Perbedaan kemampuan mengingat dan memahami atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem - USD Repository

Gratis

0
0
206
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI ATAS PENGGUNAAN MEDIA TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEM SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Ika Lusiana Ratnasari NIM: 101134134 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI ATAS PENGGUNAAN MEDIA TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEM SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Ika Lusiana Ratnasari NIM: 101134134 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini mungkin terlalu sederhana.... Namun, biarkanlah ini kupersembahkan bagi yang aku sayangi dan yang menyayangiku....  Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberikan rahmat dan hidayahNya dalam menjalani kehidupan ini.  Ibuku Sumiyati, Bapakku Sukimin, dan Adikku Musliana Ratnasari, yang selalu mendoakan, mendukung, serta melimpahkan kasih sayangnya kepadaku.  Sahabat terbaik yang selama ini setia, Nanda Juanda, yang selalu memberikan semangat untukku dan selalu membuatku tersenyum menjalani hari-hariku.  Teman-teman Kelas C PGSD 2010 yang berjuang bersama selama kuliah. Terima kasih telah memberikan doa, semangat, perhatian, bantuan, serta kasih sayang yang tiada hentinya mengalir sehingga aku mendapatkan secerah harapan yang selama ini bersemayam dalam mimpi dan angan-anganku. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi menjadi kenyataan” -Soichiro Honda”Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan, dan saya percaya pada diri saya sendiri” -Muhammad Ali- “Yakinlah pada dirimu bahwa kamu bisa, maka kamu akan mendapatkan apa yang kamu yakini” -N- v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI ATAS PENGGUNAAN MEDIA TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEM Ika Lusiana Ratnasari Universitas Sanata Dharma 2014 Kata kunci: media timeline, kemampuan mengingat, kemampuan memahami, mata pelajaran IPS. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemanfaatan media pembelajaran dalam menyampaikan materi pelajaran IPS kepada siswa di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan 1) kemampuan mengingat dan 2) kemampuan memahami atas penggunaan media timeline kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun pelajaran 2013/2014, mata pelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental design tipe non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem yang berjumlah 64 siswa. Sampel yang digunakan adalah 32 siswa kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan 32 siswa kelas VB sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa soal esai yang valid dengan taraf signifikansi < 0,05 dan reliabel dengan taraf signifikansi 0,625 termasuk kategori cukup. Data dianalisis dengan menggunakan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada perbedaan kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline yang ditunjukkan dengan nilai sig. (2tailed) < 0,05, yaitu 0,000 sehingga Hi gagal ditolak maka Hnull ditolak, artinya ada perbedaan kemampuan mengingat secara signifikan atas penggunaan media timeline, 2) ada perbedaan kemampuan memahami atas penggunaan media timeline yang ditunjukkan dengan nilai sig. (2-tailed) < 0,05, yaitu 0,000 sehingga Hi gagal ditolak maka Hnull ditolak, artinya ada perbedaan kemampuan memahami atas penggunaan media timeline. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT REMEMBERING AND UNDERSTANDING ABILITY DIFFERENCES IN USING TIMELINE IN 5TH GRADE SOCIAL SCIENCE SUBJECT OF SD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEM Ika Lusiana Ratnasari Sanata Dharma University 2014 Keywords: timeline media, remembering ability, understanding ability, social science subjects. This research was triggered by the lack of media utilization in delivering social science subject materials for elementary school students. This research aims to figure out the differences in 1) remembering abilities and 2) understanding abilities in using timeline media in 5th grade of SD Negeri Percobaan 3 Pakem, academic year 2013/2014 in the Social Science subject with the topic called strunggles for maintaining the independence of Indonesia. The quasi experimental research used a non-equivalent control group design. The population consisted of 64 5th grade students of SD Negeri Percobaan 3 Pakem. The samples were 32 students of class VA as the experimental group and 32 students of VB as the control group. The instrument comprised valid essays with the level of significance of < 0,05 and the reliability with the level of significance of 0,625 which was categorized as sufficient. The data was analyzed using an independent samples t-test. The results showed that 1) there was a difference in remembering abilities in using timeline, as shown with the value sig. (2-tailed) < 0,05 namely 0,000 so that Hi failed to rejected and Hnull was rejected, meaning that there was a significant difference in the remembering abilities in using timeline media, 2) there was a difference in understanding abilities in using timeline, as shown with the value sig. (2-tailed) < 0,05 namely 0,000 so that Hi failed to rejected and Hnull was rejected, meaning that there was a significance difference in the understanding abilities in using timeline media. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah Yang Maha Esa atas karunia dan rahmat yang telah diberikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Perbedaan Kemampuan Mengingat Dan Memahami Atas Penggunaan Media Timeline Pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem” yang ditulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penulis menyadari bahwa penulisan ini tidak akan berjalan dengan baik dan lancar tanpa adanya bimbingan, dukungan, dan kerjasama yang baik dari berbagai pihak, maka dari itu dengan sepenuh hati penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 3. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 4. Rusmawan, S.Pd., M.Pd., selaku dosen Pembimbing I, yang memberikan bimbingan dan bantuan sehingga karya ilmiah ini dapat selesai. 5. Elisabeth Desiana Mayasari, S.Psi., M.A., selaku dosen Pembimbing II, yang memberikan bimbingan, motivasi, serta membantu dengan sabar sehingga karya ilmiah ini dapat selesai. 6. Galih Kusumo, S.Pd., M.Pd., selaku dosen penguji III yang telah memberikan saran yang membangun untuk menyelesaikan karya ilmiah ini. 7. Ibu Dra. Hj. Sudaryatun, M.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Negeri Percobaan 3 Pakem yang telah memberikan izin dalam pelaksanaan penelitian di SD Negeri Percobaan 3 Pakem. 8. Ahmad Ritaudin, S.Pd., selaku guru mitra di SD penelitian yang selama ini sudah banyak membantu sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan lancar. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN HALAMAN JUDUL............................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ iv MOTTO ...................................................................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................ vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................................................. vii ABSTRAK ........................................................................................................... viii ABSTRACT ............................................................................................................. ix KATA PENGANTAR .............................................................................................x DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................... xvii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xix DAFTAR LAMPIRAN ..........................................................................................xx BAB 1 PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah............................................................................. 1 1.2 Pembatasan Masalah .................................................................................. 5 1.3 Rumusan Masalah ...................................................................................... 6 1.4 Tujuan Penelitian ....................................................................................... 6 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.5 Manfaat Penelitian ..................................................................................... 7 BAB 2 LANDASAN TEORI .................................................................................. 9 2.1 Kajian Pustaka ........................................................................................... 9 2.1.1 Kemampuan Berpikir ....................................................................... 9 2.1.2 Taksonomi Kognitif Benjamin Samuel Bloom ............................. 10 2.2 Media Pembelajaran Timeline.................................................................. 13 2.2.1 Media Pembelajaran....................................................................... 13 2.2.2. Media Pembelajaran Timeline....................................................... 15 2.3 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ................................................................ 17 2.3.1 Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial .............................................. 17 2.3.2 Tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial ................................................... 18 2.3.3 Materi Ajar IPS Kelas V ................................................................ 18 2.4 Penelitian Terdahulu yang Relevan ......................................................... 19 2.4.1 Penelitian Tentang Media Pembelajaran Timeline ........................ 19 2.4.2 Penelitian Tentang Kemampuan Kognitif ..................................... 21 2.5 Kerangka Berpikir .................................................................................... 23 2.6 Hipotesis Penelitian ................................................................................. 24 BAB 3 METODE PENELITIAN.......................................................................... 25 3.1 Jenis Penelitian......................................................................................... 25 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian .................................................................. 27 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ............................................................... 28 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.3.1 Populasi .......................................................................................... 28 3.3.2 Sampel............................................................................................ 29 3.4 Variabel Penelitian ................................................................................... 29 3.4.1 Variabel independen (bebas).......................................................... 29 3.4.2 Variabel dependen (terikat)............................................................ 30 3.5 Definisi Operasional Variabel .................................................................. 30 3.5.1 Penggunaan Media Timeline .......................................................... 30 3.5.2 Kemampuan Mengingat ................................................................. 31 3.5.3 Kemampuan memahami ................................................................ 31 3.6 Teknik Pengumpulan Data ....................................................................... 31 3.6.1 Tes .................................................................................................. 31 3.6.2 Observasi........................................................................................ 33 3.7 Instrumen Penelitian ................................................................................ 33 3.7.1 Tes .................................................................................................. 34 3.7.2 Observasi........................................................................................ 35 3.8 Uji Validitas dan Reliabilitas ................................................................... 36 3.8.1 Validitas ......................................................................................... 36 3.8.2 Reliabilitas ..................................................................................... 39 3.9 Teknik Analisis Data ................................................................................ 40 3.9.1 Analisis Deskriptif ......................................................................... 40 3.9.2 Uji Prasyarat................................................................................... 40 3.9.3 Uji Hipotesis .................................................................................. 42 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................. 45 4.1 Deskripsi Data Penelitian ......................................................................... 45 4.1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian ........................................................... 45 4.1.2 Deskripsi Pelaksanaan Pretest ....................................................... 46 4.1.3 Deskripsi Pelaksanaan Posttest ...................................................... 48 4.2 Deskripsi Analisis Data Penelitian ........................................................... 49 4.2.1 Deskripsi Analisis Data Penelitian Pretest .................................... 49 4.2.2 Deskripsi Analisis Data Penelitian Posttest ................................... 51 4.3 Uji Prasyarat Analisis .............................................................................. 52 4.3.1 Uji Normalitas Data ....................................................................... 52 4.3.2 Uji Homogenitas ............................................................................ 54 4.4 Uji Hipotesis ............................................................................................ 56 4.4.1 Perbedaan Kemampuan Mengingat atas Penggunaan Media Timeline................................................................................................... 57 4.4.2 Perbedaan Kemampuan Memahami atas Penggunaan Media Timeline................................................................................................... 60 4.5 Pembahasan Hasil Penelitian ................................................................... 64 4.5.1 Perbedaan Kemampuan Mengingat atas Penggunaan Media Timeline................................................................................................... 64 4.5.2 Perbedaan Kemampuan Memahami atas Penggunaan Media Timeline................................................................................................... 66 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 5 KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN .............................. 71 5.1 Kesimpulan .............................................................................................. 71 5.2 Keterbatasan Penelitian ............................................................................ 72 5.3 Saran ........................................................................................................ 72 DAFTAR REFERENSI ........................................................................................ 74 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL HALAMAN Tabel 1. Jadwal Pengambilan Data ........................................................................28 Tabel 2. Teknik Pengumpulan Data .......................................................................33 Tabel 3. Kisi-kisi Instrumen Penelitian ..................................................................34 Tabel 4. Kisi-kisi Lembar Observasi .....................................................................35 Tabel 5. Hasil Validasi Perangkat Pembelajaaran .................................................36 Tabel 6. Kriteria Perangkat Pembelajaran .............................................................36 Tabel 7. Rangkuman Hasil Uji Validitas Instrumen ..............................................38 Tabel 8. Kriteria Koefisien Reliabilitas .................................................................39 Tabel 9. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ...............................................................40 Tabel 10. Skor Pretest Kelompok Eksperimen ......................................................47 Tabel 11. Skor Pretest Kelompok Kontrol ............................................................47 Tabel 12. Skor Posttest Kelompok Eksperimen ....................................................48 Tabel 13. Skor Posttest Kelompok Kontrol ...........................................................49 Tabel 14. Rangkuman Hasil Skor Pretest Kelompok Eksperimen ........................49 Tabel 15. Rangkuman Hasil Skor Pretest Kelompok Kontrol ...............................50 Tabel 16. Rangkuman Hasil Skor Posttest Kelompok Eksperimen.......................51 Tabel 17. Rangkuman Hasil Skor Posttest Kelompok Kontrol .............................52 Tabel 18. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengingat.......................................53 Tabel 19. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Memahami ......................................53 Tabel 20. Hasil Uji Homogenitas Kemampuan Mengingat ...................................55 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 21. Hasil Uji Homogenitas Kemampuan Memahami ..................................56 Tabel 22. Uji Kenaikan Skor Pretest dan Posttest Kemampuan Mengingat .........58 Tabel 23. Uji Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Mengingat ...........................60 Tabel 24. Uji Kenaikan Skor Pretest dan Posttest Kemampuan Memahami ........61 Tabel 25. Uji Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Memahami ..........................63 xviii

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR HALAMAN Gambar 1. Media Pembelajaran Timeline ..............................................................17 Gambar 2. Literature Map .....................................................................................22 Gambar 3. Desain Penelitian ..................................................................................26 Gambar 4. Variabel Penelitian ...............................................................................30 xix

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN HALAMAN Lampiran 1. Silabus Kelompok Eksperimen .........................................................77 Lampiran 2. RPP Kelompok Eksperimen ..............................................................81 Lampiran 3. LKS Kelompok Eksperimen ............................................................100 Lampiran 4. Silabus Kelompok Kontrol ..............................................................106 Lampiran 5. RPP Kelas Kontrol...........................................................................109 Lampiran 6. LKS Kelas Kontrol ..........................................................................119 Lampiran 7. Materi Pelajaran IPS Kelas V SD ....................................................121 Lampiran 8. Hasil Observasi Kegiatan Pembelajaran..........................................126 Lampiran 9. Validasi Perangkat Pembelajaran ....................................................128 Lampiran 10. Hasil Uji Validitas Instrumen Tes .................................................153 Lampiran 11. Uji Reliabilitas Instrumen Tes .......................................................153 Lampiran 12. Instrumen Penelitian ......................................................................154 Lampiran 13. Hasil Rekapan Nilai Pretest dan Posttest Siswa ...........................160 Lampiran 14. Hasil Analisis Data dengan SPSS 20 .............................................168 Lampiran 15. Surat Izin Penelitian dari Kampus .................................................177 Lampiran 16. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ........................178 Lampiran 17. Foto Kegiatan ................................................................................179 Lampiran 18. Daftar Riwayat Hidup ....................................................................185 xx

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN Bab 1 ini membahas mengenai latar belakang penelitian, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Manfaat penelitian dibagi menjadi dua, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia secara sengaja untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya (Sa’ud dan Makmun, 2007:6). Salah satu potensi dalam diri manusia yang dapat ditingkatkan melalui tujuan pembelajaran dalam pendidikan adalah kemampuan berpikir atau kemampuan kognitif (Djamarah, 2011:26). Kegiatan pembelajaran di sekolah diharapkan dapat terus meningkatkan kemampuan kognitif dari tahap yang lebih rendah ke tahap yang lebih tinggi sesuai dengan tujuan pendidikan. Tingkatan berpikir ini dimulai dari tahap yang sering dijumpai dalam tujuan-tujuan pendidikan, yaitu mengingat, memahami, dan menganalisis, ke tahap kognitif yang jarang dijumpai, yaitu mengaplikasi, mengevaluasi, dan membuat (Anderson & Krathwohl, 2010:43). Tingkatan berpikir yang biasa dilakukan oleh siswa di sekolah dasar adalah kemampuan mengingat dan memahami. Anderson dan Krathwohl (2010:43) menuliskan bahwa mengingat adalah mengambil kembali pengetahuanpengetahuan tertentu dari memori jangka panjang yang dimiliki. Sedangkan memahami adalah mengkonstruksi makna dari materi pembelajaran yang telah 1

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 dipelajari, seperti yang ditulis, diucapkan, dan digambar oleh guru. Dari pengertian mengingat dan memahami yang dijabarkan oleh Anderson dan Krathwohl tersebut terlihat bahwa pada tahap kognitif mengingat menekankan pada kemampuan siswa dalam mengambil kembali pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebelumnya. Sedangkan pada tahap kognitif memahami lebih menekankan pada kemampuan siswa dalam mengkonstruksi makna dari pengetahuan yang dimilikinya. Kegiatan pembelajaran di sekolah dasar diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mengingat dan memahami siswa. Berdasarkan hasil observasi pada kegiatan pembelajaran yang peneliti lakukan di SD Negeri Percobaan 3 Pakem pada tanggal 14 September 2013, guru cenderung menggunakan metode ceramah dalam melaksanakan pembelajaran. Siswa mendengarkan penjelasan guru dan kemudian mencatat hal-hal penting mengenai materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Kegiatan ini membuat siswa menjadi kurang terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, sehingga siswa kurang memaksimalkan kemampuan mengingat dan memahami materi pelajaran yang telah disampaikan. Hasil observasi lainnya menunjukkan bahwa, setelah guru memberikan penjelasan materi pelajaran, kemudian memberikan pertanyaan mengenai materi yang telah diberikan kepada siswa, terlihat beberapa siswa dapat menjawab pertanyaan dengan benar, dan sebagian siswa tidak dapat menjawab pertanyaan dengan alasan lupa serta memilih diam dan tidak berusaha untuk menjawab pertanyaan. Selain itu, ketika siswa diminta untuk mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat di buku paket pelajaran dan lembar kerja siswa (LKS), beberapa

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 siswa belum dapat menjawab soal-soal dengan tepat tanpa membaca materi pelajaran yang terdapat di buku paket pelajaran. Siswa yang tidak dapat menjawab pertanyaan dari guru serta tidak dapat menjawab soal-soal latihan tersebut, terlihat bahwa siswa kurang dapat memaksimalkan kemampuan mengingat serta memahami materi pelajaran yang telah disampaikan oleh guru. Proses menyampaikan materi pelajaran kepada siswa dilakukan oleh guru dengan bantuan media pembelajaran berupa papan tulis, namun belum memanfaatkan media pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan mengingat dan memahami siswa secara maksimal. Arsyad (2010:15-16) menuliskan bahwa penggunaan media pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dalam menyampaikan pesan dan isi pelajaran yang diberikan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Media pembelajaran sebetulnya sangat dibutuhkan oleh siswa agar memudahkan siswa dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa, khususnya pada kemampuan mengingat dan memahami materi pelajaran yang diberikan. Kemampuan kognitif siswa dapat ditingkatkan salah satunya dengan mengembangkan media pembelajaran dalam setiap mata pelajaran yang dipelajari siswa di sekolah. Media pembelajaran juga akan dapat memaksimalkan belajar siswa apabila media yang digunakan disesuaikan dengan materi pada mata pelajaran yang dipelajari. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari oleh siswa kelas V SD. Hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan guru kelas V di SD negeri Percobaan 3 Pakem, bahwa terdapat banyak materi pelajaran yang harus dipelajari oleh siswa pada mata pelajaran IPS,

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 sehingga siswa mudah lupa mengenai materi yang sudah diberikan. Materi pelajaran IPS yang banyak ini memerlukan kemampuan berpikir siswa dalam mengingat serta memahami isi dari materi pelajaran IPS, sehingga dalam menyampaikan materi pelajaran diperlukan suatu perantara yang dapat memudahkan siswa dalam mengingat serta memahami materi pelajaran yang diberikan. Salah satu perantara yang dapat digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran adalah dengan menggunakan media pembelajaran, karena dengan menggunakan media pembelajaran siswa akan terlibat aktif dalam belajar dan siswa akan lebih mudah dalam mengingat serta memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan agar siswa lebih mudah dalam mengingat dan memahami materi pelajaran, khususnya pada materi pelajaran IPS mengenai peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi di Indonesia adalah dengan menggunakan media pembelajaran timeline. Media pembelajaran timeline ini akan dapat membantu mempermudah siswa dalam mengingat dan memahami materi pelajaran yang diberikan. Media pembelajaran timeline ini diterapkan dengan mengurutkan alur waktu dari suatu peristiwa yang telah terjadi ke peristiwa yang terjadi selanjutnya yang kemudian digambarkan secara berurutan ke dalam sebuah garis, sehingga siswa akan lebih mudah mengingat dan memahami urutan-urutan suatu peristiwa yang terjadi secara kronologis. Media pembelajaran timeline saat ini masih jarang digunakan oleh guru dalam pembelajaran, sehingga peneliti tertarik untuk meneliti penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan mengenai peningkatan kemampuan mengingat dan memahami siswa dengan menggunakan media timeline dalam pembelajaran, peneliti ingin mengetahui adanya perbedaan kemampuan mengingat dan memahami siswa atas penggunaan media pembelajaran timeline. Dalam penelitian ini peneliti mengambil judul “Perbedaan Kemampuan Mengingat dan Memahami atas Penggunaan Media Timeline pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem.” Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimen. Penelitian dilakukan pada dua kelompok belajar, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada siswa kelas V di SD Negeri Percobaan 3 Pakem semester genap tahun ajaran 2013/2014 untuk mengetahui perbedaan kemampuan mengingat dan memahami atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS kelas V pada Standar kompetensi (SK) 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Kompetensi dasar (KD) yang diteliti yaitu 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. 1.2 Pembatasan Masalah Peneliti membatasi penelitian hanya pada mata pelajaran IPS dengan materi “menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan” pada siswa Sekolah Dasar kelas V semester genap tahun ajaran 2013/2014 di SD Negeri Percobaan 3 Pakem dengan menggunakan media pembelajaran timeline dengan Standar kompetensi (SK) 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 Kompetensi dasar (KD) yang diteliti yaitu 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. Jenis keterampilan berpikir yang digunakan dalam penelitian adalah kemampuan mengingat dan memahami pada dimensi proses kognitif taksonomi Bloom. Kemampuan mengingat yang diteliti meliputi mengidentifikasi dan mengingat kembali, sedangkan kemampuan memahami yang diteliti meliputi merangkum, menafsirkan, dan memprediksi. 1.3 Rumusan Masalah 1.3.1 Apakah ada perbedaan kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline pada siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem pada mata pelajaran IPS semester genap tahun ajaran 2013/2014? 1.3.2 Apakah ada perbedaan kemampuan memahami atas penggunaan media timeline pada siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem pada mata pelajaran IPS semester genap tahun ajaran 2013/2014? 1.4 Tujuan Penelitian 1.4.1 Mengetahui adanya perbedaan kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline pada siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem pada mata pelajaran IPS semester genap tahun ajaran 2013/2014. 1.4.2 Mengetahui adanya perbedaan kemampuan memahami atas penggunaan media timeline pada siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem pada mata pelajaran IPS semester genap tahun ajaran 2013/2014.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian mengenai perbedaan kemampuan mengingat dan memahami atas penggunaan timeline pada mata pelajaran IPS di SD Negeri Percobaan 3 Pakem kelas V terdapat 2 jenis, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Kedua manfaat tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut: 1.5.1 Manfaat Teoritis Hasil penelitian mengenai perbedaan kemampuan mengingat dan memahami atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS di SD Negeri Percobaan 3 Pakem kelas V diharapkan dapat menambah wawasan dalam menerapkan media timeline sehingga dapat membantu meningkatkan keterampilan berpikir siswa, khususnya pada mata pelajaran IPS. 1.5.2 Manfaat Praktis 1.5.2.1 Manfaat bagi sekolah Sekolah dapat menambah wawasan mengenai penggunaan media pembelajaran timeline. 1.5.2.2 Manfaat bagi guru Menambah wawasan guru mengenai media pembelajaran timeline, sehingga guru dapat menerapkan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran lain selain IPS. 1.5.2.3 Manfaat bagi siswa Siswa mendapatkan pengalaman baru dalam belajar dengan menggunakan media pembelajaran timeline, sehingga siswa dapat lebih aktif dan kreatif dalam belajar. Selain itu dapat lebih meningkatkan daya ingatnya dan lebih

