PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gratis

0
0
100
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DESKRIPSI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA-SISWI KELAS VIII SMP KANISIUS KALASAN YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK -TOPIK BIMBINGAN BELAJAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Disusun Oleh : Tika Kastriana NIM : 081114056 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DESKRIPSI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA-SISWI KELAS VIII SMP KANISIUS KALASAN YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK -TOPIK BIMBINGAN BELAJAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Disusun Oleh : Tika Kastriana NIM : 081114056 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Sungguh (ayat-ayat) ini adalah peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) tentu dia mengambil jalan menuju kepada Tuhan-nya. Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali apabila Dikehendaki Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Al- Insan: Surah ke-76; ayat 29-30) Kalahkan Kemalasan dengan Semangat Kalahkan Kebencian dengan Kasih Sayang Kalahkan Kesombongan dengan Rendah Hati (Tika Kastriana) PERSEMBAHAN Saya persebahkan karya ini kepada: Allah SWT atas penyertaan-Nya yang telah dilimpahkan kepadaku. Kedua orangtua ku: Muji Riswanto & Jumiati Kakakku Effi Rusliana & Kakak Ipar Muslih yang senantiasa memberikan perhatian, dukungan, dan doa. Sahabat-sahabatku yang senantiasa setia menemaniku dalam suka dan duka. . iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 29 Januari 2014 Penulis Tika Kastriana v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tanggan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Tika Kastriana Nim : 081114056 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : “DESKRIPSI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA-SISWI KELAS VIII SMP KANISIUS KALASAN YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK -TOPIK BIMBINGAN BELAJAR”, beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikan di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya atau memberikan loyalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 29 Januari 2014 Yang menyatakan, Tika Kastriana vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK KEMANDIRIAN BELAJAR Deskripsi Kemandirian Belajar Siswa-siswi Kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 dan Implikasinya Terhadap Usulan Topik-topik Bimbingan Belajar Oleh: Tika Kastriana NIM: 081114056 Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan subyek penelitian siswasiswi kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta sebanyak 36 siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kemandirian belajar siswasiswi kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. Hasil analisis butir-butir kuesioner yang diperoleh dijadikan dasar usulan topik-topik bimbingan belajar. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta yang disusun oleh peneliti dengan berdasarkan aspek kemandirian belajar menurut Schunk dan Zimmerman (Ropp,1998). Kuesioner ini mencangkup tiga aspek kemandirian belajar yaitu : metakognisi, motivasi dan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada 10 orang (28%) siswa yang memiliki kemandirian belajar yang sangat baik, 18 orang (50%) siswa memiliki kemandirian belajar baik, 6 orang (17%) yang memiliki kemandirian belajar yang cukup baik, dan 2 subyek (6%) siswa yang memiliki kemandirian belajar yang kurang baik. Secara umum hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa-siswi kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta memiliki kemandirian belajar yang baik. (2) Berdasarkan analisis butir-butir kuesioner kemandirian belajar tampak bahwa item-item yang mengungkapkan kemandirian belajar yang sangat baik ada 8; item-item yang mengungkap kemandirian belajar baik ada 17, dan item yang mengungkap kemandirian belajar cukup baik ada 9. Berdasarkan kemandirian belajar yang terendah yaitu “Cukup Baik” diusulkan topik-topik bimbingan belajar untuk membantu meningkatkan kemandirian belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT INDEPENDENCE IN LEARNING Description of Learning Independence of the Eighth Grade Students at SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta in 2012/2013 Academic Year and its Implications to the Suggested Topics of Learning Guidance By Tika Kastriana NIM: 081114056 This study is a descriptive study with the subject of the eighth grade students at SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta consisting of 36 students. The aim of this study is to obtain a description of learning independence of the eighth grade students at SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta in 2012/2013 academic year. The analysis results of the items obtained from the questionnaire were used as the basis of the suggested topics of learning guidance. The research instrument used is a questionnaire of the eighth grade students’ learning independence at SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta compiled by the researcher herself based on independent learning aspects according to Schunk and Zimmerman (Ropp, 1998). The questionnaire covers three aspects of learning independence, i.e. metacognition, motivation and behavior. The results show that: (1) There are 10 students (28%) who have excellent learning independence, 18 students (50%) who have good learning independence, 6 students (17%) who have fairly good learning independence, and 2 students (6%) who have poor learning independence. In general, the results show that the eighth grade students at SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta have a good learning independence. (2) Based on the analysis of the learning independence items from the questionnaire, it appears that there are 8 item s that reveal a very good learning independence, there are 17 items that reveal a good learning independence, and there are 9 items that reveal a fairly good learning independence. Based on the lowest learning independence result, i.e. fairly good, the researcher proposed topics of learning guidance in order to improve learning independence of the eighth grade students at SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT atas segala rahmad yang dilimpahkan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini ditulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak yang mendukung dan mendampingi penulis. Oleh karena itu, secara khusus penulis mengucapkan terima kasih secara tulus kepada: 1. Dr. Gendon Barus, M.Si., selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Ag. Krisna Indah Marheni, S. Pd., M.A., selaku dosen pembimbing yang dengan penuh kesabaran dan ketulusan hati telah memberikan motivasi, meluangkan waktu untuk mendampingi penulis selama proses penulisan skripsi. 3. Yusup Indrianto Purwito,S.Pd selaku Kepala sekolah SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta, yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian. 4. Karsono S.Pd., selaku Koordinator Bimbingan dan Konseling SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta yang telah bersedia memberikan kesempatan ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dan membantu peneliti untuk melaksanakan penelitian dan pengumpulan data. 5. Siswa-siswi kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta yang telah bersedia meluangkan waktu dan kesediaannya sebagai responden dalam melaksan akan penelitian. 6. Seluruh dosen dan karyawan di Prodi BK USD yang telah member peneliti bekal ilmu dan bantuan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 7. St. Priyatmoko yang telah berkali-kali penulis repotkan dengan urusan surat menyurat dan meminkam skripsi. 8. Kedua orangtuaku Muji Riswanto dan Jumiati yang dengan setia memberikan kasih sayang, semangat, dana, nasehat dan doa pada penulis. 9. Effi Rusliana dan Muslih yang tanpa henti selalu memberikan motivasi dan doa pada penulis. 10. Danny Roesdhiana yang akhir-akhir ini telah membantu peneliti dalam berbagai urusan dan selalu mendukung, menyemangati, dan mendoakan peneliti sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. 11. Sahabat-sahabatku: Desi Tri Astuti, Iluminata Eka Widya Sulistyowati, Arum Pudyarena, Lucya Ratna Pandita, Maria Like, Evagustha Sifraun, Iwiet Yulia, Lesli Aida, Stanislaus Murdisantana, Agus Wiji Yanto, Chistoper Putut, dan Aldian Putra yang selalu memberikan dukungan, perhatian, dan bantuan dalam pembuatan skripsi. 12. Sahabat-sahabatku mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2008 yang selalu memberikan semangat dan perhatian. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13. Semua pihak yang sudah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapatpenulis sebutkan satu persatu. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, Walaupun demikian peneliti berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Yogyakarta, 29 Januari 2014 Tika Kastriana xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... iii MOTTO ............................................................................................................ iv PERSEMBAHAN ............................................................................................. iv LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ................................................. vi ABSTRAK........................................................................................................ vii ABSTRACK .................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ....................................................................................... ix DAFTAR ISI .................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ........................................................................................... xiv DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xv BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 1 A. Latar Belakang Masalah ................................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ......................................................................................... 5 C. Tujuan Penelitian........................................................................................... 6 D. Manfaat Penelitian ........................................................................................ 6 E. Definisi Operasional ...................................................................................... 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA .......................................................................................... 9 A. Remaja .......................................................................................................... 9 B. Kemandirian Belajar.................................................................................... 12 C. Bimbingan Belajar....................................................................................... 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...................................................................... 31 A. Jenis Penelitian............................................................................................ 31 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Subjek Penelitian ......................................................................................... 32 C. Instrumen Penelitian .................................................................................... 32 D. Pertanggung Jawaban Mutu Kuesioner ........................................................ 35 E. Prosedur Pengumpulan Data ........................................................................ 39 F. Teknik Analisis Data.................................................................................... 41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................................ 45 A. Hasil Penelitian ........................................................................................... 45 B. Pembahasan Hasil Penelitian ....................................................................... 49 C. Usulan Topik-topik Bimbingan Belajar ....................................................... 63 BAB V PENUTUP ........................................................................................................ 71 A. Kesimpulan ................................................................................................. 71 B. Saran-saran.................................................................................................. 71 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 73 LAMPIRAN ..................................................................................................... 75 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1: Kisi-kisiKuesionerKemandirianBelajar (sebelumdiujicoba) ….…. ..34 Tabel 2: Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian .………...………………… 36 Tabel 3: Kriteria Guilford ……………………………….…………………… 38 Tabel 4: Kisi-kisiKuesionerKemandirianBelajar ……..…………………… ….39 Tabel 5: Norma Kategorisasi ............................................................................ 41 Tabel 6: Kategori yang mengungkap kemandirian belajar siswa ................... ..42 Tabel 7:Kategorisasi skor item kemandirian belajar ....................................... .44 Tabel 8: Kategorisasi Kemandirian Belajar ..................................................... 45 Tabel 9: Kategorisasi Item yang Mengungkapkan Kemandirian Belajar Siswa ........47 Tabel 10:Rumusan Item-item Kemandirian Belajar yang Tergolong Cukup Baik ... 48 Tabel 11:UsulanTopik-topikBimbinganBelajar……………………………. …65 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Masa remaja merupakan masa transisi antara masa remaja menuju masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif dan sosial. Masa remaja pada umumnya dimulai dari usia 10-13 tahun dan berakhir kira-kira usia 18 sampai 22 tahun. Pada masa ini remaja mengalami banyak permasalahan karena adanya perubahan permasalahan remaja yang dihadapi seiring dengan perkembangan zaman semakin beraneka ragam, misalnya kemajuan teknologi yang semakin berkembang internet, jejaring sosial, pergaulan bebas dan pengaruh dunia maya (Santrock , 2003). Daradjat (1975) berpendapat bahwa remaja adalah masa peralihan dari anak menjelang dewasa. Semakin maju suatu masyarakat semakin banyak syarat yang diperlukan remaja untuk ke arah perkembangan diri yang optimal. Salah satunya adalah kemandirian, salah satu ciri kemandirian adalah melepaskan diri dari ketergantungan emosi terhadap orang tua dan orang dewasa lainya, misalnya kemampuan untuk menentukan pilihan secara mandiri merupakan tanda dari kematangan, sehingga remaja perlu mempersiapkan diri dengan berbagai pengetahuan dan ketrampilan yang telah dimiliki. Hal tersebut semakin membuat remaja sulit untuk hidup mandiri dan 1

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 belajar mandiri karena ketergantungan pada orang lain itu sangat besar sehingga sulit untuk melepaskan diri dari orang lain. Menurut Panuju & Ida Umami (2005) masa remaja merupakan masa yang terjadi antara masa anak-anak dan masa dewasa. Masa remaja ditandai dengan adanya tugas perkembangan untuk belajar mandiri dan melepaskan diri dari ketergantungan orang lain, salah satu contohnya adalah kemandirian belajar. Remaja dikatakan memiliki kemandirian belajar apabila ia telah mampu melakukan kegiatan belajar tanpa ketergantungan pada orang lain. Hal terpenting dalam masa yang sekarang kita sebut masa remaja adalah pembentukan kemampuan untuk memilih cara mandiri. Aristoteles (dalam Santrock, 1996:9) berpendapat bahwa masa remaja merupakan kemampuan untuk menentukan secara mandiri ini merupakan tanda dari kematangan. Hal ini tentu saja tidak mudah, tapi remaja percaya bahwa pada permulaan masa remaja, individu tidak labil dan tidak sabar, karena kurang adanya kontrol diri yang dibutuhkan untuk menjadi seseorang yang matang. Pada masa ini, remaja yang dituntut untuk belajar menjadi individu yang bertanggung jawab pada dirinya sendiri. Bertanggung jawab disini diartikan sebagai kemandirian dalam menjalankan tugas perkembangan, salah satunya yaitu belajar. Belajar secara mandiri misalnya mengerjakan ujian sendiri dan mengerjakan tugas-tugas belajar, mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) sendiri, guru ketika berada di dalam kelas mengamati seorang siswa yang pada saat itu hadir di dalam kelas namun pikiranya berada di luar kelas, selama siswa tidak melibatkan diri, dia tidak akan belajar. Aktifitas boleh berupa aktivitas

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 mental saja, yang tidak disertai gerak-gerik jasmani: boleh juga terjadi aktivitas jasmani yang di dalamnya mental seseorang terlibat. Hal ini didukung oleh tugas perkembangan yang lain yaitu tugas belajar untuk mempersiapkan karier untuk masa depanya. Kemandirian belajar akan nampak pada tercapainya tugas perkembangan remaja kususnya pada tugas perkembangan selajutnya misalnya mulai mandiri dan melepaskan diri dari ketergantungan pada orangtua dan orang-orang dewasa yang lain (W.S Winkel, 2004). Mandiri merupakan suatu proses di mana individu mampu berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Drost (1993) berpendapat bahwa kemandirian belajar adalah kematangan pribadi dapat didefinisikan sebagai keadaan sempurna dan keutuhan kedua unsur tersebut dalam kesatuan pribadi, pendek kata manusia mandiri adalah pribadi dewasa sempurna. Salah satu periode dalam rentang kehidupan individu dalam masa remaja. Knowles (1975: 18) menyebutkan bahwa kemandirian belajar merupakan sebuah proses dimana individu mengambil inisiatif sendiri, dengan atau tanpa bantuan orang lain, untuk mendiagnosis kebutuhan belajar, memformulasikan tujuan belajar, mengidentifikasi sumber belajar, memilih dan menentukan pendekatan strategi belajar, dan melakukan evaluasi atas hasil belajar yang dicapai. Fungsi kemandirian dalam belajar adalah agar siswa mampu menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berusaha untuk tidak mengandalkan orang lain dalam hal belajarnya. Dampak dari kemandirian belajar itu yaitu siswa menjadi tergantung pada orang lain,

