HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 4 SRAGEN TAHUN PELAJARAN 20102011 SKRIPSI

Gratis

0
0
172
10 months ago
Preview
Full text

  HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 4 SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2010/2011 SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh:

  Nindya Ayu Wulandari NIM. 071134031

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

  HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 4 SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2010/2011 SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh:

  Nindya Ayu Wulandari NIM. 071134031

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

  

PERSEMBAHAN

Karya ini kupersembahkan kepada :

  ♥ Big Thanks for Jesus Christ, my Almighty God and Redeemer

Bapak dan Ibu yang dengan tulus selalu memberikandoa, dukungan dan

kasih saying kepadaku. Terimakasih bapak dan ibuk tercinta terutama untuk dana IMF nya yang selalu mengalir… hehe.. Love u mom pap..

  

Kedua kakakku yang sangat aku kasihi, mas Ari& mas Aan Thank you

mas buat supportnya dan saya akui kalian memang donator yang

handal..haha..

  

Kedua kakak iparku tercinta, mba Tanti & mba Rini. Hehe.. Thanks

mba untuk dukungannya selama ini. Jagoan-jagoan kecilku, dek Dewa, dek Rena, dek Tian, dek Cilla.

  Generasi penerus bangsa. Hehe..

  ♥ Orang-orang yang sangat kukasihi dan sangat membantu dalam penyusunan skripsiku, Aa’ Ndy, Mas Wisnu, Jimin, Beatrice (dosen pembimbing ke-3 ku.. haha..), mba Nisa, Anna, Didik. Terimakasih dukungannya.

  ♥ Keluarga Elegi 34 (Mama Angrid, mba Akriz, mba Rere, tante Lisa, dek Lexa, Liya, Rury, Merry, mba Ima, Ages) kalian sungguh amazzzzzzzzziiiing.. hehe..love u all..

  

MOTTO

  ™ “Tidak ada rahasia untuk sukses. Ini adalah hasil sebuah persiapan, kerja keras, dan belajar dari kesalahan”. (Collin Powel) ™ “Apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya”.( Matius 21:22) ™ Bahagiakan orang tua dengan perhatian, kasih sayang, tutur bahasa dan sikap yang terbaik.(Penulis) ™ Tuhan selalu berikan yang terbaik untukmu, mungkin bukan terbaik yang kamu inginkan, tapi pasti terbaik yang kamu butuhkan.(Penulis)

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta,

  16 November 2011 Penulis

  Nindya Ayu Wulandari

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Nindya Ayu Wulandari Nomor Mahasiswa : 071134031

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

  

HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA

KELAS V SD NEGERI 4 SRAGENTAHUN PELAJARAN 2010/2011

  beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 16 November 2011 Yang menyatakan Nindya Ayu Wulandari

  

ABSTRAK

HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA

KELAS V SD NEGERI 4 SRAGENTAHUN PELAJARAN 2010/2011

  Nindya Ayu Wulandari Universitas Sanata Dharma

  2011 Jenis penelitian iniadalah penelitian deskriptif tingkat korelasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) bagaimana minat belajar siswa, (2) bagaimana prestasi belajar siswa, (3) apakah ada hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa, dan (4) mengetahui besar sumbangan minat belajar dengan prestasi belajar siswa.Ada dua variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas dan variabel terikat.Minat belajar sebagai variabel bebas dan variabel terikatnya adalah prestasi belajar siswa.

  Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 4 Sragen.Subyek penelitian adalah siswa kelas V sebanyak 60 siswa. Alat pengumpulan data berupa angket dan dokumentasi. Angket digunakan untuk mengukur minat belajar siswa, sedangkan dokumentasi digunakan untuk mengetahui prestasi belajar siswa. Dokumentasi diperoleh dengan melihat data nilai rapor siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi serial.

  Hasil penelitian sebagai berikut : (1) siswa dengan minat belajar rendah sebesar 13,3%, siswa dengan minat belajar sedang sebesar 6,7% serta siswa minat belajar tinggi sebesar 80% ; (2) siswa dengan prestasi belajar rendah sebesar 10%, siswa dengan prestasi belajar sedang sebesar 58,33% serta siswa dengan prestasi belajar tinggi sebesar 31,67% ; (3) minat belajar memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar siswa, dengan nilai r = 0,834 dan signifikan pada taraf 1% ; (4) minat belajar memberikan sumbangan sebesar 83,4% dengan prestasi belajar siswa.

  Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa minat belajar mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen.Dengan demikian berarti minat juga berpengaruh terhadap prestasi belajar dan memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap prestasi belajar.Minat belajar anak perlu ditumbuhkan dan dikembangkan agar prestasi belajar yang diperoleh dapat maksimal.

  Kata kunci : minat belajar, prestasi belajar

  

ABSTRACT

THE CORRELATION BETWEEN THE LEARNINGMOTIVATION

AND THE LEARNING ACHIEVEMENT OF THE FIFTH GRADE

STUDENTS OF PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL 4 SRAGEN, IN THE

ACADEMIC YEAR OF 2010/2011

  Nindya Ayu Wulandari Sanata Dharma University

  2011 This research was a correlative study and aimed to know : (1) how students motivation in learning is, (2) how students learning is, (3) whether there is a correlation between learning motivation and learning achievement, (4) now students learning motivation contribute to their learning achievement. There were two variables in this research : the learning motivation as the independent variables and the learning achievement as the dependent variables.

  The research was conducted in the Public Elementary School 4 Sragen and thesubjects of the research were 60 fifth grade students. The data was collected using questionnaires and documentation. The questionnaires were used to measure studentslearning motivation, while the documentation was used to know the students learning achievement. Documentation was conducted by recording the students mark from their rapport. The data wasanalyzed the technique of serial correlation.

  The results showed that: (1)13,3% of the students had low learning motivation, 6,7% of the students had medium learning motivation and 80% of the student had high learning motivation (2)10%of the students had low learning achievement, 58,33% of the students had medium learning achievement and 31,67%of the students had high learning achievement , (3) learning motivation had a positive and significant correlation with achievement, achievement with a value of r = 0,834 and significant at 1% level; (4) students learning motivation give significant contribution of 83,4% to studentslearning.

  Based on the results it could be concluded that learning motivation of the fifth grade students of Public Elementary School 4 Sragen had a positive correlation their learning achievement. Thus learning motivation also affected learning achievements and had significant contribution to the achievement of learning. Childrens learning motivation should be fostered and developed so that their achievement in learning can be optimized.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan tepat waktu. Skripsi dengan judul ”Hubungan Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 4 Sragen” ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar sarjana pendidikan guru sekolah dasar Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penyusunan skripsi ini tidak mungkin selesai tanpa dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada :

  1. Rohandi, Ph.D. Selaku Dekan FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan bantuan dalam penyusunan skripsi ini.

  2. Drs. Puji Purnomo, M.Si. Selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang telah memberikan bantuan dalam penyusunan skripsi ini.

  3. Drs. Puji Purnomo, M.Si. Selaku Dosen Pembimbing Pertama yang telah memberikan ijin penelitian dan memberikan bimbingan, memberikan masukan sehingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan.

  4. Drs. J. Sumedi. Selaku Dosen Pembimbing Kedua yang telah memberikan bimbingan, kritik, dan saran sampai skripsi ini terselesaikan.

  5. Drs. Y. B. Adimassana, MA. Selaku dosen penguji yang telah bersedia memberikan waktu untuk mengkritisi skripsi ini.

  6. Bapak dan Ibu Dosen beserta karyawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan ilmu dan dukungan kepada penulis.

  7. Mastuti Rahayu, S.Pd, M.Pd. Selaku kepala sekolah SD Negeri 4 Sragen yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian.

  8. Bapak dan Ibu guru kelas V beserta karyawan SD Negeri 4 Sragen yang telah

  9. Seluruh siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen yang telah bersedia meluangkan waktu untuk mengisi angket penelitian ini.

  10. Bapak A. Liliek Suswanto dan Ibu MM. Enny Siswanti selaku orang tua yang senantiasa menyertaiku dengan doa, tanpa lelah memberikan dukungan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

  11. Kedua kakakku, Ari Susanto dan Fanny Ardhian, terimakasih untuk dukungan dan kasih sayangnya selama ini.

  12. Kedua kakak iparku, Septanti Tri Suwardi dan Hendrica Etmi Primarini, terimakasih untuk dukungannya.

  13. Orang-orang yang sangat aku kasihi, Aa’ Rendy, Mas Wisnu, Jimin, Mba Akriz, Mba Nisa, Beatrice, Anna, Didik terimakasih untuk supportnya dan doanya.

  14. Teman-teman de’minggir, terimakasih untuk semua dukungannya buat aku.

  15. Teman-teman PGSD S1 angkatan 2007, terimakasih atas persaudaraan yang telah terjalin diantara kita. The best buat kalian.

  16. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebut satu per satu yang telah memberikan bantuan berupa apapun sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis mengucapkan terimakasih atas segala doa, dukungan serta perhatian yang telah diberikan.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, segala kritik dan saran akan penulis terima dengan rendah hati. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

  Yogyakarta, 16 November 2011 Penulis

  DAFTAR ISI

  Halaman HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... iv HALAMAN MOTTO ...................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

  ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ......................................... vii ABSTRAK ...................................................................................................... viii ABSTRACT .................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................... x DAFTAR ISI ................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ........................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvi

  BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1 A. Latar Belakang Masalah ................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ......................................................................... 4 C. Batasan Istilah ............................................................................... 4 D. Tujuan Penelitian .......................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian ........................................................................ 5 BAB II KAJIAN PUSTAKA ........................................................................... 7 A. Minat Belajar ................................................................................. 7

  1. Pengertian Minat Belajar .......................................................... 7

  2. Macam-macam Minat ............................................................... 11

  3. Metode Pengukuran Minat ....................................................... 12

  4. Cara Membangkitkan Minat Siswa .......................................... 16

  5. Faktor-faktor yang Mendasari Timbulnya Minat ..................... 16

  2. Pengertian Prestasi Belajar ....................................................... 24

  H. Teknik Pengumpulan Data ............................................................ 60

  B. Pembahasan ................................................................................... 92

  4. Sumbangan Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD negeri 4 Sragen ..................................................... 91

  3. Hubungan Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 4 Sragen ........................................................................ 79

  2. Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 4 Sragen ............... 72

  1. Minat Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 4 Sragen .................. 66

  BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................. 66 A. Hasil Penelitian ............................................................................. 66

  I. Teknik Analisis Data ..................................................................... 61

  3. Tempat dan Waktu Uji Coba .................................................... 60

  3. Prinsip-prinsip Belajar .............................................................. 25

  2. Uji Coba Instrumen .................................................................. 52

  1. Alat Pengumpul Data .............................................................. 46

  BAB III METODE PENELITIAN ................................................................. 41 A. Jenis Penelitian .............................................................................. 41 B. Variabel Penelitian ........................................................................ 41 C. Definisi Operasional Variabel ....................................................... 42 D. Tempat Penelitian .......................................................................... 43 E. Jadwal Penelitian ........................................................................... 43 F. Populasi dan Sampel Penelitian .................................................... 44 G. Instrumen Penelitian / Alat Ukur .................................................. 46

  D. Hipotesis ........................................................................................ 40

  C. Hubungan Antara Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar ............ 39

  6. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar ................. 32

  5. Beberapa Aktivitas Belajar ....................................................... 31

  4. Tujuan Belajar .......................................................................... 30

  BAB V PENUTUP ........................................................................................... 95 A. Kesimpulan .................................................................................... 95 B. Saran ............................................................................................... 96 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 98 LAMPIRAN ..................................................................................................... 101

  DAFTAR TABEL

  Halaman

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian............................................................................ 43Tabel 3.2 Jumlah siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen .................................. 44

  Tabel 3.3Indikator minat belajar siswa ............................................................ 48 Tabel 3.4Indikator dan sebaran item minat belajar siswa sebelum uji coba ............................................................................................

  51 Tabel 3.5 Kisi-kisi item untuk mencari validitas item ..................................... 53

Tabel 3.6 Klasifikasi koefisien korelasi reliabilitas alat ukur .......................... 57Tabel 3.7 Hasil perhitungan koefisien reliabilitas uji coba .............................. 59Tabel 3.8 Hasil perhitungan koefisien reliabilitas penelitian ......................... 60Tabel 3.9 Pengelompokan skor angket minat belajar ...................................... 62

  Tabel 3.10Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi .......... 65

Tabel 4.1 Klasifikasi skor pola minat belajar ................................................. 67Tabel 4.2 Data skor minat belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen .......... 67Tabel 4.3 Klasifikasi prestasi belajar siswa ................................................... 73Tabel 4.4 Data prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen ............... 74Tabel 4.5 Skor minat belajar siswa dan prestasi belajar siswa ...................... 81Tabel 4.6 Subyek tiap kelompok .................................................................... 83Tabel 4.7 Proporsi individu dalam setiap kelompok ...................................... 84Tabel 4.8 Nilai rata-rata (mean) dari setiap kelompok .................................. 85Tabel 4.9 Besar ordinat .................................................................................. 86Tabel 4.10 Tabel kerja ..................................................................................... 86

  

DAFTAR GAMBAR

  Halaman

Gambar 4.1 Diagram persentase pola asuh orang tua demokratis siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta ....................................... 72Gambar 4.2 Diagram persentase prestasi belajar siswa kelas V SD

  Pangudi Luhur Yogyakarta .......................................................... 79

  

DAFTAR LAMPIRAN

  Halaman Lampiran 1 Angket minat belajar (uji coba) ................................................ 101 Lampiran 2 Hasil uji coba angket (skor 4,3,2,1) .......................................... 105 Lampiran 3 Hasil uji coba angket (skor 0 dan 1) ......................................... 111 Lampiran 4 Validitas tiap indikator dan sebaran item minat belajar ........... 117 Lampiran 5 Hasil analisis uji validitas angket minat belajar dengan program SPSS ......................................................................................... 119 Lampiran 6 Hasil analisis reliabilitas uji coba angket minat belajar ........... 120 Lampiran 7 Indikator dan sebaran item minat belajarsetelah uji coba ........ 122 Lampiran 8 Kisi-kisi item setelah uji coba .................................................. 124 Lampiran 9 Angket polaminat belajar (penelitian) ...................................... 126 Lampiran 10 Data nilai rapor kelas V SD Negeri 4 Sragen

  Tahun Pelajaran 2010/2011 ...................................................... 130 Lampiran 11 Hasil angket penelitian (skor 4,3,2,1) ....................................... 132 Lampiran 12 Hasil angket penelitian (skor 0 dan 1) ...................................... 138 Lampiran 13 Hasil analisis reliabilitas penelitian minat belajar penelitian ... 144 Lampiran 14 Tabel nilai-nilai r Product-Moment dari Pearson .................... 145 Lampiran 15 Tabel ordinat pada kurva normal .............................................. 146 Lampiran 16 Hubungan antar kelompok minat belajar dengan kelompok prestasi belajar siswa kelas V SD

  Negeri 4 Sragen Tahun Pelajaran 2010/2011 ........................... 148 Lampiran 17 Surat ijin penelitian................................................................... 150

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan,

  karena pada dasarnya pendidikan merupakan modal utama untuk memajukan suatu Bangsa dan Negara, sehingga dapat menciptakan generasi-generasi muda yang berkualitas dan mampu menghadapi tantangan zaman. Terutama untuk anak sekolah dasar, pendidikan harus sangat diperhatikan. Karena selain untuk memperoleh pengetahuan juga untuk membentuk kepribadian anak.

  Tantangan kita dalam pendidikan adalah bagaimana kita bisa menyiapkan anak-anak untuk hidup dalam lingkungan yang lebih maju.

  Seperti yang disebutkan pada UUD 1945 Bab XIII Pasal 31 ayat 1 yaitu tiap- tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Semua itu bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa agar bangsa Indonesia dapat hidup dengan sejahtera. Untuk mencapai tujuan tersebut, sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan mempunyai tanggung jawab untuk ikut melaksanakan pembangunan dibidang pendidikan. Pendidikan yang dilaksanakan oleh sekolah lebih sistematis dan terencana jika dibandingkan dengan pendidikan di keluarga ataupun di masyarakat. Pada pendidikan di sekolah terdapat pembagian jenjang pendidikan, kurikulum dan aturan baik mengenai materi

  Kemajuan dalam bidang pendidikan diharapkan dapat menunjang kesuksesan dalam pembangunan. Dengan demikian jelaslah bahwa sekolah atau pada khususnya pendidik mempunyai tugas yang tidak ringan dalam mengelola proses pendidikan bagi siswa-siswanya dan agar siswanya juga dapat mencapai keberhasilan dalam belajar. Tentunya keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh faktor pendidik (guru) saja. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi siswa dalam mencapai prestasi belajar. Muhibbin (2008:144-155) dalam bukunya yang berjudul Psikologi Belajar menyatakan bahwa terdapat tiga macam faktor yang mempengaruhi belajar siswa yaitu faktor internal, faktor eksternal, faktor pendekatan belajar.

  Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri yang meliputi dua aspek, yakni 1) aspek fisiologis (yang bersifat jasmaniah) yang meliputi kondisi organ-organ khusus siswa seperti tingkat kesehatan indera pendengar dan indera penglihatan sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyerap informasi dan pengetahuan, khususnya yang disajikan di kelas ; 2) aspek psikologis (yang bersifat rohaniah) yang meliputi inteligensi siswa, sikap siswa, bakat siswa, minat siswa, dan motivasi siswa. Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri siswa yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non sosial. Sedangkan faktor pendekatan belajar merupakan segala cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang keefektifan dan efisisensi proses mempelajari materi

  Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, faktor internal dari dalam siswa sangat berpengaruh. Minat merupakan salah satu faktor yang muncul dari dalam individu tiap siswa. Faktor tersebut secara tidak langsung sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Mempunyai inteligensi yang tinggi tapi tidak diimbangi dengan minat yang kuat juga tidak akan memperoleh prestasi belajar yang maksimal.

