Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Adisucipto 1 menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II - USD Repository

Gratis

0
2
242
10 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN ADISUCIPTO 1 MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh : Lia Yogi Artika 101134040 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN ADISUCIPTO 1 MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh : Lia Yogi Artika 101134040 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tanggal, 11 Agustus 2014

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN “Ilmu tak terbatas oleh usia dan karena ilmu aku ingin jadi garam dan terang dunia” Dengan penuh bangga dan syukur, skripsi ini kupersembahkan sepenuhnya untuk:  Tuhan yang selalu memberkati dan melimpahkan segala rahmatNya untuk menyelesaikan skripsi ini.  Kedua orangtuaku, Bapak Yohanes Eudes Sugito dan Ibu Sukartilah yang selalu memberikan cinta kasih dan segala dukungan yang tak terbatas  Adikku yang selalu mendukung kuliahku  Seseorang yang selalu sabar dalam menemaniku dalam segala hal dan waktunya  Seluruh pihak yang membantu kelancaran skripsi ini iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Lia Yogi Artika. 2014. Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPS Siswa kelas IV SDN Adisucipto 1 Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana upaya untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas IV di SD N Adisucipto 1 Yogyakarta mata pelajaran IPS menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II? (2) apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar IPS kelas IV di SD N Adisucipto 1? (3) apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar IPS kelas IV di SD N Adisucipto 1? Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang mengacu pada model siklus yang telah dikemukakan oleh Kemmis dan Taggart. Dalam satu siklus terdiri dari empat langkah yaitu: planning (rencana), action (tindakan), observation (observasi), dan reflection (refleksi). Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Adisucipto I,tahun pelajaran 20013/2014 yang berjumlah 24 siswa. Pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan, lembar kuesioner dan tes. Data diolah menggunakan teknik analisis data secara deskritif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II pada mata pelajaran IPS dalam upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas IVA di SD N Adisucipto 1 tahun pelajaran 2013/2014 telah dapat ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut: a) pemberian materi secara menyeluruh. b) pembentukan kelompok asal yang berisi 6 ahli. c) pemberian tugas untuk setiap ahli. d) kegiatan diskusi setiap ahli. e) ahli dalam setiap tugas melaporkan hasil diskusi pada kelompok asal. f) kelompok asal presentasi di dalam kelas. g) kegiatan evaluasi secara individu. h) pemberian penghargaan (reward). (2) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar IPS kelas IV di SD N Adisucipto 1 tahun pelajaran 2013/2014. Terbukti minat belajar siswa mengalami peningkatan; kondisi awal rata-rata minat belajar sebesar 58,37 (kategori cukup);pada siklus I rata-rata minat belajar sebesar 71,1 (kategori tinggi);pada siklus II skor rata-rata minat belajar sebesar 82,9 (kategori sangat tinggi). (3) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar IPS IV di SD N Adisucipto 1 tahun pelajaran 2013/2014. Terbukti hasil ulangan siswa meningkat; kondisi awal rata-rata prestasi belajar sebesar 64,67 dan terdapat 12 siswa (40%) yang mencapai KKM.Siklus I rata-rata prestasi belajar sebesar 65,6 dan terdapat 13 siswa (54,16%) yang mencapai KKM. Siklus II rata-rata prestasi belajar sebesar 81,3 dan seluruh siswa (100%) mencapai KKM. Kata kunci: minat belajar, prestasi belajar, model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Lia Yogi Artika. 2014. The Improvement of Social Science LearningInterest and Achievement of Students Grade IV SDN Adisucipto 1 Using Cooperative Learning Model of Jigsaw Type II.Elementary Education LearningProgram, Education Science Majors, Teachers Training and Education, Sanata Dharma University. This research is aimed to know (1) how is the effort to improve learninginterest and achievement of students grade IV at SDN Adisucipto 1 Yogyakarta on Social Science lesson using cooperative learning model of Jigsaw Type II? (2) can cooperative learning model of jigsaw type II improve social science learning interest of students grade IV at SD N Adisucipto 1? (3) Can cooperative learning model of jigsaw type II improve social science learningachievement of students grade IV at SD N Adisucipto 1? This is Class Behavioral Research that refers to cycle model that has been proposed by Kemmis and Taggart. In a cycle, there are four steps such as planning, action, observation and reflection. The subjects of this research were all students grade IV of SDN Adisuciptoacademic year 2013/2014 that numbers are 24 students. The data collection method utilized observation, questionnaire and test sheets. Furthermore, the data collection was processed using descriptive and quantitative data analysis technique as determined. The research result indicates that : (1) the implementation of cooperative model of Jigsaw Type II on Social Science in the effort of improving learning interest and achievement of students grade IV A at SD N Adisucipto 1 academic year 2013/2014 was done through : a) whole material giving. b) Origin group formation consisting of 5 experts. c) task giving for each experts d) discussion activity of each expert. e) Expert in each task report discussion result to origin group. F) the origin group presents inthe class. G) Individual evaluation activity. H) Reward giving. (2) Cooperative learning model implementation of Jigsaw type II is able to improve learning interest social science learning interest of grade IV at SD N Adisucipto 1 academic year 2013/2014. It has proven that from learning interest, students who experience improvement, the average initial condition of learning interest is 58.37 (sufficient category). In the cycle II, the average score of learning interest is 82.9 (very high category). (3) Cooperative learning model implementation of Jigsaw type II is able to improve social science learning achievement of students grade IV at SD N Adisucipto 1 academic year 2013/2014. It is proven with the students test score that experience initian condition increase of average learning achievement 64.67 and there are 13 students (40%) whose score is above KKM. The average learning achievement of cycle II is 83.3 and all students (100%) have score above KKM. Keywords: learning interest, learning achievement, Cooperative learning model of Jigsaw Type II. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN ADISUCIPTO 1 MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II” . Skripsi ini disusun untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak mungkin selesai jika tanpa bantuan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada: 1. Rohandi, Ph. D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. G.Ari Nugrahanta, SJ., SS., BST.,M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Drs. YB Adimassana,M.A, selaku pembimbing I, yang telah memberikan arahan, dorongan, semangat serta sumbangan pemikiran yang penulis butuhkan untuk menyelesaikan skripsi ini. 4. Drs. Daryono, selaku Kepala Sekolah di SDN Adisucipto 1, beserta staf pengajar, atas ijin yang diberikan sehingga penulis dapat melakukan penelitian untuk melengkapi data dalam PTK ini. 5. Orang tua dan keluarga yang telah memberi dukungan moril maupun sepirit untuk cepat selesainya pembuatan PTK ini. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Semua pihak yang telah banyak memberikan dukungan, bantuan dalam penulisan PTK ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis dengan rendah hati bersedia menerima sumbangan baik pemikiran, kritik, maupun saran yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini berguna bagi pembaca dan peneliti lain. Yogyakarta, 09 Agustus 2014 Penulis Lia Yogi Artika x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN...................................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................................. iv LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA..................................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ............................................................ vi ABSTRAK ................................................................................................................... vii ABSTRACT................................................................................................................. viii KATA PENGANTAR ................................................................................................. ix DAFTAR ISI................................................................................................................ xi DAFTAR TABEL ....................................................................................................... xvi DAFTAR GAMBAR ................................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN................................................................................................ xix BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah............................................................................. 1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 1.3 Pemecahan Masalah ................................................................................... 1.4 Tujuan Penelitian ....................................................................................... 1.5 Manfaat Penelitian ..................................................................................... 1.6 Batasan Pengertian .................................................................................... 1 4 5 6 6 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA ....................................................................................... 9 2.1 Kajian Teori ............................................................................................... 9 2.1.1 Belajar ............................................................................................. 9 2.1.1.1 Pengertian Belajar............................................................. 9 2.1.1.2 Ciri-ciri Belajar................................................................. 10 2.1.1.3.Prinsip – Prinsip Belajar ................................................... 11 2.1.2. Prestasi Belajar ............................................................................... 12 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.2.1. Pengertian Prestasi Belajar .............................................. 12 2.1.2.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar........ 14 2.1.3. Minat............................................................................................... 21 2.1.3.1. Pengertian Minat.............................................................. 21 2.1.3.2. Faktor yang mempengaruhi minat .................................. 23 2.1.3.3. Ciri-ciri Minat Belajar ..................................................... 25 2.1.4. Model Pembelajaran Kooperatif .................................................... 26 2.1.4.1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif .............................. 26 2.1.4.2. Macam-Macam Pembelajaran Kooperatif....................... 29 2.1.4.3. Manfaat Penggunaan Model Kooperatif.......................... 31 2.1.5. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ............................... 32 2.1.5.1. Pengertian Model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II........................................................................................ 32 2.1.5.2. Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I,II, dan III .......................................................... 33 2.1.5.3. Langkah-langkah Model Kooperatif Teknik Jigsaw II ... 37 2.1.5.4. Penghargaan (Reward) kelompok ................................... 40 2.1.6. Hakikat IPS..................................................................................... 41 2.1.6.1. Pengertian IPS ................................................................. 41 2.1.6.2. Tujuan siswa mempelajari IPS di SD .............................. 42 2.1.6.3. Ruang Lingkup Materi IPS SD........................................ 43 2.1.4.4. Penerapan Model Kooperatif tipe Jigsaw II pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)...... 44 2.2. Hasil penelitian yang relevan .................................................................... 45 2.3. Kerangka Berpikir .................................................................................... 47 2.4. Hipotesis Tindakan ................................................................................... 48 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN............................................................................... 50 3.1. Jenis Penelitian.......................................................................................... 50 3.2. Setting Penelitian ...................................................................................... 53 3.2.1. Tempat Penelitian....................................................................... 53 3.2.2. Subjek Penelitian........................................................................ 54 3.2.3. Objek Penelitian ......................................................................... 54 3.2.4. Waktu Penelitian ........................................................................ 54 3.3. Prosedur Penelitian.................................................................................... 55 3.3.1. Persiapan .................................................................................... 55 3.3.2. Rencana Tindakan Setiap Siklus................................................ 56 3.3.2.1. Siklus I.......................................................................... 56 3.3.2.2. Siklus II......................................................................... 61 3.4. Pengumpulan Data dan Instrumennya ..................................................... 66 3.4.1. Peubah (variabel) Penelitian ...................................................... 66 3.4.2 Teknik Pengumpulan Data.......................................................... 67 3.4.2.1. Pengumpulan data minat belajar................................... 67 3.4.2.2. Pengumpulan Data Prestasi Belajar.............................. 70 3.4.3. Instrumen Penelitian ................................................................... 70 3.4.3.1. Instrument minat belajar............................................... 71 3.4.3.2. Instrumen Penelitian ..................................................... 73 3.4.4. Validitas dan reliabilitas Instrumen Penelitian ............................ 75 3.4.4.1. Validitas........................................................................ 75 3.4.4.2. Validasi Perangkat Pembelajaran ................................. 79 3.4.4.3. Reliabilitas Instrumen Penelitian ................................. 81 3.5. Teknik Analisis Data................................................................................. 82 3.5.1. Analisis data minat belajar .......................................................... 82 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.5.1.1. Pengamatan Minat ......................................................... 84 3.5.1.2. Menghitung kuesioner minat.......................................... 85 3.5.1.3. Skor akhir Minat ............................................................ 86 3.5.2. Analisis Data Prestasi Belajar ..................................................... 87 3.5.2.1. Aspek Kognitif .............................................................. 87 3.6. Kriteria Keberhasilan................................................................................ 88 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN............................................. 89 4.1. Hasil Penelitian ......................................................................................... 89 4.1.1. Kondisi Awal .............................................................................. 89 4.1.1.1. Minat Belajar .............................................................. 91 4.1.1.2. Prestasi Belajar Pra Siklus............................................ 92 4.1.2. Siklus I .......................................................................................... 93 4.1.2.1. Perencanaan ................................................................ 93 4.1.2.2. Pelaksanaan ................................................................ 93 4.1.2.3. Pengamatan ................................................................ 99 4.1.2.4. Refleksi ...................................................................... 105 4.1.3. Siklus II........................................................................................ 108 4.1.3.1. Perencanaan................................................................. 108 4.1.3.2. Pelaksanaan ................................................................ 109 4.1.3.3. Pengamatan ................................................................. 115 4.1.3.4. Refleksi ....................................................................... 120 4.2. Pembahasan .............................................................................................. 123 4.2.1. Minat Belajar .............................................................................. 124 4.2.2. Prestasi Belajar ............................................................................ 126 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN....................................................................... 130 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5.1. Kesimpulan ............................................................................................... 130 5.2 Saran ........................................................................................................ 131 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 139 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1.Perbedaan Jigsaw I, Jigsaw II, dan Jigsaw III .................................................. 36 Tabel 2 Poin berdasarkan tingkat kuis ........................................................................... 40 Tabel 3. Perkembangan skor kelompok ........................................................................ 41 Tabel 4. Standar Kompetensi (SK) berdasarkan kurikulum tahun 2006 ...................... 43 Tabel 5. Jadwal Penelitian ............................................................................................. 54 Tabel 6. Pengumpulan Data dan Instrumennya ............................................................. 67 Tabel 7. Kisi-kisi Panduan Pengamatan Minat Belajar Siswa....................................... 69 Tabel 8. Kisi-kisi Panduan Pengamatan Minat Belajar ................................................ 71 Tabel 9. Kisi-kisi Lembar Kuesioner Minat Belajar ..................................................... 72 Tabel 10. Pengukuran Skala Likert yang disesuaikan .................................................. 73 Tabel 11. Kisi-kisi Lembar kuisioner Minat Belajar Siswa .......................................... 73 Tabel 12. Kisi-kisi Soal Pilihan Ganda Siklus I dan II .................................................. 74 Tabel 13. Perhitungan validitas soal siklus I ................................................................. 77 Tabel 14. PerhitunganValiditas soal siklus II ............................................................... 78 Table 15.Kriteria Hasil Penilaian Perangkat Pembelajaran .......................................... 79 Tabel 16. Perhitungan Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran .................................... 79 Tabel 17. Koefisien reliabilitas ..................................................................................... 81 Table 18.Perhitungan PAP II ......................................................................................... 84 Tabel 19. Batas Bawah Skor Kategori Minat Siswa ..................................................... 84 Tabel 20. Pedoman Skoring Minat Siswa ..................................................................... 85 Tabel 21. Kriteria nilai .................................................................................................. 87 Table 22. Indikator keberhasilan ................................................................................... 88 Tabel 23. Jadwal Pelaksanaan Penelitian....................................................................... 89 Tabel 24.Kondisi Awal Minat Belajar Siswa ................................................................ 91 Tabel 25.Kondisi Awal Prestasi Belajar Siswa ............................................................. 92 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 26. Minat Belajar Siswa Siklus I.......................................................................... 103 Tabel 27. Prestasi Belajar Siswa Siklus I....................................................................... 104 Tabel 28. Perbandingan Hasil Siklus I dengan Kondisi Awal dan Target Keberhasilan siklus I .................................................................................... 107 Tabel 29. Minat Belajar Siswa Siklus II ....................................................................... 118 Tabel 30. Prestasi Belajar Siswa Siklus II .................................................................... 119 Tabel 31. Perbandingan Hasil Siklus I dengan Kondisi Awal dan Target Keberhasilan siklus I .................................................................................... 121 Tabel 32. Rata-rata Minat Belajar Siswa ...................................................................... 124 Tabel 33. Hasil Rekap Nilai Ulangan Siswa Kelas IVA ............................................... 126 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar1. Literature Map............................................................................................... 47 Gambar 2. Siklus Penelitian dari Kemmis dan Taggart................................................. 52 Gambar 3. Peningkatan Minat belajar............................................................................ 125 Gambar 4 peningkatan Prestasi Belajar ........................................................................ 127 Gambar 5 Peningkatan Jumlah siswa yang mencapai KKM ........................................ 128 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Silabus Pembelajaran............................................................................... 135 Lampiran 2 RPP Siklus I ............................................................................................ 139 RPP Siklus II .......................................................................................... 148 Lampiran 3 Modul Pembelajaran Siklus I ................................................................. 157 Modul Pembelajaran Siklus II................................................................. 163 Lampiran 4 LKS Siklus I ............................................................................................ 170 LKS Siklus II ......................................................................................... 172 Lampiran 5 Evaluasi Pembelajaran Siklus I .............................................................. 174` Evaluasi Pembelajaran Siklus I............................................................... 176 Lampiran 6 Kunci Jawaban ........................................................................................ 178 Lampiran 7 Table Uji validitas Siklus I ...................................................................... 179 Lampiran 8 Table Uji validitas Siklus II..................................................................... 180 Lampiran 9 Perhitungan Reliabilitas siklus I dan II .................................................. 181 Lampiran 10 Lembar Pengamatan Minat Belajar ........................................................ 182 Lampiran 11 Kuesioner Minat Belajar ......................................................................... 185 Lampiran 12 Lembar Penilaian Prestasi Belajar .......................................................... 186 Lampiran 13 Data Pengamatan Minat Siklus I ............................................................ 187 Data Pengamatan Minat Siklus II ........................................................... 188 Lampiran 14 Data Kuisioner Minat Belajar Siklus I ................................................... 189 Data Kuisioner Minat Belajar Siklus II................................................... 190 Lampiran 15 Data Minat Belajar Siklus I .................................................................... 191 Data Minat Belajar Siklus I..................................................................... 192 Lampiran 16 Hasil Penilaian Prestasi Siklus I .............................................................. 193 Hasil Penilaian Prestasi Siklus II .......................................................... xix 194

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 17 Hasil Penilaian Siklus ........................................................................... 195 Lampiran 18 Instrumen Validasi Desain Pembelajaran.............................................. 196 Lampiran 19 Hasil Penilaian Instrumen Validasi Desain Pembelajaran .................... 199 Lampiran 20 Hasil kuesioner Minat Belajar Siswa .................................................... 202 Lampiran 21 Hasil LKS Siklus I ................................................................................ 204 Hasil LKS Siklus II ............................................................................... 207 Lampiran 22 Hasil Evaluasi Siklus I .......................................................................... 209 Hasil Evaluasi Siklus II......................................................................... 211 Lampiran 23 Daftar Hadir Refleksi Siklus I .............................................................. 213 Daftar Hadir Refleksi Siklus I............................................................... 214 Lampiran 24 Foto Kegiatan ....................................................................................... 215 Lampiran 25 Surat Ijin Penelitian .............................................................................. 218 Lampiran 26 Surat Telah Melakukan Pebelitian ........................................................ 219 Lampiran 26 Daftar Riwayat Hidup ............................................................................ 220 xx

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN Di dalam bab ini, akan diuraikan pendahuluan yang berisi tentang latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan batasan penelitian. 1.1.Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peranan yang penting untuk mempersiapkan peserta didik siap untuk berkembang dalam masyarakat yang sebenarnya secara utuh. Pendidikan merupakan patokan untuk maju dengan mempersiapkannya dengan baik. Pada saat ini sistem pembelajaran yang di praktikan di sekolah-sekolah perlu ditinjau kembali. Banyak orang selalu mempunyai pemikiran bahwa guru sebagai pendidik di sekolah selalu menyodorkan informasi dan pengetahuan kepada siswanya Mereka mengajar dengan metode ceramah dan mengharapkan siswa duduk, diam, catat, dan hafal (3DCH) serta mengadu siswa satu sama lain (Lie, 2007:3).,terlebih orangtua siswa yang selalu menuntut agar nilai-nilai mereka selalu tinggi. Oleh sebab itu, beban yang diemban oleh sekolah, dalam hal ini adalah guru sangat berat, karena gurulah yang berada pada garis depan dalam membentuk pribadi anak didik, sehingga sistem pendidikan di masa depan perlu dikembangkan agar dapat menjadi lebih responsif terhadap tuntutan masyarakat dan tantangan yang akan dihadapi di dunia kerja di masa mendatang. Sekarang ini, banyak jalur pendidikan yang diupayakan,baik oleh pemerintah berupa sekolah umum maupun yang dikembangkan oleh swasta 1

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 atau sekolah masyarakat. Seluruh jalur pendidikan yang dikembangkan pada hakikatnya mempunyai tuntutan dan tanggung jawab moral yang sama terhadap lulusan atau terhadap kelanjutan peserta didik. Selain membahas teori yang ada di sekolah, guru juga bertanggung jawab untuk mempersiapkan siswa untuk dapat bersosialisasi di lingkungan masyarakat contohnya dalam berorganisasi. Tujuan dari pembelajaran dalam masyarakat ini berfungsi untuk mempersiapkan siswa agar dapat kelak nantinya saat siswa keluar dari masa sekolah tidak canggung dan bingung serta menjadi anak yang pasif dalam masyarakat, selain itu siswa mampu untuk ikut serta dalam organisasi yang terdapat dalam masyarakat yang awalnya sudah mempunyai bekal dari sekolah. IPS merupakan salah satu mata pelajaran pokok yang diajarkan di Sekolah Dasar (SD),seperti yang tertulis pada pasal 37 UU Sisdiknas bahwa IPS adalah muatan wajib yang harus ada dalam kuriulum pendidikan dasar dan menengah (Sapriya, 2009: 79). IPS yang merupakan salah satu ilmu yang bertujuan untuk menyiapkan manusia dengan tantangan-tantangan kehidupan di masyarakat dan lingkungannya. IPS dapat menggunakan lingkungan sekitar untuk belajar pengetahuan, ketrampilan, sikap dalam kehidupan dan kesehariannya. Menurut Solihatin dan Raharjo (2008:15) bahwa IPS mempunyai tujuan untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar pada siswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan bakat,minat,kemampuan dan lingkungannya serta berbagai bekal untuk siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk mengukur keberhasilan dari suatu pembelajaran terlihat dari patokan nilai KKM. Nilai

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 ketuntasan minimal setiap sekolah berbeda-beda yang dibuat dengan disesuaikan dengan kemampuan siswanya dan fasilitas pendukungnya. Berdasarkan wawancara yang dilakukan Senin 05 Mei 2014 dengan wali kelas dan juga guru yang mengajarkan mata pelajaran IPS kelas IVA di SD N Adisucipto 1 KKM yang ditetapkan adalah 65. Jadi, siswa dinyatakan lulus atau berhasil jika nilai yang dicapai adalah ≥ 65. Dari hasil pengamatan di SDN Adisucipto 1 tahun ajaran 2013/2014 model mengajar guru yang kurang bervareasi inilah yang akhirnya menimbulkan kurang minatnya siswa terhadap mata pelajaran IPS khususnya pada materi mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa. Tercatat bahwa hasil siswa yang berjumlah 24 anak yang tuntas hanya 10 anak atau sekitar 41,66% dengan nilai rata-rata 69,56 dari sini timbul masalah yang harus ditangani. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan yang telah dilakukan peneliti mengambil keputusan untuk menetapkan model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa yang dikhususkan dengan menggunakan nilai kognitif saja yang dianggap lebih mudah dengan hanya menghitung hasil pencapaian belajar siswa. Banyak variasi yang dapat dikembangkan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Salah satunya guru dapat mengembangkan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dengan tujuan dapat membangun kelas sebagai komunitas belajar yang menghargai semua kemampuan siswa. Dalam model pembelajaran ini siswa secara individual berkembang dan berbagi kemampuan dalam berbagai aspek kerja yang

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 berbeda. Selama pelaksanaan tipe jigsaw II, siswa dituntut untuk menjadi aktif sedangkan guru tidak banyak menjelaskan materi kepada siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat membuat siswa untuk berusaha memahami materi yang menjadi tanggung jawabnya dalam kelompok ahli karena mau tidak mau setiap siswa harus menjelaskan materi tersebut kepada teman dalam kelompok asalnya. Dalam pembelajaran ini guru mempunyai peran sebagai fasilitator dan konsultan untuk kelompok siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II ini dipandang efektif dalam pembelajaran IPS, karena siswa akan lebih aktif dan ktitis dalam berpendapat serta materi yang disampaikan akan lebih membutuhkan waktu yang lebih singkat berdasarkan pemaparan yang telah dibahas diatas. Bertolak pada permasalahan yang ada, maka diperlukan perbaikan terhadap pembelajaran, peneliti akan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dan mengharapkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS sesuai dengan judul penelitian ini adalah ”Peningkatkan Minat Dan Prestasi Belajar IPS siswa kelas IV SDN Adisucipto I Menggunakan Model Kooperatif Tipe Jigsaw II”. 1.2.Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah dalam penelitian yang dirumuskan sebagai berikut : 1.2.1. Bagaimana upaya untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas IV A di SD N Adisucipto 1 Yogyakarta mata pelajaran IPS tentang Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 kesejahteraan masyarakat kelas IV di SD N Adisucipto 1 tahun pelajaran 2013/2014 dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II? 1.2.2. Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar IPS tentang Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelas IV di SD N Adisucipto 1 tahun pelajaran 2013/2014? 1.2.3. Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar IPS tentang Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelas IV di SD N Adisucipto 1 tahun pelajaran 2013/2014? 1.3. Pemecahan Masalah Masalah rendahnya minat dan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Adisucipto 1 tahun ajaran 2013/2014 pada materi Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan diatasi dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II yang diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif untuk mencapai hasil yang maksimal dan minat siswa untuk belajar dengan langkah – langkah sebagai berikut : a. Memberikan materi secara keseluruhan. b. Membentuk kelompok asal yang terdiri dari 5 ahli c. Pemberian tugas untuk setiap ahli. d. Melakukan diskusi tugas dalam masing-masing kelompok ahli. e. Ahli melaporkan hasil diskusi pada kelompok asal.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 1.4. f. Kelompok asal mempresentasikan dalam pleno. g. Evaluasi individual. h. Pemberian penghargaan (reward) Tujuan Penelitian 1.4.1. Untuk mengetahui bagaimana upaya peningkatan minat belajar dan prestasi belajar IPS kelas IV SD Adisucipto I semester genap tahun pelajaran 2013/2014 melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. 1.4.2. Untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar IPS siswa kelas IV SD Adisucipto I semester genap tahun pelajaran 2013/2014. 1.4.3. Untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Adisucipto I semester genap tahun pelajaran 2013/2014. 1.5. Manfaat Penelitian 1.5.1. Bagi peneliti Merupakan pengalaman yang berkesan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II di kelas IV SD N Adisucipto 1 tahun pelajaran 2013/2014 1.5.2. Bagi Guru Dapat menjadi pertimbangan dalam usaha meningkatkan prestasi belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II di kelas IV SD N Adisucipto 1 tahun pelajaran 2013/2014.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 1.5.3. Bagi Siswa Memberikan pengalaman mempelajari Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. 1.5.4. Bagi Sekolah Menambah bahan bacaan terkait dengan PTK khususnya penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dalam upaya meningkatkan prestasi belajar pada materi Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 1.6.Batasan Pengertian Untuk mencegah kesalahan persepsi terhadap judul penelitian ini,maka definisi yang digunakan adalah sebagai berikut: 1.6.1 Prestasi belajar adalah bukti hasil belajar yang dicapai seseorang dalam bentuk nilai atau skor setelah mengikuti pembelajaran yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Namun dalam penelitian ini hanya di khususkan pada penelitian aspek kognitif saja yang dianggap lebih mudah perhitungannya menggunakan hasil nilai yang diperoleh siswa. 1.6.2 Model pembelajaran kooperatif merupakan sebuah pengembangan teknik belajar bersama yang melibatkan siswa yang belajar dan bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecil untuk mencapai tujuan belajar. 1.6.3 Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II adalah satu jenis pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II adalah setiap kelompok berkompetisi untuk mendapatkan penghargaan kelompok (group reward). Dengan cara siswa belajar dalam kelompok yang melakukan tiga kali diskusi yaitu diskusi kelompok asal, kelompok ahli dan kemudian kembali ke kelompok asal dimana masing-masing ahli mempunyai tanggung jawab akan tugasnya dalam kelompok. 1.6.4 Minat Belajar merupakan ketertarikan seseorang dengan dasar perasaan senang terhadap suatu objek maupun kegiatan yang akan dilakukan.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 BAB II KAJIAN PUSTAKA Di dalam bab ini, diuraikan kajian pustaka yang akan digunakan untuk memecahkan masalah dalam penelitian ini. Pembahasan tentang teori ini berisi tentang kajian teori, kerangka berpikir, hipotesis tindakan. 2.1. Kajin teori 2.1.1. Belajar 2.1.1.1. Pengertian Belajar Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh tiap individu yang bertanggung jawab, yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari dan mempunyai tujuan untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang ingin dicapai. Belajar menurut Slameto (2003:13) merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan linngkungannya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:24), belajar merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk mengetahui sesuatu yang belum pernah dikuasai maupun keterampilan. Dengan kata lain, belajar merupakan suatu proses untuk mencapai maupun memperoleh suatu hal yang sama sekali belum pernah dicapai. Menurut Syah (2003:63) belajar yaitu kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam menyelenggarakan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Menurut Hilgard dalam Wens Tanlain (2007:6) 9

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 bahwa”belajar adalah suatu proses dan melalui proses itu terjadi pendidikan serta proses ini terjadi dalam diri anak sejak ia lahir”. Dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan usaha yang harus dilakukan untuk memenuhi target dan tujuan tertentu yang ingin dicapai. 2.1.1.2.Ciri-Ciri Belajar Pada dasarnya belajar merupakan tingkah laku seseorang, perubahan dari tidak tahu menjadi tahu karena pengalaman yang telah dialaminya, seperti yang dikemukakan Djamarah (2002 : 15) bahwa cirri-ciri belajar ialah mengacu pada adanya perubahan yang terjadi secara sadar, bersifat fungsional, bersifat positif, tidak bersifat sementara, bertujuan , terahah, serta mencakup seluruh aspek tingkah laku. Ciri-ciri belajar menurut Baharuddin (2002:15) sebagai berikut: a) Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingklah laku (change behavior b) Perubahan tingkah laku relative permanent c) Perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung, perubahan perilaku tersebut bersifat potensial. d) Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman. e) Pengalaman atau latihan itu dapat memberi penguatan. Menurut Soekamto dan Winataputra dalam Baharuddin (2002:16) dalam proses belajar guru perlu memperhatikan beberapa prinsip belajar berikut: a) Apapun yang dipelajari siswa, dialah yang harus belajar, bukan orang lain. b) Setiap siswa belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 c) Siswa dapat belajar dengan baik bila mendapat penguatan langsung pada setiap langkah yang dapat dilakukan selama proses belajar. d) Penguasaan yang sempurna dari setiap langkah yang dilakukan siswa akan membuat proses belajar lebih berarti. e) Motivasi siswa akan lebih meningkat apabila diberi tanggung jawab dan kepercayaan penuh atas belajarnya. Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku yang mana perubahan tersebut dapat menyebabkan tingkah laku seseorang menjadi lebih baik atau bahkan menjadi buruk yang dipengaruhi oleh hal-hal yang sedang dipelajari oleh seseorang tersebut. 2.1.1.3.Prinsip – Prinsip Belajar Menurut Slameto (2010:27), seorang guru atau calon guru perlu mengetahui prinsip-prinsip belajar yang harus dilaksanakan dalam situasi kondisi yang berbeda oleh setiap siswa secara individual. Prinsip belajar dibedakan berdasarkan prasyarat yang diperlukan sesuai hakikat belajar sesuai bahan yang harus dipelajari dan syarat keberhasilan belajar. Berdasarkan prasyarat tersebut yang diperlukan untuk belajar siswa harus diusahakan partisipasi aktif, meningkatkan minat, dan membimbing untuk mencapai tujuan instruksional. Siswa tidak hanya belajar dalam lingkungan formal namun juga lingkungan sekitar untuk menambah motivasi siswa dan menghubungkan teori yang diperoleh di lembaga formal dengan lingkungan nyata.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 2.1.2. Prestasi Belajar 2.1.2.1. Pengertian Prestasi Belajar Dalam Kamus besar Bahasa Indonesia, prestasi berarti hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan atau dikerjakan). Menurut Bloom dalam Suprijono (2009:6) hasil belajar mempunyai cakupan kemampuan kognitif,afektif,dan psikomotorik. Menurut Masidjo (1995), hasil belajar adalah segala sesuatu yang menjadi milik siswa sebagai akibat dari kegiatan belajar. Belajar yang dilakukan oleh siswa menyangkut tiga bidang yaitu ranah kognitif (pengetahuan dan pemahaman), afektif (perasaan, minat, motivasi, sikap, dan nilai), dan psikomotoris (pengamatan dan gerakan-gerakan motorik), menurut Winkel (1991:162) “prestasi adalah bukti keberhasilan usaha yang dicapai”. Menurut Arifin (1988:3) bahwa “prestasi belajar adalah kemampuan, ketrampilan, dan sikap seseorang dalam menyelesaikan suatu hal. Jadi dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai setelah seseorang melakukan kegiatan tertentu. Menurut Arifin (1988:3) prestasi belajar mempunyai beberapa fungsi utama sebagai berikut: a) Prestasi belajar sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai anak didik. b) Prestasi belajar sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu. c) Prestasi belajar sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan d) Prestasi belajar sebagai indikator intern dan ekstern suatu institusi pendidikan. Indikator intern dalam arti bahwa prestasi belajar dapat dijadikan tingkat produktifitas suatu institusi

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 pendidikan asumsinya adalah bahwa kurikulun yang digunakan relevan dengan kebutuhan masyarakat anak didik . Indikator ekstern dalam arti bahwa tinggi rendahnya prestasi belajar dapat dijadikan indikator tingkat kesuksesan anak didik di masyarakat. e) Prestasi belajar dapat dijadikan indikator terhadap daya serap (kecerdasan) anak didik Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol-simbol, angka, huruf, atau kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap peserta didik dalam periode tertentu (Tirtonegoro, 1984:24). Prestasi belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) merupakan penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka hasil yang diberikan oleh guru. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi belajar merupakan hasil dari suatu proses dan usaha dengan target tertentu sesuai dengan yang ingin dicapai disamping itu juga kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik merupakan suatu akibat dari interaksi aktif dari berbagai factor yang mempengaruhi dari dalam maupun luar individu. Dalam penelitian ini peneliti mengkhususkan pengambilan data hasil prestasi belajar dengan menggunakan data penilaian kognitif saja karena dianggap lebih mudah dengan mengolah angka nilai siswa.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 2.1.2.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di bawah ini akan dijabarkan beberapa hal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar (Ahmadi, 1991:130 – 131). a. Faktor Internal Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri anak. Faktor internal meliputi faktor jasmani, psikologis, potensial, serta faktor kematangan fisik maupun psikis. Berikut akan dijabarkan beberapa faktor internal tersebut: 1) Faktor Jasmani Menurut Slameto (1988:56 – 57) faktor jasmani meliputi faktor kesehatan dan juga cacat tubuh. Seseorang yang mempunyai kondisi tubuh yang sehat, maka seseorang tersebut akan dapat belajar dengan baik. Ia akan mampu menguasai apa yang sedang ia pelajari terganggu oleh kondisi fisik yang kurang baik. Cacat pada tubuh juga sangat mempengaruhi prestasi belajar, hal ini dapat terlihat apabila anak memiliki cacat tubuh dan bersekolah. 2) Faktor Psikologis Faktor psikologis ini terdiri faktor intelektif dan non intelektif. Faktor intelektif terdiri dari faktor potensial (bakat) dan faktor kecakapan nyata (prestasi). Faktor non intelektif merupakan

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 hal-hal yang berkaitan dengan kepribadian. Berikut akan dijabarkan faktor intelektif dan faktor non intelektif (Slameto, 1988:57 – 59). a) Faktor Intelektif (1) Faktor Potensial Faktor potensial merupakan kecerdasaan atau bakat yang telah dimiliki oleh anak. Bakat sangat mempengaruhi prestasi belajar dikarenakan apabila anak belajar sesuai dengan bakatnya maka anak tersebut akan memperoleh hasil belajar yang baik. Maka dari itu orang tua perlu mengetahui bakat apa yang dimiliki oleh anaknya. Hal ini di maksudkan supaya orang tua membantu anak untuk mengembangkan bakat yang telah dimilikinya (Slameto, 1988:59). (2) Faktor Kecakapan Nyata Faktor kecakapan nyata mempengaruhi prestasi belajar anak dikarenakan faktor kecakapan nyata yaitu prestasi yang telah dimilliki oleh anak. Apabila anak tersebut pernah memiliki prestasi maka anak tersebut akan termotivasi untuk mendapatkan prestasi lagi (Slameto, 1988:59).

