PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK ROCK TERHADAP PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum annuum) DAN CABAI KERITING (Capsicum frutescens)

Gratis

0
0
118
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK ROCK TERHADAP PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum annuum) DAN CABAI KERITING (Capsicum frutescens) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh : ROSALINA NIM : 091434035 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK ROCK TERHADAP PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum annuum) DAN CABAI KERITING (Capsicum frutescens) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh : ROSALINA NIM : 091434035 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK ROCK TERHADAP PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum Annuum) DAN CABAI KERITING (Capsicum Frutescens) Oleh : ROSALINA NIM : 091434035 Telah disetujui oleh : Pembimbing, Dra. Maslichah Asy’ari, M.Pd Tanggal 22 Agustus 2014 ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK ROCK TERHADAP PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum Annuum) DAN CABAI KERITING (Capsicum Frutescens) Dipersiapkan dan ditulis oleh: ROSALINA NIM: 091434035 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Skripsi pada tanggal : 10 September 2014 dan dinyatakan telah memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji Nama Lengkap Ketua Tanda Tangan : Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd Sekretaris : Drs. Antonius Tri Priantoro, M.For.Sc ................................ ................................ Anggota : Dra. Maslichah Asy’ari, M.Pd ................................ Anggota : Luisa Diana Handoyo, S.Si M.Si ................................ Anggota : Ika Yuli Listyarini, M.Pd ................................ Yogyakarta, 10 September 2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan, Rohandi, Ph.D iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Ku persembahkan karya sederhanaku ini untuk : - Alm. Ayahku tercinta. - Ibuku, Adikku Sella, kakakku Pikal dan Keluarga besarku tercinta. - Almamaterku - Dinas pendidikan Kabupaten Kutai Barat. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Hadapilah ketakutan terbesarmu, Walaupun keberanianmu tersisa sedikit. Maka kamu akan tahu kekuatanmu yang sebenarnya. - v Veronica Haripurnama -

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 10 September 2014 Penulis Rosalina vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTING AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta : Nama : Rosalina Nomor Mahasiswa : 091434035 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : “PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK ROCK TERHADAP PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum annuum) DAN CABAI KERITING (Capsicum frutescens)” Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pengkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di : Yogyakarta Pada tanggal : 10 September 2014 Yang menyatakan, Rosalina vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK ROCK TERHADAP PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescen) DAN CABAI KERITING (Capsicum annuum) Rosalina Universitas Sanata Dharma 2014 Tanaman cabai (Capsicum sp.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak digemari di Indonesia. Pemanfaatan efek gelombang suara frekuensi tinggi adalah teknologi terobosan terbaru di dunia pertanian. Musik rock merupakan musik yang memiliki frekuensi tinggi. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik rock terhadap pertumbuhan cabai rawit (Capsicum frutescen) dan cabai keriting (Capsicum annuum). Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental. Subjek penelitian ini adalah cabai rawit (Capsicum frutescen) dan cabai keriting (Capsicum annuum) yang berumur 15 hari dan memiliki 4 buah daun. Musik rock yang digunakan adalah korn-Jingle Bells dengan kebisingan 87,2 dB – 101,5 dB. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan tanman yaitu tinggi batang, jumlah daun dan biomassa tanaman. Data pertumbuhan tanaman yang diperoleh diuji dengan Analysis of Variance (ANOVA) One Way dan dilanjutkan Uji BNT. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan tinggi batang dan jumlah daun tanaman cabai rawit (Capsicum frutescen) dan cabai keriting (Capsicum annuum) perlakuan meningkat dibandingkan tanaman kontrol. Rata-rata tinggi batang kumulatif cabai rawit perlakuan 13,56 cm, tinggi batang kontrol cabai rawit 10,87 cm, rata-rata tinggi batang kumulatif cabai keriting perlakuaan 19, 94 cm, tinggi batang tanaman kontrol 13,68 cm. Rata-rata jumlah daun kumulatif cabai rawit perlakuan 3,9 helai, jumlah daun kontrol 3,5 helai. Rata-rata jumlah daun kumulatif cabai rawit perlakuan 5,8 helai, jumlah daun tanaman kontrol 4,7 helai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa musik rock mempengaruhi pertumbuhan cabai rawit (Capsicum frutescen) dan cabai keriting (Capsicum annuum). Dan cabai keriting merupakan tanaman yang memiliki pertumbuhan yang baik. Kata Kunci: Musik Rock, Pertumbuhan, Cabai Rawit, Cabai Keriting. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE EFFECT OF THE USE ROCK MUSIC ON THE GROWTH OF CAYENNE PEPPER (Capsicum annuum) AND CURLY RED CHILLI (Capsicum frutescens) Rosalina Sanata Dharma University 2014 Pepper plants (Capsicum sp.) is one of the horticultural commodities that have significant economic value and more popular in Indonesia. The utilization the effects of high-frequency sound waves is the latest breakthrough of the technology. The rock music is music that has a high frequency. This study aims to determine the influence of rock music on the growth of cayenne pepper (Capsicum annuum) and curly red chili (Capsicum frutescens). This study was a completely randomized experimental one-way pattern. The test subject is cayenne pepper and curly red chilli 15 days old and has 4 leaves. The rock music used the korn- Jingle Bells which has noise 87.2 dB 101.5 dB. The parameters measured were the growth of the plant stem height, number of leaves and plant biomass. Plant growth data obtained were tested by Analysis of Variance (ANOVA) One Way and proceed LSD. The results showed the growth of the plant stem height and number of leaves of curly red chili treatment increased compared the control plants. The average of cayenne pepper stem height is 13,56 cm, cayenne pepper control plant stem height is 10,87 cm, the average of curly red chilli plant stem height is 19,94 cm, curly red chili control plant stem height is 13,68 cm. The average number of leaves cayenne pepper treatments is 3,9 strands, the average of curly red chilli leaf controls is 3,5 strands, the average of curly red chilli leaf treatment 5,8 strands, the amount of leaf controls is 4,7 strands. Thus, it can be concluded that the rock music affect the growth of cayenne pepper (Capsicum annuum) and curly red chili (Capsicum frutescens). And curly red chilli is a plant that has a good growth. Keywords: Rock Music, Growth, Cayenne Pepper and Curly Red Chili. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa kerena atas berkat dan rahmatNya akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengaruh Penggunaan Musik Rock terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai rawit (Capsicum annuum) dan Cabai Keriting ( Capsicum frutescens). Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada program studi Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama masa studi dan penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. Ibu Dra. Maslichah Asy’ari, M.Pd selaku dosen pembimbing skripsi yang telah membimbing penulis dengan penuh kesabaran dan senantiasa meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan. 2. Segenap dosen Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan pengalaman selama kuliah. 3. Seluruh staf Sekretariat JPMIPA yang telah memfasilitasi selama proses studi di Universitas Sanata Dharma. 4. Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat yang telah memberikan beasiswa selama 5 tahun kepada penulis. 5. Bapak Agus selaku Laboran laboratorium biologi yang telah membantu dalam melakukan penelitian. 6. Alm.Bapak tercinta yang telah memberikan dukungan doa serta pengorbanan selama hidupnya kepada penulis selama penulis menempuh pendidikan. 7. Ibu, kakak, adik dan seluruh keluarga besar tercinta yang telah memberi dukungan serta pengorbanan selama penulis menempuh pendidikan. 8. Teman-teman Prodi Pendidikan Biologi 2009 atas kebersamaan selama masa kuliah yang tidak pernah terlupakan. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Para sahabat : Marsella, Caecilia, Warjuni, Vina, Jeni, Ovi, Gebby, Anggi, Esther, Tiva, Vero dan teman – teman kos Kinasih yang lain yang memberi dukungan dan semangat selama kuliah dan pembuatan skripsi ini. 10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis telah berusaha menyajikan yang terbaik, namun skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan. Penulis Rosalina xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................ iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................ v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ............................................ vii ABSTRAK ......................................................................................................... viii ABSTRACT ......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ....................................................................................... x DAFTAR ISI ...................................................................................................... xii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xiv DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... A. Latar Belakang .......................................................................... B. Rumusan Masalah...................................................................... C. Hipotesis ................................................................................... D. Batasan Masalah ........................................................................ E. Tujuan Penelitian ....................................................................... F. Manfaat Penelitian ..................................................................... 1 1 3 3 3 4 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................... A. Cabai ......................................................................................... 1. Botani .................................................................................. 2. Macam-macam Tanaman Cabai ......................................... 3. Morfologi secara Umum ..................................................... a. Daun .............................................................................. b. Batang ........................................................................... c. Akar .............................................................................. d. Bunga ............................................................................ e. Buah .............................................................................. 4. Morfologi Cabai Rawit ....................................................... 5. Morfologi Cabai Keriting ................................................... 6. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Cabai ............... 7. Hama dan Penyakit Cabai ................................................... B. Bunyi .................................................................................... C. Musik Rock ............................................................................... D. Pengaruh Frekuensi Suara pada Tanaman ................................ 6 6 6 7 8 8 9 9 9 10 14 17 19 21 23 23 24 BAB III METODE PENELITIAN ............................................................. 26 A. Jenis Penelitian .......................................................................... 26 B. Variabel Penelitian ................................................................... 26 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. D. E. F. G. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................... Desain Penelitian ....................................................................... Teknik Pengumpulan Data ....................................................... Analisis Data ............................................................................. Instrument Penelitian ................................................................ 27 27 29 31 32 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................... A. Hasil ........................................................................................... 1. Hasil Rata-rata Pertumbuhan .............................................. 2. Hasil Uji Anova dan Uji Lanjutan ....................................... B. Pembahasan ............................................................................... C. Hambatan dalam Penelitian ...................................................... 33 33 33 35 40 46 BAB V IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN ...................................................... 46 BAB VI PENUTUP ..................................................................................... 47 A. Kesimpulan ................................................................................ 47 B. Saran ......................................................................................... 47 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 48 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Tinggi batang dan jumlah daun cabai rawit dan cabai keriting Perlakuan ............................................................................................. Tabel 2. Tinggi batang dan jumlah daun cabai rawit dan cabai keriting kontrol .................................................................................................. Tabel 3. Berat basah dan berat kering cabai rawit dan cabai keriting ................ Tabel 4. Rata-rata tinggi batang per 5 hari ......................................................... Tabel 5. Rata-rata kumulatif tinggi batang ........................................................ Tabel 6. Rata-rata jumlah daun per 5 hari .......................................................... Tabel 7. Rata-rata kumulatif jumlah daun .......................................................... Tabel 8. Rata-rata berat basah tanaman ............................................................. Tabel 9. Rata-rata berat kering tanaman ............................................................ xiv 30 30 31 33 33 34 34 34 35

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Jenis cabai besar ............................................................................... Gambar 2. Jenis cabai keriting ........................................................................... Gambar 3. Jenis cabai paprika ........................................................................... Gambar 4. Jenis cabai rawit ............................................................................... Gambar 5. Buah cabai tipe Bell ......................................................................... Gambar 6. Buah cabai tipe pimiento .................................................................. Gambar 7. Buah cabai tipe Anaheim ................................................................. Gambar 8. Buah cabai tipe cayenne ................................................................... Gambar 9. Buah cabai tipe cubanelle ................................................................. Gambar 10. Buah cabai tipe jalapeno ................................................................ Gambar 11. Buah cabai tipe ornamental (serrano) ............................................. Gambar 12. Buah cabai tipe cherry .................................................................... Gambar 13. Buah cabai tipe wax (banana) ........................................................ Gambar 14. Daun Cabai Rawit .......................................................................... Gambar 15. Batang Cabai Rawit ........................................................................ Gambar 16. Akar Cabai Rawit ........................................................................... Gambar 17. Bunga Cabai Rawit ......................................................................... Gambar 18. Buah Cabai Rawit ........................................................................... Gambar 19. Biji Cabai Rawit ............................................................................. Gambar 20. Daun Cabai Keriting ....................................................................... Gambar 21. Batang Cabai Keriting .................................................................... Gambar 22. Bunga Cabai Keriting ..................................................................... Gambar 23. Buah Cabai Keriting ....................................................................... Gambar 24. Grafik tinggi batang tanaman ......................................................... Gambar 25. Grafik jumlah daun tanaman .......................................................... Gambar 26. Grafik berat basah tanaman ............................................................ Gambar 27. Grafik berat kering tanaman ........................................................... xv 7 7 7 8 10 11 11 12 12 12 13 13 13 14 15 15 15 16 16 17 17 18 18 42 42 44 45

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Silabus ........................................................................................... Lampiran 2. Rancana Pelaksanaan Pembelajaran .............................................. Lampiran 3. Lembar Kerja Siswa I .................................................................... Lampiran 4. Lembar Kerja Siswa II ................................................................... Lampiran 5. Kisi-kisi soal .................................................................................. Lampiran 6. Soal Evaluasi ................................................................................. Lampiran 7. Kunci jawaban dan panduan skoring ............................................. Lampiran 8. Data Tanaman Cabai ..................................................................... Lampiran 9. Data Pengukuran Berat Basah ....................................................... Lampiran 10. Data Pengukuran Berat Kering .................................................... Lampiran 11. Hasil uji normalitas, homogenitas, Anova dan Hasil uji LSD (BNT) tinggi batang ............................................................ Lampiran 12. Hasil uji normalitas, homogenitas, Anova dan Hasil uji LSD (BNT) jumlah daun ............................................................. Lampiran 13. Hasil uji normalitas, homogenitas, Anova dan Hasil uji LSD (BNT) berat kering .............................................................. Lampiran 14. Hasil uji normalitas, homogenitas, Anova dan Hasil uji LSD (BNT) berat kering .............................................................. Lampiran 15. Dokumentasi ................................................................................ xvi 50 57 72 73 74 75 78 80 89 90 91 93 95 97 99

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tanaman Cabai (Capsicum sp.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak digemari di Indonesia. Di Indonesia buah cabai selalu digunakan dalam keseharian masyarakat seperti digunakan sebagai bumbu masakan. Secara umum cabe memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin. Diantaranya Kalori, Protein, Lemak, Kabohidarat, Kalsium, Vitamin A, B1 dan Vitamin C. Selain digunakan untuk keperluan rumah tangga, cabe juga dapat digunakan untuk keperluan industri diantaranya, Industri bumbu masakan, industri makanan dan industri obat‐obatan atau jamu. Biasanya cabai yang digunakan dalam masyarakat Indonesia yaitu cabai rawit dan cabai keriting. Cabai yang digunakan bisa didapat di pasar tradisional. Cabai yang dipasarkan merupakan cabai yang memiliki kualitas yang baik. Untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas cabai yang baik maka perlu pertumbuhan awal tanaman yang baik pula. Untuk itu para pertani mengunakan berbagai macam pupuk organik maupun anorganik untuk dipadukan kedalam tanah. Penggunaan pupuk sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan proses pertumbuhan awal yang baik sangat membudaya dan para petani telah menganggap bahwa pupuk dan cara pemupukan sebagai salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan usaha taninya (Anonim.2007). Dampak dari penggunaan pupuk anorganik menghasilkan peningkatan pertumbuhan yang 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 cukup baik. Namun penggunaan pupuk anorganik dalam jangka relative lama umumnya berakibat buruk pada kondisi tanah. Tanah menjadi cepat mengeras, kurang mampu menyimpan air dan cepat menjadi asam yang pada akhirnya menurunkan proses pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Gelombang suara sekarang dapat dipakai untuk meningkatkan produksi tanaman yang lebih di kenal dengan istilah Sonic Bloom. Teknologi ini pertama diciptakan oleh Dan Carlson dari Amerika dan mulai disebarkan secara komersial pada tahun 1980. Teknologi Sonic Bloom merupakan teknologi terobosan yang diwujudkan untuk membuat tanaman tumbuh lebih baik. Sonic Bloom memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi yang berfungsi memacu membukanya mulut daun (stomata) yang dipadukan dengan nutrisi organik ( Iriani dalam Suwardi, 2011). Di Indonesia sendiri telah ada penelitian yang mengarah pada pemanfaatan gelombang suara untuk peningkatan produksi tanaman. Penelitian yang dilakukan oleh Utami (2012), dengan judul ”Aplikasi Musik Klasik, Pop Dan Hard Rock Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Merah Keriting “ menunjukan bahwa musik rock memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif cabai merah keriting. Berdasarkan hasil penelitian musik hard rock memberikan respons pertumbuhan yang lebih baik pada tanaman cabai merah keriting dibandingkan musik pop dan musik klasik. Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Widyawati (2011) menujukan bahwa Suara Garengpung (Dundubia manifera) termanipulasi pada peak frekuensi (6,07±0,04)103 Hz, mampu meningkatkan produksi kacang Dieng sehingga lebih berat.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Musik rock merupakan musik yang memiliki kebisingan yang tinggi dibandingkan musik lain. Hal ini memungkinkan musik rock memiliki frekuensi tinggi yang bisa dimanfaatkan. Dari hasil penelitian terlebih dahulu, peneliti ingin melakukan penelitian tentang pengaruh musik rock terhadap pertumbuhan cabai rawit dan cabai keriting. B. Rumusan Masalah Berdasarkan penjabaran pada latar belakang maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : - Apakah musik rock dapat mempengaruhi pertumbuhan cabai rawit dan cabai keriting ? C. Apakah terdapat perbedaan pertumbuhan cabai rawit dan cabai keriting? Hipotesis - Music rock mempengaruhi pertumbuhan dari cabai rawit dan cabai keriting. - Terdapat perbedaan pertumbuhan dari cabai rawit dan cabai keriting. D. Batasan Masalah Agar ruang lingkup penelitian ini tidak terlalu luas maka dibatasi pada permasalahan sebagai berikut: 1. Subjek penelitian Subjek penelitian ini adalah 2 varietas cabai yaitu cabai rawit dan cabai keriting yang berumur 15 hari dan memiliki 4 buah daun yang disemai sendiri oleh peneliti.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 2. Objek penelitian Objek dalam penelitian ini adalah musik hard rock yaitu Korn – Jingle Bells (Death Metal Version) dengan kebisingan 87,2 dB – 101,5 dB setara dengan Frekuensi 1,5 Hz – 1,7 Hz. Dipaparkan setiap pagi hari selama 2 jam. 3. Parameter Parameter yang digunakan dalam mengamati pertumbuhan tanaman adalah tinggi batang, jumlah daun dan biomassa tanaman. E. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui pengaruh musik rock terhadap pertumbuhan cabai rawit dan cabai keriting. 2. Untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan cabai rawit dan cabai keriting. F. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti Untuk menambah wawasan keilmuan dalam bidang pemanfaatan teknologi gelombang suara yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman. 2. Bagi Guru Hasil penelitian dapat dijadikan referensi dalam pembelajaran biologi di SMA.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 3. Bagi Siswa Siswa dapat mempraktekkan penelitian melalui kegiatan praktikum yang dirancang oleh guru sehingga siswa menjadi lebih mendalami materi karena telah mengalami secara langsung/ melalui pengalaman. 4. Bagi Petani Bagi petani cabai: dapat menggunakan referensi penelitian ini untuk meningkatkan cara bertani yang menggunakan rekayasa teknologi dalam kesehariannya, sehingga hasil yang didapat bisa lebih baik.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TUNJAUAN PUSTAKA A. Cabai 1. Botani Di Indonesia, tanaman cabai dikenal dengan berbagai macam nama daerah. Setiap daerah memiliki nama sendiri untuk cabai. Misalnya di daerah Sumatera, cabai besar dikenal dengan sebutan apili, banai, cabi, campli, lado, lasina, lasinok, dan lain-lain. Sementara di daerah Jawa, cabai besar dikenal dengan sebutan Lombok, mengkreng, dan sabrang. Seperti halnya cabai besar, cabai kecil/pedas juga dikenal dengan berbagai sebutan khas di setiap daerah. Dalam sistematika (taksonomi) kerajaan tumbuhan, tanaman cabai termasuk dalam genus Capsicum. Adapun klasifikasi lengkapnya sebagai berikut (Suriana, 2012): Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub Kelas : Asteridae Ordo : Solanales Familia : Solanaceae Genus : Capsicum Spesies : Capsicum annuum (cabai besar, cabai lonceng) Capsicum frutescens (cabai kecil atau cabai rawit) 6

