Hubungan penghayatan hidup bakti dengan minat terhadap panggilan hidup bakti bagi kaum muda di Paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung Yogyakarta.

Gratis

1
36
163
2 years ago
Preview
Full text

   

  Ada juga keprihatinan yang dialami orang tuamurid dan anak-anak mengeluh bahwa di sekolah-sekolah milik suster dan bruder mereka kurang melihat para suster dan bruder menampilkan kegembiraan itu padasaat menyapa siswa. Adapun hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang cukup nyata antara penghayatan hidup bakti dengan minat kaum muda terhadappanggilan hidup bakti yang ditunjukkan dengan nilai pearson correlation 0,630 pada taraf signifikansi 0,000.

DE BA

Di ram Studi Il k ama Katolik IDIKAN MA KATOL KAN PENDIDIK ARMA TI P BAKTI S RASUL atu Syarat idikandidikan Aga 5 DUP BAKT AN HIDUP YOHANES ARTA 24004 :Takndar uhi Salah Sa arjana Pendiususan Pend I SANTO Y YOGYAKA P S I STUDI ILM ENDIDIKA AN ILMU P URUAN DA SITAS SAN YOGYAKA2015 ATAN HID PANGGILA NIM: 1111 OlehEmeliana T uk Memenu eh Gelar Sadikan Kekhu ROGRAM USUSAN P JURUSA TAS KEGU UNIVERS YENGHAYA RHADAP P DI PAROKIULUNG - Y S K R I P E iajukan untuMemperole lmu Pendid INAT TER M MUDA D PRINGWU

PR KEKHU FAKULT UNGAN PE

MU PEND AN AGAM PENDIDIK AN ILMU NATA DHA ARTA

LIK KAN

     PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan kepadaPara suster Putri Bunda Hati Kudus Provinsi Indonesia, Para suster PBHK komunitas Deresan Yogyakarta, bapak dan ibuku yang setia mendoakanku, dan saudara-saudari yang telah mendukungku dengan caranyamasing-masing dan Prodi IPPAK Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.iv    MOTTO Sebab kamu tahu bahwa, ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Adapun hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang cukup nyata antara penghayatan hidup bakti dengan minat kaum muda terhadappanggilan hidup bakti yang ditunjukkan dengan nilai pearson correlation 0,630 pada taraf signifikansi 0,000.

KATA PENGANTAR

DENGAN MINAT TERHADAP PANGGILAN HIDUP BAKTI BAGI KAUM MUDA DI PAROKI SANTO YOHANES RASUL PRINGWULUNG YOGYAKARTA

  Romo Bonifasius Dwi Yuniarto Nugroho, PR yang mewakili romo paroki di paroki Santo Yohanes Pringwulung Yogyakarta dan Bapak Yustinus Raharjosebagai penanggung jawab sekretariat paroki Santo Yohanes RasulPringwulung Yogyakarta yang telah menerima dan membantu penulis dalam mengadakan penelitian dengan kaum muda. Agung Priyatno selaku penanggung jawab kepemudaan di paroki SantoYohanes Rasul Pringwulung Yogyakarta, yang telah membantu menghubungkan penulis dengan para ketua OMK yang berada dalampaguyuban lektor, misdinar dan kaum muda lainnya yang tidak termasuk dalam paguyuban di paroki sehingga penulis dapat melaksanakan penelitiandengan lancar dan baik.xii    DAFTAR ISI Halaman JUDUL ..........................................................................................................

DAFTAR SINGKATAN

A. Singkatan Dokumen Resmi Gereja

  VC : Vita Cosecrata, Anjuran Apostolik Paus Yohanes Paulus II tentang Hidup Bakti bagi para Religius, 23 Maret 1996. CT : Catechesi Tradendae, Anjuran Apostolik Sri Paus Yohanes Paulus II kepada para Uskup, klerus dan segenap umat beriman, tentang katekese masa kini, 16 Oktober 1979.

B. Singkatan Lain

  WKC : Warta Keluarga Chevalier (Majalah Keluarga Chevalier: Tarekat MSC, PBHK, TMM, dan Asosiasi Awam Chevalier). KWI : Konferensi Waligereja Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Hidup bakti adalah suatu cara hidup khusus bagi mereka yang mengalami

  Sejauh pengalaman penulis dan juga membaca tulisan pengalaman biarawan-biarawati yang lain, bahwa awal mula merasa tertarik dengan panggilanhidup bakti karena sering mendapat kunjungan dari para suster, dan juga melalui perjumpaan dengan para suster, bruder, romo dan frater pada saat misa di Gereja,kegiatan sekolah minggu, mengikuti upacara kaul para suster dan peringatan berdirinya konggregasi yang membuat kaum muda tertarik untukmempersembahkan hidupnya pada Tuhan sebagai biarawan biarawati. 4   Penghayatan hidup bakti biarawan-biarawati menurut romo Paul Suparno(2007:69) yaitu hidup membiara biarawan-biarawati sudah jelas menjadi tanda heran dan pertanyaan yang dapat membantu orang berpikir alternatif tentanghidup mendatang, namun tanda tersebut baru efektif, bermakna dan mempunyai pengaruh jika biarawan-biarawati hidup bakti sungguh hidup dalam kegembiraandan kebahagiaan sejati karena persatuannya dengan Tuhan.

IDENTIFIKASI MASALAH

  Bagaimana penghayatan hidup bakti biarawan-biarawati dialami oleh kaum muda di paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung Yogyakarta? Bagaimana minat kaum muda di paroki Santo Yohanes Rasul PringwulungYogyakarta terhadap panggilan hidup bakti?

C. PEMBATASAN MASALAH

  8   Bab II berisi kajian teori mengenai hidup bakti dan penghayatannya dalam konteks profesi religius yang dimulai dari tahap-tahap pembinaan, hidupbersama dalam komunitas, tugas perutusan dan pengertian minat serta menghubungkannya dengan minat terhadap panggilan hidup bakti, penelitianyang relevan, kerangka pikir dan hipotesa. Bab V berisi mengenai kesimpulan dan saran agar penulisan ini dapat bermanfaat dan bisa diterapkan oleh biarawan-biarawati dan sebagai acuan dalammembantu biarawan-biarawati, orang tua, pihak sekolah dan paroki agar saling mendukung dalam berbagai cara masing-masing sehingga dapat membantu kaummuda dalam mengenali dan menumbuhkan benih panggilan yang telah ditanamkan dalam diri mereka.

BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab ini akan membahas tentang: A. Hidup bakti dan penghayatannya

  dalam konteks profesi religius, hidup bersama dalam komunitas dan tugas perutusan di tengah masyarakat, bagian B. mengenai minat yang meliputi unsur-unsur yang mempengaruhi minat, aspek-aspek minat, bagian C.