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 b) Faktor Non Intelektif Faktor non intelektif ini terdiri dari beberapa hal yang berkaitan dengan kepribadian, seperti halnya minat, motivasi, kematangan, kesiapan, perhatian, serta kebutuhan (Slameto, 1988:58 – 61). (1) Minat Minat menurut Slameto (1988:59) merupakan kecenderungan yang dimiliki seseorang secara tetap, digunakan untuk memperhatikan maupun untuk mengingat beberapa kegiatan. Minat sangat mempengaruhi prestasi belajar, dikarenakan apabila anak belajar tidak sesuai dengan minatnya maka anak tersebut tidak dapat belajar secara optimal. (2) Motivasi Motivasi sangat mempengaruhi prestasi belajar, hal ini dikarenakan motivasi sangat dibutuhkan anak dalam kegiatan belajar. Motivasi yang dapat diberikan anak supaya anak dapat belajar dengan optimal yaitu dengan memberikan latihan-latihan kepada anak. Dengan adanya latihan-latihan tersebut anak akan termotivasi untuk belajar (Slameto, 1988:60).

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 (3) Kematangan Kematangan merupakan suatu tingkat pertubuhan di mana alat-alat tubuh yang dimiliki seseorang sudah siap untuk memperoleh serta melaksanakan kecakapan maupun kemampuan yang baru (Slameto, 1988:60) (4) Kesiapan Kesiapan menurut James Drever dalam Slameto (1988:61) merupakan “preparedness to respond or react” yang berarti bahwa seseorang sudah memiliki kesiapan untuk menanggapi beberapa hal. (5) Perhatian Perhatian sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat pada anak yang perhatiannya tidak terpusat pada apa yang sedang dia pelajari maka anak tersebut tidak akan bisa menguasai dengan baik hal yang sedang ia pelajari sehingga hasil belajarnya tidak akan mendapat hasil yang maksimal. (6) Kebutuhan Kebutuhan sangat mempengaruhi prestasi belajar, hal ini dapat terlihat jika anak telah memiliki kesadaran bahwa belajar merupakan kebutuhan yang harus ia penuhi

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 hingga anak tersebut akan belajar dengan baik. Akan tetapi apabila anak tersebut tidak mempunyai kesadaran akan pentingnya belajar maka anak tersebut tidak akan dapat belajar dengan baik dan akan memperoleh hasil yang kurang memuaskan. 3) Faktor Kematangan Fisik maupun Psikis Faktor kematangan fisik maupun psikis ini mempengaruhi prestasi belajar anak, hal ini dikarenakan apabila anak telah memiliki kematangan baik secara fisik maupun psikis maka anak tersebut akan lebih mudah untuk dapat memperoleh prestasi yang anak inginkan. b. Faktor Eksternal Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri anak. Faktor eksternal meliputi faktor sosial, budaya, lingkungan fisik, serta lingkungan spiritual. Berikut ini akan diuraikan beberapa hal yang termasuk faktor eksternal: 1) Faktor Sosial Faktor sosial merupakan faktor di mana anak berinteraksi dengan orang lain maupun dengan masyarakat sekitar dimana anak tersebut tinggal. Berikut akan dijabarkan beberapa hal yang termasuk di dalam faktor sosial:

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 a) Lingkungan Keluarga Lingkungan keluarga di sini dapat dilihat dari cara orang mendidik anak, hubungan anak dengan anggota keluarga, suasana yang ada di rumah, keadaan ekonomi keluarga, serta pengertian orang tua kepada anak (Slameto, 1988:62 – 66). b) Lingkungan Sekolah Lingkungan ekolah terdiri dari metode mengajar di kelas, kurikulum yang digunakan oleh sekolah, hubungan guru dengan siswa, kedisiplinan sekolah, alat pengajaran, waktu yang ditetapkan sekolah, standar pelajarn di atas ukuran, keadaan gedung, motode belajar, serta tugas rumah (Slameto, 1988:66 – 72 c) Lingkungan Masyarakat Lingkungan masyarakat juga mempengaruhi prestasi belajar anak. Hal ini dapat terlihat apabila anak berada di lingkungan masyarakat yang terpelajar yang baik maka anak tersebut akan terdorong untuk belajar serta mewujudkan cita-citanya tersebut. Sedangkan anak yang tinggal di lingkungan masyarakat yang tidak begitu mempedulikan pendidikan maka anak tersebut akan malas untuk belajar (Slameto, 1988:73 – 74).

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 d) Lingkungan Kelompok Lingkungan kelompok yang dimaksud ialah lingkungan di mana tempat anak bergaul dengan temantemannya. Apabila anak bergaul dengan anak yang suka bermain play station dan tidak belajar, maka anak tersebut akan mengikuti kegiatan yang dilakukan temannya. Anak tersebut untuk menjadi malas untuk belajar dan akan memilih mengikuti temannya untuk ikut bermain play station. Sedangkan untuk anak yang bergaul dengan teman yang suka belajar bersama maka anak tersebut akan terlibat aktif dalam kegiatan temannya dan akan lebih mementingkan belajar daripada bermain. Hal possitif lainnya yaitu prestasi anak yang bergaul dengan anak yang suka belajar akan lebih tinggi prestasinya dibandingkan dengan anak yang hanya suka bermain. 2) Faktor Budaya Faktor budaya meliputi keadaan budaya di mana anak tersebut hidup dan berkembang. Anak dapat mencapai prestasinya apabila di dalam lingkungan tersebut menerapkan akan pentingnya budaya belajar serta menghargai benar akan pentingnya belajar.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 3) Faktor Lingkungan Fisik Faktor lingkungan fisik merupakan faktor yang meliputi fasilitasyang ada guna menunjang anak untuk mencapai prestasinya. Fasilitas yang di maksud dapat berupa rumah, fasilitas belajar, dan keadaan iklim. Apabila fasilitas yang dibutuhkan anak sudah terpenuhi dengan baik maka anak akan lebih mudah untuk mencapai prestasinya. Anak akan belajar dengan optimal apabila alat-alat tulis serta buku pelajaran sudah terpenuhi dengan baik. 4) Faktor Lingkungan Spiritual Lingkungan spiritual adalah lingkungan di mana anak mendekatkan diri kepada Tuhan. Sesuatu hal yang ada di dunia ini tidak akan berjalan lancar apabila tidak ada campur tangan dari Tuhan. Ada beberapa macam cara yang dapat dilakukan untuk mendekatkan diri dengan Tuhan yaitu anak diajak untuk pergi ke sembahyang, mensyukuri atas semua karunia yang telah di beri oleh Tuhan, mengajarkan kepada anak untuk berdoa sebelum melaksanakan kegiatan. 2.1.3. Minat 2.1.3.1. Pengertian Minat Menurut H.C. Witherington yang dikutip Arikunto (1983)., “Minat adalah kesadaran seseorang terhadap suatu objek, suatu masalah atau situasi yang

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 mengandung kaitan dengan dirinya.” Batasan ini lebih memperjelas pengertian minat tersebut dalam kaitannya dengan perhatian seseorang. Perhatian adalah pemilihan suatu perangsang dari sekian banyak perangsang yang dapat menimpa mekanisme penerimaan seseorang. Orang, masalah atau situasi tertentu adalah perangsang yang datang pada mekanisme penerima seseorang , karena pada suatu waktu tertentu hanya satu perangsang yang dapat disadari. Maka dari sekian banyak perangsang tersebut harus dipilih salah satu. Perangsang ini dipilih karena disadari bahwa ia mempunyai sangkut paut dengan seseorang itu. Kesadaran yang menyebabkan timbulnya perhatian itulah yang disebut minat. Slameto (2010 : 180), Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Sumadi Suryabrata (2002:68) definisi minat adalah “Suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh”. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu hal diluar dirinya. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut semakin besar minatnya. Minat dapat diartikan sebagai “Kecenderungan yang tinggi terhadap sesuatu, tertarik, perhatian,gairah dan keinginan”. Pendapat lain tentang pengertian minat yaitu yang diungkapkan oleh T. Albertus yang diterjemahkan Sardiman A.M, minat adalah “Kesadaran seseorang bahwa suatu obyek, seseorang, suatu soal maupun situasi yang mengandung sangkut paut dengan dirinya” (2006:32). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa minat merupakan dorongan dari diri seseorang untuk melakukan sesuatu yang berasal dari diri sendiri.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 2.1.3.2.Faktor yang mempengaruhi minat Minat tidak akan timbul dengan sendirinya, tetapi minat dapat timbul dengan adanya proses. Banyak factor yang mempengaruhi minat seseorang akan hal-hal tertentu. Pendapat tersebut sejalan dengan yang dikemukakan Sudarsono (1980:12), faktor-faktor yang menimbulkan minat dapat digolongkan sebagai berikut : a) Faktor kebutuhan dari dalam. Kebutuhan ini dapat berupa kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani dan kejiwaan. b) Faktor motif sosial, Timbulnya minat dalam diri seseorang dapat didorong oleh motif sosial yaitu kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, perhargaan dari lingkungan dimana ia berada. c) Faktor emosional. Faktor ini merupakan ukuran intensitas seseorang dalam menaruh perhatian terhadap sesuat kegiatan atau objek tertentu Miflen & Miflen (2003:114) mengemukakan ada dua faktor yang mempengaruhi minat belajar peserta didik, yaitu : 1. Faktor dari dalam yaitu sifat pembawaan 2. Faktor dari luar, diantaranya adalah keluarga, sekolah dan masyarakat atau lingkungan. Menurut Crow and Crow yang dikutip (Mahmud, 2001:56) yang menyebutkan bahwa ada tiga faktor yang mendasari timbulnya minat seseorang yaitu : 1. Faktor dorongan yang berasal dari dalam.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Kebutuhan ini dapat berupa kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani dan kejiwaan. 2. Faktor motif sosial. Timbulnya minat dari seseorang dapat didorong dari motif sosial yaitu kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan dan lingkungan dimana mereka berada. 3. Faktor emosional. Faktor ini merupakan ukuran intensitas seseorang dalam menaruh perhatian terhadap sesuatu kegiatan atau obyek tertentu. Menurut Taufani (2008:38), ada tiga factor yang mendasari timbulnya minat yaitu: 1. Factor dorongan dalam, yaitu dorongan dari individu itu sendiri, sehingga timbul minat untuk melakukan aktivitas atau tindakan tertentu untuk memenuhinya. Misalnya, dorongan untuk belajar dan menimbulkan minat untuk belajar. 2. Factor motivasi social, yaitu factor untuk melakukan suatu aktivitas agar dapat diterima dan diakui oleh lingkungannya. Minat ini merupakan semacam kompromi pihak individu dengan lingkungan sosialnya. Misalnya minat pada studi karena ingin mendapatkan penghargaan dari orangtuanya 3. Factor emosional,yakni minat erat hubungannya dengan emosi karena factor emosional selalu menyertai seseorang dalam berhubungan dengan objek minatnya.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 2.1.3.3. Ciri-ciri Minat Belajar Menurut Slameto (2010:57), siswa yang berminat memiliki kecenderungan untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang disenangi seseorang akan diperhatikan secara terus menerus sehingga seseorang mempunyai kepuasan tersendiri. Dari penjabaran tersebut dapat disimpulkan bahasa siswa yang mempunyai minat untuk belajar memiliki perhatian penuh, suka dan senang melalui partisipasi dan ke ikut sertaannya dalam kegiatan yang berhubungan dengan yang dipelajari. Ciri-ciri minat belajar dapat dijadikan pula sebagai indicator minat belajar seperti yang diungkapkan oleh Isnandar (2012:14),yaitu : a) Ekspresi perasaan senang, yang meliputi : 1) dimana siswa mampu mengikuti pelajarn dengan antusias;2) disaat guru memberikan tugas kepada siswanya,siswa tidak mengeluh; 3) siswa dating tepat waktu sebelum pelajaran dimulai atau dilaksanakan; 4)siswa secara mandiri menyiapkan peralatan pelajaran.contohnya buku; 5)dan siswa siap mengikuti pelajaran dengan duduk tenang untuk belajar. b) Perhatian dalam mengikuti pelajaran, yang meliputi: 1) siswa mampu aktif menjawab pertanyaan disaat pelajaran berlangsung:2) siswa menyimak penjelasan guru dengan seksama;3)siswa tidak melamun didalam kelas;4) dan siswa tidak mengobrol atau memngganggu teman lain ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. c) Ketertarikan siswa pada materi, yang meliputi:1) siswa giat membaca buku pelajaran;2)siswa membaca materi pelajaran sebelum diajarkan oleh guru;3) siswa membuat catatan pelajaran;4) siswa berusaha dan serius menyelesaikan tugas yang diberikan guru. d) Ketertarikan siswa pada metode guru, yang meliputi: 1) siswa menanyakan kesulitan yang dialami; 2) siswa menunjukkan sikap yang antusias dan memperhatikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dengan metode pembelajaran yang diajarkan guru. e) Keterlibatan siswa dalam pembelajaran, yang meliputi; 1)siswa aktif menyampaikan pendapat saat diskusi;2) siswa bersedia membantu teman lain yang mengalami kesulitan ;3)siswa mampu bekerjasama dengan kelompok; 4) siswa berani mengerjakan tugas; 5)dan siswa mengajukan diri untuk menjawab pertanyaan secara spontan dari guru.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Berdasarkan pemaparan dari Isnandar tersebut, dapat disimpulkan bahwa indicator minat belajar terdiri dari: perasaan senang, perhatian dalam mengikuti pelajaran dan tertarik dalam materi dan metode yang disampaikan guru, dan siswa mampu untuk ikut serta dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan pemaparan tersebut peneliti menyimpilkan kembali indicator minat belajar terdiri dari: adanya perasaan senang, adanya perhatian ,adanya kemauan untuk mengembangkan , dan adanya keterlibatan diri. 2.1.4. Model Pembelajaran Kooperatif 2.1.4.1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Lie (2007:28) mengatakan bahwa falsafah yang mendasari model pembelajaran gotong royong adalah falsafah homo hominis socius. Falsafah ini menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kerja sama merupakan kebutuhan yang sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup. Tanpa kerjasama tidak akan ada individu, keluarga, organisasi atau sekolah. Model pembelajaran Cooperative Learning atau gotong royong adalah sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas terstruktur. Dalam pembelajaran Cooperative Learning siswa bisa juga mengajar dengan sesama siswa yang lainnya. Dalam sistem ini, guru bertindak sebagai fasilitator. Suasana belajar Cooperative Learning dapat menghasilkan prestasi yang lebih tinggi, hubungan yang lebih positif, dan penyesuaian psikologi yang lebih baik daripada suasana belajar yang penuh persaingan dan memisahmisahkan siswa menurut Johnson & johnson (dalam Lie, 2007:29) Roger dan David Johnson (dalam Lie,2007:31) mengatakan bahwa ”tidak semua kerja

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 kelompok bisa dianggap Cooperative Learning”. Untuk mencapai hasil yang maksimal, perlu diterapkan lima unsur pembelajaran Cooperative Learning (Lie, 2007:31) yaitu: a. Saling Ketergantungan Positif Dalam model pembelajaran kooperatif pengajar perlu menciptakan suasana yang mendorong anak-anak merasa saling membutuhkan satu sama lain. Pengajar dapat menciptakan kelompok kerja yang efektif yaitu dengan menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain bisa mencapai tujuan mereka. Dalam model pembelajaran kooperatif siswa yang kurang mampu tidak akan merasa minder terhadap rekan-rekan mereka karena mereka juga memberi sumbangan. Justru mereka akan merasa terpacu untuk meningkatkan usaha mereka dan dengan demikian menaikkan nilai mereka. Sebaliknya siswa yang lebih pandai juga tidak akan merasa dirugikan karena rekannya yang kurang mampu juga telah memberikan bagian sumbangan mereka. b. Tanggung Jawab Perorangan Setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik, jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model pembelajaran kooperatif. Kunci keberhasilan metode kerja kelompok adalah persiapan guru dalam penyusunan tugas. Pengajaran yang efektif dalam model pembelajaran kooperatif membuat persiapan dan menyusun tugas sedemikian rupa sehingga masing-masing anggota kelompok harus melaksanakan tugasnya. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 pertama kali dikembangkan oleh Aronson dkk di Universitas Texas. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dengan memperhatikan keheterogenan, bekerjasama positif dan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain. c. Tatap Muka Setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk saling bertatap muka, sehingga mereka dapat saling berdiskusi, interaksi semacam ini memungkinkan anak-anak dapat saling menjadi sumber belajar. Anak anak sering merasa lebih mudah belajar dengan teman sesamanya daripada belajar dari guru. Interaksi tatap muka memungkinkan terciptanya sumber belajar yang bervariasi, sehingga dapat mengoptimalkan pencapaian hasil belajar. d. Komunikasi Antar anggota Siswa mempunyai keahlian mendengarkan dan berbicara. Keberhasilan suatu kelompok bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka mengutarakan pendapat mereka. Proses komunikasi antar kelompok merupakan proses yang sangat bermanfaat dan perlu ditempuh untuk memperkaya pengalaman belajar dan pembinaan perkembangan mental dan emosional anak.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 e. Evaluasi Proses Kelompok Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerjasama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Waktu evaluasi ini tidak perlu diadakan setiap kali kerja kelompok, tetapi bisa diadakan selang beberapa waktu setelah beberapa kali siswa terlibat dalam kegiatan pembelajaran kooperatif. Menurut Slavin (2005:4) model kooperatif merujuk pada berbagai macam pengajaran dimana para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari materi pelajaran. Dalam kelas pembelajaran kooperatif, para siswa diharapkan untuk mampu saling membantu, saling berdiskusi dan berargumentasi. Hal ini dilakukan untuk mengasah pengetahuan yang mereka kuasai saat itu dan menutup kesenjangan dalam pemahaman masing-masing. Dari penjelasan tersebut, pembelajaran kooperatif tidak hanya belajar dalam kelompok saja, tetapi juga melibatkan proses kerja. Seperti yang ditegaskan oleh Sugandi dalam Rusman bahwa belajar kooperatif lebih dari belajar dalam kelompok atau kerja kelompok karena dalam belajar kooperatif terdapat struktur dorongan atau tugas yang bersifat kooperatif sehingga memungkinkan interaksi yang terbuka dan hubungan yang bersifat interdepensi efektif diantara anggota kelompok. 2.1.4.2. Macam-Macam Pembelajaran Kooperatif Menurut Trianto (2010:67) macam-macam pembelajaran kooperatif sebagai berikut:

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 a.Tipe Number Heads Together (NHT) Pembelajaran kooperatif tipe NHT dikembangkan oleh Spencer Kagan (1993). Pada umumnya NHT digunakan untuk melibatkan siswa dalam penguatan pemahaman pembelajaran atau mengecek pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. b.Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Pembelajaran kooperatif tipe TAI ini dikembangkan oleh Slavin. Tipe ini merupakan model kelompok berkemampuan heterogen.Siswa belajar pada aspek khusus pembelajaran secara individual. Anggota tim menggunakan lembar jawab yang digunakan untuk saling memeriksa jawaban teman se-tim, dan semua bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban pada akhir kegiatan. Diskusi terjadi pada saat siswa saling mempertanyakan jawaban yang dikerjakan teman sekelompoknya. c. Tipe Teams Games-Tournament (TGT) TGT menekankan adanya kompetisi, kegiatannya seperti STAD, tetapi kompetisi dilakukan dengan cara membandingkan kemampuan antar anggota tim dalam suatu ‘turnamen’. Kemudian diambil nilai dari hasil turnamen dan juga dengan memberikan penghargaan kepada tim yang berhasil. d.Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Metode ini dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawan -kawannya dari Universitas John Hopkins. Metode ini dipandang sebagai metode yang paling sederhana dan paling langsung dari pembelajaran kooperatif. Para guru menggunakan metode STAD untuk mengajarkan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu baik melalui penyajian verbal mupun tertulis. e.Tipe Jigsaw Metode ini dikembangkan oleh Elliot Aronson dan kawan- kawannya dari Universitas Texas dan kemudian diadaptasi oleh Slavin dan kawankawannya. Melalui metode Jigsaw kelas dibagi menjadi beberapa tim yang anggotanya terdiri dari 5 atau 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Bahan-bahan akademik di sajikan kepada siswa dalam bentuk teks, dan tiap siswa bertanggung jawab mempelajari suatu bagian dari bahan akademik tersebut. Para anggota dari tim yang berbeda memiliki tanggung jawab mempelajari suatu bagian akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bagian bahan tersebut. Kumpulan siswa seperti ini disebut “kelompok pakar” (expert group). Selanjutnya, para siswa yang berada pada kelompok pakar kembali ke kelompok semula (home teams) untuk mengajar anggota lain mengenai materi yang telah dipelajarai dalam kelompok pakar. Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam (home teams). f. Tipe Group Investigation (GI) Dasar-dasar metode ini dirancang oleh Herbert Thelen, selanjutnya diperluas dan diperbaiki oleh Sharan dan kawan-kawannya dari Universitas Tel Aviv. Metode GI melibatkan siswa sejak perencanaan, baik menentukan topik maupun cara mempelajari melalui in vestigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 (group process skills).Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. 2.1.4.3.Manfaat Penggunaan Model Kooperatif Menurut Karli dan Yuliaritaningsih (2002:72), kelebihan dari pembelajaran model kooperatif yaitu antara lain; dapat melibatkan siswa secara aktif dalam mengembangkan pengetahuan, sikap, dan ketrampilannya dalam suasana dapat pembelajaran yang bersifat terbuka dan demokratis; mengembangkan aktualisasi berbagai potensi diri yang telah dimiliki oleh siswa ; dapat mengembangkan dan melatih berbagai sikap,nilai, dan ketrampilan – ketrampilan social untuk diterapkan dalam kehidupan di masyarakat, siswa tidak hanya sebagai obyek belajar melainkan sebagai subjek belajar karena siswa mampu menjadi tutor sebaya bagi siswa lainnya, siswa dilatih untuk bekerjasama, karena bukan hanya materi yang dipelajari namun juga tuntutan untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal demi kesuksesan kelompoknya; serta member kesempatan pada siswa untuk belajar memperoleh dan memahami pengetahuan yang dibutuhkan secara langsung sehingga lebih bermakna untuk dirinya. Menurut Sugiyanto (2009:43), terdapat banyak nilai dari model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran Kooperatif mempermudah siswa melakukan penyesuaian social yang meliputi meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan social antara lain: saling belajar mengenai sikap, ketrampilan, informasi, perilaku social, dan pandangan-pandangan, berkembangnya nilai-nilai social dan komitmen, menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau egois,

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa, berbagai ketrampilan social yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan atau dipraktekan, meningkatkan rasa percaya sesame manusia, meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perpektif, meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lainyang dirasa lebih baik, serta meningkatkan kegemaran berteman tanpa memilih atau membedakan kemampuan, jenis kelamin, normal atau cacat, etnis, kelas social, agama dan orientasi tugas. Dari penjelasan tersebut terdapat kemiripan dari dua pemaparan ahli yang semua terpusat pada siswa untuk aktif dan bekerjasama dalam pengerjaan tugas kelompoknya. 2.1.5. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II 2.1.5.1.Pengertian Model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Teknik mengajar dengan Jigsaw II dikembangkan oleh Elliot Aronson dan kawan-kawan dari Universitas Texas yang kemudian diadaptasi oleh Slavin dan kawan-kawan (Sugiyanto, 2009:45). Menurut Triyanto (2010:75) pengertian Jigsaw II yang dikembangkan oleh Slavin, bahwa dalam pembelajaran setiap siswa akan memperoleh kesempatan belajar secara keseluruhan konsep sebelum siswa belajar spesialisasinya untuk menjadi expert. Hal tersebut bertujuan agar siswa dapat mempunyai gambaran tentang hal yang akan dibahas. Menurut Rusman (2011:218) memberikan penjelasan bahwa penjelasan teknik Jigsaw, siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan mengolah informasi yang didapat dan dapat meningkatkan keterampilan dalam berkomunikasi. Sedangkan menurut Suprijono (2009:89)

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II diawali dengan pengenalan topik yang dibahas oleh guru. Guru dapat menuuliskan di papan tulis, white board, penanyangan power point dan sebagainya. Berdasarkan pemaparan yang telah dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan cara pembentukan kelompok kecil yang memerlukan seluruh anggota kelompok untuk terlibat dan bekerja sama serta bertanggung jawab terhadap kelompok, keberhasilan materi sehingga mampu untuk menyampaikan informasi kepada kelompok lain. 2.1.5.2. Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I,II,III Peneliti sebelumnya menemukan beberapa model pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw I, Jigsaw II, Jigsaw III. a.Jigsaw I Tipe Jigsaw ini pertama kali dikembangkan oleh Aronson (1975). Menurut Huda (2012:120) dalam teknik Jigsaw siswa akan ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari 5 anggota yang dikenal sebagai ‘Kelompok Asal”. Setiap kelompok diberiikan informasi yang membahas satu materi atau topic dari materi pelajaran saat itu. Melalui informasi yang diperoleh kelompok ini, masing-masing anggota kelompok harus mempelajari bagian yang berbeda dari informasi tersebut. Setelah mempelajari secara mandiri, setiap kelompok harus membuat kelompok baru sesuai dengan bagian materi yang sama. Kelompok baru ini dikenal dengan istilah “kelompok ahli’ (expert group). Dalam kelompok ini siswa saling berdiskusi dan

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 mencari cara terbaik untuk memberikan penjelasan untuk teman-teman dari kelompok sebelumnya. Setelah diskusi selesai masing-masing siswa kembali ke kelompok asal untuk menyampaikan informasi yang telah diperolehnya. Setelah selesai siswa diuji dengan mengerjakan soal evaluasi atau kuis secara individu untuk mengetahui sejauh mana pemahaman yang mereka dapat dari materi yang dipelajari. Skor yang diperoleh setiap anggota kelompok dari hasil evaluasi/kuis akan menentukan skor yang diperoleh kelompok mereka. b. Jigsaw II Ketika Aronson (1975) mengembangkan Jigsaw untuk pertama kalinya, Slavin (1989) mengadopsi dan memodifikasi Jigsaw tersebut yang dikenal dengan Jigsaw II. Menurut Huda (2012:118) pelaksaan Jigsaw II hampir sama dengan Jigsaw I. Perbedaannya pada Jigsaw II siswa mendapat kesempatan untuk mempelajari materi secara menyeluruh yang kemudian hal tersebut dijelaskan oleh Trianto (2010:75), bahwa; “Ada perbedaan mendasar antara pembelajaran Jigsaw I dan Jigsaw II , kalau pada tipe I, awalnya siswa hanya belajar konsep tertentu yang akan menjdai spesialisasinya sementara konsep-konsep yang lain ia dapatkan melalui diskusi dengan teman segrupnya. Pada tipe II ini setiap siswa memperoleh kesempatan belajar secara keseluruhan konsep (scan read) sebelum ia belajar spesialisasinya untuk menjadi expert . hal ini untuk memperoleh gambaran menyeluruh dari konsep yang dibicarakan.” Hal lain yang membedakan adalah adanya penghargaan atau reward untuk individu atau kelompok pada akhir pembelajaran. Knight dan Bohlmeyer dalam Huda (2012:121)

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 mengatakan bahwa Jigsaw I tidak ada penghargaan khusus untuk individu ataupun kelompok, sedangkan dalam Jigsaw II “kompetisi” lebih terlihat jelas,sebab penghargaan akan diberikan berdasarkan peforma masing-masing anggota. Setiap kelompok akan memperoleh poin tambahan jika masing-masing anggotanya menunjukkan peningkatan performa dibandingkan sbelumnya saat mengerjakan soal atau kuis. Penghargaan tersebut dipercaya akan meningkatkan kerjasama antar kelompok (Sharan, 2012:58) c. Jigsaw III Tipe Jigsaw III dikembangkan oleh Kagan (1990). Menurut Kagan (1990) dalam Huda (2012:122) mengemukakan bahwa Jigsaw III lebih focus diterapkan dalam kelas-kelas bilingual, jadi sangat berbeda dengan Jigsaw sebelumnya yang dapat diterapkan pada semua mata pelajaran. Menurut Huda (2012:122) menjelaskan bahwa kelas bilingual diartikan sebagai kelas yang diartikan sebagai kelas yang di dalamnya terdapat para pembelajar bahasa Inggris dari berbagai daerah, maka pelaksanaan jigsaw III materi, bahan, lembar kerja, dan kuisnya juga menggunakan bahasa Inggris. Dari pemaparan diatas sudah Nampak bahwa masing-masing teknik jigsaw I ,jigsaw II dan jigsaw III mempunyai perbedaan yang tidak terlalu menonjol dalam pelaksaannya. Lebih jelasnya perbedaan jigsaw I, jigsaw II dan jigsaw III pada tabel berikut ini:

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Table 1. Perbedaan jigsaw I, jigsaw II dan jigsaw III Jigsaw I Jigsaw II Jigsaw III 1. sama-sama masuk dalam kerja kelompok kecil. 2. Mempunyai langkah-langkah pembelajaran yang sama, sebagai berikut: a. Membentuk kelompok heterogen (terdiri 4-6 orang) Persamaan b. Tiap orang diberi tugas yang berbeda dengan penugasan yang sama membentuk kelompok baru (ahli) c. Setelah kelompok ahli berdiskusi, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan menjelaskan apa yang telah mereka bahas d. Tiap kelompok ahli mempresentasikan hasil diskusi. 1. hanya belajar 1. setiap siswa 1. setiap siswa konsep tertentu memperoleh memperoleh yang akan menjdai kesempatan belajar kesempatan spesialisasinya secara keseluruhan belajar dari sementara konsepkonsep (scan read) spesialisasi ke konsep yang lain ia sebelum ia belajar materi dapatkan melalui spesialisasinya untuk keseluruhan diskusi dengan menjadi expert . hal ini maupun dari teman segrupnya. untuk memperoleh materi gambaran menyeluruh keseluruhan ke dari konsep yang spesialisasi, Perbedaan dibicarakan.” sesuai dengan 2. adanya kebutuhan. penghargaan atau 2. adanya penghargaan reward untuk atau reward untuk 2. adanya menghargai hasil individu atau kelompok penghargaan prestasi yang telah pada akhir atau reward. siswa peroleh. pembelajaran. 3. Dapat diterapkan di semua mata pelajaran 3. Dapat diterapkan di semua mata pelajaran 3. Dalam kelas bilingual saja Dalam penelitian ini akan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. Peneliti memilih menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II, karena model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II memiliki langkahlangkah yang efektif dibandingkan dengan Jigsaw I. Pada tipe Jigsaw II siswa akan mendapat kesempatan untuk memperoleh kesempatan mempelajari seluruh materi dan konsep (scan read) yang setelah itu belajar spesialisasinya untuk

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 menjadi expert. Pada akhir kegiatan pembelajaran siswa akan mendapatkan penghargaan (reward) yang bertujuan siswa dapat menumbuhkan minat untuk belajar. Peneliti tidak menggunakan Jigsaw III karena pada SD Adisucipto I belum memenuhi syarat pelaksanaan Jigsaw III karena bukan merupakan sekolah yang menggunakan kelas bilingual. 2.1.5.3. Langkah-langkah Model Kooperatif Teknik Jigsaw II Menurut Trianto (2010:239), model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II adalah sebagai berikut: tahap orientasi, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan diberikan dengan menekankan manfaat dari penggunaan tipe Jigsaw II, dan guru selalu mengingatkan siswa untuk percaya diri dan kooperatif selama kegiatan berlangsung. Peserta didik diminta untuk belajar konsep secara keseluruhan (scan read) agar memperoleh gambaran keseluruhan dari konsep yang akan dipelajari. Pada tahap pengelompokan guru dapat mengelompokkan siswa berdasarkan peringkat kemampuan siswa tanpa harus diketahui siswanya. Guru membagi dalam 25% kelompok sangat baik, 25% ݈݇݁‫ ݃݊ܽ݀݁ݏ ݇݋݌݉݋‬, 25% ݈݇݁‫ܽ݀݊݁ݎ ݇݋݌݉݋‬ℎ. 25% ݈݇݁‫ܾ݇݅ܽ ݇݋݌݉݋‬ Pada , masing-masing kelompok tersebut guru dapat memberikan indeks misal indeks 1 untuk kelompok sangat baik sampai pada indeks 4 untuk kelompok rendah. Misalkan A1 berarti kelompok sangat baik,…,…., A4 group A dari kelompok rendah contohnya : group A {‫ܣ‬1, ‫ܣ‬2, ‫ܣ‬3, ‫ܣ‬4}, group B {‫ܤ‬1, ‫ܤ‬2, ‫ܤ‬3, ‫ܤ‬4}, {‫ܥ‬1, ‫ܥ‬2, ‫ܥ‬3, ‫ܥ‬4}, group D {‫ܦ‬1, ‫ܦ‬2, ‫ܦ‬3, ‫ܦ‬4}, group E {‫ܧ‬1, ‫ܧ‬2, ‫ܧ‬3, ‫ܧ‬4}. group C

