Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
0
132
8 months ago
Preview
Full text

  SIKAP MASYARAKAT YOGYAKARTA TERHADAP PERILAKU BULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAH Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun oleh : Justinus Parlindungan Sihombing

  NIM : 019114155 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  HALAMAN MOTTO

Aku hendak bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku,

dihadapan para allah aku akan bermazmur bagiMu. Aku hendak sujud kearah baitMu yang kudus dan memuji namaMu, oleh karena kasihMu dan oleh karena setiaMu; sebab Kaubuat namaMu dan janjiMu melebihi segala sesuatu.

  Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.

Semua raja di bumi akan bersyukur kepadaMu, ya TUHAN,

sebab mereka mendengar janji dari mulutMu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan TUHAN, sebab besar kemulian TUHAN.

TUHAN itu tinggi, namun Ia mengindahkan orang yang hina,

dan mengenal orang yang sombong dari jauh. Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tanganMu, dan tangan kananMu menyelamatkan aku.

  TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setiaMu untuk selama-lamanya; janganlah Kau tinggalkan perbuatan tanganMu! Mazmur 138:1-8

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Aku persembahkan skripsi ini kepada Allah Bapa di surga, semoga setiap nafas dan langkah ku memuliakan namaMu …..

  

Kepada Bapa dan Mama, terima kasih karena telah memperlihatkan

arti cinta kasih yang sejati ……..

  

Kepada kakak, abang, dan adek-adek ku, terima kasih atas pengertian

dan dukungan kalian selama ini ….

  Kepada Monalisa ku, senyumanmu sudah cukup untuk menerangi hari-hariku, berjalanlah bersamaku hingga akhir………..

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan

dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya sebuah karya ilmiah. yogyakarta, 26 Maret 2010 Penulis,

  Justinus Parlindungan Sihombing

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

Sikap Masyarakat Yogyakarta terhadap

Perilaku Bullying di Lingkungan Sekolah

  

Justinus Parlindungan Sihombing

Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

2010

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap masyarakat Yogyakarta terhadap perilaku bullying di lingkungan sekolah. Bullying adalah fenomena pemaparan aksi-aksi negatif berupa aksi-aksi fisik, verbal atau aksi tidak langsung yang bertujuan untuk menimbulkan cedera fisik atau rasa tidak nyaman terhadap seseorang atau suatu kelompok, berulang kali dan dalam jangka waktu tertentu, dari satu atau lebih siswa (Olweus, Limber & Mihalic dalam Spade, 2007). Subjek penelitian adalah orang–orang yang tinggal dan menetap di Yogyakarta, berusia antara 14- 64 tahun. Penelitian dilakukan dengan menggunakan skala sikap terhadap bullying di lingkungan sekolah. Sampel diperoleh dengan teknik purposive sampling dengan subjek keseluruhan sebanyak 101 orang dan menggunakan metode analisis data statistis deskriptif. Uji realibilitas dengan teknik Cronbach Alpha yang menghasilkan koefisien realibilitas sebesar 0,929. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa secara umun subjek dalam penelitian ini memiliki sikap dengan arah negative terhadap perilaku bullying di lingkungan sekolah. Hal ini terlihat dari hasil mean empirik yang lebih kecil dibandingkan mean teoritik (70,743 > 75). Secara umum, uji t (dengan signifikansi 0,05) pada penelitian ini menunjukkan angka sebesar -3,386 yang berarti bahwa secara signifikan ada perbedaan antara mean empirik dan mean teoritik (p – 0,000 < 0,01). Hasil analisa uji t (dengan signifikansi 0,05) menunjukkan bahwa skor beda mean aspek bullying hubungan dalam skala penelitian memiliki nilai beda mean yang paling rendah dibandingkan skor beda mean aspek bullying yang lainnya, hal ini berarti aspek bullying hubungan memiliki intensitas sikap arah negatif yang paling lemah dibandingkan aspek-aspek bullying yang lainnya (beda skor mean bullying fisik = -1,69307; beda skor mean bullying verbal = -1,49505; beda skor mean bullying non-verbal = -0,79703; beda skor mean bullying hubungan = -0,27228).

  Kata kunci : Bullying, lingkungan sekolah, sikap, dan masyarakat Yogyakarta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

Yogyakarta People Attitude toward School Bullying

Justinus Parlindungan Sihombing

Fakultas Psikologi

  

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

2010

  The research aimed to assess the attitude of people in Yogyakarta toward school bullying. Bullying is the repeated exposure, over time, to negative actions from one or more other students. Negative actions can include physical, verbal or indirect actions that are intended to inflict injury or discomfort upon another (Olweus, Limber & Mihalic in Spade, 2007). The subjects in this research are people, in the age 14-64 years old, and currently living in the Jogjakarta province region. The research sample is 101 people, and was selected using the purposive sampling technique. The research used the attitude toward school bullying scale. The analysis technique used to assess research data was the descriptive statistic technique. To test the reliability, this research used the Alpha Cronbach technique, and produced a reliability coefficient of 0,929. In general, the t-test yielded -3,386, this showed significant difference between the theoretical mean and the empirical mean (p – 0,000 < 0,01). T-test (0.05 significance). Relational bullying aspect yield the lowest mean difference scores compared to the rest of bullying aspects (physical bullying aspect, -1,69307; verbal bullying aspect, -1,49505; non-verbal bullying aspect, -0,79703; and relational bullying aspect -0,27228).

  Keywords: bullying, school, attitude, and Yogyakarta people.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Saya yang bertanda tangan di bawah ini, mahasiswa Universitas Sanata Dharma :

Nama : Justinus Parlindungan Sihombing

  Nomor Mahasiswa : 019114155

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan

Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

“Sikap Masyarakat Yogyakarta Terhadap Perilaku Bullying di Lingkungan

Sekolah”

Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata

Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain,

mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendestribusikannya secara terbatas,

dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis

tanpa perlu meminta ijin saya maupun memberikan royalty kepada saya selama

tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

  Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 26 Maret 2010 Pemberi pernyataan,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis persembahkan kepada Allah Bapa di Surga atas segala

kasih sayang dan rahmat yang telah dilimpahkan-Nya sehingga penulis mampu

menyelesaikan skripsi yang berjudul “Sikap Masyarakat Yogyakarta terhadap

Perilaku Bullying di Lingkungan Sekolah” ini dengan baik.

  Banyak hal yang telah dilalui dalam proses penyelesaian penulisan skripsi

ini hingga akhirnya siap untuk diujikan, dan banyak pihak yang telah membantu

penulis dalam perjalanan proses tersebut. Oleh sebab itu, untuk menghargai semua

pihak yang telah terlibat secara langsung dan tidak langsung, perkenankan penulis

untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1.

  Ibu Dr. Ch. Siwi Handayani selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, atas bimbingan dan petunjuk.

  2. Ibu Silvya CMYM., M.si., selaku Kepala Program Studi Psikologi Universitas Sanata Dharma atas dorongan semangat, dukungan, nasehat-nasehat dan terutama kepercayaannya terhadap diri penulis. Terima kasih bu.

  3. Ibu Dr. Tjipto Susana, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah membimbing dengan penuh kesabaran, membantu melalui tahap demi tahap, memberi petunjuk dan saran yang sangat berguna demi selesainya penelitian ini, memberikan pelajaran hidup serta mengajarkan pola berpikir yang lebih baik.

4. Bapak P. Eddy Suhartanto M.Si. sebagai Dosen Pembimbing Akademik, dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Bapak C. Siswa Widyatmoko, S.Psi. sebagai dosen penguji kedua, terima

kasih telah memberikan masukan dan kritik untuk memperbaiki skripsi ini.

  6. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Psikologi yang sudah membimbingku selama proses perkuliahan dan di luar proses perkuliahaan.

  7. Mas Gandung, Bu Nanik selaku sekretariat Fakultas Psikologi, dan khususnya Pak Gie yang selalu memberi senyum dan siap membantu.

  8. Mas Muji dan Mas Doni yang membantu pelaksanaan ujian skripsiku dan membantu selama perkuliahaan dan praktikum.

  9. Bapa dan Mama atas keringat dan kasih sayang yang mereka berikan. Terima kasih telah menunjukkan arti cinta kasih sejati dan nilai kerja keras. Semoga aku telah dapat membuat kalian bangga seperti aku bangga memiliki kalian sebagai orangtua ku.

  10. Saudaraku Ka Siska, Ka Deta, Bang Sian, Ka Tina, Dek Mega dan Dek sudung. Terima kasih karena kalian telah menerima aku apa adanya dan segala pengorbanan, dukungan serta kasih sayang yang telah kalian curahkan.

  11. Glorya Monalisa Napitu. Melalui dirimu Tuhan telah menunjukkan bahwa dia ada dan Dia mengasihiku. Aku berharap kau mau berjalan bersamaku hingga akhir.

  12. Keluarga besar Sihombing dan Siringo-ringo. Keluarga Tulang Kalimantan dan Tulang guru di Sipultak serta lae-laeku dan pariban-paribanku. Terima kasih atas nasehat dan dukungan kalian selama ini.

  13.

  “My brother and sister in arm”, Oyi, Uli, Angga, Lasro, dan Rini, perjuangan bersama kalian tidak akan ku lupakan.

  14. Teman-teman alumni angkatan 2001 terima kasih atas persahabatan dan pertemanan yang telah kalian berikan dan tunjukkan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15. Teman-teman Patria-ku, Angga, Bro, Henry, Dhedhe, Seoul, Mula, Burung, Bendhot, Gaby, Hooh, Ditho, Kadek, Ridho, Agung, Yosie, Dadiet, Aji, Felix, dan Rio. terima kasih atas persahabatan kalian. Terima kasih telah tertawa dan menangis bersama-sama.

  16. Mas Gundul, Mas Lilik dan teman-teman di Samudra dan Saleho, terima kasih atas semua pelajaran hidup dan pelajaran mancingnya.

  17. Pantai Gesing, pantai Pagak, dan semua daerah pantai selatan serta laut selatan. Terima kasih telah memberikan kesegaran baru ketika kepalaku telah penuh dengan kepenatan.

  18. Semua pihak yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu yang sudah mendukungku selalu hingga selesainya skripsi ini.

  Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini banyak kekurangan dan

jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritikan yang membangun sangat

penulis harapkan demi kesempurnaan karya selanjutnya.

  Akhirnya penulis berharap kiranya skripsi ini dapat memberikan kontribusi untuk semua pihak yang berkepentingan. Terima kasih.

  Yogyakarta, 26 Maret 2010 Penulis Justinus Parlindungan Sihombing

  

DAFTAR ISI

Halaman Judul …………...….......…………………………......................... i Halaman Persetujuan Pembimbing …......................................................... ii Halaman Pengesahan ................................................................................ iii Motto ..................................................................................................... iv Halaman Persembahan .............................................................................. v Pernyataan Keaslian Karya ........................................................................ vi

Abstrak ................................................................................................... vii

Abstract .................................................................................................. viii

Halaman Persetujuan ................................................................................ ix Kata Pengantar ....................................................................................... x

Daftar Isi ............................................................................................... xiii

Daftar Tabel ........................................................................................... xvi

Daftar Gambar ......................................................................................... xvii

Daftar Lampiran........................................................................................ xviii

BAB I : PENDAHULUAN ...................................................................

  1 A. Latar Belakang .......................................................................... 1

  B. Rumusan Masalah ...................................................................... 8

  C. Tujuan Penelitian ...................................................................... 9

  D. Manfaat Penelitian .................................................................... 9 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB II : LANDASAN TEORI ........................................................................... 10

A. Bullying ………………….............................................................. 10

  1. Definisi Bullying …………………........................................... 10

  2. Jenis-Jenis Bullying .................................................................. 12

  B. Sikap ………………………….......................................................... 17

  1. Pengertian Sikap ….................................................................. 17

  2. Karakteristik Sikap ….............................................................. 19

  3. Komponen Sikap ……………................................................. 21

  4. Ciri-ciri Sikap ….……………................................................. 21

  5. Pembentukan dan Perubahan Sikap ………………………….. 22

  6. Fungsi Sikap ............................................................................ 26 7. pengukuran Sikap ……………................................................ 28 C. Masyarakat Yogyakarta .................................................................. 31

  1. Daerah Yogyakarta ………….................................................. 31

  2. Definisi Masyarakat Yogyakarta ............................................. 32

  3. Budaya Masyarakat Yogyakarta ................................................ 32

  D. Pelajar dan sekolah ………………………………………….......... 33

  

E. Sikap Masyarakat Yogyakarta terhadap Perilaku Bullying di

Lingkungan Sekolah ………………………………………………. 34

  

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN ........................................................... 36

A. Jenis Penelitian …........................................................................... 36 B. Definisi Operasional ………………………………………………. 36

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Sikap ………………………………………………………….. 38

  C. Sikap terhadap Bullying …………………………………………… 39

  D. Subjek Penelitian ………………………………………………….. 39

  E. Metode Pengambilan Data ………………………………………… 40

  F. Uji Validitas dan Reliabilitas ………………………………………. 43

  1. Uji Validitas …………………………………………………... 43

  2. Seleksi Aitem …………………………………………………. 44

  3. Uji Reliabilitas ………………………………………………... 46

  G. Metode Analisis Data………………………………………………. 47

  

BAB IV : HASIL dan Analisa DATA ……………………………………………. 50

A. Orientasi Kancah …………………………………………………... 50 B. Pelaksanaan Penelitian …………………………………………….. 51 C. Hasil Penelitian ……………………………………………………. 51

  1. Uji Normalitas ………………………………………………… 51

  2. Analisa Deskriptif Data Penelitian ……………………………. 52

  3. Kategorisasi Sikap Masyarakat Yogyakarta terhadap Perilaku Bullying di Lingkungan Sekolah ……………………………... 54

  4. Analisa Data pada Setiap Aspek Bullying ……………………. 55

  D. Pembahasan …........................................................................ 56

  

BAB V : KESIMPULAN dan SARAN ………………………………………….. 63

A. Kesimpulan ………………………………………………………... 63 B. Saran ……………………………………………………………….. 63

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR TABEL

TABEL 1. Nilai/skor berdasarkan kategori jawaban ……………………………… 41

TABEL 2. Jumlah aitem dan prosentase aitem skala (sebelum diuji kesahihannya) 42

TABEL 3. Uji coba penyebaran random nomer aitem skala (sebelum diuji kesahihannya) ………………………………………………………….. 42 TABEL 4. Penyebaran aitem skala (setelah diuji kesahihan aitem-aitemnya) ……

  45 TABEL 5. Norma kategori jenjang skala …………………………………………... 48

TABEL 6. Komposisi subjek berdasarkan daerah asal …………………………….. 50

TABEL 7. Uji normalitas …………………………………………………………… 52

TABEL 8. Deskripsi data penelitian ………………………………………………... 53

TABEL 9. Uji (t) mean empirik dan mean teoritis …………………………………. 54

TABEL 10. Kategori skor total subjek ……………………………………………….. 55

TABEL 11. Deskripsi data tiap aspek bullying ………………………………………. 56

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Skema Sikap Masyarakat Yogyakarta terhadap Perilaku Bullying di Lingkungan Sekolah ...................................................................... 35

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN A. Tabulasi uji coba ………………………………………………..

  71 LAMPIRAN B. Tabulasi penelitian ……………………………………………...

  81 LAMPIRAN C. Deskripsi data penelitian ………………………………………..

  91 LAMPIRAN D. Uji normalitas & analisa statistik deskriptif ………………….... 102

LAMPIRAN E. Skala uji coba …..………………………………………………. 107

LAMPIRAN F. Skala penelitian ………………………………………………… 111

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB I

PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG UU Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak dan Konvensi Hak Anak yang diratifikasi melalui Kepres 36 Tahun 1996 menyatakan bahwa hak anak untuk mendapatkan rasa aman di lingkungan sekolah dijamin oleh negara. Namun hingga saat ini masih terdapat banyak berita di media massa mengenai kasus-kasus kekerasan terhadap anak di dalam lingkungan sekolah. Data dari Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang diperoleh melalui hotline service dan pengaduan ke KPAI, memperlihatkan bahwa pada tahun 2007 dilaporkan 555 kasus kekerasan terhadap anak. Contoh kasus terbaru adalah kasus pengeroyokan terhadap Ade Fauzan salah satu murid kelas 1 SMA 82 oleh kakak-kakak kelasnya (Saputra, 2009).

