Peningkatan pemahaman siswa tentang gerak lurus menggunakan metode simulasi komputer di SMA N I Karangnongko, Klaten - USD Repository

Gratis

0
0
179
4 months ago
Preview
Full text

  

PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG

GERAK LURUS MENGGUNAKAN METODE SIMULASI KOMPUTER

DI SMA N I KARANGNONGKO KLATEN

  Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Program Studi Pendidikan Fisika

  

Disusun oleh :

DWI ARIYANTO

021424026

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

  

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

  

PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG

GERAK LURUS MENGGUNAKAN METODE SIMULASI KOMPUTER

DI SMA N I KARANGNONGKO KLATEN

  Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Program Studi Pendidikan Fisika

  

Disusun oleh :

DWI ARIYANTO

021424026

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

  

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

  

ABSTRAK

“Peningkatan Pemahaman Siswa Tentang Gerak Lurus Menggunakan Metode Simulasi Komputer Kelas X SMA N I KARANGNONGKO KLATEN”.

  Penelitian ini merupakan studi kasus yang mendalami suatu kelompok siswa, Untuk menganalisa hasil penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa tentang konsep-konsep yng berhubungan dengan Gerak Lurus melalui pembelajaran dengan menggunakan simulasi komputer, dan untuk mengetahui keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Untuk mengetahui ada dan tidaknya peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep Gerak Lurus, peneliti membandingkan pemahaman siswa sebelum dan sesudah pembelajaran dengan metode simulasi komputer. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dinyatakan dalam skor yang diperoleh siswa.

  Penelitian ini dilakukan di SMA N I Karangnongko Klaten, pada bulan Maret 2009. partisipan penelitian adalah siswa-siswi kelas X. Penelitian didesain menjadi empat tahap, yang terdiri dari membuat instrument, siswa mengerjakan soal pretes, pembelajaran dengan metode simulasi komputer, dan siswa mengerjakan soal postes. Tes berupa soal uraian yang berjumlah 10 pertanyaan mencakup konsep pokok yang berhubungan dengan Gerak Lurus.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan terjadi peningkatan pemahaman mengenai konsep Gerak Lurus dan secara keseluruhan keterlibatan siswa sangat aktif.

  

ABSTRACT

“The Improvement of Students’ Comprehension on Straight Movement

Using Computer Simulation Method among tenth Grader of SMA N I

Karangnongko Klaten”

  This research was case study that examined a group of students. The analysis of the result research was analyzed quantitatively and qualitatively. This research aimed at knowing improving the students’ comprehension on concepts related to the straight movement through learning by means of computer simulation, and knowing the students involvement in learning process. In order to find out whether there was improvement in students’ comprehension on straight movement concept; researcher compared the students’ comprehension before and following the learning with computer simulation method. Students’ involvement in the learning process was showed by their score.

  This research was performed in SMA N I KARANGNONGKO Klaten in March 2009. Participants in the research were tenth grader. This research was designed into four stages, which were first the researcher created the instruments; seconds, the student work with pre-test, third, learning with the computer simulation method; and the last, student work with their post-test. Each test included ten essays about main concepts that related to the straight movement.

  Result of the study suggesting that thoroughly there was improvement in concepts and the student was actively involved.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul “PENINGKATAN

  

PEMAHAMAN SISWA TENTANG GERAK LURUS MENGGUNAKAN

METODE SIMULASI KOMPUTER DI SMA N I KARANGNONGKO

KLATEN ”, sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan strata

satu.

  Dalam penyusunan skripsi ini penulis telah banyak mendapatkan bantuan baik moral maupun spiritual dan dukungan yang berupa bimbingan, dorongan, sarana maupun fasilitas dari berbagai pihak. Untuk itu penyusun mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Bpk Drs. Domi Saverinus, M.Si., selaku Dosen Pembimbing atas bimbingan, bantuan dan pengarahan selama penelitian sampai penyusunan skripsi ini.

  2. Bpk Drs. Kawit Sudiyono selaku kepala sekolah SMA N 1 KARANG NONGKO KLATEN atas ijin yang diberikan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian di SMA N 1 KARANG NONGKO KLATEN.

  3. Ibu Dra.Purwanti selaku koordinator Guru Fisika atas ijin yang diberikan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian di SMA N 1 KARANG NONGKO KLATEN.

  5. Istriku dan kedua jagoanku atas nasehat, dukungan dan doanya.kalian akhirnya ayah selesai juga.

  6. Kakakku dan adikku “Thanks for all”.

  7. Kedua Mertuaku atas nasehat, dukungan, pengorbanan dan doanya.

  8. Kakak-kakak iparku, makasih atas dukungan n doa kalian ya…...

  9. Teman-temanku angkatan 2002 semuanya atas pengalaman hidup dalammenjalin persahabatan selama ini.

  10. Teman-teman seperjuangan Nita, Eko kodok, Wisnu “Anakmu wes gedhe le ”, Andre, atas kebersamaanya..

  11. Anak-anak SMA N 1 KARANG NONGKO KLATEN kelas X E atas kesediannya menjadi partisipan dan kerjasamanya.

  Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyelesaian skripsi ini sehingga segala kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini memberikan manfaat bagi pembaca pada khususnya serta ilmu pengetahuan pada umumnya.

  DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN.............................................. iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

  ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ......................................... vi ABSTRAK ....................................................................................................... vii ABSTRACT..................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ..................................................................................... ix DAFTAR ISI.................................................................................................... xi DAFTAR TABEL............................................................................................ xiv DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xvi

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................. 6 C. Tujuan Penelitian .............................................................................. 6 D. Manfaat Penelitian ............................................................................ 7 BAB II DASAR TEORI

  2. Aspek Proses…………………………………………………… 10

  F. Gerak Lurus....................................................................................... 27

  1.1 Instrumen Pembelajaran........................................................ 40

  1. Penyusunan Instrumen ................................................................ 40

  E. Desain Penelitian............................................................................... 40

  2. Definisi Operasional Ubahan ........................................................ 39

  1. Jenis Ubahan ................................................................................. 39

  BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian ........................................................... 38 B. Partisipan Penelitian.......................................................................... 38 C. Jenis Penelitian.................................................................................. 38 D. Ubahan .............................................................................................. 39

  E. Penggunaan Komputer dalam Pembelajaran Fisika.......................... 24

  3. Aspek Sikap……………………………………………………. 11

  D. Pembelajaran Dengan Bantuan Komputer ........................................ 22

  4. Pembelajaran Mengaktifkan Siswa ............................................. 20

  3. Pemahaman Konsep .................................................................... 14

  2. Pengertian Pembelajaran……………………………………….. 11

  1. Pengertian Belajar ....................................................................... 11

  B. Hakikat Pembelajaran........................................................................ 11

  1.2 Instrumen Pengumpulan Data ............................................... 45

  G. Metode Analisis Data........................................................................ 49

  1. Analisis Pemahaman Awal dan Pemahaman Akhir Siswa Tentang Gerak Lurus................................................................... 49

  2. Analisis Peningkatan Pemahaman Konsep Siswa ...................... 50

  3. Analisis Keterlibatan Siswa Dengan Metode Simulasi Komputer...................................................................... 52

  BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian ...................................................................... 55 B. Data ................................................................................................... 58

  1. Hasil Pretest ................................................................................ 59

  2. Hasil Postest ................................................................................ 60

  3. Hasil Pengamatan Keterlibatan Siswa ........................................ 61

  C. Analisis dan Pembahasan.................................................................. 62

  1. Pemahaman awal siswa tentang Gerak Lurus.............................. 63

  2. Pemahaman akhir siswa tentang Gerak Lurus ............................. 81

  3. Peningkatan Pemahaman Konsep ............................................... 101

  4. Keterlibatan Siswa ...................................................................... 109

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ....................................................................................... 115 B. Saran.................................................................................................. 118 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 119

  DAFTAR TABEL

  Tabel 1. Distribusi soal pretest menurut materi dan aspek yang akan diukur…………………………………

  46 Tabel 2. Distribusi soal postest menurut materi dan aspek yang akan diukur………………………………… 46 Tabel 3. Kegiatan dalam penelitian………………………………………….

  47 Tabel 4. Variasi jawaban untuk setiap soal pre test dan post test untuk setiap siswa dan keseluruhan siswa.…………...

  50 Tabel 5. Kualifikasi pemahaman setiap konsep……………………………..

  50 Tabel 6. Kualifikasi pemahaman konsep siswa……………………………...

  51 Tabel 7. Peningkatan pemahaman konsep setiap siswa……………………...

  51 Tabel 8. Lembar pengamatan aktifitas siswa di kelas ……………………….

  52 Tabel 9. Kualifikasi skor tingkat keterlibatan siswa ………………………...

  54 Tabel 10. Kualifikasi keterlibatan siswa ……………………….....................

  54 Tabel 11. Data hasil pretest siswa ………………………..................... ........... 59 Tabel 12. Data hasil postest siswa ………………………..................... .......... 60 Tabel 13. Data keterlibatan siswa mengikuti proses pembelajaran..............…

  61 Tabel 14. Kualifikasi frekuensi pemahaman awal dari pretest untuk masing-masing soal............................................................…

  63 Tabel 15. Kualifikasi frekuensi pemahaman awal dari pretest........................

  63 Tabel 16. Variasi jawaban siswa dari soal pretest...........................................

  64

  Tabel 18. Kualifikasi frekuensi pemahaman awal dari postest........................

  81 Tabel 19. Variasi jawaban siswa dari soal postest...........................................

  82 Tabel 20. Kualifikasi Peningkatan Pemahaman Konsep................................. 101 Tabel 21. Peningkatan Pemahaman Konsep.................................................... 101 Tabel 22. Kualifikasi Keterlibatan Setiap Siswa............................................. 109 Tabel 23. Keterlibatan Seluruh Siswa................ ............................................. 111 Tabel 24. Prosentase Peranan Masing-Masing Aspek................ .................... 111

  DAFTAR GAMBAR

  Gambar 1. Hakikat Sains ................................................................................. 9 Gambar 2. Kedudukan benda pada suatu garis lurus ....................................... 28 Gambar 3. Diagram v-t .................................................................................... 30 Gambar 4. Diagram S-t .................................................................................... 30 Gambar 5. Diagram V-t .................................................................................... 32 Gambar 6. Gerak Peluru ................................................................................... 32 Gambar 7. Motion with constant acceleration ……………………………….

  42 Gambar 8. Projectile Motion ……………………………………………...….

  42 Gambar 9. Gerak Lurus Beraturan…………...……………………………….

  43 Gambar 10. Gerak Lurus Berubah Beraturan…………...……………………

  43

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini, bisa dikatakan bahwa kualitas pembelajaran fisika merosot

  

terutama di sekolah menengah. Euwe van de Berg (1991) menyatakan bahwa di

dalam maupun di luar negeri pembelajaran fisika dirasa sangat mengecewakan dan

para alumni sekolah menengah seakan-akan belum pernah mempelajari fisika

sebelumnya. Banyak isu bahwa fisika merupakan mata pelajaran yang kurang

diminati oleh para siswa tingkat SMP atau SMA. Salah satu penyebabnya adalah cara

penyajian materi fisika di kelas yang kurang menarik perhatian siswa. Oleh karena

itu, perlu dicari pola pembelajaran fisika yang menarik perhatian siswa dan

mempermudah pemahamannya. Selain itu, siswa dapat mempersiapkan dirinya untuk

mengembangkan kemampuannya secara mandiri.

  Dalam pengajaran fisika di sekolah, aspek pemahaman suatu konsep

merupakan hal yang penting yang harus dimiliki siswa. Penggunaan alat-alat peraga

(media pembelajaran) yang tepat dalam pengajaran fisika di SMA tampaknya tidak

diragukan lagi dalam peningkatan pemahaman konsep. Walaupun demikian,

penggunaan alat peraga banyak mengalami kendala dalam pelaksanaannya, misalnya

pengadaan alat peraga atau media, waktu pengajaran yang relatif lebih lama dan

memerlukan keterampilan guru dalam menggunakan alat tersebut. Selain itu, masih

  2

  Metode ceramah kemungkinan besar menyebabkan siswa tidak berminat dan

sukar dalam belajar fisika. Metode pembelajaran fisika dengan ceramah seharusnya

dipadukan dengan metode yang lebih meningkatkan keaktifan siswa dalam proses

belajar mengajar di kelas. Oleh karena itu, siswa akan memperoleh pengalaman

secara langsung, serta lebih mengembangkan pemahaman siswa dalam belajar fisika.

Dengan usaha yang intensif tersebut, maka fisika akan dipandang sebagai pelajaran

yang menarik dan mudah untuk dipahami. Salah satu cara atau alternatif untuk

membuat siswa tertarik serta menyukai fisika adalah pembelajaran fisika dengan

metode simulasi komputer

  Seperti yang kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi semakin

berkembang seiring perkembangan zaman. Perkembangan ini mencakup dalam

semua bidang, yang salah satunya dalam bidang informasi yang menghasilkan sarana

informasi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Perkembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi atau yang sering disebut dengan IPTEK ini, sangat

berpengaruh atau membawa dampak terhadap seluruh aspek kehidupan tidak

terkecuali dalam hal ini yang lebih ditekankan pada bidang pendidikan. Dalam bidang

ini, IPTEK dapat dijadikan objek kajian yang menantang dan menarik, dapat

dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan

pendidikan, dan dapat membantu memecahkan permasalahan pendidikan. Pasalnya,

banayak sekali permasalahan dalam pendidikan yang membutuhkan peranan

penguasaan dan pemanfaatan IPTEK.

  3

  Sebagai hasil dari produk perkembangan IPTEK, komputer sebagai salah satu

sarana untuk para siswa dalam belajar dengan menggunakan teknologi ini dan untuk

memberikan kemudahan kepada para siswa dalam menguasai dan mengembangkan

kemampuannya secara efektif dan efisien. Untuk menunjang potensi para siswa

dalam menggunakan komputer sebagai alat untuk memperoleh berbagai informasi

yang diperlukan dalam belajar, dapat mencarinya dengan mengakses program internet

yang telah tersedia. Penggunaan komputer yang lain dalam pendidikan di antaranya

komputer tutorial, program demonstrasi, program modeling toolkit, alat bantu

laboratorium, dan simulasi dalam pembelajaran.

  Fasilitas-fasilitas lain yang disediakan komputer antara lain : (1)

menghasilkan suara, (2) membuat gambar baik statis maupun dinamis, (3) mengatur

teks, dan (4) mengolah data. Selain keunggulan tersebut komputer juga mempunyai

kesabaran yang luar biasa (Sumardi, 1995). Menurut Greenfield yang dikutip

Sumardi ( Widya Dharma, 1995), seorang anak berumur tujuh tahun berkata bahwa “

Komputer tidak membentak-bentak, dan komputer tidak pilih kasih …….“.

  Mengingat banyaknya fungsi komputer dalam bidang pendidikan terutama

dalam proses belajar mengajar yang secara khusus pada mata pelajaran fisika yang

banyak menggunakan teori yang abstrak maka dengan komputer banyak teori yang

abstrak tersebut dapat dibuat hasil seperti yang dibayangkan dalam pikiran siswa.

  

Hasil penelitian Kulik, Bangert, dan William (1983), menyebutkan bahwa pengajaran

berbantukan komputer merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan sikap

  4

  

tertarik, tidak mudah menyerah, dan aktif dalam menyelesaikan tugas ( Sumardi,

1995).

  Pada hakikat sains yang dikemukakan oleh para saintis dapat disimpulkan

bahwa ada dua aspek penting dalam sains yaitu proses sains dan produk sains (

Kartika Budi, 2005). Proses sains adalah eksperimen yang meliputi penemuan

masalah dan perumusannya, penemuan hipotesis, merancang percobaan, melakukan

pengukuran, menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Dalam melakukan proses

ini perlu dilandasi sikap-sikap positif dari pelakunya, antara lain tidak mudah putus

asa, kritis, kreatif, terbuka untuk dikritik, dan memiliki rasa keingintahuan yang

sangat besar.

  Pembelajaran fisika dapat mengantar siswa membangun sendiri konsepsi dan

definisi yang benar, serta proses dan sikap terbentuk melalui proses pembelajaran

bukan melalui informasi yang diperoleh ( Kartika Budi, 1998). Membangun sendiri

konsepsi dan definisi, dan proses merupakan penekanan dari prinsip konstruktivisme.

  

Prinsip-prinsip konstruktivisme dalam pembelajaran antara lain : (a) pengetahuan

dibangun oleh siswa secara aktif, (b) tekanan proses pembelajaran terletak pada

siswa, (c) mengajar adalah membantu siswa untuk belajar, (d) tekanan dalam proses

pembelajaran lebih pada prosesnya bukan hasil akhirnya, (e) kurikulum menekankan

partisipasi siswa, (f) guru adalah fasilitator ( Suparno, 1997).

  Menurut Sutrisno (1999/2000: 80), fisika adalah suatu ilmu yang empiris

artinya pernyataan fisika harus didukung oleh serangkaian observasi baik yang

  5

  

adalah hubungan tak terpisahkan dari hasil keilmuan berupa konsep-konsep fisis,

prinsip, hukum, dan teori ( Kartika Budi, 1992 : 113 ). Fisika oleh Piaget yang dikutip

Suparno (2007) dikelompokkan sebagai pengetahuan fisis, artinya pengetahuan akan

sifat-sifat fisis dari suatu objek atau kejadian seperti bentuk, besar, kekasaran, berat,

serta bagaimana objek-objek itu berinteraksi satu dengan yang lain ( Suparno, 2007).

Oleh karena itu fisika adalah pengetahuan fisis, karena untuk mempelajari fisika dan

membentuk pengetahuan fisika diperlukan kontak langsung dengan hal yang ingin

diketahui ( Suparno, 2007 ).

  Sedangkan di dalam pembelajaran yang konstruktivistik siswa membangun

sendiri pengetahuannya melalui serangkaian interaksi dengan guru, teman, dan

lingkungannya ( Kartika Budi, 1997 : 47 ). Jika dikaitkan dengan hakikat

pembelajaran sains dan hakikat pembelajaran yang konstruktivistik yang langkah-

langkahnya sudah disusun secara sistematis, penggunaan komputer dalam

pembelajaran sangat cocok, karena dalam hal ini siswa dituntut untuk lebih aktif

dalam mengembangkan kemampuannya untuk melakukan proses sains dan sikap

sains. Maka Penulis ingin mengadakan penelitian tentang “PENINGKATAN

PEMAHAMAN SISWA TENTANG GERAK LURUS MENGGUNAKAN

METODE SIMULASI KOMPUTER“ untuk kelas satu di SMA N I

KARANGNONGKO KLATEN.

  6

  B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka permasalahan yang akan diteliti oleh Penulis adalah :

  1. Bagaimana pemahaman awal siswa tentang Gerak Lurus sebelum pembelajaran dengan simulasi komputer ?

  2. Bagaimana pemahaman akhir siswa tentang Gerak Lurus setelah pembelajaran dengan simulasi komputer ?

  3. Bagaimana peningkatan pemahaman siswa tentang Gerak Lurus setelah pembelajaran dengan simulasi komputer ?

  

4. Bagaimana peran aktif siswa dalam pembelajaran fisika dengan menggunakan

simulasi komputer ? C. Tujuan Penelitian

  Sesuai dengan rumusan permasalahan yang akan diteliti, maka penelitian ini bertujuan untuk :

  

1. Mengetahui sejauh mana pemahaman awal siswa sebelum pembelajaran fisika

tentang Gerak Lurus dengan simulasi komputer.

  

2. Mengetahui sejauh mana pemahaman akhir siswa setelah pembelajaran fisika

tentang Gerak Lurus dengan simulasi komputer.

  3. Mengetahui sejauh mana peningkatan pemahaman awal dan akhir siswa sebelum dan setelah pembelajaran fisika tentang Gerak Lurus dengan simulasi

  7

4. Mengetahui sejauh mana peran aktif siswa dalam pembelajaran fisika dengan menggunakan simulasi komputer.

D. Manfaat Penelitian

  Jika penelitian tentang penggunaan simulasi komputer dalam pembelajaran

fisika khususnya pada pokok bahasan Gerak lebih efektif dan lebih memudahkan

siswa untuk meningkatkan pemahamannya dalam merumuskan sebuah konsep

pengetahuan maka hasil penelitian ini akan bermanfaat lebih secara efektif. Hasil ini

juga dapat memberikan informasi yang berharga bagi para calon guru Fisika, Penulis

sendiri yang juga sebagai calon guru menjadi lebih yakin dalam menggunakan sarana

komputer dalam proses belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran Fisika di

Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas. Kemudian selanjutnya,

akan dikembangkan pada pokok bahasan yang lain dengan model simulasi yang

berbeda-beda pula.

BAB II LANDASAN TEORI A. Hakikat Fisika Fisika adalah salah satu cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam ( sains ). Fisika

  

juga merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala alam dan interaksi

gejala-gejala alam tersebut. Oleh karena itu, hakikat sains dapat ditinjau dan dipahami

melalui hakikat sains. Kartika (1991) berpendapat bahwa hakikat sains adalah apa

yang secara mendasar harus ada dalam sains dan apa ciri hakikinya; kalau seseorang

berpikir tentang sains, apa yang seharusnya muncul dalam pikirannya. Berdasarkan

pendapat Sund dan Conant seperti yang dikutip oleh Kartika (1991:8), sains adalah

suatu bangunan pengetahuan dan proses keilmuwan (scientific process) ; sains adalah

serangkaian konsep-konsep dan skema konsep-konsep yang saling terkait yang

dikembangkan sebagai hasil eksperimen dan observasi serta berguna untuk

eksperimen dan observasi selanjutnya.

  Sedangkan menurut Cambell (yang dikutip Kartika dalam Sumaji, dkk 1998:

161), sains adalah pengetahuan (knowledge) yang bermanfaat dan praktis dan cara

atau metode untuk memperolehnya. Menurut Dawson (yang dikutip Kartika dalam

Sumaji, dkk 1998: 161), sains adalah aktivitas pemecahan masalah oleh manusia

yang termotivasi oleh keingintahuan akan alam di sekelilingnya dan keinginan untuk

memahami, menguasai, dan mengolahnya demi memenuhi kebutuhan.

  9

  Dari hasil pengertian atau definisi tentang sains, maka dapat dilihat ada tiga

aspek utama dalam sains yaitu aspek produk yang mencakup bangunan pengetahuan

(body of knowledge) , aspek proses yang lebih dikenal dengan istilah metode, dan

aspek sikap. Kesatuan dari ketiga aspek tersebut dapat digambarkan sebagai berikut

(Kartika Budi, dalam Widya Dharma, No 1 Th. IX, Oktober 2000: 46) : menghasilkan memacu/mendorong

  PROSES PRODUK SAINS

  SAINS

  dilandasi mengembangkan

  SIKAP

  menumbuhkan

  SAINS

  Gambar 1. Hakikat Sains

1. Aspek Produk

  Aspek produk sains terdiri atas konsep, prinsip, hukum, dan teori (Kartika

Budi, dalam Sumadji, dkk 1998). Produk dalam sains menyatakan hasil rekaan atau

buatan manusia dalam rangka memahami dan menjelaskan alam bersama dengan

berbagai fenomena yang terjadi di dalamnya (T. Sarkim, 1998). Konsep adalah suatu

ide yang digeneralisasi berdasarkan pengalaman yang khusus dan relevan (Carind dan

  10

  Sund yang dikutip oleh Kartika Budi, 1998), yang dinyatakan dalam simbol atau

istilah yang diterima sesuai budaya setempat. Prinsip dan hukum adalah hubungan

sebab akibat antara dua konsep atau lebih yang merupakan generalisasi dari beberapa

kejadian khusus.

  Teori adalah generalisasi prinsip-prinsip ilmiah yang berkaitan dan dapat

dipakai untuk menjelaskan gejala-gejala ilmiah. Teori dalam sains memuat tiga

kriteria menurut Carind dan Sund yang dikutip T. Sarkim (1998) yaitu : (1) mampu

menjelaskan fenomena yang telah diamati atau telah terjadi; (2) mampu memprediksi

peristiwa yang akan terjadi; dan (3) dapat diuji dengan eksperimen yang sejenis.

  Di dalam pengajaran sains, aspek produk tampil dalam bentuk pengajaran

yang berisi pokok-pokok bahasan. Seperti misalnya pokok-pokok bahasan tentang

arus listrik, medan magnet, pemantulan cahaya (optika), dan sebagainya. Sebagai

pokok bahasan hal ini sering kali disajikan sebagai pengetahuan yang sudah jadi

tanpa harus menjelaskan bagaimana teori tersebut diperoleh.

2. Aspek Proses

  Aspek proses mengacu pada suatu metode untuk memperoleh pengetahuan

atau metode keilmuwan. Metode keilmuwan merupakan perpaduan antara

rasionalisme (pikiran) dan empirisme (pengalaman), yang memiliki kerangka dasar

melalui tahap-tahap sebagai berikut (T. Sarkim dalam Sumadji, dkk 1998) :

a. Perumusan masalah

  11

  c. Perumusan hipotesis

  d. Tes dan pengujian hipotesis

  e. Penarikan kesimpulan

3. Aspek Sikap

  Aspek sikap adalah berbagai keyakinan, opini, dan nilai-nilai yang harus

dipertahankan oleh seorang ilmuwan dalam menemukan pengetahuan yang baru.

  

Sikap-sikap yang terlibat dalam proses keilmuwan adalah rasa ingin tahu, rendah hati,

disiplin, dan terbuka dengan pendapat orang lain (T. Sarkim, 1998).

  Sikap-sikap tersebut jelas berhubungan dengan sains dan sangat potensial

dikembangkan dalam pembelajaran sains. Dalam pembelajaran sains, aspek sikap

hanya dapat terlibat apabila guru secara sadar dan terus-menerus memperhatikan,

menegur, mengarahkan, dan menunjukkan sikap-sikap yang positif terhadap

siswanya.

B. Hakikat Pembelajaran

  Pada hakikatnya pembelajaran mempunyai dua aspek utama yaitu belajar dan

mengajar atau juga disebut proses belajar mengajar. Disebut proses karena kegiatan

guru dan siswa berlangsung secara teratur dalam serangkaian kegiatan.

1. Pengertian Belajar

  Belajar adalah suatu proses perubahan sikap dan tingkah laku setelah terjadi

  12

  

guru, atau sesama teman. Belajar adalah kegiatan berproses dan merupakan unsur

yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan.

  

Berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada proses

belajar siswa., baik ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau

keluarga ( Muhibbin Syah, 1995 ).

  Menurut Skiner belajar adalah suatu perilaku. Artinya, pada saat orang

belajar, maka responsnya menjadi lebih baik dan sebaliknya. Menurut James O.

  

Whitther (Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, 1991), belajar didefinisikan sebagai

proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan dan pengalaman.

  

Dengan demikian, perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau

kematangan, kelelahan, penyakit, atau pengaruh obat-obatan tidak termasuk sebagai

belajar.

  Para penulis buku psikologi belajar mendefinisikan belajar sebagi suatu

perubahan tingkah laku dalam diri seseorang yang relative menetap sebagai hasil dari

sebuah pengalaman. Menurut W.S. Winkel (1995), belajar adalah suatu aktivitas

mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungannya, yang

menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan,

dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas.

  Menurut kaum konstruktivis (Suparno dalam Widya Dharma, 1996), belajar

adalah suatu proses organik untuk menemukan sesuatu, lebih daripada suatu proses

mekanik untuk mengumpulkan sesuatu. Belajar bukanlah suatu kegiatan

  13

  

dengan membuat kerangka pengertian yang berbeda. Belajar pada dasarnya

merupakan proses menyadari sesuatu, memahami permasalahan, proses adaptasi dan

organisasi, proses asimilasi, dan akomodasi, proses menghayati dan memikirkan,

proses mengalami dan merefleksi, dan proses membuat komposisi dan membuka

ulang secara terbuka dan dinamis.

  Belajar juga merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan atau

bahkan yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dipunyai seseorang sehingga

pengertiannya dikembangkan (Suparno, 1997: 61). Proses tersebut mempunyai ciri- ciri sebagai berikut : a. Belajar berarti membentuk makna. Makna diciptakan oleh siswa dari apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dialami.

  b. Belajar bukanlah mengumpulkan fakta, melainkan lebih pada

pengembangan pemikiran dengan membuat pengertian yang baru.

  c. Proses belajar yang sebenarnya terjadi pada waktu seseorang dalam keadaan ragu yang merangsang pemikiran yang lebih lanjut.

  d. Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman siswa dengan dunia fisik dan lingkungannya.

  e. Hasil belajar seseorang tergantung pada apa yang telah diketahui siswa meliputi : konsep-konsep, tujuan, dan motivasi yang mempengaruhi interaksi dengan bahan yang dipelajari. Belajar akan berjalan dengan baik dan efektif bila selama proses belajar ada

  14

  

dengan bimbingan adalah kegiatan belajar di lembaga pendidikan formal atau

sekolah. Selama belajar di sekolah siswa akan diarahkan dan dibimbing untuk

memperoleh pengetahuan sebagai hasil belajarnya.

2. Pengertian Pembelajaran

  Pembelajaran adalah proses interaksi baik antara manusia dengan manusia

maupun manusia dengan lingkungannya. Pembelajaran adalah proses interaksi

peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses

memperoleh ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta

pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain,

pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan

baik.

