Efektivitas model pembelajaran reciprocal teaching ditinjau dari hasil belajar dan aktivitas belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Yogyakarta pada materi luas permukaan serta volume kubus dan balok.

Gratis

1
15
289
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN DAN MOTTO

“Jangan menyerah ketika harapan belum bisa diwujudkan, KarenaSesuatu yang berharga tidak mudah untuk diraih” Karya ini kupersembahkan untuk : Tuhan Yesus dan Bunda MariaBapakku Demitrius Muhadi yang di surga dan Ibuku tercinta MG Suyatmi, Kakakku Marcelinus Widananta, dan keponakanku dek Shanna yang manis, Wilda Heru Subakti sertaSahabat-sahabatku yang selalu mendukungku, Almamaterku Universitas Sanata Dharma

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain,kecuali yang telah disebutkandalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 21 September 2015Peneliti Monika Mahastri Deasyanti

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUANPUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  (2) Mengetahui efektivitas model pembelajaran reciprocal teaching ditinjau dari hasil belajar dan aktivitas belajar siswa kelas VIII SMP N 2Yogyakarta pada materi luas permukaan serta volume kubus dan balok. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) Keterlaksanaan pembelajaran menggunakan reciprocal teaching yaitu 95,84; (2) Efektivitas pembelajaranmenggunakan reciprocal teaching ditinjau dari hasil belajar dan aktivitas belajar siswa pada materi luas permukaan serta volume kubus dan balok antara lain (a)presentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yaitu 56,25%, dan 41,94% pada kelas kontrol yang sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimum (KKM).

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah Bapa di surga yang telah melimpahkan kasih dan karuniannya sehingga dapat menyelesaikan skripsidengan judul “Efektivitas Model Pembelajaran Reciprocal Teaching ditinjau dariHasil Belajar dan Aktivitas Belajar Matematika Siswa Kelas VIII pada MateriLuas Permukaan serta Volume Kubus dan Balok ”. Sc selaku dosen pembimbing skripsi dengan sabar dan waktu yang telah diberikan serta segala arahan dan masukan yangsangat membantu peneliti sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika memiliki peranan yang sangat penting, yaitu untuk

  Pada pembelajaran matematika membutuhkan pemahaman konsep bukan hanya menghafal rumus saja, namun pada kenyataanya, siswa biasanya Dari proses pengamatan yang peneliti lakukan saat pembelajaran matematika kelas VIII di SMP Negeri 2 Yogyakarta, pembelajaran di kelasumumnya berpusat pada guru, artinya guru menjadi sumber ilmu yang tunggal saat di kelas. Berdasarkan informasi dari guru matematika yang mengajar di kelas VIII SMP Negeri 2 Yogyakarta, bahwa proses pembelajaranmatematika yang berlangsung di sana menggunakan model konvensional, yaitu guru lebih sering menjelaskan materi dengan metode ceramah,membuat rangkuman dan menuliskan di papan tulis, kemudian memberikan soal dan pekerjaan rumah (PR).

B. Identifikasi Masalah

Dari uraian latar belakang masalah di atas, peneliti melakukan identifikasi masalah pada penelitian ini yaitu: 1. Model pembelajaran konvensional yang cenderung monoton membuat siswa mudah jenuh saat pembelajaran matematika

2. Pada pembelajaran matematika siswa cenderung hanya menghafal rumus-rumusnya saja tanpa memahami konsepnya

4. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika masih rendah

  Bagaimana efektivitas model pembelajaran reciprocal teaching ditinjau dari hasil belajar dan aktivitas belajar siswa kelas VIII SMPNegeri 2 Yogyakarta pada materi luas permukaan serta volume kubus dan balok? Mengetahui efektivitas model pembelajaran reciprocal teaching ditinjau dari hasil belajar dan aktivitas belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Yogyakarta pada materi luas permukaan serta volume kubus dan balok.

E. Batasan Istilah

  EfektivitasModel pembelajaran dikatakan efektif jika model pembelajaran tersebut dapat membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaranyang sudah ditetapkan oleh peneliti yaitu ditinjau dari hasil belajar dan aktivitas belajar siswa. Model Pembelajaran Reciprocal TeachingModel pembelajaran reciprocal teaching ini merupakan model yang menerapkan empat strategi pemahaman mandiri, yaitu:menggunakan pengetahuan yang sudah didapat untuk menyelesaikan suatu masalah, menyusun pertanyaan dan menyelesaikannya, membuatrangkuman dan menyimpulkan materi yang dipelajari, dan menjelaskan kembali pengetahuan/informasi yang telah diperolehnya.

