PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

 1  42  43  2018-07-21 16:48:53 Report infringing document
Informasi dokumen

BAB II LANDASAN TEORI A. Deskripsi Teori 1. Model Diskusi a. Pengertian Model Diskusi Model pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi

  ajar yang meliputi segala aspek sebelum sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yangdigunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar 20 mengajar. Secara umum diskusi ialah suatu proses yang melibatkan dua atau lebih individu yang berintegrasi secara verbal dan saling berhadapanmuka mengenai tujuan atau sasaran yang sudah tertentu melalui cara tukar menukar informasi (information sharing), mempertahankanpendapat (self maintenance), atau pemecahan masalah (problem solving).

23 Zainal Aqib, Model-model Media dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (Inovatif)

  Dalam bukunya Mulyono juga mengemukakan bahwa:Model diskusi adalah suatu proses pertemuan dua atau lebih individu yang berinteraksi secara verbal dan saling berhadapanmuka mengenai tujuan atau sasaran yang sudah tertentu melalui cara tukar-menukar informasi, mempertahankan pendapat, atau 28 pemecahan masalah. Berdasarkan pengertian para ahli yang pernah ada, pemanfaatan diskusi oleh guru mempunyai arti untuk memahami apa yang ada didalam pikiran siswa dan bagaimana memproses gagasan dan informasi yang diajarkan melalui komunikasi yang terjadi selama pembelajaranberlangsung, baik antara siswa maupun komunikasi guru dengan siswa.

d. Tugas dan Peran dalam Diskusi

  g)Siapkan suatu struktur yang berupa garis besar atau daftar pertanyaan tentang masalah yang harus dipecahkan di papan tulis,sehingga arah diskusi tidak terlalu menyimpang, dan para siswa tetap berjalan pada topic permasalahan yang akan dipecahkan. 37 3)Tugas guru selama pelaksanaan diskusi Selama diskusi berlangsung, guru juga memiliki tugas-tugas yang perlu diperhatikan, antara lain:a) Guru keliling dari kelompok yang satu ke kelompok yang lain.

b) Variasikan diskusi dengan metode pembelajaran yang lain

  c)Hindari terjadinya diskusi hanya sebagai interaksi guru dan siswa, yang penting adalah partisipasi aktif para siswa. 39 5)Peran guru dalam memimpin diskusi Dalam proses diskusi secara umum ini, peran guru sangat penting untuk memastikan diskusi berjalana dengan baik dan lancar sertadalam rangka menghidupkaan kegairahan siswa dalam berdiskusi.

c) Benteng penangkis bila mengalami hambatan

  Dengan penjabaran tersebut dapat disimpulkan bahwa peranan guru dalam diskusi ialah: (1) guru atau pemimpin diskusi harus berusahadengan semaksimal mungkin agar semua peserta diskusi aktif dalam mengikuti jalannya diskusi. (2) guru atau pemimpin diskusi sebagaipengatur lalu lintas pembicaraan, harus bijaksana dalam mengarahkan diskusi, hingga diskusi tersebut dapat berjalan dengan lancar dan aman.

f. Kekurangan-kekurangan Diskusi

1)Sulit menentukan topic masalah yang sesuai dengan tingkat berfikir peserta didik dan yang memiliki referensi dengan lingkungan 2)Diskusi umumnya dikuasai oleh siswa yang gemar membaca 3)Siswa yang pasif cenderung melepaskan tanggung jawab 4)Banyak waktu yang terbuang, tapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan 41 g.

5) Sukar ditetapkan pada sekolah tingkat rendah seperti sekolah dasar

Langkah-langkah Melaksanakan Diskusi Agar pengguna diskusi berhasil dengan efektif, maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:1) Langkah persiapanHal-hal yang harus diperhatikan dalam persiapan diskusi diantaranya: a)Merumuskan tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan yang bersifat umum maupun tujuan khusus.

c) Menetapkan masalah yang akan dibahas

  d)Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan diskusi, misalnya ruang kelas dengan segalafasilitasnya, petugas-petugas diskusi seperti moderator, notulis, dan 42 tim perumus, manakala diperlukan. 2)Pelaksanaan Diskusi Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan diskusi adalah:a) Memeriksa segala persiapan yang dianggap dapat mempengaruhi kelancaran diskusi.