  Bagi kaum konstruktivis, mengajar bukanlah memindahkan pengetahuan dari

guru ke siswa, tetapi suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri

pengetahuannya (Suparno, 2005). Adapun kegiatan itu dapat diartikan sebagai

menciptakan situasi, kondisi, dan kemudahan, memberi pengarahan dan bimbingan

yang mengantar siswa melakukan sederetan proses secara berkesinambungan untuk

membangun sendiri konsepsi dan mendefinisikan (Kartika Budi, 1998:165).

  Dipandang dari segi proses, pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang :

a. Ada kesesuaian antara proses dengan tujuan yang akan dicapai yang telah

  15

  b. Cukup banyak tugas-tugas yang dievaluasi untuk mengetahui perkembangan siswa dan untuk memperoleh umpan balik.

  c. Ada variasi metode pembelajaran.

  d. Pemantauan atau evaluasi perkembangan atau keberhasilan dilaksanakan secara berkesinambungan.

  e. Memberi siswa tanggung jawab yang lebih besar pada tugas yang diberikan.

  Dalam pembelajaran konstruktivistik, peran guru lebih sebagai fasilitator dan

moderator yang membantu siswa agar proses belajar siswa berjalan dengan baik.

  

Fungsi mediator dan fasilitator dapat dijabarkan dalam beberapa tugas sebagai berikut

(Suparno, 1997:66) : a. Menyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa bertanggung jawab dalam membuat rancangan, proses, dan penelitian.

  b. Menyediakan atau memberikan kegiatan-kegiatan yang merangsang keingintahuan siswa dan membantu mereka untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya dan mengkomunikasikan ide ilmiah mereka serta menyediakan sarana yang merangsang anak berpikir secara produktif.

  c. Memonitor, mengevaluasi, dan menunjukkan apakah pemikiran siswa jalan atau tidak. Guru menunjukkan dan mempertanyakan apakah pengetahuan siswa itu berlaku untuk menghadapi persoalan baru yang berkaitan.

  16

3. Pemahaman Konsep

  Salah satu hal penting dalam proses belajar di sekolah bagi siswa adalah

kemampuan untuk memahami hal yang dipelajari. Menurut Kartika Budi (dalam

”Sumbangan Pikiran terhadap pendidikan Matematika dan Fisika”, 1987),

berpendapat bahwa pemahaman merupakan salah satu aspek kognitif dalam

pelaksanaan kegiatan belajar. Aspek ini merupakan aspek yang sangat penting pada

pelaksanaan kegiatan belajar mengajar karena menjadi aspek yang paling menonjol.

Bila diadakan kegiatan belajar mengajar, maka pertama-tama yang akan dicapai

adalah memahami atau mengerti apa yang akan kita pelajari.

  Di dalam pembelajaran sains yang harus dipahami adalah konsep-konsep,

prinsip-prinsip, dan teori-teori (Moh. Amien yang dikutip Kartika Budi, 1987). Maka

dari itu, menurut Kartika Budi pemahaman konsep merupakan dasar dari pemahaman

prinsip dan teori dalam arti untuk dapat memahami prinsip dan teori harus dipahami

dahulu konsep yang menyusun prinsap dan teori yang bersangkutan.

  Seperti yang dikutip oleh Kartika Budi dalam artikelnya yang berjudul

“Konsep : Pembentukan dan Penanamannya”, dalam buku Sumbangan pikiran

terhadap Pendidikan Matematika dan Fisika (1987:233), pemahaman konsep

merupakan dasar dari pemahaman prinsip dan teorinya artinya untuk dapat

memahami prinsip dan teori harus dipahami terlebih dahulu konsep-konsep yang

menyusun prinsip dan teori yang bersangkutan. Berdasarkan ini maka pemahaman

konsep memegang peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar dapat dimengerti

  17

  Menurut Kartika Budi (dalam Widya Dharma, Oktober 1992), ada beberapa

indikator yang menunjukkan pemahaman seseorang tentang konsep antara lain : (a)

dapat menyatakan pengertian konsep dalam bentuk definisi menggunakan kalimat

sendiri, (b) dapat menjelaskan makna dari konsep bersangkutan kepada orang lain, (c)

dapat menganilis hubungan antar konsep dalam suatu hukum, (d) menerapkan konsep

untuk : (i) menganalisis dan menjelaskan gejala-gejala alam secara praktis, (ii) untuk

memecahkan fisika baik secara teoritis maupun secara praktis, (iii) memperediksi

kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi pada suatu sistem bila kondisi tertentu

dipenuhi. (e) dapat mempelajari konsep lain yang berkaitan dengan lebih cepat, (f)

dapat membedakan konsep yang satu dengan yang lain yang saling berkaitan, (g)

dapat membedakan konsepsi yang benar dengan konsepsi yang salah dan dapat

membuat peta konsep dari konsep-konsep yang ada dalam suatu pokok bahasan.

  Nana Sudjana (1995:22) dalam Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar

menyebutkan bahwa menurut Bloom, klasifikasi hasil belajar secara garis besar dapat

dibagi menjadi tiga ranah yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor

(1995:22). Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari

enam aspek yaitu pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis,

dan evaluasi. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah sedangkan

keempat aspek berikutnya termasuk kognitif tingkat tinggi.

  Hasil belajar pemahaman adalah lebih tinggi daripada hasil belajar

pengetahuan. Misalnya menjelaskan dengan susunan kalimat sendiri sesuatu yang

  18

  

menggunakan petunjuk penerapan untuk menyelesaikan masalah yang lain. Dalam

taksonomi Bloom, kesanggupan memahami setingkat lebih tinggi daripada

pengetahuan. Namun, tidaklah berarti bahwa pengetahuan tidak perlu ditanyakan,

sebab untuk dapat memahami perlu terlebih dahulu mengetahui atau mengenal (Nana

Sudjana, 1995:24).

  Seseorang dapat dikatakan memahami suatu konsep apabila: 1) dapat

mendefinisikan konsep yang bersangkutan, 2) menjelaskan perbedaan antara konsep

yang bersangkutan dengan konsep-konsep yang lain, 3) menjelaskan hubungan

dengan konsep-konsep yang lain, 4) menjelaskan arti konsep dalam kehidupan sehari-

hari dan menerapkannya dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari

(Berg V.D, 1991). Maka seseorang dikatakan memahami konsep dengan baik bila

memenuhi semua kriteria diatas.

  Sedangkan Kuhnelt H (1989) berpendapat bahwa kita dikatakan telah

memahami suatu konsep apabila: 1) dapat menghubungkan pemahaman yang baru

dengan pemahaman yang telah diketahui, 2) dapat menghubungkan konsep yang

tidak dikenal dengan konsep yang dikenal, 3) dapat menyatukan pemahaman baru

yang tidak dikenal dalam suatu pikiran kita.

  Tingkat pemahaman konsep dibagi menjadi empat kriteria (Dahar R.W,

1989): 1) tingkat kongkret, 2) tingkat identitas, 3) tingkat klasifikatori, 4) tingkat

formal. Tingkat kongkret dicapai apabila telah mengenal suatu benda yang dihadapi

sebelumnya. Tingkat identitas dicapai apabila mengenal suatu objek sesudah suatu

  19

  

itu, atau objek itu ditentukan. Sebagai contoh mengenal suatu bola dengan cara

menyentuh bola itu bukan melihatnya. Tingkat klasifikatori telah dicapai apabila

mengenal persamaan dari dua contoh yang berbeda dari kelas yang sama. Tingkat

formal telah dicapai apabila dapat menentukan atribut-atribut yang membatasi

konsep.

  Pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa juga dapat ditinjau

dari pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir. Pembelajaran ini adalah model

pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui

telaahan fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan

masalah yang diajukan (Wina Sanjaya, 2006). Terdapat beberapa faktor yang ada

dalam pengertian tersebut yaitu : a. Pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir bukan sekedar siswa dapat menguasai sejumlah materi pelajaran, akan tetapi bagaimana siswa dapat gagasan-gagasan atau ide-ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal.

  b. Telaahan fakta-fakta sosial atau pengalaman sosial merupakan dasar pengembangan kemampuan berpikir.

  

c. Tujuan akhir pembelajaran adalah kemampuan anak memecahkan masalah-

masalah sesuai taraf perkembangan anak.

  

Menurut Sanjaya (2006), pembelajaran yang meningkatkan pemahaman atau

kemampuan berpikir mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a. Proses pembelajaran menekankan kepada proses mental siswa secara

  20

  tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir. Dengan kata lain, setiap kegiatan belajar itu disebabkan tidak hanya peristiwa hubungan stimulus-respons saja tetapi juga disebabkan karena dorongan mental yang diatur dalam otak siswa.

  b. Proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman dibangun dalam suasana dialogis dan proses tanya jawab secara terus menerus. Proses pembelajaran melalui dialog dan Tanya jawab itu di arahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa, dan dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri.

  c. Proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman merupakan model pembelajaran yang menyandarkan kepada kedua sisi yang penting yaitu sisi proses dan hasil belajar. Proses belajar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir, sedangkan hasil belajar diarahkan untuk membangun pengetahuan atau penguasaan materi pembelajaran.

C. Pembelajaran yang Mengaktifkan Siswa Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar.

  

Menurut William Burton “Teaching is guidance of learning activities, teaching is for

Dengan demikian, aktivitas siswa sangat purpose of aiding the pupil learn”.

diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga siswalah yang seharusnya

  21

  

sendiri yang melaksanakan belajar. Aktifitas siswa yang dimaksud adalah aktifitas

jasmaniah dan aktifitas mental yang dapat digolongkan dalam beberapa hal sebagai berikut :

  

a. Aktivitas visual (visual activities) seperti membaca, melakukan eksperimen,

dan demonstrasi.

  b. Aktivitas lisan (oral activities) seperti bercerita, tanya jawab, diskusi.

  

c. Aktivitas mendengarkan (listening activities) seperti mendengarkan ceramah

guru, penjelasan guru, dan pengarahan.

  d. Aktivitas gerak (motor activities) seperti senam, atletik, menari.

  

e. Aktivitas mengarang (writing activities) seperti membuat karangan, membuat

makalah, membuat surat.

  

Setiap jenis aktivitas tersebut memiliki bobot yang berbeda tergantung pada segi

tujuan mana yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar.

  Dalam standar proses pendidikan, pembelajaran didesain untuk

membelajarkan siswa. Artinya, sistem pembelajaran menempatkan siswa sebagai

subjek belajar. Dengan kata lain, pembelajaran ditekankan atau berorientasi pada

aktivitas siswa (Wina Sanjaya, 2006). Keterlibatan siswa secara aktif dalam suatu

pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua yaitu keterlibatan secara individual dan keterlibatan secara klasikal. Keterlibatan siswa secara individual adalah keterlibatan secara individu atau masing-masing siswa, yang dapat dibedakan dengan jelas antara

yang terlibat aktif dan tidak terlibat. Misalnya, keinginan untuk menjawab

  22

  Sedangkan keterlibatan secara klasikal adalah keterlibatan siswa secara menyeluruh

dalam satu kelas yang dilakukan secara bersama-sama atas permintaan guru atau

kegiatan yang terdapat dalam lembar kerja siswa (LKS).

  Ada beberapa cara untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif antara lain : a. Mengenali dan membantu siswa-siswa yang kurang terlibat dan menyelidiki apa penyebabnya, dan usaha apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi siswa tersebut.

  b. Menyiapkan secara tepat, persyaratan awal apa yang diperlukan siswa untuk mempelajari tugas belajar yang baru.

  

c. Menyesuaikan pengajaran dengan kebutuhan-kebutuhan individual siswa.

  Hal ini sangat penting untuk meningkatkan usaha dan keinginan siswa untuk

berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Setiap guru berhak mengetahui

bahwa keterlibatan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar, sangat

diperlukan agar belajar menjadi efektif dan dapat mencapai hasil yang diinginkan.

D. Pembelajaran dengan Bantuan Komputer

  Pada hakikatnya, proses belajar mengajar merupakan proses komunikasi

antara guru dan siswa. Agar proses komunikasi dapat berjalan dengan efektif maka

dibutuhkan sarana untuk membantu proses komunikasi yang disebut media. Tetapi

dalam beberapa tahun terakhir ini muncul media pembelajaran yang relatif modern

  23

  

membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif, siswa belajar dengan suasana

yang lebih menyenangkan, karena para siswa merasa terhibur ketika belajar dengan

kecanggihan tampilan dan animasi yang dihasilkan oleh komputer tersebut (Ali

Akbar, 2006: 168).

  Komputer dapat memainkan berbagai peran yang berbeda-beda dalam

keperluan belajar individu. Termasuk mengajar langsung kepada siswa, menilai, dan

mengelola sumber belajar, dan merawat data administrasif, dengan ini peranan

komputer sering disebut CAL (Computer Assisted Learning) atau komputer untuk

belajar sendiri (Percival dan Ellington, 1988). Di dalam pengggunaan CAL, terdapat

dua model yang berbeda diperankan oleh komputer yaitu model tutor pengganti dan

model laboratorium simulasi. Menurut Robert Taylor, peranan komputer dalam

pendidikan dibagi menjadi tiga bagian yaitu tutor, tool, dan tutte (Aji, 2005). Sebagai

tutor komputer berperanan sebagai pengajar melalui pendekatan pengajaran

berbantukan komputer atau yang disebut dengan CBE (Computer Based Education).

  

Sebagai tool, komputer menjadi alat untuk memudahkan proses pengajaran dan

pembelajaran. Sebagai tutte berperanan sebagai alat yang diajar atau yang disebut

dengan CAI (Computer Assisted Instruction). Menurut Bell yang dikutip Sumardi

dalam Widya Dharma (1995), pemakaian komputer dalam pendidikan dapat

dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu Computer Managed Instruction (CMI) dan

(CAI).

  Computer Assisted Instruction Computer Managed Instruction (CMI) adalah penggunaan komputer untuk

  24

  

(CAI) penggunaan komputer sebagai sarana pengajaran yaitu sebagai alat bantu siswa

memahami materi pelajaran, mengerjakan latihan-latihan soal, dan menguji

kemampuan siswa. CAI menyajikan pelajaran dari komputer, dimana komputer

deprogram untuk mengarahkan aktivitas pelajar ke arah pembentukan ketrampilan

dan pengetahuan.

E. Penggunaan Komputer dalam Pembelajaran Fisika

  Fisika komputasi merupakan bidang fisika yang mengalami perkembangan

pesat dalam dasawarsa terakhir. Kemajuan teknologi perangkat keras dan lunak

komputer melahirkan cara baru dalam mempelajari gejala fisis. Dengan

memanfaatkan metode fisika komputasi, persamaan rumit dapat diselesaikan dengan

secara numeric dan gejala fisis yang rumit dapat disimulasikan. Menurut Sumardi

(2004), simulasi merupakan salah satu bentuk penggunaan atau pemanfaatan

komputer dalam fisika. Simulasi dapat memperlihatkan gejala alam yang tidak dapat

diamati karena berbagai alasan.

  Menurut Gould dan Tobochnik (yang dikutip Sumardi, 2004), mengemukakan

bahwa salah satu bentuk penggunaan komputer dalam pembelajaran fisika adalah

simulasi. Menurut Greenblat (Suparno, 2007), simulasi adalah model dinamika yang

menggambarkan atau mengungkapkan sistem secara fisik (non manusia) atau sosial

(manusia) yang diabstraksikan dari kenyataan dan disederhanakan untuk proses

belajar mengajar.

  25

  Sebagai model pembelajaran, simulasi termasuk yang sesuai dengan teori

konstrutivisme. Karena dengan simulasi, siswa dibantu untuk dapat mengkaitkan

pengetahuan yang mereka punyai dengan informasi atau suasana baru yang mereka

temui (Suparno, 2007). Keuntungan lain adalah siswa belajar dengan orang lain,

dengan teman. Siswa dipaksa aktif, berpikir, dan terlibat langsung dalam situasi

persoalan yang dihadapi. Simulasi sebaiknya didesain untuk membantu siswa belajar

dan menganalisis situasi dunia nyata dengan suatu proses dan terlibat aktif di

dalamnya.

  

Menurut Suparno (2007), keuntungan dan kegunaan simulasi antara lain sebagai

berikut : a. Siswa tertarik dan senang belajar, motivasi belajar mereka tambah besar.

  b. Pelajaran menjadi fun, menyenangkan. Pelajaran fisika menjadi lebih menyenangkan, tidak tegang, dan kaku.

  c. Siswa sungguh menghayati peran yang dilakukan dan pengetahuan mereka menjadi realistik. Siswa menjadi lebih mengerti apa yang terjadi, bukan hanya dalam pikiran.

  d. Lebih menunjukkan pembelajaran konstruktivis, di mana siswa sungguh aktif berpikir, kreatif, dan partisipasif dalam belajar.

  Model pembelajaran modern yang sekarang banyak digunakan dalam

pembelajaran fisika adalah simulasi komputer. Menurut Suparno (2007), model

pembelajaran menggunakan program komputer untuk mensimulasikan beberapa

  26

  

komputer dan siswa dapat mempelajarinya dari simulasi tersebut. Dalam simulasi

tersebut, siswa dapat memanipulasi data, mengumpulkan data, menganalisis data, dan

menarik kesimpulan. Dalam proses belajar seperti ini tampak jelas bahwa simulasi

komputer merupakan pembelajaran konstruktivis karena siswa berproses sendiri

membangun pengetahuan mereka.

  Menurut Steiberg, tujuan penggunaan simulasi komputer adalah untuk

menjelaskan prinsip-prinsip atau konsep-konsep yang kompleks dan memaparkan

proses suatu peristiwa atau fenomena. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dengan simulasi

komputer siswa diberi kebebasan untuk memilih yang terbaik karena komputer

memiliki berbagai tingkatan petunjuk, umpan balik, dan perbaikan informasi untuk

menolong siswa.

  Simulasi komputer mempunyai beberapa keuntungan yang tidak dipunyai

pembelajaran konvensional bahkan juga oleh metode praktikum antara lain (Suparno,

1999) :

  a. Praktikum fisika yang sulit dan mahal bahannya dapat diganti dengan simulasi yang lebih murah dan jelas.

  b. Siswa dapat mengulangi simulasi sendirian di rumah tanpa hadirnya guru, yang tidak mungkin dibuat dengan pembelajaran konvensional di mana guru perlu hadir.

  c. Dengan simulasi siswa dipaksa belajar aktif.

  d. Reaksi dan kejadian mikro dapat disimulasikan dengan jelas dalam model

  27

e. Di internet banyak sekali percobaan dengan simulasi yang dapat dijadikan tugas siswa untuk mengamati dan mempelajarinya.

  f. Para ahli miskonsepsi menemukan bahwa simulasi komputer dapat membantu menghilangkan miskonsepsi siswa karena siswa dapat membandingkan pemikirannya yang tidak benar dengan simulasi yang mereka lakukan dan lihat.

F. Gerak

1. Pengertian Gerak

  Gerak adalah perubahan kedudukan atau tempat suatu benda terhadap titik

acuan atau titik asal tertentu. Jadi bila bila suatu benda kedudukannya berubah setiap

saat terhadap suatu titik acuan, maka benda tersebut dikatakan sedang bergerak.

Misalnya, kita mengatakan bahwa bus itu bergerak. Hal ini dimaksudkan bahwa bus

bergerak terhadap jalan atau kendaraan lain yang digunakan sebagai acuan. Jadi diam

atau bergerak merupakan keadaan yang harus ditinjau terhadap benda lain. Maka dari

itu, diam atau bergerak bersifat relatif bergantung pada benda lain yang dipandang

sebagai acuan.

  Jenis gerak dari suatu benda ditentukan oleh bentuk lintasannya. Suatu gerak

disebut sebagai gerak lurus apabila lintasannya merupakan garis lurus. Gerak

melingkar, apabila lintasannya merupakan lingkaran dan gerak parabola, apabila

lintasannya merupakan parabola.

  28

  2. Jarak dan Perpindahan Kedudukan adalah letak suatu benda pada suatu waktu tertentu terhadap suatu

acuan tertentu. Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu benda dalam

selang waktu tertentu. Perpindahan adalah dalah perubahan kedudukan suatu benda

karena adanya perubahan waktu.

  A O B C

  • 6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5

  

Gambar 2. Kedudukan benda pada suatu garis lurus

Sebagai titik acuan adalah titik O yang kedudukannya x = 0, kedudukan

dapat terletak di kiri dan di kanan titik acuan, sehingga untuk membedakannya

digunakan tanda positif atau negatif. Untuk membedakan antara jarak dan

perpindahan pada gambar di atas, dengan menggunakan persamaan t – x ,

  ∆x = x

persamaan ini diperoleh berdasarkan gerak benda. karena perpindahan merupakan

besaran vektor, maka dari itu tanda positif atau negatif kedudukan awal benda harus

diperhatikan. sedangkan untuk menghitung jarak dengan menggunakan persamaan

yang sama namun, karena jarak merupakan besaran skalar yang nilainya selalu positif

maka tidak bergantung pada tanda dimana kedudukan awal dan akhir suatu benda.

  3. Kelajuan dan Kecepatan Kelajuan adalah jarak yang ditempuh tiap satuan waktu. Besaran ini yang

tidak bergantung pada arah, sehingga kelajuan merupakan besaran skalar. Sedangkan

  29

  

kecepatan adalah perpindahan tiap satuan waktu. Besaran yang bergantung pada arah,

sehingga kecepatan merupakan besaran vektor. Secara matematis dapat dirumuskan :

jarakyangd itempuh S Kelajuan

  V = ……….( 3.1 )

  =

  waktutempu h t Dimana : V : kelajuan (m/s)

  S : jarak yang ditempuh (m) t : waktu yang ditempuh (s)

secara matematis yang sama maka besarnya kecepatan dapat ditentukan sebagai

berikut : perpindaha n Δ x xx t

Kecepa tan = v = v = ….( 3.2 )

perubahanw aktu Δ t tt

t

  

Sebagai contoh : Sebuah mobil bergerak 60 km/jam, apakah hal ini menunjukkan

kelajuan atau kecepatan ? Dan sebuah mobil bergerak 60 km/jam ke arah barat,

apakah hal ini menunjukkan kelajuan atau kecepatan ?

4. Gerak Lurus Beraturan

  Gerak Lurus Beraturan adalah gerak suatu benda pada lintasan lurus dengan

kecepatan tetap. Benda juga dikatakan bergerak lurus beraturan apabila dalam selang

waktu yang sama dapat menempuh jarak yang sama dan lintasannya merupakan garis

lurus. Jadi dalam hal ini, kecepatan merupakan perbandingan antara jarak yang

  30

  ditempuh oleh suatu benda terhadap waktu yang diperlukan. secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : S v = S = v . t …………….. ( 4.1 ) t

  Dimana : v : kecepatan (m/s) S : jarak yang ditempuh (m) t : waktu yang ditempuh (s)

  Hubungan antara kecepatan (v) dengan waktu (t) dan jarak (S) dengan waktu dapat digambarkan dengan grafik v-t dan S-t sebagai berikut :

  V C B A t

  Gambar 3. Diagram v-t

  S α t

  Gambar 4. Diagram S-t

  31

  Dari gambar grafik v-t, tampak bahwa kecepatan selalu tetap tidak bergantung

oleh waktu, sehingga grafiknya berupa garis lurus yang sejajar dengan sumbu t. Jadi,

jarak yang ditempuh oleh benda (S) pada grafik v-t merupakan luas bidang yang

dibatasi oleh garis grafik v dan sumbu t dalam selang waktu tertentu.

  Pada grafik S-t tampak bahwa jarak yang ditempuh oleh benda berbanding

lurus dengan waktunya sehingga grafiknya berupa garis lurus condong ke atas. Dari

persamaan v = S/t, ternyata pada grafik S-t kecepatan benda (v) merupakan tangens

sudut antara garis grafik S dan sumbu t. secara matematis dapat ditulis sebagai

berikut : v = tg α .Jadi semakin besar sudutnya semakin besar pula kecepatan gerak lurus beraturan tersebut.

5. Gerak Lurus Berubah Beraturan

  Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak yang lintasannya lurus dan

kecepatannya setiap saat berubah secara beraturan. gerak ini terdiri dari dua macam

yaitu : Gerak lurus berubah beraturan dipercepat yaitu gerak yang kecepatannya

semakin lama semakin bertambah besar.Gerak lurus berubah beraturan diperlambat

yaitu gerak yang kecepatannya semakin lama berkurang sehingga pada suatu saat

benda itu menjadi diam atau berhenti.

  Karena perubahan kecepatan setiap satuan waktu disebut percepatan, maka

gerak lurus berubah beraturan dinyatakan sebagai gerak yang lintasannya lurus dan

percepatannya selalu tetap. Apabila dibuat gambar grafik hubungan antara kecepatan

  32

  (v) terhadap waktu (t) dari gerak lurus berubah beraturan, akan didapatkan sebagai berikut :

  V Vt ∆V Vo ∆t = t t

  Gambar 5. Grafik v-t Dari grafik v-t tersebut gerak lurus dipercepat dengan kecepatan awal v . setelah t sekon kecepatan benda berubah menjadi v t . Hal ini berarti dapat ditemukan adanya percepatan yaitu perubahan kecepatan tiap satuan waktu.

  Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut :

  Δ v vv t

  a = = …………. ( 5.1 )

  Δ t tt t

  Dari persamaan itu dapat diperoleh besarnya kecepatan akhir dari gerak benda sebagai berikut :

  Δ v vv t

  a = = a . t = vv ……… ( 5.2 ) t

  Δ t tt t t + Sehingga didapat : v = v a . t ……………. ( 5.3 )

  Dimana : v t = kecepatan pada detik ke t (m/s) v = kecepatan awal (m/s) a = percepatan (m/s2)

  33

  t = waktu (s)

Dari persamaan di atas dapat ditentukan besarnya percepatan secara matematis

sebagai berikut : v v

  − t

  • v = v a . t a = ………. ( 5.4 )

    t t

  Untuk menentukan jarak dalam GLBB dapat dihitung melalui grafik v-t di

atas dengan menghitung luas sebuah trapesium. Jadi besarnya perpindahan sama

dengan luas trapesium tersebut, sebagai berikut : Luas trapesium : jumlah sisi sejajar x ½ tinggi Maka besarnya perpindahan adalah

   S = ( v + v t ) x ½ t …………………. ( 5.5 ) = { v + (v + a.t)} x ½ t ………….. ( 5.6 ) = {(2 v + a.t )} x ½ t …………….. ( 5.7 )

2 S = v .t + ½ a.t …………………… ( 5.8 )

  Dimana : S = perpindahan (m) v = kecepatan awal (m/s) t = waktu (s)

  2 a = percepatan (m/s ) Jadi persamaan perpindahan pada GLBB merupakan fungsi kuadrat dari

  2

waktu, jika ditulis dengan persamaan kuadrat menjadi y = ax + bx. Jika persamaan

kecepatan digunakan untuk mencari besarnya waktu yang ditempuh oleh benda yang

bergerak GLBB maka :

  …………. ( 5.13 ) Maka : S = a v v t

  −

  ………………… ( 5.12 ) = a v v v v v v v t t t

  2

  2

  2

  2 2 2 2 + − + −

  2 2 2

  2

  atau 2aS = v t

  2

  2 ……….. ( 5.14 ) v t

  2 = v

  2 + 2aS ……………………… ( 5.15 ) Dimana : v t = kecepatan akhir (m/s) v = kecepatan awal (m/s) a = percepatan (m/s

  2 ) S = perpindahan (m)

  Misalkan sebuah peluru ditembakkan dengan arah tembakan yang membentuk sudut α dengan arah mendatar. Sudut α disebut sudut elevasi. Lintasan peluru berbentuk parabola seperti gambar berikut.

  a v v a v v v t t

  2

   S = v .t + ½ a.t

  34

  ……………... ( 5.11 ) = ( ) ( ) 2 2

  −

  a v v a a v v v t t

  1

  2

  ( ) ( ) 2 2 .

