PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gratis

0
0
81
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI IKLAN ROKOK SAMPOERNA MILD VERSI “GA DAPET KERJA ATAU GA DAPET GELAR”: SEBUAH TINJAUAN SEMIOTIKA TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sastra Indonesia Program Studi Sastra Indonesia Ole h Stanislaus Firstyan Gratia NIM: 084114007 PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA JURUSAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI IKLAN ROKOK SAMPOERNA MILD VERSI “GA DAPET KERJA ATAU GA DAPET GELAR”: SEBUAH TINJAUAN SEMIOTIKA TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sastra Indonesia Program Studi Sastra Indonesia Ole h Stanislaus Firstyan Gratia NIM: 084114007 PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA JURUSAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TUGAS AKHIR ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TUGAS AKHIR iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tugas akhir yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 17 Juli 2014 Stanislaus Firstyan Gratia iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Stanislaus Firstyan Gratia NIM : 084114007 Demi kepentingan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: Iklan Rokok Sampoerna Mild Versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar” Sebuah Tinjauan Semiotika berserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di internet atau media yang lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 17 Juli 2014 Yang menyatakan, (Stanislaus Firstyan Gratia) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus, Bunda Maria, atas segala rahmat dan anugerah yang telah diberikan sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Iklan Rokok Sampoerna Mild Versi “Ga Dapet-Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar”: Sebuah Tinjauan Semiotika”. Penulis menyadari bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Praptomo Baryadi, M.Hum selaku dosen pembimbing I. Terima kasih atas waktu, perhatian, ilmu yang berharga serta kesabaran dalam membimbing penulis sehingga skripsi ini dapat selesai. 2. Bapak Drs. Hery Antono, M.Hum selaku dosen pembimbing II dan Ketua Program Studi Sastra Indonesia. 3. Seluruh dosen Program Studi Sastra Indonesia: Drs. B. Rahmanto, M. Hum.; Dra. Fransisca Tjandrasih Adji, M.Hum.; Dr. Paulus Ari Subagyo; Susilawati Endah Peni Adji, S.S., M.Hum.; Dr. Yoseph Yapi Taum. 4. Staff Perpustakaan Univesitas Sanata Dharma. 5. Staff Sekretariat Fakultas Sastra, Program Studi Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma. 6. Orangtua yang penulis cintai dan kasihi, Ayahanda Nicolaus Priyono dan Ibunda Elisabeth Rahayuningsih serta adik tersayang Agatha Secondy Christy Gratia yang telah memberikan dukungan moril maupun materil. vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Teman-teman angkatan 2008. Terima kasih atas segalanya karena telah menjadi teman baik penulis. 8. Teman-teman nongkrong; Rigel, Lando, Acen, Theo (teman-teman 9 tahun sejak di Seminari Stella Maris Bogor), Kika, Arie, Aloy, Kendra, Evan, Noris, Haritz, Dico, Adit, Yuni, Fery “Batak”. Penulis banyak mengucapkan terima kasih karena kalian selalu menjadi orang-orang yang dapat memberikan canda dan tawa selama di Yogyakarta. 9. Semua pihak yang layak mendapatkan ucapan terima kasih. Namun, tidak dapat disebutkan satu per satu. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Hiduplah sedemikan rupa seolah-olah akan mati esok. Belajarlah seolah-olah kau hidup selamanya.” (Mahatma Gandhi) “Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki.” (Mahatma Gandhi) “Jangan takut melangkah , karena jarak 1000 mil dimulai dari satu langkah.” (Unknown) viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Gratia, Stanislaus Firstyan. 2014. Iklan Rokok Sampoerna Mild Versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar”: Sebuah Tinjauan Semiotika. Skripsi Sastra (S-1). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis ketika melihat berbagai penayangan iklan rokok di televisi. Salah satunya adalah iklan rokok Sampoerna Mild versi "Ga dapet kerja atau ga dapet gelar". Tujuan penulis ingin mengetahui makna pada iklan rokok Sampoerna Mild ini. Dalam menafsirkan makna yang terdapat pada iklan rokok ini perlu adanya sikap kritis agar tidak terjadi kesalahpahaman. Mungkin masih banyak masyarakat yang salah persepsi terhadap iklan ini. Oleh karena itu, penulis ingin memberikan penjelasan kepada sebagian masyarakat supaya dapat dengan jelas memahami maksud dari iklan ini. Pendekatan yang digunakan dalam mengkaji penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis semiotika. Analisis semiotika merupakan suatu metode untuk menganalisis dan menjelaskan makna-makna yang terdapat dalam pesan atau teks. Data diperoleh dari berbagai stasiun televisi yang menayangkan iklan rokok Sampoerna Mild versi "Ga dapet kerja atau ga dapet gelar". Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis semiotika Ferdinand De Saussure seperti, signifier (penanda) dan signified (petanda), dan makna denotasi.. Dalam iklan ini A Mild mengangkat situasi sosial yang dialami oleh sebagian besar kaum muda di Indonesia. Di zaman ekonomi sulit seperti ini, masih banyak orang yang mengejar pendidikan untuk mendapatkan gelar. Namun, tidak sedikit pula dari kaum muda Indonesia yang memiliki kreativitas untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Hal ini didasari oleh tingginya berbagai tuntutan kebutuhan hidup dengan segala keterbatasan yang ada. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Gratia, Stanislaus Firstyan. 2014. Sampoerna Mild Cigarette Advertisement in Version: “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar”: A Review of Semiotics. Thesis of Literature (S-1). