Hubungan antara motivasi belajar, disiplin belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Gratis

0
1
145
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul“Hubungan Antara Motivasi Belajar, Disiplin Belajar, dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan2009 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta”. Para mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma yang bersedia bekerja sama membantu peneliti dalam melakukanpenelitian.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam era globalisasi yang sangat berperan penting adalah sumber

  Dan dengan adanya kedisiplinan belajar yang diterapkan oleh mahasiswa di dalam keluargamaupun di kampus akan membuat seseorang memiliki kecakapan mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan suatu proses arah pembentukan watakyang baik, sehingga disiplin belajar akan mempengaruhi prestasi belajar peserta didik, karena seseorang yang memiliki disiplin yang tinggi dalambelajarnya maka ia mempunyai sikap yang positif akan hal tersebut. Lingkungan belajar yang kurang baik dapat mempengaruhi prestasi belajar, dalam hal ini mahasiswa mengatakan bahwa lingkungan belajarsudah cukup mendukung karena letak kampus yang strategis dan lingkungan masyarakat yang nyaman tetapi ada permasalahan saat perkuliahan pada jamsiang atau sore hari, yaitu ruangan kuliah yang panas dan silau sehingga mengganggu saat proses perkuliahan.

B. Identifikasi Masalah

  Rendahnya motivasi belajar mahasiswa 2. Kondisi ruang belajar yang kurang mendukung 4.

C. Batasan Masalah

  Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, penelitian ini hanya akan membahas mengenai hubungan motivasi belajar, disiplinbelajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Program 5     Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan AkuntansiAngkatan 2009 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

F. Manfaat Penelitian

  Secara praktis hasil penelitian ini dapat memberikan informasi nyata tentang faktor-faktor yangmempengaruhi prestasi belajar, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan kebijaksanaan untuk menyempurnakan pendidikan,serta pembinaan dan pengembangan prestasi belajar. Bagi penulis Dapat mengetahui secara mendalam hubungan motivasi belajar, disiplinbelajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2009 Universitas SanataDharma Yogyakarta.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Prestasi Belajar

  Prestasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:700) adalah hasil yang dicapai dari yang dilakukan ataudikerjakan, dari definisi tersebut maka prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkanoleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai-nilai tes atau angka-angka nilai yang diberikan oleh guru. SKS adalah kepanjangan dari satuan kredit semester yaitu takaran penghargaan untuk pengalamaanbelajar yang diperoleh melalui satu jam kegiatan terstuktur dan terjadwal yang diiringi tugas lain baik yang terstuktur maupunyang mandiri selama dua sampai empat jam perminggu dalam satu semester atau untuk pengalaman belajar lain yang setara (BukuPedoman FKIP, 2008:11).

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar

  Roestiyah (1982:159) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu:1) Faktor internal Yaitu faktor yang timbul dari dalam anak itu sendiri,diantaranya sebagai berikut: a) Rasa aman Rasa aman sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Denganperasaan aman maka siswa dapat lebih berkonsentrasi dan dapat belajar dengan tenang sehingga hal ini juga dapatmendukung proses belajar dengan baik.

B. Motivasi Belajar

Motivasi merupakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu sehingga seseorang itu mau dan inginmelakukan sesuatu jadi motivasi dirangsang oleh faktor-faktor dari luar tetapi motivasi itu tumbuh dalam diri seseorang.   13   

1. Definisi Motivasi Motivasi berasal dari kata motif yang berarti dorongan

  Siswa yang memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar merupakan minat yang besar dan perhatian yang penuh terhadaptugas-tugas belajar. Indikasi-indikasi yangmenunjukkan adanya motivasi belajar antara lain muncul dalam aktivitas belajar siswa di dalam sekolah, seperti penyelesaiantugas-tugas yang diberikan oleh guru dan kebiasaan belajar siswa di luar jam sekolah (Elida Prayitno, 1989:63).