  2 …………………………..... ( 5.10 ) =

  2

  2 sehingga diperoleh :

  Dari persamaan (5.9) itu maka nilai t disubtitusikan dalam S = v .t + ½ a.t

  − = ……. ( 5.9 )

  a v v t t

  . + =

  t a v v t

  • – v

6. Gerak Parabola

  35

  Y P v p = v x v y0 v Ymaks Q α v x0

  X Xo

Gambar 6. Gerak Peluru

  

Gerak peluru diuraikan menjadi dua komponen yaitu komponen mendatar sepanjang

sumbu X dan komponen vertikal sepanjang sumbu Y. kecepatan awal peluru

diuraikan pada arah sumbu X dan Y, masing-masing : v 0x = v cos 0y = v sin

  α dan v α ……………… ( 6.1 )

komponen gerak pada arah sumbu X adalah gerak lurus beraturan dengan kecepatan

tetap, maka berlaku : v x = v 0x = v cos

  α …………… ( 6.2 ) maka jaraknya : X = v cos

  α . t ………………. ( 6.3 ) Komponen gerak pada sumbu Y adalah gerak lurus berubah beraturan dengan kecepatan awal v = v sin

  0y α. Bila arah sumbu Y ke atas dinyatakan sebagai arah

positif maka percepatannya adalah a = -g, dan persamaan gerak menurut arah sumbu

  Y adalah : v = v – gt ……………………. ( 6.4 ) y 0y v y = v sin α – g.t ……………… ( 6.5 )

  36

  Ketinggian yang dicapai peluru adalah :

2 Y = v 0y . t – 1/2gt …………….. ( 6.6 )

  

2

………… ( 6.7 )

  Y = v sin α.t – 1/2gt Dimana : Y = Tinggi maksimum (m) v y = Kecepatan ke sumbu Y (m/s) v = Kecepatan awal (m/s)

  2 g = Percepatan gravitasi (m/s ) t = waktu (s)

  α = sudut elevasi Kecepatan peluru pada saat t detik adalah resultan dari kecepatan ke sumbu X 2 2

  • dan sumbu Y yaitu : v = v v x y

    Tinggi maksimum yang dicapai peluru dalam gambar di atas pada titik P, maka

    komponen kecepatan vertikal di titik P = nol atau v = 0, maka :

  yp v y = v sin α – g.t ……………… ( 6.8 ) v sin

  α

  maka waktu yang dibutuhkan adalah t = ………… ( 6.9 )

p

g

  Sedangkan tinggi maksimum yang dicapai peluru adalah :

2 Ymaks = Yp = v sin ……………………………… ( 6.10 )

  α.t – 1/2gt 2 v sin

  1 ⎛ v sin ⎞ α α

  

= v sin α . − g …………….. ( 6.11 )

  ⎜⎜ ⎟⎟

  g

  2 g ⎝ ⎠ 2 2 α

  1 2 2 v sin

  α

  v sin

  2

= …………………….... ( 6.12 )

  − 2 g g 2 v sin α

   Ymaks = ………….......................................... ( 6.13 )

  2 g

  37

  Sedangkan jarak mendatar saat peluru mencapai titik tertinggi adalah : Xp = v cos p …………………………………… ( 6.14 ) α . t v sin α

  

= v cos . ……………………………… ( 6.15 )

  α 2 g v sin 2 α

   Xp = …………………………………… ( 6.16 )

  2

  g

Jarak tembakan peluru pada gambar 5, sampai mencapai tanah terletak pada titik Q,

sehingga ketinggian titik Q sama dengan nol. Maka :

  Yq = 0 …………………………………………….. ( 6.17 )

  2 v sin q – 1/2gt q = 0 …………………………… ( 6.18 ) α.t t (v sin ) = 0 …………………………… ( 6.19 ) q q

  α - 1/2gt

  2 v sin α

  t q1 = 0 ( tidak memenuhi ), Maka t = …………….. ( 6.20 ) q 2

g

  Karena X = v cos α . t …………………………… ( 6.21 )

  2 v sin α

  Xq = v cos . …………………… ( 6.22 )

  α 2 g v sin

  2 α

   Xq = …………………………… ( 6.23 ) g

  Dimana : X = jarak terjauh peluru mencapai tanah (m) v = kecepatan awal peluru (m/s) t = waktu yang dibutuhkan peluru sampai ke tanah (s)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu : Februari 2009 – Maret 2009 Tempat : SMU N 1 KARANGNONGKO KLATEN. B. Partisipan Penelitian Partisipan penelitian dipilih siswa kelas X, dengan jumlah siswa 40 orang. Dalam penelitian ini dipilih siswa kelas X karena kepada mereka telah diajarkan

  materi tentang Gerak Lurus di SMP. SMA N 1 Karangnongko Klaten dipilih karena peneliti adalah alumni SMA tersebut sehingga mengenal lebih dalam dan guru fisika di SMA tersebut adalah kakak tingkat peneliti di Universitas Sanata Dharma. Faktor- faktor tersebut mempermudah peneliti untuk mendapatkan ijin penelitian dan memperlancar komunikasi peneliti dengan pihak sekolah.

C. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan studi kasus yang mendalami suatu kelompok siswa.

  Hasilnya berlaku terbatas pada siswa yang diteliti saja dan kesimpulan yang diambil tidak dapat digeneralisasikan pada keadaan di luar kasus yang diteliti. Untuk menganalisa hasil penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis secara kualitatif dan

  39

D. Ubahan

  1. Jenis Ubahan

  Penelitian ini memiliki tiga jenis ubahan yaitu : a. Pemahaman siswa.

  b. Simulasi komputer dan Power Point.

  c. Peningkatan pemahaman siswa.

  Setiap ubahan dalam penelitian ini berdiri sendiri. Hal ini berarti tidak dicari pengaruh ubahan satu dengan yang lain sehingga tidak dibedakan mana ubahan terikat dan ubahan bebas.

  2. Definisi Operasional Ubahan

  a. Pemahaman siswa dalam pembelajaran fisika dilihat dari pemahaman atau pengetahuan awal dan akhir siswa tentang Gerak Lurus sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran dengan simulasi komputer adalah skor yang diperoleh siswa dari hasil pretes dan postest.

  b. Simulasi Komputer dan Power Point yang digunakan dalam pembelajaran fisika dilihat dari pembelajaran menggunakan komputer tentang Gerak Lurus sesudah dilakukan pretest. Simulasi yang digunakan adalah Motion with

  constant acceleration, Projectile Motion, Excel dan Power Point tentang ringkasan materi.

  c. Peningkatan pemahaman perbandingan antara pemahaman awal dan akhir.

  Secara kualitatif dianalisis berdasarkan kualitas jawaban pada pre tes dan post

  40

E. Desain Penelitian

  Sebelum dilakukan penelitian, peneliti menyusun desain penelitian dalam beberapa tahap, sebagi berikut :

1. Penyusunan Instrumen

  Instrumen ini disusun berdasarkan tujuan penelitian, yakni mengetahui peningkatan pemahaman siswa tentang Gerak Lurus dan keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan simulasi komputer. Instrumen yang dipakai dalam penelitian terdiri dari :

A. Instrumen pembelajaran meliputi : (a) desain pembelajaran berbentuk silabus, (b) rancangan simulasi pembelajaran. A.1. Silabus

  Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran serta penilaian hasil belajar. Bagian terpenting dalam silabus adalah (1) analisis konsep, (2) uraian konsep, (3) langkah pembelajaran, dan (4) penilaian. Di samping empat hal tersebut ada beberapa komponen yang ada dalam silabus adalah identitas mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, materi pokok, identifikasi konsep, uraian makna konsep, rancangan pembelajaran, media dan sumber belajar, serta evaluasi atau penilaian. Maka dari itu format silabus dibuat sebagai berikut :

  41 Format Silabus : Mata Pelajaran : ……………………………………. Satuan Pendidikan : ……………………………………. Kelas / Semester : ……………………………………. Alokasi Waktu : …………………………………….

  I. Kompetensi Dasar :

  II. Indikator : 1.

  2. III. Materi Pokok :

  IV. Analisis Konsep : Indikator Konsep

  V. Uraian Konsep :

  VI. Langkah Pembelajaran : Indikator Pengalaman belajar

  VII. Sarana dan Sumber Belajar : 1.

  2. Dst.

  VIII. Penilaian :

  1. Prosedur

  2. Soal-soal

  A.2. Rancangan Simulasi Simulasi dirancang dengan desain yang sudah jadi yang diberikan oleh dosen.

  Simulasi yang digunakan untuk penelitian adalah Motion with constant acceleration

  

dan Projectile Motion . Siswa diberi simulasi ini untuk diobservasi, dimanipulasi dan

  dianalisa, serta dibuat kesimpulan. Simulasi ini tidak menjelaskan konsep tentang Gerak Lurus secara menyeluruh dan lengkap serta tidak memberikan konsep

  42 matematisnya. Simulasi yang akan dipakai dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut :

  

Gambar 7.

  Motion with constant acceleration

Gambar 8.

  

Projectile Motion

  43

  34.5

  6.5

  5

  2

  18

  5

  3

  5

  Gerak Lurus Beraturan t S a

  4

  56

  5

  5

  82.5

  5 6 114 5 7 150.5 5 8 192 5 9 238.5 5 10 290 5 vo=

  1

  Gambar 9.

  t s

  4

  1

  15

  2

  30

  3

  45

  60

  α maka tg α=s/t menyatakan besarnya kecepatan (v) Esensi dari gerak lurus beraturan adalah benda bergerak pada lintasan lurus dengan kecepatan tetap.

  5

  75

  6

  90 7 105 8 120 9 135

  10 150 v=

  15 GERAK LURUS BERATURAN keterangan: s menyatakan jarak (meter) t menyatakan waktu (sekon) v menyatakan kecepatan (m/s) dari grafik s vs t, kurva membentuk sudut tertentu terhadap sumbu t, sebut saja

  4

  44

GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN

  Esensi: Lintasannya lurus dan kecepatan selalu berubah secara tetap (percepatan tetap). Besaran yang terlibat: S menyatakan jarak (meter)

  GLBB Vo menyatakan kecepatan awal (m/s) DIPERCEPAT t menyatakan waktu (sekon) S=vo.t + 0.5a.t.t a menyatakan percepatan (m/s.s) Vt=vo + a.t Vt menyatakan kecepatan tertentu pada saat t Grafik tampak tertentu (m/s) seperti di atas.

  Gambar 10.

  Gerak Lurus Berubah Beraturan A.3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah salah satu komponen yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Tujuan dari pembuatan RPP ini adalah untuk mempersiapkan pembelajaran sehingga tujuan dari pembelajaran akan tecapai. Hal yang terpenting dalam penyusunan RPP ini terletak pada kegiatan inti yang ada di dalamnya. Maka dari itu format RPP adalah sebagi berikut :

RENCANA PELAKSANAAN PEMPELAJARAN

  Mata pelajaran : ……………………………………… Satuan pendidikan : ……………………………………… Kelas / Semester : ……………………………….…… Alokasi Waktu : …………………………………

  I. Kompetensi Dasar : II. Indikator : 1.

  45

  2. III. Materi Pokok :

  IV. Analisis Konsep : Indikator Konsep

  V. Uraian Konsep :

  VI. Langkah Pembelajaran : Indikator Pengalaman belajar

  VII. Sarana dan Sumber Belajar : 1.

  2. Dst.

  VIII. Penilaian

  a. Prosedur

  b. Soal – Soal B.

   Instrumen pengumpulan data meliputi : B.1. Pretest

  Pretest dilakukan sebelum proses pembelajaran.soal peretest diberikan bertujuan untuk mengetahui pengetahuan atau pemahaman awal siswa tentang konsep

  46 diukur adalah ingatan, pemahaman, dan penerapan atau aplikasi. Distribusi soal menurut materi dan aspek yang akan diukur adalah sebagai berikut :

  

Tabel 1.

Distribusi soal pretest menurut

materi dan aspek yang akan diukur

  Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan No. soal dan Aspeknya

  1. Gerak Lurus

  a. Jarak dan Perpindahan. 1 (Ingatan, Pemahaman) 2 (Pemahaman, Analisis) b. Kelajuan dan Kecepatan. 3 (Ingatan, Pemahaman)

  c. Gerak Lurus Beraturan 4 (Ingatan, Pemahaman) (GLB). 5 (Pemahaman, Analisis)

  d. Gerak Lurus Berubah 6. (Ingatan, Pemahaman) Beraturan (GLBB) 7. (Pemahaman, Analisis)

  8. (Pemahaman, Analisis)

  2. Memadu Gerak Gerak Parabola 9. (Pemahaman, Analisis) 10. (Pemahaman, Analisis)

  B.2. Post test

  Postest merupakan tes akhir yang diberikan kepada siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan simulasi. Soal-soal dalam posttest jug berbentuk uraian dan disusun menurut konsep Gerak Lurus yang telah diberikan. Distribusi soal menurut materi dan aspek yang akan diukur sama seperti yang dilakukan pada pretest sebagai berikut :

Tabel 2.

  

Distribusi soal postest menurut

materi dan aspek yang akan diukur

  Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan No. soal dan Aspeknya

  1. Gerak Lurus

  a. Jarak dan Perpindahan. 1 (Ingatan, Pemahaman) 2 (Pemahaman, Analisis) b. Kelajuan dan Kecepatan. 3 (Pemahaman, Analisis)

  47 c. Gerak Lurus Beraturan 4 (Pemahaman, Analisis)

  (GLB). 5 (Pemahaman, Analisis)

  d. Gerak Lurus Berubah 6. (Ingatan, Pemahaman, Beraturan (GLBB) Analisis)

  7. (Pemahaman, Analisis) 8. (Pemahaman, Analisis)

  2. Memadu Gerak Gerak Parabola 9. (Pemahaman, Analisis) 10. (Pemahaman, Analisis)

  B.3. Lembar Pengamatan

  Lembar pengamatan dibuat dengan tujuan untuk mencatat keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran, yang disusun berdasarkan perilaku siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan simulasi. Kegiatan - kegiatan tersebut adalah : 1. Mengajukan pertanyaan.

  2. Menjawab pertanyaan.

  3. Menganalisis data.

  4. Membuat kesimpulan.

2. Desain Pembelajaran

  Untuk proses pembelajaran yang akan dilakukan selama penelitian, terdiri dari beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai berikut :

  

Tabel 3.

Kegiatan dalam penelitian

  Pertemuan Waktu Kegiatan I 1 x 45 menit ¾ Perkenalan

  ¾ Pretes

  II 2 x 45 menit ¾ Pembelajaran dengan simulasi pada pokok bahasan Gerak Lurus tentang : jarak dan perpindahan, kecepatan, kelajuan dan

  48 Gerak Lurus Beraturan. ¾ Pembelajaran dengan simulasi pada pokok

  III 2 x 45 menit bahasan Gerak Lurus dan Memadu gerak tentang : Gerak Lurus Berubah Beraturan dan Gerak Parabola. ¾ Postest

  IV 1 x 45 menit

F. Metode Pengumpulan Data

  Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut : a. Mengajukan dan memberikan pertanyaan-pertanyaan (soal-soal) yang berhubungan dengan materi atau konsep Gerak Lurus, sebelum proses pembelajaran dilakukan atau yang disebut pretest. Pertanyaan (soal-soal) ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang Gerak Lurus sebelum mereka mengukuti pembelajaran dengan menggunakan simulasi komputer. Jawaban atau respon dari siswa dijadikan data pemahaman awal untuk dibandingkan dengan pemahaman akhir siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Soal pre tes sebanyak 10 soal yang mencakup aspek-aspek yang akan diukur yaitu aspek ingatan, pemahaman, dan penerapan (aplikasi).

  b. Peneliti melakukan pembelajaran dengan menggunakan simulasi komputer tentang Gerak lurus. Dalam pembelajaran ini peneliti membuat ringkasan materi dan dipresentasikan dengan media komputer, yang selanjutnya simulasi yang disiapkan juga diberikan kepada siswa untuk dianalisis dan dipahami. Peneliti

  49 juga mengajukan pertanyaan sebagai permasalahan dan mendorong siswa untuk menyelesaikannya.

  c. Setelah pembelajaran selesai dilakukan peneliti kembali mengajukan pertanyaan (soal-soal) yang sesuai dengan konsep yang telah diberikan atau yang disebut dengan Postest. Jawaban dari soal-soal ini dijadikan data pemahaman akhir untuk dibandingkan dengan data pemahaman awal yang diperoleh sebelumnya kemudian dianalisis untuk mengetahui tujuan penelitian ini. Soal Pos tes sebanyak 10 soal yang mencakup aspek-aspek yang akan diukur yaitu aspek ingatan, pemahaman, dan penerapan (aplikasi).

G. Metode Analisis Data

  Data hasil penelitian akan dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1.

   Analisis pemahaman awal dan pemahaman akhir siswa tentang Gerak Lurus.

  Hasil jawaban siswa untuk pre test dan pos test dianalisis dengan acuan konsep ideal yang harus dipahami oleh setiap siswa setelah mengikuti proses pembelajaran.

  Analisis data dalam penelitian ini melewati dua tahap yaitu :

  a. Mengelompokkan variasi jawaban setiap soal untuk setiap siswa dan untuk keseluruhan siswa. Variasi jawaban untuk soal pre test dan pos test didistribusikan dalam tabel dibawah ini :

  50

  Tabel 4.

Variasi jawaban untuk setiap soal pre test dan post test untuk setiap siswa dan

keseluruhan siswa.

  No. Variasi jawaban Jumlah siswa Jumlah siswa (%) Soal

  • Jumlah

  b. Mendeskripsikan jawaban setiap soal menurut aspek yang termuat dalam indikator. Pemahaman siswa terhadap setiap aspek dikualifikasikan menjadi 5 (lima) macam yaitu sangat baik, baik cukup, kurang, dan sangat kurang. Kualifikasi pemahaman didistribusikan ke dalam tabel berikut ini

Tabel 5.

  

Kualifikasi pemahaman setiap konsep

  Interval nilai Kualifikasi 81 – 100 Sangat baik 61 – 80 Baik 41 – 60 Cukup 21 – 40 Kurang 0 – 20 Sangat kurang

2. Analisis Peningkatan Pemahaman Konsep

  Untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah hasil dari variasi jawaban pre test dan post test. Data ini didistribusikan dalam tabel kualifikasi pemahaman konsep untuk keseluruhan siswa

  51 yang diteliti. Kualifikasi pemahaman konsep ini dibagi dalam 3 (tiga) macam yaitu paham, kurang lengkap, dan tidak paham, seperti dalam tabel di bawah ini :

  c. Gerak Lurus Beraturan (GLB).

  c. Gerak Lurus Beraturan (GLB).

  b. Kelajuan dan Kecepatan.

  I. Gerak Lurus a. Jarak dan Perpindahan.

  (%)

  Pre Test Post Test Peningkatan

  Soal Konsep

  Kode siswa : Prosentase (%) No

  

Tabel 7.

Peningkatan pemahaman konsep setiap siswa.

  a. Gerak Parabola Sedangkan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep Gerak Lurus siswa, data diperoleh dari hasil rata-rata nilai tiap nomor soal baik dari pretest maupun postest kemudian dimasukkan dalam tabel peningkatan pemahaman konsep di bawah ini untuk keseluruhan siswa.

  II. Memadu Gerak

  d. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB).

  b. Kelajuan dan Kecepatan.

  

Tabel 6.

Kualifikasi pemahaman konsep siswa

  I. Gerak Lurus : a. Jarak dan Perpindahan.

  (%)

  Tidak Paham

  Lengkap (%)

  (%) Kurang

  (%) Paham

  Tidak Paham

  Lengkap (%)

  (%) Kurang

  Soal Paham

  Pre Test Post Test Konsep No.

  d. Gerak Lurus Berubah

  52 Beraturan (GLBB).

  II. Memadu Gerak

  a. Gerak Parabola 3.

   Analisis Keterlibatan siswa.

  Untuk mengetahui dan menganalisis tingkat keterlibatan siswa, baik secara individu maupun secara klasikal digunakan lembar pengamatan siswa baik sebelum proses pembelajaran maupun sesudah mengikuti pembelajaran dengan simulasi komputer. dengan memasukkan hasil pengamatan ke dalam tabel di bawah ini, kemudian dianalisis secara kualitatif sebagai berikut :

Tabel 8.

  

Lembar pengamatan aktifitas siswa di kelas

  Kelas / Semester : Pokok Bahasan : Gerak Lurus Kode siswa :

  Hasil pengamatan No Aspek yang diamati

  Sangat Aktif Kurang Tidak Aktif .

  Aktif Aktif

  1. Mengajukan pertanyaan

  2. Menjawab pertanyaan

  3. Menganalisis data

  4. Membuat kesimpulan Aspek yang digunakan untuk mengetahui keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut: a. Aspek kemauan mengajukan pertanyaan

  53 Jumlah Pertanyaan Skor

  Lebih dari 3

  3 2 – 3 2 1 – 2

  1 Tidak bertanya

  b. Aspek kemauan menjawab pertanyaan Jumlah Jawaban Skor

  Lebih dari 3

  3 2 – 3 2 1 – 2

  1 Tidak menjawab

  c. Aspek menganalisis data Jenis Analisis Skor

  1. Memberikan jawaban

  3 beserta rumus, analisis dan satuan benar

  2. Memberikan jawaban

  2 beserta rumus dan analisis benar tetapi satuan tidak ada atau salah

  3. Memberikan jawaban benar

  1 tetapi tanpa rumus, analisis dan satuan

  4. Memberikan jawaban salah atau tidak memberikan jawa d. Aspek Membuat Kesimpulan

  Hasil Kesimpulan Skor

  1. Jawaban tepat

  3

  2. Jawaban salah tetapi ada unsur kebenaran

  2

  54

  3. Jawaban tidak tepat

  4. Tidak menjawab

  1 Tabel 9.

  Kualifikasi skor tingkat keterlibatan siswa

  Keterlibatan Skor Sangat Aktif

  3 Aktif 2 Kurang Aktif

  1 Tidak Aktif Tabel 10.

  Kualifikasi keterlibatan siswa

  Interval nilai Kualifikasi 76 – 100 Sangat Aktif 51 – 75 Aktif 26 – 50 Kurang aktif

  0 – 25 Sangat kurang aktif

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMA N I Karangnongko Klaten, pada tanggal 12 Maret 2009. dan berakhir pada tanggal 2 April 2009. Peneliti memilih SMA N I Karangnongko Klaten sebagai tempat penelitian karena peneliti merupakan alumni

  dari sekolah tersebut, sehingga memudahkan proses komunikasi dan pelaksanaan penelitian. Penelitian dimulai setelah mendapat ijin dari Instansi Pemerintah yang berkompeten memberikan ijin untuk mengadakan penelitian di sekolah tersebut. Dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa tentang pokok bahasan Gerak Lurus yang terdiri dari sub pokok bahasan antara lain Gerak Lurus meliputi jarak dan perpindahan, kecepatan dan kelajuan, GLB, dan GLBB, serta sub pokok bahasan Memadu Gerak yaitu gerak parabola.

  Penelitian kemudian dilakukan di kelas XE yang ditunjuk oleh guru pembimbing dari sekolah sebagai kelas yang akan diteliti karena kelas tersebut menurut guru pembimbing adalah kelas yang mempunyai siswa berkemampuan merata dalam arti tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap tingkat intelegensi antar siswa. Di dalam memulai penelitian sesuai dengan susunan kegiatan yang akan dilakukan, yaitu terdiri dari 4 kali pertemuan yang terbagi dalam kegiatan sebagai berikut : (1) pemberian pretest pada pertemuan yang pertama, (2) pembelajaran dengan simulasi komputer pada sub pokok bahasan Gerak lurus, (3) pembelajaran dengan simulasi komputer pada sub pokok bahasan Memadu gerak dan (4) pemberian postest.

  Pada pertemuan yang pertama, tanggal 12 Maret 2009 siswa diberikan soal pretest. Pretest dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman awal siswa tentang materi yang akan diberikan. Dari hasil jawaban pretest yang telah dilakukan akan dipakai sebagai data awal yang dianalisis dengan mengumpulkan variasi jawaban dari masing-masing siswa untuk setiap soal. Hal ini bertujuan untuk memudahkan peneliti dalam menentukan pemahaman untuk konsep yang belum dipahami benar oleh siswa. Didalam pertemuan ini terlihat bahwa antusias dan peran aktif siswa dalam mengerjakan soal begitu besar, meskipun bukan guru mereka yang menunggu.

  Pertemuan yang selanjutnya, tanggal 19 Maret 2009 siswa diberikan pembelajaran tentang Gerak Lurus dengan simulasi komputer di ruang laboratorium karena suasana kelas tidak mendukung untuk dilakukan pembelajaran seperti ini. Dengan menggunakan komputer yang berjumlah 4 unit dan digunakan secara bergantian dan berkesinambungan. Untuk satu unit komputer digunakan untuk dua orang siswa. Materi yang disampaikan tentang jarak dan perpindahan, kecepatan dan kelajuan, GLB, dan GLBB. Simulasi berbentuk gambar yang dapat diisi dengan data- data yang diperlukan sehingga siswa dapat mengubah-ubah sesuai dengan apa yang akan dicari. Di dalam pembelajaran ini, siswa berperan aktif dalam mengisi data dan menyelesikan dengan baik, meskipun sebelumnya mereka tidak pernah diberikan pembelajaran seperti ini. Dengan menganalisis data dan menarik kesimpulan siswa benar-benar aktif dalam proses ini. Di samping itu ada seorang guru fisika kelas XI juga ikut mengamati simulasi dan mencoba-coba untuk menganalisis sesuai dengan rumusan matematisnya. Informasi-informasi yang diperlukan juga diberikan dalam bentuk slide-slide yang dapat membantu siswa untuk memudahkan menarik kesimpulan.

  Pertemuan yang ketiga dilakukan pada tanggal 21 Maret 2009, pembelajaran dengan simulasi dilanjutkan ke sub pokok bahasan memadu gerak tentang gerak parabola. Seperti halnya pada pertemuan yang kedua, pembelajaran dilakukan di ruang laboratorium. Keaktifan siswa semakin terlihat saat mereka melihat dan memperhatikan simulasi yang diberikan dengan mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dari peneliti. Data yang dimasukkan dalam simulasi diambil dari soal buku pegangan, sehingga siswa dapat mencari jawaban dari hasil yang ada dalam simulasi kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus matematis dari ringkasan materi yang diberikan. Siswa semakin banyak menganalisis data secara berkelompok yang masing-masing kelompok mempuyai persoalan yang berbeda- beda. Dan mereka semakin senang karena hasil dari simulasi sesuai dengan hasil secara hitungan matematis.

  Pertemuan yang terakhir atau yang ke empat tanggal 2 April 2009, siswa diberikan postest. Postest diberikan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman akhir setelah mengikuti pembelajaran dengan simulasi komputer pada pokok bahasan Gerak Lurus. Namun hal yang berbeda terjadi di sini, karena hanya sebanyak 30 siswa dari 40 siswa yang mengikuti postest, hal ini dikarenakan sejumlah 10 siswa tidak dapat mengikuti diantaranya 3 siswa tidak masuk, 3 siswa dalam pelatihan olah raga, 2 siswa sedang dihukum, dan 2 siswa tidak mengerjakan. Hasil dari postest juga dianalisis berdasarkan variasi jawaban dari masing-masing siswa. hal ini bertujuan untuk membandingkan antara hasil pretest dan postest untuk mengetahui peningkatannya sesuai dengan tujuan dari penelitian. Semua siswa mengerjakan soal yang berjumlah 10 soal yang terdistribusi untuk masing-masing konsep dengan waktu dua jam pelajaran atau sekitar ± 90 menit. soal berbentuk uraian yang bukan seperti pada pretest yang sebagian merupakan pemahaman tentang definisi namun dalam postest lebih kepada soal yang berbentuk aplikasi dari masing-masing konsep.

B. Data

  Pretest dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2009 di SMA N I Karangnongko Klaten, di kelas X E dengan jumlah siswa 40 orang namun ada satu siswa yang tidak masuk sedangkan postest dilaksanakan pada tanggal 2 April 2009. Semua siswa mengerjakan soal pretest dan 30 siswa mengerjakan postest yang berkaitan dengan materi tentang Gerak Lurus. Jumlah soal yang dikerjakan sebanyak 10 soal yang terbagi untuk masing-masing sub pokok bahasan dari Gerak Lurus. Soal berbentuk esai yang dikerjakan dalam waktu 90 menit. Data yang diperoleh pada saat pretest adalah sebagai berikut :

  1. Data hasil pretest

Tabel 11.

  58 10 6410 4 5 4 3 10 3 8 0 0 0 37

  43 23 6423 4 4 4 4 3 5 6 0 0 0 30 30 24 6424 4 8 4 4 9 4 6 0 6 0 45

  51 22 6422 4 8 3 4 10 3 8 3 0 0 43

  10 4 8 7 0 2 51

  60 15 6415 4 6 3 5 9 5 8 0 0 0 40 40 16 6416 4 6 4 4 9 4 8 8 0 2 49 49 17 6417 4 6 4 4 9 3 8 0 0 0 38 38 18 6418 5 8 4 4 9 4 0 8 6 0 48 48 19 6419 4 6 5 5 9 4 2 0 0 0 35 35 20 6420 4 6 3 4 9 4 8 0 0 0 38 38 21 6421 4 8 4 4

  14 6414 4 8 4 4 9 4 5 8 6 8 60

  37 11 6411 5 7 5 5 9 5 12 8 0 0 56 56 12 6412 4 6 4 4 9 5 0 0 0 0 32 32 13 6413 - - - - - - - - - - 0

  58 9 6409 4 8 4 4 10 4 14 8 0 2 58

  

Data hasil pretest siswa

  41 8 6408 4 8 4 4 10 4 14 8 0 2 58

  10 4 8 0 0 0 41

  49 2 6402 4 6 3 3 3 4 4 8 0 0 35 35 3 6403 4 4 4 4 9 3 8 6 0 0 42 42 4 6404 4 6 4 4 9 4 8 0 0 0 39 39 5 6405 4 8 4 4 9 4 8 7 1 0 49 49 6 6406 4 10 4 4 9 4 8 7 1 0 51 51 7 6407 4 6 4 5

  Prosentase Skor 1 6401 4 7 4 5 9 4 8 8 0 0 49

  10 Jumlah Skor

  Skor No. Kode Siswa No. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9

  45

  25 6425 4 3 2 4 9 2 3 0 0 0 27

  

Data hasil postest siswa

  68 5 6405 3 4 10 10 8 6 13 6 13 10 83

  26 4 6404 2 3 8 10 10 6 15 1 13 0 68

  77 2 6402 - - - - - - - - - - 0 3 6403 2 3 10 3 8 0 0 0 0 0 26

  13 10 77

  Prosentase Skor 1 6401 2 3 6 10 10 6 13 4

  10 Jumlah Skor

  Skor No. Kode Siswa No. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9

  2. Data hasil Postest

Tabel 12.

