PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V MI YAPPI PLANJAN CILACAP.

Gratis

0
7
186
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 1 ayat 1, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana yang bertujuan untukmewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritualkeagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Davidson dan Kroll dalam (Nur Asma, 2006: 11) mendefinisikan pembelajaran kooperatif adalah kegiatan yang berlangsung dilingkungan belajar siswa dalam kelompok kecil yang saling berbagi ide-ide dan bekerja sama secara kolaboratif untuk memecahkan masalah yang adadalam tugas mereka.

B. Identifikasi Masalah

Agar dapat memfokuskan kajian dalam penelitian ini, maka perlu adanya pembatasan masalah yang akan diteliti, sehingga masalah yangmenjadi obyek penelitian dapat diteliti secara mendalam dan terarah. Penelitian ini dibatasi pada prestasi belajar IPA yang masih rendah dan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT).

C. Pembatasan Masalah

“Bagaimanakah meningkatkan prestasi belajar IPA melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas V MI YAPPI Planjan Cilacap?”

D. Rumusan Masalah

Meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas V MI YAPPI Planjan Cilacap. Mendeskripsikan upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Model Pembelajaran Kooperatif

1. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

Atas dasar pemikiran tersebut, maka model pembelajaran ialah batasan yang akan digunakan sebagaipedoman dan acuan untuk suatu kegiatan pembelajaran yang disusun secara sistemastis untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Slavin dalam (Etin solihatin dan Raharjo, 2007: 4) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah Pembelajaran kooperatif merupakan sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan sesamasiswa dalam tugas-tugas terstruktur.

2. Bentuk-bentuk Model Pembelajaran Kooperatif

Secara umum TGT sama dengan Student Teams Achievement Division (STAD) kecuali satu hal: TGT menggunakan kuis-kuis dan sistem Model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) ialah model pembelajaran yang mengoptimalkan penguasaan konten melaluikompetisi dan juga sikap berkooperatif (Harvey, dkk, 2012: 57). Dalam pelaksanaan model pembelajaran TGT setelah siswa belajar dalam kelompoknya masing-masing, anggota kelompok yang setingkatkemampuannya akan dipertemukan dalam suatu game/turnamen yang dikenal dengan “tournament table” yang diadakan tiap akhir unit pokokbahasan atau akhir pekan.

4. Komponen Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games

Tim/kelompokTim terdiri dari 4-5 siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras dan etnisitas. Fungsi utama dari tim adalah memastikan bahwa anggota tim benar- GameGame terdiri atas pertanyan-pertanyaan yang dirancang dengan konten yang relevan untuk menguji pengetahuan siswa yangdiperolehnya dari presentasi di kelas dan pelaksanaan kerja tim.

5. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games

Tahap III Memberi tantangan dengan Siswa mewakili kelompokTurnamen pertanyaan bernomor yang melakukan permainan(tournament) dilakukan di setiap akhir unit akademik dengan setelah guru menyampaikan menjawab pertanyaanpresentasi dan siswa bernomor dalam turnamen mengerjakan LKS. Contoh Lembar Skor Turnamen Permainan Permainan Poin Pemain Tim 1 2 Turnamen Dian Mawar 5 20Bella Melati 14 60Jaka Anggrek 11 40Keterangan:Poin 60 untuk siswa yang mencapai skor tinggi (tertinggi)Poin 40 untuk siswa yang mencapai skor menengah (lebih rendah)Poin 20 untuk siswa yang mencapai skor rendah (terendah) Menghitung skor tim untuk diberi penghargaan Tim Melati AnggotaBella 50Anisa 40Vino 60Lia 60Ali 40Sanji 50 Skor tim total 300 Rata-rata tim 50 a.

6. Kelebihan dan Kekurangan Teams Games Tournament (TGT)

6)Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan, toleransi antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. Selain itu, dengan adanya kerja sama antar siswa akan membuat interaksi belajar dalam kelas menjadi hidup dan tidakmembosankan.b.

