ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V (STUDI KASUS DI SALAH SATU SD SWASTA KOTA YOGYAKARTA)

Gratis

0
0
217
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V (STUDI KASUS DI SALAH SATU SD SWASTA KOTA YOGYAKARTA) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Progran Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Putri Nugraheni Wijayanti NIM: 151134002 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa melimpahkan berkat setiap hari. 2. Kedua orang tuaku, yang senantiasa memberikan semangat dan motivasi baik dalam doa ataupun materi. 3. Ketiga kakakku, Mas Por, Mbak Indah dan Mbak Diah yang senantiasa memberikan dukungan dan semangat. 4. Dosen pembimbing skripsi. 5. Teman-teman payung skripsi Sangsang Lusaiani dan Bernadeta Ika Melianawati. 6. Untuk almamaterku Universitas Sanata Dharma Yogyakarta iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Tidak hanya sekedar urun angan, tapi turun tangan. Mengulurkan bantuan sebisa yang kita lakukan. Ingat, Tuhan tidak menuntut apa yang tidak kita punya dan tidak menuntut apa yang tidak kita bisa”. - Imelda (Spirit Girls ed. Nov 2018) - v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 20 Februari 2019 Peneliti Putri Nugraheni Wijayanti vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Putri Nugraheni Wijayanti Nomor Mahasiswa : 151134002 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V (STUDI KASUS DI SALAH SATU SD SWASTA KOTA YOGYAKARTA) berserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royaliti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 20 Februari 2019 Yang menyatakan Putri Nugraheni Wijayanti vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V (STUDI KASUS DI SALAH SATU SD SWASTA KOTA YOGYAKARTA) Putri Nugraheni Wijayanti Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: bagaimana guru membuat perencanaan pembelajaran yang memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi; bagaimana penerapan berpikir tingkat tinggi dalam pelaksanaan pembelajaran; bagaimana penilaian berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif dengan menggunakan desain studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah guru yang membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dan yang melaksanakan perencanaan serta guru sebagai narasumber. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) RPP yang dibuat oleh guru kelas sudah menunjukkan indikator pengunaan kata kerja operasional berikir tingkat tinggi; (2) Guru mampu menerapkan kegiatan pembelajaran yang memuat keterampilan berpikir tingkat tinggi; (3) Penilaian berupa PTS (Penilaian Tengah Semester) sudah mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kata kunci: keterampilan berpikir tingkat tinggi, kurikulum 2013, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), pelaksaan pembelajaaran berpikir tingkat tinggi, pelaksanaan penilaian kelas. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE ANALYSIS OF HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) ON THEMATIC LEARNING OF FIFTH GRADE STUDENTS: A CASE STUDY ONE OF THE PRIVATE SCHOOL’S IN THE YOGYAKARTA CITY Putri Nugraheni Wijayanti Sanata Dharma University 2019 This study was aimed to examine: how the teacher arranged the lesson plan which contain the indicator of higher order thinking skill, how the implementation of higher order thinking skill in the learning process is, and how the implementation of assessments has lead to the measurement of higher order thinking skills is. The researcher conducted qualitative research with case study model in composing this thesis. The subjects of this study was the teacher who arranged and implemented the lesson plan. In addition, the teacher also became the interviewee. The data were collected using observation, interviews, documentation, and questionnaires. The results showed that: (1) the lesson plans arranged by the teacher already contained the indicators of higher order thinking skills; (2) In the teaching-learning processes the teacher could lead the students to higher order thinking skills; and (3) the assessment which was the midterm exam could lead to the measurement of higher order thinking skills. Keywords: a higher order thinking skills (HOTS), 2013 curriculum, lesson plan (RPP), implementation of HOTS in the learning process, the implementation of class assessments. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan kasih-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Pembelajaran Tematik Kelas V (Studi Kasus Di Salah Satu SD Swasta Kota Yogyakarta)”. Penulisan skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Selama proses penulisan skripsi ini peneliti menyadari banyak pihak yang telah membantu sehingga penulisan skripsi ini dapat diselsaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini peneliti mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Yohans Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Ibu Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Ibu Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Bapak Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd. selaku dosen pembimbing pertama atas segala kebaikan yang penuh kasih dan kesabaran dalam membimbing peneliti serta mengarahkan dari awal hingga akhir penyusunan skripsi. 5. Ibu Brigitta Erlita Tri Anggadewi, S.Psi., M.Psi. selaku dosen pembimbing kedua atas segala kebaikan yang penuh kasih dan kesabaran dalam membimbing peneliti serta mengarahkan dari awal hingga akhir penyusunan skripsi 6. Ibu Wahyu Wido Sari, M.Biotech selaku dosen pembimbing akademik kelas B yang penuh kasih dan kesabaran dalam membimbing kelas kami. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Segenap dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 8. Segenap karyawan kesekretariatan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma yang telah membantu kelancaran proses administrasi selama perkuliahan dan penelitian. 9. Seluruh staff perpustakaan Universitas Sanata Dharma yang telah menyediakan buku dan fasilitas selama mengerjakan skripsi. 10. Seluruh staff Biro Keuangan dan Student Staff Keuangan yang telah memberikan semangat dalam penyusnan skripsi ini. 11. Ibu Kepala Sekolah di salah satu SD swasta di Kota Yogyakarta yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian. 12. Bapak guru kelas V salah satu SD swasta di Kota Yogyakarta yang bersedia memberikan bantuan dan waktunya untuk peneliti melakukan penelitian. 13. Siswa kelas V tahun ajaran 2018/2019 yang telah bersedia membantu dalam proses observasi dan pengisian kuesioner. 14. Kedua orang tuaku Bapak Suwardi dan Ibu Rahayu yang selalu memberikan dukungan dalam doa, semangat yang penuh cinta kasih, kesabaran dalam memberikan nasehat kepada peneliti. 15. Ketiga saudara ku, Mas Por, Mbak Indah dan Mbak Diah, yang selalu memberikan semngat dan dukungan serta doa tulus selama perkuliahan hingga penulisan skripsi. 16. Saudara iparku, Mbak Mun, Mas Budi dan Bang Jo, yang selalu memberikan wejangan-wejangan hangat serta motivasi dukungan dan doa. 17. Kelima ponakan ku yang lucu-lucu dan keaktivannya. Mbak Hallel, mas Hemya, mas Farel, ucok Esra. Semangat belajar. 18. Teman-teman kos yang baik hati, Weniy, Kitty, Gita, mbak-mbak dan adik tingkat, yang selalu memberikan semangat serta keceriaan dikala duka dan suka. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. Teman payung seperjuangan Sangsang dan Deta, yang selalu memberikan semangat hingga lancarnya skripsi ini. 20. Mas Andre, yang selalu memberikan semangat dukungan serta doa dan motivasi selama perkuliahan hingga selsainya penulisan skripsi ini. 21. Beasiswa Oikumene PGI dan Gereja Kristen Sumatra Bagian Selatan yang ada di kota kelahiran yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti untuk dapat mendukung lancarnya perkuliahan hingga penulisan skripsi ini. Peneliti menyadari bahwa karya tulis ini tidak sempurna dan memiliki kekurangan. Oleh karena itu dengan kerendahan hati, peneliti menerima kritik dan saran dengan terbuka. Semoga karya ini dapat memberikan inspirasi bagi pembaca. Yogyakarta, 20 Februari 2019 Peneliti Putri Nugraheni Wjayanti xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .......................................................... vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT ........................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................... x DAFTAR ISI ....................................................................................................... xiii DAFTAR BAGAN .............................................................................................. xvi DAFTAR TABEL ............................................................................................. xvii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xviii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 1.1. Latar belakang .......................................................................................... 1 1.2. Rumusan Masalah .................................................................................... 7 1.3. Tujuan Penelitian ...................................................................................... 7 1.4. Manfaat Penelitian .................................................................................... 8 1.5 Asumsi Penelitian ..................................................................................... 8 1.6 Definisi Operasioanal ............................................................................... 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA......................................................................... 11 2.1. Kajian Pustaka ........................................................................................ 11 2.1.1. Teori-Teori yang Mendukung ......................................................... 11 2.1.1.1. Berpikir Tingkat Tinggi ........................................................... 11 2.1.1.2. High Order Thinking Skils (HOTS) ......................................... 12 2.1.1.3. Kurikulum ................................................................................ 17 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.2. 2.2. Penelitian Yang Relevan ................................................................. 24 Kerangka Berpikir .................................................................................. 27 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 29 3.1. Jenis Penelitian ....................................................................................... 29 3.2. Setting Penelitian .................................................................................... 30 3.2.1. Tempat dan Waktu Penelitian ......................................................... 30 3.2.2. Waktu Penelitian ............................................................................. 30 3.2.3. Subjek dan Objek Penelitian ........................................................... 30 3.2.3.1. Subjek Penelitian ..................................................................... 31 3.2.3.1. Objek Penelitian ....................................................................... 31 3.3. Desain Penelitian .................................................................................... 31 3.4. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 32 3.4.1. Data Primer ..................................................................................... 32 3.4.2. Data Sekunder ................................................................................. 33 3.5. Instrumen penelitian ............................................................................... 35 3.5.1. Tabel Indikator Kuesioner............................................................... 36 3.6. Kredebilitas dan Transferabilitas ............................................................ 38 3.7. Teknik Analisis Data .............................................................................. 39 3.7.1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ..................................... 39 3.7.2. Pelaksanaan Penilaian Kelas ........................................................... 39 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................... 42 4.1 Hasil Penelitian....................................................................................... 42 4.1.1. Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Perencanaan Pembelajaran ................................................................................................. 42 4.1.2 Penerapan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Pelaksanaan Pembelajaran Tematik di SD Ceria Yogyakarta ........................................... 44 4.1.2.1. Hasil analisis kuesioner siswa kelas V .................................... 44 4.1.2.2. Hasil analisis kuesioner guru kelas V ...................................... 45 4.1.2.3. Hasil Wawancara Guru Kelas V .............................................. 47 4.1.2.4. Hasil Observasi Proses Pembelajaran Di Kelas V ................... 47 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.3. Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Penilaian Pembelajaran ................................................................................................. 54 4.2. Pembahasan ............................................................................................ 70 4.2.1. Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Perencanaan Pembelajaran ................................................................................................. 70 4.2.2. Penerapan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Pelaksanaan Pembelajaran Tematik di SD Ceria Yogyakarta ........................................... 72 4.2.3. Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Penilaian Pembelajaran ................................................................................................. 79 BAB V PENUTUP ............................................................................................... 84 5.1. Kesimpulan ............................................................................................. 84 5.2. Keterbatasan Penelitian .......................................................................... 85 5.3. Saran ....................................................................................................... 85 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 84 LAMPIRAN ......................................................................................................... 88 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR BAGAN Bagan 2. 1 Hasil Penelitian yang Relevan ............................................................ 26 Bagan 2. 2 Kerangka Berpikir............................................................................... 28 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3. 1 Indikator Kuesioner.............................................................................. 36 Tabel 3. 2 Indikator Pedoman Wawancara Guru Kelas ........................................ 37 Tabel 3. 3 Indikator Analisis Perencanaan dan Pelaksanaan ................................ 37 Tabel 3. 4 Indikator Analisis Pada Soal Evaluasi Pembelajaran .......................... 38 Tabel 3. 5 Hasil Perhitungan Skala Likert ............................................................ 41 Tabel 4. 1 Hasil Analisis Indikator Kognitif pada RPP Tematik Kelas V ............ 43 Tabel 4. 2 Hasil Perhitungan Pernyataan pada Pelaksanaan Pembelajaran 4C .... 44 Tabel 4. 3 Hasil Anlisis Kuesioner 15 siswa......................................................... 45 Tabel 4. 4 Hasil Hitung Interval Pernyataan Penerapan ....................................... 46 Tabel 4. 5 Hasil Analisis Kuesioner Guru ............................................................ 47 Tabel 4. 6 Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran ......................................... 49 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 4. 1 Diagram Hasil Analisis Kuesioner 15 Siswa ................................... 44 Gambar 4. 2 Diagram Hasil Analisis Kuesioner Guru .......................................... 46 Gambar 4. 3 Diagram Hasil Analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran PPKn ..................................................................................................................... 55 Gambar 4. 4 Diagram Hasil Analisis soal pilihan ganda Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran PPKn ............................................................................. 56 Gambar 4. 5 Diagram Hasil Analisis soal uraian Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran PPKn ..................................................................................................... 56 Gambar 4. 6 Diagram Hasil Analisis soal essay Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran PPKn ..................................................................................................... 57 Gambar 4. 7 Diagram Hasil Analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPA ........................................................................................................................ 58 Gambar 4. 8 Diagram Hasil Analisis soal pilihan ganda Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPA ................................................................................ 58 Gambar 4. 9 Diagram Hasil Analisis soal uraian Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPA ........................................................................................................ 59 Gambar 4. 10 Diagram Hasil Analisis soal essay Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPA ........................................................................................................ 60 Gambar 4. 11 Diagram Hasil Analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Bahasa Indonesia ................................................................................................... 60 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4. 12 Diagram Hasil Analisis soal uraian 1 Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Bahasa Indonesia .......................................................................... 61 Gambar 4. 13 Diagram Hasil Analisis Soal Pilihan Ganda Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Bahasa Indonesia........................................................... 62 Gambar 4. 14 Diagram Hasil Analisis soal uraian 2 Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Bahasa Indonesia .......................................................................... 62 Gambar 4. 15 Diagram Hasil Analisis soal Essay Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Bahasa Indonesia .......................................................................... 63 Gambar 4. 16 Diagram Hasil Analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPS ......................................................................................................................... 64 Gambar 4. 17 Diagram Hasil Analisis soal pilihan ganda Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPS ................................................................................. 64 Gambar 4. 18 Diagram Hasil Analisis soal uraian Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPS ......................................................................................................... 65 Gambar 4. 19 Diagram Hasil Analisis Soal Essay Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPS ......................................................................................................... 66 Gambar 4. 20 Diagram Hasil Analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Matematika............................................................................................................ 66 Gambar 4. 21 Diagram Hasil Analisis soal pilihan ganda Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Matematika.................................................................... 67 Gambar 4. 22 Diagram Hasil Analisis soal uraian Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Matematika ............................................................................................ 68 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4. 23 Diagram Hasil Analisis soal essay Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Matematika ............................................................................................ 68 Gambar 4. 24 Diagram Hasil Analisis soal pada 5 bidang mata pelajaran Penilaian Tengah Semester ................................................................................................... 69 xx

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang PISA (Programme for International Student Assessment) adalah studi yang dilakukan oleh OECD (Organitation for Economic Co-operation and Development) tentang kemampuan membaca, matematika, dan sains, siswa yang berumur 15 tahun di banyak negara di dunia. PISA pertama kali dilakukan pada tahun 2002 dan kemudian dilakukan kembali setiap 3 tahun. Hasil PISA banyak digunakan di negara yang berpartisipasi untuk memperbaiki kualitas dan kebijakan dalam dunia pendidikan. PISA mengukur pengetahuan dan keterampilan penting yang berguna bagi kehidupan modern. Prestasi siswa Indonesia tidak pernah beranjak jauh dari posisi terbawah. Indonesia berada pada urutan 64 dari 65 negara di dunia pada tahun 2012. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat membantu guru untuk meningkatkan kualitas dalam pembuatan soal-soal tes yang diberikan kepada siswa selain itu membantu siswa untuk terbiasa mengerjakan soal dalam standar yang lebih tinggi atau standar olimpiade internasional. Perubahan yang sangat pesat terjadi di abad ke 21 ini, baik dalam kehidupan masyarakat ataupun di lingkungan pendidikan. Di abad 21 ini merupakan abad pengetahuan, yaitu berkembang pesatnya ilmu teknologi dan informasi menjadi sebuah kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Membentuk sumber daya manusia berkualitas yang mampu bersaing dalam dunia global. Tujuan yang harus 1

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 dicapai dalam dunia informasi ini yaitu, mewujudkan cita-cita bangsa atau menjadikan masyarakat yang mandiri, sejahtera dan bahagia. Dalam pembelajaran yang utama, guru atau sekolah diharapkan mampu mempersiapkan siswa untuk siap menghadapi abad 21 ini. Empat kompetensi yang harus dikembangkan siswa di abad 21 dalam pembelajaran yaitu, communication, collaboration, critical thinking, dan creativity. Keempat kopetensi ini dapat siswa miliki, apabila guru dapat memberikan kegiatan yang mengajak siswa untuk bertindak kreatif sesuai dengan rencana pembelajaran yang disusun sebelumnya. Pengalaman pemecahan masalah yang rumit, dibutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Keterampilan berpikir tingkat tinggi atau lebih dikenal dengan Higher Order Thinking Skils (HOTS). Berpikir tingkat tinggi dikenalkan sejak Sekolah Dasar dan akan membawa dampak yang positif. Siswa dituntut untuk memiliki imajinasi sebagai bagian dari perkembangan kognitif anak, pemikiran yang kritis dan dapat menanggapi persoalan yang sederhana hingga yang rumit terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Seperti pada pemecahan masalah untuk menyelsaikan soal-soal ulangan harian hingga ujian akhir semester. Selama ini pembelajaran di Sekolah Dasar lebih menekankan pada Lower Order Thingking Skills (LOTS) atau kemampuan berpikir tingkat rendah yang hanya mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan faktual yang alternatif jawabannya hanya satu dan biasanya jawaban tersebut berupa sesuatu yang dapat ditemukan langsung di buku atau hapalan, seperti pertanyaan yang sederhana seperti, “siapa? kapan? dimana?”. Ketidak mampuan dalam melakukan analisis, evaluasi, kreasi, logika dan penalaran dengan baik dalam menyelesaikan semua

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 soal, sehingga tergolong memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan level rendah. Seperti pada keadaan di Sekolah Dasar yang pernah peneliti ketahui selama pengalaman praktik di lapangan seperti Bimbingan Belajar (Bimbel) pada semester 3-4 dan Program Pengakraban Lingkungan (Probaling) pada semester 56, peneliti masih banyak menemukan siswa yang kurang mampu dapat menangani masalah dalam pengerjaan pembelajaran Tematik. Kemampuan berpikir tingkat rendah merupakan perantara untuk kemampuan berpikir yang lebih tinggi. Demi mewujudkan tujuan pendidikan nasional tersebut, telah ditetapkan Standar kompetensi lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan tertentu, perlu ditetapkan standar isi yang merupakan kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi peserta didik. Standar isi merupakan sebuah tujuan yang mencakup ruang lingkup materi untuk setiap mata pelajaran dan tingkat kompetensi untuk memenuhi standar kelulusan pada jenjang pendidikan tertentu. Di dalam standar isi terdapat tingkat kompetensi berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik. Diantaranya adalah Kompetensi Inti (KI) aspek yang dinilai yaitu aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari peserta didik untuk materi pelajaran atau jenjang pendidikan tertentu. Kompetensi Dasar (KD) kemampuan untuk bersikap, berpikir, dan bertindak sebagai perwujudan pengetahuan. Setelah ditetapkannya KI dan KD oleh pemerintah, sesuai dengan Permendikbud tahun 2016 nomor 21 tentang standar isi pendidikan dasar, maka guru membuat rancangan dan pelaksanaan sebuah pembelajaran atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Di dalam RPP

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 disampaikan KI, KD, Indikator beserta tujuan yang akan dicapai siswa. Dengan implementasi kurikulum 2013 guru memiliki keterampilan yang diharapkan dari adanya perubahan pelajaran agar dapat membantu siswa untuk memiliki berpikir kritis, memecahkan masalah, kreatif, berkomunikasi dengan baik dan belajar untuk menjadi jiwa pemimpin. Aktivitas sedemikian dapat diterapkan dalam kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat guru. Untuk mengambil keputusan, mengukur tingkat perekembangan serta kemampuan siswa maka diperlukannya sebuah penilaian atau disebut dengan standar penilaian. Untuk mengetahui hasil belajar siswa, maka guru memberikan penilaian proses belajar bagaimana kemajuan siswa yang dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen yaitu tes ataupun nontes. Tes yang dibuat guru berupa soal yang merujuk pada berpikir tingkat tinggi. Siswa akan berlatih melalui soal bagaimana berpikir kritis dan kreatif. Berpikir tingkat tinggi diimplementasikan pada pembelajaran kurikulum 2013 atau pembelajaran terpadu. Dipertegas dengan diterbitkannya Permendikbud 67 tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum yang menyatakn bahwa “Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada SD/MI dilakukan melalui pembelajaran dengan pendekatan tematik-terpadu dari kelas I sampai kelas VI.” Berdasarkan penjelasan mengenai latar belakang mengenai pemahaman pelaksanaan tematik terpadu dalam pembelajaran dapat diimplementasikan dalam pembelajaran dengan pola HOTS. Keterampilan berpikir tingkat tinggi ini perlu dilatih sejak sekolah dasar untuk membuat siswa terbiasa dengan cara berpikir yang akan menjadi modal belajar pada tingkat pendidikan berikutnya. Keterampilan berpikir tingkat

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 tinggi juga membuat siswa mampu menyampaikan ide-ide argumentatif, logis dan percaya diri, baik tertulis lisan dan tindakan. Pembelajaran kurikulum 2013 menghendaki terciptanya suasana belajar yang ideal dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Pembelajaran diarahkan untuk mendorong siswa mencari tahu dari berbagai sumber observasi, siswa tidak hanya diberi tahu seperti mampu merumuskan masalah (menanya), bukan hanya menyelsaikan masalah (menjawab), melatih berpikir analitis (mengambil keputusan), bukan berpikir mekanistis (rutin) dan menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam menyelsaikan masalah (Kemdikbud, 2014). Kurikulum 2013 juga memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan dengan pendekatan Scientific yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan dan mencipta. Saat ini menggunakan rumusan taksonomi yang diklasifikasikan 3 (tiga) ranah, yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Dengan tiga ranah ini maka cukup membantu siswa untuk memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi yang terdapat pada ranah kognitif, yaitu kemampuan berpikir secara intelektual. Kemampuan berpikir kritis dapat digunakan apabila seseorang dalam menghadapi masalah yang tidak biasa dihadapinya. Penerapan keterampilan berpikir kritis dapat mengasah keterampilan intelektual lainnya. Krathwohl (dalam Ayuningtyas dan Budi, 2012: 3), berpendapat bahwa berpikir tingkat tingkat tinggi dapat diukur menggunakan ranah dalam Taksonomi Bloom terutama pada ranah kognitif yaitu dari C1 sampai C6.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 Berikut tabel Taksonomi Bloom: Mengingat (C1) Memahami (C2) Menerapkan (C3) Menganalisis (C4) Mengevaluasi (C5) Mencipta (C6) Dalam konteks peningkatan mutu belajar siswa secara umum, penggunaan taksonomi ini penting karena dapat membantu guru atau tenaga pendidik untuk mengetahui level kognitif anak didik, bagaimana penguasaan siswa atas materi pelajaran yang diberikan serta pembelajaran lainnya. Dengan peningkatan kognitif pada Taksonomi Bloom, guru dan tenaga pendidik lainnya dapat merubah setrategi pembelajaran, terutama mampu mengarahkan siswa untuk tidak hanya berhenti pada level kognitif saja seperti hafalan (knowladge), pemahaman (comperehension) dan pengaplikasian (application) saja, tetapi juga bergerak lebih kepada level selanjutnya yang mengindikasi tatanan kognitif yang lebih tinggi, yaitu analisis (analysis), sintesis (synthesis), dan evaluasi (evaluation). Dalam banyak kasus, pembelajaran di sekolah umumnya, hanya berhenti bagaimana pada penguasaan tiga tingkatan awal kognitif tersebut. Siswa dianggap sudah menguasi jika sudah menghafal materi yang diberikan, padahal penguasaan siswa bisa diarahkan pada tingkat kognitif yang lebih tinggi, bagaimana bisa menghubungkan berbagai macam informasi, meneliti, memanipulasi, hingga menstraformasi informasi dengan pengetahuan yang dimiliki kedalam suatu cara

