Pengaruh kepemimpinan transformasional Kepala Sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah - USD Repository

Gratis

0
0
241
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH, KECERDASAN EMOSIONAL, DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP PROFESIONALISME GURU SMK NEGERI DI KECAMATAN TEWEH TENGAH SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Oleh : EKO SURIANTO NIM: 141324001 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini saya persembahkan sebagai ungkapan rasa terimakasih saya kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang senantiasa menyertai setiap langkah penulis dalam mengerjakan skripsi. 2. Kedua orang tua saya, Bapak Robertus Dwi Suraji dan Ibu Karyati atas doa, dukungan, semangat, kesabaran dan segalanya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini. 3. Adik saya Tarsisius Joko Marwanto 4. Nenek saya Rensiah, Nenek Marto, Kakek saya Bansai Ajujung, dan Kakek Marto yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan. 5. Teman-teman penyemangatku selalu memberikan dukungan, bantuan dan doa. 6. Dosen pembimbing yang selalu membimbing dengan sabar, memberikan doa dan dukungan. 7. Almamater tercinta Universitas Sanata Dharma. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya sebab Ia yang memelihara kamu (1 Petrus 5:7) v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya penulisan karya ilmiah. Yogyakarta, 30 Januari 2019 Penulis Eko Surianto vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Eko Surianto Nomor Mahasiswa : 141324001 Dengan pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH, KECERDASAN EMOSIONAL, DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP PROFESIONALISME GURU SMK NEGERI DI KECAMATAN TEWEH TENGAH beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian Pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta pada tanggal : 30 Januari 2019 yang menyatakan Eko Surianto vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH, KECERDASAN EMOSIONAL, DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP PROFESIONALISME GURU SMK NEGERI DI KECAMATAN TEWEH TENGAH Eko Surianto Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori yang dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 guru. Sampel diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual secara bersamasama berpengaruh terhadap profesionalisme guru. Kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan kecerdasan spiritual berpengaruh terhadap profesionalisme guru, sedangkan kecerdasan emosional tidak berpengaruh terhadap profesionalisme guru. Kata kunci: kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan profesionalisme guru. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE EFFECT OF TRANSFORMATIONAL SCHOOL PRINCIPAL LEADERSHIP, EMOTIONAL INTELLIGENCE, AND SPIRITUAL INTELLIGENCE ON TEACHER PROFESSIONALISM OF STATE VOCATIONAL SCHOOLS’ TEACHERS IN CENTRAL TEWEH DISTRICT Eko Surianto Sanata Dharma University 2019 This study aims to examine and analyze the effect of transformational school principal leadership, emotional intelligence, and spiritual intelligence on teacher professionalism of State Vocational High School teachers in Central Teweh District. This research is an explanatory study conducted in August-September 2018. The research population is teachers of State Vocational High Schools in Central Teweh District. The research sample covered ninety teachers. The research sample technique is saturated sampling technique. The data collection method is a questionnaire. The data analysis technique is multiple linear regression analysis. The results of data analysis showed that the transformational school principal leadership, emotional intelligence, and spiritual intelligence could be as predictors of teacher professionalism. Transformational school principal leadership and spiritual intelligence had effect on teachers professionalism; while emotional intelligence had no effect on teacher professionalism. Keywords: transformational school principal leadership, emotional intelligence, spiritual intelligence, and teacher professionalism. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat, karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis sehingga skripsi yang berjudul “Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional, dan Kecerdasan Spiritual terhadap Profesionalisme Guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah” dapat penulis selesaikan dengan baik. Penulisan skripsi ini disusun dalam rangka untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas segala bantuan dan dukungan yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, kepada yang terhormat: 1. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S. Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Bapak Ig. Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Sosial Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Ibu Dra. C. Wigati Retno Astuti, M.Si., M.Ed. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Ekonomi. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Ibu Kurnia Martikasari, S.Pd., M.Sc. selaku dosen pembimbing yang selalu mendukung dan telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan sampai skripsi ini selesai. 5. Seluruh Bapak dan Ibu dosen yang sudah memberikan ilmu dan pengetahuan selama mengikuti perkuliahan kurang lebih empat tahun. 6. Bapak Sunu selaku tenaga administrasi Prodi Pendidikan Ekonomi yang selalu membantu dan memberikan informasi akademik selama proses perkuliahan di Universitas Sanata Dharma. 7. Bapak Asliadi, S.Pd. selaku Kepala Sekolah yang telah mengizinkan penulis melakukan penelitian di SMK Negeri 1 Muara Teweh. 8. Bapak Abdul Wahid, S.Pd. selaku Kepala Sekolah yang telah mengizinkan penulis melakukan penelitian di SMK Negeri 2 Muara Teweh. 9. Guru-guru SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 Muara Teweh yang telah bersedia mengisi dan mengembalikan kuesioner saya. 10. Kedua orang tua saya, Bapak Robertus Dwi Suraji dan Ibu Karyati atas segala doa, semangat, kepercayaan, kasih sayang dan dukungan finansial yang diberikan kepada penulis. 11. Adik saya Tarsisius Joko Marwanto atas segala doa, dukungan dan kasih sayang yang diberikan kepada penulis. 12. Nenek saya Rensiah, Nenek Marto, Kakek saya Bansai Ajujung, dan Kakek Marto yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan. 13. Penyemangat saya Anastasia Dina Anindya, Bonifasius Krisna Nendra , Yuliana Ayu Wulangingsih, Setyawan Surya Kusuma, Vincentia Retno xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kusumaningrum, Lis Setiawati dan Nadia Natalia. Atas bantuan, doa, dukungan dan motivasi yang diberikan kepada penulis. 14. Teman-teman Pendidikan Ekonomi angkatan 2014 yang telah berdinamika dan berproses bersama selama perkuliahan ini. 15. Semua pihak yang turut membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna.Oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari pembaca. Penulis berharap semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat dan dapat digunakan sebaikbaiknya. Yogyakarta, 30 Januari 2019 Eko Surianto xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING .................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................ iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................ v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ........................................... vii ABSTRAK ......................................................................................................... viii ABSTRACT ......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ....................................................................................... x DAFTAR ISI ...................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xvii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xxi DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xxii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1 A. Latar Belakang ............................................................................................. 1 B. Batasan Masalah........................................................................................... 6 C. Rumusan Masalah ........................................................................................ 7 D. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 7 E. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 8 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI F. Definisi Operasional Variabel ...................................................................... 9 BAB II KAJIAN TEORETIK ............................................................................ 12 A. Profesionalisme Guru ................................................................................... 12 1. Pengertian Profesionalisme Guru........................................................... 12 2. Kompentensi Guru ................................................................................. 13 3. Indikator Profesinalitas Guru ................................................................. 15 4. Faktor yang Mempengaruhi Profesionalisme Guru ............................... 15 B. Kepemimpinan Kepala Sekolah ................................................................... 18 1. Bentuk/Gaya Kepemimpinan ................................................................. 19 2. Pengertian Kepemimpinan Transformasional ........................................ 21 3. Karakteristik Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah .......... 22 4. Prinsip-Prinsip Kepemimpinan Transformasional Kepala sekolah ....... 24 5. Faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah ................................................................................................... 26 C. Kecerdasan Emosional ................................................................................. 27 1. Pengertian Kecerdasan Emosional ......................................................... 27 2. Ciri-Ciri Kecerdasan Emosional ............................................................ 28 3. Faktor-Faktor Kecerdasan Emosional .................................................... 28 4. Komponen-komponen Kecerdasan Emosional ...................................... 31 D. Kecerdasan Spiritual .................................................................................... 32 1. Pengertian Kecerdasan Spiritual ............................................................ 32 2. Fungsi Kecerdasan Emosional ............................................................... 33 3. Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Spiritual ................................. 34 E. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional, dan Kecerdasan Spiritual terhadap Profesionalisme Guru ......... 36 F. Penelitian yang Relevan ............................................................................... 37 G. Kerangka Berpikir ........................................................................................ 39 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN..................................................................... 45 A. Jenis Penelitian ............................................................................................. 45 B. Tempat dan Waktu Penelitian ...................................................................... 45 C. Subjek dan Objek Penelitian ........................................................................ 46 D. Populasi, Sampel dan Teknik Penarikan Sampel ......................................... 46 E. Operasionalisasi Variabel............................................................................. 47 F. Data yang diperlukan ................................................................................... 54 G. Teknik Pengumpulan Data ........................................................................... 54 H. Teknik Pengujian Instrumen Penelitian ....................................................... 56 1. Uji Validitas ........................................................................................... 56 2. Uji Reliabilitas ....................................................................................... 68 I. Teknik Analisis Data .................................................................................... 71 1. Analisis Statistik Deskriptif ................................................................... 71 2. Uji Prasyarat Regresi.............................................................................. 86 3. Analisis Regresi ..................................................................................... 88 BAB IV GAMBARAN UMUM ........................................................................ 93 A. SMK Negeri 1 Muara Teweh ....................................................................... 93 1. Profil SMK Negeri 1 Muara Teweh ....................................................... 93 2. Visi dan Misi SMK Negeri 1 Muara Teweh .......................................... 94 3. Kebijakan Mutu Sekolah ........................................................................ 95 4. Program Keahlian SMK ......................................................................... 95 5. Peserta Didik SMK Negeri 1 Muara Teweh .......................................... 96 6. Kondisi Fisik dan Lingkungan Sekolah ................................................. 98 B. SMK Negeri 2 Muara Teweh ....................................................................... 101 1. Profil SMK Negeri 2 Muara Teweh ....................................................... 101 2. Visi dan Misi SMK Negeri 2 Muara Teweh .......................................... 102 3. Tujuan Sekolah....................................................................................... 102 4. Program Keahlian SMK ......................................................................... 103 5. Tujuan Program Keahlian SMK ............................................................ 103 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Struktur Kurikulum ................................................................................ 105 7. Muatan Kurikulum ................................................................................. 106 8. Kenaikan Kelas dan Kelulusan .............................................................. 120 9. Kalender Akademik .............................................................................. 122 BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN ...................................................... 125 A. Deskripsi Data .............................................................................................. 125 1. Deskripsi Karekteristik Responden ........................................................ 125 a. Nama sekolah dan jumlah guru ........................................................ 126 b. Jenis kelamim ................................................................................... 126 c. Usia responden ................................................................................. 127 d. Tingkat pendidikan responden ......................................................... 127 e. Masa kerja ........................................................................................ 128 2. Deskripsi Variabel .................................................................................. 129 B. Analisis Data ................................................................................................ 134 1. Uji Prasyarat Analisis ............................................................................. 135 2. Uji Asumsi Klasik .................................................................................. 138 3. Pengujian Hipotesis dan Analisis Variabel ............................................ 141 C. Pembahasan .................................................................................................. 145 1. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah terhadap Profesionalisme Guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah ....... 146 2. Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Profesionalisme Guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah ..................................................... 147 3. Pengaruh Kecerdasan Spiritual terhadap Profesionalisme Guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah ..................................................... 148 4. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual terhadap Profesionalisme Guru SMK Negeri di Kecamatam Teweh Tengah .................................................................... 149 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN......................... 151 A. Kesimpulan .................................................................................................. 151 B. Saran ............................................................................................................. 151 C. Keterbatasan ................................................................................................. 153 Daftar Pustaka .................................................................................................... 155 Lampiran – Lampiran ......................................................................................... 158 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Kisi-Kisi Instrumen Variabel Profesionalisme Guru .......................... 48 Tabel 3.2 Kisi-Kisi Instrumen Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah ............................................................................................... 50 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Kecerdasan Emosional ....................................... 52 Tabel 3.4 Kisi-Kisi Instrumen Kecerdasan Spiritual .......................................... 53 Tabel 3.5 Skor Pernyataan Variabel Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual dan Profesionalisme Guru ........................................................................ 56 Tabel 3.6 Hasil Uji Validitas Instrumen Profesionalisme Guru ........................ 58 Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas Kedua Instrumen Profesionalisme Guru .............. 59 Tabel 3.8 Hasil Uji Validitas Instrumen Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah ............................................................................................... 60 Tabel 3.9 Hasil Uji Validitas Kedua Instrumen Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah ................................................................................... 62 Tabel 3.10 Hasil Uji Validitas Ketiga Instrumen Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah ................................................................................... 63 Tabel 3.11 Hasil Uji Validitas Instrumen Kecerdasan Emosional ...................... 64 Tabel 3.12 Hasil Uji Validitas Instrumen Kecerdasan Spiritual ......................... 65 Tabel 3.13 Hasil Uji Validitas Kedua Instrumen Kecerdasan Spiritual ............. 66 Tabel 3.14 Hasil Uji Validitas Ketiga Instrumen Kecerdasan Spiritual ............. 67 Tabel 3.15 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Profesionalisme Guru .................... 69 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.16 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah ................................................................................. 69 Tabel 3.17 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Kecerdasan Emosional .................. 70 Tabel 3.18 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Kecerdasan Spiritual ..................... 70 Tabel 3.19 Interval Skor variabel Variabel Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah ................................................................................. 73 Tabel 3.20 Interval Skor Variabel Kecerdasan Emosional ................................. 75 Tabel 3.21 Interval Skor Variabel Kecerdasan Spiritual .................................... 79 Tabel 3.21 Interval Skor Variabel Profesionalisme Guru ................................... 83 Tabel 4.1 Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Jenis Kelamin ............................. 96 Tabel 4.2 Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Usia ............................................ 96 Tabel 4.3 Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Agama ........................................ 97 Tabel 4.4 Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Penghasilan Orang Tua/Wali ..... 98 Tabel 4.5 Keadaan Gedung Sekolah .................................................................. 100 Tabel 4.6 Substansi Pelajaran ............................................................................. 105 Tabel 4.7 Struktur Kurikulum Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan ........ 108 Tabel 4.8 Struktur Kurikulum Keahlian Geologi Pertambangan ....................... 109 Tabel 4.9 Ekstrakurikuler SMK Negeri 2 Muara Teweh ................................... 111 Tabel 4.10 Beban Belajar Peserta Didik ............................................................ 113 Tabel 4.11 Skala Penilaian ................................................................................. 117 Tabel 4.12 Poin/ Skala Kriteria ........................................................................... 117 Tabel 4.13 Mata Pelajaran Serumpun SMK Negeri 2 Muara Teweh ................ 119 Tabel 4.14 Alokasi Minggu Efektif .................................................................... 123 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 5.1 Nama Sekolah dan Jumlah Guru ........................................................ 126 Tabel 5.2 Jenis Kelamin ..................................................................................... 126 Tabel 5.3 Usia Responden .................................................................................. 127 Tabel 5.4 Tingkat Pendidikan Responden ......................................................... 128 Tabel 5.5 Masa Kerja ......................................................................................... 128 Tabel 5.6 Interval Skor Variabel Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah ............................................................................................... 130 Tabel 5.7 Interval Skor Variabel Kecerdasan Emosional ................................... 131 Tabel 5.8 Interval Skor Variabel Kecerdasan Spiritual ...................................... 132 Tabel 5.9 Interval Skor Variabel Profesionalisme Guru ..................................... 134 Tabel 5.10 Hasil Uji Normalitas ........................................................................ 135 Tabel 5.11 Hasil Uji Linearitas Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dengan Profesionalisme Guru .............................................. 136 Tabel 5.12 Hasil Uji Linearitas Kecerdasan Emosional dengan Profesionalisme Guru.................................................................................................. 137 Tabel 5.13 Hasil Uji Linearitas Kecerdasan Spiritual dengan Profesionalisme Guru.................................................................................................. 137 Tabel 5.14 Rangkuman Hasil Uji Linearitas ....................................................... 138 Tabel 5.15 Uji Multikolinearitas ......................................................................... 139 Tabel 5.16 Uji Heteroskedastisitas...................................................................... 140 Tabel 5.17 Hasil Analisi Regresi Linear Berganda ............................................. 141 Tabel 5.18 Hasil Uji F ......................................................................................... 144 Tabel 5.19 Hasil Uji Determinasi........................................................................ 145 xx

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Peta Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah .......................................................................... 5 Gambar 2.1 Kerangka Berpikir ........................................................................... 44 Gambar 4.1 Gambar SMK Negeri 1 Muara Teweh ............................................ 93 Gambar 4.2 Gambar SMK Negeri 2 Muara Teweh ............................................ 101 xxi

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Instrumen Penelitian ....................................................................... 158 Lampiran 2 Data Mentah Penelitian ................................................................... 171 Lampiran 3 Uji Validitas dan Reliabilitas ........................................................... 198 Lampiran 4 Uji Prasyarat Regresi ...................................................................... 209 Lampiran 5 Uji Asumsi Klasik .......................................................................... 211 Lampiran 6 Uji Regresi Berganda, Uji F dan Uji Koefisien Determinasi ......... 213 Lampiran 7 Surat Penelitian ................................................................................ 215 xxii

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen mendefinisikan profesional sebagai pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Tingkat profesionalitas seorang guru dapat diukur dengan kualifikasi pendidikan dan status sertifikasinya. Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Hamid Muhammad mengatakan bahwa sejak tahun 2007 hingga 2017 total guru yang sudah tersertifikasi mencapai 1.471.812 orang, sedangkan guru yang belum tersertifikasi sekitar 656.150 orang (Kompas.com). Dengan melihat data tersebut, guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik dan yang belum memiliki sertifikat pendidik, masih menjadi tantangan yang berat bagi sebuah negara bagaimana menciptakan sistem pendidikan yang bermutu bagi peserta didik melalui keprofesionalitas guru dalam mengajar di sekolah. Guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik belum tentu menjamin guru tersebut dapat mengajar secara profesional. Guru yang telah lolos sertifikasi ternyata tidak menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan. Sertifikasi bukan semata-mata untuk mengetahui tingkat kompetensi mereka, tetapi yang lebih menonjol adalah motivasi finansial. Guru yang belum memiliki sertifikat 1

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 pendidik dikarenakan masih banyak guru honorer, dan juga guru tetap yang belum memenuhi persyaratan mengikuti sertifikasi melalui PPG sesuai aturan yang berlaku harus berstatus Guru Tetap Yayasan (GTY) atau guru PNS. Guru dituntut memiliki kompetensi yang memadai, baik dari segi jenis dan isinya, agar proses pendidikan dapat berjalan dengan semestinya. Menurut PP RI No.19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 28, pendidikan adalah agen pembelajaran yang harus memiliki empat jenis kompetensi, yakni kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Menjadi guru yang berkompeten bukan sesuatu yang sederhana, untuk mewujudkan dan meningkatkan kompetensi guru diperlukan upaya yang sungguh-sungguh. Seorang guru yang profesional memiliki pemahaman yang baik tentang kurikulum, menguasai materi pelajaran, menguasai metode dan evaluasi belajar, setia terhadap tugas dan disiplin. Dengan kata lain, guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional, dan sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Selain itu terdapat dua faktor yang mempengaruhi profesionalisme guru yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal yang mempengaruhi profesionalisme guru adalah kepemimpinan transformasional kepala sekolah (Sudewa, 2013). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompentensi guru adalah melalui optimalisasi peran kepala sekolah. Kepala sekolah adalah orang yang bertanggung jawab untuk menjalankan roda organisasi sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008. Dalam Peraturan Pemerintah yang baru ini tugas kepala sekolah meliputi tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi guru dan tenaga kependidikan. Tugas kepala sekolah bukan lagi guru yang mendapat tugas tambahan mengajar, namun kepala sekolah tetap bisa mengajar apabila di sekolah tersebut memang kekurangan guru dan tenaga kependidikan. Efektifitas organisasi sekolah sangat ditentukan atas peran kepala sekolah Goleman (Poniman, 2017). Setiap kepala sekolah memiliki kemampuan untuk memimpin bawahannya dengan cara yang berbeda-beda. Walaupun di sisi lain, guru memiliki persepsi yang berbeda satu sama lainnya mengenai gaya kepemimpinan kepala sekolah. Apapun gaya kepemimpinan kepala sekolah, yang penting kepemimpinan kepala sekolah itu mampu mewujudkan visi dan misi sekolah, tujuan sekolah yang dipimpinnya dan mampu mendukung kinerja bawahannya. Selain faktor eksternal, faktor internal juga dapat mempengaruhi profesionalisme guru. Faktor internal yang mempengaruhi profesionalisme guru adalah kecerdasan emosional. Rohiat (2008:6) menyatakan bahwa kecerdasan emosional membangun kemampuan pengelola untuk memotivasi diri dan orang lain, mengungkapkan nuansa batiniah yang diperlakukan untuk membangun organisasi yang kokoh dan mampu bersaing demi masa depan. Kecerdasan emosional sebagai kepedulian terhadap pemahaman diri sendiri dan orang lain secara efektif, berhubungan baik dengan orang lain, dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar agar lebih berhasil dalam menghadap

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 tuntutan lingkungan. Seorang guru dituntut menjalin hubungan yang baik dengan orang lain, dalam pembelajarannya tidak menggunakan emosi dan harus sabar dalam mengajar. Guru juga harus mampu membina hubungan yang baik dengan sesama guru maupun dengan siswa. Hal ini dapat menyebabkan proses pembelajaran berjalan secara maksimal sehingga profesionalisme guru baik. Secara umum kecerdasan emosi dapat meningkatkan efektifitas profesional seseorang. Semakin tinggi kecerdasan emosional, semakin baik sikap profesionalnya (Sunar, 2010). Faktor internal yang juga mempengaruhi profesionalisme guru adalah kecerdasan spiritual. Menurut Zohar & Marshall (2001:4), kecerdasan spiritual (spiritual quotient) adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dengan yang lain. Hubungan kecerdasan spiritual dengan profesionalisme guru adalah dengan menjalani hidup secara arif dan bijaksana secara spiritual yaitu dengan bersikap jujur terhadap sesama, adil, toleran, terbuka, penuh cinta dan kasih sayang terhadap semua makhluk. Pemikiran dengan keselarasan tidak terhingga, rasa cinta dan belas kasih serta tatanan universal menuntun seseorang untuk bersikap profesional. Trihandini (2005) menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, semakin tinggi kecerdasan spiritual, akan semakin baik kinerja untuk meningkatkan profesionalismenya.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Teweh Tengah merupakan salah satu kecamatan di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Secara geografis, letak Kota Muara Teweh dapat dilihat pada peta berikut. Gambar 1.1 Peta Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah Di kecamatan Teweh Tengah terdapat dua Sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang memiliki keunggulannya masing-masing, yaitu SMK Negeri 1 Muara Teweh dan SMK Negeri 2 Muara Teweh. SMK Negeri 1 Muara Tewh memiliki prestasi juara II Sekolah Sehat Nasional tahun 2012, dan SMK Negeri 2 Muara

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 Teweh memiliki jurusan Pertambangan dan Agribisnis Tanaman Perkebunan yang diminati peserta didik. Di kota Muara Teweh hanya terdapat 2 Sekolah Menengah Kejuruan yang mempunyai peserta didik cukup banyak dibandingkan dengan Sekolah Menengah Atas. Di Sekolah Menengah Kejuruan kepala sekolah, guru dan karyawan mempunyai kebiasaan melakukan pertemuan khusus yang membahas tentang keberhasilan dalam mengajar, kesulitan atau masalah yang dihadapi di kelas. Kepala sekolah, guru dan karyawan saling memberikan masukan terhadap kesulitan atau masalah yang mereka hadapi. Hal ini yang menyebabkan penulis memilih SMK Negeri 1 Muara Teweh dan SMK Negeri 2 Muara Teweh sebagai tempat penelitian. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual terhadap Profesionalisme Guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah”. B. Batasan Masalah Ada banyak faktor yang mempengaruhi profesionalsime guru, dalam penelitian ini penulis membatasi hanya faktor kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Faktor lain yang mempengaruhi profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah tidak dibahas dalam penelitian ini.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Bagaimana pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah? 2. Bagaimana pengaruh kecerdasan emosional guru terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah? 3. Bagaimana pengaruh kecerdasan spiritual guru terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah? 4. Bagaimana pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah? D. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. 2. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh kecerdasan emosional guru terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. 3. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh kecerdasan spiritual guru terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 4. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. E. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis Secara teoretis penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk memberikan pengetahuan tentang pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Guru Dari hasil penelitian ini, diharapkan guru lebih profesional dalam mengajar dan mempunyai motivasi tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai guru. Dengan cara membaca hasil penelitian ini dan buku referensi yang berkaitan dengan profesionalisme guru sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan. b. Kepala Sekolah Dari hasil penelitian ini sebagai masukan bagi kepala sekolah untuk meningkatkan kemampuan dalam memimpin sekolah demi meningkatkan profesionalisme guru. c. Bagi Dinas Pendidikan Penelitian ini dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan tentang pelatihan kepada kepala sekolah agar dapat meningkatkan profesionalisme guru.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 d. Bagi Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan sekaligus menambah pustaka di perpustakaan Universitas Sanata Dharma. e. Bagi Peneliti Selanjutnya Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian tentang kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru. f. Bagi Peneliti Hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi peneliti, karena peneliti secara langsung dapat mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru. Selain itu peneliti juga mendapatkan wawasan, pengetahuan serta pengalaman baru karena telah melakukan penelitian ini. F. Definisi Operasional Variabel dalam penelitian ini sebagai berikut. 1. Profesionalisme Guru Profesionalisme guru dalam penelitian ini adalah persepsi guru terhadap tingkat profesionalisme guru yang merujuk pada kemampuan dan keahlian khusus guru dalam bidangnya yang membuat guru mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru secara maksimal. Dalam penelitian ini profesionalisme guru diukur dengan 6 indikator yang dikembangkan oleh Samana (1994) yang

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 meliputi: penguasaan bahan ajar, pengelolaan kelas dan interaksi belajar mengajar, pengelolaan program belajar mengajar, pelayanan bimbingan dan konseling, penggunaan media dan sumber pelajaran, dan penilaian prestasi belajar siswa. 2. Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam penelitian ini adalah persepsi guru terhadap kepemimpinan transformasional kepala sekolah yang merujuk pada kemampuan pemimpin yang mampu meningkatkan motivasi dan moralitas dalam diri pemimpin maupun pengikutnya. Dalam penelitian ini kepemimpinan transformasional kepala sekolah diukur dengan 8 indikator yang dikembangkan oleh Leithwood (Deria, 2018) yang meliputi: mengembangkan visi bersama, membangun konsensus sekolah, menciptakan ekspektasi yang tinggi, menjadi model atau panutan, memberikan support atau dukungan, menyediakan stimulus intelektual, membanngun kultur sekolah dan membangun kultur kolaboratif. 3. Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional dalam penelitian ini adalah persepsi guru terhadap tingkat kecerdasan emosional yang merujuk pada kemampuan seseorang dalam mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi, menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial. Dalam penelitian ini kecerdasan emosional diukur dengan 5 indikator yang dikembangkan oleh Goelman (Kurniawati, 2008) yang meliputi: mengenali emosi, mengelola emosi,

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, dan membina hubungan dengan orang lain. 4. Kecerdasan Spiritual Kecerdasan spiritual dalam penelitian ini adalah persepsi guru terhadap tingkat kecerdasan spiritual yang merujuk pada inti dari semua tindakan yang dilakukan untuk menerapkan perilaku dalam hidup manusia agar lebih bermakna. Dalam penelitian ini kecerdasan spiritual diukur dengan 9 indikator yang dikembangkan oleh Zohar dan Marshal (Poniman, 2017) yang meliputi: kemampuan seseorang dalam bergaul, kesadaran adanya Tuhan, cobaan sebagai ujian, kesabaran, ikhlas dan rela, kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit, kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai, keengganan untuk mengalami kerugian yang tidak perlu, mampu untuk melihat keterkaitan berbagai hal, memiliki kecenderungan untuk bertanya, dan memiliki otonomi.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN TEORETIK A. Profesionalisme Guru 1. Pengertian Profesionalisme Guru Profesionalisme guru terdiri dari dua suku kata yang masing-masing mempunyai pengertian tersendiri, yaitu profsionalisme dan guru. Profesi juga diartikan sebagai jabatan atau pekerjaan tertentu yang mensyaratkan pengetahuan dan keterampilan khusus yang diperoleh dari pendidikan akademis yang insentif. Pengertian profesionalisme adalah pandangan bahwa suatu keahlian tertentu diperlukan dalam pekerjaan tertentu yang mana keahlian itu hanya diperoleh melalui keahlian khusus. Jadi, profesionalisme guru merupakan kondisi, arah, nilai, tujuan dan kualitas suatu keahlian dan kewewenangan dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang yang menjadi mata pencaharian. Guru profesional adalah guru yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal, atau dengan kata lain guru profesional adalah guru yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya (Samana, 1994: 32). Dengan demikian, sebutan profesional lebih menggambarkan suatu keadaan derajat keprofesian seseorang dilihat dari sikap, pengetahuan, dan keahlian. Peningkatan profesionalisme guru salah satunya dapat dilakukan dengan melakukan refleksi 12