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 mudah memahami materi dalam belajar dengan menggunakan media pembelajaran timeline. 1.5.2.4 Manfaat bagi peneliti Peneliti mendapatkan pengalaman dalam menerapkan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS, sehingga kelak dapat mengajar menggunakan media pembelajaran timeline dengan lebih baik, dan dapat mengajar pada mata pelajaran lain selain IPS.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 2 LANDASAN TEORI Bab 2 ini membahas mengenai kajian pustaka, penelitian terdahulu yang relevan, kerangka berpikir, dan dugaan sementara atau hipotesis. Kajian pustaka membahas mengenai kemampuan berpikir, media pembelajaran timeline, dan beberapa hasil penelitian terdahulu yang relevan. Kerangka berpikir berisi landasan pemikiran. Hipotesis membahas dugaan sementara atau jawaban sementara dari rumusan masalah yang telah dibuat dalam penelitian. 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Kemampuan Berpikir Berpikir merupakan suatu kemampuan jiwa untuk meletakkan hubungan antara bagian-bagian pengetahuan yang dimiliki (Djamarah, 2011:34). Berpikir menurut Sugihartono, Fathiyah, Setiawati, Farida, Nurhayati, Siti (2012:12) merupakan suatu aktivitas kognitif manusia yang cukup kompleks. Kemampuan berpikir pada seorang anak memiliki tahapan-tahapan sesuai dengan karakteristik anak. Piaget (dalam Agustin dan Wahyudin, 2011:22) menuliskan bahwa anak yang berusia antara 7-12 tahun sedang berada pada fase operasi konkrit, dimana kemampuan anak dalam berpikir logis telah berkembang dengan adanya objek konkrit sebagai sumber untuk berpikir logis. Pada tahap ini, cara berpikir anak masih terbatas dan berdasarkan sesuatu yang konkrit (Piaget, dalam Suparno, 2001:70). 9

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 Berdasarkan ketiga pendapat mengenai berpikir tersebut dapat penulis simpulkan, bahwa berpikir merupakan suatu kemampuan kognitif jiwa manusia yang cukup kompleks untuk meletakkan hubungan antara bagian-bagian pengetahuan yang dimiliki sesuai dengan tahapan kemampuan berpikir anak. Anak yang berada di sekolah dasar (umur 7-12 tahun) memiliki kemampuan berpikir yang terbatas dan berdasarkan sesuatu yang konkrit. Kemampuan berpikir yang akan dibahas pada penelitian ini adalah kemampuan berpikir siswa pada tahapan proses kognitif taksonomi Bloom. 2.1.2 Taksonomi Kognitif Benjamin Samuel Bloom Kategori proses kognitif pada taksonomi Bloom dalam berpikir dijabarkan menjadi 6 kategori yaitu: mengingat, memahami, menganalisis, mengaplikasi, mengevaluasi, dan mencipta (Anderson & Krathwohl, 2010:99). Namun pada penelitian ini, peneliti membatasi hanya pada kategori proses kognitif mengingat dan memahami. 2.1.2.1 Kemampuan Mengingat Anderson & Krathwohl (2010:99) menuliskan bahwa mengingat adalah suatu proses mengambil kembali pengetahuan yang dibutuhkan atau meretensi kembali pengetahuan dari memori jangka panjang yang dimiliki. Meretensi adalah kemampuan untuk mengingat suatu materi pelajaran sampai jangka tertentu sama seperti materi yang diajarkan (Anderson & Krathwohl, 2010:94). Yudhi (2010:30) menuliskan bahwa mengingat merupakan suatu aktivitas kognitif, ketika seseorang menyadari bahwa pengetahuannya berasal dari masa lampau atau berdasarkan kesan-kesan yang diperoleh dari pengalamannya di masa lampau.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Berdasarkan kedua pendapat mengenai pengertian mengingat tersebut, peneliti dapat menyimpulkan bahwa mengingat merupakan suatu aktivitas kognitif yang dilakukan seseorang untuk mengambil kembali pengetahuan yang dimilikinya pada masa lampau. Mengingat memiliki dua bentuk, yaitu mengenal kembali dan mengingat kembali (Djamarah, 2011:203). Mengenal kembali terjadi ketika seseorang berhadapan dengan suatu objek yang pernah dijumpainya dimasa lampau, sedangkan dalam mengingat kembali terjadi ketika seseorang dihadirkan suatu kesan dari masa lampau ke dalam bentuk suatu gagasan atau tanggapan (Djamarah, 2011:203-204). Anderson & Krathwohl (2010:99) menuliskan bahwa, kemampuan mengingat seseorang meliputi mengenali atau mengidentifikasi dan mengingat kembali. Penjabaran dari kedua proses kognitif yang dikemukakan oleh Anderson & Krathwohl (2010:99) yaitu: 1) mengenali atau dengan kata lain mengidentifikasi merupakan proses mengambil kembali pengetahuan dari memori jangka panjang sesuai dengan yang dibutuhkan kemudian membandingkan dengan pengetahuan atau informasi baru yang telah diperoleh, kemampuan mengingat yang diteliti oleh peneliti menggunakan kata kerja mengidentifikasi untuk melihat kemampuan mengingat yang dimiliki oleh siswa. 2) Mengingat kembali disebut juga dengan mengambil, merupakan proses mengambil kembali pengetahuan dari memori jangka panjang yang dimiliki. Pengetahuan yang diambil kembali merupakan pengetahuan yang relevan atau sesuai dengan yang dibutuhkan.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 2.1.1.2 Kemampuan Memahami Tahap kedua dalam dimensi proses kognitif taksonomi Bloom adalah memahami. Anderson & Krathwohl (2010:105) menuliskan bahwa memahami merupakan suatu proses mengkonstruksi makna dari suatu materi pembelajaran. Makna yang dikonstruksi misalnya apa saja yang diucapkan, ditulis, dan digambarkan oleh guru. Proses kognitif pada kemampuan memahami meliputi menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan (Anderson & Krathwohl, 2010:106). Kemampuan memahami seseorang dalam taksonomi kognitif Bloom dapat dilihat dengan beberapa kata kerja kunci untuk menandai adanya kemampuan memahami yang dimiliki seseorang. Kata kerja kunci untuk melihat kemampuan memahami tersebut antara lain: menginterpretasikan, memberikan contoh, memberikan ringkasan, menjelaskan, menyimpulkan, membandingkan, memperkirakan, membuat generalisasi, memprediksikan, menerjemahkan, membedakan, dan menguraikan lebih lanjut (Supratiknya, 2012:9). Peneliti menggunakan 3 proses kognitif pada kemampuan memahami, yaitu merangkum, menafsirkan, dan memprediksi. Penjabaran dari ketiga proses kognitif yang digunakan dalam meneliti kemampuan memahami tersebut yaitu: 1) Menafsirkan disebut juga dengan menerjemahkan, mengklarifikasi, memparafrasakan, atau merepresentasi. Menafsirkan merupakan suatu proses kognitif dengan mengubah informasi yang didapatkan dari suatu bentuk kata-kata menjadi bentuk kata-kata yang lain (Anderson & Krathwohl, 2010:106). 2) Merangkum disebut juga dengan

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengabstraksi atau menggeneralisasi. Merangkum merupakan 13 proses merepresentasikan atau mengabstraksikan sebuah tema dari informasi yang diterima dengan melibatkan proses membuat ringkasan dari suatu informasi yang didapatkan (Anderson & Krathwohl, 2010:110). 3) Menyimpulkan disebut juga dengan memprediksi atau menyarikan. Menyimpulkan merupakan suatu proses kognitif yang menyertakan proses menemukan ciri-ciri atau pola-pola ke dalam contoh-contoh. Pada penelitian kemampuan memahami ini, penulis menggunakan kata kerja memprediksi untuk mengetahui kemampuan memahami yang dimiliki oleh siswa (Anderson & Krathwohl, 2010:111). 2.2 Media Pembelajaran Timeline 2.2.1 Media Pembelajaran 2.2.1.1 Pengertian Media Pembelajaran Media pembelajaran merupakan suatu sarana yang digunakan untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar (Kustandi dan Sutjipto, 2011:9). Yudhi (2010:7-8) mendefinisikan bahwa media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif di mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Berdasarkan kedua definisi mengenai media pembelajaran tersebut, peneliti dapat menyimpulkan mengenai pengertian media pembelajaran, yaitu media pembelajaran merupakan suatu sarana yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk menyampaikan serta menyalurkan pesan dari sumber kepada pembelajar dengan tujuan untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 sehingga proses belajar dapat berjalan secara efektif dan efisien. Media pembelajaran menjadi penting digunakan dalam pembelajaran, karena akan membantu memudahkan guru dan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. 2.2.1.2 Manfaat Media Pembelajaran Media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar memiliki beberapa manfaat. Manfaat penggunaan media dalam pembelajaran diungkapkan oleh Sadiman (2009:17-18), yaitu untuk 1) memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat visual, 2) mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, 3) penggunaan media secara tepat dapat mengatasi sikap pasif siswa, 4) memberikan rangsangan yang sama, serta dapat menyamakan pengalaman dan persepsi siswa terhadap materi pelajaran, dan 5) memungkinkan siswa untuk berinteraksi secara langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya. Berdasarkan pendapat mengenai manfaat dari media pembelajaran, dapat peneliti simpulkan bahwa penggunaan media dalam pembelajaran dapat membantu memudahkan kegiatan belajar mengajar dalam memperjelas isi dari suatu pembelajaran, dapat menimbulkan sikap aktif siswa dalam belajar, memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungannya, dan dapat memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran yang diberikan.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 2.2.2. Media Pembelajaran Timeline Media pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah media pembelajaran timeline. Mityasari (2013) menuliskan bahwa, media pembelajaran bagan garis waktu (timeline chart) merupakan suatu media yang berupa garisgaris yang ditekankan pada suatu perkembangan atau proses berdasarkan urutan waktu terjadinya dan berfungsi sebagai penyalur pesan dengan tujuan agar dapat merangsang pikiran, perhatian, perasaan, dan minat sehingga akan terjadi proses belajar yang menarik dan berkesan bagi siswa. Arsyad (2010:136-137) menuliskan, bahwa bagan waktu dalam media pembelajaran menggambarkan suatu hubungan yang kronologis antara peristiwa-peristiwa yang telah terjadi. Media pembelajaran bagan garis waktu (timeline chart), mempunyai beberapa manfaat bagi pembelajaran di sekolah dasar, Sadiman (2009:37,40) menuliskan beberapa manfaat bagan garis waktu (timeline chart), yaitu untuk menggambarkan hubungan antara suatu peristiwa dengan waktu yang disajikan dalam bagan secara kronologis. Misalnya ketika akan menunjukkan kapan suatu peristiwa sejarah mulai dan berakhir peristiwa-peristiwa apa yang terjadi lebih dahulu dan peristiwa apa pula yang terjadi kemudian, kita dapat memperjelas runtutan kejadian-kejadian peristiwa tersebut dengan menggunakan bagan garis waktu. Arsyad (2010:136-137) juga menuliskan manfaat penggunaan bagan garis waktu, yaitu untuk meringkas suatu urutan waktu dari serangkaian peristiwa yang terjadi. Manfaat bagan garis waktu dituliskan juga oleh Sukiman (2012:95), bahwa bagan garis waktu (timeline chart) bermanfaat untuk menggambarkan hubungan

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 antara peristiwa dan waktu yang disajikan dalam bagan secara kronologis. Misalnya untuk menunjukkan kapan sesuatu peritiwa sejarah mulai dan berakhir peristiwa-peristiwa apa yang terjadi lebih dahulu dan peristiwa apa pula yang terjadi kemudian, maka kita dapat memperjelas dengan menggunakan bagan garis waktu. Pendapat yang hampir sama mengenai manfaat dari media timeline diungkapkan oleh Kathryn (2011:186), bahwa dengan menggunakan media timeline dapat membantu siswa dalam memahami suatu pelajaran yang masih abstrak, untuk mengetahui suatu peristiwa yang terjadi dan urutan dimana peristiwa terjadi, yaitu dengan membuat garis waktu dengan tanggal, gambar, dan peristiwa. Berdasarkan kelima pendapat yang disampaikan mengenai media pembelajaran bagan garis waktu (timeline chart) tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran bagan garis waktu (timeline chart) merupakan suatu media pembelajaran yang berupa garis-garis yang menggambarkan waktu suatu kejadian atau peristiwa-peristiwa secara runtut agar dapat mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran yang diberikan. Media timeline yang digunakan dalam penelitian ini yaitu media yang dapat digunakan oleh siswa secara langsung. Media timeline ini terbuat dari kertas karton tebal yang dilapisi gabus yang dibentuk seperti papan dan diberikan sebuah garis, kemudian diberikan paku payung untuk menempelkan gambar atau tulisan, yang meliputi nama peristiwa, waktu, tempat, peristiwa yang terjadi, serta tokoh-tokoh dari suatu peristiwa

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 tertentu secara berurutan. Contoh media pembelajaran timeline yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: Gambar 1. Media Pembelajaran Timeline 2.3 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 2.3.1 Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari berbagai disiplin ilmu sosial dan humaniora serta kegiatan-kegiatan dasar manusia untuk memberikan wawasan dan pemahaman yang mendalam kepada siswa sekolah dasar dan menengah (Susanto, 2013:137). Sapriya (2009:7) mengungkapkan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan gabungan dari mata pelajaran Geografi, Sejarah, Ekonomi, dan pelajaran ilmu sosial lainnya yang di berikan pada siswa sekolah dasar dan sekolah menengah. Selain kedua pendapat mengenai IPS tersebut, Trianto (2010:171) mengungkapkan bahwa, IPS merupakan gabungan dari berbagai ilmu-ilmu sosial, seperti ekonomi, sejarah, geografi, hukum, sosiologi, politik, dan budaya. Berdasarkan ketiga pendapat mengenai IPS tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa IPS merupakan mata pelajaran yang mempelajari berbagai

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 ilmu-ilmu sosial seperti sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, politik, dan budaya serta kegiatan dasar manusia untuk memberikan wawasan dan pemahaman yang mendalam mengenai ilmu sosial pada siswa sekolah dasar dan menengah. 2.3.2 Tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial Susanto (2013:145) menuliskan tujuan IPS yaitu untuk mengembangkan potensi siswa agar peka terhadap permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental yang positif terhadap permasalahan yang terjadi, serta dapat terampil dalam mengatasi setiap masalah dalam dirinya maupun dalam masyarakat di dalam kehidupan sehari-hari. Pendapat lain disampaikan oleh Sapriya (2009:12), bahwa tujuan IPS antara lain untuk mempersiapkan siswa agar menjadi sebagai warga negara yang menguasai pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai yang dapat digunakan untuk memecahkan suatu masalah pribadi maupun sosial serta kemampuan untuk mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Berdasarkan kedua pendapat tersebut, IPS yang diterapkan di sekolah mengajarkan siswa untuk dapat memahami bahwa manusia hidup di dalam lingkungan masyarakat tidak lepas dari permasalahan-permasalahan sosial yang memerlukan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai dalam menyelesaikan suatu permasalahan diri dan sosialnya sehingga dapat menjadi warga negara yang baik. 2.3.3 Materi Ajar IPS Kelas V Materi ajar pada mata pelajaran IPS kelas V, yaitu pada Standar Kompetensi (SK) 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kompetensi dasar

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 yang diteliti yaitu 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. Materi pelajaran yang diteliti yaitu perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Zuber (2012:177-190) menuliskan perjuangan-perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dalam buku mata pelajaran IPS kelas V yang berjudul “Aktif Belajar IPS Kelas V SD”. Materi dalam bab 11 ini terdapat dua sub bab, yaitu perjuangan di medan pertempuran dan perjuangan melalui perundingan. Peristiwa yang terjadi dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran antara lain, Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Pertempuran Ambarawa, Peristiwa Bandung Lautan Api, dan Pertempuran Medan Area. Peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang melalui perundingan antara lain: Perjanjian Linggarjati, Agresi Militer Belanda I, Perjanjian Renville, Agresi Militer Belanda II, Serangan Umum 1 Maret 1949, Perjanjian Roem-Royen, Konferensi Meja Bundar (KMB), serta Pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Pengakuan Kedaulatan. 2.4 Penelitian Terdahulu yang Relevan 2.4.1 Penelitian Tentang Media Pembelajaran Timeline Mityasari (2013) meneliti peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan media bagan garis waktu (time lines). Subjek yang diteliti yaitu siswa SDN Sumbersari I Megaluh Jombang semester II tahun ajaran 2012/2013, yang berjumlah 20 siswa. Hasil penelitian pada siklus I belum memenuhi indikator keberhasilan karena nilai rata-rata belum mencapai KKM (75), nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 72,45. Hasil penelitian pada siklus

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 II menunjukkan peningkatan, bahwa 18 siswa dari 20 siswa mendapatkan nilai mencapai 75 atau lebih, dan 2 siswa mendapatkan nilai kurang dari 75. Hasil nilai rata-rata siswa telah melampaui KKM, yaitu meningkat menjadi 79,5. Mityasari menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media bagan garis waktu dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Mayasari (2013) meneliti peningkatan hasil belajar siswa menggunakan media timeline chart wayang dengan menerapkan metode STAD. Subjek yang diteliti yaitu siswa kelas V SDN Lurah, Cirebon yang berjumlah 40 siswa. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I terdapat 28 siswa yang mendapatkan kriteria tuntas dengan presentase 70℅. Pada siklus II terdapat 34 siswa yang mendapatkan kriteria tuntas dengan presentase sebesar 85℅. Pada siklus III siswa yang mendapatkan kriteria tuntas adalah sebanyak 37 siswa atau 92,5℅. Mayasari menyimpulkan bahwa penggunaan media timeline chart wayang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Lurah, Kabupaten Cirebon pada materi peristiwa-peristiwa menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia. Silvani (2011) meneliti tentang pemanfaatan media timeline video pembelajaran untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Gunung Jati 01 Kec. Jabung Kab. Malang. Subjek yang diteliti yaitu 36 siswa kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar mengalami peningkatan, yaitu kemampuan bekerjasama meningkat 7,41℅, rasa ingin tahu meningkat 0,46℅, dan komunikasi siswa meningkat 13,42℅. Pada siklus I ke siklus II ketuntasan belajar meningkat sebesar 33,34℅ dan hasil belajar meningkat sebesar 8,96℅ atau 65,88 menjadi 71,78. Silvani menyimpulkan bahwa dengan