  Kekerasan di lingkungan sekolah dikenal dengan istilah bullying. bisa dilakukan baik oleh individu maupun kelompok, teman sebaya Bullying bahkan oleh pihak orang dewasa misalnya para guru. Kasus bullying di lingkungan sekolah bisa terjadi pada semua tingkatan sekolah, mulai dari TK hingga SLTA, bentuknya bisa berupa pengucilan, pelecehan, pemalakan,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PACER Center (organisasi bertujuan meningkatkan kualitas hidup

anak dengan keterbatasan) menyatakan bahwa di Amerika Serikat setiap

tahunnya terdapat 3,2 juta anak yang menjadi korban bullying, dan lebih dari

160.000 anak membolos setiap hari karena trauma dengan teror yang

diterimanya di sekolah. Mereka juga menemukan bahwa makin muda umur

anak, biasanya bullying lebih ke arah fisik dan semakin bertambah usia,

perilaku bullying semakin ke arah verbal dan psikologis (“Lindungi Anak”,

2008).

  Mellor (“Kekerasan di Sekolah”, 2008; “Hati-hati Bullying”, 2008)

dari Antibullying Network University of Edinburgh menyatakan bullying

terjadi ketika seseorang merasa teraniaya oleh tindakan orang lain, baik

berupa verbal, fisik, maupun mental dan orang tersebut takut bila perilaku

tersebut akan terjadi lagi, dan biasanya para pelaku mencontoh situasi serupa

di lingkungannya. Argiati (“Awas Bullying” 2008), menyatakan bahwa

korban menerima perlakuan bullying karena takut, mereka tidak mau melapor

kepada guru karena kuatir akan berakibat lebih buruk,". Argiati (“Awas

Bullying ” 2008) juga menyatakan bahwa tindakan bullying dapat

mengakibatkan konsentrasi siswa berkurang, kehilangan kepercayaan diri,

stres dan sakit hati, trauma berkepanjangan, membalas bullying, merasa tidak

berguna, berbohong, berperilaku kasar, dendam, dan takut ke sekolah. Contoh

efek mematikan dari bullying terhadap anak adalah kasus Linda (15), seorang

siswa kelas II SLTPN di Jakarta yang ditemukan gantung diri di kamar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Linda menyatakan bahwa Linda mengalami depresi akibat diejek teman-

temannya karena ia pernah tidak naik kelas.

  Di Bantar Gebang, Juli 2005, Fifi Kusrini (13) gantung diri di kamar

mandi (Hartiningsih, 2009). Kata sang ayah, putrinya merasa malu karena

diejek teman sekolahnya sebagai anak tukang bubur. Haryana (“Bullying,

Normalkah?” 2009) dari Yayasan Semai Jiwa Amini (Sejiwa) menyatakan

bahwa terdapat sekitar 30 kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri di

kalangan anak dan remaja berusia 6 sampai 15 tahun yang dilaporkan dalam

media massa pada tahun 2002-2005.

  Etikawati (2008) menyatakan proses perkembangan anak menjadi

remaja pelaku agresi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu biologis,

psikologis dan sosial-kultural. Wenar & Kerig (dalam Etikawati, 2008)

menyatakan bahwa tingkat agresi tinggi pada anak-anak dapat merupakan

hasil dari abnormalitas neurologis.

  Secara psikologis, anak agresif menunjukkan kontrol diri dan

ketrampilan sosial yang rendah; kemampuan pengambilan perspektif rendah,

empati terhadap orang lain kurang berkembang, dan salah dalam mengartikan

sinyal atau tanda-tanda sosial, anak tersebut memiliki keyakinan bahwa agresi

merupakan cara pemecahan masalah yang tepat dan efektif. Anak-anak yang

mengembangkan perilaku agresif biasanya tumbuh dalam pengasuhan yang

tidak kondusif; anak mengalami kelekatan tidak aman dengan pengasuh

terdekatnya, orangtua menerapkan disiplin terlalu keras ataupun terlalu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

suami-istri, depresi, bersikap antisosial, dan melakukan tindak kekerasan pada

anggota keluarganya (Etikawati, 2008).

  Faktor pubertas dan krisis identitas yang normal terjadi dalam proses

perkembangan remaja juga meningkatkan dorongan perilaku kekerasan.

  

Selama proses mencari identitas dan ingin eksis, biasanya remaja lalu gemar

membentuk geng, jika orientasi geng menyimpang, hal ini kemudian

menimbulkan banyak masalah. Remaja menjadi pelaku bullying dapat

disebabkan oleh rasa balas dendam atas perlakuan penolakan dan kekerasan

yang pernah dialami sebelumnya (misalnya saat di SD atau SMP). Secara

langsung maupun tidak langsung masyarakat turut berpengaruh terhadap

munculnya perilaku (Etikawati, 2008).

  Etikawati (2008) menyatakan secara sosiokultural bullying dipandang

sebagai wujud rasa frustrasi akibat tekanan hidup dan hasil imitasi dari

lingkungan orang dewasa. Tanpa sadar, lingkungan memberikan referensi

kepada remaja bahwa kekerasan bisa menjadi sebuah cara pemecahan

masalah. Misalnya saja tindakan premanisme yang sehari-hari dapat dilihat

di sekitar mereka dan juga aksi kekerasan dari kelompok-kelompok massa,

seperti perilaku kekerasan antar polisi dengan kelompok mahasiswa pada Mei

1998. Belum lagi tontotan-tontonan kekerasan yang disuguhkan melalui

media visual, seperti film-film aksi dan kartun yang memperlihatkan adegan

kekerasan, misalnya “Tom and Jerry”. Walaupun tak kasat mata, budaya

feodal dan senioritas pun turut memberikan atmosfer dominasi dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

menumbuhkan perilaku menindas, misalnya ritual perploncoan yang masih

marak dalam sekolah-sekolah di Indonesia (Etikawati, 2008).

  Muchtar (“Hati-hati Bullying” 2008), menyatakan bahwa bullying

biasanya terjadi di dalam Masa Orientasi Siswa (MOS), perubahan pengurus

lama dengan yang baru baik OSIS maupun kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan

ekskul Paskibra, pemandu sorak atau latihan dasar kepemimpinan. Muchtar

(“Hati-hati Bullying”, 2008) menyatakan bahwa biasanya alumni menjadi

pendorongnya, bentuknya bisa berupa permintaan kakak kelas yang sering

menekan perasaan atau bahkan menyiksa fisik agar adik kelasnya

memperoleh tanda tangan serta terjadinya pelecehan atau tindakan yang

mempermalukan, menyinggung dan mengintimidasi.

  Dalam kenyataannya, kasus bullying yang dilakukan oleh siswa

SMP/SMU tidak terlepas dari pengaruh “pewarisan ideologi” dari para

lulusan atau alumni sekolah tersebut. Faktor ini juga sangat berpengaruh

terhadap pewarisan tradisi siapa “kawan” dan siapa “lawan” dalam tawuran.

  

Media massa juga memberikan edukasi yang antisosial, khususnya dalam

sejumlah sinetron atau film remaja yang berisi “kebencian” hanya karena

alasan kelompok kaya atau miskin, kelompok cantik atau jelek, kelompok

gaul atau cupu. Meskipun sinetron atau film hanyalah fiksi, namun secara

tidak langsung memberikan model bagi usia anak untuk berperilaku.

Ironisnya, kecenderungan ini juga terjadi untuk kelompok usia anak sekolah

dasar (Sulhin, 2008).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari tiga kota pelaksanaan survei mengenai gambaran bullying di

sekolah yang dilakukan oleh Juwita (“Kekerasan di Sekolah”, 2008)

menunjukkan bahwa Yogyakarta mencatat angka tertinggi dibanding Jakarta

dan Surabaya. Ditemukan kasus bullying di 70,65 persen SMP dan SMU di

Yogyakarta. Juwita (“Kekerasan di Sekolah”, 2008) mengatakan tingginya

kasus bullying di Yogyakarta belum diketahui sebabnya. Anehnya, dalam

penelitian yang sama Juwita (“Kekerasan di Sekolah”, 2008) juga

menemukan sekolah dengan tingkat bullying terendah, terutama di daerah

pinggiran Yogyakarta. Juwita (“Kekerasan di Sekolah”, 2008) menyatakan ia

merasa heran karena wilayah Jawa Tengah, dalam hal ini daerah Yogyakarta,

dikenal dengan karakter pribadi yang halus.

  Yogyakarta merupakan suatu kawasan dengan lanskap masyarakat

yang plural dan juga pluralis. Plural dalam arti kenyataan masyarakat

Yogyakarta tersusun dari berbagai etnis dan golongan, dan pluralis karena

budaya saling menghormati, tenggang rasa, tepa salira, dan inklusif tetap kuat

(Fakih, 2009).

  Pluralitas Yogyakarta, tak dapat dielak, amat didukung oleh potensi

besar di bidang pendidikan dan pariwisatanya. Yogyakarta telah

menunjukkan diri sebagai salah satu kota yang mengembangkan secara pesat

fasilitas dan kualitas pendidikannya. Hal ini tentu menjadi harga tawar yang

sangat menarik untuk warga lain. Buktinya, dari tahun ke tahun, distribusi

masyarakat luar ke Yogyakarta menunjukkan angka yang signifikan (Fakih, ,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Santoso (2009) menyatakan bahwa sebagai kota pendidikan

Yogyakarta banyak kedatangan penduduk dari luar daerah untuk belajar.

  

Kondisi ini kemudian memunculkan pemukiman baru, komunitas baru, kelas

baru dengan sifat ciri yang baru pula. Golongan masyarakat terdidik baru

yang jumlahnya tidak sedikit ini cukup mewarnai dan menjadi ikon bagi

Yogyakarta. Kota pelajar, kota pendidikan adalah predikat yang

disandangnya.

  Heterogenitas masyarakat Yogyakarta serta konsekuensi dari kota

pendidikan, yakni kecepatan perkembangan teknologi terutama teknologi

informasi dan derasnya informasi yang mengalir masuk secara langsung dan

tidak langsung telah membentuk sendi-sendi kehidupan sosial budaya

masyarakat Yogyakarta dan memberikan sumbangan pengaruh terhadap

kenyataan bullying yang ditunjukkan oleh penelitian Juwita. Masalah timbul

ketika berbagai pengaruh tersebut diterima oleh generasi muda yang belum

memiliki pegangan budaya. Pada saat ini terdapat kesenjangan antara

generasi muda Yogyakarta dengan generasi sebelumnya, akibat terhentinya

pola pewarisan budaya. Pola pewarisan budaya ini terhenti karena adanya

kesenjangan penguasaan informasi dengan teknologinya. Golongan tua yang

masih memegang teguh tradisi budaya lama kurang dapat mengikuti

perkembangan teknologi informasi dan isinya. Dilain pihak generasi sekarang

demikian cepat menangkap segala sesuatu yang baru tanpa dibarengi adanya

sarana penyaring yang memang tidak dipersiapkan sebelumnya. Kondisi ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Generasi baru ini kemudian melahirkan generasi yang asing dengan budayanya sendiri. Sebagai misal bahasa jawa halus kini semakin asing (Santoso, 2009).

  Azwar (2005) menyatakan bahwa pengalaman pribadi, pengaruh faktor emosional, pengaruh orang lain yang dianggap penting (significant other ), pengaruh kebudayaan, media massa, dan lembaga pendidikan atau lembaga agama merupakan faktor penting yang mempengaruhi pembentukan dan perubahan sikap individu dan masyarakat. Situasi ini memancing rasa ingin-tahu dan menimbulkan pertanyaan dalam pikiran penulis: pada saat ini bagaimana sikap masyarakat Yogyakarta terhadap kenyataan perilaku bullying di lingkungan sekolah?.

  Penulis berharap dengan mengetahui sikap masyarakat Yogyakarta mengenai bullying di lingkungan sekolah, diharapkan akan dapat membantu para peneliti ilmu sosial dan psikologi yang tertarik dengan tema bullying dalam memahami bagaimana masyarakat umum terutama masyarakat Yogyakarta bersikap terhadap perilaku bullying di lingkungan sekolah. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan insight dan inspirasi bagi

pihak-pihak yang ingin mengatasi kekerasan dalam lingkungan sekolah.

  B.

  Rumusan Masalah Berdasarkan uraian sebelumnya, maka rumusan masalah dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C.

  Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk: Memperoleh gambaran sikap masyarakat Yogyakarta mengenai perilaku bullying di lingkungan sekolah dengan menggunakan skala sikap.

  D.

  Manfaat Penelitian Manfaat yang akan didapat dari hasil penelitian ini adalah:

1. Manfaat Teoretis a.

  Dapat digunakan sebagai bahan referensi serta dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk penelitian selanjutnya, dan diharapkan bisa mendorong peneliti lain untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut, terutama mengenai tema yang berhubungan dengan bullying di lingkungan sekolah.

  b.

  Memberikan pengetahuan mengenai sikap masyarakat dalam

memandang perilku bullying di lingkungan sekolah.

  2. Manfaat Praktis Memberikan panduan mengenai sikap masyarakat bagi petugas lapangan program-program anti bullying di lingkungan sekolah dalam melakukan pendekatan terhadap masyarakat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB II

LANDASAN TEORI A. Bullying 1. Definisi Bullying Konsep bullying dalam penelitian ini berpusat pada hasil penelitian Dan Olweus, seorang peneliti yang berasal dari Norwegia, yang pada awal tahun 1970-an memunculkan konsep bullying sebagai salah satu subgroup dari agresi (Olweus, dalam Spade, 2007). Olweus (dalam Spade, 2007), memulainya dengan meneliti hirarki dominasi dan menemukan pola-pola hubungan sosial paralel dengan konsep perilaku pelaku bullying. Ia menemukan bahwa kecenderungan agresif pelaku bullying sering kali merupakan perilaku agresif pengganti terhadap subjek korban yang tidak bersalah, serupa dengan konsep kambing hitam.

  Olweus (dalam Spade, 2007) juga menemukan bahwa terdapat karakteristik-karakteristik kepribadian yang relatif stabil dari tiap-tiap individu (misalnya, genetis, hubungan dengan orangtua, dan pengalaman masa kanak-kanak) yang dapat digunakan untuk menentukan pola-pola reaksi situasional yang tipikal terjadi dan pola-pola kepribadian. Siswa- siswa dengan karakteristik-karakteristik tertentu (fisik dan psikologis) memiliki kecenderungan untuk menjadi pelaku ataupun korban bullying.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Stephenson dan Smith (dalam Oliver & Candappa, 2003),

mendefinisikan bullying sebagai sebuah interaksi dimana seorang individu

atau kelompok yang lebih dominan secara sengaja menyebabkan

penderitaan pada individu atau kelompok yang kurang dominan. Pearce

(dalam Oliver & Candappa, 2003), mendefinisikan perilaku bullying

sebagai bagian dari kontinuum perilaku agresif dan anti-sosial.

  Pengalaman kekerasan dan agresi yang sebelumnya juga memiliki

peran penting terhadap reaksi seseorang dalam situasi konflik, bahkan

terhadap subgrup seperti kelompok saksi. Di lingkungan sekolah, faktor

lain yang mempengaruhi reaksi seseorang adalah: iklim kelompok, ukuran

dan komposisi kelas, pola pengajaran guru, dan karakteristik kepribadian

guru. Berdasarkan hasil penelitian mereka, Olweus, Limber, dan Mihalic

(dalam Spade, 2007) menyatakan bahwa bullying adalah pemaparan

terhadap aksi-aksi negatif, berulang kali dan dalam jangka waktu tertentu,

dari satu atau lebih siswa. Aksi-aksi negatif dapat berupa aksi-aksi fisik,

verbal atau aksi tidak langsung yang bertujuan untuk menimbulkan cedera

fisik atau rasa tidak nyaman terhadap pihak lain (Olweus, Limber &

Mihalic dalam Spade, 2007).

  Pelaku bullying didefinisikan sebagai seorang yang sengaja

mencoba menimbulkan cedera fisik atau rasa tidak nyaman terhadap orang

lain, dan melakukan aksi-aksi agresif yang bersifat negatif sesuai dengan

karakteristik tipikal pelaku bullying (Olweus, dalam Spade, 2007). Olweus

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  “ketidak-seimbangan kekuatan” atau hubungan kekuasaan asimetris, artinya pihak korban atau siswa yang menjalani pengalaman negatif tersebut mengalami kesulitan dalam mempertahankan dirinya sendiri (Olweus, dalam Spade, 2007). Oleh karena itu bullying adalah perilaku agresi proaktif yang umumnya terjadi dan berulang tanpa alasan jelas atau tanpa diprovokasi oleh pihak korban (Olweus, dalam Spade, 2007).