B. Kajian Prestasi Belajar IPA

1. Pengertian Prestasi Belajar

Pengertian tentang prestasi belajar dikemukakan oleh SuratinahTirtonegoro (dalam Jamilah Susmawati, 2012: 12), bahwa prestasi belajar adalah hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka-angka, huruf-huruf atau kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh siswa dalam periode tertentu. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai dari usaha belajar berupa angka atau huruf yang Nilai tes tersebut menjadi tolak ukur bagi guru dalam menentukan tingkat prestasi belajar kognitif yang telah dicapai siswa.

2. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Kata-kata ilmu pengetahuan alam merupakan terjemahan dari kata-kata Bahasa Inggris “Natural Science”. Natural artinya alamiah, ada sangkut pautnya dengan alam.

a. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

IPA mempelajari alam semesta yang mencakup benda-benda yang ada di permukaan bumi, di dalam perutbumi dan di luar angkasa, baik yang dapat diamati dengan alat indera maupun yang tidak dapat diamati dengan alat indera. IPA atau sains adalah pengetahuan manusia tentang alam semesta yang diperoleh dengan cara yang terkontrol (MaslichahAsy’ari, 2006: 7).

b. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

c. Fungsi dan Tujuan Pembelajaran IPA

Selain itu IPA hakikatnya merupakan ilmu pengetahuan atau sains yang mempelajari serangkaian proses yang dikenal denganproses ilmiah yang dibangun atas dasar sikap ilmiah dan hasilnya terwujud sebagai produk ilmiah yang tersusun atas tiga komponenterpenting berupa konsep, prinsip, dan teori yang berlaku secara universal. 22 tahun 2006 fungsi dan tujuan pembelajaran IPA di sekolah dasar yaitu:1) Memperoleh keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan-Nya.2) Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Pengertian Prestasi Belajar IPA

Prestasi belajarmerupakan hasil yang dicapai dari usaha belajar berupa angka atau huruf yang diperoleh dari nilai tes yang menunjukkan tingkat keberhasilanbelajar siswa dalam periode tertentu. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar IPA adalah hasil usaha belajar berupa penguasaan terhadap pengetahuan danketerampilan yang ada pada mata pelajaran IPA, yang ditunjukkan dengan nilai tes dan lazimnya dinyatakan dalam bentuk angka atau huruf.

C. Karakteristik Anak Sekolah Dasar

Mengapa dikatakan tahapan terpenting bagi perkembangan anak, karena kesuksesan tahapan perkembangan ini juga menentukan kesuksesanperkembangan selanjutnya. Secara umum karakteristik anak usia sekolah dasar sebagaimana dikemukakan Logan, dkk (dalam Mulyani & Johar, 1998:12) sebagai berikut: Dengan memperhatikan karakteristik anak sekolah dasar tersebut, maka seorang guru tidak boleh asal suka begitu saja dalam mengembangkanpembelajaran di sekolah atau kelasnya.

D. Penelitian yang Relevan

Model Teams Games Tournament pada Siswa Kelas IV SDNNgembatpadas

1. Moehammad Soetikno dengan judul penelitiannya “Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar IPA Materi Perkembangan Makhluk Hidup melalui

Pada pelaksanaan siklus I dari 27 siswa sebesar 63 % atau 17 siswa berhasil mencapai nilaiKKM, sedangkan pada pelaksanaan siklus II meningkat menjadi 85,2 % atau 23 siswa mencapai nilai KKM. Dari hasil penelitian serta analisis data pada siklus I dan II, terlihat adanya peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa.

2. Artikel Jurnal oleh Modesta Yani Program Studi Pendidikan Guru

Suatu tindakan dikatakan edukatif apabila tindakantersebut berorientasi pada pengembangan diri siswa (pengetahuan, sikap, dan keterampilan). Pembelajaran IPA bertujuan agar siswa dapat memperolehpengetahuan dan pemahaman tentang konsep-konsep IPA, mendorong siswa meningkatkan rasa ingin tahu tentang alam semesta.

E. Kerangka Pikir

Masalah yang muncul dalam pembelajaran IPA di kelas V MI YAPPIPlanjan Cilacap berkaitan dengan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa yang masih rendah dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu adanya game atau turnamen mendorong siswa belajar lebih aktif karena setiapanggota kelompok akan mewakili kelompoknya untuk berkompetisi dalam Model pembelajaran TGT merangsang siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran yang menyenangkan.