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 diri (Rahman, 2014). Seorang guru yang profesional harus memiliki kompetensi yang baik agar dapat menjalankan tugasnya secara efektif. 2. Kompetensi Guru Kompetensi guru adalah seperangkat penguasaan kemampuan yang harus ada dalam diri guru agar dapat mewujudkan kinerjanya secara tepat dan efektif. Kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan prilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas profesionalan (UU Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen). Kompetensi dasar yang harus dimiliki para guru yaitu sebagai berikut (Mulyasa, 2007). a. Kompetensi pedagogik Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik, meliputi: 1) Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan 2) Pemahaman terhadap peserta didik 3) Pengembangan kurikulum atau silabus 4) Perancangan pembelajaran 5) Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis 6) Pemanfaatan teknologi pembelajaran 7) Evaluasi hasil belajar 8) Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 b. Kompetensi kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan kompetensi yang berkaitaan dengan kepribadian seorang guru dalam bersikap atau bertindak, meliputi: 1) Mantap 2) Stabil 3) Dewasa 4) Arif dan bijaksana 5) Berwibawa 6) Berakhlak mulia 7) Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat 8) Secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri 9) Mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan c. Kompetensi profesional Kompetensi profesional merupakan kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. d. Kompetensi sosial Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat, meliputi: i. Berkomunikasi lisan, tulisan, dan isyarat ii. Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional iii. Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik. iv. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 3. Indikator Profesionalisme Guru Profesionalisme adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memenuhi standar mutu norma tertentu memerlukan pendidikan profesi. Indikator profesionalisme guru sesuai buku pedoman penyusunan portofolio sertifikasi guru tahun 2010 meliputi: 1) Kualifikasi Akademik 2) Pendidikan dan Pelatihan 3) Pengalaman Mengajar 4) Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran 5) Prestasi Akademik 6) Karya Pengembangan Profesi 7) Keikutsertaan dalam Forum Ilmiah 8) Penghargaan yang Relevan dalam Bidang Pendidikan 4. Faktor yang Mempengaruhi Profesionalisme Guru Ada banyak faktor yang mempengaruhi profesionalisme guru. Danil (2009) mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi profesionalisme guru antara lain: a) Memiliki latar belakang pendidikan, sangat penting bagi para guru memiliki latar belakang pendidikan menjadi salah satu syarat utama seorang guru untuk menjadi pendidik. Guru dapat mentransfer ilmu dan pengalaman kepada peserta didik.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 b) Memiliki rasa tanggungjawab kepada seluruh peserta didik, sehingga membuat para guru tidak akan bertindak seenaknya. c) Memiliki pengalaman mengajar dalam menjalankan tugasnya sebagai mana guru tidak lepas dari pengalaman mengajar. d) Mencintai profesi, sebagai guru harus memiliki rasa cinta guru terhadap profesi sangat penting. Rasa cinta tumbuh dari naluri kemanusiaan dan rasa cinta akan mendorong individu untuk melakukan sesuatu sebagai usaha dan pengorbanan. Dalam melakukan sesuatu akan lebih berhasil (seperti melakukan perubahan di sekolah) apabila disertai dengan adanya mencintai terhadap apa yang dilakukannya. Selain keempat faktor di atas, faktor internal lainnya yang juga mempengaruhi profesionalisme guru adalah sebagai berikut. 1. Kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali diri sendiri dan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan hubungannya dengan orang lain (Goleman, 2015). 2. Kecerdasan spiritual adalah sebagai inti atau pusat dari semua tindakan yang dilakukan, dilandasi adanya kecerdasan untuk menerapkan prilaku dan hidup dalam kontek makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai tindakan bahkan jalan hidup manusia lebih bermakna di banding dengan yang lain (Zohar dan Marshal, 2000: 252-257). 3. Greenberg (Deria, 2018) mengemukakan bahwa komitmen organisasional menggambarkan sejauh mana seseorang mengidentifikasikan dan melibatkan diri pada organisasinya dan keinginan untuk tetap tinggal di organisasi ini.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 Selain faktor internal, profesionalisme guru juga dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor eksternal yang mempengaruhi profesionalisme guru adalah sebagai berikut. a) Kepemimpinan kepala sekolah (Sudewa, 2013). Kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam organisasi sekolah, guna menciptakan kondisi yang ideal. Dalam pengelolaan sekolah dibutuhkan sosok pemimpin sekolah yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi sekolah, sehingga sumber daya yang ada di sekolah dapat dikerahkan secara optimal (Praja, 2014). b) Zamroni (Deria, 2018) mengemukakan bahwa budaya sekolah merupakan suatu pola asumsi dasar nilai, keyakinan dan kebiasaan yang dipegang bersama oleh seluruh warga sekolah, diyakini dan dapat terbukti dapat dipergunakan untuk menghadapi berbagai permasalahan dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan melakukan integrasi internal, sehingga pola nilai dan asumsi tersebut dapat diajarkan kepada anggota dan generasi baru agar mereka memiliki pandangan yang tepat bagaimana seharusnya mereka memahami, berpikir, merasakan dan bertindak menghadapi berbagai situasi dan lingkungaan yang ada. Faktor yang mempengaruhi profesionalisme guru menurut Goleman (2015) faktor internal yaitu kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual guru sangat penting untuk ditumbuhkembangkan dalam penguatan karakter mereka terhadap tugas-tugas pembelajaran (Masaong, 2011). Selain itu menurut Sudewa (2013) faktor eksternal yaitu kepemimpinan kepala sekolah. Ketiga faktor ini apabila

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 diterapkan secara bersama dan saling mendukung akan menghasilkan profesionalisme guru yang maksimal. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil faktor internal yaitu kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual dan faktor eksternal yaitu kepemimpinan transformasional kepala sekolah sebagai faktor yang mempengaruhi profesionalisme guru. Peneliti memilih faktor tersebut karena di Kota Muara Teweh, kecamatan Teweh Tengah belum ada penelitian yang meneliti tentang kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan profesionalisme guru. B. Kepemimpinan Kepala Sekolah Faktor eksternal yang mempengaruhi profesionalisme guru adalah kepemimpinan transformasional kepala sekolah. Kepala sekolah berasal dari dua kata yaitu, “kepala” yang dapat diartikan sebagai ketua atau pimpinan dalam suatu organisasi atau sebuah lembaga. Sedangkan kata “sekolah” diartikan sebagai sebuah lembaga di mana menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran atau proses pembelajaran dilaksanakan. Jadi secara umum kepala sekolah adalah pemimpin sebuah sekolah atau suatu lembaga di mana tempat terjadinya proses pembelajaran. Wahjosumidjo (2011:83) mendefinisikan kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah di mana diselenggarakannya pembelajaran. Kepala sekolah adalah seorang guru yang diberi tugas tambahan memimpin sekolah dengan diangkat sebagai pejabat struktural sebagai kepala sekolah.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 1. Bentuk/Gaya Kepemimpinan Kepemimpinan memiliki banyak gaya kepemimpinan dan jenisnya semua tergantung dari seseorang pemimpin itu sendiri. Menurut Rivai (Sari, 2018), jenis kepemimpinan adalah sebagai berikut. a) Kepemimpinan Otokrasi Dalam gaya otokrasi, pengambilan keputusan adalah hak prerogatif dari pemimpin. Semuanya langsung dilakukan dan ditentukan oleh pemimpin itu sendiri, tanpa masukan dari siapapun. b) Kepemimpinan Birokrasi Kepemimpinan birokrasi adalah gaya kepemimpinan dalam organisasi yang dilakukan perusahaan, tepatnya mengikuti kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya. Ini adalah tugas untuk memastikan bahwa semua aturan dipatuhi oleh karyawan. Gaya kepemimpinan dalam organisasi ini efektif jika karyawan melakukan tugas-tugas rutin sehari-hari. Namun, tidak ada ruang untuk kreatifitas atau pemecahan masalah yang inovatif dalam gaya kepemimpinan birokrasi. c) Kepemimpinan Partisipasif Gaya partisipasif mengarah kepengembangan kepercayaan dan loyalitas para bawahan kepada pemimpin, karena pemimpin membawa mereka ke dalam pertimbangan penuh, menggunakan keterampilan dan pengetahuan mereka dan mengambil masukan mereka, sebelum tiba pada suatu keputusan. Gaya partisipasif bekerja dengan sangat baik di mana pemimpin baru saja bergabung dalam organisasi.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 d) Kepemimpinan Laissez-faire Kepemimpinan ini memberikan kebebasan mutlak bagi para bawahan oleh pemimpin untuk menentukan tujuan mereka sendiri dan cara-cara untuk mencapainya. Gaya ini sedikit didasarkan pada prinsip interferensi. Hal ini dapat menjadi sukses besar jika bawahannya berpengalaman dan terampil, namun bisa menjadi bumerang jika mereka tidak dapat dipercaya. e) Kepemimpinan Transaksional Kepemimpinan ini bekerja pada prinsip bahwa mereka menandatangani kontrak untuk berpartisipasi dalam proyek tertentu, mereka mengikuti semua keputusan pemimpin mereka sebagai otoritas tertinggi. Jika kinerja bawahan baik, mereka akan dihargai dan jika kinaerja mereka di bawah standar yang diharapkan, mereka akan terkena sanksi sesuai kontrak tertulis. f) Kepemimpinan Transformasional Pemimpin menjual visinya kepada bawahannya, dengan cara yang paling menarik dalam kepemimpinan organisasi yang bersifat transformasional memotivasi bawahannya dalam bekerja untuk tugas yang diberikan dengan antusiasme yang besar. Pemimpin benar-benar peduli untuk kesejahteraan anak buahnya dan ingin mereka mempelajari hal-hal yang baru dan sesuai visinya. g) Kepemimpinan Melayani Pemimpin bertindak sebagai seseorang lain untuk tumbuh. Dengan bertindak sebagai pemimpin yang melayani, pemimpin memberikan bawahannya kebebasan untuk tumbuh, memelihara semangat mereka dan juga komitmen secara keseluruhan.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 h) Kepemimpinan Karismatik Kepemimpinan karismatik dengan menggunakan pesona dan kemampuannya untuk membuat orang lain merasa penting, menggunakan katakata cerdas untuk mengatasi masalah, dan mampu mengumpulkan banyak pengagum. Orang-orang tertarik kearahnya dan dengan demikian ingin bekerja untuknya. i) Kepemimpinan Situasional Hal ini diadopsi oleh seorang pemimpin sesuai dengan situasi yang berlaku. Beberapa faktor penentu seperti jenis kerjasama yang ada antara anggota tim dan berbagai sumber daya yang tersedia dan lain-lain. j) Kepemimpinan Tenang Ini adalah kebalikan dari gaya kepemimpinan karismatik. Dalam hal ini, pemimpin memotivasi timnya melalui tindakannya, bukan kata-kata. Dari berbagai bentuk atau gaya kepemimpinan dalam organisasi, dalam penelitian ini yang digunakan adalah kepemimpinan transformasional. 2. Pengertian Kepemimpinan Transformasional Leithwood (Deria, 2018) mengemukakan bahwa “transformasional leadership seen to be sensitive to organization building, developing shared vision, distributing leadership and building school culture necessary to current restricting effort in schools”. Menurut Rivai (2013) kepemimpinan transformasional merupakan gaya kepemimpinan di mana seorang pemimpin memotivasi anggotanya ke arah tujuan yang ditegakkan dengan memperjelas tugas dan peran masing-masing anggotanya.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Seorang pemimpin mau mencurahkan perhatiannya kepada apa yang dibutuhkan oleh anggotanya, mengubah kesadaran para anggota akan persoalan-persoalan yang ada dengan memandang suatu persoalan dengan cara baru, mampu meningkatkan gairah, kepercayaan, dan mengilhami para anggota untuk mengeluarkan upaya ekstra mereka untuk mencapai tujuan kelompok. Kepemimpianan transformasional merupakan salah satu di antara sekian model kepemimpinan. Danim (2005: 56) mengemukakan bahwa dengan melalui model kepemimpinan transformasional, segala potensi organisasi pembelajaran dapat ditransformasikan menjadi aktual dalam rangka mencapai tujuan lembaga. Di sisi lain, hal ini menjadi bahaya, jika ia bekerja semata-mata hanya karena keinginan untuk memperoleh keuntungan atau setiap pekerjaan yang akan maupun yang sedang dilakukan dilihat dari aspek untung dan ruginya saja. Kepemimpinan transformasional cenderung memanusiakan manusia melalui berbagai cara memotivasi dan memberdayakan fungsi dan peran karyawan untuk mengembangkan organisasi dan pengembangan diri menuju aktualisasi diri yang nyata Wutun (Poniman, 2017). 3. Karakteristik Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Leithwood (Deria, 2018) mengatakan ada delapan karakteristik yang digunakan untuk menentukan perilaku kepemimpinan transformasional, yaitu: 1. Mengembangkan visi bersama bagi sekolah Perilaku pemimpin yang dimaksud untuk mengembangkan, mengartikulasi dan menyalurkan visi serta membuat mereka memahami dan melakukan visi tersebut.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 2. Membangun konsensus tentang tujuan prioritas sekolah Perilaku yang mampu mendorong terjadinya kerja sama di antara para staf dan bekerjasama untuk mencapai tujuan. 3. Menciptakan ekspektasi kinerja yang tinggi Perilaku kepala sekolah yang menunjukkan ekspektasi yang tinggi terhadap staf supaya mampu bekerja secara inovatif serta profesional demi mendapatkan hasil yang maksimal. 4. Menjadi panutan atau model Perilaku dan tindakan kepala sekolah bisa menjadi teladan atau contoh yang baik untuk para staf. 5. Memberikan support atau dukungan Perilaku kepala sekolah dengan memahami kemampuan dan ketertarikan para staf serta mencari tahu pemahaman para guru terhadap suatu masalah serta memberi penghargaan atas kerja keras mereka. 6. Menyediakan stimulus intlektual Perilaku kepala sekolah mengajak para staf untuk mencoba sesuatu yang baru serta mengkaji kembali asumsi-asumsi tentang pekerjaan mereka dan memikirkan kembali bagaimana mewujudkan asumsi tersebut. 7. Membangun kultur sekolah Perilaku kepemimpinan kepala sekolah yang mampu membangun norma sekolah, nilai, keyakinan dan sikap yang mendorong terciptanya sikap saling percaya dan perhatian antara para staf.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 8. Membangun struktur kolaboratif Perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan memberi kesempatan kepada para guru dalam pengambilan keputusan terkait tugas-tugas guru dan memberitahukan permasalahan yang terdapat di sekolah tersebut. 4. Prinsip-Prinsip Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Ress (Isnawati, 2016) menyatakan bahwa paradigma baru kepemimpinan transformasional mengangkat tujuh prinsip untuk menciptakan kepemimpinan transformasional yang sinergis yang terdiri dari simplifikasi, motivasi, fasilitasi, inovasi, mobilitas, siap siaga dan tekad. 1. Simplifikasi Keberhasilan dari kepemimpinan diawali dengan sebuah visi yang akan menjadi cermin dan tujuan bersama. Kemampuan serta ketrampilan dalam mengungkapkan visi secara jelas, praktis dan tentu saja transformasional yang dapat menjawab “Kemana kita akan melangkah?” menjadi hal pertama yang penting untuk kita implementasikan. 2. Motivasi Kemampuan untuk mendapatkan komitmen dari setiap orang yang terlibat terhadap visi yang sudah dijelaskan adalah hal kedua yang perlu dilakukan. Ketika pemimpin transformasional dapat menciptakan suatu sinergitas di dalam organisasi, berarti seharusnya pemimpin tersebut dapat mengoptimalkan, memotivasi dan memberienergi kepada setiap bawahannya.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 3. Fasilitasi Kemampuan untuk secara efektif memfasilitasi pembelajaran yang terjadi di dalam organisasi secara kelembagaan kelompok ataupun individu. Hal ini akan berdampak pada semakin bertambahnya modal intelektual dari setiap orang yang terlibat di dalamnya. 4. Inovasi Kemampuan untuk secara berani dan bertanggungjawab melakukan suatu perubahan bilamana diperlakukan dan menjadi suatu tuntutan dengan perubahan yang terjadi. Dalam suatu organisasi yang efektif dan efisien, setiap orang yang terlibat perlu mengantisipasi perubahan dan seharusnya pula mereka tidak takut akan perubahan tersebut. 5. Mobilitas Pengerahan semua sumber daya yang ada untuk melengkapi dan memperkuat setiap orang yang terlibat dalam mencapai visi dan tujuan. Pemimpin transformasional akan selalu mengupayakan pengikut yang penuh dengan tanggungjawab. 6. Siap Siaga Kemampuan untuk selalu siap belajar tentang diri mereka sendiri dan menyambut perubahan dengan paradigma baru yang positf. 7. Tekad Tekad yang bulat untuk selalu sampai pada akhir, tekad bulat untuk menyelesaikan sesuatu dengan baik dan tuntas. Untuk itu perlu didukung oleh pengembangan disiplin spiritualitas, emosi dan fisik serta komitmen.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan Transformasional Menurut Northouse (2013:181) terdapat tiga faktor yang mempengaruhi kepemimpinan transformasional, yaitu: 1. Karisma atau pengaruh ideal Pemimpin yang bertindak sebagai seorang teladan yang kuat bagi para pengikutnya. Inti dari karisma atau pengaruh ideal adalah seorang pemimpin yang memiliki moral dan standar yang tinggi yang ingin membuat orang lain mengikuti visi yang telah mereka sampaikan. 2. Motivasi yang menginspirasi Seorang pemimpin yang mengkomunikasikan atau menyampaikan harapan yang tinggi kepada para pengikut, lalu menginspirasi mereka melalui motivasi agar para pengikut menjadi setia kepadanya. 3. Ransangan intelektual Pemimpin yang merangsang para pengikut supaya bersikap inovatif dan kreatif, serta merangsang keyakinan dan nilai mereka sendiri. Selain ketiga faktor tersebut Afshari dkk (Deria, 2018) menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi kepemimpinan transformasional kepala sekolah adalah perkembangan tekologi informasi dan inovasi. Hal ini dinyatakan ketika pemimpin dan para bawahan saling meningkatkan tingkat motivasi dan moralitas yang lebih tinggi. Komponen kepemimpinan transformasional kepala sekolah yang berupa pengaruh idealis, inspirasi motivasi, stimulus intelektual, dan pertimbangan individual mendukung terciptanya perkembangan teknologi. Hal ini dibuktikan dengan komponen kepemimpinan transformasional kepala sekolah

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 menjadi panutan bagi para guru untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan pengetahuan penggunaan TIK agar guru memiliki kreatifitas dan strategi baru dalam proses pembelajaran. Selain itu, kepemimpinan transformasional kepala sekolah membimbing dan memberikan pelatihan terkait dengan penggunaan TIK agar para guru memiliki kualitas dalam proses pembelajaran. Pelatihan diberikan agar para guru berani untuk mengambil resiko dan tidak takut akan kegagalan. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Leithwood (Deria, 2018) menjelaskan bahwa kemampuan pemimpin transformasional kepala sekolah dalam mengubah pengikutnya demi mencapai tujuan sekolah dengan mengembangkan salah satu atau seluruh faktor yang merupakan karakteristik dari kepemimpinan transformasional kepala sekolah, yaitu: (1) mengembangkan visi bersama sekolah; (2) membangun konsensus tentang tujuan prioritas sekolah; (3) menciptakan ekspektasi kinerja yang tinggi; (4) menjadi panutan atau model; (5) memberikan support atau dukungan; (6) menyediakan stimulus intelektual (7) membangun kultur sekolah; dan (8) membangun struktur kolaboratif. C. Kecerdasan Emosional 1. Pengertian Kecerdasan Emosional Faktor internal yang pertama mempengaruhi profesionalisme guru adalah kecerdasan emosional. Goleman (Poniman, 2017) mengemukakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi, menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 keterampilan sosial. Lebih lanjut kecerdasan emosional dikelompokkan menjadi lima kemampuan utama yaitu mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain dan kemampuan membina hubungan. 2. Ciri-ciri Kecerdasan Emosional Goleman (Poniman, 2017) ciri-ciri kecerdasan emosional meliputi kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan ketika menghadapi sebuah masalah yang membuat frustasi, mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan perasaan ketika sedang bergembira, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban pikiran ketika menumpuk tidak melumpuhkan kemampuan dalam berpikir, berempati, dan berdoa. 3. Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional menurut Goleman (Kurniawati, 2008) dikelompokkan menjadi lima faktor, yaitu sebagai berikut. 1. Mengenali emosi diri sendiri merupakan suatu kemampuan untuk mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi. Kemampuan ini merupakan dasar dari kecerdasan emosional, para ahli psikologi menyebutkan kesadaran diri sebagai metmood, yakni kesadaran seseorang akan emosinya sendiri. Kesadaran diri adalah waspada terhadap suasana hati maupun pikiran tentang suasana hati, bila kurang waspada maka individu menjadi mudah larut dalam aliran emosi dan dikuasai oleh emosi. Kesadaran diri memang belum menjamin penguasaan emosi, namun merupakan salah satu prasyarat penting untuk mengendalikan emosi sehingga individu mudah menguasai emosinya.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 2. Mengelola Emosi, mengelola emosi merupakan kemampuan individu dalam menangani perasaan agar dapat terungkap dengan tepat atau selaras, sehingga tercapai keseimbangan dalam diri individu. Menjaga agar emosi yang merisaukan tetap terkendali merupakan kunci menuju kesehjateraan emosi. Emosi berlebihan, yang meningkat dengan itensitas terlampau lama akan mengoyak kesetabilan kita. Kemampuan ini mencakup kemampuan untuk menghibur diri sendiri, melepaskan kecemasan, kemurungan atau ketersinggungan dan akibatakibat yang ditimbulkannya serta kemampuan untuk bangkit dari perasaanperasaan yang menekan. 3. Memotivasi diri sendiri, prestasi harus dilalui dengan dimilikinya motivasi dalam diri individu, yang berarti memiliki ketekunan untuk menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati, serta mempunyai motivasi yang positif, yaitu: (a) antusianisme, (b) gairah, (c) optimis, (d) dan keyakinan diri. 4. Mengenali Emosi Orang Lain, kemampuan untuk mengenali emosi orang lain disebut juga empati. Kemampuan seseorang untuk mengenali orang lain atau peduli dengan orang lain, menunjukkan kemampuan empati seseorang. Individu yang memiliki kemampuan empati, lebih mampu mengungkap sinyal-sinyal sosial yang tersembunyi yang mengisyaratkan apa-apa yang dibutuhkan orang lain sehingga ia lebih mampu menerima sudut pandang orang lain, peka terhadap perasaan orang lain dan lebih mampu untuk mendengarkan orang lain. Seseorang yang mampu membaca emosi orang lain juga memiliki kesadaran diri yang tinggi. Semakin mampu terbuka terhadap emosinya sendiri, mampu mengenal dan

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 mengakui emosinya sendiri, maka orang tersebut mempunyai kemampuan membaca perasaan orang lain. 5. Kemampuan Membina Hubungan, kemampuan dalam membina hubungan merupakan suatu keterampilan yang menunjang popularitas, kepemimpinan dan keberhasilan antar pribadi. Keterampilan dalam berkomunikasi merupakan kemampuan dasar dalam keberhasilan membina hubungan. Individu sulit untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dan sulit juga memahami kegiatan serta kemauan orang lain. Orang-orang yang hebat dalam keterampilan membina hubungan ini akan sukses dalam bidang apapun. Orang yang berhasil dalam pergaulan karena mampu berkomunikasi dengan lancar pada orang lain. Orangorang yang popular dalam lingkungannya dan menjadi teman yang menyenangkan kerana kemampuannya berkomunikasi. Ramah tamah, baik hati, hormat dan disukai orang lain dapat dijadikan petunjuk positif bagaimana seorang guru mampu membina hubungan dengan orang lain. Kepala sekolah yang memiliki penilaian diri yang akurat akan memiliki kesadaran diri yang tinggi baik kelemahan maupun kelebihanya, dan menunjukkan cita rasa humor tentang diri mereka sendiri. Selain itu, menunjukkan pembelajaran yang cerdas tentang apa yang mereka perlu perbaiki serta menerima kritik dan umpan balik yang membangun. Dengan penilaian diri yang akurat membuat mereka mengetahui kapan harus meminta bantuan dan dimana ia harus memusatkan diri untuk menumbuhkan kekuatan kepemimpinan yang baru. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Patton (1998) menyatakan bahwa kecerdasan emosional sebagai kemampuan menggunakan

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 emosi secara efektif untuk mencapai tujuan, membangun hubungan yang produktif dan meraih keberhasilan di tempat kerja. Kecerdasan emosional dibutuhkan oleh semua pihak untuk dapat hidup bermasyarakat termasuk di dalamnya menjaga keutuhan hubungan sosial, dan hubungan sosial yang baik akan mampu menuntun seseorang untuk memperoleh sukses di salam hidup seperti yang diharapkan. Di samping itu, kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosinya dengan baik akan mempengaruhi proses berpikirnya secara positif pula. Seseorang dengan kecerdasan emosional yang baik cenderung lebih mampu mengendalikan amarah dan bahkan mengarahkan energinya ke arah yang lebih positif. 4. Komponen-Komponen Kecerdasan Emosional Goleman (Poniman, 2017) membagi kecerdasan emosional ke dalam lima dasar kecerdasan emosional adalah sebagai berikut. 1. Kesadaran diri Kesadaran diri yaitu kemampuan individu dalam mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain, serta mampu mengenali kekuatan dan kelemahan diri sendiri. 2. Pengaturan diri Pengaturan diri adalah suatu kemampuan untuk mengelola emosi pada diri sendiri. Semakin baik pengaturan diri dalam emosi maka terkontrol pula tindakan yang akan dilakukan (Dharma, 2003:355).

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 3. Motivasi Motivasi adalah suatu dorongan yang menggerakan karyawan agar mampu mencapai tujuan yaitu kinerja yang maksimal. 4. Empati Empati adalah sebuah kemampuan untuk mengetahui dan memahami perasaan orang lain yang digunakan untuk menyesuaikan diri dengan baik kepada banyak orang. 5. Keterampilan sosial Keterampilan sosial adalah kemampuan menciptakan hubungan yang harmonis antar individu, yaitu dengan memberikan respon baik terhadap lawan bicara dan menjaga perilaku serta ucapan ketika berhadapan dengan orang. D. Kecerdasan Spiritual 1. Pengertian kecerdasan spiritual Selain kecerdasan emosional faktor internal yang juga mempengaruhi profesionalisme guru adalah kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual (spiritual quotient) atau SQ adalah kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri manusia yang berhubungan dengan kearifan dan jiwa sadar manusia. Kecerdasan untuk dapat melakukan segala sesuatu tindakan yang semuannya diawali dan dilandasi oleh kecerdasan spiritual yang mana pengetahuan dan pemahaman pelaksana dalam kegiatan. Individu yang cerdas spiritual adalah sebagai inti atau pusat dari semua tindakan yang dilakukan, dilandasi adanya kecerdasan untuk menerapkan prilaku dan hidup dalam kontek makna yang lebih luas dan kaya,

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 kecerdasan untuk menilai tindakan bahkan jalan hidup manusia lebih bermakna di banding dengan yang lain (Zohar dan Marshal, 2000: 252-257). Menurut kerDincer (2007), kecerdasan spiritual berhubungan langsung dengan perilaku profesional guru. Kecerdasan spiritual guru sangat penting untuk ditumbuhkembangkan dalam penguatan karakter mereka terhadap tugas tugas pembelajaran (Masaong, 2011 ). 2. Fungsi Kecerdasan Spiritual Terdapat delapan fungsi kecerdasan spiritual menurut (Zohar dan Marshal, 2000) adalah sebagai berikut. 1) Menjadikan kita untuk menjadi manusia apa adanya sekarang dan memberi potensi lagi untuk terus berkembang. 2) Menjadi lebih kreatif, kita menghadirkannya ketika kita inginkan agar kita menjadi lues, berwawasan luas, dan spontan dengan cara yang kreatif. 3) Menghadapi masalah ekstensial yaitu pada waktu kita secara pribadi terpuruk terjebak oleh kebiasaan dan kekhawatiran, dan masa lalu kita akibat kesedihan. Karena dengan kecerdasan emosional kita sadar bahwa kita mempunyai masalah ekstensial dan membuat kita mengatasinya atau paling tidak kita bisa berdamai dengan masalah tersebut. 4) Kecerdasan emosional dapat digunakan pada masalah krisis yang sangat membuat kita seakan kehilangan keteraturan diri. Dengan kecerdasan emosional suara hati kita akan menuntun kejalan yang lebih benar.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 5) Kita lebih mempunyai kemampuan beragama yang benar, tanpa harus fanatik dan tertutup terhadap kehidupan yang sebenarnya sangat beragam. 6) Kecerdasan emosional memungkinkan kita menjebaatani hal yang bersifat personal dan interpersonal, antara diri dan orang lain karenanya kita akan sadar dengan integritas orang lain dan integritas kita. 7) Kecerdasan emosional juga digunakan untuk mencapai kematangan pribadi yang lebih utuh karena kita memang mempunyai potensi untuk itu. 8) Kecerdasan emosional digunakan dalam menghadapi pilihan dan realitas yang pasti akan datang dan harus kita hadapi apapun bentuknya. 3. Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Spiritual Terdapat sembilan faktor yang mempengaruhi kecerdasan spiritual Zohar dan Marshal (Poniman, 2017) adalah sebagai berikut. 1) Kemampuan bersikap fleksibel adalah kemampuan dalam seseorang dalam bergaul dengan orang lain, dan dapat menempatkan diri dan menerima pendapat orang lain secara terbuka. 2) Memiliki tingkat kesadaran yang tinggi yaitu sadar akan adanya Tuhan sehingga mengerti tujuan serta visi hidupnya 3) Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan, kemampuan seseorang dalam menghadapi penderitaan dan menjadikan penderitaan yang dialami sebagai motivasi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dikemudian hari serta tetap tersenyum dan bersikap tenang.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 4) Kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit, kita akan menyadari keterbatasan kita, dan menjadi lebih dekat dengan Tuhan yang akan memberikan kesembuhan serta kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit ini ditandai juga dengan munculnya sikap ikhlas dan memaafkan. 5) Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai,kualitas hidup seseorang yang didasarkan pada tujuan hidup yang pasti dan berpegang pada nilai-nilai yang mampu mendorong untuk mencapai tujuan tersebut. Seperti prinsip, pegangan hidup, dan berpijak pada kebenaran. 6) Keengganan untuk mengalami kerugian yang tidak perlu, misalnya seperti menggunjing, meninggalkan ibadah, tidak rela berkorban dan cenderung berpikir sebelum bertindak. 7) Kemampuan untuk melihat keterkaitan berbagai hal dengan melihat hubungan antar makluk hidup, dan mampu berpikir secara logis dan berlaku sesuai dengan norma sosial. 8) Memiliki kecenderungan untuk bertanya “mengapa” atau “bagaimana jika” dalam rangka mencari jawaban yang benar, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. 9) Memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri, mudah untuk bekerja melawan konvensi (adat dan kebiasaan sosial), seperti mau memberi dan tidak mau menerima dan tidak tergantung dengan orang lain. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Agustian (2012) menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosional yang

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 pertama adalah inner value (nilai-nilai spiritual dari dalam) yang berasal dari dalam diri (suara hati), seperti keterbukaan, tanggungjawab, kepercayaan, keadilan, dan kepedulian sosial. Faktor kedua, drive yaitu dorongan dan usaha untuk mencapai kebenaran dan kebahagiaan. E. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional, dan Kecerdasan Spiritual terhadap Profesionalisme Guru. Kepemimpinan transformasional kepala sekolah merupakan upaya kepala sekolah dalam mempengaruhi guru dan memberi motivasi agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan sekolah. Kepala sekolah memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap profesionalisme guru dalam mengajar di sekolah. Kemampuan guru dalam melaksanakan kompetensi guru sehingga membuat guru mampu melaksanakan tugasnya secara profesional. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seorang guru dalam mengelola emosi, dapat mendorong guru dalam memahami orang lain dan memotivasi guru untuk bekerjasama dengan orang lain. Seorang guru yang mampu mengenali emosinya, mengelola emosi dan memotivasi diri membuat guru dapat bersikap profesional dalam bekerja. Kecerdasan spiritual dapat membuat seorang guru memiliki kesadaran diri dalam melakukan pekerjaannya. Seorang guru dapat menjalani hidupnya secara arif dan bijaksana dengan sikap jujur, adil, toleran, terbuka dan penuh cinta kasih terhadap sesama. Seorang guru yang memiliki kecerdasan spiritual dapat

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 menuntun diri sendiri untuk bersikap profesional dalam melakukan pekerjaannya. Dengan demikian, semakin transformasional kepemimpinan kepala sekolah, semakin tinggi kecerdasan emosional dan semakin tinggi kecerdasan spiritual, maka semakin tinggi profesionalisme guru. F. Penelitian yang Relevan Telah banyak penelitian tentang kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru. Beberapa penelitian tentang kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme adalah sebagai berikut.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Tabel 2.1 Penelitian yang Relevan No Peneliti Tahun 1 Poniman 2017 2 Sari, Desmala Putri 2018 3 Isnawati, Maria Tri 2016 Judul Penelitian Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Guru terhadap Profesionalisme Guru SMK Negeri di Kota Bandar Lampung Pengaruh Kepemimpinan Transformasiona l Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja terhadap Profesionalisme Guru Ekonomi di Kota Yogyakarta Tahun 2017 Pengaruh Kepemimpinan Transformasiona l Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja terhadap Profesionalisme Guru dan Kinerja Guru Variabel Metode Kepemimpin an Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual dan Profesionalis me Guru Korelasional Kepemimpin Korelasional an Transformasi onal Kepala Sekolah, Motivasi Kerja dan Profesionalis me Guru KepemimKorelasional pinan Transformasi onal, Motivasi Kerja dan Kinerja Guru Hasil Penelitian Kepemimpi nan Kepala Sekolah, Kecerdasan Spiritual dan Kecerdasan Spiritual berpengaruh terhadap Profesionali sme Guru Kepemimpi nan Transforma sional Kepala Sekolah,Mo tivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Profesionali sme Guru Kepemimpi nan Transforma sional dan Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Guru