F. Manfaat Penelitian

  Bagi guru dan sekolah, dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat sebagai alternatif model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkanhasil belajar dan aktivitas belajar matematika siswa di sekolah. Bagi siswa, dengan diterapkannya model pembelajaran reciprocal teaching memberikan manfaat dalam membangun motivasi belajar siswa dalam pelajaran matematika serta meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar matematika siswa.

G. Sistematika Penulisan

  Sistematika penulisan yang digunakan pada penelitian ini yaitu: BAB I PENDAHULUAN Bab I berisi tentang latar belakang penelitian, identifikasi masalah, perumusan masalah penelitian, tujuan penelitian,batasan istilah, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan. BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, HASIL PENELITIAN, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN Pada bab ini berisi tentang uraian pelaksanaan penelitian meliputi persiapan sebelum pengumpulan data dan prosespengumpulan data penelitian, lalu hasil uji coba instrumen penelitian berupa validitas serta reliabilitas pre test dan post test, hasil penelitian, uraian analisis data, dan yang terakhir adalah pembahasan.

BAB V PENUTUP Pada bab terakhir ini berisi tentang kesimpulan dari penelitian yang dilakukan serta saran dari peneliti

BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Teori 1. Pengertian Belajar Aktivitas kehidupan manusia sehari-hari hampir tidak pernah

  Dengan demikian dapat kita katakan, tidak ada ruang dan waktu dimana manusia dapat melepaskan dirinya dari kegiatan belajar,dan itu berarti pula bahwa belajar tidak pernah dibatasi usia, tempat maupun waktu, karena perubahan yang menuntut terjadinya aktivitasbelajar itu juga tidak pernah berhenti (Aunurrahman, 2012:33). Dalam sebuah situs tentang pengertian belajar, Abdillah (2002) belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individudalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek-aspek kognitif, afektif,psikomotorik untuk memperoleh tujuan tertentu.

2. Hasil Belajar a

  Seorang guru yang mampumengembangkan model-model pembelajaran yang terarah pada latihan-latihan berpikir kritis siswa, misalnya model-modelpembelajaran dimana guru tidak terlalu banyak memberikan petunjuk atau arahan (nondirect teaching) akan tetapi lebih banyakmenekankan keaktifan berpikir siswa akan mampu mendorong reciprocal teaching yang juga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa serta hasil belajar siswa. Kemampuan ini sangat bergantung pada kapasitas intelektual, kecerdasan sosial seseorang dan kesempatan belajaryang tersedia 2)Strategi kognitif, yaitu kemampuan mengatur cara belajar dan berpikir seseorang dalam arti seluas-luasnya, termasukkemampuan memecahkan masalah 3)Informasi verbal, yakni pengetahuan dalam arti informasi dan fakta 4)Keterampilan motorik, yakni kemampuan dalam bentuk keterampilan menggunakan sesuatu, keterampilan gerak.

3. Aktivitas Belajar a

  Itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip atau asas yang sangatpenting di dalam interaksi belajar-mengajar. Dengan adanya aktivitas dapat mewujudkan siswa yang aktif dan bukan pasif.

1) Mulyono (2000:26), aktivitas artinya

  Aktivitas siswa dikelompokkan ke dalam kategori ini, jika siswa di dalam diskusi kelompok turut berpartisipasi baik selama menjadi guru ataupun siswa, karenadi dalam model pembelajaran reciprocal teaching terdapat tahapan memperhatikan yaitu siswa diharuskan memperhatikanguru dan siswa pada saat guru menjelaskan atau saat diskusi berlangsung dalam kelompok. Pembelajaran reciprocal teaching terdapat tahapan dimana siswa diajak untuk melibatkan pengetahuan yang sudahdiperolehnya dahulu untuk digabungkan dengan informasi yang diperoleh dari teks yang dibaca untuk kemudian digunakandalam mengimajinasikan kemungkinan yang akan terjadi berdasar atas gabungan informasi yang sudah dimilikinya.

4. Model Pembelajaran Reciprocal Teaching a

  Bantuan tersebut dapat berupa petunjuk, peringatan, dorongan, Model pembelajaran menurut Joyce dan Weil (dalamRusman, 2014:133) adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaranjangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain. Aunurrahman (2012:146) berpendapat bahwa model pembelajaran dapat diartikan sebagai kerangka konseptual yangmelukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, danberfungsi sebagai pedoman bagi para perangcang pembelajaran dan para guru untuk merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar.

