Analisis laporan arus KAS (studi kasus di Koperasi Kredit CU Lantang Tipo tahun 2014 2016)

Gratis

8
78
143
2 years ago
Preview
Full text

LEMBAR PERSEMBAHAN

  Ingatlah akan TUHAN dalam segala perbuatanmu,dan Dia akan menunjukkan carahidup yang baik kepadamu. Jangan anggap dirimu lebih bijaksana daripada yang sebenarnya,Taatlah kepada TUHAN dan jauhilah kejahatan.

AMSAL 3:5-7

  Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis horisontal dan analisis rasio arus kas yang terdiri dari rasio arus kas operasi (AKO), rasio total hutang(TH), rasio pengeluaran modal (PM), rasio cakupan arus dana (CAD), rasio cakupan kas terhadap bunga (CKB), rasio cakupan kas terhadap hutang lancar(CKHL), dan rasio kecukupan arus kas (KAK). Kinerja keuangan Koperasi Kredit CU Lantang Tipo berdasarkan laporan arus kas tahun2014-2016 kurang baik karena koperasi tidak mampu membayar kewajiban lancar dan total hutangnya melalui arus kas operasi, kesulitan membiayai pengeluaranmodalnya melalui arus kas operasi, memiliki kemampuan yang rendah dalam membayar komitmen-komitmennya, serta kurang mampu menyediakan kas untukmemenuhi kewajibannya.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan koperasi saat ini bukan hanya di pedesaan saja

  Setiap koperasi Laporan arus kas bermanfaat untuk mengevaluasi perubahan aktiva bersih, struktur keuangan, sebagai indikator jumlah arus kas dimasa yang akandatang, untuk menilai kecermatan atas taksiran arus kas yang telah dibuat sebelumnya, serta untuk menilai kemampuan koperasi dalammenghasilkan kas dan setara kas. Analisis laporan arus kas bermanfaat untuk mengukur efektivitas kinerja arus kas dan untuk mengetahui perkembangan arus kas bersih koperasi.

B. Rumusan Masalah 1

  Ada delapan (8) rasio yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan berdasarkan laporan arus kas yaitu rasio arus kas operasi (AKO), rasiototal hutang (TH), rasio pengeluaran modal (PM), rasio cakupan arus dana(CAD), rasio cakupan kas terhadap bunga (CKB), rasio cakupan kas terhadap hutang lancar (CKHL), rasio kecukupan arus kas (KAK), danrasio arus kas bersih bebas (AKBB). Rasio yang digunakan terdiri rasio arus kas operasi (AKO),rasio total hutang (TH), rasio pengeluaran modal (PM), rasio cakupan arus dana (CAD), rasio cakupan kas terhadap bunga (CKB), rasio cakupan kasterhadap hutang lancar (CKHL), dan rasio kecukupan arus kas (KAK).

E. Manfaat Penelitian

  Dari hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Bagi KoperasiHasil penelitian ini kiranya dapat membantu koperasi untuk menilai kinerja mereka.

2. Bagi Universitas Sanata Dharma

  Hasil penelitian ini kiranya dapat menambah koleksi karya ilmiah diperpustakaan Universitas Sanata Dharma khususnya bagi FakultasEkonomi. Bagi PenelitiHasil penelitian ini merupakan penerapan teori-teori yang diperoleh selama mengikuti kuliah pada kasus nyata yang dihadapi suatukoperasi kredit yang menjadi objek penelitian.

F. Sistematika Penulisan

  Sistematika penulisan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran penelitian yang lebih jelas dan sistematis sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian,manfaat penelitian dan sistematika penulisan. BAB II : KAJIAN PUSTAKA Bab ini berisikan uraian teori-teori yang mendasari pembahasan secara detail dan dipergunakan sebagai dasaruntuk menganalisis data-data yang diperoleh dari koperasi yaitu tentang laporan keuangan, laporan arus kas, kinerjakeuangan, koperasi, dan Credit Union.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Menurut Munawir (2010: 6), dalam Prinsip- prinsip Akuntansi Indonesia (Ikatan Akuntan Indonesia, Jakarta 1974) dikatakan bahwa

  Sifat Laporan KeuanganMenurut Munawir (2010), laporan keuangan adalah bersifat historis serta menyeluruh dan sebagai suatu progress reportlaporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara:1) Fakta yang telah dicatat ( record fact ).2) Prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi ( accounting convention and postulate ). Menurut Hery (2015: 203), “Laporan arus kas digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi kegiatanoperasional yang telah berlangsung dan merencanakan aktivitas investasi dan pembiayaan dimasa yang akan datang”.

