PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI BILANGAN BULAT DI SMP NEGERI 1 YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gela

Gratis

0
0
404
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI BILANGAN BULAT DI SMP NEGERI 1 YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Disusun oleh: Christina Aan Ervy Arista NIM: 141414016 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI BILANGAN BULAT DI SMP NEGERI 1 YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Disusun oleh: Christina Aan Ervy Arista NIM: 141414016 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah”. Markus 10:27 Skripsi ini ku persembahkan untuk Tuhan Yesus dan Bunda Maria Keluarga dan sahabat Almamater tercinta Universitas Sanata Dharma iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Christina Aan Ervy Arista. 2019. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Materi Bilangan Bulat di SMP Negeri 1 Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengembangan dan kualitas perangkat pembelajaran matematika, serta respon guru dan siswa terhadap proses pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengembangkan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada materi bilangan bulat. Prosedur yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini meliputi: (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain, (6) Uji Coba Produk, (7) Revisi produk. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. Objek dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, penyebaran kuesioner, tes tertulis, dan dokumentasi. Perangkat pembelajaran matematika menggunakan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing memiliki kualitas sangat baik, hal ini dapat dilihat dari hasil validasi perangkat pembelajaran yang memperoleh skor 4,58 (sangat baik), ketuntasan belajar siswa mencapai 70,6% (Baik), penilaian conscience terkait sikap percaya diri memperoleh skor 3,81 (sangat baik), sikap teliti memperoleh skor 3,10 (baik), dan sikap tanggung jawab memperoleh skor 3,69 (sangat baik), dan penilaian compassion terkait sikap kerjasama memperoleh skor 3,74 (sangat baik), sikap menghargai memperoleh skor 3,81 (sangat baik), dan sikap peduli memperoleh skor 3,56 (sangat baik). Berdasarkan wawancara dan refleksi, respon guru dan siswa baik, serta kuesioner respon siswa terhadap proses pembelajaran memperoleh skor rata-rata 92,27 (baik). Hasil keterlaksanaan pembelajaran mencapai 89% (sangat baik). Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, PPR, Inkuiri Terbimbing, Bilangan Bulat vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Christina Aan Ervy Arista. 2019. The Development of Mathematic Learning Materials and using Reflective Pedagogi Paradigm Approach and Guided Inquiry Learning Model on Integers Material in SMP Negeri 1 Yogyakarta. Thesis. Yogyakarta. Mathematic Education Study Program, Department of Mathematic and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University. The aim of this research is describing the development and quality of mathematic learning materials, and the response of teachers and students toward learning process. The research focus on Development of Mathematic Learning Materials and using Reflective Paradigm Pedagogi Approach and Guided Inquiry Learning Model on integers material. The research procedure are (1) Potency and Problem, (2) Data Collection, (3) Product Design, (4) Design Validation, (5) Revised Design, (6) Trial Using Product, (7) Revised Product. The object of this research is learning material developed by researcher. The researcher used interview, observation, questionnarires distribution,, written test and documentation. The mathematic learning materials and using Reflective Pedagogi Paradigm approach and Guided Inquiry Learning Model has very good quality, it can be seen from the validation result is describing by score 4,58 (very good), the passing score of this lesson improve to 70,6% (good), the assessment conscience related to self-confidence got the score of 3,81 (very good), accuracy got the score of 3,10 (good), and responsibility got the score of 3,69 (very good), and the assessment compassion related to cooperating got the score of 3,74 (very good), respecting each other got the score of 3,81 (very good), and caring got the score of 3,56 (very good). Based on interviews and reflection, the response of teachers and students were good, and questioner respond of the students toward learning process got the score 93,27 (good). The result of the teaching learning reach 89% (good). Keyword: Learning Materials, PPR, Guided Inquiry, Integers. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Materi Bilangan Bulat di SMP Negeri 1 Yogyakarta”. Selama penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan banyak bantuan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak. Penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Beni Utomo, M.Sc., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika. 3. Maria Suci Apriani, S.Pd., M.Sc., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Matematika. 4. Dra. Haniek Sri Pratini, M.Pd., selaku dosen pembimbing yang telah mengarahkan, mendorong, dan memberi semangat selama proses penulisan skripsi. 5. Yosep Dwi Kristanto, M.Pd., selaku dosen yang bersedia menjadi validator perangkat pembelajaran dan instrumen observasi. 6. Eko Budi Santoso, S.J. Ph.D., selaku dosen yang bersedia menjadi validator instrumen penilaian dan perangkat pembelajaran yaitu bahan ajar dan alat peraga. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Niluh Sulistyani M.Pd., selaku dosen yang bersedia menjadi validator instrumen wawancara dan kuesioner respon siswa. 8. Dra. Y. Niken Sasanti, M.Pd., selaku Kepala SMP Negeri 1 Yogyakarta yang telah memberikan izin sehingga penelitian ini dapat berlangsung dengan baik. 9. Ibu Maria Roostika, S.Pd., selaku guru matematika kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta yang telah bersedia menjadi validator perangkat pembelajaran sekaligus mengujicobakan perangkat pembelajaran yang dirancang oleh penulis. 10. Siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta yang telah bersedia menjadi subjek dan terlibat aktif selama proses penelitian. 11. Temanku Lime, Titis, Maria, dan Vivin yang bersedia untuk menjadi observer selama penelitian. 12. Kedua orangtua Bapak Triyono, Ibu Christina Sri Haryati dan nenek Hartini yang selalu memberikan semangat, doa, dan dukungan untuk penulis. 13. Partnerku Antonius Tri Winardi yang selalu memberikan dukungan, semangat, doa, serta selalu mau mendengarkan keluh kesahku dengan sabar. 14. Sahabat-sahabat kuliah yang selalu menemani, memberikan motivasi dan semangat, mendukung, dan memberikan bantuan kepada penulis: Beta, Lime, Titis, Mesa, Vivin, dan Tiska. 15. Kakakku Christina Yuli Astuti dan Valentina Wenang Amurbo Warih yang memberikan motivasi, semangat dan bantuan dalam menyelesaikan skripsi. 16. Sahabat-sahabat gereja yang senantiasa memberikan semangat penghiburannya kepada penulis: Lita, Lisa, Galih, Gani, Tia, Putri, dan Samuel. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................ iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................v PERNYATAAN PERSETUJUAN...................................................................... vi ABSTRAK ........................................................................................................... vii KATA PENGANTAR .......................................................................................... ix DAFTAR ISI ........................................................................................................ xii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xiv DAFTAR GAMBAR ............................................................................................xv DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xvi BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1 A. Latar Belakang ..............................................................................................1 B. Identifikasi Masalah ......................................................................................5 C. Pembatasan Masalah .....................................................................................5 D. Rumusan Masalah .........................................................................................6 E. Tujuan Penelitian ..........................................................................................6 F. Penjelasan Istilah ...........................................................................................7 G. Manfaat Penelitian ........................................................................................8 H. Spesifikasi Produk.........................................................................................9 1. Silabus ...................................................................................................9 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ...........................................9 3. Lembar Kerja Siswa ............................................................................10 4. Alat Peraga ..........................................................................................11 5. Bahan Ajar...........................................................................................12 6. Penilaian ..............................................................................................12 BAB II LANDASAN TEORI ..............................................................................15 A. Kajian Teori ................................................................................................15 1. Pembelajaran Matematika ...................................................................15 2. Penelitian dan Pengembangan .............................................................16 3. Paradigma Pedagogi Reflektif .............................................................20 4. Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing ............................................26 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Bilangan Bulat .....................................................................................29 6. Perangkat Pembelajaran ......................................................................37 B. Penelitian yang Relevan ..............................................................................42 C. Kerangka Berpikir .......................................................................................44 BAB III METODE PENELITIAN .....................................................................47 A. Jenis Penelitian ............................................................................................47 B. Setting Penelitian ........................................................................................47 C. Prosedur Pengembangan .............................................................................48 D. Teknik Pengumpulan Data ..........................................................................50 E. Instrumen Pengumpulan Data .....................................................................52 F. Teknik Analisis Data ...................................................................................57 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .............................................................66 A. Hasil Penelitian ...........................................................................................66 B. Pembahasan ...............................................................................................105 C. Keterbatasan Penelitian .............................................................................126 BAB V PENUTUP ..............................................................................................127 A. Kesimpulan ...............................................................................................127 B. Saran ..........................................................................................................130 DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................131 LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................................134 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Spesifikasi Silabus .................................................................................. 9 Tabel 1.2 Spesifikasi RPP ..................................................................................... 10 Tabel 1.3 Spesifikasi LKS .................................................................................... 11 Tabel 1.4 Spesifikasi Bahan Ajar .......................................................................... 12 Tabel 1.5 Spesifikasi Penilaian Conscience .......................................................... 13 Tabel 1.6 Spesifikasi Penilaian Compassion ........................................................ 14 Tabel 3.1 Kisi-kisi Lembar Observasi Keterlaksanaan Uji Coba ......................... 53 Tabel 3.2 Kisi-kisi Pedoman Wawancara Sebelum Uji Coba............................... 53 Tabel 3.3 Kisi-kisi Pedoman Wawancara Setelah Uji Coba ................................. 53 Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuesioner Respon Siswa ........................................................ 54 Tabel 3.5 Kisi-kisi penilaian Competence ........................................................... 55 Tabel 3.6 Kriteria Penilaian Conscience ............................................................... 56 Tabel 3.7 Kriteria Penilaian Compassion.............................................................. 56 Tabel 3.8 Kisi-kisi Instrumen Validasi Perangkat Pembelajaran .......................... 57 Tabel 3.9 Konversi Nilai Skala Lima Menurut Widoyoko ................................... 58 Tabel 3.10 Kriteria Kualifikasi Validasi ............................................................... 59 Tabel 3.11 Kriteria Persentase Keterlaksanaan Pembelajaran .............................. 60 Tabel 3.12 Persentase Ketuntasan Hasil Belajar ................................................... 62 Tabel 3.13 Kriteria Penilaian ................................................................................ 62 Tabel 3.14 Pedoman Skor Kuesioner Respon Siswa ............................................ 63 Tabel 3.15 Kriteria Kuesioner Respon Siswa ....................................................... 64 Tabel 4.1 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran ................................................ 74 Tabel 4.2 Revisi Desain Produk ............................................................................ 75 Tabel 4.3 Jadwal Pelaksanaan Uji Coba ............................................................... 77 Tabel 4 4 Persentase Ketuntasan Ulangan Harian ............................................. 113 Tabel 4.5 Penilaian Conscience Pertemuan Pertama .......................................... 114 Tabel 4.6 Penilaian Conscience Pertemuan Kedua ............................................. 115 Tabel 4.7 Penilaian Conscience Pertemuan Ketiga............................................. 116 Tabel 4.8 Penilaian Conscience Pertemuan Keempat ......................................... 117 Tabel 4.9 Penilaian Compassion Pertemuan Pertama ........................................ 118 Tabel 4.10 Penilaian Compassion Pertemuan Kedua ....................................... 119 Tabel 4.11 Penilaian Compassion Pertemuan Ketiga ....................................... 120 Tabel 4.12 Penilaian Compassion Pertemuan Keempat .................................... 121 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Desain Alat Peraga ............................................................................ 11 Gambar 2.1 Langkah-langkah penelitian R&D .................................................... 17 Gambar 2.2 Pelaksanaan PPR ............................................................................... 22 Gambar 2.3 Gambar Garis Bilangan ..................................................................... 29 Gambar 4.1 Alat Peraga Permainan Dua warna.................................................... 73 Gambar 4.2 Guru membimbing siswa merumusakan masalah ............................. 80 Gambar 4.3 Salah satu siswa menyampaikan hasil diskusi .................................. 82 Gambar 4.4 Guru sedang membagi kelompok ...................................................... 85 Gambar 4.5 Siswa memperhatikan penggunaan alat peraga ................................. 87 Gambar 4.6 Siswa sedang berdiskusi dengan bantuan alat peraga ....................... 88 Gambar 4.7 Guru yang sedang melaksanakan tahap konteks ............................... 92 Gambar 4.8 Siswa yang sedang berdiskusi dengan kelompok ............................. 93 Gambar 4.9 Siswa sedang menyampaikan hasil diskusi ....................................... 95 Gambar 4.10 Guru sedang melaksanakan tahap konteks ...................................... 98 Gambar 4.11 Siswa sedang berdiskusi ................................................................ 100 Gambar 4.12 SIswa sedang berdiskusi................................................................ 101 Gambar 4.13 Siswa sedang berdiskusi ................................................................ 101 Gambar 4.14 Salah satu siswa sedang menyampaikan hasil diskusi .................. 102 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Keterangan Sudah Penelitian ................................................. 135 Lampiran 2 Hasil Validasi Pedoman Wawancara ............................................... 136 Lampiran 3 Hasil Validasi Kuesioner Respon Siswa ......................................... 137 Lampiran 4 Hasil Scanning Lembar Validasi Instrumen Penelitian ................... 138 Lampiran 5 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran ........................................... 142 Lampiran 6 Hasl Scanning Lembar Validasi Perangkat Pembelajaran .............. 150 Lampiran 7 Hasil Scanning Instrumen Keterlaksanaan Pembelajaran ............... 187 Lampiran 8 Silabus ............................................................................................. 199 Lampiran 9 Rpp................................................................................................... 208 Lampiran 10 Lembar Kerja Siswa ...................................................................... 241 Lampiran 11 Bahan Ajar ..................................................................................... 269 Lampiran 12 Soal Ulangan Harian ...................................................................... 285 Lampiran 13 Pedoman Penskoran Ulangan Harian ............................................ 288 Lampiran 14 Soal Remedial ................................................................................ 290 Lampiran 15 Pedoman Penskoran Soal Remedial .............................................. 291 Lampiran 16 Instrumen Penilaian Conscience Dan Compassion ....................... 292 Lampiran 17 Kuesioner Respon Siswa .............................................................. 297 Lampiran 18 Hasil Scanning Kuesioner Respon Siswa ...................................... 300 Lampiran 19 Hasil Scanning Lembar Kerja Siswa ............................................. 306 Lampiran 20 Hasil Scanning Ulangan Harian .................................................... 323 Lampiran 21 Hasil Scanning Remedial Siswa .................................................... 329 Lampiran 22 Instrumen Penilaian Produk........................................................... 332 Lampiran 23 Hasil Scanning Refleksi Siswa ...................................................... 333 Lampiran 24 Wawancara Potensi Dan Masalah ................................................. 336 Lampiran 25 Wawancara Setelah Ujicoba Produk ............................................. 339 Lampiran 26 Wawancara Siswa .......................................................................... 343 Lampiran 27 Transkripi Uji Coba Produk .......................................................... 347 Lampiran 28 Alat Peraga .................................................................................... 364 Lampiran 29 Tugas Aksi Siswa .......................................................................... 368 Lampiran 30 Hasil Perhitungan Kuesioner Respon Siswa ................................. 369 Lampiran 31 Hasil Perhitungan Aspek Conscience ............................................ 371 Lampiran 32 Hasil Perhitungan Aspek Compassion .......................................... 373 Lampiran 33 Daftar Nilai Siswa ......................................................................... 375 Lampiran 34 Hasil Validasi Soal Setelah Ujicoba .............................................. 376 Lampiran 35 Hasil Reliabilitas Soal Setelah Ujicoba ......................................... 387 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar merupakan sebuah proses yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup. Salah satu tanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tersebut dapat perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik) maupun sikap (afektif). Perubahanperubahan tersebut juga dapat dipengaruhi oleh kegiatan belajar yang dialami di bangku sekolah, yaitu di SD, SMP, SMA, hingga di perguruan tinggi. Dalam proses belajar, peran pendidik sangat penting untuk perkembangan dan perubahan yang terjadi pada siswa. Oleh sebab itu, proses pembelajaran yang dilakukan haruslah tepat. Pengertian pembelajaran yang dikemukakan oleh Miarso (Siregar, E & Hartini Nara, 2011:12) menyatakan bahwa “pembelajaran adalah usaha pendidikan yang dilaksanakan secara sengaja, dengan tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan, serta pelaksanaanya terkendali”. Pembelajaran matematika di sekolah merupakan bagian penting untuk perkembangan siswa dalam belajar, karena matematika berkaitan erat dengan kehidupan manusia sehari-hari. Namun, matematika menjadi pelajaran yang dirasa sulit untuk dipahami bagi sebagian besar siswa. Menurut Eko Prasetyo (Utami, 2016:246) “sebab utama kesulitan memahami matematika karena matematika bersifat abstrak, hal ini sangat 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 kontras dengan alam pikiran kebanyakan siswa yang terbiasa berfikir tentang obyek yang kongkret”. Kesulitan-kesulitan ini tentunya menjadi tugas seorang guru untuk memberikan pendampingan agar kesulitan yang dialami siswa dalam belajar matematika dapat diatasi. Salah satu materi matematika yang dipelajari di sekolah yaitu materi bilangan bulat. Materi tersebut adalah materi yang berkesinambungan karena konsep yang satu dengan konsep yang lain saling berhubungan dan merupakan dasar dan prasyarat bagi pemahaman konsep selanjutnya. Misalnya siswa memahami konsep penjumlahan merupakan prasyarat bagi pemahaman konsep perkalian. Sehingga siswa diharapkan sudah tidak mengalami kesulitan dalam mempelajari bilangan khususnya bilangan bulat. Penelitian yang dilakukan oleh Utami (2016:246) tentang analisis kesulitan siswa SMP kelas VII dalam menyelesaikan soal operasi hitung bilangan menunjukkan bahwa ada beberapa kesalahan yang dialami siswa yaitu kesalahan konsep, kesalahan prinsip, dan kesalahan prosedur. Berdasarkan wawancara dengan guru matematika SMP Negeri 1 Yogyakarta, kebanyakan siswa kelas VII B di SMP Negeri 1 Yogyakarta memiliki semangat belajar yang tinggi, dan beberapa diantaranya memerlukan pendampingan belajar yang lebih. Banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam memahami materi bilangan bulat. Permasalahan yang sering dihadapi oleh siswa terkait materi bilangan bulat adalah siswa kesulitan melakukan operasi hitung pada bilangan bulat. Misalnya kurang mengerti bagaimana menyelesaikan penjumlahan bilangan bulat positif

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 dengan bilangan bulat negatif. Dalam proses pembelajaran di kelas, guru sering menggunakan metode ceramah sehingga kurang menumbuhkan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Guru tidak pernah mengadakan tes awal sebelum belajar. Tes awal ini berguna untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa mengenai suatu materi tertentu, sehingga guru dapat memberikan model pembelajaran yang sesuai untuk membantu siswa memahami materi yang akan diajarkan. Guru dapat membuat atau merancang perangkat pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran dan model pembelajaran tertentu yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Terdapat banyak pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan, salah satunya adalah pendekatan paradigma pedagogi reflektif, melalui PPR, siswa diarahkan untuk menjadi pribadi yang kompeten (competence), memiliki hati nurani (conscience), dan memiliki bela rasa (compassion) pada sesama. Pendekatan PPR juga mengarahkan siswa untuk dapat memaknai pengalaman belajar yang telah diterimanya dan dapat mengambil nilai pembelajaran dengan penuh tanggung jawab. Selain pendekatan pembelajaran, guru juga penting untuk memperhatikan penerapan model pembelajaran tertentu yang dapat membantu siswa memahami suatu materi. Penelitian yang dilakukan oleh Krismayeni, Putu Mika Leni, I Wayan Romi Sudhita, dan I Ketut Dibia (2016:1) tentang penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar matematika yang dilihat dari beberapa siklus. Berdasarkan latar belakang,

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 peneliti ingin melakukan penelitian mengenai pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan pendekatan paradigma pedagogi reflektif dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi bilangan bulat. Penelitian ini mengembangkan perangkat pembelajaran menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) yang memiliki beberapa unsur didalamnya yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi, dan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Pembelajaran berpola PPR adalah pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran bidang studi dengan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan. Pembelajaran bidang studi disesuaikan dengan konteks siswa. Sedangkan pengembangan nilainilai kemanusiaan ditumbuhkembangkan melalui dinamika pengalaman, refleksi, dan aksi. Proses pembelajaran ini dikawal dengan evaluasi. Melalui dinamika tersebut siswa mengalami sendiri dan bukan hanya mendapat informasi karena diberi tahu, dengan refleksi siswa dapat memaknai pembelajaran yang diterimanya, dengan aksi siswa berbuat dari kemauannya sendiri. Pembentukan karakter pribadi diharapkan sedemikian rupa sehingga siswa nantinya memiliki komitmen memperjuangkan kehidupan bersama yang lebih adil, bersaudara, bermartabat, melestarikan lingkungan hidup, dan lebih menjamin kesejahteraan umum. Hal ini yang membedakan PPR dengan pola pikir pendidikan yang selama ini terjadi, yang seolah-olah menganggap bahwa jika siswa diberitahu dan dinasihati, maka siswa pasti akan mengubah perilakunya.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat diketahui beberapa masalah yang muncul yaitu, 1. Perangkat pembelajaran yang digunakan guru belum menggunakan pendekatan dan model pembelajaran tertentu. 2. Guru sering menggunakan metode ceramah sehingga kurang menumbuhkan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. 3. Guru belum pernah mengadakan tes awal untuk mengetahui kemampuan siswa. 4. Siswa kurang memahami konsep matematika khususnya dalam materi bilangan bulat dan kurangnya pemahaman dalam melakukan operasi hitung pada bilangan bulat. 5. Siswa belum terbiasa menemukan konsep pada sebuah materi, melainkan terbiasa diberikan penjelasan dari guru. C. Pembatasan Masalah Agar penelitian ini tidak meluas, maka masalah dibatasi pada pengembangan perangkat perangkat pembelajaran dengan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif, penerapan pembelajaran dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing, bidang kajian terbatas pada materi bilangan bulat, yang meliputi membandingkan bilangan bulat, dan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan bulat

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 D. Rumusan Masalah 1. Bagaimana pengembangan perangkat pembelajaran pada topik bilangan bulat menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing? 2. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran pada topik bilangan bulat menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing yang telah dikembangkan? 3. Bagaimana respon guru dan siswa terhadap perangkat pembelajaran pada topik bilangan bulat menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing? E. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini yaitu : 1. Untuk mengembangkan perangkat pembelajaran pada topik bilangan bulat menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. 2. Untuk mendeskripsikan kualitas perangkat pembelajaran pada topik bilangan bulat menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. 3. Untuk mendeskripsikan respon guru dan siswa terhadap perangkat pembelajaran pada topik bilangan bulat menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 F. Penjelasan Istilah 1. Penelitian pengembangan menurut Borg & Gall adalah suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. 2. Paradigma Pedagogi Reflektif adalah pendekatan pembelajaran untuk menumbuhkembangkan pribadi siswa sehingga mampu menggali pengetahuan dan nilai dengan penuh tanggungjawab. Melalui PPR, siswa diharapkan menjadi pribadi yang kompeten, memiliki hati nurani, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. 3. Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing adalah model pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif siswa dalam melakukan penyelidikan dan penemuan dari suatu materi dengan bimbingan dari guru yang melalui beberapa langkah dalam pembelajaran yaitu, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan menarik kesimpulan. 4. Bilangan bulat adalah himpunan semua bilangan yang terdiri dari bilangan bulat negatif, nol dan bilangan bulat positif.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 G. Manfaat Penelitian 1. Pihak Sekolah Penelitian ini menambah wawasan bagi pihak sekolah untuk memfasilitasi siswa dalam belajar sehingga dapat menjadikan siswa menjadi pribadi yang berkarakter. 2. Guru matematika Guru matematika mendapatkan pengalaman menggunakan perangkat pembelajaran dengan Paradigma Pedagogi Reflektif pada materi bilangan bulat. 3. Siswa Memberikan pengalaman baru kepada siswa dalam belajar matematika, melatih siswa untuk menjadi pribadi yang dapat memaknai setiap proses pembelajaran, dan dapat menerapkan nilai-nilai kemanusiaan di dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan yang diberikan pada proses pembelajaran. 4. Peneliti Penelitian ini memberikan pengalaman baru bagi peneliti untuk mengembangkan perangkat pembelajaran menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing khususnya pada materi bilangan bulat. 5. Pembaca Penelitian ini dapat sebagai referensi bagi pembaca untuk melakukan penelitian pengembangan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 H. Spesifikasi Produk 1. Silabus Silabus yang dikembangkan berpedoman pada silabus sekolah dengan menerapkan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dan model pembelajaran Inkuri Terbimbing. Berikut adalah format silabus yang akan digunakan. Tabel 1.1 Spesifikasi Silabus SILABUS Nama Sekolah Kelas/Semester Tahun Pelajaran Mata Pelajaran KD Indikator : SMP Negeri 1 Yogyakarta : VII/Tujuh : 2018/2019 : Matematika Materi Kegiatan Pembelajaran Karakter 1.Konteks 2.Pengalaman 3.Refleksi 4.Aksi 5.Evaluasi 1.conscience 2.compassion Penilaian Alokasi waktu 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP yang dirancang menggunakan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dan model pembelajaran Inkuri Terbimbing. Berikut adalah format RPP yang akan digunakan. Sumber belajar

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 Tabel 1.2 Spesifikasi RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Topik Bahasan Alokasi Wakti : SMP Negeri 1 Yogyakarta : Matematika : VII/1 : : : A. Kompetensi Inti B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi C. Tujuan Pembelajaran 1. Conscience (Suara Hati) 2. Compassion (Kepedulian) 3. Competence (Pengetahuan) D. Materi Pembelajaran E. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran F. Media, Alat, dan Bahan Pembelajaran G. Sumber Belajar H. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Deskripsi Kegitan Alokasi Waktu Awal Konteks Inti Pengalaman Penutup Refleksi Aksi Evaluasi I. Penilaian 3. Lembar Kerja Siswa (LKS) LKS dirancang dengan menerapkan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. LKS yang disusun membuat siswa belajar untuk menemukan konsep-konsep dalam materi bilangan bulat, sehingga dapat membantu siswa dalam memahami materi bilangan bulat.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Tabel 1.3 Spesifikasi LKS LEMBAR KERJA SISWA Materi : Waktu : Nama Kelompok : Petunjuk : Tujuan : 1. Competence (Pengetahuan) 2. Conscience (Suara Hati) 3. Compassion (Kepedulian) Kegiatan Siswa 1. Konteks 2. Pengalaman 3. Refleksi 4. Aksi 5. Evaluasi 4. Alat Peraga Alat peraga yang digunakan dalam penelitian ini adalah permainan dua warna. Alat peraga ini dirancang untuk dapat membantu siswa dalam memahami materi operasi hitung pada bilangan bulat. Berikut adalah desain alat peraga yang akan digunakan dalam penelitian. Gambar 1.1 Desain alat peraga

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 5. Bahan Ajar Bahan ajar dirancang dengan menerapkan Paradigma Pedagogi Reflektif dan model Inkuiri Terbimbing dan disesuaikan dengan kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran. Tabel 1.4 Spesifikasi Bahan Ajar BAHAN AJAR Materi Bilangan Bulat A. Konteks Pengertian Bilangan Bulat Perkalian Bilangan Bulat Pengertian Faktor Bilangan Bulat Pengertian Bilangan Prima B. Pengalaman Mengidentifikasi Bilangan Bulat Membandingkan Bilangan Bulat Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat Urutan Operasi C. Evaluasi D. Aksi E. Refleksi 6. Penilaian Penilaian terdiri atas penilaian competence, conscience, compassion, dan penilaian keterampilan. Penilaian competence menggunakan penilaian tes tertulis. Penilaian conscience dan compassion dilihat dari pengamatan sikap siswa dikelas saat mengikuti pembelajaran.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 a. Competence Penilaian competence berdasarkan ketercapaian indikator pembelajaran. Penilaian competence tugas dan ulangan harian berdasarkan kompetensi yang sudah ditentukan. b. Conscience Instrumen penilaian conscience yang digunakan dalam penelitian digunakan untuk menilai sikap percaya diri, teliti, dan bertanggungjawab. Berikut adalah format yang akan digunakan dalam penelitian. Tabel 1.5 Spesifikasi Penilaian Conscience INSTRUMEN PENILAIAN CONSCIENCE Percaya Diri No Nama KB 1 2 3 Keterangan: KB : Kurang Baik CB : Cukup Baik B : Baik CB B Teliti KB CB B Bertanggung Jawab KB CB B

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 c. Compassion Instrumen penilaian compassion yang digunakan dalam penelitian digunakan untuk menilai sikap bekerjasama, menghargai, dan peduli. Berikut adalah format yang akan digunakan dalam penelitian. Tabel 1.6 Spesifikasi Penilaian Compassion INSTRUMEN PENILAIAN COMPASSION No Nama Bekerjasama KB CB B 1 2 3 Keterangan: KB : Kurang Baik CB : Cukup Baik B : Baik Menghargai KB CB B Peduli KB CB B

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka 1. Pembelajaran Matematika Pembelajaran matematika (Amir & Risnawati, 2016:8) adalah suatu proses belajar mengajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir siswa yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkontruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi matematika. Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan segi hasil. Pertama, dari segi proses, pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau sebagian besar peserta didik terlibat secara aktif, baik fisik, mental, maupun sosial dalam proses pembelajaran. Kedua, dari segi hasil, pembelajaran dikatakan efektif apabila terjadi perubahan tingkah laku ke arah positif. Heruman (2007:4) menyatakan bahwa pada pembelajaran matematika harus terdapat keterkaitan antara pengalaman belajar siswa sebelumnya dengan konsep yang akan diajarkan Menurut Hans Freudental (Amir & Risnawati, 2016:9), matematika merupakan aktivitas insani dan harus dikaitkan dengan realitas. Dengan demikian, matematika merupakan cara berpikir logis yang dipresentasikan dalam bilangan, ruang, dan bentuk dengan aturan-aturan yang telah ada yang tak lepas dari aktivitas insani tersebut. 15

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Berdasarkan penjelasan tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika adalah proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir siswa secara logis yang dipresentasikan dalam bilangan, ruang, dan aturan yang telah dibuat. 2. Penelitian dan Pengembangan Metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2013: 297). Penelitian dan pengembangan menurut Borg & Gall (Sugiyono, 2015:28) merupakan suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Produk pendidikan yang dihasilkan melalui penelitian dan pengembangan tidak terbatas pada bahan-bahan pembelajaran seperti buku, teks, film pendidikan dan lain sebagainya, tetapi juga bisa berbentuk prosedur atau proses seperti metode mengajar atau metode mengorganisasi pembelajaran menurut Borg and Gall (Sanjaya, 2013) Penelitian pengembangan menurut Seels & Richey (Sugiyono, 2015) didefinisikan sebagai berikut: “Penelitian pengembangan adalah kajian secara sistematik untuk merancang, mengembangkan dan mengevaluasi program-program, proses dan hasil-hasil pembelajaran yang harus memenuhi kriteria konsistensi dan keefektifan secara internal”. Penelitian pengembangan ini dapat berupa: (1) kajian tentang

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 proses dan dampak rancangan pengembangan dan upaya-upaya pengembangan tertentu atau khusus, atau berupa (2) suatu situasi dimana seseorang melakukan atau melaksanakan rancangan, pengembangan pembelajaran, atau kegiatan-keigatan evaluasi dan mengkaji proses pada saat yang sama, atau berupa (3) kajian tentang rancangan, pengembangan, dan proses evaluasi pembelajaran baik yang melibatkan komponen proses secara menyeluruh atua tertentu saja. Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa penelitian pengembangan adalah suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan, merancang, mengevaluasi program-program dan untuk memvalidasi suatu produk. Langkah/langkah yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah R&D menurut Sugiyono yaitu sebagai berikut. Potensi dan Masalah Pengumpulan Data Desain Produk Validasi Desain Uji Coba Pemakaian Revisi Produk Uji Coba Produk Revisi Desain Revisi Produk Produksi Masal Gambar 2.1 Langkah-langkah penelitian R&D

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 1. Potensi dan Masalah Penelitian dimulai dari adanya potensi atau masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Potensi akan berkembang menjadi masalah bila tidak didayagunakan. Masalah juga dapat dijadikan potensi apabila dapat didayagunakan. Data potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri, tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain, atau dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan atau instansi tertentu yang masih up to date. 2. Pengumpulan Data Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan up to date, maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu agar dapat mengatasi masalah tersebut. 3. Desain Produk Desain produk harus diwujudkan dalam gambar atau bagan, sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuat. 4. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini sistem kerja baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk yang dirancang sehingga dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. 5. Perbaikan Desain Setelah dilakukan validasi desain, maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Perbaikan desain dilakukan oleh peneliti yang akan menghasilkan produk tersebut. 6. Uji Coba Produk Uji coba tahap awal dilakukan dengan simulasi penggunaan sistem kerja tersebut. Setelah disimulasikan, maka dapat diujicobakan pada kelompok terbatas. Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi apakah sistem kerja yang baru lebih efektif dan efisien dibandingkan sistem yang lama. 7. Revisi Produk Setelah dilakukan uji coba produk, kelemahan yang muncul saat uji coba produk diperbaiki oleh peneliti. 8. Uji coba Pemakaian Setelah pengujian terhadap produk berhasil dan mungkin ada sedikit revisi, maka selanjutnya produk tersebut diterapkan dalam kondisi nyata untuk lingkup yang luas. 9. Revisi Produk Revisi produk ini dilakukan apabila dalam pemakaian kondisi nyata terdapat kekurangan dan kelemahan.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 10. Pembuatan Produk Masal Pembuatan produk masal dilakukan apabila produk yang telah diujicobakan dinyatakan efektif dan layak untuk diproduksi masal. 3. Paradigma Pedagogi Reflektif Subagya (2008:39) menyatakan Paradigma Pedagogi Reflektif adalah suatu polapikir dalam menumbuhkembangkan pribadi siswa menjadi pribadi yang mengutamakan nilai kemanusiaan. Polapikir yang dimaksud untuk menumbuhkembangkan pribadi siswa yaitu, siswa diberi pengalaman akan suatu nilai kemanusiaan melalui pembelajaran, kemudian siswa difasilitasi dengan pertanyaan agar siswa dapat merefleksikan atau menarik makna dari pengalaman yang telah diterimanya, dan berikutnya difasilitasi dengan pertanyaan aksi agar siswa membuat niat dan berbuat sesuai dengan nilai tersebut. Melalui dinamika polapikir tersebut siswa diharapkan mengalami sendiri dan bukan hanya mendapat informasi karena diberitahu. Melalui refleksi diharapkan siswa dapat memaknai pembelajaran yang diterimanya, melalui aksi, siswa berbuat dari kemauannya sendiri. Pembentukan kepribadian diharapkan dilakukan sedemikian rupa sehingga siswa nantinya memiliki komitmen untuk memperjuangkan kehidupan bersama yang lebih adil, bersaudara, bermartabat, melestarikan lingkungan hidup, dan lebih menjamin kesejahteraan umum.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Pendekatan paradigma pedagogi reflektif menurut Suparno (2015:18) adalah suatu pendekatan atau cara guru untuk mendampingi siswa sehingga siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang utuh. Pendekatan PPR diharapkan dapat membantu perkembangan siswa, bukan hanya di bidang pengetahuan, tetapi berkembang menjadi pribadi yang peka pada kebaikan dan kebutuhan orang lain. Menurut Pusat Pengembangan dan Penjamin Mutu Pembelajaran (P3MP-LPM, 2012) pembelajaran berbasis PPR mengarahkan siswa untuk meningkatkan aspek competence, conscience, dan compassion. Competence mencakup kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan kognitif. Conscience dan compassion mencakup nilai sikap, perilaku dan nilai. Menurut Subagya (2008:23), competence yaitu tingkat kecerdasan yang dinilai dalam mengerjakan evaluasi (tes hasil belajar) serta keterampilan siswa dalam proses pembelajaran. Conscience (suara hati) berarti mempunyai suara hati dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengetahui bagaimana seseorang bersikap dan dapat membedakan hal-hal yang benar dan salah. Compassion berarti kemampuan untuk berbela rasa pada sesama dan lingkungan. Bela rasa berguna untuk mengasah kepekaan sosial untuk saling membantu dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan penjelasan diatas, peneliti menyimpulkan bahwa paradigma pedagogi reflektif adalah pendekatan pembelajaran untuk menumbuhkembangkan pribadi siswa sehingga mampu menggali

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 pengetahuan dan nilai dengan penuh tanggungjawab. Melalui PPR, siswa diharapkan menjadi pribadi yang kompeten, memiliki hati nurani, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Terdapat unsur utama dalam PPR yaitu pengalaman, refleksi, dan aksi. Ketiga unsur utama itu dibantu oleh unsur sebelum pembelajaran yaitu melihat konteks, dan dibantu oleh unsur setelah pembelajaran yaitu evaluasi. 5 unsur dalam PPR, yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Berikut adalah gambaran dinamika PPR secara garis besar. Konteks Competence Conscience Compassion Pengalaman n Refleksi Aksi Evaluasi (Suparno, 2015:21) Gambar 2.2 Pelaksanaan PPR

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 a. Konteks Konteks merupakan tahap guru untuk mengetahui latar belakang siswa. Guru dapat mengetahui latar belakang siswa melalui kemampuan belajar siswa dan karakter siswa. Guru juga dapat menjelaskan tentang nilai-nilai yang ingin dikembangkan, mengarahkan siswa agar memiliki nilai seperti, persaudaraan, solidaritas, penghargaan terhadap sesama, tanggung jawab, kerja keras, kasih, kepentingan bersama, cinta lingkungan hidup, dan nilainilai yang lain. Siswa diajak untuk mencermati konteks-konteks hidupnya guna menggali faktor-faktor yang berpotensi atau menghambat proses pembelajaran. Konteks nyata dari kehidupan siswa mencakup keluarga, kelompok sebaya, situasi sosial, dan lembaga pendidikan. Pengenalan terhadap konteks akan membantu guru menentukan bentuk dan cara pemberian pengalaman melalui pembelajaran agar siswa dapat menarik makna dari pengalaman utuhnya selama belajar. b. Pengalaman Pengalaman adalah suatu kejadian yang sungguh terjadi, dilakukan, dialami, dihidupi, yang dapat menyentuh pikiran, hati, kehendak, perasaan, maupun hasrat siswa (Suparno, 2015: 28). Pada tahap pengalaman, siswa diajak untuk melakukan kegiatan yang memuat tidak hanya aspek kognitif (pemahaman) atas materi yang sedang diterimanya tetapi juga aspek afektif (perasaan/penghayatan) dan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 aspek konatif (niat/kehendak). Pengalaman merupakan proses yang mengarahkan siswa dalam menumbuhkan persaudaraan, solidaritas, dan pengalaman bekerja sama dalam kelompok kecil (Subagya, 2008:42). Siswa difasilitasi dengan pengalaman yang tidak langsung. Pengalaman tidak langsung bisa diciptakan, misalnya dengan membaca dan/atau mempelajari suatu kejadian. Ada dua jenis pengalaman dalam pembelajaran yaitu: 1) Pengalaman langsung, adalah pengalaman atas peristiwa/kejadian yang dialami oleh siswa baik di dalam maupun di luar kelas, yang dikaitkan dengan bidang ilmu yang sedang dipelajari. 2) Pengalaman tidak langsung, adalah pengalaman yang diperoleh siswa dari mendengar, membaca, dan melihat melalui berbagai media yang tidak dialami sendiri oleh siswa. c. Refleksi Refleksi merupakan tahap penghubung antara pengalaman dan aksi. Melalui refleksi, pengalaman yang diperoleh dalam proses pembelajaran diperdalam untuk menangkap makna atau arti penting dari materi yang dipelajari. Guru memfasilitasi dengan pertanyaan agar siswa terbantu untuk berefleksi. Siswa dapat diajak untuk diam dan hening untuk meresapi apa yang baru saja dibicarakan atau diterimanya dalam proses pembelajaran. Melalui refleksi, siswa meyakini makna nilai yang terkandung dalam pengalamannya.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Pengalaman siswa diharapkan menjadi bermakna sehingga mampu mendorong melakukan aksi. Diharapkan siswa membentuk pribadi mereka sesuai dengan nilai yang terkandung dalam pengalamannya itu. d. Aksi Aksi adalah tindakan, entah masih batin atau sudah tindakan psikomotorik, yang dilakukan siswa setelah merefleksikan pengalaman belajar mereka (Suparno, 2015: 37). Guru memfasilitasi siswa dengan pertanyaan aksi agar siswa terbantu untuk membangun niat dan bertindak sesuai dengan hasil refleksinya. Dengan membangun niat dan berperilaku dari kemauannya sendiri siswa membentuk pribadinya agar nantinya menjadi pejuang bagi nilainilai yang direfleksikannya. e. Evaluasi Evaluasi dimaksudkan untuk melihat secara keseluruhan bagaimana seluruh proses PPR itu terjadi dan berkembang. Semua proses dalam PPR perlu dievaluasi, terutama proses pengalaman, refleksi, dan aksi. Apakah sudah berjalan baik dan mengembangkan pribadi siswa menjadi pribadi yang lebih kompeten dalam bidang pengetahuan, menjadi punya suara hati yang benar, dan kepekaan pada kebutuhan orang lain. Evaluasi meliputi aspek competence, conscience, dan compassion (Suparno, 2015:40). Setelah pembelajaran, guru memberikan evaluasi atau kompetensinya dari sisi akademik.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 Sekolah dibangun untuk mengembangkan ranah akademik dan menyiapkan siswa menjadi kompeten di bidang studi yang dipelajarinya. 4. Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Model pembelajaran adalah pola dalam merancang pembelajaran, dapat juga didefinisikan sebagai langkah pembelajaran, dan perangkatnya untuk mencapai tujuan pembelajaran menurut Akbar (2013: 49-50). Model pembelajaran menurut Arends (Trianto, 2012:51) adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial. Model pembelajaran inkuiri adalah model pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam proses pengumpulan data dan pengujian hipotesis (Mulyatiningsih, 2014:235). Terdapat beberapa tingkatan dalam pembelajaran inkuiri sebagai berikut (Anam, 2015:92). a. Inkuiri terkontrol, pada tingkat ini guru menentukan materi pembelajaran dan siswa mengikuti instruksi dari guru. b. Inkuiri terbimbing, pada tingkat ini siswa bebas menentukan hasil belajar, namun sesuai dengan bimbingan dari guru. c. Inkuiri terencana, pada tingkat ini siswa dan guru terlibat aktif dalam seluruh proses pembelajaran, mulai dari pemilihan topik, proses belajar, hingga model penugasan.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 d. Inkuiri bebas, pada tingkat ini siswa belajar secara mandiri dan guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Model pembelajaran inkuiri terbimbing menurut Kuhlthau, maniotes & Caspari (Hapsari, 2011:339) adalah salah satu model pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif siswa dalam mengeksplorasi dan menemukan sendiri pengetahuan mereka. Instruksi dalam kelompok pada pembelajaran inkuiri terbimbing akan membantu siswa meningkatkan kompetensi. Menurut Isrok’atun dan Rosmala (2018: 53-54) pembelajaran inkuiri merupakan suatu pembelajaran yang menjadikan siswa sebagai subjek belajar atau disebut dengan student centered. Pembelajaran inkuiri terbimbing dapat memfasilitasi siswa untuk melakukan penyelidikan dan penemuan dengan bimbingan dari guru. Menurut Gumay (Isrok’atun dan Rosmala, 2018:54) guru harus merancang kegiatan yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan penemuan di dalam mengerjakan materi pelajaran yang diajarkan. Berdasarkan penjelasan-penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah model pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif siswa dalam melakukan penyelidikan dan penemuan dari suatu materi dengan bimbingan dari guru. Pembelajaran inkuiri menekankan pada proses selama pembelajaran di mana siswa dapat menemukan konsep dari pemecahan masalah. Pembelajaran yang harus menekankan proses, memerlukan beberapa

