Full text

(1)

PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DISPOSISI MATEMATIS MAHASISWA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PADA MATA KULIAH TEORI GRUP

Sri Suryanti, S. Pd. M. Si. Universitas Muhammadiyah Gresik

e-mail: srisuryanti13 @ gmail .co m

ABSTRAK

Tujuan utama pada penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan disposisi matematis mahasiswa pendidikan matematika pada mata kuliah teori grup dapat ditingkatkan dengan menerapkan pembelajaran model tutor sebaya. Melalui tutor teman sebaya diharapkan akan terbangun perilaku potensial melalui pengorganisasian materi perkuliahan secara mandiri dalam bentuk mencari pertolongan dan memberi pertolongan selama proses belajar berlangsung secara lebih intensif karena adanya jarak psikologis yang minimal antara tutor dan tutee. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas berbasis lesson study yang terdiri dari 4 siklus, dengan setiap siklus terdiri dari tiga tahap, yaitu plan, do, dan see. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester 3 yang mengikuti kuliah teori grup di program studi pendidikan matematika. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa kemampuan disposisi matematis mahasiswa terhadap mata kuliah teori grup dapat ditingkatkan dengan menerapkan pembelajaran model tutor sebaya. Peningkatan tersebut ditandai dengan peningkatan jumlah skor pada tiap siklusnya. Pada siklus I diperoleh hasil rata-rata kemampuan disposisi matematis mahasiswa sebesar 75,7%; siklus II diperoleh hasil kemampuan disposisi matematis mahasiswa sebesar 76,7%; siklus III diperoleh hasil kemampuan disposisi matematis mahasiswa sebesar 80,86%; siklus IV diperoleh hasil kemampuan disposisi matematis mahasiswa sebesar 88,4%.

Kata Kunci: Tutor Sebaya, disposisi matematis, Teori grup

Pendahuluan

(2)

merupakan mata kuliah yang mengkaji ide-ide abstrak, oleh karena itu kadang-kadang ide abstrak tersebut tidak semuanya dapat ditampilkan secara riil sehingga agak sulit untuk dimengerti. Namun dengan karakteristik mata kuliah teori grup tersebut, dosen dan mahasiswa perlu untuk memahami secara benar. Dengan pemahaman yang benar oleh dosen, diharapkan juga akan dipahami secara benar oleh mahasiswa. Hal ini dapat terjadi apabila dosen dapat mengelola pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik mahasiswa dan karakteristik materi yang disampaikan. Materi yang menjadi fokus penelitian yaitu operasi biner, grupoid, semi grup, monoid, Grup dan sifat-sifatnya, Subgrup dan sifat-sifatnya. Topik-topik ini membahas tentang suatu sistem bilangan yang memerlukan daya abstraksi lebih tinggi dari sistem bilangan asli atau bilangan bulat. Demikian juga operasi hitung dalam suatu himpunan sangat berbeda dengan operasi hitung pada bilangan bulat. Dalam topik-topik ini terdapat aturan tersendiri dalam melakukan operasi hitung pada suatu himpunan.

Dari hasil diskusi yang dilakukan tim, diperoleh informasi bahwa topik-topik yang disebutkan di atas sulit dipahami mahasiswa. Kesulitan itu terlihat baik dalam kegiatan pembelajaran terutama dalam membahas contoh maupun dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam mengerjakan soal-soal tes. Kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi: (1) sulit mengerjakan soal yang berbeda dengan contoh, (2) salah dalam menjumlahkan atau mengalikan anggota himpunan, selain himpunan bilangan real, (3) mahasiswa tetap menggunakan operasi seperti pada himpunan bilangan real, padahal operasi yang diberikan didefinisikan berbeda atau mahasiswa tetap menganggap himpunan bilangan real, padahal himpunan yang diberikan berbeda, (4) kurang mampu menggunakan sifat-sifat Grup dan Subgrup dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu materi dalam teori grup senantiasa merupakan materi yang sulit dipahami mahasiswa dari tahun ke tahun.

(3)

Jika permasalahan yang terjadi disebabkan oleh cara pendekatan perkuliahan yang kurang tepat, maka perlu dicari suatu alternatif pendekatan yang memungkinkan mahasiswa mau dan mampu belajar dan berpikir matematik secara baik dan optimal. Dengan melihat karakteristik mata kuliah Teori Grup yang banyak menggunakan logika berfikir dan abstrak, maka orientasi perkuliahan mahasiswa akan lebih bermakna apabila pembelajaran dilakukan dan disesuiakan dengan perkembangan tingkat berfikir mahasiswa. Agar pembelajaran Teori Grup dapat diberikan secara baik, maka pembelajarannya harus memungkinkan mahasiswa mempunyai kesempatan menyampaikan ide atau permasalahan dan mendapatkan kesempatan berpikir yang lebih kompleks. Penyampaian ide-ide abstrak matematika memerlukan pemilihan dan pengaturan strategi pembelajaran yang baik.

