Tingkat kemampuan mengelola rasa marah : studi deskriptif siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013-2014 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial - USD Repository

Gratis

0
0
93
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TINGKAT KEMAMPUAN MENGELOLA RASA MARAH (Studi Deskriptif Siswa Kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat Tahun Ajaran 2013-2014 dan Implikasinya Terhadap Usulan Topik-Topik Bimbingan Pribadi Sosial) Skripsi : Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Disusun oleh Galih Herwin Prasetyo 091114046 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRI PSI TI NCKAT KEMAMPI I AN pEI ENGt t LOLA RASA PI ARAH p● Si SWal Kel as VI I ● t ul i ‐ Desm I SMP Pmgudi ml l =Bayat Tt t l l n斑 鋼 呻 201, . 響 14 ‐通1轟 込鳳‐感獄欝雛轟 1. 轟 s轟轟 = Tangga1 21 J ul i 2014

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI St t PSI TI NGKAT臨 晦 PUAN割 隧NGELOLA t t MARA菫 VI l 蓼 議轟 聯犠 諸 警 護f SおW鍵 軸 SMPP凛 轟 夢 機 L職 1融 F Bayat Tt t un種 奪撃 n鋼慇I 多20礎 4 l l t t p二 趣露si 】 1画 F』 ヒ ( 1=こ 軍 Tor ≧ 議轟 》 覇s撃 塾離 To鉾 募 T舎 感燈蓼勘轟競緊饗睦 P頑 機 ct t St t si a琴 襲 p奪磐1彎 1鞭 轟 曇職 墨 ol 轟 : G轟 : h藍 領7轟 Pr 餞 鍾yo 鬱 111黎 6 Kじ 1馨 i l Sc員 ぜl t i l l ・ : = )t凛 A■ 懸怒て : へngst ) 1ょ :: Ai l 悪 暮t ) i t i i:i : , S, Pd. =S, Psi . 、 重] : . 、 ヽ1. A. Yogvt t a貢 婁. 24∫ F量 嚢1盤墨K響 : I: [ヱ 雛 軸 014 菫難彗PCndi di 轟 Uni vct t i ‡ 鶴 Sat t at t Dh轟 熙 尋 牙 ξ諄

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Dengan rasa syukur Skripsi ini saya persembahkan kepada: Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria Bapak L Heru P dan Ibu E Windari A Galuh Retno R Emilia Wahyuningtyas Teman-teman terkasih Wiratama Rahman Nupik Wahyu Widagdo Dedy Setiawan Aldian Putranto Vitali Rica Vernando Dan semua teman BK 2009 iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEt t I _I AN KARYA Saya meni t t akan dengan sesul l gguhnya bahwa st t psi yal l g saya t ul i s i ni ぎ攣8k t t cl l i ut t ka森′a t t au ba彗 鑢 kar ya or amg l t t n, kc( 魁 al i yang st l d巌1幾 s( 海 ut k紬 撃al t t i 菫 註ut t pt t l dar t dai ar pt t st aka, scbaga: 1■ a織 ュ: avaknva kt t v表 : hi t t h. Yogy量 婁重≒ 24J じ l i 2攀 14 rf)-.r.-a*rrn t(rJ!rtu

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEI I BAR FERNYATAAN t t Et t ETUJ UAN PUBLI KASI KARYA ■ 卜l I At t UNTUK三塁PEt t Tt t SAA AKA参 三Ⅳ菫IS イ ヽang bet t al l da t at t gan di bt t i nl ) saya菫 盪hasi s、 va l ゴ ni vcr si t 径 3 Nt t ma : Gal i h HcAvi n Pr aset ン Nё t t l or Manasi s、 va : 参 9111■ Sanat a Dhal i l l ai 046 Dcmi pcngembansan i l mu penget t t huan, sava t t embc■ k43n kepada peFust akaan l _i ni ver si t asSat t at aDhar l I I l akat t ai i t t i al l denganj udul i TI NGKAT K£ l I A} I t t AN MENGELOLA RASA卜 l ARA亜 l■ ( St ■ di Dosi ci pt i f Si swa Kel as VI I S卜 I P Pal l gt t di Ll l hur Bayat TaLЦ l l Aj ar an 2013- 2014 dal t i mpi l kasi l l ya l` er hadaP usLEi t t l Top脇 鰤ToPt t i Bi 爵 l bi l l gat t Pr i badi Sosi a琴 Besena pcr 狙 ま at yt t g di p凄 i 畿 雛 ( bi l a轟 a) . Dengt t d〈 瀬 i ki t r l , saya ncl l l ber i k鍛 kcPada per pl _l st akaan l i ni vct t si t as Sanat a Dhma l l ak unt uk mcnyi mpani nl el i gal i hkan dal al l l bcnt uk l nedi a l ai n, mcngci ol anya dt t al ■ dat a, I l l cndi si 亘 busi kan ュlcdi a l ai n unt uk k● bent uk pal l l gKal an sccご a t ( I bat as, t i t t i l l cl l l pt bl i t asi kan di i ni ct t ct at au pent i l 13■ 注 証kat l enl i s t a■ pa t t c■ l i nt a : zi n da彙 1■ こupun Π2=童 l bCr i kニ ュf oyt t i t y ker ada Saya sel at t a t et 33豊 舎ncant ut t kal l i at t a st t Fa st t bagt t i r ent t l i 3_ Del l l i ki an pcr nyat aan i ni saya buat dengan scbcnal nya Di buat di Yogyakat t a Pi da t ant t ga1 24」 毬量■014 1 ■ i 13 1η cnyat akan

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Tingkat Kemampuan Mengelola Rasa Marah (Studi Deskriptif Siswa Kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat Tahun Ajaran 2013-2014 dan Implikasinya Terhadap Usulan Topik-Topik Bimbingan Pribadi Sosial). Program Studi Bimbingan dan Konseling, jurusan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan mengelola rasa marah pada siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat Klaten tahun ajaran 2013-2014 pada bulan Mei 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang disusun sendiri oleh penulis. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah siswa memiliki tingkat kemampuan mengelola marah yang beragam, dari yang sangat tinggi hingga yang sangat rendah. Untuk penggolongan tingkat kemampuan mengelola rasa marah secara keseluruhan prosentase yang didapatkan dari 83 siswa, terdapat 1 siswa yang mampu mengelola rasa marahnya dengan sangat tinggi atau juka diprosentasekan mendapat 16,867%dari 100%. 25 siswa yang mampu mengelola rasa marah dengan tingkat tinggi, atau juka diprosentasekan mendapat 30,12% dari 100%. 35 siswa mampu mengelola rasa marah dengan tingkat sedang, atau jika diprosentasekan mendapat 42,169% dari 100%. 8 siswa yang mampu mengelola rasa marah dengan tingkat rendah, atau jika diprosentasekan mendapat 9,639% dari 100%. 14 siswa yang mampu mengelola rasa marah dengan tingkat sangat rendah, atau jika diprosentasekan mendapat 16,867% dari 100%. Pendampingan kepada siswa akan sangat membantu siswa memahami, dan mengetahui cara yang tepat untuk menjadi lebih baik. Kata kunci: Kemampuan Mengelola Rasa Marah, Marah, Anger Management. vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Ability level Managing Anger (Descriptive Study Student Class VII Pangudi Luhur Bayat School Year 2013-2014 and its Implications Against Proposed Guidance Topics Personal Social). Guidance and Counseling Studies Program, the Department of Education, University of Sanata Dharma. This aims of this study is determine the level of anger management skills in students. The subjects were students of class VII Pangudi Luhur Bayat Klaten 2013-2014 school year in May 2014. The method used in this study is descriptive quantitative method. Research instrument used was a questionnaire compiled by the author. The results of the research conducted is students have the ability to manage the level of anger that range from very high to very low. For the classification level of anger management skills gained overall percentage of 83 students, there is one student who is able to manage his anger with very high or if it’s percentage got 16,867% from 100%. 25 students who are able to manage anger with a high level, or if it’s percentage got 30.12% from 100%. 35 students were able to manage anger with moderate levels, or if it’s percentage got 42,169% from 100%. 8 students who are able to manage anger with low-level, or if it’s percentage got 9.639% from 100%. 14 students who are able to manage anger with a very low level, or if it’s percentage got 16,867% from 100%. Assistance to students will greatly help students understand, and know the right way to become better. Keywords: Ability Managing Anger, Anger, Anger Management. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat kuasa Roh Kudus kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Proses penyusunan skripsi yang telah penulis lalui, penulis mendapat bantuan, dukungan, motivasi dan arahan dari berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Gendon Barus, M.Si. selaku Kaprodi Bimbingan dan Konseling juga selaku dosen pembimbing yang dengan sabar dan setia mendampingi penulis dalam menyusun skripsi dengan berkorban waktu, tenaga, pikiran dari awal penyusunan sampai terselesaikannya skripsi ini. 2. Dosen penguji yang telah memberikan masukan kepada penulis, sehingga penulis mendapat banyak pengetahuan dalam mempertanggungjawabkan serta menyelesaikan skripsi ini. 3. Segenap dosen dan karyawan FKIP, khususnya prodi Bimbingan dan Konseling yang telah membimbing dan menemani penulis selama menempuh studi di prodi Bimbingan dan Konseling. 4. Bapak Fx. Heru Cahyono sebagai kepala SMP Pangudi Luhur Bayat Klaten yang telah mengizinkan penulis melakukan penelitian di SMP Pangudi Luhur Bayat Klaten. 5. Siswa-siswi kelas VII A,B,dan C SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013-2014 yang telah bersedia membantu penulis mengisi angket kuesioner dalam melakukan penelitian di SMP Pangudi Luhur Bayat. 6. Bapak L. Heru Prawoto, Ibu E. Windari, dan adik A. Galuh Retno R atas segala doa, motivasi, serta semangat cinta kasih yang telah dibrikan hingga akhirnya penulis menyelesaikan 7. Emilia Wahyuningtyas, yang selalu setia menemani penulis dalam berproses, memberi bantuan ketika penulis mengalami kesulitan, memberi ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI scr l l angat dan moこ i vasi bagi pel l ul i s di t t t pct t ui i s l ■ ■l ai put us asみ mcmt t r i kcbahagi 距 戯 sct t l ah Pe■ 避i s 3. Tenl an― t eman 3振 bi ngan t t c■ vCi CSt t kt t st t psi i ni . dal ■ l ( onsel i ng angkat an 2009, Pcnul i s ber t t t p somoga sk鷲 psi i ni dap轟 bay yt t g membaca d雛 dan 必 藤 曇 g唾 よ 曇 難 e壼 1も 領 童 an『議 難 ぬ 薦 Sebat t acut t u雛 避k pct t di 重 sci そ 町ュ i ut nva. ■「o3yaka糞 み 24 J ul i t Oi 4

