PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA EDUKASI PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII A SMP TAMAN DEWASA IBU PAWIYATAN PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA

Gratis

0
0
176
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA EDUKASI PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII A SMP TAMAN DEWASA IBU PAWIYATAN PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh: Lusiana Ayu Damar Sari NIM : 101434045 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKAN DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI P ER S EM BA H A N Karyaku ini kupersembahkan kepada: Tuhan Yesusku Kedua orangtuaku Eyang dan semua saudaraku yang tel ah dipanggil Bapa M bah Putri Bunder M asku Risko Wicaksono Sahabat Taekwondo UN Y Sahabat-sahabatku di Program Studi Pendidikan Biol ogi Universitas Sanata Dharma iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI M OTTO Lakukan dengan sepenuh hati maka kamu akan mendapatkan apa yang kamu tanam dan kamu akan menuai apa yang akan kamu tabur .. (Anonim) "M usuh yang pal ing berbahaya di dunia ini adal ah penakut dan bimbang. Teman yang pal ing setia hanyal ah keberanian dan keyakinan yang teguh." (Andrew Jackson) v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA EDUKASI PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII A SMP TAMAN DEWASA IBU PAWIYATAN PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA Lusiana Ayu Damar Sari Berdasarkan hasil wawancara kepada guru IPA SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan didapatkan keterangan bahwa sebagian besar siswa mempunyai motivasi belajar yang rendah. Sedangkan dari hasil belajar siswa kelas VIII mata pelajaran Biologi tahun ajaran 2012/2013, skor rata-rata kelas siswa yaitu 61 dengan persentase KKM sebesar 39%. Oleh karena itu dilakukan usaha untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui media edukasi permainan ular tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media edukasi permainan ular tangga terhadap motivasi dan hasil belajar pada materi sistem peredaran darah manusia. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014, yang berjumlah 25 siswa. Model penelitian yang digunakan yaitu Kemmis dan M.C. Taggart diawali dengan rencana tindakan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen pembelajaran yang digunakan terdiri dari silabus dan RPP, serta instrumen pengumpulan data yaitu tes, lembar observasi, dan kuesioner motivasi belajar siswa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah hasil belajar siswa ranah afektif mengalami peningkatan yaitu 44% siswa dengan kategori tinggi pada siklus I dan pada siklus II 100% siswa dengan kategori tinggi. Hasil belajar ranah kognitif juga mengalami peningkatan pada skor rata-rata kelas. Skor rata-rata kelas meningkat dari 73 menjadi 76 sedangkan pada ketuntasan klasikal tetap pada persentase 64%. Pada ketuntasan klasikal, hasil ini belum mencapai indikator keberhasilan. Hasil kuesioner telah mencapai indikator keberhasilan yaitu 84% siswa termotivasi dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media permainan ular tangga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan pada materi “Sistem Peredaran Darah Manusia”. Kata kunci : Hasil belajar, motivasi, media permainan ular tangga, materi Sistem Peredarah Darah Manusia viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE EFFECT OF SNAKES AND LADDERS BOARD GAME AS EDUCATIONAL MEDIA TOWARD VIII A STUDENTS’S MOTIVATION AND SCORES ON MATERIALS OF HUMAN’S BLOOD CIRCULATION SYSTEM AT TAMAN DEWASA IBU PAWIYATAN YOGYAKARTA JUNIOR HIGH SCHOOL Lusiana Ayu Damar Sari Based on the results of interviews with science teacher Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Junior High School, obtained information that most students have low motivation to learn. While the results of eighth grade students learning science subjects Biology 2012/2013 school year, the average score of class is 61, with percentage of KKM is 39% . Therefore, an attempt is made to increase the motivation and student learning outcomes through educational media snakes and ladders game. The purpose of this study is to know the effect of using a snakes ad leadders as educational media toward students’ motivation and scores on a material of human’s blood circulation system. The subject of this study were VIII A’s students at Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta Junior High School in academic years 2013/2014. The number of the students are 25. The design used is Kemmis and M.C. Taggart’s design started by planning, acting, observation and reflection. The instruments of this study are consist of syllabus, lesson plan and data collection in the form of test, observation sheets, and student motivation questionnaire. The result obtained from this study is the affective domain of student learning outcomes have increased where the 44% of students with high category in the first cycle and the second cycle of 100% of students have high category. The results of research on the cognitive domain also increased the average score of the class. Class average scores increased from 73 to 76 while the classical completeness is stable at 64 percent. In the classical completeness, this result has not reached the expected target. The results of questionnaire to measure student motivation has achieved success indicator 84% of the students are motivated and get into the high category. Based on the results of this study concluded that by using the game of snakes and ladders media can increase motivation and learning outcomes of students at VIII A Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Junior High School on material of “Human’s Blood Circulation System”. Key words: students’ test scores, motivation, snakes and ladders media, materials of human’s blood circulation system. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini di beri judul “Pengaruh Penggunaan Media Edukasi Permainan Ular Tangga Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia”. Dalam penyusunan skripsi ini penulis memperoleh banyak bantuan, semangat, dan doa yang mengiringi penulis dalam penyelesaian skripsi ini. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Tuhan Yesus Kristus yang memberikan rahmat, penyertaan, kehidupan, kekuatan, dan segala anugrah-Nya kepada penulis. 2. Ibu Lucia Wiwid Wijayanti, M. Si selaku dosen pembimbing yang dengan sabar membimbing penulis selama proses penyusunan skripsi. 3. Segenap dosen dan karyawan Universitas Sanata Dharma yang telah membantu penulis. 4. Segenap keluarga besar, guru dan karyawan SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan yang telah mengijinkan penulis melaksanakan penelitian di sekolah tersebut dan telah membantu penulis dalam penelitian. 5. Orang tua dan saudaraku yang selalu memberikan dorongan baik moril maupun material kepada peneliti untuk selalu setia menjalani tugas studi. 6. Mas Risko Wicaksono yang selalu menemani dan memberi semangat dalam menyelesaikan skripsi ini. 7. Sahabat-sahabatku Lia, Lili, Stepi, Selvi, dan Acem yang telah menemani dan selalu memberikan semangat hingga penyusunan skripsi dapat terlaksana. 8. Sahabat-sahabatku taekwondo UNY (Chema, Lincuk, Kakcuk, Mas True, Setyawan, Erna, Agnes, Rural, Yogi, dll) yang selalu mengingatkan dan menyemati penulis hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Semua teman-teman Pendidikan Biologi 2010 terima kasih atas semangat dan dorongan kalian serta segala informasi, waktu, kebersamaan, dll sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 10. Semua pihak yang belum penulis sebutkan, yang telah memberikan doa, bantuan, dan dukungan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk melengkapi dan menyempurnakan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Penulis xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... iv HALAMAN MOTTO .................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ..................................... vii ABSTRAK ..................................................................................................... viii ABSTRACT ................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................... x DAFTAR ISI ................................................................................................... xii DAFTAR TABEL .......................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xvii BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1 A. Latar Belakang Masalah ................................................................. 1 B. Rumusan Masalah .......................................................................... 4 C. Batasan Masalah ............................................................................. 5 D. Tujuan Penelitian ............................................................................ 6 E. Manfaat Penelitian .......................................................................... 6 1. Bagi Peneliti ............................................................................... 7 2. Bagi Guru ................................................................................... 7 3. Bagi Siswa ................................................................................. 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA ......................................................................... 8 A. Belajar dan Pembelajaran ............................................................... 8 B. Hasil Belajar ................................................................................... 10 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. Motivasi .......................................................................................... 12 D. Permainan Ular Tangga .................................................................. 14 E. Sistem Peredaran Darah ................................................................. 17 F. Hasil Penelitian yang Relevan ........................................................ 18 G. Kerangka Berpikir .......................................................................... 18 H. Hipotesis Penelitian ........................................................................ 20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................... 21 A. Jenis Penelitian ............................................................................... 21 B. Setting Penelitian ............................................................................ 21 C. Desain Penelitian ............................................................................ 22 D. Rancangan Tindakan ...................................................................... 23 E. Instrumen Penelitian ....................................................................... 28 F. Analisis Data ................................................................................... 31 G. Indikator Keberhasilan ................................................................... 36 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................. 37 A. Deskripsi Proses Penelitian ............................................................ 37 1. Siklus I ..................................................................................... 38 2. Siklus II ................................................................................... 46 B. Hasil Penelitian ............................................................................... 54 1. Hasil Belajar Siswa Ranah Afektif .......................................... 54 2. Hasil Belajar Siswa Ranah Kognitif ........................................ 55 3. Motivasi Belajar Siswa ............................................................ 55 C. Pembahasan .................................................................................... 56 1. Hasil Belajar Siswa Ranah Afektif ......................................... 56 2. Hasil Belajar Siswa Ranah Kognitif ....................................... 59 3. Motivasi Belajar Siswa ........................................................... 62 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................ 69 A. Kesimpulan ..................................................................................... 69 B. Saran ............................................................................................... 69 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 71 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1. Kriteria Skor Ketuntasan Individu ............................................... 32 Tabel 3.2. Kategori Persentase Hasil Belajar Siswa Ranah Afektif .............. 34 Tabel 3.3. Penetapan Skor Kuesioner Motivasi Belajar Siswa ...................... 34 Tabel 3.4. Kisi-kisi Kuesioner Motivasi Belajar Siswa ................................. 35 Tabel 3.5. Kategori Persentase Kuesioner Siswa ........................................... 35 Tabel 3.6. Indikator Keberhasilan .................................................................. 36 Tabel 4.1. Jadwal Penelitian Tindakan Kelas ............................................... 37 Tabel 4.2. Data Hasil Belajar Ranah Afektif Siswa ....................................... 42 Tabel 4.3. Data Hasil Belajar Siswa Siklus I ................................................. 43 Tabel 4.4. Data Hasil Observasi Belajar Siswa Siklus II .............................. 50 Tabel 4.5. Data Hasil Belajar Siswa Siklus II ................................................ 51 Tabel 4.6. Data Hasil Kuesioner Motivasi Belajar Siswa .............................. 52 Tabel 4.7. Jumlah Nilai Tertinggi Kuesioner Motivasi Belajar Siswa .......... 52 Tabel 4.8. Analisis Hasil Belajar Siswa Ranah Afektif ................................. 55 Tabel 4.9. Analisis Hasil Belajar Siswa Ranah Kognitif ............................... 55 Tabel 4.10.Analisis Motivasi Belajar Siswa ................................................... 56 Tabel 4.11.Analisis Jumlah Nilai Motivasi Belajar Siswa .............................. 56 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Media Permainan Ular tangga ................................................... 15 Gambar 2.2. Bagan Kerangka Berpikir .......................................................... 19 Gambar 3.1. Bagan Siklus Penelitian Tindakan Kelas menurut Kemmis & M.C. Taggart ......................................................................... 23 Gambar 4.1. Siswa sedang membacakan kartu soal ..................................... 40 Gambar 4.2. Siswa mempresentasikan jawaban di depan kelas ................... 40 Gambar 4.3. Situasi saat memainkan media permainan ular tangga ............. 41 Gambar 4.4. Situasi saat post-test siklus I ................................................... 42 Gambar 4.5. Siswa mempresentasikan jawaban di depan kelas ................... 48 Gambar 4.6. Perwakilan kelompok memainkan bidaknya ............................ 48 Gambar 4.7. Situasi saat post-test siklus II .................................................. 49 Gambar 4.8. Diagram kategori hasil belajar siswa ranah afektif .................. 57 Gambar 4.9. Diagram skor rata-rata kelas .................................................... 60 Gambar 4.10. Diagram persentase ketuntasan klasikal ................................... 61 Gambar 4.11. Diagram Motivasi Belajar Siswa .............................................. 65 Gambar 4.12. Diagram Jumlah Nilai per Butir pernyataan kuesioner motivasi belajar siswa ............................................................................ 67 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Silabus ........................................................................................ 73 Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I ................... 76 Lampiran 3. Kisi-kisi Soal Post-test Siklus I .................................................. 80 Lampiran 4. Soal Post-test Siklus I ................................................................. 81 Lampiran 5. Kunci Jawaban Soal Post-test Siklus I ....................................... 83 Lampiran 6. Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus I ........................................... 85 Lampiran 7. Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus I ................. 88 Lampiran 8. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II ................. 92 Lampiran 9. Kisi-kisi Soal Post-test Siklus II ................................................. 96 Lampiran 10. Soal Post-test Siklus II ............................................................. 97 Lampiran 11. Kunci Jawaban Soal Post-test Siklus II .................................... 100 Lampiran 12. Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus II ....................................... 102 Lampiran 13. Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus II .............. 104 Lampiran 14. Kisi-kisi Lembar Observasi ...................................................... 106 Lampiran 15. Lembar Observasi Siswa .......................................................... 107 Lampiran 16. Daftar Kelompok ..................................................................... 109 Lampiran 17. Analisis Hasil Observasi Siklus I ............................................. 111 Lampiran 18. Analisis Hasil Observasi Siklus II ............................................ 113 Lampiran 19. Analisis Hasil Post-test Siklus I ............................................... 115 Lampiran 20. Analisis Hasil Post-test Siklus II .............................................. 117 Lampiran 21. Scan Bukti Post-test Siklus I .................................................... 119 Lampiran 22. Scan Bukti Post-test Siklus II ................................................... 124 Lampiran 23. Scan Bukti Observasi Siklus I .................................................. 130 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 24. Scan Bukti Observasi Siklus II ................................................ 134 Lampiran 25. Kisi-kisi Lembar Kuesioner Motivasi Belajar Siswa .............. 138 Lampiran 26. Lembar Kuesioner Motivasi Belajar Siswa ............................. 139 Lampiran 27. Analisis Hasil Kuesioner Motivasi Belajar Siswa ..................... 141 Lampiran 28. Scan Bukti Kuesioner Motivasi Belajar Siswa ......................... 143 Lampiran 29. Surat Ijin Penelitian .................................................................. 147 Lampiran 30. Surat Ijin telah Penelitian ......................................................... 148 Lampiran 31. Deskripsi Materi Sistem Peredaran Darah Manusia ................. 149 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Pendidikan adalah sebuah proses kegiatan yang disengaja atas input siswa untuk menimbulkan suatu hasil yang diinginkan sesuai tujuan yang ditetapkan (Purwanto, 2009). Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Bab 1 pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan untuk dirinya, masyarakat,bangsa, dan negara. Pendidikan di Indonesia semakin hari dituntut untuk berkembang dan meningkat sesuai dengan perkembangan jaman yang pesat saat ini. Keberhasilan pendidikan di Indonesia sangat tergantung pada beberapa faktor diantaranya guru sebagai fasilitator dan motivator siswa, sarana dan prasarana (termasuk metode dan media pembelajaran), dan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar. Sikap guru dalam proses belajar mengajar, sifat guru, gaya memimpin kelas, metode dan media pembelajaran yang digunakan guru dalam menyampaikan pelajaran 1 merupakan faktor luar

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 siswa yang berpengaruh dalam proses belajar. Media pembelajaran serta metode yang menarik membuat siswa merasa senang dan termotivasi saat proses belajar mengajar berlangsung. Perasaan senang dan motivasi belajar dari siswa merupakan faktor dalam yang mempengaruhi proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil observasi pada waktu PPL serta wawancara di SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan didapatkan bahwa motivasi belajar siswa di SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan masih kurang. Hasil observasi kelas VIII A hingga kelas VIII C diketahui bahwa siswa masih pasif pada saat pembelajaran berlangsung karena guru hanya menggunakan metode ceramah dan memberi penjelasan di depan kelas serta kurang adanya interaksi antara guru dengan siswa sehingga siswa terlihat bosan dan berbicara dengan temannya pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dari hasil wawancara kepada guru IPA terpadu didapatkan keterangan bahwa sebagian besar siswa di SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan mempunyai motivasi belajar dengan kategori rendah. Banyak siswa yang sering membolos baik mata pelajaran tertentu maupun membolos sekolah. Dari hasil wawancara dengan siswa, didapatkan keterangan bahwa menurut pendapat siswa, cara penyampaian materi dari guru kepada siswa masih monoton dan terbatas pada ceramah di kelas sehingga siswa malas belajar dan lebih senang berada di luar kelas.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Penggunaan model pembelajaran maupun media edukasi di SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan juga masih kurang bervariasi. Kebanyakan guru menggunakan metode ceramah karena dianggap memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Namun hal ini berbanding terbalik dengan siswa karena dari hasil wawancara dengan siswa heterogen, siswa perlu adanya inovasi dalam belajar, tidak hanya menggunakan metode ceramah, tetapi menggunakan metode dan media yang dapat memudahkan siswa dan membuat siswa termotivasi dalam belajar. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) siswa kelas VIII mata pelajaran IPA biologi pada tahun 2012/2013 yaitu 68. Namun rata-rata kelas VIII masih belum memenuhi KKM tersebut. Skor rata-rata siswa kelas VIII pada tahun ajaran 2012/2013 yaitu 61dengan persentase KKM sebesar 39% pada materi sistem peredaran darah manusia. Sistem Peredaran Darah Manusia merupakan materi pembelajaran semester gasal yang berhubungan dengan fungsi darah, golongan darah, alat peredaran darah, jenis peredaran darah serta gangguan pada sistem peredaran darah. Materi ini terdiri atas subbab yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam agar siswa dapat mencerna materi ini. Selain itu, materi ini berupa metabolisme tubuh sehingga masih bersifat abstrak bagi siswa. Penyampaian materi ini membutuhkan metode maupun media yang tepat agar siswa mudah mempelajari materi Sistem Peredaran Darah Manusia. Dari permasalahan tersebut, peneliti ingin memperbaiki permasalahan pembelajaran IPA khususnya biologi pada materi sistem peredaran darah

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 dengan menerapkan suatu media edukasi yang menarik sehingga siswa mudah mempelajari materi tersebut. Media edukasi tersebut yaitu berupa permainan ular tangga. Permainan ular tangga adalah salah satu jenis permainan tradisional yang sering digunakan dan dimainkan oleh banyak orang. Permainan ini merupakan jenis permainan kelompok, melibatkan beberapa orang dan tidak dapat digunakan secara individu. Media ular tangga ini sangat praktis dan mudah dimainkan, melibatkan siswa, dapat meningkatkan antusias siswa, siswa akan menjawab pertanyaan dengan sungguh-sungguh apabila mereka berhenti di kotak pertanyaan, serta media ini sangat disenangi oleh murid karena banyak terdapat gambar yang menarik dan berwarna (Solichin, 2012). Berdasarkan keunggulan media edukasi permainan ular tangga sesuai yang dikemukakan di atas, maka peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Penggunaan Media Edukasi Permainan Ular Tangga Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Seberapa jauh motivasi belajar siswa kelas VIII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan menggunakan media edukasi permainan ular tangga pada materi sistem peredaran darah manusia?

