Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Ungaran 1 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

Gratis

0
7
402
2 years ago
Preview
Full text

ABSTRAK PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI UNGARAN I MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

  Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA dari kondisi awal 47 (Rendah), pada siklus I menjadi 78(Sedang) dan meningkat pada siklus II menjadi 89 (Tinggi); (3) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar IPA padasiswa kelas VC SD Negeri Ungaran 1. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA dari kondisi awal 47 (Rendah), pada siklus I menjadi 78(Sedang) dan meningkat pada siklus II menjadi 89 (Tinggi); (3) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar IPA padasiswa kelas VC SD Negeri Ungaran 1.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA dari kondisi awal 47 (Rendah), pada siklus I menjadi 78(Sedang) dan meningkat pada siklus II menjadi 89 (Tinggi); (3) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar IPA padasiswa kelas VC SD Negeri Ungaran 1. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata ulangan siswa dari kondisi awal 76, menjadi 80,5 pada siklus I, dan padasiklus II menjadi 89,8.

KATA PENGANTAR

  Pd selaku guru kelas VC SD Negeri Ungaran 1 yang telah bersedia memberikan waktu, tenaga dan pikiran selama menjadipengajar dan membantu dalam pelaksanaan penelitian tindakan di kelas. Orangtua tercinta Bapak Joko Surono dan Ibu Siti Mardhiyah, kedua adikku Afif Fauzi dan Alam Firmansyah yang telah memberikan do’a, semangat dan dukungan kepada peneliti sehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitian ini sampai akhir.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Pembelajaran IPA di sekolah seharusnya Seperti yang dikatakan oleh Samatowa (2010:5) pendekatan belajar mengajar yang paling cocok dan paling efektif adalah pendekatan yang mencakupkesesuaian antara situasi belajar anak dengan situasi kehidupan nyata di masyarakat dan model pembelajaran yang cocok untuk anak adalah melaluipengalaman langsung (Learning by doing). 1.2 Batasan Masalah Peneliti berfokus pada meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA dengan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) siswa kelas VC SD Negeri Ungaran 1 pada Tema 3 Subtema 1 dengan Kompetensi Dasar 3.4 mengenal rangkaian listrik sederhana dan sifat magnet serta penerapannya dalam kehidupan sehari-haridengan materi energi dan penggunaannya.

1.6 Definisi Operasional

  1.6.4 Student Team Achievement Division (STAD) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang di dalamnya terdapat beberapa kelompokkecil dengan gender, kemampuan dan ras yang berbeda utuk saling bekerjasama menyelesaikan tujuan pembelajaran. 1.6.5 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah salah satu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang alam dan faktor-faktor yang mempengaruhi alamtermasuk makhluk hidup yang ada di alam ini.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Kajian Teori

Dalam kajian teori ini akan dibahas mengenai keaktifan belajar, prestasi belajar, hakikat IPA, pembelajaran kooperatif dan model pembelajaran kooperatiftipe STAD.

2.1.1 Keaktifan Belajar

Dalam keaktifan belajar akan dijelaskan mengenai pengertian keaktifan belajar, indikator keaktifan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifanbelajar.

2.1.1.1 Pengertian Keaktifan Belajar Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “aktif” diartikan sebagai giat

  Berdasarkan pendapat ahlidan penjelasan di atas dapat disimpulkan keaktifan belajar adalah kegiatan belajar yang sangat penting dipahami dan dikembangkan, sehingga siswa dapat belajardengan cepat, menyenangkan dan penuh semangat untuk menunjang keberhasilan Ketika siswa hanya mendengar penjelasan dari guru, maka siswa cepat lupa dengan informasi yang didengarnya. Bentuk keaktifan siswa dalam belajar salah satunya pemusatan terhadap materi yang dijelaskan oleh guru dan penerapan-penerapan dalam menyelesaikanmasalah, sehingga keaktifan belajar menjadi sangat dominan karena siswa banyak melakukan aktivitas.

2.1.1.2 Indikator Keaktifan Belajar

  Menurut Yamin (2007:77) keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang dimilikinya, berpikir kritis,dan dapat memecahkan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Mc.

2.1.1.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keaktifan Belajar

  c) KurikulumMerupakan suatu program yang disusun secara terinci yang menggambarkan kegiatan siswa di sekolah dengan bimbingan guru. Di dalam prestasi belajar akan dijelaskan mengenai pengertian belajar, pengertian prestasi belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar.

2.1.2.1 Pengertian Belajar

  Sejalan dengan pendapat Slameto (dalam Djamarah, 2011:13) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperolehsuatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil 2.1.2.2 Pengertian Prestasi Belajar Menurut Winkel (1996:226) prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Menurut Mahmud (1989:84-87), mengatakan bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa mencakup faktor internal danfaktor eksternal sebagai berikut: 1) Faktor InternalFaktor internal adalah faktor yang berasal dari diri siswa sendiri.

2.1.3 Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Dalam Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ini akan dijelaskan mengenai pengertian IPA, tujuan IPA, prinsip pembelajaran IPA di SD, danmateri pembelajaran IPA pada Kompetensi Dasar 3.4 dengan materi energi dan penggunaannya.

2.1.3.1 Pengertian IPA

  Selain itu juga Sedangkan menurut beberapa ahli mengenai pengertian IPA, yaitu menurutFowler (dalam Trianto, 2010) bahwa IPA adalah “Ilmu yang sistematis dan dirumuskan, ilmu ini berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan terutama didasarkan atas pengamatan dan dedukas i”. Kemudian menurut Nash (dalam Samatowa, 2010 ) IPA adalah “Suatu cara atau metode untuk mengamati alam yang yang bersifat analisis, lengkap, cermat serta menghubungkan antara fenomena lain sehingga keseluruhannya membentuk suatu prespektif yang baru tentang objek yang diamati”.

2.1.3.2 Tujuan IPA

  Menurut Maslichah(2006:23) tujuan pembelajaran IPA di SD yaitu “Untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan sikap positif terhadap sains, teknologi dan masyarakat, mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah danmembuat keputusan, mengembangkan gejala alam, sehingga siswa dapat berfikir kritis dan objektif”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA di SD dapat melatih dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkanketerampilan-keterampilan proses dan dapat melatih siswa untuk berpikir dan bertindak rasional dan kritis.

2.1.3.3 Prinsip Pembelajaran IPA di SD

  Dalam hal ini, guru harus berperan sebagai motivator untuk menumbuhkan rasa ingin tahu siswaterhadap pembelajaran.2) Prinsip latar, dalam prinsip ini diharapkan guru dapat menggali pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang sudah dimiliki olehsiswa.3) Prinsip menemukan, mengolah rasa ingin tahu siswa sehingga akan mendapatkan sesuatu. Pemahaman siswa yang baik, maka akan memberikan hasil yang baik pada hasil belajar siswa.

