maka dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada materi keliling dan luas lingkaran dikelas VIIIA semester genap tahun ajaran 2016/2017 SMP Pangudi LuhurMoyudan telah terlaksana secara baik dan efektif karena terlaksananya semua tugas pokok, tercapainya tujuan, ketepatan waktu, dan adanyapartisipasi aktif dari guru maupun siswa.

3. Perkembangan Kemampuan Pemecahan Masalah

  Namun dari 3 siswa yang berhasil pada tes kemampuan awal hanya 1 siswa yaitu S.16 yang mampu mempertahankan keberhasilanmenyelesaikan permasalahan pada tes hasil belajar sedangkan S.25 dan S.32 tidak mampu mempertahankan keberhasilan menyelesaikanpermasalahan pada tes hasil belajar dikarenakan siswa S.25 kurang teliti dan salah dalam perhitungan dan S.32 salah dalam menentukanjar-jari. Perkembangan Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Rata- rata Tiap Langkah Pemecahan MasalahJika perkembangan kemampuan pemecahan masalah dilihat berdasarkan rata-rata tiap langkah pemecahan masalah dan melihat Tabel 4.19 dan Tabel 4.23 maka diperoleh hasil bahwa pada langkah memahami masalah memiliki rata-rata sebesar 64,29% pada tes kemampuan awal sedangkan pada tes hasil belajar sebesar 83,33% dan termasuk kriteria tinggi.

E. Kelemahan dalam Penelitian

  Selama penelitian dan proses pembelajaran matematika pada sub pokok bahasan keliling dan luas lingkaran dengan model berbasis masalah di kelas VIIIA SMP Pangudi Luhur Moyudan terdapat beberapa kelemahan yang dialami peneliti, antara lain : 1. Selain itu, karena kelas ramaidan kurang kondusif mengakibatkan peneliti membutuhkan banyak waktu untuk menenangkan dan mengkondisikan siswa dan berdampak pada saat pembelajaran menunjukkan rumus luas lingkaran mengalami kekuranganwaktu dan meminta sebagian waktu di jam pelajaran berikutnya agar pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dapat terlaksanasecara keseluruhan sesuai dengan rencana awal yang dibuat.

3. Kurangnya sumber belajar lain yang digunakan oleh peneliti selama proses pembelajaran selain LKS yang disediakan oleh peneliti

  Hal ini mengakibatkan terbatasnya pengalaman siswa dalam menyelesikan permasalahan. Padahal karakteristik pembelajaran berbasismasalah adalah memanfaatkan sumber pengetahuan yang bervariasi.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan pada bab sebelumnya

  Terjadiperkembangan jumlah siswa yang menyelesaikan indikator soal sesuai langkah pemecahan masalah, yang awalnya hanya ada 5 siswa menjadi 16siswa. Berdasarkan KKMdiperoleh hasil bahwa tidak ada satu siswa yang memperoleh nilai memenuhi KKM pada tes kemampuan awal, sedangkan pada tes hasilbelajar terdapat 11 siswa yang nilainya memenuhi KKM.

B. Saran 1

  Hal yang dapat dilakukan adalah dengan selalu mengingatkan siswa agar teliti dalam melakukan perhitungan dan memberikanpenekanan pada hal-hal yan penting, dimana siswa biasanya sering merasa kesulitan dan melakukan kesalahan terlebih pada langkah menyelesaikan rencana penyelesaian. Selain dapat membangun aktivitas dan hasil belajar siswa, model pembelajaran berbasis masalah dapat membangunsemangat dan antusias siswa serta siswa merasa senang selama mengikuti pembelajaran karena pembelajaran tidak monoton dan tidakperpusat pada guru.