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 langkah pembelajaran. Berikut adalah langkah-langkah pembelajaran inkuiri terbimbing menurut Isrok’atun dan Rosmala (2018: 56), John dewey’s (Mulyatiningsih, 2014:235). a. Merumuskan Masalah Pada tahap pertama, diawali dengan guru menyajikan suatu permasalahan dan siswa berusaha memahami pemasalahan. Guru menyajikan suatu permasalahan baik melalui demonstrasi soal cerita maupun masalah yang terdapat dalam LKS. Perumusan masalah ini dirancang sebelumnya oleh guru untuk mengarahkan siswa pada suatu konsep materi dalam pembelajaran matematika. b. Merumuskan Hipotesis Hasil dari pemahaman siswa terhadap masalah yang disajikan akan membantu siswa dalam merumuskan dugaan sementara. Dugaan sementara inilah yang disebut dengan hipotesis. Hipotesis harus dibuktikan benar atau salah melalui kegiatan penyelidikan dan penemuan. c. Mengumpulkan Data Pada tahap ini, siswa dapat mengumpulkan banyak data dengan membaca berbagai informasi terkait atau mengumpulkan data yang telah tersaji dalam permasalahn, dan mengonstruksi pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya dalam memperoleh konsep matematika.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 d. Menguji Hipotesis Data yang telah diperoleh digunakan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan oleh siswa pada tahap sebelumnya. Hasil dari uji hipotesis ini disampaikan kepada siswa lainnya untuk saling berbagi informasi. e. Menarik Kesimpulan Tahap akhir dari seluruh rangkaian pembelajaran yang dilakukan siswa yaitu membuat suatu kesimpulan dari hasil penyelidikan. Kesimpulan akhir ini dapat berupa penemuan konsep oleh siswa yang sesuai dengan rancangan guru. 5. Bilangan Bulat Materi bilangan bulat diambil dari buku Adinawan , M.Colik & Sugijono (2013), Purnomo (2014), dan Rahman (2016). Bilangan bulat adalah himpunan semua bilangan yang terdiri dari bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif. Pada garis bilangan, bilangan bulat positif terletak di kanan bilangan nol. Sedangkan bilangan bulat negatif terletak di kiri nol. Gambar 2.3 Gambar Garis Bilangan

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Bilangan-bilangan: −1, −2, −3, −4, −5, … disebut bilangan bulat negatif. Bilangan-bilangan 1,2,3,4,5, … disebut bilangan bulat positif. Istilah lain dari bilangan bulat positif adalah bilangan asli. Sedangkan, gabungan dari bilangan bulat positif dan nol disebut bilangan cacah. a. Urutan Bilangan Bulat Pada garis bilangan mendatar, jika suatu bilangan lebih dari bilangan yang lain, maka bilangan itu terletak di sebelah kanan. Misalnya 5 > 3 Jika suatu bilangan kurang dari bilangan yang lain, maka pada garis bilangan, bilangan itu terletak di sebelah kiri. Misalnya −4 > −1 . Semua bilangan bulat negatif terletak di sebelah kiri 0. Jadi, jika 𝑎 < 0 berarti 𝑎 adalah bilangan negatif. Sebaliknya, semua bilangan positif terletak di sebelah kanan 0. Jadi, jika 𝑏 > 0 berarti 𝑏 adalah bilangan positif. Sifat Urutan Bilangan Bulat Misal 𝑎, 𝑏, 𝑑𝑎𝑛 𝑐 sembarang bilangan bulat, m bilangan bulat positif, dan n bilangan bulat negatif, maka berlaku sifat-sifat berikut. 1) Sifat Transitif untuk Kurang Dari Jika a< 𝑏 dan 𝑏 < 𝑐, maka 𝑎 < 𝑐. Sebagai contoh, −3 < −1 dan −1 < 0, maka −3 < 0 . 2) Sifat Kurang Dari dan Penjumlahan Jika 𝑎 < 𝑏, maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑐. Sebagai contoh, −3 < −1, maka

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 −3 + 3 < −1 + 3 0<2 3) Sifat Kurang Dari dan Perkalian dengan Bilangan Bulat Positif Jika 𝑎 < 𝑏, maka 𝑎𝑚 < 𝑏𝑚. Sebagai contoh, −3 < −1 , maka −3 × 3 < −1 × 3 −9 < 3 4) Sifat Kurang Dari dan Perkalian dengan Bilangan Bulat Negatif Jika 𝑎 < 𝑏, maka a𝑛 > 𝑏𝑛 . Sebagai contoh, −3 < −1, maka −3 × −3 < −1 × −3 9>3 b. Penjumlahan Bilangan Bulat Untuk sembarang bilangan bulat a dan b berlaku : 1) – 𝑎 + 𝑏 = −(𝑎 − 𝑏) 2) – 𝑎 + 𝑏 = 𝑏 − 𝑎 (Jika a lebih dari b) (Jika b lebih dari a) 3) – 𝑎 + (−𝑏) = −(𝑎 + 𝑏) (Kedua-duanya bilangan negatif) Sifat-sifat penjumlahan pada bilangan bulat 1) Sifat Tertutup Sifat ini menunjukkan bahwa setiap penjumlahan dua bilangan bulat selalu menghasilkan bilangan bulat. Misal 𝑎, 𝑏, dan 𝑐 merupakan bilangan bulat, maka 𝑎 + 𝑏 = 𝑐 merupakan bilangan bulat. Sebagai contoh, −5 + (−2) = −7

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 2) Sifat Komutatif Penjumlahan dua bilangan bulat menghasilkan hasil yang sama meskipun bilangan tersebut ditukar posisinya. Misal 𝑎 dan 𝑏 merupakan bilangan bulat,maka a+𝑏 = 𝑏 + 𝑎. Sebagai contoh, −4 + 1 = 1 + −4 −3 = −3 3) Sifat Asosiatif Misal 𝑎, 𝑏, 𝑑𝑎𝑛 𝑐 merupakan bilangan bulat, maka (𝑎 + 𝑏) + 𝑐 = 𝑎 + (𝑏 + 𝑐). Sebagai contoh, diketahui −2, 5, dan − 7 bilangan bulat, maka berlaku (−2 + 5) + −7 = −2 + (5 + −7) (3) + −7 = −2 + (−2) 4) Memiliki unsur Identitas −4 = −4 Sembarang bilangan bulat dijumlahkan dengan 0 sama dengan bilangan itu sendiri. Jadi, 0 merupakan bilangan tunggal sebagai identitas terhadap penjumlahan. Misal 𝑎 bilangan bulat, maka 𝑎 + 0 = 0 + 𝑎 = 𝑎 , untuk semua a. 5) Invers Aditif untuk Penjumlahan Setiap 𝑎 bilangan bulat memiliki bilangan tunggal yakni – 𝑎 yang jika dijumlahkan menghasilkan identitas. 𝑎 + (−𝑎) = 0, dengan – 𝑎 disebut sebagai invers aditif dari 𝑎.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Sifat invers aditif atau invers jumlah menyatakan bahwa setiap bilangan bulat dijumlahkan dengan lawannya menghasilkan nol. Akibatnya menghasilkan teorema yang disebut dengan additive cancellation, yakni menghilangkan penjumlah sama. Teorema Misal 𝑎, 𝑏, dan 𝑐 sembarang bilangan bulat. Jika 𝑎 + 𝑐 = 𝑏 + 𝑐, maka 𝑎 = 𝑏. Teorema Misal b sembarang bilangan bulat, maka −(−𝑏) = 𝑏. c. Pengurangan Bilangan Bulat Untuk sembarang bilangan bulat a dan b selalu berlaku: 𝑎 − 𝑏 = 𝑎 + (−𝑏) Sifat pada pengurangan bilangan bulat : 1) Sifat Tertutup Sifat ini menunjukkan bahwa setiap pengurangan dua bilangan bulat selalu menghasilkan bilangan bulat. Misal 𝑎, 𝑏, dan 𝑐 merupakan bilangan bulat, maka 𝑎 − 𝑏 = 𝑐 merupakan bilangan bulat. Sebagai contoh, (−5) − (−2) = −3

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 d. Perkalian Bilangan Bulat dan Sifat-sifatnya Perkalian bilangan bulat dapat diartikan sebagai penjumlahan berulang. 1) Perkalian Bilangan Bulat Positif dan Negatif Hasil perkalian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat negatif. Untuk setiap bilangan a dan b berlaku 𝑎 × (−𝑏) = −𝑎𝑏 2) Perkalian dua bilangan bulat negatif Hasil perkalian dua bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat positif. Untuk setiap bilangan a dan b berlaku (−𝑎) × (−𝑏) = 𝑎𝑏 3) Perkalian bilangan bulat dengan 0 Jika suatu bilangan dikalikan dengan 0, atau 0 dikalikan dengan suatu bilangan, hasilnya adalah 0. Sifat-sifat Perkalian bilangan bulat 1) Sifat Tertutup Sifat ini menunjukkan bahwa setiap perkalian dua bilangan bulat selalu menghasilkan bilangan bulat. Misal 𝑎 dan 𝑏 bilangan bulat, maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑐, dengan 𝑐 pasti bilangan bulat.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 2) Sifat Komutatif Perkalian dua bilangan bulat menghasilkan hasil yang sama meskipun bilangan tersebut ditukar posisinya. Misal 𝑎 dan 𝑏 bilangan bulat,maka a× 𝑏 = 𝑏 × 𝑎. 3) Sifat Asosiatif Misal 𝑎, 𝑏, 𝑑𝑎𝑛 𝑐 bilangan bulat, maka berlaku (𝑎 × 𝑏) × 𝑐 = 𝑎 × (𝑏 × 𝑐). Sebagai contoh, diketahui −2, −5, dan −7 bilangan bulat, maka berlaku (−2 × −5) × −7 = −2 × (−5 × −7) (10) × −7 = −2 × (35) −70 = −70 4) Sifat Distributif Misal 𝑎, 𝑏, 𝑑𝑎𝑛 𝑐 bilangan bulat, maka berlaku 𝑎 × (𝑏 + 𝑐) = (𝑎 × 𝑏) + (𝑎 × 𝑐) dan 𝑎 × (𝑏 − 𝑐) = (𝑎 × 𝑏) − (𝑎 × 𝑐) Sebagai contoh, diketahui 2, −3, dan −5, bilangan bulat, maka berlaku 2 × (−3 + −5) = (2 × −3) + (2 × −5) 2 × (−8) = (−6) + (−10) dan −16 = (−16) 2 × (−3 − −5) = (2 × −3) − (2 × −5) 2 × (2) = (−6) − (−10) 4=4

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 5) Memiliki unsur Identitas Sembarang bilangan bulat dikalikan dengan 1 sama dengan bilangan bulat itu sendiri. Jadi, 1 merupakan bilangan tunggal sebagai identitas terhadap perkalian. Misal, 𝑎 sembarang bilangan bulat, maka 𝑎 × 1 = 1 × 𝑎. e. Pengertian faktor bilangan bulat Diketahui 𝑎 dan 𝑏 adalah bilangan bulat. 𝑎 disebut faktor dari 𝑏 jika ada 𝑛 sedemikian sehingga 𝑏 = 𝑎 × 𝑛, dengan 𝑛 adalah bilangan bulat. f. Pengertian bilangan prima Bilangan prima adalah bilangan bulat positif yang hanya memiliki dua faktor, yaitu 1 dan bilangan itu sendiri. Misal 𝑝 adalah bilangan prima maka faktor dari 𝑝 hanya 1 dan 𝑝. g. Pembagian Bilangan Bulat dan Sifat-sifatnya Pembagian adalah operasi kebalikan dari perkalian. Jika p, q, dan r bilangan bulat dengan q faktor dari p, dan q tidak sama dengan 0 maka berlaku 𝑝: 𝑞 = 𝑟 ⇔ 𝑟 × 𝑞 = 𝑝 Sifat-sifat pembagian pada bilangan bulat 1) Pembagian bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif Bilangan bulat negatif dibagi dengan bilangan bulat positif menghasilkan bilangan bulat negatif

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 2) Pembagian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif Bilangan bulat positif dibagi dengan bilangan bulat negatif menghasilkan bilangan bulat negatif. 3) Pembagian dua bilangan bulat negatif Bilangan bulat negatif dibagi bilangan bulat negatif menghasilkan bilangan bulat positif. 4) Pembagian dengan nol Untuk sembarang bilangan bulat a dengan 𝑎 ≠ 0 maka : 𝑎 ∶ 0 tidak didefinisikan untuk sembarang bilangan bulat a dengan 𝑎 ≠ 0 maka : 5) Pembagian dengan 1 0∶ 𝑎=0 Untuk sembarang bilangan bulat 𝑎, 𝑎 ∶ 1 = 𝑎 6. Perangkat Pembelajaran Perangkat yang dipergunakan dalam proses pembelajaran disebut dengan perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar dapat berupa: buku siswa, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Instrumen Evaluasi atau Tes Hasil Belajar (THB), serta media pembelajaran menurut Ibrahim (Trianto, 2012:96).

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 a. Silabus Trianto (2012:96) mendefinisikan silabus adalah rencana pembelajaran pada satu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Menurut Trianto (2012:108) Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator. c. Bahan Ajar Bahan ajar menurut Trianto (2012: 227) merupakan buku panduan siswa dalam kegiatan pembelajaran yang memuat materi, konsep dan informasi mengenai masalah kehidupan sehaari-hari. bahan ajar digunakan sebagai panduan siswa untuk belajar di kelas maupun secara mandiri. Materi ajar berisi istilah materi pelajaran, tujuan pelajaran, uraian materi yang harus dipelajari, bagan atau gambar, kegiatan percobaan menggunakan alat dan bahan, uji kompetensi dalam masalah kehidupan sehari-hari.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 d. Lembar Kerja Siswa (LKS) Lembar Kerja Siswa menurut Trianto (2012: 111) adalah panduan siswa yang digunakan unuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah. LKS juga memuat sekumpulan kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk memaksimalkan pemahaman dalam upaya pembentukan kemampuan dasar sesuai indikator pencapaian hasil belajar yang harus ditempuh. e. Instrumen Penilaian Menurut Trianto (2012:123) penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan sata tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. Pada penelitian ini instrumen yang dikembangkan digunakan untuk menilai aspek competence, conscience, dan compassion. 1) Penilaian competence Menurut Suparno (2015:91) penilaian competence dapat berupa tes tertulis (tes esai dan tes obyektif), tes lisan, dan paper. Penilaian competence pada penelitian ini menggunakan tes tertulis.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 2) Penilaian conscience Menurut Suparno (2015:94) penilaian conscience dapat menggunakan cara jurnal reflektif, tulisan bebas, mengumpulkan refleksi, dan observasi. Penilaian conscience yang dikembangkan pada penelitian ini menggunakan cara observasi terhadap sikap percaya diri, teliti, dan tanggung jawab. a) Percaya Diri Menurut Sani (2014:171) percaya diri yaitu suatu keyakinan atas kemampuannya sendiri untuk melakukan kegiatan atau tindakan. b) Teliti Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teliti berarti cermat, saksama atau berhati-hati. c) Tanggung jawab Menurut Sani (2014:170) tanggung jawab yaitu sikap dan perilaku untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya 3) Penilaian compassion Penilaian compassion (Suparno, 2015) dapat menggunakan cara bermain peran, jurnal reflektif, tulisan bebas dan observasi. Penilaian compassion yang dikembangkan pada penelitian ini menggunakan cara observasi untuk mengukur sikap kerjasama, menghargai, dan peduli.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 a) Kerjasama Menurut Lestari, Eka Karunia (2015: 98) kerjasama adalah keterlibatan mental dan emosional seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorong mereka untuk memberikan kontibusi kepada tujuan kelompok atau berbagi tanggung jawab untuk mencapai tujuan bersama. b) Menghargai Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, menghargai berarti menghormati, mengindahkan, atau memandang penting sesuatu. c) Peduli Peduli menurut Sani (2014:170) yaitu sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada orang lain atau masyarakat yang membutuhkan. f. Alat Peraga Alat peraga merupakan suatu media pembelajaran atau alat bantu untuk mempermudah siswa mempelajari dan memahami konsep pada suatu materi. Alat peraga yang digunakan dalam penelitian ini yaitu permainan dua warna.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 B. Penelitian yang Relevan Beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian yang diteliti oleh peneliti adalah sebagai berikut. 1. Penelitian yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif Dan Model Pembelajaran Problem Solving Di Kelas VIII H SMP Negeri 1 Yogyakarta ” oleh Dapa (2017) . Hasil penelitian perangkat pembelajaran matematika menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif memiliki kualitas sangat baik. Hasil validasi perangkat pembelajaran termasuk kategori baik dan hasil respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan PPR termasuk dalam kriteria baik. Penelitian tersebut relevan dengan penelitian ini, yaitu pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan PPR. 2. Penelitian yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika” oleh Krismayeni dkk (2016). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dapat meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar. Pada siklus I persentase keaktifan belajar matematika siswa adalah 61,4 (kategori aktif) dan meningkat pada siklus II menjadi 75 (kategori sangat aktif. Hasil belajar matematika siswa siklus I 61,8% (kategori rendah) meningkat pada siklus II menjadi 74% (kategori sedang).

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Penelitian tersebut relevan dengan penelitian ini, yaitu pada model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. 3. Penelitian yang berjudul “Analisis Kemampuan Matematika Siswa SMP Negeri 1 Ngabang Dalam Menyelesaikan Operasi Hitung Bilangan Bulat” oleh Suprihatiningsih (2017). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa adalah 53,4. Terdapat 34,82% siswa yang masih berada dibawah nilai rata-rata dan 56,18% siswa di atas rata-rata, dan hanya 15,73% siswa yang mampu menguasai pengurangan bilangan bulat negatif. Penelitian tersebut relevan dengan penelitian ini, yaitu pada materi bilangan bulat.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 C. Kerangka Berpikir Permasalahan Pembelajaran Matematika di Sekolah: 1. Siswa kurang memahami materi bilangan bulat. 2. Perangkat pembelajaran belum menggunakan pendekatan dan model pembelajaran tertentu. 3. Guru sering mengggunakan metode ceramah. Mengembangkan perangkat pembelajaran menggunakan pendekatan PPR, model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi bilangan bulat. Hasil yang ingin dicapai 1. Mengetahui prosedur pengembangan perangkat pembelajaran matematika. 2. Mengetahui kualitas perangkat pembelajaran matematika. 3. Mengetahui respon guru dan siswa terhadap perangkat pembelajaran matematika.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Matematika merupakan salah satu materi yang diajarkan di sekolah, materi ini dinilai sulit untuk dipahami bagi kebanyakan siswa, sulit dalam memahami konsep, sulit menghitung, maupun sulit memahami permasalahan-permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan matematika. Konsep-konsep dalam matematika berkesinambungan satu dengan yang lainnya, suatu konsep dalam matematika bisa dipelajari jika sudah mengerti konsep sebelumnya yang menjadi prasyaratnya. Pada proses pembelajaran matematika, siswa diharapkan mampu menggunakan materi yang dipelajari untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun pada kenyataannya, siswa masih mengalami berbagai kesulitan, salah satunya adalah menghitung bilangan bulat. Walaupun guru sudah mencoba berbagai model pembelajaran, siswa dirasa masih kesulitan untuk memahami materi bilangan bulat khususnya dalam operasi bilangan bulat. Guru sudah memiliki pengalaman menggunakan salah satu pendekatan yaitu Paradigma Pedagogi Reflektif, namun masih ada kekurangan dalam menerapkan pendekatan ini. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengembangkan perangkat pembelajaran pada materi bilangan bulat. Perangkat pembelajaran yang akan dikembangkan adalah silabus, RPP, LKS, Bahan Ajar, dan Penilaian. Perangkat pembelajaran dikembangkan menggunakan pendekatan PPR dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing serta didukung dengan alat peraga untuk membantu siswa dalam memahami operasi hitung dalam bilangan bulat. Penggunaan

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 perangkat pembelajaran ini diharapkan siswa mampu memahami konteks materi yang akan dipelajari dengan contoh permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran Inkuiri Terbimbing diharapkan dapat melatih siswa berpikir mandiri untuk menemukan konsep-konsep dalam materi bilangan bulat dengan bantuan LKS. LKS dibuat sesuai dengan model Inkuiri Terbimbing, melalui LKS siswa mendapatkan pengalaman belajar yang baru. Selain itu penilaian competence yang dikembangkan, siswa juga dapat mengembangkan nilai conscience dan compassion. Peneliti ingin mengetahui bagaimana kualitas perangkat pembelajaran dan respon guru dikembangkan. dan siswa terhadap perangkat pembelajaran yang

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Borg dan Gall (dalam Sugiyono 2015) mengungkapkan pengertian penelitian dan pengembangan merupakan proses/metode yang digunakan untuk memvalidasi dan mengembangkan produk. Produk ini tidak hanya berupa benda melainkan dapat berupa metode mengajar atau program pendidikan. Memvalidasi produk, berarti produk itu telah ada, dan peneliti hanya menguji efektivitas atau validitas kebiijakan tersebut. Metode penelitian dan pengembangan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk meneliti, merancang, memproduksi dan menguji validitas produk yang telah dihasilkan. B. Setting Penelitian Setting penelitian dibagi menjadi empat bagian yaitu subjek, objek, tempat, dan waktu penelitian. 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta, Siswa kelas VII B terdiri dari 34 siswa dengan 18 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. 47

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 2. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang akan dikembangkan oleh peneliti dan alat peraga yang akan dirancang oleh peneliti. 3. Tempat Penelitian Tempat penelitian adalah tempat untuk melakukan uji coba terhadap produk yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Yogyakarta di Jalan Cik Di Tiro No.29 Yogyakarta. 4. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan selama 5 bulan, yaitu bulan Juli 2018 sampai dengan bulan November 2018. C. Prosedur Pengembangan Langkah/langkah yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah R&D menurut Sugiyono (2015:28) yaitu sebagai berikut. 1. Potensi dan Masalah Peneliti menggali potensi dan masalah pada penelitian ini dengan cara melakukan wawancara dengan guru matematika kelas VII SMP Negeri 1 Yogyakarta tentang proses pembelajaran matematika yang dilakukan, model pembelajaran, metode yang digunakan oleh guru, dan perilaku siswa.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 2. Pengumpulan Data Berdasarkan permasalahan yang diperoleh dari tahap potensi dan masalah, peneliti mencari informasi dari berbagai sumber baik melalui studi literatur berupa buku dan jurnal untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sebagai upaya dan solusi, peneliti akan mengembangkan perangkat pembelajaran yang menggunakan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi bilangan bulat. 3. Desain Produk Produk yang dikembangkan berupa silabus, RPP, LKS, bahan ajar, dan instrumen penelitian. Perangkat pembelajaran ini dikembangkan dengan pendekatan PPR dan model Inkuiri Terbimbing. Sarana dan prasarana yang digunakan adalah buku paket Matematika dan silabus dari pemerintah. Selanjutnya, peneliti membuat jadwal pelaksanaan uji coba produk dan menentukan observer untuk mengamati proses uji coba produk. 4. Validasi Desain Produk yang dirancang dan dikembangkan sesuai dengan pendekatan PPR dan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing diserahkan pada ahli untuk divalidasi. 5. Perbaikan Desain Desain produk yang sudah divalidasi, kemudian direvisi. Proses revisi disesuaikan dengan kritik dan saran yang telah diberikan oleh para ahli.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 6. Uji coba Produk Perangkat yang sudah divalidasi dan direvisi kemudian dilakukan uji coba terbatas di lapangan. Tujuan dari uji coba produk ini untuk mengetahui keterlaksanaan dalam memfasilitasi pembelajaran materi bilangan bulat dengan pendekatan PPR dan menggunakan model Inkuiri Terbimbing. 7. Revisi Produk Peneliti melakukan revisi kembali pada produk yang telah di uji coba. Revisi dilakukan sesuai dengan kritik dan saran saat uji coba produk di lapangan. Kritik dan saran bersumber dari guru Matematika maupun siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. D. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dapat dilakukan melalui tes dan non tes, seperti; observasi (pengamatan), interview (wawancara), kuesioner, atau gabungan dari teknik-teknik tersebut (Lestari, 2015:31). 1. Observasi Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengamati secara langsung maupun tidak tentang hal-hal yang diamati dan mencatatnya pada alat observasi. Hal-hal yang diamati bisa berupa gejala-gejala tingkah laku, benda-benda hidup, maupun benda mati (Sanjaya, 2013). Observasi ini dilakukan pada saat uji coba

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 pembelajaran bilangan bulat di dalam kelas menggunakan pendekatan PPR dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. 2. Wawancara Pengumpulan data melalui wawancara dilakukan dengan memberikan serangkaian pertanyaan yang diajukan secara langsung oleh peneliti kepada responden. Wawancara dilakukan terhadap guru matematika kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta untuk mengetahui potensi dan masalah, selanjutnya wawancara dilakukan setelah uji coba produk untuk mengetahui respon guru dan siswa setelah melakukan pembelajaran dengan pendekatan PPR dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. 3. Pemberian Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2011). Kuesioner dilakukan terhadap siswa untuk mengetahui respon/tanggapan siswa pada proses pembelajaran menggunakan pendekatan PPR dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. 4. Penilaian Tes & Non Tes Penilaian berupa penilaian competence, conscience, dan compassion. Penilaian competence bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dengan pendekatan PPR dan model Inkuiri Terbimbing. Penilaian conscience untuk menilai sikap

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 percaya diri, teliti dan bertanggungjawab. Sedangkan penilaian compassion untuk menilai sikap bekerjasama, menghargai, dan peduli. 5. Dokumentasi Dokumentasi dilakukan untuk memperoleh transkripsi proses pembelajaran di kelas. Dokumentasi pada penelitian ini berupa rekaman suara/gambar saat proses pembelajaran dan proses wawancara. E. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan peneliti untuk memperoleh data sebagai berikut. 1. Jenis data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara. Data kuantitatif diperoleh dari hasil validasi oleh ahli, observasi, kuesioner siswa dan penilaian hasil belajar siswa. 2. Instrumen Penelitian a. Lembar Observasi Lembar observasi digunakan untuk mengamati proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Tabel 3.1 Kisi-kisi Lembar Observasi Keterlaksanaan Uji Coba No I II A. ASPEK YANG DIAMATI Pendahuluan Inti Pembelajaran Penguasaan Materi Pembelajaran Pendekatan/strategi pembelajaran Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa Penutup B C. III Butir Pertanyaan 1,2,3,4,5 1,2,3 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11 1,2,3,4 1,2,3,4,5,6,7,8,9 (Sumber : Pedoman Pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan) b. Pedoman Wawancara Pedoman wawancara berisi pertanyaan-pertanyaan terkait pembelajaran matematika. Pedoman wawancara digunakan peneliti sebagai pegangan untuk melakukan wwawancara. Tabel 3.2 Kisi-kisi Pedoman Wawancara Sebelum Uji Coba No A B C D Aspek yang diamati Strategi Pembelajaran Proses Pembelajaran Pemanfaatan Media Pembelajaran/Sumber Belajar Penilaian Proses Belajar dan Hasil Belajar Butir Pertanyaan 1, 2, 3, 4, 5, 6 7, 8, 9, 10, 11 12, 13, 14, 15 16, 17, 18, 19 Tabel 3.3 Kisi-kisi Pedoman Wawancara Setelah Uji Coba No A B C D E Aspek yang diamati Pendekatan Pembelajaran Proses Pembelajaran Pemanfaatan Media Pembelajaran/Sumber Belajar Penilaian Proses Belajar dan Hasil Belajar Refleksi dan Aksi Butir Pertanyaan 1, 2, 3, 4 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11 12, 13, 14, 15 16, 17, 18 19, 20, 21

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 c. Lembar Kuesioner Kuesioner pada penelitian ini adalah kuesioner tertutup (jawaban sudah tersedia). Kuesioner ini berisi pernyataan yang akan menunjukkan respon sikap siswa terhadap pelajaran matematika, serta pembelajaran matematika dengan pendekatan PPR dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Terdapat 15 pernyataan positif dan 15 pernyataan negatif dalam Kuesioner ini. Kuesioner ini memiliki alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Selain untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran, kuesioner juga berupa lembar validasi perangkat pembelajaran yang digunakan untuk memvalidasi perangkat pembelajaran yang dikembangkan peneliti kepada 3 dosen Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharna Yogyakarta dan 1 guru matematika SMP Negeri 1 Yogyakarta. Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuesioner Respon Siswa No 1 2 Nomor Pernyataan Positif Negatif Sikap siswa Menunjukkan minat terhadap 1 10 terhadap pelajaran matematika 2 11 pembelajaran Mengetahui manfaat mempelajari 3 12 matematika matematika materi bilangan bulat Sikap siswa Mengetahui respon siswa terhadap 16, 17, 8,9 ,15, terhadap pembelajaran matematika dengan 19,21, 22 ,23, pembelajaran pendekatan PPR pada materi 26, 27 24 dengan bilangan bulat pendekatan PPR pada materi Aspek Indikator

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 3 bilangan bulat. Keberhasilan pendekatan PPR Menguasai materi yang diajarkan 20, 25 (competence) Menunjukkan sikap conscience 4,5 saat proses pembelajaran Menunjukkan sikap compassion 29,30 saat proses pembelajaran. 18, 28 13,14 6,7 d. Instrumen Penilaian Pada penelitian ini dikembangkan menjadi 3 instrumen yaitu instrumen penilaian Competence, Conscience, dan Compassion. Instrumen penilaian Competence merupakan penilaian terhadap unsur kognitif dan psikomotorik, sedangkan instrumen penilaian Conscience dan Compassion merupakan penilaian terhadap unsur afektif. Tabel 3.5 Kisi-kisi penilaian Competence No Konpetensi Dasar 1 Menjelaskan dan menentukan urutan pada bilangan bulat (positif dan negatif) Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan urutan beberapa bilangan bulat. 2 3 Menjelaskan dan melakukan operasi hitung bilangan bulat. 4 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat Indikator Pencapaian kompetensi Mengidentifikasi, membandingkan, dan mengurutkan bilangan bulat Menyelesaikan masalah mengenai membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat Menjelaskan sifatsifat penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian Menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat Jumlah soal Nomor soal 1 1a, 1c 1 3 3 2a, 2b, 4a, 4b, 4c, 5 1b,

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Tabel 3.6 Kriteria Penilaian Conscience No A B C Komponen Penilaian Conscience Indikator perkembangan sikap PERCAYA DIRI untuk membagikan hasil diskusi Indikator perkembangan sikap TELITI dalam menyelesaikan permasalahan Indikator perkembangan sikap BERTANGGUNGJAWAB dalam mengerjakan tugas/soal Butir Penyataan 1,2,3 1,2,3 1,2,3 Tabel 3.7 Kriteria Penilaian Compassion No Komponen Penilaian Compassion A Indikator perkembangan Butir pernyataan sikap 1,2,3 BEKERJASAMA dalam kelompok B Indikator perkembangan sikap 1,2,3 MENGHARGAI pendapat saat proses pembelajaran C Indikator perkembangan sikap 1,2,3 PEDULI e. Lembar Validasi Lembar validasi digunakan untuk mengetahui kevalidan suatu produk yang dikembangkan. Produk yang dikembangkan pada penelitian ini yaitu perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, bahan ajar, LKS, alat peraga, dan instrumen penilaian. Skala penilaian ini menggunakan skor 1-5 dengan kriteria 5 = Sangat Baik, 4 = Baik, 3 = Cukup Baik, 2 = Kurang Baik, 1 = Sangat Kurang Baik. Perangkat pembelajaran di validasi oleh Guru Matematika dan Dosen Pendidikan Matematika.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Tabel 3.8 Kisi-kisi Instrumen Validasi Perangkat Pembelajaran No 1 2 3 4 5 Komponen Penilaian Komponen Penilaian Silabus Komponen Penilaian RPP Butir Pernyataan 1,2,3,4,5,6,7,8 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16,17,18, 19, 20, 21 Komponen Penilaian Bahan Ajar 1,2,3,4,5 Komponen Penilaian LKS 1,2,3,4,5,6,7,8,9 Komponen Penilaian Alat Peraga 1,2,3,4,5,6,7,8 F. Teknik Analisis Data Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif apabila data yang diperoleh berupa diagram, wawancara, dan refleksi. Analisis kuantitatif apabila data yang diperoleh berupa angka yang akan dihitung menggunakan analisis statistik untuk memperoleh skor atau rata-rata dari aspek yang diteliti. Data penelitian akan dianalisis dengan cara sebagai berikut. 1. Analisis Data Kualitatif Data kualitatif yang dimaksud adalah data hasil wawancara, dan refleksi. Hasil wawancara dideskripsikan sesuai pedoman yang sudah dibuat, dan hasil refleksi dideskripsikan sesuai perasaan dan pengalaman siswa selama proses pembelajaran. 2. Analisis Data Kuantitatif a. Hasil Validasi Produk Hasil validasi setiap perangkat pembelajaran oleh para ahli lalu dihitung rata-rata skor penilaiannya kemudian disesuaikan dengan tabel kriteria penelitian. Validasi dilakukan oleh dosen matematika

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 dan guru matematika SMP Negeri 1 Yogyakarta. Validasi mencakup perangkat pembelajaran (silabus, RPP, bahan ajar, LKS, dan instrumen penilaian) serta instrumen observasi, kuesioner, dan wawancara. Data skor penilaian validasi ditabulasi kemudian dihitung rata-ratanya untuk setiap aspek. Rata-rata untuk setiap aspek penilaian kevalidan dihitung menggunakan rumus berikut (Widoyoko, 2009). Keterangan : 𝑥̅ = ∑𝑛𝑖=1 𝑋𝑖 𝑛 𝑥̅ = rata-rata tiap aspek penilaian kevalidan produk ∑𝑛𝑖=1 𝑋𝑖 = jumlah skor tiap aspek penilaian kevalidan produk 𝑛 = jumlah butir penilaian tiap aspek penilaian kevalidan produk Rata-rata tiap aspek yang telah diperoleh dideskripsikan secara kualitatif. Cara yang digunakan untuk menyatakan rata-rata skor tiap aspek secara kualitatif adalah dengan mengklasifikasikan dengan kriteria penilaian kualitas tertentu. Kriteria penilaian kualitas akan menggunakan skala lima menurut Widoyoko (2009: 238) yaitu sebagai berikut. Tabel 3.9 Konversi Nilai Skala Lima Menurut Widoyoko Rumus 𝑥 > 𝑥̅𝑖 + 1,8 × 𝑠𝑏𝑖 𝑥̅𝑖 + 0,6 × 𝑠𝑏𝑖 < 𝑥 ≤ 𝑥̅𝑖 + 1,8 × 𝑠𝑏𝑖 𝑥̅𝑖 − 0,6 × 𝑠𝑏𝑖 < 𝑥 ≤ 𝑥̅𝑖 + 0,6 × 𝑠𝑏𝑖 𝑥̅𝑖 − 1,8 × 𝑠𝑏𝑖 < 𝑥 ≤ 𝑥̅𝑖 − 0,6 × 𝑠𝑏𝑖 𝑥 ≤ 𝑥̅𝑖 − 1,8 × 𝑠𝑏𝑖 Klasifikasi Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Keterangan: 𝑥̅𝑖 (Rata-rata ideal) = ideal). 1 2 (skor maksimum ideal + skor minimum 𝑠𝑏𝑖 (Simpangan baku ideal) = minimum ideal). 1 6 (skor maksimum ideal – skor 𝑥 = Skor empiris Berdasarkan tabel konversi nilai diatas, dapat diperoleh pedoman dalam menyatakan rata-rata skor tiap aspek menjadi data kualitatif dengan menerapkan konversi sebagai berikut : Skor maksimal ideal : 5 Skor minimal ideal :1 Rata-rata ideal := 1 2 1 (5 + 1) = 3 Simpangan baku ideal : (5 − 1) = 0,67 6 Sehingga skor untuk setiap instrumen dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.10 Kriteria Kualifikasi Validasi Interval rata-rata Skor 𝑥 > 4,2 3,4 < 𝑥 ≤ 4,2 2,6 < 𝑥 ≤ 3,4 1,8 < 𝑥 ≤ 2,6 𝑥 ≤ 1,8 Klasifikasi Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Baik Widoyoko (2012)

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Selanjutnya, peneliti melakukan perhitungan rata-rata skor penilaian produk dan mengklasifikasikannya pada kriteria kualfikasi validasi. Produk dikatakan valid jika memenuhi klasifikasi minimum baik. b. Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Observasi dilakukan selama ujicoba produk yaitu sebanyak 4 pertemuan dengan 2 observer. Hasil observasi lalu dihitung rata-rata dari skor penilaiannya kemudian disesuaikan dengan kriteria penilaian. Untuk mengolah lembar observasi yang telah terisi adalah dengan menghitung rata-rata total terhadap tanggapan para observer untuk setiap item pertanyaan. Menurut Sugiyono (2011: 140) jawaban dapat dibuat skor tertinggi satu dan terendah nol, misalnya untuk jawaban ya diberi skor 1 dan jawaban tidak diberi skor 0. Perhitungan untuk jumlah total dilakukan seperti pada skala Likert menurut Sugiyono (2011: 138) yaitu (untuk pilihan “Ya” × 1) + (untuk pilihan “Tidak” × 0). Kemudian hasil analisa diperoleh dari (jumlah total : jumlah skor ideal) × 100%. Persentase keterlaksanaan pembelajaran yang diperoleh sebagai berikut. Tabel 3.11 Kriteria Persentase Keterlaksanaan Pembelajaran Persentase 80 < 𝑥 ≤100 60 < 𝑥 ≤80 40 < 𝑥 ≤60 20 < 𝑥 ≤40 0 < 𝑥 ≤20 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang (Arikunto, 1988:155)

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 c. Hasil Penilaian Penilaian terdiri dari tiga aspek yaitu competence, conscience, dan compassion. 1) Penilaian aspek competence Aspek penilaian competence diperoleh dari persentase ketuntasan siswa. Siswa dikatakan tuntas apabila mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) diatas 68. Perhitungan nilai final tiap siswa sebagai berikut. 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑓𝑖𝑛𝑎𝑙 𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 × 100% 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 Keterangan penilaian (Kunandar, 2013:273) a) Sangat kompeten bila mendapat nilai 91 – 100 b) Kompeten bila mendapat nilai 71-90 c) Cukup kompeten bila mendapatkan nilai 61-70 d) Kurang kompeten bila mendapatkan nillai < 61 Perhitungan persentase kelulusan siswa menurut Permendikbud No.81A Tahun 2013 (Widoyoko, 2009:240) sebagai berikut. 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑘𝑒𝑡𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠𝑎𝑛 = 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠 × 100% 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 Berikut adalah pedoman yang digunakan untuk menentukan interpretasi data ketuntasan belajar menurut Widoyoko (2009:242).

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Tabel 3.12 Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Persentase ketuntasan 100 − 81 80 − 61 60 − 41 40 − 21 20 − 0 Klasifikasi Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Sangat Kurang 2) Penilaian aspek conscience dan compassion Perhitungan skor nilai pengamatan terhadap siswa menggunakan skala penilaian skor 1-3 dengan kriteria 1=kurang baik, 2 = cukup baik, 3= baik. Perhitungan skor akhir menggunakan rumus sebagai berikut (Kunandar, 2013) 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 × 100% 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ ×4 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 Dari perhitungan tersebut diperoleh kriteria penilaian menurut Permendikbud No.81 A Tahun 2013 (Majid, 2014:178) sebagai berikut. Tabel 3.13 Kriteria Penilaian Skor 3,34 ≤ 𝑥 ≤ 4 2,34 ≤ 𝑥 ≤ 3,33 1,34 ≤ 𝑥 ≤ 2,33 𝑥 ≤ 1,33 Kriteria Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 d. Kuesioner Kuesioner ini berisi mengenai respon terhadap pembelajaran matematika menggunakan pendekatan PPR dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing serta menggunakan alat peraga. Kuesioner ini disebar kepada 34 siswa dan dianalisi dengan menggunakan skala Likert. Pernyataan dalam kuesioner ini ada 30 pernyataan yang terdiri dari 15 pernyataan positif dan 15 pernyataan negatif. Adapun bobot untuk kedua jenis pernyataan tersebut sesuai dengan teknik skala Likert yaitu: Tabel 3.14 Pedoman Skor Kuesioner Respon Siswa Tanggapan Siswa Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Pernyataan Positif 4 3 2 1 Negatif 1 2 3 4 1) Untuk menghitung skor total setiap tanggapan siswa pada item pernyataan positif adalah (siswa yang menjawab SS × 4) + (siswa yang menjawab S × 3) + (siswa yang menjawab TS × 2) + (siswa yang menjawab STS ×1). 2) Untuk menghitung skor total setiap tanggapan siswa pada item pernyataan negatif adalah (siswa yang menjawab SS × 1) + (siswa yang menjawab S × 2) + (siswa yang menjawab TS × 3) + (siswa yang menjawab STS ×4).