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ……………………………………………………... i HALAMAN PERSETUJUAN …………………………………………… ii HALAMAN PENGESAHAN ……………………………………………. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ………………………………………….. iv HALAMAN PERNYATAAN ……………………………………………. v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN …………………………… vi ABSTRAK ………………………………………………………………... vii ABSTRAK ………………………………………………………………... viii KATA PENGANTAR ……………………………………………………. ix DAFTAR ISI ……………………………………………………………… xi DAFTAR TABEL ………………………………………………………… xiii DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………………… xiv BAB I : PENDAHULUAN ……………………………………………….. 1 A. Latar Belakang Masalah …………………………………………... 1 B. Rumusan Masalah …………………………………………...……. 4 C. Tujuan Penelitian ………………………………………………….. 4 D. Manfaat Penelitian ………………………………………………… 5 1. Manfaat Teoritis ……………………………………………… 5 2. Manfaat Praktis ………………………………………………. 5 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA …………………………………………. 8 A. Marah ……………………………………………………………… 8 1. Pengertian Marah …………………………………………….. 8 2. Ciri-ciri Marah ……………………………………………….. 10 3. Aspek Marah …………………………………………………. 11 4. Faktor-faktor Marah ………………………………………….. 13 B. Pengertian Kemampuan Mengelola Marah ……………………… 13 1. Pengertian Mengelola Marah ………………………………… 13 2. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam mengelola rasa marah.. 14 3. Aspek-aspek orang yang mampu mengelola rasa marah …….. 18 4. Teknik Pengelolaan Rasa Marah …………………………….. 21 5. Perbedaan kecerdasan emosional antara pria dan wanita …… 24 C. Remaja …………………………………………………………… 26 1. Pengertian remaja ……………………………………………. 26 2. Ciri-ciri remaja ………………………………………………. 27 3. Tugas perkembangan remaja ………………………………… 28 D. Konsep Dasar Bimbingan Pribadi-Sosial ………………………… 29 1. Pengertian Bimbingan ……………………………………….. 29 2. Pengertian Bimbingan Pribadi-Sosial ……………………….. 30 E. Hipotesis …………………………………………………………. 30 BAB III. METODE PENELITIAN ………………………………………. 31 A. Jenis Penelitian …………………………………………………... 31 B. Subjek Penelitian ……………………………………………….... 31 C. Instrument Penelitian …………………………………………..... 32 1. Jenis Alat Ukur ……………………………………………..... 33 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Format Pernyataan ……………………………………………….... 35 3. Penentuan Skor ………………………………………………….… 35 4. Uji Coba Kuesioner Tingkat Kemampuan Mengelola Rasa Marah . 36 D. prosedur Pengumpulan Data ………………………………………….. 40 E. teknik Analisis Data ………………………………………………….. 41 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN….……………... 44 A. Pasil Penelitian ……………………………………………………….. 44 B. Pembahasan …………………………………………………………… 47 BAB V. PENUTUP ………………………………………………………. 54 A. Pembahasan ………………………………………………………......... 54 B. Kesimpulan …………………………………………….......................... 55 DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………….. 57 LAMPIRAN ………………………………………………………………. 59 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 Subjek Penelitian ………………………………………………………32 Tabel 2 Kisi-Kisi Kuesioner Kemampuan Mengelola Rasa Marah ……………34 Tabel 3 Rumus Kategorisasi Menurut Aswar …………………………………..40 Tabel 4 Jadwal Kegiatan Pengumpulan Data …………………………………..41 Tabel 5 Penggolongan Tingkat Kemampuan Mengelola Rasa Marah …………44 Tabel 6 Penggolongan Hasil Analisis Capaian Skor …………………………...45 Tabel 7 Paired Samples Statistics ………………………………………………46 Tabel 8 Paired Samples Test ……………………………………………………46 Tabel 9 Usulan Topik Bimbingan ……………………………………………….53 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Instrument Penelitian ………………………………………………59 Lampiran 2. Hasil Uji Validitas …………………………………………………65 Lampiran 3. Tabulasi data penelitian …………………………………………....67 Lampiran 4. Surat Ijin Penelitian ………………………………………………..73 Lampiran 5. Daftar kualifikasi …………………………………………………..74 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan batasan istilah pokok yang digunakan dalam penelitian ini. A. Latar Belakang Masalah Setiap individu memiliki emosi. Emosi adalah segala perasaan yang dialami. Macam emosi ada banyak, di antaranya adalah: marah, sedih, bahagia, benci, cinta, dan lain sebagainya. Emosi dapat muncul ketika mendapatkan rangsangan atau stimulus, baik dari dalam diri maupun dari luar diri. Misalnya, ketika seseorang tidak menepati janji yang sudah disepakati bersama, maka emosi yang biasanya dirasakan adalah jengkel, marah, benci, dan emosi yang lainnya. Salah satu emosi yang menjadi keprihatinan adalah marah. Marah menjadi sarana untuk meluapkan perasaan ketika merasa kurang nyaman. Marah tidak hanya dilakukan oleh kaum muda dan orang tua, namun juga bagi para remaja. Pada dasarnya sebagian besar remaja belum mampu mengelola amarah dengan baik sehingga meluapkan amarah dengan berlebihan. Marah seringkali diluapkan dengan dua bentuk, yaitu verbal dan non verbal. Marah yang diungkapkan dengan bahasa verbal biasanya adalah dengan ungkapan yang tidak menyenangkan, kasar, bentakan. Sedangkan marah yang diungkapkan dengan bahasa non verbal diungkapkan dengan sentuhan. Luapan

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 marah yang berlebihan bahkan mengacu pada kekerasan fisik yang berupa pukulan, tendangan, dan kekerasan fisik yang lain. Marah adalah bentuk emosi negatif yang memiliki daya dorong yang sangat kuat untuk bertindak sesuai dengan emosi tersebut. Marah menjadi salah satu keprihatinan bersama, dimana anak remaja saat ini meluapkan atau mengekspresikan rasa marah dengan hal yang berlebih seperti yang sudah diungkapkan di atas. Dewasa ini, dapat dikatakan bahwa sebagian besar remaja kurang mampu mengelola rasa marahnya dan meluapkan pada waktu, tempat dan pada orang yang tepat. Orang di sini diartikan sebagai pribadi yang menjadi objek marah bagi remaja tersebut. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti lingkungan masyarakat, sampai ligkungan keluarga yang keras yang menjadikan panutan bagi anak sebagai contoh untuk meluapkan perasaan marahnya ketika mendapat respon dari luar maupun dari dalam diri anak. Marah ketika tidak dikelola dengan baik maka dapat mengakibatkan hal yang tidak diinginkan. Bagi remaja, ketika seorang remaja kurang mampu mengelola marahnya dengan baik maka bisa saja akan dikucilkan, dimusuhi, atau bahkan menjadi korban kekerasan ketika orang lain kurang mampu menerima alasan amarah yang diluapkan oleh remaja tersebut. Selain itu, sosialisasi remaja tersebut akan terhambat jika tidak segera dibantu untuk belajar mengelola amarah dengan baik.

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 SMP Pangudi Luhur Bayat adalah SMP swasta yang berkarya dalam bidang pendidikan yang bertempat di Lemah Miring Paseban Bayat. Siswa dan siswi yang mengenyam pendidikan di SMP PL sebagian besar berasal dari keluarga dengan keadaan ekonomi menengah ke bawah. Sebagian besar orang tua murid bekerja sebagai buruh, petani, dan pedagang. Budaya modern telah masuk ke pola bergaul remaja saat ini, tak hanya pada remaja yang tinggal di kota, namun juga remaja di desa sekalipun. Budaya modern tersebut mengubah pengelolaan emosi remaja, khususnya marah. Dari observasi yang sudah dilakukan, peneliti melihat beberapa siswa meluapkan amarah dengan umpatan, sentuhan dan sedikit pukulan. Dari temuan tersebut, peneliti merasa bahwa siswa dan siswi SMP Pangudi Luhur Bayat kelas VII angkatan 2013/2014 memerlukan pendampingan yang lebih guna menjadi pribadi yang lebih baik. Dilihat dari seberapa pentingnya kemampuan mengelola amarah, maka sangat perlu adanya pengelolaan amarah bagi usia remaja awal dan anak akhir, khususnya bagi siswa dan siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013/2014. B. Rumusan Masalah Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 1. Seberapa baik kemampuan mengelola rasa marah di kalangan siswa dan siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013/2014? 2. Berdasarkan hasil analisis capaian skor butir pengukuran kemampuan mengelola rasa marah yang diteliti, dalam hal apakah kemampuan mengelola amarah siswa masih rendah? 3. Apakah ada perbedaan kemampuan mengelola rasa marah antara para siswa dan siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013/2014 dalam hal mengelola rasa marah? C. Tujuan Penelitian 1. Mendeskripsikan kemampuan mengelola rasa marah para siswa dan siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013/2014. 2. Memaparkan hasil analisis capaian skor butir pengukuran kemampuan mengelola rasa marah, dalam hal apakah kemampuan mengelola amarah siswa masih rendah yang implikatif terhadap topik bimbingan? 3. Memperoleh gambaran tentang ada atau tidaknya perbedaan kemampuan mengelola rasa marah antara para siswa dan siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013/2014?

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini mempunyai beberapa manfaat, antara lain ialah : 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi di bidang psikologi pendidikan dan memperkaya hasil penelitian yang telah ada dan dapat memberi gambaran tentang kemampuan mengelola amarah. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti Memperoleh hasil penelitian gambaran tentang kemampuan mengelola amarah siswa dan siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013/2014 dan belajar menyusun topik bimbingan yang sesuai untuk membantu siswa dan siswi memahami arti amarah dan menjadikan siswa lebih mampu mengelola amarah dengan baik. b. Bagi Guru BK Peneliti dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pihak sekolah terutama dalam bidang ke-BK-an sekolah khususnya dalam hal kemampuan mengelola amarah siswa dan siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013/2014.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 c. Bagi Siswa dan Siswi Peneliti dapat membantu siswa mengenali emosi marah yang dimiliki dan membantu siswa mengelola amarah dan mengungkapkan amarah dengan kegiatan yang lebih baik. d. Bagi Peneliti Lain Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai acuan atau referensi bagi peneliti lain yang berkeinginan melakukan penelitian yang menyangkut kemampuan mengelola amarah dan menjadikan penelitian ini sebagai sumber inspirasi untuk mengembangkan penelitian. E. Definisi Operasional 1. Kemampuan mengelola rasa marah Kemampuan mengelola rasa marah merupakan kemampuan seseorang dalam mengelola rasa marah sebagai tanggapan terhadap situasi yang tidak menyenangkan dengan cara yang dapat diterima oleh lingkungan. 2. Siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat Siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat adalah remaja pria yang duduk di bangku kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013/2014.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 3. Siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat Siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat adalah remaja wanita yang duduk di bangku kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013/2014.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 BAB II LANDASAN TEORI Bab ini berisi uraian tentang beberapa hal yang berhubungan dengan kajian teori peneitian yang meliputi amarah, kemampuan mengelola rasa marah, A. Marah 1. Pengertian Marah Marah (anger) menurut DiGiuseppe, dkk (1994) merupakan perasaan dalam diri, mental, dan dari sudut pandang seseorang yang diasosiasikan dengan perubahan pikiran dan perasaan pseseorang. Sedangkan menurut Spielberger (1988) marah merupakan keadaan emosional yang mempengaruhi perasaan yang berbeda-beda, dari yang tingkat mengganggunya ringan hingga berat, serta dikaitkan dengan perubahan pada system saraf. Rasa marah merupakan kondisi perasaan internal yang secara khusus berkaitan dengan meningkatknya dorongan untuk menyakiti orang lain. Tingkat amarah yang tinggi di kalangan remaja awal sering diekspresikan dengan perilaku kejahatan, antisocial, kekerasan, prestasi belajar rendah, dan lemahnya kesehatan fisik dan mental hingga masa remaja akhir dan dewasa. Marah dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu marah ke dalam dan marah ke luar.Marah ke dalam adalah rasa marah yang ditujukan de dalam

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 diri sendiri yang dapat mengekibatkan depresi dan kebencian mendalam. Sedangkan marah ke luar adalah rasa marah yang di arahkan kepada orang atau benda lain yang merupakan ekspresi dari perasaan benci dan permusuhan yang tertahan. Marah merupakan satu dari 6 emosi dasar yang dimiliki manusia, dimana suatu keadaan diterima sebagai respon yang negatif dan kemudian menyalahkan orang lain dari respon yang dialami oleh individu yang bersangkutan. Amarah biasanya muncul dengan ekspresi wajah yang berubah, dahi yang mengkerut dan sebagainya. DiGiuseppe dan Tafrate (2007) menjelaskan marah sebagai emosi negatif yang merupakan hasil dari pengalaman pribadi seseorang terhadap orang lain atau terhadap suatu situasi yang dipersepsikan sebagai keadaan yang tidak menyenangkan. Menurut (Faupel, Herrick, dan Sharp, 2011) terdapat tiga kegunaan marah, yaitu: a. Marah yang digunakan untuk menanggapi frustasi ketika kebutuhannya tidak terpenuhi, missal kebutuhan akan status, kebahagiaan dan yang lain. b. Marah yang digunakan untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Hal tersebut sering disebut instrumental anger, karena seseorang menggunakan marah untuk mendapatkan sesuatu.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 c. Marah yang digunakan sebagai pelampiasan emosi yang terpendam, terutama ketika individu merasa tidak berdaya dalam menghadapi suatu keadaan tertentu. Pengertian marah dari yang telah diungkapkan oleh beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa marah merupakan suatu keadaan emosional negatif yang dapat mempengaruhi perubahan pikiran dan perasaan pada seseorang. Ketika seseorang merasakan marah, maka akan terjadi perubahan-perubahan fisik yang mendukung, seperti ekspresi wajah, ketegangan otot dan lain sebagainya. Marah merupakan reaksi emosional terhadap kebutuhan yang tidak tercapai, dan sebagai tanda akan situasi yang kurang menyenangkan. 2. Ciri-ciri Marah Terdapat ciri-ciri yang dapat dilihat ketika seorang individu sedang marah menurut Purwanto dan Mulyono (2006). Ciri-ciri tersebut adalah: a. Ciri pada Wajah Yaitu perubahan warna yang terjadi pada wajah menjadi kuning pucat, unung-ujung jari bergetar keras, timbul buih pada sudut mulut, bola mata memerah, hidung kembang kempis, dan gerakan menjadi tidak terkendali. b. Ciri pada Anggota Tubuh Tangan yang mengepal dan terkadang menimbulkan keinginan untuk memukul, melukai, merobek, bahkan membunuh.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 3. Aspek-aspek Marah Menurut Purwanto dan Mulyono (2006) marah meliputi beberapa aspek, yaitu: a. Aspek Biologis Respon fisiologis timbul karena kegiatan system syaraf otonom bereaksi terhadap sekresi epineprin sehingga tekanan darah meningkat, frekuensi denyut jantung meningkat, wajah memerah, pupil melebar, dan frekuensi pengeluaran urin meningkat. b. Aspek Emosional Seorang individu yang marah merasa tidak nyaman, merasa tidak berdaya, jengkel, ingin berkelahi, mengamuk, bermusuhan, sakit hati, menyalahkan, dan menuntut. c. Aspek Intelektual Sebagian besar pengalaman kehidupan seseorang melalui proses intelektual. Peran pancaindera sangat penting untuk beradaptasi pada lingkungan, selanjutnya diolah dalam proses intelektual sebagai suatu pengalaman. d. Aspek Sosial Emosi marah seringkali merangsang kemarahan dari orang lain, dan menimbulkan penolakan dari orang lain. Pengalaman marah dapat