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 G. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir merupakan penjelasan dari variabel bebas dengan variabel terikat berdasarkan teori yang ada, sehingga akan memberikan gambaran utuh antar variabel tersebut. 1. Pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Kepala sekolah memiliki peran penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan upaya kepala sekolah untuk mempengaruhi dan memotivasi guru dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sekolah. Sekolah akan berjalan dengan baik dan lancar apabila memiliki pemimpin yang dapat memberi teladan bagi warga sekolahnya. Tujuan kepala sekolah dalam dunia pendidikan adalah menciptakan proses pendidikan yang berkualitas, efektif dan efisien. Salah satu gaya kepemimpinan yang dapat diterapkan oleh kepala sekolah adalah kepemimpinan transformasional. Kekhasan dari kepemimpinan transformasional tampak dari kemampuan seorang pemimpin menggerakkan bawahannya menuju ke arah tujuan bersama. Seorang pemimpin yang mampu menggerakkan bawahannya kearah pencapaian bersama diyakini dapat mempengaruhi profesionalisme guru. Hal itu terjadi karena seorang kepala sekolah yang transformasional dapat membuat para guru termotivasi untuk mengembangkan kompetensi baik di aspek keilmuan (kompetensi profesional), aspek pengetahuan kependidikan (kompetensi pendidikan), aspek pengembangan diri (kompetensi kepribadian), dan aspek

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 kepedulian sosial (kompetensi sosial). Singkatnya kepala sekolah yang transformasional dapat menggerakkan para guru untuk mengembangkan kompetensi yang berkaitan dengan profesionalisme guru. Dengan demikian, semakin transformasional tingkat kepemimpinan kepala sekolah maka semakin tinggi tingkat profesionalisme guru. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut. Ho1 : Tidak ada pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Ha1 : Ada pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. 2. Pengaruh kecerdasan emosional terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seorang guru dalam mengatur emosinya. Kecerdasan emosional juga dapat mendorong guru dalam memahami orang lain, memotivasi mereka dan dapat bekerjasama dengan orang lain. Hal tersebut akan membuat guru untuk bersikap profesional dalam bekerja. Kecerdasan emosional seorang guru terlihat dari cara guru mengenali emosinya, dalam mengelola emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain dan membina hubungan baik dengan orang lain. Guru yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik sehingga

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 berdampak pada profesionalisme guru. Seorang guru yang mampu mengelola emosi dapat menempatkan diri sesuai dengan situasi dan kondisi kerja, artinya guru tersebut mampu memisahkan urusan pribadi dan urusan kerja. Semakin baik kemampuan guru tersebut dalam mengelola emosi, semakin baik pula kemampuannya menyelesaikan tugas-tugas dan tanggungjawabnya secara profesional. Singkatnya kecerdasan emosional seorang guru diyakini berpengaruh terhadap profesionalisme guru tersebut dalam menjalankan tugasnya. Semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki oleh seorang guru, maka semakin tinggi tingkat profesionalisme guru. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut. Ho2 : Tidak ada pengaruh kecerdasan emosional terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Ha2 : Ada pengaruh kecerdasan emosional terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. 3. Pengaruh kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Kecerdasan spiritual merupakan kesadaran diri yang tinggi dalam melakukan segala tugasnya. Seorang guru dapat mengarahkan orang lain untuk memperoleh kearifan dalam hidup. Menjalani hidup secara arif dan bijaksana secara spiritual adalah dengan sikap jujur terhadap sesama, adil, toleran, terbuka, penuh cinta dan kasih sayang terhadaap semua makhluk.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Kecerdasan spiritual seorang guru dapat terlihat dari cara pemikiran penuh rasa cinta dan belas kasih serta memiliki tujuan untuk orang lain. Guru yang memiliki kecerdasan spiritual seperti sikap terbuka terhadap masalah yang dihadapi membuat guru bersikap profesional dalam bekerja. Guru yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi mampu menjalani hidup secara arif dan bijaksana dengan sikap jujur, adil, toleran, penuh cinta dan kasih terhadap orang lain. Guru yang memiliki kecerdasan spiritual diyakini mampu mengelola hidupnya secara bijaksana dan tidak mudah terpengaruh oleh situasi di luar dirinya. Dengan demikian guru dapat menjalankan tugas-tugasnya secara profesional. Dengan demikian, semakin tinggi kecerdasan spiritual, maka semakin tinggi tingkat profesionalisme guru. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut. Ho3 : Tidak ada pengaruh kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Ha3 : Ada pengaruh kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. 4. Pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Kepemimpinan transformasional kepala sekolah merupakan upaya kepala sekolah untuk mempengaruhi dan memotivasi guru dalam mencapai tujuan

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 pendidikan yang telah ditetapkan sekolah. Kepala sekolah memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap profesionalisme guru dalam mengajar di sekolah. Kepala sekolah mampu membuat para guru termotivasi untuk mengembangkan kompetensi yang dimilikinya. Selain itu kecerdasan emosional juga dapat mendorong guru dalam memahami orang lain dan memotivasi guru untuk bekerjasama dengan orang lain. Seorang guru yang mampu mengenali emosinya, mengelola emosi dan memotivasi diri membuat guru dapat bersikap profesional dalam bekerja. Kecerdasan spiritual juga dapat membuat seorang guru memiliki kesadaran diri dalam melakukan pekerjaannya. Perilaku yang dilakukan seorang guru merupakan tindakan yang harus diterapkan agar dapat menjalani hidup secara arif dan bijaksana dengan sikap jujur, adil, toleran, terbuka, penuh cinta dan kasih terhadap sesama manusia. Seorang guru memiliki kecerdasan spiritual dapat menuntun seseorang dan diri sendiri untuk bersikap profesional dalam bekerja. Dengan demikian, semakin transformasional kepemimpinan kepala sekolah, semakin tinggi kecerdasan emosional dan semakin tinggi kecerdasan spiritual, maka semakin tinggi profesionalisme guru. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut. Ho4 : Tidak ada pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Ha4 :Ada pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Dari penjabaran di atas, maka kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONA LKEPALA SEKOLAH (X1) H1 KECERDASAN EMOSIONAL (X2) H2 H3 KECERDASAN SPIRITUAL (X3) H4 Gambar 2.1 Kerangka Berpikir PROFESIONALISME GURU (Y)

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori, yang dimaksud dengan penelitian eksplanatori adalah penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel yang mempengaruhi hipotesis atau teori yang menjelaskan mengapa suatu fenomena terjadi. Fenomena dalam penelitian ini adalah kepemimpinan transformasional kepala sekolah (X1), kecerdasan emosional (X2), dan kecerdasan spiritual. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah (X1), kecerdasan emosional (X2), dan kecerdasan spiritual (X3) terhadap profesionalisme guru (Y) SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di dua Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) yang terletak di Kecamatan Teweh Tengah pusat kota yaitu SMK Negeri 1 Muara Teweh yang beralamat di Jalan Brigjen Katamso No. 10, Muara Teweh, Kalimantan Tengah dan SMK Negeri 2 Muara Teweh yang beralamat di Jalan Puruk Cahu Km. 7 Muara Teweh, Kalimantan Tengah. 45

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 2. Waktu Penelitian Adapun waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan September 2018. C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek penelitian Subjek penelitian adalah orang, tempat atau benda yang diamati dalam penelitian (Arikunto, 2006). Adapun subjek penelitian dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar di SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 di Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. 2. Objek penelitian Objek penelitian adalah pokok persoalan yang hendak diteliti untuk mendapatkan data secara lebih terarah (Dajan, 2004). Objek penelitian ini adalah pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan profesionalisme guru. D. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2006). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) yang ada di Kabupaten Barito Utara khususnya Kecamatan Teweh Tengah dengan jumlah guru di SMK Negeri 1 sebanyak 80 guru, dan SMK Negeri 2 sebanyak 32 guru. Total populasi dalam penelitian ini adalah 112 guru.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 2. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang memiliki oleh populasi (Sugiyono, 2012: 120). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang mengajar di SMK Negeri 1 Muara Teweh dan SMK Negeri 2 Muara Teweh yang berjumlah 112 guru. 3. Teknik Penarikan Sampel Untuk memperoleh data yang berkaitan dengan penelitian ini digunakan teknik penarikan sampel. Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh. Teknik sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Arikunto (2006) mengemukakan bahwa apabila subjek kurang dari 100, maka lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. E. Operasional Variabel Penelitian Variabel penelitian dapat dibedakan menurut kedudukan dan jenisnya yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Ada dua variabel dalam penelitian ini yaitu : 1. Variabel Terikat Variabel terikat yaitu akibat atau tergantung pada variabel yang mendahului. Dalam penelitian ini yag menjadi variabel terikat adalah profesionalisme guru.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 a. Profesionalisme Guru (Y) Profesionalisme guru adalah guru yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal, atau dengan kata lain guru profesional adalah guru yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya (Samana, 1994: 32). Profesinalisme guru dalam penelitian ini adalah persepsi guru terhadap tingkat profesionalisme guru. Variabel penelitian ini diukur menggunakan skala likert dengan pilihan jawaban: Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju (TS), Setuju (S) dan Sangat Setuju (SS). Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan indikator yang dikembangkan oleh Samana (Sari, 2018). Adapun kisi-kisi untuk variabel profesinalisme guru adalah sebagai berikut. Tabel 3.1 Kisi-Kisi Instrumen Variabel Profesionalisme Guru Variabel Indikator Profesionalisme Penguasaan bahan ajar Guru Pengelolaan kelas dan interaksi belajar mengajar Pengelolaan program belajar mengajar Deskriptor Guru mampu menguasai bahan ajar wajib, bahan ajar pengayaan, dan bahan ajar penunjang dengan baik Guru berusaha menciptakan situasi sosial kelas yang kondusif untuk belajar sebaik mungkin Guru mampu menguasai fungsional tentang pendekatan sistem No item (+) (-) 1, 2, 5, 3, 4 6, 7, 8,10 9 11, 13, 14 12,16

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Pelayanan bimbingan dan konseling Penggunaan media dan sumber pelajaran Penilaian prestasi belajar siswa. pengajaran, asas pengajaran, prosedur, metode strategi dalam belajar Guru mampu memecahkan masalah dengan membantu siswa yang bermasalah Guru mampu menguasai media pembelajaran dan sumber pelajaran yang sesuai dengan ketentuan (kurikulum) Guru memberikan penilaian sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswanya. 15, 17, 18 19 20, 21, 22, 23, 24 26,27, 28, 29 25 Dikutip dari: Samana (Sari, 2018) 2. Variabel Bebas Variabel bebas yaitu variabel yang mendahului atau mempengaruhi variabel terikat. Variabel bebas ini meliputi: a. Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah (X1) Kepemimpinan transformasional merupakan gaya kepemimpinan di mana seorang pemimpin memotivasi anggotanya ke arah tujuan yang ditegakkan dengan memperjelas tugas dan peran masing-masing anggotanya (Rivai, 2013). Variabel kepemimpinan trasnformasional kepala sekolah dalam penelitian ini adalah persepsi guru terhadap tingkat kepemimpinan trasnformasional kepala sekolah. Variabel penelitian ini diukur menggunakan skala likert dengan pilihan jawaban: Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju (TS), Setuju (S) dan Sangat Setuju (SS).

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan indikator yang dikembangkan oleh Leithwood (Deria, 2018). Adapun kisi-kisi untuk variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah adalah sebagai berikut. Tabel 3.2 Kisi-Kisi Instrumen Variabel Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Indikator a. b. c. d. e. f. Deskripsi No Item (+) (-) Perilaku pemimpin untuk Mengembangkan mengembangkan, mengartikulasi dan 1, 2, Visi Bersama menyalurkan visi serta membuat 4, 6, 7, 3, 5, 9 Bagi Sekolah mereka memahami dan melakukan 8, 10 visi tersebut. Membangun Perilaku yang mampu mendorong Konsensus terjadinya kerja sama di antara para Tentang Tujuan11, 12 staf dan bekerjasama untuk mencapai tujuan dan tujuan. Prioritas Sekolah Perilaku kepala sekolah yang Menciptakan menunjukkan ekspektasi yang tinggi Ekspektasi terhadap staf supaya mempu bekerja 13, 14 Kinerja yang secara inovatif serta profesional demi Tinggi mendapatkan hasil yang maksimal. Menjadi Model Perilaku dan tindakan kepala sekolah bisa menjadi teladan atau contoh yang baik untuk para staf. Memberikan Dukungan (support) Perilaku kepala sekolah dengan memahami kemampuan dan ketertarikan para staf serta mencari tahu pemahaman para guru terhadap suatu masalah serta memberi penghargaan atas kerja keras mereka. Menyediakan Stimulus Intelektual Perilaku kepala sekolah mengajak para staf untuk mencoba sesuatu yang baru serta mengkaji kembali asumsiasumsi tentang pekerjaan mereka dan memikirkan kembali bagaimana mewujudkan asumsi tersebut. 15,16 17, 18, 19, 20, 22, 23, 24, 25, 21, 26, 27, 28, 33 29, 30, 31, 32 34

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Perilaku kepemimpinan kepala sekolah yang mampu membangun g. Membangun norma sekolah, nilai, keyakinan dan Kultur Sekolah sikap yang mendorong terciptanya sikap saling percaya dan perhatian antara para staf Perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan memberi kesempatan h. Membangun kepada para guru dalam pengambilan Struktur keputusan terkait tugas-tugas guru Kolaboratif dan memberitahukan permasalahan yang terdapat di sekolah tersebut. Sumber : Leithwood (Deria, 2018) b. 35, 37, 38 36, 40, 42, 39, 43, 44, 41, 45, 46, 48, 50 47, 49 Kecerdasan Emosional (X2) Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi, menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial (Goleman, 2005:180). Kecerdasan emosional dalam penelitian ini adalah persepsi guru terhadap tingkat kecerdasan emosional guru dalam bekerja. Variabel penelitian ini diukur menggunakan skala likert dengan pilihan jawaban: Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju (TS), Setuju (S) dan Sangat Setuju (SS). Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan indikator yang dikembangkan oleh Goelman (Kurniawati, 2008). Adapun kisi-kisi untuk variabel kecerdasan emosional adalah sebagai berikut.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Variabel Keceerdasan Emosional Variabel Kecerdasan Emosional Indikator Mengenali emosi Mengelola emosi Memotivasi diri Mengenali emosi orang lain Membina hubungan dengan orang lain Deskriptor 1. Mengenal emosi diri 2. Mengetahui kekuatan diri 3. Memiliki keterbatasan diri 4. Memiliki keyakinan akan kemampuan sendiri 1. Mampu menahan emosi dan dorongan negatif 2. Menjunjung tinggi norma-norma kejujuran 3. Bertanggung jawab atas kinerja sendiri 4. Luwes terhadap perubahan 5. Terbuka terhadap ide-ide dan informasi baru 1. Dorongan untuk menjadi lebih baik 2. Mampu menyesuaikan dengan suasana kelompok 3. Kesiapan untuk memanfaatkan kesempatan 4. Kegigihan dalam kondisi kegagalan dan hambatan 1. Memahami perasaan orang lain 2. Tanggap akan kebutuhan orang lain 3. Mengerti perasaan orang lain 4. Siap sedia melayani 1. Keterampilan persuasif 2. Terbuka mendengarkan orang lain dan memberi pesan yang jelas 3. Kemampuan meyelesaikan tanggung jawab No item (+) (-) 1, 2, 3, 4 5, 6, 7, 8, 9 10, 11, 12, 13 14, 15, 16, 17 18, 19, 20, 21, 22, 23

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 4. Memiliki semangat kepemimpinan 5. Bersedia berkolaborasi dengan orang lain 6. Kemampuan membangun tim Sumber: Goelman, 2016. c. Kecerdasan Spiritual (X3) Kecerdasan spiritual adalah sebagai inti atau pusat dari semua tindakan yang dilakukan, dilandasi adanya kecerdasan untuk menerapkan prilaku dan hidup dalam kontek makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai tindakan bahkan jalan hidup manusia lebih bermakna di banding dengan yang lain (Zohar dan Marshal, 2000: 252-257). Kecerdasan spiritual dalam penelitian ini adalah presepsi guru terhadap tingkat kecerdasan spiritual guru dalam bekerja. Variabel penelitian ini diukur menggunakan skala likert dengan pilihan jawaban: Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju (TS), Setuju (S) dan Sangat Setuju (SS). Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan indikator yang dikembangkan oleh Zohar & Marshal (2000), dengan beberapa modifikasi. Adapun kisi-kisi untuk variabel kecerdasan spiritual adalah sebagai berikut. Tabel 3.4 Kisi-Kisi Instrumen Variabel Kecerdasan Spiritual Variabel Kecerdasan Spiritual Indikator Kemampuan seseorang dalam bergaul Kesadaran adanya Tuhan Cobaan sebagai ujian, kesabaran, ikhlas dan rela Kemampuan untuk Deskriptor Kemampuan bersikap fleksibel Memiliki tingkat kesadaran yang tinggi Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan Sikap menerima segala No item (+) (-) 1, 2 3, 4 5, 6 7, 8

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 menghadapi dan melampaui rasa sakit Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai Keengganan untuk mengalami kerugian yang tidak perlu Mampu untuk melihat keterkaitan berbagai hal Memiliki kecenderungan untuk bertanya Memiliki otonomi sesuatu sebagaimana adanya atau tabah Memiliki tujuan hidup Menggunjing, meninggalkan ibadah dan berkorban Melihat hubungan antar makhluk hidup Mencari jawaban atas segala sesuatu yang belum dipahami Berbuat tanpa tergantung orang lain 9, 10 11 14 12, 13 15, 16 17, 18 19 Sumber: Zohar dan Marshal, 2000. F. Data yang diperlukan Data yang diperlukan oleh peneliti, sebagai berikut. 1. Data Primer Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari subjek responden. Data tersebut diperoleh dengan membagikan kuesioner yang mencakup pertanyaan mengenai profesionalisme guru, kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual guru di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah Kota Muara Teweh Kalimantan Tengah. Instrumen kuesioner ini bersifat tertutup. Pengisian kuesioner dengan cara memberikan tanda ceklist (√) pada kolom yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 2. Data Data sekunder adalah data yang tidak diperoleh dari subjek penelitian, tetapi diperoleh dari instansi sekolah. Data sekunder mencakup kelengkapan informasi berupa profil, visi, misi dan fasilitas sekolah. G. Teknik Pengumpulan Data 1. Angket atau Kuesioner Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner (angket). Kuesioner (angket) adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner ini terdiri dari beberapa pertanyaan yang digunakan untuk memperoleh data mengenai kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan profesionalisme guru. Dalam penelitian ini, angket diberikan secara langsung dan bentuknya adalah pilihan ganda. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Angket diberikan kepada responden berupa lembaran berbentuk chek-list yang berisi pertanyaan dan diberi tanda centang pada kolom jawaban yang dipilih. Masing-masing pilihan diberi nilai dengan pembobotan seperti tertera pada tabel di bawah ini.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Tabel 3.5 Skor Pernyataan Variabel Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual dan Profesionalisme Guru Kriteria Jawaban Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) 2. Skor Pernyataan Pernyataan Positif Pernyataan Negatif 4 1 3 2 2 3 1 4 Dokumentasi Dokumentasi dalam penelitian ini adalah dokumen tertulis maupun elektronik dari lembaga/institusi. Dokumen diperlukan untuk mendukung kelengkapan data yang lain. H. Teknik Pengujian Instrumen Penelitian Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Penggunaan instrumen berupa kuesioner dalam penelitian digunakan untuk memperoleh informasi data mengenai kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan profesionalisme guru. Instumen yang baik memenuhi persyaratan penting yaitu valid dan reliabel. Metode dan alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Uji Validitas Uji validitas adalah suatu langkah pengujian yang dilakukan terhadap isi (content) dari suatu instrumen, dengan tujuan untuk mengukur ketepatan

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 instrumen yang digunakan dalam suatu penelitian (Sugiyono, 2006). Salah satu syarat suatu instrumen dikatakan baik apabila instrumen itu valid. Uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total. 𝑟 𝑥𝑦 = 𝑁 ∑𝑋𝑌−(∑𝑋)(∑𝑌) √{𝑁 ∑𝑋 2 −(∑𝑋 2 )} {𝑁 ∑𝑌 2 −(∑𝑌)2 )} Keterangan : rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y ΣX = Jumlah skor dalam distribusi X ΣY = Jumlah skor dalam distribusi Y ∑XY = Jumlah perkalian skor ΣX2 = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi X ΣY2 = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi Y N = Banyaknya responden Jika nilai koefisien rhitung lebih besar dari rtabel, maka item soal tersebut dikatakan valid. Jika rhitung lebih kecil dari rtabel maka item soal tersebut dikatakan tidak valid dalam tingkat signifikan 5%. Ketika item soal menunjukkan hasil yang valid maka tes layak digunakan, sedangkan item soal yang tidak valid diolah kembali sehingga item dinyatakan valid semua. Berikut ini merupakan hasil uji validitas yang dilakukan pada instrumen profesionalisme guru. a. Variabel Profesionalisme Guru Tabel 3.6 menunjukkan hasil pengujian validitas variabel profesionalisme guru.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Tabel 3.6 Hasil Pengujian Validitas Instrumen Profesionalisme Guru No Item R hitung Soal_1 0,433 Soal_2 0,321 Soal_3 0,298 Soal_4 0,316 Soal_5 0,576 Soal_6 0,509 Soal_7 0,506 Soal_8 0,543 Soal_9 0,445 Soal_10 0,469 Soal_11 0,455 Soal_12 0.516 Soal_13 0,116 Soal_14 0,454 Soal_15 0,581 Soal_16 0,462 Soal_17 0,399 Soal_18 0,426 Soal_19 0,459 Soal_20 0,486 Soal_21 0,531 Soal_22 0,482 Soal_23 0,363 Soal_24 0,541 Soal_25 0,251 Soal_26 0,243 Soal_27 0,467 Soal_28 0,463 Soal_29 0,435 Sumber: data primer, diolah 2018 R tabel (N=90, α = 0,05) Keterangan 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2070 0,2072 0,2072 0,2072 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 3.6 menunjukkan hasil uji validitas dari 29 (dua puluh sembilan) item pernyataan pada variabel profesionalisme guru. Dari 29 item pernyataan pada variabel profesionalisme guru, terdapat 1 item yang tidak valid, yaitu item nomor 13 dimana rhitung dari 1 item tersebut lebih kecil/kurang dari (<) rtabel 0,2072. Item

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 yang tidak valid dikeluarkan kemudian diolah kembali. Hasil pengolahan kedua dari uji validitas instrumen profesionalisme guru adalah sebagai berikut. Tabel 3.7 Hasil Pengolahan Validitas Kedua Instrumen Profesionalisme Guru No Item R hitung Soal_1 0,430 Soal_2 0,324 Soal_3 0,292 Soal_4 0,311 Soal_5 0,587 Soal_6 0,513 Soal_7 0,517 Soal_8 0,559 Soal_9 0,452 Soal_10 0,445 Soal_11 0,441 Soal_12 0,511 Soal_13 0,464 Soal_14 0,596 Soal_15 0,474 Soal_16 0,374 Soal_17 0,418 Soal_18 0,461 Soal_19 0,487 Soal_20 0,530 Soal_21 0,470 Soal_22 0,352 Soal_23 0,548 Soal_24 0,263 Soal_25 0,249 Soal_26 0,473 Soal_27 0,490 Soal_28 0,457 Sumber: data primer, diolah 2018 R tabel (N=90, α = 0,05) Keterangan 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2070 0,2072 0,2072 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 3.7, hasil pengolahan kedua dari uji validitas instrumen profesionalisme guru menunjukkan bahwa semua item valid. Dengan demikian, 28 item pernyataan dapat digunakan dalam penelitian.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 b. Variabel Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Tabel 3.8 menunjukkan hasil pengujian validitas variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah. Tabel 3.8 Hasil Pengujian Validitas Instrumen Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah No Item Soal_1 Soal_2 Soal_3 Soal_4 Soal_5 Soal_6 Soal_7 Soal_8 Soal_9 Soal_10 Soal_11 Soal_12 Soal_13 Soal_14 Soal_15 Soal_16 Soal_17 Soal_18 Soal_19 Soal_20 Soal_21 Soal_22 Soal_23 Soal_24 Soal_25 Soal_26 Soal_27 Soal_28 Soal_29 Soal_30 Soal_31 Soal_32 Soal_33 R tabel R hitung (N=90, α = 0,05) Keterangan 0,773 0,531 0,771 0,718 0,324 0,366 0,553 0,142 0,459 0,773 0,655 0,784 0,735 0,434 0,366 0,549 0,101 0,459 0,030 0,111 -0,122 -0,152 0,096 0,000 -0,067 -0,057 -0,223 0,055 0,103 0,773 0,655 0,784 -0,350 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2070 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 No Item R hitung Soal_34 0,405 Soal_35 0,446 Soal_36 0,419 Soal_37 0,219 Soal_38 0,427 Soal_39 0,424 Soal_40 0,293 Soal_41 0,733 Soal_42 0,608 Soal_43 0,704 Soal_44 0,735 Soal_45 0,434 Soal_46 0,366 Soal_47 0,553 Soal_48 0,142 Soal_49 0,459 Soal_50 0,068 Sumber: data primer, diolah 2018 R tabel (N=90, α = 0,05) Keterangan 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2070 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tabel 3.8 menunjukkan hasil uji validitas dari 50 (lima puluh) item pertanyaan pada variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah. Dari 50 item pernyataan pada variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah, terdapat 16 item pernyataan yang tidak valid yaitu item nomor 8, 17, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 33, 48 dan 50 di mana rhitung dari 16 item tersebut lebih kecil/kurang dari (<) rtabel 0,2072. Item yang tidak valid dikeluarkan kemudian diolah kembali. Hasil pengolahan kedua dari uji validitas instrumen kepemimpinan transformasional kepala sekolah adalah sebagai berikut.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Tabel 3.9 Hasil Pengolahan Validitas Kedua Instrumen Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah No Item R hitung Soal_1 0,811 Soal_2 0,558 Soal_3 0,791 Soal_4 0,741 Soal_5 0,316 Soal_6 0,330 Soal_7 0,539 Soal_9 0,422 Soal_10 0,811 Soal_11 0,709 Soal_12 0,811 Soal_13 0,764 Soal_14 0,446 Soal_15 0,330 Soal_16 0,534 Soal_18 0,422 Soal_30 0,811 Soal_31 0,709 Soal_32 0,811 Soal_34 0,405 Soal_35 0,450 Soal_36 0,424 Soal_37 0,148 Soal_38 0,469 Soal_39 0,445 Soal_40 0,321 Soal_41 0,781 Soal_42 0,667 Soal_43 0,745 Soal_44 0,764 Soal_45 0,446 Soal_46 0,330 Soal_47 0,539 Soal_49 0,422 Sumber: data primer, diolah 2018 R tabel (N=90, α = 0,05) Keterangan 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2070 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 3.9 menunjukkan hasil pengolahan uji validitas dari 34 (tiga puluh empat) item pertanyaan pada variabel kepemimpinan transformasional kepala