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. This research is motivated by the researcher's interest when watching a variety of cigarette advertisements on television. One of them that attract the attention of author is Sampoerna Mild's advertisement with version of "Ga dapet kerja atau ga dapet gelar". The purpose of the author want to know the meaning that is contained in the cigarette advertisement. In interpreting the meaning that is contained in the production of Sampoerna Mild advertisement needs a critical attitude to avoid misunderstanding. Maybe there are still a lot of people who have the wrong perception on this advertisement. Therefore, the author would like to give an explanation for some of people so that they can clearly understand the purpose of this advertisement. The approach that is used in assessing this study is qualitative approach. The method that is used in this study is the semiotic analysis. Semiotic analysis is a method to analyze and explain the meanings that are contain in the message or text. The sources of the data are obtained from the TV Channel that showed advertisement of Sampoerna Mild with version of " Ga dapet kerja atau ga dapet gelar ". The data analysis of this study uses Ferdinand de Saussure semiotic analysis concept such as, signifier (penanda) and signified (petanda), the meaning of denotation. On this advertisement A Mild reveal social situation that can be an effect for teenagers in Indonesia. Most people in this era thinking that to catch education just for their degree. The other side, there are some teenagers have a creativity for create a vocation. In this case, a high demand for living cannot be avoid for some people with their skill limit. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................. i HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING ..................................... ii HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI .............................................. iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................ iv LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ……….... v KATA PENGANTAR .......................................................................... vi HALAMAN MOTTO ........................................................................... viii ABSTRAK ............................................................................................ ix ABSTRACT ............................................................................................ x DAFTAR ISI ......................................................................................... xi BAB I PENDAHULUAN ......................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah ........................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ..................................................... 6 1.3 Tujuan Penelitian ...................................................... 6 1.4 Manfaat Hasil Penelitian ........................................... 6 1.5 Tinjauan Pustaka ....................................................... 7 1.6 Landasan Teori .......................................................... 9 1.6.1 Tinjauan Umum Semiotika ............................. 9 1.6.2 Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure ..... 11 1.6.3 Penanda dan Petanda ...................................... 13 1.7 Metode Penelitian ..................................................... 15 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II 1.7.1 Tahap Pengumpulan Data ............................... 15 1.7.2 Tahap Analisis Data ........................................ 16 1.7.3 Pendekatan Penelitian ..................................... 18 1.8 Sistematika Penyajian ............................................... 19 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 20 2.1 Iklan Rokok Sampoerna Mild versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar” di Televisi ............................ BAB III 20 PENUTUP 57 3.1 Kesimpulan ............................................................... 57 3.2 Saran ......................................................................... 58 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.2 Scene Iklan Sampoerna Mild Versi “Ga Dapet Kerja Atau Ga Dapet Gelar” di Media Televisi ............................... 26 Gambar 2.3 Orang-Orang Berenang .................................................. 28 Gambar 2.4 Toga ............................................................................... 30 Gambar 2.5 Berhenti Berenang ......................................................... 32 Gambar 2.6 Melihat Sesuatu ............................................................. 34 Gambar 2.7 Pohon Kelapa ................................................................ 36 Gambar 2.8 Ubah Arah ..................................................................... 38 Gambar 2.9 Renang Cepat ................................................................ 40 Gambar 2.10 Menyemburkan Air Dari Mulut .................................... 41 Gambar 2.11 Ide Banana Boat ........................................................... 43 Gambar 2.12 Coconut Boat ................................................................. 44 Gambar 2.13 Pria Menggunakan Helm Kulit Kepala ......................... 46 Gambar 2.14 Jet Ski ............................................................................ 48 Gmabar 2.15 Pohon Kelapa Ditarik ................................................... 49 Gambar 2.16 Lulusan Sarjana ........................................................... 51 Gambar 2.17 Tagline Iklan ............................................................... 53 Gambar 2.18 Simbol Iklan Rokok Sampoerna Mild ....................... 56 Gambar 2.19 Himbauan Pemerintah ................................................ 58 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap menonton televisi, kita sering menjumpai iklan sebagai jeda dari program atau acara yang ditayangkan. Berbagai macam jenis produk ditawarkan melalui iklan di televisi. Salah satunya adalah iklan rokok yang sangat menarik perhatian para penonton. Dewasa ini, iklan semakin kreatif menampilkan tayangan yang mengangkat permasalahan sosial serta kritis membahas keadaan atau situasi yang terjadi di sekitar kita. Iklan dijadikan produsen sebagai media untuk mengenalkan produk yang dijual. Namun, berbeda halnya dengan produsen rokok. Mereka tidak lagi menayangkan adegan orang menghisap rokok serta menikmatinya. Pemerintah membatasi adegan-adegan yang kurang memberikan tuntunan kepada penonton. Iklan-iklan rokok makin kreatif dengan berbagai tagline yang menarik dan memotivasi. Tujuannya hanya satu, yaitu menarik minat konsumen untuk membeli rokok tersebut. Pada hakikatnya iklan diciptakan untuk dijadikan pelayan kepentingan komersial. Namun, semakin berkembangnya pikiran masyarakat dan teknologi saat ini, iklan tidak lagi dianggap hanya seperti itu saja. Iklan sudah menjadi strategi bersama yang dipakai setiap orang di dalam masyarakat untuk membujuk orang lain. Perusahaan, partai politik, dan pemerintah memasang iklan secara rutin dalam segala media untuk menciptakan image mereka sendiri yang baik bagi 1