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Selanjutnya menghitung skor yang diperoleh masing-masing siswa berdasarkan bobot jawaban pada setiap pertanyaan. Setelah diperoleh skor total, lalu dibandingkan dengan tabel kategori respon siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan PPR. Tabel kriteria respon siswa ditentukan menggunakan skala Likert dengan perhitungan sebagai berikut. Banyak kategori =5 Skor maksimum = Skor tertinggi × jumlah pernyataan = 4 × 30 = 120 Skor minimum = Skor terendah × jumlah pernyataan = 1 × 30 = 30 Range (R) = Skor tertinggi – skor terendah = 120– 30 = 90 Interval tiap kriteria adalah I = 𝑟𝑎𝑛𝑔𝑒 = 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖 90 5 = 18 Maka diperoleh kategori respon siswa sebagai berikut. Tabel 3.15 Kriteria Kuesioner Respon Siswa

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Skor 103 ≤ 𝑥̅ ≤ 120 85 ≤ 𝑥̅ ≤ 102 67 ≤ 𝑥̅ ≤ 84 49 ≤ 𝑥̅ ≤ 66 30 ≤ 𝑥̅ ≤ 48 Kriteria Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Sangat Tidak Baik

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono sampai pada tahap revisi produk setelah ujicoba produk pada sampel terbatas. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Yogyakarta. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan oleh Sugiyono meliputi tahap potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, ujicoba produk, dan revisi produk. Berikut adalah penjelasan prosedur penelitan dan pengembangan. 1. Potensi dan Masalah Pada tahap ini peneliti menggali potensi dan masalah melalui wawancara dengan guru matematika kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. Berdasarkan hasil wawancara, kebanyakan siswa kelas VII B di SMP Negeri 1 Yogyakarta memiliki semangat belajar yang tinggi, dan beberapa diantaranya memerlukan pendampingan belajar yang lebih. Namun masih banyak siswa masih kesulitan dalam belajar bilangan bulat, khususnya tentang materi operasi hitung pada bilangan bulat. Guru belum menggunakan alat peraga untuk memudahkan siswa memahami materi bilangan bulat. Pada proses pembelajaran, guru cenderung menggunakan metode ceramah sehingga kurang menumbuhkan 66

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Siswa terbiasa menerima materi hanya dari guru dan belum terbiasa menemukan konsep suatu materi secara mandiri. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari supaya siswa dapat lebih mudah memahami suatu materi. Untuk model pembelajaran, guru sudah pernah menerapkan beberapa model pembelajaran, namun guru tidak selalu menggunakan model pembelajaran pada setiap proses pembelajaran di kelas. Guru sudah pernah menggunakan pendekatan PPR namun dirasa belum maksimal pelaksanaannya. Pada kegiatan refleksi, guru masih kesulitan dalam menggali refleksi siswa karena tidak semua siswa bersungguh-sungguh dalam merefleksikan pembelajaran yang telah diterimanya. Penilaian yang dilakukan oleh guru meliputi penilaian kognitif, psikomotorik, dan afektif. Penilaian kognitif diadakan setelah satu materi selesai diajarkan. Penilaian psikomotorik dilakukan guru melalui pemberian tugas yang disesuaikan dengan kompetensi tertentu. Penilaian afektif dilakukan dengan pengamatan saat proses pembelajaran. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, guru tidak pernah melakukan penilaian awal sebelum pembelajaran untuk mengetahui kemampuan dan perkembangan siswa. Melalui tahap potensi dan masalah ini dapat membantu peneliti untuk mempersiapkan solusi dan pengembangan yang tepat berdasarkan potensi dan masalah yang telah diperoleh.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 2. Pengumpulan Data Berdasarkan permasalahan yang diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan dengan guru matematika kelas VIIB SMP Negeri 1 Yogyakarta, peneliti mencari informasi dari berbagai sumber untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sebagai solusi yang pertama, peneliti memilih pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif untuk menambah wawasan guru mengenai suatu pendekatan yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Selanjutnya peneliti memilih materi bilangan bulat karena berdasarkan wawancara, guru menjelaskan bahwa masih banyak siswa yang kesulitan dalam memahami konsep dalam materi bilangan bulat, khususnya pada operasi hitung. Peneliti juga menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing, model pembelajaran inkuiri terbimbing ini akan melatih siswa untuk menemukan sendiri suatu konsep materi dengan bimbingan guru, sehingga diharapkan akan menimbulkan partisipasi aktif dari siswa dalam mengikuti pembelajaran bilangan bulat dan membantu siswa dalam memahami materi bilangan bulat 3. Desain Produk Setelah diperoleh potensi dan masalah serta informasi-informasi yang telah dikumpulkan melalui wawancara, peneliti dapat mendesain atau merancang produk yang akan dibuat yaitu perangkat pembelajaran berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi bilangan bulat. Desain perangkat pembelajaran ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan guru dan siswa

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 dan dapat mengatasi masalah-masalah yang dialami guru dan siswa berdasarkan wawancara. Perangkat pembelajaran yang akan dibuat terdiri dari silabus, RPP, LKS, bahan ajar, dan instrumen penilaian competence , conscience, dan compassion. a. Silabus Silabus dengan materi bilangan bulat yang akan digunakan berpedoman dari silabus sekolah dengan kurikulum 2013. Silabus dikembangkan dengan pendekatan PPR dan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Komponen dari silabus yang dikembangkan terdiri dari kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, karakter, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Kompetensi inti dan kompetensi dasar pada silabus ini sesuai dengan pemerintah pusat. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan peneliti berdasarkan kompetensi dasar. Materi pembelajaran mengacu pada kometensi dasar. Kegiatan pembelajaran yang dikembangkan memuat langkah-langkah pendekatan PPR yang terdiri atas konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi serta menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Karakter yang dikembangkan memuat aspek conscience (percaya diri, teliti, tanggungjawab) dan compassion (kerjasama, menghargai, peduli). Penilaian yang dikembangkan

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 memuat 3 aspek yaitu competence yang mengandung unsur kognitif dan psikomotorik, aspek conscience dan compassion yang mengandung unsur afektif. Sumber belajar yang digunakan peneliti yaitu buku Matematika SMP/Mts Kelas VII Semester 1, Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 karangan Abdur Rahman. Silabus dapat dilihat pada lampiran 8 halaman 203. b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) materi bilangan bulat yang dikembangkan dibuat dengan alokasi waktu 10 JP (Jam Pertemuan) atau sekitar 4 kali tatap muka/pertemuan. RPP pada pertemuan pertama, membahas tentang mengidentifikasi bilangan bulat, membandingkan bilangan bulat, mengurutkan bilangan bulat, serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat. Pertemuan kedua, membahas penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat serta sifat-sifatnya. Pertemuan ketiga, membahas perkalian bilangan bulat dan sifat operasi perkalian. Pertemuan keempat membahas faktor bilangan bulat, bilangan prima, pembagian bilangan bulat, dan urutan operasi hitung. Kegiatan pembelajaran di RPP ini menggunakan pendekatan PPR dan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan awal yaitu guru menyampaikan

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan memberikan motivasi kepada siswa pentingnya mempelajari materi tersebut, serta tahap PPR yaitu konteks. Kegiatan inti, yaitu masuk pada tahap PPR pengalaman dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Pada tahap ini, guru memberikan permasalahan terkait materi bilangan bulat melalui LKS yang dirancang dengan menerapkan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok. RPP dapat dilihat pada lampiran 9 halaman 212. c. Bahan Ajar Bahan ajar yang dikembangkan berdasarkan Paradigma Pedagogi Reflektif. Bahan ajar memuat tahap-tahap dalam PPR yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi, evaluasi. Tahap konteks berisi ajakan bagi siswa untuk memahami pengertian bilangan bulat, nilai tempat pada bilangan bulat, perkalian bilangan bulat, faktor bilangan bulat, bilangan prima. Pada tahap pengalaman berisi kegiatan yang mempelajari tentang mengidentifikasi bilangan bulat, membandingkan bilangan bulat, penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian bilangan bulat dan sifat-sifatnya, dan urutan operasi hitung. Tahap refleksi berisi arahan bagi siswa untuk merefleksikan pembelajaran yang telah dilaksanakan dan diterimanya. Tahap

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 aksi berisi arahan bagi siswa untuk menuliskan aksi berdasarkan refleksi dan pengalaman belajar tentang bilangan bulat serta mengarahkan siswa untuk menghasilkan sesuatu yang merupakan aplikasi dari materi yang telah dipelajari. Tahap yang terakhir yaitu evaluasi berisi ajakan bagi siswa untuk merangkum materi setiap akhir pembelajaran dan mengerjakan latihan soal. Bahan ajar dapat dilihat pada lampiran 11 halaman 273. d. Lembar Kerja Siswa Lembar Kerja Siswa dikembangkan dan dirancang oleh peneliti bertujuan untuk membantu siswa dalam memahami materi. LKS memuat judul materi pembelajaran, alokasi waktu, nama anggota kelompok, petunjuk, tujuan pembelajaran, dan tahaptahap PPR yang meliputi konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. LKS dapat dilihat pada lampiran 10 halaman 245. e. Instrumen penilaian Instrumen penilaian dirancang berdasarkan penilaian dalam PPR dan indikator yang telah dibuat. Penilaian dibagi menjadi 3 aspek yaitu penilaian competence, conscience, dan compassion. Penilaian competence dilihat dari hasil ulangan yang berbentuk 6 soal uraian. Penilaian competence bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi bilangan bulat. Penilaian conscience dan compassion diperoleh dari hasil

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 pengamatan terhadap sikap siswa selama proses pembelajaran. Aspek penilaian conscience meliputi percaya diri siswa untuk membagikan hasil diskusi kelompok, ketelilitian siswa dalam menyelesaikan permasalahan, dan tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas atau latihan soal. Penilaian compassion meliputi kerjasama siswa dalam diskusi kelompok, saling menghargai pendapat siswa lain, dan kepedulian siswa terhadap siswa lain. Instrumen penilaian dapat dilihat pada lampiran 12 halaman 289 dan lampiran 16 halaman 296. f. Alat Peraga Alat peraga yang dibuat oleh peneliti bernama permainan dua warna. Permainan dua warna berguna untuk membantu siswa dalam memahami konsep penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat. Petunjuk dan langkah-langkah penggunaan permainan dua warna tertera di lampiran 28 halaman 368. Berikut gambar alat peraga permainan dua warna Gambar 4.1 Alat Peraga Permainan Dua warna

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 4. Validasi Desain Perangkat pembelajaran yang sudah di desain yaitu silabus, RPP, LKS, bahan ajar, alat peraga dan instrumen penilaian competence, conscience, dan compassion. Perangkat pembelajaran tersebut divalidasi oleh dosen pendidikan matematika dan salah satu guru matematika yang bertujuan untuk mengetahui kelayakkan produk sehingga tahap selanjutnya dapat dilakukan ujicoba produk. Selain produk yang di desain, juga dilakukan validasi untuk instrumen penelitian yaitu instrumen observasi keterlaksanaan uji coba, kuesioner dan instrumen wawancara. Berikut adalah hasil validasi perangkat pembelajaran. Tabel 4.1 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Perangkat Pembelajaran Dosen Guru Rata-rata Kriteria Silabus RPP LKS Bahan Ajar Alat Peraga Penilaian Competence Penilaian Conscience Penilaian Compassion Total 4,00 4,05 3,78 5,00 4,87 5,00 4,50 4,57 4,78 4.80 4,62 4,25 4,25 4,31 4,28 4,90 4,75 4,62 Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik 4,67 4,75 4,67 Sangat Baik 5,00 4,75 4,83 Sangat Baik 4,58 Sangat Baik Hasil validasi perangkat pembelajaran diperoleh skor rata-rata 4,58 menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan termasuk dalam kategori “sangat baik”.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 5. Revisi Desain Produk yang berupa perangkat pembelajaran yang telah divalidasi kemudian dilakukan perbaikan sesuai dengan kritik dan saran yang diberikan validator. Produk yang direvisi meliputi silabus, RPP, LKS, alat peraga dan instrumen penilaian. Tabel 4.2 Revisi Desain Produk Perangkat Pembelajaran Sebelum Silabus 1. Kegiatan pembelajaran belum dikhususkan ke ikuiri terbimbing. 2. Penilaian competence tidak masuk kolom karakter. 3. LKS bukan teknik penilaian. 4. Indikator pencapaian kompetensi harusnya tidak memuat subjek. RPP 1. Indikator seharusnya tidak memuat subjek. 2. Perlu ada perbaikan pada kegiatan pembelajaran bagian pengalaman. LKS 1. LKS sebaiknya diberi sampul. 2. Isi LKS disesuaikan dengan model inkuiri terbimbing. Sesudah 1. Kegiatan pembelajaran dikhususkan ke tahap-tahap inkuiri terbimbing. 2. Kolom karakter berisi penilaian conscience dan compassion. 3. Kolom teknik penilaian menjadi kolom penilaian. 4. Memperbaiki indikator agar sesuai. 1. Memperbaiki indikator dengan menghilangkan subjek. 2. Pada bagian pengalaman dicantumkan langkah-langkah pembelajaran inkuiri terbimbing. 1. Melengkapi LKS dengan memberi sampul. 2. Isi LKS diperbaiki dengan model inkuiri terbimbing

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Alat Peraga 1. Penjelasan 1. Memperbaiki pengurangan penjelasan bilangan bulat pengurangan dengan alat peraga dengan bahasa sulit untuk yang lebih mudah dimengerti dipahami Penilaian 1. Sebaiknya 1. Memperbaiki Competence dimunculkan soal dengan (Ulangan Harian) yang dapat melatih menambahkan penemuan siswa soal yang melatih (inkuiri) dan penemuan siswa ditambah refleksi dan menambahkan refleksi serta aksi di dalam lembar soal Penilaian 1. Kata sering, banyak 1. Mengganti kata Conscience dan sebaiknya dijelaskan sering dengan Compassion berapa kali kata selalu dan kata banyak diganti dengan kurang tepat 6. Uji coba Produk Setelah produk divalidasi dan direvisi, kemudian siap untuk di ujicobakan. Uji coba dilakukan di kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta oleh guru matematika, dan peneliti sebagai observer. Observer juga dibantu oleh seorang teman peneliti untuk mengamati proses pembelajaran dan untuk mengambil dokumentasi aktivitas pembelajaran. Uji coba terbatas dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Tabel 4.3 Jadwal Pelaksanaan Uji Coba No Hari & tanggal Waktu Materi 1 Senin, 23 Juli 2018 7-8 2 Kamis, 26 Juli 2018 7-9 3 Senin, 30 Juli 2018 7-8 4 Kamis, 2018 5 Senin, 6 Agustus 7-8 6 Senin, 13 Agustus Pulang Sekolah Membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat Penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat Perkalian dan sifat perkalian bilangan bulat Faktor bilangan bulat, bilangan prima, pembagian bilangan bulat Ulangan harian bilangan bulat Remidial bilangan bulat 2 Agustus 7-9 Pertemuan Pertama a. Konteks Konteks merupakan tahap guru untuk mengetahui latar belakang siswa, kesiapan siswa untuk tumbuh dan berkembang, pemahaman siswa akan suatu materi, dan menjelaskan tujuan pembelajaran sesuai konteks nyata kehidupan siswa. Pada tahap ini guru memulai pembelajaran dengan mempersiapkan siswa untuk siap mengikuti kegiatan pembelajaran dan mengecek kehadiran siswa. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat mengidentifikasi, membandingkan, dan mengurutkan bilangan bulat. Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan dan juga memberi motivasi kepada siswa tentang pentingnya mempelajari bilangan bulat. Guru memberikan tes awal

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami materi bilangan bulat di bangku Sekolah Dasar. Keterangan G: Guru; Sn: Siswa ke-n; BS: Beberapa Siswa 5. G : “Jadi hari ini kalian akan mulai belajar materi pertama yaitu bilangan bulat, kegiatan pembelajaran pada hari ini nanti kalian akan dibagi dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi tentang materi bilangan bulat, nanti saya akan memberikan LKS dan kalian diharapkan dapat membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat melalui pengerjaan LKS. Sudah pernah belajar bilangan bulat kan waktu SD?” 6. BS : “ ya bu pernah” 7. G : “apa to bilangan bulat itu? Siapa yang bisa memberi contoh bilangan bulat?” 8. 𝑆11: “ada negatif nya kan bu” 9. 𝑆16: “ bilangan positif, negatif” 10. 𝑆32 : “0,1,2,-3, kan bu?” 11. G : “Ya benar, jadi bilangan bulat itu kumpulan bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif. Sekarang saya ingin tau kemampuan kalian sejauh mana belajar bilangan bulat, jadi sekarang kalian mengerjakan soal yang saya berikan ini,

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 kerjakan sendiri-sendiri sesuai kemampuanmu, jangan nyontek temannya” 12. 𝑆15: “Ya ampun bu, aku gak belajar loh bu” 13. 𝑆7 : “Iya bu, baru pertemuan pertama udah suruh ngerjain soal” 14. G : “Gak apa-apa kerjakan sesuai kemampuan kalian saja” Transkripsi ujicoba pembelajaran tersebut pada tahap penggalian konteks sudah menunjukkan pendekatan PPR. Siswa mampu menyebutkan contoh-contoh bilangan bulat, dan guru memberi tes awal untuk mengetahui pemahaman siswa tentang bilangan bulat. b. Pengalaman Pada tahap pengalaman, siswa diajak untuk melakukan kegiatan yang memuat aspek kognitif (pemahaman), aspek afektif (perasaan/penghayatan) dan aspek konatif (niat/kehendak). Kegiatan pembelajaran menggunakan tahap-tahap pembelajaran inkuiri terbimbing. Pada tahap ini siswa diharapkan mampu mengembangkan sikap conscience dan compassion. Berikut transkripsi ujicoba tahap pengalaman. 1) Inkuiri terbimbing tahap merumuskan masalah Pada tahap ini, masing-masing kelompok mencoba merumuskan masalah dari permasalahan yang diberikan melalui LKS, siswa diarahkan untuk merumuskan masalah dengan bimbingan guru. (dalam kelompok)

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 15. S11 : “ini maksudnya apa to, kita suruh ngapain?” 16. S7 : “Bu, ini maksudnya suruh ngapain ya bu” 17. G : “Ya coba kalian perhatikan, pertanyaan apa yang muncul setelah melihat gambar? itu gambar apa? Ada hubungannya tidak dengan bilangan bulat?” 18. S32 : “hah gak ada bu, itu kayaknya kemacetan” 24. G : “Kalau lebaran macet karena biasanya orang-orang mudik berapa hari sebelum lebaran?” 25. S10 : “Sehari bu” 27. G : “Nah, pernah tidak kalian mendengar berita arus mudik H-1, H-2 lebaran? Itu merupakan penggunaan bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari” Gambar 4.2 Guru membimbing siswa merumusakan masalah Transkripsi uji coba tersebut menunjukkan siswa sedang merumuskan permasalah melalui gambar kemacetan arus mudik yang disajikan di LKS.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 2) Inkuiri terbimbing tahap merumuskan hipotesis Pada tahap ini siswa mengerjakan beberapa pertanyaan yang ada di LKS secara berkelompok, kemudian siswa merumuskan berbagai kemungkinan pemecahan masalah sesuai dengan pengetahuan yang telah diperoleh. 29. S16 : “Ayo gek dikerjain ini, siapa yang mau nulis” 30. S11 : “Sini sini aku aja, gimana nih cara membandingkan bilangan yang tersusun dari banyak angka” 31. S16 : “Kalau positif sama negatif ya besar yang positif” 32. S13 : “Kalau positif lebih besar angkanya ya lebih besar nilainya” Transkripsi uji coba tersebut menunjukkan siswa sedang menjawab beberapa pertanyaan di dalam LKS sesuai dengan pemahaman dan diskusi kelompok. 3) Inkuiri terbimbing tahap mengumpulkan data Pada tahap ini, siswa mencari dan mencatat informasi penting yang ditemukan saat proses diskusi dalam memecahkan masalah. 33. G : “anak-anak, setelah kalian mengerjakan dan mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan di LKS, kalian dapat menuliskan hal-hal penting yang kalian dapatkan 34. S10 : “tulis dimana bu?” 35. G : “Ya itu di LKS to ya, mau ditulis di buku kalian masing-masing ya lebih bagus”.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 4) Inkuiri terbimbing tahap menguji hipotesis Inkuiri terbimbing tahap menguji hipotesis terlihat dari beberapa siswa yang melakukan presentasi. 38. G : “Sudah ya, ayo sekarang beberapa kelompok menyampaikan hasil diskusinya, kelompok 8 yo coba” 39. S20 : “cara membandingkan bilangan bulat bu?” 40. G : “Ya” 41. S20 : “Dengan memberi tanda titik di tiga angka dari belakang kemudian dibandingkan angka yang lebih besar atau lebih kecil” 42. G : “Oke itu dari kelompok 8, yang lain ada yang berbeda? Kelompok 2 gimana?” 43. S16 : “Bu, kalau kelompok kami melihat angka penyusunnya bu, kalau angkanya sama ya membandingkan angka pertama lalu angka kedua” Gambar 4.3 Salah satu siswa menyampaikan hasil diskusi

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 5) Inkuiri terbimbing tahap menarik kesimpulan Pada tahap ini, guru bersama siswa menarik kesimpulan terkait permasalahan yang sedang dipelajari. 45. G : “Ya jadi anak-anak tadi kalian telah belajar tentang mengidentifikasi, membandingkan, dan mengurutkan bilangan bulat ya” 46. BS : “Iya bu” 47. G : “jadi bagaimana cara membandingkan bilangan bulat yang banyaknya angka sama?” 48. BS : “Lihat nilai tempatnya bu, dari angka pertama terus angka kedua terus selanjutnya” c. Refleksi Guru memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi terkait pembelajaran yang telah diterimanya. Guru membimbing siswa untuk memaknai pembelajaran yang sudah diterimanya. 50. G : “Bagaimana perasaan kalian mengikuti pembelajaran hari ini anak-anak?” 51. S11 : “Bingung bu tapi seru” 52. S30 : “Senang bu” 53. G : “Ya nanti yang bingung bisa belajar lagi, kalian dapat mengeluarkan sebuah kertas untuk menuliskan refleksi pembelajaran hari ini ya, pertanyaan untuk refleksinya ada di LKS kalian”.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 d. Evaluasi Evaluasi dilakukan untuk melihat secara keseluruhan proses pembelajaran apakah sudah berjalan dengan baik atau belum. Pada tahap ini guru mengajak siswa untuk merangkum pembelajaran yang sudah dilakukan dan melihat apakah proses pembelajaran sudah berjalan dengan baik. Guru dan siswa bersama-sama merangkum kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. 54. G : “Anak-anak, materi apa saja yang sudah kamu pelajari hari ini?” 55. S11: “Bilangan bulat bu” 56. G : “ Laiyo bilangan bulat, apa saja yang dipelajari hari ini?” 57. S32: “membandingkan bilangan bulat, nilai tempat bu” 58. G : “Ya, jadi hari ini kita sudah belajar tentang membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat ya, kalian juga telah belajar menyatakan suatu besaran dalam bilangan bulat. Jangan lupa belajar lagi, minggu depan kita masih akan belajar bilangan bulat ya”

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Pertemuan Kedua a. Konteks Konteks merupakan tahap guru untuk mengetahui latar belakang siswa, kesiapan siswa untuk tumbuh dan berkembang, pemahaman siswa akan suatu materi. Pada tahap ini, guru memeriksa kesiapan siswa, menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Guru mengingatkan siswa kembali tentang penjumlahan dan pengurangan yang telah dipelajari sebelumnya di bangku Sekolah Dasar. Selanjutnya guru memperkenalkan alat peraga permainan dua warna. 5. G : “Oh ya. Jadi hari ini kita akan belajar tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, waktu SD sudah pernah to? Sekarang kita mau memperdalam, dengan cara nanti kita akan membuat kelompok lagi, dan saya akan membagikan LKS yang harus kalian diskusikan bersama, kelompoknya gampang aja, yang meja depan ini dibalik ke belakang terus hadap-hadapan ayo sekarang membuat kelompoknya, ” Gambar 4.4 Guru sedang membagi kelompok

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 6. G : “Nanti kita akan mencoba melihat konsep penjumlahan dan pengurangan menggunakan alat peraga kartu bilangan, sekarang coba cermati konteks dalam LKS, berdasarkan konteks yang pertama, berapakah boneka yang dimiliki Mia sekarang?” Transkripsi uji coba tersebut menunjukkan guru sedang menggali pemahaman siswa mengenai materi penjumlahan dan pengurangan saat di Sekolah Dasar. b. Pengalaman Pada tahap pengalaman, siswa diajak untuk melakukan kegiatan yang memuat aspek kognitif (pemahaman), aspek afektif (perasaan/penghayatan) dan aspek konatif (niat/kehendak). Kegiatan pembelajaran menggunakan tahap-tahap pembelajaran inkuiri terbimbing. Pada tahap ini siswa diharapkan mampu mengembangkan sikap conscience dan compassion. Berikut transkripsi ujicoba tahap pengalaman. 1) Inkuiri terbimbing tahap merumuskan masalah Pada tahap ini, masing-masing kelompok mencoba merumuskan masalah dari permasalahan yang diberikan melalui LKS, siswa diarahkan untuk merumuskan masalah dengan bantuan alat peraga dan bimbingan dari guru.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Gambar 4.5 Siswa memperhatikan penggunaan alat peraga Dalam sebuah kelompok 11. S6 : “Ini selisihnya dikurangi kan? Dari A ke B?” 12. S10 : “Iya berarti tinggi A dikurangi tinggi B, 125-(-20)” 13. S11 : “Terus ini 7+8=15, wo ini kalkulator manual kok” 14. S10 : “Heh jangan dipegang sendiri LKSnya to” 15. S11 : “Iyoo iyoo” Transkripsi uji coba tersebut menunjukkan siswa sedang merumuskan permasalahan yang terdapat di LKS mengenai penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. 2) Inkuiri terbimbing tahap merumuskan hipotesis Pada tahap ini siswa mengerjakan beberapa pertanyaan yang ada di LKS secara berkelompok, kemudian siswa merumuskan berbagai kemungkinan pemecahan masalah sesuai dengan pengetahuan yang telah diperoleh. (Dalam sebuah kelompok) 16. S33 :“Bu ini maksudnya gimana to bu sifat-sifat apa maksudnya?”

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 17. G : “Itu loh sifat-sifat dalam penjumlahan dan pengurangan masih ingat gak?” 18. S33 : “Lupa bu” 19. S26 : “Gak tahu bu” 20. G : “Ya coba dicari di buku ada gak, diinget-inget lagi, misalkan sifat 1 itu kamu amati dari contohnya nomor 1 dan 2, kira-kira sifat apa” Gambar 4.6 Siswa sedang berdiskusi dengan bantuan alat peraga 3) Inkuiri terbimbing tahap mengumpulkan data Pada tahap ini, siswa mencari dan mencatat informasi penting yang ditemukan saat proses diskusi dalam memecahkan masalah. 26. G : “ayo coba perhatikan anak-anak, kalian dapat menuliskan di LKS hal-hal penting yang kalian dapatkan, juga tulis di buku kalian ya, nanti kita diskusikan bersama kalau semuanya sudah selesai mengerjakan” 27. BS : “Ya bu, siap bu”

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 4) Inkuiri terbimbing tahap menguji hipotesis Pada tahap ini, siswa melakukan presentasi untuk menguji hipotesis berdasarkan diskusi kelompok. 28. G : “Anak-anak sudah selesai? mari kita diskusikan bersama hasil diskusi kalian, nanti saya harapkan masingmasing perwakilan kelompoknya untuk menyampaikan hasil diskusinya ya, mulai dari kelompok 1” 29. S1 : “Nomor 1 jawabannya 145m” 30. G : “ya apakah ada kelompok yang jawabannya berbeda?” 31. BS : “Sama bu” 5) Inkuiri terbimbing tahap menarik kesimpulan Pada tahap ini, guru bersama siswa menarik kesimpulan terkait permasalahan yang sedang dipelajari. 49. G : “Ya jadi siapa yang masih bingung dalam menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat? Harus paham ya, harus berubah dari SD, misalnya kemarin belum bisa, sekarang harus sudah bisa, jadi ada sifat-sifat apa saja dalam penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat?” 50. BS : “ Komutatif, identitas, tertutup, assosiatif bu” 51. G : “Pengurangan bilangan bulat bersifat komutatif tidak?” 52. BS : “Ya bu”

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 c. Refleksi Guru memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi terkait pembelajaran yang telah diterimanya. Guru membimbing siswa untuk memaknai pembelajaran yang sudah diterimanya. 58. G : “Baik anak-anak, manfaat apa yang telah kalian dapatkan setelh pembelajaran hari ini” 59. S14 : “Mengerti sifat-sifat bilangan bulat bu” 60. S10 : “Dapat bekerja dalam kelompok bu” 61. G : “ya, tadi beberapa anak masih diam saja to saat diskusi, besok lagi di tingkatkan kerjasamanya ya, jangan malu bertanya kalau gak tahu” d. Evaluasi Evaluasi dilakukan untuk melihat secara keseluruhan proses pembelajaran apakah sudah berjalan dengan baik atau belum. Pada tahap ini guru mengajak siswa untuk merangkum pembelajaran yang sudah dilakukan dan melihat apakah proses pembelajaran sudah berjalan dengan baik. 63. G : “Sekarang untuk menguji pengetahuan kalian, kalian kerjakan beberapa soal evalusi yang ada di LKS ya,” Anak-anak mengerjakan beberapa soal, kemudian dibahas bersama guru.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 64. G : “Minggu depan kita sudah masuk materi perkalian ya, belajar di rumah materi yang deipelajari hari ini, selamat siang” 65. SS : “Siang bu, terimakasih bu” Pertemuan ketiga a. Konteks Konteks merupakan tahap guru untuk mengetahui latar belakang, kesiapan siswa untuk tumbuh dan berkembang, serta pemahaman siswa akan suatu materi. Pada tahap ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran, menyampaikan kegiatan pembelajaran, guru melakukan kegiatan apersepsi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terkait pembelajaran pada pertemuan sebelumnya. 3. G : “sudah.. ya hari ini seperti kemarin, kemarin masih ada yang gak tertib dalam diskusi kelompok, ada yang tidak mau bekerjasama, hari ini diharapkan semua bisa bekerjasama dan saling membantu dalam kelompoknya masing-masing ya. Hari ini kita akan belajar tentang perkalian bilangan bulat dan sifatsifatnya. Sebelumnya saya akan bertanya, kemarin kita sudah belajar tentang penjumlahan dan pengurangan ya, belajar sifatsifatnya kan, yang pertama sifat dari penjumlahan apa saja?” 4. BS : “Komutatif”

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 6. BS : “Asosiatif” 7. G : “Ya asosiatif” 8. BS : “identitas” 9. G : “Setelah identiitas sifat apalagi?” 10. BS : “Tertutup” 11. G : “Tertutup. Oke, sekarang yang pengurangan ada yang berlaku?” 12. S25 : “ Tertutup” Gambar 4.7 Guru yang sedang melaksanakan tahap konteks b. Pengalaman Pada tahap pengalaman, kegiatan pembelajaran menggunakan tahap-tahap pembelajaran inkuiri terbimbing. Pada tahap ini siswa diharapkan mampu mengembangkan sikap conscience dan compassion. 1) Inkuiri terbimbing tahap merumuskan masalah Pada tahap ini, masing-masing kelompok mencoba merumuskan masalah dari permasalahan yang diberikan

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 melalui LKS, siswa diarahkan untuk merumuskan masalah dengan bimbingan guru. 18. S20 : “Bu ini maksudnya gimana?” 19. G : “ya pertanyaan apa yang muncul setelah membaca permasalahan tersebut?” 20. S20 : “cari tinggi gedungnya” 21. G : “ya tulis aja pertanyaan sesuai apa yang muncul di pikiran kalian” Gambar 4.8 Siswa yang sedang berdiskusi dengan kelompok 2) Inkuiri terbimbing tahap merumuskan hipotesis Pada tahap ini siswa mengerjakan beberapa pertanyaan yang ada di LKS secara berkelompok, kemudian siswa merumuskan berbagai kemungkinan pemecahan masalah sesuai dengan pengetahuan yang telah diperoleh. 26. S15 : “Bu yang tabel ini maksudnya gimana?” 27. G : “ya itu kamu isi sesuai tabelnya misalnya axb, lalu kamu membuat contoh bilangan di nomor 4 itu” 28. S7 : “ya tulis aja itu distributor” 29. S12 : “ distributor, distributif ya”

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 30. S7 : “oh iya distributif” Transkripsi uji coba tersebut menunjukkan siswa sedang berdiskusi menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam LKS. 3) Inkuiri terbimbing tahap mengumpulkan data Pada tahap ini, siswa mencari dan mencatat informasi penting yang ditemukan saat proses diskusi dalam memecahkan masalah. 35. G : “anak-anak, jangan lupa menuliskan hal-hal penting terkait pembelajaran hari ini ya, ditulis di LKS” 36. BS : “Baik bu” 4) Inkuiri terbimbing tahap menguji hipotesis. Inkuiri terbimbing tahap menguji hipotesis terlihat dari beberapa siswa yang melakukan presentasi. 37. G : “Kelompok mana yang akan menyampaikan hasil diskusinya?” 38. K9 : “Saya Bu” 39. S15 : “Nomor 1, 𝑎 × 𝑏 = 5 , 𝑏 × 𝑎 = 5, 𝑏 × 𝑐 = 20 , (𝑎 × 𝑏) × 𝑐 = 20, 𝑎 × (𝑏 × 𝑐) = 20, apakah perkalian bilangan bulat bersifat komutatif? Jawabannya ya, apakah perkalian bilangan bulat bersifat assosiatif? ya”

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 40. G : “Ya bagus, apakah jawaban kelompok lain ada yang berbeda?” Gambar 4.9 Siswa sedang menyampaikan hasil diskusi 5) Inkuiri terbimbing tahap menarik kesimpulan Pada tahap ini, guru bersama siswa menarik kesimpulan terkait permasalahan yang sedang dipelajari. 44. G : “anak-anak, kalian kan tadi sudah mengisi dan mengamati tabel pengecekan sifat perkalian, sifat-sifat perkalian bilangan bulat apa saja?” 45. BS : “komutatif, assosiatif, distributif 46. G : “Ya, itu merupakan sifat-sifat dari perkalian bilangan bulat” Pada transkripsi uji coba tersebut guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan mengenai sifat-sifat dari perkalian bilangan bulat.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 c. Refleksi Guru memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi terkait pembelajaran yang telah diterimanya. Guru membimbing siswa untuk memaknai pembelajaran yang sudah diterimanya. 47. G: “anak-anak, saya akan membagikan selembar kertas, nanti kalian bisa menuliskan refleksi di kertas ini, pertanyaan untuk refleksinya ada di LKS ya” 48. BS : “baik bu” d. Aksi Aksi adalah tindakan batin atau tindakan psikomotorik yang dilakukan oleh siswa setelah merefleksikan pengelaman belajar mereka. 49. G: “setelah kalian merefleksikan pembelajaran hari ini, kalian bisa membuat aksi, yang berupa komitmen apa yang akan kalian buat dan kalian jalankan berdasarkan hasil refleksi kalian masing-masing” 50. BS : “Ya bu” 51. S30 : “Bu komitmen itu apa?” 52. G: “Komitmen itu ya sesuatu yang akan kamu jalani terus, misalkan kamu punya komitmen rajin belajar” 53. S30 : “Oh gitu to bu” Pada transkripsi uji coba tersebut terlihat bahwa guru sedang membimbing siswa untuk melakukan aksi, aksi tersebut berupa

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 aksi yang masih batin yaitu komitmen siswa yang akan dijalankan masing-masing siswa. e. Evaluasi Evaluasi dilakukan untuk melihat secara keseluruhan proses pembelajaran apakah sudah berjalan dengan baik atau belum. Pada tahap ini guru mengajak siswa untuk merangkum pembelajaran yang sudah dilakukan dan melihat apakah proses pembelajaran sudah berjalan dengan baik. 54. G: “Baiklah anak-anak, sudah belajar apa saja kita hari ini?” 55. BS : “perkalian dan sifatnya” 56. G: “Apa saja sifat dari perkalian?” 57. BS : “komutatif, distributive, asosiatif” 58. G: “Ya, jadi sifat-sifat perkalian ada komutatif, asosiatif, dan distributif terhadap penjumlahan dan pengurangan. Sudah paham semua?” Pertemuan keempat a. Konteks Konteks merupakan tahap guru untuk mengetahui latar belakang serta kesiapan siswa untuk tumbuh dan berkembang. Pada tahap konteks, kegiatan diawali dengan guru mempersiapkan siswa untuk siap mengikuti pembelajaran, guru menyampaikan pembelajaran dan menyampaikan kegiatan pembelajaran. tujuan

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 1. G : “Selamat siang anak-anak, ayo segera duduk ditempatnya” 2. SS : “selamat siang bu” 3. G : “Tujuan pembelajaran hari ini, diharapkan kalian dapat mengerti tentang faktor bilangan bulat, bilangan prima, pembagian bilangan bulat, dan urutan operasi hitung. Ayo perhatikan, coba mas depan sendiri perhatikan depan ya mas. Pengalaman saja, kelas 9 mengerjakan urutan operasi malah tidak bisa, padahal soal macam-macam bisa. Soal nomor 1 saat ujian adalah urutan operasi hitung dia tidak bisa, karena apa? Dia tidak mendengarkan. Ya jadi kegiatan pembelajaran nanti kita diskusi lagi menggunakan LKS, presentasi, refleksi, aksi, dan evaluasi. Sekarang kita akan diskusi, untuk kelompok akan saya bagi” Gambar 4.10 Guru sedang melaksanakan tahap konteks

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 b. Pengalaman Pada tahap pengalaman, siswa diajak untuk melakukan kegiatan yang memuat aspek kognitif (pemahaman), aspek afektif (perasaan/penghayatan) dan aspek konatif (niat/kehendak). Kegiatan pembelajaran menggunakan tahap-tahap pembelajaran inkuiri terbimbing. Pada tahap ini siswa diharapkan mampu mengembangkan sikap conscience dan compassion. Berikut transkripsi uji coba tahap pengalaman. 1) Inkuiri terbimbing tahap merumuskan masalah Pada tahap ini, masing-masing kelompok mencoba merumuskan masalah dari permasalahan yang diberikan melalui LKS, siswa diarahkan untuk merumuskan masalah dengan bimbingan guru. 11. S16 : “Faktor bilangan bulat tu apa e?” 12. S15 : “Itu kebalik kan bu? kebalik kan?” 13. S19 : “Ini pertanyaan yang muncul kan bu?, terus ini jawabannya kan bu?” 14. G : “Iya” 15. S16 : “Oh pertanyaan yang muncul ding”

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Gambar 4.11 Siswa sedang berdiskusi Transkripsi uji coba tersebut menunjukkan siswa sedang berdiskusi untuk merumuskan terkait permasalahan yang disajikan dalam LKS. 2) Inkuiri terbimbing tahap merumuskan hipotesis Pada tahap ini siswa mengerjakan beberapa pertanyaan yang ada di LKS secara berkelompok, kemudian siswa merumuskan berbagai kemungkinan pemecahan masalah sesuai dengan pengetahuan yang telah diperoleh. (dalam sebuah kelompok) 16. S11 : “Bilangan prima adalah…” 17. S24 : “Bu, urutan operasi itu yang mana?” 18. G : “operasi hitung ada apa saja?” 19. S24 : “Penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian” 20. G : “Ya urutan operasi hitung itu maksudnya, kalau ada soal yang memuat lebih dari 2 operasi hitung, mana dulu yang dikerjakan”

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Gambar 4.12 SIswa sedang berdiskusi 3) Inkuiri terbimbing tahap mengumpulkan data Pada tahap ini, siswa mencari dan mencatat informasi penting yang ditemukan saat proses diskusi dalam memecahkan masalah. 21. G : “Anak-anak, hal penting apa yang kalian dapatkan setelah kegiatan diskusi dan menjawab permasalahan tadi?” 22. S20 : “Pengertian bilangan prima, faktor bilangan prima” 23. S10 : “Cara pembagian bu” 24. G : “ya jadi kalian tuliskan dalam LKS hal penting yang kalian dapatkan ya” Gambar 4.13 Siswa sedang berdiskusi

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Pada transkripsi uji coba tersebut terlihat guru membimbing siswa untuk menemukan hal-hal penting terkait proses pembelajaran yang dilakukan. 4) Inkuiri terbimbing tahap menguji hipotesis Inkuiri terbimbing tahap menguji hipotesis terlihat dari beberapa siswa yang melakukan presentasi. 32. G : “Coba perhatikan semuanya, dengarkan teman kalian yang akan menyampaikan hasil diskusinya” 33. S5 : “Bilangan prima adalah bilangan bulat positif yang hanya memiliki 2 faktor, 1 dan bilangan itu sendiri” 34. G : “kelompok mana yang mau nambahi atau menanggapi?” 35. S10 : “Sama bu” 36. G : “Ya, lanjut ke nomor selanjutnya” Gambar 4.14 Salah satu siswa sedang menyampaikan hasil diskusi

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 5) Inkuiri terbimbing tahap menarik kesimpulan Pada tahap ini, guru bersama siswa menarik kesimpulan terkait permasalahan yang sedang dipelajari. 46. G : “Jadi anak-anak, bagaimana urutan operasi hitung pada bilangan bulat?” 47. S10 : “Yang didalam kurung dulu bu” 48. S16 : “perkalian pembagian bu” 49. G : “Ya, jadi kalau ada bentuk di dalam kurung, berarti didahulukan yang ada tanda kurungnya, baru perkalian dan pembagian, lalu yang terakhir yaitu operasi penjumlahan dan pengurangan” Pada transkripsi uji coba tersebut, guru mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan mengenai urutan operasi hitung. c. Refleksi Guru memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi terkait pembelajaran yang telah diterimanya. Guru membimbing siswa untuk memaknai pembelajaran yang sudah diterima siswa melalui beberapa pertanyaan. 50. G : “Anak-anak, bagaimana perasaan mengikuti pembelajaran hari ini?” 51. S7 : “Senang tapi mumet bu” 52. S11 : “Iya bu, tapi seru”

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 53. G : “Manfaat apa yang kalian rasakan dalam belajar hari ini?” 54. S13 : “tahu urutan operasi hitung pada bilangan bulat bu” d. Aksi Pada tahap ini guru mengarahkan siswa untuk melakukan kegiatan aksi dengan membuat tugas aksi secara berkelompok. 59. G : “Jadi anak-anak membuat tugas aksi 1 kelompok membuat 1, harus kerjasama, karena nilai 1 kelompok itu pasti sama, tugasnya begini, carilah penggunaan bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dalam kehidupan sehari-hari, kumpulkan dan disertakan gambar”. 60. S32 : “Bu contohnya berapa?” 61. G : “Minimal ada contoh penggunaan 4 operasi hitung dalam kehidupan sehari-hari ya” e. Evaluasi 63. G : “Baiklah anak-anak, sekarang kerjakan uji pengetahuannya, kelompok 1 sampai 8 harus siap”. 64. S12 : “uji pengetahuan yang mana bu” 65. G : “Di LKS mu lembar terakhir, yang kolom 1, dari kelompok 2, hasilnya apa?” 66. S15 : “Bilangan positif dikali bilangan positif hasilnya positif, negatif kali negatif hasilnya bilangan positif”.