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 sekolah. Dari 34 item pernyataan pada variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah, terdapat 1 item yang tidak valid, yaitu item nomor 37 di mana rhitung dari 1 item tersebut lebih kecil/kurang dari (<) rtabel 0,2072. Item yang tidak valid dikeluarkan kemudian diolah kembali. Hasil pengolahan ketiga dari uji validitas instrumen kepemimpinan transformasional kepala sekolah adalah sebagai berikut. Tabel 3.10 Hasil Pengolahan Validitas Ketiga Instrumen Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah No Item Soal_1 Soal_2 Soal_3 Soal_4 Soal_5 Soal_6 Soal_7 Soal_8 Soal_9 Soal_10 Soal_11 Soal_12 Soal_13 Soal_14 Soal_15 Soal_16 Soal_17 Soal_18 Soal_19 Soal_20 Soal_21 Soal_22 Soal_23 Soal_24 Soal_25 Soal_26 Soal_27 R tabel R hitung (N=90, α = 0,05) Keterangan 0,810 0,558 0,787 0,753 0,321 0,317 0,543 0,428 0,810 0,713 0,808 0,778 0,455 0,317 0,536 0,428 0,810 0,713 0,808 0,401 0,439 0,418 0,468 0,435 0,313 0,779 0,672 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2070 0,2072 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 No Item R hitung Soal_28 0,745 Soal_29 0,778 Soal_30 0,455 Soal_31 0,317 Soal_32 0,543 Soal_33 0,428 Sumber: data primer, diolah 2018 R tabel (N=90, α = 0,05) Keterangan 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 3.10, hasil pengolahan ketiga dari uji validitas instrumen kepemimpinan transformasional kepala sekolah menunjukkan bahwa semua item valid. Dengan demikian, 33 item pernyataan dapat digunakan dalam penelitian. c. Variabel Kecerdasan Emosional Tabel 3.11 menunjukkan hasil pengujian validitas variabel kecerdasan emosional. Tabel 3.11 Hasil Pengujian Validitas Instrumen Kecerdasan Emosional No Item Soal_1 Soal_2 Soal_3 Soal_4 Soal_5 Soal_6 Soal_7 Soal_8 Soal_9 Soal_10 Soal_11 Soal_12 Soal_13 Soal_14 Soal_15 Soal_16 Soal_17 Soal_18 R tabel R hitung (N=90, α = 0,05) Keterangan 0,533 0,573 0,558 0,581 0,657 0,553 0,558 0,499 0,635 0,620 0,383 0,605 0,620 0,698 0,697 0,508 0,644 0,373 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 No Item R hitung Soal_19 0,521 Soal_20 0,572 Soal_21 0,620 Soal_22 0,631 Soal_23 0,713 Sumber: data primer, diolah 2018 R tabel (N=90, α = 0,05) Keterangan 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 3.11, hasil pengujian dari uji validitas instrumen kecerdasan emosional bahwa ada 23 (dua puluh tiga) item pernyataan pada variabel kecerdasan emosional menunjukkan bahwa semua item valid. Dengan demikian, 23 item pernyataan dapat digunakan dalam penelitian. d. Variabel Kecerdasan Spiritual Tabel 3.12 menunjukkan hasil pengujian validitas variabel kecerdasan emosional. Tabel 3.12 Hasil Pengujian Validitas Instrumen Kecerdasan Spiritual No Item Soal_1 Soal_2 Soal_3 Soal_4 Soal_5 Soal_6 Soal_7 Soal_8 Soal_9 Soal_10 Soal_11 Soal_12 Soal_13 Soal_14 Soal_15 Soal_16 Soal_17 R tabel R hitung (N=90, α = 0,05) Keterangan 0,393 0,368 0,554 0,619 0,627 0,619 0,671 0,696 0,615 0,549 0,301 0,392 0,332 0,214 0,454 0,517 0,104 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 No Item R hitung Soal_18 0,574 Soal_19 0,513 Sumber: data primer, diolah 2018 R tabel (N=90, α = 0,05) Keterangan 0,2072 0,2072 Valid Valid Tabel 3.12 menunjukkan hasil uji validitas dari 19 (sembilan belas) item pernyataan pada variabel kecerdasan spiritual. Dari 19 item pernyataan pada variabel kecerdasan spiritual, terdapat 1 item yang tidak valid, yaitu item nomor 17 di mana rhitung dari 1 item tersebut lebih kecil/kurang dari (<) rtabel 0,2072. Item yang tidak valid dikeluarkan kemudian dilakukan pengolahan kembali. Hasil pengolahan kedua dari uji validitas instrumen kecerdasan spiritual adalah sebagai berikut. Tabel 3.13 Hasil Pengolahan Validitas Kedua Instrumen Kecerdasan Spiritual No Item R hitung Soal_1 0,353 Soal_2 0,384 Soal_3 0,524 Soal_4 0,558 Soal_5 0,612 Soal_6 0,573 Soal_7 0,646 Soal_8 0,674 Soal_9 0,581 Soal_10 0,467 Soal_11 0,299 Soal_12 0,372 Soal_13 0,331 Soal_14 0,204 Soal_15 0,435 Soal_16 0,512 Soal_18 0,467 Soal_19 0,369 Sumber: data primer, diolah 2018 R tabel (N=90, α = 0,05) Keterangan 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Tabel 3.13 menunjukkan hasil uji validitas dari 18 (delapan belas) item pernyataan pada variabel kecerdasan spiritual. Dari 18 item pernyataan pada variabel kecerdasan spiritual, terdapat 1 item yang tidak valid, yaitu item nomor 14 di mana rhitung dari 1 item tersebut lebih kecil/kurang dari (<) rtabel 0,2072. Item yang tidak valid dikeluarkan kemudian dilakukan pengolahan kembali. Hasil pengolahan ketiga dari uji validitas instrumen kecerdasan spiritual adalah sebagai berikut. Tabel 3.14 Hasil Pengolahan Validitas Ketiga Instrumen Kecerdasan Spiritual No Item R hitung Soal_1 0,400 Soal_2 0,395 Soal_3 0,531 Soal_4 0,585 Soal_5 0,590 Soal_6 0,561 Soal_7 0,636 Soal_8 0,656 Soal_9 0,600 Soal_10 0,492 Soal_11 0,323 Soal_12 0,423 Soal_13 0,347 Soal_14 0,424 Soal_15 0,512 Soal_16 0,460 Soal_17 0,307 Sumber: data primer, diolah 2018 R tabel (N=90, α = 0,05) Keterangan 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 0,2072 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 3.14, hasil pengolahan ketiga dari uji validitas instrumen kecerdasan spiritual menunjukkan bahwa semua item valid. Dengan demikian, 17 item pernyataan dapat digunakan dalam penelitian.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Ada beberapa alasan sebuah instrumen dikatakan tidak valid, di antaranya: 1) tidak sesuai antara indikator yang disusun dengan pertanyaan yang dibuat sehingga menyebabkan jawaban responden tidak mencerminkan apa yang ingin diukur, 2) terdapat kalimat/kata yang memberi makna ganda ketika dibaca, sehingga responden menjawab dengan pemahamannya masing-masing, 3) soal yang diberikan terlalu mudah sehingga hampir semua jawaban responden adalah benar. 2. Uji Reliabilitas Metode yang digunakan untuk menguji tingkat reliabiitas dari kuesioner adalah koefisien alpha (Sudjana, 2005: 109). Pengujian reliabilitas instrumen dengan menggunakan rumus Cronbach’s Alpha karena instrumen penelitian ini berbentuk angket dan skala bertingkat. Rumus Cronbach’s Alpha sebagai berikut. ∑ 𝜎𝑏2 𝑘 𝑟11 = ( ) ) (1 − (𝑘 − 1) ó2𝑡 keterangan: 𝑟11 = Reliabilitas instrumen 2𝑡 = Skor tiap-tiap item n = Banyaknya butir soal 2t = Varians total Dalam pengujian dengan menggunakan Cronbach’s Alpha, variabel dapat dikatakan reliabel apabila nilai Cronbach’s Alpha > 0,60. Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Alpha Cronbach dengan derajat keyakinan 5%, menggunakan SPSS versi 20.0. Uji coba instrumen dilakukan kepada guru yang mengajar di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah yaitu sejumlah 90 guru.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Hasil pengujian reliabilitas instrumen dapat dilihat pada tabel 3.14, tabel 3.15, tabel 3.16 dan tabel 3.17. yaitu sebagai berikut. Tabel 3.15 Hasil Uji Reliabilitas Profesionalisme Guru Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .884 28 Sumber: data primer, diolah 2018 Tabel di atas menunjukkan nilai Alpha Cronbach yang dilakukan pada uji instrumen profesionalisme guru yang dilakukan kepada guru yang mengajar di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah yaitu sejumlah 90 guru. Uji reliabilitas yang dilakukan menunjukkan hasil 0,884 > 0,60 maka item pernyataan yang digunakan untuk melihat tingkat profesionalisme guru adalah reliabel. Hasil pengujian reliabilitas instrumen kepemimpinan transformasional kepala sekolah yang dilakukan kepada guru yang mengajar di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah yaitu sejumlah 90 guru, dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3.16 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .950 33 Sumber: data primer, diolah 2018 Tabel di atas menunjukkan nilai Alpha Cronbach yang dilakukan pada uji instrumen kepemimpinan transformasional kepala sekolah yang dilakukan kepada guru yang mengajar di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah yaitu sejumlah

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 90 guru. Uji reliabilitas yang dilakukan menunjukkan hasil 0,950 > 0,60 maka item pernyataan yang digunakan untuk melihat tingkat kepemimpinan transformasional kepala sekolah adalah reliabel. Hasil pengujian reliabilitas instrumen kecerdasan emosional yang dilakukan kepada guru yang mengajar di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah yaitu sejumlah 90 guru, dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3.17 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Kecerdasan Emosional Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .928 23 Sumber: data primer, diolah 2018 Tabel di atas menunjukkan nilai Alpha Cronbach yang dilakukan pada uji instrumen kecerdasan emosional yang dilakukan kepada guru yang mengajar di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah yaitu sejumlah 90 guru. Uji reliabilitas yang dilakukan menunjukkan hasil 0,928 > 0,60 maka item pernyataan yang digunakan untuk melihat tingkat kecerdasan emosional guru adalah reliabel. Hasil pengujian reliabilitas instrumen kecerdasan spiritual yang dilakukan kepada guru yang mengajar di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah yaitu sejumlah 90 guru, dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3.18 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Kecerdasan Spiritual Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .877 Sumber: data primer, diolah 2018 17

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Tabel di atas menunjukkan nilai Alpha Cronbach yang dilakukan pada uji instrumen kecerdasan spiritual yang dilakukan kepada guru yang mengajar di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah yaitu sejumlah 90 guru. Uji reliabilitas yang dilakukan menunjukkan hasil 0,877 > 0,60 maka item pernyataan yang digunakan untuk melihat tingkat kecerdasan spiritual guru adalah reliabel. I. Teknik Analisis Data 1. Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi (Sugiyono, 2014: 238). Deskripsi variabel menggambarkan tanggapan responden mengenai pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru. Untuk pengkategorian variabel pada penelitian ini menggunakan rumus: Interval kelas = skor ideal tertinggi – skor ideal terendah Jumlah kelas Data hasil penelitian kemudian dikategorikan ke dalam empat kelompok. Kepemimpinan transformasional kepala sekolah dinilai dengan rentang dari sangat transformasional, transformasional, tidak transformasional dan sangat tidak transformasional. Kecerdasan emosional dinilai dengan rentang dari sangat tinggi, tinggi, tidak tidak tinggi dan sangat tidak tinggi. Kecerdasan spiritual dinilai

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 dengan rentang dari sangat tinggi, tinggi, tidak tinggi dan sangat tidak tinggi. Sedangkan untuk profesionalisme guru dinilai dengan rentang dari sangat tinggi, tinggi, tidak tinggi dan sangat tidak tinggi. Hasil kategorisasi variabel adalah sebagai berikut. 1. Variabel Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah (X1) Jumlah item pernyataan 33, jumlah opsi 4, skor maksimal 4, skor terendah 1. Skor tertinggi yang mungkin dicapai yaitu 33 x 4 = 132, skor terendah yang mungkin dicapai 33 x 1 = 33. Berikut perhitungan rentang skor untuk variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah. Skor ideal tertinggi yang diperoleh = 33 item x 4 = 132 Skor ideal terendah yang diperoleh = 33 item x 1 = 33 Dengan demikian, jumlah interval yang dapat dilihat adalah sebagai berikut. Interval kelas = skor ideal tertinggi – skor ideal terendah 4 Interval Kelas = 132 – 33 4 Interval Kelas = 99 4 Interval Kelas = 24,75 ≈ 25 Interval kelas pada variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut.

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Tabel 3.19 Interval Skor Variabel Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Interval Kelas 108 – 132 83 – 107 58 – 82 33 – 57 Kategori Sangat Transformasional Transformasional Tidak Transformasional Sangat Tidak Transformasional Adapun makna dari masing-masing kategori adalah sebagai berikut. a. Sangat transformasional dimaknai bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki kompetensi yang sangat tinggi atau istimewa dalam: 1) mengembangkan visi bersama sekolah, 2) membangun konsensus bersama dengan guru dan staf tentang tujuan dan prioritas sekolah, 3) menciptakan ekspektasi kinerja tinggi, 4) menjadi panutan atau model, 5) memberi support atau dukungan, 6) menyediakan stimulus intelektual, 7) membangun kultur sekolah, 8) membangun struktur kolaboratif. Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas skor yang diberikan guru adalah 4. Kategori sangat tinggi juga dapat diartikan bahwa dari 8 indikator hanya terdapat 8 dan 7 indikator yang menonjol. b. Transformasional dimaknai bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki kompetensi yang tinggi dalam: 1) mengembangkan visi bersama sekolah, 2) membangun konsensus bersama dengan guru dan staf tentang tujuan dan prioritas sekolah, 3) menciptakan ekspektasi kinerja tinggi, 4) menjadi panutan atau model, 5) memberi support atau dukungan, 6) menyediakan stimulus intelektual, 7) membangun kultur sekolah, 8) membangun struktur kolaboratif. Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas skor yang diberikan guru adalah 3. Kategori

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 tinggi juga dapat diartikan bahwa dari 8 indikator hanya terdapat 6 dan 5 indikator yang menonjol. c. Tidak transformasional dimaknai bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki kompetensi yang sedang dalam: 1) mengembangkan visi bersama sekolah, 2) membangun konsensus bersama dengan guru dan staf tentang tujuan dan prioritas sekolah, 3) menciptakan ekspektasi kinerja tinggi, 4) menjadi panutan atau model, 5) memberi support atau dukungan, 6) menyediakan stimulus intelektual, 7) membangun kultur sekolah, 8) membangun struktur kolaboratif. Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas skor yang diberikan guru adalah 2. Kategori tidak tinggi juga dapat diartikan bahwa dari 8 indikator hanya terdapat 4 dan 3 indikator yang menonjol. d. Sangat tidak transformasional dimaknai bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki kompetensi yang kurang dalam: 1) mengembangkan visi bersama sekolah, 2) membangun konsensus bersama dengan guru dan staf tentang tujuan dan prioritas sekolah, 3) menciptakan ekspektasi kinerja tinggi, 4) menjadi panutan atau model, 5) memberi support atau dukungan, 6) menyediakan stimulus intelektual, 7) membangun kultur sekolah, 8) membangun struktur kolaboratif. Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas skor yang diberikan guru adalah 1. Kategori sangat tidak tinggi juga dapat diartikan bahwa dari 8 indikator hanya terdapat 2 dan 1 indikator yang menonjol. 1. Variabel Kecerdasan Emosional (X2) Jumlah item pernyataan 23, jumlah opsi 4, skor maksimal 4, skor terendah 1. Skor tertinggi yang mungkin dicapai yaitu 23 x 4 = 92, skor terendah yang

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 mungkin dicapai 23 x 1 = 23. Berikut perhitungan rentang skor untuk variabel kecerdasan emosional. Skor ideal tertinggi yang diperoleh = 23 item x 4 = 92 Skor ideal terendah yang diperoleh = 23 item x 1 = 23 Dengan demikian, jumlah interval yang dapat dilihat adalah sebagai berikut. Interval kelas = skor ideal tertinggi – skor ideal terendah 4 Interval Kelas = 92 – 23 4 Interval Kelas = 69 4 Interval Kelas = 17,25 ≈ 17 Interval kelas pada variabel kecerdasan emosional dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.20 Interval Skor Variabel Kecerdasan Emosional Interval Kelas 76 – 92 59 – 75 42 – 58 23 – 41 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Tidak Tinggi Sangat Tidak Tinggi Adapun makna dari masing-masing kategori adalah sebagai berikut. a. Sangat Tinggi dimaknai bahwa kecerdasan emosional memiliki sikap sangat tinggi dalam: 1) mengenali emosi (mengenali emosi diri, mengetahui

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 kekuatan diri, memiliki keterbatasan diri, dan memiliki keyakinan akan kemampuan sendiri), 2) mengelola emosi (mampu menahan emosi dan dorongan negatif, menjunjung tinggi norma-norma kejujuran, bertanggung jawab atas kinerja sendiri, luwes terhadap perubahan, terbuka terhadap ide-ide dan informasi baru), 3) memotivasi diri (dorongan untuk menjadi lebih baik, mampu menyesuaikan dengan suasana kelompok, kesiapan untuk memanfaatkan kesempatan, kegigihan dalam kondisi kegagalan dan hambatan), 4) mengenal emosi orang lain (memahami perasaan orang lain, tanggap akan kebutuhan orang lain, mengerti perasaan orang lain, siap sedia melayani), 5) membina hubungan dengan orang lain (keterampilan persuasif, terbuka mendengarkan orang lain dan memberi pesan yang jelas, kemampuan menyelesaikan tanggung jawab, memiliki semangat kepemimpinan, bersedia berkolaborasi dengan orang lain, kemampuan membangun tim). Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas skor yang diberikan guru adalah 4. Kategori sangat tinggi juga dapat diartikan bahwa dari 5 indikator hanya terdapat 5 indikator yang menonjol. b. Tinggi dimaknai bahwa kecerdasan emosional memiliki sikap yang tinggi dalam: 1) mengenali emosi (mengenali emosi diri, mengetahui kekuatan diri, memiliki keterbatasan diri, dan memiliki keyakinan akan kemampuan sendiri), 2) mengelola emosi (mampu menahan emosi dan dorongan negatif, menjunjung tinggi norma-norma kejujuran, bertanggung jawab atas kinerja sendiri, luwes terhadap perubahan, terbuka terhadap ide-ide dan informasi baru), 3) memotivasi diri (dorongan untuk menjadi lebih baik, mampu menyesuaikan dengan suasana kelompok, kesiapan untuk memanfaatkan kesempatan, kegigihan dalam kondisi

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 kegagalan dan hambatan), 4) mengenal emosi orang lain (memahami perasaan orang lain, tanggap akan kebutuhan orang lain, mengerti perasaan orang lain, siap sedia melayani), 5) membina hubungan dengan orang lain (keterampilan persuasif, terbuka mendengarkan orang lain dan memberi pesan yang jelas, kemampuan menyelesaikan tanggung jawab, memiliki semangat kepemimpinan, bersedia berkolaborasi dengan orang lain, kemampuan membangun tim). Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas skor yang diberikan guru adalah 3. Kategori tinggi juga dapat diartikan bahwa dari 5 indikator hanya terdapat 4 indikator yang menonjol. c. Tidak tinggi dimaknai bahwa kecerdasan emosional memiliki sikap yang sedang dalam: 1) mengenali emosi (mengenali emosi diri, mengetahui kekuatan diri, memiliki keterbatasan diri, dan memiliki keyakinan akan kemampuan sendiri), 2) mengelola emosi (mampu menahan emosi dan dorongan negatif, menjunjung tinggi norma-norma kejujuran, bertanggung jawab atas kinerja sendiri, luwes terhadap perubahan, terbuka terhadap ide-ide dan informasi baru), 3) memotivasi diri (dorongan untuk menjadi lebih baik, mampu menyesuaikan dengan suasana kelompok, kesiapan untuk memanfaatkan kesempatan, kegigihan dalam kondisi kegagalan dan hambatan), 4) mengenal emosi orang lain (memahami perasaan orang lain, tanggap akan kebutuhan orang lain, mengerti perasaan orang lain, siap sedia melayani), 5) membina hubungan dengan orang lain (keterampilan persuasif, terbuka mendengarkan orang lain dan memberi pesan yang jelas, kemampuan menyelesaikan tanggung jawab, memiliki semangat kepemimpinan, bersedia berkolaborasi dengan orang lain, kemampuan

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 membangun tim). Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas skor yang diberikan guru adalah 2. Kategori tidak tinggi juga dapat diartikan bahwa dari 5 indikator hanya terdapat 3 indikator yang menonjol. d. Sangat tidak tinggi dimaknai bahwa kecerdasan emosional memiliki sikap yang kurang dalam: 1) mengenali emosi (mengenali emosi diri, mengetahui kekuatan diri, memiliki keterbatasan diri, dan memiliki keyakinan akan kemampuan sendiri), 2) mengelola emosi (mampu menahan emosi dan dorongan negatif, menjunjung tinggi norma-norma kejujuran, bertanggung jawab atas kinerja sendiri, luwes terhadap perubahan, terbuka terhadap ide-ide dan informasi baru), 3) memotivasi diri (dorongan untuk menjadi lebih baik, mampu menyesuaikan dengan suasana kelompok, kesiapan untuk memanfaatkan kesempatan, kegigihan dalam kondisi kegagalan dan hambatan), 4) mengenal emosi orang lain (memahami perasaan orang lain, tanggap akan kebutuhan orang lain, mengerti perasaan orang lain, siap sedia melayani), 5) membina hubungan dengan orang lain (keterampilan persuasif, terbuka mendengarkan orang lain dan memberi pesan yang jelas, kemampuan menyelesaikan tanggung jawab, memiliki semangat kepemimpinan, bersedia berkolaborasi dengan orang lain, kemampuan membangun tim). Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas skor yang diberikan guru adalah 1. Kategori sangat tidak tinggi juga dapat diartikan bahwa dari 5 indikator hanya terdapat 2 dan 1 indikator yang menonjol.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 2. Variabel Kecerdasan Spiritual (X3) Jumlah item pernyataan 17, jumlah opsi 4, skor maksimal 4, skor terendah 1. Skor tertinggi yang mungkin dicapai yaitu 17 x 4 = 68, skor terendah yang mungkin dicapai 17 x 1 = 17. Berikut perhitungan rentang skor untuk variabel kecerdasan spiritual. Skor ideal tertinggi yang diperoleh = 17 item x 4 = 68 Skor ideal terendah yang diperoleh = 17 item x 1 = 17 Dengan demikian, jumlah interval yang dapat dilihat adalah sebagai berikut. Interval kelas = skor ideal tertinggi – skor ideal terendah 4 Interval Kelas = 68 – 17 4 Interval Kelas = 51 4 Interval Kelas = 12,75 ≈ 13 Interval kelas pada variabel kecerdasan spiritual dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.21 Interval Skor Variabel Kecerdasan Spiritual Interval Kelas 56 – 68 43 – 55 30 – 42 17 – 29 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Tidak Tinggi Sangat Tidak Tinggi

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Adapun makna dari masing-masing kategori adalah sebagai berikut. a. Sangat Tinggi dimaknai bahwa kecerdasan spiritual memiliki sikap sangat tinggi dalam: 1) kemampuan seseorang dalam bergaul (kemampuan bersikap fleksibel), 2) kesadaran adanya Tuhan (memiliki tingkat kesadaran yang tinggi), 3) cobaan sebagai ujian, kesabaran, ikhlas dan rela (kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan), 4) kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit (sikap menerima segala sesuatu sebagaimana adanya atau tabah), 5) kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai (memiliki tujuan hidup), 6) keengganan untuk mengalami kerugian yang tidak perlu (menggunjing, meninggalkan ibadah dan berkorban), 7) mampu untuk melihat keterkaitan berbagai hal (melihat hubungan antar makhluk hidup), 8) memiliki kecenderungan untuk bertanya (mencari jawaban atas segala sesuatu yang belum dipahami), 9) memiliki otonomi (berbuat tanpa tergantung orang lain). Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas skor yang diberikan guru adalah 4. Kategori sangat tinggi juga dapat diartikan bahwa dari 9 indikator hanya terdapat 9, 8 dan 7 indikator yang menonjol. b. Tinggi dimaknai bahwa kecerdasan spiritual memiliki sikap yang tinggi dalam: 1) kemampuan seseorang dalam bergaul (kemampuan bersikap fleksibel), 2) kesadaran adanya Tuhan (memiliki tingkat kesadaran yang tinggi), 3) cobaan sebagai ujian, kesabaran, ikhlas dan rela (kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan), 4) kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit (sikap menerima segala sesuatu sebagaimana adanya atau tabah), 5) kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai (memiliki tujuan hidup), 6)

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 keengganan untuk mengalami kerugian yang tidak perlu (menggunjing, meninggalkan ibadah dan berkorban), 7) mampu untuk melihat keterkaitan berbagai hal (melihat hubungan antar makhluk hidup), 8) memiliki kecenderungan untuk bertanya (mencari jawaban atas segala sesuatu yang belum dipahami), 9) memiliki otonomi (berbuat tanpa tergantung orang lain). Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas skor yang diberikan guru adalah 3. Kategori tinggi juga dapat diartikan bahwa dari 9 indikator hanya terdapat 6, 5 dan 4 indikator yang menonjol. c. Tidak tinggi dimaknai bahwa kecerdasan spiritual memiliki sikap yang sedang dalam: 1) kemampuan seseorang dalam bergaul (kemampuan bersikap fleksibel), 2) kesadaran adanya Tuhan (memiliki tingkat kesadaran yang tinggi), 3) cobaan sebagai ujian, kesabaran, ikhlas dan rela (kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan), 4) kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit (sikap menerima segala sesuatu sebagaimana adanya atau tabah), 5) kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai (memiliki tujuan hidup), 6) keengganan untuk mengalami kerugian yang tidak perlu (menggunjing, meninggalkan ibadah dan berkorban), 7) mampu untuk melihat keterkaitan berbagai hal (melihat hubungan antar makhluk hidup), 8) memiliki kecenderungan untuk bertanya (mencari jawaban atas segala sesuatu yang belum dipahami), 9) memiliki otonomi (berbuat tanpa tergantung orang lain). Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas skor yang diberikan guru adalah 2. Kategori tidak tinggi juga dapat diartikan bahwa dari 9 indikator hanya terdapat 3 dan 2 indikator yang menonjol.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 d. Sangat tidak tinggi dimaknai bahwa kecerdasan spiritual memiliki sikap yang kurang dalam: 1) kemampuan seseorang dalam bergaul (kemampuan bersikap fleksibel), 2) kesadaran adanya Tuhan (memiliki tingkat kesadaran yang tinggi), 3) cobaan sebagai ujian, kesabaran, ikhlas dan rela (kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan), 4) kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit (sikap menerima segala sesuatu sebagaimana adanya atau tabah), 5) kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai (memiliki tujuan hidup), 6) keengganan untuk mengalami kerugian yang tidak perlu (menggunjing, meninggalkan ibadah dan berkorban), 7) mampu untuk melihat keterkaitan berbagai hal (melihat hubungan antar makhluk hidup), 8) memiliki kecenderungan untuk bertanya (mencari jawaban atas segala sesuatu yang belum dipahami), 9) memiliki otonomi (berbuat tanpa tergantung orang lain). Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas skor yang diberikan guru adalah 1. Kategori sangat tidak tinggi juga dapat diartikan bahwa dari 9 indikator hanya terdapat 1 indikator yang menonjol. 3. Variabel Profesionalisme Guru (Y) Jumlah item pernyataan 28, jumlah opsi 4, skor maksimal 4, skor terendah 1. Skor tertinggi yang mungkin dicapai yaitu 28 x 4 = 112, skor terendah yang mungkin dicapai 28 x 1 = 28. Berikut perhitungan rentang skor untuk variabel profesionalisme guru. Skor ideal tertinggi yang diperoleh = 28 item x 4 = 112 Skor ideal terendah yang diperoleh = 28 item x 1 = 28

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Dengan demikian, jumlah interval yang dapat dilihat adalah sebagai berikut. Interval kelas = skor ideal tertinggi – skor ideal terendah 4 Interval Kelas = 112 – 28 4 Interval Kelas = 84 4 Interval Kelas = 21 Interval kelas pada variabel profesionalisme guru dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.22 Interval Skor Variabel Profesionalisme Guru Interval Kelas 92 – 112 71 – 91 50 – 70 28 – 49 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Tidak Tinggi Sangat Tidak Tinggi Adapun makna dari masing-masing kategori adalah sebagai berikut. a. Sangat Tinggi dimaknai bahwa profesionalisme guru memiliki sikap sangat tinggi dalam: 1) penguasaan bahan ajar (guru mampu menguasai bahan ajar wajib, bahan ajar pengayaan, dan bahan ajar penunjang dengan baik), 2) pengelolaan kelas dan interaksi belajar mengajar (guru berusaha menciptakan situasi sosial kelas yang kondusif untuk belajar sebaik mungkin), 3) pengelolaan program belajar mengajar (guru mampu menguasi fungsional tentang pendekatan

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 sistem pengajaran, asas pengajaran, prosedur, metode strategi dalam belajar), 4) pelayanan bimbingan dan konseling (guru mampu memecahkan masalah dengan membantu siswa yang bermasalah), 5) penggunaan media dan sumber pelajaran (guru mampu menguasai media pembelajaran dan sumber pembelajaran yang sesuai dengan ketentuan kurikulum), 6) penilaian prestasi belajar siswa (guru memberikan penilaian sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswanya). Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas skor yang diberikan guru adalah 4. Kategori sangat tinggi dapat diartikan bahwa dari 6 indikator hanya terdapat 6 dan 5 indikator yang menonjol. b. Tinggi dimaknai bahwa profesionalisme guru memiliki sikap yang tinggi dalam: 1) penguasaan bahan ajar (guru mampu menguasai bahan ajar wajib, bahan ajar pengayaan, dan bahan ajar penunjang dengan baik), 2) pengelolaan kelas dan interaksi belajar mengajar (guru berusaha menciptakan situasi sosial kelas yang kondusif untuk belajar sebaik mungkin), 3) pengelolaan program belajar mengajar (guru mampu menguasi fungsional tentang pendekatan sistem pengajaran, asas pengajaran, prosedur, metode strategi dalam belajar), 4) pelayanan bimbingan dan konseling (guru mampu memecahkan masalah dengan membantu siswa yang bermasalah), 5) penggunaan media dan sumber pelajaran (guru mampu menguasai media pembelajaran dan sumber pembelajaran yang sesuai dengan ketentuan kurikulum), 6) penilaian prestasi belajar siswa (guru memberikan penilaian sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswanya). Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas skor yang diberikan guru adalah 3. Kategori tinggi dapat diartikan bahwa dari 6 indikator hanya terdapat 4 dan 3 indikator yang menonjol.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 c. Tidak tinggi dimaknai bahwa profesionalisme guru memiliki sikap yang sedang dalam: 1) penguasaan bahan ajar (guru mampu menguasai bahan ajar wajib, bahan ajar pengayaan, dan bahan ajar penunjang dengan baik), 2) pengelolaan kelas dan interaksi belajar mengajar (guru berusaha menciptakan situasi sosial kelas yang kondusif untuk belajar sebaik mungkin), 3) pengelolaan program belajar mengajar (guru mampu menguasi fungsional tentang pendekatan sistem pengajaran, asas pengajaran, prosedur, metode strategi dalam belajar), 4) pelayanan bimbingan dan konseling (guru mampu memecahkan masalah dengan membantu siswa yang bermasalah), 5) penggunaan media dan sumber pelajaran (guru mampu menguasai media pembelajaran dan sumber pembelajaran yang sesuai dengan ketentuan kurikulum), 6) penilaian prestasi belajar siswa (guru memberikan penilaian sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswanya). Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas skor yang diberikan guru adalah 2. Kategori tidak tinggi dapat diartikan bahwa dari 6 indikator hanya terdapat 2 indikator yang menonjol. d. Sangat tidak tinggi dimaknai bahwa profesionalisme guru memiliki sikap yang kurang dalam: 1) penguasaan bahan ajar (guru mampu menguasai bahan ajar wajib, bahan ajar pengayaan, dan bahan ajar penunjang dengan baik), 2) pengelolaan kelas dan interaksi belajar mengajar (guru berusaha menciptakan situasi sosial kelas yang kondusif untuk belajar sebaik mungkin), 3) pengelolaan program belajar mengajar (guru mampu menguasi fungsional tentang pendekatan sistem pengajaran, asas pengajaran, prosedur, metode strategi dalam belajar), 4) pelayanan bimbingan dan konseling (guru mampu memecahkan masalah dengan

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 membantu siswa yang bermasalah), 5) penggunaan media dan sumber pelajaran (guru mampu menguasai media pembelajaran dan sumber pembelajaran yang sesuai dengan ketentuan kurikulum), 6) penilaian prestasi belajar siswa (guru memberikan penilaian sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswanya). Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas skor yang diberikan guru adalah 1. Kategori sangat tidak tinggi dapat diartikan bahwa dari 6 indikator hanya terdapat 1 indikator yang menonjol. 2. Uji Prasyarat Regresi Dalam menganalisis data penelitian menggunakan persamaan regresi. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam penggunaan regresi antara lain: a. Uji Normalitas Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui normal tidaknya masing- masing variabel penelitian. Dalam penelitian ini uji normalitas dilakukan dengan uji Kolmogorof-Smirnov dengan menggunakan taraf signifikansi > 0,05 maka data berdistribusi normal sebaliknya apabila nilai signifikansi < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal. b. Uji Linearitas Tujuan dari uji linearitas adalah mengetahui benar atau tidaknya spesifikasi model yang digunakan. Dari uji linearitas juga diperoleh informasi mengenai fungsi yang digunakan dalam studi empiris sebaiknya berbentuk linear, kuadrat atau kubik (Ghozali, 2011). Jika data berbentuk linear maka penggunaan analisis regresi pada pengujian hipotesis dapat dipertanggungjawabkan. Akan tetapi jika

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 tidak linear maka harus digunakan analisis nonlinear. Cara pengujiannya dengan bantuan SPSS dilihat dari tingkat signifikansinya. Jika tingkat signifikansi > 0,05 maka X terhadap Y linear. c. Uji Asumsi Klasik Tujuan dari uji linearitas adalah mengetahui benar atau tidaknya spesifikasi model yang digunakan. Dari uji linearitas juga diperoleh informasi mengenai fungsi yang digunakan dalam studi empiris sebaiknya berbentuk linear, kuadrat atau kubik (Ghozali, 2011). Jika data berbentuk linear maka penggunaan analisis regresi pada pengujian hipotesis dapat dipertanggungjawabkan. Akan tetapi jika tidak linear maka harus digunakan analisis nonlinear. Cara pengujiannya dengan bantuan SPSS dilihat dari tingkat signifikansinya. Jika tingkat signifikansi > 0,05 maka X terhadap Y linear. a) Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas/independen (Ghozali 2011). Persamaan regresi berganda dikatakan baik jika bebas dari multikolinearitas. Uji ini dapat dilihat melalui nilai VIF dan R2. Jika VIF (Variance Inflation Factor) suatu variabel melebihi 10 dan nilai R2 atau korelasi antar variabel bebas melebihi 0,90 maka hal ini merupakan indikator adanya multikolinearitas, dan hal ini harus dihindari. Kriteria pengujiannya adalah: - Jika nilai VIF < 10 maka tidak terjadi multikolinieritas. - Jika nilai VIF > 10 maka terjadi multikolinieritas.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 b) Uji Heteroskedastisitas Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual data pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2011). Deteksi ada tidaknya heterokedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot. Jika dalam grafik titik membentuk pola tertentu maka mengidentifikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Apabila titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Kriteria pengujiannya adalah: - Jika nilai signifikan > 0,05 maka tidak terdapat heteroskadastisitas. - Jika nilai signifikan < 0,05 maka terdapat heteroskadastisitas. 3. Analisis Regresi a. Analisis Regresi Linier Berganda Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Analisis ini digunakan untuk menguji variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Analisis ini digunakan untuk mengkaji pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah (X1), kecerdasan emosional (X2), dan kecerdasan spiritual (X3) terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah (Y). Model persamaan regresi secara sistematis dapat dirumuskan sebagai berikut, Sugiyono (2010) :

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e Keterangan : Y : Profesionalisme guru 𝑥1 : Kepemimpinan transformasional kepala sekolah 𝑥2 : Kecerdasan emosional guru 𝑥3 : Kecerdasan spiritual guru b. Uji Hipotesis Langkah-langkah pengujian hipotesis yang dilakukan sebagai berikut. 1. Uji Parsial (Uji t) Uji t statistik pada dasarnya menunjukkan menerangkan variabel dependen. Proses pengolahan data agar bisa secara cepat dan tepat maka pengolahan datanya, apabila signifikansi < 5% (0,05) maka Ho ditolak dan H1 diterima, berarti bahwa variabel bebas dapat menerangkan variabel terikat. Sebaliknya apabila signifikansi > 5% (0,05) maka Ho diterima dan H1 ditolak, berarti bahwa variabel bebas tidak dapat menerangkan variabel terikatnya secara individual. 1) Pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Rumusan hipotesis untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah (X1) dengan profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah (Y) adalah sebagai berikut. Ho1 : Tidak ada pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Ha1 : Ada pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah.