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 sehingga ketika siswa bergantung pada orang lain maka siswa akan sulit untuk berkembang hingga dewasa nanti termasuk mencapai tugas perkembangan selanjutnya. Faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar antara lain mendapat pujian dari orang lain, mendapatkan hasil belajar yang baik dari teman-teman yang lain dan menjadi lebih dewasa dll. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap individu memiliki kemandirian belajar, artinya bahwa melakukan suatu kegiatan belajar dengan sendiri tanpa bergantung pada orang lain dalam menuju proses kedewasaan. Peran guru BK sangat penting dalam mendampingi siswa-siswi dalam kemandirian belajar dan perlu memberikan layanan bimbingan belajar yang relevan untuk meningkatkan kemandirian belajar. Melihat apa yang terjadi saat ini sangatlah memprihatinkan misalnya menggujungi perpustakaan bukan karena kesadaran diri sendiri melaikan karena orang lain misalnya guru menyuruh siswa pergi keperpustakaan, mencatat materi yang diberikan guru,dan mengerjakan ujian dengan mencontek pekerjaan teman melihat secara langsung mengenai tingkah laku siswa dalam belajar yang menunjukan bahwa siswa kurang memiliki kemandirian belajar. Pengalaman didapat saat peneliti melakukan paktek langsung di sekolah SMP/SMA dan kejadiaan itu sama yaitu mengenai kemandirian belajar siswa yang kurang, tetapi yang lebih ditekankan pengamatan itu di sekolah SMP karena subyek yang dilakukan dalam penelitian adalah siswa-siswi SMP. Melihat berita-berita ditelevisi yang siswa-siswi yang akan menghadapi ujian itu lebih cenderung mengandalkan

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 kunci jawaban dari orang lain ketimbang belajar sendiri. Kemandirian belajar sangat membantu siswa-siswi agar mampu menjadi pribadi yang dewasa yang tidak bergantung pada orang lain. Fungsi kemandirian belajar bagi siswa adalah agar siswa mampu berusaha meningkatkan tanggung jawab dalam mengambil berbagai keputusan dalam usaha belajarnya. Selain pengalaman peneliti, hasil wawancara dengan guru BK di SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta memperlihatkan ciri-ciri siswa yang kemandirian belajarnya kurang. Peneliti juga melakukan observasi sebelum melakukan penelitian mengenai siswa-siswi di SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta bahwa siswa-siswi di sekolahan itu terindikasi kurang memiliki kemandirian belajar. Untuk itu peneliti ingin membuktikan apa benar siswasiswi di SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta kurang memiliki kemandirian belajar dengan menyebarkan kuesioner mengenai kemandirian belajar. Berdasarkan hasil pengamatan itu, peneliti ingin mengungkap gambaran/deskripsi kemandirian belajar para siswa siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta Tahun Pelajaran 2012/2013. Berdasarkan hasil penelitian akan diusulkan untuk membuat topik-topik yang bisa dipergunakan dalam layanan bimbingan belajar guna membantu siswa agar mampu meningkatkan kemandirian belajarnya. B. Rumusan Masalah Secara spesifik, masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah: 1. Seberapa baik tingkat kemandirian belajar para siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Tahun ajaran 2012/2013?

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 2. Berdasarkan analisis butir-butir instrumen kemandirian belajar yang rendah siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta, topik-topik bimbingan apakah yang relevan diusulkan dalam penyusunan bimbingan belajar pada siswa? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui tingkat kemandirian belajar para siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan. 2. Mengetahui butir-butir instrument kemandirian belajar yang rendah untuk diusulkan sebagai topik-topik bimbingan yang relevan bagi siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta untuk meningkatkan kemandirian belajar. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini dapat digunakan bagi orang lain untuk mengembangkan, Khususnya dalam bidang Bimbingan dan Konseling dan memperkarya pengetahuan dibidang pendidikan yang dimiliki menyangkut pembuatan usulan topik-topik bimbingan mengenai kemandirian belajar sebagai bekal seorang calon guru bimbingan dan konseling di Sekolah.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 2. Manfaat Praktis a. Bagi Guru Pembimbing Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh guru Bimbingan dan Konseling untuk pengembangan program layanan Bimbingan belajar, khususnya dalam rangka meningkatkan kemandirian para siswa. b. Bagi Peserta Didik Peserta didik semakin memiliki kemandirian belajar untuk diri mereka agar mereka bisa menjadi lebih mandiri. c. Peneliti Lain Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi peneliti lain sebagai bahan referensi atau bahan perbandingan ketika ingin melakukan penelitian mengenai kemandirian belajar dan dapat dikembangkan menjadi lebih baik. E. Definisi Operasional 1. Kemandirian Belajar adalah kegiatan belajar aktif yang timbul dalam diri setiap individu yang mampu berkembang kearah yang baik menuju kedewasaan. Perubahan individu dalam proses kedewasaan sangat didukung oleh faktor-faktor dari dalam maupun dari luar diri individu itu, sehingga sangat berpengaruh satu sama lain jika salah satu dari faktor tersebut tidak mendukung. Ketika salah satu faktor dalam diri individu itu tidak mendukung makan akan Nampak jelas perubahan yang terjadi pada individu dan sebalikanya bila dalam diri faktor-faktor mendukung itu

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 muncul maka individu mampu memperlihatkan ciri-ciri perkembangan belajar secara mandiri. 2. Siswa-siswi kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta adalah peserta didik yang terdaftar aktif sebagai siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013. 3. Bimbingan Belajar adalah bimbingan dalam hal menentukan cara belajar yang tepat dalam memilih program studi yang sesuai dalam mengatasi kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan belajar di institusi pendidikan.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Remaja 1. Pengertian Remaja Masa remaja adalah masa transisi antara masa anak dan dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial. Kebanyakan budaya, remaja dimulai pada kira-kira usia 10-13 tahun dan berakhir kira-kira usia 18 sampai 22 tahun (Santrock , 2003). Daradjat (1975) berpendapat bahwa remaja adalah masa peralihan dari anak menjelang dewasa. Semakin maju suatu masyarakat semakin banyak syarat yang diperlukan remaja untuk ke arah perkembangan diri yang optimal. Piaget (Hurlock, 2012:206) mengatakan bahwa secara psikologis masa remaja adalah usia di mana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia di mana individu tidak lagi merasa di bawah tingkat orang tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Hal ini didukung oleh Santrock (2003) yang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa perkembangan transisi antara masa anak-anak dan dewasa yang mencangkup perubahan biologis, kognitif dan sosial emosional, oleh sebab itu remaja bimbang dalam menentukan pilihan. Kebanyakan budaya, Remaja dimulai pada kira-kira usia 10-13 tahun dan berakhir kira-kira umur 18 sampai 22 tahun. Pada usia 10-13 tahun dan berakhir pada umur 18 9

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 tahun terjadi perubahan biologis, kognitif dan sosial yang mencangkup perubahan biologis, kognitif, dan sosial emosional. Kebanyakan budaya, remaja dimulai pada kira-kira usia 10-13 tahun dan berakhir kira-kira umur 18 sampai 22 tahun. Pada usia 10-13 tahun dan berakhir pada umur 18 tahun terjadi perubahan biologis, kognitif dan sosial yang mencangkup perubahan biologis, kognitif, dan sosial emosional. Kebanyakan budaya, remaja dimulai pada kira-kira usia 10-13 tahun dan berakhir kira-kira umur 18 sampai 22 tahun. Pada usia 10-13 tahun dan berakhir pada umur 18 tahun terjadi perubahan biologis, kognitif dan sosial emosional yang terjadi berkisar dari perkembangan fungsi seksual, proses berfikir abstrak sampai pada kemandirian. Beberapa pengertian di atas dapat peneliti simpulkan bahwa remaja merupakan masa peralihan menjadi dewasa dan mengetahui peranya sebagi seorang remaja yang nantinya mampu mengembangkan diri secara optimal. Mengembangkan diri secara optimal akan nampak kerika remaja itu sudah kelihatan mempunyai ciri-ciri menjadi remaja misalnya muncul kegelisahan, pertentangan, berkeinginan besar mencoba segala hal yang belum diketahuinya, dll. 2. Tugas Perkembangan Remaja Menurut Havighurst (Prayitno & Erman Amti, 1999) tugas perkembangan adalah tugas yang timbul pada atau kira-kira pada periode

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 tertentu dalam kehidupan orang, yang bilamana berhasil akan menimbulkan kebahagiaan dan membuat berhasil dalam tugas-tugas perkembangan berikutnya, sedangkan kegagalan akan menimbulkan ketidak bahagiaan pada orang yang bersangkutan, dihukum/tidak diterima oleh masyarakat, dan akan mengalami kesukaran dalam menjalankan tugas-tugas perkembangan berikutnya. Setiap individu pasti akan menghadapi serangkaian tugas perkembangan yang dijumpai dalam periode tertentu. Tugas perkembangan dapat diartikan sebagai suatu tantangan yang berupa aneka tugas yang dihadapi oleh individu pada masa tertentu dalam hidupnya. Jika tugas-tugas itu dapat berhasil dilaksanakan akan timbul rasa puas dan bahagia pada individu yang bersangkutan dan sekaligus meletakkan dasar bagi penyelesaian serentetan tugas di masa hidup yang berikutnya (Winkel & Sri Hastuti, 2007). Misalnya, mulai mandiri dan melepaskan diri dari ketergantungan pada orangtua dan orang-orang dewasa yang lain dan mempersiapkan diri untuk kelak memegang suatu jabatan dalam masyarakat. Penyelesaian tugas-tugas itu, mulai dari masa kecil, menuntut anak belajar dan, karena itu, meningkatkan taraf perkembangannya, sekaligus taraf perkembangan yang lebih tinggi itu meletakkan dasar bagi penyelesaian tugas-tugas perkembangan selanjutnya, maka memungkinkan belajar lebih lanjut. Tugas perkembangan yang harus dicapai agar remaja dapat berkembang adalah dengan mulai mandiri dan melepaskan diri dari ketergantungan pada orangtua dan orang-orang dewasa yang lain.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Mencapai kemandirian, kemandirian sangatlah 12 penting dikembangkan pada masa remaja sebelum beranjak dewasa. Jika sudah bisa mandiri secara emosional maka ia akan mampu mengelola berbagai rasa emosinya, melepaskan ketergantungan dan keterikatan secara emosional dengan orang tua dan kerabat dekat lainya. Kemandirian emosional diperlukan remaja ketika menghadapi suatu masalah, dimana dirinya dituntut untuk mencari upaya pemecahan masalahnya sendiri, tanpa bergantung pada orang lain, terutama orang tua. Selain itu, juga berguna pada anak agar tidak cenderung melarikan diri ketika menghadapi masalah yang dianggap berat. Berdasarkan tugas perkembangan di atas dapat disimpulkan bahwa remaja mempunyai tugas-tugas yang harus diselesaikan agar tidak menghambat tugas perkembangan selanjutnya sehingga remaja mampu menjadi pribadi yang mandiri terutama dalam kemandirian belajarnya. B. Kemandirian Belajar 1. Pengertian Kemandirian Belajar Drost (1993) berpendapat bahwa kemandirian adalah kematangan pribadi sebagai keadaan sempurna dan keutuhan kedua unsur tersebut dalam kesatuan pribadi, pendek kata manusia mandiri adalah pribadi dewasa sempurna. Salah satu periode dalam rentang kehidupan individu dalam masa remaja. Masa ini merupakan masa transisi/peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan aspek fisik, psikis, dan psikososial.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Menurut Basri (2000: 53) kemandirian adalah keadaan seseorang dalam kehidupan yang mampu memutuskan atau mengerjakan sesuatu tanpa bantuan orang lain. Gea (2002: 145) mendefenisikan kemandirian sebagai suasana di mana orang mau dan mampu mewujudkan kehendak atau keinginan dirinya yang terlihat dalam tindakan atau perbuatan nyata guna menghasilkan sesuatu demi pemenuhan kebutuhan hidupnya dan sesamanya. Berdasarkan beberapa pengertian ini, dapat disimpulkan bahwa kemandirian adalah keputusan dalam diri sendiri untuk mengambil keputusan dan memutuskan secara sendiri untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Salah satu kemandirian yang harus dimiliki adalah belajar. Belajar adalah suatu proses, dan bukan suatu hasil. Oleh karena itu belajar berlangsung secara aktif dan integrative dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan. Belajar merupakan kegiatan mental yang tidak dapat disaksikan dari luar. Apa yang sedang terjadi dalam diri seorang yang sedang belajar, tidak dapat diketahui secara langsung hanya dengan mengamati orang itu. Hal ini senada dengan pendapat lain yaitu, menurut Spears (Barus & Sri Hastuti, 2007:140) mengatakan bahwa belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu, mendengarkan dan mengikuti arah tertentu. Cronbach (Barus & Sri Hastuti, 2007:140) belajar merupakan kegiatan berlatih diri melalui pengalaman supaya mendapatkan suatu perubahan bisa perubahan yang positif bisa juga perubahan yang negatif.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Kingsley (W.S Winkel, 2004) berpendapat bahwa belajar merupakan proses di mana tingkah laku ( dalam arti luas ) menimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. Menurut Whittaker (W.S Winkel, 2004) belajar dapat didefinisikan sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Belajar merupakan proses daripada perkembangan hidup manusia. Manusia belajar melakukan perubahanperubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Semua aktivitas dan prestasi hidup tidak lain adalah hasil dari belajar. Beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan proses berlatih dalam memperoleh perubahan-perubahan positif yang ingin dicapainya. Mujiman (2009:1) berpendapat bahwa kemandirian belajar merupakan kegiatan belajar aktif yang didorong oleh motif untuk menguasai suatu kompetensi dan dibangun dengan bekal pengetahuan dan kompetensi yang telah dimiliki. Kegiatan belajar aktif yang dimaksud adalah kegiatan belajar yang memiliki ciri keaktifan pembelajar, ketekunan, keterarahan dan kreativitas untuk mencapai tujuan tertentu. Tentu saja kegiatan belajar aktif ini perlu dibangun dengan suatu kekuatan pendorong atau motif. Motif yang dimaksud adalah penguasaan terhadap suatu kompetensi yang dibangun dengan bekal pengetahuan dan kompetensi yang telah dimiliki. Konsep kemandirian belajar sebenarnya konsep yang lebih popular dalam pendidikan orang dewasa. Konsep ini diperkenalkan pertama kali oleh

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Knowless (1975) dalam penelitiannya mengenali pembelajaran orang dewasa. Knowless mengungkapkan (1975:18) bahwa kemandirian belajar adalah sebuah proses di mana individu mengambil inisiatif sendiri, dengan atau tanpa bantuan orang lain, untuk mendiagnosis kebutuhan belajar, memformulasikan tujuan belajar, mengidentifikasi sumber belajar, memilih dan menentukan strategi belajar, dan melakukan evaluasi hasil belajar yang dicapai. Berdasarkan urain di atas dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar merupakan kegiatan belajar aktif yang timbul dalam diri setiap individu yang mampu berkembang kearah yang baik menuju kedewasaan. Perubahan individu dalam proses kedewasaan sangat didukung oleh faktorfaktor dari dalam maupun dari luar diri individu itu, sehingga sangat berpengaruh satu sama lain jika salah satu dari faktor tersebut tidak mendukung. Ketika salah satu faktor dalam diri individu itu tidak mendukung maka akan Nampak jelas perubahan yang terjadi pada individu dan sebalikanya bila dalam diri faktor-faktor mendukung itu muncul makan individu mampu memperlihatkan ciri-ciri perkembangan belajar secara mandiri. 2. Aspek-aspek Kemandirian Belajar Siswa yang menerapkan kemandirian belajar akan mengalamii perubahan dalam kebiasaan belajarnya. Ia akan mengatur dan mengorganisasikan dirinya sedemikian rupa sehingga dapat menentukan tujuan belajar, kebutuhan belajar dan strategi yang digunakan dalam belajar

