KINERJA BIDANG LALU LINTAS DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURAKARTA

Gratis

1
8
118
1 year ago
Preview
Full text

KINERJA BIDANG LALU LINTAS DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURAKARTA

  Alam Nasyrah : 6-7) “Tiada harta terpendam yang lebih bermanfaatdaripada ilmu pengetahuan tiada kawan yang lebih indah dari berkata Jujurtiada teman yang lebih tinggi dari kesabaran tiada kejahatan yang lebih memalukan dari kesombongan (Wahab bin Munabbih) Mengakui kekurangan diri adalah tenaga untuk kesempurnaan,terus mengisi kekurangan adalah keberanian yang luar biasa (Hamka) PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya sederhana ini teruntuk: 1. Selain itu, kinerja dinas juga dapat diketahui dari akuntabilitas organisasi, yaitu pertanggungjawaban anggaran yang digunakanberdasarkan alokasi dana yang diberikan oleh pemerintah Kota Surakarta kepadaDinas Perhubungan untuk pelaksanaan program kegiatan terutama untuk pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana lalu lintas serta biaya operasionalorganisasi secara keseluruhan.

TODY MAULANA MEDITRA D 0103121 SKRIPSI

  Alam Nasyrah : 6-7) “Tiada harta terpendam yang lebih bermanfaatdaripada ilmu pengetahuan tiada kawan yang lebih indah dari berkata Jujurtiada teman yang lebih tinggi dari kesabaran tiada kejahatan yang lebih memalukan dari kesombongan (Wahab bin Munabbih) Mengakui kekurangan diri adalah tenaga untuk kesempurnaan,terus mengisi kekurangan adalah keberanian yang luar biasa (Hamka) PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya sederhana ini teruntuk: 1. Selain itu, kinerja dinas juga dapat diketahui dari akuntabilitas organisasi, yaitu pertanggungjawaban anggaran yang digunakanberdasarkan alokasi dana yang diberikan oleh pemerintah Kota Surakarta kepadaDinas Perhubungan untuk pelaksanaan program kegiatan terutama untuk pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana lalu lintas serta biaya operasionalorganisasi secara keseluruhan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tata pemerintahan yang baik merupakan hal penting pada sektor

  DinasPerhubungan juga melaksanakan kegiatan perlindungan keselamatan di kawasan sekolah dengan menetapkan kawasan sekolah yang lokasinya rawankemacetan dan rawan kecelakaan sebagai Zoss (Zona Selamat Sekolah) di 15 Kinerja Dinas Perhubungan, khususnya bidang lalu lintas dapat terlihat dari kelancaran arus lalu lintas yang ada di wilayah kerjanya. Untuk mencapai daya guna dan hasil guna yang optimal dalam penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan, maka perlu diselenggarakansecara berkesinambungan dan terus ditingkatkan agar lebih luas daya jangkau dan merata pelayanan kepada masyarakat dengan memperhatikan sebesar-besarnya kepentingan umum dan kemampuan masyarakat.

B. Perumusan Masalah

  Bagaimanakah kinerja Dinas Perhubungan Bidang Lalu Lintas KotaSurakarta? Faktor-faktor apa yang menjadi penghambat dan bagaimana mengatasi hambatan untuk meningkatkan kinerja Dinas Perhubungan Bidang LaluLintas Kota Surakarta ?

Tujuan Penelitian

  Untuk mengetahui bagaimana kinerja Dinas Perhubungan Bidang Lalu Lintas Kota Surakarta. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat dan cara mengatasi hambatan untuk meningkatkan kinerja Dinas PerhubunganBidang Lalu Lintas Kota Surakarta.

D. Manfaat Penelitian

  Penulis dapat menambah wawasan, gambaran dan informasi-informasi yang berkaitan dengan bidang ilmu dan kegiatan administratif padaDinas Perhubungan Kota Surakarta. Memberikan tambahan bahan referensi bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian tentang kinerja pada instansi pemerintahan lain.