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 2. Macam-macam Tanaman Cabai Menurut Alex S (2013) cabai dibagi empat jenis yaitu sebagai berikut: Jenis Karakteristik Bunga putih, permukaan buah rata dan halus, diameter sedang-besar, kulit daging buah tebal, berumur genjah dan dapat tubuh di berbagai ketinggian Gambar.1. Cabai Besar Sumber: http://matahariseed.com Bunga putih atau ungu, buah muda hijau atau ungu, permukaan buah bergelombang, kulit daging buah tipis, umur lebih dalam, buah lebih tahan simpan dapat tumbuh pada berbagai ketinggian. Gambar.2. Cabai Keriting Sumber: ilmu212.blogspot.com Buah muda memiliki warna bervariasi ( kuning, hijau muda, hijau dan ungu), buah kotak atau lonjong, permukaan rata, kulit daging buah tebal, Sumber: southernpaprika.co.nz Gambar.3. Cabai Paprika tidak pedas dan cocok untuk daratan tinggi.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Bunga berwarna putih kehijauan, buah muda berwarna putih, kubing atau hijau, daging buah lunak, rasa buah pedas. Gambar.4. Cabai Rawit Sumber: www.projectnoah.org 3. Morfologi Secara Umum Tanaman Cabai Menurut Suriana (2012), morfologi tanaman cabai adalah sebagai berikut: a. Daun Bentuk daun cabai bervariasi tergantung pada jenis dan varietasnya. Umumnya daun cabai berbentuk oval atau lonjong, namaun ada juga yang berbentuk lanset. Daun cabai berukuran panjang antara 3-11 cm dengan lebar 1-5 cm. Pada umumnya permukaan daun cabai halus, namaun pada beberapa spesies ditemui juga permukaan daun yang berkerut. Warna daun cabai umumnya berbeda bagian permukaan atas dan bawah daun. Warna permukaan bagian atas daun cabai berkisar atara hijau muda, hijau sedang, hijau tua, hingga kebiruan. Sementara permukaan daun bagian bawah biasanya berwarna hijau muda hingga hijau sedang.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 b. Batang Tanaman cabai merupakan jenis tanaman perdu dan memiliki batang yang tidak berkayu. Tanaman ini memiliki banyak cabang sehingga tumbuh merimbun seperti bonsai. Pada jenis tanaman cabai pedas seperti cabai rawit, tanaman cabai tumbuh meninggi tidak melebihi ketinggian 100 cm. Namun pada jenis cabai besar, batang tanaman cabai bias tumbuh tinggi hingga mencapai 2 meter bahkan lebih. Batang tanaman cabai tidak berkayu sangat mudah patah. Biasanya kulit batang barwarna hijau muda , hijau sedang, dan hijau tua. Pada pangka batang yang sudah tua biasanya kulit batang berwarna kecoklatan seperti kayu. Ini merupakan hasil pengerasan dari jaringan parenkim batang. c. Akar Akar merupakan bagian terpenting dari tanaman cabai yang berfungsi sebagai penyerapan air dan unsur hara. Tanaman cabai dikenal memiliki sistem perakaran yang rumit. Tanaman cabai memiliki akar serabut yang halus dan banyak. Beberapa akar utama tumbuh lebih besar kearah bawah dan biasanya berfungsi sebagai akar tunggang semu. d. Bunga Tanaman cabai merupakan salah satu jenis tanaman yang masuk dalam subkelas Ateridae (berbunga bintang) sehingga pada umumnya tanaman cabai memiliki bunga berbentuk bintang. Warna mahkota bunga beragam, ada yang

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 putih, kehijauan, bahkan ungu. Bunga tanaman cabai keluar dari ketiak daun. Ada yang tunggal dan ada juga yang tumbuh bergelombol dalam tandan. Biasanya dalam satu tandan terdapat tidak lebih dati tiga kuntum bunga. Bunga jantan dan bunga betina pada tanaman cabai terdapat dalam satu bunga sehingga bunga cabai dikenal sebagia tanaman berbunga sempurna. Waktu pemasakan bunga jantan dan betina hampir bersamaan sehingga pada umumnya bunga cabai melakukan penyerbukan sendiri. e. Buah Buah cabai memiliki bentuk yang bervariasi, tergantung pada varietasnya. Bentuk buah cabai sangat beragam, mulai dari bulat, bentuk hari, tidak beraturan, hingga panjang. Peet dalam Suriana (2012) membagi bentuk buah cabai dalam 10 tipe dengan ciri khas tersendiri untuk setiap tipe. Kesepuluh tipe buah tersebut antara lain: 1. Tipe bell Buah berukuran besar, menggembung dengan dinding buah agak tebal. Cabai Bell Pepper ini cabedanpedas.blogspot.com gambar. 5. Buah cabai berbentuk seperti paprika. Bell Pepper ini memiliki rasa yang kurang pedas, dominan manis. Rasanya juga berbeda tergantung waranya. Bell Pepper yang berwarna hijau rasanya pahit dari warna merah dan kuning. Ada juga warna putih dan dan unggu, tetapi kedua macam ini sangat sulit dikembangkan, karena sulitnya proses penanaman dan perawatannya.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 2. Tipe pimiento Buah berukuran besar, berbentuk hati, dan daging buah tebal. Bentuk cabai ini seperti buah ceri sehingga disebut cabai ceri atau pimento. Cabai pimento berasal dari negara portugis dimana kata pimento itu merupakan bahasa portugis. Cabai ceri memiliki rasa yang manis dan dagingnya besar antara 5 - 7 cm. Dan ada juga jenis cabai pimento sambadafarm.com yang rasanya pedas. Gambar.6. Tipe buah 3. Tipe ancho Buah berukuran besar, bentuk buah panjang agak menggembung, dan daging buahnya tipis. 4. Tipe Anaheim Buah berukuran besar, berbentuk panjang, tipis, keriting dan daging buahnya agak tipis. Cabai Anaheim Pepper adalah jenis cabai yang memiliki tingkat kepedasan yang cukup tinggi, yaitu sekitar 4500 sampai 5000 Scoville units. cabedanpedas.blogspot.com Gambar.7. tipe buah

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 5. Tipe cayenne Buah berukuran sedang, berbentuk sangat tipi, keriting dan daging buahnya sangat tipis. Cabai atau cabe Cayenne Pepper ini memiliki bentuk bulat panjang dan agak keriput dan memiliki rasa super pedas yang sangat membakar. Warnanya yang benar-benar berani, cabedanpedas.blogspot.com Gambar.8.tipe buah menunjukkan betapa pedasnya cabe ini. Cabe ini adalah cabe merah yang pedas, digunakan untuk bumbu masakan ataupun untuk keperluan medis. 6. Tipe cubanelle Buah berukuran besar, bentuk buah tidak beraturan, gemuk, dan daging buahnya tipis. sambadafarm.com Gambar.9. tipe buah 7. Tipe jalapeno Buah berukuran kecil, bentuk buah gemuk memanjang dan daging buahnya sangat tebal. Cabai ini berbentuk seperti terung. Cabe ini memiliki sesansi rasa terbakar, dimana rasa panas atau pedas membakar saat dimakan. Cabe ini memiliki panjang sekitar 5 - 9 cm. cabedanpedas.blogspot.com Gambar.10.tipe buah

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 8. Tipe ornamental (serrano) Tampilan buah ramping, tidak terlalu panjang, berukuran kecil dan daging buahnya sangat tipis. Cabai ini juga berasal dari negara Mexico yang cabedanpedas.blogspot.co Gambar.11. tipe buah tumbuh di daerah pegunungan mexico. Rasa pedas yang ditimbulkan dari cabe ini sangat menggigit dan pedas lebih dari cabai Jalapeno dan dapat dimakan mentah-mentah bagi yang suka dengan rasa pedas yang berani ini. Bentuk cabai Serrano ini hampir sama seperti cabai rawit di indonesia pada umumnya, namun cabai ini tetap memiliki rasa dan spesies berbeda dari cabai rawait yang ada di indonesia. 9. Tipe cherry Buah berbentuk bulat gepeng, berukuran kecil dan daging buahnya tebal. cabedanpedas.blogspot.co Gambar.12. tipe buah 10. Tipe wax (banana) Bentuk buah mirip buah pisang, memanjang dengan ukuran sedang dan daging buahnya sangat tebal. sambadafarm.com Gambar.13. tipe buah

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Selain bentuk dan ukuran, buah cabai juga memiliki warna yang bervariasi. Cabai muda biasanya berwarna hijau muda, hijau tua, putih atau kekuning-kuningan. Memasuki fase kematangan, warna buah cabai berubah menjadi oranye, merah, merah tua, bahkan merah gelap. Buah cabai memiliki biji yang sekaligus berfungsi sebagai alat perkembangbiakan generative. Biji cabai berukuran kecil, pipih dan berwarna putih, krem hingga kekuningan. Bentuk biji biasanya tidak beraturan dengan ketebalan 0,2-1 mm dan diameter 1-3 mm. Selain biji, buah cabai juga memiliki daging buah yang memberikan cita rasa pedas pada buah cabai. Daging buah cabai juga bervariasi, ada yang tebal, sedang dan tipis. 4. Morfologi Cabai Rawit Cahyono (2003) mendeskripsikan bagian-bagian atau organ-organ penting tanaman cabai rawit sebagai berilut: 1) Daun Daun cabai rawit berbentuk bulat telur dengan ujung runcing dan tepi daun rata (tidak bergerigi/berlekuk). Ukuran daun lebih kecil Serba cabe.com Gambar.14. daun cabai rawit dibandingkan dengan daun tanaman cabai besar. Daun merupakan daun tunggal dengan kedudukan agak mendatar, memiliki tulang daun menyirip, dan tangkai tunggal yang melekat pada batang atau cabang. Jumlah daun cukup banyak sehingga tanaman tampak rimbun.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 2) Batang Batang tanaman cabai rawit memiliki struktur yang keras dan berkayu, berwarna hijau gelap, berbentuk bulat, halus, dan bercabang banyak. Batang utama tubuh tegak dan kuat. Percabangan terbentuk setelah batang tanaman mencapai ketinggian berkisar 30 cm – Taniorganik.com organik.com Tani Gambar.15.batang cabai rawit 45 cm. cabang tanaman beruas-ruas; setiap ruas ditumbuhi daun dan tunas (cabang). 3) Akar Perakaran tanaman cabai rawit terdiri atas akar tunggang yang tumbuh lurus ke pusat bumi dan akar serabut Suaramerdeka.com Gambar.16. akar cabai rawit yang (horizontal). sehingga tumbuh Perakaran tanaman menyebar ke tanaman tidak hanya dapat samping tumbuh dalam dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur, porous (mudah menyerap air), dan subur. 4) Bunga Bunga tanaman cabai rawit merupakan bunga tunggal yang berbentuk bintang. Bunga tumbuh menunduk pada ketiak daun, dengan mahkota Flick.com Gambar.17. bunga cabai rawit bunga berwarna termasuk putih. penyerbukan Penyebukan sendiri bunga (selfpollinated crop), namaun dapat juga terjadi secara silang, dengan keberhasilan sekitar 56%.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 5) Buah Buah cabai rawit akan terbentuk setelah terjadi penyerbukan. Buah memiliki keanekaragaman dalam hal ukuran, bentuk, warna, dan rasa buah. Buah cabai rawit dapat berbentuk bulat pendek Tipsehat4u.blogspot.com Gambar.18. buah cabai rawit dengan ujung runcing atau berbentuk kerucut. Ukuran buah bervariasi, menurut jenisnya. Cabai rawit yang kecil-kecil memiliki ukuran panjang antara 2 cm-2,5cm dan lebar 5 mm, sedangkan cabai rawit yang agak besar memiliki ukuran panjang mencapai 3,5cm dan lebar mencapai 12cm.Warna buah cabai rawit bervariasi, buah muda berwarna hijau atau putih, sedangkan buah yang telah masak berwarna merah menyala atau merah jingga (merah agak kuning). Pada waktu masih muda, rasa buah cabai rawit kurang pedas, tetapi setelah masak menjadi pedas. 6) Biji Biji cabai rawit berwarna putih kekuningkuningan, berbentuk bulat pipih, tesusun berkelompok saranghaemsoon.blogspot.com Gambar.19.biji cabai rawit (bergelombol), dan saling melekat pada empulur. Ukuran biji cabai rawit lebih kecil (berukuran sangat kecil) dibandingkan dengan biji cabai besar. Biji-biji ini dapat digunakan dalam perbanyak tanaman (perkembangbiakan).