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 2) Pengaruh kecerdasan emosional terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Rumusan hipotesis untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional (X2) dengan profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan teweh Tengah (Y) adalah sebagai berikut. Ho2 : Tidak ada pengaruh kecerdasan emosional terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Ha2 : Ada pengaruh kecerdasan emosional terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. 3) Pengaruh kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Rumusan hipotesis untuk mengetahui pengaruh kecerdasan spiritual (X3) dengan profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan teweh Tengah (Y) adalah sebagai berikut. Ho3 : Tidak ada pengaruh kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Ha3 : Ada pengaruh kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. 4) Pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Rumusan hipotesis untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah (X1), kecerdasan emosional (X2) dan kecerdasan spiritual (X3) profesionalisme guru (Y) adalah sebagai berikut. Ho4 : Tidak ada pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Ha4 : Ada pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Pengujian hipotesis : 2. Uji Simultan (Uji F) Pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat, yaitu untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah (X1), kecerdasan emosional (X2), dan kecerdasan spiritual (X3) terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah (Y). Apabila signifikansi < 5% (0,05) maka Ho ditolak, hal ini berarti variabel bebas mampu menjelaskan variabel terikat secara simultan atau sama-sama. Sebaliknya, apabila signifikansi > 5% (0,05) maka Ho diterima, hal ini berarti bahwa variabel bebas secara bersama-sama tidak mampu menjelaskan variabel terikatnya.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 3. Koefisien Determinasi Simultan (R2) Dalam uji regresi linear berganda dianalisis pula besarnya koefisien regresi (R2) keseluruhan. Nilai (R2) adalah antara nol dan satu. (R2) mendekati 1 (satu) maka dapat dikatakan semakin kuat kemampuan variabel bebas dalam model regresi tersebut dalam menerangkan variabel terikat. Sebaliknya jika R2 mendekati nol maka semakin lemah variabel bebas menerangkan variasi variabel terikatnya.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM Pada bab ini penulis menjelaskan tentang 2 lokasi penelitian yaitu SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah sebagai berikut. A. SMK Negeri 1 Muara Teweh Lokasi pertama dalam penelitian ini yaitu di SMK Negeri 1 Muara Teweh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Gambar 4.1 Halaman Depan SMK Negeri 1 Muara Teweh 1. Profil SMK Negeri 1 Muara Teweh Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Muara Teweh NPSN : 30203975 Jenjang Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan 93

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Status Sekolah : Negeri Alamat Sekolah : Jl. Brigjen Katamso No. 10. Muara Teweh, Kec.Teweh Tengah, Kab. Barito Utara, Prov. Kalimantan Tengah Telepon/Fax : 0519 21834 Email : smkn_1muarateweh@yahoo.co.id Website : http://smkn1muarateweh.sch.id 2. Visi dan Misi SMK Negeri 1 Muara Teweh a. Visi : Terwujudnya lembaga pendidikan dan pelatihan bertaraf internasional yang menghasilkan tenaga profesional, bersertifikasi untuk mengembangkan potensi diri berlandaskan imtak b. Misi : 1. Meningkatkan kualitas sumber daya yang sesuai dengan tuntutan dunia usaha/ industri 2. Menyiapkan peserta didik agar mampu mengembangkan sikap profesional, mampu beradaptasi di lingkungan kerja, gigih dalam kompetisi, disiplin, ulet, jujur berlandaskan imtak. 3. Meningkatkan hubungan kerjasama dengan masyarakat, mitra nasional dan mitra international. 4. Memberikan pelayanan prima dalam pengelolaan sekolah melalui sistem manajemen mutu iso 9001:2008 untuk memberikan kepuasan pelanggan.

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 3. Kebijakan Mutu SMK Negeri 1 Muara Teweh 1. SMK Negeri 1 Muara Teweh bertekad untuk memberikan layanan pendidikan yang mampu menghasilkan tamatan yang profesional dan berbudi pekerti luhur. 2. Meningkatkan sumber daya sekolah, khususnya pada tiap program keahlian sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang edukatif, kompetitif dan kekeluargaan. 3. Melakukan perbaikan-perbaikan secara berkesinambungan di setiap aspek sekolah untuk meningkatkan dan menjaga mutu sekolah yang inovatif, kompetitif dan partisipatif. 4. Kepala sekolah, guru dan seluruh warga sekolah memiliki komitmen kuat untuk menjaga konsistensi pelaksanaan sistem manajemen mutu iso 9001:2008. 4. Program Keahlian SMK Negeri 1 Muara Teweh SMK Negeri 1 Muara Teweh mempunyai 2 bidang keahlian yang terbagi menjadi 4 program studi keahlian : a. Bisnis manajemen 1) Akuntansi 2) Pemasaran 3) Administrasi perkantoran b. Teknik dan rekayasa 1) Teknik konstruksi batu dan beton

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 5. Peserta Didik SMK Negeri 1 Muara Teweh Data peserta didik di SMK Negeri 1 Muara Teweh meliputi jumlah peserta didik berdasarkan jenis kelamin, jumlah peserta didik berdasarkan usia, jumlah peserta didik berdasarkan agama, dan jumlah peserta didik berdasarkan penghasilan orang tua/wali. Tabel 4.1 Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Jumlah 587 469 1056 Persentase 55,59% 44,41% 100% Tabel 4.1 di atas menunjukkan jumlah peserta didik berdasarkan jenis kelamin. Dari 1056 peserta didik, peserta didik dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 587 orang (55,59%) dan peserta didik dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 469 orang (44,41%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta didik di SMK Negeri 1 Muara Teweh berjenis kelamin laki-laki. Tabel 4.2 Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Usia Usia < 6 Tahun 6 – 12 tahun 13 – 15 tahun 16 – 20 tahun >20 tahun Total Laki-laki 0 0 211 375 1 587 Perempuan 0 1 212 256 0 469 Jumlah 0 1 423 631 1 1056 Persentase 0 0,10 40,1 59,7 0,10 100% Tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa jumlah peserta didik berdasarkan usia. Dari 1056 peserta didik, peserta didik dengan rentang usia 6 – 12 tahun

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 untuk jenis kelamin perempuan sebanyak1 orang (0,10%), rentang usia 13 – 15 tahun untuk jenis kelamin laki-laki sebanyak 211 orang, perempuan sebanyak 212 orang (40,1%), rentang usia 16 – 20 tahun untuk jenis kelamin laki-laki sebanyak 375 orang, perempuan sebanyak 256 orang (59,7%) dan rentang usia lebih dari 20 tahun untuk jenis kelamin laki-laki sebanyak 1 orang (0,10%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta didik di SMK Negeri 1 Muara Teweh berdasarkan usia didominasi oleh peserta didik dengan rentang usia 16 – 20 tahun sejumlah 631 orang (59,7%). Tabel 4.3 Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Agama Agama Islam Kristen Katholik Hindu Budha Konghucu Lainnya Total Laki-laki Perempuan Total Persentase 444 55 18 70 0 0 0 587 322 55 26 66 0 0 0 469 766 110 44 136 0 0 0 1056 73% 10% 4% 13% 0 0 0 100% Tabel 4.3 di atas menunjukkan jumlah peserta didik berdasarkan agama. Dari 1056 peserta didik, peserta didik beragama Islam sebanyak 766 orang (73%), agama Kristen sebanyak 110 orang (10%), agama Katholik sebanyak 44 orang (4%) dan agama Hindu sebanyak 136 orang (13%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta didik di SMK Negeri 1 Muara Teweh beragama Islam, yaitu sebanyak 766 orang (73%).

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Tabel 4.4 Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Penghasilan Orang Tua/Wali Penghasilan Laki-laki Perempuan Total Persentase 42 27 87 376 53 2 0 587 49 18 59 310 33 0 0 469 91 45 146 686 86 2 0 1056 9% 4% 14% 65% 8% 0,1% 0% 100% Tidak di isi Kurang dari Rp500.000 Rp500.000 – Rp999.999 Rp1.000.000 – Rp1.999.999 Rp2.000.000 – Rp4.999.999 Rp5.000.000 – Rp20.000.000 Lebih dari Rp20.000.000 Total Tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa jumlah peserta didik berdasarkan penghasilan orang tua/wali. Dari 1056 orang tua/wali peserta didik, orang tua/wali dengsn penghasilan kurang dari Rp500.000 sebanyak 45 orang (4%), penghasilan Rp500.000 – Rp999.999 sebanyak 146 orang (14%), penghasilan Rp1.000.000 – Rp1.999.999 sebanyak 686 orang (65%), penghasilan Rp2.000.000 – Rp4.999.999 sebanyak 86 orang (8%), penghasilan Rp5.000.000 – Rp20.000.000 sebanyak 2 orang (0,1%) dan orang tua/wali yang tidak mengisi penghasilannya sebanyak 91 orang (9%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar orang tua/wali peserta didik di SMK Negeri 1 Muara Teweh berdasarkan penghasilan orang tua/wali memiliki penghasilan Rp1.000.000 – Rp1.999.999 sebanyak 686 orang (65%). 6. Kondisi Fisik dan Lingkungan Sekolah SMK Negeri 1 Muara Teweh SMK Negeri 1 Muara Teweh merupakan sekolah yang berlokasi di jalan Brigjen Katamso No.10 Muara Teweh, kecamatan Teweh Tengah, dengan lingkungan yang nyaman untuk proses pembelajaran. Hal ini ditunjang oleh lokasi sekolah yang jauh dari kebisingan atau keramaian umum karena jauh dari jalan

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 raya, pasar, pabrik, tempat hiburan umum, dan lain-lain. Adanya jalinan kerjasama yang harmonis dengan masyarakat sekitar mampu memberikan jaminan rasa aman dan jauh dari gangguan keamanan. SMK Negeri 1 Muara Teweh merupakan sekolah berwawasan lingkungan, dengan tersedianya sarana dan prasarana suatu lembaga pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap tujuan pendidikan. Oleh sebab itu, SMK Negeri 1 Muara Teweh telah berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai bagi semua siswa serta civitasnya supaya terciptanya lingkungan dan situasi belajar mengajar yang kondusif sehingga tercipta tujuan pendidikan secara optimal. Adapun kondisi riil sekolah tersedia untuk menunjang proses pendidikan tersebut antara lain : a. Tanah dan Halaman Tanah SMK Negeri 1 Muara Teweh dengan luas total area 50.000 m2 . Keadaan tanah SMK Negeri 1 Muara Teweh adalah sebagai berikut. Status : hak milik Luas SK Pendirian Sekolah : 50.000 m2 Tanggal SK Pendirian : 2017-08-28 b. : 0596/Kep/1985 Gedung Sekolah Bangunan sekolah dalam kondisi baik, dengan jumlah ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang sesuai dengan banyaknya rombel (34 rombel) Keadaan gedung SMK Negeri 1 Muara Teweh sebagai berikut.

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Tabel 4.5 Keadaan Gedung Sekolah Ruang Ruang Kepala Sekolah Ruang Wakasek Ruang TU Ruang Guru Ruang Kelas Ruang Perpustakaan Ruang Lab. Komputer Ruang Lab. Bahasa Ruang Multimedia Ruang Musik Ruang UKS Ruang OSIS Musholla Kantin Aula Jumlah Keterangan 1 1 1 1 37 1 3 1 1 1 1 1 1 5 1 Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 B. SMK Negeri 2 Muara Teweh Lokasi kedua dalam penelitian ini yaitu di SMK Negeri 2 Muara Teweh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Gambar 4.2 Halaman Depan SMK Negeri 2 Muara Teweh 1. Profil SMK Negeri 2 Muara Teweh Nama Sekolah : SMK Negeri 2 Muara Teweh NPSN : 30200957 Jenjang Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan Status Sekolah : Negeri Alamat Sekolah : Jl. Puruk Cahu Km.7 Kelurahan Lanjas, Kec.Teweh Tengah, Kab. Barito Utara, Prov. Kalimantan Tengah Telepon/Email : 051927072103 / smkn2mtw@gmail.com

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 2. Visi dan Misi SMK Negeri 2 Muara Teweh a. Visi : Tamatan berkeahlian profesional, mandiri dan berbudaya. b. 1. Misi : Meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industri (DU/DI) serta perkembangan IPTEK dan berwawasan IMTAQ 2. Membekali peserta pendidikan dan pelatihan untuk menjadi manusia yang mandiri dan berbudaya. 3. Meningkatkan prestasi dan kreasi dalam ekstrakulikuler sesuai potensi yang dimiliki. 4. Menumbuhkembangkan kepedulian dan partisipasi Stake Holders terhadap penyelenggaraan pendidikan. 3. Tujuan Sekolah SMK Negeri 2 Muara Teweh 1. Meningkatkan popularitas sekolah dan animo calon peserta pendidikan dan pelatihan 2. Meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga kependidikan sesuai dengan kebutuhan program pembelajaran yang berkualitas 3. Mengupayakan pemenuhan kebutuhan kegiatan belajar mengajar dan hasil peserta diklat 4. Mempertajam pelaksanaan program kurikulum yang berbasis kompetensi juga kurikulum KTSP

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 5. Meningkatkan pelaksanaan kegiatan ekstra kulikuler unggulan sesuai potensi dan minat peserta diklat 6. Menumbuhkembangkan sikap dan mental jiwa wirausaha seluruh warga sekolah. 4. Program Keahlian SMK Negeri 2 Muara Teweh SMK Negeri 2 Muara Teweh mempunyai 2 bidang keahlian yang terbagi menjadi 2 program studi keahlian : a. Bidang Keahlian 1) Agribisnis dan Agroteknologi 2) Teknologi dan Rekayasa b. Program Studi Keahlian 1) Agribisnis Tanaman Perkebunan 2) Geologi Pertambangan 5. Tujuan Program Keahlian SMK Negeri 2 Muara Teweh Program keahlian di SMK Negeri 2 Muara Teweh secara umum mengacu pada isi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 mengenai tujuan pendidikan nasional dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja pada bidang tertentu. 1. Tujuan Program Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan : Membekali peserta diklat dengan ketrampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten :

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 a. Menerapkan prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja dalam usaha budidaya tanaman perkebunan b. Memproduksi bibit tanaman perkebunan c. Menyiapkan lahan budidaya tanaman perkebunan d. Menanam tanaman perkebunan e. Merawat dan memelihara tanaman perkebunan f. Memanen dan menangani hasil panen g. Memasarkan hasil panen h. Mengelola usaha budidaya tanaman perkebunan 2. Tujuan Program Keahlian Geologi Pertambangan : a. Menggambar teknik b. Mengidentifikasi mineral dan batuan c. Memahami geologi dasar d. Memahami ilmu bahan galian dasar e. Melakukan geologi eksplorasi f. Memahami peledakan g. Melakukan pengelolaan lingkungan tambang h. Memahami penambangan bahan galian/eksploitasi i. Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja j. Mengoperasikan perangkat komputer untuk geologi pertambangan k. Memahami perencanaan tambang l. Melakukan pengolahan batu bara.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 6. Struktur Kurikulum SMK Negeri 2 Muara Teweh Struktur kurikulum SMK Negeri 2 Muara Teweh meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun, mulai kelas X sampai dengan kelas XII. Tabel 4.6 Substansi Pelajaran Komponen A. Mata Pelajaran 1. Normatif 1.1. Pendidikan Agama 1.2. Pendidikan Kewarganegaraan 1.3. Bahasa Indonesia 1.4. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 1.5. Seni Budaya 1.6. Ilmu Pengetahuan Sosial 2. Adaptif 2.1. Bahasa Inggris 2.2. Matematika 2.3. Ilmu Pengetahuan Alam 2.4. KKPI 2.5. Fisika 2.6. Kimia 2.7. Biologi 2.8. Kewirausahaan 3. Produktif 3.1 Dasar Kompetensi Keahlian b) 3.2. Kompetensi Keahlian b) B. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri d) Durasi Waktu (Jam) 192 192 192 192 128 128 a) 440 a) 516 192 a) 202 192 a) 192a) 192a) 192 140 1044 c) 192 192 Keterangan struktur kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan : 1. Durasi Waktu a. Adalah jumlah jam minimal yang digunakan oleh setiap Kompetensi Keahlian.

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 b. Kompetensi keahlian yang memerlukan waktu lebih, jam tambahannya diintegritaskan ke dalam mata pelajaran yang sama di luar jam yang dicantumkan. 2. Kompetensi kejuruan terdiri atas berbagai mata pelajaran yang ditentukan dengan kebutuhan Kompetensi Keahlian. 3. Jumlah jam terstruktur untuk kompetensi kejuruan sebagai hasil dari konversi jumlah jam riil kebutuhan standar kompetensi kerja yang berlaku di dunia kerja tidak boleh kurang dari 1044 jam. Jumlah jam terstruktur untuk dasar kompetensi kejuruan sebagai hasil dari konversi jumlah jam riil, tetapi tidak boleh lebih dari 140 jam. 4. Pengembangan diri ekuivalen dengan 2 jam pembelajaran perminggu. Alokasi waktu untuk Praktek Kerja Industri (Prakerin) diambil dari durasi waktu mata pelajaran Kompetensi Kejuruan (1044 jam). 7. Muatan Kurikulum SMK Negeri 2 Muara Teweh 1. Mata Pelajaran Untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh industri/ dunia usaha/asosiasi profesi, substansi mata pelajaran di SMK Negeri 2 Muara Teweh dikemas dalam berbagai mata pelajaran yang dikelompokkan dan diorganisasikan menjadi Program Normatif, Adaptif, dan Produktif. Program normatif adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik menjadi pribadi utuh, yang memiliki norma-norma kehidupan sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial (anggota masyarakat) baik sebagai warga negara Indonesia maupun sebagai warga dunia.

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Program normatif diberikan agar peserta didik bisa hidup dan berkembang selaras dalam kehidupan pribadi, sosial, dan bernegara. Program ini berisi mata pelajaran yang lebih menitikberatkan pada norma, sikap, dan perilaku yang harus diajarkan, ditanamkan, dan dilatihkan pada peserta didik, di samping kandungan pengetahuan dan keterampilan yang ada di dalamnya. Mata pelajaran pada kelompok normatif berlaku sama untuk semua program keahlian. Program adaptif adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki dasar pengetahuan yang luas dan kuat untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan sosial, lingkungan kerja, serta mampu mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Program adaptif berisi mata pelajaran yang lebih menitikberatkan pada pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan menguasai konsep dan prinsip dasar ilmu dan teknologi yang dapat diterapkan pada kehidupan seharihari dan atau melandasi kompetensi untuk bekerja. Program adaptif diberikan agar peserta didik tidak hanya memahami dan menguasai “apa” dan “bagaimana” suatu pekerjaan dilakukan, tetapi memberi juga pemahaman dan penguasaan tentang “mengapa” hal tersebut harus dilakukan. Program adaptif terdiri dari kelompok mata pelajaran yang berlaku sama bagi semua program keahlian dan mata diklat yang hanya berlaku bagi program keahlian tertentu sesuai dengan kebutuhan masing-masing program keahlian.

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Program Produktif adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membekali peserta didik agar memiliki kompetensi kerja sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Dalam hal SKKNI belum ada, maka digunakan standar kompetensi yang disepakati oleh forum yang dianggap mewakili dunia usaha/industri atau asosiasi profesi. Program produktif bersifat melayani permintaan pasar kerja, karena itu lebih banyak ditentukan oleh dunia usaha/industri atau asosiasi profesi. Program produktif diajarkan secara spesifik sesuai dengan kebutuhan tiap program keahlian. a. Struktur Kurikulum Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan Tabel 4.7 Struktur Kurikulum Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan Komponen A. Mata Pelajaran 1. Normatif 1.1. Pendidikan Agama 1.2. Pendidikan Kewarganegaraan 1.3. Bahasa Indonesia 1.4. Pend.jasmani Olahraga dan kesehatan 1.5. Seni budaya 1.6. IPS Jumlah 2. Adaptif 2.1. Bahasa Inggris 2.2. Matematika 2.3. IPA 2.4. Fisika 2.5. Kimia 2.6. Biologi 2.7. KKPI 2.8. Kewirausahaan Jumlah 3. Produktif 3.1. Budidaya Tanaman Karet 3.2 Pembiakan Vegetatif Semester III IV I II V VI 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 13 2 2 13 2 2 13 2 2 13 2 2 13 2 2 13 4 4 2 2 2 2 2 2 20 4 4 2 2 2 2 2 2 20 4 4 2 2 2 2 2 2 20 4 4 2 2 2 2 2 2 20 4 4 2 2 2 2 2 2 20 4 4 2 2 2 2 2 2 20 3 3 3 3

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 3.3 Perlindungan Tanaman 3.4 Manajemen Bisnis Perkebunan I 3.5 Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup 3.6 Agribisnis Tanaman Sela 3.7 Pengantar Produksi Benih 3.8 Pupuk dan Pemupukan 3.9 Manajemen Bisnis Perkebunan II 3.10 Budidaya Tanaman Cokelat 3.11 Agribisnis Produksi Tanaman Kelapa Sawit 3.12 Budidaya Tanaman Lada 3.13 Budidaya Tanaman Tebu 3.14 Budidaya Tanaman Herbal Jumlah B. Pengembangan Diri 1. BP / BK 2. Ekstra Kulikuler 3. Kegiatan Kerohanian Jumlah JUMLAH b. 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 5 5 3 3 3 14 14 14 13 13 3 3 3 14 2 2 1 5 52 2 2 1 5 52 2 2 1 5 51 2 2 1 5 51 2 2 1 5 52 2 2 1 5 52 V VI Kurikulum Keahlian Geologi Pertambangan. Tabel 4.8 Kurikulum Keahlian Geologi Pertambangan Komponen A. Mata Pelajaran 1. Normatif 1.1. Pendidikan Agama 1.2. Pendidikan Kewarganegaraan 1.3. Bahasa Indonesia 1.4. Pend.jasmani Olahraga dan kesehatan 1.5. Seni budaya 1.6. IPS Jumlah 2. Adaptif 2.1. Bahasa Inggris 2.2. Matematika Semester III IV I II 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 13 2 2 13 2 2 13 2 2 13 2 2 13 2 2 13 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 2.3. IPA 2.4. Fisika 2.5. Kimia 2.7. KKPI 2.8. Kewirausahaan Jumlah 3. Produktif 3.1 Menggambar Teknik 3.2 Mineralogi 3.3 Pengetahuan Lingkungan Tambang 3.4 Ilmu Ukur Tanah 3.5 Geologi Dasar 3.6 Ilmu Batuan Terapan 3.7 Bahan Galian 3.8 Batu Bara 3.9 Pemboran 3.10 Alat-Alat Mekanis 3.11 Perpetaan 3.12 Mengidentifikasi Batuan 3.13 Pemetaan Topografi 3.14 Peledakan 3.15 Komputer Geologi Jumlah B. Pengembangan Diri 1. BP / BK 2. Ekstra Kulikuler 3. Kegiatan Kerohanian Jumlah JUMLAH 2. 2 2 2 2 2 18 2 2 2 2 2 18 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 18 2 2 2 2 2 18 2 3 3 2 4 2 3 3 2 4 2 2 2 2 2 2 2 16 2 16 4 3 3 3 13 2 2 1 5 47 13 13 14 14 4 3 3 3 13 2 2 1 5 49 2 2 1 5 49 2 2 1 5 50 2 2 1 5 50 2 2 1 5 47 Kegiatan Pengembangan Diri Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstra kulikuler. Kegiatan

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik. Pengembangan diri diarahkan untuk pengembangan karakter peserta didik yang ditujukan untuk mengatasi persoalan dirinya, persoalan masyarakat di lingkungan sekitarnya, dan persoalan kebangsaan. Sekolah memfasilitasi kegiatan pengembangan diri seperti berikut ini ; a. Pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di dalam kelas (intrakulikuler) dengan alokasi waktu 2 jam tatap muka, yaitu bimbingan konseling, mencakup hal-hal yang berkenaan dengan pribadi, kemasyarakatan, belajar, dan karir peserta didik. Bimbingan konseling di asuh oleh guru yang ditugaskan. b. Pengembangan diri yang dilaksanakan sebagaian besar di luar kelas (ekstra kulikuler) diasuh oleh guru pembina. Pelaksanaan secara reguler setiap hari jumat mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan 09.00 WIB yaitu ; Bidang Olah Raga : Bola Volly, Bola Basket, Futsal, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Pencak Silat, Catur Bidang Kesenian : Paduan Suara dan Seni Tari Bidang Sosial Kemasyarakatan : Paskibra, Sispala, PMR, PIK-R. Tabel 4.9 Ekstrakulikurer di SMK Negeri 2 Muara Teweh No. Bidang A. Bidang Olahraga 1. Bola Volly 2. Bola Basket 3. Futsal Pelaksanaan Tempat Jumat Pagi Jumat Pagi Jumat Pagi SMKN 2 M.Teweh SMKN 2 M.Teweh SMKN 2 M.Teweh

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 4. Bulu Tangkis 5. Tenis Meja 6. Pencak Silat 7. Catur B. Bidang Kesenian 1. Paduan Suara 2. Seni Tari Bidang Sosial Masyarakat 1. Paskibra 2. Sispala 3. PMR 4. PIK-R D. Kerohanian 3. Jumat Pagi Jumat Pagi Jumat Pagi Jumat Pagi SMKN 2 M.Teweh SMKN 2 M.Teweh SMKN 2 M.Teweh SMKN 2 M.Teweh Jumat Pagi Jumat Pagi SMKN 2 M.Teweh SMKN 2 M.Teweh Jumat Pagi Jumat Pagi Jumat Pagi Jumat Pagi Setiap Hari SMKN 2 M.Teweh SMKN 2 M.Teweh SMKN 2 M.Teweh SMKN 2 M.Teweh SMKN 2 M. Teweh Pengaturan Beban Belajar Satuan pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan menyelenggarakan program pendidikan dengan menggunakan sistem paket atau sistem kredit semester. Kedua sistem tersebut dipilih berdasarkan jenjang dan kategori satuan pendidikan yang bersangkutan. Satuan pendidikan SMK Negeri 2 Muara Teweh menggunakan sistem paket. Beban belajar yang diatur pada ketentuan ini adalah beban belajar sistem paket pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sistem Paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan. Beban belajar setiap mata pelajaran pada Sistem Paket dinyatakan dalam Satuan Jam Pembelajaran. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstrukur. Semua itu

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik. Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian diatur sendiri oleh peserta didik. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran pada SMK Negeri 2 Muara Teweh ditetapkan; a. Berlangsung selama 45 menit b. Beban belajar kegiatan tatap muka per minggu adalah 38 s.d. 39 jam pembelajaran. Tabel 4.10 Beban Belajar Peserta Didik Kelas X s/d XII Satu jam tatap muka (menit) Jumlah jam pembelajaran perminggu Minggu efektif pertahun ajaran 45 36 38 Waktu pembelajaran Pertahun 1.368 jam pelajaran (61560 menit) Jumlah Jam Pertahun (60 menit) 1026 (standar minimum)

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 4. Mekanisme dan Prosedur Penentuan KKM Salah satu prinsip penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalah menggunakan acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta didik. Kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) harus ditetapkan sebelum awal tahun ajaran dimulai. Seberapapun besarnya jumlah peserta didik yang melampaui batas ketuntasan minimal, tidak mengubah keputusan pendidik dalam menyatakan lulus dan tidak lulus pembelajaran. Acuan kriteria tidak diubah secara serta merta karena hasil empirik penilaian. Pada acuan norma, kurva normal sering digunakan untuk menentukan ketuntasan belajar peserta didik jika diperoleh hasil rata-rata kurang memuaskan. Nilai akhir sering dikonversi dari kurva normal untuk mendapatkan sejumlah peserta didik yang melebihi nilai 6,0 sesuai proporsi kurva. Acuan kriteria mengharuskan pendidik untuk melakukan tindakan yang tepat terhadap hasil penilaian, yaitu memberikan layanan remedial bagi yang belum tuntas dan atau layanan pengayaan bagi yang sudah melampaui kriteria ketuntasan minimal. Kriteria ketuntasan minimal ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau forum MGMP secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Kriteria ketuntasan menunjukkan persentase tingkat pencapaian kompetensi sehingga dinyatakan dengan angka maksimal 100 (seratus). Angka maksimal 100 merupakan kriteria ketuntasan ideal. Target ketuntasan secara nasional diharapkan mencapai minimal 75. Satuan pendidikan dapat memulai dari kriteria ketuntasan minimal di bawah target nasional kemudian ditingkatkan secara bertahap. Kriteria ketuntasan minimal menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau orang tuanya. Kriteria ketuntasan minimal harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB) sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta didik. a. Penentuan Krikteria Ketentuan Minimal Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penentuan kriteria ketuntasan minimal adalah: 1) Tingkat kompleksitas, kesulitan/kerumitan setiap indikator, kompetensi dasar, dan standar kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Suatu indikator dikatakan memiliki tingkat kompleksitas tinggi, apabila dalam pencapaiannya didukung oleh sekurang-kurangnya satu dari sejumlah kondisi sebagai berikut: a) Guru yang memahami dengan benar kompetensi yang harus dibelajarkan pada peserta didik; b) Guru yang kreatif dan inovatif dengan metode pembelajaran yang bervariasi;

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 c) guru yang menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai bidang yang diajarkan; d) Peserta didik dengan kemampuan penalaran tinggi; e) Peserta didik yang cakap/terampil menerapkan konsep; f) peserta didik yang cermat, kreatif dan inovatif dalam penyelesaian tugas/pekerjaan; g) Waktu yang cukup lama untuk memahami materi tersebut karena memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan yang tinggi, sehingga dalam proses pembelajarannya memerlukan pengulangan/latihan; h) Tingkat kemampuan penalaran dan kecermatan yang tinggi agar peserta didik dapat mencapai ketuntasan belajar. 2) Kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran pada masing-masing sekolah. a) Sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang harus dicapai peserta didik seperti perpustakaan, laboratorium, dan alat/bahan untuk proses pembelajaran; b) Ketersediaan tenaga, manajemen sekolah, dan kepedulian stakeholders sekolah. 3) Tingkat kemampuan (intake) rata-rata peserta didik di sekolah yang bersangkutan Penetapan intake di kelas X dapat didasarkan pada hasil seleksi pada saat penerimaan peserta didik baru, Nilai Ujian Nasional/Sekolah, rapor SMP, tes seleksi masuk atau psikotes; sedangkan penetapan intake di kelas XI dan XII

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 berdasarkan kemampuan peserta didik di kelas sebelumnya. Untuk memudahkan analisis setiap indikator, perlu dibuat skala penilaian yang disepakati oleh guru mata pelajaran. Contoh: Tabel 4.11 Skala Penilaian Aspek yang dianalisis Kriteria dan Skala Penilaian Tinggi <65 Tinggi 80-100 Tinggi 80-100 Kompleksitas Daya Dukung Intake siswa Sedang 65-79 Sedang 65-79 Sedang 65-79 Rendah 100 Rendah <65 Rendah <65 Atau dengan menggunakan poin/skor pada setiap kriteria yang ditetapkan. Tabel 4.12 Poin/Skla Krikteria Aspek yang dianalisis Kompleksitas Daya Dukung Intake siswa Kriteria dan Skala Penilaian Tinggi 1 Tinggi 3 Tinggi 3 Sedang 2 Sedang 2 Sedang 2 Rendah 3 Rendah 1 Rendah 1 Jika indikator memiliki kriteria kompleksitas tinggi, daya dukung tinggi dan intake peserta didik sedang, maka nilai KKM-nya adalah : 1+3+2 × 100 = 66,7 9 Nilai KKM merupakan angka bulat, maka nilai KKM-nya adalah 67.