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 mengganggu hubungan interpersonal sehingga beberapa orang memilih menyengkal atau berpura-pura tidak marah untuk mempertahankan hubungan tersebut. e. Aspek Spiritual Keyakinan, nilai dan moral memengaruhi ungkapan marah seseorang yang memengaruhi hubungan seseorang dengan lingkungan sekitar. Secara umum, seseorang menuntut kebutuhannya dari orang lain atau lingkungan sehingga timbul frustasi, apabila tidak terpenuhi dan selanjutnya timbul marah sehingga mempengaruhi menurunnya kualitas seseorang. 4. Faktor-faktor Marah Menurut Purwanto dan Mulyono, (2006) penyebab orang marah sebenarnya dapat datang dari dalam dan luar diri seseorang. Kedua faktor tersebut yaitu: a. Faktor Internal Faktor internal yang menyebabkan marah antara lain menyangkut self control seseorang, pola pandang yang dianutnya, serta kebiasaankebiasaanyang ditumbuhkannya dalam merespon suatu permasalahan.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 b. Faktor Eksternal Faktor internal yang menyebabkan marah antara lain menyangkut situasi-situasi di luar diri seseorang yang memancing respon emosional, latar belakang keluarga, serta budaya dan lingkungan sekitar. B. Pengertian Kemampuan Mengelola Marah 1. Pengertian Mengelola Marah Menurut KBBI (1995) mengelola adalah suatu proses, cara dan perbuatan untuk mengendalikan, menyelenggarakan, mengurus dan mengatur. Pengelolaan rasa marah (anger management) adalah suatu tindakan yang mengatur pikiran, perasaan, nafsu marah dengan cara yang tepat dan positif serta dapat diterima secara sosial, sehingga dapat mencegah sesuatu yang buruk terjadi baik pada diri sendiri maupun orang lain. Seseorang tidak bisa melepaskan atau menghindari sesuatu atau orang lain yang membuat mereka marah, juga tidak bisa mengubahnya, tapi seseorang tersebut dapat belajar untuk mengontrol reaksi yang akan diberikan terhadap hal-hal tersebut. Pengelolaan rasa marah juga merupakan kemampuan seseorang untuk mengekspresikan marah dengan cara yang dapat diterima oleh lingkungan, di saat yang tepat, untuk tujuan yang tepat dan ditujukan kepada orang yang tepat.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Mengelola rasa marah merupakan kemampuan seseorang dalam mengendalikan rasa marah sebagai tanggapan terhadap situasi yang tidak menyenangkan dengan cara yang dapat diterima oleh lingkungan. mengelola rasa marah juga dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengatur rasa marah, menenangkan diri, melepaskan diri dari ketersinggungan dengan tujuan untuk mengelola amarah. 2. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam mengelola rasa marah Ada beberapa faktor yang diidentifikasi mempengaruhi kemampuan seseorang dalam mengelola emosi marah (Goleman, 1997), yaitu: a. Keluarga Kehidupan keluarga merupakan sekolah pertama untuk mempelajari emosi (Goleman, 1997). Oleh karena itu, keluarga memiliki peran yang sangat penting. Di dalam keluarga, anak belajar bagaimana merasakan perasaannya sendiri, bagaimana orang lain menanggapi perasaannya, bagaimana berpikir tentang perasaannya dan pilihan-pilihan apa yang ia miliki untuk bereaksi, serta bagaimana mengungkapkan perasaannya terhadap orang lain.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Ada dua hal yang sangat berpengaruh bagi pembelajaran emosi di tengah keluarga (Goleman, 1997), yaitu: 1) Keterampilan emosional yang dimiliki oleh orang tua Orang tua biasanya memiliki cara-cara tertentu untuk menangani perasaan-perasaan yang mereka alami. Cara-cara ini biasanya dicontoh oleh anak.Orang tua yang terampil secara emosional dapat memberikan contoh yang baik kepada anaknya dalam menangani berbagai perasaan emosi. Mereka dapat mengajarkan kepada anaknya bagaimana mengenali, mengelola, memanfaatkan perasaan-perasaan, berempati, dan menangani perasaan-perasaan yang muncul dalam berbagai hubungan dengan orang lain. Tim dari University of Washington (dalam Goleman, 1997) telah menemukan bahwa bila dibandingkan dengan orang tua yang tidak terampil menangani perasaan, orang tua yang terampil secara emosional memiliki anak-anak yang pergaulannya lebih baik dan memperlihatkan lebih banyak kasih sayang kepada orang tuanya, serta lebih sedikit bentrok dengan orangtuanya. Selain itu, anak-anak ini juga lebih pintar menangani emosinya, lebih efektif menenangkan diri pada saat marah dan tidak sering marah.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 2) Gaya mendidik Gaya mendidik orang tua juga sangat berpengaruh bagi pembelajaran emosi di dalam keluarga. Ada tiga gaya mendidik anak yang secara emosional pada umumnya tidak efisien (Goleman, 1997), yaitu: a) Sama sekali mengabaikan perasaan. Orang tua semacam ini memperlakukan masalah emosional anaknya sebagai hal kecil atau gangguan, sesuatu yang mereka tunggu-tunggu untuk dibentak.Mereka gagal memanfaatkan momen emosional sebagi peluang untuk menjadi dekat dengan anak, atau untuk menolong anak memperoleh pelajaran-pelajaran dalam keterampilan emosional. b) Terlalu membebaskan. Orang tua ini peka akan perasaan anak, tetapi berpendapat bahwa apa pun yang dilakukan anak untuk menangani badai emosinya sendiri itu baik adanya, bahkan misalnya dengan cara memukul. Seperti orang tua yang mengabaikan perasaan anaknya, orang tua jenis ini jarang berusaha memperlihatkan kepada anaknya respons-respons emosional alternatif. Mereka mencoba

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 menenangkan semua kekecewaan dan menggunakan tawar menawar serta suap agar anak berhenti bersedih hati atau marah. c) Menghina, tidak menunjukkan penghargaan terhadap perasaan anak. Orang tua semacam ini biasanya suka mencela, mengecam, dan menghukum keras anak mereka.Misalnya, mereka mencegah setiap ungkapan kemarahan anak dan menjadi kejam bila melihat tanda kemarahan paling kecil sekalipun. Mereka adalah orang tua yang akan berteriak dengan marah pada anak yang mencoba menyampaikan alasannya, “Jangan membantah!”. b. Lingkungan sosial Lingkungan sosial mencakup lingkungan sekolah, yaitu pendidikan yang mereka dapat di sekolah, hubungan dengan temantemannya, serta bagaimana sikap pengajar. Lingkungan sosial, terutama teman sebaya (peersgroup) merupakan kumpulan orangorang lain yang cukup berpengaruh terhadap perkembangan emosi anak. Jadi secara tidak langsung lingkungan sosial juga membantu anak untuk mencapai kematangan emosi. Selain faktor-faktor di atas (keluarga dan lingkungan sosial), pelatihan anger management juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam mengelola amarah.Berdasarkan penelitian

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 sebelumnya, pelatihan anger management yang diberikan terhadap anak-anak remaja dapat mengurangi tindakan kekerasan dan emosi marah yang berlebihan. 3. Aspek-aspek orang yang mampu mengelola rasa marah Ada beberapa aspek dari pengelolaan rasa marah, yaitu: a. Mengenali Emosi Marah Menurut Goelman (1997), mengenali rasa marah merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali perasaan marah ketika perasaan itu muncul, sehingga seseorang tidak dikuasai oleh amarah. Mengenali rasa marah dapat dilakukan dengan mengenali tanda-tanda awal yang menyertai kemarahan, seperti: denyut nadi meningkat, jantung berdetak cepat, rahang terasa kaku, otot menjadi tegang, gelisah, intonasi nada bicara menjadi cepat dan cenderung keras bahkan kasar (Hershorn, 2005). b. Mengendalikan Amarah Seseorang yang dapat mengendalikan amarah tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh amarah. Dia dapat mengatur emosinya dan menjaga keseimbangan emosi, sehingga emosi marah tidak berlebihan dan tidak terjadi pada tingkat intensitas yang tinggi (Goleman, 1997). Kemarahan yang tidak terkendali dapat

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 menimbulkan perilaku-perilaku yang agresif baik secara verbal maupun non verbal. Hal ini tentunya dapat merusak relasi dengan orang lain dan merugikan bagi diri sendiri. c. Meredakan Amarah Merupakan suatu kemampuan untuk menenangkan diri sendiri setelah individu marah. Menurut Tice (dalam Goleman, 1997) salah satu strategi efektif yang dilakukan individu secara umum untuk meredakan kemarahan adalah pergi menyendiri. Alternatif lain adalah pergi berjalan-jalan cukup jauh dari rumah, berlatih olahraga secara aktif, melakukan metode-metode relaksasi seperti menarik nafas dalam-dalam dan pelemasan otot-otot. Relaksasi ini dapat merubah fisiologis tubuh dan gejolak kemarahan yang tinggi menjadi keadaan yang lebih menyenangkan. Seseorang akan mengalami kesulitan untuk meredakan amarahnya, jika pikirannya masih dipenuhi oleh kemarahan. Pemikiran tentang rasa marah sekecil apapun dapat mencetuskan kembali perasaan marah yang lebih besar. Untuk menghentikan pikiran marah, dapat ditempuh dengan cara mengalihkan perhatian dari apa yang memicu amarah tersebut. Dalam surveinya mengenai strategi yang digunakan orang untuk mengatasi amarah, Tice (dalam Goleman, 1997) menemukan bahwa selingan dapat menghambat

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 pikiran-pikiran buruk yang menimbulkan amarah, yaitu dengan cara menonton film, membaca, mendengarkan musik dan semacamnya. Tice (dalam Goleman, 1997) juga menemukan bahwa menghibur diri sendiri dengan berbelanja untuk diri sendiri dan makan tanpa alasan rasa lapar adalah bukan cara-cara yang efektif. Cara-cara ini terlalu mudah untuk melanjutkan kejengkelan atau kemarahan yang ada di dalam pikiran. d. Mengungkapkan Amarah Secara Asertif Orang yang asertif dapat mengungkapkan perasaan marahnya secara jujur dan tepat tanpa melukai perasaan orang lain. Orang yang asertif dapat membela hak-hak pribadinya, mengekspresikan perasaan yang sebenarnya, menyatakan ketidaksenangan, mengungkapkan pendapat pribadi, mengajukan permintaan dan tidak membiarkan orang lain mengambil keuntungan dari dirinya. Pada saat yang bersamaan, ia juga mempertimbangkan perasaan dan hak-hak orang lain. Perilaku asertif tentunya sangat menguntungkan bagi diri sendiri dan juga tidak merugikan orang lain. Dengan berperilaku asertif, seseorang dapat berkomunikasi dengan baik serta menjalin relasi yang sehat dengan orang lain.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 4. Teknik Pengelolaan Rasa Marah Adapun teknik-teknik yang sering digunakan untuk mengelola emosi marah adalah C.A.R.E. dalam bukunya Hershorn (2002) menjelaskan keempat langkah tersebut sebagai berikut: a. Commitment to Change (komitmen untuk mengubah diri) Langkah pertama dalam mengelola kemarahan adalah komitmen untuk berubah.Individu yang bermasalah dalam hal mengelola kemarahan haruslah mempunyai sebuah komitmen yang kuat untuk mengubah dirinya. Dengan adanya komitmen yang kuat, individu akan semakin termotivasi untuk belajar mengelola emosi marah dan menerapkan teknik-tekniknya dalam kehidupan nyata. b. Awareness of Your Early Warning Sign (kesadaran akan pertanda kemarahan) Setiap orang memegang kendali pada saat bertindak atas dasar kemarahan.Tidak ada orang yang “meledak” atau “membentak” begitu saja, setiap amarah pasti memiliki tanda-tanda peringatan awal.Tandatanda itu bisa bersifat fisiologis, tingkah laku, dan kognitif. Dengan belajar mengenali tanda-tanda peringatan awal kemarahan, seseorang bisa lebih sungguh-sungguh memegang kendali atas tindakan kemarahannya.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 Tanda-tanda peringatan awal kemarahan meliputi tiga macam pertanda yaitu: 1) Fisiologis Pertanda fisiologis yang sering muncul antara lain: merasa wajah menjadi panas memerah, aliran darah yang cepat di urat nadi, jantung berdebar-debar, napas menjadi lebih cepat, pendek atau tidak stabil, badan terasa panas atau dingin, leher terasa nyeri, rahang menjadi kaku, otot mengeras dan tegang. 2) Tingkah laku Pertanda tingkah laku meliputi: mengepalkan tinju, gigi menggerutuk, berjalan mondar-mandir dalam ruangan, tidak bisa tetap duduk atau berdiri, berbicara dengan lebih cepat. 3) Kognitif Pertanda kognitif mencakup pikiran-pikiran seperti: dia melakukan itu kepadaku karena dengki, dia melakukan itu dengan sengaja, aku tidak bisa percaya dia melakukan hal itu, tidak ada orang yang bicara kepadaku seperti itu, aku akan menunjukkan kepada dia, hal ini tidak bisa diterima.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 c. Relaxation (relaksasi) Relaksasi dan kemarahan merupakan reaksi yang saling berlawanan.Keduanya melibatkan gelombang otak dan reaksi tubuh yang berbeda, sehingga tidak mungkin terjadi bersamaan. Relaksasi merupakan alat bantu yang ampuh untuk mengurangi stres secara umum, mengurangi kemarahan ketika tanda-tanda peringatan awal kemarahan muncul, dan membantu mereka yang mengalami kesulitan tidur. Dengan melakukan relaksasi setiap hari, setiap individu dapat memperoleh manfaatnya. Ada beberapa bentuk relaksasi, yaitu: relaksasi otot, indera, dan kognitif. Relaksasi otot merupakan relaksasi yang disarankan untuk pemula karena relaksasi ini paling mudah untuk dilakukan. Emosi, pikiran, dan tingkah laku merupakan tiga hal yang saling mempengaruhi.Siklus perasaan, pikiran dan tindakan saling mendorong dan memperkuat dirinya sendiri. Semakin seseorang memikirkan tentang kemarahannya semakin ia menjadi marah. Hal ini membawanya bertindak atas dasar kemarahannya tersebut. d. Exercising Self Control with Time Outs (latihan kontrol diri dengan waktu jeda) Ketika individu mulai menyadari akan tanda peringatan awal kemarahan, sebaiknya individu tersebut segera mengambil waktu jeda.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Waktu jeda adalah waktu dimana individu menjauhi situasi atau orang yang memprovokasi kemarahan. Waktu jeda berguna untuk menenangkan diri sehingga individu dapat menangani kemarahan dengan cara yang lebih konstruktif. Selama waktu jeda, sebaiknya individu terlibat dalam suatu kegiatan yang bersifat berlawanan dengan kemarahan, yaitu relaksasi. 5. Perbedaan kecerdasan emosional antara pria dan wanita Perbedaan antara pria dan wanita dalam kehidupan sehari - hari sering terlihat situasi -situasi tidak nyaman yang disebabkan adanya perbedaan pendapat yang bersumber dari kurangnya sikap saling mengerti antara pria dan wanita. Dapat kita lihat pria cenderung lebih agresif daripada wanita. Pria cenderung lebih spontan dan langsung mengungkapkan emosi marahnya, baik dengan verbal maupun non verbal. Perbedaan antara pria dan wanita dalam kemampuan mengelola marah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: a. Faktor jasmani Perbedaan yang nampak dengan jelas bahwa terdapat perbedaan antara fisik pria dan wanita. Bentuk tubuh pria pada umumnya memiliki otot dan tulang yang lebih kuat, sedangkan wanita

