Efektivitas dan persepsi siswa dalam implementasi pendekatan understanding by design dalam pembelajaran fisika tentang pemantulan cahaya pada cermin lengkung di SMP Maria Assumpta Klaten - USD Repository

Gratis

0
0
200
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EFEKTIVITAS DAN PERSEPSI SISWA DALAM IMPLEMENTASI PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN DALAM PEMBELAJARAN FISIKA TENTANG PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN LENGKUNG DI SMP MARIA ASSUMPTA KLATEN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Oleh : Andreas Damar Kuncoro Aji 101424002 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EFEKTIVITAS DAN PERSEPSI SISWA DALAM IMPLEMENTASI PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN DALAM PEMBELAJARAN FISIKA TENTANG PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN LENGKUNG DI SMP MARIA ASSUMPTA KLATEN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Oleh : Andreas Damar Kuncoro Aji 101424002 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Maha karya ini penulis persembahkan kepada : Kau, yang masih membiarkanku bernafas hingga saat ini. Keluargaku, bapak dan ibuk khususnya serta kakak dan adik. Almamaterku, Universitas Sanata Dharma. “Dunia itu seluas langkah kaki Jelajahi dan jangan pernah takut melangkah, hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya”. -- seorang tokoh yang tak mau diberi nama. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 5 Agustus 2014 Penulis Andreas Damar Kuncoro Aji v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPERLUAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Andreas Damar Kuncoro Aji NIM : 101424002 Demi mengembangkan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan karya ilmiah saya yang berjudul: EFEKTIVITAS DAN PERSEPSI SISWA DALAM IMPLEMENTASI PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN DALAM PEMBELAJARAN FISIKA TENTANG PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN LENGKUNG DI SMP MARIA ASSUMPTA KLATEN Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap menyantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 5 Agustus 2014 Yang menyatakan Andreas Damar Kuncoro Aji vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Andreas Damar Kuncoro Aji. (2014). Efektivitas dan Persepsi Siswa dalam Implementasi Pendekatan Understanding By Design dalam Pembelajaran Fisika tentang Pemantulan Cahaya pada Cermin Lengkung di SMP Maria Assumpta Klaten. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini termasuk dalam jenis penilitian ekperimental yang bertujuan untuk mengetahui 1) efektivitas pendekatan Understanding by Design dalam hasil belajar dan keaktifan siswa tentang materi pemantulan cahaya pada cermin lengkung, dan 2) persepsi siswa terhadap pembelajaran fisika dengan pendekatan Understanding by Design di SMP Maria Assumpta Klaten. Subyek penelitian ini terdiri dari siswa kelas VIIIA sebanyak 23 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIIIC sebanyak 30 siswa sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini diawali dengan penyusunan instrumen pembelajaran, tes kemampuan awal, pelaksanaannya, observasi keaktifan siswa, tes evaluasi akhir, dan diakhiri penyebaran kuesioner persepsi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pendekatan UbD memiliki efektivitas dalam hasil belajar dan keaktifan siswa, hal ini ditunjukkan dengan nilai mean untuk kelas eksperimen (77,96) > nilai mean untuk kelas kontrol (67,93). t = 3,308. df = 51. p = 0,001 (p < 0,05); maka signifikan. Sedangkan dari pengamatan rata-rata keaktifan siswa sebesar 83%, termasuk dalam kriteria keaktifan yang sangat tinggi. 2) dari kuesioner diketahui persepsi siswa terhadap pendekatan UbD adalah sebesar 60,87% siswa memiliki persepsi yang sangat baik, dan 39,13% siswa memiliki persepsi yang baik. Item pernyataan (P7) dalam kuesioner paling banyak dipilih siswa, dan item pernyataan (P3) dalam kuesioner paling sedikit dipilih siswa. Kata kunci: pendekatan Understanding by Design, efektivitas pembelajaran, keaktifan siswa, persepsi siswa. vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Andreas Damar Kuncoro Aji. (2014). Effectiveness and Students’ Perception toward Implemntation Understanding by Design Approach in Physics Learning about Curve Mirror Reflection in SMP Maria Assumpta Klaten. Thesis. Yogyakarta: Physics Education Study Program, Sanata Dharma University. This research was an experimental research which aimed to know 1) Understanding by Design approach’s effectiveness toward students’ learning achievement and students’ participation on curve mirror reflection material, and 2) Students’ perception toward the use of Understanding by Design approach on Physics learning in SMP Maria Assumpta Klaten. The subject of this research consisted of 23 students of class VIII A as the experiment group and 30 students of class VIII C as the control group. This research was started by composing learning instruments, pre-test, implementation, observation on students’ participation, evaluation test, and ended by distributing questionnaire on students’ perception. The research result showed that 1) UbD approach was effective in students’ learning achievement and students’ activity, it was showed by mean score of the experiment class (77,96) >mean score of the control class (67,93). t = 3,308. Df = 51. p = 0,001 (p < 0,05); significant. While the observation on students’ participation showed 83% which was considered as high participation criterion. 2) The questionnaire showed that students’ perception toward UbD approach was 60,87% students had very good perception, and 39,13% students had good perception. Statement item (P7) in the questionnaire was the most chosen by the students, and statement item (P3) in the questionnaire was the least chosen by the students. Keywords: Understanding by Design approach, learning effectiveness, students’ participation. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat, rahmat dan kasihNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Efektivitas dan Persepsi Siswa dalam Implementasi Pendekatan Understanding By Design dalam Pembelajaran Fisika tentang Pemantulan Cahaya pada Cermin Lengkung di SMP Maria Assumpta Klaten”. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Proses penelitian ini dikerjakan bersama dalam sebuah kelompok yang terdiri dari 4 anggota, yaitu Andreas Damar, Dhita Ari , Ruth Trias dan Nadia Narulita. Perbedaan untuk setiap anggota terletak pada tempat pelaksanaan penelitian dan materi pembelajarannya. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, dukungan dan perhatian dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang secara langsung dan tidak langsung memberi bantuan dan dukungan terselesainya skripsi ini : 1. R. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma, sekaligus Dosen Pendamping Akademik, yang selalu memotivasi untuk segera menyelesaikan penyusunan skripsi. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D. selaku Dosen pembimbing, yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan dengan sabar memberikan bimbingan, saran serta semangat sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 3. Dr. Ign. Edi Santosa, M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika dan semua dosen penguji, atas semua saran dan masukan yang berguna demi penyempurnaan skripsi ini. 4. Segenap dosen dan staff Program Studi Pendidikan Fisika, JPMIPA, yang telah memberikan pengetahuan dan dukungan dalam menyelesaikan studi Strata 1 di Universitas Sanata Dharma. 5. Sr. Lidwina Suhartati, OSU selaku Kepala Sekolah SMP Maria Asumpta Klaten yang telah berkenan memberikan ijin dan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. 6. Stephanus Nunu D, S.Pd selaku guru fisika kelas VIII SMP Maria Asumpta Klaten yang berkenan membimbing, mendukung dan membantu selama peneliti melaksanakan penelitian. 7. Peserta didik kelas VIIIA dan kelas VIIIC SMP Maria Asumpta Klaten, atas kerjasamanya sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar. 8. Kedua orang tuaku serta kakak-adikku, atas segala bimbingan, dukungan, kasih sayang, dan doa yang tulus kepada penulis. 9. Maria Melani Ika Susanti yang selalu menasehati dan mengkoreksi kemajuan penyusunan skripsi sampai penyusunan skripsi selesai. 10. Kelompok UbD (Dhita, Ruth, Nadia), atas kebersamaan, kerjasama, bantuan, serta menjadi tempat berkeluh kesah selama penyusunan skripsi. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. Penghuni Rumah damai 15, atas kebersamaannya dan tempat curhat berkeluh kesah selama penyusunan skripsi. 12. Fransisca Romana Pertiwi yang selalu menyembunyikan keletihannya untuk menemani dan memberikan semangat. 13. Teman-teman Paguyuban FU10 (Pendidikan Fisika angkatan 2010) atas kebersamaan dalam suka dan suka. 14. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas segala bantuan, bimbingan, dan dukungannya. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Penulisan berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Yogyakarta, 17 Juli 2014 Penulis Andreas Damar Kuncoro Aji xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ......................................... v HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA............. vi ABSTRAK ......................................................................................................... vii ABSTRACT ...................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ....................................................................................... ix DAFTAR ISI ..................................................................................................... xii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xvi DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xix BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1 A. Latar Belakang Penelitian............................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................................... 5 D. Tujuan Penelitian .......................................................................................... 5 E. Manfaat Hasil Penelitian ................................................................................ 5 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................. 7 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI A. Pengertian Understanding By Design (UbD) .................................................. 7 B. Pengertian Backward Design........................................................................... 8 1. Tahap-tahap Merancang Backward Design ........................................…… 9 2. Bentuk desain Pendekatan UbD ................................................................ 13 C. Pengertian Pemahaman (understanding)......................................................... 14 D. Aspek-aspek Pemahaman .................................................................................... 17 E. Tiga Aspek Tujuan Pembelajaran ……………………………………………...... 20 F. Pembelajaran yang Kontruktivistik …………………………………………….... 22 G. Efektivitas dan Efisiensi Hasil Proses Pembelajaran …………………..…… 24 H. Persepsi Siswa ………………………….....……………………………….... 27 I. Pembelejaran pada Materi Pemantulan Cahaya pada Cermin Lengkung dengan Pendekatan Understanding by Design ………………………...……………..…. 28 J. Model RPP dengan Pendekatan Understanding by Design pada Materi Pemantulan Cahaya pada Cermin Lengkung ……………...…………………..... 33 1. Perbedaan dan Kekhasan Pendekatan UbD ………………………………..… 38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN .......................................................... 40 A. Jenis Penelitian .............................................................................................. 40 B. Populasi dan Sampel Penelitian....................................................................... 40 C. Setting Penelitian……………………………..................................................... 41 1. Tempat Penelitian ..................................................................................... 41 2 . Waktu Penelitian ...................................................................................... 41 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Desain Penelitian ........................................................................................... 41 E. Metode Penelitian ……………………………………………………………….. 42 1. Penyusunan Instrumen ……………………………………………………….. 42 2. Proses Pembelajaran …………………………………………………………. 42 3. Pengumpulan Data ………………………………………………………….... 43 F. Instrument Penelitian ………………………………………………………….… 44 1. Desain Proses Pembelajaran …………………………………………………. 44 2. Lembar Pengamatan Keaktifan Siswa ……………………………………….. 44 3. Tes Hasil Belajar …………………………………………………………..… 46 4. Kuesioner Persepsi Siswa ………………………………………………….… 47 G. Metode Analisis Data …………………………………………………………… 50 1. Efektivitas Pembelajaran ……………………………………………..…... 50 a) Efektivitas Hasil Belajar ............................................................. 50 b) Efektivitas Proses Pembelajaran (Keaktifan Siswa) …………..………. 53 2. Persepsi Siswa ……………………………………………………………….. 54 G. Validitas Instrument …………………………………………………….………. 56 H. Indikator Keberhasilan .................................................................................. 57 BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA............................................................ 58 A. Deskripsi Penelitian ……………….................................................................. 58 1. Penyusunan Instrumen ……………………………………………………….. 58 2. Pelaksanaan Pembelajaran dan Pengumpulan Data …………………………. xiv 59

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a) Dikelas Eksperimen ………………………………………………………. 59 b) Dikelas Kontrol ………………………………………...……………….... 63 3. Evaluasi Pembelajaran ……………………………………………………..… 64 B. Hasil Penelitian ………………………………………………………………..… 64 1. Efektivitas Hasil Belajar dan Peningkatan Pemahaman…….…..……….. 64 a) Nilai Pemahaman Awal (Pre-test) …………………………………...... 64 b) Nilai Evaluasi Akhir (Post-test) …………………………………...….. 67 c) Peningkatan Pemahaman dengan Pendekatan UbD ............................. 73 2. Efektivitas Proses Pembelajaran (Keaktifan Siswa) ……………………….… 74 3. Persepsi Siswa ……………………………………………………………….. 76 C. Pembahasan ……………………………………………………………………... 78 D. Keterbatasan Penelitian …………………………………………………………. 81 BAB V PENUTUP ……………………………………………..………………….. 83 A. Kesimpulan …………………………………..……………………………….… 83 B. Saran ……………………………………….………………………………….… 84 DAFTAR PUSTAKA ……………………………..………………………………. 86 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Bentuk desain Pendekatan UbD ......................................................... 13 Tabel 2.2 Perbedaan pengetahuan dan pemahaman ............................................ 14 Tabel 2.3 Sifat-sifat pembentukan bayangan pada cermin cekung berdasarkan 31 posisi benda ...................................................................................... Tabel 2.4 Kerangka desain pendekatan UbD ........................................................ 35 Tabel 3.1 Indikator keaktifan siswa dikelas ......................................................... 45 Tabel 3.2 Lembar pengamatan keaktifan belajar siswa ......................................... 45 Tabel 3.3 Kisi-kisi soal uraian evaluasi akhir dan soal pre-test ............................. 46 Tabel 3.4 Indikator aspek kuesioner persepsi siswa ............................................. 47 Tabel 3.5 Kuesioner persepsi siswa ................................................................... 48 Tabel 3.6 Pernyataan persepsi siswa terhadap pendekatan UbD ......................... 49 Tabel 3.7 Daftar nilai pre-test kelas eksperimen .................................................. 51 Tabel 3.8 Daftar nilai pre-test kelas kontrol ....................................................... 51 Tabel 3.9 Daftar nilai post-test kelas eksperimen .................................................. 51 Tabel 3.10 Daftar nilai post-test kelas kontrol ...................................................... 51 Tabel 3.11 Distribusi hasil nilai evaluasi akhir kelas eksperimen dengan kelas 52 kontrol ............................................................................................ Tabel 3.12 Kriteria Efektivitas keaktifan siswa ..................................................... xvi 54

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.13 Kriteria persepsi seluruh siswa terhadap pendekatan UbD ................... 55 Tabel 3.14 Pernyataan dalam kuesioner yang dipilih siswa ................................ 56 Tabel 4.1 Nilai pre-test untuk kelas eksperimen ................................................ 64 Tabel 4.2 Nilai pre-test untuk kelas kontrol ....................................................... 65 Tabel 4.3 Hasil analisis statistik perbandingan nilai pre-test kedua kelas ........... 66 Tabel 4.4 Nilai evaluasi akhir untuk kelas eksperimen ...................................... 67 Tabel 4.5 Nilai evaluasi akhir untuk kelas kontrol ............................................. 68 Tabel 4.6 Perbandingan nilai akhir evaluasi kedua kelas .................................... 70 Tabel 4.7 Hasil analisis statistik perbandingan nilai post-test kedua kelas .......... 71 Tabel 4.8 Hasil analisis statistik perbandingan nilai pre-test dan post-test kelas 73 eksperimen ............................................................................ Tabel 4.9 Hasil pengamatan keaktifan siswa di kelas ........................................... 74 Tabel 4.10 Data hasil kuesioner persepsi siswa ................................................... 76 Tabel 4.11 Persentase persepsi siswa berdasarkan kriteria ..................................... 77 Tabel 4.12 Rata-rata pilihan siswa pada item pernyataan kuesioner ................... 77 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 a) Pemantulan cahaya pada bola bagian dalam (cekung), b) Pemantulan cahaya pada bola bagian luar (cembung) .......... 28 Gambar 2.2 Bagian-bagian cermin lengkung ditunjukkan dengan lingkaran .... 29 Gambar 2.3 Jalannya sinar pembentukan bayangan pada cermin cekung ......... 30 Gambar 3.1 Desain penelitian ................................................................ 41 xviii

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A1. RPP dengan Pendekatan UbD ...................................................... 85 Lampiran A2. Lembar Kerja Siswa (LKS) .......................................................... 94 Lampiran A3. Lembar Observasi Keaktifan Belajar Siswa ................................. 103 Lampiran A4. Lembar Kuesioner Persepsi Siswa .............................................. 105 Lampiran A5. RPP Sekolah ................................................................................ 108 Lampiran A6. Soal Pemahaman Awal (Pre-test).................................................. 123 Lampiran A7. Soal Evaluasi Akhir (Post-test) ....................................................... 124 Lampiran A8. Rubrik Penilaian Pre-test dan Post-test..................................... 127 Lampiran B1. Hasil Pengisian Lembar Kerja Siswa (LKS) ................................. 133 Lampiran B2. Hasil Pengerjaan Soal Pre-test Kelas Eksperimen ........................ 145 Lampiran B3. Hasil Pengerjaan Soal Pre-test Kelas Kontrol ................................ 148 Lampiran B4. Hasil Pengerjaan Soal Post-test Kelas Eksperimen .......................... 151 Lampiran B5. Hasil Pengerjaan Soal Post-test Kelas Kontrol ............................. 157 Lampiran B6. Hasil Pengisian Lembar Kuesioner Persepsi Siswa ...................... 161 Lampiran B7. Hasil Observasi Keaktifan Belajar Siswa ....................................... 167 Lampiran B8. Hasil Analisis Kuesioner Persepsi Siswa ...................................... 168 Lampiran C1. Surat Permohonan Ijin Penelitian dari JPMIPA kepada Kepala 170 Sekolah........................................................................................ xix

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C2. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ......................... 171 Lampiran D1. Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian ............................................ 172 xx

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Fisika sebagai ilmu pasti alam dan penerapannya yang besar dalam masyarakat membuat konsep-konsep fisika menjadi sangat penting untuk diajarkan. Namun pada kenyataannya, prestasi belajar siswa pada mata pelajaran fisika masih sangat rendah dibanding mata pelajaran lain. Walaupun ada beberapa siswa yang mendapat nilai baik dalam pelajaran fisika, akan tetapi mereka tetap kebingungan saat dihadapkan pada persoalan yang berkaitan dengan fisika secara kontekstual. Sebuah pertanyaan muncul yakni “Mengapa hasil akhir dari sebuah proses pembelajaran fisika sering kali tidak optimal dan siswa cenderung cepat melupakan konsep fisika yang diajarkan?”. Hal ini dapat ditentukan oleh banyak faktor, antara lain kecenderungan guru yang kurang kreatif dan inovatif dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), atau guru hanya “sekedar mengajar” untuk menyampaikan semua materi tanpa tujuan yang jelas. Sementara itu siswa diposisikan sebagai obyek atau botol untuk menampung sejumlah informasi dari guru secara pasif dan hampirhampir tidak boleh bergerak, karena sebagian guru masih menganut falsafah “air sulit masuk ke dalam mulut botol yang bergerak“. Menurut Anita Lie (2004:19), mungkin tidak akan pernah ada pemenang hadiah-hadiah nobel dari Indonesia. Hal itu bisa terjadi jika guru 1

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 hanya mengajarkan hasil apa saja yang didapat dari fisika secara abstrak kepada siswa, sehingga siswa tidak mengetahui prinsip dan proses yang ada di dalam fisika. Sementara kita tahu bahwa tujuan pembelajaran fisika memiliki tiga aspek, yaitu membangun pengetahuan, proses dan sikap. Proses pembelajaran harus memberikan peluang kepada siswa untuk membangun ketrampilan melakukan proses sains dan sikap sains. Pengetahuan yang berupa konsep-konsep, harus dibangun melalui serangkaian proses sains tersebut (Kartika Budi, dalam Widya Dharma, Vol. 11, No. 2, April 2001). Kemampuan atau keterampilan melakukan proses dan sikap hanya dapat dibangun melalui pengalaman melakukan suatu proses yang berkesinambungan. Hal tersebut berarti siswa harus terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan yang relevan selama proses pembelajaran. Selama proses pembelajaran, siswa dituntut aktivitasnya untuk memperhatikan, mendengarkan, mendalami materi yang diberikan oleh guru dan dapat memberikan tanggapan berupa pertanyaan serta gagasan mereka. Adanya aktivitas yang dilakukan oleh siswa merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar. Proses belajar akan terjadi bila ada aktivitas belajar yang baik berupa interaksi dua arah dari siswa dan guru, karena belajar adalah suatu proses dan bukan sekedar hasil. Menurut Hamalik (2001:27), belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu yaitu memahami. Dengan demikian, perlu dicari berbagai strategi untuk

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran serta membuat siswa mencapai pemahaman yang baik. Untuk mencapai hasil pembelajaran sesuai yang diinginkan tersebut, maka Rencana Proses Pembelajaran (RPP) harus dibuat sedetail mungkin dan bukan hanya sebagai administrasi guru saja. Tujuan pembelajaran dalam RPP pun harus dibuat jelas dan tepat sasaran. Tujuan pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran dan evaluasinya. Akan tetapi realita yang terjadi dilapangan, RPP yang dibuat oleh guru sering tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya ketika mengajar, sehingga tujuan pembelajaran sering tidak sesuai dengan kegiatan pembelajaran dan evaluasinya. Lebih dari itu, RPP hanya dijadikan sebagai pelengkap admimistrasi sekolah saja. Sebuah pendekatan pembelajaran baru muncul yang disebut dengan pendekatan Understanding by Design (UbD). UbD adalah sebuah alat yang digunakan dalam perencanaan suatu pendidikan yang difokuskan pada “mengajar untuk pemahaman” (Wiggins dan McTIghe, 2005). Ubd juga diartikan sebagai suatu pendekatan dalam merancang suatu proses pembelajaran berdasarkan kesadaran bahwa tujuan proses pembelajaran adalah mencapai pemahaman (understanding). Dalam pendekatan ini, RPP dapat dirancang agar benar-benar dapat mencapai hasil yang diinginkan, dimana dalam merancang pembelajarannya berpedoman dengan backward design (desain mundur). Rancangan dengan desain mundur disini diartikan rancangan yang disusun dari belakang, yang dimulai dari menentukan hasil