Pembelajaran dikatakan baik apabila disertai strategi yang dapat menggali kreatifitas dan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa, baik secara individual maupun kelompok. Ada kecenderungan mahasiswa tidak dapat menyatakan apa yang dipikirkannya kepada dosen dalam belajar, mereka lebih nyaman ketika menyampaikan kesulitan mereka kepada sesama mahasiswa. Oleh karena itu perlu direncanakan pembelajaran khususnya pada mata kuliah Teori Grup yang dapat melibatkan mental mahasiswa, mampu menyampaikan masalah dan sekaligus untuk mencari alternatif pemecahannya.

Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas, tim pengajar berkesimpulan bahwa pembelajaran model tutor sebaya sangat cocok digunakan untuk meningkatkan berpikir matematik atau kemampuan disposisi matematis mahasiswa pada mata kuliah Teori Grup. Melalui pembelajaran model tutor sebaya diharapkan (a) tugas dosen untuk memberi bantuan kepada para mahasiswa secara individual menjadi lebih ringan, (b) mahasiswa yang berkemampuan rendah dapat terlayani kebutuhan belajarnya, (c) mahasiswa yang malu, segan atau takut bertanya kepada dosen, dapat bertanya kepada teman sebayanya, (d) mahasiswa dapat berkomunikasi dengan bahasa sehari-hari yang mungkin lebih mereka pahami, (e) bagi tutor, dapat memperkuat konsep atau pengetahuan yang sedang atau telah mereka pelajari, sebab semakin sering suatu pengetahuan dikomunikasikan kepada orang lain, maka semakin tertanam kuat konsep atau pengetahuan tersebut dalam struktur kognitif mahasiswa.

(4)

tutor. Mahasiswa lain dalam satu kelompok dapat bertanya kepada tutor jika mengalami kesulitan.

Pembelajaran model tutor sebaya adalah pembelajaran yang menyenangkan setiap mahasiswa, sebab mahasiswa tidak mendapat beban secara individu, segala beban ditanggung secara berkelompok. Pembelajaran dengan seting kelompok dan setiap kelompok ada seorang tutor maka belajar matematika tidak menjadi sesuatu yang menakutkan. Mahasiswa yang berkemampuan rendah tidak menjadi obyek kesalahan, atau bahkan bahan olok-olokan atau bahan tertawaan. Metode tutor sebaya adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara memberdayakan mahasiswa yang memiliki daya serap yang tinggi dari kelompok mahasiswa itu sendiri untuk menjadi tutor bagi teman temannya, dimana mahasiswa yang menjadi tutor bertugas untuk memberikan materi belajar dan latihan kepada teman-temannya (tutee) yang belum faham terhadap materi atau latihan yang diberikan dosen dengan dilandasi aturan yang telah disepakati bersama dalam kelompok tersebut, sehingga akan terbangun suasana belajar kelompok yang bersifat kooperatif bukan kompetitif.

Pembelajaran dengan metode tutor sebaya memberikan kebebasan kepada mahasiswa yang menjadi tutor untuk mengembangkan metode dalam menjelaskan materi kepada teman-temannya. Namun demikian, mereka juga diberi tanggung jawab oleh dosen agar bisa menjelaskan materi pelajaran pada teman (tutee) yang masih belum paham, sehingga dalam pelaksanaannya tutor bisa lebih leluasa dalam menyampaikan materi sesuai dengan keinginan tutee. Kondisi pembelajaran yang difasilitasi oleh teman sebaya yang akrab akan membuat tutee mengikuti kegiatan pembelajaran lebih efektif, karena mahasiswa akan lebih leluasa untuk mengatur waktu pembelajaran, tujuan-tujuan belajar dan target penguasaan materi yang diharapkan.

Pembelajaran dengan tutor sebaya merupakan salah satu pembelajaran yang selaras tujuan umum pembelajaran matematika, yaitu mengembangkan sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika, serta sifat ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah, NCTM menamakan dengan istilah mathematical disposition atau disposisi matematis.

(5)

rasa ingin tahu, sifat ingin memonitor dan merefleksikan cara mereka berfikir; (4) berusaha mengaplikasikan matematika ke dalam situasi lain, menghargai peran matematika dalam kultur dan nilai, matematika sebagai alat dan bahasa (Syaban, 2011).