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 memanfaatkan media timeline video pembelajaran IPS kelas IV Sekolah Dasar dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. 2.4.2 Penelitian Tentang Kemampuan Kognitif Yanti & Arcana (2013) meneliti pengaruh model pembelajaran Course Review Horay terhadap kemampuan berpikir kritis mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri 1 Pandak Bandung dan SD Negeri 2 pandak Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Course Review Horay terdapat perbedaan pada kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil analisis data menunjukkan t hitung = 6,4 dan t tabel = 1,684 maka H0 ditolak dan Hi diterima. Yanti & Arcana menyimpulkan bahwa kelompok dibelajarkan menggunakan model pembelajaran siswa course review yang horay menunjukkan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS. Hartati (2010) melakukan penelitian yang berjudul “Pengembangan Alat Peraga Gaya Gesek untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA” dengan subjek yang diteliti siswa kelas X SMA N 2 Pekalongan sebanyak 64 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan alat peraga gaya gesek dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dengan uji t diperoleh t hitung sebesar 5,389 dengan taraf signifikansi 0,05. Kegiatan praktikum menggunakan alat peraga gaya gesek dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dari 65,24 naik menjadi 70,63.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 2.4.3 Literature Map Penggunaan Media Timeline Kemampuan Berpikir Kritis Mityasari (2013) Media Timeline – Peningkatan Hasil Belajar Yanti & Arcana (2013) Berpikir kritis – Model Course Review Horay Mayasari (2014) Media Timeline Chart Wayang – Peningkatan hasil Belajar Hartati (2010) Berpikir kritis – Alat Peraga Gaya Gesek Silvani (2011) Media Timeline Video Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Yang perlu diteliti penggunaan media timelinekategori kognitif mengingat dan memahami Gambar 2. Literature map dari penelitian-penelitian terdahulu Pada penelitian-penelitian terdahulu belum ada yang meneliti mengenai perbedaan kemampuan mengingat dan memahami atas penggunaan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS, sehingga diharapkan dengan menerapkan pembelajaran menggunakan media pembelajaran timeline pada mata pelajaran IPS di kelas V ini dapat membantu meningkatkan kemampuan mengingat dan memahami siswa.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 2.5 Kerangka Berpikir Media pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah media timeline. Media timeline atau yang biasa disebut dengan media bagan garis waktu, diterapkan dengan menggunakan gambar atau angka-angka dan tulisan mengenai terjadinya suatu peristiwa-peristiwa penting yang diurutkan sesuai dengan urutan terjadinya suatu peristiwa. Penggunaan media timeline ini bertujuan untuk membantu memudahkan siswa dalam mengingat dan memahami materi pelajaran mengenai kejadian dari suatu peristiwa-peristiwa penting, yang meliputi nama peristiwa, waktu terjadinya, tokoh-tokoh yang berperan, dan peristiwa penting yang terjadi pada materi pelajaran yang diberikan. Media pembelajaran timeline jika diterapkan pada siswa SD kelas V pada mata pelajaran IPS untuk Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Kompetensi dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan, dapat memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan, sehingga dengan menggunakan media timeline dalam menyampaikan materi pelajaran IPS akan meningkatkan kemampuan kognitif siswa, dari kategori proses kognitif yang lebih rendah sampai kategori proses kognitif yang paling tinggi, khususnya pada kemampuan mengingat dan kemampuan memahami siswa dengan menggunakan media pembelajaran timeline.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 2.6 Hipotesis Penelitian 2.6.1 Ada perbedaan kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem pada mata pelajaran IPS semester genap tahun ajaran 2013/2014. 2.6.2 Ada perbedaan kemampuan memahami atas penggunaan media timeline siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem pada mata pelajaran IPS semester genap tahun ajaran 2013/2014.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 3 METODE PENELITIAN Bab 3 ini membahas mengenai metode penelitian yang digunakan dalam penelitian. Metode penelitian yang dibahas yaitu mengenai jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, definisi operasional variabel, instrumen penelitian, uji validitas dan reliabilitas, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen. Penelitian eksperimental merupakan suatu penelitian yang memenuhi persyaratan untuk menguji hubungan sebab-akibat pada suatu variabel terhadap variabel lain (Sukmadinata, 2011:194). Penelitian eksperimen ini menggunakan jenis penelitian quasi-eksperimental. Creswell (2012:242) menjelaskan bahwa jenis penelitian quasi-eksperimental merupakan suatu penelitian yang melibatkan dua kelompok, satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol yang diseleksi tanpa prosedur penempatan acak dan sama-sama diberikan pretest dan posttest, hanya kelompok eksperimen saja yang diberikan perlakuan. Penelitian eksperimen ini termasuk dalam jenis penelitian quasieksperimental karena menggunakan dua kelompok dalam penelitian, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Sugiyono, 2010:114). Penelitian eksperimen ini menggunakan desain penelitian nonequivalent control group design yaitu pemilihan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang tidak 25

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 dipilih secara random (Sugiyono, 2010:116). Desain penelitian yang diberikan dalam penelitian eksperimen ini terlihat pada gambar 3. Q1 X Q2 ............................. Q3 Q4 Gambar 3. Desain Penelitian Nonequivalent Control Group Keterangan: X = Perlakuan atau treatment penggunaan media pembelajaran timeline Q1 = Rerata skor pretest kelompok eksperimen Q2 = Rerata skor posttest kelompok eksperimen Q3 = Rerata skor pretest kelompok kontrol Q4 = Rerata skor posttest kelompok kontrol Garis putus-putus pada gambar 3 berarti antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol jelas terpisah. Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan dari perlakuan yang diberikan, dihitung dengan cara: (Q2 - Q1) – (Q4 - Q3). Apabila hasilnya negatif, artinya tidak ada perbedaan yang terjadi pada kemampuan mengingat dan memahami atas penggunaan media timeline dan apabila hasilnya lebih dari 0 berarti ada perbedaan kemampuan mengingat dan memahami atas penggunaan media timeline. Pemilihan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam penelitian ini dilakukan dengan cara pengundian. Kemudian masing-masing kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberikan pretest berupa 5 soal esai yang sama. Hasil pretest ini digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa terhadap materi pelajaran yang diberikan. Setelah mendapatkan pretest, kelompok eksperimen akan diberikan perlakuan (treatment) berupa pembelajaran dengan menggunakan media timeline, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan tetapi tetap melaksanakan pembelajaran seperti biasanya, yaitu dengan

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 metode konvensional. Setelah itu, kedua kelompok, baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen diberikan posttest dengan 5 soal yang sama pada saat pretest. Posttest ini digunakan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa, kemampuan akhir siswa, dan untuk membandingkan hasil belajar siswa antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah siswa menyelesaikan seluruh kegiatan pembelajaran. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Percobaan 3 Pakem yang beralamat di Jalan Kaliurang Km. 17, Sukunan, Pakembinangun, Sleman, Yogyakarta, Kodepos 55582. SD Negeri Percobaan 3 Pakem terletak tepat dipinggir Jalan Kaliurang, berada di depan Rumah Sakit Panti Nugroho dan Taman Kanak-kanak (TK) Bina Kasih, serta berada tepat di utara Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Pakem. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan selama 3 minggu, yaitu pada bulan April 2014 sampai bulan Mei 2014, dengan jadwal pengambilan data penelitian terlihat pada tabel 1.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 1. Jadwal Pengambilan Data Alokasi Kelompok Kegiatan Waktu 2 x 35 Pretest menit Pembelajaran mengenai perjuangan di 2 x 35 medan pertempuran menit Pembelajaran mengenai di meja 2 x 35 Eksperimen perundingan menit Kelas VA Pembelajaran mengenai perjuangan di 2 x 35 medan pertempuran dan di meja menit perundingan 2 x 35 Posttest menit 2 x 35 Pretest menit Pembelajaran mengenai perjuangan di 2 x 35 medan pertempuran menit Pembelajaran mengenai perjuangan di 2 x 35 Kontrol meja perundingan menit Kelas VB Pembelajaran mengenai perjuangan di 2 x 35 medan pertempuran dan di meja menit perundingan 2 x 35 Posttest menit 28 Hari, Tanggal Rabu, 16 April 2014 Rabu, 16 April 2014 Sabtu, 19 April 2014 Sabtu, 26 April 2014 Sabtu, 3 Mei 2014 Sabtu, 19 April 2014 Senin, 21 April 2014 Selasa, 22 April 2014 Rabu, 23 April 2014 Sabtu, 3 Mei 2014 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian 3.3.1 Populasi Sugiyono (2010:117) mendeskripsikan bahwa yang dimaksud dengan populasi adalah suatu wilayah objek atau subjek yang memiliki kualitas serta karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari yang kemudian ditarik suatu kesimpulan. Populasi ini terdiri dari orang, objek serta benda-benda yang ada dan sifat-sifat atau karakteristik yang terdapat dalam objek tersebut (Sugiyono, 2010:117). Populasi yang digunakan dalam penelitian eksperimen ini yaitu seluruh siswa kelas V di SD Negeri Percobaan 3 Pakem semester genap tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 64 siswa.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 3.3.2 Sampel Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh suatu populasi (Sugiyono, 2010:118). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sampel convenience, dimana peneliti memilih menggunakan kelompok-kelompok yang sudah terbentuk secara alami (Cresswell, 2010:232), yaitu seluruh siswa kelas VA dan VB. Sampel dalam penelitian ini yaitu 32 siswa kelas VA menjadi kelas eksperimen dan 32 siswa kelas VB menjadi kelas kontrol yang dipilih dengan cara pengundian yang disaksikan oleh guru kelas. Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh guru mata pelajaran IPS, karena guru dianggap lebih mengenal dan memahami sifat-sifat atau karakteristik siswa kelas V di SD Negeri Percobaan 3 Pakem. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan oleh guru yang sama di kelas eksperimen dan kelas kontrol agar tidak ada perbedaan kemampuan guru dalam mengajar mata pelajaran IPS di kelas. Peneliti dalam penelitian ini melaksanakan fungsi sebagai pengamat selama kegiatan pembelajaran berlangsung. 3.4 Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan segala sesuatu berbentuk apa saja yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari agar memperoleh informasi dari hal-hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010:60). Variabel yang akan peneliti teliti dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu: 3.4.1 Variabel independen (bebas) Sugiyono (2010:61) menuliskan pengertian variabel independen (bebas), bahwa variabel independen (bebas) merupakan suatu variabel yang menjadi

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 sebab atau yang mempengaruhi terjadinya perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan media timeline. Penggunaan media timeline ini disebut sebagai variabel bebas karena diketahui akan mempengaruhi perubahan atau timbulnya variabel terikat. 3.4.2 Variabel dependen (terikat) Variabel dependen merupakan suatu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya variabel independen (Sugiyono, 2010:61). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan mengingat dan kemampuan memahami. Kemampuan mengingat dan kemampuan memahami ini disebut sebagai variabel terikat karena diketahui akan dipengaruhi oleh variabel bebas, yaitu penggunaan media timeline. Variabel bebas dan terikat tersebut dapat dilihat pada gambar 4. Variabel bebas Variabel terikat Kemampuan mengingat Penggunaan media timeline Kemampuan memahami Gambar 4. Variabel Bebas dan Variabel Terikat dalam Penelitian 3.5 Definisi Operasional Variabel 3.5.1 Penggunaan Media Timeline Pengunaan media timeline yaitu menyampaikan suatu materi pada mata pelajaran IPS dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan media timeline yang meliputi kejadian-kejadian atau

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 peristiwa-peristiwa penting yang digambarkan dalam bentuk garis secara berurutan. Media timeline yang digunakan berbentuk seperti papan yang dapat digunakan untuk mengurutkan suatu kejadian dari peristiwa-peristiwa tertentu secara berurutan. 3.5.2 Kemampuan Mengingat Kemampuan mengingat merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh manusia (individu) untuk mengambil kembali atau memunculkan kembali pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. 3.5.3 Kemampuan memahami Kemampuan memahami merupakan suatu kemampuan yang dimiliki manusia (individu) untuk membangun sendiri makna dari suatu materi pembelajaran melalui kegiatan pembelajaran yang diperolehnya. 3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian eksperimen ini dilakukan dengan melakukan tes dan observasi. 3.6.1 Tes Qodratilah (2011:53) menyebutkan pengertian tes, yaitu ujian secara tertulis, lisan, atau wawancara untuk mengetahui kemampuan yang terdapat dalam diri seseorang. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa tes untuk mengetahui kemampuan kognitif atau prestasi belajar siswa sebelum dan setelah siswa menggunakan media pembelajaran bagan garis waktu (timeline chart) dalam pembelajaran yang dilakukan. Tes yang digunakan berupa soal esai. Tes yang diberikan dalam penelitian eksperimen ini menggunakan soal (instrumen)

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 pretest dan posttest yang diberikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pretest yang diberikan digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa mengenai materi pelajaran yang diberikan, sedangkan posttest digunakan untuk membandingkan pengetahuan siswa antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Setelah kedua kelas diberikan pretest, kemudian kedua kelompok tersebut diberikan treatment (perlakuan) yang berbeda, dengan tujuan untuk membedakan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kegiatan pembelajaran IPS pada kelompok eskperimen diberikan perlakuan, yaitu dengan menggunakan media timeline, sedangkan kelompok kontrol diberikan pembelajaran IPS yang tidak menggunakan timeline atau dengan melakukan pembelajaran seperti biasanya, yaitu dengan menggunakan metode ceramah. Pada akhir pertemuan, kedua kelompok tersebut diberikan posttest yang sama dengan pretest, dengan tujuan untuk membandingkan dan mengetahui adanya perbedaan penggunaan treatment atau media pembelajaran timeline yang diberikan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen pretest dan posttest. Instrumen tes terdiri dari 5 soal esai, yang terdiri dari 2 soal untuk menguji kemampuan mengingat dan 3 soal untuk menguji kemampuan memahami. Tabel pengumpulan data pada penelitian yang dilakukan dapat dilihat pada tabel 2.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Kelompok 1 Eksperimen dan Kontrol 2 Eksperimen dan Kontrol Tabel 2. Teknik Pengumpulan Data Pengukuran Data yang Variabel data diperoleh Skor Pretest pretest Mengingat Skor Posttest posttest Skor Pretest pretest Memahami Skor Posttest posttest 33 Instrumen yang digunakan Soal esai (nomor 1, 2) Soal esai (nomor 1, 2) Soal esai (nomor 3, 4, 5) Soal esai (nomor 3, 4, 5) 3.6.2 Observasi Teknik pengumpulan data selanjutnya adalah non tes, yaitu observasi (pengamatan). Observasi dilakukan oleh peneliti selama kegiatan berlangsung di dalam kelas. Observasi/pengamatan merupakan suatu proses pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian di mana peneliti atau pengamat melihat situasi yang terjadi dalam penelitian (Kusumah & Dwitagama, 2009:66). Observasi dilakukan pada awal penelitian hingga berakhirnya penelitian pada seluruh kegiatan pembelajaran. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media timeline pada mata pelajaran IPS materi “perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” dengan menggunakan lembar observasi. 3.7 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian merupakan suatu alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengukur fenomena alam maupun fenomena sosial yang diamati (Sugiyono, 2010:148). Instrumen penelitian yang disusun pada penelitian ini didasarkan pada standar kompetensi mata pelajaran IPS kelas V yaitu: 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kompetensi dasar yang diteliti yaitu 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan tes esai dan lembar observasi. 3.7.1 Tes Instrumen tes yang digunakan oleh peneliti terdiri dari 5 soal esai yang terdiri dari 2 soal untuk mengukur kemampuan mengingat dan 3 soal untuk mengukur kemampuan memahami. Soal-soal tersebut diujikan agar memenuhi syarat instrumen penelitian yang valid dan reliabel. Kisi-kisi instrumen penelitian yang dibuat oleh peneliti untuk mengukur kemampuan mengingat dan memahami terlihat pada tabel 3. Tabel 3. Kisi-kisi Instrumen Penelitian Variabel Proses Kognitif Indikator Mengingat Mengidentifikasi Mengidentifikasi waktu terjadinya peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menyebutkan nama-nama peristiwa melalui perundingan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menceritakan kembali secara singkat perjuangan para pejuang Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menafsirkan akibat buruk dari peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia terhadap kehidupan rakyat Indonesia. Memprediksi hasil yang diperoleh rakyat Indonesia setelah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mengingat kembali Memahami Merangkum Menafsirkan Memprediksi No. Soal 1 2 3 4 5

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 3.7.2 Observasi Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti selanjutnya adalah lembar observasi atau lembar pengamatan. Observasi dilakukan oleh peneliti selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Kisi-kisi lembar observasi yang digunakan oleh peneliti terlihat pada tabel 4. No 1 2 3 Tabel 4. Kisi-kisi Lembar Observasi Kegiatan Pembelajaran Aspek yang Fokus yang diamati Ya Tidak Keterangan diamati Cara guru Guru berperan dalam dalam penggunaan media menyampaikan timeline pada pembelajaran IPS kelas pembelajaran V Guru menunjukkan sikap peduli dalam menghadapi siswa Guru menyampaikan cara penggunaan media timeline pada pembelajaran IPS kelas V Keterlibatan Siswa mengikuti seluruh siswa dalam proses pembelajaran pembelajaran Siswa terlibat aktif dalam penggunaan media timeline Media yang Menggunakan media digunakan timeline dengan cara dalam yang tepat pembelajaran Media timeline bermanfaat bagi siswa Media dapat digunakan dengan mudah oleh siswa Media membantu pemahaman siswa dalam belajar Media menarik perhatian siswa Penggunaan media sesuai dengan waktu yang ditentukan

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 3.8 Uji Validitas dan Reliabilitas 3.8.1 Validitas Instrumen yang telah selesai dibuat, kemudian diuji agar mendapatkan instrumen yang valid. Validitas merupakan suatu derajat ketepatan antara data yang terjadi pada suatu obyek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh seorang peneliti (Sugiyono, 2010:363). Validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas konstruk dan validitas isi. Validitas konstruk berkenaan dengan sejauh mana suatu instrumen mengukur suatu konsep dari suatu teori yang menjadi dasar dalam penyusunan instrumen (Widoyoko, 2009:131). Uji validitas konstruk ini dilakukan dengan memberikan instrumen penelitian untuk dikonsultasikan kepada dosen ahli dan guru ahli, yaitu kepala sekolah, dan dua guru kelas sekolah dasar. Rangkuman hasil uji validitas kontruk yang telah dilakukan oleh peneliti terlihat pada tabel 5 dan kriteria perangkat pembelajaran terlihat pada tabel 6. Tabel 5. Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Perangkat Validator Validator Validator Rerata Pembelajaran 1 2 3 Silabus 4,11 4,11 4,22 4,14 RPP 4,26 4,26 4,26 4,26 LKS 3,88 3,88 4,13 3,96 Bahan ajar 4,00 4,00 4,2 4,06 Media pembelajaran 3,57 3,57 3,71 3,61 Instrumen Tes 3,8 3,9 3,85 Tabel 6. Kriteria Perangkat Pembelajaran Skor Kriteria 5 Sangat baik 4 Baik 3 Cukup 2 Tidak baik 1 Sangat tidak baik Kriteria Baik Baik Cukup Baik Cukup Cukup

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Berdasarkan hasil uji validitas instrumen perangkat pembelajaran pada tabel 5 yang berupa Silabus, RPP, LKS, bahan ajar, media pembelajaran timeline, dan instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini, kemudian dimasukkan dalam kriteria pada tabel 6, menunjukkan hasil bahwa silabus termasuk dalam kategori baik dengan rerata 4,14, RPP termasuk dalam kategori baik dengan rerata 4,26, LKS termasuk dalam kategori cukup dengan rerata 3,96, bahan ajar termasuk dalam kategori baik dengan rerata 4,06, media pembelajaran timeline termasuk dalam kategori cukup dengan rerata 3,61, dan instrumen tes termasuk dalam kategori cukup dengan rerata 3,85. Berdasarkan hasil uji validitas perangkat pembelajaran ini, diketahui bahwa seluruh perangkat pembelajaran sudah layak digunakan untuk pembelajaran dalam melaksanakan penelitian. Selain mengujikan validitas dari perangkat pembelajaran, peneliti melakukan uji validitas isi pada instrumen tes yang digunakan, yaitu berupa 5 soal esai untuk mengukur kemampuan mengingat dan memahami siswa. Validitas isi merupakan suatu derajat ketepatan dari sebuah tes untuk mengukur hasil belajar siswa serta untuk mengukur tujuan tertentu yang sejajar dengan materi atau isi dari pembelajaran yang diberikan (Widoyoko, 2009:129). Validitas isi berhubungan dengan isi dan format instrumen yaitu mengenai isi dari instrumen untuk mengukur hal-hal yang akan diukur oleh peneliti dan format instrumen telah sesuai untuk mengukur aspek tersebut (Widoyoko, 2009:130). Validitas isi dilakukan dengan mengujikan instrumen berupa soal esai kepada siswa kelas VI SD Negeri Percobaan 3 Pakem yang berjumlah 33 siswa pada hari Selasa tanggal 10 April 2014. Penghitungan uji validitas isi dilakukan dengan menggunakan