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 memiliki otot dan tulang yang lebih kecil sehingga terlihat lebih halus. Kelemahan fisik yang dimiliki wanitamenyebabkan terbentuknya etika pergaulan dimana kaum pria menunjukkan kekuatan fisiknya (Gunarsa, 1981). b. Faktor kebudayaan Kebudayaan yang ada di dalam masyarakat sangat berperan penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Keluarga adalah pihak pertama yang sangat berpengaruh terhadap kepribadian seorang anak. Pandangan tradisional menganggap pria lebih unggul daripada wanita. Perlakuan yang berbeda yang diberikan oleh orang tua terhadap anak pria dan wanita sangat mempengaruhi perilaku dan kepribadian anak. Permainan pria yang cenderung mengacu pada kekerasan akan member pandangan berbeda dengan permainan wanita yang cenderung halus sangat berpengaruh terhadap pola piker anak. Hal inilah yang sangat berpengaruh terhadap kemampuan mengelola emosi, khususnya marah yang dialami oleh anak. Perilaku yang diberikan oleh orang tua merupakan doa dan harapan dari orang tua terhadap peran masing-masing jenis kelamin sesuai dengan pola pikir masyarakat yang sudah ada.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Perbedaan perlakuan yang diberikan dapat memunculkan kekhasan pada masing-masing pribadi. Anak pria akan cenderung kurang sabar dalam menyalurkan kemarahannya, mudah marah, dan lekas putus asa. Sedangkan anak putri akan cenderung lebih sabar, dapat menyalurkan kemarahannya hanya dengan menangis dan lebih kuat dalam menghadapi kesulitan. C. Remaja 1. Pengertian remaja Siswa dan siswi SMP masuk di dalam kategori remaja. Remaja berasal dari bahasa latin, yaitu adolescene yang berarti to grow atau to grow maturity (Golinko, dalam Jahja, 2011). Menurut Papalia dan Old, (dalam Jahja, 2011) masa remaja adalah masa transisi atau masa peralihan dari masa kanak-kanak ke tingkat yang lebih tinggi.Tingkatan yang lebih tinggi tersebut sering kita sebut sebagai masa remaja. Masa remaja mulai saat munculnya perubahan-perubahan berkaitan dengan tanda-tanda kedewasaan fisik, yaitu pada usia 12-22 tahun. Remaja putra adalah seorang putra yang mengalami masa peralihan dari masa kanak-kanak menjadi remaja.Terjadi pada usia 12 tahun dimana mulai terlihat perubahan pada fisik, seperti munculnya jakun; tumbuhnya kumis; dada membidang; suara menjadi berat; dan mengalami mimpi basah.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Remaja putri adalah seorang putri yang mengalami masa peralihan dari masa kanak-kanak menjadi remaja. Terjadi pada usia 12 tahun dimana mulai terlihat perubahan pada fisik, seperti pinggul membesar; dada membulat. 2. Ciri-ciri remaja Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa ini, terjadi perubahan yang sangat cepat baik fisik, maupun psikologis. Cirri-ciri atau perubahan yang terjadi selama masa remaja adalah: a. Meningkatnya emosi secara cepat, dimana pada masa remaja awal sering disebut dengan masa storm & stress. Peningkatan ini dipicu oleh perubahan yang dialami saat masa remaja awal, terutama perubahan yang terjadi pada fisik yang dipengaruhi oleh hormon. b. Perubahan secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Perubahan yang cepat membuat remaja kurang yakin dengan dirinya sendiri yang dipengaruhi oleh perubahan dari dalam dan luar diri. c. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Dalam masa ini, remaja tidak lagi sebatas behubungan dengan teman yang memiliki jenis kelamin yang sama melainkan

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 sudah memiliki ketertarikan dengan lawan jenis dan dengan orang yang lebih dewasa. d. Perubahan akan nilai, dimana yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena telah mendekati dewasa. e. Sebagian besar remaja menginginkan kebebasan, namun di sisi lain mengatakan bahwa mereka takut akan tanggug jawab yang menyertai kebebasan dan meragukan kemampuan diri. 3. Tugas perkembangan remaja Selain ciri pada remaja, terdapat tugas perkembangan yang harus diselesaikan oleh remaja. William Kay (dalam Jahja, 2011) menyatakan beberapa tugas perkembangan yang harus diselesaikan oleh remaja, diantaranya adalah: a. Menerima fisiknya sendiri dengan keragaman kualitasnya. b. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua atau figure lain yang memiliki otoritas. c. Mengembangkan ketrampilan komunikasi interpersonal dan belajar bergaul dengan teman sebaya dan orang lain, baik individual maupun kelompok. d. Menemukan model yang dijadikan identitasnya. e. Menerima dirinya sendiri dan percaya akan kemampuannya sendiri.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 f. Memperkuat self-control(kemampuan mengendalikan diri). g. Mampu meninggalkan reaksi dan penyesuaiandiri (sikap dan perilaku) kekanak-kanakan. D. Konsep Dasar Bimbingan Pribadi-Sosial 1. Pengertian Bimbingan Dalam kamus bahasa inggris, Guidance dikaitkan dengan kata asal guide, yang memiliki makna menunjukkan jalan (showing the way), memimpin (leading), menuntun (conducting), memberikan petunjuk (giving instruction), mengatur (regulating), mengarahkan (govering), memberikan nasihat (giving advice) (Winkel dan Hastuti, 2010). Bimbingan juga dapat berarti suatu usaha untuk melengkapi individu dengan pengetahuan, pengalaman, dan informasi tentang dirinya sendiri; suatu cara pemberian pertolongan atas bantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya; sejenis pelayanan kepada individu-individu dengan tujuan mereka dapat menentukan pilihan, menetapkan tujuan dengan tepat dan menyusun rencana yang realistis, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan memuaskan di dalam lingkungan di mana mereka hidup; suatu proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 sendiri dan lingkungan, memilih; menentukan; dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya sendiri dan tuntutan dari lingkungan. 2. Pengertian Bimbingan Pribadi-Sosial Winkel dan Sri Hastuti (2004) menberpendapat bahwa bimbingan pribadi-sosial adalah bimbingan dalam menghadapi keadaan batinnya sendiri dan mengatasi berbagai pergumulan dalam batinnya sendiri; dalam mengatur diri sendiri di bidang kerohanian, perawatan jasmani, pengisian waktu luang, penyaluran napsu seksual dsb, serta bimbingan dalam membina hubungan kemanusiaan dengan sesama di berbagai lingkungan (pergaulan sosial). E. Hipotesis Ha= Ada perbedaan kemampuan mengelola rasa marah antara siswa dan siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013-2014. Ho= Tidak ada perbedaan kemampuan mengelola rasa marah antara siswa dan siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013-2014.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini berisi paparan tentang jenis penelitian, subjek penelitian, prosedur pengumpulan data dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survei. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang status gejala pada saat penelitian dilakukan (Furchan,1982: 415). Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan mengelola amarah pada siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun aaran 2013/2014. Dalam penelitian deskriptif tidak ada perlakuan yang diberikan atau dikendalikan seperti yang ditemui dalam penelitian eksperimen. B. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 97 orang dengan rincian yang dijelaskan dalam tabel berikut:

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Tabel 1. Subjek Penelitian No. Kelas Jumlah siswa 1. VIII-A 30 2. VIII-B 31 3 VIII-C 30 Total 91 Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kemampuan mengelola rasa marah di SMP Pangudi Luhur Bayat karena seperti diketahui bahwa letak SMP Pangudi Luhur Bayat berada di pelosok kotaKlaten, tepatnya perbatasan antara kota Klaten dan kota Wonosari, yang berisikan siswa-siswi yang memiliki latar belakang keluarga yang berasal dari tingkat ekonomi rendah sampai menengah. Hasil dari penelitian akan peneliti gunakan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kemampuan mengelola rasa marah yang dialami siswa dan siswi di SMP Pangudi Luhur Bayat,sehingga dapat dipikirkan usulan topik-topik bimbingan apa saja yang cocok dan sesuai untuk menyikapi tingkat kemampuan mengelola rasa marah yang dialami siswa dan siswi di sekolah tersebut. Peneliti memiliki alasan memilih SMP Pangudi Luhur Bayat sebagai subjek penelitian yaitu: 1. Dari sharing yang peneliti lakukan dengan kepala sekolah dan beberapa guru, murid yang belajar di SMP Pangudi Luhur Bayat,

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 khususnya siswa kurang mampu mengelola rasa marahnya dengan baik. 2. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pihak SMP Pangudi Luhur Bayat untuk memberikan bantuan bagi siswa yang masih kurang mampu mengelola emosi dengan baik. C. Instrumen Penelitian 1. Jenis alat ukur Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan model inventori yang disusun oleh penulis.Kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini adalah jenis kuesioner tertutup, yang berarti bahwa kuesioner telah berisi pernyataan-pernyataan yang telah disertai pilihan jawaban.Bentuk dan format item dalam kuesioner tingkat kemampuan mengelola rasa marah ini adalah bentuk pernyataan dengan pilihan-pilihan.Responden dihadapkan pada stimulus yang berupa keadaan, situasi atau masalah, saat pengisian kuesioner responden diminta menentukan satu tindakan diantara pilihan-pilihan yang tersebut.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Tabel 2. Kisi-Kisi Kuesioner Kemampuan Mengelola Rasa Marah No Aspek Mengenali emosi marah Indikator No Soal a. Mengenali perasaan marah 1, 2, 3, 4, 5 ketika rasa itu muncul b. Mengenali tanda-tanda awal yang menyertai kemarahan 6, 7, 8, 9, 10 c. Mampu bereaksi secara tepat 11, 12, 13, 14 pada situasi emosional Mengendalikan amarah a. Mampu mengatur dan 15, 16, 17, menjaga keseimbangan emosi 18 b. Mengenali perilaku-perilaku yang agresif baik secara verbal maupun non verbal yang timbul jika marah tak terkendali Meredakan amarah 19, 20, 21, 22, 23, 24 a. Mampu menenangkan diri 25, 26, 27, 28, 29 sendiri saat sedang marah b. Mampu mengalihkan 30, 31, 32, perhatian dari apa yang 33 memicu amarah c. Mampu menunjukkan cara- 34, 35, 36, cara yang efektif untuk 37 menredakan amarah Mengungkapka n marah secara asertif a. Mampu mengungkapkan perasaan marahnya secara jujur dan tepat tanpa melukai perasaan orang lain 38, 39, 40 Jumlah 40

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 2. Format pernyataan Item-item skala yang digunakan untuk mengungkap tingkat kemampuan mengelola rasa marah para siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013/2014 adalah berupa pernyataanpernyataan tentang jenis perilaku mengelola rasa marah. Alternatif jawaban yang disediakan oleh peneliti ada empat yaitu “Sangat Sering”(SS), “Sering”(S), “Kadang-kadang” (K),dan “Tidak Pernah”(TP). 3. Penentuan Skor Penentuan skor untuk setiap jawaban dari item-item adalah dengan cara: a. Semua pernyataan dari item-item bersifat positif (favourabel) dan mengarah terhadap jenis perilaku mengelola rasa marah yang dialami, jawaban ”Sangat sering” (SS) diberi skor 4, ”Sering” (S) diberi skor 3, ”Kadang-kadang” (K) diberi skor 2 dan “Tidak Pernah ”(TP) diberi skor 1. b. Semua pernyataan dari item-item bersifat negatif (unfavourabel) dan mengarah terhadap jenis perilaku mengelola rasa marah yang dialami, jawaban ”Sangat sering” (SS) diberi skor 1, ”Sering” (S) diberi skor 2,

