Hubungan antara harga diri dengan kecenderungan impulsive buying pada remaja akhir - USD Repository

Gratis

0
0
163
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KECENDERUNGAN IMPULSIVE BUYING PADA REMAJA AKHIR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh : Nama : Ni Putu Laksmi Dewi NIM : 149114043 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO “Kamu Harus Berproses, Kamu Harus Berjuang, Kamu Harus Terus Berusaha. Ketika Jalan Yang Kamu Lalui Terasa Susah, Kamu tidak Boleh Menyerah” – Merry Riana. “Kehidupan Ini Tidak Seperti Guru Kita Di Sekolah, Yang Memberikan Pelajaran sebelum Menguji. Kehidupan Ini Tidak Mengajar, Kehidupan Memberikan Ujian, Lalu Menyerahkan Kepada Kita Untuk Mengambil Pelajaran Dari Ujian Itu Atau Tidak” - Mario Teguh. “Bagaikan Hutang, Skripsi Itu Harus Dibayar Sampai Tuntas” - Laksmi iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan yang Maha Esa Skripsi ini saya persembahkan kepada : Bapak, ibu dan keluarga besar yang selalu mendoakan, memberikan dukungan, kasih sayang, semangat dan motivasi agar skripsi ini dapat selesai dengan lancar. Keluarga Jero Anyar Sari yang selalu memberikan dukungan, semangat, dan mendoakan saya untuk menyelesaikan skripsi yang saya buat. I Dewa Ketut Artha Saputra Pasangan yang selalu mendengar keluh kesah saya ketika membuat skripsi ini dan selalu memberikan dukungan, semangat, doa dan hiburan sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik. Dosen Pembimbing, Dr. Titik Kristiyani, M.Psi., Psi yang selalu membimbing, mengarahkan dan memberikan waktu kepada saya hingga penelitian ini selesai dibuat. Sahabat, teman-teman, saudara-saudara yang selalu menyemangati, mendukung, mendoakan dan menemaniku dalam proses penyelesaian skripsi ini. Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma sebagai tempat saya belajar dan memberikan saya pengalaman hidup yang sangat berharga dan tidak terlupakan. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 28 Januari 2019 Peneliti, Ni Putu Laksmi Dewi vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KECENDERUNGAN IMPULSIVE BUYING PADA REMAJA AKHIR Ni Putu Laksmi Dewi ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan kecenderungan impulsive buying pada remaja akhir. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif dan signifikan antara harga diri (self esteem) dengan kecenderungan impulsive buying pada remaja akhir. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja akhir dengan rentang usia 17 tahun hingga 21 tahun yang berjumlah 150 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecenderungan impulsive buying dan skala harga diri (self esteem) dalam model Likert. Skala impulsive buying memiliki 28 item dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,871 dan skala harga diri (self esteem) memiliki 27 item dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,888. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS for Windows versi 21 dikarenakan sebaran data pada kedua variabel berdistribusi normal. Penelitian ini menghasilkan nilai korelasi r = -0,854 dan nilai signifikansi p= 0,000 < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara harga diri (self esteem) dengan kecenderungan impulsive buying pada remaja akhir. Hal ini berarti semakin rendah harga diri pada remaja akhir, maka kecenderungan impulsive buying akan semakin tinggi. Begitu juga sebaliknya, semakin tinggi harga diri, maka semakin rendah kecenderungan impulsive buying pada remaja akhir. Kata kunci: Harga Diri (Self Esteem), Kecenderungan Impulsive Buying, Remaja Akhir. vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-ESTEEM AND IMPULSIVE BUYING TENDENCY IN THE LATE ADOLESCENCE Ni Putu Laksmi Dewi ABSTRACT This study was aimed at determining the relationship between self-esteem and the impulsive buying tendency in the late adolescence. The hypothesis proposed in this study was that there is a negative and significant relationship between selfesteem and the impulsive buying tendency in the late adolescence. The subjects in this study were the late adolescence with the age ranging from 17 to 21 years as many as 150 people. The data collection tools used in this research were impulsive buying tendency scale and self-esteem scale in the Likert model. The impulsive buying scale has 28 items with a reliability coefficient of 0.871 and the self-esteem scale has 27 items with a reliability coefficient of 0.888. The data analysis technique used in this study was the Pearson Product Moment correlation test assisted by SPSS for Windows version 21 because the data distribution in both variables was normally distributed. This study resulted in a correlation value of r = -0.854 and a significance value of p = 0.000 <0.05. The results of this study indicate that there is a negative and significant relationship between self-esteem and the impulsive buying tendency in the late adolescence. It means that the lower self-esteem in late adolescence, the higher the tendency for impulsive buying. Likewise, the higher the self-esteem, the lower the tendency of impulsive buying in the late adolescence. Keywords: Impulsive Buying Tendency, Late adolescence, Self-Esteem viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswi Universitas Sanata Dharma : Nama : Ni Putu Laksmi Dewi Nomor Mahasiswa : 149114043 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, karya ilmiah yang berjudul : HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN KECENDERUNGAN IMPULSIVE BUYING PADA REMAJA AKHIR Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan Kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau di media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Dengan demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 28 Januari 2019 Yang menyatakan, (Ni Putu Laksmi Dewi) ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur dan terima kasih saya ucapkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya, skripsi dengan judul “Hubungan Antara Harga Diri Dengan Kecenderungan Impulsive Buying pada Remaja Akhir” dapat terselesaikan. Skripsi ini disusun guna memenuhi persyaratan mencapai gelar sarjana psikologi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Dalam menyelesaikan skripsi ini, peneliti menyadari mendapat banyak bantuan baik berupa moral maupun material dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih serta penghargaan kepada: 1. Ida Sang Hyang Widi Wasa dan Dewi Saraswati yang selalu memberikan kelancaran, kekuatan dan menyertai saya dalam proses pembuatan skripsi ini dari awal hingga selesai dibuat. 2. Ibu Dr. Titik Kristiyani, M.Psi.,Psi selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma dan selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dengan ketelitian, kecermatan, dan kesabaran, selalu memotivasi dan memberikan arahan dengan penuh kehangatan serta profesionalitas yang tinggi dari awal sampai selesainya skripsi ini. 3. Dr. A. Priyono Marwan, S.J. dan Bapak Paulus Eddy Suhartanto, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Akademik yang selalu memberikan motivasi dan bimbingan dalam hal akademik kemahasiswaan. 4. Ibu Dr. Titik Kristiyani, M.Psi.,Psi, Bapak Dr.Tarsisius Priyo Widiyanto, M.Si. dan Ibu Ratri Sunar Astuti, S.Psi., M.Psi selaku Dosen penguji yang memberikan masukan atau saran dan bimbingannya untuk menyempurnakan skripsi ini menjadi lebih baik. 5. Seluruh dosen-dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan saya banyak ilmu selama saya menjadi mahasiswa. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Seluruh staff Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang selalu membantu dalam administrasi kemahasiswaan serta selalu memberikan dukungan dalam mengerjakan skripsi ini. 7. Seluruh subjek penelitian yang telah bersedia meluangkan waktu dan tenaganya untuk membantu peneliti dalam pengisian skala penelitian sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik. 8. Bapak I Ketut Bagiada dan Ibu Ni Nyoman Rini Wahyuni tercinta serta Keluarga Besar Jero Anyar Latu Sari yang selalu setia mendukung, mendoakan dan memberikan motivasi ketika saya mulai putus asa dan selalu memberikan semangat, nasihat serta kasih sayang hingga penelitian ini dapat selesai dengan baik. Terima kasih karena sudah memberikan kepercayaan untuk saya belajar mandiri, bertanggung jawab dan saya bersyukur memiliki kalian. 9. I Dewa Ketut Artha Saputra yang selalu menuntut saya untuk menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih telah menemani dan mendengar keluh kesah yang saya alami selama mengerjakan skripsi ini serta selalu memberikan doa, semangat, bantuan dan dukungan sehingga saya dapat menyelesaikan penelitian ini. 10. Kinn Gema Yaktha sebagai penyemangat saya untuk segera menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih selalu sabar dan memberikan semangat sehingga saya termotivasi untuk menyelesaikan skripsi ini. 11. Ade Maheswari dan Sang Ayu Ketut Tri Semaraputri sebagai sahabat sekaligus saudara saya yang selalu menyemangati, mendukung dan mendoakan saya agar saya termotivasi mengerjakan skripsi ini. Terima kasih karena selalu mendengar cerita saya dan memberikan waktu kepada ketika saya pulang. 12. A.A Istri Intan Saraswati dan Noviani Kusuma sebagai saudara perantauan dan partner dalam suka maupun duka yang mengajarkan saya banyak hal. Terima kasih karena selalu ada buat saya, mendengar keluh kesah dan saling menguatkan satu sama lain. Sukses selalu ya. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. Amadea Ayusara, dan Arinda Ugang yang selalu berbagi cerita, memberikan semangat dan selalu mendukung satu sama lain sehingga saya termotivasi untuk mengerjakan skripsi ini. 14. Nur Dahlia Kadili sebagai teman seperjuangan yang selalu bersama ketika bimbingan, menjelaskan ketika saya tidak mengerti dan saling memberikan semangat satu sama lain. Terima kasih sudah membantu dan mendukung hingga skripsi ini selesai. 15. Dita Primantari, Venny Ardhana, Frila Grehastin, serta teman-teman KMHD Sanata Dharma Yogyakarta yang memberikan saya tempat layakmya keluarga sehingga saya merasa tidak sendiri di kota ini. Terima kasih telah memberikan banyak pengalaman selama ini. 16. Seluruh teman-teman angkatan 2014 terkhusus teman-teman Psikologi kelas E yang telah memberikan saya pengalaman berharga baik suka maupun duka selama kurang lebih empat tahun saya menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi. 17. Teman-teman KKN angkatan 54 kelompok 7 yang selalu memberikan doa, dukungan dan semangat untuk menyelesaikan skripsi ini. Saya mengucapkan terima kasih telah memberikan pengalaman berharga selama satu bulan di Dusun Suruh, Hargomulyo, Gunung Kidul. 18. Seluruh teman-teman seperjuangan bimbingan Bu Titik yang saling menyemangati, membantu dan menanyakan target penyusunan skripsi sehingga saya termotivasi untuk segera menyelesaikan skripsi ini. 19. Seluruh pihak lainnya yang belum peneliti sebutkan satu persatu yang telah membantu, memberikan doa dan semangat bagi peneliti sehingga bisa segera menyelesaikan skripsi ini. Semoga Tuhan memberikan karunia atas budi baik kalian. Peneliti menyadari bahwa penulisan ini masih jauh dari kata sempurna karena keterbatasan kemampuan yang dimiliki. Untuk itu, peneliti memerlukan masukan berupa kritik dan saran yang sifatnya membangun dari seluruh pihak. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat dan berguna bagi kita semua. Akhir kata, peneliti mohon maaf xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI apabila terdapat kesalahan kata-kata dalam penulisan skripsi ini. Terima Kasih. Yogyakarta, 28 Desember 2018 Peneliti Ni Putu Laksmi Dewi xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ...................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN MOTTO ............................................................................................ iv HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................ vi ABSTRAK ............................................................................................................. vii ABSTRACT ............................................................................................................. viii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI................................. ix KATA PENGANTAR ........................................................................................... x DAFTAR ISI .......................................................................................................... xiv DAFTAR TABEL .................................................................................................. xvii DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................... xix BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 A. Latar Belakang ........................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ...................................................................................... 8 C. Tujuan Penelitian ....................................................................................... 9 D. Manfaat Penelitian ..................................................................................... 9 BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................ 11 A. Impulsive Buying ........................................................................................ 11 1. Definisi Impulsive Buying ................................................................... 11 2. Aspek Impulsive Buying ...................................................................... 13 3. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Impulsive buying .......................... 14 B. Harga Diri (Self-Esteem) ............................................................................ 20 1. Definisi Harga Diri (Self-Esteem) ....................................................... 20 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Aspek Harga Diri (Self-Esteem) .......................................................... 22 3. Karakteristik Harga Diri (Self-Esteem) ............................................... 23 C. Remaja Akhir ............................................................................................. 24 1. Definisi Remaja Akhir ........................................................................ 24 2. Ciri-Ciri Remaja Akhir........................................................................ 25 3. Tugas Perkembangan Remaja Akhir ................................................... 26 4. Aspek-Aspek Perkembangan Remaja Akhir ....................................... 26 D. Dinamika Hubungan Antara Harga Diri Dengan Kecenderungan Impulsive Buying Pada Remaja Akhir........................................................ 29 E. Skema ......................................................................................................... 35 F. Hipotesis..................................................................................................... 36 BAB III METODELOGI PENELITIAN ............................................................... 37 A. Jenis Penelitian ........................................................................................... 37 B. Identifikasi Variabel Penelitian .................................................................. 37 1. Variabel Tergantung ............................................................................ 37 2. Variabel Bebas .................................................................................... 37 C. Definisi Operasional................................................................................... 38 1. Kecenderungan Impulsive Buying ....................................................... 38 2. Harga Diri (Self-Esteem) ..................................................................... 38 D. Subjek Penelitian........................................................................................ 39 E. Metode dan Alat Pengumpulan Data ......................................................... 39 1. Skala Kecenderungan Impulsive Buying ............................................. 40 2. Skala Self-Esteem Atau Harga Diri ..................................................... 44 F. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur .......................................................... 48 1. Validitas .............................................................................................. 48 2. Seleksi Item ......................................................................................... 48 3. Reliabilitas........................................................................................... 54 G. Metode Analisis Data ................................................................................. 55 1. Uji Asumsi........................................................................................... 55 2. Uji Hipotesis........................................................................................ 56 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ....................................... 59 A. Pelaksanaan Penelitian ............................................................................... 59 B. Deskripsi Subjek Penelitian ....................................................................... 59 C. Deskripsi Data Penelitian ........................................................................... 62 D. Reliabilitas Data Penelitian ........................................................................ 64 E. Hasil Penelitian .......................................................................................... 65 1. Hasil Uji Asumsi ................................................................................. 65 2. Hasil Uji Hipotesis .............................................................................. 67 F. Pembahasan ................................................................................................ 69 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN................................................................. 77 1. Kesimpulan ................................................................................................ 77 2. Keterbatasan Penelitian .............................................................................. 77 3. Saran ........................................................................................................... 78 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 80 LAMPIRAN ........................................................................................................... 85 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Blue Print Kecenderungan Impulsive Buying ........................................ 41 Tabel 2. Skor Respon Pada Variabel Kecenderungan Impulsive Buying............. 42 Tabel 3. Sebaran Item Skala Kecenderungan Impulsive Buying Sebelum Seleksi Item ............................................................................................. 43 Tabel 4. Blue Print Harga Diri (Self-Esteem)....................................................... 45 Tabel 5. Skor Respon Pada Variabel Harga Diri (Self-Esteem) ........................... 46 Tabel 6. Sebaran Item Skala Kecenderungan Harga Diri (Self-Esteem) Sebelum Seleksi Item .............................................................................. 47 Tabel 7. Sebaran Item Skala Kecenderungan Impulsive Buying Setelah Seleksi Item ............................................................................................. 51 Tabel 8. Sebaran Item Skala Kecenderungan Harga Diri (Self-Esteem) Setelah Seleksi Item ................................................................................ 53 Tabel 9. Tingkat Korelasi dan kekuatan Hubungan Koefisien Korelasi .............. 58 Tabel 10. Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin .............................................. 59 Tabel 11. Karakteristik Berdasarkan Usia ............................................................. 60 Tabel 12. Karakteristik Berdasarkan Pendidikan ................................................... 61 Tabel 13. Karakteristik Berdasarkan Uang Saku per Bulan .................................. 61 Tabel 14. Hasil Statistik Deskriptif Variabel Kecenderungan Impulsive Buying dan Harga Diri (Self Esteem) ................................................................. 63 Tabel 15. Reliabilitas Skala Kecenderungan Impulsive Buying dan Skala Harga Diri (Self Esteem) .................................................................. 64 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 16. Hasil Uji Normalitas Kecenderungan Impulsive Buying dan Self-Esteem ............................................................................................... 65 Tabel 17. Hasil Uji Linearitas Variabel Kecenderungan Impulsive Buying dan Self-Esteem ............................................................................................... 67 Tabel 18 . Hasil Uji Hipotesis ................................................................................ 68 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A. Taraf Relevansi Peer Judgement dan Expert Judgement ................. 86 Lampiran B. Skala Uji Coba ................................................................................ 103 Lampiran C. Reliabilitas Skala Kecenderungan Impulsive Buying dan Seleksi Item .................................................................................... 118 Lampiran D. Reliabilitas Skala Harga Diri (Self Esteem) dan Seleksi Item ......... 121 Lampiran E. Hasil Uji Reliabilitas Setelah Seleksi Item Skala Kecenderungan Impulsive Buying .................................................. 123 Lampiran F. Hasil Uji Reliabilitas Setelah Seleksi Item Skala Harga Diri (Self Esteem) .................................................................................... 126 Lampiran G. Skala Penelitian ............................................................................... 129 Lampiran H. Mean Teoritis dan Mean Empiris ................................................... 140 Lampiran I. Reliabilitas Skala Penelitian Kecenderungan Impulsive Buying dan Harga Diri (Self Esteem) .......................................................... 141 Lampiran J. Hasil Uji Normalitas ....................................................................... 142 Lampiran K. Hasil Uji Linearitas ......................................................................... 143 Lampiran L. Hasil Uji Hipotesis.......................................................................... 144 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Manusia memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda dalam hidupnya. Banyak upaya yang dilakukan manusia dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut, salah satunya yaitu kegiatan belanja. Pada umumnya, seseorang berbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun saat ini ada banyak alasan seseorang melakukan kegiatan belanja. Alasan orang berbelanja antara lain untuk memenuhi keinginan semata, meningkatkan status sosial, ingin memanjakan diri, gengsi, membeli sesuatu dengan alasan hari raya atau potongan harga, dan menyenangkan orang lain. Kegiatan belanja ini biasanya juga didasari oleh pemikiran takut menyesal ketika tidak membeli barang tersebut pada saat itu. Penelitian yang dilakukan Nielsen pada tahun 2013 menemukan bahwa konsumen Indonesia termasuk konsumen yang bersifat konsumtif dan memiliki keinginan yang besar untuk berbelanja jika dibandingkan dengan Negara Asia lainnya seperti India dan Filipina. Dalam hal berbelanja, 55% konsumen Indonesia menyatakan bahwa beberapa bulan kedepan akan menjadi waktu yang baik untuk membeli barang-barang yang mereka inginkan atau butuhkan (Baihaqi, 2013). Survei yang dilakukan Nielsen (2007) juga menunjukkan bahwa 85% konsumen 1

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 membeli produk tanpa direncanakan, sedangkan jumlah konsumen yang melakukan pembelian sesuai dengan rencana dan tidak terdorong untuk membeli produk tambahan sekitar 15% saja (Nielsen dalam Adiputra, 2015). Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Frontier Consulting Group pada tahun 2012 menemukan hasil bahwa sekitar 15% hingga 20% konsumen Indonesia melakukan impulsive buying lebih tinggi daripada konsumen Amerika. Hal ini karena konsumen Indonesia memiliki pola belanja yang tidak teratur dibandingkan konsumen luar negeri. Sebagian konsumen Indonesia menganggap bahwa belanja dan rekreasi merupakan hal yang sama (Zoel, 2012). Setiap orang memiliki keinginan yang cukup tinggi dalam memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup, salah satu keinginan tersebut dapat berupa pembelian suatu barang. Meskipun belum membutuhkan barang tersebut, akan tetapi mereka tetap membelinya. Misalnya seseorang pada awalnya tidak memiliki keinginan untuk membeli suatu barang tertentu tetapi ketika masuk ke sebuah toko, ia tertarik untuk membeli suatu barang. Ketertarikan tersebut biasanya tidak direncanakan. Pembelian ini biasanya dipengaruhi oleh situasi dan kondisi pada saat itu. Pembelian tidak direncanakan ini biasanya diistilahkan dengan pembelian impulsif atau impulsive buying. Impulsive buying merupakan tindakan atau pembelian seseorang dalam melakukan pembelian suatu produk secara spontan tanpa mempertimbangkan atau merencanakan sebelumnya dan

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 bersifat mendadak serta diiringi dengan faktor keinginan bukan berdasarkan kebutuhan terhadap produk tersebut. (Mowen & Minor, 2002; Rook & Fisher, 1995; Sterns, 1962; Utami, 2010; Verplanken & Herabadi, 2001). Perilaku impulsive buying menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan lingkungan sosial individu. Ketika individu merasa minder, kurang percaya diri, memiliki penilaian yang rendah terhadap dirinya dan merasa kurang diterima dalam lingkungannya, maka individu cenderung mengekspresikannya melalui penampilan, mengikuti tren saat ini, tidak ketinggalan jaman dan selalu update. Hal ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh MARS Indonesia (2015) yang mengungkapkan bahwa remaja masih dalam proses mancari identitas diri dan selalu ingin menunjukkan eksistensi diri dilingkungannya, maka perilaku yang kerap muncul dari remaja adalah keinginan untuk tampil beda. Hal ini menunjukkan masa remaja merupakan masa terpenting dalam perkembangan individu, karena ketika tidak mampu melaksanakan tugas perkembangan pada masa remaja, maka masa dewasa tidak akan berjalan semestinya (Hurlock, 2012). Perilaku impulsive buying cenderung dilakukan oleh individu yang memiliki rentang usia 18 tahun sampai 39 tahun dibandingkan dengan individu yang berusia di atas 39 tahun (Wood, 1998). Rentang usia tersebut merupakan masa dimana individu termasuk remaja akhir dan menginjak masa dewasa awal. Masa remaja akhir tersebut ditandai dengan

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 kemampuan individu dalam mengontrol emosi, memiliki pandangan yang lebih realistis serta menunjukkan kedewasaan dalam berpikir dan bersikap (Ali & Asrori, 2009). Dengan memiliki ciri-ciri tersebut seharusnya remaja akhir berpotensi lebih kecil untuk melakukan impulsive buying, serta dapat lebih berpikir dan mempertimbangkan suatu keputusan dalam melakukan kegiatan belanja. Namun pada kenyataannya masih banyak remaja akhir yang melakukan impulsive buying. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, kebanyakan remaja akhir merasa kurang percaya diri ketika berada dilingkungan sosialnya. Mereka juga sering memiliki penilaian yang rendah terhadap dirinya jika dibandingkan dengan orang-orang dilingkungan sosialnya, sehingga mereka merasa perlu menyalurkannya melalui penampilan yang lebih menarik, mengikuti tren, dan sosialita. Disamping itu juga media sosial sangat berpengaruh terhadap penilaian diri remaja. Misalnya ketika teman mengunggah foto bersama dirinya dalam keadaan kurang menarik, remaja merasa kurang puas dan merasa ada yang kurang dalam dirinya. Hal tersebut yang dapat mendorong remaja untuk melakukan pembelian yang berlebihan atau tidak direncanakan demi menunjang penampilannya (Laksmi, 2017). Hal ini didukung oleh survei Mark Plus Insight bertajuk Youth Monitoring 2015 yang menyatakan bahwa belanja online mengalami peningkatan yang cukup pesat dan konsumen terbesarnya merupakan kalangan anak muda (Marketeers, 2015).

