Pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan orang tua tentang penggunaan multivitamin pada anak di Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta tahun 2013 - USD Repository

Gratis

0
0
120
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH KARAKTERISTIK DEMOGRAFI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ORANGTUA TENTANG PENGGUNAAN MULTIVITAMIN PADA ANAK DI KECAMATAN MANTRIJERON KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Oleh: Lidya Eryana Puthi HE NIM : 108114151 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH KARAKTERISTIK DEMOGRAFI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ORANGTUA TENTANG PENGGUNAAN MULTIVITAMIN PADA ANAK DI KECAMATAN MANTRIJERON KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Oleh: Lidya Eryana Puthi HE NIM : 108114151 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka… Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir…” Pengkhotbah 3:11 “Jezu Ufam Tobie” Apapun masalah yang sedang kita hadapi saat ini, jangan mencoba berhenti berharap pada-Nya. Kita tidak tahu bagaimana cara Tuhan menolong kita, yang perlu kita lakukan adalah berharap dan terus percaya kalau Tuhan sanggup memberi kita kekuatan dan menang atas persoalan yang terjadi.. Karya tulis ini kupersembahkan untuk: Allah Bapa dan Yesus Kristus, Engkaulah andalanku Ayah dan Ibu atas motivasi, harapan, serta doa yang diberikan Adik dan kakak terkasih Teman-teman dan almamater iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PRAKATA Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat, rahmat, dan bimbingan yang telah dicurahkan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Kajian Pengetahuan Orangtua tentang Penggunaan Multivitamin pada Anak di Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta Tahun 2013” dengan baik. Oleh sebab itu tak lupa penulis mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada: 1. Dra. Th. B. Titien Siwi Hartayu, M.Kes., Ph.D., Apt. dan Maria Wisnu Donowati, M. Si., Apt. selaku dosen pembimbing yang telah menyediakan waktu dan tenaga untuk memberi bimbingan, pengarahan, dukungan, kritik, dan saran selama proses penelitian dan penyusunan skripsi ini. 2. Bapak Ipang Djunarko, M.Sc., Apt. dan ibu Dr. Rita Suhadi, M.Si., Apt. selaku dosen penguji yang telah banyak memberikan masukan dalam skripsi ini. 3. Dekan beserta seluruh staf Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Walikota Yogyakarta, Dinas Kesehatan Provinsi DIY, Camat Mantrijeron, Lurah Gedongkiwo, Lurah Mantrijeron, dan Lurah Suryodiningratan beserta staf yang telah memberikan ijin untuk penelitian di daerah Kecamatan Mantrijeron. 5. Kepala Sekolah TK Indriyasana Pugeran, Kepala Sekolah TK Kanisius Kumendaman, Kepala Sekolah TK Dwijaya Kumendaman, Kepala Sekolah vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TK Mardisiwi, Kepala Sekolah TK PKK Gedongkiwo, dan Kepala Sekolah TK PKK Minggiran yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian. 6. Seluruh masyarakat Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta yang telah bersedia menjadi responden penelitian dan ikut berpartispasi dalam pengisian kuisioner dengan sebaik mungkin. 7. Sonia Efrina A.S., Nelly Wulandari, Khristina Julita P., dan Febriaty Ivana Margaret T. selaku teman seperjuangan dalam pengerjaan skripsi ini, terima kasih atas dukungan dan persahabatannya sehingga bisa saling melengkapi dalam penulisan. 8. Gregorius Panduadi Nandaningtyas yang senantiasa menemani, memberikan semangat dan cinta kasih. Penulis menyadari bahwa skripsi yang telah disusun ini masih jauh dari sempurna, maka penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini menjadi lebih baik. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan memberikan sumbangan bagi ilmu pengetahuan. Yogyakarta, 7 Agustus 2014 Penulis viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN....................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ......................................... vi PRAKATA ....................................................................................................... vii DAFTAR ISI .................................................................................................... ix DAFTAR TABEL ............................................................................................ xiv DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvii INTISARI......................................................................................................... xix ABSTRACT ....................................................................................................... xx BAB 1 PENGANTAR ..................................................................................... 1 A. Latar Belakang .......................................................................................... 1 1. Permasalahan ...................................................................................... 4 2. Keaslian penelitian .............................................................................. 4 3. Manfaat penelitian............................................................................... 6 B. Tujuan Penelitian ...................................................................................... 6 1. Tujuan umum ...................................................................................... 6 2. Tujuan khusus ..................................................................................... 6 ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II PENELAAHAN PUSTAKA............................................................... 8 A. Pengertian Pengetahuan ............................................................................ 8 1. Pengertian pengetahuan ...................................................................... 8 2. Pengukuran pengetahuan .................................................................... 10 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu pengetahuan ....................... 10 B. Multivitamin ............................................................................................. 13 1. Pengertian multivitamin ...................................................................... 13 2. Efek samping multivitamin ................................................................. 14 C. Vitamin ..................................................................................................... 14 D. Anak .......................................................................................................... 15 1. Pengertian anak ................................................................................... 15 2. Alasan mengkonsumsi multivitamin................................................... 17 3. Penggunaan multivitamin yang efektif ............................................... 17 E. Data Monografi Kecamatan Mantrijeron .................................................. 19 F. Landasan Teori.......................................................................................... 20 G. Hipotesis ................................................................................................... 21 BAB III METODE PENELITIAN................................................................... 22 A. Jenis dan Rancangan Penelitian ................................................................ 22 B. Variabel Penelitian .................................................................................... 22 C. Definisi Operasional ................................................................................. 22 D. Subjek Penelitian dan Sampling................................................................ 23 1. Subjek penelitian ................................................................................. 23 2. Sampling ............................................................................................. 23 x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI E. Instrumen Penelitian ................................................................................. 25 F. Tata Cara Penelitian .................................................................................. 27 1. Penentuan lokasi penelitian................................................................. 27 2. Pengurusan ijin.................................................................................... 28 3. Pembuatan instrumen penelitian ......................................................... 28 a. Penyusunan kuesioner ................................................................... 28 b. Uji pemahaman bahasa dan uji validitas ....................................... 29 c. Uji reliabilitas................................................................................ 29 4. Penyebaran kuesioner ......................................................................... 30 5. Pengolahan data .................................................................................. 32 G. Analisis Hasil ............................................................................................ 32 H. Kelemahan Penelitian ............................................................................... 34 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ......................................................... 36 A. Karakteristik Demografi Responden......................................................... 36 1. Rentang waktu penggunaan multivitamin........................................... 38 2. Bentuk sediaan .................................................................................... 39 3. Harga ................................................................................................... 40 4. Tempat pembelian ............................................................................... 41 5. Sumber informasi ................................................................................ 42 6. Frekuensi pemberian ........................................................................... 43 7. Produk multivitamin ........................................................................... 44 8. Harapan ............................................................................................... 45 B. Tingkat Pengetahuan Responden tentang Multivitamin pada Anak ......... 46 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. Pengaruh Karakteristik Demografi terhadap Tingkat Pengetahuan.......... 49 1. Usia ..................................................................................................... 49 2. Pendidikan terakhir ............................................................................. 51 3. Status pekerjaan .................................................................................. 52 4. Penghasilan keluarga........................................................................... 54 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................... 55 A. Kesimpulan ............................................................................................... 55 B. Saran ......................................................................................................... 56 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 57 LAMPIRAN ..................................................................................................... 60 BIOGRAFI PENULIS ..................................................................................... 101 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel I. Pengelompokkan item pernyataan pada bagian pengetahuan dengan jenis pernyataan favorable dan unfavorable .................. Tabel II. Jumlah kuesioner yang disebarkan kepada responden di Kelurahan Mantrijeron, Suryodiningratan, dan Gedongkiwo. ... Tabel III. 27 Distribusi jumlah responden berdasarkan 31 karakteristik demografi masyarakat Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta tahun 2013................................................................................... Tabel IV. Proporsi jumlah jawaban responden yang menggunakan produk multivitamin ................................................................... Tabel V. anak di Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta tahun 2013 ............................................................... 47 Distribusi jumlah jawaban benar dan jawaban salah tiap item pernyataan pengetahuan .............................................................. Tabel VIII. Perbandingan jumlah responden berdasarkan Perbandingan jumlah responden berdasarkan 48 tingkat pengetahuan dan usia dengan p value ......................................... Tabel IX. 46 Distribusi jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan tentang multivitamin Tabel VII. 45 Proporsi jumlah jawaban responden yang menyatakan harapan penggunaan multivitamin ........................................................... Tabel VI. 37 50 tingkat pengetahuan dan pendidikan terakhir dengan p value dan Odd Ratio ............................................................................................ xiii 52

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel X. Perbandingan jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan pekerjaan dengan p value dan Odd Ratio ....... Tabel XI. Perbandingan jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan penghasilan keluarga dengan p value ............. xiv 53 54

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Kerangka pengujian statistik hipotesis ....................................... Gambar 2. Proporsi jumlah jawaban responden mengenai rentang waktu penggunaan multivitamin ........................................................... Gambar 3. 42 Proporsi jumlah jawaban responden berdasarkan sumber informasi mendapatkan multivitamin ......................................... Gambar 7. 41 Proporsi jumlah jawaban responden berdasarkan tempat pembelian multivitamin .............................................................. Gambar 6. 39 Proporsi jumlah jawaban responden berdasarkan harga multivitamin yang dibeli masyarakat .......................................... Gambar 5. 38 Proporsi jumlah jawaban responden berdasarkan bentuk sediaan obat yang disukai anak ................................................... Gambar 4. 34 43 Proporsi jumlah jawaban responden berdasarkan frekuensi pemberian multivitamin .............................................................. xv 44

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Kuesioner penelitian............................................................... 61 Lampiran 2. Surat izin penelitian oleh Dinas Perizinan Kota Yogyakarta 68 Lampiran 3. Surat izin Dinas Kesehatan .................................................... 69 Lampiran 4. Status gizi balita lebih dan baik menurut jenis kelamin dan Kabupaten/Kota Provinsi D.I. Yogyakarta tahun 2011 ......... Lampiran 5. 70 Status gizi balita kurang dan buruk menurut jenis kelamin dan Kabupaten/Kota Provinsi D.I. Yogyakarta tahun 2011... 71 Lampiran 6. Persebaran penduduk D.I. Yogyakarta tahun 2011 ................ 72 Lampiran 7. Distribusi Akta Vol® dan Ferriz® per kecamatan di Kota Yogyakarta ............................................................................. Lampiran 8. Jumlah balita ditimbang menurut jenis kelamin, kecamatan, puskesmas Kota Yogyakarta .................................................. Lampiran 9. 73 Jumlah Penduduk Kecamatan Mantrijeron, 74 Kota Yogyakarta Tahun 2012 berdasarkan Data Monografi Desa dan Kelurahan ........................................................................ 75 Lampiran 10. Produk Multivitamin menurut MIMS .................................... 76 Lampiran 11. Hasil uji reliabilitas kuesioner pengetahuan .......................... 80 Lampiran 12. Karakteristik demografi statistik ............................................ 82 Lampiran 13. Uji Chi-Square pada tingkat pengetahuan dengan variabel usia ......................................................................................... Lampiran 14. 84 Uji Chi-Square pada tingkat pengetahuan dengan variabel pendidikan terakhir................................................................. xvi 85

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 15. Uji Chi-Square pada tingkat pengetahuan dengan variabel penghasilan keluarga .............................................................. Lampiran 16. Uji Chi-Square pada tingkat pengetahuan dengan variabel pekerjaan ................................................................................ Lampiran 17. 87 Data hasil karakteristik demografi Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta .................................................................... Lampiran 18. 86 Data Hasil Multivitamin Karakteristik Anak Demografi Kecamatan Penggunaan Mantrijeron, Kota Yogyakarta ............................................................................. xvii 89 94

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI INTISARI Salah satu upaya orangtua untuk mencukupi kebutuhan gizi anak dengan cara memberikan asupan gizi melalui produk suplemen multivitamin. Pengetahuan orangtua diperlukan agar dapat memilih dan menggunakan multivitamin untuk anak secara rasional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak di Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta tahun 2013. Jenis penelitian yang dilakukan observasional dengan rancangan penelitian analitik cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada 95 responden di Kecamatan Mantrijeron secara proportionate stratified sampling. Data yang didapatkan berupa data primer dengan instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (nilai α=0,767). Analisis hasil menggunakan uji Chi-Square kemudian dilakukan perhitungan odds ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan kategori pengetahuan responden tentang multivitamin anak terdiri dari kategori pengetahuan baik sebesar 84,2%, kategori pengetahuan cukup baik sebesar 14,7%, dan kategori pengetahuan kurang baik sebesar 1,1%. Ada pengaruh pendidikan terakhir (p=0,010) memiliki OR=4,96(95%CI:1,52-16,23) dan pekerjaan (p=0,001) memiliki OR=14,72(95%CI:1,85-117,29) terhadap tingkat pengetahuan. Tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin anak di Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta tahun 2013 sudah baik. Kata kunci: multivitamin, pengetahuan, orangtua, Mantrijeron, Yogyakarta xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT One of parent's effort in order to fulfill their child's nutritional need is by providing nutrition intake through multivitamin supplement products. Parental knowledge is needed so that they can choose and apply multivitamin for their children rationally. This study aimed to determine parental knowledge about the use of multivitamin for children in Mantrijeron sub-district of Yogyakarta in 2013. The type of observational study conducted with a cross sectional analytic study design. Data collection was taken from 95 respondents in Mantrijeron subdistrict by proportionate stratified sampling. Collected data is in the form of primary data with instrument in form of questioner that had been tested its validity and reliability (value α=0,767). Result's analysis was using Chi-Square and Odd Ratio (OR). Study result showed that there are three category of respondents' knowledge in terms of multivitamin for children which are: adequate knowledge in the amount of 84,2%, sufficient knowledge for 14,7%, and inadequate knowledge as much as 1,1%. There were influence of recent educational degree (p=0,010) with OR=4,96(95%CI:1,52-16,23) and occupation (p=0,001) with OR=14,72(95%CI:1,85-117,29) towards the level of this knowledge. The level of parental knowledge about the use of multivitamin for children in Mantrijeron, Yogyakarta in 2013 is adequate. Keywords: multivitamins, knowledge, parents, Mantrijeron, Yogyakarta xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Masa anak-anak merupakan masa yang sangat menentukan kehidupan di masa dewasa. Anak akan mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan psikologis. Selama pertumbuhan secara fisik akan terjadi perubahan ukuran seperti bertambahnya ukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, pertumbuhan gigi, dan perubahan tubuh lainnya (Rusianti dan Istiany, 2013). Perkembangan secara psikologis meliputi perkembangan intelektual, emosional, psikomotorik, sosial, dan spiritual. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan meliputi faktor dari dalam yaitu keturunan dan faktor dari luar yaitu lingkungan. Faktor keturunan meliputi aspek genetik dan faktor lingkungan meliputi kecukupan gizi, pemeliharaan kesehatan, dan upaya pendidikan (Widodo, 2010). Kecukupan gizi dan pemeliharaan kesehatan anak merupakan tanggung jawab orangtua. Agar kecukupan gizi dan pemeliharaan kesehatan anak optimal, orangtua salah satu nya harus dapat mengatur pola makan anak. Pola makan yang tidak teratur akan menyebabkan anak kekurangan gizi atau bahkan kelebihan gizi. Hal ini akan menimbulkan berbagai macam penyakit dan proses pertumbuhan anak terganggu. Para orangtua tidak mengharapkan hal tersebut terjadi pada anaknya. Salah satu upaya orangtua untuk mencukupi kebutuhan gizi anak dengan cara memberikan asupan gizi melalui produk suplemen multivitamin (Rusianti dan Istiany, 2013). 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Orangtua yang sibuk bekerja akan berpengaruh pada penyusunan menu makanan dan cara pemberiannya pada anak sering menjadi kurang cukup mendapatkan waktu dan perhatian. Sikap orangtua yang kurang perhatian akan membuat anak menjadi tidak mau makan dan hanya menyukai jajanan atau minum susu saja. Masalah tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan anak kekurangan gizi atau bahkan kelebihan gizi yang biasanya ditunjukkan dengan obesitas atau kegemukan (Widodo, 2010). Orangtua menjadi khawatir apabila anaknya tidak mendapatkan nutrisi yang tepat dan berusaha untuk menjaga kesehatan anak dari berbagai macam penyakit. Akibat kekhawatiran dan kesibukan itu, orangtua semakin terdorong untuk membeli produk multivitamin yang selain bermanfaat khasiatnya juga praktis untuk dikonsumsi. Suplemen multivitamin merupakan produk kesehatan yang mengandung berbagai macam vitamin dan beberapa mineral sebagai penunjang atau pelengkap gizi dari sumber makanan utama. Penelitian National Institutes of Health in Bethesda Maryland (2012) membuktikan tidak semua suplemen bervitamin diperlukan anak, mengingat tubuh sudah memiliki simpanan vitamin tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa anak memiliki kandungan vitamin yang berlebih akibat mengonsumsi suplemen multivitamin. Menurut Dinas Kesehatan Provinsi DIY (2011) menyatakan bahwa dari 5 Kabupaten, Kota Yogyakarta menempati jumlah populasi paling sedikit (peringkat ke-5). Namun dalam masalah status gizi balita, yaitu status gizi buruk kota Yogyakarta menempati peringkat ke-1 (1,35%) dan status gizi berlebih juga menempati peringkat ke-1 (4,07%). Berdasarkan survei yang dilakukan oleh