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 yang mengarah pada tercapainya tujuan yang telah dirumuskan. Siswa yang mandiri dalam belajar dengan bebas menentukan dan mengelola sendiri bahan ajar, waktu, tempat dan memanfaatkan berbagai sumber belajar yang diperlukan. Menurut Schunk dan Zimmerman (Ropp, 1998) menyatakan bahwa aspekaspek kemandirian belajar: a. Metakognisi Metakognisi adalah kemampuan individu dalam merencanakan, mengorganisasikan atau mengatur, menginstruksikan diri, memonitor dan melakukan evaluasi dalam aktivitas belajar. Contoh : Siswa membuat jadwal belajar dan menaati jadwal tersebut, siswa mengintruksikan untuk memperhatikan saat guru menerangkan dikelas, dan Siswa belajar kembali apa yang telah disampaikan oleh guru. b. Motivasi Motivasi dalam self regulated learning ini merupakan pendorong (drive) yang ada pada diri individu yang mencakup persepsi terhadap efikasi diri, kompetensi otonomi yang dimiliki dalam aktivitas belajar. motivasi merupakan fungsi dari kebutuhan dasar untuk mengontrol dan berkaitan dengan perasaan kompetensi yang dimiliki setiap individu. Contoh : Siswa bersemangat dalam mengikuti tes bakat yang diadakan disekolah, Sekolah memberikan dukungan penuh untuk mengembangkan

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 bakat-bakat yang dimiliki siswanya, dan siswa belajar dengan senang hati karena ada dukungan dari orang tua. c. Perilaku Perilaku merupakan upaya individu untuk mengatur diri, menyeleksi, dan memanfaatkan lingkungan maupun menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas belajar. Contoh : siswa mencari referensi yang sesuai ketika mengerjakan tugas sekolah, Mengatur tempat belajar yang nyaman supaya belajarnya menjadi lebih bersemangat lagi, Orang tua mendampingi siswa dalam belajar dirumah. Menurut Tahar dan Enceng (2006: 94), kemandirian belajar memiliki tiga dimensi yaitu dimensi pengelolaan belajar, tanggung jawab dan pemanfaatan sumber belajar. Penjelasan dari ketiga dimensi kamandirian belajar di atas adalah sebagai berikut: a) Dimensi pengelolaan belajar siswa maupun mengatur strategi, waktu dan tempat untuk melakukan aktivitas belajarnya seperti membaca, meringkas, membuat catatan dan mendengarkan materi dari audio. Dimensi pengelolaan belajar berarti peserta ajar harus mampu mengatur strategi, waktu, dan tempat untuk melakukan aktivitas belajarnya seperti membaca, meringkas, membuat catatan dan mendengarkan materi dari audio. Pengelolaan belajar itu sangat penting. Peserta ajarlah yang secara otonom menentukan strategi belajar yang

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 digunakan, kapan ia menggunakan waktu belajarnya, dan di mana ia melakukan proses pembelajaran tanpa diperintah oleh orang lain. Kemampuan mengelola proses pembelajaran dapat membentuk peserta ajar untuk berhasil dalam belajar. b) Dimensi tanggung jawab berarti siswa mampu menilai aktivitas, mengatasi kesulitan, dan mengukur kemampuan yang diperoleh dari belajar. Dimensi tanggung jawab berarti peserta ajar mampu menilai aktivitas, mengatasi kesulitan, dan mengukur kemampuan yang diperoleh dari belajar. Belajar mandiri peserta ajar dituntut untuk memiliki kesiapan, keuletan dan daya tahan, sehingga diperlukan motivasi belajar yang tinggi. Kesulitan yang dialami dalam belajar harus mereka atasi sendiri dengan mendiskusikan sesama peserta ajar dengan memanfaatkan sumber belajar yang terkait dengan bahan ajar dan memperbanyak latihan soal yang dapat meningkatkan pemahaman peserta ajar. Disamping itu, peserta ajar harus mengukur kemampuan yang diperoleh dari hasil belajar bila hasil belajarnya tidak memuaskan dengan memperbaiki cara belajar dan secara rutin mengerjakan latihan soal. c) Dimensi pemanfaatan berbagai sumber belajar berarti siswa dapat menggunakan berbagai sumber belajar seperti modul, majalah, kaset, VCD, internet dan guru.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Dimensi pemanfaatan berbagai sumber belajar berarti peserta ajar dapat menggunakan berbagai sumber belajar seperti modul, majalah, kaset audio, VCD, computer Assested Instructional (CAI), internet, dan tutor. Peserta ajar secara leluasan menentukan pilihan sumber belajar yang diinginkan. Kebebasan peserta ajar dalam memilih berbagai sumber belajar diharapkan dapat memperkaya pemahaman terhadap bahan ajar. 3. Ciri-ciri Siswa yang Memiliki Kemandirian Belajar Menurut Muntholi’ah(2002:57) ciri-ciri siswa yang memiliki kemandirianbelajar adalah: a. Mampu berpikir kritis, kreatif dan inovatif merupakan kemampuan siswa dalam mencari pertanyaan, mencari alasan dan berusaha mengetahui informasi dengan baik. Misalnya siswa pertanya kepada guru tentang penjelasan mengenai materi pelajaran, siswa mencari informasi mengenai bahan materi pelajaran. b. Tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain misalnya ketika ada kegiatan diskusi mengenai materi pelajaran siswa tidak langsung terpengaruh dengan pendapat orang lain, akan tetapi menampungnya terlebih dahulu dan pendapat yang sama atau yang telah disepakati itulah yang diambil. c. Tidak lari atau menghindari masalah, misalnya ketika menghadapi suatu masalah hendaknya tidak lari dari masalah, akan tetapi menyelesaikan

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 masalah itu karena dengan adanya masalah berarti menujukan bahwa siswa semakin dewasa. d. Memecahkan masalah dengan berpikir secara mendalam artinya menyelesaikan suatu masalah itu tidak sekedar selesai begitu saja akan tetapi harus difikir secara mendalam pemecahanya. e. Apabila menjumpai masalah dipecahkan sendiri tanpa meminta bantuan orang lain. Ketika menghadapi suatu masalah hendaknya memecahkan masalah itu sendiri tanpa melibatkan orang lain selain diri sendiri itu mampu. f. Tidak merasa rendah diri apabila harus berbeda dengan orang lain. Tuhan menciptakan manusia satu sama lain itu berbeda. Mempunyai kelebihan dan kelemahan yang berbeda juga jadi manusia itu tidak boleh merasa rendah dimata orang lain karena perbedaan yang kita miliki adalah kelebihan yang belum tentu dimiliki orang lain. g. Berusaha bekerja dengan penuh ketekunan dan kedisiplinan. Siswa yang berhasil atau memiliki kemandirian belajar yang baik adalah siswa belajar dengan tekun berusaha dan melakukan kegiatan belajar dengan disiplin. Misalnya membuat jadwal belajar dan menaati jadwal yang telah dibuatnya. h. Bertanggung jawab atas tindakannya artinya setiap tindakan yang dilakukan harus ada pertanggung jawaban misalnya ketika melakukan kesalahan harus meminta maaf, mencontek saat ulangan dan ketahuan

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 harus menerima atau menjalankan hukuman yang diberikan buru mata pelajaran.. Sugilar (2000) menyatakan bahwa karakteristik individu yang memiliki kesiapan belajar mandiri: kecintaan terhadap belajar, percaya diri, keterbukaan terhadap tantangan, sifat ingin tahu, pemahaman diri dalam hal belajar dan menerima tanggung jawab untuk kegiatan belajarnya. Laird (dalam Mujiman, 2009: 9-10) mengemukakan ciri-ciri individu yang belajar mandiri sebagai berikut: a. Kegiatan belajarnya bersifat self directing mengarahkan diri sendiri, tidak dependent atau tidak tergantung pada orang lain. b. Pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam proses belajar dijawab sendiri atas dasar pengalaman, bukan mengharapkan jawaban dari guru atau orang lain. c. Tidak mau didekte guru, karena mereka tidak mengharapkan secara terus menerus diberitahu apa yang harus mereka lakukan. d. Mengharapkan penerapan dengan segera dari apa yang mereka pelajari; mereka tidak dapat menerima penerapan yang tertunda. e. Lebih senang dengan problem-centered learning daripada contentcentered learning. f. Lebih senang dengan partisipasi aktif daripada pasif mendengarkan ceramah guru.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI g. 22 Selalu memanfaatkan pengalaman yang telah dimiliki, karena mereka percaya bahwa mereka tidak datang dengan” kepala kosong”(datang dengan kesiapan dan mempunyai ide-ide dalam kepalanya). h. Lebih menyukai collaborative learning, karena belajar dan tukar pengalaman adalah hal yang menyenangkan. i. Selalu merencanakan dan mengevaluasi belajarnya sendiri dan dalam batas tertentu bersama dengan guru. j. Bagi mereka belajar harus dengan berbuat tidak cukup hanya dengan mendengarkan dan menyerap. 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemandirian Belajar Kemandirian balajar sebagai sebuah proses dipengaruhi oleh banyak faktor. Namun, faktor-faktor itu biasanya dibagi menjadi dua, yaitu faktor dari dalam (internal) dan faktor dari luar (eksternal). a. Faktor dari dalam Menurut Mu’tadin (2002) siswa yang memiliki kemandirian belajar mempunyai kecenderungan tingkah laku indikator sebagai berikut: 1) Memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya. Proses belajar mengajar terjadinya interaksi antara siswa dengan guru maupun siswa dengan siswa yang lainnya. Adanya intraksi antara siswa dengan siswa lainnya dapat menyebabkan siswa tersebut dapat mengetahui tingkat kemampuannya dibanding dengan kemampuan temannya. Apabila siswa merasa kemampuannya masih kurang

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 dibanding temannya, ia akan termotivasi untuk bersaing dalam mempelajari suatu pokok bahasan. Setiap siswa yang melibatkan dirinya dalam suatu persaingan yang sehat dan dapat memenangkan persaingan tersebut harus berusaha keras untuk membangkitkan keberanian, semangat juang dan rasa percaya diri yang maksimal. Aplikasi pada siswa adalah bersaing dalam upaya memahami materi yang dipelajari dengan memperbanyak sumber literatur dari berbagai media (misalnya perpustakaan, internet dll) serta mempunyai waktu khusus untuk mempelajari materi tersebut di luar jam sekolah sehingga siswa dapat mencapai prestasi dalam belajar dan memenangkan persaingan tersebut. 2) Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Siswa yang mempunyai inisiatif senantiasa tidak menunggu orang lain untuk melakukan sesuatu. Ia mampu bergerak di depan dan seringkali menjadi contoh perubahan di dalam kelompoknya. Kemampuan mengambil keputusan dan inisiatif dipengearuhi oleh respon siswa terhadap apa yang ada dan terjadi di sekitar untuk dijadikan bahan kajian belajar. Inisiatif sebagai prakasa yang disertai dengan langkah konkrit selalu ditunggu kehadirannya pada segala macam kepentingan hidup baik di tengah masyarakat maupun disekolah terutama siswa. Aplikasinya pada siswa adalah mempunyai inisiatif untuk mempelajari dahulu materi sebelum

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 diajarkan oleh guru serta berinisiatif mengerjakan soal-soal sendiri pada mata pelajaran yang diterimanya di sekolah dengan memanfaatkan seluruh kemampuan yang dimilikinya, termasuk dalam memecahkan setiap permasalahan yang dihadapi dilapangan yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat. 3) Memiliki kepercayaan diri dalam mengerjakan tugas-tugasnya siswa yang memiliki kepercayaan diri tidak mudah terpengaruh oleh apa yang dilakukan orang lain. Siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi cenderung memiliki rasa percaya diri, yaitu selalu bersikap tenang dalam mengerjakan tugas-tugas belajar yang diberikan guru dengan memanfaatkan segala potensi atau kemampuan yang dimiliki dan tidak mudah terpengaruh orang lain dalam mengerjakan tugastugasnya serta tidak mencontek. 4) Bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya. Siswa yang bertanggung jawab adalah siswa yang menyadari hak dan kewajibannya sebagai seorang peserta didik. Tanggung jawab seorang siswa adalah belajar dan mengerjakan setiap tugas yang diberikan oleh guru dengan penuh keikhlasan dan kesadaran, selain itu siswa yang bertanggung jawab adalah yang mampu mempertanggung jawabkan proses belajar berupa nilai dan perubahan tingkah laku. b. Faktor dari luar dari siswa

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 1) Lingkungan Keluarga Kemandirian belajar siswa dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Menurut Slamento (2003:60-62) lingkungan keluarga terdiri dari: a) Cara orang tua mendidik anaknya besar pengaruhnya terhadap belajar anak dan akhirnya akan membentuk kemandirian belajar pada anak. Ada orang tua yang mendidik secara diktator militer, demokratis dan ada keluarga yang acuh tak acuh dengan pendapat setiap keluarga. Orang tua sebaiknya memberikan kebebasan kepada anak dalam belajar, biarkan anak belajar sesuai dengan minat dan kemampuannya. Tetapi walaupun diberikan kesempatan, orang tua tetap memberikan arahan dan bimbingan pada belajar anak, sehingga kemandirian belajar anak senantiasa dapat tercipta. b) Relasi antar anggota keluarga yang terpenting adalah relasi orang tua dengan anak. Selain itu relasi anak dengan saudaranya atau dengan anggota keluarga yang lain turut menentukan kemandirian belajar pada anak. Demi kelancaran belajar serta keberhasilan anak perlu adanya relasi yang baik di dalam keluarga. Hubungan yang baik adalah hubungan yang penuh pengertian dan kasih sayang, disertai dengan bimbingan dan bila perlu hukumanhukuman. Adanya hubungan yang baik tersebut selanjutnya akan

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 membentuk pribadi siswa yang mandiri dalam proses belajar dan kemandirian belajar siswa dapat meningkat. c) Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan kemandirian belajar anak. Pada keluarga yang kondisi ekonominya relatif kurang, menyebabkan orang tua tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok anak, seperti makan, pakaian, perlindungan kesehatan dan pemenuhan fasilitas belajar. Tak jarang faktor ekonomi justru bisa menjadi motivator atau dorongan anak untuk berhasil. Keadaan ekonomi yang berlebihan juga menimbulkan masalah dalam kemandirian belajar. Pada keluarga yang ekonominya berlebih orang tua cenderung mampu memenuhi segala kebutuhan anak, termasuk fasilitas belajar. Kadangkala kondisi serba kecukupan tersebut membuat orang tua kurang perhatian pada anak karena sudah merasa memenuhi semua kebutuhan anaknya, akibatnya anak menjadi malas untuk belajar dan tingkat kemandirian dalam belajarnyapun cenderung rendah. 2) Lingkungan Sekolah Dukungan lingkungan sekolah yang mempengaruhi kemandirian belajar siswa meliputi guru dan perangkat lain yang ikut berperang penting dalam proses belajar siswa. Menurut Slamento (2003:64-65):