1. Presentasi kelas, kelompok belajar, permainan, turnamen, dan

Pengetahuan Gambar 3. Bagan Kerangka Pikir Teams Games Tournament (TGT) merupakan model pembelajaran kooperatif yang didalam pembelajarannya diawali dengan penyajian materi dan diakhiri dengan suatu game/turnamen akademik.

F. Definisi Operasional Variabel

Games Tournament (TGT) mengoptimalkan penguasaan konten melalui kompetisi dan juga sikap berkooperatif.

2. Prestasi belajar IPA

Prestasi belajar IPA yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran IPA yang dinyatakan dalam bentuk angka. Nilai tersebut diperoleh dari nilai tes yang dilakukan setiap siklus.

G. Hipotesis Tindakan

BAB II I METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Berdasarkan teori-teori dan kerangka pikir yang telah dikemukakan di atas, maka hipotesis tindakan yang dirumuskan peneliti yaitu “Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapatmeningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas V MI YAPPI PlanjanCilacap”. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan langkah kolaboratif yaitu peneliti bekerja sama dengan guru kelas untuk menggali dan mengkajipermasalahan tentang prestasi belajar IPA siswa kelas V MI YAPII PlanjanCilacap yang masih rendah.

B. Subjek dan Objek Penelitian

C. Setting Penelitian

Model penelitian tindakan kelas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model Kemmis & Mc Taggart. Model Kemmis & Mc Taggartberorientasi pada siklus spiral refleksi yang terdiri dari empat komponen diantaranya perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observing),dan refleksi (reflecting) serta perencanaan kembali untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya.

D. Desain Penelitian

Hal tersebut dikarenakan kenyataan implementasitindakan dan observasi merupakan dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan secara tegas. Pengembangan model PTK yang dilakukan oleh Kemmis & McTaggart dapat digambarkan dengan diagram alur yang berbentuk spiral.

1. Perencanaan

Mengklarifikasi persetujuan dan kesediaan guru untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Secara rinci tahap perencanaan tindakan berupa kegiatan sebagai berikut:1) Membuat Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai materi yang akan diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran TGTyang disusun oleh peneliti dan diperiksa oleh guru dan dosen pembimbing.

2. Implementasi Tindakan Siklus I

2)Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) dan mempersiapkan alat dan bahan untuk eksperimen.

a. Tahap Perencanaan (Planning)

Tahap tindakan merupakan implementasi atau penerapan isidari rancangan tindakan yaitu guru mengajar siswa dengan menggunakanRPP yang telah dibuat oleh peneliti, sedangkan peneliti melakukan observasi terhadap aktivitas siswa. Hal pertama yang dilakukan guruketika penyajian materi yaitu memunculkan apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

b. Tahap Tindakan (Acting) dan Tahap Observasi (Observing)

c. Tahap Refleksi (Reflecting)

Apabilahasil penelitian belum mencapai kriteria keberhasilan yang ditetapkan, maka guru dan peneliti merencanakan kembali rencana tindakan untukmemperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. Observasi digunakan untuk mengamati kegiatan pembelajaran dan mencatat hasil pengamatan pada lembar observasi.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi yang berhubungan dengan prestasi belajar IPA pada aspek kognitif(tingkat C1, C2, C3, C4). Jenis tes yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis bentuk obyektif berupa soal pilihan ganda.

1. Non tes

2. Tes

F. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1. Lembar Observasi

Aspek yang diamati Butir yang diamati butir Aktif bertanya dan menjawab 2 1. Kerjasama kelompokBertanggungjawab dan dapat 4 bekerjasama dalam kelompokMemperhatikan penjelasan 1 dari guruSemangat dalam mengikuti 5 Minat dan motivasi pelajaran 4.belajar Antusias dalam mengikuti 6 permainan akademikTertarik melakukan 7 eksperimen Instrumen tes tertulis bentuk obyektif digunakan untuk mengukur tingkat prestasi belajar kognitif.