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 67. G : “Ya, ada yang berbeda?” 68. BS : “Sama bu” 7. Revisi Produk Revisi produk dilakukan apabila terdapat kelemahan atau kekurangan dalam produk yang telah di desain. B. Pembahasan Pada bagian ini peneliti akan membahas hasil penelitian untuk menjawab rumusan masalah yang telah dibuat yaitu bagaimana pengembangan perangkat pembelajaran pada topik bilangan bulat menggunakan PPR dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, bagaimana kualitas perangkat pembelajaran pada topik bilangan bulat menggunakan PPR dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, bagaimana respon guru dan siswa terhadap perangkat pembelajaran pada topik bilangan bulat menggunakan PPR dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran berdasarkan prosedur penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono. Perangkat pembelajaran diujicobakan di SMP Negeri 1 Yogyakarta pada tanggal 23 Juli 2018, 26 Juli 2018, 30 Juli 2018, dan 2 Agustus 2018 dengan 34 siswa kelas VIIB. Ujicoba produk dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan, pertemuan kelima diadakan ulangan harian untuk materi bilangan bulat, dan pertemuan keenam diadakan kegiatan remedial bagi siswa yang nilai ulangannya belum memenuhi KKM yaitu 68. Setiap

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 pembelajaran dilaksanakan dengan alokasi waktu 2×40 menit, ulangan harian dilaksanakan dengan waktu 60 menit, dan kegiatan remedial dilaksanakan diluar jam pembelajaran. Ulangan harian diadakan pada 6 Agustus 2018 dan remedial diadakan pada 13 Agustus 2018 . Kegiatan remedial dilaksanakan karena terdapat 10 anak yang belum mecapai kriteria kentutasan minimal. Pelaksana ujicoba perangkat pembelajaran adalah guru matematika kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta dan peneliti sebagai observer keterlaksanaaan pembelajaram yang dikembangkan oleh peneliti. Pada pertemuan pertama keterlaksanaan pembelajaran mencapai 83,8%, pertemuan kedua 82,4%, pertemuan ketiga 94,1%, dan pertemuan keempat mencapai 95,6%. Rata-rata keterlaksanaan pembelajaran mencapai dari 4 pertemuan mencapai 89% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Berikut adalah pembahasan dari hasil penelitian pengembangan perangkat pembelajaran pada materi bilangan bulat dengan menggunakan pendekatan PPR dan model pembelajaran inkuiri terbimbing. 1. Pengembangan Perangkat Pembelajaran a. Potensi dan Masalah Peneliti menggunakan teknik wawancara untuk mengetahui potensi dan masalah yang dialami siswa kelas VII. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, potensi yang didapatkan oleh peneliti yaitu guru pernah melakukan pembelajaran dengan pendekatan PPR, namun dalam pelaksanaannya ada beberapa tahap yang belum terlaksana dengan maksimal, serta siswa memiliki semangat belajar

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 yang tinggi. Sedangkan masalah yang muncul adalah beberapa siswa masih perlu pendampingan belajar yang mendalam. Banyak siswa masih kesulitan untuk memahami materi bilangan bulat, meskipun materi bilangan bulat sudah diajarkan di bangku Sekolah Dasar. Selain itu, karena terbatasnya alat peraga yang dimiliki oleh sekolah, membuat guru tidak sering menggunakan alat peraga untuk membantu siswa dalam memahami konsep, khususnya pada materi bilangan bulat. Melihat potensi dan masalah yang telah diperoleh, peneliti merancang perangkat pembelajaraan yang akan diterapkan pada kegiatan pembelajaran matematika. b. Pengumpulan Data Pada tahap ini, peneliti mencari informasi dari berbagai sumber untuk mencari solusi dalam mengatasi masalah-masalah yang telah diperoleh. Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran menggunakan pendekatan Peradigma Pedagogi Reflektif dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada materi bilangan bulat di kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara, observasi uji coba produk, kuesioner respon siswa, soal ulangan harian lembar validasi dan dokumentasi yang berupa video serta rekaman. c. Desain Produk Berdasarkan hasil wawancara, peneliti merancang pembelajaran menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif dan model

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada materi bilangan bulat, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan guru dan siswa serta mengatasi masalah-masalah yang diperoleh dari hasil wawancara. Desain perangkat pembelajaran yang dirancang peneliti meliputi silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, Lembar Kerja Siswa (LKS), dan instrumen penilaian competence, conscience, compassion. d. Validasi Desain Produk Desain produk yang telah dibuat oleh peneliti selanjutnya divalidasi oleh ahli yang sudah berpengalaman dalam bidangnya yaitu dosen Pendidikan Matematika dan guru Matematika. Validasi desain dilakukan untuk mengetahui layak atau tidaknya sebuah produk digunakan, serta memberi penilaian terhadap produk yang telah dirancang. Hasil validasi dapat dilihat pada tabel 4.1 yang tergolong dalam kategori sangat baik. Lembar validasi dapat dilihat pada lampiran 4 halaman 142. e. Revisi Desain Produk Setelah produk divalidasi, selanjutnya dilakukan perbaikan pada produk sesuai dengan saran atau masukan dari para ahli. Hal ini bertujuan agar perangkat pembelajaran menjadi lebih baik dan layak untuk diujicobakan. Revisi atau perbaikan dapat dilihat pada tabel 4.2.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 f. Ujicoba Produk Desain perangkat pembelajaran yang telah divalidasi kemudian diujicobakan pada siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta dengan jumlah 34 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Guru matematika sebagai pelaksana ujicoba produk dengan mengajarkan materi bilangan bulat yang berpedoman pada perangkat pembelajaran yang telah dibuat oleh peneliti. Penerapan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing tampak pada kegiatan pembelajaran. Proses ini dapat dilihat melalui observasi ujicoba produk yang dilakukan saat proses pembelajaran. Penggunaan alat peraga dalam kegiatan pembelajaran sudah optimal, siswa merasa terbantu dengan dalam memahami konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, dan dapat menumbuhkan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. g. Revisi Produk Setelah dilakukan ujicoba produk, peneliti melakukan perbaikan terhadap kelemahan-kelemahan dalam produk yang telah didesain yaitu perangkat pembelajaran menggunakan pendekatan PPR dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi bilangan bulat.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 2. Kualitas Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran telah diujicobakan dalam proses pembelajaran selama 4 kali pertemuan, 1 kali ulangan harian, dan 1 kali remedial. Berikut ini adalah penjelasan mengenai kualitas perangkat pembelajaran menggunakan PPR dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi bilangan bulat. a. Silabus Silabus yang dikembangkan oleh peneliti menggunakan pendekatan PPR yang memuat tahapan konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Tahapan tersebut terbagi dalam kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Pada kegiatan inti terhadap tahapan pengalaman yang dirancang menggunakan model pembelajaran inkuiti terbimbing. Silabus yang dikembangkan telah divalidasi oleh ahli yaitu dosen Pendidikan Matematika dan guru matematika. hasil dari validasi silabus diperoleh skor rata-rata 4,25 yang termasuk dalam kategori sangat baik sesuai dengan tabel 3.10. b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP yang dikembangkan oleh peneliti dirancang untuk 4 kali pertemuan dan berpedoman pada silabus yang telah dibuat untuk materi bilangan bulat. Langkah-langkah pembelajaran yang terdapat dalam RPP ini sesuai dengan tahapan PPR yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi yang dikemas dalam 3 tahap kegiatan, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 penutup. Pada kegiatan inti terdapat tahap pengalaman yang menggunakan model pembelajaran inkuiri yan terdiri dari 5 tahap yaitu merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan validasi dari para ahli yaitu dosen dan guru matematika, diperoleh skor rata-rata 4,31 yang termasuk dalam kategori sangat baik sesuai dengan tabel 4.1. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, RPP yang digunakan sudah baik dan dapat digunakan sebagai panduan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. c. Lembar Kerja Siswa (LKS) LKS dikembangkan berdasarkan pendekatan PPR dan model pembelajaran inkuiri terbimbing. LKS yang telah divalidasi oleh ahli, diperoleh skor 4,28 yang termasuk dalam kategori sangat baik sesuai dengan tabel 3.10. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan siswa diperoleh bahwa LKS yang digunakan sudah baik dan dapat membantu siswa dalam memahami materi bilangan bulat. Hasil kuesioner respon siswa diperoleh bahwa LKS yang telah didesain menarik untuk digunakan. d. Bahan Ajar Bahan ajar digunakan untuk mempermudah guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Peneliti mengembangkan bahan ajar pada materi bilangan bulat. Bahan ajar telah divalidasi oleh ahli dan

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 diperoleh skor 4,9 yang termasuk dalam kategori sangat baik sesuai pada tabel 3.10. e. Alat Peraga Alat peraga yang dikembangkan oleh peneliti bertujuan untuk mempermudah siswa dalam mempelajari konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Hasil validasi oleh ahli diperoleh skor 4,75 yang termasuk dalam kategori sangat baik sesuai pada tabel 3.10. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan siswa siperoleh bahwa alat peraga yang telah didesain dapat menambah pengalaman siswa dalam belajar bilangan bulat, dan memudahkan siswa dalam memahami konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Hasil kuesioner respon siswa diperoleh bahwa alat peraga yang di desain dapat memudahkan siswa dalam belajar bilangan bulat. f. Instrumen Penilaian Penilaian dirancang berdasarkan penilaian dalam PPR yang mencakup 3 aspek yaitu competence, conscience, dan compassion. Penilaian competence telah divalidasi dan diperoleh skor 4,62 yang termasuk dalam kategori sangat baik, instrumen conscience diperoleh skor 4,71 dengan kategori sangat baik, dan instrumen compassion diperoleh skor 4,87 dengan kategori sangat baik

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 1) Aspek competence a) Ulangan Harian Ulangan harian dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2018 di kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta dengan jumlah anak sebanyak 34 orang. Ulangan harian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa terkait materi yang telah dipelajari yaitu bilangan bulat. Hasil yang diperoleh terdapat 24 siswa atau 70,6 % yang tuntas dan 10 siswa atau 29,4% yang belum tuntas atau belum memenuhi KKM. Hasil pekerjaan siswa dapat dilihat pada lampiran 20. Berikut adalah persentase ketuntasan ulangan harian siswa Tabel 4 4 Persentase Ketuntasan Ulangan Harian Kriteria Tuntas Remidi Total Jumlah Siswa 24 10 34 Persentase 70,6% 29,4% 100% b) Remedial Kegiatan remedial dilaksanakan pada 13 Agustus dengan 10 orang siswa yang mengikuti remedi materi bilangan bulat. Hasil remedial diperoleh bahwa semua siswa tuntas dan memenuhi KKM. Hasil penkerjaan siswa dapat dilihat pada lampiran 21. Berikut adalah persentase ketuntasan remedial siswa.

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Kriteria Tuntas Remidi Total Jumlah Siswa 10 0 10 Persentase 100% 0% 100% 2) Aspek conscience Penilaian conscience merupakan aspek yang menekankan pada suara hati, sikap yang dinilai yaitu percaya diri, teliti, dan tanggungjawab. Adapun teknik penilaian conscience adalah dengan observasi pada saat proses pembelajaran. Penilaian ini dilakukan oleh 2 observer yakni peneliti dan rekan mahasiswa dari pertemuan pertama sampai pertemuan keempat. Berikut ini adalah hasil penilaian conscience. Pertemuan Pertama Tabel 4.5 Penilaian Conscience Pertemuan Pertama Aspek Penilaian Baik conscience Jumlah Siswa Percaya 28 Diri Teliti 10 Tanggung 26 Jawab Perolehan Nilai Cukup Kurang (%) Jumlah (%) Jumlah (%) Siswa Siswa 82,3 5 14,7 1 2,9 29,4 15 76,5 8 44,1 9 23,5 0 26,5 0 Berdasarkan tabel diatas, pada pertemuan pertama siswa yang percaya diri dengan kategori baik ada 28 siswa atau 82,3%, kategori cukup ada 5 siswa atau 14,7%, kategori kurang ada 1 siswa atau 2,9%. Siswa yang teliti dengan kategori baik ada 10 siswa atau 29,4%, kategori cukup ada 15 siswa atau 44,1%,

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 kategori kurang ada 9 siswa atau 26,5%. Siswa yang bertanggungjawab kategori baik ada 26 siswa atau 76,5%, kategori cukup ada 8 siswa atau 23,5%, dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang. Pertemuan Kedua Tabel 4.6 Penilaian Conscience Pertemuan Kedua Aspek Penilaian Baik conscience Jumlah Siswa Percaya 29 Diri Teliti 17 Tanggung 28 Jawab Perolehan Nilai Cukup Kurang (%) Jumlah (%) Jumlah (%) Siswa Siswa 85,3 4 11,8 1 2,9 50 12 82,4 6 35,3 5 17,6 0 14,7 0 Berdasarkan tabel diatas, pada pertemuan kedua siswa yang percaya diri dengan kategori baik ada 29 siswa atau 85,3%, kategori cukup ada 4 siswa atau 11,8%, kategori kurang ada 1 siswa atau 2,9%. Siswa yang teliti dengan kategori baik ada 17 siswa atau 50%, kategori cukup ada 12 siswa atau 35,3%, kategori kurang ada 5 siswa atau 14,7%. Siswa yang bertanggungjawab kategori baik ada 28 siswa atau 82,4%, kategori cukup ada 6 siswa atau 17,6%, dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang.

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Pertemuan Ketiga Tabel 4.7 Penilaian Conscience Pertemuan Ketiga Aspek Penilaian Baik conscience Jumlah Siswa Percaya 30 Diri Teliti 17 Tanggung 21 Jawab Perolehan Nilai Cukup Kurang (%) Jumlah (%) Jumlah (%) Siswa Siswa 88,2 4 11,8 0 0 50 61,8 15 13 44,1 38,2 2 0 5,9 0 Berdasarkan tabel diatas, pada pertemuan ketiga siswa yang percaya diri dengan kategori baik ada 30 siswa atau 88,2%, kategori cukup ada 4 siswa atau 11,8%, dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang. Siswa yang teliti dengan kategori baik ada 17 siswa atau 50%, kategori cukup ada 15 siswa atau 44,1%, kategori kurang ada 2 siswa atau 5,9%. Siswa yang bertanggungjawab kategori baik ada 21 siswa atau 61,8%, kategori cukup ada 13 siswa atau 38,2%, dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang.

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Pertemuan Keempat Tabel 4.8 Penilaian Conscience Pertemuan Keempat Aspek Penilaian Baik conscience Jumlah Siswa Percaya 29 Diri Teliti 19 Tanggung 30 Jawab Perolehan Nilai Cukup Kurang (%) Jumlah (%) Jumlah (%) Siswa Siswa 85,3 5 14,7 0 0 56 88,2 12 3 35,2 3 8,8 1 8,8 2,9 Berdasarkan tabel diatas, pada pertemuan keempat siswa yang percaya diri dengan kategori baik ada 29 siswa atau 85,3%, kategori cukup ada 5 siswa atau 14,7%, dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang. Siswa yang teliti dengan kategori baik ada 19 siswa atau 56%, kategori cukup ada 12 siswa atau 35,2%, kategori kurang ada 3 siswa atau 8,8%. Siswa yang bertanggungjawab kategori baik ada 30 siswa atau 88,2%, kategori cukup ada 3 siswa atau 8,8%, dan kategori kurang ada 1 siswa atau 2,9%. 3) Aspek compassion Penilaian compassion merupakan aspek yang menekankan pada kerja sama (saling membantu), menghargai, dan peduli. Aspek compassion juga dinilai pada saat proses pembelajaran di dalam kelas dengan 2 observer. Berikut ini adalah hasil dari penilaian compassion.

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Pertemuan Pertama Tabel 4.9 Penilaian Compassion Pertemuan Pertama Aspek Penilaian compassion Kerjasama Menghargai Peduli Baik Jumlah Siswa 25 31 24 (%) 73,5 91,2 70,6 Perolehan Nilai Cukup Jumlah (%) Siswa 8 23,5 3 8,8 6 17,6 Kurang Jumlah (%) Siswa 1 2,9 0 0 4 11,8 Berdasarkan tabel diatas, pada pertemuan pertama siswa yang menunjukkan sikap kerjasama dengan kategori baik ada 25 siswa atau 73,5%, kategori cukup ada 8 siswa atau 23,5%, dan pada kategori kurang ada 1 siswa atau 2,9%. Siswa yang menunjukkan sikap saling menghargai dengan kategori baik ada 25 siswa atau 73,5%, dalam kategori cukup ada 8 siswa atau 23,5%, dan 1 siswa atau 2,9% dengan kategori kurang. Siswa yang menunjukkan sikap peduli dengan kategori baik ada 24 siswa atau 10,6%, kategori cukup ada 6 siswa atau 17,6%, dan 4 siswa atau 11,8% dalam kategori kurang.

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Pertemuan Kedua Tabel 4.10 Penilaian Compassion Pertemuan Kedua Aspek Penilaian compassion Kerjasama Menghargai Peduli Baik Jumlah Siswa 29 29 28 (%) 85,2 85,2 82,3 Perolehan Nilai Cukup Jumlah (%) Siswa 4 11,8 5 14,7 4 11,8 Kurang Jumlah (%) Siswa 1 2,9 0 0 2 5,9 Berdasarkan tabel diatas, pada pertemuan kedua siswa yang menunjukkan sikap kerjasama dengan kategori baik ada 29 siswa atau 85,2%, kategori cukup ada 4 siswa atau 11,8%, dan pada kategori kurang ada 1 siswa atau 2,9%. Siswa yang menunjukkan sikap saling menghargai dengan kategori baik ada 29 siswa atau 85,2%, dalam kategori cukup ada 5 siswa atau 14,7%, dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang. Siswa yang menunjukkan sikap peduli dengan kategori baik ada 28 siswa atau 82,3%, kategori cukup ada 4 siswa atau 11,8%, dan 2 siswa atau 5,9% dalam kategori kurang.

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Pertemuan Ketiga Tabel 4.11 Penilaian Compassion Pertemuan Ketiga Aspek Penilaian compassion Baik Jumlah Siswa Kerjasama 30 Menghargai 26 Peduli 17 Perolehan Nilai Cukup (%) Jumlah (%) Siswa 88,2 4 11,8 76,5 8 23.5 50 17 50 Kurang Jumlah (%) Siswa 0 0 0 0 0 0 Berdasarkan tabel diatas, pada pertemuan ketiga siswa yang menunjukkan sikap kerjasama dengan kategori baik ada 30 siswa atau 88,2%, kategori cukup ada 4 siswa atau 11,8%, dan tidak ada siswa dalam kategori kurang. Siswa yang menunjukkan sikap saling menghargai dengan kategori baik ada 26 siswa atau 76,5%, dalam kategori cukup ada 8 siswa atau 23,5%, dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang. Siswa yang menunjukkan sikap peduli dengan kategori baik ada 17 siswa atau 50%, kategori cukup ada 17 siswa atau 50%, dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang.

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Pertemuan Keempat Tabel 4.12 Penilaian Compassion Pertemuan Keempat Aspek Penilaian compassion Baik Jumlah Siswa Kerjasama 27 Menghargai 26 Peduli 28 (%) 79,4 76,5 82,3 Perolehan Nilai Cukup Jumlah (%) Siswa 7 20,6 8 23,5 5 14,7 Kurang Jumlah (%) Siswa 0 0 0 0 1 2,9 Berdasarkan tabel diatas, pada pertemuan keempat siswa yang menunjukkan sikap kerjasama dengan kategori baik ada 27 siswa atau 79,4%, kategori cukup ada 7 siswa atau 20,6%, dan tidak ada siswa dalam kategori kurang. Siswa yang menunjukkan sikap saling menghargai dengan kategori baik ada 26 siswa atau 76,5%, dalam kategori cukup ada 8 siswa atau 23,5%, dan tidak ada siswa yang menunjukkan kategori kurang. Siswa yang menunjukkan sikap peduli dengan kategori baik ada 28 siswa atau 82,3%, kategori cukup ada 5 siswa atau 14,7%, dan ada 1 siswa atau 2,9% yang menunjukkan kategori kurang.

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 3. Respon Guru dan Siswa a. Respon Guru Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan guru yang dilaksanakan setelah uji coba produk, guru merasa senang dan tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan PPR dan model pembelajaran inkuiti terbimbing. Guru menjelaskan bahwa dengan PPR yang memuat kegiatan refleksi, sangat membantu guru untuk melihat respon siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan, sehingga dengan refleksi siswa, guru dapat memperbaiki kegiatan pembelajaran yang sesuai untuk siswa. Menurut guru, siswa menjadi aktid dan melatih kerjasama antar siswa, siswa yang awalnya tidak mau kerjasama akhirnya juga mau bekerjasama. Pengalaman belajar siswa sudah menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, menurut guru tingkat kepercayaan diri siswa kelas VIIB sangat tinggi, meskipun jawabannya kurang tepat tetapi siswa tetap percaya diri. Siswa dapat memahami materi yang diajarkan menggunakan PPR, namun ada beberapa siswa juga yang masih sulit memahami. Alat peraga yang digunakan sudah baik dan dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran.

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 b. Respon Siswa Berdasarkan kuesioner respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan PPR dan model pembelajaran inkuiri terbimbing diperoleh skor rata-rata 93,27 yang termasuk dalam kategori baik. Hasil perhitungan kuesioner siswa dapat dilihat pada lampiran 30. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Yogyakarta, diperoleh bahwa siswa merasa senang dengan pembelajaran yang dilakukan. Siswa merasa lebih senang dengan kegiatan diskusi karena mereka dapat belajar banyak hal diantaranya melatih tanggung jawab, saling menghargai teman, kekompakan, dan siswa menjadi lebih paham dengan materi yang diajarkan. Siswa merasa alat peraga yang digunakan dapat membantu memahami materi, namun ada salah satu siswa yang merasa alat peraganya tidak membantu karena sulit untuk pemakaiannya. Siswa sudah melakukan kegiatan refleksi dengan jujur, refleksi dapat membantu siswa untuk menarik makna dari kegiatan pembelajaran yang telah diterimanya, namun ada juga siswa yang merasa bingung untuk melakukan refleksi. Menurut siswa, tugas aksi yang diberikan membuat siswa mengetahui kegunaan bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari. Hasil wawancara dapat dilihat pada lampiran 26.

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Berdasarkan hasil refleksi siswa yang dilakukan pada setiap pertemuan, peneliti dapat melihat respon siswa terkait pembelajaran yang dilakukan. Berikut adalah hasil refleksi siswa. Dapat dilihat pada lampiran 23. 1) Pertemuan pertama Pada pertemuan pertama, semua siswa menuliskan materi yang telah mereka dapatkan yaitu tentang membandingkan bilangan bulat, cara membandingkan bulat. Ada 28 siswa yang merasa senang, 2 siswa merasa pembelajaran yang diterimanya seru, 3 orang siswa mengatakan bingung dan pusing, dan 1 orang yang merasa kesusahan. Kesulitan yang mereka hadapi selama pembelajaran diantaranya kesulitan merangkai kata, kurang teliti, dan kurang bisa memahami soal. Hal-hal yang akan siswa lakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut diantaranya, membaca buku matematika, belajar, berdiskusi, dan bertanya. 2) Pertemuan kedua Pada pertemuan kedua, refleksi dilaksanakan secara lisan, siswa dapat menyebutkan sifat-sifat operasi penjumlahan bilangan bulat yaitu komutatif, asosiatif, tertutup, dan identitas penjumlahan, sifat operasi pengurangan bilangan bulat yaitu tertutup dan identitas. Siswa merasa senang dalam pembelajaran, ada juga yang merasa kesulitan dan bingung dalam mengikuti pembelajaran. manfaat yang mereka dapatkan

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 dalam mengikuti pembelajaran diantaranya menjadi lebih tahu tentang sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan, melatih konsentrasi, mengasah otak, dan dapat melatih kerjasama dalam kelompok. 3) Pertemuan ketiga Pada pertemuan ketiga, siswa menyebutkan manfaat dari perkalian diantaranya, memudahkan menghitung, berguna dalam kehidupan sehari-hari, dapat menghitung dengan cepat, dan semakin paham tentang perkalian dan sifat-sifatnya. Nilainilai yang siswa dapatkan dalam pembelajaran yaitu menghargai sesama, kerjasama, disiplin, dapat belajar bersama, dan dapat saling mengutarakan pendapat. Namun ada kesulitan yang dialami siswa diantaranya, bingung dalam memahami sifat distributif perkalian, perkalian campuran, kurang teliti dalam menghitung, sulit menjelaskan kepada teman, dan bingung pada tabel pengecekan sifat-sifat operasi hitung perkalian bilangan bulat. 4) Pertemuan keempat Pada pertemuan keempat ada berbagai perasaan siswa yaitu 24 siswa merasa senang, 4 orang merasa biasa saja, 1 orang merasa kegiatan pembelajaran menumbuhkan kerjasama, dan 5 orang merasa bingung. Manfaat yang siswa rasakan setelah mempelajari bilangan bulat diantaranya siswa menjadi lebih

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 paham dan dapat menerapkan materi yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Mendapatkan pengalaman dan ilmu baru, dan dapat belajar dengan teman satu sama lain. Niat yang akan dilakukan siswa yang mencerminkan nilai kemanusiaan diantaranya, mengajari teman yang belum paham tentang operasi hitung pada bilangan bulat, melatih kerjasama agar menjadi lebih dekat dengan teman, menggunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan belajar lebih baik. C. Keterbatasan Penelitian Terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan pendekatan PPR dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu : 1. Kegiatan remedial tidak dimulai dengan pembelajaran, karena dilaksanakan diluar jam pelajaran sekolah 2. Alokasi waktu pembelajaran yang tidak sesuai dengan rancangan pembelajaran dikarenakan jadwal pelajaran matematika kelas VII B diselingi jam istirahat. 3. Peneliti tidak melakukan ujicoba keterbacaan soal ulangan karena peneliti tidak ada kesempatan untuk mengujikan kepada subjek yang sudah mempelajarii materi bilangan bulat.

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut. 1. Pengembangan perangkat pembelajaran ini terdiri dari 7 tahap, yaitu. a. Menemukan potensi dan masalah yang diperoleh dari hasil wawancara dengan guru matematika SMP Negeri 1 Yogyakarta. Potensi yang ditemukan yaitu guru pernah menggunakan pendekatan PPR , siswa memiliki semangat belajar yang tinggi, dan memiliki nilai rata-rata hasil belajar di atas KKM. Masalah yang ditemukan yaitu rata-rata hasil belajar beberapa siswa masih belum memenuhi KKM, siswa masih kesulitan dalam memahami materi bilangan bulat, dan alat peraga yang ada di sekolah terbatas. b. Mengumpulkan data berdasarkan potensi masalah yang ditemukan. Peneliti mengumpulkan berbagai informasi melalui studi literatur buku dan jurnal untuk mencari solusi dari masalah yang ditemukan. c. Mendesain produk untuk memenuhi kebutuhan guru dan siswa yang berupa perangkat pembelajaran seperti Silabus, RPP, Bahan Ajar, LKS, Alat Peraga, dan Instrumen Penilaian yang 127

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 menggunakan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada materi Bilangan Bulat. d. Desain produk yang telah dibuat kemudian divalidasi oleh ahli yaitu dosen pendidikan matematika dan guru matematika, diperoleh hasil rata-rata skor validasi yaitu 4,59 dengan kategori sangat baik. e. Revisi desain produk berdasarkan kritik dan saran yang diberikan oleh ahli agar produk yang dikembangkan menjadi lebih baik. f. Ujicoba Produk dilakukan terhadap 34 siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Yogyakarta, dengan 1 guru matematika sebagai pelaksana ujicoba produk. g. Revisi produk dilakukan apabila masih terdapat kekurangan atau kelemahan dari produk yang dikembangkan. 2. Kualitas perangkat pembelajaran sebagai berikut. a. Validasi perangkat pembelajaran oleh ahli memperoleh skor rata-rata 4,58 dengan kategori sangat baik. Silabus memperoleh skor 4,25 (sangat baik), RPP memperoleh skor 4,31 (sangat baik), LKS memperoleh skor 4,28 (sangat baik), Bahan ajar memperoleh skor 4,90 (sangat baik), alat peraga memperoleh skor 4,75 (sangat baik), instrumen penilaian competence

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 memperoleh skor 4,62 (sangat baik), instrumen penilaian conscience memperoleh skor 4,71 (sangat baik), dan instrumen penilaian compassion memperoleh skor 4,87 (sangat baik). b. Hasil ketuntasan belajar siswa 70,6% termasuk dalam kategori baik dalam intervali 80-61. Dalam aspek conscience, sikap percaya diri siswa memperoleh hasil 3,81 kategori sangat baik, sikap teliti memperoleh skor 3,10 kategori baik, sikap tanggung jawab memperoleh skor 3,69 kategori sangat baik. Kemudian untuk aspek compassion, sikap kerjasama memperoleh skor 3,74 kategori sangat baik, sikap menghargai memperoleh skor 3,81 kategori sangat baik, dan sikap peduli memperoleh skor 3,56 kategori sangat baik. 3. Respon guru dan siswa terhadap pembelajaran menggunakan pendekatan PPR dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi bilangan bulat, sebagai berikut. a. Respon Guru Hasil wawancara dengan guru baik, guru merasa senang dan tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran. Guru sangat terbantu dengan penerapan pendekatan PPR dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing, selain menambah pengalaman guru, juga dapat menumbuhkan keaktifan siswa dalam pembelajaran.

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 b. Respon Siswa Hasil kuesioner respon siswa baik, dengan perolehan skor ratarata 93,27 dalam interval skor 85-102. Siswa merasa senang dengan pembelajaran menggunakan pendekatan PPR dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Melalui pembelajaran yang dilaksanakan, membuat siswa lebih memahami materi tentang bilangan bulat dan mendapatkan nilai-nilai seperti tanggung jawab, kerjasama, dan menghargai. Berdasarkan hasil refleksi diperoleh sebagian besar siswa merasa senang dalam mengikuti pembelajaran. B. Saran Berdasarkan keterbatasan penelitian yang telah dilakukan, peneliti memberikan saran sebagai berikut. 1. Bagi Guru Guru diharapkan dapat menggunakan pendekatan PPR pada materimateri yang lain dengan model pembelajaran lain yang bervariasi. 2. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini hanya sampai pada tahap revisi produk, untuk penelitian selanjutnya dapat melanjutkan dalam skala luas kemudian dilanjutkan sampai tahap produksi masal.

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 DAFTAR PUSTAKA Adinawan, M.Cholik dan Sugijono. 2013. Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII Semester 1. Jakarta: Erlangga. Adinawan, Cholik. 2013. Matematika untuk SMP/ MTs kelas VII semester 2. Jakarta: Erlangga. Akbar, Sa’dun. 2013. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Amir, Z & Risnawati. 2016. Psikologi Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Aswaja Pressindo. Anam, K. 2015. Pembelajaran Berbasis Inkuiri Metode dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Arifin, Zaenal. 2019. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Arikunto, Suharsimi. 1988. Penilaian Program Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Dapa, Philomena. 2017. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif dan Model Pembelajaran Problem Solving Pada Materi Garis Singgung Lingkaran di Kelas VIII H SMP Negeri 1 Yogyakarta. Yogyakarta: Sanata Dharma. Dudeja, Ved & V. Madhavi. 2014. Jelajah Matematika 1 SMP Kelas VII. Yudhistira. Hapsari, Mahrita. 2011. Upaya Meningkatkan Self-Confidence Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Model Inkuiri Terbimbing. Yogyakarta: UNY. Diakses pada 6 Desember 2018 dari http://eprints.uny.ac.id/7385/ Heruman. 2007. Model Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Isrok’atun dan Amelia Rosmala. 2018. Model-model Pembelajaran Matematika. Jakarta: Bumi Aksara Kunandar. 2014. Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013). Jakarta: Rajawali Pers.

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Krismayeni, dkk. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika. Singaraja: Pendidikan Ganesha. Diakses pada 5 Desember 2018 dari https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPGSD/article/viewFile/7696/5248 Lestari, E.K, Yudhanegara. 2015. Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: PT Refika Aditama. Majid, Abdul. 2014. Penilaian Autentik Proses dan Hasil Belajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mulyatiningsih, E. 2014. Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Bandung: Alfabeta. P3MP-LPM. 2012. Pedoman Model Ignasian.Yogyakarta. LPM USD. Pembelajaran Berbasis Pedagogi Pitadjeng. 2015. Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan.Yogyakarta: Graha Ilmu. Purnomo, Yoppy Wahyu. 2014. Serial Matematika untuk PGSD Bilangan Cacah dan Bulat. Bandung: ALFABETA Rahman, Abdur, dkk. 2016. Buku Guru Matematika SMP/ MTs Kelas VII kurikulum 2013 edisi revisi 2016. Jakarta: Kementrian pendidikan dan kebudayaan Rahman, Abdur, dkk. 2016. Matematika SMP/ MTs Kelas VII semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi 2016. Jakarta: Kementrian pendidikan dan kebudayaan. Sani, Ridwan Abdullah. 2014. Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: PT Bumi Aksara. Sani, Ridwan Abdullah, 2016. Penilaian Autentik. Jakarta: Bumi Aksara. Sanjaya, Wina 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana. Sanjaya, Wina 2013. Penelitian Pendidikan Jenis, Metode, dan Prosedur. Jakarta: KENCANA. Siregar, E & Hartini Nara. 2011. Teori belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. Subagya, SJ. 2008. Paradigma Pedagogi Reflektif, Alternatif Solusi Menuju Idealisme Pendidikan Kristiani. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Subagya, SJ. 2010. Paradigma Pedagogi Reflektif: Mendampingi Peserta Didik Menjadi Cerdas & Berkarakter. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2015. Metode Penelitian & Pengembangan: Research and Development. Bandung: Alfabeta. Suparno, Paul. 2015. Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Yogyakarta: USD. Suprihatiningsih, Siti. 2017. Analisis Kemampuan Matematika Siswa SMP Negeri 1 Ngabang Dalam Menyelesaikan Operasi Hitung Bilangan Bulat. Pontianak: STKIP. Diakses pada 20 April 2018 dari http://ocs.ikippgriptk.ac.id/index.php/SNPMTI/presentations/paper/download /16/16 Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: KENCANA. Trianto. 2012. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara Ugi, La Eru, dkk. Analisis Kesalahan Siswa Pada Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat dan Alternatif Pemecahannya. Makassar: Universitas Negeri Makassar. Diakses pada 20 April 2018 dari http://ojs.unm.ac.id/JDM/article/download/2450/pdf_23 Utami, Lina. 2016. Analisis Kesulitan Siswa SMP Kelas VII Dalam Menyelesaikan Soal Operasi Hitung Bilangan dan Solusi Pemecahannya. Surakarta: Sebelas Maret. Diakses tanggal 20 Februari 2018 dari https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/6964/26_39_Makal ah%20Rev%20Lina%20Utami.pdf?se Widoyoko. 2014. Penilaian Hasil Pembelajaran Di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Widoyoko. 2015. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: PUSTAKA BELAJAR. Yaumi Muhammad. 2013. Prinsip-prinsip Desain Pembelajaran Disesuaikan dengan Kurikulum 2013. Jakarta : Kencana.

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 LAMPIRAN-LAMPIRAN

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 LAMPIRAN 1 SURAT KETERANGAN SUDAH PENELITIAN

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 LAMPIRAN 2 HASIL VALIDASI PEDOMAN WAWANCARA No A B C D KOMPONEN PENILAIAN Komponen pedoman wawancara 1. Ketercukupan komponen-komponen wawancara sebagai penunjang keterlaksanaan penelitian. Identitas pedoman wawancara 2. Kelengkapan identitas pedoman wawancara Rumusan 3. Kesesuaian rumusan pedoman wawancara dengan tujuan penelitian Kebahasaan 4. Bahasa yang digunakan tidak menimbulkan penafsiran ganda 5. Bahasa yang digunakan komunikatif 6. Bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baku Jumlah Jumlah × skala penilaian Jumlah Total Rerata 1 2 SKOR 3 4 5 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 4 2 12 8 20 3,33 0 0

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 LAMPIRAN 3 HASIL VALIDASI KUESIONER RESPON SISWA No KOMPONEN PENILAIAN 1 Komponen kuesioner 1. Ketercukupan komponen-komponen kuesioner sebagai penunjang keterlaksanaan penelitian. B Identitas kuesioner 2. Kelengkapan identitas kuesioner C Rumusan 3. Kesesuaian rumusan kuesioner dengan tujuan penelitian D Kebahasaan 4. Bahasa yang digunakan tidak menimbulkan penafsiran ganda 5. Bahasa yang digunakan komunikatif 6. Bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baku Jumlah Jumlah × skala penilaian 0 0 Jumlah Total Rerata 49 4,08 2 SKOR 3 4 5 A 1 1 1 1 1 0 0 3 9 1 1 1 1 1 1 1 5 2 0 4 20

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 LAMPIRAN 4 HASIL SCANNING LEMBAR VALIDASI INSTRUMEN PENELITIAN 1. Pedoman Wawancara

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 2. Kuesioner Respon Siswa

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 LAMPIRAN 5 HASIL VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN 1. Silabus No KOMPONEN PENILAIAN 1 Kelengkapan unsur-unsur silabus 2 Kesesuaian antara KI, KD, dan Indikator 3 Kualitas perumusan kegiatan pembelajaran 4 Kualitas perilaku yang dituntun dalam indikator SKOR 1 2 3 4 5 2 2 1 1 1 1 mencerminkan keutuhan perkembangan pribadi siswa 5 Tingkat kecukupan sumber belajar 2 6 Ketepatan pemilihan media 1 1 7 Kesesuain teknik penilaian yang digunakan 1 1 8 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 2 Jumlah 0 0 1 10 5 Jumlah × skala penilaian 0 0 3 40 25 Jumlah Total 68 Rerata 4,25

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) NO INDIKATOR 1 A B C D E F H Komponen RPP 1. Ketercukupan komponen-komponen RPP sebagai penunjang ketercapaian kompetensi Identitas RPP 2. Kelengkapan identitas RPP Rumusan tujuan/indikator 3. Kesesuaian rumusan tujuan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar 4. Ketepatan penyusunan kata kerja operasional yang dapat diukur 5. Ketercakupan pengetahuan, sikap, dan keterampilan Materi 6. Keluasan (memuat fakta, konsep, prinsip, prosedur, dan skill) yang sesuai dengan tujuan pembelajaran 7. Kesesuaian materi dengan perkembangan kognitif 8. Sistematika susunan materi 9. Kebermanfaatan materi dalam menambah wawasan pengetahuan siswa Metode Pembelajaran 10. Kesesuaian metode pembelajaran yang digunakan dengan indikator dan tujuan pembelajaran 11. Kesesuaian metode dengan nilai kemanusiaan yang akan dikembangkan Kegiatan Pembelajaran 12. Terjadinya interaksi antara siswa dengan guru, siswa dengan siswa, siswa dengan lingkungan sekitar 13. Kegiatan pembelajaran yang dirancang sudah mengakomodasi pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif dan Model pembelajaran Inkuiri Terbimbing 14. Kesesuaian waktu yang digunakan dengan materi pembelajaran Pemilihan Sumber Belajar 15. Kesesuaian sumber belajar dengan materi pembelajaran 16. Kesesuaian sumber belajar dengan tujuan pembelajaran SKOR 2 3 4 1 5 1 2 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 2 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 I J Bahasa 17. Menggunakan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baku 18. Bahasa yang digunakan komunikatif 19. Kejelasan bahasa yang digunakan sehingga tidak menimbulkan penafsiran ganda Manfaat RPP 20. Dapat digunakan sebagai pedoman untuk pelaksanaan pembelajaran 21. Dapat digunakan untuk menilai keberhasilan proses pembelajaran Jumlah Jumlah × skala penilaian Jumlah Total Rerata 2 1 1 1 1 2 2 0 0 0 0 2 25 6 100 181 4,31 15 75 3. Bahan Ajar No 1 KOMPONEN PENILAIAN SKOR 1 2 3 4 Materi sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran 5 2 yang akan dicapai 2 Materi pembelajaran memuat fakta, konsep, dan 2 prosedur 3 Susunan materi secara sistematis, logis dan sesuai 2 dengan tingkat perkembangan siswa 4 Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa 1 1 Indonesia yang baku 5 Menuliskan sumber bahan ajar 2 Jumlah 0 0 0 1 9 Jumlah × skala penilaian 0 0 0 4 45 Jumlah Total 49 Rerata 4,9

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 4. Lembar Kerja Siswa (LKS) No A KOMPONEN PENILAIAN SKOR 1 2 3 4 5 1. Kejelasan pembagian materi 1 1 2. Petunjuk LKS sederhana sehingga mudah dipahami 1 1 Format Teks siswa 3. Tampilan LKS menarik B 1 1 Isi 1. Kesesuaian dengan indikator yang akan dicapai 1 1 2. Kebenaran konsep 1 1 3. Kesesuaian dengan pendekatan pembelajaran 1 1 Paradigma Pedagogi Reflektif dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing C Bahasa 1. Kesesuaian struktur kalimat 2 2. Kalimat soal tidak mengandung arti ganda 1 3. Menggunakan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa 2 1 Indonesia yang baku Jumlah 0 0 2 9 7 Jumlah × skala penilaian 0 0 6 36 35 Jumlah Total 77 Rerata 4,28

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 5. Alat Peraga No A B KOMPONEN PENILAIAN SKOR 1 2 3 4 5 Tampilan Alat Peraga 1. Mudah digunakan 2 2. Tidak berbahaya untuk digunakan 2 3. Desain alat peraga menarik 1 1 4. Tampilan dapat dilihat secara jelas di ruang kelas 1 1 Kegunaan Alat Peraga 5. Kesesuaian dengan indikator yang akan dicapai 2 6. Kebenaran konsep 2 7. Kebenaran penggunaan alat peraga untuk 1 1 1 1 penyelesaian masalah 8. Kesesuaian dengan pendekatan pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif dengan model inkuiri terbimbing. Jumlah 0 0 0 4 12 Jumlah × skala penilaian 0 0 0 16 60 Jumlah Total 76 Rerata 4,75