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 2. Bagaimanakah pengaruh penggunaan media edukasi permainan ular tangga terhadap hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan pada materi sistem peredaran darah manusia? C. Batasan Masalah Agar penelitian ini dapat terarah dan mendalam maka perlu adanya batasan masalah. Batasan masalah pada penelitian ini antara lain: 1. Materi pembelajaran Materi pembelajaran yang digunakan pada materi ini adalah Sistem Peredaran Darah Manusia. Standar Kompetensi: 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia. Kompetensi Dasar: 1.6 Mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan. 2. Media Pembelajaran Media yang digunakan pada penelitian ini yaitu media konvensional dalam bentuk permainan ular tangga yang ditempelkan di papan tulis dan dimainkan oleh perwakilan siswa yang ditunjuk masing-masing kelompok. 3. Motivasi Motivasi yang dimaksud oleh peneliti adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kemauan serta keinginan siswa yang secara positif mengaktifkan siswa dalam melakukan tindakan belajar. Tindakan belajar yang dimaksud adalah kemauan siswa mengikuti pelajaran dengan

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 mendengarkan, mencatat, mengerjakan tugas, mempelajari kembali, mencari tahu berbagai materi dan lain sebagainya yang mendukung proses belajar mengajar. Motivasi ini dibatasi pada hasil kuesioner siswa pada akhir siklus II. 4. Hasil Belajar Hasil belajar yang digunakan oleh peneliti yaitu ranah kognitif dan ranah afektif. Ranah kognitif diukur dengan hasil post-test setiap siklusnya sedangkan ranah afektif diukur menggunakan lembar observasi meliputi aspek serius, teliti, aktif, percaya diri, tanggung jawab, jujur, bekerjasama, toleransi, saling menghargai dan menghormati, sopan. D. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini yaitu : 1. Untuk mengetahui seberapa jauh motivasi belajar siswa kelas VIII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan menggunakan media edukasi permainan ular tangga pada materi sistem peredaran darah manusia. 2. Untuk mengetahui pengaruhpenggunaan media edukasi permainan ular tangga terhadap hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan pada materi sistem peredaran darah manusia. E. Manfaat Penelitian Penelitian ini dikatakan bernilai jika memberikan manfaat baik bagi diri peneliti sendiri, guru, maupun siswa. Berikut manfaat dari penelitian ini:

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 1. Bagi Peneliti Dapat memilih media yang paling tepat untuk digunakan pada penelitian ini. Dapat mempraktekkan media tersebut. Dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. 2. Bagi Guru Dapat digunakan sebagai salah satu sumber referensi dalam pengembangan penelitian tindakan kelas. Dapat digunakan untuk pembaharuan/inovasi pada proses pembelajaran agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Meningkatkan profesionalitas guru. Membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran. Meningkatkan kualitas pembelajaran kelas. 3. Bagi Siswa Dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Dapat membantu siswa agar lebih mudah memahami pelajaran biologi yang dianggap membosankan. Dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menganalisis suatu masalah.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Belajar dan Pembelajaran 1. Definisi dan Ciri-ciri Belajar Kita sering mendengar kata belajar dalam kehidupan sehari-hari. Belajar merupakan sesuatu yang tidak pernah berakhir sejak manusia ada dan berkembang di muka bumi hingga akhir kehidupan manusia. Belajar adalah suatu proses dan aktivitas yang selalu dilakukan dan dialami manusia sejak manusia di dalam kandungan, buaian, tumbuh berkembang dari anakanak, remaja hingga menjadi dewasa, sampai ke liang lahat, sesuai dengan prinsip pembelajaran sepanjang hayat. Belajar adalah suatu aktivitas atau proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan ketrampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian (Suyono, 2011). Menurut Crow dalam Suyono (2011), belajar diperolehnya dari kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru. Belajar dikatakan berhasil jika seseorang mampu mengulangi kembali materi yang telah dipelajarinya, sehingga belajar semacam ini disebut dengan rote learning, belajar hafalan, belajar melalui ingatan, by heart, di luar kepala, tanpa mempedulikan makna. Sedangkan menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), belajar adalah berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. 8

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 Dari pandangan-pandangan mengenai definisi belajar, kita dapat menemukan beberapa ciri umum kegiatan belajar antara lain sebagai berikut: a) Belajar menunjukkan suatu aktivitas pada diri seseorang yang disadari atau sengaja. b) Belajar merupakan interaksi individu dengan lingkungannya. Lingkungan dalam hal ini dapat berupa manusia atau obyek-obyek lain yang memungkinkan individu memperoleh pengalaman- pengalaman atau pengetahuan. c) Hasil belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku. Walaupun tidak semua perubahan tingkah laku merupakan hasil belajar, akan tetapi aktivitas belajar umumnya disertai dengan perubahan tingkah laku. 2. Definisi dan Ciri-ciri Pembelajaran Secara umum, pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Pembelajaran adalah upaya guru menciptakan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan siswa yang amat beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa (Suyono, 2011). Ciri-ciri pembelajaran adalah: Merupakan upaya sadar dan disengaja. Pembelajaran harus membuat siswa belajar.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan. Pelaksanaannya terkendali, baik dilihat dari segi isi, waktu, proses, maupun hasilnya. B. Hasil Belajar 1. Definisi Hasil Belajar Hasil belajar (achievement) adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2010). 2. Jenis-jenis Hasil Belajar Belajar adalah suatu upaya pembelajar untuk mengembangkan seluruh kepribadiannya, baik fisik maupun psikis. Belajar juga dimaksudkan untuk mengembangkan seluruh aspek intelegensi sehingga anak didik akan menjadi manusia yang utuh, cerdas secara intelegensi, cerdas secara emosi, cerdas psikomotornya, dan memiliki keterampilan hidup yang bermakna bagi dirinya. Dengan kata lain, siswa harus mampu mengembangkan potensi dirinya dalam berbagai ranah (aspek) belajar. Ada 3 ranah yang digunakan dalam proses pembelajaran, yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor yang akan dijabarkan sebagai berikut: a) Ranah Kognitif Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang berkaitan dengan 6 hal yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 b) Ranah afektif Ranah afektif berhubungan dengan sikap dan nilai seseorang. Ranah ini dapat dilihat dalam berbagai tingkah laku siswa seperti serius, teliti, aktif, percaya diri, tanggung jawab, jujur, bekerjasama, toleransi, saling menghargai dan menghormati, sopan. c) Ranah Psikomotorik Ranah psikomotorik berorientasi pada keterampilan motorik fisik yaitu keterampilan yang berhubungan dengan anggota badan yang memerlukan koordinasi syaraf dan otot yang didukung oleh perasaan dan mental. Ranah psikomotorik meliputi 6 hal yaitu gerakan refleks, gerakan dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan atau ketetapan, gerakan ekspresif dan intertatif (Sudjana, 1989). Dari ketiga ranah yang telah disebutkan di atas, ada dua ranah yang menjadi fokus penelitian yaitu ranah kognitif dan ranah afektif. 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Menurut Santoso (2013), hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi, baik faktor internal maupun faktor eksternal sebagai berikut: a) Faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri peserta didik, yang mempengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor ini meliputi kecerdasan, perasaan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 b) Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang mempengaruhi hasil belajar yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Kedua faktor ini menjadi fokus dalam penelitian. Faktor ekternal berupa media permainan ular tangga sebagai media yang digunakan untuk menyampaikan materi sistem peredaran darah manusia oleh peneliti berpengaruh pada faktor internal siswa (sikap dan motivasi siswa) yang akan meningkatkan hasil belajar siswa. C. Motivasi 1. Pengertian Menurut Suhana (2009), motivasi belajar adalah kekuatan (power motivation), daya pendorong (driving force), atau alat pembangun kesediaan dan keinginan yang kuat dalam diri peserta didik untuk belajar secara aktif, kreatif, efektif, inovatif, dan menyenangkan dalam rangka perubahan perilaku, baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor. 2. Jenis Motivasi Jenis-jenis motivasi menurut Suhana (2009) adalah sebagai berikut: a) Motivasi intrinsik, yaitu motivasi yang datangnya secara alamiah atau murni dari diri peserta didik itu sendiri sebagai wujud adanya kesadaran diri (self awareness) dari lubuk hati yang paling dalam.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 b) Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang datangnya disebabkan faktor-faktor di luar diri peserta didik, seperti adanya pemberian nasehat dari gurunya, hadiah (rewards), kompetisi sehat antar peserta didik, hukuman (punishment), dan sebagainya. Kedua motivasi ini berpengaruh dan menjadi fokus dalam penelitian ini. Adanya motivasi ekstrinsik berupa rewards dari guru, kompetisi sehat antar peserta didik, hukuman (punishment), dan sebagainya akan menimbulkan motivasi dari peserta didik itu sendiri (motivasi intrinsik). 3. Model Motivasi ARCS Keller dalam Nara (2010) mengemukakan bahwa seperangkat prinsip-prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran disebut dengan model motivasi ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) yang akan dijelaskan sebagai berikut: a). Attention (Perhatian) Attention adalah dorongan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu seseorang muncul karena dirangsang melalui hal-hal baru, aneh, lain dari yang sudah ada, dan kontradiktif/kompleks. Ada beberapa strategi yang digunakan untuk merangsang minat dan perhatian, yaitu: Menggunakan metode penyampaian yang bervariasi. Menggunakan media penyampaian yang bervariasi. Menggunakan humor dalam penyajian pembelajaran.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Menggunakan peristiwa nyata, anekdot, dan contoh-contoh untuk memperjelas konsep yang diutarakan. Menggunakan teknik bertanya untuk melibatkan siswa. b). Relevance (Relevansi) Relevance yaitu adanya hubungan yang ditunjukkan antara materi pembelajaran, kebutuhan, dan kondisi siswa. c). Confidence (Kepercayaan Diri) Confidence adalah merasa diri kompeten atau mampu untuk berinteraksi dengan lingkungan. Motivasi akan meningkat sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil. d). Satisfaction (Kepuasan) Satisfaction merupakan keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan yang akan menghasilkan kepuasan, siswa akan termotivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan yang serupa. D. Permainan Ular Tangga Permainan ular tangga adalah salah satu jenis permainan tradisional yang sering digunakan dan dimainkan oleh banyak orang. Permainan ini merupakan jenis permainan kelompok, melibatkan beberapa orang dan tidak dapat dimainkan secara individu. Media pembelajaran permainan ular tangga ini terdiri dari 4 bagian yaitu: kertas petak permainan, kartu pertanyaan, dadu dan maskot (Solichin, 2012).

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Gambar 2.1. Media Permainan Ular Tangga Langkah-langkah permainan ini sangat sederhana, antara lain sebagai berikut: 1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang. 2. Sebelum permainan dimulai, jelaskan cara kerja permainan ini. Jika mereka berhenti pada gambar tangga akan naik, jika berhenti pada gambar ular akan turun, dan jika berhenti pada petak pertanyaan maka mereka harus menjawab pertanyaan tersebut. Dalam penentuan pemain pertama, pemain kedua, pemain ketiga dan seterusnya ditentukan lewat undian atau melakukan “hom pim pah”. 3. Setiap kelompok mengirimkan satu orang sebagai wakilnya untuk memainkan permainan ular tangga. 4. Setiap pemain melempar dadu dan dapat melangkahkan bidak atau maskotnya beberapa petak sesuai dengan angka hasil lemparan dadu apabila pemain dapat menjawab pertanyaan dari kartu soal.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 5. Pemain yang mendapat angka 6 dari pelemparan dadu, maka pemain tersebut mendapatkan kesempatan sekali lagi untuk melemparkan dan melangkahkan bidaknya lagi. 6. Semua pemain memulai dari petak nomer 1. 7. Satu pertanyaan bernilai 10 poin. 8. Bagi pemain yang turun karena berada di petak ekor ular, maka dia akan mendapatkan punishment berupa pengurangan poin (5 poin). Dan pemain yang naik karena di petak tangga, maka dia akan mendapatkan reward berupa bonus poin (5 poin). 9. Pemenang dari permainan adalah pemain yang mendapat poin tertinggi dari setiap pertanyaan yang diberikan. 10. Pemenang juara 1 dan 2 akan mendapatkan reward sebagai bentuk dan penghargaan dari kerja keras kelompok. Kelebihan media ini sebagai berikut: 1. Media ini sangat praktis dan ekonomis serta mudah dimainkan. 2. Dapat meningkatkan antusias siswa dalam menggunakan media pembelajaran ini. 3. Siswa akan menjawab pertanyaan dengan sungguh-sungguh apabila mereka berhenti di kotak pertanyaan. 4. Media ini sangat disenangi oleh murid karena banyak terdapat gambar yang menarik dan berwarna.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Kelemahan media ini adalah: 1. Dimungkinkan menimbulkan kejenuhan karena banyaknya pertanyaan yang akan ditemui siswa. 2. Akan menimbulkan kejenuhan pada siswa yang menunggu giliran permainan. 3. Keadaan kurang terkontrol akibat kurangnya pengawasan guru dalam proses permainan. 4. Tanpa pengawasan yang intensif dari guru, siswa dapat mudah terjebak dalam permainan ular tangganya saja tanpa bisa menyerap nilai-nilai atau tujuan digunakan media pembelajaran ini (Solichin, 2012). E. Sistem Peredaran Darah Sistem peredaran darah merupakan salah satu materi kelas VIII IPA TERPADU yang terdapat pada Standar Kompetensi: 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia. Kompetensi Dasar: 1.6 Mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan. Berikut materi yang akan dibahas pada sistem peredaran darah secara garis besar: a. Pengertian dan fungsi darah. b. Komposisi darah meliputi ciri-ciri dan fungsi trombosit, leukosit, dan eritrosit. c. Proses pembekuan darah bila terjadi luka. d. Penggolongan darah manusia.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 e. Alat peredaran darah manusia. f. Peredaran darah besar dan peredaran darah kecil. g. Gangguan pada sistem peredaran darah terdiri dari gangguan yang berhubungan dengan darah (anemia, leukimia, thalasemia, dan AIDS) dan gangguan yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah (penyakit jantung, hipotensi, hipertensi, dan varises) (Karim, 2008) (lampiran 31). F. Hasil Penelitian yang Relevan Hasil penelitian yang relevan dengan penelitian skripsi ini yaitu hasil penelitian dari Alexander (2012), dalam penelitiannya yang berjudul Pemanfaatan Media Permainan Ular Tangga pada Mata Pelajaran Biologi Materi Filum Chordata untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X-F SMA N 11 Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini yaitu pembelajaran dengan menggunakan media edukasi permainan ular tangga dapat meningkatkan hasil belajar siswa, menyebabkan siswa lebih aktif dalam pembelajaran, dan memotivasi siswa dalam belajar. Hasil belajar siswa meningkat dari 80,56% pada siklus I menjadi 93,78% pada siklus II. Sedangkan keaktifan siswa meningkat dari 86,2% pada siklus I menjadi 96,5% pada siklus II.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 G. Kerangka Berpikir Hasil observasi guru pada saat PPL serta wawancara kepada guru dan siswa Hasil belajar dan motivasi siswa yang rendah (metode dan media pembelajaran kurang menarik) Dibutuhkan metode maupun media pembelajaran yang tepat, menarik, menyenangkan, serta prosesnya tidak membosankan Media edukasi permainan ular tangga yang melibatkan kerjasama, persaingan sehat, partisipasi siswa Hasil Belajar dan Motivasi Meningkat Gambar 2.2. Bagan Kerangka Berpikir Penjelasan: Dalam penelitian dibutuhkan adanya observasi dengan tujuan menentukan permasalahan yang dihadapi untuk kemudian dijabarkan dalam latar belakang. Pada latar belakang permasalahan yang timbul di SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan khususnya kelas VIII mata pelajaran IPA Biologi yaitu pada penggunaan metode pembelajaran dan media pembelajaran yang kurang menarik. Pada SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan khususnya kelas VIII ini, guru masih cenderung menggunakan metode ceramah dan kurang

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 memanfaatkan media pembelajaran sebagai sarana untuk menunjang pembelajaran. Akibatnya siswa banyak yang keluar masuk kelas, berbicara sendiri, dan bahkan ada yang bermain alat komunikasi. Oleh sebab itu, dibutuhkan metode dan media pembelajaran yang tepat. Metode kooperatif di mana siswa berpartisipasi secara aktif dan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan agar proses pembelajaran tidak membosankan. Salah satu media yang digunakan berupa permainan ular tangga dengan tujuan bersaing secara sehat, adanya kerjasama dengan satu tim/kelompok, dan siswa berpartisipasi dalam pembelajaran. Dengan demikian, diharapkan hasil belajar dan motivasi siswa kelas VIII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan dapat meningkat. H. Hipotesis Penelitian Penggunaan media edukasi permainan ular tangga pada materi sistem peredaran darah manusia dapat berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan tahun 2013/2014.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas deskriptif kuantitatifkualitatif. Data kuantitatif adalah data berupa angka-angka yang tersusun sebagai dasar analisis (Sugiono, 2010). Data kualitatif digunakan untuk meneliti dengan melihat keadaan obyek penelitian melalui uraian, pengertian atau penjelasan suatu peristiwa pada masa sekarang dengan tujuan membuat deskripsi secara sistematis (Rahman, 2010). B. Setting Penelitian Setting penelitian ini terdiri dari: 1. Obyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini yaitu motivasi dan hasil belajar siswa pada materi Sistem Peredaran Darah Manusia. 2. Subyek Penelitian Subyek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII A yang berjumlah 26 siswa terdiri dari 12 siswa berjenis kelamin perempuan dan 14 siswa berjenis kelamin laki-laki. Pemilihan sampel penelitian didasarkan pada purposive sample yaitu pemilihan sampel didasarkan pada tujuan tertentu (Sukardi, 2003). 21

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 3. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan yang beralamat di Jl. Tamansiswa 25-F, Yogyakarta. 4.Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 September- 4 Oktober 2013. C. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas didefinisikan sebagai penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat (Kusumah, 2009). Model-model PTK terdiri dari beberapa jenis. Salah satu diantaranya adalah model Kemmis & M.C. Taggart. Menurut Kemmis & M.C. Taggart dalam Kusumah (2009), pada hakikatnya perangkat-perangkat atau untaianuntaian dengan satu perangkat terdiri dari 4 komponen, yaitu: 1. Perencanaan (Planning) 2. Tindakan (Acting) 3. Pengamatan dan Evaluasi (Observing and Evaluation) 4. Refleksi (Reflecting) yang akan menjadi dasar dalam menyusun tahap perencanaan siklus berikutnya.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Keempat komponen yang berupa untaian tersebut dipandang sebagai satu siklus. Siklus dapat diartikan sebagai putaran yang terdiri dari keempat komponen tersebut (perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi). Berikut adalah siklus penelitian menurut Kemmis & M.C. Taggart yang sering digunakan dalam dunia pembelajaran: Tindakan Perencanaan Siklus 1 Pengamatan Refleksi Tindakan Perencanaan Siklus 2 Pengamatan Refleksi Sumber : Kusumah, 2009 Gambar 3.1. Bagan Siklus Penelitian Tindakan Kelas menurut Kemmis & M.C. Taggart D. Rancangan Tindakan Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, yaitu siklus I dan siklus II dengan masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Penggunaan siklus ini berdasarkan siklus penelitian menurut Kemmis & M.C.Taggart dengan 4 tahapan kegiatan yaitu:

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan dan 24 evaluasi (observing and evaluation), dan refleksi (reflection). 1. Pra Tindakan a) Mengidentifikasi masalah, langkah ini diawali dengan menganalisis motivasi dan hasil ulangan harian siswa berdasarkan wawancara dengan guru dan siswa serta data hasil ulangan harian materi Sistem Peredaran Darah Manusia dari tahun sebelumnya. b) Mengobservasi proses pembelajaran untuk mengetahui gambaran kegiatan belajar dan mengajar di kelas VIII SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan. c) Menyusun perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kerja Siswa (LKS). d) Menyusun soal post-test sebagai bahan evaluasi yang akan digunakan untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa. e) Menyusun instrumen pengumpulan data lainnya berupa lembar observasi dan lembar kuesioner. f) Menyelesaikan rancangan penelitian dengan bimbingan dosen hingga memperoleh persetujuan untuk penelitian. g) Meminta surat izin penelitian di Sekretariat Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma. h) Menyerahkan surat ijin penelitian kepada kepala sekolah SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 2. Siklus I a) Perencanaan (Planning) Pada tahap perencanaan, dilakukan penyusunan tindakan sebagai persiapan pembelajaran, antara lain: Pada siklus ini terdiri atas 2x pertemuan dengan materi darah, komposisi darah, golongan darah, dan alat peredaran darah. Untuk pertemuan I materi yang akan diberikan yaitu darah dan komposisi darah sedangkan pada pertemuan kedua akan diberikan materi golongan darah dan alat peredaran darah. Peneliti memberikan permainan ular tangga sebagai kegiatan yang menunjang agar kegiatan belajar mengajar tidak membosankan dan membagi siswa ke dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 orang. Peneliti menyusun instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi dan kuesioner siswa. b) Tindakan (Acting) Pada bagian ini, proses belajar mengajar menggunakan permainan pada setiap siklusnya sesuai dengan rencana tindakan. Kegiatan yang dilakukan antara lain: Peneliti bertindak sebagai guru yang membimbing dan mengarahkan siswa. Peneliti melakukan apersepsi dengan materi yang sudah disesuaikan dengan RPP.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran yang dilaksanakan. Peneliti membagi siswa ke dalam kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Selanjutnya guru melakukan tindakan sesuai dengan RPP yang sudah dibuat dengan permainan ular tangga. c) Observasi dan Evaluasi (Observation and Evaluation) Pada tahap observasi dilakukan bersamaan dengan tahap acting. Observer melakukan pengamatan atas dampak dan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar. Hasil belajar kognitif diperoleh dari hasil tes tertulis, ranah afektif diperoleh dari lembar observasi siswa sedangkan motivasi diperoleh dari kuesioner. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu materi Sistem Peredaran Darah Manusia yang dilaksanakan oleh guru dan siswa. Peneliti yang bertindak sebagai guru dan observer mengenali, mengamati, dan mendokumentasikan proses, hasil pengaruh dan masalah baru yang muncul pada saat pelaksanaan pembelajaran. Evaluasi berupa post-test dipakai untuk mendapatkan feedback pada pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu materi sistem peredaran darah pada subbab darah dan alat peredaran darah. d) Refleksi (Reflection) Pada bagian ini, hasil yang diperoleh selama proses belajar mengajar, berupa hasil tes dan lembar observasi siswa dibahas dan