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 ”Kadang-kadang” (K) diberi skor 3 dan “Tidak Pernah ”(TP) diberi skor 4. Subyek diminta untuk memilih satu dari empat alternatif jawaban yang disediakan peneliti pada setiap pernyataan dengan memberikan tanda cek (√ ) pada kolom alternatif jawaban. Untuk mengungkap tingkat kemampuan mengelola rasa marah responden, seluruh jawaban diakumulasi, semakin tinggi skor total item-item yang bersifat favourabel maka semakin tinggi pula kemampuan mengelola rasa marah para siswa. Indikator untuk menyusun kuesioner dibuat berdasarkan jenis kemampu yang mengelola rasa marah yang nampak pada tabel diatas. 4. Uji Coba Kuesioner Tingkat Kemampuan Mengelola Rasa Marah Sebelum kuesioner digunakan untuk penelitian, sebelumnya sudah melalui tahap uji coba terlebih dahulu sehingga dapat diketahui kualitas kuesioner tersebut.Kualitas di sini yang dimaksud adalah tingkat validitas dan reliabilitas dari kuesioner. a. Validitas Validitas menunjuk pada “sejauh mana suatu alat mampu mengukur apa yang sebenarnya diukur oleh alat tersebut” (Furchan, 1982: 281). Validitas yang digunakan di alam penelitian ini adalah

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 validitas isi. Validitas isi merupakan validitas yang mencerminkan seluruh isi yang akan diukur (Furchan, 1982). Validitas isi merupakan validitas yang destimasi atau dinilai lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat “professional judgement” (penilaian profesional), (Azwar, 1999). Validitas isi tidak dapat dinyatakan dalam bentuk angka, pengesahan atau validitas isi pada dasarnya dan terpaksa didasarkan pada pertimbangan tersebut harus dilakukan secara terpisah untuk setiap situasi.Untuk memperoleh evaluasi dari validitas isi hendaknya meminta sejumlah ahli untuk memeriksa isi tes secara sistematis serta mengevaluasi.Setelah para ahli sepakat bahwa setiap butir kuesioner tersebut mencerminkan wilayah isi dengan memadai, maka kuesioner tersebut dikatakan telah memiliki validitas isi. Kuesioner dimintakan judgement dari orang yang berkompeten dalam bidangnya (expert judgement).Dalam hal ini kuesioner dimintakan pendapat dari dosen pembimbing dan juga kepala sekolah yang bersangkutan. Pengujian validitas berdasarkan program SPSS (Statistic Programme for Social Science) versi 16.0.Perhitungan dengan SPSS menggunakan patokan 0,275.Jika koefisien korelasinya ≥0,275, maka item yang bersangkutan dinyatakan valid.sedangkan, jika koefisien

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 korelasinya <0,275, maka item yang bersangkutan dinyatakan tidak valid. Dari perhitungan statistik diperoleh 7 item yang tidak valid/gugur karena koefisien korelasinya < 0,275. Yakni item no 13, 14, 28, 31, 37, 39, dan item no 40. item tersebut tidak digunakan/dipertahankan karena item-item lain yang valid dinilai sudah cukup untuk mengukur seberapa tinggi tingkat kemampuan mengelola rasa marah siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013/2014. b. Reliabilitas Reliabilitas suatu alat ukur menunjuk pada “derajat keajegan alat tersebut dalam mengukur apa saja yang diukurnya” (Furchan, 1982). Derajat keajegan ditunjuk oleh koefisien reliabilitas.Reliabilitas ditentukan oleh keadaan sampel dan jumlah item. Semakin banyak item, semakin luas wilayah pengukuran dan diharapkan memberikan hasil yang dipercaya. Untuk mengukur taraf reliabilitas instrumen dalam penelitian ini digunakan metode belah dua (split-half method) karena metode belah dua merupakan metode yang lebih efisien dengan satu kali pengukuran pada satu kelompok. Dalam menganalisis taraf reliabilitas metode belah dua menggunakan dua rumus, Rumus pertama adalah rumus Pearson yaitu tekhnik korelasi product-moment

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 , kemudian hasil dari rumus tersebut akan dimasukkan kedalam rumus formula koreksi dari Spearman-brown. Rumus teknik korelasi Product-Moment dari Pearson adalah: rxy= Keterangan: rxy=korelasi skor-skor total kuesioner dan total butir-butir N = jumlah subjek X = skor sub total kuesioner Y = skor total butir-butir kuesioner XY = hasil perkalian antara skor X dan skor Y Sedangkan Derajat keajegan ditunjuk oleh koefisien reliabilitas (Azwar, 2003: 83).Tingkat reliabilitas instrumen dappat diungkapkan dengan koefisien alpha (α).Untuk menghitung indeks reliabilitas kuesioner tingkat perilaku Bullying digunakan program SPSS (Statistic Programme for Social Science) versi 16.0.rumus koefisien alpha (α) adalah sebagai berikut:

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Keterangan: ² = Varians skor belahan 1dan varians skor belahan 2 = Varians skor skala Penulis disini menggunakan metode uji coba terpakai dari hasil pengolahan data diperoleh perhitungan koefisien reliabilitas seluruh instrumen dengan menggunakan rumus koefisien alpha (α), yaitu 0,908. Untuk penggolongan tingkat kemampuan mengelola rasa marah dapat dilihat sebagai berikut : Tabel 3. Rumus Kategorisasi Menurut Azwar Koefisien Korelasi Kualifikasi μ + 1,5 x σ < X Sangat Tinggi μ + 0,5 x σ < X ≤ μ + 1,5 Tinggi μ - 0,5 x σ < X ≤ μ + 0,5 Sedang μ - 0,5 x σ < X ≤ μ - 0,5 Rendah X ≤ μ - 0,5 Sangat Rendah (Azwar,2007) D. Prosedur Pengumpulan Data Tahap persiapan, setelah merevisi kuesioner dan mendapat persetujuan dari dosen pembimbing untuk melakukan penelitian pihak sekolah yakni SMP Pangudi LuhurBayat untuk meminta ijin penelitian pada tanggal 24

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Februari 2014.Setelah mendapat persetujuan dari pihak pengelola sekolah maka penelitian dilakukan pada tanggal 9 Mei 2014. Penyebaran angket quisioner dibantu oleh 2 orang sahabat yang membantu karena pihak sekolah memberikan waktu 1 jam pelajaran pada jam ke-1 saja. Pihak sekolah memberikan waktu jam ke-1 untuk penyebaran angket kuesioner karena pada jam tersebut digunakan untuk bimbingan dari wali kelas, sehingga dirasa bisa digunakan untuk melakukan penyebaran angket. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut : Tabel 4. Jadwal Kegiatan Pengumpulan Data No. Tanggal Jam pelaksanaan Kelas Jumlah Jumlah pelajaran siswa siswa ke- yang yang hadir absen 1. 9 Mei 2014 Ke-1 VIII A 30 2 2 9 Mei 2014 Ke-1 VIII B 30 3 3 9 Mei 2014 Ke-1 VIII C 31 3 Total 83 E. Teknik Analisis Data Tekhnik analisis data yang digunakan dalam penelitian berdasarkan kategori jenjang (ordinal) (Azwar, 2007). Penggolongan pencapaian tingkat kemampuan mengelola rasa marah terbagi menjadi lima yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tahap-tahap yang digunakan dalam mengelola dan menganalisis data yaitu: 1. Menentukan skor dari masing-masing alternatif jawaban yang sudah diberikan oleh subjek dan membuat tabulasi skor dari masing-masing butir skala item. Langkah selanjutnya menghitung total skor masingmasing subjek penelitian dan total skor tiap item pernyataan. 2. Pengolahan Data Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan menggunakan analisis deskriptif yang melalui penyajian dan melalui tabel, penghitungan rata-rata (mean), standart deviasi serta pengkategorisasian menurut norma yang telah ditentukan peneliti. a. Kategorisasi tingkat perilaku kemampuan mengelola rasa marah siswa secara umum yang disusun berdasarkan model distribusi normal dengan kategori jenjang. Tujuan kategori tersebut untuk menempatkan subjek penelitian kedalam kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasar atribut yang diukur. Kontinum jenjang ini disusun berpedoman pada Azwar (1999:106) yang mengelompokkan tingkat kemampuan mengelola rasa marah dalam lima kategori yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan rendah dengan norma kategori seperti tabel 3.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Kategori tinggi rendah tinkat kemampuan mengelola rasa marah secara keseluruhan (dengan ∑ item total = 33), diperoleh melalui penggolongan dengan perhitungan sebagai berikut : X maksimum teoritik : 33 X 4 = 132 X minimum teoritik : 33 X 1 = 33 σ : (132-33) :6 = 16,5 μ : (132+ 33) : 2 = 82,5 b. Uji Beda Uji-t 2 sampel bebas adalah metode yang digunakan untuk menguji kesamaan rata-rata dari 2 populasi yang bersifat independen, dimana peneliti tidak memiliki informasi mengenai ragam populasi. Independen maksudnya adalah bahwa populasi yang satu tidak dipengaruhi atau tidak ada berhubungan dengan populasi yang lain. Pada prinsipnya, tujuan uji dua sampel adalah mengetahui apakah ada perbedaan antara dua populasi dengan melihat rata-rata dua sampelnya. Rumus uji beda: t= X1 – X2 /n √∑ -(∑ n (n – 1)

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini diuraikan hasil penelitian mengenai tingkat kemampuan mengelola rasa marah padasiswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013/2014, pembahasan hasil penelitian, dan program pengembangan konsep diri A. Hasil Penelitian Berdasarkan data yang terkumpul dan diolah dengan menggunakan kriteria Azwar (2011: 147-148) dapat diketahui tingkat kemampuan Mengelola Rasa Marah pada siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013/2014 seperti yang digambarkan pada table 6. Tabel.5 Penggolongan Tingkat Kemampuan Mengelola Rasa Marah Rentang skor Frekuensi Presentase Kategori frekuensi X ≤ 57 14 16,867 % Sangat Rendah 59 ≤ X < 75 8 9,639 % Rendah 76 ≤ X< 90 35 42,169 % Sedang 91 ≤ X< 107 25 30,12 % Tinggi 108 < X 1 1,205 % Sangat Tinggi

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Dari hasil pengolahan data dan tersaji dalam tabel secara umum terlihat bahwa ada 1 (1,205 %) orang siswa yang mampu mengelola rasa marah dengan Kategori Sangat Tinggi, 25 orang (30,12 %) siswa mampu mengelola rasa marah dengan kategori Tinggi, 35 orang (42,169%) siswa mampu mengelola rasa marah dengan kategori Sedang, 8 orang (9,639 %) siswa mampu mengelola rasa marah dengan kategori Rendah dan sisanya sebanyak 14 orang (16,867%) mampu mengelola rasa marah dengan kategori Sangat Rendah. Tabel. 6 Penggolongan Hasil Analisis Capaian Skor Butir Pengukuran Tingkat Kemampuan Mengelola Rasa Marah Para Siswa Kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat Rentang skor Frekuensi Presentase Kategori frekuensi X ≤ 145 4 12,121 % Sangat Rendah 146 ≤ X < 186 12 36,364 % Rendah 187 ≤ X < 227 5 15,152 % Sedang 228 ≤ X < 269 11 33,333 % Tinggi 270 < X 1 3,03 % Sangat Tinggi Dari hasil pengolahan data dan tersaji dalam tabel secara umum terlihat bahwa ada 1 (3,03 %) butir item pengukuran tingkat kemampuan mengelola rasa marah dengan kategori Sangat Tinggi, 11 (33,333 %) butir item pengukuran tingkat

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 kemampuan mengelola rasa marah dengan kategori Tinggi, 5 (15,152 %) butir item pengukuran tingkat kemampuan mengelola rasa marah dengan kategori Sedang, 12 (36,364 %) butir item pengukuran tingkat kemampuan mengelola rasa marah dengan kategori Rendah dan sisanya sebanyak 4 (12,121 %) butir item pengukuran tingkat kemampuan mengelola rasa marah dengan kategori Sangat Rendah. Tabel.7 Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean Putri 100.7250 40 8.08921 1.27902 Putra 95.0750 40 7.63053 1.20649 Tabel.8 Paired Samples Test Mean Pair 1 Putra-Putri 5.65000 Paired Differences Std. Std. Error Lower Deviation Mean 10.29949 1.62849 2.35606 Upper 8.94394 t 3.469 Df 39 Dari hasil uji t-test yang tersaji pada tabel di atas, nilai sig (2-tail) 0,001 < 0,05 jadi terdapat perbedaan yang signifikan sehingga Ha diterima. Ha diterima karena terdapat perbedaan kemampuan di dalam mengelola rasa marah antara siswa dan siswi SMP Pangudi Luhur Bayat yang signifikan. Dari hasil uji t-test di atas juga terpapar dari tabel bahwa mean siswa putra dan siswa putri terdapat perbedaan. Hasil Sig. (2tailed) .001