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 6. Instrumen Penilaian Competence No A KOMPONEN PENILAIAN SKOR 1 2 3 4 5 1. Membandingkan bilangan bulat 1 1 2. Mengurutkan bilangan bulat 1 1 3. Menyebutkan sifat operasi hitung pada bilangan bulat 1 1 4. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan urutan 1 1 Isi bilangan bulat 5. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi 2 hitung bilangan bulat. B Bahasa 6. Kesederhanaan struktur kalimat 1 1 7. Kalimat tidak mengandung arti ganda 2 8. Menggunakan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa 1 1 Indonesia yang baku Jumlah 0 0 0 6 10 Jumlah × skala penelitian 0 0 0 24 50 Jumlah Total 74 Rerata 4,63

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 7. Instrumen Penilaian Conscience SKOR 1 2 No KOMPONEN PENILAIAN A Isi Indikator perkembangan sikap PERCAYA DIRI untuk membagikan hasil diskusi 1. Kurang Baik jika tidak pernah mengutarakan hasil 2 diskusi selama proses pembelajaran 2. Cukup jika pernah mengutarakan hasil diskusi selama 2 proses pembelajaran 3. Baik jika sering mengutarakan hasil diskusi selama 1 1 proses pembelajaran Indikator perkembangan sikap TELITI dalam menyelesaikan permasalahan 1. Kurang Baik tidak tepat dalam menyelesaikan 2 permasalahan 2. Cukup jika kurang tepat dalam menyelesaikan 2 permasalahan 3. Baik jika tepat dalam menyelesaikan permasalahan 2 Indikator perkembangan sikap BERTANGGUNGJAWAB dalam mengerjakan tugas/soal 1. Kurang baik jika sama sekali tidak mau mengerjakan 2 tugas/soal 2. Cukup jika menunjukkan usaha untuk mengerjakan 1 1 tugas/soal 3. Baik jika selalu mau mengerjakan tugas/ soal 2 Bahasa 1. Kesederhanaan struktur kalimat 2 2. Kalimat tidak mengandung arti ganda 2 3. Menggunakan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa 2 Indonesia yang baku Jumlah 0 0 0 8 16 Jumlah × skala penelitian 0 0 0 32 80 Jumlah Total 112 Rerata 4,67 B 3 4 5

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 8. Instrumen Penilaian Compassion No KOMPONEN PENILAIAN A Isi SKOR 1 2 3 4 5 Indikator perkembangan sikap BEKERJASAMA dalam kelompok 1. Kurang Baik jika tidak ada usaha untuk mengerjakan tugas 2 dalam kelompok 2. Cukup jika menunjukkan usaha untuk mengerjakan tugas 2 dalam kelompok 3. Baik jika selalu mau mengerjakan tugas dalam kelompok 2 Indikator perkembangan sikap MENGHARGAI pendapat saat proses pembelajaran 1. Kurang Baik jika tidak mau mendengarkan pendapat 2 teman 2. Cukup jika menunjukkan usaha untuk mendengarkan 1 1 pendapat teman. 3. Baik jika selalu mau mendengarkan pendapat teman. 2 Indikator perkembangan sikap PEDULI 1. Kurang baik jika siswa tidak peduli kepada teman yang 1 1 1 1 1 1 mengalami kesulitan saat memecahkan masalah 2. Cukup jika menunjukkan rasa peduli kepada teman yang mengalami kesulitan saat memecahkan masalah 3. Baik jika selalu peduli kepada teman yang mengalami kesulitan saat memecahkan masalah B Bahasa 1. Kesederhanaan struktur kalimat 2 2. Kalimat tidak mengandung arti ganda 2 3. Menggunakan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa 2 Indonesia yang baku Jumlah 0 0 0 4 20 Jumlah × skala penelitian 0 0 0 16 100 Jumlah Total 116 Rerata 4,83

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 LAMPIRAN 6 HASL SCANNING LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN 1. Validator 1 (Dosen Pendidikan Matematika) a. Silabus

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 b. RPP

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 c. Bahan Ajar

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 d. LKS

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 e. Alat Peraga

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 f. Instrumen Penilaian Competence

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 g. Instrumen Penilaian Conscience

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 h. Instrumen Penilaian Compassion

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 2. Validator 2 (Guru Matematika SMP N 1 Yogyakarta) a. Silabus

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 b. RPP

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 c. Bahan Ajar

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 d. LKS

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 e. Alat Peraga

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 f. Instrumen Penilaian Competence

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 g. Instrumen Penilaian Conscience

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 h. Instrumen Penilaian Compassion

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187 LAMPIRAN 7 HASIL SCANNING INSTRUMEN KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Pertemuan Pertama (Senin, 23 Juli 2018)

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190 2. Pertemuan Kedua (Kamis, 26 Juli 2018)

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193 3. Pertemuan Ketiga (Senin, 30 Jul 2018)

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196 4. Pertemuan Keempat (kamis, 2 Agustus 2018)

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199 LAMPIRAN 8 SILABUS SILABUS Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Yogyakarta Kelas/Semester : VII / Tujuh Tahun Pelajaran : 2018 / 2019 Mata Pelajaran : Matematika Kompetensi Inti (KI) 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. Kompetensi Inti (KI) 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (tolerasni, gotong-royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. Kompetensi Inti (KI) 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. Kompetensi Inti (KI) 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200 Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 3.1. Menjelaskan dan 3.1.1 Mengidentifikasi menentukan bilangan bulat urutan pada 3.1.2 Membandingkan bilangan bulat bilangan bulat (positif dan 3.1.3 Mengurutkan negatif) dan bilangan bulat pecahan (biasa, campuran, desimal, persen) Materi Pembelajaran Bilangan Bulat  Membandingkan bilangan bulat  Mengurutkan bilangan bulat Kegiatan Pembelajaran Konteks  Siswa diingatkan kembali dengan materi bilangan bulat yang telah dipelajari sebelumnya di Sekolah Dasar.  Siswa mengerjakan kuis untuk mengukur pemahaman mengenai bilangan bulat. Pengalaman (Inkuiri Terbimbing) 4.1.1 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan membandingkan bilangan bulat. 4.1.2 Menyelesaikan 4.1 Menyelesaikan masalah yang masalah yang berkaitan dengan berkaitan dengan urutan bilangan bulat. urutan beberapa bilangan bulat dan pecahan Merumuskan masalah  Siswa membuat pertanyaan dari permasalahan yang diamati. Merumuskan hipotesis  Siswa menjawab pertanyaan yang telah dibuat ataupun menjawab pertanyaan yang terdapat pada LKS Mengumpulkan data  Siswa mendata hal-hal penting terkait materi yang dipelajari. Karakter Conscience  Percaya Diri  Teliti  Tanggungjawab Compassion  Kerjasama  Menghargai  Peduli Penilaian LKS dan pengamatan Alokasi Waktu 2x40 menit Sumber Belajar Power Point, LKS, Kertas, buku, spidol, laptop, dan LCD

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201 (biasa, campuran, desimal, persen) Menguji hipotesis  Siswa mempresentasikan hasil diskusi yang telah dilakukan. Menarik Kesimpulan  Siswa dan guru menarik kesimpulan terkait materi yang dipelajari. Refleksi  Siswa diajak untuk menuliskan refleksi pada kertas yang sudah disediakan. Evaluasi  Guru mengajak siswa untuk merangkum materi dan kegiatan pembelajaran. 3.2 Menjelaskan dan melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi. 3.2.1 Menjumlahkan bilangan bulat 3.2.2 Mengurangkan bilangan bulat. 3.2.3 Mengalikan bilangan bulat 3.2.4 Membagi bilangan bulat. 3.2.5 Menjelaskan berbagai sifat operasi hitung pada bilangan bulat   Operasi Penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Sifat-sifat operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat Konteks  Siswa memahami permasalahan yang diberikan terkait penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Pengalaman (Inkuiri Terbimbing) Merumuskan masalah  Siswa membuat pertanyaan dari Conscience  Percaya Diri  Teliti  Tanggungjawab Compassion  Kerjasama  Menghargai  Peduli LKS dan pengamatan 3 x 40 menit Power Point, LKS, Kertas, buku, spidol, laptop, dan LCD

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202 permasalahan yang diamati. Merumuskan hipotesis  Siswa menjawab pertanyaan yang telah dibuat ataupun menjawab pertanyaan yang terdapat pada LKS 4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan 4.2.1 Menentukan hasil operasi hitung bilangan bulat dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi Mengumpulkan data  Siswa mendata hal-hal penting terkait materi yang dipelajari.  Siswa menggali informasi dan menemukan sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat Menguji hipotesis  Siswa mempresentasikan hasil diskusi yang telah dilakukan. Menarik Kesimpulan  Siswa dan guru menarik kesimpulan terkait materi yang dipelajari. Refleksi  Siswa secara lisan merefleksikan terkait materi yang sudah dipelajari.

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203  Operasi perkalian dan sifat-sifatnya . Evaluasi  Guru meminta siswa melengkapi tabel sifatsifat penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, dan mengerjakan beberapa latihan soal. Konteks  Siswa mencermati permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan perkalian bilangan bulat. Pengalaman (Inkuiri terbimbing) Merumuskan masalah.  Siswa membuat pertanyaan dari permasalahan yang diamati. Merumuskan hipotesis  Siswa menjawab pertanyaan yang telah dibuat ataupun menjawab pertanyaan yang terdapat pada LKS Mengumpulkan data  Siswa mendata hal-hal penting terkait materi yang dipelajari. Conscience  Percaya Diri  Teliti  Tanggungjawab Compassion  Kerjasama  Menghargai  Peduli LKS, Kuis, dan pengamatan 2 x 40 menit Power Point, LKS, Kertas, buku, spidol, laptop, dan LCD

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204 Menguji hipotesis  Siswa mempresentasikan hasil diskusi yang telah dilakukan. Menarik Kesimpulan  Siswa dan guru menarik kesimpulan terkait materi yang dipelajari. Refleksi  Guru mengajak siswa untuk melakukan refleksi terkait makna/manfaat mempelajari perkalian dalam kehidupan seharihari Aksi  Guru memfasilitasi siswa untuk menuliskan aksi yang akan dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil refleksi siswa. Evaluasi  Guru dan siswa membuat rangkuman tentang materi yang telah dipelajari.  Guru mengadakan kuis untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205     Faktor bilangan bulat Bilangan prima Operasi pembagian bilangan bulat dan sifaf-sifatnya Urutan operasi hitung Konteks Conscience  Siswa mencermati contoh  Percaya Diri dalam kehidupan seharihari terkait faktor bilangan  Teliti bulat, bilangan prima, dan  Tanggungjawab konsep pembagian pada bilangan bulat. Compassion  Kerjasama Pengalaman  Menghargai (Inkuiri Terbimbing)  Peduli Merumuskan masalah  Siswa membuat pertanyaan dari permasalahan yang diamati. Merumuskan hipotesis  Siswa menjawab pertanyaan yang telah dibuat ataupun menjawab pertanyaan yang terdapat pada LKS Mengumpulkan data  Siswa mendata hal-hal penting terkait materi yang dipelajari.  Siswa menggali informasi dan dapat memahami tentang faktor bilangan bulat dan bilangan prima Menguji hipotesis  Siswa mempresentasikan hasil diskusi yang telah dilakukan. LKS dan pengamatan 3 x 40 menit Power Point, LKS, Kertas, buku, spidol, laptop, dan LCD

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206 Menarik Kesimpulan  Siswa dan guru menarik kesimpulan terkait materi yang dipelajari Refleksi  Guru mengajak siswa menuliskan refleksi terkait pembelajaran dan materi yang sudah dipelajari Aksi  Guru meminta siswa mencari penggunaan bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari, dan penggunaan operasi hitung bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari yang dituliskan di sebuah kertas disertai dengan gambar. Evaluasi  Guru dan siswa membuat rangkuman tentang materi yang telah dipelajari Sumber :

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 207 Adinawan, Cholik. 2013. Matematika untuk SMP/ MTs kelas VII semester 2. Jakarta: Erlangga Rahman, Abdur, dkk. 2016. Buku Guru Matematika SMP/ MTs Kelas VII kurikulum 2013 edisi revisi 2016. Jakarta: Kementrian pendidikan dan kebudayaan Rahman, Abdur, dkk. 2016. Matematika SMP/ MTs Kelas VII semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi 2016. Jakarta: Kementrian pendidikan dan kebudayaan. Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Yogyakarta, Juli 2018 Peneliti (……………………………….) (……………………………….) Mengetahui, Kepala Sekolah (……………………………………..)

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 208 LAMPIRAN 9 RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMP Negeri 1 Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : VII / 1 Materi Pokok : Bilangan Topik Bahasan : Bilangan Bulat Alokasi Waktu : 10 x 40 menit ( 4 pertemuan) A. Kompetensi Inti KI-1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. KI-2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong-royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. KI-3 Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. KI-4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 209 B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi No Kompetensi Dasar 3 3.1. Indikator Pencapaian Kompetensi Menjelaskan menentukan urutan dan pada bilangan bulat (positi dan negatif) dan pecahan (biasa, 4 3.1.1 Mengidentifikasi bilangan bulat 3.1.2 Membandingkan bilangan bulat campuran, desimal, persen) 3.1.3 Mengurutkan bilangan bulat 4.1. Menyelesaikan masalah 4.1.1 Menyelesaikan yang berkaitan dengan urutan yang beberapa bilangan bulat dan membandingkan pecahan bulat (biasa, campuran, desimal, persen) masalah berkaitan dengan bilangan 4.1.2 Menyelesaikan yang masalah berkaitan dengan urutan bilangan bulat 3 3.2 Menjelaskan melakukan operasi dan hitung bilangan bulat dan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi. 3.2.1 Menjumlahkan bilangan bulat 3.2.2 Mengurangkan bilangan bulat 3.2.3 Mengalikan bilangan bulat 3.2.4 Membagi bilangan bulat. 3.2.5 Menjelaskan operasi sifat-sifat hitung pada bilangan bulat 4 4.2 Menyelesaikan masalah 4.2.1 Menentukan hasil operasi yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan hitung bilangan bulat dan dengan pecahan berbagai sifat operasi bulat memanfaatkan

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 210 C. Tujuan Pembelajaran Sikap Spiritual 1. Memberi salam 2. Berdoa Sikap Sosial 1. Conscience (Suara Hati) a) Siswa percaya diri dalam membagikan hasil diskusi kelompok b) Siswa teliti dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan. c) Siswa bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas atau latihan soal yang diberikan. 2. Compassion (Kepedulian) a) Siswa mampu bekerjasama dalam kelompok b) Siswa mampu menghargai pendapat siswa lain pada saat proses pembelajaran c) Siswa peduli untuk membantu siswa lain yang mengalami kesulitan pada saat proses pembelajaran. Pertemuan Pertama Competence (Pengetahuan) a) Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat mengidentifikasi bilangan bulat b) Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat membandingkan bilangan bulat c) Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat mengurutkan bilangan bulat d) Melalui diskusi, siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan membandingkan bilangan bulat e) Melalui diskusi, siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan urutan bilangan bulat

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 211 Pertemuan Kedua a) Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat menjumlahkan dua bilangan bulat b) Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat mengurangkan dua bilangan bulat c) Melalui diskusi, siswa dapat menjelaskan sifat operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat Pertemuan Ketiga a) Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat mengalikan bilangan bulat b) Melalui diskusi, siswa dapat menjelaskan sifat operasi perkalian pada bilangan bulat Pertemuan Keempat a) Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat menjelaskan faktor bilangan bulat b) Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat menjelaskan bilangan prima c) Melalui pengerjaan LKS, siswa dapat membagi bilangan bulat d) Melalui diskusi, siswa dapat menjelaskan urutan operasi hitung.

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 212 D. Materi Pembelajaran 1. Materi Pembelajaran Regular Faktual a. Pengertian bilangan bulat Bilangan bulat adalah himpunan bilangan yang terdiri dari bilangan bulat negatif, nol dan bilangan bulat positif. Pada garis bilangan, bilangan bulat positif terletak dikanan bilangan nol. Sedangkan bilangan bulat negatif terletak di kiri nol. Untuk lebih jelasnya, perhatikan garis bilangan berikut Bilangan-bilangan: −1, −2, −3, −4, −5, … disebut bilangan bulat negatif. Bilangan-bilangan 1,2,3,4,5, … disebut bilangan bulat positif Istilah lain dari bilangan bulat positif adalah bilangan asli. Sedangkan, gabungan dari bilangan bulat positif dan nol disebut bilangan cacah b. Pengertian faktor bilangan bulat Diketahui 𝑎 dan 𝑏 adalah bilangan bulat. 𝑎 disebut faktor dari 𝑏 jika ada 𝑛 sedemikian sehingga 𝑏 = 𝑎 × 𝑛, dengan 𝑛 adalah bilangan bulat. Contoh Tentukan semua faktor positif dari 6. Jelaskan!

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 213 Alternatif Penyelesaian 2 adalah faktor dari 6, karena 3 sedemikian sehingga 6 = 2 × 3 3 adalah faktor dari 6, karena 2 sedemikian sehingga 6 = 3 × 2 1 dan 6 juga faktor dari 6. Jadi faktor dari 6 adala 1,2,3, dan 6. c. Pengertian bilangan prima Bilangan prima adalah bilangan bulat positif yang hanya memiliki dua faktor, yaitu 1 dan bilangan itu sendiri. Misal 𝑝 adalah bilangan prima maka faktor dari 𝑝 hanya 1 dan 𝑝. Konseptual a. Membandingkan bilangan bulat yang (relatif) besar atau memuat banyak angka Untuk membandingkan bilangan bulat positif yang sangat besar atau bilangan bulat negatif yang sangat kecil, bisa dengan mengamati angka-angka penyusunnya. Bilangan tersusun atas angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Bilangan 7 “baca tujuh” tersusun dari angka 7 saja. Bilangan 12 “baca dua belas” tersusun dari angka 1 dan 2. Bilangan 123 “baca seratus dua puluh tiga” tersusun dari angka 1, 2, dan 3. Bilangan 6123987 “baca enam juta seratus dua puluh tiga ribu Sembilan ratus delapan puluh tujuh” tersusun dari angka 1, 2, 3, 6, 7, 8, dan 9. Angka 6 pada posisi jutaan, bernilai 6 × 1.000.000 = 6.000.000 Angka 1 pada posisi ratusribuan, bernilai 1 × 100.000 = 100.000 Angka 2 pada posisi puluhribuan, bernilai 2 × 10.000 = 20.000

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 214 Angka 3 pada posisi ribuan, bernilai 3 × 1.000 = 3.000 Angka 9 pada posisi ratusan, bernilai 9 × 100 = 900 Angka 8 pada posisi puluhan, bernilai 8 × 10 = 80 Angka 7 pada posisi satuan, bernilai 7 × 1 = 7 Tabel nilai angka pada bilangan Nilai Angka Baca 1 Satu 10 Sepuluh 100 Seratus 1.000 Seribu 10.000 Sepuluh ribu 100.000 Seratus ribu 1.000.000 Satu juta 10.000.000 Sepuluh juta 100.000.000 Seratus juta 1.000.000.000 Satu milyar 10.000.000.000 Sepuluh milyar 100.000.000.000 Seratus milyar 1.000.000.000.000 Satu triliun

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 215 b. Mengidentifikasi sifat penjumlahan bilangan bulat Sifat 1: Komutatif (Pertukaran) Secara umum, Jika a dan b adalah sebarang bilangan bulat, maka berlaku 𝒂+𝒃 = 𝒃+𝒂 Sifat 2 : Asosiatif (Pengelompokan) Secara umum, jika a,b, dan c adalah sebarang bilangan bulat, maka berlaku 𝒂 + (𝒃 + 𝒄) = (𝒂 + 𝒃) + 𝒄 Sifat 3 : Sifat Tertutup Untuk sembarang bilangan bulat 𝑎, 𝑏, jika 𝑎 + 𝑏 = 𝑐, maka 𝑐 juga bilangan bulat. Sifat 4 : Unsur identitas pada penjumlahan Untuk sembarang bilangan bulat 𝑎, selalu berlaku : 𝒂 + 𝟎 = 𝟎 + 𝒂 = 𝒂, 0 disebut unsur identitas (netral) pada penjumlahan. Sifat 5 : Invers terhadap penjumlahan Setiap 𝑎 bilangan bulat memiliki bilangan tunggal yakni – 𝑎 yang jika dijumlahkan menghasilkan identitas. 𝑎 + −𝑎 = 0, dengan – 𝑎 disebut sebagai invers dari 𝑎

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 216 Sifat-sifat lain dari Bilangan bulat 1) Penjumlahan bilangan genap ditambah bilangan genap Perhatikan tabel berikut. Isilah kolom Bilangan I dan Bilangan II dengan sebarang bilangan bulat genap. Amati hasil penjumlahan antar bilangan tersebut. Setelah mengamati, buatlah dugaan tentang hasil penjumlahan dua bilangan genap. Bilangan I Bilangan II 6 8 Genap Genap Bilangan I + Bilangan II 14 (genap) 2) Penjumlahan bilangan genap ditambah bilangan ganjil Perhatikan tabel berikut. Isilah kolom Bilangan I dengan sebarang bilangan bulat genap dan kolom Bilangan II dengan sebarang bilangan bulat ganjil. Amati hasil penjumlahan antar bilangan tersebut. Bilangan I Bilangan II 6 7 Genap Ganjil Bilangan I + Bilangan II 13 (ganjil)

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 217 3) Penjumlahan bilangan ganjil ditambah bilangan ganjil Perhatikan tabel berikut. Isilah kolom Bilangan I dan Bilangan II dengan sebarang bilangan bulat ganjil. Amati hasil penjumlahan antar bilangan tersebut. Setelah mengamati, buatlah dugaan tentang hasil penjumlahan dua bilangan ganjil. Bilangan I Bilangan II Bilangan I + Bilangan II 3 5 8 (genap) Ganjil Ganjil c. Mengidentifikasi sifat pengurangan bilangan bulat Sifat tertutup Untuk sembarang bilangan bulat 𝑎, 𝑏, jika 𝑎 − 𝑏 = 𝑐, maka 𝑐 juga bilangan bulat. d. Mengidentifikasi sifat perkalian bilangan bulat Secara umum, untuk 𝑎 elemen bilangan bulat positif dan 𝑏 elemen bilangan bulat, 𝑎 × 𝑏 diartikan menjumlahkan 𝑏 sebanyak 𝑎 kali. Pada operasi perkalian juga berlaku sifat komutatif, asosiatif, dan distributif. Untuk sebarang bilangan bulat 𝑎, 𝑏, 𝑑𝑎𝑛 𝑐 berlaku

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 218 1) Komutatif 𝑎×𝑏 =𝑏×𝑎 2) Asosiatif (𝑎 × 𝑏) × 𝑐 = 𝑎 × (𝑏 × 𝑐) 3) Distributif Perkalian terhadap penjumlahan 𝑎 × (𝑏 + 𝑐) = (𝑎 × 𝑏) + (𝑎 × 𝑐) Perkalian terhadap pengurangan 𝑎 × (𝑏 − 𝑐) = (𝑎 × 𝑏) − (𝑎 × 𝑐) Perkalian antara dua bilangan bulat tak nol (bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif) Bilangan I Positif (+) Positif (+) Negatif (−) Negatif (−) Bilangan II × Positif (+) × Positif (+) × Negatif (−) × Negatif (−) Hasil = Positif (+) = Negatif (−) = Negatif (−) = Positif (+) Prosedural a. Membandingkan bilangan bulat Permasalahan : Tentukan manakah yang lebih besar (kuantitas) antara 47653 dengan 8699. Alternatif penyelesaian: Kedua bilangan tersebut memiliki banyak angka penyusun yang berbeda. Bilangan 47653 memiliki lima angka penyusun. Sedangkan 8699 hanya memiliki empat angka penyusun. Oleh karena itu, untuk membandingkan kedua bilangan tersebut kita

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 219 dapat menentukan dengan mudah, yaitu 47654 lebih besar dari 8699 karena angka penyusunnya lebih banyak. Angka 4 pada bilangan 47653 menempati nilai puluh ribuan, sehingga nilainya adalah 40.000 (dibaca: empat puluh ribu). Nilai angka terbesar pada bilangan 8699 adalah ribuan yang ditempati oleh angka “8”, sehingga nilainya adalah 8.000 (dibaca: delapan ribu). Tanpa melihat nilai angka lain pada kedua bilangan tersebut kita bisa menentukan bahwa 47654 lebih besar dari 8699. b. Menentukan hasil operasi hitung penjumlahan bilangan bulat Permasalahan : Mia mempunyai 3 boneka di rumahnya. Ketika ulang tahum, Mia mendapatkan hadiah sebanyak 4 boneka lagi. Berapakah boneka yang dimiliki Mia sekarang? Alternatif Penyelesaian : Kita bisa menggunakan garis bilangan di bawah ini untuk memaknai penjumlahan 3 ditambah 4. Karena Mia memiliki 3 boneka, maka dari titik asal (0) bergerak 3 satuan ke kanan. Kemudian, karena mendapatkan 4 boneka lagi, berarti terus bergerak 4 satuan ke kanan. Sehingga hasil akhirnya adalah 7. Selisih antara dua bilangan bulat sama dengan jarak kedua bilanan tersebut pada garis bilangan. Misalnya,

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 220 (1) Selisih antara 1 dengan 4 adalah 3 satuan (2) Selisih antara -2 dengan 3 adalah 5 satuan c. Menentukan hasil operasi hitung pengurangan bilangan bulat Permasalahan : Nia mempunyai 6 pasang sepatu di rumahnya. Karena sedang senang hati, Nia memberikan 2 pasang sepatunya kepada sepupunya. Berapakah pasang sepatu yang dimiliki Nia sekarang? Alternatif Penyelesaian: Bentuk dari soal tersebut adalah 6 − 2 = … Awalnya Nia memiliki 6 pasang sepatu, maka bergerak dari titik nol ke kanan 6 satuan. Karena dikrang 2 pasang sepatu, berarti panah berbalik arah ke kiri 2 satuan. Sehingga hasil akhirnya adalah 4. Perhatikan bahwa 6 − 2 sama dengan penjulahan 6 + (−2). Panah ke kiri menunjukkan arah pengurangan oleh bilangan positif atau penjumlahan dengan bilangan negatif (−). Jadi, banyak sepatu yang dimiliki Nia sekarang adalah 6 − 2 = 4 pasang.

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 221 d. Menentukan hasil operasi hitung perkalian bilangan bulat Permasalahan : Suatu gedung tersusun atas 5 lantai. Jika tinggi satu lantai gedung adalah 6 meter, tentukan tinggi gedung tersebut (tanpa atap). Alternatif penyelesaian : Permasalahan tersebut dapat disajikan dalam bentuk perkalian 5 × 6 = 6 + 6 + 6 + 6 + 6 = 30 , Jadi tinggi gedung tersebut adalah 30 meter. e. Menentukan hasil operasi hitung pembagian bilangan bulat Permasalahan : Karena sedang baik hati, bu Fitri ingin membagikan kue kepada tetangganya. Kue yang dimiliki Bu Fitri adalah 12 kue, sedangkan tetangga yang akan diberi kue tersebut ada 6 tetangga. Jika Bu Fitri ingin membagi rata semua kue tersebut, maka masing-masing tetanga mendapatkan berapa kue?

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 222 Alternatif Penyelesaian 12 dibagi 6 dapat diartikan pengurangan 6 terhadap 12 secara berulang hingga tidak bersisa. Dapat ditulis 12 − 6 − 6 =0. 6 mengurangi 12 berulang 2 kali, dengan kata lain hasil 12 dibagi 6 sama dengan 2, ditulis 12 ÷ 6 = 2. Jadi. Masing-masing tetangga Bu Mia mendapatkan 2 kue. Pada pembagian di atas, 12 adalah bilangan yang dibagi, 6 adalah pembagi, sedangkan 2 adalah hasil bagi. f. Mengidentifikasi urutan operasi hitung Urutan Operasi 1) Hitung bentuk yang di dalam kurung Contoh (6 + 2) × 4 = 8 × 4 = 32 2) Hitung bentuk eksponen (pangkat) Contoh −4 + 32 = −4 + 9 = 5 (dipelajari lebih lanjut di sub bab berikutnya) 3) Perkalian dan pembagian secara berurutan dari kiri ke kanan Contoh 1 2+3×4= (perkalian lebih dulu) 2 + 12 =14 Contoh 2 48 ÷ 2 × 3 = (pembagian dulu, karena di sebelah kiri) 24 × 3 = 72 (perkalian)

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 223 Contoh 3 24 × 2 ÷ 8 = (perkalian dulu, karena di sebelah kiri) 48 ÷ 8 = 6 (pembagian) 4) Penjumlahan dan pengurangan secara berurutan dari kiri ke kanan Contoh 1 3−2+5×4 = (perkalian lebih dulu) 3 − 2 + 20 = (pengurangan dulu,karena sebelah kiri) 1 + 20 = 21 (penjumlahan) Contoh 2 3 + 4 ÷ 2 − 5 × 4 = (pembagian dan perkalian lebih dulu) 3 + 2 − 20 = (penjumlahan dulu karena sebelah kiri) 5 − 20 = −15 (pengurangan) Metakognitif Pertemuan pertama 1) Materi apa yang telah kamu pelajari hari ini? 2) Bagaimana perasaanmu dalam mengikuti pembelajaran pada hari ini? 3) Kesulitan apa yang kamu hadapi dalam belajar bilangan bulat? 4) Apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasi kesulitanmu tersebut?

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 224 Pertemuan kedua 1) Apa saja sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat? 2) Bagaimana perasaanmu dalam mengikuti pembelajaran pada hari ini? 3) Manfaat apa yang kamu dapatkan setelah pembelajaran hari ini? Pertemuan ketiga 1) Apa manfaat mempelajari perkalian? 2) Nilai-nilai apa saja yang kamu dapatkan pada pembelajaran hari ini? 3) Kesulitan apa yang kamu hadapi selama proses pembelajaran hari ini? Pertemuan keempat 1) Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti pembelajaran pada hari ini? 2) Manfaat apa yang dapat kalian rasakan setelah mempelajari bilangan bulat, operasi hitung bilangan bulat dan sifat-sifatnya? 3) Niat apa yang akan kalian lakukan yang mencerminkan nilai kemanusiaan setelah mempelajari bilangan bulat, operasi hitung bilangan bulat dan sifat-sifatnya? 2 Materi Pembelajaran Pengayaan Menyajikan permasalahan-permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat. 3 Materi Pembelajaran Remedial a) Bimbingan perorangan jika siswa yang belum tuntas ≤ 20%. b) Belajar kelompok jika siswa yang belum tuntas antara 20% dan 50%. c) Pembelajaran ulang jika siswa yang belum tuntas ≥ 50%.

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 225 E. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Paradigma Pedagogi Reflektif Model : Inkuiri Terbimbing Metode : Diskusi dan tanya jawab F. Media, Alat, dan Bahan Pembelajaran Media : LKS, PowerPoint Alat : Kertas, laptop, dan alat peraga G. Sumber Belajar Adinawan, Cholik. 2013. Matematika untuk SMP/ MTs kelas VII semester 2. Jakarta: Erlangga Rahman, Abdur, dkk. 2016. Buku Guru Matematika SMP/ MTs Kelas VII kurikulum 2013 edisi revisi 2016. Jakarta: Kementrian pendidikan dan kebudayaan Rahman, Abdur, dkk. 2016. Matematika SMP/ MTs Kelas VII semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi 2016. Jakarta: Kementrian pendidikan dan kebudayaan. H. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan Pertama ( 2 JP) Indikator yang dikembangkan : 3.1.1; 3.1.2 ; 3.1.3; 4.1.1; dan 4.1.2 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Awal 1. Guru memberi Alokasi Waktu salam kepada siswa, 20 menit menanyakan kabar, menanyakan absensi, dan mengarahkan siswa untuk siap mengikuti pembelajaran. Konteks 2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu siswa dapat mengidentifikasi bilangan

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 226 bulat, membandingkan, dan mengurutkan bilangan bulat. 3. Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. 4. Guru memotivasi siswa tentang pentingnya mempelajari bilangan bulat. 5. Guru mengecek kemampuan siswa dengan mengadakan kuis. Inti 40 menit Pengalaman Inkuiri terbimbing Langkah merumuskan masalah 6. Guru memberikan permasalahan melalui LKS kepada siswa secara berkelompok. 7. Siswa diminta membuat pertanyaan terkait permasalahan yang disajikan. 8. Siswa diminta mengidentifikasi bilangan bulat, membandingkan, dan mengurutkan bilangan bulat. Langkah merumuskan hipotesis 9. Siswa dalam kelompok bekerjasama menjawab pertanyaan yang telah dibuat berdasarkan permasalahan yang telah diamati. Langkah mengumpulkan data 10. Siswa dalam kelompok mendata hal-hal penting berdasarkan pengamatan yang dilakukan. 11. Guru membantu dan mengarahkan siswa dalam mendata hal-hal penting pada materi yang telah diamati.

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227 Langkah menguji hipotesis (setelah berdiskusi) 12. Salah satu kelompok melakukan presentasi hasil diskusi kelompok. 13. Siswa lain memberikan tanggapan kepada kelompok berupa pertanyaan atau komentar. 14. Guru mengkonfirmasi hasil penemuan siswa Langkah menarik kesimpulan 15. Guru bersama dengan siswa menyimpulkan materi mengenai membandingkan dan mengurutkan biangan bulat. Akhir 20 menit Refleksi 16. Guru mengajak siswa merefleksikan materi dan pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan beberapa pertanyaan sebagai berikut : 1) Materi apa yang telah kamu pelajari hari ini? 2) Bagaimana perasaanmu dalam mengikuti pembelajaran pada hari ini? 3) Kesulitan apa yang kamu hadapi dalam belajar bilangan bulat? 4) Apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasi kesulitanmu tersebut? Evaluasi 17. Guru mengajak siswa merangkum kegiatan pembelajaran yang telah diperoleh pada hari ini. 18. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya yaitu

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228 tentang operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, serta sifatsifatnya. 19. Guru menutup pembelajaran, mengucapkan salam dan terimakasih kepada siswa. Pertemuan Kedua Indikator yang dikembangkan : 3.2.1; 3.2.2; 3.2.5; dan 4.2.1 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Awal 1. Guru memberi Alokasi Waktu salam kepada siswa, 20 menit menanyakan kabar, menanyakan absensi, dan mengarahkan siswa untuk siap mengikuti pembelajaran. Konteks 2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu siswa mengurangkan mengerti dapat menjumlahkan bilangan sifat-sifat bulat, penjumlahan dan serta dan pengurangan bilangan bulat 3. Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. 4. Guru memotivasi siswa mempelajari penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, dengan menggali pemahaman siswa. 5. Siswa mengamati konteks terkait penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 229 Inti Pengalaman 60 menit Inkuiri terbimbing Langkah merumuskan masalah 6. Siswa mengamati permasalahan yang diberikan 7. Siswa diminta untuk mencari cara menghitung penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat dengan alat peraga kartu bilangan. 8. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat Langkah merumuskan hipotesis 9. Siswa diminta menemukan beberapa sifat penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. 10. Siswa bekerjasama dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan yang telah dibuat dan pertanyaan yang terdapat dalam LKS. Langkah mengumpulkan data 11. Siswa dalam kelompok mendata hal-hal penting berdasarkan pengamatan yang dilakukan. 12. Guru membantu dan mengarahkan siswa dalam mendata hal-hal penting pada materi yang telah diamati. Langkah menguji hipotesis (setelah berdiskusi) 13. Salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi dengan menuliskan di papan tulis.

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 230 14. Siswa lain memberikan tanggapan berupa pertanyaan atau komentar. 15. Guru memberikan konfirmasi hasil temuan siswa. Langkah menarik kesimpulan 16. Guru bersama dengan siswa menyimpulkan cara menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat, beserta sifat-sifatnya. Akhir 40 menit Refleksi 17. Guru mengajak siswa merefleksikan materi dan pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan beberapa pertanyaan sebagai berikut secara lisan : 1) Apa saja sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat? 2) Bagaimana perasaanmu dalam mengikuti pembelajaran pada hari ini? 3) Manfaat apa yang kamu dapatkan setelah pembelajaran hari ini? Evaluasi 18. Guru meminta siswa untuk melengkapi tabel pernyataan yang berkaitan dengan sifat-sifat bilangan bulat dan mengerjakan beberapa latihan soal. 19. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya yaitu operasi perkalian bilangan bulat dan sifatsifatnya, faktor bilangan bulat dan bilangan prima.

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 231 20. Guru menutup pembelajaran, mengucapkan salam dan terimakasih kepada siswa Pertemuan Ketiga Indikator yang dikembangkan : 3.2.3; 3.2.5; dan 4.2.1 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Awal 1. Guru memberi Alokasi Waktu salam kepada siswa, 10 menit menanyakan kabar, menanyakan absensi, dan mengarahkan siswa untuk siap mengikuti pembelajaran. Konteks 2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu siswa dapat mengerti perkalian bilangan bulat dan sifatnya. 3. Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. 4. Guru mengecek apakah siswa sudah mempelajari perkalian dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan perkalian 5. Siswa mengamati konteks dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan operasi perkalian pada bilangan bulat Inti Pengalaman Inkuiri terbimbing Langkah merumuskan masalah 45 menit

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 232 6. Siswa mengamati permasalahan yang diberikan kemudian membuat pertanyaan terkait permasalahan tersebut. 7. Siswa diminta menemukan pengertian dari operasi perkalian dan menemukan cara mengalikan bilangan bulat. 8. Siswa diminta menemukan sifat-sifat operasi perkalian bilangan bulat melalui tabel pengecekan sifat-sifat operasi perkalian. Langkah merumuskan hipotesis 9. Siswa bekerjasama dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan yang telah dibuat dan pertanyaan yang terdapat dalam LKS. Langkah mengumpulkan data 10. Siswa dalam kelompok mendata hal-hal penting terkait materi yang dipelajari. 11. Guru membimbing siswa dalam mencatat hal-hal penting terkait materi yang dipelajari. Langkah menguji hipotesis (setelah berdiskusi) 12. Salah satu kelompok mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas. 13. Siswa lain memberikan tanggapan berupa pertanyaan atau komentar 14. Guru mengkonfirmasi terkait hasil temuan siswa. Langkah menarik kesimpulan 15. Guru bersama dengan siswa menyimpulkan konsep bilangan bulat dan sifat-sifatnya

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 233 Akhir Refleksi 25 menit 16. Guru mengajak siswa merefleksikan materi dan pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan beberapa pertanyaan sebagai berikut dan dikumpulkan : 1) Apa manfaat mempelajari perkalian? 2) Nilai-nilai apa saja yang kamu dapatkan pada pembelajaran hari ini? 3) Kesulitan apa yang kamu hadapi selama proses pembelajaran hari ini? Aksi 17. Guru memfasilitasi siswa untuk menuliskan aksi yang akan dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil refleksi siswa. Evaluasi 18. Guru dan siswa membuat rangkuman tentang materi yang telah dipelajari. 19. Guru mengadakan kuis untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa Pertemuan Keempat Indikator yang dikembangkan : 3.2.4; 3.2.5; dan 4.2.1 Kegiatan Awal Alokasi Deskripsi Kegiatan Waktu 1. Guru memberi salam kepada siswa, 15 menit menanyakan kabar, menanyakan absensi, dan mengarahkan siswa mengikuti pembelajaran. untuk siap

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 234 Konteks 2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu siswa dapat mengerti tentang faktor bilangan bulat, pembagian bilangan bulat dan sifatnya, dan mengerti urutan operasi hitung. 3. Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. 4. Siswa mengamati kehidupan konteks sehari-hari yang dalam berkaitan dengan faktor bilangan bulat, bilangan prima, dan konsep operasi pembagian pada bilangan bulat. Inti 80 menit Pengalaman Inkuiri terbimbing Langkah merumuskan masalah 5. Siswa mengamati permasalahan yang diberikan kemudian membuat pertanyaan terkait permasalahan tersebut. 6. Siswa menemukan pengertian faktor bilangan bulat dan bilangan prima. 7. Siswa menemukan konsep pembagian pada bilangan bulat. 8. Siswa diminta untuk menemukan cara menentukan hasil operasi hitung yang memuat 2 atau lebih operasi hitung.