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Yogyakarta diketahui distribusi multivitamin Akta Vol® dan Ferriz® dari pemerintah untuk diberikan kepada balita dengan status gizi buruk di Kecamatan Mantrijeron cenderung besar (382 botol) dengan angka kejadian status gizi buruk 20,83% dan menempati peringkat pertama dari 14 kecamatan. Menurut Siti Badriyah (2013), Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Provinsi DIY menjelaskan gizi buruk yang terjadi tidak disebabkan karena ekonomi keluarga rendah, namun karena penyakit penyerta seperti TBC, diare, dan penyakit lainnya. Kesibukan orangtua juga penyebab permasalahan ini mengakibatkan kurangnya asupan gizi. Meskipun orangtua anak tergolong mampu tetapi karena kesibukan yang tinggi, mereka menitipkan anak pada pengasuh yang kurang mengetahui asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan. Beberapa orangtua juga hanya mengandalkan suplemen makanan untuk memenuhi gizinya namun tidak terlalu paham dengan angka kecukupan gizi anak. Penggunaan multivitamin dalam upaya kesehatan anak tetap harus dilakukan secara rasional dimana multivitamin yang dikonsumsi harus sesuai dengan kebutuhan gizi tiap anak. Multivitamin hanya sebagai pelengkap kebutuhan yang masih kurang dan makanan tetap yang utama sehingga diharapkan gizi anak seimbang. Pengetahuan orangtua diperlukan untuk melakukan yang terbaik bagi upaya pemeliharaan kesehatan anak ini. Tingkat pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh latar belakang seseorang di masyarakat. Lingkungan secara langsung akan membentuk pola pikir dan perilaku seseorang yang sesuai dengan sosial budaya di masyarakat (Notoatmodjo, 2007). Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 karakteristik demografi penggunaan multivitamin terhadap pada tingkat anak di pengetahuan Kecamatan orangtua Mantrijeron tentang Kota Yogyakarta”. Penelitian ini dilakukan oleh 5 orang peneliti dengan kecamatan yang berbeda. Kecamatan dipilih secara random sampling. 1. Permasalahan a. Seperti apakah karakteristik demografi orangtua yang memberikan multivitamin pada anak? b. Seberapa besar tingkat pengetahuan orangtua terhadap penggunaan multivitamin pada anak? c. Apakah ada pengaruh karakteristik demografi (usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan penghasilan keluarga) terhadap tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak? 2. Keaslian penelitian Sejauh penelusuran referensi yang telah dilakukan penelitian tentang kajian pengetahuan orangtua tentang multivitamin anak belum pernah diteliti. Ada pun penelitian yang sejenis dengan penelitian ini, antara lain adalah: a. Penelitian oleh Permatasari pada tahun 2008 mengenai hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu dari anak taman kanak-kanak terhadap pemilihan multivitamin di Kecamatan Laweyan Kota Surakarta. Subjek penelitian yang digunakan pada penelitian Permatasari adalah ibu dari anak taman kanak-kanak, sedangkan pada penelitian ini adalah orangtua dari anak dalam

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 rentang umur 2-12 tahun. Kemudian lokasi penelitian yang dilakukan oleh Permatasari dilakukan di Kecamatan Laweyan Kota Surakarta, sedangkan pada penelitian ini dilakukan di Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta. Dan fokus penelitian yang dilakukan oleh Permatasari adalah hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu dari anak taman kanak-kanak terhadap pemilihan mulitivitamin. Perbedaan penelitian ini, yaitu tidak hanya menghubungkan dengan tingkat pendidikan orangtua namun juga menghubungkan dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan, penghasilan keluarga, dan jumlah anak. b. Penelitian oleh Yanti pada tahun 2004 mengenai perilaku ibu terhadap penggunaan multivitamin untuk anak balita di Kelurahan Tanjung Mulia Sumatera Utara. Perbedaan pada penelitian ini terletak pada subjek, lokasi, dan fokus penelitian. Subjek penelitian yang dilakukan oleh Yanti adalah ibu dari anak balita, sedangkan pada penelitian ini adalah orangtua dari anak dalam rentang umur 2-12 tahun. Kemudian lokasi penelitian yang dilakukan oleh Yanti berada di Medan, sedangkan lokasi penelitian ini berada di Yogyakarta. Penelitian Yanti fokus terhadap perilaku orangtua terhadap gizi anak dan alasan pemilihan multivitamin sedangkan penelitian ini lebih memfokuskan pengetahuan orangtua terhadap pengertian umum multivitamin, indikasi, kandungan, dosis, waktu kadaluarsa, cara penyimpanan, efek samping, cara pemberian, dan informasi mendapatkan.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 3. Manfaat penelitian a. Manfaat teoritis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan terkait penggunaan multivitamin pada anak. b. Manfaat praktis: 1) Bagi masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan orangtua tentang multivitamin pada anak. 2) Bagi Dinas Kesehatan. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan evaluasi pelayanan edukasi kepada masyarakat terkait tumbuh kembang anak dan pelayanan informasi mengenai multivitamin anak. 3) Bagi akademisi. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan pengembangan materi edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan multivitamin pada anak. B. Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum Untuk melakukan kajian pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak di Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta tahun 2013. 2. Tujuan khusus a. Untuk mengidentifikasi karakteristik memberikan multivitamin pada anak. demografi orangtua yang

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 b. Untuk mengukur tingkat pengetahuan orangtua terhadap penggunaan multivitamin pada anak. c. Untuk mengetahui pengaruh karakteristik demografi (usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan penghasilan keluarga) terhadap tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Pengetahuan 1. Pengertian pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007) suatu pengetahuan merupakan hasil dari tahu akan suatu hal dan proses pengalaman seseorang dalam melakukan penginderaan terhadap rangsangan tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Pengetahuan dalam domain kognitif diklasifikasikan dalam enam tingkatan, yaitu: tahu (know), memahami (comprehension), aplikasi (application), analisis (analysis), sintesis (synthesis), dan evaluasi (evaluation). Tahu (know) merupakan kemampuan seseorang untuk mengingat suatu objek yang telah dipelajari sebelumnya, yang termasuk dalam tingkatan ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu, tahu merupakan tingkatan pengetahuan yang paling dasar. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang yang diperoleh antara lain menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, dan mengatakan (Notoatmodjo, 2007). Memahami (comprehension) merupakan kemampuan seseorang untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan objek tersebut dengan benar. Seseorang yang telah memahami terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan terhadap objek yang dipelajari. 8

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 Aplikasi (application) merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan objek yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi yang sebenarnya. Aplikasi ini yang dimaksudkan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip, dalam konteks atau situasi yang lain (Notoatmodjo, 2007). Analisis (analysis) merupakan kemampuan seseorang untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen, dan memasuki ke dalam suatu struktur organisasi, dan masih memiliki kaitannya satu sama lain (Notoatmodjo, 2007). Sintesis (synthesis) merupakan suatu kemampuan seseorang dalam meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Secara definitif, sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi yang ada (Notoatmodjo, 2007). Evaluasi (evaluation) merupakan kemampuan dalam melakukan penilaian atau justifikasi terhadap suatu materi atau objek. Penelitian itu ditentukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria yang telah ada (Notoatmodjo, 2007). Pengetahuan multivitamin terdiri dari kegunaan, dosis pemakaian, dosis maksimum yang dapat dikonsumsi dalam sehari, cara penyimpanan, efek samping, cara pemberian, jenis multivitamin, dan waktu kadaluarsa (Griffith, 2014). Pada penelitian akan ditambahkan informasi mengenai pengertian secara umum multivitamin, tempat mendapatkan multivitamin dan informasi pemilihan multivitamin yang didapatkan.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 2. Pengukuran Pengetahuan Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan menggunakan instrumen penelitian berupa pemberian kuesioner atau angket dan wawancara yang kemudian instrumen tersebut digunakan untuk menanyakan tentang variabelvariabel penelitian yang akan diukur dari subjek penelitian. Kedalaman pengetahuan yang ingin diketahui atau diukur dapat disesuaikan dengan item tiap pertanyaan (Notoatmodjo, 2007). 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu pengetahuan Suatu pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: a. Pendidikan. Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah yang berlangsung secara terus-menerus. Pendidikan mempengaruhi proses belajar, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin mudah menerima informasi. Semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pula pengetahuan yang didapat tentang kesehatan. Namun perlu ditekankan bahwa seorang yang berpendidikan rendah tidak berarti mutlak berpengetahuan rendah pula. Peningkatan pengetahuan tidak mutlak diperoleh di pendidikan formal, akan tetapi juga dapat diperoleh pada pendidikan non formal (Notoatmodjo, 2007). b. Pengaruh media massa. Seseorang yang sering terpapar dengan media massa maka akan memperoleh informasi yang lebih banyak banyak dibandingkan dengan orang lain yang tidak pernah terpapar informasi. Berbagai informasi dapat diterima oleh masyarakat melalui media cetak maupun media

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 elektronik seperti TV, radio, majalah dan lain-lain. Sebagai sarana komunikasi berbagai macam bentuk media massa mempunyai pengaruh besar terhadap opini dan kepercayaan orang. Dalam penyampaian informasi, media massa membawa pesan-pesan yang berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang (Notoatmodjo, 2007). c. Ekonomi. Keluarga status ekonomi baik akan lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan primer maupun sekunder dibandingkan dengan keluarga yang berstatus ekonomi rendah. Hal ini akan mempengaruhi pemenuhan kebutuhan akan informasi pendidikan yang termasuk kebutuhan primer (Notoatmodjo, 2007). Penghasilan keluarga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi konsumsi pangan karena penghasilan berpengaruh pada pemilihan kuantitas dan kualitas makanan yang dikonsumsi. Keluarga penghasilan rendah memiliki keterbatasan dalam membeli pangan dalam jumlah yang diperlukan sehingga kebutuhan gizi anggota keluarga kurang tercukupi. Keluarga dengan penghasilan atau ekonomi keluarga yang tinggi akan berusaha memaksimalkan kebutuhan gizi keluarga sehingga mereka akan terus-menerus berusaha mencari referensi-referensi kualitas makanan yang baik. Hal ini akan meningkatkan pula pengetahuan seseorang (Resanti, 2009). d. Hubungan sosial budaya. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial dimana saling berinteraksi antara satu dengan lainnya. Sementara itu faktor hubungan sosial juga mempengaruhi kemampuan individu sebagai komunikan untuk menerima pesan menurut model komunikasi media. Seseorang yang banyak berinteraksi dengan orang-orang atau lingkungan akan lebih banyak mendapatkan

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 informasi daripada orang-orang yang jarang berinteraksi. Kebiasaan dan tradisi yang dilakukan orang-orang tanpa melalui penalaran apakah yang dilakukan baik atau buruk. Dengan demikian seseorang akan bertambah pengetahuannya walaupun tidak melakukan (Notoatmodjo, 2007). e. Usia. Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperoleh semakin baik pula. Pada usia dewasa muda, individu akan lebih berperan aktif dalam masyarakat dan kehidupan sosial serta lebih banyak melakukan persiapan demi suksesnya upaya menyesuaikan diri menuju usia dewasa tua (Notoatmodjo, 2007). Santrock (2002) menambahkan seseorang akan mengalami penurunan daya ingat pada usia 35-45 hingga memasuki usia 60 tahun. Pada intinya seseorang akan memiliki peningkatan pengetahuan dari masa ke masa seiring dengan bertambahnya umur namun pada titik usia tertentu seseorang akan mengalami penurunan daya ingat. Hal ini dapat terjadi bila kemampuan otak tidak digunakan untuk terus belajar dan bekerja. f. Pengalaman. Setiap orang memiliki pengalaman setelah mengalami proses kehidupan. Pengetahuan dapat diperoleh dari pengalaman baik dari pengalaman pribadi atau dari pengalaman orang lain. Pengalaman merupakan cara untuk memperoleh kebenaran suatu pengalaman (Notoatmodjo, 2007). g. Pekerjaan. Seseorang yang bekerja memiliki banyak relasi dari masyarakat atau dunia luar sehingga komunikasi yang dilakukan akan lebih banyak dan lebih luas dibandingkan dengan orang yang tidak bekerja. Semakin

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 luas cakupan interaksi sosialnya maka semakin baik pula pengetahuannya (Sarwono, 2009). Penelitian Handono (2010) tentang hubungan tingkat pengetahuan pada nutrisi, pola makan, dan energi tingkat konsumsi dengan status gizi anak usia lima tahun meyimpulkan bahwa status gizi pada balita akan meningkat apabila orangtua asuh mempunyai tingkat pengetahuan tinggi, sebab dengan pengetahuan yang tinggi maka orangtua akan berupaya meningkatkan status gizi pada anaknya. Menurut Arikunto (2007) tingkat pengetahuan dibagi menjadi empat skala pengukuran dan menggunakan sistem skoring yaitu sebagai berikut: a. Pengetahuan baik, jika skor didapatkan 76-100% b. Pengetahuan cukup baik, jika skor didapatkan 56-75% c. Pengetahuan kurang baik, jika skor didapatkan 40-55% d. Pengetahuan tidak baik, jika skor didapatkan 0-39%. B. Multivitamin 1. Pengertian multivitamin Multivitamin merupakan suatu sediaan obat yang mengandung kombinasi (dua atau lebih) dari vitamin yang didapatkan baik secara alami dan sintetik (Rini, 2010). Namun di pasaran, banyak produk multivitamin dikombinasikan pula dengan mineral agar memiliki manfaat yang lebih baik. Multivitamin yang beredar di masyarakat digunakan sebagai multivitamin pelengkap atau penunjang dari multivitamin pokok (sumber alami). Berdasarkan penelitian dari Yanti (2004), multivitamin untuk anak biasanya juga ditambahkan

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 zat penambah nafsu makan yaitu curcuminoid, lysine, serta zat penunjang kekebalan tubuh seperti colostrum bovine. 2. Efek samping multivitamin Multivitamin akan menimbulkan efek samping ketika digunakan pada dosis yang terlalu besar dan pemakaiannya dalam jangka panjang. Multivitamin yang berlebihan akan menyebabkan kerusakan organ tubuh maupun efek toksik akibat dari akumulasi vitamin-vitamin yang tidak dapat dieksresikan. Untuk vitamin-vitamin atau zat gizi yang larut dalam air, kadar yang berlebih akan memperberat kerja ginjal dalam proses penyaringan. Sedangkan untuk zat-zat gizi yang diserap dalam lemak, kelebihan zat akan ditimbun sehingga tubuh bisa mengalami keracunan. Efek samping dari multivitamin lainnya seperti rambut rontok, mual, muntah, sakit kepala, gangguan tidur, dan kulit bersisik (Schulman, 2007). C. Vitamin Multivitamin mengandung macam-macam vitamin atau mikronutrien. Vitamin adalah zat-zat organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah sangat kecil dan pada umumnya tidak dapat dibentuk oleh tubuh. Tiap vitamin mempunyai tugas spesifik di dalam tubuh. Vitamin terbagi 2 kelompok yaitu vitamin larut dalam lemak dan vitamin larut dalam air. Vitamin larut lemak terdiri dari vitamin A, D, E, dan K. Vitamin larut air terdiri dari vitamin C dan B komplek.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 D. Anak 1. Pengertian Anak Pertumbuhan dan perkembangan kehidupan manusia dimulai sejak janin dalam kandungan berlanjut pada masa bayi, anak-anak, remaja, dan berakhir pada masa dewasa. Anak dikategorikan menjadi 2 bagian, yaitu anak pra sekolah (balita) dan anak usia sekolah. Anak pra sekolah memiliki rentang umur 2-5 tahun sedangkan anak usia sekolah memiliki rentang umur 6-12 tahun (Istiany dan Rusilanti, 2013). Masa anak-anak merupakan salah satu masa yang penting untuk pembentukan fisik dan mental dimana akan berpengaruh besar sampai dewasa nanti. Pada masa anak akan terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dan menentukan kualitas hidupnya pada masa dewasa nanti. Pertumbuhan anak akan terjadi perubahan ukuran fisik. Ciri-ciri yang menunjukkan pertumbuhan, seperti bertambahnya berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, gigi, dan perubahan tubuh lainnya. Perkembangan merupakan proses pematangan majemuk yang berhubungan dengan aspek fungsi, termasuk perubahan sosial dan emosi seperti kecerdasan, tingkah laku, dan lain-lain (Istiany dan Rusilanti, 2013). Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu genetik atau keturunan. Faktor keturunan berkaitan dengan pembawaan sifat-sifat dan kemampuan sejak lahir seperti penentuan bentuk fisik dan panjang tulang yang akan tumbuh, serta potensi untuk anak menderita penyakit tertentu yang disebabkan oleh aspek genetik (Istiany dan Rusilanti, 2013).

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak adalah pola makan. Masa anak terjadi perubahan nafsu makan dan jumlah asupan makanan. Anak pada usia ini asupan gizi anak akan menjadi berkurang dibandingkan sebelumnya dan lebih aktif untuk bermain. Karakteristik anak pada usia ini terlihat akan lebih aktif memilih makanan yang masih bergantung pada orangtua dalam menyediakan makanan. Faktor eksternal lainnya yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, salah satunya adalah faktor lingkungan seperti cuaca, higenisitas, wabah penyakit, dan lain-lain. Sistem imunitas pada anak belum sesempurna dengan orang dewasa dalam melawan agen-agen infeksius sehingga cenderung mudah rentan terkena penyakit (Istiany dan Rusilanti, 2013). Zat gizi atau nutrisi seperti vitamin dan mineral dapat membantu proses pertumbuhan, perkembangan, pemeliharaan tubuh anak agar lebih optimal. Tiap vitamin memiliki fungsi yang khusus bagi tubuh. Nutrisi ini diproduksi oleh tubuh dan makanan yang dikonsumsi setiap hari, namun bila nutrisi yang dihasilkan kurang terpenuhi bagi tubuh, nutrisi ini dapat diberikan secara suplementasi multivitamin. Multivitamin dapat digunakan untuk penambah nafsu makan anak, meningkatkan kecerdasan otak, membantu pencernaan, menambah daya tahan tubuh, dan membantu proses pemulihan waktu sakit (Widodo, 2010).