Pada saat ini disposisi matematis mahasiswa masih rendah. Hal tersebut menurut IMSTEP (Syaban, 1999) antara lain disebabkan karena pembelajaran cenderung berpusat pada dosen yang menekankan pada proses prosedural, tugas latihan yang mekanistik, dan kurang memberi peluang kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berfikir matematis. Pembelajaran matematika tidak hanya berkaitan tentang pembelajaran konsep, prosedur dan aplikasinya saja tetapi juga terkait dengan pengembangan minat dan ketertarikan terhadap matematika dan melihat matematika sebagai cara yang powerful

dalam menyelesaikan masalah. Disposisi tidak hanya berkaitan dengan sikap, tetapi juga kecendrungan dalam berpikir dan berbuat melalui cara-cara positif (Dahlan, 2011).

Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah apakah kemampuan disposisi matematis mahasiswa pendidikan matematika pada mata kuliah Teori Grup dapat ditingkatkan dengan melaksanakan pembelajaran model tutor sebaya?.

Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, berbasis lesson study yang terdiri atas empat siklus, dan setiap siklusnya terdiri atas tiga tahap yaitu perencanaan (plan), tindakan/pelaksanaan (do), serta refleksi (see). Subjek penelitian adalah mahasiswa semester tiga yang terdaftar pada tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 35 mahasiswa. Sedangkan dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Drs. Irwani Zawawi, M. Kes., Fatimatul Khikmiyah, S. Pd. M. Sc., Siti Fauziyah, S. Pd. M. Si. Jenis data yang diperoleh berupa data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi, dan catatan lapangan.

Pada tahapan plan (perencanaan) dilakukan 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan pembelajaran (Do). Kegiatan plan dilakukan dengan tujuan secara bersama sama untuk mengkaji terhadap teaching plan dan teaching material yang telah direncanakan yang meliputi silabus matakuliah, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi atau bahan ajar yang akan diberikan kepada mahasiswa, lembar kerja mahasiswa (LKM), lembar observasi dan instrumen evaluasi yang diperlukan.

(6)

lembar observasi yang telah disiapkan saat kegiatan plan. Untuk memperkuat hasil observasi juga dilakukan pendokumentasian melalui rekaman foto dan video ( audio-visual) selama proses pembelajaran. Dokumentasi ini dilakukan terhadap perilaku dan kejadian yang umum maupun khusus selama proses pembelajaran sebagai bukti autentik kejadian selama pembelajaran untuk memperkuat kegiatan refleksi (see).

Tahapan Refleksi (see). Kegiatan refleksi dilakukan segera setelah kegiatan Do

selesai. Pada kegiatan ini dilakukan diskusi terhadap fakta atau fenomena menarik yang ditemukan saat observasi untuk melakukan análisis kemungkinan penyebab dan mencari solusi untuk memperbaikinya. Melalui kegiatan refleksi dapat meningkatkan kepekaan dosen terhadap kekurangan dan kelebihannya dalam melaksanakan tugas pembelajaran.

Prosedur penelitian diawali dengan pemilihan tutor. Calon tutor dipilih berdasarkan beberapa kriteria, yaitu kemampuan akademik yang cukup tinggi (Indeks Prestasi Kumulatif minimal 3,0), mampu berkomunikasi dengan baik serta memiliki kemampuan interpersonal yang baik. Informasi mengenai calon tutor, diperoleh peneliti melalui dosen wali, teman sebaya dan observasi langsung terhadap calon tutor. Selanjutnya dilakukan pembekalan tutor sebanyak dua kali pertemuan untuk tiap siklus. Adapun materi pembekalan yang diberikan adalah materi kuliah operasi biner, grupoid, semi grup, dan monoid, Grup dan sifat-sifatnya, Subgrup dan sifat-sifatnya. Peneliti menjelaskan tugas dan kewajiban tutor, yaitu memimpin proses belajar kelompok (menjelaskan materi belajar, memberikan penjelasan mengenai tugas-tugas, membantu tutee mengerjakan tugas, dan memimpin proses diskusi kelompok).

Keberhasilan tindakan dapat dilihat dari aktivitas tutor dan mahasiswa lain selama mengikuti pembelajaran serta ketekunan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas.

Teknik Dan Instrumentasi Pengumpulan Data

(7)

digunakan analisis data secara deskriptif. Skala yang diberikan untuk tiap indikator disposisi matematis adalah 1 sampai 5.

Interpretasi Skor

Penilaian pada setiap jawaban dari item-item pernyataan dalam lembar observasi penelitian menggunakan skala Likert, dimana skala likert ini sering digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang-orang tentang kejadian atau ejala sosial berdasarkan definisi operasional yang telah ditetapkan oleh peneliti.