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pikiran orang-orang. Bila perusahaan bisnis seperti makanan, minuman, alat elektronik, dan lainnya memiliki tujuan yang hampir sama yaitu menjual barang produksi mereka supaya masyarakat bersedia untuk membeli produknya. Iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung, yang didasari pada informasi tentang keunggulan atas keuntungan suatu produk, yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa yang menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang untuk melakukan pembelian (Tjiptono 1997:226). Istilah ‘advertising’ (iklan) itu sendiri datang dari kata kerja bahasa Latin advertere yang artinya ‘mengarahkan perhatian seseorang ke’. Hal ini menyatakan satu bentuk atau jenis pengumuman atau representasi yang dimaksudkan untuk mempromosikan penjualan komoditas atau layanan tertentu. (Danesi, 2010:222) Iklan mempunyai sifat “mendorong” dan “membujuk” agar kita mengingat, menyukai, memilih dan kemudian membeli produk. Iklan adalah suatu kegiatan menyampaikan berita tetapi berita itu disampaikan atas pesanan pihak yang ingin agar produk atau jasa yang dijualnya diingat, disukai, dipilih dan dibeli. Iklan ditujukan kepada khalayak ramai. Informasi yang persuasif dalam proses komunikasi yang diwakili oleh iklan menunjukkan adanya garis hubungan antara seseorang atau kelompok orang yang membutuhkan produk itu, yang mana dalam proses komunikasi itu juga harus mengandung daya tarik dan menggugah suatu perasaaan tertentu dengan cara menggunakan teknik persuasi yang bisa menggoda dan bisa meluluhkan hati konsumennya (Liliweri, 2001: 20). Pesan yang terdapat dalam iklan di televisi terdiri atas tanda verbal dan nonverbal. Kemampuan seseorang dalam membaca 2