  Berdasarkan paparan sebelumnya definisi bullying dalam penelitian ini adalah fenomena pemaparan aksi-aksi negatif berupa aksi-aksi fisik, verbal atau aksi tidak langsung yang bertujuan untuk menimbulkan cedera fisik atau rasa tidak nyaman terhadap seseorang atau suatu kelompok, berulang kali dan dalam jangka waktu tertentu, dari satu atau lebih siswa (Olweus, Limber & Mihalic dalam Spade, 2007).

  2. Jenis-jenis bullying Para partisipan dalam penelitian Espelage (dalam Spade, 2007) mendefinisikan bullying sebagai perilaku agresi baik fisik dan verbal dan berupa: ancaman, manipulasi, menyebarkan berita bohong, merusak barang milik korban, mengambil barang milik korban, balas dendam atau tindak perlawanan, mencari kekuatan. Espelage (dalam Spade, 2007), juga menemukan bahwa para partisipan dapat membedakan antara perilaku bullying dengan perilaku bercanda.

  Khosropour dan Walsh (dalam Spade, 2007), menemukan bahwa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

bullying kecuali kalau permasalahannya menjadi bersifat fisik. Namun

Dennis dan Satcher (dalam Spade, 2007), menemukan bahwa agresi verbal

seperti nama panggilan adalah bentuk bullying yang paling umum terjadi.

  Etikawati (2008) menyatakan Sebenarnya bullying tidak hanya

meliputi kekerasan fisik, seperti memukul, menjambak, menampar,

ataupun memalak, tetapi juga dapat berbentuk kekerasan verbal, seperti

memaki, mengejek, menggosip, dan berbentuk kekerasan psikologis,

seperti mengintimidasi, mengucilkan, mendiskriminasikan. Berdasarkan

sebuah survei terhadap perlakuan bullying, sebagian besar korban

melaporkan bahwa mereka menerima perlakuan pelecehan secara

psikologis (diremehkan). Kekerasan secara fisik, seperti didorong, dipukul,

dan ditempeleng lebih umum di kalangan remaja pria.

  Argiati (“Awas Bullying” 2008) mengatakan, bullying terjadi dalam

bermacam bentuk. Hasil penelitian yang dilakukanya pada bulan Mei

sampai Oktober lalu dengan sampel 113 siswa di dua SMA negeri dan

swasta di Kota Yogyakarta menunjukkan, bullying fisik yang paling tinggi

adalah ditendang atau didorong dengan tingkat persentase 75,22 persen.

Disusul kemudian hukuman push up atau berlari (71,68 persen), dipukul

(46,02 persen), dijegal atau diinjak kaki (34,51 persen), dijambak atau

ditampar (23,9 persen), dilempar dengan barang (23,01 persen), diludahi

(22,12 persen), ditolak (15,93 persen), dipalak/dikompas (30,97 persen).

  

Sedangkan bullying psikologis tertinggi adalah difitnah atau digosipkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

dicaci (44,25 persen), dituduh (38,05 persen), disoraki (38,05 persen), dan

diancam (33,62 persen).

  Riauskina, Djuwita, dan Soesetio (2005) mengelompokkan perilaku bullying ke dalam 5 kategori:

  a. Kontak fisik langsung (memukul, mendorong, menggigit,

  menjambak, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencakar, juga termasuk memeras dan merusak barang-barang yang dimiliki orang lain)

  b. Kontak verbal langsung (mengancam, mempermalukan,

  memberi panggilan nama (name-calling), sarkasme, merendahkan (put-downs), mencela/mengejek, mengintimidasi, memaki, menyebarkan gosip)

  c. Perilaku non-verbal langsung (melihat dengan sinis,

  menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam; biasanya disertai oleh bullying fisik atau verbal).

  d. Perilaku non-verbal tidak langsung (mendiamkan seseorang,

  memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng).

e. Pelecehan seksual (kadang dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Nansel, Overpeck, Pilla, Ruan, Simmons-Morton, dan Scheidt. (dalam Spade, 2007), mendaftar lima tipe perilaku bullying, yaitu: a.

  Mengejek agama atau ras b. Mengejek penampilan atau cara berbicara c. Memukul, menampar atau mendorong d. Target gosip, rumor atau kabar bohong e. Target komentar-komentar dan gaya tubuh dengan konteks seksual.

  Totten dan Quigley (2003) mengkategorikan perilaku bullying sebagai berikut: a.

  Bullying secara langsung adalah serangan terbuka terhadap korban. Serangan ini bisa bersifat fisik, verbal, rasial, ataupun seksual: i.

  Serangan fisik: gerak tubuh mengancam, memukul, menendang, mendorong, menahan, mencekik; ii.

  Serangan verbal atau pelecehan terus-menerus: memberi nama panggilan, kata-kata ancaman, provokasi, kata-kata merendahkan, mengejek, pelecehan seksual, pelecehan rasial, ejekan-ejekan bersifat homofobik.

  b.

  Bullying secara tidak langsung bersifat lebih halus dan sukar untuk dideteksi. Hal ini mencakup bentuk-bentuk agresi non-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  i.

  Isolasi sosial, pengucilan yang disengaja, penolakan, hubungan pertemanan yang manipulatif; ii.

  Penyebaran rumor, penyebaran kabar bohong yang menjelek-jelekan, gerak tubuh yang melecehkan, mendiamkan dengan sengaja.

  Berdasarkan beberapa kategorisasi bullying yang telah diuraikan

sebelumnya, penelitian ini memakai kategorisasi bullying sebagai berikut:

a.

  Bullying fisik i.

  Mencuri, menyembunyikan, atau merusak benda milik orang lain ii.

  Memukul, menendang, mendorong, menjambak, menampar, menjegal atau menginjak kaki, melempar dengan barang, atau meludahi iii. Memaksa orang lain melakukan hal-hal yang tidak ia inginkan seperti: memalak/mengompas, atau memberi hukuman seperti push-up atau berlari b. Bullying verbal i.

  Memberi nama panggilan ii. Mengejek, atau menghina iii. Mengancam iv. Memaki

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  vi. menyoraki c.

  Bullying non-verbal biasanya disertai dengan bullying fisik atau verbal i. melihat dengan sinis, atau melotot ii. Menjulurkan lidah, iii. Menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, d. Bullying hubungan i.

  

Menolak untuk berkomunikasi

ii. Menyebarkan kabar bohong atau gosip iii. Membuat orang lain merasa ditolak atau dikucilkan iv. Mempermalukan di depan umum B.

  Sikap 1.

  Pengertian Sikap Terdapat perbedaan pendapat di antara para ahli mengenai definisi sikap. Masing-masing memberikan definisi dengan batasan-batasan yang berbeda. Pada umumnya puluhan definisi tersebut secara umum masuk kedalam salah satu tiga kerangka pemikiran.

  Kerangka pemikiran pertama diwakili oleh Thurstone, Likert, dan Osgood (dalam Azwar, 2005). Menurut mereka sikap adalah suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan. Thurstone (dalam Azwar, 2005) menyatakan bahwa sikap adalah derajat afek positif atau afek negatif

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

adalah afeksi senang, sedangkan afeksi negatif yang dimaksud adalah

afeksi yang tidak menyenangkan. Paradigma pertama memandang bahwa

sikap hanya terdiri atas komponen afektif.

  Paradigma kedua diwakili oleh Allport, Chave, Bogardus, LaPierre,

dan Mead (Azwar, 2005). Sikap didefinisikan sebagai semacam

kecenderungan potensial untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-

cara tertentu (Azwar, 2005). Allport (dalam Jahoda, Marie, & Warren,

1966; White, 1982; dalam Mar’at, 1982; dalam Sears, 1988) mengatakan

bahwa sikap adalah keadaan mental dan saraf dari kesiapan yang diatur

melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamis atau terarah

terhadap respon individu pada semua objek dan situasi yang berkaitan

dengannya. LaPierre (dalam Azwar, 2005) mendefinisikan sikap sebagai

suatu pola perilaku, tendensi atau kesiapan antisipatif, predisposisi untuk

menyesuaikan diri dalam situasi sosial, atau secara sederhana sikap

adalah respon terhadap stimuli sosial yang telah terkondisikan.

  

Paradigma kedua ini memiliki pandangan bahwa sikap hanya

mengandung komponen konatif.

  Tokoh-tokoh ilmuwan yang mendukung paradigma ketiga adalah

Secord, Beckman, Breckler, Katz, Stotland, dan Rajecki (Azwar, 2005).

  

Paradigma ketiga berorientasi pada skema triadik. Sikap didefinisikan

sebagai konstelasi komponen-komponen kognitif, afektif, dan konatif

yang saling berinteraksi dalam memahami, merasakan, dan berperilaku

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Warren, 1966) mengatakan bahwa sikap adalah organisasi yang bersifat

menetap dari proses motivasional, emosional, perseptual, dan kognitif

mengenai beberapa aspek dari dunia individu.

  Terdapat banyak definisi dari sikap, hal ini dikarenakan sikap

merupakan masalah yang penting dan menarik banyak perhatian para

ahli psikologi khususnya psikologi sosial. Bahkan ada ahli yang

berpendapat bahwa psikologi sosial menempatkan sikap sebagai problem

sentralnya (Crutchfield, dalam Walgito, 1990).

  Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sikap adalah suatu kumpulan pendapat dan keyakinan (kognitif)

seseorang mengenai objek yang relatif menetap, yang disertai perasaan

tertentu (afektif), dan memberikan dasar bagi kecenderungan berperilaku

atau merespon objek tersebut dengan cara yang khusus (konatif).

  2. Karakteristik sikap Sax (dalam Azwar,1988) mengemukakan beberapa karakteristik sikap, yaitu: a.

  Arah. Suatu sikap menunjukkan apakah seseorang setuju atau tidak setuju, mendukung atau tidak mendukung, memihak atau tidak memihak terhadap suatu objek sikap. Seseorang dengan sikap mendukung terhadap suatu objek memiliki arah yang positif terhadap objek tersebut. Sebaliknya seseorang dengan sikap tidak setuju atau

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tersebut.

  b.

  

Intensitas. Kekuatan sikap pada tiap orang belum tentu sama. Dua

orang yang memiliki sikap positif terhadap suatu objek kemungkinan berbeda dalam intensitas sikap positifnya. Begitu juga sebaliknya, sikap negatif terhadap suatu objek juga memiliki derajat kekuatan sikap yang bertingkat.

  c.

  Keluasan. Keluasan merujuk pada luas tidaknya cakupan aspek objek sikap. Seseorang dikatakan memiliki sikap mendukung terhadap suatu objek secara menyeluruh jika ia bersikap positif terhadap seluruh atau sebagian besar aspek dari objek sikap. Seseorang dikatakan memiliki sikap mendukung yang sempit jika ia hanya memiliki sikap positif terbatas pada sebagian kecil aspek objek sikap. Hal ini berlaku juga pada sikap negatif.

  d.

  

Konsistensi. Konsistensi ditunjukkan oleh derajat diskrepansi atau

derajat kesesuaian antara pernyataan sikap subjek dengan respon perilakunya terhadap objek.

  e.

  Spontanitas. Spontanitas adalah sejauh mana kesiapan subjek untuk menyatakan sikapnya secara spontan. Spontanitas tinggi terjadi apabila sikap dinyatakan tanpa paksaan atau desakan terhadap subjek.

  Berdasarkan uraian tersebut, sikap memiliki karakteristik sebagai berikut, yakni: arah, intensitas, keluasan, konsistensi, dan spontanitas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Komponen Sikap Dilihat dari strukturnya, sikap terdiri atas tiga komponen yang saling menunjang (Azwar, 2005), yaitu: a.

  Komponen Kognitif, yaitu komponen yang berkaitan dengan kepercayaan, stereotipe, dan pengetahuan tentang suatu objek.

  b.

  Komponen Afektif, yaitu komponen yang berhubungan dengan rasa senang–tidak senang (emosional) atau penilaian subjektif terhadap suatu objek sikap. Rasa senang merupakan afek positif, sedangkan rasa tidak senang merupakan afek negatif.

  c.

  Komponen Konatif, yaitu komponen yang berhubungan dengan perilaku dan kecenderungan perilaku terhadap suatu objek sikap.

  Berdasarkan uraian tersebut, sikap terdiri atas tiga komponen, yaitu: komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen konatif.

  4. Ciri-ciri Sikap M. Sherif dan C.W. Sherif (dalam Walgito, 1990) menyatakan bahwa sikap adalah suatu pendorong yang menimbulkan tingkah laku tertentu dengan ciri-ciri, yaitu : a.

  Sikap bukan sesuatu yang dibawa dari lahir. Sikap terbentuk selama proses perkembangan individu. Oleh karena itu, sikap dapat dipelajari dan dapat berubah walau memiliki kecenderungan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pembentukan dan perubahan sikap.

  b.

  Dapat berlangsung lama ataupun sebentar. Jika sikap sudah tertanam dan menjadi salah satu nilai kehidupan seseorang, maka memerlukan waktu yang relatif lama untuk mengalami perubahan.

  c.

  Selalu ada hubungan yang positif atau negatif antara subjek dengan objek, melalui proses pengenalan atau persepsi terhadap objek. Proses ini menimbulkan sikap tertentu pada individu. Dapat meliputi satu objek dan meliputi sekumpulan objek

(kecenderungan untuk menggeneralisasikan objek sikap).

  d.

  Mengandung faktor perasaan dan faktor motif. Jadi sikap terhadap objek tertentu selalu ada perasaan yang menyertai dan mempunyai motivasi untuk bertindak tertentu terhadap objek yang dihadapi individu.

  5. Pembentukan dan Perubahan Sikap Individu membentuk pola sikap tertentu terhadap berbagai objek psikologis yang dihadapinya melalui interaksi sosialnya. Azwar (2005) mengatakan ada enam faktor yang mempengaruhi pembentukan dan perubahan sikap, yaitu: a.

  Pengalaman pribadi Segala peristiwa yang kita alami akan membentuk dan mempengaruhi penghayatan kita terhadap stimulus sosial. Tanggapan terhadap

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  terbentuknya sikap. Untuk memiliki tanggapan dan penghayatan terhadap suatu objek seseorang harus memiliki pengalaman yang berkaitan dengan objek psikologis tersebut. Pengalaman pribadi tersebut menjadi dasar pembentukan sikap apabila meninggalkan kesan yang kuat. Oleh karena itu, sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut terjadi dalam situasi yang melibatkan faktor emosional.

  b.

  Pengaruh orang lain yang dianggap penting Seseorang yang kita anggap penting, seseorang yang kita harapkan persetujuannya bagi tindak-tanduk dan pendapat kita, seseorang yang tidak ingin kita kecewakan, atau seseorang yang berarti khusus bagi kita, akan banyak mempengaruhi pembentukan sikap kita terhadap sesuatu. Pada umumnya, individu cenderung memiliki sikap searah dengan sikap orang yang dianggapnya penting. Kecenderungan ini dimotivasi oleh keinginan untuk berafiliasi dan keinginan untuk

menghindari konflik dengan orang yang dianggap penting tersebut.

  c.

  Pengaruh kebudayaan Kebudayaan dimana kita hidup dan dibesarkan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan sikap kita. Kebudayaan menanamkan suatu panduan yang berfungsi sebagai pengarah sikap kita terhadap berbagai masalah. Kebudayaan telah mewarnai sikap anggota k e l o m p o k masyarakatnya karena kebudayaan jualah yang memberi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelompok masyarakatnya. Hanya individu dengan kepribadian kuat yang dapat memudarkan hegemoni kebudayaan dalam pembentukan sikap individu.

  d.

  Media massa Sebagai sarana komunikasi orang banyak, media massa mempunyai pengaruh dalam pembentukan opini dan kepercayaan umum. Selama menyampaikan informasi sebagai tugas pokoknya, disadari atau tidak dan disengaja maupun tidak disengaja, media massa membawa pula pesan-pesan berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang.

  Kemunculan informasi baru mengenai suatu hal memberikan landasan kognitif bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut.

  Pesan-pesan sugestif dalam informasi tersebut, apabila cukup kuat, maka akan memberi dasar afektif dalam menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah arah sikap tertentu.

  e.

  Lembaga pendidikan dan lembaga agama Lembaga pendidikan serta lembaga agama, sebagai sebuah sistem dan institusi, berpengaruh dalam pembentukan sikap karena keduanya meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu.

  Pemahaman akan baik dan buruk, garis pemisah antara sesuatu yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan, diperoleh dari pendidikan dan dari pusat keagamaan serta ajaran-ajarannya.

  f.