Berikut kriteria interpretasi skornya berdasarkan interval:

Angka 0% – 19,99% = Sangat (tidak setuju/buruk/kurang sekali) Angka 20% – 39,99% = Tidak setuju / Kurang baik)

Angka 40% – 59,99% = Cukup / Netral Angka 60% – 79,99% = (Setuju/Baik/suka)

Angka 80% – 100% = Sangat (setuju/Baik/Suka) Dengan rumus perhitungan skor adalah sebagai berikut:

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada pertemuan pertama siklus I peneliti membahas materi tentang operasi biner serta sifat-sifatnya, pada pertemuan pertama pada siklus II peneliti membahas materi tentang grupoid, semigrup, dan monoid, pada pertemuan pertama pada siklus III peneliti membahas materi tentang grup dan contoh-contohnya, pada pertemuan pertama pada siklus IV peneliti membahas materi tentang order suatu grup, order elemen grup serta subgrup. Untuk pertemuan kedua pada setiap siklus peneliti memberikan tes tulis. Pada pembelajaran setiap siklus peneliti menerapkan pembelajaran model tutor sebaya.

Pada setiap siklus tutor bertugas menyampaikan materi kepada tutee (mahasiswa lain dalam kelompoknya) sampai tutee memahami materi (dalam hal ini waktu dibatasi yaitu selama 45 menit), setelah tutor selesai menyampaikan materi, tutee dituntut agar dapat menyelesaikan LKM yang diberikan oleh dosen, sesuai dengan waktu yang telah ditentukan yaitu 30 menit. Dalam mengerjakan LKM, dosen menekankan agar tutee yang

RUMUS INDEX % =Total Skor

Y ×100

(8)

mengalami kesulitan untuk bertanya kepada tutor dan kepada tutor untuk memberi bantuan kepada temannya. Dosen juga menekankan kepada tutor untuk mengawasi tutee didalam mengerjakan LKM. Kemudian dosen mengawasi aktivitas mahasiswa agar tidak terjadi aktivitas yang tidak relevan dengan pembelajaran. Setelah waktu yang ditentukan selesai, dosen menyuruh mahasiswa untuk menghentikan pengerjaan LKM. Selanjutnya dosen menunjuk secara acak dari setiap kelompok untuk mempersentasikan hasil kerjanya. Meminta kelompok lain untuk menanggapi atau menanyakan hal-hal yang terkait dengan presentasi kelompok tadi. Memimpin diskusi kelas sedemikian sehingga tercipta suasana diskusi yang kontruktif dan menyenangkan mahasiswa. Setelah semua hal yang tercantum dalam LKM dibahas dan didiskusikan, selanjutnya dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mencatat hal-hal yang penting.

Aspek yang diamati pada lembar observasi aktivitas tutor dan tutee adalah 1) kepercayaan diri, 2) ketekunan, 3) fleksibilitas dalam memecahkan masalah, 4) menunjukkan minat, rasa ingin tahu, sifat ingin memonitor dan mefleksikan cara berfikir. Berikut adalah tabel skor untuk tiap indikator:

Tabel skor indikator disposisi matematis

5 Percaya dengan kemampuan diri sendiri, mengutamakan usaha sendiri, berani menyampaikan pendapat, tidak mudah berputus asa, 4 Percaya dengan kemampuan diri sendiri, Mengutamakan usaha

sendiri, , berani menyampaikan pendapat, kadang berkeluh kesah 3 Percaya dengan kemampuan diri sendiri, Mengutamakan usaha

sendiri, berputus asa, kadang berkeluh kesah

2 Percaya dengan kemampuan diri sendiri, sering meminta bantuan dari mahasiswa yang lain, berputus asa, kadang berkeluh kesah 1 Tidak percaya dengan kemampuan dirinya.

Ketekunan 5 Menunjukkan kesungguhan, menyelesaikan tugas yang diberikan dengan benar dan tepat waktu

4 Menunjukkan kesungguhan, menyelesaikan tugas yang diberikan tepat waktu tapi ada jawaban yang kurang tepat

3 Menunjukkan kesungguhan, menyelesaikan tugas yang diberikan melebihi waktu yang diberikan

2 Menunjukkan kesungguhan, tugas tidak terselesaikan 1 Tidak menunjukkan kesungguhan

Fleksibillitas 5 Berinisiatif untuk mencari metode lain untuk menyelesaikan masalah dan jawaban benar