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI bahasa tersebut (tanda verbal dan nonverbal) merupakan sebuah proses berpikir berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Kata iklan didefinisikan dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sebagai (1) berita pesanan (untuk mendorong atau membujuk) kepada khalayak ramai tentang benda dan jasa yang ditawarkan; (2) pemberitahuan kepada khalayak ramai mengenai barang atau jasa yang dijual dipasang di dalam media massa seperti surat kabar, televisi, radio dan lain-lain (KBBI:882). Iklan memiliki fungsi untuk menyebarkan informasi tentang penawaran suatu produk, gagasan atau jasa. Keberadaan suatu barang atau jasa diketahui konsumen lewat iklan. Iklan berusaha memberikan informasi tentang keunggulan, kelebihan, manfaat dan sifat yang diberikan barang, jasa atau gagasan yang dimaksudkan atau dianjurkan. Di sisi yang lain iklan merupakan alat persuasi agar konsumen membeli atau menggunakan barang, jasa atau gagasan tersebut. Berbeda dengan sebuah berita dalam suratkabar, iklan tidak sekedar menyampaikan informasi tentang suatu benda atau jasa, tetapi mempunyai sifat mendorong dan membujuk agar orang menyukai, memilih dan kemudian membelinya. Menurut Danesi (2010:224), dalam peradaban manusia, tulisan pertama yang terkait dengan iklan adalah tanda-tanda yang ditampilkan di atas pintu toko kota-kota kuno Timur Tengah. Sejak tahun 3000 Sebelum Masehi orang-orang Babilonia menggunakan tanda-tanda seperti itu untuk mengiklankan toko mereka. Orang-orang Yunanai dan Romawi kuno juga menggantungkan tanda-tanda tersebut di luar toko mereka. Ketika orang sudah mulai bisa membaca, para 3

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pedagang di zaman itu menatahkan simbol-simbol yang bisa dikenal pada batu, tanah liat, atau kayu untuk menampilkan tanda-tanda yang ingin mereka tunjukkan. Kegiatan periklanan, sebetulnya sudah dimulai sejak jaman peradaban Yunani kuno dan Romawi kuno. Pada awalnya, iklan dilakukan dalam bentuk pesan berantai atau disebut juga the world of mouth. Pesan berantai ini dilakukan untuk membantu kelancaran jual beli di dalam masyarakat, yang pada waktu itu belum mengenal huruf dan hanya mengenal sistem barter dalam kegiatan jual belinya. Setelah manusia mulai menggunakan sarana tulisan sebagai alat penyampaian pesan, maka kegiatan periklanan mulai menggunakan tulisan-tulisan atau gambar yang dipahatkan pada batu, dinding atau papan (Noviani, 2002:2). Kriyantono (2006:262) menyatakan bahwa iklan merupakan salah satu media yang di dalamnya terdapat banyak tanda, dan semiotik merupakan salah satu pendekatan dalam menelaah sesuatu yang berhubungan dengan tanda, maka analisis semiotik merupakan pendekatan yang tepat untuk menguraikan dan menemukan makna di balik tanda yang ada dalam sebuah teks iklan. Analisis semiotik berupaya menemukan makna tanda termasuk hal-hal yang tersembunyi di balik sebuah tanda (teks, iklan, berita). Karena sistem tanda sifatnya amat kontekstual dan bergantung pada pengguna tanda tersebut. Pemikiran pengguna tanda merupakan hasil pengaruh dari berbagai konstruksi sosial di mana pengguna tanda tersebut berada. Dalam penelitian ini iklan yang akan dikaji adalah iklan Sampoerna Mild versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar”. Adegan-adegan yang ditayangkan begitu menghibur dan inspiratif, apalagi pesan yang terkandung dalam iklan tersebut. Di dalam iklan Sampoerna Mild versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar” menceritakan seorang lelaki lebih memilih mencari pekerjaan terlebih 4