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 pemecahan masalah dengan kreatif atau bagaimana penerapan pada situasi-situasi yang baru sebagaimana terdapat pada tingkatan kognitif yang lebih tinggi seperti tujuan utama dari HOTS. Maka dari penelitian ini peneliti mencari hasil HOTS yang sudah diterapkan di Sekolah Dasar. Penelitian dilakukan disalah satu SD swasta Kota Yogyakarta yaitu SD Ceria, nama SD disamarkan supaya pihak sekolah tidak merasa dirugikan dengan adanya penelitian ini. 1.2. Rumusan Masalah 1.2.1 Bagaimana perencanaan pembelajaran berpikir tingkat tinggi di SD Ceria Yogyakarta kelas V? 1.2.2 Bagaimana penerapan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pelaksanaan pembelajaran di SD Ceria Yogyakarta kelas V? 1.2.3 Bagaimana penilaian berpikir tingkat tinggi di SD Ceria Yogyakarta kelas V? 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1 Untuk mendeskripsikan sejauh mana desain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di SD Ceria Yogyakarta kelas V memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi. 1.3.2 Untuk mendeskripsikan sejauh mana kegiatan pembelajaran di SD Ceria Yogyakarta kelas V mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 1.3.3 Untuk mendeskripsikan sejauh mana pelaksanaan penilaian kelas di SD Ceria Yogyakarta kelas V telah menunjukkan indikator pengukuran keterampilan berpikir tingkat tinggi. 1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1 Untuk sekolah, meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah 1.4.2 Untuk guru, diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas dalam pembuatan RPP, penilaian kelas, pembuatan soal-soal tes Tematik yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa tersebut, maka digunakanlah kriteria pengembangan soal HOTS (High Order Thinking Skills) agar siswa terbiasa mengerjakan soal dalam standar yang lebih tinggi 1.4.3 Untuk siswa harus berperan aktif dalam kegiatan belajar, atau dengan kata lain keterlibatannya dalam proses belajar haruslah nampak. Siswa dapat memecahkan permaslahan yang baru saja ditemui. 1.4.4 Untuk peneliti, menambah informasi dan pengalaman baru mengenai HOTS di Sekolah Dasar dan menerapkan wawasan yang diperoleh selama perkuliahan. 1.5 Asumsi Penelitian 1.5.1 Keterampilan berpikir tingkat tinggi sudah diterapkan pada perencanaan pelaksanaan pembelajaran Tematik kelas V di SD Ceria Yogyakarta.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 1.5.2 Keterampilan berpikir tingkat tinggi sudah diterapkan dalam proses pelaksanaan pembelajaran Tematik kelas V di SD Ceria Yogyakarta, melalui penerapan kemampuan 4C yaitu critical thinking, collaborative, creativity dan communication. 1.5.3 Pada evaluasi penilaian Tematik dalam penerapannya sudah menggunakan kata kerja operasional tingkat tinggi yaitu C4-C6 pada Taksonomi Bloom. 1.6 Definisi Operasioanal 1.6.1 Berpikir tingkat tinggi adalah suatu proses berpikir siswa untuk menuju ke level kognitif yang lebih tinggi sebagai pemecahan masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan yang dipersiapkan dalam berpikir tingkat tinggi yaitu 4C (Creativity, Critical thinking, Communication and Collaboration) penting bagi siswa di masa depan. Melalui pembelajaran dapat membantu dan mendorong siswa dalam memahami materi yang telah dipelajari. 1.6.2 High Order Thinking Skills (HOTS) adalah kegiatan berpikir yang melibatkan level kognitif hirarki tinggi dari taksonomi berpikir Bloom. Secara hirarkikal Taksonomi Bloom terdiri dari enam level, yaitu Mengingat (C1), Memahami (C2), Menerapkan (C3), Menganalisis (C4), Mengevaluasi (C5, Mencipta (C6) 1.6.3 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan untuk menjadi acuan

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 pembelajaran kegiatan mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 1.6.4 Standar isi merupakan sebuah tujuan yang mencakup ruang lingkup materi untuk setiap mata pelajaran dan tingkat kompetensi untuk memenuhi standar kelulusan pada jenjang pendidikan tertentu. 1.6.5 Rencana Perencanaan Pembelajaran atau yang disebut juga RPP merupakan rencana kegiatan yang dibuat oleh pengajar atau guru sebelum melakukan kegiatan belajar. Di dalam RPP terdapat tujuan pembelajaran, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator dan kegiatan pembelajaran. 1.6.6 Standar Proses merupakan standar nasional pendidikan pada setiap lembaga pendidikan pendidikan formal secara nasional. Standar proses berkaitan dengan kegiatan pembelajaran dan seharusnya standar proses dapat berlangsung dan dijadikan pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran. 1.6.7 Kegiatan pembelajaran adalah pelaksanaan aktivitas pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa, sesuai dengan apa yang dibuat guru sebelumnya yaitu RPP. 1.6.8 Penilaian kelas adalah suatu hasil atau pengukuran dan pencapaian hasil belajar siswa. Tujuan khusus penilaian adalah mengidentifikasi bagianbagian yang belum dapat terlaksana sesuai dengan tujuan. Penilaian ini berbentuk soal tes dan nontes.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kajian Pustaka 2.1.1. Teori-Teori yang Mendukung 2.1.1.1. Berpikir Tingkat Tinggi Di abad ke 21 guru, lembaga pendidikan menjadi peran penting untuk membentuk siswa memiliki keterampilan belajar utuk dapat berinovasi, keterampilan berkomunikasi, bekerja, dan mampu mempertahankan hidup dengan kemampuan yang dimilikinya atau disebut juga dengan soft skills. Doringin (2017: 1) mengatakan bahwa, Keterampilan di abad 21 yang dianggap bisa memperkuat modal social (social capital) dan modal intelektual (intellectual capital), dapat disebut dengan 4C: Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation. Secara operasional, 4C ini dijabarkan dalam empat kategori langkah, yakni; (1) alat untuk mengembangkan keterampilan abad 21, yakni teknologi informasi, jaringan digital, dan literasi; (2) cara bekerja, termasuk berkomunikasi, berkolaborasi, bekerja dalam tim; (3) cara hidup sebagai warga global sekaligus lokal, cara berpikir; dan (4) termasuk berkreasi, berinovasi, bersikap kritis, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan belajar pro-aktif. Berpikir tingkat tinggi atau sering disebut dengan dengan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Di berbagai kesempatan, sudah sering mendengar 11

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 beberapa pakar menjelaskan pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting, 4C adalah jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hardskill. Dengan demikian penjelasan berpikir tingkat tinggi merupakan menjadi sarana penting bagi siswa, tidak hanya sekedar menerima materi menghapal saja dari guru tetapi proses berpikir untuk memanipulasi informasi dan ide-ide tertentu memberi cara dalam impilkasi baru. Gunawan (2003: 171) mengatakan bahwa saat murid menggabungkan fakta dan ide dalam proses mensintesis, melakukan generalisasi, menjelaskan, melakukan hipotesis dan analisis, sehingga akhirnya murid mendapatkan suatu kesimpulan. Ada tiga alasan utama mengapa harus melatih kemampuan berpikir siswa: (1) untuk mengerti komunikasi; (2) untuk proses berpikir yang berkualitas; (3) untuk hasil akhir yang berkualitas. Dari ketiga alasan ini sudah melibatkan proses berpikir yang bersifat kreatif dan kritis. 2.1.1.2. High Order Thinking Skills (HOTS) Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang diterjemahkan dari Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah kegiatan berpikir yang melibatkan level kognitif hirarki tinggi dari taksonomi berpikir Bloom. Secara hirarkikal Taksonomi Bloom terdiri dari enam level, yaitu knowledge (Recall or locate information), comprehension (Understand learned facts), application (Apply what has been learned to new situations), analysis (“Take apart” information to

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 examine different parts), synthesis (Create or invent something; bring together more than one idea) dan evaluation (Consider evidence to support conclusions). Anderson, L., and Krathwohl, D. (eds.) (2001) dalam bukunya yang berjudul Assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy yang dipublikasi oleh Publishing Co, New York, US merevisi level taxonomi ini menjadi remembering, understanding, applying, analysing, evaluating, creating. Gunawan Adi (2003: 171) dalam bukunya Genius Learning Strategi mendeifinisikan High Order Thinking (HOT) sebagai strategi dengan proses berpikir tinggi, dimana siswa didorong untuk memanipulasi informasi dan ide-ide dalam cara tertentu yang dapat memberikan mereka pengertian dan implikasi baru. Menurut Brookhart (dalam Setyowati dan Kurniawati, 2017: 4), mengatakan bahwa High Order Thinking (HOT) dibagi menjadi tiga kategori diantaranya adalah, (1) those define higher-order thinking in term of transfer (berpikir tingkat tinggi untuk mentransfer), (2) those define of critical thinking (berpikir tingkat tinggi berarti berpikir kritis), dan (3) those that define it in terms of problem solving (berpikir tingkat tinggi digunakan dalam memecahkan suatu masalah). Jadi kemampuan berpikir kritis digunakan seseorang dalam menghadapi permasalahan dan dapat menerapkan keterampilan berpikirnya agar dapat mengasah intelektual. Berdasarkan beberapa pendapat, dapat ditarik kesimpulan High Order Thinking Skils atau (HOTS) adalah setrategi menggunakan proses berpikir siswa untuk mengeksplorasi informasi secara mandiri, menggunakan fakta-fakta untuk

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 memecahkan sebuah masalah. Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kurikulum 2013 juga menuntut materi pembelajarannya sampai kepada level berpikir tingkat tinggi yang diharapkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mengevaluasi, dan mencipta. Sejalan dengan itu, ranah dari HOTS yaitu menganalisis yang merupakan kemampuan berpikir dalam bagian dari pengetahuan, pemahaman dan penerapan. Dapat berupa mengelompokkan, menghubungkan informasi satu dengan lainnya, menentukan informasi mana yang sesuai dan memberi pengaruh, menemukan inti dari cerita atau bacaan, dan lain sebagainya; mengevaluasi yaitu kemampuan berpikir dalam membandingkan informasi, mampu menyimpulkan, dapat memberi kritik pada sebuah bahasan, dan lain sebagainya; dan membuat/mencipta merupakan kemampuan berpikir dalam menciptakan sebuah karya atau hal yang baru baik dalam bentuk tulisan, gambar atau sebuah benda, mengkreasikan, mengembangkan kretivitas yang lain.. Untuk mengetahui indikator dalam setiap penjelasan tingkatan Taksonomi Bloom menurut Anderson, dkk (dalam Mulyasa dkk, 2016: 216-18) yaitu C1-C6 diantaranya adalah sebagai berikut: C1 kemampuan berpikir yaitu “mengingat”, yaitu mengemukakan kembali apa yang sudah dipelajari dari guru, buku, sumber lainnya sebagaimana aslinya tanpa melakukan perubahan. Dengan deskripsi, pengetahuan hafalan: ketepatan, kecepatan, kebenaran pengetahuan yang diingat dan digunakan ketika menjawab pertanyaan tentang fakta, definisi konsep, prosedur, hukum, teori dari apa yang sudah dipelajari di kelas tanpa

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 diubah/berubah. Taksonomi Bloom yang kedua yairu C2 “memahami”, yaitu sudah ada proses pengolahan dari bentuk aslinya tetapi arti dari kata, istilah, tulisan, grafik, tabel, gambar, foto tidak berubah. Dengan deskripsi, kemampuan mengolah pengetahuan yang dipelajari menjadi sesuatu yang baru seperti menggantikan suatu kata/istlah dengan kata/istilah lain yang sama maknanya; menulis kembali suatu kalimat/paragaraf/tulisan dengan kalimat/paragaraf/tulisan sendiri dengan tanpa mengubah arti informasi asli; mengubah bentuk komunikasi dari bentuk kalimat kebentuk grafik/tabel/visual atau sebaliknya; memberi tafsir atau kalimat/paragaraf/tulisan/data sesuai dengan kemampuan peserta didik; memperkirakan kemungkinan yang terjadi dari suatu informasi yang terkandung dalam suatu kalimat/paragraf/tulisan/data. Pada tingkatan yang ketiga yaitu C3 “menerapkan”, menggunakan informasi, konsep, prosedur, prinsip, hukum, teori yang sudah dipelajari untuk sesuatu yang menggali/menambah/mengurangi/membaru/belum dipelajari. Dengan deskripsi, kemampuan menggunakan pengetahuan seperti konsep massa, cahaya, suara, listrik, hukum penawaran dan permintaan, hukum Boyle, hukum Archimedes, membagi/menambah/mengurangi/menjumlah/ menghitung modal dan harga, hukum persamaan kuadrat, menentukan arah kiblat, menggunakan jangka, menghitung jarak tempat di peta, menerapkan prinsip kronologi dalam menentukan waktu suatu benda/peristiwa, dan sebagainya dalam mempelajari sesuatu yang belum pernah dipelajari sebelumnya. Pada tingkatan yang keempat yaitu C4 “menganalisis”, menggunakan keterampilan yang telah dipelajarinya terhadap suatu informasi yang belum diketahuinya dalam mengelompokkan informasi, menentukan keterhubungan antara satu

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 kelompok/informasi dengan kelompok/informasi lainnya, antara fakta dengan keterkaitan antara fakta dengan konsep, antara argumentasi dengan kesimpulan, benang merah antara satu karya dengan karya lainnya. Dengan deskripsi, kemampuan mengelompokkan benda berdasarkan persamaan dan perbedaan ciricirinya, memberi nama bagi kelompok jajar/lebih tinggi/lebih luas dari yang lain, menentukan mana yang lebih dulu dan mana yang belakangan muncul, menentukan mana yang memberikan pengaruh dan mana yang menerima pengaruh, menemukan keterkaitan antara fakta dengan kesimpulan, menentukan konsistensi antara apa yang dikemukakan di bagian awal dengan bagian berikutnya, menemukan pikiran pokok penulis/pembicara/narasumber, menemukan kesamaan dalam alur berpikir antara satu karya dengan karya lainnya, dan sebagainya. Pada tingkatan kelima yaitu C5 “mengevaluasi”, menentukan nilai suatu benda atau informasi berdasarkan suatu kriteria. Dengan deskripsi, kemampuan menilai informasi yang diberikan berguna, apakah suatu informasi/benda menarik/menyenangkan bagi dirinya, adakah penyimpangan dari kriteria suatu pekerjaan/keputusan/peraturan, memberikan pertimbangan alternatif mana yang harus dipilih berdasarkan kriteria, menilai benar/salah/bagus/jelek dan sebagainya suatu hasil kerja berdasarkan kriteria. Pada tingkatan keenam C6 “mencipta”, membuat sesuatu yang baru dari apa yang sudah ada sehingga hasil tersebut merupakan satu kesatuan utuh dan berbeda dari komponen yang digunakan untuk membentuknya. Dengan deskripsi, kemampuan membuat suatu cerita/tulisan dari berbagai sumber yang dibacanya, membuat suatu benda dari

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 bahan yang tersedia, mengembangkan fungsi baru dari suatu benda, mengembangkan berbagai bentuk kreativitas lainnya. 2.1.1.3. Kurikulum Pada zaman Yunani kuno kurikulum merupakan kumpulan mata pelajaran yang harus disampaiakan guru kepada siswa atau yang dipelajari oleh siswa. Pendapat-pendapat yang muncul telah beralih dari penekanan terhadap isi menjadi lebih menekankan kepada pengalaman belajar siswa (Sukmadinata, 2005: 4). Pandangan lain mengenai kurikulum merupakan program pendidikan yang disediakan oleh lembaga pendidikan (sekolah). Berdasarkan program pendidikan, siswa melakukan kegiatan belajar sehingga mendorong perkembangan dan pertumbuhannya sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan. UU No. 20 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 Butir 1 menyatakan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”. Undang-undang ini berlandaskan pada falsafah negara yaitu Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus tumbuh dan berkembang dalam diri peserta didik. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi yang dirancang untuk mengantisipasi kebutuhan kompetensi abad 21. Kurikulum 2013 mempunyai tujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan) apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pelajaran. Untuk mencapai kompetensi lulusan tersebut perlu ditetapkan standar isi yang merupakan kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi peserta didik untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. a. Standar isi Standar isi disesuaikan dengan substansi tujuan pendidikan nasional dalam domain sikap spiritual dan sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Oleh karena itu, standar isi dikembangkan untuk menentukan kriteria ruang lingkup dan tingkat kompetensi yang sesuai dengan kompetensi lulusan yang dirumuskan pada standar kompetensi lulusan, yakni sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Karakteristik, kesesuaian, kecukupan, keluasan, dan kedalaman materi ditentukan sesuai dengan karakteristik kompetensi beserta proses

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 pemerolehan kompetensi tersebut. Dengan memenuhi syarat kelulusan maka perlunya perencanaan sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran. 1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Wina mengatakan bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan pengambilan keputusan melalui berpikir secara rasional hingga mencapai tujuan pembelajaran tertentu dengan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan melalui pemanfaatan segala sumber potensi dan sumber belajar yang ada (dalam Prastowo, 2015: 36). Rencana pelaksanaan pembelajaran disusun untuk kebutuhan guru dan dilaksanakan dalam pembelajaran dalam tugas mengajar. Program pembelajaran yang dibuat akan dilaksanakan dalam kegiatan belajar sehari-hari, kegiatan setiap semester atau bahkan rencana pembelajaran dibuat untuk memenuhi kurikulum yang akan dicapai. Rencana pelaksanaan pembelajaran yang terdiri tujuan khusus yang spesifik, memiliki prosedur kegiatan dalam mengajar, materi pembelajaran dan waktu yang akan diperlukan dalam bentuk evaluasi yang akan dilakukan (Prastowo, 2015: 34). Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan rencana pengorganisasian yang pembelajaran menggambarkan untuk mencapai prosedur suatu dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh sekolah. Rencana pelaksanaan pembelajaran, dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran dan buku panduan guru yang mencakup (1) identitas sekolah atau madarasah-madarasah, mata pelajaran, kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian kompetensi; (4) materi

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 pelajaran; (5) kegiatan pembelajaran; (6) penilaian; dan (7) media/alat, bahan, dan sumber belajar (dalam Permendikbud No 103, 2014). Anderson dan Krathwohl mengatakan RPP adalah bagaimana rencana dan pelaksanaan pembelajaran yang dapat menghasilkan level belajar yang tinggi bagi setiap siswa dan apa yang perlu dipelajari siswa di sekolah dalam waktu terbatas (dalam Mitri, 2016: 20). Dari beberapa ahli dan Permendikbud dapat disimpulkan rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP adalah perencanaan yang dibuat sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Terdapat tujuan pembelajaran, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, langkah-langkah pembelajaran, alokasi waktu, materi dan penilaian. b. Standar Proses Pembelajaran yang akan terlaksana berorientasi pada standar proses. Prinsip pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan. Dalam proses tersebut guru diperlukan untuk memberikan keteladanan yang membangun kemauan, dan mengembangkan potensi dan kreatvitas siswa. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, salah satu standar yang harus dikembangkan yaitu standar proses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 41 tahun 2007, meliputi pelaksanaan proses pembelajaran. 1) Kegiatan Pembelajaran Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 1 tentang pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan mendefinisikan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Kegiatan adalah pelaksanaan yang sudah tersusun kegiatan pembelajaran dengan tujuan untuk menumbuhkan keterampilan yang mengarahkan berpikir tingkat tinggi. Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan tidak hanya sematamata menerapkan strategi, model, dan metode yang hanya menanamkan keterampilan menghafal kepada siswa. Kegiatan pembelajaran bertujuan: pertama agar guru dapat melakukan pemilihan materi, metode, media dan urutan kegiatan, kedua agar guru memiliki komitmen untuk menciptakan lingkungan belajar sehingga tujuan dapat tercapai, ketiga membantu guru dalam menjamin evaluasi dengan benar. Gagne dan Briggs, (dalam Dimyati dan Mudjiono, 2010: 10). Pengertian pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Kegiatan belajar mengajar merupakan tindak pembelajaran guru dikelas

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 yang di dalam pembelajaran tersebut menggunakan bahan belajar. Wujud bahan belajar adalah berbagai bidang studi di sekolah (Dimyati, 2010: 20). Pengertian kegiatan pembelajaran menurut para ahli dan UU Republik Indonesia dapat disimpulkan, kegiatan pembelajaran adalah interaksi belajar siswa dan guru baik di dalam ruang ataupun diluar ruangan yang didasarkan pada materi atau pembelajaran tertentu. 2) Pelaksanaan Penilaian Kelas Permendikbud RI No. 81a Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum, menjelaskan Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data mengenai proses pembelajaran yang sedang berlangsung dengan hasil peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berhubungan, sehingga menjadi informasi sebagai alat pengambilan keputusan. Hal yang perlu diperhatikan dalam merancang penilaian yaitu, pertama, penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian. Kedua, kompetensi yaitu Kopetensi Dasar pada KI – 3 dan KI – 4. Ketiga, penilaian menggunakan acuan kriteria berdasarkan apa yang telah dilakukan peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Keempat, sistem yang digunakan adalah sistem berkelanjutan, yaitu bahwa indikator yang dibuat harus tercapai kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan Kompetensi Dasar yang telah dimiliki ataupun yang belum dimiiki, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik. Kelima, hasil analisis membutuhkan tindak lanjut berupa perbaikan proses