C. Disiplin Belajar

1. Definisi Disiplin

  Disiplin belajar di keluarga adalah suatu tingkat konsistensi dan konsekuensi serta keteraturan dalam kegiatan belajar untukmemperoleh tingkah laku yang timbul dari kesadaran dirinya untuk belajar dengan mentaati dan melaksanakan tugasnyasebagai siswa di rumah dengan dukungan orangtua yang mengawasi, mengarahkan, serta berupaya untuk membuat anakmenyadari kesadaran untuk berdisiplin diri. Kebalikan dari tindakan tersebut yaitu yang sering datang terlambat, tidak masuk sekolah, banyak melakukanpelanggaran terhadap tata tertib sekolah, dan hal ini menunjukan bahwa siswa yang bersangkutan kurang memilikidisiplin masuk sekolah yang baik; 2) Disiplin siswa dalam mengerjakan tugas, mengerjakan tugas merupakan salah saturangkaian kegiatan dalam belajar, yang dilakukan di dalam maupun di luar jam pelajaran sekolah.

D. Lingkungan Belajar

1. Lingkungan Keluarga

  sifat-sifat orang tua, praktek pengelolaan keluarga,ketegangan dalam keluarga, demografi atau letak rumah, semuanya dapat memberi dampak yang lebih baik atau lebih buruk terhadapkegiatan belajar dan hasil yang dicapai anak. Menurut Roestiyah (1982:159) faktor-faktor yang datang dari keluarga yang mempengaruhi belajar siswa,yaitu:1) Cara mendidik Orang tua yang memanjakan anaknya, maka setelah anaksekolah akan menjadi siswa yang kurang tanggung jawab, dan takut menghadapi tantangan kesulitan.

2. Lingkungan Sekolah

  Para guru yang selalu menunjukan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suritauladan yang baik dan rajin khususnya dalam hal belajar, misalnya rajin membaca dan berdiskusi, dapat menjadi dayadorong yang positif bagi kegiatan belajar siswa (Muhibbin Syah, 1995:137). Kenyataan saat ini dengan banyaknya jumlah anak yang masuk sekolah, maka memerlukan alat-alat yang membantu lancarnyabelajar anak dalam yang besar pula, seperti buku-buku di perpustakaan, laboratorium atau media-media lain.6) Kurikulum.

9) Pelaksanaan disiplin

  Banyak sekolah yang dalam pelaksanaan disiplin kurang, sehingga mempengaruhi sikap anak dalam belajar. Hal mana dalam proses belajar siswa perludisiplin, untuk mengembangkan motivasi yang kuat.10) Metode belajar.

c. Lingkungan Masyarakat

  Hal demikianditegaskan oleh Muhibbin Syah (1995:138), yang mengatakan bahwa kondisi masyarakat di lingkungan yang kumuh dan serbakekurangan dan terdapat anak-anak penganggur dapat mempengaruhi aktivitas belajar siswa. Hal demikian ditegaskan oleh (Roestiyah, 1982:163) yang mengatakan bahwa di lingkungan yang anak-anaknya rajin belajar, kemungkinan besar anak akan terpengaruh untuk rajin belajar tanpa disuruh.

E. Kajian Hasil Penelitian Yang Relavan

  Menurut Indrawati dalam skripsinya “Disiplin Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa” (2002),menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara   29    motivasi belajar, disiplin belajar, dan lingkungan belajar secara bersama-sama dengan prestasi belajar mahasiswa di Program StudiPendidikan Akuntansi angkatan 2002 di Universitas Sanata Dharma. Mahasiswa yang tinggal di lingkungan belajar yang mendukung akan cenderung mempunyai prestasi belajar yang tinggibegitu juga sebaliknya mahasiswa yang tinggal di lingkungan belajar yang kurang mendukung, maka akan cenderung memiliki prestasibelajar yang rendah.

F. Kerangka Berpikir

  Mahasiswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi menampakkan minat yang besar dan perhatian yang penuhterhadap tugas-tugas belajar. Dengan demikian lingkungan belajar yang mendukung akan menjadikan prestasi belajar tinggi dan sebaliknya lingkunganyang kurang mendukung akan menjadikan prestasi belajar mahasiswa akan rendah.

G. Hipotesis

  Ha: Ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Ha: Ada hubungan positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan oleh penulis

B. Waktu dan Tempat Penelitian

  Dalam penelitian ini penulis mendiskripsikan variabel-variabel motivasi belajar,disiplin belajar,dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas SanataDharma. Penelitian inimerupakan studi kasus pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2012, di Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009, Jurusan Pendidikan Ilmu PengetahuanSosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Mrican Tromol Pos 29 Yogyakarta.

C. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah mahasiswa yang menjadi sumber informasi

  Alasan peneliti memilih subjek penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2009 karena subjek dalam penelitian inisatu ruang lingkup dengan peneliti dan mahasiswa angkatan 2009 telah menempuh studi belajar yang relatif cukup lama dan sudah bisamenyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan belajarnya. Dalam hal ini objek penelitian adalah hubungan antara motivasi belajar, disiplin belajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar.

D. Populasi Penelitian

  Populasi penelitian adalah kumpulan yang lengkap dari seluruh elemen yang sejenis akan tetapi dapat dibedakan satu sama lain. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Program StudiPendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

E. Variabel Penelitian dan Pengukuran Variabel

  Variabel bebas (independent variable) Adalah himpunan seluruh gejala yang dimiliki sebagai aspek atauunsur yang berfungsi menentukan variabel munculnya variabel lain yang disebut variabel terikat (Nawawi, 1994:50)Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motivasi belajar, disiplin belajar, dan lingkungan belajar. Cara hidup lingkungan sekitarPada variabel motivasi belajar kuesioner didasarkan pada skripsi Indrawati (2002:32) dengan judul “Hubungan Antara Motivasi Belajar,Disiplin Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Pada disiplin belajar kuesioner didasarkan pada skripsi ”.

G. Teknik Analisis Data

  Data yang diperoleh dan digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, maka teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisiskuantitatif/analisis statistik. Dalam kaitannya dengan penelitian ini, 42   diharapkan hasil pengelolaan dan analisis data dengan teknik statistik dapat menjawab permasalahan yang diajukan.

1. Uji Instrumen Penelitian

  Sebuah instumendikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang hendaknya diukur dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat(Suharsimi, 1998:160). Jika dibandingkan dengan r tabel yaitu 0,361 (taraf signifikan 5% dan n= 30) maka r hitung lebih besar daripada r tabel, padapertanyaan kedua sampai duapuluh nilai r hitung juga lebih besar dari r tabel yaitu 0,361.

2) Untuk Variabel Disiplin Belajar

  Jika dibandingkan dengan r tabelyaitu 0,361 (taraf signifikan 5% dan n= 30) maka r hitung lebih besar daripada r tabel, pada pertanyaan kedua sampai duapuluh nilair hitung juga lebih besar dari r tabel yaitu 0,361. Berarti butir pertanyaan pertama sampai dengan duapuluh variabel disiplinbelajar dinyatakan sahih atau valid sehingga dapat digunakan untuk penelitian.

3) Untuk Variabel Lingkungan Belajar

  Uji Hipotesis 1) Rumusan hipotesis pertamaH 0: tidak ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma. Untuk menjawab hipotesis pertama, kedua dan ketiga yaitu antara motivasi belajar dengan prestasi belajarmahasiswa, hubungan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa lingkungan belajar dengan prestasibelajar mahasiswa digunakan teknik korelasi productmoment .

B. Arti Logo, Visi, Misi, Universitas Sanata Dharma

  Arti Logo Universitas Sanata Dharma berlambangkan daun teratai coklat bersudutlima dengan sebuah obor hitam yang menyala merah, sebuah buku terbuka dengan tulisan Ad Maiorem Dei Gloriam dan tulisan Universitas SanataDharma Yogyakarta berwarna hitam di dalamnya. Buku yang terbuka = ilmu pengetahuan yang selalu berkembang f.

2. Visi Terwujudnya masyarakat Indonesia yang semakin martabat

  3. Misi Menghadirkan pencerahan yang mencerdaskan bagi masyarakat melaluiTri Dharma Perguruan Tinggi.

a. Misi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

  5) Menyelenggakan pendidikan yang memanusiakan melalui semangat dialogis yang mengembangkan segi intlektual, moral,emosional, dan spiritual setiap aktivitas akademika secara terpadu.6) Membantu setiap civitas akademika untuk menjadi manusia yang semakin utuh, kritis, dewasa, dan berguna bagi masyarakat. Profil lulusan USD yaitu sebagai berikut: 1) Menguasai ilmu yang dipelajarinya secara mendalam dan memilikiwawasan yang luas (competence).2) Mampu menerapkan illmu yang dikuasainya dalam kehidupan (competence).