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Pembelian impulsif dapat memberikan dampak negatif bagi konsumen. Dari hasil wawancara yang dilakukan dampak negatif yang dirasakan melakukan pembelian impulsif seperti uang bulanan habis, dimarah orang terdekat karena membeli barang yang tidak diperlukan, dan menyesal setelah melakukan pembelian (Laksmi, 2017). Hal ini didukung oleh pernyataan Rook (1987) yang mengatakan bahwa konsumen yang melakukan pembelian impulsif mengalami dampak negatif seperti mengalami masalah dalam keuangan, merasa menyesal dengan produk yang dibeli, merasa bersalah, dan tidak mendapatkan persetujuan oleh orang sekitarnya terhadap produk yang dibeli. Namun bagi pelaku industri, impulsive buying memiliki dampak positif seperti kontribusi pendapatan pada toko. Hal ini karena konsumen melakukan pembelian secara spontan, tanpa direncanakan sebelumnya dan tidak mempertimbangkan resiko yang terjadi sehingga akan membawa keuntungan pada toko (Bong, 2011). Secara umum, faktor-faktor yang mempengaruhi impulsive buying dibedakan menjadi dua faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi impulsive buying yaitu lingkungan toko, desain toko, situasi di dalam toko, promosi pemasaran produk, dan kartu kredit (Karbasivar & Yarahmadi, 2011; Loudon & Bitta dalam Anin, 2008; Omar et al, 2014; Stern, 1962; Verplanken & Herabadi, 2001). Sementara itu, faktor internal yang mempengaruhi impulsive buying antara lain gender, usia, kepribadian, keadaan emosi konsumen, kontrol diri, konsep diri dan harga diri (Baumeister, 2002; Gasiorowska, 2011;

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 Hadjali, Salimi, Nazari & Ardestani, 2012; Karbasivar & Yarahmadi, 2011; Markunegara, 1998; Verplanken & Herabadi, 2001; Wood, 1998). Impulsive buying sering dikaitkan dengan berbagai macam perasaan individu seperti rasa menghargai tawaran orang, perasaan ingin diterima oleh orang lain, dan lain sebagainya. Dalam keadaan yang mendesak individu akan mudah untuk melakukan impulsive buying karena timbulnya penilaian yang rendah terhadap dirinya. Sejalan dengan hal tersebut, salah satu faktor internal yang berkaitan dengan perilaku impulsive buying ialah harga diri. Harga diri atau self esteem didefinisikan sebagai suatu penilaian yang dibuat oleh individu mengenai dirinya sendiri secara positif maupun negatif dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan dirinya (Baron & Byrne, 2012; Coopersmith, 1967; Feist & Feist, 2007; Santrock, 2011). Individu yang memiliki harga diri positif akan merasa mampu melakukan sesuatu, merasa puas dalam suatu keadaan, merasa bangga, mandiri, percaya diri, bertanggung jawab, mampu menyesuaikan diri, mampu menghadapi masalah dengan baik dan bersifat terbuka. Individu yang memiliki harga diri negatif akan merasa tidak mampu melakukan sesuatu, merasa kurang, merasa lebih rendah, malu, merasa diri kecil, rendah diri, gelisah dan kesal hati. Seseorang dinilai memiliki harga diri ketika ia dapat menghormati diri sendiri dan menganggap dirinya penting dan berharga bagi hidupnya. Harga diri juga dapat menunjukkan karakter seseorang, tingkat antusiasme, vitalitas dan daya tarik. Hal-hal tersebut dapat dilihat melalui

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 sikap, perilaku dan penampilan seseorang tersebut. Misalnya ketika seseorang ditawarkan suatu barang oleh pegawai di sebuah toko, seseorang tersebut akan membeli tanpa ragu atau ketika bertemu kerabat yang menawarkan suatu produk atau jasa maka seseorang bisa saja dengan mudahnya membeli apa yang ditawarkan, tak jarang bahkan membeli lebih dari yang ditawarkan. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor munculnya prilaku impulsive buying karena mereka memiliki perasaan malu yang berlebih, penilaian diri yang rendah, merasa selalu ada yang kurang dalam dirinya, sehingga seseorang akan membeli sesuatu yang ditawarkan meskipun mereka belum membutuhkan produk tersebut. Penelitian sebelumnya mengenai hubungan harga diri dengan impulsive buying menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dengan impulsive buying. Artinya semakin tinggi harga diri individu, maka akan semakin rendah perilaku impulsive buying (Lestari, 2017; Permana & Kusdiyati, 2015). Selain itu, penelitian lain yang dilakukan oleh Saputri (2016) menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara impulsive buying dengan harga diri pada remaja di SMAN 2 Samarinda. Pada penelitian selanjutnya peneliti ingin melihat hubungan harga diri dengan kecenderungan impulsive buying pada remaja akhir dengan rentang usia 17-21 tahun. Sasaran penelitian yang difokuskan pada remaja akhir karena masih jarang dilakukannya penelitian mengenai harga diri dengan perilaku impulsive buying pada remaja akhir. Selain itu juga dilihat dari

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 fenomena impulsive buying cenderung dilakukan oleh individu yang termasuk dalam perkembangan remaja akhir yang secara teoretis seharusnya mereka mampu mengendalikan diri, mengontrol emosi agar stabil dan lebih berpikir dalam mengambil suatu keputusan. Dari pemaparan teoretis di atas, peneliti menduga bahwa terdapat hubungan antara harga diri dengan kecenderungan impulsive buying pada remaja akhir. Penelitian ini menarik untuk diteliti mengingat tidak hanya terjadi di kalangan orang dewasa yang matang secara finansial, melainkan juga melanda kehidupan remaja khususnya remaja akhir yang sebenarnya masih mencari jati dirinya dan belum memiliki kemampuan finansial untuk memenuhi kebutuhannya. Berdasarkan permasalahan dan asumsi yang telah dipaparkan, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih jauh mengenai hubungan antara harga diri dengan kecenderungan impulsive buying yang terjadi pada kalangan remaja akhir dengan judul penelitian “Hubungan Antara Harga Diri Dengan Kecenderungan Impulsive buying pada Remaja Akhir”. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah “Apakah terdapat hubungan antara harga diri dengan kecenderungan impulsive buying pada remaja akhir ?”

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 C. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara harga diri dengan kecenderungan perilaku impulsive buying pada remaja akhir. D. MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat Teoretis Manfaat teoretis dalam penelitian ini adalah dapat menyumbangkan dan memberikan informasi dalam bidang psikologi dan ilmu pengetahuan tentang perilaku konsumen khususnya mengenai impulsive buying dan harga diri pada remaja akhir. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat melengkapi penelitian lain yang menunjukkan hubungan antara harga diri dengan impulsive buying pada remaja akhir. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Remaja Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan evaluasi dan refleksi diri kepada para remaja, khususnya remaja akhir mengenai harga diri yang dapat memengaruhi kecenderungan impulsive buying sehingga remaja lebih tersadar dalam melakukan pembelian produk atau jasa secara tidak rasional dan tidak terencana atau spontan.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 b. Bagi peneliti selanjutnya Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran, referensi, dan sebagai bahan kajian bagi peneliti selanjutnya

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. IMPULSIVE BUYING 1. Definisi Impulsive buying Menurut Mowen dan Minor (2002), impulsive buying adalah tindakan membeli secara tidak sadar untuk mempertimbangkan atau kemauan yang dimiliki seseorang ketika memasuki toko. Singkatnya, perasaan positif yang kuat akan sesuatu yang diikuti dengan tindakan pembelian. Pembelian tidak terencana lebih banyak terdapat pada barang yang diinginkan untuk dibeli dan kebanyakan dari barang yang dibeli tidak diperlukan oleh konsumen. Pembelian impulsif terjadi ketika konsumen tiba-tiba memiliki keinginan yang kuat dan kukuh untuk membeli barang secepatnya (Utami, 2010). Rook dan Fisher (1995) mendefinisikan impulsive buying sebagai kecenderungan individu untuk melakukan pembelian produk secara spontan, segera, dan adanya rangsangan pada produk yang diinginkan dengan didominasi oleh ketertarikan emosional serta keinginan untuk merasakan kepuasan pada produk tersebut. Individu yang memiliki kecenderungan impulsive buying tinggi biasanya akan lebih cepat menerima gagasan pembelian yang baru, lebih cepat menerima rangsangan yang tak terduga, memiliki daftar belanja serta memiliki keinginan secara spontan. 11

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Sterns (1962) menyatakan impulsive buying is a purchase that made by consumers without being intentionally planned before. Artinya pembelian impulsif adalah suatu pembelian yang dilakukan konsumen tanpa direncanakan sebelumnya. Verplanken dan Herabadi (2001) mengungkapkan bahwa impulsive buying merupakan perilaku pembelian yang ditandai dengan rendahnya kontrol kognitif dan memiliki aktivitas emosional yang tinggi. Keadaan emosional individu biasanya lebih mendominasi daripada kognitif ketika melakukan aktivitas belanja. Hal tersebut menyebabkan individu tidak mempertimbangkan harga dan produk yang akan dibeli, merasakan dorongan untuk segera membeli produk, tidak melakukan perbandingan produk, dan merasa puas saat berbelanja. Dari beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa impulsive buying merupakan tindakan atau pembelian seseorang dalam melakukan pembelian mempertimbangkan atau suatu produk merencanakan secara spontan sebelumnya dan tanpa bersifat mendadak serta diiringi dengan faktor keinginan bukan berdasarkan kebutuhan terhadap produk tersebut.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 2. Aspek Impulsive buying Verplanken dan Herabadi (2001) mengemukakan bahwa terdapat dua aspek penting yang dapat membentuk kecenderungan impulsive buying, yaitu: 2.1. Aspek Kognitif Menurut Verplanken dan Herabadi (2001) aspek kognitif dalam impulsive buying ditunjukkan dengan kurangnya unsur perencanaan, pertimbangan dan adanya pembelian suatu produk secara spontan atau segera. Ketika individu melakukan aktivitas belanja biasanya tidak adanya evaluasi dan kurang memikirkan konsekuensi yang akan diterima setelah melakukan pembelian. Selain itu, individu tidak melakukan perbandingan produk terlebih dahulu dan cenderung enggan memberikan pendapat mengenai kualitas produk yang dibeli. 2.2. Aspek Afektif Aspek afektif meliputi dorongan emosional yang muncul secara bersamaan atau setelah melakukan pembelian secara spontan (Verplanken & Herabadi, 2001). Individu yang membeli barang secara impulsif seringkali didominasi oleh perasaan jatuh cinta (in love), antusias, senang (excited). Menurut Verplanken dan Herabadi (2001) individu tidak hanya memiliki perasaan senang saat melakukan pembelian impulsive buying, melainkan muncul hasrat individu untuk melakukan pembelian berdasarkan keinginan yang sifatnya mendesak yang tidak tertahankan dan keinginan untuk segera membelinya.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Selain tidak terkontrol hingga merasa puas, individu juga terkadang akan merasa kecewa dan menyesal setelah melakukan pembelian secara tiba-tiba. Hal ini karena individu menyadari bahwa banyak uang yang telah dikeluarkan hanya untuk memuaskan dan memenuhi keinginan semata (Dittmar & Drury, 2000). Berdasarkan aspek-aspek tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat dua aspek yang dapat membentuk kecenderungan impulsive buying yaitu aspek kognitif dan aspek afektif. Aspek kognitif pada impulsive buying ditunjukkan dengan pemikiran secara spontan, tanpa perencanaan atau pertimbangan dalam membeli sesuatu, tidak melakukan perbandingan produk sebelumnya dan mengabaikan konsekuensi yang akan terjadi setelah membeli barang tersebut. Sementara itu, aspek afektif dalam melakukan impulsive buying dapat ditunjukkan dengan adanya dorongan tiba-tiba untuk segera membeli, didominasi oleh perasaan senang atau antusias dan individu akan merasa menyesal setelah melakukan pembelian tanpa pertimbangan. 3. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Impulsive buying Secara umum, impulsive buying dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal. 3.1 Faktor Eksternal : Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar individu yang mampu memengaruhi impulsive buying, yaitu :

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 1) Lingkungan Toko Menurut Karbasivar dan Yarahmadi (2011) lingkungan toko menjadi salah satu faktor penentu yang penting dari impulsive buying. Hal ini karena situasi ini terbatas pada spesifik ruang geografis di dalam toko seperti musik, tampilan toko, aroma, promosi di dalam toko, harga, kebersihan toko, dan kepadatan toko. Penelitian yang dilakukan oleh Wusko (2014) menyatakan bahwa lingkungan toko berpengaruh terhadap impulsive buying. Hal ini karena lingkungan toko dapat memberikan daya tarik pada individu untuk memasuki toko serta memberikan rasa nyaman pada konsumen. 2) Desain Toko Verplanken dan Herabadi (2001) menyatakan bahwa tampilan produk secara fisik, cara menampilkan produk, atau adanya tambahan seperti wewangian, warna yang menarik, dan musik yang menyenangkan akan memberikan kenyaman pada konsumen sehingga dapat memunculkan suasana hati yang positif yang mampu meningkatkan pembelian secara spontan. 3) Situasional dalam Toko Stern (1962) mengungkapkan bahwa pelayanan yang dilakukan sendiri dapat meningkatkan impulsive buying

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 daripada pelayanan yang dilakukan oleh petugas toko. Hal ini karena konsumen dapat mengambil produk yang diinginkan secara cepat dan bebas. Sementara itu, pembeli merasa tidak leluasa memilih produk yang akan dibeli dan merasa kurang nyaman jika dilayani oleh petugas toko. 4) Promosi Pemasaran Produk Loudon dan Bitta (dalam Anin, 2008) mengungkapkan bahwa impulsive buying dapat dipengaruhi oleh pemasaran atau marketing yang meliputi distribusi dalam jumlah banyak outlet yang self service, penayangan iklan melalui media massa yang sangat sugestibel dan terus menerus, iklan di titik penjualan, posisi display dan lokasi yang menonjol. Penelitian yang dilakukan oleh Wauran dan Poulan (2016) menyatakan bahwa promosi penjualan akan berpengaruh terhadap impulsive buying. Strategi yang dapat dilakukan seperti memberikan promosi secara rutin dan terencana, memberikan potongan harga atau diskon, serta adanya paket bonus. 5) Kartu Kredit Menurut Omar et al (2014) kartu kredit dapat memengaruhi terjadinya impulsive buying. Hal ini karena kartu kredit dipandang cara yang mudah untuk melakukan pembayaran yang akan dibeli dan dapat menurunkan biaya yang

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 dirasakan. Salah satu kemudahan menggunakan kartu kredit dalam melakukan pembayaran dapat menghilangkan kegunaan uang secara langsung untuk membeli sesuatu. 3.2. Faktor Internal Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu yang dapat menyebabkan individu terlibat dalam impulsive buying, yaitu: 1) Gender Gender merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kecenderungan impulse buying. Penelitian yang dilakukan Gasiorowska (2011) menyatakan bahwa perempuan cenderung memiliki tingkat pembelian yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Hal ini karena konsumen perempuan lebih lama dalam melihat berbagai macam produk ketika berada di dalam toko dibandingkan laki-laki. Selain itu, konsumen perempuan lebih memiliki kesenangan dalam melakukan aktivitas berbelanja karena menganggap belanja merupakan salah satu hobi dan merupakan aktivitas yang wajar. 2) Usia Wood (1998) mengungkapkan bahwa individu dengan rentang usia 18 tahun hingga usia 39 tahun merupakan individu yang memiliki kecenderungan melakukan

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 impulsive buying. Hal ini karena individu yang memiliki usia 39 tahun keatas atau yang lebih tua cenderung mampu untuk mengendalikan ekspresi emosionalnya dibandingkan individu yang lebih muda (Chien-Huang & Chuang, 2005). 3) Kepribadian Menurut Rook dan Fisher (dalam Karbasivar & Yarahmadi, 2011) kepribadian merupakan salah satu faktor internal yang dapat mempengaruhi individu dalam melakukan impulsive buying. Ketika individu akan membeli produk, ia akan memiliki nilai dan makna yang berbeda. Beberapa produk yang berfungsi sebagai simbol misalnya dari gaya hidup atau kepribadian tertentu (Belk, Dittmar, Higgins, dalam Verplanken, Herabadi & Knippenverg, 2009). 4) Keadaan Emosi Suasana hati atau mood yang dimiliki individu menjadi faktor yang dapat memengaruhi terjadinya impulsive buying. Individu yang memiliki suasana hati positif cenderung lebih mudah tertarik, semangat, senang dan merasa berharga ketika melakukan aktivitas berbelanja dibandingkan dengan individu yang memiliki suasana hati negatif (Verplanken & Herabadi, 2001). Sebaliknya menurut Sneath et al (2009) dan Alagoz & Ekici (2011) menyatakan bahwa individu yang memiliki keadaan emosi

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 yang tidak stabil cenderung akan melakukan impulsive buying. 5) Kontrol Diri Kontrol diri merupakan salah satu faktor internal yang berpengaruh terhadap impulsive buying. Individu yang memiliki kontrol diri rendah menunjukkan kurang dapat menahan stimulus yang dapat mendukung melakukan impulsive buying, mudah terpengaruh dan tidak dapat mengelola diri dengan baik. Sementara itu, orang yang memiliki kontrol diri yang baik akan membeli produk sesuai dengan kebutuhan jangka panjang (Baumeister, 2002). 6) Konsep Diri Faktor lain yang mempengaruhi impulsive buying adalah pengalaman belajar, sikap dan keyakinan serta konsep diri (Mangkunegara, 1998). Hal ini juga sesuai dengan pendapat Loudon & Bitta (dalam Anin, 2008); Dittmar et al., (1995) yang menyatakan bahwa konsep diri dapat mempengaruhi impulsive buying. Individu yang memiliki konsep diri positif cenderung memiliki tingkat impulsive buying yang rendah, begitu juga sebaliknya. Individu yang memiliki konsep diri negatif, akan memiliki kecenderungan impulsive buying yang tinggi.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 7) Harga Diri Faktor lain yang dapat memengaruhi impulsive buying adalah harga diri. Penelitian yang dilakukan oleh Hadjali, Salimi, Nazari dan Ardestani (2012) menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat harga diri seseorang maka semakin tinggi kecenderungan impulsive buying yang dilakukan, begitu juga sebaliknya. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa impulsive buying dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal meliputi lingkungan toko, desain toko, situasional dalam toko, promosi pemasaran produk, dan kartu kredit. Sementara itu, faktor internal meliputi gender, usia, kepribadian, keadaan emosi, kontrol diri, konsep diri dan harga diri. B. HARGA DIRI (SELF ESTEEM) 1. Definisi Harga Diri (Self esteem) Menurut Kamus Psikologi, harga diri adalah taraf atau derajat seseorang menilai dirinya sendiri. Harga diri juga berarti keseluruhan cara yang digunakan untuk mengevaluasi diri kita sendiri (Santrock, 2011). Harga diri adalah self judgement yang merupakan evaluasi diri yang dibuat individu mengenai dirinya sendiri. Evaluasi ini mengenai sikap penerimaan dan penolakan serta menunjukkan seberapa besar individu