4 Tidak Berinisiatif untuk mencari metode lain untuk menyelesaikan masalah dan jawaban benar

3 Berinisiatif untuk mencari metode lain untuk menyelesaikan masalah dan jawaban kurang tepat

(9)

masalah dan jawaban salah 1 Tidak ada inisiatif

Menunjukkan minat

5 Menunjukkan minat, dan rasa ingin tahu, sifat ingin memonitor dan merefleksikan cara berfikir

4 Menunjukkan minat, dan rasa ingin tahu, sifat ingin memonitor tetapi tidak merefleksikan cara berfikir

3 Menunjukkan minat, dan rasa ingin tahu, tidak ingin memonitor dan tidak merefleksikan cara berfikir

2 Hanya menunjukkan minat

1 Tidak menunjukkan minat, tidak menunjukkan rasa ingin tahu, tidak ingin memonitor dan merefleksikan cara berfikir

Pada siklus I, aspek nomor 1 memperoleh skor rata-rata 3,77; aspek nomor 2 memperoleh skor rata-rata 4,17; aspek nomor 3 memperoleh skor rata-rata 3,43; aspek nomor 4 memperoleh skor rata-rata 3,77. Adapun hasil secara keseluruhan disajikan dalam tabel berikut:

Tabel skor disposisi matematis siklus I

No NIM Nama Mahasiswa SIKLUS 1

A B C D

1 13421002 FITROTUL AINIYAH 4 5 3 5

2 13421003 PUTRI KHOLIFA 3 5 3 4

3 13421005 FADHILATUN NI MAH 4 5 4 3

4 13421006 MUSFIROTUL AFIDAH 4 4 4 3

5 13421007 NENI TRIANA 4 3 3 3

6 13421008 PANDU PRADANA 2 4 3 3

7 13421009 DIAN RUSIANA 4 4 3 3

8 13421010 NURUL ISTIQOMAH 5 5 3 4

9 13421011 NI MATUL KARIMAH 5 5 5 5

10 13421012 BAGUS RAHMAD B. 0 0 0 0

11 13421013 IMROATUL MAHMUDAH 4 4 3 4

12 13421014 ROUDLOTUNNISA ALI F 4 3 3 3

13 13421015 SITI AISYAH 4 5 4 4

14 13421016 RETNO LISTIONINGRUM 5 5 5 5

15 13421017 RINDA ISMAWATI 2 4 3 4

(10)

17 13421019 MIMIN CHIKMAWATI 4 4 3 4

18 13421020 NAUFAL MUZAKKIE 4 4 3 4

19 13421021 OLIVIA MAGHFIROH 4 5 4 5

20 13421023 MEGA AYU DWI ASTUTIK 4 5 4 5

21 13421025 ICA NASIKHAH 4 4 3 4

22 13421026 DANAWATUL MURSIDAH 5 5 5 5

23 13421027 MUHAMAD ARDIANSAH ANDI PRASETIA 4 4 4 2

24 13421029 SITI MAISYAROH 2 3 2 3

25 13421030 YENNI APRILIANI 4 5 3 4

26 13421032 SULAENI 4 5 5 5

27 13421033 MUHAMMAD SYARIF 4 3 3 4

28 13421034 BONY FATTAH 5 5 5 5

29 13421035 TIKA HARIATI 2 4 4 3

30 13421036 ISTIADATUL ALAWIYAH 4 4 3 3

31 13421037 ATIQHOTUL MAULA 4 4 4 3

32 13421038 ISMIATIN MAFRUHAH 5 5 3 5

33 13421039 NOVY ISWATIN ROSYADAH 4 5 4 5

34 13421040 SITI KHARIJAH 4 5 3 4

35 13421042 RAHMADIYAH ARUM FITRIYANI 4 3 3 3

jumlah 132 146 120 132

rata-rata 3,771 4,171 3,43 3,77

Pada siklus II, aspek nomor 1 memperoleh skor rata-rata 3,83; aspek nomor 2 memperoleh skor rata-rata 4,3; aspek nomor 3 memperoleh skor rata-rata 3,49; aspek nomor 4 memperoleh skor rata-rata 3,77. Adapun hasil secara keseluruhan disajikan dalam tabel berikut:

Tabel skor disposisi matematis siklus II

No NIM Nama Mahasiswa SIKLUS 2

A B C D

1 13421002 FITROTUL AINIYAH 4 5 5 5

2 13421003 PUTRI KHOLIFA 4 4 3 4

(11)