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 5. Morfologi Cabai keriting 1) Daun Daun cabai berbentuk lonjong yang berukuran panjang 8-12 cm, lebar 3-5 cm dan di bagian pangkal ujung daun meruncing. Pada permukaan daun bagian atas berwarna hijau tua, sedangkan dibagian bawah berwarna hijau muda. Panjang tangkai daunnya berkisar 2-4 cm yang Gambar.20. daun cabai kering melekat pada percabangan, sedangkan tulang daunnya berbentuk menyirip. 2) Batang Batang cabai tumbuh tegak, berwarna hijau tua dan berkayu. Pada membentuk Gambar.21. batang cabai kering ketinggian batang tertentu akan percabangan seperti huruf “Y”. Batangnya berbentuk silindris, berukuran diameter kecil dengan tajuk daun lebar dan buah cabai yang lebat. 3) Akar Akar tanaman cabai tumbuh menyebar dalam tanah terutama akar cabang dan akar rambut. Bagian ujung akarnya hanya mampu menembus tanah sampai kedalaman 25-30 cm. Oleh karena itu dilakukan supaya perkembangan akar sempurna. penggemburan tanah harus

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 4) Bunga Bunga cabai termasuk berkelamin ganda, karena pada satu bunga terdapat kepala sari dan kepala putik. Bunga cabai tersusun dari tangkai bunga yang berukuran panjang berkisar 1-2 cm, kelopak bunga, Gambar.22. bunga cabai kering mahkota bunga dan alat kelamin yang meliputi kepala sari dan kepala putik. Mahkota bunganya berwarna putih dan mengalami rontok bila buah mulai terbentuk. Jumlah mahkota bunga bervariasi antara 5-6 kelopak bunga. Kepala putik barwarna kuning kehijauan dan tangkai kepala putiknya berwarna putih, panjangnya berkisar 0,5 cm. Sedangkan kepala sari yang telah masak berwarna biru sampai ungu. Tangkai sarinya berwarna putih dengan panjang 0,5 cm. Letak bunganya berada pada posisi menggantung, berukuran panjang antara 1-1,5 cm, lebarnya berkisar 0,5 cm dan warna bunganya menarik. 5) Buah Buah cabai kebanyakan berbentuk memanjang yang berukuran panjang dan lebar sangat bervariasi, tergantung varietasnya. Buah cabai biasanya muncul dari percabangan atau ketiak daun dengan posisi buah menggantung. Buah cabai yang masih muda berwarna hijau, berangsur-angsur berubah menyala setelah buahnya tua. Gambar.23. buah cabai kering menjadi merah

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 6. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan cabai 1) Faktor Genetik Perbedaan susunan genetik merupakan salah satu faktor penyebab keragaman penampilan tanaman (Sitompul & Gutitno. 2010). Penampilan tanaman cabai dapat dilihat dari ciri-ciri fisik. Berikut adalah ciri-ciri fisik cabai rawit dan cabai keriting (Suriana.2012): - Cabai Rawit  Tinggi tanaman ± 55 – 70 cm dan warna batang hijau.  Daun berbentuk oval, rata tidak bergerigi, dan ujung lancing. Permukaan daun tidak bergelombang (rata) dan berwarna hijau. Daun berukuran sedang dengan panjang sekitar 4,7 cm dan lebar 2,3 cm. - Cabai Keriting  Tinggi tanaman mencapai ± 70-120 cm dengan kanopi kompak dan warna batang hijau tua.  Daun berwarna hijau tua dengan ukuran panjang 13-14 cm dan lebar 5-6 cm. 2) Faktor Lingkungan - Tanah Pada umumnya cabai dapat ditanam pada daratan rendah sampai ketinggian 2000 meter dpl. Cabai dapat beradaptasi dengan baik pada temperature 24-270 Celsius dengan kelembaban yang tidak terlalu tinggi. Hampir semua jenis tanah yang cocok untuk budidaya tanaman pertanian cocok pula bagi tanaman cabai. Tanaman cabai dapat ditanaman pada tanah sawah

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 maupun tegalan. Untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas hasil yang tinggi, cabai menghendaki tanah yang subur, gembur, kaya bahan organik, tidak mudah becek (menggenang), bebas cacing (nematoda) dan penyakit menular. Kisaran pH tanah yang ideal adalah 6,5-6,8. Pada pH di bawah 6,5 atau diatas 6,8 pertumbuhan cabai akan terhambat yang berakibat rendahnya produksi. Pada tanah yang tergenang seringkali menyebabkan gugur daun dan tanaman mudah terserang penyakit layu. (Alex S, 2013). Untuk pertumbuhan yang optimal, tanaman cabai memerlukan intensitas cahaya matahari sekurang-kurangnya selama 10-12 jam untuk proses fotosintesis, pembentukan bunga dan buah, serta pemasakan buah. - Iklim Pada umumnya cabai ditanam di daratan rendah sampai pegunungan (daratan tinggi) + 2000 meter dpl yang membutuhkan iklim tidak terlalu dingin dan tidak terlalu lembab. Temperatur yang baik untuk tanaman cabai adalah 24-27 0 C, dan untuk pembentukan buah pada kisaran 16-230C. Setiap varietas cabai hibrida mempunyai daya penyesuaian tersendiri terhadap lingkungan tumbuh. Cabai hibrida Hot Beauty dan Hero dapat bereproduksi dengan baik di daratan rendah samapai daratan tinggi + 1200 m dpl.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 7. Hama dan Penyakit Menurut Tjahjadi (2012) tanaman semusin seperti Cabai keadaan ekologinya berubah-ubah terus. Hal ini mengakibatkan tidak stabilnya keseimbangan antara populasi hama dan musuh alami (predator, parasite dan pantogen). Berbeda dengan tanaman tahunan yang ekosistemnya sudah stabil, sehingga keseimbangan populasi hama dan musuh alami terjadi. Adapun hama dan penyakit tanaman cabai sebagai berikut : - Nematoda perusak akar Meloidogyne adalah nematoda perusak akar pada berbagai tanaman, termasuk di antaranya tanaman cabai dan famili solanaceae lainnya. Tanaman akan tumbuh terhambat dan kerdil, jika dicabut akan menampakkan gejala bintil akar. Pengendalian dilakukan dengan pengolahan tanah yang baik, penanaman varietas resisten dan penggunaan nematisida yang sesuai dengan keadaan setempat. - Ulat perusak daun Ulat penggulung daun Phthorimaea makan daun cabai. Ulat pemakan daun Spodoptera dan Plusia makan daun pada waktu sore atau senja hari, pada siang hari ulat bersembunyi dibalik daun. Pengendalian dilakukan dengan menyemprot insektisida sistemik atau bersifat racun perut. Valaga atau belalang jarang menimbulkan kerusakan berat pada cabai, sehingga tidak perlu dilakukan pengendalian khusus. - Kutu penghisap daun Kutu daun Aphis menghisap cairan daun dan pucuk cabai, daun yang berkembang menjadi keriting, pembentukan bunga terhambat. Aphis juga dapat menularkan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 virus keriting, mosaic dan kerdil. Tungau Tetranychus akan menimbulkan bercak merah kecoklatan. - Penyakit busuk daun Patogen penyebab penyakit ini adalah Phytophthora capsi. Gejala serangan ditunjukan dengan layunya pucuk daun, kemudian membusuk dan gugur. Penyakit ini timbul jika keadaan cuaca lembab. Sumber penularan di antaranya pupuk kandang atau kompos yang belum masak. - Penyakit busuk batang Patogen penyebab penyakit ini yaitu cendawan Pythium. Patogen menyerang tanaman di pembibitan dan yang sudah dipindah ke lapang. Tanman yang diserang tampak layu, kemudian mati. Jika tanaman diperikasa maka batangnya busuk. Penyabaran penyakit ini melalui aliran air tanah atau air hujan. - Penyakit gugur daun Patogen penyebab penyakit ini adalah cendawan Oidium. Akibat serangannya daun menguning dan gugur sebelum waktunya. - Penyakit bercak daun Patogen penyabab penyakit ini adalah cendawan Cercospora capsici. Patogen menyebabkan bercak pada daun dan batang. Bercak berbentuk bulat atau oblong, bangian pusatnya berwarna abu-abu dan tepinya cokelat kekuningan. Jika serangan berat, daun yang terserang akan rontok.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 B. Bunyi Bunyi atau suara adalah gelombang mekanis elastiklongitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Sumber gelombang bunyi adalah benda-benda yang bergetar pada frekuensi batas dengar. Misalnya getaran gawai (gitar,biola), getaran kolom suara ( pipa organa, suling), getaran pelat/membrane (gong,kendang) (Sarojo,2011). Giancoli (2001) membedakan tiga aspek bunyi yaitu: Pertama, pasti ada sumber bunyi; dan seperti halnya dengan gelombang, sumber gelombang bunyi merupakan benda yang bergetar. Kedua, energi yang dipindahkan dari sumber dalam bentuk gelombang bunyi longitudinal.Dan ketiga, bunyi dideteksi oleh telinga atau sebuah alat. C. Music Rock Musik rock merupakan suatu jenis musik popular yang muncul pada abad ke-19. Pada awalnya dengan istilah Rock “N”Roll yang merupakan perluasan dari gaya RnB. R&B (ditulis juga RnB, merupakan singkatan dari rhythmand blues) adalah genremusik populer yang menggabungkan jazz, gospel, dan blues, aliran jenis ini pertama kali diperkenalkan oleh pemusik Afrika-Amerika. Jenis musik ini didominasi suara gitar yang dimainkan dengan efek distorsi dengan melodi yang melengking dan nada-nada yang frekuensinya sulit dinikmati karena memiliki frekuensi yang tinggi. Menurut Utami (2012) musik rock memiliki frekuensi yang tinggi dibandingkan musik lain seperti musik klasik dan pop. Frekuensi yang dihasilkan

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 untuk music hard rock adalah 320 kbps (640 Hertz), musik klasik 256 kbps (512 Hertz)dan musik pop 192 kbps(384 Hertz). Frekuensi ini diukur menggunakan alat sound level meter. D. Pengaruh Frekuensi Suara pada Tumbuhan Ada beberapa range frekuensi yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman. Pada teknologi Sonic Bloom Range frekuensi yang digunakan adalah 3500 – 5000 Hertz, frekuensi ini mirip dengan frekuensi suara burung. Pada frekuensi ini, tumbuhan akan merespon ditandai dengan membukanya stomata lebih lebar. Iriani dkk (2005) menyebutkan bahwa suara yang memiliki panjang gelombang 3000-5000 kHZ mampu menggerakkan sitoplasma di dalam sel mulut daun (stomata) dan turgorsitas sel ditingkatkan sehingga mulut daun membuka secara optimal. Kondisi seperti ini dinyatakan oleh Dikson ( dalam Iriani. 2005) , bahwa efek suara mampu mempengaruhi membrane sel tanaman serta meningkatkan tekanan osmostik pada sel, sehingga serapan dan translokasi mineral dan asimilasi tanaman menjadi lebih baik serta sel akan bertambah tinggi turgositasnya. Tidak hanya frekuensi ini yang dapat mempercepat atau mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Suwardi (2010) menemukan bahwa frekuensi 5-10 kHz atau 5000 Hz-10.000 Hz mendapat respon yang baik dari benih kedelai, diduga frekuensi ini dapat merangsang aktivitas enzim pada kotiledon benih sehingga dapat tumbuh dengan cepat. Rambatan energi yang menyertai getaran bunyi sangat mempengaruhi berbagai proses yang berlangsung dalam sel benih kedelai terkait dengan fisiologisnya. Rambatan energi yang

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 disertai getaran bunyi ini membantu menggerakkan air yang masuk ke dalam benih pada tahap imbibisi. Semakin cepat air masuk ke dalam benih, semakin cepat proses perkecambahan benih.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Eksperimental. Menurut Taniredja & Mustafidah (2011), penelitian eksperimen merupakan salah satu jenis penelitian kuantitatif yang sangat kuat mengukur sebab akibat yaitu membandingkan efek variasi variabel bebas terhadap variabel tergantung melalui manipulasi atau pengendalian variabel bebas tersebut. B. Variabel Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Variabel bebas : musik hark rock yaitu Korn – Jingle Bells (Death Metal Version) Variabel terikat : Tinggi tanaman dan jumlah daun serta biomassa tanaman Variabel Kontrol : - Media - Air - Umur cabai yaitu berumur 15 hari. - jumlah daun awal yaitu 4 helai daun. - Tinggi awal tanaman yang digunakan yaitu 2,5 cm dari permukaan tanah. - tingkat kebisingan musik yaitu dengan kebisingan 87,2 dB – 101,5 dB setara dengan frekuensi 1,5 Hz – 1,7 Hz. 26

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 C. Tempat dan Waktu Penelitiaan 1. Tempat penelitian Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Biologi Sanata Dharma 2. Waktu penelitian Penelitian dilaksanakan pada 7 Maret – 22 April 2014 D. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui berbagi serangkaian kegiatan: 1. Persiapan media tanam. Pengisisan media tanam dilakukan 3 hari sebelum biji ditanam, hal ini dilakukan agar media didalam polibag padat. Sebelum melakukan penanaman didalam polibag harus terlebih dahulu melakukan persiapan media. Media yang digunakan di dalam penelitian ini adalah media tanah yang dicampur dengan pupuk. Langkah-langkah persiapan media: a. Dipastikan jenis tanah dan pupuk yang hendak digunakan sama. b. Menghitung kebutuhan media campuran tanah dengan perbandingan 2 : 1 (2 untuk tanah dan 1 untuk pupuk kompos). c. Mengumpulkan tanah dan pupuk. d. Melakukan proses pembuatan media campuran tanah, pupuk. 2. Persiapan pembenihan. a. Benih cabai berupa biji dibeli dari ditoko pertanian.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 b. Sebelum disemai, benih disortasi terlebih dahulu dengan cara merendamnya di sebuah wadah berisi air. Benih yang mengapung dibuang, sementara yang tenggelam diambil dan direndam dengan air hangat selama satu malam untuk merangsang perkecambahan. c. Benih yang sudah siap, disemai pada media semaian yang sudah disediakan. d. Benih yang baru tumbuh,dirawat dan disiram. e. Benih yang sudah tumbuh diseleksi untuk digunakan dalam perlakuan penelitian ini. f. Benih yang diseleksi adalah benih yang berumur 15 hari dan memiliki 4 helai daun 3. Perlakuan selama 1 bulan. a. Sebelum musik diputar polibag dimasukan kedalam kotak yang kedap suara. Kotak kedap suara terbuat dari kaca sehingga cahaya masih dapat masuk ke kotak tersebut. Kotak kedap suara ini berfungsi agar musik tidak mempengaruhi tanaman kontrol. Fungsi kedua yaitu agar menekan serangan dari hama dan penyakit. b. Musik diukur kebisingan menggunakan sound level meter. c. Musik rock akan diputar setiap pagi selama 2 jam setiap hari. Peneliti memilih pemutaran musik pada pagi hari, agar memicu penyerapan CO2 lebih cepat dari awal pembukaan stomata. d. Musik diputar menggunakan sebuah mp3 player dan speaker digunakan untuk membantu memperjelas suara musik.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 4. Tanaman kontrol Penanaman tanaman kontrol sama seperti tanaman perlakuan hanya tanaman kontrol tidak diputarkan musik. 5. Jumlah Sampel - Jumlah tanaman cabai rawit yang digunakan sebanyak 40 bibit,yang terdiri dari tanaman perlakuan sebanyak 20 bibit dan untuk tanaman kontrol sebanyak 20 bibit. - Jumlah tanaman cabai keriting yang digunakan sebanyak 40 bibit, yang terdiri dari tanaman perlakuan sebanyak 20 bibit dan untuk tanaman kontrol sebanyak sebanyak 20 bibit. - Total jumlah sempel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 80 bibit. E. Teknik Pengumpulan Data Pengambilan data dilakukan selama perlakuan yaitu satu bulan. Data dalam penelitian ini adalah tinggi batang dan jumlah daun serta biomassa. Pengukuran dilakukan 5 hari sekali selama satu bulan. Untuk mengetahui tinggi tanaman, peneliti menggunakan pengukuran terhadap tinggi batang tanaman menggunakan alat ukur berupa penggaris. Sedangkan untuk mengetahui jumlah daun dengan menghitung jumlah daun setiap 5 hari. Untuk mengetahui data biomassa tanaman peneliti melakukan penimbangan tanaman yaitu berat basah dan berat kering. Berat basah tanaman ditimbang setelah pengukuran tinggi batang dan perhitungan jumlah daun selesai yaitu dilakukan diakhir penelitian.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Tanaman dibersihkan lalu ditimbang sebelum layu. Sedangkan untuk berat kering, tanaman dikeringkan selama tiga hari dibawah sinar matahari. Data yang diperoleh dimasukan kedalam tabel berikut : Tabel 1. Data Pengukuran Tinggi Tanaman dan Jumlah Daun Cabai Rawit dan Cabai Keriting Perlakuan Ulangan no Tanggal Katagori R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 Dst 1 CR TB JD CK TB JD 2 CR TB JD CK TB JD 3 CR TB JD CK TB 4 CR CK 5 CR CK Keterangan : CR : Cabai Rawit JD : Jumlah daun JD TB JD TB JD TB JD TB JD CK : Cabai Keriting TB : Tinggi batang R1 : pengulangan 1 dst. Tabel 2. Data Pengukuran Tinggi Tanaman dan Jumlah Daun Cabai Rawit dan Cabai Keriting Kontrol Ulangan no Tanggal katagori R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 1 CR TB JD CK TB JD 2 CR TB Dst

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 CK 3 CR JD TB JD TB JD no Tanggal katagori CK TB JD CR TB JD CK TB JD CR TB JD CK TB JD Keterangan : CR : Cabai Rawit JD : Jumlah daun 4 5 R1 R2 R3 R4 CK : Cabai Keriting R1 : pengulangan 1 dst Ulangan R5 R6 R7 R8 R9 Dst TB : Tinggi batang Tabel 3. Data Berat Basah dan Berat Kering Cabai Rawit dan Cabai Keriting Ulangan Perlakuan Berat basah Berat kering CK CK CR CK Kontrol Berat basah Berat kering CR CK CR CK R1 R2 R3 Dst.. Keterangan : CR : Cabai Rawit TB : Tinggi batang CK : Cabai Keriting JD : Jumlah daun R1 : pengulangan 1 dst. F. Analisis Data Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman dan jumlah daun serta Biomassa tanaman. Data mentah tinggi batang dan jumlah daun dihitung selisih antar pengukuran yaitu ukuran kedua dikurang pengukuran

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 pertama dan seterusnya. Setelah diketahui selisih pengukuran semua ulangan, kemudian dicari rata-ratanya. Rata-rata ini yang digunakan untuk dianalisis. Untuk biomassa tanaman yaitu data berat basah dan berat kering setiap ualangan langsung dianalisis. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) One Way dilanjutkan dengan Uji Lanjutan yaitu LSD (Least Significance Different) / BNT (Beda Nyata Terkecil). G. Instrument Penelitiaan - Alat dan bahan: 1. 80 buah polibag 2. 1 buah mp3 player 3. Speaker 4. Sound level meter 5. Pengaris 6. 2 kotak kedap suara (aquarium). 7. Musik Hard Rock “ Korn” 8. Hand sprayer 9. Ayakan 10. Kertas label 11. Alat tulis 12. 80 tanaman cabai. 13. Tanah kebun 14. Pupuk kompos 15. Air.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil 1. Hasil rata-rata pertumbuhan Berikut adalah hasil perhitungan rata-rata tinggi batang dan jumlah daun, rata-rata berat basah, berat kering cabai rawit dan cabai keriting: a) Tinggi batang tanaman Tabel 4. Rata-rata tinggi batang (cm) per 5 hari Jenis Cabai Cabai rawit (P) Cabai keriting (P) Cabai rawit (K) Cabai keriting (K) awal I II 2,5 2,5 2,5 2,5 3,44 4,37 3,09 4,67 4,44 6,90 3,90 6,72 Pengukuran III IV 6,31 10,34 5,43 9,09 9,09 13,99 7,35 11,33 V VI 12,61 18,22 9,99 14,08 16,06 22,44 13,37 16,18 Dari tabel diatas diketahui pertumbuhan tinggi batang cabai rawit dan cabai keriting mengalami peningkatan di setiap pengukuran. Tabel 5. Rata-rata Pertumbuhan Kumulatif tinggi batang tanaman Perlakuan Kontrol Cabai Rawit (P) Cabai Keriting (P) Cabai Rawit (K) Cabai Keriting (K) 13,56 cm 19,94 cm 10,87 cm 13,68 cm Dari tabel rata-rata pertumbuhan kumulatif tinggi batang diatas diketahui bahwa tanaman cabai keriting merupakan cabai yang memiliki rata-rata tertinggi yaitu 19,94 cm bila dibandingkan dengan cabai rawit yaitu 13,56 cm maupun dibandingkan dengan tanaman kontrol cabai keriting yaitu 13,68 cm. 33