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 pembelajaran berikutnya, program remedial diberikan kepada peserta didik yang pencapaian hasil belajar di bawah ketuntasan, sedangkan program pengayaan pagi peserta didik yang memenuhi ketuntasan dengan hasil belajar. Keenam, sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam pembelajaran berlangsung. Misalnya pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, maka evaluasi harus diberikan pada proses teknik wawancara maupun produk berupa hasil melakukan observasi dilapangan. Angelo (dalam Purnomo, 2014: 26), penilaian kelas adalah suatu metode yang sederhana dapat menggunakan instansi untuk mengumpulkan umpan balik, awal hingga akhir, pada seberapa baik peserta didik mereka dapat belajar apa yang mereka ajarkan. Amirono & Daryanto (2016: 8), fungsi penilaian merupakan sebagai alat pengukur keberhasilan dan menjadi dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar peserta didik kepada para orang tuanya. Penilaian adalah kegiatan menafsirkan atau mendeskripsikan hasil pengukuran. Penilaian pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana siswa memilki kemampuan memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru (Djemari, 2002: 2). Arikunto dan Nurkancana (dalam Dimyati dan Mudjono, 2010: 191), penilaian merupakan proses penentuan kuantitas sesuatu melalui membandingkan dengan suatu ukuran tertentu. Penilian juga mengacu pada proses pembuatan keputusan terhadap ukuran yang bersifat kualitatif.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Penilaian adalah proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu (Sudjana dalam Dimyati dan Mudjiono, 2010: 191). Dari pengertian para ahli di atas dapat disimpulkan pengertian penilaian adalah suatu alat pengambilan keputusan setelah melakukan uji tes hasil belajar menggunakan tes ataupun non tes. 2.1.2. Penelitian Yang Relevan Mitri H. (2016). Analisis Pembelajaran Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Mata Pembelajaran Ekonomi Di Tingkat Tinggi Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA 8 Yogyakarta. Tujuannya adalah untuk mengetahui: (1) apakah guru sudah menyusun desain RPP mata pelajaran Ekonomi yang memuat indikator keterampilan berpikir ringkat tinggi; (2) apakah guru sudah menerapkan kegiatan pembelajaran yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi; dan (3) apakah pelaksanaan penilaian kelas (assesment) telah mengarah pada pengukuran keterampilan berpikir tingkat tinggi. Subyek dalam penelitian : adalah 80 siswa kelas X, XI MIPA dan IS serta guru Ekonomi kelas X, XI, dan XII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) desain RPP yang disusun oleh kedua guru mata pelajaran Ekonomi tidak memuat indikatorketerampilan berpikir tingkat tinggi; (2) kedua guru mata pelajaran Ekonomi dalam mengimplementasin pembelajaran belum mengarah pada keterampilan berpikir tinggi; dan (3) pelaksanaan penilaian kelas (assesment) yang disusun oleh guru dinyatakan belum mengarah pada pengukuran keterampilan berpikir tingkat tinggi.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Kurniati D., Harimukti R., & Asiyah N. (2016). Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan. Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMP Di Kabupaten Jember Dalam Menyelesaikan Soal Berstandar Pisa. 20, No 2., (142155). Tujuan dalam penelitian ini penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) siswa dalam menyelesaikan soal PISA berdasarkan indikator yang telah disusun. Kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam penelitian ini meliputi kemampuan logika dan penalaran, analisis, evaluasi, serta kreasi. Subyek dalam penelitian ini adalah 30 siswa yang tersebar di beberapa SMP di Kabupaten Jember. Hasil dari penelitian 18 siswa mampu melakukan kemampuan logika dan penalaran, analisis, evaluasi, serta kreasi dengan baik dalam menyelesaikan beberapa soal, sehingga tergolong memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan level sedang. Selanjutnya, 12 siswa tidak mampu melakukan kemampuan analisis, evaluasi, kreasi, logika dan penalaran dengan baik dalam menyelesaikan semua soal, sehingga tergolong memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan level rendah. Pratiwi, P.H., Hidayah, N., dan Martiana, A., (2017). Pengembangan Modul Mata Kuliah Penilaian Pembelajaran Sosiologi Berorientasi HOTS. No. 2. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul mata kuliah Penilaian Pembelajaran Sosiologi berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills. Subyek dalam penelitian ini adalah respon dari 75 mahasiswa melalui angket respon mahasiswa. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa modul layak digunakan sebagai bahan ajar dalam praktik penyusunan instrumen

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 penilaian HOTS. Hal ini didasarkan pada penilaian ahli materi sebesar 83,33 (sangat baik) dan hasil respon mahasiswa dengan rata-rata skor sebesar 83,89 (sangat baik). Mitri H. (2016). Analisis Pembelajaran Ketrampilan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Mata Pembelajaran Ekonomi Di Tingkat Tinggi Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA 8 Yogyakarta. Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Pembelajaran Tematik Kelas V (Studi Kasus di salah satu SD swasta Kota Yogyakarta) Kurniati D., Harimukti R., & Asiyah N. (2016). Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan. Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMP Di Kabupaten Jember DalamMenyelesaikan Soal Berstandar Pisa. 20, No 2., (142-155) Pratiwi, P.H., Hidayah, N., dan Martiana, A., (2017). Pengembangan Modul Mata Kuliah Penilaian Pembelajaran Sosiologi Berorientasi HOTS . Bagan 2. 1 Hasil Penelitian yang Relevan Penelitian ini memiliki kekhasan diantaranya yaitu, peneliti menggunakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode studi kasus. Penelitian ini meneliti pada tiga aspek yaitu, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta penilaian kelas. Selain itu peneliti melakukan penelitian di Sekolah Dasar.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 2.2. Kerangka Berpikir Dalam kurikulum 2013 menekankan pada kecerdasan berpikir tingkat tinggi, dengan demikian guru kelas menjadi peran penting dalam penerapannya. Menurut peneliti, penggunaan HOTS di SD Ceria Yogyakarta sangat dibutuhkan yang diterapkan melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian kelas. Guru kelas akan membuat rencana pembelajaran yang memiliki keterkaitan erat dengan proses berpikir tingkat tinggi seperti penggunaan kata kerja operasional atau KKO yang terdapat pada indikator. Hal ini dilakukan agar guru mampu menerapkan kepada siswa melalui pelaksanaan pembelajaran. Selain itu, untuk mengukur kemampuan siswa guru perlu melakukan penilaian. Penggunaan KKO dalam soal penilaian siswa menjadi penting karena soal dapat lebih berbobot dan berkualitas. Dengan diterapkanya berpikir tingkat tinggi, maka akan ada dampak positif yang diterima siswa dikemudian hari. Tidak hanya kemampuan menghafal saja tetapi kemampuan berpikir siswa akan lebih baik dengan kemampuan menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Hal ini membantu siswa agar dapat memiliki pemikiran yang kritis dan kreatif serta mampu membantu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian terhadap guru agar mengetahui bagaimana proses penerapan berpikir tingkat tinggi dilakukan.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Guru High Order Thinking Skills (HOTS) Pelaksanaan Penilaian Kelas Bagan 2. 2 Kerangka Berpikir Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor (dalam Gunawan, 2013: 82), adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang berperilaku yang dapat diamati yang diarahkan pada latar dan dan individu secara holistik (utuh). Dengan ini tidak diperbolehkan mengisolasi individu atau organisasi kedalam variabel atau hipotesis, tetapi memandang menjadi bagian dari sesuatu keutuhan. Berdasarkan hal tersebut penelitian dilakukan dengan metode kualitatif agar diperoleh data secara ilmiah atau natural dan komperhensif yang sesuai dengan latar belakang serta data yang diperoleh tidak menjadi hasil yang rekayasa atau manipulasi dikarenakan tidak ada unsur atau variabel lain yang memikat. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan desain peneitian studi kasus. Berg (dalam Yusuf, 2014: 339) mengatakan bahwa, case study methods involve systematically gathering enough information about particular person, social setting, event, or group, to permit the researcher effectively understand how it operates of fuctions. Pernyataan diatas dapat diartikan bahwa, studi kasus adalah metode yang melibatkan secara sistematis dengan mengumpulkan informasi yang cukup tentang orang tertentu, pengaturan sosial, peristiwa, atau kelompok untuk 29

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 memungkinkan peneliti secara efektif memahami bagaimana studi kasus dapat berjalan sesuai dengan fungsi. Data penelitian kualitatif ini dikumpulkan melalui survei angket (kuesioner), wawancara, dan observasi. Penelitian ini menggunakan model analisis formatif dimana analisis dilakukan pada desain rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), kegiatan pembelajaran, pelaksanaan penilaian kelas. 3.2. Setting Penelitian 3.2.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di salah satu SD swasta di Kota Yogyakarta yaitu SD Ceria Yogyakarta. Penelitian dilakukan untuk mengetahui sejauh mana siswa mampu berpikir tingkat tinggi melalui kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Serta melihat sejauh mana guru dapat membuat RPP yang menggunakan indikator untuk mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif sesuai dalam penerapan Taksonomi Bloom. 3.2.2. Waktu Penelitian Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan maka penelitian ini dilakukan pada bulan 10 Oktober 2018 – 11 November 2018 3.2.3. Subjek dan Objek Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan subjek dan objek penelitian. Subjek dan objek penelitian diantaranya adalah:

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 3.2.3.1. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah guru, yang membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dan yang melaksanakan perencanaan, serta wawancara yang dilakukan guru sebagai narasumber. 3.2.3.1. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), pelaksanaan pembelajaran yang mengarahkan siswa pada keterampilan berpikir tingkat tinggi pada mata pelajaran Tematik dan pelaksanaan penilaian tengah semester (PTS) yang memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi. 3.3. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (case study). Penelitian kasus memperhatikan semua aspek yang penting dari suatu kasus yang diteliti. Dengan menggunakan metode penelitian ini akan dapat diungkapkan gambaran yang mendalam dan mendetail tentang suatu situasi atau objek. Kasus yang akan diteliti dapat berupa satu orang, keluarga, satu peristiwa, kelompok lain yang cukup terbatas, sehingga peneliti dapat menghayati, memahami, dan mengerti bagaimana objek itu beroperasi atau berfungsi dalam latar yang sebenarnya.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 3.4. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu data penelitian sukender dan primer, berikut penjelasannya: 3.4.1. Data Primer Menurut Sugiyono (dalam Mitri, 2016: 61-62) data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumber datanya. Data primer juga merupakan data asli yang bersifat up-to-date. Data primer yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi: a. Kuesioner guru, yaitu persepsi guru dalam menerapkan kegiatan pembelajaran yang meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. b. Kusioner siswa, yaitu Persepsi siswa terhadap guru dalam menerapkan kegiatan pembelajaran yang meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. c. Wawancara, proses peneliti untuk mendapatkan informasi dari guru kelas dalam pembelajaran Tematik. Apakah guru kelas menerapkan proses berpikir tingkat tinggi, kendala apa saja yag dihadapi dalam meyampaikan pemblejaran dan Penilaian Tengah Semester (PTS). d. Observasi pelaksanaan pembelajaran yang dilaksankan oleh guru mata Tematik di kelas dengan menggunakan indikator dan langkah-langkah kegiatan belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran berupa keterampilan berpikir tingkat tinggi.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 3.4.2. Data Sekunder Menurut Sugiyono (dalam Mitri, 2016: 61-62), data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti melalui berbagai sumber yang telah ada. Data sekunder yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi: a. Desain RPP yang dibuat oleh guru, apakah telah memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi. b. Pelaksanaan penilaian kelas melalui penggunaan kata kerja yang digunakan dalam soal berupa kata kerja operasional dari masing-masing keterampilan menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Dalam penelitian ini, diperlukan teknik pengumpulan data diantaranya adalah kuesioner, observasi, dokumentasi dan wawancara dengan beberapa penjelasan sebagai berikut : 1) Kuesioner Kuesioner adalah suatu alat atau teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan dapat dianalisis untuk mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa berpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada. Menyusun kuesioner beserta butir-butir yang tercantum, haruslah mengacu pedoman instrumen dengan petunjuk dimulai dari pengantar yang isinya berupa permohonan kuesioner serta menjelaskan maksud dan tujuan. Disertakan pula cara atau petunjuk cara mengisinya bilamana perlu diberikan contoh. Kuesioner ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 memahami pembelajaran yang disampaikan guru kepada siswa kelas V pembelajaran yang mengacu pada berpikir kritis. 2) Observasi Teknik yang dapat digunakan untuk mengetahui secara langsung atau menyelidiki tingkah laku nonverbal yakni dengan menggunakan teknik observasi. Pengamat atau observer adalah kunci keberhasilan dari penelitian dan ketetapan hasil pada sebuah penelitan. Observasi yang mamapu menyampaikan makna tentang apa yang diamatinya dalam realitas dan dalam konteks yang alami (natural setting); pengamat yang menumpulkan informasi dengan bertanya dan melihat bagaimana hubungan antara satu aspek dengan aspek yang lain atau bahkan aspek yang saling berhubungan pada objek yang diamatinya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik observasi dan dilakukan ketika pembelajaran berlangsung. Observasi ini narasumber adalah guru kelas V SD Ceria Yogyakarta. 3) Dokumentasi Dokumen merupakan catatan atau karya seseorang tentang sesuatu yang sudah berlalu. Dokumen tentang orang atau sekelompok orang, peristiwa atau kejadian dalam situasi sosial yang sesuai dan terkait dengan fokus penelitian adalah sumber informasi yang sangat berguna dalam penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Data yang diambil atau didokumentasikan adalah rencana pelaksanaan pembelajaran, kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung, dan pelaksanaan penilaian tengah semester.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 4) Wawancara Wawancara merupakan menjadi salah satu teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dari sebuah penelitian. Wawancara atau disebut juga (interview) merupakan suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara pewawancara (interviewer) dan berasal dari sumber informasi atau orang yang diwawancari (interview) dengan komunikasi langsung. Dapat dikatakan bahwa wawancara merupakan percakapan tatap muka (face to face) antara pewawancara dengan sumber informasi, di mana pewawancara bertanya secara langsung tentang sesuatu objek atau topik yang diteliti dan pertanyaan yang sudah dirancang sebelumnya. Wawancara dilakukan peneliti dengan guru pengampu pelajaran, guna mengetahui proses pembelajaran dalam menggunakan aspek berpikir tingkat tinggi yang terdapat pada Taksonomi Bloom. 3.5. Instrumen penelitian Matondang (2009: 10) mengungkapkan bahwa instrumen merupakan suatu alat yang karena memenuhi persyaratan akademis maka dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu obyek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel. Dapat disimpulkan bahwa instrumen adalah alat yang membantu peneliti untuk mencari informasi dan data yang terjadi di lapangan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan instrumen indikator kuesioner, instrumen pedoman wawancara, indikator perencanaan dalam pelaksanaan

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 pembelajaran dan instrumen analisis pada soal evaluasi pembelajaran. Penjelasan instrumen yang peneliti buat sebagai berikut: 3.5.1. Tabel Indikator Kuesioner Tabel di bawah ini adalah tabel persepsi guru dalam menerapkan kegiatan pembelajaran dan persepsi siswa terhadap guru dalam menerapkan kegiatan pembelajaran yang mengandung keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pada tabel tersebut menyampaikan jumlah banyaknya pertanyaan pada kuesioner guru dan siswa. Pada kuesioner memuat 4 indikator dan setiap indikator terdapat 4 pernyataan. Pernyataan yang dibuat untuk dipastikan kesesuaiannya dengan indikator-indikator pada kriteria 4C. Tabel 3. 1 Indikator Kuesioner No 1 2 3 4 Indikator Berpikir Kritis (Critical Thinking) Kolaborasi (Collaboration) Kreativitas (Creativity) Komunikasi (Communication) Nomor Item 1 (4 pernyataan) 2 (4 pernyataan) 3 (4 pernyataan) 4 (4 pernyataan) Jumlah 4 4 4 4 Tabel di bawah ini merupakan tabel yang berisikan indikator pertanyaan dalam wawancara. Peneliti menyesuaikan pernyataan-pernyataan pada setiap indikator. Indikator yang terdapat dalam pedoman wawancara menyesuaikan dengan penelitian ini. Peneliti akan mendapatkan informasi langsung dari guru kelas. Berikut merupakan indikator dalam pedoman wawancara:

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Tabel 3. 2 Indikator Pedoman Wawancara Guru Kelas No Indikator 1 Pembelajaran Tematik 2 Berpikir Tingkat Tinggi 3 Soal Ujian Tengah Semester/Ulangan Harian /Penilaian Akhir Semester Tematik 4 Kendala yang dihadapi Nomor Item 1 (7 pertanyaan) 2 (4 pertanyaan) 3 (1 pertanyaan) Jumlah 7 4 1 4 (2 pertanyaan) 2 Tabel di bawah ini menunjukkan terdapat 4 pertanyaan pada setiap indikator. Peneliti melakukan analisis rencana pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran dengan menyesuaikan indikator yang telah dibuat. Tabel 3. 3 Indikator Analisis Perencanaan dan Pelaksanaan No Indikator 1 Communication (Komunikasi) 2 Colaborative (Kolaborasi) 3 Critical Thinking and Problem Solving (Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah) 4 Creativity and Innovation (Kreativitas dan Inovasi) Nomor Item 1 (4 kriteria) Jumlah 4 2 (4 kriteria) 3 (4 kriteria) 4 4 2 (4 kriteria) 4 Tabel di bawah ini merupakan kata kerja operasional yang sesuai dengan teori Anderson & Krathwohl (2010). Kata Kerja Operasional atau KKO akan digunakan untuk menganalisis indikator pada RPP dan soal evaluasi penilaian yang digunakan pada PTS. Berikut ini jumlah KKO yang terdapat pada indikator HOTS.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Tabel 3. 4 Indikator Analisis Pada Soal Evaluasi Pembelajaran No 1 2 3 4 5 6 Indikator C1 Mengetahui C2 Memahami C3 Mengaplikasikan C4 Menganalisis C5 Mengevaluasi C6 Membuat / Mencipta Kata Kerja Operasional 28 KKO 25 KKO 34 KKO 28 KKO 22 KKO 35 KKO 3.6. Kredebilitas dan Transferabilitas Menurut Sugiyono (dalam Azra dan Huda, 2017: 3), pemeriksaan keabsahan data meliputi kredibilitas, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Kredibilitas data dapat dipenuhi dengan teknik triangulasi data. Teknik triangulasi dilakukan dengan membandingkan dan memeriksa kembali dari suatu informasi yang didapatkan. Keabsahan instrumen dilakukan oleh validasi ahli yang dapat disebut juga expert judgment. Peneliti meminta bantuan kepada salah satu dosen untuk validasi ahli dan dinyatakan layak untuk digunakan tanpa revisi. Morrow (dalam Sugara, 2018: 7) mengatakan bahwa transferabilitas berkaitan dengan sejauhmana hasil penelitian yang didapatkan dari penelitian kualitatif dapat digunakan kembali pada penelitian selanjutnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, instrumen dari penelitian ini dapat digunakan untuk kasus lainnya tetapi, untuk hasilnya tidak dapat digunakan kembali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dan setiap sekolah-sekolah memiliki kekhasan tersendiri baik data maupun responden yang terbatas.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 3.7. Teknik Analisis Data 3.7.1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Untuk mengetahui desain RPP yang dibuat oleh guru sudah memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi, maka peniliti melakukan analisis desain RPP pada komponen indikator dan proses pembelajaran. Desain RPP yang memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah RPP yang pada komponen indikator dan proses pembelajaran yang memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi pada level menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Untuk mengetahui bahwa pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru sudah mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi, maka peneliti melakukan kegiatan observasi terhadap aktivitas belajar yang dilaksanakan guru di kelas. Kegiatan observasi dilakukan untuk melihat apakah penerapan pembelajaran menggunakan kriteria 4C (communication, collaborative, critical thinking, creativity and innovation). Proses pembelajaran dinilai baik ketika hasil analisis menunjukkan bahwa guru mampu menerapkan kegiatan belajar dalam kriteria 4C. Untuk melihat kesesuaian hasil observasi yang dilakukan peneliti terhadap guru, maka peneliti juga melakukan penilaian terhadap persepsi siswa dan persepsi guru sendiri. 3.7.2. Pelaksanaan Penilaian Kelas Untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan penilaian kelas sudah mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi, maka peneliti melakukan analisis

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 terhadap soal PTS (Penilaian Tegah Semester). Soal-soal yang dinyatakan baik jika hasil analisis menunjukkan bahwa kata kerja yang digunakan sebagai perintah pengerjaan pada soal ujian merupakan kata kerja dari masing-masing indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi berupa kegiatan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Dalam penelitian ini peneiliti menggunakan skala likert. Skala likert menurut Djaali (dalam Tedi, dkk 2016: 51) menyatakan bahwa digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan presepsi seseorang atau kelompok tentang gejala sosial atau fenomena pendidikan. Skala likert adalah suatu skala psikometrik yang umum digunakan dalam kuesioner, dan paling banyak digunakan dalam riset berupa survei. Nama skala ini diambil dari nama Rensis Likert, pendidik dan ahli psikolog Amerika Serikat. Dengan skala likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Dalam skala likert mempunyai pilihan jawaban sangat positif sampai sangat negatif, peneliti menggunakan empat kategori pilihan jawaban, yaitu: sering sekali, sering, jarang, dan tidak pernah. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan hasil presepsi atau masalah yang ada. Peneliti menggunakan empat pilihan jawaban, dimana jawaban yang bersifat netral atau ragu-ragu dihilangkan dalam kuesioner. Tersedianya jawaban yang ditengah itu dapat menimbulkan (central tendency effect), terutama bagi pendapat responden yang ragu-ragu atas jawaban yang dipilih, kearah setuju atau kearah tidak setuju.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Penggunaan instrumen kuesioner yang menggunakan skala likert dengan empat skala memiliki kelebihan dapat menjaring data penelitian lebih akurat dikarenakan kategori jawaban responden belum dapat memutuskan atau memberi jawaban, tidak digunakan di dalam kuesioner dikarenakan dapat menimbulkan (central tendency effect) yang dapat menghilangkan banyak data penelitian sehingga mengurangi banyaknya informasi yang dapat dijaring dari para responden (dalam Hartanto 2017: 3). Untuk jawaban tersebut diberi skor sebagai berikut: Sering sekali (SS) 4, sering (S) 3, jarang (J) 2, dan tidak pernah (TP) 1. Dengan demikian diperoleh variasi angka 1 hingga 4. Untuk itu interval antara satu kategori dengan kategori lainnya diperoleh angka 0,75. Dalam menentukan rentang skala, peneliti menggunakan rumus sebagai berikut: Range = Range = Range = 0,75 Hasil perhitungan yang peneliti lakukan maka tabel skala likert yang dihasilkan sebagai berikut: Tabel 3. 5 Hasil Perhitungan Skala Likert No Interval Indeks Persepsi Pernyataan Penerapan 1 2 3 4 1.0 - 1.75 1.76 - 2.51 2.52 - 3.27 3.28 - 4.00 Tidak Pernah Jarang Sering Sering Sekali