E. Tinjauan Pustaka dan Kerangka Pemikiran 1. Tinjauan Pustaka a. Kinerja

  Kinerja Dinas Perhubungan Bidang Lalu Lintas Kota Surakarta merupakan kemampuan yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan BidangLalu Lintas Kota Surakarta dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan Tugas dan fungsi Dinas Perhubungan adalah menyelenggarakan urusan pemerintahan dibidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kinerja Dinas Perhubungan Kota Surakarta tidak terlepas darifaktor-faktor penunjang dan penghambat serta upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja Dinas Perhubungan Kota Surakarta yangberimplikasi terhadap keberhasilan program kerja yang telah ditetapkan sehingga apakah program kerja tersebut masih perlu diperbaiki lagi atautidak.

F. Metode Penelitian

  Dalam hal ini dilakukan wawancara dengan narasumberantara lain (1) Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surakarta; (2) Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas; (3)Kepala Seksi Bimbingan, Keselamatan dan Ketertiban; dan (4)Pegawai yang bertugas di bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surakarta. Adapun teknik yang dipakai dalam penelitian ini adalah trianggulasi data, yaitu peneliti menggunakan beberapa sumber data untukmengumpulkan data yang sama sehingga akan saling mengontrol dari data hasil wawancara dan dokumentasi dengan sumber yang berbeda, yaituberasal dari pejabat Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan dan dokumen/arsip Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surakarta.

BAB II GAMBARAN LOKASI PENELITIAN Sejarah Berdirinya Dinas Perhubungan Organisasi LLAJR sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda, waktu itu

  Mulai tahun 1950 bidang pekerjaan dan organisasi LLAJR dibentuk dan berada langsung di bawah Menteri Perhubungan dengan nama Bagian LaluLintas Jalan dan Sungai dan sekarang bernama Direktorat Perhubungan Darat. Dengan adanya Otonomi Daerah, maka Pemerintah mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2001 tentang StrukturOrganisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Surakarta, termasuk didalamnya mengganti Dinas LLAJR menjadi Dinas LLAJ yang sekarang iniberkedudukan di Jalan Menteri Supeno Nomor 7 Surakarta.

VISI

  Misi adalah suatu pernyataan komprehensif tentang tugas pokok dan fungsi organisasi, serta sasaran yang hendak dicapai dalam rangkapencapaian tujuan. Dengan demikian Misi merupakan sesuatu yang harus dijalankan agar tujuan organisasi dapat tercapai dan berOutcome baik sesuai Visiyang telah ditetapkan.

Tugas dan Fungsi

  Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaandan pelaksanaan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas, meliputi: perencanaan, pengaturan, pengawasan dan pengendalian lalulintas serta perencanaan, pembangunan, pengadaan, pemasangan dan pemeliharaan rambu, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas sertaalat pengendali dan pengaman pemakai jalan. Seksi Teknik Kendaraan dan Bengkel mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan danpelaksanaan di bidang teknik kendaraan dan bengkel, meliputi: pemberian ijin usaha perbengkelan, pembinaan dan pengawasan tekniskendaraan bermotor dan tidak bermotor serta pembinaan dan pengawasan bengkel.

Keadaan Pegawai

  Sumber : Sub Bagian Kepegawaian Dinas Perhubungan KotaSurakarta Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa pendidikan rata-rata pegawai Dinas Perhubungan Kota Surakarta adalah SLTA dan S1, dengankomposisi jenjang SLTA sebanyak 111 orang dan jenjang S1 sebanyak 42 orang. Tabel 4 Jumlah Tenaga Harian Lepas (THL) No SK SK SK Kadin Jumlah Subbag Walikota 1 Subbag Lalu Lintas 3 1 4 2 Subbag Teknik Sarana 3 4 7 3 Subbag Angkutan 21 10 31 4 UPTD Terminal 50 30 80 5 UPTD Perparkiran 7 1 8 Jumlah 84 46 130 Sumber : Sub Bagian Kepegawaian Dinas Perhubungan Kota SurakartaBerdasarkan tabel di atas jumlah THL Dinas Perhubungan Kota Surakarta cukup banyak.