2. Tes Tertulis (Obyektif)

Kisi-kisi Instrumen Tes Tertulis Siklus I Nomor Kompetensi Tingkat Butir Indikator Dasar Kognitif Soal 1.4 Menjelaskan pengertian peredaran C2 1, 11Mengidentifikasi darah tertutup dan peredaran darah organ peredaran besardarah manusia. Menyebutkan bahan-bahan yang C1 5, 6 diperlukan tumbuhan untuk membuatmakananMenyebutkan hasil dari proses C1 8 fotosintesisMenganalisis ciri-ciri proses C4 17 fotosintesis 2.2 Menyebutkan bagian tumbuhan yang C1 7, 19, 20Mendeskripsikan dapat dimanfaatkan oleh manusia dan ketergantungan hewan.manusia dan Menganalisis jenis tumbuhan yang C4 15 hewan padatermasuk sayuran tumbuhan hijausebagai sumber Menerapkan cara menanggulangi C3 16 makanantanah yang tidak subur.

G. Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kuantitatif untuk mengukur prestasi belajar siswa. Nilai Akhir belajar SiswaUntuk menentukan nilai akhir yang diperoleh masing-masing siswa dapat menggunakan rumus: NA = X 100 Keterangan:NA = Nilai Akhir SiswaSP = Skor yang diperoleh siswaSM = Skor maksimalb.

SP

∑ siswa yang mencapai KKMP = X 100 % ∑ siswa

SM

H. Indikator Keberhasilan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukandiperoleh data sebagai berikut: Data awal tentang prestasi belajar IPA siswa kelas V MI YAPPIPlanjan Cilacap diperoleh dari hasil penelitian pada tahap pratindakan. Pemberian tes awal atau tes sebelum tindakan bertujuan untukmengetahui prestasi belajar IPA siswa sebelum diadakan tindakan dengan penerapan model pembelajaraan kooperatif tipe Teams Games Tournament.

1. Tahap Pratindakan

Dari 34 siswa, yang tuntas sebanyak 5 orang atau sebesar 14,71%dan yang belum tuntas sebanyak 29 orang atau sebesar 85,29% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 53,09. Oleh karena itu peneliti melaksanakan tindakan untuk meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas V MI YAPPI PlanjanCilacap dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT).

5 Siswa Tuntas Siswa Belum Tuntas

2. Pelaksanaan Siklus I

Pelaksanaan siklus I diawali dengan tahap perencanaan yang memuat strategi pelaksanaan tindakan. Hal-hal yang dilakukan padatahap perencanaan siklus I diantaranya: 1)Membuat RPP mata pelajaran IPA materi organ peredaran darah manusia.

b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I

1) Siklus I pertemuan pertama

Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Indikator Pencapaian Kompetensi: Tujuan Pembelajaran:

5. Melalui eksperimen, siswa dapat membandingkan jumlah denyut nadi/jantung sebelum dan sesudah melakukan aktifitas

Kegiatan yang ada dalam LKS meliputi eksperimen atau kegiatan percobaan mengukur dan membandingkan jumlahdenyut nadi sebelum dan sesudah melakukan aktifitas yang dilakukan siswa. Kegiatan Akhir Memasuki kegiatan akhir, guru hanya menanyakan hal-hal yang belum dipahami siswa, guru tidak mengajak siswa untukmerangkum materi yang telah dipelajari dan tidak membimbing siswa untuk membuat kesimpulan hasil pembelajaran.

2) Siklus I pertemuan kedua

Hari/tanggal : Rabu, 10 Agustus 2016Materi : Organ peredaran darah manusiaJam Pelajaran : 7-8Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Indikator Pencapaian Kompetensi: Tujuan Pembelajaran:

1. Melalui penjelasan dari guru, siswa dapat menjelaskan alat peredaran darah manusia dengan benar

Kemudian menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan turnamen “Apakah kalian semalam sudah belajar dan sekarang siapuntuk mengikuti turnamen?” Siswa menjawab “Sudah pak”. Guru juga Setelah semua keperluan turnamen siap, siswa memulai kegiatan turnamen dan guru berkeliling untuk memeriksajalannya turnamen.b) Rekognisi Tim/Penghargaan KelompokSetelah kegiatan turnamen selesai, siswa kembali ke kelompok asal.

3) Prestasi Belajar Siklus I

Dari hasil evaluasi prestasi belajar pada siklus I ada 23 siswa atau sebesar 67,65% siswa yang tuntas dan 11 siswaatau 32,35 siswa yang belum tuntas dengan rata-rata nilai siswa sebesar 69,85. Observasi yang dilakukan yaitu pengamatan terhadapaktivitas guru dan siswa dimana peneliti bertindak sebagai observer dibantu oleh satu observer, sehingga ada dua observer yaitu observer1 dan observer 2.