4 13421006 MUSFIROTUL AFIDAH 4 3 4 3

5 13421007 NENI TRIANA 0 0 3 3

6 13421008 PANDU PRADANA 4 3 3 3

7 13421009 DIAN RUSIANA 4 4 3 3

8 13421010 NURUL ISTIQOMAH 4 5 3 4

9 13421011 NI MATUL KARIMAH 5 5 5 5

10 13421012 BAGUS RAHMAD B. 2 4 0 0

11 13421013 IMROATUL MAHMUDAH 4 4 3 4

12 13421014 ROUDLOTUNNISA ALI F 2 5 3 3

13 13421015 SITI AISYAH 3 4 4 4

14 13421016 RETNO LISTIONINGRUM 5 5 5 5

15 13421017 RINDA ISMAWATI 5 5 3 4

16 13421018 SYARIFATUS SAFIYAH 3 4 3 3

17 13421019 MIMIN CHIKMAWATI 3 3 3 4

18 13421020 NAUFAL MUZAKKIE 4 3 3 4

19 13421021 OLIVIA MAGHFIROH 5 5 4 5

20 13421023 MEGA AYU DWI ASTUTIK 5 5 4 5

21 13421025 ICA NASIKHAH 4 4 3 4

22 13421026 DANAWATUL MURSIDAH 5 5 5 5

23 13421027 MUHAMAD ARDIANSAH ANDI PRASETIA 3 5 4 2

24 13421029 SITI MAISYAROH 4 5 2 3

25 13421030 YENNI APRILIANI 4 3 3 4

26 13421032 SULAENI 4 4 5 5

27 13421033 MUHAMMAD SYARIF 5 5 3 4

28 13421034 BONY FATTAH 5 5 5 5

29 13421035 TIKA HARIATI 4 5 4 3

30 13421036 ISTIADATUL ALAWIYAH 5 5 3 3

31 13421037 ATIQHOTUL MAULA 4 5 4 3

32 13421038 ISMIATIN MAFRUHAH 5 5 3 5

33 13421039 NOVY ISWATIN ROSYADAH 4 4 4 5

34 13421040 SITI KHARIJAH 3 4 3 4

35 13421042 RAHMADIYAH ARUM FITRIYANI 2 4 3 3

jumlah 134 149 122 132

rata-rata 3,829 4,257 3,49 3,8

Pada siklus III, aspek nomor 1 memperoleh skor rata-rata 3,85; aspek nomor 2 memperoleh skor rata-rata 4,2; aspek nomor 3 memperoleh skor rata-rata 4; aspek nomor 4 memperoleh skor rata-rata 4,14. Adapun hasil secara keseluruhan disajikan dalam tabel berikut:

Tabel skor disposisi matematis siklus III

No NIM Nama Mahasiswa SIKLUS 3

A B C D

(12)

2 13421003 PUTRI KHOLIFA 4 5 4 5

3 13421005 FADHILATUN NI MAH 4 5 4 4

4 13421006 MUSFIROTUL AFIDAH 4 4 4 4

5 13421007 NENI TRIANA 4 3 0 0

6 13421008 PANDU PRADANA 4 4 3 4

7 13421009 DIAN RUSIANA 4 4 4 4

8 13421010 NURUL ISTIQOMAH 5 5 4 5

9 13421011 NI’MATUL KARIMAH 5 5 5 5

10 13421012 BAGUS RAHMAD B. 0 0 4 5

11 13421013 IMROATUL MAHMUDAH 4 4 5 4

12 13421014 ROUDLOTUNNISA ALI F 4 3 4 5

13 13421015 SITI AISYAH 4 5 4 4

14 13421016 RETNO LISTIONINGRUM 5 5 5 5

15 13421017 RINDA ISMAWATI 2 4 4 4

16 13421018 SYARIFATUS SAFIYAH 3 3 4 5

17 13421019 MIMIN CHIKMAWATI 4 4 3 4

18 13421020 NAUFAL MUZAKKIE 4 4 4 3

19 13421021 OLIVIA MAGHFIROH 4 5 5 5

20 13421023 MEGA AYU DWI ASTUTIK 4 5 5 5

21 13421025 ICA NASIKHAH 4 4 5 3

22 13421026 DANAWATUL MURSIDAH 5 5 4 5

23 13421027 MUHAMAD ARDIANSAH ANDI PRASETIA 4 4 4 3

24 13421029 SITI MAISYAROH 2 3 4 4

25 13421030 YENNI APRILIANI 4 5 4 2

26 13421032 SULAENI 4 5 3 3

27 13421033 MUHAMMAD SYARIF 4 3 4 4

28 13421034 BONY FATTAH 5 5 5 5

29 13421035 TIKA HARIATI 2 4 4 4

(13)

31 13421037 ATIQHOTUL MAULA 4 4 4 5

32 13421038 ISMIATIN MAFRUHAH 5 5 4 5

33 13421039 NOVY ISWATIN ROSYADAH 4 5 4 5

34 13421040 SITI KHARIJAH 4 5 4 3

35 13421042 RAHMADIYAH ARUM FITRIYANI 4 3 4 4

jumlah 135 146

14

0 145

rata-rata 3,857 4,171 4 4,14

Pada siklus IV, aspek nomor 1 memperoleh skor rata-rata 4,51; aspek nomor 2 memperoleh skor rata-rata 4,54; aspek nomor 3 memperoleh skor rata-rata 4,23; aspek nomor 4 memperoleh skor rata-rata 4,4. Adapun hasil secara keseluruhan disajikan dalam tabel berikut:

Tabel skor disposisi matematis siklus IV

No NIM Nama Mahasiswa SIKLUS 4

A B C D

1 13421002 FITROTUL AINIYAH 5 5 5 5

2 13421003 PUTRI KHOLIFA 5 5 5 5

3 13421005 FADHILATUN NI MAH 5 5 4 5

4 13421006 MUSFIROTUL AFIDAH 5 5 4 5

5 13421007 NENI TRIANA 0 0 0 0

6 13421008 PANDU PRADANA 3 3 4 4

7 13421009 DIAN RUSIANA 4 4 4 5

8 13421010 NURUL ISTIQOMAH 5 5 5 5

9 13421011 NI MATUL KARIMAH 5 5 5 5

10 13421012 BAGUS RAHMAD B. 5 4 4 3

11 13421013 IMROATUL MAHMUDAH 4 4 4 4

12 13421014 ROUDLOTUNNISA ALI F 5 5 5 5

13 13421015 SITI AISYAH 5 5 5 5

14 13421016 RETNO LISTIONINGRUM 5 5 5 5

15 13421017 RINDA ISMAWATI 5 4 4 4

(14)

17 13421019 MIMIN CHIKMAWATI 4 5 4 4

18 13421020 NAUFAL MUZAKKIE 4 4 4 3

19 13421021 OLIVIA MAGHFIROH 5 5 4 5

20 13421023 MEGA AYU DWI ASTUTIK 5 5 5 5

21 13421025 ICA NASIKHAH 5 5 4 5

22 13421026 DANAWATUL MURSIDAH 5 5 4 5

23 13421027 MUHAMAD ARDIANSAH ANDI PRASETIA 4 4 4 3

24 13421029 SITI MAISYAROH 5 5 4 4

25 13421030 YENNI APRILIANI 5 5 4 4

26 13421032 SULAENI 5 5 4 4

27 13421033 MUHAMMAD SYARIF 5 5 4 5

28 13421034 BONY FATTAH 5 5 5 5

29 13421035 TIKA HARIATI 5 4 4 4

30 13421036 ISTIADATUL ALAWIYAH 5 5 4 5

31 13421037 ATIQHOTUL MAULA 5 5 5 4

32 13421038 ISMIATIN MAFRUHAH 5 5 5 5

33 13421039 NOVY ISWATIN ROSYADAH 4 5 5 5

34 13421040 SITI KHARIJAH 3 4 3 5

35 13421042 RAHMADIYAH ARUM FITRIYANI 3 4 4 4

jumlah 158 159 148 154

(15)

Selama proses pembelajaran pada siklus I terlihat mahasiswa belum terbiasa dengan pembelajaran melalui bantuan tutor. Hal ini ditandai dengan adanya mahasiswa yang masih bertanya pada dosen apabila mengalami kesulitan. Tutor pun masih canggung dalam menjelaskan materi kepada temannya. Berdasarkan hasil pembelajaran juga diperoleh bahwa masih ada tutee yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan LKM yang diberikan. Dari hasil diskusi kelas, ada 3 mahasiswa yang masih membuktikan operasi biner tidak secara umum, tetapi menggunakan contoh. Pada siklus ini karena waktu yang tidak cukup maka tidak semua kelompok dapat mempresentasikan hasil kerja mereka.

Pada siklus II diperoleh hasil bahwa kemampuan disposisi matematis mahasiswa juga dalam kategori baik, indeks skor yang diperoleh adalah sebesar 76,7%, secara kategori belum mengalami peningkatan tetapi dari indeks skor sedikit mengalami peningkatan dari siklus I. Para tutor dalam siklus ini sudah menunjukkan rasa percaya diri. Sedangkan selama proses pembelajaran tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan pada siklus I, hanya saja dosen melakukan perbaikan-perbaikan dalam beberapa aspek kegiatan pembelajaran, penyajian materi, serta dari segi pengelolaan waktu, sehingga semua LKM dapat dipresentasikan saat diskusi kelas.

Pada siklus III diperoleh hasil bahwa kemampuan disposisi matematis mahasiswa dalam kategori sangat baik, indeks skor yang diperoleh adalah sebesar 80,86% mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus I dan II. Pada proses pembelajarannya mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Tutor melaksanakan tugasnya dengan baik, kepercayaan diri mereka sudah baik ini terbukti dari skor yang mereka peroleh, untuk tiap tutor memperoleh skor maksimal yaitu 5. Kemampuan tutee juga mengalami peningkatan, mereka membuktikan grup tidak dengan contoh, tetapi sudah pembuktian secara umum. Sedangkan pada siklus IV diperoleh hasil bahwa kemampuan disposisi matematis mahasiswa juga sangat baik, yaitu indeks skor yang diperoleh adalah sebesar 88,4%. Pada siklus ini baik tutor maupun tutee sudah terbiasa dengan pembelajaran model tutor sebaya, semua aspek baik tutor maupun tutee mengalami peningkatan.