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 b. Upaya Sekolah dalam meningkatkan KKM untuk mencapai KKM idela (100%) Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remidi. Sekolah menargetkan agar angka ketuntasan belajar tersebut semakin meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, setiap warga sekolah diharapkan untuk lebih bekerja keras lagi agar mutu pendidikan sekolah dapat meningkat dari tahun ke tahun. Bagi peserta didik yang tidak memenuhi KKM pada mata pelajaran tertentu maka perlu diberikan remidial oleh guru mata pelajaran. Hal yang perlu diperhatikan dalam remidial : 1. Remidial dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada KD tertentu, menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik. 2. Remidial dilaksanakan melalui : pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda, belajar mandiri atau pemberian bimbingan secara khusus, pemberian tugas/latihan, belajar kelompok dengan bimbingan alumni atau tutor sebaya, dan lain-lain yang semua diakhiri dengan ulangan. 3. Nilai remidi idealnya dapat lebih tinggi dari KKM, apabila kebijakan ini diberlakukan, maka setiap peserta didik (termasuk yang sudah mencapai KKM) berhak mengikuti remedi untuk memperbaiki nilai sehingga mencapai nilai maksimal (100). Untuk mempertimbangkan kepraktisan dalam pelaksanaan remidi SMK Negeri 2 Muara Teweh menetapkan nilai remidi sama dengan nilai KKM, dan setiap pelaksanaan remidial diakhiri dengan ulangan perbaikan.

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Bagi siswa yang sudah mencapai atau melebihi KKM berhak mendapat pembelajaran pengayaan oleh guru dengan nilai yang diperhitungkan. Penghitungan nilai didasarkan pada nilai tertinggi dari perolehan nilai yang dicapai peserta didik. Bentuk pembelajaran pengayaan dapat berupa belajar kelompok, belajar mandiri, pembelajaran berbasis tema dan pemadatan kurikulum. Berdasarkan hasil kajian forum guru mata pelajaran serumpun di SMK Negeri 2 Muara Teweh terhadap SK dan KD yang didasarkan kriteria-kriteria di atas, maka ditetapkanlah nilai KKM untuk masing-masing mata pelajaran selama satu tahun pelajaran pada masing-masing tingkat kelas. Tabel 4.13 Mata Pelajaran Serumpun di SMK Negeri 2 Muara Teweh Kelas X Kelas XI Kelas XII ATP Geotam ATP Geotam ATP Geotam 1. Pendidikan Agama 60 60 60 60 60 60 2. Pkn 60 60 60 60 60 60 3. Bahasa Indonesia 60 60 60 60 60 60 4. Bahasa Inggris 60 60 60 60 60 60 5. Matematika 60 60 60 60 60 60 6. Seni Budaya 60 60 60 60 60 60 7. Penjaskes 60 60 60 60 60 60 8. Fisika 60 60 60 60 60 60 9. Kimia 60 60 60 60 60 60 10. Biologi 60 60 60 11. IPA 60 60 60 60 60 60 12. IPS 60 60 60 60 60 60 13. Kewirausahaan 60 60 60 60 60 60 14. KKPI 60 60 60 60 60 60 15. Produktif 70 70 70 70 70 70 No. Mata Pelajaran

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 8. Kenaikan Kelas dan Kelulusan SMK Negeri 2 Muara Teweh Kriteria Kenaikan Kelas di SMK Negeri 2 Muara Teweh adalah sebagai berikut : 1. Program Normatif dan adaptif telah mencapai batas kelulusan sekurang- kurangnya 70%. a. Kecuali Pkn, Agama dan Bahasa Indonesia sekuarang-kurangnya mencapai batas 60. b. 30% dari program normatif dan adaptif yang belum mencapai batas tuntas (60) harus mempunyai nilai minimal 5,5 2. Program diklat komponen produktif mencapai batas kelulusan 100% 3. Rata-rata kehadiran komulatif sekurang-kurangnya 90% dihitung dari jumlah hari efektif dalam 2 (dua) semester (satu tahun). 4. Nilai kepribadian (Kelakuan, Kerajinan dan Kerapian) dengan ketentuan boleh salah satu nilai cukup dan yang lain baik. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 45 tahun 2006 yang disempurnakan dengan Permen Diknas nomor I tahun 2007, merujuk pada Permen Diknas tersebut, BSNP menerbitkan Porosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional tahun pelajaran 2012/2013 untuk SMA / MA, SMALB dan SMK, yang antara lain mengatur tentang kelulusan ujian nasional dari satuan pendidikan. a. Kelulusan ujian nasional Siswa dinyatakan lulus dari ujian nasional jika memenuhi standar kelulusan sebagai berikut. 1) Memiliki nilai rata-rata minimum 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan tidak ada nilai di bawah 4,00

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 2) Memiliki nilai minimum 4,00 pada salah satu mata pelajaran dengan nilai mata pelajaran lainnya yang diujikan pada Ujian Nasional masing-masing minimal 6,00 3) Kabupaten/kota dan atau Satuan Pendidikan dapat menentukan standar kelulusan Ujian Nasional lebih tinggi dari kriteria butir 1. b. Kelulusan ujian sekolah Untuk siswa dapat lulus dari Ujian Sekolah/Madrasah apabila : 1) Memiliki rata-rata nilai minimum 6,00 2) Nilai minimum setiap mata pelajaran Ujian Nasional ditentukan oleh masing-masing sekolah 3) Sekolah dapat menentukan batas lulus dengan nilai rata-rata di atas 6,00. Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan; c) Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan d) Lulus ujian nasional.

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 9. Kalender Akademik SMK Negeri 2 Muara Teweh Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalander pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. 1. Alokasi Waktu Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus. Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainnya tertera pada tabel.

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Tabel 4.14 Alokasi Minggu Efektif Belajar No Kegiatan Alokasi Waktu 1 Minggu efektif belajar Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu 2 Jeda tengah semester Maksimum 2 minggu 3 Jeda antar semester Maksimum 2 minggu 4 Libur akhir tahun Maksimum 3 minggu pelajaran 5 Hari libur keagamaan 6 Hari libur umum/nasional Hari libur khusus 7 8 Kegiatan khusus sekolah/madrasah Keterangan Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan Satu minggu setiap semester Antara semester I dan II Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran 2 – 4 minggu Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengeturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif Maksimum 2 minggu Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Maksimum 1 minggu Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri kekhususan masingmasing Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif 2. Penetapan Kalender Pendidikan a. Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya. b. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya c. keagamaan, Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota, dan atau organisasi penyelenggaraan pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 d. Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dapat menetapkan hari libur serentak untuk satuan-satuan pendidikan. Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh masingmasing satuan pendidikan berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut pada dokumen standar isi ini dengan memperhatikan ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah. Kalender pendidikan disusun dan disesuaikan setiap tahun oleh sekolah untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan waktu belajar mengacu pada standar isi dan sesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik pemerintah/pemerintah daerah. dan masyarakat, serta ketentuan dari

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus–September 2018. Lokasi penelitian ini di 2 SMK Negeri yang ada di Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, antara lain: SMK Negeri 1 Muara Teweh, dan SMK Negeri 2 Muara Teweh. Objek dalam penelitian ini adalah profesionalisme guru sebagai variabel terikat, sedangkan kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual sebagai variabel bebas. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah sampling jenuh. Data penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner terhadap 112 responden. Dari 112 kuesioner yang disebar, sebanyak 90 kuesioner yang kembali (80%) dan dapat diolah lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Bab ini menyajikan hasil penelitian yang meliputi analisis deskriptif, pengujian prasyarat analisis, pengujian hipotesis serta hasil penelitian. A. Deskripsi Data 1. Deskripsi Karakteristik Responden Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah nama sekolah, jenis kelamin, tingkat pendidikan, usia dan masa kerja para guru. 125

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 a. Nama Sekolah dan Jumlah Guru Tabel 5.1 Nama Sekolah dan Jumlah Guru No Nama Sekolah 1 2 SMK Negeri 1 Muara Teweh SMK Negeri 2 Muara Teweh Jumlah Sumber: Data Primer, diolah 2018 Jumlah Guru 58 32 90 Persentase 64% 36% 100% Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden dalam penelitian ini sebanyak 90 responden, jumlah responden dari SMK Negeri 1 Muara Teweh sebanyak 58 responden (64%) dan responden dari SMK Negeri 2 Muara Teweh sebanyak 32 responden (36%). Dari 112 kuesioner yang disebar, sebanyak 90 kuesioner (80%) yang kembali dan semua dapat diproses/diolah lebih lanjut. b. Jenis Kelamin Distribusi responden penelitian berdasarkan jenis kelamin yang disajikan dalam tabel berikut ini. Tabel 5.2 Jenis Kelamin No 1 2 Jenis Kelamin Jumlah Pria 24 Wanita 66 Jumlah 90 Sumber: Data Primer, diolah 2018 Persentase 26,7% 73,3% 100% Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden dalam penelitian ini yang berjumlah 90 responden, terdapat 24 responden (26,7%) yang berjenis kelamin pria dan 66 responden (73,3%) yang berjenis

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 kelamin wanita. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini didominasi oleh jenis kelamin wanita. c. Usia Responden Distribusi responden penelitian berdasarkan usia disajikan dalam tabel di bawah ini: Tabel 5.3 Usia Responden Usia Jumlah 22 – 31 tahun 27 32 – 41 tahun 37 42 – 51 tahun 21 52 – 61 tahun 5 Jumlah 90 Sumber: Data Primer, diolah 2018 Persentase 30% 41,1% 23,3% 5,6% 100% Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden dalam penelitian ini yang berjumlah 90 responden, terdapat 27 responden (30%) yang berusia 22 – 31 tahun, 37 responden (41,1%) yang berusia 32 – 41 tahun, 21 responden (23,3%) yang berusia 42 – 51 tahun dan 5 responden (5,6%) yang berusia 52 – 61 tahun. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini didominasi oleh usia 32 – 41 tahun. d. Tingkat Pendidikan Responden Distribusi responden penelitian berdasarkan usia disajikan dalam tabel di bawah ini.

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Tabel 5.4 Tingkat Pendidikan Responden Tingkat Pendidikan Jumlah S1 89 S2 1 Jumlah 90 Sumber: Data Primer, diolah 2018 Persentase 98,9% 1,1% 100% Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden dalam penelitian ini yang berjumlah 90 responden, terdapat 89 responden (98,9%) yang pendidikan terakhirnya Strata 1 (S1) dan 1 responden (1,1%) yang pendidikan terakhirnya Strata 2 (S2). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini didominasi oleh tingkat pendidikan Strata 1 (S1). e. Masa Kerja Masa Kerja responden dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi empat karakteristik masa kerja, yaitu sebagai berikut. Tabel 5.5 Masa Kerja Masa Kerja Jumlah <1 1 1–5 19 5 – 10 35 >10 35 Jumlah 90 Sumber: Data Primer, diolah 2018 Persentase 1,1% 21,1% 38,9% 38,9% 100% Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa dari keseluruhan responden dalam penelitian ini yang berjumlah 90 responden, terdapat 1 responden (1,1%) yang masa kerjanya kurang dari 1 tahun, 19 responden (21,1%) yang masa

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 kerjanya antara 1 – 5 tahun, 35 responden (38,9%) yang masa kerjanya antara 5 – 10 tahun dan 35 responden (38,9%) yang masa kerjanya lebih dari 10 tahun. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini didominasi oleh masa kerja lebih dari 5 tahun ke atas. 2. Deskripsi Variabel a. Variabel Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah (X1) Data yang diperoleh untuk variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah (X1) dalam pengisian kuesioner pada 90 guru, dengan 50 item pernyataan. Dari 50 item pernyataan, 33 item valid. Sehingga yang digunakan adalah 33 item pernyataan. Skor ideal tertinggi yang diperoleh 33 item x 4 = 132 Skor ideal terendah yang diperoleh 33 item x 1 = 33 Dengan demikian, jumlah interval yang dapat dilihat adalah sebagai berikut. Interval kelas = skor ideal tertinggi – skor ideal terendah 4 Interval Kelas = 132 – 33 4 Interval Kelas = 99 4 Interval Kelas = 24,75 ≈ 25 Interval kelas pada variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah dapat dilihat pada tabel berikut.

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 Tabel 5.6 Interval Skor Variabel Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Interval Kelas Frekuensi Persentase (%) 108 - 132 16 18% 83 - 107 39 43% 58 - 82 35 39% 33 - 57 0 0 Jumlah 90 Sumber: Data Primer, diolah 2018 Kategori Sangat Transformasional Transformasional Tidak Transformasional Sangat Tidak Transformasional 100% Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap kepemimpinan transformasional kepala sekolah di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah, dalam kategori sangat transformasional sebanyak 16 (18%) guru, kategori transformasional transformasional sebanyak sebanyak 39 35 (39%) guru guru (43%), kategori tidak dan kategori sangat tidak transformasional tidak ada. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah berdasarkan persepsi guru termasuk dalam kategori transformasional. b. Variabel Kecerdasan Emosional (X2) Data yang diperoleh untuk variabel kecerdasan emosional (X2) dalam pengisian kuesioner pada 90 guru, dengan 23 item pernyataan. Dari 23 item pernyataan semua item valid. Sehingga yang digunakan adalah 23 item pernyataan. Skor ideal tertinggi yang diperoleh 23 item x 4 = 92

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Skor ideal terendah yang diperoleh 23 item x 1 = 23 Dengan demikian, jumlah interval yang dapat dilihat adalah sebagai berikut. Interval kelas = skor ideal tertinggi – skor ideal terendah 4 Interval Kelas = 92 – 23 4 Interval Kelas = 69 4 Interval Kelas = 17,25 ≈ 17 Deskripsi interval kelas pada variabel kecerdasan emosional dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 5.7 Interval Skor Variabel Kecerdasan Emosional Interval Kelas Frekuensi Persentase (%) Kategori 76 – 92 36 40% Sangat Tinggi 59 – 75 54 60% Tinggi 42 – 58 0 0 Tidak Tinggi 23 – 41 0 0 Sangat Tidak Tinggi Jumlah 90 100% Sumber: Data Primer, diolah 2018 Berdasarkan tabel di atas, guru yang memiliki persepsi bahwa kecerdasan emosional dalam kategori sangat tinggi sebanyak 36 guru (40%), kategori tinggi sebanyak 54 guru (60%), kategori tidak tinggi dan kategori sangat tidak tinggi tidak ada. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah memiliki persepsi bahwa kecerdasan emosional guru dalam kategori tinggi.

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 c. Variabel Kecerdasan Spiritual (X3) Data yang diperoleh untuk variabel kecerdasan spiritual (X3) dalam pengisian kuesioner pada 90 guru, dengan 19 item pernyataan. Dari 19 item pernyataan, 17 item valid. Sehingga yang digunakan adalah 17 item pernyataan. Skor ideal tertinggi yang diperoleh 17 item x 4 = 68 Skor ideal terendah yang diperoleh 17 item x 1 = 17 Dengan demikian, jumlah interval yang dapat dilihat adalah sebagai berikut. Interval kelas = skor ideal tertinggi – skor ideal terendah 4 Interval Kelas = 68 – 17 4 Interval Kelas = 51 4 Interval Kelas = 12,75 ≈ 13 Deskripsi interval kelas pada variabel kecerdasan spiritual dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 5.8 Interval Skor Variabel Kecerdasan Spiritual Interval Kelas Frekuensi Persentase (%) Kategori 56 – 68 39 43% Sangat Tinggi 43 – 55 51 57% Tinggi 30 – 42 0 0 Tidak Tinggi 17 – 29 0 0 Sangat Tidak Tinggi Jumlah 90 100% Sumber: Data Primer, diolah 2018

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Berdasarkan tabel di atas, guru yang memiliki persepsi bahwa kecerdasan spiritual dalam kategori sangat tinggi sebanyak 39 guru (43%), kategori tinggi sebanyak 51 guru (57%), kategori tidak tinggi tidak ada dan kategori sangat tidak tinggi tidak ada. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah memiliki persepsi bahwa kecerdasan spiritual guru dalam kategori tinggi. d. Variabel Profesionalisme Guru (Y) Data yang diperoleh untuk variabel profesionalisme guru (Y) dalam pengisian kuesioner pada 90 guru, dengan 29 item pernyataan. Dari 29 item pernyataan, 28 item valid. Sehingga yang digunakan adalah 28 item pernyataan. Skor ideal tertinggi yang diperoleh 28 item x 4 = 112 Skor ideal terendah yang diperoleh 28 item x 1 = 28 Dengan demikian, jumlah interval yang dapat dilihat adalah sebagai berikut. Interval kelas = skor ideal tertinggi – skor ideal terendah 4 Interval Kelas = 112 – 28 4 Interval Kelas = 84 4 Interval Kelas = 21 Deskripsi interval kelas pada variabel profesionalisme guru dapat dilihat pada tabel berikut.

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Tabel 5.9 Interval Skor Variabel Profesionalisme Guru Interval Kelas Frekuensi Persentase (%) 92 – 112 48 71 – 91 42 50 – 70 0 28 – 49 0 Jumlah 90 Sumber: Data Primer, diolah 2018 53% 47% 0 0 100% Kategori Sangat Tinggi Tinggi Tidak Tinggi Sangat Tidak Tinggi Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa profesionalisme guru di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah yang termasuk kategori sangat tinggi sebanyak 48 guru (53%), kategori tinggi sebanyak 42 guru (47%), kategori tidak tinggi tidak ada dan kategori sangat tidak tinggi tidak ada. Jadi, dapat disimpulkan bahwa profesionalisme guru di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah didominasi oleh profesionalisme guru dalam kategori sangat tinggi. B. Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam pembahasan ini adalah regresi linear berganda. Model ini dipilih untuk mengetahui pengaruh dari variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual baik secara simultan maupun parsial terhadap profesionalisme guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kecamatan Teweh Tengah.

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 1. Uji Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data setiap variabel yang akan dianalisis terdistribusi secara normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan metode Kolmogorov-Smirnov. Untuk mengetahui normal tidaknya sebaran data dapat diketahui dari taraf signifikansi. Apabila nilai signifikansi > 0,05 maka data berdistribusi normal sebaliknya apabila nilai signifikansi < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Output dari hasil olahan data menggunakan SPSS adalah sebagai berikut. Tabel 5.10 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Sumber: Data Primer, diolah 2018 90 0E-7 5.80282982 .073 .073 -.054 .689 .730 Berdasarkan output yang diperoleh dari olah data dapat dilihat nilai dari asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,730. Apabila dibandingkan dengan nilai probabilitas (asym.sig) > 0,05; maka dapat ditarik kesimpulan bahwa

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan profesionalisme guru berdistribusi normal. b. Uji Linearitas Uji Linearitas digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas dan terikat dalam penelitian ini memiliki hubungan linear. Kriteria hubungan antara variabel bebas dan terikat dikatakan linear jika nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05. Ringkasan hasil uji linearitas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Tabel 5.11 Hasil Uji Linearitas Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dengan Profesionalisme Guru ANOVA Table Sum of Df Mean F Sig. Squares Square (Combined) 2859.200 43 66.493 1.530 .079 Linearity 222.623 1 222.623 5.121 .028 Profesionalisme Between Guru * Groups Deviation 2636.577 42 Kepemimpinan from Linearity Transformasional Within Groups 1999.700 46 Kepala Sekolah Total 4858.900 89 62.776 1.444 .112 43.472 Sumber: Data Primer, diolah 2018 Hasil Fhitung pada deviation from linearity antara kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan profesionalisme guru sebesar 1,444 dan Ftabel 2,71. Maka Fhitung < Ftabel atau nilai signifikansi 0,112 > 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa hubungan antara kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan profesionalisme guru adalah linear.

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 Tabel 5.12 Hasil Uji Linearitas Kecerdasan Emosional dengan Profesionalisme Guru ANOVA Table Sum of Squares (Combined) 2231.502 Linearity 1067.041 Profesionalis Between Groups Deviation me Guru * from 1164.461 Kecerdasan Linearity Emosional Within Groups 2627.398 Total 4858.900 Sumber: Data Primer, diolah 2018 df Mean F Sig. Square 21 106.262 2.750 .001 1 1067.041 27.616 .000 20 58.223 68 89 38.638 1.507 .108 Hasil Fhitung pada deviation from linearity antara kecerdasan emosional dengan profesionalisme guru sebesar 1,507 dan Ftabel 2,71. Maka Fhitung < Ftabel atau nilai signifikansi 0,108 > 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa hubungan antara kecerdasan emosional dan profesionalisme guru adalah linear. Tabel 5.13 Hasil Uji Linearitas Kecerdasan Spiritual dengan Profesionalisme Guru ANOVA Table (Combined) Between Linearity Profesionalis Groups Deviation me Guru * from Linearity Kecerdasan Within Groups Spiritual Total Sumber: Data Primer, diolah 2018 Sum of df Mean F Sig. Squares Square 2024.291 18 112.461 2.817 .001 1676.811 1 1676.811 42.000 .000 347.480 17 20.440 2834.609 71 39.924 4858.900 89 .512 .939

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 Hasil Fhitung pada deviation from linearity antara kecerdasan spiritual dengan profesionalisme guru sebesar 0,512 dan Ftabel 2,71. Maka Fhitung < Ftabel atau nilai signifikansi 0,939 > 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa hubungan antara kecerdasan spiritual dan profesionalisme guru adalah linear. Tabel 5.14 Rangkuman Hasil Uji Linearitas Hubungan antar F hitung variable X1 dengan Y 1,444 X2 dengan Y 1,507 X3 dengan Y 0,512 Sumber: Data Primer, diolah 2018 2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Multikolinearitas F tabel Signifikansi Kesimpulan 2,71 2,71 2,71 0,112 0,108 0,939 Linear Linear Linear Uji Multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah terjadi korelasi yang kuat di antara variabel-variabel independen yang diikutsertakan dalam pembentukan model. Model regresi yang bebas dari multikolinearitas memiliki vilai VIF di bawah 10 dan nilai tolerance di atas 0,10. Hasil uji multikolinearitas (uji VIF) dapat dilihat sebagai berikut.

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Tabel 5.15 Uji Multikolinieritas Coefficientsa Unstandardized Standardized T Sig. Collinearity Coefficients Coefficients Statistics B Std. Beta Tolerance VIF Error 33.854 8.384 4.038 .000 Model (Constant) Kepemimpinan Transformasional .086 .041 1 Kepala Sekolah Kecerdasan Emosional .145 .133 Kecerdasan Spiritual .723 .178 a. Dependent Variable: Profesionalisme Guru Sumber: Data Primer, diolah 2018 .179 2.103 .038 .990 1.010 .130 .484 1.089 4.056 .279 .000 .507 1.974 .504 1.984 Berdasakan tabel 5.15, hasil perhitungan nilai tolerance menunjukkan variabel independen memiliki tolerance lebih besar dari 0,10 (X1=0,990; X2=0,507; X3=0,504), yang berarti tidak ada korelasi antar variabel independen. Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih dan tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Hasil perhitungan VIF juga menunjukkan hal yang sama yaitu tidak ada satu variabel independen yang memiliki nilai VIF lebih dari 10 (X1=1,010; X2=1,974; X3=1,984), dengan demikian dapat disimpulkan tidak ada multikolinieritas antar variabel independen model regresi. b. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas adalah suatu keadaan yang menunjukkan varian dan kesalahan pengganggu tidak konstan untuk suatu variabel bebas. Untuk menguji

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 heteroskedastisitas dapat diketahui dari nilai signifikansi antara masing-masing variabel independen dengan residualnya, hasil output lebih besar dari taraf signifikansi (sig > 0,05) pada output SPSS. Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat dalam tabel berikut. Tabel 5.16 Uji Heteroskedastisitas Correlations KTKS Spear man's rho Correlation Kepemimpinan Coefficient Transformasional Sig. (2-tailed) Kepala Sekolah N Correlation Coefficient Kecerdasan Emosional Sig. (2-tailed) N KE KS Unstandardized Residual 1.000 -.041 .048 -.117 . 90 .699 90 .652 90 .272 90 -.041 1.000 .685** .081 .699 90 . 90 .000 90 .446 90 1.000 .001 . 90 .992 90 .001 1.000 .992 90 . 90 Correlation .048 .685** Coefficient Kecerdasan Spiritual Sig. (2-tailed) .652 .000 N 90 90 Correlation -.117 .081 Unstandardized Coefficient Residual Sig. (2-tailed) .272 .446 N 90 90 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Sumber: Data Primer, diolah 2018 Berdasarkan hasil output tabel 5.16, diketahui bahwa nilai signifikansi variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah (X1) sebesar 0,272; kecerdasan emosional (X2) sebesar 0,446; dan kecerdasan spiritual (X3) sebesar

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 0,992. Dalam uji heteroskedastisitas ini diketahui bahwa signifikansi variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. 3. Pengujian Hipotesis dan Analisis Variabel a. Analisis Regresi Berganda Analisis linear berganda digunakan untuk menganalisa pengaruh variabel bebas (X) terhadap suatu variabel terikat (Y) secara bersama-sama. Untuk menguji ke-3 hipotesis dilakukan dengan uji regresi berganda. Rangkuman hasil analisis regresi linear berganda dapat dilihat pada tabel berikut. Model Tabel 5.17 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized t Sig. Collinearity Coefficients Coefficients Statistics B Std. Beta Tolerance VIF Error 33.854 8.384 4.038 .000 (Constant) Kepemimpinan Transformasional .086 .041 1 Kepala Sekolah Kecerdasan Emosional .145 .133 Kecerdasan Spiritual .723 .178 a. Dependent Variable: Profesionalisme Guru Sumber: Data Primer, diolah 2018 .179 2.103 .038 .990 1.010 .130 1.089 .279 .484 4.056 .000 .507 1.974 .504 1.984

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 Dari hasil analisis tersebut dapat diketahui persamaan regresi berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Y = a + 𝑏1 𝑋 1 + 𝑏2 𝑋 2 + 𝑏3 𝑋 3 + e Y = 33,854 + 0,086 X1*+ 0,145 X2 + 0,723 X3*+ e *Signifikan di level 0,05 atau α = 5% Keterangan : Y : Profesionalisme guru X1 : Kepemimpinan transformasional kepala sekolah X2 : Kecerdasan emosional X3 : Kecerdasan spiritual 1) Hipotesis 1 Hipotesis 1 mengatakan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Untuk menguji hipotesis tersebut didasarkan pada nilai sig dan thitung. Pada tabel 5.17, kolom signifikansi dapat diketahui bahwa variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah memiliki nilai signifikansi sebesar 0,038 lebih kecil dari 0,05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah memiliki nilai koefisien beta sebesar 0,086. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan transformasioanal kepala sekolah berpengaruh positif terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah.

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 2) Hipotesis 2 Hipotesis 2 mengatakan bahwa kecerdasan emosional tidak berpengaruh terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Untuk menguji hipotesis tersebut didasarkan pada nilai sig. thitung. Pada tabel 5.17, kolom signifikansi menunjukkan bahwa variabel kecerdasan emosional memiliki nilai signifikansi sebesar 0,279 lebih besar dari 0,05; maka Ho diterima dan Ha ditolak. Variabel kecerdasan emosional memiliki nilai koefisien beta sebesar 0,145. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional tidak berpengaruh terhadap profesionalisme guru SMK di Kecamatan Teweh Tengah. 3) Hipotesis 3 Hipotesis 3 mengatakan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Untuk menguji hipotesis tersebut didasarkan pada nilai sig dan thitung. Pada tabel 5.17, kolom signifikansi dapat diketahui bahwa variabel kecerdasan spiritual memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05; maka Ho ditolak dan Ha diterima. Variabel kecerdasan spiritual memiliki nilai koefisien beta sebesar 0,723. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh positif terhadap profesionalisme guru SMK di Kecamatan Teweh Tengah.

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Model Tabel 5.18 Hasil Uji F ANOVAa Df Sum of Mean F Squares Square Regression 1862.018 3 620.673 17.811 1 Residual 2996.882 86 34.847 Total 4858.900 89 a. Dependent Variable: Profesionalisme Guru b. Predictors: (Constant), Kecerdasan Spiritual, Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional Sumber: Data Primer, diolah 2018 Sig. .000b Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa Fhitung sebesar 17,811 dengan probabilitas 0,000. Hasil Fhitung dibandingkan dengan Ftabel dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05 sehingga diperoleh Ftabel 2,71. Jadi Fhitung 17,811 > Ftabel 2,71; maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual berpengaruh terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Kemampuan variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dalam memprediksi profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah dapat dilihat dalam koefisien determinasi. Besarnya koefisien determinasi dapat dilihat dari nilai R square seperti yang tercantum dalam tabel berikut ini.