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 2. Alasan mengkonsumsi multivitamin Anak diberikan multivitamin ketika mengalami kondisi-kondisi sebagai berikut: a. Ada perkiraan telah terjadi kekurangan nutrisi yang disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur, tidak menyukai jenis makanan tertentu (seperti buah-sayuran, protein, karbohidrat, susu), atau munculnya gejala-gejala kekurangan nutrisi (gejala defisiensi, kekebalan tubuh menurun, metabolism terganggu). b. Saat anak kondisi sakit atau baru dalam tahap penyembuhan, sementara nafsu maupun porsi makan masih kurang. c. Pola makan tetap namun aktivitas yang berlebih. d. Stres berlebih atau otak bekerja terlalu keras sehingga sulit konsentrasi. e. Sistem kekebalan tubuh sering terganggu dengan gejalanya berupa letih, lemah, atau sering sakit (Widodo, 2010). Penelitian Gunarti dan Devy (2004) di sebuah taman kanak-kanak Surabaya menyatakan sebagaian besar anak mengkonsumsi suplemen penambah nafsu makan sebesar 80,3% dimana hanya 46,5% dari jumlah tersebut mengkonsumsi suplemen karena sulit makan. Penelitian juga dilakukan oleh Widayati (2001) di tempat lain di Surabaya, sebesar 50,9% anak balita juga mengkonsumsi suplemen penambah nafsu makan. 3. Penggunaan multivitamin yang efektif Pemakaian suplemen memerlukan aturan-aturan yang harus dipatuhi karena dalam batas tertentu suplemen tidak dapat memberikan efek namun pada

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 batas yang lain suplemen dapat menimbulkan keracunan bial terlalu berlebih. Penggunaan suplemen akan efektif jika dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Sesuai indikasi. Pemilihan multivitamin harus ada kesesuaian antara kebutuhan tubuh dengan indikasi atau manfaat dari multivitamin. Oleh karena itu, perlu dilakukan penilaian pada kebutuhan tubuh, sehingga dapat dilakukan pemilihan terhadap produk multivitamin pula. Penilaian kebutuhan dapat dilakukan dengan cara mengamati gejala seperti gejala kekurangan maupun memiliki penyakit tertentu, mencermati kandungan dan jumlah makanan yang dikonsumsi, dan bila memungkinkan membutuhkan uji laboratorium atau tes diagnosis tertentu. b. Sesuai aturan dosis dan jangka waktu pemakaiannya. Aturan dosis berhubungan dengan jumlah yang harus diminum dan frekuensinya. Perlu juga memperhatikan ukuran sendok yang digunakan agar sesuai dengan takaran. Melihat jangka waktu pemakaian karena multivitamin bukan obat yang langsung terasa kemanjurannya sejak pertama kali menggunakannya, biasanya diperlukan waktu yang lebih lama. c. Memperhatikan aturan lainnya. Aturan lainnya terkait dengan waktu minumnya, sehabis atau sebelum kanan, dapat diminum bersamaan dengan obat tertentu atau tidak, dan sebagainya. d. Memperhatikan waktu kadaluarsa. Perlu memwaspadai pula bila menggunakan produk lama yang telah digunakan sebelumnya. Produk yang telah berubah warna, bau, rasa, dan tampak terdapat mikroorganisme, tetapi belum sampai batas waktu kadaluarsa, produk tersebut tidak boleh digunakan.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 e. Menghindari multivitamin yang menyebabkan alergi. Riwayat alergi perlu dicatat sehingga tidak terjadi reaksi alergi dalam mengkonsumsi multivitamin. Jika belum tahu anak alergi terhadap zat tertentu, pemberiannya harus hati-hati dan mengamati reaksinya. Bila memang alergi, segera menghentikan pemakaian. f. Memilih bentuk sediaan yang disukai anak. Bentuk sediaan obat yang biasanya dipilih anak berupa sirup ada pula tablet. Rasa juga faktor berpengaruh penting dalam pemilihan. g. Multivitamin bukan menjadi pilihan satu-satunya. Ketika mengalami masalah kesehatan sebaiknya diimbangi dengan pola makan dan gaya hidup sehat dan tidak menjadikan multivitamin sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi masalah kesehatan (Widodo, 2010). E. Data Monografi Kecamatan Mantrijeron Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara administratif terbagi menjadi 4 kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman, dan Kota Yogyakarta. Kota Yogyakarta terdiri dari 14 Kecamatan, yakni Danurejan, Gedongtengen, Gondokusuman, Gondomanan, Jetis, Kotagede, Kraton, Mantrijeron, Mergangsan, Ngampilan, Pakualaman, Tegalrejo, Umbulharjo, dan Wirobrajan. Kecamatan Mantrijeron terdiri dari 3 kelurahan, yaitu Kelurahan Suryodiningratan, Kelurahan Mantrijeron, dan Kelurahan Gedongkiwo. Kecamatan Mantrijeron memiliki jumlah penduduk sebesar 37.672 orang dan

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 11.280 kepala keluarga. Jumlah penduduk menurut tingkat lulusan pendidikan, yakni SD (4.130 orang), SMP (6.841 orang), SMA (9.769 orang), D1-D3 (2.807 orang), S1-S3 (5.038 orang). Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian yakni, PNS (1.952 orang), Swasta (5.257 orang), Wiraswasta (4.573 orang), ABRI (352 orang), tani (21 orang), pertukangan (292 orang), pensiunan (893 orang), dan jasa (10.558 orang). F. Landasan Teori Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan keluarga. Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperoleh semakin baik pula (Notoatmodjo, 2007). Pendidikan mempengaruhi proses belajar, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin mudah menerima informasi. Semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pula pengetahuan yang didapat tentang kesehatan (Notoatmodjo, 2007). Pada data monografi responden Kecamatan Mantrijeron jumlah responden dengan pendidikan SMA dan Perguruan Tinggi lebih banyak dibandingkan dengan responden pendidikan SMP dan SD. Oleh karena itu, semakin tinggi pendidikan seseorang maka tingkat pengetahuan yang dimiliki juga semakin tinggi. Seseorang yang bekerja memiliki banyak relasi dari masyarakat atau dunia luar sehingga komunikasi yang dilakukan akan lebih banyak dan lebih luas dibandingkan dengan orang yang tidak bekerja. Semakin luas cakupan interaksi

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 sosialnya maka semakin baik pula pengetahuannya (Notoatmodjo, 2007). Pada data monografi responden Kecamatan Mantrijeron jumlah responden yang PNS, Swasta, dan Wiraswasta lebih banyak dibandingkan dengan responden yang tidak bekerja. Oleh karena itu, seseorang yang bekerja maka tingkat pengetahuan yang dimiliki juga semakin tinggi. Keluarga dengan penghasilan atau ekonomi keluarga yang tinggi akan berusaha memaksimalkan kebutuhan gizi keluarga sehingga mereka akan terusmenerus berusaha mencari referensi-referensi kualitas makanan yang baik. Hal ini akan meningkatkan pula pengetahuan seseorang (Notoatmodjo, 2007). Oleh karena itu, seseorang yang bekerja maka tingkat pengetahuan yang dimiliki juga semakin tinggi. G. Hipotesis H1: usia mempengaruhi tingkat pengetahuan responden terhadap penggunaan multivitamin pada anak. H2: pendidikan terakhir mempengaruhi tingkat pengetahuan responden terhadap penggunaan multivitamin pada anak. H3: pekerjaan mempengaruhi tingkat pengetahuan responden terhadap penggunaan multivitamin pada anak. H4: penghasilan keluarga mempengaruhi tingkat pengetahuan responden terhadap penggunaan multivitamin pada anak.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan survei masyarakat. Termasuk penelitian observasional dengan survei masyarakat karena pada penelitian ini tidak memberikan perlakuan kepada responden dan subjek penelitian yang digunakan berada di masyarakat. Rancangan dalam penelitian adalah analytical cross sectional sebab melakukan analisis komparatif antara karakteristik demografi dan tingkat pengetahuan orangtua tentang multivitamin yang diberikan oleh anaknya di Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta dan pengambilan data antara variabel bebas dan variabel tergantung dilakukan pada waktu yang bersamaan (Notoatmodjo, 2010). B. Variabel Penelitian 1. Variabel bebas terdiri dari usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan penghasilan keluarga. 2. Variabel tergantung terdiri dari tingkat pengetahuan responden terhadap penggunaan multivitamin pada anak. C. Definisi Operasional 1. Tingkat pengetahuan terkait multivitamin dikatakan baik jika responden mendapatkan skor total 21-27. Tingkat pengetahuan cukup baik jika responden mendapatkan skor 16-20, dan tingkat pengetahuan kurang baik jika responden mendapatkan skor 11-15. Tingkat pengetahuan dikatakan tidak baik jika responden mendapatkan skor kurang dari 11. 22

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 2. Karakteristik demografi responden pada pengujian pengaruh adalah usia, pekerjaan, penghasilan, dan pendidikan terakhir. D. Subyek Penelitian dan Sampling 1. Subjek penelitian Subjek penelitian/responden harus memenuhi kriteria yang menjadi batasan dalam penelitian. Kriteria inklusi adalah seseorang yang bertempat tinggal di Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta yang sudah menikah dan bersedia menjadi responden baik laki-laki maupun perempuan memiliki anak dengan rentang umur 2-12 tahun yang sedang atau pernah menggunakan multivitamin. Multivitamin yang dimaksudkan adalah sediaan yang mengandung lebih dari satu macam vitamin atau kombinasi dari berbagai macam vitamin, mineral, atau terdapat tambahan zat seperti, zat penambah nafsu makan dan zat penunjang kekebalan tubuh. Sedangkan kriteria eksklusi adalah responden yang tidak mengisi kuesioner secara lengkap. 2. Sampling Teknik pengambilan sampel proportionate stratified sampling. Menurut Sugiyono (2012) pengambilan sampel teknik ini digunakan untuk populasi terdiri dari sub-sub kelompok yang jumlah masing-masing kelompok tidak sama kemudian dihitung secara seimbang atau proporsional sebanding dengan banyak sedikitnya populasi. Sampel yang digunakan sebagai penelitian adalah orangtua yang memiliki anak 2-12 tahun yang termuat dalam Kepala Keluarga (KK), dimana kepala keluarga di Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta. Jumlah populasi

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 pada lokasi penelitian sebesar 11.280 kepala keluarga untuk itu akan dihitung jumlah sampel minimal dengan rumus: ( p  q) ( N  n)  n ( N  1) (Notoatmodjo, 2002) Keterangan: d = derajat ketepatan yang diinginkan (0,1) z = standar deviasi normal (1,96 untuk derajat kemaknaan 95%) p = proporsi atau sifat tertentu yang diperkirakan terjadi pada populasi (0,5) q = 1,0 – p n = jumlah sampel N = jumlah populasi (jumlah kepala keluarga tiap kecamatan) Perhitungan sampel:   0,1  1,96    0,5  0,5  11.280  n  11.280  1  n 0,01  3,8416  0,25 11.280  n  n 11.279 0,01  3,8416  2.820  0,25n 11.279n 0,01  10.833,312  0,9604n 11.279n 112,79n  10.833,312  0,9604n 113,7504n  10.833,312 N = 95,2376 responden 2

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Dalam perhitungan tersebut, tingkat kepercayaan yang dikehendaki sebesar 95% dan tingkat ketepatan instrumen adalah sebesar 10%, maka jumlah sampel minimal yang diperoleh dengan rumus tersebut sebanyak 95,2376 dan dilakukan pembulatan menjadi 95 responden. Perhitungan sampel minimal dilakukan di tiap kelurahan menggunakan perhitungan proporsi sebagai berikut: Sampel tiap kelurahan= x sampel minimal Kelurahan Suryodiningratan = 3.591  95  30 responden 11.280 Kelurahan Gedongkiwo = 4.167  95  35 responden 11.280 Kelurahan Mantrijeron = 3.522  95  30 responden 11.280 Berdasarkan perhitungan di atas, maka jumlah responden yang digunakan di Kelurahan Suryodiningratan berjumlah 30 responden, Kelurahan Gedongkiwo berjumlah 35 responden, dan Kelurahan Mantrijeron berjumlah 30 responden. E. Instrumen Penelitian Data yang diperoleh berupa data primer dimana data primer merupakan data pertama atau data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian dengan menggunakan alat pengukuran pada subjek sebagai sumber informasi (Azwar, 2013). Alat ukur atau instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner dalam penelitian ini terdiri dari 3 bagian yaitu, informasi

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 penggunaan multivitamin anak, pernyataan pengetahuan terkait multivitamin, dan data diri responden atau karakteristik demografi responden. Bagian pertama merupakan informasi penggunaan multivitamin. Butir pertanyaan dalam kuesioner tersebut berisi usia anak, produk multivitamin yang digunakan, harga multivitamin, waktu terakhir menggunakan multivitamin, bentuk sediaan, frekuensi pemberian per hari, tempat mendapatkan, sumber informasi multivitamin, dan harapan menggunakan multivitamin. Tipe jawaban kuesioner informasi penggunaan multivitamin adalah multiple choice dan ada beberapa pertanyaan terbuka berupa isian singkat. Bagian kedua merupakan pernyataan pengetahuan multivitamin yang bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan responden mengenai mulitivitamin yang diberikan kepada anak. Tipe pertanyaan bagian ini adalah dichotomous scale dengan jawaban benar (B) dan salah (S). Menurut Kasmadi (2013), pengukuran pengetahuan menggunakan pola pilihan ganda diberi bobot 0 (salah) dan 1 (benar). Pernyataan mengenai pengertian umum multivitamin pada pernyataan nomor 1, 10, dan 18, pengetahuan tentang indikasi multivitamin pada pernyataan nomor 2, 11, dan 20, pengetahuan tentang efek samping dari penggunaan multivitamin pada pernyataan nomor 4, 13, dan 22, pengetahuan tentang kandungan multivitamin pada pernyataan nomor 3, 12, dan 21, pengetahuan tentang dosis pemakaian multivitamin pada pernyataan nomor 5, 14, dan 23, pengetahuan tentang penyimpanan multivitamin pada pernyataan nomor 6, 15, dan 24, pengetahuan cara pemberian multivitamin pada pernyataan nomor 7, 16, dan 25, pengetahuan waktu kadaluarsa (Expired Date) multivitamin pada

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 pernyataan nomor 8, 17, dan 26, pengetahuan dari mana mendapatkan informasi tentang multivitamin pada pernyataan nomor 9, 19, dan 27. Rangkuman pengelompokkan aitem pernyataan pada bagian pengetahuan dengan jenis pernyataan favorable dan unfavorable disajikan dalam tabel I. Tabel I. Pengelompokkan aitem pernyataan pada bagian pengetahuan dengan jenis penyataan favorable dan unfavorable. Pernyataan Nomor Pengertian 1*, 10, 18* Indikasi 2*, 11, 20* Kandungan 3, 12*, 21* Efek samping obat 4, 13, 22* Dosis 5, 14*, 23 Penyimpanan 6, 15*, 24 Cara pemberian 7*, 16, 25 Expired Date (ED) 8, 17*, 26 Informasi 9*, 19, 27* (*) menunjukkan jenis pernyataan bersifat favorable. Bagian ketiga merupakan data diri responden yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden, seperti nama, umur, jenis kelamin, pekerjaan, penghasilan keluarga per bulan, jumlah anak, dan pendidikan terakhir. F. Tata Cara Penelitian 1. Penentuan lokasi penelitian Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi penelitian dipilih berdasarkan random sampling dari 14 kecamatan di Kota Yogyakarta. Kecamatan Mantrijeron terbagi menjadi tiga kelurahan, yaitu Suryodiningratan, Mantrijeron, dan Gedongkiwo.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 2. Pengurusan Ijin Proses awal dari perijinan dengan memasukan surat permohonan ijin dan proposal penelitian ke Dinas Perizinan Kota Yogyakarta. Seminggu kemudian surat ijin diberikan sebanyak 8 lembar yang merupakan tembusan dari beberapa instansi pemerintahan. Surat tembusan tersebut diberikan kepada Walikota Yogyakarta sebagai laporan penelitian, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Camat Mantrijeron, Lurah Gedongkiwo, Lurah Mantrijeron, Lurah Suryodiningratan, dan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Pembuatan Instrumen Penelitian a. Penyusunan kuesioner. Pada kuesioner terdiri 3 bagian, yaitu informasi penggunaan multivitamin anak, pernyataan pengetahuan multivitamin pada anak, dan data demografi responden. Pada bagian pernyataan pengetahuan, pernyataan disusun dan dikelompokkan berdasarkan aitem pernyataan yang berkaitan dengan hal apa saja yang perlu diketahui dalam penggunaan multivitamin. Kemudian dibuat pernyataan-pernyataan yang relevan mengenai informasi multivitamin sesuai dengan teori. Kuesioner untuk pernyataan pengetahuan terdapat 27 aitem pernyataan dengan dua pilihan jawaban “benar” dan jawaban “salah” dengan pertimbangan sederhana, mudah dipahami dan mudah dikerjakan oleh responden. Tiap aitem pernyataan ditentukan jenis pernyataan positif (favorable) dan pernyataan negatif (unfavorable) untuk variasi jawaban tiap pernyataan.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 b. Uji pemahaman bahasa dan uji validitas, Suatu instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas digunakan untuk menguji kesesuaian butir-butir pernyataan dengan variabel yang akan diuji (Kountour, 2007). Jenis validasi yang digunakan adalah content validity, yaitu menyangkut kebenaran suatu instrumen mengukur isi dari area yang dimaksudkan untuk diukur. Validasi isi dapat dilakukan dengan cara meminta pendapat ahli (professional judgment), yaitu apoteker dan dokter. Sebelum divalidasi jumlah butir pernyataan sebanyak 22, kemudian divalidasi oleh apoteker butir pernyataan ditambah menjadi 27 nomor, yaitu 19, 21, 22, 26, dan 27. Hal ini dikarenakan butir pernyataan untuk menggali pengetahuan tentang kandungan, efek samping obat, waktu kadaluarsa, dan informasi multivitamin kurang lengkap. Uji pemahaman bahasa yang bertujuan untuk mengetahui apakah bahasa yang digunakan dalam kuesioner mudah dipahami responden atau tidak. Uji pemahaman bahasa ini dilakukan kepada orangtua selain responden uji di daerah Condong Catur, Sleman. Hasil uji pemahaman bahasa yang dilakukan adalah tidak ada responden yang bertanya saat mengisi kuesioner. c. Uji reliabilitas, suatu instrumen disebut reliabel apabila instrumen tersebut konsisten dalam memberikan penilaian atas apa yang diukur dengan metode Cronbach’s Alpha dengan taraf kepercayaan 95% karena metode ini dapat digunakan pada kuesioner yang jawaban atau tanggapannya berupa pilihan yang terdiri dari dua atau lebih pilihan. Kuesioner dikatakan reliabel jika nilai α > 0,75 (Notoatmodjo, 2010). Uji kuesioner dilakukan pada 30 responden, didapatkan

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 hasil α = 0,767 pada bagian pernyataan pengetahuan multivitamin dan menunjukkan bahwa kuesioner telah reliabel. 4. Penyebaran kuesioner Penyebaran kuesioner yang pertama diberikan kepada responden uji coba, dimana responden tersebut bukan responden yang akan digunakan dalam penelitian. Uji coba kuesioner dilakukan kepada 30 responden. Responden yang digunakan untuk uji coba sebaiknya yang memiliki ciri-ciri responden dari tempat dimana penelitian tersebut harus dilakukan (Notoatmodjo, 2010). Hal ini bertujuan untuk dapat mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen penelitian yang digunakan. Penyebaran dilakukan dengan cara mendatangi rumah tiap responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan meminta pertimbangan dari RT/RW sehingga membantu dalam pemilihan responden sesuai kriteria peneliti. Selain mendatangi langsung ke rumah, pengambilan sampel juga dilakukan kepada orangtua yang menunggu anak-anak di TK kecamatan tersebut dan ikut serta dalam kegiatan posyandu. Responden yang terpilih akan dijelaskan maksud dan tujuan penelitian terlebih dahulu, dan bila bersedia menjadi responden kemudian mengisi kuesioner. Pengisian kuesioner dilakukan sendiri oleh responden saat itu juga pada tempat penelitian. Pada kuesioner dilampirkan surat pengantar dan lembar pernyataan kesediaan responden. Surat pengantar digunakan sebagai surat permohonan ijin penelitian yang berisi nama peneliti, universitas, tujuan penelitian, tempat yang digunakan penelitian, dan permohonan kesediaan agar responden berpartisipasi dalam penelitian. Lembar pernyataan kesediaan