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 a) Kemampuan guru di dalam proses pembelajaran. Kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh aktivitas dan kreatifitas guru, disamping kompetensi-kompetensi profesionalnya. Kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum kedalam proses pembelajaran dengan cara meningkatkan motivasi dan kreativitas belajar siswa yang selanjutnya akan mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. b) Ketersediaan sarana dan prasarana sebagai media dan sumber belajar. Pengelolaan sarana dan prasarana belajar sudah sewajarnya dilakukan oleh sekolah mulai dari pengadaan, pemeliharaan dan perbaikan hingga sampai pengembangan. Hal yang mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran digunakan buku teks, sarana dan media belajar sebagai sumber belajar sesuai dengan tujuan dan kompetensi yang ingin dicapai dalam kurikulum. Peserta didik dapat menggunakan buku teks yang disediakan sekolah baik buku pemerintah maupun buku yang diterbitkan oleh penerbit non pemerintah. Kemampuan sekolah dalam menyediakan dan mengelola sarana dan prasarana secara professional akan berperan positif terhadap proses pembelajaran, karena siswa dapat memanfaatkannya sebagai media dan sumber belajar siswa.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 c) Hubungan yang harmonis antar anggota sekolah. Sekolah yang efektif umumnya memiliki komunikasi yang baik, terutama antar warga sekolah, sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing warga sekolah dapat diketahui. Hubungan harmonis antar anggota sekolah adalah hubungan antara guru dan siswa, siswa dan siswa maupun antar anggota sekolah lainnya. Hubungan harmonis yang dimaksud adalah bagaimana anggota sekolah dapat saling membina hubungan secara professional, dengan memperhatikan hak dan kewajiban dari masing-masing pihak. Berdasarkan peran positif dari pihak guru dan pihak sekolah, selanjutnya akan membentuk pribadi siswa yang mandiri dalam proses belajarnya sehingga tingkat kemandirian belajar siswa dapat melaju seiring dengan laju profesionalisme dan kualitas disekolah. C. Bimbingan Belajar 1. Pengertian Bimbingan Belajar Bimbingan belajar sering disebut juga dengan bimbingan akademik, yaitu bimbingan dalam hal menentukan cara belajar yang tepat dalam memilih program studi yang sesuai dalam mengatasi kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan belajar di institusi pendidikan (Winkel & Sri Hastuti, 2004:116).

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Menurut Prayitno & Erman Amti (1999: 279), Bimbingan belajar adalah salah satu bentuk layanan bimbingan yang penting diselenggarakan di sekolah. Pengalaman menunjukkan bahwa kegagalan-kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya inteligensi. Sering kegagalan itu terjadi disebabkan mereka tidak mendapatkan layana bimbingan yang memadai. (Ahmadi, 1991:105) mengatakan bahwa Tujuan bimbingan belajar membantu para siswa agar mendapat penyesuaian diri yang baik didalam situasi belajar yang dimilikinya dan mencapai perkembangan yang optimal. Fungsi bimbingan belajar adalah untuk memfasilitasi siswa dalam mengembangkan pemahaman dan ketrampilan dalam belajar, dan memecahkan masalah-masalah belajar. Peran guru bimbingan dan konseling adalah pengenalan kurikulum, pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang positif, pengembangan motif berprestasi, cara belajar yang efektif, penyelesaian tugastugas, pengembangan kesadaran belajar sepanjang hayat, dan mencari penggunaan sumber belajar. Layanan itu diberikan melalui bimbingan belajar. Berdasarkan uraian di atas, kegiatan bimbingan belajar adalah kegiatan dalam pemberian bantuan yang dilakukan di sekolah kepada siswasiswinya untuk membatu proses belajar agar mencapai perkembangan yang optimal. Kegiatan ini dapat dilakukan didalam kelas atau di luar kelas untuk menciptakan suasana yang berbeda sehingga siswa-siswi tidak merasa bosan. Hasil dari melakukan bimbingan belajar adalah membatu seseorang untuk bisa

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 memahami dirinya dalam belajar dan mampu memahami orang lain. Memiliki kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini memuat beberapa hal yang berhubungan dengan metodologi penelitian, yaitu jenis penelitian, subjek penelitian, instrumen penelitian, prosedur pengumpulan data, dan teknik analisis data A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan oleh peneliti termasuk dalam penelitian deskriptif dengan metode survey. Penelitian deskriptif merupakan gambaran situasi dan kondisi yang akan di paparkan oleh penulis dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan waktu penelitian berlangsung. Penelitian deskriptif merupakan sarana untuk mendapatkan informasi suatu gejala pada saat penelitian dilakukan. Penelitian deskriptif diarahkan untuk menetapkan sifat suatu situasi pada waktu penelitian itu dilakukan. Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk melukiskan variabel atau kondisi yang sebenarnya dalam situasi (Furchan, 1982: 415). Penelitian ini dimasudkan untuk mengetahui gambaran kemandirian belajar siswa–siswi kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013, serta memberikan masukan tentang topik-topik bimbingan belajar untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa –siswi kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. 31

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 B. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. Seluruh data yang diperoleh adalah data tahun 2012/2013 mencakup data uji coba satu kelas berjumlah 34 siswa-siswi dan data untuk penelitian satu kelas berjumlah 36 siswa –siswi. C. Instrumen Penelitian Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk kuesioner. Kuesioner adalah kumpulan daftar penulisan yang diberikan kepala subjek penelitian (Furchan, 2005:249). Kuesioner ini dirancang oleh peneliti dalam bentuk tertutup. “Kuesioner berbentuk tertutup berisi pernyataan-pernyataaan yang disertai dengan pilihan jawaban untuk pernyataan-pernyataan tersebut” (Furchan, 2005:260). Instrumen penelitian ini digunakan empat alternatif jawaban yaitu: “Sangat sesuai (SS), “Sesuai (S), “Tidak sesuai” (TS) dan “Sangat Tidak Sesuai” (STS). Alternatif tengah (sedang/cukup) dalam skala ini tidak dipakai untuk mengurangi kecenderungan responden dalam memberikan jawaban yang netral. Alternatif jawaban dibuat empat dengan maksud untuk menghilangkan kecenderungan responden memilih alternatif jawaban yang di tengah. Jika ada lima alternatif jawaban, pilihan yang di tengah menunjukkan bahwa responden merasa ragu-ragu atau belum dapat menentukan jawaban yang sesuai dengan pengalamannya. Jika kebanyakan responden memilih alternatif jawaban yang di

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 tengah, maka peneliti tidak akan mendapatkan jawaban yang pasti (Sukardi, 2012: 147). Menurut Schuk dan Zimmerman (Ropp, 1998) Kuesioner yang disusun peneliti memuat aspek-aspek kemandirian belajar. a. Metakognisi b. Motivasi c. Perilaku Seluruh item dalam penelitian dirumuskan dalam bentuk pernyataan bersifat Favorabel (pernyataan positif) dan Unfavourable (pernyataan negatif). Pernyataan positif artinya pernyataan yang mengidikasikan cirri-ciri siswa yang memiliki kemandirian belajar. Pernyataan negatif artinya pernyataan yang mengindikasikan cirri-ciri siswa yang kurang memiliki kemandirian belajar. Penentuan skor untuk setiap jawaban dari item-item pernyataan adalah “Sangat Sesuai (SS) diberikan skor 4. “ Sesuai “(S) diberikan skor3, “Tidak Sesuai” (TS) diberi skor 2, dan “Sangat Tidak Sesuai”(STS) diberi skor 1 untuk pernyataan positif (Favorable item) dan untuk pernyataan negatif (Unfavorable item) adalah :”Sangat Sesuai (SS) diberi skor 1, “ Sesuai “(S) diberikan skor 2, “Tidak Sesuai” (TS) diberi skor 3, dan “Sangat Tidak Sesuai”(STS) diberi skor 4. Subjek diminta untuk memilih satu dari empat alternatif jawaban yang disediakan peneliti pada setiap pernyataan, dengan cara memberikan tanda centang () pada kolom alternatif jawaban. Setelah jawaban-jawaban tersebut diberi skor, skor-skor yang diperoleh pada setiap jawaban pernyataan diakumulasi guna menggunakan apa yang hendak diteliti. Semakin baik skor

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 pada total item Favorable mengindikasikan semakin baik kemandirian belajar. Semakin baik skor pada total item Unfavorable mengidikasikan semakin rendah kemandirian belajar. Struktur kisi-kisi kuesioner kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Tahun ajaran 2012/2013 sebelum uji coba adalah sebagai berikut. Tabel 1 Kisi-kisi Kuesioner Kemandirian Belajar Siswa Kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Tahun ajaran 2012/2013 sebelum diujicoba No Aspek Indikator No Item Favorable 1 Metakognisi 2 Motivasi 3 Perilaku Jumlah total ite m Unfavorable Total Item Merencanakan belajar kegiatan 1,12,17,30,40 5,21,38,47,50 10 Mengevaluasi belajar aktivitas 7,13,27,34,42 10,18,20,28,3 10 2 Presepsi terhadap efisikasi 2,11,16,29,39 22,37,46,49,6 10 diri Kompetensi otonomi yang 9,19,26,35,45 4,15,24,36,43 10 dimiliki aktivitas belajar Mengatur sumber belajar pemilihan 3,14,25,33,44 23,31,41,48,8 10 25 25 50

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 D. Pertanggung Jawaban Mutu Kuesioner 1. Validitas Instrumen Validitas instrument yang diuji adalah validitas isi (content Validity). Azwar (2012:42) menjelaskan: Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap kelayakan atau relevansi isi tes melalui analisis rasional atau expert judgment. Validitas isi berkenaan dengan isi instrument: diperiksa untuk melihat sejauh mana item-item dalam alat penelitian (kuesioner) telah mencakup keseluruhan kawasan isi objek yang hendak diukur atau sejauh mana isi alat penelitian mengungkapkan atribut yang hendak diukur. Penelitian ini expert judgment dilakukan dengan meminta tanggapan Bapak Karsono S.Pd selaku guru Bimbingan dan Konseling SMP Kanisius Kalasan Setelah mendapatkan tanggapan dari beberapa ahli, kuesioner diujicobakan pada sebagian siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan. Uji coba dilakukan pada hari kamis, 28 Februari 2013. Jumlah siswa yang mengisi kuesioner adalah 34 siswa. Teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis item-item tersebut adalah teknik korelasi Product-Moment dari Pearson. Rumus teknik Product-Moment dari Pearson adalah: rxy N ¦ XY  ¦ X

(51) ¦ Y

(52) ^N ¦ X 2 `^  ¦ X

(53) N ¦ Y 2  ¦ Y

(54) 2 2 `

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Keterangan: rxy : koefisien korelasi antara X dan Y N : jumlah subjek X : jumlah skor item Y : jumlah skor total Pengujian validitas dilakukan dengan program SPSS (Statistic Programme for Social Science) versi 17.0 Perhitungan dengan SPSS menggunakan patokan 0,30. Jika koefisien korelasi t 0,30 maka item yang bersangkutan dinyatakan valid. Sedangkan jika koefisien korelasinya  0,30 maka item yang bersangkutan dinyatakan tidak valid. Tabel 2 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian Nomer-nomer Item No Aspek Indikator Valid Gugur Merencanakan 1,30,40,38,50 12,17,5,21,47 kegiatan belajar 1 Metakognisi Mengevaluasi 7,13,34,10,18, 27,42,20,28,32 aktivitas belajar Presepsi terhadap 2,11,16,22,46,49,6 29,39,37 efisikasi diri Kompetensi 2 Motivasi otonomi yang 9,35,45,15,24,36,43 19,26,4 dimiliki aktivitas belajar Mengatur 3 Perilaku 3,14,31,41,48 25,33,44,23,8 pemilihan sumber belajar Jumlah masing-masing item 29 21 Jumlah total item 50

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 2. Reliabilitas Instrumen Reliabilitas adalah “sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya” (Azwar, 2012: 7). Tingkat reliabilitas instrumen diungkapkan dengan koefisien alpha (D). Untuk menghitung indeks reliabilitas kuesioner keberhasilan dalam melaksanakan kemandirian belajar digunakan program SPSS (Statistic Programme for Social Science) versi 17.0. Rumus koefisien alpha (D) adalah sebagai berikut: D= 2> 1- @ Keterangan: S12dan S22 = Varians skor belahan 1 dan varians skor belahan 2 Sx 2 = Varians skor skala Dari hasil penghitungan komputasi dengan mengunakan program SPSS for windows versi 17, diketahui bahwa hasil penghitungan reliabilitas kuesioner yang pertama menghasilkan koefisien Reliabilitas. Dari hasil uji coba di SMP Kanisius Kalasan diperoleh perhitungan koefisien reliabilitas seluruh instrument dengan menggunakan rumus koefisien alpha (D) yaitu 0,839. Hasil perhitungan berpedoman pada daftar indeks reliabilitas Guilford(Masidjo, 1995: 209) seperti yang disajikan dalam tabel 3.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 3 Kriteria Guilford KoefisienKorelasi ± 0,91 – ±1,00 ± 0,71 – ± 0,90 ± 0,41 – ± 0,70 ± 1,21 – ± 0,40 0,00 – ± 0,20 38 Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel di atas dan hasil perhitungan yang telah dilakukan, dapat dikatakan bahwa taraf reliabilitas kuesioner kemandirian belajar siswa sebesar 0,839 termasuk dalam kualifikasi tinggi. Setelah diperoleh hasil uji coba maka kuesioner yang telah lolos uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk penelitian dan item yang gugur diperbaiki yang telah dikonsultasikan kepada dosen pembimbing, sehingga jumlah menjadi 34 item. 34 Item ini diacak kembali nomor itemnya kemudian disusun menjadi kuesioner yang dipergunakan untuk pengambilan data penelitian.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No 1 2 3 Aspek 39 Tabel 4 Kisi-kisi Kuesioner Kemandirian Belajar Siswa-siswi Kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Tahun ajaran 2012/2013 Indikator Favorable Unfavorable Merencanakan kegiatan belajar 8,31,33 9,11,14,34 Metakognisi Mengevaluasi aktivitas belajar Presepsi terhadap efikasi diri Kompetensi otonomi yang dimiliki aktivitas belajar Mengatur pemilihan sumber belajar Motivasi Perilaku Jumlah Jumlah Total 16,25,27 15,17,18,30 7,22,26,28 5,10,12 2,13,19,29 6,23 3,4,21 18 34 1,24,32 16 E. Prosedur Pengumpulan Data 1. Tahap Persiapan a. Peneliti menyusun kuesioner kemandirian belajar. Hal-hal yang dilakukan dalam menyusun istrumen: 1) Menentukan variabel 2) Menentukan aspek-aspek kemandirian belajar 3) Menentukan indikator-indikator dari kemandirian belajar dan merumuskan kedalam butir-butir item 4) Mengkonsultasikan instrumen yang telah dibuat kepada pembimbing dan guru bimbingan dan konseling 5) Menguji coba alat b. Peneliti datang ke SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta dengan maksud meminta ijin uji coba sekaligus penelitian kepada kepala sekolah dan

