SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
0
159
2 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH MASING-MASING FAKTOR KEPRIBADIAN FIVEFACTOR MODEL PADA COPING REMAJA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh : Amanda Febrianingtyas Siswanto 089114143 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Mereka yang berhasil adalah mereka yang berpikiran “ Pasti Bisa..!!! ” (Erich Wat son) iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN S aya persembahkan karya sederhana ini untuk : A llah S WT yang telah memberikan limpahan hidayah dan inayahNya kepada diri dan hidup saya. Nabi besar M uhammad S A W yang selalu menj adi teladan dan pedoman dalam menj alani kehidupan. Bapak dan ibuku tersayang yang selalu memberikan dukungan dalam penyelesaian skripsi. “ You are the best parents for me” . M y brother and M y beloved sister I ndira yang tak henti- hentinya mengingatkan untuk selalu berj uang mengerj akan skripsi. Teman terdekat saya “ A rga” yang selalu menemani dan mendampingi . S ahabat- sahabatku, dan semua orang yang telah mengaj ariku arti kehidupan. v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 15 Juli 2013 Penulis Amanda Febrianingtyas Siswanto vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH MASING-MASING FAKTOR KEPRIBADIAN FIVEFACTOR MODEL PADA COPING REMAJA Amanda Febrianingtyas Siswanto ABSTRAK Penelitian kuantitatif non-eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masingmasing faktor kepribadian five-factor model pada coping remaja Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah masing-masing faktor kepribadian berpengaruh signifikan pada coping. Subjek penelitian adalah 71 remaja yang berdomisili di kecamatan Ngemplak Sleman Yogyakarta. Variabel bebas pada penelitian ini adalah lima faktor kepribadian yaitu opennes to experience, conscientiousness, extravertion, agreeableness dan neuroticism. Sedangkan variabel tergantung pada penelitian ini adalah engagement coping dan disengagement coping. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian skala kepribadian five-factor model dan skala coping. Uji reliabilitas pada skala coping adalah 0,860. Sedangkan pada skala kepribadian five-factor model adalah 0,878 pada opennes to experience, 0,885 pada conscientiousness, 0,837 pada extravertion, 0,799 pada agreeableness dan 0,902 pada neuroticism. Validitas skala ditentukan berdasarkan penilaian ahli. Metode analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa masing-masing faktor kepribadian berpengaruh signifikan pada engagement coping dan disengagement coping. Dari kelima faktor kepribadian five-factor model, faktor extravertion memberikan kontribusi paling besar yaitu 38,3 %. Kata kunci : kepribadian five-factor model, engagement coping, disengagement coping, remaja vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI THE INFLUENCE OF EACH PERSONALITY FACTOR OF FIVE FACTOR MODEL ON ADOLESCENT COPING Amanda Febrianingtyas Siswanto ABSTRACT This quantitative non-experimental research aims to find out the influence of each personality factor of five-factor model on adolescent coping. The hypothesis that is proposed in this research is each personality factor influences to coping significantly. The research subjects are 71 adolescents who live in Ngemplak Sleman Yogyakarta. The independent variables of this research are openness to experience, conscientiousness, extraversion, agreeableness and neuroticism. While dependant variables of this research are engagement and disengagement coping. The gaining data was by filling personality factor of five-factor model and coping scale. Reliability test on coping shows 0,860. Whereas, five-factor model of personality scale shows 0,878 for openness, 0,885 for conscientiousness, 0,837 for extraversion, 0,799 for agreeableness, and 0,902 for neuroticism. Scale validity is determined by professional judgment. Data analysis method uses multiple regression analysis. Data analysis result shows that each personality factor influences to the engagement and disengagement coping. From those five personality factors, extraversion factor contributes mostly which is 38, 3%. Key words: five factor model of personality, engagement coping, disengagement coping, adolescent. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama Nomor Mahasiswa : Amanda Febrianingtyas Siswanto : 089114143 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : PENGARUH MASING-MASING FAKTOR KEPRIBADIAN FIVEFACTOR MODEL PADA COPING REMAJA Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 15 Juli 2013 Yang menyatakan (Amanda Febrianingtyas Siswanto) ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah, inayah serta pertolonganNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi (S.Psi.). Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak dapat terlaksana tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak C. Siswa Widyatmoko, M.Psi. selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 2. Ibu Sylvia Carolina MYM., S.Psi., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Akademik. 3. Ibu Ratri Sunar Astuti, M.Si., selaku Kepala Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 4. Dr. A. Priyono Marwan, S.J. selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang selalu membimbing, mengarahkan, mendukung dan menyemangati penulis selama menyusun skripsi ini. 5. Bapak Agung Santoso, S.Psi., M.A yang telah memberikan saran bagi analisis data yang akan saya gunakan. 6. Dr. Tjipto Susana, M.Si., selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan kritik yang membangun dalam penyusunan skripsi. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Debri Pristinella, M.Si., selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan kritik yang membangun dalam penyusunan skripsi. 8. Seluruh dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma atas segala dukungan dan perhatiannya selama penulis belajar di Universitas Sanata Dharma. 9. Mas Gandung, Bu nanik, Mas Muji, Mas Doni dan Pak Gie atas bantuan, keramahan, dan senyumannya. 10. Bapak Landung dan Ibu Landung yang sudah membesarkan aku, menyayangi aku dan memberikan dukungan untuk menyelesaikan skripsi ini. 11. Kakakku Mbak Indi yang selalu memberikan nasehat-nasehat supernya ketika aku mulai putus asa. Terimakasih ya. 12. Adikku Billy yang selalu mengajakku bercanda dan berantem. Terimakasih sudah menghibur. 13. Pacarku Arga yang selalu menemani dan mendampingi di segala situasi dan kondisi. Terimakasih. 14. Teman-teman terbaikku Kris, Vista, Ricky, Ditya Nicho. Tanpa kalian, psikologi hampa. 15. Teman-teman seperjuangan Dewi, Sinto, Mengty, Jeje, Ratna, Wina, Andi, Ithin yang selalu berjuang bersama untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi “ Kita Pasti Bisa ”. 16. Teman-temanku SMA Anggun, Shonia, Ratna yang tak henti-hentinya memberikan motivasi untuk secepatnya wisuda. xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17. Teman-temanku ELTI Mitha, Chicka, Alfi, Putri, Heny, Berto, PJ yang selalu melontarkan ejekan-ejekannya agar aku segera menyelesaikan skripsi. 18. Teman-teman P2TKP Pak Tony, Mbak Jes, Dewi, Ayu, Mila, Puput, Bella, Mbak Putri, Anju, Efrem, Vero, dll. Terimakasih atas kebersamaannya. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna sehingga penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Terima Kasih. Yogyakarta, 15 Juli 2013 Penulis Amanda Febrianingtyas Siswanto xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..................................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ........................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................. iii HALAMAN MOTTO ...............................................................................................iv HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................................. v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................vi ABSTRAK ............................................................................................................. vii ABSTRACT .......................................................................................................... viii HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH.....ix KATA PENGANTAR ............................................................................................... x DAFTAR ISI .......................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ................................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ..........................................................................................xvii BAB I. PENDAHULUAN ......................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah .............................................................................. 1 B. Rumusan Masalah........................................................................................ 6 C. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 6 D. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 7 1. Manfaat Bagi Remaja ............................................................................... 7 2. Manfaat Bagi Pendamping........................................................................ 7 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II. LANDASAN TEORI ................................................................................... 8 A. Coping Stress ............................................................................................... 8 1. Pengertian Stres ........................................................................................ 8 2. Pengertian Coping .................................................................................... 9 3. Dimensi Coping...................................................................................... 10 4. Kategori Spesifik Coping........................................................................ 14 B. Kepribadian Five-Factor Model .................................................................. 17 1. Teori Trait Kepribadian .......................................................................... 17 2. Penjelasan Kepribadian Five-Factor Model ............................................ 18 3. Faset dalam Kepribadian Five-Factor Model .......................................... 23 4. Pengukuran Kepribadian Five-Factor Model .......................................... 24 C. Remaja ....................................................................................................... 26 1. Pengertian Remaja.................................................................................. 26 2. Ciri-ciri Masa Remaja ............................................................................ 27 3. Stres pada Remaja .................................................................................. 29 D. Pengaruh Faktor Kepribadian Five-Factor Model Pada Coping Remaja ...... 31 E. Skema Penelitian ........................................................................................ 36 F. Hipotesis ..................................................................................................... 37 BAB III. METODOLOGI PENELITIAN................................................................. 39 A. Jenis Penelitian. ......................................................................................... 39 B. Variabel Penelitian..................................................................................... 39 C. Definisi Operasional Variabel Penelitian .................................................... 40 1. Coping ................................................................................................... 40 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Kepribadian Five-Factor Model ............................................................. 40 D. Subjek Penelitian ....................................................................................... 41 E. Metode Pengumpulan Data ........................................................................ 41 F. Alat Pengumpulan Data.............................................................................. 42 1. Skala Coping .......................................................................................... 42 2. Skala Kepribadian Five-Factor Model .................................................... 44 G. Uji Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur ..................................................... 47 1. Uji Validitas .......................................................................................... 47 2. Seleksi Item ........................................................................................... 48 3. Uji Reliabilitas....................................................................................... 52 a. Skala Coping ................................................................................... 52 b. Skala Kepribadian Five-Factor Model ............................................. 53 H. Metode Analisis Data ................................................................................ 53 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .......................................... 55 A. Pelaksanaan Penelitian.............................................................................. 55 B. Deskripsi Subjek ....................................................................................... 55 1. Deskripsi Subjek Penelitian .................................................................. 55 2. Deskripsi Data Penelitian ..................................................................... 56 C. Hasil Penelitian ......................................................................................... 58 1. Uji Asumsi ........................................................................................... 58 2. Uji Hipotesis ......................................................................................... 63 D. Pembahasan ............................................................................................... 68 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................... 71 A. Kesimpulan ............................................................................................... 71 B. Saran ......................................................................................................... 73 1. Untuk Remaja ....................................................................................... 73 2. Untuk Pendamping ............................................................................... 73 3. Untuk Peneliti Selanjutnya.................................................................... 74 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 75 LAMPIRAN ............................................................................................................ 79 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Skor Item Positif Skala Coping ................................................................... 43 Tabel 2. Blueprint Skala Coping Sebelum Seleksi Item ............................................ 43 Tabel 3. Skor Item Positif Pada Skala Kepribadian Five-Factor Model .................... 46 Tabel 4. Skor Item Negatif Pada Skala Kepribadian Five-Factor Model................... 46 Tabel 5. Blueprint Skala Kepribadian Five-Factor Model Sebelum Seleksi Item ...... 46 Tabel 6. Blueprint Skala Coping Setelah Seleksi Item .............................................. 49 Tabel 7. Blueprint Sebaran Item Skala Coping ......................................................... 50 Tabel 8. Blueprint Skala Kepribadian Five-Factor Model Setelah Seleksi Item ........ 50 Tabel 9. Blueprint Sebaran Item Skala Kepribadian Five-Factor Model ................... 51 Tabel 10. Deskripsi Subjek Penelitian ...................................................................... 56 Tabel 11. Deskripsi Data Penelitian ......................................................................... 56 Tabel 12. Uji Normalitas One Sample Kolmogrov-Smirnov Test .............................. 59 Tabel 13. Uji Lineraritas (Test for Linearity) ............................................................ 59 Tabel 14. Uji Heteroskedastisitas Faktor Kepribadian-Engagement Coping ............. 60 Tabel 15. Uji Heteroskedastisitas Faktor Kepribadian-Disengagement Coping ......... 61 Tabel 16. Uji Multikolonieritas Model Regresi Y1 dan Model Regresi Y2 ............... 62 Tabel 17. Uji Hipotesis Faktor Kepribadian pada Engagement Coping .................... 63 Tabel 18. Uji Hipotesis Faktor Kepribadian pada Disengagement Coping ............... 66 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A Skala Coping (Try Out) ....................................................................... 79 Lampiran B Skala Kepribadian Five-Factor Model (Try Out) .................................. 86 Lampiran C Uji Reliabilitas .................................................................................... 97 Lampiran D Skala Penelitian Coping ..................................................................... 108 Lampiran E Skala Penelitian Kepribadian .............................................................. 115 Lampiran F Uji Asumsi ......................................................................................... 123 Lampiran G Uji Hipotesis ...................................................................................... 138 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian. A. LATAR BELAKANG MASALAH Abad XXI merupakan abad globalisasi dan informasi yang ditandai dengan kompleksitas permasalahan kehidupan. Pandangan ini didukung oleh Wiramihardja (2002) yang menyatakan bahwa abad XXI adalah abad kekhawatiran mengenai kompleksnya permasalahan global yang memungkinan individu untuk mengalami stres. Lazarus (dalam Carver & Connor-Smith, 2010) mendefinisikan stres sebagai keadaan individu ketika menghadapi situasi yang menjadi beban atau melebihi kemampuannya. Stres dapat bersifat positif (eustress) ataupun negatif (distress). Situasi stres dapat mengenai semua individu, termasuk remaja. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada masa ini terjadi perubahan fisik, kognitif dan psikososial (Papalia, Olds, & Feldman, 2009). Perubahan-perubahan tersebut membutuhkan penyesuaian dan cenderung berdampak pada permasalahan remaja. Hurlock (1996) menyebut masa remaja sebagai masa usia bermasalah. Masalah dan konflik yang tidak ditangani dengan baik berdampak buruk dan menjadi sumber stres pada remaja. 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Berbagai faktor dapat menyebabkan stres pada remaja abad XXI ini. Needlman (2004) menyatakan bahwa stres remaja disebabkan oleh faktor biologis, keluarga, sekolah atau akademik, teman sebaya dan lingkungan sosial. Terkait faktor biologis, Konstanski dan Gullone (1998) menemukan 80% remaja mengalami ketidakpuasan terhadap fisiknya. Penelitian di Baltimore US, menyebutkan faktor orangtua berkontribusi sebesar 68%, saudara kandung sebesar 64%, faktor sekolah berkontribusi sebesar 78%, permasalahan teman sebaya sebesar 64%, dan hubungan romantik sebesar 64% terhadap stres remaja (Center for Adolescent Health, 2006). Survei yang dilakukan American Psycological Assosiation Survey (2009) didapatkan bahwa 45% remaja (13-17 tahun) mengalami stres termasuk kecemasan. Zimmer-Gembeck dan Skinner (2008) juga melaporkan bahwa 25% remaja paling sedikit mengalami satu peristiwa yang menyebabkan stres. Fakta mencengangkan terjadi pada remaja Indonesia. Dorongan terbesar remaja merokok disebabkan oleh stres dengan prosentase 54,59% (Hadi, 2008). Selain itu, penghuni di RSJ Provinsi Sumatera Utara didominasi oleh remaja yang mengalami stres karena faktor pendidikan (Setiabudi, 2010). Penjelasan di atas menunjukkan bahwa stres dapat mengenai remaja. Terkait dengan stres, peneliti memilih untuk meneliti coping stres pada remaja karena keberhasilan remaja dari stressful life events tergantung pada bagaimana remaja memahami, merespon dan bereaksi dalam mengatasi masalahnya (Zimmer-Gembeck & Skinner, 2008). Apabila masalah dipandang negatif maka respon perilakunya juga negatif dan bersifat patologis. Sebaliknya,

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 apabila masalah dipandang positif maka respon perilaku yang ditampilkan dalam bentuk pengaturan diri dan cara mengatasi masalah yang sehat. Cara individu merespon dan menghadapi stres inilah yang disebut coping. Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengetahui perilaku coping. Akan tetapi, kebanyakan penelitian coping berfokus pada individu dewasa. Konsep penelitian coping juga berlandaskan model coping individu dewasa. Dalam sejumlah penelitian coping, pengukuran coping yang dikembangkan untuk individu dewasa diaplikasikan pada remaja dengan sedikit atau tanpa adaptasi (Compas et al., 2001). Untuk itu, Compas (2001) mengembangkan teori coping yang ditujukan bagi remaja. Compas dalam (Compas et a.l, 2001; Miller & Kaiser, 2001; Thomsen et al., 2002) mendefinisikan coping sebagai usaha kesadaran yang dikehendaki untuk mengatur emosi, pikiran, perilaku, fisiologi, dan merespon keadaan yang menyebabkan stres. Usaha-usaha tersebut adalah usaha yang mempunyai orientasi untuk menghadapi sumber stres (engagement coping) atau untuk menghindari sumber stres (disengagement coping). Penelitian ini menggunakan teori coping yang dikembangkan oleh Compas (2001) karena model coping tersebut banyak digunakan dalam penelitian coping remaja dan respon yang mengatur sebagian besar dimensi tersebut menjadi model yang koheren dari model lain seperti problem focused coping vs emotional focused coping (Miller & Kaiser, 2001). Masing-masing remaja melakukan coping secara berbeda terhadap sumber stres yang dialami. Tidak semua remaja dapat melakukan coping secara sehat dan adaptif. Remaja yang tidak mempelajari cara sehat untuk mengatur

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 stresnya akan berdampak negatif pada kesehatan (American Psycological Assosiation Survey, 2009). Sejalan dengan yang dikemukakan oleh ConnorSmith (2000) dan Compas (2001) yang menyatakan bahwa cara merespon stres remaja penting untuk memahami perkembangan kesehatan remaja. Perkembangan kesehatan tersebut melingkupi pemahaman psikopatologi ataupun physical illness remaja. Peneliti-peneliti coping juga beranggapan bahwa cara individu menghadapi stresnya dapat mengurangi atau menambah efek yang merugikan kondisi kehidupan. Hal ini dikarenakan cara individu mengahadapi stresnya tidak hanya berpengaruh dalam jangka pendek, tetapi juga dalam jangka panjang pada perkembangan fisik dan kesehatan mental (Skinner et al., 2003). Penelitian terbaru yang dipublikasikan British Medical Journal menunjukkan bahwa remaja mempunyai permasalahan perilaku yang mungkin akan berkembang menjadi masalah mental pada saat dewasa (Manongga, 2012). Dari penjelasan di atas, penelitian coping dapat dijadikan acuan untuk berbagai rancangan intervensi psikologis yang ditujukan untuk pengobatan ataupun pencegahan psikopatologi. Pencegahan psikopatologi dilakukan dengan mengubah penilaian mereka terhadap stres atau meningkatkan kapasitas mereka untuk mengatasi stres secara adaptif (Compas et al., 2001; Zimmer-Gembeck, & Skinner, 2008). Individu yang memiliki coping yang adaptif adalah individu yang dapat mengatur emosi dan perilaku, merekonstruksi pikiran, mengkontrol tindakan pada lingkungan sosial dan

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 nonsosial untuk mengubah atau mengurangi sumber stres (Compas et al., 2001). Penggunaan coping antara individu satu berbeda dari individu lainnya. Masing-masing individu bereaksi secara berbeda terhadap sumber stres yang dialami. Segala sesuatu yang membuat individu berbeda dengan yang lainnya ada pada kepribadian individu masing-masing (Carver & Connor-Smith, 2010). Kepribadian terkait dengan tendensi biologis (genetik). Berhubung kepribadian berakar dari biologis, faktor kepribadian merupakan dasar awal dalam mempengaruhi coping sepanjang masa kehidupan (Connor-Smith & Flachsbart, 2007). Maka dari itu, peneliti memilih faktor kepribadian sebagai faktor awal yang mempengaruhi coping. McCrae dan Costa (dalam Primaldhi, 2008) mengatakan bahwa faktor kepribadian adalah salah satu yang menentukan kecenderungan coping yang digunakan individu. McCrae dan Costa (dalam Pervin, Cervone, dan John, 2010) menyebutkan kelima faktor kepribadian tersebut adalah Opennes to Experience (O), Conscientiousness (C), Extraversion (E), Agreeableness (A) dan Neuroticism (N). Penelitian ini menggunakan teori keribadian five-factor model karena teori ini mampu memprediksi berbagai hal, termasuk kecenderungan coping. Penelitian terkait pengaruh faktor kepribadian five-factor model pada coping telah dilakukan. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Friedman-Wheeler (2008) yang meneliti pengaruh faktor neuroticism pada coping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor neuroticism berpengaruh positif dan signifikan dengan disengagement coping dan berpengaruh negatif

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 pada engagement coping. Hal ini membuktikan bahwa remaja dengan tingkat neuroticism tinggi, memiliki kecenderungan untuk menggunakan disengagement coping. Berdasar pada penelitian di atas, dikatakan bahwa kecenderungan kepribadian neurotic mempengaruhi coping yang digunakan remaja. Peneliti semakin tertarik untuk mengetahui pengaruh faktor kepribadian lainnya pada coping remaja. Dengan mengetahui kecenderungan kepribadiannya, remaja dapat mengetahui kecenderungan coping dalam dirinya, apakah adaptif atau maladaptif. Untuk itu, penelitian ini berfokus pada pengaruh masing-masing faktor kepribadian five-factor model pada coping remaja. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan yang dapat dirumuskan adalah apakah masing-masing faktor kepribadian five-factor model berpengaruh pada engagement dan disengagement coping? C. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masing-masing faktor kepribadian five-factor model pada engagement dan disengagement coping remaja.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 D. MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat bagi remaja Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang kepribadian sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi coping. Dari penelitian ini, remaja dapat lebih menyadari bahwa kecenderungan kepribadian akan mengarahkan coping yang digunakan. Apabila remaja sadar terdapat kecenderungan kepribadian yang bersaifat patologis, remaja diharapkan dapat belajar kemampuan coping yang adaptif. 2. Manfaat bagi pendamping Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pendamping (orangtua dan guru) mengenai pengaruh kepribadian pada coping remaja. Dari penelitian ini, orangtua dan guru dapat mengarahkan remaja pada penggunaan coping yang adaptif. Selain itu, orangtua dan guru dapat mengajak dan membimbing remaja untuk melatih kemampuan coping yang ia miliki apabila kecenderungan kepribadian yang dimliki remaja bersaifat patologis.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab landasan teori ini menguraikan sub-sub bab coping stress, kepribadian five-factor model, remaja dan pengaruh kepribadian five-factor model pada coping stress remaja. A. COPING STRESS Sub-bab ini menguraikan tentang pengertian stres, pengertian coping, pengelompokan coping dan kategori spesifik coping. 1. Pengertian Stres Lazarus (dalam Carver & Connor-Smith, 2010) mendefinisikan stres sebagai keadaan individu ketika menghadapi situasi yang menjadi beban atau melebihi kemampuannya. Dengan kata lain stres adalah pengalaman individu saat mengalami kesulitan dalam menangani segala hambatan, kehilangan, kerugian ataupun ancaman. Stres terjadi karena adanya stressor. Lazarus (dalam Safaria, 2006) mengatakan bahwa stressor adalah kondisi fisik, lingkungan dan sosial yang menyebabkan stres. Stres dapat bersifat positif ataupun negatif bagi individu. Selye (dalam Mclean et al., 2007) menggolongkan stres menjadi dua golongan. Penggolongan ini didasarkan pada persepsi individu terhadap situasi stres yang dialaminya, yaitu: 8