1. Hidup Bakti

a. Pengertian Hidup Bakti

  Yang menjadi ciri khas hidup bakti biarawan-biarawati yaitu secara khusus mau menjadikan semangat Injili sebagai pilihan hidup dan dihayatisecara total, radikal, dan konsekuen dengan hati yang tidak terbagi dan terpusat pada Tuhan, maka ditandai dengan pengikraran triprasetya (Mardi Prasetya,2001:9). Denganiman yang kokoh pada Kristus yang sudah diterima dalam baptisan, biarawan- biarawati mampu menghayati hidupnya dan menjadikan semangat Injili sebagaipilihan hidup dan dihayati secara total, radikal, serta konsekuen dengan hati yang tidak terbagi dan hanya terpusat pada Tuhan.

b. Tujuan Hidup Bakti

  Hidup bakti biarawan-biarawati yang dibaktikan dengan pengikraran nasihat Injili adalah bentuk hidup yang tetap, dan berkat dorongan Roh Kudusmengikuti Kristus secara lebih dekat, dipersembahkan secara utuh pada Allah, demi kehormatan bagi-Nya dan juga demi pembangunan Gereja serta keselamatandunia (KHK, 2006:573 § 1). Hidup bakti dan kepentingannya dalam Gereja berkat kaul dan ikatan suci lainnya, kaum religius atau hidup bakti mewajibkan diri untuk menaati 15   nasehat-nasehat Injil dan seluruh hidupnya dibaktikan kepada kesejahteraan seluruh Gereja (LG. 44).

2. Penghayatan Hidup Bakti dalam Konteks Profesi Religius

  Ketika biarawan-biarawati 17   menyatakan kesanggupannya dalam menaati kaul-kaul maka ia dianggap mampu dan diterima untuk bergabung dalam lembaga dan para anggota di dalam lembagaitu serta menghayati suatu hidup persaudaraan dalam kebersamaan dan lembaga itu menjamin mereka, bantuan untuk cara hidup Kristiani yang lebih mantap danteguh. Masa novisiat menurut Mardi Prasetya, (2001:44-45) yaitu pembinaan dalam novisiat mencakup inisiasi untuk hidup menurut nasihat-nasihat Injili, yaitukemurnian, kemiskinan dan ketaatan sebagai ungkapan pembaktian diri kepadaAllah dan sebagai sarana untuk mencapai cinta kasih yang sempurna demi datangnya dunia dan manusia baru dalam Yesus Kristus.

c. Tahap Profesi Sementara

  Tahap profesi sementara atau pengikraran kaul pertama dilangsungkan dalam perayaan liturgis Gereja, melalui pemimpin yang berwewenang, menerima 19   kaul mereka yang mengucapkan profesinya, dan mempersatukan persembahan mereka dengan kurban Ekaristi. Dalam perayaan liturgi prasetya pertama dan prasetya kekal biarawan-biarawati mengucapkan janji kaul pada Tuhan dihadapan para saksi yaitu para pemimpin konggregasi, imam dan umat yang hadir dengan sebuah pernyataan sebagai berikut: sambil berlutut di hadapan SakramenMaha Kudus, dan disaksikan oleh para pemimpin tarekat, saya (masing-masing pribadi) berjanji untuk hidup miskin, murni dan taat di dalam tarekat.

d. Tahap Profesi Kekal

  Itulah kesaksian yang tiada hentinya dan dengan keberanian yang amat mengaggumkan diberikan oleh banyakanggota hidup bakti, pada hal banyak di antara mereka hidup dalam situasi-situasi yang sukar, bahkan menderita penganiayaan dan menjadi martir. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwadengan mengikrarkan kaul di hadapan Tuhan dan disaksikan oleh para pimpinan tarekat dan umat, biarawan-biarawati secara sadar, sukarela dan penuh kebebasanmenanggapi panggilan Allah dengan memberikan diri seutuhnya kepada Allah yang dicintainya untuk kepentingan banyak orang.

3. Penghayatan Hidup Bakti dalam Konteks Hidup Komunitas

  Dalam hal ini Darminta, (1982:7) mengatakan bahwa: Dalam hidup bersama terjadilah suatu pertemuan dalam iman dimana orang menghayati spiritualitas dan kharisma tarekat yang sama,mengikuti Kristus bersama-sama, merasul dalam kebersamaan, berdoa bersama, berbagi rasa hidup dan pengalaman, berbagi milik harta benda,berbagi kesedihan dan kemauan untuk mengabdi Kristus. Penghayatan hidup bakti biarawan-biarawati yang meliputi nasehat- nasehat Injili memperoleh bentuk dan ungkapan yang lebih konkret, lebihmenantang dan lebih tetap, bila dihayati dalam satu persekutuan rohani dan latihan dengan orang lain dalam satu kelompok yang dipersatukan dalam Kristus.

4. Penghayatan Hidup Bakti dalam Konteks Tugas Perutusan

  Oleh karena itu hendaklah mengarahkan danmempersembahkan seluruh hidup dan apa yang ada padanya kepada Allah, dan membebaskan diri dari hambatan-hambatan yang dapat menghalangi keutuhanjawabannya. Tugas khusus hidup bakti ialah mengingatkan umat yang dibaptis akan nilai mendasar Injil, dengan memberi kesaksian yang cemerlang dan luhur bahwadunia tidak dapat diubah dan dipersembahkan kepada Allah tanpa semangat Sabda bahagia.

B. Minat Kaum Muda Terhadap Panggilan Hidup Bakti

1. Pengertian Minat

  Siswa yang berminat terhadap biologi akan mempelajari biologi dengan sungguh-sungguhseperti rajin belajar, merasa senang mengikuti penyajian pelajaran biologi, dan bahkan dapat menemukan kesulitan-kesulitan dalam belajar menyelesaikan soal-soal latihan dan praktikum karena adanya daya tarik yang diperoleh dengan mempelajari biologi. Jadi minat 29   dapat dimengerti sebagai bagian dari campuran perasaan senang, tertarik, yang mendorong individu untuk nenetukan pilihan berdasarkan rasa suka, senang atausebaliknya tidak suka jika hal itu mengungtungan atau kurang menguntungkan baginya dan merasa senang dan tertarik menyelaminya lebih jauh lagi.