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 235 Langkah merumuskan hipotesis 9. Siswa bekerjasama dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan yang telah dibuat dan pertanyaan yang terdapat dalam LKS. Langkah mengumpulkan data 10. Siswa mendata hal-hal penting terkait materi yang di pelajari. 11. Guru membantu dan membimbing siswa yang mengalami kesulitan Langkah menguji hipotesis (setelah berdiskusi) 12. Salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusinya 13. Siswa lain memberikan tanggapan berupa pertanyaan dan komentar. 14. Guru mengkonfirmasi terkait hasil penemuan siswa. Langkah menarik kesimpulan 15. Guru dan menentukan bilangan siswa menyimpulkan operasi bulat, faktor cara pembagian pada bilangan bulat, bilangan prima dan urutan operasi hitung. Akhir 25 menit Refleksi 16. Guru mengajak siswa merefleksikan materi dan pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan beberapa pertanyaan sebagai berikut : 1) Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti pembelajaran pada hari ini? 2) Manfaat apa yang dapat kalian rasakan setelah mempelajari bilangan bulat,

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 236 operasi hitung bilangan bulat dan sifatsifatnya? 3) Niat apa yang akan kalian lakukan yang mencerminkan kemanusiaan setelah nilai mempelajari bilangan bulat, operasi hitung bilangan bulat dan sifat-sifatnya? Aksi 17. Guru memberikan tugas kepada siswa secara berkelompok 4-5 orang, untuk mencari penggunaan-penggunaan penggunaan bilangan penjumlahan, bulat, pengurangan, perkalian, dan pembagian dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi 18. Guru menutup pembelajaran, mengucapkan salam dan terimakasih. I. Penilaian 1. Penilaian Competence, Conscience, dan Compassion Teknik Penilaian : tes tertulis (uraian), pengamatan Bentuk instrumen (terlampir) a. Sikap Spiritual No Teknik Bentuk Instrumen Waktu Pelaksanaan 1 Observasi Jurnal Sikap Setiap saat 2 Observasi Lembar Pengamatan Saat pembelajaran 3 Penilaian Diri Lembar Penilaian diri Setelah pembelajaran 4 Penilaian teman antar Lembar Pengamatan Setelah pembelajaran

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 237 b. Sikap Sosial (Conscience, dan Compassion) No Teknik Bentuk Instrumen Waktu Pelaksanaan 1 Observasi Jurnal Sikap Setiap saat 2 Observasi Lembar Pengamatan Saat pembelajaran 3 Penilaian Diri Lembar Penilaian diri Setelah pembelajaran 4 Penilaian antar Lembar Pengamatan Setelah pembelajaran teman c. Pengetahuan (Competence) No. Aspek yang dinilai 1 Teknik Waktu Penilaian Penilaian Competence (Pengetahuan) a) Siswa dapat mengidentifikasi bilangan bulat b) Siswa dapat membandingkan bilangan bulat c) Siswa dapat mengurutkan bilangan bulat d) Siswa dapat menjumlahkan bilangan bulat Tes e) Siswa dapat mengurangkan bilangan tertulis bulat (uraian) f) Siswa dapat mengalikan bilangan bulat g) Siswa dapat membagi bilangan bulat h) Siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan membandingkan bilangan bulat i) Siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan urutan bilangan bulat Hasil tes tertulis

(255) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 238 j) Siswa dapat menentukan hasil operasi hitung bilangan bulat dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi. 2 Conscience (Suara Hati) a) Siswa antusias dalam mengikuti Saat pembelajaran b) Siswa teliti dalam menyelesaikan permasalahan dan mengerjakan tugas yang diberikan. c) Siswa bertanggungjawab menyelesaikan permasalahan kegiatan Pengama pengala tan man, aksi, dan dalam refleksi dan mengerjakan tugas yang diberikan 3 Compassion (Kepedulian) a) Siswa mampu bekerjasama dalam Saat kelompok b) Siswa mampu menghargai pendapat siswa lain pada saat proses pembelajaran c) Siswa peduli untuk membantu siswa lain yang mengalami kesulitan pada saat proses pembelajaran kegiatan Pengama pengala tan man, aksi, dan refleksi

(256) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 239 Kisi-Kisi Tes Tertuis Indikator Pencapaian Jumlah No Konpetensi Dasar 1 Menjelaskan dan Mengidentifikasi, menentukan urutan membandingkan, kompetensi pada bilangan bulat mengurutkan 2 Menyelesaikan Menyelesaikan masalah 1 1a, 1b, 1c yang mengenai berkaitan dengan membandingkan beberapa mengurutkan bilangan bulat. 3 soal bilangan bulat urutan soal dan (positif dan negatif) masalah Nomor Menjelaskan melakukan dan bilangan bulat dan Menjelaskan sifat-sifat 1 3 operasi penjumlahan, hitung bilangan bulat. pengurangan, perkalian, pembagian 4 Menyelesaikan masalah berkaitan operasi Menyelesaikan operasi 3 2a, 2b, yang hitung bilangan bulat 4a, 4b, dengan 4c, 5 hitung bilangan bulat 2. Keterampilan No. 1 Teknik Produk Indikator Dapat penggunaan Waktu menunjukkan Akhir operasi hitung pembelajaran pada bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari.

(257) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 240 3. Pembelajaran Pengayaan Peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan belajar akan diberi kegiatan pengayaan untuk mengerjakan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat. 4. Pembelajaran Remedial Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar diberi kegiatan pembelajaran remedial dalam bentuk a. Bimbingan perorangan jika siswa yang belum tuntas ≤ 20%. b. Belajar kelompok jika siswa yang belum tuntas antara 20% dan 50%. c. Pembelajaran ulang jika siswa yang belum tuntas ≥ 50%. Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Yogyakarta, Juli 2018 Peneliti (……………………) (……………...…….) Mengetahui, Kepala Sekolah (………………………..)

(258) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 241 LAMPIRAN 10 LEMBAR KERJA SISWA LEMBAR KERJA SISWA LEMBAR KERJA SISWA

(259) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 242 LKS 1 Materi : Membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat Waktu : 2 × 40 menit Nama Kelompok : Petunjuk : 1. Semua anggota kelompok harus bekerjasama dan saling membantu teman yang masih mengalami kesulitan dalam memahami materi pada hari ini. 2. Kerjakan/lengkapi LKS ini dengan teliti, sungguh-sungguh, dan dikumpulkan 3. Apabila ada hal-hal yang belum dimengerti, dapat ditanyakan atau carilah dari sumber lain. Tujuan :  Competence (Pengetahuan) Siswa mampu mengidentifikasi, membandingkan, dan mengurutkan bilangan bulat Siswa mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat  Conscience (Suara Hati) Siswa percaya diri dalam membagikan hasil diskusi kelompok Siswa teliti dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Siswa bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas atau latihan soal yang diberilkan  Compassion (Kepedulian) Siswa mampu bekerjasama dalam kelompok Siswa mampu menghargai pendapat siswa lain pada saat proses pembelajaran Siswa peduli untuk membantu siswa lain yang mengalami kesulitan pada saat proses pembelajaran

(260) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 243 Konteks Apakah kalian pernah mempelajari bilangan bulat di Sekolah Dasar?? Tuliskan contoh-contoh bilangan bulat yang kamu ketahui ! ………………………………………………………. ………………………………………………………. Pengalaman Mengidentifikasi bilangan bulat Perhatikan gambar arus mudik di bawah ini! Pertanyaan apa yang muncul dalam pikiran kalian setelah melihat gambar tersebut? Tuliskan di bawah ini : ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………

(261) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 244 Menurut kalian jawaban apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan yang telah kalian buat? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………… Membandingkan bilangan bulat Untuk membandingkan bilangan bulat positif yang sangat besar atau bilangan bulat negatif yang sangat kecil, kalian bisa dengan mengamati angka-angka penyusunnya. Bilangan tersusun atas angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8, dan 9. Amatilah permasalahan berikut : Tentukan manakah yang lebih besar (kuantitas) antara 47653 dengan 8699. Alternatif penyelesaian: Kedua bilangan tersebut memiliki banyak angka penyusun yang berbeda. Bilangan 47653 memiliki lima angka penyusun. Sedangkan 8699 hanya memiliki empat angka penyusun. Oleh karena itu, untuk membandingkan kedua bilangan tersebut kita dapat menentukan dengan mudah, yaitu 47654 lebih besar dari 8699 karena angka penyusunnya lebih banyak. Angka 4 pada bilangan 47653 menempati nilai puluh ribuan, sehingga nilainya adalah 40.000 (dibaca: empat puluh ribu). Nilai angka terbesar pada bilangan 8699 adalah ribuan yang ditempati oleh angka “8”, sehingga nilainya adalah 8.000 (dibaca: delapan ribu). Tanpa melihat nilai angka lain pada kedua bilangan tersebut kita bisa menentukan bahwa 47654 lebih besar dari 8699. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut : 1. Bagaimana cara membandingkan bilangan bulat yang tersusun dari banyak angka? ………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………

(262) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 245 ………………………………………………………………………… ……………………………………………… 2. Bagaimanakah pentingnya memahami nilai tempat untuk membandingkan bilangan bulat? ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ……………………………………………… Diskusikan beberapa soal ini dengan teman-teman dalam kelompokmu kemudian presentasikan hasil diskusimu ! 1. Tentukan bilangan mana yang lebih besar antara -547578 dengan -595326 ! ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ……………………………………………… 2. Nyatakan besaran berikut dalam bilangan positif atau negatif. a. 3 derajat celcius di atas nol. …… b. 14 derajat celcius di bawah nol. …… c. 360 menet di atas permukaan laut …… d. 180 meter di bawah permukaan laut …… e. Rugi Rp275.000,00 …… f. Untung Rp240.000,00 …… 3. Jelaskan bagaimana langkah-langkah yang kalian lakukan untuk membandingkan dua bilangan jika banyak angka penyusunnya sama ! ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………

(263) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 246 Tuliskan hal-hal penting pada materi pembelajaran hari ini ! ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ……………………………………………… ………………………………………………………………… …………… Refleksi Ayo merefleksikan pembelajaran hari ini ! Silahkan setiap siswa menuliskan refleksi dalam selembar kertas lalu dikumpulkan  1. 2. 3. 4. Materi apa yang telah kamu pelajari hari ini? Bagaimana perasaanmu dalam mengikuti pembelajaran hari ini? Kesulitan apa yang kamu hadapi dalam belajar bilangan bulat? Apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasi kesulitanmu tersebut? Evaluasi Merangkum kegiatan pembelajaran dan materi yang sudah dipelajari bersama guru

(264) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 247 LEMBAR KERJA SISWA

(265) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 248 LKS 2 Materi : Penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat Waktu : 3 × 40 menit Nama Kelompok : Petunjuk : 1. Semua anggota kelompok harus bekerjasama dan saling membantu teman yang masih mengalami kesulitan dalam memahami materi pada hari ini. 2. Kerjakan/lengkapi LKS ini dengan teliti, sungguh-sungguh, dan dikumpulkan 3. Apabila ada hal-hal yang belum dimengerti, dapat ditanyakan atau carilah dari sumber lain. Tujuan :  Competence (Pengetahuan) Siswa mampu menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat Siswa mampu menjelaskan sifat operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat  Conscience (Suara Hati) Siswa percaya diri dalam membagikan hasil diskusi kelompok Siswa teliti dalam menyelesaikan permasalahan yan diberikan. Siswa bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas atau latihan soal yang diberilkan  Compassion (Kepedulian) Siswa mampu bekerjasama dalam kelompok Siswa mampu menghargai pendapat siswa lain pada saat proses pembelajaran Siswa peduli untuk membantu siswa lain yang mengalami kesulitan pada saat proses pembelajaran

(266) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 249 Konteks Amatilah konteks terkait penjumlahan dan pengurangan berikut Mia mempunyai 3 boneka di rumahnya. Ketika ulang tahun, Mia mendapatkan hadiah sebanyak 4 boneka lagi. Berapakah boneka yang dimiliki Mia sekarang? Nia mempunyai 6 pasang sepatu di rumahnya. Karena sedang senang hati, Nia memberikan 2 pasang sepatunya kepada sepupunya. Berapakah pasang sepatu yang dimiliki Nia sekarang? Dapatkan kalian menjawab pertanyaan tersebut? Mari kita belajar  Pengalaman Tinggi tempat-tempat 𝐴,𝐵, dan 𝐶 berturut-turut adalah 125𝑚, −20𝑚, dan −35𝑚 dari permukaan air laut Berapa meter selisih tinggi tempat-tempat berikut? a. A dari B Jawab : ………………………………………….. …………………………………………………... b. B dari C Jawab : ………………………………………….. …………………………………………………... Coba hitunglah : 1. −9 + 17 = … 2. 17 + (−9) = ⋯ 3. −19 + (−6) = ⋯

(267) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 250 Mari menghitung penjumlahan dan pengurangan menggunakan alat peraga kartu bilangan Dengan alat peraga kartu bilangan, hitunglah : 1. 7 + 8 2. 8 + 7 = … =⋯ 3. −9 + 3 = … 4. 3 + (−9) = ⋯ 5. 15 − 7 =⋯ 6. 7 − 15 =⋯ 8. 0 + 8 =⋯ 7. −9 + (−6) = ⋯ 9. 11 + 0 =⋯ 10. 5 + (11 + 2) = ⋯ 11. (5 + 11) + 2 = ⋯ Dari hasil perhitungan diatas, dapatkah kamu menemukan sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat ? Lengkapilah sifat-sifat penjumlahan berikut setelah kamu menghitung beberapa soal diatas menggunakan alat peraga kartu bilangan!. Dari soal nomor 1 dan 2, sifat apa yang kamu temukan? Sifat 1 : ………………………….

(268) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 251 Dari soal nomor 8 dan 9, sifat apa yang kamu temukan? Sifat 2 : …………………………. Dari sifat nomor 10 dan 11, sifat apa yang kamu temukan? Sifat 3 : ………………………….. Dari semua soal diatas, sifat apa yang kamu temukan? Sifat 4 : ………………………….. Dari 4 sifat tersebut, sifat manakah yang juga merupakan sifat pengurangan bilangan bulat? Sifat ……………………………………………………………………… ……… Sifat-sifat lain dari bilangan bulat 1 Penjumlahan bilangan genap ditambah bilangan genap Perhatikan tabel berikut. Isilah kolom Bilangan I dan Bilangan II dengan sebarang bilangan bulat genap. Amati hasil penjumlahan antar bilangan tersebut. Setelah mengamati, buatlah dugaan tentang hasil penjumlahan dua bilangan genap. Bilangan I Bilangan II Bilangan I + Bilangan II 6 8 Genap Genap 14 (genap)

(269) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 252 2 Penjumlahan bilangan genap ditambah bilangan ganjil Perhatikan tabel berikut. Isilah kolom Bilangan I dengan sebarang bilangan bulat genap dan kolom Bilangan II dengan sebarang bilangan bulat ganjil. Amati hasil penjumlahan antar bilangan tersebut. Bilangan I Bilangan II Bilangan I + Bilangan II 3 6 7 Genap Ganjil 13 (ganjil) Penjumlahan bilangan ganjil ditambah bilangan ganjil Perhatikan tabel berikut. Isilah kolom Bilangan I dan Biangan II dengan sebarang bilangan bulat ganjil. Amati hasil penjumlahan antar bilangan tersebut. Setelah mengamati, buatlah dugaan tentang hasil penjumlahan dua bilangan ganjil. Bilangan I Bilangan II Bilangan I + Bilangan II 3 5 Ganjil Ganjil 8 (genap)

(270) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 253 Tuliskan hal-hal penting pada materi pembelajaran hari ini ! ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… Presentasikan hasil diskusimu! Refleksi Mari berefleksi tentang pembelajaran hari ini secara lisan 1. Apa saja sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat? 2. Bagaimana perasaanmu dalam mengikuti pembelajaran hari ini? 3. Manfaat apa yang kamu dapatkan setelah pembelajaran hari ini? Evaluasi Mari uji pengetahuanmu! Berikan tanggapan terhadap pernyataan-pernyataan berikut dengan kata : selalu, tidak selalu, tidak pernah. Beri alasanmu Keterangan : Selalu : selalu terjadi sesuai pernyataan. Tidak selalu : terjadi sesuai pernyataan tapi tidak selalu, atau tidak berlaku untuk semua kondisi yang mungkin. Tidak pernah : tidak pernah terjadi sesuai pernyataan. No 1 2 Pernyataan Jika a dan b adalah bilangan bulat, maka a + b juga bilangan bulat Jika a dan b adalah bilangan bulat, maka a − b juga bilangan bulat Tanggapan

(271) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 254 3 Jika c adalah bilangan genap, dan d adalah bilangan ganjil, maka c + d adalah bilangan genap. 4 Jika c adalah bilangan genap, dan d adalah bilangan ganjil, maka c − d adalah bilangan genap. 5 Jika c adalah bilangan ganjil, dan d adalah bilanan genap, maka c + d adalah bilangan genap 6 Jika c adalah bilangan ganjil, dan d adalah bilangan genap, maka c − d adalah bilangan ganjil 7 Jika c adalah bilangan ganjil, dan d adalah bilangan ganjil maka c + d adalah bilangan genap 8 Jika c adalah bilangan ganjil, dan d adalah bilangan ganjil, maka c − d adalah bilangan genap 9 Jika e adalah bilangan positif dan f adalah bilangan positif, maka e−f adalah bilangan positif.

(272) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 255 Latihan : Seorang turis di Selat Sunda melihat seekor ikan lumba-lumba meloncat sampai 4m di atas perukaan laut. Kemudian ikan tersebut kembali ke laut menyelam sampai 9 m di bawah permukaan laut. a. Gambarlah pada garis bilangan posisi ikan lumba-lumba dari mulai meloncat sampai menyelam lagi. b. Tentukan selisih ketinggian meloncat dan kedalman menyelam ikan lumba tersebut.

(273) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 256 LEMBAR KERJA SISWA LKS

(274) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 257 LEMBAR KERJA SISWA LKS 3 Materi : Perkalian dan sifat perkalian bilangan bulat Waktu : 2 × 40 menit Nama Kelompok : Petunjuk : 1. Semua anggota kelompok harus bekerjasama dan saling membantu teman yang masih mengalami kesulitan dalam memahami materi pada hari ini. 2. Kerjakan LKS ini dengan teliti, sungguh-sungguh, dan dikumpulkan 3. Apabila ada hal-hal yang belum dimengerti, dapat ditanyakan atau carilah dari sumber lain. Tujuan  Competence (Pengetahuan) Siswa mampu mengalikan bilangan bulat Siswa mampu menjelaskan sifat operasi perkalian pada bilangan bulat  Conscience (Suara Hati) Siswa percaya diri dalam membagikan hasil diskusi kelompok Siswa teliti dalam menyelesaikan permasalahan yan diberikan. Konteks Siswa bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas atau latihan soal yang diberilkan  Compassion (Kepedulian) Siswa mampu bekerjasama dalam kelompok Siswa mampu menghargai pendapat siswa lain pada saat proses pembelajaran Siswa peduli untuk membantu siswa lain yang mengalami kesulitan pada saat proses pembelajaran

(275) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 258 Pernahkah kalian melihat resep dokter seperti berikut? Apa makna dari resep tersebut? Pasien sebaiknya harus meminum obat berapa kali dalam sehari? Pengalaman Mari kita temukan konsep perkalian dengan memahami permasalahan nyata berikut! Suatu gedung tersusun atas 5 lantai. Jika tinggi satu lantai gedung adalah 6 meter, tentukan tinggi gedung tersebut (tanpa atap). Pertanyaan apa yang muncul dalam pikiranmu setelah membaca permasalahan tersebut? Tuliskan di bawah ini : ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………… Menurutmu jawaban apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan yang telah kalian buat? ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

(276) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 259 ……………………………………………………………………………… ……………………………………………… Mengidentifikasi sifat-sifat perkalian bilangan bulat Pada pertemuan lalu kamu telah mempelajari sifat-sifat penjumlahan. Masih ingatkah kamu? Mari kita mengidentifikasi sifat perkalian bilangan bulat dan presentasikan hasil diskusimu di depan kelas ! Tabel pengecekan sifat komutatif dan asosiatif pada perkalian No 1 2 3 4 𝒂 1 -2 3 𝒃 5 6 -7 𝒄 4 -3 2 𝒂×𝒃 𝒃×𝒂 𝒃×𝒄 (𝒂 × 𝒃) × 𝒄 𝒂 × (𝒃 × 𝒄) Amati hasil di kolom 5,6,7, dan 9. Kalian bisa mencoba untuk sebarang bilangan buat yang lain. Apakah perkalian bilangan bulat bersifat komutatif? ……………… Apakah perkalian bilangan bulat bersifat asosiatif? ……………….. Tabel pengecekan sifat distributif pada perkalian terhadap penjumlahan No 1 2 3 4 𝒂 1 -2 3 𝒃 5 6 -7 𝒄 4 -3 2 𝒃+𝒄 𝒂 × (𝒃 + 𝒄) 𝒂×𝒃 𝒂×𝒄 Amati hasil di kolom 6 dan 9. Kalian bisa mencoba untuk sebarang bilangan buat yang lain. Apakah perkalian bilangan bulat terhadap penjumlahan bersifat distributif? ………….. (𝒂 × 𝒃) + (𝒂 × 𝒄)

(277) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 260 Tabel pengecekan sifat distributif pada perkalian terhadap pengurangan (𝒂 × 𝒃) − (𝒂 × 𝒄) No 𝒂 𝒃 𝒄 𝒃 − 𝒄 𝒂 × (𝒃 − 𝒄) 𝒂 × 𝒃 𝒂×𝒄 1 1 5 4 2 -2 6 -3 3 3 -7 2 4 Amati hasil di kolom 6 dan 9. Kalian bisa mencoba untuk sebarang bilangan buat yang lain. Apakah perkalian bilangan bulat terhadap pengurangan bersifat distributif? ………… Tuliskan hal-hal penting pada materi pembelajaran hari ini ! ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Presentasikan hasil diskusimu! Ayo Berefleksi Silahkan setiap siswa menuliskan refleksi dan aksi dalam selembar kertas lalu dikumpulkam 1. Apa manfaat mempelajari perkalian? 2. Nilai-nilai apa saja yang kamu dapatkan pada pembelajaran hari ini? 3. Kesulitan apa yang kamu hadapi selama proses pembelajaran hari ini? Aksi Apa aksi (komitmen) yang akan kamu lakukan setelah pembelajaran hari ini? Evaluasi Mari uji kemampuanmu dengan mengerjakan kuis 

(278) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 261 LKS LEMBAR KERJA SISWA

(279) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 262 LEMBAR KERJA SISWA LKS 4 Materi : Faktor bilangan bulat, bilangan prima, pembagian bilangan bulat Waktu : 3 × 40 menit Nama Kelompok : Petunjuk : 1. Semua anggota kelompok harus bekerjasama dan saling membantu teman yang masih mengalami kesulitan dalam memahami materi pada hari ini. 2. Kerjakan LKS ini dengan teliti, sungguh-sungguh, dan dikumpulkan 3. Apabila ada hal-hal yang belum dimengerti, dapat ditanyakan atau carilah dari sumber lain. Tujuan :  Competence (Pengetahuan) Siswa mampu menjelaskan faktor bilangan bulat dan menjelaskan bilangan prima Siswa mampu membagi bilangan bulat Siswa mampu menjelaskan urutan operasi hitung.  Conscience (Suara Hati) Siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran dan dalam memahami materi mengidentifikasi, membandingkan, dan mengurutkan bilangan bulat. Siswa teliti dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Siswa bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas atau latihan soal yang diberikan.  Compassion (Kepedulian) Siswa mampu bekerjasama dalam kelompok Siswa mampu menghargai pendapat siswa lain pada saat proses pembelajaran Siswa peduli untuk membantu siswa lain yang mengalami kesulitan pada saat proses pembelajaran

(280) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 263 Konteks Amatilah konteks terkait faktor bilangan bulat dan bilangan prima pada buku paketmu halaman 27 Pengalaman Apa yang kalian ketahui tentang faktor bilangan bulat dan bilangan prima? Pertanyaan apa yang muncul dalam pikiran kalian setelah mendengar faktor bilangan bulat dan bilangan prima? Tuliskan dibawah ini! ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… Menurut kalian jawaban apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan yang telah kalian buat? ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………

(281) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 264 Pembagian Bilangan Bulat Cermatilah permasalahan berikut ! Karena sedang baik hati, bu Fitri ingin membagikan kue kepada tetangganya. Kue yang dimiliki Bu Fitri adalah 12 kue, sedangkan tetangga yang akan diberi kue tersebut ada 6 tetangga. Jika Bu Fitri ingin membagi rata semua kue tersebut, maka masing-masing tetanga mendapatkan berapa kue? Pertanyaan apa yang muncul dalam pikiran kalian setelah mencermati masalah tersebut? Tuliskan dibawah ini! ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… Menurut kalian jawaban apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan yang telah kalian buat? ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………

(282) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 265 Urutan Operasi Hitung Tentukan hasil dari 6 + 2 × 4 = ⋯ Berapakah hasil yang kalian temukan? 32 atau 14? Jawaban manakah yang benar? Diskusikan bersama kelompokmu dan jawablah pertanyaan berikut  Bagaimanakah urutan operasi pada bilangan bulat? ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… Tuliskan hal-hal penting pada materi pembelajaran hari ini ! ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ………………………………………………………………… ……………… Presentasikan hasil diskusimu!

(283) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 266 Refleksi Ayo Berefleksi Silahkan setiap siswa menuliskan refleksi dalam selembar kertas lalu dikumpulkan! 1. Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti pembelajaran pada hari ini? 2. Manfaat apa yang dapat kalian rasakan setelah mempelajari bilangan bulat, operasi hitung bilangan bulat dan sifat-sifatnya? 3. Niat apa yang akan kalian lakukan yang mencerminkan nilai kemanusiaan setelah mempelajari bilangan bulat, operasi hitung bilangan bulat dan sifat-sifatnya? Ayo Melakukan Aksi    Berkelompoklah 4 orang Carilah penggunaan bilangan bulat dalam kehidupan seharihari.Penggunaan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dalam kehidupan sehari-hari. Kumpulkan dan sertakan gambarnya.

(284) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 267 Evaluasi Ayo uji pengetahuanmu! 1. Lengkapi Tabel berikut Perkalian bilangan bulat Pembagian bilangan bulat 2. Ayah membeli 184 bungkus mie instan dan ibu membeli 248 bungkus. Mie instan tersebut dibagikan kepada 24 anak yatim piatu sama banyak. Setiap anak mendapat … bungkus. Penyelesaian : ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ………………………………………………………………

(285) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 268 ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… 3. Sebuah helikopter yang sedang berada pada ketinggian 3.285𝑚 turun sejauh 1.267𝑚. Kemudian, helikopter tersebut naik lagi sejauh 3 kali lipat dari penurunannya. Berapakah ketinggian helikopter itu sekarang? ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… Merangkum bersama guru tentang materi yang sudah dipelajari.

(286) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 269 LAMPIRAN 11 BAHAN AJAR BAHAN AJAR Materi Bilangan Bulat 1. Faktual Guru membimbing siswa dalam memahami pengertian bilangan bulat, pengertian faktor bilangan bulat, pengertian bilangan prima. 2. Konseptual Guru membimbing siswa dalam membandingkan bilangan bulat, mengidentifikasi sifat penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan bulat. 3. Prosedural Guru membimbing siswa dalam menentukan hasil operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian pada bilangan bulat, dan urutan operasi hitung. 4. Metakognitif Guru membimbing siswa dalam memahami kekuatan atau kelemahan diri sendiri melalui refleksi pada setiap pertemuan.

(287) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 270 A. Konteks Guru meminta siswa untuk mengamati permasalahan yang berkaitan dengan bilangan bulat. Pengertian bilangan bulat Bilangan bulat adalah himpunan bilangan yang terdiri dari bilangan bulat negatif, nol dan bilangan bulat positif. Pada garis bilangan, bilangan bulat positif terletak dikanan bilangan nol. Sedangkan bilangan bulat negatif terletak di kiri nol. Untuk lebih jelasnya, perhatikan garis bilangan berikut : Bilangan-bilangan: −1, −2, −3, −4, −5, … disebut bilangan bulat negatif. Bilangan-bilangan 1,2,3,4,5, … disebut bilangan bulat positif Istilah lain dari bilangan bulat positif adalah bilangan asli.Sedangkan, gabungan dari bilangan bulat positif dan nol disebut bilangan cacah. Pada garis bilangan mendatar, jika suatu bilangan lebih dari bilangan yang lain, maka bilangan itu terletak di sebelah kanan. Misalnya 5 > 3 Jika suatu bilangan kurang dari bilangan yang lain, maka pada garis bilangan, bilangan itu terletak di sebelah kiri. Misalnya −4 > −1 Membandingkan bilangan bulat yang (relatif) besar atau memuat banyak angka Untuk membandingkan bilangan bulat positif yang sangat besar atau bilangan bulat negatif yang sangat kecil, bisa dengan mengamati angkaangka penyusunnya. Bilangan tersusun atas angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Bilangan 7 “baca tujuh” tersusun dari angka 7 saja.

(288) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 271 Bilangan 12 “baca dua belas” tersusun dari angka 1 dan 2. Bilangan 123 “baca seratus dua puluh tiga” tersusun dari angka 1, 2, dan 3. Bilangan 6123987 “baca enam juta seratus dua puluh tiga ribu Sembilan ratus delapan puluh tujuh” tersusun dari angka 1, 2, 3, 6, 7, 8, dan 9. Angka 6 pada posisi jutaan, bernilai 6 × 1.000.000 = 6.000.000 Angka 1 pada posisi ratusribuan, bernilai 1 × 100.000 = 100.000 Angka 2 pada posisi puluhribuan, bernilai 2 × 10.000 = 20.000 Angka 3 pada posisi ribuan, bernilai 3 × 1.000 = 3.000 Angka 9 pada posisi ratusan, bernilai 9 × 100 = 900 Angka 8 pada posisi puluhan, bernilai 8 × 10 = 80 Angka 7 pada posisi satuan, bernilai 7 × 1 = 7 Tabel nilai angka pada bilangan Nilai Angka Baca 1 Satu 10 Sepuluh 100 Seratus 1.000 Seribu 10.000 Sepuluh ribu 100.000 Seratus ribu 1.000.000 Satu juta 10.000.000 Sepuluh juta 100.000.000 Seratus juta 1.000.000.000 Satu milyar 10.000.000.000 Sepuluh milyar 100.000.000.000 Seratus milyar 1.000.000.000.000 Satu triliun

(289) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 272 Perkalian Bilangan Bulat Resep dokter tersebut bermakna bahwa pasien tersebut sebaiknya meminum obat 3 kali dalam 1 hari. dengan kata lain 3 × sehari = 3 × 1 hari = 1+1+1 Pengertian faktor bilangan bulat Diketahui 𝑎 dan 𝑏 adalah bilangan bulat. 𝑎 disebut faktor dari 𝑏 jika ada 𝑛 sedemikian sehingga 𝑏 = 𝑎 × 𝑛, dengan 𝑛 adalah bilangan bulat. Contoh Tentukan semua faktor positif dari 6. Jelaskan Alternatif Penyelesaian 2 adalah faktor dari 6, karena 3 sedemikian sehingga 6 = 2 × 3 3 adalah faktor dari 6, karena 2 sedemikian sehingga 6 = 3 × 2 1 dan 6 juga faktor dari 6. Jadi faktor dari 6 adala 1,2,3, dan 6. Pengertian bilangan prima Bilangan prima adalah bilangan bulat positif yang hanya memiliki dua faktor, yaitu 1 dan bilangan itu sendiri. Misal 𝑝 adalah bilangan prima maka faktor dari 𝑝 hanya 1 dan 𝑝.

(290) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 273 B. Pengalaman Guru memfasilitasi siswa belajar materi bilangan bulat menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan bantuan alat peraga permainan dua warna. Mengidentifikasi bilangan bulat Perhatikan gambar arus mudik di bawah ini! Arus lalu lintas selalu mengalami kemacetan karena banyaknya perjalanan mudik menjelang hari lebaran. Bilangan bulat positif dan negatif sering digunakan ketika menggambarkan situasi arus mudik di sekitar hari lebaran. Misalnya, arus mudik mencapai puncaknya pada H−2 , artinya 2 hari sebelum hari lebaran, sedangkan arus balik mencapai puncaknya pada 𝐻 + 2, artinya 2 hari setelah hari lebaran. Membandingkan bilangan bulat Permasalahan : Tentukan manakah yang lebih besar (kuantitas) antara 47653 dengan 8699. Alternatif penyelesaian: Kedua bilangan tersebut memiliki banyak angka penyusun yang berbeda. Bilangan 47653 memiliki lima angka penyusun. Sedangkan 8699 hanya memiliki empat angka penyusun. Oleh karena itu, untuk membandingkan kedua bilangan tersebut kita dapat menentukan dengan mudah, yaitu 47654 lebih besar dari 8699 karena angka penyusunnya lebih banyak.

(291) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 274 Angka 4 pada bilangan 47653 menempati nilai puluh ribuan, sehingga nilainya adalah 40.000 (dibaca: empat puluh ribu). Nilai angka terbesar pada bilangan 8699 adalah ribuan yang ditempati oleh angka “8”, sehingga nilainya adalah 8.000 (dibaca: delapan ribu). Tanpa melihat nilai angka lain pada kedua bilangan tersebut kita bisa menentukan bahwa 47654 lebih besar dari 8699. Penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat Permasalahan : Mia mempunyai 3 boneka di rumahnya. Ketika ulang tahum, Mia mendapatkan hadiah sebanyak 4 boneka lagi. Berapakah boneka yang dimiliki Mia sekarang? Alternatif Penyelesaian : Kita bisa menggunakan garis bilangan di bawah ini untuk memaknai penjumlahan 3 ditambah 4. Karena Mia memiliki 3 boneka, maka dari titik asal (0) bergerak 3 satuan ke kanan. Kemudian, karena mendapatkan 4 boneka lagi, berarti terus bergerak 4 satuan ke kanan. Sehingga hasil akhirnya adalah 7. Selisih antara dua bilangan bulat sama dengan jarak kedua bilangan tersebut pada garis bilangan. Misalnya,

(292) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 275 (3) Selisih antara 1 dengan 4 adalah 3 satuan (4) Selisih antara -2 dengan 3 adalah 5 satuan. Permasalahan : Nia mempunyai 6 pasang sepatu di rumahnya. Karena sedang senang hati, Nia memberikan 2 pasang sepatunya kepada sepupunya. Berapakah pasang sepatu yang dimiliki Nia sekarang? Alternatif Penyelesaian: Bentuk dari soal tersebut adalah 6 −2 = … Awalnya Nia memiliki 6 pasang sepatu, maka bergerak dari titik nol ke kanan 6 satuan. Karena dikurang 2 pasang sepatu, berarti panah berbalik arah ke kiri 2 satuan. Sehingga hasil akhirnya adalah 4. Perhatikan bahwa 6 − 2 sama dengan penjulahan 6 + (−2). Panah ke kiri menunjukkan arah pengurangan oleh bilangan positif atau penjumlahan dengan bilangan negatif (−). Jadi, banyak sepatu yang dimiliki Nia sekarang adalah 6 − 2 = 4 pasang.

(293) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 276 Sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat a. Mengidentifikasi sifat penjumlahan bilangan bulat Sifat 1: Komutatif (Pertukaran) Secara umum, Jika a dan b adalah sebarang bilangan bulat, maka berlaku 𝒂+𝒃 = 𝒃+𝒂 Sifat 2 : Asosiatif (Pengelompokan) Secara umum, jika 𝑎, 𝑏, dan 𝑐 adalah sebarang bilangan bulat, maka berlaku 𝒂 + (𝒃 + 𝒄) = (𝒂 + 𝒃) + 𝒄 Sifat 3 : Sifat Tertutup Untuk sembarang bilangan bulat 𝑎, 𝑏, jika 𝑎 + 𝑏 = 𝑐, maka 𝑐 juga bilangan bulat. Sifat 4 : Unsur identitas pada penjumlahan Untuk sembarang bilangan bulat 𝑎, selalu berlaku : 𝒂 + 𝟎 = 𝟎 + 𝒂 = 𝒂, 0 disebut unsur identitas (netral) pada penjumlahan. Sifat 5 : Invers terhadap penjumlahan Setiap 𝑎 bilangan bulat memiliki bilangan tunggal yakni – 𝑎 yang jika dijumlahkan menghasilkan identitas. 𝑎 + −𝑎 = 0, dengan – 𝑎 disebut sebagai invers dari 𝑎

(294) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 277 Sifat-sifat lain dari Bilangan bulat 5) Penjumlahan bilangan genap ditambah bilangan genap Perhatikan tabel berikut. Isilah kolom Bilangan I dan Bilangan II dengan sebarang bilangan bulat genap. Amati hasil penjumlahan antar bilangan tersebut. Setelah mengamati, buatlah dugaan tentang hasil penjumlahan dua bilangan genap. Bilangan I Bilangan II 6 8 Genap Genap Bilangan I + Bilangan II 14 (genap) 6) Penjumlahan bilangan genap ditambah bilangan ganjil Perhatikan tabel berikut. Isilah kolom Bilangan I dengan sebarang bilangan bulat genap dan kolom Bilangan II dengan sebarang bilangan bulat ganjil. Amati hasil penjumlahan antar bilangan tersebut. Bilangan I Bilangan II 6 7 Genap Ganjil Bilangan I + Bilangan II 13 (ganjil)

(295) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 278 7) Penjumlahan bilangan ganjil ditambah bilangan ganjil Perhatikan tabel berikut. Isilah kolom Bilangan I dan Biangan II dengan sebarang bilangan bulat ganjil. Amati hasil penjumlahan antar bilangan tersebut. Setelah mengamati, buatlah dugaan tentang hasil penjumlahan dua bilangan ganjil. Bilangan I Bilangan II Bilangan I + Bilangan II 3 5 8 (genap) Ganjil Ganjil b. Mengidentifikasi sifat pengurangan bilangan bulat Sifat tertutup Untuk sembarang bilangan bulat 𝑎, 𝑏, jika 𝑎 − 𝑏 = 𝑐, maka 𝑐 juga bilangan bulat. Perkalian dan Pembagian bilangan bulat Menentukan hasil operasi hitung perkalian bilangan bulat Permasalahan : Suatu gedung tersusun atas 5 lantai. Jika tinggi satu lantai gedung adalah 6 meter, tentukan tinggi gedung tersebut (tanpa atap).

(296) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 279 Alternatif penyelesaian : Permasalahan tersebut dapat disajikan dalam bentuk perkalian 5 × 6 = 6 + 6 + 6 + 6 + 6 = 30 , Jadi tinggi gedung tersebut adalah 30 meter. Mengidentifikasi sifat perkalian bilangan bulat Secara umum, untuk 𝑎 elemen bilangan bulat positif dan 𝑏 elemen bilangan bulat, 𝑎 × 𝑏 diartikan menjumlahkan 𝑏 sebanyak 𝑎 kali. Pada operasi perkalian juga berlaku sifat komutatif, asosiatif, dan distributif. Untuk sebarang bilangan bulat 𝑎, 𝑏, 𝑑𝑎𝑛 𝑐 berlaku 2) Tertutup Sifat ini menunjukkan bahwa setiap perkalian dua bilangan bulat selalu menghasilkan bilangan bulat. Misal 𝑎 dan 𝑏 bilangan bulat, maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑐, dengan 𝑐 pasti bilangan bulat. 3) Komutatif 𝑎×𝑏 = 𝑏×𝑎 3) Asosiatif (𝑎 × 𝑏) × 𝑐 = 𝑎 × (𝑏 × 𝑐) 4) Distributif Perkalian terhadap penjumlahan 𝑎 × (𝑏 + 𝑐) = (𝑎 × 𝑏) + (𝑎 × 𝑐) Perkalian terhadap pengurangan 𝑎 × (𝑏 − 𝑐) = (𝑎 × 𝑏) − (𝑎 × 𝑐)

(297) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 280 Tabel pengecekan sifat komutatif dan asosiatif pada perkalian No 𝒂 𝒃 𝒄 𝒂 × 𝒃 𝒃 × 𝒂 𝒃 × 𝒄 (𝒂 × 𝒃) × 𝒄 𝒂 × (𝒃 × 𝒄) 1 1 5 4 2 -2 6 -3 3 3 -7 2 4 -4 -8 -1 5 Amati hasil di kolom 5,6,7, dan 9. Kalian bisa mencoba untuk sebarang bilangan buat yang lain. Tabel pengecekan sifat distributif pada perkalian terhadap penjumlahan No 𝒂 𝒃 𝒄 𝒃 + 𝒄 𝒂 × (𝒃 + 𝒄) 𝒂 × 𝒃 𝒂 × 𝒄 (𝒂 × 𝒃) + (𝒂 × 𝒄) 1 1 5 4 2 -2 6 -3 3 3 -7 2 4 -4 -8 -1 5 Amati hasil di kolom 6 dan 9. Kalian bisa mencoba untuk sebarang bilangan buat yang lain. Tabel pengecekan sifat distributif pada perkalian terhadap pengurangan No 𝒂 𝒃 𝒄 𝒃 − 𝒄 𝒂 × (𝒃 − 𝒄) 𝒂 × 𝒃 𝒂 × 𝒄 (𝒂 × 𝒃) − (𝒂 × 𝒄) 1 1 5 4 2 -2 6 -3 3 3 -7 2 4 -4 -8 -1 5 Amati hasil di kolom 6 dan 9. Kalian bisa mencoba untuk sebarang bilangan buat yang lain. Perkalian antara dua bilangan bulat tak nol (bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif) Bilangan I Positif (+) Positif (+) Negatif (−) Negatif (−) Bilangan II × Positif (+) × Positif (+) × Negatif (−) × Negatif (−) Hasil = Positif (+) = Negatif (−) = Negatif (−) = Positif (+)

(298) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 281 Menentukan hasil operasi hitung pembagian bilangan bulat Permasalahan : Karena sedang baik hati, bu Fitri ingin membagikan kue kepada tetangganya. Kue yang dimiliki Bu Fitri adalah 12 kue, sedangkan tetangga yang akan diberi kue tersebut ada 6 tetangga. Jika Bu Fitri ingin membagi rata semua kue tersebut, maka masing-masing tetanga mendapatkan berapa kue? Alternatif Penyelesaian 12 dibagi 6 dapat diartikan pengurangan 6 terhadap 12 secara berulang hingga tidak bersisa. Dapat ditulis 12 − 6 − 6 =0. 6 mengurangi 12 berulang 2 kali, dengan kata lain hasil 12 dibagi 6 sama dengan 2, ditulis 12 ÷ 6 = 2. Jadi. Masing-masing tetangga Bu Mia mendapatkan 2 kue. Pada pembagian di atas, 12 adalah bilangan yang dibagi, 6 adalah pembagi, sedangkan 2 adalah hasil bagi. Urutan Operasi 1. Hitung bentuk yang di dalam kurung Contoh (6 + 2) × 4 = 8 × 4 = 32 2. Hitung bentuk eksponen (pangkat) Contoh −4 + 32 = −4 + 9 = 5

(299) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 282 (dipelajari lebih lanjut di sub bab berikutnya) 3. Perkalian dan pembagian secara berurutan dari kiri ke kanan Contoh 1 2+3×4= (perkalian lebih dulu) 2 + 12 =14 Contoh 2 48 ÷ 2 × 3 = (perkalian dulu, karena di sebelah kiri ) 24 × 3 = 72 ( perkalian) Contoh 3 24 × 2 ÷ 8 = (perkalian dulu, karena di sebelah kiri) 48 ÷ 8 = 6 (pembagian) 4. Penjumlahan dan pengurangan secara berurutan dari kiri ke kanan Contoh 1 3−2+5×4 = (perkalian lebih dulu) 1 + 20 = 21 (penjumlahan) 3 − 2 + 20 = (pengurangan dulu karena sebelah kiri) Contoh 2 3 + 4 ÷ 2 − 5 × 4 = (pembagian dan perkalian lebih dulu 3 + 2 − 20 = (penjumlahan dulu karena sebelah kiri) 5 − 20 = −15 (pengurangan)

(300) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 283 C. Refleksi Guru mengajak siswa untuk melakukan refleksi, melalui refleksi siswa diharapkan mendapatkan makna dan nilai-nilai kemanusiaan dari proses pembelajaran yang telah dilakukan. Guru memfasilitasi dengan memberikan pertanyaan terkait pengalaman yang telah dialami oleh siswa, berikut pertanyaannya: 1) Materi apa yang telah kamu pelajari hari ini? 2) Bagaimana perasaanmu dalam mengikuti pembelajaran pada hari ini? 3) Kesulitan apa yang kamu hadapi dalam belajar bilangan bulat? 4) Apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasi kesulitanmu tersebut? 5) Apa saja sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat? 6) Manfaat apa yang kamu dapatkan setelah pembelajaran hari ini? 7) Apa manfaat mempelajari perkalian? 8) Nilai-nilai apa saja yang kamu dapatkan pada pembelajaran hari ini? 9) Niat apa yang akan kalian lakukan yang mencerminkan nilai kemanusiaan setelah mempelajari bilangan bulat, operasi hitung bilangan bulat dan sifat-sifatnya? D. Aksi Guru membimbing siswa untuk menuliskan dan melakukan aksi yang telah didapatkan dari pengalaman. Guru memberikan tugas kepada siswa secara berkelompok 4-5 orang, untuk mencari penggunaan-penggunaan bilangan bulat, penggunaan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dalam kehidupan sehari-hari.