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Pada tahap pembentukan kelompok expert group yang telah terbentuk sebelumnya dipecah dalam kelompok lain sesuai dengan indeksnya untuk dibina dan mempelajari materi berdasarkan indeksnya, siswa “ahli” masing0masing akan kembali dalam kelompok semula. Selanjutnya kelima group (1-5) memiliki ahli dalam konsep-konsep tertentu sesuai dengan worksheet masing-masing yang kemudian mempresentasikan keahliannya dalam group masing-masingg secara bergantian satu persatu. Pada proses ini dalam kelompok akan terjadi sharing antar anggota kelompok. Pada tahap ini terdapat aturan-aturan yang harus dijalankan yaitu: 1. Siswa harus dapat bertanggung jawab untuk memastikan setiap anggota tim mempelajari materi yang telah diberikan. 2. Tidak ada yang selesai belajar sebelum setiap anggota tim menguasai konsep dalam usaha untuk memperoleh pengetahuan baru. 3. Apabila ada yang kurang dimengerti sebaiknya siswa tetap bertanya pada anggota group sebelum bertanya pada guru. 4. Ketika melakukan pembicaraan dalam tim sebaiknya dilakukan dengan suara yang pelan agar tidak mengganggu tim lainnya. 5. Ketika kegiatan diskusi berakhir dengan “merayakan” agar memperoleh kepuasan. Pengambilan nilai dilakukan dengan cara memberikan tes tertulis yang dikerjakan oleh masing-masing siswa tanpa melakukan kerjasama. Tes tertulis yang diberikan kepada siswa harus memuat seluruh konsep yang sudah dibahas.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Sependapat dengan Trianto, Slavin mengungkapkan langkah-langkah pembelajaran kooperatif dengan menggunakan teknik Jigsaw II yaitu sebagai berikut: a. Para siswa bekerja dalam kelompok heterogen. Kelompok mewakili seluruh bagian dalam kelas. Contoh tingkat prestasi siswa, jenis kelamin , warna kulit. Pembagian kelompok harus secara adil dan tidak boleh memilih kelompok sendiri. b. Para siswa mendapatkan tugas untuk membaca beberapa bab atau unit, dan diberikan “lembar ahli” yang terdiri atas topic-topik yang berbeda dan harus menjadi focus perhatian masing-masing anggota tim saat mereka membaca. c. Setelah semua anak selesai membaca, siswa-siswi dari tim yang berbeda yang mempunyai focus topic yang sama bertemu dalam “kelompok ahli” untuk mediskusikan topic mereka sekitar 30 menit. d. Para ahli kemudian kembali ke tim mereka masing-masing dan secara bergantian menjelaskan dan memantau teman mereka untuk memahami topic yang sudah dipelajari. e. Guru memberikan penilaian untuk mencakup seluruh topic, skor kuis menjadi skor tim, skor-skor yang dikontribusikan para siswa kepada timnya adalah sitem skor pengembangan individual. Berdasarkan langkah-langkah yang tertulis diatas dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah pembelajaran Jigsaw II adalah sebagai berikut: 1) guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari ini; 2) siswa bekerjasama dalam tim yang heterogen siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda disatukan

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 menjadi satu kelompok; 3) pembentukan dan pembinaan kelompok ahli dalam satu kelompok asal mereka membahas materi yang berbeda,kemudian seluruh anggota dari kelompok lain yang mendapat materi yang sama bergabung menjadi satu kelompok yang disebut kelompok ahli.; 4) diskusi (pemaparan) kelompok ahli dalam group, grup ahli saling berdiskusi; 5) kembali ke kelompok asal untuk menyampaikan hasil belajar yang telah dilakukan oleh masing-masing kelompok ahli secara bergantian.; 6) penilaian / tes dilakukan secara individu untuk mengetahui sejauh mana siswa paham dengan materi yang telah dipelajari dalam kelompok; 7) siswa mendapat reward pada akhir kegiatan berdasarkan kemajuan poin pada masing-masing tim. 2.1.5.4. Penghargaan (Reward) kelompok Menurut Slavin (2005:159) menjelaskan bahwa dalam melakukan kuis, guru harus menghitung skor kemajuan individual untuk memberikan penghargaan untuk tim dengan skor tertinggi. a. Poin kemajuan Untuk menghitung skor kemajuan guru melakukan penilaian pertama kepada siswanya. Penilaian ini dapat dilakukan dengan pemberian soal untuk memperoleh skor awal, setelah mendapatkan skor awal, siswa diberikan soal evaluasi/kuis. Kedua hasil tersebut dapat dihitung poin kemajuannya. Berikut poin kemajuan melakukan kuis memberikan poin berdasarkan keberhasilan kuis yang didapatkan siswa; Tabel 2. Poin berdasarkan tingkat kuis No. 1. 2. 3. 4. 5. Skor Kuis Lebih dari 10 point dibawah skor awal 10-1 poin dibawah skor awal Sampai 10 poin diatas skor awal Lebih dari 10 poin diatas skor awal Kertas jawaban sempurna (terlepas dari skor awal) Poin Kemajuan 5 10 20 30 30

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 b. Skor kelompok Menurut Rusman (2011:216) skor kelompok dihitung dengan membuat rata-rata skor perkembangan anggota kelompok , yaitu dengan menjumlahkan semua skor perkembangan individu anggota kelompok dan membagi sejumlah anggota kelompok tersebut. Berikut merupakan kualifikasi kelompok berdasarkan perhitungan perkembangan skor kelompok: No. 1. 2. 3. 4. Tabel 3. perkembangan skor kelompok Rata-rata skor Kualifikasi 0 ≤N≤ 5 6 ≤ N ≤ 15 Tim yang baik (Good Team) 16 ≤ N ≤ 20 Tim Yang Sangat Baik ( Great Team) 21 ≤ N ≤ 30 Tim yang Istimewa (Super Team) c. Pemberian Hadiah dan Pengakuan Kelompok Menurut Rusman (2011:216), setelah masing-masing kelompok memperoleh predikat, guru memberikan penghargaan kepada masingmasing kelompok sesuai dengan prestasinya, sedangkan menurut Slavin (2005:160) mengungkapkan bahwa criteria untuk menentukan penghargaan kelompok bukanlah criteria yang bersifat tetap , namun kita dapat mengubah kriterianya. 2.1.6. Hakikat IPS 2.1.6.1. Pengertian IPS Menurut Nursid Sumaatmadja (1980 : 7), Ilmu pengetahuan sosial (IPS), merupakan ilmu pengetahuan tentang manusia di dalam kelompok yang disebut

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 masyarakat, dengan menggunakan ilmu politik, sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi dan sebagainya. Menurut Kurikulum Tingkat Satuan Pemerintah (2006 : 203) dijelaskan bahwa ilmu pengetahuan sosial adalah bahan kajian yang merupakan penyerdehanaan adaptasi, seleksi dan modifikasi dari konsep – konsep dan keterampilan disiplin ilmu sejarah, geografi, sosiologi, antropologi, dan ekonomi, yang diorganisaikan secara ilmiah dan psikologi untuk tujuan pembelajaran. IPS merupakan integrasi dari ilmu – ilmu sosial dengan kewarganegaraan yang dibahas secara sistematis dalam berbagai disiplin ilmu seperti ilmu sejarah, geografi, sosiologi, antropologi, ekonomi, psikologi, dapat disimpulkan bahwa IPS merupakan ilmu yang diorganisasikan dari ilmu-ilmu social lainya yang menekankan pada aspek ilmiah atau akademik. 2.1.6.2. Tujuan siswa mempelajari IPS di SD Dimasa akan datang, siswa yang nantinya sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat dan warga negara akan menghadapi tantangan yang berat seiring perubahan zaman. Kehidupan social yang ada di masyarakat selalu beruubah seiring adanya perubahan teknologi dan pengetahuan, khususnya teknologi informasi. Dengan adanya kondisi social yang seperti itu sepantasnya mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat yang dinamis. Tujuan belajar IPS adalah mengajak siswa untuk berpikir kritis dan peka terhadap masalah – masalah yang terjadi disekitarnya sehingga siswa dapat

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 menyelesaikan masalah – masalah disekitarnya, serta siswa dapat memperoleh pengetahuan serta keterampilan tentang kebudayaan yang ada di bangsanya. Pembelajaran IPS di sekolah dasar berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan dan rasa sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu dengan belajar menganai IPS di sekolah, maka akan tumbuh rasa cinta dan bangga terhadap tanah air. Siswa juga dapat saling menghargai dan menghormati keragaman suku, budaya, adat, serta agama yang ada di Indonesia.Menurut Solihatin dan Raharjo (2008:15) memaparkan bahwa tujuan dari pendidikan IPS adalah untuk mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan lingkungannya, serta berbagai bekal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pembelajaran IPS pada jenjang SD dimulai dari ilmu-ilmu social berawal dari lingkungan sekitar untuk belajar berkomunikasi, bekerjasama dalam masyarakat. Hal ini disesuaikan dengan kurikulum tingkat SDdi Indonesia tahun 2006 yang mengemukakan tujuan mata pelajaran IPS SD sebagai berikut: “ (1) Mengenal konsep-konsepyang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya; (2) Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan social; (3) Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai social dan kemanusiaan ; serta (4) memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk ditingkat local, nasional, dan global”. 2.1.6.3. Ruang Lingkup Materi IPS SD Pada kurikulum pendidikan SD di Indonesia, materi IPS mencakup materi geografi, sejarah, sosiologi, dan ekonomi. Ruang lingkup materi IPS SD di

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Indonesia secara lengkap terdapat dalam kurikulum tahun 2006 dan standar kompetensi (SK) seperti dibawah ini. Tabel 4. Standar Kompetensi (SK) berdasarkan kurikulum tahun 2006 Kelas / Semester I 1 II 2 1 2 III 1 IV 2 1 Ruang Lingkup Materi  Manusia, tempat dan lingkungan  Waktu, keberlanjutan, dan perubahan  System social dan budaya  Perilaku ekonomi dan kesejahteraan 2 V 1 2 VI 1 2 Standar Kompetensi (SK) Memahami identitas diri dan keluarga, serta sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga Mendeskripsikan lingkungan rumah Memahami peristiwa penting di dalam keluarga secara kronologis Memahami kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama di sekitar rumah dan sekolah Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa dilingkungan kabupaten kota dan provinsi Mengenal sumber daya alam , kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi dilingkungan kabupaten/kota, provinsi Menghargai peninggalan dan tokoh sejarah yang berskala nasional , pada masa Hindu-Budha dan Islam , keragaman kenampakan alam dan suku bangsa, serta kegiatan ekonomi di Indonesia Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia Memahami perkembangan wilayah Indonesia, kenampakan alam dan keadaan social Negara-negara di Asia Tenggara, serta benua-benua Memahami gejala alam yang terjadi di Indonesia dan sekitarnya Memahami peranan bangsa Indonesia di era globalisasi Penyampaian metri yang terdapat pada kurikulum 2006 tersebut diberikan pada seluruh kelas yang dimulai dari materi sempit hingga ke materi yang lebih luas cakupannya, dimulai dari diri sendiri, keluarga hingga lingkungan sekitar yang lebih luas. 2.1.4.4 Penerapan Model Kooperatif Teknik Jigsaw II pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II merupakan model pembelajaran yang cocok untuk mata pelajaran IPS. Hal ini sama seperti yang

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 diungkapkan oleh Slavin (2005:237) yang menyatakan bahwa Jigsaw II dapat digunakan ketika materi yang akan dipelajari dalam bentuk narasi tertulis. Metode ini paling sesuai untuk subjek-subjek seperti pelajaran ilmu social, literature, sebagian pelajaran ilmu pengetahuan ilmiah,dan bidang-bidang lainnya yang tujuan pembelajarannya lebih pada penguasaan konsep daripada penguasaan kemampuan. Pengajaran “bahan baku” untuk Jigsaw II biasanya sebuah bab, cerita, biografi atau materi-materi narasi atau deskripsi. Berkaitan dengan hal tersebut Jigsaw II sesuai untuk dipadukan dengan mata pelajaran IPS dengan materi mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 2.2.Hasil penelitian yang relevan Berdasarkan skripsi yang ada, peneliti menemukan beberapa skripsi yang relevan dengan penelitian. Peneliti hanya dapat menemukan penelitian yang samasama menggunakan metode eksperimen namun tidak sama pada mata pelajarannya. 1. Skripsi yang dibuat Theresia Startyaningsih (2013) dengan judul Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPS siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 dengan penerapan Model Kooperatif tipe Jigsaw II, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penggunaan model kooperatif teknik Jigsaw II dapat memberi perubahan pada minat dan prestasi belajar siswa. Pada siklus I dan siklus II yang telah dilaksanakan terdapat peningkatan minat siswa, pada siklus I skor rata-rata minat siswa 63,7 dengan criteria belajar sedang, pada siklus II menunjukkan minat belajar siswa mengalami peningkatan dan rata-ratanya 87 dengan criteria minat

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 belajar tinggi. Sedangkan untuk peningkatan prestasi pada siklus I skor rata-rata kelas 62,7 dan ketuntasan klasikal 42%, pada siklus II skor ratarata kelas 81,8 dan ketuntasan klasikal 89% berdasarkan poin kemajuan memperlihatkan bahwa 83% mengalami peningkatan di akhir siklus II. 2. Skripsi yang dibuat oleh Dwi Yati Lestari (2013) dengan judul Peningkatan Minat Belajar dan Prestasi Belajar IPS Siswa kelas V SD PangudiLuhur Sedayu melalui Penerapan Model Kooperatif Teknik Jigsaw II, hasil penelitiannya menunjukkan minat dan hasil belajar siswa mendapatkan perubahan kearah yang lebih baik. Terbukti dari minat belajar siswa kondisi awal sebesar 61 dan termasuk kategori sedang. Pada siklus I rata-rata minat belajar sebesar 73 dan termasuk dalam kategori minat belajar tinggi, pada siklus II skor rata-rata minat belajar 89 termasuk dalam kategori sangat tinggi. Untuk peningkatan prestasi terbukti dari hasil ulangan siswa kondisi awal rata-rata prestasi belajar sebesar 63 dan terdapat 10 siswa (36%) yang nilainya diatas KKM (75). Pada siklus I rata-rata prestasi belajar sebesar 79 dan terdapat 15 siswa (75%) yang nilainya diatas KKM , pada siklus II rata-rata prestasi belajar sebesar 89 dan terdapat 20 siswa (100%) yang nilainya diatas KKM. 3. Skripsi yang dibuat oleh Roni Erwanto dengan judul Peningkatan Prestasi Belajar menggunakan Model cooperative Learning Tipe Jigsaw II dalam mata pelajaran IPS pada siswa kelas V SD Kanisius Kembaran Bantul tahun pelajaran 2009/2010,yang hasilnya menunjukkan peningkatan pada prestasi belajarnya dari kondisi awal adalah 59. Dari

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 nilai yang diharapkan pada siklus I 65, setelah dilakukan tes pada akhir siklus rata-rata siswa adalah 65,26. Pada siklus II yang diharapkan 75 dan setelah dilakukan tes pada akhir siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 77,36. Theresia Startyaningsih (2013) dengan judul Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPS siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 dengan penerapan Model Kooperatif tipe Jigsaw II, Dwi Yati Lestari (2013) dengan judul Peningkatan Minat Belajar dan Prestasi Belajar IPS Siswa kelas V SD PangudiLuhur Sedayu melalui Penerapan Model Kooperatif Teknik Jigsaw II Roni Erwanto dengan judul Peningkatan Prestasi Belajar menggunakan Model cooperative Learning Tipe Jigsaw II dalam mata pelajaran IPS pada siswa kelas V SD Kanisius Kembaran Bantul tahun pelajaran 2009/2010 Yang diteliti Meningkatkan Minat dan Prestasi Belajar, Model Kooperatif Tipe Jigsaw II, IPS, Kelas IV A di SDN Adisucipto I Gambar1. Literature Map Dalam penelitian-penelitian diatas, belum ada penelitian mengenai “PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN ADISUCIPTO 1 MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II” MODEL

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 2.3.Kerangka Berpikir Melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dalam pembelajaran IPS “Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS kelas IV SD N Adisucipto I menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II”. Siswa dapat bekerjasama dan mempunyai banyak kesempatan untuk menggali dan mengolah informasi,serta berkomunikasi dalam kelompok yang bersangkutan dengan materi pelajaran. Dengan adanya kelompok ahli dan kelompok asal siswa dapat melakukan diskusi dan memiliki tanggung jawab atas tugas dan bagiannya untuk kelompok. Pemberian penghargaan (reward) dimaksudkan untuk menarik minat siswa untuk belajar agar prestasi siswa juga mengalami peningkatan. 2.4.Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir, hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut : 2.4.1.Upaya untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas IV A di SD N Adisucipto 1 Yogyakarta mata pelajaran IPS tentang Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelas IV di SD N Adisucipto 1 tahun pelajaran 2013/2014 dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : a) pemberian materi secara utuh; b) pembentukan kelompok asal yang terdiri dari 5 ahli; c) pemberian tugas bagian untuk setiap ahli; d) diskusi membahas tugas dalam kelompok ahli; e) kelompok ahli kembali ke kelompok asal untuk mempresentasikan hasilnya dari diskusi kelompok ahli; f) kelompok

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 asal mempresentasikan dalam pleno; g) evaluasi individual; h)pemberian penghargaan. 2.4.2.Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar IPS tentang Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelas IV di SD N Adisucipto 1 tahun pelajaran 2013/2014. 2.4.3.Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar IPS tentang mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelas IV di SD N Adisucipto 1 tahun pelajaran 2013/2014.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 BAB III METODE PENELITIAN Pada bab III ini, peneliti menguraikan metode penelitian yang terdiri dari jenis penelitian, setting penelitian (tempat, subjek, objek, dan waktu penelitian), rencana tindakan, pengumpulan data dan istrumen penelitian, teknik analisis data, criteria keberhasilan. 3.1. Jenis Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan, maka pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian tindakan kelas (PTK) menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk melengkapi data kualitatif penelitian ini dilengkapi dengan data kuantitatif, yakni pengukuran hasil belajar siswa yang digunakan sebagai pelengkap dari data kualitatif. Data kuantitatif pada penelitian ini diperoleh dari hasil tes yang diberikan kepada peserta didik guna mengungkap aspek-aspek pengetahuan dan sikap. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang merupakan penelitian dengan tujuan pelaksanaanya untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran di kelas dengan cara mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktik pembelajaran untuk melihat pengaruhnya dari upaya tersebut. Menurut Arikunto dkk, (2006:3) penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar yang berupa sejumlah tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru ataupun dilakukan oleh peserta didik dengan arahan dari guru. 50

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Menurut Lewin (dalam Kasbolah 2001:10) penelitian tindakan adalah penelitian yang merupakan suatu lingkaran atau rangkaian langkah-langkah ( a spiral of step) yang satu dengan yang lain saling berhubungan. Penelitian ini menyesuaikan dengan penelitian menurut Kemmis dan Taggart (dalam Arikunto,2002:83) yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (observasi), dan reflection (refleksi). Langkah berikutnya adalah perencanaan yang sudah di revisi , tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 tahap, yaitu tahap observasi awal, dan tahap perumusan tindakan. Tahap observasi awal dilaksanakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi masalah, mendiskusikan temuan masalah bersama guru kelas IV. Tahap perumusan tindakan merupakan kegiatan yang dilaksanakan peneliti untuk menetapkan rencana tindakan dan jadwal pelaksanaan serta merumuskan komponen-komponen tindakan yang diperlukan, seperti membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), Soal pretest dan postest, media pembelajaran yang digunakan, instrumen penelitian, dan kelengkapan lain yang diperlukan. Penelitian ini menggunakan Model penelitian Kemmis dan Mc Taggart dalam Arikunto (2002:83) yakni perencanaan (planing), tindakan (acting), pengamatan (observing), refleksi (reflecting). Model penelitiannya dapat dilihat pada gambar berikut ini :

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Perencanaan Perencanaan Refleksi Pelaksanaan Siklus 1 Observasi Refleksi Pelaksanaan Siklus 2 Observasi Gambar 2. Siklus Penelitian dari Kemmis dan Taggart Bagan model spiral dari Kemmis dan Taggart di atas menjelaskan tahaptahap penelitian tindakan kelas yang akan dilakukan dalam setiap siklus diantaranya sebagai berikut : 1. Perencanaan Perencanaan merupakan suatu kegiatan untuk merencanakan suatu tindakan yang harus dilakukan pada pelaksanaan tindakan yang mencakup beberapa hal antara lain : a) identifikasi masalah; b)analisis penyebab adanya masalah; dan c) pengembangan bentuk tindakan yang akan dilakukan sebagai bentuk solusi atau pemecahan masalah. 2. Pelaksanaan Pelaksanaan penelitian tindakan kelas mengacu pada apa yang direncanakan pada perencanaan untuk mampu memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Setelah menentukan langkah maka langkah

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 selanjutnya adalah mempraktekkan dan menerapkan tindakan dalam proses belajar mengajar. 3. Pengamatan Pengamatan dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran lengkap secara objektif tentang perkembangan proses pembelajaran. Pengamatan ini dimaksudkan untuk memperoleh data merekam informasi dampak dari pelaksanaan tindakan dengan atau tanpa alat bantu. Data yang dihimpun melalui pengamatan meliputi data kuantitatif dan data kualitatif sesuai dengan indicator yang telah ditetapkan. 4. Refleksi Refleksi dilakukan untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan guru dan tim pengamat dalam penelitian tindakan kelas. Refleksi dilakukan dengan cara berdiskusi terhadap berbagai masalah yang muncul dalam kelas. Berdasarkan masalah yang muncul pada siklus pertama, maka akan ditentukan apakah kegiatan yang dilakukan telah mencapai target atau belum sehingga sebagai penentu untuk peneliti apakah perlu dilanjutkan atau dihentikan. 3.2. Setting Penelitian 3.2.1.Tempat Penelitian Tempat penelitian dilaksanakan di SD Negeri Adisucipto I yang terletak di Jalan Janti Desa Maguwoharjo Kecamatan Depok Kabupaten Sleman D I Yogyakarta.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 3.2.2. Subjek Penelitian Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVA SDN Adisucipto 1. Jumlah siswa kelas IV di SDN Adisucipto I adalah 24 siswa, yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. 3.2.3. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah peningkatan minat belajar dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD N Adisucipto I melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada materi Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 3.2.4. Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2013/2014 yaitu pada bulan Januari-April 2014. Adapun jadwal yang direncanakan sebagai berikut : Tabel 5. Jadwal Penelitian No Uraian Kegiatan 1. Permohonan ijin dengan Kepala Sekolah Melakukan Pengamatan Penyusunan proposal Pembuatan instrumen Uji coba Instrumen Pelaksanaan - siklus 1 - siklus 2 Analisis data Penyusunan skripsi Ujian skripsi Revisi 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Januari √ √ √ Februari √ √ Maret Bulan April Mei Juni √ √ √ Juli √ √ √ √ √ √

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 3.3. Prosedur Penelitian 3.3.1. Persiapan Persiapan yang dilakukan sebelum melakukan penelitian tindakan kelas adalah melakukan perijinan kepada Kepala Sekolah SD N Adisucipto I untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut, kemudian bertemu dengan wali kelas IV. Setelah mendapatkan ijin maka peneliti melakukan pengamatan di kelas IV pada saat pelajaran IPS. Pengamatan ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi awal berkaitan dengan tingkah laku siswa mengikuti pelajaran IPS. Peneliti juga melakukan wawancara dengan guru kelas IV SD N Adisucipto I untuk mendapatkan konfirmasi berkaitan dengan hasil pengamatan yang dilakukan serta mendapatkan informasi mengenai kendala-kendala yang dialami guru ketika melaksanakan pembelajaran dan menyampaikan materi. Setelah melakukan wawancara dengan guru peneliti melakukan wawancara dengan beberapa siswa mengenai ketertarikan dan minat siswa mengikuti pembelajaran IPS dikelas yang dilakukan oleh guru mereka. Peneliti juga melihat nilai siswa tahun pelajaran sebelumnya. Sehubungan dengan beberapa data yang diperoleh di kelas IV SD N Adisucipto I,peneliti memperoleh dan mengidentifikasi masalah yang ada dikelas tersebut yaitu kurangnya minat belajar dan prestasi siswa tehadap mata pelajaran IPS. Peneliti mengkaji Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD),dan materi pokok mata pelajaran IPS kelas IV semester II dilanjutkan dengan menyusun proposal penelitian. Dalam menyusun proposal penelitian, peneliti menyiapkan instrument pembelajaran (silabus,RPP,LKS,bahan ajar,soal evaluasi)

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 dan instrument pengumpulan data (rubric pengamatan minat belajar, kuesioner minat belajar, kisi-kisi soal evaluasi, dan instrument penilaian). Sesuai dengan instrument pengumpulan data peneliti melakukan uji validitas supaya instrument benar-benar layak untuk digunakan dalam penelitian yang akan saya lakukan. 3.3.2. Desain Tindakan Setiap Siklus Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Kemmis dan Taggart sesuai dengan langkah-langkahnya yang setiap siklus terdiri dari empat pokok kegiatan yang akan dilakukan yang terdapat 2 siklus. Berkaitan dengan hgal tersebut prosedur penelitian tindakan kelas diuraikan sebagai berikut: 3.3.2.1. Siklus I Siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x35 menit per pertemuan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Perencanaan Pada tahap perencanaan,peneliti merancang instrument pembelajaran yaitu silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), bahan ajar, soal evaluasi, dan membagi siswa dalam kelompok heterogen (5 siswa) untuk membentuk kelompok asal dalam kegiatan pembelajaran mengenai mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari prestasi akademik, setelah itu peneliti menyiapkan instrument penelitian untuk mengukur minat berupa lembar pengamatan dan kuesioner minat belajar siswa dalam pelajaran IPS.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 b. Pelaksanaan 1) Pertemuan 1 Pada tahap pelaksanaan siklus I pertemuan I, peneliti bertindak sebagai guru kelas dan peneliti menunjuk 1 teman sebagai observer, pada kegiatan awal guru mengawali pelajaran dengan salam pembuka, doa dan apersepsi. Kegiatan apersepsi dengan menyanyikan lagu sesuai dengan materi yang disajikan dan akan dipelajari. Lagu yang dinyanyikan tersebut digunakan untuk menghubungkan materi yang akan diajarkan/ akan masuk ke dalam materi inti yang akan disampaikan yaitu Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pokok bahasan “memahami sendi-sendi koperasi”. Pada kegiatan inti guru melakukan tanya jawab mengenai koperasi dan pengertian koperasi. Kemudian guru member penjelasan tentang materi yang akan dipelajari bersama. Setelah dirasa sudah cukup, guru membagi siswa dalam kelompok heterogen yang beranggotakan 6 orang siswa yang kemudian ini disebut sebagai keloompok asal. Dalam kelompok asal siswa bekerjasama untuk mengerjakan LKS menggunakan modul pembelajaran kemudian membagi soal tersebut mendalami soal bagiannya masing-masing. Setelah itu siswa berkumpul menjadi kelompok baru berdasarkan nomor soal yang sama yang kemudian disebut sebagai kelompok ahli. Dalam kelompok ahli siswa berdiskusi materi yang sama yang kemudian kembali ke dalam

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 kelompok asal untuk menyampaikan hasil diskusi secara bergantian untuk menyampaikan apa yang sudah di diskusikan dalam kelompok ahli. Kegiatan ini diakhiri dengan tanya jawab materi yang sudah dipelajari bersama. Siswa diberikan pekerjaan rumah untuk mengulangi materi yang telah dipelajari sekaligus mempelajari materi selanjutnya yaitu lambang koperasi lama, lambang koperasi baru dan hak dan kewajiban anggota koperasi. Kegiatan ditutup dengan doa. Pelaksanaan tersebut diuraikan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam lampiran. 2) Pertemuan 2 Pada tahap pelaksanaan siklus I pertemuan II peneliti bertindak sebagai guru kelas dan peneliti menunjuk 1 teman bertindak sebagai observer. Secara umum pelaksanaan siklus I pertemuan II hampir sama dengan pertemuan I, pada kegiatan awal guru mengawali pelajaran dengan salam pembuka, doa dan apersepsi. Kegiatan apersepsi dengan menyanyikan lagu sesuai dengan materi yang disajikan dan akan dipelajari. Lagu yang dinyanyikan tersebut digunakan untuk menghubungkan materi yang akan diajarkan/ akan masuk ke dalam materi inti yang akan disampaikan yaitu Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pokok bahasan “Organisasi Koperasi (lambang koperasi lama, lambang koperasi baru dan hak dan kewajiban anggota koperasi.)”.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Pada kegiatan inti guru melakukan tanya jawab mengenai organisasi koperasi. Kemudian guru memberi penjelasan tentang materi yang akan dipelajari bersama. Setelah dirasa sudah cukup, guru membagi siswa dalam kelompok heterogen yang beranggotakan 6 orang siswa yang kemudian ini disebut sebagai kelompok asal. Dalam kelompok asal siswa bekerjasama untuk mengerjakan LKS menggunakan modul pembelajaran kemudian membagi soal tersebut mendalami soal bagiannya masing-masing. Setelah itu siswa berkumpul menjadi kelompok baru berdasarkan nomor soal yang sama yang kemudian disebut sebagai kelompok ahli. Dalam kelompok ahli siswa berdiskusi materi yang sama yang kemudian kembali ke dalam kelompok asal untuk menyampaikan hasil diskusi secara bergantian untuk menyampaikan apa yang sudah di diskusikan dalam kelompok ahli. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, setelah presentasi selesai siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu yang mencakup materi pembahasan pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua yang baru saja dilakukan. Kegiatan ini diakhiri dengan Tanya jawab materi yang sudah dipelajari bersama. Guru memberikan reward untuk 3 kelompok yang dipilih berdasarkan skor kelompok atas poin kemajuan masing-masing siswa. Penghargaan ini dipilih dalam 3 kategori yaitu super team, good team dan great team. Siswa diberikan pekerjaan rumah untuk mengulangi materi yang telah

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 dipelajari sekaligus mempelajari materi selanjutnya yaitu modal dan Usaha Koperasi. Kegiatan ditutup dengan doa. Pelaksanaan tersebut diuraikan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) dalam lampiran. c. Pengamatan Pengamatan pada siklus I dilakukan untuk mengamati proses dan hasil pembelajaran IPS menggunakan teknik Jigsaw II. Pada tahap pengamatan ini dilakukan secara serempak dengan tindakan yang sedang dilaksanakan. Peneliti mengamati bagaimana proses pembelajaran dengan jigsawII dan apakah penerapan pembelajaran dengan teknik Jigsaw II dapat menaikkan minat siswa untuk belajar IPS atau tida dengan mencatat kejadian yang muncul saat pembelajaran berlangsung. Hal-hal yang diamati sesuai dengan 20 deskriptor dari penjabaran 4 indikator minat belajar siswa. Hasil yang ditulis dalam lembar pengamatan tersebut akan menjadi data berdasarkan aspek afektif dan psikomotorik. d. Refleksi Pada tahap ini peneliti melakukan refleksi dari kegiatan siklus I yang telah dilakukan dari perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan yang dilakukan bersama dengan guru dengan membahas hal-hal sebagai berikut: 1) Mengevaluasi apa yang dilakukan dalam siklus I pertemuan pertama dan kedua tentang apa yang berhasil kendala dan hambatan yang dialami siswa.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 2) Membandingkan hasil minat belajar siklus I dengan minat belajar pada kondisi awal serta membandingkan dengan criteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil minat belajar ini diperoleh dari skor rerata pengamatan selama kegiatan belajar berlangsung dan kuisioner yang diisi siwa. 3) Membandingkan hasil prestasi belajar siklus I dengan prestasi belajar pada kondisi awal (hasil ulangan pada tahun sebelumnya tahun 2012/2013) pada materi pokok yaitu Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membandingkannya dengan criteria keberhasilan prestasi belajar siklus I yang sudah ditetapkan sebelumnya mencakup rata-rata nilai prestasi belajar dan presentase KKM. Hasil rerata siklus I didapat dari rerata nilai ulangan yang telah dilakukan pada akhir siklus sebagai nilai aspek kognitif. 4) Memutuskan bahwa penelitian ini masih dilanjutkan karena belum mencapai target akhir siklus II yang telah ditentukan. 3.3.2.2. Siklus II Siklus kedua ini dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit per pertemuan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 a. Perencanaan Pada tahap ini peneliti memperbaiki instrument pembelajaran yang dilakukan pada siklus I dan merencanakan pembelajaran dengan materi selanjutnya yaitu “modal dan usaha koperasi”. b. Pelaksanaan 1. Pertemuan 1 Pelaksanaan siklus II pertemuan I peneliti bertindak sebagai guru kelas dan peneliti menunjuk 1 teman sebagai observer. Kegiatan awal guru mengawali pelajaran dengan salam pembuka, doa dan apersepsi. Kegiatan apersepsi dengan menyanyikan lagu sesuai dengan materi yang disajikan dan akan dipelajari. Lagu yang dinyanyikan tersebut digunakan untuk menghubungkan materi yang akan diajarkan/ akan masuk ke dalam materi inti yang akan disampaikan yaitu Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pokok bahasan “Modal dan Usaha Koperasi”. Pada kegiatan inti guru melakukan tanya jawab mengenai organisasi koperasi. Kemudian guru memberi penjelasan tentang materi yang akan dipelajari bersama. Setelah dirasa sudah cukup,guru membagi siswa dalam kelompok heterogen yang beranggotakan 6 orang siswa yang kemudian ini disebut sebagai kelompok asal. Dalam kelompok asal siswa bekerjasama untuk mengerjakan LKS menggunakan modul pembelajaran kemudian membagi soal tersebut mendalami soal bagiannya masing-masing. Setelah itu siswa berkumpul menjadi kelompok baru berdasarkan nomor soal yang sama yang