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 a. Eustress Eustress adalah stres yang bersifat positif dan dapat meningkatkan kesiagaan mental, kewaspadaan, kognisi, dan performansi individu. Eustress dianggap sebagai suatu pengalaman yang memuaskan. Hal ini dikarenakan kehadiran stres dapat mendorong individu untuk berkembang menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya. b. Distress Distress adalah stres yang bersifat negatif dan merusak ketahanan diri individu. Distress terjadi karena adanya tuntutan sumber stres dan sumber daya individu yang tidak cukup untuk mengurangi ancaman, bahaya, dan kehilangan. Individu yang mengalami distress mengalami rasa cemas, ketakutan, kekhawatiran atau gelisah. Hal ini menyebabkan individu mengalami keadaan psikologis yang negatif, gangguan fisik, dan gangguan kesehatan. Selain itu, individu yang mengalami distress memiliki keinginan untuk menghindar dan menarik diri dari lingkungan. Individu yang mengalami distress juga lebih menyukai kesendirian, mudah marah dan tersinggung. 2. Pengertian Coping Compas (dalam Compas et al., 2001; Miller & Kaiser, 2001; Thomsen et al., 2002) mengemukakan coping adalah usaha kesadaran yang dikehendaki untuk mengatur emosi, pikiran, perilaku, fisiologi, dan merespon keadaan yang menyebabkan stres. Tidak semua respon individu dalam menghadapi

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 stresnya dikatakan coping. Individu mungkin memiliki ketidaksengajaan atas emosi, perilaku, fisiologis, kognitif dalam merespon stres, yang tidak berfungsi untuk mengatur atau memodifikasi stres. Ketidaksengajaan respon tersebut dialami jauh di luar kendali individu. Saedangkan coping mengacu pada usaha-usaha pengaturan secara sadar dan sengaja diperankan dalam merespon stres (Connor-Smith et al., 2000). 3. Dimensi Coping Banyak dimensi yang digunakan untuk mengkategorikan coping (Compas et al., 2001; Connor-Smith dan Flachsbart, 2007). Dimensi coping tersebut adalah problem versus emotion focused coping, primary versus secondary control coping, dan engagement versus disengagement coping. Zeidner dan Endler (dalam Miller & Kaiser, 2001) mengatakan bahwa konsensus mengenai dimensi coping untuk menggambarkan respon stres belum tercapai. Respon coping yang dianggap mewakili satu dimensi sering mengalami tumpang tindih dengan dimensi lain. Meninjau keragaman respon coping yang ada, Compas dan rekan-rekannya mengusulkan dimensi coping dan respon yang mengatur sebagian besar dimensi tersebut menjadi model yang koheren (Connor-Smith et al., 2000; Miller & Kaiser, 2001). Dimensi coping yang diusulkan Compas (2001) adalah engagement coping dan disengagement coping. Penelitian ini menggunakan teori coping yang dikembangkan oleh Compas (2001) karena model coping ini banyak digunakan dalam penelitian

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 coping remaja. Selain itu, teori coping tersebut mendeskripsikan responrespon stres yang lebih baik daripada model- model coping yang lain. Model coping lain tersebut misalnya model coping populer yang dikemukakan oleh Lazarus (1984) yaitu problem-focused coping (PFC) versus emotion focused coping (EFC) (Miller & Kaiser, 2001). Model coping PFC dan EFC dianggap tidak cukup untuk menggambarkan struktur coping untuk young people (Ayers, 1996; Walken, 1997 dalam Compas et al., 2001). Model coping tersebut juga dipandang terlalu luas. Dimensi emotional focused coping mencakup strategi relaksasi, emotional suppresion dan mencari dukungan emosi dari orang lain. Dikatakan bahwa salah satu strategi tersebut mungkin dapat berhadapan langsung dengan dimensi problem focused coping dan emotional focused coping. Misalnya saja, individu pergi mencari teman untuk menghindari masalahnya. Mungkin saja, individu tersebut pergi untuk menenangkan diri dengan temannya (emotional focused coping ) atau bisa juga individu tersebut pergi untuk membicarakan masalah dengan temannya (problem focused coping). Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, peneliti memilih menggunakan model coping yang dikemukakan oleh Compas (2001). Perbedaan dimensi engagement dan disengagement coping yang dikemukakan Compas (2001) terletak pada orientasi kedua dimensi yang menuju atau menjauhi sumber stres. Engagement coping meliputi usahausaha aktif untuk mengatur situasi atau emosi yang terkait dengan stres. Sedangkan disengagement coping meliputi jarak seseorang dari sumber stres. Penjelasan kedua bentuk coping tersebut adalah sebagai berikut:

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 a. Engagement coping Engagement coping adalah coping yang bertujuan untuk menghadapi sumber stres yang menghasilkan distress. Connor-Smith dan Compas (2004) mengatakan bahwa engagement coping diprediksi memiliki penyesuaian yang lebih baik dalam menghadapi stres. Berdasarkan tujuannya, engagement coping terdiri dari dua faktor yaitu: 1) Primary control engagement coping. Compas et al., (2012) mengemukakan primary control coping adalah usaha untuk mengubah secara langsung situasi stressful atau sumber stres. Primary control coping ditujukan langsung untuk mengubah kondisi objektif seperti mengatur situasi atau respon emosional yang terkait dengan sumber stres. Strategi-strategi dalam primary control coping meliputi pemecahan masalah, pengaturan emosi berupa pengekspresian emosi secara tepat. 2) Secondary control engagement coping Secondary control engagement coping adalah usaha untuk menyesuaikan diri pada situasi stressfull (Compas dalam Compas et al., 2012; Miller & Kaiser, 2001). Secondary control engagement coping meliputi strategi-strategi yang menekankan pada adaptasi terhadap stres. Strategi tersebut adalah penerimaan, restrukturisasi kognitif, berpikir positif dan distraction atau selingan yang menyenangkan.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 b. Disengagement coping Disengagement coping adalah usaha yang berorientasi untuk menghindar dari sumber stres atau reaksi yang menghasilkan distress (Compas et al., 2012). Disengagement coping meliputi penghindaran, wishful thinking, dan penyangkalan. Wishful thinking dan berfantasi akan menjauhkan individu dari sumber stres. Sedangkan denial atau penyangkalan akan menciptakan batas diantara realitas dan pengalaman individu. Sebagai contoh, jika sesorang mengalami ancaman nyata dalam hidupnya, kemudian orang tersebut menanggapi dengan pergi ke bioskop untuk menyangkal situasi yang sedang dialami. Disengagement coping umumnya tidak efektif dalam mengurangi tekanan dalam jangka panjang. Tipe ini dapat meningkatkan gangguan pikiran tentang sumber stres dan peningkatan suasana hati negatif serta kecemasan. Disengagement coping menciptakan masalah bagi individu sendiri. Sebagai contoh, individu yang mengkonsumsi alkohol dan obatobatan sebagai bentuk pelarian akan berdampak pada masalah kesehatan dan sosial. Perilaku tersebut termasuk dalam perilaku avoidance yang merupakan strategi disengagement coping. (Carver & Connor-Smith, 2010).

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 4. Kategori Spesifik Coping Sub-bab ini menguraikan kategori spesifik coping dalam engagement dan disengagement coping yang dikemukakan oleh Compas (2001 dalam Miller & Kaiser, 2001). Kategori spesifik coping dalam engagement coping terdiri dari dua bagian yaitu primary control engagement coping dan secondary control engagement coping. Kategori-kategori spesifik dalam primary control engagement coping adalah sebagai berikut: a. Problem solving Problem solving adalah usaha-usaha aktif individu untuk memecahkan sumber stres, melalui perencanaan, kemungkinan solusi yang mungkin terjadi, analisa logis dan pilihan-pilihan evaluasi, penerapan solusi dan pengorganisasian tugas. Dalam kuesioner Responses to Stress Questionaire (RSQ), individu meminta bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalahnya termasuk dalam kategori ini (Connor-Smith et al., 2000) b. Emotion regulation Emotion regulation adalah usaha aktif untuk mengurangi emosi negatif melalui penggunaan kontrol dalam strategi, seperti relaksasi atau olahraga, dan mengatur ekspresi emosi untuk meyakinkan bahwa perasaan dapat diekspresikan pada waktu yang tepat dalam cara yang konstruktif. Kategori-kategori spesifik dalam secondary control engagement coping adalah sebagai berikut:

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 c. Distraction Distraction adalah upaya mengambil waktu untuk beristirahat dari situasi stressful dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan. Distraction tidak termasuk usaha untuk menyangkal atau menghindari masalah. Distraction mengacu pada usaha-usaha aktif untuk mengatasi situasi stressful dengan melakukan sebuah aktifitas yang menyenangkan. Contohnya, melakukan hobi dengan berolahraga, nonton televisi, bertemu dengan teman ataupun membaca (Miller & Kaiser, 2001). Penelitian yang dilakukan Connor-Smith (2000) menunjukkan bahwa distraction berhubungan dengan engagement coping, tidak dengan disengagement coping. d. Acceptance Acceptance merupakan usaha individu untuk mempelajari, memahami atau menerima dan menyesuaikan diri dengan hal-hal yang berkaitan dengan sumber stres. e. Cognitive restructuring Cognitive restructuring adalah penemuan cara yang lebih positif atau realistik tentang situasi buruk dengan melihat sisi positif, mengidentifikasi keuntungan dari timbulnya situasi, dan menemukan sisi lain yang bersifat humorous pada sumber stres (Connor-Smith & Flachsbart, 2007). Yang termasuk dalam cognitive restructuring adalah dengan berfokus pada hal positif, berpikir positif, optimisme, dan meminimalisir distress atau konsekuensi negatif (Skinner et al., 2003)

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Sedangkan yang termasuk dalam kategori spesifik disengagement coping adalah: a. Avoidance Avoidance adalah usaha individu untuk menghindar dari masalah, pikiran-pikiran pada masalah tersebut dan emosi yang berkaitan pada masalah tersebut. b. Denial Denial adalah usaha-usaha aktif untuk menyangkal atau melupakan masalah, meniadakan masalah, dan menyembunyikan respon emosional dari diri sendiri atau orang lain. c. Wishful thinking Wishful thinking merupakan keadaan individu ketika berharap dapat diselamatkan secara magic dari situasi atau harapan agar situasi tersebut hilang. Selain itu individu cenderung berfantasi tentang hasil yang tidak mungkin dan individu berharap situasinya akan berbeda secara radikal. Keterangan kategori-kategori coping spesifik di atas digunakan dalam pembuatan alat ukur Responses to Stress Questionaire (RSQ). Maka dari itu peneliti juga menggunakan kategori-kategori coping spesifik tersebut dalam pembuatan skala coping dalam penelitian.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 B. KEPRIBADIAN FIVE-FACTOR MODEL Bagian ini menguraikan tentang teori trait kepribadian, penjelasan kepribadian five-factor model, faset-faset dalam kepribadian five-factor model dan pengukuran kepribadian five-factor model. 1. Teori Trait Kepribadian Psikologi memiliki berbagai teori kepribadian dengan masing-masing perspektifnya. Teori-teori kepribadian tersebut adalah teori kepribadian psikodinamis, teori kepribadian fenomenologis, teori kepribadian trait atau sifat, teori kepribadian behaviorisme, teori kepribadian kognitif dan teori kepribadian sosial-kognitif. Penelitian ini menggunakan teori trait karena teori ini memberikan cara sederhana untuk mengetahui bagaimana individu berbeda dengan yang lain. Trait merupakan unit dasar kepribadian yang merupakan kecenderungan individu untuk merespon dengan cara tertentu. Dapat diasumsikan bahwa kepribadian dicirikan berdasarkan kecenderungan konsisten individu dalam bertindak, merasa atau berpikir dengan caranya masing-masing. (Pervin dkk., 2010) Teori kepribadian trait dikembangkan oleh Allport, Eysenk, dan Cattel (dalam Pervin dkk., 2010). Ketiga tokoh tersebut mengakui bahwa sifat merupakan unit dasar kepribadian. Akan tetapi, ketiga ahli tersebut memiliki pandangan yang berbeda terkait dengan penggunaan analisis faktor dan jumlah serta karakteristik alamiah dimensi dasar sifat kepribadian. Isu tersebut belum terpecahkan, tidak teratur dan tidak tersusun. Untuk itu, sejak tahun 1980-an, perbaikan kualitas dan metode, khususnya analisis faktor telah menghasilkan

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 awal konsensus yang lebih besar dikalangan periset sifat. Konsensus tersebut adalah adanya teori big five atau model lima faktor. Banyak peneliti yang sekarang setuju bahwa perbedaan individual dapat diorganisir dalam lima dimensi yang luas dan bipolar ( McCrae & Costa dalam Pervin dkk., 2010). Teori Big five disebut juga dengan five-factor model. Dari aneka teori trait, penelitian ini memilih untuk menggunakan teori trait five-factor model (FFM) yang dikembangkan oleh Costa dan McCrae (dalam Pervin dkk., 2010). Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa banyak hal mampu diprediksi dengan trait-trait kepribadian FFM seperti minat kerja dan kinerja, kesehatan, usia serta perawatan psikologis (Pervin dkk., 2010). Selain itu, teori FFM juga bersifat human universal karena teori ini konsisten pada budaya yang berbeda (Costa & McCrae, 1992; De Raad et al., 1998) termasuk di Indonesia (Widhiarso, 2004). Yang membedakan teori kepribadian FFM dengan teori kepribadian lain adalah teori kepribadian FFM bergantung pada pengukuran statistik objektif sedangkan teori kepribadian lain (teori kepribadian Freud, Jung, dan Rogers dalam Pervin dkk., 2010) sangat bergantung pada intuisi. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, penelitian ini menggunakan teori kepribadian FFM. 2. Penjelasan Five-factor Model of Personality McCrae dan John (1992) menjelaskan five-factor model (FFM) sebagai sebuah kesepakatan di antara pendekatan teoritis yang mengacu pada lima faktor dasar kepribadian. Kelima faktor tersebut terdiri dari Opennes to

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Experience (O), Conscientiousness (C), Extraversion (E), Agreeableness (A) dan Neuroticism (N). Untuk memudahkan mengingatnya, kelima faktor tersebut disingkat menjadi OCEAN (Pervin dkk., 2010). Costa dan McCrae (dalam Pervin dkk., 2010) mencoba mendeskripsikan kelima faktor tersebut, termasuk individu yang memiliki tingkatan tinggi atau rendah untuk masing-masing faktor. 1. Opennes to Experience Faktor ini mengindikasikan pencarian proaktif dan penghargaan terhadap pengalaman untuk dirinya sendiri. Selain itu, faktor ini juga menunjukkan bagaimana individu menggali sesuatu yang baru dan tidak biasa. Terkait dengan faktor ini, individu dapat dikelompokkan menjadi individu yang memiliki tingkat opennes tinggi dan opennes rendah. a. Individu dengan tingkat opennes tinggi Individu dengan opennes tinggi memiliki minat yang besar dan rasa keingintahuan yang tinggi terhadap sesuatu. Individu tersebut cenderung kreatif, orisinil, tidak tradisional, benar-benar sensitif, pintar dan memiliki pandangan luas dan imajinatif. b. Individu dengan tingkat opennes rendah Individu dengan opennes to experience rendah memiliki minat yang sempit terhadap sesuatu, sederhana, konvensional, kurang imajinatif dan kurang analitis

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 2. Conscientiousness Faktor ini mengindikasikan tingkat organisasi, ketekunan dan motivasi dalam perilaku yang berarah tujuan. Berkaitan dengan faktor ini, individu dapat dikelompokkan menjadi individu yang memiliki tingkat conscientiousness tinggi dan conscientiousness rendah. a. Individu dengan tingkat conscientiousness tinggi Individu dengan conscientiousness tinggi adalah individu yang dapat diandalkan, teratur, disiplin, tepat waktu, pekerja keras, rapi, tekun dan teliti serta memiliki ambisi yang tinggi. Selain itu, individu tersebut cenderung mendengarkan kata hati dan mengejar sedikit tujuan dalam cara yang terarah. Individu dengan conscientiousness tinggi juga memiliki sifat bertanggungjawab, kuat bertahan, dan berorientasi pada prestasi (Robbins dalam Mastuti, 2005) b. Individu dengan tingkat conscientiousness rendah Individu dengan conscientiousness rendah adalah individu yang cenderung kurang teratur, tidak dapat dipercaya, malas, ceroboh dan sembrono, serta memiliki kemauan yang lemah. 3. Extraversion Faktor ini menunjukkan kuantitas dan intensitas dari interaksi interpersonal individu, tingkat aktivitasnya, kebutuhan untuk mendapatkan dukungan, dan kapasitas untuk menikmati kebahagiaan. Faktor ini juga menunjukkan tingkat kesenangan individu dalam menjalin hubungan.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Terkait dengan faktor ini, individu dapat dikelompokkan menjadi individu yang memiliki tingkat extraversion tinggi dan extraversion rendah. a. Individu ekstravert (tingkat extraversinya tinggi) Individu ekstravert cenderung mudah bersosialisasi, aktif, bersemangat, talkative, memiliki emosi yang positif, antusias, optimis, fun loving, dan affectionate. Selain itu individu tersebut cenderung ramah, terbuka dan memiliki banyak waktu untuk mempertahankan dan menikmati hubungan. b. Individu introvert (tingkat extraversinya rendah) Individu yang introvert cenderung menahan diri, bijaksana, berorientasi pada tugas, pendiam, tenang dan pemalu. Selain itu, individu yang introvert juga lebih senang dengan kesendirian dan memiliki hubungan yang lebih sedikit dengan dunia luar. 4. Agreeableness Faktor ini mengindikasikan individu yang berhati lembut dan patuh pada orang lain dengan individu yang kejam dan tidak patuh pada orang lain (Costa & McCrae dalam Pervin dkk., 2010). Terkait dengan faktor ini, individu dapat dikelompokkan menjadi individu yang memiliki tingkat agreeableness tinggi dan agreeableness rendah. a. Individu dengan tingkat agreeableness tinggi Individu dengan agreeableness tinggi memiliki sifat lebih mudah percaya pada orang lain, suka menolong, pemaaf, jujur, kooperatif dan apa adanya. Selain itu, individu juga cenderung lembut, ramah dan

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 dipercaya oleh orang lain. Akan tetapi, individu dengan agreeableness tinggi cenderung mudah tertipu atau mudah terbujuk oleh orang lain. b. Individu dengan tingkat agreeableness rendah Individu dengan agreeableness rendah memiliki sifat kasar, suka mencurigai, tidak kooperatif, pendendam, kejam dan pemarah. Selain itu, individu tersebut juga cenderung suka memanipulasi dan lebih memusatkan perhatian pada kebutuhannya sendiri daripada kebutuhan orang lain. 5. Neuroticism Faktor ini menunjukkan kestabilan dan ketidakstabilan emosi pada individu. Faktor ini juga mengidentifikasi kecenderungan individu untuk mudah mengalami stres atau tertekan secara psikologis, memiliki ide-ide yang kurang realistis, dan memiliki respon coping yang maladaptif. Berkaitan dengan faktor ini, individu dapat dikelompokkan menjadi individu yang memiliki tingkat neuroticism tinggi dan neuroticism rendah. a. Individu dengan tingkat neuroticism tinggi Individu dengan neuroticism tinggi memiliki kemantapan emosional yang negatif sehingga individu cenderung merasa dirinya tertekan, gelisah, khawatir, gugup, merasa tidak aman dan memiliki rasa cemas yang berlebihan.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 b. Individu dengan nilai neuroticism rendah Individu dengan neuroticism rendah memiliki kemantapan emosional positif sehingga individu cenderung memiliki perasaan tenang, santai, tidak emosional, tabah, merasa aman, dan puas terhadap diri sendiri. 3. Faset dalam Kepribadian Five-Factor Model. Masing-masing faktor dari FFM terdiri dari beberapa facet. Facet adalah trait yang lebih spesifik yang merupakan komponen-komponen dari kelima faktor tersebut. Costa dan McCrae (dalam Pervin dkk., 2010; McCrae & John, 1992) menjelaskan setiap faktor dari FFM terdiri dari 6 faset. Faset-faset kelima faktor tersebut adalah: 1. Opennes to Experience, terdiri atas: a. Fantasy atau khayalan b. Aesthetics atau keindahan c. Feelings atau perasaan d. Ideas atau ide e. Actions atau tindakan f. Values atau nilai-nilai 2. Conscientiousness, terdiri atas: a. Self-dicipline atau disiplin diri b. Dutifulness atau patuh c. Competence atau kompetensi d. Order atau keteraturan