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 yang terpampang menunjukkan bahwa mean siswa putri lebih tinggi dari mean siswa putra, sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa putri lebih mampu mengelola rasa marahnya dengan lebih baik jika dibandingkan dengan kemampuan mengelola rasa marah pada siswa putra. B. Pembahasan. Berdasarkan hasil penggolongan keseluruhan tingkat kemampuan mengelola rasa marah yang dialami oleh para siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat, tampak dari hasil pengolahan data bahwa secara keseluruhan 1 orang siswa saja yang mampu mengelola rasa marah dengan Kategori Sangat Tinggi atau sekitar 1,205 % dari jumlah siswa keseluruhan , 25 orang atau sekitar 30,12% dari jumlah siswa keseluruhan yang mampu mengelola rasa marah dengan Kategori Tinggi, 34 orang siswa atau sebanyak 40,964% dari jumlah siswa keseluruhan yang mampu mengelola rasa marah dengan Kategori Sedang, 7 orang siswa atau sebanyak 8,343% dari jumlah siswa keseluruhan yang mampu mengelola rasa marah dengan Kategori Rendah, dan 16 orang siswa atau sebanyak 19,277% dari jumlah siswa keseluruhan yang mampu mengelola rasa marah dengan Kategori Sangat Rendah. Hasil penelitian tersebut diatas memberikan informasi yang hampir sama dengan dugaan peneliti bahwa bahwa sebagian siswa-siswi di SMP Pangudi Luhur Bayat masih kurang mampu mengelola rasa marah dengan baik. Dari hasil yang terpapar di atas dapat dilihat bahwa hanya satu siswa dari total 83 siswa yang mampu

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 mengelola rasa marahnya dengan baik. Dari hasil penelitian tersebut, masih banyak siswa-siswi yang kurang mampu mengelola rasa marahnya. Hal ini dikarenakan siswa-siswi mengelami masa Sturm Und Drang. Artinya siswa mengalami suatu masa dimana terdapat gejolak emosi sangat tinggi yang dipengaruhi oleh perubahanperubahan yang terjadi pada diri seorang remaja tersebut (Soesilowindradini, Psikologi Perkembangan). Pada masa inilah seorang siswa mengalami gejolak masa remajanya, dimana seorang remaja sarat akan konflik, baik konflik dengan teman sebaya maupun dengan keluarga. Konflik yang terjadi pun biasanya dipicu oleh hal yang sepele. Konflik dengan teman sebaya bisa terjadi karena ejekan atas perubahan fisik yang dialami, seperti badan bertambah besar, dan perubahan fisik lainnya. Sedangkan konflik yang terjadi dengan pihak keluarga biasanya dipicu oleh ketidakmampuan seorang anak menerima nasihat dan arahan dari orang tua yang tujuan sebenarnya bagus tapi disalah artikan oleh remaja tersebut. Hasil penelitian yang dilakukan mean siswa putri cenderung lebih tinggi dari mean siswa putra. Hal ini menunjukkan bahwa siswa putri lebih mampu mengelola rasa marah dengan lebih baik daripada siswa putra. Hal ini bisa terjadi karena pengaruh kebudayaan masyarakat di Indonesia, khususnya di pulau jawa sendiri. Kebudayaan jawa sangat menjaga sopan santun. Seorang putra mengungkapkan apa yang dirasakan dengan terbuka dan secara langsung adalah hal yang wajar, berbeda dengan ketika seorang putri yang mengungkapkan perasaannya,

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 khususnya emosi atau rasa marah. Pandangan masyarakat akan langsung menilai bahwa putri tersebut tidak sopan, kurang berpendidikan, atau pandangan negatif lainnya. Masa remaja adalah masa yang sangat labil/ rentan bagi seorang anak. Jika tidak mendapatkan pengawasan atau pendampingan yang tepat dari pihak sekolah dan pihak keluarga, akan sangat berbahaya bagi anak mendapatkan doktrin atau contoh dari luar lingkup sekolah dan keluarga. Pergaulan jaman sekarang sangat mengkhawatirkan bagi kita semua, lebih-lebih bagi orang tua yang memiliki putra dan putri remaja. Hal ini dikarenakan banyak terjadi kenakalan remaja yang tidak biasa. Kenakalan remaja jaman ini sangat beragam, mulai dari pencurian, pemerkosaan, bahkan yang paling sadis sampai terjadi pembunuhan. Kasus-kasus seperti tersebut sering kita jumpai pada berita, baik media cetak maupun media elektronik. Dari data yang terpampang pada tabel, dari hasil olah spss menunjukkan bahwa dari 40 item total yang digunakan peneliti untuk mengukur tingkat kemampuan mengelola rasa marah pada siswa dan siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013-2014, terdapat 7 item yang gugur karena tidak memenuhi standar 0,25. Item yang gugur adalah item nomor 13, 14, 28, 31, 37, 39, dan item nomor 40. Item nomor 13 dan 14 adalah bagian dari aspek 1 pada indikator ke 3 yang berbunyi “mampu bereaksi secara tepat pada situasi emosional.” Dari pemaparan di atas, menunjukkan bahwa siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 tahun ajaran 2013-2014 dalam menyikapi keadaan emosional belum menggunakan akal sehat dan kepala dingin. Item nomor 28 adalah bagian dari aspek 3 pada indicator nomor satu yang berbunyi “mampu menenangkan diri sendiri saat sedang marah.” Dari pemaparan di atas, menunjukkan bahwa siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013-2014 masih memerlukan pendampingan dari orang lain yang lebih dewasa untuk menenangkan diri saat sedang marah. Item nomor 31 adalah bagian dari aspek 3 pada indikator nomor 2 yang berbunyi “mampu mengalihkan perhatian dari apa yang memicu marah.” Dari pemaparan di atas, menunjukkan bahwa siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 20132014 masih dengan mudah dapat terbawa suasana yang memicu munculnya kemarahan. Item nomor 37 adalah bagian dari aspek 3 pada indikator nomor 3 yang berbunyi “mampu menunjukkan cara yang efektif untuk meredakan marah.” Dari pemaparan di atas, menunjukkan bahwa siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013-2014 masih belum mampu mengatasi konflik batin dengan caranya sendiri. Item nomor 39 dan 40 adalah bagian dari aspek 4 pada indikator yang berbunyi “mampu mengungkapkan perasaan marahnya secara jujur dan tepat tanpa melukai perasaan orang lain.” Dari pemaparan di atas, menunjukkan bahwa siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013-2014 masih sering mengungkapkan emosi marahnya tanpa terus terang. Data hasil uji per item menunjukkan bahwa sebagian besar item masih belum mampu menjadi alat ukur yang baik setelah proses validasi. Tercermin dari masih

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 terdapat 16 item yang tergolong rendah dan sangat rendah untuk menjadi pernyataan sebagai alat yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan mengelola rasa marah pada siswa dan siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 20132014. Item yang rendah ada 12 item sedangkan untuk item yang sangat rendah terdapat 4 item. Saat penelitian dilaksanakan di SMP Pangudi Luhur Bayat, pihak sekolah sangat kooperatif dalam memberikan kesempatan bagi penulis untuk melaksanakan penelitian. Kepala sekolah dan guru Wali Kelas sangat terbuka pada peneliti yang ingin melaksanakan penelitian di sekolah tersebut. Hasil penelitian tersebut akan dijadikan masukan dan kritik bagi keterlaksanaan pengelolaan sekolah. Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di SMP Pangudi Luhur Bayat sebenarnya kurang proporsional karena hanya ada satu jam pelajaran saja dan tidak adanya Guru BK yang menetap di sekolah. Tenaga ke-BK-an pun dipercayakan kepada seorang suster yang setiap minggu sekali hadir untuk memberikan layanan BK secara umum, bukan per kelas. Kegiatan ke-BK-an pun dilakukan sebatas memberikan konseling kepada siswa yang bermsalah saja, belum sampai pada tahapan komprehensif, dimana BK memberikan layanan tidak hanya melihat ada masalah atau tidak ada masalah. Melainkan layanan memiliki tujuan untuk menjadikan siswa menjadi seorang pribadi yang lebih berkualitas.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 C. Usulan Topik-topik Bimbingan Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti menyusun usulan topik bimbingan untuk membantu siswa atau siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat yang memiliki tingkat mengelola rasa marah agar mampu mengelola rasa marahnya dengan lebih baik. Usulan topik bimbingan ini merupakan jawaban atas pertanyaan dalam rumusan masalah kedua yaitu “Usulan topik bimbingan apa saja yang sesuai untuk para siswa tersebut berdasarkan hasil pengungkapan tingkat kemampuan mengelola rasa marah yang terjadi pada siswa kelas VII di SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013/2014? “. Usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial untuk siswa dan siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat disajikan berdasarkan item yang memiliki gradasi skor paling rendah. Peneliti menyajikan beberapa usulan topik bimbingan pribadi sosial di bawah ini

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 BAB V PENUTUP Pada bab ini berisi pemaparan tentang kesimpulan dan saran. A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Dari penggolongan hasil tingkat kemampuan mengelola rasa marah yang terpampang pada tabel 5, dari 83 siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013/2014, 1 orang siswa atau 1,205% mampu mengelola rasa marah dengan tingkat sangat tinggi. 25 orang siswa atau 30,12% mampu mengelola rasa marah dengan tingkat tinggi dan 35 orang siswa atau 42,169% mampu mengelola rasa marah dengan tingkat sedang. Namun demikian masih terdapat 8 orang siswa atau 9,639% mampu mengelola rasa marah dengan tingkat rendah dan 4 orang siswa atau 16,867% masih mengelola rasa marahnya dengan tingkat sangat rendah. 2. Dari penggolongan hasil analisis capaian skor butir yang terpampang pada tabel 6, 1 item atau 3,03% butir item yang termasuk item yang tingkat penggolongan capaian skor sangat tinggi. 11 item atau 33,333% butir item yang termasuk item yang tingkat penggolongan capaian skor tinggi, dan5 item atau 15,152% butir item yang termasuk item yang

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 tingkat penggolongan capaian skor sedang. Namun demikian masih teradapat 12 item atau 36,364% butir item yang termasuk item yang tingkat penggolongan capaian skor rendah dan 4 item atau 12,1221% butir item yang termasuk item yang tingkat penggolongan capaian skor sangat rendah. 3. Dari paired sample statistics dan paired samples test, hasil sig (2-tailed) 0,001 < 0,05 maka Ha Ad perbedaan kemampuan mengelola rasa marah antara siswa dan siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat tahun ajaran 2013-2014 dan Ho ditolak. B. Saran-saran Berikut ini dikemukakan saran-saran untuk berbagai pihak:. 1. Kepala sekolah dan seluruh pihak SMP Pangudi Luhur Bayat: Pengadaan staf ke-BK-an untuk membantu peserta didik menyelesaikan tugas perkembangan yang wajib dan harus diselesaikan sesuai tingkatan usia anak. 2. Orang tua murid Bekerjasama dan berperan aktif dalam membangun komunikasi dengan pihak sekolah untuk mendidik anak dengan lebih baik ketika berada dalam lingkungan keluarga.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 3. Peneliti lain. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengusulkan Identifikasi yang lebih akurat diperlukan untuk mengungkap tingkat kemampuan mengelola rasa marah yang ada di SMP Pangudi Luhur Bayat dan lebih mengembangkan pengetahuan yang berkaitan dengan marah dan bagaimana cara mengelola marah dengan baik agar tindakan penyelesaian terhadap tingkat mengelola marah yang kurang baik tersebut dapat dilakukan dengan tepat.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 DAFTAR PUSTAKA Azwar, Saifuddin. (1999). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. . (2011). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. CP. Chaplin (1993). Dictionary of Psychology Terj. Kartini Kartono, Kamus Lengkap Psikologi, Raja Grafindo Persada, Jakarta. Depdikbud. (1995). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. DiGiussepe, Raymon. (1994). Understanding Anger Disosder. Oxford University Perss. (2007). Understanding Anger Disosder. Oxford University Perss. Faupel, Adrian, dkk. 2011. Anger Management. Furchan, Arief. (2004). Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Goelman, Daniel. 1996. Emotional Intelligence. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Goleman, Daniel. 1997. Social Intelligence: The New Science of Human Relationship. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Gunarsa, J. Singgih D. dan Gunarsa Singgih D. 1981. Psikologi Remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia Hershorn, Michael. 2005. 60 second Anger Management. Jakarta: PT: Bhuana Ilmu Populer. Jahya, Y. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: kencana Prenada Media Group. Purwanto, Y. & Mulyono, R. (2006). Psikologi Marah. Bandung: Refika Aditama.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Rifai, Melly Sri Sulastri. 1984. Psikologi Perkembangan Remaja Dari Segi Kehidupan Sosial. Bandung: Bina Aksara. Santrock, John W. 2007. Remaja Ed. 11 Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Safaria, Tantoro dan Saputra, Eka Nofran. 2009. Manajemen Emosi. Jakarta: Bumi Aksara. Winkel. W.S. dan Hastuti, Sri M.M. 2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi. Yusuf, Syamsu. 2010. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Lampiran1 INSTRUMEN PENELITIAN Kelola dan mu Disusun Oleh: Galih Herwin Prasetyo PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Nama:……….. Kelas :……….. Kuesioner Kemampuan Mengelola Rasa Marah (Penelitian) Dibawah ini terdapat sejumlah pernyataan mengenai kebiasaan bertingkah laku saat berelasi dengan teman sebaya, kebiasaan ini adalah kebiasaaan yang dilakukan di lingkungan sekolah. Bacalah secara cermat setiap pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner ini kemudian pilihlah jawaban sesuai dengan kondisi yang anda rasakan. Pengisian kuesioner ini dilakukan dengan cara memberi tanda centang (√) pada kolom alternatif jawaban yang disediakan dan yang menurut anda paling sesuai dengan kondisi diri anda. Adapun alternatif jawabannya adalah :  SS : Sangat Sering S : Sering  KK : Kadang-kadang  TP : Tidak Pernah Contoh: No. 1. SS S KK TP Saya membalas kakak yang membentak saya dengan memukul √ Dari jawaban di atas, teman-teman menyatakan bahwa teman-teman sering melakukan apa yang teman-teman pilih berdasarkan pernyataan yang terdapat di dalam kolom di atas.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Mohon menjawab setiap pernyataan yang ada dengan jujur dan sesauai keadaan atau kondisi diri anda dan pastikan tidak ada pernyataan yang terlewatkan. Kerahasiaan identitas anda dijamin sepenuhnya oleh peneliti. No Pernyatan 1. Tidak ada film komedi yang lucu bagi saya saat suasana hati kurang menyenangkan 2. Ekspresi bahagia (senyum, tertawa) dari orang lain membuat saya merasa jengkel 3. Jika tugas yang saya kerjakan tidak kunjung selesai saya ingin merobek kertas yang ada 4. Saya membanting pintu saat saya sedang marah 5. Saya meninju tembok di saat saya membenci seseorang 6. Ketika saya mengepalkan tinju sambil mengeratkan gigi, di saat itulah saya merasa marah 7. Saya mengerutkan dahi dan membelalakkan mata saat ada teman yang mengganggu saya 8. Jika jantung saya terasa berdetak lebih kencang dan rahang saya mengatup kaku saya sedang menahan kemarahan 9. Ketika marah, saya merasa kepala saya sakit dan cenderung berkeringat 10. Nafas saya terasa memburu dan banyak mencucurkan keringat saat saya marah 11. Saya menghela nafas ketika saya mulai merasa jengkel 12. Saya menghindar beberapa waktu dari teman atau orang SS S KK TP