  Pengaruh faktor emosional

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pengalaman pribadi seseorang. Kadang-kadang suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang s e m a t a - m a t a didasari oleh emosi, yang berfungsi sebagai semacam penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego. Sikap demikian merupakan sikap yang sifatnya sementara dan segera memudar begitu frustasi telah hilang, akan tetapi dapat pula bertahan lama. Suatu contoh bentuk sikap yang didasari emosi adalah prasangka. Misalnya prasangka rasialis dalam bentuk perusakan toko-toko milik Cina, dan penjarahan yang pernah terjadi. Hal ini terjadi karena didasari oleh faktor emosi yang berawal dari frustasi ketidakberdayaan menyamai atau melawan dominasi orang Cina di bidang ekonomi.

  Faktor-faktor yang menghambat dan menunjang perubahan sikap (Mar’at, 1981), yaitu: a.

  Faktor-faktor yang menghambat: i.

  Stimulus bersifat ambigu atau tidak positif maupun negatif, sehingga faktor perhatian kurang berperan terhadap stimulus yang diberikan. ii.

  

Tidak memberikan harapan atau masa depan.

iii.

  Adanya penolakan terhadap stimulus tersebut, sehingga tidak ada pengertian terhadap stimulus tersebut.

  b.

  Faktor-faktor yang menunjang: i.

  Stimulus disertai imbalan dan/atau hukuman. Individu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  hukuman. ii.

  Stimulus mengandung harapan bagi individu. iii.

  Stimulus mengandung prasangka bagi individu yang mengubah sikap semula.

  Beberapa hal yang dapat mempengaruhi pembentukan dan perubahan sikap adalah: pengalaman pribadi, pengaruh orang lain yang dianggap penting (significant other), pengaruh kebudayaan, media massa,

lembaga pendidikan dan lembaga agama, dan pengaruh faktor emosional.

6. Fungsi sikap Sikap memiliki sejumlah fungsi psikologis yang berbeda (R.L.

  

Atkinson, R.C. Atkinson, Smith, Bem, & Nolen-Hoeksema, 2004), yaitu:

a.

  Fungsi instrumental. Sikap yang kita pegang memiliki alasan praktis atau manfaat. Sikap ini semata-mata mengekspresikan keadaan spesifik keinginan umum kita untuk mendapatkan manfaat dan menghindari hukuman. Sebagai contohnya, sebagian besar penduduk Indonesia mendukung pelayanan pemerintah yang lebih baik tetapi menentang pajak yang lebih tinggi. Sikap dimungkinkan berubah apabila terdapat alternatif yang akan memberi manfaat yang lebih besar.

  b.

  Fungsi pengetahuan. Sikap membantu kita memahami dunia,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  asimilasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap tersebut adalah skemata penting yang memungkinkan kita untuk mengorganisasi dan mengolah berbagai informasi secara efisien tanpa harus memberikan penekanan yang berlebihan terhadap detail. Sebagai contoh sikap negatif terhadap peristiwa G/30/SPKI telah membantu banyak penduduk Indonesia mengorganisasi dan menginterpretasikan peristiwa nasional dalam kaitannya dengan paham politik sosial-Komunis. Seperti skemata lain, sikap seringkali menyederhanakan realita dan menimbulkan bias persepsi terhadap suatu peristiwa.

  c.

  Fungsi ekspresi nilai. Sikap mencerminkan konsep diri dan nilai- nilai kita. Contohnya seseorang dengan sikap positif terhadap kaum homoseksual karena memegang kuat nilai-nilai keberagaman, kebebasan pribadi, dan toleransi; orang lain dengan sikap negatif terhadap kaum homo karena memegang kuat keyakinan religius yang melarang homoseksualitas. Sikap seperti ini tidak mudah berubah, sikap alternatif akan dipilih apabila seseorang mengangap sikap alternatif lebih konsisten dengan nilai-nilai atau konsep dasar yang ia miliki.

  d.

  Fungsi pertahanan ego. Sikap melindungi kita dari kecemasan atau ancaman bagi harga diri kita. Sikap negatif kepada kelompok minoritas dapat memiliki fungsi pertahanan ego yang dinamakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  seringkali mengambil bentuk menyalahkan kelompok minoritas atas masalah pribadi atau masyarakat. Contohnya sikap negatif

terhadap keturunan anggota Partai Komunis Indonesia.

  e.

  Fungsi penyesuaian sosial. Sikap membantu kita merasa menjadi bagian dari suatu komunitas. Isi aktual dari keyakinan dan sikap kurang penting dibandingkan ikatan sosial yang diberikan bila memilihnya. Sikap dapat berubah apabila norma sosial berubah.

  Berdasarkan uraian sebelumnya, sikap memiliki beberapa fungsi seperti: fungsi instrumental, fungsi pengetahuan, fungsi ekspresi nilai, fungsi pertahanan ego, dan fungsi penyesuaian sosial.

  7. Pengukuran sikap Berbagai teknik dan metode telah dikembangkan oleh para ahli untuk mengungkapkan sikap manusia dan memberikan interpretasi yang valid. Berikut ini adalah uraian mengenai beberapa metode pengungkapan sikap yang telah dilakukan (Azwar, 2005): a.

  Observasi perilaku. Kalau seseorang menampakan perilaku yang konsisten (berulang) misalnya seorang remaja yang sering terlibat perilaku tawuran, bukankah kita berkesimpulan bahwa ia bersikap menerima perilaku tawuran pada remaja. Oleh karena itu, sangat masuk akal tampaknya apabila sikap bisa ditafsirkan dari bentuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  indikator dari sikap. Tetapi, kadang-kadang ada perilaku yang ditampakkan seseorang berbeda dengan sikap sebenarnya yang dimiliki oleh individu tersebut. Ini dikarenakan ia menyembunyikan sikap yang sebenarnya mungkin dengan berbagai alasan. Misalnya, ada remaja yang tidak suka mengkonsumsi alkohol tetapi ketika berkumpul dengan teman- temannya ia ikut mengkonsumsi alkohol dikarenakan ia tidak mau dikucilkan oleh teman-temannya. Dengan demikian, perilaku yang kita amati mungkin saja dapat menjadi indikator sikap dalam konteks situasional tertentu akan tetapi interpretasi sikap harus berhati-hati apabila hanya didasarkan pengamatan perilaku yang ditampakkan seseorang.

  b.

  Penanyaan langsung. Dua asumsi yang mendasari metode penanyaan langsung guna pengungkapan sikap; pertama adalah asumsi bahwa individu merupakan orang yang paling tahu mengenai dirinya sendiri dan kedua adalah asumsi bahwa manusia akan mengungkapkan secara terbuka apa yang dirasakannya. Oleh karena itu, dalam metode ini jawaban yang diberikan oleh mereka yang ditanyai dijadikan indikator sikap mereka. Pengungkapan sikap dengan penanyaan langsung memiliki keterbatasan dan kelemahan yang mendasar, misalnya individu ternyata mengemukakan jawaban dan pendapat yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sebenarnya secara terbuka hanya apabila situasi dan kondisi memungkinkan yaitu tanpa tekanan psikologis maupun fisik.

  c.

  Pengungkapan langsung. Pengungkapan langsung adalah versi metode penanyaan langsung secara tertulis dengan menggunakan aitem tunggal maupun aitem ganda (Ajzen, dalam Azwar 2005).

  d.

  Skala sikap. Metode pengungkapan sikap yang sering digunakan sampai saatini adalah skala sikap. Skala sikap sampai saat ini masih dianggap sebagai metode pengungkapan sikap yang paling dapat diandalkan dan sederhana, seperti yang diungkapkan oleh Azwar: “Metode pengukapan sikap dalam bentuk self-report yang hingga kini dianggap sebagai paling dapat diandalkan adalah dengan menggunakan daftar pernyataan-pernyataan yang harus dijawab oleh individu yang disebut sebagai skala sikap”. Salah satu sifat skala sikap adalah isi pernyataan yang dapat berupa pernyataan langsung yang jelas tujuannya ukurnya, akan tetapi dapat pula berupa pernyataan tidak langsung yang tujuan ukurnya kurang jelas bagi responden. Respon individu terhadap pernyataan-pernyataan sikap yang berupa jawaban setuju atau

tidak setuju itulah yang menjadi indikator sikap seseorang.

  e.

  Pengukuran terselubung. Metode pengukuran terselubung sebenarnya berorientasi kembali ke metode observasi perilaku yang telah dikemukakan sebelumnya, akan tetapi objek

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dilakukan oleh seseorang melainkan reaksi-reaksi fisiologis yang terjadi di luar kendali orang yang bersangkutan.

  Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam pengukuran sikap adalah dengan menggunakan skala sikap. Alasan utama menggunakan skala sikap dikarenakan asumsi bahwa skala sikap memiliki kelebihan yaitu lebih mampu menghemat waktu, tenaga, dan beaya; dan asumsi bahwa skala sikap dipandang paling dapat diandalkan dibanding metode pengumpulan data mengenai sikap lainnya.

  C.

  Masyarakat Yogyakarta 1.

  Daerah Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta (D.I.Y.) merupakan salah satu propinsi dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terletak di pulau Jawa. Secara astronomis D.I. Yogyakarta terletak antara 70° 33' LS – 8° 12' LS dan 110° 00' BT – 110° 50' BT. D.I.Y memiliki luas wilayah 314.792,91Ha, dengan jumlah penduduk sebanyak 3.459.432 jiwa. Batas dengan Propinsi Jawa Tengah meliputi: a.

  Kabupaten Wonogiri di bagian tenggara b.

  Kabupaten Klaten di bagian timur laut c. Kabupaten Magelang di bagian barat laut d.

  Kabupaten purworejo di bagian barat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan data yang diperoleh dari web-site resmi PEMDA Yogyakarta, Propinsi D.I.Y. terdiri atas beberapa kabupaten (“Populasi Penduduk”, 2002), yaitu: a.

  Kulonprogo b.

  Bantul c. Gunungkidul d.

  Sleman e. Yogyakarta 2.

  Definisi Masyarakat Yogyakarta Definisi masyarakat yogyakarta adalah semua orang yang lahir dan besar di propinsi D.I.Y., atau telah menetap dan tinggal di daerah propinsi D.I.Y. relatif lama, terdaftar dalam kartu keluarga propinsi D.I.Y., atau

memiliki kartu tanda penduduk tetap serta berdomisili di propinsi D.I.Y.

  3. Budaya masyarakat Yogyakarta Secara umum budaya yang dominan ada di Yogyakarta adalah budaya Jawa. Menurut Handayani dan Novianto (2004), terdapat tiga kaidah dasar kehidupan manusia masyarakat Jawa yaitu:

  1. Prinsip rukun, adalah tuntutan untuk mencegah segala kelakuan yang bisa menimbulkan konflik.

  2. Prinsip hormat, adalah tuntutan agar manusia dalam bahasa,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kedudukan orang lain sesuai dengan derajat dan kedudukannya dalam tatanan sosial. Terdapat tiga perasaan yang dikembangkan pada diri orang jawa sejak kecil melalui pendidikan dalam keluarga (Geertz, dalam Handayani & Novianto, 2004), yakni: Wedi, yaitu rasa takut terhadap ancaman fisik ataupun akibat kurang enak dari suatu tindakan; isin, yaitu rasa malu; sungkan, adalah rasa hormat terhadap orang yang lebih tua atau yang lebih dihormati karena kedudukan sosial yang lebih tinggi.

  3. Prinsip toleransi adalah tuntutan untuk mengambil posisi liminal yaitu posisi tengah dalam memandang kehidupan dan bersikap terhadap sesama.

  D.

  Pelajar dan sekolah Secara umum sekolah adalah tempat untuk mendidik atau tempat dimana pendidik berinteraksi dengan yang terdidik atau pelajar. Sekolah menurut Freire (1999), adalah tempat pendidikan dimana laki-laki dan perempuan menciptakan, sekaligus menjadi hasil hubungan-hubungan sosial dan pedagogis.

  Sekolah secara formal di indonesia dimulai pada tingkat : Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dengan level kelas satu hingga enam, Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan level kelas satu hingga tiga, Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan level kelas satu hingga tiga, hingga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  E.

  

Sikap masyarakat Yogyakarta terhadap perilaku bullying di lingkungan

sekolah Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sikap adalah suatu kumpulan pendapat dan keyakinan (kognitif) seseorang mengenai objek yang relatif menetap, yang disertai perasaan tertentu (afektif), dan memberikan dasar bagi kecenderungan berperilaku atau merespon objek tersebut dengan cara yang khusus (konatif).

  Definisi bullying dalam penelitian ini adalah fenomena dimana seseorang atau kelompok mengalami aksi-aksi negatif berupa aksi-aksi fisik, verbal atau aksi tidak langsung yang bertujuan untuk menimbulkan cedera fisik atau rasa tidak nyaman terhadap pihak lain, berulang kali dan dalam jangka waktu tertentu, dari satu atau lebih siswa (Olweus, Limber & Mihalic dalam Spade, 2007).

  Sikap masyarakat Yogyakarta terhadap perilaku bullying adalah kumpulan pendapat, keyakinan, perasaan, dan kecenderungan perilaku masyarakat Yogyakarta, baik itu mendukung (sikap positif) ataupun menentang (sikap negatif), terhadap perilaku bullying yaitu fenomena dimana seseorang atau kelompok mengalami aksi-aksi negatif yang sengaja dilakukan dengan tujuan untuk menimbulkan cedera fisik atau rasa tidak nyaman, secara berulang kali dan dalam jangka waktu tertentu, dalam konteks lingkungan sekolah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  F.

  

Skema sikap masyarakat Yogyakarta terhadap perilaku bullying di

lingkungan sekolah Gambar 1. Skema Sikap Masyarakat Yogyakarta terhadap Perilaku Bullying di Lingkungan Sekolah.

  STIMULI (Bullying) Sikap masyarakat

  Yogyakarta terhadap bullying di lingkungan sekolah Kognitif

  Afektif Konatif Pengaruh internal 1.

  Pengalaman pribadi

  2. Pengaruh faktor emosional Pengaruh eksternal

  1. Pengaruh orang lain yang dianggap penting

  2. Pengaruh media massa 3.

  Pengaruh lembaga agama dan pendidikan

  4. Pengaruh kebudayaan Sikap mendukung bullying Sikap menentang bullying

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang analisis datanya hanya sampai pada taraf deskriptif yaitu menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga dapat lebih mudah untuk b dipahami dan disimpulkan (Azwar, 2001 ).

  Apabila dilihat dari segi tujuan, penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan secara sistematik dan akurat mengenai fakta dan b karakteristik dari sebuah populasi tertentu (Azwar, 2001 ). Oleh karena itu penelitian ini berusaha untuk menggambarkan pengetahuan dan sikap dari masyarakat Yogyakarta mengenai perilaku bullying, dan data yang dikumpulkan bersifat deskriptif sehingga tidak dimaksudkan untuk mencari penjelasan, menguji hipotesis, atau membuat prediksi.

  B.

  Definisi Operasional 1.

  Bullying Bullying adalah adalah fenomena pemaparan aksi-aksi negatif berupa aksi- aksi fisik, verbal atau aksi tidak langsung yang bertujuan untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

suatu kelompok, berulang kali dan dalam jangka waktu tertentu, dari satu

atau lebih siswa (Olweus, Limber & Mihalic dalam Spade, 2007).

  Kategori bullying adalah sebagai berikut: a.

  Bullying fisik i.

  Mencuri, menyembunyikan, atau merusak benda milik orang lain ii. menendang, mendorong, menjambak, Memukul, menampar, menjegal atau menginjak kaki, melempar dengan barang, meludahi iii.

  Memaksa orang lain melakukan hal-hal yang tidak ia inginkan, memalak atau mengompas, memberi hukuman seperti push-up atau berlari b. Bullying verbal i.

  Memberi nama panggilan ii. Mengejek, atau menghina iii. Mengancam iv. Memaki v. Menuduh vi. Menyoraki c. Bullying non-verbal biasanya disertai dengan bullying fisik atau verbal i. melihat dengan sinis, atau melotot

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  iii.

  Menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, d. Bullying hubungan i.

  Menolak untuk berkomunikasi ii. Menyebarkan kabar bohong atau gosip iii. Membuat orang lain merasa ditolak atau dikucilkan iv. Mempermalukan di depan umum 2.

  Sikap Sikap adalah suatu kumpulan pendapat dan keyakinan (kognitif) seseorang mengenai objek yang relatif menetap, yang disertai perasaan tertentu (afektif), dan memberikan dasar bagi kecenderungan berperilaku atau merespon objek tersebut dengan cara yang khusus (konatif). Sikap

terdiri atas tiga komponen yang saling menunjang (Azwar, 2005), yaitu:

a.