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI akhir yang diinginkan, bukti penilaiannya dan 4 langkah-langkah pembelajaran untuk mencapi hasil tersebut. Langkah-langkah pembelajaran sendiri disusun secara kontekstual dan berpedoman pada prinsip WHERETO. Oleh karena itu, dengan pendekatan UbD diharapkan dapat membuat siswa terlibat aktif selama proses pembelajaran, sehingga aspekaspek pembelajaran dalam fisika dapat tercapai. Untuk menguji efektivitas pendekatan ini dapat dilihat dari hasil belajar evaluasi akhir siswa atau adanya peningkatan pemahaman siswa, seberapa besar keterlibatan siswa dalam pembelajaran serta bagaimana persepsi siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan UbD. Pengetahuan ini penting bagi guru maupun calon guru agar mereka dapat memilih dengan tepat strategi yang digunakan untuk melaksanakan proses pembelajaran. Berdasarkan latar belakang tersebut, timbullah keinginan penulis untuk meneliti tentang efektivitas penerapan pendekatan UbD dalam suatu proses pembelajaran. Atas dasar itulah penelitian ini penulis beri judul: Efektivitas dan Persepsi Siswa dalam Implementasi Pendekatan Understanding by Design dalam Pembelajaran Fisika tentang Pemantulan Cahaya pada Cermin Lengkung di SMP Maria Assumpta Klaten

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. 5 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas, masalah-masalah yang akan diteliti dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Sejauh mana efektivitas pendekatan Understanding by Design dalam hasil belajar dan keaktifan siswa tentang materi pemantulan cahaya pada cermin lengkung? 2. Bagaimana persepsi siswa terhadap pembelajaran fisika dengan pendekatan Understanding by Design di SMP Maria Assumpta Klaten? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut: 1. Mengetahui efektivitas pendekatan Understanding by Design dalam hasil belajar dan keaktifan siswa tentang materi pemantulan cahaya pada cermin lengkung. 2. Mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran fisika dengan pendekatan Understanding by Design di SMP Maria Assumpta Klaten. D. Manfaat Hasil Penelitian Dengan penelitian ini, diharapkan diperoleh manfaat bagi : 1. Bagi guru dan calon guru

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 6 Mendapatkan model rancangan perencanaan pembelajaran (RPP) yang lebih baik, sehingga semakin memperkaya penggunaan pendekatan pembelajaran. - Meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa dalam belajar fisika dengan penerapan pendekatan Understanding by Design. 2. Bagi siswa - Memberikan pengalaman belajar baru dengan pendekatan Understanding by Design. - Meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa dalam belajar fisika. 3. Bagi peneliti - Sarana untuk menerapkan pendekatan pembelajaran Understanding by Design dalam pembelajaran nyata di sekolah. - Mengetahui keefektivan model rancangan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran UbD.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Understanding By Design (UbD) Understanding by Design (UbD) adalah alat yang semakin populer bagi perencanaan pendidikan difokuskan pada "mengajar untuk memahami" (Wiggins dan McTighe, 2005). Pendekatan pembelajaran baru ini dikembangkan oleh Grant Wiggins dan Jay McTighe (2005) yang ditulis dalam bukunya yang berjudul Understanding by Design Expanded 2nd Edition. Menurut Wiggins dan McTighe (2005:7), Understanding by Design adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang meningkatkan pemahaman siswa secara mendalam dan keterlibatan siswa, desain pembelajaran ini berorientasi dari hasil belajar atau cara berpikir tentang pembelajaran, penilaian dan pengajaran yang menempatkan siswa ditengah proses pembelajaran. Dalam penyusunannya, pendekatan ini menggunakan sebuah desain mundur (backward design), dimana rancangan pembelajaran disusun dari belakang. Berawal dari menentukan hasil yang ingin dicapai, kemudian menentukan evaluasi dan langkah pembelajaran untuk mencapai hasil tersebut. Menurut Wikipedia, Understanding by Design juga diartikan sebagai sebuah piranti pembelajaran dalam penyusunan rancangan 7

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 perencanaan pembelajaran yang berfokus dan menekankan pada pemahaman siswa. Strategi ini dilakukan berdasarkan kesadaran bahwa tujuan proses pembelajaran adalah mencapai pemahaman (understanding). Menurut Ken Sanjaya (2010), Understanding by Design adalah sebuah teori untuk yang seharusnya dipakai dalam hal pembuatan kurikulum pendidikan. Teori ini cukup logis untuk diterapkan. Understanding by Design membantu kita untuk tahu secara pasti arah sebuah pendidikan. Selain itu, UbD juga membuat kita tetap pada tujuan dan tidak salah arah dalam pencapainnya. Bertolak dari definisi yang telah diutarakan di atas, secara umum Understanding by Design dapat diartikan sebagai suatu pendekatan dalam merancang suatu kurikulum pembelajaran yang disusun dengan desain mundur (backward design), dimana tujuan pendekatan ini adalah mencapai pemahaman siswa. B. Pengertian Backward Design Desain backward, juga disebut perencanaan mundur atau pemetaan mundur adalah sebuah proses yang digunakan pendidik untuk merancang suatu pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang spesifik. Desan backward dimulai dengan menentukan tujuan atau hasil akhir yang ingin dicapai. Desain backward membantu guru untuk membuat urutan rancangan proses pembelajaran, tugas, penilaian yang

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 berfokus pada tujuan (pembelajaran) daripada proses (pengajaran), sehingga siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran, atau benar-benar mencapai pemahaman. Menurut Arham Maulana, backward design adalah proses pembelajaran yang berfokus pada assessment. Assessment dilakukan pada awal kegiatan belajar lalu diikuti dengan aktifitas-aktifitas lainnya. Kemudian, Stephen R. Covey dalam Wiggins and McTighe (2005) menyatakan bahwa unsur utama UbD adalah backward design, dimana dalam penyusunan rancangan pembelajaran dimulai dengan tujuan yang ingin dicapai. Untuk mendesain yang baik, adalah dengan membuat perbedaan dan perbaikan. 1. Tahap-tahap merancang Backward design Menurut Wiggins dan McTighe (2005) dalam ASCD Book Understanding by Design, berikut ada tiga tahap dalam merancang backward design, yaitu: a) Identify desire result (Menentukan hasil yang diharapkan) Pada tahap pertama ini, guru perlu mempertimbangkan tujuan pembelajaran dengan melihat standar isi suatu daerah dan kurikulumnya, karena biasanya terdapat konten yang cukup untuk ditangani dalam waktu yang tersedia. Adapun aspekaspek yang yang terkandung pada tahap ini, antara lain:

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 1) Established Goals (Tujuan utama) Tujuan utama difokuskan dalam suatu kerangka yang lebih spesifik untuk dipakai dalam membingkai proses pembelajaran secara keseluruhan. Pertanyaan kunci: “Tujuan apa yang ingin dicapai dari suatu pembelajaran?” 2) Essential Questions (Pertanyaan utama) Dalam UbD, fokusnya adalah bagian yang dicapai dengan membingkai tujuan dalam hal “apa” (Wiggins dan McTighe, 2005:105). Pertanyaan utama harus dibuat secara nyata dengan kehidupan sehari-hari. Pertanyaan kunci: “Pertanyaan yang seperti apa yang akan memancing siswa berpikir mengarah kepada suatu ide pembelajaran?” 3) Understanding (Pemahaman) Pertanyaan kunci: “Ide-ide seperti apa yang akan membuat siswa paham? Apa yang mendukung proses memahami?” 4) Knowledge and Skill (Pengetahuan dan kemampuan) Pada akhirnya, pengajaran harus membekali peserta didik untuk dapat menggunakan atau mentransfer pembelajaran mereka. Pertanyaan kunci: “Apa yang harus siswa ketahui dan dapat dilakukan?”

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 b) Determine acceptable evidence (Menentukan bukti penilain) Pada tahap kedua, guru perlu menentukan bukti penilaian nyata, jika siswa telah mencapai suatu pemahaman. Untuk menguji hal tersebut maka bukti penilaian dapat dibuat dalam bentuk sebagai berikut: 1) Tugas Tugas meminta siswa untuk menerapkan dan mengarahkan pengetahuan mereka secara langsung sebagai alat untuk menilai pemahaman dan kemampuan siswa. 2) Bukti lain Bukti lain yang dapat merngukur pengetahuan, pemahaman dan kemampuan siswa seperti kuis, test, pengamatan, pekerjaan rumah. Siswa benar-benar dapat dikatakan memahami jika mereka telah mencapai pada enam aspek pemahaman. Akan tetapi dalam menentukan penilaian, keenam aspek pemahaman tidak harus semua ada dalam bukti penilaian. Pertanyaan kunci: Bagaimana kita akan tahu apakah siswa telah mencapai hasil yang diinginkan?

(33) 12 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c) Plan learning Experiences and Instruction (Menentukan instruksi dan rencana pembelajaran) Pada tahap ketiga, peran pokok guru adalah menciptakan situasi, menyediakan kemudahan, merancang kegiatan dan membimbing siswa agar mereka terlibat dalam proses pembelajaran secara berkesinambungan (Brooks, 1993:5, dalam Slamet, 2008:41). Dalam penyusunan kegiatan pembelajaran, digunakan prinsip dasar “WHERETO”, dimana mempunyai arti untuk mengarahkan siswa sebagai berikut: - W (Where is it : Membantu guru mengetahui dari mana pengetahuan siswa itu going) datang. - H (Hook the : Menarik perhatian siswa. student) - E (Explore and : Membekali dan membantu siswa equip) untuk berpikir tentang gagasan utama dari mengeksplorasi materi dan pengetahuan siswa. - R (Rethink and : Memberikan kesempatan siswa revise) untuk memikirkan kembali dan memperbaiki pemahamannya.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - E 13 (Exhibit and : Mengevaluasi pekerjaan siswa. evaluate) - T (Tailor to : Pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan, minat dan student) kemampuan siswa yang berbeda –beda. - O (Organize) : Melibatkan siswa secara optimal agar pembelajaran dapat berjalan efektif. 2. Bentuk desain Pendekatan UbD Menurut Wiggins and McTighe (2005:22), design dan template dalam Understanding by Design adalah sebagai berikut: Tabel 2.1 Bentuk desain Pendekatan UbD TAHAP 1 – HASIL YANG DIINGINKAN Tujuan utama (G) Pemahaman (U) Pertanyaan umum (Q) Siswa akan mengetahui (K) Siswa akan dapat (S) TAHAP 2 – BUKTI PENILAIAN Tugas (T) Bukti lain (OE) TAHAP 3 – PERENCANAAN PEMBELAJARAN Rencana pembelajaran (L)

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 C. Pengertian Pemahaman (understanding) Pemahaman merupakan terjemahan dari istilah understanding yang diartikan sebagai penyerapan arti suatu materi yang dipelajari. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, paham berarti mengerti dengan tepat. Untuk mencapai suatu pemahaman memang dibutuhkan proses yang tidak singkat karena pemahaman mencakup kemampuan untuk menangkap makna dan arti dari bahan yang dipelajari (W.S. Winkel, 1996: 245). Menurut Wiggins dan McTinghe (2005:37), pengertian pemahaman digolongkan menjadi beberapa macam, yaitu : 1. Pemahaman sebagai penyimpulan yang bermakna Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin sulit membedakan antara pengetahuan dan pemahaman sehingga kita kurang bisa menangkap seseorang tersebut tahu atau paham. Berikut adalah perbedaan antara pengetahuan dan pemahaman (Wiggins dan Mctighe, 2005:38): Tabel 2.2 Perbedaan pengetahuan dan pemahaman Pengetahuan Fakta Bagian dari fakta yang masuk akal Menuntut pembuktian Benar atau salah Pemahaman Arti dari fakta Teori yang mengandung arti yang masuk akal dari fakta itu Dapat salah dalam proses teori Permasalahan yang didapat dari sering nya pengalaman

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 John dewey (1933, dalam ASCD book, 2005:39), mengatakan bahwa memahami adalah hasil dari fakta untuk memperoleh manfaat bagi pelajar. Untuk memahami makna dari suatu hal peristiwa atau situasi adalah dengan melihatnya dalam hubungan dengan hal-hal lain. 2. Pemahaman sebagai transfer Pemahaman adalah tentang transfer, agar benar-benar dapat memahami maka diperlukan kemampuan untuk mentransfer apa yang telah kita pelajari untuk mengatasi situasi baru dan keadaan yang membingungkan. Pemahaman dapat dicapai apabila siswa dapat menerima pengetahuan dengan baik. Mengembangkan kemampuan untuk mentransfer belajar seseorang adalah kunci untuk pendidikan yang baik (Bransford, Brown, & Cocking, 2000, pp. 51ff, dalam ASCD book, 2005:40). Transfer dipengaruhi oleh sejauh mana orang belajar dengan pemahaman daripada hanya menghafal sejumlah fakta atau mengikuti seperangkat prosedur tetap. 3. Pemahaman sebagai kata benda Memahami suatu topik adalah kemampuan untuk menggunakan/ mengaplikasi pengetahuan/ ketrampilan dengan bijak dan efektif. Pengetahuan harus disampaikan tidak sebatas materi semata, harusnya dikaitkan dengan kehidupan nyata yang

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 dialami siswa. Konsep yang kuat akan membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien. 4. Bukti dari pemahaman. Bukti pemahaman siswa diperlukan guru untuk dapat mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tersebut. Bukti pemahaman disini melibatkan penilai kemampuan siswa untuk menggunakan menerapkannya pengetahuan secara mereka efektif secara secara optimal kontekstual. dan Siswa mengembangkan pemahaman fleksibel tentang kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana menggunakan pengetahuan mereka untuk menyelesaikan memecahkan masalah baru jika mereka belajar bagaimana untuk menghubungkan prinsip-prinsip dasar dan konsep latihan belajar. Bukti pemahaman mensyaratkan kita untuk memberikan tes dengan cara yang berbeda. Kita harus melihat bukti kemampuan siswa untuk membuat intisari pemahaman dan mengaplikasikannya dalam masalah yang diberikan, dalam tindakan yang sangat berbeda dari hanya melihat apakah mereka dapat mengingat dan menghubungkan prinsip-prinsip dasar yang diberikan.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 D. Aspek-aspek Pemahaman Bukti bahwa seseorang telah memahami adalah jika orang tersebut dapat mencapai enam aspek pemahaman sebagai berikut (Wiggins dan McTighe, 2005:82): 1. Menjelaskan (Explanation) Penjelasan merupakan sebuah pernyataan yang membuat sesuatu lebih dapat diterima dan dapat dipahami dengan cara mendeskripsikan situasi, dan struktur keadaan yang relevan. Penjelasan yang baik adalah penjelasan ynag mengandung unsur mengapa, apa dan bagaimana. Dalam pelajaran fisika, terkadang siswa hanya sekedar menghafal rumus tanpa memahami apa arti setiap simbol dalam rumus tersebut dan digunakan untuk apa rumus tersebut. Hal ini yang membuat pelajaran fisika menjadi terasa lebih sulit. Dengan demikian, disini siswa dituntut mampu menjelaskan dan memahami suatu rumus dengan baik. 2. Interpretasi (Interpretation) Menurut KBBI interpretasi merupakan pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoritis terhadap sesuatu. Interpretasi dijelaskan sebagai kemampuan menafsirkan yakni kemampuan untuk mengenal dan memahami sebuah ide. Menurut Subiyanto (1988:49) interpretasi merupakan kemampuan untuk memahami bahan atau ide yang direkam, diubah, atau disusun dalam bentuk lain

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 misalnya grafik, tabel, simbol, peta konsep. Siswa harus memiliki aktivitas dan penilaian yang meminta mereka untuk menginterpretasi. Siswa diharap mampu menginterprestasi suatu masalah yang dihadapinya, kemudian dari situ diperoleh hasil pemahaman. 3. Penerapan (Application) Aplikasi merupakan sebuah kemampuan untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh secara efektif pada situasi atau keadaan yang baru dan situasi yang beragam. Seorang professor fisika tidak dapat mendiagnosa dan memperbaiki lampu yang rusak, hal ini bukan merupakan aplikasi. Aplikasi adalah mencocokan pengetahuan dalam konteks. Dalam aplikasi, dibutuhkan tindakan bukan sekedar kata-kata. Disini guru diminta dapat menyesuaikan pengetahuan dengan konteksnya, serta memberikan aplikasi yang kontekstual dengan kehidupan sehari-hari siswa. 4. Perspektif Perspektif berkaitan dengan asumsi dan maksud dari pengetahuan secara tegas. Hal tersebut sering terlihat lewat kemampuan bertanya dengan perspektif dan ide yang berbeda, seseorang dapat membuat teori, cerita, dan aplikasi baru. Bruner (1996, dalam ASCD book, 2005:96) menyatakan bahwa “memahami sesuatu di satu jalan saja akan menghindarkan kita dari memahami hal tersebut dari sisi yang lain. Memahami

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 sesuatu disisi lain yang entah itu benar atau salah pada hal ini, itu malah membantu”. Pemahaman ini adalah untuk melihat suatu sudut pandang yang netral dan tidak memihak. Ketika siswa mempunyai perspektif, mereka mendapatkan menjauhkan diri dari teori seorang pemikir yang tidak teliti atau subyektif. 5. Empati (Empathy) Empati adalah kemampuan untuk dapat merasakan perasaan orang lain dan perasaan lingkungan sekitar. Ketika kita mencoba memahami orang lain, kelompok atau budaya, berarti kita berusaha untuk berempati. Hal itu tidak sesederhana sifat respon afektif atau simpati, tetapi bagaimana kita bisa lebih merasakan seperti yang orang lain rasa, untuk melihat seperti yang orang lain lihat. Empati berbeda dengan melihat perspektif. Dengan empati kita dapat melihat dari dalam pandangan diri orang lain, diibaratkan kita berjalan dengan sepatu yang lain. Empati sebagai jalan untuk pengetahuan. Empati adalah bentuk dari pengetahuan untuk memperoleh informasi lebih lanjut dari sesuatu yang baru, aneh, terlihat opini atau orang-orang yang tidak wajar dan artinya bagi mereka. Selain itu dengan empati kita akan mendapatkan pengalaman lebih banyak dalam belajar. 6. Pengetahuan Diri (Self Knowledge) Pemahaman diri sendiri adalah segi kunci dari pemahaman karena itu menuntut kesadaran bertanya kita jika ingin melihat dunia

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 dan menjadi lebih paham atau bisa melihat lebih baik diatas kita sendiri. Kelima aspek sebelumnya nantinya akan bersatu dan akhirnya menjadikan aspek terakhir yaitu pengetahuan diri ini menjadi lebih dari sebelumnya. E. Tiga Aspek Tujuan Pembelajaran Benyamin S.Bloom menyatakan terdapat tiga aspek/ranah tujuan pembelajaran, yaitu: ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Ketiga ranah tersebut juga sering disebut dengan taksnonomi Bloom. 1. Ranah Kognitif Ranah kognitif berisi perilaku-perilaku yang menekankan pada aspek intelektual seseorang, seperti pengetahuan, pengertian dan ketrampilan berpikir. Dalam ranah ini, dibagi menjadi beberapa tingkatan, sebagai berikut: a) Mengingat Kemampuan menyebutkan kembali suatu informasi yang tersimpan dalam ingatan. (Kata kunci: menghafal, menyebutkan kembali, menunjukkan). b) Memahami Kemampuan menerjemahkan, mendeskripsikan, menafsirkan, dan menjelaskan kembali apa yang telah diketahui atau baru saja. (Kata kunci: menjelaskan, mendeskripsikan, memberi contoh).