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 didiskusikan, kemudian diidentifikasi kekurangan dan kelebihan selama proses siklus I. Hasil refleksi antara observer dan peneliti digunakan untuk memperbaiki kekurangan siklus I dan menjadi tindak lanjut dalam siklus II. 3. Siklus II a) Perencanaan (Planning) Identifikasi masalah berdasarkan hasil dan refleksi pada siklus I. Peneliti dan guru menggali data dari siklus I mengenai karakteristik siswa melalui nilai evaluasi akhir siklus I untuk membentuk kelompok baru dengan kelompok yang berbeda dari yang sebelumnya. Peneliti melakukan revisi perangkat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sudah disiapkan. b) Tindakan (Acting) Kegiatan yang dilakukan pada siklus ini antara lain: Peneliti bertindak sebagai guru yang membimbing dan mengarahkan siswa. Peneliti melakukan apersepsi dengan materi yang sudah disesuaikan dengan RPP. Peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Peneliti memberikan apersepsi pada pertemuan I siklus II untuk mengetahui pengetahuan awal siswa mengenai materi sistem peredaran darah dan gangguan pada sistem peredaran darah. Peneliti membagi siswa ke dalam kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa dengan siswa yang berbeda dari kelompok pada siklus I. Selanjutnya guru melakukan tindakan sesuai dengan RPP yang sudah dibuat. Peneliti melakukan evaluasi berupa post-test. c) Observasi dan Evaluasi (Observation and Evaluation) Pada tahap ini melakukan hal yang sama seperti pada siklus I dengan materi subbab yang berbeda. d) Refleksi (Reflection) Hasil yang sudah diperoleh dari tahap observasi dan evaluasi kemudian dibahas dan disimpulkan apakah tindakan yang sudah dilakukan berhasil atau tidak serta sudah mencapai target indikator keberhasilan atau belum. E. Instrumen Penelitian Ada 2 macam instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: 1. Instrumen Pembelajaran Instrumen Pembelajaran ini berupa:

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 a). Silabus kelas VIII materi sistem peredaran darah (lampiran I). b). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus I dan siklus II (lampiran 2 dan 8). c). Lembar Kerja Siswa (LKS) (lampiran 6 dan 12). 2. Instrumen Pengumpulan Data a) Tes Pada penelitian ini, soal tes digunakan untuk mengukur ranah kognitif berupa peningkatan hasil belajar siswa pada materi Sistem Peredaran Darah Manusia. Test yang digunakan berupa post-test yang dilakukan pada akhir pembelajaran siklus I dan II. Hasil belajar dibatasi pada peningkatan antara evaluasi siklus 1 dan evaluasi siklus II. Dengan adanya tes ini, peneliti dapat mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar siswa pada ranah kognitif secara kuantitatif. Validitas merupakan sarana untuk meninjau apakah sebuah tes tersebut valid. Pada test ini menggunakan validitas isi. Menurut Purwanto (2009), validitas isi adalah pengujian validitas dilakukan atas isinya untuk memastikan apakah butir-butir pada tes hasil belajar dapat mengukur secara tepat apa yang ingin diukur. Validitas isi dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain dengan meminta pertimbangan para ahli, mencocokkan materi test dengan silabus dan kisi-kisi, melakukan diskusi dengan sesama

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 pendidik, maupun mencermati kembali substansi dari konsep yang akan diukur (Arifin, 2012). Dalam penelitian ini, soal dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dosen pembimbing dan guru IPA SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan. b) Lembar Observasi Observasi dilakukan untuk mengetahui hasil belajar ranah afektif siswa yang didasarkan hal-hal yang dapat diamati oleh observer atau pengamat yang mencakup aspek afektif yaitu serius, teliti, aktif, percaya diri, tanggung jawab, jujur, bekerjasama, toleransi, saling menghargai dan menghormati, sopan. Observasi dilakukan selama proses pembelajaran dari siklus I dan siklus II dengan model rating scale untuk mendapatkan data dalam bentuk kuantitatif. Model rating scale dipilih karena menyediakan angka-angka yang akan memudahkan dalam pengolahan dan penyajian data. c) Kuesioner Menurut Sudjana (1989), ada 3 tujuan menggunakan kuisioner dalam proses pembelajaran, antara lain: 1) Memperoleh data mengenai latar belakang siswa untuk bahan analisis tingkah laku hasil dan proses belajarnya. 2) Memperoleh data mengenai hasil belajar dan proses belajar siswa.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 3) Memperoleh data sebagai bahan dalam menyusun kurikulum dan program belajar mengajar. Kuisioner ini dibuat dengan memperhatikan tujuan penggunaan kuisioner menurut Sudjana pada point b sehingga kuisioner ini diberikan kepada siswa pada akhir pembelajaran untuk mengambil data mengenai motivasi belajar siswa setelah mengalami proses belajar menggunakan media edukasi permainan ular tangga pada materi Sistem Peredaran Darah Manusia. F. Analisis Data Data dari penelitian ini adalah data mentah berupa data yang diperoleh dari masing-masing siklus yang akan disajikan sebagai berikut : 1. Tes Tes yang digunakan dalam pengambilan data kuantitatif berupa soalsoal pilihan ganda dan essay dengan menggunakan pedoman validitas isi. Penghitungan tes akan dilakukan dengan penghitungan ketuntasan individu, ketuntasan kelas, dan rerata kelas. • Ketuntasan individu Setiap individu pada kegiatan belajar mengajar ini dikatakan tuntas apabila memperoleh nilai ≥70. Tes kognitif dilaksanakan setiap akhir siklus, dengan tujuan mengetahui hasil belajar siswa. Berikut adalah rumus perhitungan skor ketuntasan individu: Ki = jumlah skor yang didapat x 100 skor maksimal

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Keterangan: Ki = ketuntasan Individu Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, secara individual digunakan uji komparasi, yaitu uji untuk membandingkan nilai rerata kelas dari hasil tes dengan nilai tes siklus I dan nilai tes siklus II. Berikut adalah kriteria skor ketuntasan individu: Tabel 3.1. Kriteria Skor Ketuntasan Individu Nilai Individu ≥70 dari KKM <70 dari KKM • Keterangan Tuntas Tidak Tuntas Ketuntasan kelas Dalam kegiatan belajar mengajar, akan dikatakan mencapai target dari indikator keberhasilan jika ≥70% siswa mencapai KKM. Berikut merupakan rumus ketuntasan klasikal siswa : KK = jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥70 x 100% jumlah total siswa Keterangan: KK = Ketuntasan klasikal Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal digunakan uji komparasi yang sama dengan ketuntasan individual, dengan dilakukan uji untuk membandingkan nilai rerata kelas dari nilai tes siklus I dan nilai tes siklus II.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI • 33 Rerata kelas Rerata kelas dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Rerata kelas = jumlah nilai seluruh siswa jumlah total siswa 2. Lembar Observasi Observasi adalah metode atau cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung (Purwanto, 2009). Dalam penelitian ini, observasi dilakukan untuk mengetahui hasil belajar ranah afektif siswa kelas VIII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan. Data hasil observasi kemudian digunakan sebagai analisis seberapa besar perhatian, sikap, dan nilai siswa untuk belajar menggunakan media edukasi ular tangga. Perhitungan terhadap data observasi digunakan untuk mengukur skor kelompok, dan prosentase hasil belajar siswa ranah afektif. Lembar observasi ini terdiri dari 20 butir pernyataan dengan pilihan jawaban Kurang Sekali, Kurang, Baik, Baik Sekali. Berikut rumus yang digunakan untuk mengukur hasil belajar ranah afektif siswa: P = jumlah skor yang didapat x 100% skor maksimal Keterangan : P = Persentase skor hasil observasi kelompok siswa

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Dari perhitungan di atas, didapatkan persentase skor hasil observasi kelompok siswa yang kemudian dapat dikategorikan sebagai berikut: Tabel 3.2. Kategori Persentase Hasil Belajar Siswa Ranah Afektif Persentase yang diperoleh (%) 66,68 ≤ p ≤ 100 33,34 ≤ p ≤ 66,67 0 ≤ p ≤ 33,33 Kategori Tinggi Sedang Rendah Sumber: Suharsimi, 2007 Dari tabel kategori persentase hasil belajar siswa ranah afektif, dapat dihitung persentase siswa dengan sikap dan perilaku kategori tinggi sebagai berikut: P = jumlah siswa dengan kategori tinggi x 100% skor maksimal Keterangan: P = Persentase hasil belajar siswa ranah afektif dengan kategori tinggi. 3. Kuesioner Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap materi Sistem Peredaran Darah Manusia menggunakan media edukasi Permainan Ular Tangga. Lembar kuesioner ini berisi 20 butir pernyataan negatif dan positif dengan ketentuan sebagai berikut: Tabel 3.3. Penetapan Skor Kuesioner Motivasi Belajar Siswa Pilihan jawaban Sangat Setuju Setuju Skor Pernyataan Positif Pernyataan Negatif 5 1 4 2

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 2 1 35 4 5 Kisi-kisi yang digunakan dalam kuesioner untuk mengetahui motivasi belajar siswa meliputi aspek sebagai berikut: Tabel 3.4. Kisi-kisi Kuesioner Motivasi Belajar Siswa No Aspek 1. 2. 3. 4. Perhatian (Attention) Relevansi (Relevance) Percaya diri (Confidence) Kepuasan (Satisfaction) Jumlah Pernyataan Positif 18, 5, 11 2, 19, 15 16, 1, 10 7, 9, 20 10 Pernyataan Negatif 3, 6, 8 14 17, 12, 13 4 10 Jumlah 6 4 6 4 20 Perhitungan kuesioner dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: P = jumlah skor yang didapat x 100% skor maksimal Keterangan: P = Persentase skor kuesioner kelompok siswa Dari rumus di atas, diperoleh data perhitungan yang akan dikategorikan sebagai berikut: Tabel 3.5. Kategori Persentase Motivasi Siswa Persentase yang diperoleh (%) 66,68 ≤ p ≤ 100 33,34 ≤ p ≤ 66,67 0 ≤ p ≤ 33,33 Kategori Tinggi Sedang Rendah Dari tabel kategori persentase motivasi siswa, dapat dihitung persentase motivasi kategori tinggi sebagai berikut:

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 P = jumlah siswa dengan kategori tinggi x 100% skor maksimal Keterangan : P = Persentase motivasi siswa dengan kategori tinggi. G. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini meliputi hasil belajar ranah kognitif berupa post-test, hasil belajar ranah afektif berupa lembar observasi dan kuesioner motivasi belajar siswa untuk mengukur motivasi belajar siswa pada materi sistem peredaran darah manusia. Tabel 3.6. Tabel Indikator Keberhasilan Indikator Skor rata-rata kelas Ketuntasan klasikal Motivasi siswa Awal belum terukur belum terukur belum terukur Target 70 70% 70% siswa motivasi tinggi

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Proses Penelitian Penelitian ini dilaksanakan bersamaan dengan Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang akan disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 4.1. Jadwal Penelitian Tindakan Kelas No. Hari/Tanggal Jam Pelajaran ke - Waktu 1. Selasa, 24 September 2013 1-3 07.00-09.00 2. Jumat, 27 September 2013 5-6 09.55-10.35 3. Selasa, 1 Oktober 2013 1-3 07.00-09.00 4. Jumat, 4 Oktober 2013 5-6 09.55-10.35 Total Waktu: 10 JP (10 x 40 menit) Peneliti menggunakan 5 jam pelajaran pada setiap siklusnya, sehingga total waktu yang digunakan yaitu 10 jam pelajaran. Materi pembelajaran yang disampaikan adalah Sistem Peredaran Darah Manusia. Data penelitian motivasi dan hasil belajar siswa diperoleh dengan melakukan observasi saat proses pembelajaran berlangsung oleh observer, mengujikan tes dalam bentuk soal post-test yang diberikan pada akhir tiap siklus, dan kuesioner yang diberikan di akhir siklus II. Subyek penelitian ini adalah kelas VIIIA SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan yang berjumlah 26 siswa. Namun ada 1 siswa yang tidak hadir dan mengikuti proses pembelajaran sehingga jumlah subyek yang dapat dijadikan penelitian yaitu 25 orang dengan 13 siswa berjenis kelamin laki-laki dan 12 siswa berjenis kelamin perempuan. 37

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. 38 Siklus I a. Perencanaan Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi mengenai aktivitas siswa dan guru di kelas selama proses pembelajaran IPA berlangsung, mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), lembar observasi siswa, dan kuesioner. Peneliti mengkonsultasikan materi dan perangkat pembelajaran sebelum melaksanakan kegiatan penelitian. b. Tindakan 1) Pertemuan I Pertemuan I dilaksanakan pada hari Selasa, 24 September 2013. Peneliti bertindak sebagai guru dan mahasiswa lainnya yang bertindak sebagai observer yang mengamati seluruh kegiatan pembelajaran. Guru memberikan apersepsi dan tujuan pembelajaran kemudian menjelaskan petunjuk permainan ular tangga sesuai dengan Lembar Kerja Siswa. Guru membagi siswa ke dalam kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. Pembagian kelompok ini disesuaikan tempat duduk siswa. Siswa yang duduk di bangku 1-2 merupakan 1 kelompok, begitu seterusnya.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Materi pelajaran yang disampaikan pada pertemuan I siklus I adalah Darah dan Alat Peredaran Darah. Materi ini terdiri dari pengertian darah, fungsi darah, golongan darah, dan alat peredaran darah. Permainan ular tangga dimulai dengan menunjuk salah satu anggota kelompok sebagai perwakilan untuk memainkan permainan ular tangga. Perwakilan kelompok maju ke depan membacakan kartu soal dan anggota kelompok lainnya bergegas mencari jawaban menggunakan sumber belajar (buku paket). Setelah mendapatkan jawaban, perwakilan kelompok mempresentasikan jawaban di depan kelas. Kelompok lain juga segera mencari jawaban soal karena apabila ada kelompok yang tidak segera menemukan jawaban atau salah dalam menjawab kartu soal tersebut, kelompok lain dapat segera menjawabnya. Jawaban yang dipresentasikan oleh perwakilan kelompok dicocokkan dengan kartu jawaban. Kelompok yang benar dalam menjawab, dapat mengocok dadu yang berada di meja guru dan memainkan bidaknya sesuai angka pada dadu tersebut. Observer membantu menuliskan point di papan tulis dan permainan ini dimainkan selama 60 menit. Kelompok yang menang akan mendapatkan reward dari guru. Kegiatan akhir pembelajaran, guru mengklarifikasi jawaban siswa kemudian bersama-sama siswa menyimpulkan apa yang sudah dipelajari hari itu. Guru mengucapkan salam penutup dan

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 membeeri tugas siswa untuk k mempersiiapkan postt-test yang akan diadakkan pada perrtemuan berrikutnya. Gambar 4.1. Siswa sedang membaccakan kartu sooal G Gambar 4.2. Siswa S mempresentasikan jaw waban di depaan kelas

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 G Gambar 4.3. Situasi S saat memainkan meddia permainann ular tangga 2) Pertem muan II Peertemuan keedua dilaksaanakan padda hari Jumaat, 27 Septeember 2013 pukul p 09.555-11.15 selaama 2 jam pelajaran. Pada pertem muan ini, guuru mengucaapkan salam m pembuka dan d mengabbsen siswa. Guru bersam ma siswa mengingat kembali pembelajarran sebelum mnya selamaa 15 menitt. Guru meembagikan lembar poost-test dansiswa mengeerjakan postt-test sikluss I. Waktu pelaksanaaan post-test yaitu 65 mennit. Peembelajarann diakhiri dengan guru g menggucapkan salam s penutuup dan memberikan m tugas unntuk mem mpelajari materi m berikuutnya. Setelah itu, gurru meminta salah satuu siswa maj aju ke depan untuk mem mimpin doa sebelum s puulang sekolaah.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 G Gambar 4.4. Situasi S saat poost-test siklus I c. Observaasi 1) Datta Hasil Obsservasi Lembar observasi o diberikan d s setiap perttemuan perrtama massing-masingg siklus. Leembar obseervasi ini ddigunakan untuk u untuuk mengetaahui hasil beelajar ranahh afektif sisswa kelas VIII V A SM MP Taman Dewasa Ib bu Pawiyaatan. Data hasil obseervasi kem mudian diguunakan sebaagai analisiis seberapa besar perh hatian, sikaap, dan niilai siswa dalam bellajar mengggunakan media m eduukasi ular tanngga. Berik kut adalah data d hasil obbservasi sikllus I: Tabeel 4.2. Data Hasil H Belajar Ranah R Afektiff Siswa Kategori Jum mlah Siswa Tinggi 11 siswa Sedang 14 siswa Rendahh 0 siswa Raata-rata kelaas P Persentase 44% 56% 0% 67%

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Dari tabel 4.2.diketahui bahwa 11 siswa masuk dalam kategori tinggi dengan persentase hasil belajar siswa yaitu 44% dan ada 14 siswa masuk ke dalam kategori sedang dengan persentase motivasi siswa sebesar 56%. Persentase rata-rata kelas hasil observasi siswa yaitu 67%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase hasil belajar siswa pada ranah afektif belum sesuai dengan indikator keberhasilan. Data hasil observasi siklus I dapat dilihat pada lampiran 17. 2) Data Hasil Post-test Siklus I Data hasil belajar ranah kognitif dapat dilihat dari post-test siklus I. Berikut akan disajikan hasil belajar siswa siklus I: Tabel 4.3. Data Hasil Belajar Siswa Siklus I Aspek yang diamati Keterangan Nilai ≥ 70 Tuntas Nilai < 70 Tidak Tuntas Total Siswa Skor Rata-rata Kelas Jumlah Siswa Persentase 16 siswa 9 siswa 64% 36% 25 siswa 73 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa ada 16 siswa memperoleh nilai ≥70 dan masuk dalam kategori tuntas. Persentase ketuntasan klasikal hasil belajar siswa yaitu 64%. Sedangkan ada 9 siswa yang memperoleh nilai <70 dan masuk dalam kategori tidak tuntas dengan persentase sebesar 36%. Skor rata-rata kelas siklus I yakni 73. Hal ini menunjukkan

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 bahwa persentase ketercapaian KKM belum dapat mencapai indikator keberhasilan namun untuk skor rata-rata kelas sudah mencapai indikator keberhasilan. Data hasil belajar siswa ranah kognitif siklus I dapat dilihat pada lampiran 19. d. Refleksi Pelaksanaan proses pembelajaran untuk mengetahui hasil belajar siswa pada ranah afektif siklus I belum mencapai target yang diharapkan karena siswa yang masuk ke dalam persentase kriteria tinggi (skor ≥70) hanya mencapai 44%. Selama proses pembelajaran berlangsung, ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan ketika guru menjelaskan materi pelajaran dan berbicara dengan teman satu kelompoknya. Pengelolaan kelas oleh guru juga masih kurang sehingga ada beberapa siswa yang belum mendapat giliran maju ke depan kelas justru berada di depan kelas. Pada hasil belajar ranah kognitif siklus I, skor rata-rata kelas sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu 73 namun persentase ketercapaian KKM belum dapat mencapai indikator keberhasilan karena hanya sebesar 64%. Dari refleksi ini skor rata-rata kelas sudah mencapai indikator keberhasilan namun ketuntasan klasikal dan hasil belajar siswa ranah afektif belum mencapai indikator keberhasilan sehingga diperlukan adanya tindakan sebagai upaya