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 program komputer SPSS (Statistical Package for Social Sciences) for Windows dengan urutan langkah-langkah menghitung validitas instrumen: membuka program, memasukkan data (entry data), mengolah data, dan menganalisis output (Widoyoko, 2009:155). Instrumen tersebut berupa soal esai materi pelajaran IPS kelas V pada Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Kompetensi dasar yang diteliti yaitu 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. Instrumen atau item yang dinyatakan valid adalah item yang memiliki nilai signifikansi (sig. 2-tailed) < 0,05, dan item yang dinyatakan tidak valid adalah item yang memiliki nilai signifikansi (sig. 2-tailed) > 0,05 (Priyatno, 2012:101). Hasil uji validitas instrumen dengan menggunakan program komputer SPSS 20 for Windows dapat dirangkum pada tabel 7. No. Soal 1 2 3 4 5 Tabel 7. Rangkuman Hasil Uji Validitas Instrumen Pearson Proses Kognitif Sig. (2-tailed) Keputusan Correlation Mengidentifikasi 0,716** 0,000 Valid ** Mengingat kembali 0,657 0,000 Valid ** Merangkum 0,625 0,000 Valid ** Menafsirkan 0,587 0,000 Valid ** Memprediksi 0,574 0,000 Valid Berdasarkan tabel 7 diketahui bahwa kelima item tersebut memiiki nilai sig. (2-tailed) < 0,05, yaitu 0,000 untuk mengidentifikasi, 0,000 untuk mengingat kembali, 0,000 untuk merangkum, 0,000 untuk menafsirkan, dan 0,000 untuk memprediksi. Maka, dapat dinyatakan bahwa kelima item tersebut termasuk dalam kategori valid.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 3.8.2 Reliabilitas Uji reliabilitas instrumen dilakukan setelah melakukan uji validitas instrumen pada soal yang valid. Widoyoko (2009:99) menuliskan bahwa kata “reliabilitas” diambil dari bahasa Inggris “reliability” yang berarti “dapat dipercaya.” Tes dikatakan dapat dipercaya (reliabel) apabila memberikan hasil yang tetap atau ajek jika diteskan berkali-kali (Widoyoko, 2012:144). Pengujian reliabilitas instrumen yang valid menggunakan program komputer SPSS 20 for Windows. Besarnya tingkat suatu reliabilitas dinyatakan dengan menggunakan koefisien reabilitas. Koefisien reliabilitas suatu tes dinyatakan dalam suatu bilangan koefisien antara -1,00 sampai dengan 1,00. Masidjo (2012:209) menjabarkan koefisien korelasi reliabilitas dan disajikan dalam bentuk tabel yang terlihat pada tabel 8. Tabel 8. Kriteria Koefisien Reliabilitas Koefisien Korelasi Kualifikasi 0,91 – 1,00 Sangat Tinggi 0,71 – 0,90 Tinggi 0,41 – 0,70 Cukup 0,21 – 0,40 Rendah Negatif – 0,20 Sangat Rendah Berdasarkan tabel 8 mengenai klasifikasi koefisien korelasi reliabilitas tersebut, koefisien korelasi dibagi ke dalam lima tingkatan. Koefisien korelasi meliputi 0,91 sampai dengan 1,00 dengan kualifikasi sangat tinggi, 0,71 sampai dengan 0,90 dengan kualifikasi tinggi, 0,41 sampai dengan 0,70 dengan kualifikasi cukup, 0,21 sampai dengan 0,40 dengan kualifikasi rendah, dan negatif sampai dengan 0,20 dengan kualifikasi sangat rendah. Hasil penghitungan uji reliabilitas instrumen dengan menggunakan SPSS 20 terlihat pada tabel 9.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Tabel 9. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Sekolah Alpha Cronbach Kategori SD Negeri Percobaan 3 Pakem 0,625 Cukup Berdasarkan hasil uji reliabilitas dari kelima item yang valid pada kemampuan mengingat dan memahami, hasil pada tabel 9 menunjukkan Cronbach Alpha adalah 0,625. Jika hasil uji reliabilitas tersebut dikonversikan ke dalam kriteria koefisien reliabilitas pada tabel 8, maka reliabilitas kelima item tersebut termasuk dalam kategori cukup. 3.9 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini dengan menggunakan program komputer yang disebut SPSS 20 for Windows, yang meliputi langkah-langkah analisis data sebagai berikut: 3.9.1 Analisis Deskriptif Analisis deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui nilai maximum, minimum, mean, median, dan standar deviasi dari masing-masing skor pretest dan posttest kemampuan mengingat serta skor pretest dan posttest kemampuan memahami pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 3.9.2 Uji Prasyarat 3.9.2.1 Uji Normalitas Data Uji normalitas merupakan sebuah pengujian yang dilakukan untuk mengecek apakah data yang sedang diteliti berasal dari populasi yang mempunyai sebaran normal (Sarwono, 2010:23). Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov. One Sample KolmogorovSmirnov ini digunakan oleh peneliti untuk menentukan jenis statistik yang akan

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 digunakan dalam penelitian ini (Sarwono, 2010:27), dengan kriteria yang digunakan yaitu: 1) Apabila nilai signifikansi (Asymp. Sig.) > 0,05 maka data didistribusikan sebagai data normal. 2) Apabila nilai sig. (2-tailed) < 0,05 maka didistribusikan sebagai data tidak normal (Priyatno, 2012:136). Data yang didistribusikan sebagai data normal, maka teknik statistik yang digunakan selanjutnya adalah statistik parametrik, yaitu independent samples t-test (Priyatno, 2012:17). Data yang didistribusikan sebagai data tidak normal, maka teknik statistik yang digunakan selanjutnya adalah statistik non parametrik, yaitu MannWhitney (Priyatno, 2012:137) 3.9.2.2 Uji Homogenitas Skor Pretest Uji homogenitas dilakukan pada hasil skor pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol pada kemampuan mengingat dan memahami untuk mengetahui kesamaan atau memiliki kemampuan awal yang sama atau tidak. Uji perbedaan skor pretest ini dilakukan dengan menganalisis hasil skor pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan program komputer SPSS 20 for Windows, yaitu statistik parametrik independent sample ttes dengan uji Levene’s (Priyatno, 2012:23). Hipotesis statistik yang digunakan yaitu: Hnull = Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, atau dengan kata lain antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki kemampuan awal yang sama.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hi 42 = Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, atau dengan kata lain antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki kemampuan awal yang berbeda. Kriteria persamaan data yang digunakan yaitu: 1) Jika signifikansi < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak (Priyatno, 2012:23), artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, atau dengan kata lain kedua data memiliki persamaan. 2) Jika signifikansi > 0,05, maka Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak (Priyatno, 2012:23), artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, atau dengan kata lain kedua data tidak memiliki persamaan. 3.9.3 Uji Hipotesis 3.9.3.1 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Uji kenaikan skor pretest ke posttest dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program komputer SPSS 20 for Windows, yaitu paired samples ttest untuk data yang didistribusikan sebagai data normal (Priyatno, 2012:25) dan Wilcoxon untuk data yang didistribusikan sebagai data tidak normal (Priyatno, 2012:141). Uji kenaikan skor pretest ke posttest ini dilakukan pada data hasil skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui apakah ada kenaikan skor pretest ke posttest pada kemampuan mengingat dan memahami atas penggunaan media timeline pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data hasil uji kenaikan tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui perbedaan kemampuan mengingat dan memahami

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 atas penggunaan media timeline siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem. Hipotesis statistik yang digunakan yaitu: Hnull = Tidak ada perbedaan antara skor pretest dan posttest, atau dengan kata lain tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hi = Ada perbedaan antara skor pretest dan posttest, atau dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan yaitu: 1) Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull gagal ditolak dan H1 ditolak (Priyatno, 2012:31), artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest, atau dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 2) Jika nilai sig. (2-tailed) ≤ 0,05, maka Hnull ditolak dan H1 gagal ditolak (Priyatno, 2012:31), artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest, atau dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 3.9.3.2 Uji Perbedaan Skor Posttest Uji perbedaan skor posttest ini dilakukan pada masing-masing hasil skor posttest untuk mengetahui perbedaan yang terjadi antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan mengingat dan kemampuan memahami. Perbandingan skor posttest ini menggunakan analisis data statistik, yaitu independent samples t-test untuk data yang didistribusikan sebagai data normal (Priyatno, 2012:23), dan Mann Whitney untuk data yang didistribusikan

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 sebagai data tidak normal (Priyatno, 2012:137). Analisis data perbedaan skor posttest menggunakan analisis hipotesis sebagai berikut: Hnull = Tidak ada perbedaan skor posttest kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tidak ada perbedaan skor posttest kemampuan memahami atas penggunaan media timeline, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan memahami atas penggunaan media timeline kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hi = Ada perbedaan skor posttest kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline, artinya ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Ada perbedaan skor posttest kemampuan memahami atas penggunaan media timeline, artinya ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan memahami atas penggunaan media timeline kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan yaitu: 1) jika nilai sig. (2-tailed) ≤ 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak (Priyatno, 2012:24), artinya ada perbedaan yang signifikan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dan 2) jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak (Priyatno, 2012:24), artinya tidak ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Bab 4 ini membahas hasil penelitian dan pembahasan untuk mengetahui perbedaan kemampuan mengingat dan memahami atas penggunaan media timeline. Pembahasan pada bab 4 ini mengenai perbedaan kemampuan mengingat dan memahami atas penggunaan media timeline. Hasil dan pembahasan yang dibahas pada bab 4 ini antara lain: Deskripsi Data Penelitian, Deskripsi Analisis Data Penelitian, Uji Prasyarat, Uji Hipotesis, serta Hasil Penelitian, dan Pembahasan. 4.1 Deskripsi Data Penelitian 4.1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian eksperimen ini dilaksanakan di SD Negeri Percobaan 3 Pakem. SD Negeri Percobaan 3 Pakem terletak di Jalan Kaliurang Km. 17, Sukunan, Pakembinangun, Sleman, Yogyakarta Kodepos 55582. SD Negeri Percobaan 3 Pakem terletak tepat dipinggir Jalan Kaliurang, tepat berada di depan Rumah Sakit Panti Nugroho dan Taman Kanak-kanak (TK) Bina Kasih, dan berada di utara Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Pakem. Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah antara lain 24 ruangan, yang terdiri dari 12 ruang kelas 1 sampai kelas 6 (kelas paralel A dan B), ruang Kepala Sekolah, ruang guru, ruang agama Kristen dan Katolik, ruang laboratorium komputer untuk pelajaran Teknik Informatika (TI), ruang laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), ruang Tata Usaha, ruang untuk 45

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 peralatan musik, aula, ruang untuk kantin sekolah, ruang perpustakaan, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), mushola, serta kamar mandi/WC siswa dan kamar mandi/WC guru yang terdiri dari 6 kamar mandi untuk guru dan 4 kamar mandi untuk siswa. Selain itu, terdapat lapangan bulutangkis yang berada di tengah-tengah gedung sekolah, lapangan upacara pada bagian selatan sekolah, halaman sekolah yang cukup sejuk yang berada di bagian depan gedung sekolah, serta tempat parkir untuk guru dan karyawan. SD Negeri Percobaan 3 Pakem memiliki 25 guru, yang terdiri dari 12 guru tetap dan 13 guru tidak tetap. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VA dan VB di SD Negeri Percobaan 3 Pakem, dengan jumlah siswa seluruhnya adalah 64 siswa, yang terdiri dari 32 siswa kelas VA dan 32 siswa kelas VB. Penelitian eksperimen yang dilaksanakan di SD Negeri Percobaan 3 Pakem ini menggunakan media pembelajaran timeline. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan mengingat dan memahami atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS materi “Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.” 4.1.2 Deskripsi Pelaksanaan Pretest 4.1.2.1 Deskripsi Pelaksanaan Pretest Kelompok Eksperimen Data awal kemampuan mengingat dan memahami siswa diperoleh dari hasil pelaksanaan pretest pada mata pelajaran IPS materi “Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia” pada kelas eksperimen, yaitu siswa kelas VA yang berjumlah 32 siswa. Pretest yang diberikan menggunakan 5 soal esai, yang terdiri dari 2 soal untuk menguji kemampuan mengingat dan 3 soal untuk menguji

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 kemampuan memahami. Pelaksanaan pretest kelas eksperimen dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 16 April 2014 pukul 07.00-08.10 WIB atau selama 2 jam pelajaran. Rangkuman hasil skor pretest kelompok eksperimen terlihat pada tabel 10. No. 1 2 Tabel 10. Skor Pretest Kelompok Eksperimen Kelompok Variabel Skor Total Rerata Mengingat 1438 44,93 Eksperimen Memahami 1558 48,68 Berdasarkan tabel 10, hasil skor pretest kelompok eksperimen didapatkan skor total kemampuan mengingat 1438 dengan rerata 44,93 dan skor total kemampuan memahami 1558 dengan rerata 48,68. 4.1.2.2 Deskripsi Pelaksanaan Pretest Kelompok Kontrol Data awal kemampuan mengingat dan memahami siwa diperoleh dari hasil pelaksanaan pretest pada mata pelajaran IPS materi “Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia” pada kelas kontrol, yaitu siswa kelas VB yang berjumlah 32 siswa. Pretest yang diberikan menggunakan 5 soal esai, yang terdiri dari 2 soal untuk menguji kemampuan mengingat dan 3 soal untuk menguji kemampuan memahami. Pelaksanaan pretest kelas kontrol dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 19 April 2014 pukul 07.00-08.10 WIB atau selama 2 jam pelajaran. Rangkuman hasil skor pretest kelompok kontrol terlihat pada tabel 11. No. 1 2 Tabel 11. Skor Pretest Kelompok Kontrol Kelompok Variabel Skor Total Rerata Mengingat 1350 42,18 Kontrol Memahami 1325 41,40

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Berdasarkan tabel 11, hasil skor pretest kelompok kontrol didapatkan skor total kemampuan mengingat 1350 dengan rerata 42,18 dan skor total kemampuan memahami 1325 dengan rerata 41,40. 4.1.3 Deskripsi Pelaksanaan Posttest 4.1.3.1 Deskripsi Pelaksanaan Posttest Kelompok Eksperimen Data kemampuan mengingat dan memahami siswa diperoleh dari pelaksanaan posttest pada mata pelajaran IPS materi “Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia” pada kelas eksperimen, yaitu siswa kelas VA yang berjumlah 32 siswa. Posttest yang diberikan menggunakan 5 soal esai, yang terdiri dari 2 soal untuk menguji kemampuan mengingat dan 3 soal untuk menguji kemampuan memahami. Pelaksanaan posttest kelas eksperimen dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 3 Mei 2014 selama 2 jam pelajaran. Rangkuman hasil skor posttest kelompok eksperimen terlihat pada tabel 12. No. 1 2 Tabel 12. Skor Posttest Kelompok Eksperimen Kelompok Variabel Skor Total Rerata Mengingat 2613 81,65 Eksperimen Memahami 2608 81,50 Berdasarkan tabel 12, hasil skor posttest kelompok eksperimen didapatkan skor total kemampuan mengingat 2613 dengan rerata 81,65 dan skor total kemampuan memahami 2608 dengan rerata 81,50. 4.1.3.2 Deskripsi Pelaksanaan Posttest Kelompok Kontrol Data kemampuan mengingat dan memahami diperoleh dari pelaksanaan posttest pada mata pelajaran IPS materi “Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia” pada kelas kontrol, yaitu siswa kelas VB yang

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 berjumlah 32 siswa. Posttest yang diberikan menggunakan 5 soal esai, yang terdiri dari 2 soal untuk menguji kemampuan mengingat dan 3 soal untuk menguji kemampuan memahami. Pelaksanaan posttest kelas kontrol dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 3 Mei 2014 selama 2 jam pelajaran. Rangkuman hasil skor posttest kelompok kontrol terlihat pada tabel 13. No. 1 2 Kelompok Kontrol Tabel 13. Skor Posttest Kelompok Kontrol Variabel Skor Total Rerata Mengingat 1650 51,56 Memahami 1867 58,34 Berdasarkan tabel 13, hasil skor posttest kelompok kontrol didapatkan skor total kemampuan mengingat 1650 dengan rerata 51,56 dan skor total kemampuan memahami 1867 dengan rerata 58,34. 4.2 Deskripsi Analisis Data Penelitian 4.2.1 Deskripsi Analisis Data Penelitian Pretest Hasil analisis deskriptif pretest terbagi menjadi dua, yaitu analisis deskriptif pretest pada kemampuan mengingat dan analisis deskriptif pretest pada kemampuan memahami. 4.2.1.1 Pretest Kelompok Eksperimen Hasil skor pretest kelompok eksperimen pada kemampuan mrengingat dan memahami yang didapatkan oleh siswa terlihat pada tabel 14. No. 1 2 Tabel 14. Rangkuman Hasil Skor Pretest Kelompok Eksperimen Standar Variabel Minimum Maximum Mean Median Deviasi Mengingat 25 63 45,19 50,00 11,855 Memahami 33 75 48,66 50,00 12,281

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Berdasarkan tabel 14, diketahui hasil skor pretest dari 32 siswa kelas VA kelompok eksperimen pada kemampuan mengingat, didapatkan nilai maksimum 63 dan nilai minimum 25. Rerata skor pretest 45,19 dan median 50,00. Standar deviasi yang diperoleh dari skor pretest kemampuan mengingat yaitu 11,855. Hasil skor pretest dari 32 siswa kelas VA kelompok eksperimen pada kemampuan memahami, didapatkan nilai maksimum 75 dan nilai minimum 33. Rerata skor pretest 48,66 dan median 50,00. Standar deviasi yang diperoleh dari skor pretest kemampuan memahami yaitu 12,281. 4.2.1.2 Pretest Kelompok Kontrol Hasil skor pretest kelompok kontrol pada masing-masing kemampuan yang didapatkan oleh siswa terlihat pada tabel 15. No. 1 2 Tabel 15. Rangkuman Hasil Skor Pretest Kelompok Kontrol Standar Variabel Minimum Maximum Mean Median Deviasi Mengingat 25 63 42,44 38,00 10,886 Memahami 25 58 41,41 42,00 10,460 Berdasarkan tabel 15, diketahui hasil skor pretest dari 32 siswa kelas VB kelompok kontrol pada kemampuan mengingat, didapatkan nilai maksimum dan nilai minimum 25. Rerata skor pretest 42,44 dan median 38,00. Standar deviasi yang diperoleh dari skor pretest kemampuan mengingat yaitu 10,886. Hasil skor pretest dari 32 siswa kelas VB kelompok kontrol pada kemampuan memahami, didapatkan nilai maksimum 58 dan nilai minimum 25. Rerata skor pretest 41,44 dan median 42,00. Standar deviasi yang diperoleh dari skor pretest kemampuan memahami yaitu 10,460.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 4.2.2 Deskripsi Analisis Data Penelitian Posttest Hasil analisis deskriptif posttest terbagi menjadi dua, yaitu analisis deskriptif posttest kemampuan mengingat dan analisis deskriptif posttest kemampuan memahami pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 4.2.2.1 Posttest Kelompok Eksperimen Hasil skor posttest kelompok eksperimen pada masing-masing kemampuan yang didapatkan oleh siswa terlihat pada tabel 16. No. 1 2 Tabel 16. Rangkuman Hasil Skor Posttest Kelompok Eksperimen Standar Variabel Minimum Maximum Mean Median Deviasi Mengingat 50 100 81,84 88,00 16,703 Memahami 42 100 81,56 83,00 14,670 Berdasarkan tabel 16, diketahui hasil skor posttest dari 32 siswa kelas VA kelompok eksperimen pada kemampuan mengingat, didapatkan nilai maksimum 100 dan nilai minimum 50. Rerata skor posttest 81,84 dan median 88,00. Standar deviasi yang diperoleh dari skor posttest kemampuan mengingat yaitu 16,703. Hasil skor posttest dari 32 siswa kelas VA kelompok eksperimen pada kemampuan memahami, didapatkan nilai maksimum 100 dan nilai minimum 42. Rerata skor posttest 81,56 dan median 83,00. Standar deviasi yang diperoleh dari skor posttest kemampuan memahami yaitu 14,670. 4.2.2.2 Posttest Kelompok Kontrol Hasil skor posttest kelompok kontrol pada masing-masing kemampuan yang didapatkan oleh siswa terlihat pada tabel 17.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. 1. 2. 52 Tabel 17. Rangkuman Hasil Skor Posttest Kelompok Kontrol Standar Variabel Minimum Maximum Mean Median Deviasi Mengingat 25 100 51,78 50,00 19,748 Memahami 33 92 58,34 58,00 15,343 Berdasarkan tabel 17, diketahui hasil skor posttest dari 32 siswa kelas VB kelompok kontrol pada kemampuan mengingat, didapatkan nilai maksimum 100 dan nilai minimum 25. Rerata skor posttest 51,78 dan median 50,00. Standar deviasi yang diperoleh dari posttest kemampuan mengingat yaitu 19,748. Hasil skor posttest dari 32 siswa kelas VB kelompok kontrol pada kemampuan memahami, didapatkan nilai maksimum 92 dan nilai minimum 33. Rerata skor posttest 58,34 dan median 58,00. Standar deviasi yang diperoleh dari skor posttest kemampuan memahami yaitu 15,343. 4.3 Uji Prasyarat Analisis 4.3.1 Uji Normalitas Data Uji normalitas data dilakukan untuk menguji bahwa data yang diujikan adalah data normal atau data tidak normal. Uji normalitas data dilakukan pada masing-masing data penelitian, yaitu data hasil pretest dan posttest kemampuan mengingat dan kemampuan memahami pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Test dengan program SPSS 20 for Windows. Output hasil uji normalitas data kemudian dianalisis dengan kriteria: 1) Jika nilai signifikansi atau sig. (2-tailed) > 0,05 maka data didistribusikan sebagai data normal. 2) Jika nilai signifikansi atau sig. (2-tailed) < 0,05 maka data didistribusikan sebagai data tidak normal (Priyatno, 2012:136).