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Perencanaan Pembelajaran Peneliti melakukan analisis keterampilan berpikir tingkat tinggi pada RPP. Langkah pertama yaitu, peneliti meminta data berupa RPP yang telah dibuat oleh guru kelas. Setelah data didapatkan, analisis dilakukan pada indikator di dalam RPP apakah sesuai dengan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Kegiatan analisis dilakukan dengan melihat kata kerja operasional pada indkator dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran terutama pada kegiatan inti. Analisis RPP dinyatakan baik dan mengarahkan siswa untuk berpikir tingkat tinggi, jika RPP sudah menggunakan kata kerja operasional di dalam indikator dan sesuai dengan kegiatan inti. Kata kerja operasional dalam RPP yaitu berupa kemampuan berpikir tingkat tinggi diantaranya menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Hasil dari analisis yang dilakukan, indikator pada RPP memuat kata kerja operasional berpikir tingkat tinggi yaitu “menuliskan” dari kognitif memahami. Kata kerja operasional yang pertama merupakan bagian dari tingkatan LOTS. Sedangkan kata kerja operasional pada indikator yang kedua yaitu “menganalisis”, kognitif dari menganalisis merupakan tingktan dari HOTS. Indikator menunjukan kata kerja operasional pada tingkat “menganlisis” yang terdapat kegiatan siswa dalam menganalisis urutan pencernaan dari 6 jenis hewan. Kata kerja menganalisis berarti menunjukkan kegiatan belajar yang lebih 42

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 mendalam dalam memahami sebuah pengetahuan. Siswa mampu memahami materi yang sulit untuk diuraikan menjadi informasi yang singkat dan mudah dipahami. Dari informasi yang didapatkan selama berdiskusi bersama kelompok, siswa mampu mempresentasikan kepada teman kelas. Hasil tabel dibawah ini merupakan hasil analisis indikator dalam penggunaan kata kerja operasional sebagai berikut: Hasil analisis yang peneliti telah lakukan ditampilkan pada tabel di bawah ini: Tabel 4. 1 Hasil Analisis Indikator Kognitif pada RPP Tematik Kelas V NO Indikator Mata pelajaran bahasa indonesia 3.2.1 Menuliskan informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik LOTS √ Mata pelajaran ipa 3.3.1 Menganalisis organ pencernaan dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan organ pencernaan manusia Jumlah indikator HOTS Kata kerja operasional terdapat pada tingkatan C1 yaitu Menuliskan √ 1 Keterangan Kata kerja operasional terdapat pada tingkatan C4 yaitu Menganalisis 1 Berdasarkan tabel di atas terdapat satu indikator pada setiap pembelajaran dan terdapat satu indikator yang termasuk dalam LOTS serta satu indikator yang termasuk HOTS. Dengan indikator pertama terdapat kata kerja operasional yang menunjukkaan dalam tingkatan C1 yaitu “menuliskan”. Sedangkan kata kerja operasional pada indikator yang kedua menunjukkan kata kerja operasional C4 “menganalisis.”

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 4.1.2 Penerapan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Pelaksanaan Pembelajaran Tematik di SD Ceria Yogyakarta 4.1.2.1.Hasil analisis kuesioner siswa kelas V Di bawah ini merupakan hasil analisis pelaksanaan pembelajaran 4C menurut presepsi siswa kelas V dengan jumlah 15 siswa. Penghitungan hasil kuesioner siswa menggunaan interval skala likert, sehingga peneliti dapat menemukan rata-rata yang didapat dalam pelaksanaan pembelajaran pada kemampuan masing-masing 4C. Berikut tabel 4.2 dengan pernyataan 4C dan penerapannya: Tabel 4. 2 Hasil Perhitungan Pernyataan pada Pelaksanaan Pembelajaran 4C No Interval Indeks Persepsi Pernyataan Penerapan 1 2 3 4 1.0 - 1.75 1.76 - 2.51 2.52 - 3.27 3.28 - 4.00 Tidak Pernah Jarang Sering Sering Sekali Rata-rata Rata-rata Skor Seluruh Siswa 3,5 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0 3,22 2,67 2,83 2,77 Critical Thinking Collaborative Creativity Communication 1 2 3 4 kriteria 4C Gambar 4. 1 Diagram Hasil Analisis Kuesioner 15 Siswa

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Diagram di atas merupakan hasil analisis kuesioner dari 15 siswa kelas V. Pengisian kuesioner dilakukan oleh siswa yang didampingi peneliti tanpa guru kelas V. Dengan demikian siswa dapat menilai guru kelas berdasarkan presepsi masing-masing setiap siswa selama pembelajaran berlangsung dan sesuai dengan fakta. Setelah itu, peneliti melakukan perhitungan pada setiap indikator dan ratarata yang terdapat dalam kriteria 4C. Hasil diagram menunjukkan critical thinking 3,22 lebih tinggi dari ketiga indikator, collaborative 2,67 jumlah paling rendah dari 4 indikator, creativity 2,83 dan communication 2,77. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa critical thinking lebih sering dilakukan saat pembelajaran berlangsung, berikut ini hasil analisis akhir dari presepsi siswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru: Tabel 4. 3 Hasil Anlisis Kuesioner 15 siswa No Kriteria 1 2 3 4 Critical Thinking Collaborative Creativity Communication Interval Tingkat Pencapaian 3,22 2,67 2,83 2,77 Kategori Sering Sering Sering Sering 4.1.2.2. Hasil analisis kuesioner guru kelas V Berikut ini merupakan hasil analisis menurut presepsi guru kelas V terhadap pelaksanaan pembelajaran. Hasil hitung dilakukan sama seperti hasil analisis kuesioner siswa yaitu menggunakan skala likert. Dengan demikian peneliti dapat menemukan hasil rata-rata pada setiap kriteria 4C. Tabel 4.3 merupakan pernyataan untuk skala likert:

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Tabel 4. 4 Hasil Hitung Interval Pernyataan Penerapan No Interval Indeks Persepsi Pernyataan Penerapan 1 2 3 4 1.0 - 1.75 1.76 - 2.51 2.52 - 3.27 3.28 - 4.00 Tidak Pernah Jarang Sering Sering Sekali Rata-rata Skor Seluruh Guru 4 3,5 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0 3,75 3,25 3 3,25 Critical Thinking Collaborative Creativity Communication 1 2 3 4 Gambar 4. 2 Diagram Hasil Analisis Kuesioner Guru Dari diagram di atas meunjukkan hasil perhitungan pada setiap indikator yang terdapat dalam kriteria 4C. Hasil diagram menunjukkan bahwa collaborative 3,75 jumlah presepsi terbanyak, sering sekali dilakukan. Untuk critical thinking 3,25, creativity 3 jumlah presepsi paling sedikit dari empat indikator, communication 3,25 dapat disimpulkan bahwa keempat kriteria tersebut sering dilakukan. Berikut hasil analisis akhir kuesioner guru kelas terhadap pelaksanaan pembelajaran:

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Tabel 4. 5 Hasil Analisis Kuesioner Guru No 1 2 3 4 Kriteria Rata-rata Skor Guru Critical Thinking Collaborative Creativity Communication 3,25 3,75 3 3,25 Kategori Sering Sering Sekali Sering Sering 4.1.2.3. Hasil Wawancara Guru Kelas V Peneliti meminta izin kepada guru kelas untuk menentukan waktu yang tepat untuk wawancara dapat dilakukan. Guru kelas akhirnya memberikan waktu yang tepat untuk melakukan wawancara dengan peneliti. Walaupun beberapa pertanyaan ada yang sulit dijawab oleh guru kelas dikarenakan kurang memahami mengenai HOTS. Melalui wawancara yang dilakukan oleh peneliti dan guru kelas V, peneliti mendapatkan informasi mengenai penilaian dari soal tengah semester. Hasil kesimpulan tersebut dibuktikan dari wawancara dengan guru kelas V yang mengatakan bahwa “ketika membuat penilaian harian atau bahkan penilaian tengah semester, kisi-kisi yang dibuat mengacu pada kata kerja operasional yang membuat siswa untuk berpikir tingkat tinggi”. Dengan demikian dapat dibuktikan bahwa penilaian dibuat dengan menggunakan KKO level tinggi. 4.1.2.4. Hasil Observasi Proses Pembelajaran Di Kelas V Hasil observasi ditunjukkan melalui kegiatan pembelajaran, peneliti melakukan observasi bersama 1 rekan peneliti di ruang yang sama hanya saja tempat duduk yang terpisah. Peniliti mengamati untuk komunikasi guru tidak tampak memberikan kesempatan siswa untuk presentasi hasil diskusi. Hal ini dikarenakan pembelajaran yang menyesuaikan materi pada saat itu, yaitu hanya

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 duduk dalam kelompok kecil. Tetapi komunikasi berikutnya ditunjukkan melalui masukan dari siswa, menyimpulkan bersama dan meminta siswa untuk mengingat pelajaran. Dalam indikator 4C yang pertama dapat disimpulkan bahwa guru sudah mengkomunikasikan dengan baik kepada siswa saat pembelajaran berlangsung. Pada indikator 4C kolaborasi, langkah-langkah pembelajaran sudah memperlihatkan guru memberikan kesempatan untuk membentuk kelompok, berdiskusi dan mencari informasi. Jadi dalam indikator kedua ini, dapat disimpulkan bahwa guru sudah menerapkan proses berpikir tingkat tinggi dalam pelaksanaan pembelajaran. Indikator ketiga dalam 4C yaitu berpikir kritis dan pemecahan masalah. Dapat dibuktikan dalam langkah-langkah guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisis, keterbatasan atas sumber lain, memberikan kesempatan siswa dalam bertanya dan memberikan tanggapan mengenai proses belajar yang disampaikan oleh guru. Dalam kesempatan ini dapat disimpulkan guru sudah menerapkan proses pelaksanaan pembelajaran berpikir tingkat tinggi, walapun ada 1 kriteria yang belum memenuhi, dikarenakan keterbatasan media untuk belajar. Indikator keempat adalah kreativitas dan inovasi, guru tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat sebuah karya. Ketika itu pembelajaran berlangsung hanya lebih banyak menganalisis bacaan, pemecahan masalah, dan mencari informasi secara mandiri. Guru tidak memberikan kesempatan siswa untuk menampilkan karya, dikarenakan siswa tidak membuat karya. Dapat disimpulkan bahwa dalam kreativitas dan inovasi guru tidak banyak menerapkan kegiatan selama proses pembelajaran.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Untuk mengetahui hasil lebih jelasnya, berikut ini hasil observasi yang sudah dilakukan peneliti dalam pelaksanaan pembelajaran Tematik kelas V. Tabel 4. 6 Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran No 1 2 4C Communication (Komunikasi) Collaborative (Kolaborasi) Kriteria 1. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil dari pembelajaran. 2. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk memberikan masukan atau tanggapan . Ya 3. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru untuk memberikan kesempatan siswa untuk menyimpulkan pembelajaran yang sudah dilakukan. 4. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberi kesempatan siswa untuk mengingat kembali materi pada pembelajaran sebelumnya. 1. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan √ √ √ √ Tidak √ Keterangan Tidak terdapat kegiatan presentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Guru memberikan kesempatan siswa untuk menyampaikan presepsi/tangga pan saat pembelajaran berlangsung. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan pembelajaran yang sudah dilakukan. Sebelum memulai pembelajaran, guru menanyakan materi yang sudah dipelajari pada hari sebelumnya. Siswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 kesempatan siswa untuk membentuk kelompok melakukan diskusi. 3 Critical Thinking and Problem 2. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan soal untuk di kerjakan secara berdikusi. √ 3. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan siswa untuk mencari informasi bersama teman diskusi. √ 4. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memeprlihatkan proses guru memberikan siswa kesempatan untuk saling bertukar pikiran dan presepsi dalam berdiksusi. √ 1. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses √ secara kelompok, tetapi hanya teman sebangku. Pada proses pembelajaran kali ini, guru selalu mengajak siswa menyelesaikan setiap pertanyaan yang ada bersama-sama dalam diskusi kelas. Siswa mengungkapka n presepsi sendiri selama diskusi kelas. Namun, hanya 1 atau 2 kelompok terlihat ada hubungan antara siswa dengan siswa lain selama mencari informasi dalam menjawab pertanyaan dari guru. Ada beberapa siswa dan guru terlihat aktif dalam diskusi kelas sehingga sangat terlihat adanya kegiatan saling bertukar pikiran dan berpresepsi. Guru memberikan kesempatan

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Solving (Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah) guru memberikan kesempatan siswa untuk menganalisis permasalahan. 2. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari sumber lain dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis. 3. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya mengenai pembelajaran. 4. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk memberikan masukan, tanggapan (kegiatan inti), dan kritik. 4 Creativity and 1. Di dalam langkahInnovation langkah pembelajaran (Kreativitas dan memperlihatkan proses √ √ siswa untuk mencari penyelesaian masalah pada satu pembelajaran yang sedang berlangsung contohnya ketika siswa diberikan permasalahan bagaimana cara masyarakat menjaga lingkungan. Guru hanya memberikan buku Tematik dan Buku Tema sebagai sumber belajar. Tidak ada sumber lain yang diberikan. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang dirasa kurang mereka pahami. Pada saat proses pembelajaran, guru sangat menerima jika adanya masukan, tanggapan, atau oleh siswanya di dalam kelas. √ √ Tidak kegiatan membuat ada

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Inovasi) guru memberikan kesempatan siswa untuk membuat sebuah karya. 2. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk memecahkan masalah dengan caranya sendiri. √ 3. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari informasi secara mandiri. √ 4. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses √ sebuah karya pada pembelajaran ini. Siswa hanya diminta untuk menentukan apa, mengapa, siapa, kapan, bagaimana yang terdapat pada teks bacaan. Siswa sangat diperbolehkan memecahkan suatu masalah dengan cara mereka sendiri. Contohnya, siswa dapat menyebutkan apa penyebab udara tidak bersih dan apa pentngnya udara bersih bagi pernapasan hewan dan manusia. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari informasi secara mandiri. Contohnya, pada saat guru meminta siswa membaca sebuah teks bacaan dan meminta siswa untuk mencari kalimat utama. Tidak ada kegiatan yang menunjukkan

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 guru memberikan kesempatan kepada siswa dalam menampilkan hasil karyanya di dalam kelas. bahwa siswa diminta untuk menampilkan hasil karyanya di dalam kelas. Hanya saja terlihat di dalam kelas terdapat beberapa karya siswa yang ditampilkan di dinding kelas. Pada aspek kriteria pertama communication (komunikasi) guru memberikan kesempatan siswa untuk memberikan tanggapan saat berdiskusi, melakukan kesimpulan bersama setelah pembelajaran dan memberikan kesempatan kembali kepada siswa untuk mengingat pembelajaran sebelumnya. Pada aspek collaborative (kolaborasi), guru memberikan kesempatan siswa untuk berdiskusi bersama dalam kelompok dan saling bertukar pikiran. Pada kriteria aspek ketiga yaitu critical thinking and problem solving (berpikir kritis dan pemecahan masalah). Guru memberikan kesempaan siswa untuk melakukan analisis bersama ketika diberikan permasalahan, siswa dapat mengajukan pertanyaan yang belum dipahami kepada guru, dan siswa diberikan kesempatan untuk memberikan saran kepada guru ketika sedang kelas yang mengajar. Pada kriteria keempat creativity and inovation (kreativitas dan inovasi). Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah dengan caranya sendiri dan mencari informasi secara mandiri. Namun ada beberapa kriteria yang tidak dilakukan oleh guru kelas diantaranya adalah pada communication. Dalam proses pembelajaran guru tidak memberikan kesempatan siswa untuk melakukan kegiatan presentasi saat pembelajaran berlangsung saat

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 itu. Kriteria pada critical thinking and problem solving guru tidak memberikan sumber lain ketika berdiskusi. Sumber yang disediakan hanya buku Tematik dan BUPENA (Buku Penilaian Autentik). Kriteria keempat creativiy and inovation, siswa tidak membuat sebuah karya, saat observasi dilakukan guru hanya meminta siswa untuk menentukan apa, mengapa, siapa, kapan, bagaimana. Berdasarkan tabel diatas, dapat disimpulkan peneliti bahwa observasi menunjukkan guru telah melaksanaakan kemampuan 4C ketika pembelajaran berlangsung. Terdapat 4 kriteria dari 16 pernyataan yang berbeda jadi dari 4 kriteria tersebut guru lebih sering menerapkannya. 4.1.3. Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Penilaian Pembelajaran Pelaksanaan penilaian pembelajaran menjadi hasil proses belajar siswa yang dilakukan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data mengenai proses pembelajaran yang sedang berlangsung dengan hasil peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berhubungan, sehingga menjadi informasi sebagai alat pengambilan keputusan. Pada analisis pembelajaran ini peneliti menggunakan soal Penilaian Tengah Semester (PTS). Soal PTS yang dianalisis adalah kesesuaian indikator yang terdapat pada operasional kerja Taksonomi Bloom yaitu kriteria C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi) dan C6 (mencipta). Peneliti menggunakan soal PTS dikarenakan terdapat runtutan yang urut pada setiap indikator dan memiliki ragam soal seperti pilihan ganda, uraian dan

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 essay. Berdasarkan hasil analisis soal PTS yang dibuat oleh guru se KSK Kota Yogyakarta memiliki hasil sebagai berikut: Hasil Analisis Soal Penilaian Soal PTS Pelajaran PPKn HOTS 12% LOTS 88% Gambar 4. 3 Diagram Hasil Analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran PPKn Berdasarkan diagram di atas merupakan hasil soal analisis dari mata pelajaran PPKn. Analisis dilakukan dengan sistem triangulasi data oleh satu peneliti utama dengan 2 rekan peneliti lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengambil kesimpulan dan keakuratan pada sebuah data. Hasil prosentase pada soal PPKn menunjukkan 88% menunjukan soal masih mengacu kepada LOTS, sedangkan 12% soal sudah terdapat pada bagian HOTS dari jumlah soal 40 dari pilihan ganda, uraian dan essay. Terdapat HOTS 5 soal dan LOTS 35 soal.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Soal Pilihan Ganda soal pilihan ganda LOTS 100% Gambar 4. 4 Diagram Hasil Analisis soal pilihan ganda Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran PPKn Hasil dari diagram analisis pada soal pilihan ganda mata pelajaran PPKn diketahui 100% terdapat soal dalam tingkatan LOTS, dari 20 soal. Setelah peneliti menganalisis soal pilihan ganda maka peneliti melakukan analisis soal uraian dengan hasil berikut ini: soal uraian HOTS 13% Soal Uraian soal uraian LOTS 87% Gambar 4. 5 Diagram Hasil Analisis soal uraian Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran PPKn

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Hasil diagram di atas pada soal uraian menunjukkan 87% termasuk dalam LOTS dan 13% dalam HOTS terdiri dari 15 soal uraian terdiri dari 13 soal LOTS dan 2 soal HOTS. Selanjutnya peneliti menganalisis soal essay dengan hasil dibawah ini: Soal Essai soal essay LOTS 40% soal essay HOTS 60% Gambar 4. 6 Diagram Hasil Analisis Soal Essay Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran PPKn Dari hasil diagram menunjukkan, 40% terdapat soal LOTS dan 60% terdapat soal HOTS dalam 5 butir soal dari 2 soal LOTS dan 3 soal HOTS. Analisis berikutnya pada mata pelajaran IPA

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Hasil Analisis Penilaian PTS Mata Pelajaran IPA HOTS 27% LOTS 73% Gambar 4. 7 Diagram Hasil Analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPA Dari hasil diagram hasil prosentase untuk soal LOTS 73% dan HOTS 27% dari jumlah soal 40 yang terdapat soal pilihan ganda, uraian dan essay. Soal yang HOTS ada 11 soal dan LOTS 29 soal. Berikut ini hasil analisis soal PTS pada pilihan ganda, uraian dan essay: Soal Pilihan Ganda PTS soal pilhan ganda LOTS 35% soal pilhan ganda HOTS 65% Gambar 4. 8 Diagram Hasil Analisis Soal Pilihan Ganda Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPA

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Hasil analisis pada soal pilihan ganda mata pelajaran IPA 35% terdapat pada bagian LOTS dan 65% pada HOTS dari 20 soal dari 13 soal HOTS dan 7 soal LOTS. Analisis berikutnya yaitu untuk soal uraian, berikut hasil analalisis: Soal Uraian soal uraian HOTS 13% soal uraian LOTS 87% Gambar 4. 9 Diagram Hasil Analisis Soal Uraian Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPA Dari hasil diagram dari analisis soal uraian menunjukkan LOTS 13% dan 87% HOTS. Jumlah soal yang terdapat pada uraian berjumlah 15 soal dari 13 soal LOTS dan 2 soal LOTS. Selanjutnya peneliti menganalisis soal yang terdapat pada essay, berikut hasilnya:

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Soal Essay soal essay HOTS 40% soal essay LOTS 60% Gambar 4. 10 Diagram Hasil Analisis Soal Essay Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPA Dari hasil diagram diatas menunjukkan 60% LOTS dan 40% termasuk pada bagian HOTS. Soal essay terdapat 5 soal dari 3 soal LOTS dan 2 soal HOTS. Setelah meneliti menganalisis soal PTS mata pelajaran IPA, selanjtunya peneliti akan menganalisis mata pelajaran Bahasa Indonesia yang terdiri dari uraian, pilhan ganda, uraian dan essay. Hasil analisis sebagai berikut: Hasil Analisis Penilaian PTS Bahasa Indonesia LOTS 44% HOTS 56% Gambar 4. 11 Diagram Hasil Analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Bahasa Indonesia

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Dari hasil diagram pada seluruh bentuk soal PTS Bahasa Indonesia diatas menunjukkan bahwa 44% LOTS dan 56% HOTS dengan jumlah soal 45. Hasil menunjukkan terdapat LOTS 25 soal dan HOTS 20 soal. Setelah menunjukkan hasil dari keseluruhan jenis soal, maka hasil pada setiap jenis soal sebagai berikut: Soal Uraian 1 soal uraian 1 HOTS 60% soal uraian 1 LOTS 40% Gambar 4. 12 Diagram Hasil Analisis Soal Uraian 1 Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Bahasa Indonesia Hasil prosentase diagram di atas menunjukkan 40% LOTS dan 60% HOTS, dengan jumlah soal uraian 1 adalah 5 soal yang terdiri dari 2 soal LOTS dan 3 soal HOTS. Setelah peneliti melakukan analisis untuk soal uraian 1 selanjutnya peneliti melakukan analisis soal pilihan ganda, berikut hasilnya:

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Pilhan Ganda soal pilihan ganda HOTS 50% soal pilihan ganda LOTS 50% Gambar 4. 13 Diagram Hasil Analisis Soal Pilihan Ganda Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Bahasa Indonesia Dari hasil diagram menunjukkan bahwa hasil analisis pada soal pilihan ganda 50% terdapat LOTS dan 50% HOTS, dari jumlah soal 20, yang terdiri dari 10 soal LOTS dan 10 soal HOTS. Selanjutnya peneliti menganalisis soal uraian 2, berikut hasilnya: Uraian 2 soal uraian 2 HOTS 47% soal uraian 2 LOTS 53% Gambar 4. 14 Diagram Hasil Analisis Soal Uraian 2 Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Bahasa Indonesia

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Dari hasil diagram diatas menunjukkan hasil yang berbeda diantaranya adalah 53% LOTS dan 47% adalah HOTS, dari jumlah soal sebanyak 15 soal terdiri dari 8 soal LOTS dan 7 soal HOTS. Selanjutnya peneliti menganalisis hasil soal essay, berikut ini hasilnya: Soal Essay soal essay HOTS 100% Gambar 4. 15 Diagram Hasil Analisis Soal Essay Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Bahasa Indonesia Dari hasil analisis diagram di atas menunjukkan hasil bahwa 100% soal essay menunjukkan HOTS. Soal essay ini terdiri dari 5 soal dan hasil menunjukkan 5 soal HOTS. Selanjutnya peneliti menganalisis soal PTS pada mata pelajaran IPS.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Hasil Analisis Penilaian Soal PTS Pelajaran IPS HOTS 7% LOTS 93% Gambar 4. 16 Diagram Hasil Analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPS Dari hasil keseluruhan menunjukkan bahwa 93% LOTS dan 7% HOTS. Soal PTS terdiri dari 40 soal pilihan ganda, uraian dan essay. Hasil menunjukkan 3 soal HOTS dan 37 soal dalam LOTS, berikut ini hasil analisis pada jenis pilihan ganda: Pilihan Ganda hasil diagram soal LOTS 100% Gambar 4. 17 Diagram Hasil Analisis Soal Pilihan Ganda Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPS

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Hasil analisis soal pilihan ganda menunjukkan 100% terdapat LOTS. Jumlah soal pada pilihan ganda ada 20 soal dan termasuk pada LOTS. Setelah menganalisis soal pada pilihan ganda, peneliti melakukan analisis pada soal uraian, berikut hasil analisis yang dilakukan: Soal Uraian soal uraian LOTS 100% Gambar 4. 18 Diagram Hasil Analisis Soal Uraian Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPS Hasil diagram diatas menunjukkan bahwa 100% adalah LOTS. Soal uraian terdiri dari 15 jumlah soal dan termasuk pada soal LOTS. Pada soal uraian ini tidak menunjukkan soal HOTS. Selanjutnya peneliti menganalisis soal essay, berikut hasilnya:

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Soal Essay soal essay LOTS 40% soal essay HOTS 60% Gambar 4. 19 Diagram Hasil Analisis Soal Essay Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPS Hasil diagram menunjukkan bahwa 40% LOTS dan 60% terdapat soal HOTS. Jumlah soal essay berjumlah 5 soal yang terdiri dari 2 soal LOTS dan 3 soal HOTS. Setelah peneliti menganalisis soal PTS IPS, selanjutnya peneliti menganalisis soal Matematika, berikut ini hasilnya: Hasil Analisis Penilaian Soal PTS Matematika LOTS 50% HOTS 50% Gambar 4. 20 Diagram Hasil Analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Matematika

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Dari hasil analisis keseluruhan pada soal Matematika terdapat 50% LOTS dan 50% HOTS. Terdapat 40 soal yang terdiri dari pilihan ganda dan uraian dan essay. Jumlah soal yang termasuk dalam LOTS 20 soal dan HOTS 20 soal. Berikut ini hasil analisis setiap jenis soal: Soal Pilihan Ganda soal pilihan ganda HOTS 50% soal pilihan ganda LOTS 50% Gambar 4. 21 Diagram Hasil Analisis Soal Pilihan Ganda Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Matematika Hasil dari diagram diatas menunjukkan 50% soal menunjukkan LOTS dan 50% mengacu pada HOTS. Jumlah soal 20 soal yang terdiri dari HOTS 10 soal dan LOTS 10 soal. Selanjutnya peneliti meganalisis soal uraian, berikut ini hasilnya:

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Soal Uraian soal uraian HOTS 33% soal uraian LOTS 67% Gambar 4. 22 Diagram Hasil Analisis Soal Uraian Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Matematika Hasil analisis soal menunjukkan 67% menunjukkan LOTS dan 33% adalah HOTS, dengan jumlah 15 soal dengan hasil 10 soal LOTS dan 5 soal HOTS. Selanjutnya analsis dari soal essay, berikut ini hasil analisis: Soal Essay soal essay HOTS 100% Gambar 4. 23 Diagram Hasil Analisis Soal Essay Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Matematika

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Hasil analisis soal menunjukkan bahwa 100% terdapat soal HOTS, namun tidak terdapat soal LOTS. Jumlah soal essay 5 soal. Berdasarkan hasil analisis yang peneliti lakukan terdapat 5 bidang mata pelajaran Sekolah Dasar, hasil dari analasis berikut ini: Jumlah Soal HOTS 5 Matematika 31% 1 PPKn 8% 2 IPA 17% 4 IPS 5% 3 Bahasa Indonesia 39% Gambar 4. 24 Diagram Hasil Analisis Soal pada 5 Bidang Mata Pelajaran Penilaian Tengah Semester Dari hasil diagram di atas dapat disimpulkan bahwa untuk soal yang mengandung HOTS paling banyak adalah pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan prosentase 39% dan yang mengandung HOTS paling sedikit adalah pada mata pelajaran IPS yaitu dengan prosentase 5%.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 4.2. Pembahasan 4.2.1. Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Perencanaan Pembelajaran Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perencanaan pembelajaran sudah mengandung keterampilan berpikir tingkat tinggi di SD Ceria Yogyakarta, adalah dengan menganalisis RPP yang dibuat oleh guru kelas V. Dalam proses meminta RPP yang akan dianalisis, peneliti membutuhkan RPP sebaiknya sesuai dengan pembelajaran yang dilaksanakan, sehingga peneliti dapat mengobservasi pembelajaran yang berlangsung apakah sesuai dengan RPP atau tidak. Peneliti meminta izin terlebih dahulu untuk membuat kesepakatan kapan RPP akan diberikan kepada peneliti. Proses menunggu keputusan yang sedikit lama membuat peneliti resah, dikarenakan guru kelas tidak setiap pembelajaran membuat RPP. Ketika itu bertepatan dengan waktu supervisi, maka guru kelas berinisiatif untuk memberikan hasil RPP supervisi untuk siap diberikan kepada peneliti. Setelah mendapatkan data dokumentasi yaitu berupa RPP, peneliti menggandakan RPP yang didapat lalu diberikan kepada dua rekan peneliti lainnya untuk dianalisis, teknik ini disebut dengan triangulasi data. Analisis dilakukan untuk melihat kesesuaian antara indikator dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Analisis pada RPP dilakukan pada waktu dan tempat yang berbeda, hal ini agar mendapatkan jawaban pada setiap presepsi yang berbeda menurut peneliti utama dan ke dua rekan peneliti. Setelah dilakukan analisis, hari berikutnya peneiliti berkumpul untuk mendiskusikan hasil yang didapatkan, lalu peneliti mengambil keputusan bersama hasil yang sesuai untuk pembahasan ini.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa hasil analisis menunjukkan indikator yang memiliki kata kerja operasioanal yaitu “menuliskan” pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan “menganalisis” pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Peneliti menemukan indikator yang sudah sesuai dengan kegiatan inti yaitu “menuliskan dan menganalisis”. Siswa menuliskan jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh guru. Indikator pertama merupakan kata kerja operasional berpikir tingkat rendah yaitu pada tingkatan C1 “mengetahui” dengan kalimat indikator “menuliskan informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik”. Berdasarkan teori dari Anderson (dalam Mulyasa, dkk, 2016: 216-18), bahwa keterampilan “mengetahui” yaitu mengemukakan kembali apa yang sudah dielajari dari guru, buku atau sumber lainnya sebagaimana aslinya tanpa melakukan perubahan. Melalui penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa adanya kesesuaian antara teori dengan indikator yang disusun oleh guru yaitu siswa hanya mengungkapkan kembali hasil menganalisis sederhana yang dilakukan tanpa merubah informasi yang didapat. Dalam indikator kedua, kegiatan berikutnya “siswa menganalisis serta mendiskusikan urutan pencernaan dari 6 jenis hewan”. Dengan adanya kegiatan siswa menganalisis, dapat dibukitkan bahwa siswa melaksanakan kegiatan berpikir tingkat tinggi yaitu sesuai dengan kognitif C4 dalam Taksonomi Bloom yang digunakan peneliti yaitu “menganalisis”. Hal ini dibuktikan bahwa tingkatan C4 “menganalisis” sebagai tingkatan berpikir pada indikator dengan teori dari Anderson (dalam Mulyasa, dkk, 2016: 216-18) yang menjelaskan bahwa kegiatan

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 menganalisis menggunakan keterampilan yang belum dipelajarinya terhadap informasi yang belum diketahui atau dalam megelompokkan informasi. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat diketahui kesesuaian antara kegiatan yang akan dilakukan pada saat pembelajaran dengan teori yang dijelaskan, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada pembelajaran Tematik ini guru mampu membuat desain RPP yang memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi dengan menggunakan kata kerja Taksonomi Bloom. 4.2.2. Penerapan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Pelaksanaan Pembelajaran Tematik di SD Ceria Yogyakarta Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana guru dapat menerapkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran Tematik di kelas V SD Ceria Yogyakarta. Peneliti mendapatkan data dari kuesioner yang diisi oleh siswa kelas V. Kuesioner yang diisi sesuai presepsi masing-masing siswa lalu peneliti membandingkan dari hasil kuesioner yang diisi guru kelas. Pernyataan yang terdapat pada kedua kuesioner memiliki makna yang sama, tetapi bahasa yang digunakan untuk kuesioner siswa lebih mudah dipahami, agar siswa tidak merasa kesulitan dalam pengisian kuesioner. Sebelum mengambil data kuesioner, peneliti meminta izin kepada guru kelas V untuk dapat memberikan waktu yang tepat sehingga dalam pengisian kuesioner tidak mengganggu kegiatan pembelajaran dan siswa dapat fokus mengisi kuesioner. Setelah waktu sudah ditentukan maka peneliti segera memberikan kuesioner yang telah divalidasi oleh dosen ahli kepada siswa pada

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Kamis, 11 Oktober 2018. Pada saat itu peneliti diberikan kesempatan 30 menit terakhir pembelajaran Tematik dan dimintai tolong guru kelas untuk membagikan soal-soal penilaian tengah semester yang dilaksanakan pada tanggal 17-21 September 2018. Dalam pengisian kuesioner, hanya peneliti dan siswa kelas V yang berada di kelas tanpa adanya guru kelas yang mendampingi. Hal ini dikarenakan siswa dapat mengisi dengan jawaban yang sesuai dengan pembelajaran dan peneliti dapat memberikan penjelasan beserta contoh agar siswa mudah memahami apa yang dimaksud pada setiap pernyataan dalam kuesioner. Peneliti memberikan pengarahan kepada siswa kelas V apa kegunaan kuesioner ini dan bagaimana cara mengisinya. Peneliti menjelaskan maksud dari setiap kriteria yang ada pada indikator tersebut. Dengan hari yang sama peneliti diberikan kesempatan untuk bertemu kembali setelah jam pembelajaran usai. Peneliti bertemu guru kelas V di kantor lalu guru kelas diminta untuk mengsi kuesioner terlebih dahulu. Peneliti mejelaskan cara pengisiannya dan jika ada yang kurang mengerti, peneliti menawarkan untuk menjelaskan kembali. Kuesioner diisi berdasarkan presepsi guru mengenai penerapan 4C ketika pembelajaran berlangsung. Setelah mengisi kuesioner, peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas. Pada hari yang sama data-data sudah terkumpul, lalu peneliti segera melakukan perhitungan dan menganalisis dari data kuesioner. Cara menganalisis kuesioner dengan menggunakan pedoman skala likert yang telah dibuat oleh peneliti. Dengan menghitung perbandingan setiap siswa dalam mengisi setiap kriteria lalu peneliti membuat diagram agar lebih jelas kegiatan apa saja yang lebih sering diterapkan

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 dalam pembelajaran. Peneiliti juga dapat menyimpulkan dari hasil wawancara yang telah dilakukan, dengan cara memahami hasil dari wawancara pada setiap pertanyaan dalam aspek yang digunakan. Tidak hanya data kuesioner dan wawancara yang didapat, tetapi ada data observasi yang peneliti lakukan. Observasi dilakukan satu hari sebelum wawancara dan pengambilan data kuesioner yaitu pada Rabu, 10 Oktober 2018. Sebelum melakukan penelitian, peneliti sudah meminta izin terlebih dahulu dan melakukan penelitian ketika pembelajaran, diharapkan sesuai dengan RPP yang telah dibuat, namun yang terjadi peneliti sudah diberikan RPP terlebih dahulu. Guru kelas mengatakan bahwa “tidak setiap materi pembelajaran yang akan disampaikan itu membuat RPP. Jika yang dibutuhkan ketika observasi dan RPP harus sesuai maka prosesnya akan panjang. Dikarenakan pembuatan RPP yang sulit dan harus menyesuaikan jadwal yang tepat”. Guru kelas akhirnya menemukan solusi bahwa, guru kelas akan memberikan RPP yang sudah jadi walaupun tidak sesuai dengan pembelajran yang diobservasi oleh peneliti. Mengingat waktu dan kesulitan yang guru kelas alami, peneliti menyetujui solusi tersebut. Peneliti melakukan observasi ketika pembelajaran dikelas bersama 1 rekan peneliti. Hal tersebut dilakukan untuk membandingkan hasil. Setelah penelitian selesai maka peneliti utama dan 1 rekan peneliti untuk berdiskusi dan mengambil keputusan dari setiap hasil kriteria yang diobservasi. Hasil yang didapat saat observasi, digunakan peneliti sebagai data hasil dari presepsi siswa dan guru dengan yang terjadi pada saat pembelajaran berlangsung. Dengan

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 membandingkan hasil observasi maka peneliti dapat mengambil kesimpulan dari hasil observasi. Setelah peneliti mendapatkan data dari kuseioner, wawancara dan observasi, peneliti segera melakukan olah data, bahwa hasil presepsi siswa kepada guru kelas mendapatkan skor rata-rata 2,87 dengan presepsi 15 siswa kelas V sedangkan presepsi guru mendapatkan skor rata-rata 3,25 hasil dari kuesioner kedua menunjukkan bahwa berpikir kritis sering diterapkan dalam pembelajaran Tematik. Hal ini juga dibuktikan saat guru menyampaikan pembelajaran, guru juga mengajak siswa untuk aktif dikelas, seperti memberikan kesempatan siswa untuk menyampaikan presepsi, saran saat berdiskusi. Siswa juga diberikan kesempatan untuk mencari informasi secara mandiri. Data yang diperoleh peneliti cukup jelas dikarenakan proses pembelajaran guru meminta siswa untuk menganalisis sebuah bacaan mengenai pentingnya udara bersih dalam kehidupan. Peneliti juga mengetahui proses pembelajaran yang mana guru memberikan kesempatan dan menanggapi presepsi siswa, walaupun tidak semua siswa aktif dalam pembelajaran. Dalam wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dan guru kelas, bahwa berdiskusi juga penting siswa dapat bertukar pikiran bersama teman kelompok lalu memecahkan masalah bersama. Penjelasan di atas sesuai dengan keterampilan abad 21 yang dianggap bisa memperkuat modal sosial, modal intelektual atau biasa disebut keterampilan 4C (creative, critical thinking, communication, dan collaborative) dalam (Doringin 2017: 1). Dari penjelasan teori ini, terdapat kesesuaian antara teori dengan hasil

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 kuesioner guru dan siswa. Hal ini diperkuat oleh bukti bahwa peneliti melakukan observasi ketika pembelajaran, guru mengajak siswa untuk berpikir kritis. Melalui wawancara bersama guru kelas, beliau juga menyampaikan pentingnya siswa berpikir kritis agar siswa bisa menjawab atau memberikan pernyataan yang sesuai dengan apa yang dipahami, jadi tidak selalu nurut guru dan buku. Siswa juga diperbolehkan menyampaikan kritik, saran atau masukan kepada guru kelas selama pembelajaran berlangsung. Kemampuan kolaborasi memiliki hasil presepsi yang berbeda, skor ratarata guru adalah 3,75 sedangkan skor yang diperoleh siswa adalah 2,67. Pada kolaborasi ini peneliti mengatahui dari hasil observasi kepada guru kelas V ketika dalam melaksanakan pembelajaran. Guru sering kali melaksanakan kegiatan berdiskusi atau bekerjasama bersama kelompok atau teman sebangku. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui hasil wawancara yaitu beliau memberikan kesempatan untuk bertukar pikiran dan pendapat. Teori tersebut sesuai dengan modal sosial, modal intelektual atau biasa disebut keterampilan 4C (creative, critical thinking, communication, dan collaborative) dalam (Doringin 2017: 1). Menjelaskan bahwa kolaborasi cara bekerja bersama atau bekerja dalam tim. Dari penjelasan tersebut terdapat kesesuaian antara teori dengan kegiatan yang dilakukan guru dan siswa. Kemampuan kreativitas memiliki hasil yang sama antara presepsi guru dan siswa. Skor rata-rata guru adalah 3 dan skor rata-rata dari 15 siswa adalah 2,83. Kemampuan ini sering diterapkan oleh guru misalkan memberikan kesempatan untuk menampilkan hasil karya di dalam kelas dan memberikan

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 kesempatan siswa untuk memecahkan masalah dengan caranya sendiri. Teori tersebut sesuai dengan modal sosial, modal intelektual atau biasa disebut keterampilan 4C (creative, critical thinking, communication, dan collaborative) dalam (Doringin 2017: 1). Kemampuan kretivitas adalah berkreasi, berinovasi, bersikap kritis, memecahan masalah, membuat keputusan, dan belajar pro-aktif. Hal ini dapat dibuktikan dalam observasi pembelajaran bahwa guru memberikan kesempatan untuk memecahkan masalah dengan caranya sendiri yaitu siswa dapat menyebutkan apa penyebab udara bersih bagi pernapasan hewan dan manusia, serta guru memberikan kesempatan untuk dapat mencari informasi secara mandiri, yaitu siswa diminta membaca sebuah teks dan meminta siswa untuk mencari kalimat utama pada teks bacaan. Penjelasan tersebut sesuai dengan lampiran 17 hasil observasi. Kemampuan terakhir dalam kuesioner yaitu komunikasi. Skor rata-rata guru adalah 3,25 dan skor rata-rata dari 15 siswa adalah 2,77. Dari hasil presepsi yang didapatkan teori tersebut sesuai dengan modal sosial, modal intelektual atau biasa disebut keterampilan 4C (creative, critical thinking, communication, dan collaborative) dalam (Doringin 2017: 1). Kemampuan berkomunikasi adalah kemampuan keterampilan berteknologi informasi baik dalam jaringan dan literasi. Hal ini dapat dbuktikan ketika observasi dilakukan, guru kelas memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan presepsi/tanggapan saat pembelajaran berlangsung. Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan pembelajaran yang sudah dilakukan. Hal lain yang

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 dilakukan guru kelas adalah, kesempatan yang diberikan kepada siswa agar mampu mengingat kembalimateri pada pembelajaran sebelunnya. Berdasarkan hasil wawancara, guru kelas menyampaikan bahwa tidak mengetahui berpikir tingkat tinggi atau HOTS. Dikarenakan kurangnya pemahaman beliau mengenai pembelajaran berpikir tingkat tinggi atau HOTS yang lebih ditekankan pada pembelajaran Tematik. Dengan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa guru kelas tidak sering sekali melaksanakan banyak kriteria yang terdapat dalam 4C. Seperti yang guru kelas katakan “Saya tidak paham apa itu HOTS, tetapi menurut saya ya berpikir tingkat tinggi itu perlu. Tidak semua siswa itu boleh nurut dengan gurunya jadi, itu bisa menjawab ataupun memberikan pernyataan-pernyataan yang sesuai apa yang dipahami siswa.” Dengan demikian penjelasan yang disampaikan peneliti kepada guru cukup menjawab pernyataan guru kelas, bahwa berpikir tingkat tinggi itu perlu diterapkan dalam pembelajaran. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa guru kelas V di SD Ceria Yogyakarta mampu menerapkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi dan berkomunikasi dalam proses pembelajaran karena siswa dan guru memiliki presepsi yang sama, sedangkan presepsi guru pada kreativitas memiliki skor paling kecil, hal ini dibuktikan ketika dari kuesioner guru jarang membuat suatu karya. Maka dalam pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa seluruh kemampuan sudah diterapkan oleh guru kelas V dan sesuai dengan teori modal sosial, modal intelektual atau biasa disebut keterampilan 4C (creative, critical