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 lain yang membuat saya marah untuk menenangkan diri 13. Saya mandi sambil berendam saat saya sedang marah 14. Saya berlari mengelilingi lapangan untuk menghilangkan rasa jengkel 15. Saya curhat kepada teman tentang rasa jengkel untuk mengurangi beban di hati 16. Saya minta saran atau nasihat orang tua untuk menyelesaikan masalah yang saya alami 17. Saya tahu, ketika saya marah, saya harus menenangkan diri sementara waktu agar tidak mengganggu aktivitas 18. Saya menghela nafas panjang dan menarik nafas dalamdalam untuk melupakan marah yang saya rasakan 19. Saya tahu bahwa memukul adalah salah satu ungkapan marah yang salah 20. Saya mencaci dan memaki orang yang membuat saya marah 21. Saya memukul bantal atau guling untuk melampiaskan rasa marah saya 22. Saya marah ketika guru membentak dan menatap saya dengan tajam 23. Saya menendang orang yang membuat saya merasa marah 24. Saya menampar teman yang mengejek saya semena-mena 25. Jika saya sedang dilanda emosi, saya akan diam dan mencoba berfikir positif

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 No Pernyataan 26. Saat saya sedang marah, saya pergi keluar rumah untuk berkumpul dengan teman-teman 27. Saya berdoa ketika sedang marah 28. Saya mandi di bawah air mengalir untuk menghilangkan rasa marah yang ada 29. Saya mengambil nafas dalam-dalam dan membuang melalui mulut untuk mengurangi rasa marah 30. Saya menonton film komedi ketika marah 31. Saya menghindar ketika bertemu orang yang menjengkelkan bagi saya 32. Saya pergi ke kamar saat kakak membentak saya 33. Saya pergi meninggalkan teman yang membentak saya secara tiba-tiba tanpa satu alasanpun 34. Saya masuk ke kamar dan mendengarkan musik yang dapat menenangkan hati 35. Saya curhat kepada teman saya saat saya sedang marah 36. Minum air es adalah salah satu cara yang saya gunakan untuk meredam rasa marah 37. Saya berteriak sekencang kencangnya saat saya marah 38. Saya menyalami orang yang membuat saya marah 39. Saya mengguyur kepala dengan air dingin untuk meredakan rasa marah yang saya alami 40. Saya memaki bayangan saya sendiri yang ada di dalam cermin untuk meluapkan rasa marah SS S KK TP

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Terima Kasih Kelola dan mu Keep smile

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Lampiran2 Hasil uji validitas Nomor Item Item-Total Statistics Scale Scale Corrected Mean if Variance Item-Total Item if Item Correlation Deleted Deleted Cronbach's Alpha if Item Deleted 1 79.575 416.7122 0.580439 0.927726 2 79.125 407.3942 0.649784 0.92675 3 78.85 406.2846 0.768058 0.925774 4 79.25 412.6538 0.525756 0.928091 5 79.225 401.3583 0.683787 0.926236 6 79.325 400.584 0.794384 0.925136 7 79.525 410.3071 0.617011 0.927149 8 79.475 405.8455 0.670517 0.9265 9 79.35 404.1821 0.699427 0.926162 10 79.45 403.9974 0.72407 0.925934 11 79.95 423.7923 0.497814 0.928636 12 79.775 414.2301 0.53171 0.928025 13 (gugur) 80.475 438.6147 -0.01427 0.931677 14 (gugur) 80.5 440.8718 -0.09792 0.932259 15 79.975 421.666 0.384321 0.929433 16 79.525 412.3583 0.555831 0.92777 17 79.825 406.4045 0.754236 0.925873 18 79.725 407.2301 0.667878 0.926581 19 79.8 424.2154 0.303562 0.930278 20 79.625 406.3942 0.593431 0.927347 21 80.275 423.6404 0.426231 0.929028 22 79.325 402.8404 0.700799 0.926095 23 79 404.359 0.737136 0.925848 24 79.175 392.4045 0.815933 0.924462 25 79.55 408.2026 0.686754 0.926478 26 79.65 415.259 0.494746 0.928403 27 80.025 425.1532 0.512194 0.928693 80.4 432.2974 0.176923 0.930831 29 79.875 414.7788 0.596816 0.927508 30 79.925 423.1481 0.345014 0.92981 79.95 432.3051 0.17017 0.930924 28 (gugur) 31 (gugur)

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 80.325 426.5327 0.414809 0.929194 33 80.2 430.1641 0.270654 0.930113 34 79.775 422.8968 0.407449 0.929168 35 79.85 419.2077 0.444118 0.928873 36 80 426.7692 0.26518 0.930507 32 80.075 435.9686 0.04582 0.932262 38 79.95 426.1513 0.269454 0.930535 39 (gugur) 80.35 437.3615 0.015511 0.932196 40 (gugur) 80.2 444.0615 -0.16465 0.933835 37 (gugur)

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Lampiran 3 Tabulasi data penelitian siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 2 3 1 1 2 4 2 1 4 2 2 2 4 2 2 1 3 1 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 2 3 2 3 2 2 3 2 2 1 3 4 3 4 2 2 3 1 2 2 1 4 4 4 3 4 2 2 3 4 3 2 4 3 2 4 2 1 1 1 3 1 2 1 4 4 3 4 1 1 2 2 2 2 2 2 3 2 4 4 4 4 3 4 2 2 4 4 3 5 1 1 1 1 4 1 2 2 4 4 1 4 4 1 2 1 2 2 1 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 1 6 2 1 1 1 2 1 2 1 3 2 1 3 2 1 3 2 1 2 1 4 4 4 2 4 2 3 2 2 3 3 4 3 2 7 1 2 1 1 1 1 2 1 3 1 3 4 1 1 3 3 2 2 1 4 1 2 3 3 1 2 2 4 4 1 4 4 1 8 1 1 1 2 1 1 2 1 3 3 2 2 1 2 2 1 1 2 2 4 2 4 3 4 4 3 4 4 1 2 3 3 1 9 1 1 1 1 2 1 2 1 3 4 1 4 2 1 3 2 2 2 2 2 1 2 4 4 4 2 4 2 2 2 4 3 2 10 2 1 1 1 2 1 2 1 4 1 1 4 2 1 3 2 1 2 2 3 1 4 4 4 4 2 4 3 3 1 4 4 2 11 2 1 1 1 1 1 2 1 2 2 3 3 2 2 2 1 1 1 2 2 3 3 2 1 2 3 4 2 2 2 1 3 2 12 2 1 1 1 1 1 1 1 3 3 4 3 2 1 2 1 1 2 2 4 4 3 3 1 3 2 4 2 4 3 1 2 3 15 1 1 1 2 2 1 1 1 3 1 1 4 1 2 3 1 2 2 1 1 3 2 3 2 1 1 4 3 4 2 2 3 1 16 2 1 3 1 4 2 1 2 2 4 1 2 2 1 3 1 1 1 1 2 4 3 2 1 1 2 1 3 4 3 3 2 4 17 2 1 1 1 1 1 1 1 3 3 2 4 1 1 1 1 1 2 1 3 4 2 3 2 2 4 2 2 3 1 3 2 1 18 1 1 1 1 1 1 1 2 3 4 2 2 2 1 1 1 1 2 1 3 2 4 2 1 1 3 3 2 3 1 2 3 1 19 1 1 4 1 3 1 1 2 1 1 2 3 2 3 2 1 1 2 1 2 4 1 3 4 1 2 1 1 3 2 1 1 3

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 2 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 2 2 4 2 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 1 3 1 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 4 4 3 4 4 4 1 3 1 3 4 4 4 3 4 4 4 4 2 2 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 1 4 4 4 4 4 3 3 2 4 1 4 3 3 4 4 4 4 3 3 2 2 2 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 1 3 3 3 3 3 4 3 4 4 2 2 2 3 4 3 4 3 2 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 2 3 1 4 1 2 4 3 2 3 4 3 4 3 3 3 1 4 4 4 4 3 2 3 3 4 4 3 3 4 4 4 1 3 4 4 3 3 2 4 1 4 1 4 2 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 1 4 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 2 2 2 1 1 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 2 2 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 2 4 4 4 2 3 4 4 4 4 2 2 3 2 1 1 1 3 2 3 1 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 1 2 1 2 3 1 3 4 4 2 4 2 3 3 1 1 1 4 2 3 2 3 1 3 2 1 1 1 2 3 2 3 1 2 2 3 2 2 2 1 1 2 2 3 1 4 2 2 4 3 4 2 1 2 1 1 1 2 1 1 3 4 2 2 4 4 3 2 4 2 2 2 2 3 2 2 4 2 2 1 4 4 4 4 4 2 3 2 3 2 1 1 2 2 1 3 2 2 1 4 3 3 3 3 4 3 3 2 2 2 2 4 1 2 4 2 4 1 2 1 1 4 3 4 4 2 4 3 1 1 1 2 2 4 3 3 3 3 3 2 2 2 4 2 2 3 2 2 3 4 2 2 3 3 3 3 2 2 2 4 1 4 4 3 3 2 2 1 2 4 1 3 3 1 3 3 3 4 2 2 4 3 1 2 2 2 2 3 2 1 3 1 1 2 3 4 3 4 1 3 1 2 1 1 2 1 1 1 3 1 2 2 1 2 4 4 3 3 4 2 1 4 1 3 3 3 1 1 1 3 3 2 4 3 1 4 2 3 3 2 2 3

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 1 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 1 1 2 2 2 2 2 2 4 1 3 1 1 2 2 4 4 3 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 3 3 2 2 3 1 3 2 2 1 1 4 3 2 2 2 4 2 3 3 3 2 2 4 3 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 4 1 1 2 2 3 1 1 1 1 2 2 3 2 1 1 1 1 1 2 1 X 214 269 270 256 265 240 231 235 248 242 170 180 183 194 189 166 169 69 Keterangan; 1. Warna merah pada baris X menunjukkan bahwa item yang digunakan memiliki tingkat sangat tinggi untuk penelitian 2. Warna kuning pada baris X menunjukkan bahwa item yang digunakan memiliki tingkat tinggi untuk penelitian 3. Warna hijau pada baris X menunjukkan bahwa item yang digunakan memiliki tingkat sedangi untuk penelitian 4. Warna biru pada baris X menunjukkan bahwa item yang digunakan memiliki tingkat rendah untuk penelitian 5. Warna ungu pada baris X menunjukkan bahwa item yang digunakan memiliki tingkat sangat rendah untuk penelitian