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 kemudian disebut sebagai kelompok ahli. Dalam kelompok ahli siswa berdiskusi materi yang sama yang kemudian kembali ke dalam kelompok asal untuk menyampaikan hasil diskusi secara bergantian untuk menyampaikan apa yang sudah di diskusikan dalam kelompok ahli. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, setelah presentasi selesai siswa mengerjakan soall evaluasi secara individu yang mencakup materi pembahasan pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua yang baru saja dilakukan. Guru memberikan PR untuk siswa agar mengulangi materi yang telah dipelajari dan materi selanjunya yaitu Koperasi sekolah yang kemudian pembelajaran diakhiri dengan berdoa. 2.Pertemuan 2 Pada tahap pelaksanaan siklus I pertemuan 2 peneliti bertindak sebagai guru kelas dan peneliti menunjuk 1 teman bertindak sebagai observer. Secara umum pelaksanaan siklus I pertemuan 2 hamper sama dengan pertemuan I, pada kegiatan awal guru mengawali pelajaran dengan salam pembuka, doa dan apersepsi. Kegiatan apersepsi dengan menyanyikan lagu sesuai dengan materi yang disajikan dan akan dipelajari. Lagu yang dinyanyikan tersebut digunakan untuk menghubungkan materi yang akan diajarkan/ akan masuk ke dalam materi inti yang akan disampaikan yaitu Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pokok bahasan “koperasi sekolah”.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Pada kegiatan inti guru melakukan tanya jawab mengenai organisasi koperasi. Kemudian guru memberi penjelasan tentang materi yang akan dipelajari bersama . setelah dirasa sudah cukup, gurur membagi siswa dalam kelompok heterogen yang beranggotakan 6 orang siswa yang kemudian ini disebut sebagai kelompok asal. Dalam kelompok asal siswa bekerjasama untuk mengerjakan LKS menggunakan modul pembelajaran kemudian membagi soal tersebut mendalami soal bagiannya masing-masing. Setelah itu siswa berkumpul menjadi kelompok baru berdasarkan nomor soal yang sama yang kemudian disebut sebagai kelompok ahli. Dalam kelompok ahli siswa berdiskusi materi yang sama yang kemudian kembali ke dalam kelompok asal untuk menyampaikan hasil diskusi secara bergantian untuk menyampaikan apa yang sudah di diskusikan dalam kelompok ahli. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, setelah presentasi selesai siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu yang mencakup materi pembahasan pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua yang baru saja dilakukan. Kegiatan ini diakhiri dengan Tanya jawab materi yang sudah dipelajari bersama. Guru memberikan reward untuk 3 kelompok yang dipilih berdasarkan skor kelompok atas poin kemajuan masing-masing siswa. Penghargaan ini dipilih dalam 3 kategori yaitu super team, good team dan great team. Siswa diberikan pekerjaan rumah untuk mengulangi materi yang telah dipelajari sekaligus mempelajari materi selanjutnya yaitu modal dan Usaha Koperasi. Kegiatan ditutup dengan

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 doa. Pelaksanaan tersebut diuraikan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam lampiran. c. Pengamatan Pengamatan pada siklus I dilakukan untuk mengamati proses dan hasil pembelajaran IPS menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Pada tahap pengamatan ini dilakukan secara serempak dengan tindakan yang sedang dilaksanakan. Peneliti mengamati bagaimana proses pembelajaran dengan jigsawII dan apakah penerapan pembelajaran dengan Jigsaw II dapat menaikkan minat siswa untuk belajar IPS atau tidak dengan mencatat kejadian yang muncul saat pembelajaran berlangsung. Hal-hal yang diamati sesuai dengan 20 deskriptor dari penjabaran 4 indikator minat belajar siswa. Hasil yang ditulis dalam lembar pengamatan tersebut akan menjadi data berdasarkan aspek afektif dan psikomotorik. d. Refleksi Pada tahap ini peneliti melakukan refleksi dari kegiatan siklus I yang telah dilakukan dari perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan yang dilakukan bersama dengan guru dengan membahas hal-hal sebagai berikut: 1) Mengevaluasi apa yang dilakukan dalam siklus I pertemuan pertama dan kedua tentang apa yang berhasil kendala dan hambatan yang dialami siswa. 2) Membandingkan hasil minat belajar siklus I dengan minat belajar pada kondisi awal serta membandingkan dengan

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 criteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil minat belajar ini diperoleh dari skor rerata pengamatan selama kegiatan belajar berlangsung dan kuisioner yang diisi siwa. 3) Membandingkan hasil prestasi belajar siklus I dengan prestasi belajar pada kondisi awal (hasil ulangan pada tahun sebelumnya tahun 2012/2013) pada materi pokok yaitu Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membandingkannya dengan criteria keberhasilan prestasi belajar siklus I yang sudah ditetapkan sebelumnya mencakup rata-rata nilai prestasi belajar dan presentase KKM. Hasil rerata siklus I didapat dari rerata nilai ulangan yang telah dilakukan pada akhir siklus sebagai nilai aspek kognitif. 4) Memutuskan bahwa penelitian di hentikan pada siklus II, karena hasil yang diperoleh sudah mencapai target yang di rencanakan pada siklus II. 3.4. Pengumpulan Data dan Instrumennya Penelitian ini menggunakan 2 jenis instrument penelitian, yaitu tes untuk mengukur prestasi belajar siswa sedangkan non tes untuk mengukur minat siswa. 3.4.1. Peubah (variabel) Penelitian Sesuai dengan judul penelitian ini memiliki dua peubah yaitu minat dan prestasi belajar. Data minat diperoleh dari pengamatan dan kuesioner dan dilaksanakan ketika pembelajaran berlangsung yang diisi pada akhir siklus. Data prestasi belajar diperoleh dengan memberikan soal evaluasi pada akhir siklus

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 seuai dengan materi yang dibahas pada setiap siklusnya. Peneliti menjelaskan peubah dan istrumen penelitiannya sebagai berikut: Tabel 6. Pengumpulan Data dan Instrumennya No Peubah 1 Minat belajar siswa 2 Prestasi belajar siswa Indicator penelitian Rata-rata minat belajar siswa - Rata-rata prestasi belajar siswa - Presentase jumlah siswa yang mencapai KKM Data Pengumpulan Skor rata-rata pengamatan dan kuesioner - Pengamatan - Kuesioner Skor rata-rata aspek kognitif (tes), a. Tes b. Non Tes Instrumen a. Lembar pengamatan b. Lembar kuesioner a. Lembar soal evaluasi b. Lembar pengamatan 3.4.2 Teknik Pengumpulan Data Menurut Sugiyono (2010:308) teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama sebuah penelitian adalah untuk mendapatkan data. Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data minat belajar melalui pengamatan dan penyebaran kuesioner. Data prestasi belajar melalui pemberian soal evaluasi pada akhir siklus sebagai aspek kognitif. 3.4.2.1. Pengumpulan data minat belajar Pengumpulan data minat belajar dilakukan dengan pengamatan dan pengisian kuesioner. a. Pengamatan Minat Observasi dikelas merupakan teknik pengumpuulan data dengan mengamati kejadian yang sedang berlangsung dan mencatatnya melalui alat observasi (Sanjaya, 2011:86) peneliti mengamati aktivitas siswa

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 selama kegiatan pembelajaran IPS berlangsung dikelas sebelum menggunakan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II untuk memperoleh data awal siswa, dan pada saat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. Menurut Sugiyono (2010:204) mengungkapkan bahwa dari segi instrumen yang digunakan,observasi dibagi menjadi terstruktur dan tidak terstruktur. Dalam penelitian ini menggunakan observasi terstruktur yang alat observasinya telah dirancang sesuai dengan apa yang akan diamati. Peneliti melakukan pengamatan pada siklus I dan siklus II dengan memberikan tanda (1) apabila sesuai dengan descriptor indicator minat dan memberi tanda (0) pada siswa yang tidak sesuai dengan descriptor pada indicator minat pada lembar pengamatan minat belajar siswa ketika pembelajaran sedang berlangsung. b. Kuesioner minat Kuesioner minat merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan member seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiyono ,2010:199) peneliti menggunakan kuesioner yang telah dibuat dan dipakai oleh Dwi Yati Lestari (2013) tanpa mengubahnya untuk mengamati siswa selama mengikuti pelajaran IPS selama 3 kali yaitu sebelum, saat dan sesudah dilakukannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II yang diberikan setelah pembelajaran IPS dilakukan selesai. Menurut Masidjo (1995:71) ditinjau dari cara menjawabnya angket dapat dibedakan menjadi angket terbuka (tak terstruktur) dan angket tertutup (terstruktur). Dalam penelitian ini

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 peneliti menggunakan angket terstruktur/tertutup yaitu angket ini telah disusun agar peneliti dapat memilih jawaban yang telah disediakan. Kuisioner yang disusun oleh Lestari,Dwi Yuli (2013) yang peneliti gunakan ini sejumlah 20 pernyataan yang sudah dijabarkan dari 4 indikator minat belajar siswa. Tabel 7. Kisi-kisi Panduan Pengamatan Minat Belajar Siswa No Indikator Deskriptor 1. Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS 2. Perhatian dalam belajar IPS 3. Kemauan siswa dalam mengemb angkan penguasaa n terhadap materi IPS Keterlibat an siswa dalam belajar IPS a. Siswa senang memberi tanggapan dan jawaban terhadap pernyataan yang diberikan guru. b. Siswa senang membantu teman yang kesulitan dalam memahami dan mengerjakan soal. c. Siswa antusias dalam mengikuti setiap materi IPS d. Siswa segera membuka buku sumber lain untuk mencari jawaban ketika guru melakukan tanya jawab. e. Siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas dari guru tentang materi IPS. a. Siswa bertanya kepada kepada guru jika ada hal yang tidak dimengerti. b. Siswa tetap berkonsentrasi walaupun ada suara gaduh. c. Siswa tidak melamun ketika pelajaran sedang berlangsung. d. Siswa tidak membicarakan hal lain dengan teman ketika pelajaran e. sedang berlangsung. f. Siswa tidak mengganggu teman lain ketika sedang belajar. a. Siswa menuliskan hal-hal penting berkaitan dengan pelajaran IPS b. Siswa membuat catatan pelajaran IPS dengan rapi. c. Siswa mengerjakan soal dengan teliti d. Siswa membuat pertanyaan yang mendalam mengenai materi yang sedang dibahas. e. Siswa membawa buku sumber IPS lebih dari satu buku. a. Siswa aktif bertanya dalam diskusi kelompok. b. Siswa aktif member jawaban dalam diskusi. c. Siswa aktif memberikan tanggapan dari suatu jawaban teman dalam diskusi. d. Siswa mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan. e. Siswa mau menjelaskan di depan kelas tanpa 4. Nampak (1) / tidak (0)

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 disuruh. Jumlah keseluruhan 3.4.2.2. Pengumpulan Data Prestasi Belajar Pengumpulan data prestasi belajar ini dilakukan dengan melakukan tes, menurut Sanjaya,(2009: 99) Tes merupakan instrument pengumpulan data untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif atau tingkat penguasaan materi. Dari penelitian ini tes yang digunakan berupa tes tertulis dengan mengerjakan soal evaluasi . jenis tes tertulis tersebut berupa tes objektif berbentuk pilihan ganda (multiple choise). Menurut masidjo (1995:48) bentuk pilihan ganda terdiri atas suatu pernyataan atau pertanyaan dan sejumlah pilihan alternative jawaban. Soal pilihan ganda diberikan setiap akhir siklus I dan siklus II untuk memperoleh penilaian kognitif mata pelajaran IPS dengan model pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw II yang dapat dihitung dengan rumus : ܰ= ‫݈݁݋ݎ݁݌ ݎ݋݇ݏ‬ℎܽ݊ × 100 ‫݈ܽ݉݅ݏ݇ܽ݉ ݎ݋݇ݏ‬ Keterangan : N : Nilai yang diperoleh siswa Skor perolehan : Skor yang diperoleh siswa dari sejumlah jawaban yang benar Skor Maksimal : Jumlah skor keseluruhan dari indokator yang telah ditetapkan 3.4.3. Instrumen Penelitian Menurut Arikunto (2002:121) instrument merupakan alat pada waktu peneliti menggunakan suatu model. Dalam penelitian ini instrument yang

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 digunakan adalah dua isntrumen yaitu dengan lembar pengamatan minat dan kuesioner minat, sedangkan untuk prestasi dengan tes. 3.4.3.1. Instrument minat belajar a. Panduan pengamatan minat belajar Panduan pengamatan digunakan ketika peneliti melaksanakan pengamatan ketika pembelajaran sedang berlangsung di dalam kelas. Panduan dari pengamatan ini merupakan penjabaran dari 5 indicator minat belajar dalam bab II. Kisi-kisi panduan pengamatan minat belajar sebagai berikut: Tabel 8. Kisi-kisi Panduan Pengamatan Minat Belajar No Indikator 1. Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS 2. 3. Deskriptor f. Siswa senang memberi tanggapan dan jawaban terhadap pernyataan yang diberikan guru. g. Siswa senang membantu teman yang kesulitan dalam memahami dan mengerjakan soal. h. Siswa antusias dalam mengikuti setiap materi IPS i. Siswa segera membuka buku sumber lain untuk mencari jawaban ketika guru melakukan tanya jawab. j. Siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas dari guru tentang materi IPS. Perhatian g. Siswa bertanya kepada kepada guru jika ada hal dalam yang tidak dimengerti. belajar h. Siswa tetap berkonsentrasi walaupun ada suara IPS gaduh. i. Siswa tidak melamun ketika pelajaran sedang berlangsung. j. Siswa tidak membicarakan hal lain dengan teman ketika pelajaran k. sedang berlangsung. l. Siswa tidak mengganggu teman lain ketika sedang belajar. Kemauan f. Siswa menuliskan hal-hal penting berkaitan dengan siswa pelajaran IPS dalam g. Siswa membuat catatan pelajaran IPS dengan rapi. mengemb h. Siswa mengerjakan soal dengan teliti angkan i. Siswa membuat pertanyaan yang mendalam penguasaa mengenai materi yang sedang dibahas. Nampak (1) / tidak (0)

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 n terhadap materi IPS Keterlibat an siswa dalam belajar IPS j. Siswa membawa buku sumber IPS lebih dari satu buku. 4. f. Siswa aktif bertanya dalam diskusi kelompok. g. Siswa aktif member jawaban dalam diskusi. h. Siswa aktif memberikan tanggapan dari suatu jawaban teman dalam diskusi. i. Siswa mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan. j. Siswa mau menjelaskan di depan kelas tanpa disuruh. Jumlah keseluruhan Jika Nampak dilakukan siswa sesuai dengan descriptor pada lembar pengamatan diberi tanda (1), dan jika tidak nampak diberi tanda (0). b. Lembar Kuesioner minat Belajar Lembar kuesioner minat belajar ini diberikan untuk mengetahui kesenangan siswa dan kondisi siswa sendiri. Peneliti menggunakan kuesioner ini yang telah dibuat dan digunakan oleh Lestari,Dewi Yuli beserta teman penelitian payung jigsaw II nya. Adapun kisi-kisinya sebagai berikut: Tabel 9. Kisi-kisi Lembar Kuesioner Minat Belajar No. Indicator Jenis Pernyataan Pernyataan Pernyataan positif Negatif 1,7,13,19 16 5 4,6,8,12 1. Perasaan senang pada mata pelajaran IPS 2. Perhatian dalam belajar IPS Kemauan siswa dalam mengembangkan 3. 2,9,10,18 14 penguasaan terhadap materi IPS 4. Keterlibatan siswa dalam belajar IPS 3,11,15,20 17 13 7 Jumlah ௝௨௠௟௔௛ ௛ ௦௞௢௥ Nilai yang diperoleh = ௦௞௢௥ ௠௔௞௦௜௠௔௟ × 100 Jumlah pernyataan 5 5 5 5 20 Indicator tersebut telah dijabarkan menjadi 20 pertanyaan positif dan negative . pengisian kuesioner ini diberikan dengan member tanda (√) pada tempat yang sesuai dengan item pernyataan. Sedangkan penilaian

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 setiap item untuk nomor pernyataan pada kuesioner bergantung pada pengukuran skala likert berikut: Tabel 10. Pengukuran Skala Likert yang disesuaikan Skor Keterangan Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Item Positif 4 3 2 Item Negatif 1 2 3 1 4 Sumber: Sugiyono (2010:93) Kisi-kisi kuisioner minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS sebagai berikut : Tabel 11. Kisi-kisi Lembar kuisioner Minat Belajar Siswa Jenis Penyataan Jumlah Pernyataan Pernyataan Pernyataan positif Negatif No. Indikator 1. Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS Perhatian dalam belajar IPS Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS Keterlibatan siswa dalam belajar IPS 2. 3. 4. 1,7,13,19 16 5 5 4,6,8,12 5 2, 9, 10, 18 14 5 3, 11, 15, 20 17 5 13 7 20 Jumlah Nilai yang diperoleh = ௦௞௢௥ ௬௔௡௚ ௗ௜௣௘௥௢௟௘௛ ௝௨௠௟௔௛ ௦௞௢௥ ‫ ݔ‬100 3.4.3.2. Instrumen Prestasi Belajar Tes yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa dari aspek kognitif. Dalam hal ini peneliti membuat soal tes tertulis berupa tes objektif yakni tes yang jawabannya dapat diberi skor nilai seadanya menurut yang sudah ditentuukan sebelumnya. Tes objektif yang digunakan

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 adalah dengan soal pilihan ganda yang dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan membimbing kisi-kisi soal dengan bimbiingan dosen.peneliti menyiapkan 15 soal objektif berkaitan dengan materi pada siklus I dan siklus II. Penskoran nilai benar diberi skor 1 dan salah atau tidak diberi jawaban diberi skor 0. Adapun kisi-kisi soal evaluasi mata pelajaran IPS setelah dilakukan validasi adalah sebagai berikut: Tabel 12. Kisi-kisi Soal Pilihan Ganda Siklus I & II No. soal Indikator Pilihan Ganda Jumlah Soal Sendi- sendi koperasi 1,2,3,7,8,10,11 7 Lambang koperasi 5,6,9,12,14, 5 Hak dan kewajiban anggota koperasi 4,13,15 3 Modal koperasi 8,9,11, 3 Kelengkapan pengurus 1,3,10,13,14,15 6 Macam- macam koperasi 2,4,5,7,12, 5 Kelebihan dan kekurangan 6,15 2 Siklus I II Setelah soal tersebut selesai disusun sesuai dengan kisi-kisi soal, kemudian dilakukan tes untuk uji validitas kepada siswa angkatan sebelumnya (yang sekarang kelas V). Nantinya soal-soal yang telah diujikan tersebut akan diberikan pada akhir siklus I dan siklus II.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 3.4.4. Validitas dan reliabilitas Instrumen Penelitian 3.4.4.1.Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan instrumen. Sebuah instrument dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Sebuah instrument dikatakan valid apabila dapat mengungkapkan data dari variable yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrument menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud (Arikunto, 2006:168-169). Masidjo (1995:243) menyatakan bahwa validitas memiliki 3 jenis yaitu: a. Validitas Isi (Content Validity) Validitas isi adalah suatu validitas yang menunjukkan sampai dimana isi suatu tes atau alat pengukur mencerminkan hal-hal yang mau diukur atau di teskan. b. Validitas Konstruksi atau Konsep (Concept or Construct Validity) Validitas Konstruk adalah suatu validitas yang menunjukkan sampai dimana isi suatu tes atau alat pengukur sesuai dengan suatu konsep yang seharusnya menjadi isi tes atau alat pengukur tersebut atau konstruksi teoritis yang mendasari disusunnya tes atau alat ukur tersebut. c. Validitas Kriteria (Criterion-Related Validity) Validitas Kriteria adalah suatu validitas yang memperhatikan hubungan yang ada antara tes atau alat ukur dengan pengukur lain yang berfungsi sebagai kriteria atau bhan pembanding. Dalam penelitian ini menggunakan dua jenis validitas yaitu validitas isi dan validitas konstruk yang di tempuh dengan expert judgmen dengan bertanya pada ahli sehingga dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Validitas yang ditempuh melalui expert judgment untuk memvalidasi perangkat pembelajaran, sedanghkan validitas secara empiris untuk mengukur instrument soal tes/evaluasi yang dibuat peneliti.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 a. Uji validitas Instrumen Minat Belajar Validasi instrumen yang akan digunakan untuk mengukur minat belajar yaitu berisi kisi-kisi pengamatan minat belajar beserta lembar pengamatannya dan kisi-kisi kuisioner minat belajar beserta kuisionernya. Validasi instrumen minat belajar tersebut dilakukan dengan cara berkonsultasi kepada yang lebih ahli (expert judgment) yaitu dosen. Hal tersebut bertujuan agar instrumen yang dibuat peneliti benar-benar dapat dipertanggung jawabkan. Penyusunan kisi-kisi pengamatan minat belajar yang dibuat oleh Lestari (2013) berdasarkan pada 4 indikator minat yang kemudian dijabarkan kedalam 5 deskriptor sehingga menjadi 20 item. Jika saat pengamatan descriptor itu nampak diberi skor 1 namun jika tak Nampak diberi skor 0. Jadi skor keseluruhan descriptor adalah 20. b. Uji validitas Prestasi Belajar Validasi instrumen soal ditempuh secara empiris dengan cara yang diujikan di lapangan. Dalam penelitian ini instrumen soal diujikan pada 24 siswa kelas IV SDN Adisucipto 1. Setelah diujikan ke lapangan, peneliti melakukan perhitungan yang disebut r hitung dari masing-masing item soal menggunakan tipe korelasi Product Moment dari Pearson dengan rumus sebagai berikut : ‫ݎ‬ ௫௬ୀ ே ∑ ௫௬ି(∑ ௫) (∑ ௬) మ ටቄே ∑ ௫ మష(∑ ೣ) ቅ{ே ∑ ௬ మ ି(∑ ௬)మ } (Arikunto, 2006:170)

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 ‫ݎ‬௫௬ ∶ koefisien faliditas ∑ x ∶ jumlah skor dalam sebaran x ∑ y ∶ jumlah skor dalam sebaran y ∑ xy ∶ jumlah hasil kali skor x dan skor y berpasangan ∑୶ 2 : jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran x ∑୷ 2 : jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y N : banyaknya subyek Kriteria butir instrument yang valid adalah jika instrument yang dikatakan tidak valid rxy  r tabel dan butir rxy r < tabel Setelah mendapatkan r hitung , kemudian membandingkan r hitung dengan r table. Dimana r table untuk jumlah responden 20 siswa dengan taraf signifikasi 5% adalah 0,444. Item soal dikatakan valid apabila r hitung ≥ r tabel, sebaliknya item soal dikatakan tidak valid apabila r hitung ≤ r tabel. Adapun hasil dari perhitungan validitas soal tes/evaluasi adalah sebagai berikut. Tabel 13. Perhitungan validitas soal siklus I no item 1 2 3 4 5 6 7 R hitung 0,481 0,539 0.151 0.151 0.449 0,124 -0.03 r tabel 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 Keputusan Valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid tidak valid tidak valid

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 8 9 10 11 12 13 14 15 0.404 0.705 0.448 0.01 0,417 0,463 0,502 0,393 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 Valid Valid Valid tidak valid tidak valid tidak valid Valid tidak valid Berdasarkan hasil perhitungan validitas tersebut akan digunakan sebagai soal evaluasi siklus I, Dari 15 soal tersebut terdapat 7 soal yang valid yaitu nomor 1,2,5,8,9,10, dan 14. Soal yang tidak valid kemudian direvisi dan digunakan setelah dikonsultasikan dengan ahli (expert judgment). Tabel 14. PerhitunganValiditas soal siklus II no item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 r hitung 0,059 0,616 0,294 0,152 0.492 0,540 0 0,625 0,421 0,622 0,272 0,178 0,569 0,679 0,496 r tabel 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 Keputusan Tidak Valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid tidak valid Valid Tidak Valid Valid tidak valid tidak valid Valid Valid Valid Berdasarkan hasil perhitungan validitas tersebut akan digunakan sebagai soal evaluasi siklus I, dari 15 soal tersebut terdapat 7 soal yang valid yaitu nomor 2,5,6,8,10,13,14 dan 15, maka peneliti di sarankan (expert judgment) oleh dosen

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 pembimbing untuk merevisi soal-soal yang tidak valid lainnya dengan penomoran soal tanpa diubah. 3.4.4.2.Validasi Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran yang dibuat peneliti antara lain: silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Bahan ajar, dan soal evaluasi. Kriteria validasi perangkat pembelajaran dihitung menggunakan Pedoman Acuan Pembelajaran I (PAP I). Peneliti memilih PAP I karena passing score lebih tinggi dibandingkan PAP II. PAP II persentil minimal 56, sedangkan PAP I persentil minimal 65. Berikut ini akan disajikan kriteria validasi perangkat pembelajaran: Table 15.Kriteria Hasil Penilaian Perangkat Pembelajaran Batas bawah skor setiap kriteria 90% x 5 80% x 5 65% x 5 55% x 5 Dibawah 55% Rentang Skor Nilai Huruf Kriteria 4,50-5 4-4,49 3,25-3,99 2,75-3,24 0-2,74 A B C D E Sangat baik Baik Cukup Kurang baik Sangat Kurang Baik Sumber : Masidjo (1995:153) Dalam penelitian ini, Perangkat pembelajaran tersebut di validasi oleh Guru Kelas IV SD N Adisucipto I, Guru kelas IV SD N Pasuruhan I Magelang, dan Guru IPS SMA 1 Girimulyo. Adapun hasil perhitungan validasi perangkat pembelajaran adalah sebagai berikut: Tabel 16. Perhitungan Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran No. Perangkat Pembelajaran 1. Silabus 2. Rencana Pelaksanaan Expert Judgment (Ahli) Guru Kelas IV SD N Adisucipto I Guru kelas IV SD N Pasuruhan I Magelang Guru IPS SMA 1 Girimulyo Rata-rata Guru Kelas IV SD N Hail Penilaian Rata-rata 4,33 4,55 4,44 4,44 4,52

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Pembelajaran (RPP) 3. 4. 5. Lembar Kerja Siswa (LKS) Bahan Ajar Evaluasi Adisucipto I Guru kelas IV SD N Pasuruhan I Magelang Guru IPS SMA 1 Girimulyo Rata-rata Guru Kelas IV SD N Adisucipto I Guru kelas IV SD N Pasuruhan I Magelang Guru IPS SMA 1 Girimulyo Rata-rata Guru Kelas IV SD N Adisucipto I Guru kelas IV SD N Pasuruhan I Magelang Guru IPS SMA 1 Girimulyo Rata-rata Guru Kelas IV SD N Adisucipto I Guru kelas IV SD N Pasuruhan I Magelang Guru IPS SMA 1 Girimulyo Rata-rata 4,47 4,38 4,45 4,62 4,75 4,37 4,58 4,80 4,60 4,40 4,60 4,52 4,37 4,40 4,43 Hasil penghitungan rata-rata validasi perangkat pembelajaran (silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), bahan ajar, dan evaluasi) diatas , diperoleh rata-rata silabus adalah 4,44 dengan kriteria sangat baik, Rata-rata Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah 4,45, Dengan kriteria sangat baik, Rata-rata Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah 4,58 dengan kriteria sangat baik, Rata-rata bahan ajar adalah 4,60 dengan kriteria sangat baik, Dan hasil rata-rata evaluasi adalah 4,43 dengan kriteria sangat baik. Hasil Perhitungan diatas, diperoleh rata-rata keseluruhan perangkat pembelajaran adalah 4,50. Hasil perhitungan tersebut termasuk dalam kriteria

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 sangat baik, maka perangkat pembelajaran ini layak digunakan untuk penelitian. Secara lebih jelas instrumen validasi desain pembelajaran dapat dilihat di lampiran. 3.4.4.3. Reliabilitas Instrumen Penelitian Reliabilitas suatu tes adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu menunjukan konsistensi hasil pengukuran dalam bentuk ketetapan dan ketelitian suatu hasil. Reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan secara empiris oleh peneliti setelah soal diujikan di lapangan. Taraf reliabilitas suatu tes dapat dinyatakan dalam suatu koefisien reliabilitas. Menurut Masidjo (1995:243) koefisien reliabilitas dapat dinyatakan dalam suatu bilangan dari negatif sampai 1,00. Koefisien tersebut ialah sebagai berikut: Tabel 17. Koefisien reliabilitas Interval koefisien ± 0,91 - ± 1 00 ±0,7 - ± 0,90 ± 0,41 - ± 0,70 ± 0,21 - ± 0,40 0 - ± 0,20 Rumus Reliabilitas ‫ݎ‬ ೖ ௜ୀ (ೖషభ)ቊଵି ∑ೞ మ ೟ ೞ మ ೟ ቋ Keterangan : k : mean kuadrat antara subjek ∑ ‫ݏ‬௧ మ ∶ ݉݁ܽ݊ ݇‫݈ܽܽݏ݁݇ ݐܽݎ݀ܽݑ‬ℎܽ݊ ‫ݏ‬௧ మ ∶ ‫݈ܽݐ݋ݐ ݏ݊ܽ݅ݎܽݒ‬ Kriteria Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Sumber : Masijdo (1995:219)

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 3.5. Teknik Analisis Data Menurut sanjaya (2009:106) analisis data merupakan suatu proses mengolah dan menginterpretasi data dengan tujuan untuk mendudukan berbagai informasi sesuai dengan fungsinya hingga memiliki makna yang sesuai tujuan penelitian. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik analisa data deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kuantitatif yaitu suatu teknik pengolahan data yang bertujuan untuk melukiskan dan menganalisis kelompok data yang berupa angka untuk hasil evaluasi siswa, sedangkan analisis kualitatif deskriptif digunakan untuk hasil pengamatan dan kuesioner, adapun yang dianalisis adalah sebagai berikut: 3.5.1. Analisis data minat belajar Analisis data minat belajar dihitung menggunakan lembar pengamatan minat belajar dengan kuesioner minat belajar. Analisis minat belajar dapat dengan membandingkan antara kondisi awal, siklus I, siklus II sesuai dengan criteria keberhasilan yang telah ditentukan, antara lain; 1. Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS, meliputi : siswa senang memberi tanggapan dan jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan guru, siswa senang membantu teman yang kesulitan dalam memahami dan mengerjakan soal, siswa antusias dalam mengikuti setiap materi IPS, siswa segera membuka buku sumber lain untuk mencari jawaban ketika guru melakukan tanya jawab, siswa tidak mengeluh ketika diberi tugas dari guru tentang materi IPS

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 2. Perhatian dalam belajar IPS meliputi : siswa bertanya kepada guru jika ada hal yang tidak dimengerti, siswa tetap konsentrasi walaupun ada suara gaduh, siswa tidak melamun ketika pelajaran berlangsung, siswa tidak membicarakan hal lain dengan teman ketika pelajaran sedang berlangsung, siswa tidak mengganggu teman lain ketika sedang belajar 3. Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS, meliputi : siswa menuliskan hal-hal penting berkaitan dengan pelajaran IPS., siswa membuat catatan pelajaran IPS dengan rapi., Siswa mengerjakan soal latihan dengan teliti., Siswa membuat pertanyaan yang mendalam mengenai materi yang sedang dibahas, Siswa membawa buku sumber IPS lebih dari satu buku. 4. Keterlibatan siswa dalam belajar IPS, meliputi : Siswa aktif bertanya dalam diskusi kelompok., Siswa aktif memberikan jawaban dalam diskusi., Siswa aktif memberikan tanggapan dari suatu jawaban teman dalam diskusi., Siswa mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan., Siswa mau menjelaskan di depan kelas tanpa disuruh. Analisis data minat belajar dihitung menggunakan lembar pengamatan minat belajar yang didukung dengan kuesioner minat belajar. Analisis minat belajar siswa ditempuh dengan membandingkan antara kondisi awal, siklus I dan siklus II sesuai dengan kriteria keberhasilan yang diharapkan. Penentuan kategori minat berdasarkan skor yang diperoleh masing-masing siswa menggunakan acuan penilaian dari Masidjo yaitu penilaian acuan patokan atau PAP II. Menurut Masidjo (1995:157) dalam PAP II penguasaan kompetensi minimal yang merupakan passing score adalah 56% dari total skor yang harus

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 dicapai,diberi nilai cukup. Berkaitan dengan itu, diketahui persentil 56 disebut persentil minimal yang dianggap sebagai batas penguasaan materi kompetensi dasar paling rendah dn diberi nilai cukup (sedang). Untuk memudahkan perhitungan ,dengan menggunakan modifikasi yang telah dilakukan oleh Lestari,Dewi Tri untuk mencari rentang skor dengan skor maksimal yang mungkin diperoleh siswa, perhitungan yang dilakukan sebagai berikut: Table 18.Perhitungan PAP II Batas Bawah Skor Kategori Minat 81% x 100=81 Sangat Tinggi 66% x 100=66 Tinggi 56% x 100=56 Cukup 46% x 100=46 Rendah Dibawah 46% Sangat Rendah Sumber : Masijdo (1995:157) Dari perhitungan diatas diperoleh table kategori minat siswa menurut PAP II yang sudah dimodifikasi sebagai berikut: Tabel 19. Batas Bawah Skor Kategori Minat Siswa Batas Bawah Skor 81% x 100=81 66% x 100=66 56% x 100=56 46% x 100=46 Dibawah 46% Rentang Skor Kategori Minat 81-100 66-80 56-65 46-55 Dibawah 46 Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah 3.5.1.1. Pengamatan Minat a. Menghitung minat belajar setiap siswa berdasarkan pengamatan minat dengan rentang skor 1- 100:

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 ࢙࢑࢕࢘ ࢟ࢇ࢔ࢍ ࢊ࢏࢖ࢋ࢘࢕࢒ࢋࢎ ࢙࢏࢙࢝ࢇ × ૚૙૙ ૡ૙ b. Menghitung nilai total berdasarkan pengamatan minat Nilai Total = skor tertinggi × ∑ siswa c. Menghitung nilai minat belajar siswa secara keseluruhan berdasarkan pengamatan minat : Nilai minat belajar siswa = ࢐࢛࢓࢒ࢇࢎ ࢙࢑࢕࢘ ࢓࢏࢔ࢇ࢚ ࢞ ૚૙૙ ࢙࢑࢕࢘ ࢚࢕࢚ࢇ࢒ 3.5.1.2. Menghitung kuesioner minat Peneliti menggunakan 20 item pernyataan yang terdapat dalam kuesioner, berikut pedoman untuk scoring kuesioner minat: Tabel 20. Pedoman Skoring Minat Siswa Alternative Jawaban SS S KS TS = Sangat Setuju = Setuju = Kurang Setuju = Tidak Setuju Skor Item Positif 4 3 2 1 Item Negatif 1 2 3 4 Setiap siswa memilih alternative jawaban dari kuesioner yang telah disediakan,kuesioner ini diberikan sebanyak tiga kali yaitu kondisi awal, akhir siklus 1 dan akhir siklus II.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 a. Menghitung nilai minat belajar setiap siswa berdasarkan kuisioner minat dengan rentang skor 1-100 Nilai minat belajar setiap siswa = ݆‫݈ܽ݉ݑ‬ℎ ‫ ݔ ݐܽ݊݅݉ ݎ݋݇ݏ‬80 100 b. Menghitung nilai total berdasarkan kuisioner minat : Nilai total = Skor tertinggi x ∑ siswa c. Menghitung nilai minat belajar disi secara keseluruhan berdasarkan kuesioner: Nilai minat belajar siswa = ݆‫݈ܽ݉ݑ‬ℎ ‫ݐܽ݊݅݉ ݎ݋݇ݏ‬ ‫ ݔ‬100% ‫݈ܽݐ݋ݐ ݎ݋݇ݏ‬ 3.5.1.3. Skor akhir Minat Skor Akhir Minat Belajar ‫ ܽݐܽݎ ݎ݋݇ݏ‬− ‫ ݐܽ݊݅݉ ݊ܽݐܽ݉ܽ݃݊݁݌ ܽݐܽݎ‬+ ‫ ܽݐܽݎ ݎ݋݇ݏ‬− ‫ݐܽ݊݅݉ ݎ݁݊݋݅ݏ݅ݑ݇ ܽݐܽݎ‬ 2 Setelah perhitungan minat belajar menggunakan rumus di atas didapat, maka dilanjutkan dengan menentukan kategori minat berdasarkan skor yang diperoleh menggunakan acuan PAP II. Hal tersebut dapat dilakukan dalam perhitungan minat belajar siswa kondisi awal, siklus I, dan siklus II dan melakukan perbandingan dari masing-masing hal tersebut. Hal ini dipergunakan