  27 26 6426 4 7 5 5 9 5 12 8 0 0 55 55 27 6427 4 6 3 3

  53 Rata-rata 4,05 6,69 3,87 4,15 8,9 3,82 7,67 4,26 0,51 1 43,8 43,8 Prosentase (%) 81 66,9 77,4 83,1 89 76,4 51,1 28,4 5,13 5 43,8 43,8

  51 38 6438 4 8 4 4 9 4 8 8 0 0 49 49 39 6439 4 5 3 4 9 3 8 0 0 0 36 36 40 6440 4 8 5 5 9 4 8 8 0 2 53

  10 4 8 8 0 1 51

  54 32 6432 4 8 4 4 8 3 8 7 0 9 55 55 33 6433 4 3 4 4 9 0 7 6 0 0 37 37 34 6434 4 6 4 4 9 4 8 2 0 0 41 41 35 6435 4 4 2 4 9 4 8 0 0 0 35 35 36 6436 4 8 4 4 9 4 8 7 0 9 57 57 37 6437 4 8 4 4

  10 5 15 2 0 0 54

  37 28 6428 4 8 4 4 9 4 7 0 0 0 40 40 29 6429 4 8 4 4 9 4 8 8 0 0 49 49 30 6430 4 8 4 5 9 4 8 8 0 2 52 52 31 6431 4 8 5 5

  10 3 8 0 0 0 37

  83 6 6406 - - - - - - - - - - 0

  7 6407 - - - - - - - - - - 0 8 6408 3 4 10 10 8 8 13 6 13 10 85

  13 10 82

  85 38 6438 2 3 8 10 10 8 15 4 13 10 83

  80 37 6437 3 4 10 10 8 8 13 6 13 10 85

  84 35 6435 - - - - - - - - - - 0 36 6436 2 3 8 10 10 6 15 3 13 10 80

  81 34 6434 2 4 8 10 10 6 15 6 13 10 84

  79 33 6433 2 3 8 10 10 6 15 4 13 10 81

  74 32 6432 2 3 8 10 8 8 13 6 13 8 79

  80 31 6431 4 3 8 10 10 8 8 0 13 10 74

  84 30 6430 2 3 8 10 10 8 10 6 13 10 80

  81 29 6429 2 4 8 10 10 8 15 4 13 10 84

  82 27 6427 - - - - - - - - - - 0 28 6428 2 3 8 10 10 6 15 4 13 10 81

  77 25 6425 2 3 8 10 8 0 0 0 0 0 31 31 26 6426 2 4 10 10 8 6 15 4

  85 9 6409 3 4 10 10 10 8 13 6 13 10 87 87 10 6410 - - - - - - - - - - 0

  65 24 6424 2 3 8 10 10 6 15 0 13 10 77

  13 8 65

  82 22 6422 2 4 10 10 10 8 15 6 13 8 86 86 23 6423 2 3 10 2 8 6 13 0

  54 21 6421 2 4 10 10 8 8 13 6 13 8 82

  79 19 6419 - - - - - - - - - - 0 20 6420 2 3 8 10 10 6 15 0 0 0 54

  70 18 6418 2 3 8 10 10 8 15 0 13 10 79

  67 17 6417 2 4 8 10 10 8 15 0 13 0 70

  79 15 6415 - - - - - - - - - - 0 16 6416 2 3 8 10 10 6 15 0 13 0 67

  69 14 6414 2 3 8 10 10 6 13 4 13 10 79

  85 12 6412 - - - - - - - - - - 0 13 6413 2 3 8 10 10 6 13 4 13 0 69

  11 6411 2 3 10 10 10 6 15 6 13 10 85

  83 39 6439 - - - - - - - - - - 0

  40 6440 3 4 10 10 8 8 13 0 13 10 79

  79 Rata-rata 2,23 3,37 8,67 9,50 9,33 6,47 12,87 3,20 9,00 7,40 74,73 74,73 Prosentase (%) 44,6 67,4 86,7 95 93,3 64,7 85,8

  32

  60 74 74,73 74,73 3.

   Data keterlibatan siswa

Tabel 13.

  

Data keterlibatan siswa mengikuti proses pembelajaran

Pertemuan I Pertemuan II Kode siswa A B C D Skor % A B C D Skor %

  6401 3 3 3 3 12 100 3 3 3 3 12 100 6402 3 3 3 3 12 100 3 3 3 3 12 100 6403 3 3 2 3 11 91,7 3 3 3 3 12 100 6404 3 3 1 3 10 83,3 1 3 3 3 10 83,3 6405 0 2 3 3 8 66,7 0 0 2 3 5 41,7 6406 1 3 2 0 6 50 0 0 2 3 5 41,7 6407 3 0 3 1 7 58,3 1 3 3 3 10 83,3 6408 3 3 0 0 6 50 2 3 3 3 11 91,7 6409 3 1 3 3 10 83,3 1 3 3 3 10 83,3 6410 2 3 3 3 11 91,7 3 3 3 3 12 100 6411 3 2 0 0 5 41,7 0 2 3 3 8 66,7 6412 0 2 1 3 6 50 3 3 3 2 11 91,7 6413 - - - - 0 0 0 2 3 3 8 66,7 6414 3 3 3 3 12 100 3 3 3 3 12 100 6415 2 3 3 3 11 91,7 3 3 3 3 12 100 6416 2 3 3 3 11 91,7 1 3 3 3 10 83,3 6417 3 3 3 3 12 100 3 2 3 3 11 91,7 6418 3 3 3 1 10 83,3 3 2 3 3 11 91,7 6419 2 3 3 3 11 91,7 3 3 3 3 12 100 6420 3 3 3 3 12 100 3 3 3 1 10 83,3 6421 2 2 2 2 8 66,7 0 2 3 3 8 66,7 6422 2 2 2 2 8 66,7 0 1 3 3 7 58,3 6423 3 3 3 1 10 83,3 3 3 3 3 12 100

  6424 3 3 3 2 11 91,7 2 3 3 3 11 91,7 6425 3 3 3 3 12 100 3 2 3 3 11 91,7 6426 3 3 3 1 10 83,3 3 3 3 3 12 100 6427 3 3 3 1 10 83,3 2 3 3 3 11 91,7 6428 3 3 3 2 11 91,7 2 3 3 3 11 91,7 6429 2 2 2 2 8 66,7 3 1 3 3 10 83,3 6430 2 2 2 0 6 50 3 2 0 0 5 41,7 6431 3 3 3 3 12 100 3 3 2 0 8 66,7 6432 3 3 3 2 11 91,7 3 3 3 3 12 100 6433 1 3 3 3 10 83,3 3 3 3 3 12 100 6434 0 1 2 3 6 50 1 3 3 3 10 83,3 6435 0 1 2 3 6 50 3 3 2 0 8 66,7 6436 2 2 2 0 6 50 0 2 3 3 8 66,7 6437 0 1 2 3 6 50 1 3 3 3 10 83,3 6438 2 2 2 2 8 66,7 1 3 3 3 10 83,3 6439 3 3 3 1 10 83,3 1 3 3 3 10 83,3 6440 3 2 0 0 5 41,7 2 3 3 3 11 91,7

  Rata-rata 74,4 Rata-rata 83,5 Prosentase (%) 74,4 Prosentase (%) 83,5 C.

   Analisis

  Berdasarkan dari hasil penelitian, data yang diperoleh pada pretest siswa sebelum mengikuti pembelajaran menggunakan simulasi komputer dapat terlihat pada tabel 11. Hasil yang cukup baik untuk tipe soal yang menyatakan definisi, karena berdasarkan rata-rata yang diperoleh untuk masing-masing soal yang berbentik definisi atau pengertian mendapat prosentase yang yang lebih dibandingkan dengan soal yang berbentuk aplikasi dengan hitungan-hitungan secara matematis. Data yang diperoleh kemudian diklasifikasikan berdasarkan pada tabel 5.

  1. Analisis Pemahaman awal siswa tentang Gerak Lurus

Tabel 14.

Kualifikasi frekuensi pemahaman awal dari pretest untuk masing-masing soal

No.

  Soal Interval skor (%) Kualifikasi

  1,4,5 81 – 100 Sangat baik 2,3,6 61 – 80 Baik 7 41 – 60 Cukup

  21 – 40 Kurang 8,9,10 0 – 20 Sangat kurang Tabel 15.

  Kualifikasi frekuensi pemahaman awal dari pretest

Interval skor Kualifikasi Frekuensi Prosentase (%)

  81 – 100 Sangat baik 0 0 61 – 80 Baik 0 0 41 – 60 Cukup 24 61,54 21 – 40 Kurang 15 38,46

  0 – 20 Sangat kurang 0 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa pemahaman awal siswa sebelum mengikuti pembelajaran dengan simulasi komputer, dalam kualifikasi yang cukup dengan prosentase 61,54 % dan sebanyak 38,46 % dalam kualifikasi kurang. Dengan demikian pembelajaran yang akan dilakukan dimaksudkan untuk lebih menjelaskan konsep yang kurang dipahami. Hal ini dapat dilihat dari hasil variasi jawaban yang diperoleh dari pretest yang sebagian besar kurang lengkap, sebagai berikut :

Tabel 16.

  

Variasi jawaban siswa dari soal pretest

No

  Jumlah Kualifikasi Soal Kunci jawaban Variasi jawaban Jumlah siswa pemahaman siswa (%)

  1 Jarak adalah panjang lintasan sebenarnya Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh benda yang sesungguhnya yang ditempuh bergerak. oleh benda yang bergerak.

  Perpindahan adalah perubahan Perpindahan adalah perubahan 2 5,43 Lengkap kedudukan suatu benda yang dihitung kedudukan suatu benda yang dari posisi awal benda tersebut. dihitung dari posisi awal benda tersebut.

  Jarak adalah panjang lintasan sesungguhnya yang ditempuh Kurang oleh benda yang bergerak. 19 48,64

  Lengkap

Perpindahan adalah perubahan

kedudukan suatu benda. Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh benda.

  Perpindahan adalah perubahan Kurang 14 37,74 kedudukan suatu benda yang Lengkap

dihitung dari posisi awal benda

tersebut. Jarak adalah panjang lintasan sesungguhnya yang ditempuh oleh benda yang bergerak. Kurang 1 2,76 Perpindahan adalah perubahan Lengkap kedudukan dari tempat satu ketempat yang lain Jarak adalah panjang lintasan sesungguhnya yang ditempuh Kurang oleh benda yang bergerak. 2 5,43 Lengkap

Perpindahan adalah perubahan

kedudukan suatu benda Jumlah 39 100

  2 Diket : AC = 8

  A B C

  BC = 3 Ditanya : Jarak (S)

  • 3 2 5 Perpindahan (S’) Diketahui : Panjang AC = 8

  11 29,21 Kurang Jawab : Panjang BC = 3

  Lengkap S = 8 + 3 Ditanya : jarak dan perpindahan ? = 11

  = panjang lintasan ACB S’ = 8 – 3 = lintasan AC + lintasan CB = 5 = 8 + 3 (Tanpa gambar) =11 Diket : A = -3 , B = 2, Perpindahan : C = 5 = kedudukan akhir – kedudukan awal Ditanya : jarak, perpindahan ? = X – X

B A Jawab : jarak = 8 + 3 Kurang

3 7,19

  = 2 – (-3) = 11 Lengkap =5 Perpindahan = 8 – 3 = 5 (Tanpa gambar) Jarak = 8 Perpindahan = 8 + 3 = 11 3 7,19 Tidak paham (Tanpa gambar) A – C = 5 – (-3) = 8 – 2 = 6 Perpidahan 8 – 6 = 2 4 10,95 Tidak paham (Tanpa gambar) Diket : 9 ke arah timur 12 ke arah barat

Ditanya : jarak dan perpindahan

? 2 5,43 Tidak paham Jawab : Jarak = 9 + 12 = 21 Perpindahan = 12 – 9 = 3 (Tanpa gambar) Diket : A ke C = 8 C ke B = 3

  Kurang Maka total seluruhnya = 8 + 3 = 16 40,03 lengkap

  11 (Tanpa gambar) Jumlah 39 100

3 Kelajuan adalah hasil bagi antara jarak Kelajuan adalah hasil bagi

  yang ditempuh dengan waktu yang antara jarak yang ditempuh diperlukan. dengan waktu yang diperlukan. Kecepatan adalah perpindahan suatu Kecepatan adalah perpindahan 5 12,72 Lengkap benda dibagi waktu yang diperlukan . suatu benda dibagi waktu yang Kecepatan merupakan besaran vector diperlukan . karena kecepatan mempunyai besar dan Kecepatan merupakan besaran arah sehingga hasil bagi antara vector karena kecepatan perpindahan yang merupakan besaran mempunyai besar dan arah vektor dengan waktu akan Kelajuan adalah jarak yang mengahasilkan besaran vektor juga.

ditempuh benda dibagi waktu

yang diperlukan. 26 66,67 Kurang Kecepatan adalah perpindahan lengkap

suatu benda dibagi waktu yang

diperlukan. Kelajuan adalah jarak yang ditempuh oleh suatu benda. 8 20,61 Tidak paham

Kecepatan adalah perpindahan

suatu benda.

4 Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah Gerak Lurus Beraturan (GLB) 12 30,97 Lengkap

  gerak suatu benda yang lintasannya adalah gerak suatu benda yang berupa garis lurus dengan kecepatan lintasannya berupa garis lurus yang tetap. dengan kecepatan yang tetap. Di dalam gerak ini karena kecepatan besaran itu adalah : tetap maka percepatan = 0, dan berlaku : V = kecepatan (m/s) S = V x t S = jarak yang ditempuh (m) t = waktu yang ditempuh (s)

  S Maka : V = Gerak Lurus Beraturan (GLB) 2 5,43 Kurang t adalah gerak suatu benda yang Lengkap Dimana besaran itu adalah :

lintasannya berupa garis lurus

V = kecepatan dalam satuan meter per

dengan kecepatan yang tepat.

sekon (m/s) besaran itu adalah : S = jarak yang ditempuh dalam satuan V = kecepatan (m/s) meter (m) S = jarak (m) t = waktu yang ditempuh dalam satuan t = waktu (s) sekon (s) GLB adalah gerak suatu benda 2 5,43 Kurang yang lintasannya berupa garis lengkap

lurus dan memiliki kecepatan

yang tetap.

GLB adalah besaran skalar dan

besaran turunan.

  Gerak Lurus Beraturan adalah 1 2,76 Kurang gerak lurus beraturan yang lengkap ditempuh suatu benda yang bergerak besaran itu adalah : V = kecepatan (m/s)

S = jarak yang ditempuh (m)

t = waktu yang ditempuh (s) Gerak Lurus Beraturan (GLB) 3 7,19 Kurang adalah gerak suatu benda yang lengkap

lintasannya berupa garis lurus

dan percepatan yang tetap. GLB adalah gerak yang 1 2,76 Kurang mempunyai lintasan berupa lengkap garis lurus dan gerak itu beraturan. besaran itu adalah : V = kecepatan (m/s)

S = jarak yang ditempuh (m)

t = waktu yang ditempuh (s) GLB adalah Gerak Lurus 4 9,15 Tidak paham Beraturan.

  Jumlah 39 100

5 Diketahui : Diketahui :

  Jarak yang ditempuh = 25 km = 25000 m Jarak = 25 km = 25000 m Waktu = 15 menit = 900 s Waktu = 15 menit = 900 s Ditanya : Kecepatan (m/s) dan Grafik S Ditanya : Kecepatan (m/s) dan

  • – t ? Grafik S – t ? 11 29,21 Lengkap Jawab :

  S Jawab : V = S = V x t t S

  Maka : V =

  25 km 25000 m

  V V

  = =

  t

  15 menit 900 s 25 km 25000 m

  V = 27,77 m/s V = V =

  Dibulatkan menjadi 28 m/s

  15 menit 900 s

  V = 27,77 m/s Grafik S – t Dibulatkan menjadi 28 m/s Grafik S – t S (m) S (m) V= 28 m/s V= 28 m/s 2500 2500

  900 t (s) 900 t (s) Diketahui : Jarak = 25 km = 25000 m Waktu = 15 menit = 900 s Ditanya : Kecepatan (m/s) dan Grafik S – t ? Jawab :

  25 S km

  V =

V =

t

  15 menit 25000

  m V =

  900 s

  V = 27,77 m/s 17 42,99 Kurang Dibulatkan menjadi 28 m/s lengkap Grafik S – t S (m) 25 15 t (s)

  Diketahui : 3 7,19 Kurang Jarak = 25 km lengkap

Waktu = 15 menit = ¼ jam

Ditanya : V ? Jawab :

  S V = t

  25 V = 1 /

  4 V = 100 km/jam

  (tanpa grafik) Diketahui : 8 20,61 Kurang Jarak yang ditempuh = 25 km = lengkap 25000 m Waktu = 15 menit = 900 s

Ditanya : V (m/s) dan Grafik S

  • – t ? Jawab :

  S V = t

  25 km

  V

  = 15 menit 25000 m

  V =

  900 s

  V = 27,77 m/s

Dibulatkan menjadi 28 m/s

Grafik S – t Jumlah 39 100

6 GLBB adalah gerak yang lintasannya GLBB adalah gerak yang 6 15,82 Kurang

  

lurus dan kecepatannya setiap saat lintasannya lurus dan lengkap

berubah secara beraturan (konstan) atau kecepatannya setiap saat dengan kata lain mempunyai percepatan berubah secara beraturan tetap. (konstan) atau dengan kata lain Maka grafik hubungan antara kecepatan mempunyai percepatan tetap. (v) terhadap waktu (t) dapat ditunjukkan besaran adalah : seperti berikut : vt = kecepatan pada detik ke t

  (m/s) v v t v0 = kecepatan awal (m/s)

  ∆v

  2 a = percepatan (m/s ) v ∆t = t t = waktu (s) (kurang grafik) GLBB adalah gerak yang 12 30,97 Kurang lintasannya lurus dan bergerak lengkap t

dengan perubahan kecepatan Dimana besaran tersebut adalah : setiap saat tetap. vt = kecepatan pada detik ke t (m/s) Dimana besaran tersebut adalah v0 = kecepatan awal (m/s) :

  2 Vt = kecepatan pada detik ke t a = percepatan (m/s ) V0 = kecepatan awal t = waktu (s) a = percepatan t = waktu (tanpa grafik dan satuan) GLBB adalah gerak yang

lintasannya lurus dan bergerak

dengan perubahan keceptan tetap. Besaran yang terkandung adalah Kurang 6 15,82 besaran turunan karena lengkap

persamaan untuk menghitung

GLBB adalah kecepatan dan kecepatan termasuk besaran turunan. Gerak suatu benda yang Kurang lintasannya berupa garis lurus 3 7,19 lengkap mengalami perubahan. GLBB adalah gerak lurus 4 9,15 Tidak paham berubah beraturan

GLBB adalah gerak suatu benda

yang lintasannya berubah-ubah 6 15,82 Tidak paham

dan kecepatannya berubah-ubah

GLBB adalah gerak suatu benda

yang lintasannya berupa garis

  2 5,43 Tidak paham yang tidak berubah dan kecepatannya berubah-ubah Jumlah 39 100

  

7 Diketahui : Diketahui : 3 7,19 Lengkap

V = 20 m/s 2 V = 20 m/s 2 a = 4 m/s a = 4 m/s

  Ditanyakan : Ditanyakan :

  a. V setelah 15 sekon ? t t

  a. V setelah 15 sekon ?

  b. Jarak yang ditempuh setelah 20

  

b. Jarak yang ditempuh

sekon ? setelah 20 sekon ? Jawab : Jawab :

  a. V = V + a x t t t

  a. V = V + a x t = 20 + 4 x 15 = 20 + 4 x 15 = 20 + 60 = 20 + 60 = 80 m/s = 80 m/s 2 2

  b. S = V . t + ½ a. t 2

  b. S = V . t + ½ a. t 2 = 20 . 20 + ½ 4 . 20 = 20 . 20 + ½ 4 . 20 = 400 + 2 . 400 = 400 + 2 . 400 = 400 + 800 = 400 + 800 = 1200 m = 1200 m Diketahui :

  V = 20 m/s 2 a = 4 m/s 1 2,76 Kurang Ditanyakan : lengkap b. S setelah 20 sekon ? Jawab : a. V = V + a x t t = 20 + 4 x 15 = 20 + 60 = 80 m/s Diketahui : V = 20 m/s 2 a = 4 m/s

  Ditanyakan :

  a. V setelah 15 sekon ? t

  b. Jarak yang ditempuh setelah 20 sekon ? Jawab :

  Kurang

  a. V = V - a x t 14 37,97 t lengkap = 20 - 4 x 15

  = 20 - 60 = -40 m/s 2

b. S = V . t + ½ a. t

  2 = 20 . 20 + ½ 4 . 20 = 400 + 2 . 400 = 400 + 800 = 1200 m Diketahui :

  V = 20 m/s 2 a = 4 m/s Ditanyakan :

  a. V setelah 15 sekon ? t

  b. Jarak yang ditempuh setelah 20 sekon ? Jawab : v v t

  a. a = t

  10 27,87 Kurang v

  20 t

  4 lengkap

  =

  15 4 . 15 = 20 V t 60 = 20 V t V = 60/20 t V = 3 m/s t

  b. S = V . t S = (V – V ) . t t S = (20 – 3) . 20 S = 17 . 20 S = 340 m Diketahui : V = 20 m/s 1 2 V = 4 m/s 2 2 5,43 Tidak paham

  Ditanyakan :

a. V (15 s) ?

  b. S (20 s) ? Jawab :

a. V = V . t

  2 = 4 . 15 = 60

  c. S = V . t = 60 . 20 = 1200 m Diketahui :

  V = 20 m/s 2 a = 4 m/s 7 18,78 Tidak paham ditanyakan : a. V....t (15s)

  b. S.....t (20s) Jumlah 39 100

8 Diketahui : Diketahui :

  V = 20 m/s V = 20 m/s V = 10 m/s t t V = 10 m/s S = 150 m S = 150 m Ditanyakan : Ditanyakan :

  a. Berapa perlambatan ?

  a. a... ?

  b. Berapa jarak kereta api masih

  b. S.. ? berjalan ? Jawab : Jawab : S = V . t 2 2 V = V - 2.a S 150 = (20 + 10) . t Kurang t 2 2

  10 27,87 10 = 20 - 2. a 150 150 = 30 . t lengkap 100 = 400 - 2 a 150 t = 5

  100 – 400 = -300 . a V = V + a x t t

  • 300 = 300 a 10 = 20 + a . 5 5a = 20 – 10

  − 300 2 a = a = 2 m/s

  − 300 2

2

S = V . t – ½ a . t a = 1 m/s 2 2 2 = 20 . 5 – ½ 2 . 5

  V = V - 2.a S’ t 2 = 100 – 25 0 = 10 – 2 . 1. S’ = 75 m 0 = 100 – 2S’ Diketahui :

  2S’ = 100 V = 20 m/s 1 S’ = 50 m V = 10 m/s 2 S = 150 m Ditanyakan : a. a... ?

  b. S.. ? Kurang 2 5,43 Jawab : lengkap a = V – V 1 2 = 20 – 10

  = 10 m/s S = V . t = 10 . 15 = 150 m Diketahui : 2 5,43 Tidak paham V = 20 m/s

  V = 10 m/s 2 t = 10 m/s Ditanyakan :

  a. a... ?

  b. S.. ? Jawab : vv t a = t

  10 −

  20

  a =

  10

  10

  a = −

  10

  a = -1 m/s Diketahui : V = 20 m/s 1 V = 10 m/s 2 S = 150 m Ditanyakan : a. a... ?

  b. S.. ? Jawab : 2 5,43 Tidak paham

  V t = S t = 10 = ,

  7 s 150

  V2 V 1 10 −

  20

  

=

a =

t ,

2

  7

  = - 10,42 m/s Diketahui : V = 20 m/s 1 V = 10 m/s 2 S = 150 m Ditanyakan : a... ?

  3 7,19 Tidak paham

  V V 21 10 −

  20

  a = = t

  15 −

  10

  a = m / s

  −

  15 Kosong

  18 43,22 Tidak paham Jumlah 2 39 100

9 H = V .t – ½ g. t

  1 2,76 Tidak paham Cara menemukan tinggi maksimum (H) dari gambar secara matematis 9 24,34 Tidak paham

  2 V H maks =

  H α

  Mencari H : 2 V .t – ½ g. t

  V o

  V = V – g . t t 2 2 V = V – 2 g. h t Dengan : V = kecepatan pada waktu t 2 5,43 Tidak paham t

  α

  (m/s) Komponen gerak pada arah sumbu X

V = kecepatan mula-mula (m/s)

adalah gerak lurus beraturan dengan H = tinggi benda (m) 2 kecepatan tetap, maka berlaku : g = gaya gravitasi (m/s ) v x = v 0x = v cos α t = waktu (s) maka jaraknya : X = v cos α . t

  Komponen gerak pada sumbu Y adalah gerak lurus berubah beraturan dengan kecepatan awal v = v sin 0y α. Persamaan gerak menurut arah sumbu Y adalah : v = v – gt y 0y v = v sin y α – g.t

  Ketinggian yang dicapai peluru adalah : 2 Y = v . t – 1/2gt 0y 2 Y = v sin α.t – 1/2gt Tinggi maksimum yang dicapai peluru dalam gambar di atas pada titik H, maka komponen kecepatan vertikal di titik H =

  Kosong 27 67,47 Tidak paham nol atau v = 0, maka : yp v = v sin y α – g.t maka waktu yang dibutuhkan adalah v sin α t p = g

  Sedangkan tinggi maksimum yang dicapai peluru adalah : 2 Ymaks = Yp = v sin α.t – 1/2gt 2 v sin

  1 ⎛ v sin ⎞ α α

  = v sin α . − g

  ⎜⎜ ⎟⎟

  g

  2 g 2 ⎝ ⎠ 2 2

  1 2 v sin

  α

  v sin

  α

  2 =

  − g g 2 2 Jumlah 39 100 v sin

  α

   Ymaks =

  2 g

10 Diketahui : Diketahui :

  V = 100 m/s V = 100 m/s 2 g = 10 m/s α = 30 2 g = 10 m/s Ditanya :

  Ditanyakan : H (max) a. Tinggi maksimum peluru ? Jawab : 2 5,43 Tidak paham

  b. Waktu yang dibutuhkan ?

  V Jawab : H =

  2 g Y

  100

  =

  H

  20

  = 5 m Diketahui : V = 100 m/s = t naik + t turun

  V

  o 2 g = 10 m/s

  t

  Ditanya : H (max) 1 2,76 Tidak paham Jawab :

  α 2 2 V = V - a x t t

  v sin

  α

  = V – 10 . 50 Ymaks =

  = 500

  2 g 2 2 2 H = V . t - 1/2 a x t 2 100 sin

  30

  = 500 . 50 – ½ 10 . 50 Ymaks =

  10

  = 2500 – 1250000 2 .

  = - 122500 m

  10 . 000 . ,

  25 Ymaks =

  20 Diketahui : 2500

  V = 100 m/s Ymaks =

  α = 30

  20 2

  g = 10 m/s Ymaks = 125 m

  Ditanyakan : Waktu yang dibutuhkan : a. t...... ? 2 5,43 Kurang v sin α

  b. H..... ? lengkap t = p

  Jawab : g V 100

  100 sin

  30

  = = 10 sekon t = t = p g

  10

  10 2 H = ½ g . t 100 . ,

  5 2

  t = = ½ 10 . 10 p

  10

  = 5 . 100

  50 = 500 m

  t = p Diketahui :

  10 V = 100 m/s 2

  t = p 5 s g = 10 m/s Ditanya : H (max) Jawab :

  2 5,43 Tidak paham

  V H = g

  100

  =

  10

  = 10 m Diketahui :

  α = 30 2 g = 10 m/s Ditanyakan : 3 7,19 Tidak paham

  a. t...... ?

  b. H..... ? Kosong 29 80,75 Tidak paham Jumlah 39 100

  Berdasarkan dari hasil variasi jawaban siswa untuk pretest yang dilakukan, maka pembahasannya sebagai berikut :

  1. Siswa mendefinisikan pengertian jarak dan perpindahan.

  Konsep awal yang dimiliki siwa dalam mendefinisikan jarak dan perpindahan sudah hampir benar akan tetapi kurang lengkap. Hanya 5,43 % yang menjawab dengan lengkap yaitu jarak adalah panjang lintasan yang sebenarnya yang ditempuh oleh benda yang bergerak dan Perpindahan adalah perubahan kedudukan suatu benda yang dihitung dari posisi awal benda tersebut. Sebanyak 48,64 % yang dapat mendefinisikan jarak dengan benar namun definisi dari perpindahan kurang lengkap.

  Hal yang sama juga terjadi siswa dapat mendefinisikan perpindahan dengan benar namun definisi jarak kurang lengkap, ini terjadi dengan prosentase 34,74 %.

  Selanjutnya, sebanyak 2,76 % dan 5,43 % yang juga mendefinisikan jarak dan perpindahan sama-sama kurang lengkap. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa siswa dalam mendefinisikan jarak dan perpindahan mempunyai pemahaman yang kurang lengkap.