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dahulu daripada mengejar pendidikan. Iklan ini menceritakan tentang realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sesuai dengan target pasar rokok Sampoerna Mild yaitu anak muda, maka iklan ini mengusung masalah-masalah di kalangan kaum muda. Iklan Sampoerna Mild ini mengilustrasikan sekelompok orang berenang cepat menyusuri laut menuju sebuah pulau yang di daratannya terdapat toga. Namun, tiba-tiba seorang laki-laki menghentikan lajunya. Ternyata lelaki itu melihat pulau yang di daratannya terdapat pohon kelapa yang tinggi. Kemudian lelaki itu berenang menuju pulau tersebut dan melihat-lihat pohon kelapa itu. Akhirnya ia menemukan ide untuk menjadikan pulau tersebut menjadi sebuah usaha yaitu coconut boat dengan tarif 50.000 sekali naik. Lelaki itu dengan senangnya membawa coconut boat tersebut dengan sebuah jet ski melewati sekumpulan orang yang sudah diwisuda yang berada di pulau yang di daratannya terdapat sebuah toga itu. Kemudian muncul tulisan sebagai berikut: Daripada gak dapet-dapet kerja mending ga dapet-dapet gelar ( ) Gelar dulu ( ) Kerja dulu Berdasarkan ilustrasi iklan Sampoerna Mild versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar”, dapat dilihat bahwa iklan ini ditujukan kepada kaum muda. Tampilannya begitu sederhana, kontekstual, dan “gaul” karena dengan menggunakan tampilan dan konten seperti ini audiens dapat dengan mudah mencerna maksud yang ingin pengiklan sampaikan. Pengiklan juga pasti sudah 5

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI memperhitungkan dengan cermat bila nantinya audiens memunculkan persepsi lain dari tayangan iklan ini. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan gambaran di atas, permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.2.1 Apa makna yang terdapat dalam iklan rokok Sampoerna Mild versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar? 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah: 1.3.1 Mendeskripsikan makna yang terdapat dalam iklan rokok Sampoerna Mild versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar”? 1.4 Manfaat Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis. Secara teoritis, penelitian ini bermanfaat memberikan interpretasi yang beragam dari sekian banyak pemaknaan lain dalam sebuah iklan melalui kacamata semiotika pada iklan rokok A Mild versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar”. Secara praktis, melalui penelitian ini masyarakat mampu bersikap kritis dan selektif terhadap serbuan berbagai bentuk iklan yang ditonton sehingga tidak terjadi salah paham dan persepsi. Selain itu, supaya masyarakat dapat menganalisis 6

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI sebuah tontonan di suatu media secara kritis dengan mengetahui makna dan pesan yang terkandung pada sebuah iklan. 1.5 Tinjauan Pustaka Dalam skripsi Sintha Anggraini Budi Widianingrum yang berjudul “Rasisme Dalam Film Fitna (Analisis Semiotika Rasisme di dalam Film Fitna)” membahas simbol-simbol digunakan sebagai sarana penggambaran rasisme dalam film “Fitna” dan untuk mengetahui pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Amaliyatul Janah (2007) dalam skripsinya yang berjudul “Citra Perempuan Dalam Iklan Radio (Analisis Semiotik Iklan Srongpas Ginseng dan Pasama)” membahas (1) bagaimana perempuan dicitrakan dalam iklan radio Srongpas Ginseng dan Pasama, (2) bagaimana citra perempuan dalam iklan tersebut dapat mendukung terciptanya ideologi patriarki. Dalam jurnal mahasiswa-mahasiswa Universitas Padjadjaran yang disusun oleh Anggie Adhitya Utama, Dudy Zein, dan Teddy Kurnia Wirakusumah dengan judul “Representasi Budaya Korupsi Dalam Iklan Rokok Djarum 76 Versi Korupsi, Pungli, dan Sogokan Di Media Televisi”. Mereka membahas: (1) struktur teks iklan rokok Djarum 76 versi Korupsi, Pungli dan Sogokan di Televisi, (2) makna konotasi dalam iklan rokok Djarum 76 versi Korupsi, Pungli dan Sogokan di Televisi, (3) mitos dalam iklan rokok Djarum 76 versi Korupsi, Pungli dan Sogokan di Televisi, (4) ideologi yang terkandung dalam iklan rokok Djarum 76 versi Korupsi, Pungli dan Sogokan di Televisi. 7