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 responden untuk berpartisipasi dalam penelitian yang terdiri dari judul kuesioner, surat pernyataan kesediaan dari responden, nama dan tanda tangan dari responden atas kesediaannya untuk mengisi kuesioner. Dalam penelitian ini pengambilan sampel berhenti setelah peneliti mendapatkan sampel sebanyak jumlah sampel minimal per kelurahan. Pada pengambilan terakhir tiap kelurahan masih ada sisa kuesioner yang tidak digunakan karena jumlah sampel minimal sudah terpenuhi. Rangkuman pengambilan jumlah sampel di Kecamatan Mantrijeron disajikan pada tabel II. Tabel II. Jumlah kuesioner yang disebarkan kepada responden di Kelurahan Mantrijeron, Suryodiningratan, dan Gedongkiwo. Kelurahan Mantrijeron Door to Door Sebar: 10 Inklusi: 5 DO: 5 Posyandu RT 11 Sebar: 30 Inklusi: 10 DO: 9 Tidak kembali: 11 Posyandu RT 10 Sebar: 32 Inklusi: 10 DO: 18 Tidak kembal: 4 TK Mardisiwi Sebar: 19 Inklusi: 11 DO: 8 Total: 36 Kelurahan Suryodiningratan Door to Door Sebar: 10 Inklusi: 6 DO: 4 Posyandu RT 02 Sebar: 30 Inklusi: 12 DO: 15 Tidak kembali: 3 TK Minggiran Sebar: 12 Inklusi: 5 DO: 7 TK Dwi Jaya Sebar: 5 Inklusi: 5 TK Kumendaman Sebar: 6 Inklusi: 4 DO: 2 Total: 32 Kelurahan Gedongkiwo Door to Door Sebar: 10 Inklusi: 5 DO: 5 Posyandu RT 09 Sebar: 35 Inklusi: 16 DO: 17 Tidak kembali: 2 TK Indriyasana Sebar: 25 Inklusi: 9 DO: 8 Tidak kembali: 8 TK PKK Gedongkiwo Sebar: 16 Inklusi: 12 DO: 4 Total: 42

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 5. Pengolahan data Tahap pertama memeriksa kuesioner apakah responden masuk dalam kriteria inklusi yang telah ditentukan dan memeriksa kelengkapan data atau informasi yang dijawab. Responden yang tidak masuk kriteria inklusi dan tidak lengkap mengisi semua jawaban maka tidak dapat ikut serta dalam penelitian. Tahap kedua memberikan kode berupa angka pada bagian karakteristik demografi dan bagian informasi penggunaan multivitamin anak. Pada bagian pernyataan pengetahuan multivitamin dilakukan skoring jawaban benar diberi skor 1 dan jawaban salah diberi skor 0. Tahap ketiga memasukkan dan mengelompokkan jawaban-jawaban dari tiap responden yang telah diubah dalam bentuk kode atau skor (angka atau bilangan) ke kolom-kolom lembar kerja dalam program komputer. Selanjutnya data pernyataan pengetahuan akan diolah dengan cara menghitung berapa banyak responden yang menjawab benar pada tiap aitem pernyataan dan menjumlahkan total skor jawaban benar tiap responden. Total skor jawaban responden didapatkan akan dikategorikan baik, cukup baik, kurang baik, dan tidak baik. G. Analisis Hasil Analisis informasi penggunaan multivitamin dan karakteristik demografi responden dilakukan dengan menghitung jawaban responden yang sama pada setiap pertanyaan yang telah dikelompokkan berdasarkan aitemnya. Hasil dari pengelompokan dijumlahkan dalam bentuk persentase yang ditampilkan dalam

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 bentuk tabel dan diagram untuk mendeskripsikan fakta-fakta yang tertulis dalam kuesioner. Perhitungan persentase menggunakan rumus: Keterangan: P adalah persentase jawaban, A adalah jumlah jawaban yang sejenis, dan B adalah responden total Analisis hasil penelitian terkait dengan pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan responden dibagi menjadi 4 kategori (baik, cukup, baik, dan tidak baik), namun untuk uji Chi-Square dibagi menjadi 2 kategori yaitu baik dan cukup baik setelah itu membandingkan dengan cara sebagai berikut: 1. Usia terhadap tingkat pengetahuan dengan menggunakan uji Chi-Square dengan p < 0,05 dinyatakan berpengaruh berbeda bermakna dan H1 diterima. 2. Pendidikan terhadap tingkat pengetahuan dengan menggunakan uji Chi-Square dengan p < 0,05 dinyatakan berpengaruh berbeda bermakna dan H2 diterima. 3. Pekerjaan terhadap tingkat pengetahuan dengan menggunakan uji Chi-Square dengan p < 0,05 dinyatakan berpengaruh berbeda bermakna dan H3 diterima. 4. Penghasilan keluarga terhadap tingkat pengetahuan dengan menggunakan uji Chi-Square dengan p < 0,05 dinyatakan berpengaruh berbeda bermakna dan H4 diterima. Jika hasil pengujian statistik menggunakan uji Chi-Square menyatakan berbeda bermakna, dilanjutkan perhitungan Odds Ratio (OR) untuk menganalisis keeratan hubungan antar variabel.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Pengujian pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan responden terkait penggunaan multivitamin secara ringkas digambarkan pada kerangka konsep gambar 1. Tingkat pendidikan Status pekerjaan Usia Tingkat pengetahuan responden Penghasilan keluarga Gambar 1. Kerangka Pengujian Statistik Hipotesis H. Kelemahan Penelitian Instrumen penelitian berupa kuesioner tidak dilakukan uji validitas secara statistik sehingga kuesioner dianggap masih kurang untuk bisa digunakan sebagai alat ukur secara statistik. Kuesioner telah dilakukan validasi secara statistik (validasi kontruk) sebanyak empat kali namun hasil yang didapatkan selalu tidak valid, sehingga peneliti hanya melakukan uji validasi secara isi dan validasi muka menggunakan tenaga ahli. Jumlah responden dalam penelitian ini menggunakan jumlah sampel minimal. Seharusnya jumlah sampel minimal hanya digunakan untuk 1 kelompok dari masing-masing variabel penelitian.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Demografi Responden Dalam penelitian ini karakteristik demografi responden yang terlibat adalah responden perempuan/ibu yang paling banyak (86,3%) ikut berpartisipasi dalam penelitian. Seorang ibu memiliki peran utama untuk memelihara kesehatan keluarga oleh sebab itu diharapkan ibu mengetahui informasi-informasi yang berkaitan dengan kesehatan anak seperti penggunaan multivitamin. Usia responden sebagian besar (76,8%) tergolong dewasa muda dengan rentang umur 20-40 tahun. Pada penelitian ini rata-rata usia anak yang orang tuanya ikut berpartisipasi adalah 2-6 tahun sehingga di masyarakat sebagian besar responden yang memiliki anak rentang tersebut masih tergolong dewasa muda namun tidak menutup kemungkinan ada beberapa responden yang sudah tergolong dewasa tua memiliki anak dengan rentang tersebut. Pendidikan terakhir responden sebagian besar (41,1%) adalah SMA (Sekolah Menengah Atas). Hal ini sesuai dengan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti bahwa sebagian besar masyarakat adalah lulusan SMA. Responden yang diperoleh dengan semakin tinggi tingkat pendidikan diharapkan semakin tinggi pula pengetahuan seseorang karena tingkat kematangan berpikir dan bertindak yang lebih baik (Rasmini, 2012). Pekerjaan responden sebagian besar (55,8%) adalah ibu rumah tangga yang tergolong tidak bekerja dan penghasilan keluarga kurang dari Rp 1.100.000,00 (50,5%) karena bergantung pada penghasilan seorang ayah. Jumlah 36

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 anak yang dimiliki responden rata-rata 2 anak (49,5%). Secara lengkap distribusi jumlah responden berdasarkan karakteristik demografi masyarakat disajikan pada tabel III. Tabel III. Distribusi jumlah responden berdasarkan karakteristik demografi masyarakat Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta tahun 2013 Karakteristik demografi Kategori Jenis kelamin Laki-laki Perempuan 20-40 tahun 41-54 tahun SD SMP SMA D3 S1 PNS Wiraswasta Ibu rumah tangga Swasta < Rp 1.100.000,00 Rp 1.100.000,00 Rp 2.200.000,00 Rp 2.200.000,00 Rp 4.400.000,00 > Rp 4.400.000,00 1 2 3 4 6 Usia Pendidikan terakhir Pekerjaan Penghasilan keluarga Jumlah anak Jumlah responden 13 82 73 22 3 16 39 14 23 2 12 53 28 48 25 Persentase (n=95) 13,7 86,3 76,8 23,2 3,2 16,8 41,1 14,7 24,2 2,1 12,6 55,8 29,5 50,5 26,3 19 20,0 3 22 47 19 6 1 3,2 23,3 49,5 20,0 6,3 1,1 Selain karakteristik demografi responden, pada penelitian ini daitemukan pula beberapa informasi yang berkaitan dengan penggunaan multivitamin yang digunakan oleh anak-anak Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Informasi penggunaan multivitamin anak antara lain sebagai berikut:

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 1. Rentang waktu penggunaan multivitamin Waktu anak mengkonsumsi multivitamin dapat menentukan pengetahuan orang tua, hal ini terkait dengan daya ingat informasi multivitamin yang dimiliki orang tua. Semakin lama anak tidak mengkonsumsi multivitamin, daya ingat orang tua dalam mengingat informasi penggunaan multivitamin pada anaknya juga akan menurun karena orang tua yang bertanggungjawab dalam pemilihan dan pemberian multivitamin pada anaknya. Pada kuesioner jika anak terakhir mengkonsumsi multivitamin lebih dari 6 bulan, responden dianggap tidak dapat ikut serta karena dikhawatirkan memori orang tua dalam multivitamin yang digunakan sudah menurun. Waktu terakhir penggunaan multivitamin bertujuan untuk menghindari recall bias dimana kesalahan dalam penelitian yang terjadi karena keterbatasan daya ingat dari subjek uji/responden sehingga data yang didapatkan kurang akurat. Sebagian besar anak-anak dari responden sedang mengkonsumsi multivitamin sehingga diharapkan memori orang tua dalam penggunaan multivitamin untuk anaknya masih baik. Rangkuman proporsi jumlah Jumlah responden jawaban rentang waktu mengkonsumsi multivitamian disajikan pada gambar 2. 50.0 40.0 30.0 47,4% 20.0 27,4% 10.0 17,9% 7,4% 0.0 < 1 bulan 1-3 bulan 3-6 bulan > 6 bulan Waktu terakhir penggunaan Gambar 2. Proporsi jumlah jawaban responden mengenai rentang waktu penggunaan multivitamin.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 2. Bentuk sediaan Bentuk sediaan obat adalah suatu bentukan diformulasikan untuk penghantaran atau membawa zat aktif obat agar mencapai organ sasaran. Beberapa manfaat dari bentuk sediaan obat adalah untuk menghilangkan atau menutupi rasa dan bau yang tidak enak juga untuk meningkatkan nilai estetika atau penampilan menarik dari obat (Syamsuni, 2007). Bentuk sediaan obat yang banyak digunakan dalam multivitamin anak berupa sirup dan emulsi. Data menunjukkan bahwa multivitamin dengan bentuk sediaan cair banyak disukai oleh anak-anak, hal ini dimungkinkan karena kemudahan cara menggunakan. Keuntungan sediaan cair yang lain adalah cocok untuk seseorang yang sukar menelan tablet utuh, absorpsi lebih cepat dibandingkan sediaan oral lain, homogenitas terjamin, dan dosis atau takaran dapat disesuaikan (Isnaini, 2009). Rangkuman proporsi jumlah jawaban responden terhadap bentuk sediaan obat yang disukai disajikan pada gambar 3. 17,9% Padat 82,1% Cair Gambar 3. Proporsi jumlah jawaban responden berdasarkan bentuk sediaan obat yang disukai anak

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 3. Harga Menurut Swastha (2007), harga barang adalah nilai yang berupa nominal yang dinyatakan dengan alat tukar seperti uang untuk mendapatkan suatu barang dan pelayanannya. Setiap harga menentukan kualitas atau mutu dari barang tersebut dan akan menentukan perilaku konsumsi masyarakat. Harga yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah proporsi jawaban responden terhadap harga yang digunakan untuk mendapatkan multivitamin. Klasifikasi harga yang ditentukan oleh peneliti berdasarkan harga rata-rata multivitamin di pasaran. Ratarata terbanyak masyarakat mengeluarkan uang untuk multivitamin sebesar Rp 10.000,00 – Rp 20.000,00. Rata-rata penghasilan keluarga responden Kecamatan Mantrijeron di bawah UMK (Upah Minimum Kota/Kabupaten) sehingga pengeluaran untuk kebutuhan keluarga juga diusahakan seminimal mungkin seperti memilih multivitamin yang harganya lebih terjangkau namun tetap memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan anak. Menurut Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, pemerintah memberikan suplemen gratis bagi anak-anak yang masuk dalam kategori kurang gizi dan gizi buruk. Hal ini merupakan salah satu program dinas kesehatan melalui puskesmas dan posyandu untuk mendata, menyalurkan, monitoring, dan mengevaluasi program. Suplementasi yang diberikan berupa Akta Vol® (multivitamin) dan Ferriz® (suplemen Fe). Pemerintah mengharapkan melalui program ini dapat mengurangi atau memberantas angka kekurangan gizi di Indonesia. Hasil survei di Gudang Farmasi Pemerintah Kota Yogyakarta, kecamatan Mantrijeron memiliki angka kekurangan gizi tertinggi dari 14 kecamatan lain. Ini dibuktikan dengan

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 data penyaluran Akta-Vol® dan Ferriz® paling banyak dilakukan di kecamatan Mantrijeron. Rangkuman jumlah jawaban responden berdasarkan harga multivitamin yang dibeli konsumen disajikan pada gambar 4. Jumlah responden 60.0 50.0 40.0 30.0 52,6% 20.0 10.0 33,7% 7,4% 0.0 5,3% 1,1% Harga multivitamin Gambar 4. Proporsi jumlah jawaban responden berdasarkan harga multivitamin yang digunakan 4. Tempat pembelian Multivitamin dapat diperjualbelikan secara bebas di apotek, toko obat berizin, dan supermarket tanpa resep dokter. Sebagian besar responden mendapatkan multivitamin di Apotek. Data ini menggambarkan bahwa masyarakat memiliki kepercayaan yang besar dalam pembeliaan produk di Apotek. Rangkuman proporsi jumlah jawaban responden berdasarkan tempat mendapatkan multivitamin disajikan pada gambar 5.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Jumlah responden 100.00 80.00 60.00 86,32% 40.00 20.00 10,53% 7,37% 4,21% 3,16% 0.00 Tempat pembelian Gambar 5. Proporsi jumlah jawaban responden berdasarkan tempat pembelian multivitamin 5. Sumber informasi Seseorang mendapatkan informasi tentang pengenalan multivitamin bisa dimana saja. Sebagian besar responden banyak mengetahui informasi didapatkan dari tenaga kesehatan seperti dokter/apoteker/bidan/perawat sebesar 61,05%,. Diharapkan masyarakat membeli multivitamin di Apotek dan Puskesmas/RS karena disana ada tenaga kesehatan seperti dokter/apoteker/bidan/perawat yang dapat membantu memilihkan multivitamin yang tepat sesuai kebutuhan anak. Menurut Widodo (2010) dalam pembelian multivitamin sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter untuk mengetahui kondisi atau kebutuhan gizi anak sehingga dapat ditentukan multivitamin yang sesuai dengan kondisi anak. Konsultasikan pula aturan pakai penggunaan dan efek samping multivitamin yang akan dibeli kepada Apoteker untuk menjamin keamanan penggunaan. Rangkuman

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 proporsi jumlah jawaban responden berdasarkan informasi mendapatkan multivitamin disajikan pada gambar 6. 70.00 Jumlah responden 60.00 50.00 61,05% 40.00 44,21% 30.00 20.00 10.00 14,74% 0.00 Keluarga Tenaga kesehatan Sosial media Sumber informasi Gambar 6. Proporsi jumlah jawaban responden berdasarkan sumber informasi mendapatkan multivitamin 6. Frekuensi pemberian Berdasarkan survei pasar terhadap produk multivitamin anak yang dilakukan oleh peneliti, rata-rata frekuensi pemberian multivitamin kategori anak sebanyak 1-2 kali sehari per 1 sendok takar. Namun tidak menutup kemungkinan ada beberapa multivitamin yang dikonsumsi sampai 3 kali sehari sesuai dengan kebutuhan anak yang berbeda. Menurut The American Society for Parenteral and Enteral Nutrition of Pediatrics (2012) mengemukakan bahwa satu dosis multivitamin per hari tidak akan berbahaya bagi kesehatan asalkan tidak melebihi Angka Kecukupan Gizi (AKG) tiap unsurnya. Hal ini dapat menjadi dasar bahwa multivitamin dapat dikonsumsi lebih dari 1 kali per dosis jika kekuatan tiap unsurnya lebih rendah dari AKG. Oleh sebab itu, agar terjamin keamanan dalam

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 pengkonsumsian multivitamin dan agar sesuai dengan kebutuhan tubuh perlu dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan seperti dokter atau apoteker. Rangkuman proporsi jumlah jawaban responden terhadap frekuensi pemberian multivitamin Jumlah responden disajikan pada gambar 7. 90.0 80.0 70.0 60.0 50.0 40.0 30.0 20.0 10.0 0.0 85,3% 12,6% 1 kali sehari 2-3 kali sehari 2,1% > 3 kali sehari Frekuensi pemberian Gambar 7. Proporsi jumlah jawaban responden berdasarkan frekuensi pemberian multivitamin 7. Produk multivitamin Indonesia terdapat banyak sekali produk-produk multivitamin untuk anak dengan berbagai jenis merk. Produk multivitamin yang dimaksudkan dalam penelitian ini menggambarkan multivitamin berdasarkan merek dagang. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No.15 tahun 2001 tentang merek, merek dagang adalah suatu tanda yang berupa nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang digunakan pada barang yang diperdagangkan untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya. Setiap merek multivitamin yang di pasaran memiliki kandungan dan indikasi yang berbeda-beda. Hasil penelitian menggambarkan merek-merek multivitamin yang