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 untu menyimpulkan apakah minat belajar siswa meningkat setelah dilakukan tindakan dengan model pembelajaran kooperatif teknik jigsaw II. 3.5.2. Analisis Data Prestasi Belajar Prestasi belajar siswa di ukur menggunakan tes dengan bentuk soal obyektif pilihan ganda. Analisis prestasi belajar siswa dapat di tempuh dengan membandingkan kondisi awal (nilai ulangan IPS tahun pelajaran 2012/2013),siklus I, dengan siklus II sesuai dengan kriteria keberhasilan yang diharapkan di atas. 3.5.2.1. Aspek Kognitif a. Melakukan penyekoran penilaian soal obyektif pilihan ganda Tabel 21. Kriteria nilai Jawaban Skor Benar 1 Salah 0 b. Menghitung jumlah skor setiap siswa c. Menghitung nilai kognitif setiap siswa, dengan rumus: Nilai = ‫ܚܗܓܛ ܐ܉ܔܕܝܒ‬ ૚૞ × ૚૙૙ Rumus perhitungan prestasi belajar diatas digunakan untuk perhitungan prestasi belajar siswa kondisi awal,siklus I dan siklus II. Setelah diperoleh data maka peneliti harus membandingkan kondisi awal dengan siklus I dan siklus II.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Hal ini untuk menyimpulkan apakah prestasi belajar siswa meningkaot setelah tindakan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. 3.6. Kriteria Keberhasilan Kriteria keberhasilan minat belajar dan prestasi siswa pada mata pelajaran IPS tentang materi mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelas IV SD N Adisucipto I semester 2 tahun pelajaran 2013/2014, dengan Kriteria Ketuntasan Minimal pada prestasi siswa yang ditetapkan adalah 65. Sedangkan dalam penyusunan indicator kebrhasilan yang digunakan dlam oenelitian tindakan kelas ini adalah kriteria keberhasilan yang ditentukan pada setiap akhir siklus I dan siklus II. Kriteria keberhasilan dikatakan berhasil jika hasil yang dicapai siswa melebihi kriteria yang sudah peneliti tentukan. Kriteria keberhasilan yang di tentukan peneliti ada dua yaitu kriteria keberhasilan mengenai minat dan prestasi belajar. Kriteria keberhasilan tersebut sebagai berikut: Indikator Keberhasilan a. Indikator keberhasilan minat dan prestasi belajar siswa Table 22. Indikator keberhasilan No 1. 2. Kondisi Awal Target Siklus I Target Siklus II Minat Belajar Siswa 58,37 70 80 Nilai ratarata 64,7 65 75 Persentase Ketuntasan 40% 50% 70% Peubah Minat Belajar Prestasi Belajar

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini peneliti menguraikan hasil penelitian dan membahas hasil penelitian yang telah dilakukan 4.1. Hasil Penelitian Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPS siswa Kelas IV SDN Adisucipto I Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II” yang telah dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Pada masing-masing siklus terdapat dua pertemuan,dengan indicator yang berbeda tetapi masih terkait dalam satu Kompetensi Dasar (KD) yaitu Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi. Dua siklus ini dilaksanakan dalam waktu dua minggu adapun jadwal pelaksanaan penelitian sebagai berikut: Siklus I II Tabel 23. Jadwal Pelaksanaan Penelitian Pertemuan keHari/tanggal 1 Senin 12 Mei 2014 2 Selasa 13 Mei 2014 1 Kamis15 Mei 2014 2 Jumat 16 Mei 2014 4.1.1. Kondisi Awal Sebelum melakukan tindakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II , peneliti melakukan pengamatan berlangsungnya proses pembelajaran IPS dengan mengisi lembar pengamatan yang telah dipersiapkan untuk mendapatkan data awal tentang minat belajar siswa.setelah melakukan pengamatan, peneliti membagikan kuesioner di kelas IV dengan jumlah 24 siswa. 89

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Hal ini bertujuan untuk mendukung data minat siswa ketika proses pembelajaran IPS berlangsung. Pengambilan data tersebut dilakukan pada Senin, 05 Mei 2014. Adapun skor hasil pengisian lembar pengamatan dapat dilihat pada lampiran. Setelah mendapatkan data dari pengamatan kuesioner, peneliti juga melakukan wawancara kepada wali kelas IV yang dilaksanakan pada Senin,05 Mei 2014, guru mengatakan bahwa materi IPS kelas IV termasuk sulit, sebab banyak materi yang harus dihafalkan siswa yang menjadikan minat siswa untuk belajar itu kurang. Banyak siswa yang melakukan aktivitas sendiri seperti mengobrol dengan teman, jalan-jalan dikelas dan mengganggu teman lain, sehingga siswa kurang dapat memahami materi yang disampaikan oleh guru yang masih diberikan secara tradisional yaitu terlalu banyak ceramah yang dilakukan. Wawancara ini berhasil dilakukan karena banyaknya informasi yang diperoleh sebagai bahan konfirmasi atas kuesioner dan pengamatan yang dilakuklan oleh peneliti. Data pengamatan dan kuesioner tersebut akan dijadikan data kondisi awal minat belajar siswa sedangkan untuk kondisi awal prestasi belajar siswa menggunakan nilai ulangan dari tahun sebelumnya sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) yang sama. Berikut merupakan minat dan prestasi belajar siswa sebelum dilakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 4.1.1.1.Minat Belajar Tabel 24.Kondisi Awal Minat Belajar Siswa Nama Siswa 1 Ami 2 Ard 3 Isa 4 Arv 5 Cah 6 Des 7 Fik 8 Mau 9 Fia 10 Nab 11 Riz 12 Dit 13 Rif 14 San 15 Ver 16 Wir 17 Neo 18 Roh 19 Far 20 Tsa 21 Cin 22 Ibn 23 Axe 24 Ayu Jumlah Nilai ratarata No. Pengamatan Kuesioner Nilai Kriteria 41 55 50 64 62 62 65 54 46 50 59 45 60 60 44 56 63 55 47 53 44 47 48 67 1297 54,04 Rendah Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Rendah Cukup Cukup Cukup Cukup Rendah Tinggi Cukup Rendah Cukup Cukup Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Tinggi 65 67 66 66 66 68 45 70 70 70 69 59 72 70 66 66 51 55 51 55 56 53 60 69 1505 62,70 53 61 58 65 64 65 55 62 58 60 64 52 66 65 55 61 57 55 49 54 50 50 54 68 1401 58,37 Cukup Berdasarkan table rekapitulasi data kondisi awal minat belajar siswa di atas, terdapat 11 siswa (45,83%) termasuk dalam kategori rendah 12 siswa (50%) dalam kategori cukup 2 siswa (8,3%) dalam kategori tinggi. Dengan perhitungan tersebut, rata-rata minat belajar siswa kelas IV adalah 58,37 dan termasuk dalam kategori cukup.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 4.1.1.2. Prestasi Belajar Pra Siklus Data untuk mengetahui kondisi awal prestasi belajar siswa , peneliti melampirkan nilai ulangan mata pelajaran IPS dengan materi mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dipelajari oleh siswa kelas IV dengan jumlah 30 siswa pada tahun ajaran 2012/2013. Tabel 25.Kondisi Awal Prestasi Belajar Siswa No. Nama Siswa 1 Dia 2 Ade 3 Suc 4 Yen 5 Kai 6 Asy 7 Ani 8 Ayu 9 Ald 10 Ada 11 Udi 12 Dit 13 Dia 14 Dil 15 Iwa 16 Kuk 17 Nov 18 Sit 19 Fan 20 Tut 21 Dan 22 Yun 23 Vik 24 Ihb 25 Ant 26 Has 27 Iki 28 Edi 29 Iru 30 Jon Jumlah Nilai 60 70 65 80 60 70 60 65 60 70 60 55 60 50 60 80 60 70 55 50 60 55 65 60 65 60 60 85 65 60 1940 Ketuntasan (KKM ≥65) Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 18

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Nilai Rata-rata Persentase Ketuntasan (KKM ≥ 65) 64,67 40% (12 orang) 60% (18 orang) Berdasarkan table rekapitulasi data kondisi awal prestasi belajar siswa di atas, terdapat 12 siswa(40%) nilainya diatas KKM dan 18 siswa (60%) nilainya dibawah KKM. Dari perhitungan tersebut nilai rata-rata prestasi belajar siswa kelas IV adalah 64,7. 4.1.2. Siklus I 4.1.2.1. Perencanaan Pada tahap perencanaan, penelitimendalami Standar Kompetensi (SK) dan kompetensi Dasar (KD) yang akan dijadikan pedoman untuk menyusun perangkat pembelajaran antara lain : silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Modul pembelajaran, dan soal evaluasi. Perangkat tersebut yang akan dibuat untuk mengukur nilai atau prestasi belajar siswa pada akhir pertemuan siklus I. Selain itu, peneliti juga menyiapkan alat untuk mengukut minat siswa seperti lembar pengamatan dan kuesioner minat. Peneliti menyiapkan media yang digunakan untuk pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. Peneliti membagi kelompok secara heterogen berdasarkan rangking siswa di sekolah. 4.1.2.2.Pelaksanaan a) Pertemuan I Pertemuan pertama dilaksanakan pada Senin,12 Mei 2014 pukul 11.10 – 12.20 dengan berpedoman pada RPP dan perangkat pembelajaran

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 lainnya. Materi yang akan dipelajari pada pertemuan pertama ini adalah tentang sendi-sendi koperasi (pengertian, tujuan, manfaat, lambang, hak dan kewajiban anggota koperasi). Sebelum pembelajaran di mulai, guru meminta siswa untuk menyusun meja menjadi 6 kelompok. Guru meminta siswa untuk menyusun meja ketika bel sudah berbunyi dan pelajaran akan dimulai karena kelas tersebut cukup sulit untuk diatur ketika proses pembelajaran sedang berlangsung ataupun tidak, oleh karenanya guru mengambil langkah untuk menyusun ketika pelajaran akan dimulai dan diberi waktu agar siswa tidak cenderung untuk bermain-main serta gaduh. Kegiatan awal dimulai dengan salam dan bertanya jawab tentang kabar siwa yang kemudian siswa diajak untuk berdoa bersama. Doa dipimpin oleh salah satu siswa yang mendapat giliran memimpin doa. Setelah berdoa selesai guru mengajak siswa untuk bernyanyi lagu “bang bing bung” dengan tujuan sebagai pengantar untuk masuk ke dalam materi pelajaran. Pada kegiatan inti, guru bertanya mengenai arti dari koperasi dan apakah siswa mengetahui koperasi itu apa. Guru memberikan penjelasan singkat mengenai materi tersebut yang akan dipelajari bersama. Kemudian siswa dibagi menjadi 4 kelompok yang setiap kelompok beranggotakan 6 siswa sesuai dengan catatan pembentukan kelompok yang telah disiapkan sebelumnya. Kelompok ini dinamakan kelompok asal, yang diberi tanda dengan papan angka di mejanya. Setelah semua siswa siap dalam kelompoknya guru membagikan name tag yang akan ditempel pada sebelah kanan dada siswa untuk mempermudah menghafal

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 siswa. Kemudian guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan. Dalam masing-masing kelompok ini siswa mendapat modul materi pembelajaran yang akan dipelajari mengenai Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat beserta LKS yang akan dikerjakan, guru memberikan waktu selama ±20 menit untuk menjawab soal pada LKS. Setelah semua kelompok selesai mengerjakan soal-soal tersebut, siswa dalam kelompok angka ini melakukan pembagian soal . siswa diberikan waktu 5 menit untuk memperdalam materi masing-masing berdasarkan pembagian soal dalam kelompok. Kemudian guru member penjelasan kembali bahwa siswa akan membentuk kelompok baru dengan soal yang sama dengan anggota kelompok lain berdasarkan nomor soal yang diperoleh siswa. Kegiatan yang dilakukan siswa pada kelompok baru ini adalah mendiskusikan soal yang telah dikerjakan dan saling melengkapinya dan kelompok ini dinamakan dengan kelompok ahli sedangkan kelompok yangh sebelumnya disebut kelompok asal. setelah siswa melakukan diskusi maka siswa kembali dalam kelompok asal untuk berbagi ilmu yang telah mereka peroleh dalam kelompok ahli secara berurutan dari nomor soal 1 hingga terakhir, untuk selanjutnya setelah selesai siswa melakukan poresentasi di depan kelas, semua anggota kelompok maju kedepan karena agar semua siswa merasakan dan ikut bertanggung jawab atas nilai kelompoknya. Setelah dirasa semua jawaban siswa sama maka guru menjelaskan jawaban dari soal LKS dengan member tambahan penjelasan untuk siswa dan siswa juga diberikan waktu

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan LKS dan catatan yang telah dibuat selama pembelajaran berlangsung. Pada kegiatan akhir, siswa bersama guru menyimpulkan hasil dari pembelajaran yang telah dilakukan dan dipelajari bersama. Guru memberikan kuis untuk siswa dengan tujuan mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa atas materi yang dipelajari tersebut untuk menentukan reward kelompok. Setelah semuanya selesai guru memberikan PR untuk siswa mempelajari kembali materi yang sudah dibahas satu pertemuan penuh pada hari tersebut dan membahas materi selanjutnya untuk melakukan evaluasi hari selanjutnya. Guru mengajak siswa untuk menata kembali tempat duduk ke posisi semula dan kemudian berdoa untuk istirahat. b. Pertemuan 2 Pertemuan kedua dilaksanakan pada Selasa 13 Mei 2014, pukul 11.10 – 12.20. Dengan berpedoman pada RPP dan media yang telah disiapkan oleh peneliti sebelumnya.materi yang akan dipelajari dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II ini adalah Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan materi yaitu Macam-macam koperasi, Keuntungan dan kelemahan koperasi, Koperasi sekolah Siswa diminta untuk menyusun meja menjadi 6 kelompok untuk melakukan kegiatan seperti sebelumnya. Kegiatan awal yang dilakukan adalah dengan salam dan mengajak siswa untuk berdoa. Setelah selesai siswa diajak untuk menyanyikan

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 kembali lagu “bang bing bung” secara bersama-sama. Hal tersebut dilakukan agar siswa bersemangat dan menumbuhkan minat siswa untuk mengikuti pembelajaran. Guru memberikan variasi dalam menyanyikan lagu dengan saut menyaut antara kelompom satu dengan lainya yang juga dapat menumbuhkan semangat dan konsentrasi siswa. Guru melakukan tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari dipertemuan sebelumnya. Guru bertanya “siapa yang dirumah membaca dan belajar lagi materi yang akan dipelajari hari ini?” terdapat beberapa siswa yang menjawab sudah dan lainnya menjawab belum dengan berbagai alasan ada yang lupa, capek dan lain sebagainya. Setelah siswa mempelajari tentang sendi-sendi koperasi siswa juga harus belajar tentang macam-macam koperasi, kelebihan dan kelemahannya serta selain koperasi yang ada di sekitar rumahnya siswa jugfa memiliki koperasi di sekolah yaitu koperasi sekolah. Pada kegiatan inti, ,guru bersama siswa bertanya jawab mengenai koperasi apa saja yang siswa ketahui entah yang siswa dengar ataupun yang siswa ikuti menjadi anggotanya. Guru memberikan penjelasan mengenai materi yang akan dipelajari bersama kemudian siswa diminta untuk masuk dalam 4 kelompok asal dengan masing-masing kelompok beranggotakan 6 orang.kemudian masing-masing siswa di berikan name tag yang di temple pda dada sebelah kanan siswa. Kemudian guru kembali menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan pada pembelajaran hari tersebut. Guru membagikan modul materi yang kan di pelajari beserta LKS yang akan dikerjakan oleh siswa dengan membuat peta konsep.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Guru mendatangi setiap kelompok untuk melihat proses pengerjaan soal yang dilakukan siswa untuk member pengarahan tentang peta konsep yang harus siswa buat. Dalam kegiatan ini guru memberikan waktu ±20 menit untuk mengerjakan soal dalam LKS yang kemudian setelah semua selesai mengerjakan siswa membagi soal untuk diperdalam oleh masingmasing siswa. Setelah melakukan pembagian nomor soal, guru membimbing siswa untuk membentuk kelompok baru berdasarkan nomor soal yang telah ditentukan sebelumnya dalam kelompok ahli. dalam kelompok ahli ini siswa berdiskusi dan saling melengkapi jawaban yang mereka kerjakan untuk di sharingkan ke dalam kelompok asal. setelah semua selesai melakukan diskusi maka siswa kembali ke dalam kelompok asal untuk berbagi ilmu yang telah mereka dapat dari nomer 1 hingga terakhir, untuk kemudian di presentasikan di depan kelas.setelah semua selesai presentasi guru meminta siswa untuk mengumpulkan LKS dan modul yang dimiliki siswa dan segera melakukan evaluasi secara individu. Soal evaluasi yang dikerjakan mencakup pertemuan 1 dan pertemuan 2 hari tersebut yang baru saja dilakukan. Pada kegiatan akhir, siswa bersama guru menyimpilkan materi yang baru saja dipelajari dengan melakukan tanya jawab. Guru memberikan reward berupa hadiah untuk kelompok yang pilihan yang dipilih di pertemuan sebelumnya. Kemudian guru mengajak siswa untuk berdoa.

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 4.1.2.3. Pengamatan a) Proses kegiatan Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II 1. pertemuan I Secara umum kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II pada siklus I pertemuan I sudah sesuai dengan yang direncanakan. Namun dalam perjalanan pelaksanaannya siswa masih terlihat bingung dengan perpindahan dari satu kelompok asal ke kelompok ahli kemudian masuk ke kelompok asal kembali serta apa yang harus dilakukan siswa ketika berdiskusi kembali dalam kelompok ahli karena jawaban mereka. Ketika guru bertanya mengenai apa pengertian koperasi, siswa dengan cepat tunjuk jari ada yang menjawab dengan sesuai dengan yang di pertanyakan namun ada pula yang menjawab sekenanya mereka untuk bercanda. Terdapat siswa yang menjawab dengan pedoman buku ada pula yang menjawab sesuai dengan apa yang siswa sering dengar dilingkungan rumahnya. Pada saat membuat kelompok, guru telah menyiapkan data siswa untuk masuk dalam kelompok dan menyiapkan papan angka untuk diletakkan di meja masing-masing kelompok. Selain itu guru juga telah menyiapkan name tag untuk mempermudah guru menghafal nama siswa. Ketika siswa diberikan waktu untuk mengerjakan LKS bersama anggota kelompok asal, banyak siswa yang menyepelekan dan cenderung untuk mengobrol ada pula yang

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 berceloteh “buat apa ngerjain bu? Nggak penting.” Namun guru tetap tegas agadan member mereka peringatan agar tetap mengerjakan dan member batasan waktu pengerjaan dan mempelajari modul materinya. Ketika kelompok melakukan pembagian nomor soal siswa gaduh karena saling iri dengan bagian yang diberikan pada masing-masing siswa, sehingga guru mencari jalan keluar dengan memberikan lotre untuk kelompok agar adil dalam membagi soal. Pada saat guru membentuk kelompok baru/kelompok ahli banyak siswa yang protes dan ada pula yang meminta untuk memilih teman sendiri, ketika itu guru harus tegas,menegur dan member peringatan agar siswa tetap duduk mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Terdapat beberapa siswa yang bertanya “ini gimana to bu kok pindah-pindah? capek”. Untuk itu guru membacakan langkah-langkah pembelajarannya dan menjelaskannya. Pada saat presentasi pada pertemuan pertama ini guru harus menunjuk kelompok sebagai perwakilan maju ke depan kelas karena kelas masih gaduh. Untuk mengatasinya siswa diminta untuk menyiapkan minimal satu kelompok mempunyai satu pertanyaan dan apabila kelompok yang sedang presentasi tidak mampu menjawab maka kelompok lain diperbolehkan untuk membantu. Waktu yang dijadwalkan molor Karena siswa yang cukup sulit untuk diatur. 2. Pertemuan 2 Dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada siklus I pertemuan 2,

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 sudah terdapat peningkatan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada pertremuan sebelumnya. Siswa sudah dapat mengikuti perintah yang disampaikan guru untuk menyanyikan lagu “bang bing bung” secara serentak dengan teknik yang sama saut-sautan antara satu baris dengan baris yang lain. Kemudian guru bertanya pada siswa “siapa yang semalam sudah belajar tentang materi yang akan kita pelajari hari ini?’ jawaban yang diperoleh guru masih sama ada yang menjawab sudah namun ada pula yang menjawab tidak belajar karena berbagai hal dan alasan, ada yang menjawab ngantuk, malas, pergi dan lain sebagainya. Ketika guru member perintah pada siswa untuk mengerjakan LKS masih terdapat beberapa siswa yang asik dengan kegiatannya sendiri, mengobrol dengan teman, dan membuat gaduh yang tidak berhubungan dengan LKS namun guru memberi peringatan agar focus dengan perintah dan LKS agar waktu tidak molor , ketika guru memberi pertanyaan untuk siswa sudah banyak yang bersedia angkat tangan dan menjawabnya tanpa disuruh oleh guru. Guru sempat menegur beberapa siswa yang tidak mau untuk bekerjasama mengerjakan tugas namun hanya ketua saja yang mengerjakannya. Selama guru(peneliti) melakukan kegiatan mengajar, salah satu teman yang diminta menjadi observer melakukan pengamatan minat belajar siswa dan mengambil foto-foto kegiatan siswa ketika mengikuti pembelajaran. Namun ketika observer sedang mengambil foto justru konsentrasi siswa buyar malahan ikut berpose.

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Pada saat melakukan diskusi kelompok, banyak siswa yang protes tentang anggota kelompok yang tidak mau bekerjasama mengerjakan tugas terutama anak laki-laki yang hanya ingin mainmain dikelas. Kemudian guru menegur dengan menyuruh siswa duduk ditempat masing-masing dan mendengarkan langkah-langkah kegiatan yang telah disepakati dan direncanakan sebelumnya. Guru yang kuwalahan dengan tingkah siswa akhirnya mengambil tindakan dengan membuat kesepakatan kelas/ hukuman bagi siswa yang tidak mengikuti perintah dan aturan di kelas. Ketika siswa mengerjakan soal dalam kelompok asal guru memperingatkan agar tidak berebut nomor soal dan membuat perjanjian agar siswa laki-laki yang wajib dan harus presentasi di depan kelas setelah berdiskusi dalam kelompok ahli. setelah presentasi selesai guru bertanya pada siswa tentang materi yang belum dipahami siswa. Ada beberapa siswa yang diam saja karena bingung,namun ada yang berkomentar “materinya banyak buk,susah menghafalnya”. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa IPS itu susah karena banyak materi yang harus dihafalkan. b) Hasil Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model Kooperatif Teknik Jigsaw II 1. Minat Belajar Minat belajar siswa diukur dengan melakukan pengamatan minat belajar siswa pada saat kegiatan pembelajaran siklus I pertemuan I dan pertemuan 2, sedangkan lembar kuesioner minat

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 dengan diberikan pada setiap akhir kegiatan siklus I dan siklus II. Berikut ini adalah data minat belajar siswa siklus I. Tabel 26. Minat Belajar Siswa Siklus I Nama Siswa 1 Ami 2 Ard 3 Isa 4 Arv 5 Cah 6 Des 7 Fik 8 Mau 9 Fia 10 Nab 11 Riz 12 Dit 13 Rif 14 San 15 Ver 16 Wir 17 Neo 18 Roh 19 Far 20 Tsa 21 Cin 22 Ibn 23 Axe 24 Ayu Jumlah Nilai rata-rata No. Pengamatan Kuesioner Nilai Kriteria 65.0 70.0 70.0 65.0 70.0 60.0 50.0 60.0 70.0 75.0 65.0 55.0 50.0 55.0 60.0 60.0 70.0 75.0 75.0 70.0 65.0 65.0 70.0 80.0 1570.0 65.4 68.8 71.3 71.3 68.8 73.8 77.5 78.8 81.3 77.5 67.5 67.5 68.8 66.3 73.8 71.3 65.0 71.3 68.8 66.3 68.8 65.0 71.3 72.5 73.8 1706.3 71.1 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi 68.8 71.3 71.3 68.8 73.8 77.5 78.8 81.3 77.5 67.5 67.5 68.8 66.3 73.8 71.3 65.0 71.3 68.8 66.3 68.8 65.0 71.3 72.5 73.8 1706.3 71.1 Berdasarkan table rekapitulasi data minat belajar siswa siklus I diatas, terdapat 2 siswa (8,3%) termasuk dalam kategori cukup, 21 siswa (87,5%) termasuk dalam kategori tinggi, dan 1 siswa (4,16%) dalam kondisi sangat tinggi. Dari perhitungan tersebut, rata-rata minat belajar siswa kelas IVA adalah 71,1 Dan termasuk dalam kategori tinggi.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 2. Prestasi belajar Prestasi belajar siswa diukur dengan memberikan soal evaluasi yang dikerjakan secara individu berupa 15 soal pilihan ganda untuk masing-masing siklus sebagai penilaian aspek kognitif yang diberikan pada akhir siklus I dan akhir siklus II. Prestasi belajar ini dikhususkan pengambilan data berdasarkan aspek kognitif yang dirasa lebih mudah dengan mengolah angka hasil belajar siswa. Berikut ini adalah data prestasi belajar siklus I. Tabel 27. Prestasi Belajar Siswa Siklus I Nama Siswa 1 Ami 2 Ard 3 Isa 4 Arv 5 Cah 6 Des 7 Fik 8 Mau 9 Fia 10 Nab 11 Riz 12 Dit 13 Rif 14 San 15 Ver 16 Wir 17 Neo 18 Roh 19 Far 20 Tsa 21 Cin 22 Ibn 23 Axe 24 Ayu Jumlah No. Nilai ratarata Nilai Ketuntasan Kognitif 78.6 50.0 78.6 42.9 57.1 78.6 78.6 71.4 71.4 78.6 71.4 64.3 71.4 64.3 64.3 64.3 78.6 78.6 64.3 78.6 64.3 71.4 64.3 64.3 1650.0 68.8 Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Persentase ketuntasan 54,16% (12 orang) Berdasarkan table rekapitulasi prestasi belajar siswa siklus I diatas, terdapat 13 siswa (54,16%) mendapatkan nilai ≥ KKM (65) terdapat 11 siswa (45,83%) mendapatkan nilai dibawah KKM (65). Dari perhitungan tersebut, didapat nilai rata-rata prestasi belajar siswa Kelas IVA adalah 65,6. 4.1.2.4. Refleksi Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, peneliti bersama guru melakukan refleksi yang berkaitan dengan proses dan hasil dari kegiatan pembelajaran yang terjadi pada siklus I pertemuan 1 dan pertemuan 2. a) Refleksi atas Proses Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw II Dalam proses kegiatan pembelajaran siklus I menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II mempunyai beberapa kekurangan dan kelebihan. Pada tahap refleksi ini peneliti menanyakan kelebihan dan kekurangan selama proses pembelajaran pada guru dan siswa. Kelebihan dan kekurangan tersebut diantaranya: 1. Kelebihan - Modul materi yang diberikan pada siswa mendukung proses pembelajaran, yang dapat menjadi tambahan sumber informasi bagi siswa, karena siswa hanya menggunakan satu sumber dari buku pakat saja. - Name tag yang diberikan guru sangat membantu dalam menghafal dan mengetahui nama siswa.

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 - Siswa senang dan termotivasi dengan pemberian reward kelompok, dan dapat memancing siswa untuk aktif mengikuti pembelajaran. 2. Kekurangan - Siswa menjadi tidak focus ketika pengambilan dokumentasi/ foto saat proses pembelajaran berlangsung. - Ketika melakukan presentasi, kelompok lain yang berada di belakang cenderrung sendiri,kalaupun melakukan memperhatikan pasti kegiatan asik hanya ingin menggoda teman yang sedang presentasi. - Ketika mengerjakan soal LKS beberapa siswa menyepelekan dan enggan untuk mengerjakan tugasnya sehingga harus menegur berulang-ulang sehingga mengganggu konsentrasi teman yang lain dan hasilnya waktu yang dipergunakan untuk pembelajaran menjadi molor. - Ketika guru dan siswa melakukan tanya jawab, hanya beberapa siswa yang bersedia untuk mengangkat tangan dan mencoba untuk menjawab. Berdasarkan hasil pembelajaran dari siklus I, peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian pada siklus II karena hasil yang diperoleh pada siklus I belum mencapai target akhir pada siklus II yang telah ditentukan pada indicator keberhasilan.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 b) Refleksi atas Hasil Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw II Dari perencanaan awal, hasil siklus I yang mempunyai cakupan minat belajar dan prestasi belajar siswa yang akan dibandingkan dengan kondisi awal dan kriteria keberhasilan siklus I yang ditargetkan sebelumnya. Adapun perbandingan tersebut dapat dilihat pada table berikut: Tabel 28. Perbandingan Hasil Siklus I dengan Kondisi Awal dan Target Keberhasilan siklus I No Peubah 1. Minat Belajar Siswa 2. Prestasi Belajar Siswa Indikator - Rata-rata seluruh minat belajar siswa (pengamatan dan kuesioner) - Rata-rata nilai ulangan (aspek kognitif,aspek afektif, aspek psikomotorik) - Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM Kondisi Awal Target Akhir Siklus I Hasil Siklus I 58,37 70 71,1 64,7 65 65,6 40% 50% 54,16% Berdasarkan table perbandingan tersebut di atas, terlihat dengan jelas bahwa hasil minat belajar siswa siklus I sudah ada peningkatan dari kondisi awal dan telah melampaui target keberhasilan siklus I. Hasil minat belajar siswa dengan indicator rata-rata seluruh minat belajar siswa (pengamatan dan kuesioner) pada kondisi awal yaitu 58,37 Melalui

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 kegiatan pembelajaran pada siklus I menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II diharapkan dapat melampaui target yang telah ditetapkan yaitu 70 yang pada kenyataannya, rata-rata seluruh minat belajar siswa (pengamatan dan kuesioner). Pada siklus II adalah 71,1. Hasil prestasi belajar siswa siklus I sudah terlihat perubahan dari kondisi awal dan telah melampaui target keberhasilan siklus I. Hasil prestasi belajar siswa dengan indikator rata-rata nilai ulangan (aspek kognitif,aspek afektif dan aspek psikomotorik) pada kondisi awal yaitu 64,7 Melalui kegiatan pembelajaran siklus I menggunakan model kooperatif tipe jigsaw II dapat melampaui target yang ditetapkan yaitu ≥65 Pada kenyataanya, rata-rata nilai ulangan (aspek kognitif) pada siklus I adalah 65,6 Sedangkan untuk hasil prestasi belajar siswa dengan indicator presentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada kondisi awal yaitu 40%. Melalui kegiatan pembelajaran siklus I dengan menggunakan model kooperatif teknik Jigsaw II diharapkan dapat melebihi target yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu 50% dan nyatanya presentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus I adalah 54,16%. Peneliti masih ingin melanjutkan penelitian ke siklus ke II karena sekalipun target siklus I sudah terpenuhi namun target akhir yang ditetapkan pada siklus II belum dapat tercapai. 4.1.3. Siklus II 4.1.3.1. Perencanaan Pada tahap perencanaan yang akan dilakukan pada siklus II ini, peneliti menyiapkan dan menyusun perangkat pembelajaran antara lain :Rencana

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Pelaksanaan Pembelajaran(RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Modul pembelajaran, dan soal evaluasi. Perangkat tersebut yang akan dibuat untuk mengukur nilai atau prestasi belajar siswa pada akhir pertemuan siklus II. Selain itu, peneliti juga menyiapkan alat untuk mengukut minat siswa seperti lembar pengamatan dan kuesioner minat. Peneliti menyiapkan media yang digunakan untuk pembelajaran dengan model kooperatif teknik Jigsaw II. Peneliti membagi kelompok secara heterogen berdasarkan rangking siswa di sekolah seperti yang ada dalam siklus I. 4.1.3.2. Pelaksanaan a) Pertemuan I Pertemuan pertama dilaksanakan pada kamis 15 Mei 2014 pukul 11.10 – 12.20 dengan berpedoman pada RPP dan perangkat pembelajaran lainnya. Materi yang akan dipelajari pada pertemuan pertama ini adalah tentang sendi-sendi koperasi (pengertian, tujuan, manfaat, lambang, hak dan kewajiban anggota koperasi). Sebelum pembelajaran di mulai, guru meminta siswa untuk menyusun meja menjadi 6 kelompok. Guru meminta siswa untuk menyusun meja ketika bel sudah berbunyi dan pelajaran akan dimulai karena kelas masih sulit untuk diatur ketika proses pembelajaran sedang berlangsung ataupun tidak sehingga guru menggunakan aturan dengan hitungan 1-20 harus sudah selesai. Kegiatan awal dimulai dengan salam dan bertanya jawab tentang kabar siwa yang kemudian siswa diajak untuk berdoa bersama. Doa dipimpin oleh salah satu siswa yang mendapat giliran memimpin doa. Setelah

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 berdoa selesai guru mengajak siswa untuk bernyanyi lagu “bang bing bung” yang sebelumnya telah dinyanyikan pada siklus I sebagai pengantar untuk masuk ke dalam materi pelajaran. Pada kegiatan inti, guru bertanya mengenai arti dari koperasi dan apakah siswa mengetahui koperasi itu apa. Guru memberikan penjelasan singkat mengenai materi tersebut yang akan dipelajari bersama. Kemudian siswa dibagi menjadi 4 kelompok yang setiap kelompok beranggotakan pembentukan kelompok 6 siswa sesuai dengan catatan yang telah disiapkan sebelumnya. Kelompok ini dinamakan kelompok asal, yang diberi tanda dengan papan angka di mejanya. Setelah semua siswa siap dalam kelompoknya guru membagikan name tag yang akan ditempel pada sebelah kanan dada siswa untuk mempermudah menghafal siswa. Kemudian guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan. Dalam masing-masing kelompok ini siswa mendapat modul materi pembelajaran yang akan dipelajari mengenai Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat beserta LKS yang akan dikerjakan, guru memberikan waktu selama ±20 menit untuk menjawab soal pada LKS. Namun sebelum mereka mengerjakan soal LKS guru memberikan sedikit penjelasan singkat tentang hal-hal yang akan dipelajari pada pertemuan tersebut yaitu modal koperasi, kelengkapan dan kepengurusan koperasi, macam-macam koperasi.