5) Mampu beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama secara efektif, dan bela rasa (competence)

C. Status Universitas Sanata Dharma

  USD menyelenggarakan pendidikan yang memungkinkan peserta didik memadukan pengembangan berbagai dimensikemanusiaan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga memiliki kepribadian yang matang, integritas moral yang tinggi, kemampuanberpikir yang kritis dan wawasan kebangsaan yang luas. Universitas Sanata Dharma didirikan pada tanggal 20 April 1993 berdasarkan Surat Keputusan Republik Indonesia nomor 46/D/0/1993,tanggal 20 April 1993 dikembangkan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sanata Dharma yang pada awalnya didirikan sebagaiPerguruan Tinggi Pendidikan Dosen (PTPG) Sanata Dharma pada tanggal 17 Desember 1955.

e. Keunggulan dalam bidang akademik dan pendidikan

  Drijarkara, SJ bahwa pendidikan adalah hubungan manusiawi antara pendidikan danpeserta didik, antara peserta didik satu sama lain dengan sikap saling menghargai dan membantu untuk mewujudkan kemanusiaan mereka. Universitas berupaya mewujudkan Pola Ilmiah Pokok (PIP) yaitu mengembangkan dimensi kemanusiaan dalam ilmu pengetahuan danteknologi yang harus dijabarkan dalam kegiatan perkuliahan dan pelatihan di bidang etika/moral, ilmu kebudayaan dan bahasa.

D. Struktur Organisasi

  Tugas dan tanggung jawabnya antara lain sebagai berikut: 1. Senat fakultas merupakan badan mormatif dan perwakilan tertinggi di lingkungan fakultas yang memiliki wewenang dalam menjabarkankebijakan dan peraturan universitas untuk fakultas.

2. Dekan FKIP memimpin FKIP dibantu WD I (Wakil Dekan I bidang akademik), WD II (Wakil Dekan II bidang administrasi umum)

  Pusat Penelitian dan Pelayanan Kependidikan (P3 Kependidikan), bertugas membantu dan mengkoordinasi penelitian dan pelayananpendidikan kepada masyarakat luar dan membagikan berbagai tugas itu kepada dosen-dosen terkait. FKIP Universitas Sanata Dharma memiliki empat jurusan: IP (Ilmu Pendidikan), PBS ( Pendidikan Bahasa dan Seni), PIPS (PendidikanIlmu Pengetahuan Sosial), dan MIPA (Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam).

10. Dosen adalah tenaga pendidik yang diangkat dengan tugas mengajar, mengadakan penelitian dan melaksanakan pengabdian pada masyarakat

E. Nama-nama Rektor

    dalam menyediakan data guna kepentingan pemberian balas jasa dan penghargaan kepada tenaga-tenaga yang terlibat dalam pembimbinganPPL. Driyarkara (1955-1967) 2.

F. Jurusan dan Program Studi

FKIP mempunyai 5 jurusan dengan 10 program studi, 1 program studi non-gelar dan 1 kursus bahasa. 62    Tabel 4.1 Jurusan dan Program Studi JURUSAN PROGRAM STUDI STATUS Ilmu Pendidikan (IP)

1. Bimbingan dan Konseling (BK) Terakreditasi

  Pendidikan Bahasa Inggris Terakreditasi dan Seni (PB) (PBI) 4. Pendidikan Fisika (PFis) Terakreditasi Matematika dan Ilmu 9.

JURUSAN PROGRAM STUDI

Pendidikan Bahasa dan SeniEnglish Extension Course (PBS)

G. Peraturan Akademik

  Peraturan akademik ini mengacu pada peraturan akademik Universitas Sanata Dharma.   63   1.

pasal 6 mengemukakan bahwa:

  Satu satuan kredit untuk perkuliahan teori setara dengan 170 menit per minggu dalam satu semester yang dirinci sebagai berikut:1) Pertemuan terstruktur dan terjadwal dengan dosen selama 50 menit. 3) Kegiatan pembelajaran mandiri, yaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan mahasiswa atas prakarsa sendiri untuk mendalamipembelajaran selama 60 menit.

c. Satu satuan kredit untuk seminar atau kapita selekta diperhitungkan sama dengan 1 satuan kredit untuk kredit untuk pembelajaran teori

  Sistem kredit semesteradalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang menyatakan beban studi mahasiswa dan beban penyelenggaraan pendidikan dengan satuan kreditatas dasar satuan waktu semester yang setara dengan 16-19 minggu kerja. Satuan kredit Semester adalah takaran penghargaan untuk pengalaman belajar yang diperoleh melalui satu jam kegiatan terstruktur dan terjadwalyang diiringi tugas lain baik yang terstruktur maupun yang mandiri selama dua sampai empat jam per minggu dalam satu semester atau pengalamanbelajar lain yang setara.