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 tindak lanjut agar ketuntasan klasikal dan hasil belajar siswa ranah afektif dapat mencapai indikator keberhasilan. Hasil dari refleksi yang dilakukan oleh observer dengan peneliti yaitu peneliti bersama observer melakukan pembagian kelompok baru pada siklus II. Pembagian kelompok baru ini dilakukan karena ada beberapa anggota kelompok yang tidak aktif dan tidak ikut berpartisipasi dalam proses pembelajaran berlangsung. Satu atau dua siswa yang pintar berada di masing-masing kelompok dan sisanya dibagi sama rata sampai masing-masing kelompok berjumlah 4-5 orang. Selain itu, peneliti menambahkan beberapa peraturan saat permainan ular tangga agar permainan ini berjalan lebih kondusif. Penambahan butir peraturan yaitu bagi siswa yang berada di depan kelas namun belum saatnya maju dan memainkan permainan akan diberikan sanksi berupa pengurangan 5 point. Peneliti yang bertindak sebagai guru juga lebih tegas dalam pengelolaan kelas yaitu siswa yang tidak memperhatikan akan mendapat teguran dari peneliti. Teguran secara lisan dilakukan agar proses pembelajaran ini dapat berlangsung secara kondusif. Dari refleksi ini diharapkan adanya peningkatan hasil belajar siswa ranah afektif maupun hasil belajar siswa ranah kognitif pada siklus II.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 2. Siklus II a. Perencanaan Berdasarkan hasil refleksi yang peneliti lakukan bersama observer selama siklus I, maka peneliti membentuk kelompok baru dengan kelompok yang berbeda dari yang sebelumnya. Kelompok baru yang dibentuk ini bertujuan agar semua anggota kelompok terlibat aktif dalam kegiatan permainan ular tangga maupun selama proses pembelajaran berlangsung. Daftar nama kelompok dapat dilihat pada lampiran 16. Peneliti melakukan revisi perangkat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah disiapkan. b. Tindakan 1) Pertemuan I Pertemuan I siklus II dilaksanakan pada hari Selasa, 1 Oktober 2013 pukul 07.00-09.00. Peneliti yang bertindak sebagai guru dan mahasiswa lainnya bertindak sebagai observer. Guru memberikan apersepsi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai kemudian menjelaskan petunjuk permainan ular tangga sesuai dengan Lembar Kerja Siswa dan menambah peraturan sesuai hasil refleksi siklus I. Guru membagi siswa ke dalam kelompok baru dengan kelompok yang berbeda dari sebelumnya, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Materi pelajaran yang disampaikan pada pertemuan I siklus II yaitu Macam-macam Peredaran Darah dan Gangguan pada Sistem Peredaran Darah Manusia. Permainan ular tangga dimulai dengan menunjuk salah satu anggota kelompok sebagai perwakilan untuk memainkan permainan ular tangga. Perwakilan kelompok maju ke depan membacakan kartu soal dan anggota kelompok lainnya bergegas mencari jawaban menggunakan sumber belajar (buku paket). Setelah mendapatkan jawaban, perwakilan kelompok mempresentasikan jawaban di depan kelas. Kelompok lain juga segera mencari jawaban soal karena apabila ada kelompok yang tidak segera menemukan jawaban atau salah dalam menjawab kartu soal tersebut, dapat segera menjawabnya. Jawaban yang dipresentasikan oleh perwakilan kelompok dicocokkan dengan kartu jawaban. Kelompok yang benar dalam menjawab, dapat mengocok dadu yang berada di meja guru dan memainkan bidaknya sesuai angka pada dadu tersebut. Observer membantu menuliskan point di papan tulis dan permainan ini dimainkan selama 60 menit.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Gambar 4.5. Siswa mem mpresentasikaan jawaban dii depan kelas Gambar 4.6. Perwakkilan kelompook memainkann bidaknya Kegiatan akhir a pembeelajaran, guuru mengklaarifikasi jaw waban sisw wa kemudiaan bersamaa-sama sisw wa menyimppulkan apa yang suddah dipelajari hari itu. i Guru memberi reward keepada keloompok yanng menang permainann dilanjutkaan mengucaapkan salaam penutupp dan memb beri tugas siswa untukk mempersiaapkan post-test yang akan diadak kan pada peertemuan beerikutnya.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 2) Perttemuan II Pertemuann ini dilakssanakan paada hari Juumat, 4 Ok ktober 20114 pukul 09.55-11.15. Guru G bersam ma siswa m mengulas kem mbali matteri yang teelah disamp paikan sebeelumnya seelama 15 menit. m Gurru membagiikan lembarr post-test dan d siswa m mengerjakan posttestt siklus II. Waktu W pelak ksanaan post-test yaitu 65 menit. Gaambar 4.7. Siituasi saat posst-test siklus III Setelah ituu, siswa meengisi lembaar kuesioneer motivasi siswa untuuk mengukkur motivaasi siswa dalam pennggunaan media m perm mainan ularr tangga inii pada mateeri Sistem P Peredaran Darah D Mannusia. Pem mbelajaran diakhiri dengan d guruu mengucaapkan salaam penutupp dan mem minta salah satu siswaa untuk majju ke deppan untuk memimpin m do oa sebelum pulang sekkolah.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. 50 Observasi 1) Data Hasil Observasi Lembar observasi ini diberikan pada pertemuan I siklus II. Lembar observasi ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar ranah afektif siswa kelas VIII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan. Data hasil observasi kemudian digunakan sebagai analisis seberapa besar perhatian, sikap, dan nilai siswa dalam belajar menggunakan media edukasi ular tangga. Berikut adalah data hasil observasi siklus II: Tabel 4.4. Data Hasil Observasi Belajar Siswa Siklus II Kategori Jumlah Siswa Persentase Tinggi 25 siswa 100% Sedang 0 siswa 0% Rendah 0 siswa 0% Rata-rata kelas 77% Dari tabel di atas diketahui bahwa 25 siswa masuk dalam kategori tinggi dengan persentase hasil belajar siswa ranah afektif yaitu 100%. Persentase rata-rata kelas hasil observasi siswa yaitu 77%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase hasil belajar siswa pada ranah afektif sudah mencapai indikator keberhasilan. Data hasil observasi siklus II dapat dilihat pada lampiran 18.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 2) Data Hasil Post-test Siklus II Data hasil belajar ranah kognitif dapat dilihat dari posttest siklus II. Berikut akan disajikan hasil belajar siswa siklus II: Tabel 4.5. Data Hasil Belajar Siswa Siklus II Aspek yang diamati Keterangan Nilai ≥70 Tuntas Nilai <70 Tidak Tuntas Total Siswa Skor Rata-rata Kelas Jumlah Siswa Persentase 16 siswa 64% 9 siswa 36% 25 siswa 76 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase skor rata-rata kelas pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 76. Namun pada ketuntasan klasikal tetap/tidak mengalami peningkatan yaitu 64%. Ada 16 siswa memperoleh nilai ≥70. Sedangkan ada 9 siswa yang memperoleh nilai <70 dan masuk dalam kategori tidak tuntas dengan persentase sebesar 36%. Data hasil belajar siswa ranah kognitif siklus II dapat dilihat pada lampiran 20. 3) Data Hasil Kuesioner Motivasi Belajar Siswa Data mengenai motivasi belajar siswa dapat diketahui melalui kuesioner yang dilakukan pada akhir pembelajaran siklus II. Berikut akan dipaparkan data tersebut:

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Tabel 4.6. Data Hasil Kuesioner Motivasi Belajar Siswa Kategori Jumlah Siswa Persentase Tinggi 21 siswa 84% Sedang 4 siswa 16% Rendah 0 siswa 0% Rata-rata 76% Tabel 4.7. Jumlah Nilai Tertinggi Kuesioner Motivasi Belajar Siswa No 1. 2. 3. 4. 5. Jumlah Nilai 117 114 109 108 108 No. Pernyataan 11 7 9 13 8 Aspek Perhatian Kepuasan Kepuasan Percaya Diri Perhatian Dari tabel di atas, diketahui bahwa hasil kuesioner untuk mengukur motivasi belajar siswa yang masuk ke dalam kategori tinggi berjumlah 21 siswa dengan persentase 84%. Sedangkan motivasi belajar siswa yang masuk ke dalam kategori sedang sebanyak 4 siswa dengan persentase 16%. Pada pengukuran motivasi ini sudah mencapai target keberhasilan. Jika ditinjau dari jumlah nilai tertinggi pada tabel 4.7, dapat diketahui bahwa perolehan nilai tertinggi berada pada butir pernyataan ke-11 dengan jumlah nilai 117 dan dikategorikan ke dalam aspek perhatian. Nilai tertinggi kedua berada pada butir pernyataan ke-7 dengan jumlah nilai 114 dan berada pada aspek kepuasan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 27.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. 53 Refleksi Pembelajaran pada siklus II mengalami perbaikan berdasarkan refleksi siklus I. Melalui perbaikan, terdapat dua ranah yang mengalami peningkatan yaitu ranah afektif dan ranah kognitif. Persentase hasil observasi untuk mengukur hasil belajar siswa pada ranah afektif siklus I belum mencapai target yaitu masih 44%, namun pada siklus II terdapat 100% siswa yang masuk dalam kategori tinggi. Sedangkan pada ranah kognitif, skor rata-rata kelas meningkat dari 73 pada siklus I menjadi 76 pada siklus II. Ketuntasan klasikal hasil post-test pada kedua siklus ini tidak mengalami peningkatan namun tetap stabil pada persentase 64%. Persentase ini belum mencapai target yang diharapkan karena ketuntasan klasikal belum mencapai 70%. Ada 16 siswa dengan nilai ≥70 dan 9 siswa dengan nilai <70. Hasil dari kuesioner motivasi belajar, dapat dilihat bahwa motivasi belajar siswa pada materi Sistem Peredaran Darah Manusia menggunakan media permainan ular tangga berada pada persentase 84% dan masuk ke dalam kategori tinggi. Pada hasil kuesioner ini sudah mencapai indikator keberhasilan karena target yang diharapkan pada motivasi belajar siswa sebesar 70%.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Dari jumlah nilai kuesioner siswa, nilai tertinggi berada pada nomer pernyataan ke-11 dengan aspek perhatian. Nilai tertinggi kedua berada pada nomer pernyataan ke-7 dengan aspek kepuasan. Pada tahap ini, siklus berikutnya tidak dilakukan dengan pertimbangan materi biologi selanjutnya sudah harus diajarkan di sekolah yang bersangkutan untuk mempersiapkan Ujian Tengah Semester (UTS) yang sudah semakin dekat. B. HASIL PENELITIAN Peneliti menggunakan analisis komparatif untuk melihat perkembangan peningkatan aspek-aspek yang diukur dengan cara membandingkan. Aspek/ranah yang dibandingkan di dalam penelitian ini yaitu hasil belajar siswa pada ranah afektif dan kognitif dari kedua siklus penelitian. Untuk mengetahui motivasi belajar siswa, peneliti melakukan pengukuran tanpa melakukan analisis komparatif/perbandingan dari kedua siklus karena pengukuran motivasi hanya dilakukan pada akhir siklus kedua. 1. Hasil Belajar Siswa Ranah Afektif Hasil belajar siswa ranah afektif dapat dilihat melalui hasil observasi siswa selama proses pembelajaran selama siklus I dan siklus II. Berikut ini data hasil belajar siswa ranah afektif pada siklus I dan II:

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Tabel 4.8. Analisis Hasil Belajar Siswa Ranah Afektif Kategori Tinggi Sedang Rendah Hasil Observasi Siklus I 44% 56% 0% Hasil Observasi Siklus II 100% 0% 0% Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil belajar siswa ranah afektif pada siklus I dan II mengalami peningkatan dari 44% menjadi 100% siswa dengan kategori tinggi. 2. Hasil Belajar Siswa Ranah Kognitif Hasil belajar siswa ranah kognitif dapat dilihat melalui post-test siklus I dan II sebagai berikut: Tabel4.9. Analisis Hasil Belajar Siswa Ranah Kognitif Aspek Skor rata-rata kelas Pencapaian KKM% Post-test siklus I 73 64% Post-test siklus II 76 64% Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa skor rata-rata kelas aspek kognitif mengalami peningkatan dari 73 menjadi 76 dan hasil pencapaian KKM tetap berada pada persentase 64%. 3. Motivasi Belajar Siswa Motivasi belajar siswa dapat dilihat melalui kuesioner pada akhir siklus II sebagai berikut:

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Tabel 4.10. Analisis Motivasi Belajar Siswa Kategori Persentase Tinggi 84% Sedang 16% Rendah Rata-rata 0% 76% Tabel 4.11.Analisis Jumlah Nilai Motivasi Belajar Siswa No 1. 2. 3. 4. 5. Jumlah Nilai 117 114 109 108 108 No. Pernyataan 11 7 9 13 8 Aspek Perhatian Kepuasan Kepuasan Percaya Diri Perhatian Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa persentase motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 84% dengan jumlah nilai tertinggi 117 berada pada aspek perhatian. C. PEMBAHASAN 1. Hasil Belajar Siswa Ranah Afektif Penggunaan media permainan ular tangga dapat berpengaruh pada hasil belajar siswa ranah afektif, yaitu meningkatnya hasil belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Peningkatan hasil belajar siswa ranah afektif ini diukur melalui hasil observasi selama proses pembelajaran yang dilaksanakan dua kali yaitu pada pertemuan 1 siklus I dan pertemuan 1 siklus II. Hasil analisis dapat dilihat pada diagram di bawah ini:

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 120% 100% 100% Hasil Belajar Sisswa Ranah Afektif 80% 56% 60% 44% 40% 20% 0 0 0 0% Tinggi Sedang Siklus I Rendah Sikluss II G Gambar 4.8. Diagram katego ori hasil belajjar siswa ranaah afektif d di atas dapat dilihat bahw wa hasil beelajar siswa pada Pada diagram ranah afekttif siklus I adalah a 44% siswa masuuk ke dalam m kategori tiinggi, 56% siswaa masuk kee dalam kattegori sedaang, dan 0% % siswa masuk m dalam kattegori renddah. Siswa yang massuk dalam kategori tinggi t berjumlah 11 orangg dengan nilai n terenddah 71 daan tertingg gi 85 d kateegori sedanng berjumlaah 14 sedangkan siswa yanng masuk dalam orang denggan nilai terrendah 48 daan nilai terttinggi 60. D Dari hasil terrsebut terlihat bahhwa hasil belajar b sisw wa ranah afektif a padaa siklus I belum b mencapai indikator i keeberhasilan yang diinginkan oleh peneliti. Peeneliti menginginkan agar 700% siswa mencapai m KK KM namun pada sikluss I ini hanya 44% % siswa yangg mencapai KKM. Ketidaaktercapaiann target ini disebabkann karena adaa beberapa siswa yang tidakk memperhhatikan dan tidak ikutt berpartisippasi saat proses p

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 belajar mengajar berlangsung. Pengelolaan kelas oleh guru juga masih rendah sehingga ada beberapa siswa yang belum mendapat giliran maju ke depan kelas sudah berada di depan kelas. Oleh karena itu, peneliti bersama observer melakukan refleksi sebagai upaya perbaikan pada siklus II agar dapat mencapai target yang diharapkan. Hasil dari refleksi yang dilakukan oleh observer dengan peneliti yaitu peneliti bersama observer melakukan pembagian kelompok baru pada siklus II. Pembagian kelompok baru ini dilakukan karena ada beberapa anggota kelompok yang tidak aktif dan tidak ikut berpartisipasi dalam proses pembelajaran berlangsung. Satu atau dua siswa yang pintar berada di masing-masing kelompok dan sisanya dibagi sama rata sampai masing-masing kelompok berjumlah 4-5 orang. Selain itu, peneliti menambahkan beberapa peraturan saat permainan ular tangga agar permainan ini berjalan lebih kondusif. Penambahan butir peraturan yaitu bagi siswa yang berada di depan kelas namun belum saatnya maju dan memainkan permainan akan diberikan sanksi berupa pengurangan 5 point. Peneliti yang bertindak sebagai guru juga lebih tegas dalam pengelolaan kelas yaitu siswa yang tidak memperhatikan akan mendapat teguran dari peneliti. Teguran secara lisan dilakukan agar proses pembelajaran ini dapat berlangsung secara kondusif. Hasil refleksi yang dilakukan pada siklus I berhasil memperbaiki siklus II sehingga pada diagram di atas dapat dilihat bahwa 100% siswa

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 masuk dalam kategori tinggi. Ada 25 siswa yang memperoleh nilai ≥75 dan mempunyai sikap, perilaku positif maupun adanya ketertarikan untuk mengikuti proses pembelajaran. Perilaku maupun sikap positif ini merupakan aspek yang diperhatikan pada ranah afektif dan dijabarkan pada lembar observasi. Aspek-aspek ini dapat dilihat dalam berbagai tingkah laku siswa seperti serius, teliti, aktif, percaya diri, tanggungjawab, jujur, bekerja sama, toleransi, saling menghargai dan menghormati, serta sopan (Sudjana, 1989). 2. Hasil Belajar Siswa Ranah Kognitif Hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan pada materi Sistem Peredaran Darah dapat dilihat dari hasil post-test kedua siklus. Hasil belajar (achievement) adalah kemampuankemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2010). Ada 3 ranah yang digunakan dalam proses pembelajaran, yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor namun hasil belajar berupa post-test mengacu pada ranah kognitif yang berkaitan dengan 6 hal yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Keenam hal tersebut telah dijabarkan ke dalam soal post-test yang diujikan kepada siswa setiap siklusnya. Pengaruh penggunaan media permainan ular tangga pada ranah kognitif dapat diukur melalui hasil post-test tiap siklusnya. Berikut adalah diagram hasil analisis post-test :

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 80 60 S Skor Rat ta‐rata Kelas 73 76 6 Posst‐test I Post‐teest 2 60 40 20 0 Post‐te est I Post‐test 2 Gambar 4..9.Diagram skkor rata-rata kelas k kan bahwaa skor rata--rata kelas pada Diagraam di atas menunjukk siklus I suudah mencaapai target yang diharrapkan yaituu 73 dengaan 16 siswa telahh mencapai KKM (skorr ≥70) dan 9 siswa menndapat nilaii <70. Pada sikluus II, hasil belajar sisswa mengaalami kenaikkan menjad di 76 dengan 166 siswa telah mencaapai KKM (skor ≥700) dan 9 siswa mendapat nilai n <70 (bbelum mencapai KKM)). Peningkattan skor rataa-rata kelas ini sudah menncapai targ get yang diharapkan d pada indiikator keberhasilaan walaupunn ada beberrapa siswa yang y masih belum men ncapai nilai KKM M. Adanyya siswa yanng belum mencapai m niilai KKM (< <70) disebaabkan oleh beberrapa hal anntara lain: ada a beberappa siswa yaang masih tidak memperhattikan saat proses p pem mbelajaran berlangsung b g dan padaa saat pergantian jam pelajjaran IPA biologi, ada a beberaapa siswa yang terlambat masuk m ke keelas.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 61 Persen ntase Ke etuntasaan Klasiikal 64% 64 4% Posst‐test 1 Post‐ttest 2 Post‐tesst 1 Post‐ttest 2 Gambbar 4.10. Diaagram persen ntase ketuntaasan klasikall Diagraam persenttase ketunttasan klasikal di ataas menunju ukkan bahwa hassil belajar siswa s melallui post-tesst siklus I sebesar 64%. Ketuntasann klasikal ini i dapat dihitung d meenggunakann rumus ju umlah siswa yangg memperolleh skor ≥7 70 dibagi juumlah total siswa dikaalikan 100%. Padda siklus I ada a 16 siswaa yang menncapai nilai ≥70 dan 9 siswa mendapatkkan nilai <770 sehingga perolehann ketuntasaan klasikal pada siklus I hannya 64%. Perolehan P ketuntasan k k klasikal padda siklus I belum b mencapai target yangg diharapk kan karena masih <70%. Ketun ntasan klasikal inii dikatakan berhasil b bila pencapaiaan KKM ≥770%. Penelitti melakukkan reflek ksi bersama dengan observer agar ketuntasan klasikal pada siklus II dapat mengalami m ppeningkatan n dan mencapai target t yang diharapkan n. Namun hal h ini belum m sesuai deengan target yangg diharapkaan yaitu peencapaian KKM K sebesar ≥70% karena k

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 pada siklus II perolehan ketuntasan klasikal tetap sebesar 64%. Ketuntasan klasikal ini belum mencapai indikator keberhasilan karena masih adanya beberapa siswa yang tidak memperhatikan dalam proses pembelajaran serta ada beberapa siswa yang terlambat mengikuti posttest. 3. Motivasi Belajar Siswa Penggunaan media permainan ular tangga dapat berpengaruh pada motivasi belajar siswa, yaitu ketercapaiannya motivasi belajar siswa pada indikator keberhasilan. Perolehan hasil motivasi belajar siswa diukur melalui kuesioner yang dilakukan setelah proses pembelajaran siklus II. Peneliti yang bertindak sebagai guru melakukan upaya agar siswa dapat aktif, ikut berpartisipasi dalam proses pembelajaran, dan termotivasi pada pembelajaran biologi. Peneliti menggunakan media permainan ular tangga untuk menyampaikan materi Sistem Peredaran Darah pada Manusia agar siswa tertarik dan dapat berpartisipasi saat proses pembelajaran berlangsung. Upaya guru menciptakan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan siswa yang amat beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa merupakan definisi pembelajaran (Suyono, 2011). Pembelajaran yang peneliti lakukan untuk menciptakan ketertarikan, perhatian, maupun perasaan senang siswa dalam belajar,