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI e. Deliberation atau pertimbangan f. Achievement striving atau pencapaian prestasi 3. Extraversion, terdiri atas: a. Gregariousness atau suka berkumpul b. Activity level atau tingkat aktivitas c. Assertiveness atau asertif d. Excitement seeking atau mencari kegirangan atau kegembiraan e. Positive emotions atau emosi yang positif f. Warmth atau kehangatan 4. Agreeableness, terdiri atas: a. Straightforwardness atau berterus terang b. Trust atau kepercayaan c. Altruism atau mendahulukan kepentingan orang lain d. Modesty atau bersahaja e. Tendermindedness atau berhati lembut f. Compliance atau penurut 5. Neuroticism, terdiri atas: a. Anxiety atau kecemasan b. Self-consciousness atau kesadaran diri c. Depression atau depresi d. Vulnerability atau rawan terluka e. Impulsiveness atau menuruti kata hati f. Angry hostility atau amarah bermusuhan 24

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. 25 Pengukuran Kepribadian Five-Factor Model Kepribadian five-factor model diukur dengan dua pendekatan. Pendekatan pertama berdasarkan self rating pada trait kata tunggal. Sebagai contoh, trait kata-kata tunggal seperti talkative, hangat, moody dan lain-lain. Pendekatan kedua menggunakan self rating pada aitem-aitem kalimat. Sebagai contoh berupa kalimat, seperti hidupku seperti langkah yang cepat (Larzen & Buss dalam Mastuti, 2005). Alat ukur telah dikembangkan dan diasosiasikan dengan sebagian besar teori kepribadian. Berbagai jenis alat ukur tersedia untuk mengukur kepribadian five factor model (Mastuti, 2005). Beberapa alat ukur tersebut adalah: 1. The Neuroticism-Extraversion-Opennes Personality Inventory Revised disingkat NEO-PI-R. 2. The Hogan Personality Inventory disingkat HPI 3. Personality Characteristic Inventory disingkat PCI 4. The NEO Five-factor Inventory disingkat NEO FFI 5. Abridge Big Five-factorial disingkat AB5C 6. Big Five-factor Maker dan lain-lain Alat ukur yang sangat terperinci dan sering digunakan secara luas adalah The Neuroticism-Extraversion-Opennes Personality Inventory Revised (NEO-PIR) yang dikembangkan oleh Costa & McCrae (dalam Pervin dkk., 2010). Alat ini menggunakan pendekatan trait kata tunggal. Pada awalnya, kuesioner ini hanya mengukur tiga faktor yaitu neuroticism, extraversion dan opennes yang disebut

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI NEO-Personality Inventory. Setelah itu, mereka menambahkan 26 faktor agreeableness dan conscientiousness untuk menguatkan model lima faktor. Penggunaan alat ukur NEO-PI-R memerlukan ijin khusus dari penyusunnya. Sebagai konsekuensinya instrumen alat ukur tersebut tidak dapat digunakan secara bebas oleh ilmuwan lain. Maka dari itu, Goldberg (dalam Mastuti, 2005) mempublikasikan International Personality Item Pool (IPIP) website. Aitem-aitem yang terdapat dalam IPIP sudah dibandingkan dengan berbagai alat ukur inventori kepribadian lain yang sudah baku, di antaranya dengan big five-factor marker, AB5C, 16 PF, CPI, MPQ, NEO-PI-R dan lain-lain. Aitem-aitem IPIP yang dibandingkan dengan NEO-PI-R mempunyai koefisien alpha 0,64 sampai 0,88. Sedangkan aitem-aitem NEO-PI-R memiliki koefisien alpha mulai 0,61 sampai 0,84. Hal ini menunjukkan aitem-aitem dalam IPIP mempunyai reliabilitas yang cukup baik. Sementara itu korelasi antara IPIP dengan NEO-PI-R mulai dari 0,51 sampai 0,77 (Mastuti, 2005). Maka dari itu penelitian ini menggunakan skala yang diadaptasi dari International Personality Item Pool (IPIP). C. REMAJA Bagian ini menguraikan pengertian remaja, ciri-ciri masa remaja dan stres pada remaja. 1. Pengertian Remaja. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Masa remaja dimulai dari usia 11 atau 12 tahun hingga

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 awal usia duapuluhan. Pada masa ini terjadi perubahan besar baik perubahan fisik, kognitif dan psikososial. Oleh karena itu, pada masa ini dianggap sebagai periode beresiko. Hal ini dikarenakan sebagian remaja banyak mengalami kesulitan akan terjadinya peubahan-perubahan yang terjadi dan mungkin membutuhkan bantuan untuk menghadapi bahaya (Papalia, Olds dan Feldman, 2009). 2. Ciri-ciri Masa Remaja. Papalia, Olds dan Feldman (2009) menyebutkan ciri-ciri masa remaja adalah sebagai berikut: a. Masa Peralihan Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Peralihan ini diartikan sebagai perpindahan dari satu tahap perkembangan ke tahap perkembangan berikutnya. Maka dari itu apa yang terjadi pada tahap tertentu akan mempengaruhi pola perilaku pada tahap berikutnya. b. Masa Pubertas Masa ini ditandai dengan adanya perubahan biologis dalam hal tinggi badan, berat badan, proporsi dan bentuk tubuh serta tercapainya kematangan seksual. Selain perubahan fisik, remaja juga mengalami perubahan kognitif dan psikososial. Perubahan-perubahan tersebut memiliki resiko terhadap kesehatan mental. Maka dari itu perubahan-

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI perubahan tersebut membutuhkan penyesuaian karena 28 berpotensi menimbulkan masalah. c. Masa Krisis Tugas utama remaja adalah menghadapi masa “krisis” dari identitas vs kekacauan identitas. Untuk menjadi dewasa, remaja perlu memahami diri sendiri dan memiliki peran yang bernilai bagi sekitarnya. Apabila remaja mengalami kekacauan akan menghambat tercapainya kedewasaan secara psikologis. Akibatnya perilaku remaja akan menjadi kacau dan rendah diri. d. Masa remaja sebagai ambang masa dewasa. Kecenderungan remaja yang gelisah ketika mendekati usia dewasa mencoba meninggalkan stereotip usia belasan tahun dan memberikan kesan bahwa mereka “hampir dewasa”. Hal ini terlihat dari perilaku remaja yang mulai memusatkan diri pada perilaku orang dewasa. Misalnya saja, perilaku merokok, minum minuman keras, penggunaan obat dan perilaku seks. Dari penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap masalah. Masa ini membutuhkan penyesuaian diri terhadap peralihan ataupun perubahan yang terjadi. Individu yang berada pada masa ini memiliki kecenderungan mengalami situasi stres.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 3. Stres pada Remaja Selain ciri-ciri di atas, terdapat faktor-faktor yang dapat mengakibatkan stres pada remaja. Needlman (2004 dalam Kemala & Hasnida, 2005) menyebutkan faktor tersebut adalah faktor biologis, keluarga, sekolah atau akademik, teman sebaya dan lingkungan sosial. Penjelasan untuk masing-masing faktor adalah sebagai berikut: a. Faktor biologis Yang dimaksud faktor biologis adalah perubahan fisik yang terjadi secara dramatis pada remaja. Perubahan fisik yang dramatis tersebut adalah perubahan tinggi dan berat badan, proporsi dan bentuk badan, serta pencapaian kematangan seksual (Papalia dkk., 2009). Selain itu, remaja cenderung lebih memperhatikan penampilan fisik mereka karena mereka meanggap bahwa orang lain melihat dirinya (Needlman, 2004). Penelitian Konstanski dan Gullone (1998) menemukan 80% remaja mengalami ketidakpuasan terhadap fisiknya. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap citra tubuh semakin kuat pada masa ini. Perubahan perubahan tersebut cenderung menyebabkan stres pada remaja. b. Faktor keluarga Stres remaja dapat terjadi karena konflik dengan keluarga. Konflik keluarga terjadi karena keinginan remaja untuk mendapatkan kemandirian (Papalia dkk., 2009 ). Remaja cenderung menginginkan dirinya bebas dan mandiri tetapi mereka tetap ingin diperhatikan oleh orangtuanya (Needlman, 2004). Konflik-konflik yang biasa terjadi antara remaja

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 dengan orangtua berupa perdebatan mengenai kegiatan sehari-hari, tugas rumah, tugas sekolah, pakaian, uang dan jam malam (Papalia dkk., 2009). c. Faktor sekolah atau akademik Faktor sekolah atau akademik juga memicu terjadinya stres pada remaja. Hal-hal yang memicu terjadinya stres adalah keinginan remaja yang ingin mendapatkan nilai tinggi, dan ingin berhasil pada suatu bidang. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, remaja terus berusaha dan tidak ingin gagal. Remaja mengalami stres ketika keinginannya tidak terpenuhi (Neeldman, 2004) d. Faktor teman sebaya Teman sebaya merupakan faktor penting pada masa remaja. Kekuatan dan pentingnya teman sebaya paling besar dibandingkan dengan masa-masa lain sepanjang rentang kehidupan manusia (Papalia dkk., 2009). Penolakan teman sebaya merupakan salah satu penyebab remaja mengalami stres. Santrock (2003) menyatakan bahwa penolakan oleh teman sebaya berdampak pada remaja untuk mengalami kesepian. Akibatnya remaja melakukan perilaku-perilaku yang dapat diterima oleh teman sebaya. Perilaku tersebut berupa perilaku positif maupun negatif seperti merokok dan penggunaan alkohol (Papalia dkk., 2009). e. Faktor lingkungan sosial Lingkungan sosial juga berpengaruh sebagai faktor terjadinya stres. Remaja yang kurang mendapatkan tempat dalam pergaulan orang dewasa cenderung mengalami stres. Misalnya saja, remaja yang tidak mendapat

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 kebebasan dalam mengeluarkan pendapat di kalangan orang dewasa (Neeldman, 2004). Selain itu, Manongga (2012) mengatakan bahwa remaja menginginkan dirinya berkontribusi pada lingkungan agar merasa berguna. Ketika hal tersebut tidak terpenuhi remaja cenderung merasa dirinya tidak berguna dan menganggap ini sebagai masalah. Sumber stres remaja di atas juga sesuai dengan teori stressor yang dikemukakan oleh Lazarus (dalam Safaria, 2006) bahwa kondisi fisik, lingkungan dan sosial dapat menyebabkan stres. D. PENGARUH FAKTOR KEPRIBADIAN FIVE-FACTOR MODEL PADA COPING REMAJA Stres merupakan situasi individu saat mengalami kesulitan dalam menangani segala kendala dan ancaman. Stres dapat berdampak positif maupun negatif bagi individu. Stres dapat mengenai semua individu, tak terkecuali remaja. Untuk merespon situasi stres, diperlukan usaha-usaha yang disebut coping. Secara lebih lengkap, coping adalah usaha kesadaran yang dikehendaki untuk mengatur emosi, pikiran, perilaku, fisiologi dan merespon keadaan yang menyebabkan stres (Compas et al., 2001). Coping memiliki dua orientasi, yaitu untuk menghadapi stressor (engagement coping) dan untuk menghindar dari stressor (disengagement coping). Selain berminat pada coping, penelitian ini juga berminat pada kepribadian five-factor model (FFM) yang merupakan salah satu faktor penentu kecenderungan coping. Kepribadian FFM terdiri dari lima faktor, yaitu opennes to

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 experience, conscientiousness, extraversion, agreeableness dan neuroticism. Kelima faktor kepribadian FFM tersebut merupakan faktor yang mempengaruhi penilaian dan respon terhadap stres. Faktor pertama, opennes to experience cenderung menganggap peristiwa sebagai tantangan bukan suatu ancaman. Demikian juga dengan faktor kedua yaitu conscientiousness yang menganggap peristiwa sebagai tantangan. Individu dengan tingkat conscientiousness tinggi cenderung menghindari tindakan impulsif yang dapat menyebabkan masalah keuangan, kesehatan dan interpersonal. Faktor ketiga, extravertion juga menganggap peristiwa bukan sebagai ancaman, tetapi tantangan yang harus dihadapi. Ketiga faktor tersebut mempunyai penilaian positif dalam menghadapi masalah. Faktor keempat, agreeableness terkait dengan konflik interpersonal yang rendah. Dapat dikatakan bahwa individu dengan tingkat agreeableness tinggi cenderung kurang mengalami stres sosial. Terakhir, faktor neuroticism berhubungan erat dengan distress. Individu neurotic menilai peristiwa sebagai situasi yang sangat mengancam. Selain itu, individu neurotic juga cenderung memiliki sumber daya coping yang rendah (Carver & Connor-Smith, 2010). Dapat dikatakan bahwa faktor kepribadian FFM mempengaruhi penilaian individu terhadap stres. Selain itu, masing-masing faktor kepribadian juga membedakan strategi coping yang dipilih dalam menghadapi stres. McCrae dan Costa (dalam Primaldhi, 2008) menjelaskan bahwa trait kepribadian merupakan faktor yang menentukan jenis strategi coping yang digunakan individu secara konsisten. Sebagai contoh, individu yang memiliki penilaian positif terhadap stres cenderung menggunakan engagement coping.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Penjelasan lebih lanjut untuk pengaruh masing-masing faktor FFM pada coping adalah sebagai berikut: 1. Opennes to experience. Individu dengan opennes to experience yang tinggi melibatkan kecenderungan individu untuk menjadi imajinatif, kreatif, memiliki rasa ingin tahu, fleksibel dan cenderung berorientasi pada kegiatan dan ide-ide baru (McCrae & John, 1992). Kecenderungan tersebut dapat memfasilitasi dan mengarah pada engagement coping yang memerlukan pertimbangan perspektif yang baru, seperti restrukturisasi kognitif dan pemecahan masalah (Carver & Connor-Smith, 2010). Akan tetapi, opennes to experience juga dapat memfasilitasi penggunaan wishfull thingking yang merupakan salah satu strategi disengagement coping. Hal ini terjadi karena individu yang cenderung berimajinasi dan berangan-angan dalam menghadapi masalah (Connor-Smith & Flachsbart, 2007). Dari penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa karakteristik-karakteristik individu opennes to experience lebih banyak memfasilitasi penggunaan engagement coping. 2. Conscientiousness Faktor ini mencerminkan ketekunan, pengaturan dan disiplin diri, organisasi, achievement orientation dan pendekatan musyawarah (McCrae & John, 1992). Individu dengan conscientiousness tinggi memfasilitasi individu dalam pemecahan masalah dan meminimalkan disengagement coping (Carver & Connor-Smith, 2010). Connor-Smith dan Flachsbart, 2007 menambahkan bahwa conscientiousness juga memprediksi penggunaan primary dan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 secondary control engagement coping strategi. Strategi primary control engagement coping tersebut adalah pemecahan masalah dan pengaturan emosi. Strategi tersebut memerlukan perencanaan serta ketekunan dalam mengadapi masalah. Sedangkan strategi secondary control engagement coping adalah distraction dan cognitive restructuring dimana individu memerlukan perubahan atensi dari pikiran negatif menjadi pikiran positif. Individu conscientious juga diprediksi memiliki disengagement coping yang rendah (Vollrath dalam Connor-Smith & Flachsbart, 2007). 3. Extraversion Faktor ini cenderung melibatkan emosi positif, sosialisasi, asertif, energi dan tingkat aktivitas yang tinggi (McCrae & John, 1992). Kecenderungan individu untuk asertif memberikan energi untuk memulai dan bertahan dalam pemecahan masalah atau problem solving (Vollrath dalam Carver & Connor-Smith, 2010). Emosi yang positif akan memfasilitasi individu dalam resrukturisasi kognitif. Selain itu, individu yang memiliki emosi positif cenderung berorientasi pada orang lain atau jaringan sosialnya. Hal ini memfasilitasi individu untuk mendapatkan dukungan sosial ketika individu menghadapi menambahkan bahwa masalah. Connor-Smith faset-faset extraversion dan Flachsbart, tidak 2007 memfasilitasi disengagement coping. 4. Agreeableness Faktor ini melibatkan tingkat kepercayaan dan kepedulian yang tinggi terhadap orang lain (McCrae & John, 1992). Individu yang memiliki tingkat

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 agreeableness tinggi memiliki jaringan sosial yang kuat (Carver & ConnorSmith, 2010). Maka dari itu, faktor agreeableness dapat memprediksi coping yang berorientasi pada dukungan sosial sehingga memfasilitasi dalam pemecahan masalah. Individu yang memiliki tingkat agreeableness tinggi diduga memiliki level yang rendah pada penarikan diri memiliki sifat tabah serta penyesuaian yang baik sehingga memfasilitasi salah satu strategi engagement coping yaitu acceptance (Connor-Smith & Flachsbart, 2007). 5. Neuroticism Faktor ini mencerminkan kecenderungan individu untuk mengalami ketakutan, kesusahan, kesedihan dan physiological arousal (McCrae & John, 1992). Individu neurotic juga cenderung sulit berpikir positif dan melakukan restrukturisasi kognitif. Oleh karena itu, individu neurotic lebih mengarah pada disengagement coping (Carver & Connor-Smith, 2010). Selain itu, individu neurotic melibatkan reaksi fisik dan emosional yang intens untuk meminimalkan stres. Hal tersebut difasilitasi oleh penggunaan disengagement coping strategi dengan cara menghindar. Bentuk penghindaran tersebut dapat berupa penggunaan narkoba atau mengkonsumsi minuman keras. (ConnorSmith & Flachsbart, 2007). Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor opennes to experience, conscientiousness, extraversion dan agreeableness berpengaruh untuk membentuk engagement coping dan mengurangi disengagement coping. Sedangkan faktor neuroticism berpengaruh untuk membentuk disengagement coping dan mengurangi engagement coping.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI E. SKEMA PENELITIAN KEPRIBADIAN FIVE FCTOR MODEL Opennes to Conscientious Extraversion Agreeableness Neuroticism experience ness - Imajinatif Kreatif Rasa ingin tahu tinggi Orientasi kegiatan Ide baru - Tekun - Pengaturn diri - Disiplin - Organisasi - Achievement orientation Emosi positif - Sosialisasi - Energi tinggi - Aktivitas tinggi - ENGAGEMENT COPING - - Ketakutan - Percaya Patuh - Peduli - Orientsi sosial - tabah - Kesedihan - Kecemasan - Pikiran negatif - physiological arousal DISENGGEMENT COPING COPING STRES 36

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 F. HIPOTESIS Berdasarkan uraian di atas, peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut. Masing-masing faktor kepribadian five-factor model berpengaruh secara signifikan terhadap engagement coping dan disengagement coping remaja. 1. Faktor opennes to experience berpengaruh positif dan signifikan pada engagement coping 2. Faktor conscientiousness berpengaruh positif dan signifikan pada engagement coping 3. Faktor extravertion berpengaruh positif dan signifikan pada engagement coping 4. Faktor agreeableness berpengaruh positif dan signifikan pada engagement coping 5. Faktor neuroticism berpengaruh negatif dan signifikan pada engagement coping Rumusan hipotesis untuk pengaruh masing-masing faktor kepribadian five-factor model pada disengagement coping adalah sebagai berikut: 6. Faktor opennes to experience berpengaruh negatif dan signifikan pada disengagement coping 7. Faktor conscientiousness berpengaruh negatif dan signifikan pada disengagement coping 8. Faktor extravertion disengagement coping berpengaruh negatif dan signifikan pada

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Faktor agreeableness berpengaruh negatif dan signifikan 38 pada disengagement coping 10. Faktor neuroticism berpengaruh positif dan signifikan pada disengagement coping.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini menguraikan jenis penelitian, variabel penelitian, definisi operasional variabel penelitian, subjek penelitian, metode pengumpulan data, alat pengumpulan data, dan metode analisis data. A. JENIS PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non-eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh masing-masing faktor kepribadian fivefactor model terhadap coping (engagement coping dan disengagement coping). Dalam penelitian ini, istilah pengaruh bukan menunjuk pada eksperimen tetapi menunjuk pada hubungan sebab akibat yang dihitung melalui peritungan statistik. B. VARIABEL PENELITIAN Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Variabel bebas : faktor kepribadian five-factor model (FFM) - Opennes to experience - Conscientiousness - Extravertion - Agreeableness - Neuroticism 39

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Variabel tergantung 40 : coping - Engagement coping - Disengagement coping C. DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL PENELITIAN Definisi operasional variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Coping Coping adalah usaha kesadaran yang dikehendaki untuk mengatur emosi, pikiran, perilaku, fisiologi dan merespon keadaan yang menyebabkan stres. Definisi operasional dari coping adalah ubahan yang diukur melalui skala coping. Skala coping ini mengukur dua dimensi coping yaitu engagement coping dan disengagement coping. 2. Kepribadian Five-Factor Model Kepribadian five-factor model (FFM) adalah pendekatan teoritis yang mengacu pada lima faktor dasar kepribadian. Definisi operasional dari kepribadian five-factor model adalah ubahan yang diukur melalui skala kepribadian five-factor model yang mengacu pada skala NEO-PI-R. Skala ini mengukur kelima faktor dalam kepribadian five-factor model, yaitu: a. Opennes to experience (O) b. Conscientiousness (C) c. Extraversion (E) d. Agreeableness (A)