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 thinking, communication, dan collaborative). Secara operasional, 4C ini dijabarkan dalam empat kategori langkah, yakni; (1) alat untuk mengembangkan keterampilan abad 21, yakni teknologi informasi, jaringan digital, dan literasi; (2) cara bekerja, termasuk berkomunikasi, berkolaborasi, bekerja dalam tim; (3) cara hidup sebagai warga global sekaligus lokal, cara berpikir; dan (4) termasuk berkreasi, berinovasi, bersikap kritis, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan belajar pro-aktif dalam (Doringin 2017: 1). Berdasarkan hasil observasi dan kuesioner guru kelas sudah menerapkan sesuai dengan teori tersebut. 4.2.3. Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Penilaian Pembelajaran Pada penelitian ini, untuk mengetahui bagaimana penilaian berpikir tingkat tinggi di SD Ceria Yogyakarta kelas V, peneliti melakukanan analisis terhadap tiga soal penilaian tengah semester atau PTS, sebelumnya peneliti sudah meminta izin kepada guru kelas untuk meminta soal namun, guru kelas akan memberikan soal PTS dikarenakan soal yang dibuat cukup beragam dan lengkap. Soal PTS dibuat oleh guru-guru se KSK kota lalu diseleksi mana yang layak untuk diujikan kesiswa dan disetujui oleh pihak kepala sekolah. Setelah PTS selesai dan berjalan dengan lancar maka soal-soal yang tersisa diberikan kepada peneliti dan siap untuk dianalisis. Peneliti hanya menggunakan 5 bidang mata pelajaran Sekolah Dasar. Sebelum analisis dilakukan peneliti menggandakan 5 ragam soal yang terdiri dari mata pelajaran IPA, Bahasa Indonesia, IPS dan Matematika.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Setelah mendapatkan soal PTS peneliti menggandaan soal-soal tersebut atas izin guru kelas, agar peneliti dapat menganalisis menggunakan teknik triangulasi seperti pada menganalisis pada data kuesioner. Peneliti utama dan dua rekan peneliti menganalisis soal-soal secara terpisah terlebih dahulu lalu dilakukan analisis bersama-sama untuk mengambil keputusan akhir dan keakuratan data yang sah. Dalam menganalisis peneliti menggunakan tingkatan kata kerja yang ada di Taksonomi Bloom. Peneliti menganalisis dari soal PTS yang peneliti dapatkan di Sekolah Dasar Ceria Yogyakarta, dengan membandingkan apakah soal-soal pada PTS terdapat pada LOTS yang mempunyai tingkatan mengetahui, memahami dan mengaplikasikan, atau HOTS dengan tingkatan yaitu menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Pada mata pelajaran IPA menunjukkan bahwa bagian LOTS 73% lebih banyak, dikarenakan soal uraian dan soal essay lebih banyak menunjukkan pada keterampilan mengetahui, memahami dan mengaplikasikan. Soal untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia paling banyak terdapat kata kerja operasional berpikir tingkat tinggi. Siswa diharapka mampu untuk menganalisis pada bacaan. Hal ini ditunjukkan pada soal uraian 1 dan essay. Hasil analisis pada mata pelajaran IPS lebih banyak mennunjukan soal pada tingkat LOTS. Hal ini daapat dibuktikan pada soal pilihan ganda dan uraian. Siswa hanya lebih memahami dengan mengingat. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa soal paling banyak terdapat dalam tingkatan HOTS dari kelima bidang mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu 39%. Pada banyaknya yang mengandung HOTS kedua adalah mata pelajaran Matematika dengan prosentase 31%. Sedangkan yang terdapat pada bagian LOTS

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 adalah mata pelajaran IPS dengan prosentase paling sedikit yaitu 5%. Mata pelajaran IPA dengan prosentase 17% dan PPKn dengan prosentase 8%. Peneliti banyak menemukan soal yang memiliki bobot rendah seperti pada penggunaan KKO tingkatan rendah. Adapula peneliti temukan pilihan ganda dalam soal yang sangat mudah untuk bisa dijawab oleh siswa. Tidak ada pengecoh pada pilhan ganda sehingga siswa mudah untuk berpikir cepat dalam menjawab. Hal ini akan ditemukan pada lampiran lembar analisis soal PTS. Berikut ini contoh soal yang termasuk pada bagian LOTS juga dapat dilihat pada lampiran 21: Pada mata pelajaran PPKn C1 (Memahami): pilihan ganda no 1 “Dasar negara Indonesia adalah ....” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “mengetahui”. Siswa hanya mampu mengingat saja lalu lebih mudah untuk menjawab dengan pilihan ganda. Menurut teori Karthwohl dan Anderson (dalam Mulyasa, dkk, 2016: 215). “menyebutkan” termasuk dalam C1 dikarenakan dengan konsep mengingat: yaitu mengemukakan kembali dari yang sudah dipelajari dari guru maupun buku yang sesuai dengan asli tanpa merubah aslinya. Pada mata pelajaran Matematika C2 (Memahami) : pilihan ganda no 1 “Hasil dari ” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “menghitung”. Siswa menghitung dari soal yang tesrsedia untuk menemukan jawaban. Menurut teori Karthwohl dan Anderson (dalam Mulyasa, dkk, 2016: 215), “menghitung”

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 termasuk dalam C2 dikarenakan dengan konsep memahami: yaitu sudah ada proses pengolahan, memberi tafsir/tulisan/data sesuai dengan kemapuan peserta didik. Pada mata pelajaran IPA C3 (Mengaplikasikan): pilihan ganda no 3 (Perhatkan hewan-hewan berikut!) “Ular, kupu-kupu, ikan hiu, lebah, cacing Kelompok hewan yang memiliki alat gerak yang sama adalah ....” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “mengklasifikasi”. Siswa dapat memperhatikan soal yang ada lalu siswa dapat membedakan mana yang tepat termasuk dalam mengklasfikasi hewan berdasarkan alat gerak. Menurut teori Karthwohl dan Anderson (dalam Mulyasa, dkk, 2016: 215). “mengaplikasikan” termasuk dalam C3 dikarenakan kemampuan dalam menggunakan pengetahuan seperti konsep menggali dan menambah sesuatu yang belum pernah dipelajari sebelumnya. Berikut ini contoh soal termasuk dalam bagian HOTS yang mengacu pada tingkatan Taksonomi Bloom. Pada mata pelajaran PPKn C4 (Menganalisis): uraian no 4 “Tono memilki teman Tini. Mereka berdua berasal dari suku yang berbeda. Saat Tini mengalami musibah. Sikap yang seharusnya dilakukan oleh Tono adalah ....” Pada soal ini termasuk pada tingkatan C4 yaitu menganalisis, siswa diminta untuk menganalisis sebuah permasalahan lalu siswa dapat menyebutkan mengenai hasil sikap apa yang seharusnya dilakukan. Dengan menganalisis siswa dapat menemukan jawabannya. Menurut teori Karthwohl dan Anderson (dalam Mulyasa, dkk, 2016: 215), “menganalisis” termasuk dalam C1 dikarenakan siswa dapat menggunakan keterampilan yang telah dipelajari terhadap suatu informasi

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 yang belum diketahui, sehingga mampu menetukan hubungan antara informasi yang satu dengan yang lain. Mata pelajaran Bahasa Indonesia C5 (Mengevaluasi) : uraian no 10 “(bacaan) Informasi penting yang ada dalam paragaraf di atas adalah .....” Soal di atas termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “menyimpulkan” setelah membaca bacaan siswa menyimpulkan hasil dari apa yang dibaca. Siswa akan lebih sulit untuk memahami pada bacaan karena siswa akan mencari informasi penting lalu menyimpulkan dengan bahasa sendiri. Menurut teori Karthwohl dan Anderson (dalam Mulyasa, dkk, 2016: 215), “mengevaluasi” termasuk dalam C5 dikarenakan siswa dapat menentukan nilai suatu benda atau informasi berdasarkan suatu kriteria. Mata pelajaran IPS C6 (Mencipta) : essay no 2 “Gambarlah denah sekolahmu!” Contoh soal di atas termasuk dalam tingkatan C6 dengan kata kerja “membuat”, siswa akan mengira-ngira bagaimana posisi yang tepat untuk membuat denah sekolah. Menurut teori Karthwohl dan Anderson (dalam Mulyasa, dkk, 2016: 215), “membuat/mencipta” termasuk dalam C6 dikarenakan siswa mampu membuat sesuatu yang baru dari apa yang sudah ada sehingga hasil tersebut menjadi bentuk kreativitas lainnya.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan terhadap rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), hasil observasi, kuesioner guru dan siswa, soal penilaian tengah semester (PTS), dan wawancara guru kelas V di SD Ceria Yogyakarta maka peneliti dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Pada perencanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru kelas V di SD Ceria Yogyakarta sudah menerapkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. 2) Pada kegiatan pembelajaran yang berlangsung sudah mengacu pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi sering diterapkan oleh guru, hal ini dibuktikan dari peneliti yang sudah melakukan observasi dikelas, yaitu guru membentuk kelompok untuk berdiskusi bersama dan memberikan suatu masalah untuk dipecahkan atau dianalisis bersama dengan kelompok. Kegiatan lainnya, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat mengungkapkan tanggaan, kritik, saran atau pertanyaan pada proses pembelajaran berlangsung. 3) Pada pelaksanaan penilaian tengah semester atau PTS sudah mengandung keterampilan berpikir tingkat tinggi, walaupun masih banyak soal dengan keterampilan berpikir tingkat rendah. 84

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 5.2. Keterbatasan Penelitian Berdasarkan hasil penelitiaan, peneliti menemukan keterbatasan sebagai berikut: 1) Penelitian ini terbatas pada melakukan izin untuk meminta RPP. Dikarenakan guru kelas tidak setiap pembelajaran membuat RPP, jadi peneliti mendapatkan RPP lebih cepat dari penelitian berlangsung. Dengan perbedaan waktu dalam penyusunan RPP dan pelaksanaan pembelajaran yang peneliti observasi, maka observasi pembelajaran tidak sesuai dengan RPP yang telah dibuat sebelumnya. 5.3. Saran Berdasarkan hasil kesimpulan diatas, peneliti memberikan saran sebagai berikut: 1) Bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian kurang lebih sama dengan ini, peneliti dapat membuat rencana cadangan. Seperti pengalaman pada peneliti saat ini, yaitu solusi apa jika peneliti tidak mendapatkan RPP yang sesuai dengan pelaksaan pembelajaran yang akan diobservasi. Pada penilaian kelas yang kurang sesuai dari apa peneliti harapkan, sekiranya tetap dipikirkan, agar solusi atau rencana cadangan tetap dibuat sematang mungkin.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Admin Guru Madarasah. (2017). https://www.gurumadrasah.com/2017/10/apaitu-ppk-literasi-hots-dan-4c-pada.html. Diakses pada hari Selasa, 25 September 2018 pukul 18:30. Dimyati & Mudjiono. (2010). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Doringin, F. (2017). implementasinya. Kurikulum baru, ketrampilan abad 21 dan https://pgsd.binus.ac.id/2017/08/08/kurikulum-baru- keterampilan-abad-21-dan implementasinya/. Diakses pada hari Sabtu, 2 Februari 2019, pukul 20:12. Gunawan A.W. (2003). Genius learning strategy petunjuk praktis untuk menerapkan accelerated learning. Jakarta: Gramedia. Gunawan, I. (2015). Metode penelitian kualitatif teori dan praktek. Jakarta: Bumi Aksara. Hertanto, E. (2017). Perbedaan skala likert lima skala dengan modifikasi. http://www.academica.edu/34548210/PERBEDAAN_SKALA_LIKERT_ LIMA_SKALA_DENGAN_MODIFIKASI_SKALA_LIKERT_EMPAT_ SKALA. Diakses pada hari Jumat, 1 Maret 2019, pukul 20:30. Kurniawati, dkk. (2016). Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMP di Kabupaten Jember dalam menyelesaikan soal berstandar PISA. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan. Vol. 20., No. 2. Matondang Z. (2009). Validitas dan reliabilitas atau instrumen penelitian. Jurnal Tabularasa PPS UNIMED. Vol. 6., No. 1. Mitri H, (2016). Analisis pembelajaran keterampilan berpikir tingkat tinggi pada mata pelajaran ekonomi di SMA N 8 Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Mulyasa, dkk. (2016). Revolusi dan inovasi pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 84

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Nova, L. (2017). https://www.scribd.com/document/367594347/Lampiran-1Pedoman-Wawancara-Guru. Diakses pada hari Minggu, 03 Juni 2018 pukul 17:11 Prastowo, Andi. (2015). Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tematik terpadu implementasi Kurikulum 2013 untuk SD/MI. Jakarta: Prenadamedia. Pratiwi, dkk. (2017). Pengembangan modul mata kuliah penilaian pembelajaran sosiologi berorientasi HOTS. No. 2. Cakrawala Pendidikan Edisi Juni 2017, Vol. XXXVI, No. 2 Purnomo Y.W. (2014). Assesment-based learning: sebuah tinjauan untuk meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman sistematis. Sigma Journal, Vol VI, No. 01 Riduwan. (2013). Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta Setyowati dan Kurniawati. (2017). Jurnal PGSD Indonesia pengembangan LKS IPA berbasis guided inquiry untuk meningkatkan HOT pada siswa kelas V SD Bibis. Jurnal PGSD Pengembangan LKS, 2. Vol. 3., No. 2. Sugara G. S. (2018). Kualitas dan keterpercayaan penelitian kualitatif dalam bimbingan dan konseling. Jurnal Fokus Konseling. Vol 4., No. 1. Tedi H, dkk. (2016). Kualiatas pelayanan publik dalam pembuatan izin trayek oleh Dllaj Kabupaten Bogor. Jurnal GOVERNANSI. Vol. 2. No. 1 Ulya H. (2016). Profil kemampuan pemecahan masalah siswa bermotivasi belajar tinggi berdasarkan ideal problem solving. Jurnal Konseling GUSJIGANG. Vol. 2., No. 1. Usmaedi. (2017). Menggagas pembelajaran HOTS pada anak usia sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar. Vol. 3., No. 1. Yusuf, A.M. (2014). Metode penelitian : kauntitatif, kualitatif & penelitian gabungan. Jakarta: Prenamedia Group.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 84

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Lampiran 1 Surat Izin Penelitian

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Lampiran 2 Surat Pernyataan Telah Melakukan Penelitian

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Lampiran 3 Hasil Validasi Kuesioner Siswa

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Lampiran 4 Hasil Validasi Kuesioner Guru

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Lampiran 5 Hasil Validasi Pedoman Wawancara Guru

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Lampiran 6 Hasil Validasi Observasi Pelaksanaan Pembelajaran

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Lampiran 7 Hasil Validasi Analisis Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Lampiran 8 Hasil Validasi Analisis Soal Evaluasi Penilaian Harian

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Lampiran 9 Lembar Pedoman Analisis Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Lembar Pedoman Analisis Soal Evaluasi Penilaian Harian Kata kerja Taksonomi Bloom di bawah ini untuk melihat tingkatan kognitif C4 sampai C6 yang terdapat pada indikator aspek kognitif dalam RPP K13. Selain menganalisis RPP, tabel Taksonomi Bloom juga untuk mengetahui soal PTS tersebut berada pada level berpikir tingkat tinggi atau berpikir tingkat rendah. C1 Mengetahui a. Mengutip b. Menyebutkan c. Menjelaskan d. Menggambar e. Membilang f. Mengidentifikasika n g. Mendaftar h. Menunjukkan i. Memberi label j. Memberi indeks k. Memasangkan l. m. n. o. p. q. r. s. t. u. v. w. x. Menamai Menandai Membaca Menyadari Menghafal Meniru Mencatat Mengulang Mereproduksi Meninjau Memilih Menyatakan Mempelajari y. Mentabulasi z. Memberi kode aa. Menelusuri bb. Menulis C2 Memahami a. Memperkirakan b. Menjelaskan c. Mengkategorika n d. Mencirikan e. Merinci f. Mengasosiasikan g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s. t. u. v. w. x. Membandingkan Menghitung Mengkontraskan Mengubah Mempertahanka n Menguraikan Menjalin Membedakan Mendiskusikan Menggali Mencontohkan Menerangkan Mengemukakan Mempolakan Memperluas Menyimpulkan Meramalkan Merangkum y. Menjabarkan C3 Mengaplikasikan a. Menugaskan b. Mengurutkan c. Menentukan d. Menerapkan e. Menyesuaikan f. Mengkalkulasi g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s. t. u. v. w. x. Memodifikasi Mengklasifikasi Menghitung Membangun Mengurutkan Membiasakan Mencegah Mengambarkan Menggunakan Menilai Melatih Menggali Mengemukakan Mengadaptasi Menyelidiki Mengoperasikan Mempersoalkan Mengkonspepka n y. Melaksanakan z. Meramalkan aa. Memproduksi bb. Memproses cc. Mengaitkan dd. Menyusun ee. Menstimulasikan

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 ff. Memecahkan gg. Melakukan hh. Mentabulasi C4 Menganalisis a. Menganalisis b. Mengaudit c. Memecahkan d. Menegaskan e. Mendeteksi f. Mengdiaknosis g. Menyeleksi i. Memerinci j. Menominasikan k. Mendiagramkan l. Mengkorelasika n m. Merasionalkan n. Menguji o. Mencerahkan p. Menjelajah q. Membagankan r. Menyimpulkan s. Menemukan t. Menelaah u. Memaksimalkan v. Memerintahkan w. Mengedit x. Mengkaitkan y. Memilih C5 Mengevaluasi a. Membandingkan b. Menyimpulkan c. Menilai d. Mengarahkan e. Mengkritik f. Menimbang g. Memutuskan h. Memisahkan i. Memprediksi j. Memperjelas k. Menugaskan l. m. n. o. p. q. r. s. t. u. v. Menafsirkan Mempertahankan Memerinci Mengukur Merangkum Membuktikan Memfalidasi Mengetes Mendukung Memilih Memproyeksikan C6 Membuat/Mencipta a. Mengabstrasi b. Mengatur c. Menganimasi d. Mengumpulkan e. Mengkategorikan f. Mengkode h. Mengkombinasikan i. Menyusun j. Mengarang k. Membangun l. Menanggulangi m. n. o. p. q. r. s. t. u. v. w. x. y. Menghubungkan Menciptakan Mengkreasikan Mengoreksi Merancang Merencanakan Mendikte Meningkatkan Memperjelas Memfasilitasi Membentuk Merumuskan Menggeneralisasika n z. Mengukur z. Mengabungkan aa. Melatih aa. Memadukan bb. Mentransfer bb. Membatas cc. Mereparasi dd. Menampilkan ee. Menyiapkan ff. Memproduksi gg. Merangkum hh. Merekontruksi ii. Membuat Sumber Taksonomi Bloom: Utari Retno. Taksonomi Bloom Apa dan Bagaimana Menggunakannya?. Diunduh dari Http://Ueu7361.weblog.esaunggul.ac.id/wpcontent/uploads/sites/Taksonomi-Bloom.pdf.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Lampiran 10 Hasil Kuesioner Siswa

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Lampiran 11 Hasil Rekapitulasi Data Kuesioner Siswa Hasil analisis kuesioner siswa: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Siswa ve mi we gd ber pa cl pg ni bo st ka au ra gl Indikator 1 4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 3 √ √ 2 Critical Thinking Indikator 3 Indikator 2 1 4 √ √ 3 2 1 4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ 3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ rata-rata skor seluruh siswa 2 1 Indikator 4 4 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Jumlah Skor 1 √ √ √ 13 13 11 11 13 14 11 14 13 13 14 13 14 14 12 RataRata Skor 3,25 3,25 2,75 2,75 3,25 3,5 2,75 3,5 3,25 3,25 3,5 3,25 3,5 3,5 3 3,21667

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 No Nama Siswa 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Ve Mi We Gd Ber Pa Cl Pg Ni Bo St Ka Au Ra Gl Indikator 1 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 4 √ √ √ √ √ Indikator 2 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ Colaborative Thinking Indikator 3 1 4 3 2 1 √ √ √ √ 4 √ √ √ √ √ Rata-Rata Skor Seluruh Siswa √ √ √ √ √ √ √ √ √ Indikator 4 3 2 1 Jumlah Skor √ 13 15 13 13 9 14 11 9 10 9 9 9 8 8 10 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ RataRata Skor 3,25 3,75 3,25 3,25 2,25 3,5 2,75 2,25 2,5 2,25 2,25 2,25 2 2 2,5 2,66667

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Nama Siswa Indikator 1 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Ve Mi We Gd Ber Pa Cl Pg Ni Bo St Ka Au Ra Gl √ √ √ 3 2 √ √ √ √ √ Indikator 2 1 4 √ √ √ √ √ √ √ Creative Thinking Indikator 3 √ 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 √ √ 4 √ √ 3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 4 √ √ √ √ √ √ √ √ Rata-Rata Skor Seluruh Siswa 111 2 Indikator 4 √ √ 3 2 √ √ √ √ √ RataRata Skor 9 9 9 9 10 14 12 14 13 12 13 12 15 12 7 2,25 2,25 2,25 2,25 2,5 3,5 3 3,5 3,25 3 3,25 3 3,75 3 1,75 2,83333 1 √ √ √ √ √ Jumlah Skor √

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 No Nama Siswa 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Ve Mi We Gd Ber Pa Cl Pg Ni Bo St Ka Au Ra Gl Indikator 1 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 4 Indikator 2 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 √ √ Comunication Indikator 3 4 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 4 √ √ √ √ √ √ √ √ Rata-Rata Skor Seluruh Siswa Indikator 4 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 Jumlah Skor 11 5 10 11 11 15 10 10 11 12 12 12 13 13 10 RataRata Skor 2,75 1,25 2,5 2,75 2,75 3,75 2,5 2,5 2,75 3 3 3 3,25 3,25 2,5 2,76667

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12 Hasil Analisis Skala Likert Kuesioner Siswa Tabel Hasil Perhitungan Pernyataan pada Pelaksanaan Pembelajaran 4C No 1 2 3 4 Interval Indeks Persepsi 1.0 - 1.75 1.76 - 2.51 2.52 - 3.27 3.28 - 4.00 Pernyataan Penerapan Tidak Pernah Jarang Sering Sering Sekali Hasil Anlisis Kuesioner 15 siswa No 1 2 3 4 Rata-rata Skor Seluruh Siswa 3,22 2,67 2,83 2,77 Kriteria Critical Thinking Collaborative Creativity Communication Pernyataan Penerapan Sering Sering Sering Sering Diagram Hasil Analisis Kuesioner 15 Siswa Rata-rata Rata-rata Skor kuesioner Seluruh Siswa 3,5 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0 3,22 2,67 2,83 2,77 Critical Thinking Collaborative Creativity Communication 1 2 3 4 Kriteria 4C 113

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Lampiran 13 Hasil Kuesioner Guru

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14 Hasil Rekapitulasi Data Kuesioner Guru Hasil rekapitulasi data dari kuesioner guru: No Nama Guru Indikator 1 4 1 No 3 √ A Nama Guru 3 √ A No Nama Guru 1 A 1 4 3 √ Indikator 1 4 1 2 Indikator 2 2 3 1 1 4 √ 3 2 √ 4 3 √ 2 1 4 √ 3 4 √ 3 1 4 √ 3 2 2 1 4 117 3 √ 1 2 2 4 √ 3 2 4 3 √ 2 Rata-Rata Skor 13 3,25 Jumlah Skor Rata-Rata Skor 15 3,75 Jumlah Skor Rata-Rata Skor 12 3 1 Indikator 4 1 Jumlah Skor 1 Indikator 4 Creativity Indikator 3 Indikator 2 1 2 Indikator 4 Colaboative Thinking Indikator 3 Indikator 2 Indikator 1 4 2 Critical Thinking Indikator 3 1