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 percaya bahwa dirinya mampu, berarti, dan merasa berharga (Coopersmith, 1967). Baron & Byrne (2012) menyatakan bahwa harga diri adalah evaluasi terhadap diri yang dibuat oleh setiap individu, sikap orang terhadap dirinya sendiri dalam rentang dimensi positif hingga negatif. Individu yang memiliki harga diri tinggi berarti menyukai dirinya sendiri. Penilaian positif ini biasanya berdasarkan sebagian pendapat orang lain dan sebagian berdasarkan pengalaman individu itu sendiri. Harga diri individu dipengaruhi oleh sikap terhadap diri sendiri, yang dimulai dari interaksi antara bayi dengan ibunya atau pengasuh lain dan perbedaan budaya. Maslow (dalam Feist & Feist, 2010) mengungkapkan bahwa harga diri adalah perasaan seseorang dimana dirinya merasa bernilai, bermanfaat dan percaya diri. Harga diri menggambarkan sebuah keinginan untuk memperoleh kekuatan, kepercayaan diri, kemandirian dan kebebasan. Harga diri biasanya didasari oleh kemampuan nyata individu bukan dari pendapat atau opini orang lain. Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa harga diri merupakan suatu penilaian yang dibuat oleh individu mengenai dirinya sendiri secara positif maupun negatif dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 2. Aspek Harga Diri (Self esteem) Coopersmith (1967) mengungkapkan beberapa aspek harga diri, yaitu: 2.1 Kekuatan (Power) Kekuatan berarti kemampuan individu untuk bisa mengatur dan mengontrol tingkah laku diri sendiri dan orang lain yang ditandai dengan adanya pengakuan dan rasa hormat, serta penghargaan atau pendapat yang diterima individu dari orang lain. 2.2 Keberartian (Significance) Keberartian merupakan seberapa besar individu percaya bahwa dirinya mampu, berarti, berharga, adanya penerimaan, kepedulian, dan rasa kasih sayang yang diterima individu dari orang lain. Hal ini menjadi suatu bentuk ekspresi ketertarikan atau penghargaan dan kesukaan orang lain. Rasa penghargaan dan ketertarikan tersebut secara umum dikategorikan dengan istilah penerimaan. 2.3 Kebajikan (Virtue) Kebajikan menyangkut kepatuhan atau ketaatan individu dalam mengikuti prinsip, etika, moral, dan agama. Hal ini ditandai dengan ketaatan individu untuk menjauhi tingkah laku yang dilarang dan melakukan tingkah laku yang diperbolehkan oleh moral, etika, dan agama. 2.4 Kemampuan (Competence)

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Kemampuan berarti melaksanakan tugas atau memenuhi tuntutan yang bervariasi dan cara individu mampu mengambil keputusan dengan baik. Hal ini dapat ditandai dengan keberhasilan individu dalam mengerjakan berbagai tugas atau pekerjaan dengan baik dari level yang tinggi dan usia yang berbeda. 3. Karakteristik Harga Diri (Self esteem) Menurut Coopersmith (1967) karakteristik harga diri dibagi menjadi dua golongan, yaitu : 3.1 Harga Diri Tinggi Individu yang memiliki harga diri yang tinggi lebih aktif dan dapat mengekspresikan diri dengan baik, mampu menjalin hubungan dengan orang lain dan dapat menerima kritik atau saran dari orang lain dengan baik. Selain itu, individu juga memiliki keyakinan diri, kemampuan, dan kualitas diri yang tinggi. Individu yang memiliki harga diri tinggi tidak berfokus pada dirinya sendiri dan tidak terpengaruh oleh penilaian orang lain sehingga individu akan merasa aman, lebih mudah menyesuaikan diri dan tingkat kecemasannya lebih rendah. 3.2 Harga Diri Rendah Individu yang memiliki harga diri rendah cenderung memiliki perasaan inferior, takut gagal dalam menjalin relasi dengan

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 orang lain sehingga mudah putus asa dan depresi. Selain itu, individu merasa tidak diperhatikan dan merasa diasingkan, kurang mampu mengekspresikan diri, kaku dan pasif mengikuti lingkungan. Individu yang memiliki harga diri rendah biasanya menggunakan banyak taktik atau defense mechanism untuk dirinya, tidak konsisten, dan mudah mengakui kesalahan. C. REMAJA AKHIR 1. Definisi Remaja Akhir Menurut Konopka (dalam Jahja, 2011) masa remaja dibagi menjadi beberapa tahap yaitu masa remaja awal, remaja pertengahan atau madya dan remaja akhir. Remaja awal memiliki rentang usia 12-15 tahun, masa remaja pertengahan memiliki usia 15-18 tahun dan usia 19-22 tahun termasuk kategori masa remaja akhir. Sementara itu, menurut Mappiare (1982) remaja dibagi menjadi dua kategori yaitu remaja awal dengan rentang usia 13/14 tahun – 17 tahun dan remaja akhir 17 tahun – 21 tahun. Masa remaja akhir biasanya disebut juga late adolescene yang terjadi pada pertengahan dasawarsa yang kedua dari kehidupan. Hal yang lebih menonjol pada masa remaja ini adalah minat, karir, pacaran dan eksplorasi identitas diri dibandingkan remaja awal dan madya (Santrock, 2007). Menurut Feist & Feist (2007) remaja akhir mulai bertukar pikiran dengan orang lain dan mendapatkan gagasan atau keyakinan untuk hidup dalam dunia dewasa. Remaja juga mampu mencapai periode penemuan

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 diri sehingga mampu memutuskan pilihan mereka sendiri dalam berperilaku. Selama periode ini, remaja mulai memandang dirinya sebagai orang dewasa dan mulai menunjukkan pemikiran, sikap, perilaku yang semakin dewasa (Ali dan Asrori, 2009). Menurut Sarwono (2007) remaja akhir merupakan masa konsolidasi menuju periode dewasa dengan ditandai dengan lima pencapaian, yaitu minat yang makin kuat dalam fungsi intelek, ego mencari kesempatan untuk bersatu dengan orang lain dalam pengalaman baru, terbentuknya identitas seksual, egosentrisme (terlalu memusatkan perhatian pada diri sendiri) diganti dengan keseimbangan antara kepentingan diri sendiri dan orang lain, dan tumbuh dinding yang memisahkan diri pribadinya (private self) dan masyarakat umum (the public). Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa remaja akhir merupakan masa dimana seseorang mulai memiliki pemikiran, sikap, dan perilaku yang menunujukkan kedewasaan, dan berusaha memperoleh pengalaman baru melalui lingkungan sosialnya. 2. Ciri-Ciri Remaja Akhir Menurut Mappiare (1982) remaja akhir memiliki ciri-ciri seperti : 2.1 Stabilitas mulai timbul dan meningkat 2.2 Citra diri dan sikap pandangan yang lebih realistis 2.3 Menghadapi masalah secara lebih matang 2.4 Perasaan menjadi lebih tenang

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 3. Tugas Perkembangan Remaja Akhir Mappiare (1982) mengungkapkan tugas-tugas perkembangan dalam masa remaja sebagai berikut : 3.1 Menerima keadaan fisik dan menerima peran sebagai pria atau wanita 3.2 Menjalin hubungan baru dengan teman sebaya (laki-laki dan perempuan) 3.3 Mendapatkan kebebasan secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya 3.4 Memperoleh kepastian dalam hal mengatur keuangan 3.5 Memilih dan mempersiapkan diri ke arah pekerjaan atau karir 3.6 Mengembangkan keterampilan dan konsep intelektual dalam hidup 3.7 Mampu berperilaku yang diperbolehkan masyarakat 3.8 Mempersiapkan diri untuk pernikahan dan hidup bersama 4. Aspek-Aspek Perkembangan Remaja Akhir 4.1 Perkembangan Kognitif Menurut Mappiare (1982) remaja akhir diharapkan mampu menyusun rencana, menyusun alternatif pilihan, membuat perhitungan untung rugi dalam memilih, serta membuat kesepakatan dengan orangtua sehingga remaja mampu menetapkan pilihan-pilihannya. Pilihan yang biasanya dilakukan

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 oleh remaja akhir seperti pemilihan jurusan, kelanjutkan studi, pemilihan jabatan dan memilih pasangan. Sebagian besar remaja akan mengalami kesulitan dalam menyusun rencana, menetapkan pilihan dan memecahkan masalah yang dihadapi. Hal ini disebabkan oleh kondisi sosial, ekonomi atau aspek psikis lainnya seperti sikap dan keadaan emosi. Bimbingan di sekolah yang diikuti remaja diharapkan mampu untuk mengatasi permasalahan remaja yang dialami. 4.2 Perkembangan Emosi Menurut Mappiare (1982) perkembangan emosi remaja akhir dapat dikatakan relatif stabil. Hal ini berarti bahwa remaja senang atau tidak senang, suka atau tidak suka terhadap suatu obyek tertentu yang didasarkan oleh dasar pemikirannya sendiri. Meskipun begitu, remaja masih sering digoyahkan pendiriannya oleh orangtua. Hal ini karena remaja masih bergantung keuangan terhadap orangtua. Perasaan yang dialami remaja akhir juga lebih tenang, namun belum berarti tidak adanya pertentangan dengan orang lain. Pertentangan yang terjadi dengan orang lain biasanya dihadapi dengan perasaan yang lebih teratur dan dibatasi oleh norma-norma orang dewasa. Selain itu, remaja juga mulai tertutup terhadap orang dewasa dalam memecahan masalah. Hal ini karena remaja ingin menentukan sikap untuk menjadi independen dan memiliki keinginan untuk memecahkan masalahnya sendiri.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Dalam kelompok teman sebaya, remaja biasanya menghabiskan waktu berjam-jam untuk membahas topik yang ingin mereka bicarakan, seperti pandangan hidup, hal romantis, rekreasi, dan terkadang perhiasan atau pakaian. 4.3 Perkembangan Pribadi, Sosial dan Moral Mappiare (1982) mengungkapkan nama atau panggilan seseorang memiliki pengaruh yang besar terhadap rasa percaya diri. Remaja biasanya tidak senang terhadap nama yang menjadikan mereka malu, sehingga banyak diantara remaja yang mengganti nama atau panggilan mereka yang disesuaikan dengan norma kelompok. Selain itu, pakaian dan perhiasan merupakan standar lain bagi remaja akhir. Keadaan pakaian yang tidak memuaskan sering membuat remaja menghindar dari pergaulan teman sebayanya atau peer group. Teman sebaya sangat berpengaruh terhadap citra diri seorang remaja seperti penerimaan kelompok terhadap remaja, rasa ikut serta dalam kelompok, memperkuat citra diri dan penilaian diri yang positif. Adanya penolakan peer group mengurangi penilaian diri positif bagi remaja. Keadaan keluarga, situasi rumah tangga, sikap mendidik orangtua, pergaulan dan hubungan anggota keluarga merupakan seperangkat hal yang sangat besar pengaruhnya terhadap

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 perkembangan pribadi, citra diri yang sehat, dan rasa percaya diri pada remaja. Perkembangan sosial saling berhubungan dengan perkembangan pribadi dan moral remaja akhir. Pandangan remaja terhadap masyarakat dan kehidupan bersama masyarakat, banyak dipengaruhi oleh kuat atau tidaknya pribadi, citra diri dan rasa percaya diri. Remaja yang memiliki penilaian diri kurang dan tidak diterima menyebabkan remaja sering memproyeksikan penolakan diri pada keadaan masyarakat. D. DINAMIKA HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KECENDERUNGAN IMPULSIVE BUYING PADA REMAJA AKHIR Tahap perkembangan remaja akhir dimulai dari rentang usia 17 tahun hingga 21 tahun (Mappiare, 1982). Pada masa remaja akhir, individu akan mengalami berbagai macam perkembangan. Lingkungan sosial menjadi sangat penting bagi remaja akhir, hal ini karena remaja akhir ingin memperoleh pengalaman baru dilingkungannya, serta ingin bertukar pikiran dengan orang lain. Salah satu ciri dari remaja akhir ialah mereka sudah mampu meyakinkan diri untuk mengambil suatu keputusan, akan tetapi tidak semua remaja dapat melakukan hal tersebut dengan baik, teman sebaya juga berperan penting dalam mempengaruhi pertimbangan dan keputusan remaja akhir. Dalam kehidupan sosialnya teman sebaya dapat mempengaruhi seseorang dalam menentukan sikap yang berkaitan dengan gaya hidup seperti

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 cara berpakaian yang menarik, selera musik atau film yang bagus (Conger, 1991). Hal ini karena masih banyak remaja yang merasa kurang percaya diri, memiliki penilaian yang rendah terhadap dirinya, akhirnya timbul pemikiran ingin menunjukkan penampilan yang lebih dewasa atau pergaulan yang lebih dewasa pula. Jika remaja tidak menyalurkan keinginan-keinginan tersebut melalui mode/penampilan maka akan timbul perasaan malu yang berlebihan ketika bergaul dalam lingkungan sosialnya, minder, merasa ada yang kurang dalam dirinya, sehingga hal tersebut berkaitan dengan harga diri remaja. Harga diri merupakan suatu penilaian yang dibuat oleh individu mengenai dirinya sendiri secara positif maupun negatif dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan dirinya (Baron & Byrne, 2012; Coopersmith, 1967; Feist & Feist, 2007; Santrock, 2011). Selain itu Stuart dan Sundeen (1991) mengungkapkan bahwa harga diri (self esteem) merupakan penilaian individu terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh perilaku memenuhi ideal dirinya dan menggambarkan sejauhmana individu tersebut menilai dirinya sebagai orang yang memiliki kemampuan, keberartian, berharga dan berkompeten. Harga diri seseorang dapat menentukan bagaimana cara seseorang berperilaku di dalam lingkungannya. Peran harga diri dalam menentukan perilaku ini dapat dilihat melalui proses berpikirnya, emosi, nilai, cita-cita, serta tujuan yang hendak dicapai seseorang. Bila seseorang mempunyai harga diri yang tinggi, maka perilaku yang dimiliki individu akan positif, sedangkan bila harga dirinya rendah, akan tercermin pada perilakunya yang negatif pula. Perilaku-perilaku yang positif

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 maupun negatif dapat terjadi pada setiap orang salah satunya pada perkembangan remaja akhir. Saat ini remaja akhir yang modis, aktif di sosial media, memiliki kartu kredit pribadi bukanlah hal yang aneh, pada kenyataannya hampir banyak dijumpai remaja akhir yang demikian. Hal ini membuat remaja akhir berkembang dan mencari kedewasaan dirinya baik dalam segi sikap maupun penampilan mereka, karena remaja akhir merasa memiliki sikap kebebasan penuh dan dapat mengambil suatu keputusan. Keputusan untuk menunjang penampilan dalam kehidupan mereka bukan suatu hal yang buruk, namun hal tersebut cenderung menimbulkan kesan negatif, karena kebanyakan remaja akhir menjadi sibuk dalam memperhatikan penampilannya dan menghamburhamburkan uang orangtua agar mendapat tempat dan pengakuan di lingkungannya yang menimbulkan kesan penampilan dewasa. Akhirnya remaja akhir menjadi sangat terikat dengan penampilannya dan tidak mampu melakukan aktivitas tanpa ditunjang penampilan. Hal tersebut menyebabkan remaja akhir terpengaruh membeli produk-produk yang dapat menunjang penampilan, melakukan pembelian spontan atau tanpa perencanaan meski harus menanggung resiko seperti berhutang atau meminta uang tambahan kepada orangtua. Perilaku seperti ini sering disebut dengan perilaku impulsive buying. Impulsive buying merupakan tindakan atau perilaku seseorang dalam melakukan pembelian suatu produk secara spontan tanpa mempertimbangkan atau merencanakan sebelumnya dan bersifat mendadak serta diiringi dengan

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 faktor keinginan bukan berdasarkan kebutuhan terhadap produk tersebut (Mowen & Minor, 2002; Rook & Fisher, 1995; Sterns, 1962; Utami, 2010; Verplanken & Herabadi, 2001). Pembelian impulsif biasanya ditunjukkan dari kurangnya perencanaan atau pertimbangan ketika membeli produk, memiliki sifat spontan dan segera. Selain itu, individu juga biasanya tidak memikirkan konsekuensi yang akan diterima setelah melakukan pembelian sebelumnya dan tidak melakukan perbandingan produk terlebih dahulu. Individu yang membeli barang secara impulsif biasanya akan didominasi oleh perasaan senang, semangat dan antusias. Perasaan tersebut biasanya tidak terkontrol hingga individu merasa puas. Individu yang telah melakukan impulsive buying biasanya akan merasa menyesal karena banyak mengeluarkan uangnya untuk memenuhi keinginannya (Verplanken & Herabadi, 2001; Dittmar & Drury, 2000). Aspek-aspek harga diri yang dimiliki individu tentu berkaitan dengan kecenderungan perilaku impulsive buying. Individu yang memiliki prinsip yang kuat dalam dirinya maka ia akan mampu mengontrol setiap tindakan yang dilakukan, misalnya ketika ditawarkan suatu produk, individu akan melakukan pertimbangan yang lebih sebelum menentukan/melakukan pembelian. Seberapa besar individu percaya bahwa dirinya mampu, berarti dan berharga bagi orang lain, serta adanya penerimaan dalam lingkungannya maka hal tersebut dapat meminimalisir perilaku impulsive buying. Menyangkut kepatuhan atau ketaatan individu dalam mengikuti prinsip, etika dan moral dalam lingkungannya secara tidak langsung akan menunjukkan

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 harga diri yang kuat dalam dirinya. Begitu juga dengan kemampuan dalam mengambil suatu keputusan yang tepat, mengatasi diri, sehingga berhasil dalam mengatasi masalah-masalah dalam lingkunganya. Namun sebaliknya, ketika individu memiliki penilaian yang rendah terhadap dirinya maka individu akan mudah untuk melakukan pembelian secara spontan atau impulsive buying. Sejalan dengan hal tersebut menurut Tremblay (dalam Mathai & Shantaamani, 2016) harga diri memiliki hubungan terbalik dengan impulsive buying. Hal ini juga sesuai dengan Verplanken & Sato (2011) yang mengungkapkan bahwa impulsive buying dikaitkan dengan harga diri individu yang rendah. Individu yang memiliki harga diri tinggi akan merasa bahwa penilaian terhadap dirinya tinggi sehingga mampu mengontrol tindakannya. Artinya dalam perilaku impulsive buying, individu mampu melakukan pertimbangan terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian. Begitu juga sebaliknya, individu yang memiliki harga diri rendah akan merasa penilaian terhadap dirinya rendah sehingga tidak mampu mengontrol tindakannya, artinya individu cenderung melakukan pembelian tanpa pertimbangan dalam berbelanja. Berdasarkan hal tersebut, tidak sedikit individu yang melakukan impulsive buying khususnya pada rentang usia 17-21 tahun yang termasuk dalam perkembangan remaja akhir. Pembelian secara spontan atau impulsive buying yang dilakukan remaja akhir cenderung dilatar belakangi oleh penilaian yang rendah terhadap dirinya, adanya perasaan kurang puas dan

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 selalu merasa kuarng/ lebih rendah dari orang-orang dalam lingkungan sosialnya. Hal ini yang mendorong remaja akhir untuk melakukan perilaku impulsive buying dengan harapan mendapat pengakuan di lingkungan sosialnya sebagai orang yang lebih dewasa.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 E. SKEMA Remaja Akhir Harga Diri Tinggi Harga Diri Rendah Memiliki sikap percaya diri Mampu mengekspresikan dengan baik Kurang percaya diri diri Kurang mampu mengekspresikan diri Tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain Cenderung pasif dalam lingkungan Penerimaan dan penghargaan diri yang positif Penerimaan dan penghargaan diri yang negatif Mampu menahan atau mengendalikan keinginan untuk membeli Tidak mampu menahan atau mengendalikan keinginan untuk membeli Kecenderungan Impulsive buying yang rendah Kecenderungan Impulsive buying yang tinggi

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 F. HIPOTESIS Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif dan signifikan antara harga diri (self esteem) dengan kecenderungan impulsive buying pada remaja akhir. Semakin rendah harga diri pada remaja, maka kecenderungan impulsive buying akan semakin tinggi. Begitu juga sebaliknya, semakin tinggi harga diri, maka semakin rendah kecenderungan impulsive buying pada remaja akhir.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menekankan analisisnya pada data-data kuantitatif (angka) yang dikumpulkan melalui prosedur pengukuran dan diolah dengan metode analisis statistika (Azwar, 2017). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian korelasional. Penelitian korelasional bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan arah hubungan yang ada diantara variabelvariabel yang digunakan (Azwar, 2017). B. IDENTIFIKASI VARIABEL PENELITIAN 1. Variabel Tergantung Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah kecenderungan impulsive buying atau pembelian impulsif. 2. Variabel Bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah harga diri atau self esteem. 37

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 C. DEFINISI OPERASIONAL 1. Kecenderungan Impulsive buying Kecenderungan impulsive buying merupakan tindakan atau pembelian seseorang dalam melakukan pembelian suatu produk secara spontan tanpa mempertimbangkan atau merencanakan sebelumnya dan bersifat mendadak serta diiringi dengan faktor keinginan bukan berdasarkan kebutuhan terhadap produk tersebut. Kecenderungan impulsive buying akan diukur dengan menggunakan skala yang terdiri dari dua aspek, yaitu aspek kognitif dan aspek afektif. Skor kecenderungan impulsive buying diperoleh dari jumlah keseluruhan skor dari semua item. Semakin tinggi hasil yang didapat dalam skala tersebut, akan menunjukkan bahwa subjek memiliki kecenderungan impulsive buying yang tinggi, begitu juga sebaliknya. Semakin rendah hasil yang diperoleh dalam skala tersebut, maka kecenderungan impulsive buying subjek tergolong rendah. 2. Harga Diri (Self esteem) Harga diri merupakan suatu penilaian yang dibuat oleh individu mengenai dirinya sendiri secara positif maupun negatif dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Harga diri atau self esteem akan diukur dengan menggunakan skala yang terdiri dari empat aspek yaitu keberartian (significance), kekuatan (power), kemampuan (competence) dan kebajikan (virtue). Skor

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 harga diri diperoleh dari jumlah keseluruhan skor dari semua item. Semakin tinggi skor yang diperoleh oleh subjek maka menunjukkan semakin tinggi harga diri yang dimiliki subjek. Sebaliknya, semakin rendah skor yang diperoleh oleh subjek maka menunjukkan bahwa semakin rendah harga diri yang dimiliki subjek. D. SUBJEK PENELITIAN Penelitian ini menggunakan sampel nonprobabilitas (nonprobability sampling) yang berarti bahwa tidak semua anggota populasi memiliki kesempatan atau peluang yang sama sebagai sampel (Noor, 2011). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu sehingga layak dijadikan sampel (Noor, 2011). Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja akhir dengan rentang usia 17 tahun hingga 21 tahun. E. METODE DAN ALAT PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan skala. Penyebaran skala merupakan suatu metode pengumpulan data yang berbentuk laporan diri sendiri yang berisi daftar atau kumpulan pernyataan-pernyataan yang harus dijawab oleh individu sebagai subjek penelitian (Azwar, 2012).