(301) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 284 E. Evaluasi Guru mengajak siswa untuk merangkum materi pada setiap akhir pembelajaran. Siswa diminta untuk mengerjakan kuis dan ulangan harian. Sumber : Adinawan, Cholik. 2013. Matematika untuk SMP/ MTs kelas VII semester 2. Jakarta: Erlangga Rahman, Abdur, dkk. 2016. Buku Guru Matematika SMP/ MTs Kelas VII kurikulum 2013 edisi revisi 2016. Jakarta: Kementrian pendidikan dan kebudayaan Rahman, Abdur, dkk. 2016. Matematika SMP/ MTs Kelas VII semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi 2016. Jakarta: Kementrian pendidikan dan kebudayaan. Rodiyah, Siti. Matematika untuk Kelas VII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. PT Grafindo Media Pratama.

(302) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 285 LAMPIRAN 12 SOAL ULANGAN HARIAN INSTRUMEN PENILAIAN COMPETENCE ULANGAN HARIAN Materi : Bilangan Bulat Kelas : VII Tanggal : Waktu : 70 menit Petunjuk : Kerjakan soal berikut dengan teliti, tuliskan jawaban kalian pada lembar jawab yang tersedia! 1. Urutkan bilangan di bawah ini dari bilangan yang paling terkecil hingga terbesar a. −1697, −1699,1679 b. 8891, −8892, 8893 2. Pada suatu saat, suhu di ruang laboratorium adalah 6°C. Berapa derajat suhu di ruang laboratorium itu jika mengalami perubahan berikut? a. Suhu naik 8° b. Suhu turun 10° 3. Sebutkan salah satu sifat operasi hitung pada bilangan bulat, kemudian berikan contohnya menggunakan bilangan bulat! 4. Dari pernyataan berikut, manakah pernyataan yang benar? a. 5 − 16 + 13 = 2 b. 15 + 9 × (−2) − (−17) = −31 c. 36 ÷ (−4) + (−5) × 12 = 48 Jika ada pernyataan yang salah, buatlah menjadi pernyataan yang benar, disertai proses penyelesaiannya. 5. Dua ekor ikan mas berada di dalam akuarium. Ikan yang besar 15 cm berada di bawah permukaan air dan ikan yang kecil 9 cm berada di bawah permukaan air.

(303) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 286 a. Berapa perbedaan jarak kedua ekor ikan dari permukaan air b. Gambarkan posisi kedua ikan tersebut di bawah permukaan air! 6. Lengkapilah hasil perkalian bilangan bulat 9 berikut. 9×1= 0 9 1 8 9×3= 2 7 9×2= 9×4= 9×5= 9×6= 9×7= 9×8= 9×9= 9 × 10 = Dapatkah kamu menemukan hal menarik pada seluruh hasil perkalian bilangan bulat 9 dari 1 sampai 10? Jika ya, tuliskan hal menarik apa yang kamu temukan! Jika tidak, mengapa kamu tidak menemukan? Refleksi 1. Perasaan apa yang muncul saat kamu membaca dan mulai mengerjakan soal-soal tersebut? 2. Bagaimana proses belajarmu selama ini? Apakah kamu sudah belajar dengan maksimal sehingga kamu dapat mengerjakan soal-soal tersebut? Aksi Niat apa yang akan kamu lakukan selanjutnya berdasarkan hasil refleksimu?

(304) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 287 Penilaian No.Soal Skor Wali Murid Guru Matematika ……………………… M. Roostika, S.Pd. Nilai Total 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 × 100 Komentar Guru ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………… Komentar Wali Murid ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………

(305) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 288 LAMPIRAN 13 PEDOMAN PENSKORAN ULANGAN HARIAN No 1a 1b 2a 2b 3 4a 4b 4c 5 Kunci Jawaban −1699, −1697,1679 Skor 1 −8892, 8891, 8893 6° + 8° = 14° 6° − 10° = −4° Komutatif ( menyebutkan) 2 + 3 = 3 + 2 = 5 (memberi contoh) Benar Salah 15 + 9 × (−2) − (−17) = 15 + (−18) − (−17) = −3 + 17 = 14 Salah 36 ÷ (−4) + (−5) × 12 = −9 + (−5) × 12 = −9 + (−60) = −69 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 Permukaan air 9 15 Ikan mas kecil Perbedaan jarak Ikan mas besar Perbedaan jarak : 6 15 − 9 = 6 9×1= 9 9 × 2 = 18 9 × 3 = 27

(306) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 289 9 × 4 = 36 1 9 × 6 = 54 1 9 × 8 = 72 1 9 × 10 = 90 1 9 × 5 = 45 1 9 × 7 = 63 1 9 × 9 = 81 1 Siswa berhasil menemukan hal menarik 1 Total Skor Nilai = 25 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 × 100

(307) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 290 LAMPIRAN 14 SOAL REMEDIAL REMIDIAL ULANGAN HARIAN Materi : Bilangan Bulat Kelas : VII B Petunjuk : Kerjakan soal berikut dengan teliti, tuliskan jawaban kalian pada lembar jawab yang tersedia! 1. Urutkan bilangan di bawah ini dari bilangan yang paling terbesar hingga terkecil a. −1697, −1699,1679 b. 8891, −8892, 8893 2. Pada suatu saat, suhu di ruang laboratorium adalah 6°C. Berapa derajat suhu di ruang laboratorium itu jika mengalami perubahan suhu naik 8°C ? 3. Sebutkan salah satu sifat operasi hitung pada bilangan bulat, kemudian berikan contohnya menggunakan bilangan bulat! 4. Dari pernyataan berikut, manakah pernyataan yang benar? a. 5 − 15 + 13 = 3 b. 15 + 9 × (−2) − (−17) = −31 Jika ada pernyataan yang salah, buatlah menjadi pernyataan yang benar, disertai proses penyelesaiannya. 5. Dua ekor ikan mas berada di dalam akuarium. Ikan yang besar 15 cm berada di bawah permukaan air dan ikan yang kecil 9 cm berada di bawah permukaan air. Berapa perbedaan jarak kedua ekor ikan dari permukaan air.

(308) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 291 LAMPIRAN 15 PEDOMAN PENSKORAN SOAL REMEDIAL No 1a 1b 2 3 4a 4b 5 Kunci Jawaban 1679, −1697, −1699 Skor 1 8893, 8891, −8892 6° + 8° = 14° Komutatif ( menyebutkan) 2 + 3 = 3 + 2 = 5 (memberi contoh) Benar Salah 15 + 9 × (−2) − (−17) = 15 + (−18) − (−17) = −3 + 17 = 14 Permukaan air 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 15 Ikan mas kecil Perbedaan jarak Ikan mas besar Perbedaan jarak : 15 − 9 = 6 Total Skor 10

(309) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 292 LAMPIRAN 16 INSTRUMEN PENILAIAN CONSCIENCE DAN COMPASSION A. Penilaian Conscience Sikap yang dikembangkan dalam pembelajaran adalah percaya diri, teliti, dan bertanggung jawab. Indikator perkembangan sikap PERCAYA DIRI 1. Kurang Baik jika tidak pernah mengutarakan pendapat selama proses pembelajaran 2. Cukup Baik jika pernah mengutarakan pendapat selama proses diskusi 3. Baik jika selalu mengutarakan pendapat selama proses pembelajaran Indikator perkembangan sikap TELITI dalam menyelesaikan permasalahan 1. Kurang Baik jika tidak tepat dalam menyelesaikan permasalahan 2. Cukup Baik jika kurang tepat dalam menyelesaikan permasalahan 3. Baik jika tepat dalam menyelesaikan permasalahan Indikator perkembangan sikap BERTANGGUNGJAWAB dalam mengerjakan tugas/soal 1. Kurang baik jika tidak mau mengerjakan tugas/soal 2. Cukup Baik jika menunjukkan usaha untuk mengerjakan tugas/soal 3. Baik jika selalu mau mengerjakan tugas/ soal B. Penilaian Compassion Sikap yang dikembangkan dalam pembelajaran adalah bekerjasama, menghargai, dan peduli. Indikator perkembangan sikap BEKERJASAMA dalam kelompok 1. Kurang Baik jika tidak ada usaha untuk mengerjakan tugas dalam kelompok 2. Baik jika menunjukkan usaha untuk mengerjakan tugas dalam kelompok 3. Sangat Baik jika selalu mau mengerjakan tugas dalam kelompok

(310) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 293 Indikator perkembangan sikap MENGHARGAI pendapat saat proses pembelajaran 1. Kurang Baik jika tidak mau mendengarkan pendapat teman 2. Baik jika menunjukkan usaha untuk mendengarkan pendapat teman. 3. Sangat baik jika selalu mau mendengarkan pendapat teman. Indikator perkembangan sikap PEDULI 1. Kurang baik jika siswa tidak peduli kepada teman yang mengalami kesulitan saat memecahkan masalah 2. Baik jika menunjukkan rasa peduli kepada teman yang mengalami kesulitan saat memecahkan masalah 3. Sangat baik jika selalu peduli kepada teman yang mengalami kesulitan saat memecahkan masalah INSTRUMEN PENILAIAN CONSCIENCE No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nama Percaya Diri KB CB B KB Teliti CB B Bertanggungjawab KB CB B

(311) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 294 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Keterangan : KB : Kurang Baik CB : Cukup Baik B : Baik Yogyakarta, ………………..2018 Observer, (……………………………)

(312) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 295 INSTRUMEN PENILAIAN COMPASSION No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Nama Bekerjasama KB CB B Menghargai KB CB B Peduli KB CB B

(313) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 296 Keterangan : KB : Kurang Baik CB : Cukup Baik B : Baik Yogyakarta, ………………..2018 Observer, (……………………………)

(314) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 297 LAMPIRAN 17 KUESIONER RESPON SISWA KUESIONER RESPON SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATERI BILANGAN BULAT Nama : No.Absen : Petunjuk : 1. Tulislah nama pada bagian yang tersedia 2. Bacalah pernyataan-pernyataan di bawah ini dengan teliti, silahkan mengajukan pertanyaan apabila ada yang kurang jelas. 3. Berilah tanda checklist (√) pada kolom yang sesuai dengan pendapatmu 4. Jawablah dengan jujur tanpa dipengaruhi oleh orang lain. 5. Kuesioner ini tidak mempengaruhi penilaian hasil belajar Keterangan : SS : Sangat Setuju S : Setuju No TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Pernyataan SS 1 Saya senang belajar matematika 2 Matematika merupakan pelajaran yang menyenangkan 3 Pelajaran matematika bermanfaat bagi kehidupan manusia 4 Saya merasa bertanggungjawab untuk menyelesaikan LKS yang diberikan guru 5 Saya berani mengungkapkan pendapat saat diskusi kelompok 6 Saya keberatan untuk membantu teman saya yang kesulitan saat diskusi kelompok S Jawaban TS STS

(315) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 298 7 Saya tidak bisa bekerjasama dalam kelompok 8 Saya kurang tertarik dengan pembelajaran yang dilakukan 9 Saya merasa LKS yang diberikan tidak menarik 10 Saya sulit memahami pelajaran matematika 11 Saya tidak suka belajar matematika 12 Saya tidak tahu manfaat pelajaran matematika bagi kehidupan manusia 13 Saya tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan guru 14 Saya kurang percaya diri ketika disuruh mengungkapkan pendapat saat diskusi 15 Saya merasa bingung saat melakukan kegiatan refleksi 16 Pembelajaran yang dilakukan membantu saya memahami materi bilangan bulat 17 Alat peraga yang digunakan memudahkan saya mempelajari bilangan bulat 18 Saya masih bingung materi bilangan bulat 19 Saya mendapatkan banyak pengalaman saat proses diskusi kelompok 20 Saya tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal materi bilangan bulat 21 Saya senang melakukan refleksi saat akhir pembelajaran 22 Saya kurang tertarik dengan kegiatan aksi 23 Saya merasa bosan dengan pembelajaran yang dilakukan 24 Saya malas untuk melakukan refleksi 25 Saya sudah memahami materi bilangan bulat 26 Refleksi membantu saya lebih memahami materi bilangan bulat 27 Saya senang dengan tugas aksi yang diberikan

(316) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 299 28 Saya masih merasa bingung mengerjakan soal-soal materi bilangan bulat 29 Saya peduli dengan teman saya yang mengalami kesulitan saat diskusi kelompok 30 Saya selalu terlibat dalam diskusi kelompok

(317) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 300 LAMPIRAN 18 HASIL SCANNING KUESIONER RESPON SISWA

(318) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 301

(319) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 302

(320) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 303

(321) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 304

(322) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 305

(323) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 306 LAMPIRAN 19 HASIL SCANNING LEMBAR KERJA SISWA Lembar Kerja Siswa 1

(324) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 307

(325) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 308

(326) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 309 Lembar Kerja Siswa 2

(327) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 310

(328) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 311

(329) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 312

(330) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 313

(331) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 314

(332) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 315 Lembar Kerja Siswa 3

(333) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 316

(334) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 317

(335) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 318 Lembar Kerja Siswa 4

(336) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 319

(337) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 320

(338) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 321

(339) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 322

(340) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 323 LAMPIRAN 20 HASIL SCANNING ULANGAN HARIAN

(341) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 324

(342) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 325

(343) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 326

(344) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 327

(345) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 328

(346) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 329 LAMPIRAN 21 HASIL SCANNING REMEDIAL SISWA

(347) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 330

(348) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 331

(349) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 332 LAMPIRAN 22 Instrumen Penilaian Produk Kelompok : No 1 Aspek/Kriteria Kelengkapan isi 2 Kejelasan 3 Bahasa 4 Kreativitas B C K Keterangan B : isi memuat contoh penggunaan 4 operasi hitung dalam kehidupan sehari-hari C : isi memuat contoh penggunaan 3 operasi hitung dalam kehidupan sehari-hari K : isi memuat contoh penggunaan 2 operasi hitung dalam kehidupan sehari-hari B : contoh penggunaan operasi hitung yang diberikan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari C : contoh penggunaan operasi hitung yang diberikan ada yang tidak berkaitan dengan kehidupan sehari-hari K : contoh penggunaan operasi hitung yang diberikan tidak berkaitan dengan kehidupan seharihari B : bahasa yang digunakan dapat dipahami atau sesuai dengan tata bahasa Indonesia C : bahasa yang digunakan kurang dapat dipahami atau kurang sesuai dengan tata bahasa Indonesia K : bahasa yang digunakan tidak bisa dipahami atau tidak sesuai dengan tata bahasa Indonesia B : memuat gambar ≥ 3 C : memuat gambar minimal 1 K : tidak memuat gambar Keterangan : B = Baik (Skor 3); C = Cukup (Skor 2) ; K = Kurang (Skor 1) Nilai = Skor Perolehan Skor maksimal Keterangan penilaian: × 100 1) Baik bila mendapatkan nilai 81 sampai dengan 100 2) Cukup bila mendapatkan 61 sampai dengan 80 3) Kurang baik bila mendapatkan nilai kurang dari 61 (Kunandar 2013:316)

(350) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 333 LAMPIRAN 23 HASIL SCANNING REFLEKSI SISWA Pertemuan 1 1) 2) 3) 4) Materi apa yang telah kamu pelajari hari ini? Bagaimana perasaanmu dalam mengikuti pembelajaran hari ini Kesulitan apa yang kamu hadapi dalam belajar bilangan bulat? Apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasi kesulitanmu tersebut?

(351) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 334 Pertemuan 3 1) Apa manfaat mempelajari perkalian? 2) Nilai-nilai apa saja yang kamu dapatkan pada proses pembelajaran hari ini? 3) Kesulitan apa yang kamu hadapi selama proses pembelajaran hari ini?

(352) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 335 Pertemuan 4 1) Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti pembelajaran pada hari ini? 2) Manfaat apa yang dapat kalian rasakan setelah mempelajari bilangan bulat, operasi hitung bilangan bulat dan sifat-sifatnya? 3) Niat apa yang akan kalian lakukan yang mencerminkan nilai kemanusiaan setelah mempelajari bilangan bulat, operasi hitung bilangan bulat dan sifat-sifatnya?

(353) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 336 LAMPIRAN 24 WAWANCARA POTENSI DAN MASALAH No A B Aspek yang diamati Stategi Pembelajaran 1. Kurikulum apakah yang diterapkan si SMP N 1 Yogyakarta? 2. Pendekatan apakah yang biasanya ibu gunakan? 3. Apakah metode pembelajaran yang digunakan ibu gunakan saat melaksanakan proses pembelajaran? 4. Model pembelajaran apa yang ibu gunakan dalam pembelajaran? Jawaban Sekolah pakai kurikulum 2013 mbak. Saya biasanya pakai saintifik mbak. Biasanya saya pakai diskusi mbak, ceramah. Kalau model kadangkadang kooperatif, kontekstual, jarang pakai model khusus mbak, ya pembelajarannya berjalan saja. 5. Apakah pembelajaran sudah Oh pernah mbak kalau pernah menggunakan pendekatan PPR, ya kadang ada PPR? tahapan yang belum tercapai saja, kana da refleksinya juga to 6. Adakah kesulitan yang ibu alami Gak ada sih mbak ketika menggunakan PPR? kesulitan, ya refleksi itu yang kadang anak susah untuk menuliskan refleksinya. Kurang mendalam aja mbak. Proses Pembelajaran 7. Apakah pembelajaran yang Ya saya rasa sudah sih dilakukan sudah menumbuhkan mbak, tapi ya kadangkeaktifan siswa? kadang ada anak yang malu, gak berani to. Cuma diem saja. 8. Adakah kesulitan yang dialami Kalau bilangan siswa dalam mempelajari kebanyakan bingung bilangan bulat? dioperasi hitung mbak, kadang anak bingung

(354) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 337 9. Bagaimana cara ibu untuk mengatasi kesulitan tersebut? 10. Adakah kesulitan yang ibu alami saat menjelaskan materi bilangan bulat? 11. Apakah ibu menggunakan LKS untuk menunjang proses pembelajaran? C D penjumlahan bilangan positif dan negatif, perkalian positif dan negatif, karena kadang dari SD itu belajarnya belum begitu paham, jadi waktu SMP ya masih bingung. Ya saya bimbing pelanpelan mbak. Memberikan motivasi juga. Gak ada sih mbak Jarang saya pakai LKS mbak, biasanya saya pakai buku paket dan siswa mengerjakan soal dari buku paket. Pemanfaatan Media Pembelajaran/Sumber Belajar 12. Apakah guru sudah Kadang-kadang saja saya menggunakan alat peraga untuk pakai mbak. membantu siswa memahami materi? 13. Apakah sumber belajar yang Sudah mbak digunakan sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa? 14. Media apakah yang ibu gunakan Saya pakai PPT mbak dalam pembelajaran? 15. Apakah media Sudah mbak, kan mereka pembelajaran/sumber belajar memperhatikan PPT. yang digunakan sudah melibatkan siswa? Penilaian Proses Belajar dan Hasil Belajar 16. Bagaimana sistem penilaian yang Selain penilaian ibu terapkan dalam menilai hasil pengetahuan juga ada belajar siswa? penilaian sikap dan juga ada keterampilan.

(355) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 338 17. Berapa kali ibu mengadakan ulangan harian tiap bab nya? 18. Apakah guru pernah melakukan penlaian awal sebelum memulai pembelajaran? 19. Sudahkan ibu memberikan tugas sesuai dengan kompetensi tertentu? Biasanya setelah 1 materi selesai mbak. Kalau bab nya banyak ya nanti 2 kali. Wah gak pernah saya mbak kalau tes awal, kadang-kadang kekurangan waktu juga untuk mengejar materi yang lain. Sudah, biasanya saya berikan tugas berkelompok, atau proyek.

(356) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 339 LAMPIRAN 25 WAWANCARA SETELAH UJICOBA PRODUK No A B Aspek yang diamati Pendekatan Pembelajaran 1. Bagaimana perasaan ibu Senang, karena kan di PPR melaksanakan pembelajaran ada refleksi, refleksi itu menggunakan pendekatan PPR? membantu saya untuk melihat respon siswa terhadap pembelajaran , apakah siswa senang atau tidak dengan pembelajarannya. Saya inginnya anak-anak jujur, kalau anak gak suka kan itu sebagai masukan saya. 2. Apakah ada kesulitan yang ibu Tidak ada mbak. temui ketika menggunakan pendekatan PPR? 3. Bagaimana tanggapan/respon Menurut saya mereka tu siswa terhadap proses suka karena mereka saling pembelajaran yang dilakukan kerjasama, hanya mungkin menggunakan pendekatan PPR? anak-anak yg kurang itu hanya bergantung pada anak anak yang pintar, menurut saya udah bagus. 4. Apakah pembelajaran Sudah mbak. Kemarin juga menggunakan pendekatan PPR bilangan bulat dikaitkan dikaitkan dengan kehidupan dengan kehidupan seharisehari-hari? hari, yang mudah dipahami anak. Proses Pembelajaran 5. Bagaimana ibu menyampaikan Ya bisa ambil contoh dari konteks untuk mengawali kehidupan sehari hari pembelajaran? mbak. 6. Apakah pengalaman belajar Sudah, anak kelas VIIB siswa dapat menumbuhkan nilai- kebanyakan punya rasa nilai kemanusiaan? Misalnya percaya diri yang tinggi. nilai bertanggungjawab, percaya Walaupun salah menjawab diri. soal, mereka tetap percaya diri.

(357) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 340 7. Bagaimana pendapat ibu mengenai pelaksanaan model pembelajaran inkuiri terbimbing? 8. Adakah kesullitan yang ibu temui ketika menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing? 9. Apakah siswa dapat memahami materi yang diajarkan menggunakan pendekatan PPR? 10. Apakah siswa mampu mencapai tujuan pembelajaran dengan pendekatan PPR? 11. Adakah kesulitan yang dialami siswa saat proses pembelajaran menggunakan pendekatan PPR dan model inkuiri terbimbing? Menurut saya sudah baik mbak, anak anak juga antusias walaupun kemarin saya marah karena ada yang bengong saja, tapi udah bagus. Saya rasa gak ada ya mbak. Kemarin juga semua berjalan dengan lancar kan. Dapat, jadi disini kan muridnya campur, tapi memang ada anak-anak yang kurang mampu menerima itu ya memang agak susah, teerkadang kita sudah menyimpulkan, tapi itu anaknya masih gak paham, jadi kadang-kadang kalau ditanya sudah bisa, ya mreka diam saja, tapi nanti ulangannya jelek, pndekatannya udah bagus sih, jadi anak-anak yang saya sebutkan tadi perlu bimbingan lagi biar hasilnya maksimal. Ya mbak, kan mereka diskusi, kan banyak yang didapatkan lewat diskusi. Secara kesluruhan si gak ada mbak, paling yang awal-awal aja susah mengerti. Masih bingung dengan modelnya, tapi selanjutnya siswa gak banyak mengalami kesulitan.

(358) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 341 C D E Pemanfaatan Media Pembelajaran/Sumber Belajar 12. Apakah alat peraga yang Iya mbak, mereka juga bisa digunakan dapat membantu terbantu dengan alat siswa memahami materi ? peraga. 13. Apakah alat peraga yang Iya sudah mbak. digunakan sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa? 14. Apakah sumber belajar yang Iya sudah sesuai dengan digunakan sesuai dengan tujuan tujuan yang akan dicapai pembelajaran dan kebutuhan dan kebutuhan siswa. siswa? 15. Apakah sumber belajar dan LKS Iya mbak bisa, siswadapat menumbuhkan keaktifan wiswa yang kurang paham siswa? saja juga mencari kok jawabannya, dia juga berusaha, kadang- kadang mungkin mau bilang/tanya ke temannya tu apa malu apa takut. Penilaian Proses Belajar dan Hasil Belajar 16. Apakah guru mengalami Tidak sih mbak, menurut kesulitan dalam melaksanakan saya ya diamati saja siswapenilaian conscience dan siswa yang menonjol. compassion? Menonjol baik atau menonjol kurang baik. Kita lihat dari jurnal juga bisa. 17. Apakah guru mengalami Tidak mbak. kesulitan dalam melaksanakan penilaian competence? 18. Apakah siswa mengalami Ya ada kesulitan tapi gak kesulitan dalam mengerjakan tes banyak, ya paling anak hasil belajar (competence).? anak yang pahamnya susah itu. Refleksi dan Aksi 19. Apakah siswa dapat Ya mbak, bisa. Semua merefleksikan kegiatan siswa dapat menuliskan pembelajaran? refleksinya dengan baik. 20. Apakah ibu memberikan Iya, saya memberikan arahan kepada siswa untuk arahan untuk melakukan

(359) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 342 melakukan aksi setelah mereka berefleksi? 21. Apakah siswa sudah menjalankan dan memanfaatkan aksi yang sudah dibuat? aksi, kan mereka bingung tentang aksinya. Sudah mbak, ya mereka buat aksi yang komitmen dan tugas itu sudah mereka terapkan.

(360) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 343 LAMPIRAN 26 WAWANCARA SISWA WAWANCARA SISWA Hari, Tanggal : Rabu, 22 Agustus 2018 Narasumber : Siswa Kelas VIIB Sekolah : SMP Negeri 1 Yogyakarta P : “Masih ingatkah kalian tentang pembelajaran bilangan bulat kemarin?” S1 : “Ya, masih ingat mbak” S2 : “Masih” S3 : “Iya masih mbak” P : “Bagaimana perasaan kalian setelah mengikuti pembelajaran bilangan bulat?” S1 : “Senang mbak, karena bisa jadi lebih paham” S2 : Ya senang mbak, S3 : Senang mbak P : “Selain itu, senang karena apalagi?” S1 : “Ya diskusi mbak sama teman, suka” P : “Oke, Apakah kalian mengalami kesulitan saat pembelajaran bilangan bulat? S1 : “Kadang iya, kadang enggak” S2 : “Gak ada” S3 : “Iya mbak, kesulitan saat materi pembagian” P : Kesulitannya dibagian apa? S1 : “Kesulitannya di negatif kali negatif, negatif kali positif, yang gitu-gitu lah mbak.” P : “Menurut kalian, pembelajaran seperti kemarin sudah baik atau belum?” S1 : “Sudah baik mbak” S2 : “Sudah” S3 : “Sudah”

(361) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 344 P : “Dalam proses pembelajaran di kelas, kalian lebih senang berdiskusi atau mengerjakan sendiri-sendiri? S1 : “Diskusi mbak” S2 : “Sendiri mbak” S3 : “Diskusi mbak” P : “Oh kenapa kok lebih suka diskusi?” S1 : “Karena bisa bareng2, nanya temen, hehe” S3 : “Iya mbak bisa nanya-nanya temen” P : “Nah kalau kamu dek? Kenapa lebih suka belajar sendiri-sendiri?” S2 : “Ya enak aja mbak, kalau diskusi kadang temnennya gak mau diajak kerjasama” P : “Oh oke, lalu apakah kalian mengalami kesulitan saat merumuskan masalah? S1 : “Ada yang iya, ada yang enggak, tergantung soal mbak” S2 : “Gak ada mbak” S3 : “Ada mbak, kadang-kadang bingung maksudnya, tapi setelah dijelasin ya ngerti kok” P : “Oke, kalau saat berdiskusi dalam kelompok, hal-hal apa saja yang kalian dapatkan? S1 : “Menghargai, melatih tanggungjawab” S2 : “Jadi tau apa yang tidak tau” S3 : “Kekompakan mbak” P : “Apakah setiap anggota kelompok kalian ikut dalam diskusi? Atau ada yang diam saja saat diskusi kelompok? S1 : “Ada mbak, bukan gak ikut diskusi, tapi kayaknya gakbisa, gak menguasai bilangan bulat”. S2 : “Ya mbak, semuanya ikut diskusi” S3 : “Ada mbak, dari awal sampai akhir diem aja, udah diajakin ngerjain ya diem aja, gak tau kenapa”. P : “Ada kesulitan gak yang kalian alami saat diskusi kelompok? S1 : “Gak ada sih mbak, karena kadang kan mereka gak bisa terus aku yang ngajari” S2 : “Gak ada mbak”

(362) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 345 S3 P : “Ya ada mbak, kadang gak ngerti kalau dijelasin temen”. : “Oh gitu, kalau mengenai alat peraga, apakah alat peraga yang diberikan membantu kalian memahami materi dalam bilangan bulat? S1 : “Alat peraga yang mana to mbak?” P : “Itu alat peraga permainan dua warna” S1 : “Oh yang itu, iya mbak jadi lebih memahami bilangan bulat.” S2 : “Gak membantu mbak, karena gak gampang pemakaiannya”. S3 : “Oh yang itu mbak, iya membantu mbak, jadi lebih paham”. P : “Ya, apakah kalian sudah melakukan kegiatan refleksi dengan sungguhsungguh?” S1 : “Sudah mbak, aku jujur ya kalau refleksi, sesuai dengan apa yang kurasakan” S2 : “Sudah mbak” S3 : “Belum mbak, karena aku bingung kalau refleksi” P : “Oh begitu, jadi ada yang belum paham ya refleksi, jadi itu gunanya untuk memaknai pembelajaran yang sudah kalian terima. Mengenai aksi, kan diminta membuat komitmen, kalian kesulitan gak? Lalu sudah dijalankan belum komitmen itu? S1 : “Ya awalnya kesulitan mbak, tapi udah paham kok, udah dijalankan dong” S2 : “Enggak sih mbak, sudah dijalankan tapi aku lupa kemarin apa” S3 : “Kesulitan mbak, bingung” P : “Lalu untuk tugas aksinya, kalian mengalami kesulitan gak? Adakah kelompok kalian yang tidak ikut mengerjakan?”. S1 : “Aksi yang mana to mbak? Ohh ya gak ada kesulitan sih mbak, semuanya ngerjain kok” S2 : “Enggak mbak, pada ngerjain semua kok” S3 : “Itu kelompok ya mbak? Kayaknya aku kerja sendiri deh”. P : “Iya itu tugas kelompok, nah kalau untuk soal ulangan dan kuis, kalian sudah bisa mengerjakan belum? S1 : “Bisa mbak” S2 : “Bisa mbak” S3 : “Ya ada yang bisa ada yang enggak mbak”

(363) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 346 P : “Ya, berarti harus lebih banyak belajar lagi ya supaya gak mengalami kesulitan mengerjakan soal. Jadi, kalian sudah memahami materi bilangan bulat?” S1 : “Sudah mbak” S2 : “Sudah mbak” S3 : “Sudah mbak” P : “Ya bagus, jangan lupa belajar ya “ S1 : “Oke mbak”

(364) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 347 LAMPIRAN 27 Transkripi Uji Coba Produk Transkripsi Uji Coba Produk Pertemuan Pertama Senin, 23 Juli 2018 Keterangan G : Guru SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa 𝑆𝑛 : Siswa ke-n 𝐾𝑛 : Kelompok ke-n Kegiatan Awal Konteks 1. G 2. SS 3. G : : : 4. SS 5. G : : 6. BS 7. G : : 8. 𝑆11 9. 𝑆16 10. 𝑆32 11. G : : : : “Selamat pagi anak-anak” “Selamat pagi bu” “ Hayo dirapikan meja dan kursinya, ini ruang kelas ya bukan pasar, kalau pelajaran saya semua siswa harus sudah duduk ditempatnya masing-masing ya” “Baik bu” “Jadi hari ini kalian akan mulai belajar materi pertama yaitu bilangan bulat, kegiatan pembelajaran pada hari ini nanti kalian akan dibagi dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi tentang materi bilangan bulat, nanti saya akan memberikan LKS dan kalian diharapkan dapat membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat melalui pengerjaan LKS. Sudah pernah belajar bilangan bulat kan waktu SD?” “ ya bu pernah” “apa to bilangan bulat itu? Siapa yang bisa memberi contoh bilangan bulat? “ada negatif nya bu” “bilangan positif, negatif” “0,1,2,-3, kan bu?” “Ya benar, jadi bilangan bulat itu kumpulan bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif. Sekarang saya ingin tau kemampuan kalian sejauh mana belajar bilangan bulat, jadi sekarang kalian mengerjakan soal yang saya berikan ini,

(365) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 348 kerjakan sendiri-sendiri sesuai kemampuanmu, jangan nyontek temannya” : “Ya ampun bu, aku gak belajar loh bu” 12. 𝑆15 : “Iya bu, baru pertemuan pertama udah suruh ngerjain soal” 13. 𝑆7 14. G : “Gak apa-apa kerjakan sesuai kemampuan kalian saja” (setelah siswa mengerjakan soal kemudian dibagi dalam beberapa kelompok dan guru memberikan LKS untuk di diskusikan bersama kelompok) Kegiatan Inti Pengalaman a. Inkuiri terbimbing langkah merumuskan masalah (dalam kelompok) 15. S11 : “ini maksudnya apa to, kita suruh ngapain?” 16. S7 : “Bu, ini maksudnya suruh ngapain ya bu” 17. G : “Ya coba kalian perhatikan, pertanyaan apa yang muncul setelah melihat gambar? itu gambar apa? Ada hubungannya tidak dengan bilangan bulat?” 18. S32 : “hah gak ada bu, itu kayaknya kemacetan” 19. G : “kira-kira kalau terjadi kemacetan, karena apa?” 20. S32 : “Pulang sekolah bu” 21. S31 : “Pulang kerja” 22. G : “Selain itu? Saat apa kemacetan terjadi, hari raya macet tidak?” 23. S10 : “Iya bu, lebaran biasanya macet” 24. G : “Kalau lebaran macet karena biasanya orang-orang mudik berapa hari sebelum lebaran?” 25. S10 : “Sehari bu” 26. S11 : “dua hari bu” 27. G : “Nah, pernah tidak kalian mendengar berita arus mudik H-1, H-2 lebaran? Itu merupakan penggunaan bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari” 28. BS : “Ohhh begitu to bu” b. Inkuiri terbimbing tahap merumuskan hipotesis 29. S16 : “ayo gek dikerjain ini, siapa yang mau nulis” 30. S11 : “Sini sini aku aja, gimana nih cara membandingkan bilangan yang tersusun dari banyak angka” 31. S16 : “kalau positif sama negatif ya besar yang positif” 32. S13 : “kalau positif lebih besar angkanya ya lebih besar nilainya” : c. Inkuiri terbimbing tahap mengumpulkan data 33. G : “anak-anak, setelah kalian mengerjakan dan mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan di LKS, kalian dapat menuliskan halhal penting yang kalian dapatkan” 34. S10 : “Tulis dimana bu?” 35. G : “Ya itu di LKS to ya, mau ditulis di buku kalian masingmasing ya lebih bagus”

(366) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 349 36. S24 : “Bu kelompokku belum selesai loh bu” 37. G : “ya gek diselesaikan, jangan ngobrol terus. Nanti beberapa kelompok bisa membacakan hal-hal penting yang didapat ya” d. Inkuiri terbimbing tahap menguji hipotesis 38. G : “Sudah ya, ayo sekarang beberapa kelompok menyampaikan hasil diskusinya, kelompok 8 yo coba” 39. S20 : “cara membandingkan bilangan bulat bu?” 40. G : “Ya ” 41. S20 : “dengan memberi tanda titik di tiga angka dari belakang kemudian dibandingkan angka yang lebih besar atau lebih kecil” 42. G : “oke itu dari kelompok 8, yang lain ada yang berbeda? Kelompok 2 2 gimana?” 43. S16 : “bu, kalau kelompok kami melihat angka penyusunnya bu, kalau angkanya sama ya membandingkan angka pertama lalu angka kedua” 44. G : “Ya, bagus, beri tepuk angan untuk teman kalian yang mengutarakan pendapatnya, jadi membandingkan suatu bilangan bisa dengan membandingkan jumlah angka penyusunnya ya, bisa memperhatikan nilai tempatnya juga, misalkan satuan, puluhan, dan ribuannya” e. Inkuiri terbimbing tahap mmenarik kesimpulan 45. G : “Ya jadi anak-anak tadi kalian telah belajar tentang mengidentifikasi, membandingkan, dan mengurutkan bilangan bulat ya” 46. BS : “iya bu” 47. G : “jadi bagaimana cara membandingkan bilangan bulat yang banyaknya angka sama?” 48. BS : “Lihat nilai tempatnya bu, dari angka pertama terus angka kedua terus selanjutnya” 49. G : “Ya jadi kalian sudah paham ya? Nanti yang masih ada pertanyaan bisa ditanyakan pada saya” Kegiatan Penutup Refleksi 50. G : “Bagaimana perasaan kalian mengikuti pembelajaran hari ini anak-anak?” 51. S11 : “Bingung bu” 52. S30 : “Senang bu” 53. G : “ya nanti yang bingung bisa belajar lagi, kalian dapat mengeluarkan sebuah kertas untuk menuliskan refleksi pembelajaran hari ini ya, pertanyaan untuk refleksinya ada di LKS kalian” Evaluasi

(367) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 350 : “Anak-anak, materi apa saja yang sudah kamu pelajari hari ini?” 55. S11 : “Bilangan bulat bu” 56. G : “Laiyo bilangan bulat, apa saja yang dipelajari hari ini?” 57. S32 : “membandingkan bilangan bulat, nilai tempat bu” 58. G : “Ya, jadi hari ini kita sudah belajar tentang membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat ya, kalian juga telah belajar menyatakan suatu besaran dalam bilangan bulat. Jangan lupa belajar lagi, minggu depan kita masih akan belajar bilangan bulat ya” 54. G

(368) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 351 Pertemuan Kedua 26 Juli 2018 Keterangan G : Guru SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa 𝑆𝑛 : Siswa ke-n 𝐾𝑛 : Kelompok ke-n Kegiatan Awal Konteks 1. G : 2. BS : 3. G : 4. BS : 5. G : “Selamat siang anak-anak,” “selamat siang bu” “Yo disiapkan bukunya, siapa yang gak masuk hari ini?” “Gak ada bu, masuk semua” “Oh ya. Jadi hari ini kita akan belajar tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, waktu SD sudah pernah to? Sekarang kita mau memperdalam, dengan cara nanti kita akan membuat kelompok lagi, dan saya akan membagikan LKS yang harus kalian diskusikan bersama, kelompoknya gampang aja, yang meja depan ini dibalik ke belakang terus hadap-hadapan ayo sekarang membuat kelompoknya, ”

(369) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 352 6. G 7. BS 8. G : “Nanti kita akan mencoba melihat konsep penjumlahan dan pengurangan menggunakan alat peraga kartu bilangan, sekarang coba cermati konteks dalam LKS, berdasarkan konteks yang pertama, berapakah boneka yang dimiliki Mia sekarang?” : “7 bu” : “Ya, jadi 3+4= 7 ya, semula dia punya boneka 3 dan mendapat hadiah sebanyak 4 boneka lagi” Kegiatan Inti Pengalaman a. Inkuiri terbimbing langkah merumuskan masalah 9. G : “sekarang kita akan melihat video tentang penggunaan alat peraga permainan dua warna untuk memahami konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, semua memperhatikan ya” 10. G : “apakah kalian sudah paham?” (kemudian guru memberikan sebuah contoh di papan tulis)

(370) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 353 “ya kalau sudah paham, kalian bisa menggunakan alat peraga untuk menjawab pertanyaan yang ada di LKS” (dalam sebuah kelompok) 11. S6 : “ini selisihnya dikurangi kan? Dari A ke B?” 12. S10 : “iya berarti tinggi A dikurang tinggi B, 125-(-20)” 13. S11 : “Terus ini 7 +8 = 15 , wo ini kalkulator manual kok” 14. S10 : “heh jangan dipegang sendiri LKSnya to” 15. S11 : “Iyoo iyooo” b. Inkuiri terbimbing tahap merumuskan hipotesis (dalam sebuah kelompok) 16. S33 : “Bu ini maksudnya gimana to bu sifat-sifat apa maksudnya?” 17. G : “Itu loh sifat-sifat dalam penjumlahan dan pengurangan masih ingat gak?” 18. S33 : “Lupa bu” 19. S26 : “Gak tahu bu” 20. G : “ya coba dicari di buku ada gak, diinget-inget lagi, misalkan sifat 1 itu kamu amati dari contohnya nomor 1 dan 2, kira-kira sifat apa” 21. S32 : “ohh oke oke bu paham” (dalam sebuah kelompok) 22. S3 : “ayo ini ngisi sifat-sifatnya, kalau dari nomor 1 dan 2 sifat apa ya?” 23. S2 : “Itu kan hanya angkanya dibalik to, hasilnya tetap sama” 24. S3 : “Sifat apa ya, komutatif po? 25. S5 : “iya tulis aja” : c. Inkuiri terbimbing tahap mengumpulkan data 26. G : “ayo coba perhatikan anak-anak, kalian dapat menuliskan di LKS hal-hal penting yang kalian dapatkan, juga tulis di buku kalian ya, nanti kita diskusikan bersama kalau semuanya sudah selesai mengerjakan” 27. BS : “ya bu, siap bu”