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15 Hasil Analisis Skala Likert Kuesioner Guru Hasil Hitung Interval Pernyataan Penerapan No 1 2 3 4 Interval Indeks Persepsi 1.0 - 1.75 1.76 - 2.51 2.52 - 3.27 3.28 - 4.00 Pernyataan Penerapan Tidak Pernah Jarang Sering Sering Sekali Hasil Analisis Kuesioner Guru No 1 2 3 4 Kriteria Critical Thinking Collaborative Creativity Communication Rata-rata Skor Guru 3,25 3,75 3 3,25 118 Pernyataan kemunculan Sering Sering Sekali Sering Sering

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16 Hasil Wawancara Guru A. Hasil analisis pembahasan wawancara, kuesioner dan observasi Peneliti melakukan wawancara dan mengambil dokumentasi sebagai hasil wawancara, memberikan kuesioner untuk siswa dan guru kelas. Peneliti juga melakukan observasi saat pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut: Hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru NO Aspek Pertanyaan Wawancara 1. Dalam melaksanakan Pembelajaran Tematik pembelajaran 1. Ya, karena untuk metode ceramah hanya untuk mengawali tematik, apakah Bapak/Ibu guru tidak dan memotivasi siswa agar siswa dapat semangat dalam terlalu metode memulai pembelajaran untuk materi sendiri anak-anak lebih hanya diharapkan untuk menemukan sendiri mengenai materi lalu banyak ceramah? 1. Jawaban menerapkan metode ceramah digunakan ketika menjelaskan materi guru tertentu yang cukup sukar? menyimpulkan bersama, agar siswa mengerti yang dipahami 2. Apakah Bapak/Ibu Guru mampu menerapkan model, teknik, dan metode pembelajaran tematik yang mampu menumbuhkan partisipasi siswa melalui kagiatan diskusi dan memecahkan masalah? tinggal mengevaluasi dan menge-check lalu bersama. 2. Iya, siswa diarahkan untuk berdiskusi, diberi soal, diberi tindakan tertentu. Siswa berdiskusi 1 bangku atau dengan temannya untuk memecahkan masalah 3. Iya, itu penting sekali. Dimana guru memancing siswa untuk menampilkan hasil kerja kelompok walaupun disampaikan 119

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 3. Apakah guru pembelajaran menerapkan yang metode menumbuhkan dengan pas-pasan nanti anak yang lain boleh menanggapi. 4. Dalam belajar dan berdiskusi iya, guru memang berkeliling partisipasi siswa seperti presentasi, tanya menuju perkelompok-kelompok nge-check apakah lancar jawab, debat dan lain sebagainya ketika atau tidak, ada kesulitan atau tidak, jika misalkan ada ya melaksanakan saya tidak langsung memberi tahu, tetapi dipancing-pancing kegiatan pembelajaran tematik? 4. Apakah untuk menjawab. Intinya memberikan pertanyaan yang menantang agar siswa dapat berusaha menghampiri siswa ke tempat duduk untuk menjawab walau banyak yang kurang tepat atau salah, masing-masing untuk memantau aktivitas tapi nanti diarahkan kejawaban yang benar. dalam guru dapat selalu siswa Bapak/Ibu siswa kegiatan guna 5. Iya sesuai dengan RPP, sebisa mungkin sesuai dengan RPP, memastikan bahwa setiap siswa terlibat kalau tidak sesuai itu melihat kondisi siswa dikelas. jika ada dan kejadian siswa lebih cepat menyelsaikan soal maka perlu berpartisispasi diskusi dalam kegiatan diskusi? 5. Apakah adanya plan B, yaitu diberikan tambahan soal evaluasi Bapak/Ibu melaksanakan dalam supaya siswa nanti lebih paham. pembelajaran 6. Salah satu cara untuk memicu semangat siswa adanya tematik sesuai dengan yang tertera pada hubungan dengan kehidupan sehari-hari. Supaya anak-anak RPP tematik? punya bayangan belajar apa, baik itu fungsinya dan tujuan 6. Apakah kegiatan Guru Bapak/Ibu guru selalu mengkaitkan materi dengan pengetahuan manfaat dan berguna. 7. Ya, itu berusaha. Jika misalkan anak-anak mudah untuk

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 yang relevan ketika Melaksanakan kegiatan pembelajaran tematik? memahami pelajaran yang disampaikan maka waktu akan lebih cepat, sehingga guru akan memiliki kelebihan waktu 7. Apakah dalam kegiatan pembelajaran sehingga harus memrikan plan B yang tadi. Jika kesulitan Bapak/Ibu guru dapat mengelola waktu saat belajar maka waktu akan molor. Itu yang dinamakan dengan efisien dan efektif? fluktuatif jadi waktu belajar itu tidak harus tepat seperti aktu yang ditentukan. Tergantung situasi siswa dikelas. Jika siswa presentasi dan waktunya lama maka guru akan memotong dan memberikan penjelasan yang lebih runtun agar tepat waktunya. 1. Apakah Bapak/Ibu mengetahui tentang berpikir tingkat tinggi? 2. Menurut Bapak/Ibu 2. Penting, jadi siswa tidak semuanya nurut apa yang diberikan apa pentingnya berpikir tingkat tinggi? 2. Berpikir tingkat tinggi 1. Saya tidak tahu. 3. Apakah Bapak/Ibu menerapkan kegiatan guru tetapi siswa itu bisa menjawab ataupun memberikan pernyataan-pernyataan yang sesuai apa yang dipahami siswa. pembelajaran yang bersifat mengarahkan 3. Iya. siswa pada keterampilan berpikir tingkat 4. Iya menggunakan itu. tinggi? 4. Apakah Bapak/Ibu menggunakan kata kerja operasional taksonomi bloom pada

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 indikator RPP dengan mengacu tingkatan C4, C5 dan C6? Soal Ujian Tengah Semester / Ulangan 3. Harian / Penilaian Akhir Semester tematik 1. Dalam membuat soal Ujian Tengah Semester / Ulangan Harian / Penilaian mengacu pada kata kerja operasional taksonomi bloom pada tingkatan C4,C5, dan C6? dalam membuat RPP tematik? dihadapai Bapak/Ibu Guru pembelajaran dalam yang berpikir tingkat tinggi? menerapkan mengacu 1. Kesulitan itu ada, misalkan membagi waktu untuk pembelajaran, membagi-bagi materinya. 2. Apakah ada kendala yang dihadapi 4. sehingga siswa dapat mencari begitu. Akhir Semester, apakah Bapak/Ibu Guru 1. Menurut Bapak/Ibu apakah ada kesulitan Kendala yang 1. Iya mengacu, karena buat kisi-kisi, dan sesuai indikator pada 2. Metode yang lain, terkadang bingung itu selanjutnya apa lagi ya. Tetapi jika ada salah satu siswa yang mampu berpikir kritis maka yang saya laukan pertama adalah memberikan reward terlebih dahulu. Kedua, guru selalu memberikan semangat untuk bisa belajar lebih dan guru sealu menghargai hasil usahanya. Agar siswa tidak merasa bosan dan putus asa.

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17 Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran No 4C Communication (Komunikasi) 1 2 Collaborative (Kolaborasi) Kriteria 5. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil dari pembelajaran. 6. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk memberikan masukan atau tanggapan . 7. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru untuk memberikan kesempatan siswa untuk menyimpulkan pembelajaran yang sudah dilakukan. 8. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberi kesempatan siswa untuk mengingat kembali materi pada pembelajaran sebelumnya. 5. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk membentuk kelompok melakukan diskusi 6. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan soal untuk di kerjakan secara berdikusi 7. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan siswa untuk mencari informasi bersama teman diskusi 8. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memeprlihatkan 122 Ya Tidak √ √ Keterangan Tidak terdapat kegiatan presentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Guru memberikan kesempatan siswa untuk menyampaikan presepsi/tanggapan saat pembelajaran berlangsung. √ Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan pembelajaran yang sudah dilakukan. √ Sebelum memulai pembelajaran, guru menanyakan materi yang sudah dipelajari pada hari sebelumnya. √ Siswa diberikan untuk berdiskusi secara kelompok, tetapi hanya teman sebangku. √ √ √ Pada proses pembelajaran kali ini, guru selalu mengajak siswa menyelesaikan setiap pertanyaan yang ada bersama-sama dalam diskusi kelas. Siswa mengungkapkan presepsi sendiri selama diskusi kelas. Namun, hanya 1 atau 2 kelompok terlihat ada hubungan antara siswa dengan siswa lain selama mencari informasi dalam menjawab pertanyaan dari guru. Ada beberapa siswa dan guru terlihat aktif dalam diskusi kelas

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 proses guru memberikan siswa kesempatan untuk saling bertukar pikiran dan presepsi dalam berdiksusi 5. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk menganalisis permasalahan. 3 4 Critical Thinking and Problem Solving (Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah) Creativity and Innovation (Kreativitas dan Inovasi) 6. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari sumber lain dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis 7. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya mengenai pembelajaran 8. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk memberikan masukan, tanggapan (kegiatan inti), dan kritik 5. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk membuat sebuah karya sehingga sangat terlihat adanya kegiatan saling bertukar pikiran dan berpresepsi. √ √ Guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari penyelesaian masalah pada satu pembelajaran yang sedang berlangsung contohnya ketika siswa diberikan permasalahan bagaimana cara masyarakat menjaga lingkungan. Guru hanya memberikan buku Tematik dan Buku Tema sebagai sumber belajar. Tidak ada sumber lain yang diberikan. √ Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang dirasa kurang mereka pahami. √ Pada saat proses pembelajaran, guru sangat menerima jika adanya masukan, tanggapan, atau oleh siswanya di dalam kelas. 6. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk memecahkan masalah dengan caranya sendiri. √ 7. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatka proses guru memberikan kesempatan siswa untuk √ Tidak ada kegiatan membuat sebuah karya pada pembelajaran ini. Siswa hanya diminta untuk menentukan apa, mengapa, siapa, kapan, bagaimana yang terdapat pada teks bacaan. Siswa sangat diperbolehkan memecahkan suatu masalah dengan cara mereka sendiri. Contohnya, siswa dapat menyebutkan apa penyebab udara tidak bersih dan apa pentingnya udara bersih bagi pernapasan hewan dan manusia. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari informasi secara mandiri. Contohnya pada saat guru √

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 mencari mandiri informasi secara 8. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan kepada siswa dalam menampilkan hasil karyanya di dalam kelas. √ meminta siswa membaca sebuah teks bacaan dan meminta siswa untuk mencari kalimat utama. Tidak ada kegiatan yang menunjukkan bahwa siswa diminta untuk menampilkan hasil karyanya di dalam kelas. Hanya saja terlihat di dalam kelas terdapat beberapa karya siswa yang ditampilkan di dinding kelas.

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Lampiran 18 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 Lampiran 19 Hasil Analisis Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Hasil Analisis Indikator Kognitif Pada RPP Tematik Kelas V NO Indikator Mata pelajaran Bahasa Indonesia 3.2.1 Menuliskan informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik Mata pelajaran IPA 3.3.1 Menganalisis organ dan fungsinya pada manusia serta cara kesehatan organ manusia Jumlah Indikator LOTS HOTS √ Kata kerja operasional terdapat pada tingkatan C1 yaitu Menuliskan √ pencernaan hewan dan memelihara pencernaan 1 Keterangan 1 Kata kerja operasional terdapat pada tingkatan C4 yaitu Menganalisis

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 Lampiran 20 Soal Evaluasi Mata pelajaran PPKn

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 Soal PTS Mata Pelajaran IPA

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 Soal PTS Bahasa Indonesia

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 Soal PTS IPS

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 Analisis Soal PTS Matematika

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 Lampiran 21 Hasil Rekapitulasi Analisis Soal Evaluasi Penilaian Harian Hasil Analisis Soal PTS (Penilian Tengah Semester) Siswa Kelas V Mata Pelajaran PPKn NO Pilihan ganda mata pelajaran PPKn 1 Dasar negara Indonesia adalah .... LOTS √ HOTS Keterangan Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” 2 Hari lahirnya Pancasila di .... √ 3 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan bunyi sila ke .... Nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila yaitu .... Gambar rantai merupakan lambang .... √ Tidak boleh melaksanakan kehendak suatu agama kepada orang lain merupakan penerapan Pancasila ke .... Berikut yang buakan manfaat dari kegiatan gotong royong adalah .... Musyawarah dilakukan secara sadar dan mengutamakan kepentingan .... Pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila .... √ Menjenguk teman yang sedang sakit merupakan contoh pengalaman Pancasila sila ke .... Berbagi dengann teman √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “mencontohkan” √ Termasuk dalam tingkatan 4 5. 6 7 8 9 10 11 √ √ √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “menyimpulkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “mengidentifikasi” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan”

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 12 secara adil merupakan contoh perilaku yang sesuai Pancasila sila ke ..... Pernyataan berikut yang benar adalah .... C2 dengan kata “mencontohkan” √ Berikut peran serta warga dalam pengambian keputusan di lingkungan masyarakat adalah .... 14 Berikut yang merupakan anggung jawab sebagai warga masyarakat adalah .... 15 Berikut yang merupakan upaya menjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah adalah .... 16 Tokoh nasional yang mengetik naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah .... 17 Wawasan nusantara yang diwujudkan dalam kegiatan ekonomi bertujuan untuk .... 18 Kewajiban utama sebagai pelajar di sekolah adalah .... 19 Sikap toleransi dalam interaks sosial di masyarakat diperlukan untuk mewujudkan .... 20 Hak yang diperoleh setelah bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan adalah .... Uraian 1 Lambang sila pertama Pancasila adalah .... √ 2 √ 13 Mengganggu teman yang kerja Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyatakan” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menerapakan” √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menerepkann” √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menerapkan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menyesuaikan” √ √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menerapkan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 3 4 5 6 7 8 9 10 11 sedang beribadah merupakan perilaku yang bertentangan dengan Pancasila sila ..... Mempelajari tari tradisional yang ada di Indonesia termasuk kedalam nilai-nilai luhur Pancasila yang tercermin ke dalam sila ke .... Tono memilki teman Tini. Mereka berdua berasal dari suku yang berbeda. Saat Tini mengalami musibah. Sikap yang seharusnya dilakukan oleh Tono adalah .... Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” memiliki arti .... Perilaku masyarakat yang menjadi ciri khas suatu daerah tertentu disebut .... Saat ada tetangga yang meninggal tetapi pada hari itu juga harus ada rencana wisata bersama keluarga. Maka tindakan yang tepat adalah memilih melakukan kegiatan yang .... Sikap kita terhadap kenaekaragaman yang ada di Indonesia adalah .... Bunyi sila ketiga Pancasila adalah .... Tempat ibadah umat beragama Islam adalah .... Sikap kita terhadap berita hoax terutama tentang agama .... C2 dengan kata “mencirikan” √ kerja Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “mencirikan” √ √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menganalisis” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “menjelaskan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menganalisis” √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menerapkan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menerapkan” √ √

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 12 Bentuk sikap disiplin di sekolah adalah .... √ 13 Segala perbuatan yang kita lakukan harus dapat .... Kebersihan lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab .... Manusia selalu membutuhkan satu sama lain. Hal ini dikarenakan manusia sebagai makhluk .... √ 14 15 Essay 1 Sebutkan 3 contoh menghargai keragaman di sekolah! 2 Sebutkan 3 nilai yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila! 3 Bagaimana hubungan antara sila-sila pada Pancasila! 4 Susi dan ibunya akan memberikan bantuan sembako kepada korban bencana gempa bumi di Lombok. Apakah sikap Susi dan ibunya sesuai dengan Pancasila? Jelaskan alasanmu! 5 Sebutkan 5 kewajiban sebagai warga negara! Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menerapkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ √ √ √ √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “mencontohkan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menganalisis” Termasuk dalam tingkatan C6 dengan kata kerja “menhubungkan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menyimpulkan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “mencontohkan” Analisis Soal PTS IPA NO Pilihan ganda mata pelajaran IPA 1 Alat gerak yang ditunjukkan oleh huruf A termasuk alat gerak .... 2 Fungsi kaki katak saat LOTS √ HOTS Keterangan √ Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “memprediksi” Termasuk dalam tingkatan

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 berada di air adalah .... 3 4 5. 6 7 8 9 Perhatkan hewan-hewan berikut! Ular, kupu-kupu, ikn hiu, lebah, cacing Kelompok hewan yang memiliki alat gerak ang sama adalah .... Bagaian rangka yang ditunjuk huruf x dan y adalah .... Perhatikan ciri-ciri otot berikut! Berbentuk silindris, bekerja secara sadar dengan perintah otak, terletak pada jantung, memiliki inti banyak, bekerja tidak sadar terus menerus dan tidak membutuhkan istirahat ciri-ciri otot jantung ditunjukkan oleh nomor .... Otot diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung. Berikut ini yang bukan merupakan ciri otot polos, yaitu .... Sinar matahari pagi memiliki zat yang bisa membantu produksi vitamin D. Salah satu fungsi vitamin D bagi kesehatan tulang adalah .... Salah satu kelainan pada tulang yaitu melengkupnya tulang belakang yang berlebihan ke arah depan di bagian pinggang disebut .... Berikut ini yang merupakan kegiatan kurang baik untuk C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “mengklasifikasi” √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “memprediksi” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “mencirikan” √ Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “mencirikan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menentukan”

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 kesehatan tulang dan otot adalah .... Kotak merupakan hewan yang berkembang baik dengan bertelur. Setelah telur katak menetas, jadilah berudu yang bernapas dengan .... Lubang yang berfungsi sebagai jalan keluar masuknya udara pada serangga disebut .... Urutan masuknya udara dalam proses pernapasan dari luar ke dalam tubuh yang benar adalah .... Pada gambar diatas merupakan penderita penyakit .... Penderita bronkitis mempunya gejala mengalami demam dan menghasilkan lendir yang menyumbat tenggorokan. Hal ini mengakibatkan penderita mengalami .... Berikut ini yang bukan dampak kabut asap bagi kesehatan organ pernapasan adalah ..... Berikut pernyataan organ pencernaan manusia yang tidak tepat adalah .... Organ pernapasan manusia yang berguna unutk menyerap sari-sari makanan adalah ..... Organ pencernaan yang terdapat bakteri Escherichia coli untuk membantu proses pembusukan sisa makanan menjadi feses ditunjukkan oleh nomor ..... Enzim yang terdapat pada √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menamai” √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “mengurutkan” √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menganalisis” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “mengkorelasikan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menamai” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “memilih” √ √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “mengaitkan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menganalisis” Termasuk dalam tingkatan

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 organ lambung ang berfungsi untuk mengubah protein menjadi pepton adalah ..... 20 Berikut ini hal yang dapat mengganggu pencernaan pada tubuh manusia adalah .... Uraian 1 Alat gerak aktif manusia dan hewan adalah ..... 2 3 4 5 6 7 8 Contoh hewan vertebrata yang bergerak dengan sirio adalah ..... Otot yang menyusun organ tubuh pada gambar di atas adalah .... Kelainan pada tulang yang disebabkan adanya pengroposan tulang sehingga tubuh sudah tidak mampu lagi menyerap dan menggunakan kalsium secara normal dinamakan .... Meskipun kuat dan lentur, tulang-tulang bisa patah. Patahnya tulang yang disebabkan karena kecelakaan atau benturan dinamakan ..... Bagian alat pernapasan yang berfungsi sebagai tempat pertukaran oksgen dan karbondioksida disebut ..... Katak bernapas menggunkan .... Saat menghembuskan napas, otot diafragma akan relaksasi dan otot tulang rusuk mengendur. Udara yang dikeluarkan C1 dengan kata “menyebutkan” kerja √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menentukan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “mencontohkan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “memecahkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menamai” √ √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menamai” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menganalisis” √

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 9 10 11 12 13 14 15 saat membuang napas mengandung .... Virus H5N1 merupakan penyebab penyakit .... √ Menggunakan masker sata eluar rumah merupkan cara yang dilakukan untuk menjaga kesehatan organ .... Gambar : Sapi, burung, ayam, kambing, rusa dan bebek. Berdasarkan gambar di atas yang termasuk kelompok ruminansia ditunjukkan oleh nomor .... Saluran pernapasan yang dimulai dari rongga mulut – kerongkongan – tembolok – lambung – usus – anus dimiliki oleh hewan .... Tembolok pada burung berfungsi untuk .... √ Gerakan mendorong makanan di dalam kerongongan disebut .... Pola makan yang tidak benar dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan. Gangguan pencernaan yang menyerang organ lambung adalah .... √ Essay 1 Tulislah alat gerak hewan berikut beserta fungsinya! a. Kambing, alat gerak dan fungsinya b. Burung, alat gerak dan fugsinya c. Ikan, alat gerak Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “mengklasifikasikan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “menjelaskan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “mengkaitkan”

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 2 3 4 5 dan Sebutkan 3 contoh kelainan pada tulang manusia! Sebutkan nama organ pernapasan yang dimiliki hewan-hewan berikut! Sebutkan 2 contoh penyakit organ pernapasan pada manusia! Tuliskan 5 cara yang dapat kalian lakukan untuk menaga kesehatan organ pencernaan! √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “mencontohkan” Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “menyimpulkan” √ √ √ Analisis Soal PTS Bahasa Indonesia NO LOTS Uraian mata pelajaran Bahasa Indonesia 1 Tuliskan ide pokok paragraf √ kedua teks bacaan di atas! 2 3 4 5. Tuliskan kalimat utama paragraf ketiga teks bacaan di atas! Apa kandungan tulang normal pada manusia? 2 √ √ √ Mengapa jika kita menderita osteoporosis, saat melakukan aktivitas berat tubuh kita akan sakit? Tuliskan satu hal penting yang terdapat pada paragraf pertama! Pilihan ganda 1 Inti atau dasar permasalahan suatu disebut .... HOTS √ dari teks √ Ide pokok paragraf dapat kita temukan pada .... √ Keterangan Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menentukan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “mengutip” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menemukan” Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “menyimpulkan” Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “menyimpulkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 3 4 5 Perhatikan urutan berikut! 1) Menentukan ide pokok paragraf 2) Menuliskan ide pokok paragraf 3) Membaca teks dengan seksama 4) Menemkan kalimat utama Urutan penentuan ide pokok ang benar adalah.... (bacaan) Kalimat yang tidak sesuai dalam paragraf di atas adalah kalimat nomor .... (Bacaan) Kalimat utama paragraf diatas adalah .... “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “mengurutkan” √ √ √ 6 Ide pokok paragraf di atas adalah .... √ 7 Kalimat yang sesuai dengan paragaraf diatas adalah .... √ 8 Perhatikan langkah-langkah berikut! a. Membuat kalimat penjelas b. Merangkai menjadi cerpen c. Menentukan topik d. Membuat kalimat utama e. Menentukan ide pokok Langkah-langkah mnyusun cerpen dengan ide pokok yang benar adalah .... Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan cara melaukan sesuatu adalah .... 9 10 Debu yang terbawa angin √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menemukan” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menentukan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menyimpulkan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menyeleksi” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “mengurutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178 11 12 dapat menimbulkan iritasi pada mata. Arti kata iritasi adalah .... Taman kota menjadi tempat yang nyaman bagi pengunjung karena memiliki udara yang bersih. Kata tanya yang sesuai untuk jawaban di atas adalah .... (bacaan) Kalimat yang sesuai dengan paragraf di atas adalah .... √ √ 13 Kalimat yang sesuai dengan isi paragraf di atas adalah .... √ 14 (bacaan) Makna ata bergizi pada paragraf di atas adalah .... √ 15 Informasi penting yang terdapat dalam teks paragaraf di atas adalah .... √ 16 (bacaan) Kalimat tanya yang tepat untuk paragaraf kedua adalah .... Media cetak yang digunakan untuk menyampiakn iklan adalah .... Bahasa yang digunakan pada bahasa iklan bersifat .... √ 17 18 √ √ 19 Yang tidak termasuk syarat iklan yang baik adalah .... √ 20 Kata-kata pokok yang dibahas dalam sebuah iklan disebut .... √ tingkatan C4 dengan kata kerja “menemukan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menyimpulkan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menemukan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menyimpulkan” Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “menyimpulkan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menyimpulkan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menyimpulkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “mengidentifikasi” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan”