5 Pra Tindakan Siklus I

c. Hasil Observasi Tindakan Siklus I

Namun ada beberapa hal yang belumdilakukan sesuai dengan langkah pembelajaran dalam RPP yaitu guru Hasil observasi terhadap aktifitas siswa pada pertemuan pertama dan kedua menunjukkan bahwa beberapa siswa sudah aktifdalam menanggapi pertanyaan dari guru, siswa juga sudah ada yang berani berpendapat. Pada kegiatanbelajar kelompok beberapa siswa juga tidak mau menerima dengan pembagian kelompoknya yang dilakukan oleh guru, dengan alasankelompok yang didapat tidak sesuai dengan yang diinginkannya, Pelaksanaan refleksi dilakukan pada akhir siklus I atau setelah pelaksanaan tindakan selesai.

d. Refleksi Tindakan Siklus I

Langkah belajar kelompok dan turnamen dalam TGT belum berjalan dengan optimal karena beberapa siswa ada yang kurangpaham dengan aturan turnamen, sehingga saat pelaksanaannya siswa masih bertanya-tanya dan menghambat pelaksanaanturnamen.2) Beberapa siswa kurang memperhatikan penjelasan dari guru baik penjelasan tentang materi, pembagian kelompok, dan penjelasantentang peraturan turnamen. 5)Beberapa siswa tidak mau menerima dengan pembagian kelompok yang dilakukan oleh guru, hal ini dikarenakan kelompok yangdidapat siswa tidak sesuai dengan yang diinginkannya, bahkan ada yang tidak mau berkelompok dengan siswa tertentu.

3. Pelaksanaan Siklus II

Sedangkan upaya perbaikan tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II yaitu:1) Guru lebih memperhatikan siswa yang tidak fokus dalam pelajaran dengan cara memberikan teguran dan memberikan pertanyaankepada siswa secara acak agar semua siswa siap dan lebih memperhatikan penjelasan materi. 2)Guru bertindak tegas dengan mencatat nama siswa yang susah diatur di papan tulis agar siswa dapat mematuhi perintah guru.

b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II 1) Siklus II pertemuan pertama

Kompetensi Dasar: Indikator Pencapaian Kompetensi:

2. Memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan

5. Menyebutkan bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dan hewan

Setelah menyajikan materi secara singkat, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentangmateri yang sedang dipelajari.b) Belajar KelompokSebelum memasuki tahap belajar kelompok, guru memberikan pengertian kepada siswa tentang bagaimanamelakukan kerja sama yang baik tanpa membeda-bedakan dan pilih-pilih teman. Kegiatan Akhir Memasuki kegiatan akhir, guru menanyakan hal-hal yang belum dipahami siswa, guru juga mengajak siswa untukmerangkum materi yang telah dipelajari dan membimbing siswa untuk membuat kesimpulan hasil pembelajaran.

2) Siklus II pertemuan kedua

Kompetensi Dasar: Indikator Pencapaian Kompetensi: Tujuan Pembelajaran:

5. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menyebutkan bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dan hewan

Setelah semua keperluan turnamen siap, siswa memulai kegiatan turnamen dan guru berkeliling untuk memeriksa jalannyaturnamen.b) Rekognisi Tim / Penghargaan Kelompok Setelah kegiatan turnamen selesai, siswa kembali ke kelompok asal. Kegiatan Akhir Pada kegiatan akhir ini, guru mengajak siswa untuk membahas jawaban dari pertanyaan soal turnamen, kemudian gurumembagikan soal evaluasi untuk dikerjakan oleh siswa.

3) Prestasi Belajar Siklus II

Belum Tuntas 4 11,76%Rata-rata Nilai Siswa 79,71 Tabel di atas menunjukkan bahwa pada pelaksanaan tindakan siklus II ada 30 siswa atau sebesar 88,24% siswa dapatmencapai kriteria keberhasilan dan 4 siswa atau sebesar 11,76% siswa belum mencapai kriteria keberhasilan dengan nilai rata-ratakelas sebesar 79,71. Diagram Ketuntasan Belajar IPA Tahap Pra Tindakan, Siklus I, dan Siklus II Diagram di atas menunjukkan bahwa persentase ketuntasan siswa mengalami peningkatan dari tahap pratindakan ke siklus Idan meningkat lagi pada siklus II.