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 serta memotivasi siswa dalam proses pembelajaran ini menggunakan media konvesional berupa permainan ular tangga. Permainan ular tangga adalah salah satu jenis permainan tradisional yang sering digunakan dan dimainkan oleh banyak orang. Permainan ini merupakan jenis permainan kelompok, melibatkan beberapa orang dan tidak dapat dimainkan secara individu. Media pembelajaran permainan ular tangga ini terdiri dari 4 bagian yaitu: kertas petak permainan, kartu pertanyaan, dadu dan maskot (Solichin, 2012). Langkah-langkah permainan ini sangat sederhana, antara lain sebagai berikut: 1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang. 2. Sebelum permainan dimulai, jelaskan cara kerja permainan ini. Jika mereka berhenti pada gambar tangga akan naik, jika berhenti pada gambar ular akan turun, dan jika berhenti pada petak pertanyaan maka mereka harus menjawab pertanyaan tersebut. Dalam penentuan pemain pertama, pemain kedua, pemain ketiga dan seterusnya ditentukan lewat undian atau melakukan“hompimpah”. 3. Setiap kelompok mengirimkan satu orang sebagai wakilnya untuk memainkan permainan ular tangga. 4. Setiap pemain melempar dadu dan dapat melangkahkan bidak atau maskotnya beberapa petak sesuai dengan angka hasil lemparan dadu apabila pemain dapat menjawab pertanyaan dari kartu soal.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 5. Pemain yang mendapat angka 6 dari pelemparan dadu, maka pemain tersebut mendapatkan kesempatan sekali lagi untuk melemparkan dan melangkahkan bidaknya lagi. 6. Semua pemain memulai dari petak nomer 1. 7. Satu pertanyaan bernilai 10 poin. 8. Bagi pemain yang turun karena berada di petak ekor ular, maka dia akan mendapatkan punishment berupa pengurangan poin (5 poin). Dan pemain yang naik karena di petak tangga, maka dia akan mendapatkan reward berupa bonus poin (5 poin). 9. Pemenang dari permainan adalah pemain yang mendapat poin tertinggi dari setiap pertanyaan yang diberikan. 10. Pemenang juara 1 dan 2 akan mendapatkan reward sebagai bentuk dan penghargaan dari kerja keras kelompok. Pada hasil refleksi siklus pertama, didapatkan penambahan peraturan yaitu bagi siswa yang berada di depan kelas namun belum mendapat giliran maju dan memainkan permainan akan diberikan sanksi berupa pengurangan 5 point. Penambahan peraturan ini sangat berpengaruh pada proses pembelajaran siklus II. Siswa yang tertarik pada permainan ini tidak maju ke depan kelas kecuali sudah saatnya perwakilan kelompok maju ke depan. Pengelolaan kelas terasa lebih mudah dilakukan dan susana kelas lebih kondusif setelah penambahan peraturan ini.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Permainan ular tangga t digu unakan sebaagai mediaa yang bertu ujuan memotivassi belajar siswa. Menu urut Suhanna (2009), motivasi belajar adalah kekkuatan (pow wer motivattion), daya pendorong (driving force), fo atau alat pembangun p kesediaan dan keinginan yang kuat dalam m diri peserta diddik untuk belajar b secaara aktif, krreatif, efekttif, inovatiff, dan menyenanggkan dalam m rangka perubahan perilaku, p baaik dalam ranah r kognitif, affektif, mauppun psikom motor. Berikkut akan diisajikan diaagram persentase kuesioner motivasi m bellajar siswa. 100% 80% Perssentase Motivaasi Belajjar 84 4% Siswa 70% 60% 40% 20% 0% Indikaator Keberhasilan Hasil kuesioner Indikkator Keberhasilan Gambbar 4.11. Dia agram motivaasi belajar siswa Dari tabel di ataas, dapat diilihat bahw wa hasil kueesioner mo otivasi belajar sisswa telah mencapai indikator keberhasila k an. Target yang diharapkann pada mottivasi belajjar ini sebeesar 70% sedangkan hasil perolehan kuesioner k s sebesar 84% % dan masuuk ke dalam m kategori tiinggi. Dari hasil kuesioner k y yang telah dijabarkan d p pada deskrippsi maupun n hasil penelitian, media perrmainan ullar tangga telah berhhasil memotivasi

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 siswa baik murni dari dalam diri siswa itu sendiri maupun dari faktorfaktor luar diri siswa/peserta didik. Motivasi belajar yang timbul dari dalam diri peserta didik itu sendiri disebut motivasi intrinsik. Motivasi intrinsik siswa dapat dilihat dengan adanya perhatian dan ketertarikan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran ini sedangkan kompetisi, penggunaan media, pemberian reward serta punishment oleh guru merupakan bentuk dari motivasi ekstrinsik siswa. Kedua motivasi ini telah berhasil ditanamkan kepada siswa sehingga hasil motivasi yang didapat melalui kuesioner dapat mencapai indikator keberhasilan yaitu persentase belajar siswa 84% masuk ke dalam kategori tinggi. Hal ini sudah mencapai indikator keberhasilan. Pada motivasi ini terdapat prinsip-prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran disebut dengan model motivasi ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) yang akan dijelaskan sebagai berikut: a. Attention (Perhatian) Attention adalah dorongan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu seseorang muncul karena dirangsang melalui hal-hal baru, aneh, lain dari yang sudah ada, dan kontradiktif/kompleks. b). Relevance (Relevansi) Relevance yaitu adanya hubungan yang ditunjukkan antara materi pembelajaran, kebutuhan, dan kondisi siswa.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 c). Confidence (Kepercaayaan Diri) Conffidence adaalah merasaa diri kom mpeten atauu mampu untuk u berinterakksi dengan lingkungaan. Motivassi akan meeningkat seejalan dengan meningkatny m ya harapan untuk u berhaasil. d Satisfactiion (Kepuassan) d). Satisffaction meerupakan keberhasilan k n dalam m mencapai suatu tujuan yaang akan menghasilka m an kepuasaan, siswa aakan termotivasi untuk teruus berusahaa mencapai tujuan t yangg serupa (Naara, 2010). Modeel motivassi ARCS ini diguunakan sebbagai pedoman pembuataan kuesioneer motivasi belajar sisw wa dan diseebar ke dalaam 20 butir perrnyataan positif p dan negatif. Dari hasil kuesionerr ini, didapatkaan bahwa jumlah niilai per buutir pernyaataan kuessioner motivasi belajar b sisw wa yang akaan disajikan pada diagraam berikut: Jumlah h nilai p per butirr pernyaataan 114 120 104 102 98 Jumlah Nilai 100 100 101 108 07 107 106 10 102 91 81 77 80 7 117 08 109 105 10 68 75 60 40 20 0 1 1 11 2 2 12 3 4 5 3 13 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 8 19 20 No o. Pernyataan n Kuesioner 4 5 6 7 8 9 10 14 15 16 17 18 19 20 Gaambar 4.12. Diagram D jum mlah nilai peer butir pernyyataan kuesiioner motiivasi belajarr siswa

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Dari diagram di atas, dapat dilihat bahwa jumlah nilai tertinggi berada pada nomer pernyataan 11 dengan jumlah nilai 117. Pada nomer pernyataan 11 ini berisi aspek perhatian (attention). Jumlah nilai tertinggi kedua yaitu 114 pada nomer pernyataan 7 yang berisi aspek kepuasan. Untuk nomer pernyataan dan aspek motivasi belajar siswa dapat dilihat pada lampiran 25. Dari diagram tersebut dapat diketahui bahwa dengan menggunakan media permainan ular tangga ini dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kepuasan siswa dalam mempelajari materi Sistem Peredaran Darah Manusia. Media ini dianggap mampu memotivasi siswa dalam belajar sehingga hasil belajar siswa meningkat dan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran juga meningkat. Interaksi antara siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru dapat terjalin secara optimal. Siswa merasa puas dan perhatian siswa tertuju pada proses pembelajaran ini. Namun dalam penggunaan media ini perlu memperhatikan pengkondisian siswa dalam proses pembelajaran. Siswa yang tertarik dengan media ini akan maju ke depan kelas dan tidak sabar menunggu gilirannya sehingga guru perlu mempertegas dan memberikan penambahan peraturan agar siswa lebih kondusif di dalam kelas.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan menggunakan media edukasi permainan ular tangga pada materi Sistem Peredaran Darah Manusia, dapat disimpulkan bahwa : 1. Motivasi belajar siswa berhasil mencapai indikator keberhasilan. Persentase motivasi belajar siswa sebesar 84% masuk ke dalam kategori tinggi. 2. Adanya peningkatan hasil belajar siswa pada ranah kognitif dan ranah afektif. Pada ranah kognitif, skor rata-rata kelas meningkat dari 73 pada siklus I menjadi 76 pada siklus II. Namun pada ketuntasan klasikal tetap berada pada persentase 64% di kedua siklus. Pada pencapaian KKM (ketuntasan klasikal) belum mencapai indikator keberhasilan karena belum mencapai ≥70%. Sedangkan pada hasil belajar ranah afektif, ada 44% siswa pada siklus I dengan hasil belajar kategori tinggi, dan meningkat menjadi 100% siswa dengan kategori tinggi pada siklus II. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan media permainan ular tangga dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap 69

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 materi sistem peredaran darah manusia dengan memperhatikan beberapa hal antara lain: 1. Guru harus lebih tegas dalam menghadapi siswa agar pembelajaran dapat lebih kondusif. 2. Penambahan butir peraturan berupa pengurangan point bila ada siswa yang berada di depan kelas padahal belum gilirannya untuk maju dan bermain ular tangga. 3. Melakukan pembaharuan kelompok bila ada kelompok yang anggotanya pasif dalam proses pembelajaran. 4. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya ditambahkan aspek psikomotor dalam pengambilan hasil belajar siswa karena dalam penelitian ini belum mengukur aspek psikomotor pada hasil belajar siswa.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 DAFTAR PUSTAKA Arifin, Zainal. 2012. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Karim, Saeful, dkk. 2008. Belajar IPA Membuka Cakrawala untuk Alam Sekitar. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Kusumah, Wijaya dan Dedi Dwitagama. 2009. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Indeks. Purwanto. 2009. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Rahman, A.A. 2010. Potensi Pengembangan Situ Kota Bogor Sebagai Objek Wisata. Semarang: Universitas Diponegoro. Santoso, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Siregar, Nara, dkk. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. Solichin, Moch. 2012. Media Pembelajaran dengan Ular Tangga. http://solikin11.blogspot.com/2012/05/media-pembelajaran-denganular-tangga.html diakses pada 4 September 2013. Sudjana, Nana. 1989. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sudjana, Nana. 2010. Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, dan R & D. Bandung : Alfabeta. Suhana, Cucu. 2009. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Refika Aditama. Suharsimi, A. 2007. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Suyono dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN

(91) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Lampiran 1 73 SILABUS PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Alokasi Waktu Materi Pembelajaran 1. Darah meliputi: a. Fungsi darah b. Komposisi darah c. Golongan darah d. Alat peredaran darah : SMP (Sekolah Menengah Pertama) : Biologi : VIII / 1 : 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia : 1.6 Mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan : 10 x 40 menit Indikator Kegiatan Pembelajaran Kognitif Afektif Psikomotor - Memberikan apersepsi dengan beberapa pertanyaan - Siswa menanggapi pertanyaan dari guru - Memberi penjelasan singkat mengenai darah - Melakukan diskusi dengan permainan ular tangga - Melakukan evaluasi - Merangkum materi yang dipelajari Produk: 1. Menjelaskan pengertian darah dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari. 2. Menjelaskan komposisi darah dan golongan darah manusia. 3.Mendefinisikan macam-macam Sosial: - Bekerja sama - Saling menghargai dan menghormati Keterampilan bermain permainan ular tangga Karakter - Serius - Teliti - Aktif - Percaya diri - Berani Penilaian Alokasi Waktu - Proses belajar 5 x 40’ (Afektif) - Hasil Belajar (Kognitif) Sumber Belajar/ Bahan /Alat Sumber: Buku Belajar IPA untuk kelas VIII SMP. Karim, Saeful dkk. 2008. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan

(92) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 74 - Penutup Nasional alat peredaran darah. Buku Eksplorasi Biologi SMP Kelas VIII. Suyitno, dkk. 2006. Jakarta: Yudhistira. Proses: 1. Mendiskusikan pengertian darah dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari. 2. Menyebutkan komposisi darah dan golongan darah berdasarkan diskusi kelompok 3. Mendiskusikan macam-macam alat peredaran darah. 2. a. Peredaran darah besar b. Peredaran - Memberikan apersepsi dengan beberapa pertanyaan Media/ Alat: - Media permainan ular tangga - LCD /Proyektor - Laptop Sosial: - Sopan - Toleransi - Proses belajar 5 x 40’ (Afektif)

(93) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 75 - Siswa menanggapi darah kecil Produk: 1.Menjelaskan pertanyaan tersebut c. Gangguan pada peredaran darah - Melakukan diskusi sistem pada manusia dengan permainan ular peredaran 2.Menyebutkan tangga darah manusia gangguan pada - Mendengarkan sistem penjelasan guru tentang peredaran darah peredaran darah dan manusia gangguannya. - Melakukan evaluasi - Merangkum materi yang dipelajari Proses: - Penutup 1. Mendiskusikan proses peredaran darah pada manusia. 2. Mendiskusikan gangguan yang dapat terjadi pada sistem peredaran darah manusia - Bekerja sama - Saling menghargai dan menghormati Karakter - Serius - Teliti - Aktif - Percaya diri - Jujur -Tanggung jawab - Hasil Belajar (Kognitif)

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 76 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu : SMP TAMAN DEWASA IBU PAWIYATAN : IPA (Biologi) : VIII/1 : 5 x 40 menit A. Standar kompetensi Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia B. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan. C. Indikator Kognitif Produk 1. Menjelaskan pengertian darah dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari. 2. Menjelaskan komposisi darah dan golongan darah manusia. 3. Mendefinisikan macam-macam alat peredaran darah. Kognitif Proses 1. Mendiskusikan pengertian darah dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari. 2. Menyebutkan komposisi darah dan golongan darah berdasarkan diskusi kelompok 3. Mendiskusikan macam-macam alat peredaran darah. Psikomotor 1. Bermain ular tangga dengan kartu soal komposisi darah dan golongan darah. Afektif Sosial Bekerja sama dan saling menghargai pendapat teman selama berdiskusi. Afektif Karakter 1. Serius dan aktif dalam melakukan pembelajaran. 2. Percaya diri dan berani untuk mengemukakan pendapat.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 D. Tujuan Pembelajaran Kognitif Produk 1. Melalui literatur siswa dapat menjelaskan pengertian darah dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari. 2. Setelah berdiskusi secara kelompok, siswa dapat menjelaskan komposisi darah dan golongan darah manusia. 3. Setelah berdiskusi secara kelompok, siswa dapat mendefinisikan macammacam alat peredaran darah. Kognitif Proses 1. Dalam proses pembelajaran, siswa mendiskusikan pengertian darah dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari. 2. Dalam proses pembelajaran, siswa menyebutkan komposisi darah dan golongan darah berdasarkan diskusi kelompok. 3. Dalam proses pembelajaran, siswa mendiskusikan macam-macam alat peredaran darah. Psikomotor 1. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat bermain ular tangga dengan kartu soal komposisi darah dan golongan darah. Afektif Sosial Bekerja sama dan saling menghargai pendapat teman selama berdiskusi. Afektif Karakter 1. Serius dan aktif dalam melakukan pembelajaran. 2. Percaya diri dan berani untuk mengemukakan pendapat. E. Materi Pembelajaran 1. Darah a. Fungsi darah b. Komposisi darah c. Golongan darah 2. Alat peredaran darah yang terdiri atas pembuluh darah dan jantung. F. Model dan Media Pembelajaran Model pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif Media pembelajaran : Permainan ular tangga

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (3 x 40 menit) Kegiatan Fase (Waktu) Pendahuluan Melakukan (10 menit) apresepsi, menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Inti (100 menit) Menyampaikan masalah Mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar Membimbing kelompok Evaluasi Penutup (10 menit) Penghargaan 78 Kegiatan Guru dan Siswa 1. Guru menyiapkan siswa dan mengabsen siswa. 2. Guru bertanya kepada siswa “Bagaimanakah rasanya kalau terluka dan apa yang terjadi bila anda terluka”. 3. Siswa menanggapi dengan memberi jawaban. 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 5. Siswa mendiskusikan arti penting darah bagi tubuh. 6. Guru memberi sedikit penjelasan mengenai komposisi darah, golongan darah manusia, dan alat peredaran darah manusia. 7. Siswa dibagi ke dalam kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang. 8. Salah satu siswa pada masingmasing kelompok mewakili kelompoknya maju ke depan dan memainkan permainan ular tangga. 9. Setiap siswa yang memainkan permainan diminta untuk menjawab soal yang diambil dan apabila soal tersebut terjawab dengan benar dapat meneruskan permainannya. 10. Guru melakukan evaluasi dengan mengklarifikasi jawaban siswa yang belum tepat. 11. Guru memberikan penghargaan bagi kelompok yang menang.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 12. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan dan merangkum pembelajaran hari ini. 13. Guru mengajak siswa untuk merefleksikan hasil belajarnya. 14. Guru memberi tugas membaca materi yang sudah dipelajari untuk ulangan minggu depan. 15. Menutup dengan salam. Pertemuan 2 (2 x 40 menit) Kegiatan Fase (Waktu) Pendahuluan Melakukan (10 menit) apresepsi, menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Kegitan Guru dan Siswa 1. Guru mengecek kesiapan siswa dan mengabsen siswa. 2. Menyiapkan soal post-test. 3. Guru membagi soal post-test kepada siswa. Inti (60 menit) Membimbing siswa 4. Siswa mengerjakan soal post-test siklus I. Penutup (10 menit) Penutup 5.Guru mengumpulkan jawaban siswa. 6. Guru memberi salam. lembar H. Sumber Belajar Buku biologi SMP VIII, Saeful Karim dkk, Bab V. Buku Eksplorasi Biologi SMP Kelas VIII, Yudhistira. LKS dengan kunci jawaban LKS. I. Alat dan bahan Permainan ular tangga disertai kartu soal. J. Penilaian a. Ranah kognitif b. Ranah afektif c. Motivasi : Test (soal, kunci jawaban, dan pedoman skoring terlampir). : Hasil Observasi (soal, kunci jawaban, dan pedoman skoring terlampir). : Lembar kuesioner

(98) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Lampiran 3 80 KISI – KISI SOAL EVALUASI POST-TEST SIKLUS I Nama sekolah Kelas/semester Mata Pelajaran Kurikulum Bentuk soal Penyusun No 1. 2. 3. : SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan : VIII A : IPA Terpadu : KTSP : Pilihan ganda dan uraian / essay : Peneliti Indikator Menjelaskan pengertian darah dan fungsi darah dalam kehidupan sehari-hari Menjelaskan komposisi darah dan golongan darah Mendefinisikan macam -macam alat peredaran darah Aspek Pengetahuan Pemahaman Penerapan Analisis Sintesis Evaluasi (C1) (C2) (C3) (C4) (C5) (C6) A3 A7, B1 A1, A2, A5, A8, A9, B2 B4 A4, A6, A10, Keterangan: A : Soal pilihan ganda B : Soal essay/uraian B3

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 81 LEMBAR POST TEST SIKLUS I A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Sel darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh adalah ... a. Sel darah merah c. Keping darah b. Sel darah putih d. Plasma darah 2. Pada waktu kita terluka, proses pembekuan darah dilakukan oleh ... a. Eritrosit c. Leukosit b. Trombosit d. Serum 3. Berikut adalah fungsi darah, kecuali .... a. Mengangkut sari-sari makanan b. Menjaga kestabilan suhu tubuh c. Membunuh kuman yang masuk dalam tubuh d. Mencerna sari-sari makanan 4. Alat peredaran darah manusia terdiri dari ... a. Jantung dan pembuluh darah c. Paru-paru dan pembuluh darah b. Jantung dan paru-paru d. Pembuluh darah dan alveolus 5. Darah berwarna merah karena ... a. Banyak mengandung zat besi b. Mengandung hemoglobin c. Terdapat pigmen merah dalam darah d. Terdiri dari macam-macam zat penyusun 6. Pembuluh nadi memiliki ciri-ciri antara lain ... a. Elastis dan tipis b. Tebal, kuat, dan elastis c. Membawa sisa-sisa metabolisme d. Mengalirkan darah menuju jantung 7. Fungsi sel darah putih yaitu ... a. Membunuh kuman yang masuk dalam tubuh b.Mengangkut sari-sari makanan c. Menjaga kestabilan suhu tubuh d. Mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 8. Donor universal adalah golongan yang dapat memberi/menjadi donor bagi semua golongan darah, yaitu golongan darah ... a. Golongan darah A c. Golongan darah AB b. Golongan darah B d. Golongan darah O 9. Resipien universal adalah golongan darah yang dapat menerima/tranfusi dari golongan darah lain, yaitu golongan darah ... a. Golongan darah A c. Golongan darah AB b. Golongan darah B d. Golongan darah O 10. Berdasarkan aliran darahnya, pembuluh darah dibedakan menjadi 2 macam yaitu ... a. Pembuluh nadi dan pembuluh darah arteri b. Pembuluh darah balik dan pembuluh darah vena c. Pembuluh darah nadi dan pembuluh darah vena d. Pembuluh darah besar dan pembuluh darah balik B. Jawablah dengan singkat dan tepat! 1. Sebutkan komposisi darah! 2. Jelaskan skema pembekuan darah di bawah ini! Luka pecah, mengeluarkan Trombosit Trombokinase dibantu ion Ca+ Protrombin Fibrinogen Trombin dibantu ion Ca+ Benang fibrin Luka tertutup 3. Angel melakukan pemeriksaan tekanan darah dan pada saat diperiksa, tekanan darahnya 130/85 mmHg. Apa arti angka tersebut? 4. Sebutkan faktor penyebab perubahan tekanan darah seseorang!