2.1.3.4 Materi Pembelajaran IPA Energi Listrik dan Penggunaannya

  a) Arus Listrik Arus listrik adalah aliran muatan listrik pada rangkaian tertutup yang mengalir dari tempat yang berpotensial tinggi ke tempat yang berpotensial rendah. Berdasarkan contoh rangkaian seri disamping maka ciri-ciri rangkaian seri adalah sebagai berikut : 2)Rangkaian Paralel Rangkaian paralel adalah rangkaian alat-alat listrik yang dihubungkan secara berjajar dengan satu atau beberapa cabang.

h) Konduktor dan Isolator

  Pada rangkaian tertutup bola lampu dapat menyala jika dihubungkan dengan kutub-kutub sumber listrik oleh kawat/bendapenghantar listrik yang baik. Benda-benda yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik disebut konduktor, umumnya terbuat darilogam seperti tembaga, besi, alumunium, seng dan sebagainya.

i) Manfaat Energi Listrik

  Energi listrik dan energi minyak bumi merupakan energi yang dapat cepat habis jika dipergunakan terus-menerus. Penggunaan energilistrtik dan energi minyak bumi haruslah dipergunakan sehemat mungkin, dengan cara memakainya seperlunya sesuai dengankeperluan atau mencari alternatif lain sebagai pengganti energi listrik dan energi minyak bumi.

2.1.4 Pembelajaran Kooperatif

Di dalam pembelajaran kooperatif dijelaskan mengenai pengertian model pembelajaran kooperatif, macam-macam model pembelajaran kooperatif, unsur-unsur pembelajaran kooperatif dan tujuan pembelajaran kooperatif.

2.1.4.1 Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

  Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif atau cooperative learning adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok dengan beranggotakan 4-6orang dengan struktur kelompok secara heterogen (kemampuan, gender, karakter) yang bertujuan untuk melatih siswa saling berbagi pengetahuan, pengalaman,tugas dan tanggung jawab. Dari beberapa unsur-unsur dalam pembelajaran kooperatif tersebut, terdapat tiga konsep sentral yang menjadi karakteristik dari pembelajarankooperatif yaitu pertama penghargaan kelompok, penghargaan diperoleh jika kelompok mencapai skor yang diatas kriteria yang ditentukan dengan didasarkanpada penampilan individu sebagai anggota kelompok dalam menciptakan hubungan antar personal yang saling mendukung, saling membantu dan salingpeduli.

2.1.4.4 Macam-macam Model Pembelajaran Kooperatif

Dalam pembelajaran kooperatif terdapat beberapa variasi model yang dapat diterapkan, Isjoni (2013:73) antara lain sebagai berikut: 1)Tipe Student Team Achievement Division (STAD) Tipe Student Team Achievement Division (STAD) adalah model pembelajaran yang lebih menekankan pada aktivitas dan interaksi siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materipelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.2) Tipe Jigsaw Tipe Jigsaw adalah model pembelajaran yang mendorong siswa aktif dan bekerja sama dengan siswa lain saling membantu menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. 3) Tipe Team Games Tournaments (TGT) Tipe Team Games Tournaments (TGT) adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam sebuah kelompok untuk memainkan permainan dengan anggota kelompok lain untuk memperoleh skor bagi kelompokmereka masing-masing.4) Tipe Group Investigation (GI) Tipe Group Investigation (GI) adalah model pembelajaran kooperatif yang melibatkan kelompok kecil, kemudian siswa belajar dengan metode inkuiri dengan menganalisis, menyimpulkan, membuat kesimpulan danmempresentasikan hasil belajar mereka di depan kelas. 5) Tipe Make a Match Tipe Make a Match adalah model pembelajaran yang diterapkan dengan teknik yaitu siswa disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban/soal sebelum batas waktunya, siswa yang cocok diberi poin.

2.1.5 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement

Division (STAD) Dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini akan dijelaskan mengenai pengertian pembelajaran kooperatif tipe STAD, langkah-langkahpembelajaran kooperatif tipe STAD, komponen pembelajara kooperatif tipeSTAD, penghargaan prestasi tim, dan keunggulan pembelajaran kooperatif tipe STAD.

2.1.5.1 Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

  Dalam pembelajaran kooperatif terdapat beberapa variasi model yang dapat diterapkan, salah satunya pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division). Menurut Slavin (2008) bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang mengacu pada kelompok belajar siswasecara heterogen.

2.1.5.2 Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team

  3) Pembagian KelompokSiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa secara heterogen (keberagaman jenis kelamin, suku, karakteristiknya dankemampuannya).4) Kegiatan dalam tim Siswa belajar dalam kelompok yang telah terbentuk. 6) Penegasan materiSetelah melakukan kegiatan berdiskusi dan bekerja dalam kelompok, guru memberikan penguatan pada materi pembelajaran yang telahdipelajari, kemudian memfasilitasi siswa untuk membuat rangkuman.7) Penghargaan tim Guru memberikan penghargaan kepada kelompok berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari nilai awal ke nilai kuisberikutnya.

2.1.5.3 Komponen dalam Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team

  4) Peningkatan Nilai Individu (Individual Improvement Score)Peningkatan nilai individu dilakukan untuk memberikan tujuan prestasi yang ingin dicapai jika siswa dapat berusah keras dan hasil prestasilebih baik dari yang telah dipelajari sebelumnya. Nilai kelompok yang didapatkan ditambah nilai kuis yang didapatkan setiap individukemudian akan dirata-rata dan akan nilai individu setiap siswa.5) Perhargaan Kelompok (Team Recognation) Setelah pelaksanaan kuis guru memeriksa hasil kerja siswa dan diberikan angka dengan rentang 0-100.

2.1.5.4 Penghargaan Prestasi Tim

  Setelah melakukan kuis, menghitung skor peningkatan individual dan skor tim, kemudian memberikan penghargaan untuk tim yang mendapat skor tertinggi:1) Skor Peningkatan Individual Perhitungan berdasarkan pada skor awal. Skor perkembangan tim berdasarkan pada perolehan skor rata-rata yang dikategorikan menjadi tiga, yaitu :1) Kelompok dengan skor rata-rata 15 sebagai kelompok baik2) Kelompok dengan skor rata-rata 20 sebagai kelompok hebat 3) Kelompok dengan skor rata-rata 25 sebagai kelompok super4) Penghargaan Kelompok Setelah mengetahui skor tim, guru memberikan penghargaan kelompok.

2.1.5.5 Keunggulan pembelajaran kooperatif Tipe STAD Suatu model pembelajaran mempunyai keunggulan dan kelemahan

  2) Siswa aktif membantu dan memotivasi semangat untuk berhasil bersama.3) Aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk lebih meningkatkan keberhasilan kelompok. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan keunggulan dari model STAD adalah dengan menggunakan model ini akan meningkatkan norma sosial yangdimiliki siswa, membantu siswa memecahkan masalah secara bersama, melatih siswa menjadi tutor temannya dan meningkatkan kemampuan siswa untukberpendapat.