B. Laporan Arus Kas 1

  Menurut Prastowo dan Juliaty (2002: 29- 30), “Setara kas ( cash equivalent ) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi ri siko perubahan nilai yang signifikan”. Pengertian Laporan Arus KasMenurut Harahap (2007: 93), “Laporan arus kas memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas darisuatu perusahaan pada suatu periode tertentu dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan pada kegiatan operasi,investasi, dan pendanaan ”.

2) Penerimaan kas dari royalti, fees, komisi, dan pendapatan lain

  Contoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah: 1) Pembayaran kas untuk memperoleh aset tetap (termasuk aset tetap yang dibangun sendiri), aset tidak berwujud,dan aset jangka panjang lainnya.2) Penerimaan kas dari penjualan aset tetap, aset tidak berwujud, dan aset jangka panjang lainnya. 3) Pembayaran kas untuk perolehan efek ekuitas atau efek utang entitas lain dan bunga dalam joint venture (selainpembayaran untuk efek yang diklasifikasikan sebagai kas atau setara kas atau dimiliki untuk diperdagangkan).

2) Pemberian pinjaman dan penerimaan pelunasan pinjaman

  2) Tahap 2: Aktivitas Investasi dan PendanaanMenganalisis perubahan dalam akun-akun aset tak lancar dan kewajiban jangka panjang, serta mencatat aktivitasinvestasi dan pendanaan atau sebagai transaksi non-kas 3) Tahap 3: Perubahan Bersih dalam KasBandingkan perubahan bersih dalam kas yang tercantum dalam laporan arus kas dengan perubahan dalam akun kasyang dilaporkan dalam neraca komparatif untuk memastikan kesesuaian antara keduanya. T Rasio CAD = 5) Rasio Cakupan Kas Terhadap Bunga (CKB)Menurut Darsono dan Ashari (2005: 91), rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam Rasio yang tinggi menunjukkan bahwa arus kas operasi perusahaan memiliki kemampuan yang baik untuk menutupbiaya bunga, sehingga kemungkinan perusahaan untuk tidak mampu membayar bunga menjadi sangat kecil (Heri, 2015:125).

KINERJA KEUANGAN

  Penerapan metode perhitungan di sini adalah disesuaikan dengan kondisi dan permasalahan yang sedang di lakukan sehingga hasildari perhitungan tersebut akan memberikan suatu kesimpulan sesuai dengan analisis yang diinginkan. Pada tahap ini setelah ditemukan berbagai permasalahan yang dihadapi maka dicarikan solusi guna memberikan suatu input ataumasukan agar apa yang menjadi kendala dan hambatan selama ini dapat terselesaikan.

D. KOPERASI

  Pengertian KoperasiWirasasmita, Kusno, dan Herlinawati (1990) berpendapat bahwa secara harfiah koperasi yang berasal dari bahasa Inggris Cooperation terdiri dari dua suku kata: co (ko) yang berarti bersama, operation (operasi) = bekerja. Peranan dan Tugas Koperasi Wirasasmita, Kusno, dan Herlinawati (1990) berpendapat bahwa peran dan tugas koperasi adalah sebagai berikut: 1) Mempersatukan, mengerahkan, membina dan mengembangkan potensi, daya kreasi, daya usaha rakyat untuk meningkatkanproduksi dan mewujudkan tercapainya pendapatan yang adil dan kemakmuran yang merata.