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Jenis skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, persepsi, dan pendapat seseorang atau sekelompok orang terhadap potensi dan permasalahan suatu objek (Sugiyono, 2015). Dalam skala ini, peneliti akan memberikan empat pilihan jawaban yang terdiri dari empat respon, yaitu Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), dan Sangat Tidak Sesuai (STS). Peneliti tidak menggunakan pilihan respon Netral (N) karena peneliti ingin menghindari adanya central tendency effect pada subjek penelitian (Supraktiknya, 2014). Penelitian ini akan menggunakan dua skala yaitu skala kecenderungan impulsive buying dan skala harga diri atau self esteem. 1. Skala Kecenderungan Impulsive buying Skala yang digunakan untuk mengumpulkan data kecenderungan impulsive buying dalam penelitian ini adalah skala yang disusun oleh peneliti. Skala ini terdiri dari dua aspek, yaitu aspek kognitif dan aspek afektif. Skala ini merupakan model skala Likert yang digunakan untuk melihat kecenderungan impulsive buying yang dimiliki seseorang.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Tabel 1. Blue Print Kecenderungan Impulsive buying Aspek Aspek Kognitif Aspek Afektif Indikator Membeli produk tanpa pertimbangan sebelumnya Membeli produk tanpa perencanaan sebelumnya Pembelian produk secara spontan dan segera Membeli produk tanpa memikirkan konsekuensi yang terjadi Tidak melakukan perbandingan produk sebelum membeli Adanya perasaan senang dan antusias ketika membeli produk Mudah tertarik terhadap suatu produk Adanya perasaan menggebu-gebu ketika menginginkan suatu produk Tidak mudah puas terhadap suatu produk Adanya perasaan menyesal setelah membeli produk Total Jumlah Item Jumlah F 3 UF 3 6 3 3 6 3 3 6 3 3 6 3 3 6 3 3 6 3 3 6 3 3 6 3 3 6 3 3 6 30 30 60 Bobot 50% 50% 100%

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Skala ini terdiri dari 60 item, dimana masing-masing aspek terdapat 30 item. Setiap pernyataan terdapat dua jenis yaitu favorable yang bersifat mendukung, memihak, atau menunjukkan ciri variabel yang diukur dan unfavorable merupakan item yang bersifat tidak mendukung atau tidak memihak ciri variabel yang diukur (Supratiknya, 2014). Tabel 2. Skor Respon pada Variabel Kecenderungan Impulsive buying Respon Subjek Favorable Unfavorable Sangat Setuju 4 1 Setuju 3 2 Tidak Setuju 2 3 Sangat Tidak Setuju 1 4 Tingginya skor favorable pada skala ini menunjukkan tingginya tingkat kecenderungan impulsive buying yang dimiliki oleh subjek, sedangkan tingginya skor unfavorable pada skala ini menunjukkan rendahnya tingkat kecenderungan impulsive buying yang dimiliki oleh subjek.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Tabel 3. Sebaran Item Skala Kecenderungan Impulsive buying Sebelum Seleksi Item Aspek Aspek Kognitif Aspek Afektif Indikator Membeli produk tanpa pertimbangan sebelumnya Membeli produk tanpa perencanaan sebelumnya Pembelian produk secara spontan dan segera Membeli produk tanpa memikirkan konsekuensi yang terjadi Tidak melakukan perbandingan produk sebelum membeli Adanya perasaan senang dan antusias ketika membeli produk Mudah tertarik terhadap suatu produk Adanya perasaan menggebu-gebu ketika menginginkan suatu produk Tidak mudah puas terhadap suatu produk Adanya perasaan menyesal setelah membeli produk Total Favorable 2, 7, 26 Unfavorable 33, 54, 60 Total 6 17, 40, 45 3, 12, 27 6 1, 20, 58 4, 34, 59 6 9, 11, 42 18, 24, 37 6 14, 48, 56 5, 30, 49 6 6, 32, 55 35, 46, 52 6 16, 41, 53 22, 36, 44 6 10, 43, 57 13, 29, 31 6 19, 21, 23 8, 47, 50 6 25, 38, 51 15, 28, 39 6 30 30 60

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 2. Skala Self esteem atau Harga Diri Skala yang digunakan untuk mengumpulkan data self esteem atau harga diri dalam penelitian ini adalah skala yang disusun oleh peneliti. Skala self esteem terdiri dari 4 aspek, yaitu aspek kekuatan (power), keberartian (significance), kebajikan (virtue) dan kemampuan (competence). Skala ini menggunakan skala Likert yang digunakan untuk melihat self esteem atau harga diri yang dimiliki seseorang.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Tabel 4. Blue Print Harga Diri (Self esteem) Aspek Kekuatan (power) Indikator Adanya rasa hormat dari orang lain Mampu mengatur dan mengontrol tingkah laku Memiliki pendapat yang diterima orang lain Keberartian Mampu (significance) menerima diri sendiri Adanya pengakuan dari orang lain Adanya ketertarikan dan perhatian dari orang lain Kebajikan Taat untuk (virtue) mengikuti etika, norma atau moral yang berlaku di masyarakat Kemampuan Mampu (competence) menyelesaikan tugas yang diberikan Mampu mengambil keputusan dan mempertanggu ngjawabkan Total Jumlah Item F UF 3 3 3 3 Jumlah Bobot 6 6 33,33 % 3 3 6 3 3 6 3 3 6 3 3 6 3 3 6 33,33 % 11,11 % 3 3 6 3 3 6 22,22 % 27 27 54 100%

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Skala ini terdiri dari 60 item. Item yang digunakan merupakan item favorable dan unfavorable. Item favorable bersifat mendukung, memihak, atau menunjukkan ciri variabel yang diukur. Sementara itu, item unfavorable merupakan item yang bersifat tidak mendukung atau tidak memihak ciri variabel yang diukur (Supratiknya, 2014). Tabel 5. Skor Respon pada Variabel Harga Diri (Self esteem) Respon Subjek Favorable Unfavorable Sangat Setuju 4 1 Setuju 3 2 Tidak Setuju 2 3 Sangat Tidak Setuju 1 4 Pernyataan favorable skor tinggi mengindikasikan bahwa subjek memiliki self esteem atau harga diri yang tinggi, sedangkan pernyataan unfavorable skor tinggi mengindikasikan bahwa subjek memiliki self esteem atau harga diri yang rendah. Semakin tinggi skor yang diperoleh oleh subjek maka menunjukkan semakin tinggi harga diri yang dimiliki subjek. Sebaliknya, semakin rendah skor yang diperoleh oleh subjek maka menunjukkan bahwa semakin rendah harga diri yang dimiliki subjek.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Tabel 6. Sebaran Item Skala Kecenderungan Harga Diri (Self esteem) Sebelum Seleksi Item Aspek Kekuatan (power) Indikator Adanya rasa hormat dari orang lain Mampu mengatur dan mengontrol tingkah laku Memiliki pendapat yang diterima orang lain Keberartian Mampu (significance) menerima diri sendiri Adanya pengakuan dari orang lain Adanya ketertarikan dan perhatian dari orang lain Kebajikan Taat untuk (virtue) mengikuti etika, norma atau moral yang berlaku di masyarakat Kemampuan Mampu (competence) menyelesaika n tugas yang diberikan Mampu mengambil keputusan dan mempertangg ungjawabkan Total Favorable Unfavorable 9, 25, 45 8, 26, 54 Total 6 3, 27, 35 19, 30, 46 6 1, 15, 20 41, 44, 53 6 2, 10, 31 4, 43, 49 6 36, 38, 48 5, 11, 51 6 7, 42, 52 13, 17, 32 6 33, 40, 50 22, 24, 28 6 16, 18, 43 34, 37, 39 6 21, 23, 29 12, 14, 47 6 27 27 54

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 F. VALIDITAS DAN RELIABILITAS ALAT UKUR 1. Validitas Validitas merupakan kualitas esensial yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur sungguh-sungguh mengukur atribut yang hendak akan diukur (Supratiknya, 2014). Dalam penelitian ini, konstruk yang akan diteliti adalah kecenderungan impulsive buying dan harga diri. Jenis validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi (content validity). Menurut Azwar (2011) validitas isi adalah salah satu jenis validitas yang diperoleh dari hasil analisis rasional terhadap isi tes dan berdasarkan penelitian oleh para ahli (expert judgement) yang bersifat subjektif. Uji validitas ini dilakukan dengan cara membuat kisi-kisi pernyataan dengan melihat kesesuaian butir pernyataan dengan indikator yang hendak diukur. Peneliti meminta bantuan secara subjektif kepada peer judgement dan expert judgement untuk menilai kesesuaian pernyataan dengan indikator. Peneliti juga berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing Skripsi sebagai ahli yang melakukan validasi skala kecenderungan impulsive buying dan skala harga diri. Kedua instrumen kemudian diujicobakan dan dianalisis dengan analisis item (Sugiyono, 2013). 2. Seleksi Item Seleksi item dilakukan untuk menguji karakteristik item-item yang akan digunakan sebagai suatu alat ukur dalam penelitian (Azwar, 2011). Seleksi item dilakukan setelah item diuji dengan validitas isi

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 (content validity) oleh Dosen Pembimbing Skripsi sebagai expert judgement dan melakukan uji coba skala (try out). Hal ini dilakukan untuk menguji tingkat ketepatan skala yang akan digunakan dalam pengukuran atribut sesuai dengan tujuan penggunaan. Hasil dari uji coba skala akan digunakan untuk melakukan seleksi item. Seleksi item dilakukan dengan cara mengkorelasikan masing-masing item dengan skor total dan menghitung proporsi subjek yang memilih jawaban. Cara ini dapat menjamin homogenitas skala sebagai kesatuan dengan menunjukkan item-item yang paling baik mengukur konstruk yang sedang diukur. Menurut Azwar (2009) pemilihan item berdasarkan korelasi item total memiliki batasan rix ≤ 0,30. Item yang mencapai koefisien korelasi item total minimal 0,30 dapat dikatakan memiliki daya beda yang tinggi dan layak untuk digunakan. Begitu juga sebaliknya, item yang memiliki koefisien korelasi item total kurang dari 0,30 merupakan item yang berdaya diskriminasi rendah sehingga harus digugurkan. Uji coba skala dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2018 hingga 25 Mei 2018 dengan subjek sebanyak 101 orang. Hasil uji coba skala dianalisis dengan menggunakan program SPSS for Windows versi 21. Hasil uji coba skala sebagai berikut:

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 a. Skala Kecenderungan Impulsive buying Skala kecenderungan impulsive buying terdapat 60 item yang terdiri dari 30 item favorable dan 30 item unfavorable. Item ini diseleksi dengan melihat hasil rix-nya. Item yang memiliki nilai rix ≥ 0,30 dikategorikan sebagai item yang baik, sedangkan item yang memiliki nilai rix ≤ 0,30 dikategorikan sebagai item yang kurang baik dan harus digugurkan. Menurut Azwar (2012) untuk mencukupi jumlah item yang diinginkan, maka perlu dilakukan penurunan standar minimal korelasi item-total dari rix ≥ 0,30 menjadi rix ≥ 0,25. Peneliti menurunkan standar minimal korelasi item-total dari rix ≥ 0,30 menjadi rix ≥ 0,25 karena terdapat beberapa item yang mendekati nilai 0,25 sehingga hasil dari pengujian skala kecenderungan impulsive buying menunjukkan bahwa terdapat 42 item yang dinyatakan lolos dengan memiliki rix ≥ 0,25 dan 18 item dinyatakan gugur karena memiliki rix ≤ 0,25.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Tabel 7. Sebaran Item Skala Kecenderungan Impulsive buying Setelah Seleksi Item Aspek Aspek Kognitif Aspek Afektif Indikator Membeli produk tanpa pertimbangan sebelumnya Membeli produk tanpa perencanaan sebelumnya Pembelian produk secara spontan dan segera Membeli produk tanpa memikirkan konsekuensi yang terjadi Tidak melakukan perbandingan produk sebelum membeli Adanya perasaan senang dan antusias ketika membeli produk Mudah tertarik terhadap suatu produk Adanya perasaan menggebu-gebu ketika menginginkan suatu produk Tidak mudah puas terhadap suatu produk Adanya perasaan menyesal setelah membeli produk Total Favorable 2, 7, 26 Unfavorable 33, 54, 60 Total 6 17, 40, 45 3, 12, 27 5 1, 20, 58 4, 34, 59 5 9, 11, 42 18, 24, 37 6 14, 48, 56 5, 30, 49 4 6, 32, 55 35, 46, 52 3 16, 41, 53 22, 36, 44 4 10, 43, 57 13, 29, 31 5 19, 21, 23 8, 47, 50 3 25, 38, 51 15, 28, 39 1 20 22 42 Ket : Nomor item yang bercetak tebal merupakan item yang gugur

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 b. Skala Harga Diri atau Self esteem Pada skala Self esteem memiliki jumlah sebanyak 54 item yang terdiri dari 27 favorable dan 27 unfavorable. Item ini diseleksi dengan melihat hasil rix-nya. Item yang memiliki nilai rix ≥ 0,30 dikategorikan sebagai item yang baik, sedangkan item yang memiliki nilai rix ≤ 0,30 dikategorikan sebagai item yang kurang baik dan harus digugurkan. Peneliti juga menurunkan standar minimal korelasi item-total pada skala harga diri dari rix ≥ 0,30 menjadi rix ≥ 0,25. Hal ini karena ada beberapa item yang memiliki nilai mendekati 0,25 sehingga hasil dari pengujian skala kecenderungan harga diri menunjukkan bahwa 47 item yang dinyatakan lolos dengan memiliki rix ≥ 0,25 dan 7 item dinyatakan gugur karena memiliki rix ≤ 0,25.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Tabel 8. Sebaran Item Skala Harga Diri (Self esteem) Setelah Seleksi Item Aspek Kekuatan (power) Keberartian (significance) Kebajikan (virtue) Kemampuan (competence) Total Indikator Adanya rasa hormat dari orang lain Mampu mengatur dan mengontrol tingkah laku Memiliki pendapat yang diterima orang lain Mampu menerima diri sendiri Adanya pengakuan dari orang lain Adanya ketertarikan dan perhatian dari orang lain Taat untuk mengikuti etika, norma atau moral yang berlaku di masyarakat Mampu menyelesaikan tugas yang diberikan Mampu mengambil keputusan dan mempertanggungj awabkan Favorable 9, 25, 45 Unfavorable 8, 26, 54 Total 6 3, 27, 35 19, 30, 46 6 1, 15, 20 41, 44, 53 5 2, 10, 31 4, 43, 49 6 36, 38, 48 5, 11, 51 6 7, 42, 52 13, 17, 32 5 33, 40, 50 22, 24, 28 3 16, 18, 43 34, 37, 39 6 21, 23, 29 12, 14, 47 4 25 22 47 Ket : Nomor item yang bercetak tebal merupakan item yang gugur

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 3. Reliabilitas Salah satu syarat tes yang baik adalah memiliki reliabilitas yang tinggi. Reliabilitas adalah konsistensi hasil pengukuran jika prosedur pengetesannya dilakukan secara berulang kali terhadap suatu populasi individu atau kelompok (Supratiknya, 2014). Penelitian ini menggunakan koefisien konsistensi internal (internal consistency coefficients). Koefisien konsistensi internal merupakan koefisien yang didasarkan pada hubungan antar skor pada masingmasing item dalam tes (Supratiknya, 2014). Data diperoleh dari satu kali pengadministrasian tes pada sekelompok subjek. Reliabilitas dihitung menggunakan koefisien Alpha Cronbach (ɑ). Nilai reliabilitas berada pada rentang nilai 0 hingga 1. Reliabilitas yang baik ditunjukkan apabila skor mendekati angka 1, sebaliknya reliabilitas yang kurang baik ditunjukkan dengan skor mendekati 0 (Azwar, 2011). Koefisien minimum yang dipandang memuaskan untuk reliabilitas adalah ≥ 0,60. Jika koefisien minimum kurang dari 0,60 alat diukur dipandang kurang memadai. Hal ini menunjukkan bahwa inkonsistensi alat ukur sedemikan besar, sehingga interpretasi skor menjadi meragukan (Supratiknya, 2014). Perhitungan reliabilitas pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS for Windows versi 21.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 a. Skala Kecenderungan Impulsive buying Skala kecenderungan impulsive buying memiliki item sebanyak 60 item sebelum diseleksi. Skala ini diuji dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach dengan nilai sebesar 0,896. Setelah dilakukan seleksi pada item dengan menggugurkan 18 item yaitu item nomor 4, 5, 6, 8, 10, 15, 23, 25, 28, 32, 36, 38, 40, 41, 47, 48, 51, dan 52 reliabilitas skala kecenderungan impulsive buying menjadi 0,935. b. Skala Self esteem atau Harga Diri Reliabilitas skala self esteem untuk 54 item sebelum diseleksi pada penelitian ini menunjukkan nilai koefisien alpha sebesar 0,905. Setelah dilakukan seleksi pada item dengan menggugurkan 7 item yaitu item nomor 13, 14, 21, 22, 28, 40, dan 53 reliabilitas skala kecenderungan self esteem atau harga diri menjadi 0,917. G. METODE ANALISIS DATA 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah sebaran data yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak (Noor, 2011). Dalam penelitian ini, uji normalitas yang digunakan adalah teknik

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Kolgomorov-Smirnov dengan bantuan program SPSS for Windows versi 21. Teknik Kolgomorov-Smirnov dilakukan untuk mengetahui normalitas distribusi sebaran data. Jika data yang diuji memiliki nilai p > 0,05 maka data yang diuji memiliki distribusi normal. Sebaliknya, jika data yang diuji memiliki nilai p < 0,05, maka data yang diuji memiliki distribusi yang tidak normal (Santoso, 2010). b. Uji Linearitas Uji linearitas bertujuan untuk menguji apakah kedua variabel yang diteliti memiliki hubungan yang lurus atau linear. Dalam penelitian ini, uji linearitas dilakukan dengan melihat test of linierity pada bantuan program SPSS for Windows versi 21. Kriteria variabel bebas dan variabel terikat dikatakan memiliki korelasi atau hubungan yang linear apabila memiliki nilai p < 0,05. Sebaliknya, jika nilai p > 0,05 menunjukkan bahwa hubungan antar variabel tidak linear (Priyatno,2012). 2. Uji Hipotesis Penelitian ini menggunakan analisis korelasi untuk menguji hipotesis yang telah dibuat oleh peneliti. Analisis korelasi merupakan suatu analisis untuk mengetahui tingkat keeratan

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 hubungan antar dua variabel (Noor, 2011). Uji hipotesis dilakukan bukan untuk menguji kebenaran hipotesis awal, melainkan untuk menguji dapat diterima atau ditolaknya hipotesis awal tersebut (Gulӧ, 2002). Penelitian ini menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS for Windows versi 21 apabila data yang diperoleh berdistribusi normal. Akan tetapi, apabila asumsi penelitian tidak berdistribusi normal maka korelasi yang digunakan yaitu Spearman’s Rho Correlation dengan bantuan program SPSS for Windows versi 21. Nilai koefisien korelasi yang dihasilkan adalah -1 hingga +1. Jika nilai r adalah -1 dapat dikatakan bahwa hubungan antar variabel negatif. Apabila nilai r adalah +1 maka dapat dikatakan bahwa hubungan antara kedua variabel positif. Taraf nilai signifikan (p) berkisar 0,05. Jika nilai signifikan (p) < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas dan variabel tergantung. Sebaliknya, jika nilai signifikan (p) > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak, yang memiliki arti tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas dan variabel tergantung (Siregar,2013).