2.2 Penelitian Lain yang Relevan

  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembarobservasi aktivitas guru dan siswa, wawancara terhadap siswa dan guru, tes tertulis, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hal ini juga sangat berkesinambungan dengan penelitian yang ditulis dan dilakukan oleh Sun Blandina (2012) pada skripsinya dengan judul” Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar PKn Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Siswa Kelas IV SDN Minomartani Tahun Pelajaran 2012/2013”.

2.3 Kerangka Berpikir

  Berpijak pada permasalahan dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar yaitu kurangnya keaktifan belajar siswa dan prestasi belajar siswa yang kurangmaksimal. Pada umumnya dalam proses pembelajaran IPA, siswahanya mendengarkan penjelasan materi yang dikatakan oleh guru, sedangkan IPA adalah mata pelajaran yang memiliki tujuan supaya siswa dapat lebih mengenalalam dan menghargai alam serta siswa dapat memiliki sikap ilmiahnya.

2.4 Hipotesis

  Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka peneliti merumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut: 2.4.1 Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas VC SDNegeri Ungaran 1 dilakukan sesuai dengan langkah-langkah STAD secara berurutan, yaitu: (1) pembagian kelompok, (2) penyajian materi, (3)kerjasama tim, (4) kuis, (5) penghargaan tim. 2.4.3 Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas VC SD Negeri Ungaran 1 dari nilai rata-rata 76 menjadi 85 dan dari persentase ketuntasan belajar 60% menjadi 75%.

BAB II I METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

  Susilo (2007:16) menyatakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan di kelas atau sering disebut dengan classroom action research, yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas atau di sekolah tempat mengajar, dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan praktik dan proses dalam pembelajaran dengan tujuan untuk meningkatkankualitas proses pembelajaran di kelas. Penelitan ini juga memiliki unsur-unsur yang harus ada, seperti yang dijelaskan oleh Kunandar(41:2008) penelitian tindakan kelas memiliki tiga unsur atau konsep, sebagai berikut : b) Tindakan adalah suatu aktivitas yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang berbentuk siklus kegiatan dengan tujuan untuk memperbaikiatau meningkatkan mutu atau kualitas proses belajar mengajar.

3.2 Setting Penelitian

  3.2.2 Subjek PenelitianSubjek penelitian adalah siswa kelas VC SD Negeri Ungaran 1,Kotabaru, Yogyakarta, dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. 3.2.3 Objek PenelitianObjek penelitian ini adalah sebagai berikut : 3.2.3.1 Proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaranSTAD dalam upaya untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar mata pelajaran IPA siswa kelas VC SD Negeri Ungaran 1.

3.3 Rencana Tindakan

3.3.1 Persiapan (Pra-siklus)

  3.3.1.3 WawancaraDalam proses ini peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas VCSD Negeri Ungaran 1 dengan tujuan untuk mengetahui kondisi awal dan memperoleh informasi mengenai keaktifan dan prestasi belajar siswa. 3.3.1.4 ObservasiPeneliti melakukan observasi secara langsung, tujuan dari observasi yaitu peneliti dapat mengenal kondisi kelas VC, serta mengidentifikasi masalahyang ada di kelas tersebut mengenai keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA.

3.3.2 Rencana Setiap Siklus

3.3.2.1 Siklus I

  Berikut ini tahapan pelaksanaan tindakanpembelajaran IPA yang yang tercantum sesuai dengan RPP. 1) Perencanaan Tindakan Peneliti membuat perangkat pembelajaran (RPP, Penilaian, lembar kerja siswa dan soal evaluasi) sesuai dengan penerapan modelpembelajaran kooperatif tipe STAD.

a. Pertemuan 1

  Muatan pelajaran IPA dengan model pembelajaran kooperatif tipeSTAD difokuskan pada penggalan 1 dan 2. Berikut ini adalah kegiatan pembelajaran pada pelajaran IPA siklus 1 pertemuan 1: 1) Kegiatan AwalBerdo’a bersama 2) Kegiatan Inti Pada kegiatan inti guru melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan langkah-langkah tipe STAD sesuai dengan RPP yangtelah dibuat.

b. Pertemuan 2

  Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan 1 yaitu pada tema 3:Kerukunan dalam Bermasyarakat dengan Subtema 1:Hidup Rukun. Muatan pelajaran IPA dengan model pembelajaran kooperatif tipeSTAD difokuskan pada penggalan 1.

1) Kegiatan Awal

2) Kegiatan Inti

  “Tebak Cepat” Pada kegiatan inti guru melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan langkah-langkah tipe STAD sesuai dengan RPP yangtelah dibuat. Berikut ini langkah-langkah kegiatannya: - Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok secara heterogen.

2 STAD)

STAD) (mencoba) (mengkomunikasikan).

3) Kegiatan Akhir - Siswa diminta untuk menyimpulkan pembelajaran

  Observasi dilakukan dengan pengamatan kinerja siswa dalam kelompok 4) Refleksi Berdasarkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, peneliti membuat rangkuman atau analisis mengenai hasil dari siklus II terhadapketercapaian target yaitu keaktifan dan hasil belajar. Kegiatan yang dilakukan pada siklus II pada prinsipnya sama dengankegiatan yang dilakukan di siklus I.

2) Pelaksanaan Tindakan

  3) Observasi Observasi dilakukan oleh guru dan peneliti saat pembelajaran berlangsung, yaitu dengan pengamatan kinerja siswa dalam kelompok atauindividu. 4) Refleksi Berdasarkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, peneliti membuat rangkuman atau analisis mengenai hasil pembelajaran denganmenggunakan model STAD terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VC.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

  Dalam penelitian ini wawancara dilakukan kepada guru kelas untuk memperolehdata awal pada keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VC setahun sebelumnya untuk materi atau KD yang sama. Kuesioner untuk penelitian ini digunakan dengan caramemberikan daftar pertanyaan atau pernyataan kepada seluruh siswa kelas VC dengan tujuan untuk mengetahui keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran dan keaktifan siswa dalam bekerja kelompok.

3.5 Instrumen Penelitian

  Seperti yang diungkapkan (Sanjaya, 2011:87) observasi menjadi instrumen utama yangdigunakan untuk mengumpulkan data, hal ini disebabkan observasi sebagai proses Tabel 3.2 Kisi-kisi Lembar Observasi Keaktifan Belajar Siswa Setelah menyusun kisi-kisi lembar observasi keaktifan, maka peneliti membuat lembar observasi keaktifan yang mengacu pada kisi-kisi yang telahdibuat. Peneliti melakukan wawancara dengan bertanya langsung kepada narasumber(guru) mengenai proses atau kondisi pembelajaran IPA, keaktifan dan prestasi belajar siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran IPA serta hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses pembelajaran.

pelajaran I PA?