  2. Siswa mencari jarak dan perpindahan.

  29,21 % siswa menjawab dengan langkah-langkah yang benar dengan menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, namun tanpa disertai gambar jawaban yang dihasilkan hanya mencari jarak yang benar sedangkan perpidahan jawabannya kurang lengkap. Kemudian, sebanyak 7,19 % menjawab dengan langkah-langkah yang benar dari apa yang diketahui dan ditanyakan namun tidak disertai gambar sehingga hasil akhirnya kurang lengkap meskipun dalam mencari besarnya jarak benar. Dengan prosentase yang sama yaitu 7,19 % menjawab dengan tidak jelas atau tidak paham karena tanpa menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan akan tetapi secara langsung menuliskan hasil akhir yang salah. Hal yang sama dilakukan oleh sebanyak 10,95 % siswa namun dengan hasil akhir yang berbeda. Selanjutnya, 5,43 % tidak paham karena menjawab dengan menuliskan hal yang diketahui secara salah dan tanpa disertai gambar sehingga hasil akhirnya juga salah. Kemudian sisanya sebanyak 40,03 % menjawab kurang lengkap meskipun menuliskan hal yang diketahui dan ditanyakan namun hanya jarak yang dicari. Secara keseluruhan siswa dalam menyelesiakan soal untuk menensari jarak dan perpindahan kurang lengkap.

  3. Mendefinisikan pengertian kecepatan dan kelajuan.

  Siswa di dalam mendefinisikan pengertian kelajuan dan kecepatan sudah hampir baik hal ini terlihat dalam variasi jawaban yang tertulis yaitu sebanyak 12,72 % menjawab lengkap dan 66,67 % menjawab hampir lengkap hanya kurang menjawab alasan kecepatan sebagai besaran vektor. Sisanya sebanyak 20,81 % menjawab tidak lengkap karena hanya menuliskan definisi kelajuan tidak lengkap dan kecepatan juga sama, sehingga secara keseluruhan siswa sudah hampir baik.

  4. Mendefinisikan pengertian Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan besaran- besarannya.

  Di dalam mendefinisikan pengertian GLB, sebanyak 30,97 % menjawab dengan lengkap dan besaran yang ada juga dicantumkan. Dengan prosentase yang sama, 30,97 % siswa menjawab definisi dengan benar namun tanpa menyertai satuan besaran-besaran yang ada. 5,43 % siswa menjawab definisi GLB kurang lengkap karena yang seharusnya terjadi perubahan kecepatan yang tetap namun siswa menjawab perubahan kecepatan yang tepat. Siswa yang tidak paham hanya menjawab akronim dari GLB yaitu gerak lurus beraturan sebanyak 9,15 % dan sisanya menjawab secara kurang lengkap seperti pada tabel 12.

  5. Siswa menentukan besarnya kecepatan dan membuat grafik S – t.

  11 siswa atau 29,21 % menjawab benar dengan menuliskan hal yang diketahui dan ditanyakan serta jawaban yang benar dengan gambar grafik yang sudah benar.

  Sedangkan 17 siswa atau 42,95 % menjawab kurang lengkap karena dalm menggambar grafik S-t kurang lengkap meskipun hasil akhir menentukan kecepatan benar. Kemudian sebanyak 20,81 % atau 8 siswa menjawab dengan hasil akhir yang benar namun dalam menggambar grafik S-t kurang lengkap karena tanpa menentukan dimana letak kecepatan dalam grafik dan berapa besarnya jarak dan waktu tidak dituliskan. Sisanya sebanyak 3 siswa atau 7,19 % menjawab kurang lengkap karena tanpa menggambar grafik yang diminta. Secara keseluruhan siswa dikategorikan dalam menjawab soal secara kurang lengkap.

  6. Mendefinisikan pengertian Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) dan besaran-besarannya.

  Di dalam mendefinisikan pengertian GLBB secara menyeluruh siswa kurang lengkap dalam menjawab dan ada beberapa yang tidak paham. 15,82 % siswa menjawab definisi GLBB dengan benar namun dalam menentukan besaran-besaran yang terkait tanpa dicantumkan gambar grafik meskipun besaran itu benar. 12 siswa atau 30,97 % menjawab kurang lengkap karena definisi benar namun besaran-besaran yang dicari tidak ada satuan dan tidak ada grafiknya. Kemudian sebanyak 15,82 % menjawab definisi yang kurang lengkap dan besaran yang dimaksud adalah pengertian besaran turunan sehingga siswa menjadi tidak paham maksud dari besaran yang terkandung dalam pengertian GLBB, hal ini juga dilakukan oleh 9,16 % siswa lainnya karena hanya menyatakan akronim dari GLBB. Sisanya, 15,82 % dan 5,43 % menjawab definisi dari GLBB yang salah tanpa disertai besaran-besaran yang terkandung serta tidak ada grafiknya.

  7. Siswa menyelesaikan soal tentang GLBB dipercepat.

  Ada 3 siswa atau 7,19 % yang menjawab dengan benar dari hal yang diketahui dan ditanyakan sampai dengan hasil akhir yang benar. Sebanyak 37,97 % siswa menjawab kurang lengkap hal ini dikarenakan dalam menghitung kecepatan akhir siswa menggunakan persamaan GLBB yang diperlambat bukan yang sebenarnya adalah GLBB dipercepat sehingga hasil akhirnya menjadi kurang lengkap. Kemudian 27,87 % juga menjawab kurang lengkap meskipun dalam menuliskan hal yang diketahui dan ditanyakan benar namun dalam menjawan hal yang ditanyakan menggunakan persamaan yang salah sehingga hasil akhirnya juga salah. Hal yang sama juga dilakukan oleh 27,87 % siswa, dengan menggunakan persamaan yang salah dalam menjawab pertanyaan. Dan sisanya masing-masing 5,43 %, 5,43 % dan 18,78 % siswa tidak paham seperti jawaban pada tabel 12. Secara keseluruhan siswa dalam menjawab soal aplikasi dari GLBB kurang lengkap dan tidak paham.

  8. Siswa menyelesaikan soal aplikasi GLBB diperlambat.

  Sebanyak 27,87 % siswa menjawab dengan kurang lengkap karena siswa tidak menggunakan persamaan GLBB diperlambat justru menggunakan persamaan GLBB dipercepat meskipun hal yang diketahui dan ditanyakan sudah benar. Persamaan yang salah juga dilakukan oleh 5,43 % siswa sehingga hasil akhir yang dituliskan juga salah. Dengan prosentase yang sama yaitu masing-masing 5,43 % dan 5,43 % siswa juga menggunakan persamaan yang salah namun masing-masing menjawab hal yang ditanyakan dengan berbeda seperti pada tabel 12. Dan sisanya sebanyak 5,43 % dan 7,19 % siswa tidak paham dalam menjawab pertanyaan, kemudian 43,22 % tidak menjawab dengan mengosongkan lembar jawaban. Dari hasil ini dapat disimpulkan siswa tidak paham dalam menjawan soal aplikasi tentang GLBB diperlambat.

  9. Siswa menentukan tinggi maksimum benda dari sebuah grafik dalam gerak parabola.

  Di dalam soal ini analisis siswa sangat dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan dari sebuah grafik. Namun, semua siswa tidak paham dalam menganalisis pertanyaan ini hal ini terbukti sebanyak 67,47 % atau 27 siswa tidak menjawab. Kemudian sebanyak 24,64 % atau 9 siswa juga menjawab salah meskipun menuliskan hasil akhirnya. Sisanya masing-masing 5,43 % dan 2,76 % siswa menggunakan persamaan yang salah dalam menentukan besarnya tinggi makasimum dari grafik. Dengan ini maka, kesimpulan yang diambil bahwa semua siswa kesulitan dalam menentukan atau menurunkan persamaan dari sebuah grafik gerak parabola.

  10. Siswa menyelesaikan soal aplikasi dari gerak parabola.

  Hal yang sama juga dilakukan oleh siswa dalam menjawab pertanyaan ini, siswa kesulitan atau tidak paham dalam menjawab. Ini terbukti sebanyak 29 siswa atau 80,75 % tidak menjawab. 7,19 % siswa hanya menuliskan hal yang diketahui dan ditanyakan tanpa menjawab. Kemudian 5,43 % siswa menjawab namun menggunakan persamaan yang salah sehingga hasil akhirnya juga salah. Seperti pada tabel 12 sisa dari siswa menjawab dengan persamaan yang berbeda-beda namun semuanya juga salah. Kesimpulan yang dapat diambil dari penyelesaian soal ini bahwa siswa tidak paham atau kesulitan menganalisis soal yang berbentuk aplikasi sehingga perlu latihan penyelesaian soal dengan model aplikasi semacam ini.

2. Analisis Pemahaman akhir siswa tentang Gerak Lurus

  Dalam penelitian ini pemahaman akhir siswa diukur menggunakan instrumen berupa soal postes dan dianalisis sebagai berikut :

  

Tabel 17.

Kualifikasi frekuensi pemahaman akhir dari postest untuk masing-masing soal

No.

  Soal Interval skor (%) Kualifikasi

  3,4,5,7 81 – 100 Sangat baik 2,6,9,10 61 – 80 Baik 1 41 – 60 Cukup

  8 21 – 40 Kurang 0 – 20 Sangat kurang

  Tabel 18. Kualifikasi frekuensi pemahaman akhir dari postest

Interval skor Kualifikasi Frekuensi Prosentase (%)

  81 – 100 Sangat baik 13 43,33 61 – 80 Baik 14 43,67 41 – 60 Cukup 1 3,33 21 – 40 Kurang 2 6,67

  0 – 20 Sangat kurang Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa pemahaman akhir siswa sesudah mengikuti pembelajaran dengan simulasi komputer, dalam kualifikasi yang sangat baik 43,33 %, baik 46,67 %, cukup 3,33 % dan kurang sebanyak 6,67 %. Dengan demikian pembelajaran yang sudah dilakukan dapat lebih menjelaskan konsep yang kurang dipahami. Hal ini dapat dilihat dari hasil variasi jawaban yang diperoleh dari postest sebagai berikut :

  Tabel 19. Variasi jawaban siswa dari soal postest No Jumlah Kualifikasi

  

Soal Kunci jawaban Variasi jawaban Jumlah siswa pemahaman

siswa (%)

1 Mungkin. Jarak lebih besar dari perpindahan Karena jarak yang merupakan besaran adalah mungkin.

  skalar tanpa memperhitungkan arah Jarak lebih kecil dari perpindahan yang mempengaruhi besarnya. adalah tidak mungkin. mSedangkan perpindahan yang Karena jarak adalah besaran 1 3,33 Kurang merupakan besaran vektor yang skalar yang hanya memperhatikan lengkap mempunyai arah sangat menentukan nilai dan tidak memperhatikan besar kecilnya angka yang ditunjukkan arah, sedangkan perpindahan perpindahan dapat benilai positif dan adalah besaran vektor yang negatif bergantung dengan arahnya. memperhatikan arah nilai dan Sehingga jarak bisa lebih besar arah atau kedudukan. daripada perpindahan. Jika jarak lebih besar daripada mungkin saja terjasi tetapi jika perpindahan lebih besar daripada jaraknya tidak mungkin karena perpindahan merupakan 5 16,67 Kurang perubahan posisi kedudukan lengkap benda dari awal sampai akhir dan jarak merupakan panjang lintasan yang ditempuh suatu benda jadi tidak jarak lebih kecil daripada perpindahannya. Mungkin.

Karena jarak adalah panjang

lintasan yang ditempuh

  24

  80 Tidak paham sedangkan perpindahan adalah perubahan posisi benda dari awal benda tersebut. Jumlah 30 100

2 D

  D 17 m C 12 m 9 m A B

  Diketahui : AB = 9 m BC = 12 m CD = 17 m AC = 2 2

  12 9 + = 144

  81 +

  = 225 = 15 m

Ditanyakan : Jarak dan

perpindahan ? Jawab :

Jarak = AB + BC + CD

= 9 + 12 + 17 = 38 m

Perpindahan = CD + AC

= 17 + 15

= 32 m 7 23,33 Kurang lengkap

  D 17 m C 12 m 9 m A B

  Diketahui : AB = 9 m BC = 12 m CD = 17 m

Ditanyakan : S dan S’ ?

Jawab : S = AB + BC + CD = 9 + 12 + 17 = 38 m S’ = CD – AB = 17 – 9 = 8 m

  9

  30 Kurang lengkap

  17 m C 12 m 9 m A B

  Diketahui : Panjang AB = 9 m Panjang BC = 12 m Panjang CD = 17 m Ditanyakan : Jarak dan perpindahan dari A sampai D ? Jawab : Jarak antara A sampai D : = panjang AB + panjang BC + panjang CD = 9 + 12 + 17 = 38 m Perpindahan dari A sampai D : = kedudukan akhir – kedudukan awal = panjang CD – panjang CA Sedang panjang CA : CA 2 = AB 2 + BC 2 = 9 2 + 12 2 = 81 + 144

  = 225 CA = √ 225 = 15 m

  Maka perpindahan : = 17 – 15 = 2 m

  Diketahui :

  AB = 9 m BC = 12 m CD = 17 m

Ditanyakan : S dan S’ ?

Jawab : S = AB + BC + CD

  4 13,33 Kurang = 9 + 12 + 17 lengkap = 38 m S’ = CD + AC = 17 + 15 = 32 m (tanpa gambar)

Jarak = AB + BC + CD

= 9 + 12 + 17 = 38 m

Perpindahan = CD + AC

10 33,34 Kurang = 17 + 15 lengkap = 32 m (tanpa gambar) Jumlah 30 100

  3 Diketahui : Diketahui : S = 20 km S = 20 km 1 1 t = 30 menit = 1/2 jam t = 30 menit = 1/2 jam 1 1 S = 15 km S = 15 km 2 2 t = 15 menit = 1/4 jam t = 15 menit = 1/4 jam 2 2 S = 5 km S = 5 km 3 3 t = 5 menit = 1/12 jam t = 5 menit = 1/12 jam 3 3 Di tanya : Di tanya : Kelajuan rata-rata ? Kelajuan rata-rata ? Jawab ; Jawab : jarak S kelajuan

  V

  = =

  waktu t

  3

  10 Lengkap S S S S 1

2

+ +

3 V

  =

  V = t

t t t

1

+ +

2

3 S S S 1 + + 2 3

  15

  5 V

  20 + +

  = V = 1 2 + + t t t 3

  1

  1

  1

  20

  5

  2

  4

  12 V =

  15 + +

  1

  1

  1

  40

  40 V =

  V

  • = =

  6

  3

  1

  10

  2

  4

  12

  40

  40

  12

  12 V =

  V

  = =

  6

  3

  1 10 40x

  12

  V =

  12

  12

  10 40x 12 480

  V V

  = =

  10

  10 V 48 m / s = Diketahui :

  480

  V = S = 20 km t = 30 menit 1 1

  10 S = 15 km t = 15 menit 2 2 S = 5 km t = 5 menit

  V =

  48 m / s 3 3 Di tanya : V ?

  Jawab : 1 2 + + S S S 3 Vratarata = 7 23,33 Lengkap 1 + + t t t 2 3

  20000 15000 5000

  V =

  1800 900 300

  • 40 . 000 m

  = 3000 s = 13 , 3 m / s

  Diketahui : S = 20 km t = 30 menit 1 1 S = 15 km t = 15 menit 2 2 S = 5 km t = 5 menit 3 3 Di tanya : Vrata-rata ? 2 6,67 Kurang Jawab : Lengkap

  Stotal Vrata rata

  − =

  waktu

  20

  5 =

  15 + +

  ,

  8 50 km / jam =

  Diketahui : S = 20 km selama 30 menit 1 S = 15 km selama 15 menit 2 S = 5 km selama 5 menit 3 Di tanya : Vrata-rata ? S = 20 + 15 + 5 = 40 km 1 3,33 Kurang T = 30 + 15 + 5 + 10 lengkap = 60 menit

  40 Vratarata =

  60 = , 66 m / s

  Diketahui : S = 20 km t = 30 menit 1 1 S = 15 km t = 15 menit 2 2 S = 5 km t = 5 menit 3 3 Di tanya : Vrata-rata ? 1 3,33 Kurang Jawab : lengkap 1 2 + + S S S 3 Vratarata = 1 2 + + t t t 3

  20

  15 5 ( km )

  • = 5 ,
  • , 25 ,

  08 ( jam ) 40 km =

  , 83 jam = 48 , 19 km / jam

  

Jarak total = 20+10+15+5

= 50 km = 50.000 km

Waktu = 30+10+15+5

= 60 menit = 3600 s

  16 53,34 Kurang S Vrata rata

  − = lengkap

  t

  50 . 000 =

  3600 13 , 89 /

  = m s

  Jumlah 30 100

  4 Diketahui : Diketahui : S = 300 meter S = 300 meter t = 20 sekon t = 20 sekon ditanyakan : ditanyakan : a. kecepatan ?

  a. kecepatan ?

  b. jarak tempuh setelah 7 sekon ?

  b. jarak tempuh setelah 7 sekon jawab : ? 30 100 Lengkap jawab : jarak a. kecepa tan = jarak waktu a. kecepa tan = waktu

  300

  v =

  300

  20

  v = v = 15 m/s

  20

  b. jarak yang ditempuh setelah 7 v = 15 m/s sekon.

  b. jarak yang ditempuh setelah 7 S = v x t sekon. = 15 x 7 S = v x t = 105 m = 15 x 7

  = 105 m Jumlah 30 100

5 S (m) S (m)

  8

  8 4 t (s) 5 t (s) dari grafik diketahui : S = 8 meter

  S = 8 meter t = 4 sekon t = 4 sekon ditanyakan : ditanyakan :

a. V ?

  a. kecepatan benda ?

  

b. S dalam 2,5 sekon pertama ?

  b. jarak yang ditempuh dalam 2,5

  c. buatlah grafik (v – t) ? sekon pertama ? jawab : 2 6,67 Lengkap

  c. buatlah grafik kecepatan terhaap S a.

  V waktu (v – t) ? = t jawab :

  8

  jarak v

  = a.

  kecepa tan =

  4

  waktu v = 2 m/s

  8

  b. S = v x t v =

  4 = 2 x 2,5

  v = 2 m/s = 5 m

b. S = v x t c.

  = 2 x 2,5 v (m/s) = 5 c.

  2 v (m/s) 2 4 t (s)

  Diketahui : S = 8 meter 2,5 4 t (s) t = 4 sekon ditanyakan : a. V ?

  

b. S dalam 2,5 sekon pertama ?

  c. buatlah grafik (v – t) ? jawab : S a. V =

  20 66,67 Kurang t lengkap

  8

  v =

  4

  v = 2 m/s

  b. S = v x t = 2 x 2,5 = 5 m c. v (m/s) v t (s) Diketahui :

  S = 8 meter t = 4 sekon ditanyakan :

  a. V ? b. S jika t = 2,5 sekon ?

  c. buatlah grafik ? jawab : S a.

  V

  =

  t 2 6,67 Kurang

  8

  lengkap v

  =

  4

  v = 2 m/s

  b. S = v x t = 2 x 2,5 = 5 m c.

  S 4 s t (s) S (m)

  8 6 t (s) S = 8 meter t = 4 sekon ditanyakan :

  a. V ?

  b. S dalam 2,5 sekon pertama ?

  c. buatlah grafik (v – t) ? jawab : 5 16,66 Kurang

  S a. V = lengkap t

  8

  v

  =

  4

  v = 2 m/s

  b. S = v x t = 2 x 2,5 = 5 m c. v v t ∆v v t

  Diketahui : S = 8 meter t = 4 sekon ditanyakan : a. V ?

  

b. S jika t = 2,5 sekon ?

  c. buatlah grafik ? jawab : 1 3,33 Kurang

  S a. V = lengkap t

  8

  v =

  4

  v = 2 m/s

  b. S = v x t = 8 x 2,5 = 20 m

  c. v (m/s)

  2 4 s t (s) Jumlah 30 100

  6 Diketahui : Diketahui : V = 6 m/s 2 V = 6 m/s 2 a = 4 m/s a = 4 m/s ditanyakan : ditanyakan :

  a. jarak yang ditempuh dalam waktu

  a. S (t = 2 s) ? 2 sekon ? b. V (t = 3 s) ?

  b. kecepatan setelah 3 sekon ?

  c. V (S = 8 m) ?

  c. kecepatan setelah menempuh jawab : 2 jarak 8 m ?

a. S = V . t + 1/2 a . t

2 jawab : = 6 . 2 + 1/2 4 . 2 2

  a. S = V . t + 1/2 a . t = 12 + 2 . 4 2 = 6 . 2 + 1/2 4 . 2 = 12 + 8 = 12 + 2 . 4 = 20 m 13 43,33 Kurang = 12 + 8 b. V = V + a . t lengkap t = 20 m = 6 + 4 . 3 b. V = V + a . t = 6 + 12 t = 6 + 4 . 3 = 18 m/s

  = 6 + 12 S

  8

  c. = = 1,33 sekon t = t =

  = 18 m/s 2 2 V

  6

  c. V = V + 2 a S t 2 V = V + a . t t = 6 + 2 . 4 . 8 = 6 + 4 . 1,33 = 36 + 64 = 6 + 5,32 = 100 m/s = 11,32 m/s Diketahui : V = 6 m/s 2 a = 4 m/s ditanyakan :

  a. S dalam t = 2 s ?

  b. V setelah t = 3 s ?

  c. V pada S = 8 m ?

  12

  40 Kurang jawab : lengkap

  a. S = V . t = 6 . 2 = 12

  b. V = V + a . t t = 6 + 4 . 3 = 6 + 12 = 18 m/s

  S

  8

  c. = = 1,33 sekon t = t =

  V

  6 Diketahui :

  V = 6 m/s 2 a = 4 m/s ditanyakan : 2 6,67 Kurang

  a. S dalam t = 2 s ? lengkap

  b. V setelah t = 3 s ?

  c. V pada S = 8 m ? jawab : a. S = V . t = 6 . 2

  = 12 S

  12

  

b. = 4 m/s

V = = t

  3 S

  8

  

c. = 2 m/s

V = = t

  4 Kosong

  3

  10 Tidak paham Jumlah 30 100

  7 Diketahui : Diketahui : V = 20 m/s 2 V = 20 m/s

2

a = 0,5 m/s a = 0,5 m/s ditanyakan : ditanyakan :

  a. waktu yang diperlukan untuk

  a. t (V = 4 m/s) ? mencapai kecepatan 4 m/s ? b. t (untuk berhenti) ?

  b. waktu yang diperlukan untuk jawab : berhenti ? a. V = V – a . t t

  a

  4

  20 = t

  s t 40 =

  12

  40 Kurang lengkap jawab :

  a. V t = V – a . t a

  V V t t − =

  5 ,

  20 −

  20 −

  = t 5 ,

  16 = t

  s t 32 =

  b. V t = V – a . t a

  V V t t − =

  5 , 20 − = t 5 ,

  20 = t

  s t 40 =

  = t 5 ,

  5 ,

  

V

V t

t

− =

  s t 40 =

  5 ,

  4 20 − = t 5 ,

  16 = t

  s t 32 =

  b. V t = V – a . t a

  

V

V t

t

− =

  5 , 20 − = t 5 ,

  20 = t

  15

  

V

V t

t

− =

  50 Lengkap Diketahui : V = 20 m/s a = 0,5 m/s 2 ditanyakan : a. t saat V = 4 m/s ?

  b. t untuk berhenti ? jawab : a. V t = V + a . t a

  

V

V t

t

− =

  5 ,

  20 4 − = t 5 ,

  16 − = t

  s t = 40 −

  b. V t = V – a . t a

  Diketahui : V = 20 m/s

  

2

a = 0,5 m/s ditanyakan : c. t (V = 4 m/s) ? 1 3,33 Kurang

  d. t (untuk berhenti) ? lengkap jawab : c. V = V – a . t t

  V

  V t t =

a

  20 −

  4

  t =

  ,

  5

  16

  t =

  ,

  5

  t = 32 s Kosong 2 6,67 Tidak paham Jumlah

  30 100

8 Diketahui :

  v (m/s)

  

V = 10 m/s t = 5 sekon

  30 1 1 V = 20 m/s t = 20 sekon 2 2 V = 30 m/s t = 30 sekon 3 3

  20 t = 40 sekon 4 ditanya :

  10

  a. perjalanan sepeda motor ?

  b. jarak selama 40 sekon ? jawab : 0 5 20 30 40 t (s) 10 33,33 Tidak paham

  Vt

  

V

a. a = t

  Diketahui : gambar grafik v – t

  30 −

  20

  10 Ditanyakan :

  = a =

  a. jelaskan perjalanan benda ?

  10

  10

  b. jarak yang ditempuh selama 40 2 a =

  1 m / s

  sekon ? jawab : b.

  S S S + S 1 2

  • 3

      4

      a. Benda mula-mula diam, kemudian = 20 + 20 + 30 + 40 bergerak dengan kecepatan 20 m/s = 110 m selama 5 sekon. Kemudian bergerak Diketahui : grafik V – t dengan kecepatan tetap selama 15

    V = 10 m/s t = 5 sekon

    1 1 sekon dan selanjutnya dipercepat

      V = 20 m/s t = 20 sekon 2 2 dengan percepatan : V = 30 m/s t = 30 sekon 3 3 V = V + a . t t t = 40 sekon 4 10 33,33 Tidak paham

      V V t

      30 − 20 ditanya :

      a = a = =

      a. perjalanan sepeda t

      10

      

    motor ?

      10

      b. jarak selama 40 sekon ? Maka a

      =

      10 2 Kosong

      10 33,33 Tidak paham a

      1 m / s =

      Jumlah 30 100 Setelah dipercepat dengan percepatan 2 1 m/s , benda mengalami gerak dengan perlambatan sampai benda berhenti maka : V = V - a . t t V

      V t 30 −

      40

      = a = a = t

      10

      10 Maka

      a = −

      10 2

      a = −

      1 m / s Benda berhenti pada detik ke 40.

      a. jarak yang ditempuh benda : S = V . t S = V . t 1 2 = 20 . 5 = 20 . 15 = 100 m = 300 m

      1

    • S =
    • 3 V xt xaxt 2

        2 2

        = 20 . 10 + ½ . 1 . 10 = 200 + 50 = 250 m

        1 2 S = 4 V xtxaxt

        2 2

        = 30 . 10 – ½ . 1 . 10 = 300 – 50 = 250 m Jarak total = S + S + S + S 1 2 3 4 = 100 + 300 + 250 + 250

        = 900 m

        9 Diketahui : bola dilempar ke atas Diketahui : dengan V = 40 m/s V = 40 m/s 2 Ditanyakan : g = 10 m/s

        a. waktu sampai ke tanah ? ditanya :

        b. tinggi maksimum ?

        

      a. t sampai tanah ?

        c. tinggi bola saat 3 sekon ?

      b. H maks ?

        d. kecepatan bola saat 5 sekon ?

        

      c. H saat 3 sekon ?

      jawab :

      d. V setelah 5 sekon ?

      t Jawab :

        16 53,33 Kurang

        V

        40

        a. t = = t = lengkap

        2 V

        g

        10

        a. t

        =

        t = 4 s (titik tertinggi) g t (sampai tanah) = 2 x 4 s

        2 .

        40

        80

        = 8 s t 2 = =

        10

        10 V

        t = 8 s

        b. h maks = 2

        2 g 2 V

        b. h maks =

        40 1600 2 g

        = = 2 2 .

        10

        20 40 1600

        = 80 m 2 = =

        10

        20

        c. h = V . t – ½ . g . t 2 .

        2 = 40 . 3 – ½ . 10 . 3 = 80 m 2 = 120 – 45 c. h = V . t – ½ . g . t 2 = 75 m = 40 . 3 – ½ . 10 . 3 d. V = V - g . t = 120 – 45 t = 40 – 10 . 5 = 75 m = 40 – 50

        d. V = V . g . t t = -10 m/s = 40 . 10 . 5 = 2000 m/s Diketahui : V = 40 m/s 2 g = 10 m/s ditanya :

        

      a. t sampai tanah ?

        b. H maks ?

        c. H saat 3 sekon ?

        d. V setelah 5 sekon ? t Jawab : V a. t = g

        40

        t = 11 19,67 Kurang

        10

        lengkap t = 4 s 2 V

        b. h maks =

        2 g 2 40 1600

        = = 2 .

        10

        20

        = 80 m 2

        c. h = V . t – ½ . g . t 2

      = 40 . 3 – ½ . 10 . 3

      = 120 – 45 = 75 m d. V = V . g . t t = 40 . 10 . 5 = 2000 m/s Kosong

        3

        10 Tidak paham Jumlah 30 100

        10 Diketahui : Diketahui : H = 35 m H = 35 m α = 30 α = 30 V = 60 m/s 2 V = 60 m/s 2 g = 10 m/s g = 10 m/s ditanyakan : ditanyakan :

        a. tinggi maksimum bola ?

      c. H maks ?

        b. letak jatuhnya bola dari kaki

        d. jatuhnya bola dari kaki menara ? menara ? jawab : jawab :

        2 2

      2

      2 v sin v sin

        α α

        a. Hmaks =

        a. Hmaks = 2 2 g 2 2 2 g 2 60 sin

        30 60 sin

        30

         = = 2 .

        10 2 .