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 b) Jumlah daun tanaman Tabel 6. Rata-rata jumlah daun per 5 hari Jenis Cabai Pengukuran awal I II III IV V VI Cabai rawit (perlakuan) 4 3,9 4,4 5,5 6,4 7,2 7,9 Cabai keriting (perlakuan) Cabai rawit (kontrol) Cabai keriting (kontrol) 4 4 4 4 3,9 3,8 4,9 4,2 4,6 6,6 5,4 5,7 7,9 5,9 6,5 9,2 6,6 7,3 9,8 7,5 8,7 Dari tabel diatas diketahui bahwa jumlah daun cabai rawit dan cabai keriting mengalami peningkatan/ penambahan di setiap pengukuran. Tabel 7. Rata-rata penambahan Kumulatif jumlah daun tanaman Perlakuan Cabai Rawit Cabai Keriting 3,9 helai 5,8 helai Cabai Rawit 3,5 helai Kontrol Cabai Keriting 4,7 helai Dari tabel rata-rata penambahan kumulatif jumlah daun diatas diketahui bahwa tanaman cabai keriting merupakan cabai yang memiliki rata-rata tertinggi yaitu 5,8 helai bila dibandingkan dengan cabai rawit yaitu 3,9 helai maupun dibandingkan dengan tanaman kontrol cabai keriting yaitu 4,7 helai. c) Berat basah tanaman Tabel 8. Rata-rata berat basah tanaman Perlakuan Cabai Rawit 1,561 gram Cabai Keriting 1,598 gram Kontrol Cabai Rawit 1,128 gram Cabai Keriting 0,787 gram

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Dari tabel rata-rata berat basah diatas diketahui bahwa tanaman cabai keriting merupakan cabai yang memiliki rata-rata tertinggi yaitu 1,598 gram bila dibandingkan dengan cabai rawit yaitu 1,561 gram maupun dibandingkan dengan tanaman kontrol cabai keriting yaitu 0,787 gram. d) Berat kering tanaman Tabel 9. Rata-rata berat kering tanaman Perlakuan Kontrol Cabai Rawit Cabai Keriting Cabai Rawit Cabai Keriting 0,158 gram 0,118 gram 0,086 gram 0,062 gram Dari tabel rata-rata berat kering tanaman diatas diketahui bahwa tanaman cabai rawit merupakan cabai yang memiliki rata-rata tertinggi yaitu 0,158 gram bila dibandingkan dengan cabai keriting yaitu 0,118 gram maupun dibandingkan dengan tanaman kontrol cabai rawit yaitu 0,086 gram. 2. Hasil uji Anova dan uji lanjutan tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah, berat kering. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang nyata diantara pertumbuhan cabai rawit dan cabai keriting berserta kontrol, dilakukan Uji Anova. Sebelum dilakukan uji anova, data hasil pengukuran pertumbuhan tanaman cabai terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan yaitu uji normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji Homogenitas. Hasil yang diperoleh dari uji tersebut menunjukan bahwa data sudah homogen dan normal. Hasil uji homogenitas dan normalitas terlampir. Pada uji anova berat basah tanaman diperoleh F hitung = 13,153 (F hitung > F tabel) dan hasil anova berat kering tanaman diperoleh F hitung = 11,139 (F hitung > F tabel). Pada uji anova tinggi batang tanaman diperoleh F hitung =

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 44,801 (F hitung > F tabel) dan hasil uji anova jumlah daun diperoleh F hitung = 18,301 (F hitung > F tabel). Uji anova menunjukan bahwa musik rock mempengaruhi pertumbuhan secara signifikan atau terdapat perbedaan yang nyata diantara empat kelompok cabai tersebut pada semua parameter pertumbuhan. Kemudian setelah melakukan uji anova, dilakukan perbandingan lebih menggunakan uji lanjutan LSD ( Least Significance Different )yaitu sebagai berikut: a) Tinggi batang tanaman LSD (Least Significance Different) pada tinggi batang menunjukan bahwa keempat kelompok tersebut memiliki hasil perbandingan sebagai berikut: 1) Perbandingan rata-rata tinggi batang antara cabai rawit (treatman) – cabai rawit (kontrol) memiliki nilai sig (0,009) < α (0,05) menunjukan bahwa perbedaan rata-rata tinggi batang signifikan dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua tinggi batang tersebut. 2) Perbandingan rata-rata tinggi batang antara cabai keriting (treatman) – cabai keriting (kontrol) memiliki nilai sig (0,000) < α (0,05) menunjukan bahwa perbedaan rata-rata tinggi batang signifikan dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua tinggi batang tersebut. 3) Perbandingan rata-rata tinggi batang antara cabai rawit (treatman) – cabai keriting (treatman) memiliki nilai sig (0,000) < α (0,05) menunjukan bahwa perbedaan rata-rata tinggi batang signifikan

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua tinggi batang tersebut. 4) Perbandingan rata-rata tinggi batang antara cabai rawit (kontrol) – cabai keriting (kontrol) memiliki nilai sig (0,000) < α (0,05) menunjukan bahwa perbedaan rata-rata tinggi batang signifikan dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua tinggi batang tersebut. b) Jumlah daun tanaman LSD (Least Significance Different) pada jumlah daun menunjukan bahwa keempat kelompok tersebut memiliki hasil perbandingan sebagai berikut: 1) Perbandingan rata-rata jumlah daun antara cabai rawit (treatman) – cabai rawit (kontrol) memiliki nilai sig (0,141) > α (0,05) menunjukan bahwa perbedaan rata-rata jumlah daun tidak signifikan dengan kata lain tidak terdapat perbadaan yang nyata diantara kedua jumlah daun tersebut. 2) Perbandingan rata-rata jumlah daun antara cabai keriting (treatman) – cabai keriting (kontrol) memiliki nilai sig (0,000)< α (0,05) menunjukan bahwa perbedaan rata-rata jumlah daun signifikan dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua jumlah daun tersebut. 3) Perbandingan rata-rata jumlah daun antara cabai rawit (treatman) – cabai keriting (treatman) memiliki nilai sig (0,000) < α (0,05) menunjukan bahwa perbedaan rata-rata jumlah daun signifikan

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua jumlah daun tersebut. 4) Perbandingan rata-rata jumlah daun antara cabai rawit (kontrol) – cabai keriting (kontrol) memiliki nilai sig (0,021) < α (0,05) menunjukan bahwa perbedaan rata-rata jumlah daun signifikan dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua jumlah daun tersebut. c) Berat basah tanaman LSD (Least Significance Different) pada berat basah tanaman menunjukan bahwa keempat kelompok tersebut memiliki hasil perbandingan sebagai berikut: 1) Perbandingan rata-rata berat basah antara cabai rawit (treatman) – cabai rawit (kontrol) memiliki nilai sig (0,005) < α (0,05) menunjukan bahwa perbedaan rata-rata berat basah signifikan dengan kata lain terdapat perbadaan yang nyata diantara kedua berat basah tersebut. 2) Perbandingan rata-rata berat basah antara cabai keriting (treatman) – cabai keriting (kontrol) memiliki nilai sig (0,000) < α (0,05) menunjukan bahwa perbedaan rata-rata berat basah signifikan dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua berat basah tersebut. 3) Perbandingan rata-rata berat basah antara cabai rawit (treatman) – cabai keriting (treatman) memiliki nilai sig (0,899) > α (0,05) menunjukan bahwa perbedaan rata-rata berat basah tidak signifikan

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 dengan kata lain tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua berat basah tersebut. 4) Perbandingan rata-rata berat basah antara cabai rawit (kontrol) – cabai keriting (kontrol) memiliki nilai sig (0,023) < α (0,05) menunjukan bahwa perbedaan rata-rata berat basah signifikan dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua berat basah tersebut. d) Berat kering tanaman LSD (Least Significance Different) pada berat kering tanaman menunjukan bahwa keempat kelompok tersebut memiliki hasil perbandingan sebagai berikut: 1) Perbandingan rata-rata berat kering antara cabai rawit (treatman) – cabai rawit (kontrol) memiliki nilai sig (0,000) < α (0,05) menunjukan bahwa perbedaan rata-rata berat kering signifikan dengan kata lain terdapat perbadaan yang nyata diantara kedua berat kering tersebut. 2) Perbandingan rata-rata berat kering antara cabai keriting (treatman) – cabai keriting (kontrol) memiliki nilai sig (0,002) < α (0,05) menunjukan bahwa perbedaan rata-rata berat kering signifikan dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua berat kering tersebut. 3) Perbandingan rata-rata berat kering antara cabai rawit (treatman) – cabai keriting (treatman) memiliki nilai sig (0,025) < α (0,05) menunjukan bahwa perbedaan rata-rata berat kering signifikan

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 dengan kata lain terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua berat kering tersebut. 4) Perbandingan rata-rata berat kering antara cabai rawit (kontrol) – cabai keriting (kontrol) memiliki nilai sig (0,179) > α (0,05) menunjukan bahwa perbedaan rata-rata berat kering tidak signifikan dengan kata lain tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara kedua berat kering tersebut. B. Pembahasan Pada penelitian ini, diketahui bahwa pemutaran musik rock terhadap parameter tinggi batang tanaman cabai rawit dan cabai keriting memberikan hasil yang berbeda secara nyata. Penambahan tinggi batang pada setiap pengukuran mengalami peningkatan laju pemanjangan. Pada tinggi batang cabai rawit, tinggi batang awal 2,5cm kemudian setelah pemutaran musik penambahan mencapai 13,56 cm sedangkan tinggi tanaman cabai keriting yang awalnya 2,5 cm, penambahan tinggi mencapai 19,94cm. Pada parameter tinggi batang, diketahui juga bahwa tanaman cabai rawit dan cabai keriting yang diputarkan lagu/ musik rock yang digunakan dalam penelitian dapat mempercepat penambahan tinggi batang tanaman cabai rawit dan cabai keriting dibandingkan tanaman kontrol. Hal ini diperkuat dengan Uji LSD (Least Significance Different) yang menunjukan perbedaan yang nyata pada masing-masing perbandingan. Respon perlakuan terhadap penambahan jumlah daun pada cabai rawit dan cabai keriting menunjukan hasil yang berbeda. Pada cabai keriting, pemutaran musik rock menunjukan ada peningkatan jumlah daun dibandingkan dengan

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 kontrol. Sedangkan pada cabai rawit, pemutaran musik rock tidak menunjukan peningkatan dibandingkan kontrol. Hal ini dikarenakan pada tanaman cabai rawit perlakuan, beberapa tanaman ulangan daunnya mengalami busuk pucuk. Busuk pucuk timbul akibat serangan penyakit karena cuaca lembab (Tjahjadi, 2012). Pada saat dilakukan penelitian ini sedang dalam musim hujan. Hujan sering turun pada sore hari sehingga air yang masuk kedalam polybag bertambah yang kemudian membuat tanah didalam polybag menjadi sangat basah. Pada tanaman cabai jenis cabai rawit, penyerapan air sangat lambat terkait dengan fisiologinya. Keadaan ini yang menyebabkan pertumbuhan daun pada cabai rawit kurang maksimal. Pada cabai keriting penyakit busuk pucuk terlihat pada akhir pengukuran. Hal ini dikarenakan cabai keriting dapat menyerap air dengan cepat sehingga air yang terdapat di tanah dalam polybag tidak menyababkan air menggenang terlalu lama sehingga tanah menjadi lembab. Ini dapat dilihat dari berat basah dan berat kering tanaman cabai keriting yang berbeda yaitu berat basah cabai rawit lebih tinggi dari barat basah cabai rawit sedangkan berat kering cabai keriting lebih rendah dari cabai rawit. Penambahan tinggi batang dan jumlah daun ini diduga menunjukan bahwa musik rock dapat menyebabkan stomata terbuka lebih optimal. Sehingga CO2 (karbondioksida) dapat diserap lebih banyak oleh daun. Karbondioksida (CO2 ) dibutuhkan dalam proses fotorespirasi tanaman, yang mana fotorespirasi ini mempengaruhi laju fotosintesis tanaman. Beberapa faktor yang mempengaruhi fotosintesis menurut Salisbury (1995) adalah ketersediaan H2O, CO2, cahaya, hara dan suhu serta umur tanaman dan genetik tumbuhan . Hasil dari fotosintesis ini digunakan untuk aktifitas pemanjangan dan pembelahan sel di daerah meristem

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 apical yang kemudian akan menambahkan tinggi batang dan pertumbuhan jumlah daun tumbuhan. Berikut adalah rata-rata kumulatif tinggi batang dan jumlah daun tanaman cabai rawit dan cabai keriting: Rata-rata kumulatif tinggi batang tanaman tinggi batang (cm) 20 15 10 5 0 cabai rawit cabai keriting cabai rawit kontrol cabai keriting kontrol Gambar 24. Grafik tinggi batang tanaman. Rata-rata jumlah daun tanaman jumlah daun (helai) 6 5 4 3 2 1 0 cabai rawit cabai keriting Gambar 25. Grafik jumlah daun tanaman. cabai rawit kontrol cabai keriting kontrol

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Berat basah tanaman merupakan berat tanaman pada saat masih hidup dan ditimbang langsung setelah panen, sebelum tanaman menjadi layu karena kehilangan air. Sedangkan berat kering tanaman merupakan keseimbangan antara pengambilan CO2 (fotosintesis) dan pengeluaran CO2 (respirasi). Apabila respirasi lebih besar dibandingkan fotosintesis, maka tumbuhan itu akan berkurang berat keringnya (Lakitan, 1996). Berat basah dan berat kering tanaman cabai rawit dan cabai keriting perlakuan menunjukan peningkatan berat dibandingkan dengan tanaman kontrol. Ini menunjukan bahwa pemberian musik rock dapat meningkatkan berat basah dan berat kering tanaman cabai rawit dan cabai keriting. Oleh Longman,B (1989 dalam Salisbury & Ross. 1995) mengatakan peningkatan biomassa tanaman dipengaruhi oleh banyaknya absorpsi air dan penimbunan hasil fotosintesis. Hal ini sesuai dengan pendapat Curtis & Clark (1995 dalam Bulletin Anatomi dan Fisiologi. 2007), yang menyatakan bahwa fotosintesis yang sedang berlangsung tergantung pada absorpsi karbondioksida yang dipengaruhi oleh membuka dan menutupnya stomata. Peningkatan berat pada tanaman perlakuan disebabkan reduksi karbondioksida menjadi karbohidrat. Jika penyerapan karbondioksida meningkat maka reduksi karbondioksida menjadi karbohidrat meningkat. Karbohidrat yang dihasilkan ditimbun sebagai cadang makanan bagi tumbuhan. Dengan timbunan karbohidrat dan hasil fotosintesis lain ini yang menyebabkan tanaman itu memiliki berat. Pada tanaman perlakuan, rata-rata berat basah cabai keriting terlihat lebih berat dibanding rata-rata berat basah cabai rawit. Sedangkan untuk rata-rata berat keringnya, cabai keriting mengalami penurunan berat sehingga beratnya lebih rendah dibanding berat cabai rawit. Hal ini dikarenakan pada cabai keriting

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 mengalami laju respirasi yang cepat dibandingkan dengan cabai rawit. Pada cabai keriting sel banyak menyimpan hasil fotosintesis, hal ini diperkuat dengan berat basah cabai keriting lebih tinggi dari cabai rawit. Ketersediaan substrat merupakan faktor yang mempengaruhi laju respirasi. Bila ketersediaan substrat rendah maka laju respirasi juga rendah. Pada penelitian ini, berat basah cabai keriting memiliki berat yang lebih besar daripada berat basah cabai rawit. Sehingga berat kering cabai keriting lebih rendah dari cabai rawit. Ini sesuai dengan pendapat Laktin (1996) bahwa bila pengeluaran CO2 (respirasi) lebih besar dibandingkan pengambilan CO2 (fotosintesis) tumbuhan akan berkurang berat keringnya. Berikut adalah rerata berat basah dan berat kering tanaman cabai rawit dan cabai keriting: Rata-rata berat basah tanaman 1.6 berat basah (gram) 1.4 1.2 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 1 2 3 4 jenis cabai (1= cabai rawit perlakuan, 2=cabai keriting perlakuan, 3= cabai rawit kontrol, 4= cabai keriting kontrol) Gambar 26. Grafik berat basah tanaman