2. Ciri-Ciri Minat

  Minat Bergantung pada Kesempatan Belajar Kesempatan untuk belajar bergantung pada lingkungan dan minat anak- anak maupun dewasa, yang menjadi bagian dari lingkungan anak. Minat dipengaruhi Budaya Anak-anak mendapat kesempatan dari orang tua, guru, dan orang dewasa lain untuk belajar mengenai apa saja yang oleh kelompok budaya merekadianggap minat yang sesuai dan mereka tidak diberi kesempatan untuk menekuni minat yang dianggap tidak sesuai bagi mereka oleh kelompok budaya mereka.

g. Minat itu Egosentris

  Sepanjang masa kanak-kanak, minat itu egosentris. Misalnya minat anak laki-laki pada matematika, sering berlandaskan keyakinan bahwa kepandaian dibidang matematika di sekolah akan merupakan langkah penting menuju kedudukan yang menguntungkan dan bergengsi di dunia usaha.

3. Aspek-Aspek Minat

Menurut Elisabeth Hurlock (1978:116), semua minat mempunyai dua aspek yaitu:

a. Aspek Kognitif

  Konsep yang membangun aspek kognitif minat didasarkan atas pengalaman pribadi dan apa yang dipelajari di rumah, di sekolah, dan dimasyarakat, serta dari berbagai jenis media masa. Misalnya anak-anak melihat bahwa rasa ingin tahu mereka tentang apa yang 32   terjadi di dalam tubuh mereka, dapat dipuaskan dengan pertanyaan dan dengan membaca.

b. Aspek Afektif

  Aspek afektif berkembang dari pengalaman pribadi, dari sikap orang yang penting yaitu orang tua, guru dan teman-teman sebaya terhadapkegiatan yang berkaitan dengan minat tersebut, dan dari sikap yang dinyatakan atau tersirat dalam berbagai bentuk media masa terhadap kegiatan itu. Sebagaicontoh, anak yang mempunyai hubungan yang menyenangkan dengan para guru, biasanya mengembangkan sikap yang yang positif terhadap sekolah.

4. Bentuk-Bentuk Minat

  Minat Pribadi dan Sosial Minat pribadi dan sosial merupakan kelompok minat yang paling kuat dimiliki oleh banyak remaja awal. Minat pribadi timbul karena remaja menyadaribahwa penerimaan sosial sangat dipengaruhi oleh keseluruhan yang dinampakan oleh si remaja itu kepada sekitarnya, karena adanya kesadaran remaja awal bahwalingkungan sosial menilai dirinya dengan melihat kesan miliknya, sekolahnya, keuangannya, benda-benda lain yang dimilikinya, teman-teman sepergaulannya.

c. Minat pada Agama

  Menurut Elisabeth Hurlock,(1978:131) jika anak dibesarkan dengan kebiasaan berdoa sebelum makan, tidur, dan dibiasakan dengan membacakan atau menceritakan cerita-cerita Alkitab,maka anak cenderung mempunyai minat yang lebih besar pada agama dibandingkan mereka yang kehidupan beragamanya terbatas pada kunjungan kesekolah minggu seminggu sekali. Minat anak terhadap agama dipengaruhi juga oleh lingkungan sosial dalam hal ini adalah kebanyakan anak menghabiskan waktu dengan teman sebaya.sebagai contoh: dalam pergaulan dengan teman-teman sebaya yang sering berbincang-bincang mengenai agama, dan mematuhi aturan agama akanmempunyai minat yang lebih besar pada agama.

d. Minat terhadap Sekolah dan Jabatan

  Menurut Andi Mappiare, (1982:65) minat atau cita-cita terhadap sekolah dan jabatan remaja awal banyak dipegaruhi oleh minat orang tua dan minatkelompoknya. Setelah mendekati masa remaja akhir, minat cita-cita tersebut dapat lebih jelas, dan beberapa remaja telah dapat menentukan danmengarahkan minat dan cita-cita pendidikan atau jabatan pekerjaannya.

5. Minat dan Motivasi

  Pendapat lain lagi mengenai motivasi intrinsik yang dikutip oleh NiniSubini, (2012:89) yang termasuk dalam motivasi intrinsik adalah: dorongan ingin tahu, dan menyelidiki dunia yang lebih luas, adanya sifat positif dan kreatif yangada pada manusia dan keinginan untuk maju, adanya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting, seperti orang tua,saudara, guru atau teman-teman dan sebagainya, adanya kebutuhan untuk menguasai ilmu yang berguna baginya. Jadi motivasi mempunyai peranan penting dalam diri seseorang demi mencapai tujuan atau cita-cita yang ingin dicapainya begitu pula dengan minat terhadappanggilan hidup bakti dan cita-cita terhadap hidup bakti biarawan-biarawati, meskipun berbagai rintangan dan kesulitan yang menghadang ia tidak mudahmenyerah untuk mencapainya.

C. Penelitian yang Relevan  

  Penghayatan hidup bakti merupakan bagian dari kegiatan karya misionerGereja yang dirintis oleh lembaga-lembaga hidup bakti pada masa sekarang dan masa yang mendatang. Sehubungan dengan penghayatan kaul, dan minat, parapeneliti terdahulu yang sudah mencoba meneliti tentang pengaruh penghayatan kaul kemiskinan terhadap persaudaraan yang dilakukan oleh Margaretha BulanLejiu dan dilaksanakan di biara suster-suster MASF Indonesia pada bulanDesember 2013.

D. Kerangka Pikir  

  Kesaksian hidup bakti biarawan-biarawatiyang ditunjukkan dengan sikap gembira dalam melaksanakan tugas kerasulan dan dalam perjumpaan maupun keterlibatannya di tengah umat menjadi dayapenggerak yang membangkitakan rasa tertarik, rasa ingin tahu, merasa senang dan menjadi sumber motivasi bagi orang lain khususnya bagi kaum muda. Maka antara penghayatan hidup bakti biarawan-biarawati yang ditunjukkan melalui kesaksian hidup sehari-hari, merupakan suatu model dandaya tarik yang diharapkan mampu membangkitkan minat kaum muda terhadap panggilan hidup bakti.

E. Hipotesis  

  Hipotesis alternatif (Ha) : ada Hubungan antara Penghayatan Hidup Bakti dengan Minat terhadap Panggilan Hidup Bakti bagi Kaum Muda di ParokiSanto Yohanes Rasul Pringwulung Yogyakarta. Hipotesis nihil (Ho) : tidak ada Hubungan antara Penghayatan Hidup Bakti dengan Minat Terhadap Panggilan Hidup Bakti bagi Kaum Muda di ParokiSanto Yohanes Rasul Pringwulung Yogyakarta.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini membahas tentang jenis penelitian, desain penelitian, tempat

  Variabel (X) dalam penelitian ini adalah penghayatan hidup bakti dan variabel (Y) minat terhadap panggilan hidup bakti bagi kaum muda di paroki Santo YohanesRasul Pringwulung Yogyakarta. Jumlah perincian kaum muda di Paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung Yogyakarta sebagai berikut:ada 17 kaum muda yang tergabung dalam paguyuban lektor, kaum muda yang tinggal di asrama Santa Angela milik para suster Ursulin yang berjumlah 21 dan70 kaum muda yang tidak tergabung dalam paguyuban lektor dan misdinar.