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 e. Neuroticism (N) D. SUBJEK PENELITIAN Subjek dalam penelitian ini adalah 71 siswa siswi SMA yang berdomisili di kecamatan Ngemplak Sleman Yogyakarta. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dipilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan (Indirawati, 2006). Kriteria subjek dalam penelitian ini adalah siswa siswi yang berusia 16-18 tahun. Dengan rentangan usia tersebut, subjek masih dalam kategori usia remaja. E. METODE PENGUMPULAN DATA Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode survei dengan cara penyebaran skala yang diisi oleh subjek. Penelitian ini menggunakan dua skala yaitu skala coping dan skala dimensi kepribadian five-factor model. Penyusunan skala coping menggunakan konsep yang dikemukakan oleh Compas (2001). Peneliti berpedoman dan mengadaptasi skala Responses Stress Questionaire (RSQ) yang dikemukakan Compas (dalam Connor-Smith el al., 2000). Skala kepribadian five-factor model mengacu pada skala NEO-PI-R yang dikembangkan oleh Costa dan McCrae (dalam Pervin dkk., 2010). Penggunaan alat ukur NEO-PI-R memerlukan ijin khusus dari penyusunnya. Sebagai konsekuensinya instrumen alat ukur tersebut tidak dapat digunakan

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 secara bebas oleh ilmuwan lain. Maka dari itu, peneliti mengadaptasi item-item dari International Personality Item Pool (IPIP) yang dikembangkan oleh Goldberg (dalam Mastuti, 2005). International Personality Item Pool (IPIP) merupakan usaha yang mengembangkan inventori kepribadian yang item-item domain dalam skalaskala tersebut dapat digunakan untuk tujuan ilmiah ataupun tujuan komersil (http://ipip.ori.org) (Mastuti, 2005). Kedua skala yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode skala Likert dengan respon jawaban sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. F. ALAT PENGUMPULAN DATA 1. Skala Coping Peneliti menyusun skala “coping” berdasarkan teori coping dan mengembangkan alat ukur Responses Stress Questionaire (RSQ). Jenisjenis kategori coping spesifik dalam teori coping meliputi: a. Problem solving atau pemecahan masalah. b. Emotion regulation atau mengatur emosi. c. Distraction atau selingan yang menyenangkan. d. Acceptance atau penerimaan. e. Cognitive restructuring atau merestrukturisasi kognitif. f. Avoidance atau penghindaran. g. Denial atau penyangkalan. h. Wishful thinking.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Tujuan dari skala ini untuk melihat kecenderungan individu dalam menggunakan strategi-strategi dalam menghadapi stresnya apakah cenderung mengarah pada engagement coping atau disengagement coping. Item skala coping sebelum proses seleksi item berjumlah 36 item. Pemberian skor pada skala coping didasarkan pada item-item positif. Skala ini hanya memakai item-item positif karena disesuaikan dengan alat ukur RSQ yang tidak memakai item negatif. Pemberian skor skala coping adalah sebagai berikut: Tabel 1. Skor Item Positif Skala Coping Respon Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Skor 4 3 2 1 Tabel 2. Blueprint Skala Coping Sebelum Seleksi Item No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Jenis coping spesifik Item Problem solving 5, 9, 31 Emotion regulation 2, 13, 26 Distraction 17, 28,36 Acceptance 4, 10, 19 Cognitive restructuring 14, 20, 29, 35 Avoidance 1, 11, 15, 21, 23, 27, 32 7. Denial 8. Wishful thinking Jumlah Jumlah item 3 3 3 3 4 7 6, 8, 18, 22, 25,34 6 3 7, 12, 16, 24, 30, 33 7 36

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 2. Skala Kepribadian Five-Factor Model Skala kepribadian five-factor model (FFM) disusun berdasarkan faset-faset dalam kepribadian five-factor model. Masing-masing faktor dari FFM terdiri dari 6 faset. Faset-faset kelima faktor tersebut adalah: 1. Opennes to experience, terdiri atas: a. Fantasy atau khayalan b. Aesthetics atau keindahan c. Feelings atau perasaan d. Ideas atau ide e. Actions atau tindakan f. Values atau nilai-nilai 2. Conscientiousness, terdiri atas: a. Self-dicipline atau disiplin diri b. Dutifulness atau patuh c. Competence atau kompetensi d. Order atau keteraturan e. Deliberation atau pertimbangan f. Achievement striving atau pencapaian prestasi 3. Extraversion, terdiri atas: a. Gregariousness atau suka berkumpul b. Activity level atau tingkat aktivitas c. Assertiveness atau asertif d. Excitement seeking atau mencari kegirangan atau kegembiraan

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 e. Positive emotions atau emosi yang positif f. Warmth atau kehangatan 4. Agreeableness, terdiri atas: a. Straightforwardness atau berterus terang b. Trust atau kepercayaan c. Altruism atau mendahulukan kepentingan orang lain d. Modesty atau bersahaja e. Tendermindedness atau berhati lembut f. Compliance atau penurut 5. Neuroticism, terdiri atas: a. Anxiety atau kecemasan b. Self-consciousness atau kesadaran diri c. Depression atau depresi d. Vulnerability atau rawan terluka e. Impulsiveness atau menuruti kata hati f. Angry hostility atau amarah bermusuhan Tujuan dari skala kepribadian five-factor model ini adalah untuk melihat kecenderungan kepribadian individu. Pemberian skor pada skala berdasarkan item positif dan negatif. Pemberian skor skala kepribadian fivefactor model adalah sebagai berikut:

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Tabel 3. Skor Item Positif Skala Kepribadian Five-Factor Model Respon Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Skor 4 3 2 1 Tabel 4. Skor Item Negatif Skala Kepribadian Five-Factor Model Respon Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Skor 1 2 3 4 Tabel 5. Blueprint Skala Kepribadian Five-Factor Model Sebelum Seleksi Item No Dimensi 1. Opennes to experience 2. Conscientiou s-ness Facet Positif Negatif Fantasy Aesthetics Feelings Ideas Actions Values 1, 61, 120 25,72, 151 58, 81, 128 15, 97, 141 49, 142 19, 80, 177 18. 88, 129 14, 109, 157 50, 91, 175 47, 111, 140 53, 73, 162 56, 103, 180 Jumlah item 6 6 6 6 5 6 Self-dicipline Dutifulness Competence Order Deliberation Achievement striving 33, 112, 138 60, 98, 158 51, 87, 178 16, 96, 173 8, 74, 137 42, 71, 169 2, 82, 121 7, 67, 130 26, 119, 163 41, 104, 152 57, 89, 127 34, 63,171 6 6 6 6 6 6 Gregariousness 20, 83, 122 46, 113, 153 6

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Extravertion 4. Agreeableness 5. Neuroticism 47 Activity level Assertiveness Excitement seeking Positive emotions Warmth 35, 95, 170 9, 68, 159 24, 79, 150 3, 62, 168 43, 86, 136 52, 105, 164 27, 99, 131 17, 90,143 37, 75, 126 54, 102, 149 6 6 6 6 6 Straightforwardness Trust Altruism Modesty Tendermindedness Compliance 21, 84, 144 28, 110, 123 23, 100, 160 38, 78, 135 10, 115, 167 44, 64, 165 13, 106, 154 31, 92, 132 36, 66, 148 4, 93, 125 40, 70, 133 12, 117, 155 6 6 6 6 6 6 29, 107, 145 32, 94, 172 22, 77, 124 48, 118, 156 5, 65, 161 45,101, 139, 146 59, 114, 166 39, 76, 134 55, 85, 174 30, 108, 176 11, 116, 179 6, 69, 147 89 91 6 6 7 Anxiety Self-consciousness Depression Vulnerability Impulsiveness Angry hostility TOTAL 6 6 6 180 G. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS ALAT PENELITIAN 1. Uji Validitas Validitas menunjukkan apakah suatu alat ukur dapat mengukur secara cermat dan tepat dalam melaksanakan fungsi ukurnya. Alat ukur memiliki validitas tinggi apabila alat ukur tersebut memberi hasil yang sesuai dengan tujuan pengukuran (Azwar, 2003). Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas tampang dan validitas isi. Validitas tampang dilihat dari tampilan luar alat ukur, apakah alat ukur tersebut meyakinkan dan terkesan mampu mengukur apa yang akan diukur. Validitas isi dilakukan dengan pengujian isi alat ukur oleh profesional judgment atau orang yang lebih ahli dalam bidang tersebut. Uji validitas

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 tampang pada skala coping dan skala kepribadian five-factor model melalui langkah berikut: 1) Item-item skala coping diadaptasi dan dikembangkan dari alat ukur Responses Stress Questionaire. Item-item skala kepribadian diadaptasi dari item-item IPIP website. Item-item tersebut kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Proses penterjemahan dilakukan oleh orang yang berkompeten dalam bidang bahasa Inggris dengan pendidikan S1. 2) Setelah diterjemahkan, pemakaian tata bahasa dikonsultasikan pada guru bahasa Indonesia untuk melihat kesesuaian dengan tata bahasa Indonesia. 3) Peneliti memberikan skala pada 2 siswa SMA dan 2 siswi SMA untuk melihat kesesuaian dan pemahaman pernyataan item. Uji validitas isi dilakukan oleh profesional judgment yaitu dosen pembimbing skripsi. 2. Seleksi Item Uji seleksi item menggunakan korelasi item total melalui SPSS for Windows versi 16.00. Seleksi item dilakukan untuk mendapat item-item yang valid. Seleksi item didasarkan pada daya diskriminasi item. Penghitungan daya diskriminasi item dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor item dengan skor item total sehingga mendapat koefisien korelasi item total (rix) yang disebut indeks daya beda item (Azwar, 2012). Item dengan koefisien korelasi item total minimal 0,30

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 memiliki daya diskriminasi baik. Akan tetapi, apabila jumlah item yang valid belum mencukupi, standard korelasi item total dapat diturunkan menjadi 0,25 (Azwar, 2012). Peneliti menggunakan standard 0,25 dalam penyeleksian item skala penelitian. Uji coba alat ukur dilakukan di SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman Yogakarta pada tanggal 28 Desember 2012. Peneliti menyebar skala berjumlah 72 skala, akan tetapi hanya 71 skala yang dipakai karena 1 skala tidak diisi secara lengkap oleh subjek. Seleksi item pada skala coping menghasilkan 26 item sahih dari 36 item. Item-item yang sahih meliputi 1 item untuk jenis problem solving, 1 item untuk jenis emotion regulation, 3 jenis untuk jenis distraction, 2 item untuk jenis acceptance, 3 jenis untuk jenis cognitive restructuring, 5 item untuk jenis avoidance, 4 item untuk jenis denial dan 7 item untuk jenis wishful thinking. Berikut ini dapat dilihat tabel blue print skala coping setelah dilakukan seleksi item. Tabel 6. Blueprint Skala Coping Setelah Seleksi Item No 1 2 3 4 5 6 7 8 Jenis coping spesifik Problem solving Emotion regulation Distraction Acceptance Cognitive restructuring Avoidance Denial Wishful thinking Jumlah Item 5, 9, 31 2,13, 26 17, 28,36 4, 10, 19 14, 20, 29, 35 1, 11, 15, 21, 23, 27, 32 6, 8, 18, 22, 25,34 3, 7, 12, 16, 24, 30, 33 Jumlah item 1 1 3 2 3 5 4 7 26

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 *Bold = item gugur Tabel 7. Blueprint Sebaran Item Skala Coping Jenis coping spesifik Item Jumlah item Problem solving 4 1 Emotion regulation 1 1 Distraction 13, 19, 26 3 Acceptance 3, 14 2 Cognitive restructuring 10, 20, 25 3 Avoidance 8, 11, 15, 18, 22 5 Denial 5, 7 17, 24 4 Wishful thinking 2, 6, 9, 12, 16, 21,23 7 26 Jumlah Seleksi item pada skala kepribadian five-factor model No 1 2 3 4 5 6 7 8 menghasilkan 118 item sahih dari 180 item. Item-item yang sahih meliputi 23 item mewakili dimensi Opennes to experience, 27 item mewakili dimensi conscientiousness, 22 item mewakili dimensi extravertion, 22 item mewakili agreeableness dan 24 item mewakili dimensi neuroticism. Berikut ini dapat dilihat tabel blue print skala kepribadian five-factor model setelah dilakukan seleksi item. Tabel 8. Blueprint Skala Kepribadian Five-Factor Model Setelah Seleksi Item No Dimensi Faset 1 Opennes to experience Fantasy Aesthetics Feelings Ideas Actions Values 2 Conscienti Self-dicipline Dutifulness Positif 1, 61, 120 25, 72, 151 58, 81, 128 15, 97, 141 49, 142 19, 80, 177 Negatif Jumlah item 18. 88, 129 2 14, 109, 157 4 50, 91, 175 5 47, 111, 140 5 53, 73, 162 3 56, 103, 180 4 33, 112, 138 2, 82, 121 60, 98, 158 7, 67, 130 5 5

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Competence Order Deliberation Achievementstriving 51, 87, 178 16, 96, 173 8, 74, 137 42, 71, 169 26, 119, 163 41, 104, 152 57, 89, 127 34, 63,171 5 4 4 4 Extravertion Gregariousness Activity level Assertiveness Excitement seeking Positive emotions Warmth 20, 83, 122 35, 95, 170 9, 68, 159 24, 79, 150 3, 62, 168 43, 86, 136 46, 113, 153 52, 105, 164 27, 99, 131 17, 90, 143 37, 75, 126 54, 102, 149 5 3 1 4 4 5 Agreeableness Straightforwardness Trust Altruism Modesty Tendermindedness Compliance 21, 84, 144 28, 110, 123 23, 100, 160 38, 78, 135 10, 115, 167 44, 64, 165 13, 106, 154 31, 92, 132 36, 66, 148 4, 93, 125 40, 70, 133 12, 117, 155 3 1 5 3 5 5 Anxiety 29, 107, 145 Self-consciousness 22, 77, 124 Depression 5, 65, 161 Vulnerability 59, 114, 166 Impulsiveness 55, 85, 174 Angry hostility 11, 116, 179 TOTAL 32, 94, 172 48, 118, 156 45, 101, 139 39, 76, 134 30, 108, 176 6, 69, 147 5 2 4 6 2 5 118 ousness 3 4 5 51 Neuroticism *Bold = item gugur Tabel 9. Blueprint Sebaran Item Skala Kepribadian Five-Factor Model No 1 Dimensi Opennes to experience 2 Conscientiousness Facet Fantasy Aesthetics Feelings Ideas Actions Values Positif 1 16, 47, 99 36, 54, 85 65, 193 31, 94 13, 53 Negatif 86 73 60, 115 30, 74, 92 33 158, 118 Self-dicipline Dutifulness Competence Order Deliberation Achievement 20, 75, 90 38, 66,103 32, 58,116 12, 64,113 48, 89 26, 46,110 2, 82 6, 43 81, 105 25 35, 84 112 Jumlah item 2 4 5 5 3 4 5 5 5 4 4 4

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 striving 55, 83 71, 76, 100 5 Gregariousness Activity level 63, 111 106 3 Assertiveness Excitement seeking Positive emotions Warmth 7 15, 52 3, 39 27, 57 59, 95 22, 49 34, 69, 98 1 4 4 5 Straightforwardness 56 Trust Altruism 14, 67 Modesty 51, 88 Tendermindedness 8, 78, 109 Compliance 28, 40, 107 11, 71 61 21, 42, 97 4 24, 45 10, 101 3 1 5 3 5 5 Anxiety 17, 72, 96 Neuroticism Self-consciousness Depression 41, 104 Vulnerability 37, 77, 108 Impulsiveness 114 Angry hostility 9, 79, 117 TOTAL 19, 62 80, 102 68, 91 23, 50, 87 18 5, 44 5 2 4 6 2 5 118 Extravertion 3 4 5 Agreeableness 3. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2003). Peneliti menggunakan koefisien Alpha dari Cronbach. Suatu alat ukur dapat dikatakan reliabel apabila mempunyai koefisien Alpha minimal 0.600 (Azwar, 2003). Berdasarkan perhitungan statistik menggunakan program SPSS for windows versi 16.0, reliabilitas kedua skala adalah sebagai berikut: a. Skala Coping Koefisien reliabilitas yang diperoleh sebesar 0,860. Nilai koefisien tersebut menunjukkan bahwa reliabilitas skala coping tinggi.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 b. Skala Kepribadian Five-Factor Model Koefisien reliabilitas masing-masing faktor adalah sebagai berikut: 1) Opennes to experiences memiliki koefisien alpha 0,878 2) Conscientiousness memiliki koefisien alpha 0,885 3) Extravertion memiliki koefisien alpha 0,837 4) Agreeableness memiliki koefisien alpha 0,799 5) Neuroticism memiliki koefisien alpha 0,902 Koefisien masing-masing faktor diatas menunjukkan bahwa reliabilitas masing-masing faktor skala kepribadian five-factor model tinggi. H. METODE ANALISIS DATA Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi. Metode ini dipilih dengan alasan untuk mengetahui pengaruh masing-masing faktor kepribadian five-factor model terhadap coping (engagement coping dan disengagement coping) remaja. Dalam analisis regresi terdapat persamaan regresi untuk melihat informasi garis regresi. Informasi terkait garis regresi dinyatakan dalam bentuk persamaan prediksi Y= a + b1X1 + b2X2 + bnXn. Prediksi Y adalah prediksi variabel dependen dengan menggunakan informasi dari variabel independen. Intercept yang dilambangkan sabagai a merupakan konstanta dalam persaamaan regresi. Sedangkan slope yang dilambangkan sebagai b atau beta

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 digunakan untuk melihat berapa banyaknya peningkatan Y jika X meningkat satu poin (Santoso, 2010). Koefisien beta dapat dilihat pada tabel coefficients yaitu pada standardized coefficients beta atau unstandardized coefficients beta. Standardized coefficients beta meupakan koefisien parameter regresi dari variabel yang sudah distandarisasi dengan satandar deviasi masing-masing variabel. Pemilihan beta pada standardized coeffiscients bertujuan untuk mendapatkan koefisien yang memiliki basis unit yang sama. Dengan menggunakan standardized coefficients, konstanta akan hilang. Hal ini dikarenakan pada proses pembentukan standardized variabel akan menghilangkan konstanta dari persaamaan. Regresi yang tidak memiliki konstanta berdampak pada R square “biasa” yang tidak dapat dgunakan lagi. Hal ini dikarenakan rumus R square “biasa” secara tegas mengasumsikan bahwa model tersebut memiliki konstanta dalam perhitungannya. Interpretasi koefisien beta juga menjadi sulit karena harus dikaitkan dengan standar deviasai variabel (Firmansyah, 2008). Berbeda dengan unstandardized coefficients beta, regresi dihasilkan dengan menggunakan variabel biasa yang tidak distandardisasi, tetap menggunakan unit skala dan ukuran aslinya sehingga R square “biasa” dapat digunakan. Dapat dikatakan bahwa unstandardized coefficients beta lebih mudah untuk dibaca karena tidak dkaitkan oleh standar deviasi (Firmansyah, 2008). Dalam coefficients beta. penelitian ini, koefisien beta dilihat dari unstandardized

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini menguraikan mengenai pelaksanaan penelitian, deskripsi subjek, hasil penelitian dan pembahasan. A. PELAKSANAAN PENELITIAN Penelitian dilaksanakan pada hari Selasa-Kamis tanggal 5 - 7 Maret 2013. Pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu skala A (skala dimensi kepribadian five-factor model) dan skala B (skala coping yang terdiri dari engagement dan disengagement coping). Skala yang diberikan subjek diatur dengan urutan skala A-B dan skala B-A. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya eror karena jumlah item yang cukup banyak. Peneliti memberikan skala kepada 71 subjek. B. DESKRIPSI SUBJEK 1. Deskripsi Subjek Penelitian Subjek penelitian berjumlah 71 remaja yang terdiri dari 25 remaja laki-laki dan 46 remaja perempuan. Subjek penelitian sebagian besar berusia 17 tahun. Data lain yang berkaitan dengan keadaan diri subjek tidak dikumpulkan oleh peneliti. 55

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Tabel 10 Deskripsi Subjek Penelitian 16 0 1 Laki-laki Perempuan 2. Usia (tahun) 17 19 37 18 6 8 Total 25 46 71 Deskripsi Data Penelitian Deskripsi data digunakan untuk mengetahui informasi yang berkaitan dengan data penelitian yang menggambarkan tanggapan subjek terhadap variabel penelitian. Hal ini dilakukan dengan cara membandingkan Mean Teoritis (MT) dan Mean Empiris (ME). Penghitungan untuk mengetahui besar MT menggunakan rumus sebagai berikut: MT  ( skor terendah x jumlah item )  ( skor tertinggi x jumlah item ) 2 Sedangkan Mean Empiris diperoleh dengan perhitungan menggunakan One Sample t- test. Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tabel rangkuman data penelitian: Tabel 11 Deskripsi Data Penelitian Variabel N Min. t Max. t X1 X2 X3 X4 X5 Y1 Y2 71 71 71 71 71 71 71 23 27 22 22 24 10 16 92 108 88 88 96 40 64 Min. E Max. E 60 60 51 53 32 22 31 92 106 86 83 79 38 53 Mean teoritis 58 67 55 55 60 25 40 Mean empiris 71.690 78.985 65.450 64.056 59.591 32.070 43.788

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Keterangan : a. X : Variabel bebas, yaitu faktor kepribadian FFM X1 : Opennes to experience X2 : Conscientiousness X3 : Extravertion X4 : Agreeableness X5 : Neuroticism b. Y : Variabel tergantung, yaitu coping Y1 : Engagement coping Y2 : Disengagement coping c. N : Jumlah subjek penelitian d. Skor Min. t : skor paling rendah yang diperoleh subjek pada skala e. Skor Max.t : skor paling tinggi yang diperoleh subjek pada skala f. Skor Min. E : skor paling rendah yang diperoleh subjek penelitian g. Skor Max. E : skor paling rendah yang diperoleh subjek penelitian h. Mean teoritis : rata-rata skor alat ukur dan diperoleh dari angka yang menjadi titik tengah alat ukur i. Men empiris : rata-rata skor data penelitian yang diperoleh dari angka yang merupkan rata-rata hasil penelitian j. SD : standar deviasi, menunjukkan variasi jawaban subjek Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa variabel bebas opennes to experience, conscientiousness, extravertion dan agreeableness memiliki mean empiris yang lebih tinggi dari mean teoritisnya. Hal ini