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c) 21 Menerapkan Kemampuan melakukan sesuatu dan mengaplikasikan konsep dalam situasi tertentu. (Kata kunci: menerapkan, menggambarkan, menggunakan, mendemostrasikan). d) Menganalisa Kemampuan memisahkan konsep ke dalam beberapa komponen dan menghubungkan satu sama lain untuk memperoleh pemahaman atau konsep yang utuh. (Kata kunci: menganalisa, memecahkan, mendiagnosa, menyeleksi). e) Mengevaluasi Kemampuan memberikan keputusan tentang sesuatu yang sudah ditetapkan menggunkan sudut pandang. (Kata kunci: menyimpulkan, membandingkan, memutuskan). f) Mencipta Kemampuan memadukan pengetahuan menjadi satu keutuhan dan membentuk hubungan kedalam situasi yang baru, (Kata membangun). kunci: menyusun, mengkreasikan,

(43) 22 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Ranah Afektif Ranah afektif berisi perilaku-perilaku yang menekankan tentang perasaan dan emosi seseorang seperti minat, sikap, pandangan. 3. Ranah Psikomotor Ranah psikomotor berisi perilaku-perilaku yang menekankan pada aspek ketrampilan motorik yang melibatkan fisik seseorang seperti, menulis, bereksperimen, merangkai. F. Pembelajaran yang Kontruktivistik Pembelajaran menekankan pada kegiatan atau keaktifan siswa, bukan kegiatan guru. Ukuran dan kualitas pembelajaran tidak terletak pada baiknya guru menerangkan, tetapi pada kualitas dan kuantitas belajar siswa, dalam arti seberapa banyak dan seberapa sering siswa terlibat secara aktif (Kartika Budi, dalam Slamet, et.al, 2008:41). Untuk mencapai pemahaman siswa yang baik, pembelajaran harus dibuat secara kontruktivistik, berlandaskan filsafat kontruktivisme, yaitu salah satu filsafat ilmu pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan seseorang merupakan hasil kontruksinya sendiri (Battercout, 1989 dan Mathews, 1994, dikutip oleh Paul Suparno, 1997:18). Hal ini berarti belajar harus merupakan proses yang berkesinambungan dan berkelanjutan dalam mengkontruksi

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 pengetahuan. Dalam pembelajaran yang kontruktivistik, yang terpenting bukan banyaknya pengetahuan yang siswa peroleh tetapi seberapa tinggi kualitas dan seberapa besar kuantitas siswa dalam proses pembelajaran (Brooks, 1993, dalam Slamet, et.al, 2008:42). Dalam pembelajaran yang kontruktivistik, diperlukan guru yang kontruktivis (Brooks, 1993:10-112, dikutip Kartika Budi dalam Widya Dharma No.1, Th. XI Oktober 2000:45), yaitu guru yang: 1. Selalu mendorong kemandirian siswa, 2. Menjadikan siswa sebagai problem solver bahkan harus ditingkatkan menjadi problem finder, 3. Menggunakan gejala alam untuk diabstraksi menjadi konsep, hukum, atau teori, 4. Lebih banyak menggunakan pertanyaan terbuka, 5. Sabar untuk tidak segera menyalahkan dan memberitahukan yang benar, 6. Menjadikan kondisi awal siswa sebagai entry point, 7. Membiasakan siswa untuk berdialog dalam kelompok, 8. Menciptakan kondisi yang dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa. Hal ini tentu sangat sejalan dengan pembelajaran dalam pendekatan UbD, dimana siswa benar-benar diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran fisika. Dengan demikian, aspek produk atau kognitif siswa dapat berkembang melalui konsep, prinsip, hukum atau

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 teori yang dikontruksi siswa secara mandiri selama proses pembelajaran. Kemudian aspek proses atau psikomotor siswa juga berkembang melalui kegiatan-kegiatan selama proses pembelajaran. Hal tersebut dapat dilihat ketika siswa terampil melakukan proses sains misalnya dalam percobaan, bagaimana siswa terampil merangkai dan menjalankan alat percobaan. Aspek sikap atau afektif, juga dapat dilihat perkembangannya selama proses pembelajaran lewat bagaimana siswa mampu bekerja sama dalam kelompok, mampu berdikusi dengan baik dalam kelompok selama proses pembelajaran. G. Efektivitas dan Efisiensi Hasil dan Proses Pembelajaran Menurut Davis (1981:22-23, dikutip dalam Slamet, 2008:43), efektivitas mengacu pada apa yang dikerjakan, sedangkan efisiensi mengacu pada cara mengajarnya. Suatu pembelajaran fisika disebut efektif jika apa yang dikerjakan benar, dan efisien bila cara mengajarnya benar. Dalam penelitian ini hanya dibatasi pada efektivitas pembelajaran. Efektivitas selain mengacu pada proses juga mengacu pada hasil, yaitu prestasi akademik yang dicapai siswa melalui tes. Sedangkan efektivitas proses mengacu pada seluruh kegiatan dalam selama pembelajaran, salah satu hal yang dapat diamati dalam hal ini adalah keaktifan siswa.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Menurut Davis, agar dapat mencapai hasil yang optimal maka proses pun harus disesuaikan, yaitu: 1. Ada kesesuaian antara proses dengan tujuan yang akan dicapai yang telah ditetapkan dalam kurikulum, 2. Cukup banyak tugas-tugas yang dievaluasi untuk mengetahui perkembangan siswa dan memperoleh umpan balik, 3. Lebih banyak tugas-tugas yang mendukung pencapaian tujuan, 4. Ada variase metode pembelajaran, 5. Pemantauan atau evaluasi perkembangan atau keberhasilan dilaksanakan secara berkesinambungan, 6. Memberi tanggung jawab yang lebih besar kepada siswa pada tugas yang dilakukannya. Keaktifan belajar siswa merupakan unsur dasar yang penting bagi keberhasilan proses pembelajaran. Keaktifan adalah kegiatan yang bersifat fisik maupun mental, yaitu berbuat dan berfikir sebagai suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan (Sardiman, 2001: 98). Keaktifan siswa dalam kegiatan belajar tidak lain adalah untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri. Mereka aktif membangun pemahaman atas persoalan atau segala sesuatu yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran. Salah satu penilaian proses pembelajaran adalah melihat sejauh mana keaktifan siswa dalam mengikuti proses

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 belajar mengajar. Nana Sudjana (2004: 61) menyatakan keaktifan siswa dapat dilihat dalam hal: 1. Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya; 2. Terlibat dalam pemecahan masalah; 3. Bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya; 4. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah; 5. Melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru; 6. Menilai kemampuan dirinya dan hasil–hasil yang diperolehnya; 7. Melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah yang sejenis; 8. Kesempatan menggunakan atau menerapkan apa yang diperoleh dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang dihadapinya. Selanjutnya peneliti mengacu efektivitas pada proses dan peningkatan pemahaman siswa yang dilihat dari hasil pemahaman awal siswa dengan evaluasi akhir pemahaman siswa. Sesuai tujuan penelitian, pembelajaran dengan pendekatan UbD adalah efektif jika dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran dan mereka berhasil mencapai hasil yang telah ditetapkan.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 H. Persepsi Siswa Persepsi siswa merupakan suatu proses pengamatan, pemaknaan dan penafsiran yang dilakukan oleh siswa terhadap suatu objek, sehingga siswa dapat memperoleh kesan dan pandangan, serta menanggapi objek tersebut. Schiffman dalam Veronika P. Srikamti (2008:16) menjelaskan aspek-aspek persepsi adalah sebagai berikut: 1. Kognisi Aspek ini meliputi bagaimana pandangan seseorang mengenai obyek sosial dan kejadian-kejadian yang dialaminya dalam lingkungan sosialnya. 2. Afeksi Aspek ini meliputi bagaimana perasaan seseorang terhadap obyek sosial dan kejadian-kejadian yang dialaminya dalam lingkungan sosial. Menurut Azwar dalam Suparyanto (2011), untuk mengukur persepsi dapat digunakan skala Likert. Skala Likert adalah suatu skala yang biasa digunakan untuk menghitung skala yang berkaitan dengan teori dan teknik dalam pengukuran pendidikan dan psikologis, mencakup pengukuran pengetahan, kemampuan, pandangan, sikap yang biasanya terdapat pada kuesioner.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 I. Pembelejaran pada materi Pemantulan Cahaya pada Cermin Lengkung dengan Pendekatan Understanding by Design Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali pristiwa-pristiwa yang berhubungan dengan konsep cermin lengkung, atau cermin cekung dan cembuing. Beberapa persoalan yang menyangkut konsep cermin lengkung tersebut kerap muncul dalam benak kita, misalnya: Mengapa reflektor lampu kendaraan dibuat berbentuk cekung? Mengapa ketika kita bercermin pada spion bayangan kita tampak lebih kecil? Bagaimana cara menentukan jarak fokus suatu cermin lengkung? Persoalan-persoalan tersebut dapat dijawab jika kita memahami konsep pemantulan cahaya pada cermin lengkung. Cermin lengkung adalah cermin yang permukaannya lengkung seperti permukaan bola. Cemin ini dibedakan atas cermin cekung (konkaf) dan cermin cembung (konveks). Pada gambar dibawah tampak sinar datang pada cermin cekung berhadapan dengan permukaan pantul yang bentuknya seperti permukaan dalam bola, sedangkan pada cermin cembung sinar datang berhadapan dengan permukaan pantul yang merupakan permukaan luar bola. Gambar 2.1 a) Pemantulan cahaya pada bola bagian dalam (cekung), b) Pemantulan cahaya pada bola bagian luar (cembung)

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Bagian-bagian cermin lengkung secara dua dimensi antara lain: Gambar 2.2 Bagian-bagian cermin lengkung ditunjukkan dengan lingkaran Keterangan gambar: SU : sumbu utama cermin; O : titik pusat cermin; F : titik fokus cermin (titik cahaya berkumpul menjadi satu); M : titik pusat kelengkungan cermin; R : jari-jari kelengkungan cermin (jarak dari titik pusat cermin ke titik pusat kelengkungan cermin dalam cm); f : jarak fokus (jarak dari titik pusat cermin titik fokus ke dalam cm). Cermin lengkung, baik itu cermin cekung atau cembung memiliki jarak fokus f yang besarnya setengah jari-jari kelengkungan cermin tersebut. Secara matematis dapat ditulis: f= 𝑹 𝟐 ............................. (1) dengan, f : jarak fokus (cm) R : jari-jari kelengkungan cermin (cm)

(51) 30 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Cermin Cekung Cermin cekung memiliki sifat mengumpulkan cahaya, sebagai contoh adalah pada reflektor lampu kendaraan yang dibuat cekung dengan tujuan cahaya yang terpantul dapat berkumpul pada satu tempat (titik fokus). Untuk melukiskan jalannya sinar pembentukan bayangan dan sifat bayangan oleh cermin cekung perlu mengikuti 3 sinar istimewa cermin cekung: a) Sinar yang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui fokus utama. b) Sinar yang melalui fokus utama akan dipantulkan sejajar sumbu utama. c) Sinar yang melalui pusat kelengkungan cermin akan dipantulkan melalui pusat kelengkungan itu lagi. Berikut contoh menggambar pembentukan bayangan, jika benda berada di ruang III : Gambar 2.3 Jalannya sinar pembentukan bayangan pada cermin cekung

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Sifat bayangan tergantung dimana letak benda didepan cermin, sebagai acuannya: Tabel 2.3 Sifat-sifat pembentukan bayangan pada cermin cekung berdasarkan posisi benda Posisi benda Antara O-F (Ruang 1) Tepat di F Antara F-R (Ruang 2) Tepat di R Dibelakang R (Ruang 3) Sifat bayangan Maya, tegak, diperbesar - (tak hingga) Nyata, terbalik, diperbesar Terbalik, sama besar Nyata, terbalik, diperkecil 2. Cermin Cembung Cermin cembung bersifat menyebarkan cahaya. Sebagai contoh adalah spion kendaraan yaang dibuat dengan cermin cembung agar bayangan yang terbentuk lebih kecil, sehingga daerah jangkauan menjadi lebih luas. Untuk melukiskan jalannya sinar pembentukan bayangan dan sifat bayangan oleh cermin cembung perlu mengikuti 3 sinar istimewa cermin cembung: a) Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seakan datang dari titik fokus. b) Sinar datang menuju titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama. c) Sinar datang menuju ke titik pusat lengkung dipantulkan kembali seakan datang dari titik pusat lengkung tersebut.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Karena titik fokus dan jari-jari kelengkungan ada dibelakang cermin, maka sifatnya adalah maya dan bernilai negatif. Dengan demikian, seberapa jauh benda dari depan cermin, sifat bayangannya hanya ada satu saja, yaitu: maya, tegak dan diperkecil. 3. Hubungan antara jarak benda, jarak banyangan dan jarak fokus Hubungan antara jarak benda (s), jarak bayangan (s’), dan jarak fokus (f) pada cermin lengkung, secara matematis dapat ditulis: ............................ (1 Untuk mencari jarak bayangan, maka kita perlu mengetahui nilai s dan f dengan cara mengukur panjangnya s dan f terlebih dahulu. Untuk mencari perbesaran bayangan (M), dapat diccari dengan membandingan variabel bayangan dengan benda. Bisa variabel tinggi (h), bisa juga variabel jarak (s). Untuk variabel bayangan biasanya disimbolkan dengan tanda aksen (‘). Secara matematis dirumuskan: ....................... (2

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 4. Pengaplikasian konsep cermin lengkung dalam kehidupan sehari-hari: a) Penggunaan konsep cermin cekung pada antena parabola Antena parabola dibuat cekung karena digunakan untuk menangkap sinyal. Seperti halnya pada cermin cekung, berkas cahaya akan menuju pada antena parabola (reflektor) kemudian dipantulkan menuju pada satu titik, dimana dititik tersebut diletakkan penangkap sinyal. b) Penggunaan konsep cermin cembung pada kaca spion kendaraan Spion kendaraan menggunakan cermin cembung karena akan menghasilkan sifat bayangan yang diperkecil, sedangkan jika cermin datar akan menghasilkan sifat bayangan yang sama besar. Oleh karena bayangan yang dihasilkan lebih kecil, jadi daerah jangkauan/tangkapan pada cermin cembung menjadi terlihat lebih luas pada spion jika dibanding dengan cermin datar. Sehingga akan menjadi lebih aman ketika berkendara. J. Model RPP dengan Pendekatan Understanding by Design pada Materi Pemantulan Cahaya Pada Cermin Lengkung Penelitian ini akan menerapkan rancangan pembelajaran dengan pendekatan Understanding by Design pada materi pemantulan cahaya untuk cermin lengkung. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya,

(55) 34 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI desain penyusunan rencana rancangan pembelajaran (RPP) menggunakan backward design, dimana hasil yang ingin dicapai harus ditentukan terlebih dahulu, selanjutnya diikuti dengan menentukan bukti penilaian dan menentukan langkah pembelajarannya dengan prinsip WHERETO. Untuk lebih jelasnya, adalah sebagi berikut: Ide utama : Mendeskripsikan konsep pemantulan cahaya pada cermin lengkung yang diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Tabel 2.4 Kerangka desain pendekatan UbD TAHAP 1 HASIL YANG DIINGINKAN Tujuan : - Siswa dapat menggunakan persamaan pada cermin lengkung. - Siswa dapat melukiskan pembentukan bayangan pada permantulan cermin lengkung serta menyimpulkan sifat bayangannya. - Siswa dapat mengaplikasikan konsep pemantulan cahaya pada cermin lengkung pada kehidupan sehari-hari. Pertanyaan utama : 1. Jenis cermin apa yang dipakai untuk spion kendaraan? Mengapa? 2. Mengapa antena parabola berbentuk lengkung (cekung)? 3. Mengapa kita dapat melihat acara di TV yang dipancarkan oleh stasiun TV pusat? Bagaimana hal itu bisa terjadi? Pemahaman : Melalui proses pembelajaran, siswa diharap akan memahami :

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 35 Cermin lengkung terdiri dari cermin cekung dan cembung, yang memiliki beberapa bagian, seperti jari-jari kelengkungan, fokus, pusat kelengkungan cermin dan sumbu utama. Cermin cekung akan memantulkan cahaya pada satu titik sedangkan cermin cembung akan memantulkan cahaya pada beberapa titik. - Untuk melukiskan pembentukan bayangan pada cermin cekung dan cembung dapat menggunakan sinar-sinar istimewa untuk masingmasing cermin. Kemudian menentukan sifat bayangan dari hasil pembentukan bayangan tersebut. - Untuk mencari nilai jarak bayangan (s’), tinggi bayangan (h’) dan perbesaran bayangan (M) dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan-persamaan pada cermin lengkung. Pengetahuan dan Keterampilan : Siswa akan mengetahui : - Cermin cekung memiliki sifat mengumpulkan sinar sedangkan cermin cembung menyebarkan sinar. - Tiga sinar istimewa untuk cermin cekung atau cembung digunakan untuk melukiskan pembentukan bayangan. - Sifat bayangan dapat diketahui melalui gambar pembentukan bayangan. - Penggunaan cermin cekung dan cembung dalam kehidupan seharihari. Siswa akan dapat : - Menjelaskan bagian-bagian dan sifat cermin lengkung. - Menggambar pembentukan bayangan pada cermin cekung dan cembung. - Mengidentifikasi sifat-sifat bayangan. - Menghitung dengan persamaan-persamaan dalam cermin lengkung.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 TAHAP 2 BUKTI PENILAIAN Tugas : Tugas untuk dikerjakan pada lembar kerja siswa : - Mengukur jarak fokus cermin cembung dan cermin cekung. - Menentukan jarak benda dan jarak bayangan, tinggi benda dan tinggi bayangan, kemudian menganalisis perbesaran bayangan dari hasil pemantulan cahaya tersebut. - Menggambar jalannya sinar pembentukan bayangan untuk masingmasing pemantulan pada cermin cembung dan cermin cekung. - Menulis kesimpulan dari hasil-hasil penemuan siswa. Bukti lain : - Soal latihan 1) Sebuah pensil yang tingginya 2 cm diletakkan tegak lurus pada sumbu utama cermin cekung yang jarak fokusnya 4 cm dan jarak pensil terhadap cermin 10 cm. Tentukan : a. Jarak bayangan. b. Perbesaran bayangan. c. Tinggi bayangan. d. Gambar pembentukan bayangannya. e. Sifat bayangan. 2) Sebuah benda setinggi 4 cm diletakkan 8 cm didepan cermin cembung yang jarak fokusnya 3 cm. Tentukan : a. Jarak bayangan. b. Perbesaran bayangan. c. Tinggi bayangan. d. Gambar pembentukan bayangan. e. Sifat bayangannya. - PR harian

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 1) Bagaimana pengaplikasian prinsip kerja cermin cekung pada pengumpul sinar matahari dari pembangkit listrik tenaga surya? Jelaskan! - Keaktifan siswa dikelas (lembar pengamatan keaktifan belajar siswa dikelas) TAHAP 3 RENCANA PEMBELAJARAN Rencana pembelajaran dibuat dengan menggunakan prinsip WHERETO, sebagai berikut: 1. W : Where is it (dari mana pengetahuan siswa datang) Siswa diberikan pengenalan awal tentang materi pemantulan cahaya pada cermin lengkung. 2. H : Hook the student (menarik perhatian siswa) Menghubungkan konsep pemantulan cahaya pada cermin lengkung untuk pristiwa sehari-hari. 3. E : Equip, Explore (melengkapi, eksplorasi pengetahuan siswa) Membekali siswa dengan konsep-konsep dalam materi kemudian mengeksplorasi pengetahuan siswa. 4. R : Rethink and Revise (berfikir ulang dan memperbaiki) Memberi kesempatan kepada siswa untuk memikirkan kembali dan memperbaikai pemahaman mereka melalui latihan-latihan soal. 5. E : Evaluate (evaluasi) Mengevaluasi pekerjaan siswa tersebut.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 6. T : Tailored (menyesuaikan minat siswa) Menyesuaikan pembelajaran dengan dengan kebutuhan, minat dan kemampuan siswa dengan berbagai media dan metode belajar. 7. O : Organize (melibatkan) Melibatkan siswa secara aktif agar tercipta pembelajaran yang efektif. RPP dengan pendekatan UbD dapat dilihat pada lampiran A1. 1. Perbedaan atau Keistimewaan pendekatan UbD Berdasarkan penjelasan-penjelasan sebelumnya maka dapat diketahui bahwa pendekatan UbD mempunyai keistimewaan bahwa pembelajaran UbD mengacu pada hasil akhir pemahaman siswa yang ingin dicapai. Selanjutnya dari hasil yang ingin dicapai tersebut dapat dibuat bukti penilaian bahwa siswa telah mencapai pemahaman yang diinginkan. Kemudian dalam penyusunan langkah pembelajaran harus dibuat secara kontekstual yang berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari agar hasil akhir yang diinginkan dicapai. Akan tetapi jika dibandingkan dengan RPP yang biasa digunakan di sekolah, RPP dengan pendekatan UbD ini mempunyai prinsip yang sama, dimana saling membuat siswa mencapai pemahaman. Penggunaan backward design dalam

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 menyusun rancangan pembelajaran juga berprinsip sama seperti pada rancangan pembelajaran sekolah pada umumnya (eksplorasi, elaborasi, konfirmasi). Kekhasan pendekatan UbD terletak pada penggunaan WHERETO pada langkah pembelajaran. Hal tersebut membuat alur pembelajaran menjadi lebih terstruktur dan lebih detail jika dibanding model pembelajaran yang lain. Pembelajaran dengan pendekatan UbD yang diterapkan pada materi pemantulan cahaya untuk cermin lengkung ini diyakini akan dapat dipahami lebih baik oleh siswa jika dibandingkan dengan pembelajaran di sekolah pada umumnya.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pendekatan Understanding by Design (UbD) dalam proses pembelajaran, maka penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen. Menurut Paul Suparno (2010:135-137), penelitian eksperimental mempunyai kelompok yang digunakan sebagai percobaan, yaitu kelompok yang menerima treatment. Penelitian eksperimental juga memiliki kelompok kontrol sebagai pembanding. Kelompok kontrol ini yaitu yang tidak menerima treatment. B. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Menurut Suparno (2010:9), populasi yaitu kumpulan pengukuran tentang orang, binatang, benda, kejadian, dll. yang dapat diidentifikasi. Populasi yang akan dijadikan sumber penelitian adalah siswa-siswi SMP Maria Assumpta Klaten, tahun ajaran 2014/2015. 2. Sampel Menunjuk pada suatu kelompok di mana informasi atau data didapat (Suparno, 2010:43). Sampel untuk penelitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu: kelas VIII A sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII C 40

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 sebagai kelas kontrol. Jumlah keseluruhan sampel dalam penelitian ini adalah 53 siswa. C. Setting penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP Maria Assumpta Klaten, yang terletak di Jalan Bali No 19 Klaten. 2. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015, pada tanggal 4 sampai 27 Maret 2014. D. Desain penelitian Desain penelitian Quasiexperimental ini adalah menggunakan Nonequivalent Control-Group Design, yaitu membandingkan dua kelompok yang berbeda diberi treatment berbeda dan diukur setelahnya. Gambar 3.1 Desain penelitian Keterangan : X1 : kelompok kelas eksperimen, dengan pre-test diawal dan diberi treatment khusus (pengajaran menggunakan Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) pendekatan UbD) dan dilihat hasilnya dengan post-test diakhir.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 X2 : kelompok kelas kontrol, dengan pre-test diawal dan diberi treatment umum (pengajaran menggunakan RPP sekolah) dan dilihat hasilnya dengan post-test diakhir. E. Metode penelitian Penlitian ini termasuk penelitian eksperimen, yang meliputi lima tahap, yaitu (1) penyusunan instrumen, (2) proses pembelajaran, (3) pengumpulan data, selanjutnya lebih detail pada instrumen yang digunakan kemudian cara analisis data, dan terakhir pembuatan laporan. 1. Penyusunan Instrumen Untuk kelas eksperimen, hal pertama yang dipersiapkan peneliti sebelum perlakuan adalah membuat instrumen pembelajaran. Instrumen tersebut terdiri dari soal pre-test untuk mengetahui pemahaman awal siswa, Rancangan Proses Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan pendekatan Understanding by Design, dan soal post-test sebagai evaluasi akhir. Sedangkan untuk kelas kontrol, instrumen pembelajaran berasal dari sekolahan, atau RPP yang biasanya guru gunakan untuk mengajar. 2. Proses pembelajaran Proses pemantulan pembelajaran, pembelajaran cahaya untuk pada kelas dilaksanakan cermin dengan lengkung. eksperimen pokok Dalam menggunakan bahasan pelaksanaan rancangan pembelajaran dengan pendekatan UbD sedangkan untuk kelas kontrol