  Komponen Kognitif, yaitu komponen yang berkaitan dengan kepercayaan, stereotipe, dan pengetahuan tentang suatu objek.

  b.

  Komponen Afektif, yaitu komponen yang berhubungan dengan rasa senang–tidak senang (emosional) atau penilaian subjektif terhadap suatu objek sikap. Rasa senang merupakan afek positif, sedangkan rasa tidak senang merupakan afek negatif.

  c.

  Komponen Konatif, yaitu komponen yang berhubungan dengan perilaku dan kecenderungan atau intensi perilaku terhadap suatu objek sikap

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C.

  Sikap terhadap bullying Sikap masyarakat Yogyakarta terhadap perilaku bullying di lingkungan sekolah adalah kumpulan pendapat, keyakinan, perasaan, dan kecenderungan perilaku masyarakat Yogyakarta, baik itu mendukung (sikap positif) ataupun menentang (sikap negatif), terhadap perilaku bullying di lingkungan sekolah yaitu fenomena dimana seseorang atau kelompok mengalami aksi-aksi negatif yang sengaja dilakukan dengan tujuan untuk menimbulkan cedera fisik atau rasa tidak nyaman, secara berulang kali dan dalam jangka waktu tertentu dalam lingkungan sekolah, yang diukur dengan skala sikap terhadap bullying. Skala menggunakan metode Likert D. Subjek Penelitian Subjek penelitian diperoleh dengan menggunakan metode purposive yaitu kelompok subjek tersebut dipilih berdasarkan ciri-ciri atau sifat-sifat khusus yang dipandang mempunyai sangkut-paut erat dengan ciri-ciri atau sifat subjek penelitian yang telah diketahui sebelumnya (Hadi, 1991). Kriteria-kriteria subjek yang dijadikan responden dalam penelitian ini adalah: 1)

  

Bertempat tinggal di kota D.I. Yogyakarta,

2)

Memiliki Kartu Tanda Penduduk tetap D.I.Y,

3) Terdaftar dalam kartu keluarga penduduk D.I.Y.

  4) Berusia antara 14 – 70 tahun

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  E.

  Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan alat ukur berupa skala sikap masyarakat Yogyakarta mengenai kekerasan di sekolah atau bullying. Metode yang digunakan dalam skala sikap penelitian ini adalah metode skala Likert.

  Menurut Hadi (1991) modifikasi terhadap skala Likert perlu dilakukan untuk menghilangkan kelemahan yang dikandung oleh skala lima tingkat, yaitu: 1)

  Kategori Belum Memuaskan mempunyai arti ganda, bisa diartikan belum dapat memutuskan atau memberi jawaban, bisa juga diartikan netral, setuju tidak, tidak setuju pun tidak, atau bahkan ragu-ragu. Kategori ganda arti ini tentu saja tidak diharapkan dalam suatu instrumen.

  2) Tersedianya pilihan tengah tersebut menimbulkan kecenderungan untuk menjawab pilihan tersebut terutama bagi mereka yang ragu-ragu untuk ke arah setuju atau tidak setuju. Atau yang disebut central tendering effect (Hadi, 2000). 3) Maksud kategorisasi jawaban SS – S – TS – STS adalah terutama untuk melihat kecenderungan pendapat responden, ke arah setuju atau tidak setuju. Sesuai dengan teori tersebut, maka dalam penelitian ini respon skala Likert dimodifikasi menjadi empat kategori jawaban yaitu terdiri dari empat kategori bentuk yang menyatakan kesetujuan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dan ketidaksetujuan dalam jawaban, yaitu : SS (sangat setuju), S (setuju), TS (tidak setuju) dan STS (sangat tidak setuju).

  Dalam pengukuran, setiap butir aitem pernyataan kemungkinan

mendapatkan skor/nilai skala dilakukan dengan cara menentukan kontinum

skor antara satu sampai dengan empat (1 – 4) berdasarkan kategori

pernyataan favorable dan unfavorabel (lihat tabel).

  Tabel 1 Nilai / Skor Berdasarkan Kategori Jawaban Skor Jawaban

  Favorabel Unfavorabel Sangat setuju

  4

  1 Setuju

  3

  2 Tidak setuju

  2

  3 Sangat tidak setuju

  1

  4 Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan skala

kepada responden secara langsung yaitu pada penduduk kota D.I.

  

Yogyakarta, yaitu yaitu semua orang yang memiliki Kartu Tanda Penduduk

tetap D.I.Y, atau minimal terdaftar dalam kartu keluarga penduduk D.I.Y. Hal

ini dimaksudkan agar skala dapat mengungkapkan data yang bersifat faktual

atau yang dianggap fakta dan kebenaran berkaitan dengan sikap masyarakat

Yogyakarta mengenai bullying di lingkungan sekolah.

  Banyaknya aitem dalam penelitian ini adalah berjumlah 40 butir aitem.

Berikut ini (tabel 2) akan ditunjukkan secara jelas tabulasi tabel mengenai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  aspek-aspek yang digunakan dengan pertimbangan keseimbangan jumlah aitem pada setiap aspek pengungkapan diri, sebagai berikut : Tabel 2 Jumlah Aitem dan Prosentase Penyebaran Aitem Skala (Sebelum diuji kesahihan aitem-itemnya)

  Komponen sikap Afektif Kognitif Konatif Total Komponen

Favoura Unfavou Favoura Unfavou Favoura Unfavou

bullying bel rabel bel rabel bel rabel

  N % N % N % N % N % N % N % Bullying

  2

  5

  2

  5

  2

  5

  2

  5 1 2,5 1 2,5 10

  25 fisik Bullying

  2

  5

  2

  5

  2

  5

  2

  5 1 2,5 1 2,5 10

  25 verbal Bullying non-

  2

  5

  2

  5

  2

  5

  2

  5 1 2,5 1 2,5 10

  25 verbal Bullying

  2

  5

  2

  5

  2

  5

  2

  5 1 2,5 1 2,5 10

  25 hubungan Total ( )

  8

  20

  8

  20

  8

  20

  8

  20

  4

  10

  4 10 40 100 Tabel 3 Uji Coba Penyebaran Random Nomer Aitem Skala (Sebelum diuji kesahihan)

  Komponen sikap

Komponen Afektif Kognitif Konatif Total

bullying Favour- Unfavour- Favour- Unfavour- Favour- Unfavour- aitem abel abel abel abel abel abel

  Bullying 1, 25 13, 36 9, 28 21, 33

  12

  24

  10 fisik Bullying 7, 29 19, 39 2, 26 14, 40

  6

  18

  10 verbal Bullying 11, 32 23, 38 5, 30 17, 35

  3

  15

  10 non-verbal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  F.

  Uji Validitas dan Reliabilitas Suatu skala dikatakan representatif, fungsional dan akurat apabila skala tersebut memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi. Oleh karena itu, sebelum skala tersebut diberikan kepada subjek penelitian yang sesungguhnya, maka sebaiknya dilakukan uji coba (try-out) untuk memperoleh validitas dan reliabilitasnya.

  1. Uji Validitas Validitas merupakan ketetapan dan kecermatan suatu alat ukur untuk mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur tersebut (Azwar, 2002). Menurut Hadi (1995), suatu alat ukur dianggap baik dan jitu dalam mengukur apa yang seharusnya diukur sesuai dengan tujuan penelitian jika alat tes tersebut memiliki validitas yang tinggi.

  Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. Validitas isi adalah pengukuran validitas yang didasarkan pada kesesuaian isi tes, yaitu aitem-aitem skala dan tabel spesifikasi dengan tujuan penelitian. Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat profesional judgement, yaitu penilaian validitas terhadap suatu alat ukur yang diberikan oleh orang-orang yang dianggap ahli dan profesional di a

bidangnya, dalam hal ini adalah dosen pembimbing (Azwar, 2001 ).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Seleksi Aitem Seleksi aitem dilakukan dengan cara melihat koefisien korelasi tiap aitem yaitu dengan mengkorelasikan skor masing-masing aitem dengan skor total keseluruhan aitem. Besarnya koefisien korelasi aitem total bergerak dari 0 sampai dengan 1,00 dengan tanda positif atau negatif. Semakin mendekati angka 1 yang bertanda positif maka daya diskriminasi itemnya semakin baik. Sebagai kriteria seleksi aitem berdasarkan korelasi aitem total maka biasanya diberikan batasan rix > 0,30. Jadi aitem yang memiliki korelasi aitem total minimal 0,30 dianggap layak menjadi sebuah a aitem (Azwar, 2001 ). Namun jika jumlah aitem yang lolos ternyata masih tidak mencukupi jumlah yang diinginkan, maka kita dapat mempertimbangkan untuk menurunkan sedikit batas kriteria 0,30 menjadi 0,25 sehingga jumlah aitem yang diinginkan dapat tercapai. Teknik korelasi aitem yang digunakan dalam penelitian ini adalah formula koefisien korelasi produk moment Pearson. Pengolahan data akan dilakukan dengan menggunakan program komputer SPSS for windows versi 16.

  Jumlah aitem pada skala sikap terhadap Bullying yang di ujicobakan berjumlah 40 aitem yang terdiri dari 20 aitem favorable dan 20 aitem unfavorable. Setelah data di peroleh maka data tersebut di analisis menggunakan program SPSS for Windows versi 16. Dari pengolahan data tersebut terdapat 30 aitem yang digunakan dan 10 aitem yang gugur karena

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  17

  30 Keterangan: Nomor dalam tanda kurung () : nomor aitem setelah uji coba Nomor diluar tanda kurung () : nomor aitem sebelum ujicoba

  7

  11

  12

  7 Total aitem

  22

  8 20 -

  34(28)

  7 Bullying hubungan 4, 27 16,

  15

  3

  memenuhi nilai korelasi aitem total. Nilai korelasi aitem total dalam skala diturunkan batas kriterianya menjadi 0,25 karena banyaknya aitem yang gugur pada batas kriteria 0,30, sehingga tidak mewakili aspek-aspek yang ada di dalam skala. Korelasi aitem totalnya berkisar antara 0,306 sampai 0,726. Aitem-aitem yang gugur yaitu 1, 9, 10, 21, 31, 32, 35, 36, 37 dan

  38. Aitem setelah uji coba di gunakan dalam penelitian, karena menggunakan metode uji aitem terpakai. Jadi aitem-aitem yang sahih atau lolos, langsung di gunakan untuk penelitian, hal ini dikarenakan batas waktu penelitian yang sangat terbatas. Distribusi skala pengungkapan diri setelah di lakukan uji coba menjadi sebagai berikut : Tabel 4

  18

  6

  39(29) 2, 26 14, 40(30)

  6 Bullying verbal 7, 29(9) 19,

  24

  12

  Bullying fisik 25 13 28(21) 33(10)

  Favour- abel Unfavour- abel

  Favour- abel Unfavour- abel

  Favour- abel Unfavour- abel

  Komponen sikap Total aitem Afektif Kognitif Konatif

  Penyebaran Aitem Skala (setelah diuji kesahihan aitem-aitemnya) Komponen bullying

  10 Bullying non-verbal 11 23 5, 30(1)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah suatu keajegan, konsistensi atau kestabilan suatu alat ukur, di mana alat ukur tersebut dapat digunakan dengan hasil yang konsisten pada waktu yang berbeda untuk tujuan penelitian yang sama. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi adalah pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya, maka pengukuran a tersebut disebut reliabel (Azwar, 2001 ). Reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas (rxx³) yang angkanya berada dalam rentang 0 sampai dengan 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitas. Sebaliknya, semakin rendah koefisien

reliabilitas mendekati angka 0, berarti semakin rendah reliabilitasnya.

  Reliabilitas penelitian ini akan menggunakan formula koefisien Alpha dari Cronbach, dengan alasan koefisien alpha dapat mengatasi kelemahan teknik belah dua dan mengestimasi rata-rata korelasi belah dua dari semua pembagi tes yang mungkin dilakukan (Azwar, 2002).

  Pengolahan data akan dilakukan dengan program komputer SPSS for windows versi 16.

  Nilai reliabilitas skala dianggap memuaskan bila koefisien alpha lebih besar dari 0,90 karena berarti perbedaan (variasi) yang tampak pada skor tes tersebut mampu mencerminkan 90% dari variasi yang terjadi pada skor murni subjek, dan hanya 10% dari perbedaan skor yang tampak disebabkan oleh variasi eror pengukuran (Azwar, 2002).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil reliabilitas yang didapat dari penelitian ini adalah 0,929 dengan ini dapat dilihat bahwa tingkat reliabilitas termasuk dalam kategori tinggi.

  G.

  Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan ini, metode analisis data yang digunakan adalah metode statistik yaitu statistik deskriptif. Yaitu meliputi penyajian data melalui perhitungan mean, median, modus dan standar deviasi serta b perhitungan presentase (Azwar, 2001 ). Penyajian hasil analisis deskriptif biasanya berupa frekuensi dan presentase, tabulasi silang, serta berbagai bentuk

grafik dan chart pada data yang bersifat kategorial, serta berupa statistik-

statistik kelompok (antara lain mean dan varians) pada data yang bukan b kategorial (Azwar, 2001 ).

  Statistik deskriptif juga mencakup perhitungan-perhitungan sederhana yang biasa disebut sebagai statistik dasar, yang antara lain meliputi perhitungan frekuensi, frekuensi kumulatif, presentase, presentase kumulatif, tingkat persentil, skor tertinggi dan terendah, rata-rata hitung, simpangan baku, pembuatan tabel silang dan lain-lain. Perhitungan-perhitungan tersebut pada umumnya tergantung pada kebutuhan-kebutuhan dan tujuan dilakukannya penelitian atau dari peneliti itu sendiri (Nurgiyantoro, Gunawan & Marzuki, 2002).

  Penelitian ini menggunakan metode analisis data yaitu metode statistik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

data melalui tabel, penghitungan nilai maksimum dan minimum, mean teoritis,

mean empiris, standar deviasi dan penghitungan prosentase. Kategori yang

dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan membandingkan antara mean

empirik dengan mean teoritik. Dalam tabel 5 dapat dilihat norma kategori: Tabel 5 Norma Kategori Jenjang Skala

  Norma Kategori

Mean Empirik > Mean teoritik Sikap Positif (mendukung)

Mean Empirik < Mean teoritik Sikap negatif (menentang)

  Penentuan kategori konsep diri dilakukan dengan kategorisasi

jenjang berdasarkan standar deviasi dan mean teoritik (Azwar, 2002) sebagai

berikut :

X minimum teoritik : Skor paling rendah yang mungkin didapat subjek pada

skala, yaitu 1. : 30 x 1 = 30

X maximum teoritik : Skor paling tinggi yang mungkin didapat subjek pada

skala, yaitu 4. : 30 x 4 = 120

Range : Luas jarak sebaran antara nilai maksimum dan nilai

minimum.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Standar deviasi ( ) : Luas jarak sebaran yang dibagi kedalam enam satuan

deviasi standar.

  : 90 / 6 = 15

Mean ( ) : Mean teoritis, yaitu rata-rata teoritis dari skor

maksimum dan minimum. : 120 + 30

  2 : 150 2 : 75

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB IV HASIL DAN ANALISA DATA A. Orientasi Kancah Penelitian tentang sikap terhadap perilaku bullying dilaksanakan di wilayah

propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jumlah responden penelitian sebanyak 101

orang yang bertempat tinggal di wilayah D.I. Yogyakarta. Subjek terdiri dari 63 laki–laki

dan 38 perempuan, dengan rentang umur 14 – 64 tahun. Karakteristik subjek responden

dalam penelitian ini adalah: 1)

  Bertempat tinggal di propinsi D.I.Y., 2) Memiliki Kartu Tanda Penduduk tetap propinsi D.I.Y, 3) Terdaftar dalam kartu keluarga penduduk propinsi D.I.Y.

  4) Lahir dan besar di propinsi D.I.Y, 5) Berusia antara 14 – 70 tahun

  Komposisi subjek dilihat berdasarkan daerah asal adalah: pertama, dari daerah

Gunung Kidul sebanyak dua orang, dari daerah Kulonprogo delapan orang, dari daerah

Bantul 10 orang, dari daerah Sleman orang, dan dari daerah kodya Yogya sebanyak

orang.

  Table 6 Komposisi subjek berdasarkan daerah asal Total Daerah Asal Kodya Yogya Sleman Bantul Kulonprogo Gunung Kidul

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  B.