  Siswa yang tidak memiliki minat terhadap suatu mata pelajaran cenderung memberikan reaksi sikap yang negatif. Misalnya, tidak semangat dalam mengikuti mata pelajaran tersebut, tidak memperhatikan guru, dan sering membolos. Secara otomatis jika anak sudah mempunyai minat terhadap suatu mata pelajaran, maka anak tersebut juga mempunyai minat belajar yang tinggi terhadap mata pelajaran tersebut. Siswa akan lebih memusatkan perhatian terhadap mata pelajaran tersebut dan selalu antusias jika diberikan soal latihan atau tugas. Maka dengan didukung adanya minat yang kuat diharapkan juga akan dapat memperoleh prestasi belajar yang maksimal.

  Prestasi belajar siswa diwakilkan dari nilai rata-rata lima mata

  pelajaran inti di sekolah dasar yang tertulis di rapor. Kelima mata pelajaran tersebut adalah Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Matematika, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Untuk mendapatkan prestasi belajar yang maksimal siswa dituntut untuk rajin belajar dan dapat mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.

  Melalui penelitian ini peneliti ingin mengetahui apakah minat belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar yang diperoleh siswa. Judul penelitian ini adalah “Hubungan Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun Pelajaran 2010/2011”.

  C. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang permasalahan, masalah dikhususkan pada :

  1. Bagaimana minat belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun

  Pelajaran 2010/2011?

  2. Bagaimana prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun

  Pelajaran 2010/2011?

  3. Adakah hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun Pelajaran 2010/2011?

  4. Seberapa besar sumbangan minat belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun Pelajaran 2010/2011?

  D. Batasan Istilah

  Peneliti merumuskan dua batasan istilah di dalam penelitian ini :

  1. Minat belajar siswa adalah dorongan dalam diri siswa untuk merasa tertarik melakukan aktivitas-aktivitas pembelajaran dalam rangka

  2. Prestasi Belajar adalah hasil yang dicapai siswa dalam menuntut suatu pelajaran yang menunjukkan taraf kemampuan siswa dalam mengikuti program belajar dalam waktu tertentu, sesuai kurikulum yang telah ditentukan.

  E. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan rumusan masalah di atas penelitian ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan sebagai berikut :

  1. Mengetahui bagaimana minat belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun Pelajaran 2010/2011.

  2. Mengetahui bagaimana prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun Pelajaran 2010/2011.

  3. Mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun Pelajaran 2010/2011.

  4. Mengetahui seberapa besar sumbangan minat belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun Pelajaran 2010/2011.

  F. Manfaat Penelitian

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

  1. Bagi Guru diri siswa, sehingga siswa mau terlibat dalam kegiatan belajar dan siswa dapat dengan mudah menguasai materi yang diberikan guru.

  2. Bagi Siswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk memiliki minat belajar yang tinggi sehingga dapat menghasilkan prestasi belajar yang memuaskan.

  3. Bagi Penulis Sebagai seorang calon guru, penulis diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa melalui pengembangan minat belajar dalam diri siswa.

  4. Bagi rekan-rekan mahasiswa atau siapa saja yang tertarik pada bidang penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi bagi penelitian-penelitian yang relevan dan juga untuk mengembangkan ilmu.

   

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Minat Belajar 1. Pengertian Minat Belajar Minat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil

  belajar siswa. Ada beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang minat. Winkel (1984:30) mendefinisikan minat adalah kecenderungan yang menetap dalam subyek untuk merasa tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Sedangkan Fuad Hasan (1989:59) mengartikan minat sebagai hal yang menunjuk pada adanya intensitas dari seseorang terhadap suatu hal, peristiwa, orang, atau benda.

  Jersild dan Tasch (Wayan Nurkancana, 1983:224) menekankan bahwa minat atau interest menyangkut aktivitas-aktivitas yang dipilih secara bebas oleh individu. Sedangkan Doyles Fryer (Wayan Nurkancana, 1983:224) mendefinisikan minat atau interest adalah gejala psikis yang berkaitan dengan obyek atau aktivitas yang menstimulir perasaan senang pada individu.

  Hilgard (Slameto, 1988:58) mengartikan minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang diperhatikan terus-menerus Secara sederhana, minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.

  Sardiman A. M (1988:76) berpendapat bahwa minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Definisi lain tentang minat juga dikemukakan oleh I.L Pasaribu (1983:52) yaitu minat adalah suatu motif yang menyebabkan individu itu berhubungan secara aktif dengan barang yang menariknya. Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih (Hurlock, 2005:114).

  Reber (Muhibbin, 2008:151) juga mengemukakan pendapatnya tentang minat yaitu minat tidak termasuk istilah populer dalam psikologi karena ketergantungannya yang banyak pada faktor-faktor internal lainnya, seperti pemusatan perhatian, keingintahuan, motivasi, dan kebutuhan. Minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian prestasi belajar siswa. Misalnya, seorang siswa yang menaruh minat besar terhadap matematika akan memusatkan perhatiannya lebih banyak daripada siswa lainnya. Dengan pemusatan yang intensif terhadap materi itulah yang memungkinkan siswa untuk belajar lebih giat dan akhirnya memperoleh prestasi belajar yang diinginkan.

  Schiefele (John W. Santrock, 2009:206) menyatakan bahwa telah spesifik dari sebuah aktivitas tugas. Riset pada minat terutama telah berfokus pada hubungan antara minat dengan pembelajaran. Minat dihubungkan terutama dengan tindakan pembelajaran mendalam, seperti ingatan atas gagasan pokok dan respons terhadap pertanyaan pemahaman yang lebih sulit, dibandingkan pembelajaran yang hanya pada permukaan, seperti respons terhadap pertanyaan yang sederhana dan ingatan kata- demi-kata atas teks.

  Minat adalah syarat mutlak untuk belajar. Perlu diingat bahwa nilai buruk pada suatu mata pelajaran tertentu bukan berarti bahwa anak itu bodoh terhadap mata pelajaran itu. Tapi juga bisa dilihat dari faktor-faktor lain yang menyebabkan hal tersebut yaitu salah satunya adalah minat belajar anak tersebut. Jika anak memiliki minat yang kuat, maka lepaslah tenaga yang luar biasa, sehingga tercapai hasil-hasil yang semula tidak terduga. Minat siswa dapat merupakan bagian dari metode mengajar. Contoh yang diberikan oleh Sylvia Ashton Warner (Wuryani, 2006:365), menggambarkan satu sistem untuk mengajar membaca dengan menggunakan cerita-cerita yang dibuat oleh siswa sendiri dengan topik- topik yang diminati mereka. Minat memainkan peran yang penting dalam kehidupan seseorang.

  Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa minat merupakan rasa ketertarikan atau rasa lebih suka terhadap suatu hal atau aktivitas, sehingga timbul dorongan untuk melakukan atau menekuni hal positif terhadap belajar di sekolah. Jika diperhatikan dari uraian di atas bisa dikatakan bahwa minat erat hubungannya dengan perasaan individu, obyek, aktivitas dan situasi.

  Dalam menumbuhkan minat anak pada suatu mata pelajaran, guru juga mempunyai peranan penting. Guru dalam kaitan ini seyogyanya berusaha membangkitkan minat siswa dalam kegiatan belajar di kelas.

  Abu Ahmadi (1991:121) mengemukakan definisi belajar yaitu belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi lingkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapasitas baru (Dimyati, 2006:10). Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan mengenai definisi belajar yaitu kegiatan yang dilakukan oleh tiap orang dengan tujuan memperoleh kemampuan baru meliputi pengetahuan, pemahaman, pemecahan masalah, ketrampilan, sikap, dan pola tingkah laku. (Wens, 2010:5).

  Dari pengertian-pengertian yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan minat belajar merupakan rasa ketertarikan atau rasa lebih suka terhadap aktivitas belajar, sehingga timbul dorongan untuk melakukan atau menekuni hal atau aktivitas tersebut.

  Dalam melakukan aktivitas belajar tersebut, anak melakukannya dalam melaksanakan usahanya. Jadi dapat dilihat bahwa minat sangat penting dalam pendidikan, sebab minat merupakan sumber dari usaha.

  Wrigstone (Wayan Nurkancana, 1983 : 225) menyatakan bahwa anak-anak tidak perlu mendapat dorongan dari luar, apabila pekerjaan yang dilakukannya cukup menarik minatnya.

  2. Macam-macam Minat Minat adalah suatu sikap subyek terhadap obyek atas dasar adanya kebutuhan dan kemungkinan terpenuhinya kemungkinan itu. Secara psikologik minat dapat dibedakan atas (Pasaribuan, 1983:52-53):

  a. Minat aktual Minat aktual adalah minat yang berlaku pada obyek yang ada pada suatu saat dan ruangan yang konkrit.

  Minat aktual ini disebut perhatian yang merupakan dasar bagi proses belajar.

  b. Minat disposisional Minat disposisional atau arah minat, yang dasarnya pembawaan (disposisi) dan menjadi ciri sikap hidup seseorang.

  Minat bukan sesuatu hal yang sejak lahir telah tertutup, bukan merupakan suatu keseluruhan yang tak dapat berubah. Sesuai dengan umur maka minatpun berubah dalam bentuk dan isi. Oleh karena itu tiap-tiap tingkatan umur mempunyai minat masing-masing. Minat

4. Metode Pengukuran Minat

  Wayan Nurkancana (1983:227-229) menyebutkan ada beberapa metode yang dipergunakan untuk mengadakan pengukuran minat, yaitu sebagai berikut :

  a. Observasi Pengukuran minat dengan metode observasi mempunyai suatu keuntungan karena dapat mengamati minat anak-anak dalam kondisi yang wajar. Jadi tidak dibuat-buat. Observasi dapat dilakukan dalam setiap situasi, baik dalam kelas maupun di luar kelas. Pencatatan hasil- hasil observasi dapat dilakukan selama observasi berlangsung.

  Tetapi guru juga harus menyadari bahwa observasi ini mempunyai kelemahan. Observasi ini tidak dapat dilakukan terhadap beberapa situasi atau beberapa anak dalam waktu yang sama. Apabila kita hendak mengukur minat semua anak yang kita didik, maka kita akan memerlukan waktu yang sangat panjang. Jadi seorang guru tidak mungkin akan berhasil mengukur minat anak-anak hanya dengan mempergunakan observasi. Biasanya observasi dilakukan terhadap beberapa orang anak berdasarkan data yang telah terkumpulkan sebelumnya.

  Kelemahan yang lain daripada observasi ialah bahwa penafsiran terhadap hasil-hasil observasi sering bersifat subyektif.

  Sikap daripada guru-guru, jarak waktu yang panjang antara situasi- b. Interview (wawancara) Interview baik dipergunakan untuk mengukur minat anak-anak.

  Sebab biasanya anak-anak gemar memperbincangkan hobinya dan aktivitas lain yang menarik hatinya. Pelaksanaan interview ini biasanya lebih baik dilakukan dalam situasi yang tidak formal (informal

  approach ), sehingga percakapan akan dapat berlangsung dengan lebih

  jelas. Misalnya dalam percakapan sehari-hari di luar jam pelajaran, dengan mengadakan kunjungan rumah dan sebagainya. Guru dapat memperoleh informasi tentang minat anak-anak dengan menanyakan kegiatan-kegiatan apa yang dilakukan oleh anak setelah pulang sekolah, permainan apa yang disenangi, apa hobinya, perjalanan- perjalanan atau tamasya yang berkesan di hatinya, pengalaman apa yang paling mengesankan, buku-buku apa yang disenangi, program radio yang disenangi, film jenis apa yang digemari, dan sebagainya.

  (Baron dan Bernard, halaman 165).

  c. Kuesioner Dengan mempergunakan kuesioner guru dapat melakukan pengukuran terhadap sejumlah anak sekaligus. Dengan demikian apabila dibandingkan dengan interview dan observasi, kuesioner ini pertanyaan dalam interview. Jadi dalam kuesioner guru dapat menanyakan tentang kegiatan yang dilakukan anak diluar sekolah, permainan yang disenangi, bacaan yang menarik hatinya, dan sebagainya. Perbedaannya dengan interview ialah bahwa interview dilakukan secara lisan, dan guru hanya menghadapi seorang anak. Sedang kuesioner dilakukan secara tertulis dan guru menghadapi beberapa orang anak sekaligus.

  d. Inventori Inventori adalah suatu metode untuk mengadakan pengukuran atau penilaian yang sejenis dengan kuesioner, yaitu sama-sama merupakan daftar pertanyaan secara tertulis. Perbedaannya ialah dalam kuesioner responden menulis jawaban-jawaban yang relatif panjang terhadap sejumlah pertanyaan, sedangkan pada inventori responden memberi jawaban dengan memberi lingkaran, tanda chek, mengisi nomor atau tanda-tanda lain yang berupa jawaban-jawaban yang singkat terhadap sejumlah pertanyaan yang lengkap.

  Wayan Nurkancana (1983:225-226) berpendapat ada beberapa alasan mengapa seorang guru perlu mengadakan pengukuran terhadap minat anak-anak. Antara lain adalah sebagai berikut :

  a. Untuk meningkatkan minat anak-anak. Setiap guru mempunyai kewajiban untuk meningkatkan minat anak-anak. Minat merupakan mengabaikan hal ini tidak akan berhasil di dalam pekerjaannya mengajar.

  b. Memelihara minat yang baru timbul. Apabila anak-anak menunjukkan minat yang kecil, maka merupakan tugas bagi guru untuk memelihara minat tersebut. Anak yang baru masuk ke suatu sekolah mungkin belum begitu banyak menaruh minat pada aktivitas-aktivitas tertentu. Dalam hal ini guru wajib memperkenalkan kepada anak aktivitas-aktivitas tersebut. Apabila anak telah menunjukkan minatnya, maka guru wajib memelihara minat anak yang baru tumbuh tersebut.

  c. Mencegah timbulnya minat terhadap hal-hal yang tidak baik. Oleh karena sekolah adalah suatu lembaga yang menyiapkan anak-anak untuk hidup di dalam masyarakat, maka sekolah harus mengembangkan aspek-aspek ideal agar anak-anak menjadi anggota masyarakat yang baik. Dalam keadaan tertentu anak-anak sering menaruh minat terhadap hal-hal yang tidak baik yang terdapat di luar sekolah di dalam masyarakat yang jauh dari ideal. Dalam keadaan yang demikian sekolah melalui guru-guru hendaknya memberantas minat anak-anak yang tertuju kepada hal- hal yang tidak baik, dan dengan metode yang positif mengalihkan minat anak-anak tersebut kepada hal-hal yang baik.

  d. Sebagai persiapan untuk memberikan bimbingan kepada anak sukses tidaknya anak dalam pendidikan yang akan datang atau dalam jabatan, namun interest merupakan pertimbangan yang cukup berarti kalau dihubungkan dengan data-data yang lain 5.

   Cara Membangkitkan Minat Siswa

  Proses belajar akan berjalan lancar apabila disertai minat. Minat dapat dibangkitkan dengan cara-cara sebagai berikut (Sardiman, 1986:93-94) : a. Membangkitkan adanya suatu kebutuhan

  b. Menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau

  c. Memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik

  d. Menggunakan berbagai macam bentuk mengajar 6.

   Faktor-faktor yang Mendasari Timbulnya Minat

  Menurut Crow dalam Bernadinus Rizki dengan skripsinya yang berjudul Perbandingan Antara Minat Siswa dan Proses Kegiatan Belajar Mengajar pada SD yang Menerapkan PMRI dan SD yang Tidak Menerapkan PMRI Dalam Pembelajaran Matematika (2008:25-26), ada tiga faktor yang mendasari timbulnya minat : a. Faktor dorongan dari dalam

  Merupakan faktor dari dalam yang mendorong suatu aktivitas. Dapat dijelaskan dengan adanya dorongan makan, yang menimbulkan minat untuk mencari makanan, dorongan ingin tahu akan membangkitkan

  Dapat menjadi faktor yang membangkitkan minat untuk melakukan suatu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan diterima dan diakui oleh lingkungan sosial. Misalnya minat untuk belajar matematika muncul karena keinginan memperoleh penghargaan dari orang tua.

  c. Faktor emosional Minat erat kaitannya dengan perasaan dan emosi. Biasanya, kesuksesan dalam suatu kegiatan memunculkan perasaan senang, dan mendorong atau menimbulkan minat didalamnya. Kegagalan biasanya menyebabkan hilangnya minat.

  Ketiga faktor yang yang menimbulkan minat tersebut tidak berdiri sendiri tetapi merupakan suatu perpaduan atau kesatuan yang saling melengkapi. Dari uraian ini, dapat disimpukan bahwa minat sebagai faktor psikis yang mendorong individu mencapai tujuannya, dipengaruhi oleh berbagai faktor psikis, fisik, serta lingkungan.

7. Ciri-ciri Siswa Berminat Dalam Belajar

  Menurut Slameto (2003 :58) siswa yang berminat dalam belajar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a. Mempunyai kecenderungan yang tetap untuk untuk memperhatikan dan mengenang sesuatu yang dipelajari secara terus menerus.

  b. Ada rasa suka dan senang pada sesuatu yang diminati.

  c. Memperoleh suatu kebanggaan dan kepuasan pada sesuatu yang diminati. Ada rasa keterikatan pada sesuatu aktivitas-aktivitas yang d. Lebih menyukai suatu hal yang menjadi minatnya daripada yang lainnya.

  e. Dimanifestasikan melalui partisipasi pada aktivitas dan kegiatan.

8. Membangkitkan Minat Belajar Siswa Di Sekolah Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian.

  Minat terhadap pelajaran mempengaruhi belajar selanjutnya serta mempengaruhi minat-minat baru. Menurut ilmuwan pendidikan cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat belajar pada siswa adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada dan membentuk minat-minat baru pada diri siswa. Hal ini dapat dicapai dengan jalan memberikan informasi pada siswa mengenai hubungan antara suatu bahan pengajaran yang akan diberikan dengan bahan pengajaran yang lalu, menguraikan kegunaan bagi siswa dimasa yang akan datang. Minat dapat dibangkitkan dengan cara menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa.

  Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan perubahan dalam minat pada sekolah. Perubahan ini sebagian besar berupa penurunan minat.