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Setelah semua kelompok selesai mengerjakan soal-soal tersebut, siswa dalam kelompok angka ini melakukan pembagian soal. Siswa diberikan waktu 5 menit untuk memperdalam materi masing-masing berdasarkan pembagian soal dalam kelompok yang telah ditentukan dengan menggunakan lotre yang tujuannya untuk mencegah agar masing-masing anggota tidak ada yang iri. Kemudian guru memberi penjelasan kembali bahwa siswa akan membentuk kelompok baru dengan soal yang sama dengan anggota kelompok lain berdasarkan nomor soal yang diperoleh siswa. Kegiatan yang dilakukan siswa pada kelompok baru ini adalah mendiskusikan soal yang telah dikerjakan dan saling melengkapinya dan kelompok ini dinamakan dengan kelompok ahli sedangkan kelompok yangh sebelumnya disebut kelompok asal. setelah siswa melakukan diskusi maka siswa kembali dalam kelompok asal untuk berbagi ilmu yang telah mereka peroleh dalam kelompok ahli secara berurutan dari nomor soal 1 hingga terakhir, untuk selanjutnya setelah selesai siswa melakukan poresentasi di depan kelas, semua anggota kelompok maju kedepan karena agar semua siswa merasakan dan ikut bertanggung jawab atas nilai kelompoknya. Setelah dirasa semua jawaban siswa sama maka guru menjelaskan jawaban dari soal LKS dengan member tambahan penjelasan untuk siswa dan siswa juga diberikan waktu untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti. Guru meminta

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 siswa untuk mengumpulkan LKS dan catatan yang telah dibuat selama pembelajaran berlangsung. Pada kegiatan akhir, siswa bersama guru menyimpilkan hasil dari pembelajaran yang telah dilakukan dan dipelajari bersama. Guru memberikan kuis untuk siswa dengan tujuan mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa atas materi yang dipelajari tersebut untuk menentukan reward kelompok. Setelah semuanya selesai guru meberikan PR untuk siswa mempelajari kembali materi yang sudah dibahas satu pertemuan penuh pada hari tersebut dan membahas materi selanjutnya untuk nantinya melakukan evaluasi hari selanjutnya. Guru mengajak siswa untuk menata kembali tempat duduk ke posisi semula dan kemudian berdoa untuk istirahat. b. Pertemuan 2 Pertemuan kedua dilaksanakan pada 16 Mei 2014 pukul 11.10 – 12.20 Dengan berpedoman pada RPP dan media yang telah disiapkan oleh peneliti sebelumnya.materi yang akan dipelajari dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II ini adalah Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan materi yaitu keuntungan dan kelemahan koperasi,dan koperasi sekolah. Siswa diminta untuk menyusun meja menjadi 6 kelompok untuk melakukan kegiatan seperti sebelumnya.

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Kegiatan awal yang dilakukan adalah dengan salam dan mengajak siswa untuk berdoa. Setelah selesai siswa diajak untuk menyanyikan kembali lagu “bang bing bung” secara bersama-sama tujuannya agar siswa berminat untuk mengikuti pembelajaran. Guru kembali memberikan variasi dalam menyanyikan lagu dengan saut menyaut antara kelompok satu dengan lainya yang juga dapat menumbuhkan semangat dan konsentrasi siswa. Guru melakukan tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari dipertemuan sebelumnya. Kemudian guru kembali bertanya “siapa yang semalam belajar IPS ? dan hari ini kita akan membahas apa?” pada pertemuan kali ini semua siswa tunjuk jari/ angkat tangan dan sudah mengataka sudah dengan alasan karena ingin mendapat reward dan nilai yang bagus. Setelah siswa mempelajari tentang sendi-sendi koperasi siswa juga harus belajar tentang keuntungan dan kelemahan koperasi dan koperasi sekolah. Pada kegiatan inti, ,guru bersama siswa bertanya jawab mengenai koperasi apa saja yang siswa ketahui tentang koperasi sekolah. Guru memberikan penjelasan mengenai materi yang akan dipelajari bersama kemudian siswa diminta untuk masuk dalam 4 kelompok asal dengan masing-masing kelompok beranggotakan 6 orang.kemudian masing-masing siswa di berikan name tag yang di temple pda dada sebelah kanan siswa. Kemudian guru kembali menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan pada pembelajaran hari tersebut. Guru membagikan modul materi yang

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 kan di pelajari beserta LKS yang akan dikerjakan oleh siswa secara berkelompok. Guru mendatangi setiap kelompok untuk melihat proses pengerjaan soal yang dilakukan siswa untuk memberi pengarahan dalam mengerjakan LKS dan menjawab pertanyaan siswa jika tidak paham dengan soal yang harus dikerjakan. Dalam kegiatan ini guru memberikan waktu ±20 menit untuk mengerjakan soal dalam LKS yang kemudian setelah semua selesai mengerjakan siswa membagi soal untuk diperdalam oleh masing-masing siswa.Setelah melakukan pembagian nomor soal, guru membimbing siswa untuk membentuk kelompok baru berdasarkan nomor soal yang telah ditentukan sebelumnya dalam kelompok ahli. dalam kelompok ahli ini siswa berdiskusi dan saling melengkapi jawaban yang mereka kerjakan untuk di sharingkan ke dalam kelompok asal. setelah semua selesai melakukan diskusi maka siswa kembali ke dalam kelompok asal untuk berbagi ilmu yang telah mereka dapat dari nomer 1 hingga terakhir, untuk kemudian di presentasikan di depan kelas.setelah semua selesai presentasi guru meminta siswa untuk mengumpulkan LKS dan modul yang dimiliki siswa dan segera melakukan evaluasi secara individu. Soal evaluasi yang dikerjakan mencakup pertemuan 1 dan pertemuan 2 hari tersebut yang baru saja dilakukan. Pada kegiatan akhir, siswa bersama guru menyimpilkan materi yang baru saja dipelajari dengan melakukan tanya jawab.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Guru memberikan reward berupa hadiah untuk kelompok yang pilihan yang dipilih di pertemuan sebelumnya. Kemudian guru mengajak siswa untuk berdoa. 4.1.3.3. Pengamatan a) Proses kegiatan Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II 1. Pertemuan I Secara umum kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II pada siklus II sama dengan yang dilakukan pada siklus I, pertemuan I sudah sesuai dengan yang direncanakan. Siswa sudah mulai ada peningkatan dan siswa sudah dapat mengikuti pembelajaran lebih baik dari siklus I. pada kegiatan berkelompok siswa sudah Nampak mengerti dengan langkah-langkah dan tugas yng harus dikerjakan. Ketika guru bertanya mengenai materi yang dipelajari, siswa dengan cepat tunjuk jari ada yang menjawab dengan sesuai dengan yang di pertanyakan namun ada pula yang masih pasif dan cenderung diam, ada pula 1 siswa yang masih tidak bias diatur. Siswa member jawaban atas pertanyaan guru dengan pedoman buku ada pula yang menjawab sesuai dengan apa yang siswa sering dengar dilingkungan rumahnya. Pada saat membuat kelompok, guru telah menyiapkan data siswa untuk masuk dalam kelompok dan menyiapkan papan angka untuk diletakkan di meja masing-masing kelompok. Selain itu guru juga telah menyiapkan name tag untuk mempermudah guru menghafal

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 nama siswa dan memanggil nama siswa untuk menjawab ataupun diberi tugas. Ketika siswa diberikan waktu untuk mengerjakan LKS bersama anggota kelompok asal, sudah ada kemajuan dengan banyak siswa yang sudah bersedia untuk mengerjakan bersama kelompoknya. Namun Ketika kelompok melakukan pembagian nomor soal siswa masih saling iri dengan bagian yang diberikan pada masing-masing siswa sehingga system lotre masih berlaku. Stiap ada siswa yang protes, guru harus membacakan kembali bahkan menulis langkahlangkah pembelajaran yang telah direncanakan. Pada saat presentasi siswa dengan sukarela bersedia untuk tunjuk jari dan ingin menjawab walaupun masih sedikit gaduh karena berebut untuk maju. Pada saat siswa lain presentasi hasil diskusinya siswa diminta untuk menyiapkan minimal satu kelompok mempunyai satu pertanyaan dan apabila kelompok yang sedang presentasi tidak mampu menjawab maka kelompok lain diperbolehkan untuk membantu. Waktu yang dijadwalkan sudah hamper sesuai dengan yang direncanakan. 2. Pertemuan 2 Dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada siklus II pertemuan 2, kegiatan sudah berjalan dengan baik dan seuai dengan rencana dan jadwal yang dibuat. Siswa sudah dapat mengikuti perintah yang disampaikan guru untuk menyanyikan lagu “bang bing bung” secara serentak dengan teknik yang sama saut-sautan antara satu baris dengan

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 baris yang lain. Kemudian guru selalu bertanya pada siswa “siapa yang semalam sudah belajar tentang materi yang akan kita pelajari hari ini?’ jawaban yang diperoleh guru adalah mereka serentak menjawab sudah. Ketika guru memberi perintah pada siswa untuk mengerjakan LKS kelas sudah kondusif dan tidak gaduh lagi karena semua siswa sudah bersedia untuk mengrjakan, saat mereka berdiskusipun dengan suara yang lirih , ketika guru memberi pertanyaan untuk siswa sudah banyak yang bersedia angkat tangan dan menjawabnya tanpa disuruh oleh guru.. Selama guru (peneliti) melakukan kegiatan mengajar, salah satu teman yang diminta menjadi observer melakukan pengamatan minat belajar siswa dan mengambil foto-foto kegiatan siswa ketika mengikuti pembelajaran, siswa sudah mau untuk bersikap biasa dan nanti ada waktunya untuk berfoto-foto. Pada saat melakukan diskusi kelompok, sudah tidak ada lagi siswa yang protes tentang anggota kelompok. Siswa laki-laki maupun perempuan sudah mau untuk membaur dan bekerjasama. Kesepakatan kelas tentang hukuman bagi yang tidak mengikuti aturan pun sekarang sebatas kesepakatan saja. Ketika siswa mengerjakan soal dalam kelompok asal guru memperingatkan agar tidak berebut nomor soal dan membuat perjanjian agar siswa laki-laki yang wajib dan harus presentasi di depan kelas setelah berdiskusi dalam kelompok ahli. setelah presentasi selesai guru bertanya pada siswa tentang materi yang belum dipahami siswa. Ketika terdapat yang presentasi semua siswa mau untuk memperhatikan dan aktif dalam bertanya.

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 b) Hasil Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II 1. Minat Belajar Minat belajar siswa diukur dengan melakukan pengamatan minat belajar siswa pada saat kegiatan pembelajaran siklus II pertemuan I dan pertemuan 2, sedangkan lembar kuesioner minat dengan diberikan pada setiap akhir kegiatan siklus II. Berikut ini adalah data minat belajar siswa siklus II. Tabel 29. Minat Belajar Siswa Siklus II No. Nama Siswa 1 Ami 2 Ard 3 Isa 4 Arv 5 Cah 6 Des 7 Fik 8 Mau 9 Fia 10 Nab 11 Riz 12 Dit 13 Rif 14 San 15 Ver 16 Wir 17 Neo 18 Roh 19 Far 20 Tsa 21 Cin 22 Ibn 23 Axe 24 Ayu Jumlah Nilai rata-rata Pengamatan Kuesioner Nilai 70.0 90.0 90.0 85.0 85.0 80.0 90.0 90.0 90.0 80.0 85.0 80.0 85.0 80.0 80.0 80.0 90.0 80.0 85.0 70.0 90.0 80.0 85.0 80.0 2000.0 83.3 95.0 75.0 78.8 78.8 85.0 77.5 88.8 83.8 81.3 78.8 87.5 82.5 82.5 83.8 86.3 82.5 81.3 85.0 77.5 78.8 75.0 82.5 86.3 86.3 1980.0 82.5 82.5 82.5 84.4 81.9 85.0 78.8 89.4 86.9 85.6 79.4 86.3 81.3 83.8 81.9 83.1 81.3 85.6 82.5 81.3 74.4 82.5 81.3 85.6 83.1 1990.0 82.9 Kriteria Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Berdasarkan table rekapitulasi data minat belajar siswa siklus I diatas, terdapat 3 siswa (12,5%) termasuk dalam kategori tinggi,21 siswa (87,5%) termasuk dalam kategori sangat tinggi. Dari perhitungan tersebut, rata-rata minat belajar siswa kelas IVA adalah 82,9 Dan termasuk dalam kategori sangat tinggi. 2. Prestasi belajar Prestasi belajar siswa diukur dengan memberikan soal evaluasi yang dikerjakan secara individu berupa 15 soal pilihan ganda untuk masing-masing siklus sebagai penilaian aspek kognitif yang diberikan pada akhir siklus I dan akhir siklus II. Berikut ini adalah data prestasi belajar siklus II. Tabel 30. Prestasi Belajar Siswa Siklus II No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Nilai Ketuntasan Siswa Kognitif Ami 71.4 Tuntas Ard 85.7 Tuntas Isa 78.6 Tuntas Arv 71.4 Tuntas Cah 71.4 Tuntas Des 71.4 Tuntas Fik 78.6 Tuntas Mau 71.4 Tuntas Fia 92.9 Tuntas Nab 71.4 Tuntas Riz 71.4 Tuntas Dit 85.7 Tuntas Rif 71.4 Tuntas San 78.6 Tuntas Ver 78.6 Tuntas Wir 78.6 Tuntas Neo 78.6 Tuntas Roh 78.6 Tuntas Far 85.7 Tuntas Tsa 85.7 Tuntas Cin 71.4 Tuntas

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 22 Ibn 23 Axe 24 Ayu Jumlah Nilai ratarata Persentase ketuntasan 64.3 78.6 85.7 1857.1 Tuntas Tuntas Tuntas - 77.4 - 100% Berdasarkan table rekapitulasi prestasi belajar siswa siklus I diatas, terdapat 24 siswa (100%) mendapatkan nilai diatas KKM (65). Dari perhitungan tersebut, didapat nilai rata-rata prestasi belajar siswa Kelas IVA adalah 81,3. 4.1.3.4. Refleksi Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, peneliti bersama guru melakukan refleksi yang berkaitan dengan proses dan hasil dari kegiatan pembelajaran yang terjadi pada siklus I pertemuan 1 dan pertemuan 2. a) Refleksi atas Proses Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw II Dalam proses kegiatan pembelajaran siklus I menggunakan model kooperatif tipe jigsaw II mempunyai beberapa kekurangan dan kelebihan. Pada tahap refleksi ini peneliti menanyakan kelebihan dan kekurangan selama proses pembelajaran pada guru dan siswa. Kelebihan dan kekurangan tersebut diantaranya: 1. Kelebihan - Siswa Nampak lebih focus dengan kegiatan pembelajaran - Siswa bersemangat menyanyikan lagu “bang bing bung”

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 - Siswa sudah bersedia menanggapi pertanyaan guru dan menjawabnya. - Name tag yang diberikan guru sangat membantu dalam menghafal dan mengetahui nama siswa. - Siswa senang dan termotivasi dengan pemberian reward kelompok, dan dapat memancing siswa untuk aktif mengikuti pembelajaran. Kekurangan 2. - Siswa gaduh karena berebut ingin maju presentasi dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru ketika kegiatan tanya jawab. b. Refleksi atas Hasil Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw II Dari perencanaan awal, hasil siklus II yang mempunyai cakupan minat belajar dan prestasi belajar siswa yang akan dibandingkan dengan kondisi awal dan kriteria keberhasilan siklus II yang ditargetkan sebelumnya. Adapun perbandingan tersebut dapat dilihat pada table berikut Tabel 31. Perbandingan Hasil Siklus I dengan Kondisi Awal dan Target Keberhasilan siklus I No 1. Peubah Minat Belajar Siswa Indicator - Rata-rata seluruh minat belajar siswa (pengamatan Hasil Siklus I Target Akhir Siklus II Hasil Siklus II 71,1 80 82,9

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 2. dan kuesioner) - Rata-rata nilai ulangan (aspek kognitif,aspek 65,6 75 81,3 afektif, aspek Prestasi psikomotorik) Belajar Siswa - Persentase jumlah siswa 54,20% 70% 100% yang mencapai KKM Berdasarkan table perbandingan tersebut di atas, terlihat dengan jelas bahwa hasil minat belajar siswa siklus II sudah ada peningkatan dari siklus I dan telah melampaui target keberhasilan siklus II. Hasil minat belajar siswa dengan indicator rata-rata seluruh minat belajar siswa (pengamatan dan kuesioner) pada siklus I yaitu 71,1 Melalui kegiatan pembelajaran pada siklus II menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II diharapkan dapat melampaui target yang telah ditetapkan yaitu 80 yang pada kenyataannya, rata-rata seluruh minat belajar siswa (pengamatan dan kuesioner). Pada siklus II adalah 82,9. Hasil prestasi belajar siswa siklus I sudah terlihat perubahan dari siklus I dan telah melampaui target keberhasilan siklus II maka penelitian dicukupkan sampai pada siklus II saja. Hasil prestasi belajar siswa dengan indicator nilai ulangan dari aspek kognitif pada siklus I yaitu 65,6 Melalui kegiatan pembelajaran siklus II menggunakan model kooperatif tipe jigsaw II dapat melampaui target yang ditetapkan yaitu 75 Pada kenyataanya, nilai ulangan dari aspek kognitif pada siklus II adalah 81,3.Sedangkan untuk hasil prestasi belajar siswa dengan indicator

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 presentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus I yaitu 54,20%. Melalui kegiatan pembelajaran siklus II dengan menggunakan model kooperatif teknik Jigsaw II diharapkan dapat melebihi target yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu 70% dan nyatanya presentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus II adalah 100%. Berdasarkan refleksi yang berkaitan dengan proses dan hasil kegiatan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat diambil kesimpulan bahwa secara umum pembelajaran pada siklus II sudah mampu berjalan dengan baik dan dapat dikatakan berhasil sesuai dengan rencana. Kekurangan pada siklus I sudah dapat diperbaiki dan sudah adanya peningkatan pada kegiatan pembelajaran siklus II. Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS pada materi “Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat” benar adanya karena telah dipengaruhi oleh penerapan pembelajaran dengan model kooperatif tipe jigsaw II. Maka dengan pencapaian tersebut penelitian dihentikan pada siklus II. 4.2. Pembahasan Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, maka rancangan penelitian yang akan dilakukan berupa rancangan siklus yang secara garis besar terdiri dari empat bagian yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Berkaitan dengan pengertian tersebut, penelitian yang dilaksanakan di kelas IV SDN Adisucipto I ini terdiri dari dua siklus yang kegiatan pembelajarannya bertujuan

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dalam pembelajaran IPS. Peneliti menggunakan dua variabel, yaitu: peningkatan nimat belajar dan prestasi belajar. Pengambilan data untuk minat belajar dengan menggunakan lembar pengamatan dan kuesioner, sedangkan untuk prestasi dengan nilai kognitif. 4.2.1. Minat Belajar Tabel 32. Rata-rata Minat Belajar Siswa No Nama . 1 Ami 2 Ard 3 Isa 4 Arv 5 Cah 6 Des 7 Fik 8 Mau 9 Fia 10 Nab 11 Riz 12 Dit 13 Rif 14 San 15 Ver 16 Wir 17 Neo 18 Roh 19 Far 20 Tsa 21 Cin 22 Ibn 23 Axe 24 Ayu Jumlah Nilai ratarata Kondisi Awal Siklus I Siklus II Nilai Kriteria Nilai Kriteria Nilai Kriteria 53 Rendah 68.75 Tinggi 82.50 Sangat tinggi 61 Cukup 71.25 Tinggi 82.50 Sangat tinggi 58 Cukup 71.25 Tinggi 84.38 Sangat tinggi 65 Cukup 68.75 Tinggi 81.88 Sangat tinggi 64 Cukup 73.75 Tinggi 85.00 Sangat tinggi 65 Cukup 77.50 Tinggi 78.75 Tinggi 55 Rendah 78.75 Tinggi 89.38 Sangat tinggi 62 Cukup 81.25 Sangat tinggi 86.88 Sangat tinggi 58 Cukup 77.50 Tinggi 85.63 Sangat tinggi 60 Cukup 67.50 Tinggi 79.38 Tinggi 64 Cukup 67.50 Tinggi 86.25 Sangat tinggi 52 Rendah 68.75 Tinggi 81.25 Sangat tinggi 66 Tinggi 66.25 Tinggi 83.75 Sangat tinggi 65 Cukup 73.75 Tinggi 81.88 Sangat tinggi 55 Rendah 71.25 Tinggi 83.13 Sangat tinggi 61 Cukup 65.00 Cukup 81.25 Sangat tinggi 57 Cukup 71.25 Tinggi 85.63 Sangat tinggi 55 Rendah 68.75 Tinggi 82.50 Sangat tinggi 49 Rendah 66.25 Tinggi 81.25 Sangat tinggi 54 Rendah 68.75 Tinggi 74.38 Tinggi 50 Rendah 65.00 Cukup 82.50 Sangat tinggi 50 Rendah 71.25 Tinggi 81.25 Sangat tinggi 54 Rendah 72.50 Tinggi 85.63 Sangat tinggi 68 Tinggi 73.75 Tinggi 83.13 Sangat tinggi 1404 1706,25 1990,06 58,3 Cukup 71,0938 Tinggi 82,9192 Sangat 75 tinggi

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 Secara lebih jelas, peningkatan minat belajar siswa dapat dilihat pada grafik berikut: 84 Peningkatan Minat Belajar Siswa 82 82,9 80 78 75 76 74 72 71,1 70 68 66 64 Hasil Siklus I Target Akhir Siklus II Hasil Siklus II Gambar 3. Peningkatan Minat belajar Berdasarkan analisis data minat belajar yang sudah direkap pada table dan terlihat jelas pada grafik tersebut, minat belajar mengalami peningkatan dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Pada kondisi awal sebelum melakukan penelitian dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw II nilai rata-rata minat belajar siswa kelas IV A adalah 58,375 Dan berdasarkan table pedoman rata-rata minat belajar termasuk dalam kategori sedang/cukup dimana jumlah siswa pada kondisi awal yang termasuk dalam kategori rendah ada 10 siswa(41,6%), kategori sedang ada 12 siswa (50%), dan kategori tinggi ada 2 Siswa(8,3%). Setelah dilakukan menggunakan model kooperatif teknik jigsaw II pada siklus I terjadi peningkatan minat belajar kelas IVA dan berdasarkan table pedoman rata-rata yang termasuk dalam kategori rendah ada 0 siswa (0%), kategori sedang ada 1 siswa (4,16%), kategori tinggi ada 21 Siswa (87,5%) dan dalam kategori sangat tinggi terdapat 1 siswa (4,16%). Dengan rata-rata minat

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 belajar pada siklus I sebesar 71,1 menunjukkan sudah tercapainya target keberhasilan yang telah ditentukan adalah 70 Berkaitan dengan hasil tersebut peneliti masih ingin melanjutkan dan memantapkan minat belajar siswa dengan penelitian siklus II. Pada siklus II ini dilakukan pembelajaran yang sama menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik jigsaw II. Terjadi peningkatan belajar dari nilai rata-rata minat dan berdasarkan table pedoman ratarata minat belajar siswa termasuk dalam kategori sangat tinggi, dimana jumlah siswa pada siklus II yang termasuk dalam kategori sangat tinggi ada 21 Siswa( 87,5%). Dengan rata-rata minat belajar siswa pada siklus II sebesar 82,9 Menunjukkan sudah tercapainya target keberhasilan yang ditentukan yaitu sebesar 80. Berdasarkan pencapaian siklus II tersebut maka penelitian dicukupkan. Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan dan penerapn model kooperatif tipe Jigsaw II yang sesuai dapa meningkatkan minat belajar siswa kelas IVA SDN Adisucipto I. dengan demikian ,penelitian ini membuktikan hipotesis bahwa penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar siswa. 4.2.2. Prestasi Belajar Tabel 33. Hasil Rekap Nilai Ulangan Siswa Kelas IVA No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Ami Ard Isa Arv Cah Des Fik Mau Fia Nab Kondisi Awal Nilai 68.75 71.25 71.25 68.75 73.75 77.50 78.75 81.25 77.50 67.50 Siklus I Ketuntasan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Nilai 82.50 82.50 84.38 81.88 85.00 78.75 89.38 86.88 85.63 79.38 Siklus II Ketuntasan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Riz Dit Rif San Ver Wir Neo Roh Far Tsa Cin Ibn Axe Ayu Rata-rata Siswa yang mencapai KKM (≥65) 67.50 68.75 66.25 73.75 71.25 65.00 71.25 68.75 66.25 68.75 65.00 71.25 72.50 73.75 64.67 40% Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 65.6 86.25 81.25 83.75 81.88 83.13 81.25 85.63 82.50 81.25 74.38 82.50 81.25 85.63 83.13 54.20% Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 81.3 100% Secara lebih jelas peningkatan prestasi belajar siswa dan jumlah siswa yang mengalami peningkatan yang mencapai KKM dapat dilihat pada grafik berikut; 90 Peningkatan Prestasi Belajar Siswa 70 81,3 75 80 65,6 60 50 40 30 20 10 0 Hasil Siklus I Target Akhir Siklus II Hasil Siklus II Gambar 4 peningkatan Prestasi Belajar

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 120% Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM 100% 100% 80% 60% 70% 54,20% 40% 20% 0% Hasil Siklus I Target Akhir Siklus II Hasil Siklus II Gambar 5 Peningkatan Jumlah siswa yang mencapai KKM Berdasarkan analisis data prestasi belajar siswa yang di rekap dalam table dan lebih jelasnya pada grafik, nilai rata-rata prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari kondisi awal, siklus I dan siklus II. KKM untuk mata pelajaran IPS SDN Adisucipto I adalah 65, jadi siswa dinyatakan tuntas apabila siswa minimal sudah mencapai KKM yang sudah ditentukan. Pada kondisi awal sebelum peneliti melakukan dan menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw II peneliti memakai nilai ulangan siswa kelas IVA tahun ajaran 2012/2013 dengan materi pokok yang sama yaitu Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai data kondisi awal siswa. Rata-rata nilai ulangan tersebut adalah 64,7, dimana dari jumlah 30 siswa, Siswa yang mencapai KKM ada 12 siswa( 40%) dan mendapat nilai dibawah KKM ada 18 siswa (60%). Setelah dilakukan tindakan dengan siklus I menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw II, prestasi belajar dapat dihitung dengan rata-rata nilai kognitif, afektif dan psikomotorik. Nilai rata-rata pada siklus I tersebut adalah 65,6 Dimana dari jumlah 24 siswa,siswa yang mencapai KKM ada

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 13 siswa(54,16%),siswa dibawah KKM ada 11 siswa(45,83%). Dengan rata-rata prestasi belajar siswa pada siklus I sebesar 65,6 target keberhasilan untuk nilai rata-rata yang sebelumnya adalah sebesar 65. Berkaitan dengan hasil tersebut peneliti masih ingin memantapkan hasil yang maksimal dengan melanjutkan penelitian pada siklus II. Pada siklus II ini pembelajaran yang dilakukan sama dengan siklus I dengan menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw II dengan materi yang sama yaitu “Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat” nilai rata-rata pada siklus II tersebut adalah 81,3 dengan 24 siswayang mencapai KKM. Target keberhasilan untuk nilai rata-rata yang ditentukan sebelumnya adalah sebesar 75 dan nilai siswa yang mencapai KKM ada 24 Siswa (100%). Berdasarkan pencapaian nilai tersebut maka penelitian ini dihentikan sampai siklus II. Berdasarkan pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II yang sesuai dengan langkah-langkahnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV A SDN Adisucipto I, dengan demikian penelitian ini membuktikan bahwa hipotesis tentang penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II mampu meningkatkan prestasi belajar siswa.

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 BAB V KESIMPULAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 5.1.1. Penerapan model kooperatif teknik Jigsaw II pada mata pelajaran IPS tentang materi Mengenal pentingnya koperasi dalam upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas IVA di SD N Adisucipto 1 tahun pelajaran 2013/2014 ditempuh dengan langkahlangkah sebagai berikut: a) pemberian materi secara menyeluruh. b) pembentukan kelompok asal yang berisi 6 ahli. c) pemberian tugas untuk setiap ahli. d) kegiatan diskusi untuk membahas tugas setiap ahli. e) ahli dalam setiap tugas melaporkan hasil diskusi pada kelompok asal. f) kelompok asal presentasi di hadapan seluruh anggota kelompok yang ada di dalam kelas. g) kegiatan evaluasi secara individu. h) pemberian penghargaan (reward). 5.1.2. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar IPS tentang materi Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelas IVA di SD N Adisucipto 1 tahun pelajaran 2013/2014. Minat siswa mengalami peningkatan dari kondisi awal,siklus I, siklus II. Kondisi awal rata-rata minat belajar sebesar 58,37 dan termasuk kategori minat cukup. Pada siklus I rata-rata minat belajar sebesar 71,1 dan termasuk dalam kategori 130

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 minat belajar tinggi. Pada siklus II skor rata-rata minat belajar sebesar 82,9 dan masuk kategori minat belajar sangat tinggi. 5.1.3. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar IPS tentang materi “Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat” kelas IV di SD N Adisucipto 1 tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini terbukti dari hasil nilai ulangan siswa mengalami peningkatan dari kondisi awal, siklus I,dan siklus II. Kondisi awal Rata-rata prestasi belajar sebesar 64,67 dan terdapat 12 siswa (40%) yang nilainya memenuhi KKM.Siklus I Rata-rata prestasi belajar sebesar 65,6 dan terdapat 13 siswa (54,16%) yang nilainya memenuhi KKM. Siklus II Rata-rata prestasi belajar sebesar 81,3 dan seluruh siswa (100%) nilainya memenuhi KKM. 5.2. Keterbatasan Penelitian Keterbatasan dari penelitian yang telah dilakukan ini adalah keterbatasan waktu pelaksanaan penelitian, sehingga hasil yang diperoleh kurang maksimal. 5.3 Saran Ada beberapa saran yang ingin peneliti sampaikan yang dapat menjadi bahan pertimbangan untuk kemajuan SDN Adisucipto I,khususnya penggunaan model pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw II dalam upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS.

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 5.3.1. Bagi Sekolah Kepala sekolah diharapkan dapat selalu menyarankan dan memberi masukan untuk guru supaya dapat menggunakan model-model pembelajaran yang inovatif dalam mengajar. Hal tersebut dapat bermanfaat untuk menumbuhkan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. Salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. 5.3.2. Bagi Guru Guru diharapkan dapat berinisiatif untuk menggunakan model pembelajaran inovatif untuk kegiatan pembelajarannya di kelas, supaya dapat memperlancar kegiatan belajar mengajar dikelas, salah satunya dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. 5.3.3. Bagi Peneliti Lain Untuk peneliti lain yang ingin melakukan penelitian/melanjutkan penelitian dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat menerapkannya pada mata pelajaran lain tidak hanya mata pelajaran IPS dan menyiapkan waktu yang tepat untuk melakukan penelitian sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal.

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 DAFTAR PUSTAKA Arifin, Zainal. 1988. Evaluasi Instruksional. Bandung: CV Ramadja Karya. Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rieneka Cipta. Azwar, S. 2009. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Baharudin, Esa.2002. Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: At. Ruzz Media. Djamarah, Syaiful Bahri.2002. Psikologi Belajar. Jakarta :PT.Rienika Cipta. Huda, Miftahul.2012.cooperative Learning Metode,teknik,struktur dan Model Terapan.Yogyakarta: Pustaka Belajar. Isnandar, Ujang. 2012. Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsa Materi Perjuangan dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas VB SD Karitas Ngaglik Yogyakarta Tahun pelajaran 2011/2012 (skripsi tidak diterbitkan). Yogyakarta: Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2002. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional: Balai Pustaka Lie, Anita. 2007. Cooperative Learning. Jakarta: Grasindo Masidjo, B.2001.Penilaian Pencapaian Sekolah.Yogyakarta:Kanisius. Hasil Belajar Siswa di Masidjo,Ign. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Mulyanto, Respaty. Pendekatan Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Penguasaan Operasi Pecahan di SDN Paseh I Kabupaten Sumedang : Jurnal Rismiati, Catur dan Suseno. 2007. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning Togethet untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Matematika Ekonomi(skripsi tidak diterbitkan). Yogyakarta: Ekonomi Universitas Sanata Dharma. Rusman. 2011. Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Pt.Raja Grafindo Persada.

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 Sanjaya, Wina. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana Sapriya. 2009. Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sharan, Slamo. 2012. The Handbook of Cooperative Learning. Yogyakarta : Familia. Slameto .1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. . 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Slavin,Robert E. 2005.Cooperative Learning (Teori, Riset, dan Praktik). Bandung: Nusa Media. Solihatin, Etin, Raharjo. 2008. Cooperative Learning, Pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara Analisis Model Sugiyanto . 2009. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka Sugiyono.2010.Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D .Bandung: Alfabeta. Sugiyono.2011.Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pelajar Pustaka. Suryosubroto.2009.Proses Belajar Mengajar di Sekolah.Jakarta:PT Rineka Cipta. Suyono, Hariyanto.2011.Belajar Rosdakarya. dan Pembelajaran.Bandung:PT Remaja Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Tim Penyusun Kamus.2008.Kamus Ketiga.Jakarta:Balai Pustaka. Besar Bahasa Indonesia Edisi Trianto. 2010. Mendesain Model-model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Kencana.