2) Mempertinggi taraf hidup dan tingkat kecerdasan rakyat

  Landasan yang demikian diwujudkan pada sifat manajemen koperasi yang bersifatdemokrasi yaitu:1) Kekuasaan Tertinggi Kebijaksanaan dan keputusan-keputusan yang akan dilaksanakan di dalam suatu koperasi ditentukan dalam forumrapat anggota berdasarkan hikmah kebijaksanaan permusyawaratan, setiap orang dengan tidak memandang umur,besarnya simpanan di dalam koperasi serta golongan mempunyai hak suara yang sama yaitu satu orang satu haksuara. 2) Pengurus dan Badan PemeriksaPengurus dan badan pemeriksa adalah anggota yang dikuasakan oleh anggota untuk menggunakan kekayaan anggotayang telah dikumpulkan guna menjalankan usaha bersama.

2) Tujuan perkembangan kepribadian anggota

  Menurut Credit Union Counselling Office (1973), untuk membentuk suatu Credit Union haruslah ada:a) Kebutuhan akan Credit Union yang dirasakan oleh kelompok orang yang juga bertekad untuk menolong diri sendiri denganusaha bersama. d) Orang yang mampu menjadi pemimpin dan rela untuk mengabdikan diri, baik waktu maupun tenaganya, agar Credit Union tersebut bisa sukses.

F. CREDIT UNION DAN KOPERASI

  Coraknya adalah perkoperasian, karena suatu perusahaan yang dibentuk oleh anggota secara sukarela dengan modalmereka sendiri, dengan pengurus yang dipilih oleh anggota sendiri, dengan hak dan kewajiban anggota yang sama. Menurut (1973), Credit Union Counselling Office Credit Union khusus bergerak dibidang keuangan, yaitu simpan dan pinjam yang dilakukan dengan cara praktis, menarik serta menguntungkan.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Menurut Depdikbud (1983: 11) dalam Zuriah (2005: 48), studi kasus adalah

B. Tempat dan Waktu Penelitian 1

  penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif mengenai unit sosial tertentu, yang meliputi individu, kelompok, lembaga, danmasyarakat. Kesimpulan yang ditarik dari analisis ini hanya berlaku bagi individu, kelompok, lembaga dan masyarakat yang bersangkutan.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian ini adalah dari bulan Desember 2016 sampai bulan Februari 2017.

C. Subjek dan Objek Penelitian 1

  Data sekunder adalah data yang bersumber dari catatan yang ada pada perusahaan dan dari sumber lainnya yaitu dengan mengadakan studikepustakaan dengan mempelajari buku-buku yang ada hubungannya dengan objek penelitian atau dapat dilakukan dengan menggunakan datadari Biro Pusat Statistik (BPS) (Sunyoto 2013: 21). Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang berupa neraca, laporan laba-rugi (sisa hasil usaha), laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan, sejarah, dan gambaran umum Koperasi Kredit CULantang Tipo yang terdokumentasi dari kantor pusat.

F. Populasi dan Sampel

  PopulasiPopulasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yangditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 1999). Sampel yangdigunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan KoperasiKredit CU Lantang Tipo tahun 2014-2016 yang terdiri dari neraca, laporan laba-rugi (sisa hasil usaha), dan laporan arus kas.

G. Model Penelitian

Gambar 3.1 : Model Penelitian Analisis Laporan Arus Kas Arus Kas 1)Aktivitas Operasi 2) Aktivitas Investasi 3) Aktivitas PendanaanAnalisis Laporan Arus Kas: 1) Analisis Horisontal 2) Rasio Arus Kas Operasi (AKO) 3)Rasio Total Hutang (TH) 4)Rasio Pengeluaran Modal (PM) 5) Rasio Cakupan Arus Dana (CAD) 6) Rasio Cakupan Kas Terhadap Bunga (CKB)7) Rasio Cakupan Kas Terhadap Hutang Lancar (CKHL)8) Rasio Kecukupan Arus Kas (KAK)Perkembangan dan Kinerja Keuangan Dari hasil analisis laporan arus kas menggunakan analisis horisontal dan rasio arus kas tersebut kemudian dapat ditarik kesimpulanmengenai perkembangan arus kas bersih dan kinerja keuangan.