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Pedoman untuk mengetahui tingkat korelasi dan kekuatan hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung dapat dilihat melalui tabel berikut ini : Tabel 9. Tingkat Korelasi dan Kekuatan Hubungan Koefisien Korelasi (Sumber: Siregar, 2017: 202) No Nilai Korelasi (r) Tingkat Hubungan 1 0,00 - 0,199 Sangat Lemah 2 0,20 – 0,399 Lemah 3 0,40 – 0,599 Cukup / Sedang 4 0,60 – 0,799 Kuat 5 0,80 – 1,00 Sangat Kuat

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. PELAKSANAAN PENELITIAN Pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 6 Juni 2018 sampai 14 Juni 2018. Adapun penelitian ini dilaksanakan di provinsi Bali khususnya di daerah Badung dan Denpasar. Kriteria dalam penelitian ini adalah pelajar atau mahasiswa dengan rentang usia 17-21 tahun. Peneliti melakukan pengambilan data dengan memberikan subjek hardcopy berupa skala Likert yang diisi secara langsung. Dengan cara tersebut, peneliti mendapatkan subjek sebanyak 150 orang. B. DESKRIPSI SUBJEK PENELITIAN Subjek dalam penelitian ini adalah remaja akhir yang berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa dengan rentang usia 17 tahun sampai 21 tahun. Jumlah subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah 150 orang. Berdasarkan hasil penyebaran skala, data demografik subjek yang terlibat dalam penelitian ini dapat dideskripsi sebagai berikut: Tabel 10. Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin No 1 2 Total Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah 45 105 150 59 Persentase 30 % 70 % 100 %

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Berdasarkan tabel 10, didapat bahwa subjek laki-laki sebanyak 45 orang dengan persentase 30%. Sementara itu, subjek perempuan sebanyak 105 orang dengan persentase 70 %. Dari uraian tersebut dapat dikatakan bahwa dalam pengelompokkan subjek berdasarkan jenis kelamin, subjek perempuan memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan subjek laki-laki. Tabel 11. Karakteristik Berdasarkan Usia No 1 2 3 4 5 Total Usia (Tahun) 17 18 19 20 21 Jumlah 7 12 30 45 56 150 Persentase 4.67 % 8% 20 % 30 % 37.33 % 100 % Berdasarkan tabel 11, didapat bahwa subjek yang memiliki usia 17 tahun sebanyak 7 orang dengan persentase 4,67%. Subjek yang memiliki usia 18 tahun sebanyak 12 orang dengan persentase 8%. Selanjutnya subjek yang memiliki usia 19 tahun sebanyak 30 orang dengan persentase 20%. Subjek yang memiliki usia 20 tahun sebanyak 45 orang dengan persentase 30% dan subjek yang memiliki usia 21 tahun sebanyak 56 orang dengan persentase 37,33%. Dilihat dari data yang telah diuraikan maka subjek dengan usia 21 tahun merupakan subjek terbanyak, sedangkan usia 17 tahun memiliki jumlah subjek yang paling sedikit. Rata-rata usia subjek pada penelitian ini yaitu antara 19-20 tahun.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Tabel 12. Karakteristik Berdasarkan Pendidikan Karakteristik Pendidikan Pendidikan Jumlah Persentase Mahasiswa/i 131 87.33 % SMA 19 12.67 % Total 150 100 % No 1 2 Berdasarkan tabel 12, didapat bahwa terdapat subjek dengan jenjang mahasiswa/i sebanyak 131 orang dengan persentase 87,33% sedangkan subjek pada jenjang SMA sebanyak 19 orang dengan persentase 12,67%. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa merupakan subjek dengan jumlah terbanyak berdasarkan karakteristik pendidikan. Tabel 13. Karakteristik Berdasarkan Uang Saku Per Bulan No 1 2 3 4 Total Uang Saku (Rp) < 1.000.000 1.000.000 - 3.000.000 3.000.000 - 5.000.000 > 5.000.000 Jumlah 84 57 5 4 150 Persentase 56 % 38 % 3.33 % 2.67 % 100 % Berdasarkan tabel 13, dapat dilihat bahwa subjek dengan nominal uang saku per bulan sebesar < Rp.1.000.000 sebanyak 84 orang dengan persentase 56%. Subjek dengan nominal uang saku per bulan sebesar Rp.1.000.000 - 3.000.000 sebanyak 57 orang dengan persentase 38%. Subjek dengan nominal uang saku per bulan sebesar Rp.3.000.0005.000.000 sebanyak 5 orang dengan persentase 3,33%. Subjek dengan nominal uang saku per bulan sebesar > Rp.5.000.000 sebanyak 4 orang

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 dengan persentase 2,67%. Dari uraian tersebut, maka subjek dengan jumlah uang saku dibawah Rp.1.000.000 merupakan subjek terbanyak, sedangkan hanya sedikit subjek yang memiliki uang saku di atas Rp 5.000.000. C. DESKRIPSI DATA PENELITIAN Deskripsi data penelitian diuraikan dengan tujuan untuk mengetahui tinggi rendahnya kecenderungan impulsive buying dengan harga diri (self esteem). Deskripsi data dilakukan dengan cara mencari mean empiris dan mean teoretis. Untuk menghitung mean teoretis dapat dilakukan dengan cara perhitungan manual yang bertujuan untuk memperoleh hasil rata-rata skor dari alat ukur penelitian. Selanjutnya dilakukan perhitungan mean empiris dengan menggunakan bantuan program SPSS for windows versi 21. Selain itu, deskripsi data pada penelitian ini juga menggunakan uji One-Sample Test yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara mean teoretis dengan mean empiris. Berdasarkan skala penelitian yang digunakan, maka didapat hasil perhitungan mean teoretis dan mean empiris variabel kecenderungan impulsive buying dan harga diri (self esteem) sebagai berikut:

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Tabel 14. Hasil Statistik Deskriptif Variabel Kecenderungan Impulsive buying dan Harga Diri (Self esteem) Statistik Kecenderungan Impulsive buying Teoretis Empiris 28 112 70 Skor Minimum Skor Maksimum Mean SD N Signifikansi One Sample Test Berdasarkan 55,00 57,84 56.42 8,789 150 .000 tabel 14 Harga Diri (Self esteem) Teoretis Empiri s 27 76,47 108 79,25 67,5 77,86 8,624 150 .000 menunjukkan bahwa mean teoretis kecenderungan impulsive buying sebesar 70, sedangkan mean empiris dari kecenderungan impulsive buying sebesar 56,42 dengan standar deviasi sebesar 8,789. Hasil uji beda mean One-Sample Test Skala Impulsive buying memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara mean teoretis dan mean empiris dimana nilai mean teoretis lebih besar dibandingkan nilai mean empiris. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa subjek penelitian memiliki kecenderungan impulsive buying yang tergolong rendah. Pada tabel 14 juga menunjukkan bahwa mean teoretis skala harga diri atau self esteem sebesar 67,5 sedangkan mean empiris skala harga diri memiliki angka sebesar 77,86 dengan standar deviasi 8,624. Hasil uji beda mean One-Sample Test Skala Harga Diri (Self esteem) memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara mean teoretis dan mean empiris pada skala harga diri

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 (self esteem). Hal ini berarti mean teoretis lebih kecil dibandingkan dengan mean empiris dan subjek penelitian memiliki harga diri yang tinggi. D. RELIABILITAS DATA PENELITIAN Uji reliabilitas skala kecenderungan impulsive buying dan harga diri (self esteem) pada penelitian ini diuji dengan teknik Alpha Cronbach dengan menggunakan bantuan program SPSS for Windows versi 21. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapat, skala kecenderungan impulsive buying memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,871. Sementara itu, pada skala harga diri (self esteem) diperoleh reliabilitas sebesar 0,888. Hasil perhitungan reliabilitas masing-masing skala ditunjukkan pada tabel 15. Tabel 15. Reliabilitas Skala Kecenderungan Impulsive buying dan Skala Harga Diri (Self esteem) Reliability Statistics Variabel Cronbach's Alpha Kecenderungan Impulsive .871 buying Harga Diri (Self esteem) .888 N of Items 28 27

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 E. HASIL PENELITIAN 1. Hasil Uji Asumsi a. Hasil Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah sebaran data yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak (Noor, 2011). Jika data yang diuji memiliki nilai p > 0,05 maka data yang diuji memiliki distribusi normal. Sedangkan jika data yang diuji memiliki nilai p < 0,05 maka data yang diuji memiliki distribusi tidak normal (Santoso, 2010). Hasil uji normalitas pada penelitian ini menggunakan teknik KolmogorovSmirnov dengan bantuan program SPSS for windows versi 21 dapat dilihat pada tabel 16 berikut ini. Tabel 16. Hasil Uji Normalitas Kecenderungan Impulsive buying dan Self esteem One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Impulsive buying N 150 Normal Parametersa,b Mean 56.42 Std. 8.789 Deviation Most Extreme Absolute .055 Differences Positive .055 Negative -.039 Test Statistic .055 Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. d. This is a lower bound of the true significance. Self esteem 150 77.86 8.624 .071 .045 -.071 .071 .060c

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Berdasarkan tabel 16, hasil uji normalitas signifikansi kecenderungan Impulsive buying sebesar 0,200 yaitu lebih besar dari 0,05 (0,200 > 0,05) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa data Kecenderungan Impulsive buying terdistribusi normal. Pada data penelitian skala Self esteem memiliki signifikansi sebesar 0,060 yaitu lebih besar dari 0,05 (0,060 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa data penelitian pada skala harga diri (self esteem) juga terdistribusi normal. b. Hasil Uji Linearitas Uji linearitas bertujuan untuk menguji apakah kedua variabel yang diteliti memiliki hubungan yang lurus atau linear. Suatu hubungan variabel dapat dikatakan memiliki korelasi atau hubungan yang linear apabila memiliki nilai p < 0,05. Sebaliknya jika nilai p > 0.05 menunjukkan bahwa hubungan antar variabel tidak linear (Priyatno, 2012). Uji linearitas pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS for windows versi 21 dapat dilihat pada tabel 17 berikut ini.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Tabel 17. Hasil Uji Linearitas Variabel Kecenderungan Impulsive buying dan Self esteem ANOVA Table Sum of df Squares Impulsive buying * Self esteem Bet wee n Gro ups (Comb ined) Linea rity Devia tion from Linea rity Within Groups Total Berdasarkan tabel 9392.07 5 8392.86 3 999.213 37 2116.46 5 11508.5 40 11 2 14 9 17, hasil 1 36 uji Mean Squar e 253.8 40 8392. 863 27.75 6 F Sig. 13.4 33 444. 137 1.46 9 .000 .000 .066 18.89 7 linearitas variabel kecenderungan impulsive buying dengan harga diri (self esteem) menunjukkan nilai signifikansi pada linearitas sebesar 0,000. Hal ini berarti signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0.05) maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel kecenderungan impulsive buying dan harga diri memiliki korelasi atau hubungan yang linear. 2. Hasil Uji Hipotesis Berdasarkan uji asumsi, dapat dikatakan bahwa data kecenderungan impulsive buying dan harga diri berdistribusi normal maka uji yang digunakan untuk menguji hipotesis yakni Pearson Product Moment dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Jika nilai signifikansi p < 0,05 maka ada hubungan yang signifikan antara

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 variabel bebas dan variabel tergantung. Sebaliknya jika signifikansi p > 0,05 maka tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas dan variabel tergantung (Siregar, 2013). Hasil uji hipotesis dapat dilihat pada tabel 18 berikut ini. Tabel 18. Hasil Uji Hipotesis Correlations Impulsive Self buying esteem Impulsive Pearson 1 -.854** buying Correlation Sig. (1-tailed) .000 N 150 150 Self esteem Pearson -.854** 1 Correlation Sig. (1-tailed) .000 N 150 150 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). Berdasarkan tabel 18, dapat dilihat dari hasil analisis hipotesis menggunakan Pearson Product Moment nilai signifikan sebesar 0,000 kurang dari 0,05 (0,000 < 0,05) dengan koefisien korelasi bertanda negatif (-0,854) yang mengidentifikasi bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara harga diri (self esteem) dengan kecenderungan impulsive buying pada remaja akhir. Hal ini berarti semakin rendah harga diri pada remaja akhir, maka kecenderungan impulsive buying akan semakin tinggi. Begitu juga sebaliknya, semakin tinggi harga diri, maka semakin rendah kecenderungan impulsive buying pada remaja akhir.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 F. PEMBAHASAN Data pada penelitian ini diperoleh berdasarkan penyebaran skala pada subjek dengan rentang usia 17 tahun sampai 21 tahun yang berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa/i dan berjumlah 150 orang. Usia 17 – 21 tahun termasuk ke dalam tahap perkembangan remaja akhir. Menurut Desmita (2009) masa remaja akhir merupakan masa di mana remaja sudah merasa stabil, mengenal dirinya dan ingin hidup dengan polanya sendiri diiringi itikad baik serta keberanian. Remaja akhir mulai memahami arah kehidupannya, dan mulai menyadari arah tujuan hidupnya. Dari hasil data penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kecenderungan impulsive buying pada subjek penelitian ini tergolong rendah. Berdasarkan data demografi yang ada, kemungkinan salah satu faktor yang dapat berhubungan dengan rendahnya impulsive buying tersebut ialah uang saku. Karakteristik subjek berdasarkan uang saku dapat dilihat dari subjek dengan uang saku < Rp.1.000.000 memiliki jumlah yang paling banyak yaitu berjumlah 84 orang (56%), hanya sedikit subjek yang memiliki uang saku > Rp.5.000.000. Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa subjek yang memiliki uang saku < Rp.1.000.000 memiliki kecenderungan impulsive buying yang tergolong rendah. Menurut Setyaningsih (2013) banyak atau sedikitnya jumlah uang saku yang dimiliki oleh subjek akan memengaruhi pola perilaku impulsive buying. Sebagian besar remaja akhir pada penelitian ini, yang memiliki uang saku dibawah Rp. 1.000.000, kemungkinan akan lebih memiliki pertimbangan

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 dalam melakukan pembelian produk, misalnya keperluan yang lebih dibutuhkan akan lebih diprioritaskan seperti kebutuhan sekolah, pangan, transportasi dan lain-lain sehingga remaja akhir menjadi lebih rasional dalam melakukan pembelian guna untuk memenuhi semua kebutuhannya dengan uang saku yang tersedia. Berdasarkan hasil analisis data penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara harga diri (self esteem) dengan kecenderungan impulsive buying pada remaja akhir yaitu sebesar p= 0,000 kurang dari 0,05 dengan tingkat kekuatan hubungan yang sangat kuat yaitu r= -0,854. Dari uraian tersebut dapat diinterpretasikan bahwa semakin tinggi harga diri (self esteem) maka semakin rendah kecenderungan impulsive buying. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah harga diri (self esteem) maka semakin tinggi kecenderungan impulsive buying. Artinya hipotesis yang telah diajukan peneliti diterima yaitu terdapat hubungan negatif yang signifikan antara harga diri (self esteem) dengan kecenderungan impulsive buying pada remaja akhir. Remaja yang memiliki harga diri tinggi pada aspek kekuatan (power) akan merasa dirinya mampu mengatur dan mengontrol tingkah laku diri sendiri dan orang lain, artinya dalam perilaku impulsive buying remaja mampu melakukan pembelian dengan terencana, adanya pertimbangan terlebih dahulu sebelum membeli serta memikirkan resiko yang terjadi jika melakukan pembelian secara impulsif. Begitu juga sebaliknya, remaja

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 yang memiliki harga diri rendah pada aspek kekuatan akan merasa dirinya tidak mampu untuk mengatur dan mengontrol tingkah laku diri sendiri dan orang lain sehingga dalam perilaku impulsive buying remaja melakukan pembelian secara spontan tanpa adanya perencanaan dan pertimbangan terlebih dahulu sebelum membeli serta tidak memikirkan resiko yang terjadi ketika melakukan pembelian produk. Selanjutnya, remaja yang memiliki harga diri tinggi pada aspek keberartian (significance) akan merasa dirinya mampu, berarti, berharga, adanya penerimaan, kepedulian dan rasa kasih sayang yang diterima individu dari orang lain. Hal ini berarti dalam perilaku impulsive buying remaja tidak mudah terpengaruh dengan penawaran yang diberikan sehingga remaja mampu tidak segera membeli produk yang didominasi oleh perasaan jatuh cinta (in love) pada produk yang dilihatnya dan melakukan perbandingan produk terlebih dahulu sebelum membeli. Sebaliknya, remaja yang memiliki harga diri rendah pada aspek keberartian akan merasa dirinya tidak mampu, tidak berarti, kurang berharga dan tidak adanya penerimaan dan kasih sayang dari orang lain. Dalam perilaku impulsive buying, remaja akan membeli produk yang didominasi oleh perasaan jatuh cinta (in love) dan senang (excited) sehingga remaja dengan mudah menerima tawaran yang diberikan. Selain itu, remaja juga enggan melakukan perbandingan produk terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Remaja yang memiliki harga diri tinggi pada aspek kebajikan (virtue) akan merasa dirinya patuh dan taat dalam mengikuti prinsip, etika, moral, dan agama. Artinya dalam perilaku impulsive buying remaja akan melakukan pertimbangan terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian dan membeli produk sesuai dengan kebutuhan bukan sesuai dengan keinginan semata. Begitu juga sebaliknya, remaja yang memiliki harga diri rendah pada aspek kebajikan memiliki rasa kurang patuh dan taat terhadap prinsip, etika, moral, dan agama. Artinya dalam perilaku impulsive buying, remaja melakukan pembelian berdasarkan keinginan untuk segera membeli barang yang diinginkan tanpa mempertimbangkan sebelumnya. Selanjutnya remaja yang memiliki harga diri tinggi pada aspek kemampuan (competence) akan merasa dirinya mampu melaksanakan tugas dan mampu mengambil keputusan dengan baik. Hal ini berarti dalam perilaku impulsive buying remaja mampu berpikir secara rasional dalam melakukan pembelian dengan mengutamakan barang yang dibutuhkan serta memikirkan konsekuensi yang diterima setelah melakukan pembelian. Remaja yang memiliki harga diri rendah pada aspek kemampuan akan merasa dirinya tidak mampu melaksanakan tugas dan kurang mampu mengambil keputusan. Dalam perilaku impulsive buying, remaja cenderung melakukan pembelian dengan irasional yang dilakukan secara spontan serta kurang memikirkan konsekuensi yang akan diterima. Dari uraian hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penelitian ini mendukung hasil penelitian yang telah dilakukan

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 sebelumnya oleh Lestari (2017) yang menyatakan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dengan impulsive buying. Hasil penelitian diketahui bahwa harga diri pegawai wanita di kantor Dinas Perhubungan Kota Surakarta tergolong tinggi dan perilaku impulsive buying pegawai wanita tergolong rendah. Penelitian yang dilakukan oleh Permana & Kusdiyati (2015) juga menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self esteem dengan impulsive buying. Artinya semakin rendah self esteem pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas X angkatan 2013, maka semakin tinggi impulsive buyingnya. Sependapat dengan hal tersebut, penelitian yang dilakukan oleh Firdaus dan Yusuf (2018) mengungkapkan bahwa terdapat hubungan negatif self esteem dengan impulsive buying pada mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi yang berbelanja melalui instagram. Dalam hal ini berarti, self esteem cukup berarti sebagai prediktor perilaku impulsive buying. Menurut Feist & Feist (2007) remaja akhir merupakan masa dimana individu mulai menemukan jati dirinya, mampu bertukar pikiran, dan memiliki gagasan atau keyakinan untuk menjalani kehidupannya. Dalam bermasyarakat tentu banyak faktor yang dapat mempengaruhi pola pikir remaja akhir tersebut, termasuk dalam hal pembelian produk. Ketika mereka memiliki keinginan untuk meningkatkan reputasi, status sosial dan prestasi melalui kepemilikan materi maka mereka akan berperilaku impulsif dalam pembelian produk khususnya dalam hal fashion yang mengikuti trend dalam lingkungannya serta dorongan dalam dirinya.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Sejalan dengan hal tersebut menurut Chen-Yu dan Seock (2002) penampilan fisik berpengaruh besar terhadap penerimaan diri remaja dalam kelompoknya. Pola pikir dalam mengikuti trend fashion dilingkungannya bukan hal yang baru. Keputusan untuk memperhatikan penampilan memiliki makna publik dan dapat mengekpresikan identitas serta citra diri mereka agar memperoleh pengakuan yang baik dari orang lain. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Mappiare (1982) bahwa teman sebaya dapat berpengaruh terhadap citra diri seorang remaja, seperti penerimaan kelompok terhadap remaja, rasa ikut serta dalam kelompok, memperkuat citra diri dan penilaian diri yang positif serta adanya penolakan peer group dapat mengurangi penilaian diri positif bagi remaja tersebut. Selain itu Hurlock (1998) juga mengungkapkan bahwa mahasiswa lebih banyak menghabiskan waktunya berada diluar rumah bersama dengan teman sebayanya sehingga dengan mudah mereka akan terpengaruh oleh sikap, pembicaraan, minat, penampilan dan perilaku teman-temannya daripada nilai-nilai yang dianut oleh orangtuanya. Dengan kata lain mereka beranggapan bahwa dengan mengikuti trend mereka akan lebih mudah diterima dalam lingkungannya atau dianggap berasal dari kalangan sosial ekonomi tertentu. Pola pikir seperti ini pun menjadikan remaja akhir sangat terikat dengan penampilannya dan terkesan tidak dapat melakukan aktivitas tanpa ditunjang dengan penampilan yang baik, karena mereka merasa penilaian terhadap dirinya rendah. Hal ini mendorong remaja akhir