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SILABUS Satuan Pendidikan : SD NEGERI ADISUCIPTO 1 Kelas / Semester : IVA / 2 Mata Pelajaran : IPS Waktu : 8 Jam pelajaran Standar Kompetensi : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Kompetensi Materi Dasar Pokok 2.2 Mengenal Kegiatan pembelajaran Koperasi 1. Siswa mempelajari secara Penilaian Indicator pembelajaran a. Kognitif: Teknik Tes Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tertulis : 1. Lambang Sumber Belajar Winarni, Tantya Hisnu pentingnya keseluruhan mengenai - Menjelaskan Pilihan koperasi P. 2008. BSE Ilmu koperasi dalam materi koperasi dengan pengertian ganda ditetapkan Pengetahuan Sosial meningkatkan bimbingan guru agar siswa koperasi kesejahteraan dapat membuat pemetaan masyarakat mengenai materi yang akan dipelajari. - Menjelaskan tujuan koperasi - Menjelaskan pada tahun untuk SD / MI Kelas Non-tes …. 4. Jakarta: Pusat Tidak a.1945 Perbukuan tertulis: b. 1955 Departemen 135

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Siswa dibagi dalam kelompok yang heterogen. 3. Setiap kelompok diberikan manfaat Kuisioner c. 1950 Pendidikan Nasional. koperasi minat d. 1960 (hal. 162 – 164). - Menjelaskan observasi lembar kerja siswa (LKS) lambang Sadiman, Irawan untuk dibahas dengan koperasi lama Sadad. 2008. BSE anggota kelompok. 4. Setiap siswa dalam kelompok diberi tugas satu soal untuk mempelajari lebih dalam. 5. Siswa yang mendapat soal yang sama berkumpul untuk bertukar pendapat mengenai soal yang sama. 6. Setelah selesai, siswa - Menjelaskan Ilmu Pengetahuan lambang Sosial SD / MI Kelas koperasi baru 4. Jakarta: Pusat - Menjelaskan hak Perbukuan dan kewajiban Departemen anggota koperasi Pendidikan Nasional. - Menyebutkan (hal. 91 – 96). modal koperasi - Menjelaskan Media kelengkapan/kep - Modul kembali ke kelompok awal engurusan - Soal pre-test untuk menjelaskan koperasi - Lembar Kerja pengetahuan yang ia dapat - Menjelaskan dari berkumpul dengan macam-macam kelompok yang membahas koperasi Siawa (LKS) - Soal post-test 136

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI soal yang sama. - Menyebutkan 7. Setiap kelompok keuntungan dan mempresentasikan hasil kelemahan kerja. koperasi 8. Siswa dan guru bersama - Menjelaskan membahas soal pada lembar kerja siswa (LKS). koperasi sekolah b. Afektif 9. Siswa mengumpulkan - Menunjukkan catatan rangkuman rasa presentasi. senang/gembira 10. Siswa mengerjakan evaluasi secara individu. soal saat mengikuti pelajaran IPS. - Menunjukkan perhatian dalam mengikuti pelajaran IPS. c. Psikomotor - Menunjukkan kemauan dalam 137

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mempelajari materi IPS. - Menunjukkan keterlibatan dalam belajar IPS. Yogyakarta, 28 April 2014 mahasiswa Dose ( Lia Yogi Artika ) NIM: 101134040 138

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS PERTAMA A. Satuan Pendidikan : SD NEGERI ADISUCIPTO 1 Mata Pelajaran : IPS Kelas / Semester : IVA / 2 Alokasi Waktu : 8 x 35 menit ( 2 x pertemuan ) Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi B. Kompetensi Dasar 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat C. Indikator a. Kognitif: - Menjelaskan pengertian koperasi - Menjelaskan tujuan koperasi - Menjelaskan manfaat koperasi - Menjelaskan lambang koperasi lama - Menjelaskan lambang koperasi baru - Menjelaskan hak dan kewajiban anggota koperasi b. Afektif: - Menunjukkan rasa senang terhadap mata pelajaran IPS - Menunjukkan perhatian dalam belajar IPS c. Psikomotorik: - Menunjukkan kemauan untuk mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS D. Menunjukkan keterlibatan dalam belajar IPS Tujuan Pembelajaran a. Kognitif

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 - Siswa mampu menjelaskan pengertian koperasi melalui diskusi kelompok - Siswa mampu menjelaskan tujuan koperasi melalui kegiatan diskusi kelompok - Siswa mampu menjelaskan minimal 3 manfaat koperasi melalui kegiatan diskusi kelompok - Siswa mampu menjelaskan lambang koperasi lama melalui kegiatan diskusi kelompok - Siswa mampu menjelaskan lambang koperasi baru melalui kegiatan diskusi kelompok - Siswa mampu menjelaskan hak dan kewajiban anggota koperasi melalui kegiatan diskusi kelompok b.Afektif - Siswa mampu menunjukkan rasa senang terhadap mata pelajaran IPS - Siswa mampu menunjukkan perhatian dalam belajar IPS c.Psikomotorik - Siswa mampu Menunjukkan kemauan untuk mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS E. F. Siswa mampu menunjukkan keterlibatan dalam belajar IPS Materi Pembelajaran. - Pengertian koperasi - Tujuan koperasi - Manfaat koperasi - Lambang koperasi lama - Lambang koperasi baru - Hak dan kewajiban anggota koperasi Metode Pembelajaran - Tanya jawab - Jigsaw II - Penugasan - Presentasi - Diskusi kelompok

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 G. Langkah-langkah Kegiatan. NO Pengalaman Belajar Alokasi Waktu Pertemuan ke-1 a. 10 menit Kegiatan Awal: - Siswa memberi salam - Siswa dan guru berdoa bersama - Absensi.  Apersepsi. Siswa diberi pertanyaan tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya  - Orientasi. Siswa mendengarkan penjelasan tentang materi yang akan dipelajari yaitu sendi-sendi koperasi (pengertian, tujuan, manfaat)  - Motivasi. Siswa diberi motivasi sebelum memulai pembelajaran dengan menyanyikan lagu “bang bing bung “ untuk masuk ke materi yang akan dipelajari b. Kegiatan Inti  50 menit Eksplorasi - Guru menggali pemahaman siswa tentang koperasi - Siswa mendengarkan penjelasan guru yang disertai dengan kegiatan Tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari hari ini.  - Elaborasi Siswa dibagi menjadi 4 kelompok setiap kelompok terdiri dari 6 siswa berdasarkan data yang telah dimiliki peneliti. Kelompok asal A 123456 kelompok asal B 123456

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 Kelompok asal C kelompok asal D 123456 - 123456 Siswa dalam kelompok mengamati dan menggali informasi tentang koperasi - Siswa membentuk kelompok ahli 1-6 - Setiap kelompok dibagikan materi/ satu sub materi yang berbeda - - Siswa akan mempelajari materi mengenai - Pengertian koperasi - Tujuan koperasi - Manfaat koperasi - Lambang koperasi lama - Lambang koperasi baru - Hak dan kewajiban anggota koperasi Dalam kelompok siswa mencari jawaban dari soal-soal tersebut. - Guru membimbing siswa untuk masuk kedalam kelompok ahli untuk mendiskusikan bagian yang sama yang diperoleh kelompok, yang dilakukan siswa adalah informasi yang didapat dalam kelompok asal dengan melengkapinya dalam kelompok ahli dan manyusun cara untuk menyampaikan kepada kelompok asal untuk saling melengkapi. Kelompok ahli 1 kelompok ahli 2 111111 222222 \ Kelompok ahli 3 kelompok ahli 4 333333 444444

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Kelompok ahli 5 kelompok ahli 6 555555 - 666666 Siswa dalam kelompok menguasai setiap sub materi yang mereka pelajari yang dilakukan dengan berdiskusi dengan teman yang mempunyai kelompok sub materi yang sama dalam kelompok ahli - Setiap kelompok mencoba menerapkan informasi dalam proses pembelajaran dengan menyampaikan materi yang diperoleh dari kelompok ahli kepada kelompok asal - Setiap kelompok mengkomunikasikan informasi yang telah didapat pada kelompok asal.  - Konfirmasi Setelah kegiatan diskusi selesai perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka secara bergiliran. - Siswa mendapatkan umpan balik positif secara lisan dari guru - Siswa diberi kesempatan untuk menanggapi hasil diskusi teman yang sedang presentasi - Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami c. 10 menit Penutup - Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari hari ini - Siswa diajak untuk berefleksi tentang apa yang dirasakan selama proses pembelajaran berlangsung - Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang apa yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya - Salam penutup. Pertemuan ke-2 a. Kegiatan Awal: - Siswa memberi salam 10 menit

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 - Siswa dan guru berdoa bersama - Absensi.  Apersepsi. Siswa diberi pertanyaan tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya  - Orientasi. Siswa mendengarkan penjelasan tentang materi yang akan dipelajari yaitu sendi-sendi koperasi  Motivasi. Siswa diberi motivasi sebelum memulai pembelajaran dengan lagu “bang bing bung” b. 50 menit Kegiatan Inti  Eksplorasi - Guru menggali pemahaman siswa tentang koperasi - Siswa mendengarkan penjelasan guru yang disertai dengan kegiatan Tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari hari ini.  - Elaborasi Siswa dibagi menjadi 4 kelompok setiap kelompok terdiri dari 6 siswa berdasarkan data yang telah dimiliki peneliti. Kelompok asal A 123456 Kelompok asal C 123456 - kelompok asal B 123456 kelompok asal D 123456 Siswa dalam kelompok mengamati dan menggali informasi tentang koperasi - Siswa membentuk kelompok ahli 1-6 - Setiap kelompok dibagikan materi/ satu sub materi yang berbeda - Siswa akan mempelajari materi mengenai

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 - - Macam-macam koperasi - Keuntungan dan kelemahan koperasi - Koperasi sekolah Dalam kelompok siswa mencari jawaban dari soal-soal tersebut. - Guru membimbing siswa untuk masuk kedalam kelompok ahli untuk mendiskusikan bagian yang sama yang diperoleh kelompok, yang dilakukan siswa adalah informasi yang didapat dalam kelompok asal dengan melengkapinya dalam kelompok ahli dan manyusun cara untuk menyampaikan kepada kelompok asal untuk saling melengkapi. Kelompok ahli 1 kelompok ahli 2 111111 222222 Kelompok ahli 3 kelompok ahli 4 333333 444444 Kelompok ahli 5 555555 - kelompok ahli 6 666666 Siswa dalam kelompok menguasai setiap sub materi yang mereka pelajari yang dilakukan dengan berdiskusi dengan teman yang mempunyai kelompok sub materi yang sama dalam kelompok ahli - Setiap kelompok mencoba menerapkan informasi dalam proses pembelajaran dengan menyampaikan materi yang diperoleh dari kelompok ahli kepada kelompok asal - Setiap kelompok mengkomunikasikan informasi yang telah didapat pada kelompok asal.  - Konfirmasi Setelah kegiatan diskusi selesai perwakilan kelompok

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 mempresentasikan hasil diskusi mereka secara bergiliran. - Siswa mendapatkan umpan balik positif secara lisan dari guru - Siswa diberi kesempatan untuk menanggapi hasil diskusi teman yang sedang presentasi - Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. - Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. Soal yang diberikan berisi tentang materi pertemuan 1 sampai pertemuan 2 yang baru saja dipelajari. - Guru memilih kelompok yang mendapatkan penghargaan berdasarkan hasil presentasi kelompok. Penutup - 10 menit Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari hari ini - Siswa diajak untuk berefleksi tentang apa yang dirasakan selama proses pembelajaran berlangsung - Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang apa yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya - H. Salam penutup. Sumber Belajar dan Media a. Sumber belajar - Winarni, Tantya Hisnu P. 2008. BSE Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD / MI Kelas 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. (hal. 162 – 164). - Sadiman, Irawan Sadad. 2008. BSE Ilmu Pengetahuan Sosial SD / MI Kelas 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. (hal. 91 – 96).

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 b. Media I. - Modul - Lembar Kerja Siawa (LKS) - Soal post-test - Soal pre-test Lembar Kerja Siswa ( terlampir ) J. Penilaian  Kognitif Total nilai:  x 100 Observasi dan kuisioner Yogyakarta, 28 April 2014 mahasiswa Dosen Pembimbing ( Lia Yogi Artika ) NIM: 101134040 Guru Kelas ( Devillianto, A.Ma)

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS KEDUA Satuan Pendidikan : SD NEGERI ADISUCIPTO 1 Mata Pelajaran : IPS Kelas / Semester : IVA / 2 Alokasi Waktu : 4 x 35 menit ( 4 jam Pelajaran ) A. Standar Kompetensi B. 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Kompetensi Dasar C. 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indikator a. Kognitif: - Menyebutkan modal koperasi - Menjelaskan kelengkapan/kepengurusan koperasi - Menjelaskan macam-macam koperasi - Menyebutkan keuntungan dan kelemahan koperasi - Menjelaskan koperasi sekolah b. Afektif: - Menunjukkan rasa senang terhadap mata pelajaran IPS - Menunjukkan perhatian dalam belajar IPS c. Psikomotorik: - Menunjukkan kemauan untuk mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS D. Menunjukkan keterlibatan dalam belajar IPS Tujuan Pembelajaran a. Kognitif - Siswa mampu menjelaskan modal koperasi melalui diskusi kelompok - Siswa mampu menjelaskan kelengkapan/kepengurusan koperasi melalui kegiatan diskusi kelompok - Siswa mampu menjelaskan minimal 3 macam-macam koperasi melalui kegiatan diskusi kelompok

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 - Siswa mampu menyebutkan minimal 3 keuntungan dan kelemahan koperasi - melalui kegiatan diskusi kelompok - Siswa mampu menjelaskan koperasi sekolah melalui kegiatan diskusi kelompok b. Afektif - Siswa mampu menunjukkan rasa senang terhadap mata pelajaran IPS - Siswa mampu menunjukkan perhatian dalam belajar IPS c. Psikomotorik - Siswa mampu Menunjukkan kemauan untuk mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS E. Siswa mampu menunjukkan keterlibatan dalam belajar IPS Materi Pembelajaran. F. - Modal koperasi - Kelengkapan/kepengurusan koperasi - Macam-macam koperasi - Keuntungan dan kelemahan koperasi - Koperasi sekolah Metode Pembelajaran G. - Tanya jawab - Jigsaw II - Penugasan - Presentasi - Diskusi kelompok Langkah-langkah Kegiatan. NO Pengalaman Belajar Alokasi Waktu Pertemuan ke-1 a. Kegiatan Awal: - Siswa memberi salam 10 menit

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 - Siswa dan guru berdoa bersama - Absensi.  Apersepsi. Siswa diberi pertanyaan tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya  - Orientasi. Siswa mendengarkan penjelasan tentang materi yang akan dipelajari yaitu sendi-sendi koperasi (pengertian, tujuan, manfaat)  - Motivasi. Siswa diberi motivasi sebelum memulai pembelajaran dengan menyanyikan lagu “bang bing bung “ untuk masuk ke materi yang akan dipelajari b. 50 menit Kegiatan Inti  Eksplorasi - Guru menggali pemahaman siswa tentang koperasi - Siswa mendengarkan penjelasan guru yang disertai dengan kegiatan Tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari hari ini.  - Elaborasi Siswa dibagi menjadi 4 kelompok setiap kelompok terdiri dari 6 siswa berdasarkan data yang telah dimiliki peneliti. Kelompok asal A 123456 Kelompok asal C 123456 kelompok asal B 123456 kelompok asal D 123456

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 - Siswa dalam kelompok mengamati dan menggali informasi tentang koperasi - Siswa membentuk kelompok ahli 1-6 - Setiap kelompok dibagikan materi/ satu sub materi yang berbeda - - Siswa akan mempelajari materi mengenai - Modal koperasi - Kelengkapan/kepengurusan koperasi - Macam-macam koperasi Dalam kelompok siswa mencari jawaban dari soalsoal tersebut. - Guru membimbing siswa untuk masuk kedalam kelompok ahli untuk mendiskusikan bagian yang sama yang diperoleh kelompok, yang dilakukan siswa adalah informasi yang didapat dalam kelompok asal dengan melengkapinya dalam kelompok ahli dan manyusun cara untuk menyampaikan kepada kelompok asal untuk saling melengkapi. Kelompok ahli 1 kelompok ahli 2 111111 222222 Kelompok ahli 3 kelompok ahli 4 333333 444444 Kelompok ahli 5 555555 - kelompok ahli 6 666666 Siswa dalam kelompok menguasai setiap sub materi yang mereka pelajari yang dilakukan dengan berdiskusi dengan teman yang mempunyai kelompok sub materi yang sama dalam kelompok

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 ahli - Setiap kelompok mencoba menerapkan informasi dalam proses pembelajaran dengan menyampaikan materi yang diperoleh dari kelompok ahli kepada kelompok asal - Setiap kelompok mengkomunikasikan informasi yang telah didapat pada kelompok asal.  - Konfirmasi Setelah kegiatan diskusi selesai perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka secara bergiliran. - Siswa mendapatkan umpan balik positif secara lisan dari guru - Siswa diberi kesempatan untuk menanggapi hasil diskusi teman yang sedang presentasi 1. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami c. 10 menit Penutup - Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari hari ini - Siswa diajak untuk berefleksi tentang apa yang dirasakan selama proses pembelajaran berlangsung - Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang apa yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya - Salam penutup. Pertemuan ke-2 a. Kegiatan Awal: - Siswa memberi salam - Siswa dan guru berdoa bersama - Absensi.  Apersepsi. Siswa diberi pertanyaan tentang materi yang telah 10 menit

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 dipelajari sebelumnya  - Orientasi. Siswa mendengarkan penjelasan tentang materi yang akan dipelajari yaitu sendi-sendi koperasi  Motivasi. Siswa diberi motivasi sebelum memulai pembelajaran dengan lagu “bang bing bung” b. 50 menit Kegiatan Inti  Eksplorasi - Guru menggali pemahaman siswa tentang koperasi - Siswa mendengarkan penjelasan guru yang disertai dengan kegiatan Tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari hari ini.  - Elaborasi Siswa dibagi menjadi 4 kelompok setiap kelompok terdiri dari 6 siswa berdasarkan data yang telah dimiliki peneliti. Kelompok asal A 123456 Kelompok asal C 123456 - kelompok asal B 123456 kelompok asal D 123456 Siswa dalam kelompok mengamati dan menggali informasi tentang koperasi - Siswa membentuk kelompok ahli 1-6 - Setiap kelompok dibagikan materi/ satu sub materi yang berbeda

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 - - Siswa akan mempelajari materi mengenai - Keuntungan dan kelemahan koperasi - Koperasi sekolah Dalam kelompok siswa mencari jawaban dari soalsoal tersebut. - Guru membimbing siswa untuk masuk kedalam kelompok ahli untuk mendiskusikan bagian yang sama yang diperoleh kelompok, yang dilakukan siswa adalah informasi yang didapat dalam kelompok asal dengan melengkapinya dalam kelompok ahli dan manyusun cara untuk menyampaikan kepada kelompok asal untuk saling melengkapi. Kelompok ahli 1 kelompok ahli 2 111111 222222 Kelompok ahli 3 kelompok ahli 4 333333 444444 Kelompok ahli 5 555555 - kelompok ahli 6 666666 Siswa dalam kelompok menguasai setiap sub materi yang mereka pelajari yang dilakukan dengan berdiskusi dengan teman yang mempunyai kelompok sub materi yang sama dalam kelompok ahli - Setiap kelompok mencoba menerapkan informasi dalam proses pembelajaran dengan menyampaikan materi yang diperoleh dari kelompok ahli kepada kelompok asal

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 - Setiap kelompok mengkomunikasikan informasi yang telah didapat pada kelompok asal.  - Konfirmasi Setelah kegiatan diskusi selesai perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka secara bergiliran. - Siswa mendapatkan umpan balik positif secara lisan dari guru - Siswa diberi kesempatan untuk menanggapi hasil diskusi teman yang sedang presentasi - Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. - Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. Soal yang diberikan berisi tentang materi pertemuan 1 sampai pertemuan 2 yang baru saja dipelajari. - Guru memilih kelompok yang mendapatkan penghargaan berdasarkan hasil presentasi kelompok. Penutup - Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari hari ini - Siswa diajak untuk berefleksi tentang apa yang dirasakan selama proses pembelajaran berlangsung - Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang apa yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya - H. Salam penutup. Sumber Belajar Sumber Belajar I. Lembar Kerja Siswa ( terlampir ) J. Penilaian 10 menit

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156  Kognitif Total nilai:  x 100 Observasi dan kuisioner Yogyakarta, 28 April 2014 mahasiswa Dosen Pembimbing ( Lia Yogi Artika ) NIM: 101134040

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Koperasi ada yang beranggotakan orang, ada pula yang Materi siklus I beranggotakan badan hukum koperasi. Maksudnya 1. Pengertian koperasi koperasi ada yang beranggotakan orang-orang ada pula Apa yang dimaksud dengan koperasi? Dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian disebutkan bahwa, “Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.” Bunyi undang-undang tersebut mungkin masih sulit kamu pahami. Jangan khawatir, kamu belum perlu menghafalnya. Yang penting kamu memahami bahwa pada dasarnya koperasi memiliki pengertian sebagai berikut: a. Koperasi adalah badan usaha, artinya lembaga yang mengelola usaha. Misalnya, usaha pertokoan, produksi barang, jasa yang beranggotakan beberapa koperasi yang telah berbadan hukum. Badan hukum koperasi artinya koperasi yang telah diakui oleh pemerintah sebagai lembaga hukum. Ciri koperasi yang berbadan hukum adalah memiliki akta pendirian. Koperasi yang mempunyai badan hukum berhak melakukan tindakan hukum. Misalnya, melakukan perjanjian dengan pihak lain, kemudian bila ada masalah bisa menuntut dan dituntut ke pengadilan. 2. Tujuan dan manfaat koperasi a.Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. simpan pinjam dan usaha perkreditan. 157

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b.Koperasi berperan mempertinggi secara kualitas aktif kehidupan dalam upaya manusia dan masyarakat. e. Kemandirian, pendidikan, dan kerja sama antara koperasi. Anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus c.Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar pengguna jasa koperasi. Keanggotaan koperasi kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan dicatat dalam buku anggota koperasi. Syarat untuk koperasi sebagai soko gurunya. dapat menjadi anggota koperasi adalah setiap WNI d.Mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional berdasarkan asas kekeluargaan. yang dapat memenuhi syarat. Syarat-syarat tersebut telah ditetapkan dalam anggaran dasar. Keanggotaan koperasi didasarkan pada kesamaan 3. Prinsip Koperasi yang merupakan kegiatan dalam bidang ekonomi, mempunyai pinsip sebagai berikut. a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. kepentingan ekonomi. 4. Hak dan kewajiban Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis. yang sama terhadap koperasi sebagaimana diatur c. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan dalam anggaran dasar. secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap a. Hak anggota Adapun hak seorang anggota adalah sebagai berikut. modal. 158

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Menghadiri, berpendapat, dan 2. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang memberikan suara dalam rapat anggota. diselenggarakan. 2. Memilih atau dipilih menjadi pengurus 3. Mengembangkan atau pengawas. dan memelihara kebersamaan atas asas kekeluargaan. 3. Memberikan pendapat atau saran kepada Antara hak dan kewajiban hendaklah pengurus dan pengawas di luar rapat seimbang dan berjalan beriringan. Hal ini anggota. sesuai dengan status keanggotaannya yang 4. Memanfaatkan koperasi dan mendapat telah diatur dan disepakati dalam anggaran pelayanan yang sama antar sesame dasar dan anggaran rumah tangga maupun anggota. peraturan khusus. 5. Mendapat perkembangan keterangan mengenai koperasi menurut ketentuan dalam anggaran dasar. b. Kewajiban anggota Kewajiban seorang anggota adalah sebagai 5. Lambang Koperasi Lambang Koperasi Lama Koperasi memiliki lambang yang mempunyai arti dan makna sebagai berikut : berikut. 1. Memenuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta keputusan yang telah 1. Rantai melambangkan persahabatan yang kokoh. disepakati. 159

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Gigi roda melambangkan usaha karya yang terus Logo Atau Lambang Koperasi Baru menerus. 3. Padi dan kapas melambangkan kemakmuran yang diusahakan dan yang harus dicapai oleh koperasi. Arti Gambar dan Penjelasan Lambang Koperasi Baru: a. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk gambar bunga yang memberi kesan akan perkembangan dan 4. Timbangan melambangkan keadilan sosial. 5. Bintang dan perisai melambangkan Pancasila. 6. Pohon beringin melambangkan sifat kemasyarakatan berkepribadian Indonesia yang kokoh dan berakar. 7. Tulisan Koperasi Indonesia melambangkan kepribadian Koperasi kemajuan terhadap perkoperasian di Indonesia, mengandung makna bahwa Koperasi Indonesia harus selalu berkembang, cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya serta berwawasan dan berorientasi pada keunggulan dan teknologi; Rakyat Indonesia. b. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk gambar 8. Merah putih melambangkan sifat nasional koperasi. 4 (empat) sudut pandang melambangkan arah mata angin yang mempunyai maksud Koperasi Indonesia: Lambang Koperasi Baru Logo Sekuntum Bunga Teratai bertuliskan KOPERASI INDONESIA 1. Sebagai gerakan koperasi di Indonesia untuk menyalurkan aspirasi; 2. Sebagai dasar perekonomian masional yang bersifat kerakyatan; 160

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Sebagai penjunjung kebersamaan, tinggi kemandirian, prinsip nilai suatu keinginan, ketabahan, kemauan dan kemajuan keadilan dan serta mempunyai kepribadian yang kuat akan suatu hal demokrasi; terhadap peningkatan rasa bangga dan percaya diri 4. Selalu menuju pada keunggulan dalam persaingan yang tinggi terhadap pelaku ekonomi lainnya; e. Lambang Koperasi Indonesia dapat digunakan pada global. c. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk Teks papan nama kantor, pataka, umbul-umbul, atribut yang Koperasi Indonesia memberi kesan dinamis modern, terdiri dari pin, tanda pengenal pegawai dan emblem menyiratkan kemajuan untuk terus berkembang serta untuk seluruh kegiatan ketatalaksanaan administratif mengikuti kemajuan jaman yang bercermin pada oleh Gerakan Koperasi di Seluruh Indonesia; perekonomian yang bersemangat tinggi, teks Koperasi Indonesia yang berkesinambungan sejajar rapi mengandung makna adanya ikatan yang kuat, baik didalam lingkungan maupun antara internal Koperasi Koperasi Indonesia Indonesia dan para anggotanya; f. Lambang Koperasi Indonesia menggambarkan dasar hidup berkoperasi yang memuat: 1. Tulisan : Koperasi Indonesia yang merupakan identitas lambang; 2. Gambar : 4 (empat) kuncup bunga yang saling bertaut dihubungkan bentuk sebuah lingkaran yang d. Lambang Koperasi Indonesia yang berwarna Pastel menghubungkan satu kuncup dengan kuncup memberi kesan kalem sekaligus berwibawa, selain lainnya, Koperasi kepentingan saling bekerja sama secara terpadu dan Indonesia bergerak pada sektor menggambarkan seluruh pemangku perekonomian, warna pastel melambangkan adanya 161

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI berkoordinasi secara harmonis dalam membangun Koperasi Indonesia; 3. Tata Warna : a. Warna hijau muda dengan kode warna C:10,M:3,Y:22,K:9; b. Warna hijau tua dengan kode warna dengan kode warna C:20,M:0,Y:30,K:25; c. Warna merah tua C:5,M:56,Y:76,K:21; d. Perbandingan skala 1 : 20. 162

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 Materi siklus II 1. Modal Koperasi Modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman. a. Modal sendiri dapat berasal dari: 1) Simpanan pokok, 2) Simpanan wajib, 3) Dana cadangan, dan 4) Hibah. b. Modal pinjaman dapat berasal dari: 1) Anggota, 2) Koperasi lainnya, 3) Bank dan lembaga keuangan lainnya, 4) Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, dan 5) Sumber lain yang sah. Selain modal sendiri dan modal pinjaman, koperasi dapat melakukan pemupukan modal yang berasal dari modal penyertaan. Modal penyertaan bersumber dari pemerintah maupun masyarakat. 2. Usaha Koperasi Untuk meningkatkan usaha koperasi harus dilakukan secara produktif, efektif, dan efisien. Hal ini dapat memberikan nilai tambah dan manfaat yang sebesar-besarnya pada anggota yang tetap. Seperti memperoleh sisa hasil usaha yang wajar. Agar koperasi dapat mewujudkan fungsi dan perannya, usaha yang dikembangkan adalah usaha dalam kehidupan ekonomi rakyat. Salah satu di antaranya adalah simpan pinjam. Untuk mengembangkan usaha koperasi, pemerintah memberikan dorongan dalam bentuk kesempatan usaha yang seluas-luasnya, memantapkan menjadi koperasi yang sehat, tangguh dan mandiri, mengupayakan tata hubungan saling menguntungkan dengan badan

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 uhasa, membudayakan koperasi dalam masyarakat. Adapun bimbingan dan kemudahan pemerintah terhadap koperasi adalah sebagai berikut. a. Pendidikan, pelatihan, penyuluhan, dan penelitian perkoperasian. b. Bimbingan usaha sesuai kepentingan ekonomi anggota. c. Kemudahan memperkokoh permodalan. d. Pengembangan jaringan usaha koperasi. e. Memberikan bantuan konsultasi untuk mengatasi permasalahan koperasi. 3. Kelengkapan koperasi Organisasi koperasi terdiri atas rapat anggota, pengurus, dan pengawas. Kekuasaan tertinggi dalam koperasi adalah rapat anggota. Rapat tersebut dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya telah diatur dalam anggaran dasar. Rapat anggota dilaksanakan paling sedikit sekali dalam satu tahun. Untuk pengesahan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas paling lambat 6 bulan. Persyaratan, tata cara, dan tempat penyelenggaraan rapat anggota dan rapat anggota luar biasa, diatur dalam anggaran dasar. 1. Pengurus Pengurus mempunyai tugas dan wewenang. Pengurus dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota. Pengurus sebagai pemegang kuasa rapat anggota. Masa jabatan pengurus paling lama 5 tahun. Tugas pengurus koperasi adalah sebagai berikut. a. Mengelola koperasi dan usahanya. b. Menggunakan rancangan kerja. c. Menyelenggarakan rapat anggota. d. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban. e. Menyelenggarakan perbukuan keuangan dan inventaris secara tertib. f. Memelihara daftar buku anggota dan pengurus. Wewenang pengurus koperasi, adalah sebagai berikut. a. Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan.

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 b. Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai anggaran dasar. c. Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfataan koperasi sesuai tanggung jawab dari keputusan rapat anggota. d. Melalui keputusan rapat anggota, pengurus dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola yang bertanggung jawab kepada pengurus. 2. Pengawas Pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota. Persyaratan untuk dapat dipilih menjadi pengawas, ditetapkan dalam anggaran dasar. Pengawas dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota Pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi. Wewenang pengawas meneliti catatan yang ada pada koperasi. Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga. 3. Rapat anggota Unsur lain selain pengurus dan pengawas yang berperan dalam koperasi adalah rapat anggota. Rapat anggota dilaksanakan untuk menetapkan beberapa hal, antara lain a. anggaran dasar. b. kebijaksanaan umum. c. pemilihan, pengangkatan, pemberhentian pengurus dan pengawas. d. Membuat rencana kerja. e. Pengesahan pertanggungjawaban. f. Pembagian sisa hasil usaha. Pelaksanaan rapat anggota memiliki sifat sebagai berikut keputusan berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. Apabila mufakat tidak tercapai dilakukan pengambilan suara terbanyak.

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 4. Macam-macam koperasi Ada bermacam-macam bentuk koperasi. Pengelompokan jenis koperasi bisa dilakukan berdasarkan jenis usaha dan keanggotaan koperasi. a. Macam-macam koperasi berdasarkan jenis usaha Dilihat dari jenis usahanya, koperasi dapat dibedakan menjadi tiga, yakni koperasi konsumsi, koperasi kredit, dan koperasi produksi. 1. Koperasi konsumsi Koperasi konsumsi adalah koperasi yang menyediakan kebutuhan pokok para anggota. Contoh kebutuhan pokok yang disediakan adalah beras, gula, kopi, tepung, dan sebagainya. Barang-barang yang disediakan harganya lebih murah dibandingkan toko lainnya. 2. Koperasi kredit Koperasi kredit disebut juga koperasi simpan pinjam. Anggota koperasi mengumpulkan modal bersama. Modal yang terkumpul dipinjamkan kepada anggota. Koperasi simpan pinjam membantu para anggota untuk memperoleh kredit atau pinjaman uang. Keuntungannya antara lain sebagai berikut. a) Bunga uang pinjaman sangat ringan. b) Pengembalian pinjaman dilakukan dengan mengangsur. c) Bunga pinjaman akan dinikmati bersama dalam bentuk pembagian hasil usaha. 3. Koperasi produksi Koperasi produksi membantu usaha anggota koperasi. Bisa juga koperasilah yang melakukan suatu jenis usaha bersama-sama. Ada bermacam-macam koperasi produksi. Misalnya koperasi produksi para petani, koperasi produksi peternak sapi, koperasi produksi pengrajin, dan sebagainya. Koperasi produksi membantu anggota menghadapi kesulitankesulitan dalam berusaha. Misalnya koperasi membantu menyediakan bahan baku untuk kerajinan, menyediakan bibit dan pupuk untuk petani, dan lain-lain. Selain itu, anggota koperasi mencari

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 jalan keluar dari permasalah secara bersama-sama. Koperasi produksi juga menampung hasil usaha anggotanya. Dengan demikian, anggota tidak mengalami kesulitan menjual hasil usahanya. Anggota koperasi produksi dalam bidang pertanian dapat menjual hasil bumi padi, jagung, kacang, kedelai, dan lain-lain ke koperasi. Demikian juga para peternak dan pengrajin. b. Macam-macam koperasi berdasarkan keanggotaan Dilihat dari keanggotaannya dikenal beberapa bentuk koperasi, antara lain koperasi petani, koperasi pensiunan, koperasi pegawai negeri, koperasi sekolah, dan Koperasi Unit Desa. 1. Koperasi pertanian Koperasi ini beranggotakan para petani, buruh tani, dan orangorang yang terlibat dalam usaha pertanian. Koperasi pertanian melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pertanian, misalnya penyuluhan pertanian, pengadaan bibit unggul, penyediaan pupuk, obat-obatan, dan lain-lain. 2. Koperasi pensiunan Koperasi pensiunan beranggotakan para pensiunan pegawai negeri. Koperasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pensiunan dan menyediakan kebutuhan para pensiunan. 3. Koperasi pegawai negeri Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri. Koperasi ini didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan para pegawai negeri. 4. Koperasi sekolah Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah Anggotaanggotanya terdiri atas siswa sekolah. Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai tingkatan sesuai jenjang pendidikan. Sebagai contoh, koperasi sekolah dasar, koperasi sekolah menengah pertama, dan seterusnya. Koperasi tidak berbadan hukum. Pengurus dan pengelola koperasi sekolah dilakukan oleh para siswa di bawah bimbingan kepala sekolah dan guru-guru. Tanggung jawab ke luar

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 koperasi sekolah dilakukan oleh kepala sekolah. Pembinaan terhadap koperasi sekolah dilaksanakan bersama antara Kantor Menteri Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Departemen Pendidikan Nasional. Koperasi sekolah tidak berbadan hukum seperti koperasikoperasi lainnya karena siswa belum mampu melakukan tindakan hukum. Koperasi sekolah diharapkan menjadi sarana bagi pelajar untuk belajar melakukan usaha, mengembangkan kemampuan berorganisasi, mendorong untuk berinovasi, dan sebagainya. Tujuan Koperasi Sekolah Pembentukan koperasi sekolah dilaksanakan dalam rangka menunjang pendidikan siswa dan latihan berkoperasi. Dengan demikian, tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pendidikan dan program pemerintah dalam menanamkan kesadaran berkoperasi sejak dini.  Perangkat Organisasi Koperasi Sekolah 1. Rapat anggota koperasi sekolah. 2. Pengurus koperasi sekolah. 3. Pengawas koperasi sekolah. 5. Koperasi unit desa Koperasi unit desa beranggotakan masyarakat pedesaan. KUD melakukan kegiatan usaha di bidang ekonomi. Beberapa usaha KUD, misalnya: a. Menyalurkan sarana produksi pertanian seperti pupuk, obatobatan, alat-alat pertanian, dan lain-lain. b. Memberikan penyuluhan teknis bersama dengan petugas penyuluh lapangan kepada para petani. Di tingkat kabupaten dan provinsi terdapat Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD) yang bertugas memberikan bimbingan kepada KUDKUD.Di tingkat pusat terdapat Induk Koperasi Unit Desa (INKUD) yang bertugas memberikan bimbingan kepada PUSKUD di seluruh Indonesia. Dewasa ini sudah banyak Koperasi Unit Desa yang berstatus KUD mandiri. Apakah yang dimaksud dengan KUD mandiri? KUD

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 man-diri adalah KUD yang telah mampu mengembangkan organisasinya tanpa harus dibina terus-menerus oleh pemerintah. 5. Kelebihan dan Kelemahan Koperasi 1. Kelebihan Koperasi Indonesia a. Bersifat terbuka dan sukarela b. Besarnya simpanan pokok dan simpanan wajib tidak memberatkan anggota c. Setiap anggota memiliki hak suara yang sama, bukan berdasarkan besarnya modal d. Bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota dan bukan semata-mata mencari keuntungan 2. Kelemahan Koperasi a. Koperasi sulit berkembang karena modal terbatas b. Kurang cakapnya pengurus dalam mengelola koperasi c. Pengurus kadang-kadang tidak jujur d. Kurang kerjasama antara pengurus, pegawas dan anggotanya

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 LEMBAR KERJA SISWA ( Siklus 1 tindakan 1 ) Satuan Pendidikan : SD Negeri Adisucipto 1 Hari / Tanggal : Kelas / Semester : IVA / 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit ( 2 jam pelajaran Materi : Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nama Kelompok : Anggota : 1……………………… 2. …………………….. 3. …………………….. 4. ……………………. 5. ……………………. 6. ……………………. A. Petunjuk 1. Buatlah 4 kelompok asal yang terdiri dari 6 anak ! 2. Bacalah materi yang telah disediakan selama 10 menit ! 3. Siswa membentuk kelompok ahli 1 – 6 4. Kelompok ahli 1 dan 2 mendapatkan soal yang sama 5. Kelompok ahli 3 dan 4 mendapatkan soal yang sama. 6. Kelompok ahli 5 dan 6 mendapatkan soal yang sama 7. Tulis hasil jawaban diskusi bersama kelompok ahli di buku catatan kalian masing-masing

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 8. Kemudian kembalilah ke kelompok asal dan berbagilah informasi yang telah kalian dapat. B. Kegiatan Belajar 1. Jelaskan pengertian koperasi! 2. Jelaskan tujuan koperasi! 3. Jelaskan manfaat koperasi! 4. Jelaskan lambang koperasi lama! 5. Jelaskan lambang koperasi baru! 6. Jelaskan hak dan kewajiban anggota koperasi!