H. Teknik Analisis Data

  Analisis horisontal atau disebut jugaanalisis trend adalah suatu teknik untuk mengevaluasi serangkaian data dari laporan keuangan selama suatu periode waktu tertentu (Jusup 2011:483). Analisis laporan arus kas ini menggunakan komponen yang terdapat dalam neraca, laporan laba-rugi (sisa hasil usaha), dan laporan arus kassebagai alat analisis rasio.

1. Analisis horisontal terhadap laporan arus kas Koperasi Kredit CU

  Metode analisis horisontal terhadap laporan aruskas Koperasi Kredit CU Lantang Tipo dilakukan untuk mengetahui perkembangan arus kas bersih periode 2014-2016 dan untukmemperoleh informasi yang relevan tentang keseluruhan penerimaan dan pengeluaran kas, hubungan pos-pos arus kas yangsignifikan. Rasio ini diperoleh Rasio yang tinggi menunjukkan bahwa arus kas operasi perusahaan memiliki kemampuan yang baik untuk menutup biayabunga, sehingga kemungkinan perusahaan untuk tidak mampu membayar bunga menjadi sangat kecil (Heri, 2015: 125).

B. SEJARAH SINGKAT

  Berdirinya CU Lantang Tipo berawal dari toko bersama yang dibentuk oleh guru-guru yang mengabdi pada persekolahan Katolik ParokiPusat Damai (saat ini menjadi Badan Karya). Union Dalam upaya mendekatkan pelayanan kepada anggota dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi anggota 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

1. VISI Koperasi Kredit CU Lantang Tipo Tahun 2020:

  Koperasi Kredit CU Lantang Tipo berkomitmen menjadi Credit Union yang sehat dan terpercaya. MISI Koperasi Kredit CU Lantang Tipo Tahun 2020:Meningkatkan kesejahteraan anggota dengan menyediakan produk dan layanan simpan pinjam berdasarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Credit Union .

D. Credit Union Nilai-Nilai, Prinsip-Prinsip dan Pilar

  Nilai-nilai Credit Union :Menolong diri sendiri, bertanggungjawab kepada diri sendiri, demokrasi, swadaya, solidaritas, kesetaraan, keadilan. : Prinsip-prinsip Credit Union Keanggotaan sukarela dan terbuka, pemgawasan demokratis, tidak diskriminatif, distribusi kepada anggota, membangun stabilitas 3.

E. MACAM-MACAM SIMPANAN 1. Simpanan pokok dan simpanan wajib

  WisataSimpanan khusus yang dapat dimanfaatkan untuk biaya transport, akomodasi, konsumsi, uang saku dan administrasi lainnya yangberkaitan dengan kegiatan wisata baik di dalam maupun di luar negeri. Automatic Teller Machine ( ATM )Kartu langsung diberikan kepada anggota yang sudah memiliki ATM atau membuka rekening Tabing baru di kantor Koperasi Kredit CU Lantang Tipo yang sudah memiliki fasilitas ATM .

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data Analisis data atas laporan arus kas Koperasi Kredit CU Lantang Tipo dilakukan dengan menggunakan analisis komparatif berupa metode

  Analisis horisontal atas laporan keuangan arus kas Koperasi Kredit CULantang Tipo dilakukan dengan cara membandingkan arus kas tahun 2014 dengan tahun 2013 sebagai tahun dasar, tahun 2015 dengan Arus Kas dari Aktivitas Operasi Aktivitas operasi meliputi pengaruh kas dari transaksi- transaksi yang menimbulkan pendapatan dan beban. 3) Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa4) Pembayaran kas kepada dan atas nama karyawan 5) Pembayaran kas atau restitusi pajak penghasilan kecuali jika dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dariaktivitas pendanaan dan investasi.6) Penerimaan dan pembayaran kas dari investasi, pinjaman, AKO tahun 2014 = AKO −AKO AKO = .

AKO AKO

  Arus Kas dari Aktivitas InvestasiMenurut International Federation of Accountants dalam SAK-ETAP (2013: 24), arus kas dari investasi mencerminkan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuanuntuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. Contoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah: 1) Pembayaran kas untuk memperoleh aset tetap (termasuk aset tetap yang dibangun sendiri), aset tidak berwujud,dan aset jangka panjang lainnya.2) Penerimaan kas dari penjualan aset tetap, aset tidak berwujud, dan aset jangka panjang lainnya.