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 guru pembimbing untuk mengadakan penelitian serta menentukan waktu untuk penelitian. c. Pelaksanaan uji coba Uji coba kuesioner dilakukan pada hari kamis 28 februari 2013, pukul 11:30-12:00. Uji coba melibatkan 34 siswa SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta. Jumlah kuesioner yang dibagikan 34 lembar dan kembali semua. Dari 50 item, setelah dianalisis ternyata ada 21 item yang tidak valid. Item-item yang valid digunakan untuk penelitian dan yang gugur diperbaiki sehingga item yang digunakan dalam penelitian adalah 34 item kemandirian belajar. 2. Tahap Pelaksanaan a. Pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2012 kepada siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 36 siswa dan hadir semua. b. Peneliti masuk kelas dengan didampingi oleh guru pembimbing dan diawali dengan perkenalan. Peneliti memberikan pengantar dan penjelasan maksud diadakan penelitian dan meminta siswa untuk membantu mengisi kuesioner kebiasaan belajar. Peneliti membagikan kuesioner dan menjelaskan petunjuk pengisian. Setelah siswa mengisi kuesioner siswa menyerahkan kembali kuesioner tersebut.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 F. Teknik Analisis Data Langkah-langkah sebagai berikut. 1. Menentukan skor dari setiap alternatif jawaban. Norma skoring adalah sangat berhasil: 4, berhasil: 3, cukup berhasil: 2, kurang berhasil: 1. 2. Membuat tabulasi skor dari item-item kuesioner dan menghitung skor masing-masing responden. 3. Mengkategorisasikan subjek menurut kategori Azwar dengan langkah sebagai berikut: a. Kategorisasi kemandirian belajar Kategori ini disusun berdasarkan model distribusi normal dengan kategorisasi jenjang (ordinal). Tujuan kategori ini adalah untuk menempatkan subyek penelitian kedalam kelompok-kelompok yang terpisah secara jenjang menurut kontinum berdasarkan atribut yang diukur (Aswar, 2012:147). Normal kategorisasi dibuat dengan berpedoman pada normal kategori (Aswar, 2012:147-148) dengan lima kategori yaitu sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik , dan tidak baik. Tabel 5 Norma Kategorisasi Perhitungan Skor Keterangan Sangat baik µ+1.5DX B a ik µ+0.5DXdµ+1.5D Cukup Baik µ-0.5DXdµ+0.5D Kurang Baik µ-1.5DXdµ-0.5D Tidak Baik X dµ-1.5D

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Keterangan : X maksimum teoritik : Skor tertinggi yang diperoleh subyek penelitian dalam skala X minimum teoritik : Skor terendah yang diperoleh subyek penelitian dalam Α standar deviasi skala. : Luas jarak rentangan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran µ mean teoritik : Rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum. Kategori diatas dijadikan sebagai patokan/norma dalam pengelompokan skor subyek penelitian. Selanjutnya kategori ini dijadikan patokan dalam pengelompokan skor subyek penelitian berdasarkan tingkat kemandirian belajarnya. Kategorisasi tinggi rendah kemandirian belajar siswa secara keseluruhan diperoleh melalui perhitungan sebagai berikut. Jumlah item 34; nilai tertinggi 34x4= 136; nilai terendah 34x1=34, jika luas jarak sebenarnya: 136-34= 102. Satuan deviasi standarnya adalah 102/6= 17 ,dan mean teoritisnya adalah (136+34):2= 85. Penentuan kategorisasi kemandirian belajar secara umum dapat dilihat dalam tabel berikut. Tabel 6 Kategori yang mengungkap kemandirian belajar siswa No Formula kriteria Rentangan Kategori skor 1. >110,5 Sangat Baik µ+1.5DX 2. 9 3 , 5 1 1 0 , 5 B a ik µ+0.5DXdµ+1.5D 3. Cukup Baik µ-0.5DXdµ+0.5D 76,5-93,5 4. Kurang Baik µ-1.5DXdµ-0.5D 59,5-76,5 5. 59,5 Tidak Baik X dµ-1.5D

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Keterangan : X : Rata-rata skor total subyek x : Mean teoritis sd : Standar deviasi Selanjutnya, data setiap subyek penelitian dikelompokan berdasarkan skor total yang mereka peroleh kedalam kategori diatas, sehingga dapat dihitung jumlah presentase siswa dalam kategori kemandirian belajar secara umum. b. Kategorisasi skor item. Kategori skor dari setiap item dalam skala penelitian dilakukan untuk mendapatkan item-item skala yang dijadikan dasar penyusunan topik-topik bimbingan untuk pendampingan di SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta. Kategori skor tiap item skala adalah berdasarkan distribusi normal dengan kategorisasi jenjang yang berpedoman pada Azwar (2012: 108), yaitu sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik , dan tidak baik. Kategorisasi tersebut diterapkan sebagai patokan dalam pengelompokan skor item. Kategorisasi skor item secara keseluruhan diperoleh melalui perhitungan sebagai berikut. Jumlah subyek 36; nilai tertinggi: 36x4=144; nilai terendah 36x1=36, sehingga luas jarak sebenarnya: 144-36=108.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Satuan deviasi standarnya 108/6=18, dan mean teoritisnya adalah (144+36)/2= 90 Pengkategorisasian dapat dilihat dalam tabel. Tabel 7 Kategorisasi skor item kemandirian belajar No 1 2 3 4 5 Formula kriteria µ+1.5α
(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini disajikan hasil dari penelitian dan pembahasan dengan mengikuti sistematika rumusan masalah pada Bab I, yaitu (1) Bagaimana tingkat kemandirian belajar para siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Tahun ajaran 2012/2013, dan (2) Berdasarkan analisis butir-butir instrumen kemandirian belajar yang rendah siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta, topik-topik bimbingan apakah yang diusulkan dalam penyusunan topik-topik bimbingan belajar pada siswa? A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Kemandirian Belajar Berdasarkan data yang terkumpul dan diolah dengan menggunakan kriteria Azwar (2007) dapat diketahui kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 seperti yang disajikan di tabel. No 1 2 3 4 5 Tabel 8 Kategorisasi Kemandirian Belajar Siswa Kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta Formula Kriteria Rerata Frekuensi Persentase skor (%) µ+1.5α110,5 10 28 % µ+0.5α
(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Dari tabel tampak bahwa: 1. Ada 10 siswa (28% ) siswa yang memiliki kemandirian belajar sangat baik. 2. Ada 18 siswa ( 50%) yang memiliki kemandirian belajar baik 3. Ada 6 siswa ( 17% ) yang memiliki kemandirian belajar cukup baik. 4. Ada 2 siswa ( 6% ) yang memiliki kemandirian belajar kurang baik 5. Tidak ada siswa ( 0% ) yang memiliki kemandirian belajar tidak baik Agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pembahasan peneliti menggabungkan kelima kategori menjadi tiga kategori. Kategori sangat baik, baik dan cukup baik. Kategori cukup baik, kurang baik, dan tidak baik dijadikan satu menjadi cukup baik. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan kebanyakan siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 memiliki kemandirian belajar yang baik, akan tetapi masih ada yang kemandirian belajarnya itu cukup baik dan kurang baik. Kategori ini menunjukan bahwa siswa belum memiliki kemandirian belajar yang baik, itu berarti belum sesuai dengan yang diharapkan. Jadi siswa yang berhasil dalam kemandirian belajar ada 28 siswa (78%). 2. Hasil Analisis Butir-butir Instrumen Kemandirian Belajar Data hasil analisis butir-butir istrumen penelitian yang akan digunakan sebagai dasar penyusunan topik bimbingan diperoleh dengan cara mengelompokkan item. Dari pengelompokkan tampak kelompok yang

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 kemandiran belajarnya sangat baik, baik, cukup, rendah, dan sangat rendah. Seperti yang disajikan dalam tabel 9. Tabel 9 Kategorisasi Item yang Mengungkapkan Kemandirian Belajar Siswa No 1 2 3 4 5 Rentangan skor 117 99-117 81-99 63-81 63 Kategori Sangat Baik B a ik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik Jumlah Item 8 17 9 0 0 Berdasarkan tabel 9 tampak bahwa item-item yang mengungkapkan kemandirian belajar yang sangat baik ada 8; item-item yang mengungkap kemandirian belajar baik ada 17, dan item yang mengungkap kemandirian belajar cukup baik ada 9. Dari 34 item yang mengungkapkan kemandirian belajarnya cukup baik peneliti mengambil 9 item terbawah. Kemandirian belajar inilah yang akan dijadikan dasar penyusunan usulan topik-topik bimbingan.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Berikut ini disajikan tabel penyusunan usulan topik-topik bimbingan: Tabel 10 Rumusan Item-item Kemandirian Belajar yang Tergolong Cukup Baik No Aspek Indikator Item-item Skor 1 Perilaku Mengatur pemilihan Saya mencari referensi tugas dengan pergi 87 sumber belajar ke perpustakaan (3) 2 Perilaku Mengatur pemilihan Saya lebih betah duduk di warnet bermain 88 facebook dan game dari pada mencari bahan sumber belajar materi pelajaran(24) 3 Metakognisi Merencanakan kegiatan belajar Saya membuat jembatan keledai/peta pikiran 94 untuk memudahkan belajar (33) 4 Metakognisi Merencanakan kegiatan belajar Saya hanya belajar semau saya sendiri (14) 5 Motivasi 6 Metakognisi Mengevaluasi aktivitas belajar Saya mencontek pekerjaan teman (5) 7 Metakognisi Mengevaluasi aktivitas belajar Saya berbicara dengan teman saat guru 98 menerangkan materi pelajaran (10) 8 Motivasi Kompetensi otonomi Saya membutuhkan waktu yang lama untuk 99 yang dimiliki memahami isi bacaan (6) aktivitas belajar 9 Motivasi Presepsi terhadap Saya malu bertanya pada guru karena takut 99 efisikasi diri salah (13) Presepsi terhadap Belajar sambil bermain HP membuat saya 97 efisikasi diri lebih memahami isi materi pelajaran (2) Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa ada 9 item yang tergolong cukup baik dan akan dijadikan usulan topik-topik bimbingan supaya siswa-siswi di SMP Kanisius Kalasan dapat meningkatkan kemandirian belajarnya. 96 98

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 B. Pembahasan Hasil Penelitian Hasil penelitian kemandirian belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta menunjukkan: 1. Tingkat kemandirian belajar para siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan termasuk dalam kategori baik. Hasil penelitian mengenai kemandirian belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta dikategorikan menjadi tiga yaitu sangat baik, baik, dan cukup baik. Berikut ini disajikan poin-poin ketiga kategori tersebut: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian siswa yang berjumlah 10 siswa (28%) memiliki kemandirian belajar yang sangat baik dan ada 18 siswa (50%) kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta yang berpendapat bahwa kemandirian belajar mereka baik. Kedua poin itu dijadikan satu karena sama-sama menghasilan kesimpulan bahwa kemandirian belajar siswa-siswi baik. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar siswa yang baik, antara lain: a. Motivasi internal maupun eksternal yang dapat mendorong siswa untuk belajar. Motivasi internal adalah dorongan dari dalam diri siswa akan kemandirian belajar misalnya siswa yang sehat jasmani dan rohani pasti akan lebih semangat dalam belajar dibandingkan siswa yang kurag sehat.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Kondisi umum jasmani dan tegangan otot yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Sebaliknya jika kondisi organ tubuh yang lemah, apalagi jika disertai pusing kepala berat misalnya, dapat menurunkan kualitas ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinyapun kurang atau tidak berbekas. Untuk menghilangkan kondisi organ yang lemah perlu mempertahankan tegangan otot jasmani agar tetap bugar, siswa sangat dianjurkan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi. Selain itu, siswa juga dianjurkan memilih pola istirahat dan olah raga ringan yang sedapat mungkin terjadwal secara tetap dan berkesinambungan. Siswa memiliki kemandirian untuk menjagar kondisi badan baik jasmani maupun rohani supaya dapat mendukung proses belajar sehingga kemandirian belajar akan meningkat. Hal ini penting sebab kesalahan pola makan minum dan istirahat akan menimbulkan reaksi yang negatif dan merugikan semangat mental siswa itu sendiri. Misalnya: siswa yang kurang istirahat ataupun kurang makanan yang bergizi maka siswa akan terlihat lemas dan tidak mempunyai semangat untuk belajar sebaliknya siswa yang istirahatnya cukup dan mengatur pola makan maka akan lebih bersemangat dalam belajar dan dapat meningkatkan kemandirian belajar.. Motivasi eksternal mencangkup lingkungan sosial dan non sosial maksudnya adalah lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 kegiatan belajar ialah orang tua dan keluarga siswa itu sendiri. Sifat-sifat orangtua, prakti pengelolaan keluarga, ketegangan keluarga, dan demografi keluarga (letak rumah), semuanya dapat memberi dampak baik maupun buruk terhadap kegiatan belajar dan hasil yang dicapai oleh siswa. Contoh: kebiasaan yang diterapkan orang tua siswa dalam mengelola keluarga yang baik, seperti menciptakan suasanan yang harmonis dalam keluarga, komunikasi yang baik dan saling memahami dan mengerti apa yang diperlukan setiap individu dalam keluarga. Hal ini membuat siswa mau belajar atau mencontoh hal-hal positif yang dilakukan orang tuanya, lingkungan non sosial itu dari gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa. Faktor-faktor ini dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Motivasi itu nampak pada siswa-siswi di SMP Kanisius Kalasan yang sangat terlihat bahwa mereka sangat mendapatkan dukungan baik dari dalam dirinya maupun diluar dirinya. Terlihat jelas bahwa ketika ada tugas dari guru mata pelajaran mereka segera mengerjakanya dan bertanya pada teman ketika ada yang tidak bisa bahkan mereka tidak malu bertanya pada guru tentang kesulitan yang dialaminya. Ketika watuk istirahatpun mereka memanfaatkan waktu itu untuk pergi ke perpustakaan untuk membaca buku baik buku mata pelajaran atau novel yang sudah tersedia diperpustakaan sekolah. Kegiatan positif itulah yang sangat membantu siswa-siswi untuk