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 menunjukkan bahwa subjek cenderung memiliki tingkat opennes to experience, conscientiousness, extravertion dan agreeableness yang tinggi. Sedangkan variabel neuroticism diketahui bahwa mean empiris lebih kecil daripada mean teoritis yang menunjukkan bahwa subjek memiliki tingkat neuroticism yang rendah. Tabel di atas juga menunjukkan bahwa kedua variabel tergantung memiliki mean empiris yang lebih tinggi dari mean teoritisnya. Meskipun demikian, selisih antara mean empiris dan teoritis paling besar terdapat pada engagement coping. C. HASIL PENELITIAN Sebelum melakukan analisis data untuk uji hipotesis, peneliti melakukan uji asumsi terlebih dahulu. Uji asumsi terdiri dari uji normalitas, uji linearitas, uji heteroskedastisitas dan uji multikolonieritas (Santoso, 2010). 1. Uji Asumsi a. Uji normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui distribusi data yang diperoleh bersifat normal atau tidak (Santoso, 2010). Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji One Sample Kolmogrov-Smirnov Test pada program SPSS for windows versi 16.0. Distribusi data dikatakan normal apabila nilai p > 0.05

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Tabel 12 Uji Normalitas One Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kolmogorov-Smirnov p (2-tailed) Engagement coping 1.086 0.189 Disengagement coping 0.845 0.472 Opennes to experience 1.053 0.217 Conscientiousness 1.200 0.112 Extravertion 0.930 0.352 Agreeableness 1.121 0.162 Neuroticism 0.985 0.286 Berdasarkan hasil di atas, semua variabel memiliki probabilitas lebih besar dari 0,05 (p > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa distribusi data dianggap normal. b. Uji linearitas Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah variabel bebas dan variabel tergantung memiliki hubungan yang linear atau tidak (Santoso, 2010). Variabel-variabel tersebut dikatakan linear apabila memenuhi syarat p < 0,05. Pengujian linearitas menggunakan test for linearity dalam SPSS versi 16.0 for windows. Ringkasan hasil uji linearitas adalah sebagai berikut : Tabel 13 Uji Linearitas (Test for Linearity) Opennes*Engagement Conscientiousness*Engagement Extravertion*Engagement Agreeableness*Engagement Neuroticism*Engagement Opennes*Disengagement Conscientiousness* Disengagement F 9.269 19.431 44.512 11.783 23.325 18.482 16.50 Sig 0.004 0.000 0.000 0.001 0.000 0.000 0.000

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Extravertion* Disengagement Agreeableness* Disengagement Neuroticism* Disengagement Dari tabel di atas menunjukkan 60 23.932 0.000 11.857 0.001 9.007 0.005 bahwa semua memiliki taraf signifikansi p < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bersifat linear antara faktor kepribadian five-factor model dengan engagement dan disengagement coping. c. Uji heteroskedastisitas Dalam persamaan regresi ganda perlu diuji terkait sama atau tidaknya varians dari residual dari pengamatan satu ke pengamatan yang lain. Jika residualnya memiliki varians yang sama disebut terjadi Homoskedstisitas. Apabila variansnya bebeda maka terjadi Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi heteroskedastisitas (Santoso, 2010; Sunyoto, 2010). Untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan menggunakan teknik uji koefisien Spearman’s rho oleh SPSS versi 16.0 for windows. Hasil uji heteroskedastisitas adalah sebagai berikut: Tabel 14 Uji Heteroskedastisitas Faktor Kepribadian- Engagement Coping Spearman’s X1 Opennes rho expeience to Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N (Error Term) -.128 .287 71

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI X2 Conscientiousness Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N .118 .328 71 X3 Extraversion Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N .134 .266 71 X4 Agreeableness Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N .179 .134 71 X5 Neuroticism Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N -.119 .322 71 Tabel 15 Uji Heteroskedastisitas Faktor Kepribadian–Disengagement Coping Spearman’s X1 Opennes rho expeience (Error Term) to Correlation Coefficient .172 Sig. (2-tailed) .151 N 71 X2 Conscientiousness Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N .123 .307 71 X3 Extraversion Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N .099 .411 71 X4 Agreeableness Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N .214 .073 71 X5 Neuroticism Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N .067 .581 71 61

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Dari kedua tabel di atas, semua memiliki signifikansi di atas 0,05. Hal ini menunjukkan bawa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. d. Uji multikolonieritas Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik sehausnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen. Salah satu cara untuk melihat ada atau tidaknya multikolonieritas yaitu dengan cara melihat nilai tolerance yang mendekati 1 dan nilai variance inflation factor (VIF ) di sekitar angka 1 (Santoso, 2010). Dibawah ini adalah tabel yang menunjukkan uji multikolinieritas. Tabel 16 Uji Multikolinieritas Model Regresi Y1 dan Model Regresi Y2 Mode1 Collinearity Statictics Tolerance VIF Model Y1 (Engagement coping) (Constant) X1Opennes to experience X2 Conscientiousness X3 Extraversion X4 Agreeableness X5 Neuroticism .795 .824 .868 .860 .808 1.257 1.214 1.153 1.163 1.238 Model Y2 (Disengagement coping) (Constant) X1 Opennes to experience X2 Conscientiousness X3 Extraversion X4 Agreeableness X5 Neuroticism .795 .824 .868 .860 .808 1.257 1.214 1.153 1.163 1.238

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Dari hasil di atas dapat dilihat bahwa kedua model memiliki nilai tolerance yang mendekati 1 dan nilai VIF di sekitar angka 1. Hal ini menunjukkan tidak adanya multikolinieritas pada model regresi. 2. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan dengan teknik analisis regresi dengan menggunakan program SPSS versi 16.0 for windows. Analisis data dibagi menjadi dua model yaitu model 1 untuk melihat pengaruh masing-masing faktor kepribadian FFM pada engagement coping. Sedangkan model 2 untuk melihat pengaruh masing-masing faktor kepribadian FFM pada disengagement coping. a. Model 1 Tabel 17 Uji Hipotesis Faktor Kepribadian pada Engagement Coping Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1(Constant) opennes constientiousness extravesion agreeableness neuroticism Standardized Coefficients Correlations B Std. Error Beta t Sig. 2.641 .104 .108 .211 .098 -.112 4.573 .035 .027 .033 .037 .026 .223 .297 .455 .191 -.324 .577 2.983 4.036 6.351 2.649 -4.371 .566 .004 .000 .000 .010 .000 Zero-order Partial Part .343 .449 .585 .354 -.518 .347 .448 .619 .312 -.477 .199 .269 .423 .177 -.291 a. Dependent Variable:engagement Dari tabel di atas diperoleh persamaan regresi : Y1 = 2,641+ 0,104 X1 +0,108 X2 +0,211 X3+0,098 X4- 0,112 X5

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Y1 adalah prediksi engagement coping dengan menggunakan informasi dari kelima variabel independen. Konstanta dalam persaman regresi di atas sebesar 2,641. Sedangkan nilai beta pada masing-masing variabel independen menunjukkan bahwa setiap terjadi peningkatan variabel X sebesar satu satuan, maka Y1 akan meningkat sebesar nilai beta pada masing-masing X. Untuk mengetahui kontribusi masing-masing variable independen pada engagement coping dapat dilihat pada nilai correlations partial. Nilai R pada X1 sebesar 0,347 sehingga didapat nilai R2 sebesar 0,120. Hal ini menunjukkan bahwa opennes to experience berpengaruh pada engagement coping sebesar 12 %. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat openness to experience maka semakin tinggi tingkat engagement coping. Nilai probabilitas variabel openness to experience adalah 0,004 (p < 0,05). Dengan demikian hipotesis terbukti, yaitu faktor opennes to experience berpengaruh secara signifikan pada engagement coping remaja. Nilai R pada X2 sebesar 0,448 sehingga didapat nilai R2 sebesar 0,20. Hal ini menunjukkan bahwa conscientiousness berpengaruh pada engagement coping sebesar 20 %. Semakin tinggi tingkat conscientiousness, semakin tinggi tingkat engagement coping. Nilai probabilitas variabel conscientiousness adalah 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian hipotesis terbukti, yaitu faktor conscientiousness berpengaruh secara signifikan pada engagement coping remaja. Sedangkan nilai R pada X3 sebesar 0,619 sehingga didapat nilai R2 sebesar 0,383. Hal ini menunjukkan bahwa faktor extraversion berpengaruh

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 pada engagement coping sebesar 38,3 %. Semakin tinggi tingkat extravertion remaja, semakin tinggi tingkat engagement coping. Nilai probabilitas variabel extravertion adalah 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian hipotesis terbukti, yaitu faktor extravertion berpengaruh secara signifikan pada engagement coping remaja. Sedangkan nilai R pada faktor agreeableness (X4) sebesar 0,98 sehingga didapat nilai R2 sebesar 0,097. Hal ini menunjukkan bahwa faktor agreeableness berpengaruh pada engagement coping sebesar 9,7%. Semakin tinggi tingkat agreeableness remaja, semakin tinggi tingkat engagement coping. Nilai probabilitas variabel agreeableness adalah 0,010 (p < 0,05). Dengan demikian hipotesis terbukti, yaitu faktor agreeableness berpengaruh signifikan pada engagement coping remaja. Nilai R pada X5 sebesar -0,477 sehingga didapat nilai R2 sebesar 0,228. Hal ini menunjukkan bahwa neuroticism berpengaruh negatif pada engagement coping sebesar 22,8 %. Semakin tinggi tingkat neuroticism remaja, semakin rendah tingkat engagement coping. Nilai pobabilitas variabel opennes to experience adalah 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian hipotesis terbukti, yaitu faktor neuroticism berpengaruh signifikan pada engagement coping remaja.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 b. Model 2 Tabel 18 Uji Hipotesis Faktor Kepribadian pada Disengagement Coping Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1(Constant) opennes constientiousnes extravesion agreeableness neuroticism a. B Std. Error 103.301 .831 .308 .144 .244 .264 .114 068 .052 .064 .071 .049 Standardized Coefficients Correlations Beta -.392 -.236 -.313 -.307 .198 t Sig. 11.697 .000 -4.554 -2.794 -3.796 -3.705 2.316 .000 .007 .000 .000 .024 Zero-order .460 -.430 -.467 -.382 .368 Partial .492 -.327 .426 .418 .276 DependentVariable: disengagement Dari tabel di atas diperoleh persamaan regresi : Y2 = 103,301 – 0,308X1 – 0,144X2 – 0,244X3 – 0,264X4 + 0,114X5 Y2 adalah prediksi disengagement coping dengan menggunakan informasi dari kelima variabel independen. Konstanta dalam persaman regresi di atas sebesar 103,301. Sedangkan nilai beta pada masing-masing variabel independen menunjukkan bahwa setiap terjadi peningkatan variabel X sebesar satu satuan, maka Y2 akan meningkat sebesar nilai beta pada masing-masing X. Nilai R pada X1 sebesar -0,492 sehingga didapat nilai R2 sebesar 0,242. Hal ini menunjukkan bahwa opennes to experience berpengaruh negatif pada disengagement coping sebesar 24,2 %. Semakin tinggi tingkat openness to experience, semakin rendah tingkat disengagement coping. Nilai probabilitas variabel opennes to experience adalah 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian hipotesis terbukti, yaitu faktor opennes to experience berpengaruh secara signifikan pada disengagement coping remaja. Part -.349 -.214 -.291 -.284 .178

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Nilai R pada X2 sebesar -0,327 sehingga didapat nilai R2 sebesar 0,106. Hal ini menunjukkan bahwa conscientiousness berpengaruh negatif pada disengagement coping sebesar 10,6%. Semakin tinggi tingkat conscientiousness remaja, semakin rendah tingkat disengagement coping. Nilai probabilitas variabel conscientiousness adalah 0,007 (p < 0,05). Dengan demikian hipotesis terbukti, yaitu faktor conscientiousness berpengaruh secara signifikan pada disengagement coping remaja. Nilai R pada X3 sebesar -0,426 sehingga didapat nilai R2 sebesar 0,181. Hal ini menunjukkan bahwa dimensi extraversion berpengaruh negatif pada disengagement coping sebesar 18,1 %. Semakin tinggi tingkat extravertion remaja, semakin rendah tingkat disengagement coping. Nilai probabilitas variabel extravertion adalah 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian hipotesis terbukti, yaitu faktor extravertion berpengaruh secara signifikan pada disengagement coping remaja. Sedangkan nilai R pada faktor agreeableness (X4) sebesar -0,418 sehingga nilai R2 sebesar 0,174. Hal ini menunjukkan bahwa faktor agreeableness berpengaruh negatif pada disengagement coping sebesar 17,4 %. Semakin tinggi tingkat agreeableness remaja, semakin rendah tingkat disengagement coping. Nilai probabilitas variabel agreeableness adalah 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian hipotesis terbukti, yaitu faktor agreeableness berpengaruh signifikan pada disengagement coping remaja. Nilai R pada X5 sebesar 0,276 sehingga didapat nilai R2 sebesar 0,076. Hal ini menunjukkan bahwa neuroticism berpengaruh pada engagement coping

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 sebesar 7,6 %. Semakin tinggi tingkat neuroticism, semakin tinggi tingkat disengagement coping. Nilai probabilitas variabel neuroticism adalah 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian hipotesis terbukti, yaitu faktor neuroticism berpengaruh signifikan pada disengagement coping remaja. D. PEMBAHASAN Hasil analisis menunjukkan bahwa masing-masing faktor kepribadian FFM memberikan pengaruh yang signifikan pada engagement coping dan disengagement coping. Ditinjau dari nilai R2 pengaruh dari masing-masing faktor kepribadian FFM pada engagement dan disengagement coping cenderung kecil. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat faktor lain yang mempengaruhi penggunaan coping selain faktor kepribadian. Faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini antara lain karakteristik situasional, faktor lingkungan (dukungan sosial) dan perbedaan individu seperti jenis kelamin dan tingkat perkembangan kognitif individu (Parker dalam Kertamuda & Herdiansyah, 2009). Dari kelima faktor kepribadian, faktor opennes to experience memberikan pengaruh negatif paling besar sebanyak 24,2% pada disengagement coping. Remaja dengan tingkat opennes to experience tinggi memiliki kepribadian imajinatif, kreatif dan berorientasi dengan kegiatan atau ide-ide baru. Dengan kecenderungan sifat–sifat tersebut, remaja opennes to experience tinggi memiliki pertimbangan perspektif-perspektif baru untuk mengadapi dan mengatasi sumber masalahnya. Dapat dikatakan bahwa semakin remaja memiliki banyak pengalaman, pengetahuan, dan ide-ide baru, maka semakin ia lebih mampu untuk

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 terlibat dalam penyelesaian masalah sehingga meminimalisir dalam penggunaan strategi disengagement coping. Selain itu, faktor extravertion memberikan kontribusi paling besar pada engagement coping sebanyak 38,3%. Hal ini menunjukkan bahwa faktor extravertion berpengaruh positif cukup kuat pada engagement coping. Remaja ekstrovert cenderung memiliki emosi positif, asertif, tingkat aktivitas dan sosialisasi yang tinggi. Dengan kecenderungan yang asertif dapat memberikan energi untuk memulai dan bertahan dalam pemecahan masalah. Emosi yang positif juga memfasilitasi individu dalam meresrukturisasi kognitif dan dukungan sosial yang kuat. Dapat dikatakan bahwa semakin remaja memiliki emosi yang positif, asertif dan tingkat sosialisasi yang tinggi, semakin remaja lebih mampu, bersemangat dan berantusias dalam meyelesaikan masalahnya sehingga memfasilitasi dalam penggunaan strategi engagement coping. Faktor neuroticism merupakan satu-satunya faktor kepribadian yang memiliki pengaruh negatif pada engagement coping dan berpengaruh secara positif pada disengagement coping. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Friedman-Wheeler (2008) menunjukkan bahwa kepribadian neurotic memfasilitasi penggunaan disengagement coping. Remaja berkepribadian neurotic cenderung mengalami kesedihan, ketakutan dan kecemasan dalam menghadapi sesuatu. Selain itu, remaja neurotic juga cenderung sulit untuk berpikir positif. Sulitnya berpikir positif menyebabkan remaja sulit untuk merekonstruksi pikiran dalam menghadapi masalah. Semakin remaja didominasi oleh rasa sedih, takut, cemas dan pemikiran negatif, maka ia semakin sulit untuk

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 terlibat dalam penyelesaian masalahnya. Hal ini memfasilitasi remaja untuk lebih menggunakan strategi-strategi disengagement coping seperti menghindar ataupun berfantasi dalam menghadapi masalahnya. Penelitian ini memiliki keterbatasan berkaitan dengan alat ukur kepribadian FFM. Peneliti mengadaptasi skala yang diperoleh dari IPIP website dengan memilih item secara acak dan tidak mempertimbangkan dasar pemilihan item. Prosedur tersebut kurang dianjurkan dalam mengadaptasi item skala penelitian.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini menguraikan kesimpulan dan saran. A. KESIMPULAN Berdasarkan analisis data pengaruh masing-masing faktor kepribadian five-factor model pada engagement coping adalah sebagai berikut: 1. Faktor opennes to experience berpengaruh positif dan signifikan pada engagement coping dengan nilai R2 sebesar 0,120 dan nilai signifikansi 0,004 (p < 0,05). 2. Faktor conscientiousness berpengaruh positif dan signifikan pada engagement coping dengan nilai R2 sebesar 0,20 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). 3. Faktor extravertion berpengaruh positif dan signifikan pada engagement coping dengan nilai R2 sebesar 0,383 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). 4. Faktor agreeableness berpengaruh positif dan signifikan pada engagement coping dengan nilai R2 sebesar 0,097 dan nilai signifikansi 0,010 (p < 0,05). 5. Faktor neuroticism berpengaruh negatif dan signifikan pada engagement coping dengan nilai R2 sebesar -0,228 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). 71

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Sedangkan analisis data pengaruh masing-masing faktor kepribadian five-factor model pada disengagement coping adalah sebagai berikut: 6. Faktor opennes to experience berpengaruh negatif dan signifikan pada disengagement coping dengan nilai R2 sebesar -0,242 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). 7. Faktor conscientiousness berpengaruh negatif dan signifikan pada disengagement coping dengan nilai R2 sebesar -0,106 dan nilai signifikansi 0,007 (p < 0,05). 8. Faktor extravertion berpengaruh negatif dan signifikan pada disengagement coping dengan nilai R2 sebesar -0,181 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). 9. Faktor agreeableness berpengaruh negatif dan signifikan pada disengagement coping dengan nilai R2 sebesar -0,174 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). 10. Faktor neuroticism berpengaruh positif dan signifikan pada disengagement coping dengan nilai R2 sebesar 0,076 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) Dari sepuluh butir pengaruh diatas dapat disimpulkan bahwa keempat faktor kepribadian yaitu opennes to experience, conscientiousness, extravertion dan agreeableness berpengaruh positif pada engagement coping dan berpengaruh negatif pada disengagement coping. Sedangkan faktor neuroticism berpengaruh negatif pada engagement coping dan berpengaruh positif pada disengagement coping.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 B. SARAN 1. Untuk Remaja Remaja disarankan untuk melihat penelitian ini sebagai informasi bahwa faktor kepribadian opennes to experience, conscientiousness, extravertion dan agreeableness berpengaruh positif pada engagement coping. Sedangkan faktor neuroticism berpengaruh positif pada disengagement coping. Remaja dengan kecenderungan kepribadian opennes to experience, conscientiousness, extravertion dan agreeableness disarankan dapat mempertahankan dan mengembangkan kemampuan engagement coping yang dimiliki. Sedangkan remaja dengan kecenderungan kepribadian neurotic diharapkan lebih mampu mengelola kemampuan coping yang baik. Remaja dengan kecenderungan neurotic dapat mengikuti kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dalam pengelolaan coping yang baik. Misalnya saja, remaja dapat belajar atau berlatih cara mengelola emosi yang baik. 2. Untuk Pendamping Pendamping (orangtua dan guru) disarankan dapat mengajak dan mengarahkan remaja dalam menggunakan keterampilan coping yang adaptif yaitu engagement coping. Selain itu pendamping dapat mengadakan intervensi psikologis yang ditujukan untuk pencegahan psikopatologi bagi remaja yang memiliki kecenderungan kepribadian neurotic.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 3. Untuk Peneliti Selanjutnya a. Penelitian tidak melakukan kontrol terhadap jenis kelamin subjek. Penelitian selanjutnya disarankan dapat melakukan kontrol terhadap jenis kelamin dengan menyamakan jumlah subjek laki-laki dan perempuan. Hal tersebut berguna untuk mengetahui adakah perbedaan pengaruh faktor kepribadian FFM pada coping antara remaja laki-laki dan perempuan. b. Penelitian ini memilih secara acak dan tidak mempertimbangkan dasar pemilihan item-item skala FFM yang diadaptasi dari IPIP website. Peneliti selanjutnya disarankan dalam mengadaptasi item-item dengan mempertimbangkan jenis item yang dipilih. Misalnya berdasarkan tingginya koefisien korelasi yang dimiliki item tersebut.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA American Psychological Assosiation Survey. (2009). APA stress survey: Children are more stressed than parents realize. Diunduh dari http://www.apapracticecentral.org/update/2009/11-23/stress-survey.aspx Ayers, T. S., Sandler, I. N., West, S. G., & Roosa, M. W. (1996). A dispositional assessment of children’s coping. Testing alternative models of coping. Journal of Personality, 64, 923-958 Azwar, S. (2003). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2012). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Carver, C. S., & Connor-Smith, J. (2010). Personality and coping. Annual Review of Psychology, 61, 679-704. Center for Adolescent Health. (2006). Confronting teen stress, meeting the challenge in Baltimore City. Baltimore: Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health Center for Adolescent Health. Diunduh dari http://www.teenhelp.com/teen-stress/stress-statistics.html Compas, B. E., Connor-Smith, J. K., Saltzman, H., Thomsen, A. H., & Wadsworth, M. E. (2001). Coping with stress during childhood and adolesence: Progress, problems, and potential in theory and research. Psychology Bulletin, 127, 87-127. Compas, B. E., Jaser, S. S., Dunn, M. J., & Rodriguez, E. M. (2012). Coping with chronic illness in childhood and adolescence: Annual Review of Clinical Psychology, 8, 15.1 – 15.26. Connor-Smith, J. K., Compas, B. E. (2004). Coping as a moderator of relations between reactivity to interpersonal stress, health status, and internalizing problems. Cognitive Therapy and Research. 38, 347-368. Connor Smith, J. K., Compas, B. E., Wadsworth, M. E., Thomsen, A. H., & Saltzman, H. (2000). Responses to stress in adolescence: Measurement of coping and involuntary stress responses. Journal of Counseling and Clinical Psychology, 68, 976-992. Connor-Smith J. K., Flachsbart C. (2007). Relations between personality and coping: a meta-analysis. Journal of Personality and Social Psychology. 93, 1080–107. 75