4) Pelunasan pinjaman

  5) Pembayaran kas oleh lessee untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa pembiayaan. = - 0,31794= - 0,31794 x 100%= - 31,8% Rumus perubahan sejak tahun dasar =T − T T − AKP tahun 2015 = .

AK AK

  Analisis rasio arus kas yang akan dibahas meliputi rasio arus kas operasi (AKO), rasio total hutang (TH), rasio pengeluaran modal(PM), rasio cakupan arus dana (CAD), rasio cakupan kas terhadap bunga (CKB), rasio cakupan kas terhadap hutang lancar (CKHL), danrasio kecukupan arus kas (KAK). Analisis laporan arus kas Koperasi Kredit CU Lantang Tipo tahun2014, 2015, dan 2016 tersebut jika ditinjau dari analisis rasio arus kas adalah sebagai berikut: Menurut Darsono dan Ashari (2005: 91), “Rasio arus kas operasi menghitung kemampuan arus kas operasi dalam membayar kewajiban lancar” Rasio ini diperoleh dengan membagi arus kas operasi dengan kewajiban lancar.

1) Tahun 2014 rasio total hutang menunjukkan rasio sebesar 0,04583

  2) Tahun 2015 rasio sebesar 0,23 menunjukkan bahwa kemampuan arus kas operasi dalam membayar hutang lancar tahun 2015sebesar 0,23 kali.3) Tahun 2016 rasio sebesar 0,04 menunjukkan bahwa kemampuan arus kas operasi dalam membayar hutang lancar tahun 2016sebesar 0,04 kali. Lembaga pemberi kredit sering menggunakan rasio kecukupan arus kas untuk mengevaluasi sejauh mana satu perusahaan dapatmenutupi pembayaran tahunan seperti hutang pengeluaran untuk barang modal dan dividen dari arus kas operasi.

B. Pembahasan Hasil Analisis 1. Perkembangan Arus Kas Koperasi Kredit CU Lantang Tipo

  Rasio Total HutangRasio total hutang pada tahun 2014 adalah sebesar 0,04583 yang berarti total hutang koperasi yang dijamin dengan arus kasoperasi bersih adalah 4,58% sedangkan untuk tahun 2015 mengalami kenaikan sebesar 0,44% menjadi 0,05019 karena arus kas operasicukup tinggi yang berarti arus kas operasi mampu menjamin total hutang koperasi sebesar 5,02%. Dari hasil perhitungan rasio tersebut dapat dilihat bahwa kinerja keuangan koperasi memiliki kemampuan yang rendah dalammembayar total hutangnya melalui arus kas operasi bersih koperasi yang dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio yang berada dibawah100%, sehingga koperasi harus memiliki sumber arus kas lain selain arus kas normal koperasi untuk menutupi total hutangnya.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data yang telah di peroleh dari Koperasi Kredit CU Lantang Tipo maka peneliti menyimpulkan bahwa: CU

  Kenaikan arus kas operasipada tahun 2015 menunjukkan bahwa koperasi masih dalam kondisi baik dalam menghasilkan kas untuk menjalankan aktivitas operasi,sedangkan penurunan pada tahun 2016 disebabkan kenaikan pada piutang, titipan anggota, dan beban yang masih harus dibayar. Perkembangan arus kas keluar untuk aktivitas investasi pada tahun2014-2016 mengalami kenaikan, hal ini disebabkan karena penambahan properti investasi, penambahan aset lain-lain,penambahan penyertaan dan pembelian aset tetap.

B. Saran

  CU Lantang Tipo harus meningkatkan arus kas dari Koperasi Kredit aktivitas operasi dengan cara melakukan penyaluran kredit secara maksimal sehingga memperoleh jasa pinjaman anggota dan melakukanpembayaran jasa simpanan agar kewajiban terpenuhi. Untuk penelitian selanjutnya, dalam menentukan akun-akun dalam laporan keuangan koperasi yang digunakan pada rasio arus kas harusditanyakan langsung ke bagian keuangannya agar sesuai dengan rasio arus kas yang digunakan dalam penelitian.

Dokumen baru