  Instrumen tes yang digunakan yaitu berupa soal evaluasi padasiklus I dan siklus II. Sebelumpeneliti membagikan soal, peneliti membuat soal evaluasi dengan mengacu pada kisi-kisi soal sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)serta Indikator yang sudah ditetapkan.

3.6 Validitas dan Reabilitas Instrumen Penelitian

  Dalam membuat instrumen penelitian, perlu adanya pengujian validitas dan reliabilitas hal ini bertujuan untuk mengetahui instrumen valid atau tidak danmengalami keajegan atau tidak. Instrumen penelitian harus dirancang dengan memperhatikan antara lain variabel yang akan diteliti, informasi yang ingindiketahui, dan jenis data atau instrumen yang digunakan harus jelas, mudah dan praktis.

3.6.1 Validitas

  Menurut Supranata (2009:50) validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauh mana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur. Peneliti menguji perangkat pembelajaran yang akan divalidasi kepada 2 dosen ahli dan guru kelas VC, sehingga dapat dipertanggungjawabkankebenarannya dan layak digunakan untuk proses pembelajaran.

3.6.1.1 Validitas Instrumen

  Perangkat pembelajaran yang digunakan peneliti untuk mengukuraspek afektif dan psikologis siswa menggunakan lembar keaktifan siswa. Lembar keaktifan digunakan untuk mengamati keaktifan siswa dalam pra- siklus, siklus I dan siklus II.

3.6.1.2 Validitas perangkat pembelajaran

  Hasil validitas untuk soal latihan siklus II adalah sebagai berikut: Tabel 3.13 Hasil Perhitungan Penilaian Soal Latihan Siklus II Dari hasil perolehan skor validasi perangat pembelajaran soal latihan untuk siklus I pada tabel 3.13 di atas adalah rata-rata validasi dari validator 1 yaitu1,3, validator 2 yaitu 2,2, validator 3 yaitu 3,8 dan rata-rata dari ketiga validator yaitu 2,4. Selain itu, peneliti juga memperbaiki soal pada komponen 3 tentang pertanyaan yang dibuat logis dan komponen 4tentang pertanyaan yang dibuat tidak rancu, peneliti melakukan perbaikan penulisan soal dengan jelas sehingga tidak menimbulkan pertanyaan yang rancu.

3.6.1.3 Validitas Soal Evaluasi

  Berikutini adalah hasil perhitungan soal instrumen siklus I yang diujikan pada siswa dapat dilihat pada tabel 3.15 . Tabel 3.18 Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran dan penggolongan Item Soal Evaluasi Siklus II Perhitungan indeks kesukaran dari hasil penggolongan item soal evaluasi siklus II pada tabel 3.18 menunjukkan bahwa dari jumlah soal 25 denganresponden sebanyak 35 terdapat 6 soal yang dengan tingkat kesukaran sedang dan 19 soal dengan tingkat kesukaran mudah.

3.6.2 Reliabilitas

  Menurut Surapranata (2009:86) reliabilitas atau keajegan suatu skor adalah hal yang sangat penting dalam menentukan apakah tes telah menyajikan Dari berbagai pendapat, reliabilitas dapat diartikan sebagai tingkat konsistensi atau kestabilan skor yang dicapai oleh orang yang sama dan tes yangsama ketika diuji pada waktu yang berbeda. Tabel 3.20 Hasil Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus I Hasil dari perhitungan 13 soal yang telah valid menggunakan SPSS 19 Cronbach yang diukur berdasarkan skala alpha 0 sampai 1 (Triton, 2006:248), angka 0,678 menunjukkan bahwa reliabititas ke 13 soal tersebut masuk dalam kategori reliabel.

3.7 Teknik Analisis Data

3.7.1 Analisis Data

  Menurut Kunandar (2008:127) dalam penelitian tindakan kelas ada dua jenis data yang dikumpulkan oleh peneliti yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Sedangkan teknik analisis data secara kualitatif yaitu menggunakan data deskriptif atau dalam bentuk kalimat yang Data yang dikumpulkan pada setiap siklus akan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik persentase untuk melihat peningkatan ataupenurunan yang terjadi dalam proses pembelajaran.

3.7.1.1 Analisis Keaktifan Siswa

  Data keaktifan siswa didapatkan dari lembar observasi keaktifan siswa dari kondisi awal, pertemuan siklus I dan siklus II. Prestasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keaktifan siswa dalam proses pembelajaran IPA siswa kelas VC SD NegeriUngaran 1.

3.7.1.2 Analisis Prestasi Belajar

  Data prestasi belajar didapatkan dari kondisi awal dengan rata-rata nilai ulangan dan UTS siswa pada tahun sebelumnya dengan materi yang sama. Kemudian peneliti menghitung persentasesiswa yang lulus KKM dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Setelah melakukan perhitungan nilai rata-rata siswa setiap tahunnya, dilakukan persentase perbandingan dari data awal, siklus I dan siklus II.

3.8 Kriteria Keberhasilan

  Indikator keberhasilan merupakan suatu kriteria yang digunakan untuk melihat keberhasilan dari kegiatan. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini, yaitu: Tabel 3.24 Kriteria Keberhasilan Target Indikator Kondisi Awal Siklus I Siklus IIKeaktifan Skor rata-rata keaktifan belajar 47 70 85 (rendah) (sedang) (tinggi)Prestasi Belajar Rata-rata Kelas 76 80 85 Persentase Lulus KKM (75) 60 % 65 % 75 % Siklus dihentikan jika target akhir siklus II sudah terpenuhi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV memuat tentang tiga hal yaitu pertama proses penelitian tindakan

  Kedua yaitu tentang hasil penelitian yang terdiri dari keaktifan dan prestasi belajar. Ketiga adalah pembahasan yang mencakup tahapan-tahapan prosespembelajaran menggunakan pembelajaran kooperatif model Student Team Achievement Division (STAD).

4.1 Proses Penelitian Tindakan Kelas

  Jumlah siswa kelas VC semester gasal ada 30 siswa, yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Proses penelitian tindakan kelas dilaksanakan sebagai bentuk tindakan yang dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa.

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Kondisi Awal

  Hal ini membuat siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran dan banyak siswa yang tidak mendengarkan. Berikut ini adalah data keaktifan setiap siswa berdasarkan lembar observasi dan kuesionerpada kondisi awal: Tabel 4.1 Hasil Skor Rata-rata Keaktifan Belajar Tiap Siswa pada Kondisi Awal Berdasarkan data keaktifan siswa pada tabel 4.1 di atas, dapat dilihat pada kondisi awal pembelajaran siswa masih dalam kategori rendah.