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 4.3.1.1 Uji Normalitas Kemampuan Mengingat Hasil uji normalitas data pretest dan posttest kemampuan mengingat pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang telah dilakukan terlihat pada tabel 18. Tabel 18. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengingat Asymp. Sig Kelompok Keterangan (2-Tailed) Pretest Kelompok Eksperimen 0,169 Normal Posttest Kelompok Eksperimen 0,135 Normal Pretest Kelompok Kontrol 0,088 Normal Posttest Kelompok Kontrol 0,358 Normal Berdasarkan tabel 18, hasil uji normalitas pada skor pretest kemampuan mengingat didapatkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) > 0,05 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil skor pretest pada kelompok eksperimen 0,169 dan skor posttest 0,135. Hasil skor pretest kelompok kontrol 0,088 dan skor posttest 0,358, sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil skor pretest dan posttest kemampuan mengingat pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tersebut normal. 4.3.1.2 Uji Normalitas Kemampuan Memahami Hasil uji normalitas data pretest dan posttest kemampuan memahami pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang telah dilakukan terlihat pada tabel 19. Tabel 19. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Memahami Asymp.Sig Kelompok Keterangan (2-Tailed) Pretest Kelompok Eksperimen 0,478 Normal Posttest Kelompok Eksperimen 0,075 Normal Pretest Kelompok Kontrol 0,257 Normal Posttest Kelompok Kontrol 0,457 Normal

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Berdasarkan tabel 19, hasil uji normalitas pada skor pretest kemampuan memahami didapatkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) > 0,05 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil skor pretest pada kelompok eksperimen 0,478 dan skor posttest 0,075. Hasil skor pretest pada kelompok kontrol 0,257 dan skor posttest 0,457, sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil uji normalitas skor pretest dan posttest kemampuan memahami pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tersebut normal. 4.3.2 Uji Homogenitas Uji Homogenitas dilakukan untuk menguji bahwa data yang diperoleh berasal dari populasi yang homogen. Uji homogenitas dilakukan pada hasil pretest kemampuan mengingat dan pretest kemampuan memahami pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji homogenitas pada skor pretest ini menggunakan program komputer SPSS 20 for Windows, yaitu statistik parametrik independent samples t-test dengan uji Levene’s test. Independent samples t-test digunakan untuk menguji perbedaan rerata dari skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Priyatno, 2012:17). Output hasil uji homogenitas kemudian dianalisis sebagai berikut: Hnull = Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, atau dengan kata lain kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang sama. Hi = Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, atau dengan kata lain kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang berbeda.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Kriteria yang digunakan dalam uji homogenitas yaitu: 1) Jika signifikansi < 0,05, Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak (Priyatno, 2012:23), artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok eksperimen dan skor pretest kelompok kontrol, atau dengan kata lain kedua skor pretest berada pada level yang tidak sama. 2) Jika signifikansi > 0,05, Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak (Priyatno, 2012:23), artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok eksperimen dan skor pretest kelompok kontrol, atau dengan kata lain kedua skor pretest berada pada level yang sama. 4.3.2.1 Uji Homogenitas Kemampuan Mengingat Rangkuman hasil analisis data perbandingan skor pretest kelompok eksperimen dan skor pretest kelompok kontrol pada kemampuan mengingat dapat dilihat pada data hasil uji homogenitas dengan independent sample t-test terlihat pada tabel 20. Tabel 20. Hasil Uji Homogenitas Kemampuan Mengingat Variabel Signifikansi α Keterangan Pretest Kelompok Eksperimen 0,534 0,05 tidak ada perbedaan dan Kelompok Kontrol Berdasarkan tabel 20, hasil uji homogenitas pada skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol kemampuan mengingat diketahui data memiliki signifikansi > 0,05, yaitu 0,534, maka Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak ada perbedaan (homogen) atau dengan kata lain kedua kelompok tersebut berada pada level yang sama.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 4.3.2.2 Uji Homogenitas Kemampuan Memahami Rangkuman hasil analisis data perbandingan skor pretest kelompok eksperimen dan skor pretest kelompok kontrol pada kemampuan memahami dapat dilihat pada data hasil uji homogenitas dengan independent sample t-test terlihat pada tabel 21. Tabel 21. Hasil Uji Homogenitas Kemampuan Memahami Variabel Signifikansi α Keterangan Pretest kelompok eksperimen 0,330 0,05 tidak ada perbedaan dan kelompok kontrol Berdasarkan tabel 21, tentang hasil uji homogenitas pada hasil pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol kemampuan memahami diketahui data memiliki signifikansi > 0,05, yaitu 0,330, maka Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak ada perbedaan (homogen) atau kedua kelompok tersebut berada pada level yang sama. 4.4 Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan program komputer SPSS 20 for Windows setelah melakukan uji normalitas dan uji homogenitas data. Uji hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui kenaikan skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Setelah mengetahui kenaikan skor pretest ke posttest, selanjutnya untuk melihat perbandingan antara skor posttest dan skor posttest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol pada kemampuan mengingat dan memahami.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 4.4.1 Perbedaan Kemampuan Mengingat atas Penggunaan Media Timeline 4.4.1.1 Uji Kenaikan Skor Pretest dan Skor Posttest Kemampuan Mengingat Uji kenaikan ini berkaitan dengan uji normalitas, yaitu skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai sig. (2tailed) > 0,05, maka data dikatakan normal sehingga analisis yang digunakan untuk data normal adalah analisis statistik paired sample t-test (Priyatno, 2012:25). Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: Hnull = Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, atau dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Hi = Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, atau dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Kriteria yang digunakan yaitu: 1) Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull gagal ditolak dan H1 ditolak (Priyatno, 2012:31), artinya tidak ada perbedaan yang siginifikan antara skor pretest ke posttest, atau dengan kata lain tidak ada kenaikan yang siginifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 2) Jika nilai sig. (2-tailed) ≤ 0,05, maka Hnull ditolak dan H1 gagal ditolak (Priyatno, 2012:31), artinya ada perbedaan yang siginifikan antara skor pretest ke posttest, atau dengan kata lain ada kenaikan yang siginifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Hasil analisis data uji kenaikan skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan mengingat terlihat pada tabel 22. No 1. 2. Tabel 22. Kenaikan Skor Pretest dan Posttest Kemampuan Mengingat Tes (Mean) % Kelompok Signifikansi Keterangan Pretest Posttest Peningkatan Eksperimen 45,19 81,84 81,10% 0,000 Hnull ditolak Kontrol 42,44 51,78 22,00% 0,041 Hnull ditolak Berdasarkan tabel 22, diperoleh data bahwa nilai sig. (2-tailed) pada kelompok eksperimen, menunjukkan nilai sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan pada skor pretest ke posttest. Nilai sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,041 pada kelompok kontrol, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak. Artinya ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, atau dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest ke posttest kemampuan mengingat pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 4.4.1.2 Uji Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Mengingat Uji perbedaan skor posttest dilakukan untuk mengetahui perbedaan yang terjadi pada skor posttest kelompok eksperimen dan posttest kelompok kontrol. Perbandingan skor posttest ini menggunakan program komputer SPSS 20 for Windows dengan analisis data statistik, yaitu independent samples t-test, karena data posttest kemampuan mengingat pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki nilai sig. (2-tailed) > 0,05 sehingga data berdistribusi sebagai

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 data normal (Priyatno, 2012:23). Perbandingan skor posttest kemampuan mengingat pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan yang terjadi antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan mengingat. Analisis data perbedaan posttest menggunakan analisis hipotesis statistik sebagai berikut: Hnull = Tidak ada perbedaan skor posttest kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tidak ada perbedaan skor posttest kemampuan memahami atas penggunaan media timeline, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan memahami atas penggunaan media timeline kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hi = Ada perbedaan skor posttest kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline, artinya ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Ada perbedaan skor posttest kemampuan memahami atas penggunaan media timeline, artinya ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan memahami atas penggunaan media timeline kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan yaitu: 1) Jika nilai sig. (2-tailed) ≤ 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak (Priyatno, 2012:24), artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kemampuan mengingat pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 2) Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull gagal ditolak

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 dan Hi ditolak (Priyatno, 2012:24), artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kemampuan mengingat pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis statistik perbandingan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen terlihat pada tabel 23. Tabel 23. Uji Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Mengingat Kelompok Posttest Mean Sig. (2-tailed) df Α Keterangan Eksperimen 81,84 0,000 Ada perbedaan 62 0,05 Kontrol 51,78 0,000 Ada perbedaan Berdasarkan tabel 23, rerata skor posttest pada kelompok eksperimen yaitu 81,84 dan pada kelompok kontrol yaitu 51,78. Berdasarkan hasil tersebut, terlihat bahwa hasil rerata skor posttest kelompok eksperimen lebih tinggi daripada hasil rerata skor posttest kelompok kontrol. Nilai signifikansi kelompok eksperimen didapatkan sig. (2-tailed) < 0,05, yaitu 0,000, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak. Nilai signifikansi kelompok kontrol didapatkan sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan skor posttest kemampuan mengingat atas pengunaan media timeline pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 4.4.2 Perbedaan Kemampuan Memahami atas Penggunaan Media Timeline 4.4.2.1 Uji Kenaikan Skor Pretest dan Skor Posttest Kemampuan Memahami Uji kenaikan ini berkaitan dengan uji normalitas, yaitu hasil skor pretest dan skor posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai sig. (2-tailed) > 0,05, maka data dikatakan normal sehingga analisis yang digunakan

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 untuk data normal adalah analisis statistik paired sample t-test (Priyatno, 2012:25). Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: Hnull = Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, atau dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Hi = Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, atau dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Kriteria yang digunakan yaitu: 1) Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest atau dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. 2) Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05, Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest atau dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Hasil analisis data uji kenaikan skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan memahami dirangkum dalam tabel 2. Tabel 24. Uji Kenaikan Skor Pretest dan Posttest Kemampuan Memahami Tes (Mean) % No Kelompok Signifikansi Keterangan Pretest Posttest Peningkatan 1. Eksperimen 48,66 81,56 67,61% 0,000 Hnull ditolak 2. Kontrol 41,41 58,34 40,88% 0,000 Hnull ditolak Berdasarkan tabel 24, diperoleh data bahwa pada kelompok eksperimen menunjukkan nilai sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000, maka Hnull ditolak dan Hi

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan pada skor pretest ke posttest. Pada kelompok kontrol menunjukkan nilai sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, atau dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest ke posttest kemampuan memahami pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 4.4.2.2 Uji Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Memahami Perbedaan skor posttest dilakukan untuk mengetahui peningkatan yang terjadi pada skor posttest kelompok eksperimen dan posttest kelompok kontrol. Perbandingan skor posttest ini menggunakan analisis data statistik, yaitu independent samples t-test, karena data posttest kemampuan memahami pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki nilai sig. (2-tailed) > 0,05 sehingga data berdistribusi sebagai data normal (Priyatno, 2012:23). Perbedaan skor posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan yang ada pada skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan memahami. Analisis data perbedaan posttest menggunakan analisis hipotesis sebagai berikut: Hnull = Tidak ada perbedaan skor posttest kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tidak ada perbedaan skor posttest kemampuan memahami atas penggunaan media timeline, artinya tidak ada

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 perbedaan yang signifikan pada kemampuan memahami atas penggunaan media timeline kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hi = Ada perbedaan skor posttest kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline, artinya ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Ada perbedaan skor posttest kemampuan memahami atas penggunaan media timeline, artinya ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan memahami atas penggunaan media timeline kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan yaitu: 1) Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kemampuan memahami pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 2) Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull gagal ditolak dan Hi ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kemampuan memahami pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis statistik perbandingan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terlihat pada tabel 25. Tabel 25. Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Memahami Kelompok Posttest Mean Sig. (2-tailed) df α Keterangan Eksperimen 81,56 0,000 Ada perbedaan 62 0,05 Kontrol 58,34 0,000 Ada perbedaan Berdasarkan tabel 25, menunjukkan rerata skor posttest pada kelompok eksperimen adalah 81,56 dan pada kelompok kontrol adalah 58,34. Hasil rerata kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terlihat bahwa rerata kelompok

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Nilai signifikansi kelompok eksperimen didapatkan sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak. Nilai signifikansi kelompok kontrol didapatkan sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan skor posttest kemampuan memahami atas pengunaan media timeline pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 4.5 Pembahasan Hasil Penelitian 4.5.1 Perbedaan Kemampuan Mengingat atas Penggunaan Media Timeline Hasil analisis data untuk menguji perbedaan kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline menunjukkan hasil bahwa skor pretest dan posttest kemampuan mengingat pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki distribusi data yang normal. Hasil uji homogenitas pada skor pretest kemampuan mengingat menunjukkan hasil bahwa data pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tersebut homogen. Hasil uji kenaikan menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest kemampuan mengingat pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji perbedaan skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan mengingat menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) < 0,05, yaitu 0,000, sehingga Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak, artinya ada perbedaan antara skor posttest kemampuan mengingat pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, atau dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan mengingat siswa atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemedekaan Indonesia pada

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor posttest kelompok eksperimen lebih tinggi daripada skor posttest kelompok kontrol. Hal ini terjadi karena pada kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa penggunaan media timeline dalam pembelajarannya, sedangkan kelompok kontrol melakukan pembelajaran secara konvensional, yaitu menggunakan metode ceramah dan tidak menggunakan media pembelajaran berupa media timeline pada pembelajarannya. Hasil penelitian ini diperkuat oleh hasil observasi yang dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung, bahwa media timeline bermanfaat bagi siswa dalam kegiatan pembelajaran pada kelas eksperimen, karena dalam proses pembelajaran siswa pada kelompok eksperimen menggunakan media timeline yang dapat membantu memudahkan siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi berdasarkan waktu terjadinya secara kronologis. Selain itu, siswa bebas berkreasi dengan media timeline yang dibuat oleh siswa sendiri. Siswa diberikan kebebasan untuk berkreasi dengan menambahkan gambar ataupun warna pada media yang dibuatnya, sehingga siswa lebih senang dan lebih mudah mengingat serta memahami materi pelajaran yang diberikan. Kegiatan pembelajaran pada kelompok kontrol, guru terlihat lebih mendominasi dalam proses pembelajaran, siswa mendengarkan penjelasan materi dari guru, mencatat hal-hal penting dari materi pelajaran yang diberikan, serta mengerjakan latihan soal, sehingga siswa menjadi kurang terlibat aktif dalam belajar. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti selama

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 kegiatan pembelajaran berlangsung, terlihat bahwa sebagian besar siswa kurang tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran pada kelas kontrol. Siswa terlihat kurang memperhatikan penjelasan dari guru, siswa bermain-main sendiri, dan mengantuk di dalam kelas. Hal ini menujukkan bahwa siswa kurang antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada kelompok kontrol. 4.5.2 Perbedaan Kemampuan Memahami atas Penggunaan Media Timeline Hasil analisis data untuk menguji perbedaan kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline menunjukkan hasil bahwa skor pretest dan posttest kemampuan memahami pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki distribusi data yang normal. Hasil uji homogenitas pada skor pretest kemampuan memahami pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan hasil bahwa data pretest tersebut homogen. Hasil uji kenaikan menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest kemampuan memahami pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji perbedaan skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan mengingat menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) < 0,05, yaitu 0,000, sehingga Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak, artinya ada perbedaan antara skor posttest kemampuan mengingat pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, atau dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan mengingat siswa atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemedekaan Indonesia pada siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem. Hasil penelitian ini menunjukkan

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 bahwa skor posttest kelompok eksperimen lebih tinggi daripada skor posttest kelompok kontrol. Hal ini terjadi karena pada kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa penggunaan media timeline dalam pembelajarannya, sedangkan kelompok kontrol melakukan pembelajaran secara konvensional, yaitu menggunakan metode ceramah dan tidak menggunakan media pembelajaran berupa media timeline pada pembelajarannya. Hasil penelitian ini diperkuat oleh hasil observasi yang dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung, bahwa media timeline bermanfaat bagi siswa dalam kegiatan pembelajaran pada kelas eksperimen, karena dalam proses pembelajaran siswa pada kelompok eksperimen menggunakan media timeline yang dapat membantu memudahkan siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan memahami peristiwa-peristiwa yang terjadi berdasarkan waktu terjadinya secara kronologis. Selain itu, siswa bebas berkreasi dengan media timeline yang dibuat oleh siswa sendiri. Siswa diberikan kebebasan untuk berkreasi dengan menambahkan gambar ataupun warna pada media yang dibuatnya, sehingga siswa lebih senang dan lebih mudah mengingat serta memahami materi pelajaran yang diberikan. Kegiatan pembelajaran pada kelompok kontrol, guru terlihat lebih mendominasi dalam proses pembelajaran, siswa mendengarkan penjelasan materi dari guru, mencatat hal-hal penting dari materi pelajaran yang diberikan, serta mengerjakan latihan soal, sehingga siswa menjadi kurang terlibat aktif dalam belajar. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti selama kegiatan pembelajaran berlangsung, terlihat bahwa sebagian besar siswa kurang

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 antusias mengikuti kegiatan pembelajaran pada kelas kontrol. Hal ini ditunjukkan dengan adanya siswa yang kurang memperhatikan penjelasan dari guru, siswa bermain-main sendiri, siswa mengganggu teman lain, dan siswa mengantuk di dalam kelas saat pembelajaran berlangsung. Hal ini terjadi karena siswa tidak terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan pada masing-masing kemampuan mengingat dan memahami kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, hasil penelitian ini relevan dengan beberapa hasil penelitian yang diungkapkan oleh beberapa penelitian terdahulu mengenai penggunaan media timeline, seperti yang diungkapkan oleh Mityasari (2013) pada penelitiannya yang berjudul “penggunaan media bagan garis waktu (timeline chart) untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas V SD” bahwa penggunaan media bagan garis waktu dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Selanjutnya, penelitian yang diteliti oleh Mayasari (2013) yang berjudul “peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media timeline chart wayang dengan menerapkan metode STAD” bahwa penggunaan media timeline chart wayang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Lurah, Kabupaten Cirebon pada materi peristiwa-peristiwa menjelang Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Penelitian lain diungkapkan oleh Silvani (2011), yang berjudul “pemanfaatan media timeline video pembelajaran untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Gunung Jati 01 Kec. Jabung Kab. Malang” menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan media

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 timeline video pembelajaran IPS kelas IV Sekolah Dasar dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. Penelitian ini mendukung teori yang dikemukakan oleh Sadiman (2009:37) bahwa media timeline merupakan media yang disajikan dalam sebuah garis waktu, yang menggambarkan suatu peristiwa dengan waktu terjadinya peristiwa tersebut. Selain itu, Katrhyn (2011:186) menerangkan bahwa timeline merupakan suatu media yang dapat membantu memudahkan siswa dalam memahami konsep yang abstrak. Penelitian ini relevan dengan hasil penelitian mengenai kemampuan berpikir kritis siswa seperti yang diungkapkan oleh Yanti & Arcana (2013) yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Course Review Horay terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas V SD Negeri 1 Pandak Bandung dan SD Negeri 2 Pandak Bandung.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Course Review Horay dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS. Selanjutnya, Hartati (2010) melakukan penelitian yang berjudul “Pengembangan Alat Peraga Gaya Gesek untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan praktikum dengan menggunakan alat peraga gaya gesek dapat membantu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan beberapa penelitian-penelitian terdahulu yang relevan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media timeline dalam

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 menyampaikan materi pelajaran, khususnya pada materi pelajaran IPS dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya membantu memudahkan siswa dalam mengingat serta memahami materi pelajaran yang telah disampaikan, karena media timeline mengambarkan urutan kejadian suatu peristiwa secara kronologis yang meliputi peristiwa penting yang terjadi, waktu terjadinya peristiwa, tempat terjadinya suatu peristiwa, serta tokoh-tokoh dalam peristiwa, sehingga dengan menggunakan media timeline ini dapat membantu memudahkan siswa dalam mengingat dan memahami materi pelajaran mengenai urutan kejadian suatu peristiwa.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 5 KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN Bab 5 ini diuraikan mengenai kesimpulan dan saran. Pada bagian kesimpulan menguraikan tentang hasil penelitian dengan menjawab hipotesis penelitian. Bagian keterbatasan penelitian berisi keterbatasan-keterbatasan yang dalam penelitian yang telah dilakukan, dan pada bagian saran berisi saran secara umum serta saran bagi penelitian selanjutnya. 5.1 Kesimpulan 5.1.1 Ada perbedaan kemampuan mengingat atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014. Berdasarkan hasil analisis data kemampuan mengingat dengan menggunakan statistik parametrik independent samples ttest, dapat dilihat nilai signifikansi skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 5.1.2 Ada perbedaan kemampuan memahami atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014. Berdasarkan hasil analisis data kemampuan memahami dengan menggunakan statistik parametrik independent samples t-test, dapat dilihat nilai signifikansi skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05, maka Hnull 71

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 ditolak dan Hi gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 5.2 Keterbatasan Penelitian Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu: 5.2.1 Pada penelitian ini materi yang digunakan dalam penelitian terlalu banyak, sedangkan waktu yang disediakan hanya tiga kali pertemuan, yaitu selama 70 menit setiap kali pertemuan untuk melaksanakan seluruh kegiatan pembelajaran, sehingga media timeline kurang dapat digunakan secara maksimal pada kelas eksperimen. 5.2.3 Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan memahami hanya menggunakan 3 proses kognitif, yaitu merangkum, menafsirkan, dan memprediksi. 5.2.4 Reliabilitas instrumen mencakup kategori cukup. 5.2.5 Rentang waktu antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kontrol terlalu dekat. 5.3 Saran Saran bagi penelitian selanjutnya: 5.3.1 Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya pengalokasian waktu ditentukan sesuai dengan kebutuhan siswa dalam melakukan latihan membuat timeline, sehingga siswa akan lebih mudah dalam mengingat dan memahami materi pelajaran dengan membuat timeline dan media timeline dapat digunakan secara maksimal.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 5.3.2 Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur kemampuan memahami sebaiknya menggunakan seluruh proses kognitif pada kategori memahami, yaitu menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan. 5.2.4 Reliabilitas instrumen sebaiknya mencakup dalam kategori tinggi atau sangat tinggi. 5.2.5 Rentang waktu antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kontrol sebaiknya disesuaikan agar tidak terlalu dekat, sehingga siswa dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk mengerjakan posttest lebih maksimal.