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 menjadi mandiri dalam belajar mencari informasi sendiri dalam mendapatkan ilmu tambahan selain dari guru mata pelajaran. b. Memiliki cara belajar yang baik dengan siswa membuat jadwal belajar dan menaati jadwal tersebut, mengikuti pelajaran di kelas dengan baik dengan cara tidak sibuk sendiri dengan teman atau malah tidur di kelas saat guru menerangkan pelajaran di kelas, memiliki kebiasaan bertanya apa yang tidak diketahui karena ini membantu siswa untuk belajar berbicara di depan kelas dan memilih tempat belajar yang aman dan nyaman untuk belajar. Strategi yang digunakan siswa dalam menunjang keefektifan dan efisiensi proses mempelajari materi tertentu. Strategi dalam hal ini berarti seperangkat langkah operasional yang direkayasa sedemikian rupa untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan belajar tertentu. Siswa-siswi yang berhasil dalam meningkatkan kemandirian belajar pastilah tidak lepas dari kedisiplinan. Kedisiplinan dalam belajar tentunya, kedisiplinan itu dimulai dengan membuat jadwal belajar dan mematuhi jadwal belajar yang telah dibuatnya. Ini nampak pada siswasiswi disana ketika berkumpul dalam kelompok kecil tema pembahasan mereka itu mengenai kegiatan yang dilakukan diruman misalnya si A mengajak si C bermain jam sekian tapi si A pada jam sekian itu ada jadwal belajar jadi mereka mencari jadwal waktu kosong untuk bermain. Membuat jadwal untuk dirinya sendiri dapat dilakukan oleh semua siswa, Namun pelaksanaan mungkin belum maksimal atau masih ada jadwal yang belum

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 dilaksanakan. Semua itu butuh proses dan proses dalam melaksanakan jadwal yang telah dibuatnya untuk mendukung proses belajar sehingga dapat meningkatkan kemandirian belajar. c. Penggunaan sarana belajar yang lengkap bagi siswa, dengan adanya sarana belajar siswa menjadi nyaman untuk belajar dan dalam belajar siswa menjadi terpenuhi akan kebutuhan belajaranya misalnya ditunjang dengan buku-buku yang dibutuhkan siswa. Ketersediaan sarana dan prasarana sebagai media dan sumber belajar. Pengelolaan saranan dan prasarana belajar sudah sewajarnya dilakukan oleh sekolah mulai dari pengadaan, pemeliharaan dan perbaikan hingga sampai pengembangan. Hal yang mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran digunakan buku teks, sarana dan media belajar sebagai sumber belajar sesuai dengan tujuan dan kompetensi yang ingin dicapai dalam kurikulum. Peserta didik dapat menggunakan buku teks yang disediakan sekolah baik buku pemerintah maupun buku yang diterbitkan oleh penerbit non pemerintah. Kemampuan sekolah dalam menyediakan dan mengelola sarana dan prasarana secara professional akan berperan positif terhadap proses pembelajaran, karena siswa dapat memanfaatkannya sebagai media dan sumber belajar siswa. Sarana dan prasarana disekolah itu sangat membantu kegiatan siswa-siswi dalam meningkatkan kemandirian belajarnya. Perpustakaan misalnya, perpustakaan menyediakan buku-buku yang dapat menunjang belajar siswa-siswi. Meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan positif

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 saat jeda atau saat jam istirahat dengan pergi ke perpustakaan untuk membaca buku. Kegiatan ini sangat baik bagi siswa untuk menambah pengetahuan juga siswa bisa belajar mandiri dalam mencari informasi lebih lanjut ketika guru kelas memberikan mata pelajaran. Pemanfaatan jam istirahat itu sangat baik yang dilakukan oleh para siswa di SMP Kanisius Kalasan. Mereka sangat antusias ketika bel berbunyi dan segera pergi ketempat yang membuat mereka tertarik walau ada juga yang hanya sekedar mengobrol dengan temanya didepan kelas. Pemanfaatan waktu istirahat itulah yang membuat siswa-siswi itu menjadi lebih tinggi dalam kemandirian belajar. Ketika bel masuk berbunyipun, siswa yang memiliki kemandirian belajar baik akan segera masuk ke kelas untuk mempersiapkan peralatan penunjang kegiatan belajar selanjutnya. Berbeda dengan siswa yang kemandirian belajarnya kurang saat bel berbunyi yang dilakukan adalah menunda untuk masuk kelas dan ketika sudah dikelas tidak langsung mempersiapkan peralatan untuk belajar namun masih sibuk mengobrol dengan teman sebangkunya. d. Adanya sikap belajar yang cenderung relatif, karena sikap siswa dalam belajar sangat mempengaruhi hasil belajarnya. Sikap tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk perhatian dan minat siswa terhadap mata pelajaran. Secara sederhana, minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Perhatian siswa dengan bertanya ketika tidak tahu itulah salah satu bentuk dari sikap relatif. Siswa tidak malu atau takut lagi pada guru ketika mereka tidak tahu tentang pelajaran yang diberikan guru tersebut. Keberanian itulah terlihat pada siswa-siswi ketika proses belajar mereka mengangkat tangganya dan bertanya yang belum mereka paham kalaupun penjelasan dari guru tidak dimengerti mereka tidak langsung diam begitu saja akan tetapi mereka bertanya pada teman yang dianggapnya tahu. Itulah yang membantu ada untuk bisa belajar mandiri. Keberhasilan siswa dalam kemandirian belajar adalah dengan mempunyai faktor-faktor yang mendukung dalam proses belajar sesuai dengan yang dijelaskan diatas. Keberhasilan belajar didukung baik dari faktor internal maupun eksternal yang ada pada siswa selain itu juga memberikan dampak positif bagi individu yang bersangkutan. Dampak positif yang ditimbulkan jika memiliki kemandirian belajar yang baik antara lain: fokus mengikuti pelajaran, aktif dalam kelas, dapat memotivasi dirinya untuk mendapatkan hasil belajar yang baik, mampu mengatur waktu belajar dengan baik, aktif dalam mencari sumber informasi . e. Siswa aktif bertanya mengenai materi pelajaran yang belum dimengerti baik dikelas maupun diluar kelas. Kemandirian belajar dapat dilihat dari keaktifan siswa didalam kelas misalnya siswa bertanya bila kurang mengerti apa yang dijelaskan oleh guru mata pelajaran mengenai materi yang sedang diberikan. Terlihat

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 jelas saat didalam kelas siswa mengakat tangganya dan bertanya kepada guru tentang apa yang belum mereka mengerti. Ketika penjelasan guru tidak bisa dimengerti siswa maka siswa pun bertanya pada teman yang dianggapnya mengerti soal penjelasan dari guru tersebut. Keaktifan siswa itulah yang mendukung dalam proses kemandirian belajar, karena secara tidak langsung siswa harus belajar mandiri sejak dini supaya dapat berkembang secara optimal. Berdasarkan pembahasan mengenai kemandirian belajar siswa yang sangat baik dan yang baik dapat di simpulkan bahwa kemandirian siswa-siswi kelas VIII SMP Kanisius Kalasan termasuk dalam kemandirian yang baik. Siswa memiliki kemandirian yang baik didukung oleh beberapa faktor baik dari dalam diri siswa maupun dari luar diri siswa misalnya dari keluarga, sekolah dan juga lingkungan. Faktor-faktor itu semua sudah ada pada diri siswa sehingga perlu dipertahankan ataupun perlu ditingkatkan supaya kemandirian belajar siswa semakin baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta yang berpendapat bahwa kemandirian belajar mereka cukup baik. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kemandirian belajar yang cukup baik, antara lain: a. Membuat jadwal belajar tetapi tidak melaksanakanya. Faktor keberhasilan siswa dalam kemandirian belajar adalah dengan membuat jadwal belajar. Siswa membuat jadwal belajar setiap

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 hari agar belajarnya dapat terpenuhi dan juga melatih siswa untuk mandiri dan disiplin dalam belajar. Siswa hendaknya membuat jadwal belajar untuk bisa belajar dengan disiplin dan juga mandiri. Membuat jadwal belajar itu juga harus dilaksanakan supaya hasilnya pun akan lebih baik dari pada membuat jadwal belajar , tetapi tidak melaksanakanya. Ini juga yang mempengaruhi kemandirian belajar pada siswa yang baik ataupun yang tidak baik. b. Malu bertanya pada teman maupun pada guru bila mengalami kesulitan belajar. Rasa malu pada teman ataupun pada guru juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Ketika siswa malu bertanya pada guru maupun pada temanya maka siswa cenderung tidak bisa dan akan menghambat perkembangan siswa selain itu siswa juga akan kesulitan dalam mengikuti proses belajar mengajar yang diberikan guru. c. Kurang perhatian dari orang tua. Kurang perhatian dari orang tua juga sangat mempengaruhi kemandirian belajar siswa. Orang tua seharusnya memberikan contok pada siswa dalam belajar misalnya orang tua memberika cotoh mencari sumber-sumber bacaan untuk mendukung tugas sekolah misal mencari lewat dunia maya ataupun mengajak siswa untuk pergi ke toko buku, Orang tua membiasakan diri ketika jam belajar tidak menyalakan televisi atau radio yang dapat menganggu proses belajar

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 siswa dirumah dan orang tua memberikan bantuan bila siswa memang sudah menyerah ketika mengerjakan tugas denga cara memcarikan sumber bacaan akan tetapi siswa itu yang mencari jawabanya sendiri. d. Memanfaatkan waktu istirahat saat berada disekolah untuk bermain dari pada meluangkan waktu keperpustakaan untuk membaca buku. Meluangkan waktu istirahat dengan tidak mengunakan kehal positif juga mempengaruhi kemandirian belajar siswa yang kurang baik. Siswa lebih berminat untuk bermain dari pada pergi ke perpustakaan untuk membaca buku, sehingga ketika ada pembahasan dikelas siswa tidak mencari tau informasi selanjutnya tapi siswa hanya menerima informasi yang diberika guru itu saja. Siswa merasa malas untuk belajar, sering bolos sekolah, tidak pernah mengerjakan tugas/PR, malu bertanya, malas untuk mencari bahan referensi lain dan hasil belajarnya menjadi kurang baik. Itu semua dapat mengakibatkan kemandirian belajar siswa menjadi kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa kemandirian belajar di SMP Kanisius Kalasan ini masuk pada kategori baik, yang artinya sebagian siswa telah memiliki kesiapan yang memadai untuk belajar dan meningkatkan kemandirian belajarnya. 2. Hasil Analisis butir kemandirian belajar tergolong cukup baik. Berdasarkan hasil analisis deskriptif butir-butir item. Diperoleh 9 item yang termasuk dalam kategori cukup baik. Butir-butir item tersebut terdapat

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 pada beberapa aspek yaitu metakognisi, motivasi dan perilaku. Item yang Pertama dan Kedua tentang ” Saya lebih betah duduk di warnet bermain facebook dan game dari pada mencari bahan materi pelajaran” dan ”Saya mencari bahan penunjang tugas pergi ke perpustakaan”.. Penelitian menunjukan bawah siswa cenderung lebih tertarik ketika duduk diwarnet bermain facebook/game daripada mencari bahan penunjang belajar atau mencari bahan materi pelajaran. Ini sangat berdapak buruk bagi anak karena anak akan menjadi tidak aktif dan cenderung pasif ketika nanti mendapatkan mendapatkan tugas dari guru mata pelajaran disekolah dengan mencari sumber materi laen untuk belajar. Minat siswa ketika jam istirahat berbunyi adalah siswa lebih tertarik pergi ke kanti dan mengobrol dengan teman dari pada ke perpustakaan untuk mendapatkan ilmu tambahan itulah yang terjadi pada siswa. Siswa tidak lantas disalahkan juga kenapa tidak tertarik dengan perpustakaan mungkin siswa tidak tertarik karena buku di perpustakaan itu tidak baru masuknya adalah sumber lama jadi kecenderungan siswa tidak tertarik itu sangat besar. Kedua item tersebut masuk dalam indikator mengatur pemilihan sumber belajar dan pada aspek perilaku. Ketiga dan keempat”Saya membuat jembatan keledai/peta pikiran untuk memudahkan belajar” dan ”Saya hanya belajar semau saya sendiri” Berdasarkan penelitian siswa dalam menyerap materi pelajaran tidak melakukan dengan pembuatan peta pikiran karena diangap sulit dilakukan.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Mungkin siswa lebih senang dengan hafalan dari pada harus meringkas atau membuat peta pikiran karena siswa menganggap semua materi yang diberikan guru itu penting semua. Siswa lebih cenderumg belajar semaunya sendiri artinya kemauan sendiri berdasarkan mood siswa saat itu, Ketika moodnya baik maka siswa akan belajar tetapi ketika moodnya jelek siswa tidak belajar. Inilah yang membuat siswa itu belum tercapai kemandirian belajarnya karena belajarnya saja masih sulit dilakukan, sedangkan belajar itu adalah tugas seorang pelajar. Kedua item tersebut terdapat pada indikator merencanakan kegiatan belajar dan aspek metakognisi. Kelima dan keenam memuat item ”Saya mencontek pekerjaan teman” dan ”Saya berbicara dengan teman saat guru menerangkan materi pelajaran” Berdasarkan penelitian siswa cenderung tidak percaya dengan kemampuan dirinya tetapi lebih percaya dengan kemampuan temanya. Ini terlihat jelas ketika siswa mengerjakan tugas ataupun ujian mereka memilih mencontek teman yang dianggapnya bisa dibandingkan dengan jawaban dari dirinya sendiri. Mencontek inilah yang membuat siswa menjadi tidak mandiri karena mengandalkan orang lain yaitu teman, sangat tidak baik untuk perkembangnya ketika mencontek itu menjadi sebuah kebiasan. Menurut data penelitian siswa cenderung lebih asyik berbicara dengan temanya dari pada memperhatikan guru berbicara /menerangkan materi pelajaran dikelas. Bisa saja gaya bahasa yang digunakan guru tidak bisa menarik perhatian siswa sehingga siswa lebih