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Rata-rata berat kering tanaman 0.16 berat kering (gram) 0.14 0.12 0.1 0.08 0.06 0.04 0.02 0 1 2 3 4 Jenis Cabai (1 = cabai rawit perlakuan, 2 = cabai keriting perlakuan, 3 = cabai rawit kontrol, 4 = cabai rawit kontrol) Gambar.27. Grafik berat kering tanaman. C. Hambatan dalam Penelitian. Hambatan yang dialami adalah musim hujan yang terjadi selama penelitian. Air hujan menyebabkan tanah dalam polybag sangat basah sehingga menyebabkan kelembaban yang tinggi. Kelembaban yang tinggi menyebabkan hama dan penyakit mudah menyerang. Oleh karena itu pertumbuhan tanaman cabai rawit menjadi terhambat.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN Berbagai aspek dalam penelitian dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan dalam proses pembelajaran di SMA kelas XII semester 1 pada pembelajaran pertumbuhan dan perkembangan pada kompetensi dasar: 3.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan mahluk hidup berdasarkan percobaan. 4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkenbangan tanman, dan melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar. Pengaplikasian materi pertumbuhan dan perkembangan dalam proses pembelajaran dilakukan dengan pendekatan saentific dimana siswa diajak untuk mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Pembelajaran juga dilakuakan dengan model pembelajaran kooperatif dan discovery. Pada model pembelajaran discovery, guru menuntun siswa untuk menemukan faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. (Silabus dan RPP terlampir) 46

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan di lab Biologi Sanata Dharma Yogyakarta, dapat ditarik kesimpulan bahwa : - Musik Rock dapat mempengaruhi secara nyata pada pertumbuhan tinggi batang Cabai Rawit dan Cabai Keriting. - Pertumbuhan cabai keriting lebih baik dari pada pertumbuhan cabai rawit. B. Saran Dari hasil penelitian yang telah dilakuakan dapat dikemukakan saran sebagai berikut: 1. Perlu dilakuan penelitian lebih lanjut mengenai kepadatan stomata pada cabai rawit dan cabai keriting. 2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh musik terhadap pertumbuhan bunga dan buah cabai. 3. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai waktu pemutaran musik yang ideal untuk pertumbuhan tanaman. 4. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan musik dilahan terbuka terhadap pertumbuhan tanaman. 5. Dalam penelitian serupa mengenai pengaruh musik perlu diperhatikan kelembapan tanah dalam polybag yaitu jangan terlalu basah. 47

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Alex S. 2013. Usaha Tani Cabai: kiat jitu bertanam cabai di segala musim. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Anonim. 2007. Pengaruh pemberian pupuk cair terhadap pertumbuhan dan produksi kentang (Solanum tuberasum L.). Bulletin Anatomi dan Fisiologi.vol.XV, No. 2, hal. 29-30 Cahyono,B. 2003. Cabai Rawit : Teknik Budidaya & Analisis Usaha Tani. Yogyakarta: Kanisius. Campbell, N. A.2003. BIOLOGY,Fifth Edition, diterjemahkan oleh Manalu,Wasmen. Jakarta: Erlangga. Giancolli, D. C. 2001. PHYSICS: Principles with application, Fifth Edition, diterjemahkan oleh Hanum,Yuhilza. Jakarta : Erlangga. Iriani,E. , Choliq,A. , dan Yulianto. 2005. Kaji Terap Teknologi Sonic Bloom pada Tanaman Kentang untuk Produksi Benih. Bulletin Pertanian dan Perternakan. Vol. 6, No.11, Hal. 7-15 Lakitan, B. 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Cetakan I. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada Sarojo, G. A. 2011. Gelombang dan Optik. Jakatra: Selemba Teknika. Suriana, N. 2012. Cabai: Kiat & berkhasiat. Yogyakarta: C.V Andi Offset. Suwardi.2010. Kajian Pengaruh Penggunaan Frekuensi Gelombang Bunyi terhadap Pertumbuhan Benih Kedelai.Jurnal Fisika. Vol. 7,No. 2, hal. 172-175 Taniredja, T. & Mustatidah, Hi. 2011. Penelitian Kuantitatif. Bandung : Alfabeta. Tjahjadi,N. 2012. Hama dan Penyakit Tanaman. Yogyakarta: Kanisius. Utami, S. 2012. Aplikasi Musik Klasik, Pop Dan Hard Rock Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum Annuum Var. Longum (Dc.) Sendtn). Karya Ilmiah. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau. Widyawati.y, Kadarsman.N dan Purwanto.A. 2011. Pengaruh suara “Gerapung” (Dundubia manifera) termanipulasi pada PEAK frekuensi (6,07±0,04)103 Hz terhadap Pertumbuhan dan 48

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Lampiran 1. Silabus produktifitas tanaman kacang dieng (Vicia fabalinn). Yogyakarta : universitas negeri Yogyakarta. Sumber gambar yang dipakai: Sugeng. 2014. Manfaat dan kandungan cabai rawit. Dalam: http://www.projectnoah.org, diases tanggal 3 Februari 2014 Dini. 2010. Rupa-rupa pedasnya. Dalam: http://www.southernpaprika.co.nz, diases tanggal 3 Februari 2014 Sigit . 2013. Macam-macam cabai. Dalam: http://ilmu212.blogspot.com, diases tanggal 3 Februari 2014 Aditya. 2011. Hot pepper. Dalam: http://matahariseed.com, diases tanggal 3 Februari 2014 Nova, M.w. 2013. Cabe. Dalam: http://cabedanpedas.blogspot.com, diases tanggal 21 Februari 2014 Lekitra. 2012. Mencari cabe. Dalam: http://sambadafarm.com/wpcontent/uploads/2012/12, diases tanggal 24 Februari 2014

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1. Silabus SILABUS PEMINATAN MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA Satuan Pendidikan : SMA Kelas : XII KI 1 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsive, dan produktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan menciptakan dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang di pelajarinya di sekolah secaramandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuaan. 50

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Lampiran 1. Silabus KOMPETENSI DASAR 1.1 Mengagumi keteraturan MATERI POKOK 1. Pertumbuhan dan kompleksitas Tuhan Perkembangan Factor luar dan factor dalam pada tentang struktur dan 1. Konsep Pertumbuhan dan perkembanagan dan - ciptaan PEMBELAJARAN Mengamati - pertumbuhan 2. Merencanakan dan melaksanakan fungsi DNA, gen dan kromosom - dalam pembentukan dan pewarisan sifat serta pengaturan - proses pada mahluk hidup - BELAJAR 8 JP - Buku biologi Laporan - Internet percobaan - Makalah, laporan hasil Menanya penelitian Dari video yang diamati, : proses apa yang telah terjadi kerja ilmiah pada tumbuhan didalam (contoh karya video tersebut?’ Dari video yang diamati, Bagaimana guru memberi pertanyaan: langkah-langkah ‘mengapa tumbuhan terlihat melakukan layu? melakukan Mengumpulkan Data - - WAKTU tumbuhan melalui video Mengkaji hasil percobaan menurut Tes SUMBER artikel, atau guru memberikan pertanyaan - - ALOKASI Mengamati pertumbuhan pada percobaan ilmiah) PENILAIAN Menggali informasi melalui

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Lampiran 1. Silabus 1.2 Menyadari dan menggagumi pola kerja ilmiah dari buku, makalah dan internet hasil diskusi dan tentang: mengkaji contoh piker ilmiah dalam kemampuan o Pengertian karya ilmiah dari pertumbuhan dan berbagai sumber. perkembangan. o Pertumbuhan dan mengamati perkembangan organ bioproses tumbuhan o Factor-faktor yang 1.3 Peka dan peduli mempengaruhi pertumbuhan dan terhadap perkembangan permasalahan lingkungan o Bagaimana hubungan hidup, antara factor tertentu dengan pertumbuhan menjaga dan menyayangi lingkungan dan perkembangan Mengasosiasikan hidup Siswa bersama guru melakukan Tanya jawab dan mendiskusikan

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Lampiran 1. Silabus sebagai menisfetasi pengalaman ajaran hubungan factor-faktor tertentu dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan agama yang tumbuhan. dianutnya Mengkomunikasikan Mempresentasikan hasil diskusi secara bergantian dan yang lain 2.1 Berpelilaku ilmiah: menanyakan. teliti, tekun, jujur terhadap data dan 2. Merencanakan dan melaksanakan fakta, tanggung disiplin, jawab, Mengamati - Siswa mengkaji contoh laporan hasil penelitian dan peduli dalam ilmiah. observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam - Siswa mengamati langkahlangkah melakukan percobaan Menanya

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Lampiran 1. Silabus mengajukan - pertanyaan Guru menanyakan bagaimana langkah-langkah melakukan dan percobaan/eksperimen? beragumentasi, - peduli lingkungan, gotong Guru menanyakan bagaimana penyusunan laporan hasil percobaan/eksperimen? royong, Mengumpulkan Data bekerjasama, cinta - damai, berpendapat Menggali informasi melalui karya ilmiah tentang: o Langkah-langkah secara ilmiah dan melakukan krisis, responsive percobaan/eksperimen dan produktif dalam . o Langkah-langkah setiap tindakan dan penyusunan laporan dalam melakukan hasil percobaan di dalam percobaan/eksperimen . kelas /laboratorium - Melaksanakan

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Lampiran 1. Silabus maupun di luar percobaan/eksperimen sesuai dengan rancanagan yang telah kelas /laboratorium disusun oleh setiap kelompok. Mengasosiasikan 3.1 Menganalisis hubungan - Kelompok merancang percobaan tentang factor luar anatara yang mempengaruhi proses factor internal dan factor perkembangan melalui LKS eksternal dengan proses 2. - Siswa menyediakan alat dan bahan. pertumbuhan dan - perkembangan pada mahluk Siswa melakukan percobaan/eksperimen sesuai dengan rancanagan yang hidup disusun oleh setiap kelompok. berdasarkan percobaan. hasil Mengkomunikasikan - Menyusun usulan penelitian tentang factor luar yang mempengaruhi pertumbuhan

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Lampiran 1. Silabus 4.1 Merencanakan dan tanaman dalam bentuk laporan tertulis melaksanakan percobaan factor tentang luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan melaporkan dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar. Melaporkan hasil eksperimen secara lisan dan tertulis.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Lampiran 2. Rancana Proses Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan : SMA Kelas / Semester : XII/ satu Mata Pelajaran : Biologi Materi Pokok : Pertumbuhan Dan Perkembangan Alokasi Waktu : A. Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan menciptakan dalam ranah dan ranah abstrak terkait dengan pengengbangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuaan. B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 1.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan 1.3.1 Menjaga kebersihan dan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi kesehatan dalam dri siswa. lingkungan hidup sebagai manisfetasi pengalaman ajaran agama yang dianutnya. 2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur 2.1.1 Kritis dan inisiatif dalam terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung berdikusi jawab, dan peduli dalam observasi dan 2.1.2 Bekerja sama dalam melakukan eksperimen, berani dan santun dalam diskusi dan melakukan mengajukanan pertanyaan dan percobaan. beragumentasi, peduli lingkungan, gotong 2.1.3 Memiliki sikap tenggang rasa royong, bekrja sama, cinta damai, terhadap teman atau pun

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Lampiran 2. Rancana Proses Pembelajaran berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas / laboratorium mau pun di luar kelas / laboratorium. 3.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal 3.1.1 dan faktor eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada Mahkluk Hidup berdasarkan hasil percobaan. 3.1.2 3.1.3 4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan 4.1.1 tentang factor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan melaporkan dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah yang benar. 4.1.2 4.1.3 4.1.4 kelompok. Menjelaskan faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Menjelaskan hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Mengkaji hasil kerja ilmiah dalam mengumpulkan informasi tentang faktorfaktor yang mempengaruhi pertumbuhan serta hubungan nya dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Menyusun rancanagan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Melaporkan hasil percobaan yang telah dilakukan dengan tatacara penulisan ilmiah yang benar. Mempresentasikan hasil rancangan percobaan. C. Tujuan Pembelajaran 1.3.1.1 Selama dan setelah proses pembelajaran siswa mampu menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sebagai wujud pengamalan agama yang dianutnya. 2.1.1.1 Siswa dapat bersikap kritis dan inisiatif dalam berdiskusi.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Lampiran 2. Rancana Proses Pembelajaran 2.1.2.1 Siswa mampu berkerjasama dalam berdiskusi dan melakukan percobaan. 2.1.3.1 Siswa mampu bersikap tenggang rasa terhadap teman atau pun kelompok. 3.1.1.1 Setelah berdiskusi, siswa mampu menjelaskan pengertian pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. 3.1.1.2 Setelah mengerjakan LKS, siswa mampu menjelaskan perkembangan dan pertumbuhan organ tumbuhan. 3.1.1.3 setelah berdiskusi, siswa mampu membedakan pertumbuhan tumbuhan dengan perkembangan tumbuhan. 3.1.1.4 Siswa mampu memahami konsep pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. 3.1.2.1 Setelah berdiskusi, siswa menjelaskan pengertian faktor internal dan faktor eksternal tumbuhan. 3.1.2.2 Siswa dapat menjelaskan hubungan antara factor internal dan factor eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkebangan tumbuhan. 4.1.1.1 Melalui diskusi kelompok, siswa mampu merancang/menyusun percobaan tentang factor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan tumbuhan. 4.1.1.2 Setelah membuat rancangan/ menyusun percobaan, siswa dapat melaksanakan percobaan tentang factor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan tumbuhan. 4.1.1.3 Setelah mengetahui tatcara penulisan ilmiah yang benar, siswa dapat melaporkan hasil percobaan dalam bentuk tuliasan. 4.1.1.4 Setelah melaporkan hasil percobaan dalam bentuk tulisan, siswa dapat mempresentasikan hasil percobaan. D. Materi Pembelajaran  Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan  Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan E. Metode Pembelajaran Pendekatan : Saintifik Model : pembelajaran Koperatif (Cooperative) dan Penemuan (Discovery) Metode : Diskusi, Tanya jawab, Presentasi

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Lampiran 2. Rancana Proses Pembelajaran F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I (2 x 45 ) No Kegiatan Deskripsi 1 Pendahuluan - Salam pembukan - Berdoa - Guru menyampaikan tujuan dan kegiatan pembalajaran - Apresiasi 2 Inti  Mengamati - Mengamati video proses pertumbuhan dan perkembangan perkecambahan tumbuhan  Menanya - Dari video yang diamati, guru memberikan pertanyaan: “ Proses apa yang telah terjadi pada tumbuhan didalam video tersebut?”  Mengumpulkan data - Menggali informasi melalui buku, makalah dan internet tentang : o pengertian pertumbuhan dan perkembangan o pertumbuhan dan perkembangan organ tumbuhan  Mengasosiasikan - siswa diminta untuk mengerjakan LKS 1 dan mendiskusikannya dalam kelompok mengenai pertumbuhan dan perkembangan organ tumbuhan seperti akar, batang, daun.  Mengkomunikasikan - Kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara bergantian dan yang lain menanyakan. 3 Penutup - Guru mengarahkan siswa dalam menarik kesimpulan - Siswa melakuakan refleksi Pertemuan II (2 x 45) No Kegiatan 1 Pendahuluan - Deskripsi Salam pembukan Berdoa Guru menyampaikan tujuan dan Alokasi waktu 5 menit 75 menit 10 menit Alokasi waktu 5 menit

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Lampiran 2. Rancana Proses Pembelajaran 2 Inti      3 Penutup - Pertemuan III (2 x 45) No Kegiatan 1 Pendahuluan 2 Inti  kegiatan pembalajaran Apresiasi Mengamati - Mengamati video pengaruh ketersediaan air terhadap pertumbuhan tumbuhan. Menanya - Dari video yang diamati, guru memberikan pertanyaan: “ mengapa tumbuhan terlihat layu?” Mengumpulkan data - Menggali informasi melalui buku, makalah, internet, hasil laporan penelitian tentang : o Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. o Bagaimana hubungan antara faktor tertentu dengan pertumbuhan dan perkembangan Mengasosiasikan - siswa bersama guru melakuakan Tanya jawab dan mendiskusikan hubungan faktor – faktor tertentu dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Mengkomunikasikan - Siswa menyampaikan secara lisan hasil menggali informasi. Guru mengarahkan siswa dalam menarik kesimpulan Siswa melakuakan refleksi Deskripsi Salam pembukan Berdoa Guru menyampaikan tujuan dan kegiatan pembalajaran Apresiasi Mengamati - Siswa mengkaji contoh laporan hasil penelitian ilmiah - Siswa mengamati langkah-langkah 75 menit 10 menit Alokasi waktu 5 menit 75 menit

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Lampiran 2. Rancana Proses Pembelajaran     3 Penutup - Pertemuan IV No Kegiatan 1 Pendahuluan 2 Inti    melakukan percobaan. Menanya - Guru menanyakan bagaimana penyusunan laporan hasil percobaan/ eksperimen? Mengumpulkan data - Menggali informasi melalui karya ilmiah tentang : o Langkah-langkah melakukan percobaan / eksperimen. o Langkah-langkah penyusunan laporan hasil percobaan / eksperimen. Mengasosiasikan - kelompok merancang percobaan tentang faktor luar yang mempengaruhi proses perkembangan melalui LKS 2. Mengkomunikasikan - Kelompok mempresentasikan rancangan percobaan dengan singkat dan jelas Guru mengarahkan siswa dalam menarik kesimpulan Siswa melakuakn refleksi Deskripsi Salam pembukan Berdoa Guru menyampaikan tujuan dan kegiatan pembalajaran Apresiasi Mengamati - Mengamati rancangan yang telah di buat kelompok. Menanya - Guru menanyakan bagaimana langkah-langkah melakukan percobaan/ eksperimen? Mengumpulkan data - Melaksanakan percobaan / eksperimen sesuai dengan rancangan yang telah disusun oleh setiap kelompok. 10 menit Alokasi waktu 5 menit 75 menit