        10

        19 63,33 Lengkap

        3600 . , 25 3600 . ,

        25

        = =

        20

        20 900 900

         = =

        20

        20

         = 45 m = 45 m H sebenarnya = 45 m + 35 m H = 45 m + 35 m = 80 m = 80 m 2 2

        2 v sin 2 α 2 v sin 2 α

        b. jarak maks. =

        b. jarak maks. = 2 g g 2 2 .

        60 sin . cos 2 . 60 sin . cos α α α α

        = =

        10

        10 2 . 3600 . , 866 . , 5 2 . 3600 . , 866 . ,

        5

        = =

        10

        10

        = 312 m dari menara = 312 m dari menara Diketahui : H = 35 m α = 30 V = 60 m/s 2 g = 10 m/s ditanyakan : 4 13,33 Kurang

      a. H maks ? lengkap

        b. letak jatuh ? jawab :

      2

      2 v sin α

      a. Hmaks =

        2 2 g 2 60 sin

        30

         = 2 .

        10 3600 . ,

        25

        =

        20 900

         =

        20

         = 45 m 2

        2 v sin 2 α

        b. jarak maks. = g

        2 2 .

        60 sin . cos α α

        =

        10 2 . 3600 . , 866 . ,

        5

        =

        10

        = 312 m dari menara Kosong 7 23,34 Tidak paham Jumlah

        30 100

        Berdasarkan dari hasil variasi jawaban siswa untuk pretest yang dilakukan, maka pembahasannya sebagai berikut :

        1. Siswa menjawab aplikasi pemahaman jarak dan perpindahan.

        Didalam menjawab soal ini siswa kesulitan untuk menganalisisnya hal ini terlihat dari variasi jawaban yang ditulis. Sebanyak 3,33 % siswa yang menjawab hampir benar meskipun kurang lengkap, kemudian sebanyak 16,67 % siswa menjawab kurang lengkap karena hanya menyatakan alasan mungkin dan tidak mungkin saja disertai alasan definisi dari jarak dan perpindahan. Sisanya sebanyak 80 % siswa tidak paham dengan apa yang dimaksudkan soal karena siswa hanya menjawab dengan mendefinisikan pengertian jarak dan perpindahan meskipun hasilnya juga tidak benar. Sehingga secara keseluruhan siswa tidak paham dengan aplikasi soal yang membutuhkan analisis pemahaman untuk menjawabnya.

        2. Siswa mencari jarak dan perpindahan.

        Untuk menyelesaikan soal ini, gambar merupakan faktor utama dalam mencari jarak dan perpindahan. Namun, hanya 23,33 % siswa menggunakan gambar meskipun hasil yang diperoleh hampir benar, karena letak kesalahan pada pemahaman perpindahan yang dihitung sama dengan mencari jarak. Kemudian, 30 % siswa juga menggunakan gambar sehingga dalam menghitung jarak sudah benar namun perpindahan masih kurang lengkap. Sebanyak 13,33 % siswa tidak menggunakan gambar meskipun jarak yang diperoleh benar tetapi perpindahan juga kurang lengkap. Sisanya 33,34 % menjawab tanpa menuliskan hal yang diketahui dan tanpa gambar, hasil yang diperoleh sama dengan yang lain yaitu jarak sudah benar namun perpindahan masih salah. Secara keseluruhan pemahaman akhir siswa dalam menghitung jarak dan perpindahan masih kurang lengkap.

        3. Siswa mencari kelajuan rata-rata.

        Pemahaman akhir siswa dalam mencari kelajuan rata-rata untuk keseluruhan siswa hampir berimbang antara paham atau lengkap dengan kurang lengkap. Hal ini terlihat sebanyak 10 % siswa menjawab dengan benar dan lengkap sedangkan sebanyak 23,33 % menjawab dengan benar juga namun mempunyai perbedaan dalam satuan pada hasil akhir. Selanjutnya, seperti pada tabel variasi jawaban di atas siswa yang menjawab kurang lengkap diakibatkan karena tidak teliti dalam memahami soal sehingga hasil akhir yang diperoleh salah meskipun langkah-langkah dalam mengerjakan sudah benar.

        4. Siswa mencari jarak dan kecepatan.

        Sejumlah 30 siswa atau 100 % menjawab dengan benar, dengan menuliskan hal yang diketahui, hal yang ditanyakan sampai dengan hasil akhir yang diperoleh sudah lengkap dan benar.

        5. Siswa mencari jarak, kecepatan, dan menggambar grafik V - t dalam GLB.

        Siswa di dalam menjawab soal untuk jarak dan kecepatan dalam GLB hanya 6,67 % menjawab dengan benar, dimulai dari menggambar grafik, menuliskan hal yang diketahui sampai dengan hasil akhir sudah benar. Kemudian sebanyak 66,67 % siswa menjawab hampir benar, karena grafik V – t yang diminta kurang lengkap meskipun dalam mencari jarak dan kecepatan sudah benar. Dua siswa atau 6,67 % menjawab juga hampir benar, karena pertanyaan grafik yang diminta yaitu grafik V – t digambar dengan grafik S – t meskipun hal yang sama juga sudah benar yaitu tentang mencari jarak dan kecepatan. Sebanyak 16,66 % siswa juga melakukan hal yang sama namun terdapat perbedaan dalam menggambar grafik, lima siswa ini menggambar grafik GLBB. Dan sisanya satu siswa atau 3,33 % menjawab juga hampir benar, hanya saja di dalam mencari kecepatan salah meskipun mencari jarak dan menggambar grafik sudah benar. Secara keseluruhan siswa sudah hampir benar menjawab soal ini namun masih ada kesulitan tentang menggambar grafiknya.

        6. Siswa mencari jarak dan kecepatan dalam GLBB Secara keseluruhan siswa dalam menjawab soal ini masih kurang lengkap meskipun ada 43,33 % siswa menjawab hampir benar, karena dari tiga hal yang ditanyakan hanya dua jawaban yang benar sehingga hasil akhir yang diperoleh menjadi kurang lengkap. Hal yang sama juga dilakukan oleh sebanyak 40 % siswa dengan menjawab hanya satu dari tiga pertanyaan yang dijawab dengan benar, kesalahan terletak didalam menggunakan rumusan matematisnya sehingga hasil yang diperoleh juga kurang lengkap. Kesalahan yang sama juga dilakukan oleh 6,67 % siswa dengan menggunakan rumusan matematis yang salah sehingga hasil akhir juga menjadi salah, dan ada 3 siswa atau 10 % tidak menjawab sama sekali karena tidak paham.

        7. Siswa mencari waktu yang dibutuhkan dalam GLBB Diperlambat.

        Siswa di dalam menjawab soal tentang GLBB diperlambat dengan mencari waktu yang dibutuhkan sudah hampir baik. Hal ini terlihat sebanyak 50 % siswa menjawab dengan benar dan tepat serta menuliskan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan secara benar. Kemudian 40 % siswa menjawab hampir lengkap, karena kurang teliti dalam memasukkan angka-angka dalam rumus sehingga hasil akhir menjadi salah meskipun langkah-langkah yang ditempuh sudah benar. Satu siswa tidak lengkap karena hanya menjawab salah satu pertanyaan, kemudian dua siswa tidak menjawab karena tidak paham.

        8. Siswa menjelaskan suatu perjalanan benda dan mencari jarak dari sebuah grafik V – t.

        Secara keseluruhan hampir semua siswa tidak bisa menjawab soal aplikasi ini karena di dalam menjawab soal ini dibutuhkan analisis yang cukup sulit sehingga siswa merasa tidak paham. Hal ini terbukti 33,33 % siswa menjawab tidak benar karena hasil akhir yang diperoleh dan langkah-langkah yang dipakai salah. Kemudian dengan prosentase yang sama yaitu 33,33% siswa hanya menuliskan hal yang diketahui dan ditanyakan tanpa menyelesaikannya. 33,33% siswa bahkan tidak menjawab soal ini karena tidak paham.

        9. Siswa menjawab soal aplikasi tentang Gerak Vertikal.

        Soal ini hanya dua hal yang diketahui untuk mencari empat hal yang ditanyakan, namun secara keseluruhan siswa sudah hampir baik dalam menjawabnya.

        Sebanyak 53,33 % siswa menjawab hampir benar, karena ada salah satu pertanyaan yang dijawab salah yaitu dalam mencari kecepatan akhir benda selama 5 sekon.

        Kesalahan ini terjadi akibat penggunaan rumus matematis yang tidak tepat sehingga hasil akhir dari pertanyaan ini menjadi salah. 19,67 % siswa menjawab secara tidak lengkap, karena dari empat pertanyaan hanya dua pertanyaan yang benar. Kesalahan terjadi pada pertanyaan satu yang menghitung waktu yang dibutuhkan benda kembali ke tanah, siswa hanya menjawab waktu yang dibutuhkan mencapai titik tertinggi. Kesalahan yang kedua juga terjadi pada pertanyaan yang keempat karena penggunaan rumus matematis yang kurang tepat. Kemudian sisanya sebanyak 10 % siswa tidak menjawab atau tidak paham.

        10. Siswa menjawab soal tentang Gerak Parabola.

        Secara keseluruhan siswa sudah hampir baik dalam menjawab soal ini. Sebanyak 63,33 % siswa menjawab denagn benar, dimulai dari mennuliskan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan sampai dengan hasil akhir yang tepat. Kemudia 4 siswa atau 13,33 % menjawab hampir benar, kesalahan terletak pada mencari tinggi maksimum bola tidak ditambah dengan tinggi menara sedangkan pertanyaan kedua dijawab dengan benar. 23,34 % siswa tidak menjawab dengan mengosongkan lembar jawaban karena tidak paham.

      3. Peningkatan Pemahaman Konsep.

        Berubah Beraturan (GLBB).

        I. Gerak Lurus :

        Tabel 21. Peningkatan Pemahaman Konsep Prosentase No. Soal Konsep Pretest (%) Postest (%) Peningkatan (%)

        10 10 5,43 94,57 63,33 13,33 23,34

        90

        a. Gerak Parabola 9 100

        II. Memadu Gerak

        6 0 69,60 30,40 0 90 10 7 7,19 68,60 24,21 50 43,33 6,67 8 38,72 61,28 100

        Setelah melaksanakan pembelajaran menggunakan metode simulasi komputer dapat dilihat peningkatan pemahaman siswa. Berikut ini merupakan tabel peningkatan pemahaman konsep siswa yang diperoleh dari hasil variasi jawaban.

        Tabel 20. Kualifikasi Peningkatan Pemahaman Konsep Pre Test Post Test Konsep No. Soal Paham (%) Kurang Lengkap (%) Tidak Paham (%) Paham (%) Kurang Lengkap (%) Tidak Paham (%)

        c. Gerak Lurus Beraturan (GLB).

        90

        3 12,72 66,67 20,81 10

        80 2 77,23 22,77 100 b. Kelajuan dan Kecepatan.

        20

        1 5,43 94,57 0

        a. Jarak dan Perpindahan.

        I. Gerak Lurus :

        4 30,97 59,88 9,15 100 5 29,21 70,79 6,67 93,33 d. Gerak Lurus

        1 a. Jarak dan Perpindahan. 81 44,6 -36,4 2 66,9 67,4 0,5 3 b. Kelajuan dan Kecepatan. 77,4 86,7 9,3 4 c. Gerak Lurus Beraturan

        (GLB).

        83,1 95 11,9

        5

        89

        93

        4 6 d. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB).

        85,6 64,7 -20,9 7 51,1 85,8 34,7 8 28,4 32 3,6

        II. Memadu Gerak 9 a. Gerak Parabola 5,13 60 54,87

        10

        5

        74

        69 Rata-rata 56,763 70,32 13,06 Dari tabel tingkat pemahaman dan peningkatan pemahaman di atas akan dibahas sebagai berikut sesuai dengan konsep untuk masing-masing nomor soal :

        1. Konsep Jarak dan Perpindahan.

        Secara keseluruhan siswa dalam mengerjakan soal tentang jarak dan perpindahan mengalami penurunan tingkat pemahaman dari pretest ke postest. Hal ini terlihat dari tabel 18 untuk soal nomor 1, dalam pretest sebanyak 5,43 % siswa sudah paham dan 94,57 % siswa menjawab kurang lengkap. Sedangkan pada postest, masih dalam tabel yang sama siswa yang awalnya paham menjadi kurang lengkap dalam menjawab soal yaitu sebanyak 20 % siswa dan 80 % siswa tidak paham. Hal ini menjadikan perbedaan yang sangat signifikan dalam tabel 19 antara hasil pretest dan postest yang diperoleh dari prosentase rata-rata nilai untuk soal ini. Hal ini disebabkan karena perbedaan soal dalam satu konsep, pada pretest jarak dan perpindahan hanya mencari definisinya namun pada soal postest lebih kepada aplikasi yang membutuhkan analisis lebih buntuk menjawab soal sehingga siswa kesulitan untuk lebih mendalami konsep jarak dan perpindahan secara lebih dalam berpendapat.

        Pada tabel 19 terjadi penurunan tingkat pemahaman yang pada pretest sebanyak 81 % konsep dikuasai dengan mendefinisikan jarak dan perpindahan namun dalam postest hanya 44,6 % konsep yang dikuasai karena kesulitan dalam menganalisis dan menjelaskan alasan. Maka dari itu lebih diperlukan penguasaan konsep ini terutama dalam menganalisis dan membuat alasan yang benar dari aplikasi soal. Di dalam konsep yang sama yaitu jarak dan pepindahan untuk soal nomor 2, baik dari pretest maupun postest siswa kurang lengkap dalam menjawabnya meskipun mengalami peningkatan pemahaman. Dari tabel 18, sebanyak 77,23 % siswa secara kurang lengkap dalam menjawab soal dan 22,77 % siswa tidak paham untuk pretest dan 100 % siswa menjawab kurang lengkap untuk postest. Untuk soal ini baik pretest dan postest, siswa menghitung jarak dan perpindahan sebagai aplikasi dari konsep ini, sehingga siswa lebih menekankan pada hitungan matematis sesuai dengan definisi dari jarak dan perpindahan. Siswa kesulitan dalam menghitung perpindahan, hal ini dikarenakan tidak memahami definisi dari perpindahan itu sendiri, maka dari itu kebanyakan siswa kurang lengkap dalam menghitung perpindahan. Meskipun mengalami peningkatan pemahaman seperti pada tabel 19, dari pretest sebanyak 66,9 % konsep dikuasai dan meningkat dalam postest menjadi

        67,4 % konsep yang dikuasai, masih sangat kecil peningkatan pemahaman tersebut. Maka dari itu akan lebih baik jika terdapat kesesuaian antara definisi dan aplikasi soal yang membutuhkan hitung-hitungan secara matematis. Hasil yang didapatkan bernilai negatif, hal ini diakibatkan ada beberapa unsur yang tidak diteliti secara detail oleh penulis. Antara lain perbedaan tingkat kesulitan soal yang dibuat, simulasi yang digunakan kurang mendukung pemahaman namun treatment yang lain misalnya penggunaan power point lebih diminati oleh para siswa.

        2. Konsep Kelajuan dan Kecepatan.

        Pada konsep ini baik pretest dan postest terdapat satu soal. Konsep ini juga mengalami peningkatan pemahaman meskipun tidak signifikan, hal ini terlihat dalam tabel 18 dalam kualifikasinya untuk pretest sebanyak 12,72 % siswa sudah paham, 66,67 % siswa kurang lengkap dalam menjawab, dan 20,81 % siswa tidak paham. Hal berbeda ditunjukkan dalam tabel yang sama untuk hasil postest yaitu sebanyak 10 % siswa sudah paham dan 90 % siswa menjawab kurang lengkap. Hali ini dikarenakan perbedaan soal, dalam pretest konsep kelajuan dan kecepatan hanya mendefinisikan pengertian dari kelajuan dan kecepatan sedangkan dalam postest lebih pada aplikasi yang berbentuk hitungan secara matematis sehingga siswa yang awalnya sudah paham dalam mendefinisikan pengertian kelajuan dan kecepatan kemudian diaplikasikan dalam bentuk hitung-hitungan secara matematis siswa juga sudah paham. Peningkatan terjadi karena pada pretest terdapat siswa yang tidak paham namun dalam postest tidak ada siswa yang tidak paham, meskipun lebih banyak siswa yang menjawab kurang lengkap dikarenakan siswa tidak teliti dalam memahami soal sehingga jawaban yang dihasilkan menjadi kurang lengkap. Peningkatan pemahaman juga terlihat dalam tabel 19, yang mengalami peningkatan sebesar 9,3 % dari hasil peretest 77,4 % menguasai konsep ini menjadi 86,7 % konsep sudah dikuasai.

        3. Konsep Gerak Lurus Beraturan Secara keseluruhan siswa sudah mengauasai konsep ini dengan mengerjakan dua soal dalam konsep yang sama. Untuk soal nomor 4 dalam pretest, siswa mendefinisikan pengertian GLB dengan besaran-besaran yang terkandung di dalamnya dengan membuat grafik V – t. Hasil dari pretest ini diperoleh 30, 97 % siswa sudah paham, 59,88 % siswa kurang lengkap, dan 9,15 % siswa tidak paham. Di dalam soal postest yang kembali menekankan pada aplikasi dengan hitungan matematis seluruh siswa atau 100 % dapat menjawab dengan benar dan memahami konsep ini. Maka dari itu terjadi peningkatan pemahaman yang cukup yaitu 22,2 % dari pretest 72,8 % konsep dikuasai menjadi 95 % konsep sudah dipahami oleh siswa dari tabel 19. Meskipun hampir keseluruhan siswa memahami konsep GLB, namun di dalam menjawab soal nomor 5 sebagian besar siswa kurang lengkap, hal ini dikarenakan siswa tidak teliti memahami soal. Seperti yang terlihat dalam hasil variasi jawaban dan tabel 18 didapat sebanyak 29,21 % siswa paham dan 70,79 % siswa kurang lengkap dalam menjawab soal. Hal yang sama juga terjadi dalam menjawab soal postest, yaitu sebanyak 6,67 % siswa sudah paham dan 93,33 % siswa kurang lengkap, meskipun mengalami penurunan dari kualifikasi paham dari pretest ke postest namun secara keseluruhan mengalami peningkatan pemahaman untuk nomor soal ini. Hal ini terlihat dalam tabel 19, peningkatan yang tidak signifikan yaitu hanya 4 % dari hasil pretest sebanyak 89 % konsep dikuasai menjadi 93 % konsep yang dikuasai oleh keseluruhan siswa. Faktor ketelitian dalam memahami soal dan penggunaan rumus sesuai dengan konsep yang menjadikan pemahaman siswa menjadi kurang lengkap. Hasil yang didapatkan bernilai negatif, hal ini diakibatkan ada beberapa unsur yang tidak diteliti secara detail oleh penulis. Antara lain perbedaan tingkat kesulitan soal yang dibuat, simulasi yang digunakan kurang mendukung pemahaman namun treatment yang lain misalnya penggunaan power point lebih diminati oleh para siswa.

        4. Konsep Gerak Lurus Berubah Beraturan.

        Untuk memahami konsep GLBB terdapat tiga soal yang dikerjakan baik dalam pretest maupun dalam postest. Pada soal nomor 6 untuk pretest siswa dihadapkan pada soal mendefinisikan pengertian GLBB dan besaran-besaran yang terkait serta membuat grafik V – t dan dalam postest sama seperti soal yang lain yaitu lebih kepada aplikasi yang berbentuk hitung-hitungan secara matematis dari konsep. Dari tabel 18, untuk pretest diperoleh 69,60 % siswa menjawab kurang lengkap dan 30,40 % siswa tidak paham, namun peningkatan terjadi pada postest siswa yang menjawab kurang lengkap sebanyak 90 % dan tidak paham menjadi 10 %, akan tetap secara keseluruhan siswa mengalami penurunan tingkat pemahaman. Hal ini diakibatkan siswa dalam menjawab soal terutama postest tidak teliti memahami soal sehingga jawaban yang dihasilkan menjadi kurang lengkap. Penurunan tingkat pemahaman terlihat dalam tabel 19 meskipun tidak signifikan, namun faktor ketidaktelitian menjadikendala dalam menjawab soal ini. Penurunan sebanyak 20,9 % diperoleh dari hasil pretest sebanyak 85,6 % konsep yang dikuasai menjadi 64,7 % konsep yang dikuasai. Hal ini terjadi karena ada beberapa hal yang tidak diketahui oleh peneliti antara lain tingkat bobot soal atau tingkat kesulitan soal yang dibuat.

        Pada konsep yang sama, untuk soal nomor 7 secara keseluruhan siswa memahami konsep GLBB yang lebih spesifik yaitu tentang GLBB dipercepat.

        Peningkatan pemahaman terlihat dalam siswa menjawab soal ini, dalam pretest siswa yang memahami konsep sebanyak 7,19 %, kurang lengkap 68,60 %, dan tidak paham sebanyak 24,21 %. Soal ini menekankan hitungan-hitungan secara matematis sehingga siswa harus menggunakan rumus matematis yang benar untuk menjawab dan faktor ketelitian kembali menjadi kendala siswa. Meskipun mengalami peningkatan dalam postest sebanyak 50 % siswa memahami konsep, 43,33 % siswa menjawab kurang lengkap, dan 6,67 % siswa tidak paham, namun belum signifikan. Hal ini terlihat dalam tabel 19, peningkatan pemahaman sebesar 34,7 % dari hasil pretes sebesar 51,1 % konsep yang dikuasai menjadi 85,8 % konsep yang dipahami oleh keseluruhan siswa.

        Untuk soal nomor 8 pada konsep yang sama, secara keseluruhan siswa mengalami penurunan pemahaman. Hal ini terjadi karena dalam soal postest siswa agak kesulitan menganalisis sebuah perjalanan dari grafik V – t, yang merupakan kombinasi antara GLB dan GLBB. Dalam pretest siswa menjawab soal tentang GLBB diperlambat dan hasilnya sebanyak 38,72 % mnjawab kurang lengkap dan 61,28 % siswa tidak paham. Hal yang menarik terjadi pada postest dimana siswa mengerjakan soal aplikasi yang berbentuk grafik dan harus membaca grafik itu untuk menjelaskan geraknya. Siswa kesulitan dalam hal ini, dikarenakan tidak mampu menganalisis dan menyatakan pendapat tentang gerak tersebut sehingga keseluruhan siswa atau 100 % siswa tidak paham. Namun secara keseluruhan, penurunan pemahaman sebesar 3,23 % dari hasil pretes sebesar 28,53 % konsep yang dikuasai menjadi 25,3 % konsep yang dikuasai oleh siswa.

        5. Konsep Memadu Gerak tentang Gerak Peluru.

        Proses penurunan konsep untuk mengasilkan sebuah persamaan secara matematis membutuhkan analisis yang cukup banyak sehingga siswa mengetahui dari mana persamaan itu diturunkan. Hal ini terlihat dalam siswa mengerjakan soal pretest nomor 9, yang mana secara keseluruhan siswa tidak paham untuk menurunkan persamaan secara matematis dari sebuah gambar grafik. Kesulitan siswa dalam menganalisis dan menurunkan persamaan adalah faktor utama yang menyebabkan siswa tidak paham. Berbeda dengan soal postest pada nomor soal yang sama siswa mengerjakan soal tentang gerak vertikal dan kembali siswa secara keseluruhan kurang teliti dalam menggunakan persamaan matematisnya sehingga jawaban yang dihasilkan menjadi kurang lengkap. Meskipun mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan dari hasil postest diperoleh sebanyak 90 % siswa menjawab kurang lengkap dan 10 % siswa tidak paham namun hasil ini juga belum memuaskan. Peningkatan pemahaman sebesar 74,6 % yang diperoleh dari hasil pretes 3,8 % konsep dikuasai dan postest sebesar 78 % konsep yang dikuasai.

        Untuk soal nomor 10 pada konsep yang sama, juga mengalami peningkatan pemahaman konsep tentang gerak parabola. Secara keseluruhan peningkatan ini cukup signifikan di mana dalam pretest siswa memperoleh hasil 5,43 % siswa kurang lengkap dalam menjawab dan 94,57 % siswa tidak paham. Dalam postest siswa yang paham mencapai 63,33 %, menjawab kurang lengkap 13,33 %, dan tidak paham sebesar 24,34 %. Peningkatan pemahaman yang cukup signifikan ini yaitu sebesar 67,33 % diperoleh dari hasil pretest sebesar 6,67 % konsep yang dikuasai menjadi 74 % konsep yang sudah dikuasai oleh siswa.

      4. Keterlibatan Siawa

        Berdasarkan dari hasil pengamatan selama dilakukan pembelajaran dengan simulasi komputer, data keterlibatan siswa secara individual dan secara klasikal dari tabel 11, kemudian diklasifikasikan ke dalam tabel kualifikasi di bawah ini. Peningkatan yang terjadi dalam keterlibatan siswa diperoleh dari hasil rata-rata secara keseluruhan siswa baik dari individu siswa maupun aspek yang diamati sebagai berikut :

      Tabel 22.

        

      Kualifikasi Keterlibatan Setiap Siswa

      Kode Pertemuan I Kualifikasi Pertemuan II Kualifikasi

      siswa

        

      A B C D Skor % A B C D Skor %

      6401 Sangat aktif Sangat aktif

        3 3 3 3 12 100 3 3 3 3 12 100

      • 0 2 3 3 8 66,7
      • 0 0

        3 3 3 2 11 92

        3 3 3 3 12 100

        Sangat aktif 6427

        3 3 3 1 10 83

        Sangat aktif

        2 3 3 3 11 91,7

        Sangat aktif 6428

        Sangat aktif

        3 3 3 1 10 83

        2 3 3 3 11 91,7

        Sangat aktif 6429

        2 2 2 2 8 67

        Aktif

        3 1 3 3 10 83,3

        Sangat aktif 6430

        2 2 2 0 6 50

        Sangat aktif

        Sangat aktif 6426

        3 2 0 0 5 41,7

        Sangat aktif

        Aktif 6422

        2 2 2 2 8 67

        Aktif

        0 1 3 3 7 58,3

        Aktif 6423

        3 3 3 1 10 83

        3 3 3 3 12 100

        3 2 3 3 11 91,7

        Sangat aktif 6424

        3 3 3 2 11 92

        Sangat aktif

        2 3 3 3 11 91,7

        Sangat aktif 6425

        3 3 3 3 12 100

        Sangat aktif

        Kurang aktif

        Kurang aktif 6431

        Aktif

        1 3 3 3 10 83,3

        2 2 2 0 6 50

        Kurang aktif

        0 2 3 3 8 66,7

        Aktif 6437

        0 1 2 3 6 50

        Aktif

        Sangat aktif 6438

        3 3 2 0 8 66,7

        2 2 2 2 8 67

        Aktif

        1 3 3 3 10 83,3

        Sangat aktif 6439

        3 3 3 1 10 83

        Sangat aktif

        1 3 3 3 10 83,3

        Aktif 6436

        Aktif

        3 3 3 3 12 100

        Sangat aktif 6433

        Sangat aktif

        3 3 2 0 8 66,7

        Aktif 6432

        3 3 3 2 11 92

        Sangat aktif

        3 3 3 3 12 100

        1 3 3 3 10 83

        0 1 2 3 6 50

        Sangat aktif

        3 3 3 3 12 100

        Sangat aktif 6434

        0 1 2 3 6 50

        Aktif

        1 3 3 3 10 83,3

        Sangat aktif 6435

        0 2 3 3 8 66,7

        2 2 2 2 8 67

        6402

        Kurang aktif

        Kurang aktif 6407

        3 0 3 1 7 58

        Aktif

        1 3 3 3 10 83,3

        Sangat aktif 6408

        3 3 0 0 6 50

        2 3 3 3 11 91,7

        Kurang aktif

        Sangat aktif 6409

        3 1 3 3 10 83

        Sangat aktif

        1 3 3 3 10 83,3

        Sangat aktif 6410

        2 3 3 3 11 92

        Sangat aktif

        0 0 2 3 5 41,7

        1 3 2 0 6 50

        Sangat aktif 6411

        3 3 3 3 12 100

        3 3 3 3 12 100

        Sangat aktif

        3 3 3 3 12 100

        Sangat aktif 6403

        3 3 2 3 11 92

        Sangat aktif

        Sangat aktif 6404

        Kurang aktif 6406

        3 3 1 3 10 83

        Sangat aktif

        1 3 3 3 10 83,3

        Sangat aktif 6405

        0 2 3 3 8 67

        Aktif

        0 0 2 3 5 41,7

        3 3 3 3 12 100

        3 2 0 0 5 42

        Sangat aktif 6421

        3 2 3 3 11 91,7

        3 3 3 3 12 100

        Sangat aktif

        3 2 3 3 11 91,7

        Sangat aktif 6418

        3 3 3 1 10 83

        Sangat aktif

        Sangat aktif 6419

        1 3 3 3 10 83,3

        2 3 3 3 11 92

        Sangat aktif

        3 3 3 3 12 100

        Sangat aktif 6420

        3 3 3 3 12 100

        Sangat aktif

        3 3 3 1 10 83,3

        Sangat aktif 6417

        Sangat aktif

        Kurang aktif

        Aktif 6414

        0 2 3 3 8 66,7

        Aktif 6412

        0 2 1 3 6 50

        Aktif

        3 3 3 2 11 91,7

        Sangat aktif 6413

        3 3 3 3 12 100

        2 3 3 3 11 92

        Sangat aktif

        3 3 3 3 12 100

        Sangat aktif 6415

        2 3 3 3 11 92

        Sangat aktif

        3 3 3 3 12 100

        Sangat aktif 6416

        Sangat aktif

        6440

        30

        Kesimpulan 68,4 Berperan Membuat Kesimpulan

        Menganalisis 94,3 Sangat Berperan Membuat

        Berperan Menganalisis 79,5 Sangat Berperan

        Sangat Berperan Menjawab 88,3 Sangat

        Keterlibatan Prosentase Kualifikasi Aspek Keterlibatan Prosentase Kualifikasi Bertanya 75,3 Berperan Bertanya 65 Berperan Menjawab 82

        Prosentase Peranan Masing-Masing Aspek

      Pertemuan I Pertemuan II

      Aspek

        75 Sangat Aktif Tabel 24.

        10 25,64 Aktif 7 17,5 Aktif 76 – 100 23 58,98 Sangat Aktif

        3 2 0 0 5 42

        0 – 25 Tidak Aktif Tidak Aktif 26 – 50 6 15,38 Kurang Aktif 3 7,5 Kurang Aktif 51 – 75

        Keterlibatan Seluruh Siswa Pertemuan I Pertemuan I Interval skor % Frekuensi % Frekuensi Kualifikasi Frekuensi % Frekuensi Kualifikasi

        65 85 94,2 90 83,54 Sangat aktif Rata-rata 74,38 Sangat aktif Rata-rata 83,54 Sangat aktif Prosentase (%) 74,38 Sangat aktif Prosentase (%) 83,54 Sangat aktif Tabel 23.