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 untuk melakukan pembelian secara spontan atau impulsive buying tanpa melihat resiko atau dampak yang ditimbulkan bagi dirinya dan yang terpenting bagaimana mereka dapat berharga dilingkungannya serta dapat mengangkat harga dirinya. Harga diri menurut Tremblay (dalam Mathai & Shantaamani, 2016) memiliki hubungan yang terbalik dengan perilaku impulsive buying. Sejalan dengan hal tersebut Verplanken & Sato (2005) menyatakan bahwa impulsive buying dikaitkan dengan harga diri individu yang rendah. Dalam hal ini remaja akhir yang memiliki harga diri yang tinggi tentu akan memiliki pemikiran bahwa penilaian terhadap dirinya tinggi pula sehingga mereka mampu mengontrol sikap dan perilakunya. Menurut Coopersmith (1967) individu yang memiliki harga diri tinggi mampu mengekspresikan diri dengan baik, tidak berfokus pada dirinya sendiri dan tidak terpengaruh oleh orang lain sehingga dirinya akan merasa aman, lebih mampu menyesuaikan diri dan memiliki kecemasan yang rendah. Ini berarti dalam hal perilaku impulsive buying, remaja akhir dapat melakukan berbagai pertimbangan dalam melakukan suatu pembelian produk. Mereka tentu memikirkan konsekuensi yang ditimbulkan dari pembelian secara impulsif dan dampak bagi dirinya baik secara positif maupun negatif. Begitu juga sebaliknya, remaja akhir yang memiliki harga diri rendah akan merasa penilaian terhadap dirinya rendah pula, sehingga mereka memiliki pola pikir dengan menunjang penampilan yang selalu mengikuti trend dan terkesan mewah akan dapat mengangkat harga dirinya. Sejalan dengan

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Coopersmith (1967) individu yang memiliki harga diri rendah cenderung memiliki perasaan inferior, merasa tidak diperhatikan atau diasingkan, dan kurang mampu mengekspresikan dirinya. Hal ini cenderung membuat mereka tidak dapat mengontrol tindakan dan cenderung melakukan pembelian secara spontan tanpa mempertimbangkan konsekuensi yang ditimbulkan. Berdasarkan hasil uraian di atas, mengenai hubungan antara harga diri (self esteem) dan kecenderungan impulsive buying, dapat diketahui bahwa semakin tinggi harga diri (self esteem) yang dimiliki oleh remaja akhir maka semakin rendah kecenderungan impulsive buying yang dimiliki. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah harga diri (self esteem) yang dimiliki remaja akhir, maka semakin tinggi kecenderungan impulsive buyingnya.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara harga diri (self esteem) dengan kecenderungan impulsive buying pada remaja akhir dengan tingkat kekuatan hubungan yang sangat kuat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi harga diri yang dimiliki remaja akhir, maka semakin rendah kecenderungan impulsive buying yang dilakukan. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah harga diri pada remaja akhir maka semakin tinggi kecenderungan impulsive buying yang dilakukan. B. KETERBATASAN PENELITIAN Ada beberapa keterbatasan pada penelitian ini, yaitu : 1. Setelah dilakukan uji coba kecenderungan impulsive buying ditemukan bahwa adanya ketidakseimbangan antara item-item pada aspek kognitif dan aspek afektif, sehingga peneliti harus menggugurkan beberapa item dari kedua aspek tersebut agar kedua item pada masing-masing aspek menjadi seimbang. 2. Pada skala harga diri peneliti juga menggugurkan beberapa item pada masing-masing aspek karena adanya ketidakseimbangan antara item-item yang terdapat pada variabel harga diri. 77

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 3. Beberapa item pada skala penelitian ini masih cenderung memiliki social desirability yang tinggi. 4. Uang saku yang dimiliki subjek perlu dijadikan pertimbangan dalam melakukan penelitian selanjutnya. C. SARAN 1. Bagi Remaja Berdasarkan temuan penelitian yang diperoleh, remaja yang memiliki harga diri rendah disarankan agar dapat membatasi dan mengontrol diri sehingga dalam melakukan suatu pembelian produk dapat bermanfaat dengan baik. Pandangan terhadap diri sendiri yang negatif tidak harus diekspresikan melalui mode, namun dapat disalurkan ke hal-hal lain. Dengan demikian remaja yang memiliki harga diri rendah mampu menahan atau mengendalikan keinginan dalam melakukan suatu pembelian dan dapat mempertimbangkan sebelumnya sehingga menurunkan resiko impulsive buying. Remaja juga disarankan untuk membuat anggaran belanja dan daftar belanja sebelum memasuki ke sebuah toko. 2. Bagi Peneliti Selanjutnya Berdasarkan temuan penelitian yang diperoleh, disarankan kepada peneliti lain agar dapat mengembangkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kecenderungan impulsive buying. Selain itu,

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 peneliti harus lebih teliti dalam menyusun item dan penyebarannya. Semoga hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk melaksanakan penelitian selanjutnya dan semoga penelitian ini bermanfaat bagi seluruh elemen masyarakat yang menggunakan penelitian ini.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 DAFTAR PUSTAKA Adiputra, Eka. (2015). Perilaku pembelian tidak terencana (impulse buying) di pusat perbelanjaan modern di surabaya. Ejournal AN-NISBAH, vol. 01, no.02. 157. Mappiare, Andi. (1982). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional. Stuart, G.W.., N. Sundeen, S.J. (1991). Principles And Practice Of Psychiatric Nursing 4th Ed. St. Louis: Mosby Year Book. Alagöz, S., & Ekici, N. (2011). Impulse purchasing as a purchasing behaviour and research on karaman. International Research Journal of Finance & Economics, 66, 172–180. Ali, M dan Asrori, M. (2009). Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara. Anin F, dkk. (2008). Hubungan Self Monitoring Dengan Impulsive buying Terhadap Produk Fashion Pada Remaja. Jurnal Psikologi. Vol. 35, No. 2, 181-193. ISSN: 0215-8884. Azwar, S. (2009). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2011). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2012). Penyusunan Skala Psikologi (2 ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2017). Metode Penelitian Psikologi Edisi II. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Baihaqi, M.B. (2013). Konsumen Indonesia Paling Doyan Belanja – Survei Nielsen. http://www.neraca.co.id/article/28070/survei-nielsen-konsumen- indonesia-paling-doyan-belanja. Diunduh pada 21 November 2017 pada pukul 12.35 WIB. Baron, R. A & Bryne, D. (2012). Psikologi Sosial Jilid 1. Jakarta : Erlangga. Baumeister, R. F. (2002). Yielding to temptation: Self-control failure, impulsive purchasing, and consumer behavior. Journal of consumer Research, 28(4), 670–676. Bong, S. (2011). Pengaruh in-store stimuli terhadap impulse buying behavior konsumen hypermarket di Jakarta. Ultima Manajemen, 3(1), 31-52.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Chen-Yu, J.H. & Seock, Y.K. (2002). Adolescents’ clothing purchase motivations, information sources, and store selection criteria: A comparison of male/female and impulse/nonimpulse shoppers, Family And Consumer sciences Research Journal. Vol. 31. No. 1, hal. 50-77. Chien-Huang, L., & Chuang, S.-C. (2005). The effect of individual differences on adolescents’ impulsive buying behavior. Adolescence, 40(159), 551. Conger, J. J.(1991). Adolescene And Youth; Psychological Development In Achanging World. 4th Edition. New York: Harper Collin publishers. Coopersmith. (1967). The Antecedents of Self esteem. San Fransisco: W.H. Freeman and Company. Desmita. (2009). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT. Rosadakarya. Dittmar, H., & Drury, J. (2000). Self-image–is it in the bag? a qualitative comparison between “ordinary” and “excessive” consumers. Journal Of Economic Psychology, 21(2), 109–142. Dittmar, H., Beattie, J. & Friese, S. (1995). Gender Identity and Material Symbols; Objects and Decision Considerations in Impulse Purchases. Journal of Economic Psychology, Vol. 16(3), pp 491-511. Feist & Feist. (2007). Teori Kepribadian. Jakarta : Salemba Humanika. Feist & Feist. (2010). Teori Kepribadian, edisi 7. Jakarta : Salemba Humanika. Firdaus, Dhania & Yusuf, Umar. (2018). Hubungan antara self esteem dengan impulsive buying (studi pada mahasiswi fakultas ilmu komunikasi yang berbelanja melalui instagram). Prosiding Psikologi. Vol.4., No.1., ISSN: 2460-6448. Gąsiorowska, A. (2011). Gender as a moderator of temperamental causes of impulse buying tendency. Journal of Customer Behaviour, 10(2), 119–142. Gulo, W. (2002). Metodelogi Penelitian. Jakarta: Grasindo. Hadjali, H. R., Salimi, M., Nazari, M., & Ardestani, M. S. (2012). Exploring main factors affecting on impulse buying behaviors. Journal of American Science, 8(1), 245–251.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Hurlock, E.B. (1998). Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga. Hurlock, E.B. (2012). Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga. Jahja, Y. (2011). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana Karbasivar, A., & Yarahmadi, H. (2011). Evaluating effective factors on consumer impulse buying behavior. Asian Journal of Business Management Studies, 2(4), 174–181. Kharis, I. F. (2010). Studi Mengenai Impulse Buying Dalam Penjualan Online (Studi Kasus di Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang. Lestari, M. G. (2017). Hubungan antara harga diri dengan impulse buying pada pegawai wanita di kantor dinas perhubungan kota Surakarta. Mangkunegara, A, P. (1988). Perilaku Konsumen. Bandung: PT. Eresco. Marketeers. (2015). Anak Muda Makin Gemar Belanja Online dan Melek Keuangan. http://marketeers.com/anak-muda-makin-gemar-belanja-onlinedan-melek-keuangan/. Diunduh pada 23 Februari 2018 pukul 12.25 WIB. MARS, Indonesia. (2015). Studi Perilaku Belanja Remaja Indonesia 2015. http://www.marsindonesia.com/products/business-reports/studi-perilakubelanja-remaja-indonesia-2015. Diunduh pada 8 Maret 2018 pukul 20.55 WIB. Mathai, S. T., & Shantaamani, V. (2016). Social pressure – its impact on impulse buying behavior among the retail customers in kochin city. International Journal of Multidisciplinary Research and Development, 3 (8), 266-272. Mowen. J.C. dan Minor. (2002). Perilaku Konsumen. Alih Bahasa: Dwi Kartini Yahya. Jilid 1. Jakarta : Erlangga. Noor, J. (2011). Metode Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi & Karya Ilmiah. Jakarta: Prenada Media. Omar, N. A., Rahim, R. A., Wel, C. A. C., & Alam, S. S. (2014). Compulsive buying and credit card misuse among credit card holders: the roles of selfesteem, materialism, impulsive buying and budget constraint. intangible capital, 10(1), 52–74.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Permana, R. A. & Kusdiyati, S. (2015). Hubungan self esteem dengan impulse buyin pada mahasiswa angkatan 2013 fakultas ekonomi universitas x Bandung. Prosiding Psikologi. ISSN: 2460-6448. Priyatno, Duwi. (2012). Cara Kilat Belajar Analisis Data dengan SPSS 20. Yogyakarta: Andi Offset. Rook, D, W. (1987). The buying impulse. The Journal of Consumer Research, Vol. 14, No. 2 (Sep., 1987), 189-199. Rook, D. W., & Fisher, R. J. (1995). Normative influences on impulsive buying behavior. Journal of Consumer Research. Vol.22, page 305-313. Santoso, A. (2010). Statistik untuk Psikologi dari Blog Menjadi Buku. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Santrock, J.W. (2007). Remaja, edisi 11. Jakarta: Erlangga. Santrock, John W. (2011). Life-Span Development (Perkembangan Masa Hidup), Ed. 13, Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Saputri, H. R. (2016). Hubungan antara fashion involvement dan impulsive buying dengan harga diri (self esteem) pada remaja di SMA N 2 Samarinda. eJournal Psikologi, vol. 4(2). 240-250. Sarwono, S.W. (2007). Psikologi Remaja. Jakarta : Grafindo Persada. Setyaningsih, Sari Sulis. (2013). Perilaku komsumtif berdasarkan faktor demografi dan money attitude studi pada mahasiswa FEB UKSW. Prodi Manajemen. Fakultas Ekonomika Dan Bisnis. Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga. http://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/3674/2/T1_212009073_Ful l%20text.pdf. Diakses pada tanggal 13 agustus 2018, Pukul 15.25 WIB. Siregar, S. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif: Dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Jakarta: Kencana. Siregar, S. (2017). Statistika Terapan Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sneath, J. Z., Lacey, R., & Kennett-Hensel, P. A. (2009). Coping with a natural disaster: losses, emotions, and impulsive and compulsive buying. Marketing Letters, 20(1), 45–60.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Stern, Hawkins. (1962). The significance of impulse buying today. Journal of Marketing, 26, (Apr), p. 59. ABI/Inform Global. Sugiyono, P. D. (2013). Metode Penelitian Manajemen. Bandung: CV. Alfabeta. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian dan Pengembangan. Bandung: CV. Alfabeta. Supratiknya, A. (2014). Pengukuran Psikologis. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Utami, C.W., (2010). Manajemen Ritel: Strategi dan Implementasi Operasional Bisnis Ritel Modern di Indonesia, Ed. 2. Jakarta: Salemba Empat. Verplanken & Ayana Sato. (2011). The psychology of impulse buying: an integrative self-regulation approach. original paper. J Consum Policy (2011) 34: 197-210. DOI 10.1007/s10603-011-9158-5. Verplanken & Herabadi. (2001). Individual difference in impulse buying tendency: feeling and no thinking. Europan Journal of Personality. Eur J.Pers. 15:S71-S83 (2001). DOI: 10.1002/per.423. Verplanken, Herabadi & Knippenberg. (2009). Consumption experience of impulse buying in indonesia: Emotional arousal and hedonistic considerations. Asian Journal of Social Psychology. 20(4): 429-441. Waruan, P. dan Poulan, J.G. (2016). Pengaruh promosi penjualan dan servicescape terhadap impulse buying dengan shopping emotion sebagai variabel intervening (studi pada konsumen freshmart manado). Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi. Vol. 16. No.4. Wood, M. (1998). Socio-economic status, delay of gratification, and impulse buying. Journal Of Economic Psychology, 19(3), 295–320. Wusko, A. U. (2014). Pengaruh store environment terhadap impulse buying (survei pada pembeli di serbu mart Sukorejo). Jurnal Sketsa Bisnis. Vol.1. No.2. Zoel. (2012). Maybe Yes! Maybe No!. http://www.marketing.co.id/maybe-yesmaybe-no/. Diunduh pada 19 Agustus 2017, pukul 13.24 WIB.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 LAMPIRAN

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Lampiran A. Taraf Relevansi Peer Judgement dan Expert Judgement Kecenderungan Impulsive Buying Indikator Item No. Penilai Penilai 1 2 1 1 1 Membeli produk Favorable Saya membeli produk sesuai tanpa dengan keinginan bukan pertimbangan sebelumnya artinya karena kebutuhan. tidak memikirkan 2 Saya melakukan pembelian 1 0 baik buruknya tanpa mempertimbangkan dalam membeli kualitas produk sebelumnya. suatu produk. 3 Saya membeli produk tanpa 1 1 melihat kondisi keuangan saya. 4 1 0 Unfavorable Sebelum membeli produk, saya akan mempertimbangkan kualitasnya terlebih dahulu. 5 Saya mampu menahan 1 1 keinginan untuk tidak Taraf Relevansi Penilai Penilai Penilai 3 4 5 1 1 1 Tindakan Penilai 6 1 IVI-I 1 Dipakai Dipakai dengan perbaikan Dipakai 1 1 1 1 0,83 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,83 Dipakai dengan perbaikan 1 1 1 1 1 Dipakai

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 6 Membeli produk tanpa perencanaan sebelumnya artinya tidak memikirkan sebelumnya produk yang akan dibeli. 7 8 9 10 11 membeli produk yang saya inginkan, tetapi saya butuhkan. Sebelum membeli produk, saya melihat kondisi keuangan saya dan manfaat produk tersebut. Favorable Saya tidak menentukan kapan saya akan membeli suatu produk. Saya membeli produk lebih dari apa yang saya rencanakan sebelumnya. Saya tidak terbiasa membuat catatan produk yang akan saya beli. Unfavorable Saya membeli produk sesuai dengan apa yang saya rencanakan. Sebelum membeli suatu 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 0 0 1 0 1 1 0,5 Diganti dengan item baru 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 12 Pembelian produk 13 secara spontan dan segera artinya ketika melihat suatu produk langsung 14 membeli tanpa berpikir panjang. 15 16 17 produk, saya merencanakannya terlebih dahulu. Jika saya ingin berbelanja, maka saya akan membuat daftar belanjaan. Favorable Saya segera membeli produk yang saya sukai tanpa meminta pendapat orang lain. Saya terbiasa membeli produk secara spontan. Saya segera membeli produk yang menarik perhatian saya. Unfavorable Saya memikirkan manfaat terlebih dahulu ketika ingin membeli produk yang menarik perhatian saya. Saya mampu menahan keinginan untuk tidak membeli produk yang saya 0 1 1 1 1 1 0,83 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai dengan perbaikan Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 18 Membeli produk tanpa memikirkan konsekuensi yang terjadi artinya tidak mempermasalahkan dampak yang akan terjadi ketika membeli suatu produk. 19 20 21 22 23 sukai meskipun ada promo menarik. Saya mampu menolak ketika ditawarkan suatu produk karena saya belum membutuhkannya. Favorable Saya tidak memikirkan resiko produk yang saya beli. Saya kurang memperhatikan kondisi produk yang saya beli. Saya suka membeli produk dengan harga murah bagaimanapun kualitasnya. Unfavorable Ketika membeli produk, saya pastikan untuk mengecek produk secara detail. Saya akan memikirkan resiko ketika membeli produk yang saya beli. 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 24 Tidak melakukan 25 perbandinan produk sebelum membeli artinya enggan untuk 26 membandingkan suatu produk dengan produk yang lain, baik dari segi harga, 27 merek, jenis, kualitas, dan lainlain. 28 29 Saya hati-hati ketika membeli suatu produk. Favorable Saya enggan membandingkan produk A dengan produk B sebelum saya membeli. Saya enggan memasuki berbagai toko untuk menanyakan produk yang sama. Saya langsung membeli produk yang saya sukai tanpa berkeliling untuk melihat produk lain. Unfavorable Saya membandingkan beberapa produk untuk saya pilih sesuai dengan keinginan saya. Sebelum membeli produk, saya melihat diberbagai toko terlebih dahulu untuk membandingkan produk yang 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 30 Adanya perasaan senang dan antuasias ketika membeli produk artinya adanya semangat yang berlebih ketika membeli suatu produk dan merasa bahagia setelah mendapatkan produk tersebut. 31 32 33 34 35 akan saya beli. Saya membandingkan produk yang akan saya beli dengan produk lain. Favorable Saya merasa sangat antusias ketika membeli produk terbaru yang dipajang di toko. Saya sangat bersemangat ketika membeli produk yang saya sukai dengan harga promo atau diskon. Saya merasa sangat bahagia membeli produk dengan edisi terbatas. Unfavorable Saya merasa biasa saja ketika membeli produk terbaru yang dipajang di toko. Saya tidak tertarik untuk mengantri demi mendapatkan diskon yang diburu banyak 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 0 1 1 1 0,83 Dipakai dengan perbaikan 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 0 1 1 1 0,83 Dipakai dengan perbaikan 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 36 37 Mudah tertarik terhadap suatu produk artinya menyukai suatu produk dengan cepat 38 ketika melihatnya. 39 40 41 orang. Saya tidak menghiraukan tawaran promo yang menarik dari suatu produk. Favorable Saya mudah jatuh cinta dengan produk yang pertama kali saya lihat. Saya suka membeli produk yang memiliki pemasaran unik. Saya segera membeli produk yang memberikan potongan harga. Unfavorable Saya tidak mudah membeli produk dengan desain terbaru. Harga yang murah tidak mempengaruhi keinginan saya untuk tidak membeli suatu produk. 1 1 0 1 1 1 0,83 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai dengan perbaikan Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 42 Adanya perasaan menggebu-gebu ketika menginginkan suatu produk artinya memiliki perasaan yang segera, harus atau wajib untuk memiliki suatu produk tersebut. 43 44 45 46 47 48 Saya tidak mudah terpengaruh terhadap pemasaran suatu produk. Favorable Saya sangat menantikan diskon untuk membeli produk yang saya inginkan. Saya sangat bersemangat untuk membeli produk yang saya sukai meskipun harus meminjam uang teman. Saya harus memiliki produk yang saya inginkan dengan segera. Unfavorable Saya mampu menahan godaan untuk tidak membeli produk dengan segera. Saya tidak tergesa-gesa ketika membeli suatu produk. Saya mampu menahan hasrat untuk membeli produk yang 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Tidak mudah puas terhadap suatu produk artinya hasrat dalam hati tidak pernah tercapai meskipun telah memiliki suatu produk yang diinginkan dan keinginan untuk memiliki produk lain terus muncul. 49 50 51 52 53 54 Adanya perasaan menyesal setelah membeli produk 55 saya inginkan. Favorable Saya ingin membeli produk terbaru meskipun saya sudah memiliki produk yang sama. Saya senang membeli produk yang berjenis sama namun berbeda merek. Saya mudah bosan dengan produk yang saya beli. Unfavorable Saya membeli produk dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan. Saya puas dengan satu produk yang saya beli. Saya merasa senang dan puas terhadap semua produk yang saya beli. Favorable Saya merasa menyesal setelah membeli produk sesuai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 artinya timbul perasaan kecewa akibat dari pembelian suatu produk. 56 57 58 59 60 dengan keinginan saya. Saya merasa kecewa ketika produk yang saya beli tidak bermanfaat bagi saya. Saya merasa bersalah setelah membeli produk tanpa perencanaan. Unfavorable Saya tidak menyesal membeli produk sesuai dengan keinginan saya meskipun tidak dibutuhkan. Saya tidak merasa bersalah karena telah menghabiskan banyak uang untuk membeli produk yang tidak saya butuhkan. Saya tidak kecewa dengan produk yang telah saya beli sesuai dengan keinginan saya. 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai IVI-S = (Jmumlah IVI-I)/(Jumlah item) = 58,48 / 60 = 0,974