2. Mata kuliah dan kegiatan kuliah

  Mata kuliah dibedakan menjadi 3 kelompok 1) Mata Kuliah Umum (MKU)2) Mata Kuliah Dasar Kependidikan (MKDK) 3) Mata Kuliah Keahlian (MKK) terdiri atas dua bagian:a) MKK 1 ( Keahlian Bidang Studi) b) MKK 2 (Keahlian PBM) b. Mata kuliah dibedakan antara mata kuliah wajib (MW), yang harus diambil oleh mahasiswa dan mata kuliah pilihan (MP), yang bolehdipilih oleh mahasiswa.

c. Satu tahun akademik terdiri atas semester gasal, semester genap, dan semester antara

  Kegiatan pendidikan per semester berlangsung dalam semester gasal atau genap, antara 16-19 minggu. Kegiatan pada semester antaraberlangsung ekuivalen dengan kegiatan 16-19 minggu.

e. Perkuliahan dibedakan menjadi perkuliahan teori, seminar praktik, laboraturium, dan praktik lapangan kerja, antara lain PPL dan KKN

  Mahasiswa wajib mengikuti sekurang-kurangnya 75% dari jumlah jam pertemuan. Yang tidak memenuhi 75% tidak diperbolehkan ikut ujianakhir.

3. Beban Studi Mahasiswa

  Kemampuan belajar mahasiswa ditentukan sesaui dengan tingkat keberhasilan belajarnya pada semester yang baru lalu, yang dinyatakandalam Indeks Prestasi Semester (IPS). Berikut disajikan tabel beban studi maksimal yang dapat ditempuh yang tertuang dalam buku peraturan akademik pasal19: Tabel 4.3 Indeks Prestasi Dengan Beban Studi Maksimal IPS Beban Studi Maksimal 25 SKS ≥ 3,002,50-2,99 22 SKS 2,00-2,49 20 SKS   67   1,50-1,99 17 SKS 1,00-1,49 14 SKS 12 SKS ≤1,00e.

i. Rencana studi mahasiswa dinyatakan sah apabila prind out terakhir KRS sudah di tandatangani oleh pembimbing akademik

H. Hak dan Kewajiban Mahasiswa

  Hak dan kewajiban mahasiswa termuat dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. Hak dan kewajiban mahasiswa diatur dalam statuta Universitas Sanata Dharma pasal56 ayat 3, 4, 5, dan 6.

1. Mahasiswa mempunyai hak:

  Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu sesuai dengan norma dan susila yangberlaku dalam lingkungan akademik. Pindah keperguruan tinggi yang lain, bilamana memenuhi persyaratan penerimaan mahasiswa pada perguruan tinggi atau program studi yang   69   hendak dimasuki, dan bilamana daya tampung perguruan tinggi dan program studi yang bersangkutan memungkinkan.j.

2. Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diatur oleh pimpinan masing-masing perguruan tinggi

  Setiap mahasiswa berkewajiban untuk: 1) Mematuhi semua aturan/ketentuan yang berlaku pada perguruantinggi yang bersangkutan.2) Ikut memelihara sarana dan prasarana serta kebersihan, ketertiban dan keamanan perguruan tinggi yang bersangkutan. 3) Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan kecuali bagi mahasiswa yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai denganperaturan yang berlaku.4) Menjaga kewibawaan dan nama baik perguruan tinggi yang bersangkutan.

b. Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diatur oleh pimpinan perguruan tinggi

    

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Deskripsi data dimaksudkan untuk menjelaskan gambaran mengenai