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Lampiran 2. Rancana Proses Pembelajaran   3 Penutup - Mengasosiasikan - siswa menyediakan alat dan bahan - Siswa melakukan percobaan / eksperimen sesuai dengan rancangan yang disusun oleh setiap kelompok Mengkomunikasikan - Membuat laporan hasil percobaan dengan menggunakan tata cara penulisan ilmiah yang benar. Guru mengarahkan siswa dalam menarik kesimpulan Siswa melakuakn refleksi G. Sumber Belajar  Buku biologi SMA  Hasil Karya Ilmiah  Laporan hasil Penelitian  Makalah  Artikel H. Media Pembelajaran  Video  Laptop  Viewer  LKS I. Penilaian  Teknik penilaian : Pengamatan dan tes tertulis  Prosedur penilaian : No Aspek yang dinilai Teknik penilaian 1 Pengamatan  Sikap social - Terlibat aktif selama proses pembelajaran. - Bekerjasama dalam kegiatan kelompok. - Menghargai pendapat teman 2 Tes  Pengetahuan - Mengerti konsep pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan - Mengerti hubungan antara factor eksternal dengan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. - Mengetahui factor internal dan factor eksternal pertumbuhan 10 menit waktu Selama pembelajaran dan saat diskusi kelompok Post test

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Lampiran 2. Rancana Proses Pembelajaran 3 dan perkembangan tumbuhan. - Membuat rancanagan percobaan tentang factor luar yang mempengaruhi pertumnuhan tanaman. - Membuat laporan hasil percobaan dengan tatacara penulisan ilmiah yang benar. Pengamatan  Keterampilan - Keterapilan dalam menyajikan hasil rancangan percobaan dalam bentuk presentasi dan melaksanakan percobaan. Saat presentasi dan pelaksanaan percobaan

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Lampiran 2. Rancana Proses Pembelajaran LEMBAR PENGAMATAN KEGIATAN DISKUSI No Nama siswa Aspek yang Dinilai* Inisiatif Kebenaran Kerjasama Menghargai Adil teman Rata-rata *Diisi dengan angka dengan rentan 1-5: 1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = cukup 4 = baik 5 = sangat baik Rubrik Penilaian:      Skor 1 = jika peserta didik sangat kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator. Skor 2 = jika peserta didik kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator, tetapi belum konsisten. Skor 3 = jika peserta didik mulai konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator. Skor 4 = jika peserta didik konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator. Skor 5 = jika peserta didik selalu konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator. FORMAT PENILAIAN Nilai = x 100

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Lampiran 2. Rancana Proses Pembelajaran LEMBAR PENGAMATAN PRESENTASI Kelompok Organisasi Aspek yang Dinilai* Pemahaman Kontak Teknik sejarah mata verbal Rata-rata Kerjasama kolompok 1 2 3 Dst… *Diisi dengan angka 1-4: Penilaian Organisasi 1 Audiens tidak dapat memahami presentasi karena informasi yang disampaikan tidak berurutan Pemahaman sejarah Siswa tidak memiliki pemahaman informasi, siswa tidak bisa menjawab pertanyaan tentang topik yang dipresentasikan Kontak mata Siswa tidak melakukan kontak mata dengan audien dan hanya membaca. Teknik verbal Siswa bicara seperti bergumam, 2 Audien tidak dapat memahami presentasi karena informasi yang disampaikan kurang berurutan. Siswa tidak yakin dengan informasi yang dipresentasikan dan hanya mampu menjawab pertanyaan dasar saja tanpa mampu menjelaskan lebih lanjut. Siswa kadangkadang melakukan kontak mata, tapi masih sering membaca dari catatan. 3 Informasi disajikan dengan urutann yang dapat dimengerti/ diikuti oleh audien. Suara siswa pelan, kadang salah Suara siswa jelas. Kadang terlalu cepat / Siswa dengan percaya diri menguasai materi dan menjawab banyak pertanyaan dengan disertai beberapa penjelasan yang mendukung. Siswa mencoba mempertahankan kontak mata, tetapi kadangkadang membaca catatan. 4 Informasi disajikan dengan urutan yang logis, menarik dan dapat dimegerti dengan jelas oleh audien. Siswa menunjukan pemahaman mendalam (lebih dari yang dibutuhkan) dengan menjawab semua pertanyaan yang diajukann dengan penjelasan yang lengkap. Siswa mempertahankan kontak mata dengan audien dengan percaya diri, jarang membaca catatan. Siswa menggunakan suara yang jelas

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Lampiran 2. Rancana Proses Pembelajaran Kerjasama kolompok sering salah mengucapkan istilah, dan suaranya terlalu pelan sehingga audien yang duduk di belakang tidak dapat mendengar dengan jelas. Tidak solid. Persiapan presentasi kurang. Tidak ada pembagian porsi presentasi yang jelas. Beberapa miskomunikasi dengan anggota grup. Mangemen waktu sangat buruk mengucapkan istilah.audien masih kesulitan mendengar presentasi. lambat. Siswa mengucap istilah-istilah yang ada dengan benar. Kebanyakan audien bisa mendengar presentasi. dan pengucapan istilah dengan tepat. Semua audien bisa mendengarkan presentasi. Kurang solid. Presentasi kurang dilatih. Ada pembagian porsi presentasi namaun masih disertai mikomunikasi dengan grup. Manageman waktuk kurang diperhatikan. Cukup solid. Presentasi dilatih dengan baik. Ada pembagian porsi yang jelas meski kadang tumpang tindih dengan bagian anggota lain. Managemen waktuk cukup baik. Kerjasama grup terlihat solid. Presentasi dilatih dan dipersiapkan dengan baik. Ada pembagian porsi yang jelas dengan pembagian waktu yang baik.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Lampiran 2. Rancana Proses Pembelajaran LEMBAR OBSERVASI PRAKTIKUM No Nama siswa Teliti Peduli Aspek yang dinilai Disiplin Kerjasama Tanggungjawab Rubrik Penilaian:      Skor 1 = jika peserta didik sangat kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator. Skor 2 = jika peserta didik kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator, tetapi belum konsisten. Skor 3 = jika peserta didik mulai konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator. Skor 4 = jika peserta didik konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator. Skor 5 = jika peserta didik selalu konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator. FORMAT PENILAIAN Nilai =

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Lampiran 2. Rancana Proses Pembelajaran LEMBAR PENILAIAN LAPORAN KELOMPOK Kelompok kelas : : Tugas : Tanggal : No Aspek yang dinilai 1 2 3 4 5 6 7 8 Sistematika laporan Kelengkapan laporan Kejelasan dan keruntutan penulisan Kebenaran konsep ide yang dipaparkan Ketepatan pemilihan kosakata Kemampuan siswa menjelaskan isi laporan Usaha siswa dalam menyusun laporan Presentasi laporan percobaan Rentang skor Skor yang diperoleh siswa 1-4 1-4 1-4 1-4 1-4 1-4 1-4 1-4 Skor Maksimal = 32/32 x 100=100 Saran guru: ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………..

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Lampiran 2. Rancana Proses Pembelajaran RUBRIK PENILAIAN LAPORAN KELOMPOK 1. Sistematika laporan 4 = laporan dibuat sesuai sistematika penulisan, jelas dan benar 3 = laporan dibuat dengan benar tetapi kurang jelas 2 = laporan dubuat kurang benar dan kurang jelas 1 = laporan dibuat dengan sistematika yang salah 2. Kelengkapan laporan 4 = laporan dibuat secara lengkap sesuai petunjuk pembuatan laporan 3 = laporan dibuat tanpa kesimpulan 2 = laporan dibuat tanpa diskusi, kesimpulan, daftar pustaka 1 = laporan dibuat tidak lengkap (mencakup 3 unsur saja) 3. Kejelasan laporan 4 = laporan jelas, dapat dipahami, ditulis secara runtun 3 =laporan jelas, tetapi penulisan kurang runtun 2 = laporan kurang jelas, kurang sesuai dengan keruntutan penulisan 1 = laporan tidak jelas, tidak sesuai dengan keruntutan penulisan 4. Kebenaran konsep 4 = konsep/ide yang dipaparkan tepat, benar, dan sesuai dengan teori 3 = konsep/ide yang dipaparkan sesuai teori tetapi kurang jelas 2 = konsep/ide yang dipaparkan kurang tepat 1 = konsep/ide yang dipaparkan tidak tepat 5. Ketepatan pemilihan kosakata 4 = menggunakan kata-kata yang tepat, menggunakan kalimat aktif

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Lampiran 2. Rancana Proses Pembelajaran 3 = menggunakan kata-kata yang kurang tepat, menggunakan kalimat aktif 2 = menggunakan kata-kata yang kurang tepat, tidak menggunakan kalimat aktif 1 = menggunakan kosakata yang salah 6. Kemampuan siswa menjelaskan isi laporan 4 = menguasai latar belakang, metode, diskusi, kesimpulan 3 = menguasai latar belakang, metode, dan diskusi 2 = menguasai latar belakang dan metode 1 = menguasai latar belakang saja 7. Usaha siswa dalam menyusun laporan 4 = berusaha melengkapi isi laporan dengan sungguh-sungguh, berusaha memperbaiki isi, tulisan rapi, mudah dibaca 3 = sesuai aspek yang tercantum pada nomor 1, kecuali ada 1 aspek yang tidak dilakukan 2 = sesuai aspek yang tercantum pada nomor 1, kecuali ada 2 aspek yang tidak dilakukan 1 = tidak berusaha melengkapi dan memperbaiki isi laporan 8. Presentasi laporan percobaan 4 = semua anggota kelompok aktif dan berusaha menjawab pertanyaan dengan benar 3 = semua anggota kelompok aktif akan tetapi kurang berusaha menjawab pertanyaan dengan benar 2 = beberapa anggota saja yang aktif (dominasi) namun ada usaha untuk menjawab pertanyaan dengan benar 1 = beberapa anggota saja yang aktif (dominasi) namun kurang berusaha untuk menjawab pertanyaan dengan benar.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Lampiran 3. Lembar Kerja Siswa I LEMBAR KERJA SISWA I Judul : Pertumbuhan dan Perkembangan Organ Tumbuhan Tujuan : siswa mampu menjelaskan perkembangan dan pertumbuhan organ tumbuhan Langkah kerja : 1. Duduklah secara berkelompok. 2. Memanfaatkanlah segala sumber seperti internet dan buku. 3. Diskusikanlah dan jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini. 4. Presentasikan hasil diskusi didepan kelas. Diskusikan dan jawablah pertanyaan dibawah ini: 1. Jelaskan mengapa pertumbuhan akar yang tercepat terjadai dibelakang ujung akar? 2. Bagaiman proses pertubuhan batang tanaman? Jelaskan. Kesimpulan : ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………….....

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Lampiran 4. Lembar Kerja Siswa II LEMBAR KERJA SISWA II Judul : Merancang percobaan Tujuan : Siswa mampu merancang dan melaksanakan percobaan tentang factor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Langkah kerja : 1. Duduklah secara berkelompok. 2. Pilihlah tema judul dari yang telah disediakan. 3. Diskusikan dengan teman kelompokmu, judul usulan percobaan yang akan dibuat. 4. Buatlah rancangan percobaan dengan judul tersebut dan dengan langkat-langkah serta susunan tat tulis sesuai dengan penulisan ilmiah. 5. Manfaatkanlah sumber referensi yang ada sebaik mungkin. 6. Presentasikan hasil diskusi didepan kelas secara singkat dan jelas. Pilihlah salah satu: 1. Pengaruh air terhadap pertumbuhan tanaman. 2. Pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman. 3. Pengaruh hormone terhadap tanaman 4. Pengaruh tanah terhadap pertumbuhan tanaman.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Lampiran 5. Kisi-kisi Soal KISI – KISI SOAL EVALUASI PEMBELAJARAN Nama Sekolah : SMA Kurikulum : Kurikulum 2013 Kelas/Semester : Bentuk Soal : Pilihan Ganda dan Uraian Mata pelajaran : Biologi Penyusun : Peneliti Indikator Menjelaskan pengertian pertumbuhan Aspek (C1) (C2) (C3) (C4) (C5) (C6) Pengetahuan Pemahaman Penerapan Analisis Sintesis Penilaian B1 dan perkembangan tumbuhan. Menjelaskan pertumbuhan dan A10 A5, A7 A1, A9, B2 perkembangan organ pada tumbuhan. Menyebutkan factor-faktor yang A3, A4, A6, mempengaruhi pertumbuhan dan B4 A2, B3 perkembangan tumbuhan Menjelaskan hubungan factor internal A8 dan factor eksternal dengan proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. KETERANGAN: A = soal pilihan ganda. B = soal uraian

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Lampiran 6. Soal Evaluasi Pembelajaran SOAL EVALUASI PEMBELAJARAN A. Pilihan ganda 1. Cermati pertanyaan berikut ini! 1. 2. 3. 4. 5. Bersifat kualitatif Bersifat kuantitatif Terjadi pertambahan jumlah sel Terjadi pematangan fungsi organ Dapat dinyatakan dengan angka Pernyataan yang benar tentang ciri-ciri pertumbuhan adalah…… 2. 3. 4. 5. a. 1,2, dan 3 b. 1,3, dan 4 c. 1,3, dan 5 d. 2,3, dan 4 e. 2,3 dan 5 Tanaman mampu beradaptasi dengan keadaan yang kekurang air, salh satunya dengan memutup stomata. Proses ini dirangsang oleh hormone…. a. Kalin b. Giberelin c. Rhizokalin d. Asam absisat e. Asam traumalin Dalam tabel berikut, jenis hormone dan fungsinya yang sesuai adalah….. a. Asam traumalin  merangsang pembelahan sel pada jaringan luka b. Giberelin mengakibatkan dormansi biji c. Sitokinin merangsang pematangan buah d. Gas etilen  merangsang pertumbuhan tunas, daun dan batang e. Asam absisatmerangsang pertumbuhan daun dan pucuk Pertumbuhan pada tumbuhan ditentukan oleh factor ekternal berikut, kecuali..... a. Nutrisi b. pH c. air d. hormone e. cahaya Jaringan mana pada tumbuhan akan menjadi kulit dalam pohon yang tua? a. Epidermis

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Lampiran 6. Soal Evaluasi Pembelajaran b. c. d. e. Kolenkim Korteks Floem sekunder Xylem sekunder 6. Hormone yang merangsang pembentukan batang adalah….. a. Antokalin b. Filokalin c. Giberelin d. Kaulokalin e. Asam traumalin 7. Perhatikan gambar penempang membujur ujung akar dibawah ini! Bagian akar nomer 2 adalah…. a. Daerah pertumbuhan b. Daerah diferensiasi c. Daerah pemanjangan d. Daerah pendewasaan e. Daerah meristematik 8. Kurang cahaya selama pertumbuhan pada tumbuhan mengakibatkan… a. Klorosis b. Kerdil c. Etiolasi d. Kematian e. pembengkokan 9. dalam perkembangan, tumbuhan dari waktu ke waktu mengalami pertambahan besar. Umumnya ini disebabkan oleh…. a. Bertambah besar dan banyaknya sel di dalam jaringan b. Bertambah panjangnya sel di dalam jaringan c. Bertambah banyaknya sel di dalam jaringa d. Pembesaran dan perpanjangan sel e. Penebalan dimding sel

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Lampiran 6. Soal Evaluasi Pembelajaran 10. Perhatikan gabar penampang batanng berikut ini! Dari gambar tersebut yang berlabel 4 dan 6 secara berurut adalah… a. Protoderm dan meristem dasar b. Protoderm dan jaringan dasar c. Procambium dan meristem dasar d. Procambium dan jaringan dasar e. Procambium dan epidermis B. Soal Uraian 1. Tumbuh dan berkembang merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Pertumbuhan dan perkembangan berjalan seiringan. Jelaskan pengertuan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan! 2. Sebutkan empat daerah pertumbuhan akar muda dan jelaskan secara singkat! 3. Tuliskan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dan bagaiman pengaruhnya! 4. Dimanakah tempat produksi auksin (IAA) dan apa pengaruhnya?