E. Variabel Penelitian

1. Identifikasi Variabel

  Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel penghayatan hidup bakti (X) disebut sebagai variabel independen dan variabel minat terhadappannggilan hidup bakti kaum muda di Paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung Yogyakarta, (Y) disebut variabel dependen (Sogiyono, 2013:263). Hasil data yang diperoleh dari kedua variabel dianalisis untuk menguji hipotesis melalui penelitian kuantitatif berbentuk korelasi dengan bantuan SPSSversi 20.0 for windows 2007.

2. Defenisi Konseptual Variabel

  Penghayatan hidup bakti biarawan-biarawatisecara konkret diwujudkan dalam hidup berkomunitas dan dalam melaksanakan tugas perutusan di tengah masyarakat. b) Minat Terhadap Panggilan Hidup Bakti Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari dua campuran dari perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut atau kecenderngan-kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu.

3. Defenisi Operasional Variabel

  Rumusan defenisi operasional variabel bebas (X) penghayatan hidup bakti dan variabel terikat (Y) minat terhadap panggilan hidup bakti bagi kaummuda di paroki Santo Yohanes Pringwulung Yogyakarta sebagai berikut: Hidup bakti merupakan karunia dari Allah kepada biarawan-biarawati yang secara khusus menghayati seluruh hidupnya dengan menaati nasihat-nasihatInjil. Kaul Kemiskinan Biarawan-biarawati menghayati kaul kemiskinan dengan hidup apa adanya, hemat dan bertanggung jawab dalam menggunakan fasilitas yangdisediakan oleh institut atau kongregasi, mampu mengendalikan diri dari keinginan yang tidak teratur dan mau menjadikan semangat hidup Yesus yangpeka dan peduli terhadap kesulitan dan penderitaan orang lain terutama mereka yang miskin dan tertindas serta membantu sesama tanpa membeda-bedakan.

b) Minat terhadap Panggilan Hidup Bakti

  Minat merupakan bagian dari rasa ingin tahu, sumber motivasi, perasaan senang dan merasa tertarik terhadap kesaksian hidup biarawan-biarawati hidupbakti yang membuat individu ingin menyelaminya lebih jauh lagi tentang panggilan hidup bakti. Panggilan hidup bakti merurupakan karunia Allah yangmenjiwai setiap biarawan-biarawati dalam menghayati dan mengamalkan kaulnya dalam hidup bersama dan dalam melakukan tugas kerasulannya.

4. Teknik dan alat Instrumen Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian lapangan (field researc), yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung ke objek penelitian. Untuk memperoleh data-data lapangan ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

a) Angket (kuesioner)

  Skala likert yang akan diukur dalam penelitian ini adalah penghayatan hidup bakti variabel (X) yang meliputi pernyataan tertulis mengenai penghayatan Adapun rincian pernyataan variabel X dan Y sebanyak 25. Pada variabelX dan variabel Y terdapat 47 alternatif jawaban sangat setuju-sangat tidak setuju dengan bobot nilai berjenjang 5,4,3,2,1 kecuali 3 pernyataan negatif yaitu sangatsetuju-sangat tidak setuju dengan bobot nilai 1,2,3,4,5 yaitu pernyataan no12,21,23 dari variabel X.

b) Wawancara

  Pelaksanaanya dengan cara menyebarkan angket kepada kaum mudayang berjumlah 150 orang yang ada di paroki Santo Yohanes Rasul PringwulungYogyakarta pada tanggal 23 Agustus 2015, dengan maksud untuk memperoleh informasi mengenai penghayatan hidup bakti biarawan-biarawati berdasarkanpengalaman dan persepsi mereka. Sedangkan data yang valid dari variabel (X) peghayatan hidup baktiyang berjumlah 24 dan variabel (Y) minat kaum muda terhadap panggilan hidup bakti berjumlah 24 dipakai dalam penelitian ini karena terdapat koofisien korelasilebih kecil dari 0,05.

c) Uji coba Reliabilitas

  Tabel-4 Hasil Uji Reliability Statistik Variabel Penghayatan Hidup Bakti Cronbach's Alpha N of Items.923 24 Dari hasil analisis, memberikan nilai Alpha Cronbach untuk keseluruhan pengukuran variabel (X) Penghayatan Hidup Bakti sebesar 0,923 nilai AlphaCronbach ini berada pada batas 0,9 sehingga dapat disimpulkan untuk variabelPenghayatan Hidup Bakti (X) mempunyai reliabilitas baik atau sangat tinggi. Tabel-5 Hasil Uji Reliability StatistikVariabel Minat Terhadap Panggilan Hidup Bakti Cronbach's Alpha N of Items.910 24 Hasil analisis alpha Cronbach untuk keseluruhan pengukuran variabel(X) Minat Terhadap Panggilan Hidup Bakti sebesar 0,910 nilai Alpha Cronbach ini berada pada batas 0,9 sehingga dapat disimpulkan untuk variabel PenghayatanHidup Bakti (Y) mempunyai reliabilitas baik atau sangat tinggi.

2. Teknik Analisis Data dan uji Hipotesis

  Dua variabel tersebut adalahpenghayatan hidup bakti (X) dengan minat terhadap panggilan hidup bakti (Y) dengan taraf signifikansi 0,05, dengan bantuan SPSS 20.0 for windows 2007. Menurut Sugiyono, (2011:29) analisis statistik deskriptif berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melaluidata sampel atau pupulasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.

d) Uji Hipotesis

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penghayatan hidup bakti dengan minat terhadap panggilan hidup bakti. Berdasarkan tujuan ini, makapeneliti menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan SPSS 20.0 untuk pengujian hipotesis (Priyatno, 2012:59).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini berisi tentang uji persyaratan, uji normalitas data, uji

A. Hasil Penelitian 1. Uji Persyaratan

linearitas, analisis deskriptif statistik, uji korelasi, hasil penelitian dan pembahasan serta refelksi kateketis.

a. Uji Normalitas

  Uji data merupakan syarat pokok yang harus dipenuhi dalam analisis korelasi. Normalitas suatu data penting karena dengan data yang berdistribusi normal, maka data tersebut dianggap dapat mewakili populasi.

b. Uji Linearitas

  Uji Linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas yaitu(Penghayatan Hidup Bakti) dan variabel terikat (Minat Terhadap Panggilan HidupBakti bagi Kaum Muda di Paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung Yogyakarta) mempunyai hubungan yang Linear atau tidak. Karena signifikansi kurang dari 0.05, sehingga dapat disimpulkanbahwa antara variabel Penghayatan Hidup Bakti dan variabel Minat TerhadapPanggilan Hidup Bakti bagi Kaum Muda di Paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung Yogyakarta terdapat hubungan yang Linear.