  Apa saja faktor-faktornya dan bagaimana faktor ini mengurangi minat anak pada sekolah. Kondisi yang mempengaruhi minat anak pada sekolah dijelaskan sebagai berikut (Hurlock, 2005:139) :

  a. Pengalaman dini sekolah anak yang belum siap untuk sekolah. Pengalaman di kelompok bermain dan taman kanak-kanak mempermudah penyesuaian dan menjadikan pengamalaman dini di sekolah lebih menyenangkan.

  b. Pengaruh orang tua Orang tua mempengaruhi sikap anak terhadap sekolah secara umum dan juga sikap mereka terhadap pentingnya pendidikan, belajar, terhadap berbagai mata pelajaran, dan terhadap guru.

  c. Sikap saudara kandung Saudara kandung yang lebih besar mempunyai pengaruh yang sama pada sikap anak terhadap sekolah seperti orang tua. Sebaliknya, sikap saudara kandung yang lebih muda relatif tidak penting.

  d. Sikap teman sebaya Minat dan sikap terhadap sekolah secara umum dan terhadap berbagai kegiatan sekolah sangat diarahkan oleh teman sebaya. Untuk diterima oleh kelompok teman sebaya, anak belajar bahwa ia harus menerima minat dan nilai kelompok. Jika teman sekelas terang-terangan menyatakan ketidaksukaan mereka pada sekolah, ia harus melakukannya juga atau menanggung risiko dipanggil “kutu buku” atau “anak mas guru”.

  e. Penerimaan oleh kelompok teman sebaya guru dan nilai yang bagus tidak dapat mengimbangi kurangnya penerimaan oleh teman sebaya.

  f. Keberhasilan akademik Besarnya pengaruh keberhasilan akademik pada sikap anak terhadap sekolah akan bergantung pada besarnya nilai keberhasilan akademik dalam kelompok teman sebaya. Bila keberhasilan ini merupakan lambang status, maka ia akan meningkatkan status anak dengan prestasi akademik baik dalam kelompok teman sebaya. Kegagalan akademik mengurangi rasa harga diri semua anak dan menimbulkan rasa tidak senang terhadap lingkungan tempat kegagalan ini terjadi. Jika kegagalan akademik berarti tidak naik kelas, ia lebih lagi memperbesar rasa tidak senang anak pada sekolah, dan mengurangi minatnya pada sekolah.

  g. Sikap terhadap pekerjaan Anak yang dibesarkan oleh orang tua yang berpendapat bahwa masa kanak-kanak harus bahagia dan bebas, biasanya mengembangkan sikap negatif terhadap setiap kegiatan yang menyerupai pekerjaan. Selama sekolah masih bermain-main saja, mereka menyukainya. Tapi dengan kenaikan kelas, lebih banyak upaya dituntut untuk membuat pekerjaan rumah, dan ini menimbulkan rasa tidak suka akan sekolah.

  h. Hubungan guru dan murid Banyak atau sedikitnya minat anak terhadap sekolah dipengaruhi orang tua atau saudara, gambaran media massa, atau bila pengalaman pribadi yang tidak menyenangkan dengan guru, sikap mereka terhadap semua guru cenderung tidak positif. i. Suasana emosional sekolah

  Suasana emosional sekolah dipengaruhi sikap guru dan jenis disiplin yang digunakan. Para guru yang mempunyai hubungan baik dengan murid dan menggunakan disiplin yang demokratis mendorong sikap yang lebih positif pada murid dibandingkan dengan mereka yang mempunyai “anak mas”, yang merasa bosan dengan pekerjaan, yang mengajar secara membosankan dan yang terlalu bersifat otoriter atau permisif dalam pengendalian situasi di kelas.

C. Prestasi Belajar 1. Pengertian Belajar

  Manusia selalu dan senantiasa belajar bilamanapun dan di manapun dia berada, karena belajar merupakan aktivitas manusia yang sangat vital dan sangat penting bagi kita semua. Hilgard dan Bower (Ngalim Purwanto, 1987:85) mengemukakan bahwa belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan, atau keadaan-keadaan

  Gagne (Ngalim Purwanto, 1987:85) menyatakan bahwa belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya (performancenya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi. Sedangkan Morgan (Ngalim Purwanto, 1987:85) mengemukakan bahwa belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.

  Hintzman (Muhibbin, 2008:65) dalam bukunya The Psichology of Learning dan Memory berpendapat bahwa “Learning is a change in

  organism due to experience which can affect the organism’s behavior”

  (Belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme, manusia atau hewan, disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut). Menurut kaum konstruktivis, belajar merupakan proses aktif pelajar mengkonstruksi arti entah teks, dialog, pengalaman fisis, dan lain-lain (Suparno, 1997:61)

  Definisi lain tentang belajar juga dikemukan oleh Witherington (Ngalim Purwanto, 1987:85) yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian. Jika dilihat dari definisi-definisi tentang pengertian belajar diatas, jelas sekali bahwa belajar sangat penting bagi

  Ngalim Purwanto (1987:253) mengemukakan hal-hal pokok dari definisi-definisi tentang belajar adalah sebagai berikut ; a. Bahwa belajar itu membawa perubahan

  b. Bahwa perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kecakapan baru c. Bahwa perubahan itu terjadi karena usaha

  Berdasakan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku yang dapat terjadi melalui latihan atau pengalaman yang mana perubahan itu harus relatif mantap. Diharapkan perubahan tingkah laku yang terjadi adalah perubahan tingkah laku yang baik. Karena ada kemungkinan perubahan tingkah laku tersebut mengarah kepada peruabahan tingkah laku yang lebih buruk.

2. Pengertian Prestasi Belajar

  Tujuan dari pendidikan adalah meningkatkan dan mengembangkan kepribadian individu yang sedang menjalani proses pendidikan. Karena manusia mampu untuk belajar maka dia berkembang, mulai dari saat lahir sampai mencapai umur tua. Perkembangan kepribadian erat kaitannya dengan perubahan tingkah laku yang merupakan akibat dari proses belajar.

  Dalam memperoleh prestasi yang baik, kadang siswa juga mengalami hambatan-hambatan. Baik itu hambatan-hambatan yang bersifat eksternal maupun internal. Faktor-faktor internal antara lain yaitu kognitif. Sedangkan faktor-faktor eksternal antara lain lingkungan, guru atau pengajar, sarana dan fasilitas untuk pembelajaran, materi pelajaran.

  Prestasi adalah bukti keberhasilan yang dicapai (Winkel, 1986:102). Setelah melakukan proses belajar, berarti siswa melakukan perbaikan dalam tingkah laku dan kecakapan-kecakapan atau memperoleh kecakapan-kecakapan dan tingkah laku yang baru. Perubahan-perubahan juga akan terjadi dalam bidang pengetahuan atau pemahaman. Perubahan itu tampak dalam prestasi belajar yang dihasilkan siswa. Siman (1988:28) mendefinisikan prestasi belajar yaitu suatu ukuran dari kemampuan atau kecakapan siswa yang berupa penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dicapai dalam belajar.

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan belajar yang dapat dicapai setiap siswa dalam proses belajar. Prestasi belajar ini merupakan wujud dari proses belajar yang dilakukan di sekolah. Prestasi belajar ditunjukkan dengan nilai yang dapat diperoleh siswa selama mengikuti proses belajar. Prestasi belajar siswa dinyatakan dengan tingkat penguasaan, pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan dalam proses belajar mengajar.

3. Prinsip – prinsip Belajar

  Terdapat tujuh prinsip belajar yang dikemukakan Dimyati (2006:42-50) dalam bukunya yang berjudul Belajar dan Pembelajaran. Prinsip belajar yang baik bagi siswa yaitu prinsip belajar yang perlu meningkatkan upaya belajarnya maupun bagi guru dalam upaya meningkatkan mengajarnya. Ketujuh prinsip belajar tersebut adalah sebagai berikut : a. Perhatian dan Motivasi

  Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar. Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan, diperlukan untuk belajar lebih lanjut atau diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya.

  Disamping perhatian, motivasi mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar. Motivasi mempunyai kaitan yang erat dengan minat. Siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untuk mempelajari bidang studi tersebut. Motivasi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianggap penting dalam kehidupannya. Perubahan nilai-nilai yang dianut akan mengubah tingkah laku manusia dan motivasinya. Karenanya, bahan-bahan pelajaran yang disajikan hendaknya disesuaikan dengan minat siswa dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.

  Belajar tidak bisa dipaksakan oleh orang lain dan juga tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain. Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalami sendiri. Dalam setiap proses belajar, siswa selalu menampakkan keaktifan. Keaktifan itu beraneka ragam bentuknya. Mulai dari kegiatan fisik yang mudah kita amati sampai kegiatan psikis yang susah diamati.

  Kegiatan fisik bisa berupa membaca, mendengar, menulis, berlatih keterampilan-keterampilan, dan sebagainya. Contoh kegiatan psikis misalnya menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi, membandingkan satu konsep dengan yang lain, menyimpulkan hasil percobaan, dan kegiatan psikis yang lain.

  c. Keterlibatan langsung/berpengalaman Dalam belajar melalui pengalaman langsung siswa tidak sekedar mengamati secara langsung tetapi ia harus menghayati, terlibat langsung dalam perbuatan, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya. Keterlibatan siswa di dalam belajar jangan diartikan keterlibatan fisik semata, namun lebih dari itu terutama adalah keterlibatan mental emosional, keterlibatan dengan kegiatan kognitif dalam pencapaian dan perolehan pengetahuan, dalam penghayatan dan internalisasi nilai- nilai dalam pembentukan sikap dan nilai, dan juga pada saat mengadakan latihan-latihan dalam pembentukan keterampilan.

  Terdapat tiga teori yang menekankan perlunya pengulangan yaitu teori Psikologi Daya, Psikologi Asosiasi, dan Psikologi

  Conditioning . Teori yang paling tua barangkali adalah Psikolgi Daya.

  Menurut teori ini belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamat, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan, berpikir, dan sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akan berkembang.

  Seperti halnya pisau yang selalu diasah akan menjadi tajam, maka daya-daya yang dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan akan menjadi sempurna.

  Dalam teori Psikologi Asosiasi dikemukakan bahwa belajar ialah pembentukan hubungan antara stimulus dan respons, dan pengulangan terhadap pengalaman-pengalaman itu memperbesar peluang timbulnya respons benar. Sedangkan dalam teori Psikologi

  Conditioning yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari

  psikologi asosiasi juga menekankan pentingnya pengulangan dalam belajar. Pada psikologi conditioning respons akan timbul bukan karena saja oleh stimulus, tetapi juga oleh stimulus yang dikondisikan.

  Ketiga teori tersebut menekankan pentingnya prinsip pengulangan dalam belajar walaupun dengan tujuan yang berbeda.

  Yang pertama pengulangan untuk melatih daya-daya jiwa sedangkan yang kedua dan ketiga pengulangan untuk membentuk respons yang

  Dalam situasi belajar siswa menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai, tetapi selalu terdapat hambatan yaitu mempelajari bahan belajar, maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu yaitu dengan mempelajari bahan belajar tersebut. Agar pada anak timbul motif yang kuat untuk mengatasi hambatan dengan baik maka bahan belajar haruslah menantang.

  Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bergairah untuk mengatasinya. Bahan belajar yang baru, yang banyak mengandung masalah yang perlu dipecahkan membuat siswa tertantang untuk mempelajarinya.

  f. Balikan dan Penguatan Siswa akan belajar lebih bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang baik. Hasil yang baik akan merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengaruh baik bagi usaha belajar selanjutnya. Skinner menyebutkan bahwa dorongan belajar itu tidak hanya oleh penguatan yang menyenangkan tetapi juga yang tidak menyenangkan. Atau dengan kata lain penguatan positif maupun negatif dapat memperkuat belajar.

  Sebagai contoh penguatan positif yaitu siswa belajar sungguh- sungguh dan mendapatkan nilai yang baik dalam ulangan. Nilai yang baik itu mendorong anak untuk belajar lebih giat lagi. Dan contoh penguatan negatif adalah anak yang mendapatkan nilai yang jelek pada g. Perbedaan Individual Siswa merupakan individual yang unik artinya tidak ada dua orang siswa yang sama persis, tiap siswa memiliki perbedaam satu dengan yang lain. Perbedaan itu terdapat pada karakteristik psikis, kepribadian, dan sifat-sifatnya. Perbedaan individual ini berpengaruh pada cara dan hasil belajar siswa. Sistem pendidikan klasikal yang dilakukan di sekolah mayoritas kurang memperhatikan masalah perbedaan individual, umumnya pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan melihat siswa sebagai individu dengan kemampuan rata-rata.

4. Tujuan Belajar

  Tujuan belajar menurut Sardiman (1986:28-30) jika ditinjau secara umum ada tiga jenis : a. Untuk mendapatkan pengetahuan

  Hal ini ditandai dengan kemampuan berfikir jenis interaksi dan cara yang dipergunakan untuk kepentingan ini pada umumnya dengan model ceramah, pemberian tugas-tugas bacaan. Dengan cara demikian anak didik akan menambah pengetahuannya dan sekaligus akan mencari sendiri untuk mengembangkan cara berpikir dalam rangka mengembangkan pengetahuannya.

  b. Untuk mendapatkan pemahaman konsep dan ketrampilan Pemahaman konsep atau perumusan konsep juga memerlukan suatu pencapaian keterampilan itu dengan kaidah-kaidah tertentu dan bukan semata-mata hanya mengahafal atau meniru.

  c. Untuk mendapatkan pembentukan sikap Dalam menumbuhkan sikap mental perilaku dan pribadi anak didik, guru harus lebih bijak dan hati-hati dalam pendekatannya. Untuk itu dibutuhkan kecakapan dalam mengarahkan motivasi dan berpikir dengan tidak lupa menggunakan pribadi guru itu sendiri sebagai contoh atau model.

5. Beberapa Aktivitas Belajar

  Aktivitas belajar dialami oleh siswa sebagai suatu proses, yaitu proses belajar sesuatu. Aktivitas belajar tersebut juga dapat diketahui oleh guru dari perlakuan siswa terhadap bahan belajar. Proses belajar sesuatu dialami oleh siswa dan aktivitas belajar sesuatu dapat diamati oleh guru.

  Berikut ini dikemukakan beberapa contoh aktivitas belajar dalam beberapa situasi (Abu Ahmadi, 1991:125) : a. Mendengarkan

  b. Memandang

  c. Meraba, membau dan mencicipi/mencecap

  d. Menulis atau mencatat

  e. Membaca

  f. Membuat ihktisar atau ringkasan, dan menggaris bawahi i. Mengingat j. Berpikir k. Latihan atau praktek 6.

   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

  Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku. Perubahan dapat berhasil baik dan tidaknya juga dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor. Faktor-faktor tersebut dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu sebagai berikut (Ngalim Purwanto, 1987:106) : a. Faktor yang ada pada diri organism itu sendiri yang kita sebut faktor individual. Yang termasuk faktor individual antara lain faktor kematangan atau pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi, dan faktor pribadi.

  b. Faktor yang ada di luar individu yang kita sebut faktor sosial. Faktor sosial antara lain adalah faktor keluarga atau keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat yang dipergunakan dalam belajar mengajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia, dan motivasi sosial.

  Muhibbin (2008:144-155) berpendapat bahwa terdapat tiga faktor yang dapat mempengaruhi belajar, yaitu sebagai berikut : a. Faktor Internal

  Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek,

  1) Aspek fisiologis Yang dimaksud dalam aspek fisiologis ini adalah kondisi umum jasmani siswa. Kondisi kebugaran siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas sangat berpengaruh. Untuk mempertahankan kebugaran jasmani siswa sangat dianjurkan memilih pola istirahat mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi. Kondisi organ-organ khusus siswa, seperti tingkat kesehatan indera pendengar dan indera penglihatan, juga sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyerap informasi dan pengetahuan, khususnya yang disajikan di kelas.

  2) Aspek Psikologis Aspek psikologis yang mempengaruhi belajar siswa antara lain sebagai berikut : a) Inteligensi siswa

  Inteligensi sebenarnya bukan persoalan kualitas otak saja, melainkan juga kualitas organ-organ tubuh lainnya. Namun harus diakui juga bahwa otak memiliki peran lebih menonjol dalam hubungannya dengan inteligensi manusia daripada peran organ tubuh lainnya. Tingkat kecerdasan atau inteligensi (IQ) siswa tak dapat diragukan lagi, sangat menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Ini bermakna, semakin tinggi kemampuan inteligensi seorang siswa maka semakin kecil peluangnya untuk memperoleh sukses.

  b) Sikap siswa Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek orang, barang, dan sebagainya, baik secara postitif maupun negatif. Sikap siswa yang positif terhadap guru dan materi yang diajarkan guru merupakan pertanda awal yang baik bagi proses belajar siswa tersebut.

  Sebaliknya, sikap negatif siswa terhadap guru dan materi yang diajarkan guru akan menimbulkan kesulitan belajar. Meskipun bisa saja tidak menimbulkan kesulitan belajar tapi akan berdampak dalam hal lain yaitu prestasi belajar yang dicapai siswa akan kurang memuaskan.

  c) Bakat siswa Bakat merupakan kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Sebetulnya setiap orang pasti memiliki bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi sampai ke tingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing-masing.

  Minat belajar dalam diri siswa dapat menjadi lemah. Lemahnya minat akan melemahkan kegiatan belajar juga. Dan itu akan berdampak pada prestasi belajar. Oleh karena itu, minat belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus. Agar siswa memiliki minat yang kuat, dan dapat menciptakan suasana belajar yang menggembirakan.

  e) Motivasi siswa Pengertian dasar motivasi ialah keadaan internal organisme baik manusia ataupun hewan yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

  b. Faktor Eksternal Seperti faktor internal, faktor eksternal siswa juga terdiri atas dua macam, yakni :

  1) Faktor Lingkungan Sosial Lingkungan sosial sekolah seperti para guru, para staf administrasi, dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. Dan yang termasuk lingkungan sosial siswa adalah masyarakat dan tetangga juga teman-teman sepermainan di sekitar perkampungan siswa tersebut. Misalnya di lingkungan masyarakat yang kurang kondusif untuk belajar anak.

  Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan keluarga yang keliru, seperti kelalaian orang tua dalam memonitor kegiatan anak, dapat menimbulkan dampak lebih buruk lagi.