5. Efektifitas Pembelajaran Menggunakan Reciprocal Teaching a

  3)Model pembelajaran dikatakan efektif jika dapat meningkatkan minat dan motivasi apabila setelah pembelajaran siswa menjadilebih termotivasi untuk belajar lebih giat dan memperoleh hasil Dari uraian di atas, dapat diperoleh bahwa efektifitas pembelajaran menggunakan reciprocal teaching ialah usaha untukmencapai keberhasilan siswa dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching guna mendapatkan hasilbelajar dan aktivitas belajar yang tinggi. Adapun kriteria efektifitas pembelajaran menggunakan reciprocal teaching yaitu apabila hasilbelajar siswa lebih dari atau sama dengan 75% dari kriteria ketuntasan minimum (KKM) dan presentase aktivitas belajar siswalebih dari atau sama dengan 75% atau hasil belajar dan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan reciprocal teaching berbedasecara signifikan yaitu lebih dari hasil belajar dan aktivitas belajar siswa dengan pembelajaran secara konvensional.

6. Luas Permukaan serta Volume Kubus dan Balok

  Definisi Kubus dan BalokBangun ruang merupakan bangun yang memiliki ruang yang dibatasi oleh beberapa sisi dan disebut juga dengan banguntiga dimensi (Marsigit, 2009:176), sedangkan bangun ruang sisi 1)Definisi Kubus Kubus adalah suatu bangun ruang sisi datar yang tertutup dan dibatasi oleh enam buah sisi berbentuk persegi. Kerangka Berfikir Berdasarkan landasan teori yang telah dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kerangka berfikir dalam penelitian ini Penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat mendorong aktivitas belajar siswa khususnya mata pelajaran matematika,menumbuhkan dan meningkatkan motivasi dalam mengerjakan tugas, memberikan kemudahan bagi siswa untuk memahami pelajaransehingga memungkinkan siswa mencapai hasil belajar yang lebih baik.

8. Hipotesis

Berdasarkan latar belakang dan kajian teori di atas maka dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut: Hasil belajar danaktivitas belajar siswa dengan pembelajaran menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching lebih efektif dibandingkanpembelajaran secara konvensional di kelas VIII semester 2 materi pokok luas permukaan serta volume pada kubus dan balok.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan desain penelitian quasi-experimental atau

  Alasan lain peneliti memilih desain penelitian eksperimental semu karena ada variabel yangtidak bisa dikendalikan oleh peneliti, misalnya waktu pelaksanaan penelitian, faktor-faktor lain yang mempengaruhi penelitian yaitu tingkatkecerdasan siswa yang berbeda-beda, dan lain sebagainya. R 1 O 1R1 (X) O 2R1 R 2 O 1R2 O 2R2 Keterangan:R 1 : kelas eksperimen R 2 : kelas kontrol X : model pembelajaran reciprocal teachingO 1R1 : hasil penilaian pre test terhadap kelompok eksperimen O : hasil penilaian pre test terhadap kelompok kontrol 1R2 O 2R1 : hasil penilaian post test terhadap kelompok eksperimen O 2R2 : hasil penilaian post test terhadap kelompok kontrol B.

C. Populasi dan Sampel Penelitian 1

PopulasiPopulasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti (Sulistyo- Basuki 2006:182). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII D, VIII E, VIII F, dan VIII G di SMP Negeri 2 Yogyakarta yang

2. Sampel

  Pada penelitian ini, pemilihan kelas eksperimen dankelas kontrol dilakukan dengan random dan diperoleh dua kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas VIII D sebagai kelas eksperimendan VIII F sebagai kelas kontrol. Untuk penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan membuat undian sehinggadiperoleh bahwa yang bertindak sebagai kelas eksperimen adalah kelas VIII D sedangkan yang bertindak sebagai kelas kontrol adalah kelas VIII F.

D. Variabel Bebas dan Variabel Terikat

  Menurut Sugiyono (2011:61) variabel bebas merupakan sesuatu yang mempengaruhi perubahan dari variabel terikat, sedangkan variabelterikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya variabel bebas. Adapun pada penelitian ini, yang bertindak sebagai reciprocal teaching sedangkan yang bertindak sebagai variabel terikat adalah hasil belajar dan aktivitas belajar siswa.