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 dikonsumsi adalah Curcuma pluss®, Scott emulsion®, Biolysin®, Sakatonik®, Fitkom®, Cerebrofort®, Vidorant®, Actavol®, Curvit®, Kamulvit®, dan Igastrum®. Multivitamin yang banyak digunakan pada wilayah Mantrijeron adalah Scott emulsion® (30 responden) dan Curcuma pluss® (34 responden). Rangkuman proporsi jumlah jawaban responden yang menggunakan produk multivitamin dilihat pada tabel IV. Tabel IV. Proporsi jumlah jawaban responden yang menggunakan produk multivitamin Produk multivitamin Scott emulsion® Curcuma plus® Biolysin® Sakatonik® Fitkom® Cerebrofort® Vidorant® Akta-vol® Curvit® Kamulvit® Igastrum® 8. Jumlah responden (n=95) 30 34 11 17 12 13 9 7 6 3 1 Harapan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, harapan adalah suatu kepercayaan yang diinginkan akan didapatkan di waktu mendatang. Dalam penelitian harapan menggambarkan sesuatu yang diinginkan orang tua setelah memberikan multivitamin kepada anaknya. Data menunjukkan dari 95 responden yang mengharapkan agar multivitamin dapat meningkatkan kekebalan tubuh sebanyak 65,26%, meningkatkan nafsu makan dengan persentase 64,21%, meningkatkan kecerdasan otak dengan persentase 28,42%, membantu pencernaan

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 dengan persentase 4,21%, dan dapat menyembuhkan penyakit dengan persentase 2,11%. Ini sesuai dengan produk multivitamin yang dipilih yaitu Scott emulsion® yang memiliki indikasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan Curcuma plus® yang memiliki indikasi untuk meningkatkan nafsu makan anak. Data ini memberikan gambaran bahwa responden membeli produk multivitamin sesuai dengan harapannya. Pada gambar terdapat beberapa responden (2,11%) yang masih beranggapan multivitamin dapat menyembuhkan penyakit anak. Menurut Widodo (2010) multivitamin tidak dapat menyembuhkan penyakit namun hanya membantu penyembuhan pada waktu anak sakit. Rangkuman proporsi jumlah jawaban responden yang menyatakan harapan penggunaan multivitamin ditunjukkan pada tabel V. Tabel V. Proporsi jumlah jawaban responden yang menyatakan harapan penggunaan multivitamin Harapan penggunaan multivitamin Jumlah responden (n=95) Meningkatkan nafsu makan 61 Meningkatkan kekebalan tubuh 62 Menyembuhkan penyakit 2 Meningkatkan kecerdasan otak 27 Membantu pencernaan 4 B. Tingkat Pengetahuan Responden tentang Multivitamin pada Anak Pengukuran pengetahuan responden tentang multivitamin anak dilakukan berdasarkan jawaban tiap aitem pertanyaan. Kategori untuk tingkat pengetahuan responden dibagi menjadi 3 kategori yaitu, baik, cukup baik, dan kurang baik.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Berdasarkan hasil pengukuran diketahui bahwa 80 responden dari 95 responden dapat dikategorikan memiliki pengetahuan yang baik dimana hasil ini merupakan kategori yang paling banyak dengan persentase 84,2% di masyarakat. Pengetahuan masyarakat di Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta, dapat disimpulkan baik karena dilihat dari data menunjukkan jumlah responden paling tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa dengan tingkat pendidikan terakhir SMA, pengetahuan yang dimiliki sudah baik. Tahap pendidikan terakhir SMA sudah dianggap cukup matang dalam berpikir dan bertindak (Rasmini, 2012). Tingkat pengetahuan responden baik ini dapat menggambarkan bahwa masyarakat sudah mengerti informasi-informasi yang harus diketahui berkaitan dengan multivitamin yang akan diberikan untuk anak. Pengetahuan yang sudah baik dari orang tua tentang multivitamin diharapkan dapat tercapainya kerasionalan dalam penggunaan multivitamin untuk anak. Rangkuman hasil penelitian disajikan pada tabel VI. Tabel VI. Distribusi jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan tentang multivitamin anak di Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta tahun 2013 Tingkat pengetahuan Baik Cukup baik Kurang baik Total Jumlah responden 80 14 1 95 Persentase (%) 84,2 14,7 1,1 100,0 Sementara itu, pernyataan tiap aaitem pengetahuan yang dijawab benar oleh responden tinggi karena memiliki nilai rata-rata 85,7%. Tiap aaitem pernyataan pengetahuan terdiri dari 3 nomor dimana hasil rata-rata persentase tiap aitem pengetahuan dibagi 3. Urutan rata-rata jawaban benar aitem pengetahuan

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 dari yang tinggi sampai yang rendah yaitu, kandungan dalam multivitamin (95,1%), pengertian secara umum (94,7%), expired date (92,3%), dosis (91,6%), cara pemberian (89,5%), penyimpanan (88,8%), indikasi (81,4%), informasi yang didapatkan (79,6%), dan efek samping penggunaan (58,2%). Rangkuman jawaban benar dan salah tiap aaitem pernyataan pengetahuan disajikan pada tabel VII. Tabel VII. Distribusi jumlah jawaban benar dan jawaban salah tiap aaitem pernyataan pengetahuan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pengetahuan Nomor aitem Pengertian 1, 10, 18 Indikasi 2, 11, 20 Kandungan 3, 12, 21 Efek samping 4, 13, 22 Dosis 5, 14, 23 Penyimpanan 6, 15, 25 Cara pemberian 7, 16, 25 Expired date 8, 17, 26 Informasi 9, 19, 27 Total persentase (27 pernyataan) Persentase benar (%) 94,7 81,4 95,1 58,2 91,6 88,8 89,5 92,3 79,6 85,7 Persentase salah (%) 5,3 18,6 4,9 41,8 8,4 11,2 10,5 7,7 20,4 14,3 Informasi tentang multivitamin yang paling banyak diketahui masyarakat adalah pengetahuan tentang kandungan utama dalam multivitamin. Multivitamin merupakan suatu sediaan obat kombinasi (dua atau lebih) dari vitamin yang berbeda jenis yang daitemukan pada makanan atau sumber alami lainnya (Rini, 2010). Namun di pasaran, banyak produk multivitamin dikombinasikan pula dengan mineral agar memiliki manfaat yang lebih baik (Rini, 2010). Kandungan utama dari multivitamin adalah vitamin, sehingga mineral dan zat-zat gizi yang lain hanya sebagai tambahan dalam sediaan. Masyarakat telah memahami kandungan utama dari multivitamin dan hal ini menunjukkan bahwa tiap orang tua yang memberikan multivitamin untuk anaknya memperhatikan dan mengetahui isi

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 atau kandungan multivitamin yang dikonsumsi atau dengan kata lain masyarakat tidak asal beli saja. Informasi tentang multivitamin anak yang paling sedikit diketahui orang tua adalah efek samping dari penggunaan. Data ini menunjukkan bahwa masyarakat kurang memahami secara mendalam tentang efek samping dari penggunaan multivitamin. Segala macam vitamin dan mineral yang terkandung dalam multivitamin memiliki kerugian pada kesehatan bila dikonsumsi berlebihan (dosis melebihi Angka Kecukupan Gizi dalam tubuh) sehingga perlu adanya pengetahuan masyarakat tentang bahaya mengkonsumsi multivitamin yang berlebih. Informasi ini menjadi saran untuk diberikannya sosialisasi kepada masyarakat Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta, DIY tentang multivitamin terutama bahaya efek samping dari multivitamin. Informasi lain tentang segala macam aspek yang perlu diperhatikan dalam menggunakan multivitamin juga perlu disampaikan agar masyarakat benar-benar memahami secara keseluruhan. C. Pengaruh Karakteristik Demografi terhadap Tingkat Pengetahuan Identifikasi pengaruh karakteristik demografi (jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, penghasilan keluarga, dan jumlah anak) terhadap tingkat pengetahuan (baik dan cukup baik) diuraikan sebagai berikut: 1. Usia Tabel VIII menunjukkan bahwa jumlah responden usia dewasa muda (20-40 tahun) dengan tingkat pengetahuan baik lebih banyak (86,30%) dibandingkan dengan responden umur 41-54 tahun (77,27%). Hasil analisis

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 statistik tingkat pengetahuan berdasarkan usia menunjukkan terdapat perbedaan tidak bermakna yang dibuktikan dengan nilai Fisher’s Exact Test dengan nilai signifikan 0,240 (p > 0,05). Perbedaan yang tidak bermakna ini dapat diartikan bahwa usia seseorang tidak mempengaruhi tingkat pengetahuan yang dimiliki. Penelitian ini tidak sesuai dengan pernyataan Notoatmodjo (2007) menyatakan bahwa semakin bertambahnya usia seseorang maka pengetahuan yang dimiliki akan semakin luas dan meningkat karena makin banyaknya pengalaman yang diperoleh. Santrock (2002) menambahkan seseorang akan mengalami penurunan daya ingat pada usia 35-45 hingga memasuki usia 60 tahun. Pada intinya seseorang akan memiliki peningkatan pengetahuan dari masa ke masa seiring dengan bertambahnya umur namun pada titik usia tertentu seseorang akan mengalami penurunan daya ingat. Penurunan ini disebabkan karena menurunnya fungsi organ seseorang yang digunakan untuk menerima informasi. Rangkuman perbandingan jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan usia disajikan pada tabel VIII. Tabel VIII. Perbandingan jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan usia dengan nilai p value Usia 20-40 tahun 41-54 tahun Total 2. Tingkat Pengetahuan Cukup baik % Baik 10 13,70 63 5 22,72 17 15 80 Pendidikan terakhir p value % 86,30 77,27 0,327

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Latar belakang pendidikan orang tua berpengaruh penting dengan penentuan kesehatan keluarga. Variabel pendidikan pada penelitian ini adalah pendidikan formal. Menurut Undang-Undang (UU) No. 20 tahun 2003 Pasal 13 ayat 1 menjelaskan bahwa pendidikan formal adalah suatu proses mendapatkan ilmu pengetahuan dimana jalur pendidikannya yang terstruktur dan berjenjang. Pada pengujian Chi-Square tingkat pendidikan dikategorikan menjadi 2 yaitu kurang dari SMA (SD, SMP) dan lebih dari sama dengan (SMA, SMK, MAK, Perguruan Tinggi). Tabel IX menunjukkan bahwa jumlah responden pendidikan SMA dan Perguruan Tinggi dengan tingkat pengetahuan baik lebih banyak (89,47%) dibandingkan responden pendidikan SD dan SMP (63,16%). Hasil analisis statistik tingkat pengetahuan berdasarkan pendidikan terakhir menunjukkan terdapat perbedaan bermakna yang dibuktikan dengan uji Pearson Chi-Square dengan nilai signifikan 0,010 (p < 0,05). Perbedaan yang bermakna ini dapat diartikan bahwa pendidikan mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang. Analisis keeratan hubungan menunjukkan nilai OR=4,96(95%CI:1,5216,23), yang berarti bahwa responden dengan SMA dan Perguruan Tinggi mempunyai peluang bermakna 4,96 kali lebih tinggi tingkat pengetahuannya dibandingkan dengan responden pendidikan terakhir SD dan SMP. Pada tingkat kepercayaan 95% setidaknya responden SMA dan Perguruan Tinggi memiliki batas bawah kebermaknaannya dengan peluang 1,52 kali lebih tinggi pengetahuannya dan batas atas kebermaknaannya dengan peluang 16,23 kali lebih tinggi pengetahuannya dibandingkan pendidikan di bawah SMA. Semakin tinggi tingkat pendidikan responden, semakin baik pula tingkat pengetahuannya. Hal ini

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Notoatmodjo (2007) bahwa seseorang yang memiliki pendidikan formal yang tinggi maka semakin mudah untuk menerima informasi baru dan semakin banyak pengetahuan yang didapat. Rangkuman distribusi jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan pendidikan terakhir disajikan pada tabel IX. Tabel IX. Perbandingan jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan pendidikan terakhir dengan nilai p value dan Odd Ratio (OR) Pendidikan < SMA ≥ SMA Total 3. Tingkat Pengetahuan Cukup % Baik % baik 7 36,84 12 63,16 8 10,53 68 89,47 15 80 p value 0,010 OR 4,96 Status pekerjaan Bekerja merupakan aktivitas yang dilakukan oleh setiap individu dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan materi maupun kebutuhan psikologis (Purnamawati, 2007). Karakteristik berdasarkan pekerjaan dikategorikan 6 kategori yaitu PNS, wiraswasta, TNI/POLRI, ibu rumah tangga, swasta, dan pensiunan. Enam kategori pekerjaan kemudian dikelompokkan menjadi 2 yaitu bekerja (PNS, wiraswasta, swasta) dan tidak bekerja (ibu rumah tangga). Pengelompokkan menjadi 2 kelompok ini hanya untuk mempermudah dalam menganalisis pengaruh status pekerjaan dengan tingkat pengetahuan masyarakat. Tabel X menunjukkan bahwa jumlah responden yang tidak bekerja dengan tingkat pengetahuan baik lebih sedikit (73,58%) dibandingkan responden yang bekerja (97,62%). Analisis statistik tingkat pengetahuan berdasarkan status pekerjaan menunjukkan terdapat perbedaan bermakna yang dibuktikan dengan uji

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Pearson Chi-Square dengan nilai signifikan 0,001 (p < 0,05). Perbedaan yang bermakna ini dapat diartikan bahwa status pekerjaan seseorang mempengaruhi tingkat pengetahuannya. Analisis keeratan hubungan menunjukkan nilai OR=14,72(95%CI:1,85-117,29) yang berarti bahwa responden bekerja memiliki peluang 14,72 kali lebih tinggi tingkat pengetahuannya dibandingkan dengan responden tidak bekerja. Pada tingkat kepercayaan 95% setidaknya responden bekerja memiliki batas bawah kebermaknaannya dengan peluang 1,85 kali lebih tinggi pengetahuannya dan batas atas kebermaknaannya dengan peluang 117,29 kali lebih tinggi pengetahuannya dibandingkan responden tidak bekerja. Sarwono (2009) menyatakan semakin luas cakupan interaksi sosialnya, pengetahuan maupun sikap seseorang akan semakin baik bila dibandingkan dengan seseorang yang memiliki interaksi sosial yang sempit. Responden yang bekerja akan mempunyai banyak komunikasi dengan masyarakat atau dunia luar sehingga mempunyai pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak bekerja. Rangkuman distribusi jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan status pekerjaan disajikan pada tabel X. Tabel X. Perbandingan jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan pekerjaan dengan p value dan Odd Ratio (OR) Status Pekerjaan Tidak bekerja Bekerja Total 4. Tingkat Pengetahuan Cukup baik % Baik % 14 26,41 39 73,58 1 2,38 41 97,62 15 80 Penghasilan keluarga p value OR 0,001 14,72

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Menurut Surat Keputusan (SK) Gubernur No. 370/KEP/2012 tentang UMK (Upah Minimum Kota/Kabupaten) Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan bahwa UMK tahun 2013 di Kota Yogyakarta sebesar Rp 1.065.247,00. Tabel XI menunjukkan bahwa jumlah responden yang memiliki penghasilan keluarga sebesar ≤ Rp 1.100.000,00 dengan tingkat pengetahuan baik lebih sedikit (77,08%) dibandingkan dengan responden > Rp 1.100.000,00 (91,49%). Analisis statistik tingkat pengetahuan berdasarkan penghasilan keluarga menunjukkan terdapat perbedaan tidak bermakna yang dibuktikan dengan uji Pearson Chi-Square dengan nilai signifikan 0,054 (p < 0,05). Hal ini diartikan bahwa penghasilan keluarga tidak mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang. Resanti (2009) menyatakan bahwa tingkat pendapatan berpengaruh pada jumlah dan jenis pangan yang dikonsumsi. Seseorang yang memiliki pendapatan yang tinggi akan lebih bervariasi dalam pemilihan produk makanan. Dengan dasar pengetahuan yang baik, mereka akan berusaha membeli jenis produk dengan kualitas yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan. Rangkuman distribusi jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan terhadap penghasilan keluarga disajikan pada tabel XI. Tabel XI. Perbandingan jumlah responden berdasarkan kategori tingkat dan pengetahuan penghasilan keluarga dengan p value Tingkat Pengetahuan Cukup baik % Baik ≤Rp 1.100.000,00 11 22,92 37 >Rp 1.100.000,00 4 8,51 43 Total 15 80 Penghasilan p value % 77,08 91,49 0,054

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Karakteristik demografi responden di Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta sebagian besar adalah perempuan (86,3%) dengan kategori usia 20-40 tahun (76,8%), pendidikan terakhir SMA (41,1%), tidak bekerja dan sebagai ibu rumah tangga (55,8%), penghasilan tiap keluarga kurang dari Rp 1.000.000,00 (50,5%), dan jumlah anak yang dimiliki 2 orang (49,5%). 2. Kategori pengetahuan responden tentang multivitamin anak terdiri dari kategori pengetahuan baik sebesar 84,2%, kategori pengetahuan cukup baik sebesar 14,7%, dan kategori pengetahuan kurang baik sebesar 1,1%. 3. Ada pengaruh pendidikan terakhir dan status pekerjaaan terhadap tingkat pengetahuan (p<0,05), sedangkan usia dan penghasilan keluarga tidak mempengaruhi tingkat pengetahuan. Analisis keeratan hubungan pada variabel pendidikan terakhir responden yaitu OR=4,96(95%CI:1,52-16,23) dan variabel status pekerjaan yaitu OR=14,72(95%CI:1,85-117,29). 55