  2) Faktor Lingkungan Nonsosial Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial ialah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan cuaca, dan waktu belajar yang digunakan siswa. Faktor-faktor ini dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa.

  c. Faktor Pendekatan Belajar Di samping faktor-faktor internal dan eksternal siswa, faktor pendekatan belajar juga berpengaruh terhadap taraf keberhasilan proses belajar siswa tersebut. Pendekatan belajar merupakan segala cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang keefektifan dan efisiensi proses mempelajari materi tertentu. Pendekatan belajar dapat dibagi menjadi tiga macam tingkatan, yaitu : 1) Pendekatan tinggi

  a) Speculatif

  Pendekatan speculatif yaitu pendekatan berdasarkan pemikiran mendalam, yang bukan saja bertujuan menyerap pengetahuan melainkan juga mengembangkannya.

  b) Achieving

  Pendekatan achieving pada umumnya dilandasi oleh motif keakuan dirinya dengan cara meraih indeks prestasi setinggi- tingginya. Gaya belajar ini lebih serius daripada yang memakai pendekatan-pendekatan lainnya. 2) Pendekatan menengah

  a) Analytical

  Pendekatan analytical strateginya yaitu berpikir kritis, mempertanyakan, menimbang-nimbang, beragumen.

  Tujuannya yaitu pembentukan kembali materi ke dalam pola baru/berbeda.

  b) Deep

  Siswa yang menggunakan deep biasanya mempelajari materi karena memang dia tertarik dan merasa membutuhkannya (intrinsik). Oleh karena itu, gaya belajarnya serius dan berusaha memahami materi secara mendalam serta memikirkan cara mengaplikasikan. 3) Pendekatan rendah

  a) Reproductif

  Strategi dalam pendekatan reproductif yaitu menghafal, meniru, menjelaskan, meringkas. Dan tujuannya yaitu pembenaran atau penyebutan kembali materi.

  b) Surface

  Siswa yang menggunakan pendekatan surface misalnya, mau belajarnya santai, asal hafal, dan tidak mementingkan pemahaman yang mendalam.

  Sedangkan menurut Sumadi Suryabrata (1971:253) faktor-faktor yang mempengaruhi belajar itu adalah banyak sekali macamnya, terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu dan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Faktor-faktor yang berasal dari luar diri pelajar, dan ini masih lagi dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu :

  (1) Faktor-faktor non sosial (2) Faktor-faktor sosial

  b. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri si pelajar, dan inipun dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu : (1) Faktor-faktor fisiologis (2) Faktor-faktor psikologis D.

   Hubungan Antara Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar

  Salah satu faktor yang berpengaruh pada prestasi belajar siswa adalah minat belajar siswa. Siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi biasanya akan memberikan perhatian lebih terhadap mata pelajaran tersebut. Siswa akan merasa tertarik dan lebih memperhatikan penjelasan guru di dalam kelas.

  Dan siswa akan selalu antusias dalam mengerjakan tugas-tugas. Dengan yang disampaikan guru dapat diserap dengan baik oleh siswa, jadi dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa mempengaruhi prestasi belajar siswa.

  Untuk mencapai prestasi yang baik disamping kecerdasan ada juga minat, sebab tanpa adanya minat segala kegiatan akan dilakukan kurang efektif dan efisien. Kurangnya minat belajar dapat mengakibatkan kurangnya rasa ketertarikan pada suatu bidang tertentu, bahkan dapat melahirkan sikap penolakan kepada guru.

  Beberapa murid kurang berprestasi secara umum, mereka bekerja di bawah kapasitas dalam semua mata pelajaran, beberapa lagi berprestasi di bawah kemampuan mereka dalam beberapa mata pelajaran tertentu. Bila seorang anak kurang berprestasi, biasanya sekolah yang disalahkan. Orang menyimpulkan bahwa para guru tidak mengetahui bagaimana mengajar atau tidak berminat untuk melakukannya dengan baik. Yang lain menyalahkan orang tua karena orang tua terlalu permisif dan tidak menuntut anak mereka belajar di rumah atau memperhatikan pelajaran di sekolah. Kemerosotan prestasi mulai sekitar saat minat anak terhadap sekolah mulai berkurang dan minat akan penerimaan oleh teman sebaya mulai semakin kuat (Hurlock, 142).

  Minat sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar, karena apabila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat, siswa tidak akan belajar dengan baik sebab tidak menarik baginya. Siswa akan malas belajar dan tidak akan mendapatkan kepuasan dari pelajaran itu. Bahan Dalam hal ini prestasi belajar diambil dari nilai rapor lima mata pelajaran inti di sekolah dasar yaitu Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Matematika, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Nilai tersebut dihitung rata-ratanya. Kelima mata pelajaran tersebut digunakan karena dianggap sudah dapat mewakili mata pelajaran inti SD. Nilai rapor bersifat obyektif dan merupakan nilai final seorang siswa selama satu semester belajar.

E. Hipotesis

  Berdasarkan kajian pustaka dan permasalahan yang disajikan dalam penelitian ini maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : Ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun Pelajaran 2010/2011.

     

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu jenis studi

  korelasi. Penelitian ini mempelajari hubungan antara dua variabel yaitu untuk menjelaskan sejauh mana variasi dalam satu variabel berhubungan dengan variasi dalam variabel lain. Jadi dalam penelitian ini bertujuan untuk mencari ada tidaknya hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen.

B. Variabel Penelitian

  Variabel adalah satu atribut yang dianggap mencerminkan atau mengungkapkan pengertian atau bangunan pengertian (Furchan, 2007:45).

  Variabel dalam penelitian kuantitatif dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Variabel Bebas (X) Variabel bebas adalah variabel yang mendahului atau yang mempengaruhi variabel terikat (Furchan, 2007:46). Variabel bebas dalam peneltian ini adalah minat belajar.

  2. Variabel Terikat (Y) Variabel terikat adalah variabel yang merupakan akibat, atau yang

C. Definisi Operasional Variabel

  1. Minat Belajar Minat belajar siswa sebagai variabel dalam penelitian ini adalah minat belajar yang dibatasi pada sepuluh indikator yaitu menunjukkan minat terhadap pelajaran, selalu mengingat pelajaran dan mempelajari kembali, tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan belajar, perasaan hati setelah belajar, senang menghadapi kesulitan belajar, mempunyai antusias yang tinggi dalam belajar di kelas, senang berdiskusi dengan teman dalam mempelajari mata pelajaran, keinginan kuat untuk maju dan mencapai keberhasilan, orientasi pada masa depan kegiatan belajar sebagai jalan menuju kreativitas cita-cita yang diukur dengan angket dan ditunjuk dengan skor yang diperoleh siswa.

  2. Prestasi Belajar Prestasi belajar siswa meliputi penguasaan siswa terhadap lima mata pelajaran inti di sekolah dasar yaitu Bahasa Indonesia, Ilmu

  Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Matematika, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Nilai kelima mata pelajaran tersebut diperoleh dari nilai rapor siswa.Hasil yang dicapai siswa ini menunjukkan kualitas keberhasilan belajarnya.

D. Tempat Penelitian

  Tempat penelitian dilakukan di SD Negeri 4 Sragen UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sragen yang beralamat di Jalan Diponegoro, Nomor 6, Taman Murni Sragen, Telp (0271) 894142.

E. Jadwal Penelitian

  Penyusunan skripsi ini melewati banyak tahapan-tahapan sampai pada akhirnya skripsi ini disahkan oleh dosen pembimbing. Berikut ini disajikan jadwal penyusunan skripsi :

  Tabel3.1 Jadwal Penelitian No Kegiatan Bulan Jan Feb Mar Jul Agt Sept Okt Nov Des Jan

  1. Penyusunan Proposal √

  2. Konsultasi Bab I, II, dan III √ √

  3. Bimbingan dengan dosen pembimbing √ √ √ √ √ √

  4. Penyusunan Angket √

  5. Uji Coba Angket √

  6. Perhitungan Taraf Validitas dan Reliabilitas angket uji coba

  √ √

  9. Pembahasan √

  10. Ujian Skripsi √

  11. Revisi Skripsi √ √

  12. Pengumpulan Skripsi √ F.

   Populasi dan Sampel Penelitian

  Populasi adalah subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian (Riduwan, 2008 : 8). Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen. Jumlah siswanya 188 siswa , rinciannya sebagai berikut :

Tabel 3.2 Jumlah siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen

  Kelas Jumlah Siswa

  VA 48

  VB 47

  VC 47

  VD 46

  

Jumlah siswa seluruhnya 188 siswa

  Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi (Riduwan, 2008 : 10).Penelitian ini hanya akan meneliti sampel karena dalam penelitian ini tidak melibatkan populasi tapi hanya sebagian dari populasi yang sudah dianggap mewakili dari seluruh populasi. data yang unsurnya memiliki sifat yang sama sehingga tidak perlu mempersoalkan jumlahnya secara kuantitatif (Riduwan, 2008:9). Sampling adalah cara atau teknik yang digunakan untuk mengambil sampel (Sutrisno Hadi, 2004 : 183). Suatu cara random yaitu jika kita tidak memiliki individu yang kita tugaskan untuk mengisi sampel kita. Peneliti akan menggunakan kelas VA, VB, VD yang tiap kelas akan diambil secara random 20 siswa untuk sampel penelitian.

  Cara untuk merandomisasi sampel dalam penelitian ini adalah dengan cara undian. Sutisno Hadi (2004 : 184) menyebutkan langkah-langkah randomisasi dengan cara undian adalah sebagai berikut :

  1. Buat daftar yang berisi semua subyek atau individu

  2. Beri kode nomor urut kepada semua subyek atau individu

  3. Tulis kode-kode itu masing-masing dalam selembar kertas kecil

  4. Gulung kertas-kertas itu baik-baik

  5. Masukkan gulungan-gulungan kertas itu kedalam tempolong

  6. Kocok baik-baik tempolong itu

  7. Ambil kertas-kertas gulungan itu satu demi satu sampai jumlah yang kita perlukan Dengan cara semacam itu, cara memilih-milih telah dihindarkan.

G. Instrumen Penelitian/Alat Ukur 1. Alat Pengumpul Data

  Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tentang minat belajar. Dalam menyusun angket ini peneliti juga mengacu pada kisi-kisi angket yang disusun oleh Cicilia Era Kumaladalam skripsinya yangberjudul “Hubungan Minat Belajar Siswa Dan Lingkungan Belajar Siswa Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas III SMA N 2 Klaten”. Tidak semuanya kisi-kisi angket mengacu pada sumber yang telah disebutkan di atas.Akan tetapi peneliti juga memodifikasi kisi-kisi angket tersebut dengan indikator yang setara dengan anak SD. Peneliti juga memodifikasi angket yang sudah ada.

  Adapun landasan peneliti memodifikasi angket tersebut dengan alasan bahwa angket akan ditujukan untuk siswa SD. Sehingga peneliti memodifikasi kata-kata yang terdapat pada angket sebelumnya dan disesuaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa SD. Dan angket ini juga dikembangkan oleh peneliti berdasarkan masalah variabel dan kajian teoritis dengan bimbingan dari dosen pembimbing.

  Peneliti menggunakan kisi-kisi angket tersebut sebagai acuan dikarenakan indikator-indikator yang dikemukakan dalam kisi-kisi angket tersebut sesuai dengan kajian pustaka yang diuraikan peneliti.Dan itu sejalan dengan penelitian yang akan dilakukan. Angket dan item negatif. Adapun bentuk angket minat belajar ini dapat dilihat pada lampiran 1 halaman 101.

  Jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristik dirinya dengan cara memberikan tanda silang (x) atau tanda checklist(

  √) (Riduwan, 2008 : 54) Angket ini memuat pernyataan-pernyataan mengenai minat belajar siswa.Dalam penelitian ini setiap butir pernyataan pada angket memiliki alternatif jawaban yaitu “Sangat Setuju (SS), “Setuju (S)”, “Kurang Setuju (KS)”, “Tidak Setuju (TS)”. Yang masing-masing jawaban mempunyai skor tertentu.

  1) Item-item positif, dengan pilihan jawaban dan skor yaitu : (1) Sangat Setuju (SS) : skor 4 (2) Setuju (S) : skor 3 (3) Kurang Setuju (KS) : skor 2 (4) Tidak Setuju (TS) : skor 1

  2) Item-item negatif, dengan pilihan dan skor yaitu : (1) Sangat Setuju (SS) : skor 1 (2) Setuju (S) : skor 2 (3) Kurang Setuju (KS) : skor 3 Indikator Item Postif Item Negatif Menunjukkan minat terhadap pelajaran

  Tabel3.3Indikator Minat Belajar Siswa

  • Saya selalu ingin belajar di sekolah
  • Menurut pendapat saya belajar itu sangat menyenangkan
  • Saya senang jika belajar di kelas
  • Saya belajar karena keinginan saya sen
  • Saya lebih senang membaca cerpen daripada belajar
  • Saat anda sedang serius mengerjakan tugas tiba-tiba ada teman mengajak bermain, maka anda akan ikut bermain bersama teman

  Selalu mengingat pelajaran dan mempelajari kembali

  • Saya selalu mengulangi pelajaran jika sampai di rumah
  • Apabila besok ada ulangan harian, maka malam hari sebelumnya saya selalu belajar
  • Saya selalu meluangkan waktu untuk bel
  • Sesudah menerima pelajaran, saya tidak pernah mengingat materi yang diajarkan apalagi mempelajari kembali

  Tekun menghadapi tugas

  • Saya selalu ingin mengerjakan soal-soal latihan
  • Jika guru memberikan
  • Saya tidak pernah mengerjakan tugas

  PR, saya selalu mengerjakannya

  Ulet menghadapi kesulitan belajar

  • Saya lebih senang mengerjakan soal yang mudah daripada soal yang sulit
  • Jika menemui kesulitan dalam menyelesaikan soal, saya lebih baik
saya selalu berusaha untuk dapat menyelesaikannya jika menghadapi kesulitan dalam belajar

  • Saya malas belajar jika saya memperoleh nilai yang buruk dalam ulangan

  Perasaan hati setelah belajar

  • Saya merasa senang setelah mengikuti pelajaran
  • Saya merasa bosan setelah mengikuti pelajaran
  • Saya cenderung tidak memperhatikan sewaktu diberi pelajaran

  Senang menghadapi kesulitan belajar

  • Sesudah menerima pelajaran, saya selalu mengingat materi pelajaran
  • Jika saya belajar dengan tekun, maka saya akan mendapatkan hasil memuaskan
  • Saya senang menempuh ulangan- ulangan atau tes-tes karena hal itu berguna untuk mendorong saya agar belajar lebih ba
  • Saya tidak suka mencoba mengerjakan soal yang belum pernah dijelaskan oleh guru

  Mempunyai antusias yang tinggi dalam belajar di kelas

  • Saya selalu bertanya kepada guru jika ada materi yang belum jelas dalam pelajaran
  • Jika guru menyuruh mengerjakan soal-soal latihan, saya lebih senang berbicara tentang hal-hal lain dengan teman sebelah
penting mengikuti pelajaran di kelas

  • Saya lebih senang diam daripada mengajukan pertanyaan pada guru jika ada materi pelajaran yang belum jelas
  • Apabila pada jam pelajaran gurunya tidak hadir, maka saya merasa sangat senang.

  Senang berdiskusi

  • Jika ada masalah yang • Bagi saya berdiskusi dengan teman dalam tidak dapat saya tentang pelajaran mempelajari mata pecahkan tentang suatu adalah hal yang pelajaran mata pelajaran saya membosankan.

  diskusikan dengan teman

  • Saya selalu berdiskusi dengan teman jika ada tugas pelajaran yang sulit

  Keinginan kuat untuk

  • Saya selalu ingin • Saya tidak pernah maju dan mencapai memperoleh nilai yang mengulangi pelajaran keberhasilan baik setiap belajar jika dirumah.
  • Saya tidak pernah belajar di rumah
  • Jika siswa tidak diwajibkan untuk mengikuti pelajaran, tentu saya sudah meninggalkannya

  Orientasi pada masa

  • Saya sadar bahwa • Bagi saya mempelajari depan, kegiatan belajar pelajaran di sekolah pelajaran di sekolah sebagai jalan menuju sangat berguna bagi tidak diperlukan, kreativitas cita-cita kehidupan sehari-hari karena tidak
sekolah tidak berguna untuk kehidupan sehari-hari

  Berdasarkan indikator minat di atas, maka disusun butir-butir kuesioner sebagai berikut :

  Tabel3.4Indikator dan sebaran item minat belajar siswa

No Indikator No. item No. item + - Total

positif negatif

  1. Menunjukkan minat 1, 2, 4, 32 14, 34

  4

  2

  6 terhadap pelajaran

  2. Selalu mengingat 9, 11, 31

  39

  3

  1

  4 pelajaran dan mempelajari kembali

  3. Tekun menghadapi 5, 28

  36

  2

  1

  3 tugas

  4. Ulet menghadapi 7, 16 8, 26, 37

  2

  3

  5 kesulitan belajar

  5. Perasaan hati setelah 29 22,

  23

  1

  2

  3 belajar

  6. Senang menghadapi 3, 12, 18

  40

  3

  1

  4 kesulitan belajar

  7. Mempunyai antusias 30 10, 15, 21, 1 4 5 yang tinggi dalam 38 belajar di kelas

  8. Senang berdiskusi 13, 27

  35

  2

  1

  3 dengan teman dalam mempelajari mata pelajaran

  9. Keinginan kuat untuk 19 6, 24, 25

  1

  3

  4 maju dan mencapai keberhasilan

  10. Orientasi pada masa 20 17,

  33

  1

  2

  3 depan, kegiatan belajar sebagai jalan menuju kreativitas cita-cita

2. Uji Coba Instrumen

  Angket atau kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah minat belajar siswa terhadap prestasi belajar.Sebelum angket digunakan untuk pengambilan data, dilakukan uji coba terlebih dahulu yang dilaksanakan dengan mengambil responden sebanyak satu kelas yaitu kelas VC. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket yang akan digunakan dalam penelitian.

  a. Uji Validitas Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsinya (Saifuddin Azwar, 1997:5).Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Arief Furchan (2004:293) menyatakan bahwa validitas menunjuk kepada sejauh mana suatu alat mampu mengukur apa yang seharusnya diukur.

  Dibawah ini merupakan kisi-kisi item untuk mencari validitas suatu item.Kisi-kisi item di bawah ini merupakan kisi-kisi sebelum uji coba.Sedangkan kisi-kisi item setelah uji coba dapat dilihat pada lampiran 8 halaman 124.