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Rifqi Kurnia Hadi (2011) dalam skripsinya yang berjudul “Representasi Budaya Korupsi (Studi Semiotik Terhadap Representasi Budaya Korupsi Dalam Iklan Rokok Djarum 76 Versi “Wani Piro” di Televisi) menjelaskan bahwa korupsi dan pungutan liar seringkali terjadi dan bahkan sudah membudaya di semua lapisan masyarakat negara kita. Permasalahan yang dibahas dalam skripsinya, yakni bagaimanakah pemaknaan iklan rokok Djarum 76 versi “Wani Piro” di televisi. Nurlaelatul Fajriah (2011) dalam skripsinya yang berjudul “Analisis Semiotik Film Cin(t)a karya Sammaria Simanjuntak” membahas (1) bagaimana makna judul film “Cin(t)a”, (2) makna ikon, indeks, dan simbol dalam film “Cin(t)a”, (3) bagaimana cinta, agama, dan perbedaan dalam film Cin(t)a ditinjau dari teori segitiga makna (triangle meaning) Charles Sander Pierce. Setelah mengumpulkan berbagai sumber dari skripsi mahasiswa lain dan jurnal, maka penulis mampu mengambil garis besar tentang analisis semiotika. Melalui analisis semiotika penulis dapat melakukan upaya-upaya untuk meninjau tanda, makna, dan pesan yang terdapat dalam iklan rokok Sampoerna Mild bersi “Ga dapet kerja atau ga dapet gelar”. Analisis semiotika Ferdinand de Saussure menjadi pilihan penulis untuk memahami dan menganalisis tentang denotasi serta penanda dan petanda. 8

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.6 Landasan Teori Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu (1) tinjauan umum semiotika, (2) analisis semiotika Ferdinand de Saussure, dan (3) petanda dan penanda. 1.6.1 Tinjauan Umum Semiotika Semiotika atau semiologi merupakan terminologi yang merujuk pada ilmu yang sama. Istilah semiologi lebih banyak dipakai oleh ilmuwan Amerika. Istilah yang berasal dari kata Yunani semeion yang berarti ‘tanda’ atau ‘sign’ dalam bahasa Inggris itu adalah ilmu yang mempelajari sistem tanda seperti: bahasa, kode, sinyal, dan sebagainya. (www.wikipedia.com.artikel) Menurut Sinha di dalam buku Kurniawan mengatakan bahwa semiologi atau semiotika berakar dari studi klasik dan skolastik atas seni logika, retorika, dan poetika. Akar namanya sendiri adalah “semeion”, nampaknya diturunkan dari kedokteran hipokratik atau asklepiadik dengan perhatiannya pada simptomatologi dan diagnostik inferensial. (Kurniawan, 2001: 49) Semiotika adalah studi tentang tanda. Studi ini mencoba memahami bagaimana bahasa begitu bermakna dan bagaimana makna kemudian dapat dikomunikasikan dalam masyarakat. Semiotik tidak ditemukan dalam teks itu sendiri, tetapi hal ini seharusnya lebih dipahami sebagai metodologi. Maka, semiotika bukanlah disiplin ilmu yang pasti, tetapi pengaruhnya pada cara resmi dalam pendekatan teks media cukup dipertimbangkan. (Hartley, 2010:278) 9