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Lampiran 7. Kunci Jawaban dan Panduan Skoring KUNCI JAWABAN DAN PANDUAN SKORING Mata pelajaran : Biologi Kelas/ Semester : A. Pilihan ganda 1. E 2. D 3. A 4. D 5. A 6. C 7. C 8. C 9. A 10. E Setiap soal masing-masing diberikan skror 2 dengan ketentuan: Skor 0 jika salah dan tidak menjawab Skor 2 jika jawaban benar B. Uraian No Jawaban 1 Tumbuh dan berkembang merupakan salah satu ciri makhul hidup. Pertumbuuhan dan perkembangan berjalan seiring. Jelaskan pengertian pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan! 2 Skoring 0 -20 Jawaban: Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat balik) karena adanya pembelahan mitosis atau pembelahan sel. Perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Sebutkan empat daerah pertumbuhan pada akar muda dan jelaskan 0-20 secara singkat! Jawaban: 1. Tudung akar Merupakan daerah akar yang paling ujung.berfungsi sebagai penyekresi cairan polisakarida untuk melumasi tanah disekitar titik pertumbuhan. 2. Daerah meristem Merupakan daerah pusat pembelahan sel yang menghasilkan sel-sel meristem primer untuk menggantikan sel-sel tudung akar yang tanggal. 3. Daerah pemanjangan Terletak di belakang daerah meristem. Berfungsi sebagai penyimpanan makan. Pemanjangan sel berperan untuk menekan

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Lampiran 7. Kunci Jawaban dan Panduan Skoring 3 4 ujung akar, termasuk meristem, agar akar memanjang. 4. Daerah diferensiasi Di daerah diferensiasi, sel-sel dari daerah pemanjangan mulai terspesialisasi struktur dan fungsunya. Tuliskan 5 faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dan bagaimana pengaruhnya! Jawaban: 1. Nutrisi Jika suatu tumbuhan kekurangan sebagian nutrisi, maka tumbuhan itu mengalami defisiensi. Difisiensi mengakibatkan pertumbuhan terganggu. 2. Air Air berfungsi antara lain untuk fotosintesis, mengaktifkan enzimatik, menjaga kelembapan, dan membantu perkecambahan biji. Jika tumbuhan kekurangan atau tanpa air maka reaksi kimia dalam sel tidak dapat berlangsung sehingga mengakibatkan tumbuhan mati. 3. Suhu Keberadaan suhu erat hubungannya dengan kerja enzim. Jika suhu terlalu tinggi atau terlalu rendah, enzim akan rusak. 4. Kelembapan Tanah dan udara yang lembab berpengaruh baik bagi pertumbuhan. 5. Cahaya Bila cahaya terlalu banyak maka homon auksin barkurang sehingga menghambat pertumbuhan tinggi tumbuhan. 6. Gen Pembentukan protein yang merupakan bagian dasar penyusun tubuh tumbuhan, dikendalikan oleh gen secara langsung. Dengan kata lain, gen dapat mengatur pola pertumbuhan melalui sifat yang diturunkan dan sintesis-sintensis yang dikendalikan. 7. Hormone. Dimanakah tempat produksi auksin (IAA) dan apa pengaruhnya? Jawaban: tempat produksi auksin (IAA): dihasilkan pada embrio dalam biji, meristem batang, dan daun-daun muda. Pengaruhnya yaitu mendorong pemanjangan batang, pertumbuhan akar, diferensiasi sel dan percabangan, pertumbuhan buah, dominansi apical, fototropisme dan geotropisme. 0-20 0-20

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Lampiran 8. Data Tanaman Cabai Tanggal Cabai Rawit Perlakuan Cabai Keriting Perlakuan 25-Mar-14 Cabai Rawit Kontrol Cabai Keriting Kontrol Cabai Rawit Perlakuan Cabai Keriting Perlakuan 30-Mar-14 Cabai Rawit Kontrol Cabai Keriting Kontrol Cabai Rawit Perlakuan Cabai 4-Apr-14 Keriting Perlakuan Cabai Rawit R1 R2 TABEL HASIL PENGUKURAN TANAMAN CABAI RAWIT DAN CABAI KERITING R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 R13 R14 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 3.7 3.7 3.8 2.9 4 3 2.8 3 3.8 3.5 4 3.7 3.7 2.9 3.6 3.6 3.6 2.5 3.8 3.3 4.1 3.8 4.2 4.1 3.4 4.4 3.8 4.3 4.9 4.8 3.9 5.1 4.3 4.5 4.9 5 4.1 4.4 4.5 5 2.8 2.7 2.8 2.8 2.8 2.6 3.3 3.5 3.5 3.4 3.2 2.7 3.5 3 3.2 2.8 3.5 3.1 3.4 3.2 4.1 4.1 4.1 5 3.5 5.4 4.4 5.6 5.6 5.1 4.4 5 4 5.1 4.7 5 4 3.2 5.6 5.6 3.7 4.6 5.3 3.2 5.6 4 4 4.7 5 4.8 5.3 4.8 5 3 4.5 4.6 4.1 3 5.4 4.2 7.9 7.4 7.9 6.7 6.3 6.5 5.4 6.3 6.9 7.1 5.8 7.3 6.5 7 7.2 6.5 6.7 7.1 7.2 8.4 4 2.8 3.3 4.5 3.7 3.2 4 4.6 4.5 4.5 4 3.7 4.1 4 3.7 4 4.2 3.6 3.7 4 R15 R16 R17 R18 R19 R20

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Lampiran 8. Data Tanaman Cabai 9-Apr-14 14-Apr-14 19-Apr-14 Kontrol Cabai Keriting Kontrol Cabai Rawit Perlakuan Cabai Keriting Perlakuan Cabai Rawit Kontrol Cabai Keriting Kontrol Cabai Rawit Perlakuan Cabai Keriting Perlakuan Cabai Rawit Kontrol Cabai Keriting Kontrol Cabai Rawit Perlakuan Cabai Keriting Perlakuan 6.4 5.7 5.7 7.2 4.9 7.3 6.5 8.1 8.9 5.8 6.7 7.3 5.7 7.9 6.8 7.3 5.8 4.9 7.7 7.9 3.7 7 6.4 4 7.5 5.7 5.7 7.3 7.3 7 7.7 7.2 7.7 3.8 6.2 6.4 6.2 4.1 8.8 6.5 10.5 10.5 10.3 10.4 10 11.2 10.8 10.8 10.9 12.4 10.6 11 10.6 10.5 10 8.3 9.9 10 9.7 8.4 5.8 3.4 4.7 6.7 4.9 4.3 6 6 6.4 6.7 6 4.9 6.2 5.7 5.3 5.3 5.7 5.2 4.9 4.5 9.3 8.2 9.3 8.3 6.8 9.9 8.9 11 11.5 6.1 9.5 9.9 7.4 10.4 9.9 9.9 8.4 6.8 10.4 10 5.1 9.4 8 4.3 10.2 9 9 11.3 10.4 11 11.4 10.4 11.1 5.2 9.1 9.1 9.7 6 13.2 9 16.3 13.7 14.6 14.8 15.6 13.3 11.4 13 13.7 13.5 11.9 14.3 13.8 13.8 13.8 13.1 15.7 16 15.8 11.8 7.5 6.1 7.2 4.7 9 13.3 12.6 9.9 9.4 7.2 5.7 8.2 8.4 7.8 9.4 8.3 11.6 10.2 10.4 11.6 8.5 12.7 11.7 13.2 13.7 6.1 12.4 10.8 7.8 13.7 13.2 19.5 19.2 21.8 17.7 20.6 5.2 6.5 13.4 10.8 20 4.4 6.9 9 7.1 7.5 7.2 7.8 9.6 12.9 13 12.6 10.7 13.7 16.4 14.3 14.6 15.3 14.2 13.2 7.3 17.5 14.8 15.6 17.2 17.7 17.5 16.5 18.7 18.2 19.2 15.3 19.1 20.6 21.6 16.7 11.8 13.6 10.5 13.7

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Lampiran 8. Data Tanaman Cabai 24-Apr-14 Tanaman Cabai Rawit Kontrol Cabai Keriting Kontrol Cabai Rawit Perlakuan Cabai Keriting Perlakuan Cabai Rawit Kontrol Cabai Keriting Kontrol No 1 2 3 4 5 6 9.8 7.9 8.8 9.9 8 11.7 11.5 10.2 13.3 10.3 8.8 10.1 10.2 10 11.9 10.3 5.1 14.8 12 12.8 14.3 10.4 16 14.9 14.5 16.4 15 11.4 16.9 15.7 16 13.3 11.4 15.7 16.6 15.4 19.2 19.4 21.8 18.9 17.3 17.3 18.6 21 29.6 26.1 24.1 25.3 26.5 22.3 21 22.3 24 12.5 11.9 12.7 19.3 14.2 10.8 19.8 12.4 16.3 13.8 18 13.4 15 R1 R2 R3 1.2 1.2 1.3 1.2 2.1 2.8 Cabai 1.2 4.5 3.9 Rawit 2.6 6.9 5.5 Perlakuan 5.3 10.9 8.3 9.9 13.8 11.3 Rata-rata 3.5667 6.567 5.517 1 1.6 1.3 1.7 Cabai Keriting 2 5.4 4.9 5.4 Perlakuan 3 9.9 8.1 8.5 13.5 4.7 15.7 12.7 7 16.5 8.9 12.1 20.8 16.3 21.5 15.8 23.3 24.5 23.7 17.4 11.8 15.6 15.2 15.9 17.1 13.9 12.2 15.1 11.2 11.6 13.3 14.7 11.6 13.5 5.2 16.7 15.6 19.1 21 18 21 7 22.4 25.3 19.2 17 12.8 10 20 TABEL RERATA TINGGI TANAMAN CABAI RAWIT DAN CABAI KERITING R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 R13 R14 0.4 1.5 0.5 0.3 0.5 1.3 1 1.5 1.2 1.2 0.4 0.7 3.1 1.5 1.5 2.2 2.5 2.3 2.8 2.3 2.5 0.5 1.5 5 3.2 3.2 4.8 4.8 4.5 5.2 4.7 5.2 1.3 1.8 7.7 6.5 6.5 8.8 7.9 8.5 8.9 7.9 8.6 2.7 1.9 11.2 10.7 11.2 13.9 11.8 12.1 12.8 11.7 10.7 4.8 2.2 12.9 16.7 16.9 19.3 16.4 14.8 14.8 16.1 18.5 7.5 1.417 6.9 6.517 6.6 8.25 7.45 7.2 7.67 7.32 7.78 2.867 1.6 0.9 1.9 1.3 1.8 2.4 2.3 1.4 2.6 1.8 2 4.2 3.8 4 2.9 3.8 4.4 4.6 3.3 4.8 4 4.5 8.1 8 7.5 5.8 7.4 7.5 7.2 5.9 8 8 7.8 16.7 11.3 18 9.7 18.1 18.6 15.8 13.5 17.7 R15 R16 R17 R18 R19 R20 1.1 1.1 1.1 0 1.3 0.8 2 2.1 1.6 0.5 2.9 1.7 3.7 3.9 3.7 1.6 6.3 4 6.6 6.6 7.2 3.5 10.7 6.5 11.1 8 11.2 7.4 15 12.3 14.2 8.8 15.5 9.6 18.3 13.8 6.45 5.08 6.72 3.767 9.08 6.517 2.4 2.5 1.6 1.9 2 2.5 4.7 4 4.2 4.6 4.7 5.9 7.9 7.5 8.7 8.3 8.3 8.4

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Lampiran 8. Data Tanaman Cabai 4 5 6 Rata-rata 1 2 3 4 5 6 Cabai Rawit Kontrol Rata-rata 1 2 3 4 5 6 Cabai Keriting Kontrol Rata-rata 13.8 11.2 12.1 12.3 13.1 10.8 8.9 10.5 11.2 18.1 17.5 17 16.7 19.3 15.2 13.1 14.7 15.2 27.1 23.6 21.6 22.8 24 19.8 18.5 19.8 18.5 12.65 11.1 11.05 10.95 11.52 9.867 8.42 9.67 9.87 0.3 0.2 0.3 0.3 0.3 0.1 0.8 1 1 1.5 0.3 0.8 2 1.2 0.7 1.5 2.1 2 3.3 0.9 2.2 4.2 2.4 1.8 3.5 3.5 3.9 5 2.7 4 6.9 4.7 3.2 5.7 5.9 5.3 7.3 5.4 6.3 11 7.4 5.5 9.2 9 7.7 10 9.4 10.2 16.8 11.7 8.3 13.1 12.7 13.4 4.5667 3.15 3.967 6.867 4.617 3.267 5.63 5.7 5.55 1.6 1.6 1.6 2.5 1 2.9 1.9 3.1 3.1 3.9 3.2 3.2 4.7 2.4 4.8 4 5.6 6.4 6.8 5.7 6.8 5.8 4.3 7.4 6.4 8.5 9 9.1 7.7 7.9 9.1 6 10.2 9.2 10.7 11.2 12.3 9.5 10.3 11.8 7.9 13.5 12.4 12 13.9 15.5 10.9 12.5 13.2 10.2 17.3 14.2 13.1 15.5 8.2 6.433 7.05 7.85 5.3 9.35 8.02 8.83 9.85 TABEL HASIL PENGUKURAN TINGGI TANAMAN CABAI R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 11 15 18.5 9.77 0.9 2 4.2 6.9 10.8 14.6 6.57 2.6 3.3 3.6 3.6 4.5 4.5 3.68 9.4 14 19.9 8.98 0.7 1.5 3.5 5.8 7.8 11.4 5.12 1.9 4.2 7 9.9 14 16.7 8.95 11.8 16.2 22.8 11 0.2 1.2 2.4 4.4 6.3 9.7 4.03 2.5 4.8 7.4 8.3 12.5 14.5 8.33 11.3 11.3 11.3 10.6 13.2 13.5 15.7 16.7 12.8 16.6 18.1 19.1 21.5 19 13.3 20.8 22 21.2 10.4 10.22 8.733 10.3 11.3 11.43 1 0.5 0.7 0.3 1 0.6 1.6 1.5 1.2 1.5 1.7 1.1 3.7 3.2 2.8 2.8 3.2 2.7 6.5 4.6 5 4.7 5.3 3.6 7.6 6.4 7.7 7.5 9.4 7.2 12.6 8.7 9.1 10.8 12.2 9.1 5.5 4.15 4.417 4.6 5.47 4.05 1.5 2.6 2.2 2.5 1.5 0.7 3.2 5.4 4.3 4.8 3.3 2.4 4.9 7.9 7.4 7.4 5.9 4.3 7.1 10.4 10.5 10.1 8.2 6.5 8.9 14.4 13.2 13.5 10.8 8.9 10.3 17.5 15.6 16.1 13.3 11 5.98 9.7 8.867 9.07 7.17 5.633 13.3 9.3 14.2 9.3 14.9 9.3 9.57 7.45 0.9 0.7 1.2 1.5 2.4 2 4.7 2.2 7.8 2.6 11 2.7 4.67 1.95 3.1 3.1 5.2 5.4 7.9 7.5 10.8 10.1 13.2 14.1 15.2 16.6 9.23 9.467 Perlakuan R1 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 Total Rerata Cabai Rawit Perlakuan 3.57 6.57 5.52 1.42 6.90 6.52 6.60 8.25 7.45 7.20 7.67 7.32 7.78 2.87 6.45 5.08 6.72 3.77 9.08 6.52 123.23 6.16 Cabai Keriting Perlakuan 12.65 11.10 11.05 10.95 11.52 9.87 8.42 9.67 9.87 9.77 8.98 11.03 10.38 10.22 8.73 10.33 11.30 11.43 9.57 7.45 204.28 10.21 Cabai Rawit Kontrol 4.57 3.15 3.97 6.87 4.62 3.27 5.63 5.70 5.55 6.57 5.12 4.03 5.50 4.15 4.42 4.60 5.47 4.05 4.67 1.95 93.83 4.69

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Lampiran 8. Data Tanaman Cabai Cabai Keriting Kontrol 8.20 6.43 7.05 7.85 5.30 9.35 8.02 8.83 9.85 3.68 8.95 8.33 5.98 9.70 8.87 9.07 7.17 5.63 9.23 9.47 156.97 578.32 TABEL ANALISIS VARIAN Sumber Varian df Perlakuan Galat Percobaan Total SS 3 337.4 112.5 30 maret 2014 5% 2.76 47.42 1% 4.13 76 180.3 2.372 79 517.7 JUMLAH DAUN CABAI RAWIT DAN CABAI KERITING R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 Tanggal 25-Mar-14 F Tabel F Hitung MS Cabai Rawit Perlakuan Cabai Keriting Perlakuan Cabai Rawit Kontrol Cabai Keriting Kontrol Cabai Rawit Perlakuan Cabai Keriting Perlakuan Cabai Rawit Kontrol Cabai Keriting Kontrol 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 7.85 28.92

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Lampiran 8. Data Tanaman Cabai 4-Apr-14 9-Apr-14 14-Apr-14 19-Apr-14 24-Apr-14 Cabai Rawit Perlakuan Cabai Keriting Perlakuan Cabai Rawit Kontrol Cabai Keriting Kontrol Cabai Rawit Perlakuan Cabai Keriting Perlakuan Cabai Rawit Kontrol Cabai Keriting Kontrol Cabai Rawit Perlakuan Cabai Keriting Perlakuan Cabai Rawit Kontrol Cabai Keriting Kontrol Cabai Rawit Perlakuan Cabai Keriting Perlakuan Cabai Rawit Kontrol Cabai Keriting Kontrol Cabai Rawit Perlakuan 4 4 5 4 6 4 5 5 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 6 5 5 5 4 5 5 6 5 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 4 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 4 4 4 5 4 5 6 4 6 6 6 6 6 6 6 6 6 4 5 4 6 6 6 6 7 7 7 7 7 6 6 6 6 6 6 7 7 7 7 7 7 7 7 5 6 4 5 6 6 6 5 6 6 6 5 5 6 5 5 6 6 5 5 4 6 5 6 5 6 6 6 6 6 4 6 6 5 6 6 6 6 5 6 6 4 6 6 4 7 6 7 7 6 7 7 7 7 6 7 7 6 6 8 7 8 9 8 9 9 8 8 8 8 7 7 8 8 8 8 8 9 8 8 5 6 5 6 6 6 6 6 7 6 6 6 6 7 6 6 7 6 5 6 4 8 6 7 6 6 7 7 6 7 4 7 7 5 7 7 6 7 6 6 7 5 7 7 4 8 7 8 8 7 9 8 8 9 6 7 7 7 6 9 7 9 11 10 10 11 9 9 9 9 9 8 10 9 9 8 10 10 10 8 5 7 6 7 7 8 7 7 7 6 6 6 7 7 6 7 7 7 6 7 4 8 6 7 7 7 8 8 7 8 4 8 8 8 8 8 8 7 6 6 8 6 8 8 4 8 8 10 9 8 9 8 8 10 7 8 7 8 7 9 8