4.2.2 Siklus 1

  Padapertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2015 yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VC yang berjumlah 30 siswa dengan 18 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Selain itu kondisi kelas saat pembentukan kelompok juga masih Pertemuan kedua, dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2015 yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VC yang berjumlah 30 siswa dengan 18 siswalaki-laki dan 12 siswa perempuan.

4.2.3 Siklus II

  Perencanaan yang dilakukan peneliti masih sama dengan perencanaan yang dilakukan pada perencanaan siklus I, yaitu peneliti bersama guru kelas VC berdiskusi mengenai KI dan KD yang akan digunakan untuk pelaksanaan penelitian. Dari data observasi dan kuesioner tersebut peneliti mengolahnya menjadi hasil keaktifan siswa pada siklus I dan dibandingkan II: Tabel 4.3 Hasil Skor Rata-rata Keaktifan Belajar Tiap Siswa pada Siklus II Brdasarkan data pada tabel 4.3 di atas, dapat dikatakan terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa kelas VC SD Negeri Ungaran 1.

4.3.1 Prestasi pada Kondisi Awal

Data prestasi belajar siswa pada kondisi awal didapatkan dari data nilai ulangan siswa kelas VC Tahun Pelajaran 2014/2015 pada mata pelajaran IPAdengan KI dan KD yang sama. Berikut ini adalah data nilai ulangan siswa pada kondisi awal: Tabel 4.4 Hasil Prestasi Belajar Siswa pada Kondisi Awal

4.3.2. Prestasi pada Siklus I

  Data di atas juga menunjukkan prestasi belajar siswa kelas VC mengalami peningkatan sebanyak 3,5 dari nilai rata-rata kondisi awal 76 menjadi 80,5. Sementara persentase siswa yang lulus KKM juga mengalami peningkatan sebesar 26,7% dari persentase kondisi awal 60% menjadi 86,7%.

4.3.3 Prestasi Belajar Siklus II

  Kemudian jumlah siswa yang lulus KKM yaitu 29 siswa dengan persentase sebesar 96,7% dari jumlah seluruh siswa. Dari data di atas, satu siswa belummencapai nilai KKM yang telah ditetapkan di SD Negeri Ungaran 1 yaitu 75.

4.3.4 Grafik Persentase Prestasi Belajar

  Peningkatan prestasi hasil belajar siswa klas VC SD Negeri Ungaran 1 dapat dilihat pada gambar 4.2 dan gambar 4.3 yang menampilkan grafikpeningkatan persentase siswa yang lulus KKM dan nilai rata-rata kelas mata pelajaran IPA. Prestasi belajar siswa kelas VCSD Negeri Ungaran 1 mengalami peningkatan dari siklus I hingga siklus II, terlihat dari nilai rata-rata kelas pelajaran IPA dan persentase jumlah siswa yanglulus KKM.

4.4 Pembahasan

  Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dalam penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD)sebagai upaya untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas VC di SD Negeri Ungaran 1 yang beralamat di Jl. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada prosespembelajaran sebagai upaya untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas VC SD Negeri Ungaran 1.

4.4.1 Upaya Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar IPA Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dilaksanakan di kelas VC SD Negeri Ungaran 1 dilakukan melalui lima langkah. Kelimalangkah tersebut disimpulkan dari pendapat Shoimin (2014:187), langkah-langkah tersebut antara lain:

4.4.1.1 Pembagian kelompok

  Berikut ini merupakangambar yang menunjukkan langkah-langkah di atas: Gambar 4.5 Guru menjelaskan Lembar Kerja Siswa Siswa mempelajari materi yang ada dalam LKS, dan mengerjakan soal yang ada dalam LKS, siswa bekerja bersama kelompok dan berdiskusi selama Gambar 4.6 Siswa bekerja dalam kelompok/tim Langkah selanjutnya setelah siswa bekerja dalam kelompok/tim, beberapa kelompok maju ke depan untuk mempresentasikan hasil diskusi atau kerjakelompoknya. Keaktifan dan prestasi belajar siswakelas VC SD Negeri Ungaran 1 dapat meningkat karena dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini siswa belajar secara berkelompok,sehingga siswa akan saling bekerjasama dengan anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama dan mengumpulkan reward sebanyak-banyaknya.

4.4.2 Peningkatan Keaktifan Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

59 Rendah 90 Tinggi 85 Tinggi 55 Rendah 17 NV 99 Tinggi 76 Sedang 40 Rendah 16 MZRO 74 Sedang 42 Rendah 47 Rendah 15 MRS 88 Tinggi 72 Sedang 44 Rendah 14 MQB 95 Tinggi 70 Sedang 54 Rendah 13 MAFAS 18 NAL 73 Sedang 79 Sedang 85 Tinggi 94 Tinggi 68 Sedang 38 Rendah 23 RK 93 Tinggi 81 Tinggi 60 Rendah 22 PRSP 95 Tinggi 39 Rendah 93 Tinggi 21 PKP 97 Tinggi 83 Tinggi 53 Rendah 20 NRR 95 Tinggi 70 Sedang 52 Rendah 19 NDP 96 Tinggi Keaktifan belajar siswa meningkat setelah diberikan tindakan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Peningkatan ini dapatdilihat berdasarkan rekapitulasi skor rata-rata keaktifan belajar yang dilakukan peneliti selama dua kali siklus. Berikut ini adalah tabel rekapitulasi skor rata-ratapeningkatan keaktifan belajar siswa: Tabel 4.8 Rekapitulasi Hasil Skor Rata-rata Keaktifan Belajar No 53 Rendah 66 Sedang 46 Rendah 5 AAS 92 Tinggi 76 Sedang 55 Rendah 4 AAFKE 94 Tinggi 96 Tinggi 3 AAO 6 ARZR 82 Tinggi 72 Sedang 35 Rendah 2 ABRA 90 Tinggi 92 Tinggi 62 Sedang 1 ASAA Nama Siswa Kondisi Awal Siklus I Siklus II Skor Kategori Skor Kategori Skor Kategori 73 Sedang 52 Rendah 12 JGPWPS 83 Tinggi 80 Sedang 73 Sedang 46 Rendah 11 ISA 96 Tinggi 86 Tinggi 48 Rendah 10 FARK 78 Sedang 46 Rendah 93 Tinggi 9 FAH 89 Tinggi 62 Sedang 53 Rendah 8 FRP 94 Sedang 77 Sedang 40 Rendah 7 FKSS 91 Tinggi 45 Rendah Kondisi Awal Siklus I Siklus II Nama No Siswa Skor Kategori Skor Kategori Skor Kategori 50 73 89 25 TAM Rendah Sedang Tinggi 37 64 78 26 MRK Rendah Sedang Sedang 27 TAK 44 Rendah 91 Tinggi 96 Tinggi 37 83 89 28 HRGW Rendah Tinggi Tinggi 39 68 70 29 KDA Rendah Sedang Sedang 45 92 94 30 ATM Rendah Tinggi Tinggi

47 Rendah

  Dari data yang sudah diperoleh, penelitimenyajikan hasil peningkatan keaktifan belajar siswa dari kondisi awal sampai siklus II dalam bentuk grafik. Hal ini diperkuat dengan pendapat Slavin (dalam Isjoni, 2013:80) yangmengatakan bahwa STAD mempunyai keunggulan yang mampu membuat: 1) siswa bekerjasama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi norma-norma kelompok, 2) siswa aktif membantu dan memotivasi semangat untuk berhasil bersama, 3) aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk lebih meningkatkankeberhasilan kelompok, dan 4) interaksi antar siswa seiring dengan peningkatan kemampuan dalam berpendapat.