E. Data Penelitian

  Data ini diperoleh dari kelas eksperimen saja karena kelas tersebut adalah kelas yang menggunakan reciprocal teaching sebagai model pembelajaran. Hasil belajar pada penelitian ini adalah hasil belajarpada ranah kognitif, sehingga data hasil belajar siswa yang dilihat pada penelitian ini yaituberupa daftar nilai pre testdan post testsiswa darimasing-masing kelas eksperimen maupunkelas kontrol.

3. Data aktivitas belajar siswa

  Data observasi aktivias belajar siswa berupa aktivitas belajar siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang terdiri dari aktivitas visual,aktivitas berbicara, aktivitas menulis, dan aktivitas mental. Sedangkan data angket aktivitas belajar berupa aktivitas belajar siswa yang diperoleh darisiswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol.

F. Instrumen Penelitian

  Instrumen pengambilandata terdiri dari: tes yakni pre test dan post test, lembar pengamatan aktivitas belajar siswa, lembar angket siswa untuk mengetahui aktivitasbelajar siswa terhadap pembelajaran menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching serta lembar pengamatan keterlaksanaan model pembelajaran reciprocal teaching. Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching Lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran reciprocal teaching digunakan untuk melihat apakah model pembelajaran reciprocal teaching yang digunakan peneliti sudah Tes adalah sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuanatau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto1989:123).

3. Menentukan dan

  Menentukan dan menghitung diagonalruang kubus serta balok √ Lembar Observasi Aktivitas Belajar SiswaLembar pengamatan aktivitas belajar siswa digunakan untuk melihat aktivitas belajar siswa saat proses pembelajaran di Tabel 3.4 Kisi-kisi observasi aktivitas belajar siswa No. Pemberian TesMetode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang hasil Pembatasan materi tes, untuk pre test meliputi materi prasyarat sebelum luas permukaan serta volume kubus dan balok yaituunsur-unsur pada kubus dan balok, serta jaring-jaring kubus dan balok.

H. Teknik Analisis Data

  Untuk analisis kuantitatif akan menggunakandata dari hasil pre test dan post test siswa dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil pre test dan post test siswa dari kelas kontrol dan kelaseksperimen dianalisis secara statistik untuk melihat hasil belajar siswa lebih baik yang menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching dikelas eksperimen atau dengan pembelajaran konvensional di kelas kontrol.

1. Analisis Data Keterlaksanaan Pembelajaran Menggunakan Reciprocal

  1)Hipotesis yang digunakan H : variansi nilai dari kelas eksperimen dan kelas kontrol sama H 1 : variansi nilai dari kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak sama2) Menentukan statistik yang dipakaiPeneliti menggunakan uji Levene untuk menghitung variansi nilai siswa kelas eskperimen dan kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan reciprocal teaching efektif jika hasil belajar siswa lebih dari atau sama dengan 75% dari kriteria ketuntasan minimum (KKM) dan presentase aktivitas belajar siswa lebih dari atau sama dengan 75% dan hasil belajardan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan reciprocal teaching berbeda secara signifikan yaitu lebih dari hasil belajar dan aktivitas belajarsiswa dengan pembelajaran secara konvensional.

BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, HASIL PENELITIAN, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Pembelajaran 1. Sebelum Pembelajaran a. Penyusunan Instrumen Sebelum melaksanakan pembelajaran, peneliti terlebih

  Instrumen pembelajaran meliputi lembar observasi aktivitas belajar, lembar observasi keterlaksanaanpembelajaran dengan reciprocal teaching, lembar evaluasi pre test dan post test, serta angket mengenai aktivitas belajar siswa. Berikut ini secara singkat hasil uji validitas soal pre test: Tabel 4.2 Hasil uji validitas soal pre test 496 ∑ Y 2 8988 ∑ Y 112 116 79 97 92 ∑ X 2 472 492 249 357 338 ∑ X 2032 2073 1444 1753 1686 ∑ XYr xy 0.689 0.378 0.614 0.534 0.663 Dari tabel 4.2 diperoleh bahwa validitas soal atau r xy nomor 1 adalah 0,689, nomor 2 adalah 0,378, nomor 3 adalah 0,614, nomor 4 adalah 0,534, dan nomor 5 adalah 0,663.