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 83 KUNCI JAWABAN DAN PEDOMAN PENSKORAN POST-TEST SIKLUS 1 A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. a. Sel darah merah 2. b. Trombosit 3. d. Mencerna sari-sari makanan 4. a. Jantung dan pembuluh darah 5. b. Mengandung hemoglobin 6. b. Tebal, kuat, dan elastis 7. a. Membunuh kuman yang masuk dalam tubuh 8. d. Golongan darah O 9. c. Golongan darah AB 10. c. Pembuluh darah nadi dan pembuluh darah vena B. Jawablah dengan singkat dan tepat! 1. Komposisi darah yaitu plasma darah, sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). 2. Skema pembekuan darah: Bila terjadi luka, trombosit akan pecah dan mengeluarkan trombokinase. Trombokinase dengan bantuan kalsium akan mengubah protombin menjadi trombin. Trombin dengan bantuan kalsium akan mengubah fibrinogen menjadi benangbenang fibrin, yang nantinya benang fibrin akan menutup luka dan membuat darah berhenti keluar. 3. Angel melakukan pemeriksaan tekanan darah dan pada saat diperiksa, tekanan darahnya 130/ 85 mmHg. Arti angka tersebut yaitu angka 130 menunjukkan tekanan jantung pada saat jantung sedang berkontraksi untuk memompa darah (tekanan sistol) dan angka 85 menunjukkan tekanan jantung pada saat jantung sedang berelaksasi (tekanan diastol). 4. Faktor penyebab perubahan tekanan darah seseorang: usia, makanan, penyakit, berat badan.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 PEDOMAN PENSKORAN: A. Soal pilihan ganda: - jika benar diberi skor 1 - jika salah diberi skor 0 B. Soal essay Setiap soal diberi skor 10 Dengan ketentuan: Jika siswa tidak menjawab maka diberi skor 0 Jika siswa menjawab namun jawaban salah secara keseluruhan maka diberi skor 1 Jika siswa menjawab sebagian benar maka akan mendapat skor setengah dari skor yang ditentukan. Total Skor = Jumlah skor yang didapat x 100 Skor maksimal

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6 85 LEMBAR KERJA SISWA SIKLUS 1 A. Judul : Darah dan Alat Peredaran Darah B. Tujuan 1. Menyebutkan darah dan fungsinya di dalam tubuh manusia 2. Menjelaskan karakteristik dari plasma darah, sel darah putih, sel darah merah, dan keping darah 3. Menjelaskan golongan darah pada manusia 4. Menjelaskan alat peredaran darah C. Cara Kerja 1. Siswa dibagi ke dalam kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. 2. Masing-masing kelompok menunjuk salah satu temannya sebagai perwakilan untuk bermain ular tangga. 3. Setiap siswa yang bermain ular tangga, setelah mengocok dadu lalu mengambil satu kartu soal dan menjawab pertanyaan dalam kartu tersebut. 4. Jika siswa tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut maka boleh dilemparkan kepada kelompoknya untuk membantu menjawabnya. 5. Apabila jawaban benar, siswa tersebut boleh maju beberapa kotak sesuai nomor pada dadu yang dikocok tadi. 6. Jika salah, siswa tidak boleh maju/ tetap berada pada kolom tersebut. D. Hasil Diskusi

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Contoh kartu soal: 1. 2. 3. 4. 5. Bagaimana cara darah menjaga kestabilan suhu tubuh manusia? 14. Fungsi sel darah putih yaitu ... 15. Fungsi keping darah yaitu .... 16. ..... dibantu dengan ion Ca akan mengubah protombin menjadi ... 17. Fungsi trombin adalah ... Sebutkan 3 fungsi darah bagi tubuh manusia! Plasma darah terdiri atas ... , .... , ...., dan ..... Fibrinogen adalah .... Sel darah manusia terdiri dari .... 18. 19. Bentuk eritrosit yaitu .... 6. Fungsi benang-benang fibrin yaitu ... Jelaskan skema pembentukan benang fibrin saat penutupan luka pada halaman 74! Golongan darah resipien yaitu ... 20. Apa itu hemoglobin? 7. 8. 9. 21. Apa fungsi hemoglobin? 22. Sel darah merah dibentuk di .... 23. Donor universal yaitu ... Sistem darah ABO, mengelompokkan darah menjadi ... golongan, yaitu .... Aglutinogen adalah .... 10 . Bagaimana jika sel darah merah rusak? 24. Sebutkan ciri-ciri trombosit! 11. Sel darah putih disebut juga ... 25. Sebutkan perbedaan masa hidup pada sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit! 12. Bentuk sel darah putih yaitu ...

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 13. Sel darah putih dibedakan menjadi ... jenis, yaitu .... 26. 27. Jantung terletak di ... 30. 28. Jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pegunungan lebih banyak daripada orang yang tinggal di pantai. Mengapa? Angel melakukan pemeriksaan tekanan darah dan pada saat diperiksa, tekanan darahnya 130/85 mmHg. Apa arti angka tersebut? Jantung terdiri atas ... ruangan, yaitu ... 29. Alat untuk mengukur tekanan darah disebut ... 32. Sebutkan macam pembuluh darah berdasarkan alirah darahnya! 33. Apa yang dimaksud dengan pembuluh kapiler? 34. Sebutkan ciri-ciri pembuluh nadi! 31. Sebutkan faktor penyebab perubahan tekanan darah seseorang! 35. Jelaskan dan sebutkan macammacam pembuluh balik!

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 7 88 KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA SIKLUS 1 A. Judul : Darah dan Alat Peredaran Darah B. Tujuan 1. Menyebutkan darah dan fungsinya di dalam tubuh manusia 2. Menjelaskan karakteristik dari plasma darah, sel darah putih, sel darah merah, dan keping darah 3. Menjelaskan golongan darah pada manusia 4. Menjelaskan alat peredaran darah C. Cara Kerja 1. Siswa dibagi ke dalam kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. 2. Masing-masing kelompok menunjuk salah satu temannya sebagai perwakilan untuk bermain ular tangga. 3. Setiap siswa yang bermain ular tangga, setelah mengocok dadu lalu mengambil satu kartu soal dan menjawab pertanyaan dalam kartu tersebut. 4. Jika siswa tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut maka boleh dilemparkan kepada kelompoknya untuk membantu menjawabnya. 5. Apabila jawaban benar, siswa tersebut boleh maju beberapa kotak sesuai nomor pada dadu yang dikocok tadi. 6. Jika salah, siswa tidak boleh maju/tetap berada pada kolom tersebut.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 D. Hasil Diskusi Contoh kartu jawaban: 1. 2. 3. 4. Cara darah menjaga kestabilan suhu tubuh manusia yaitu dengan melakukan 17. penyebaran energi panas dalam tubuh secara merata. Pilih 3 dari fungsi darah bagi tubuh manusiaberikut ini: - Mengangkut sari-sari makanan - Mengangkut O2 dari paru-paru dan mengambil CO2 dari seluruh tubuh - Mengangkut hormon dari pusat produksi hormon - Mengangkut sisa metabolisme sel - Menjaga kestabilan suhu tubuh - Membunuh kuman yang masuk dalam tubuh Plasma darah terdiri atas air, protein plasma, garam mineral dan zat-zat yang diangkut darah Fibrinogen adalah bahan yang digunakan dalam proses pembekuan darah 16. 17. 18. 19. Trombokinasi, trombin Fungsi trombin adalah mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin Fungsi benang-benang fibrin yaitu menutup luka agar darah berhenti keluar. Skema pembentukan benang fibrin saat penutupan luka pada halaman 74: Bila terjadi luka, trombosit akan pecah dan mengeluarkan trombokinase. Trombokinase dengan bantuan kalsium akan mengubah protombin menjadi trombin. Trombindengan bantuan kalsium akan mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin, yang nantinya benang fibrin akan menutup luka dan membuat darah berhenti keluar

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 5. Sel darah manusia terdiri dari eritrosit, leukosit, dan trombosit 6. Bentuk eritrosit yaitu bulat gepeng dengan permukaan cekung 7. Hemoglobin adalah protein yang mengandung zat besi 8. Fungsi hemoglobin yaitu mengikat oksigen dan karbondioksida di dalam darah 9. 10. 11. Sel darah merah dibentuk di tulang pipih, sumsum tulang belakang Jika sel darah merah rusak akan dirombak dalam limfa. Hb dari sel darah merah yang dirombak akan terlepas dan dibawa ke dalam hati untuk dijadikan zat warna empedu dan sel darah merah yang baru akan dibentuk kembali dengan bahan zat besi dari Hb yang terlepas tadi. 20. 21. 22. 23. 24. Sel darah putih disebut juga leukosit 25. 12. Bentuk sel darah putih yaitu tidak teratur atau tidak tetap dan berinti 13. Sel darah putih dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu basofil, neutrofil, monosit, eosinofil, dan limfosit 14. Fungsi sel darah putih yaitu melawan bibit penyakit di dalam tubuh. 26. 27. Golongan darah resipien yaitu golongan darah yang dapat menerima darah dari semua golongan. (golongan darah AB) Donor universal yaitu golongan darah yang dapat mendonorkan darahnya ke semua golongan darah (golongan darah O) Sistem darah ABO, mengelompokkan darah menjadi 4 golongan, yaitu golongan darah A, B, AB, dan O Aglutinogen adalah protein dalam eritrosit dan memicu penggumpalan darah. Ciri –ciri trombosit: - Berbentuk bulat atau lonjong - Masa hidupnya 8 hari - Jumlahnya 300.000 per 1 mm3 darah - Ukurannya lebih kecil dari eritrosit Perbedaan masa hidup pada sel darah putih 12-13 hari, sel darah merah 120 hari, dan trombosit 8 hari. Hal tersebut dapat terjadi karena tekanan udara pada dataran tinggi rendah, begitu pula dengan kadar O2 nya sehingga tubuh memerlukan eritrosit lebih banyak agar dapat mengikat O2 lebih banyak Jantung terletak di dalam rongga dada agak sebelah kiri, diantara paru-paru kanan dan kiri.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 15. Fungsi keping darah yaitu berperan dalam proses pembekuan darah Jantung terdiri atas 4 ruangan, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri. 28. 33. 34. Pembuluh kapiler adalah cabang pada pembuluh balik maupun pembuluh nadi Ciri-ciri pembuluh nadi berdinding tebal, kuat dan elastis. Sphygmomanometer / tensimeter 29. Arti angka 130/ 85 mmHg yaitu angka 130 menunjukkan tekanan jantung pada saat jantung sedang berkontraksi untuk memompa darah (tekanan sistol) dan angka 85 menunjukkan tekanan jantung pada saat jantung sedang berelaksasi (tekanan diastol) 30. . Faktor penyebab perubahan tekanan darah: usia, makanan, berat badan, penyakit. 31. Pembuluh nadi/arteri dan pembuluh balik /vena 32. 35. - Pembuluh balik besar atas yang mengembalikan darah dari kepala dan tangan. - Pembuluh balik besar bawah untuk mengembalikan darah dari kaki dan badan.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8 92 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS II Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu : SMP TAMAN DEWASA IBU PAWIYATAN : IPA (Biologi) : VIII/1 : 5 x 40 menit A. Standar kompetensi Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia B. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan. C. Indikator Kognitif Produk 1. Menjelaskan peredaran darah pada manusia 2. Menyebutkan gangguan pada sistem peredaran darah manusia Kognitif Proses 1. Mendiskusikan proses peredaran darah pada manusia. 2. Mendiskusikan gangguan yang dapat terjadi pada sistem peredaran darah manusia Psikomotor Bermain ular tangga dengan kartu soal peredaran darah dan gangguannya pada kehidupan sehari-hari Afektif Sosial Bekerja sama dan saling menghargai pendapat teman selama berdiskusi. Afektif Karakter 1. Serius dan aktif dalam melakukan pembelajaran. 2. Percaya diri dan berani untuk mengemukakan pendapat.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 D. Tujuan Pembelajaran Kognitif Produk 1. Setelah berdiskusi secara kelompok, siswa dapat menjelaskan peredaran darah pada manusia 2. Setelah berdiskusi secara kelompok, siswa dapat menyebutkan gangguan pada sistem peredaran darah manusia Kognitif Proses 1. Dalam proses pembelajaran, siswa mendiskusikan proses peredaran darah pada manusia. 2. Dalam proses pembelajaran, siswa mendiskusikan gangguan yang dapat terjadi pada sistem peredaran darah manusia Psikomotor Melalui diskusi kelompok, siswa dapat bermain ular tangga dengan kartu soal peredaran darah dan gangguannya Afektif Sosial Bekerja sama dan saling menghargai pendapat teman selama berdiskusi. Afektif Karakter 1. Serius dan aktif dalam melakukan pembelajaran. 2. Percaya diri dan berani untuk mengemukakan pendapat. E. Materi Pembelajaran 1. Peredaran darah yang terdiri atas peredaran darah besar dan peredaran darah kecil 2. Gangguan pada sistem peredaran darah manusia F. Model dan Media Pembelajaran Model pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif Media Pembelajaran : Permainan ular tangga G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (3 x 40 menit) Kegiatan Fase (Waktu) Pendahuluan Melakukan (10 menit) apresepsi, menyampaikan tujuan dan Kegiatan Guru dan Siswa 1. Guru menyiapkan siswa dan mengabsen siswa. 2. Guru bertanya kepada siswa “Mengapa orang yang sedang

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 memotivasi siswa Inti (100 menit) Menyampaikan masalah Mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar Membimbing kelompok Evaluasi Penutup (10 menit) Penghargaan beristirahat mempunyai denyut nadi yang berbeda dengan orang yang berolahraga? Apa penyebab hal tersebut?” 3. Siswa menanggapi dengan memberi jawaban 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 5. Siswa mendiskusikan arti penting peredaran darah dan gangguannya darah pada tubuh manusia 6. Guru memberi sedikit penjelasan mengenai peredaran darah dan gangguan pada sistem peredaran darah manusia. 7. Siswa dibagi ke dalam kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang. 8. Salah satu siswa pada masingmasing kelompok mewakili kelompoknya maju ke depan dan memainkan permainan ular tangga. 9. Setiap siswa yang memainkan permainan diminta untuk menjawab soal yang diambil dan apabila soal tersebut terjawab dengan benar dapat meneruskan permainannya. 10. Guru melakukan evaluasi dengan mengklarifikasi jawaban-jawaban siswa yang belum tepat 11. Guru memberikan penghargaan bagi kelompok yang menang. 12. Guru membimbing siswa menyimpulkan dan merangkum pembelajaran hari ini. 13. Guru mengajak siswa untuk merefleksikan hasil belajarnya. 14. Guru memberi tugas membaca materi yang sudah dipelajari untuk ulangan minggu depan. 15. Menutup dengan salam.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Pertemuan 2 (2 x 40 menit) Kegiatan Fase (Waktu) Pendahuluan Melakukan (10 menit) apresepsi, menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Kegitan Guru dan Siswa 1. Guru mengecek kesiapan siswa dan mengabsen siswa 2. Menyiapkan soal post-test 3. Guru membagi soal post-test kepada siswa. Inti (50 menit) Membimbing siswa 4. Siswa mengerjakan soal post-test I Penutup (20 menit) Penutup 5.Guru mengumpulkan lembar jawaban siswa 6. Guru memberi lembar kuisioner motivasi kepada siswa. 7. Siswa mengisi lembar kuisioner 8. Guru mengumpulkan lembar kuisioner yang telah diisi siswa 9. Guru memberi salam. H. Sumber Belajar Buku biologi SMP VIII, Saeful Karim dkk, Bab V Buku Eksplorasi Biologi SMP Kelas VIII, Yudhistira LKS dengan kunci jawaban LKS I. Alat dan bahan Permainan ular tangga disertai kartu soal J. Penilaian a. Ranah kognitif b. Ranah afektif c. Motivasi : Test (soal, kunci jawaban, dan pedoman skoring terlampir) : Lembar observasi kegiatan siswa : Lembar kuesioner

(114) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Lampiran 9 96 KISI-KISI SOAL EVALUASI POST-TEST SIKLUS II Nama sekolah Kelas/semester Mata Pelajaran Kurikulum Bentuk soal Penyusun No 1. 2. : SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan : VIII A : IPA Terpadu : KTSP : Pilihan ganda dan uraian : Peneliti Indikator Menjelaskan peredaran darah pada manusia Menyebutkan gangguan pada peredaran darah manusia Aspek Pengetahuan Pemahaman Penerapan Analisis Sintesis Evaluasi (C1) (C2) (C3) (C4) (C5) (C6) A1, A3, A2, A4, B2 A5, B1 A6, A9, A8, B5 A7 A10, B3, B4 Keterangan: A : Soal pilihan ganda B : Soal uraian

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 10 97 LEMBAR POST-TEST SIKLUS II A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Peredaran darah manusia dibagi menjadi .... a. Peredaran darah kecil b. Peredaran darah besar c. Peredaran darah sistemik dan besar d. Peredaran darah sistemik dan kecil 2. Berikut merupakan urutan peredaran darah kecil yaitu ... a. Bilik kanan – paru-paru – serambi kiri b. Bilik kiri – seluruh tubuh – serambi kanan c. Bilik kanan – seluruh tubuh – serambi kanan d. Bilik kiri – seluruh tubuh – serambi kiri 3. Nama lain dari peredaran darah besar adalah ... a. Peredaran darah sistemik b. Peredaran darah kecil c. Peredaran darah tertutup d. Peredaran darah terbuka 4. Pada peredaran darah kecil, darah banyak mengandung ... a. Karbondioksida b. Zat sisa metabolisme c. Oksigen d. Zat kapur 5. Darah yang mengandung zat sisa metabolisme dan karbondioksida akan kembali ke ... a. Serambi kanan b. Bilik kiri c. Serambi kiri d. Bilik kanan

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 6. Anemia adalah gangguan pada darah yang terjadi karena ... a. Kekurangan hemoglobin b. Kekurangan sel darah putih c. Kelebihan sel darah putih d. Kelebihan sel darah merah 7. Shinta pergi ke dokter dan melakukan pemeriksaan tekanan darah. Pada pemeriksaan tertulis angka 170/100 mmHg. Dari pemeriksaaan tersebut, Shinta mengalami gangguan .... a. Tekanan darah rendah b. Tekanan darah tinggi c. Anemia d. Thalasemia 8. Berikut adalah faktor penyebab penyakit tekanan darah tinggi, kecuali ... a. Usia b. Keturunan c. Stress d. Olahraga 9. Penyakit keturunan dimana tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin dan sel darah merah disebut ... a. AIDS b. Leukimia c. Thalasemia d. Varises 10. Penyakit dimana pembuluh balik melebar atau berkelok-kelok dan biasanya terdapat pada kaki disebut ... a. Varises b. AIDS c. Jantung d. Tekanan darah rendah B. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan benar! 1. Rino adalah siswa kelas IX SMP Taman Madya dengan berat badan 79 kg dan tinggi 136cm. Pada hari Selasa, Rino dan teman sekelasnya mengikuti pelajaran olahraga dengan materi permainan basket ball. Saat dia lari, dia mengalami sesak napas, nyeri di bagian dada, dan cepat lelah. Setelah diperiksakan ke dokter, Rino mempunyai penyakit jantung. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Jelaskan skema peredaran darah kecil yang terjadi di dalam tubuh manusia! 3. Anemia adalah salah satu gangguan/ penyakit yang berhubungan dengan darah. Apakah anemia itu? 4. Sebutkan 4 gangguan yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah! 5. Apakah perbedaan penyakit thalasemia dengan tekanan darah tinggi? 99