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 B. Saran 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan tidak hanya usia, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan, sebaiknya dilakukan penelitian selanjutnya untuk menganalisa pengaruh sosial budaya, media massa, dan pengalaman. 2. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian yang sejenis dengan mengkaji variabel penelitian penggunaan multivitamin terhadap sikap dan tindakan responden agar dapat mengidentifikasi perilaku masyarakat terhadap multivitamin. 3. Informasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang berkaitan multivitamin diharapkan lebih menekankan informasi efek samping penggunaan multivitamin agar masyarakat memahami bahaya multivitamin jika tidak digunakan secara tepat.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Almatsier, 2009, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, hal 45-70. Arikunto, S., 2007, Analisis Data Penelitian Deskriptif, PT. Rineka Cipta, Jakarta, hal.262-269. Azwar, S., 2013, Metode Penelitian, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, hal.91. Badriyah, S., 2013, Komunikasi Pribadi, tanggal 20 September 2013 Dasuki M. S., Utama R.C., Pramunintyas R., 2011, Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Gizi dengan Perkembangan Kognitif Anak Usia 24-59 bulan, Laporan Penelitian, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Handono, N.P., 2010, Hubungan Tingkat Pengetahuan Pada Nutrisi, Pola Makan, dan Energi Tingkat Konsumsi dengan Status Gizi Anak Usia Lima Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Selogiri, Wonogiri, 1, 5. Gunarti, I. R., Devy, S., R., 2004, Persepsi Ibu Tentang Klaim Kesehatan dan Manfaat Suplemen serta Hubungannya dengan Konsumsi Suplemen (Vitamin-Mineral dan Penambah Nafsu Makan) pada Anak Balita, Jurnal Penelitian Media Eksata, 5 (2), 191-203. Griffith, H.W., 2014, Complete Guide to Prescription Drugs and Nonprescription Drugs, 6th Edition, The Berkley Publishing Group, New York, pp.348-370. Hasan, M.I., 2002, Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya, Ghalia Indonesia, Bogor, hal.60. Isnaini, 2009, Bentuk Sediaan Obat: Keuntungan dan Kerugian Sediaan Cair, http://farmakologi.files.wordpress.com/2009/09/bentuk-sediaan-obat.pdf, diakses pada tanggal 15 Mei 2014. Istiany, A., dan Rusilanti, 2013, Gizi Terapan, PT Remaja Rosdakarya Offset, Bandung, hal. 1-26, 119, 151. Kasmadi, 2013, Panduan Modern Penelitian Kuantitatif, Alfabeta, Bandung, hal. 73. Kountour, R., 2007, Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis, PPM, Jakarta, hal.154-158. 57

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Kusuma, M.A., 2012, Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Mengenai Antibiotika di Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta Tahun 2011, Skripsi, 27, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Noor, J., 2011, Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, hal. 111. Notoatmodjo, S., 2002, Metodologi Penelitian Kesehatan, PT Rineka Cipta, Jakarta, hal. 130 Notoatmodjo, S., 2007, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, PT Rineka Cipta, Jakarta, hal. 133-141. Notoatmodjo, S., 2010, Metodologi Penelitian Kesehatan, PT Rineka Cipta, Jakarta, hal. 35-49, 176. Papalia, D.E., Olds, S.W., Feldman, R.D., 2009, Human Development, 11th Edition, Mc Graw Hill, New York, pp. 152. Pujiarto, P.S., 2005, Bayiku Anakku: Panduan Praktis Kesehatan Anak, Gramedia, Jakarta, hal. 56. Purnamawati, N.D., 2007, Gambaran Physhological Well-Being (PWB) Pegawai Negeri Sipil Pria yang Mengalami Pensiun di Usia Dewasa Madya, Skripsi, 1, Universitas Indonesia. Purwanto, E.A., dan Sulistyastuti, D.R., 2007, Metode Penelitian Kuantitatif Untuk Administrasi Publik dan Masalah-Masalah Sosial, Gava Media, Yogyakarta, hal. 47. Prasetya, E., 2012, Hubungan Perhatian Orang Tua dengan Hasil Belajar Siswa Kelas IV pada Mata Pelajaran Matematika SD Negeri Serang Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo, Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta Rasmini, W.A., 2012, Gambaran Karakteristik Ibu Hamil yang Melakukan Pemeriksaan Kehamilan di BPM Y. Sri Subiyati Pakem Sleman Yogyakarta, Skripsi, 10, Universitas Respati Yogyakarta. Resanti, M., 2009, Perilaku Konsumsi Suplemen Gizi pada Anak Prasekolah, Skripsi, 19, Institut Pertanian Bogor, Bogor. Rini, B., 2010, A-Z Multivitamin untuk Anak dan Remaja, C.V Andi Offset, Yogyakarta, hal. 1-2.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Santrock, J.W., 2002, A Topical Approach to Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup, Erlangga, Jakarta, hal. 83. Sarwono, S., 2007, Sosiologi Kesehatan Beberapa Konsep dan Aplikasinya, UGM Press, Yogyakarta, hal. 1-9, 30-32, 54-79. Schulman, R. A., and Dean, C., 2007, Solve It With Supplements: The Best herbal and Nutritional Supplement to Help Prevent and Heal More Than 100 Common Health Problems, Rodal Inc., USA, pp. 4, 59-60. Sugiyono, 2012, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan Kombinasi (Mixed Methods), Alfabeta, Bandung, hal. 122-127. Swastha, B., Irawan, 2007, Manajemen Pemasaran Moderen, Liberty, Jakarta, hal 147. Syamsuni, H., 2007, Ilmu Resep, Buku Kedokteran EGC, Jakarta, hal 31. Widodo, R., 2010, Pemberian Makanan, Suplemen, & Obat pada Anak, Buku Kedokteran EGC, Jakarta, hal. 68-69, 80-83. Yanti, E., 2004, Perilaku Ibu Terhadap Penggunaan Multivitamin untuk Anak Balita di Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli Tahun 2004, Skripsi, 9, Universitas Sumatera Utara, Medan.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 60

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Lampiran 1. Kuesioner Penelitian SURAT PENGANTAR Yth. Ibu/Bapak/Sdr. Di tempat Dengan hormat, Saya yang bernama Lidya Eryana Puthi HE, mahasiswa tingkat akhir Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Fakultas Farmasi sedang mengadakan penelitian di Kecamatan Mantrijeron yang terdiri dari 3 kelurahan yaitu Kelurahan Suryodiningratan , Kelurahan Gedongkiwo, dan Kelurahan Mantrijeron dalam rangka penyelesaian tugas akhir/skripsi. Penelitian saya ini berjudul: “Kajian Pengetahuan Orang Tua tentang Penggunaan Multivitamin Anak di Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta”. Demi kelancaran proses penelitian, sudi kiranya Bapak/Ibu/Sdr meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan yang ada dalam kuesioner ini. Jawaban dari Bapak/Ibu/Sdr akan saya jaga kerahasiannya. Oleh karena itu, saya mengharapkan kesediaan Bapak/Ibu/Sdr dalam memberikan jawaban yang dianggap paling benar. Atas kerjasama Bapak/Ibu/Sdr, saya ucapkan terima kasih. Peneliti, Lidya Eryana Puthi HE

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 PENELITIAN KAJIAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PENGGUNAAN MULTIVITAMIN PADA ANAK PERNYATAAN KESEDIAAN RESPONDEN BERPARTISIPASI DALAM PENELITIAN Dengan hormat, Melalui surat ini, saya yang bertanda tangan di bawah ini Nama : Umur : Memberikan pernyataan persetujuan berpartisipasi sebagai responden penelitian mengenai yang dilakukan mengenai “Kajian pengetahuan terhadap penggunaan multivitamin pada anak”. Saya menyatakan bahwa data-data yang saya berikan tersebut merupakan data yang sebenar-benarnya tanpa rekayasa dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Yogyakarta, ................................ Yang menyatakan, ( )

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 I. INFORMASI MULTIVITAMIN YANG DIGUNAKAN Petunjuk pengisian: Mohon mengisi data anak anda yang berumur 2 sampai 12 yang sedang atau pernah menggunakan multivitamin. Pada jawaban pilihan, mohon melingkari pada huruf yang tersedia dan jawaban boleh lebih dari satu (1). 1. Usia anak : ................ tahun 2. Multivitamin yang sedang atau pernah digunakan oleh anak anda : a. .................................................. b. .................................................. c. .................................................. 3. Harga yang dikeluarkan untuk membeli multivitamin Rp. .......................... 4. Kapan terakhir anak anda menggunakan multivitamin ? a. < 1 bulan b. 1-3 bulan c. 3-6 bulan d. > 6 bulan 5. Bentuk sediaan multivitamin pada anak yang sering anda pilih atau gunakan? a. Tablet b. Kapsul c. Cair d. Pil 6. Berapa frekuensi pemberian multivitamin pada anak dalam sehari? a. 1 kali sehari b. 2-3 kali sehari c. > 3 kali sehari 7. Dimana anda biasa membeli multivitamin pada anak ? a. Apotek b. Puskesmas / RS c. Toko Obat d. Supermarket

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 e. Agen tertentu (MLM) f. Lainnya ................................................ 8. Dari mana anda mengetahui informasi penggunaan multivitamin untuk anak? a. Keluarga/Teman b. Tenaga Kesehatan (dokter, apoteker, bidan, perawat) c. Iklan surat kabar/buku/majalah/televisi/radio/internet d. Lainnya, .................................................................... 9. Apa harapan anda memberikan multivitamin untuk anak? a. Menambah nafsu makan b. Meningkatkan kekebalan tubuh c. Menyembuhkan penyakit yang diderita pada anak d. Meningkatkan kecerdasan otak e. Membantu pencernaan f. Lainnya, .....................................................................

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 II. PERNYATAAN MENGENAI MULTIVITAMIN Petunjuk pengisian: Berilah tanda (√) pada kolom (B) jika menurut anda pernyataan di bawah ini BENAR , pada kolom (S) jika menurut anda pernyataan di bawah ini SALAH. No Pernyataan Tanggapan B 1. Multivitamin adalah suplemen pelengkap gizi pada kesehatan anak 2. Multivitamin diberikan saat anak mengalami kekurangan vitamin dalam tubuh 3. Multivitamin hanya mengandung zat mineral saja 4. Multivitamin tidak mempunyai potensi memberikan efek samping yang merugikan 5. Dosis penggunaan multivitamin pada anak sama dengan orang dewasa 6. Multivitamin dapat disimpan dimana saja 7. Multivitamin (cair) pada anak harus diberikan sesuai dengan dosis (bila terdapat sendok/gelas takar pada kemasan) 8. Multivitamin tidak mempunyai waktu kadaluarsa 9. Penggunaan multivitamin untuk anak perlu dikonsultasikan kepada dokter atau apoteker 10. Multivitamin dapat digunakan sebagai pengganti makanan utama pada anak 11. Multivitamin pada anak dapat menyembuhkan penyakit yang sedang diderita 12. Multivitamin memiliki kandungan kombinasi vitamin dan mineral S

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 13. Multivitamin boleh digunakan dalam jangka panjang 14. Multivitamin pada anak aman untuk dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan 15. Penyimpanan yang tidak sesuai dengan petunjuk yang tertera pada label dapat menyebabkan kerusakan 16. Pemberian multivitamin boleh dilakukan tanpa memperhatikan aturan pemakaiannya 17. Multivitamin yang sudah lama disimpan (berubah warna, rasa, dan bau) tidak dapat digunakan lagi 18. Makanan merupakan hal yang utama dan tidak dapat digantikan oleh multivitamin 19. Multivitamin harus diberikan dengan resep dokter 20. Penggunaan multivitamin pada anak diperlukan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangannya 21. Multivitamin mengandung lebih dari satu jenis vitamin 22. Kerusakan ginjal merupakan salah satu efek samping dari penggunaan multivitamin yang berlebihan 23. Semakin besar jumlah/frekuensi penggunaan yang diberikan maka efek yang didapatkan juga semakin baik 24. Kerusakan multivitamin tetap akan memberikan khasiat pada anak 25. Semua jenis multivitamin yang diberikan pada anak aman diberikan dengan cara dicampur dengan makanan 26. Sinar matahari dan udara lembab tidak mempengaruhi khasiat dari multivitamin 27. Perlu pertimbangan dokter ketika akan mengkonsumsi obat lain bersamaan dengan multivitamin

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 III. DATA DIRI RESPONDEN Petunjuk pengisian: Mohon dituliskan jawaban yang sesuai dan mohon dilingkari untuk jawaban pilihan. Nama : ......................................................... Jenis Kelamin : a. Laki-laki b. Perempuan Alamat : ......................................................... Usia : ……… tahun Pendidikan terakhir : a. SD b. SMP c. SMA d. D3 e. S1 f. Lainnya (................................................) Pekerjaan : a. PNS e. Swasta b. Wiraswasta f. Pensiunan c. TNI/POLRI g. Lainnya..................... d. Ibu Rumah Tangga Penghasilan keluarga per bulan: a. < Rp 1.100.000, 00 b. Rp 1.100.000, 00 – Rp 2.200.000, 00 c. Rp 2.200.000, 00 – Rp 4.400.000,00 d. > Rp 4.400.000,00 Jumlah anak : ..........

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Lampiran 2. Surat Izin Penelitian oleh Dinas Perizinan Kota Yogyakarta

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Lampiran 3. Surat Izin Dinas Kesehatan

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4. Status Gizi Balita Lebih dan Baik menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota Provinsi D.I. Yogyakarta tahun 2011 BALITA NO KAB/KOTA 1 KULON PROGO 2 BANTUL GUNUNG 3 KIDUL 4 SLEMAN 5 YOGYAKARTA JUMLAH (KAB/KOTA) L JML 121 793 0 0 431 1,345 % 1,11 3,18 4,78 GIZI LEBIH P JML % 113 1,04 745 2,99 0 0 305 2.55 1,163 L+P JML 234 1,538 % 1,07 3,08 L JML 9,602 21,359 3,37 588 1,685 736 1,63 2,72 4,07 0 0 7,691 2,59 4,781 2.55 38,652 % 87,9 85,67 GIZI BAIK P JML % 9,481 87,38 21,336 85,54 L+P JML 19,083 42,695 % 87,64 85,6 87,25 88,52 86,44 87,2 85,37 0 0 7,928 87,51 31,446 54,889 15,619 86,15 38,745 86,38 163,732 Sumber : Profil kesehatan Kab/Kota Keterangan : Gunung Kidul dan Sleman belum ada data terpilah menurut jenis kelamin 70

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5. Status Gizi Balita Kurang dan Buruk menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota Provinsi D.I. Yogyakarta tahun 2011 BALITA NO KAB/KOTA 1 KULON PROGO 2 BANTUL GUNUNG 3 KIDUL 4 SLEMAN 5 YOGYAKARTA JUMLAH (KAB/KOTA) L JML 1,090 2,660 0 0 767 4,517 GIZI KURANG P % JML % 9.98 1,213 0.19 10.67 2,721 4.86 L+P JML 2,303 5,381 % 10.58 10.79 L JML 98 25 10.4 8.27 8.14 0 0 128 9.6 251 8.51 0 0 703 0 3,747 5,127 1,470 10.07 4,637 10.34 18,028 GIZI BURUK P L+P % JML % JML 0.9 96 0.88 194 0.48 30 0.57 261 1.42 0 0 116 0.77 242 Sumber : Profil kesehatan Kab/Kota Keterangan : Gunung Kidul dan Sleman belum ada data terpilah menurut jenis kelamin % 0.89 0.52 1.28 262 308 244 0.73 0.5 1.35 0.79 1,269 0.68 71

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6. Persebaran penduduk D.I. Yogyakarta Tahun 2011 1 2 3 KAB/KO TA KULON PROGO BANTUL GUNUNG KIDUL 4 SLEMAN YOGYAK 5 ARTA JUMLAH (KAB/KOTA) Sumber JUMLAH DESA KELURAHAN 586.3 87 1 88 470,486 137,948 3.41 802.49 506.9 75 0 75 921,263 254,149 3.62 1817.62 1,485.40 144 0 144 675,382 192,172 3.51 454.69 574.8 86 0 86 1,005,797 305,543 3.29 1749.76 32.5 0 45 45 440,143 129,853 3.39 13547.03 3,185.80 392 46 438 3,513,071 1,019,665 3.45 1,103 DESA+KEL JUMLAH PENDUDUK JUMLAH RUMAH TANGGA RATA-RATA JIWA/ RUMAH TANGGA LUAS WILAYAH (km2) KEPADATAN PENDUDUK per km2 : Kantor Statistik Kabupaten/Kota 72

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 7. Distribusi Akta Vol® dan Ferriz® per Kecamatan di Kota Yogyakarta Tahun 2013 73

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8. Jumlah Balita Ditimbang Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas Kota Yogyakarta 74

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Lampiran 9. Jumlah Penduduk Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta Tahun 2012 berdasarkan Data Monografi Desa dan Kelurahan 1. Kelurahan Gedongkiwo a. Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin 1) Laki-laki : 7224 orang 2) Perempuan : 7455 orang Jumlah : 14679 orang b. Kepala keluarga : 4167 KK 2. Kelurahan Suryodiningratan a. Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin 1) Laki-laki : 5826 orang 2) Perempuan : 5905 orang Jumlah : 11731 orang b. Kepala keluarga : 3591 KK 3. Kelurahan Mantrijeron a. Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin 1) Laki-laki : 5528 orang 2) Perempuan : 5734 orang Jumlah : 11262 orang b. Kepala keluarga : 3522 KK