2. Analisis Deskriptif Statistik

  Analisis deskriptif statistik digunakan dengan maksud untuk menggambarkan statistik data, seperti mean, sum, standar deviasi, variance, range serta untuk mengukur distribusi data dengan skweness dan kurtosis. Sedangkan analisis frekuensi dugunakan untuk menghitung frekuensi data pada variabel penghayatan hidup bakti dengan minat terhadap panggilan hidup baktibagi kaum muda di paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung Yogyakarta.

a. Rangkuman Deskriptif Statistik Variabel Penghayatan Hidup Bakti

  Tabel-10 Deskripsi Statistik Penghayatan Hidup Bakti Valid 108N MissingMean 91.8981Std. Error of Kurtosis .461Range 62.00 Minimum 55.00 Maximum 117.00Sum 9925.00 Tabel-11 Analisis Frekuensi Penghayatan Hidup Bakti Secara Keseluruhan Kriteria Interval Jumlah Kaum Muda PersentaseSangat Setuju 100,9 31 29 % 55 51 % 21 19 % 1 1 % 24 0 % Pada tabel-11 menunjukkan bahwa penghayatan hidup bakti biarawan- biarawati terdapat skor maksimal 120, skor minimal 24.

1) Deskriptitif Statistik Aspek Kaul Kemurnian

  Pada tabel 13 dan tabel lainnya di bawah ini adalah deskriptif statistik frekuensi, dandiagram pie mengenai ketiga aspek dari variabel penghayatan hidup bakti dan variabel minat terhadap panggilan hidup bakti, berdasarkan skor nilai tertinggidan nilai terendah. Hasil yang diperoleh sebagai berikut: 30 % (33orang) menyatakan biarawan-biarawati menghayati dan memberikan kesaksian Diagram-2: Aspek Kaul Kemurnian2) Deskriptif Statistik Aspek Kaul Kemiskinan Tabel-14 Deskritif Statistik Aspek Kaul Kemiskinan Valid 108N MissingMean 26.4167Std.

b. Rangkuman Deskriptif Statistik Variabel Minat Terhadap Panggilan

  Diketahui nilai rata-rata mean 83,1574, standar deviasi 13,1285590, range 71,00 dengan skor minimum 43.00 dan skor maksimum 114.00 Nilai tengah (median)adalah 84,0000, nilai yang sering muncul (mode) adalah 81,00 dan sum adalah 8981,00. Tabel-19 Analisis Frekuensi Variabel Minat Terhadap Panggilan Hidup BaktiSecara Keseluruhan Kriteria Interval Jumlah Kaum Muda PersentaseSangat Setuju 100,9 10 9 % 48 44 % 6 6 % 24 1 1 % Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa kaum muda mempunyai minat terhadap panggilan hidup bakti karena termasuk dalam kategori setuju dan sangatsetuju.

1) Deskriptif Statistik Aspek Rasa Ingin Tahu

  Hasil deskripsi frekuensi tersebut menujukkan bahwa kaum muda dalam aspek rasa ingin tahu tentang panggilan hidup bakti merasa kadang-kadang kurangingin mengetahuinya. Error of Kurtosis .461Range 11.00 Minimum 8.00 Maximum 19.00 Sum 1597.00 minimum 8,00 dan skor maksimum 19,00 Nilai tengah (median) 15,00 nilai yang sering muncul (mode) adalah 15,00 dan sum 1597,00.

3) Deskriptif Statistik Aspek Rasa Senang

  Untuk range adalah 16,00 dengan skor minimum adalah 9,00 dan skor maksimum adalah 25,00 Sedangkannilai tengah (median) adalah 19,0000, nilai yang sering muncul (mode) adalah17,00 dan sum adalah 2056,00. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan kaum muda merasa senang dengan panggilan hidup bakti dan termasuk dalam kategori setuju dan sangatsetuju.

3. Analisis Korelasi

  Pada tabel di atas terdapat korelasi antara penghayatan hidup bakti dan minat kaum muda terhadap panggilan hidup bakti sebesar 0,630 dengan nilaisignifikansi 0,000. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang cukup nyata dan signifikan antara penghayatan hidup bakti dengan minat kaum mudaterhadap panggilan hidup bakti.

B. Hasil Wawancara dengan Kaum Muda

  Ada juga biarawan-kemurnian, kaul biarawati yang tidak bisa hidup sederhana seperti kemiskinan dan saya lihat ada romo, kalau ke rumah makan pasti belikaul ketaatan dalam makanan yang terbilang mahal, punya mobil yang melaksanakan bagus dan handphone yang tidak kalah saing dengantugas-tugas mereka? Responden C Sejauh pengalaman saya biarawan-biarawati hidup apa adanya, mereka memiliki barang-barang duniawiseperti handphone, laptop tetapi itu mereka pergunakan dengan baik dan saya belum pernahmelihat suster bruder, frater dan romo memiliki barang-barang mewah seperti mobil handphone danlainnya seperti istilah orang zaman sekarang hidup glamor dengan tampilan dari luar.

C. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Uji Normalitas dan Uji Linearitas

  Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti lewat penyebaran kuesioner kepada kaum muda di paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung Yogyakarta,setelah dianalisis, membuktikan bahwa uji normalitas dan uji linearitas terpenuhi. Uji linearitas menggunakan Test Of Linearity untuk melihat hubungan secara linear antara variabel penghayatan hidup bakti dan variabel minat kaummuda terhadap panggilan hidup bakti mempunyai hubungan yang linear atau tidak.

2. Variabel Penghayatan Hidup Bakti

  Artinyabahwa biarawan-biarawati menghayati dan memberi kesaksian akan kaul kemurnian dengan baik yaitu dengan menujukkan sikap gembira, dewasa dalammenjalin relasi dengan sesama dan total dalam pelayanan di tengah masyarakat terutama kepada mereka yang miskin, menderita, difabel dengan tidak membeda-bedakan orang. Kesaksian hidup biarawan-biarawati ini bagi kaum muda sangat baik dan berharga bagi hidup mereka di zaman ini yang penuh dengan kemajuanteknologi komunikasi yang semakin mendunia.

c. Aspek Kaul Ketaatan

  Hasil ini menunjukkan bahwa biarawan- biarawati mendapat tanggapan yang baik dari kaum muda bahwa melaluikesaksian hidupnya, dapat melaksanakan dengan setia tugas perutusan yang dipercayakan padanya dengan sukacita dan menunjukkan rasa tanggung jawabdalam menjalaninya. Biarawan-biarawati hidup bakti secara khusus menjadikan semangatInjili sebagai pilihan hidup yang dihayati secara total, radikal, dan konsekuen dengan hati yang tidak terbagi dan terpusat pada Tuhan, dan ditandai denganpengikraran kaul-kaul.