4.4.3 Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

  Hal ini diperkuat dengan pendapat Slavin (1990) yang mengatakan bahwa 86% dari siswa yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD memilikiprestasi yang tinggi dibandingkan model pembelajaran lainnya. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang diterapkanpada mata pelajaran IPA untuk siswa kelas VC SD Negeri Ungaran 1 dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar.

BAB V PENUTUP Bab V memuat tentang kesimpulan, keterbatasan, dan saran. Kesimpulan

pada bagian ini, merupakan jawaban atas rumusan masalah yang dipaparkan pada Bab 1.

5.1 Kesimpulan

  5.1.3 Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di SD NegeriUngaran 1 kelas VC pada mata pelajaran IPA dengan materi energi dan 5.2 Keterbatasan 5.2.1 Kurangnya observer untuk mengamati keaktifan siswa selama pembelajaran berlangsung. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anaksehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

4.3 Menyajikan teks

paparan iklan tentang ekspor impor sebagaikegiatan ekonomi antarbangsa secara mandiridalam bahasa Indonesia lisan dan tulis denganmemilih dan memilah kosakata bakuterpenting dalam iklan 4.3.1 Menuliskan pengertian ekspordan impor 4.3.2 Menuliskan unsur-unsur yangterkandung dalam iklan. 4.3.3 Membuat iklan tentangekspor 4.3.4 Membuat iklan tentangimpor IPA 1.1 Bertambah keimanannya Tes tertulis : 6 JP Buku Membuat teks do’a tentang Tematik terhadap TuhanPilihan Ganda hubungan keteraturan dan anugrah yang telah Kelas V,Yang Maha Esa kompleksitas alam dan Gambar diberikan oleh Tuhan Yangatas kebesaran- jagad raya terhadap Maha Esarangkaian NyaUnjuk Kerja : kebesaran Tuhan yang - Melakukan diskusidan sifatnya, Membuat rangkaian menciptakannya, serta kelompok dengan sikap Alat-alatlistrik sederhana mewujudkannya dalam jujurlistrik pengamalan ajaran agama - Mengidentifikasi macam-yang dianutnya macam sumber energi listrik 2.1.1 2.1 Menunjukkan perilaku rangkaian listrik Menunjukkan ilmiah (memiliki rasa ingin - Mengidentifikasi sifat-sifatsikap teliti dalam tahu; obyektif; jujur; teliti;dalam rangkaian listrik melakukancermat; tekun; hati-hati; - Merancang bagan rangkaian kegiatan menggalibertanggung jawab; terbuka; listrik sederhana informasi dalamdan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari berdiskusi sebagai wujud implementasi sederhanasikap dalam melakukan inkuiri ilmiah danberdiskusi

3.4 Mengenal rangkaian

  sebagai anugrah musik ritmis musik ritmis,dalam bermain musik Tuhan Yang MahaRubik Esamenyannyikan lagu alat musik ritmisanak-anak 2.1 Menunjukkan rasa 2.1.1 percaya diri dalam musikMenunjukkan rasa mengolah karya - Memainkan alat musikpercaya diri dalam ritmis secara berkelompokmemainkan alat musik anak dengan menggunakan2.1.2 2 suaraMenunjukkan rasa percaya diri dalambernyanyi 3.2 Mengenal harmoni 3.2.1 Mengetahui musik dan lagu daerah. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba[mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dankegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain 4.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran 1

  3.4.2 Mengenal macam- macam jenis rangkaian listrik 3.4.3 Mengenal simbol dan komponen-komponen dalam rangkaian listrik 4.3 Merancang dan membuat 4.3.1 Merancang bagan rangkaian seri dan parallel rencana rangkaian seri danmenggunakan sumber arus parallel.searah. 2.2 Memiliki kepedulian dan 2.2.1 Memiliki rasa ingin rasa ingin tahu tentang tahu mengenai perubahanperubahan benda dan hantaran pada energi listrik.panas, energi listrik dan perubahannya, serta tata suryamelalui pemanfaatan bahasa Indonesia.

c. Kegiatan Penutup (10 menit)

  Rubik Penilaian Membuat Bagan Rangkaian Seri dan Parallel Aspek Sangat Baik 17, 18, 19, 20, 21, 23, 24, 25 Teknik Penilaian Tes tertulis Instrumen Soal pilihan ganda nomer 1, 2, 3, 4, 5, 11, 12, 13, 14, 15, 3.4.3 Mengenal simbol dan komponen-komponen pada rangkaian listrik 3.4.2 Mengenal macam-macam jenis rangkaian listrik 3.4.1 Mengidentifikasi berbagai sumber listrik dalam kehidupan sehari-hari. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkananak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia IPA 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubunganketeraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadapkebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta 1.1.1 Bersyukur terhadapTuhan Yang Maha Esa atas kebesaran-Nya.

3. Sikap sosial

  No Aspek Penilaian Ya Tidak Sikap Ingin Tahu 1 Saya mencari tahu informasi dari sumber lainnya 2 Saya mencoba memahami pengertian dan penjelasan energi listrik 3 Saya mencermati rangkaian seri dan parallel dalam 4 Saya mencoba membuat bagan rangkaian listrik sederhana Memenuhi 1 aspekpenilaian 4. Memenuhi 1 dari4 komponen Memenuhi 2 dari 4komponen Memenuhi 3 dari 4komponen Memenuhi 4 komponen(Isi doa mengandung ucapan syukurkebersaman, ada harapan yangdisampaikan, kalimat di susun menggunakanbahasa Indonesia yang benar, doa terdiri atassama dengan atau lebih 1 Isi doa 2 Kurang 3 Cukup Kriteria Baik sekali Buatlah sebuah doa berisi ucapan syukur atas anugrah yang telah diberikan oleh Tuhan YME!