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 LEMBAR KERJA SISWA ( Siklus 2 tindakan 1 ) Satuan Pendidikan : SD Negeri Adisucipto 1 Hari / Tanggal : Kelas / Semester : IVA / 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit ( 2 jam pelajaran Materi : Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nama Kelompok : Anggota : 1……………………… 2. …………………….. 3. …………………….. 4. ……………………. 5. ……………………. 6. ……………………. A. Petunjuk 1. Buatlah 4 kelompok asal yang terdiri dari 6 anak ! 2. Bacalah materi yang telah disediakan selama 10 menit ! 3. Siswa membentuk kelompok ahli 1 – 6 4. Kelompok ahli 1 dan 2 mendapatkan soal yang sama 5. Kelompok ahli 3 dan 4 mendapatkan soal yang sama. 6. Kelompok ahli 5 dan 6 mendapatkan soal yang sama 7. Tulis hasil jawaban diskusi bersama kelompok ahli di buku catatan kalian masing-masing

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 8. Kemudian kembalilah ke kelompok asal dan berbagilah informasi yang telah kalian dapat. B. Kegiatan Belajar 1. Sebutkan modal koperasi! 2. Jelaskan kelengkapan/kepengurusan koperasi! 3. Jelaskan macam-macam koperasi! 4. Sebutkan keuntungan dan kelemahan koperasi! 5. Jelaskan koperasi sekolah !

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 Evaluasi siklus I EVALUASI Nama : Kelas : No. Absen : 1. Koperasi merupakan Badan usaha yang paling sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia hal tersebut sesuai dengan UUD 1945 Pasal..... a. 32 ayat 1 c. 33 ayat 1 b. 32 ayat 2 d. 33 ayat 2 2. Apa prinsip koperasi Indonesia …. a. Keanggotaan bersifat memaksa b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis c. Pembagian SHU diberikan secara merata d. Mempunyai cara kerja sendiri-sendiri/ tidak kerjasama 3. Tokoh Indonesia yang bergelar Bapak Koperasi Indonesia adalah .... a. Ir. Soekarno c. Suharto b. Drs Muhammad Hatta d. Ki Hajar Dewantara 4. Iuran anggota koperasi yang dibayarkan pada saat awal menjadi anggota koperasi disebut .... a. Simpanan pokok c. simpanan sukarela b. Simpanan wajib d. simpanan permanen 5. Gambar timbangan pada lambang koperasi memiliki arti .... a. persahabatan yang kokoh c. keadilan sosial b. usaha yang terus menerus d. kemakmuran rakyat 6. Di bawah ini adalah tujuan didirikannya koperasi, kecuali ..... a. mencari keuntungan sebanyak-banyaknya b. memajukan kesehateraan anggota c. memajukan kesejahteraan masyarakat d. membangun tatanan ekonomi nasional 7. Undang-undang yang mengatur perkoperasian di Indonesia adalah .... a. UU No.12 Tahun 1982 c. UU No.25 Tahun 1992 b. UU No.20 Tahun 1990 d. UU No.25 Tahun 1990 8. Hari koperasi diperingati setiap tanggal .... a. 1 Juli c. 12 Juni b. 12 Juli d. 14 Juni 9. Lambang yang menggambarkan bahwa seluruh pemangku kepentingan saling bekerjasama secara terpadu dan berkoordinasi secara harmonis dalam membangun koperasi Indonesia, adalah.....

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 a. b. c. d. Tulisan “KOPERASI INDONESIA” Tatanan warna hijau pastel Gambar 4 kuncup bunga Bunga Teratai 10. Asas koperasi adalah .... a. kerjasama dan tanggung jawab c. kekeluargaan dan kerjasama b. gotong royong dan kerjasama d. kekeluargaan dan gotong royong 11. Tujuan utama didirikan koperasi sekolah adalah …. a. Melatih siswa untuk berorganisasi b. Menambah pemasukan sekolah c. Membuka lapangan kerja bagi siswa d. Menghindarkan siswa dari perilaku negative 12. Warna pastel pada lambing koperasi memberi kesan …. a. Modern b. Kalem dan berwibawa c. Keadilan d. Gotong royong 13. Di bawah ini merupakan hak dari setiap anggota koperasi, kecuali .... a. memberikan suara dalam rapat anggota b. memilih atau dipilih menjadi pengurus ataupun pengawas c. mendapatkan pelayanan yang sama antar sesama anggota d. berpartisipasi dalam kegiatan usaha 14. Kerja atau usaha yang terus menerus adalah makna dari simbol gambar .... a. pohon beringin c. gerigi roda b. timbangan d. padi dan kapas 15. Kewajiban seorang anggota koperasi adalah sebagai berikut, kecuali …. a. Memenuhi anggaran dasar dan anggaran rumah serta keputusan yang telah disepakati b. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan c. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan atas asas kekeluargaan d. Memantau kerja anggota lain

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 Evaluasi siklus II EVALUASI Nama : Kelas : No. Absen : 1. Kekuasaan tertinggi pada koperasi dipegang oleh .... a. pengurus c. pengawas b. rapat anggota d. penasihat 2. Koperasi yang bergerak di bidang usaha pembuatan barang disebut .... a. koperasi konsumsi c. koperasi simpan pinjam b. koperasi produksi d. koperasi distribusi 3. Organisasi koperasi terdiri atas .... a. rapat anggota, pengurus dan pengawas b. rapat anggota, dewan keamanan dan pengawas c. pengurus, dewan keamanan dan pengawas d. rapat anggota, pengurus dan dewan keamanan 4. Koperasi yang bergerak dibidang simpan pinjam disebut koperasi .... a. konsumsi c. produksi b. kredit d. pensiunan 5. Di bawah ini yang bukan merupakan koperasi berdasarkan jenis usaha adalah koperasi .... a. konsumsi c. sekolah b. kredit d. produksi 6. Di bawah adalah kelemahan dari koperasi, kecuali .... a. koperasi sulit berkembang karena terbatasnya modal b. pengurus yang kadang-kadang tidak jujur c. besarnya simpanan pokok dan simpanan wajib tidak memberatkan anggota d. kurang cakapnya pengurus dalam mengelola koperasi 7. Koperasi yang beranggotakan masyarakat desa disebut koperasi .... a. unit desa c. produksi b. jasa d. kredit 8. Modal usaha koperasi berasal dari .... a. penjualan saham c. iuran anggota b. bunga bank d. sumbangan para pengusaha 9. Dana hibah adalah dana yang didapatkan dari .... a. Sisa Hasil Usaha c. pinjaman dari bank b. Keuntungan d. pemberian dari pihak lain

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 10. Keanggotaan koperasi bersifat .... a. khusus dan wajib b. sukarela dan terbuka 11. Simpanan wajib dibayarkan setiap .... a. setahun sekali b. sekali seumur hidup 12. Apa pengertian koperasi sekolah …. c. tertutup dan wajib d. tertutup dan sukarela c. sebulan sekali d. lima tahun sekali a. Kelompok atau perkumpulan orang atau badan yang bersatu dalam cita-cita atas dasar kekeluaraan dan gotong royong untuk mewujudkan kemakmuran bersama. b. Koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah c. Koperasi yang didirikan oleh para pensiunan d. Kelompok atau badan usaha yang berdasarkan asas kekeluargaan 13. Tugas dari pengurus adalah .... a. Menaati peraturan koperasi c. Menyelenggarakan rapat anggota b. Menetapkan anggaran dasar d. Merahasiakan hasil rapat 14. Berikut ini adalah hal yang ditetapkan dalam rapat anggota, kecuali .... a. kebijakan umum c. membuat lambang koperasi b. anggaran dasar d. membuat rencana kerja 15. Di bawah adalah kelebihan dari koperasi, kecuali..... a. Setiap anggota memiliki hak suara yang sama b. bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota c. bersifat terbuka dan sukarela d. kurang cakapnya pengurus dalam mengelola koperasi

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 Kunci Jawaban Siklus I 1. D 2. B 3. B 4. A 5. C 6. B 7. C 8. B 9. C 10. D 11. A 12. B 13. B 14. C 15. D Kunci Jawaban Siklus II 1. B 2. B 3. A 4. B 5. A 6. C 7. A 8. C 9. D 10. B 11. C 12. B 13. C 14. B 15. D

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 DATA VALIDITAS DAN RELIABILITAS (PRESTASI BELAJAR SIKLUS II) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 2 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 3 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 4 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 5 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 6 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 7 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 8 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 10 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 11 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 12 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 14 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 15 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 JML 6 13 12 8 7 6 12 8 15 9 6 15 8 12 13 13 15 15 15 15 12 2 12 14

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 DATA VALIDITAS DAN RELIABILITAS PRESTASI BELAJAR SIKLUS II NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 2 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 4 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 5 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 6 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 10 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 11 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 12 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 13 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 14 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 15 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 JML 7 14 12 7 8 5 12 5 14 7 9 14 9 12 11 14 14 14 13 14 10 5 14 14

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS (PRESTASI BELAJAR SIKLUS I) Reliability HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS (PRESTASI BELAJAR SIKLUS II) Reliability Case Processing Summary Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total N % 100.0 .0 100.0 24 0 24 Cases Valid Excludeda Total 24 0 24 % 100.0 .0 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Reliability Statistics Cronbach's Alpha .844 Cronbach's Alpha .851 N of Items 15 N of Items 15 Item-Total Statistics Item-Total Statistics Butir1 Butir2 Butir3 Butir4 Butir5 Butir6 Butir7 Butir8 Butir9 Butir10 Butir11 Butir12 Butir13 Butir14 Butir15 Scale Mean if Item Deleted 10.2500 10.2917 10.2500 10.2917 10.2917 10.3333 10.1667 10.1667 10.1667 10.2083 10.3333 10.1667 10.2083 10.0833 10.2083 Scale Variance if Item Deleted 12.543 12.042 12.370 12.129 12.303 12.145 12.145 12.319 12.406 12.694 12.319 12.493 12.172 12.775 13.824 Corrected Item-Total Correlation .416 .555 .473 .527 .472 .505 .627 .562 .531 .393 .451 .499 .571 .513 .033 Cronbach's Alpha if Item Deleted .837 .829 .834 .831 .834 .832 .826 .829 .831 .839 .836 .833 .828 .833 .858 Butir1 Butir2 Butir3 Butir4 Butir5 Butir6 Butir7 Butir8 Butir9 Butir10 Butir11 Butir12 Butir13 Butir14 Butir15 Scale Mean if Item Deleted 10.7500 10.6667 10.8333 10.8333 10.6667 10.7083 10.7083 10.7500 10.6667 10.8333 10.6250 10.7500 10.6667 10.7917 10.7500 Scale Variance if Item Deleted 11.761 11.797 11.536 11.362 11.971 11.694 11.433 11.674 11.797 11.362 13.201 11.239 11.971 11.563 11.326 Corrected Item-Total Correlation .444 .521 .470 .527 .451 .507 .606 .475 .521 .527 -.004 .630 .451 .483 .599 Cronbach's Alpha if Item Deleted .845 .841 .844 .840 .844 .841 .836 .843 .841 .840 .863 .834 .844 .843 .836 181

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lembar pengamatan minat Belajar No . Perasaan Senang terhadap mata pelajaran IPS Nama siswa 1a 1b 1c 1d Perhatian dalam Belajar IPS 1e 2a 2b 2c 2d 2e Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS 3a 3b 3c 3d 3e Keterlibatan siswa dalam belajar IPS 4a 4b 4c 4d Skor minat (1-20) Nilai Minat (1-100) 4e 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 182

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21. 22. 23. 24. Jumlah 183

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 Kisi-kisi Lembar Kuesioner Minat Belajar No. Indicator 1. Perasaan senang pada mata pelajaran IPS 2. Perhatian dalam belajar IPS 3. Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS 4. Keterlibatan siswa dalam belajar IPS Jenis Pernyataan Pernyata Pernyata an an positif Negatif Jumlah pernyata an 1,7,13,19 16 5 5 4,6,8,12 5 2,9,10,18 14 5 17 5 7 Jumlah ௝௨௠௟௔௛ ௛ ௦௞௢௥ Nilai yang diperoleh = ௦௞௢௥ ௠௔௞௦௜௠௔௟ × 100 20 3,11,15,2 0 13

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 1. KUESIONER MINAT BELAJAR MATA PELAJARAN IPS Nama : Kelas : Petunjuk : - Perhatikan dan cermati setiap pernyataan sebelum memilih jawaban. Berilah tanda centang (√) pada salah satu kolom pilihan jawaban yang tersedia. Keterangan jawaban - SS S TS STS : Sangat Setuju : Setuju : Tidak Setuju : Sangat Tidak Setuju No. Pernyataan 1. 2. 3. 4. 5. Saya antusias dalam mengikuti setiap materi IPS Saya mengerjakan soal dengan teliti Saya mau membantu teman lain yang mengalami kesulitan Saya suka mengganggu teman lain ketika sedang belajar Saya bertanya pada guru jika ada hal yang tidak dimengerti Saya lebih suka membicarakan hal lain dengan teman ketika pelajaran sedang berlangsung Saya senang memberi tanggapan dan jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan guru Saya tidak dapat konsentrasi ketika ada suara gaduh Saya membuat pertanyaan yang mendalam mengenai materi yang sedang dibahas Saya membuat catatan pelajaran IPS dengan rapi Saya aktif memberikan tanggapan dari suatu jawaban teman dalam diskusi Saya suka melamun ketika pelajaran sedang berlangsung Saya segera membuka buku sumber lain untuk mencari jawaban ketika guru melakukan Tanya jawab Saya malas membawa buku sumber IPS Saya aktif bertanya dalam diskusi kelompok Saya mengeluh ketika diberi tugas dari guru tentang materi IPS Saya tidak percaya diri untuk menjelaskan di depan kelas Saya menuliskan hal-hal penting berkaitan dengan pelajaran IPS Saya senang membantu teman yang kesulitan dalam memahami dan mengerjakan soal Saya aktif memberikan jawaban dalam diskusi Jumlah Skor Total 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18 19. 20. Pilihan Jawaban SS S TS STS

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 Lembar Penilaian Prestasi Belajar Aspek Kognitif a. Jenis : tes tertulis b. Bentuk : Pilihan Ganda c. Jumlah Soal : 15 d. Pedoman scoring - jawaban benar mendapat skor 2 - Jawaban salah mendapat skor 0 e. Nilai ݆‫݈ܽ݉ݑ‬ℎ ݆ܽ‫ݎܾܽ݊݁ ܾ݊ܽܽݓ‬ × 100 = ⋯. ‫ݎ݋݇ݏ ݈ܽݐ݋ݐ‬

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Data Pengamatan Minat Belajar Siswa Siklus I No Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS Perhatian dalam belajar IPS Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 a 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 a 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 a 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 b 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 c 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 d 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 e 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 b 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 c 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 d 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 e 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 b 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 c 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 d 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 e 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 Keterlibatan siswa dalam belajar IPS a 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 b 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 c 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 d 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 e 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 Skor Nilai 13 14 14 13 14 12 10 12 14 15 13 11 10 11 12 12 14 15 15 14 13 13 14 16 65.0 70.0 70.0 65.0 70.0 60.0 50.0 60.0 70.0 75.0 65.0 55.0 50.0 55.0 60.0 60.0 70.0 75.0 75.0 70.0 65.0 65.0 70.0 80.0 187

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Data Pengamatan Minat Belajar Siswa Siklus II No Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS Perhatian dalam belajar IPS Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 a 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 a 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 a 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 b 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 c 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 d 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 e 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 b 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 c 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 d 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 e 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 b 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 c 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 d 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 e 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterlibatan siswa dalam belajar IPS a 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 b 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 c 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 d 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 e 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Skor Nilai 14 18 18 17 17 16 18 18 18 16 17 16 17 16 16 16 18 16 17 14 18 16 17 16 70.0 90.0 90.0 85.0 85.0 80.0 90.0 90.0 90.0 80.0 85.0 80.0 85.0 80.0 80.0 80.0 90.0 80.0 85.0 70.0 90.0 80.0 85.0 80.0 188

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Data Kuesioner Minat Belajar Siswa Siklus I e Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS a b c d e a b c d e 3 4 3 2 4 2 1 2 2 1 2 4 2 1 1 3 4 1 4 4 4 4 3 2 3 3 4 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 4 3 2 2 2 3 1 4 3 3 2 3 4 3 1 4 1 4 1 4 1 4 4 4 4 4 1 4 1 2 4 2 3 4 3 4 3 2 4 3 4 1 4 1 4 4 4 4 4 1 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 2 4 4 3 1 3 1 3 3 3 4 3 11 4 3 4 1 3 4 3 4 1 2 12 4 4 3 1 4 1 4 4 4 13 4 4 3 1 4 1 4 4 14 3 4 3 2 4 2 3 15 4 4 4 2 3 1 3 16 1 1 1 4 3 3 17 3 3 2 3 3 18 4 4 3 1 19 3 3 3 20 4 4 21 3 22 23 24 Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS Perhatian dalam belajar IPS a b c d e A b c d 1 4 4 4 2 4 2 4 3 2 3 2 1 4 4 4 2 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 1 3 5 4 4 3 1 6 4 4 4 7 4 4 3 8 4 4 9 1 10 No Keterlibatan siswa dalam belajar IPS Skor Nilai 2 55 68.8 4 1 57 71.3 3 3 3 57 71.3 2 4 2 3 55 68.8 2 2 4 3 4 59 73.8 4 1 1 4 4 4 62 77.5 3 2 2 4 3 4 63 78.8 1 4 1 4 4 4 4 65 81.3 3 3 3 3 1 4 4 4 62 77.5 2 2 2 1 3 2 4 3 3 54 67.5 4 2 4 1 3 1 4 3 1 2 54 67.5 4 4 1 1 1 3 1 1 4 2 4 55 68.8 4 3 2 1 1 1 1 2 2 4 4 3 53 66.3 4 4 3 4 1 3 1 3 2 2 4 3 4 59 73.8 4 2 3 3 2 3 2 3 2 2 3 4 3 57 71.3 3 2 4 2 4 2 2 1 4 3 4 3 1 4 52 65.0 3 3 4 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 57 71.3 4 2 4 1 3 4 4 1 4 1 4 1 1 4 1 4 55 68.8 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 53 66.3 3 1 3 1 4 4 4 4 3 1 2 1 3 1 2 4 3 3 55 68.8 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 3 2 2 3 2 3 52 65.0 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 57 71.3 4 3 3 2 4 1 4 2 3 3 3 2 3 1 3 2 4 4 3 4 58 72.5 4 4 4 1 4 1 4 1 4 4 4 1 3 1 3 1 3 4 4 4 59 73.8 189

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Data Kuesioner Minat Belajar Siswa Siklus II No Perasaan senang terhadap mata pelajaran IPS Perhatian dalam belajar IPS Kemauan siswa dalam mengembangkan penguasaan terhadap materi IPS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 a 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 a 2 2 2 2 3 3 2 1 3 2 2 1 2 1 1 3 2 1 2 1 2 4 1 1 A 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 b 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 c 4 3 3 3 3 3 3 4 2 3 4 3 4 3 4 2 3 3 3 3 3 2 4 3 d 2 3 4 2 1 3 2 1 3 1 2 1 2 2 1 3 2 1 2 1 2 3 3 1 e 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 b 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 c 4 3 3 4 4 3 4 1 4 4 4 4 2 4 4 1 4 4 3 4 2 1 3 4 d 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 e 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 b 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 c 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 d 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 e 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 Keterlibatan siswa dalam belajar IPS a 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 b 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 c 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 3 4 4 4 d 4 3 4 2 4 3 3 4 2 3 1 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 e 4 3 2 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 2 3 4 3 3 3 3 4 4 Skor Nilai 76 60 63 63 68 62 71 67 65 63 70 66 66 67 69 66 65 68 62 63 60 66 69 69 95.0 75.0 78.8 78.8 85.0 77.5 88.8 83.8 81.3 78.8 87.5 82.5 82.5 83.8 86.3 82.5 81.3 85.0 77.5 78.8 75.0 82.5 86.3 86.3 190

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DATA MINAT BELAJAR SISWA SIKLUS I No Pengamatan Kuesioner Nilai 1 65.0 68.8 68.8 2 70.0 71.3 71.3 3 70.0 71.3 71.3 4 65.0 68.8 68.8 5 70.0 73.8 73.8 6 60.0 77.5 77.5 7 50.0 78.8 78.8 8 60.0 81.3 81.3 9 70.0 77.5 77.5 10 75.0 67.5 67.5 11 65.0 67.5 67.5 12 55.0 68.8 68.8 13 50.0 66.3 66.3 14 55.0 73.8 73.8 15 60.0 71.3 71.3 16 60.0 65.0 65.0 17 70.0 71.3 71.3 18 75.0 68.8 68.8 19 75.0 66.3 66.3 20 70.0 68.8 68.8 21 65.0 65.0 65.0 22 65.0 71.3 71.3 23 70.0 72.5 72.5 24 80.0 73.8 73.8 Jumlah 1570.0 1706.3 1706.3 Ratarata 65.4 71.1 71.1 Kategori Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Tinggi Tinggi - 191 187

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DATA MINAT BELAJAR SISWA SIKLUS II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Jumlah Rata-rata Pengamatan 70.0 90.0 90.0 85.0 85.0 80.0 90.0 90.0 90.0 80.0 85.0 80.0 85.0 80.0 80.0 80.0 90.0 80.0 85.0 70.0 90.0 80.0 85.0 80.0 2000.0 83.3 Kuesioner 95.0 75.0 78.8 78.8 85.0 77.5 88.8 83.8 81.3 78.8 87.5 82.5 82.5 83.8 86.3 82.5 81.3 85.0 77.5 78.8 75.0 82.5 86.3 86.3 1980.0 82.5 Nilai 82.5 82.5 84.4 81.9 85.0 78.8 89.4 86.9 85.6 79.4 86.3 81.3 83.8 81.9 83.1 81.3 85.6 82.5 81.3 74.4 82.5 81.3 85.6 83.1 1990.0 82.9 Kategori Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi - 192 188

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 HASIL PENILAIAN PRESTASI BELAJAR SIKLUS 1 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 Skor (1-14) 11 7 11 6 8 11 11 10 10 11 10 9 10 9 9 9 11 11 9 11 9 10 9 9 Nilai (1-100) 78.57 50.00 78.57 42.86 57.14 78.57 78.57 71.43 71.43 78.57 71.43 64.29 71.43 64.29 64.29 64.29 78.57 78.57 64.29 78.57 64.29 71.43 64.29 64.29

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194 HASIL PENILAIAN PRESTASI BELAJAR SIKLUS II NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 Skor (1-14) 10 12 11 10 10 10 11 10 13 10 10 12 10 11 11 11 11 11 12 12 10 9 11 12 Nilai (1-100) 71.43 85.71 78.57 71.43 71.43 71.43 78.57 71.43 92.86 71.43 71.43 85.71 71.43 78.57 78.57 78.57 78.57 78.57 85.71 85.71 71.43 64.29 78.57 85.71

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 RATA-RATA PRESTASI BELAJAR SISWA No Kondisi Awal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Rata-rata 64.67 Nilai di atas KKM (65) 40% Nilai 69.52 63.33 72.86 57.62 65.71 66.19 59.52 63.81 70.48 69.52 67.14 58.10 57.14 58.10 61.43 61.43 72.86 72.86 71.43 72.86 61.43 67.14 64.76 68.10 Siklus I Kriteria Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas 65.6 54.20% Siklus II Nilai Kriteria 70.48 Tuntas 88.57 Tuntas 86.19 Tuntas 80.48 Tuntas 80.48 Tuntas 77.14 Tuntas 86.19 Tuntas 83.81 Tuntas 90.95 Tuntas 77.14 Tuntas 80.48 Tuntas 81.90 Tuntas 80.48 Tuntas 79.52 Tuntas 79.52 Tuntas 79.52 Tuntas 86.19 Tuntas 79.52 Tuntas 85.24 Tuntas 75.24 Tuntas 83.81 Tuntas 74.76 Tuntas 82.86 Tuntas 81.90 Tuntas 81.3 100%

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 INSTRUMEN VALIDASI DESAIN PEMBELAJARAN Yth Bapak/Ibu berkenan untuk menilai dengan cara melingkari pada salah satu angka 1,2,3,4, dan 5 serta memberi komentar desain pembelajaran berikut pada kolom yang telah tersedia. A. SILABUS No KOMPONEN PENILAIAN 1 Kelengkapan unsur-unsur silabus 2 3 4 5 6 7 Kesesuaian antara SK, KD, dan indicator Kualitas perumusan pengalaman belajar Ketepatan pilihan perilaku esensial dalam indikator Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan perkembangan pribadi siswa Tingkat kecukupan sumber belajar yang digunakan Ketepatan dalam memilih media SKOR 1 2 34 5 KOMENTAR 1 2 3 45 1 2 3 45 1 2 3 45 1 2 3 45 1 2 3 45 1 2 3 45 8 Kesesuaian teknik penilaian yang 1 2 3 45 digunakan dengan indikator 9 Penggunaan bahasa Indonesia dan 1 2 3 45 tata tulis baku B. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) NO KOMPONEN PENILAIAN SKOR 1 Kelengkapan unsur-unsur RPP 1 2 3 4 5 2 Kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator 1 2 3 4 5 3 Pemenuhan syarat-syarat dalam perumusan tujuan pembelajaran 1 2 3 4 5 4 Isi rumusan tujuan meliputi keutuhan perkembangan pribadi siswa Ketepatan dalam memilih pendekatan/model pembelajaran 1 2 3 4 5 6 Ketepatan dalam memilih metode/teknik pembelajaran 1 2 3 4 5 7 Kemenarikan, variasi, dan ketepatan teknik yang digunakan dalam 1 2 3 4 5 5 1 23 4 5 KOMENTAR

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 8 9 10 11 12 membuka pelajaran Rumusan kegiatan pembelajaran mencerminkan pendekatan/model/metode/teknik pembelajaran yang dipilih Rumusan kegiatan pembelajarannya mencerminkan kegiatan Eksplorasi, Elaborasi, Kolaborasi (EEK) Rumusan kegiatan pembelajaran berpotensi untuk memberdayakan siswa Rumusan kegiatan pembelajaran berpotensi untuk terciptanya pembelajaran yang menyenangkan/bermakna Tingkat variasi dalam kegiatan pembelajaran 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 13 Pengorganisasian materi sistematis, logis, dan psikologis 1 2 3 4 5 14 Pengaturan alokasi waktu tiap kegiatan pembelajaran proporsional Kelengkapan rumusan kegiatan akhir pelajaran (rangkuman, evaluasi, refleksi, tindak lanjut) Tingkat kesesuaian indikator, tujuan, dan item penilaian 1 2 3 4 5 Penggunaan ragam teknik penilaian (penilaian bersifat otentik) Kuailitas kisi-kisi penilaian 1 2 3 4 5 19 Tingkat kecukupan sumber belajar yang digunakan 1 2 3 4 5 20 Ketepatan pemilihan media pembelajaran 1 2 3 4 5 21 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 1 2 3 4 5 15 16 17 18 C. LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) NO KOMPONEN PENILAIAN 1 Kelengkapan unsur-unsur LKS 2 Rumusan petunjuk LKS sederhana sehingga mudah dipahami siswa 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 SKOR 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 KOMENTAR

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198 3 Rumusan kegiatan pembelajaran dalam LKS singkat, sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa Urutan kegiatan pembelajaran pada LKS runtut 4 5 Kegiatan pembelajaran dalam LKS memungkinkan tercapainya indikator/tujuan pembelajaran Bahasa yang digunakan pada LKS sesuai dengan tingkat perkembangan siswa Tersedia beberapa pertanyaan untuk refleksi 6 7 8 Tampilan LKS indah dan menarik D. BAHAN AJAR NO KOMPONEN PENILAIAN 1 Materi sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai 2 Materi pelajaran memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur 3 Susunan materi pelajaran sistematis, logis, dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa Redaksional bahasa Indonesia baku dan sederhana 4 5 Menuliskan sumber bahan yang dikutip dengan penulisan baku 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 SKOR 1 2 3 4 5 KOMENTAR 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Yogyakarta, Mengetahui Validitor ( Mahasiswa ) Lia Yogi Artika

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209 199

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200 210

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214 204

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 DAFTAR HADIR REFLEKSI SIKLUS I Hari / tanggal : Selasa, 13 Mei 2014 Waktu : 12.20 – 12.35 Tempat : Ruang kelas IVA Acara : Refleksi Pembelajaran Siklus I No. Nama Devilianto, A.Ma 1. Lia Yogi Artika 2. Tanda Tangan

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214 DAFTAR HADIR REFLEKSI SIKLUS II Hari / tanggal : Selasa, 16 Mei 2014 Waktu : 12.20 – 12.35 Tempat : Ruang kelas IVA Acara : Refleksi Pembelajaran Siklus II No. Nama Devilianto, A.Ma 1. Lia Yogi Artika 2. Tanda Tangan

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215 FOTO KEGIATAN

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229221 219

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Daftar Riwayat Hidup Lia Yogi Artika merupakan anak pertama dari pasangan Yohanes Eudes Sugito dan Sukartilah. Lahir di Kulon Progo, 09 Agustus 1992. Pendidikan awal dimulai di SD Kalibawang I tahun 1998-2004. Dilanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Lanjut Tingkat Pertama Kalibawang I pada tahun 2004-2007. Tahun 2007-2010 penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri I Sentolo mengambil jurusan IPS , kemudian menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma pada tahun 2010. Selama menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi, penulis mengikuti berbagai kegiatan antara lain PPKM-I, PPKM-2, Penguasaan Bahasa Inggris Aktif, English Club, Weekend Moral, UNA Seminar and Workshop Anti Bias, Seminar Diseminasi PHK, Workshop Dongeng, Seminar dan Workshop Permainan Tradisional, Peserta KMD. 220

(243)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS pada siswa kelas IV SDN 3 Cawas menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
0
0
162
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Kanisius Klepu dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II.
0
1
291
Peningkatan kedisiplinan dan prestasi belajar kelas VA SD Negeri Adisucipto 1 mata pelajaran IPS menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II.
0
0
258
Peningkatan minat dan prestasi belajar PKn siswa kelas V SDN Kledokan dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II.
0
1
239
Pengaruh penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II terhadap minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Sengi 2.
1
18
190
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II.
0
8
235
Peningkatan minat dan prestasi belajar melalui penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II dalam pembelajaran PKN pada siswa kelas IV SD Kanisius Minggir.
0
2
288
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS kelas IV SD Kanisius Wirobrajan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
0
2
Pengaruh penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II terhadap minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Sengi 2
1
24
188
Peningkatan kedisiplinan dan prestasi belajar kelas VA SD Negeri Adisucipto 1 mata pelajaran IPS menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II
0
8
256
Peningkatan minat dan prestasi belajar PKn siswa kelas V SDN Kledokan dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
237
Peningkatan motivasi dan prestasi belajar sejarah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw - USD Repository
0
9
312
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
215
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
1
215
Peningkatan minat dan prestasi belajar siswa kelas IVB menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada materi koperasi di SDN Adisucipto 1 tahun ajaran 2013/2014 - USD Repository
0
0
202
Show more