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tanda terdapat di mana-mana: kata adalah tanda, demikian pula gerak isyarat, lampu merah lalu lintas, bendera, dan sebagainya. Struktur karya sastra, struktur film, bangunan dan kicauan burung dapat dianggap sebagai tanda. Dapat dikatakan apapun yang dilihat dan dirasakan keberadaannya, semua itu berupa tanda. Semiotika dapat diidentifikasikan sebagai ilmu yang mempelajari sederetan luas dari objek-objek, peristiwa-peristiwa, seluruh kebudayaan sebagai tanda. Pada dasarnya, analisis semiotika merupakan sebuah ikhtiar untuk merasakan sesuatu yang aneh, sesuatu yang dipertanyakan lebih lanjut ketika kita membaca teks atau narasi/ wacana tertentu. Analisisnya bersifat paradigmatic (Wibowo, 2011: 5). Berkaitan dengan bidang kajian semiotika, maka yang menjadi pusat perhatian dari pendekatan semiotik adalah tanda (sign). Menurut John Fiske (Sobur, 2009:94) terdapat tiga area penting dalam studi semiotik, yaitu: 1. Tanda itu sendiri. Hal ini berkaitan dengan beragam tanda yang berbeda, seperti cara mengantarkan makna dan cara menghubungkannya dengan orang yang menggunakannya. Tanda adalah buatan manusia dan hanya bisa dimengerti oleh orang-orang yang menggunakannya. 2. Kode atau sistem dimana lambang-lambang disusun. Studi ini meliputi bagaimana beragam kode yang berbeda dibangun untuk mempertemukan dengan kebutuhan masyarakat dalam sebuah kebudayaan. 3. Kebudayaan dimana kode dan lambang itu beroperasi. 10

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Semiotika merupakan sebuah cabang keilmuan yang memperlihatkan pengaruh semakin penting sejak empat dekade yang lalu, tidak saja sebagai metode kajian (decoding), akan tetapi sebagai metode penciptaan (encoding). Semiotika telah berkembang menjadi sebuah model atau paradigma bagi berbagai keilmuan yang sangat luas yang menciptakan cabang-cabang semiotika khusus. 1.6.2 Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure Di antara sekian banyak pakar tentang semiotika ada dua orang yang patut disebutkan secara khusus dalam hubungannya dengan kelahiran semiotika modern, yaitu Charles Sanders Peirce dan Ferdinand de Saussure (Zoest, 1991:viii). Menurut Georges Mounin dalam buku Martinet (2010:2), Saussure-lah yang menjadi tokoh karena dalam bukunya, Cours de linguistique generale, telah membaptis dan mendefinisikan secara garis besar “ilmu umum tentang semua sistem tanda (atau tentang semua sistem simbol), sistem-sistem itu membuat manusia bisa berkomunikasi di antara mereka”. Kekhasan teorinya terletak pada kenyataan bahwa ia menganggap bahasa sebagai sistem tanda (Zoest, 1991:2). Bahasa adalah suatu sistem tanda yang mengungkapkan ide-ide dan dapat dibandingkan dengan tulisan, abjad tuna rungu, ritus simbolik, bentuk sopan santun, isyarat militer, dan seterusnya. Hanya bahasa adalah yang paling penting di antara sistem-sistem ini. (de Saussure dalam Sudjiman dan Zoest, 1991:56) Saussure mengembangkan bahasa sebagai suatu sistem tanda. Semiotik dikenal sebagai disiplin yang mengkaji tanda, proses menanda dan proses menandai (http://islamicgraphicdesign.blogdetik.com/2008/09/25/semiotika). 11

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Menurut Saussure, tanda mempunyai dua entitas yaitu signifier dan signified atau wahana ‘tanda’ dan ‘makna’ atau ‘penanda’ dan ‘petanda’ (Zoest, 1991:42). Hubungan antara signifier dan signified adalah arbitrary (mana suka) (http://islamicgraphicdesign.blogdetik.com). Tanda menurut Saussure adalah kombinasi dari sebuah konsep dan sebuah sound image yang tidak dapat dipisahkan. De Saussure di dalam buku Baryadi (2007:48) menyatakan bahwa bahasa sebagai tanda adalah kesan psikis yang bermuka dua, yaitu gambaran akustis atau bunyi dan konsep. Objek yang ingin dicapai oleh Saussure adalah “langue”, yaitu “sebuah sistem yang terdiri dari tanda, dan tanda itu mengekspresikan gagasan-gagasan (Martinet, 2010:63). Secara implisit tanda dianggap sebagai alat komunikasi antara dua orang manusia yang secara disengaja dan bertujuan menyatakan maksud (Zoest, 1991:43). Pemikiran Saussure juga mempunyai gaung yang kuat dalam rumpun ilmu-ilmu sosial budaya secara umum dan akhirnya menjadi sumber ilham bagi sebuah paham pemikiran yang dinamakan strukturalisme. Prinsip-prinsip linguistik Saussure dapat disederhanakan kedalam butir-butir pemahaman sebagai berikut: 1. Bahasa adalah sebuah fakta sosial 2. Sebagai fakta sosial, bahasa bersifat laten, bahasa bukanlah gejala-gejala permukaan melainkan sebagai kaidah-kaidah yang menentukan gejala-gejala permukaan, yang disebut sengai langue. Langue tersebut termanifestasikan sebagai parole, yakni tindakan berbahasa atau tuturan secara individual 12