  Tabel3.5 Kisi-kisi item untuk mencari validitas item

Item

Indikator

  Jumlah (+) (-)

  Menunjukkan minat 4 2 6 terhadap pelajaran Selalu mengingat pelajaran dan 3 1 4 mempelajari kembali Tekun menghadapi tugas

  2

  1

  3 Ulet menghadapi 2 3 5 kesulitan belajar Perasaan hati setelah 1 2 3 belajar Senang menghadapi 3 1 4 kesulitan belajar Mempunyai antusias yang tinggi dalam belajar 1 4 5 di kelas Senang berdiskusi dengan teman dalam

  2 1 3 mempelajari mata pelajaran Keinginan kuat untuk maju dan mencapai 1 3 4 keberhasilan Orientasi pada masa depan, kegiatan belajar sebagai jalan menuju 1 2 3 Angket yang telah disusun tersebut terlebih dahulu diujicobakan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu item sebelum digunakan untuk penelitian.Sebelum diujicoba, angket juga terlebih dahulu dikonsultasikan kepada dosen pembimbing.

  Proses pengujian validitas berdasarkan pada validitas butir dari setiap pernyataan. Yang bertujuan untuk mengetahui valid atau tidaknya setiap pernyataan yang terdapat pada angket. Angket tersebut kemudian diuji validitasnya dengan menganalisis setiap item masing- masing angket dengan mengkorelasikan skor per butir (x) dengan skor total (y). dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik korelasi

  Product Moment dari Pearson. Rumusnya adalah sebagai berikut

  (Masidjo, 2010:247) :

  ∑ ∑ ∑ r = xy

  √ ∑ ∑ ∑ ∑

  Keterangan : r : koefisien korelasi

  xy

  ∑x : jumlah skor dalam sebaran x (skor item per butir) ∑y : jumlah skor dalam sebaran y (skor item total) ∑xy : jumlah hasil kali skor x dan skor y yang berpasangan

  2

  : jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran x ∑x

  2

  : jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y ∑y

  Proses perhitungan validitas dilakukan dengan memberi skor untuk setiap pernyataan kemudian memasukkannya ke dalam data iji coba. Setelah itu perhitungan validitas selanjutnya dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS Statistic 17.0 for Windows.

  Adapun langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai berikut : a.

   Memasukkan data skor yang diperoleh siswa ke dalam data uji coba dengan bantuan program Microsoft Office Excel 2007.

  b.

   Menghitung skor total yang diperoleh oleh setiap siswa dengan bantuan Microsoft Office Excel 2007.

  c.

   Mentabulasikan data tersebut ke dalam uji coba pada program SPSS Statistic 17.0 for Windows.

  d.

   Menguji validitas dengan tahap :analyzecorrelate bivariate

  → memindahkan semua item ke dalam kotak variables →beri tanda √ pada kotak dengan pilihan Pearson dan Two Tailed pada kolom Test of Significance

  → klik OK. Berdasarkan konsultasi dengan dosen pembimbing bahwa harga koefisen korelasi minimal

  ≥ 0,30. Hal tersebut juga sesuai dengan pendapat Azwar (2008:65) bahwa kriteria pemilihan item berdasarkan korelasi item total dengan menggunakan batasan r

  xy ≥0,30. Hal ini

  berarti, untuk item yang nilai korelasinya < 0,30 dinyatakan gugur atau tidak valid. Dan yang nilai korelasinya ≥0,30 dinyatakan valid.

  32 item yang valid tersebut untuk angket penelitian mengenai minat belajar siswa.Tabel pengujian validitas tiap indikator dapat dilihat pada lampiran 4 halaman 117.Dan bentuk angket yang akan digunakan dalam penelitian dapat dilihat pada lampiran 9 halaman 126.

  Dan untuk hasil analisis uji validitas angket minat belajar dengan bantuan SPSS dapat dilihat pada lampiran 5 halaman 119.

  b. Uji Reliabilitas Reliabilitas merupakan penerjemahan dari kata

  reliability yang mempunyai asal kata rely dan abilty. Ide pokok

  yang terkandung dalam konsep reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Saifuddin Azwar, 1997:4).

  Reliabilitas mengacu kepada sejauh mana suatu alat pengukur secara ajeg (konsisten) mengukur apa saja yang diukurnya ( Arief Furchan, 2004:293). Oleh sebab itu angket dalam penelitian ini juga harus melalui proses uji reliabilitas, supaya angket yang digunakan dapat dipercaya dan memiliki konsistensi.

  Dalam penelitian ini, reliabilitas diukur dengan metode belah dua(split-half method).Hasil dari suatu angket dibagi atau di belah menjadi dua bagian. Bagian pertama yang dapat berupa hasil atau skor yang berasal dari item-item bernomor gasal, dan bagian kedua berupa hasil atau skor yang berasal dari item-item bernomor Untuk mengetahui tingkat klasifikasi koefisien korelasi reliabilitas sutu tes yaitu sebagai berikut (Masidjo, 1995:218) :

  Tabel3.6 Klasifikasi koefisien korelasi reliabilitas alat ukur

  Koefisien Korelasi Kualifikasi ±0, 91 – ±1, 00 Sangat Tinggi ±0, 71 – ±0, 90 Tinggi ±0, 41 – ±0, 70 Cukup ±0, 21 – ±0, 40 Rendah 0 – ±0, 20 Sangat Rendah

  Proses perhitungan taraf reliabilitas adalah dengan memberikan skor pada setiap butir pernyataan kemudian memasukkannya ke dalam data uji coba. Skor-skor uji coba siswa yang telah diperoleh dapat dilihat pada lampiran 2 halaman 105.Skor tersebut nilanya 4, 3, 2, dan 1 dan skor tersebut harus diubah menjadi skor diskrit (nominal).Skor diskrit adalah skor yang hanya memiliki dua tipe jawaban yaitu ya dan tidak .Skor diskrit dalam uji coba ini diubah menjadi nilai 1 dan 0.Hasil skor siswa yang telah diubah menjadi skor diskrit dapat dilihat pada lampiran 3 halaman 111.

  Di bawah ini merupakan langkah-langkah mencari taraf a. Langkah pertama Menghitung koefisien korelasi skor item ganjil dan genap dengan teknik korelasi Product Moment dari Pearson dengan rumus sebagai berikut :

  ∑ ∑ ∑ r = xy

  

√ ∑ ∑ ∑ ∑

  Keterangan : Rxy : koefisien korelasi

  : jumlah skor dalam sebaran x (skor item ganjil) ∑x

  : jumlah skor dalam sebaran y (skor item genap) ∑y

  :jumlah hasil kali skor x dan skor y yang ∑xy berpasangan

  2

  : jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran x ∑x

  2

  : jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y ∑y N : jumlah responden

  b. Langkah kedua Menghitung indeks reliabilitas ganjil-genap angket minat belajar dengan rumus Spearman Brown.

  r = tt

  Keterangan ;

  Tabel3.7 Hasil perhitungan koefisien reliabilitas uji coba

  Koefisien Reliabilitas Angket

  Uji Coba Keterangan Minat belajar 0, 88 Tinggi

  Berdasarkan koefisien reliabilitas yang telah diperoleh di atas dapat disimpulkan bahwa hasil uji coba alat ukur angket minat belajar memiliki koefisien reliabilitas tinggi.Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 6 halaman 120.

  Peneliti juga menghitung kembali koefisien reliabilitas pada angket penelitian.Skor data angket penelitian dapat dilihat pada lampiran 11 halaman 132.Langkah yang dilakukan untuk menghitung koefisien reliablitas pada angket penelitian sama dengan menghitung koefisien reliabilitas pada angket uji coba. Sebelum menghitung koefisien reliabilitas, peneliti mantabulasikan skor angket yang diperoleh siswa menjadi skor diskrit.Hasil skor diskrit dalam angket penelitian dapat dilihat pada lampiran 12 halaman 138.Dan proses perhitungan koefisien reliabilitas penelitian dapat dilihat padalampiran 13 halaman 144.Di bawah ini adalah hasil perhitungan koefisien reliabilitas penelitian angket

  Tabel3.8 Hasil perhitungan koefisien reliabilitas penelitian

  Koefisien Reliabiltas Angket

  Penelitian Keterangan Minat Belajar 0,97 Sangat Tinggi

  Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian alat ukur angket minat belajar memiliki koefisen reliabilitas sangat tinggi.

3. Tempat dan Waktu Uji Coba

  Tempat untuk melakukan uji coba angket adalah tempat yang sama yang akan digunakan untuk penelitian yaitu SD Negeri 4 Sragen.

  Dari 4 kelas yang ada, kelas yang akan digunakan untuk uji coba adalah kelas V C. Uji coba dilalaksanakan pada tanggal 19 Maret 2011.

  Gambaran suasana sewaktu uji coba dapat dilihat pada lampiran 21 halaman 152.

H. Teknik Pengumpulan Data

  Penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian lapangan

  

(field research), yaitu suatu penelitian dilakukan dengan terjun langsung ke diperoleh dari SD Negeri 4 Sragen.Dalam pelaksanaan penelitian ini digunakan dua metode pengumpul data yaitu angket dan dokumentasi.

  1. Angket/Kuesioner Angket adalah suatu daftar pertanyaan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal- hal yang diketahuinya (Masidjo, 2010:70).Dalam penelitian ini, peneliti hanya akan menggunakan satu buah angket yaitu angket tentang minat belajar. Angket tersebut diberikan kepada siswa untuk memperoleh data tentang minat belajar siswa dan tentunya untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara minat belajar siswa dengan prestasi belajar siswa.

  2. Dokumentasi Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan- peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data yang relevan dengan penelitian (Riduwan, 2008 : 58)

  Dan untuk memperoleh data nilai prestasi belajar, peneliti menggunakan metode dokumentasi dengan melihat dari nilai rapor semester genap siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun Pelajaran 2010/2011 (lihat lampiran 10 halaman 130).

I. Teknik Analisis Data

  kategori yaitu minat belajar tinggi, minat belajar sedang, minat belajar rendah. Data tersebut berupa skala ordinal. Data tersebut akan dikorelasikan dengan data prestasi belajar. Data prestasi belajar siswa diperoleh dari nilai rata-rata lima pelajaran inti di sekolah dasar (Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan) pada nilai rapor siswa.

  Langkah-langkah untuk mencari korelasi serial dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Mendaftar nilai tiap kelompok Berdasarkan skor minat yang telah diperoleh siswa, maka siswa dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu kelompok dengan minat belajar tinggi, kelompok dengan minat belajar sedang, dan kelompok minat belajar rendah.Rentang pengelompokan skor dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.9 Pengelompokan skor angket minat belajar

  Kelompok siswa Interval skor

  Kelompok Minat Rendah (R) 32 - 63 Kelompok Minat Sedang (S) 64 - 96

  Kelompok Minat Tinggi (T) 97 - 128

  2. Menghitung banyaknya subyek dalam setiap kelompok (n )

  k

  Dalam penelitian ini terdapat tiga n yakni n kelompok tinggi, n

  k k k

  3. Menentukan proporsi individu dalam setiap kelompok Rumusnya adalah sebagai berikut : p = Keterangan : p = proporsi n = banyaknya subyek dalam kelompok

  k

  N = banyaknya subyek seluruhnya

  4. Menghitung nilai rata-rata (mean) tiap kelompok Rumus yang digunakan untuk memperoleh rata-rata (mean) tiap kelompok adalah sebagai berikut (Masidjo, 2010:123) :

  ∑

  M = Keterangan : M = Mean ∑X = jumlah semua skor

  = jumlah subyek dalam kelompok

  5. Menentukan ordinat, yaitu ordinat yang lebih tinggi dan ordinat yang lebih rendah. Tabel ordinat dapat dilihat pada lampiran 15 halaman 146.

  6. Membuat tabel kerja Dengan membuat tabel kerja diharapkan dapat memudahkan peneliti dalam menghitung rumus korelasi serial.

  7. Menghitung standar deviasi total Standar deviasi total dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (Masidjo, 2010:127) : SDtot =

  ∑ ∑ ² Keterangan : SDtot = standar deviasi total N = jumlah siswa ∑X

  = jumlah total skor Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah menghitung korelasi serial. Rumus yang digunakan untuk menghitung korelasi serial adalah sebagai berikut : r

  ser

  =

  ∑ ∑ ²

  Keterangan : r

  ser

  : koefisien korelasi serial

  r

  : ordinat yang lebih rendah

  t

  : ordinat yang lebih tinggi M : mean SDtot : standar deviasi total P : proporsi individu dalam golongan

  Berdasarkan perhitungan korelasi serial menggunakan rumus di atas siswa.Pedoman yang digunakan untuk memberikan interpretasi terhadap kuat lemahnya hubungan tersebut dapat digunakan pedoman di bawah ini.

Tabel 3.10 Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi

  

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

  ±0,00 - ±0,199 Sangat rendah ±0,20 - ±0,399 Rendah ±0,40 - ±0,599 Sedang ±0,60 - ±0,799 Kuat ±0,80 - ±1,000 Sangat kuat

  Sedangkan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan minat belajar dengan prestasi belajar siswa dapat dirumuskan sebagai berikut : KP = r x 100 %

  ser

  Keterangan : KP = Koefisien Penentu r = Koefisien Korelasi Serial

  ser

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Dalam penelitian ini jumlah siswa yang mengikuti penelitian

  sebanyak 60 siswa yaitu dari kelas VA, VB, VD. Setiap kelas tersebut diambil 20 siswa secara acak. Seluruh siswa mengikuti penelitian dengan tertib dan sungguh-sungguh. Situasi sewaktu penelitian dapat dilihat pada lampiran 19 halaman 152.

  Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui angket yang diisi oleh siswa dan nilai rapor siswa. Pengumpulan data di SD Negeri 4 Sragen dilaksanakan pada bulan Agustus . Hasil penelitian yang telah diperoleh akan dijabarkan pada bagian di bawah ini guna untuk menjawab rumusan masalah pada bab I. Berikut ini jawaban dari rumusan masalah berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.

  1. Minat belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen Teknik yang digunakan oleh peneliti untuk mengetahui bagaimana minat belajar siswa yaitu dengan menggunakan angket.

  Angket tersebut diisi oleh siswa berdasarkan kondisi yang sebenarnya dari masing-masing siswa tersebut. Dari angket yang telah diisi oleh siswa tersebut maka peneliti memperoleh sejumlah skor. Skor tersebut

  Skor minat belajar yang sudah diperoleh tersebut akan dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang, rendah.

  Berikut ini dapat dilihat pembagian kategori berdasarkan nilai angket minat belajar yang telah diperoleh.

  

Tabel4.1 Klasifikasi skor minat belajar

  No Skor Minat Belajar Kategori 1 32 – 63 Rendah 2 64 – 96 Sedang

  • 3 97 128 Tinggi Berdasarkan tabel 4.1di atas, maka dapat dibuat tabel berserta kualifikasinya yang menunjukkan skor minat belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen.Di bawah ini adalah tabel skor minat belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen beserta kualifikasinya.

Tabel 4.2 Data skor minat belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen

  Skor Minat No Kode Siswa Kualifikasi Belajar

  1 A

  3

  61 RENDAH

  2 B

  2

  62 RENDAH

  3 B

  19

  62 RENDAH

  4 D

  5

  62 RENDAH

  5 D

  18

  62 RENDAH

  6 D

  8

  63 RENDAH

  7 D

  9

  63 RENDAH

  8 D

  20

  63 RENDAH

  9 A

  14

  84 SEDANG

  10 B

  14

  87 SEDANG

  14 A

  40 A 7 115 TINGGI

  33 B 9 112 TINGGI

  34 B 20 112 TINGGI

  35 D 12 112 TINGGI

  36 D 15 112 TINGGI

  37 D 16 112 TINGGI

  38 D 17 112 TINGGI

  39 B 10 114 TINGGI

  41 B 4 116 TINGGI

  31 D 4 110 TINGGI

  42 D 3 116 TINGGI

  43 A 9 117 TINGGI

  44 A 5 118 TINGGI

  45 A 13 119 TINGGI

  46 A 16 119 TINGGI

  47 A 8 120 TINGGI

  48 A 18 120 TINGGI

  32 B 18 111 TINGGI

  30 B 3 110 TINGGI

  2

  19 B 12 106 TINGGI

  98 TINGGI

  15 B

  5

  98 TINGGI

  16 B 15 101 TINGGI

  17 B 13 103 TINGGI

  18 A 10 106 TINGGI

  20 D 11 106 TINGGI

  29 A 12 110 TINGGI

  21 A 4 107 TINGGI

  22 B 8 108 TINGGI

  23 B 17 108 TINGGI

  24 D 19 108 TINGGI

  25 A 6 109 TINGGI

  26 B 6 109 TINGGI

  27 D 6 109 TINGGI

  28 D 10 109 TINGGI

  49 B 16 120 TINGGI

  53 D 2 124 TINGGI

  54 B 11 125 TINGGI

  55 A 11 126 TINGGI

  56 A 19 126 TINGGI

  57 D 14 126 TINGGI

  58 D 7 127 TINGGI

  59 D 13 127 TINGGI

  60 D 1 128 TINGGI Dapat dilihat pada tabel 4.2di atas, terdapat tiga kelompok siswa yang mempunyai minat belajar rendah, sedang, dan tinggi.

  Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai ketiga kategori tersebut.

  a. Minat belajar rendah (32 – 63) Untuk mencari besarnya persentase siswa dengan minat belajar rendah dapat digunakan rumus di bawah ini :

  % = x 100 %

  Berdasarkantabel4.2, maka dapat dihitung besarnya persentase siswa yang memiliki minat belajar rendah sebagai berikut : Diketahui : Jumlah siswa kelompok minat belajar rendah = 8 Jumlah siswa seluruhnya = 60 Ditanyakan : Persentase siswa kelompok minat belajar rendah ?