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Lampiran 10. Produk Multivitamin menurut MIMS 1. Scott’s emulsion® original Komposisi: cod liver oil 3 g, vitamin A 850 IU, vitamin D 85 IU, Ca hypophosphite 148 mg, Na hypophosphite 74 mg, edible gums and flavoring. Indikasi: membantu daya tahan tubuh, memenuhi kebutuhan vitamin A dan vitamin D. Dosis: anak > 12 tahun 15 ml 3 kali sehari, 7-12 tahun 15 ml 2 kali sehari, dan 1-6 tahun 15 ml 1 kali sehari. 2. Curcuma Plus® Komposisi: vitamin B1 3 mg, vitamin B2 2 mg, vitamin B6 5 mg, vitamin B12 5 mcg, β-carotene 10% 4 mg, dexpanthenol 3 mg, curcuminoid 2 mg. Indikasi: menambah nafsu makan. Dosis: anak > 12 tahun 1 sdt 3 kali sehari, 7-12 tahun 1 sdt 2 kali sehari, dan 1-6 tahun 1 sdt 1 kali sehari. 3. Cerebrofort AA+DHA® Komposisi: Per 5 ml mengandung DHA 10 mg; amino acids 15 mg, EPA 2 mg; L-glutamic acid 50 mg; folic acid 100 mcg; vitamin B1 1,5 mg; vitamin B2 1,5 mg; vitamin B6 1,5 mg; vitamin B12 2 mcg; vitamin A 2000 IU; vitamin C 50 mg; vitamin D 200 IU. Indikasi: suplemen multivitamin untuk nutrisi otak pada anak. Dosis: anak 4 bulan- 1 tahun ½ sdt (2,5 ml) 1 kali sehari, 1-6 tahun 1 sdt (5 ml) 1 kali sehari, 7-12 tahun 1 sdt 2 kali sehari. 4. Cerebrofort Gold® Komposisi: Per 5 ml mengandung DHA 10 mg; arachidonic acid 15 mg, EPA 2 mg; L-glutamic acid 50 mg; folic acid 100 mcg; vitamin B1 1,5 mg; vitamin B2 1,5 mg; vitamin B6 1,5 mg; vitamin B12 2 mcg; vitamin A 2000 IU; vitamin C 50 mg; vitamin D 200 IU.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Indikasi: suplemen multivitamin untuk nutrisi otak pada anak, pertumbuhan, metabolisme, dan menjaga system imun tubuh. Dosis: anak 4 bulan- 1 tahun ½ sdt (2,5 ml) 1 kali sehari, 1-6 tahun 1 sdt (5 ml) 1 kali sehari, 7-12 tahun 1 sdt 2 kali sehari. 5. Biolysin® Komposisi: vitamin A 2000 IU, vitamin B1 3 mg, vitamin B2 1 mg, vitamin B12 5 mcg, vitamin C 50 mg, vitamin D3 400 IU, panthenol 3 mg, L-lysine HCL 300 mg, niacinamide 20 mg. Indikasi: suplemen multivitamin anak, pertumbuhan, dan membantu penyembuhan penyakit anak. Dosis: anak 1-12 tahun 1 sdt per hari, ≤ 1 tahun ½ sdt per hari. 6. Fitkom® Komposisi: per Padat mengandung Ca pentothenate 5 mg, nicotinamide 9 mg, vitamin A 1000 IU, vitamin B1 1,4 mg, vitamin B12 3 mcg, vitamin B2 1,6 mg, vitamin B6 2 mg, vitamin C 60 mg, vitamin D3 100 IU, vitamin E 5 mg. Per 5 ml mengandung dexpanthenol 5 mg, Fe gluconate 3,6 mg, inositol 12 mg, L-lysine HCL 100 mg, nicotinamide 20 mg, taurine 125 mg, vitamin A 2500 IU, vitamin B1 7,5 mg, vitamin B12 15 mcg, vitamin B2 5 mg, vitamin B6 5 mg, vitamin C 60 mg, vitamin D3 200 IU, vitamin E 6 mg. Indikasi: memenuhi kebutuhan vitamin terutama pada masa pertumbuhan dan sesudah sembuh dari sakit, menambah nafsu makan, anemia, dan nutrisi untuk otak. Dosis: dewasa dan anak 1 Padat per hari, sirup 1-2 sdt per hari. 7. Akta-vol® Komposisi: per 5 ml mengandung vitamin A 4000 IU, vitamin B1 2,5 mg, vitamin B2 2,5 mg, vitamin B6 0,75 mg, nicotinamide 15 mg, panthenol 5 mg, vitamin C 60 mg, vitamin D 200 IU, Fe 3,6 mg. Per ml (27 tetes) mengandung vitamin A 3600 IU, vitamin B1 1,2 mg, vitamin B2 1,8 mg,

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 vitamin B6 0,3 mg, nicotinamide 15,8 mg, panthenol 1 mg, vitamin C 60 mg, vitamin D 666 IU. Dosis: sediaan drop anak ≤ 1 tahun 12 tetes per hari, 1-3 tahun 16 tetes per hari, 3-6 tahun 20 tetes per hari. Anak 6 bulan-6 tahun 2,5 ml sirup dan > 6 tahun 5 ml sirup. 8. Kamulvit® Komposisi: vitamin A 1800 IU, vitamin B1 1,8 mg, vitamin B2 0,75 mg, vitamin B6 0,3 mg, vitamin B12 3 mcg, vitamin C 30 mg, vitamin D 200 IU, Ca gluconate 250 mg, Ca hypophosphite 15 mg, Ca hypophosphate 15 mg, Ca pantothenate 3 mg, PP factor 6 mg. Indikasi: menunjang pertumbuhan tulang, rambut, dan gigi; serta untuk meningkatkan sistem imun alami tubuh; membantu penyembuhan; untuk pencegahan dan pengobatan gangguan alergi. Dosis: dewasa dan anak > 6 tahun 2 sdt 3 kali sehari, dan anak < 6 tahun 1 sdt 3 kali sehari. 9. Curvit® Komposisi: per kap/5 ml sirup mengandung vitamin B1 3 mg, vitamin B2 2 mg, vitamin B6 5 mg, vitamin B12 5 mcg, β-carotene 10% 4 mg, dexpanthenol 3 mg, curcuminoid 2 mg, Ca gluconate 300 mg. Indikasi: suplemen multivitamin untuk menambah nafsu makan, mencegah defisiensi kalsium, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Dosis: anak 6-12 tahun 1 sdt 2 kali sehari, 1-6 tahun 1 sdt 1 kali sehari, 6 bulan-1 tahun ½ sdt 1 kali sehari. 10. Sakatonik® Komposisi: vitamin A 1000 IU, vitamin B1 1,4 mg, vitamin B2 1,6 mg, vitamin B3 9 mg, vitamin B6 2 mg, vitamin B12 3 mcg, vitamin C 60 mg, vitamin D3 100 IU, vitamin E 5 mg, Ca pantothenate 5 mg.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Indikasi: memenuhi kebutuhan vitamin anak dan membantu penyembuhan ketika sedang sakit. Dosis: anak 1-2 Padat per hari 11. Vidorant® Komposisi: per 5 ml mengandung DHA 18 mg, EPA 5 mg, vitamin B1 1,4 mg, vitamin B2 1,6 mg, vitamin B12 3 mcg, vitamin C 60 mg, nicotinamide 9 mg, dexpanthenol 5 mg. Indikasi: suplemen vitamin dan mineral selama masa pertumbuhan dan nutrisi untuk otak. Dosis: 1 kali sehari 5 ml 12. Igastrum® Komposisi: tiap 5 ml sirup mengandung colostrum bovine 250 mg, DHA 60 mg, Ca 250 mg, L-Lysine 260 mg, vitamin A 2000 IU, vitamin D 200 IU, vitamin B1 0,6 mg, vitamin B2 0,5 mg, vitamin B6 0,5 mg, vitamin B12 1,5 mg, nicotinamid 5 mg, panthotenol 2,5 mg. Indikasi: membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak, membantu nafsu makan, membentu perkembangan sel saraf otak dan kecerdasan anak, membantu pertumbuhan dan perkembangan tulang dan gigi, dan membantu memelihara kesehatan. Dosis: usia 4 bulan- 5 tahun 1 sendok teh 5 ml per hari; di atas 5 tahun 2 sendok teh 10 ml per hari.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Lampiran 11. Hasil uji reabilitas kuesioner pengetahuan Case Processing Summary N Valid Cases a Excluded Total Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items .767 27 30 % 100.0 0 30 .0 100.0

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Lanjutan lampiran 11. Item-Total Statistics Scale Mean Scale Corrected Cronbach's if Item Variance if Item-Total Alpha if Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted P1 22.47 9.844 .000 .768 P2 22.83 9.523 .027 .785 P3 22.60 8.731 .486 .747 P4 23.10 8.576 .358 .757 P5 22.47 9.844 .000 .768 P6 22.53 9.085 .454 .752 P7 22.50 9.569 .214 .764 P8 22.47 9.844 .000 .768 P9 22.57 9.909 -.083 .779 P10 22.50 9.224 .529 .753 P11 22.60 8.593 .558 .743 P12 22.47 9.844 .000 .768 P13 22.63 9.551 .064 .775 P14 22.50 10.052 -.209 .777 P15 22.60 8.938 .380 .754 P16 22.50 9.224 .529 .753 P17 22.57 9.289 .248 .762 P18 22.60 8.317 .705 .733 P19 22.83 8.626 .339 .758 P20 22.47 9.844 .000 .768 P21 22.53 8.947 .548 .748 P22 22.80 8.097 .556 .739 P23 22.63 8.171 .705 .730 P24 22.50 9.569 .214 .764 P25 22.73 8.685 .361 .756 P26 22.63 8.930 .340 .757 P27 22.50 9.845 -.030 .771

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Lampiran 12. Karakteristik demografi statistik Jenis Usia Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Jumlah Terakhir Kelamin Orang Terakhir Anak multivit tua amin Valid Missing N a. 95 0 95 0 95 0 Valid Percent Valid Percent 95 0 Cumulative Percent Laki-laki 13 13.7 13.7 13.7 Perempuan Total 82 95 86.3 100.0 86.3 100.0 100.0 Usia Orangtua Frequency Percent 20-40 tahun Valid 41-65 tahun Total c. 95 0 Jenis kelamin Frequency b. 95 0 73 22 95 Pendidikan Terakhir Frequency Valid 76.8 23.2 100.0 Percent Valid Percent 76.8 23.2 100.0 Valid Percent SD SMP SMA D3 3 16 39 14 3.2 16.8 41.1 14.7 3.2 16.8 41.1 14.7 S1 Total 23 95 24.2 100.0 24.2 100.0 Cumulative Percent 76.8 100.0 Cumulative Percent 3.2 20.0 61.1 75.8 100.0 95 0

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Lanjutan lampiran 12. d. Pekerjaan Frequency PNS Wiraswasta Valid Ibu rumah tangga Swasta Total e. Percent Valid Percent 2 12 53 2.1 12.6 55.8 2.1 12.6 55.8 28 95 29.5 100.0 29.5 100.0 100.0 Penghasilan keluarga Frequency Percent < Rp 1.100.000,00 Rp 1.100.000,00 - Rp 2.200.000,00 Valid Rp 2.200.000,00 - Rp 4.400.000,00 > Rp 4.400.000,00 Total f. Cumulative Percent 2.1 14.7 70.5 Valid Percent Cumulative Percent 48 50.5 50.5 50.5 25 26.3 26.3 76.8 19 20.0 20.0 96.8 3 95 3.2 100.0 3.2 100.0 100.0 Jumlah Anak Jumlah anak 1 Jumlah anak 2 Jumlah anak 3 Valid Jumlah anak 4 Jumlah anak 6 Total Frequency Percent 22 47 19 6 1 95 23.2 49.5 20.0 6.3 1.1 100.0 Valid Percent 23.2 49.5 20.0 6.3 1.1 100.0 Cumulative Percent 23.2 72.6 92.6 98.9 100.0

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 g. Lanjutan lampiran 12. Terakhir menggunakan multivitamin Frequency Percent Valid Percent Valid < 1 bulan 1-3 bulan 3-6 bulan Total 45 17 33 95 47.4 17.9 34.7 100.0 Cumulative Percent 47.4 65.3 100.0 47.4 17.9 34.7 100.0 Lampiran 13. Uji Chi-Square pada tingkat pengetahuan dengan variabel usia Case Processing Summary Cases Valid Missing Total N Usia Orangtua * Kategori Percent N 95 100.0% 0 Cukup baik Usia Orangtua Total 20-40 tahun 41-65 tahun Percent 10 5 15 N 0.0% Percent 95 100.0% Kategori % Baik 13,70 22,72 Chi-Square Tests Value Df Asymp. Exact Sig. Sig. (2(2-sided) sided) 1.036a 1 .309 % 63 17 80 86,30 77,27 Exact Sig. (1-sided) Pearson Chi-Square Continuity .469 1 .494 Correctionb Likelihood Ratio .968 1 .325 Fisher's Exact Test .327 .240 Linear-by-Linear 1.026 1 .311 Association N of Valid Cases 95 a. 1 cells (25.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 3.47.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Lampiran 14. Uji Chi-Square pada tingkat pengetahuan dengan variabel pendidikan terakhir Case Processing Summary Cases Valid Missing N Percent N Percent Pendidikan Terakhir * Kategori Pendidikan Terakhir Total < SMA ≥ SMA 95 100.0% 0 Cukup baik 7 8 15 Total N Percent 0.0% 95 100.0% Kategori % Baik 36,84 12 % 63,16 10,53 89,47 Chi-Square Tests Value Df Asymp. Exact Sig. Sig. (2(2-sided) sided) a 7.917 1 .005 68 80 Exact Sig. (1-sided) Pearson Chi-Square Continuity 6.061 1 .014 Correctionb Likelihood Ratio 6.715 1 .010 Fisher's Exact Test .010 .010 Linear-by-Linear 7.833 1 .005 Association N of Valid Cases 95 a. 1 cells (25.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 3.00.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Lanjutan lampiran 14. Mantel-Haenszel Common Odds Ratio Estimate Estimate 4.958 ln(Estimate) 1.601 Std. Error of ln(Estimate) .605 Asymp. Sig. (2-sided) .008 Lower Bound 1.515 Common Odds Ratio Upper Bound 16.226 Asymp. 95% Confidence Interval Lower Bound .415 ln(Common Odds Ratio) Upper Bound 2.787 The Mantel-Haenszel common odds ratio estimate is asymptotically normally distributed under the common odds ratio of 1.000 assumption. So is the natural log of the estimate. Lampiran 15. Uji Chis-Square pada tingkat pengetahuan dengan variabel penghasilan keluarga Case Processing Summary Cases Valid Missing N Penghasilan * Kategori Percent N 95 100.0% Penghasilan Total ≤ Rp 1.100.000,00 > Rp 1.100.000,00 Percent 0 Cukup baik 11 4 15 Total N 0.0% Percent 95 100.0% Kategori % Baik 22,92 8,51 % 37 43 80 77,08 91,49

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Lanjutan lampiran 15. Chi-Square Tests Value Df Asymp. Sig. Exact Sig. (2(2-sided) sided) a 3.707 1 .054 2.702 1 .100 3.837 1 .050 .089 Exact Sig. (1-sided) Pearson Chi-Square Continuity Correctionb Likelihood Ratio Fisher's Exact Test .049 Linear-by-Linear 3.668 1 .055 Association N of Valid Cases 95 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 7.42. b. Computed only for a 2x2 table Lampiran 16. Uji Chis-Square pada tingkat pengetahuan dengan variabel pekerjaan Case Processing Summary Cases Valid N Percent Pekerjaan * Kategori 95 Missing N Percent 100.0% 0 Cukup baik Pekerjaan Total Belum bekerja Bekerja 14 1 15 Total N Percent 0.0% 95 Kategori % Baik % 26,41 2,38 39 41 80 100.0% 73,58 97,62

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Chi-Square Tests Value Df Asymp. Exact Sig. Sig. (2(2-sided) sided) a 10.179 1 .001 Exact Sig. (1-sided) Pearson Chi-Square Continuity 8.452 1 .004 Correctionb Likelihood Ratio 12.220 1 .000 Fisher's Exact Test .001 .001 Linear-by-Linear 10.072 1 .002 Association N of Valid Cases 95 a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 6.63. b. Computed only for a 2x2 table Mantel-Haenszel Common Odds Ratio Estimate Estimate ln(Estimate) Std. Error of ln(Estimate) Asymp. Sig. (2-sided) Asymp. 95% Confidence Interval Common Odds Ratio Lower Bound Upper Bound 14.718 2.689 1.059 .011 1.847 117.290 ln(Common Odds Ratio) Lower Bound Upper Bound .613 4.765 The Mantel-Haenszel common odds ratio estimate is asymptotically normally distributed under the common odds ratio of 1.000 assumption. So is the natural log of the estimate.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 17. Data hasil karakteristik demografi Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta No. responden Jenis Kelamin Usia Pendidika n 1 Laki-laki 20-40 th S1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki 20-40 th 20-40 th 41-54 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 41-54 th D3 S1 S1 SMP SMA SMP SMP SMA SMP SMA D3 SMA SMA S1 16 Perempuan 20-40 th S1 17 18 19 20 Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th S1 SMA S1 D3 Pekerjaan Wiraswast a Swasta IRT IRT IRT IRT IRT IRT IRT IRT IRT PNS IRT IRT Swasta Wiraswast a Swasta Swasta Swasta Wiraswast Penghasilan Jumlah anak Total skor 2.200.000 - 4.400.000 2 25 < 1.000.000 2.200.000 - 4.400.000 2.200.000 - 4.400.000 1.000.000 - 2.200.000 2.200.000 - 4.400.000 < 1.000.000 < 1.000.000 < 1.000.000 1.000.000 - 2.200.000 < 1.000.000 2.200.000 - 4.400.000 < 1.000.000 < 1.000.000 1.000.000 - 2.200.000 1 3 3 2 2 1 3 2 3 2 2 1 2 3 25 25 27 20 25 22 22 25 19 19 25 14 21 27 2.200.000 - 4.400.000 4 25 > 4.400.000 < 1.000.000 1.000.000 - 2.200.000 2.200.000 - 4.400.000 2 2 2 1 23 25 25 22 89

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a Swasta Swasta Swasta Swasta IRT Swasta Swasta Swasta IRT Wiraswast a Wiraswast a 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 41-54 th 20-40 th SMA S1 S1 D3 S1 D3 S1 D3 SMP 30 Perempuan 20-40 th SMA 31 Perempuan 20-40 th S1 32 Perempuan 41-54 th S1 IRT 33 Perempuan 20-40 th S1 IRT 34 Perempuan 41-54 th SMA Swasta 35 Perempuan 20-40 th SMA 36 Perempuan 20-40 th S1 37 38 39 40 Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan 41-54 th 41-54 th 20-40 th 20-40 th SMA SMA SMA SMA IRT Wiraswast a IRT IRT Swasta Wiraswast 2.200.000 - 4.400.000 2.200.000 - 4.400.000 2.200.000 - 4.400.000 1.000.000 - 2.200.000 1.000.000 - 2.200.000 2.200.000 - 4.400.000 2.200.000 - 4.400.000 2.200.000 - 4.400.000 < 1.000.000 2 1 2 1 3 2 2 2 3 23 26 26 25 26 26 26 22 17 2.200.000 - 4.400.000 1 26 < 1.000.000 1 25 2 25 1 24 4 22 3 24 < 1.000.000 2 24 < 1.000.000 < 1.000.000 1.000.000 - 2.000.000 < 1.000.000 3 4 2 2 21 19 22 25 2.000.000 >4.000.000.000.000 < 1.000.000 2.000.000 >4.000.000.000.000 1.000.000 - 2.000.000 90

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 42 43 44 45 Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th SMP SMP SMA SMA SMA 46 Perempuan 41-54 th SD 47 Perempuan 20-40 th SMA 48 Laki-laki 20-40 th SMP 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan 41-54 th 41-54 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 41-54 th 41-54 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 41-54 th 20-40 th 41-54 th 20-40 th SMP SMP SMA D3 SMA S1 D3 S1 S1 SMA SMA SMP SMA SMA a IRT IRT IRT Swasta IRT Wiraswast a Swasta Wiraswast a Swasta IRT IRT Swasta IRT Swasta IRT IRT Swasta IRT IRT IRT Swasta IRT < 1.000.000 < 1.000.000 1.000.000 - 2.000.000 < 1.000.000 < 1.000.000 2 2 2 3 3 23 24 27 21 26 < 1.000.000 6 21 < 1.000.000 2 23 < 1.000.000 3 22 < 1.000.000 < 1.000.000 < 1.000.000 < 1.000.000 1.000.000 - 2.000.000 1.000.000 - 2.000.000 < 1.000.000 < 1.000.000 > 4.000.000 1.000.000 - 2.000.000 1.000.000 - 2.000.000 1.000.000 - 2.000.000 1.000.000 - 2.000.000 1.000.000 - 2.000.000 4 4 2 2 1 2 2 1 2 1 2 1 2 2 25 25 23 24 26 25 24 21 24 26 20 20 27 26 91