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 menggunakan rancangan pembelajaran di sekolah pada umumnya. Untuk mengetahui apakah pengetahuan awal siswa kedua kelas sama atau berbeda, maka peneliti memberi pre-test. Setelah treatment selesai dilakukan, kedua kelas diadakan evaluasi akhir berupa post-test untuk mengetahui bagaimana pemahaman yang dicapai siswa. 3. Pengumpulan data Data yang diperlukan adalah data-data yang berkaitan dengan efektivitas pembelajaran, baik efektivitas proses pembelajaran (keaktifan siswa) dan efektivitas hasil pembelajaran (pemahaman siswa), serta persepsi siswa terhadap pendekatan UbD selama mengikuti pembelajaran. Data efektivitas proses pembelajaran dikumpulkan melalui pengamatan keaktifan siswa dikelas selama proses pembelajaran. Data efektivitas hasil dikumpulkan melalui tes hasil belajar, sebelum dan sesudah treatment. Sedangkan data yang berkaitan dengan persepsi dikumpulkan dengan kuesioner. Dalam peneliatian ini, peneliti tidak sendirian dalam merancang instrument, melaksanakan pembelajaran dan mengumpulkan data, peneliti dibantu oleh guru fisika sekolah SMP Maria Assumpta Klaten yaitu Bapak Stephanus Nunu. Dalam penelitian ini, peneliti menjadi pengajar sekaligus juga menjadi observer keaktifan siswa.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 F. Instrument Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto (2000:134), instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Instrumen penelitian ini terdiri dari (a) desain proses pembelajaran, (b) lembar pengamatan keaktifan siswa, (c) tes hasil belajar, dan (d) kuesioner persepsi siswa. 1. Desain proses pembelajaran Desain proses pembelajaran terdiri dari Rencana Proses Pembelajaran (RPP) dengan pendekatan Understanding by Design mengenai materi Pemantulan cahaya pada cermin lengkung dan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dapat memandu dan memudahkan siswa selama mengikuti proses pembelajaran, sehingga diharapkan dapat melibatkan siswa secara aktif. LKS dapat dilihat pada lampiran A2. 2. Lembar pengamatan keaktifan siswa Dalam penelitian ini, observasi dilakukan dengan cara mengamati keaktifan siswa selama mengikuti pembelajaran dengan pendekatan UbD. Berdasarkan RPP yang dibuat, maka untuk meneliti keaktifan dikelas, peneliti membuat pengatan dengan indikator keaktifan belajar berdasarkan aspek-aspek pemahaman dalam UbD, sebagai berikut:

(66) 45 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.1 Indikator keaktifan siswa dikelas Aspek Indikator Keaktifan Kode Menjelaskan Siswa mengungkapkan gagasan Siswa menyampaikan hasil percobaan 1 Interpretasi Siswa menyampaikan hasil percobaan 2 Siswa melakukan percobaan 1 Siswa melakukan percobaan 2 Siswa mengerjakan latihan soal 1 Aplikasi Siswa mengerjakan latihan soal 2 Siswa mengerjakan pekerjaan rumah Siswa mampu bekerja sama Empati dalam kelompok Sudut Siswa mengajukan pertanyaan pandang A Sub Kode A B1 B B2 C D C1 C2 D1 D2 D3 E E F F Berdasarkan indikator pengamatan diatas, maka dapat dibuat tabel pengamatan keaktifan belajar dikelas sebagai berikut: Tabel 3.2 Lembar pengamatan keaktifan belajar siswa Kode siswa Indikator keaktifan C D B A B 1 B 2 C 1 C 2 D 1 D 2 D 3 E F Total Persentase keaktifan 1 2 3 4 dst Rata-rata

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. 46 Tes hasil belajar Tes hasil belajar digunakan untuk mengetahui efektivitas pendekatan Understanding by Design dalam pembelajaran jika dibandingkan pembelajaran yang biasa digunakan di sekolah. Untuk mengetahui hal tersebut maka, pertama kedua kelas diberi pre-test untuk mengetahui pemahaman awal kedua kelas. Soal pre-test terdiri dari 5 soal uraian yang dibuat oleh peneliti. Selanjutnya, post-test sebagai evaluasi akhir akan diberikan pada setiap akhir treatment yang soalnya terdiri dari gabungan soal evaluasi dari guru dan dari peneliti. Soal evaluasi akhir terdiri dari 10 butir soal pilihan ganda dan 3 butir soal uraian yang mempunyai bobot soal yang sama seperti pre-test. Soal pilihan ganda dipilih guru supaya pada evaluasi akhir terdapat variasi bentuk soal, selain itu soal pilihan ganda dapat membantu siswa ketika mengerjakan soal uraian yang memiliki kesulitan lebih. Soal uraian sendiri dipilih karena lebih dapat digunakan untuk melihat pemahaman siswa. Soal uraian dirancang sesuai tujuan pembelajaran dengan kisi-kisi berikut: Tabel 3.3 Kisi-kisi soal uraian evaluasi akhir dan soal pre-test Tujuan Pembelajaran Menggunakan persamaan pada cermin lengkung untuk menyelesaikan masalah Nomor soal Evaluasi Pre-test akhir 1a, 1b, 1c, 2a, 2b 5 Aspek Pemahaman Menjelaskan, Penerapan

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tujuan Pembelajaran Melukiskan pembentukan bayangan pada beberapa kasus permantulan cermin lengkung serta menyimpulkan sifat bayangannya Mengaplikasikan konsep pemantulan cahaya pada cermin lengkung pada kehidupan sehari-hari 4. Nomor soal Evaluasi Pre-test akhir 1d, 2c, 2d 3 47 Aspek Pemahaman 4 Menjelaskan, Interpretasi, Penerapan 1, 2, 3 Menjelaskan, Interpretasi, Penerapan Kuesioner persepsi siswa Persepsi siswa dibatasi pada pernyataan senang atau tidak senang, setuju atau tidak setuju, mendukung atau tidak mendukung terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa dengan pendekatan UbD. selama mengikuti Untuk mengetahui bagaimana umpan balik siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan UbD, maka peneliti memberikan kuesioner diakhir pertemuan. Kuesioner terdiri dari 15 pernyataan tertutup, dimana dalam setiap butir pernyataannya terkandung aspek-aspek seperti pada tabel berikut : Tabel 3.4 Indikator aspek kuesioner persepsi siswa No 1 2 3 Aspek Sikap Rasa senang Perhatian Rasa tertarik Nomor Butir Kuesioner 15, 14, 13, 9 5, 6 3, 11 Jumlah 4 2 2

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 4 5 Aspek Sikap Nomor Butir Kuesioner Rasa ingin tau 2, 7, 8 Antusiasme/kemauan 1 ,4, 12, 10 48 Jumlah 3 4 15 Adapun kuesioner yang harus diisi oleh siswa adalah sebagai berikut: Tabel 3.5 Kuesioner persepsi siswa No Pernyataan 1 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya merasa antusias mengikuti pembelajaran ketika guru menyampaikan dengan beberapa media pembelajaran. Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, guru menyampaikan tujuan pembelajaran sehingga membuat saya mengerti apa yang akan dipelajari. Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, tugas yang diberikan guru membantu saya memahami dan mengingat kembali materi yang diberikan. Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya senang karena bekerja sama secara berkelompok. Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya lebih mengerti ketika guru membahas pekerjaan siswa dan menyimpulkan materi secara bersama-sama. Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya senang ketika guru ikut mengamati dan mengarahkan ketika kelompok sedang bereksperimen. Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya tertantang untuk berpendapat ketika guru memberi permasalahan terkait materi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, guru menjelaskan materi pembelajaran atau prosedur kerja dengan jelas sehingga saya lebih paham. Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya senang karena bisa menyelesaikan latihan soal yang diberikan guru dengan benar. 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Skor 2 3 4

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Pernyataan 10 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya lebih mengerti karena dapat mengamati dan mengaplikasikan materi pembelajaran secara langsung melalui eksperimen. Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, guru menyampaikannya dengan metode pembelajaran bervariasi sehingga saya tidak malas. Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya dapat mengambil kemampuan memecahkan masalah ketika guru memberikan persoalan. Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya senang karena dapat leluasa mengajukan pertanyaan kepada guru tentang materi yang belum jelas. Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya suka pembelajaran fisika yang hanya dilakukan di dalam kelas. Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya merasa puas mengikuti pembelajaran karena pembelajaran lebih melibatkan siswa sehingga saya lebih paham akan materi. 11 12 13 14 15 1 49 Skor 2 3 Keterangan pilihan siswa: 4 = Sangat Setuju 2 = Tidak Setuju 3 = Setuju 1 = Sangat Tidak Setuju Berdasarkan indikator tersebut, maka dapat dibuat tabel hasil jawaban siswa terhadap pendekatan UbD sebagai berikut: Tabel 3.6 Pernyataan persepsi siswa terhadap pendekatan UbD Kode siswa 1 2 3 4 Dst P1 P2 P3 P4 P5 P 6 ....... N Total 4

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 G. Metode Analisis Data 1. Efektivitas Pembelajaran a) Efektivitas Hasil Belajar Efektivitas hasil belajar dapat dilihat dari perbandingan hasil evaluasi akhir kedua kelas. Pre-test digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa kedua kelas. Soal pre-tet terdiri dari 5 soal uraian dan memiliki skor total soal adalah 70. Selanjutnya, untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa yang telah dicapai dari kedua kelas, maka dapat diukur melalui post-tets evaluasi akhir. Soal post-test terdiri dari 10 soal pilihan ganda dan 3 soal uraian. Skor total untuk soal pilihan ganda adalah 10, sedangkan skor total untuk soal uraian adalah 58. Skor total untuk keseluruhan soal adalah 68. Bobot soal post-test sama dengan soal pre-test. Kurang lengkapnya jawaban siswa dapat mengurangi skor setiap butir soal sesuai dengan rubrik penilaian pre-test. Rubrik penilaian dapat dilihat pada Lampiran A8. Berdasarkan ketentuan penskoran diatas, maka nilai masing-masing siswa dapat diperoleh sebagai berikut: Nilai siswa = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒 𝑕 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 x 100% Setelah dievaluasi maka peneliti membuat daftar nilai pre-test untuk kedua kelas sebagai berikut:

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Tabel 3.7 Daftar nilai pre-test kelas eksperimen Kode siswa Nilai 1 2 dst Tabel 3.8 Daftar nilai pre-test kelas kontrol Kode siswa 1 2 dst Nilai Setelah diberi treatment kedua kelas kemudian diberi post-test untuk mengetahui pencapaian pemahaman siswa. Kemudian setelah dievaluasi maka peneliti membuat daftar nilai post-test untuk kedua kelas sebagai berikut: Tabel 3.9 Daftar nilai post-test kelas eksperimen Kode siswa Skor setiap butir soal Pilihan Uraian Ganda 1-10 1 2 Jumlah skor Nilai 3 1 2 dst Tabel 3.10 Daftar nilai post-test kelas kontrol Kode siswa 1 2 dst Skor setiap butir soal Pilihan Uraian Ganda 1-10 1 2 Jumlah skor 3 Nilai

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Selanjutnya dari data nilai post-test yang diperoleh maka dapat dibuat tabel distribusi hasil nilai evaluasi akhir kelas eksperimen dengan kelas kontrol sebagai berikut: Tabel 3.11 Distribusi hasil nilai evaluasi akhir kelas eksperimen dengan kelas kontrol Kode Siswa 1 2 dst Kelas Eksperimen Nilai akhir Ketuntasan Kode siswa Kelas Kontrol Nilai akhir Ketuntasan 1 2 dst Pembelajaran dengan pendekatan UbD dikatakan efektif jika perbandingan hasil post-test evaluasi akhir kedua kelas berbeda secara signifikan serta terjadi peningkatan pemahaman pada kelas eksperimen. Untuk mengetahui tingkat keberbedaan kedua kelas tersebut, maka selanjutnya dianalisis dengan uji hipotetsis statistika, yaitu menggunakan uji-t kelompok independen dan uji-t kelompok dependen. Uji-t kelompok independen ini digunakan untuk membandingkan dua kelompok yang independen, untuk membandingkan akibat dua treatment yang dilakukan pada suatu penelitian (Suparno, 2010:80). Sedangkan uji-t kelompok dependen adalah untuk mengetahui satu kelompok yang diukur dua kali, misalnya pre-test dan post-test (Suparno, 2010:152). Agar hasil analisis lebih teliti maka dibantu dengan program SPSS. Dari hasil analisis dengan SPSS dapat diketahui nilai mean dan

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 probabilitas, untuk nilai mean pada kedua kelas yang paling tinggi berarti kelas tersebutlah yang siswanya memiliki pemahaman yang lebih baik. Sedangkan probabilitas P menunjukka adanya perbedaan signifikan untuk kedua kelas jika nilai probabilitas lebih kecil dari level signifikansi α atau p < α, dengan α = 0,05. Jika hasilnya signifikan maka dapat dikatakan pendekatan UbD memiliki efektivitas dalam hasil belajar dan dapat meningkatkan pemahaman siswa. b) Efektivitas Proses Pembelajaran (Keaktifan Siswa) Efektivitas proses pembelajaran digunakan untuk mengetahui sejauh mana siswa terlibat aktif selama proses pembelajaran dengan pendekatan UbD, sehingga untuk penilaian keaktifan hanya dilakukan di kelas eksperimen dan hanya dibandingkan dengan data keaktifan siswa sebelum menerima treatment yang diperoleh dari guru kelas. Keterlibatan siswa diamati dari kegiatan kelompok, misalnya: melakukan eksperimen, menyampaikan hasil eksperimen, dan kerja sama dalam kelompok. Selain itu juga dilihat dari kegiatan individu, misalnya: menjawab pertanyaan, mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, mengerjakan soal latihan, dan mengerjakan pekerjaan rumah. Setiap siswa melakukan satu kegiatan diberi skor 1, jika tidak melakukan kegiatan maka diberi skor 0. Dalam setiap pengamatan terdapat 10 item keaktifan siswa yang dijadikan pedoman penilaian,

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 sehingga skor maksimal keaktifan siswa adalah 10. Persentase keaktifan siswa diukur sebagai berikut: Persentase keaktifan = 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑙𝑎𝑘𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 𝑕𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 x 100% Efektivitas keterlibatan siswa dibatasi pada jumlah yang terlibat secara keseluruhan selama proses pembelajaran yang diklasifikasikan dengan kriteria sebagai berikut: Tabel 3.12 Kriteria Efektivitas keaktifan siswa Rata-rata keaktifan siswa (%) 81 – 100 61 – 80 41 – 60 21 – 40 1 – 20 Tingkat keaktifan Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah 2. Persepsi Siswa Bagaimana persepsi siswa terhadap pendekatan Understanding by Design yang digunakan dianalisis melalui dua tahap, yaitu (1) persepsi seluruh siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan UbD, dan (2) persepsi siswa terhadap suatu item pernyataan. Setiap butir pernyataan mempunyai skor tertinggi 4, sedangkan skor terendah pernyataan adalah 1. Dengan demikian diperoleh nilai totalnya adalah 60 dan nilai minimum 15. Besarnya skor persepsi siswa dihitung dengan menjumlahkan seluruh skor pada setiap item pernyataan.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Selanjutnya untuk mengolah data dalam bentuk persepsi tersebut maka diolah menggunakan skala Likert yang dimodifikasi menggunakan acuan dari buku Paul Suparno dan Djali dalam menentukan interval. Skala likert menggunakan empat macam kategori, dan menghilangkan kategori netral karena dianggap memiliki arti ganda yang tidak diharapkan dalam dalam instrumen. Menurut Djali (2008:28), untuk menentukan batas interval maka menentukan nilai median dan kuartilnya sebagai berikut: Nilai total pernyataan = 60 Nilai minimal = 15 Median = ( 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 + 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑎𝑙 ) 2 Kuartil 1 = ( 𝑚𝑒𝑑𝑖𝑎𝑛 +𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑎𝑙 ) Kuartil 2 = ( 𝑚𝑒𝑑𝑖𝑎𝑛 +𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 ) 2 2 = = = ( 60+15) 2 (37,5+15) 2 (37,5+60) 2 = 37,5 = 26,25 = 48,75 Dari hasil tersebut selanjutnya dibuat batas-batas interval untuk persepsi siswa, serta dari situ dapat diperoleh frekuensi persepsi siswa menurut kriteria persepsi sebagai berikut: Tabel 3.13 Kriteria persepsi seluruh siswa terhadap pendekatan UbD Interval 48,75 – 60 37,5 – 47,74 26,25 – 37,4 15 – 26,24 Kriteria Sangat baik Baik Buruk Sangat buruk f(x) Persentase Persepsi

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Setelah semua data terkumpul maka persepsi seluruh siswa dapat dimasukkan dalam kriteria persepsi. Dengan begitu persentase persepsi dapat dihitung dengan: Persentase persepsi = 𝑓𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑘𝑟𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 𝑕 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 𝑕 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 x 100% Sedangkan untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa pada item pernyataan tertentu, maka dianalisis dengan merata-rata setiap pernyataan kuesioner, dari hal tersebut dapat diperoleh hasil bagaimana pandangan persepsi siswa terhadap pernyataan tertentu yang ditunjukkan tabel berikut: Tabel 3.14 Pernyataan dalam kuesioner yang dipilih siswa No 1 2 3 Dst Pernyataan Kuesioner ∑ P1 ∑ P2 ∑ P3 Rata-rata Pilihan Siswa G. Validitas Instrumen Validitas dapat mengukur atau menentukan apakah suatu tes sungguh mengukur apa yang mau diukur, yaitu apakah sesuai dengan tujuan. Validitas menunjuk pada kesesuaian, penuh arti, bergunanya kesimpulan yang dibuat peneliti berdasarkan data yang dikumpulkan (Masidjo, 1995:243). Kesimpulannya valid bila sesuai dengan tujuan penelitian. Instrumen penelitian ini dikembangkan sendiri oleh penulis dengan bimbingan ahli

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 (expertjudgement) dalam hal ini adalah dosen pembimbing dan guru pendamping. Hal ini bertujuan agar validitas isi (content validity) instrumen dapat dipertanggungjawabkan. Hal lain untuk mempertanggungjawabkan instrumen penelitian adalah dengan membuat kisi-kisi yang benar. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis validitas isi. Validitas isi adalah suatu validitas yang menunjukkan sampai di mana isi suatu tes atau alat pengukur mencerminkan hal-hal yang mau diukur atau diteskan. H. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini ditandai dengan hasil belajar siswa dikelas eksperimen yang baik dibandingkan dengan kelas control serta adanya peningkatan pemahaman siswa. Selain itu indikator keberhasilan lain penelitian ini adalah jika siswa mampu mencapai nilai KKM yang ditetapkan yaitu 75. Kemudian indikator keberhasilan lain juga ditandai dengan peningkatan keaktifan dan persepsi siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan UbD.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Penelitian Pada tanggal 26 Februari 2014 peneliti datang ke SMP Maria Assumpta Klaten untuk mengajukan ijin penelitian. Setelah menjelaskan ide dan maksud serta keterlibatan guru dalam penelitian ini, akhirnya guru fisika kelas VIII sekolah tersebut bersedia membantu penelitian ini. Proses pengambilan data pada penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: (1) penyusunan instrumen pembelajaran, (2) pelaksaan pembelajaran, dan (3) evalusi pembelajaran. Menurut informasi guru, selama mengajar guru hanya menggunakan metode ceramah. Hal tersebut yang menurut guru menjadi salah satu faktor siswa pada kedua kelas kurang aktif selama proses pembelajaran. Kemauan siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan masih sangat rendah. Keterlibatan siswa yang sudah nampak adalah dalam hal mengerjakan soal atau pun mengerjakan tugas. 1. Penyusunan Instrumen Pada tahap penyusunan instrumen pembelajaran, peneliti dan guru membicarakan tentang materi apa yang akan digunakan dalam penelitian. Sebenarnya peneliti ingin melakukan penelitian pada pokok bahasan cahaya dan pemantulan pada cermin datar. Hal tersebut dipilih karena sebagian besar instrumen sudah dipersiapkan oleh peneliti dan tinggal dikonsultasikan ke guru. Oleh karena di 58