        (%) 73,3 80 78 66,7 74,4 Sangat aktif

        Sangat aktif Rata-rata 2,2 2,4 2,3 2 8,93 Sangat aktif 1,95 2,6 2,83 2,7 10,03 Sangat aktif Prosentase

        2 3 3 3 11 91,7

        Kurang aktif

        90 Sangat Berperan Dari tiga tabel di atas secara keseluruhan siswa di dalam keterlibatan di kelas selama pembelajaran dilakukan dapat disimpulkan sudah baik. Pembahasan untuk data analisis keterlibatan siswa didasarkan untuk masing-masing tabel sebagai berikut : 1. Tabel Kualifikasi Keterlibatan Setiap Siswa.

        Di dalam tabel 20 ini terdapat dua kolom yang menyatakan tingkat keterlibatan siswa sesuai dengan kualifikasinya. Pada pertemuan I terdapat 39 Siswa yang mengikuti pembelajaran dan sebagian besar siwa sangat aktif di dalamnya, dengan rata-rata 77,25 % yang tergolong dalam kualifikasi sangat aktif. Meskipun ada beberapa siswa yang tidak aktif, namun jumlah itu tidak signifikan jika dibandingkan dengan siswa yang aktif dan sangat aktif. Peningkatan keterlibatan siswa ini dapat dilihat pada kolom yang berada disampingnya, menjadi 83,75 % siswa yang sangat aktif pada pertemuan kedua dengan kualifikasi yang sama yaitu sangat aktif. Siswa yang termasuk dalam kualifikasi tidak aktif maupun kurang aktif juga mengalami penurunan dari 6 siswa menjadi 3 siswa. Maka dari itu dapat diambil kesimpulan bahwa siswa sangat berperan aktif di dalam pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi komputer.

        2. Tabel Keterlibatan Seluruh Siswa.

        Pada tabel 21 ini akan memperjelas peranan siswa dalam pembelajaran dengan simulasi komputer yang selama ini belum pernah dilakukan oleh guru yang lain. Secara keseluruhan keterlibatan siswa mengalami peningkatan pada setiap pertemuan, dan peningkatan ini dapat dilihat dalam tabel. Sebanyak 6 siswa atau 15,38 % yang kurang aktif pada pertemuan pertama menngalami penurunan menjadi 3 siswa atau 7,5 % pada pertemuan kedua yang termasuk dalam kualifikasi kurang aktif. Kemudian, yang termasuk dalam kualifikasi aktif juga mengalami peningkatan dari 10 siswa atau 25,64 % pada pertemuan pertama menjadi 7 siswa atau 17,5 % yang aktif. Pada pertemuan pertama siswa yang termasuk dalam kualifikasi sangat aktif sebanyak 23 siswa atau sekitar 58,98 % mengalami peningkatan pada pertemuan kedua menjadi 30 siswa atau sekitar 75 % yang sangat aktif.

        3. Tabel Peranan Masing-masing Aspek Keterlibatan Siswa.

        Di dalam membuat laporan hasil pengamatan tidak lepas dari aspek yang akan diamati. Dan dalam hal ini ada empat aspek yang diamati yaitu bertanya, menjawab pertanyaan, menganalisis, dan membuat kesimpulan, yang mempunyai peranan dalam proses pembelajaran terutama pada proses keterlibatan siswa di dalamnya. Dari tabel ini aspek-aspek tersebut mempunyai peranan yang sangat baik bagi siswa, yang pada pertemuan pertama yaitu aspek bertanya mengalami penurunan dari 75,3 % siswa yang bertanya menjadi 65 % siswa, hal ini dikarenakan siswa lebih senang berdiskusi dengan siswa lain. Namun peneliti di samping menjawab pertanyaan dari siswa, juga mengajukan pertanyaan kepada siswa dan hal ini akan membuat suasana pembelajaran akan menjadi lebih baik. Hal ini terlihat sebanyak 82 % siswa menjawab pertanyaan dari peneliti dan mengalami peningkatan pada aspek ini menjadi 88,2 % siswa yang menjawab pertanyaan. Pembelajaran yang disertai dengan tanya jawab akan lebih mempermudah siswa untuk memahami suatu konsep yang dijelaskan sehingga siswa akan benar-benar aktif.

        Dalam pembelajaran dengan metode simulasi komputer, tidak banyak teori yang disampaikan melainkan berdasarkan data-data yang dimasukkan dalam tabel simulasi sehingga siswa dapat menganalisis berdasarkan pemahaman siswa itu sendiri. Aspek menganalisis dalam pengamatan mempunyai peran yang sangat penting di mana siswa mampu membuat suatu kesimpulan berdasarkan dengan hasil analisisnya. Di dalam hasil pengamatan, aspek menganalisis mengalami peningkatan dari pertemuan pertama sebanyak 79,4 % siswa dalam proses pembelajaran melakukan analisis terhadap data-data yang ada dalam simulasi meningkat menjadi 94,3 % siswa pada pertemuan kedua. Hal ini berarti bahwa siswa dituntut harus benar-benar aktif dalam menganalisis dan membuat kesimpulan yang benar sesuai dengan pemahaman konsep yang dimiliki.

        Aspek pengamatan yang terakhir adalah membuat kesimpulan. Aspek ini juga mempunyai peranan yang sangat penting, di mana siswa mampu membuat kesimpulan yang benar untuk menunjukkan berapa besar konsep yang dipahami oleh siswa. Pada hasil pengamatan dalam penelitian menunjukkan bahwa tingkat pembuatan kesimpulan yang dilakukan siswa selama mengikuti pembelajaran dengan simulasi komputer mengalami peningkatan. Pada pertemuan pertama sebanyak 68,4 % siswa membuat kesimpulan dari data-data yang dimassukkan dalam simulasi komputer sedangkan pada pertemuan kedua meningkat menjadi 90 % siswa. Hal ini menunjukkan bahwa siswa benar-benar aktif dalam membuat kesimpulan berdasarka data yang dimiliki. Kesimpulan yang dihasilkan juga menunjukkan tingkat penguasaan konsep yang dipahami siswa, sehingga akan mempermudah untuk mengetahui konsep mana dan apa yang belum dan sudah dipahami.

      BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang peningkatan pemahaman tentang Gerak Lurus dengan metode simulasi komputer, yang telah dilakukan dapat disimpulkan

        sebagai berikut : 1. Pemahaman awal siswa tentang Gerak Lurus.

        Pemahaman awal siswa tentang Gerak Lurus sebelum dilakukan pembelajaran dengan simulasi komputer, sebanyak 61,54 % siswa termasuk dalam klasifikasi cukup menguasai konsep dan sebanyak 38,46 % siswa kurang memahami konsep gerak lurus. Hal ini dikarenakan sebagian siswa dalam menjawab soal pretest kurang lengkap sehingga banyak konsep yang dipahami menjadi kurang lengkap. Tipe soal yang digunakan bervariasi dari pengertian definisi sampai dengan soal yang berbentuk aplikasi dengan menggunakan rumusan matematis untuk menyelesaikannya. Dari tipe soal tersebut, sebagian besar siswa dapat menguasai konsep yang berupa mendefinisikan sehingga hasil yang diperoleh sangat baik, hal yang berbeda terlihat pada saat siswa mengerjakan soal berbentuk aplikasi. Siswa mengerjakan soal dengan menggunakan rumus matematis yang salah dan kurang teliti sehingga hasil yang diperoleh juga menjadi kurang lengkap dan salah.

        118

        2. Pemahaman akhir siswa tentang Gerak Lurus.

        Pemahaman akhir siswa tentang Gerak Lurus setelah mengikuti pembelajaran dengan simulasi komputer, sebanyak 43,33 % siswa termasuk dalam kualifikasi sangat baik menguasai konsep, 46,67 % siswa dalam kualifikasi baik, kemudian 3,33 % siswa dalam kualifikasi cukup dan 6,67 % siswa dalam kualifikasi kurang.

        Pemahaman konsep tentang Gerak Lurus yang dilakukan dengan simulasi komputer mampu meningkatkan pemahaman siswa, meskipun ada beberapa konsep yang justru mengalami penurunan hal ini diakibatkan karena kurangnya ketelitian siswa dalam memahami soal posttest yang diberikan. Kesalahan yang mendasar terletak pada penggunaan rumus matematis dalam penyelesaian soal aplikasi menggunakan angka- angka sehingga hasil akhir yang diperoleh menjadi tidak benar meskipun langkah- langkah yang digunakan sudah benar.

        3. Peningkatan pemahaman konsep tentang Gerak lurus Peningkatan pemahaman konsep tentang Gerak Lurus diperoleh dari perbandingan hasil rata-rata skor yang diperoleh siswa dalam mengerjakan tiap nomor soal. Peningkatan cukup signifikan terjadi pada konsep tentang gerak parabola yang mencapai 54,87 % dan 69%. Meskipun konsep yang lain juga mengalami peningkatan tetapi tidak secara signifikan dan bahkan ada beberapa konsep yang mengalami penurunan yaitu jarak dan perpindahan, GLBB dipercepat. Namun secara keseluruhan siswa mengalami peningkatan pemahaman konsep tentang Gerak Lurus.

        119

        4. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran Penggunaan komputer dalam proses pembelajaran mengakibatkan dampak positif bagi siswa terutama peran aktifnya dalam menguikuti pembelajaran. Hal ini terbukti selama dalam penelitian siswa benar-benar aktif baik dalam bertanya, menjawab pertanyaan, menganalisis data, dan membuat kesimpulan dalam pembelajaran dengan simulasi komputer. Aspek tersebut sangat berperan untuk lebih meningkatkan peranan siswa dalam belajar dengan media yang berbeda selama proses pembelajaran berlangsung.

      B. Saran

        1. Bagi para guru dan calon guru Penting dalam kegiatan belajar mengajar untuk calon guru dan guru mengutamakan peningkatan pemahaman siswa dengan menggunakan media pembelajaran yang bervariasi salah satunya penggunaan media komputer dalam proses pembelajaran. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, metode pembelajaran dengan simulasi komputer dapat meningkatkan pemahaman siswa dan membuat siswa lebih terlibat dalam proses belajar mengajar.

        2. Bagi siswa Siswa dituntut lebih aktif untuk menggunakan media pembelajaran yang dapat mempermudah pemahaman siswa sehingga konsep yang diberikan dapat dipahami.

        Siswa juga lebih mengenal perkembangan IPTEK untuk membantu proses belajar, sehingga akan lebih efektif dalam membangun pengetahuan mereka.

        120

        3. Bagi penelitian selanjutnya

        Penelitian yang serupa akan lebih baik jika dalam menggunakan sarana

      komputer dalam proses belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran Fisika di

      Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas setiap siswa mampu

      mengoperasikan satu unit komputer sendiri sehingga akan lebih memperlihatkan

      peningkatan pemahaman dan penguasaan konsep. Kemudian selanjutnya, akan

      dikembangkan pada pokok bahasan yang lain dengan model simulasi yang berbeda-

      beda pula.

        Silabus

        Mata Pelajaran : Fisika Satuan Pendidikan : SMA Kelas / Semester : X / II Alokasi Waktu : 10 JP

        I. Kompetensi Dasar : Siswa mampu melakukan percobaan dan penalaran untuk memahami kinematika dan dinamika Gerak Lurus.

        II. Indikator : 1. Mengiterpretasikan gerak lurus ke dalam grafik V – t dan grafik S – t.

        2. Memahami pengertian memadu gerak dan persamaan gerak dalam bidang serta mengembangkan kemampuan bernalar dan berdiskusi.

        III. Materi Pokok : Gerak Lurus

        IV. Analisis Konsep : Indikator Konsep

        1. Mengiterpretasikan gerak lurus ke

        1. Jarak dan Perpindahan dalam grafik V – t dan grafik S –

        2. Kecepatan dan Kelajuan t.

        3. Gerak Lurus Beraturan (GLB)

        4. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

        2. Memahami pengertian memadu gerak

        1. Perpaduan GLB dan GLBB dan persamaan gerak dalam bidang serta

        2. Gerak Parabola mengembangkan kemampuan bernalar dan berdiskusi. V. Uraian Makna Konsep :

        1. Pengertian Gerak

        Gerak adalah perubahan kedudukan atau tempat suatu benda terhadap titik acuan atau titik asal tertentu. Jadi bila bila suatu benda kedudukannya berubah setiap saat terhadap suatu titik acuan, maka benda tersebut dikatakan sedang bergerak. Misalnya, kita mengatakan bahwa bus itu bergerak. Hal ini dimaksudkan bahwa bus bergerak terhadap jalan atau kendaraan lain yang digunakan sebagai acuan. Jadi diam atau bergerak merupakan keadaan yang harus ditinjau terhadap benda lain. Maka dari itu, diam atau bergerak bersifat relatif bergantung pada benda lain yang dipandang sebagai acuan.

        Jenis gerak dari suatu benda ditentukan oleh bentuk lintasannya. Suatu gerak disebut sebagai gerak lurus apabila lintasannya merupakan garis lurus. Gerak melingkar, apabila lintasannya merupakan lingkaran dan gerak parabola, apabila lintasannya merupakan parabola.

        2. Jarak dan Perpindahan

        Kedudukan adalah letak suatu benda pada suatu waktu tertentu terhadap suatu acuan tertentu. Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu benda dalam selang waktu tertentu. Perpindahan adalah dalah perubahan kedudukan suatu benda karena adanya perubahan waktu.

        A O B C

      • 6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5

        Gambar 2. Kedudukan benda pada suatu garis lurus Sebagai titik acuan adalah titik O yang kedudukannya x = 0, kedudukan dapat terletak di kiri dan di kanan titik acuan, sehingga untuk membedakannya digunakan tanda positif atau negatif. Untuk membedakan antara jarak dan perpindahan pada gambar di atas, dengan menggunakan persamaan t – x , persamaan ini diperoleh berdasarkan gerak ∆x = x benda. karena perpindahan merupakan besaran vektor, maka dari itu tanda positif atau negatif kedudukan awal benda harus diperhatikan. sedangkan untuk menghitung jarak dengan menggunakan persamaan yang sama namun, karena jarak merupakan besaran skalar yang nilainya selalu positif maka tidak bergantung pada tanda dimana kedudukan awal dan akhir suatu benda.

      3. Kelajuan dan Kecepatan

        Kelajuan adalah jarak yang ditempuh tiap satuan waktu. Besaran ini yang tidak bergantung pada arah, sehingga kelajuan merupakan besaran skalar. Sedangkan kecepatan adalah perpindahan tiap satuan waktu. Besaran yang bergantung pada arah, sehingga kecepatan merupakan besaran vektor. Secara matematis dapat dirumuskan :

        jarakyangd itempuh S

        ……….( 3.1 )

        Kelajuan = V = waktutempu h t

        Dimana : V : kelajuan (m/s) S : jarak yang ditempuh (m) t : waktu yang ditempuh (s) secara matematis yang sama maka besarnya kecepatan dapat ditentukan sebagai berikut :

        perpindaha n Δ x xx t

      Kecepa tan = v = v = ….( 3.2 )

      perubahanw aktu Δ t tt t Sebagai contoh : Sebuah mobil bergerak 60 km/jam, apakah hal ini menunjukkan kelajuan atau kecepatan ? Dan sebuah mobil bergerak 60 km/jam ke arah barat, apakah hal ini menunjukkan kelajuan atau kecepatan ? 4.

         Gerak Lurus Beraturan

        Gerak Lurus Beraturan adalah gerak suatu benda pada lintasan lurus dengan kecepatan tetap. Benda juga dikatakan bergerak lurus beraturan apabila dalam selang waktu yang sama dapat menempuh jarak yang sama dan lintasannya merupakan garis lurus. Jadi dalam hal ini, kecepatan merupakan perbandingan antara jarak yang ditempuh oleh suatu benda terhadap waktu yang diperlukan. secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :

        S

      v = S = v . t …………….. ( 4.1 )

      t

        Dimana : v : kecepatan (m/s) S : jarak yang ditempuh (m) t : waktu yang ditempuh (s)

        Hubungan antara kecepatan (v) dengan waktu (t) dan jarak (S) dengan waktu dapat digambarkan dengan grafik v-t dan S-t sebagai berikut :

        v B C A t

        Gambar 3. Diagram v-t

        S α t

        Gambar 4. Diagram S-t Dari gambar grafik v-t, tampak bahwa kecepatan selalu tetap tidak bergantung oleh waktu, sehingga grafiknya berupa garis lurus yang sejajar dengan sumbu t. Jadi, jarak yang ditempuh oleh benda (S) pada grafik v-t merupakan luas bidang yang dibatasi oleh garis grafik v dan sumbu t dalam selang waktu tertentu.

        Pada grafik S-t tampak bahwa jarak yang ditempuh oleh benda berbanding lurus dengan waktunya sehingga grafiknya berupa garis lurus condong ke atas. Dari persamaan v = S/t, ternyata pada grafik S-t kecepatan benda (v) merupakan tangens sudut antara garis grafik S dan sumbu t. secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : v = tg

        α .Jadi semakin besar sudutnya semakin besar pula kecepatan gerak lurus beraturan tersebut.

      5. Gerak Lurus Berubah Beraturan

        Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak yang lintasannya lurus dan kecepatannya setiap saat berubah secara beraturan. gerak ini terdiri dari dua macam yaitu : Gerak lurus berubah beraturan dipercepat yaitu gerak yang kecepatannya semakin lama semakin bertambah besar.Gerak lurus berubah beraturan diperlambat yaitu gerak yang kecepatannya semakin lama berkurang sehingga pada suatu saat benda itu menjadi diam atau berhenti.

        Karena perubahan kecepatan setiap satuan waktu disebut percepatan, maka gerak lurus berubah beraturan dinyatakan sebagai gerak yang lintasannya lurus dan percepatannya selalu tetap. Apabila dibuat gambar grafik hubungan antara kecepatan (v) terhadap waktu (t) dari gerak lurus berubah beraturan, akan didapatkan sebagai berikut :

        v v t

        ∆v v ∆t = t t

        Gambar 4. Grafik v-t Dari grafik v-t tersebut gerak lurus dipercepat dengan kecepatan awal v . setelah t sekon kecepatan benda berubah menjadi v . Hal ini berarti dapat ditemukan adanya

        

      t

      percepatan yaitu perubahan kecepatan tiap satuan waktu.

        Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut : Δ v vv t

        

      a = = …………. ( 5.1 )

        Δ t tt t Dari persamaan itu dapat diperoleh besarnya kecepatan akhir dari gerak benda sebagai berikut :

        Δ v vv t

        

      a = = a . t = vv ……… ( 5.2 )

      t

        Δ t tt t Dimana : v = kecepatan pada detik ke t (m/s)

        t

        v = kecepatan awal (m/s) a = percepatan (m/s2) t = waktu (s)

        Dari persamaan di atas dapat ditentukan besarnya percepatan secara matematis sebagai berikut :

        vv t

      • v = v a . t a = ………. ( 5.4 )

        t t

        Untuk menentukan jarak dalam GLBB dapat dihitung melalui grafik v-t di atas dengan menghitung luas sebuah trapesium. Jadi besarnya perpindahan sama dengan luas trapesium tersebut, sebagai berikut : Luas trapesium : jumlah sisi sejajar x ½ tinggi Maka besarnya perpindahan adalah

         S = ( v + v t ) x ½ t …………………. ( 5.5 ) = { v + (v + a.t)} x ½ t ………….. ( 5.6 ) = {(2 v + a.t )} x ½ t …………….. ( 5.7 )

      2 S = v .t + ½ a.t …………………… ( 5.8 )

        Dimana : S = perpindahan (m) v = kecepatan awal (m/s) t = waktu (s)

        2

        a = percepatan (m/s ) Jadi persamaan perpindahan pada GLBB merupakan fungsi kuadrat dari waktu, jika

        2

        ditulis dengan persamaan kuadrat menjadi y = ax + bx. Jika persamaan kecepatan digunakan untuk mencari besarnya waktu yang ditempuh oleh benda yang bergerak GLBB

        2

        2

        2

        2

        2 2 2 2 + − + − …………. ( 5.13 )

        Maka : S =

        a v v t

        2 2 2 − atau 2aS = v t

        2

        ……….. ( 5.14 )

        ………………… ( 5.12 ) =

        v t

        2 = v

        2 + 2aS ……………………… ( 5.15 )

        Dimana : v

        t

        = kecepatan akhir (m/s) v = kecepatan awal (m/s) a = percepatan (m/s

        2

        ) S = perpindahan (m)

        Misalkan sebuah peluru ditembakkan dengan arah tembakan yang membentuk sudut α dengan arah mendatar. Sudut α disebut sudut elevasi. Lintasan peluru berbentuk parabola seperti gambar berikut.

        a v v v v v v v t t t

        −

        ( ) ( ) 2 2 .

        a v v a v v v t t

        a v v t t

        − = ……. ( 5.9 )

        Dari persamaan (5.9) itu maka nilai t disubtitusikan dalam S = v .t + ½ a.t

        2

        sehingga diperoleh :

         S = v .t + ½ a.t

        2

        …………………………..... ( 5.10 ) =

        2

        t a v v t

        1

        a v v a a v v v t t

        −

        ……………... ( 5.11 ) =

        ( ) ( ) 2 2

        2

        2

        2

        . + =

      • – v

      6. Gerak Parabola

        Y P v = v

        p x

        v y0 v Ymaks Q

        α v

        X

        x0

        Xo Gambar 5. Gerak Peluru

        Gerak peluru diuraikan menjadi dua komponen yaitu komponen mendatar sepanjang sumbu X dan komponen vertikal sepanjang sumbu Y. kecepatan awal peluru diuraikan pada arah sumbu X dan Y, masing-masing :

        v = v cos = v sin

      0x α dan v 0y α ……………… ( 6.1 )

        Komponen gerak pada arah sumbu X adalah gerak lurus beraturan dengan kecepatan tetap, maka berlaku :

        v x = v 0x = v cos α …………… ( 6.2 )

        maka jaraknya : X = v

        

      cos α . t ………………. ( 6.3 )

        Komponen gerak pada sumbu Y adalah gerak lurus berubah beraturan dengan kecepatan awal v 0y = v sin α. Bila arah sumbu Y ke atas dinyatakan sebagai arah positif maka percepatannya adalah a = -g, dan persamaan gerak menurut arah sumbu Y adalah : v y = v 0y – gt ……………………. ( 6.4 )

        v y = v sin α – g.t ……………… ( 6.5 )

        Ketinggian yang dicapai peluru adalah :

      2 Y = v 0y . t – 1/2gt …………….. ( 6.6 )

        2

        ………… ( 6.7 )

        Y = v sin α.t – 1/2gt

        Dimana : Y = Tinggi maksimum (m) v y = Kecepatan ke sumbu Y (m/s) v = Kecepatan awal (m/s)

        

      2

        g = Percepatan gravitasi (m/s ) t = waktu (s) α = sudut elevasi

        Kecepatan peluru pada saat t detik adalah resultan dari kecepatan ke sumbu X dan

      • sumbu Y yaitu : v = v v x y
      • 2 2 Tinggi maksimum yang dicapai peluru dalam gambar di atas pada titik P, maka komponen kecepatan vertikal di titik P = nol atau v = 0, maka :

          yp

          v y = v sin α – g.t ……………… ( 6.8 )

          v sin

          α maka waktu yang dibutuhkan adalah t = ………… ( 6.9 ) p

          g

          Sedangkan tinggi maksimum yang dicapai peluru adalah :

        2 Ymaks = Yp = v sin ……………………………… ( 6.10 )

          α.t – 1/2gt 2

          v sin

          1 ⎛ v sin ⎞ α α

          = v sin α . − g …………….. ( 6.11 ) ⎜⎜ ⎟⎟

          g

          2 g ⎝ ⎠ 2 2

          1 2 2 v sin α v sin α

          2

          = …………………….... ( 6.12 )

          − 2 g g 2 v sin α

           Ymaks = ………….......................................... ( 6.13 )

          2 g Sedangkan jarak mendatar saat peluru mencapai titik tertinggi adalah : Xp = v cos p …………………………………… ( 6.14 )

          α . t

          v sin α

           Xp = g v

          Karena X = v cos α . t …………………………… ( 6.21 )

          No. Soal Pre Tes Skor

          1. Prosedur Untuk penilaian dari hasil pembelajaran ini, sesuai dengan skor yang ada dalam soal-soal pre tes maupun post test yaitu sebagai berikut :

          VI. Penilaian :

          Dimana : X = jarak terjauh peluru mencapai tanah (m) v = kecepatan awal peluru (m/s) t = waktu yang dibutuhkan peluru sampai ke tanah (s)

          2 sin 2 …………………………… ( 6.23 )

           Xq = g v α

          2 . cos …………………… ( 6.22 )

          α α sin

          g v v

          Xq =

          2 2 = …………….. ( 6.20 )

          2 2 sin 2 α …………………………………… ( 6.16 )

          α sin

          g v t q

          ) = 0 …………………………… ( 6.19 ) t q1 = 0 ( tidak memenuhi ), Maka

          q

          (v sin α - 1/2gt

          q

          = 0 …………………………… ( 6.18 ) t

          2

          q – 1/2gt q

          α.t

          Jarak tembakan peluru pada gambar 5, sampai mencapai tanah terletak pada titik Q, sehingga ketinggian titik Q sama dengan nol. Maka : Yq = 0 …………………………………………….. ( 6.17 ) v sin

          1 5

          3 5 4 5 5 10 6 5 7 15 8 15 9 10 10 20

          No. Soal Post Tes Skor

          1 5 2 5 3 10 4 10 5 10 6 10 7 15 8 10 9 15 10 10

          VII. Sumber Belajar : 1. Buku Fisika SMA IA

          2. Simulasi Komputer 3. Silabus.

        RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

          Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : X / 2 Pertemuan ke : Alokasi waktu : 2 x 45 menit

        Standar Kompetensi : Menerapkan konsep Gerak Lurus tentang jarak, perpindahan dan

        kecepatan,GLB.

        Kompetensi Dasar : Menganalisis dan melakukan penalaran untuk memahami Gerak

        Lurus dan menginterpretasikan dalam grafik untuk memecahkan masalah. Indikator : 1. Membedakan jarak dan perpindahan.

          2. Membedakan kelajuan dan kecepatan.

          3. Mendefinisikan pengertian GLB dengan besaran-besaran yang terkait

          4. Menggunakan persamaan dalam GLB untuk memecahkan masalah dan

          menginterpretasikan dengan grafik Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti pembelajaran siswa dapat :

          

        1. Membedakan antara jarak dan perpindahan, dengan mendefinisikan sesuai dengan

        pengertiannya dan mampu memecahkan masalah yang berkaitan.

          2. Membedakan pengertian antara kelajuan dan kecepatan sebagai besaran yang berbeda dan menunjukkan contoh dalam kehidupan sehari-hari.

          3. Menyimpulkan karakteristik dari GLB dari definisi yang dipahami.

          

        4. Menggunakan persamaan dalam GLB dalam memecahkan masalah baik dalam

        bentuk grafik maupun membuat grafik.

          Materi Pokok : Jarak, Perpindahan, Kecepatan, GLB.

          Metode Pembelajaran :

          1. Metode Simulasi Pembelajaran dari komputer

          2. Tanya jawab

          3. Penugasan Langkah-langkah Pembelajaran :

        A. Kegiatan awal

          1. Guru mengulang kembali konsep gerak yang sudah dikenal di SMP. Lalu mempersiapkan alat pembelajaran dan slide-slide yang akan digunakan dalam pembelajaran.

        2. Guru menjelaskan tujuan dari kegiatan pembelajaran.

        B. Kegiatan Inti

          1. Merancang alat atau program komputer power point yang akan digunakan yaitu mempersiapkan presentasi slide tentang gerak, jarak dan perpindahan.