5 Pra Tindakan Siklus I Siklus II

Nilai rata-rata siswa juga meningkat yaitu pada tahap pratindakan sebesar 53,09 meningkat menjadi 69,85 pada siklus I, dan 79,71pada siklus II. Observasi yang dilakukan yaitu pengamatan terhadapaktivitas guru dan siswa dimana peneliti bertindak sebagai observer dibantu oleh satu observer, sehingga ada dua observer yaitu observer1 dan observer 2.

c. Hasil Observasi Tindakan Siklus II

Hasil observasi terhadap aktifitas siswa pada pertemuan pertama dan kedua menunjukkan bahwa siswa terlihat aktif dalammenanggapi pertanyaan dari guru, siswa juga sudah mulai berani berpendapat. Pada kegiataneksperimen siswa terlihat senang dan tertarik untuk mencoba melakukan pengamatan pada beberapa tumbuhan dan melengkapitabel tempat penyimpanan cadangan makanan pada tumbuhan tersebut.

d. Refleksi Tindakan Siklus II

belajar secara Siswa Siswa berkelompok untuk mendalami berkelompok untukmateri pelajaran, melakukan mendalami materi pelajaran, pengamatan sesuai LKS, dan melakukan pengamatan sesuailatihan permainan akademik LKS, dan latihan permainan berupa teka-teki silang. Terlihat antar anggota dalam satu kelompok dapat membagi tugas ketikamengamati tumbuhan, ada yang mengamati, ada yang mencari informasi dari buku, dan ada yang mencatat hasil pengamatannya.

B. Pembahasan

Hal itu sejalan dengan pendapat yang disampaikan olehKeller dalam (Sugihartono, 2007: 79-80) agar siswa berminat dan memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan, guru dapatmenyampaikan materi pelajaran secara bervariasi dan mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Beberapa siswa juga belum bisa dikondisikan dalam kelompoknya karena tidak mau menerima pembagian kelompok yang tidak sesuai dengan Peneliti dan guru kemudian melakukan refleksi dan upaya perbaikan proses pembelajaran agar masalah yang muncul pada siklus I dapat diperbaikipada pelaksanaan siklus II.

C. Keterbatasan Penelitian

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab IV, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajarankooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas V MI YAPPI Planjan Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA meningkat dari pratindakan ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II.

B. Saran

a.

1. Untuk Siswa

Guru sebaiknya berusaha untuk menggunakan waktu pelajaran yang dimiliki dengan lebih efektif dan guru sebaiknya lebih kreatif dalammerancang pembelajaran, salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif TGT pada mata pelajaran IPA untukmembantu siswa belajar secara aktif dan memudahkan siswa memahami konsep-konsep dalam pembelajaran IPA, sehingga prestasibelajar siswa akan meningkat.b. Guru sebaiknya lebih memperhatikan 4 siswa yang belum mencapai kriteria keberhasilan dan melakukan remidial agar siswa dapatmemperbaiki nilai sesuai KKM ≥ 65.

2. Untuk Guru

Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar IPA Materi Perkembangan Makhluk Hidup melalui Model Teams Games Tournament pada Siswa Kelas IV SDN NgembatpadasGemolong Kabupaten Sragen. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya.

LAMPIRAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TGT

: Ceramah, diskusi, tanya jawab, permainanMetode TGT: Penyajian kelas)(Tahap 1 kooperatif dapat bekerja sama, jujur, teliti dan bertanggungjawab dalam melakukan kegiatan. Setelah siswa selesai mengerjakan LKS, siswa diminta melakukan permainan akademik dengan mengisi permainan teka-teki silang (berlatih soal).

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KOOOPERATIF MODEL TGT

Melalui penjelasan dari guru, siswa dapat menyebutkan bahan-bahan yang diperlukan dalam proses fotosintesis dengan tepat. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menyebutkan bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dan hewan dengan tepat.