3. Variabel Minat Terhadap Panggilan Hidup Bakti

a. Aspek Rasa Ingin Tahu

  Dalam hal ini aspek afektif minat berkembang dari pengalaman pribadi, dari sikap orang yang penting yaituorang tua, guru dan teman-teman terhadap kegiatan yang berkaitan dengan minat tersebut, dan dari sikap yang dinyatakan atau tersirat dalam berbagai bentukmedia massa dan lainnya. Minat merupakan suatu perangakat mental atau kecenderungan dari dalam diri setiap orang untuk mengetahui apa yang dirasakan mengesan,menyenangkan, menguntungkan, bermakna, dan bernilai, memberi sumber motivasi untuk melakukan apa yang mereka inginkan, terdorong untuk melakukanapa pun untuk mencapainya.

D. Refleksi Kateketis

1. Pengertian Katekese

  18 tentang katekese adalah pembinaan anak-anak, kaum muda danorang-orang dewasa dalam iman, dan penyampaian ajaran Kristen, yang diberikan secara organis dan sistematis dengan maksud mengantar peserta memasukikepenuhan hidup Kristen. Dalam semua karya pastoral yang diusahakan oleh Gereja diarahkan agar semua umat makin mengasihi dan mengimani Yesus Kristus sebagai jantung danhati umat beriman Kristiani.

2. Biarawan-Biarawati Hidup Bakti sebagai Ketekis

  Dalam hal ini terdapat dalam (Luk 19:10;18), Kristus diutus oleh Allah untuk menyampaikan kabar baik kepada orang- orang miskin, menyembuhkan mereka yang putus asa, mencari danmenyelamatkan yang hilang. Karena itu, setiap anggota yang dengan sepenuh hati menghayati imannya dan mengambil bagian secara aktif di dalam kegiatan beriman umatdapat berperan sebagai “katekis”.

3. Aspek Katekis dalam Minat Terhadap Panggilan Hidup Bakti Kaum muda pada zaman ini, hidup dalam konteks budaya globalisasi

  Paus Fransiskus mengimbau kepada seluruh umat, para imam dan umat awam dan juga biarawan-biarawati hidup bakti dengan mengatakan bahwa saya lebih menyukai Gereja yang memar, terluka dan kotor karena telah keluar ke jalan-jalan dari pada Gerejayang sakit karena menutup diri dan nyaman melekat pada rasa aman sendiri (EG.49). Kesaksian yang dimaksudtidak lain adalah menghadirkan Tuhan yang penuh sukacita dan belaskasih seperti pengalaman nabi Zefannya yang menghadirkan Tuhan dengan umatnya di tengahperayaan yang berlagsung dengan sukacita keselamatan (Zef 3:17-18), dan inilah sukacita yang kita alami sehari-hari, di tengah berbagai hal kecil dalam hidup,sebagai tanggapan atas undangan kasih Allah kepada kita.

E. Keterbatasan Penelitian

  Dalam membuat kisi-kisi dan instrumen variabel penghayatan hidup bakti, penulis merasa tertantang karena tidak semua kaum muda yang mengetahuikehidupan membiara. Pada pelaksanaan penelitian, peneliti mengalami kesulitan dalam mengatur waktu dengan kaum muda sehingga pada saat pengisian angket peneliti tidakbisa hadir mengawasi responden sehingga petunjuk yang ada dalam angket bisa kurang dimengerti oleh responden atau bisa terjadi kekeliruan dalammengisi setiap pernyataan dari variabel.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan pendahuluan pada bab satu pemaparan permasalahan, dan

  Artinya biarawan-biarawati menghayati hidup bakti dengan baik dan masuk kategori setuju dan minatterhadap panggilan hidup bakti 44 % (48 orang) dengan jumlah persentase menunjukkan bahwa ada minat kaum muda terhadap panggilan hidup bakti. Oleh karena itu sebagai biarawan biarawati, guru di sekolah, terutama orang tua, yang mendampingi anak di rumah, di sekolah, dan kegiatan apapun diGereja dan lingkungan, agar dapat menngkatkan kesaksian hidup yang baik dalam bertutur kata, bertindak terhadap anak-anak.

B. Saran

  Biarawan-biarawati mengadakan kerjasama dengan pihak paroki, agar mengadakan program aksi panggilan dengan kaum muda dan dilakukan dalambentuk apa saja seperti: open house dan Liv-in di tengah keluarga sehingga bisa mensosialisasikan kepada umat terutama orang tua dan kaum muda mengenaihidup bakti. Punya pakaian sederhana, makan seadanya, bergaul baik dengan siapa sajatanpa membedakan orang dan saya salut mereka rela kalau pindah tugas ke ke tempat lain dan seringsaya lihat suster suster yang ada di lingkungan kami kadang selalu berganti anggota yang lain dan selalutidak sama.