11 Dari tabel 4.3 diperoleh nilai reliabilitas dari kelima

  Berikut ini secara singkat hasil uji validitas soal post test: Tabel 4.4 Hasil validitas post test 618 ∑ Y 2 13614 ∑ Y 112 118 121 119 59 89 ∑ X 2 494 521 513 175 317 466 ∑ X 2566 2629 2607 1375 1955 2482 ∑ XYr 0.655 0.596 0.679 0.753 0.418 0.781xy Dari tabel 4.4 diperoleh bahwa validitas soal atau r xy nomor 1 adalah 0,655, nomor 2 adalah 0,596, nomor 3 adalah0,679, nomor 4 adalah 0,753, nomor 5 adalah 0,418, dan nomor 6 adalah 0,781. Sedangkan r tabel untuk jumlah siswa yang Enam soal post test yang valid dihitung nilai reliabilitasnya.

i 0.478 0.556 0.851 1.895 1.512 1.153

  σ 2 6.45 ∑σ i 2t 15.317 σr 11 0.5998 Dari tabel 4.5 diperoleh nilai reliabilitas dari keenam soal post test yang telah valid adalah 0.5998 lebih dari r tabelyaitu 0.367. Dapat disimpulkan bahwa keenam soal post test sudah reliabel.

2. Selama Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di SMP Negeri 2 Yogyakarta

  Peneliti juga mengarahkan siswa untuk dapat menyelesaikan masalah dalam LKSmengarahkan siswa untuk mengingat materi sebelumnya guna generating (pada LKS ada perintah agar siswa membuat pertanyaan serta jawaban mengenai volume kubus dan balok). Peneliti tidak langsung memberi pernyataanbenar atau salah terhadap pekerjaan siswa tersebut, namun peneliti membimbing siswa tersebut dan siswa lainnya untukdapat mengkoreksi atau membetulkan pekerjaan tersebut.3) PenutupPeneliti bersama dengan siswa membuat kesimpulan atas apa yang dipelajari pada pertemuan pertama ini.

B. HASIL PENELITIAN

  Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas eksperimen maupun kelas kontrol, peneliti dibantu oleh 4 observer untuk mengamati aktivitas belajarsiswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol serta keterlaksanaan pembelajaran dengan reciprocal teaching di kelas eksperimen. Data penelitian yang diperoleh selama penelitian berupa nilai pre test dan post test untuk masing-masing kelas eksperimen dan kelas kontrol, data pengamatan aktivitas belajar serta angket aktivitas belajar dari kelas eksperimen dan kelas kontrol, serta data pengamatanketerlaksanaan pembelajaran dengan model reciprocal teaching.

1. Data Keterlaksanaan Pembelajaran Menggunakan Reciprocal Teaching

  Setelah proses pembelajaran terlaksana, kedua siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontroldiberikan post test dan kemudian dibandingkan untuk melihat hasil belajar siswa apakah lebih bagus pada kelas eksperimen atau padakelas kontrol. Berikut ini daftar nilai post test siswa: reciprocal teaching, sedangkan kelas kontrol dengan pembelajaran Data Post testSetelah pemberian pre test pada masing-masing kelas, kemudian kelas eksperimen diberikan pembelajaran matematikamengenai luas permukaan serta volume kubus dan balok dengan b.

3. Data Aktivitas Belajar

  6 3 16 E07 3 1 2 1 7 E08 3 3 4 3 13 E09 5 3 4 2 17 E10 6 4 3 2 15 E11 5 1 2 8 4 Data aktivitas belajar matematika siswa diperoleh dari dua sumber yaitu pengamatan oleh observer, dan wawancara tertulisberupa angket yang diberikan langsung ke siswa. Jadi, keterlaksanaan pembelajaran menggunakan reciprocal teaching sebagai berikut: 18 20 Aktivitas Menulis Aktivitas Mental 22 K24 18 22 14 17 71 K25 18 21 16 16 71 K26 18 15 18 17 72 K27 20 22 20 15 77 K28 23 24 15 20 82 K29 keterlaksanaan = Berdasarkan kriteria keterlaksanaan pembelajaran menggunakan reciprocal teaching maka keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama ini sangat tinggi.

5. Analisis Data Hasil Belajar

  Jumlah siswa yang lebih dari atau sama denganKKM di kelas eksperimen berjumlah 24 siswa, dan ada 7 siswa yang nilainya belum mencapai KKM. Sedangkan jumlah siswa yang lebihdari atau sama dengan KKM di kelas kontrol lebih sedikit dibandingkan di kelas eksperimen yaitu berjumlah 20 siswa, dan ada11 siswa yang nilainya belum mencapai KKM.