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 DAFTAR REFERENSI Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2010). Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran dan Assesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Agustin & Wahyudin. (2011). Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini: Panduan Untuk Guru, Tutor, Fasilitator, dan Pengelola Pendidikan Usia Dini. Bandung: PT Refika Aditama. Arsyad, A. (2010). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Cresswell, J. W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Djamarah, S. B. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Djamarah, S. B. (2011). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif Suatu Pendekatan Teoritis Psikologis. Jakarta: PT Asdi Mahasatya. Hartati. (2010). Pengembangan Alat Peraga Gaya Gesek untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Fisika Volume 6. (Http://scholar.google.co.id/ diakses pada tanggal 7 Juni 2014) Kustandi, C., & Sutjipto, B. (2011). Media Pembelajaran Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia. Kusumah, W., & Dwitagama, D. (2009). Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Indeks. Kathryn & Obenchain. (2011). Fifty Social Studies Strategies for K-8 Classroom. New Jersey: Pearson. Masidjo. (2012). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius Mayasari, F. (2013). Penggunaan Media Time Line Chart Wayang dengan Penerapan metode STAD untuk Meningkatkan hasil Belajar Siswa Kelas V (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas V SDN I Lurah Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon pada Materi Peristiwa-peristiwa Menjelang Proklasmasi Kemerdekaan Indonesia). Sumedang: Universitas Pendidikan Indonesia. (Http://scholar.google.co.id/ diakses pada tanggal 7 Juni 2014) Mityasari, D. Y. (2013). Penggunaan Media Bagan Waktu (Time Line Chart) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS Kelas V SD. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Volume 01, Nomor 02. (Http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-pgsd/ diakses tanggal 20 September 2013)

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Priyatno, D. (2012). Belajar Praktis Analisis Parametrik dan Non Parametrik dengan SPSS. Yogyakarta: Gava Media. Priyatno, D. (2012). Cara Kilat Belajar Analisi Data dengan SPSS 20. Yogyakarta: CV. Andi Offset. Qodratilah, M. T., dkk. (2011). Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk Pelajar. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Sadiman, A. S., Rahardjo, R., Haryono, A., Rahardjito. (2009). Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Sapriya. (2009). Pendidikan IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sarwono, J. (2010). Belajar Statistik Menjadi Mudah dan Cepat. Yogyakarta: CV Andi Offset. Sa’ud, U. S., & Makmun, Abin Syamsuddin. (2007). Perencanaan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Silvani, A. (2011). Pemanfaatan Media Timeline Video untuk Meningkatkan Proses dan Hasil belajar IPS Kelas IV SDN Gunung Jati Kec. Jabung Kab. Malang. Malang: Universitas Negeri Malang. (Http://scholar.google.co.id/ diakses pada tanggal 7 Juni 2014). Sugihartono, Fathiyah, Nur K., Setiawati, Farida A., Harahap, F., Nurhayati, Siti R. (2012). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukiman. (2012). Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani. Sukmadinata, N. S. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Suparno, P. (2001). Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius Supratiknya, A. (2012). Penilaian Hasil Belajar dengan Teknik Nontes. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Susanto, A. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: PT Bumi Aksara. Widoyoko, S. E. P. (2009). Evaluasi Program Pebelajaran: Panduan Praktis bagi Pendidik dan Calon pendidik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yanti, N. M. A. K., & Arcana, I. M. S. I. N. (2013). Pengaruh Model Pembelajaran Course Review Horay Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas V SD. MIMBAR PGSD, Volume 1. (http://scholar.google.co.id/ diakses pada tanggal 9 Juni 2014). Yudhi, M. (2010). Media Pembelajaran sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada (GP) Press. Zuber, A. (2012). Aktif Belajar IPS Kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Lampiran 1. Silabus Kelompok Eksperimen SILABUS Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/Tanggal : April 2014 Kelas/Semester : VA/Genap Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kelompok : Eksperimen Standar Kompetensi: 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahan kan Materi Kegiatan Indikator Penilaian Pembelajaran Pembelajaran - Perjuangan Pertemuan ke-1 1. Mengingat -Pretest a. Pretest - Menyebutkan peristiwamempertahankan b. Memperhatikan peristiwa penting pada masa -Postest kemerdekaan penjelasan perjuangan di medan Indonesia di mengenai pertempuran medan pengertian, cara 2. Memahami pertempuran pembuatan, dan - Menjelaskan terjadinya suatu Alokasi Sumber Waktu Belajar 6 x 35 Zuber, menit Ahmad. (2012). Aktif Belajar IPS Kelas V SD. Solo: PT Tiga

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 kemerdekaan - Perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui perundingan cara penggunaan peristiwa pada masa media timeline. perjuangan di medan c. Tanya jawab pertempuran mengenai media - Menjelaskan terjadinya suatu timeline. peristiwa pada masa d. Membaca materi perjuangan di medan pelajaran mengenai pertempuran perjuangan di 3. Mengaplikasi medan - Menyebutkan sikap yang dapat dijadikan teladan dari pertempuran. para tokoh pejuang pada e. Meringkas hal-hal masa mempertahankan penting dari materi kemerdekaan Indonesia di yang telah dibaca. medan pertempuran f. Mengerjakan LKS. - Menggunakan sikap yang patut diteladani dari Pertemuan ke-2: pahlawan pada masa a. Membaca materi mempertahankan pelajaran mengenai kemerdekaan di medan perjuangan di pertempuran dalam medan kehidupan sehari-hari di pertempuran. sekolah. b. Meringkas hal-hal penting dari materi 4. Menganalisis Serangkai Pustaka Mandiri, (Halaman 177-190).

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 yang telah dibaca. c. Mengerjakan LKS d. Presentasi hasil kerja LKS. Pertemuan ke-3: a. Membuka kembali ringkasan yang telah dibuat mengenai materi pejuangan mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dan melalui perundingan b. Mengerjakan LKS. c. Presentasi hasil kerja LKS. - Membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen - Mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan secara runtut. - Menemukan keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan 5. Mengevaluasi - Mengoreksi ketepatan materi dengan timeline yang dibuatnya 6. Mencipta - Membuat timeline mengenai perjuangan di medan

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 d. Postest pertempuran - Membuat timeline mengenai perjuangan di medan pertempuran

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Lampiran 2. RPP Kelompok Eksperimen RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/Tanggal : April 2014 Pertemuan ke :1 Kelas/Semester : VA/Genap Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 kali pertemuan) Kelompok : Eksperimen A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. B. Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. C. Indikator 1. Mengingat - Menyebutkan waktu mulai terjadinya peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia. - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan di medan pertempuran. 2. Memahami Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 3. Mengaplikasi - Menyebutkan sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran. - Menggunakan sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 4. Menganalisis - Membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen. - Mengelompokkan pertempuran dan peristiwa perundingan perjuangan pada Indonesia masa melalui mempertahankan kemerdekaan. - Menemukan keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan. 5. Mengevaluasi - Mengoreksi ketepatan materi dengan timeline yang dibuatnya. - Menilai tokoh dalam Petempuran Medan Area. 6. Mencipta - Merancang sebuah karya yang berbentuk timeline. - Membuat timeline mengenai perjuangan di medan pertempuran. D. Tujuan Pembelajaran 1. Mengingat Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di Medan Pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat. 2. Memahami - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat. - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 3. Mengaplikasi - Siswa mampu menyebutkan 4 sikap yang dapat dijadikan teladan dari tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran dengan tepat. - Siswa mampu menggunakan 1 sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dengan tepat. 4. Menganalisis - Siswa mampu membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen dengan tepat. - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan dengan tepat. - Siswa mampu menemukan 4 keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan dengan tepat. 5. Mengevaluasi - Siswa mampu mengoreksi ketepatan materi dengan timeline yang dibuatnya dengan tepat. - Siswa mampu menilai tokoh dalam petempuran Medan Area dengan tepat. 6. Mencipta - Siswa mampu merancang sebuah karya yang berbentuk timeline dengan tepat. - Siswa mampu membuat timeline mengenai perjuangan di medan pertempuran dengan tepat. E. Materi Pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran - Diskusi - Demonstrasi

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 - Tanya jawab - Pemberian tugas G. Kegiatan Pembelajaran No. Kegiatan Pembelajaran 1 Kegiatan Awal a. Salam, doa, dan presensi. b. Motivasi: - Siswa bersama guru menyanyikan lagu wajib Nasional yang berjudul “Halo-Halo Bandung.” - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai lagu yang telah dinyanyikan, pertanyaannya antara lain: “Lagu yang kita nyanyikan berisi tentang apa saja?” c. Apersepsi: Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya. d. Orientasi: - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan langkah-langkah pembelajaran. Kegiatan Inti a. Pretest b. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai pengertian, cara pembuatan, dan cara penggunaan media timeline. c. Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai media timeline. d. Siswa membaca materi pelajaran mengenai perjuangan di medan pertempuran. e. Siswa meringkas hal-hal penting dari materi yang telah dibaca, sesuai dengan petunjuk guru. f. Siswa mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS). g. Siswa mengerjakan LKS secara individu. h. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas secara bergantian, siswa yang lainnya menyimak. i. Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari dan memberikan penjelasan tambahan yang diperlukan. 2 Alokasi Waktu 10 menit 50 menit

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 j. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami. Kegiatan Akhir a. Siswa bersama guru menarik kesimpulan yang telah dipelajari. b. Siswa melakukan refleksi. c. Siswa mendapat tugas untuk memperlajari kembali materi hari ini dan membaca materi selanjutnya. d. Doa dan salam penutup. 85 10 menit H. Media, Alat, dan Sumber Belajar - Media/Alat: a. Timeline b. Kertas manila c. Spidol d. Penggaris - Sumber Belajar: Zuber, Ahmad. (2012). Aktif Belajar IPS Kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, (Halaman 177-190). I. Penilaian Indikator Bentuk 1. Mengingat - Menyebutkan waktu mulai terjadinya peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia. - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran. 2. Memahami Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran. 3. Mengaplikasi - Menyebutkan sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran - Menggunakan sikap yang patut diteladani Tes Teknik Instrumen Tertulis Terlampir

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 4. Menganalisis - Membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen. - Mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan secara runtut. 5. Mengevaluasi - Mengoreksi ketepatan materi dengan timeline yang dibuatnya - Menilai tokoh dalam petempuran Medan Area 6. Mencipta - Merancang sebuah karya yang berbentuk timeline - Membuat timeline mengenai perjuangan di medan pertempuran 86

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/Tanggal : April 2014 Pertemuan ke :2 Kelas/Semester : VA/Genap Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 kali pertemuan) Kelompok : Eksperimen A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. B. Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. C. Indikator 1. Mengingat Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan. 2. Memahami Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan. 3. Mengaplikasi - Menyebutkan sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui perundingan.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 - Menggunakan sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 4. Menganalisis - Membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen. - Mengelompokkan pertempuran dan peristiwa perundingan perjuangan pada Indonesia masa melalui mempertahankan kemerdekaan secara runtut. - Menemukan keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan. 5. Mengevaluasi Mengoreksi ketepatan materi dengan timeline yang dibuatnya. 6. Mencipta - Merancang sebuah karya yang berbentuk timeline. - Membuat timeline mengenai perjuangan melalui perundingan. D. Tujuan Pembelajaran 1. Mengingat Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan tepat. 2. Memahami Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan tepat. 3. Mengaplikasi - Siswa mampu menyebutkan 4 sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran dengan tepat. - Siswa mampu menggunakan 1 sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dengan tepat.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 4. Menganalisis - Siswa mampu membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen dengan tepat. - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan dengan tepat. - Siswa mampu menemukan 4 keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan dengan tepat. 5. Mengevaluasi Siswa mampu mengoreksi ketepatan materi dengan timeline yang dibuatnya dengan tepat. 6. Mencipta - Siswa mampu merancang sebuah karya yang berbentuk timeline dengan benar. - Siswa mampu membuat timeline mengenai perjuangan melalui perundingan dengan benar. E. Materi Pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran - Diskusi - Demonstrasi - Tanya jawab - Pemberian tugas

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 G. Kegiatan Pembelajaran No. Kegiatan Pembelajaran 1 Kegiatan Awal a. Salam, doa, dan presensi b. Motivasi: - Siswa bersama guru menyanyikan lagu wajib Nasional yang berjudul “Maju Tak Gentar.” - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai lagu yang telah dinyanyikan, pertanyaannya antara lain: “Lagu yang kita nyanyikan berisi tentang apa saja?” c. Apersepsi: Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya. d. Orientasi: - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan langkah-langkah pembelajaran. Kegiatan Inti a. Siswa membaca materi pelajaran mengenai perjuangan di medan pertempuran. b. Siswa meringkas hal-hal penting dari materi yang telah dibaca, sesuai dengan petunjuk guru. c. Siswa mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS). d. Siswa mengerjakan LKS secara individu. e. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas secara bergantian, siswa yang lainnya menyimak. f. Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari dan memberikan penjelasan tambahan yang diperlukan. g. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami. Kegiatan Akhir a. Siswa bersama guru menarik kesimpulan yang telah dipelajari. b. Siswa melakukan refleksi. c. Siswa mendapat tugas untuk membaca materi selanjutnya. d. Doa dan salam penutup. 2 3 Alokasi Waktu 10 menit 50 menit 10 menit

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 H. Media, Alat, dan Sumber Belajar - Media/Alat: a. Timeline b. Kertas Manila c. Spidol d. Penggaris - Sumber Belajar: Zuber, Ahmad. (2012). Aktif Belajar IPS Kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, (Halaman 177-190). I. Penilaian Indikator Bentuk 1. Mengingat Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan. 2. Memahami Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan. 3. Mengaplikasi - Menyebutkan sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui perundingan. Tes - Menggunakan sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 4. Menganalisis - Membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen. - Mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan secara runtut Teknik Instrumen Tertulis Terlampir

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - Menemukan keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan. 5. Mengevaluasi Mengoreksi ketepatan materi dengan timeline yang dibuatnya 6. Mencipta - Merancang sebuah karya yang berbentuk timeline. - Membuat timeline mengenai perjuangan melalui perundingan. 92

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/Tanggal : April 2014 Pertemuan ke :3 Kelas/Semester : VA/Genap Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 kali pertemuan) Kelompok : Eksperimen A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. B. Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. C. Indikator 1. Mengingat - Menyebutkan waktu (awal hingga akhir) terjadinya peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia. - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran. - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan. 2. Memahami - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran. - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - Menafsirkan dampak buruk dari peristiwa 94 mempertahankan kemerdekaan Indonesia terhadap kehidupan rakyat Indonesia. - Memprediksi hasil positif yang didapatkan rakyat Indonesia setelah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 3. Mengaplikasi - Menyebutkan sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran. - Menggunakan sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 4. Menganalisis - Membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen. - Mengelompokkan pertempuran dan peristiwa perundingan perjuangan pada Indonesia masa melalui mempertahankan kemerdekaan. - Menemukan keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan. 5. Mengevaluasi - Mengoreksi ketepatan materi dengan timeline yang dibuatnya. - Menilai tokoh dalam petempuran Medan Area. 6. Mencipta - Merancang sebuah karya yang berbentuk timeline. - Membuat timeline mengenai perjuangan di medan pertempuran.

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 D. Tujuan Pembelajaran 1. Mengingat - Siswa mampu menyebutkan waktu (awal hingga akhir) terjadinya peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan tepat. - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat. - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan tepat. 2. Memahami - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran dengan tepat. - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan dengan tepat. - Siswa mampu menafsirkan dampak buruk dari peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia terhadap kehidupan rakyat Indonesia minimal 2 dampak buruk dengan tepat. - Siswa mampu memprediksi hasil positif yang didapatkan rakyat Indonesia setelah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia minimal 2 hasil positif dengan tepat. 3. Mengaplikasi - Siswa mampu menyebutkan 4 sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran dengan tepat - Siswa mampu menggunakan 1 sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dengan tepat 4. Menganalisis - Siswa mampu membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen dengan tepat

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan dengan tepat - Siswa mampu menemukan 4 keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan dengan tepat 5. Mengevaluasi - Siswa mampu mengoreksi ketepatan materi dengan timeline yang dibuatnya dengan tepat - Siswa mampu menilai tokoh dalam petempuran Medan Area dengan tepat 6. Mencipta - Siswa mampu merancang sebuah karya yang berbentuk timeline dengan tepat - Siswa mampu membuat timeline mengenai perjuangan di medan pertempuran dengan tepat E. Materi Pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran - Diskusi - Demonstrasi - Tanya jawab - Pemberian tugas

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 G. Kegiatan Pembelajaran No. Kegiatan Pembelajaran 1 Kegiatan Awal a. Salam, doa, dan presensi b. Motivasi: - Siswa bersama guru menyanyikan lagu wajib Nasional yang berjudul “Maju Tak Gentar.” - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai lagu yang telah dinyanyikan, pertanyaannya antara lain: “Lagu yang kita nyanyikan berisi tentang apa saja?” c. Apersepsi: - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya. d. Orientasi: - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan langkah-langkah pembelajaran. Kegiatan Inti a. Siswa membuka kembali ringkasan yang telah dibuat mengenai materi pejuangan mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dan perjuangan melalui perundingan b. Siswa mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS). c. Siswa mengerjakan LKS secara individu. d. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas secara bergantian, siswa yang lainnya menyimak. e. Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari dan memberikan penjelasan tambahan yang diperlukan. f. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami. Kegiatan Akhir a. Siswa bersama guru menarik kesimpulan yang telah dipelajari. b. Siswa melakukan refleksi. c. Siswa mendapat tugas untuk membaca materi selanjutnya. d. Doa dan salam penutup. 2 3 Alokasi Waktu 10 menit 50 menit 10 menit

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 H. Media, Alat, dan Sumber Belajar - Media/Alat: a. Timeline b. Kertas Manila c. Spidol d. Penggaris - Sumber Belajar: Zuber, Ahmad. (2012). Aktif Belajar IPS Kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, (Halaman 177-190). I. Penilaian Indikator Bentuk 1. Mengingat - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan 2. Memahami - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan - Menafsirkan akibat buruk dari peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia terhadap kehidupan rakyat Indonesia - Memprediksihasil yang didapatkan rakyat Indonesia setelah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia 3. Mengaplikasi - Menyebutkan sikap yang dapat Tes dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran - Menggunakan sikap yang patut Teknik Tertulis Instrumen Terlampir

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 4. Menganalisis - Membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen - Mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan - Menemukan keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan 5. Mengevaluasi Mengoreksi ketepatan materi dengan timeline yang dibuatnya 6. Mencipta - Membuat timeline mengenai perjuangan melalui perundingan - Membuat timeline mengenai perjuangan melalui perundingan 99

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Lampiran 3. Lembar Kerja Siswa (LKS) Kelompok Eksperimen Lembar Kerja Siswa Nama : Kelas : No. Absen : A. Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Hari/ tanggal : April 2014 Kelas/Semester : VA /II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 1 pertemuan ( 2 x 35 menit) Tujuan Pembelajaran 1. Mengingat - Siswa mampu menyebutkan waktu awal terjadinya peristiwa mempertahakan kemerdekaan Indonesia dengan tepat. - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat. 2. Memahami Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat. 3. Mengaplikasi - Siswa mampu menyebutkan 4 sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran dengan tepat. - Siswa mampu menggunakan 1 sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dengan tepat. 4. Menganalisis - Siswa mampu membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen dengan tepat.