a. Lilliefors Significance Correction

Penghayatan Hidup Bakti Secara KeseluruhanFrequency Percent Valid Percent Cumulative Percent 4 4.6 4.6 5 86.00 31.5 3.7 3.7 85.00 87.00 27.8 6.5 6.5 7 84.00 21.3 83.00 1 .9 .9 20.4 36.1 3 3.7 90.00 1.9 1.9 2 91.00 45.4 3.7 3.7 4 41.7 2.8 1.9 1.9 2 89.00 39.8 88.00 1 .9 .9 38.9 2.8 3.7 4 Valid 4.6 3 71.00 6.5 1.9 1.9 2 70.00 1.9 2.8 1.9 2 69.00 2.8 65.00 1 .9 .9 1.9 64.00 1 .9 .9 55.00 1 .9 .9 .9 2.8 9.3 81.00 1.9 16.7 1.9 1.9 2 78.00 14.8 77.00 1 .9 .9 13.9 1.9 72.00 2 76.00 12.0 74.00 1 .9 .9 11.1 1.9 1.9 2 47.2 92.00 2.8 83.3 106.00 82.4 105.001 .9 .9 3.7 3.7 4 78.7 104.00 2.8 1.9 3 75.9 103.00 75.0 102.001 .9 .9 3.7 3.7 4 71.3 101.00 2 1.9 1.9 93.5 113.00 98.1 116.001 .9 .9 97.2 115.001 .9 .9 96.3 114.001 .9 .9 2.8 2.8 3 92.6 109.001 .9 .9 85.2 107.00 3.7 3.7 4 88.9 108.00 3.7 3.7 4 1.9 2 2 94.00 2 95.00 56.5 4.6 4.6 5 51.9 1.9 2.8 2.8 3 93.00 49.1 1.9 1.9 1.9 58.3 69.4 100.00 4.6 2.8 2.8 3 99.00 66.7 4.6 5 96.00 98.00 62.0 97.00 1 .9 .9 61.1 2.8 2.8 3 99.1 117.001 .9 .9 100.0 Total 108 100.0 100.0 1.00 Extremes (=<55) 1.00 6 . 43.00 6 . 599 8.00 7 . 001112245.00 7 . 66788 12.00 8 . 11113444444415.00 8 . 555566666777899 16.00 9 . 000011223334444414.00 9 . 55666788888999 14.00 10 . 0011112333444412.00 10 . 566777788889 4.00 11 . 33343.00 11 . 567 Stem width: 10.00 Each leaf: 1 case(s) Analisis Frekuensi Aspek Kaul Kemurnian Frequency Percent Valid Percent Cumulative PercentValid 6.5 52.00 52.8 6.5 6.5 7 51.00 46.3 6.5 7 2.8 50.00 39.8 5.6 5.6 6 49.00 34.3 48.00 1 .9 .9 3 2.8 8.3 55.00 3.7 3.7 4 56.00 72.2 2.8 2.8 3 69.4 55.6 7.4 7.4 8 54.00 62.0 6.5 6.5 7 53.00 33.3 8.3 28.00 1 .9 .9 .9 5.6 12.0 41.00 1 .9 .9 11.1 1.9 1.9 2 40.00 9.3 5.6 3 6 39.00 3.7 38.00 1 .9 .9 2.8 36.00 1 .9 .9 1.9 32.00 1 .9 .9 42.00 2.8 9 2.8 47.00 25.0 2.8 2.8 3 46.00 22.2 2.8 3 2.8 45.00 19.4 44.00 1 .9 .9 18.5 3.7 3.7 4 43.00 14.8 75.9 57.00 63.00 1 .9 .9 4 3.7 3.7 94.4 62.00 1 .9 .9 95.4 96.3 90.7 64.00 2 1.9 1.9 98.1 65.00 2 61.00 2.8 3 6.5 2.8 2.8 78.7 58.00 7 6.5 85.2 2.8 59.00 3 2.8 2.8 88.0 60.00 3 1.9 1.9 100.0 Total 108 100.0 100.0 Analisis Frekuensi Aspek Kaul KemiskinanFrequency Percent Valid Percent Cumulative Percent 7 63.0 8.3 8.3 9 28.00 54.6 6.5 6.5 27.00 9 48.1 9.3 9.3 10 26.00 38.9 7.4 7.4 8 29.00 8.3 31.5 79.6 4.6 4.6 5 33.00 89.8 10.2 10.2 11 32.00 3.7 8.3 3.7 4 31.00 75.9 4.6 4.6 5 30.00 71.3 25.00 5.6 Valid 3 1.9 2 19.00 7.4 18.00 1 .9 .9 6.5 2.8 2.8 17.00 9.3 3.7 15.00 1 .9 .9 2.8 14.00 1 .9 .9 1.9 1.9 1.9 2 13.00 1.9 20.00 5.6 7.4 6 24.00 25.9 2.8 2.8 3 23.00 23.1 7.4 8 5 22.00 15.7 1.9 1.9 2 21.00 13.9 4.6 4.6 94.4 34.00 3 2.8 2.8 97.2 35.00 3 2.8 2.8 100.0 Total 108 100.0 100.0Kaul Ketaatan Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent 10.00 2 1.9 1.9 1.9 11.00 2 1.9 1.9 3.7 12.00 10 9.3 9.3 13.0 13.00 17 15.7 15.7 28.7 14.00 19 17.6 17.6 46.3 15.00 19 17.6 17.6 63.9 Valid 16.00 22 20.4 20.4 84.3 17.00 9 8.3 8.3 92.6 18.00 5 4.6 4.6 97.2 19.00 2 1.9 1.9 99.1 20.00 1 .9 .9 100.0 Total 108 100.0 100.0 Minat Terhadap Panggilan Hidup BaktiFrequency Percent Valid Percent Cumulative Percent 28.7 3 77.00 30.6 1.9 1.9 2 76.00 2.8 2.8 2.8 3 75.00 25.9 74.00 1 .9 .9 25.0 4.6 4.6 2.8 33.3 73.00 81.00 1.9 1.9 2 83.00 46.3 6.5 6.5 7 39.8 78.00 2.8 2.8 3 80.00 37.0 3.7 3.7 4 5 20.4 Valid 4.6 7.4 65.00 1 .9 .9 6.5 1.9 1.9 2 62.00 1.9 8.3 1.9 2 61.00 2.8 58.00 1 .9 .9 1.9 57.00 1 .9 .9 43.00 1 .9 .9 .9 66.00 1 .9 .9 68.00 1 .9 .9 1.9 14.8 1.9 2 72.00 18.5 3.7 3.7 4 71.00 2.8 9.3 2.8 3 70.00 12.0 2.8 2.8 3 69.00 48.1 84.00 96.00 88.0 97.00 1 .9 .9 87.0 3.7 3.7 4 83.3 88.9 1.9 1.9 2 95.00 81.5 1.9 1.9 98.00 1 .9 .9 99.00 94.00 2 2 98.1 114.00 97.2 113.001 .9 .9 96.3 108.001 .9 .9 95.4 105.001 .9 .9 1.9 1.9 93.5 104.00 2 1.9 1.9 2 91.7 103.00 90.7 102.001 .9 .9 1.9 1.9 2 79.6 6 86.00 5.6 6 87.00 60.2 3.7 3.7 4 56.5 65.7 2.8 2.8 3 85.00 53.7 5.6 5.6 5.6 88.00 3.7 91.00 3.7 4 92.00 75.9 3.7 3.7 4 72.2 4 2.8 2.8 3 89.00 69.4 3.7 3.7 1.9 1.9 100.0 Total 108 100.0 100.0 1.00 Extremes (=<43) 2.00 5 . 784.00 6 . 1122 6.00 6 . 56899915.00 7 . 000111122333334 12.00 7 . 555667778888 18.00 8 . 000111111133444444 20.00 8 . 5556666777777888899910.00 9 . 1111222244 10.00 9 . 55666678995.00 10 . 23344 2.00 10 . 583.00 11 . 344 Stem width: 10.00Each leaf: 1 case(s) Rasa Ingin TahuFrequency Percent Valid Percent Cumulative Percent 7.4 27.00 81.5 10.2 10.2 11 26.00 71.3 7.4 8 3.7 25.00 63.9 8.3 8.3 9 24.00 55.6 5.6 4 3.7 6 30.00 1 .9 .9 99.1 3.7 3.7 4 32.00 95.4 31.00 1 .9 .9 94.4 93.5 85.2 4.6 4.6 5 29.00 88.9 3.7 3.7 4 28.00 5.6 23.00 Valid 1.9 18.00 9.3 2.8 2.8 3 17.00 6.5 1.9 2 6.5 16.00 4.6 2.8 2.8 3 15.00 1.9 14.00 1 .9 .9 10.00 1 .9 .9 .9 7 6.5 50.0 21.00 7.4 7.4 8 22.00 42.6 13.9 13.9 15 28.7 15.7 4.6 4.6 5 20.00 24.1 8.3 8.3 9 19.00 35.00 1 .9 .9 100.0 Total108 100.0 100.0 Sumber MotivasiFrequency Percent Valid Percent Cumulative Percent 8.00 1 .9 .9 .9 10.00 2 1.9 1.9 2.8 11.00 6 5.6 5.6 8.3 12.00 6 5.6 5.6 13.9 13.00 11 10.2 10.2 24.1 14.00 15 13.9 13.9 38.0 Valid 15.00 25 23.1 23.1 61.1 16.00 20 18.5 18.5 79.6 17.00 15 13.9 13.9 93.5 18.00 5 4.6 4.6 98.1 19.00 2 1.9 1.9 100.0 Total 108 100.0 100.0 Rasa SenangFrequency Percent Valid Percent Cumulative Percent 9.00 1 .9 .9 .9 13.00 4 3.7 3.7 4.6 14.00 3 2.8 2.8 7.4 15.00 6 5.6 5.6 13.0 16.00 6 5.6 5.6 18.5 17.00 16 14.8 14.8 33.3 18.00 13 12.0 12.0 45.4 Valid 19.00 9 8.3 8.3 53.7 20.00 15 13.9 13.9 67.6 21.00 15 13.9 13.9 81.5 22.00 4 3.7 3.7 85.2 23.00 4 3.7 3.7 88.9 24.00 5 4.6 4.6 93.5 25.00 7 6.5 6.5 100.0 Total 108 100.0 100.0 Rasa TertarikFrequency Percent Valid Percent Cumulative Percent 9 74.1 7.4 7.4 8 29.00 66.7 8.3 8.3 28.00 7 58.3 10.2 10.2 11 27.00 48.1 7.4 7.4 30.00 6.5 26.00 5.6 35.00 1 .9 .9 94.4 1.9 1.9 2 34.00 92.6 5.6 6 6.5 33.00 87.0 5.6 5.6 6 32.00 81.5 31.00 1 .9 .9 80.6 8 40.7 Valid 3.7 10.2 2.8 2.8 3 19.00 7.4 18.00 1 .9 .9 6.5 3.7 6 4 17.00 2.8 16.00 1 .9 .9 1.9 1.9 1.9 2 11.00 21.00 5.6 6.5 25.9 6.5 7 25.00 34.3 8.3 8.3 9 24.00 4.6 5.6 4.6 5 23.00 21.3 5.6 5.6 6 22.00 15.7 95.4 36.00 1 .9 .9 96.3 37.00 1 .9 .9 97.2 39.00 2 1.9 1.9 99.1 40.00 1 .9 .9 100.0 Total 108 100.0 100.0