53 Nilai Terendah

  Analisis Nilai Pre test5) Uji Normalitas Data Pre test Kelas Eskperimen a)Hipotesis yang digunakan H : Nilai pre test siswa kelas eskperimen berdistribusi normal H 1 : Nilai pre test siswa kelas eskperimen berdistribusi tidak normal b)Menentukan statistik yang dipakai Peneliti menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov c)Menentukan α Taraf signifikan (α) yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah 5%d) Menentukan daerah penolakan H ditolak jika nilai Sig. 3)Uji Homogenitas a)Hipotesis yang digunakan H : variansi nilai post test siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol sama H : variansi nilai post test siswa dari kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol tidak sama Peneliti menggunakan uji Levene untuk menghitung variansi nilai siswa kelas eskperimen dan kelas kontrol.

6. Analisis Data Aktivitas Belajar a

  Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa di kelaseksperimen dengan pembelajaran menggunakan reciprocal teaching lebih tinggi dibandingkan aktivitas belajar siswa di kelas kontrol dengan pembelajaran secara konvensional walaupun tidak secara signifikan. 3)Uji Homogenitas e)Hipotesis yang digunakan H : variansi data angket aktivitas belajar siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol sama H 1 : variansi data angket aktivitas belajar siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak sama f)Menentukan statistik yang dipakai Peneliti menggunakan uji Levene untuk menghitung variansi nilai siswa kelas eskperimen dan kelas kontrol.

D. Pembahasan Hasil Penelitian 1

  Pada pertemuan tersebut, Peneliti sudah memberi kesempatan siswa untukbertanya, namun peneliti belum memberikan masalah atau petunjuk kepada siswa untuk merangsang pertanyaan dari siswa. Pada pertemuan kedua,peneliti mencoba memperbaiki kekurangan pada pertemuan pertama, sehingga pada pertemuan kedua, keterlaksanaan pembelajaran menggunakan reciprocal teaching terlaksana dengan baik, artinya semua indikatornya sudah terlaksana.

2. Efektivitas Pembelajaran Menggunakan Reciprocal Teaching

  Hasil BelajarBerdasarkan analisis secara deskriptif di atas, diperoleh bahwa ditinjau dari ketuntasan siswa yaitu untuk data hasil belajarsiswa pada pre test Jumlah siswa yang lebih dari atau sama denganKKM di kelas eksperimen berjumlah 24 siswa, dan ada 7 siswa yang nilainya belum mencapai KKM. Namunpresentase ketuntasan hasil belajar post test siswa masih kurang dari75%, serta presentase aktivitas siswa dilihat dari hasil observasi aktivitas belajar siswa juga masih kurang dari 75%, sedangkan data reciprocal teaching belum efektif pada pembelajaran matematika ditinjau dari hasil belajar dan aktivitas belajar siswa pada materi luas permukaan serta volume kubus dan balok di kelas VIII.

E. Keterbatasan Penelitian

  Hasil data angket aktivitas belajar siswa kurang sesuai dengan apa yang dialami dan dilakukan siswa. Hal ini diduga karena siswacenderung mengisi angket dengan respon positif atau kurang sesuai dengan yang dilakukan oleh siswa.

4. Observasi sebelum pembelajaran masih kurang sehingga peneliti kurang mengetahui karakteristik dari siswa

  5. Peneliti belum bisa melakukan manajemen kelas dengan baik karena masih ada siswa dalam kelompoknya yang belum menjalankanperannya dengan baik atau masih pasif saat proses diskusi atau ribut sendiri.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka peneliti dapat

  Aktivitas Belajar SiswaData aktivitas belajar siswa yang diperoleh dari observasi aktivitas belajar siswa yaitu presentase aktivitas belajar siswa kelaseksperimen adalah 67%, sedangkan presentase aktivitas belajar siswa kelas kontrol adalah 53%. Ditinjau dari analisis hasil belajar siswa dan aktivitas belajar siswa bahwa presentase ketuntasan hasil belajar post test siswa masihkurang dari 75%, serta presentase aktivitas siswa dilihat dari hasil observasi aktivitas belajar siswa juga masih kurang dari 75%,sedangkan data angket aktivitas belajar siswa sudah lebih dari atau sama dengan 75%.