h. Pelaksanaan Diskusi

Dalam pelaksanaan diskusi hendaknya diperhatikan hal Syarat – syarat pertanyaan dalam diskusi a)Harus mengandung nilai diskusi b)Harus merangsang adanya pendapat – pendapat yang banyak c)Harus mengandung kemungkinan jawaban lebih dari satu d)Harus membutuhkan pertimbangan, perbandingan dari kenyataan

e) Harus menarik perhatian anak

  b)Anggota diskusi yang pemalu dan pendiam supaya diberi kesempatan menyampaikan pendapatnya. c)Pimpinan harus bertindak sebagai juru pengaman yang menerima, menolak atau menyampaikan segala pendapat dan asal d)Pimpinan sendiri tidak perlu menjawab pertanyaan melainkan memberi kesemptan kepada murid untuk mengemukakan pendapat 44 – pendapatnya.

i. Diskusi Pemahaman Teks

  UtomoDananjaya menegaskan bahwa: “Dalam diskusi pemahaman teks disini siswa dituntut untuk memahami sebuah teks dan melatih siswa menginterprestaikan 46 suatu wacana teks. ”Dapat disimpulkan bahwa diskusi pemahaman teks adalah pertemuan antara pemahaman siswa satu dengan pemahaman siawa lainterhadap teks materi pelajaran yang akan dibahas.

4) Setiap kelompok mempresentasikan hasil dari diskusi

  Oemar Hamalik menjelaskan bahwa:“Studi kasus merupakan suatu bentuk simulasi yang bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada siswa tentang pembuatan 50 keputusan mengenai apa yan g harus dilakukan lebih lanjut.”Sedangkan menurut Utomo Dananjaya dalam bukunya studi kasus agama yaitu:“Proses pembelajaran dimana seorang siswa dituntut untuk mengembangkan kemampuan nalar, dan menggabungkan materi 51 akademik dengan dunia ny48 ata.”49 Ibid., hal. Pada tahap awal kegiatan, sangat penting untuk menggali ide 4)Setiap ide harus dicatat Setiap ide harus ditulis, walaupun bukan merupakan ide yang bagus atau mirip dengan ide yang telah disampaikan sebelumnya, asalkan 60 disampaikan dengan cara yang berbeda.

63 Melatih siswa untuk

  berfikir cepat dan logis tentang suatumasalah 64 Menuntut siswa menganalisis suatu kasus Menangkap gagasan pokok dari teks Tabel 2.1 Perbedaan diskusi pemahaman teks, diskusi studi kasus, dan diskusi curah gagasan No. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan perbedaan antara model diskusi menggunakan diskusi pemahaman teks, diskusi studikasus, dan diskusi curah gagasan (brainstorming), sebagai berikut: Perbedaan Diskusi Pemahaman Teks, Diskusi Studi Kasus, dan Diskusi Curah Gagasan.

2. Tes Lisan a. Pengertian Tes

  bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), danbertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. ”Pendapat lain dijelaskan Kunandar dalam Supardi bahwa:Tes bentuk lisan adalah tes yang dipergunakan untuk mengukur tingkat kecapaian kompetensi, terutama pengetahuan (kognitif)dimana guru memberikan pertanyaan langsung kepada peserta didik secara verbal (bahasa lisan) tes lisan menuntut peserta didik 75 memberikan jawaban secara lisan juga.

73 At-Thayyib, Al- Qur’an Transliterasi…, hal. 548

  Tes lisan dapat dilakukan melalui bahasa secara verbal, penilai dapat mengetahui secara mendalam pemahaman siswa tentang sesuatuyang dievaluasi, yang bukan hanya pemahaman tentang konsep, akan tetapi bagaimana aplikasinya serta hubungannya dengan konsep lain,bahkan penilai juga dapat mengungkap informasi tentang pendapat dan pandangan mereka tentang sesuatu yang dievaluasi. Tes lisan hanyamungkin dapat dilakukan manakala jumlah siswa yang dievaluasi sedikit, 77 serta menilai sesuatu yang tidak terlalu luas akan tetapi mendalam.

76 Natalia Regina Indah Paramita, Oral Test (Tes Lisan) Evaluasi Pembelajaran, diakses

  pada Jum’at 29 September 2017 pukul 09.26 WIB Harun Rasyid dan Mansur dalam Supardi menegaskan bahwa:Penggunaan penilaian lisan untuk menilai pengetahuan, pemahaman, dan penggunaan bahasa. Penggunaan lisan sangatberguna untuk siswa yang lebih muda, atau dengan kesulitan belajar tertentu.