(16)

tersebut. Dengan demikian pembelajaran dengan model Tutor Sebaya dapat meningkatkan disposisi matematis mahasiswa karena mahasiswa terlibat aktif dalam pembelajaran.

Dari skala disposisi yang diberikan terlihat mahasiswa yang memiliki disposisi tinggi pada umumnya lebih tekun dan berminat mengikuti pembelajaran dan sangat antusias mengerjakan permasalahan yang diberikan. Sikap mahasiswa dalam menghadapi matematika dan keyakinannya dapat mempengaruhi prestasi mereka dalam matematika.

Berikut dokumentasi kegiatan pembelajaran model tutor sebaya dari siklus I sampai siklus IV.

(17)
(18)

Gambar 3. Kegiatan tutee saat presentasi didepan kelas

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa:

1. Kemampuan disposisi matematis mahasiswa pendidikan matematika dapat ditingkatkan melalui pembelajaran model tutor sebaya. Peningkatan tersebut ditandai dengan a) peningkatan ketekunan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas, b) meningkatnya minat mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran, c) antusiasme mahasiswa dalam mengerjakan permasalahan yang diberikan.

2. Mahasiswa yang memiliki disposisi tinggi pada umumnya lebih tekun dan berminat mengikuti pembelajaran dan sangat antusias mengerjakan permasalahan yang diberikan. 3. Pembelajaran dengan tutor sebaya membuat mahasiswa lebih berpartisipasi aktif dalam belajar baik secara fisik, mental maupun sosial, hal ini nampak melalui aktifitas mahasiswa dalam menyelesaikan tugas secara kelompok.

4. Pembelajaran model tutor sebaya dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran dalam mata kuliah Teori Grup.

Saran

Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh, saran yang dapat diberikan adalah:

1. Tim dosen dalam merancang pembelajaran Teori Grup dengan jumlah mahasiswa yang besar, hendaknya memperhatikan kemampuan mahasiswa yang dapat mengajari teman-temannya. Mereka dapat dijadikan tutor saat belajar kelompok.

2. Dosen diharapkan agar dapat menggunakan berbagai macam model pembelajaran yang sesuai dalam pembelajaran matematika, sehingga mahasiswa berminat untuk belajar matematika dan dapat meningkatkan kemampuan matematika mahasiswa.

3. Diharapkan kesadaran setiap Dosen matematika dapat menerapkan model pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan karakter mahasiswa dan karakter materi yang akan diajarkan.

Daftar Pustaka

(19)

Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, 2012, Pedoman Penulisan Makalah Lesson Study Untuk Seminar Exchange Experience, Dirjen Dikti, Kementrian Pendidikan Nasional, Jakarta.

Ibrohim, 2011, Lesson Study untuk Meningkatkan Kompetensi Pendidik, Kualitas Pembelajaran dan Perkembangannya Di Indonesia, Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Lesson Study di UNTAD Palu, 28 Oktober 2011.

Marlina. Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS) untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Disposisi Matematis Siswa di SMA Negeri 1 Bireuen. Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

National Council of Teachers of Mathematics (NCTM). (2000). Principles and Standards for School Mathematics. Reston. VA: NCTM.

Santyasa, wayan. 2005. Model Pembelajaran Inovatif Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, Makalah disajikan dalam penataran guru-guru SMP, SMA se Kabupaten Jembrana, Juni-Juli 2005.

Gambar

Tabel skor indikator disposisi matematis
Tabel skor indikator disposisi matematis. View in document p.8
tabel berikut:
tabel berikut:. View in document p.9
Tabel skor disposisi matematis siklus I
Tabel skor disposisi matematis siklus I. View in document p.9
Tabel skor disposisi matematis siklus II
Tabel skor disposisi matematis siklus II. View in document p.10
tabel berikut:
tabel berikut:. View in document p.10
Tabel skor disposisi matematis siklus III
Tabel skor disposisi matematis siklus III. View in document p.11
tabel berikut:
tabel berikut:. View in document p.13
Tabel skor disposisi matematis siklus IV
Tabel skor disposisi matematis siklus IV. View in document p.13
Gambar 1. Kegiatan Tutor saat menjelaskan materi kepada tutee
Gambar 1 Kegiatan Tutor saat menjelaskan materi kepada tutee. View in document p.16
Gambar 2. Kegiatan tutee saat mengerjakan LKM
Gambar 2 Kegiatan tutee saat mengerjakan LKM. View in document p.17

Referensi

Memperbarui...

Download now (19 pages)
Related subjects : Metode Tutor Sebaya