  Pelaksanaan Penelitian Penelitian tentang sikap terhadap bullying dilaksanakan pada tanggal 1 Januari

hingga 24 Februari 2010. Penelitian dilaksanakan dengan cara menyebarkan skala

sebanyak 120 eksemplar, dalam penyebaran skala ada berbagai cara yang digunakan

yaitu dengan pendekatan langsung kepada masyarakat umum dan menitipkan pada

asisten penelitian. Setelah penyebaran data, skala yang dikembalikan kepada peneliti

adalah sebanyak 101 eksemplar dan 19 eksemplar lainnya dinyatakan gugur karena

tidak diisi, diisi sebagian dan tidak dikembalikan.

  C.

  Hasil Penelitian 1.

  Uji Normalitas Uji normalitas terhadap data dilakukan sebelum data diuji dengan uji statistik deskriptif. Tujuan dari dilakukannya uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah distribusi frekuensi dari gejala yang diselidiki tidak menyimpang secara signifikan dari frekuensi harapan distribusi normal teoritiknya. Normalitas berarti bentuk distribusi variabel dalam populasi berbentuk distribusi normal atau kurve normal (Hadi,2001). Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil berasal dari sebuah distribusi normal, dengan mengetahui apakah sebaran skor memenuhi asumsi distribusi normal. Uji normalitas ini dilakukan dengan menggunakan rumus one sample Kolmogorov – Smirnov Test, dengan menggunakan SPSS for windows versi 16. Berikut adalah hasil dari uji normalitas :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 7 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Total Aitem

  Sahih N 101 Normal Parameters a

  Mean 70.7426 Std. Deviation 12.63539 Most Extreme Differences

  Absolute .064 Positive .064 Negative -.059 Kolmogorov-Smirnov Z .646

  Asymp. Sig. (2-tailed) .797 a. Test distribution is Normal .

  Uji normalitas menyatakan bahwa jika nilai signifikansi lebih besar dari

0,05 (p > 0,05) maka sebarannya normal, tetapi bila nilai signifikansi lebih kecil

dari 0,05 (p < 0,05) maka sebaran skornya tidak normal.

  Hasil analisis data dalam penelitian dengan menggunakan teknik analisa Kolmogorov Smirnov pada SPSS versi 16, diperoleh signifikansi sebesar 0.797.

  Angka ini menunjukkan bahwa distribusi data subjek adalah normal, dengan nilai p yang dihasilkan lebih besar dari 0,05.

  2. Analisa Deskripif Data Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, sehingga perlu penyajian

data melalui tabel, penghitungan nilai maksimum dan minimum, mean teoritis,

mean empiris dan standar deviasi. Berikut tabel yang berisi data penilaian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 8 Deskripsi Data Penelitian N

  54 Skor Minimum Teoritik

  30 Skor Minimum Empirik

  31 Skor Maksimum Teoritik 120 Skor Maksimum Empirik 102 Mean Teoritik

  75 Mean Empirik 70,7426 Median

  70 Modus

  68 Standar Deviasi Teoritik

  15 Standar Deviasi Empirik 12.63539 Varians 159.653 Standar Deviasi (SD) teoritik yang diperoleh dari penghitungan rentang

antara nilai maksimum teoritik dan nilai minimal teoritik dibagi 6, menunjukkan

nilai Standar Deviasi (SD) empirik (12.63539) lebih kecil daripada SD teoritik (15),

yang artinya bahwa tingkat variasi jawaban pada kelompok data lebih rendah

daripada tingkat variasi jawaban teoritik. Kondisi ini menunjukkan bahwa nilai rata-

rata subjek penelitian kelompok data lebih rendah dari nilai rata-rata teoritik, yang

berarti bahwa subjek penelitian secara umum adalah kelompok yang homogen yaitu

anggota masyarakat Yogyakarta.

  Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mean empirik (70,7426) lebih

kecil daripada mean teoritik (75), di uji lagi dengan uji statistik one sample test

dengan bantuan SPSS for windows versi 16 dengan tujuan untuk membuktikan

bahwa mean empirik secara signifikan lebih kecil dari mean teoritik. Berikut ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 9 Uji (t) Mean Empirik dan Mean Teoritis One-Sample Statistics N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

  Total Aitem Sahih 101 70.7426 12.63539 1.25727 One-Sample Test Test Value = 75 95% Confidence Interval of the

  Difference T df Sig. (2-tailed) Mean Difference Lower Upper Total Aitem Sahih -3.386 100 .001 -4.25743 -6.7518 -1.7630

  

Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa nilai t sebesar -3,386

dengan probabilitas 0,000 lebih kecil dari 0,01 (p – 0,000 < 0,01) yang berarti secara signifikan ada perbedaan antara mean empirik dan mean teoritik. Hal ini membuktikan bahwa secara signifikan mean empirik lebih kecil dari mean teoritik sehingga bisa dinyatakan bahwa sikap negatif masyarakat Yogyakarta terhadap perilaku bullying adalah signifikan.

  3. Kategorisasi Sikap Masyarakat Yogyakarta terhadap Perilaku Bullying di Lingkungan Sekolah Berdasarkan pada norma kategorisasi skala (Tabel 6) pada bab 3, maka dapat dikategorisasikan skor total subyek berdasarkan tinggi-rendahnya. Berikut ini deskripsi skor total yang telah dikategorisasikan:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 10 Kategori Skor Total Subjek Norma Kategori Mean Empirik < Mean Teoritik Sikap Negatif (menentang)

  70,7426 < 75 Sikap Negatif (menentang) Hasil pengkategorisasian di atas dapat memperlihatkan bahwa mean

empirik (70,7426) dalam penelitian ini lebih besar dibandingkan dengan mean

teoritiknya (75). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat Sikap yang negatif atau

menentang perilaku bullying pada masyarakat Yogyakarta.

  4. Analisa Data pada Setiap Aspek Bullying Bullying dalam penelitian ini terdiri atas empat jenis perilaku bullying, yaitu bullying fisik, bullying verbal, bullying non-verbal, dan bullying hubungan. Dari empat kategorisasi perilaku bullying tersebut perlu dilakukan pengembangan penelitian untuk mengetahui deskripsi tingkat sikap pada masing-masing kategori perilaku bullying, yaitu dengan membandingkan perolehan nilai mean empirik dan mean teoritis dan juga mencari perbedaan tingkat mean antara keempat kategori tersebut. Pengembangan penelitian ini dilakukan agar memperoleh data yang lengkap mengenai kategori-kategori perilaku bullying yang dominan pada sikap subjek. Berikut adalah hasil deskripsi data tiap aspek perilaku bullying :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 11 Deskripsi Data Tiap Aspek Bullying

  Bullying Bullying Bullying non- Bullying

  No Keterangan fisik verbal verbal hubungan

  1 N 101 101 101 101

  2 Skor Minimum Teoritik

  6

  10

  7

  7

  3 Skor Minimum Empirik

  6

  11

  7

  7

  4 Skor Maksimum Teoritik

  24

  40

  28

  28

  5 Skor Maksimum Empirik

  22

  37

  24

  24

  6 Mean Teoritik

  15 25 17,5 17,5

  7 Mean Empirik 13,3069 23,505 16,703 17,2277

  8 Beda mean (t-test dengan -1,69307 -1,49505 -0,79703 -0,27228 taraf signifikansi 0,05)

  9 Median

  13

  23

  16

  17

  10 Modus

  11

  23

  16

  18

  11 Standard Deviasi 3,2241 4,89004 3,38096 2,87361

  12 Varian 10,395 23,912 11,431 8,258

  Tabel di atas menunjukkan bahwa secara umum subjek penelitian memiliki sikap dengan arah negatif terhadap perilaku bullying pada setiap kategori perilaku bullying, hal ini tampak dari mean empirik tiap aspek yang memiliki nilai lebih rendah dari pada mean teoritiknya. Namun apabila dilihat dari perbandingan selisih nilai mean empirik dengan mean teoritik (diuji menggunakan t-test dengan taraf signifikansi 0,05) yang diperoleh subjek penelitian, tampak bahwa kategori perilaku bullying fisik memiliki selisih mean tertinggi yaitu sebesar -1,69307 dan selanjutnya kategori perilaku bullying verbal yaitu sebesar -1,49505 dan kemudian kategori perilaku bullying non-verbal dengan selisih mean sebesar -0,79703; terakhir kategori perilaku bullying hubungan dengan selisih mean sebesar -0,27228.

  D.

  Pembahasan Hasil analisa data deskriptif menunjukkan bahwa mean teoritik dari skala

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

kecil dari skor rata-rata teoritik. Hasil analisa tersebut menunjukkan bahwa subjek

penelitian yaitu masyarakat Yogyakarta secara umum memiliki sikap dengan arah negatif

terhadap perilaku bullying di lingkungan sekolah.

  Berikut ini uraian hasil analisa deskriptif per-aspek. Bullying fisik adalah

perilaku bullying yang berupa agresi fisik langsung seperti: memukul, menendang,

mendorong, menjambak, menampar, menjegal atau menginjak kaki, melempar dengan

barang, atau meludahi. Bullying fisik memiliki skor mean empirik sebesar 13,3069.

  

Secara umum sikap subjek terhadap bullying fisik memiliki arah negatif (beda mean

sebesar -1,69307, diuji dengan t-test dengan taraf signifikansi 0,05).

  Bullying verbal adalah perilaku agresi verbal langsung seperti: memberi nama

panggilan, mengejek, atau menghina, mengancam, memaki, menuduh, atau menyoraki.

  

Mean empirik bullying verbal memiliki skor sebesar 23,505. Subjek penelitian secara

umum memiliki arah negatif terhadap perilaku bullying verbal (skor beda mean sebesar

  • 1,49505, diuji dengan t-test dengan taraf signifikansi 0,05).

  Bullying non-verbal adalah perilaku agresi seperti melihat dengan sinis,

menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, atau memelototi.

  

Bullying non-verbal memiliki skor mean empirik sebesar 16,703. Sikap subjek

penelitian secara umum memiliki arah negatif (beda mean sebesar -0,79703, diuji

dengan t-test dengan taraf signifikansi 0,05).

  Bullying hubungan yaitu perilaku agresi non fisik dengan tujuan mengontrol

situasi dan hubungan sosial seperti menolak berkomunikasi, menyebarkan kabar

bohong atau gosip, atau membuat orang lain merasa ditolak dan dikucilkan. Skor mean

empirik bullying hubungan sebesar 17,2277. Secara umum arah sikap subjek penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa terdapat 34 orang subjek

(33,663%) yang memiliki sikap dengan arah positif. Terdapat 67 orang subjek (66,337%)

memiliki sikap dengan arah negatif. Berdasarkan data tersebut tampak bahwa subjek

penelitian terbanyak pada kategori sikap dengan arah negatif.

  Pada kategori sikap dengan arah negatif terdapat 67 orang subjek (66,337%),

hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar subjek penelitian memiliki sikap dengan arah

negatif terhadap perilaku bullying di lingkungan sekolah. Hal ini berarti secara umum

subjek memiliki pendapat, keyakinan, dan perasaan serta kecenderungan berperilaku

dengan arah negatif terhadap perilaku bullying di lingkungan sekolah.

  Sikap adalah suatu kumpulan pendapat dan keyakinan (kognitif)

seseorang mengenai objek yang relatif menetap, yang disertai perasaan tertentu

(afektif), dan memberikan dasar bagi kecenderungan berperilaku atau merespon objek

tersebut dengan cara yang khusus (konatif). M. Sherif dan C.W. Sherif

  (dalam Walgito, 1984) menyatakan bahwa sikap bukanlah sesuatu yang dibawa dari lahir dan

terbentuk selama proses perkembangan seseorang. Azwar (2005) menyatakan bahwa

salah satu faktor penting yang dapat membentuk dan mengubah sikap adalah faktor

kebudayaan.

  Masyarakat Yogyakarta terdiri dari berbagai etnis dan golongan, yang dalam

interaksi kehidupan sehari-hari melalui pengalaman pribadi, media masa, kebudayaan,

lembaga pendidikan dan agama, saling mempengaruhi dan dipengaruhi dalam proses

pembentukan dan perubahan sikap mereka (Azwar, 2005). R.L. Atkinson, R.C.

  

Atkinson, Smith, Bem, dan Nolen-Hoeksema (2004) menyatakan bahwa sikap memiliki

fungsi instrumental dan fungsi penyesuaian sosial. Fungsi instrumental adalah fungsi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

penyesuaian sosial adalah suatu fungsi yang memungkinkan subjek mengubah dan

membentuk sikap agar sesuai dengan nilai dan budaya masyarakat di mana ia bertempat

tinggal sehingga ia dapat merasa menjadi bagian dari masyarakat umum.

  Berdasarkan uraian sebelumnya, peneliti mengasumsikan bahwa kelompok-

kelompok etnis dan golongan yang berbeda-beda tersebut dan yang telah lama membaur

dalam masyarakat Yogyakarta, sadar maupun tidak sadar akan menerima dan

mengadaptasi nilai-nilai dan prinsip-prinsip hidup budaya masyarakat Jawa yang

mendominasi kehidupan masyarakat Yogyakarta, sehingga kelompok-kelompok

tersebut akan mengubah dan membentuk sikap mereka agar sesuai dengan norma sosial

jawa dan untuk menghindari pengucilan sosial.

  Kebudayaan yang dominan dalam masyarakat Yogyakarta adalah kebudayaan

masyarakat Jawa. Sesuai dengan prinsip hidup budaya masyarakat Jawa yang dominan

di Yogyakarta, prinsip kerukunan, hormat dan toleransi merupakan prinsip hidup yang

cukup dipegang teguh oleh masyarakat Yogyakarta pada umumnya (Handayani &

Novianto, 2004). Prinsip kerukunan, hormat, dan toleransi menekankan anggota

masyarakat Jawa untuk hidup secara harmonis dan tampak halus dalam arti tidak ada

kekacauan dan konflik (Handayani & Novianto, 2004). Perilaku bullying pada dasarnya

merupakan perilaku agresi yang dapat menimbulkan konflik dan ketidak-selarasan, hal

ini tidak sesuai dengan prinsip hidup masyarakat Jawa pada umumnya. Karena

kebudayaan merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan dan perubahan

sikap (Azwar, 2005), kebudayaan masyarakat Jawa secara umum memiliki sikap yang

negatif atau menentang perilaku-perilaku agresi atau bullying yang dapat memunculkan

konflik dan ketidak-harmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

terlibat konflik maka maka masyarakat Jawa lebih baik memilih menghindari kontak

dengan lawan potensial, menyembunyikan motif, menggunakan perantara, dan menahan

diri dari semua hubungan yang tidak perlu (Handayani & Novianto, 2004). Perilaku

menghindari kontak dengan lawan potensial, menyembunyikan motif, menggunakan

perantara, dan menahan diri dari semua hubungan yang tidak perlu, bisa dikatakan

memiliki kemiripan dengan konsep bullying hubungan seperti menolak berkomunikasi,

menyebarkan kabar bohong atau gosip, atau membuat orang lain merasa ditolak dan

dikucilkan.

  Sejalan dengan pernyataan Azwar (2005), yaitu kebudayaan sebagai faktor

penting perubahan dan pembentukan sikap, maka kebudayaan masyarakat Jawa yang

lebih menekankan untuk menghindari kontak dengan lawan potensial,

menyembunyikan motif, menggunakan perantara, dan menahan diri dari semua

hubungan yang tidak perlu dengan lawan, mengindikasikan penerimaan yang lebih

terbuka terhadap bentuk-bentuk perilaku bullying hubungan seperti menolak

berkomunikasi, menyebarkan kabar bohong atau gosip, atau membuat orang lain

merasa ditolak dan dikucilkan. Hal ini terlihat pada skor beda mean empirik-teoritik

bullying hubungan yang rendah (-0,27228; diuji dengan t-test dengan taraf signifikansi

0,05).

  Pada semua penjelasan sebelumnya, secara umum sikap masyarakat

Yogyakarta terhadap perilaku bullying, baik fisik, verbal, non-verbal, dan hubungan

masuk ke dalam kategori sikap negatif. Hal ini berarti bahwa masyarakat Yogyakarta

memiliki sikap menentang perilaku bullying di lingkungan sekolah.

  Hal ini terlihat kontras dengan hasil penelitian Juwita yang menunjukkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

menunjukkan bahwa terdapat tingkat konsistensi yang rendah antara sikap subjek dengan

respon perilakunya terhadap objek sikap. Sax (dalam Azwar,1988) menyatakan bahwa

sikap tidak harus selalu konsisten dengan perilaku.