2. Keterampilan Indikator 4.6.4 Bermain alat musik ritmis secara berkelompok

  Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba[mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya,dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain 4. 2.2.1 Memiliki rasa ingin tahumengenai perubahan padaenergi listrik 3.3 Menguraikan isi teks paparan iklan tentang ekspor impor sebagaikegiatan ekonomi antarbangsa dengan bantuan guru dan temandalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilahkosakata baku 3.3.1 Menjelaskan unsur-unsur dalam sebuah iklan eksporatau impor.

PENILAIAN SETIAP MUATAN PELAJARAN

A. Muatan Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam 1. Pengetahuan 2. Keterampilan Indikator

  Teknik Penilaian Produk Instrumen Membuat rangkain listrik parallel menggunakan sumber arus serarah . Rubik Penilaian Membuat Bagan Rangkaian Seri dan Parallel Aspek Sangat Baik 14, 15, 16, 17, 25 Teknik Penilaian Tes tertulis Instrumen Soal pilihan ganda nomer 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 13, 3.4.1 Menjelaskan pengertian rangkaian listrik sederhana (rangkaian listrik parallel) dengan sifat-sifatnya.

3.3.1 Menjelaskan unsur-unsur dalam sebuah iklan ekspor atau impor

  Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba[mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya,dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkananak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia IPA 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubunganketeraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap 1.1.1 Bersyukur terhadapTuhan Yang Maha Esa atas kebesaran-Nya.

C. Tujuan Pembelajaran 1. Ilmu Pengetahuan Alam

  2.2.1.1 Siswa mampu memiliki rasa ingin tahu mengenai perubahan energi listrik melalui pengamatan 3.3.1.1 Siswa mampu menyatakan kembali unsur-unsur terpenting yang ada dalam iklan melalui diskusi kelompok 4.3.1.1 Siswa mampu membuat iklan tentang impor berdasarkan unsur- unsur iklan dengan bekerja kelompok. Pendekatan dan Metode PembelajaranPendekatan : Tematik Integratif dan SaintifikMetode : Pengamatan, diskusi, tanya jawab, STAD F.

b. Kegiatan Inti (100 menit) - Guru membagi siswa ke dalam 5 kelompok secara heterogen

  Pendahuluan/ Kegiatan Awal 10menit) Kegiatan Inti (100 menit) (mengamati) - Siswa bertanya mengenai iklan-iklan tentang barang-barang impor. (menanya) Kegiatan Akhir (10 menit) Penggalan 3 a.

b. Kegiatan Inti (70 menit) - Guru membimbing siswa untuk membuka buku paket tematik

  Rubik Penilaian Membuat Gambar Bagan Aspek Sangat Baik Soal pilihan ganda nomer 10, 14, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24 Instrumen Tes tertulis Teknik Penilaian 3.4.1 Menjelaskan perubahan energi yang terjadi dalam rangkaian listrik sederhana (seri dan parallel). Rubrik penilaian sikap spiritual dan pedoman penskoran Baik sekali Baik Cukup Kurang Kriteria 4 3 2 1 Isi doa mengandung ucapan Memenuhi Memenuhi Memenuhi syukur, ada harapan yang 3 unsur 2 unsur 1 unsur disampaikan, kalimat di dari4 dari 4 dari 4 susun menggunakan bahasakomponen komponen komponen Isi doaIndonesia yang benar, doa terdiri atas sama denganatau lebih dari 3 kalimat(memenuhi 4 komponen) B.

3.3.1 Menyatakan kembali unsur-unsur yang

  Kriteria Sangat Baik Baik Cukup Kurang 4 3 2 1 Pengetahuan Mampu menuliskan semua unsur-unsur yang ada dalam iklan dengan benar, mudah dimengerti dan detil. Kriteria Baik sekali 3 Cukup 2 Kurang 1 Isi doa Memenuhi 4 komponen (Isi doa mengandung ucapansyukur kebersaman, ada harapan yang disampaikan,kalimat di susun menggunakan bahasaIndonesia yang benar, doa terdiri atas sama dengan ataulebih dari 3 kalimat) Memenuhi 3 dari 4komponen Memenuhi 2 dari 4komponen Memenuhi 1 dari 4komponen C.

1 Amatilah kinerja kincir angin dari plastik dan kipas angin

yang ditunjukkan oleh gurumu! 1. Bagaimana kinerja kincir angin? ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… 2. Bagaimana kinerja kipas angin? ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… 3. Jenis sumber energi apa yang digunakan untuk menggerakkan kincir angin dan kipas angin?…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 4. Apakah ada perbedaan sumber energi yang digunakan? Jelaskan!…………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ……………… Perhatikan gambar dibawah ini! 1. Rangkaian apa saja yang terdapat pada gambar? . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2. Bagaimana perbedaannya? . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3. Komponen-komponen apa saja yang terdapat dalam rangkaian listrik tersebut?. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kamu sudah mengamati beberapa jenis rangkaian listrik.Gambarlah sebuah bagan rangkaian listrik seri dan paralel bersama teman kelompokmu! Gambar tersebut akan dijadikanpedoman saat membuat rangkaian. Kebanyakan benda berteknologi tinggi masih harus kita impor dari luar negeri karena kita belum dapat memproduksinyasendiri. Kelak, jika kemampuan sumber daya manusia Indonesia meningkat, tentu kita dapat memproduksi benda-benda itu juga. Bahkan, saat itu kita juga dapat mengekspornya ke negara lain. Dari contoh yang sudah diberikan oleh gurumu, diskusikanlah bersama teman kelompokmu mengenai pengertian ekspor danimpor! 1. Apa yang dimaksud dengan impor? …………………………………………………………………………………………… 2. Apa yang dimaksud dengan ekspor? ……………………………………………………………………………………………

3. Apa manfaat dari kegiatan ekspor?

  . Rangkaianseri dapat berisi banyak beban listrik dalam satu rangkaian Amatilah contoh rangkaian listrik seri dan gambarrangkaiannya yang ditunjukkan oleh gurumu!

5. Point Pintar

  Siapkan Alat dan BahannyaAlat dan bahan yang di gunakan dalam praktikum ini meliputi: 1. Selain susunan rangkaian baterai yang ada pada radio atau lampu senter yang menggunakan rangkaian seri, ada beberapabenda lainnya yang menggunakan rangkaian seri, misalnya mobil mainan anak-anak yang menggunakan baterai.

1. Listerik Listrik

  Setelah kalian mengamati gambar iklan diatas dan gambargmbar iklan sebelumnya, diskusikanlah bersama temankelompokmu mengenai unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah iklan! No Unsur-unsur dalam iklan Keterangan 1.