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Kinerja Dinas Perhubungan Bidang Lalu Lintas Kota Surakarta Penilaian kerja merupakan penilaian terhadap keseluruhan aktivitas yang

  Adapun Visi dan Misi Dinas Perhubungan Kota Surakarta adalah sebagai berikut:Visi : Terwujudnya Lalu Lintas Angkutan Jalan yang Selamat, aman, cepat, lancar, tertib, teratur dan nyaman serta efisien yang mampumemadukan moda transportasi sebagai pendorong, penggerak dan penunjang pembangunan sektor transportasi yang berwawasanlingkungan di Kota Surakarta. Sumber : Dinas Perhubungan Kota Surakarta Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa berdasarkan visi dan misi yang telah ditetapkan oleh Dinas Perhubungan Kota Surakartamenetapkan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi.

Realisasi APBD Dishub Tahun 2008

  Menurut Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas KinerjaInstansi Pemerintah, penyusunan LAKIP harus dilandasi dengan pengertian dan kesadaran bahwa laporan akan dapat bermanfaat bagi tumbuh dan LAKIP disampaikan melalui mekanisme pelaporan yang melibatkan pihak yang berwenang membuat dan menerima LAKIP, serta penggunaLAKIP, perangkat pemerintah, perangkat pemerintah kabupaten/kota, dan lembaga/badan lainnya yang dibiayai dari anggaran negara. Anggaran yang digunakan adalah berdasarkan alokasi dana yang diberikan oleh pemerintah Kota Surakarta kepada Dinas Perhubungan untukpelaksanaan program kegiatan terutama untuk pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana lalu lintas serta biaya operasional organisasi secarakeseluruhan.

B. Faktor penghambat maupun penunjang dalam kinerja Dinas Perhubungan Bidang Lalu Lintas Kota Surakarta

  Adapun usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah meningkatkan sumber daya manusia dengan mengirim pegawai untukmengikuti diklat-diklat teknis kelalulintasan, melakukan koordinasi dengan instansi lain, misalnya kepolisian dalam menindak pelanggaran lalu lintas,melakukan optimalisasi pelayanan dan pengendalian lalu lintas, dan optimalisasi sarana dan prasarana yang ada. Optimalisasi pelayanan penertiban dan pengendalian lalu lintasPelayanan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Surakarta merupakan suatu kegiatan pengumpulan data yang bersifat kuantitatifmaupun kualitatif yang bertujuan antara lain untuk mengetahui tingkat pelayanan yang terjadi pada setiap ruas jalan, persimpangan dan jaringanjalan.

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan 1. Kinerja Dinas Perhubungan Kota Surakarta Kinerja Dinas Perhubungan Kota Surakarta selama tahun 2008 dapat

  Oleh karena itu, untuk mempelancar arus lalu lintas DinasPerhubungan Kota Surakarta melakukan beberapa tindakan, yaitu (1) pemasangan lampu lalu lintas, terutama pada titik-titik persimpanganjalan; (2) larangan parkir pada tempat-tempat tertentu, misalnya pada ruas-ruas jalan utama yang dapat mengakibatkan kemacetan dan (3) b. Alokasi anggaran yang diberikan oleh pemerintah daerah Kota Surakarta kepada Dinas Perhubungan masihterbatas sehingga untuk melakukan pengembangan program atau kegiatan maupun melengkapi sarana dan prasarana yang belum adadapat dilakukan secara maksimal.