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Lanjutan lampiran 3 Tabulasi data penelitian siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat 20 2 1 1 1 2 1 1 1 3 4 1 4 1 2 1 1 1 2 1 4 3 4 3 3 1 4 1 4 4 4 1 3 1 21 2 1 1 1 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 4 2 2 2 4 2 1 22 1 2 2 1 2 1 1 2 3 3 2 4 2 1 2 1 1 2 2 4 4 4 4 4 2 4 2 4 3 2 1 4 1 23 1 1 2 2 2 1 3 2 4 3 2 4 2 2 2 1 1 2 3 4 4 4 3 4 3 3 1 4 4 2 4 3 1 24 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 3 4 2 1 3 1 1 1 1 4 4 4 3 4 3 4 1 4 4 1 4 4 1 25 2 1 1 1 3 3 3 1 4 2 4 3 1 1 2 1 1 1 1 3 3 3 3 1 3 3 1 2 3 1 4 4 1 26 1 1 1 1 1 3 3 2 3 3 4 1 2 1 2 1 1 1 1 3 2 4 3 2 4 1 4 2 2 2 3 2 1 27 1 2 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 3 3 3 2 2 1 29 1 2 1 1 4 1 2 1 2 2 3 2 1 1 1 1 1 2 1 2 2 2 3 1 1 2 2 2 2 4 1 1 1 30 1 1 1 1 4 1 2 2 2 1 1 4 4 1 2 1 2 2 1 1 4 3 2 3 4 2 4 3 4 3 2 3 1 32 2 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 1 4 3 2 1 4 2 3 3 1 33 1 2 2 1 2 1 1 2 2 1 1 1 2 1 2 1 1 2 2 1 2 3 1 1 1 1 1 1 4 4 2 2 1 34 2 3 1 2 2 1 1 2 3 3 2 2 1 2 2 1 1 1 1 3 3 1 3 1 4 2 4 2 4 3 2 1 3 35 2 2 2 2 3 1 1 1 3 1 1 2 1 1 3 1 1 1 1 1 4 2 3 2 1 1 4 2 4 3 4 2 4 36 2 1 3 1 4 2 1 2 2 1 2 1 2 1 3 1 1 1 1 1 1 1 2 1 3 1 1 2 2 3 2 2 4 38 1 1 4 1 3 1 1 2 1 1 1 2 2 3 2 1 1 2 1 1 2 4 2 1 3 1 1 3 1 4 1 1 3 49 43 49 40 72 41 51 47 91 74 64 94 59 47 70 43 42 56 45 87 89 94 90 80 83 79 85 89 101 78 90 89 60

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 2 1 1 3 4 4 3 4 4 4 1 4 1 1 1 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 3 2 4 3 3 4 3 4 3 4 2 1 1 3 1 2 2 1 1 1 2 1 1 1 3 2 4 2 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 4 1 1 1 1 2 3 2 1 1 1 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 2 2 4 4 3 1 3 4 4 4 3 2 4 2 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 2 1 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 2 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 3 3 4 4 4 4 4 2 4 3 4 1 3 1 4 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 4 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 4 3 2 3 3 2 3 3 2 3 1 4 3 2 3 3 2 1 2 2 1 1 4 2 4 2 2 3 2 2 2 2 2 3 1 1 2 2 4 3 2 1 3 3 3 3 2 1 1 2 2 2 2 1 1 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2 3 1 3 2 3 1 2 3 2 4 3 2 1 4 1 1 2 2 2 3 3 1 2 2 3 3 3 3 4 2 1 2 1 3 1 3 2 2 1 1 2 1 1 3 1 4 2 1 2 2 2 2 1 3 1 4 2 2 3 1 2 2 2 1 2 2 1 4 1 2 1 2 2 2 2 1 3 2 1 1 2 3 4 2 2 2 3 3 1 2 1 3 2 1 1 2 2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 3 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 3 4 2 2 1 1 1 3 1 3 1 1 1 3 1 2 1 1 1 1 2 2 3 3 3 1 2 2 2 2 1 3 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 2 1 4 2 3 3 1 3 1 2 2 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 2 1 4 3 2 3 2 2 4 4 2 2 2 2 3 2 1 2 1 1 1 2 1 1 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 2 2 1 2 2 1 4 2 2 1 3 4 4 4 1 1 4 1 2 4 1 1 2 2 1 1 3 1 2 2 2 2 1 1 4 3 1 2 1 1 2 4 4 1 1 1 1 1 1 1 3 2 1 1 4 2 2 1 2 1 1 4 2 3 1 3 4 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 2 2 2 1 1 2 2 1 2 2 2 3 2 2 3 1 52 73 48 95 80 97 91 81 93 94 94 93 82 81 90 91 91 94 86 89 79 101 87 82 100 76 78 81 96 90 87 109 87 96 101 91 85 91

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 2 1 1 4 2 1 2 1 2 2 3 1 3 4 4 1 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 2 2 4 2 2 2 3 2 2 4 2 2 2 2 4 1 2 2 2 3 2 3 1 1 2 1 4 2 1 2 1 2 1 1 2 2 1 1 4 1 1 2 2 4 1 1 1 2 2 1 2 1 1 1 3 1 2 2 1 2 1 1 4 4 1 2 2 3 1 3 2 1 1 2 1 2 1 1 2 2 1 1 2 1 2 2 1 2 2 2 3 4 2 3 2 2 2 1 2 4 1 2 2 3 1 4 2 2 1 1 4 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 2 3 1 1 1 3 1 1 2 1 234 134 244 265 259 196 182 161 154 169 144 129 185 179 143 146 72 83 81 82 107 87 84 88 92 101 75 96 86 Keterangan; 1. Warna merah pada baris X menunjukkan bahwa siswa mampu mengelola rasa marahnya dengan tingkat sangat tinggi. 2. Warna kuning pada baris X menunjukkan bahwa siswa mampu mengelola rasa marahnya dengan tingkat tinggi. 3. Warna hijau pada baris X menunjukkan bahwa siswa mampu mengelola rasa marahnya dengan tingkat sedang. 4. Warna biru pada baris X menunjukkan bahwa siswa mampu mengelola rasa marahnya dengan tingkat rendah. 5. Warna ungu pada baris X menunjukkan bahwa siswa mampu mengelola rasa marahnya dengan tingkat sangat rendah.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Lampiran 4 Surat ijin penelitian

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Lampiran 5 Daftar kualifikasi tingkat kemampuan mengelola rasa marah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 imam ivan yuni aprilia ery febri riski yoakima puteri krisdiyanta adventy priskila dewinta ayu eko bagas ratih dhana nurdin akbar tri agus muhamad andi popy dionisius nenes angga cahya riken sri ida sangat rendah sangat rendah sangat rendah sangat rendah Rendah sangat rendah sangat rendah sangat rendah Tinggi Rendah Rendah Tinggi Rendah sangat rendah Rendah sangat rendah sangat rendah sangat rendah sangat rendah Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 krisna tri nanda Tio rahmat Ari Leo Erin maria sri wahyu defi febi safik bima setiawan oktania glory Riki ruth rahmaningsih adinda mariyanto ludovicus kartika monica yuki batara irma doni sheila setya alfina sedang rendah sangat rendah rendah sangat rendah tinggi sedang tinggi tinggi sedang tinggi tinggi tinggi tinggi sedang sedang sedang tinggi tinggi tinggi sedang sedang sedang tinggi sedang sedang tinggi sedang sedang sedang tinggi

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Lanjutan Lampiran 5 Daftar kualifikasi tingkat kemampuan mengelola rasa marah 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 agnes anna panji anita kristiana sariyanti isna ardiansah chatarina tasya bayu gunawan ita lestari retno anggoro dimas zalsaviola iza abi siken rohmad Sedang Sedang sangat tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Tinggi Tinggi Rendah Tinggi Sedang

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Lampiran7 SATUAN PELAYANAN BIMBINGAN A. Pokok Bahasan : Pengelolaan Emosi B. Bidang Bimbingan : Pribadi – Sosial C. Jenis Layanan : Bimbingan Kelompok (Klasikal) D. Fungsi Layanan : Pemahaman dan pengembangan E. Standar Kompetensi : Siswa dapat mengelola emosi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari F. Kompetensi Dasar : Setelah mengikuti kegiatan ini, siswa dapat a. Siswa dapat menyebutkan minimal 5 macam emosi b. Siswa dapat menghargai emosi diri sendiri dan orang lain c. Siswa dapat mengelola emosi mereka dalam kehidupan sehari-hari G. Sasaran Pelayanan : Siswa-siswi kelas VII SMP Pangudi Luhur Bayat H. Materi pelayanan : Pengelolaan Emosi Emosi merupakan warna perasaan. Sejak usia 8 minggu, manusia sudah menunjukkan emosinya. Emosi merupakan sesuatu yang tak terlihat namun dapat dirasakan. Terkadang

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 kita sendiri sulit memberikan nama emosi yang sedang kita alami. Emosi dapat dipengaruhi juga cara berpikir seseorang. Hal itulah yang membedakan emosi pada anak dan orang dewasa. Semakin dewasa seseorang maka pengalamannya juga semakin bertambah. Pertama , anak belum mengerti hubungan sebab akibat dari kejadian yang terjadi di luar dirinya, misalnya : Ibu mendiamkan anak karena anaknya telah memecahkan pot kesayangan ibu. Kedua, anak menganggap bahwa bila sesuatu yang buruk terjadi maka hal itu merupakan hukuman atas kesalahannya. Hal ini merupakan akibat dari pola asuh orang tua yang sering mengatakan, ”Awas ya, kalau kamu nakal, nanti mama pergi.” sehingga jika orang tua pergi dalam waktu yang lama, dalam diri anak akan menimbulkan rasa bersalah bahwa Ibu pergi karena salahnya. Ketiga, anak masih sulit membedakan kepentingan diri sendiri dan orang lain, misalnya : anak ingin membeli mainan padahal orang tua sedang tidak punya uang. Untuk mengelola emosi, ada hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain: - Mengenali emosi yang sedang dialami - Memberi nama pada emosi itu - Menerima (jangan menolak) bahwa Anda memang sedang mengalami perasaan atu emosi tertentu - Mengerti perbedaan antara mengalami perasaan atau emosi dengan mengekpresikan emosi tersebut sehingga perilakunya dapat terkendali dan tidak merugikan orang lain - Jika sedang mengalami emosi negatif, maka ambil cara untuk mengendalikannya, misalnya menarik nafas dalam-dalam, tujuannya untuk menenangkan diri. - Belajar untuk berperilaku asertif, yaitu mampu mengungkapkan ide, pikiran, pendapat, maupun perasaan yang sedang dialami pada orang lain.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 - Mengekspresikan emosi secara tepat dan tidak berlebihan (dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi) I. Metode : Ceramah singkat, penugasan, experiential learning J. Media / Alat Bantu : K. Langkah Kegiatan : Kegiatan Kelas Pengantar Materi Pengelolaan Emosi Guru BK Siswa Membuka kegiatan bimbingan dengan salam dan memberikan pengantar singkat. Tugas Rumah mendengarkan Ceramah singkat, Mendengarkan dan sharing pengalaman, ikut aktif terlibat refleksi Siswa mempraktekkan hasil belajarnya Kesimpulan Penutup Guru BK bersama siswa menarik kesimpulan dari kegiatan ini Menarik kesimpulan Menutup kegiatan bimbingan mendengarkan L. Tempat penyelenggaraan bersama dengan guru BK : Ruang Kelas dalam kehidupan sehari-hari

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 M. Waktu : Semester II, minggu ke-4 Juli 2014, 1x40menit N. Penyelenggara pelayanan : Praktikan O. Pihak yang disertakan dalam pelayanan dan perannya masing-masing: Guru BK sebagai observer sekaligus evaluator P. Evaluasi : Q. Rencana Tindak Lanjut : R. Catatan Khusus : S. Sumber : a. www.semipalar .com. “Mendampingi Anak mengelola Emosi” b. www.kompas.com. ”Mengajari Anak Mengelola Emosi” c. www.blogdetik.com. ”Mengelola Emosi” Mengetahui, Perencana Pelayanan, Guru Pembimbing, (Fx. Heru Cahyana) Galih Herwin Prasetyo

(94)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis faktor kemampuan perencanaan karier siswa SMA(studi deskriptif pada siswa SMA Pangudi Luhur Sedayu kelas XII tahun ajaran 2016/2017 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan karier).
0
0
120
Tingkat motivasi belajar siswa : studi deskriptif pada siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta tahun ajaran 2016/2017 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan belajar.
0
0
108
Tingkat kemampuan penerimaan diri remaja : studi deskriptif pada remaja kelas VIII di SMP Karitas Ngaglik tahun ajaran 2016/2017 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial.
0
1
130
Kemampuan mengelola waktu belajar siswa (studi deskriptif pada siswa kelas XI SMA Pangudi Luhur Sedayu tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan belajar).
0
0
101
Tingkat kemandirian pilihan karier siswa SMK (studi deskriptif pada siswa kelas XII SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan karier).
0
1
134
Deskripsi tingkat kemampuan mengelola emosi siswa kelas IX SMP Kanisius Pakem tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan klasikal.
0
1
83
Tingkat konformitas siswa : studi deskriptif pada siswa kelas XI SMK Marsudi Luhur 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial.
0
2
121
Tingkat konformitas siswa Sekolah Menengah Atas : studi deskriptif pada siswa kelas XII SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial.
0
0
128
Deskripsi penyesuaian sosial siswa SMP BOPKRI 3 Yogyakarta kelas VII tahun ajaran 2013/2014 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial.
1
0
93
Studi deskriptif kemampuan mengelola emosi pada peserta didik kelas IV dan V SD Pangudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi - sosial.
0
2
125
Tingkat efikasi diri siswa : studi deskriptif pada siswa SMP Kanisius Pakem tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap topik-topik bimbingan pribadi-sosial.
0
0
114
Persepsi siswa tentang kemampuan manajemen waktu belajar : studi deskripsi pada siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap penyusunan topik-topik bimbingan belajar.
0
2
102
Deskripsi kemampuan mengelola konflik interpoersonal secara konstruktif siswa kelas VIII SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial.
0
3
103
Tingkat konformitas siswa studi deskriptif pada siswa kelas XI SMK Marsudi Luhur 2 Yogyakarta tahun ajaran 20122013 dan implikasinya terhadap usulan topik topik bimbingan pribadi sosial
0
0
119
Deskripsi tingkat konsep diri siswa SMP Xaverius Tugumulyo Palembang kelas VIII tahun ajaran 2010/2011 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi - USD Repository
0
0
118
Show more