6. Barang-barang yang diimpor dari luar dapat kita gunakan

dalam kehidupan sehari-hari kita. Barang bekasnya juga dapat kita gunakan, contohnya botol kaca bekas minuman yang dapatdigunakan untuk membuat nada-nada yang enak di dengar. Apakah kamu juga ingin dapat bermain musik? Berlatihlah dengan teman-temanmu bermain musik bersama-sama. Kaliandapat bermain musik dengan peralatan sederhana. Lakukan kegiatan ini bersama teman kelompokmu! 1. Ambil 4 botol kaca bekas. 2. Siapkan sendok, sumpit, dan wadah yang berisi air 3. Satu orang memegang satu botol dan sendok, satu orang lagi memegang satu botol dan sumpit, kemudian dua orangmemegang masing-masing botol yang tersisa. 4. Buatlah bunyi-bunyian dengan memukul botol dan menggesek- gesekkan jari pada permukaan botol yang basah. 5. Buatlah perpaduan irama nada-nada yang bagus dari bunyi yang dihasilkan dari botol tersebut dan suara teman kalian. 6. Lakukan dengan bekerja sama dan saling melengkapi irama bunyi yang dihasilkan anggota lain dan presentasikan hasilnyadidepan kelas. 1. Apa yang telah kamu pelajari hari ini? . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2. Materi apa yang belum kamu pahami? . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3. Materi apa yang paling mudah kamu pahami? . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4. Bagaimana hasil kerja kelompok kalian? . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5. Kesulitan apa yang kalian alami dalam bekerja kelompok? . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kunci Jawaban Pembelajaran 2 Diskusi Sifat-sifat pada rangkaian seri adalah: 1. Arus listrik mengalir tanpa melalui cabang. Arus listrik yang mengalir melalui lampu 1 melalui lampu 2, demikian pula yang melalui baterai 1dan baterai 2. 2. Jika salah satu alat listrik dilepas atau rusak maka arus listrik akan putus. Menulis Kebijakkan guru Diskusi 1. Impor adalah membeli barang/jasa dari luar negeri, sedangkan ekspor adalah menjual barang/jasa ke luar negeri. 2. Impor membeli produk luar sedangkan ekspor menjual produk ke luar. 3. Impor: Ekspor: 5. Indonesia dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Negara lainnya. Menulis 1. Batre > Baterai 2. Tivi > Televisi 3. Enerji > Energi 4. Dll Diskusi Unsur-unsur dalam iklan: 1. Adanya gambar yag menarik 2. Memuat ajakan yang menarik 3. Adanya produk/barang yang dikenalkan 4. Warna dalam gambar tidak mencolok

3 Point Pintar Kamu sudah mempelajari kegiatan impor dan ekspor

Barang-barang yang diimpor atau diekspor biasanya dibuat iklan untuk mengenalkan produknya. Iklan dapat ditampilkan dalamDalam kehidupan, televisi, media cetak, atau lewat siaran radio.iklan banyak dibutuhkan. Kamu tentu banyak melihatiklan di koran, majalah, atau televisi. Oleh karena itu, banyak orang bekerjasebagai pembuat iklan Perhatikan contoh gambar iklan dibawah ini! Gambar iklan seperti ini biasanya ditempel atau berada unsur-unsur dalam iklan? Apa saja unsur-unsur tersebut? Sebut dan jelaskan!Unsur-unsur yang ada dalam gambar iklan! 1. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .3. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Buatlah iklan tentang ekspor sesuai rancangan yang telah kamu buat bersama temanmu. Buatlah bersama teman-temansekelompokmu. Buatlah semenarik mungkin. Warnai iklan tersebut menggunakan pensil warna, cat air, atau cat poster. Presentasikan hasil kerja kelompok kalian didepan kelas!Dalam sebuah perusahaan iklan, beberapa orang dapat menggunakan komputer masing-masing dalam jaringan listrikyang sama. Hal itu seperti rangkaian beberapa bola lampu dari sebuah sumber listrik yang sama. Rangkaian dapat beruparangkaian seri atau rangkaian paralel. Masih ingat bagaimana bentuk rangkaian seri? Sekarang kita akan belajar mengenalrangkaian paralel dan membuat rangkaiannya. Amatilah contoh rangkaian listrik paralel yang ditunjukkan oleh gurumu di depan! Point Pintar“RANGKAIAN PARALEL” Rangkaian Paralel merupakan salah satu yang memiliki lebih dari satu cabang untuk mengalirkan arus. Dalam kendaraanbermotor, sebagian besar beban listrik dihubungkan secara paralel. Masing-masing rangkaian dapat dihubung-putuskan tanpamempengaruhi rangkaian yang lain. Setelah kalian mengamati rangkaian listrik paralel, coba diskusikan dengan kelompok kalian sifat-sifat pada rangkaianlistrik paralel! No Sifat-Sifat pada rangkaian listrik paralel 1. 2. 3. 4. 5. 6.

7. Coba kalian perhatikan saat kalian melihat lampu lalu

  Tidak hanya pada lampu lalu lintas saja,rangkaian listrik yang ada dirumah juga menggunakan rangkaian paralel, dengan tujuan jika salah satu arus listrik diputus makaarus listrik yang mengalir pada rangkaian lainnya tidak ikut terputus. Benda/barang Perubahan energiKipas angin Energi listrik Energi gerak Selain terjadi perubahan energi yang dihasilkan dari arus listrik yang mengalir dalam sebuah rangkaian, rangkaian seri danrangkaian paralel juga memiliki banyak perbedaan.

4. Yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus listrik adalah …

  Berikut ini alat dan bahan yang digunakan untuk membuat rangkaian listrik paralel adalah …. Jika salah satu saklar dimatikan, maka yang terjadi pada aliran arus listrik yang lain adalah ….

25. Salah satu ciri dari rangkaian paralel yang berbeda dengan rangkaian lainnya adalah …

  B 1. C Kunci Jawaban Soal Siklus II d.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Stad (Student Teams Achievement Division) pada pembelajaran IPS kelas IV MI Miftahul Khair Tangerang
0
13
0
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD NEGERI 2 KEDONDONG
0
5
44
PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN PKn SISWA KELAS V Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Pembelajaran PKn Siswa Kelas V SD Negeri 03 Wonorejo, Gondan
1
1
15
PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN PKn SISWA KELAS V Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Pembelajaran PKn Siswa Kelas V SD Negeri 03 Wonorejo, Gondan
0
1
16
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Weroharjo melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tahun ajaran 2016/2017.
0
0
232
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Karangmloko 1 tahun pelajaran 2016/2017 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
0
2
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA pada siswa kelas IV A SD Negeri Tlacap melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe STAD.
2
14
384
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas VB SD K Sengkan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
1
304
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V B SD Negeri Tlacap melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
1
2
314
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Nanggulan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
2
305
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD N Petinggen melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
1
1
355
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
9
245
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru 1 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) tahun pelajaran 2015/2016.
0
0
223
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Weroharjo melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tahun ajaran 2016 2017
0
1
230
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI KELAS V SD NEGERI I SUDAGARAN
0
0
16
Show more