1. Apa yang dimaksud dengan peredaran darah tertutup?

Peredaran darah yang mengalir di dalam pembuluh darahb. Peredaran darah yang mengalir di dalam ruang jantungd.

2. Jantung mempunyai 2 bagian yaitu dua rongga bagian atas dan dua rongga bagian bawah. Disebut apakah dua rongga jantung bagian atas?

a. Vena semilunarisb.

3. Apa nama katup pada jantung yang terletak antara bilik kanan dan serambi kanan?

Membawa darah yang kaya oksigen dari paru-paruc. Membawa darah yang kaya karbondioksida dari paru-paru a.

4. Apa fungsi dari arteri pulmonalis pada sistem peredaran darah?

5. Apa yang menyebabkan terjadinya peredaran darah ke seluruh tubuh?

Pembuluh nadi berkontraksid. Pembuluh nadi berelaksasi Grafik Jumlah Denyut Nadi Permenit160 140120 100

6. Seorang siswa menemukan grafik sebagai berikut:

Seseorang yang tidak melakukan aktifitas, mempunyai rata-rata denyut jantung yang lebih banyak.b. Pembeda A BDinding Tebal dan elastis Tipis dan kurang elastisAliran Meninggalkan jantung Menuju jantungLetak Lebih dalam Dekat permukaan tubuhTekanan Kuat, kalau terpotong Lemah, kalau terpotong darah memancar darah menetesManakah pernyataan yang sesuai berdasarkan tabel diatas?

8. Pernyataan di bawah ini adalah fungsi sistem sirkulasi pada manusia, kecuali

Peredaran darah dari jantung menuju seluruh tubuh (termasuk paru-paru) dan kembali ke jantung 12. Berikut ini yang merupakan fungsi dari jantung adalah ....a.

11. Apa yang dimaksud dengan peredaran darah besar?

Membawa zat nutrisi ke seluruh jaringan tubuhd. Menyerap sari-sari makanan Urutan peredaran darah kecil di mulai dari ....a.

13. Perhatikan gambar berikut ini!

Darah yang mengandung karbondioksida paling banyak terdapat pada ....a. Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah ....a.

HIV

Pembuluh nadi yang paling besar disebut ....a. Soal Evaluasi Siklus II Soal Evaluasi 2 Nama :Nomor Absen : Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d sebagai jawaban yang paling tepat!

1. Warna hijau pada tumbuhan disebabkan adanya …

Fungsi utama batang adalah ....a.untuk menghisap zat hara dari dalam tanahb.untuk tegaknya tumbuhanc.untuk bernapasd.sebagai tempat menyimpan sari makanan a. Proses pembuatan makanan pada tumbuhan dengan bantuan cahaya matahari disebut ....

4. Mulut daun tempat tumbuhan melakukan proses pernapasan disebut …

5. Bahan-bahan yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk membuat makanan adalah

Terong, labu siam, pare, dan timun adalah bagian tumbuhan yang dimanfaatkan ....a. 4, 5, dan 6 2, 5, dan 6 dan sering mengalami kekeringan.

16. Pak Tarno menanam jagung di dua tempat berbeda. Ditempat A tanahnya subur dan sering terjadi hujan. Berbeda dengan tempat B yang tanahnya kurang subur

Tidak melakukan apa-apa Pembeda A B Waktu Sepanjang hari Siang hariTempat Seluruh bagian tumbuhan Pada sel yang berklorofilHasil Air dan karbondioksida Karbohidrat dan oksigenManakah diantara pernyataan berikut yang sesuai dengan tabel?a.bagian A proses sirkulasi dan bagian B proses fermentasib.bagian A proses fermentasi dan bagian B proses sirkulasic.bagian A proses respirasi dan bagian B proses fotosintesisd.bagain A proses fotosintesis dan bagaian B proses respirasi a. Tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengobati diare adalah ....a.

18. Berikut adalah tanaman yang menyimpan cadangan makanan pada biji, kecuali

Sistem Peredaran Darah Manusia/Jumlah Denyut Nadi Seseorang Petunjuk: Bacalah pertanyaan pada setiap kegiatan dalam LKS dan gunakan buku siswa untuk menjawab pertanyaan. Data Pengamatan Jumlah Denyut NadiKondisi awal dan setelah melakukan Jumlah denyut nadi permenit No.kegiatan Siswa A Siswa B 1.