  % = x 100 % % = 0,133 x 100 % % = 13,3 % Jadi, siswa dengan minat belajar rendah sebanyak 13,3 % (8 siswa).

  b. Minat belajar sedang (64 – 96) Berdasarkan tabel4.2 , maka dapat ditentukan besar persentase siswa yang memiliki minat belajar sedang sebagai berikut : Diketahui : Jumlah siswa kelompok minat belajar sedang = 4 Jumlah siswa seluruhnya = 60 Ditanyakan : Persentase siswa kelompok minat belajar sedang ? Jawab :

  % = x 100 %

  % = x 100 % % =0,066 x 100 % % = 6,7 % Jadi, siswa dengan minat belajar sedang sebanyak 6,7 % (4 siswa). c. Minat belajar tinggi (97 - 128) Berdasarkan tabel 4.2, maka dapat ditentukan besar persentase siswa yang memiliki minat belajar tinggi sebagai berikut : Diketahui : Jumlah siswa kelompok minat belajar tinggi = 48 Jumlah siswa seluruhnya = 60 Ditanyakan : Persentase siswa kelompok minat belajar tinggi ? Jawab :

  % = x 100 %

  % = x 100 % % =0,8 x 100 % % = 80 % Jadi, siswa dengan minat belajar tinggi sebanyak 80 % (48 siswa).

  Berdasarkan hasil perhitungan yang sudah dilakukan di atas maka dapat dilihat bahwa minat belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen cenderung berada pada tingkat tinggi yaitu dengan persentase sebesar 80 % ; tingkat sedang memiliki persentase sebesar 6,7 % ; dan tingkat rendah dengan persentase sebesar 13,3%. Dibawah ini disajikan oleh peneliti mengenai minat belajar siswa kelas

  D iagram 4.1 Persentase e minat bela ajar siswa k kelas V SD D Negeri 4 Sr ragen MINAT BE M ELAJAR R

      13.30% %

    6.70 0%

    T TINGGI 80%

  8 SE EDANG  

  R RENDAH        

  2. P Prestasi belaj jar siswa kel las V SD Ne egeri 4 Srage en Teknik pe engumpulan data pre estasi belaj jar dalam penelitian in p ni yaitu men nggunakan teknik peng gumpulan d ata berupa d dokumentasi .Dokumenta asi tersebut dilakukan dengan me elihat nilai r apor siswa k kelas V SD Negeri 4 S Sragen seme ster genap. Nilai yang d digunakan d dalam peneli itian ini yai itu nilai lim ma mata pela ajaran inti. Kemudian n K nilai lima m mata pelajara an inti terse ebut dicari nilai rata- r atanya dan nilai rata-ra ata itulah ya ang disebut prestasi bel lajar setiap s iswa. nilai yang diperoleh siswa masuk ke dalam kelompok secara lebih obyektif dan teliti.

  Untuk memperoleh interval yang digunakan untuk menentukan kategori prestasi belajar, maka peneliti mencari selisih antara nilai prestasi yang paling tinggi dan nilai yang paling rendah.Setelah itu selisih nilai tersebut dibagi tiga. Hal itu dikarenakan nilai prestasi belajar akan dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Adapun proses perhitungannya sebagai berikut :

  Nilai prestasi belajar siswa tertinggi =92,4 (dibulatkan menjadi 93) Nilai prestasi belajar siswa terendah = 77,6 (dibulatkan menjadi 77) Selisih prestasi belajar siswa tertinggi dengan prestasi belajar siswa terendah = 93 – 77 = 16 Interval prestasi belajar = 16 : 3 = 5,3

  (dibulatkan menjadi 6) Berdasarkan pada hasil perhitungan interval di atas maka diperoleh interval untuk setiap kategori adalah 6. Di bawah ini merupakan tabel pembagian kelompok prestasi belajar siswa sesuai dengan interval yang sudah diperoleh :

  Tabel4.3 Klasifikasi prestasi belajar siswa

  No Prestasi Belajar Kategori

  3 89 - 94 Tinggi Berdasarkan tabel klasifikasi prestasi belajar di atas, maka dapat dibuat tabel prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 sragen beserta kualifikasi atau kategorinya seperti berikut ini :

  20 A 20 88 86 81 87 88 430

  84.8 SEDANG

  15 A 15 88 83 81 88 91 431

  85 SEDANG

  16 A 16 85 84 88 86 86 429

  85.8 SEDANG

  17 A 17 87 84 82 86 90 429

  85.8 SEDANG

  18 A 18 88 85 85 85 87 430

  86 SEDANG

  19 A 19 87 85 84 86 88 430

  86 SEDANG

  86 SEDANG

  84.8 SEDANG

  21 B 1 90 86 79 90 92 437

  86.2 SEDANG

  22 B 2 88 85 80 88 90 431

  86.2 SEDANG

  23 B 3 91 87 88 92 92 450

  86.4 SEDANG

  24 B 4 90 80 90 86 87 433

  86.6 SEDANG

  25 B 5 90 83 83 87 90 433

  86.6 SEDANG

  26 B 6 90 84 88 83 90 435

  14 A 14 87 83 79 88 87 424

  13 A 13 88 82 81 86 87 424

  Tabel4.4 Data prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen No Kode Siswa Mata Pelajaran Jumlah Rata-rata Kualifikasi Prestasi Belajar PKn B.Indo Mtk

  81.6 RENDAH

  IPA

  IPS

  1 A 1 76 83 77 75 77 388

  77.6 RENDAH

  2 A 2 80 82 70 83 76 391

  78.2 RENDAH

  3 A 3 84 76 79 79 85 403

  80.6 RENDAH

  4 A 4 92 86 93 92 92 455

  81.6 RENDAH

  5 A 5 85 78 77 83 85 408

  6 A 6 87 80 78 81 88 414

  84.6 SEDANG

  82.8 RENDAH

  7 A 7 83 82 83 84 85 417

  83.4 SEDANG

  8 A 8 85 81 80 86 85 417

  83.4 SEDANG

  9 A 9 85 80 77 81 85 408

  83.6 SEDANG

  10 A 10 88 85 81 81 85 420

  84 SEDANG

  11 A 11 86 87 82 83 84 422

  84.4 SEDANG

  12 A 12 90 86 78 88 81 423

  87 SEDANG

  31 B 11 90 81 85 91 92 439

  90.6 TINGGI

  89.2 TINGGI

  48 D 8 91 82 88 89 92 442

  89.4 TINGGI

  49 D 9 92 87 87 91 92 449

  89.8 TINGGI

  50 D 10 92 89 92 90 92 455

  90 TINGGI

  51 D 11 92 90 84 92 92 450

  90 TINGGI

  52 D 13 85 80 83 87 90 425

  90.6 TINGGI

  53 D 14 92 84 95 90 92 453

  54 D 15 90 90 85 91 90 446

  89.2 TINGGI

  91 TINGGI

  55 D 16 90 82 90 90 90 442

  91 TINGGI

  56 D 17 92 92 90 91 92 457

  91.4 TINGGI

  57 D 18 92 92 90 92 92 458

  91.6 TINGGI

  58 D 19 92 90 93 92 92 459

  91.8 TINGGI

  59 D 20 90 82 78 80 88 418

  92 TINGGI

  60 D 12 92 90 94 92 92 460

  92.4 TINGGI

∑ Prestasi belajar siswa ∑X=5226.6

  47 D 7 90 90 86 90 90 446

  46 D 6 92 84 88 91 92 447

  87.8 SEDANG

  38 B 18 92 87 82 92 90 443

  32 B 12 90 91 82 86 90 439

  87.8 SEDANG

  33 B 13 90 86 84 90 90 440

  88 SEDANG

  34 B 14 85 91 83 91 90 440

  88 SEDANG

  35 B 15 90 83 85 88 86 432

  88.4 SEDANG

  36 B 16 90 86 88 90 92 446

  88.4 SEDANG

  37 B 17 90 87 85 90 90 442

  88.4 SEDANG

  88.6 SEDANG

  89.2 TINGGI

  39 B 19 90 90 82 91 90 443

  88.6 SEDANG

  40 B 20 90 87 85 90 92 444

  88.8 SEDANG

  41 D 1 90 86 89 89 90 444

  88.8 SEDANG

  42 D 2 90 87 90 91 87 445

  89 TINGGI

  43 D 3 90 88 87 90 90 445

  89 TINGGI

  44 D 4 90 88 87 90 90 445

  89 TINGGI

  45 D 5 92 88 91 90 92 453

  Dari tabel di atas telah diketahui banyaknya siswa yang masuk dalam kategori prestasi belajar rendah, sedang, dan tinggi.Berikut ini akan diberikan penjelasan mengenai ketiga kategori a. Prestasi belajar rendah ( 77 – 82) Untuk mencari besarnya presentase siswa dengan prestasi belajar rendah dapat digunakan rumus sebagai berikut :

  % = x 100 %

  Berdasarkan tabel 4.4 di atas, maka dapat ditentukan besarnya presentase siswa yang memiliki prestasi belajar rendah sebagai berikut : Diketahui : Jumlah siswa kelompok prestasi belajar rendah = 6 Jumlah siswa seluruhnya = 60 Ditanyakan : Persentase siswa kelompok prestasi belajar rendah ? Jawab :

  % = x 100 %

  % = x 100 % % = 0,1 x 100 % % = 10 % Jadi, siswa dengan minat belajar rendah sebanyak 10 % (6 siswa).

  b. Prestasi belajar sedang (83 – 88)

  % = x 100 %

  Berdasarkan tabel 4.4 di atas, maka dapat ditentukan besarnya presentase siswa yang memiliki prestasi belajar sedang sebagai berikut : Diketahui : Jumlah siswa kelompok prestasi belajar sedang = 35 Jumlah siswa seluruhnya = 60 Ditanyakan : Persentase siswa kelompok prestasi belajar sedang ? Jawab :

  % = x 100 %

  % = x 100 % % = 0,5833 x 100 %

  % = 58,33 % Jadi, siswa dengan prestasi belajar sedang sebanyak 58,33 % (35 siswa).

  c. Prestasi belajar tinggi (89 – 94) Untuk mencari besarnya presentase siswa dengan prestasi belajar tinggi dapat digunakan rumus sebagai berikut :

  % = x 100 %

  Berdasarkan tabel 4.4 di atas, maka dapat ditentukan besarnya presentase siswa yang memiliki prestasi belajar tinggi sebagai berikut : Diketahui : Jumlah siswa kelompok prestasi belajar tinggi = 19 Jumlah siswa seluruhnya = 60 Ditanyakan : Persentase siswa kelompok prestasi belajar tinggi ? Jawab :

  % = x 100 %

  % = x 100 % % = 0,3166 x 100 % % = 31,67 % Jadi, siswa dengan prestasi belajar tinggi sebanyak 31,67 % (19 siswa).

  Dibawah ini disajikan oleh peneliti mengenai prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen dalam bentuk diagram lingkaran.

TASI BE

  31.70% ELAJAR belajar sisw

TING SEDA REND

GGI ANG DAH

  D Negeri 4 inat belajar

  wa kelas V i berikut : ntara minat

  D Negeri 4

  belajar sisw yaitu sebagai ignifikan an kelas V SD an antara mi

  % SISWA wa kelas V SD

  0/2011. dan signifika

  gan prestasi s hipotesis y positif dan s ajar siswa k

  3. H S a

  58 Diagram4

  ase prestasi

  0%

  ntara minat Sragen s mengemukak tesis nol (Ho k ada hubun ar dengan p en Tahun Pel tesis statistik hubungan ya

  4.2 Persenta Sragen

  1 PREST

  8.30%

  2) Hipot Ada h

  Tidak belaja Srage

  a. Hipotesis Peneliti m 1) Hipot

  Hubungan an SD Negeri 4

  belajar deng kan dua jenis o) ngan yang p prestasi bela lajaran 2010 k (Ha) ang positif d b. Hasil pengujian hipotesis Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan hipotesis nol untuk mengetahui seberapa besar hubungan minat belajar siswa dengan prestasi belajar siswa SD Negeri 4 Sragen.Dalam pengujian hipotesis, hipotesis yang telah dikemukakan dapat diterima atau ditolak. Ketentuan dalam pengujian hipotesis nol adalah sebagai berikut : 1) H diterima apabila r < r

  hitung tabel

  2) H ditolak apabila r > r

  hitung tabel

  Untuk menolak hipotesis nol tersebut, maka r harus lebih besar

  hitung

  dari r dalam taraf signifikansi 1%.Akan tetapi jika r lebih

  tabel hitung

  kecil dari r maka hipotesis nol diterima.r merupakan nilai

  tabel tabel

  yang sudah ditetapkan dengan memperhatikan N (banyaknya subyek seluruhnya). Besarnya r dapat dilihat pada nilai-nilai r

  tabel Product Moment dari pearson (lihat lampiran 14 halaman 145).

  Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus korelasi serial untuk mencari besarnya r atau r . Berikut ini langkah-langkah

  hitung ser

  proses perhitungannya : 1) Tabel skor minat belajar siswa dan prestasi belajar

  Pada langkah yang pertama ini, siswa dikelompokkan pada belajar siswa sehingga dapat dilihat perbandingannya.Tabel skor minat belajar siswa dan prestasi belajar dapat dilihat dibawah ini.

Tabel 4.5 Skor minat belajar siswa dan prestasi belajar siswa

  2

  87 SEDANG 89 7921 TINGGI

  11 A

  1

  93 SEDANG 89 7921 TINGGI

  12 B

  7

  93 SEDANG 88 7744 SEDANG ∑ Prestasi Belajar Kelompok Minat Belajar Sedang 356.6

  13 A

  20

  97 TINGGI 91 8281 TINGGI

  14 A

  98 TINGGI 86.6 7499.56 SEDANG

  10 B

  15 B

  5

  98 TINGGI 84 7056 SEDANG

  16 B 15 101 TINGGI 87.2 7603.84 SEDANG

  17 B 13 103 TINGGI 89 7921 TINGGI

  18 A 10 106 TINGGI 90.6 8208.36 TINGGI

  19 B 12 106 TINGGI 89.8 8064.04 TINGGI

  20 D 11 106 TINGGI 87.8 7708.84 SEDANG

  21 A 4 107 TINGGI 83.6 6988.96 SEDANG

  22 B 8 108 TINGGI 88.8 7885.44 SEDANG

  23 B 17 108 TINGGI 88.8 7885.44 SEDANG

  24 D 19 108 TINGGI 86 7396 SEDANG

  14

  84 SEDANG 90.6 8208.36 TINGGI

  No Kode Siswa Skor Minat Belajar Kualifikasi Minat Belajar Prestasi Belajar (X)

  62 RENDAH 77.6 6021.76 RENDAH

  X 2 Kualifikasi Prestasi Belajar

  1 A

  3

  61 RENDAH 81.6 6658.56 RENDAH

  2 B

  2

  62 RENDAH 83.4 6955.56 SEDANG

  3 B

  19

  62 RENDAH 78.2 6115.24 RENDAH

  4 D

  5

  5 D

  14

  18

  62 RENDAH 80.6 6496.36 RENDAH

  6 D

  8

  63 RENDAH 81.6 6658.56 RENDAH

  7 D

  9

  63 RENDAH 82.8 6855.84 RENDAH

  8 D

  20

  63 RENDAH 83.4 6955.56 RENDAH ∑ Prestasi Belajar Kelompok Minat Belajar Rendah 649.2

  9 A

  TINGGI

  29 A 12 110 TINGGI 91 8281 TINGGI

  46 A 16 119 TINGGI 88.4 7814.56 SEDANG

  60 D 1 128 TINGGI 84.8 7191.04 SEDANG

  59 D 13 127 TINGGI 85.8 7361.64 SEDANG

  58 D 7 127 TINGGI 86 7396 SEDANG

  57 D 14 126 TINGGI 84.8 7191.04 SEDANG

  56 A 19 126 TINGGI 88.4 7814.56 SEDANG

  55 A 11 126 TINGGI 89.2 7956.64 TINGGI

  54 B 11 125 TINGGI 90 8100 TINGGI

  53 D 2 124 TINGGI 89.2 7956.64 TINGGI

  52 A 17 123 TINGGI 89.4 7992.36 TINGGI

  51 A 15 122 TINGGI 86.4 7464.96 SEDANG

  50 B 1 121 TINGGI 87 7569 SEDANG

  49 B 16 120 TINGGI 86.6 7499.56 SEDANG

  48 A 18 120 TINGGI 89.2 7956.64 TINGGI

  47 A 8 120 TINGGI 86.2 7430.44 SEDANG

  45 A 13 119 TINGGI 90 8100 TINGGI

  30 B 3 110 TINGGI 87.8 7708.84 SEDANG

  44 A 5 118 TINGGI 92 8464 TINGGI

  43 A 9 117 TINGGI 85 7225 SEDANG

  42 D 3 116 TINGGI 88 7744 SEDANG

  41 B 4 116 TINGGI 86.2 7430.44 SEDANG

  40 A 7 115 TINGGI 87.4 7638.76 SEDANG

  39 B 10 114 TINGGI 84.6 7157.16 SEDANG

  38 D 17 112 TINGGI 88.6 7849.96 SEDANG

  37 D 16 112 TINGGI 91.4 8353.96 TINGGI

  36 D 15 112 TINGGI 88.6 7849.96 SEDANG

  35 D 12 112 TINGGI 86 7396 SEDANG

  34 B 20 112 TINGGI 88.4 7814.56 SEDANG

  33 B 9 112 TINGGI 85.8 7361.64 SEDANG

  32 B 18 111 TINGGI 91.8 8427.24 TINGGI

  31 D 4 110 TINGGI 91.6 8390.56 TINGGI

  ∑ Prestasi Belajar Kelompok Minat Belajar Tinggi 4220.8 ∑X 2 =448716.12 Total ∑X = 5226.6

  2) Rumus Korelasi Serial Korelasi serial dirumuskan sebagai berikut :

  ∑

  r =

  ser ²

  ∑

  Keterangan : r : koefisien korelasi serial

  ser

  : ordinat yang lebih rendah

  r

  : ordinat yang lebih tinggi

  t

  M : mean SDtot : standar deviasi total P : proporsi individu dalam golongan

  3) Banyaknya subyek tiap kelompok Berdsarkan tabel 4.5 di atas, maka diperoleh data subyek tiap kelompok sebagi berikut :

Tabel 4.6 Subyek tiap kelompok

  Kelompok No. urut siswa n k

  Rendah 1 - 8

  8 Sedang 9 - 12

  4 Tinggi 13 - 60

  48 Jumlah 60 4) Proporsi individu dalam setiap kelompok

  Proporsi adalah besarnya bagian dalam tiap kelompok. Proporsi individu dalam setiap kelompok dapat dihitung menggunakan

  Keterangan : p = proporsi n = banyaknya subyek dalam kelompok

  k

  N = banyaknya subyek seluruhnya Berdasarkan rumus di atas, maka diperoleh data untuk proporsi individu dalam setiap kelompok sebagai berikut :

Tabel 4.7 Proporsi individu dalam setiap kelompok

  Kelompok Proporsi

  p = Rendah

  = = 0,133 p =

  Sedang =

  = 0,067 p = Tinggi

  = = 0,8

  Jumlah 1,000

  5) Nilai rata-rata (mean) dari masing-masing kelompok

  Keterangan : M = Mean

  = jumlah semua skor prestasi belajar tiap kelompok ∑X

  = jumlah subyek dalam kelompok Berdasarkan rumus di atas, maka diperoleh nilai rata-rata (mean) dari masing-masing kelompok sebagai berikut :

  Tabel4.8 Nilai rata-rata (mean) dari setiap kelompok Kelompok Minat Mean (nilai rata-rata)

  ∑

  M =

  ,

  Rendah =

  = 81,15

  ∑

  M =

  ,

  Sedang =

  = 89,15

  ∑

  M =

  ,

  Tinggi =

  = 87,93 6) Menentukan ordinat

  Dalam menentukan ordinat, yang dijadikan acuan adalah nilai P tersebut ditentukan dengan melihat tabel ordinat pada lampiran 15halaman 146.