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 11 100 KUNCI JAWABAN POST-TEST SIKLUS II A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. d. Peredaran darah sistemik dan kecil 2. a. Bilik kanan – paru-paru – serambi kiri 3. a. Peredaran darah sistemik 4. c. Oksigen 5. a. Serambi kanan 6. a. Kekurangan hemoglobin 7. b. Tekanan darah tinggi 8. d. Olahraga 9. c. Thalasemia 10. a. Varises B. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan benar! 1. Hal tersebut dapat terjadi karena Rino mengalami obesitas (kegemukan) dan lemak di tubuhnya tidak terkendali. Darah orang obesitas banyak mengandung kolesterol sehingga terjadi penyumbatan di pembuluh darahnya dan kerja jantung menjadi lebih berat dalam memompa darah. 2. Skema peredaran darah kecil yang terjadi di dalam tubuh manusia: Jantung (bilik kanan) Paru-paru Jantung (Serambi kiri) Peredaran darah kecil merupakan peredaran darah dari bilik kanan jantung menuju paru-paru dan akhirnya kembali lagi ke serambi kiri jantung. Pada peredaran darah ini, terjadi pertukaran gas di paru-paru. Darah melepaskan karbondioksida dan mengambil oksigen dari alveoli paru-paru. 3. Anemia adalah salah satu gangguan/penyakit yang berhubungan dengan darah. Anemia adalah gangguan darah akibat kekurangan hemoglobin. 4. Empat gangguan yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah yaitu penyakit jantung, tekanan darah rendah/hipotensi, tekanan darah tinggi/hipertensi, varises.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 5. Perbedaan penyakit thalasemia dengan tekanan darah tinggi yaitu: Thalasemia merupakan penyakit keturunan di mana tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin dan sel darah merah. Sedangkan tekanan darah tinggi yaitu penyakit akibat tekanan darah berada di atas normal akibat dari kolesterol yang menyempitkan pembuluh darah, faktor keturunan, stress, faktor usia, kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol. PEDOMAN PENSKORAN Soal A: Setiap nomor benar diberi skor 1 Soal B: - Soal no. 1 jika benar diberi skor - Soal no. 2 jika benar diberi skor - Soal no. 3 jika benar diberi skor - Soal no. 4 jika benar diberi skor - Soal no. 5 jika benar diberi skor 10 8 3 4 10 Dengan ketentuan: Jika siswa tidak menjawab maka diberi skor 0 Jika siswa menjawab namun jawaban salah secara keseluruhan maka diberi skor 1 Jika siswa menjawab sebagian benar maka akan mendapat skor setengah dari skor yang ditentukan. Total skor: Jumlah skor benar x 100% Jumlah skor maksimal

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 12 102 LEMBAR KERJA SISWA SIKLUS II A. Judul : Peredaran Darah dan Gangguan Peredaran Darah B. Tujuan 1. Menjelaskan peredaran darah pada manusia 2. Menyebutkan gangguan peredaran darah pada manusia C. Cara Kerja 1. Siswa dibagi ke dalam kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. 2. Masing-masing kelompok menunjuk salah satu temannya sebagai perwakilan untuk bermain ular tangga. 3. Setiap siswa yang bermain ular tangga, setelah mengocok dadu lalu mengambil satu kartu soal dan menjawab pertanyaan dalam kartu tersebut. 4. Jika siswa tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut maka boleh dilemparkan kepada kelompoknya untuk membantu menjawabnya. 5. Apabila jawaban benar, siswa tersebut boleh maju beberapa kotak sesuai nomor pada dadu yang dikocok tadi. 6. Jikasalah, siswa tidak boleh maju/ tetap berada pada kolom tersebut. D. Hasil Diskusi

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Contoh kartu soal: 1. Sistem peredaran darah manusia dibagi menjadi 2 bagian. Sebutkan! 11. Apa perbedaan penyakit anemia dan thalasemia? 2. Nama lain dari peredaran darah besar yaitu ... 12. Jelaskan apa yang dimaksud dengan leukimia! 3. Bagaimana alur peredaran darah kecil? 13. 4. Bagaimana alur peredaran darah besar? 14. AIDS adalah kepanjangan dari ... 5. Peredaran darah kecil banyak mengandung ... 15. Apa penyebab penyakit AIDS? 16. Orang yang mengidap penyakit aids, sel darah putihnya lebih cepat mati dan tidak berfungsi. Mengapa demikian? 17. Apa penyebab penyakit tekanan darah rendah? Peredaran darah besar banyak mengandung ... 6. Darah yang mengandung zat sisa metabolisme dan karbon dioksida akan masuk ke ... 7. Nama lain dari leukimia adalah ... 8. Sebutkan macam-macam gangguan yang berhubungan dengan darah manusia! 18. Sebutkan faktor penyebab orang terkena penyakit tekanan darah tinggi! 9. Sebutkan macam-macam penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah! 19. Nama lain dari tekanan darah rendah ... Apa penyebab orang dapat mengalami gangguan jantung? 10. 20. Nama lain dari tekanan darah tinggi ...

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 13 104 KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA SIKLUS II A. Judul : Peredaran Darah dan Gangguan Peredaran Darah B. Tujuan 1. Menjelaskan peredaran darah pada manusia 2. Menyebutkan gangguan peredaran darah pada manusia C. Cara Kerja 1. Siswa dibagi ke dalam kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. 2. Masing-masing kelompok menunjuk salah satu temannya sebagai perwakilan untuk bermain ular tangga. 3. Setiap siswa yang bermain ular tangga, setelah mengocok dadu lalu mengambil satu kartu soal dan menjawab pertanyaan dalam kartu tersebut. 4. Jika siswa tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut maka boleh dilemparkan kepada kelompoknya untuk membantu menjawabnya. 5. Apabila jawaban benar, siswa tersebut boleh maju beberapa kotak sesuai nomor pada dadu yang dikocok tadi. 6. Jikasalah, siswa tidak boleh maju/ tetap berada pada kolom tersebut. D. Hasil Diskusi

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Contoh kartu jawaban: Sistem peredaran darah kecil dan sistem peredaran darah besar 1. 11. Peredaran darah sistemik 2. 12. Peredaran darah yang bermula dari bilik kanan mengalir ke paru‐paru dan kembali ke jantung bagian serambi kiri 3. Peredaran darah yang berasal dari bilik kiri menuju ke seluruh tubuh dan kembali ke serambi kanan 4. 5. Oksigen Serambi kanan jantung Leukimia adalah penyakit dimana pertumbuhan sel‐sel darah putih tidak normal 13. Kanker darah 14. Acquired immunodeficiency syndrome 15. Virus / HIV (Human Immunodeficiency Virus) 16. Zat sisa metabolisme dan karbondioksida 6. Anemia merupakan gangguan dimana tubuh mengalami kekurangan hemoglobin, sedangkan thalasemia adalah penyakit keturunan dimana tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin dan sel darah merah Karena penyakit AIDS menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga kekebalan tubuh tidak berfungsi 17. Penyebabnya karena perubahan posisi duduk dari jongkok menjadi berdiri dan berkurangnya volume darah 18. Faktor usia, keturunan, stress, kebiasaan merokok, minuman beralkohol 7. Anemia, thalasemia, aids, leukimia 8. 9. 10. Penyakit jantung, hipotensi, hipertensi, varises 19. Kelebihan kolesterol dan obesitas 20. Hipotensi Hipertensi

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 14 106 KISI-KISI LEMBAR OBSERVASI SISWA No. Aspek afektif No. Pernyataan 1. Serius dan teliti 1, 4, 5, 18, 19 2. Aktif 3, 16 3. Percaya diri 9, 11 4. Tanggung jawab 5. Jujur 6. Bekerjasama 2, 6, 15 7. Toleransi 10, 14 8. Saling menghargai dan menghormati 7, 8 9. Sopan 13 12, 17 20 Jumlah 20

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 15 107 LEMBAR OBSERVASI SISWA Hari, tanggal : Observer : Kelompok : Petunjuk : 1. Amati kegiatan siswa selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung! 2. Lingkari skor yang sesuai dengan keadaan yang diamati dengan rambu-rambu di bawah ini : Skor 1 Kriteria Kurang sekali Keterangan Jika tidak ada siswa dalam kelompok yang mau melakukan kegiatan yang diperintahkan guru 2 Kurang Jika ada 1 siswa dalam kelompok yang mau melakukan kegiatan yang diperintahkan guru 3 Baik Jika ada 2-3 siswa dalam kelompok yang mau melakukan kegiatan yang diperintahkan guru 4 Baik sekali Jika ada 4-5 siswa (seluruh anggota kelompok) dalam kelompok yang mau melakukan kegiatan yang diperintahkan guru No Aspek yang diamati Skor 1 Siswa memperhatikan penjelasan dari guru 1 2 4 5 2 Siswa antusias bergabung dengan kelompoknya 1 2 4 5 3 Siswa inisiatif maju ke depan mewakili kelompoknya 1 2 4 5 4 Siswa menjawab pertanyaan pada kartu soal dengan tepat dan 1 2 4 5 benar 5 Siswa melakukan kegiatan diskusi dengan serius 1 2 4 5 6 Siswa bekerjasama dalam satu kelompok untuk menjawab 1 2 4 5 pertanyaan dengan cepat dan benar

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 7 Siswa menghargai pendapat teman pada saat ada teman yang 1 2 4 5 sedang memberikan pendapatnya 8 Siswa bekerja secara individual untuk menjawab pertanyaan 1 2 4 5 9 Siswa percaya diri mengemukakan pendapatnya 1 2 4 5 10 Siswa memiliki toleransi yang tinggi terhadap pendapat teman 1 2 4 5 11 Siswa antusias bermain permainan ular tangga 1 2 4 5 12 Setelah mempelajari materi ini, siswa memperoleh manfaat 1 2 4 5 1 2 4 5 dari pembelajaran ini 13 Siswa menggunakan bahasa yang komunikatif saat menjawab pertanyaan 14 Siswa tidak berbicara sendiri pada saat diskusi berlangsung 1 2 4 5 15 Siswa membantu teman-temannya yang belum mengerti 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 materi ini 16 Siswa bertanya kepada guru apabila ada materi yang belum dimengerti 17 Siswa dapat mengkaitkan materi dengan kehidupan seharihari 18 Siswa dapat menyimpulkan materi yang dipelajari pada hari ini 19 Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan antusias dan tidak ada siswa yang keluar masuk kelas 20 Siswa merasa puas dengan penjelasan dari guru Penilaian akhir : Prosentase = jumlah skor yang didapat x 100% skor maksimal

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 16 109 DAFTAR KELOMPOK SIKLUS I Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Siswa 17 Siswa 02 Siswa 12 Siswa 23 Siswa 24 Siswa 10 Siswa 03 Siswa 22 Siswa 16 Siswa 14 Siswa 04 Siswa 08 Kelompok 4 Kelompok 5 Kelompok 6 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 13 Siswa 21 Siswa 11 Siswa 05 Siswa 09 Siswa 01 Siswa 15 Siswa 06 Siswa 18 Siswa 25 Siswa 07 Siswa 26

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 DAFTAR KELOMPOK SIKLUS II Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 09 Siswa 19 Siswa 23 Siswa 24 Siswa 17 Siswa 26 Siswa 01 Siswa 05 Siswa 07 Siswa 14 Siswa 11 Kelompok 4 Kelompok 5 Kelompok 6 Siswa 22 Siswa 08 Siswa 16 Siswa 06 Siswa 12 Siswa 10 Siswa 18 Siswa 13 Siswa 04 Siswa 03 Siswa 25 Siswa 15 Siswa 02

(129) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Lampiran 17 111 Analisis Hasil Observasi Siswa Siklus I Kelas VIII A Selasa, 24 September 2013 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kode Sampel Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 1 2 4 5 4 2 2 2 5 2 5 2 5 2 5 2 5 5 2 2 2 2 2 2 2 5 2 2 4 2 5 4 5 2 5 2 5 2 5 5 2 4 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 2 4 2 5 4 5 2 5 2 4 2 5 4 2 4 2 4 5 2 4 4 4 2 2 2 5 2 5 2 5 2 4 2 5 4 2 2 2 2 6 2 4 5 4 2 2 2 5 2 5 2 5 2 5 2 5 5 2 2 2 2 7 4 4 2 4 1 4 4 4 4 4 4 4 1 2 1 4 2 4 4 4 4 8 4 4 4 4 4 2 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 2 9 4 5 4 5 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 2 4 4 4 4 4 4 Nomor Pernyataan 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 4 4 2 4 4 2 2 2 1 4 4 4 2 4 4 4 4 4 5 4 4 4 2 2 4 4 2 2 4 2 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 5 4 4 4 2 2 4 4 4 2 2 2 1 2 2 4 4 4 4 4 2 2 1 1 4 2 4 4 2 4 4 2 2 2 1 4 4 5 4 4 4 4 4 4 2 4 5 4 4 4 4 4 4 2 2 1 1 4 2 5 4 4 4 4 4 4 2 4 5 4 4 4 2 4 4 2 2 2 1 4 4 5 4 4 4 4 4 4 2 4 5 4 2 2 4 4 4 2 2 2 1 2 2 2 2 4 4 2 2 4 2 4 4 4 2 2 4 4 4 2 2 2 1 2 2 5 4 4 4 4 4 4 2 4 5 4 2 2 4 4 2 2 4 2 4 4 4 4 4 2 4 4 2 2 2 1 4 4 4 4 4 4 4 2 2 1 1 4 2 4 4 2 4 4 2 2 2 1 4 4 4 4 4 4 4 2 2 1 1 4 2 Skor Prosentase Kategori 59 78 71 78 48 60 59 85 60 85 59 85 48 71 48 85 71 59 60 59 60 59% 78% 71% 78% 48% 60% 59% 85% 60% 85% 59% 85% 48% 71% 48% 85% 71% 59% 60% 59% 60% Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang

(130) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 112 22 23 24 25 26 Siswa 22 Siswa 23 Siswa 24 Siswa 25 Siswa 26 4 2 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 4 5 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 5 4 2 4 2 2 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 2 4 4 4 4 5 2 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 78 71 78 78% 71% 78% Tinggi Tinggi Tinggi 2 2 4 2 2 2 1 4 2 2 2 4 4 4 2 2 2 Rata - rata Jumlah siswa dalam kategori tinggi Jumlah siswa dalam kategori sedang Jumlah siswa dalam kategori rendah Prosentase siswa yang memperoleh skor ≥ 70% 1 2 2 48 66,5 48% 67% Sedang 11 14 0 44%

(131) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Lampiran 18 113 Analisis Hasil Observasi Siswa Siklus II Kelas VIII A Selasa, 1 Oktober 2013 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kode Sampel Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 2 2 5 5 5 5 4 2 2 5 5 2 2 2 5 5 5 5 5 5 4 3 5 4 4 5 5 4 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 5 4 4 4 4 5 5 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 6 5 4 4 5 4 4 4 4 5 5 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 7 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 8 4 2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 2 2 9 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Nomor Pernyataan 10 11 12 13 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 14 15 16 17 18 19 20 5 2 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 2 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 5 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 5 2 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 5 2 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 Skor Prosentase Kategori 83 75 79 85 82 79 79 75 83 85 82 75 75 83 85 85 82 79 82 82 79 83% 75% 79% 85% 82% 79% 79% 75% 83% 85% 82% 75% 75% 83% 85% 85% 82% 79% 82% 82% 79% Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi

(132) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 114 22 23 24 25 26 Siswa 22 Siswa 23 Siswa 24 Siswa 25 Siswa 26 5 5 4 4 4 4 4 2 4 5 4 5 5 4 4 4 2 4 5 2 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 2 2 2 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 79 79 83 79% 79% 83% Tinggi Tinggi Tinggi 5 4 5 5 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 2 4 4 Rata - rata Jumlah siswa dalam kategori tinggi Jumlah siswa dalam kategori sedang Jumlah siswa dalam kategori rendah Prosentase siswa yang memperoleh skor ≥ 70% 4 4 4 79 77,4 79% 77% Tinggi 25 0 0 100%

(133) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Lampiran 19 115 Analisis Hasil Post Test Siklus I Kelas VIII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Jum'at, 27 September 2014 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Nomor Pernyataan Kode Sampel Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 3 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 Pilihan Ganda 4 5 6 7 8 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 9 10 1 0 0 4 1 0 4 1 1 3 1 1 1 1 1 4 1 1 4 0 1 4 1 1 4 1 0 3 1 1 4 1 0 4 1 0 1 0 1 4 1 1 4 0 1 4 1 1 2 1 1 2 0 1 4 1 0 4 Soal Uraian 2 3 1 6 2 0 4 6 3 6 3 5 6 6 1 4 3 6 6 6 4 6 4 0 3 6 2 5 0 6 4 5 5 6 2 6 1 5 6 0 Total Skor 4 2 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 18 16 24 20 21 30 14 27 26 28 18 20 20 22 22 26 21 18 22 Ketuntasan Individu 60 53 80 67 70 100 47 90 87 93 60 67 67 73 73 87 70 60 73 Ketuntasan Belajar Ya √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Tidak √ √ √ √ √ √ √ √

(134) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 116 20 21 22 23 24 25 26 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Siswa 24 Siswa 25 Siswa 26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 4 4 4 3 4 1 6 6 4 6 6 0 0 6 0 4 4 4 4 4 20 22 22 24 22 67 73 73 80 80 √ √ √ √ 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 4 2 4 4 Rata - Rata Kelas Nilai Terendah Nilai Tertinggi Jumlah Siswa yang Belum Mencapai KKM Jumlah Siswa yang Mencapai KKM Ketuntasan Klasikal 21 70 √ 73 47 100 9 16 64% √

(135) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Lampiran 20 117 Analisis Hasil Post Test Siklus II Kelas VIII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Jumat, 1 Oktober2014 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Kode Sampel Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 Nomor Pernyataan Pilihan Ganda Soal Uraian 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 0 1 1 1 0 1 1 10 6 3 3 10 0 1 1 1 1 1 1 3 8 3 3 10 1 0 0 1 0 1 1 2 3 3 4 8 1 1 1 1 1 1 1 5 3 3 3 8 1 0 0 1 1 1 1 1 6 3 3 5 1 1 1 0 0 1 1 10 8 3 4 8 1 1 1 1 0 1 1 4 3 3 4 8 1 0 0 1 1 1 1 10 8 1 4 5 1 1 1 1 0 1 1 10 8 3 4 5 1 1 1 1 0 1 1 8 8 3 4 0 1 0 1 1 0 1 1 8 3 3 3 10 1 1 1 1 0 0 1 10 6 3 4 10 1 0 1 1 0 1 1 10 6 1 2 4 0 1 1 1 1 1 1 0 1 3 2 9 1 1 1 1 0 0 1 10 8 3 4 4 1 1 1 0 0 0 1 10 8 1 3 9 0 1 1 1 1 1 1 10 6 1 4 4 1 1 1 1 1 1 1 5 3 3 4 0 1 1 1 1 1 1 1 10 3 3 4 9 1 1 0 1 1 1 1 4 3 1 3 0 Total Skor 40 35 26 30 26 41 30 35 37 30 34 41 30 23 37 38 34 25 39 20 Ketuntasan Ketuntasan Belajar Individu Ya 89 78 58 67 58 91 67 78 82 67 76 91 67 51 82 84 76 56 87 44 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √

(136) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 118 21 22 23 24 25 26 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Siswa 24 Siswa 25 Siswa 26 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 10 10 10 8 3 8 8 3 3 3 3 4 9 4 10 4 9 4 8 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 10 8 3 3 Rata - Rata Kelas Nilai Terendah Nilai Tertinggi Jumlah Siswa yang Belum Mencapai KKM Jumlah Siswa yang Mencapai KKM Ketuntasan Klasikal 4 44 39 43 43 98 87 96 96 √ √ √ √ 36 80 √ 76 44 98 9 16 64%

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 21 119 Scan Bukti Hasil Post-test Siklus I

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 22 124 Scan Bukti Post-test Siklus II

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 23 130 Scan Bukti Observasi Siklus I

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 24 134 Scan Bukti Observasi Siklus II

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 25 138 KISI – KISI KUESIONER MOTIVASI SISWA: No Kondisi Pernyataan Positif Negatif Jumlah 1. Perhatian (Attention) 18, 5, 11 3, 6, 8 6 2. Relevansi (Relevance) 2, 19, 15 14 4 3. Percaya diri (Confidence) 16, 1, 10 17, 12, 13 6 4. Kepuasan (Satisfaction) 7, 9, 20 4 4 10 10 20 Jumlah Pernyataan