B. Saran

  Bagi guru matematikaModel pembelajaran reciprocal teaching ini belum efektif terhadap hasil belajar dan aktivitas belajar siswa kelas VIII pada materiluas permukaan serta volume kubus dan balok dibandingkan pembelajaran secara konvensional. Y 4 6 X 5 4 3 2 1 Y Y2 76 16 4 38 80 16 2 16 76 19 361 16 4 4 76 2 19 1 1 76 16 4 2 54 39 8 4 72 16 4 54 9 9 72 88 22 484 16 4 88 16 4 66 16 1 3 9 9 3 13 1 1 39 9 9 1 36 18 324 4 2 72 16 4 18 9 88 5 25 135 27 729 16 16 4 44 4 2 88 4 4 88 16 4 88 16 5 25 88 16 16 25 4 88 16 4 66 9 7 5 25 130 26 676 88 22 484 52 4 2 4 16 104 5 25 130 6 25 1305 25 130 16 AM PIRA N A .2 162 No.

LAMPIRAN C.1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

  Peserta didik dapat menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan Peserta didik dapat menggunakan rumus untuk menghitung volume kubus Peserta didik dapat mengerjakan soal-soal dengan baik berkaitan dengan Menemukan dan menghitung luas permukaan kubus dan balok. Misalkan panjang rusuk kubus adalah r, maka luas permuakaan kubus adalah= 6 × luas persegi= 6 × (r × r)2 = 6 rJadi untuk kubus dengan panjang rusuk-rusuknya adalah r, maka luas2 permukaan kubus adalah 6 × (r × r) =6 r 4)Luas Permukaan Balok Balok Jaring-jaring balokUntuk menentukan luas permukaan balok, perhatikan gambar kubus dan jaring-jaring diatas.

14) Guru bersama siswa membahas latihan soal

  DiskusiGuru memberikan latihan soal yang memuat materi luas permukaan dan volume kubus serta 20 menit kelompokbalok yang dikerjakan secara berkelompok. Setelah siswa selesai mengerjakan, beberapa kelompok maju ke depan kelas untuk 20 menit presentasimempersentasikan hasil pekerjaannya, siswa yang lainnya memperhatikan dan bertanya,memberi tanggapan atau koreksi.

VIII. Alat dan Sumber Belajar 1. : LKS, Papan Tulis, Penggaris

  Penilaian Hasil Belajar Teknik : Observasi terhadap aktivitas belajar siswa dan pos-tes. Bentuk Instrumen : Lembar pengamatan aktivitas belajar siswa, LKS, Lembar jawaban pos-tes.

LAMPIRAN C.2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

  Peserta didik dapat menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan Peserta didik dapat menggunakan rumus untuk menghitung volume kubus Menemukan dan menghitung luas permukaan kubus dan balok. Jadi, banyaknya kubus satuan dalam kubus (a) = volume kubus (a)= 8 satuan volume= {(2 x 2) x 2} satuan volumeDengan demikian, dapat dirumuskan bahwa volume kubus (V) yang memiliki panjang rusuk r adalah:3 V = r × r × r = r b.

VIII. Alat dan Sumber Belajar 3. : Papan Tulis, Penggaris

  Penilaian Hasil Belajar Teknik : Observasi terhadap aktivitas belajar siswa dan pos-tes. LAMPIRAN C.3 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) Pertemuan I Mata pelajaran : MatematikaMateri : Luas permukaan kubus dan balokAlokasi waktu : 20 menit Kerjakan dengan baik dan benar!

6. Jaring-jaring balok terdiri dari … buah bangun datar berbentuk … 7

  LAMPIRAN C.4 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) Pertemuan II Mata pelajaran : MatematikaMateri : Luas permukaan kubus dan balokAlokasi waktu : 15 menit Kerjakan dengan baik dan benar! Di bawah ini merupakan gambar kubus satuan, yaitu kubus yang memiliki panjang rusuk 1 satuan panjang.

2. Beberapa kubus satuan disusun seperti balok pada gambar (b)

  Dengan demikian, dapat dirumuskan bahwa volume balok (V) yang memiliki panjang p, lebar l, dan tinggi t adalah: V = … 3. Dari uraian diatas, buatlah 2 soal mengenai volume kubus dan balok beserta jawabannya!

LATIHAN SOAL II

  Diketahui sebuah balok dengan panjang 5 cm, lebar 4 cm, dan tinggi 3 cm. Jika panjang kubus pertama sama dengan dua kali panjang rusuk kedua, berapakah perbandingan volume kubus tersebut?