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 sekolah tersebut guru sudah memulai materi cahaya, akhirnya dipilih pokok bahasan pemantulan cahaya pada cermin cekung dan cermin cembung. Selanjutnya peneliti menyusun RPP untuk pokok bahasan tersebut dengan pendekatan UbD. Dalam penyusunan RPP ini, peneliti berkonsultasi dengan dosen pembimbing dan guru untuk menentukan bagaimana hasil akhir yang diinginkan yang meliputi tujuan utama, pemahaman yang dicapai siswa dan pertanyaan pokoknya. Hal selanjutnya adalah menentukan bukti pembelajaran dan langkah pembelajaran. Pada penyusunan langkah pembelajaran, peneliti sangat kebingungan karena langkah pembelajaran harus dibuat secara kontekstual yang mengandung unsur “WHERETO” dan harus berhubungan dengan Lembar Kerja Siswa (LKS). Setelah berkonsultasi dengan dosen pembimbing, akhirnya guru dan peneliti mulai menyusun LKS yang tepat dan berdasar dengan bukti evalusai. 2. Pelaksanaan Pembelajaran dan Pengumpulan data Pada tahap pelakasaan pembelajaran, penelitian dilaksanakan pada dua kelas, yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol. a) Dikelas eksperimen Peneltian berlangsung selama empat kali pertemuan (6 x 40 menit). Pertemuan pertama berlangsung pada tanggal 4 Maret 2014 pukul 12:10 WIB sampai 13.30 WIB, yang diselingi dengan pretest yang diikuti oleh 23 siswa. Pertemuan kedua

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 berlangsung pada tanggal 6 Maret 2014 pukul 08:20 WIB sampai 09:00 WIB. Kemudian ada jeda seminggu dari tanggal 10 sampai tanggal 17 untuk UTS. Pertemuan ketiga berlangsung pada tanggal 18 Maret 2014 pukul 12:10 WIB sampai 13.30 WIB. Pertemuan keempat berlangsung pada tanggal 20 Maret 2014 pukul 08:20 WIB sampai 09:00 WIB. Untuk kelas eksperimen, proses pembelajaran dilakukan di laboratorium. Metode yang digunakan adalah simulasi komputer, eksperimen dan diskusi kelompok. Pembelajaran dikelas VIIIA ini menggunakan panduan RPP dengan pendekatan Understanding by Design. Didalam kegiatan pembelajaran, berpedoman pada prinsip WHERETO seperti berikut:  W (Where it is) Pada tahap ini, peneliti mengetahui dari mana pemahaman siswa berasal dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, “Mengapa antena parabola bentuknya dibuat cekung?” lalu ketika sudah terjawab lanjut ke pertanyaan selanjutnya “Sebenarnya apa kegunaan alat penangkap sinyal yang terletak didepan cekungan antena? Apakah alat tersebut boleh digeser-geser dari kedudukan aslinya?” Siswa mengungkapkan terlihat antusias gagasannya menjawab walaupun dan jawabannya

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 salah. Selanjutnya kemampuan awal siswa dikelas ini ditentukan dengan diadakannya pretest.  H (Hook and Hold) Pada tahap ini, peneliti menarik perhatian siswa antara lain dengan menyajikan materi melalui simulasi komputer dengan Powerpoint. Lebih dari itu, peneliti melakukan percobaan dengan alat percobaan tentang pemantulan cahaya pada cermin cekung dan cembung. Siswa terlihat sangat antusias ketika mencoba alat percobaan tersebut.  E (Equip, Experience, Explore) Pada tahap ini, dengan panduan LKS yang disediakan, siswa dibimbing untuk mengungkapkan ide-idenya. Selanjutnya siswa dalam kelompok diminta menyampaikan hipotesa dan ide-idenya.  R (Rethink and Revise) Pada tahap ini, siswa diminta memikirkan kembali untuk memastikan apakah hipotesis mereka sama dengan hasil percobaanya. Selanjutnya jika masih tidak sesuai maka siswa dapat memperbaiki pemahaman mereka.  E (Evaluate) Pada tahap ini, peneliti mengevaluasi hasil percobaan siswa yang sebenarnya. Siswa juga diberi soal latihan

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 untuk menguji bagaimana pemahaman yang telah dicapainya. Siswa diberi kesempatan untuk menyampaiakn hasil jawabannya didepan kelas.  T (Tailored) Pada tahap ini, pembelajaran dibuat agar sesuai dengan kebutuhan, minat dan kemampuan siswa. Dengan demikian, peneliti memakai beberapa media untuk menyampaiakan materi agar sesuai dengan kebutuhan, minat dan kemampuan siswa yang berbeda-beda. Pembelajaran juga dibuat dalam kelompok, untuk melakukan diskusi dan bekerja sama. Namun pada tahap ini memang dirasa sulit untuk diwujudkan, karena peneliti kurang dapat menyesuaikan kebutuhan siswa yang beragam dalam waktu penilitian yang sangat singkat.  O (Organized) Pada tahap ini, peneliti melibatkan siswa secara aktif agar tercipta komunikasi dua arah. Siswa benar-benar diajak untuk berdiskusi, tanya jawab, mengungkapkan gagasan dan melakukan percobaan. Hal tersebut agar pembelajaran lebih efektif.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 b) Dikelas kontrol Penelitian berlangsung selama empat kali pertemuan (4x40 menit). Pertemuan pertama berlangsung pada tanggal 6 Maret 2014 pukul 09:15 WIB sampai 09:55 WIB, yang diselingi dengan pretest yang diikuti oleh 30 siswa.. Kemudian ada jeda seminggu dari tanggal 10-17 Maret 2014 untuk UTS. Pertemuan kedua berlangsung pada tanggal 19 Maret 2014 pukul 12:10 WIB sampai 12:50 WIB. Pertemuan ketiga berlangsung pada tanggal 20 Maret 2014 pukul 09:15 WIB sampai 09:55 WIB. Pertemuan keempat berlangsung pada tanggal 24 Maret 2014 pukul 07:40 WIB sampai 08:20 WIB. Untuk kelas kontrol, pembelajaran dilakukan dikelas dengan menggunakan RPP yang biasa guru gunakan ketika mengajar. Metode yang digunakan adalah simulasi komputer, ceramah aktif dan diskusi kelompok. Semua proses pembelajaran untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan oleh peneliti, dimana guru juga ikut membantu dan mengawasi dalam penelitian. Selain mengajar peneliti juga sekaligus mengamati keaktifan siswa dikelas. Sehingga selama proses pembelajaran berlangsung, dilakukan pencatatan keterlibatan siswa oleh peneliti dan dibantu juga oleh guru.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 3. Evaluasi Pembelajaran Pada tahap evaluasi pembelajaran, evaluasi dilaksanakan pada kedua kelas dalam bentuk post-test. Post-test dilakukan pada tanggal 27 Maret 2014. Untuk kelas eksperimen pada pukul 08:20 WIB sampai 09:00 WIB dan diikuti oleh 23 siswa. Untuk kelas kontrol, dilakukan pada pukul 09:15 WIB sampai 09:55 WIB dan diikuti oleh 30 siswa. B. Hasil Penelitian Sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pendekatan Understanding by Design dalam proses pembelajaran, maka diperoleh data sebagai berikut: 1. Efektivitas Hasil Belajar dan Peningkatan Pemahaman a) Nilai Pemahaman Awal (Pre-test) Data pre-test digunakan sebagai acuan bagaimana pemahaman awal siswa pada kelas eksperiemn dan kelas kontrol. Dari pre-test diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Kelas Eksperimen Tabel 4.1 Nilai pre-test untuk kelas eksperimen Kode siswa 1 2 3 Pretest 20 21 30 Kode siswa 13 14 15 Pretest 30 27 17

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode siswa 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Pretest 29 26 21 17 24 21 26 17 24 Kode siswa 16 17 18 19 20 21 22 23 65 Pretest 24 17 24 23 26 21 17 24 2) Kelas Kontrol Tabel 4.2 Nilai pre-test untuk kelas kontrol Kode siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Pretest 20 20 17 14 37 14 24 14 11 30 24 16 13 20 21 Kode siswa 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Pretest 34 21 27 20 11 27 21 23 23 23 30 29 17 17 39 Dari data nilai pre-test yang diperoleh, dapat dianalis dengan uji-t kelompok independen untuk mencari apakah

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 pemahaman awal dari kedua kelas berbeda atau tidak. Hasil analisis dengan uji-t adalah sebagai berikut: Tabel 4.3 Hasil analisis statistik perbandingan nilai pre-test kedua kelas Group Statistics Kelas Skor N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Eksperimen 23 22.87 4.192 .874 Kontrol 30 21.90 7.289 1.331 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference F Skor Sig. t Equal variances 4.855 .032 .569 assumed Equal variances not assumed .609 df Mean Sig. (2Std. Error Differen Lower Upper tailed) Difference ce 51 .572 .970 1.704 4.390 2.451 47.71 4 .545 .970 1.592 4.171 2.232 Dari analisis nilai pre-test dengan uji-t untuk kelompok independen diatas dapat diketahui bahwa: nilai mean untuk kelas eksperimen = 22,87 dan nilai mean untuk kelas kontrol = 21,90. Oleh karena nilai standar deviasi keduanya berbeda, maka untuk nilai probabilitasnya Sig. (2-tailed) memakai skor untuk Equal variances not assumed sebesar 0,545. Dari hasil tersebut dapat

(88) 67 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dicari nilai signifikansinya, jika probabilitasnya P kurang dari level signifikansi α maka siginifikan (P < α) dengan α=0,05. Dengan demikian dapat dikatakan jika nilai mean kedua kelas hampir sama, dengan tingkat keberbedaan 0,572 > 0,05 sehingga tidak signifikan. Dengan demikian, nilai pretest sebagai pemahaman awal dari kedua kelas tidak berbeda secara signifikan. b) Nilai Evaluasi Akhir (Post-test) Data nilai post-test digunakan sebagai evaluasi akhir bagaimana hasil pemahaman akhir yang telah dicapai siswa pada kelas eksperiemen dan kelas kontrol. Dari evaluasi akhir post-test diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Kelas eksperimen Berikut adalah rincian skor siswa pada evaluasi akhir untuk kelas eksperimen: Tabel 4.4 Nilai evaluasi akhir untuk kelas eksperimen Kode siswa 1 2 3 4 5 6 Skor setiap butir soal Pilihan Uraian Ganda 1 – 10 1 2 9 20 8 9 16 14 10 17 16 8 14 16 6 20 7 9 16 14 3 20 20 15 15 10 20 Jumlah skor Nilai 57 59 58 53 43 59 84 87 85 78 63 87

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode siswa 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Skor setiap butir soal Pilihan Uraian Ganda 1 – 10 1 2 10 17 11 8 9 11 8 16 14 10 18 16 8 8 16 9 16 14 10 20 11 9 20 10 9 10 3 9 17 14 10 17 11 10 20 8 9 17 15 10 17 17 8 20 9 10 19 9 10 18 16 3 15 20 15 20 20 15 10 15 15 5 15 15 5 20 15 10 20 68 Jumlah skor Nilai 53 48 53 64 52 54 51 54 37 45 53 53 46 64 52 48 64 78 71 78 94 76 79 75 79 54 66 78 78 68 94 76 71 94 2) Kelas kontrol Berikut adalah rincian skor evaluasi akhir siswa untuk kelas kontrol. Tabel 4.5 Nilai evaluasi akhir untuk kelas kontrol Kode siswa 1 2 3 4 5 Skor setiap butir soal Pilihan Uraian Ganda 1 – 10 1 2 8 13 11 7 18 11 8 12 10 8 13 11 7 18 11 3 10 10 10 10 20 Jumlah skor Nilai 42 46 40 42 56 62 68 59 62 82

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode siswa 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Skor setiap butir soal Pilihan Uraian Ganda 1 – 10 1 2 7 18 10 7 12 9 9 18 17 10 19 8 7 16 8 9 11 10 9 17 17 9 18 12 8 20 9 7 10 10 8 20 10 8 17 10 7 20 11 8 20 8 7 20 11 7 18 11 7 10 10 7 15 11 8 18 2 8 20 7 8 12 12 8 14 10 7 15 9 10 19 12 7 19 13 3 15 10 5 15 10 15 5 15 10 5 15 10 20 10 20 20 5 10 10 5 5 10 5 15 20 69 Jumlah skor Nilai 50 38 49 52 41 45 48 54 47 32 53 45 58 46 58 56 32 43 38 40 37 42 36 56 59 75 56 72 76 60 66 71 79 69 47 78 66 85 68 85 82 47 63 56 59 54 62 53 82 87 Berdasarkan nilai evaluasi akhir dari kedua kelas diatas, maka untuk mempermudah menganalisis hasil nilai ketuntasannya dapat dibuat tabel sebagai berikut:

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Tabel 4.6 Perbandingan nilai akhir evaluasi kedua kelas Kode siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Kelas Eksperimen Nilai Ketuntasan akhir 84 Tuntas 87 Tuntas 85 Tuntas 78 Tuntas 63 Tidak Tuntas 87 Tuntas 78 Tuntas 71 Tidak Tuntas 78 Tuntas 94 Tuntas 76 Tuntas 79 Tuntas 75 Tuntas 79 Tuntas 54 Tidak Tuntas 66 Tidak Tuntas 78 Tuntas 78 Tuntas 68 Tidak Tuntas 94 Tuntas 76 Tuntas 71 Tidak Tuntas 94 Tuntas Kode siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Kelas Kontrol Nilai Ketuntasan akhir 62 Tidak Tuntas 68 Tidak Tuntas 59 Tidak Tuntas 62 Tidak Tuntas 82 Tuntas 75 Tuntas 56 Tidak Tuntas 75 Tuntas 76 Tuntas 60 Tidak Tuntas 66 Tidak Tuntas 75 Tuntas 79 Tuntas 69 Tidak Tuntas 47 Tidak Tuntas 78 Tuntas 66 Tidak Tuntas 85 Tuntas 68 Tidak Tuntas 85 Tuntas 82 Tuntas 47 Tidak Tuntas 63 Tidak Tuntas 56 Tidak Tuntas 59 Tidak Tuntas 54 Tidak Tuntas 62 Tidak Tuntas 53 Tidak Tuntas 82 Tuntas 87 Tuntas Dari data nilai post-test yang diperoleh, dapat dianalis dengan uji-t kelompok independen untuk mencari apakah

(92) 71 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pemahaman akhir siswa dari kedua kelas berbeda atau tidak. Hasil analisis dengan uji-t kelompok independen adalah sebagai berikut: Tabel 4.7 Hasil analisis statistik perbandingan nilai posttest kedua kelas Group Statistics Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Eksperimen 23 77.96 9.947 2.074 Kontrol 30 67.93 11.623 2.122 Skor Independent Samples Test Levene's Test for t-test for Equality of Means Equality of Variances 95% Confidence Interval of the Difference F Skor Sig. t df Std. Sig. Mean (2- Differen tailed) ce .002 10.023 3.030 3.941 .001 10.023 2.967 4.064 Error Differen Lower Upper ce Equal variances 2.361 .131 3.308 51 assumed 16.10 6 Equal variances not assumed 3.378 50.32 8 15.98 2

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Dari analisis nilai post-test dengan uji-t untuk kelompok independen diatas dapat diketahui bahwa: nilai mean untuk kelas eksperimen = 77,96 dan nilai mean untuk kelas kontrol = 67,93. Oleh karena nilai standar deviasi keduanya berbeda, maka untuk nilai probabilitasnya Sig. (2-tailed) memakai skor untuk Equal variances not assumed sebesar 0,001. Dari hasil tersebut dapat dicari nilai signifikansinya, jika probabilitasnya P kurang dari level signifikansi α maka siginifikan (P < α) dengan α=0,05 Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa nilai mean untuk kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol, sehingga dapat dikatakan jika pemahaman siswa untuk kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Dari hasil analisis tersebut juga diketahui tingkat keberbedaannya dengan 0,001<0,05, hal ini menunjukkan jika nilai mean kedua kelas berbeda secara signifikan. Dengan demikian, pemahaman siswa untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda, dimana pemahaman siswa untuk siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Dari tabel perbandingan nilai akhir evaluasi kedua kelas, dapat dilihat bahwa untuk kelas eksperimen terdapat 17 dari 23 siswa memiliki nilai lebih dari atau sama dengan 75, yang berarti tuntas memenuhi KKM (73,91% siswa kelas eksperimen tuntas). Sedangkan untuk kelas kontrol terdapat 12 dari 30 siswa yang tuntas memenuhi KKM (40% siswa kelas kontrol tuntas). Dengan

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 demikian, pembelajaran di kelas eksperimen dengan pendekatan UbD memiliki efektivitas hasil belajar yang lebih baik daripada kelas kontrol, karena persentasi siswa yang dapat mencapai KKM lebih banyak di kelas eksperimen. c) Peningkatan Pemahaman dengan Pendekatan UbD Berdasarkan data yang diperoleh, untuk mengetahui seberapa besar efektivitas pendekatan UbD dalam meningkatkan pemahaman siswa maka dapat diukur dengan menggunakan analisis uji-t kelompok dependen. Hal itu dilakukan dengan membandingkan nilai pre-test dan nilai post-test untuk kelas eksperimen untuk mengetahui tingkat signifikansinya. Hasil analisis dengan uji-t kelompok dependen adalah sebagai berikut: Tabel 4.7 Hasil analisis statistik perbandingan nilai pre-test dan post-test kelas eksperimen Paired Samples Statistics Nilai Mean N Std. Deviation Std. Error Mean pretest 22.87 23 4.192 .874 posttest 77.96 23 9.947 2.074

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Std. t Std. Error Interval of the Mean Deviati Difference Mean on Lower Upper Nilai pretest posttest -55.09 9.784 2.040 df -59.32 -50.86 -27.003 22 Sig. (2tailed) .000 Berdasarkan tabel diatas, diperoleh hasil bahwa nilai mean pretest = 22,87 dan mean post-test = 77,96. Dengan demikian, dapat diketahui jika mean post-test > mean pre-test, maka telah terjadi peningkatan hasil belajar. Kemudian dari tabel diatas juga diperoleh nilai t = -27,003, P = 0,000 < 0,05, maka signifikan. Artinya ada perbedaan antara mean pre-test dan mean post-test atau dapat dikatakan bahwa pendekatan UbD memiliki efektivitas dalam meningkatan hasil belajar siswa. 2. Efektivitas Proses Pembelajaran (Keaktifan Siswa) Dari hasil pengamatan keaktifan siswa selama mengikuti proses pembelajaran dengan pendekatan UbD, diperoleh data sebagai berikut: Tabel 4.8 Hasil pengamatan keaktifan siswa di kelas Kode siswa A 1 2 √ √ B B1 √ √ B2 √ √ Indikator Keaktifan C D C1 C2 D1 D2 √ √ √ √ √ √ √ √ D3 √ √ E F √ √ - Total % keaktifan 9 9 90 90

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode siswa 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 A √ √ √ √ √ √ √ √ √ B B1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ B2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Indikator Keaktifan C D C1 C2 D1 D2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Rata-rata D3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ E F √ √ - √ √ √ √ √ - √ √ √ √ - √ √ √ - √ √ √ √ √ √ √ √ √ - - √ √ √ √ Total 75 % keaktifan 8 8 6 9 9 8 8 10 9 7 7 9 6 7 9 9 7 10 8 8 10 Dari analisis pengamatan keaktifan belajar dikelas diatas, diperoleh rata-rata keaktifan belajar untuk kelas eksperimen adalah sebesar 83%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa untuk kelas yang diajar dengan pendekatan UbD memiliki keaktifan belajar dikelas yang sangat tinggi. 80 80 60 90 90 80 80 100 90 70 70 90 60 70 90 90 70 100 80 80 100 83

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 3. Persepsi Siswa Untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan UbD, maka diakhir pertemuan diberikan kuesioner persepsi siwa yang mesti diisi. Dari kuesioner tersebut diperoleh data sebagai berikut: Tabel 4.9 Data hasil kuesioner persepsi siswa Kode siswa P 1 P 2 P 3 P 4 P 5 P 6 P 7 P 8 P 9 P 10 P 11 P 12 P 13 P 14 P 15 Total 1 3 3 3 2 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 4 3 4 2 3 2 3 3 3 3 3 4 2 3 2 2 2 2 4 2 2 3 3 4 3 4 4 4 2 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 2 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 2 3 4 4 2 4 3 4 2 4 3 2 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 2 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 4 4 3 3 2 2 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 2 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 2 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 2 2 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 1 3 3 3 4 3 3 2 2 3 1 1 4 4 1 4 4 3 4 3 3 3 3 2 3 4 2 3 4 2 4 3 3 3 2 3 4 2 4 4 4 3 3 4 4 3 2 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 2 4 4 4 4 4 4 2 4 3 2 3 3 3 3 4 4 3 4 46 50 50 44 41 50 52 51 48 57 52 48 48 50 41 41 53 52 46 56 51 50 57 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Berdasarkan data hasil kuesioner tersebut, maka dapat dianalisis untuk mengetahui tingkat kriteria persepsi siswa terhadap pendekatan UbD sebagai berikut: Tabel 4.10 Persentase persepsi siswa berdasarkan kriteria Interval 48,75 – 60 37,5 – 47,74 26,25 – 37,4 15 – 26,24 Kriteria Sangat baik Baik Buruk Sangat buruk f(x) 14 9 0 0 Persentase Persepsi 60,87% 39,13% 0 0 Dari analisis kuesioner persepsi diatas, diperoleh sebesar 60,87% siswa memiliki persepsi yang sangat baik terhadap pendekatan UbD, kemudian 39,13% siswa memiliki persepsi yang baik. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa persepsi siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan Understanding by Design adalah positif. Selain itu untuk mengetahui pernyataan yang banyak dipilih dan sedikit dipilih siswa dapat diketahui sebagai berikut: Tabel 4.11 Rata-rata pilihan siswa pada item pernyataan kuesioner No 1 2 3 4 5 6 7 Pernyataan Kuesioner P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 Rata-rata Pilihan Siswa 3,3 3,1 2,8 3,6 3,3 3,4 3,7

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 8 9 10 11 12 13 14 15 Pernyataan Kuesioner P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 78 Rata-rata Pilihan Siswa 3,1 3,2 3,6 3,3 2,9 3,1 3,6 3,3 Dari analisis diatas, dapat diketahui bahwa pernyataan tujuh (P7) paling banyak siswa yang menjawab setuju, sedangkan pernyataan tiga (P3) paling sedikit siswa yang menjawab setuju. C. Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum pembelajaran dengan pendekatan Understanding by Design lebih efektif jika dibandingkan dengan pembelajaran lainnya yang biasa digunkan di sekolah. Langkah pembelajaran yang disusun dengan pedoman WHERETO dinilai menjadi kekhasan dalam pendekatan UbD. Langkah pembelajaran menjadi lebih terstruktur dan lebih detail jika dibandingkan dengan model pembelajaran yang lain. LKS yang dibuat juga sangat berpotensi untuk melibatkan siswa secara aktif dan menuntun siswa dalam pembentukan pengetahuan mereka secara mandiri selama proses pembelajaran, sesuai dengan teori belajar konstruktivisme (Suparno, 1997:75).