          2. Memberikan informasi-informasi yang penting dari pembelajaran ini.

          3. Memberikan simulasi tentang GLB dari program Excel dan Internet yaitu Motion with Constan Acceleration . 150 125 grafik s vs t 100 75 s 25 50 s

          1 2 3 4 5

        6

        7 8 9 10 t

          4. Menjelaskan semua variable-variabel yang ada dalam simulasi.

          5. Memasukkan data kedalam program simulasi dan mencatatat hasilnya.

          

        6. Mengulangi kegiatan 5 dengan mengubah-ubah variable yang ada dalam simulasi

        sesuai dengan apa yang akan dicari.

          7. Menginterpretasikan grafik yang ada dalam simulasi untuk dirumuskan persamaannya.

        C. Kegiatan penutup

          1. Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan dari data-data yang sudah dimasukkan dalam tabel variable dalam simulasi komputer.

          

        2. Guru dan siswa bersama-sama merumuskan persamaan hasil simulasi, yaitu S = v

        x t

          3. Berlatih menggunakan rumus tersebut untuk menyelesaikan persoalan sederhana yang berkaitan dengan konsep tersebut.

          4. Mencocokkan hasilnya dengan memasukkan data soal kedalam simulasi. Alat dan Sumber belajar : Alat : Komputer dan Viewer

          Sumber : Buku Fisika, Simulasi dari komputer, dan Silabus.

          

        Penilaian yang dilakukan meliputi penilaian hasil pengamatan dan tes tertulis, dan

        penugasan.

          a. Nilai yang diperoleh dari hasil pengamatan terhadap keterlibatan siswa selama

        mengikuti proses pembelajaran dengan simulasi komputer sebagai berikut :

          Hasil pengamatan No Aspek yang diamati Sangat Aktif Kurang Tidak Aktif .

          Aktif Aktif

          1. Mengajukan pertanyaan

          2. Menjawab pertanyaan

          3. Menganalisis data

          4. Membuat kesimpulan

          Skor adalah 0 sampai dengan 3 dimana : jumlahskor yangdipero leh

          Nilai yang diperoleh adalah : N = x 100

          12

        b. Tes tertulis

          1. Jarak dan Perpindahan

          1. Apa definisi dari jarak dan perpindahan ? A B C

        • 5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6

          

        2. Tentukan berapa jarak dan perpindahan benda yang bergerak dari A ke C kemudian

        berbalik ke B ?

          2. Kelajuan dan Kecepatan

          

        1. Apa perbedaan antara kelajuan dan kecepatan ? mengapa kecepatan merupakan

        besaran skalar ? apakah secara konsep sama ?

          2. Jarak yang ditempuh (S) Waktu tempuh (t)

        (meter) (sekon)

          Berapa kelajuan rata-rata dari data di atas pada :

          a. Selang waktu 35 s ?

          b. 10 sekon pertama ?

          c. Selang waktu berikutnya selama 8 sekon ? 3.

           Gerak Lurus Beraturan (GLB) V (m/s)

          12

          6 0 2 4 t (s) Benda bergerak ditunjukkan dengan grafik v – t seperti gambar. Besar kecepatan dan jarak yang ditempuh setelah bergerak selama 10 sekon ?

          80 120 160 200

          18

          26

          32

          35

        RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

          Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : X / 2 Pertemuan ke : Alokasi waktu : 2 x 45 menit

        Standar Kompetensi : Menerapkan konsep Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) dan

        Gerak Parabola.

        Kompetensi Dasar : Menganalisis dan melakukan penalaran untuk memahami Gerak

        Lurus Berubah Beraturan (GLBB) dan Gerak Parabola sebagai perpaduan gerak dan menginterpretasikan grafik untuk memecahkan masalah. Indikator : 1. Mendefinisikan pengertian GLBB dengan besaran-besaran yang terkait.

          2. Menggunakan persamaan dalam GLBB dan menginterpretasikan grafik untuk memecahkan masalah.

          3. Menginterpretasikan grafik v – t dan s – t untuk gerak lurus berubah beraturan.

          4. Menginterpretasikan grafik Y – X untuk mencari persamaan dalam gerak Parabola sebagai perpaduan antara GLB dan GLBB.

          5. Menggunakan persamaan gerak parabola untuk menyelesaikan masalah.

          Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti pembelajaran siswa dapat :

          1. Mendefinisikan GLBB sesuai dengan pengertiannya dan mampu memecahkan masalah yang berkaitan.

          2. Merumuskan persamaan GLBB dari interpretasi grafik.

          

        3. Menyelesaikan masalah tentang GLBB baik dengan menginterpretasikan grafik

        maupun dengan membuat grafik.

          4. Merumuskan persamaan gerak parabola dari grafik kedalam persamaan secara matematis.

          5. Menggunakan persamaan dalam Gerak Parabola dalam memecahkan masalah baik dalam bentuk grafik maupun membuat grafik.

          Materi Pokok : GLBB, Gerak Parabola.

          Metode Pembelajaran :

          1. Metode Simulasi Pembelajaran dari komputer

          2. Tanya jawab

          3. Penugasan Langkah-langkah Pembelajaran :

        A. Kegiatan awal

          1. Guru mengulang kembali konsep GLBB yang sudah dikenal di SMP dan Gerak Parabola yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Lalu mempersiapkan alat pembelajaran dan slide-slide yang akan digunakan dalam pembelajaran.

        2. Guru menjelaskan tujuan dari kegiatan pembelajaran.

        B. Kegiatan Inti

          1. Merancang alat atau program komputer power point yang akan digunakan yaitu mempersiapkan presentasi slide tentang GLBB dan Gerak Parabola.

          2. Memberikan informasi-informasi yang penting dari pembelajaran ini.

          3. Memberikan simulasi tentang GLBB dari program Excel dan Gerak parabola yaitu Projectile Motion. 250 300 grafik s vs t 150 200 s s 100 50

        • -50
        • 1 2 3 grafik s vs t 4 5 6 7 8 9 1<
        • 100 -150
        • Series1 s
          • -250 -200
          • 300

            t 4. Menjelaskan semua variable-variabel yang ada dalam simulasi.

            5. Memasukkan data kedalam program simulasi dan mencatatat hasilnya.

            

          6. Mengulangi kegiatan 5 dengan mengubah-ubah variable yang ada dalam simulasi

          sesuai dengan apa yang akan dicari.

            

          7. Menginterpretasikan grafik yang ada dalam simulasi untuk dirumuskan

          persamaannya.

          C. Kegiatan penutup

            1. Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan dari data-data yang sudah dimasukkan dalam tabel variable dalam simulasi komputer.

            

          2. Guru dan siswa bersama-sama merumuskan persamaan hasil simulasi, berupa

          rumusan-rumusan secara matematis sehingga dapat digunkana untuk menyelesikan soal-soal.

            

          3. Berlatih menggunakan rumus tersebut untuk menyelesaikan persoalan sederhana

          yang berkaitan dengan konsep tersebut.

            4. Mencocokkan hasilnya dengan memasukkan data soal kedalam simulasi. Alat dan Sumber belajar : Alat : Komputer dan Viewer

            Sumber : Buku Fisika, Simulasi dari komputer, dan Silabus. Penilaian :

          Penilaian yang dilakukan meliputi penilaian hasil pengamatan dan tes tertulis, dan

          penugasan.

            

          a. Nilai yang diperoleh dari hasil pengamatan terhadap keterlibatan siswa selama

          mengikuti proses pembelajaran dengan simulasi komputer sebagai berikut :

            Hasil pengamatan No Aspek yang diamati

            Sangat Aktif Kurang Tidak Aktif . Aktif Aktif

            1. Mengajukan pertanyaan

            2. Menjawab pertanyaan

            3. Menganalisis data

            4. Membuat kesimpulan

            Skor adalah 0 sampai dengan 3 dimana : jumlahskor yangdipero leh

            Nilai yang diperoleh adalah : N = x 100

            12

          b. Tes tertulis

          1. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan mula-mula 20 m/s, kemudian dipercepat

            2 dengan percepatan tetap 4 m/s . tentukan :

            a. Kecepatan mobil setelah 15 sekon ?

            b. Jarak yang ditempuh mobil setelah berjalan 20 sekon ?

            2. Kelajuan kereta api berkurang secara beraturan dari 20 m/s menjadi 10 m/s, sepanjang 150 m. Tentukan : a. Berapa perlambatan kereta api ?

            b. Berapa jauh kereta api ini masih bergerak ?

            3. Dua benda A dan B bergerak sperti pada gambar berikut ini : v (m/s) A Kapan dan di mana benda A akan menyusul benda B?

            8 B 4 t (s)

            4. Y H V o α

            X Bagaimana cara menemukan tinggi maksimum (H) dari gambar di atas jelaskan secara matematis!

          4. Sebuah peluru ditembakkan dengan kecepatan awal 100 m/s, dengan sudut elevasi 30

            2 derajat dari dasar tanah. jika percepatan gravitasinya 10 m/s , maka tentukan berapa tinggi maksimum yang dicapai peluru dan berapa waktu yang dibutuhkan peluru itu sampai di ketinggian maksimum ?

          • 5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6

            . tentukan :

            V

            9. Y H

            b. Berapa jauh kereta api ini masih bergerak ?

            a. Berapa perlambatan kereta api ?

            8. Kelajuan kereta api berkurang secara beraturan dari 20 m/s menjadi 10 m/s, sepanjang 150 m. Tentukan :

            b. Jarak yang ditempuh mobil setelah berjalan 20 sekon ?

            a. Kecepatan mobil setelah 15 sekon ?

            2

            Soal Pretest

          KERJAKAN SESUAI DENGAN NO. SOAL DAN DENGAN LANGKAH-LANGKAH

          YANG TEPAT !!

            7. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan mula-mula 20 m/s, kemudian dipercepat dengan percepatan tetap 4 m/s

            6. Apa definisi dari GLBB ? besaran apa saja yang terkandung dalam definisi itu jelaskan ?

            Berapa kecepatan mobil tersebut (dalam m/s) dan buat grafiknya ?

            4. Apa definisi dari GLB ? besaran apa saja yang terkandung dalam definisi itu jelaskan ? 5. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan tetap, selama 15 menit menempuh jarak 25 km.

            3. Apa perbedaan antara kelajuan dan kecepatan ? mengapa kecepatan merupakan besaran skalar ? apakah secara konsep sama ?

            2. Tentukan berapa jarak dan perpindahan benda yang bergerak dari A ke C kemudian berbalik ke B ?

            1. Apa definisi dari jarak dan perpindahan ? A B C

            o Bagaimana cara menemukan tinggi maksimum (H) dari gambar di atas jelaskan secara matematis!

            10. Sebuah peluru ditembakkan dengan kecepatan awal 100 m/s, dengan sudut elevasi 30 derajat

            2

            dari dasar tanah. jika percepatan gravitasinya 10 m/s , maka tentukan berapa tinggi maksimum yang dicapai peluru dan berapa waktu yang dibutuhkan peluru itu sampai di ketinggian maksimum ?

            Soal Postest

          KERJAKAN SESUAI DENGAN NO. SOAL DAN DENGAN LANGKAH-LANGKAH

          YANG TEPAT !!

            Benda bergerak menempuh lintasan A-B-C-D seperti pada gambar. Tentukanlah jarak dan perpindahannya ?

            3. Seseorang sedang naik sepeda motor menempuh jarak 20 km selama 30 menit, istirahat 10 menit, kemudian menempuh jarak 15 km selama 15 menit, dan kemudian 5 km selama 5 menit. hitunglah berapa kelajuan rata perjalanan tersebut ?

            4. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan konstan. jarak 300 m ditempuh dalam waktu 20 sekon maka : a. Hitunglah kecepatan mobil itu ?

            b. Hitunglah jarak yang ditempuh mobil dalam waktu 7 sekon ?

            c. Apa nama jenis gerak dari mobil tersebut ? S (m) 5. 8 4 t (s)

            Dari grafik tersebut tentukan :

            a. Jenis gerak yang ditunjukkan oleh grafik ?

            b. Berapakah kecepatan benda?

            c. Berapakah jarak yang ditempuh benda dalam 2,5 sekon pertama ?

            1. Mungkinkah, dalam suatu kasus jarak lebih besar dari perpindahan atau sebaliknya ? jelaskan pendapat anda !

            2. D 17 m C 12 m 9 m A B

            2

            6. Sebuah motor bergerak dengan kecepatan awal 6 m/s dan percepatan tetap 4 m/s tentukan :

            a. Jarak tang ditempuh sepeda motor dalam waktu 2 sekon ?

            b. Kecepatan sepeda motor setelah 3 sekon ?

            c. Kecepatan motor setelah menempuh jarak 8 m ?

            d. Jenis gerak apa motor tersebut ?

            7. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan mula-mula 20 m/s, kemudian diperlamabat dengan

            2

            perlambatan 0,5 m/s . tentukan :

            a. Waktu yang diperlukan untuk mencapai kecepatan 4 m/s ?

            b. Waktu yang diperlukan mobil untuk berhenti ? 8. v (m/s)

            30

            20

            10 0 5 20 30 40

            t (s) Sebuah sepeda motor mulai bergerak sampai berhenti ditunjukkan oleh grafik kecepatan (v) dan waktu (t) berikut, maka : a. Jelaskan perjalanan sepeda motor tersebut ?

            b. Hitung jarak yang ditempuh sepeda motor selama 40 sekon ?

            9. Dari permukaan tanah, sebuah bola dilemparkan ke atas dengan kecepatan awal 40 m/s, tentukan : a. Setelah berapa detik bola kembali ke tanah ?

            b. Berapakah tinggi maksimum yang dicapai oleh bola ?

            c. Berapakah tinggi bola setelah 3 sekon ?

            d. Berapakah kecepatan bola setelah 5 sekon ?

            10. Peluru ditembakakan dari atas menara yang tinggi 35 meter condong ke atas dengan sudut

            2

            elevasi 30 , apabila kecepatan awal tembakan 60 m/s (g = 10 m/s ) maka :

            148

            

          Jawaban Soal Pretest

            1. Jarak adalah panjang lintasan sebenarnya yang ditempuh oleh benda yang bergerak.

            Perpindahan adalah perubahan kedudukan suatu benda yang dihitung dari posisi awal benda tersebut. A B C

          • 3 2 5

            2. Diketahui : Panjang AC = 8 Panjang BC = 3

            Ditanya : Jarak dan Perpindahan ? Jarak yang ditempuh :

            = panjang lintasan ACB = lintasan AC + lintasan CB = 8 + 3 =11

            Perpindahan : = kedudukan akhir – kedudukan awal = X – X

            B A

            = 2 – (-3) =5

            3. Kelajuan adalah hasil bagi antara jarak yang ditempuh dengan waktu yang diperlukan.

            Kecepatan adalah perpindahan suatu benda dibagi waktu yang diperlukan . Kecepatan merupakan besaran vector karena kecepatan mempunyai besar dan arah sehingga hasil bagi antara perpindahan yang merupakan besaran vektor dengan waktu akan mengahasilkan besaran vektor juga.

            4. Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda yang lintasannya berupa garis lurus dengan kecepatan yang tetap.

            Di dalam gerak ini karena kecepatan tetap maka percepatan = 0, dan berlaku :

            149

            S

            Maka : V =

            t

            Dimana besaran itu adalah : V = kecepatan dalam satuan meter per sekon (m/s) S = jarak yang ditempuh dalam satuan meter (m) t = waktu yang ditempuh dalam satuan sekon (s)

            5. Diketahui : Jarak yang ditempuh = 25 km = 25000 m Waktu = 15 menit = 900 s Ditanya : Kecepatan (m/s) dan Grafik S – t ?

            Jawab : S = V x t

            S

            Maka : V =

            t

            25 km

            V =

            15 menit 25000

            m V =

            900

            s

            V = 27,77 m/s Dibulatkan menjadi 28 m/s Grafik S – t

            S (m) V= 28 m/s 2500 900 t(s)

            150

            6. GLBB adalah gerak yang lintasannya lurus dan kecepatannya setiap saat berubah secara beraturan (konstan) atau dengan kata lain mempunyai percepatan tetap.

            Maka grafik hubungan antara kecepatan (v) terhadap waktu (t) dapat ditunjukkan seperti berikut :

            v v t ∆v v ∆t = t t

            Dimana besaran tersebut adalah : Vt = kecepatan pada detik ke t (m/s) V0 = kecepatan awal (m/s)

            2 a = percepatan (m/s ) t = waktu (s)

            7. Diketahui : V = 20 m/s

            2

            a = 4 m/s Ditanyakan :

            a. V t setelah 15 sekon ?

            b. Jarak yang ditempuh setelah 20 sekon ? Jawab :

            a. V t = V + a x t = 20 + 4 x 15

            = 20 + 60 = 80 m/s

            

          2

            b. S = V . t + ½ a. t

            2

            = 20 . 20 + ½ 4 . 20 = 400 + 2 . 400 = 400 + 800 = 1200 m

            151

            8. Diketahui : V = 20 m/s V t = 10 m/s S = 150 m

            Ditanyakan :

            a. Berapa perlambatan ?

            b. Berapa jarak kereta api masih berjalan ? Jawab :

            2

            2 V = V - 2.a S t

            2

            2

            10 = 20 - 2. a 150 100 = 400 - 2 a 150 100 – 400 = -300 . a

          • 300 = 300 a

            − 300 a

            = − 300

            2

            a = 1 m/s

            2

          2 V t = V - 2.a S’

            2

            0 = 10 – 2 . 1. S’ 0 = 100 – 2S’

            2S’ = 100 S’ = 50 m 9.

            Y H

            V

            o

            α X Komponen gerak pada arah sumbu X adalah gerak lurus beraturan dengan kecepatan tetap, maka berlaku :

            152

            V x = V 0x = V cos α

            maka jaraknya : X = V

            cos α . t

            Komponen gerak pada sumbu Y adalah gerak lurus berubah beraturan dengan kecepatan awal v 0y = v sin α. Persamaan gerak menurut arah sumbu Y adalah :

            V y = V 0y – gt

            V y = V sin α – g.t

            Ketinggian yang dicapai peluru adalah :

          2 Y = V 0y . t – 1/2gt

            

          2

          Y = V sin α.t – 1/2gt

            Tinggi maksimum yang dicapai peluru dalam gambar di atas pada titik H, maka komponen kecepatan vertikal di titik H = nol atau V yp = 0, maka : V = V sin

            y

            α – g.t

            V sin

            α Maka waktu yang dibutuhkan adalah t = p

            g

            Sedangkan tinggi maksimum yang dicapai peluru adalah :

            2 Ymaks = Yp = v sin

            α.t – 1/2gt 2 V sin

            V sin

            α 1 ⎛ α ⎞ =

            V sin . g

            α − ⎜⎜ ⎟⎟

            g

            2 g ⎝ ⎠ 2 2

            1 2 2 V sin

            α

            V sin

            α

            2

            =

            − g g 2 2 V sin

            α

            Ymaks =

            2

            g

            10. Diketahui : V = 100 m/s α = 30

            2

            g = 10 m/s Ditanyakan :

            a. Tinggi maksimum peluru ?

            b. Waktu yang dibutuhkan ?

            153 Y H V o

            V t p

            t s t p

            50 = p

            10

            t

            = p

            10 . 5 , 100

            t

            10 100 30 sin = p

            α sin =

            g

            α X

            Waktu yang dibutuhkan :

            Ymaks = 125 m

            20 2500

            10 Ymaks =

            20 . 25 , 000 .

            2 100 30 sin 2 2 Ymaks =

            Ymaks = 10 .

            2 sin 2 2 α

            Ymaks = g v

            5 =

            154

            

          Jawaban Soal Postest

          1. Mungkin.

            Karena jarak yang merupakan besaran skalar tanpa memperhitungkan arah yang mempengaruhi besarnya. mSedangkan perpindahan yang merupakan besaran vektor yang mempunyai arah sangat menentukan besar kecilnya angka yang ditunjukkan perpindahan dapat benilai positif dan negatif bergantung dengan arahnya. Sehingga jarak bisa lebih besar daripada perpindahan.

            2. D 17 m C 12 m A B 9 m

            Diketahui : Panjang AB = 9 m Panjang BC = 12 m Panjang CD = 17 m

            Ditanyakan : Jarak dan perpindahan dari A sampai D ? Jawab :

            Jarak antara A sampai D : = panjang AB + panjang BC + panjang CD = 9 + 12 + 17 = 38 m Perpindahan dari A sampai D : = kedudukan akhir – kedudukan awal = panjang CD – panjang CA Sedang panjang CA :

            2

            2

          2 CA = AB + BC

            155

            2

            2

            = 9 + 12 = 81 + 144 = 225 CA = √ 225 = 15 m Maka perpindahan : = 17 – 15 = 2 m

            3. Diketahui : S

            1 = 20 km

            t

            1 = 30 menit = 1/2 jam

            S = 15 km

            2

            t

            2 = 15 menit = 1/4 jam

            S

            3 = 5 km

            t

            3 = 5 menit = 1/12 jam

            Di tanya : Kelajuan rata-rata ? Jawab :

            jarak kelajuan = waktu S

            V = t 1 2 + + S S S 3 V = 1 + + t t t 2 3

            20

            5 V =

            15 + +

            1

            1

            1

            2

            4

            12

            40

            40 V = =

            V =

            3

            1

            10

            6 + +

            12

            12 40x

            12 V =

            10

            156 480

            V =

            10 V = 48 m / s

            4. Diketahui : S = 300 meter t = 20 sekon

            Ditanyakan :

            a. Kecepatan ?

            b. Jarak tempuh setelah 7 sekon ? Jawab :

            jarak

            a. kecepa tan =

            waktu

            300

            v =

            20 v = 15 m/s b. jarak yang ditempuh setelah 7 sekon.

            S = v x t = 15 x 7 = 105 m 5.

            S (m)

            8 4 t (s) Dari grafik diketahui :

            S = 8 meter t = 4 sekon Ditanyakan :

            a. Kecepatan benda ?

            b. Jarak yang ditempuh dalam 2,5 sekon pertama ?

            c. Buatlah grafik kecepatan terhaap waktu (v – t) ?

            157

            jarak

            a. kecepa tan =

            waktu

            8

            v =

            4 v = 2 m/s

            b. S = v x t = 2 x 2,5

            = 5 m c. v (m/s)

            2 2,5 4 t (s)

            6. Diketahui : V = 6 m/s

            2

            a = 4 m/s Ditanyakan :

            a. Jarak yang ditempuh dalam waktu 2 sekon ?

            b. Kecepatan setelah 3 sekon ?

            c. Kecepatan setelah menempuh jarak 8 m ? Jawab :

            2

            a. S = V . t + 1/2 a . t

            2

            = 6 . 2 + 1/2 4 . 2 = 12 + 2 . 4 = 12 + 8 = 20 m

            b. V = V + a . t

            t

            = 6 + 4 . 3 = 6 + 12

            158

            2

            2

            c. V t = V + 2 a S

            2

            = 6 + 2 . 4 . 8 = 36 + 64 = 100 m/s

            7. Diketahui : V = 20 m/s

            2

            a = 0,5 m/s Ditanyakan :

            a. Waktu yang diperlukan untuk mencapai kecepatan 4 m/s ?

            b. Waktu yang diperlukan untuk berhenti ? Jawab :

            a. V = V – a . t

            t V

            V t t = a

            20

            4 −

            t =

            ,

            5

            16

            t =

            ,

            5

            t = 32 s

            b. V t = V – a . t

            V Vt t = a

            20 −

            t =

            ,

            5

            20

            t =

            ,

            5

            t = 40 s

            159

            8. v (m/s)

            30

            20

            10 0 5 20 30 40 t (s) Diketahui : gambar grafik v – t

            Ditanyakan :

            a. Jelaskan perjalanan benda ?

            b. Jarak yang ditempuh selama 40 sekon ? Jawab :

            a. Benda mula-mula diam, kemudian bergerak dengan kecepatan 20 m/s selama 5 sekon. Kemudian bergerak dengan kecepatan tetap selama 15 sekon dan selanjutnya dipercepat dengan percepatan : V t = V + a . t

            Vt

            V

            30 −

            20 =

            a = a = t

            10

            10 Maka

            a = 2

            10

            a

            1 m / s =

            2 Setelah dipercepat dengan percepatan 1 m/s , benda mengalami gerak

            dengan perlambatan sampai benda berhenti maka : V t = V - a . t

            V

            V t 30 −

            40 =

            a = a = t

            10

            10 Maka

            a = − 2

            10

            a

            1 m / s = − Benda berhenti pada detik ke 40.

            a. Jarak yang ditempuh benda :

            160 = 20 . 5 = 20 . 15 = 100 m = 300 m

            1 2

          • S

            3 = V xt xaxt

            2

            2

            = 20 . 10 + ½ . 1 . 10 = 200 + 50 = 250 m

            1 2 S

            4 = V xtxaxt

            2

            2

            = 30 . 10 – ½ . 1 . 10 = 300 – 50 = 250 m Jarak total = S

            1 + S 2 + S 3 + S

            

          4

            = 100 + 300 + 250 + 250 = 900 m 9.

            Diketahui : bola dilempar ke atas dengan V = 40 m/s Ditanyakan :

            a. Waktu sampai ke tanah ?

            b. Tinggi maksimum ?

            c. Tinggi bola saat 3 sekon ?

            d. Kecepatan bola saat 5 sekon ? Jawab :

            V

            40

            a. t = = t =

            g

            10 t = 4 s (titik tertinggi) t (sampai tanah) = 2 x 4 s = 8 s 2 V

            b. h maks = 2 g 2 40 1600

            = = = 80 m

            161

            2

            c. h = V . t – ½ . g . t

            2

            = 40 . 3 – ½ . 10 . 3 = 120 – 45 = 75 m

            d. V t = V - g . t = 40 – 10 . 5 = 40 – 50 = -10 m/s

            10. Diketahui : H = 35 m α = 30 V = 60 m/s

            2

            g = 10 m/s Ditanyakan :

            a. Tinggi maksimum bola ?

            b. Letak jatuhnya bola dari kaki menara ? Jawab : 2 2

            v sin

            α

            a. Hmaks = 2 2 g 2 60 sin

            30

             = 2 .

            10 3600 . ,

            25 =

            20 900

             =

            20

             = 45 m

            H sebenarnya = 45 m + 35 m = 80 m 2

            2 v sin 2 α

            b. Jarak maks. = 2 g 2 .

            60 sin . cos α α

            =

            10 2 . 3600 . , 866 . ,

            5 = = 312 m dari menara

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi terhadap pemahaman konsep matematika siswa
2
5
160
Penggunaan model quantum teaching melalui metode permainan dan simulasi pada pembelajaran fisika pokok bahasan gerak lurus ditinjau dari keaktifan siswa
0
4
69
Pengaruh penggunaan media simulasi phet dengan metode pembelajaran problem solving terhadap peningkatan pemahaman konsep fisika siswa pada pokok bahasan hukum-hukum tentang gas ideal di SMA Negeri 2 Klaten dan SMA Negeri 1 Prambanan kelas XI.
1
5
166
Peningkatan pemahaman konsep, keterampilan memprediksi dan keterampilan menjelaskan siswa melalui penerapan metode Conceptual Understanding Procedures (CUPs) dalam pembelajaran gerak lurus berubah beraturan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Prambanan.
0
1
150
Pengembangan pemahaman siswa tentang prinsip Archimedes (peristiwa mengapung, tenggelam dan melayang) melalui pembelajaran menggunakan simulasi PhETsebuah studi kasus
0
1
258
Prestasi dan minat belajar siswa kelas XI IPA di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta dalam pembelajaran fisika melalui pendekatan kontruktivisme pada materi dinamika gerak lurus dengan menggunakan metode Peer Tutoring
1
1
148
Penerapan metode simulasi untuk meningkatkan pemahaman tentang zakat fitrah mata pelajaran Fiqih pada siswa kelas IV MIN Buduran Sidoarjo.
0
0
105
Efektifitas metode jigsaw dalam peningkatan siswa tentang konsep gerak di kelas XI IPA SMAK Frateran Podor Larantuka tahun ajaran 2006/2007 - USD Repository
0
0
230
Pembentukan konsep siswa tentang hukum Ohm, hambatan kawat, dan rangkaian seri paralel menggunakan metode eksperimen terbimbing - USD Repository
0
1
170
Peningkatan pemahaman konsep siswa tentang hukum newton menggunakan metode demonstrasi : studi kasus pada siswa SMP N 1 Pundong Kabupaten Bantul Kelas VIII F Semester II - USD Repository
0
0
126
Peningkatan pemahaman pada konsep gaya gesek dan gaya gravitasi dengan metode presentasi pada SMA Negeri I Sampang, Cilacap - USD Repository
0
0
121
Peningkatan pemahaman siswa tentang efek doppler melalui pembelajaran dengan simulasi komputer 2008/2009... - USD Repository
0
0
131
Analisis kesalahan siswa dalam mengerjakan soal fisika ragam esai berdasarkan perbedaan jenis kelamin SMA N I Jogonalan Klaten - USD Repository
0
0
116
Identifikasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal fisika bahasan gerak lurus pada siswa kelas XA dan XB SMA Santa Maria Yogyakarta - USD Repository
0
0
143
Perbedaan metode ceramah dengan metode simulasi komputer terhadap hasil belajar fisika yang menekankan aspek kognitif siswa kelas X SMA Negeri I Ngemplak pada pokok bahasan gerak lurus beraturan [GLB] - USD Repository
0
0
139
Show more