LAMPIRAN D.1

SOAL PRE-TES

  absen :Kelas : Mata pelajaran : MatematikaMateri : Prasyarat kubus dan balokAlokasi waktu : 40 menit Kerjakan menggunakan langkah dengan baik dan benar ! Jika diketahui kubus dengan panjang rusuknya 10 cm, berapakah diagonal sisi dan diagonal ruang kubus tersebut?

5. Diketahui sebuah balok ABCD.EFGH dengan panjang AB = 4 cm, BC = 3 cm, dan

  AE = 6 cm. Misalkan titik P terletak di tengah-tengah AE.

LAMPIRAN D.2

SOAL POS-TES

  absen :Kelas : Mata pelajaran : MatematikaMateri : Luas Permukaan serta volume kubus dan balokAlokasi waktu : 40 menit Kerjakan menggunakan langkah dengan baik dan benar ! Tentukan perbandingan volume dua kubus apabila panjang rusuk kubus kedua sama dengan setengah panjang rusuk kubus pertama!

5. Jumlah panjang rusuk suatu balok sama dengan jumlah panjang rusuk suatu kubus

  Isikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan serta isilah pada kolom keterangan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukanoleh guru. Amati aktivitas belajar siswa selama pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar di kelas.

2. Isilah lembar observasi berikut ini dengan mengisi pada kolom siswa dengan : d

  Kegiatan siswa yang diamati Keterangan 1. Siswa bertanya kepada guru atau kepada siswa lain saatpembelajaran atau diskusi kelompok 6.

ANGKET AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SESUDAH PEMBELAJARAN

  Isilah angket di bawah ini sesuai dengan kegiatan yang anda alami dan lakukan saat proses pembelajaran matematika yang diberikan peneliti atau selama pembelajarandengan peneliti. Silahkan mengisi angket ini dengan jujur dan sebenar-benarnya berdasarkan pikiran Anda dan sesuai dengan keadaan yang Anda alami atau lakukan.

7. Selalu (SL)

LAMPIRAN D.5

  Isilah angket di bawah ini sesuai dengan kegiatan yang anda alami dan lakukan saat proses pembelajaran matematika yang diberikan peneliti atau selama pembelajarandengan peneliti. Silahkan mengisi angket ini dengan jujur dan sebenar-benarnya berdasarkan pikiran Anda dan sesuai dengan keadaan yang Anda alami atau lakukan.

Dokumen baru

Download (289 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Eksperimentasi pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif melalui mmp dan gi ditinjau dari kecerdasan emosional dan gaya belajar siswa pada siswa smp di kota blitar
0
3
14
Pengaruh model pembelajaran elaborasi metode PQ4R terhadap hasil belajar matematika siswa
1
8
138
Pengaruh model pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar matematika
2
7
88
Penerapan metode pembelajaran SQ3R untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa
0
7
241
Penerapan model pembelajaran terbalik reciprocal teaching untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa : penelitian tindakan kelas di mts daarul hikmah pamulang
0
14
265
Meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa melalui differentlated teaching
0
4
90
Pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching (pengajaran berbalik) terhadap hasil belajar Biologi siswa pada konsep protista (eksperimen di MAN 2 Bogor)
1
13
148
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe rotating trio exchangnge terhadap hasil belajar matematika siswa
0
3
203
Peningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS melalui model kooperatif tipe stad: penelitian tindakan kelas di SDN Grogol Selatan 02 Jakarta Selatan
0
4
162
Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap hasil belajar siswa Pada materi litosfer
4
15
182
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair square pada materi ruang dimensi tiga untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Baubau
0
1
12
Perbandingan model pembelajaran kooperatif Tipe TGT dan STAD ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar siswa materi suhu dan kalor Kelas X semester II di SMA Negeri 2 Palangka Raya Tahun Ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
12
Perbandingan model pembelajaran kooperatif Tipe TGT dan STAD ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar siswa materi suhu dan kalor Kelas X semester II di SMA Negeri 2 Palangka Raya Tahun Ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
20
Perbandingan model pembelajaran kooperatif Tipe TGT dan STAD ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar siswa materi suhu dan kalor Kelas X semester II di SMA Negeri 2 Palangka Raya Tahun Ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
53
2. Rancangan Penelitian - Perbandingan model pembelajaran kooperatif Tipe TGT dan STAD ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar siswa materi suhu dan kalor Kelas X semester II di SMA Negeri 2 Palangka Raya Tahun Ajaran 2014/2015 - Digital Library
0
0
19
Show more