  Hal ini juga mungkin dapat dijelaskan dengan kenyataan bahwa terdapat

perbedaan rerata umur subjek penelitian Juwita dengan subjek penelitian penulis. Rerata

umur subjek penelitian saat ini adalah 36 tahun dan termasuk tingkatan umur dewasa

tengah, sedangkan subjek penelitian Juwita berada pada tingkatan umur SD hingga SMA.

  

Yaitu pada tingkatan umur anak-anak hingga remaja akhir. Hal ini bisa berarti bahwa

sikap generasi tua dalam penelitian saat ini, belum tentu mencerminkan sikap generasi

muda, subjek penelitian Juwita.

  Hal ini juga mengindikasikan adanya perbedaan nilai antara generasi muda

dengan generasi yang lebih tua. Setyaningsih (2006), dalam penelitiannya menemukan

bahwa telah terjadi pergeseran nilai budaya yang telah ada dalam masyarakat Jawa

terutama nilai budaya mengenai masalah hubungan manusia dengan sesama yaitu

dalam hal gotong royong/tolong menolong. Hal ini terjadi salah satunya disebabkan

karena ketidak-mampuan generasi muda sebagai penerus dalam memelihara budaya

leluhur akibat adanya pengaruh dari budaya luar (Setyaningsih, 2006).

  Santoso (2009) menyatakan bahwa di Yogyakarta terdapat kesenjangan yang

tinggi dalam hal penerimaan dan adaptasi penggunaan teknologi informasi antara generasi

muda yang sangat cepat mengadaptasi dengan generasi tua yang sangat lambat

mengadaptasi dan mengantisipasi perkembangan teknologi informasi, dan ia juga

mengindikasikan bahwa proses transfer budaya antara generasi mengalami kemunduran

dan hambatan karena kesenjangan tesebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Wijayanti (2005) dalam penelitiannya menemukan bahwa generasi muda di

Yogyakarta terutama pada kelompok remaja pria, mengalami pemudaran dan pergeseran

dalam hal penghayatan, pengekspresian, pola berpikir dan kesadaran terhadap nilai

kerukunan dan nilai hormat. Hal ini menurut Wiyanti disebabkan oleh pengaruh

modernisasi dan kurangnya sosialisasi nilai rukun dan hormat dari generasi yang lebih

tua.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian sikap masyarakat Yogyakarta terhadap perilaku bullying , maka dapat di simpulkan bahwa:

  1. Berdasarkan analisis data, secara umum subjek dalam penelitian ini mempunyai sikap yang negatif. Tampak pada skor rata-rata empirik (70,7426) lebih kecil daripada skor rata-rata teoritik (75).

  2. Masyarakat Yogyakarta secara umum memiliki sikap negatif terhadap bullying fisik dan bullying verbal (beda mean -1,69307 dan beda mean -1,49505; diuji dengan t-test dengan taraf signifikansi 0,05) yang lebih kuat intensitasnya dibandingkan intensitas sikap negatif terhadap bullying non-verbal dan bullying hubungan (skor beda mean -0,79703 dan skor beda mean -0,27228; diuji dengan t -test dengan taraf signifikansi 0,05).

  B. SARAN Berdasarkan proses penelitian dan hasil penelitian sikap terhadap bullying, maka diajukan saran-saran sebagai berikut: 1.

  Bagi Masyarakat Yogyakarta a.

  Hasil penelitian dapat dilihat sebagai gejala yang cukup positif dan diharapkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  64 nyata menekan tingkat perilaku bullying pada lingkungan sekolah di daerah

Yogyakarta pada dan merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

  b.

  Masyarakat mendapatkan pengetahuan dan pemahaman bahwa bentuk-bentuk pengucilan sosial, penyebaran kabar bohong, penolakan untuk berkomunikasi, mempermalukan orang lain di depan umum, atau membuat orang merasa dikucilkan dan ditolak; merupakan salah satu bentuk kekerasan dan bullying dalam bentuk hubungan. Masyarakat terdorong untuk memberikan perhatian terhadap bentuk-bentuk bullying hubungan dan memberikan usaha nyata untuk menekan perilaku-perilaku bullying hubungan tersebut.

2. Bagi Peneliti Lain a.

  Keterbatasan dalam penelitian ini adalah peneliti tidak berusaha untuk menjelaskan faktor-faktor yang melatar-belakangi diskrepansi antara sikap negatif masyarakat Yogyakarta dengan kenyataan bahwa tingkat bullying di daerah Yogyakarta yang tinggi, maka itu disarankan agar penelitian selanjutnya melakukan penelitian tentang faktor-faktor khusus yang menyebabkan tingkat bullying yang tinggi di daerah Yogyakarta sehingga dapat menjelaskan anomali yang terjadi antara sikap negatif masyarakat dengan fakta tingkat bullying yang tinggi di lapangan. Peneliti menyarankan untuk penelitian selanjutnya untuk meneliti lebih lanjut mengenai sikap generasi muda dan masalah transfer budaya antara generasi muda dengan generasi tua mungkin hal ini akan dapat menghasilkan penjelasan yang lebih memuaskan mengenai fenomena diskrepansi tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  65 b.

  Kelemahaan penelitian saat ini adalah tidak adanya informed consent dari subjek penelitian. Oleh karena itu disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk lebih memperhatikan aspek prosedural penelitian seperti informed consent, agar dapat lebih memastikan bahwa subjek dengan sukarela dan tanpa paksaan menjadi responden penelitian.

  3. Bagi petugas lapangan program anti bulying Semoga penelitian ini mampu memberikan sedikit insight dan inspirasi kedalam pola pikir dan sikap masyarakat terhadap perilaku bullying di lingkungan sekolah, sehingga dapat melakukan pendekatan yang tepat kepada masyarakat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Daftar Pustaka

Ahmed, E., & Braithwaite, V. (1999). A multiperspective comparison of bullying status groups: Family and school concerns . Australian National University. Diunduh 7 April 2009 dari http://dc.oas.psu.ac.th/dcms/files//04522/References.pdf

Awas bullying di sekolah-sekolah Yogya. (2008, 27 November). kompas.com. 27 November

2008. Diunduh 7 April 2009 dari http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/27/19465378/awas.bullying.di.sekolah- sekolah.yogya a Azwar, S. (2001 ). Validitas dan reliabilitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. b Azwar, S. (2001 ). Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

  Azwar, S. (2002). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Azwar, S. (2005). Sikap manusia, teori dan pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bismoko, J., & Supratiknya, A. (2004). Pedoman penulisan skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Chaplin, J.P. (2000). Kamus lengkap psikologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Edward, A.L. (1957). Techniques of attitude scale construction. New York: Appleton- Century-Crofts, Inc.

  Espelage, D. L., & Asidao, C. S. (2003). Conversations with middle school students about bullying and victimization: Should we be concerned?. whittedcleary.com. diunduh 7

April 2009, dari http://www.whittedcleary.com/FSL5CS/links/links82.asp

Espelage, D. L., Bosworth, K., & Simon, T. R. (2003). Examining the social context of Bullying behaviors in early adolescents. whittedcleary.com. diunduh 7 April 2009, dari http://www.whittedclearylaw.com/FSL5CS/links/links85.asp

  

Etikawati, A.I. (2008). Cegah bullying sejak dini. kompas.com. 10 Oktober 2008. Diunduh 7

April 2009 dari http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/10/05334528/cegah.bullying.sejak.dini

Fakih, M.A. (2009). Memperkokoh pluralisme Yogyakarta. cetak.kompas.com. 12 November

2009. Diunduh 5 Februari 2010 dari http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/12/11182326/memperkokoh.pluralisme. yogyakarta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Fishbein, M., & Ajzen, I. (1975). Belief, attitude, intention, and behavior: An introduction to

theory and research . California: Addison-Wesley Publishing Company. Fleming, L.C. & Jacobsen, K.H. (2004) Bullying and symptoms of depression in Chilean middle school students. Journal of School Health, 130-137. Diunduh 7 April 2009 dari http://www.cepis.ops- oms.org/bvsdeescuelas/emse/chile/publicaciones/Bullying.pdf

  Glover, D., Gough, G., Johnson, M., & Cartwright, N. (2000) Bullying in 25 secondary schools: incidence, impact and intervention. Educational Research. Vol. 42 No. 2 Summer 2000 141–156. Diunduh 7 April dari http://worldroom.tamu.edu/Workshops/CommOfRespect07/Bullying/Bullying%20R esearch.pdf Halida, A.. (2004). Sikap pihak yang dikenai dan pihak pengguna tes psikologi. Skripsi.

  Tidak diterbitkan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia.

Handayani, C.S., & Novianto A. (2004). Kuasa wanita Jawa.Yogyakarta: LkiS Yogyakarta.

Harmini, S. (2004). Tata cara penulisan penelitian kuantitatif. Media Informasi Penelitian No.

  180, Th. Ke 28, OKTOBER-DESEMBER 2004. Hartiningsih, M. (2009). Bullying, normalkah?. kompas.com. 17 Februari 2009. Diunduh 7 April 2009 dari

http://www.kompas.com/read/xml/2009/02/17/20025883/bullying.normalkah

Hartoko, V.D.S., & Handayani, C.S. (2003). Pedoman penulisan skripsi. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Hati-hati bullying di sekolah. (2008, 12 Mei). kompas.com. 17 Mei 2008. Diunduh 7 April 2009 dari http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/17/15195762/hati- hati.bullying.di.sekolah Jahoda, Marie, & Warren. (1966). Attitudes. London: Cox & Wyman Ltd.

  Kekerasan di Sekolah, Yogya Paling Tinggi. (2008, 17 Mei). kompas.co.id. 17 Mei 2008.

  Diunduh 7 April 2009 dari http://kompas.co.id/read/xml/2008/05/17/14491761/kekerasan.di.sekolah.yogya.pali ng.tinggi Khosropour, S. C., & Walsh, J. (2001, April). That’s not teasing-that’s bullying: A study of fifth graders' conceptualization of bullying and teasing. Paper dipresentasikan pada konferensi tahunan the American Educational Research Association, Seattle, WA.

  Lee, K.C. (2003). School bullying in korea and christian educational approach. Asia Pacific Education Review 2003 . Vol. 4, No. 1, 75-83. Diunduh 7 April 2009 dari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lindungi anak dari bullying di sekolah. (2008, 8 Oktober). kompas.com. 8 Oktober 2008.

  Diunduh 7 April 2009 dari http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/08/10503162/lindungi.anak.dari.bullyin g.di.sekolah Maharani, L. (2002). Hubungan antara sikap orangtua terhadap pendidikan seks dan kecemasan menghadapi anak perempuan yang mengalami masa puber . Skripsi.

  Tidak diterbitkan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia. Mar’at. (1981). Sikap manusia perubahan serta pengukuran. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Moore, K., Jones, N., & Broadbent, E. (2008). School Violence in OECD countries. Diunduh

  7 April 2009 dari http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:TAsdZhf7pzsJ:plan-

international.org/learnwithoutfear/files/school-violence-in-oecd-countries-

english+School+Violence+in+OECD+countries&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=AD GEEShh8SrTCBTV3xxAtDy1cG87znQgu01YCoPY0MEe2awuAM2H072R9SoTo 91kNO5ByoEW_pEtdVXYqGQY0RzDu1uX-KwL7kRDh8qxy- b_3zs49Z7RGf32bXV9nJYh1S8Z2OusTdRo&sig=AHIEtbRyHOq6cwjLjGnn_CT 3pisKlOOLvQ Nansel, T. R., Overpeck, M., Pilla, S. P., Ruan, W. J., Simmons-Morton, B. & Scheidt, P.

  

(2001). Bullying behaviors among US youth prevalence and association with

psychosocial adjustment. Journal of the American Medical Association, 285, 2094- 2100. Oliver C., & Candappa M. (2003). Tackling bullying: Listening to the views of children and

young people. London: Thomas Coram Research Unit Institute of Education

University of London. Diunduh 7 April 2009 dari http://www.dcsf.gov.uk/research/data/uploadfiles/RR400.pdf

  Olweus, D. (1978). Aggression in schools. Washington, DC: Hemisphere.

Olweus, D. (1993). Bullying at school: What we know and what we can do. Cambridge, MA:

Blackwell.

  Olweus, D. (1994). kutipan: Bullying at school: Basic facts and effects of a school based intervention program. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 35, 1171-1190. Olweus, D. (2003, March). A profile of bullying at school. Educational Leadership, 60(6), 12-17.

Olweus, D., Limber, S. & Mihalic, S.F. (1999). Blueprints for violence prevention, book nine:

  Bullying prevention program. Boulder, CO: Center for the Study and Prevention of Violence.

  

Quiroz, H.C., Arnette, J.L., & Stephens, R.D. (2006). Bullying in schools, fighting the bully

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Rayle D.A., Moorhead H. J. H., Green Judy., Griffin C.A., & Ozimek B. (2006). Adolescent

girl-to-girl bullying: Wellness-based interventions for school counselors. University of Florida and walsh University. Diunduh 7 April 2009 dari http://www.jsc.montana.edu/articles/v5n6.pdf

  Rigby, K. (2003). Consequences of Bullying in Schools. The Canadian Journal of Psychiatry–In review . Vol. 48, No.9, October 2003. University of Canada. Diunduh

  7 April 2009 dari http://www.k12.wa.us/SafetyCenter/HarassmentBullying/pubdocs/Consequencesof Bullying.pdf Risnawati, A. (2002). Hubungan antara pendidikan seks di keluarga dan sikap remaja terhadap kehidupan seks . Skripsi. Tidak diterbitkan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia.

  Santoso, B. (2009). Lunturnya Budaya Adiluhung: Tantangan Bagi Masyarakat Informasi. budisantoso.blog.ugm.ac.id. 5 mei 2009. Diunduh 5 februari 2010, dari

http://budisantoso.blog.ugm.ac.id/2009/05/05/lunturnya-budaya-adiluhung/

Saputra, A. (2009). Bullying di SMAN 82: Ade dapatkan 6 jahitan di mulut, kepala belakang

memar. detiknews.com. 6 november 2009. Diunduh 15 januari 2010 dari http://www.detiknews.com/berita/ade-dapatkan-6-jahitan-di-mulut-kepala-belakang- memar/ Sears, D.O., Freedman, J.L., & Peplau, L.A. (Adriyanto, M., Soekrisno, S. terj.). (1988).

  Psikologi sosial. Jakarta: Erlangga.

  Seale, A. (2004). The 411 bullying. Hamilton Fish Institute. Diunduh 7 April 2009 dari www.hamfish.org/bullying411.pdf Setyaningsih, D. (2006). Dampak industri konveksi terhadap pergeseran nilai kerukunan dalam masyarakat Jawa . Skripsi. Tidak diterbitkan. Universitas Negeri Semarang, Indonesia.

  Setiyawan, S.B. (2007). Sikap remaja terhadap kaum waria. Skripsi. Tidak diterbitkan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia.

Shaver, K.G. (1977). Principles of Social Psychology. Cambridge, Massachusetts: Winthrop

Publishers, Inc. Soamole, I. (2004). Hubungan antara sikap terhadap merokok dengan kebiasaan merokok pada remaja . Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia.

  Spade, J.A. (2007). The relationship between student bullying behaviors and self-esteem.

  Disertasi doktoral untuk Bowling Green state University. Diunduh 7 April 2009 dari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sulhin, I. (2008). Bullying: Antara Permainan dan Relasi Kuasa. kriminologi1.wordpress.com.

  10 Maret 2008. Diunduh 5 Februari 2010 dari http://kriminologi1.wordpress.com/2008/03/10/bullying-antara-permainan-dan- relasi-kuasa/ Supratiknya, A. (2000). Statistik psikologi. Jakarta: Penerbit Grasindo.

  Supratiknya, A. (1999). Konstruksi tes. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

Totten, M., & Quigley, P. (2003). Bullying, school exclusion and literacy. Discussion paper.

  Canadian Public Health Association. Diunduh 7 April 2009 dari www.cpha.ca/uploads/progs/_/safeschools/discussion_paper_e.pdf Walgito, B. (1990). Psikologi Sosial, Suatu Pengantar. Yogyakarta: Andi Offset.

White, C.J., & Mower. (1982). Consistency in cognitive social behaviour. An introduction

to social psychology. London: Routledge & Kegan Paul Ltd. Wijayanti, I. (2005). Sikap remaja Jawa terhadap nilai rukun dan hormat dalam tradisi

  

Jawa . Skripsi. Tidak diterbitkan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta,

Indonesia.