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Harga Diri (Self Esteem ) Indikator Adanya rasa hormat dari orang lain artinya adanya perasaan segan dari orang lain atau tidak mudah diremehkan oleh orang lain. 1 2 3 4 5 6 Item No. Favorable Saya diundang dalam berbagai macam kegiatan acara. Kebanyakan orang menghargai pendapat yang saya berikan. Orang-orang disekitar saya menghormati saya. Unfavorable Sedikit teman-teman yang segan terhadap saya. Saya merasa dikucilkan oleh teman-teman saya. Orang-orang acuh tak acuh terhadap pendapat saya. Taraf Relevansi Penilai Penilai Penilai 3 4 5 1 1 1 Penilai 1 1 Penilai 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Tindakan Penilai 6 1 IVI-I 1 Dipakai 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 Dipakai 0 1 1 1 0,83 1 1 1 1 1 1 Dipakai dengan perbaikan Dipakai 1 1 1 1 1 1 Dipakai

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Mampu mengatur dan mengontrol tingkah laku artinya dapat mengendalikan sikap atau perilaku dalam keadaan apapun. 7 Favorable Saya mampu menenangkan diri ketika saya marah. 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 8 Saya mampu menahan marah ketika ada sesuatu yang membuat saya kesal. Saya mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Unfavorable Saya mudah marah ketika saya dimarahi. Saya mudah kesal terhadap berbagai hal. Saya mudah mengucapkan kata kasar ketika sedang emosi. Favorable Orangtua saya mempertimbangkan pendapat saya. Teman-teman cenderung mengikuti ide saya. 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 9 10 11 12 Memiliki pendapat yang diterima orang lain artinya mudah untuk memberi masukan yang dapat diterima 13 14

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 orang lain sehingga memberikan pengaruh positif terhadap mereka. 15 16 17 18 Mampu menerima diri sendiri artinya bersyukur terhadap kondisi atau keadaan diri dan dapat memandang diri sendiri sebagaimana adanya. 19 20 21 22 Saya memberikan saran pada teman yang membutuhkan bantuan dan mereka menerima secara positif Unfavorable Ketika saya berpendapat, teman-teman saya cenderung menanggapi secara negatif. Ide saya sulit diterima dalam suatu kelompok. Saya tidak yakin jika temanteman menyetujui pendapat saya. Favorable Saya bersyukur dengan penampilan saya. Saya dapat menerima kekurangan yang saya miliki. Saya mampu menerima pujian atau kritikan dengan rendah hati. Unfavorable 1 0 1 1 1 1 0,83 Dipakai dengan perbaikan 0 1 1 1 1 1 0,83 Dipakai dengan perbaikan 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 23 24 Adanya pengakuan dari orang lain artinya dianggap atau diperhitungkan dalam lingkungan sosial serta diakui dalam berbagai hal seperti finansial, kemampuan, fisik, prestasi dan lainlain. 25 26 27 28 29 30 Saya menyesal terhadap kehidupan saya. Terkadang saya ingin menjadi orang lain. Saya merasa malu pada diri saya sendiri. Favorable Orang-orang senang memuji saya. Banyak orang yang ingin berteman dengan saya. Menurut teman-teman, saya adalah orang yang dapat diandalkan. Unfavorable Banyak orang yang meragukan kemampuan saya Teman-teman lebih menyukai orang lain daripada saya. Menurut orang lain, saya bukan orang yang menyenangkan untuk diajak curhat. 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 31 32 Adanya ketertarikan dan perhatian dari orang lain artinya memiliki karisma yang dapat menarik simpati orang lain dengan mudah. 33 34 35 36 Taat untuk mengikuti etika, norma atau moral yang berlaku di masyarakat artinya memiliki sikap, 37 38 39 Favorable Saya mudah disukai orang lain. Teman-teman saya peduli ketika saya sakit. Teman-teman mengajak saya bergabung ke dalam suatu kelompok/organisasi. Unfavorable Sedikit orang yang berkomentar positif tentang penampilan saya. Saya merasa orang lain kurang memperhatikan saya. Orang-orang tidak tertarik memilih saya untuk menjadi pemimpin di suatu kelompok/acara. Favorable Saya meminta maaf ketika saya salah. Saya mentaati aturan yang berlaku di masyarakat. Saya taat beribadah. 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 0 1 1 1 0,83 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai dengan perbaikan Dipakai 1 1 0 1 1 1 0,83 Dipakai dengan perbaikan 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 perilaku, tanggung jawab untuk mematuhi aturan dan tata karma yang berlaku. 40 41 42 Mampu menyelesaikan tugas yang diberikan artinya memiliki tanggung jawab dan kemampuan untuk menyelesaikan suatu misi atau tujuan. 43 44 45 46 47 Unfavorable Sesekali saya melanggar aturan di sekolah. Saya sulit mematuhi aturan ketika mengikuti suatu organisasi. Saya mendapatkan apa yang saya inginkan meskipun harus melanggar aturan yang berlaku. Favorable Saya yakin dengan kemampuan saya sendiri. Saya dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Saya berusaha menyelesaikan tugas tanpa bantuan teman/orang lain. Unfavorable Saya ragu akan kemampuan saya sendiri. Saya merasa sulit untuk menyelesaikan tugas yang 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 0 0 1 1 1 0,67 Digugurka n 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 48 Mampu mengambil keputusan dan mempertanggungj awabkan artinya berani menentukan pilihan, mengambil sikap dalam menyelesaikan permasalahan serta mempertanggungja wabkan pilihan tersebut. 49 50 51 52 53 54 diberikan. Butuh waktu lama bagi saya untuk menyelesaikan tugas dengan baik. Favorable saya dapat mempertanggungjawabkan apa yang saya pilih. Saya dapat menentukan pilihan tanpa menimbulkan masalah. Saya memiliki cara sendiri untuk mengatasi permasalahan yang saya hadapi. Unfavorable Saya membutuhkan teman/orang lain dalam membuat keputusan yang sulit. Saya sulit mengambil keputusan dengan baik. Saya tidak percaya diri dengan keputusan yang saya buat. 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai 1 1 1 1 1 1 1 Dipakai IVI-S = (Jumlah IVI-I)/(Jumlah item) = 52,82 / 54 = 0,978

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Lampiran B. Skala Uji Coba Skala Uji Coba

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini saya menyatakan kesediaan saya untuk mengisi skala ini tanpa adanya paksaan ataupun tekanan dari pihak manapun. Saya bersedia mengisi skala ini dengan sukarela, demi membantu terlaksananya penelitian ilmiah ini. Semua jawaban yang saya berikan dalam skala ini, benar-benar mewakili apa yang saya alami dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga memberikan izin agar jawaban saya dapat digunakan sebagai data untuk penelitian ilmiah ini. Yogyakarta, .................................. 2018 Menyetujui, .................................... (Nama Terang)

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 UJI COBA SKALA PENELITIAN PERILAKU MEMBELI Dosen Pembimbing : Dr. Titik Kristiyani., M.Psi.,Psi Disusun oleh : Ni Putu Laksmi Dewi 149114043 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 PENGANTAR Saya yang beridentitas di bawah ini : Nama : Ni Putu Laksmi Dewi NIM : 149114043 Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir sebagai mahasiswa, maka peneliti mohon kesediaan saudara/i membantu serta berpartisipasi untuk memberikan tanggapan pada pernyataan-pernyataan yang telah peneliti susun dalam skala penelitian ini. Saat merespon pernyataan-pernyataan tersebut, saudara/i diharapkan dapat mengisi dengan jawaban yang sesuai dengan keadaan dan kondisi saudara/i dalam kehidupan sehari-hari. Pada skala ini tidak ada penilaian benar atau salah, oleh karena itu saya mengharapkan saudara/i untuk mengisi skala dengan jujur dan spontan. Data yang diberikan saudara/i sangat terjaga kerahasiannya. Pada saat mengisi skala ini, mohon untuk selalu memperhatikan petunjuk pengerjaan dan instruksi yang diberikan. Hasil dari pengisian skala ini akan digunakan untuk kepentingan akademik. Peneliti mengucapkan terima kasih atas waktu dan kesediaan saudara/i untuk berpartisipasi dalan penelitian ini. Hormat saya, Ni Putu Laksmi Dewi

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 IDENTITAS RESPONDEN Nama/ Inisial : Jenis Kelamin : Usia : Pekerjaan : Pendapatan/uang saku perbulan : a. < Rp.1.000.000 b. Rp. 1.000.000 – Rp 3.000.000 c. Rp. 3.000.000 – Rp. 5.000.000 d. > Rp. 5.000.000

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 PETUNJUK PENGERJAAN 1. Skala penelitian ini terdiri dari 2 jenis skala yang berbeda, yaitu skala A dan skala B. 2. Bacalah setiap pernyataan dengan seksama. 3. Tentukan pilihan jawaban yang menggambarkan diri anda yang sebenarnya dengan memberikan tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang meliputi : SS (Sangat Setuju ) : Apabila Anda merasa “Sangat Sesuai” dengan diri Anda. S (Setuju) : Apabila Anda merasa “Sesuai” dengan diri Anda. TS (Tidak Setuju) : Apabila Anda merasa “Tidak Sesuai” dengan diri Anda. STS (Sangat Tidak Setuju) : Apabila Anda merasa “Sangat Tidak Sesuai” dengan diri Anda. 4. Pada setiap pernyataan hanya dapat memilih satu jawaban. Tidak ada jawaban yang salah, semua jawaban adalah benar. Hasil dari skala ini tidak akan mempengaruhi apapun yang terkait dengan diri Anda. Kerahasiaan data dijamin dan hanya dapat diakses oleh peneliti untuk kepentingan akademik. 5. Contoh pengisian Pernyataan SS S Saya suka membaca novel romantis TS STS X Jika Anda merasa jawaban Anda kurang mencerminkan diri Anda dan ingin mengganti jawabannya, maka Anda dapat mengganti pilihan jawaban Anda dengan cara memberikan tanda garis dua pada jawaban sebelumnya (=) kemudian memberikan tanda silang (X) pada jawaban yang sesuai. Pernyataan SS Saya suka membaca novel romantis S X SELAMAT MENGERJAKAN! TS STS X

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 SKALA A No Pernyataan SS 1 Saya terbiasa membeli produk secara spontan. 2 Saya membeli produk sesuai dengan keinginan bukan karena kebutuhan. 3 Saya membeli produk sesuai dengan apa yang saya rencanakan. 4 Saya mampu menolak ketika ditawarkan suatu produk karena saya belum membutuhkannya. 5 Saya membandingkan beberapa produk untuk saya pilih sesuai dengan keinginan saya. 6 Saya sangat bersemangat ketika membeli produk yang saya sukai dengan harga promo atau diskon. 7 Saya melakukan pembelian produk tanpa mempertimbangkan sebelumnya. 8 Saya merasa senang dan puas terhadap produk yang saya beli. 9 Saya tidak memikirkan resiko produk yang saya beli. 10 Saya sangat menantikan diskon untuk membeli produk yang saya inginkan. 11 Saya suka membeli produk dengan harga murah bagaimanapun kualitasnya. 12 Sebelum membeli suatu produk, saya S TS STS

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 merencanakannya terlebih dahulu. 13 Saya tidak tergesa-gesa ketika membeli suatu produk. 14 Saya langsung membeli produk yang saya sukai tanpa berkeliling untuk melihat produk lain. 15 Saya tidak merasa bersalah karena telah menghabiskan banyak uang untuk membeli produk yang tidak saya butuhkan. 16 Saya mudah jatuh cinta dengan produk yang pertama kali saya lihat. 17 Saya tidak terbiasa membuat catatan produk yang akan saya beli. 18 Saya akan memikirkan resiko ketika membeli produk yang saya beli. 19 Saya ingin membeli produk terbaru meskipun saya sudah memiliki produk yang sama. 20 Saya segera membeli produk yang menarik perhatian saya. 21 Saya mudah bosan dengan produk yang saya beli. 22 Saya tidak mudah terpengaruh terhadap pemasaran suatu produk. 23 Saya senang membeli produk yang berjenis sama namun berbeda merek. 24 Ketika membeli produk, saya pastikan untuk mengecek produk secara detail. 25 Saya merasa menyesal setelah membeli

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 produk sesuai dengan keinginan saya. 26 Saya membeli produk tanpa melihat kondisi keuangan saya. 27 Saya berpikir panjang terlebih dahulu sebelum saya membeli produk. 28 Saya tidak menyesal membeli produk sesuai dengan keinginan saya meskipun tidak dibutuhkan. 29 Saya mampu menahan godaan untuk tidak membeli produk dengan segera. 30 Sebelum membeli produk, saya melihat diberbagai toko terlebih dahulu untuk membandingkan produk yang akan saya beli. 31 Saya mampu menahan hasrat untuk membeli produk yang saya inginkan. 32 Saya merasa sangat bahagia membeli produk dengan edisi terbatas. 33 Sebelum membeli produk, saya akan mempertimbangkannya terlebih dahulu. 34 Saya memikirkan manfaat terlebih dahulu ketika ingin membeli produk yang menarik perhatian saya. 35 Saya merasa biasa saja ketika membeli produk terbaru yang dipajang di toko. 36 Harga yang murah tidak mempengaruhi keinginan saya untuk tidak membeli suatu produk. 37 Saya hati-hati ketika membeli suatu produk.

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 38 Saya merasa kecewa ketika produk yang saya beli tidak bermanfaat bagi saya. 39 Saya tidak kecewa dengan produk yang telah saya beli sesuai dengan keinginan saya. 40 Saya tidak menentukan kapan saya akan membeli suatu produk. 41 Saya suka membeli produk yang memiliki pemasaran unik. 42 Saya kurang memperhatikan kondisi produk yang saya beli. 43 Saya sangat bersemangat untuk membeli produk yang saya sukai meskipun harus meminjam uang teman. 44 Ketika ada diskon, saya mampu menahan keinginan untuk tidak membeli produk. 45 Saya membeli produk dalam jumlah yang lebih banyak dari apa yang saya rencanakan sebelumnya. 46 Saya tidak tertarik untuk mengantri demi mendapatkan diskon yang diburu banyak orang. 47 Saya puas dengan satu produk yang saya beli. 48 Saya enggan membandingkan produk A dengan produk B sebelum saya membeli. 49 Saya membandingkan produk yang akan saya beli dengan produk lain. 50 Saya membeli produk dengan jumlah yang

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 sesuai dengan kebutuhan. 51 Saya merasa bersalah setelah membeli produk tanpa perencanaan. 52 Saya tidak menghiraukan tawaran promo yang menarik dari suatu produk. 53 Saya akan segera membeli produk yang memberikan potongan harga. 54 Saya mampu menahan keinginan untuk tidak membeli produk yang saya inginkan tetapi tidak saya butuhkan. 55 Saya merasa sangat antusias ketika membeli produk terbaru yang dipajang di toko. 56 Saya enggan memasuki berbagai toko untuk menanyakan produk yang sama. 57 Saya harus memiliki produk yang saya inginkan dengan segera. 58 Saya segera membeli produk yang saya sukai tanpa meminta pendapat orang lain. 59 Saya mampu menahan keinginan untuk tidak membeli produk yang saya sukai meskipun ada promo menarik. 60 Sebelum membeli produk, saya melihat kondisi keuangan saya dan manfaat produk tersebut. Silahkan periksa kembali jawaban Anda, jangan sampai ada yang terlewati !

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 SKALA B No Pernyataan SS 1 Teman-teman cenderung mengikuti ide saya. 2 Saya bersyukur dengan penampilan saya. 3 Saya mampu menenangkan diri ketika saya marah. 4 Saya merasa malu pada diri saya sendiri. 5 Teman-teman lebih menyukai orang lain daripada saya. 6 Saya yakin dengan kemampuan saya sendiri. 7 Teman-teman mengajak saya bergabung ke dalam suatu kelompok/organisasi. 8 Orang-orang acuh tak acuh terhadap pendapat saya. 9 Saya diundang dalam berbagai macam kegiatan acara. 10 Saya dapat menerima kekurangan yang saya miliki. 11 Menurut orang lain, saya bukan orang yang menyenangkan untuk diajak curhat. 12 Saya sulit mengambil keputusan dengan baik. 13 Sedikit orang yang berkomentar tentang penampilan saya. 14 Saya membutuhkan teman/orang lain dalam membuat keputusan yang sulit. S TS STS

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 15 Orangtua saya cenderung mempertimbangkan pendapat saya. 16 Saya dapat menyelesaikan tugas dengan baik. 17 Saya merasa orang lain kurang memperhatikan saya. 18 Saya berusaha menyelesaikan tugas tanpa bantuan teman/orang lain. 19 Saya mudah mengucapkan kata kasar ketika sedang emosi. 20 Saya memberikan saran pada teman yang membutuhkan bantuan dan mereka menerima secara positif. 21 Saya dapat menentukan pilihan tanpa menimbulkan masalah. 22 Saya berbohong ketika dalam situasi yang terdesak. 23 Saya memiliki cara sendiri untuk mengatasi permasalahan yang saya hadapi. 24 Saya harus mendapatkan apa yang saya inginkan meskipun melanggar aturan yang berlaku. 25 Kebanyakan orang menghargai pendapat yang saya berikan. 26 Saya merasa dikucilkan oleh teman-teman saya. 27 Saya mampu menahan marah ketika ada sesuatu yang membuat saya kesal. 28 Sesekali saya melanggar aturan di sekolah.

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 29 Saya dapat mempertanggungjawabkan apa yang saya pilih. 30 Saya mudah kesal terhadap berbagai hal. 31 Saya mampu menerima pujian atau kritikan dengan rendah hati. 32 Orang-orang tidak tertarik memilih saya untuk menjadi pemimpin di suatu kelompok/acara. 33 Saya taat beribadah. 34 Saya ragu akan kemampuan saya sendiri. 35 Saya mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. 36 Orang-orang senang memuji saya. 37 Butuh waktu lama bagi saya untuk menyelesaikan tugas dengan baik. 38 Banyak orang yang ingin berteman dengan saya. 39 Saya merasa gagal dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. 40 Saya meminta maaf ketika saya salah. 41 Ketika saya berpendapat, teman-teman saya cenderung menanggapi secara negatif. 42 Saya mudah disukai orang lain. 43 Terkadang saya ingin menjadi orang lain. 44 Ide saya sulit diterima dalam suatu kelompok. 45 Orang-orang disekitar saya menghormati saya. 46 Saya mudah marah ketika saya dimarahi.