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 cenderung asyik mengobrol dengan teman sebelahnya. Peran guru sangat penting dalam memusatkan perhatian dikelas supaya siswa tetap fokus dalam memperhatikan pelajaran dikelas mulai dari awal sampai akhir pelajaran. Item tersebut masuk pada indikator mengevaluasi aktivitas belajar dan aspek metakognisi. Ketujuh dan kedelapan“Belajar sambil bermain HP membuat saya lebih memahami isi materi pelajaran” dan”Saya malu bertanya pada guru karena takut salah”Berdasarkan hasil penelitian item ini menunjukan bahwa siswa-siswi itu tidak bisa lepas dari yang namanya HP dalam belajar. Siswa lebih cenderung belajar sambil memengang HP. Penggunaan HP dikalangan pelajar sangat memprihatinkan ketika digunakan secara tidak tepat karena bisa menganggu perkembangan siswa dalam belajar. Itulah yang terjadi pada siswa-siswi saat ini lebih tertarik dengan HP dari pada tentang buku pelajaranya. Siswa malu bertanya pada guru dikelas karna malu sangatlah memprihatinkan karena siswa takut bila apa yang dipertanyakan itu salah. Keberanian siswa sangat minim ketika gurunya itu galak jadi siswa merasa takut untuk bertanya. Kalaupun ini dibiarkan maka siswa pun tidak akan punya keberanian untuk bertanya dan mereka pun akan tidak mengerti dengan apa yang diterangkan oleh guru mata pelajaranya. Kedua item tersebut terdapat pada indikator presepsi terhadap efisikasi diri dan aspek motivasi.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI . 62 Kesembilan ”Saya membutuhkan waktu lama untuk memahami isi bacaan” Berdasarkan hasil penelitian Siswa membutuhkan waktu yang lama untuk memahami bacaan. Waktu yang lama itu sangat relatif tergantung pemahaman dari setiap siswa. Siswa yang satu dengan yang laen akan berbeda cara memahami isi bacaan untuk itu siswa yang masih lambat diberikan caracara memahami isi bacaan dengan cepat supaya tidak tertinggal dengan siswa lainnya. Item tersebut termasuk dalam indikator kompetensi otonomi yang dimiliki aktifitas belajar dan terdapat pada aspek motivasi. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa siswasiswi itu belum mampu meningkatkan kemandirian belajar ini terungkap pada item-item yang masuk pada kategori rendah. Kemandirian belajar tidak hanya siswa saja yang harus berjuang sendirian akan tetapi siswa juga harus didukung oleh gurunya misalkan pengajaran/ memberian materi guru kepada siswa harus bisa membuat siswa itu tertarik sehingan menghindari siswa untuk tidak fokus dan mengobrol sendiri dengan teman disebelahnya. Guru juga harus bisa menggunakan /memanfaatkan media yang disediakan sekolah untuk menarik perhatian siswa untuk bisa atau lebih tertaik dengan belajar sehingga kemandirian belajanya akan tercapai dengan baik. Hal-hal yang dapat dilakukan guru /guru BK untuk mendukung siswa agar kemandirian belajarnya lebih baik adalah sebagai berikut:

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 1) Guru menggunakan metode belajar yang membuat siswa menjadi tertarik untuk belajar dan tidak cepat bosan misalnya belajar tidak hanya di dalam kelas tapi bisa dilakukan di luar ruangan. 2) Mengunakan media yang membuat siswa menjadi tertarik dalam mengikuti pelajaran dikelas. 3) Guru bekerja sama dengan guru pembimbing dalam mengungkap tentang belajarnya siswa itu seperti apa sehingga guru dan guru pembimbing dapat mencari cara agar siswa dapat belajar dengan baik. 4) Guru BK memberikan pendampingan kepada setiap individu supaya guru mengetahui apa kesulitan siswa dalam belajar. 5) Guru memberikan kegiatan yang berkaitan dengan belajar misalnya melakukan penelitian sehinga siswa akan belajar mandiri dalam mencari sumber-sumber dalam menunjang tugasnya itu. C. Usulan Topik-topik Bimbingan Belajar Berdasarkan 9 item terbawah atau tergolong cukup baik penulis mengusulkan topik-topik bimbingan belajar. Item yang termasuk dalam kategori baik perlu ditingkatkan agar lebih baik lagi dan item-item yang kurang baik dijadikan usulan topik-topik bimbingan belajar. Usulan topik-topik bimbingan yang dibuat dapat digunakan atau ditindak lanjut oleh guru BK dalam membantu siswa dalam meningkatkan kemandirian belajar yang rendah. Usulan ini

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 merupakan jawaban dari pertanyaan dalam rumusan masalah yang kedua, yaitu topik-topik bimbingan apakah yang sesuai untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta? Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta memiliki kemandirian belajar yang baiki. Akan tetapi berdasarkan data penelitian tampak bahwa tidak ada subyek penelitian yang memiliki kemandirian belajar tidak baik, ada 10 subyek penelitian (28%) memliki kemandirian belajar yang sangat baik, 18 subyek penelitian ( 50%) yang memiliki kemandirian belajar baik, 6 subyek (17%) yang memiliki kemandirian belajar cukup naik, 2 subyek (6%) yang memiliki kemandirian belajarnya kurang baik dan tidak baik. Alasan inilah peneliti mengungkap item pernyataan mana saja yang termasuk dalam kategori sangat baik, baik, sehingga dapat terlihat dalam aspek kemandirian belajar mana sajakah yang belum baik. Pembahasan item-item tersebut maka dibuat usulan topik-topk bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Tabel 11 Usulan Topik-topik Bimbingan Belajar Bagi Siswa-siswi Kelas VIII SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta N Aspek Indikator Item Topik Tugas Perkembanga Kompetensi Dasar Indikator Metode o 1 Perilaku Mengatur Saya mencari Ketrampilan Mengembangkan Peserta didik pemilihan bahan belajar pengetahuan dan mampu sumber belajar penunjang keterampilan sesuai mengembangkan tugas dengan dengan kebutuhanya ketrampilan belajar pergi ke untuk mengikuti dan sesuai dengan perpustakaan melanjutkan kebutuhan untuk pelajaran melanjutkan Peserta didik mampu  Penjelasan a. Menjelaskan ketrampilan belajar b. Mengetahui pentingnya ketrampilan pelajaran belajar c. Menyebutkan contoh mengembangkan ketrampilan belajar  Tanya jawab Ragam Sumber Bimbinga Pustaka Bimbingan http://Faan Belajar uzululhuda. Blogspot.co  Diskusi m/2013/05/  Pemberian ketrampilan tugas belajar.html ?m:1

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 N Aspek Indikator Item Topik o Tugas Kompetensi Dasar Indikator Metode Perkembangan Saya lebih betah Penggunaan Mengembangkan Peserta didik duduk di warnet media IT penggunaan media IT mampu bermain dalam yang berkaitan mengembangkan facebook dan mencari dengan informasi penggunaan media game dari pada sunber materi pelajaran IT yang berkaitan mencari bahan belajar dengan informasi materi Peserta didik mampu  Penjelasan a. Menjelaskan penggunaan media IT b. Mengetahuin pentingnya materi pelajaran  Tanya Ragam Sumber Bimbingan Pustaka Bimbingan http://Fuad Belajar mje .Wordpress. jawab  Diskusi com/2011/1  Pemberian 2/24/teknol ogi- tugas informasi- penggunaan pelajaran sebangai- media IT dalam sumber- mencari sumber belajar. belajar c. Menyebutkan contoh-contoh penggunaan media IT dalam mencari sumber belajar 2 Metakognisi Merencanakan Saya membuat Membuat Mengembangkan Peserta didik kegiatan belajar jembatan Peta Pikiran kemampuan mampu keledai/peta tentang membuat peta mengembangkan Peserta didik mampu  Penjelasan a. Mendefinisikan mind map sesuai  Tanya jawab Bimbingan Buzan, Belajar T.2006. Buku Pintar Mind

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 pikiran untuk materi memudahkan pelajaran belajar pikiran kemampuan dengan  Diskusi Map(Dialih membuat peta pemahaman  Pemberian bahasakan pikiran sebangai pribadi penunjang dalam b. belajar c. tugas oleh Susi Menyebutkan Purwoko fungsi mind map dari”The dalam kehidupan Ultimate sehari-hari Booki of Mengetahui cara M in d membuat mind Maps”). map Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Merencanakan Saya hanya Manajemen Mengembangkan Peserta didik kegiatan belajar belajar semau diri dalam kemampuan mampu saya sendiri belajar memanajemen diri kemampuan dalam belajar memanajemen diri dalam belajar Peserta didik mampu  Penjelasa a. Menjelaskan arti manajemen diri dalam belajar b. Mengetahui kemampuan manajemen diri dalam belajar c. Menyebutkan cara-cara manajemen diri dalam belajar  Tanya jawab Bimbingan Agus, Belajar P ro w o t o , S.H.,M.A.  Diskusi Mo d u l  Pemberian Manajemen tugas Diri Diklat Accout Representati ve. Pusdiklat Pajak. Jakarta.2010

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 N Aspek Indikator Item Topik o Tugas Kompetensi Dasar Indikator Metode Perkembangan Ragam Sumber Bimbingan Pustaka Mengevaluasi 1. 1.Saya Kebiasaan Mengembangkan Peserta didik Peserta didik  Penjelasa Bimbingan Gie, Liang, aktivitas belajar belajar kebiasaan belajar mampu mampu:  Tanya Belajar 1994. Cara yang baik mengembangkan mencontek pekerjan teman 2. Saya kebiasaan belajar berbicara yang baik dengan teman a. Menjelaskan arti dari kebiasaan belajar b. Mengetahui saat guru jawab Belajar yang  Diskusi Efisien.  Pemberian Yogyakarta:L tugas iberty. pentingnya menerangkan kebiasaan belajar materi yang baik pelajaran c. Menyebutkan cara meningkatkan kebiasaan belajar yang baik 3 Motivasi Presepsi 1. Belajar Menilai Mengembangkan Peserta didik terhadap efikasi sambil aktivitas \kemampuan dalam mampu diri bermain HP belajar menilai aktivitas mengembangkan belajar yang positif nilai aktivitas membuat saya lebih belajar yang positif Peserta didik mampu  Penjelasa a. Menjelaskan menilai aktivitas belajar yang positif  Tanya jawab Bimbingan Smith, Ian. Belajar 2007. Strategi  Diskusi Penilaian  Pemberian Untuk

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 memahami 2. b. Mengetahui tugas Belajar. isi materi pentingnya Jakarta: pelajaran menilai aktivitas Esensi. Saya malu belajar yang bertanya positif pada guru c. Menyebutkan karena cara menilai takut salah aktivitas belajar yang positif Kompetensi Saya Mengukur Mengembangkan Peserta mampu otonomi yang membutuhkan kemampuan kemampuan belajar mengukur dimiliki aktivitas waktu yang belajar belajar lama untuk memahami isi bacaan kemampuan belajar Peserta didik mampu  Penjelasa a. Menjelaskan arti kemampuan mengukur b. Mengetahui pentingnya mengukur kemampuan belajar c. Menyebutkan cara mengukur kemampuan belajar  Tanya jawab Bimbingan Smith, Ian. Belajar 2007. Strategi  Diskusi Penilaian  Pemberian Untuk tugas Belajar. Jakarta: Esensi.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP Pada bab ini disajikan kesimpulan dan saran-saran. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa beberapa siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 memiliki kemandirian belajar baik. Terdapat 9 butir item kemandirian belajar siswa –siswi kelas VIII SMP Kanisius Kalasan yang masih rendah/tergolong cukup baik. Hasil analisis skor butir pengukuran kemandirian belajar yang masih rendah, diusulkan topik-topik bimbingan belajar yang relevan dengan kebutuhan siswa-siswi. B. Saran-saran 1. Bagi Guru Pembimbing (Guru BK) Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa-siswi memiliki kemandirian yang baik, akan tetapi ada sebagian lagi kemandirian belajarnya cukup baik. Oleh sebab itu, mengingat pentingnya pelayanan bimbingan belajar di sekolah, kiranya guru pembimbing (guru BK) perlu meningkatkan pelayanan bimbingan belajar secara rutin dan terjadwal agar kemandirian belajar siswa siswi dapat ditingkatkan. Khususnya untuk siswa-siswi yang belum/ kurang memiliki kemandirian belajar, perlu dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kemandirian belajarnya, seperti mengadakan layanan bimbingan belajar, bimbingan kelompok, konseling, atau jika perlu dapat dilakukan konseling individual. 71

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 72 Bagi peneliti lain Bagi peneliti lain yang ingin melanjutkan penelitian ini disarankan untuk mempertimbangkan kembali Item-item kuesioner yang akan digunakan untuk penelitian. Memperhatikan aspek-aspek dalam kemandirian belajar sekaligus menentukan indikator dan item-item yang sesuai dengan siswa-siswi SMP. Latar belakang masalah juga perlu dipertimbangkan.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Ahmadi, Abu, & Supriyono, Widodo. 1991. Psikologi Belajar. Jakarta: Rieneka cipta Aswar. S. 2012. Rebiabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Barus, Gendon. & M. M. Sri Hastuti. 2011. Kumpulan Modul Pengembangan Diri: Sarana Implementasi Layanan Bimbingan & Konseling di Sekolah Dasar. Universitas Sanata Dharma. Basrih, H.2000. Remaja Berkualitas: Problematika Remaja dan Solusinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Daradjat, Zakiah. 1975. Pembinaan Remaja. Jakarta:Bulan Bintang Drost, J. 1993. Menjadi Pribadi Dewasa dan Mandiri. Yogyakarta : Kanisius Drost, J. 2002. Peran Sekolah dalam Membentuk Kemandirian. Jakarta: Kompas Cyber Media Furchan, Arief. 1982. Penelitian dalam Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Furchan, Arief. 2005. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Gea, Antonius Atosokhi dkk. 2002. Relasi dengan Diri Sendiri. Jakarta: Elex Media Komputindo Hurlock, Elizabeth. 2012. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga Knowless, M. S. 1975. Self Directed Learning, A Guide for Learners and Teachers. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. Masidjo, Ign. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius Mujiman, H. 2009. Manajemen Pelatihan Berbasis Balajar Mandiri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Muntoli’ah. 2002. Konsep Diri Positif Penunjang Prestasi PAI. Semarang: Gunung Jati Offset. 73

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Mu’tadin, Zainun. 2002. Kemandirian Sebagai Kebutuhan Psikologi pada Remaja. www.epsikilogi.com. Panuju, Panut & Ida Umami. 2005. Psikologi Remaja. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogyakarta Prayitno, H. & Erman Amti. 1999. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta. Ropp, M. 1998. A New Approach to Supporting Reflective Self Regulated Learning Lomputer Learning. Http//coe.uh.edu/insite/elec-pub/HTML.1998 re.roop.htm Santrock, John W. 2003. Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga Slamento. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta Sugilar. 2000. Kesiapan Belajar Mandiri Peserta Pendidikan Jarak Jauh. Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, Volume 1.(12). Sukardi. 2012. Metode Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara. Tahar, Irzan & Enceng. 2006. Hubungan Kemandirian Belajar dan Hasil Belajar pada Pendidikan Jarak Jauh. Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, Volume 7 (2) 91-101 Winkel, W. S. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta. Media Abadi Winkel, W. S. & M. M. Sri Hastuti. 2004. Bimbingan dan Konseling di Istitusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi Winkel, W.S & M.M. Sri Hastuti. 2007. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 75