Tabel 4.9 Besar ordinat

  P Ordinat

  Rendah (0,133) 0,21155 Tinggi (0,8) 0,27996

  7) Tabel kerja Setelah melewati beberapa tahapan penghitungan di atas, maka tahap selanjutnya adalah tabel kerja.Tabel kerja dibuat untuk memudahkan dalam penghitungan selanjutnya. Tabel yang dimaksud adalah sebagai berikut :

Tabel 4.10 Tabel Kerja

  (0r - 0t)²

  ²

  Kelompok n P (0r - 0t) (0r - 0t)² M k (ordinat) x M (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

  Rendah 8 0,133 0 -0,21155 0,04475 0,3365 81,15 -17,167 Sedang 4 0,067 0,21155 -0,06841 0,00468 0,0699 89,15 -6,099

  Tinggi 48 0,8 0,27996 0,27996 0,07838 0,098 87,93 + 24,617

  • + Jumlah 60 1,000 0,5044 1,351

  8) Standar deviasi total Rumus yang digunakan untuk menghitung standar deviasi total adalah sebagai berikut :

  SDtot = ∑ ∑ ²

  Keterangan : SDtot = standar deviasi total N = jumlah siswa seluruhnya

  = jumlah total skor prestasi belajar ∑X Dengan rumus standar deviasi total di atas, maka diperoleh hasil standar deviasi total dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Diketahui : N = 60

  5226,6 ∑X =

  455907,2 ∑X² = Ditanyakan : Standar Deviasi Total (SDtot) ? Jawab : SDtot =

  ∑ ∑ ² = 60 455907,2 5226,6 ² = 27354432 27317347,56 =

  √37084,44 = 0,016666666 x 192,5732069 = 3,209553448 = 3,21

  9) Korelasi Serial Korelasi serial dihitung dengan menggunakan rumus yang telah disebutkan di atas. Penghitungannya adalah sebagai berikut : Diketahui :

  • – 0 )(M) = 1,351

  r t

  ∑ (0 SDtot = 3,21

  ²

  = 0,5044 ∑ Ditanyakan : Korelasi serial (r ) ?

  ser Jawab :

  ∑

  r =

  ser

²

  ,

  =

  , , , =

  ,

  = 0,834401812 = 0,834

  Setelah menghitung korelasi serial berdasarkan rumus di atas, maka diperoleh hasil korelasi serialnya (r ) yaitu sebesar

  ser

  0,834. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka, maka dapat dijelaskan sebagai berikut : a) Ada hubungan yang positif antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun

  Pelajaran 2010/2011 dengan nilai koefisien sebesar 0,834. Berdasarkan tabel kriteria menurut Sugiyono (2010 : 183) yang telah disebutkan pada bab sebelumnya, maka koefisien korelasi tersebut berada pada tingkat korelasi sangat kuat (0,80 – 1,000).

  b) Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa belajar yang diperoleh siswa tersebut juga akan semakin tinggi. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah minat belajar yang dimiliki siswa, maka prestasi belajar yang akan diperoleh siswa tersebut juga akan semakin rendah.

  Dengan demikian minat belajar dapat mendukung prestasi belajar siswa.

  c) Koefisien korelasi sebesar 0,834 dapat menunjukkan hubungan yang signifikan. Hal tersebut dapat diketahui pada taraf signifikan 1% dengan N = 60, diperoleh koefisien korelasi r = 0,330 (lihatlampiran 14 halaman

  tabel

  145). Oleh karena itu, hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen adalah positif dan signifikan pada taraf 1%.

  d) Dari data di atas dapat dilakukan uji hipotesis nol sebagai berikut : i) r = 0,834

  hitung

  ii) r = 0,330

  tabel

  Berdasarkan besarnya r dan r yang telah diketahui di

  hitung tabel

  atas, maka dapat diketahui bahwa r > r yaitu

  hitung tabel

  0,834>0,330. Maka dapat dinyatakan bahwa H ditolak dan . H diterima.

  a belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun Pelajaran 2010/2011 diterima.

  4. Sumbangan minat belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen.

  Diketahui : r

  ser

  = 0,834 Ditanyakan : Besarnya sumbangan minat belajat terhadap prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen ? Jawab : KP = r

  ser

  x 100 % = 0,834 x 100 % = 83,4 %

  Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa minat belajar memberikan sumbangan sebesar 83,4 % terhadap prestasi belajar siswa.

  Minat belajar cukup memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap prestasi belajar siswa. Masih terdapat 16,6 % faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Dengan demikian minat belajar juga dapat memberikan sumbangan terhadap prestasi belajar siswa.

B. Pembahasan

  Pada sub bab pembahasan ini, peneliti mencoba menyampaikan dugaan-dugaan dari hasil yang diperoleh pada saat penelitian mengenai hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar. Hal yang telah diuraikan berlandaskan pada kajian pustaka yang disanpaikan pada bab II.

  Dalam penelitian ini minat belajar dibagi menjadi tiga kelompok yaitu minat belajar rendah, sedang, dan tinggi.Dan prestasi belajar juga dibagi menjadi tiga kelompok yaitu prestasi belajar rendah, sedang, dan tinggi.Tabel yang menunjukkan hubungan antar kelompok minat belajar dengan kelompok prestasi belajar dapat dilihat pada lampiran 16 halaman 148.

  Berdasarkan tabel hubungan minat belajar dengan prestasi belajar, maka peneliti menemukan siswa yang masuk ke dalam kelompok minat belajar rendah dan prestasi belajar rendah.Siswa yang masuk ke dalam kelompok ini sebesar 10% (enam siswa).Peneliti menduga alasan-alasan yang mendasari sehingga terdapat enam siswa yang masuk ke dalam kelompok ini adalah kurangnya perhatian dari orang tua sehingga anak kurang memiliki minat untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal.

  Peneliti juga menemukan siswa yang masuk ke dalam kelompok minat belajar rendah namun memperoleh prestasi belajar sedang. Siswa yang masuk dalam kelompok ini sebesar 3,3% (dua siswa). Hal ini bisa prestasi belajar maksimal.Bisa juga bahwa anak sudah memiliki kemampuan yang cukup tapi kurang dikembangkan dengan baik.Sehingga prestasi belajar yang dihasilkan juga kurang maksimal.

  Dalam tabel hubungan minat belajar dengan prestasi belajar, peneliti juga menemukan kelompok minat belajar sedang dengan prestasi belajar sedang. Sebesar 1,7% (satu siswa) masuk dalam kelompok ini. Menurut peneliti penyebab hal tersebut disebabkan karena mungkin lingkungan sekitarnya kurang mendukung untuk belajar.Seperti kondisi lingkungan yang kurang kondusif padahal kemampuan yang dimiliki sudah cukup.Sebesar 5% (tiga siswa) juga masuk dalam kelompok minat belajar sedang namun dengan prestasi belajar yang diperoleh tinggi.Kemungkinan siswa yang masuk dalam kelompok ini sudah mempunyai kemampuan yang cukup tapi kurang adanya dukungan atau dorongan dari orang tua, keluarga, lingkungan sekitar.Akan tetapi ada juga kemungkinan bahwa siswa sudah mempunyai kemampuan dalam belajar yang cukup dan terdapat juga dorongan dari berbagai pihak, namun dari dalam diri siswa tersebut tidak mengolah secara maksimal kemampuan yang sudah dimilikinya.

  Tabel tersebut juga menunjukkan adanya kelompok minat belajar tinggi dan prestasi belajar sedang sebesar 51,7% (31 siswa). Dugaan peneliti mungkin siswa dalam kelompok ini sudah mempunyai adanya minat yang tinggi dalam dirinya.Dan juga dukungan orang tua yang tinggi terhadap siswa.

  Dalam penelitian ini juga diperoleh sebesar 28,3% (17 siswa) yang masuk dalam kelompok minat belajar tinggi dan juga prestasi belajar tinggi. Peneliti menduga hal tersebut dikarenakan faktor-faktor yang dapat mendukung siswa mencapai prestasi belajar yang maksimal terpenuhi.Misalnya adanya minat dari dirinya sendiri untuk belajar, orang tua yang sangat memberikan dukungan, dan tentunya dorongan-dorongan dari lingkungan sekitar.Disamping itu kemampuan siswa sendiri dalam memahami pelajaran sangat baik sehingga setiap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru dapat diterima dengan baik.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik

  kesimpulan mengenai hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun Pelajarn 2010/2011 sebagai berikut :

  1. Minat belajar dikelompokkan menjadi tiga yaitu minat belajar rendah, minat belajar sedang, minat belajar tinggi. Minat belajar kelas V SD Negeri

  4 Sragen yang masuk dalam kelompok minat belajar rendah adalah sebanyak 8 siswa (13,3%), siswa dalam kelompok minat belajar sedang yaitu 4 siswa (6,7%), dan siswa yang masuk dalam kelompok minat belajar tinggi yaitu sebanyak 48 siswa (80%).

  2. Prestasi belajar juga dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu kelompok prestasi belajar rendah, kelompok prestasi belajar sedang, dan kelompok prestasi belajar tinggi. Siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen yang masuk dalam kelompok prestasi belajar rendah sebanyak 6 siswa (10%), kelompok prestasi belajar sedang sebanyak 35 siswa (58,33%), dan yang masuk dalam kelompok prestasi belajar tinggi sebanyak 19 siswa (31,67%).

3. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dengan

  prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen. Hal tersebut bisa dilihat termasuk dalam tingkat sangat kuat. Nilai r yang diperoleh berada pada taraf signifikansi 1% dengan perbandingan nilai pada r sebesar 0,330.

  tabel

  Dengan demikian menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar. Hal itu berarti semakin kuat minat belajar maka semakin tinggi prestasi belajar yang dicapai siswa. Sebaliknya semakin rendah minat minat belajar maka prestasi belajar yang dicapai siswa juga rendah. Jadi minat dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa.  

  4. Besar sumbangan minat belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen sebesar 83,4% dan sisanya sebesar 16,6% berasal dari faktor lain. Hal tersebut berarti minat belajar memberikan sumbangan yang kuat terhadap prestasi belajar. Jadi dapat disimpulkan bahwa minat belajar dapat juga mempengaruhi prestasi belajar siswa.

B. Saran

  Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh bahwa minat belajar juga berpengaruh terhdap prestasi belajar, maka peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut :

  1. Bagi orang tua Bagi para orang tua siswa kelas V SD Negeri 4 Sragen diharapkan dapat menumbuhkan minat yang kuat terhadap putra-putrinya agar mereka dapat jika orang tua lebih mendorong siswa agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.

  2. Bagi pendidik Para pendidik diharapkan mampu menumbuhkan minat belajar kepada peserta didiknya dan mengembangkan minat belajar yang sudah ada.

  Mampu melihat siswa yang kurang mempunyai minat dalam belajar dan memberikan bimbingan siswa tersebut. Kemampuan guru dalam membangkitkan minat belajar siswa sangat dibutuhkan. Dengan menciptakan suasana kelas yang nyaman maka akan tercipta pembelajaran yang dapat membangkitkan minat siswa.

  3. Bagi peneliti lain Para peneliti lain diharapkan dapat juga menyelidiki faktor-faktor lain selain minat yang ikut mempengaruhi prestasi belajar siswa. Karena minat tidak sepenuhnya berpengaruh terhadap prestasi belajar. Masih terdapat faktor-faktor lain seperti faktor internal siswa, faktor eksternal siswa, dan faktor pendekatan.

   

DAFTAR PUSTAKA

  Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono. 1991. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Azwar, Saefuddin. 1987. Validitas Dan Reliabilitas. Yogyakarta : Liberty ______________. 2008. Reliabilitas Dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

  Arikunto, Suharsimi. 1989. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik.

  Jakarta : Bina Aksara. Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djamarah, Syaiful Bahri dan Azwanzain. 2010. Strategi Belajar Mengajar (Edisi Revisi) . Jakarta: Rineka Cipta.

  Furchan, H. Arief. 2007. Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Gronlund, Norman Edward and Robert L. Linn. 1920. Measurement And

Evaluation In Teaching . New York : Macmillan Publishing Company.

Hadi, Sutrisno. 2004. Statistik. Yogyakarta: Andi. Hamalik, Oemar. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Hasan, Fuad. 1989. Kamus Istilah Psikologi. Jakarta: Depdikbud Hurlock, Elizabeth B. 2005. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

  Jogiyanto. 2004. Metodologi Penelitian Bisnis : Salah Kaprah Dan Pengalaman- Pengalaman . Yogyakarta: BPFE. Kumala, Cicilia Era. 2009. Hubungan Minat Belajar Siswa Dan Lingkungan Belajar Siswa Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas III SMA N 2 Klaten.

  Yogyakarta Margono. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

  Masidjo, Ignatius. 2010. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Sekolah.

  Nurkancana, Wayan dan Sumartana. 1983. Evaluasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional. Pasaribu, I.L dan Simanjuntak. 1983. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Tarsito. Purwanto, Ngalim. 1987. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remadja Karya.

  .. 2009. Prinsip-prinsip dan teknik evaluasi pengajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.

  Riduwan. 2008. Dasar-Dasar Statistika. Bandung : Alfabeta.

  _______. 2002. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung : Alfabeta. Rizki, Bernadinus. 2008. Perbandingan Antara Minat Siswa dan Proses Kegiatan

  Belajar Mengajar pada SD yang menerapkan PMRI dan SD yang tidak menerapkan PMRI Dalam Pembelajaran Matematika. Yogyakarta.

  Santrock, John.W. 2009. Psikologi Pendidikan/Educational Psychology. Jakarta: Salemba Humanika. Sardiman, A.M. 1986. Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali. Slameto. 1988. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Bina Aksara. . 2003. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta:

  Rineka Cipta Sudjana, Nana. 1989. Penelitian Dan Penilaian Pendidikan. Bandung : Sinar Baru.

  1990. Penilaian Hasil dan Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya Sugiyono. 2008. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

  Suhardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

  Suparno, Paul. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius. Supranto. 2008. Statistik : Teori Dan Aplikasi. Jakarta: Erlangga. Suryabrata, Sumadi. 1971. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali. Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Wens, Tanlain. 2010. Modul Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta Winkel, W.S. 1984. Psikologi Pendidikan Dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia. ______. 1989. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia Witherington, H.C. 1963. Psikologi Pendidikan. Jakarta: New York.