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Firmansyah. (2008). Diskusi: standardized variables vs unstandardized variables. Diunduh dari http://studi-ekonometri.blogspot.com/2008/01/diskusistandardized-variables-vs.html. Friedman-Wheeler, D. G., Haaga, D. A. F., Gunthert, K. C., Ahrens, A. H., McIntosh, E. (2008). Depression, neuroticism, and mood-regulation expectancies for engagement and disengagement coping among cigarette smokers. Cognitive Theraphy and Research, 32, 105-115. Hadi, A. (2008). Remaja merokok, salah lingkungan?. Diunduh dari http://lifestyle.okezone.com/read/2008/09/12/27/145232/remajamerokok-salah-lingkungan. Hasnida & Kemala, I. (2005). Hubungan antara stres dan perilaku merokok pada remaja laki-laki. Jurnal Psikologia, 1, No. 2. Hurlock. E. B. (1996). Psikologi perkembangan. Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga. Indirawati, E. (2006). Hubungan antara kematangan beragama dengan kecenderungan strategi coping. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro. 3, 2. Kertamuda, F., & Herdiansyah, H. (2009). Pengaruh coping terhadap penyesuaian diri mahasiswa baru. Jurnal Universitas Paramadina, 6, 11-23. Konstanski, M., & Gullone, E. (1998). Adolescent body image dissatisfaction: relationship with self-esteem, anxiety, and depression controlling for body mass. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 39, 225-262. Manongga, D. (2012) Bantu remaja merasa berguna. Majalah Psikologi Plus, 7,40-44 Mastuti, E. (2005). Analisis faktor alat ukur kepribadian big five (adaptasi dari IPIP) pada mahasiswa suku Jawa. INSAN, 7, 3 McCrae, R. R., & John, O. P. (1992). An introduction five factor model and its aplications. Journal of personality, 60, 175-215. Mclean, J. A., Strongman, K.T., & Neha, T. N. (2007). Psychological distress, causal atributios, and coping. New Zealand Journal of Psychology, 36, 85-92. Miller, T. C & Kaiser, R. C. (2001). A theoretical perspective on coping with stigma. Journal of social stress, 57, 73-92.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Needlman, R. (2004). Adolescent stress. http://www.drspock.com/article/0,15107961,00.html Diunduh 77 dari Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman R.D. (2009). Human development. (ed. Ke-10). Jakarta : Salemba Humanika. Potter & Perry. Pervin, A., Cervone, D., & John, O. (2010). Psikologi kepribadian: teori dan penelitian. Edisi kesembilan, terjemahan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Primaldhi, A. (2008). Hubungan antara trait kepribadian neuroticism, strategi coping dan stres kerja. Jurnal Psikologi Sosial, 14, 03. Purwandari, E. (2007). Orientasi nilai-nilai hidup: Proses pengambilan keputusan berhenti mengkonsumsi NAPZA. Humaniora, 8, No. 2, 148-165. Safaria, T. (2006). Stres ditinjau dari active coping, avoidance coping dan negative coping. HUMANITAS, 3, 87-93. Santoso, A. (2010). Statistik untuk Psikologi, Dari Blog Menjadi Buku. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Santoso, S. (2010). Mastering SPSS 18. Jakarta: Elex Media Komputindo. Santrock, J.W. (2003). Adolescence. Perkembangan remaja. Jakarta: Erlangga. Setiabudi, P. (2010). Psikolog : Remaja stres akibat pendidikan. Diunduh dari http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article &id=110316:psikolog-remaja-stres-akibat pendidikan&catid=14&Itemid=27 Skinner, E. A., Edge, K., Altman, J., Sherwood, H. (2003). Searching for the structure of coping: a review and critique of category systems for classifying ways of coping. Psychology Bulletin, 129, 216-269. Sunyoto, D. (2010). Uji khi kuadrat dan regresi untuk penelitian. Yogykarta: Graha Ilmu. Thomsen, A. H., Compas, B. E., Colleti, R. B., Stanger, C., Boyer, M. C., Konik, B. S. (2002). Parents reports of copig and stress responses in children with recurrent abdominal pain. Journal of Pediatric Psychology, 27, 215-226.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Walker, L. S., Smith, C. A., Garber, J., & Van Slyke, D. A. (1997). Development and validation of the Pain Response Inventory for Children. Psychological Assessment, 9, 392-405. Widhiarso, W. (2004). Evaluasi faktor dalam Big Five: pendekatan analisis faktor konfirmatori (Tesis tidak diterbitkan). Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Indonesia. Wiramihardja, S. A. (2002). Keeratan hubungan antara tipe kepribadian yang didasarkan kebutuhan psikologik dan ketegangan yang bersumber pada peristiwa kehidupan dengan timbulnya gangguan fungsi gastrointestina. Jurnal Psikologi, 9, No. 1. Zimmer-Gembeck, M. J., & Skinner, E. A. (2008). Adolescents coping with stress: development and diversity. The Prevention Researcher, 15 (4), 3-7.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN A SKALA COPING (Try Out) 79

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 SKALA PENELITIAN Amanda Febrianingtyas Siswanto NIM : 089114143 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Teman-teman yang baik, Saya mengundang teman-teman untuk mengerjakan skala yang bertujuan untuk mengumpulkan jawaban yang cocok dengan keadaan diri teman-teman. Saya mengharapkan teman-teman menjawab pernyataan-pernyataan sesuai dengan keadaan, pikiran dan perasaan teman-teman yang sebenarnya. Tidak ada jawaban salah selama jawaban yang teman-teman pilih merupakan keadaan sebenarnya dari diri teman-teman. Jangan sampai ada pernyataan yang terlewati untuk dijawab. Semua identitas dan jawaban teman-teman akan dijamin kerahasiaannya. Terimakasih atas waktu, partisipasi dan kerjasamanya dalam pengisian skala ini. Amanda FS PSI/USD/089114143

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 PERNYATAAN KESEDIAAN Saya menyatakan bahwa saya mengisi skala berikut untuk membantu pelaksanaan penelitian dengan sukarela dan tidak di bawah paksaan atau tekanan dari pihak tertentu. Semua jawaban yang saya berikan merupakan keadaan sebenarnya dari diri saya, bukan berdasarkan pandangan masyarakat pada umumnya. Saya mengijinkan jawaban saya digunakan sebagai data untuk penelitian ilmiah ini. Menyetujui (Mohon Paraf) ......./...................2012

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 SKALA B Usia : Jenis Kelamin : Petunjuk : Berikut ini terdapat pernyataan-pernyataan berkaitan dengan pengalaman dan perilaku sadar teman-teman ketika menghadapi kesulitan ataupun masalah-masalah. Teman-teman dimohon untuk menjawab pernyataan tersebut dengan cara memberi tanda silang (X) pada salah satu alternatif jawaban. Setiap pernyataan disediakan 4 alternatif jawaban yaitu : SS : Sangat setuju dengan pernyataan tersebut S : Setuju dengan pernyataan tersebut TS : Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut STS : Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut Tidak ada jawaban salah selama jawaban yang teman-teman pilih merupakan keadaan sebenarnya dari diri teman-teman. Jangan sampai ada pernyataan yang terlewati untuk dijawab. Selamat Mengerjakan!

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 No Pernyataan SS 1 Saya tidak mau memikirkan masalah saya. 2 Saya sering melakukan relaksasi. 3 Saya berharap menjadi kuat sehingga saya tidak mengalami kesulitan. 4 Saya berusaha menyesuaikan diri terhadap kesulitan saya. 5 Saya berpikir untuk memperbaiki situasi saya dengan berbagai cara. 6 Saya berpura-pura tidak memiliki masalah. 7 Saya membayangkan seseorang memecahkan masalah saya. 8 Ketika mengalami masalah, saya berkata pada diri sendiri bahwa “itu tidak nyata”. 9 Saya meminta pendapat orang lain untuk menyelesaikan masalah. 10 Saya mencoba menerima peristiwa atau hal yang merugikan saya. 11 Saya menghindari masalah dengan menyibukkan diri. 12 Saya berangan-angan bahwa masalah ini telah selesai. 13 Saya mendengarkan musik untuk membuat hati dan pikiran tenang. 14 Saya belajar hal penting dari situasi sulit. 15 Saya anggap tidak ada masalah pada diri saya. 16 Saya berkhayal telah keluar dari kesulitan. 17 Saya memikirkan hal-hal menyenangkan untuk membuka pikiran yang sedang kacau. S Jawaban TS STS

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 No Pernyataaan SS 18 Saya mudah melupakan masalah saya. 19 Saya berusaha memahami kesulitan saya. 20 Saya menemukan kesalahan saya atas kegagalan yang saya alami. 21 Saya sering melarikan diri dari kesulitan saya. 22 Saya mudah melupakan kegagalan saya. 23 Saya menghindari ancaman. 24 Saya melamunkan hal yang menyenangkan. 25 Saya pandai menyembunyikan kegagalan saya dari orang lain. 26 Saya mengekspresikan perasaan dengan bernyanyi. 27 Saya mencoba untuk tidak merasakan apapun atas kesulitan saya. 28 Saya membayangkan sesuatu yang lucu untuk menyegarkan pikiran saya. 29 30 31 32 33 34 35 36 Dalam kegagalan, saya berkata pada diri sendiri ”akan melakukan yang terbaik suatu saat nanti” Saya berharap seseorang datang untuk membawa saya keluar dari masalah saya. Saya membuat rencana sebelum bertindak. Saya mencoba tidak memikirkan situasi sulit. Saya berharap menjadi pintar sehingga masalah saya terselesaikan Saya bertingkah seolah-olah tidak ada masalah ketika bersama teman. Saya berpikir, bahwa masalah ini bukan masalah yang besar Saya melakukan kegiatan yang menyenangkan di sela saya menyelesaikan masalah. S Jawaban TS STS

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN B SKALA KEPRIBADIAN FIVE FACTOR MODEL (Try Out) 86

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI87 SKALA A Usia : Jenis Kelamin : Petunjuk : Berikut ini terdapat pernyataan-pernyataan berkaitan dengan keadaan diri teman-teman. Teman-teman dimohon untuk menjawab pernyataan tersebut dengan cara memberi tanda silang (X) pada salah satu alternatif jawaban yang cocok dengan diri teman-teman. Setiap pernyataan disediakan 4 alternatif jawaban yaitu : SS : Sangat setuju dengan pernyataan tersebut S : Setuju dengan pernyataan tersebut TS : Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut STS : Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut Tidak ada jawaban salah selama jawaban yang teman-teman pilih merupakan keadaan sebenarnya dari diri teman-teman. Jangan sampai ada pernyataan yang terlewati untuk dijawab. Selamat Mengerjakan!

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Pernyataan Jawaban SS 1. Saya memiliki imajinasi yang jelas. 2. Saya sering merasa kesulitan untuk terlibat dalam pekerjaan. 3. Saya mencintai kehidupan saya. 4. Saya beranggapan diri saya lebih baik daripada orang lain. 5. Saya merasa putus asa terhadap apa yang telah saya lakukan. 6. Saya jarang jengkel pada orang lain. 7. Saya sering tidak menepati janji. 8. Sebisa mungkin, saya menghindari kesalahan. 9. Saya mencoba untuk memimpin orang lain. 10. Saya ikut menderita atas penderitaan orang lain. 11. Saya mudah marah pada orang lain. 12. Saya sering melanggar aturan-aturan yang ditentukan. 13. Saya cenderung diam melihat orang lain melakukan kesalahan. 14. Saya tidak suka pada hal-hal keindahan. 15. Saya senang menyelesaikan masalah rumit. 16. Saya selalu berusaha agar tugas yang saya kerjakan terlihat rapi. 17. Saya tidak suka musik keras. 18. Saya jarang melamun. 19. Perbedaan suku, agama dan budaya adalah hal yang indah. 20. Saya suka menghadiri pesta-pesta. 21. Saya mudah mengatakan kebenaran pada orang lain. 22. Saya takut melakukan hal yang salah. 88 S TS STS

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Pernyataan Jawaban SS 23. Saya senang membantu orang lain ketika mengalami kesulitan. 24. Saya senang terhadap hal-hal yang membuat saya girang. 25. Seni adalah hal yang sangat penting. 26. Banyak hal yang tidak saya ketahui dan tidak saya pahami. 27. Saya lebih senang orang lain untuk memimpin. 28. Saya mudah percaya pada orang lain. 29. Saya takut hal-hal terburuk akan menimpa kehidupan saya. 30. Saya bisa menahan amarah. 31. Saya sulit percaya pada apa yang dikatakan orang lain. 32. Saya tidak mudah terganggu oleh berbagai peristiwa. 33. Saya dapat mengerjakan tugas-tugas dengan baik. 34. Saya tidak terlalu termotivasi untuk sukses. 35. Saya disibukkan oleh banyak aktivitas. 36. Saya acuh tak acuh terhadap perasaan orang lain. 37. Saya tidak mudah terhibur. 38. Saya tidak suka menjadi pusat perhatian. 39. Saya tetap tenang walaupun dalam situasi tegang. 40. Saya tidak tertarik pada masalah orang lain. 41. Saya sering lupa meletakkan 89 barang tempatnya. 42. Saya seorang pekerja keras. 43. Saya tahu cara menghibur orang lain. 44. Saya selalu taat pada aturan yang berlaku. di S TS STS

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Pernyataan Jawaban SS 45. Saya senang pada diri saya sendiri. 46. Saya lebih senang sendiri. 47. Saya tidak suka berpikir. 48. Saya tidak merasa malu pada orang lain. 49. Saya senang mencoba kegiatan baru. 50. Saya tidak mudah terpengaruh pada perasaan saya. 51. Saya dapat menyelesaikan tugas-tugas dengan lancar. 52. Saya lebih senang santai daripada harus melakukan banyak hal. 53. Saya tidak suka melakukan kegiatan baru. 54. Saya jarang tersenyum pada orang lain. 55. Saya bertindak sesuka hati saya. 56. Saya bingung membedakan mana yang benar dan mana yang salah. 57. Tanpa berpikir, saya langsung terjun dalam banyak hal. 58. Saya bisa memahami perasaan orang lain. 59. Saya mudah panik. 60. Saya mencoba untuk menaati peraturan. 61. Saya menikmati berfantasi liar. 62. Saya selalu menebarkan kegembiraan pada orang lain. 63. Saya selalu bekerja sekedarnya dan sewajarnya saja. 64. Saya tidak pernah melakukan kecurangan. 65. Saya sering merasa sedih. 66. Saya sering membuat orang lain merasa tidak nyaman. 67. Saya sering melakukan 90 kesalahan dalam S TS STS

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Pernyataan Jawaban SS menggambarkan kebenaran. 68. Saya mencoba untuk mempengaruhi orang lain agar sepaham dengan saya. 69. Saya jarang marah pada orang lain. 70. Saya jarang memikirkan tentang nasib kaum miskin. 71. Saya selalu berusaha melakukan lebih dari yang diharapkan. 72. Saya bisa melihat keindahan yang mungkin orang lain tidak bisa melihatnya. 73. Saya adalah orang yang setia pada kebiasaan. 74. Saya berhati-hati memilih kata dalam berucap. 75. Saya termasuk orang yang jarang bercanda. 76. Saya akan tetap tenang walaupun berada pada situasi dibawah tekanan. 77. Saya merasa kesulitan mendekati orang lain. 78. Saya tidak suka membicarakan prestasi diri sendiri pada orang lain. 79. Saya menyukai petualangan. 80. Saya senang melakukan kegiatan sosial. 81. Saya paham benar akan perasaan yang saya alami. 82. Saya membutuhkan dorongan dari orang lain untuk memulai bekerja. 83. Saya senang berbincang dengan orang-orang dalam pesta. 84. Saya mudah mengakui kesalahan saya pada orang lain. 85. Apa yang saya inginkan harus saya dapatkan. 86. Orang lain akan merasa nyaman apabila bersama saya. 91 S TS STS

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Pernyataan Jawaban SS 87. Saya dapat memberikan solusi yang tepat bagi permasalahan. 88. Saya tidak suka berfantasi (membayangkan sesuatu, peristiwa atau seseorang). 89. Saya adalah orang yang cepat membuat keputusan. 90. Saya tidak dapat menikmati keramaian. 91. Saya jarang memperhatikan reaksi emosi dan perasaan orang lain. 92. Saya sering mencurigai motif tersembunyi seseorang. 93. Saya tahu jawaban atas berbagai pertanyaan. 94. Saya tidak khawatir terhadap hal yang sudah pernah terjadi. 95. Saya melakukan banyak hal di waktu luang. 96. Saya berusaha agar apa yang saya kerjakan “semuanya benar”. 97. Saya dapat menyumbangkan pendapat. 98. Saya membayar tagihan tepat waktu. 99. Saya adalah orang yang sedikit bicara. 100. Saya senang membuat orang lain gembira. 101. Saya jarang merasa sedih. 102. Saya bingung bagaimana menghibur teman yang sedang sedih. 103. Saya tidak suka menolong orang lain. 104. Saya sering meninggalkan tempat tidur dalam keadaan berantakan. 105. Saya suka gaya hidup santai. 106. Saya sulit untuk 92 mengatakan hal yang sebenarnya pada orang lain. 107. Saya mudah merasa tertekan dan mengalami S TS STS

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Pernyataan Jawaban SS stres. 108. Saya meminta pendapat orang lain sebelum bertindak. 109. Saya tidak dapat menikmati tempat yang memiliki banyak seni (museum, dll). 110. Saya meyakini bahwa orang lain punya maksud baik pada saya. 111. Saya tidak tertarik untuk berdiskusi. 112. Saya selalu mempersiapkan segala sesuatu. 113. Saya tidak suka acara keramaian. 114. Saya sering merasa terganggu oleh peristiwa yang tidak mengenakkan. 115. Saya merasa kasihan pada tunawisma. 116. Saya sering merasa “bad mood”. 117. Saya tahu bagaimana cara 93 mengelabuhi peraturan. 118. Saya merasa nyaman dengan situasi asing. 119. Dalam kelompok, saya sedikit berkontribusi. 120. Saya sering melamunkan sesuatu. 121. Saya kesulitan memulai tugas yang akan saya kerjakan. 122. Saya menikmati peran saya dalam kelompok. 123. Saya mudah percaya pada apa yang dikatakan orang. 124. Saya hanya merasa nyaman dengan sahabat. 125. Saya menjadikan diri saya untuk menjadi pusat perhatian. 126. Menurutku, dunia ini terasa kejam. 127. Saya tergesa-gesa dalam mengerjakan banyak hal, terutama tugas. 128. Saya selalu mencoba memahami diri saya S TS STS

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Pernyataan Jawaban SS sendiri. 129. Saya merasa kesulitan dalam membayangkan sesuatu. 130. Saya sering melakukan kebalikan dari apa yang saya katakan. 131. Saya tidak suka mencari perhatian orang lain. 132. Saya selalu waspada terhadap apa yang dikatakan orang lain. 133. Manusia seharusnya bisa menjaga diri mereka sendiri. 134. Saya tahu bagaimana menangani situasi sulit. 135. Saya menganggap diri saya biasa-biasa saja. 136. Saya selalu meluangkan waktu untuk orang lain. 137. Saya setia pada jalan yang sudah saya pilih. 138. Saya memulai tugas dengan benar. 139. Saya jarang merasa sedih. 140. Saya bingung bagaimana menghibur teman yang sedang sedih. 141. Saya mempunyai pengetahuan luas. 142. Saya senang menjelajahi daerah yang sulit. 143. Saya tidak suka berpetualang. 144. Saya menegur orang lain apabila orang tersebut melakukan kesalahan. 145. Saya mudah terjebak pada masalah yang saya hadapi. 146. Saya merasa nyaman pada diri saya sendiri. 147. Saya jarang melakukan komplain. 148. Saya tidak punya waktu untuk mengurus keperluan orang lain. 149. Saya tidak tahu bagaimana cara membuat orang lain bahagia. 94 S TS STS