  20 – 47 Sangat Rendah3 3,7% Jumlah 81 100% Keterangan: Perhitungan dapat dilihat pada lampiran hal IVDari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas Sanata Dharmayang memiliki motivasi belajar dengan kategori sangat tinggi yaitu sebanyak 17 mahasiswa (21%), kategori tinggi 42 mahasiswa (51,9%),katagori cukup 15 mahasiswa (18,5%), kategori rendah 4 mahasiswa ( 4,9%), dan kategori sangat rendah 3 mahasiswa (3,7%). 20 – 47 Sangat Rendah2 2,5% Jumlah 81 100% Keterangan: Perhitungan dapat dilihat pada lampiran IVDari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas Sanata Dharmayang memiliki disiplin belajar dengan kategori sangat tinggi yaitu sebanyak 10 mahasiswa (12,3%), kategori tinggi 49 mahasiswa (60,5%),kategori cukup 16 mahasiswa (19,8%), kategori rendah 4 mahasiswa (4,9%), dan kategori sangat rendah 2 mahasiswa (2,5%).

B. Analisis Data

1. Uji Prasarat Analisis

a. Uji Normalitas

    Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah skor-skor sampel dapat masuk akal dianggap berasal dari suatu populasidistribusi teoritis. Dalam pengujian normalitas penelitian menggunakan Kolmogorov-Smirnov yang memusatkan perhatian padapenyimpangan (deviasi) terbesar.

b. Pengujian Hipotesis

  Pengujian hipotesis pertama, hipotesis kedua, dan hipotesis ketiga diuji denganmenggunakan analisis korelasi product moment yang dikerjakan dengan program SPSS versi 16.0. Hasil perhitungan diperoleh korelasi antaramasing-masing variabel penelitian yaitu motivasi belajar (X 1 ), disiplin belajar (X 2 ), dan lingkungan belajar (X 3 ) dengan variabel penelitianprestasi belajar mahasiswa (Y).

3 Y 81 -0,019 0,866 Tidak ada

hubungan Keterangan: lihat dilampiran III   77  

a. Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar

  Perumusan hipotesis H tidak ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi0:belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas SanataDharma. H a: ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajardengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma.

2. Menentukan koefisien korelasi antara motivasi belajar dengan prestasi belajar atau mencari nilai r nya

Berdasarkan tabel output SPSS versi 16.0 diketahui bahwa nilai r yaitu lebih kecil dari r atau -0,129 < 0,219 dan nilaihitung tabelprobabilitas sebesar 0,249 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 maka dapat ditarik kesimpulan tidak ada hubungan positifdan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009Universitas Sanata Dharma.    78   

b. Hubungan disiplin belajar dengan prestasi belajar

  Perumusan hipotesis H tidak ada hubungan positif dan signifikan antara disiplin belajar0:dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma. H a: ada hubungan positif dan signifikan antara disiplin belajardengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma.

2. Menentukan koefisien korelasi antara disiplin belajar dengan prestasi belajar atau mencari nilai r nya

Berdasarkan tabel output SPSS versi 16.0 diketahui bahwa nilai rhitung yaitu lebih kecil dari r tabel atau -0,057 < 0,219 dan nilaiprobabilitas sebesar 0,613 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 maka dapat ditarik kesimpulan tidak ada hubungan positifdan signifikan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009Universitas Sanata Dharma.   79   

c. Hubungan lingkungan belajar dengan prestasi belajar

  Perumusan hipotesis H0:tidak ada hubungan positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma. H a: ada hubungan positif dan signifikan antara lingkungan belajardengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma.

2. Menentukan koefisien korelasi antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar atau mencari nilai r nya

Berdasarkan tabel output SPSS versi 16.0 diketahui bahwa nilai rhitungyaitu lebih kecil dari rtabelatau -0,019 < 0,219 dan nilai probabilitas sebesar 0,866 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 maka dapat ditarik kesimpulan tidak ada hubungan positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasibelajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma. 80   

C. Pembahasan

1. Hubungan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar

  Hal ini tidak sejalan dengan hasilpenelitian Indrawati (2002) yang menyatakan bahwa hubungan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa dapat terjadi karena siswa yangmemiliki motivasi belajar akan merasa bersemangat dalam belajar sehingga apa yang dilakukan dirasa senang dan tidak ada paksaan. Peneliti menambahkan indikator agar instrumen dapat lebih berkembang dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, yaitu jumlahwaktu yang disediakan untuk belajar, kerelaan meninggalkan kewajiban    82    atau tugas yang lain untuk belajar, dan ulet menghadapi kesulitan (tidak cepat lekas putus asa).