  LAMPIRAN

  LAMPIRAN 1 (angket uji coba)

ANGKET MINAT BELAJAR

  NAMA : NO ABSEN : PETUNJUK PENGISIAN ANGKET

  a. Tuliskan identitas pada tempat yang telah tersedia

  b. Bacalah angket ini baik-baik

  c. Pengisian angket ini tidak berpengaruh terhadap penilaian akademik, oleh karena itu jawablah sesuai dengan keadaan anda yang sebenarnya d. Setiap jawaban anda benar, sehingga tidak perlu ragu-ragu dan terpengaruh teman lain e. Pilihlah alternatif jawaban yang paling sesuai menurut anda dengan memberi tanda (X) pada a, b, c, d Keterangan : SS = Sangat Setuju KS = Kurang Setuju S = Setuju TS = Tidak Setuju

  1. Saya selalu ingin belajar di sekolah

  a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  2. Menurut pendapat saya belajar itu sangat menyenangkan

  a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  3. Sesudah menerima pelajaran, saya selalu mengingat materi pelajaran

  a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  4. Saya senang jika belajar di kelas

  a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  5. Saya selalu ingin mengerjakan soal-soal latihan

  a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  7. Saya lebih senang mengerjakan soal yang mudah daripada soal yang sulit

  b. S

  c. KS

  d. TS

  13. Jika ada masalah yang tidak dapat saya pecahkan tentang suatu mata pelajaran saya diskusikan dengan teman a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  14. Saya lebih senang membaca cerpen daripada belajar

  a. SS

  c. KS

  a. SS

  d. TS

  15. Bagi saya hanya membuang waktu saja dan bukan hal yang penting mengikuti pelajaran di kelas a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  16. Jika ada soal mata pelajaran yang tidak dapat diselesaikan, saya selalu berusaha untuk dapat menyelesaikannya a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  b. S

  12. Jika saya belajar dengan tekun, maka saya akan mendapatkan hasil memuaskan

  a. SS

  a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  8. Jika menemui kesulitan dalam menyelesaikan soal, saya lebih baik meninggalkan soal tersebut a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  9. Saya selalu mengulangi pelajaran jika sampai dirumah

  b. S

  d. TS

  c. KS

  d. TS

  10. Jika guru menyuruh mengerjakan soal-soal latihan, saya lebih senang berbicara tentang hal-hal lain dengan teman sebelah a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  11. Apabila besok ada ulangan harian, maka malam hari sebelumnya saya selalu belajar a. SS

  b. S

  c. KS

  17. Bagi saya mempelajari pelajaran di sekolah tidak diperlukan, karena tidak mendukung bagi pelajaran lain a. SS

  b. S

  b. S

  25. Jika siswa tidak diwajibkan untuk mengikuti pelajaran, tentu saya sudah meninggalkannya a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  26. Saya mudah putus asa jika menghadapi kesulitan dalam belajar

  a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  27. Saya selalu berdiskusi dengan teman jika ada tugas pelajaran yang sulit

  a. SS

  c. KS

  c. KS

  d. TS

  28. Jika guru memberikan PR, saya selalu mengerjakannya

  a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  29. Saya merasa senang setelah mengikuti pelajaran

  a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  d. TS

  b. S

  c. KS

  b. S

  d. TS

  19. Saya selalu ingin memperoleh nilai yang baik setiap belajar

  a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  20. Saya sadar bahwa pelajaran di sekolah sangat berguna bagi kehidupan sehari- hari a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  21. Saya lebih senang diam daripada mengajukan pertanyaan pada guru jika ada materi pelajaran yang belum jelas a. SS

  c. KS

  a. SS

  d. TS

  22. Saya merasa bosan setelah mengikuti pelajaran

  a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  23. Saya cenderung tidak memperhatikan sewaktu diberi pelajaran

  a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  24. Saya tidak pernah belajar di rumah

  30. Saya selalu bertanya kepada guru jika ada materi yang belum jelas dalam pelajaran

  32. Saya belajar karena keinginan saya sendiri

  c. KS

  a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  38. Apabila pada jam pelajaran gurunya tidak hadir, maka saya merasa sangat senang.

  a. SS

  b. S

  d. TS

  d. TS

  39. Sesudah menerima pelajaran, saya tidak pernah mengingat materi yang diajarkan apalagi mempelajari kembali.

  a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  40. Saya tidak suka mencoba mengerjakan soal yang belum pernah dijelaskan oleh guru a. SS

  b. S

  c. KS

  37. Saya malas belajar jika saya memperoleh nilai yang buruk dalam ulangan

  c. KS

  a. SS

  34. Saat anda sedang serius mengerjakan tugas tiba-tiba ada teman mengajak bermain, maka anda akan ikut bermain bersama teman a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  33. Bagi saya pelajaran di sekolah tidak berguna untuk kehidupan sehari-hari

  a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  b. S

  b. S

  c. KS

  d. TS 35. Bagi saya berdiskusi tentang pelajaran adalah hal yang membosankan.

  a. SS

  b. S

  c. KS

  d. TS

  36. Saya tidak pernah mengerjakan tugas

  a. SS

  d. TS

  LAMPIRAN 2 TABEL HASIL UJI COBA ANGKET (SKOR 4, 3, 2, 1) No No. item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

  27 C 27 3 4 2 1 4 4 1 4 3 4 4 4 2

  20 C 20 2 3 2 1 3 2 4 2 2 4 3 4 3

  21 C 21 3 3 3 3 3 4 1 4 3 4 3 3 3

  22 C 22 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4

  23 C 23 4 4 4 2 3 4 2 4 3 4 4 4 4

  24 C 24 4 4 4 4 3 4 1 3 3 4 4 4 4

  25 C 25 2 3 3 3 2 4 3 3 3 3 2 3 3

  26 C 26 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4

  28 C 28 4 3 4 3 3 2 3 4 4 4 4 4 4

  18 C 18 3 2 3 4 2 4 4 3 3 4 3 2 3

  29 C 29 2 3 2 1 3 4 3 3 3 4 4 3 3

  30 C 30 4 3 3 1 3 2 2 4 4 1 4 4 4

  31 C 31 3 4 2 2 2 2 2 4 3 3 2 4 4

  32 C 32 3 4 2 3 3 2 3 4 1 3 3 2 4

  33 C 33 3 3 3 4 4 4 3 2 3 4 3 4 3

  34 C 34 2 3 4 2 2 4 2 4 3 4 3 4 3

  35 C 35 2 3 2 1 2 4 2 2 2 2 3 2 3

  19 C 19 4 4 3 4 3 4 4 2 4 4 4 4 4

  17 C 17 2 2 2 2 2 4 3 4 3 4 3 3 2

  11

  6 C 6 2 4 4 4 3 3 4 1 2 3 4 4 4

  12

  13 Nama

  1 C 1 4 4 3 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4

  2 C 2 2 3 2 4 3 4 4 4 2 4 3 4 4

  3 C 3 2 3 3 1 3 4 3 3 3 4 1 3 3

  4 C 4 3 3 3 2 3 4 2 2 3 4 3 3 4

  5 C 5 3 3 2 2 2 4 3 4 3 4 3 3 3

  7 C 7 3 3 4 2 2 4 1 4 2 2 3 4 3

  16 C 16 4 4 4 4 3 4 2 4 3 4 4 4 4

  8 C 8 3 3 3 3 2 4 1 4 4 4 4 4 3

  9 C 9 3 4 4 4 3 4 3 2 3 4 4 4 3

  10 C 10 3 3 3 2 3 4 2 4 3 4 4 4 3

  11 C 11 3 3 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3

  12 C 12 3 3 4 3 3 4 2 4 4 4 4 4 4

  13 C 13 4 4 4 2 3 4 2 4 3 4 4 4 3

  14 C 14 3 2 3 3 2 3 3 3 3 4 3 4 4

  15 C 15 3 3 3 2 3 4 2 4 3 4 1 3 3

  36 C 36 3 3 2 4 2 3 2 3 1 2 4 3 3

  42 C 42 4 4 4 2 4 4 1 4 4 4 4 4 4

  43 C 43 4 4 3 3 3 4 4 2 3 4 3 4 4

  44 C 44 3 3 2 3 3 2 3 4 3 3 2 3 3

  45 C 45 3 3 3 4 3 4 3 2 3 4 4 4 3

  46 C 46 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4

  47 C 47 3 3 2 2 3 4 1 4 4 2 4 2 2

  Total

Skor 142 151 140 127 132 173 117 156 141 168 151 165 158

  

14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29

  4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 2 3 4 3 4 4 2 4 2 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 2 2 4 4 3 4 3 4 3 4 2 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 2 4 4 1 4 3 3 4 4 4 2 4 2 4 4 4 2 4 4 1 4 2 3 2 1 4 2 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 2 4 4 4 3 2 3 3 4 4 3 3 3 2 2 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 2 3 2 3 4 2 4 3 2 4 4 3 4 4 4 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 4 3 2 4 2 3 1 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 2 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 2 3 4 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 2 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 2 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 2 4 4 4 1 4 4 4 3 2 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 4 3 3 3 2 4 2 2 2 3 1 4 4 3 4 2 3 4 2 4 1 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 1 2 2 2 3 2 3 2 1 3 3 4 4 3 4 4 2 2 2 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 2 4 3 4 4 3 3 4 4 4 2 2 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 2 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3

  4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 1 3 3 4 4 3 4 2 2 3 2 3 4 4 4 3 3 4 3

  169 178 151 183 155 162 156 163 172 170 179 174 157 153 143 145

  Total 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Skor

  4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 152 2 2 3 4 4 4 3 3 3 4 3 132 2 3 2 4 4 3 4 3 3 4 4 126 3 4 2 4 3 3 4 3 4 4 3 132 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 137 2 2 2 4 4 4 3 3 4 3 3 130 1 2 4 4 3 3 3 4 3 4 4 118 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 137 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 138 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 140 4 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 139 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 143 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 148 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 138 3 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 137 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 148 3 2 2 4 4 4 4 3 3 3 4 123 2 2 2 4 3 4 4 3 3 4 2 125 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 150 4 1 1 2 4 4 3 4 4 4 3 117 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 137 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 142 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 145 3 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 146 2 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 122 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 154 2 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 135 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 147 4 1 2 4 4 4 4 4 4 4 4 132 3 4 1 4 3 3 1 1 2 4 1 122 4 2 2 4 3 4 3 4 4 4 4 127 1 1 3 4 2 4 4 3 4 3 1 114 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 148 2 2 2 4 3 4 3 4 4 3 3 127 2 2 2 4 4 3 3 3 2 4 3 106 3 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 131 4 3 2 4 4 4 3 4 4 4 3 138

  4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 1 145 2 3 2 4 4 4 4 4 4 4 3 133 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 147 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 136 3 2 3 4 4 4 4 4 4 4 3 127

  137 124 120 183 176 179 173 173 175 182 155 6308

  LAMPIRAN 3 TABEL HASIL UJI COBA ANGKET (SKOR 0 DAN 1) No No. item 1 2 3 4

  1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1

  1

  1

  1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1

  18 C 18 1

  1

  1

  1

  19 C 19 1

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  20 C 20 0

  1

  17 C 17 0

  1

  21 C 21 1

  1

  1

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  14 C 14 1

  1

  1

  1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1

  15 C 15 1

  1

  1

  1

  1

  1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1

  16 C 16 1

  1

  1

  1

  1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1

  25 C 25 0

  1

  1

  1

  1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1

  1

  26 C 26 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  24 C 24 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1

  22 C 22 1

  1

  1

  1

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1

  23 C 23 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  5

  1

  3 C 3 0

  1

  1

  1

  1

  1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1

  4 C 4 1

  1

  1

  1

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  5 C 5 1

  1

  1

  1

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1

  1

  1

  18 Nama

  6

  7

  8

  

9

  10

  11

  12 13 14 15 16 17

  1 C 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  2 C 2 0

  1

  6 C 6 0

  1

  13 C 13 1

  1

  1

  1

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  11 C 11 1

  1

  1

  1

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  12 C 12 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  10 C 10 1

  1

  1

  1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0

  7 C 7 1

  1

  1

  1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0

  8 C 8 1

  1

  1

  1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1

  1

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  9 C 9 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1        

       

  

43 C 43 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  43

  43

  36 40 43 43 33 41

  39

  

28

  24

  38

  34

  27

  

47 C 47 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0

total 36 43 34

  

46 C 46 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  

45 C 45 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  

44 C 44 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1

  

42 C 42 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1

  

27 C 27 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1

  

41 C 41 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  

40 C 40 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1

  

39 C 39 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  

38 C 38 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0

  

37 C 37 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0

  

36 C 36 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1

  

35 C 35 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0

  

34 C 34 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1

  

33 C 33 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  

32 C 32 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1

  

31 C 31 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1

  

30 C 30 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1

  

29 C 29 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  

28 C 28 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1

  41                

      19 20 21 22 23 24 25 26 27

  28

  29

  

30

  31

  32 33 34 35 36 37

  38

  39

  40

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0

1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0

1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1

1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0

1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1

1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0

1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1

0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0

1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1

1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0

1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

           

   

1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1

  30

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0

  

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1

  0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1 1

  1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  

0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1

44 42 33 37 36 40 38

  41

  0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0

  32

  37

  

34

  25

  22 43 38 40 38 35

  38

  42

  1 1

  1 1

  1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0

  

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0

0 1

  1 0

  1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1

  

1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0

1 1

  1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1

  1 1

  0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0

  0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1 1

  1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  

1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0

1 1

  1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0

  1 1

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1

  

1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1

1 0

  29                    

    Total

  

  X Y X²

  XY Skor

  38 19 19 361 361 361 26 13 13 169 169 169 26 15 11 225 121 165 30 17 13 289 169 221 37 18 19 324 361 342 22 13 9 169 81 117 21 12 9 144 81 108 35 17 18 289 324 306 31 15 16 225 256 240 37 19 18 361 324 342 35 18 17 324 289 306 36 18 18 324 324 324 37 19 18 361 324 342 33 17 16 289 256 272 36 18 18 324 324 324 38 19 19 361 361 361 23 8 15 64 225 120 23 16 7 256 49 112 36 18 18 324 324 324 22 12 10 144 100 120 37 19 18 361 324 342 33 15 18 225 324 270 36 19 17 361 289 323 36 18 18 324 324 324 21 10 11 100 121 110 40 20 20 400 400 400

             

  30 14 16 196 256 224 34 18 16 324 256 288 29 15 14 225 196 210 24 11 13 121 169 143 22 12 10 144 100 120 22 13 9 169

  81 117 38 20 18 400 324 360 24 13 11 169 121 143 12 6 6

  36

  36

  36 31 16 15 256 225 240 29 16 13 256 169 208 25 14 11 196 121 154 38 20 18 400 324 360 30 15 15 225 225 225 36 18 18 324 324 324 31 16 15 256 225 240 38 20 18 400 324 360 36 18 18 324 324 324 37 18 19 324 361 342 39 19 20 361 400 380 30 14 16 196 256 224

  1460 ∑ X =748 ∑ = 712 ∑X ²= 12400 ∑Y² =11422 ∑XY =11767  

    LAMPIRAN 4 Tabel validitas tiap indikator dan sebaran item minat belajar No Indikator Nomor Butir Item (+) Item (-) Keterangan Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid

  7, 8, 16, 26,

  3, 12, 18, 40 3, 12, 18 - 40 - 4 dari 4

  6 Senang menghadapi kesulitan belajar

  29 29 - 22, 23 - 3 dari 3

  5 Perasaan hati setelah belajar 22, 23,

  16 7 26, 37 8 3 dari 5

  37

  4 Ulet menghadapi kesulitan belajar

  1 Menunjukkan minat terhadap pelajaran 1, 2, 4,

  36 5 , 28 - 36 - 3 dari 3

  3 Tekun menghadapi tugas 5, 28,

  31, 39 9, 31 11 39 - 3 dari 4

  2 Selalu mengingat pelajaran dan mempelajari kembali 9, 11,

  34 1, 4 2, 32 14, 34 - 4 dari 6

  14, 32,

  7 Mempunyai 10, 15, 30 - 10, 15, - 5 dari 5

    belajar di kelas

  8 Senang berdiskusi dengan teman dalam mempelajari mata pelajaran

  13, 27,

  35 27 13 35 - 2 dari 3

  9 Keinginan kuat untuk maju dan mencapai keberhasilan

  19, 6, 24, 25 19 - 24, 25 6 3 dari 4

  10 Orientasi pada masa depan, kegiatan belajar sebagai jalan menuju kreativitas cita- cita 17, 20,

  • 20 17, 33 - 2 dari 3

  33

  Total item valid

  32    

  LAMPIRAN 5

HASIL ANALISIS UJI VALIDITAS ANGKET MINAT BELAJAR

No. r xy Keterangan

  1. 0,629 Valid 2. 0,237 Tidak Valid 3. 0,392 Valid 4. 0,351 Valid 5. 0,494 Valid 6. 0,278 Tidak Valid 7. 0.043 Tidak Valid 8. 0,148 Tidak Valid 9. 0,542 Valid

  10. 0,637 Valid 11. 0,196 Tidak Valid 12. 0,435 Valid 13. 0,120 Tidak Valid 14. 0,498 Valid 15. 0,404 Valid 16. 0,505 Valid 17. 0,400 Valid 18. 0.463 Valid 19. 0,376 Valid 20. 0,173 Tidak Valid 21. 0,441 Valid 22. 0,348 Valid 23. 0,313 Valid 24. 0,617 Valid 25. 0,336 Valid 26. 0,435 Valid 27. 0,355 Valid 28. 0,608 Valid 29. 0,658 Valid 30. 0,633 Valid 31. 0,499 Valid 32. 0,298 Tidak Valid 33. 0,307 Valid

  LAMPIRAN 6

HASIL ANALISIS UJI RELIABILITAS UJI COBA

ANGKET MINAT BELAJAR

  Diketahui : 748

  ∑X : 712

  ∑Y : ∑XY : 11767

  2

  : 12400 ∑X

  2

  : 11422 ∑Y N :

  47 Hasil perhitungan koefisien reliabilitas uji coba angket minat belajar kelas VC SD Negeri 4 Sragen tahun pelajaran 2010/201 :

  ∑ ∑ ∑ r = xy

  √ ∑ ∑ ∑ ∑ =

  √

  = √

  = √

  = ,

  0,775850152 = = 0,78

  Setelah mengetahui koefisien korelasi skor item ganjil dan genap, maka dapat dicari indeks reliabilitas uji coba angket minat belajar dengan rumus seperti di bawah ini :

  r = tt

  , =

  , , =

  , = 0, 88

  Dengan demikian koefisien reliabilitas uji coba yang diperoleh r = 0,88 dan

  tt termasuk tinggi (0,71 – 0,90).

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI ORANG TUA DAN AKTIVITAS BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V SD NEGERI 4 NATAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014
2
18
52
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN BELAJAR DAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMAN 1 BELALAU TAHUN PELAJARAN 2012-2013
0
7
42
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN KEBIASAAN MEMBACA SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI DI KECAMATAN LABUHAN RATU BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2013/2014
2
17
67
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KEPRAMUKAAN DENGAN PRESTASI BELAJAR PKN SISWA KELAS V SD NEGERI 1 RAJABASA RAYA TAHUN PELAJARAN 20014/2015
1
15
76
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 085115 SIBOLGA.
0
2
25
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 104206 SEI ROTAN TAHUN AJARAN 2013/2014.
1
4
28
HUBUNGAN DISIPLIN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SD NEGERI 106162 MEDAN ESTATE TAHUN AJARAN 2011/2012.
1
2
20
HUBUNGAN ANTARA BIMBINGAN BELAJAR WAKTU LUANG DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V HUBUNGAN ANTARA BIMBINGAN BELAJAR WAKTU LUANG DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI KEDUNG WADUK 4 KECAMATA
0
1
15
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN FASILITAS BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMAN 3 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014.
0
0
12
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN KEIKUTSERTAAN DALAM KEGIATAN PRAMUKA DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 7 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013.
0
0
11
HUBUNGAN MINAT BACA DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD SE GUGUS III SEYEGAN SLEMAN TAHUN AJARAN 2014/ 2015.
0
0
128
HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD SE-GUGUS WONOKERTO TURI SLEMAN TAHUN AJARAN 2014/2015.
1
1
109
HUBUNGAN MINAT BACA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD -
1
11
97
PENGARUH MINAT DAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS V SD NEGERI SUDIMARA
0
0
16
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN NUMERIK DAN KEBIASAAN BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BAYAT TAHUN PELAJARAN 20162017 SKRIPSI
1
3
26
Show more