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Pernyataan Jawaban SS 150. Saya menikmati keramaian. 151. Saya suka dengan keindahan alam. 152. Saya tidak terganggu oleh orang yang memiliki kebiasaan jorok. 153. Saya lebih suka menghindari keramaian. 154. Saya jarang mencela pembicaraan orang lain yang saya anggap salah. 155. Saya akan berbohong, demi kemajuan saya. 156. Saya tidak terganggu dengan situasi sosial yang sulit. 157. Saya tidak suka konser musik. 158. Saya selalu mendengarkan kata hati. 159. Saya mengontrol segala sesuatu. 160. Tutur kata saya selalu manis pada setiap orang. 161. Saya seorang yang ”moody” (mudah terbawa perasaan). 162. Saya suka tinggal di tempat yang aman. 163. Saya sering salah menilai situasi. 164. Saya cenderung bertindak 95 lambat dalam menyelesaikan satu pekerjaan. 165. Saya selalu patuh pada peraturan di masyarakat. 166. Saya sering merasa tidak mampu menyelesaikan dan mengurus sesuatu. 167. Saya bersimpati pada orang yang kurang beruntung daripada saya. 168. “Melihat sisi positif dalam hidup” adalah prinsip saya. 169. Saya menetapkan standar tinggi untuk diri sendiri dan orang lain. 170. Saya dapat mengatur banyak hal di waktu yang S TS STS

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Pernyataan Jawaban SS sama. 171. Saya memberikan sedikit waktu dan sedikit usaha dalam pekerjaan. 172. Saya mudah beradaptasi pada situasi baru. 173. Saya melakukan sesuatu berdasarkan rencana. 174. Saya akan melampiaskan perasaan saya. 175. Saya sulit untuk memahami perasaan orang lain. 176. Saya bertindak dengan penuh pertimbangan. 177. Saya tidak suka menyontek. 178. Apa yang saya lakukan lebih unggul daripada apa yang dilakukan orang lain. 179. Saya adalah orang yang emosional. 180. Saya sulit menghargai pendapat orang lain. 96 S TS STS

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN C UJI RELIABILITAS 97

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Reliability Coping Reliability Statistics Cronbach's Alpha .860 N of Items 26 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted item2 72.8028 56.532 .214 .861 item3 72.3662 53.064 .539 .851 item4 72.4366 56.364 .247 .860 item5 72.3944 54.899 .471 .854 item6 73.2535 53.506 .499 .852 item7 73.0563 54.511 .408 .855 item8 73.5493 53.965 .459 .854 item11 73.1127 52.901 .483 .853 item12 73.0704 53.809 .446 .854 item14 72.3803 56.125 .301 .858 item15 73.4507 54.737 .376 .856 item16 73.3099 53.674 .466 .853 item17 72.4366 53.249 .614 .850 item19 72.6620 56.598 .273 .859 item23 73.0704 55.352 .255 .861 item24 72.7183 54.491 .415 .855 item25 73.2254 55.748 .258 .860 item27 72.9718 54.456 .440 .854 item28 72.5634 53.564 .510 .852 item29 72.1268 54.969 .421 .855 item30 72.7606 52.899 .490 .853 item32 73.0141 53.328 .512 .852 98

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI item33 72.4085 52.588 .602 .849 item34 72.7183 55.948 .221 .862 item35 73.0141 55.871 .253 .860 item36 72.4366 55.421 .388 .856 Scale Statistics Mean 75.7324 Variance 58.685 Std. Deviation 7.66058 N of Items 26 99

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI100 Reliability Opennes To Experienc Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .878 23 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted OF1 68.5775 42.819 .445 .874 OV1 68.3803 43.553 .277 .879 OA1 68.3803 43.153 .344 .877 OI4 68.5775 42.733 .458 .873 OAC1 68.3099 42.360 .572 .871 OAC3 68.4366 43.278 .417 .875 OV4 68.7324 41.227 .552 .870 OFE1 68.6338 43.064 .496 .873 OA2 68.5493 41.965 .549 .871 OV2 68.4085 42.359 .486 .873 OFE2 68.4085 42.074 .501 .872 OFE5 68.7465 41.906 .524 .871 OI2 68.5915 42.959 .544 .872 OV5 68.1690 43.057 .406 .875 OA5 68.4366 42.049 .547 .871 OI5 68.5915 42.359 .497 .872 OFE3 68.3803 43.353 .318 .878 OF6 68.6761 42.879 .472 .873 OI6 68.7746 42.606 .374 .876 OI3 68.9577 41.927 .443 .874 OAC2 68.8169 40.952 .519 .872 OA3 68.1268 42.884 .387 .875

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI101 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Item Deleted Item Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted OF1 68.5775 42.819 .445 .874 OV1 68.3803 43.553 .277 .879 OA1 68.3803 43.153 .344 .877 OI4 68.5775 42.733 .458 .873 OAC1 68.3099 42.360 .572 .871 OAC3 68.4366 43.278 .417 .875 OV4 68.7324 41.227 .552 .870 OFE1 68.6338 43.064 .496 .873 OA2 68.5493 41.965 .549 .871 OV2 68.4085 42.359 .486 .873 OFE2 68.4085 42.074 .501 .872 OFE5 68.7465 41.906 .524 .871 OI2 68.5915 42.959 .544 .872 OV5 68.1690 43.057 .406 .875 OA5 68.4366 42.049 .547 .871 OI5 68.5915 42.359 .497 .872 OFE3 68.3803 43.353 .318 .878 OF6 68.6761 42.879 .472 .873 OI6 68.7746 42.606 .374 .876 OI3 68.9577 41.927 .443 .874 OAC2 68.8169 40.952 .519 .872 OA3 68.1268 42.884 .387 .875 OFE6 68.9014 41.433 .522 .871 Scale Statistics Mean 71.6620 Variance 46.170 Std. Deviation 6.79484 N of Items 23

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI102 Reliability Conscientiousness Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .885 27 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted CS4 76.2394 67.870 .264 .886 CD4 75.9437 66.711 .368 .883 CO1 75.5211 66.196 .430 .882 CS1 76.0845 65.736 .451 .881 CO4 76.6056 64.985 .384 .884 CA1 75.9577 64.298 .647 .877 CC1 76.0704 64.809 .551 .879 CDI4 76.0845 67.621 .271 .886 CD1 75.6479 66.917 .411 .882 CD5 76.3099 66.245 .392 .883 CA2 75.6479 68.117 .277 .885 CDI2 75.7887 66.598 .362 .883 CC2 76.0704 64.781 .661 .877 CO2 75.7606 67.156 .379 .883 CD2 76.2394 67.042 .363 .883 CS2 75.8592 65.666 .619 .878 CC5 76.3239 66.565 .408 .882 CS6 76.2958 63.697 .667 .876 CDI6 76.3803 66.239 .414 .882 CDI3 75.8873 65.816 .558 .879 CS3 75.9155 64.793 .611 .878 CD3 75.8592 66.266 .512 .880

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI103 CC6 76.3803 64.696 .591 .878 CA3 76.0141 67.357 .311 .884 CA6 76.2958 67.097 .343 .884 CO3 75.9859 65.728 .494 .880 CC3 76.4648 66.109 .404 .882 Scale Statistics Mean Variance 78.9859 Std. Deviation 70.986 N of Items 8.42529 27 Reliability Extravertion Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .837 22 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted EP1 61.9014 41.433 .284 .835 EAS1 62.6479 41.089 .219 .840 EE1 62.0282 41.856 .272 .835 EP4 62.4507 39.594 .450 .828 EW1 62.3521 39.260 .600 .823 EG4 62.6479 40.003 .325 .835 EW4 61.9718 40.113 .416 .830 EA2 62.4225 41.476 .285 .835 EW5 62.5775 38.962 .546 .824

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI104 EG5 62.6197 39.668 .457 .828 EG3 62.3521 41.546 .388 .832 EE6 62.3380 40.370 .338 .833 EW6 62.3944 38.871 .560 .823 EG6 62.7746 40.491 .351 .832 EA6 62.6197 38.982 .506 .826 EA3 62.5211 39.739 .471 .827 EP2 62.2817 40.634 .416 .830 EP5 62.2958 40.068 .369 .832 EE2 62.1549 40.447 .346 .833 EG2 62.6197 38.410 .505 .825 EW2 62.3521 42.031 .246 .836 EE5 62.6620 39.398 .443 .828 Scale Statistics Mean 65.3803 Variance 43.782 Std. Deviation 6.61679 N of Items 22

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI105 Reliability Agreeableness Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .799 22 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted item4 62.0000 34.400 .273 .796 item10 61.7042 34.040 .352 .791 item12 61.6056 32.728 .454 .785 item13 61.8310 35.085 .233 .797 item23 61.0986 35.176 .300 .794 item36 61.3099 33.160 .413 .788 item40 62.0141 34.757 .229 .799 item44 61.5915 33.702 .415 .788 item64 62.0845 34.136 .320 .793 item66 61.6761 33.079 .477 .784 item70 61.3099 34.331 .351 .791 item78 61.5070 34.596 .337 .792 item84 61.4366 34.592 .375 .791 item92 61.8451 34.876 .247 .797 item100 61.0141 34.928 .316 .793 item106 61.7887 34.598 .282 .795 item115 61.2113 34.369 .370 .790 item135 61.7183 33.720 .348 .792 item148 61.7887 33.512 .550 .782 item155 61.5634 33.935 .350 .791 item165 61.5634 34.307 .383 .790 item167 61.2817 34.720 .386 .790

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI106 Scale Statistics Mean Variance 64.5211 Std. Deviation 37.196 N of Items 6.09885 22 Reliability Neuroticism Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .902 24 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Alpha if Item Item Deleted if Item Deleted Total Correlation Deleted NAH4 57.1549 73.047 .507 .898 NAH1 57.2394 72.356 .494 .898 NA1 56.6338 75.807 .264 .903 NI4 57.4507 71.308 .677 .894 NA4 57.1690 73.942 .462 .899 NV4 57.3944 71.699 .591 .896 NV1 57.0845 72.764 .550 .897 ND2 57.0282 74.199 .388 .901 NAH5 57.3099 71.588 .706 .894 NV5 57.4085 72.188 .643 .895 NA5 57.1268 72.941 .556 .897 ND5 57.1972 72.475 .526 .898 NA2 57.1408 70.466 .655 .894 NV2 56.6761 71.565 .642 .895 NAH2 56.9296 72.066 .520 .898 NS5 56.8169 76.266 .275 .903 NV6 57.4366 74.764 .422 .900

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI107 ND6 57.1408 72.123 .570 .897 NA3 57.1549 72.047 .598 .896 NS6 57.1972 74.132 .448 .899 ND3 56.6479 74.317 .390 .901 NV3 57.3239 75.508 .324 .902 NI3 56.8028 75.532 .283 .903 NAH3 57.1408 72.294 .504 .898 Scale Statistics Mean 59.5915 Variance 79.302 Std. Deviation 8.90518 N of Items 24

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN D SKALA PENELITIAN COPING 108

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI109 SKALA PENELITIAN Amanda Febrianingtyas Siswanto NIM : 089114143 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI110 Teman-teman yang baik, Saya mengundang teman-teman untuk mengerjakan skala yang bertujuan untuk mengumpulkan jawaban yang cocok dengan keadaan diri teman-teman. Saya mengharapkan teman-teman menjawab pernyataan-pernyataan sesuai dengan keadaan, pikiran dan perasaan teman-teman yang sebenarnya. Tidak ada jawaban salah selama jawaban yang teman-teman pilih merupakan keadaan sebenarnya dari diri teman-teman. Jangan sampai ada pernyataan yang terlewati untuk dijawab. Semua identitas dan jawaban teman-teman akan dijamin kerahasiaannya. Terimakasih atas waktu, partisipasi dan kerjasamanya dalam pengisian skala ini. Amanda FS PSI/USD/089114143

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI111 PERNYATAAN KESEDIAAN Saya menyatakan bahwa saya mengisi skala berikut untuk membantu pelaksanaan penelitian dengan sukarela dan tidak di bawah paksaan atau tekanan dari pihak tertentu. Semua jawaban yang saya berikan merupakan keadaan sebenarnya dari diri saya, bukan berdasarkan pandangan masyarakat pada umumnya. Saya mengijinkan jawaban saya digunakan sebagai data untuk penelitian ilmiah ini. Menyetujui (Mohon Paraf) ......./................2013

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI112 SKALA B Usia : Jenis Kelamin : Petunjuk : Berikut ini terdapat pernyataan-pernyataan berkaitan dengan pengalaman dan perilaku sadar teman-teman ketika menghadapi kesulitan ataupun masalah-masalah. Teman-teman dimohon untuk menjawab pernyataan tersebut dengan cara memberi tanda silang (X) pada salah satu alternatif jawaban. Setiap pernyataan disediakan 4 alternatif jawaban yaitu : SS : Sangat setuju dengan pernyataan tersebut S : Setuju dengan pernyataan tersebut TS : Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut STS : Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut Tidak ada jawaban salah selama jawaban yang teman-teman pilih merupakan keadaan sebenarnya dari diri teman-teman. Jangan sampai ada pernyataan yang terlewati untuk dijawab. Selamat Mengerjakan!

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI113 No Pernyataan Jawaban SS 1 Saya sering melakukan relaksasi. 2 Saya berharap menjadi kuat sehingga saya tidak mengalami kesulitan. 3 Saya berusaha menyesuaikan diri terhadap kesulitan saya. 4 Saya berpikir untuk memperbaiki situasi saya dengan berbagai cara. 5 Saya berpura-pura tidak memiliki masalah. 6 Saya membayangkan seseorang memecahkan masalah saya. 7 Ketika mengalami masalah, saya berkata pada diri sendiri bahwa “itu tidak nyata”. 8 Saya menghindari masalah dengan menyibukkan diri. 9 Saya berangan-angan bahwa masalah ini telah selesai. 10 Saya belajar hal penting dari situasi sulit. 11 Saya anggap tidak ada masalah pada diri saya. 12 Saya berkhayal telah keluar dari kesulitan. 13 Saya memikirkan hal-hal menyenangkan untuk membuka pikiran yang sedang kacau. 14 Saya berusaha memahami kesulitan saya. 15 Saya menghindari ancaman. 16 Saya melamunkan hal yang menyenangkan. 17 Saya pandai menyembunyikan kegagalan saya dari orang lain. 18 Saya mencoba untuk tidak merasakan apapun atas kesulitan saya. 19 Saya membayangkan sesuatu yang lucu untuk menyegarkan pikiran saya. 20 Dalam kegagalan, saya berkata pada diri S TS STS

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI114 No Pernyataan Jawaban SS sendiri ”akan melakukan yang terbaik suatu saat nanti” 21 Saya berharap seseorang datang untuk membawa saya keluar dari masalah saya. 22 Saya mencoba tidak memikirkan situasi sulit. 23 Saya berharap menjadi pintar sehingga masalah saya terselesaikan 24 Saya bertingkah seolah-olah tidak ada masalah ketika bersama teman. 25 Saya berpikir, bahwa masalah ini bukan masalah yang besar 26 Saya melakukan kegiatan yang menyenangkan di sela saya menyelesaikan masalah. S TS STS

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN E SKALA PENELITIAN KEPRIBADIAN 115

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI116 SKALA A Petunjuk : Berikut ini terdapat pernyataan-pernyataan berkaitan dengan keadaan diri teman-teman. Teman-teman dimohon untuk menjawab pernyataan tersebut dengan cara memberi tanda silang (X) pada salah satu alternatif jawaban yang cocok dengan diri teman-teman. Setiap pernyataan disediakan 4 alternatif jawaban yaitu : SS : Sangat setuju dengan pernyataan tersebut S : Setuju dengan pernyataan tersebut TS : Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut STS : Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut Tidak ada jawaban salah selama jawaban yang teman-teman pilih merupakan keadaan sebenarnya dari diri teman-teman. Jangan sampai ada pernyataan yang terlewati untuk dijawab. Selamat Mengerjakan!

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI117 No Pernyataan Jawaban SS 1. Saya memiliki imajinasi yang jelas. 2. Saya sering merasa kesulitan untuk terlibat dalam pekerjaan. 3. Saya mencintai kehidupan saya. 4. Saya beranggapan diri saya lebih baik daripada orang lain. 5. Saya jarang jengkel pada orang lain. 6. Saya sering tidak menepati janji. 7. Saya mencoba untuk memimpin orang lain. 8. Saya ikut menderita atas penderitaan orang lain. 9. Saya mudah marah pada orang lain. 10. Saya sering melanggar aturan-aturan yang ditentukan. 11. Saya cenderung diam melihat orang lain melakukan kesalahan. 12. Saya selalu berusaha agar tugas yang saya kerjakan terlihat rapi. 13. Perbedaan suku, agama dan budaya adalah hal yang indah. 14. Saya senang membantu orang lain ketika mengalami kesulitan. 15. Saya senang terhadap hal-hal yang membuat saya girang. 16. Seni adalah hal yang sangat penting. 17. Saya takut hal-hal terburuk akan menimpa kehidupan saya. 18. Saya bisa menahan amarah. 19. Saya tidak mudah terganggu oleh berbagai peristiwa. 20. Saya dapat mengerjakan tugas-tugas dengan baik. 21. Saya acuh tak acuh terhadap perasaan orang lain. S TS STS

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI118 No Pernyataan Jawaban SS 22. Saya tidak mudah terhibur. 23. Saya tetap tenang walaupun dalam situasi tegang. 24. Saya tidak tertarik pada masalah orang lain. 25. Saya sering lupa meletakkan barang di tempatnya. 26. Saya seorang pekerja keras. 27. Saya tahu cara menghibur orang lain. 28. Saya selalu taat pada aturan yang berlaku. 29. Saya lebih senang sendiri. 30. Saya tidak suka berpikir. 31. Saya senang mencoba kegiatan baru. 32. Saya dapat menyelesaikan tugas-tugas dengan lancar. 33. Saya tidak suka melakukan kegiatan baru. 34. Saya jarang tersenyum pada orang lain. 35. Tanpa berpikir, saya langsung terjun dalam banyak hal. 36. Saya bisa memahami perasaan orang lain. 37. Saya mudah panik. 38. Saya mencoba untuk menaati peraturan. 39. Saya selalu menebarkan kegembiraan pada orang lain. 40. Saya tidak pernah melakukan kecurangan. 41. Saya sering merasa sedih. 42. Saya sering membuat orang lain merasa tidak nyaman. 43. Saya sering melakukan kesalahan dalam menggambarkan kebenaran. 44. Saya jarang marah pada orang lain. 45. Saya jarang memikirkan tentang nasib kaum miskin. 46. Saya selalu berusaha melakukan lebih dari yang diharapkan. S TS STS

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI119 No Pernyataan Jawaban SS 47. Saya bisa melihat keindahan yang mungkin orang lain tidak bisa melihatnya. 48. Saya berhati-hati memilih kata dalam berucap. 49. Saya termasuk orang yang jarang bercanda. 50. Saya akan tetap tenang walaupun berada pada situasi dibawah tekanan. 51. Saya tidak suka membicarakan prestasi diri sendiri pada orang lain. 52. Saya menyukai petualangan. 53. Saya senang melakukan kegiatan sosial. 54. Saya paham benar akan perasaan yang saya alami. 55. Saya senang berbincang dengan orang-orang dalam pesta. 56. Saya mudah mengakui kesalahan saya pada orang lain. 57. Orang lain akan merasa nyaman apabila bersama saya. 58. Saya dapat memberikan solusi yang tepat bagi permasalahan. 59. Saya tidak dapat menikmati keramaian. 60. Saya jarang memperhatikan reaksi emosi dan perasaan orang lain. 61. Saya sering mencurigai motif tersembunyi seseorang. 62. Saya tidak khawatir terhadap hal yang sudah pernah terjadi. 63. Saya melakukan banyak hal di waktu luang. 64. Saya berusaha agar apa yang saya kerjakan “semuanya benar”. 65. Saya dapat menyumbangkan pendapat. S TS STS

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI120 No Pernyataan Jawaban SS 66. Saya membayar tagihan tepat waktu. 67. Saya senang membuat orang lain gembira. 68. Saya jarang merasa sedih. 69. Saya bingung bagaimana menghibur teman yang sedang sedih. 70. Saya tidak suka menolong orang lain. 71. Saya sulit untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada orang lain. 72. Saya mudah merasa tertekan dan mengalami stres. 73. Saya tidak dapat menikmati tempat yang memiliki banyak seni (museum, dll). 74. Saya tidak tertarik untuk berdiskusi. 75. Saya selalu mempersiapkan segala sesuatu. 76. Saya tidak suka acara keramaian. 77. Saya sering merasa terganggu oleh peristiwa yang tidak mengenakkan. 78. Saya merasa kasihan pada tunawisma. 79. Saya sering merasa “bad mood”. 80. Saya merasa nyaman dengan situasi asing. 81. Dalam kelompok, saya sedikit berkontribusi. 82. Saya kesulitan memulai tugas yang akan saya kerjakan. 83. Saya menikmati peran saya dalam kelompok. 84. Saya tergesa-gesa dalam mengerjakan banyak hal, terutama tugas. 85. Saya selalu mencoba memahami diri saya sendiri. 86. Saya merasa kesulitan dalam membayangkan sesuatu. 87. Saya tahu bagaimana menangani situasi sulit. 88. Saya menganggap diri saya biasa-biasa saja. 89. Saya setia pada jalan yang sudah saya pilih. S TS STS

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI121 No Pernyataan Jawaban SS 90. Saya memulai tugas dengan benar. 91. Saya jarang merasa sedih. 92. Saya bingung bagaimana menghibur teman yang sedang sedih. 93. Saya mempunyai pengetahuan luas. 94. Saya senang menjelajahi daerah yang sulit. 95. Saya tidak suka berpetualang. 96. Saya mudah terjebak pada masalah yang saya hadapi. 97. Saya tidak punya waktu untuk mengurus keperluan orang lain. 98. Saya tidak tahu bagaimana cara membuat orang lain bahagia. 99. Saya suka dengan keindahan alam. 100. Saya lebih suka menghindari keramaian. 101. Saya akan berbohong, demi kemajuan saya. 102. Saya tidak terganggu dengan situasi sosial yang sulit. 103. Saya selalu mendengarkan kata hati. 104. Saya seorang yang ”moody” (mudah terbawa perasaan). 105. Saya sering salah menilai situasi. 106. Saya cenderung bertindak lambat dalam menyelesaikan satu pekerjaan. 107. Saya selalu patuh pada peraturan di masyarakat. 108. Saya sering merasa tidak mampu menyelesaikan dan mengurus sesuatu. 109. Saya bersimpati pada orang yang kurang beruntung daripada saya. 110. Saya menetapkan standar tinggi untuk diri sendiri dan orang lain. S TS STS

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI122 No Pernyataan Jawaban SS 111. Saya dapat mengatur banyak hal di waktu yang sama. 112. Saya memberikan sedikit waktu dan sedikit usaha dalam pekerjaan. 113. Saya melakukan sesuatu berdasarkan rencana. 114. Saya akan melampiaskan perasaan saya. 115. Saya sulit untuk memahami perasaan orang lain. 116. Apa yang saya lakukan lebih unggul daripada apa yang dilakukan orang lain. 117. Saya adalah orang yang emosional. 118. Saya sulit menghargai pendapat orang lain. S TS STS

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN F UJI ASUMSI 123

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI124 UJI NORMALITAS One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test X2 Y2 X1 Opennes Conscienti X3 X4 X5 Y1 Engagemen Disengagement to experienceousness Extraversion Agreeableness Neuroticism coping coping N a,b Normal Paramete Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute 71 71 71 71 71 71 71 71.69 78.99 65.45 64.06 59.59 32.07 43.79 6.554 8.425 6.609 5.976 8.905 3.067 5.149 .125 .142 .110 .133 .117 .129 .100 Positive .125 .142 .110 .133 .055 .129 .100 Negative -.064 -.105 -.081 -.113 -.117 -.102 -.086 1.053 1.200 .930 1.121 .985 1.086 .845 .217 .112 .352 .162 .286 .189 .472 Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a.Test distribution is Normal. b.Calculated from data.