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1 KUESIONER KEMANDIRIAN BELAJAR Adik-adik yang terkasih, berikut ini disajikan berbagai pernyataan, bacalah dulu masing-masing pernyataan dengan teliti, kemudian tentukan pernyataan-pernyataan yang sesuai dengan kondisi saat ini? Berika tanda (V) pada kolom yang telah disediakan SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai Kelas : Nomer Absen : Jenis Kelamin : L/P No 1. Pernyataan Saya tertarik membaca majalah orang dewasa dari pada majalah mengenai dunia pendidikan 2. Belajar sambil bermain HP membuat saya lebih memahami isi materi pelajaran 3. Saya mencari referensi tugas dengan pergi ke perpustakaan 4. Saya membeli LKS yang isinya latihan soal-soal pelajaran 5. Saya mencontek pekerjaan teman 6. Saya malas mengikuti tes mengenai minat bakat 7. Kepercayaan diri merupakan kunci kesuksesan 8. Saya membuat jadwal untuk belajar dirumah 9. Saya belajar tidak sesuai dengan jadwal 10. Saya berbicara dengan teman saat guru menerangkan SS S TS STS

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI materi pelajaran 11. Saya belajar bila disuruh orang tua 12. Saya bertanya pada teman ketika sedang ujian 13. Saya malu bertanya pada guru karena takut salah 14. Saya hanya belajar semau saya sendiri 15. Bila saya rajin belajar maka nilai akan baik juga 16. Setelah mengerjakan contoh soal dalam buku pelajaran saya menjadi lebih paham dengan soal-soal yang diajarkan guru 17. Mengerjakan tugas sekolah tepat waktu membuat saya menjadi pribadi yang disiplin 18. Saya membiasakan diri membaca agar menambah pengetahuan 19. Saya memilih mencontek PR teman dari pada mendapat nilai jelek 20. Saya membaca materi pelajaran sebelum mengerjakan soal latihannya 21. Saya membaca buku kemudian menulis hal-hal yang penting 22. Saya giat belajar supaya semakin mengenal bakat yang saya miliki 23. Saya belajar diruang keluarga sambil menonton TV 24. Saya lebih betah duduk di warnet bermain facebook dan game dari pada mencari bahan pelajaran 25. Suasana hening membantu saya berkonsentrasi ketika belajar 26. Saya memiliki bakat yang harus saya kembangkan 27. Saya mendapat banyak informasi setelah membaca buku 28. Saya berani ketika harus berbicara yang kaitanya dengan pelajaran didepan kelas

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29. Belajar membuat saya bosan 30. Cita-cita akan tercapai bila saya tekun belajar 31. Saya menentukan waktu untuk belajar kelompok 32. Saya merasa tidak nyaman bila membaca buku pelajaran 33. Saya membuat jembatan keledai / peta pikiran untuk memudahkan belajar 34. Saya belajar ketika hanya ada jadwal ujian

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TABULASI SKOR HASIL UJI COBA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 1 4 4 3 3 3 4 1 4 2 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 2 3 4 3 3 3 3 4 2 3 2 3 4 4 2 3 4 2 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 1 1 3 3 2 2 4 2 3 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 3 2 4 2 3 2 3 2 1 2 3 1 3 3 2 4 2 2 2 2 3 3 2 3 3 2 2 2 3 1 2 4 2 2 1 3 1 3 2 4 2 4 1 3 2 2 2 2 2 1 5 3 3 3 2 2 2 2 1 2 3 3 3 1 1 3 3 1 1 1 1 1 4 2 3 2 4 1 1 1 2 2 1 2 2 6 4 4 3 2 3 4 1 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 2 4 3 3 4 7 3 3 4 3 3 4 2 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 8 3 4 4 2 3 3 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 4 4 3 3 3 2 4 2 3 3 4 3 3 4 3 2 9 10 4 3 4 4 3 4 3 2 3 2 3 3 3 1 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 1 2 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 11 3 3 4 2 3 3 1 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 4 2 3 2 3 3 3 3 4 4 2 2 12 3 3 2 2 4 2 4 4 2 2 2 2 3 2 1 4 2 3 2 2 2 1 2 4 3 3 4 3 2 3 3 2 3 2 13 3 3 4 3 3 2 4 3 2 3 3 3 3 4 4 3 2 4 4 3 3 4 4 4 2 2 3 3 4 3 4 4 3 2 14 2 3 4 2 2 2 2 3 2 3 3 2 3 2 1 3 4 4 4 3 3 3 1 4 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 15 2 2 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 2 3 1 3 2 3 3 2 3 3 2 4 3 4 2 2 2 2 3 3 2 16 2 3 4 3 3 3 4 3 3 2 2 2 3 1 2 3 2 3 4 3 1 4 4 4 1 2 2 3 4 3 4 3 3 2 17 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 3 2 1 2 3 3 2 2 2 1 2 2 2 18 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 4 2 3 2 2 3 3 2 4 2 2 2 3 3 2 4 3 2 2 19 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3 4 2 3 20 2 4 2 3 3 4 4 4 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 2 4 2 4 2 4 2 3 4 3 3 21 4 3 4 3 4 2 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 2 4 4 3 3 4 3 4 4 4 22 4 3 4 3 4 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 2 4 4 2 3 3 4 4 2 4 2 2 4 3 3 3 3 2 23 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 4 3 3 2 4 3 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 4 3 4 3 2 2 24 2 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 4 3 4 2 4 2 4 3 3 3 3 2 4 3 1 2 3 4 2 4 4 2 2 25 3 2 2 2 2 3 4 3 2 3 3 2 3 4 2 3 3 4 4 3 2 2 2 2 3 2 2 3 4 3 3 2 3 2 26 3 4 4 3 3 3 4 4 2 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 2 2 4 3 4 3 4 4 4 3 2 4 27 3 2 4 3 3 2 1 4 3 2 2 3 2 2 2 3 4 3 3 3 4 3 1 4 2 3 4 3 3 3 4 2 3 4 28 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 1 4 3 3 4 4 4 4 4

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 3 2 2 3 2 3 2 4 3 2 2 2 3 4 2 3 3 4 2 2 3 1 2 3 3 2 2 3 3 2 1 4 2 3 30 3 3 2 2 3 3 1 4 3 2 2 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 2 2 2 4 3 3 2 4 3 3 2 31 2 3 3 3 3 3 1 4 2 3 3 2 3 3 2 3 3 4 2 2 2 4 4 4 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 32 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 3 3 3 4 2 3 3 3 2 4 4 3 3 2 2 3 3 3 4 3 3 2 33 4 3 3 3 3 3 1 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 1 3 2 4 4 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 34 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 35 3 4 3 3 4 4 1 4 3 3 3 4 3 2 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 2 3 4 4 3 3 3 3 36 4 3 1 2 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 3 2 4 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 4 3 2 4 2 2 37 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 2 2 4 3 4 3 4 4 3 4 38 2 3 4 3 4 4 3 4 2 3 4 4 3 3 2 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 39 4 3 2 3 3 3 4 4 2 3 3 2 3 4 2 3 4 4 4 3 2 4 4 2 4 1 3 3 4 3 4 4 4 3 40 2 3 2 2 3 3 1 4 2 3 2 2 3 1 2 4 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 4 3 3 3 2 3 41 2 4 4 2 4 3 1 4 2 3 3 2 3 4 4 2 3 3 3 3 2 4 4 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 42 4 4 4 3 4 3 3 2 3 3 3 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 43 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 44 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 2 4 4 3 4 4 3 4 4 3 2 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 45 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 2 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 46 3 3 2 2 3 4 1 4 2 3 4 4 3 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 47 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 48 2 3 3 3 3 2 1 4 4 2 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 49 4 3 2 3 2 2 1 4 2 3 4 4 3 3 4 4 2 3 3 4 1 4 2 3 2 2 2 4 4 4 4 3 2 2 50 Jumlah 3 147 3 157 3 157 3 134 3 153 3 153 1 129 4 181 2 134 3 140 3 150 2 151 3 147 4 147 3 149 3 171 2 148 4 171 1 162 4 152 2 146 4 170 3 153 3 159 3 138 3 140 1 142 3 148 3 168 3 150 4 164 4 162 2 141 4 140

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 DATA HASIL UJI COBA PENELITIAN SMP KANISIUS KALASAN YOGYAKARTA Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 34 100.0 0 .0 34 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .839 N of Items 50 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR00001 148.3529 134.599 .547 .830 VAR00002 148.2353 137.640 .468 .833 VAR00003 149.3824 148.001 -.209 .848 VAR00004 149.3235 140.589 .167 .839 VAR00005 149.5588 146.921 -.143 .848 VAR00006 148.2941 136.335 .459 .832 VAR00007 148.0294 136.817 .566 .831 VAR00008 148.3824 139.274 .297 .836 VAR00009 148.3529 139.690 .314 .836 VAR00010 148.5588 136.921 .455 .832 VAR00011 148.7353 137.170 .419 .833 VAR00012 149.0000 143.939 -.006 .844 VAR00013 148.4118 137.280 .403 .833 VAR00014 148.8824 137.258 .356 .834 VAR00015 148.8529 151.341 -.398 .851 VAR00016 148.7941 136.047 .360 .834 VAR00017 149.5882 146.856 -.195 .844 VAR00018 148.8824 138.107 .409 .834 VAR00019 148.3529 140.902 .254 .837 VAR00020 148.4706 141.772 .119 .840 VAR00021 148.0882 142.083 .143 .839 VAR00022 148.4706 136.135 .464 .832 VAR00023 148.9118 139.537 .281 .836 VAR00024 148.6176 134.910 .462 .831 VAR00025 148.8824 142.289 .102 .840 VAR00026 148.2059 141.441 .158 .839 VAR00027 148.7353 139.958 .190 .839 VAR00028 148.0588 140.360 .239 .837 VAR00029 149.0294 142.696 .066 .841 VAR00030 148.7059 134.396 .536 .830 VAR00031 148.7059 135.062 .529 .830

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI VAR00032 148.6176 136.546 .520 .831 VAR00033 148.5000 139.409 .257 .837 VAR00034 147.8235 141.847 .246 .837 VAR00035 148.3235 135.619 .478 .831 VAR00036 148.8235 137.119 .397 .833 VAR00037 148.0882 138.325 .371 .834 VAR00038 148.1176 137.198 .446 .833 VAR00039 148.4118 139.462 .223 .838 VAR00040 149.0000 133.758 .596 .829 VAR00041 148.6471 137.144 .374 .834 VAR00042 148.0294 143.060 .076 .840 VAR00043 147.7941 139.138 .542 .833 VAR00044 148.1471 138.735 .377 .834 VAR00045 148.0882 146.871 -.193 .844 VAR00046 148.5588 134.678 .562 .830 VAR00047 147.9706 142.029 .194 .838 VAR00048 148.6765 138.165 .378 .834 VAR00049 148.6765 132.953 .479 .830 VAR00050 148.6765 135.862 .393 .833 Scale Statistics Mean 1.5159E2 Variance 144.553 Std. Deviation 12.02300 N of Items 50

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ITEM SUBJEK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 108 2 2 4 3 3 1 2 2 3 3 4 4 2 2 3 1 3 3 3 3 1 4 3 2 3 4 2 2 3 3 3 1 2 2 4 3 4 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 2 1 4 1 3 2 3 4 3 2 2 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3 1 1 3 3 2 2 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 2 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 1 4 4 3 2 3 97 87 111 5 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 1 4 2 3 2 3 4 2 3 3 4 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 4 3 4 2 2 6 3 1 3 3 3 3 3 2 2 2 3 4 1 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 4 2 4 3 3 3 3 1 2 4 3 3 7 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 1 4 4 4 3 4 8 3 3 3 3 4 2 3 3 4 2 2 4 2 2 2 3 3 4 2 4 4 3 3 3 4 2 2 4 3 4 1 3 4 4 3 2 9 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 2 4 3 2 3 3 4 2 1 3 3 3 1 4 3 3 3 3 98 99 128 107 104 10 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 4 4 3 1 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 1 1 3 3 3 1 4 2 4 2 2 11 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 4 1 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 2 1 2 3 3 3 3 4 4 4 2 2 98 102 12 1 4 2 3 4 3 3 3 3 2 2 4 1 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 4 3 3 104 13 3 2 3 3 4 1 2 2 1 3 2 4 2 4 1 3 3 1 3 4 4 2 4 3 2 3 4 3 3 3 1 4 2 4 3 3 14 4 3 2 3 4 2 2 3 3 3 3 4 2 2 1 3 3 3 3 1 3 1 3 3 2 2 2 3 3 3 1 4 3 4 3 2 15 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 16 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 1 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 17 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 2 4 3 4 3 3 3 4 3 2 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 18 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 4 1 3 2 3 4 4 3 1 4 4 4 3 2 2 3 3 4 3 3 4 3 4 3 2 99 96 133 119 120 110

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ITEM 19 3 3 2 3 4 3 3 2 3 3 4 3 2 3 2 3 4 1 3 4 4 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 4 3 3 2 2 20 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 1 4 3 4 3 3 2 3 3 3 3 1 3 3 4 3 3 21 3 4 2 2 4 3 3 3 4 2 3 4 2 4 2 3 4 4 2 2 4 2 4 3 2 2 3 3 3 3 1 1 4 4 2 2 22 3 2 3 3 4 3 3 4 4 4 1 4 2 3 1 3 3 4 2 4 4 3 3 3 2 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 2 23 4 3 4 3 4 2 3 2 4 3 1 4 1 3 1 3 3 4 2 3 4 4 2 3 1 3 2 3 3 3 1 4 4 4 3 3 103 114 103 109 104 24 3 4 2 1 3 2 3 3 4 2 1 4 1 3 1 3 3 4 3 1 2 2 3 3 1 2 2 3 2 3 1 4 2 4 2 1 88 25 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 2 4 3 1 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 26 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 2 4 2 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 2 127 128 27 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 2 4 2 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 1 4 4 4 3 3 28 2 4 3 4 3 3 3 3 3 1 2 4 2 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 2 1 4 4 3 4 3 1 3 3 4 2 3 29 4 4 2 3 3 2 3 3 4 3 1 4 3 4 3 4 3 4 2 3 4 3 3 3 1 3 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 30 4 2 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 3 31 3 2 2 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 4 2 3 2 1 4 3 2 4 2 3 4 3 1 2 3 1 2 2 32 4 3 3 3 1 3 3 3 4 3 2 1 3 3 3 3 4 4 3 2 4 2 3 2 3 3 3 3 4 3 2 4 3 4 3 3 127 106 110 130 101 107 33 2 3 3 3 3 3 3 2 4 2 1 3 3 2 2 3 4 4 2 3 4 3 3 3 2 2 2 3 3 3 1 1 2 2 3 2 34 3 4 3 3 3 1 3 3 4 4 4 4 1 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 1 2 1 3 4 3 3 4 3 3 3 3 94 110 TOTAL 104 110 95 104 115 96 100 103 118 104 85 126 75 109 84 106 122 118 92 99 119 94 110 98 88 91 96 111 109 108 65 115 107 123 92 90

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4

(105)

Dokumen baru