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Dengan pendekatan ini, aspek-aspek pembelajaran fisika dirasa dapat tercapai, yaitu: (1) aspek kognitif dapat berkembang malalui konsepkonsep yang dibangun siswa sendiri dalam pikirannya, melalui pengalaman atau proses pembelajaran, (2) aspek psikomotor dapat berkembang melalui kegiatan-kegiatan eksperimen yang siswa lakukan, misalnya bagaimana siswa merangkai suatu alat atau menjalankannya, (3) aspek afektif juga dapat berkembang melului kelompok, dimana siswa dapat bekerja sama dan berdiskusi dalam kelompok. Efektivitas pendekatan UbD dapat dilihat dari hasil dan proses pembelajaran. Dari hasil belajar yang diukur melalui post-test pada evaluasi akhir kedua kelas setelah dianalisis dengan menggunakan uji beda (uji t untuk kelompok independent) dengan SPSS, diperoleh nilai mean untuk kelas eksperimen = 77,96 sedangkan nilai mean untuk kelas kontrol = 67,93 sedangkan nilai probabilitasnya 0,001. Oleh karena 0,001<0,05 (p < α), untuk level signifikansi α = 0,05. Hal ini menunjukkan jika nilai mean kedua kelas berbeda secara signifikan. Untuk mengetahui peningkatan pemahamannya maka dianalisis dengan uji-t kelompok dependen dan diperoleh hasil nilai mean pretest = 22,87 dan mean post-test = 77,96. Kemudian juga diperoleh nilai t = -27,003, P = 0,000 < 0,05, maka signifikan. Artinya ada perbedaan antara mean pre-test dan mean post-test atau dapat dikatakan bahwa pendekatan UbD memiliki efektivitas dalam meningkatan hasil belajar siswa.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Dengan demikian, pemahaman siswa untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda, dimana pemahaman siswa untuk siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Efektivitas pendekatan UbD dari proses pembelajaran dapat dilihat dari pengamatan keterlibatan atau keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Berdasarkan analisis proses pembelajaran ini, diperoleh rata-rata keaktifan belajar untuk kelas eksperimen adalah sebesar 83%, dimana masuk dalam kriteria keaktifan belajar yang sangat tinggi. Dalam penelitian ini pengamatan keaktifan hanya dilakukan pada satu kelas eksperimen saja yang diberi treatment pendekatan UbD. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan UbD, maka diakhir pertemuan siswa diberi kuesioner untuk mengetahui bagaimana pendapat atau persepsi siswa terhadap pendekatan ini. Berdasarkan analisis kuesioner diperoleh hasil bahwa 60,87% siswa memiliki persepsi yang sangat baik terhadap pendekatan UbD, kemudian 39,13% siswa memiliki persepsi yang baik. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa persepsi siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan Understanding by Design adalah positif. Dari kuesioner tersebut juga dapat diketahui pernyataan yang paling banyak disetujui siswa, yaitu: (P7) siswa merasa tertantang untuk berpendapat ketika guru memberi permasalahan terkait materi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu juga diketahui pernyataan yang paling sedikit disetujui siswa, yaitu: (P3) tugas yang

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 diberikan guru tidak membantu siswa memahami dan mengingat kembali materi yang diberikan. Hal tersebut sejalan dengan realita dilapangan, bahwa peneliti sebagai pengajar kurang melihat bobot dan jenis soal yang diberikan, sehingga yang terjadi adalah kurang sesuainya tugas (PR) dengan materi yang diajarkan, sehingga tidak membantu siswa untuk mengingat kembali materi yang diajarkan. D. Keterbatasan penelitian Dalam melakukan penelitian, peneliti menjumpai adanya beberapa batasan, antara lain: 1. Pendekatan Understanding by Design adalah suatu pendekatan pembelajaran baru, sehingga peneliti disini cukup kesulitan mencari referensi dan bagaimana penerapan di lapangan yang sebenarnya. 2. Selama pembelajaran diharapkan siswa bisa bekerjasama dengan baik, tetapi kenyataannya kondisi siswa yang ramai dan sulit untuk diajak bekerjasama selama proses pembelajaran, sehingga siswa terkesan menganggap remeh peneliti ketika mengajar, maka diperlukan strategi lain agar pembelajaran tetep kondusif. 3. Alat praktikum yang dibuat peneliti jumlahnya kurang memadai, sehingga siswa harus dibuat dalam kelompok besar ketika praktikum. Oleh karena itu, hanya beberapa siswa saja yang benarbenar melakukan praktikum.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 4. Waktu penelitian bertepatan dengan persiapan UAN siswa kelas tiga, sehingga ada jam pelajaran yang hilang karena dipakai untuk tryout siswa kelas tiga. Oleh karena ada jeda libur, ketika masuk pelajaran kembali kebanyakan siswa sudah lupa dengan apa yang diajarkan sebelumnya. 5. Untuk mengetahui keaktifan siswa hanya dilakukan dengan cara obeservasi dan dibandingkan dengan hasil informasi dari guru kelas saja, dan tidak dilakukan pada kedua kelas.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilaksakan serta data dan analisis yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Efektivitas pembelajaran Efektivitas pembelajaran dengan pendekatan UbD jika dibanding dengan pembelajaran konvensional di SMP Maria Assumpta 1 Klaten dapat dilihat dari hasil belajar dan keterlibatan keaktifan siswa selama proses belajar. Dari analisis hasil evaluasi akhir dari kedua kelas, diperoleh bahwa nilai mean untuk kelas eksperimen = 77,96 dan nilai mean untuk kelas kontrol = 67,93. Jika p<α maka signifikan, 0,001<0,05 secara uji-t untuk kelompok independen, signifikan. Untuk analisis peningkatan pemahamannya diperoleh hasil bahwa nilai mean pretest = 22,87 dan mean post-test = 77,96. Kemudian juga diperoleh nilai t = -27,003, P = 0,000 < 0,05, maka signifikan, sehingga dapat dikatakan bahwa pendekatan UbD memiliki efektivitas dalam meningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan analisis proses pembelajaran, diperoleh rata-rata keaktifan belajar pada kelas eksperimen adalah sebesar 83%, dimana masuk dalam kriteria keaktifan belajar yang sangat tinggi. Dengan demikian, aspek-aspek dalam pembelajaran fisika, yaitu: kognitif, 83

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 psikomotor dan afektif dapat berkembang melalui pendekatan Understanding by Design. 2. Persepsi siswa Berdasarkan analisis kuesioner diperoleh hasil bahwa 60,87% siswa memiliki persepsi yang sangat baik terhadap pendekatan UbD, kemudian 39,13% siswa memiliki persepsi yang baik. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa persepsi siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan Understanding by Design adalah positif. Selain itu juga diketahui siswa banyak yang setuju jika mereka merasa tertantang untuk berpendapat ketika guru memberi permasalahan terkait materi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu juga diketahui jika tugas yang diberikan guru, menurut siswa tidak membantu mereka memahami dan mengingat kembali materi yang diberikan. B. Saran 1. Diharapkan para guru fisika hendaknya menggunakan pendekatan Understanding by Design agar dapat lebih meningkatkan pemahaman siswa. 2. Pada penelitian selanjutnya, perlu diteliti apakah pendekatan Understanding by Design dapat digunakan pada topik-topik fisika yang lain.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Pembelajaran dengan pendekatan Understanding by 85 Design memerlukan waktu yang lama, terlebih waktu untuk mengajak siswa untuk mau bekerja sama selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, sebaiknya penelitian dilaksanakan dalam jangka waktu yang lebih lama. 4. Pada penelitian selanjutnya, peneliti harus lebih berkonsultasi dengan guru agar langkah pembelajaran dapat dilaksanakan dengan lancar sesuai dengan waktu yang ada. Sebaiknya guru yang mengajar dengan pendekatan UbD, bukan peneliti agar pandangan siswa tidak berubah. 5. Pada penelitian selanjutnya, penelitian khususnya untuk mengetahui keaktifan siswa sebaiknya indikator penilaian keaktifan siswa dibuat lebih detail agar siswa terlihat secara nyata aktif dikelas sesuai dengan indikator tersebut. Dan akan lebih baik lagi jika pengamatan dilakukan pada kedua kelas, agar terdapat perbandingan keaktifan siswa yang lebih baik dan lebih bisa dipertanggungjawabkan secara tegas.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA A, Sardiman. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Arham Maulana. NN. Instructional Design Model, Backward Designdan Gerlach and Ely Model. (dalam http://www.scribd.com/doc/132085456/Arham-Maulana-113090209- Backward-Design-Gerlach-and-Ely-Model, diakses 10 Februari 2014) Hamalik, Oemar. Dr. Prof. 2001. Proses Belajar Mengajar. Bandung:Balai Pustaka. Kartika Budi, Fr. Y. “Berbagai Strategi Untuk Melibatkan Siswa Secara Aktif Dalam Proses Pembelajaran Fisika Di SMU, Efektivitasnya, Dan Sikap Mereka Pada Strategi Tersebut”, Dalam Widya Dharma, Vol.11, No.2, April 2001. Ken Sanjaya. 2010. Understanding by Design. (dalam http://indonesiaeducate.org/understanding-by-design.html , diakses 8 Februari 2014) Lie, A. 2004. Pendidikan Ketrampilan Hidup. Surabaya : Universitas Widya Mandala. Marthen Kanginan. 2006. IPA FISIKA 2 untuk SMP KELAS VIII. Jakarta: Erlangga Masidjo, Ign. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. 86

(108) 87 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Melvin, L. S. 2004. Active Learning. Bandung: Nusa Media. Nasution, S. 1988. Metode Penelitian Naturalistik-Kualitatif. Edisi Pertama, Bandung: Tarsito Slamet, A. M. S, et. al. 2008. Perspektif Pembelajaran Berbagai bidang Studi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Slameto. 1991. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. SMP Maria 2.2012. Memahami Understanding by Design. Tangerang: SMP Strada Santa Maria 2. (dalam http://smpmaria2.wordpress.com/2012/06/20/memahami- understanding-by-design/ , diakses 9 Februari 2014) Srikamti, V. P. 2008. Kompetensi Pedagogo guru IPA dan persepsi siswa tentang kompetensi tersebut dalam pembelajaran. Skripsi: Universitas Sanata Dharma. Sudjana, N. 2004. Landasan Psikologi Pendidikan. Jakarta: Remaja Rosdakarya Suharsimi, A. 2000. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Sukmadinata, N. S. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Cetakan Ketujuh, Bandung: Remaja Rosdakarya. Suparno, P. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 ____________ 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika: Konstruktivistik & Menyenangkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. ____________ 2010. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. ____________ 2010. Pengantar Statistika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparyanto. 2011. Konsep Persepsi. (dalam http://dr- suparyanto.blogspot.com/2011/07/konsep-persepsi.html , diakses 18 Juni 2014) Djamarah, S. B. 2000. Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional. Wiggins, Grant and McTighe, Jay. 2005. Understanding by Design. ASCD: Alexandria, Virginia USA. Winkel, W.S. 1983. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia Pustaka. __________ 1997. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Grasindo

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Lampiran A1. RPP dengan Pendekatan UbD RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) DENGAN PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN Satuan Pendidikan : SMP Maria Asumpta Klaten Kelas / Semester : VIII / II (dua) Mata Pelajaran : Fisika Waktu : 6 x 40 menit A. Standar Kompetensi : 6. Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika dalam produk teknologi seharí-hari. B. Kompetensi Dasar : 6.3. Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentukcermin dan lensa. C. Materi : Cahaya (pemantulan cahaya pada cermin lengkung) D. Metode Pembelajaran : - Diskusi Kelompok - Eksperimen - Demonstrasi Tujuan utama : Mendeskripsikan konsep pemantulan cahaya pada cermin lengkung yang diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. TAHAP 1 HASIL YANG DIINGINKAN Tujuan : - Siswa dapat menggunakan persamaan pada cermin lengkung untuk menyelesaikan masalah. - Siswa dapat melukiskan pembentukan bayangan pada beberapa

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 kasus permantulan cermin lengkung serta menyimpulkan sifat bayangannya. - Siswa dapat mengaplikasikan konsep pemantulan cahaya pada cermin lengkung pada kehidupan sehari-hari. Pertanyaan utama : 1. Jenis cermin apa yang dipakai pada spion kendaraan? Mengapa? 2. Mengapa antena parabola berbentuk lengkung (cekung)? 3. Mengapa kita dapat melihat acara di TV yang dipancarkan oleh stasiun TV pusat? Bagaimana hal itu bisa terjadi? Pemahaman : Melalui proses pembelajaran, siswa diharap akan memahami : - Cermin lengkung terdiri dari cermin cekung dan cembung, yang memiliki beberapa bagian, seperti jari-jari kelengkungan, fokus, pusat kelengkungan cermin dan sumbu utama. Cermin cekung akan memantulkan cahaya pada satu titik sedangkan cermin cembung akan memantulkan cahaya pada beberapa titik. - Untuk melukiskan pembentukan bayangan pada cermin cekung dan cembung dapat menggunakan sinar-sinar istimewa untuk masing-masing cermin. Kemudian menentukan sifat bayangan dari hasil pembentukan bayangan tersebut. - Jarak bayangan, tinggi bayangan dan perbesaran bayangan dapat ditentukan dengan persamaan cermin lengkung. - Pengaplikasian konsep pemantulan cahaya pada cermin lengkung di kehidupan sehari-hari.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Pengetahuan dan Keterampilan : Siswa akan mengetahui : - Cermin cekung memiliki sifat mengumpulkan sinar sedangkan cermin cembung menyebarkan sinar. - Tiga sinar istimewa untuk cermin cekung atau cembung digunakan untuk melukiskan pembentukan bayangan. - Sifat bayangan dapat diketahui melalui gambar pembentukan bayangan. - Penggunaan cermin cekung dan cembung dalam kehidupan sehari-hari. Siswa akan dapat : - Menjelaskan bagian-bagian dan sifat cermin lengkung. - Menggambar pembentukan bayangan pada cermin cekung dan cembung. - Mengidentifikasi sifat-sifat bayangan. - Menghitung dengan persamaan-persamaan dalam cermin lengkung. TAHAP 2 BUKTI PENILAIAN Tugas : Siswa akan diberikan tugas sebagai peneliti untuk menganalisa pembentukan bayangan pada pristiwa pemantulan cahaya untuk cermin cekung dan cembung melalui percobaan pemantulan cahaya pada cermin lengkung. Tugas untuk dikerjakan pada lembar kerja siswa : - Mengukur jarak fokus cermin cembung dan cermin cekung. - Menentukan jarak benda dan jarak bayangan, tinggi benda dan tinggi bayangan, kemudian menganalisis perbesaran bayangan dari hasil pemantulan cahaya tersebut. - Menggambar jalannya sinar pembentukan bayangan untuk masing-masing pemantulan pada cermin cembung dan cermin cekung.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 92 Menulis kesimpulan dari hasil-hasil penemuan siswa. Bukti lain : - Soal latihan 1) Sebuah pensil yang tingginya 2 cm diletakkan tegak lurus pada sumbu utama cermin cekung yang jarak fokusnya 4 cm dan jarak pensil terhadap cermin 10 cm. Tentukan : a. Jarak bayangan. b. Perbesaran bayangan. c. Tinggi bayangan. d. Gambar pembentukan bayangannya. e. Sifat bayangan. 2) Sebuah benda setinggi 4 cm diletakkan 8 cm didepan cermin cembung yang jarak fokusnya 3 cm. Tentukan : a. Jarak bayangan. b. Perbesaran bayangan. c. Tinggi bayangan. d. Gambar pembentukan bayangan. e. Sifat bayangannya. - PR harian 1) Bagaimana pengaplikasian prinsip kerja cermin cekung pada pengumpul sinar matahari dari pembangkit listrik tenaga surya? Jelaskan! - Keaktifan siswa dikelas (lembar pengamatan keaktifan belajar siswa dikelas)

(115) 93 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI TAHAP 3 Waktu RENCANA PEMBELAJARAN (menit) Media Pertemuan 1 (2 x 40 menit) : - Bola 1. Guru memberi pertanyaan tentang cermin lengkung yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai materi. (W) - PPT 5 2. Guru bertanya kepada siswa tentang benda lengkung apa saja yang dapat memantulkan benda, serta macam-macam benda lengkung (H) 7 3. Guru membagikan handout LKS untuk dikerjakan siswa. 4. Siswa di kelas dibagi dalam lima kelompok dan diberi persoalan tentang bagaimana sifat cermin cekung, titik fokus cermin. (O) - (mengapa antena parabola dibuat cekung?) (E1) - (apa penangkap sinyal pada diletakkan sembarangan?) (E-1) 5 parabola 5. Perwakilan kelompok siswa diminta menyampaikan hipotesisnya. (O) 10 6. Guru membahas dan menyimpulkan jawaban dari persoalan tersebut. (E-1, R) 2 7. Guru menjelaskan tentang aturan penomoran ruang pada cermin. (W) 3 8. Siswa diminta untuk membaca tentang tiga sinar istimewa cermin cekung pada slide. (O) 3 9. Guru memberi contoh gambar jalannya sinar pembentukan bayangan cermin cekung. (E-1) 2 10. Guru mendemostrasikan bagaimana mencari titik pusat kelengkungan, titik fokus cermin dengan secara nyata. (H) 5 11. Siswa memperhatikan penjelasan guru bagimana 3 - Set alat cermin lengkung - LKS

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengukur jarak bayangan, tinggi bayangan dari benda (W, H) 12. Dalam kelompok siswa diminta berdiskusi bagaimana sifat bayangan jika benda digeser mendekat / menjauhi cermin. (R) 5 13. Setiap kelompok siswa diberi persoalan yang berbeda-beda untuk menjawab pertanyaaan tersebut. (O) 14. Setiap kelompok diminta eksperimen menentukan sifat bayangan sesuai pada LKS dan persoalan masing-masing kelompok. (O, H, T) 20 (saat kelompok sedang mencoba, kelompok lain diminta memperhatikan) 15. Perwakilan setiap kelompok diminta maju menyampaikan kesimpulan hasil percobaannya. (O, E-2) 5 16. Guru menampilkan jalannya sinar pembentukan bayangan untuk masing-masing ruang (membahas hasil percobaan siswa). (E-2) 17. Siswa dan guru menyampaikan kesimpulan dari yang sudah dipelajari. (E-1) 4 - PPT Pertemuan 2 (1 x 40 menit) : 1. Guru bertanya kepada siswa. (H, E-1, W) - Mengapa jika kita bercemin dengan cermin lengkung dihasilkan bayangan yang kecil/besar dari aslinya? - Bagaimana mengukur perbesarannya? 3 2. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang persamaan-persamaan yang digunakan dalam cermin. (E-1) 5 3. 2 Siswa dibagi dalam lima kelompok sesuai pada pertemuan sebelumnya. (O, T) 94

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Guru memberikan latihan soal yang harus dikerjakan setiap kelompok untuk setiap persoalan yang berbeda-beda. (E-1, R) 13 5. Setiap kelompok diminta menyampaikan hasil pekerjaannya didepan kelas sesuai persoalan masing-masing kelompok. (O, W) 10 6. Guru membahas dan perkerjaan siswa. (E-2) 5 7. Guru menanyakan apakah ada yang kurang jelas. (jika ada guru sedikit mengulang) (R, T) 2 Pertemuan 3 (2 x 40 menit) : - PPT 1. Guru bertanya mengapa spion menggunakan cermin cembung. (W, H) kendaraan 5 2. Perwakilan siswa diminta bercermin dengan cermin datar dan cembung, lalu menyimpulkan hasilnya. (O) 3 3. Siswa diminta memperhatikan penjelasan dari guru tentang sifat cermin cembung dan bagian-bagian cermin cembung. (E-1) 8 4. Siswa diminta membaca tentang sinar istimewa cermin cembung pada slide. (O) 5 5. Guru menjelaskan tentang pembentukan bayangan melalui sinar istimewa cermin cembung. (E-1) 5 6. Siswa dibagi dalam lima kelompok sesuai pada pertemuan sebelumnya. (O) 2 7. Guru menjelaskan, bagaimana mengukur titik fokus cermin cembung, dengan bantuan lensa. (E-1, E-2) 10 (guru bertanya mengapa harus memakai lensa?) 8. Setiap kelompok diminta mencoba mengukur mencari titik pusat kelengkungan dan titik fokus cermin cembung. (E-1, O, R, T) (ini mengetahui bahwa cermin, sehingga negatif). 95 fokusnya 25 dibelakang 8. Perwakilan kelompok diminta menyampaikan hasil 10 - LKS - Set alat cermin lengkung

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang diperoleh dari eksperimen. 9. Guru membahas pekerjaan siswa jika masih ada yang mengalami kesalahan. 5 9. Siswa dan guru menyimpulkan hasil eksperimen bersama-sama. (E-1, E-2) 2 Pertemuan 4 (1 x 40 menit) : 1. Guru bertanya apabila benda mendekati/menjauhi cermin cembung, bayangannya tetap maya? (H, E-1, W) digeser apakah 2. Guru menjelaskan bagimana menentukan jarak bayangan, tinggi dan perbesaran pada cermin cembung melalui persamaan. (H) 3. Siswa diberi latihan soal yang harus dikerjakan mengenai cermin cembung. (W) 4. Perwakilan siswa diminta menyampaikan hasil pekerjaannya didepan kelas. (W, O) 3 5 13 10 5. Guru membahas dan perkerjaan siswa. (E-2, R) 6. Guru menanyakan apakah ada yang kurang jelas. (jika ada guru sedikit mengulang) (R, T) 7. Siswa dan guru menyimpulkan hasil pembelajaran bersama-sama. (E-1, E-2) 5 2 3 96

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Yogyakarta, Maret 2014 Mengetahui, Kepala Sekolah, Guru Pamong, Sr. Lidwina Suharti, OSU Stephanus Nunu, S.Pd Dosen Pembimbing, Peneliti, Drs. T. Sarkim M.Ed., Ph.D. Andreas Damar K A 97

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Lampiran A2. Lembar Kerja Siswa (LKS) Lembar Kerja Siswa 1 Nama / no : Kel : Pembentukan dan sifat bayangan pada cermin cekung (konvergen) Mungkin jika kita kaitkan dengan kehidupan sehari-hari, cermin cekung sangat berhubungan erat. Misalnya saja pada reflektor lampu mobil/motor. Reflektor tersebut sengaja dibuat cekung agar memfokuskan atau mengumpulkan cahaya, sehingga cahaya lampu tidak menyebar. Kegiatan kali ini akan membantu kalian belajar mengenai cermin cekung dan pembentukan bayangannya. Kegiatan 1 Tujuan : - mengenal bagian-bagian cermin cekung - melukiskan pembentukan bayangan dengan sinar istimewa cermin cekung cermin cekung mempunyai bagian-bagian penting yang mesti kalian pahami. Untuk membayangkannya pernahkan kalian melihat antena parabola?mengapa bentuk antena tersebut dibuat cekung? Lalu apa guna penangkap sinyal pada antena tersebut?bolehkan penagkap sinyal tersebut digeser-geser dari titik awalnya? Info : Cermin cekung memiliki sifat mengumpulkan sinar. Berkas sinar yang datang akan mengumpul pada satu titik (titik fokus).