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 Uraian 1 Alimat utama dalam paragaraf dapat kita temukan pada ... atau ... paragaraf 2 Kalimat yang berisi informasi tambahan, alasan, atau sanggahan yang dapat mendukung kalimat utama disebut .... 3 Teks hasil pembicaraan seseorang atau hasil percakapan disebut .... 4 (bacaan) Kalimat utama paragaraf diatas adalah .... 5 (gambar) Ide pokok yang sesuai dengan gambar di atas adalah .... Ular termasuk hewan melata. Satu kalimat penjelas ang sesuai dengan kalimat utama di atas adalah .... Cara penyajian informasi dar teks bacaan ke dalam bentuk diagram tersebut .... 6 7 8 Kaa tanya mengapa untuk menanyakan hal tentang .... 9 Gurat sisi digunakan untuk mengetahui tekanan air di tempat ikan hidup. Kalimat tanya yang sesuai denga jawaban di atas adalah .... (bacaan) Informasi penting yang ada dalam paragaraf di atas adalah ..... Suatu pesan tentang 10 11 √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menemukan” Termasuk dalam tingkatan C6 dengan kata kerja “mengarang” Termasuk dalam tingkatan C6 dengan kata kerja “mengarang” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menyimpulkan” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “mengkaitkan” Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “menyimpulkan” Termasuk dalam

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 12 13 14 15 keunggulan suatu produk atau jasa yang dibuat seseorang atau perusahaan dan ditujukan pada masyarakat adalah .... Media elektronik yang digunkaan ntuk menyajikan pesan tentang keunggulan produk adalah .... Tata letak iklan akan menetukan menarik atau tidaknya sebuah iklan. Kata lain tata letak adalah .... (gambar iklan) Pesan yang disampaiakan dalam iklan di atas adalah .... (iklan) Iklan di atas tepat ditujukan kepada .... Essay 1 Buatlah kalimat pertanyaan dengan kata-kata berikut : a. Asap b. Kemarau c. Kabut 2 Buatlah sebuah iklan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Tema makanan bergizi b. Beri gambar yang menarik c. Tulis kata-kata yang menarik 3 (bacaan) Tentukan kalimat utama, ide pokok, serta kalimat penjelas dari paragaraf di atas! 4 (iklan layanan masyarakat) Jelaskan maksud dan sasaran iklan layanan masyarakat di atas! 5 Buatlah sebuah paragraf tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “membandingkan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “menyimpulkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menunjukkan” √ Termasuk dalam tingkatan C6 dengan kata kerja “membuat” √ Termasuk dalam tingkatan C6 dengan kata kerja “membuat” √ Termasuk tingkatan C4 kata “menentukan” √ Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “menyimpulkan” Termasuk dalam √ dalam dengan kerja

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 berdasarkan informasiinformasi penting berikut: tingkatan C6 dengan kata kerja “membuat” Analisis Soal PTS IPS NO Pilihan ganda mata pelajaran IPS 1 Gambaran atau tata letak dalam satu ruangan atau tempat disebut .... 2 Letak suatu daerah dilihat dari kenyataan dibumi atau posisi daerah pada bola bumi disebut .... 3 Garis imajiner yang membentang secara horizontal melingkar bumi disebut .... 4 Batas wilayah Indonesia sebelah barat adalah .... 5. Negara yang berbatasan langsung dengan Pulau Papua adalah .... 6 Keadaan suhu udara, tekanan udara, curah hujan, angin, dan sinar matahari, pada waktu pendek dan di tempat tertentu disebut .... 7 Danau Toba merupakan kenampakan alam yang erada di .... 8 Di bawah ini suku yang berasal dari Papua adalah .... 9 Di bawah ini yang termasuk fauna tipe yang ada di Indonesia tipe peralihan adalah .... 10 Luas wilayah perairan Indonesia lebih besar LOTS HOTS Keterangan √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ √ √ √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “mengkategorikan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 daripada luas dratanya, maka Indonesia disebut juga sebagai negara .... 11 Mengolah dan memanfaatkan berbagai macam mineral adalah usaha ekonomi di bidang .... 12 Kegiatan mengubah bahan mentah menjadi barang setengah jadi ataupun barang jadi merupakan kegiatan ekonomi di bidang .... 13 Di bawah ini yang termasuk usaha di bidang jasa kecuali .... 14 Usaha bersama yang modalnya berupa kumpulan saham di sebut 15 Kegiatan menyalurkan barang yang sudah jadi kepada konsumen di sebut .... 16 Koperasi merupakan usaha bersama yang di bentuk berdasarkan atas asas .... 17 Kegiatan memakai barang atau jasa adalah .... 18 Pedagang kaki lima merupakan contoh usaha ekonomi yang di kelola secara .... 19 Petugas kebersihan jalan merupakan pekerjaan di bidang .... 20 Cara menghargai petugas kebersihan adalah .... Uraian 1 Gambaran yang lebih luas dengan menggunakan skala “menyebutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menyesuaikan” √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menyesuaikan” √ Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “mengkategorikan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “mencontohkan” √ √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menyesuaikan” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menerapkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan”

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 tertentu mengenai suatu daerah disebut .... Suhu udara yang tinggi sepanjang tahun dengan rata-rata tidak kurang dari 180 derajat celcius merupakan ciri-ciri dari iklim .... Letak astronomis negara Indonesia adalah .... Sungai Kapuas adalah sungai terbesar di Indonesia yang berada di pulau .... Suku Batak berasal dari pulau .... Jumlah agama resmi yang diakui di Indonesia ada ..... Jumlah suku bangsa di Indonesia yang di klasifikasikan menjadi suku bangsa induk ada .... Pembuatan gerabah merupakan usaha di bidang .... Menjadi pemandu wisata merupakan usaha di bidang .... Sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai mata pencarian bercocok tanam, makan Indonesia mendapat julukan negara .... Perusahaan negara yang seluruh atau sebagian modalnya di miliki negara adalah .... Kegiatan menghasilkan barang untuk memenuhi kebutuhan di sebut √ Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “mencirikan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menghafal” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menghafal” √ √ √ √ √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menghafal” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menghafal” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menghafal” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menyesuaikan” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “menyesuaikan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menghafal” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan”

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 13 14 15 kegiatan .... Orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut .... Sesuatu yang harus di lakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya adalah .... Usaha memelihara binatang untuk diambil manfaatnya adalah usaha .... Essay 1 Tuliskan Indonesia geografis! 2 Gambarlah sekolahmu! 3 4 5 letak secara √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menghafal” √ √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “mengkaitkan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “menuliskan” Termasuk dalam tingkatan C6 dengan kata kerja “membuat” Termasuk dalam tingkatan C6 dengan kata kerja “membuat” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “menjabarkan” Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “menyimpulkan” denah √ Buatlah peta persebaran kepadatan penduduk di Indonesia! Jelaskan alur kegiatan ekonomi! √ √ √ Sebutkan cara 4 cara menghargai usaha ekonomi orang lain! Analisis Soal PTS Matematika NO Pilihan ganda Mata pelajaran matematika 1 Hasil dari 2 Hasil dari 3 Hasi dari 2 .... LOTS √ √ adalah √ HOTS Keterangan Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “menghitung” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “menghitung” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 4 Hasil dari .... 5. Hasil dari adalah √ √ 3 adalah .... 6 Hasil dari 7 Hasil dari 1 8 Jika 0,25 x 1 = n, mka nilai n adalah .... 9 Hasil dari 3,215 x 2,9 adalah .... 10 Hasl dari 25 % : 2 .... 11 Kakek mempunyai 2 petak sawah. Masing-masing Ha dan 2 Ha. Luas 1 sawah Kakek seluruhnya adalah .... Jika 5 –2 = n, maka nilai n adalah .... 12 13 14 adalah .... adalah .... adalah Gita mempunyai pia sepanjang 4 . Digunakan untuk menghias kado 2 . Berapakah panjnag pita Gita sekarang adalah .... Bu Ratna memiliki tepung √ √ √ √ √ √ √ “menghitung” Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C4 kata “memecahkan” √ Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C4 kata “memecahkan” √ Termasuk dalam dengan kerja dalam dengan kerja dalam dengan kerja dalam dengan kerja dalam dengan kerja dalam dengan kerja dalam dengan kerja dalam dengan kerja dalam dengan kerja dalam dengan kerja dalam

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 15 16 17 18 19 terigu 2 kg. Kemudian digunakan untuk membuat kue sebanyak 1 kg. Berapa sisa tepung terigu Bu Ratna? Kakek memetik buah jeruk sebanyak 56,7 kg. Kemudian jeruk tersebut di berikan ayah sebanyak 40 kg. Berapa kg sisa jeruk kakek? Pak Beni mempunyai tanah Ha. Tanah seluas 2 tersebut mau ditanami jagung, kedelai, kacang, dan ketela dengan luas yang sama. Berapa hektar luas tanah yang ditanami jagung? Pak Lasidi memanen kacang sebanyak 60,24 Kg. Kemudian kacang tersebut akan dimasukkan kedalam 12 karung. Berapa kg berat setiap karung kacang Pak Lasidi? Paman membeli minyak goreng sebanyak 20 liter. Lalu minyak tersebut akan dimasukkan kedalam beberapa botol plastik dengan ukuran 1,25 liter per botol. Berapa jumlah botol plastik yang diibutuhkan Paman? Desa Sumber Tirta mendapat bantuan air bersih sebanyak 16 tangki. Air tersebut akan dibagikan ke beberapa RT. Setiap RT akan mendapatkan air bersih sebanyak tangki. Berapa RT yang akan mendpatkan air bersih? tingkatan C4 dengan kata kerja “memecahkan” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “memecahkan” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “memecahkan” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “memecahkan” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “memecahkan” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “memecahkan”

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187 √ 20 Berlina membeli pita sebnayak 2 gulung pita jepang. Setiap gulung pita jepang tersebut panjangnya 12,5m. Seluruh pita jepang Berlina akan dibagikan kepada teman-teman Berlina. Setiap orang mendapatkan 1 m. Berapa banyak teman Berlina yang mendapatkan pita jepang? Uraian 1 Hasil dari + 1 adalah .... √ 2 Hasil dari 0,35 + .... √ 3 Hasil dari 1 - 4 Hasil dari 2,4 - 1 .... 5 Hasil dari 2 adalah .... 6 Jika x = n, maka nilai n adalah .... 7 Hasil dari 8 Perkalian pecahan 1 dan 3 adalah .... adalah .... - 1 : adalah adalah + adalah .... √ √ √ √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “memecahkan” Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” dalam dengan kerja dalam dengan kerja dalam dengan kerja dalam dengan kerja dalam dengan kerja dalam dengan kerja dalam dengan kerja dalam dengan kerja

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 9 Pembagian pecahan 2 1 dan adalah .... 10 Hasil dari 3 adalah .... 11 Andi mempunyai tali meter dan Ali sepanjang mempunyai tali sepanjang meter. Maka jumlah tali Andi dan Ali jika ditambah menjadi .... Yuanita mempunyai sebuah semangka, semangka tersebut akan dibagikan kepada 4 saudaranya dan 2 tetangganya dengan bagian yang sama. Berapa bagian semangka yang diterima setiap orang? Ayah menerima sebuah kue ulangtahun. Kue tersebut akan dibagi menjadi 8 potong. Jika kakak sudah memakan 2 potong kue. Berapa bagian kue ayah sekarang? Kakek mempunyai tanah berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 2 12 13 14 15 √ x : dm dan lebar 1 dm. Berapa luas tanah kakek? Paman membeli 5 gulung kabel listrik, setiap gulung panjangnya 5 m. Berapakah panjang kabel listrik Paman seluruhnya? Essay 1 Sebuah semangka milik Arto akan dibagikan kepada √ √ Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C2 kata “menghitung” Termasuk tingkatan C4 kata “memecahkan” dalam dengan kerja dalam dengan kerja dalam dengan kerja √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “memecahkan” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “memecahkan” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “memecahkan” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “memecahkan” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189 2 seluruh anggota kaluarga. Jika ayah mendapat seperlima bagian, ibu mendapat seperdelapan bagian, kakak mendapat seperempat bagian. Berapa bagian sisa semangka Arto? Nenek belanja di pasar 2 kata “memecahkan” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “memecahkan” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “memecahkan” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “memecahkan” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “memecahkan” kg telur, 3 kg kentang dan 3 4 5 tepung terigu. Berapakah berat belanjaan Nenek seluruhnya? Paman Gober membeli tepung 12 kg. Tepung tersebut akan dibungkus kedalam plastik kecil-kecil kg. Berapa berukuran banyak bungkus tepung yang dapat dibuat Paman Gober? Sebuah danau disekelilingnya akan dipasang lampu penerangan, jika keliling danau 2 km, dan jarak km. antara lampu Berapa banyak lampu yang dibutuhkan? Seorang pedagang beras membeli beras sebanyak 55 karung beras, setiap karung berisi 25 kg. Jika seluruh beras akan dikemas dalam kantong plastik dengan kg. Berapa ukuran 5 kantong plastik yang dibutuhkan pedagang tersebut? kerja

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190 Lampiran 22 Hasil Perghitungan Analisis Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester Diagram Hasil Analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran PPKn Hasil Analisis Soal Penilaian Soal PTS Pelajaran PPKn HOTS 12% LOTS 88% Berikut Tabel Hasil Analisis Soal Penilaian Tengah Semester pada Mata Pelajaran PPKn Nomor Soal HOTS Pilihan Uraian Essay Ganda 4 2 7 3 4 Nomor Soal LOTS Pilihan Uraian Essay Ganda 1 1 1 2 2 5 3 3 4 5 5 6 6 8 7 9 8 10 9 11 10 12 11 13 12 14 13 15 14 15 16 17 18 19

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191 0 2 20 20 3 13 2 Hasil Analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran PPKn Hasil prosentase pada soal PPKn menunjukkan 88% menunjukan soal masih mengacu kepada LOTS, sedangkan 12% soal sudah terdapat pada bagian HOTS dari jumlah soal 40, yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda, 15 soal uraian dan 5 essay. Terdapat soal HOTS 5 dan LOTS 35 soal. Hasil Diagram pada Mata Pelajaran IPA Hasil Analisis Penilaian PTS Mata Pelajaran IPA HOTS 27% LOTS 73% Diagram Hasil Analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPA Dari hasil diagram hasil prosentase untuk soal LOTS 73% dan HOTS 27% dari jumlah soal 40 yang terdapat 20 soal pilihan ganda, 15 soal uraian dan 5 soal essay. Soal yang HOTS 11 soal dan LOTS 29 soal. Berikut Tabel Hasil Analisis Soal Penelitian Tengah Semester Pada Mata Pelajaran IPA Nomor Soal HOTS Pilihan Uraian Essay Ganda 1 3 1 4 8 5 13 14 15 16 18 Nomor Soal LOTS Pilihan Uraian Essay Ganda 2 1 2 3 2 3 5 4 4 6 5 7 6 8 7 9 9 10 10

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192 7 2 11 12 17 19 20 13 2 11 12 13 14 15 13 3 Hasil Diagram pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Hasil Analisis Penilaian PTS Bahasa Indonesia LOTS 44% HOTS 56% Diagram Hasil Analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Bahasa Indonesia Dari hasil digram pada seluruh bentuk soal PTS Bahasa Indonesia diatas menunjukkan bahwa 44% LOTS dan 56% HOTS dengan jumlah soal 45. Bagian soal terdiri dari 5 soal uraian I, 20 soal pilihan ganda, 15 soal uraian II, 5 essay soal. Hasil menunjukkan soal LOTS 25 soal dan HOTS 20 soal.

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193 Berikut Tabel Hasil Analisis Soal Penelitian Tengah Semester pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Uraian 1 3 4 5 3 Nomor Soal HOTS Pilihan Uraian Ganda 2 4 1 6 2 7 3 10 4 11 8 12 13 13 14 14 15 16 10 7 Essay 1 2 3 4 5 5 Uraian 1 1 2 2 Nomor Soal LOTS Pilihan Uraian Ganda 2 1 5 2 6 3 7 5 9 8 10 9 11 17 12 18 15 19 20 10 8 Essay Hasil diagram pada mata pelajaran IPS Hasil Analisis Penilaian Soal PTS Pelajaran IPS HOTS 7% LOTS 93% Diagram Hasil Analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPS Dari hasil keseluruhan menunjukkan bahwa 93% LOTS dan 7% HOTS. Soal PTS terdiri dari 40 soal, 20 soal pilihan ganda, 15 soal uraian dan 5 soal essay. Hasil menunjukkan 3 soal HOTS dan 37 soal dalam LOTS.

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194 Berikut Tabel Hasil Analisis Soal Penelitian Tengah Semester pada Mata Pelajaran IPS Nomor Soal HOTS Pilihan Uraian Essay Ganda 2 3 5 3 Nomor Soal LOTS Pilihan Uraian Essay Ganda 1 1 1 2 2 4 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 8 8 9 9 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 15 16 17 18 19 20 20 15 2

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195 Hasil diagram pada mata pelajaran Matematika Hasil Analisis Penilaian Soal PTS Matematika LOTS 50% HOTS 50% Diagram Hasil Analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Matematika Dari hasil analisis keseluruhan pada soal Matematika terdapat 50% LOTS dan 50% HOTS. Terdapat 40 soal yang terdiri dari, 20 soal pilihan ganda, 15 soal uraian dan 5 soal essay. Jumlah soal yang termasuk dalam LOTS 20 soal dan HOTS 20 soal. Berikut Tabel Hasil Analisis Soal Penelitian Tengah Semester pada Mata Pelajaran Matematika Nomor Soal HOTS Pilihan Ganda 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 10 Nomor Soal LOTS Uraian Essay 11 12 13 14 15 1 2 3 4 5 5 5 Pilihan Ganda 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Uraian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196 RIWAYAT PENELITI Putri Nugraheni Wijayanti lahir pada tanggal 13 November 1997 di Karang Endah, Lampung Tengah. Merupakan anak keempat dari empat bersaudara dari pasangan Suwardi dan Muji Rahayu. Bertempat tinggal di desa Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Tamat SD pada tahun 2009 di SD Negeri 3 Karang Endah, kemudian menyelesaikan studi SMP pada tahun 2012 di SMP Negeri 5 Terbanggi Besar. Lulus SMA pada tahun 2015 di SMA Negeri 1 Seputih Mataram. Melanjutkan studi S1 pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar atau PGSD, Unversitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

(218)

Dokumen baru

Download (217 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS KETERAMPILAN DAN PROSES BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA DALAM PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN LKS INTERAKTIF
3
28
336
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA POWER POINT DAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DAN RITENSI MEMORI SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SD SWASTA RK NO.3 KOTA SIBOLGA.
0
3
30
PEMBELAJARAN TEMATIK PADA KELAS AWAL SEKOLAH DASAR (STUDI SITUS PEMBELAJARAN TEMATIK PADA KELAS AWAL SEKOLAH DASAR (STUDI SITUS SD IT IZZATUL ISLAM KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG).
0
1
14
KETERAMPILAN MENGEKSPLORASI LINGKUNGAN SISWA TUNANETRA DI SLB YPDP BANDUNG (STUDI KASUS TERHADAP ‘RG’ SALAH SATU SISWA TUNANETRA DI SLB YPDP BANDUNG).
0
4
39
STUDI KASUS TENTANG KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS V DI SALAH SATU SD SWASTA KOTA BANDUNG.
0
0
44
POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DAN POLA KUMAN PADA PASIEN SEPSIS DI SALAH SATU RUMAH SAKIT SWASTA DI KOTA BANDUNG.
0
0
2
ANALISIS KESULITAN GURU DALAM PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI KOTA YOGYAKARTA.
0
0
2
MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK MENUMBUHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD KELAS RENDAH terbit 2009 jurnal tp
0
0
12
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DI SMA
0
0
8
ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN PERGURUAN TINGGI SWASTA DI KOTA MEDAN (STUDI KASUS : STIM SUKMA MEDAN)
0
0
13
ANALISIS BIAYA JAMINAN PERSALINAN (JAMPERSAL) (STUDI KASUS PADA SALAH SATU BIDAN PRAKTEK SWASTA KOTA PADANG)
0
0
7
ANALISIS PENDAPATAN USAHA PERDAGANGAN INFORMAL (STUDI PADA USAHA PEDAGANG ANGKRINGAN DI KOTA YOGYAKARTA)
1
2
9
EVALUASI PENGGUNAAN SEDIAAN FARMASI INTRAVENA UNTUK PENYAKIT INFEKSI PADA SALAH SATU RUMAH SAKIT SWASTA DI KOTA BANDUNG
0
0
19
ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN PADA RUMAH SAKIT (STUDI KASUS DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
0
1
8
ANALISIS PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN KASUS OBSTETRI DAN GINEKOLOGI DI SALAH SATU RUMAH SAKIT UMUM SWASTA DI YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - ANALISIS PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN KASUS OBSTETRI DAN GINEKOLOGI DI SALAH SATU RUMAH SAKIT UMUM S
0
0
14
Show more