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 26 139 KUESIONER MOTIVASI BELAJAR SISWA Mata Pelajaran : IPA Terpadu Kelas/ Semester Hari/ Tanggal No. absen NIS : VIII A : : : Petunujuk: 1. Pertimbangkan baik – baik setiap pernyataan yang berkaitan dengan pembelajaran yang telah kamu lakukan. Berilah jawaban sesuai dengan kondisimu, jangan melihat jawaban milik temanmu yang lain. 2. Lingkari (O) angka sesuai dengan kondisimu. Terima kasih ☺ Keterangan: 1 = sangat tidak setuju 2 = tidak setuju 4 = setuju 5 = sangat setuju No Pernyataan 1 Pertama kali saya mengikuti pembelajaran ini, saya yakin bahwa pelajaran ini mudah bagi saya 2 Apersepsi yang diberikan membuat saya senang untuk mempelajari materi ini 3 Saya suka mengobrol pada saat diskusi berlangsung 4 Saya tidak puas dengan hasil belajar saya 5 Saya serius memperhatikan penjelasan teman yang sedang menjawab pertanyaan permainan 6 Pelajaran yang sulit, saya malas mempelajarinya. 7 Saya lebih menyukai proses belajar interaktif (diskusi, penggunaan media, dll) karena membuat saya lebih cepat memahami materi pembelajaran sistem peredaran darah 8 Saya tidak pernah mengerjakan tugas rumah 9 Media edukasi permainan ular tangga ini membantu saya memahami materi pelajaran 10 Saya merasa media edukasi permainan ular tangga ini dapat meningkatkan rasa percaya diri saya 11 Pembelajaran dengan menggunakan media edukasi permainan ular tangga pada materi sistem peredaran darah ini sangat menyenangkan 12 Dalam belajar, saya mudah terpengaruh oleh pendapat Pilihan Jawaban 1 2 4 5 1 2 4 5 1 1 1 2 2 2 4 4 4 5 5 5 1 1 2 2 4 4 5 5 1 1 2 2 4 4 5 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 13 14 15 16 17 18 19 20 teman Pada saat ujian, saya menggantungkan diri pada teman Pada pembelajaran ini terdapat kata – kata yang tidak saya mengerti Materi sistem peredaran darah akan lebih mudah dipahami bila menggunakan metode ceramah Pada saat diskusi, saya berusaha mempertahankan pendapat saya. Saya tidak berani menyampaikan gagasan pada saat diskusi bersama kelompok. Saya mencatat materi yang disampaikan guru selama proses pembelajaran. Berdiskusi dengan kelompok belajar membuat saya lebih mengerti mengenai materi pelajaran ini Saya merasa puasbelajar sistem peredaran darah manusia menggunakan media permainan ular tangga 1 1 2 2 4 4 5 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5

(159) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Lampiran 27 141 Analisis Hasil Kuesioner Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII A SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Kode Sampel Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Nomor Pernyataan 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 2 5 2 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 2 4 4 2 2 1 2 4 4 5 2 2 2 4 2 2 4 4 5 2 5 5 4 4 4 2 4 4 4 4 5 4 4 4 2 5 2 5 5 4 4 4 5 6 4 4 4 2 5 2 4 4 4 5 4 4 2 4 2 4 5 5 5 4 5 7 4 4 5 4 4 5 5 4 4 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 4 5 8 4 4 4 4 5 4 5 4 5 5 4 5 2 4 2 5 5 5 5 4 5 9 5 4 5 4 4 5 4 5 4 5 4 4 4 5 4 2 5 4 5 4 4 10 5 2 4 2 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 4 11 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 4 4 5 5 12 2 2 4 4 4 2 2 5 4 2 4 2 1 4 1 4 5 5 4 2 4 13 4 2 4 2 5 5 4 4 5 5 4 4 5 4 5 4 5 5 5 4 5 14 2 2 4 2 4 2 2 2 4 4 2 2 2 4 2 1 2 4 4 2 5 15 1 4 2 2 4 2 4 4 4 2 4 4 5 4 2 5 2 4 1 1 4 16 4 2 2 4 4 5 4 4 2 4 2 4 4 4 4 2 5 4 4 4 4 17 2 2 4 4 4 4 5 5 4 5 4 5 5 4 4 5 4 5 5 4 5 18 4 4 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 4 5 4 5 4 4 5 4 5 19 4 4 4 2 4 5 4 4 4 5 2 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 20 4 2 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 5 4 5 5 4 4 5 5 Total Skor Murid 72 66 78 64 82 76 78 82 84 89 73 78 68 89 66 81 88 86 86 73 92 Skor Motivasi (%) 72% 66% 76% 64% 82% 77% 78% 83% 84% 91% 71% 78% 64% 90% 62% 81% 89% 86% 86% 73% 92% Kategori Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi

(160) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 142 Siswa 22 Siswa 23 Siswa 24 Siswa 25 Siswa 26 4 4 4 4 4 104 5 4 5 2 4 4 1 4 4 4 5 4 5 5 4 4 102 2 98 4 77 4 100 5 101 5 5 5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 4 2 5 4 4 2 4 2 4 2 2 5 4 2 5 4 4 4 4 5 5 5 4 5 2 2 4 4 114 108 109 105 117 81 108 68 75 91 106 Rata-rata motivasi belajar siswa Jumlah siswa yang tergolong dalam kategori tinggi Jumlah siswa yang tergolong dalam kategori sedang Jumlah siswa yang tergolong dalam kategori rendah Prosentase motivasi belajar siswa dengan kategori tinggi 4 4 4 5 5 4 5 5 5 4 107 4 102 2 107 84 87 77 4 77 76,153846 84% 88% 78% Tinggi Tinggi Tinggi 77% Tinggi 76% 21 4 0 84%

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 28 143 Scan Bukti Kuesioner Motivasi Belajar Siswa

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 29 147 Scan BuktiSurat IjinPenelitian

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 30 148 Scan Bukti Surat Ijin Telah Penelitian

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 31 149 Deskripsi Materi Sistem Peredaran Darah Manusia A. Darah Darah merupakan alat transportasi yang paling utama di dalam tubuh manusia. Ada beberapa fungsi darah bagi tubuh, antara lain: 1. Mengangkut sari-sari makanan dari usus dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. 2. Mengangkut oksigen dari paru-paru serta mengedarkannya ke seluruh tubuh dan juga mengambil karbondioksida dari seluruh tubuh untuk dibawa ke paru-paru. 3. Mengangkut hormon dari pusat produksi hormon ke tempat tujuannya di dalam tubuh. 4. Mengangkut sisa-sisa metabolisme sel untuk dibuang di ginjal. 5. Menjaga kestabilan tubuh. 6. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh. 1. KOMPOSISI DARAH Darah memiliki komposisi yang terdiri atas 55% cairan darah (plasma) dan 45% sel-sel darah. a. Plasma darah Sekitar 91% plasma darah terdiri atas air selebihnya berupa zat terlarut yang terdiri dari protein plasma (albumin, protrombin, fibrinogen, dan antibodi), garam mineral, dan zat-zat yang diangkut darah (zat makanan, sisa metabolisme, gas-gas, dan hormon). Fibrinogen yang ada dalam plasma darah merupakan bahan penting untuk pembekuan darah jika terjadi luka. b. Sel-sel darah Sel-sel darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Kandungan sel darah putih dan keping darah sebanyak 1% sedangkan sel darah merah sebanyak 99%.

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 1) Sel darah merah (eritrosit) Darah berwarna merah karena adanya sel-sel darah. Sel darah merah berbentuk gepeng yang kedua permukaanya cekung. Gambar 1. Sel darah merah Sel darah merah tidak memiliki inti sel dan mengandung hemoglobin. Hemoglobin adalah protein yang mengandung zat besi. Hemoglobin (Hb) berfungsi untuk mengikat oksigen dan karbondioksida dalam darah. Hemoglobin berwarna merah karena itu sel darah merah berwarna merah. Jumlah sel darah merah yang normal kurang lebih adalah 5juta sel/mm3 darah. Sel darah merah dibentuk pada tulang pipih di sumsum tulang dan dapat hidup hingga 120 hari. Jika sel darah merah rusak atau sudah tua maka sel ini akan dirombak dalam limfa. Hemoglobin dari sel darah merah yang dirombak akan terlepas dan dibawa ke dalam hati untuk dijadikan zat warna empedu. Sel darah merah baru akan dibentuk kembali dengan bahan zat besi yang berasal dari hemoglobin yang terlepas tadi. 2) Sel darah putih (leukosit) Sel darah putih berwarna jernih. Disebut sel darah putih untuk membedakannya dari sel darah merah yang berwarna merah. Sel darah putih bentuknya tidak teratur atau tidak tetap. Tidak

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 seperti sel darah merah yang selalu berada di dalam pembuluh darah, sel darah putih dapat keluar dari pembuluh darah. Kemampuan untuk bergerak bebas diperlukan sel darah putih agar dapat menjalankan fungsinya untuk menjaga tubuh. Sel darah putih memiliki inti sel tetapi tidak berwarna atau tidak berpigmen. Berdasarkan zat warna yang diserapnya dan bentuk intinya, sel darah putih dibagi menjadi 5 jenis, yaitu basofil, neutrofil, monosit, eosinofil, dan limfosit. Gambar 2. Macam-macam sel darah putih Jumlah sel darah putih pada tubuh kita yaitu ±8.000 pada tiap 3 1mm darah. Sel darah putih hanya hidup sekitar 12-13 hari. Fungsi sel darah putih sebagai pertahanan tubuh dari serangan penyakit. Jika tubuhmu terluka dan ada kuman yang masuk, leukosit akan menyerang atau memakan kuman-kuman tersebut. Jika seseorang diserang penyakit, tubuh akan memproduksi lebih banyak sel-sel darah putih untuk melawan bibit penyakit tersebut. 3) Keping darah (trombosit) Keping darah berbentuk bulat atau lonjong. Ukuran keping darah lebih kecil darpada sel darah merah. Jumlahnya kurang lebih 300.000 pada tiap 1mm3 darah. Keping darah hidupnya singkat,

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 hanya 8 hari. Keping darah berfungsi pada proses pembekuan darah. Saat terjadi luka, darah keluar melalui luka tersebut. Keping darah akan menyentuh permukaan luka, lalu pecah dan mengeluarkan trombokinase. Trombokinase dibantu dengan ion kalsium akan mengubah protrombin menjadi trombin. Trombin diperlukan untuk mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin. Luka akan ditutup oleh benang fibrin yang serupa dengan benang-benang halus sehingga darah berhenti keluar. 2. GOLONGAN DARAH Sistem penggolongan darah yang banyak digunakan adalah sistem ABO. Berdasarkan sistem ini, darah dikelompokkan menjadi 4 golongan darah, yaitu golongan darah A, B, AB, dan O. Dasar dari penggolongan darah sistem ABO adalah keberadaan aglutinogen pada permukaan sel darah merah. Aglutinogen merupakan protein dalam eritrosit dan memicu penggumpalan darah. Darah yang sel darah merahnya mengandung aglutinogen A disebut bergolongan darah A, darah yang sel darah merahnya mengandung aglutinogen B disebut bergolongan darah B, darah yang sel darah merahnya mengandung aglutinogen A dan B disebut bergolongan darah AB, dan darah yang tidak mengandung aglutinogen A dan B disebut bergolongan darah O. Golongan darah sangat penting untuk melakukan transfusi darah. Jika seseorang mendapatkan transfusi darah yang golongan darahnya berbeda dapat membahayakan diri orang tersebut karena akan menyebabkan penggumpalan atau pembekuan dalam darah. Golongan darah AB merupakan golongan darah yang dapat menerima transfusi darah dari golongan darah lain. Oleh karena itu, golongan darah AB disebut golongan darah resipien universal. Sebaliknya, golongan darah O dapat menjadi donor untuk semua golongan darah, maka disebut sebagai donor universal.

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 B. Alat Peredaran Darah 1. Jantung Jantung terletak di dalam rongga dada agak sebelah kiri, di antara paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Berat jantung ±300 gram. Jantung memiliki fungsi untuk memompa darah. Dengan adanya jantung, darah akan dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Jantung manusia terdiri atas 4 ruangan, yaitu serambi (atrium) kanan dan kiri serta bilik (ventrikel) kanan dan kiri. Bagian bilik jantung berdinding lebih tebal daripada serambi berkaitan dengan fungsinya dalam memompa darah. Bilik kiri memompa darah ke seluruh tubuh sehingga dinding bilik kiri lebih tebal daripada dinding bilik kanan. Gambar 3. Jantung Jantung berdenyut secara ritmik dengan kekatan yang sama. Otot-otot jantung berkontraksi dengan kekuatan yang relatif stabil. Jika seseorang panik atau melakukan kerja keras, maka jantung akan berdetak lebih cepat sehingga darah yang dipompa juga lebih banyak. Alat yang digunakan untuk tekanan darah disebut tensimeter (sphygmomanometer). Tekanan darah dinyatakan dengan dua angka, misalnya 120/80 mmHg. Arti angka pertama (120) menunjukkan tekanan jantung pada saat jantung sedang berkontraksi untuk

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 memompa darah atau disebut tekanan sistol. Angka yang di bawah (80) menunjukkan tekanan jantung pada saat jantung berelaksasi (beristirahat) atau disebut tekanan diastol. Tekanan darah seseorang dapat berubah baik naik, maupun turun, karena hal-hal tertentu misalnya usia, makanan, berat badan, dan penyakit. 2. Pembuluh darah Berdasarkan aliran darahnya, pembuluh darah dibedakan menjadi dua macam, yaitu pembuluh nadi atau arteri dan pembuluh balik (vena). Pembuluh nadi (arteri) merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh, sedangkan pembuluh balik/vena mengalirkan darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung. Pembuluh nadi maupun pembuluh balik memiliki cabang terkecil disebut pembuluh kapiler. Dinding pembuluh nadi lebih tebal, kuat, dan elastis dibandingkan pembuluh balik. Pembuluh nadi harus kuat karena harus menahan tekanan darah yang dipompa oleh jantung. Saat antung berdenyut, maka pembuluh nadi pun ikut berdenyut akibat tekanan darah yang terpompa. Jika meraba pembuluh nadi, seseorang dapat merasakan denyut nadi tersebut. Tempat yang terasa saat pembuluh nadi berdenyut yaitu pergelangan tangan, di dekat tulang yang lurus dengan ibu jari. Pembuluh balik memiliki dinding yang tipis daripada pembuluh nadi. Pembuluh balik besar ada 2 macam, yaitu pembuluh balik besar atas, dan pembuluh balik besar bawah. Pembuluh balik besar atas mengembalikan darah dari kepala dan tangan ke jantung, sedangkan pembuluh balik besar bawah mengembalikan darah dari kaki dan badan ke jantung.

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 C. Peredaran Darah Sistem peredaran darah pada manusia dibagi menjadi 2 yaitu, peredaran darah paru-paru (peredaran darah kecil) dan peredaran darah sistemik (peredaran darah besar). Berikut akan dijelaskan skema peredaran darah: 1. Peredaran Darah Kecil (Paru-paru) Bilik kanan jantung Paru‐paru Serambi kiri jantung Pada peredaran darah kecil, darah melakukan pertukaran gas di paruparu. Darah melepas karbondioksida dan mengambil oksigen dari alveoli paruparu. Oleh karena itu, darah yang berasal dari paru-paru ini banyak mengandung oksigen. 2. Peredaran Darah Besar (Sistemik) Bilik kiri jantung Seluruh tubuh Serambi kanan jantung Pada peredaran darah besar, darah banyak mengandung zat sisa metabolisme dan karbondioksida yang kembali dan menuju ke serambi kanan jantung. Peredaran darah manusia selalu melalui pembuluh darah. Oleh karena itu peredaran darah manusia disebut peredaran darah tertutup. Berikut gambar sistem peredaran darah manusia sehingga dapat lebih memahami peredaran darah manusia.

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 Gambar 4. Sistem peredaran darah manusia D. Peredaran Limfa Selain darah, ada suatu cairan yang mengalir di seluruh jaringan tubuh namun tidak melalui pembuluh. Cairan tersebut yaitu cairan limfa atau cairan getah bening. Cairan limfa mengandung sel darah putih, fibrinogen, dan keping darah yang ketiganya berfungsi dalam proses pembekuan darah serta mencegah infeksi. Cairan limfa masuk ke dalam pembuluh limfa yang memiliki peredaran terbuka (pembuluh limfa merupakan pembuluh kecil yang ujungnya terbuka). Ada 2 pembuluh limfa pada tubuh manusia, yaitu pembuluh limfa kanan dan pembuluh limfa kiri. Pembuluh limfa kanan berfungsi mengumpulkan limfa yang berasal dari jantung, dada, paru-paru, kepala, leher, dan lengan bagian atas. Pembuluh limfa kiri berfungsi mengumpulkan limfa yang berasal dari bagian-bagian tubuh selain yang disebutkan pada pembuluh limfa kanan. Cairan dari kedua pembuluh limfa ini akan masuk ke pembuluh balik untuk dibawa ke jantung.

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 E. Gangguan pada Sistem Peredaran Darah Manusia 1. Gangguan yang berhubungan dengan darah: a. Anemia Anemia merupakan keadaan tubuh yang kekurangan hemoglobin. Kadar Hb normal yaitu 12-16% dari sel darah manusia. Jumlah sel darah normal yaitu 5 juta/mm3. Pada penderita anemia, kadar Hb kurang dari normal. b. Leukimia Leukimia terjadi karena pertumbuhan sel-sel darah putih yang tidak normal. Jaringan yang seharusnya membentuk sel darah merah justru membentuk sel darah putih sehingga jumlah sel darah utih tidak terkendali. Leukimia disebut juga kanker darah. c. Thalasemia Merupakan penyakit keturunan di mana tubuh tidak mampu memproduksi sel darah merah dan hemoglobin. d. AIDS (Acquired Immunodefiency Syndrome) Penyakit ini disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodefiency Virus) yang menyerang sel darah putih manusia. Pada penderita penyakit ini, sel darah putihnya lebih cepat mati dan tidak berfungsi karena sistem kekebalan tubuh diserang sehingga dapat mengalami kematian. 2. Gangguan yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah: a. Penyakit jantung Penyakit jantung dapat disebabkan oleh kelebihan kolesterol. Kolesterol yang berlebihan akan menyumbat pembuluh nadi sehingga menghambat aliran darah. Penyebab lain adalah kegemukan (obesitas). Tubuh orang gemuk memiliki banyak lemak dan darahnya banyak mengandung kolesterol sehingga rawan penyumbatan pembuluh darah. Oleh sebab itu, kerja jantung lebih berat dalam memompa darah.

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 Pada kasus gagal jantung terjadi penurunan kerja atau kontraksi jantung. Akibatnya, volume darah dalam jaringan tubuh kurang karena jantung tidak bisa memompa darah dalam jumlah yang semestinya. Gejala umum orang yang berpenyakit jantung yaitu nyeri di bagian dada, sesak, dan cepat lelah. b. Hipotensi Merupakan penyakit akibat tekanan darah manusia di bawah normal. Gejala yang timbul yaitu pusing, lesu, penglihatan berkunang-kunang dan sering pingsan. c. Hipertensi Merupakan penyakit akibat tekanan darah di atas normal. Penyebab: faktor keturunan, stres, usia, kebiasaan merokok, dan minuman beralkohol. d. Varises Gejala ini berupa pembuluh balik yang melebar atau berkelok-kelok terutama pada kaki.

(177)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA 3D ANOTRUS TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA
2
19
67
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA 3D ANOTRUS TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM GERAK PADA MANUSIA
1
33
76
PENGARUH PEMBELAJARAN CIRC BERBANTUAN SCRAMBLE TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH SISWA SMP
1
12
119
PENGARUH BLENDED LEARNING BERBASIS EDMODO DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA BIOLOGI DAN RETENSI SISWA PADA SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA DI KELAS VIII SMP N 5 MEDAN.
2
9
33
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAVI DAN MEDIA GAMBAR DI KELAS V
0
0
14
PERBANDINGAN PENGGUNAAN SUMBER BELAJAR KARTU KUARTET DAN ULAR TANGGA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI SISWA SMP PADA MATERI EKOSISTEM DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN.
1
1
41
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN PERMAINAN ULAR TANGGA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII MATERI GAYA.
0
0
8
KEEFEKTIFAN PENDEKATAN SAVI BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA DI SMP
0
1
36
UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SMALL GROUP WORK PADA SISWA KELAS VIII SMP TAMAN DEWASA IBU PAWIYATAN YOGYAKARTA
0
0
8
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING SISWA SMP KELAS VII A TAMAN DEWASA IBU PAWIYATAN YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20122013
0
0
8
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING SISWA KELAS VIII A SMP TAMAN DEWASA IBU PAWIYATAN YOGYAKARTA
0
0
8
PENGARUH MEDIA ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR KONSEP SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA SISWA KELAS VIII MTs RAUDHATUL JANNAH PALANGKARAYA
0
1
16
PENGARUH METODE SIMULASI TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA PADA SISWA KELAS VIII SMPN 7 PALANGKA RAYA
0
0
21
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN MEDIA LKS MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 5 KODI
6
19
60
PENGGUNAAN PERMAINAN EDUKATIF ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI SISTEM IMUNITAS KELAS XI IPA SMA TIGA MARET YOGYAKARTA
0
0
232
Show more