(121) 99 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hipotesis : Perhatikan gambar dibawah ! Jarak adalah titik fokus setengah dari titik R, maka dapat dituliskan : f=R/2 Keterangan : - Titik O adalah ............................. - Titik R adalah ............................. - Titik F adalah ............................. Untuk memperoleh pembentukan bayangan, dapat diketahui dari 3 sinar istimewa cermin cekung:

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. 100 Sinar datang sejajar sumbu utama, dipantulkan melalui titik fokus. 2. Sinar datang melalui titik fokus cermin, dipantulkan sejajar sumbu utama. 3. Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan cermin, dipantulkan melalui titik itu juga.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Kegiatan 2 Tujuan : - Melukiskan pembentukan bayangan cermin cekung - Menentukan sifat bayangan cermin cekung Bagaimana sifat bayangan cermin cekung jika benda digeser menjauhi atau mendekati cermin cekung? Hipotesis : Alat dan bahan : Set alat pemantulan cermin cekung Langkah percobaan : a. Menentukan R - Susunlah alat dengan urutan seperti gambar berikut: (lampu-benda-layarcermin cekung-layar. - Geser-geser cermin, agar bayangan jatuh dilayar sebelah benda. Carilah posisi yang tepat agar terbentuk besar bayangan = besar benda dan terbalik. - Ukur jarak antara benda- cermin (sebagai S) dan jarak bayangan-cermin (sebagai SI)

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 b. Menentukan sifat bayangan - Berdasarkan perhitungan R dan F diatas, letakkan benda sesuai tugas kelompokmu. Carilah bayangan karena pemantulan pada cermin - Ukurlah jarak benda ke cermin, jarak bayangan ke cermin, tinggi benda dan bayangannya. Masukkan pada tabel dibawah. Tabel pengamatan : F S S1 h h1 Tugas kelompok : Berdasarkan referensi yang sudah kalian ketahui, coba kalian tentukan pembentukan bayangan pada persoalan dibawah sesuai kelompok kalian ! Persoalan : - Kelompok A : jika benda berada diruang I. - Kelompok B : jika benda berada diruang II. - Kelompok C : jika benda berada diruang III. - Kelompok D : jika benda berada tepat di titik pusat kelengkungan (R) - Kelompok E : jika benda berada tepat di titik fokus (F) Pertanyaan : 1. Lukiskan jalannya sinar pembentukan bayangan berdasarkan persoalan pada percobaan kalian.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 2. Dari gambar pembentukan bayangan pada soal nomor 1, coba simpulkan sifat bayangannya. Kesimpulan Berdasarkan eksperimen diatas, bagaimana sifat bayangan jika benda semakin mendekat atau menjauhi cermin? Coba simpulkan.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Lembar Kerja Siswa 2 Nama / no : Kel : Pembentukan dan Sifat Bayangan pada Cermin Cembung Untuk menentukan jari jari kelengkungan cermin cembung, digunakan persamaan: R = sI – d dan jarak fokusnya f = 1/2R = (SI – d) / 2 Pernahkah kalian bercermin dengan spion kendaraan?bagaimana bentuk bayanganmu? Kemudian jika kamu perlahan menjauhi spionmu tersebut bagaimana bentuk bayanganmu, apakah bentuknya menjadi berubah? Apa yang menyebabkan pristiwa tersebut? Info: cermin cembung bersifat menyebarkan cahaya, karena bentuk cerminnya mencembung. Hipotesis : Menentukan jarak fokus dan sifat bayangan Alat dan bahan : set alat pemantulan cermin cembung Langkah kerja : - Susun alat seperti berikut: (lampu-benda-layar-lensa cembung-cermin cembung)

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 105 Carilah bayangan yang paling jelas ditangkap layar. Ukur jarak benda ke lensa sebagai s dan jarak lensa ke bayangan sebagai sI. - Letakkan cermin cembung antara lensa dan bayangan. - Geser cermin untuk mencari bayangan di depan lensa yang jelas, ukur jarak lensa ke cermin sebagai d. Tabel pengamatan : SI S d R f Pertanyaan : 1. Bagaimana memperoleh jarak fokus secara perhitungan dengan data kalian? Jawab : 2. Dari percobaan dimanakah letak titik fokus cermin cembung?apa yang dapat kalian simpulkan dari hal itu? Jawab : 3. Apa kegunaan lensa cembung dalam eksperimen ini? Jawab : 4. Apa akibatnya jika benda digeser mendekat / menjauhi cermin? Bagaimana sifat bayangannya? Jawab :

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 5. Berdasarkan sinar istimewa cermin cembung coba kalian lukiskan jalannya sinar pembentukan bayangannya. Jawab : Kesimpulan Berdasarkan eksperimen diatas, apa yang dapat kalian ambil? Coba simpulkan. Soal tambahan : Sebuah penghapus diletakkan berdiri 20 cm di depan cermin cekung tinggi penghapus adalah 4 cm dan jarak fokus cermin adalah 15 cm. Tentukanlah: a. Jarak bayangan; b. Perbesaran bayangan; c. Tinggi bayangan; d. Lukislah pembentukan bayangannya; e. Sifat-sifat bayangan!

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Lampiran A3. Lembar Observasi Keaktifan Belajar Siswa Lembar Observasi Keaktifan Siswa Selama Proses Pembelajaran dengan Pendekatan UbD Kode siswa A Indikator keaktifan C D B B1 B2 C1 C2 D1 D2 D3 E F Total Persentase keaktifan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Rata-rata

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Lembar Indikator Keaktifan Siswa Dikelas Aspek Indikator Keaktifan Siswa mengungkapkan gagasan Interpretasi Siswa menyampaikan hasil percobaan 1 Siswa menyampaikan hasil percobaan 2 Siswa melakukan percobaan 1 Aplikasi Siswa melakukan percobaan 2 Siswa mengerjakan latihan soal 1 Siswa mengerjakan latihan soal 2 Siswa mengerjakan pekerjaan rumah Siswa mampu bekerja sama dalam Empati kelompok Sudut Siswa mengajukan pertanyaan pandang Kode A B C D Sub Kode A B1 B2 C1 C2 D1 D2 D3 E E F F

(131) 109 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran A4. Lembar Kuesioner Persepsi Siswa Kuesioner Persepsi Siswa Nama : Petunjuk pengisian !. a. Kuesioner ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Siswa terhadap Pendekatan Understanding by Design dalam Pembelajaran Fisika. b. Jawablah dengan jujur sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. c. Pengisian angket tidak mempengaruhi nilai atau pandangan guru terhadap siswa. d. Baca pernyataan dengan teliti dan pilih salah satu jawaban yang paling sesuai, lalu beri tanda centang (V) pada kolom yang tersedia. Keterangan pilihan jawaban : 4 = Sangat Setuju 2 = Tidak Setuju 3 = Setuju 1 = Sangat Tidak Setuju Skor No Pernyataan 1 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya 1 merasa antusias mengikuti pembelajaran ketika guru menyampaikan dengan beberapa media pembelajaran. 2 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, guru menyampaikan tujuan pembelajaran sehingga membuat saya mengerti apa yang akan dipelajari. 3 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, tugas yang diberikan guru membantu saya memahami dan mengingat kembali materi yang diberikan. 4 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya 2 3 4

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI senang karena bekerja sama secara berkelompok. 5 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya lebih mengerti ketika guru membahas pekerjaan siswa dan menyimpulkan materi secara bersama-sama. 6 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya senang ketika guru ikut mengamati dan mengarahkan ketika kelompok sedang bereksperimen. 7 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya tertantang untuk berpendapat ketika guru memberi permasalahan terkait materi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. 8 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, guru menjelaskan materi pembelajaran atau prosedur kerja dengan jelas sehingga saya lebih paham. 9 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya senang karena bisa menyelesaikan latihan soal yang diberikan guru dengan benar. 10 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya lebih mengerti karena dapat mengamati dan mengaplikasikan materi pembelajaran secara langsung melalui eksperimen. 11 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, guru menyampaikannya dengan metode pembelajaran bervariasi sehingga saya tidak malas. 12 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya dapat mengambil kemampuan memecahkan masalah ketika guru memberikan persoalan. 13 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya senang karena dapat leluasa mengajukan pertanyaan kepada guru tentang materi yang belum jelas. 110

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya suka pembelajaran fisika yang hanya dilakukan di dalam kelas. 15 Di dalam pembelajaran yang baru dilakukan, saya merasa puas mengikuti pembelajaran karena pembelajaran lebih melibatkan siswa sehingga saya lebih paham akan materi. 111

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Lampiran A5. RPP Sekolah RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu : : : : SMP Maria Assumpta IPA - Fisika VIII / Genap 4 JP (4 x 40 menit) A. Standar Kompetensi : 6 Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika dalam produk teknologi sehari-hari. B. Kompetensi Dasar : 6.3 Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa C. Indikator Indikator yang menandakan bahwa tujuan pembelajaran telah tercapai, siswa mampu : 1. Menjelaskan hubungan hukum pemantulan cahaya untuk cermin lengkung 2. Menjelaskan pengertian sumbu utama, titik api utama, titik pusat kelengkungan cermin dan titik pusat bidang cermin 3. Menjelaskan sifat-sifat cermin cekung 4. Menjelaskan sinar-sinar istimewa pada cermin cekung 5. Melukis bayangan pada cermin cekung 6. Mengoperasikan rumus : 1/f = 1/So + 1/Si dalam perhitungan cermin cekung 7. Menjelaskan sifat bayangan pada cermin cekung 8. Menjelaskan penggunaan cermin cembung 9. Menjelaskan pengertian perbesaran bayangan 10. Menjelaskan sifat-sifat cermin cembung 11. Menjelaskan sinar-sinar istimewa pada cermin cembung 12. Melukis bayangan pada cermin cembung 13. Menjelaskan sifat bayangan pada cermin cembung 14. Mengoperasikan rumus : 1/f = 1/So +1/Si dalam perhitungan cermin cembung 15. Menjelaskan penggunaan cermin cembung

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 D. Tujuan Pembelajaran : Tujuan pembelajaran, siswa dapat : 1. 2. 3. 4. Menjelaskan proses pemantulan cahaya pada cermin cekung dan cembung Menjelaskan perbedaan ciri-ciri cermin cekung dan cermin cembung Melukis bayangan pada cermin cekung Melukis bayangan pada cermin cembung E. Materi Pembelajaran: Pemantulan pada cermin cekung/cermin positip a. Sifat Cermin Cekung Jika seberkas sinar dijatuhkan pada cermin cekung, maka sinar pantulnya akan mengumpul, seperti pada gambar di bawah ini. Tempat bertemunya sinar pantul terletak di titik fokus (F). Jarak antara O dengan F dinamakan jarak fokus ( f ) Disebut cermin positif karena fokusnya nyata (di depan kelengkungan) Cermin cekung bersifat konvergen b. Bagian-bagian Cermin Cekung Sinar datang I IV II F O f R c. III M SU Keterangan gambar : 0 = titik pusat optik f = jarak fokus (m, cm) F = titik fokus M = titik pusat kelengkungan cermin SU = sumbu utama cermin R = jari-jari cermin (m, cm) I, II, III, IV = ruang benda dan ruang bayangan Sinar-sinar istimewa pada Cermin Cekung 1. Sinar datang sejajar dengan sumbu utama, akan dipantulkan melalui titik fokus

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 2. Sinar datang melalui titik fokus, akan dipantulkan sejajar sumbu utama 3. Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan cermin, akan dipantulkan kembali melalui titik pusat tersebut. d. Lukisan Pembentukan Bayangan pada Cermin Cekung Untuk melukiskan bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung, dapat dilukis dengan menggunakan sinar istimewa minimal dua buah. - Jika benda di ruang I, maka bayangan di ruang IV - Jika benda di ruang II, maka bayangan di ruang III - Jika benda di ruang III, maka bayangan di ruang II Contoh : Benda di ruang III, bayangan di ruang II Sifat bayangan : e. Nyata Terbalik Diperkecil Manfaat Cermin Cekung a. untuk reflektor/pemantul yang terdapat pada lampu mobil, lampu senter, dsb. b. Sebagai pengumpul cahaya pada teropong pantul astronomi c. Sebagai pengumpul sinar-sinar matahari pada kompor matahari d. Sebagai pengumpul gelombang-gelombang elektromagnetik pada antena parabola e. Sebagai pengumpul cahaya yang digunakan untuk menerangi kaca obyek pada mikroskop

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pemantulan pada Cermin Cembung/Cermin Negatif a. Cermin cembung bersifat divergen Artinya apabila berkas sinar-sinar yang datang ke cermin cembung, seolah-olah dipantulkan dari titik fokusnya. Sehingga sinar-sinar hasil pemantulan nampak seperti menyebar ke segala arah, seperi terlihat pada gambar. Disebut cermin negatif karena fokusnya maya (di belakang kelengkungan) b. Bagian-bagian Cermin Cembung Keterangan gambar O = titik optik/titik vertex F = titik fokus/titik api M = titik pusat kelengkungan cermin R = jari-jari kelengkungan cermin SU = sumbu utama/sumbu optik f = jarak fokus/jarak titik api cermin c. Sinar-sinar Istimewa Cermin Cembung 1. Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan, seolah-olah berasal dari titik fokus 2. Sinar datang seolah-olah menuju titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama 3. Sinar datang menuju titik pusat dipantulkan seolah-olah datang dari titik itu juga. 115

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 d. Pembentukan bayangan pada Cermin Cembung Untuk melukis pembentukan bayangan pada cermin cembung, minimal diperlukan dua buah sinar istimewa, seperti terlihat pada gambar di bawah ini. a. Pada cermin cembung bayangan benda terletak di antara O dan F di belakang cermin. b. Bayangan benda pada cermin cembung selalu bersifat : maya, tegak, diperkecil e. Kegunaan Cermin Cembung a. Sebagai kaca spion pada kendaraan bermotor b. Untuk mengawasi pengunjung di pusat perbelanjaan Rumus-rumus pada Cermin Cekung dan Cembung ho F M O hi f R So Si R = jari-jari cermin (m, cm) So = jarak benda (m, cm) f = jarak focus (m, cm) Si = jarak bayangan (m, cm) ho = tinggi benda hi = tinggi bayangan (m, cm)

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1) 1  1  1 So Si 117 2). 1  1  2 f So Si R 3). Pembesaran Bayangan (M) a) M = Si So b) M = hi ho c) Si h = i S o ho Catatan : - Pada cermin cekung nilai f dan R bernilai positif, pada cermin cembung f dan R bernilai negatif. - Bayangan yang terjadi di depan cermin merupakan bayangan nyata dan Si bernilai positif - Jika bayangan terletak di belakang cermin berarti bayangan yang terjadi maya dan Si bernilai negatif F. Model/Metode Pembelajaran Model pembelajaran :  Cooperative Learning (CL)  Direct Instruction (DI) Metode :  Ceramah  Diskusi Informasi  Demonstrasi G. Langkah – langkah kegiatan : Pertemuan 1 1. Kegiatan Pendahuluan a. Motivasi  Apa yang kamu lihat ketika kamu bercermin di depan sendok ? Mengapa wajahmu di dalam sendok tampak lebih besar ?  Bagaimanakah bentuk cermin yang digunakan sebagai kaca spion ? Datar ? Cekung ? Cembung ? Mengapa ? b. Pengetahuan prasyarat :  Hukum Pemantulan cahaya pada Cermin datar  Bagian-bagian cermin cekung

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  118 Pembentukan bayangan pada cermin cekung 2. Kegiatan inti : a. Eksplorasi  Guru menjelaskan proses pemantulan pada cermin cekung berdasarkan hukum pemantulan cahaya;  Guru memberikan pengantar mengenai cermin cekung. Guru mengaitkan sifat-sifat cermin cekung pada benda-benda sehari-hari;  Guru menjelaskan tiga sinar istimewa pada cermin cekung;  Guru memperkenalkan ruang-ruang pada cermin cekung, bagianbagian cermin cekung, yaitu pusat kelengkungan dan titik fokus, selanjutnya menggunakannya sinar istimewa tersebut untuk menentukan bayangan pada cermin cekung. Guru bersama dengan siswa mengidentifikasi sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung;  Guru memaparkan rumus pemantulan pada cermin cekung dan cermin cembung, selanjutnya guru menjelaskan cara menggunakan rumus tersebut. Setelah itu guru menjelaskan mengenai rumus perbesaran bayangan pada cermin cekung dan cermin cembung; b. Elaborasi  Siswa menggunakan hukum pemantulan cahaya mengidentifikasi sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung;  Siswa mengidentifikasi beberapa contoh bayangan yang dibentuk pada benda seperti pada cermin cekung, pada reflektor motor;  Siswa belajar menggambar tiga sinar istimewa pada cermin cekung;  Siswa menggambar pembentukan bayangan oleh cermin cekung;  Siswa didampingi guru mengidentifikasi sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung menggunakan sifat sinar istimewa dan menentukan letak bayangan dan tinggi bayangan yang dibentuk dari benda dengan variasi ruangan pada cermin cekung;  Siswa menghitung titik fokus, jarak bayangan, perbesaran dari latihan soal. c. Konfirmasi  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menuangkan ide atau gagasan yang diperoleh melalui pengamatan selama proses

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 pembelajaran berlangsung dan memberikan apresiasi kepada siswa yang mau aktif bertanya;  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman siswa (miskonsepsi), memberikan penguatan, dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup a. Guru bersama siswa membuat rangkuman/simpulan materi yang telah dipelajari; b. Guru mengingatkan siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi Ulangan Harian dan memberikan sedikit pengantar materi yang akan dipelajari selanjutnya. Pertemuan 2 1. Kegiatan Pendahuluan a. Motivasi  Apabila sifat bayangan pada cermin cekung berbeda-beda, bagaimana dengan sifat bayangan cermin cembung ?  Mengapa kaca yang dipasang kaca pada mobil, motor, supermarket bahkan di jalan-jalan tikungan menggunakan cermin cembung ? atau mengapa kaca spion menggunakan cermin cembung? b. Pengetahuan prasyarat :  Bagian-bagian cermin cembung  Sifat-sifat bayangan pada cermin cembung 2. Kegiatan inti : a. Eksplorasi  Guru menjelaskan tiga sinar istimewa pada cermin cembung;  Guru memperkenalkan ruang-ruang pada cermin cembung, bagian-bagian cermin cembung, yaitu pusat kelengkungan dan titik fokus, selanjutnya menggunakannya sinar istimewa tersebut untuk menentukan bayangan pada cermin cembung. Guru bersama dengan siswa mengidentifikasi sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung;  Guru memaparkan rumus pemantulan pada cermin cekung dan cermin cembung, selanjutnya guru menjelaskan cara

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 menggunakan rumus tersebut. Setelah itu guru menjelaskan mengenai rumus perbesaran bayangan pada cermin cekung dan cermin cembung; b. Elaborasi  Siswa mengidentifikasi beberapa contoh bayangan yang dibentuk pada benda seperti pada cermin cembung, pada kaca spion;  Siswa belajar menggambar tiga sinar istimewa pada cermin cembung;  Siswa menggambar pembentukan bayangan oleh cermin cembung;  Siswa didampingi guru mengidentifikasi sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung menggunakan sifat sinar istimewa dan menentukan letak bayangan dan tinggi bayangan yang dibentuk dari benda dengan variasi ruangan pada cermin cembung;  Siswa menghitung titik fokus, jarak bayangan, perbesaran dari latihan soal. c. Konfirmasi  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menuangkan ide atau gagasan yang diperoleh melalui pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung dan memberikan apresiasi kepada siswa yang mau aktif bertanya;  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman siswa (miskonsepsi), memberikan penguatan, dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup a. Guru bersama siswa membuat rangkuman/simpulan materi yang telah dipelajari; b. Guru mengingatkan siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi Ulangan Harian dan memberikan sedikit pengantar materi yang akan dipelajari selanjutnya.