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 Tabel 5.19 Hasil Uji Determinasi Model Summaryb Model R 1 .619a R Square .383 Adjusted R Square .362 Std. Error of the Estimate 5.903 DurbinWatson 1.456 a. Predictors: (Constant), Kecerdasan Spiritual, Kepemompinan Transformasional Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional b. Dependent Variable: Profesionalisme Guru Sumber: Data Primer, diolah 2018 Dari tabel 5.19, diketahui nilai koefisien determinasi R Square sebesar 0,383. Besarnya angka koefisien determinasi R Square sama dengan 38,3%. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah sebesar 38,3% sedangkan sisanya 61,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini, seperti variabel lingkungan kerja, motivasi, budaya sekolah dan kinerja guru. C. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Dari analisis yang sudah dijelaskan pada hasil penelitian, berikut adalah pembahasan terkait hasil penelitian ini.

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 1. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah terhadap Profesionalisme Guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Berdasarkan hasil penelitian ini, persepsi guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah terhadap kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam indikator yaitu memberikan dukungan (support) menunjukkan pengaruh terhadap profesionalisme guru. Hal ini dapat dilihat dari perilaku kepala sekolah dengan memahami kemampuan dan ketertarikan para staf serta mencari tahu pemahaman para guru terhadap suatu masalah serta memberi penghargaan atas kerja keras guru. Selain memberikan dukungan, kepala sekolah juga mengembangkan visi bersama bagi sekolah dan menjadi model atau teladan bagi para guru. Perilaku kepala sekolah untuk mengembangkan, mengartikulasi dan menyalurkan visi serta membuat guru memahami dan melakukan visi tersebut. Dengan adanya kepemimpinan transformasional kepala sekolah di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah bahwa kepala sekolah atau sebagai pemimpin mampu menyalurkan visi sekolah dan menjadi teladan/contoh sehingga membuat guru memahami dan melaksanakan visi sekolah dengan baik.

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Isnawati (2016) tentang “Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja terhadap Profesionalisme Guru dan Kinerja Guru”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh positif terhadap profesionalisme guru (B = 0,192; sig 0,048< 0,05). Hasil penelitian ini juga sejalan dengan Sari (2018) tentang “Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja terhadap Profesionalisme Guru Ekonomi SMA di Kota Yogyakarta Tahun 2017” Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah dapat dikatakan transformatif karena dari deskripsi variabel kepemimpinan transformasional yang memiliki nilai tertinggi yang bersifat transformatif yaitu sebesar 56,7%. 2. Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Profesionalisme Guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional tidak berpengaruh terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Kecerdasan emosional tidak mempengaruhi profesionalisme guru. Hal ini dikarenakan perasaan emosional guru tidak mempengaruhi profesionalisme guru.

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 Guru dalam keadaan tertekan maupun tidak, tetap dapat melakukan tugas-tugas dan menyelesaikan tanggung jawab mereka sebagai guru secara profesional. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Poniman (2017) dengan judul “Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Guru Terhadap Profesionalisme Guru SMK Negeri di Kota Bandar Lampung”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme guru sebesar 45,2%. Dapat dilihat dari sikap guru dalam melayani dan mendidik siswa (Al Said. dkk.2013). Oleh karena itu kecerdasan emosional secara positif dan signifikan dapat meningkatkan profesionalisme guru. 3. Pengaruh Kecerdasan Spiritual terhadap Profesionalisme Guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Berdasarkan hasil penelitian ini, persepsi guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah terhadap kecerdasan spiritual yang rela berkorban dalam membantu orang lain. Hal ini dapat dilihat bahwa guru di SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah selalu bersyukur dengan keadaan yang mereka miliki, mampu memahami diri sendiri, dan selalu membantu orang lain. Para guru juga memiliki kualitas hidup yang dapat mengilhami visi dan nilai-nilai serta juga

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan sekolah. Hal ini didukung dengan teori kerDincer (2007) mengemukakan bahwa kecerdasan spiritual berhubungan langsung dengan perilaku profesional guru. Kecerdasan spiritual guru sangat penting untuk ditumbuhkembangkan dalam penguatan karakter mereka terhadap tugas tugas pembelajaran (Masaong, 2011 ). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Poniman (2017) dengan judul “Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Guru Terhadap Profesionalisme Guru SMK Negeri di Kota Bandar Lampung”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme guru sebesar 44,8%. 4. Pengaruh Kecerdasan Kepemimpinan Emosional Transformasional dan Kecerdasan Kepala Sekolah, Spiritual terhadap Profesionalisme Guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan Fhitung (17,811) lebih besar dari Ftabel (2,71). Profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah dipengaruhi oleh kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan kecerdasan spiritual. Kepala sekolah sebagai pemimpin mampu memberikan dukungan atau

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 motivasi dan mampu mengembangkan visi bersama bagi sekolah serta mampu menjadi model atau teladan bagi para guru untuk saling bekerja sama dalam tim. Sedangkan, Kecerdasan spiritual merupakan inti atau pusat dari semua tindakan yang dilakukan, dilandasi adanya kecerdasan untuk menerapkan prilaku dan hidup dalam kontek makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai tindakan bahkan jalan hidup manusia lebih bermakna di banding dengan yang lain (Zohar dan Marshal, 2000: 252-257). Seorang guru yang memiliki kecerdasan spiritual yaitu rela berkorban dalam membantu orang lain, selalu bersyukur dengan keadaan yang mereka miliki, mampu memahami diri sendiri sehingga para guru juga memiliki kualitas hidup yang dapat mengilhami visi dan nilai-nilai yang ada dalam lingkungan sekolah. Dengan demikian, semakin tinggi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan kecerdasan spiritual maka dapat meningkatkan profesionalisme guru. Berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi dapat diketahui bahwa sumbangan efektif dari variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah sebesar 38,3%. sedangkan sisanya 61,7% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain seperti variabel lingkungan kerja, motivasi, budaya sekolah dan kinerja guru.

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data tentang penelitian “Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual terhadap Profesionalisme Guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah” dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. 1. Kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. 2. Kecerdasan emosional tidak berpengaruh terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. 3. Kecerdasan spiritual berpengaruh terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. 4. Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual secara bersama-sama berpengaruh terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas maka dapat diberikan saran-saran sebagai berikut. 151

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 1. Bagi Guru Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru termasuk dalam kategori sangat tinggi; Oleh karena itu, guru diharapkan tetap mempertahankan dan meningkatkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan cara mengikuti pelatihan, diklat, kursus, seminar dan lokakarya, serta mempraktikkan materi pelatihan, diklat, kursus, seminar dan lokakarya. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan sikap profesionalisme guru. 2. Kepala Sekolah Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh terhadap profesionalisme guru. Kepala sekolah diharapkan tetap mempertahankan gaya kepemimpinan transformasional karena mampu memberikan motivasi, contoh atau teladan bagi guru untuk meningkatkan kecintaan terhadap profesi guru. Kepala sekolah diharapkan dapat merancang, mendukung maupun memfasilitasi guru dalam program pelatihan, diklat, kursus, seminar dan lokakarya. Dengan demikian, program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme guru. 3. Bagi Dinas Pendidikan Bagi Dinas Pendidikan diharapkan melakukan perencanaan strategik dalam pengembangan dan peningkatan kepemimpinan kepala sekolah dan guru secara berkesinambungan dengan cara mengadakan program pelatihan, diklat, kursus, seminar dan lokakarya bagi kepala sekolah dan guru.

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 4. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini memberikan informasi bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual berpengaruh terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah sebesar 38,3%. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada 61,7% faktor lain yang mempengaruhi profesionalisme guru selain kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel-variabel yang mempengaruhi profesionalisme guru selain variabel-variabel dalam penelitian ini seperti lingkungan kerja, motivasi, budaya sekolah dan kinerja guru. C. Keterbatasan Penulis menyadari bahwa dalam melakukan penelitian dan penyajian hasil penelitian memiliki keterbatasan. Keterbatasan yang menjadi kendala penulis antara lain: 1. Dari 112 kuesioner yang disebarkan ke guru, hanya sebanyak 90 guru (80%) yang mengisi dan mengembalikan kuesioner. Hal ini dikarenakan sebagian guru tidak bersedia mengisi kuesioner tersebut sehingga kuesioner tidak kembali semua. 2. Penulis tidak dapat mengetahui apakah jawaban yang diberikan guru (responden) dalam manjawab kuesioner sudah menunjukkan keadaan yang sebenarnya atau belum. Jika ternyata jawaban responden bukan keadaan yang sebenarnya, maka hasil penelitian ini tidak memberi gambaran yang objektif.

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 3. Penulis menyadari ada banyak faktor yang mempengaruhi profesionalisme guru, sementara dalam penelitian ini, penulis hanya menggunakan tiga variabel yaitu kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 DAFTAR PUSTAKA Agustian, Ary Ginanjar. 2012. Emotional spiritual quotient (the esq way 165). PT Arga Tilanta. Jakarta Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta Cooper, K dan Sawaf, Ayman. (2002). “Kecerdasan Emosional Dalam Kepemimpinan Dan Organisasi”. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Dajan, Anto. (2004). Pengantar Metode Statistik Jilid II. Pustaka LP3ES, Jakarta. Danim, Sudarwan. 2011. Profesi Kependidikan. Bandung. Alfabeta Depdiknas. 2006. Standar Kopetensi Kepala Sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK & SLB. BP. Cipta Karya. Jakarta Deria, S. D. (2018). “Pengaruh Motivasi Kerja dalam Memediasi Hubungan Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dengan Komitmen Organisasional”. Skripsi. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta: tidak diterbitkan Ghozali, Imam. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS19 (5thEd). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Goelman, Daniel. 2015. Working with emotional intelligence terjemahan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta Isnawati, M.T. (2016). “Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja terhadap Profesionalisme Guru dan Kinerja Guru”. Skripsi. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta: tidak diterbitkan Leithwood, K. (1991). “Leadership For School Restructing”. Educational Administration Quarterly, 30 (4): 507 Masaong, A. K. 2011. “Supervisi pendidikan”. Sentra Media. Gorontalo Mulyasa, (2007). Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya Northouse, P. (2013). “Kepemimpinan: Teori dan Praktik (edisi keenanm)”. Jakarta: PT. Indeks.

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 Poniman, (2017). “Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual guru terhadap profesionalisme guru smk negeri. di kota bandar lampung”. Universitas Lampung. Patton, Patricia. 2001. EQ di Tempat Kerja. Jakarta: Pustaka Delapratasa. Praja, Gani Indra. 2014. Pengaruh kompetensi menejerial dan kompetensi supervisi akademik kepala sekolah terhadap profesionalisme guru smp Negeri di kecamatan pungur kabupaten Lampung tengah. Jurnal FKIP Universitas Lampung Puluhulawa, C. W. (2013) Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Meningkatkan Kompetensi Sosial Guru. Makalah Seri Humaniora, 17(2), 139-147 Rahman, B. 2014. “refleksi diri dan peningkatan profesionalisme guru di Provinsi lampung”. Jurnal Paedagogia Rivai, V (2004). Kiat Memimpin dalam Abad 21. Jakarta: Kanisius Rivai, V.,et., al. (2013). Kepemimpinan dan Kepemimpinan dalam Organisasi. Jakarta: PT. JasaGravindo Persada Rohiat, (2008). “Kecerdasan Emosional Kepemimpinan Kepala Sekolah”. Bandung: PT Refika Aditama Rohiat, 2010. Manajemen Sekolah (Teori Dasar dan Praktek Dilengkapi dengan contoh Rencana Strategik dan Oprasional). Refika Aditama. Bandung Samana, (1994).”Profesionalisme Keguruan”. Yogyakarta: Kanisius Sudewa, Ivan Tri. 2013. Pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap profesionalisme guru di TK Lovely Lovita Tanjung Pinang. Fakultas ilmu sosial dan politik Universitas Maritime Raja Ali Haji Tanjung Pinang. Sugiyono, (2006). Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D . Bandung : Penerbit Alfabeta. Sugiyono, (2010). Statistika untuk Penelitian. Bandung : Penerbit Alfabeta. Sugiyono, (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Bandung : Penerbit Alfabeta. dan R&D . Sunar, P. D. 2010. Edisi lengkap tes IQ, SQ & SQ. Hash Books. Jogyakarta Sukidi, 2004. Kecerdasan Spiritual. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 Trihandini, Fabiola Meirnayati. 2005. Analisis pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap kinerja karyawan, study kasus pada Hotel Horizon semarang. Universitas Diponegoro. Semarang Undang-undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Umiarso dan Wahab, (2016). “Kepemimpinan Pendidikan Dan Kecerdasan Spiritual”. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media Wahjosumidjo, 2011. Kepemimpinan kepala sekolah. Raya Grafindo Persada. Jakarta Zamroni. (2011). “Dinamika Peningkatan Mutu”. Yogyakarta: Gavin Kalam Utama. Zohar, Danah dan Ian Marshall. 2001. SQ: Memanfaatkan Kecerdasan Spritual dalam Berpikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Kehidupan. Terj. Rahmani Astuti, et. Al. Bandung:Mizan.

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 LAMPIRAN I (INSTRUMEN PENELITIAN)

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 KUESIONER PENELITIAN PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH, KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL GURU TERHADAP PROFESIONALISME GURU SMK NEGERI DI KECAMATAN TEWEH TENGAH Oleh : Eko Surianto NIM : 141324001 Program Studi Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Ekonomi FKIP – Universitas Sanata Dharma 2018

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 Hal : Permohonan Kesediaan Menjadi Responden Kepada Yth: Bapak dan Ibu Guru SMK Negeri 1 Muara Teweh dan SMK Negeri 2 Muara Teweh di tempat Dengan hormat, Perkenalkan nama saya Eko Surianto, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Saya hendak melakukan penelitian berjudul “Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional, dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Profesionalisme Guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah”. Penelitian ini merupakan penelitian ilmiah dalam rangka penyusunan skripsi. Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk menjadi responden dalam penelitian ini. Saya berharap Bapak/Ibu berkenan menjawab keseluruhan pernyataan sesuai dengan keadaan Bapak/Ibu yang sesungguhnya. Saya akan menjamin kerahasiaan jawaban Bapak/Ibu dan memastikan bahwa jawaban Bapak/Ibu hanyalah untuk tujuan penelitian ini. Saya menyadari bahwa pengisian kuesioner ini menyita waktu Bapak/Ibu untuk itu saya berterima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu menjadi responden dalam penelitian ini. Demikian permohonan ini saya sampaikan, atas perhatian dan bantuan yang diberikan, saya ucapkan terima kasih. Yogyakarta, Agustus 2018 Hormat saya, Eko Surianto

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 BAGIAN I IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama : …. 2. Jenis Kelamin : …. 3. Usia : …. 4. Lama Menjadi Guru : …. 5. Latar Belakang Pendidikan Tingkat Pendidikan : S1 6. Mata pelajaran yang diampu : …. 7. Status Kepegawaian PNS 8. Kepemilikan Sertifikat a. Sudah b. Belum : S2 …. (dll) GTT …. (dll)

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 BAGIAN II INSTRUMEN PROFESIONALISME GURU Petunjuk: Berikut ini terdapat sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan sikap Bapak/Ibu berkaitan dengan profesionalisme guru. Saya mohon untuk memilih salah satu yang paling menggambarkan kondisi Bapak/Ibu dengan cara memberi tanda centang (). Keterangan: SS= Sangat Setuju, S= Setuju, TS=Tidak Setuju, STS=Sangat Tidak Setuju No 1 2 Pernyataan SS Saya menerangkan materi pembelajaran secara jelas dan terperinci Dalam menjelaskan materi pembelajaran, saya memberikan contoh yang kongkrit 3 Saya kesulitan menjawab pertanyaan dari siswa 4 Saya tidak memberi ringkasan materi 5 6 7 8 9 10 11 Saya selalu menjawab pertanyaan dari siswa dengan baik Saya membuat peraturan bersama dengan siswa pada awal pelajaran Saya memberikan sanksi kepada siswa yang melanggar peraturan bersama ketika mengikuti pelajaran Saya memberikan semangat kepada siswa yang kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran Saya hanya akrab pada siswa tertentu saja Sebelum memulai materi baru, saya selalu menjelaskan tujuan yang akan dicapai dari materi tersebut Saya menjelaskan buku wajib dan buku pendukung yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar 12 Pada saat pelajaran saya hanya menggunakan satu metode mengajar 13 Saya selalu memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah oleh siswa S TS STS

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 No 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Pernyataan Saya memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila menemui kesulitan Saya membantu siswa memecahkan masalah yang sedang dihadapi Saya tidak peduli dengan kesulitan yang dihadapi para siswa Saya menyediakan waktu khusus untuk bimbingan dengan siswa Saya memanggil dan menegur para siswa yang mendapatkan nilai jelek Saya tidak memecahkan setiap permasalahan yang dihadapi para siswa Saya menggunakan media pembelajaran yang tersedia dengan tepat Saya sudah menggunakan sumber pelajaran yang terbaru dan bermutu (sesuai dengan kurikulum) Untuk memperdalam pemahaman materi ajar yang ada dikurikulum sekolah saya melakukan kajian materi Saya mewajibkan setiap siswa untuk memilih buku pelajaran Saya dapat menggunakan media pembelajaran yang ada dengan baik Dalam memberikan nilai, saya selalu pilih kasih (siswa tertentu dapat nilai baik) Dalam pemberian nilai, saya tidak hanya mengambil dari ulangan harian/ulangan umum, tetapi juga penilaian keseharian di dalam kelas (tanggung jawab dan keaktifan kelas) Dalam menilai prestasi belajar siswa sesuai dengan keadaan yang sebenarnya Dalam penilaian saya sangat adil, tanpa melihat siapa yang diberi nilai Dalam pemberian nilai saya sudah sesuai dengan kesepakatan bersama atau sesuai dengan peraturan sekolah SS S TS STS

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 BAGIAN III INSTRUMEN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH Petunjuk: Berikut ini terdapat sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan sikap Bapak/Ibu berkaitan dengan kepemimpinan tranformasional kepala sekolah. Kami mohon untuk memilih salah satu yang paling menggambarkan kondisi Bapak/Ibu dengan cara memberi tanda centang ().Keterangan: SS= Sangat Setuju, S= Setuju, TS=Tidak Setuju, STS=Sangat Tidak Setuju No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Pernyataan SS Menggugah semangat kami dengan visi tentang apa yang dapat kami capai apabila kami bekerja secara bersama untuk mengubah praktek atau program kami Secara teratur mendorong kami untuk melakukan evaluasi atas kemajuan kami dalam mencapai tujuan sekolah Jarang mempertimbangkan kami dalam membuat keputusan Memimpin lebih dengan “tindakan nyata” dibandingkan dengan “kata-kata Jarang menyediakan sumber daya untuk mendukung perkembangan professional saya Mendorong saya untuk menguji kembali asumsi-asumsi dasar yang saya miliki berkaitan dengan pekerjaan saya Memberikan prioritas yang tinggi bagi pengembangan serangkaian nilai, keyakinan dan sikap yang disebarkan dalam sekolah tentang pengajaran dan pembelajaran Mendistribusikan kepemimpinan secara luas di antara staf yang mempresentasikan berbagai sudut pandang dalam posisi kepemimpinan Memiliki ekspektasi yang rendah kepada kami sebagai profesional Menunjukkan sikap rendah hati Menyediakan fasilitas bagi para guru dalam proses untuk menentukan tujuan-tujuan sekolah Sebagai sumber ide baru bagi pembelajaran profesional Memiliki ekspektasi yang tinggi tentang tujuan secara kekeluargaan sekolah Memberikan kami gambaran tentang tujuan secara keseluruhan sekolah S TS STS

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 No 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 28 29 30 31 32 33 34 35 Pernyataan SS Mempertimbangkan pendapat saya dalam menjalankan progamprogram baru yang mempengaruhi pekerjaan saya Menghormati dan menghargai staf dengan memperlakukan kami sebagai profesional Memberikan dorongan kepada saya untuk berpikir tentang apa yang saya lakukan bagi para siswa Memastikan bahwa kami mempunyai keterlibatan yang memadai dalam pengambilan keputusan terkait program-program pengajaran Mendukung struktur organisasi yang efektif bagi pengambilan keputusan Melakukan usaha-usaha untuk memahami para siswa, misalnya dengan cara mengunjungi kelas dan mengakui usaha-usaha mereka Dalam interaksi dengan para siswa menunjukkan sikap tidak saling menghargai Mendorong saya untuk mencapai tujuan yang saya miliki demi pembelajaran profesional Mendorong kolaborasi berkelanjutan di antara para guru demi implementasi praktek-praktek dan program-program baru Membantu mengklifikasikan makna khusus dari visi sekolah terkait dengan implikasi prakrisnya pada program-program dan pengajaran Mendorong kami untuk mengembangkan dan mengkaji kembali tujuan-tujuan profesional individual sesuai dengan tujuan dan prioritas sekolah Mengharapkan kami melakukan pengembangan diri yang berkelanjutan khususnya terkait dengan profesi Kurang menyadari adanya kebutuhan dan keahlian unik saya Mendorong kami untuk melakukan evaluasi atas praktek-praktek yang kami lakukan dan memperbaikinya bila diperlukan Mengharapkan kami menjadi inovator-inovator yang efektif Menunjukkan kesediaan untuk mengubah praktek-praktek yang dilakukan sesuai dengan pemahaman baru Memberikan dorongan kepada saya untuk mencoba praktekpraktek baru sesuai minat saya Jarang mengacu pada tujuan sekolah ketika membuat keputusankeputusan yang terkait dengan perubahan dalam programprogram atau kegiatan-kegiatan Menstimulus terjadinya diskusi tentang ide-ide baru yang sesuai dengan arah dan kebijakan sekolah Menfasilitasi terjadinya komunikasi yang efektif di antara staf sekolah S TS STS

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 No 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Pernyataan SS Menciptakan suasana kerja yang menghalangi terjadinya kolaborasi di antara staf dalam perencanaan dan perkembangan profesionalitas Mengkomunikasikan misi sekolah kepada staf dan para siswa Mendorong perkembangan norma-norma sekolah yang mendukung keterbukaan terhadap perubahan Menunjukkan favoritisme terhadap individu-individu atau kelompok tertentu Menyediakan peluang bagi staf untuk belajar satu sama lain Mendukung isolasi bagi guru-guru yang memiliki keahlian khusus Menyediakan tingkat otonomi yang tepat bagi kami dalam pengambilan keputusan kami Menyediakan dukungan moral dengan cara membuat saya merasa dihargai terkait dengan kontribusi saya pada sekolah Membantu kami dalam memahami hubungan antarvisi sekolah dan badan atau lembaga yang mendukung sekolah, misalnya Departemen Pendidikan Menjadikan teknik “problem solving” sebagi model yang dapat saya pakai untuk pekerjaan bersama dengan para kolega dan siswa Mempertimbangkan atmosfer kerja yang saling perhatikan dan percaya di antara para guru Membantu symbol-symbol yang melambangkan kesuksesan dan pencapaian dalam profesi kami Mendukung “status quo” yang ada dalam resiko mengorbankan perubahan pendidikan Dalam membuat prioritas-prioritas yang terkait dengan tujuan sekolah, bekerja sesuai konsensus yangdibuat bersama seluruh staf Dalam berhadapan dengan para staf dan siswa tidak menunjukkan sikap terbuka danapa adanya S TS STS

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 BAGIAN IV INSTRUMEN KECERDASAN EMOSIONAL Petunjuk: Berikut ini terdapat sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan sikap Bapak/Ibu berkaitan dengan kecerdasan emosional. Saya mohon untuk memilih salah satu yang paling menggambarkan kondisi Bapak/Ibu dengan cara memberi tanda centang (). Keterangan: SS= Sangat Setuju, S= Setuju, TS=Tidak Setuju, STS=Sangat Tidak Setuju No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Pernyataan SS Saya mampu mengendalikan emosi diri saat mengalami kesedihan maupun kegembiraan Saya sangat mengenali hal-hal yang menjadi kelebihan (potensi) diri saya Saya sangat mengenal kelemahan-kelemahan yang ada dalam diri saya Saya yakin mampu memberikan pelayanan terbaik bagi anak didik saya secara profesional Saya mampu menahan berbagai dorongan negatif saat menjalankan tugas/profesi Dalam menjalankan tugas, saya selalu bersikap jujur pada diri sendiri, siswa, teman seprofesi dan atasan saya Saya selalu siap untuk melaksanakan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab saya Sacara cepat, saya mampu menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan dalam lingkungan kerja (teknologi, struktur organisasi, kurikulum, dll) Saya selalu terbuka terhadap berbagai ide perubahan demi kemajuan unit/tempat kerja Saya selalu melakukan intropeksi untuk menemukan kembali hal-hal yang penting bagi hidup saya Saya ikut merasa senang, jika teman saya sedang mengalami kebahagiaan/kesuksesan Saya selalu menyelesaikan tugas/pekerjaan pokok secara efektif dan efisien tanpa menunda-nunda Dalam menjalankan tugas/pekerjaan, saya mampu memotivasi diri sendiri saat mengalami kegagalan S TS STS

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 No 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Pernyataan Saya ikut merasa sedih, jika teman saya mengalami kegagalan/menderita Saya selalu siap membantu teman-teman sekerja, jika mereka sedang dalam kesulitan Di tempat kerja, saya merasa tidak pernah melakukan tindakat/perkataan yang menyinggung perasaan orang lain Saya selalu siap membantu pengguna jasa saya (siswa, teman seprofesi, atasan, dll) yang memerlukan bantuan Saya mampu mempengaruhi secara positif orang lain untuk melakukan/tidak melakukan suatu tugas/pekerjaan Saya selalu mendengarkan keluh kesah orang lain dan selalu siap memberikan bantuan jika diminta Saya selalu menyelesaikan setiap pekerjaan dengan tepat waktu dan penuh tanggung jawab Saya tertarik pada pekerjaan yang menuntut saya memberikan gagasan/ide baru Bagi saya, bekerja bersama orang lain adalah hal yang sungguh menyenangkan Saya siap bekerja sama dengan siapa saja dalam melaksanakan tugas/pekerjaan SS S TS STS

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 BAGIAN V INSTRUMEN KECERDASAN SPIRITUAL Petunjuk: Berikut ini terdapat sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan sikap Bapak/Ibu berkaitan dengan kecerdasan spiritual. Saya mohon untuk memilih salah satu yang paling menggambarkan kondisi Bapak/Ibu dengan cara memberi tanda centang (). Keterangan: SS= Sangat Setuju, S= Setuju, TS=Tidak Setuju, STS=Sangat Tidak Setuju No Pernyataan 1 Saya mampu beradaptasi di lingkungan sekolah 2 Saya mampu bersikap adil dalam menyelesaikan masalah 3 Saya mampu mengambil hikmah dari suatu masalah 4 Saya bertindak dengan jiwa kebaikan 5 Saya mampu menyelesaikan setiap masalah 6 7 8 Saya mampu berkembang lebih dari sekedar melestarikan apa yang diketahui atau yang telah ada Saya mampu menerima perubahan hidup yang lebih baik Saya mamiliki sifat tidak putus asa terhadap setiap masalah 9 Saya memiliki nilai-nilai positif dalam hidup 10 Saya mengetahui pentingnya suatu nilai-nilai dalam menjalani hidup 11 Saya memiliki sifat menyakiti perasaan orang lain 12 Saya tidak pernah bersyukur dengan keadaan yang saya miliki SS S TS STS

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 13 14 15 16 Saya tidak pernah membantu orang lain Saya mampu memahami diri sendiri dibandingkan dengan orang lain Saya mampu menilai diri sendiri sebelum menilai orang lain Saya akan bertindak dalam menyelesaikan segala masalah 17 Saya memiliki kecendrungan terhadap segala sesuatu yang belum saya pahami 18 Saya mampu menyelesaikan semua tugas saya 19 Saya memiliki sifat mandiri dalam menyelesaikan masalah Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak/Ibu yang telah terlibat dalam penelitian ini. Apabila Bapak/Ibu mempunyai komentar atau pertanyaan, silahkan dituliskan dalam kotak dibawah ini.