4. Bagi Calon Peneliti dengan Penelitian Serupa a

  Pemberian masalah yang akan diselesaikan oleh siswa adalah masalah yang menantang dan diperlukan pemahaman sekaligus memiliki carapenyelesaian yang beragam agar memicu terjadinya sikap kritis, kreatif, dan inovatif dalam diri siswa. Peneliti lebih memfasilitasi sumber belajar yang variatif untuk siswa, tidak hanya dari LKS yang disediakan peneliti tetapi dari sumberbelajar yang lain misalnya buku paket, internet, dll.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIDAFTAR PUSTAKA

  Upaya Membangun Aktivitas dan Hasil Belajar siswa Kelas VIIIA SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah pokok bahasan Volume Bangun Ruang Sisi . Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD) Ditinjau dari hasil belajar dan keaktifan belajar matematika siswa kelas VIII-C SMP Negeri 2 YogyakartaPada Materi Keliling dan Luas Lingkaran .

1) Menyediakan beberapa lingkaran dengan berbagai ukuran

  Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain yang memiliki hasil ataucara penyelesaian masalah yang berbeda untuk presentasi di depan kelas  proses pemecahan masalah 18. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain yang memiliki hasil ataucara penyelesaian masalah yang berbeda untuk presentasi di depan kelas  Tahap 5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 19.

4.2.4 Menentukan rumus luas lingkaran

  Keterampilan Sosial 4.2.9 Mampu menghargai pendapat orang lain 4.2.10 Mampu bertanggungjawab dalam kelompok 4.2.11 Memperhatikan siswa lain yang sedang presentasi di depan kelas Alokasi waktu : 2 x 40 menit ( 1 Pertemuan) A. Kognitif Setelah materi disajikan siswa dapat menentukan rumus luas lingkaran Siswa dapat bekerjasama dalam kegiatan pembelajaran 2.

5. Menghitung luas susunan juring yang dibentuk

   Tahap 1 : Mengorganisasikan siswa 55 menit Ceramah,Diskusi, danTanya 2 Kegiatan Inti : 15 menit Ceramah dan TanyaJawab Siswa mengingatkan kembali materi tentang luas lingkaran. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain yang memiliki hasil ataucara penyelesaian masalah yang berbeda untuk presentasi di depan kelas  Tahap 5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 19.

2. Buku Matematika 2 SMP Kelas VIII, karangan M. Cholik Adinawan dab Sugijono , hal. 204-206

  Kognitif 4.2.5 Menggunakan rumus luas lingkaran dalam pemecahan masalah 4.2.6 Bekerjasama dengan teman kelompok dalam kegiatan pembelajaran4.2.7 semangat dalam mengikuti Memiliki pembelajaran 4.2.8 Berani mempresentasikan hasil di depan kelas b. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain yang memiliki hasil ataucara penyelesaian masalah yang berbeda untuk presentasi di depan kelas  proses pemecahan masalah 19.

LEMBAR KERJA SISWA II

  Pertemuan : 3 Nilai :Waktu : 25 menitTujuan : Siswa mampu menggunakan rumus keliling lingkaran dalam pemecahan masalahBentuk Instrumen : TertulisKelompok : 1. / .

LEMBAR KERJA SISWA III

  Dari 4 buah lingkaran yang terdiri dari : a)Lingkaran I b)Lingkaran II c)Lingkaran III d)Lingkaran IV 1)Ambillah salah satu lingkaran (misalkan lingkaran I) dan bagi lingkaran tersebut menjadi juring-juring dengan sudut pusat masing-masing 2)Guntinglah lingkaran tersebut sesuai dengan juring-juring yang terjadi dan potong salah satu juring menjadi dua bagian yang sama. Akan tetapi, untuk lingkaran II bagilah lingkaran menjadi juring-juring dengan sudut pusat , lingkaran III dibagi menjadi juring-juring dengansudut pusat , dan lingkaran IV dibagi menjadi juring-juring dengan sudut pusat .

LEMBAR KERJA SISWA IV

4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . / . . . . 3. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . / . . . . 2. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . / . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . / . . . .

4. Perhatikan gambar berikut :

  Lampiran B.9 Contoh Hasil Lembar Kerja Siswa IV Lampiran B.10 Kuis I Pertemuan : 3Waktu : 10 menitTujuan : Siswa mampu menggunakan rumus keliling lingkaran dalam pemecahan masalahBentuk Instrumen : Tertulis Nama : . Berapakah panjang tali yang diperlukan untuk melilitkan sebuah kaleng berbentuk lingkaran yang memiliki jari-jari 5 cm sebanyak 7 putaran?

2. Pak Tarno memiliki sebuah kebun seperti pada gambar berikut ini :

  Menghitung keliling roda dengan rumus == 6= 132 cmBanyak putaran roda = 9== 3182 kali putaranJadi, banyak putaran roda yang terjadi adalah 3182 kali putaran 3 4 Diketahui : Tanah berbentuk persegi dengan panjang sisi 28 mTepat didalam persegi tersebut dibuat kolam air mancur berbentuk lingkaran 4 Sisa tanah akan ditanami bungaDitanyakan : Keliling kolam air mancur dan luas tanah yang ditanami bunga? Luas tanah yang ditanami bunga = Luas tanah 5 air mancur Luas tanah === 784 Luas Kolam Air Mancur == 5= 616Luas tanah yang ditanami bunga = 784 4= 168Jadi, keliling kolam air mancur adalah 88 m dan luas tanah yang 3 ditanami bunga 168 Total Skor 100 PEDOMAN PENILAIAN Nilai = Skor yang diperoleh Lampiran D.3 Contoh Lembar Jawab Uji Coba Tes Hasil Belajar S.28 Lampiran D.4 Analisis Data Uji Coba Tes Hasil Belajar 1.

2. Analisis Reliabilitas Soal Uji Coba Tes Hasil Belajar

  PenyelesaianMenentukan diameter atau jari-jari lingkaran dengan memasukkan luas lingkaran kedalam rumus Luas = 619,625 = 6,25 =Menentukan keliling lingkaran Keliling = 9== Jadi, keliling lingkaran tengah lapangan basket adalah 3 4 Diketahui : Kolam ikan berbentuk persegi berada tepat didalam kebun berbentuk lingkaran dan sisanya ditanamikangkung 4 Sisi kolam memiliki panjang 14 mDitanyakan : Keliling kebun dan luas kebun yang ditanami kangkung? Data hasil belajar diperoleh dengan melakukan tes hasil belajardengan tujuan untuk mengetahui pengembangan kemampuan pemecahan masalah siswa dan data dianalsis berdasarkan jumlah siswa yang menyelesaikan soalsesuai langkah pemecahan masalah, rata-rata tiap langkah pemecahan masalah dan berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kompetensi sains siswa pada materi laju reaksi
5
27
297
Pengaruh model pembelajaran treffinger terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa
2
29
0
Pengaruh model pembelajaran generatif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa
0
5
0
Keterampilan berpikir kritis siswa pada materi kesetimbangan kimia melalui pembelajaran berbasis masalah
36
93
172
Peningkatan kemampuan pemecahan masalah, berpikir kreatif dan self-confidence siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah
2
6
16
Penerapan scaffolding untuk pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis
0
1
6
Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII melalui penerapan model pembelajaran creative problem solving (CPS) berbasis kontekstual
1
0
6
Pengaruh penerapan model pembelajaran brain-based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa
0
0
8
Komparasi pembelajaran SAVI dan REACT pada kemampuan pemecahan masalah siswa kelas-viii materi kubus dan balok
0
1
19
Perbandingan kemampuan pemecahan masalah peserta didik melalui model pembelajaran berbasis masalah dan model kooperatif tipe STAD pada materi tekanan - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
30
Perbandingan kemampuan pemecahan masalah peserta didik melalui model pembelajaran berbasis masalah dan model kooperatif tipe STAD pada materi tekanan - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
26
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
12
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
29
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
1
1
21
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
1
48
Show more