(371) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 354 d. Inkuiri terbimbing tahap menguji hipotesis 28. G : “Anak-anak sudah selesai? mari kita diskusikan bersama hasil diskusi kalian, nanti saya harapkan masing-masing perwakilan kelompoknya untuk menyampaikan hasil diskusinya ya, mulai dari kelompok 1” 29. S1 : “Nomor 1 jawabannya 145m” 30. G : “ya apakah ada kelompok yang jawabannya berbeda?” 31. BS : “sama bu” 32. G : “ya terus nomor 2 masih kelompok 1” 33. S1 : “jawabannya -55 bu” 34. G : “ayo yang lain gimana? Apakah berbeda?” 35. S2 : “15 bu” 36. G : “ya, yang bener 15m ya tingginya, karena tinggi B dikurangi tinggi C” 37. G : “Selanjutnya sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat ya, ayo kelompok selanjutnya” 38. S12 : “Dibaca bu soalnya?” 39. G : “Ya dibaca gak papa” 40. S12 : “dari soal nomor 1 dan 2 sifat apa yang kamu temukan, sifat komutatif bu” 41. G : “bagus, jadi sifat komutatif ya, atau sifat pertukaran, 7+8=8+7=15, angkanya dibalik hasilnya tetap sama ya” 42. S12 : “sifat 2 juga komutatif bu” 43. G : “nah coba semua perhatikan soal nomor 8 dan 9, 0+8= 8 , 11+0=11, artiny apa? Coba kalian perhatikan, bilangan itu samasama ditambah dengan 0(nol) tetapi hasilnya tetap bilangan itu sendiri, jadi namanya ini sifat apa?” 44. K6 : “Distributif bu” 45. G : “Kok distributif to, yang lain apa?” 46. K2 : “Identitas bu” 47. G : “Nah itu, namanya identitas, jadi 0 adalah identitas dalam penjumlahan ya, ” 48. BS : “ohh ya buu” e. Inkuiri terbimbing tahap menarik kesimpulan 49. G : “Ya jadi siapa yang masih bingung dalam menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat? Harus paham ya, harus berubah dari SD, misalnya kemarin belum bisa, sekarang harus sudah bisa, jadi ada sifat-sifat apa saja dalam penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat? 50. BS : “ komutatif, identitas, tertutup, assosiatif bu” 51. G : “pengurangan bilangan bulat bersifat komutatif tidak?” 52. BS : “ya bu” 53. BS : “tidak tahu bu” 54. G : “ coba kalau 2-3 berapa? 3-2 berapa?” 55. BS : “-1 dan 1 bu, beda bu”

(372) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 355 : “Ya jadi yang merupakan sifat pengurangan hanya tertutup dan identitas ya anak-anak” 57. BS : “Ya bu” Kegiatan Penutup Refleksi Guru memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi 58. G : “baik anak-anak, manfaat apa yang telah kalian dapatkan setelh pembelajaran hari ini” 59. S14 : “mengerti sifat-sifat bilangan bulat bu” 60. S10 : “dapat bekerjasama dalam kelompok bu” 61. G : “ya, tadi beberapa anak masih diam saja to saat diskusi, besok lagi di tingkatkan kerjasamanya ya, jangan malu bertanya kalau gak tahu” 62. BS : “Baik bu” Evaluasi 63. G : “sekarang untuk meguji pengetahuan kalian, kalian kerjakan beberapa soal evaluasi yang ada d LKS ya,” Anak-anak mengerjakan beberapa soal untuk evaluasi, kemudian dibahas bersama guru 64. G : “minggu depan kita sudah masuk materi perkalian ya, belajar di rumah materi yang dipelajari hari ini, selamat siang” 65. SS : “Siang bu, terimaksih bu” 56. G

(373) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 356 Pertemuan Ketiga 30 Juli 2018 Keterangan G : Guru SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa 𝑆𝑛 : Siswa ke-n 𝐾𝑛 : Kelompok ke-n Kegiatan Awal Konteks 1. G : “selamat siang anak-anak, ayo segera duduk yang belum duduk” 2. SS : “Slamat siang buu” 3. G : “sudah.. ya hari ini seperti kemarin, kemarin masih ada yang gak tertib dalam diskusi kelompok, ada yang tidak mau bekerjasama, hari ini diharapkan semua bisa bekerjasama dan saling membantu dalam kelompoknya masing-masing ya. Hari ini kita akan belajar tentang perkalian bilangan bulat dan sifatsifatnya. Sebelumnya saya akan bertanya, kemarin kita sudah belajar tentang penjumlahan dan pengurangan ya, belajar sifatsifatnya kan, yang pertama sifat dari penjumlahan apa saja? 4. BS : “komutatif” 5. G : “yak komutatif 6. BS : “Assosiatif” 7. G : “Ya Assosiatif” 8. BS : “Identitas” 9. G : “Identitas, setelah identitas sifat apa lagi?” 10. BS : “Tertutup” 11. G : “ Tertutup. Oke, sekarang yang pengurangan ada yang berlaku?” 12. S25 : “Tertutup” 13. G : “Tertutup, apalagi?” 14. S32 : “Identitas”

(374) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 357 : “Ya, identitas, dan sekarang kita akan bicara tentang perkalian dan sifat-sifatnya, kelompoknya seperti kemarin, dibalik kursinya biar hadap-hadapan,” 16. S28 : “Bu yang kemarin to?” 17. G : “Iya kelompok yang kemarin, yang penting ada laki-laki dan perempuan, dah gak usah rame, yok ada labelnya nomor absen masing-masing ditempel dan akan dibagikan LKS nya. Jadilah kelompok yang terbaik, yang mengumpulkan cepat” Kegiatan Inti Pengalaman a. Inkuiri terbimbing langkah merumuskan masalah (dalam kelompok) 18. S20 : “bu ini maksudnya gimana?” 19. G : “ya pertanyaan apa yang muncul setelah membaca permasalahan tersebut?” 20. S20 : “cari tinggi gedungnya” 21. G : “ya tulis aja pertanyaan sesuai apa yang muncul di pikiran kalian” Dalam kelompok 22. S13 : “ngene hlo,, kamu inget-inget dulu, sik to sik to, tinggi tiap lantai 6 meter, weh tadi mu ditulis 5 × 6 kamu gak mau, gedung tersebut memiliki, memiliki piro? ” 23. S6 : “5 lantai” 24. S13 : “nah tinggi gedung tanpa atap piro?” 25. S6 : “berarti 5 × 6 to?” b. Inkuiri terbimbing tahap merumuskan hipotesis 26. S15 : “Bu yang tabel ini maksudnya gimana?” 27. G : “ya itu kamu isi sesuai tabelnya misalnya axb, lalu kamu membuat contoh bilangan di nomor 4 itu” 28. S7 : “ya tulis aja itu distributor” 29. S12 : “ distributor, distributif ya” 30. S7 : “oh iya distributif” 31. G : “Semua sudah selesai? siapa yang belum selesai?” 32. BS : “belum bu belum” 33. S10 : “sabar bu sabar” 34. G : “ya 5 menit lagi ya” : c. Inkuiri terbimbing tahap mengumpulkan data 35. G : “anak-anak, jangan lupa menuliskan hal-hal penting terkait pembelajaran hari ini ya, ditulis di LKS” 36. BS : “Baik bu” d. Inkuiri terbimbing tahap menguji hipotesis 37. G : “kelompok mana yang akan menyampaikan hasil diskusinya?” 38. K9 : “saya bu” 15. G

(375) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 358 39. S15 : “nomor 1, 𝑎 × 𝑏 = 5 , 𝑏 × 𝑎 = 5, 𝑏 × 𝑐 = 20 , (𝑎 × 𝑏) × 𝑐 = 20, 𝑎 × (𝑏 × 𝑐) = 20, apakah perkalian bilangan bulat bersifat komutatif? Jawabannya ya, apakah perkalian bilangan bulat bersifat assosiatif? ya” 40. G : “Ya bagus, apakah jawaban kelompok lain ada yang berbeda?” 41. G : “apakah ada yang masih bingung tentang perkalian?” 42. S11 : “mosok perkalian bingung” 43. BS : “yang sifat distributif bingung bu” Guru menjelaskan sifat distributif kemudian menyuruh siswa mengerjakan contoh soal e. Inkuiri terbimbing tahap menarik kesimpulan 44. G : “anak-anak, kalian kan tadi sudah mengisi dan mengamati tabel pengecekan sifat perkalian, sifat-sifat perkalian bilangan bulat apa saja?” 45. BS : “komutatif, assosiatif, distributif 46. G : “Ya, itu merupakan sifat-sifat dari perkalian bilangan bulat” Kegiatan Penutup Refleksi Guru memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi yang ditulis di selembar kertas 47. G : “anak-anak, saya akan membagikan selembar kertas, nanti kalian bisa menuliskan refleksi di kertas ini, pertanyaan untuk refleksinya ada di LKS ya” 48. BS : “baik bu” Aksi 49. G 50. BS : “setelah kalian merefleksikan pembelajaran hari ini, kalian bisa membuat aksi, yang berupa komitmen apa yang akan kalian buat dan kalian jalankan berdasarkan hasil refleksi kalian masing-masing” : “Ya bu”

(376) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 359 51. S30 : “Bu komitmen itu apa?” 52. G : “Komitmen itu ya sesuatu yang akan kamu jalani terus, misalkan kamu punya komitmen rajin belajar” 53. S30 : “Oh gitu to bu” Evaluasi 54. G : “Baiklah anak-anak, sudah belajar apa saja kita hari ini?” 55. BS : “perkalian dan sifatnya” 56. G : “Apa saja sifat dari perkalian?” 57. BS : “komutatif, distributive, asosiatif” 58. G : “Ya, jadi sifat-sifat perkalian ada komutatif, asosiatif, dan distributive terhadap penjumlahan dan pengurangan. Sudah paham semua?” 59. BS : “Sudah bu” 60. G : “Baik, untuk menguji pemahaman kalian, ibu akan mengadakan kuis,” 61. S11 : “Hah kuis bu” 62. S15 : “Kuis apalagi to bu” 63. S7 : “Wah gak belajar bu” 64. G : “Ya baru saja belajar kan tadi”

(377) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 360 Pertemuan Keempat 6 Agustus 2018 Keterangan G : Guru SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa 𝑆𝑛 : Siswa ke-n 𝐾𝑛 : Kelompok ke-n Kegiatan Awal Konteks 1. G : “Selamat siang anak-anak, ayo segera duduk ditempatnya” 2. SS : “selamat siang bu” 3. G : “Tujuan pembelajaran hari ini, diharapkan kalian dapat mengerti tentang faktor bilangan bulat, bilangan prima, pembagian bilangan bulat, dan urutan operasi hitung. Ayo perhatikan, coba mas depan sendiri perhatikan depan ya mas. Pengalaman saja, kelas 9 mengerjakan urutan operasi malah tidak bisa, padahal soal macam-macam bisa. Soal nomor 1 saat ujian adalah urutan operasi hitung dia tidak bisa, karena apa? Dia tidak mendengarkan. Ya jadi kegiatan pembelajaran nanti kita diskusi lagi menggunakan LKS, presentasi, refleksi, aksi, dan evaluasi. Sekarang kita akan diskusi, untuk kelompok akan saya bagi” 4. BS : “baik bu” 5. G : “Bukunya dipakai, jangan ditutup terus, dibuka supaya kamu tahu dan belajar” 6. BS : “Ya Bu” 7. G : “Ayo semua duduk bersama kelompoknya yang kemarin, lalu saya akan membagikan LKS” 8. BS : “Ya Bu” 9. G : “Silahkan dikerjakan bersama-sama ya, saling membantu temannya yang tidak bisa” 10. BS : “Baik bu” Kegiatan Inti Pengalaman a. Inkuiri terbimbing langkah merumuskan masalah (dalam sebuah kelompok) 11. S16 Faktor bilangan bulat tu apa e?” 12. S15 : “Itu kebalik kan bu? kebalik kan?” 13. S19 : “Ini pertanyaan yang muncul kan bu?, terus ini jawabannya kan bu?” 14. G : “Iya”

(378) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 361 15. S16 : “Oh pertanyaan yang muncul ding” b. Inkuiri terbimbing tahap merumuskan hipotesis (dalam sebuah kelompok) 16. S11 : “Bilangan prima adalah…” 17. S24 : “Bu, urutan operasi itu yang mana?” 18. G : “Operasi hitung ada apa saja?” 19. S24 : “Penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian” 20. G : “Ya urutan operasi hitung itu maksudnya, kalau ada soal yang memuat lebih dari 2 operasi hitung, mana dulu yang dikerjakan” c. Inkuiri terbimbing tahap mengumpulkan data 21. G : “Anak-anak, hal penting apa yang kalian dapatkan setelah kegiatan diskusi dan menjawab permasalahan tadi?” 22. S20 : “Pengertian bilangan prima, faktor bilangan prima” 23. S10 : “Cara pembagian bu” 24. G : “Ya jadi kalian tuliskan dalam LKS hal penting yang kalian dapatkan ya” 25. BS : “Ya bu” d. Inkuiri terbimbing tahap menguji hipotesis 26. G : “Anak-anak sudah selesai belum menjawab LKS nya?” 27. BS : “Sudah Bu” 28. K6 : “Belum Bu” 29. K3 : “Bentar bu kurang sedikit” 30. G : “Ya segera diselesesaikan lalu presentasi ya” 31. BS : “Oke bu” 32. G : “Sudah ya, siapa yang mau mempresentasikan hasil diskusinya?” 33. S5 : “Saya bu” 34. G “Coba perhatikan semuanya, dengarkan teman kalian yang akan menyampaikan hasil diskusinya” 35. BS : :Ya bu” 36. G : “Yo mbak dibaca” 37. S5 : “Bilangan prima adalah bilangan bulat positif yang hanya memiliki 2 faktor, 1 dan bilangan itu sendiri” 38. G : “kelompok mana yang mau nambahi atau menanggapi?” 39. S10 : “Sama bu” 40. G : “Ya, lanjut ke nomor selanjutnya, coba kelompok 1, bagaimana urutan operasi hitung?” 41. S33 : “Jika ada pengurangan, penjumlahan, pembagian, dan perkalian, yang dikerjakan dulu perkalian atau pembagian dulu, kemudian penjumlahan atau pengurangan” 42. G : “Ya, sudah tepat ya, ada yang berbeda atau masih bingung? Mungkin ada yang mau menambahi dari kelompok lain” 43. S13 : “Bentuk dalam kurung bu” 44. G : “Oh ya, jika ada bentuk dalam kurung, berarti dikerjakan terlebih dulu ya” 45. BS “ “Ya bu” e. Inkuiri terbimbing tahap mmenarik kesimpulan

(379) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 362 : “Jadi anak-anak, bagaimana urutan operasi hitung pada bilangan bulat?” 47. S10 : “Yang didalam kurung dulu bu” 48. S16 : “perkalian pembagian bu” 49. G : “Ya, jadi kalau ada bentuk di dalam kurung, berarti didahulukan yang ada tanda kurungnya, baru perkalian dan pembagian, lalu yang terakhir yaitu operasi penjumlahan dan pengurangan” Kegiatan Penutup Refleksi 50. G : “Anak-anak, bagaimana perasaan mengikuti pembelajaran hari ini?” 51. S7 : “Senang tapi mumet bu” 52. S11 : “Iya bu, tapi seru” 53. G : “Manfaat apa yang kalian rasakan dalam belajar hari ini?” 54. S13 : “Tahu urutan operasi hitung pada bilangan bulat bu” 55. G : “Ya, jadi kalian sudah tahu ya urutan operasi hitung, sekarang tuliskan refleksi kalian masing-masing dalam selembar kertas ya” 56. BS : “Baik Bu” Aksi 57. G : “Anak-anak coba perhatikan, di dalam LKS kalian itu ada tugas aksi, coba dibaca” 58. BS : “Bu maksudnya gimana?” 59. G : “Jadi anak-anak membuat tugas aksi 1 kelompok membuat 1, harus kerjasama, karena nilai 1 kelompok itu pasti sama, tugasnya begini, carilah penggunaan bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dalam kehidupan sehari-hari, kumpulkan dan disertakan gambar” 60. S32 : “Bu contohnya berapa?” 61. G : “Minimal ada contoh penggunaan 4 operasi hitung dalam kehidupan sehari-hari ya” 62. BS : “Oh ya Bu” Evaluasi 63. G : “Baiklah anak-anak, sekarang kerjakan uji pengetahuannya , kelompok 1 sampai 8 harus siap” 64. S12 : “uji pengetahuan yang mana bu” 65. G : “Di LKS mu lembar terakhir, yang tabel 1, dari kelompok 2, hasilnya apa?” 66. S15 : “Bilangan positif dikali bilangan positif hasilnya positif, negatif kali negatif hasilnya bilangan positif” 67. G : “Ya, ada yang berbeda?” 68. BS : “Sama bu” 69. G : “Jawaban yang belum tepat dibenarkan ya” 70. BS : “Baik Bu” 71. G : “Sekarang untuk nomor 2 coba kelompok 5 gimana?” 46. G

(380) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 363 72. S14 : “184+248 dulu bu, kemudian dibagi 24, hasilnya 18” 73. G : “Ya Sudah tepat ya jawabannya anak-anak” 74. G : “Baik, jadi pembelajarannya sampai disini ya, jangan lupa belajar dirumah supaya lebih paham” 75. SS : “Ya buu”

(381) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 364 LAMPIRAN 28 ALAT PERAGA Permainan Dua Warna 1. Fungsi permainan Kegiatan permainan dua warna digunakan untuk membantu anak memahami penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Untuk memainkan kegiatan ini anak harus sudah memahami sifat invers jumlah, yaitu jumlah bilangan bulat dengan lawannya hasilnya 0 (nol). Jadi anak memahami bahwa 1 + (−1) = 0 2. Alat permainan a. Peralatan permainan Satu perangkat permainan merupakan suatu bentuk benda yang terdiri atas dua warna, dan masing-masing warna disediakan kira-kira 30 biji. Agar menarik dapat dibuat bermacam-macam bentuk atau warna, misalkan persegi hitam-putih, lingkaran orange-merah, bintang merahkuning, dan lain sebagainya. Satu warna mewakili bilangan positif dan warna lainnya mewakili bilangan negatif. Agar mudah bagi anak, sebaiknya diberi tanda positif dan negatif pada warna yang dikehendaki. b. Cara membuat Permainan dua warna ini dapat dibuat dari karton atau kertas manila dengan cara memotong-motong kertas dengan ukuran yang sama sesuai dengan bentuk yang dikehendaki.

(382) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 365 3. Cara menggunakan a. Penjumlahan bilangan bulat Misalkan kita akan mencari hasil dari 3 + (−5). Anak mengambil 3 kertas yang mewakili bilangan positif, dan 5 kertas yang mewakili bilangan negatif, kemudian menggabungkan keduanya menjadi satu. Misalkan warna merah mewakili bilangan positif dan warna orange mewakili bilangan negatif + 3 + − −5 Anak membuat kelompok 3 positif dan 5 negatif Anak menggabungkan kedua kelompok menjadi satu. Selanjutnya anak diminta mengamati dan memasangkan setiap satu positif dengan satu negatif. Setiap pasangan artinya sama dengan nol (0), yang tidak punya pasangan merupakan hasilnya. Jadi 4 + (−5) = (−2) b. Pengurangan bilangan bulat Dalam permainan dua warna ini, pengurangan berarti mengambil. Contoh : 2 − 5 Anak mengambil 2 kertas merah yang mewakili bilangan positif,

(383) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 366 kemudian dari 2 kertas merah tersebut harus diambil 5, ternyata tidak bisa diambil 5 karena hanya ada 2 kertas merah. Maka anak mengambil 5 pasang kertas merah dan kertas orange yang bernilai 0 (nol). Kemudian menggabungkannya menjadi satu 2 Lalu diambil 5 positif, menjadi : Jadi, 2 − 5 = −3 0 −3

(384) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 367 Misalkan mencari selisih dari 2 − (−4). Anak mengambil perangkat permainan, lalu melakukan kegiatan seperti ini : Ambil dua kertas 2 positif Dari 2 positif itu akan diambil 4 negatif, tetapi tidak bisa karena tidak ada kertas yang mewakili bilangan negatif. Agar bisa diambil 4 negatif maka akan ditambahkan 4 pasang kertas merah dan orange yang nilainya sama dengan 0 (nol). Kemudian digabungkan dan diambil −4 Lalu menjadi : Jadi, 2 − (−4) = 6 6

(385) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 368 LAMPIRAN 29 TUGAS AKSI SISWA

(386) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 369 LAMPIRAN 30 HASIL PERHITUNGAN KUESIONER RESPON SISWA Total No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 3 4 4 1 3 2 4 4 3 3 4 3 3 3 2 3 3 2 2 4 1 2 3 4 4 2 3 2 3 3 3 3 4 4 2 3 3 2 3 3 2 4 1 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 1 4 3 3 4 4 3 5 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 3 6 4 3 3 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 2 7 3 4 3 2 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 8 1 4 4 2 3 2 3 3 3 3 4 4 2 3 2 3 2 4 2 3 3 9 4 4 3 4 3 2 2 3 4 3 4 4 2 4 3 2 2 4 2 3 2 10 11 2 2 4 3 3 3 1 1 3 2 3 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 2 2 3 3 1 3 3 3 2 2 4 4 3 2 4 4 2 2 12 4 4 3 4 3 2 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 13 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 Pernyataan 14 15 16 1 1 4 2 3 4 3 2 3 1 4 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 4 3 2 3 4 3 4 4 4 3 4 2 4 3 2 3 1 4 4 4 3 3 2 3 3 4 4 4 3 2 2 4 3 4 3 3 3 17 3 2 3 4 3 2 2 3 4 2 4 4 3 3 2 1 2 4 1 1 3 18 4 4 4 2 3 3 2 4 3 3 4 3 3 3 1 4 2 4 4 4 3 19 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 20 21 22 4 3 3 2 3 2 3 2 3 2 4 1 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 4 3 2 3 2 3 3 3 2 3 1 3 2 2 3 4 1 4 3 2 1 3 2 3 2 4 4 4 2 2 1 4 3 3 3 4 3 23 4 4 3 2 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 2 3 3 4 1 3 3 24 4 3 2 4 3 2 2 3 4 2 4 2 3 4 3 3 3 4 3 3 3 25 3 3 3 2 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 4 4 2 26 27 28 3 3 4 2 2 2 2 4 3 4 2 1 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 4 4 2 1 1 4 3 3 2 4 4 4 2 1 4 1 3 4 3 3 2 29 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 2 4 4 4 4 2 30 3 4 4 2 3 3 3 4 1 4 4 4 4 3 3 4 2 4 4 3 1 96 97 96 80 97 83 81 97 99 92 109 102 84 98 87 88 82 115 83 101 78

(387) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 370 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 2 3 2 3 3 3 2 2 3 2 3 2 2 3 3 4 90 3 3 4 2 2 2 1 1 3 3 2 3 2 3 4 3 1 3 3 1 3 3 4 3 4 4 4 3 2 1 80 3 3 3 4 4 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 4 2 3 2 3 3 3 2 3 2 4 3 91 3 2 4 2 3 3 4 3 3 2 4 4 4 3 3 3 2 2 1 1 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 84 3 2 4 3 3 2 3 3 2 1 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3 82 2 2 4 3 3 3 4 3 2 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 88 3 2 3 3 2 3 4 3 3 2 3 3 4 4 2 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 87 3 3 4 3 2 2 3 3 1 3 3 2 3 2 3 4 2 3 3 3 2 4 3 2 3 2 2 3 3 2 81 3 2 4 3 3 4 3 2 3 2 3 4 3 2 3 4 4 3 3 2 4 4 2 3 3 3 4 2 3 3 91 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 3 2 3 2 2 3 3 2 3 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3 74 3 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 99 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 2 3 3 3 3 102 3 3 4 3 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 2 2 2 3 3 84 100 94 126 108 114 116 116 95 97 89 97 113 126 99 97 115 91 105 113 82 97 95 102 100 104 89 93 93 109 103 3078 Rata-Rata 93.27 :

(388) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 371 LAMPIRAN 31 HASIL PERHITUNGAN ASPEK CONSCIENCE No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Siswa P1 2.00 3.00 3.00 1.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 2.00 Percaya diri P2 P3 P4 Final 3.00 3.00 3.00 3.67 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 4.00 1.00 2.00 3.00 2.33 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 2.00 2.00 3.33 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 2.00 3.67 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 2.00 3.67 2.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 4.00 2.00 3.00 2.00 3.00 Skor Penilaian Aspek Conscience Teliti P1 P2 P3 P4 Final 1.00 1.00 2.00 3.00 2.33 2.00 3.00 3.00 3.00 3.67 2.00 3.00 3.00 2.00 3.33 2.00 1.00 2.00 2.00 2.33 2.00 3.00 2.00 2.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.67 2.00 3.00 3.00 2.00 3.33 2.00 3.00 3.00 2.00 3.33 1.00 2.00 3.00 3.00 3.00 1.00 3.00 2.00 2.00 2.67 2.00 3.00 3.00 2.00 3.33 1.00 2.00 1.00 3.00 2.33 1.00 2.00 2.00 3.00 2.67 3.00 2.00 2.00 3.00 3.33 1.00 1.00 2.00 3.00 2.33 2.00 3.00 3.00 3.00 3.67 2.00 1.00 3.00 3.00 3.00 1.00 2.00 2.00 1.00 2.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.67 2.00 3.00 3.00 3.00 3.67 3.00 3.00 2.00 3.00 3.67 P1 2.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 Tanggung Jawab P2 P3 P4 Final 2.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 4.00 2.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 2.00 3.67 3.00 2.00 3.00 3.33 3.00 3.00 3.00 4.00 2.00 2.00 3.00 3.33 3.00 2.00 3.00 3.33 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 4.00 2.00 3.00 3.00 3.67 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 2.00 3.00 3.67 3.00 2.00 3.00 3.67 3.00 2.00 3.00 3.33 2.00 2.00 2.00 3.00

(389) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 372 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 Jumlah Rata-rata Kategori Keterangan 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.81 Sangat Baik 4.00 4.00 4.00 3.67 3.67 4.00 4.00 4.00 3.67 4.00 4.00 4.00 4.00 129.67 3.00 1.00 3.00 2.00 3.00 2.00 3.00 2.00 1.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 2.00 3.00 2.00 1.00 3.00 3.00 2.00 2.00 2.00 3.00 2.00 2.00 3.00 2.00 3.00 2.00 3.00 2.00 2.00 1.00 3.00 3.00 2.00 3.00 2.00 1.00 3.00 2.00 3.00 2.00 3.00 3.00 2.00 1.00 3.00 3.00 3.00 3.33 2.33 3.33 3.33 3.33 2.67 3.67 3.33 2.00 2.67 3.67 3.67 3.67 105.33 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.10 Baik : P1 = Pertemuan pertama, P2 = Pertemuan 2, P3 = Pertemuan 3, P4 = Pertemuan 4 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 2.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 1.00 3.00 3.00 3.00 3.69 Sangat Baik 4.00 3.00 4.00 3.67 4.00 4.00 4.00 3.67 3.33 2.67 4.00 4.00 4.00 125.33

(390) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 373 LAMPIRAN 32 HASIL PERHITUNGAN ASPEK COMPASSION No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Siswa P1 2.00 3.00 3.00 1.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 2.00 2.00 Bekerjasama P2 P3 P4 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 1.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 2.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 2.00 Final 3.33 4.00 4.00 2.33 4.00 3.67 4.00 4.00 3.67 3.67 4.00 3.33 4.00 3.67 3.67 3.67 4.00 3.00 4.00 3.67 3.00 Skor Penilaian Aspek Compassion Menghargai P1 P2 P3 P4 Final 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 2.00 2.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 2.00 2.00 3.00 3.00 3.33 3.00 2.00 2.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.67 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.67 3.00 3.00 2.00 3.00 3.67 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.67 P1 2.00 3.00 3.00 1.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 2.00 2.00 2.00 2.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 1.00 1.00 P2 3.00 2.00 3.00 1.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 Peduli P3 P4 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 2.00 2.00 2.00 3.00 2.00 3.00 2.00 1.00 Final 3.33 3.67 4.00 2.33 4.00 4.00 3.67 4.00 4.00 3.67 3.67 3.00 3.00 3.33 3.67 4.00 3.67 3.00 3.67 3.00 2.33

(391) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 374 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 Jumlah Rata-rata Kategori 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.74 Sangat Baik 4.00 4.00 3.67 4.00 3.67 3.67 4.00 3.67 4.00 3.67 4.00 4.00 4.00 127.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.33 4.00 4.00 3.33 4.00 4.00 4.00 4.00 3.67 3.33 4.00 4.00 4.00 129.67 3.00 1.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.81 Sangat Baik Keterangan : P1 = Pertemuan 1, P2 = Pertemuan 2, P3 = Pertemuan 3, P4 = Pertemuan 4 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 2.00 2.00 3.00 3.00 3.00 2.00 2.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.56 Sangat Baik 4.00 2.67 3.67 3.33 4.00 4.00 4.00 3.67 3.67 3.00 4.00 4.00 4.00 121.00

(392) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 375 LAMPIRAN 33 DAFTAR NILAI SISWA No Nama Nilai Kuis Ulangan Harian Tuntas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 0 71.4 100 14.3 71.4 85.7 28.6 85.7 71.4 714 100 100 42.8 100 42.8 85.7 14.3 14.3 71.4 100 57.1 100 71.4 85.7 85.7 100 14.3 85.7 85.7 0 14.3 85.7 100 100 Nilai Keterampilan Tdk.Tuntas 48 70 56 70 64 90 64 80 64 60 80 80 44 100 40 64 70 80 100 100 80 80 80 92 96 92 88 76 92 100 100 100 92 88 84 84 92 68 92 96 92 100 100 100 92 92 100 92 100 92 92 92 92 92 83 100 92 92 83 92 92 92 92 92 92 92 92 100 100 92 92 83 92 100 100 100 92

(393) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 376 LAMPIRAN 34 HASIL VALIDASI SOAL SETELAH UJICOBA VALIDITAS UH SOAL NO 1a No Absen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Jumlah rxy Kesimpulan X Y X^2 Y^2 XY 1 12 1 144 12 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 1 14 1 196 14 1 20 1 400 20 1 20 1 400 20 1 20 1 400 20 1 23 1 529 23 1 24 1 576 24 1 23 1 529 23 1 22 1 484 22 0 16 0 256 0 1 19 1 361 19 1 23 1 529 23 1 16 1 256 16 1 25 1 625 25 1 16 1 256 16 0 15 0 225 0 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 1 23 1 529 23 1 22 1 484 22 0 11 0 121 0 1 21 1 441 21 1 21 1 441 21 1 23 1 529 23 0 13 0 169 0 1 23 1 529 23 1 24 1 576 24 1 10 1 100 10 0 16 0 256 0 1 23 1 529 23 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 29 688 29 14620 617 0.716699502 Valid, karena rxy>rtabel, dimana 0,72 > 0,3551

(394) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 377 VALIDITAS UH SOAL NO 1b No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Jumlah rxy Kesimpulan X Y X^2 Y^2 XY 1 12 1 144 12 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 1 14 1 196 14 1 20 1 400 20 1 20 1 400 20 1 20 1 400 20 1 23 1 529 23 1 24 1 576 24 1 23 1 529 23 1 22 1 484 22 1 16 1 256 16 1 19 1 361 19 1 23 1 529 23 0 16 0 256 0 1 25 1 625 25 1 16 1 256 16 1 15 1 225 15 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 1 23 1 529 23 1 22 1 484 22 1 11 1 121 11 1 21 1 441 21 1 21 1 441 21 1 23 1 529 23 1 13 1 169 13 1 23 1 529 23 1 24 1 576 24 0 10 0 100 0 0 16 0 256 0 1 23 1 529 23 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 31 688 31 14620 646 0.428067124 Valid, karena rxy>rtabel, dimana 0,43> 0,3551

(395) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 378 VALIDITAS UH SOAL NO 2a No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Jumlah rxy Kesimpulan X Y X^2 Y^2 XY 1 12 1 144 12 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 1 14 1 196 14 1 20 1 400 20 1 20 1 400 20 1 20 1 400 20 1 23 1 529 23 1 24 1 576 24 1 23 1 529 23 1 22 1 484 22 1 16 1 256 16 1 19 1 361 19 1 23 1 529 23 1 16 1 256 16 1 25 1 625 25 0 16 0 256 0 1 15 1 225 15 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 1 23 1 529 23 1 22 1 484 22 1 11 1 121 11 1 21 1 441 21 0 21 0 441 0 1 23 1 529 23 1 13 1 169 13 1 23 1 529 23 1 24 1 576 24 0 10 0 100 0 0 16 0 256 0 1 23 1 529 23 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 30 688 30 14620 625 0.361439361 Valid, karena rxy>rtabel, dimana 0,36 > 0,3551

(396) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 379 VALIDITAS UH SOAL NO 2b No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Jumlah rxy Kesimpulan X Y X^2 Y^2 XY 1 12 1 144 12 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 1 14 1 196 14 1 20 1 400 20 1 20 1 400 20 1 20 1 400 20 1 23 1 529 23 1 24 1 576 24 1 23 1 529 23 1 22 1 484 22 1 16 1 256 16 1 19 1 361 19 1 23 1 529 23 1 16 1 256 16 1 25 1 625 25 1 16 1 256 16 0 15 0 225 0 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 1 23 1 529 23 1 22 1 484 22 1 11 1 121 11 1 21 1 441 21 1 21 1 441 21 0 23 0 529 0 0 13 0 169 0 1 23 1 529 23 1 24 1 576 24 0 10 0 100 0 0 16 0 256 0 0 23 0 529 0 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 28 688 28 14620 588 0.364563321 Valid, karena rxy>rtabel, dimana 0,36 > 0,3551

(397) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 380 VALIDITAS UH SOAL NO 3 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Jumlah rxy Kesimpulan X Y X^2 Y^2 XY 0 12 0 144 0 2 25 4 625 50 2 25 4 625 50 1 14 1 196 14 2 20 4 400 40 1 20 1 400 20 2 20 4 400 40 2 23 4 529 46 2 24 4 576 48 2 23 4 529 46 2 22 4 484 44 1 16 1 256 16 1 19 1 361 19 2 23 4 529 46 1 16 1 256 16 2 25 4 625 50 1 16 1 256 16 1 15 1 225 15 2 25 4 625 50 2 25 4 625 50 2 23 4 529 46 1 22 1 484 22 1 11 1 121 11 1 21 1 441 21 1 21 1 441 21 2 23 4 529 46 2 13 4 169 26 1 23 1 529 23 2 24 4 576 48 0 10 0 100 0 1 16 1 256 16 2 23 4 529 46 2 25 4 625 50 2 25 4 625 50 51 688 89 14620 1102 0.749339671 Valid, karena rxy>rtabel, dimana 0,75 > 0,3551

(398) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 381 VALIDITAS UH SOAL NO 4a No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Jumlah rxy kesimpulan X Y X^2 Y^2 XY 0 12 0 144 0 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 1 14 1 196 14 1 20 1 400 20 1 20 1 400 20 1 20 1 400 20 1 23 1 529 23 1 24 1 576 24 1 23 1 529 23 1 22 1 484 22 1 16 1 256 16 1 19 1 361 19 1 23 1 529 23 1 16 1 256 16 1 25 1 625 25 1 16 1 256 16 1 15 1 225 15 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 1 23 1 529 23 1 22 1 484 22 0 11 0 121 0 1 21 1 441 21 1 21 1 441 21 1 23 1 529 23 0 13 0 169 0 1 23 1 529 23 0 24 0 576 0 0 10 0 100 0 1 16 1 256 16 1 23 1 529 23 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 29 688 29 14620 618 0.571370873 Valid, karena rxy>rtabel, dimana 0,57 > 0,3551

(399) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 382 VALIDITAS UH SOAL NO 4b No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Jumlah rxy Kesimpulan X Y X^2 Y^2 XY 0 12 0 144 0 4 25 16 625 100 4 25 16 625 100 0 14 0 196 0 2 20 4 400 40 3 20 9 400 60 2 20 4 400 40 3 23 9 529 69 4 24 16 576 96 4 23 16 529 92 2 22 4 484 44 2 16 4 256 32 3 19 9 361 57 4 23 16 529 92 1 16 1 256 16 4 25 16 625 100 2 16 4 256 32 1 15 1 225 15 4 25 16 625 100 4 25 16 625 100 3 23 9 529 69 4 22 16 484 88 0 11 0 121 0 4 21 16 441 84 3 21 9 441 63 4 23 16 529 92 0 13 0 169 0 4 23 16 529 92 4 24 16 576 96 0 10 0 100 0 2 16 4 256 32 4 23 16 529 92 4 25 16 625 100 4 25 16 625 100 93 688 327 14620 2093 0.937646512 Valid, karena rxy>rtabel, dimana 0,94 > 0,3551

(400) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 383 VALIDITAS UH SOAL NO 4c No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Jumlah rxy Kesimpulan X Y X^2 Y^2 XY 0 12 0 144 0 4 25 16 625 100 4 25 16 625 100 0 14 0 196 0 1 20 1 400 20 2 20 4 400 40 2 20 4 400 40 4 23 16 529 92 4 24 16 576 96 4 23 16 529 92 3 22 9 484 66 1 16 1 256 16 1 19 1 361 19 3 23 9 529 69 1 16 1 256 16 4 25 16 625 100 1 16 1 256 16 2 15 4 225 30 4 25 16 625 100 4 25 16 625 100 4 23 16 529 92 4 22 16 484 88 0 11 0 121 0 3 21 9 441 63 4 21 16 441 84 4 23 16 529 92 0 13 0 169 0 4 23 16 529 92 4 24 16 576 96 0 10 0 100 0 1 16 1 256 16 4 23 16 529 92 4 25 16 625 100 4 25 16 625 100 89 688 317 14620 2027 0.93334347 Valid, karena rxy>rtabel, dimana 0,93 > 0,3551

(401) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 384 VALIDITAS UH SOAL NO 5a No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Jumlah rxy Kesimpulan X Y X^2 Y^2 1 12 1 144 1 25 1 625 1 25 1 625 1 14 1 196 1 20 1 400 1 20 1 400 1 20 1 400 0 23 0 529 1 24 1 576 0 23 0 529 1 22 1 484 1 16 1 256 1 19 1 361 0 23 0 529 0 16 0 256 1 25 1 625 0 16 0 256 1 15 1 225 1 25 1 625 1 25 1 625 1 23 1 529 1 22 1 484 0 11 0 121 1 21 1 441 1 21 1 441 1 23 1 529 1 13 1 169 1 23 1 529 1 24 1 576 1 10 1 100 1 16 1 256 1 23 1 529 1 25 1 625 1 25 1 625 28 688 28 14620 0.160247614 Tidak valid, karena rxy
(402) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 385 VALIDITAS UH SOAL NO 5b No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Jumlah rxy Kesimpulan X Y X^2 Y^2 XY 0 12 0 144 0 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 0 14 0 196 0 1 20 1 400 20 0 20 0 400 0 0 20 0 400 0 1 23 1 529 23 0 24 0 576 0 1 23 1 529 23 1 22 1 484 22 0 16 0 256 0 1 19 1 361 19 1 23 1 529 23 1 16 1 256 16 1 25 1 625 25 1 16 1 256 16 1 15 1 225 15 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 1 23 1 529 23 0 22 0 484 0 0 11 0 121 0 1 21 1 441 21 0 21 0 441 0 1 23 1 529 23 1 13 1 169 13 0 23 0 529 0 1 24 1 576 24 1 10 1 100 10 1 16 1 256 16 0 23 0 529 0 1 25 1 625 25 1 25 1 625 25 23 688 23 14620 482 0.230152171 Tidak valid, karena rxy
(403) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 386 VALIDITAS UH SOAL NO 6 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Jumlah rxy Kesimpulan X Y X^2 Y^2 XY 7 12 49 144 84 8 25 64 625 200 8 25 64 625 200 7 14 49 196 98 8 20 64 400 160 8 20 64 400 160 8 20 64 400 160 8 23 64 529 184 8 24 64 576 192 7 23 49 529 161 8 22 64 484 176 7 16 49 256 112 7 19 49 361 133 8 23 64 529 184 8 16 64 256 128 8 25 64 625 200 7 16 49 256 112 7 15 49 225 105 8 25 64 625 200 8 25 64 625 200 8 23 64 529 184 7 22 49 484 154 7 11 49 121 77 7 21 49 441 147 8 21 64 441 168 8 23 64 529 184 7 13 49 169 91 8 23 64 529 184 8 24 64 576 192 7 10 49 100 70 7 16 49 256 112 8 23 64 529 184 8 25 64 625 200 8 25 64 625 200 259 688 1981 14620 5296 0.735395138 Valid, karena rxy>rtabel, dimana 0,73 > 0,3551

(404) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 387 LAMPIRAN 35 HASIL RELIABILITAS SOAL SETELAH UJICOBA Reliability Case Processing Summary N Valid Case Exclude s da Total % 34 100.0 0 .0 34 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items .782 11 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Alpha if Item Correlation Deleted Skor Butir Soal Nomor 1a 19.4412 20.193 .510 .769 Skor Butir Soal Nomor 1b 19.3824 20.789 .419 .777 Skor Butir Soal Nomor 2a 19.4118 20.856 .338 .779 Skor Butir Soal Nomor 2b 19.4706 20.802 .289 .780 Skor Butir Soal Nomor 3 18.7941 18.047 .678 .744 Skor Butir Soal Nomor 4a 19.4412 20.193 .510 .769 Skor Butir Soal Nomor 4b 17.5588 11.224 .860 .701 Skor Butir Soal Nomor 4c 17.6765 10.468 .867 .708 Skor Butir Soal Nomor 5a 19.4706 21.529 .081 .792 Skor Butir Soal Nomor 5b 19.6176 21.152 .136 .790 Skor Butir Soal Nomor 6 12.6765 18.832 .677 .751

(405)

Dokumen baru

Download (404 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAs) PADA MATERI BILANGAN PECAHAN.
1
3
101
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
CARA PEMECAHAN MASALAH PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE KUMON Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
241
TINJAUAN PENERAPAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA PEMBELAJARAN PELUANG DI KELAS XI IPA SMA KANISIUS TIRTOMOYO SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program studi Pendidikan Matematika
0
0
178
PROSES BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan PGSD
0
0
118
KEGIATAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERPOLA PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI SMA KANISIUS TIRTOMOYO Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
245
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP KATOLIK KEMASYARAKATAN KALIBAWANG PADA MATERI BILANGAN BULAT MELALUI IMPLEMENTASI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pen
0
0
219
KEGIATAN GURU MEMFASILITASI PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERPARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI KELAS VIII SMP KANISIUS TRITOMOYO Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
211
RANGKAIAN KEGIATAN GURU MEMFASILITASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI KELAS X2 SMA KANISIUS TIRTOMOYO WONOGIRI Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan
0
0
355
PENGAMATAN TERHADAP PEMANFAATAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD NEGERI TIMBULHARJO YOGYAKARTA PADA MATERI SIFAT OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT TAHUN AJARAN 20122013 Diajukan untuk Memenuhi
0
0
233
PENERAPAN REINVENSI TERBIMBING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MERANGSANG IDE-IDE SISWA PADA TOPIK PERBANDINGAN DI KELAS VII SEMESTER 1 SMP NEGERI 1 MINGGIR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
0
0
314
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) DI SD NEGERI TAMANAN, BANGUNTAPAN, BANTUL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
0
0
370
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI KELAS IV SD NEGERI SARIKARYA SKRIPSI Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
206
Show more