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 LAMPIRAN II (DATA MENTAH PENELITIAN)

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 DATA MENTAH VARIABEL KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH SMK NEGERI DI KECAMATAN TEWEH TENGAH No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Soal 1 3 3 2 4 2 4 4 4 4 3 2 3 4 3 2 4 3 4 3 4 3 4 2 4 3 2 4 3 4 3 2 4 3 2 2 4 4 1 1 1 1 3 4 3 4 3 2 2 4 4 2 4 3 4 4 2 1 4 4 4 1 4 3 2 2 4 2 2 4 2 2 4 4 3 1 4 4 4 3 2 4 2 4 2 4 3 2 2 4 2 4 5 2 2 2 2 2 4 4 4 4 2 2 4 2 4 2 4 4 1 1 4 3 3 6 2 2 2 3 2 1 4 2 2 1 2 4 3 4 3 4 3 4 4 3 2 3 7 3 2 3 4 3 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 4 3 4 4 3 3 3 8 4 4 3 4 3 3 4 2 2 3 4 4 3 4 4 3 2 3 3 4 3 3 9 3 2 2 4 2 4 4 2 2 3 2 3 4 3 2 4 3 4 3 4 3 4 10 4 2 2 4 3 4 3 2 2 3 2 2 4 4 2 4 4 3 3 4 3 4 11 2 2 4 4 2 4 3 2 2 2 1 4 4 4 1 4 3 4 2 4 2 2 12 2 2 4 4 3 1 4 2 2 3 2 4 2 4 2 4 3 4 2 4 2 4 13 2 2 2 2 2 1 4 2 2 2 2 4 2 4 2 4 4 4 4 4 3 3 14 2 2 2 3 2 1 4 2 4 1 2 4 3 4 3 4 3 4 4 3 2 3 15 3 2 3 4 3 1 4 2 4 3 4 4 3 4 2 4 3 4 2 3 3 3 16 4 2 3 4 3 4 2 1 4 3 4 4 3 4 4 3 2 3 3 4 3 3

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 4 4 3 3 3 4 3 2 3 2 3 3 3 1 1 2 3 1 2 2 2 3 4 2 2 3 4 4 4 3 3 4 4 1 4 2 3 3 2 1 1 2 3 1 2 3 3 2 4 2 2 3 4 4 4 1 2 4 3 2 3 2 1 3 2 1 1 2 3 1 2 3 3 3 4 1 2 1 4 3 3 3 2 4 3 2 4 2 1 3 2 1 1 2 3 1 2 3 3 2 4 2 2 1 3 2 4 3 2 4 4 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 1 4 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 4 4 2 2 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 4 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 2 3 2 3 3 3 1 1 2 3 1 2 2 2 3 4 2 2 3 4 4 4 3 3 4 4 1 4 2 3 3 2 1 1 2 3 1 2 3 3 2 4 2 2 3 4 4 4 3 2 4 3 2 3 2 1 3 2 1 1 2 3 1 2 3 3 3 4 1 2 1 4 3 3 3 2 3 3 2 4 2 1 3 2 1 1 2 3 1 2 3 3 2 4 2 2 1 3 2 4 3 2 1 4 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 1 1 2 1 4 1 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 4 4 1 2 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 4 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 3 3 1 3 3 2 2 2 2 2 2 1 4 4 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 1 3 2 2 2 2 2 3 2 2 4 4 2 2 2 3 1 3 1 2 2 3 3 1 3 3 3 3 1 3 1 1 2 2 2 1 4 4 2 1 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 1 1 1 4 4 1 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 4 4 3 4 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 1 2 2 2 2 2 3 2 2 3 3 1 3 3 2 2 2 2 2 2 1 4 4 2 4 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 1 3 2 2 2 2 2 3 2 2 4 4 2 4 2 3 1 3 1 2 2 3 3 1 3 3 3 3 1 3 1 1 2 2 2 1 1 4 2 4 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 1 1 1 2 4 1 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 3 3 3 2 3 4 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 2 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 2 4 2 4 3 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 Jumlah 2 3 2 2 1 2 3 2 1 2 3 2 1 2 3 2 230 2 3 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 3 230 3 3 2 2 1 1 1 2 1 3 3 2 1 3 3 2 216 3 3 1 1 1 2 1 1 3 3 3 1 3 3 3 1 223 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 266 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 263 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 266 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 269 2 3 2 2 1 2 3 2 1 2 4 2 1 2 3 2 229 2 3 3 2 2 2 3 2 2 2 4 2 2 2 3 3 239 3 3 2 2 1 1 1 2 1 3 4 2 1 3 3 2 217 3 3 1 1 1 2 1 1 3 3 4 1 3 3 3 1 219 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 262 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 256 2 3 4 3 2 2 3 3 2 3 4 3 2 3 3 3 263 1 3 4 3 3 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 265

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 DATA MENTAH VARIABEL KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH SMK NEGERI DI KECAMATAN TEWEH TENGAH No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 17 18 19 20 21 22 23 24 Soal 25 3 2 2 4 2 4 2 4 4 3 4 4 4 3 2 4 3 4 4 2 2 4 3 1 2 1 4 3 4 3 4 4 2 4 4 3 1 2 3 4 3 4 2 1 2 3 4 3 2 2 2 1 1 3 2 2 3 4 3 4 3 1 4 4 4 2 4 1 3 2 2 3 2 2 2 4 2 4 2 1 4 1 4 3 3 1 3 2 2 3 2 2 3 4 3 4 2 2 4 3 4 3 4 4 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 1 3 4 3 4 4 4 3 3 2 4 3 4 2 3 2 4 4 1 3 4 3 4 4 4 1 3 1 4 4 3 2 2 4 2 2 2 2 4 2 4 4 4 1 2 2 2 4 26 27 28 29 30 31 32 33 Jumlah KTKS 3 2 2 4 2 2 2 1 4 3 4 3 4 3 2 1 3 4 4 3 2 4 3 4 1 1 2 3 4 2 4 1 2 1 4 4 2 3 4 4 2 4 3 1 2 2 4 4 4 4 1 2 3 4 2 3 4 4 3 4 4 3 2 3 4 4 2 1 2 2 3 4 2 4 2 2 4 4 2 4 2 2 4 4 2 4 2 3 4 4 2 2 2 2 4 1 4 4 2 1 4 4 3 1 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 2 2 4 4 3 1 2 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 2 3 4 4 3 4 3 3 2 3 91 78 90 117 91 98 99 79 100 84 105 117 108 101 75 98 96 112

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 2 3 2 3 3 3 1 1 2 4 1 2 2 2 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 2 4 1 4 2 3 3 2 1 1 2 3 1 2 3 3 2 2 4 2 2 4 4 2 4 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 2 2 3 4 3 3 3 3 1 2 3 4 1 3 2 3 3 2 4 2 3 3 2 4 4 3 2 3 4 3 3 2 3 2 1 3 2 4 1 3 2 3 2 3 4 3 3 3 2 3 4 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 2 4 2 4 3 4 4 4 3 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 4 2 3 3 2 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 1 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 2 4 2 4 4 3 4 4 2 1 1 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 2 3 2 3 2 3 3 3 1 1 2 4 1 2 2 2 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 2 4 1 4 2 3 3 2 1 1 2 4 1 2 3 3 2 2 4 2 2 4 4 4 4 2 2 3 2 3 2 1 3 2 1 1 2 4 1 2 3 3 3 2 4 2 4 4 3 3 4 2 1 3 2 4 2 1 3 2 1 1 2 3 1 2 3 3 2 4 4 3 3 3 2 4 4 2 1 4 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 4 1 1 2 3 4 3 3 3 4 2 1 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 4 3 1 2 4 3 3 3 3 4 3 2 4 3 3 2 3 4 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 1 3 4 2 3 3 3 4 2 2 3 3 3 2 3 3 3 93 126 86 110 118 102 115 112 85 79 97 83 106 79 83 98 90 62 61 83 110 65 77 92 97 91

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 4 2 2 3 2 1 2 2 2 4 2 3 2 1 3 3 1 3 1 2 1 2 2 2 2 1 4 2 2 3 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 3 3 1 3 2 2 1 1 2 3 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 1 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 4 3 2 2 3 2 2 1 3 4 3 2 1 3 2 2 3 2 2 1 3 3 2 1 3 2 4 3 3 3 3 3 2 1 3 4 3 3 1 3 3 3 3 3 2 1 3 3 3 1 3 3 4 2 2 2 2 3 3 3 2 4 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 4 2 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 1 2 2 2 4 2 3 2 2 3 3 1 3 3 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 3 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 3 3 1 3 2 2 2 2 2 3 2 2 3 1 2 1 2 3 1 3 1 4 2 3 3 1 3 3 3 3 1 3 1 1 2 2 2 1 2 2 2 1 3 3 2 2 2 4 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 1 1 1 3 2 2 1 2 3 1 3 1 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 2 3 3 3 4 3 2 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 121 75 79 83 86 86 77 78 75 115 83 91 81 75 98 95 83 98 75 78 75 75 79 76 80 69

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 Jumlah 2 4 2 4 1 3 4 2 1 2 3 2 1 2 4 2 1 2 3 2 232 2 4 2 4 2 3 4 2 2 2 3 2 2 2 4 2 2 2 3 3 235 4 4 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 259 4 4 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2 4 3 3 2 3 2 260 4 3 3 4 2 4 4 3 2 2 2 3 2 2 4 3 2 2 4 1 232 4 3 3 4 2 4 1 3 3 2 1 2 3 2 4 3 3 2 4 1 257 4 3 2 4 2 4 1 1 1 1 2 2 3 3 4 1 1 3 4 2 244 4 3 3 4 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 274 4 4 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 263 3 2 2 4 2 3 2 2 1 2 3 2 1 2 3 2 1 2 3 2 221 3 2 2 4 2 3 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 3 229 3 2 2 4 2 3 2 2 1 1 1 2 1 3 3 2 1 3 3 2 217 3 3 1 4 2 3 1 1 1 2 1 1 3 3 3 1 3 3 3 1 217 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 258 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 255 4 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 266 4 4 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 1 3 3 3 3 3 3 3 265 112 119 80 118 74 103 85 80 69 71 80 80 75 88 116 80 75 88 103 76

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 DATA MENTAH VARIABEL KECERDASAN EMOSIONAL GURU SMK NEGERI DI KECAMATAN TEWEH TENGAH Soal No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Jumlah KE 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 4 3 3 2 4 3 4 3 3 3 3 2 2 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 76 4 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 80 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 71 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 86 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 81 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 81 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 68 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 92 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 71

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 92 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 68 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 71 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 69 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 74 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 68 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 66 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 73 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 78 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 71 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 74 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 68 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 78 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 86 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 68 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 80 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 85 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 79 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 84 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 82 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 82 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 1 3 3 3 3 3 76

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 2 4 3 3 4 4 77 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 68 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 68 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 71 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 78 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 74 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 70 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 90 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 4 2 4 2 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 2 3 3 3 4 3 72 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 71 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 68 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 75 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 71 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 70 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 72 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 74 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 82 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 76 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 73 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 75 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 73 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 80 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 78

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 79 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 92 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 81 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 4 3 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 73 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 88 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 90 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 74 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 76 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 77 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 2 4 4 2 3 3 3 3 77 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 68 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 69

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 87 88 89 90 Jumlah 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 76 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 77 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 81 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 80 296 283 293 297 293 296 302 282 287 292 306 290 297 301 298 280 293 272 286 284 288 304 302

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187 DATA MENTAH VARIABEL KECERDASAN SPIRITUAL GURU SMK NEGERI DI KECAMATAN TEWEH TENGAH Soal No. 1 2 1 3 2 3 3 3 4 3 5 3 6 3 7 3 8 3 9 3 10 3 11 4 12 4 13 3 14 3 15 3 16 3 17 3 Jumlah KS 53 4 2 3 4 2 3 4 2 3 4 2 4 4 2 3 3 3 52 4 2 3 3 2 3 3 3 3 4 4 4 4 2 3 3 3 53 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 54 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 67 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 59 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 62 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 2 55 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 64 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 67 3 4 5 6 7 8 9 10 11

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 63 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 2 55 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 49 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 56 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 59 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 54 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 50 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 44 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 3 3 3 3 53 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 59 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 59 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 54 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 1 54 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 2 52 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 48 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 2 53 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 54 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 67 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 49 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 2 3 57 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 60 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 56 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 48 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 60 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 60 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 60 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 55 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 57 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 54 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 2 3 3 3 53 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 2 3 3 3 53 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 2 3 53 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 56 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 56 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 2 3 3 3 53 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 3 3 4 4 4 4 63 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 50 3 3 3 3 2 2 3 3 4 4 4 4 4 2 3 3 3 53 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 54 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 55 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 2 3 50 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 53 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 59 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 56 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 56 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 55 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 61 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 55 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 53 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 57 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 61 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 62 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 61 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 64 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 54 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 48 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 51 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 61 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 68 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 56 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 2 2 2 54 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 59 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 2 3 57 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 2 2 53 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 51 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 67 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 57 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 56 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 59 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 61 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 54 282 290 286 300 304 310 330 323 278 287 280 277 87 88 89 90 305 292 293 297 278 Jumlah

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194 DATA MENTAH VARIABEL PROFESIONALISME GURU SMK NEGERI DI KECAMATAN TEWEH TENGAH No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 1 4 3 3 4 4 3 4 3 2 3 4 3 2 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 4 1 4 4 3 3 4 3 3 2 1 3 4 3 2 3 3 3 4 3 5 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 6 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 2 4 4 3 7 3 3 2 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 2 4 2 4 4 3 8 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 9 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 10 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 4 4 3 11 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 12 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 4 2 3 3 13 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 14 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 Soal 15 3 2 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 16 3 3 3 3 3 4 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 17 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 18 3 2 3 4 4 4 4 3 4 2 4 4 3 3 4 3 3 4 2 4 4 2 3 3 19 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 20 3 2 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 21 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 1 22 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 4 3 2 1 23 3 3 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 24 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 25 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 26 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 2 3 3 3 27 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 28 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 Jumlah PG 88 85 83 92 101 103 103 87 96 86 101 96 93 81 88 88 99 90 80 96 92 90 99 80

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 1 3 4 3 2 2 3 3 3 4 3 4 2 3 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 1 3 3 1 3 2 2 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 2 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 2 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 2 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 2 2 4 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 1 3 3 2 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 2 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 1 3 3 3 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 4 2 4 3 2 2 3 4 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 1 1 1 2 2 3 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 1 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 87 87 84 89 101 86 103 95 83 82 95 84 85 105 82 82 83 88 86 88 103 95 89 89 87 88 101 92 94 90 85

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 2 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 2 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 2 2 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 2 3 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 2 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 2 4 4 3 3 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 2 2 2 2 2 4 3 2 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 93 90 93 93 88 90 91 97 101 99 93 95 97 90 100 103 110 99 107 86 85 88 109 97 94 99 92 91 83 112 92

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197 87 88 89 90 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 Juml ah 314 302 295 284 305 319 304 316 314 288 286 265 310 304 322 270 285 296 281 290 280 234 285 336 327 311 312 302 99 101 101 94

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198 LAMPIRAN III (UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS) 1. Uji Validitas 2. Uji Reliabilitas

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199 UJI VALIDITAS INSTRUMEN A. Output Uji Validitas Profesionalisme Guru Pengujian Ke-1 Validitas Instrumen Profesionalisme Guru Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Alpha if Item Correlation Deleted VAR00001 91.68 53.210 .433 .872 VAR00002 91.81 54.132 .321 .875 VAR00003 91.89 53.268 .298 .877 VAR00004 92.01 52.640 .316 .877 VAR00005 91.78 52.107 .576 .869 VAR00006 91.62 52.507 .509 .871 VAR00007 91.79 51.966 .506 .871 VAR00008 91.66 52.431 .543 .870 VAR00009 91.68 52.962 .445 .872 VAR00010 91.97 53.313 .469 .872 VAR00011 91.99 53.337 .455 .872 VAR00012 92.22 51.613 .516 .870 VAR00013 92.63 54.594 .116 .884 VAR00014 91.72 53.079 .454 .872 VAR00015 91.79 52.303 .581 .869 VAR00016 91.59 52.717 .462 .872 VAR00017 92.17 53.803 .399 .873 VAR00018 92.00 53.416 .426 .873 VAR00019 91.88 51.479 .459 .872 VAR00020 92.04 53.279 .486 .872 VAR00021 91.94 52.795 .531 .871 VAR00022 92.06 53.379 .482 .872 VAR00023 92.57 52.361 .363 .875 VAR00024 92.00 53.056 .541 .871 VAR00025 91.43 54.563 .251 .876 VAR00026 91.53 54.364 .243 .877 VAR00027 91.71 52.814 .467 .872 VAR00028 91.70 52.999 .463 .872 VAR00029 91.81 53.346 .435 .873

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200 Pengujian Ke-2 Validitas Instrumen Profesionalisme Guru Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Alpha if Item Correlation Deleted VAR00001 89.14 51.249 .430 .881 VAR00002 89.28 52.113 .324 .883 VAR00003 89.36 51.333 .292 .885 VAR00004 89.48 50.724 .311 .885 VAR00005 89.24 50.074 .587 .877 VAR00006 89.09 50.509 .513 .879 VAR00007 89.26 49.923 .517 .879 VAR00008 89.12 50.356 .559 .878 VAR00009 89.14 50.934 .452 .880 VAR00010 89.43 51.484 .445 .880 VAR00011 89.46 51.442 .441 .881 VAR00012 89.69 49.700 .511 .879 VAR00014 89.19 51.031 .464 .880 VAR00015 89.26 50.237 .596 .877 VAR00016 89.06 50.660 .474 .880 VAR00017 89.63 51.965 .374 .882 VAR00018 89.47 51.488 .418 .881 VAR00019 89.34 49.509 .461 .880 VAR00020 89.51 51.286 .487 .880 VAR00021 89.41 50.829 .530 .879 VAR00022 89.52 51.466 .470 .880 VAR00023 90.03 50.504 .352 .884 VAR00024 89.47 51.038 .548 .879 VAR00025 88.90 52.473 .263 .884 VAR00026 89.00 52.315 .249 .885 VAR00027 89.18 50.800 .473 .880 VAR00028 89.17 50.837 .490 .879 VAR00029 89.28 51.214 .457 .880

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201 B. Output Uji Validitas Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Pengujian Ke-1 Validitas Instrumen Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Alpha if Item Correlation Deleted VAR00001 133.97 236.909 .773 .914 VAR00002 133.97 243.269 .531 .917 VAR00003 134.14 233.091 .771 .914 VAR00004 134.02 235.887 .718 .915 VAR00005 133.53 251.667 .324 .919 VAR00006 133.53 251.061 .366 .919 VAR00007 133.51 246.814 .553 .917 VAR00008 133.61 255.431 .142 .920 VAR00009 133.51 250.455 .459 .918 VAR00010 133.97 236.909 .773 .914 VAR00011 133.87 240.679 .655 .916 VAR00012 134.12 232.333 .784 .914 VAR00013 134.00 235.124 .735 .914 VAR00014 133.47 250.252 .434 .918 VAR00015 133.53 251.061 .366 .919 VAR00016 133.53 246.926 .549 .917 VAR00017 133.62 256.103 .101 .921 VAR00018 133.51 250.455 .459 .918 VAR00019 133.94 257.177 .030 .922 VAR00020 133.73 256.467 .111 .920 VAR00021 133.61 260.173 -.122 .922 VAR00022 133.60 260.378 -.152 .921 VAR00023 133.54 257.667 .096 .920 VAR00024 133.47 258.566 .000 .920 VAR00025 133.59 259.256 -.067 .921 VAR00026 133.49 258.814 -.057 .920 VAR00027 133.96 262.672 -.223 .923 VAR00028 133.64 257.468 .055 .921 VAR00029 133.48 258.207 .103 .920 VAR00030 133.97 236.909 .773 .914 VAR00031 133.87 240.679 .655 .916 VAR00032 134.12 232.333 .784 .914

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202 VAR00033 133.74 265.945 -.350 .925 VAR00034 133.63 250.460 .405 .918 VAR00035 134.04 246.402 .446 .918 VAR00036 133.67 248.067 .419 .918 VAR00037 134.13 252.544 .219 .920 VAR00038 133.67 248.787 .427 .918 VAR00039 133.38 251.114 .424 .918 VAR00040 133.54 252.206 .293 .919 VAR00041 133.99 238.258 .733 .915 VAR00042 133.88 241.569 .608 .916 VAR00043 134.16 234.919 .704 .915 VAR00044 134.00 235.124 .735 .914 VAR00045 133.47 250.252 .434 .918 VAR00046 133.53 251.061 .366 .919 VAR00047 133.51 246.814 .553 .917 VAR00048 133.61 255.431 .142 .920 VAR00049 133.51 250.455 .459 .918 VAR00050 133.97 256.100 .068 .922 Pengujian Ke-2 Validitas Instrumen Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Alpha if Item Correlation Deleted VAR00001 89.11 240.594 .811 .944 VAR00002 89.11 247.268 .558 .947 VAR00003 89.29 237.107 .791 .944 VAR00004 89.17 239.871 .741 .945 VAR00005 88.68 256.625 .316 .948 VAR00006 88.68 256.558 .330 .948 VAR00007 88.66 251.846 .539 .947 VAR00009 88.66 255.869 .422 .948 VAR00010 89.11 240.594 .811 .944 VAR00011 89.01 243.989 .709 .945 VAR00012 89.27 236.130 .811 .944 VAR00013 89.14 238.889 .764 .945 VAR00014 88.61 254.825 .446 .947 VAR00015 88.68 256.558 .330 .948

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203 VAR00016 88.68 251.996 .534 .947 VAR00018 88.66 255.869 .422 .948 VAR00030 89.11 240.594 .811 .944 VAR00031 89.01 243.989 .709 .945 VAR00032 89.27 236.130 .811 .944 VAR00034 88.78 255.253 .405 .948 VAR00035 89.19 251.054 .450 .948 VAR00036 88.81 252.717 .424 .948 VAR00037 89.28 259.124 .148 .950 VAR00038 88.81 252.672 .469 .947 VAR00039 88.52 255.556 .445 .947 VAR00040 88.69 256.441 .321 .948 VAR00041 89.13 241.712 .781 .945 VAR00042 89.02 244.741 .667 .946 VAR00043 89.30 238.302 .745 .945 VAR00044 89.14 238.889 .764 .945 VAR00045 88.61 254.825 .446 .947 VAR00046 88.68 256.558 .330 .948 VAR00047 88.66 251.846 .539 .947 VAR00049 88.66 255.869 .422 .948 Pengujian Ke-3 Validitas Instrumen Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Alpha if Item Correlation Deleted VAR00001 86.78 236.489 .810 .946 VAR00002 86.78 243.096 .558 .949 VAR00003 86.96 233.122 .787 .946 VAR00004 86.83 235.399 .753 .947 VAR00005 86.34 252.273 .321 .950 VAR00006 86.34 252.565 .317 .950 VAR00007 86.32 247.569 .543 .949 VAR00009 86.32 251.524 .428 .950 VAR00010 86.78 236.489 .810 .946 VAR00011 86.68 239.749 .713 .947 VAR00012 86.93 232.130 .808 .946 VAR00013 86.81 234.402 .778 .947

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204 VAR00014 86.28 250.428 .455 .949 VAR00015 86.34 252.565 .317 .950 VAR00016 86.34 247.734 .536 .949 VAR00018 86.32 251.524 .428 .950 VAR00030 86.78 236.489 .810 .946 VAR00031 86.68 239.749 .713 .947 VAR00032 86.93 232.130 .808 .946 VAR00034 86.44 251.081 .401 .950 VAR00035 86.86 247.114 .439 .950 VAR00036 86.48 248.634 .418 .950 VAR00038 86.48 248.455 .468 .949 VAR00039 86.19 251.481 .435 .949 VAR00040 86.36 252.344 .313 .950 VAR00041 86.80 237.622 .779 .947 VAR00042 86.69 240.464 .672 .948 VAR00043 86.97 234.190 .745 .947 VAR00044 86.81 234.402 .778 .947 VAR00045 86.28 250.428 .455 .949 VAR00046 86.34 252.565 .317 .950 VAR00047 86.32 247.569 .543 .949 VAR00049 86.32 251.524 .428 .950 C. Output Uji Validitas Kecerdasan Emosional Pengujian Ke-1 Validitas Instrumen Kecerdasan Emosional Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Alpha if Item Correlation Deleted VAR00001 71.40 40.288 .533 .925 VAR00002 71.54 40.588 .573 .925 VAR00003 71.43 40.271 .558 .925 VAR00004 71.39 39.791 .581 .924 VAR00005 71.43 39.934 .657 .923 VAR00006 71.40 40.175 .553 .925 VAR00007 71.33 40.135 .558 .925 VAR00008 71.56 41.036 .499 .926 VAR00009 71.50 40.433 .635 .924 VAR00010 71.44 40.182 .620 .924

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205 VAR00011 71.29 41.107 .383 .928 VAR00012 71.47 40.162 .605 .924 VAR00013 71.39 39.746 .620 .924 VAR00014 71.34 39.352 .698 .922 VAR00015 71.38 39.474 .697 .922 VAR00016 71.58 40.404 .508 .926 VAR00017 71.43 40.001 .644 .923 VAR00018 71.67 40.674 .373 .929 VAR00019 71.51 40.657 .521 .925 VAR00020 71.53 40.319 .572 .925 VAR00021 71.49 40.432 .620 .924 VAR00022 71.31 39.655 .631 .923 VAR00023 71.33 39.236 .713 .922 D. Output Uji Validitas Kecerdasan Spritual Pengujian Ke-1 Validitas Instrumen Kecerdasan Spiritual Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected ItemTotal Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR00001 58.04 24.874 .393 .857 VAR00002 58.19 25.031 .368 .858 VAR00003 58.18 24.440 .554 .851 VAR00004 58.13 24.027 .619 .848 VAR00005 58.34 23.959 .627 .848 VAR00006 58.30 24.235 .619 .849 VAR00007 58.21 23.921 .671 .847 VAR00008 58.26 23.676 .696 .845 VAR00009 58.10 23.956 .615 .848 VAR00010 58.06 24.165 .549 .851 VAR00011 57.99 24.438 .301 .864 VAR00012 57.77 24.540 .392 .857 VAR00013 57.84 24.874 .332 .860 VAR00014 58.56 25.216 .214 .867 VAR00015 58.34 24.476 .454 .854 VAR00016 58.24 24.546 .517 .852 VAR00017 58.57 26.158 .104 .869 VAR00018 58.32 23.929 .574 .849 VAR00019 58.36 24.119 .513 .852

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206 Pengujian Ke-2 Validitas Instrumen Kecerdasan Spiritual Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Alpha if Item Correlation Deleted VAR00001 55.18 23.923 .416 .865 VAR00002 55.32 24.086 .390 .866 VAR00003 55.31 23.565 .564 .860 VAR00004 55.27 23.164 .627 .857 VAR00005 55.48 23.129 .628 .857 VAR00006 55.43 23.439 .610 .858 VAR00007 55.34 23.127 .663 .856 VAR00008 55.39 22.870 .693 .854 VAR00009 55.23 23.080 .627 .857 VAR00010 55.19 23.368 .541 .860 VAR00011 55.12 23.547 .309 .873 VAR00012 54.90 23.597 .412 .865 VAR00013 54.98 24.022 .333 .869 VAR00014 55.69 24.464 .198 .877 VAR00015 55.48 23.556 .471 .863 VAR00016 55.38 23.698 .519 .861 VAR00018 55.46 23.150 .564 .859 VAR00019 55.49 23.444 .481 .862 Pengujian Ke-3 Validitas Instrumen Kecerdasan Spiritual Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Alpha if Item Correlation Deleted VAR00001 52.30 22.167 .445 .873 VAR00002 52.44 22.385 .406 .874 VAR00003 52.43 21.956 .563 .869 VAR00004 52.39 21.499 .644 .865 VAR00005 52.60 21.569 .619 .866 VAR00006 52.56 21.845 .607 .867 VAR00007 52.47 21.578 .652 .865 VAR00008 52.51 21.354 .675 .864

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 207 VAR00009 52.36 21.468 .631 .866 VAR00010 52.31 21.722 .551 .869 VAR00011 52.24 21.850 .321 .882 VAR00012 52.02 21.820 .445 .873 VAR00013 52.10 22.361 .339 .878 VAR00015 52.60 21.996 .460 .872 VAR00016 52.50 22.096 .516 .870 VAR00018 52.58 21.573 .559 .868 VAR00019 52.61 21.993 .447 .873

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 208 UJI RELIABILITAS INSTRUMEN A. Output Reliabilitas Instrumen Profesionalisme Guru Setelah Pengujian Ulang Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .884 B. Output Reliabilitas Instrumen 28 Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Setelah Pengujian Ulang Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .950 C. Output Reliabilitas Instrumen 33 Kecerdasan Emosional Setelah Pengujian Ulang Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .928 D. 23 Output Reliabilitas Instrumen Kecerdasan Spiritual Setelah Pengujian Ulang Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .877 17

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 209 LAMPIRAN IV (UJI PRASYARAT REGRESI) 1. Uji Normalitas 2. Uji Linearitas

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 210 UJI NORMALITAS One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 90 Mean 0E-7 Normal Parametersa,b Std. Deviation 5.80282982 Absolute .073 Most Extreme Differences Positive .073 Negative -.054 Kolmogorov-Smirnov Z .689 Asymp. Sig. (2-tailed) .730 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. UJI LINEARITAS Hubungan antar variable X1 dengan Y X2 dengan Y X3 dengan Y F hitung F tabel Signifikansi Kesimpulan 1,444 1,507 0,512 2,71 2,71 2,71 0,112 0,108 0,939 Linear Linear Linear

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 211 LAMPIRAN V (UJI ASUMSI KLASIK) 1. Uji Multikolinearitas 2. Uji Heteroskedastisitas

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 212 UJI MULTIKOLINEARITAS Model Coefficientsa Unstandardized Standardized t Sig. Collinearity Coefficients Coefficients Statistics B Std. Beta Tolerance VIF Error 33.854 8.384 4.038 .000 (Constant) Kepemimpinan Transformasional .086 .041 1 Kepala Sekolah Kecerdasan Emosional .145 .133 Kecerdasan Spiritual .723 .178 a. Dependent Variable: Profesionalisme Guru .179 2.103 .038 .990 1.010 .130 1.089 .484 4.056 .279 .000 .507 1.974 .504 1.984 TABEL HETEROSKEDASTISITAS Correlations KTKS Correlation Kepemimpinan Coefficient Transformasional Sig. (2-tailed) Kepala Sekolah N Correlation Coefficient Kecerdasan Emosional Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Kecerdasan Spiritual Sig. (2-tailed) KE KS Unstandardized Residual 1.000 -.041 .048 -.117 . 90 .699 90 .652 90 .272 90 -.041 1.000 .685** .081 .699 90 . 90 .000 90 .446 90 .048 .685** 1.000 .001 .652 .000 . .992 N 90 90 Correlation -.117 .081 Unstandardized Coefficient Residual Sig. (2-tailed) .272 .446 N 90 90 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 90 90 .001 1.000 .992 90 . 90 Spear man's rho

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 213 LAMPIRAN VI (UJI REGRESI BERGANDA) 1. Uji Regresi Linear Berganda 2. Uji F 3. Uji Koefisien Determinasi

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 214 REGRESI LINEAR BERGANDA Coefficientsa Unstandardized Standardized t Sig. Collinearity Coefficients Coefficients Statistics B Std. Beta Tolerance VIF Error 33.854 8.384 4.038 .000 Model (Constant) Kepemimpinan Transformasional .086 .041 1 Kepala Sekolah Kecerdasan Emosional .145 .133 Kecerdasan Spiritual .723 .178 a. Dependent Variable: Profesionalisme Guru .179 2.103 .038 .990 1.010 .130 1.089 .279 .484 4.056 .000 .507 1.974 .504 1.984 UJI F Model Regression Sum of Squares 1862.018 ANOVAa Df 3 Mean Square 620.673 F Sig. 17.811 .000b 1 Residual 2996.882 86 34.847 Total 4858.900 89 a. Dependent Variable: Profesionalisme Guru b. Predictors: (Constant), Kecerdasan Spiritual, Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional KOEFISIEN DETERMINASI Model Summaryb Model R 1 .619a R Square .383 Adjusted R Square .362 Std. Error of the Estimate 5.903 a. Predictors: (Constant), Kecerdasan Spiritual, Kepemompinan Transformasional Kepala Sekolah, Kecerdasan Emosional b. Dependent Variable: Profesionalisme Guru DurbinWatson 1.456

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 215 LAMPIRAN VIII (SURAT PENELITIAN)

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 216

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 217

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 218

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 219

(242)

Dokumen baru

Download (241 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh kemampuan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap sikap etis fiskus : studi kasus kpp pratama kramat jati
15
51
92
Pengaruh profesionalitas guru agama terhadap peningkatan kecerdasan spiritual siswa : studi kasus siswa SMAN 10 Bekasi
0
20
108
Pengaruh kemampuan intekltual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap perilaku etis auditor serta dampaknya pada kenerja : studi empiris pada kantor akuntan publik di Jakarta
1
12
150
Pengaruh kecerdasan emosional, kompetensi, dan motivasi terhadap kinerja Dosen di program studi Ilmu Keperawatan Universitas Sahid Surakarta
0
4
90
Pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap profesionalisme guru dan kinerja guru.
0
4
185
Pengaruh sholat lima waktu berjamaah terhadap kecerdasan spiritual santri di pondok pesantren Yasalami Malang.
2
17
140
hubungan tingkat kecerdasan spiritual de
0
0
97
Pengaruh risk tolerance, risk perception dan kecerdasan spiritual terhadap keputusan investasi - Perbanas Institutional Repository
0
0
13
Pengaruh risk tolerance, risk perception dan kecerdasan spiritual terhadap keputusan investasi - Perbanas Institutional Repository
0
0
17
Pengaruh kecerdasan emosional, kemampuan manajerial, dan kepemimpinan terhadap efektivitas kerja kepala sekolah Sma negeri se Provinsi Banten - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
0
0
23
Pemgaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, kecerdasan sosial dan perilaku belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi (studi empiris mahasiswa akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya) - UWKS - Library
0
0
17
Pengaruh kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual dan perilaku belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi (studi empiris pada mahasiswa akuntansi Universitas Wijaya Kusuma) - UWKS - Library
0
0
15
Pengaruh kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, perilaku belajar, dan, kecerdasan sosial terhadap tingkat pemahaman akuntansi pada Mahasiswa Progdi Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya - UWKS - Library
0
0
17
Pengaruh kecerdasan emosional pada performansi penjualan - USD Repository
0
0
125
Pengaruh kepemimpinan spiritual terhadap Learning Organization dan kinerja karyawan pada PT. Kanisius - USD Repository
0
0
148
Show more