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan dengan tepat. - Siswa mampu menemukan 4 keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan dengan tepat. 5. Mengevaluasi - Siswa mampu mengoreksi ketepatan materi dengan timeline yang dibuatnya dengan tepat. - Siswa mampu menilai tokoh dalam petempuran Medan Area dengan tepat. 6. Mencipta - Siswa mampu merancang sebuah karya yang berbentuk timeline dengan tepat. - Siswa mampu membuat timeline mengenai perjuangan di medan pertempuran dengan tepat. B. Petunjuk Kerja 1. Tulislah namamu di sisi kanan atas! 2. Gunakan tulisan rapi dan bahasa Indonesia yang tepat dan benar! 3. Kembalikan LKS dalam keadaan rapi! C. Kegiatan 1. Bacalah materi tentang Perjuangan di Medan Pertempuran pada halaman 179-182! 2. Buatlah Timeline (bagan garis waktu)! Selamat Mengerjakan

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lembar Kerja Siswa Nama : Kelas : 102 No. Absen : Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Hari/ tanggal : April 2014 Kelas/Semester : VA /II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 1 pertemuan ( 2 x 35 menit) A. Tujuan Pembelajaran 1. Mengingat - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan tepat. 2. Memahami Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan tepat. 3. Mengaplikasi - Siswa mampu menyebutkan 4 sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran dengan tepat. - Siswa mampu menggunakan 1 sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dengan tepat. 4. Menganalisis - Siswa mampu membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen dengan tepat. - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan dengan tepat. - Siswa mampu menemukan 4 keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan dengan tepat.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 5. Mengevaluasi - Siswa mampu mengoreksi ketepatan materi dengan timeline yang dibuatnya dengan tepat. - Siswa mampu menilai tokoh dalam petempuran Medan Area dengan tepat. 6. Mencipta - Siswa mampu merancang sebuah karya yang berbentuk timeline dengan tepat. - Siswa mampu membuat timeline mengenai perjuangan di medan pertempuran dengan tepat. B. Petunjuk Kerja 1. Tulislah namamu di sisi kanan atas! 2. Gunakan tulisan rapi dan bahasa Indonesia yang tepat dan benar! 3. Kembalikan LKS dalam keadaan rapi! C. Kegiatan 1. Bacalah materi tentang Perjuangan melalui Perundingan pada halaman 182-187! 2. Buatlah Timeline (bagan garis waktu)! Selamat Mengerjakan

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lembar Kerja Siswa Nama : Kelas : 104 No. Absen : Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Hari/ tanggal : April 2014 Kelas/Semester : VA /II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 1 pertemuan ( 2 x 35 menit) A. Tujuan Pembelajaran 1. Mengingat - Siswa mampu menyebutkan waktu (awal hingga akhir) terjadinya peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan tepat. - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan tepat. - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan tepat. 2. Memahami - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran dengan tepat. - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan dengan tepat. - Siswa mampu menafsirkan dampak buruk dari peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia terhadap kehidupan rakyat Indonesia minimal 2 dampak buruk dengan tepat. - Siswa mampu memprediksi hasil positif yang didapatkan rakyat Indonesia setelah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia minimal 2 hasil positif dengan tepat. 3. Mengaplikasi - Siswa mampu menyebutkan 4 sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran dengan tepat.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 - Siswa mampu menggunakan 1 sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan di medan pertempuran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dengan tepat. 4. Menganalisis - Siswa mampu membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen dengan tepat. - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan dengan tepat. - Siswa mampu menemukan 4 keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan dengan tepat. 5. Mengevaluasi - Siswa mampu mengoreksi ketepatan materi dengan timeline yang dibuatnya dengan tepat - Siswa mampu menilai tokoh dalam petempuran Medan Area dengan tepat 6. Mencipta - Siswa mampu merancang sebuah karya berbentuk timeline dengan tepat - Siswa mampu membuat timeline mengenai perjuangan di medan pertempuran dengan tepat B. Petunjuk Kerja 1. Tulislah namamu di sisi kanan atas! 2. Gunakan tulisan rapi dan bahasa Indonesia yang tepat dan benar! 3. Kembalikan LKS dalam keadaan rapi! C. Kegiatan 1. Bacalah kembali materi tentang Perjuangan di Medan Pertempuran dan Perjuangan melalui Perundingan pada halaman 179-187! 2. Buatlah Timeline (bagan garis waktu)! Selamat Mengerjakan

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Lampiran 4. Silabus Kelas Kontrol SILABUS Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/Tanggal : April 2014 Kelas/Semester : VB/Genap Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Kelompok : Kontrol Standar Kompetensi : 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahan kan kemerdekaan Materi Pembelajaran - Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan pertempuran - Perjuangan mempertahankan Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke-1: a. Pretest b. Memperhatikan penjelasan mengenai materi perjuangan di medan pertempuran. Indikator Penilaian - Menyebutkan peristiwa- Pretest peristiwa penting pada masa perjuangan di medan Postest pertempuran - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran Alokasi Sumber Waktu Belajar 6 x 35 Zuber, menit Ahmad. (2012). Aktif Belajar IPS Kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 kemerdekaan Indonesia melalui perundingan c. Mengerjakan LKS - Mengelompokkan secara individu. peristiwa-peristiwa penting d. Presentasi hasil yang terjadi pada masa kerja LKS. perjuangan di medan pertempuran - Menyebutkan peristiwaPertemuan ke-2: peristiwa penting pada masa a. Memperhatikan perjuangan melalui penjelasan perundingan mengenai materi - Menjelaskan terjadinya perjuangan di suatu peristiwa pada masa medan perjuangan melalui pertempuran. perundingan b. Mengerjakan LKS. - Mengelompokkan c. Presentasi hasil peristiwa-peristiwa penting kerja LKS. yang terjadi pada masa bergantian. perjuangan melalui perundingan Pertemuan ke-3: a. Memperhatikan penjelasan kembali mengenai materi perjuangan di medan pertempuran dan Pustaka Mandiri(Hala man 177 190).

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 b. c. d. e. melalui perundingan Tanya jawab materi. Mengerjakan LKS. Presentasi hasil kerja LKS. Posttest

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Lampiran 5. RPP Kelas Kontrol RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/Tanggal : April 2014 Pertemuan ke :1 Kelas/Semester : VB/Genap Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 kali pertemuan) Kelompok : Kontrol A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. B. Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. C. Indikator - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran. - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran. - Mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan di medan pertempuran. D. Tujuan Pembelajaran - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan benar. - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan benar.

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan di medan pertempuran dengan benar. E. Materi Pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran - Ceramah - Diskusi - Tanya jawab - Pemberian tugas G. Kegiatan Pembelajaran No. Kegiatan Pembelajaran 1 Kegiatan Awal a. Salah, doa, dan presensi. b. Motivasi: - Siswa bersama guru menyanyikan lagu wajib Nasional yang berjudul “Halo-Halo Bandung.” - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai lagu yang telah dinyanyikan, pertanyaannya antara lain: “Lagu yang kita nyanyikan berisi tentang apa saja?” c. Apersepsi: Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya. d. Orientasi: - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan langkah-langkah pembelajaran. Kegiatan Inti a. Pretest b. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai materi perjuangan di medan pertempuran. c. Siswa mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS). d. Siswa mengerjakan LKS secara individu. e. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas secara bergantian dengan bimbingan guru. f. Siswa yang lain menyimak. g. Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi yang 2 Alokasi Waktu 10 menit 50 menit

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI telah dipelajari dan memberikan penjelasan tambahan yang diperlukan. h. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami. 3 Kegiatan Akhir a. Siswa bersama guru menarik kesimpulan yang telah dipelajari. b. Siswa melakukan refleksi. c. Siswa mendapat tugas untuk membaca materi selanjutnya. d. Doa dan salam penutup. H. Media, Alat, dan Sumber Belajar 111 10 menit - Media/Alat: a. Papan tulis b. Spidol - Sumber Belajar: Zuber, Ahmad. (2012). Aktif Belajar IPS Kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, (Halaman 177-190). I. Penilaian Indikator - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran - Mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan di medan pertempuran Bentuk Teknik Instrumen Tes Tertulis Terlampir

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/Tanggal : April 2014 Pertemuan ke :2 Kelas/Semester : VB/Genap Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 kali pertemuan) Kelompok : Kontrol A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. B. Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. C. Indikator - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan. - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan. - Mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan melalui perundingan. D. Tujuan Pembelajaran - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan benar. - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan benar.

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan melalui perundingan. E. Materi Pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran - Ceramah - Diskusi - Tanya jawab - Pemberian tugas G. Kegiatan Pembelajaran No. Kegiatan Pembelajaran 1 Kegiatan Awal a. Salam pembuka, doa, dan presensi. b. Motivasi: - Siswa bersama guru menyanyikan lagu wajib Nasional yang berjudul “Maju Tak Gentar.” - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai lagu yang telah dinyanyikan, pertanyaannya antara lain: “Lagu yang kita nyanyikan berisi tentang apa saja?” c. Apersepsi: Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya. d. Orientasi: - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan langkahlangkah pembelajaran. Kegiatan Inti a. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai materi perjuangan di medan pertempuran. b. Siswa mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS). c. Siswa mengerjakan LKS secara individu. d. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas secara bergantian, siswa yang lainnya menyimak. e. Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari dan memberikan penjelasan tambahan yang diperlukan. 2 Alokasi Waktu 10 menit 50 menit

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI f. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami. 3 Kegiatan Akhir a. Siswa bersama guru menarik kesimpulan yang telah dipelajari. b. Siswa melakukan refleksi. c. Siswa mendapat tugas untuk membaca materi selanjutnya. d. Doa dan salam penutup. H. Media, Alat, dan Sumber Belajar - 114 10 menit Media/Alat: a. Papan tulis b. Spidol - Sumber Belajar: Zuber, Ahmad. (2012). Aktif Belajar IPS Kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, (Halaman 177-190). I. Penilaian Indikator - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting Bentuk Teknik Instrumen Tes Tertulis Terlampir pada masa perjuangan melalui perundingan - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan - Mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan melalui perundingan

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Percobaan 3 Pakem Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Hari/Tanggal : April 2014 Pertemuan ke :3 Kelas/Semester : VB/Genap Unit/Tema : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 kali pertemuan) Kelompok : Kontrol A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. B. Kompetensi Dasar 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. C. Indikator - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran. - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan. - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran. - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan. - Mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan di medan pertempuran. - Mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan melalui perundingan.

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 D. Tujuan Pembelajaran - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan benar. - Siswa mampu menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan benar. - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran minimal 1 peristiwa dengan benar. - Siswa mampu menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan minimal 1 peristiwa dengan benar. - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan di medan pertempuran dengan benar. - Siswa mampu mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan di melalui perundingan dengan benar. E. Materi Pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran - Ceramah - Diskusi - Tanya jawab - Pemberian tugas G. Kegiatan Pembelajaran No. Kegiatan Pembelajaran 1 Kegiatan Awal a. Salam, doa, dan presensi b. Motivasi: - Siswa bersama guru menyanyikan lagu wajib Nasional yang berjudul “Maju Tak Gentar.” - Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai lagu yang telah dinyanyikan, misalnya: “Lagu yang kita nyanyikan tadi berisi tentang apa saja?” c. Apersepsi: Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya. Alokasi Waktu 10 menit

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 3 d. Orientasi: - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. - Siswa memperhatikan guru dalam menyampaikan langkah-langkah pembelajaran. Kegiatan Inti a. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai materi perjuangan di medan pertempuran dan melalui perundingan b. Siswa mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS). c. Siswa mengerjakan LKS secara individu. d. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas secara bergantian. e. Siswa yang lain menyimak. f. Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari dan memberikan penjelasan tambahan yang diperlukan. g. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami. Kegiatan Akhir a. Siswa bersama guru menarik kesimpulan yang telah dipelajari. b. Postest c. Siswa melakukan refleksi. d. Siswa mendapat tugas membaca materi selanjutnya. e. Doa dan salam penutup. 117 50 menit 10 menit H. Media, Alat, dan Sumber Belajar - Media/Alat: a. Papan tulis b. Spidol - Sumber Belajar: Zuber, Ahmad. (2012). Aktif Belajar IPS Kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, (Halaman 177-190).

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 I. Penilaian - Menyebutkan Indikator peristiwa-peristiwa Bentuk Teknik Instrumen Tes Tertulis Terlampir penting pada masa perjuangan di medan pertempuran. - Menyebutkan peristiwa-peristiwa penting pada masa perjuangan melalui perundingan. - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan di medan pertempuran. - Menjelaskan terjadinya suatu peristiwa pada masa perjuangan melalui perundingan. - Mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan di medan pertempuran. - Mengelompokkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan melalui perundingan.

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Lampiran 6. Lembar Kerja Siswa (LKS) Kelompok Kontrol Nama : Kelas : No. Absensi: Lembar Kerja Siswa Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat! 1. Siapa nama tokoh pejuang yang membakar semangat arek-arek Surabaya? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 2. Peristiwa apa yang terjadi di Surabaya tanggal 10 November 1945? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 3. Pada tanggal 15 Desember di peringati sebagai hari? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 4. Apa tujuan sekutu datang ke Semarang? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 5. Apa nama monumen yang di bangun untuk mengenang Pertempuran Ambarawa? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 6. Pada tanggal 23 Maret 1946 sekutu mengeluarkan ultimatum yang kedua, apa isi ultimatum tersebut? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 7. Apa tujuan para pejuang membakar gedung-gedung di Bandung bagian selatan? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 8. Siapa nama tokoh yang gugur pada peristiwa Bandung Lautan Api? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 9. Siapa nama tokoh yang memimpin pertempuran Medan Area? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 10. Apa yang menyebabkan terjadinya pertempuran Medan Area? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… Selamat Mengerjakan

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Lampiran 7. Materi Pelajaran IPS Kelas V SD Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dimulai sejak dicetuskan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat itu muncul berbagai pertempuran yang terjadi antara bangsa Indonesia dan tentara Sekutu. Selain itu, bangsa Indonesia juga menghadapi tentara Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia. Perjuangan di medan pertemuran antara lain: Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Pertempuran Ambarawa yang berlangsung pada tanggal 20 November-15 Desember 1945 di Ambarawa, Pertempuran Bandung Lautan Api di Bandung, Pertempuran Medan Area yang dimulai pada bulan Oktober 1945November 1946. Perjuangan yang melalui perundingan antara lain: Perjanjian Linggarjati, Agresi Militer Belanda I, Perjanjian Renville, Agresi Militer Belanda II, Serangan Umum 1 Maret 1949, Perjanjian Roem-Royen, Konferensi Meja Bundar, Pembentukan RIS dan Pengakuan Kedaulatan. Perjanjian Linggarjati dilaksanakan pada tanggal 10 November 1946 di Linggarjati daerah selatan Cirebon, Jawa Barat. Isi perjanjian Linggarjati yaitu a) Belanda hanya mengakui kekuasaan Republik Indonesia atas Jawa, Madura, dan Sumatera, b) Republik Indonesia akan bersama-sama membentuk Negara Indonesia Serikat yang terdiri atas Negara Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur, dan Negara Kalimantan, c) Negara Indonesia Serikat akan bekerja sama dengan Belanda dalam bentuk Uni Indonesia-Belanda. Agresi Militer Belanda I terjadi pada tanggal 21 Juli 1947 dimana Belanda melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah RI dan Belanda berhasil

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 menguasai sebagian daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Timur, dan Sumatera Selatan. Agresi Militer Belanda I berakhir pada tanggal 4 Agustus 1947 setelah mendapatkan kecaman dari Dewan Keamanan (DK) PBB dengan Belanda mengumunkan untuk mengadakan penghentian tembakmenembak antara kedua belah pihak. Perjanjian Renville dilakukan setelah DK PBB membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) untuk menyelesaikan masalah Indonesia-Belanda. KTN terdiri atas: a) Australia, (dipilih oleh Indonesia) diwakili oleh Richard Kirby; b) Belgia, (dipilih oleh Belanda) diwakili oleh Paul Van Zeeland; c) Amerika Serikat, (dipilih oleh Australia dan Belgia) diwakili oleh Frank Graham. Dengan perantara KTN, Indonesia dan Belanda mengadakan perundingan kembali. delegasi Indonesia diwakili oleh Mr. Amir Syarifuddin. Perjanjian Renville dilakukan di atas Kapal Renville milik Amerika Serikat yang sedang berlabuh di Teluk Jakarta. Isi perjanjian renville yaitu, a) Wilayah Ri hanya mencakup sebagian wilayah Jawa Tengah, sebagian kecil Jawa Timur, Banten, dan Sumatera, Sumatera Timur dan Sumatera Selatan jatuh ke tangan belanda; b) Pasukan RI ditarik mundur dari daerah-daerah yang dikuasai Belanda, mereka dipindahkan ke wilayah yang masih dikuasai RI; c) Belanda tetap berdaulat atas seluruh wilayah Indonesia sampai diserahkan pada Republik Indonesia Serikat (RIS) yang segera dibentuk; d) RIS mempunyai kedudukan sejajar dengan Negara Belanda dalam Uni IndonesiaBelanda; e) Sebelum RIS terbentuk, Belanda dapat menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada pemerintah federal sementara. Agresi Militer Belanda II terjadi pada tanggal 19 Desember 1948. Agresi

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Militer Belanda II mendapat kecaman dari berbagai negara Asia seperti India, Myanmar, dan Afghanistan. Negara-negara tersebut mengadakan Konferensi Asia di New Delhi, India pada bulan Desember 1949, peserta konferensi mendesak kepada pemerintah Belanda agar segera menghentikan agresinya dan membebaskan semua tahanan politik, akan tetapi Belanda tidak memperdulikan desakan itu. Akhirnya, tanggal 24 Januari 1949, DKPBB mengeluarkan perintah yang isinya Belanda harus menghentikan agresi militernya dan membebaskan semua tahanan politik serta meminta Belanda untuk mengadakan perundingan kembali dengan RI. DKPBB membentuk Komisi PBB untuk Indonesia yang disebut UNCI (United Nations Comission for Indonesia) untuk mengawsi perundingan Belanda dengan RI. Serangan Umum 1 Maret 1949 terjadi pada tanggal 1 Maret 1949 di Kota Yogyakarta. TNI melakukan perang gerilya yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Suharto (mantan Presiden kedua Indonesia). Serangan ini mampu memukul tentara Belanda keluar dari ibu kota negara, yaitu Yogyakarta. TNI berhasil menguasai Kota Yogyakarta selama enam jam. Keberhasilan Serangan Umum 1 Maret telah membuktikan kepada Belanda dan dunia internasional bahwa negara dan pemerintah RI masih ada dan mampu melakukan serangan terhadap Belanda. Perjanjian Roem-Royen dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 1949. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Mr. Moh. Roesm dan delegasi Belanda dipimpin oleh Dr. Van Royen. Hasil perundingan itu disebut dengan Perjanjian Roem-Royen. Isi dari Perjanjian Roem-Royen yaitu, a) Pasukan belanda akan ditarik dari Yogyakarta; b) Belanda menghentikan agresi militernya dan membebaskan semua

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 tahanan politik; c) Belanda menyetujui Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat; d) RI akan turut serta dalam Konferensi Meja Bundar (KMB). Konferensi Meja Bundar (KMB) dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus-2 November 1949 di Den Haag, Belanda. Peserta KMB adalah delegasi RI yang dipimpin oleh Drs. Mohammad Hatta, delegasi BFO (Bijeenkomst Voor Federal Overleg atau Badan Musyawarah Negara-negara Federal dipimpin oleh Sultan Hamid II, dan delegasi Belanda dipimpin oleh Van Maarseveen. Hasil yang dicapai dalam KMB yaitu, a) belanda mengakui RIS sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, Belada akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada bulan Desember 1949; b) RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni IndonesiaBelanda, dalam Uni ini, RIS dan Belanda akan bekerja sama, kedudukan RIS dan Kerajaan Belanda sejajar. Pembentukan RIS dan Pengakuan Kedaulatan dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 1949, Ir. Soekarno terpilih sebagai Presiden RIS, Drs. Mohammad Hatta sebagai Perdana Menteri RIS, dan Mr. Asaat sebagai pemangku jabatan Presiden RIS. RIS terdiri atas negara-negara bagian, yaitu RI, Negara Indonesia Timur, Negara Pasundan, Negara Jawa Timur, Negara Sumatera Timur, dan negara Sumatera Selatan. Pada tanggal 27 Desember 1949 diadakan upacara pengakuan kedaulatan dari pemerintah Belanda kepada pemerintah RIS yang dilakukan di dua tempat, yaitu di Belanda dan di Indonesia. Upacara pengakuan kedaulatan di Negara Belanda diwakili oleh Drs. Mohammad Hatta. Ratu Yuliana dan Perdana Menteri Willem Drees menyerahkan secara langsung kedaulatan

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Indonesia kepada Drs. Mohammad Hatta. Upacara pengakuan kedaulatan di Indonesia diwakili oleh Sri Sultan hamengku Buwono IX dan pihak Belanda diwakili oleh A.H.J. Lovink. Dengan pengakuan kedaulatan itu, berakhirlah kekuasaan Belanda di Indonesia dan Belanda resmi mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia sejak tanggal 27 Desember 1949. Kemerdekaan Indonesia berhasil dipertahankan dengan penuh perjuangan. Kemerdekaan itu bukanlah hadiah dari penjajah. Kemerdekaan adalah hasil perjuangan yang gigih dan karunia Tuhan Yang Maha Esa. Perjuangan di medan pertempuran maupun di meja perundingan sama pentingnya dan sangat menentukan keberhasilan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan. Sumber: Zuber, Ahmad. (2012). Aktif Belajar IPS Kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8. Hasil Observasi Kegiatan Pembelajaran 126

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9. Validasi Perangkat Pembelajaran a. Validasi Desain Pembelajaran 128

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Validasi Media Pembelajaran 146

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Validitas Instrumen Tes 149

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 Lampiran 10. Hasil Uji Validitas Instrumen Tes Correlations Total Pearson Correlation Total 1 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Item1 Sig. (2-tailed) Pearson Correlation Pearson Correlation 33 33 33 33 33 1 ,210 ,212 ,279 ,241 ,237 ,116 ,005 33 33 33 33 1 * ,152 ,235 ,018 ,400 ,187 33 33 33 1 ** -,011 ,008 ,951 33 ,000 ,241 33 ,410 ,478 ** 33 33 ** ,212 ,410 * ,000 ,237 ,018 33 33 33 33 33 33 ** 1 ,095 ,457 ** ,279 ,152 ,000 ,116 ,400 ,008 33 33 33 33 33 33 ** ** ,235 -,011 ,095 1 ,000 ,005 ,187 ,951 ,600 33 33 33 33 33 ,574 Sig. (2-tailed) ** ** ,210 N Pearson Correlation ,574 33 ,587 Sig. (2-tailed) ,587 ,000 ,625 Sig. (2-tailed) ,625 Item5 ** ,000 ** N Item5 ,657 Item4 ** ,000 ,657 Sig. (2-tailed) Item3 ** ,000 33 N Item4 ,716 ,000 Pearson Correlation Item3 Item2 ** ,000 ,716 N Item2 Item1 N ,478 ,457 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Lampiran 11. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Tes Reliability Statistics Cronbach's Cronbach's Alpha Alpha Based on N of Items Standardized Items ,625 ,627 5 ,600 33

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 Lampiran 12. Instrumen Penelitian a. Soal Esai Penelitian PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA Mrican, Tromol Pos 29 Yogyakarta 55002, Telp. (0274) 513301, 515352; Fax. (0274) 56283 Hompage: http://www.usd.ac.id Bacalah soal-soal di bawah ini dengan seksama, kemudian jawablah dengan benar dan tepat! 1. Pada tahun berapakah terjadinya perlawanan antara rakyat Indonesia terhadap sekutu dalam peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia? 2. Sebutkan 4 usaha-usaha perdamaian di meja perundingan antara Indonesia dengan Belanda dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia! 3. Ceritakan kembali secara singkat salah satu peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang terjadi di medan pertempuran, yang meliputi nama peristiwa, waktu, tempat, tokoh pejuang, dan peristiwa yang terjadi dalam pertempuran tersebut! 4. Sebutkan 2 dampak buruk dari perlawanan yang terjadi antara Indonesia dengan sekutu bagi kehidupan rakyat Indonesia! 5. Sebutkan 2 hasil positif yang didapatkan rakyat Indonesia setelah berjuang mempertahankan kemerdekaan terhadap kehidupan rakyat Indonesia!