B. Saran

  Perlunya dilakukan pelatihan-pelatihan atau diklat-diklat kerja secara continue atau berkesinambungan bagi seluruh pegawai Dinas Perhubungan Kota Surakarta sehingga akan lebih meningkatkan profesionalisme kerja para pegawai dalam mendukung kinerja organisasi secara keseluruhan. Pihak Dinas Perhubungan Kota Surakarta harus lebih meningkatkan pengawasan terhadap sarana dan prasarana lalu lintas sehingga sarana danprasarana yang sudah ada dapat terpelihara dengan baik dan terhadap rambu-rambu lalu lintas yang sudah terpasang tidak akan sering hilang.

Manajemen Sumber Daya Manusia: Kebijakan Kinerja Karyawan . 1999. Yogyakarta : BPFE

  Tunde, Agara dan Olarinmoye Omobolaji, 2009, “Ethics and Accountability inNigeria’s Public Service: An Historical Overview”, Journal of Public Administration and Policy Research, Vol.1 (1) pp. Wahyudi Kumorotomo, 1996, ”Meningkatkan Kinerja BUMN: Antisipasi Terhadap Kompetisi dan Kebijakan Deregulasi”, JKAP No.1, Yogyakarta.

Dokumen baru

Tags

Pendahuluan Kemacetan Lalu Lintas Di Kota Surakarta Tahun Kinerja Lalu Lintas Persimpangan Lengan Lampu Lalu Lintas Lalu Lintas Analisis Efektivitas Lampu Lalu Lintas Di Kota Surakarta Tahun Survei Lalu Lintas Lalu Lintas Pendahuluan Sistem Komputerisasi Pendataan Prasarana Lalu Lintas Kota Surakarta Rekayasa Lalu Lintas Rekayasa Lalu Lintas Makalah Lalu Lintas Lalu Lintas
Show more

Dokumen yang terkait

DESAIN INTERIOR MUSEUM KOTA SURAKARTA
1
1
147
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN KEMATANGAN KARIR DENGAN PRESTASI KERJA PADA KARYAWAN KANTOR IMIGRASI SURAKARTA Skripsi
0
0
117
PERAN ETNIS CINA DALAM PERDAGANGAN DI SURAKARTA PADA TAHUN 1959-1998
0
0
122
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG GLADAG LANGEN BOGAN SURAKARTA
0
1
101
KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP ASPEK-ASPEK KEPUASAN KERJA DAN PEMENUHAN HAK DASAR DI PERUSAHAAN BATIK MERAK MANIS SURAKARTA
0
0
231
PENGARUH KONSELING CARA MENYUSUI TERHADAP PRAKTIK MENYUSUI YANG BENAR DI RUMAH BERSALIN WILAYAH SURAKARTA
0
0
73
KINERJA DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA DALAM MENGAWASI KUALITAS DEPOT AIR MINUM ISI ULANG
0
1
151
STUDI EVALUATIF PELAKSANAAN ANALISIS KREDIT DI BANK RAKYAT INDONESIA CABANG JALAN JENDERAL SUDIRMAN SURAKARTA
0
0
81
PERANCANGAN HANDTRUCK SEBAGAI ALAT BANTU KERJA BURUH ANGKUT DI PASAR GEDE SURAKARTA
0
1
247
SIKAP KONSUMEN PASAR SWALAYAN TERHADAP SAWI CAISIM ORGANIK DI KOTA SURAKARTA
0
1
81
PERANCANGAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNTUK PROMOSI WARUNG STEAK “WS” DI SURAKARTA
0
2
77
TUGAS AKHIR REDESAIN DAN APLIKASI CORPORATE IDENTITY “CATERING IKHA” DI SURAKARTA
0
0
82
IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RUMAH SAKIT KASIH IBU SURAKARTA
2
5
82
KINERJA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU (KPPT) KABUPATEN SUKOHARJO DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT
0
0
147
HUBUNGAN ANTARA SINDROM PREMENSTRUASI DENGAN AKTIVITAS BELAJAR PADA MAHASISWI DIV KEBIDANAN JALUR REGULAR UNS SURAKARTA KARYA TULIS ILMIAH
0
2
42
Show more