  Wuryo, Kasmiran, & Saifullah, A. (1983). Pengantar ilmu jiwa sosial. Jakarta: Erlangga. Wahana Komputer, Tim Penelitian dan Pengembangan. (2001). Pengolahan data statistik dengan SPSS 10.0. Jakarta: Penerbit Salemba Infotek.

  Zenden, & James W.V.. (1977). Social psychology. ( 3 r d e d . ) . New York: Random House, Inc.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN A TABULASI UJI COBA 1.

  Data Aitem Kasar 2. Analisis Data Skor Penelitian Uji Coba

  Subyek Aitem

  3

  22

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  21

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  24

  1

  3

  1

  23

  3

  4

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  4

  2

  1

  1

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  18

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  17

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  20

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  19

  1

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  30

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  31

  29

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  4

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  32

  4

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  25

  4

  4

  3

  1

  3

  3

  1

  2

  3

  1

  3

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  26

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  28

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  27

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  6

  4

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  3

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  5

  4

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  8

  4

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  7

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  4

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  5

  6

  7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  14

  1

  3

  1

  4

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  13

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  16

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  15

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  2

  2

  3

  10

  1

  4

  2

  3

  4

  2

  4

  4

  1

  2

  2

  2

  1

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  9

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  1

  3

  12

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  4

  11

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  1

  2

  4

  2

  4

  2

  3

  2

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  36

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  59

  3

  3

  2

  2

  1

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  58

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  1

  4

  2

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  61

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  60

  2

  3

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  1

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  1

  3

  55

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  54

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  1

  1

  1

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  57

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  56

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  3

  67

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  66

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  1

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  4

  3

  1

  1

  2

  69

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  68

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  63

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  1

  4

  2

  2

  62

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  1

  1

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  65

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  3

  64

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  1

  2

  3

  53

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  42

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  41

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  44

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  43

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  38

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  37

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  40

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  39

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  50

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  4

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  49

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  52

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  51

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  46

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  45

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  1

  4

  3

  2

  1

  1

  1

  2

  48

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  1

  4

  47

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  1

  3

  1

  3

  2

  1

  1

  2

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  71

  3

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  4

  2

  1

  1

  92

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  91

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  4

  1

  1

  1

  1

  3

  1

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  94

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  1

  2

  93

  3

  1

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  88

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  4

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  87

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  90

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  89

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  99

  100

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  4

  2

  1

  101

  2

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  3

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  96

  1

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  95

  3

  4

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  98

  4

  2

  2

  3

  4

  3

  2

  1

  2

  2

  4

  4

  2

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  97

  2

  3

  4

  1

  1

  2

  3

  3

  76

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  3

  1

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  75

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  1

  2

  78

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  1

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  2

  1

  3

  2

  3

  77

  4

  3

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  4

  4

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  72

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  74

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  4

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  4

  73

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  1

  3

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  84

  2

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  83

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  86

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  3

  3

  1

  2

  85

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  4

  1

  2

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  80

  1

  3

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  79

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  82

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  81

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Subjek Aitem 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

  1

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  24

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  3

  25

  2

  23

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  27

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  26

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  20

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  19

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  1

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  22

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  21

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  33

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  32

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  4

  3

  4

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  35

  2

  1

  2

  1

  34

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  29

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  28

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  31

  3

  2

  1

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  2

  3

  1

  1

  1

  30

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  1

  3

  2

  7

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  1

  2

  2

  6

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  2

  2

  3

  4

  1

  2

  2

  2

  9

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  8

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  5

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  16

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  4

  2

  3

  3

  15

  3

  3

  4

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  18

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  17

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  3

  11

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  3

  2

  4

  4

  2

  1

  3

  10

  3

  3

  1

  4

  1

  1

  4

  2

  1

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  1

  3

  3

  1

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  14

  3

  13

  12

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  37

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  62

  4

  3

  4

  4

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  4

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  61

  2

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  64

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  63

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  57

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  56

  3

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  59

  3

  4

  3

  1

  1

  1

  1

  60

  3

  2

  2

  2

  4

  58

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  3

  1

  2

  3

  1

  4

  2

  2

  1

  2

  71

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  3

  1

  1

  4

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  4

  2

  70

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  1

  2

  1

  4

  1

  2

  4

  73

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  1

  1

  1

  2

  2

  4

  1

  1

  3

  1

  4

  4

  72

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  4

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  66

  2

  2

  2

  2

  3

  65

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  67

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  69

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  68

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  43

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  42

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  46

  3

  3

  3

  3

  44

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  45

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  39

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  38

  2

  1

  2

  41

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  40

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  53

  3

  2

  52

  2

  3

  51

  2

  2

  3

  1

  3

  1

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  1

  1

  2

  3

  4

  3

  55

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  54

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  48

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  47

  2

  3

  3

  2

  2

  1

  3

  1

  3

  2

  2

  3

  50

  3

  3

  4

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  49

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  76

  2

  3

  3

  1

  1

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  4

  3

  2

  93

  3

  3

  3

  1

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  4

  1

  2

  4

  3

  3

  2

  95

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  1

  4

  3

  3

  94

  2

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  90

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  92

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  4

  1

  1

  2

  91

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  100

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  99

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  101

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  97

  4

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  4

  4

  96

  3

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  98

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  2

  89

  1

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  80

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  82

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  81

  1

  1

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  3

  77

  4

  2

  2

  3

  1

  1

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  79

  3

  3

  4

  1

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  1

  3

  4

  3

  2

  78

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  87

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  86

  3

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  88

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  84

  2

  1

  1

  2

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  83

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  85

  3

  1

  2

  2

  4

  3

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Reability Analysis Scale Aitem Statistics Mean Std. Deviation N aitem 1 2.3663 .93512 101 aitem 2 2.6238 .69067 101 aitem 3 2.1089 .70571 101 aitem 4 2.4752 .65718 101 aitem 5 2.3168 .82378 101 aitem 6 2.1089 .81118 101 aitem 7 2.1782 .75361 101 aitem 8 2.7723 .63057 101 aitem 9 2.1683 .86104 101 aitem 10 2.4257 .80432 101 aitem 11 2.0693 .65203 101 aitem 12 1.9802 .83642 101 aitem 13 2.0297 .97422 101 aitem 14 2.3564 .71532 101 aitem 15 2.8317 .63355 101 aitem 16 2.1188 .76534 101 aitem 17 2.4653 .80702 101 aitem 18 2.7030 .68622 101 aitem 19 2.2178 .62616 101 aitem 20 2.3267 .66496 101 aitem 21 2.0990 .78109 101 aitem 22 2.6337 .62806 101 aitem 23 2.4950 .64224 101 aitem 24 2.3960 .66452 101 aitem 25 2.6832 .88239 101 aitem 26 2.3069 .83358 101 aitem 27 2.3762 .77268 101

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  aitem 30 2.4158 .69667 101 aitem 31 2.2673 .77319 101 aitem 32 2.5248 .59320 101 aitem 33 2.3465 .82989 101 aitem 34 2.5248 .65718 101 aitem 35 2.3366 .68231 101 aitem 36 2.2277 .77306 101 aitem 37 1.5347 .67178 101 aitem 38 2.0990 .70007 101 aitem 39 2.1980 .72138 101 aitem 40 2.5743 .73955 101

  Aitem-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance if Corrected Aitem- Cronbach's Alpha if Aitem Deleted Aitem Deleted Total Correlation Aitem Deleted aitem 1 90.4257 172.047 .109 .899 aitem 2 90.1683 168.141 .390 .894 aitem 3 90.6832 164.799 .569 .892 aitem 4 90.3168 166.079 .537 .892 aitem 5 90.4752 164.152 .510 .892 aitem 6 90.6832 160.899 .683 .889 aitem 7 90.6139 164.179 .562 .892 aitem 8 90.0198 170.180 .306 .895 aitem 9 90.6238 172.357 .111 .899 aitem 10 90.3663 175.594 -.030 .901 aitem 11 90.7228 165.942 .550 .892 aitem 12 90.8119 161.534 .629 .890 aitem 13 90.7624 167.703 .276 .897 aitem 14 90.4356 165.728 .509 .892 aitem 15 89.9604 166.718 .519 .893 aitem 18 90.0891 165.602 .540 .892 aitem 19 90.5743 165.387 .610 .891 aitem 20 90.4653 168.251 .401 .894 aitem 21 90.6931 170.315 .230 .897 aitem 22 90.1584 164.915 .638 .891 aitem 23 90.2970 166.451 .528 .892 aitem 24 90.3960 166.842 .485 .893 aitem 25 90.1089 162.718 .538 .892 aitem 26 90.4851 164.432 .490 .893 aitem 27 90.4158 167.605 .370 .894 aitem 28 90.9208 163.314 .584 .891 aitem 29 90.5545 165.690 .540 .892 aitem 30 90.3762 163.677 .642 .891 aitem 31 90.5248 175.612 -.029 .900 aitem 32 90.2673 174.138 .071 .898 aitem 33 90.4455 168.490 .298 .896 aitem 34 90.2673 168.178 .410 .894 aitem 35 90.4554 174.250 .049 .899 aitem 36 90.5644 175.708 -.034 .901 aitem 37 91.2574 171.453 .210 .897 aitem 38 90.6931 170.315 .263 .896 aitem 39 90.5941 164.504 .572 .891 aitem 40 90.2178 162.912 .643 .890

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .896

40 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN B TABULASI PENELITIAN 1.

  Data Skor Aitem Sahih 2. Analisis Data Skor Penelitian yang Sahih

  Subyek Aitem

  3

  22

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  21

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  24

  3

  3

  2

  23

  2

  4

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  18

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  17

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  20

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  19

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  30

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  31

  29

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  4

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  32

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  25

  2

  2

  3

  1

  3

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  26

  3

  2

  3

  3

  1

  1

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  28

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  27

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  6

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  3

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  5

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  8

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  4

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  7

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  4

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  5

  6

  7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

  1

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  14

  3

  3

  1

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  13

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  16

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  15

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  2

  2

  3

  10

  2

  4

  2

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  1

  2

  2

  1

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  9

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  12

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  4

  11

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  2

  4

  2

  4

  2

  3

  2

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  35

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  60

  2

  3

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  59

  1

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  62

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  61

  4

  2

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  2

  4

  4

  3

  2

  3

  55

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  54

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  57

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  58

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  56

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  69

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  68

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  71

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  1

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  1

  2

  70

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  4

  1

  1

  1

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  1

  3

  64

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  63

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  1

  1

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  65

  2

  2

  4

  3

  2

  3

  1

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  1

  3

  67

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  66

  3

  3

  2

  1

  2

  1

  3

  4

  3

  41

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  40

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  44

  3

  3

  2

  2

  3

  42

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  4

  2

  1

  2

  3

  1

  1

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  43

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  37

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  36

  2

  3

  3

  2

  39

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  38

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  2

  51

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  49

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  50

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  53

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  52

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  46

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  45

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  48

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  47

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  74

  2

  1

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  93

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  92

  2

  3

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  94

  2

  2

  1

  95

  4

  89

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  91

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  4

  1

  1

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  90

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  100

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  99

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  101

  2

  2

  2

  4

  3

  96

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  1

  4

  2

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  4

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  98

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  97

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  1

  2

  88

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  1

  3

  2

  1

  4

  2

  2

  79

  2

  3

  2

  2

  4

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  2

  3

  78

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  80

  4

  1

  2

  3

  2

  75

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  77

  3

  3

  1

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  76

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  81

  2

  3

  1

  1

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  86

  2

  3

  2

  1

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  85

  4

  4

  1

  2

  4

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  4

  2

  2

  2

  1

  1

  4

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  87

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  82

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  84

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  83

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Subyek Aitem

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  22

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  21

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  1

  24

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  23

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  18

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  17

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  20

  3

  3

  2

  3

  1

  4

  2

  2

  19

  3

  2

  2

  3

  30

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  3

  3

  2

  2

  31

  29

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  32

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  25

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  26

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  28

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  27

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  5

  2

  2

  3

  2

  3

  6

  2

  2

  1

  8

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  7

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  1

  2

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  14

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  13

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  16

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  15

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  10

  3

  1

  2

  3

  4

  1

  3

  2

  9

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  12

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  11

  3

  3

  3

  1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  38

  4

  3

  63

  3

  3

  3

  1

  4

  3

  3

  4

  62

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  65

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  64

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  58

  4

  3

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  57

  2

  2

  3

  2

  61

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  60

  59

  1

  1

  3

  2

  1

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  72

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  71

  2

  1

  2

  3

  3

  1

  74

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  4

  1

  3

  4

  3

  3

  73

  3

  1

  2

  67

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  68

  2

  3

  1

  2

  4

  3

  3

  66

  2

  3

  2

  2

  2

  70

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  69

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  44

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  43

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  46

  45

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  40

  3

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  39

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  2

  3

  42

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  41

  3

  3

  3

  4

  47

  3

  1

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  53

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  54

  3

  2

  2

  3

  2

  56

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  55

  4

  3

  3

  3

  3

  52

  2

  3

  2

  2

  2

  49

  3

  4

  4

  2

  2

  2

  2

  3

  48

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  51

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  50

  3

  2

  2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  77

  3

  3

  93

  3

  2

  4

  1

  2

  1

  2

  3

  94

  3

  3

  4

  1

  2

  3

  2

  2

  95

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  91

  3

  3

  90

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  4

  1

  1

  2

  2

  92

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  100

  2

  2

  3

  3

  99

  3

  2

  3

  101

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  96

  4

  4

  3

  1

  3

  2

  4

  4

  97

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  98

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  81

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  82

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  80

  1

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  2

  2

  78

  2

  3

  4

  1

  2

  3

  3

  3

  79

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  83

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  87

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  88

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  89

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  1

  2

  84

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  3

  85

  2

  1

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  86

  3

  3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Reability Analisis Scale Aitem Statistics Mean Std. Deviation N aitem 1 2.4158 .69667 101 aitem 2 2.6238 .69067 101 aitem 3 2.1089 .70571 101 aitem 4 2.4752 .65718 101 aitem 5 2.3168 .82378 101 aitem 6 2.1089 .81118 101 aitem 7 2.1782 .75361 101 aitem 8 2.7723 .63057 101 aitem 9 2.2376 .68042 101 aitem 10 2.3465 .82989 101 aitem 11 2.0693 .65203 101 aitem 12 1.9802 .83642 101 aitem 13 2.0297 .97422 101 aitem 14 2.3564 .71532 101 aitem 15 2.8317 .63355 101 aitem 16 2.1188 .76534 101 aitem 17 2.4653 .80702 101 aitem 18 2.7030 .68622 101 aitem 19 2.2178 .62616 101 aitem 20 2.3267 .66496 101 aitem 21 1.8713 .78311 101 aitem 22 2.6337 .62806 101 aitem 23 2.4950 .64224 101 aitem 24 2.3960 .66452 101 aitem 25 2.6832 .88239 101

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  aitem 28 2.5248 .65718 101 aitem 29 2.1980 .72138 101 aitem 30 2.5743 .73955 101

  Aitem-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item- Total Correlation

  Cronbach's Alpha if Item Deleted aitem 1 68.3267 147.682 .678 .925 aitem 2 68.1188 151.526 .450 .928 aitem 3 68.6337 149.234 .575 .926 aitem 4 68.2673 150.498 .541 .926 aitem 5 68.4257 148.027 .546 .926 aitem 6 68.6337 144.814 .726 .924 aitem 7 68.5644 147.868 .612 .925 aitem 8 67.9703 153.789 .350 .929 aitem 9 68.5050 150.532 .519 .927 aitem 10 68.3960 152.542 .313 .930 aitem 11 68.6733 150.362 .554 .926 aitem 12 68.7624 145.423 .671 .925 aitem 13 68.7129 151.307 .309 .931 aitem 14 68.3861 149.299 .563 .926 aitem 15 67.9109 150.622 .555 .926 aitem 16 68.6238 149.457 .514 .927 aitem 17 68.2772 147.022 .612 .925 aitem 18 68.0396 149.658 .567 .926 aitem 19 68.5248 149.372 .646 .925 aitem 20 68.4158 152.165 .429 .928 aitem 21 68.8713 147.353 .615 .925 aitem 22 68.1089 149.978 .603 .926 aitem 25 68.0594 147.956 .509 .927 aitem 26 68.4356 148.008 .540 .926 aitem 27 68.3663 153.194 .306 .930 aitem 28 68.2178 152.072 .441 .928 aitem 29 68.5446 148.250 .619 .925 aitem 30 68.1683 147.601 .640 .925

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .929

30 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
165
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
92
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
120
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
169
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
123
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
121
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
138
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
100
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
84
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
148
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
143
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
Show more