2. Hubungan Disiplin Belajar dengan Prestasi Belajar

  Hasil penelitian ini mengatakan disiplin belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 tergolong tinggi, halini sejalan dengan prestasi belajar yang tergolong baik maka dapat disimpulkan bahwa disiplin belajar yang baik seharusnya dapatmenentukan tinggi rendahnya prestasi belajar mahasiswa. Alasan yang menyebabkan tidak ada hubungan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa karena peneliti menduga bahwainstumen penelitian ini perlu dikembangkan lagi agar indikator dalam instrumen lebih berkembang dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

3. Hubungan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar

  Hal ini tidak sejalan denganhasil penelitian Indrawati (2002) yang menyatakan bahwa mahasiswa yang tinggal di lingkungan belajar yang mendukung akan cenderungmempunyai prestasi belajar yang tinggi begitu juga sebaliknya mahasiswa yang tinggal di lingkungan belajar yang kurang mendukung, maka akancenderung memiliki prestasi belajar yang rendah. Tetapi pada kenyataannya penelitian ini diketahui tidak ada hubungan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa, dalamhal ini peneliti menduga bahwa kecenderungan indikator dalam istrumen masih kurang, dan perlu ditambah agar instrumen dalam penelitian inimenjadi lebih baik dan menghasilkan sesuai yang diharapkan, yaitu penguasaan diri terhadap hal-hal yang mendukung atau menghambatkegiatan belajar dan dukungan dan dorongan orang tua.

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan di bab sebelumnya

  hubungan antara motivasi belajar, disiplin belajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa angkatan 2009 Program Studi PendidikanAkuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, maka dapat ditarik kesimpulan: 1. Dari hasil analisis data diketahui nilai r hitung yaitu lebih kecil darir atau -0,129 < 0,219 dan nilai probabilitas sebesar 0,249 lebih besartabeldari 0,05 yang menunjukkan tidak ada hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar.

2. Tidak ada hubungan positif antara disiplin belajar dengan prestasi belajar

  Dari hasil analisis data diketahui nilai r hitung yaitu lebih kecil darir tabel atau -0,019 < 0,219 dan nilai probabilitas sebesar 0,866 lebih besar 87   88    dari 0,05 yang menunjukkan tidak ada hubungan lingkungan belajar dengan prestasi belajar. Bagi Orang Tua Sebaiknya orang tua dalam menyediakan fasilitas belajar yangdapat menunjang peningkatan prestasi belajar yang optimal bagi putra- putrinya serta selalu memberikan dorongan dan semangat bagi putra-putrinya sehingga mahasiswa akan lebih giat lagi dalam belajar.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara motivasi belajar, keaktifan belajar dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa. Studi kasus mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2015 Universitas Sanata Dharma.
0
0
124
Hubungan antara motivasi belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar studi kasus pada mahasiswa TA 2014 Program Studi Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma.
0
1
148
Hubungan antara lingkungan belajar mahasiswa, motivasi belajar, dan disiplin belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus pada mahasiswa angkatan 2009, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universi
0
0
144
Hubungan antara motivasi belajar, keaktifan belajar dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa. Studi kasus mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2015 Universitas Sanata Dharma
0
0
122
Hubungan antara kinerja dosen, ketersediaan fasilitas belajar serta motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
1
1
170
Hubungan antara motivasi belajar dan status sosial ekonomi keluarga dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 2009.
0
0
125
Hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi : studi kasus : mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma.
0
0
114
Hubungan antara persepsi mahasiswa tentang metode mengajar dosen, intensitas belajar, sarana belajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma.
0
0
229
Hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma.
0
0
135
Pengaruh motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa FKIP program studi Pendidikan Akuntansi tahun ajaran 2002-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
6
142
Hubungan antara lingkungan belajar mahasiswa, motivasi belajar, dan disiplin belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa
0
0
142
Pengaruh motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa FKIP program studi Pendidikan Akuntansi tahun ajaran 2002-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
1
139
Hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
133
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR, DISIPLIN BELAJAR, DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA
0
0
160
Hubungan antara motivasi belajar, disiplin belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
143
Show more