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 64 65 66 67 68 69 Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan 20-40 th 20-40 th 20-40 th 41-54 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th D3 SMA SMA SMA SMA D3 SMA IRT IRT Swasta IRT Swasta IRT IRT 70 Perempuan 20-40 th S1 Swasta 71 72 73 Laki-laki Perempuan Perempuan 20-40 th 20-40 th 20-40 th S1 SMA SMA 74 Laki-laki 20-40 th SMP 75 76 77 78 Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan 20-40 th 41-54 th 41-54 th 20-40 th D3 SD SMP D3 79 Perempuan 20-40 th S1 80 81 82 83 84 85 Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan 20-40 th 20-40 th 41-54 th 20-40 th 41-54 th 20-40 th D3 SMP SMA SMA SMA SMA Swasta IRT IRT Wiraswast a IRT IRT Swasta IRT Wiraswast a IRT Swasta IRT IRT IRT IRT 1.000.000 - 2.000.000 1.000.000 - 2.000.000 1.000.000 - 2.000.000 1.000.000 - 2.000.000 1.000.000 - 2.000.000 < 1.000.000 < 1.000.000 2.000.000 - > 4.000.000.000.000 1.000.000 - 2.000.000 < 1.000.000 < 1.000.000 1 2 2 3 3 2 3 21 23 24 21 24 19 24 1 24 2 1 2 26 22 23 1.000.000 - 2.000.000 4 23 > 4.000.000 < 1.000.000 < 1.000.000 < 1.000.000 1 3 2 2 24 18 19 22 < 1.000.000 2 23 < 1.000.000 < 1.000.000 < 1.000.000 < 1.000.000 < 1.000.000 < 1.000.000 2 3 2 1 1 2 20 21 19 24 24 22 92

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 87 88 89 90 91 92 93 Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan 20-40 th 41-54 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th 20-40 th SMP SMA SMP D3 SMA SMA SMA SD 94 Laki-laki 41-54 th S1 95 Perempuan 41-54 th S1 IRT IRT IRT IRT IRT IRT Swasta IRT Wiraswast a PNS < 1.000.000 < 1.000.000 < 1.000.000 1.000.000 - 2.000.000 < 1.000.000 < 1.000.000 1.000.000 - 2.000.000 < 1.000.000 2.000.000 - > 4.000.000.000.000 2.000.000 - > 4.000.000.000.000 1 3 1 2 3 1 2 2 22 25 25 22 20 24 23 20 2 25 2 24 93

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 18. Data Hasil Karakteristik Demografi Penggunaan Multivitamin Anak Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta No. Usia anak 1 6 2 5 Multivitamin CurcumaPlus, ScottEmulsion Cerebrofort, CurcumaPlus 3 3 CurcumaPlus 4 4 ScottEmulsion 5 2 Actavol 6 2 CurcumaPlus 7 3 CurcumaPlus 8 4 CurcumaPlus 9 3 Igastrum 10 5 Vidoran, Sakatonik 11 5 Biolysin 12 5 CurcumaPlus 13 5 14 6 Fitkom CurcumaPlus, Sakatonik Harga 2000040000 1000020000 1000020000 2000040000 gratis 1000020000 1000020000 1000020000 2000040000 1000020000 1000010000 1000020000 1000020000 1000020000 Terakhir pengguna Bentuk sediaan Frekuensi Tempat Informasi Harapan < 1 bulan Cair 2-3 x sehari Apotek < 1 bulan Cair 2-3 x sehari Apotek nafsu makan nafsu makan, kekebalan, kecerdasan < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek 3-6 bulan Cair 1 x sehari 1-3 bulan Cair 1 x sehari Apotek Puskesma s/RS Sosial media Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Keluarga, Sosial media Tenaga kesehatan 1-3 bulan Cair 1 x sehari Apotek 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek 3-6 bulan Padat 1 x sehari Apotek < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek 3-6 bulan Cair >3 x sehari Apotek 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek Sosial media Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek Sosial media Kekebalan kekebalan, kecerdasan Kekebalan nafsu makan, kekebalan, kecerdasan Kekebalan Kekebalan Kekebalan Kecerdasan nafsu makan Kekebalan nafsu makan kekebalan 94

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 kids3, eyevit Cerebrofort, Kamulvit Biolysin, Scottemulsion 1000020000 1000020000 1000000 -400000 2000040000 2000040000 20 4 CurcumaPluss, Fitkom 1000020000 21 4 biolysin 22 5 Imboost, Curvit 23 4 Fitkom, Scottemulsion, Curvit 24 4 ScottEmulsion 25 6 26 5 CurcumaPluss ScottEmulsion, Imboost 27 6 Imboost, Curvit 28 4 Curvit 2000040000 2000040000 1000020000 50000100000 50000100000 1000020000 29 5 sakatonik 10000- 15 5 16 4 17 6 18 4 19 Biolysin sakatonik, curcumaplus 1000020000 50000100000 < 1 bulan Cair 1 x sehari < 1 bulan Cair 1 x sehari < 1 bulan Padat 1 x sehari Apotek Supermar ket Apotek, MLM 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek < 1 bulan Cair 1 x sehari MLM < 1 bulan Cair 1 x sehari < 1 bulan Cair 2-3 x sehari Apotek,Su permarket Toko obat,Super market < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek < 1 bulan Padat, Cair 1 x sehari Apotek,Pu skesmas/R S < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek < 1 bulan Cair 1 x sehari 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek Puskesma s/RS 1-3 bulan Cair 1 x sehari < 1 bulan Cair < 1 bulan Cair Sosial media Sosial media Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan,Sos ial media kekebalan nafsu makan,kekebalan, kecerdasan kekebalan, pencernaan nafsu makan,kekebalan nafsu makan,kekebalan kekebalan,kecerdasan Sosial media Tenaga kesehatan Keluarga,Ten aga kesehatan,Sos ial media nafsu makan Kekebalan Apotek Keluarga Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan 1 x sehari Apotek Sosial media nafsu makan, kekebalan nafsu makan, kekebalan, kecerdasan 1 x sehari Apotek Tenaga Kekebalan nafsu makan,kekebalan nafsu makan, kekebalan, kecerdasan, penmenyembuhkanernaan nafsu makan Kekebalan 95

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20000 30 5 Scottemulsion, Stimuno 31 5 Scottemulsion 32 4 Scottemulsion, curcumapluss 33 4 Scottemulsion 34 6 Cerebrofort 35 5 Scottemulsion 36 4 Scottemulsion 37 6 Scottemulsion 38 6 Fitkom 39 6 40 5 41 5 42 5 43 5 44 5 Fitkom Cerebrofort, Curcumapluss Scottemulsion, curcumapluss Scottemulsion, curcumapluss Scottemulsion, sakatonik, fitkom Scottemulsion, sakatonik 2000040000 2000040000 2000040000 2000040000 1000020000 2000040000 2000040000 2000040000 1000020000 1000020000 1000020000 2000040000 2000040000 2000040000 2000040000 kesehatan 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek < 1 bulan Cair 1 x sehari < 1 bulan Cair 3-6 bulan Tenaga kesehatan Kekebalan Kekebalan Apotek Sosial media Tenaga kesehatan, Sosial media 1 x sehari Apotek Sosial media kekebalan, kecerdasan Padat 1 x sehari Keluarga nafsu makan, kekebalan < 1 bulan Cair 2-3 x sehari Apotek Supermar ket Kekebalan < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek 3-6 bulan Padat 1 x sehari Apotek 1-3 bulan Cair 1 x sehari Apotek 1-3 bulan Cair 1 x sehari Apotek < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek Sosial media Tenaga kesehatan, Sosial media Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan < 1 bulan Cair 2-3 x sehari Apotek nafsu makan, kekebalan 1-3 bulan Cair 2-3 x sehari Apotek Sosial media Keluarga, Tenaga nafsu makan, kekebalan nafsu makan, kekebalan, kecerdasan nafsu makan penmenyembuhkanernaan Kekebalan nafsu makan, kekebalan, penmenyembuhkanernaan nafsu makan nafsu makan nafsu makan 96

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1000020000 2000040000 1000020000 2000040000 1000020000 45 6 Aktavol, Fitkom 46 6 Scottemulsion 47 6 48 6 Sakatonik Scottemulsion, curcumapluss 49 6 50 5 Vidorant Scottemulsion, curcumapluss, Sakatonik 51 5 Cerebrofort 52 4 curcumapluss 53 5 curcumapluss 54 6 Vidorant 55 6 Biolysin 56 5 Curvit 57 4 Vidorant 1000020000 1000020000 1000020000 4000050000 1000020000 58 5 Cerebrofort, 20000- 2000040000 1000020000 1000020000 1-3 bulan Cair 1 x sehari Puskesma s/RS 1-3 bulan Cair 1 x sehari Apotek 1-3 bulan Padat 2-3 x sehari Apotek 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek 1-3 bulan Cair 1 x sehari Apotek < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek 1-3 bulan Padat 1 x sehari Apotek 1-3 bulan Cair 1 x sehari 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek Apotek, Toko obat < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek < 1 bulan Cair > 3 x sehari 3-6 bulan Padat < 1 bulan Cair kesehatan, Sosial media Tenaga kesehatan nafsu makan, kekebalan Sosial media Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Keluarga, Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan, Sosial media nafsu makan Sosial media Keluarga, Tenaga kesehatan, Sosial media Kekebalan Sosial media Kekebalan nafsu makan Kekebalan nafsu makan, kekebalan nafsu makan, kekebalan, kecerdasan nafsu makan, kekebalan, kecerdasan nafsu makan, kekebalan, kecerdasan nafsu makan 1 x sehari Apotek Apotek, Toko obat Sosial media Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan 1 x sehari Apotek, Keluarga, nafsu makan, kekebalan, nafsu makan Kecerdasan 97

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI scottemulsion 40000 1000020000 2000040000 MLM Tenaga kesehatan Keluarga, Tenaga kesehatan kecerdasan 59 4 Vidorant, curcumapluss 60 4 Scottemulsion 61 5 Scottemulsion, sakatonik 62 4 Scottemulsion 63 4 64 6 65 5 Imunos, sakatonik Scottemulsion, curcumapluss Biolysin, Fitkom, Vidorant 66 5 Fitkom, sakatonik 67 5 68 6 Vidorant Biolysin, curcumapluss 69 5 aktavol 70 5 Scottemulsion gratis 2000040000 71 5 Scottemulsion, curcumapluss 2000040000 1-3 bulan Cair 1 x sehari Apotek Sosial media Keluarga, Sosial media Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan, Sosial media 72 5 Biolysin, 10000- 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek Keluarga, 2000040000 2000040000 1000020000 2000040000 1000020000 1000020000 1000020000 1000020000 nafsu makan, kekebalan, menyembuhkan, kecerdasan < 1 bulan Padat, Cair 1 x sehari Apotek < 1 bulan Cair 1 x sehari Padat, Cair 1 x sehari 1-3 bulan Cair 2-3 x sehari Sosial media Tenaga kesehatan, Sosial media Tenaga kesehatan Kekebalan 3-6 bulan < 1 bulan Cair 1 x sehari MLM Apotek, Supermar ket Supermar ket Apotek, Supermar ket Tenaga kesehatan nafsu makan, kekebalan, kecerdasan < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek Sosial media nafsu makan, kekebalan < 1 bulan Padat 2-3 x sehari Apotek Sosial media nafsu makan < 1 bulan Padat 1 x sehari Apotek Sosial media nafsu makan 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek Kekebalan nafsu makan, kekebalan, kecerdasan 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek nafsu makan, kekebalan, nafsu makan, kekebalan, kecerdasan nafsu makan nafsu makan nafsu makan, kekebalan kekebalan, kecerdasan 98

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI curcumapluss 73 4 74 5 75 5 sakatonik, aktavol Cerebrofort, Fitkom Imboost, Curcumapluss, Tialysin 76 6 aktavol 77 5 78 6 curcumapluss sakatonik, cerebrofort 79 5 80 4 81 6 82 6 83 4 84 6 sakatonik, aktavol Cerebrofort,scotte mulsion curcumapluss, biolysin 85 6 sakatonik curcumapluss Cerebrofort,scotte mulsion sakatonik, cerebrofort 20000 Tenaga kesehatan, Sosial media kecerdasan < 1 bulan Padat 2-3 x sehari Apotek, Puskesma s/RS < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek Sosial media nafsu makan, kecerdasan 50000100000 3-6 bulan Cair 2-3 x sehari gratis 3-6 bulan Cair 1 x sehari Puskesma s/RS Puskesma s/RS Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan nafsu makan nafsu makan, menyembuhkan 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek Sosial media nafsu makan, kekebalan 3-6 bulan Cair 1 x sehari Cair 1 x sehari Sosial media Tenaga kesehatan nafsu makan 3-6 bulan Apotek Puskesma s/RS 1-3 bulan Cair 1 x sehari Apotek kekebalan, kecerdasan 3-6 bulan Cair 1 x sehari 3-6 bulan Padat, Cair 1 x sehari Apotek Apotek, Puskesma s/RS Sosial media Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek Keluarga nafsu makan, kekebalan, kecerdasan nafsu makan, kekebalan, kecerdasan 3-6 bulan Cair 1 x sehari Apotek Sosial media nafsu makan 3-6 bulan Padat 2-3 x sehari Apotek Keluarga nafsu makan 1000020000 1000020000 1000020000 1000020000 1000020000 2000040000 1000020000 1000020000 2000040000 1000020000 1000020000 Sosial media nafsu makan, kekebalan, kecerdasan nafsu makan nafsu makan 99

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 5 Curvit, scottemulsion 87 6 curcumapluss 88 5 biolysin, kamulvit 89 5 aktavol 90 5 91 2 92 4 Vidorant Cerebrofort, curcumapluss Fitkom, curcumapluss, cerebrovit 93 6 94 6 95 6 Biolysin curcumapluss emulsion sakatonik, vidorant, scottemulsion 2000040000 1000020000 2000040000 gratis 1000020000 2000040000 2000040000 1000020000 2000040000 2000040000 < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek Sosial media nafsu makan < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek Kekebalan 1-3 bulan Padat 1 x sehari < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek Puskesma s/RS 1-3 bulan Padat 1 x sehari Apotek 3-6 bulan Padat 1 x sehari Apotek Keluarga Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek Tenaga kesehatan nafsu makan, kekebalan, kecerdasan 3-6 bulan Padat 1 x sehari Apotek Sosial media nafsu makan, kekebalan < 1 bulan Cair 1 x sehari Apotek Sosial media nafsu makan < 1 bulan Padat, Cair 1 x sehari Apotek Sosial media Kekebalan nafsu makan nafsu makan nafsu makan, kekebalan Kekebalan 100

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 BIOGRAFI PENULIS Lidya Eryana Puthi HE lahir di Yogyakarta pada 21 Desember 1991 dan merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Hillarius Haryono dan Emi Esti Umaya. Penulis telah menempuh pendidikan di SDN Suryodiningratan III pada tahun 1998-2004, SMP N 2 Yogyakarta pada tahun 20042007, SMA N 7 Yogyakarta pada tahun 2007-2010, dan sejak tahun 2010 hingga saat ini sedang menempuh jenjang pendidikan S1 Farmasi Sanata Dharma. Selama menempuh pendidikan di Farmasi Universitas Sanata Dharma, penulis menjadi anggota UKF seni tari dan aktif dalam setiap pertunjukkan. Penulis ikut berpartisipasi dalam kepanitiaan Pelepasan Wisuda bulan April 2012, Studdent Exchange Program 2011 as Division Program, Pharmacy Performance and Event Cup 2010 sebagai P3K dan mengisi pertunjukkan tari, Paingan Festival 2011 sebagai koordinator expo. Sejak tahun 2011 hingga sekarang, penulis aktif dalam kegiatan poskes di Klinik Panti Usada Gereja Kristus Raja Baciro. Penulis juga pernah berpartisipasi sebagai peserta pada beberapa kegiatan antara lain kampanye informasi obat dengan tema Herbal Medicine tahun 2011, Seminar Nasional Pemberdayaan Pasien dalam Self Management Diabetes Melitus tahun 2011, Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Payudara tahun 2011, Seminar Kanker Serviks dan Kanker Paru-Paru tahun 2011, Seminar Diet sebagai Upaya Optimalisasi tahun 2013, dan Workshop Budidaya Anggur dan Pembuatan Anggur Misa tahun 2011.

(121)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh dimensi-dimensi religiusitas terhadap penerimaan orang tua anak autis di Bekasi Barat
0
20
127
Hubungan antara pengetahuan orang tua tentang autismedengan sikap penerimaan orang tua terhadap anak penyandang autistik
0
3
141
Pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak di Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta tahun 2013.
0
3
105
Pengaruh tingkat pendidikan orang tua dan keharmonisan keluarga terhadap akhlak anak pada keluarga pemulung di Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung - Repository UIN Sumatera Utara Tesis Ismi Fauziah
0
0
133
hubungan pengetahuan orang tua tentang s
0
0
8
Pengaruh edukasi tentang penyakit menular seksual terhadap perilaku dalam penggunaan antibiotika pada pekerja seks komersial di lokasi pasar kembang Yogyakarta tahun 2006 - USD Repository
0
0
140
Pengaruh lingkungan belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua, tingkat pendapatan orang tua dan jenis pekejaan orang tua : studi kasus SMA Stella Duce Bantul - USD Repository
0
6
158
Bimbingan orang tua terhadap perkembangan iman anak dalam keluarga Katolik di Paroki St. Yusup Bintaran Yogyakarta - USD Repository
0
2
132
Hubungan antara persepsi terhadap penerimaan orang tua dengan tingkat empati pada remaja - USD Repository
0
0
122
Pengaruh ceramah dan pemberian leaflet terhadap pemilihan dan penggunaan obat diare anak oleh orang tua di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah - USD Repository
0
0
149
Analisis penggunaan antiemetika pada pasien kemoterapi anak dan lansia di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2010 - USD Repository
0
0
149
Pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan orang tua tentang penggunaan multivitamin pada anak di Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta tahun 2013 - USD Repository
0
0
117
Pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan orang tua tentang penggunaan multivitamin pada anak di Kecamatan Wirobrajan Kota Yogyakarta tahun 2013 - USD Repository
0
1
102
Pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan orang tua tentang penggunaan multivitamin pada anak di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta tahun 2013 - USD Repository
0
0
110
Penerimaan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus - USD Repository
0
0
116
Show more