78 Dalam situasi semacam ini memungkinkan guru untuk mengecek pengetahuan dan pemahaman dengan cara yang sangat flekibel

  3)Catatlah hal-hal atau masalah yang akan ditanyakan dan ruang lingkup jawaban yang diminta untuk setiap pertanyaan 4)Ciptakan suasana ujian yang menyenangkan. Kadang-kadang ada juga guru yang sampai berbuat yang tidak wajar 83 5)Jangan mengubah suasana ujian lisan menjadi suasana diskusi atau suasana ngobrol santai atau juga menjadi suasana pembelajaran.

83 Ibid., hal. 149

  Pernyataan tersebut mengandung makna: apakan jawaban-jawaban yang diberikan oleh testee sudah memenuhi atau mencakup semuaunsur yang seharusnya ada, sesuai dengan pedoman jawaban betul yang telah disusun oleh tester. Maksudnya: apakah dalam memberikan jawaban-jawaban lisan atas soal-soal (pertanyaan-pertanyaan) yang diajukan kepada testee itucukup lancar sehingga mencerminkan tingkat kedalaman atau pemahaman testee terhadap materi pertanyaan yang diajukankepadanya.3) Kebenaran jawaban yang dikemukakan.

3. Materi Al-Qur’an Hadis a. Pengertian Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits

Secara etimologi Al-Qur’an berasal dari kata “qara’a, yaqra’u, qira’atan, atau qur’anan” yang berarti mengumpulkan (al-jami’u)dan menghimpun (al-dhammu) huruf-huruf serta kata-kata dari satu bagian 88 dan kebagian yang lain secara teratur. Secara terminology Al-Qur’an adalah firman Allah yang merupakan mukjizat, yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul terakhir dengan perantara Malaikat Jibril yang tertulis didalam mushaf yang disampaikan secara mutawatir yang diperintahkanmembacanya, yang dimulai dengan Al-Fatihah dan ditutup dengan An-

89 Nas

  8687 Ibid., hal. 297-29888 Ibid., hal.

91 Hal ini ditegaskan Allah SWT, dalam Firman-Nya:

92 Sedangkan pengertian hadits menurut bahasa adalah lawan dari

  2 90 Ahmad Lutfi, Pembelajaran Al-Qur’an dan Al-Hadits, (Jakarta: Direktorat Jendral segala sesuatu yang dinisbahkan kepada Nabi SAW, baik ucapan, 94 Pengertian hadits menurut istilah yaitu dan hadits menurut istilah berarti segala perkataan, perbuatan dan sikap diam Nabi tanda setuju (taqrir). 185) Qur’an adalah Kalam Allah yang menjadi mukjizat, diturunkan kepada Nabi dan Rasul terakhir dengan perantara malaikat Jibril,tertulis dalam mushaf yang dinukilkan kepada kita secara mutawatir, membacanya merupakan ibadah, yang dimulai darisurah Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Nas.

93 Jadi, hadits menurut bahasa ialah berita atau sesuatu yang baru

  Fungsi lain dari hadits adalah sebagai pembuat hukum bagi ketentuan hukum yang tidak ada dalam Al-Qur’an. Maka dapat disimpulkan bahwa fungsi hadits sebagai berikut:1) Hadits berfungsi untuk memperkuat hukum-hukum yang terkandung dalam Al-Qur’an.

3) Hadits berfungsi sebagai ketentuan hukum baru

b. Fungsi dan Tujuan Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits

Mata pelajaran Al-Qur'anHadis MTs ini merupakan kelanjutan dan kesinambungan dengan mata pelajaran Al-Qur'anHadis pada jenjang MIdan MA, terutama pada penekanan kemampuan membaca Al-Qur'an

1) Meningkatkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur'an dan Hadis

  2)Membekali siswa dengan dalil-dalil yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Hadis sebagai pedoman dalam menyikapi dan menghadapikehidupan. 3)Meningkatkan kekhusyukan siswa dalam beribadah terlebih salat, dengan menerapkan hukum bacaan tajwid serta isi kandungan 97 surat/ayat dalam surat-surat pendek yang mereka baca.

c. Ruang Lingkup Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits

Ruang lingkup mata pelajaran Al-Qur'an Hadis di MadrasahTsanawiyah meliputi:

1) Membaca dan menulis yang merupakan unsur penerapan ilmu tajwid

2)Menerjemahkan makna (tafsiran) yang merupakan pemahaman, interpretasi ayat, dan hadis dalam memperkaya khazanah intelektual. 3)Menerapkan isi kandungan ayat/hadis yang merupakan unsur 98 pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari

97 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2008, Tentang

Standar Kompetensi Lulusan Dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam Dan Bahasa Arab

d. Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits

  Menurut menteri Agama RI Nomor 2 Tahun 2008 bahwasannya standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran Al-Qur’an Hadits MTs meliputi: 1)Memahami dan mencintai Al-Qur'an dan Hadis sebagai pedoman hidup umat Islam. 3)Menghafal dan memahami makna Hadis-hadis yang terkait dengan tema isi kandungan surat atau ayat sesuai dengan tingkat 99 perkembangan anak.