2. Berdasarkan tabel 1, jika penghitungan jumlah denyut nadi dilakukan pada siswa C, apakah jumlah denyut nadi akan berbeda dengan siswa A dan B?

Jika siswa A lari ditempat selama 6 menit, maka jumlah denyut nadi.........b. Jika siswa B lari ditempat selama 6 menit, maka jumlah denyut nadi .........

3. Berdasarkan tabel 1

Alat peredaran darah ada 2 yaitu jantung dan pembuluh daraha. Sebutkan 3 contoh tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan pada akarnya?.....................................................................................................................

TEKA-TEKI SILANG SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA

1 2 23 1 3 4 54 6 5 6 78 7 10 98 10 9 KELOMPOK: ............................................. MENDATAR MENURUN 3.

10. Pembuluh balik yang memiliki ukuran paling besar

  Kunci Jawaban Teka-teki SilangA N P E R I K A R D I U M M A I P A R U P A R U A O R T A I K L S H E A I I A T R I U M K I R I G P T E E V E N A V E N T R I K E L R T I T T E N S I M E T E R R N B I K U S P I D A L I S K I A V U R E S A N P H E M O F I L I A I TC D E A A T R I U M K A N A N V L T E A I U C S T I U L P TURNAMEN No. Menyampaikan informasi Guru menginformasikan√ tentang materi yang akan materi yang akan dipelajaridipelajari selanjutnya selanjutnya yaitu tentang tumbuhan hijau Jumlah 19 1Prosentase 95% 5% Cilacap, Agustus 2016Observer 2 Observer 1 Ibnu Khoiru Yasin Eko Prasetiyo Aji Lembar Observasi Aktifitas Belajar Siswa Sekolah : MI YAPPI PlanjanKelas / Semester : V / IMata Pelajaran : IPAPertemuan Ke- : 1, 2 Daftar CekNo.

SURAT KETERANGAN VALIDASI

Yang bertanda tangan di bawah ini:Nama : Dr. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Dokumen baru

Download (186 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS KEMAMPUAN SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL PISA KONTEN SHAPE AND SPACE BERDASARKAN MODEL RASCH
68
706
11
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PEMERINTAH DAERAH (Studi Empiris pada Pemerintah Daerah Kabupaten Jember)
37
311
20
PENERAPAN METODE SIX SIGMA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PRODUK PAKAIAN JADI (Study Kasus di UD Hardi, Ternate)
24
206
2
PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER DENGAN ADANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD INKLUSI GUGUS 4 SUMBERSARI MALANG
60
423
26
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
105
427
24
MASALAH YANG DIHADAPI SISWA PADA JURUSAN YANG TIDAK SESUAI MINAT
9
137
1
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KESIAPAN KERJA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
12
135
19
GROUP POSITIVE PSYCHOTHERAPY UNTUK MENINGKATKAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING REMAJA DENGAN ORANG TUA TKI
1
102
9
PENGARUH PERMAINAN KONSTRUKTIF DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK TUNARUNGU
9
127
29
PELATIHAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI EFEKTIF ORANG TUA KEPADA ANAK
8
131
22
APLIKASI BIOTEKNOLOGI BAKTERI FOTOSINTETIK DALAM MENINGKATKAN MUTU GIZI BIJI KEDELAI
4
68
14
EFEKTIVITAS PENGAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI MEDIA LAGU BAGI SISWA PROGRAM EARLY LEARNERS DI EF ENGLISH FIRST NUSANTARA JEMBER
10
144
10
HUBUNGAN ANTARA KONDISI EKONOMI WARGA BELAJAR KEJAR PAKET C DENGAN AKTIVITAS BELAJAR DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR KABUPATEN BONDOWOSO TAHUN PELAJARAN 2010/2011
1
91
15
INTENSI ORANG TUA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENIKAHKAN ANAK PEREMPUAN DI BAWAH USIA 20 TAHUN DI KECAMATAN PAKEM KABUPATEN BONDOWOSO
10
104
107
KEADAPTIFAN UNTUK SEPULUH GENOTIPE KEDELAI (Glycine max L.) TERHADAP PRODUKSI
1
89
52
Show more