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Lampiran 8. Data Tanaman Cabai Cabai Keriting Perlakuan Cabai Rawit Kontrol Cabai Keriting Kontrol 10 12 10 11 11 10 11 10 9 9 9 11 11 9 8 11 11 10 8 5 8 6 8 8 8 8 8 8 7 7 8 7 8 8 7 9 8 7 8 4 10 8 7 9 8 10 10 8 10 4 10 9 8 10 10 9 9 8 7 10

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Lampiran 8. Data Tanaman Cabai Tanaman No R1 1 0 2 0 Cabai 3 0 Rawit 4 0 Perlakuan 5 1 6 2 Rata-rata 0.50 1 0 2 1 Cabai Keriting 3 3 Perlakuan 4 4 5 5 6 6 Rata-rata 3.17 1 0 2 1 Cabai Rawit 3 2 Kontrol 4 2 5 3 6 4 Rata-rata 2 1 0 2 1 Cabai Keriting 3 2 Kontrol 4 4 5 4 6 6 R2 R3 R4 0 0 0 0 1 0 1 2 0 2 2 0 3 3 0 4 4 0 1.67 2.00 0.00 0 0 0 1 1 1 3 3 3 5 4 5 7 6 6 8 6 7 4 3.33 3.67 -1 0 0 0 0 0 0 1 2 1 2 2 2 3 3 2 4 4 0.67 1.67 1.83 -1 -1 0 0 0 1 1 2 1 2 3 2 2 3 3 4 3 5 R5 0 2 2 3 4 4 2.50 0 1 3 5 7 7 3.83 0 1 2 2 4 4 2.17 0 0 2 2 3 4 R6 0 0 2 2 3 4 1.83 0 1 2 4 5 6 3 0 0 2 2 3 4 1.83 0 1 2 3 4 6 TABEL RERATA JUMLAH DAUN R7 R8 R9 R10 R11 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 2 2 2 2 2 3 3 2 3 3 4 4 3 5 4 6 5 4 5 4 2.67 2.50 1.83 2.67 2.17 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 2 2 2 2 2 4 4 4 3 3 5 5 5 5 4 7 6 5 5 5 3.17 3 2.67 2.5 2.33 0 0 0 0 -1 0 0 0 0 0 1 2 2 2 1 2 3 2 2 2 3 3 2 2 2 4 4 3 3 4 1.67 2 1.5 1.5 1.33 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 2 2 2 0 2 3 2 3 0 3 4 3 4 0 4 6 4 6 0 6 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 0 0 0 0 0 0 -1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 2 2 0 1 0 2 2 2 2 3 3 2 3 3 2 2 4 3 4 5 2 3 3 3 2 5 3 4 6 3 4 3 4 3 5 4 2.17 2.83 1.17 1.83 1.50 1.83 1.33 2.83 2.00 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1 1 1 0 1 1 2 1 3 3 3 3 3 3 3 3 1 4 4 4 4 4 5 4 4 1 6 5 5 4 6 6 6 4 1 7 7 5 4 7 7 6 4 1 3.67 3.33 3 2.67 3.33 3.67 3.33 2.83 0.83 -1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 2 1 1 2 2 1 1 0 2 3 2 2 3 2 1 2 0 3 3 2 3 3 3 2 3 0 3 4 4 3 5 4 3 4 0 1.33 2 1.5 1.5 2.33 1.83 1.17 1.67 0 0 -1 0 0 0 0 -1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 3 1 3 3 2 3 2 2 3 4 4 4 4 4 3 2 2 4 5 4 6 6 5 5 4 3 6

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Lampiran 8. Data Tanaman Cabai Rata-rata 2.83 1.33 1.67 R2 R3 2 1.83 2.67 2.67 2 2.67 0 2.67 2.5 1.5 2.67 2.67 2.17 2.17 1.33 1.5 2.67 Perlakuan R1 Cabai Rawit Perlakuan Cabai Keriting Perlakuan Cabai Rawit Kontrol Cabai Keriting Kontrol R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 Total Rerata 0.50 1.67 2.00 0.00 2.50 1.83 2.67 2.50 1.83 2.67 2.17 2.17 2.83 1.17 1.83 1.50 1.83 1.33 2.83 2.00 37.83 1.89 3.17 4.00 3.33 3.67 3.83 3.00 3.17 3.00 2.67 2.50 2.33 3.67 3.33 3.00 2.67 3.33 3.67 3.33 2.83 0.83 61.33 3.07 2.00 0.67 1.67 1.83 2.17 1.83 1.67 2.00 1.50 1.50 1.33 1.33 2.00 1.50 1.50 2.33 1.83 1.17 1.67 0.00 31.50 1.58 2.83 1.33 1.67 2.00 1.83 2.67 2.67 2.00 2.67 0.00 2.67 2.50 1.50 2.67 2.67 2.17 2.17 1.33 1.50 2.67 41.50 172.17 2.08 8.61 TABEL ANALISIS VARIAN Sumber Varian Perlakuan Galat Percobaan Total df SS MS 3 24.8649 8.28831 76 79 34.3681 59.233 0.45221 F Hitung 18.328 F Tabel 5% 2.76 1% 4.13

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Lampiran 9. Data pengukuran berat basah tanaman Berat Basah Tanaman Cabai Rawit Dan Cabai Keriting Ulangan R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 TOTAL RERATA Cabai rawit perlakuan 0,68 1,06 0,98 0,14 1,48 1,67 1,84 2,18 2,83 1,74 1,65 2,09 2,58 0,99 1,55 0,98 1,73 0,91 2,48 1,66 31,22 1,561 Cabai keriting perlakuan 2,23 2,19 1,78 2,23 2,26 1,36 1,53 1,53 1,23 1,26 1,26 1,8 1,81 1,32 0,97 1,62 1,98 1,85 1,18 0,57 31,96 1,598 Cabai rawit kontrol 1,15 0,59 1,33 1,52 1,15 1,16 1,45 1,58 1,15 1,56 1,08 0,88 1,61 0,93 0,93 1,12 1,37 0,74 1,08 0,19 22,57 1,1285 Cabai keriting kontrol 1 0,56 0,65 0,82 0,76 0,14 0,96 0,72 0,78 0,21 1,08 1,03 0,99 0,43 1,05 1 0,79 0,84 0,81 1,12 15,74 0,787

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Lampiran 10. Data pengukuran berat kering tanaman Berat Kering Tanaman Cabai Rawit Dan Cabai Keriting Ulangan R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 TOTAL RERATA Cabai rawit perlakuan 0,04 0,13 0,21 0,01 0,21 0,17 0,18 0,27 0,29 0,19 0,18 0,21 0,22 0,04 0,14 0,09 0,12 0,04 0,3 0,13 3,17 0,1585 Cabai keriting perlakuan 0,12 0,13 0,1 0,17 0,14 0,07 0,08 0,1 0,08 0,09 0,06 0,16 0,18 0,1 0,13 0,2 0,18 0,14 0,08 0,05 2,36 0,118 Cabai rawit kontrol 0,12 0,03 0,09 0,1 0,07 0,1 0,08 0,1 0,05 0,27 0,07 0,05 0,08 0,07 0,05 0,1 0,13 0,07 0,08 0,01 1,72 0,086 Cabai keriting kontrol 0,06 0,04 0,04 0,06 0,05 0,06 0,1 0,12 0,06 0,01 0,06 0,07 0,11 0,03 0,07 0,07 0,06 0,03 0,05 0,09 1,24 0,062

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Lampiran 11. Hasil uji : Tinggi batang tanaman Hasil Uji Normalitas, Homogenitas dan ANOVA Tinggi Batang One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test 1=cabai rawit, 2= cabai keriting, 3= cabai rawit kontrol,4=cabai tinggi batang N Normal Parameters a 80 80 2.50 7.250 1.125 2.5398 Absolute .172 .080 Positive .172 .064 Negative -.172 -.080 1.535 .712 .018 .691 Mean Std. Deviation Most Extreme Differences keriting kontrol Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. Test of Homogeneity of Variances Tinggi Batang Levene Statistic 1.626 df1 df2 3 Sig. 76 .190 ANOVA Tinggi Batang Sum of Squares df Mean Square Between Groups 325.513 3 108.504 Within Groups 184.067 76 2.422 Total 509.580 79 F 44.801 Sig. .000

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Lampiran 11. Hasil uji : Tinggi batang tanaman Hasil Uji Post Hoc Test Tinggi Batang Multiple Comparisons LSD tinggi batang (J) (I) tinggi tinggi batang batang 1 2 3 4 95% Confidence Interval Mean Difference (I-J) Std. Error Sig. Lower Bound Upper Bound 2 -4.0750 * .4921 .000 -5.055 -3.095 3 1.3150 * .4921 .009 .335 2.295 4 -1.7200 * .4921 .001 -2.700 -.740 1 4.0750 * .4921 .000 3.095 5.055 3 5.3900 * .4921 .000 4.410 6.370 4 2.3550 * .4921 .000 1.375 3.335 1 -1.3150 * .4921 .009 -2.295 -.335 2 -5.3900 * .4921 .000 -6.370 -4.410 4 -3.0350 * .4921 .000 -4.015 -2.055 1 1.7200 * .4921 .001 .740 2.700 2 -2.3550 * .4921 .000 -3.335 -1.375 3 3.0350 * .4921 .000 2.055 4.015 *. The mean difference is significant at the 0.05 level.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Lampiran 12. Hasil uji : jumlah daun Hasil Uji Normalitas, Homogenitas dan ANOVA Jumlah Daun One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test jumlah daun N Normal Parameters a 80 79 2.50 2.1457 1.125 .86968 Absolute .172 .081 Positive .172 .073 Negative -.172 -.081 1.535 .721 .018 .676 Mean Std. Deviation Most Extreme Differences jenis Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. Test of Homogeneity of Variances Jenis Levene Statistic .725 df1 df2 3 Sig. 76 .540 ANOVA Jenis Sum of Squares df Mean Square Between Groups 24.858 3 8.286 Within Groups 34.409 76 .453 Total 59.266 79 F 18.301 Sig. .000

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Lampiran 12. Hasil uji : jumlah daun Hasil Uji Post Hoc Test Jumlah Daun Multiple Comparisons LSD (I) (J) jumlah jumlah daun daun 1 2 -1.17500 * .21278 .000 -1.5988 -.7512 3 .31650 .21278 .141 -.1073 .7403 4 -.18450 .21278 .389 -.6083 .2393 1 1.17500 * .21278 .000 .7512 1.5988 3 1.49150 * .21278 .000 1.0677 1.9153 4 .99050 * .21278 .000 .5667 1.4143 1 -.31650 .21278 .141 -.7403 .1073 2 -1.49150 * .21278 .000 -1.9153 -1.0677 4 -.50100 * .21278 .021 -.9248 -.0772 1 .18450 .21278 .389 -.2393 .6083 2 -.99050 * .21278 .000 -1.4143 -.5667 3 .50100 * .21278 .021 .0772 .9248 2 3 4 95% Confidence Interval Mean Difference (I-J) Std. Error *. The mean difference is significant at the 0.05 level. Sig. Lower Bound Upper Bound

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Lampiran 13. Hasil uji: berat basah tanaman Hasil Uji Normalitas, Homogenitas dan ANOVA Berat Basah Tanaman One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Jenis Cabai berat basah (mg) 80 80 Mean 2.50 1.2630 Std. Deviation 1.125 .56980 Absolute .172 .097 Positive .172 .097 Negative -.172 -.046 Kolmogorov-Smirnov Z 1.535 .865 Asymp. Sig. (2-tailed) .018 .443 N Normal Parameters a Most Extreme Differences a. Test distribution is Normal. Test of Homogeneity of Variances berat basah (mg) Levene Statistic df1 df2 Sig. 5.210 3 76 .003 ANOVA berat basah (mg) Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups 8.765 3 2.922 13.152 .000 Within Groups 16.884 76 .222 Total 25.649 79

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Lampiran 13. Hasil uji: berat basah tanaman Hasil Uji Post Hoc Test Berat Basah Tanaman Multiple Comparisons Dependent Variable:berat basah (mg) (J) LSD 95% Confidence Interval (I) Jenis Jenis Mean Difference Cabai Cabai (I-J) Std. Error Sig. Lower Bound Upper Bound 1 2 -.01900 .14905 .899 -.3159 .2779 3 .43250 * .14905 .005 .1356 .7294 4 .77850 * .14905 .000 .4816 1.0754 1 .01900 .14905 .899 -.2779 .3159 3 .45150 * .14905 .003 .1546 .7484 4 .79750 * .14905 .000 .5006 1.0944 1 -.43250 * .14905 .005 -.7294 -.1356 2 -.45150 * .14905 .003 -.7484 -.1546 4 .34600 * .14905 .023 .0491 .6429 1 -.77850 * .14905 .000 -1.0754 -.4816 2 -.79750 * .14905 .000 -1.0944 -.5006 3 -.34600 * .14905 .023 -.6429 -.0491 2 3 4 *. The mean difference is significant at the 0.05 level.

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Lampiran 14. Hasil uji: Berat Kering tanaman Hasil Uji Normalitas, Homogenitas dan ANOVA Berat Kering Tanaman One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test jenis cabai N Normal Parameters a 80 80 2.50 .1061 1.125 .06588 Absolute .172 .162 Positive .172 .162 Negative -.172 -.086 1.535 1.449 .018 .030 Mean Std. Deviation Most Extreme Differences berat kering Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. Test of Homogeneity of Variances berat kering Levene Statistic 7.505 df1 df2 3 Sig. 76 .000 ANOVA berat kering Sum of Squares df Mean Square Between Groups .105 3 .035 Within Groups .238 76 .003 Total .343 79 F 11.139 Sig. .000

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Lampiran 14. Hasil uji: Berat Kering tanaman Hasil Uji LSD/BNT Berat Kering Tanaman Multiple Comparisons Dependent Variable:berat kering 95% Confidence Interval (I) jenis (J) jenis Mean Difference LSD cabai cabai 1 2 .04050 * .01770 .025 .0052 .0758 3 .07250 * .01770 .000 .0372 .1078 4 .09650 * .01770 .000 .0612 .1318 1 -.04050 * .01770 .025 -.0758 -.0052 3 .03200 .01770 .075 -.0033 .0673 4 .05600 * .01770 .002 .0207 .0913 1 -.07250 * .01770 .000 -.1078 -.0372 2 -.03200 .01770 .075 -.0673 .0033 4 .02400 .01770 .179 -.0113 .0593 1 -.09650 * .01770 .000 -.1318 -.0612 2 -.05600 * .01770 .002 -.0913 -.0207 3 -.02400 .01770 .179 -.0593 .0113 2 3 4 (I-J) Std. Error *. The mean difference is significant at the 0.05 level. Sig. Lower Bound Upper Bound

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Lampiran 15. Dokumentasi DOKUMENTASI PENELITIAN 1. Perendaman benih cabai 2. Penanaman benih dalam polybag 3. Tanaman perlakuan 4. Perlakuan eksperimen

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Lampiran 15. Dokumentasi 5. Terkena layu pucuk 6. Penimbangan berat basah 7. Penimbangan berat kering 8. Setelah dikeringkan 9. Cabai keriting diakhir perlakuan 10. Cabai rawit diakhir perlakuan

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Lampiran 15. Dokumentasi 12. Tempat penelitian. 11. Sound level meter

(119)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

AKTIVITAS ANTIKOAGULAN DAN TROMBOLITIK EKSTRAK ETANOL CABAI RAWIT MERAH (Capsicum frutescens) SECARA IN VITRO
5
40
18
AKTIVITAS ANTIKOAGULAN DAN TROMBOLITIK EKSTRAK ETANOL CABAI RAWIT MERAH (Capsicum frutescens) SECARA IN VITRO
0
18
18
EFEK MEDAN LISTRIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.)
4
38
8
KADAR CAPSAICIN DUA VARIETAS CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens L.) SEBAGAI
0
58
5
PENGARUH BAHAN ORGANIK DAN PUPUK PELENGKAP CAIR PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI (Capsicum annuum) TM 999
4
15
46
PENGARUH PENINGKATAN DOSIS PUPUK NPK (16:16:16) DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI KERITING (Capsicum annuum L.)
4
60
49
PENGARUH KONSENTRASI KMnO4 TERHADAP UMUR SIMPAN CABAI MERAH KERITING (Capsicum annuum L.)
4
32
87
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Dahliana (4122220002).
1
9
19
FERTILITAS TANAMAN CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L.) DAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) PADA TINGKAT TETRAPLOID.
0
0
1
INDUKSI TETRAPLOID PADA TANAMAN CABAI MERAH KERITING DAN CABAI RAWIT DENGAN KOLKISIN.
0
0
1
PENGARUH BEBERAPA JARAK TANAM CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT DAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) DALAM SISTEM TUMPANG SARI.
0
0
6
PERANAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT (Capsicum frutescens) PADA BERBAGAI KADAR AIR TANAH.
0
3
8
PENGARUH PEMERAMAN (Priming) TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH CABAI KERITING (Capsicum annuum L.).
0
0
1
PENGARUH WAKTU PEMANGKASAN PUCUK DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR (POC) URIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescensL.)
1
5
12
PENGARUH APLIKASI BIOFERTILIZER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DAN CABAI KERITING (Capsicum annum L.) Repository - UNAIR REPOSITORY
0
0
14
Show more