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Keluarga dan panggilan hidup bakti.
0
0
8
Keterlibatan kaum muda dalam hidup menggereja di Paroki Santo Petrus Sungai Kayan Keuskupan Tanjung Selor Kalimantan Utara.
1
48
171
Evaluasi sistem pengendalian intern pengeluaran kas : studi kasus pada Paroki St.Yohanes Rasul Pringwulung.
1
4
146
Evaluasi sistem akuntansi penerimaan kas dan pengeluaran kas berdasarkan petunjuk teknis keuangan dan akuntansi paroki : studi kasus Paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung.
0
0
203
Upaya meningkatkan keterlibatan kaum muda dalam hidup menggereja secara kontekstual di lingkungan Santo Yusuf Kadisobo Paroki Santo Yoseph Medari.
0
8
159
Upaya meningkatkan keterlibatan kaum muda stasi Gembala yang Baik Paroki Santo Yusuf Batang dalam hidup menggereja melalui katekese kaum muda.
6
40
156
Kesetiaan Maria sebagai teladan dalam hidup berkeluarga bagi ibu-ibu di lingkungan Santo Yohanes Pemandi Paroki Santo Albertus Agung Jetis, Yogyakarta.
0
0
134
Evaluasi sistem akuntansi penerimaan kas dan pengeluaran kas berdasarkan petunjuk teknis keuangan dan akuntansi paroki studi kasus Paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung
2
15
201
Kesetiaan Maria sebagai teladan dalam hidup berkeluarga bagi ibu ibu di lingkungan Santo Yohanes Pemandi Paroki Santo Albertus Agung Jetis, Yogyakarta
0
0
132
Upaya meningkatkan keterlibatan kaum muda dalam hidup menggereja secara kontekstual di lingkungan Santo Yusuf Kadisobo Paroki Santo Yoseph Medari
2
17
157
Upaya meningkatkan keterlibatan kaum muda stasi Gembala yang Baik Paroki Santo Yusuf Batang dalam hidup menggereja melalui katekese kaum muda
2
2
154
KETERLIBATAN KAUM AWAM DALAM TUGAS KERASULAN GEREJA SEBAGAI PENGURUS DEWAN PAROKI DI PAROKI SANTO YOHANES RASUL, PRINGWULUNG, YOGYAKARTA SKRIPSI
0
8
175
PERSEPSI KAUM MUDA KATOLIK PAROKI RAYON KOTA YOGYAKARTA MENGENAI HIDUP MEMBIARA
0
0
177
Pemahaman Sakramen Baptis dalam keterlibatan hidup menggereja bagi kaum muda di Paroki Santo Ignatius Danan, Wonogiri, Jawa Tengah - USD Repository
0
1
151
Deskripsi pengaruh ekaristi kaum muda terhadap keterlibatan hidup menggereja Orang Muda Katolik di Paroki Santo Antonius Kotabaru Yogyakarta - USD Repository
1
5
169
Show more