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI125 UJI LINEARITAS Report Y1 Engagement coping X1 Opennes to experience Mean N Std. Deviation 60 30.00 1 62 34.00 1 . . 63 30.57 7 2.573 64 30.50 2 .707 65 32.00 2 .000 66 32.00 1 . 67 30.00 2 1.414 68 30.75 4 3.862 69 31.75 8 3.012 70 29.40 5 .548 71 34.40 5 3.286 72 32.57 7 2.936 73 32.40 5 1.817 74 31.33 3 1.528 75 33.00 2 .000 76 29.50 2 2.121 77 32.00 1 . 78 35.67 3 2.517 79 29.00 2 9.899 80 33.00 1 . 82 34.00 1 . 83 36.33 3 1.528 84 36.00 1 . 91 36.00 1 . 92 32.00 1 . Total 32.07 71 3.067 ANOVA Table Sum of Squares Y1 Engagement coping * X1 Opennes to experience Between Groups (Combined) 274.369 Linearity Mean Square F 24 11.432 1.368 .178 df Sig. 77.433 1 77.433 9.269 .004 196.937 23 8.562 1.025 .457 Within Groups 384.279 46 8.354 Total 658.648 70 Deviation from Linearity Measures of Association R Y1 Engagement coping * X1 Opennes to experience R Squared .343 .118 Eta .645 Eta Squared .417

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI126 Report Y1 Engagement coping X2 Conscientiousness Mean N Std. Deviation 60 36.00 1 . 64 30.00 1 . 65 32.00 1 . 67 29.00 1 . 70 29.00 2 .000 71 29.00 1 . 72 30.20 5 1.924 73 31.00 6 2.000 74 30.67 3 1.528 75 29.75 4 .500 76 32.00 3 4.000 77 30.45 11 1.293 78 33.33 3 1.528 80 33.00 4 2.160 81 34.00 4 3.916 82 34.75 4 1.500 83 31.00 3 7.810 85 33.00 2 .000 86 36.50 2 2.121 87 30.00 1 . 88 35.00 1 . 90 37.00 1 . 91 32.00 1 . 93 33.00 1 . 96 38.00 1 . 98 39.00 1 . 99 33.00 1 . 101 32.00 1 . 106 36.00 1 . Total 32.07 71 3.067 ANOVA Table Sum of Squares Y1 Engagement coping * X2 Conscientiousn ess Between Groups Mean Square df F Sig. (Combined) 371.787 28 13.278 1.944 .025 Linearity 132.715 1 132.715 19.431 .000 Deviation from Linearity 239.072 27 8.855 1.296 .221 Within Groups 286.861 42 6.830 Total 658.648 70 Measures of Association R Y1 Engagement coping * X2 Conscientiousness R Squared .449 .201 Eta .751 Eta Squared .564

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI127 Report Y1 Engagement coping X3 Extraversion 51 Mean 30.00 N Std. Deviation 1 . 52 32.00 1 . 53 28.00 1 . 54 28.00 1 . 57 32.00 1 . 58 32.00 2 .000 59 28.00 2 1.414 60 30.33 3 .577 61 28.86 7 3.237 62 30.71 7 2.430 63 31.75 4 1.500 64 32.00 3 2.646 65 31.00 5 1.414 66 31.60 5 1.140 67 33.50 4 1.915 68 34.43 7 2.820 69 33.00 1 . 70 33.50 4 2.380 71 36.00 1 . 72 36.00 2 .000 73 37.00 2 2.828 74 29.00 1 . 75 31.50 2 2.121 78 38.00 1 . 80 39.00 1 . 84 34.00 1 . 86 36.00 1 . Total 32.07 71 3.067 ANOVA Table Y1 Engagement coping * X3 Extraversion (Combined) Sum of Squares 435.531 Linearity 225.715 1 225.715 44.512 .000 Deviation from Linearity 209.817 25 8.393 1.655 .071 Within Groups 223.117 44 5.071 Total 658.648 70 Between Groups 26 Mean Square 16.751 F 3.303 Sig. .000 df Measures of Association R Y1 Engagement coping * X3 Extraversion R Squared .585 .343 Eta .813 Eta Squared .661

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI128 Report Y1 Engagement coping X4 Agreeableness 40 Mean 32.00 N 1 Std. Deviation . 53 22.00 1 . 57 36.00 1 . 58 30.20 5 4.438 59 30.33 3 .577 60 30.67 6 1.033 61 32.75 4 4.787 62 31.60 5 2.702 63 30.38 8 1.061 64 32.14 7 1.676 65 32.29 7 .951 66 33.17 6 4.021 67 33.50 2 2.121 68 33.75 4 1.500 69 36.50 2 .707 70 33.50 2 6.364 71 35.50 2 .707 74 34.50 2 2.121 75 29.00 1 . 82 36.00 1 . 83 32.00 1 . Total 32.07 71 3.067 ANOVA Table Sum of Squares Y1 Engagement coping * X4 Agreeableness Between Groups (Combined) Linearity Deviation from Linearity 307.654 df 20 82.715 Mean Square 15.383 F 2.191 Sig. .013 1 82.715 11.783 .001 1.686 .071 224.939 19 11.839 Within Groups 350.994 50 7.020 Total 658.648 70 Measures of Association R Y1 Engagement coping * X4 Agreeableness R Squared .354 .126 Eta .683 Eta Squared .467

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI129 Report Y1 Engagement coping X5 Neuroticism Mean N Std. Deviation 32 31.00 1 . 34 35.00 1 . 37 39.00 1 . 44 36.00 1 . 45 39.00 1 . 49 32.00 1 . 51 35.00 1 . 52 36.00 1 . 53 34.20 5 1.643 54 33.50 4 3.697 55 36.00 3 1.000 56 32.33 3 .577 57 31.67 3 3.786 58 32.40 5 2.302 59 32.50 6 3.146 60 30.67 3 2.517 61 29.00 3 .000 62 30.25 4 .500 63 31.00 2 1.414 64 30.33 3 2.082 65 30.50 2 .707 66 31.33 3 1.528 67 31.67 3 2.517 68 31.00 1 . 70 31.00 1 . 71 28.50 2 2.121 72 30.50 2 2.121 73 30.00 1 . 74 29.00 2 9.899 76 29.00 1 . 79 32.00 1 . Total 32.07 71 3.067 ANOVA Table Sum of Squares Y1 Engagement coping * X5 Neuroticism Between Groups Mean Square df F Sig. (Combined) 355.898 30 11.863 1.567 .092 Linearity 176.543 1 176.543 23.325 .000 Deviation from Linearity 179.355 29 6.185 .817 .712 Within Groups 302.750 40 7.569 Total 658.648 70 Measures of Association R Y1 Engagement coping * X5 Neuroticism -.518 R Squared .268 Eta .735 Eta Squared .540

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI130 Report Y2 Disengagement coping X1 Opennes to experience Mean N Std. Deviation 60 50.00 1 62 40.00 1 . . 63 46.71 7 5.282 64 43.50 2 6.364 65 45.00 2 2.828 66 42.00 1 . 67 46.50 2 2.121 68 48.00 4 5.228 69 44.50 8 4.276 70 46.40 5 3.912 71 43.00 5 4.123 72 45.14 7 4.947 73 42.20 5 4.266 74 45.00 3 4.000 75 40.50 2 .707 76 49.00 2 5.657 77 43.00 1 . 78 37.67 3 1.528 79 45.00 2 9.899 80 41.00 1 . 82 39.00 1 . 83 36.33 3 4.041 84 31.00 1 . 91 38.00 1 . 92 40.00 1 . Total 43.79 71 5.149 ANOVA Table Sum of Squares Y2 Disengagement coping * X1 Opennes to experience Between Groups Mean Square df F Sig. (Combined) 876.712 24 36.530 1.716 .057 Linearity 393.384 1 393.384 18.482 .000 Deviation from Linearity 483.328 23 21.014 .987 .498 Within Groups 979.119 46 21.285 Total 1855.83 70 Measures of Association R Y2 Disengagement coping * X1 Opennes to experience -.460 R Squared .212 Eta .687 Eta Squared .472

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI131 Report Y2 Disengagement coping X2 Conscientiousness 60 Mean 43.00 N Std. Deviation 1 . 64 47.00 1 . 65 41.00 1 . 67 49.00 1 . 70 51.50 2 .707 71 52.00 1 . 72 46.40 5 5.177 73 45.00 6 4.099 74 46.33 3 3.215 75 48.50 4 1.291 76 41.33 3 11.060 77 45.36 11 3.414 78 41.33 3 1.528 80 42.75 4 4.425 81 41.75 4 5.852 82 39.50 4 1.291 83 43.00 3 7.810 85 40.50 2 .707 86 36.50 2 .707 87 50.00 1 . 88 40.00 1 . 90 44.00 1 . 91 43.00 1 . 93 40.00 1 . 96 36.00 1 . 98 47.00 1 . 99 38.00 1 . 101 43.00 1 . 106 32.00 1 . Total 43.79 71 5.149 ANOVA Table Sum of Squares Y2 Disengagement coping * X2 Conscientiousness Mean Square F Sig. (Combined) 983.086 28 35.110 1.690 .061 Linearity 342.842 1 342.842 16.5 .000 Deviation from Linearity 640.244 27 23.713 1.141 .344 Within Groups 872.745 42 20.780 Total 1855.83 70 Between Groups df Measures of Association R Y2 Disengagement coping * X2 Conscientiousness -.430 R Squared .185 Eta .728 Eta Squared .530

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI132 Report Y2 Disengagement coping X3 Extraversion 51 Mean 50.00 N Std. Deviation 1 . 52 40.00 1 . 53 51.00 1 . 54 53.00 1 . 57 41.00 1 . 58 45.00 2 2.828 59 50.50 2 3.536 60 48.00 3 1.732 61 46.71 7 4.309 62 46.29 7 5.936 63 43.00 4 3.162 64 45.00 3 5.000 65 44.60 5 4.219 66 43.80 5 2.168 67 42.25 4 4.787 68 41.00 7 3.416 69 41.00 1 . 70 40.25 4 2.500 71 31.00 1 . 72 35.00 2 4.243 73 43.50 2 4.950 74 52.00 1 . 75 43.50 2 4.950 78 37.00 1 . 80 35.00 1 . 84 39.00 1 . 86 43.00 1 . Total 43.79 71 5.149 ANOVA Table Sum of Squares Y2 Disengagement coping * X3 Extraversion Between Groups (Combined) Mean Square df Sig. 26 42.768 2.530 .003 Linearity 404.594 1 404.594 23.932 .000 Deviation from Linearity 707.380 25 28.295 1.674 .066 743.857 44 16.906 1855.831 70 Within Groups Total Measures of Association R Y2 Disengagement coping * X3 Extraversion F 1111.974 -.467 R Squared .218 Eta .774 Eta Squared .599

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI133 Report Y2 Disengagement coping X4 Agreeableness 40 Mean 40.00 N 1 Std. Deviation . . 53 52.00 1 57 43.00 1 . 58 49.00 5 6.819 59 46.67 3 2.517 60 46.67 6 2.658 61 46.25 4 5.123 62 43.20 5 7.294 63 46.88 8 2.997 64 42.86 7 3.485 65 41.29 7 1.890 66 43.00 6 6.512 67 41.50 2 2.121 68 41.00 4 5.598 69 41.50 2 3.536 70 43.00 2 9.899 71 36.00 2 5.657 74 39.50 2 2.121 75 40.00 1 . 82 38.00 1 . 83 41.00 1 . Total 43.79 71 5.149 ANOVA Table Sum of Squares Y2 Disengagement coping * X4 Agreeableness Between Groups Mean Square df F 715.620 20 35.781 1.569 .100 Linearity 270.400 1 270.400 11.857 .001 Deviation from Linearity 1.028 .449 445.220 19 23.433 Within Groups 1140.21 50 22.804 Total 1855.83 70 Measures of Association R Y2 Disengagement coping * X4 Agreeableness Sig. (Combined) -.382 R Squared .146 Eta .621 Eta Squared .386

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI134 Report Y2 Disengagement coping X5 Neuroticism Mean N Std. Deviation 32 39.00 1 . 34 40.00 1 . 37 35.00 1 . 44 43.00 1 . 45 47.00 1 . 49 41.00 1 . 51 36.00 1 . 52 38.00 1 . 53 40.40 5 1.817 54 42.25 4 6.850 55 38.00 3 6.557 56 43.33 3 3.512 57 45.33 3 5.508 58 43.60 5 4.615 59 43.50 6 5.394 60 46.00 3 6.557 61 47.00 3 6.083 62 47.00 4 1.633 63 46.00 2 2.828 64 46.00 3 4.583 65 46.00 2 2.828 66 43.00 3 4.583 67 44.33 3 5.508 68 45.00 1 . 70 44.00 1 . 71 49.50 2 4.950 72 50.50 2 2.121 73 47.00 1 . 74 42.00 2 14.142 76 49.00 1 . 79 40.00 1 . Total 43.79 71 5.149 ANOVA Table Sum of Squares Y2 Disengagement coping * X5 Neuroticism Mean Square F Sig. (Combined) 742.181 30 24.739 .889 .628 Linearity 250.777 1 250.777 9.007 .005 Deviation from Linearity 491.404 29 16.945 .609 .917 Within Groups 1113.65 40 27.841 Total 1855.83 70 Between Groups df Measures of Association R Y2 Disengagement coping * X5 Neuroticism R Squared .368 .135 Eta .632 Eta Squared .400

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI135 UJI HETEROSKEDASTISITAS MODEL 1 Heteroscedasticity (Error Term) Spearman's rho X1 Opennes to experience Correlation Coefficient -.128 Sig. (2-tailed) .287 N X2 Conscientiousness 71 Correlation Coefficient .118 Sig. (2-tailed) .328 N X3 Extraversion 71 Correlation Coefficient .134 Sig. (2-tailed) .266 N X4 Agreeableness 71 Correlation Coefficient .179 Sig. (2-tailed) .134 N X5 Neuroticism 71 Correlation Coefficient -.119 Sig. (2-tailed) .322 N 71 Scatterplot Regression Studentized Residual Dependent Variable: Engagement coping 5.0 2.5 0.0 -2.5 -5.0 -3 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Predicted Value 3

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI136 MODEL 2 Heteroscedasticity (Error Term) Spearman's rho X1 Opennes to experience Correlation Coefficient .172 Sig. (2-tailed) .151 N X2 Conscientiousness 71 Correlation Coefficient -.123 Sig. (2-tailed) .307 N X3 Extraversion 71 Correlation Coefficient -.099 Sig. (2-tailed) .411 N X4 Agreeableness 71 Correlation Coefficient -.214 Sig. (2-tailed) .073 N X5 Neuroticism 71 Correlation Coefficient .067 Sig. (2-tailed) .581 N 71 Scatterplot Regression Studentized Residual Dependent Variable: Disengagement coping 2 0 -2 -4 -3 -2 -1 0 1 Regression Standardized Predicted Value 2

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI137 UJI MULTIKOLONIERITAS Coefficients a Unstandardized Coefficients Model 1 Standardized Coefficients B 2.641 Std. Error 4.573 X1 Opennes to experience .104 .035 X2 Conscientiousness .108 .027 X3 Extraversion .211 X4 Agreeableness (Constant) X5 Neuroticism Beta Collinearity Statistics t .577 Sig. .566 Tolerance VIF .223 2.983 .004 .795 1.257 .297 4.036 .000 .824 1.214 .033 .455 6.351 .000 .868 1.153 .098 .037 .191 2.649 .010 .860 1.163 -.112 .026 -.324 -4.371 .000 .808 1.238 a. Dependent Variable: Y1 Engagement coping Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) Std. Error 103.301 8.831 X1 Opennes to experience -.308 .068 X2 Conscientiousness -.144 .052 X3 Extraversion -.244 X4 Agreeableness X5 Neuroticism Standardized Coefficients Beta Collinearity Statistics t Sig. Tolerance VIF 11.697 .000 -.392 -4.554 .000 .795 1.257 -.236 -2.794 .007 .824 1.214 .064 -.313 -3.796 .000 .868 1.153 -.264 .071 -.307 -3.705 .000 .860 1.163 .114 .049 .198 2.316 .024 .808 1.238 a. Dependent Variable: Y2 Disengagement coping

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN G UJI HIPOTESIS 138

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI139 MODEL 1 Regression Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N Y1 Engagement coping 32.07 3.067 71 X1 Opennes to experience 71.69 6.554 71 X2 Conscientiousness 78.99 8.425 71 X3 Extraversion 65.45 6.609 71 X4 Agreeableness 64.06 5.976 71 X5 Neuroticism 59.59 8.905 71 Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Removed Variables Entered X5 Neuroticism, X1 Opennes to experience , X3 Extraversion, X4 a Agreeableness, X2 Conscientiousness Method . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Y1 Engagement coping Model Summaryb Model R 1 R Square .843 a Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson .689 1.711 1.929 .711 a. Predictors: (Constant), X5 Neuroticism, X1 Opennes to experience , X3 Extraversion, X4 Agreeableness, X2 Conscientiousness b. Dependent Variable: Y1 Engagement coping ANOVAb Model 1 Sum of Squares df Mean Square Regression 468.339 5 93.668 Residual 190.309 65 2.928 Total 658.648 70 F 31.992 Sig. .000a a. Predictors: (Constant), X5 Neuroticism, X1 Opennes to experience , X3 Extraversion, X4 Agreeableness, X2 Conscientiousness b. Dependent Variable: Y1 Engagement coping

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI140 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) opennes constientiousness extravesion agreeableness neuroticism Standardized Coefficients Correlations B Std. Error Beta t Sig. Zero-order Partial Part 2.641 .104 .108 .211 .098 -.112 4.573 .035 .027 .033 .037 .026 .223 .297 .455 .191 -.324 .577 2.983 4.036 6.351 2.649 -4.371 .566 .004 .000 .000 .010 .000 .343 .449 .585 .354 -.518 .347 .448 .619 .312 -.477 .199 .269 .423 .177 -.291 a. Dependent Variable:engagement MODEL 2 Regression Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N Y2 Disengagement coping 43.79 5.149 71 X1 Opennes to experience 71.69 6.554 71 X2 Conscientiousness 78.99 8.425 71 X3 Extraversion 65.45 6.609 71 X4 Agreeableness 64.06 5.976 71 X5 Neuroticism 59.59 8.905 71 Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Entered X5 Neuroticism, X1 Opennes to experience , X3 Extraversion, aX4 Agreeableness, X2 Conscientiousness a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Y2 Disengagement coping Variables Removed Method . Enter

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI141 Model Summaryb Model R R Square .786a 1 .618 Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson .588 3.305 2.242 a. Predictors: (Constant), X5 Neuroticism, X1 Opennes to experience , X3 Extraversion, X4 Agreeableness, X2 Conscientiousness b. Dependent Variable: Y2 Disengagement coping ANOVAb Model 1 Sum of Squares Regression Residual Total df Mean Square 1145.976 5 229.195 709.855 65 10.921 1855.831 70 F 20.987 Sig. .000a a. Predictors: (Constant), X5 Neuroticism, X1 Opennes to experience , X3 Extraversion, X4 Agreeableness, X2 Conscientiousness b. Dependent Variable: Y2 Disengagement coping Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) opennes constientiousnes extravesion agreeableness neuroticism a. B Std. Error 103.301 .831 .308 .144 .244 .264 .114 068 .052 .064 .071 .049 Dependent Variable: disengagement Standardized Coefficients Beta -.392 -.236 -.313 -.307 .198 Correlations t Sig. 11.697 .000 -4.554 -2.794 -3.796 -3.705 2.316 .000 .007 .000 .000 .024 Zero-order Partial Part .460 -.430 -.467 -.382 .368 .492 -.327 .426 .418 .276 -.349 -.214 -.291 -.284 .178

(160)

Dokumen baru

Download (159 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
126
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
165
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
160
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
169
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
121
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
148
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
249
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
92
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
61
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
187
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
148
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
217
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
169
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
137
Show more