B. Penelitian Terdahulu 1

Penelitian yang dilakukan oleh Ujang Herli Efendi yang berjudul “pengaruh penerapan metode diskusi terhadap kemampuan berpikir kritis siswapada mata pelajaran sosiologi”, yang dilakukan pada tahun 2012 dengan rumusan masalah (1) Bagaimana penerapan metode diskusi

2. Penelitian yang dilakukan oleh Khumairoh yang berjudul “pengaruh

penerapan metode debat terhadap keterampilan berbicara siswa kelas v MI Misbahul Falah duren mekar kota depok”, yang dilakukan pada tahun 2014 dengan rumusan masalah erdasarkan pembatasan masalah di atas maka dapat dirumuskan sebagai berikut, bagaimana pengaruhpenerapan metode debat terhadap keterampilan berbicara siswa kelas V MIMisbahul Falah Duren Mekar Kota Depok? dan setelah dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik Paired Sample T-Test diperoleh

3. Penelitian yang dilakukan oleh Hainur Rasid Achmadi yang berjudul

“pengaruh penerapan model pembelajaran diskusi Pendekatan Buzz group Terhadap ketuntasan belajar Mahasiswa jurusan fisika 2007pada materi pembiasan Cahaya matakuliah fisdas II”, yang dilakukan pada tahun 2009 dengan rumusan masalah (1) Apakah terdapat perbedaan antara ketuntasan belajar mahasiswa yang diajar menggunakan pendekatan buzz group model pembelajaran diskusi dengan ketuntasan belajar mahasiswa yang diajar tanpa menggunakan pendekatan buzz group model pembelajaran diskusi? (2) Apakah ketuntasan belajar mahasiswa yang diajarmenggunakan pendekatan buzz group model pembelajaran diskusi lebih baik daripada ketuntasan belajar mahasiswa yang diajar tanpa menggunakanpendekatan buzz group model pembelajaran diskusi?, dengan demikian hasil yang diperoleh adalah ketuntasan belajar mahasiswa yang diajarmenggunakan pendekatan buzz groupmodel pembelajaran diskusi lebih baik daripada ketuntasan belajar mahasiswa yang diajar tanpa menggunakanendekatan buzz groupmodel pembelajaran diskusi. Pada kelas yang diajar dengan model diskusi pendekatan buzz groupsecara klasikal dapatdinyatakan tuntasdengan prosentase 86%. Sedangkan pada kelas yang diajar tanpa pendekatan buzz group model diskusi prosentase mahasiswa yang

4. Penelitian yang dilakukan oleh Tri Agung yang berjudul “pengaruh

  Persamaan penelitianini dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya adalah pada salah satu variabel yang digunakan dalam membahas pokok permasalahan, yaitu 3 modeldiskusi sebagai variabel bebas, dan 1 tes lisan sebagai variabel terikat. Adanya persamaan dan perbedaan yang terdapat dalam penelitian ini dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya tentu membawa konsekuensipada hasil penelitian yang akan diperoleh.

C. Kerangka Berfikir

X 2 X

1 Y

  (Y), dengan rumusan :Ha : Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara penerapan model diskusi curah gagasan (brainstorming) terhadap kemampuan tes lisansiswa pada mata pelajaran Al- dengan kemampuan tes lisan siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis 3 ) yaitu antara penerapan model diskusi curah gagasan (brainstorming) (X 3 dan Y, Hipotesis ini menyatakan adanya hubungan antara variabel X Qur’an Hadis di MTsN Tunggangri Kalidawir Tulungagung. Ha : Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara penerapan model diskusi studi kasus terhadap kemampuan tes lisan siswa pada matapelajaran Al- ) dengan kemampuan tes lisan siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis (Y), dengan rumusan : 2 yaitu antara penerapan model diskusi studi kasus (X 2 dan Y, Qur’an Hadis di MTsN Tunggangri Kalidawir Tulungagung.

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung
Dokumen baru

Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEM..

Gratis

Feedback