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 H. Sumber belajar ฀ Etsa Indra Irawan dkk. 2008. Pelajaran IPA-Fisika Bilingual untuk SMP/MTs. Kelas VIII Hal 273-343). Bandung : Yrama Widya ฀ .Moch. Agus Krisno, dkk. 2008. “Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VIII (Hal. 283-302)”. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas ฀ Saeful Karim dkk. 2008. “ Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar , untuk Kelas VIII SMP/MTs (Hal. 273 - 304)” . Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas ฀ Laboratorium IPA SMP Maria Assumpta I. Penilaian Hasil Belajar Penilaian Indikator Pencapaian Teknik Bentuk Instrumen Instrumen  Menyimpulkan hukum pemantulan cahaya  Menjelaskan sifatsifat cermin cekung Jelaskan hubungan hukum penatulan cahaya untuk cermin lengkung! Tes tertulis Uraian 1. Tes tertulis Uraian 2. Jelaskan sifat-sifat cermin cekung!  Menjelaskan sinarsinar istimewa pada cermin cekung  Mengoperasikan rumus : 1/f = 1/So + 1/Si dalam perhitungan cermin cekung  Sifat-sifat bayangan cermin cekung 3. Gambarkanlah tiga sinar istimewa pada cermin cekung ! Tes tertulis Uraian 4. Sebuah benda diletakkan 10 cm di depan cermin cekung. Jika jarak fokus cermin tersebut 6 cm, berapakah jarak bayangan yang dibentuk.... Tes tertulis Pilhan Ganda a. 10 cm b. 15 cm c. 18 cm d. 20 cm

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Penilaian Indikator Pencapaian Teknik Bentuk Instrumen Instrumen 5. Berdasarkan soal no 4 sebutkan sifat-sifat bayangan cermin cekung... a. maya, tegak, diperbesar b. maya, terbalik, diperbesar c. nyata, tegak, diperkecil d. nyata, terbalik, diperkecil 6. Jelaskan sifat-sifat cermin cembung!  Menjelaskan sifatsifat cermin cembung Tes tertulis Pilihan Ganda  Melukis bayangan pada cermin cembung 7. Sebuah cermin cembung memiliki jari-jari kelengkungan 30 cm. Sebuah benda dilatakkan pada jarak 10 cm di depan cermin. Gambarkanlah bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung tersebut ! Tes tertulis Uraian Tes tertulis Uraian

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Penilaian Indikator Pencapaian Teknik Bentuk Instrumen Instrumen Klaten, 6 Januari 2014 Mengetahui, Kepala sekolah Sr. Lidwina Suhartati, OSU Guru Mata Pelajaran Stephanus Nunu Darmawan, S.Pd.

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Kegiatan 1 Cermin Cekung Tujuan : Mendeskripsikan pembentukan bayangan pada cermin cekung. Alat dan Bahan : - Meja optik 1 set - Cermin cekung f = 5 cm 1 buah - Lilin 1 buah Urutan Kerja : 1) Susun alat seperti gambar. 2) Letakkan lilin 6 cm dari cermin cekung. 3) Geser-geserlah letak layar sepanjang meja optik sehingga bayangan nyala api lilin terlihat jelas pada layar. 4) Ukurlah jarak antara bayangan dengan cermin atau jarak bayangan (Si). Catat hasilnya dalam tabel. 5) Ulangi langkah 2 s/d 4 dengan mengubah jarak lilin dengan cermin seperti pada tabel 6) Setelah selsai, lengkapi tabel

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Tabel pengamatan No Jarak Benda ( Bayangan ( So ) Si ) 1 6 cm 2 10 cm 3 15 cm Sifat bayangan 1 So 1 5 1 15 1 25 ............... ................ ................ 1 Si 1 1  So Si .............. ................. .............. ................. .............. ................. Analisis : 1) Bagaimanakah sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung ? a) Untuk No 1 ? ........................................................................................................................ ......................................... b) Untuk No 2 ? ........................................................................................................................ ......................................... c) Untuk No 3 ? ........................................................................................................................ ........................................ d) Jika lilin berjarak 3 cm dari cermin ? ........................................................................................................................ .... 2) Bagaimanakah besar 1 1  So Si dengan 1 ? f ..................................................................................................................... 3) Nyatakan hubungan antara 1 1 1  dengan dalam bentuk persamaan ! f So Si ................................................................... 1 f 1 10 1 10 1 10 f (cm) 10 10 10

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Diskusi : 1) Bila benda diletakkan pada jarak lebih kecil dari jarak fokus cermin maka akan dibentuk bayangan ................................. 2) Bila benda diletakkan pada jarak lebih besar dari jarak fokus cermin maka akan dibentuk bayangan ............................... 3) Hubungan antara So, Si dan f dinyatakan dengan persamaan : ......................................................................................... 126

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Lampiran A6. Soal Pemahaman Awal (Pre-test) PRE-TEST Nama / no : 1. Sebutkan bagian-bagian utama dari cermin lengkung ! 2. Mengapa antena parabola berbentuk cekung? 3. Mengapa pada kaca spion kendaraan digunakan cermin cembung? 4. Lukiskan jalannya sinar dan sifat bayangannya. Cermin cekung Cermin cembung 5. Sebuah pensil berada 20 cm di depan cermin cekung, jika tinggi pensil 4 cm dan jarak fokus cermin adalah 15 cm. Hitunglah Jarak bayangan dan tinggi bayangan.

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Lampiran A7. Soal Evaluasi Akhir (Post-test) Evaluasi Akhir Petunjuk pengerjaan : Jawablah pertanyaan ini dengan tepat, tulis jawaban anda dengan huruf pilihan A, B, C atau D pada lembar jawaban anda. Jangan lupa beri nama, kelas dan nomer absen ! I. Soal Pilihan Ganda 1. Tempat atau titik berkumpulnya cahaya disebut dengan... a. Pusat kelengkungan c. Pusat bidang cermin b. Fokus d. Sumbu utama 2. Sinar datang sejajar sumbu utama cermin cekung akan…. a. Dipantulkan sejajar sumbu utama pula b. Dipantulkan melalui titik pusat kelengkungan cermin c. Tidak mengalami pemantulan d. Dipantulkan melalui titik fokus cermin 3. Dari gambar disamping, daerah atau ruang 1 ditunjukkan jika benda berada diantara ..... a. Titik R dan F c. Titik F dan O b. Dibelakang cermin d. Dibelakang R 4. Berdasarkan soal nomor 3, benda di ruang 1 akan menghasilkan sifat bayangan .... a. Terbalik b. Nyata c. Diperkecil d. Maya

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 5. Berikut yang termasuk dalam sifat bayangan cermin cembung adalah.... a. Maya, tegak, diperkecil c. Maya, tegak, diperbesar b. Nyata, terbalik, diperkecil d. Nyata, terbalik, sama besar 6. Nilai F dan R cermin cembung bernilai negatif karena.... a. Berada dibelakang cermin b. Berada didepan cermin c. Berada pada ruang I d. Bayangan yang dihasilkan adalah maya 7. Perbandingan antara tinggi (jarak) bayangan dengan tinggi (jarak) bendanya disebut... a. Titik fokus c. Jari-jari kelengkungan b. Perbesaran bayangan d. Jarak bayangan 8. Berikut adalah kegunaan cermin cekung, kecuali ... a. Antena parabola c. Spion kendaraan b. Mikroskop d. Pembangkit listrik tenaga surya 9. Jika diketahui jari-jari kelengkungan cermin cekung adalah 60 cm, maka nilai fokus cermin cekung adalah .... a. 120 cm b. 30 cm c. -30 cm d. -120 cm 10. Gambar pembentukan bayangan dibawah ini yang benar, kecuali ….. a. b. c. d.

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI II. 130 Soal uraian 1. Sebuah pensil diletakkan 20 cm di depan antena parabola yang cekung, jika jarak penangkap sinyal dari reflector sinyal antena parabola adalah 15 cm. Tentukan : a. Jari-jari kelengkungan antena parabola b. Jarak bayangan pensil c. Perbesaran bayangan pensil d. Lukiskan jalannya sinar pembentukan bayangan (tidak harus sesuai ukuran asli) 2. Jono bercermin pada cermin cembung yang berada dipersimpangan jalan, jika bayangannya 3 kali lebih besar dari Jono dan jarak Jono dengan cermin adalah 15 cm Tentukan : a. Jarak bayangan Tono b. Titik fokus cermin c. Lukiskan jalannya sinar pembentukan bayangan (tidak harus sesuai ukuran asli) d. Sifat bayangannya 3. Mengapa pada spion kendaraan digunakan cermin cembung dan bukan cermin datar? ~ Good luck, God bless ~

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Lampiran A8. Rubrik Penilaian Rubrik Penilaian Pre-test 1. Sebutkan bagian-bagian utama dari cermin lengkung. (skor 10) Kriteria penskoran: - Jika jawaban benar, lengkap dengan simbol yang benar, skornya 10. - Jika jawaban benar, kurang lengkap tetapi dengan simbol yang benar, skornya 8. - Jika jawaban kurang lengkap dan tidak memakai simbol, skornya 5. - Jika jawaban salah, skornya 1. - Jika tidak menjawab, skornya 0. 2. Mengapa antena parabola berbentuk cekung? (skor 10) Kriteria penskoran: - Jika jawaban benar, lengkap dengan alasan yang benar dan mengkaitkan dengan sifat-sifat cermin cekung, skornya 10. - Jika jawaban benar, kurang lengkap tetapi sudah mengkaitkan sifat-sifat cermin cekung, skornya 8. - Jika jawaban kurang lengkap dan tidak mengkaitkan dengan sifatsifat cermin cekung, skornya 5. - Jika jawaban salah, tetapi dengan alasan yang masih terkait, skornya 3. - Jika jawaban salah, skornya 1. - Jika tidak menjawab, skornya 0.

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 3. Mengapa pada kaca spion kendaraan digunakan cermin cembung? (skor 10) Kriteria penskoran: - Jika jawaban benar, lengkap dengan alasan yang benar, mengkaitkan dengan sifat-sifat bayangan cermin cembung, skornya 10. - Jika jawaban benar, kurang lengkap tetapi sudah mengkaitkan dengan sifat-sifat bayangan cermin cembung, skornya 8. - Jika jawaban kurang lengkap dan tidak mengkaitkan dengan sifatsifat bayangan cermin cembung, skornya 5. - Jika jawaban salah, tetapi dengan alasan yang masih terkait, skornya 3. - Jika jawaban salah, skornya 1. - Jika tidak menjawab, skornya 0. 4. Lukiskan jalannya sinar dan sifat bayangannya. (skor 20) Kriteria penskoran: - Jika melukiskan arah sinar dengan benar dan lengkap dengan sifat bayangannya, skornya 10. - Jika melukiskan arah sinar dengan benar, tetapi tidak diberi sifat bayangannya, skornya 8. - Jika melukiskan arah sinar salah, tetapi sifat bayangannya benar, skornya 5.

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 133 Jika melukiskan arah sinar salah, serta sifat bayangannya juga salah, skornya 3. - Jika gambar salah, skornya 1. - Jika tidak menjawab, skornya 0. 5. Sebuah pensil berada 20 cm di depan cermin cekung, jika tinggi pensil 4 cm dan jarak fokus cermin adalah 15 cm. Hitunglah Jarak bayangan dan tinggi bayangan. (skor 20) Kriteria penskoran: - Jika jawaban benar, lengkap dengan persamaan yang benar, langkah pengerjaan dan diberi satuan, skornya 10. - Jika jawaban benar, lengkap dengan persamaan, langkah pengerjaan, tetapi tidak diberi satuan, skornya 8. - Jika jawaban salah, tetapi lengkap dengan persamaan dan langkah pengerjaannya benar, skornya 5. - Jika jawaban salah, serta langkahnya juga salah, skornya 3. - Jika hanya menuliskan jawabannya saja, skornya 1. - Jika tidak menjawab, skornya 0.

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Rubrik Penilaian Post-test I. Pilihan Ganda Untuk setiap soal, jika menjawab benar memiliki skor 1 dan jika menjawab salah atau tidak menjawab memiliki skor 0. II. Uraian 1. Sebuah pensil diletakkan 20 cm di depan antena parabola yang cekung, jika jarak penangkap sinyal dari reflector sinyal antena parabola adalah 15 cm. Tentukan : a. Jari-jari kelengkungan antena parabola (skor 5) b. Jarak bayangan pensil (skor 5) c. Perbesaran bayangan pensil (skor 5) d. Lukiskan jalannya sinar pembentukan bayangan (tidak harus sesuai ukuran asli) (skor 5) Kriteria penskoran untuk setiap soal a sampai c: - Jika jawaban benar, lengkap dengan persamaan, langkah pengerjaan dan diberi satuan, skornya 5. - Jika jawaban benar, lengkap dengan persamaan, langkah pengerjaan, tetapi tidak diberi satuan, skornya 4. - Jika jawaban salah, tetapi lengkap dengan persamaan dan langkah pengerjaannya benar, skornya 3. - Jika hanya menuliskan jawabannya saja, skornya 1. - Jika tidak menjawab, skornya 0. Kriteria penskoran untuk soal d: - Jika menggambar dengan benar dan lengkap dengan simbol dan arah cahaya, skornya 5. - Jika menggambar dengan benar, tetapi tidak diberi simbol atau arah cahaya, skornya 4.

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - Jika menggambar tetapi gambarnya salah, skornya 2. - Jika tidak menjawab, skornya 0. 135 2. Jono bercermin pada cermin cembung yang berada dipersimpangan jalan, jika bayangannya 3 kali lebih besar dari Jono dan jarak Jono dengan cermin adalah 15 cm Tentukan : a. Jarak bayangan Jono (skor 5) b. Titik fokus cermin (skor 5) c. Lukiskan jalannya sinar pembentukan bayangan (tidak harus sesuai ukuran asli) (skor 5) d. Sifat bayangannya (skor 3) Kriteria penskoran untuk setiap soal a sampai b: - Jika jawaban benar, lengkap dengan persamaan, langkah pengerjaan dan diberi satuan, skornya 5. - Jika jawaban benar, lengkap dengan persamaan, langkah pengerjaan, tetapi tidak diberi satuan, skornya 4. - Jika jawaban salah, tetapi lengkap dengan persamaan dan langkah pengerjaannya benar, skornya 3. - Jika hanya menuliskan jawabannya saja, skornya 1. - Jika tidak menjawab, skornya 0. Kriteria penskoran untuk soal c: - Jika menggambar dengan benar dan lengkap dengan simbol dan arah cahaya, skornya 5. - Jika menggambar dengan benar, tetapi tidak diberi simbol atau arah cahaya, skornya 4. - Jika menggambar tetapi gambarnya salah, skornya 2. - Jika tidak menjawab, skornya 0. Kriteria penskoran untuk soal d:

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - Jika menjawab benar, dengan 3 sifat, skornya 3. - Jika menjawab benar, dengan 2 sifat, skornya 2. - Jika menjawab benar, dengan hanya 1 sifat, skornya 1. - Jika tidak menjawab, skornya 0. 136 3. Mengapa pada spion kendaraan digunakan cermin cembung dan bukan cermin datar? (skor 20) Kriteria penskoran: - Jika jawaban benar, lengkap dengan menyertakan alasan yang benar serta dapat membandingkan perbedaan kedua cermin, skornya 20. - Jika jawaban benar, menyertakan alasan yang benar tetapi tidak membandingkan perbedaan kedua cermin, skornya 15. - Jika jawaban benar, tetapi tidak menjelaskan alasan dengan benar tetapi dapat membandingkan perbedaan kedua cermin, skornya 10. - Jika jawaban salah, skornya 5. - Jika tidak menjawab, skornya 0.

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran B1. Hasil Pengisian Lembar Kerja Siswa (LKS) 137

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran B2. Hasil Pengerjaan Soal Pre-test Kelas Eksperimen 149

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran B3. Hasil Pengerjaan Soal Pre-test Kelas Kontrol 152

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran B4. Hasil Pengerjaan Soal Post-test Kelas Eksperimen 155

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran B5. Hasil Pengerjaan Soal Post-test Kelas Kontrol 161

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran B6. Hasil Pengisian Lembar Kuesioner Persepsi Siswa 165

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(194) 171 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran B7. Hasil Observasi Keaktifan Belajar Siswa HASIL PENGAMATAN KEAKTIFAN SISWA DIKELAS Kode siswa A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ B B1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ B2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Indikator Keaktifan C D C1 C2 D1 D2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Rata-rata D3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ E F √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Total 9 9 8 8 6 9 9 8 8 10 9 7 7 9 6 7 9 9 7 10 8 8 10 % keaktifan 90 90 80 80 60 90 90 80 80 100 90 70 70 90 60 70 90 90 70 100 80 80 100 83

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran B8. Hasil Analisis Kuesioner Persepsi Siswa HASIL ANALISIS KUESIONER PERSEPSI SISWA Kode siswa P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 Total 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 46 Baik 2 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 2 3 3 4 3 50 Sangat Baik 3 3 3 2 4 3 2 4 4 4 3 3 4 3 4 4 50 Sangat Baik 4 2 3 3 4 3 4 2 3 3 2 3 3 3 3 3 44 Baik 5 3 3 2 2 3 3 4 4 3 4 3 1 2 2 2 41 Baik 6 4 3 3 3 3 2 4 3 3 4 4 3 3 4 4 50 Sangat Baik 7 4 3 3 3 4 4 4 3 2 4 4 3 4 3 4 52 Sangat Baik 8 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 51 Sangat Baik 9 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 48 Sangat Baik 10 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 57 Sangat Baik 11 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 2 4 4 52 Sangat Baik 12 3 3 2 4 4 3 4 3 3 4 3 2 4 4 2 48 Sangat Baik 13 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 2 3 3 4 48 Sangat Baik 14 3 3 2 4 4 4 4 3 2 4 4 3 3 4 3 50 Sangat Baik Kriteria 172

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode siswa P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 Total 15 3 3 2 4 4 3 4 2 2 3 2 1 3 3 2 41 Baik 16 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 2 1 2 3 3 41 Baik 17 4 4 2 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 53 Sangat Baik 18 4 3 4 3 2 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 52 Sangat Baik 19 4 3 2 4 3 3 4 3 3 4 3 1 2 4 3 46 Baik 20 4 3 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 56 Sangat Baik 21 3 3 3 2 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 51 Sangat Baik 22 3 2 3 4 2 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 50 Sangat Baik 23 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 57 Sangat Baik ratarata 3,3 3,1 2,8 3,6 3,3 3,4 3,7 3,1 3,2 3,6 3,3 2,9 3,1 3,6 3,3 Kriteria 173

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C1. Surat Permohonan Ijin Penelitian dari JPMIPA kepada Kepala Sekolah 174

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C2. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian 175

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran D1. Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian Foto Proses Pembelajaran pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 176

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

(201)

Dokumen baru

Download (200 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan persepsi siswa tentang implementasi pendekatan saintifik dalam pembelajaran akuntansi keuangan dengan tingkat kemampuan berpikir tingkat tinggi dan pengembangan karakter siswa.
0
0
2
Hubungan persepsi siswa tentang implementasi pendekatan saintifik dalam pembelajaran akuntansi keuangan dengan tingkat kemampuan berpikir tingkat tinggi dan pengembangan karakter siswa.
0
0
2
Pengembangan rancangan dan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan understanding by design pada materi massa jenis di kelas VII B SMP X.
0
1
200
Hubungan persepsi siswa tentang implementasi pendekatan saintifik dalam pembelajaran Akuntansi Keuangan dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan pengembangan karakter siswa
0
0
158
Pemahaman siswa SMA kelas XI IPA tahun ajaran 20162017 di Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Sintang tentang materi pemantulan pada cermin datar dan cermin lengkung
1
8
239
Pengembangan rancangan dan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan understanding by design pada materi massa jenis di kelas VII B SMP X
1
14
198
2 rpp pemantulan cahaya pada cermin
0
2
8
Pembelajaran fisika menggunakan model inteligensi ganda yang konstruktivis dalam pokok bahasan pemantulan dan pembiasan cahaya pada siswa kelas X6 SMA N 2 Yogyakarta - USD Repository
0
0
212
Perubahan konsep siswa SMA Santa Maria Yogyakarta dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik pada pokok bahasan pembiasan cahaya pada lensa - USD Repository
0
0
278
Kompetensi pedagogik guru dan persepsi siswa tentang kompetensi tersebut dalam pembelajaran : studi kasus tentang tiga guru di dua sekolah - USD Repository
0
0
263
Hubungan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan peningkatan prestasi belajar fisika mengenai induksi elektromagnetik di SMP Bunda Maria Pamanukan - USD Repository
0
0
103
Penerapan pendekatan understanding by design dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa kelas XI IPA pada materi persamaan keadaan gas ideal di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
0
167
Penerapan metode kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) dalam meningkatkan pemahaman konsep, minat, dan keaktifan belajar siswa kelas VIII SMP N 5 Klaten pada materi pemantulan cahaya - USD Repository
0
0
175
Efektivitas penerapan pendekatan understanding by design dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan pelaksanaannya di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta dengan pokok bahasan bunyi - USD Repository
0
0
256
Efektivitas pendekatan understanding by design dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan persepsi siswa terhadap pembelajaran tersebut di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dengan pokok bahasan getaran dan gelombang - USD Repository
0
0
252
Show more