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 b. Rubrik Penilaian No. Soal 1 Variabel Proses Kognitif Mengidentifikasi Mengingat 2 Mengingat kembali 3 Memaham i Merangkum Uraian atau Kriteria Jika menyebutkan tahun waktu awal hingga berakhirnya peristiwa dengan benar dan tepat Jika menyebutkan tahun waktu awal terjadinya peristiwa hingga berakhirnya peristiwa dengan benar tetapi kurang tepat Jika menyebutkan salah satu tahun antara awal sampai akhir terjadinya peristiwa dengan benar dan tepat Jika tidak mampu menyebutkan tahun waktu terjadinya peristiwa dengan benar dan tepat Jika menyebutkan 4 atau lebih nama peristiwa perlawanan dengan tepat Jika menyebutkan 2-3 nama peristiwa perlawanan dengan tepat Jika menyebutkan 1 nama peristiwa perlawanan dengan tepat Jika tidak dapat menyebutkan nama peristiwa perlawanan dengan tepat Jika menentukan peristiwa dengan mengaitkan nama peristiwa, tokoh pejuang, tempat, waktu, dan peristiwa yang terjadi dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan tepat Skor 4 3 2 1 4 3 2 1 4

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Menafsirkan 5 Memprediksi Jika menentukan peristiwa dengan mengaitkan nama peristiwa, tokoh pejuang, tempat, waktu, dan peristiwa yang terjadi dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan kurang tepat Jika menjawab dengan mengaitkan para tokoh pejuang dan peristiwa-peristiwa dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tetapi kurang lengkap dan kurang tepat Jika menjawab dengan mengaitkan nama peristiwa, tokoh pejuang, tempat, waktu, dan peristiwa yang terjadi dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan tidak tepat Jika menjawab kedua dampak buruk dengan benar dan tepat Jika menjawab dari kedua dampak buruk tetapi kurang tepat Jika menjawab salah satu dampak buruk saja dengan benar dan tepat Jika menjawab dampak buruk dengan tidak tepat Jika menjawab kedua hasil yang diperoleh rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan benar dan tepat Jika menjawab kedua hasil yang diperoleh rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan 156 3 2 1 4 3 2 1 4 3

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Indonesia dengan benar tetapi kurang tepat Jika menjawab salah satu hasil yang diperoleh rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan benar dan tepat Jika menjawab hasil yang diperoleh rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan tidak tepat 157 2 1 c. Kunci Jawaban 1) Peristiwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia terjadi setelah dicanangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yaitu pada tahun 1945 sampai dengan tahun 1949. 2) Usaha-usaha perdamaian di meja perundingan antara lain: a) Perjanjian Linggarjati b) Perjanjian Renville c) Perjanjian Roem-Royen d) Serangan Umum 1 Maret 1949 e) Agresi Militer Belanda I f) Agresi Militer Belanda II g) Konferensi Meja Bundar (KMB) h) Pembentukan RIS dan Pengakuan Kedaulatan 3) Peristiwa memeprtahankan kemerdekaan Indonesia melalui perundingan antara lain: a) Nama peristiwa: Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Waktu: bulan Oktober-November 1945 Tempat: Surabaya Tokoh: Bung Tomo dan para pejuang Surabaya

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 Peristiwa yang terjadi: setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan untuk mengenang jasa para pahlawan. b) Nama peristiwa: Pertempuran Ambarawa Waktu: tanggal 20 November-15 Desember 1945 Tempat: Ambarawa Tokoh: Letnan Kolonel Isdiman yang kemudian digantikan oleh Kolonel Sudirman Peristiwa yang terjadi: setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Infantri untuk memperingati keberhasilan TKR memukul mundur sekutu. c) Nama peristiwa: Bandung Lautan Api Waktu: tanggal 21 November 1945 – 23 Maret 1946 Tempat: Bandung Tokoh: Kolonel Abdul Haris Nasution, Aruji Kartawinata, Suryadarma, dan para pejuang Bandung Peristiwa yang terjadi: pembakaran gedung-gedung yang ada di Bandung bagian selatan agar pihak musuh atau sekutu tidak dapat menggunakan gedung-gedung yang ada di Kota Bandung. Dalam peristiwa ini, seorang pejuang Mohammad Toha gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa. d) Nama peristiwa: Pertempuran Medan Area Waktu: bulan Oktober-November 1946 Tempat: Medan Tokoh: Ahmad Tahir Peristiwa yang terjadi: rakyat berusaha merebut dan mengambil alih gedung-gedung yang diduduki oleh sekut, seorang anggota NICA menginjak-injak bendera Merah Putih sehingga terjadilah perluasan pertempuran, pada saat itu pasukan sekutu menetapkan batas-batas wilayah kekuasaan mereka sehingga peristiwa tersebut disebut dengan nama Pertempuran Medan Area.

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 4) Perlawanan rakyat terhadap sekutu menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan rakyat Indonesia, 2 dampak buruk perlawanan tersebut bagi rakyat Indonesia antara lain: a) Banyak korban jiwa akibat pertempuran b) Banyak rakyat yang kelaparan c) Banyak rakyat yang menderita dan sakit 5) 2 hasil positif yang di dapatkan rakyat setelah mempertahankan kemerdekaan Indonesia antara lain: a) Kemerdekaan, yaitu kemerdekaan Indonesia b) Rakyat dapat merebut kembali kekuasaan dari penjajah c) Kebebasan dari penjajahan d) Hidup tenang tanpa adanya peperangan dan penjajahan dari negara lain

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13. Hasil Rekapan Nilai Pretest dan Posttest Siswa 1. Rekapan Nilai Kemampuan Mengingat Kelompok Eksperimen 1) Nilai Pretest No. Res Mengidentifikasi Mengingat kembali Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Skor Total 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 58 1 3 2 1 1 2 2 1 2 2 1 1 2 2 1 2 3 1 1 2 1 1 2 1 2 3 3 3 1 2 2 3 57 38 63 50 25 38 50 50 38 50 50 38 38 38 50 38 38 63 38 25 50 38 25 50 38 50 63 63 63 25 50 50 63 1438 160

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) Nilai Posttest No. Res Mengidentifikasi Mengingat kembali Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Skor Total 4 4 4 4 3 4 4 4 2 2 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 107 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 2 4 3 2 4 3 4 4 4 2 2 1 1 4 3 4 4 2 4 2 3 102 88 100 100 88 88 100 88 100 63 75 100 75 100 63 50 75 63 75 100 100 75 50 63 63 100 88 100 88 75 100 63 63 2613 161

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Rekapan Nilai Kemampuan Mengingat Kelompok Kontrol 1) Nilai Pretest No. Res Mengidentifikasi Mengingat Kembali Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Skor Total 2 2 2 1 2 2 1 2 2 1 1 2 1 1 2 1 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 2 2 1 2 1 2 52 2 3 2 1 1 2 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 2 1 1 2 1 2 1 2 1 3 2 2 1 1 3 3 56 50 63 50 25 38 50 38 50 38 38 25 50 38 38 38 38 50 38 25 50 25 50 38 38 38 63 50 50 25 38 50 63 1350 162

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) Nilai Posttest No. Res Mengidentifikasi Mengingat kembali Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Skor Total 2 2 1 2 3 1 2 2 1 3 2 2 1 4 2 2 1 1 2 3 3 2 2 3 1 2 2 3 2 3 2 1 65 1 3 1 3 3 1 4 4 1 3 3 1 2 4 4 1 1 1 4 2 2 1 1 2 1 1 2 1 2 1 2 4 67 38 63 25 63 75 25 75 75 25 75 63 38 38 100 75 38 25 25 75 63 63 38 38 63 25 38 50 50 50 50 50 63 1650 163

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Rekapan Nilai Kemampuan Memahami Kelompok Eksperimen 1) Nilai Pretest No. Res Merangkum Menafsirkan Memprediksi Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Skor Total 1 2 1 1 3 3 1 3 1 2 2 1 2 2 2 1 4 2 2 1 2 1 2 1 1 3 3 3 3 2 2 1 61 2 1 2 2 2 1 2 2 3 1 2 1 1 3 2 2 2 2 1 3 2 2 3 2 3 2 2 3 2 1 1 2 62 1 4 3 1 1 4 1 2 2 2 2 2 3 1 1 2 2 2 1 2 2 1 2 2 3 2 3 3 3 1 1 2 64 33 58 50 33 50 67 33 58 50 42 50 33 50 50 42 42 67 50 33 50 50 33 58 42 58 58 67 75 67 33 33 42 1558 164

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) Nilai Posttest No. Res Merangkum Menafsirkan Memprediksi Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Skor Total 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 1 2 3 4 3 3 4 3 3 2 3 1 3 4 3 3 4 4 3 4 103 3 4 3 4 3 3 4 4 4 2 4 4 3 2 2 2 4 3 3 2 1 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 106 4 3 3 4 4 4 2 4 3 4 4 4 2 3 3 1 4 2 4 3 1 3 4 4 4 4 4 4 2 4 3 2 104 83 92 83 92 92 83 83 100 92 75 100 92 50 58 67 58 92 67 92 67 42 75 83 75 92 92 92 92 83 100 83 83 2608 165

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Rekapan Nilai Kemampuan Memahami Kelompok Kontrol 1) Nilai Pretest No. Res Merangkum Menafsirkan Memprediksi Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Skor Total 1 1 3 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 2 1 39 3 4 2 1 2 2 1 3 2 3 1 2 3 2 1 1 2 2 2 2 1 1 2 3 1 2 2 2 2 2 3 1 63 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 1 1 3 1 2 1 1 2 2 2 1 1 2 2 1 2 2 4 57 50 58 58 33 42 42 33 50 50 50 25 42 42 42 25 25 50 33 42 33 25 33 42 58 25 42 50 42 33 42 58 50 1325 166

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) Nilai Posttest No. Res Merangkum Menafsirkan Memprediksi Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Skor Total 2 2 2 1 1 3 1 3 3 2 3 1 3 3 2 2 1 1 3 2 1 2 1 1 2 2 3 1 3 3 3 3 66 4 4 1 2 4 4 1 4 3 3 2 2 2 3 3 2 1 2 2 3 1 2 1 3 4 4 2 2 2 2 2 3 80 2 3 2 1 2 4 2 3 3 3 2 3 2 3 2 1 2 2 2 3 2 2 3 4 1 2 3 3 3 2 3 3 78 67 75 42 33 58 92 33 83 75 67 58 50 58 75 58 42 33 42 58 67 33 50 42 67 58 67 67 50 67 58 67 75 1867 167

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14. Hasil Analisis Data dengan SPSS 20 1. Hasil Analisis Deskriptif a. Deskripsi Pelaksanaan Pretest Kelompok Eksperimen Statistics PretestEksperimenMengingat Valid 32 N Missing 0 Mean 45,19 Median 50,00 Std. Deviation 11,855 Minimum 25 Maximum 63 Statistics PretestEksperimenMemahami Valid 32 N Missing 0 Mean 48,66 Median 50,00 Std. Deviation 12,281 Minimum 33 Maximum 75 b. Deskripsi Pelaksanaan Pretest Kelompok Kontrol Statistics PretestKontrolMengingat Valid 32 N Missing 0 Mean 42,44 Median 38,00 Std. Deviation 10,886 Minimum 25 Maximum 63 Statistics PretestKontrolMemahami Valid 32 N Missing 0 Mean 41,41 Median 42,00 Std. Deviation 10,460 Minimum 25 Maximum 58 c. Deskripsi Pelaksanaan Posttest Kelompok Eksperimen Statistics PosttestEksperimenMengingat Valid 32 N Missing 0 Mean 81,84 Median 88,00 Std. Deviation 16,703 Minimum 50 Maximum 100 Statistics PosttestEksperimenMemahami Valid 32 N Missing 0 Mean 81,56 Median 83,00 Std. Deviation 14,670 Minimum 42 Maximum 100 d. Deskripsi Pelaksanaan Posttest Kelompok Kontrol Statistics PosttestKontrolMengingat Valid 32 N Missing 0 Mean 51,78 Median 50,00 Std. Deviation 19,748 Minimum 25 Maximum 100 Statistics PosttestKontrolMemahami Valid 32 N Missing 0 Mean 58,34 Median 58,00 Std. Deviation 15,343 Minimum 33 Maximum 92 168

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Hasil Uji Normalitas a. Uji Normalitas Pretest Mengingat Kelompok Eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PretestEksperimenMengingat N Normal Parameters 32 45,19 11,855 ,197 ,197 -,189 1,112 ,169 Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative a,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. b. Uji Normalitas Posttest Mengingat Kelompok Eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PosttestEksperimenMengingat N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences 32 81,84 16,703 ,205 ,152 -,205 1,161 ,135 Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Uji Normalitas Pretest Mengingat Kelompok Kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PretestKontrolMengingat N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative 32 42,44 10,886 ,221 ,221 -,194 1,249 ,088 169

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Uji Normalitas Posttest Mengingat Kelompok Kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PosttestKontrolMengingat N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences 32 51,78 19,748 ,164 ,164 -,153 ,926 ,358 Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. e. Uji Normalitas Pretest Memahami Kelompok Eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PretestEksperimenMemaha mi N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences 32 48,66 12,281 ,149 ,149 -,137 ,842 ,478 Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. f. Uji Normalitas Posttest Memahami Kelompok Eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PosttestEksperimenMemaha mi N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative 32 81,56 14,670 ,227 ,145 -,227 1,281 ,075 170

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI g. Uji Normalitas Pretest Memahami Kelompok Kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PretestKontrolMemahami N Normal Parameters 32 41,41 10,460 ,179 ,134 -,179 1,012 ,257 Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative a,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. h. Uji Normalitas Posttest Memahami Kelompok Kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PosttestKontrolMemahami N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative 32 58,34 15,343 ,151 ,107 -,151 ,855 ,457 171

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 3. Hasil Uji Homogenitas a. Hasil Uji Homogenitas Pretest Kemampuan Mengingat Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Independent Samples Test Levene's Test t-test for Equality of Means for Equality of Variances F Sig. t Df Sig. Mean Std. 95% Confidence (2- Differe Error Interval of the tailed) nce Differen Difference ce Lower Upper Equal variances ,390 ,534 -,967 62 ,338 -2,750 2,845 -8,438 2,938 -,967 61,555 ,338 -2,750 2,845 -8,438 2,938 NilaiPret assumed estMeng Equal ingat variances not assumed b. Hasil Uji Homogenitas Pretest Kemampuan Memahami Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Independent Samples Test Levene's Test t-test for Equality of Means for Equality of Variances F Sig. t Df Sig. Mean Std. 95% Confidence (2- Differe Error Interval of the tailed) nce Differen Difference ce Lower Upper Equal variances ,963 ,330 -2,542 62 ,014 -7,250 2,852 -12,950 -1,550 ,014 -7,250 2,852 -12,953 -1,547 NilaiPret assumed estMem Equal ahami variances not assumed -2,542 60,4 69

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 4. Hasil Uji Hipotesis a. Hasil Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol 1) Hasil Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat Kelompok Eksperimen Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean PretestEksperimenlMengingat 45,19 32 11,855 2,096 PosttestEksperimenMengingat 81,84 32 16,703 2,953 Pair 1 Paired Samples Test Paired Differences Mean t df Sig. Std. Std. 95% Confidence (2- Deviatio Error Interval of the tailed) n Mean Difference Lower Upper PretestEksperim Pair enlMengingat – 1 PosttestEksperim - 19,453 36,656 3,439 - -29,643 43,670 10,659 31 ,000 enMengingat 2) Hasil Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat Kelompok Kontrol Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean PretestKontrolMengingat 42,44 32 10,886 1,924 PosttestKontrolMengingat 51,78 32 19,748 3,491 Pair 1 Paired Samples Test Paired Differences Mean t df Sig. Std. Std. 95% Confidence (2- Deviation Error Interval of the tailed) Mean Difference Lower Upper PretestKontrol Pair Mengingat – 1 PosttestKontrol Mengingat -9,344 24,747 4,375 18,266 -,421 -2,136 31 ,041

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 b. Hasil Uji Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Mengingat Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Group Statistics Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean PosttestMengingatK Kontrol 32 51,78 19,748 3,491 ontrolEksperimen Eksperimen 32 81,84 16,703 2,953 Independent Samples Test Levene's t-test for Equality of Means Test for Equality of Variances F Sig. t df Sig. Mean Std. 95% (2- Differe Error Confidence tailed) nce Differe Interval of the nce Difference Equal Postte stMen variances ,685 ,411 -6,575 62 ,000 -6,575 60,338 ,000 assumed 30,063 4,572 Lower Upper - - 39,202 20,923 gingat Kontro lEkspe rimen Equal variances not assumed 30,063 4,572 - - 39,207 20,918

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 c. Hasil Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Memahami Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol 1) Hasil Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Memahami Kelompok Eksperimen Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean PretestEksperimenMemahami 48,66 32 12,281 2,171 PosttestEksperimenMemahami 81,56 32 14,670 2,593 Pair 1 Paired Samples Test Paired Differences t df Sig. Std. Std. 95% (2- Deviati Error Confidence tailed) on Mean Interval of the Mean Difference Lower Upper - - PretestEksperim Pair enMemahami – 1 PosttestEksperim 32,906 17,976 3,178 - 39,387 26,425 10,356 31 ,000 enMemahami 2) Hasil Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Memahami Kelompok Kontrol Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean PretestKontrolMemahami 41,41 32 10,460 1,849 PosttestKontrolMemahami 58,34 32 15,343 2,712 Pair 1 Paired Samples Test Paired Differences Mean t df Sig. Std. Std. 95% Confidence (2- Deviati Error Interval of the taile on Mean Difference d) Lower Upper -22,234 -11,641 PretestKontrolMe Pair mahami – 1 PosttestKontrolM emahami 16,938 14,690 2,597 -6,522 31 ,000

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 d. Hasil Uji Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Memahami Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Group Statistics Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean PosttestMemahamiK Kontrol 32 58,34 15,343 2,712 ontrolEksperimen Eksperimen 32 81,56 14,670 2,593 Independent Samples Test Levene's t-test for Equality of Means Test for Equality of Variances F Sig. t df Sig. Mean Std. 95% (2- Differe Error Confidence tailed) nce Differe Interval of the nce Difference Equal Posttest variances Memah ,119 ,731 -6,187 62 ,000 -6,187 61,876 ,000 assumed 23,219 3,753 Lower Upper - - 30,720 15,717 amiKont Equal rolEksp erimen variances not assumed 23,219 3,753 - - 30,720 15,717

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15. Surat Izin Penelitian dari Kampus 177

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian 178

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17. Foto Kegiatan Media Pembelajaran Timeline 179

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil Karya Siswa 180

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kegiatan Pembelajaran kelompok Eksperimen 181

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kegiatan Pembelajaran Kelompok Kontrol 183

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 Lampiran 18. Daftar Riwayat Hidup DAFTAR RIWAYAT HIDUP Ika Lusiana Ratnasari merupakan anak pertama dari pasangan Sukimin dan Sumiyati. Lahir di Yogyakarta, 10 Agustus 1991. Pendidikan awal dimulai di TK ABA Pringwulung, lulus tahun 1998. Kemudian melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar di SD Negeri Babarsari, tahun 19982004. Dilanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 1 Depok, Sleman, Yogyakarta, tahun 20042007. Tahun 2007-2010 penulis melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Kejuruan di SMK Negeri 2 Yogyakarta, kemudian menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar tahun 2010 dan mengakhiri dengan menulis karya ilmiah berjudul “Perbedaan Kemampuan Mengingat Dan Memahami Atas Penggunaan Media Timeline Pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem.”

(207)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami mata pelajaran IPA siswa kelas V SD Negeri Cebongan Yogyakarta.
0
1
2
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami mata pelajaran IPA siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
0
199
Pengaruh penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan mengingat dan memahami kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
1
3
182
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan-Yogyakarta.
0
0
192
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pelajaran IPA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.
0
3
146
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta.
3
69
161
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
2
148
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SDN Tamanan 1 Yogyakarta.
0
0
190
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta
0
2
190
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta
0
2
159
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pelajaran IPA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
144
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
168
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SDN Tamanan 1 Yogyakarta - USD Repository
0
0
188
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta - USD Repository
0
0
146
Show more