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 47 Saya tidak percaya diri dengan keputusan yang saya buat. 48 Menurut teman-teman, saya adalah orang yang dapat diandalkan. 49 Saya menyesal terhadap kehidupan saya. 50 Saya mentaati aturan yang berlaku di masyarakat. 51 Banyak orang yang meragukan kemampuan saya 52 Teman-teman saya peduli ketika saya sakit. 53 Saya tidak yakin jika teman-teman menyetujui pendapat saya. 54 Sedikit teman yang segan terhadap saya. Silahkan periksa kembali jawaban Anda Jangan sampai ada yang terlewati Terima Kasih 

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Lampiran C. Reliabilitas Skala Kecenderungan Impulsive Buying dan Seleksi Item Case Processing Summary N Valid Cases a Excluded Total % 101 100.0 0 .0 101 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .896 60 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Alpha if Item Correlation Deleted Item1 129.01 217.750 .444 .893 Item2 129.06 216.896 .494 .893 Item3 129.46 218.550 .569 .892 Item4 129.67 223.622 .166 .896 Item5 129.53 224.211 .137 .897 Item6 127.91 225.262 .091 .897 Item7 129.48 214.672 .593 .891 Item8 129.40 225.942 .119 .896 Item9 129.41 214.964 .606 .891 Item10 128.24 227.203 -.015 .899 Item11 129.22 220.432 .292 .895 Item12 129.47 216.611 .620 .892 Item13 129.41 217.644 .520 .892 Item14 129.27 216.618 .484 .893 Item15 128.22 236.432 -.362 .904 Item16 129.01 220.250 .322 .895 Item17 128.86 219.021 .327 .895

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Item18 129.48 219.452 .512 .893 Item19 129.34 217.786 .468 .893 Item20 129.28 218.102 .457 .893 Item21 129.27 219.278 .425 .893 Item22 129.18 217.508 .424 .893 Item23 129.22 223.732 .177 .896 Item24 129.54 217.830 .451 .893 Item25 129.38 225.577 .075 .897 Item26 129.55 213.430 .594 .891 Item27 129.48 214.152 .619 .891 Item28 128.76 236.063 -.412 .903 Item29 129.48 215.952 .554 .892 Item30 129.38 218.857 .412 .894 Item31 129.47 217.091 .541 .892 Item32 128.60 221.902 .213 .896 Item33 129.58 214.005 .706 .890 Item34 129.58 219.765 .493 .893 Item35 128.97 219.489 .372 .894 Item36 129.00 228.400 -.065 .899 Item37 129.58 217.085 .585 .892 Item38 128.30 229.891 -.149 .899 Item39 129.23 220.758 .305 .895 Item40 128.68 223.199 .161 .897 Item41 128.89 223.878 .152 .896 Item42 129.57 217.387 .474 .893 Item43 129.76 218.603 .432 .893 Item44 129.25 217.488 .500 .893 Item45 129.15 217.308 .484 .893 Item46 129.29 221.247 .258 .895 Item47 129.54 224.090 .229 .895 Item48 129.25 222.268 .241 .895 Item49 129.39 217.159 .532 .892 Item50 129.44 219.688 .455 .893 Item51 128.51 232.992 -.276 .901 Item52 128.88 222.246 .238 .895 Item53 129.02 218.240 .412 .893 Item54 129.39 215.119 .613 .891 Item55 129.04 219.078 .401 .894

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Item56 129.00 221.660 .273 .895 Item57 129.33 215.622 .620 .891 Item58 129.14 221.161 .330 .894 Item59 129.31 215.695 .636 .891 Item60 129.72 214.562 .654 .891

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Lampiran D. Reliabilitas Skala Harga Diri ( Self Esteem) dan Seleksi Item Case Processing Summary N Valid Cases a Excluded Total % 101 100.0 0 .0 101 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .905 54 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Alpha if Item Correlation Deleted Item1 150.59 178.464 .258 .904 Item2 150.04 177.118 .381 .903 Item3 150.25 178.068 .326 .903 Item4 150.36 175.572 .361 .903 Item5 150.56 174.128 .496 .902 Item6 150.20 173.820 .527 .901 Item7 150.33 173.982 .515 .901 Item8 150.49 178.632 .256 .904 Item9 150.66 174.786 .485 .902 Item10 150.14 174.941 .467 .902 Item11 150.36 175.872 .381 .903 Item12 150.62 173.537 .468 .902 Item13 151.08 182.974 -.037 .907 Item14 151.40 183.262 -.054 .908 Item15 150.27 176.698 .346 .903 Item16 150.23 176.258 .486 .902 Item17 150.48 173.532 .664 .900

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Item18 150.40 177.122 .318 .903 Item19 150.96 173.638 .345 .904 Item20 150.09 178.402 .319 .903 Item21 150.35 180.269 .154 .905 Item22 151.04 180.458 .094 .906 Item23 150.09 178.842 .260 .904 Item24 150.20 176.440 .302 .904 Item25 150.31 175.815 .514 .902 Item26 150.21 174.326 .486 .902 Item27 150.50 175.632 .360 .903 Item28 151.22 185.672 -.190 .909 Item29 150.13 176.273 .418 .902 Item30 150.74 172.953 .474 .902 Item31 150.25 176.088 .439 .902 Item32 150.73 172.698 .521 .901 Item33 150.36 177.392 .275 .904 Item34 150.43 170.247 .675 .899 Item35 150.36 178.312 .278 .904 Item36 150.60 177.002 .341 .903 Item37 150.95 174.588 .404 .903 Item38 150.43 173.567 .631 .901 Item39 150.38 174.757 .508 .902 Item40 149.83 178.941 .233 .904 Item41 150.30 174.411 .527 .901 Item42 150.44 176.228 .432 .902 Item43 150.96 176.398 .282 .904 Item44 150.53 173.651 .571 .901 Item45 150.36 176.852 .495 .902 Item46 150.70 177.511 .250 .904 Item47 150.56 174.108 .512 .901 Item48 150.48 172.832 .570 .901 Item49 149.93 176.625 .332 .903 Item50 150.23 178.378 .305 .904 Item51 150.55 173.750 .573 .901 Item52 150.33 175.442 .424 .902 Item53 150.66 178.466 .239 .904 Item54 150.66 176.986 .313 .904

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Lampiran E. Hasil Uji Reliabilitas Setelah Seleksi Item Skala Kecenderungan Impulsive Buying Case Processing Summary N % Cases Valid 73 100.0 a Excluded 0 .0 Total 73 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Seleksi item 0,25 Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .935 42 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Alpha if Item Correlation Deleted Item1 129.01 217.750 .444 .893 Item2 129.06 216.896 .494 .893 Item3 129.46 218.550 .569 .892 Item4 129.67 223.622 .166 .896 Item5 129.53 224.211 .137 .897 Item6 127.91 225.262 .091 .897 Item7 129.48 214.672 .593 .891 Item8 129.40 225.942 .119 .896 Item9 129.41 214.964 .606 .891 Item10 128.24 227.203 -.015 .899 Item11 129.22 220.432 .292 .895 Item12 129.47 216.611 .620 .892 Item13 129.41 217.644 .520 .892 Item14 129.27 216.618 .484 .893 Item15 128.22 236.432 -.362 .904

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Item16 129.01 220.250 .322 .895 Item17 128.86 219.021 .327 .895 Item18 129.48 219.452 .512 .893 Item19 129.34 217.786 .468 .893 Item20 129.28 218.102 .457 .893 Item21 129.27 219.278 .425 .893 Item22 129.18 217.508 .424 .893 Item23 129.22 223.732 .177 .896 Item24 129.54 217.830 .451 .893 Item25 129.38 225.577 .075 .897 Item26 129.55 213.430 .594 .891 Item27 129.48 214.152 .619 .891 Item28 128.76 236.063 -.412 .903 Item29 129.48 215.952 .554 .892 Item30 129.38 218.857 .412 .894 Item31 129.47 217.091 .541 .892 Item32 128.60 221.902 .213 .896 Item33 129.58 214.005 .706 .890 Item34 129.58 219.765 .493 .893 Item35 128.97 219.489 .372 .894 Item36 129.00 228.400 -.065 .899 Item37 129.58 217.085 .585 .892 Item38 128.30 229.891 -.149 .899 Item39 129.23 220.758 .305 .895 Item40 128.68 223.199 .161 .897 Item41 128.89 223.878 .152 .896 Item42 129.57 217.387 .474 .893 Item43 129.76 218.603 .432 .893 Item44 129.25 217.488 .500 .893 Item45 129.15 217.308 .484 .893 Item46 129.29 221.247 .258 .895 Item47 129.54 224.090 .229 .895 Item48 129.25 222.268 .241 .895 Item49 129.39 217.159 .532 .892 Item50 129.44 219.688 .455 .893 Item51 128.51 232.992 -.276 .901 Item52 128.88 222.246 .238 .895 Item53 129.02 218.240 .412 .893

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Item54 129.39 215.119 .613 .891 Item55 129.04 219.078 .401 .894 Item56 129.00 221.660 .273 .895 Item57 129.33 215.622 .620 .891 Item58 129.14 221.161 .330 .894 Item59 129.31 215.695 .636 .891 Item60 129.72 214.562 .654 .891

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Lampiran F. Hasil Uji Reliabilitas Setelah Seleksi Item Skala Harga Diri (Self Esteem) Case Processing Summary N % Valid 101 100.0 Excludeda 0 .0 Total 101 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Cases Seleksi Item 0,25 Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items .917 47 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Alpha if Item Correlation Deleted Item1 150.59 178.464 .258 .904 Item2 150.04 177.118 .381 .903 Item3 150.25 178.068 .326 .903 Item4 150.36 175.572 .361 .903 Item5 150.56 174.128 .496 .902 Item6 150.20 173.820 .527 .901 Item7 150.33 173.982 .515 .901 Item8 150.49 178.632 .256 .904 Item9 150.66 174.786 .485 .902 Item10 150.14 174.941 .467 .902 Item11 150.36 175.872 .381 .903 Item12 150.62 173.537 .468 .902

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Item13 151.08 182.974 -.037 .907 Item14 151.40 183.262 -.054 .908 Item15 150.27 176.698 .346 .903 Item16 150.23 176.258 .486 .902 Item17 150.48 173.532 .664 .900 Item18 150.40 177.122 .318 .903 Item19 150.96 173.638 .345 .904 Item20 150.09 178.402 .319 .903 Item21 150.35 180.269 .154 .905 Item22 151.04 180.458 .094 .906 Item23 150.09 178.842 .260 .904 Item24 150.20 176.440 .302 .904 Item25 150.31 175.815 .514 .902 Item26 150.21 174.326 .486 .902 Item27 150.50 175.632 .360 .903 Item28 151.22 185.672 -.190 .909 Item29 150.13 176.273 .418 .902 Item30 150.74 172.953 .474 .902 Item31 150.25 176.088 .439 .902 Item32 150.73 172.698 .521 .901 Item33 150.36 177.392 .275 .904 Item34 150.43 170.247 .675 .899 Item35 150.36 178.312 .278 .904 Item36 150.60 177.002 .341 .903 Item37 150.95 174.588 .404 .903 Item38 150.43 173.567 .631 .901 Item39 150.38 174.757 .508 .902 Item40 149.83 178.941 .233 .904 Item41 150.30 174.411 .527 .901 Item42 150.44 176.228 .432 .902 Item43 150.96 176.398 .282 .904 Item44 150.53 173.651 .571 .901 Item45 150.36 176.852 .495 .902 Item46 150.70 177.511 .250 .904 Item47 150.56 174.108 .512 .901 Item48 150.48 172.832 .570 .901 Item49 149.93 176.625 .332 .903 Item50 150.23 178.378 .305 .904

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Item51 150.55 173.750 .573 .901 Item52 150.33 175.442 .424 .902 Item53 150.66 178.466 .239 .904 Item54 150.66 176.986 .313 .904

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Lampiran G. Skala Penelitian SKALA PENELITIAN

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini saya menyatakan kesediaan saya untuk mengisi skala ini tanpa adanya paksaan ataupun tekanan dari pihak manapun. Saya bersedia mengisi skala ini dengan sukarela, demi membantu terlaksananya penelitian ilmiah ini. Semua jawaban yang saya berikan dalam skala ini, benar-benar mewakili apa yang saya alami dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga memberikan izin agar jawaban saya dapat digunakan sebagai data untuk penelitian ilmiah ini. ………....,..................... 2018 Menyetujui, ..................................... (Nama Terang)

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 SKALA PENELITIAN PERILAKU MEMBELI Dosen Pembimbing : Dr. Titik Kristiyani., M.Psi.,Psi Disusun oleh : Ni Putu Laksmi Dewi 149114043 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 PENGANTAR Saya yang beridentitas di bawah ini : Nama : Ni Putu Laksmi Dewi NIM : 149114043 Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir sebagai mahasiswa, maka peneliti mohon kesediaan saudara/i membantu serta berpartisipasi untuk memberikan tanggapan pada pernyataan-pernyataan yang telah peneliti susun dalam skala penelitian ini. Saat merespon pernyataan-pernyataan tersebut, saudara/i diharapkan dapat mengisi dengan jawaban yang sesuai dengan keadaan dan kondisi saudara/i dalam kehidupan sehari-hari. Pada skala ini tidak ada penilaian benar atau salah, oleh karena itu saya mengharapkan saudara/i untuk mengisi skala dengan jujur dan spontan. Data yang diberikan saudara/i sangat terjaga kerahasiannya. Pada saat mengisi skala ini, mohon untuk selalu memperhatikan petunjuk pengerjaan dan instruksi yang diberikan. Hasil dari pengisian skala ini akan digunakan untuk kepentingan akademik. Peneliti mengucapkan terima kasih atas waktu dan kesediaan saudara/i untuk berpartisipasi dalan penelitian ini. Hormat saya, Ni Putu Laksmi Dewi

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 IDENTITAS RESPONDEN Nama/ Inisial : Jenis Kelamin : Usia : Pendidikan : Uang saku perbulan : a. < Rp.1.000.000 b. Rp. 1.000.000 – Rp 3.000.000 c. Rp. 3.000.000 – Rp. 5.000.000 d. > Rp. 5.000.000

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 PETUNJUK PENGERJAAN 1. Skala penelitian ini terdiri dari 2 jenis skala yang berbeda, yaitu skala A dan skala B. 2. Bacalah setiap pernyataan dengan seksama. 3. Tentukan pilihan jawaban yang menggambarkan diri anda yang sebenarnya dengan memberikan tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang meliputi : SS (Sangat Setuju ) : Apabila Anda merasa “Sangat Sesuai” dengan diri Anda. S (Setuju) : Apabila Anda merasa “Sesuai” dengan diri Anda. TS (Tidak Setuju) : Apabila Anda merasa “Tidak Sesuai” dengan diri Anda. STS (Sangat Tidak Setuju) : Apabila Anda merasa “Sangat Tidak Sesuai” dengan diri Anda. 4. Pada setiap pernyataan hanya dapat memilih satu jawaban. Tidak ada jawaban yang salah, semua jawaban adalah benar. Hasil dari skala ini tidak akan mempengaruhi apapun yang terkait dengan diri Anda. Kerahasiaan data dijamin dan hanya dapat diakses oleh peneliti untuk kepentingan akademik. 5. Contoh pengisian Pernyataan SS S Saya suka membaca novel romantis TS STS X Jika Anda merasa jawaban Anda kurang mencerminkan diri Anda dan ingin mengganti jawabannya, maka Anda dapat mengganti pilihan jawaban Anda dengan cara memberikan tanda garis dua pada jawaban sebelumnya (=) kemudian memberikan tanda silang (X) pada jawaban yang sesuai. Pernyataan SS Saya suka membaca novel romantis S X SELAMAT MENGERJAKAN! TS STS X

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 SKALA A No Pernyataan SS 1 Saya melakukan pembelian produk tanpa mempertimbangkan sebelumnya. 2 Saya mampu menahan godaan untuk tidak membeli produk dengan segera. 3 Saya langsung membeli produk yang saya sukai tanpa berkeliling untuk melihat produk lain. 4 Sebelum membeli suatu produk, saya merencanakannya terlebih dahulu. 5 Saya tidak mudah terpengaruh terhadap pemasaran suatu produk. 6 Saya segera membeli produk yang menarik perhatian saya. 7 Sebelum membeli produk, saya melihat diberbagai toko terlebih dahulu untuk membandingkan produk yang akan saya beli. 8 Saya mudah bosan dengan produk yang saya beli. 9 Saya akan segera membeli produk yang memberikan potongan harga. 10 Saya membandingkan produk yang akan saya beli dengan produk lain. 11 Saya ingin membeli produk terbaru meskipun saya sudah memiliki produk yang sama. S TS STS

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 No Pernyataan SS 12 Saya membeli produk dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan. 13 Saya membeli produk tanpa melihat kondisi keuangan saya. 14 Saya tidak kecewa dengan produk yang telah saya beli sesuai dengan keinginan saya. 15 Saya membeli produk dalam jumlah yang lebih banyak dari apa yang saya rencanakan sebelumnya. 16 Saya merasa biasa saja ketika membeli produk terbaru yang dipajang di toko. 17 Saya harus memiliki produk yang saya inginkan dengan segera. 18 Ketika ada diskon, saya mampu menahan keinginan untuk tidak membeli produk. 19 Saya merasa sangat antusias ketika membeli produk terbaru yang dipajang di toko. 20 Saya mampu menahan keinginan untuk tidak membeli produk yang saya sukai meskipun ada promo menarik. 21 Saya tidak memikirkan resiko produk yang saya beli. 22 Saya tidak tergesa-gesa ketika membeli suatu produk. 23 Saya terbiasa membeli produk secara spontan. 24 Saya akan memikirkan resiko ketika S TS STS

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 membeli produk yang saya beli. 25 Sebelum membeli produk, saya akan mempertimbangkannya terlebih dahulu. 26 Saya tidak tertarik untuk mengantri demi mendapatkan diskon yang diburu banyak orang. 27 Saya hati-hati ketika membeli suatu produk. 28 Saya berpikir panjang terlebih dahulu sebelum saya membeli produk. Silahkan periksa kembali jawaban Anda, jangan sampai ada yang terlewati ! SKALA B No Pernyataan SS 1 Teman-teman mengajak saya bergabung ke dalam suatu kelompok/organisasi. 2 Saya ragu akan kemampuan saya sendiri. 3 Saya dapat menerima kekurangan yang saya miliki. 4 Saya merasa orang lain kurang memperhatikan saya. 5 Saya memberikan saran pada teman yang membutuhkan bantuan dan mereka menerima secara positif. 6 Saya mudah kesal terhadap berbagai hal. 7 Saya merasa dikucilkan oleh teman-teman saya. 8 Saya dapat mempertanggungjawabkan apa yang saya pilih. S TS STS

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 No Pernyataan SS 9 Saya merasa gagal dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. 10 Kebanyakan orang menghargai pendapat yang saya berikan. 11 Saya tidak percaya diri dengan keputusan yang saya buat. 12 Saya taat beribadah. 13 Saya harus mendapatkan apa yang saya inginkan meskipun melanggar aturan yang berlaku. 14 Orang-orang disekitar saya menghormati saya. 15 Banyak orang yang meragukan kemampuan saya 16 Saya merasa malu pada diri saya sendiri. 17 Saya mudah mengucapkan kata kasar ketika sedang emosi. 18 Saya sulit mengambil keputusan dengan baik. 19 Saya mampu menahan marah ketika ada sesuatu yang membuat saya kesal. 20 Orang-orang tidak tertarik memilih saya untuk menjadi pemimpin di suatu kelompok/acara. 21 Saya mampu menerima pujian atau kritikan dengan rendah hati. 22 Banyak orang yang ingin berteman dengan saya. S TS STS

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 No Pernyataan SS 23 Saya dapat menyelesaikan tugas dengan baik. 24 Menurut teman-teman, saya adalah orang yang dapat diandalkan. 25 Ketika saya berpendapat, teman-teman saya cenderung menanggapi secara negatif. 26 Ide saya sulit diterima dalam suatu kelompok. 27 Saya mentaati aturan yang berlaku di masyarakat. Silahkan periksa kembali jawaban Anda Jangan sampai ada yang terlewati Terima Kasih  S TS STS

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Lampiran H. Mean Teoritis dan Mean Empiris Variabel Kecenderungan Impulsive Buying One-Sample Statistics Std. Error N Impulsive Buying Mean 150 Std. Deviation 56.42 Mean 8.789 .718 One-Sample Test Test Value = 70 95% Confidence Interval of the Difference Sig. (2t df tailed) Impulsive 78.625 149 Mean Difference .000 Lower 56.420 Upper 55.00 57.84 Buying Variabel Harga Diri (Self Esteem) One-Sample Statistics Std. Error N Mean 150 Self esteem Std. Deviation 77.86 Mean 8.624 .704 One-Sample Test Test Value = 67,5 95% Confidence Interval of the Difference Sig. (2T Self esteem df 110.57 149 1 tailed) .000 Mean Difference 77.860 Lower 76.47 Upper 79.25

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 Lampiran I. Reliabilitas Skala Penelitian Kecenderungan Impulsive Buying dan Harga Diri (Self Esteem) SKALA KECENDERUNGAN IMPULSIVE BUYING Case Processing Summary N Valid Cases a Excluded Total % 150 100.0 0 .0 150 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .871 28 SKALA HARGA DIRI (SELF ESTEEM) Case Processing Summary N Valid Cases a Excluded Total % 150 100.0 0 .0 150 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .888 27

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 Lampiran J. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Impulsive Self Buying esteem 150 150 Mean 56.42 77.86 Std. Deviation 8.789 8.624 Absolute .055 .071 Positive .055 .045 Negative -.039 -.071 Test Statistic .055 .071 Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d .060c N Normal Parametersa,b Most Extreme Differences a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. d. This is a lower bound of the true significance.

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 Lampiran K. Hasil Uji Linearitas ANOVA Table Sum of df Squares Mean F Sig. 13.433 .000 444.137 .000 1.469 .066 Squar e Impulsive Between buying * Groups (Combined) 9392.075 37 253.8 40 Self Linearity esteem 8392.863 1 8392. 863 Deviation 999.213 36 from 27.75 6 Linearity Within Groups Total 2116.465 11 18.89 2 7 11508.54 14 0 9

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Lampiran L. Hasil Uji Hipotesis Correlations Impulsive Self esteem Buying Impulsive Pearson Buying Correlation 1 Sig. (1-tailed) N Self esteem Pearson -.854** .000 150 150 -.854** 1 Correlation Sig. (1-tailed) .000 N 150 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). 150

(164)

Dokumen baru

Download (163 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara stres akademik dan kecenderungan impulsive buying pada mahasiswa.
0
0
127
Hubungan kepribadian neurotik dan impulsive buying pada remaja di Tarakan.
8
27
140
Peran konformitas dalam hubungan antara harga diri dan impulsive buying pada remaja putri.
6
12
150
Hubungan antara stres akademik dan kecenderungan impulsive buying pada mahasiswa
1
4
125
Peran konformitas dalam hubungan antara harga diri dan impulsive buying pada remaja putri
0
23
148
Hubungan antara harga diri dengan
0
0
1
BABI PENDAHULUAN - Hubungan antara self-esteem dengan kecenderungan bunuh diri pada remaja - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
9
Hubungan antara self-esteem dengan kecenderungan bunuh diri pada remaja - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
25
Hubungan antara citra tubuh dengan harga diri pada remaja putri - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
38
Hubungan antara body image dengan harga diri yang dimiliki oleh remaja putri SMU Negeri 1 Jatinom Klaten - USD Repository
0
0
95
Studi deskriptif kecenderungan perilaku asertif pada remaja akhir di Yogyakarta - USD Repository
0
0
73
Hubungan antara pola asuh demokratis dengan harga diri pada remaja - USD Repository
1
2
99
Hubungan antara dukungan sosial yang dipersepsikan dan harga diri remaja - USD Repository
0
0
84
Hubungan antara harga diri dan prestasi akademik pada remaja akhir - USD Repository
0
0
91
Hubungan antara efektivitas komunikasi interpersonal antara remaja dengan orangtua dan kecenderungan perilaku bullying pada remaja awal - USD Repository
0
0
153
Show more