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Bahasa adalah suatu sistem atau struktur tanda-tanda. Karena itu, bahasa mempunyai satuan-satuan yang bertingkat-tingkat, mulai dari fonem, morfem, kalimat, hingga wacana. 4. Unsur-unsur dalam setiap tingkatan tersebut saling menjalin melalui cara tertentu yang disebut dengan hubungan paradigmatik dan sintakmatik 5. Relasi atau hubungan-hubungan antara unsur dan tingkatan itulah yang sesungguhnya membangun suatu bahasa. Relasi menentukan nilai, makna, pengertian dari setiap unsur dalam bangunan bahasa secara keseluruhan 6. Untuk memperoleh pengetahuan tentang bahasa yang prinsip-prinsipnya yang telah disebut di atas, bahasa dapat dikaji melalui suatu pendekatan sikronik, yakni pengkajian bahasa yang membatasi fenomena bahasa pada satu waktu tertentu, tidak meninjau bahasa dalam perkembangan dari waktu ke waktu (diakronis). (http://indrimuzaki.blogspot.com/2011/01/metodesemiotika-menurut-ferdinand-de.html) Kriyantono (2006:268) menyatakan bahwa Saussure tertarik pada cara kompleks pembentukan kalimat dan cara bentuk-bentuk kalimat menentukkan makna, tetapi kurang tertarik pada kenyataan bahwa kalimat yang sama bisa saja menyampaikan makna yang berbeda pada orang yang berbeda situasinya. 1.6.3 Penanda dan Petanda Lanque adalah suatu sistem kode yang diketahui oleh semua anggota masyarakat pemakai bahasa tersebut, seolah-olah kode-kode tersebut telah disepakati bersama di masa lalu di antara pemakai bahasa (Zoest, 1991:57). 13

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Langue merupakan suatu sistem tanda yang bersifat abstrak (Ibid., hlm 59). Jadi satu aspek lain dari tanda adalah bahwa tanda menghadirkan satu ikatan dengan sesuatu yang non-linguistik (Martinet, 2010:74). Salah satu ciri dasar signifiant dan signifie sebagai bagian dari tanda dan tanda itu sendiri adalah sifatnya yang relatif (Zoest, 1991:59). De Saussure berpendapat bahwa ciri dasar tanda bahasa adalah arbitraritas (kesemenaan) absolut (Ibid., hlm 60). Arbitraritas tanda bahasa ini tercermin dalam pembentukan signifiant dan signifie secara sembarangan. Orang tak dapat menjelaskan mengapa kursi disebut kursi dan bukannya pohon (Ibid., hlm 60) Tanda linguistik Saussure memuat penanda (sisi ekspresi) dan petanda (sisi isi). Dengan mengambil konsep strata bentuk dan substansi dari Hjemslev, Barthes melengkapi penanda dan petanda itu dengan dua strata Hjemslev. Baik petanda maupun penanda, menurutnya, memuat bentuk dan substansi. Pengertian dari dua istilah ini dijelaskan oleh Barthes sebagai berikut: “The form is what can be described exhaustively, simply and coherently (epistemological criteria) by linguistics without resorting to any extralinguistic premise; the substance is the whole set of aspects of linguistic phenomena which cannot be described without resorting to extralinguistic premise.” (Bentuk adalah apa yang dapat dilukiskan secara mendalam, sederhana, dan koheren [kriteria epistemologis] oleh linguistik tanpa melalui premis ekstralinguistik; substansi adalah keseluruhan rangkaian aspek-aspek fenomena linguistik yang tidak dapat dilukiskan secara mendalam tanpa melalui premis ekstralinguistik). (Kurniawan, 2001:55-56) 14

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hakikat penanda sama saja dengan petanda, yaitu secara murni adalah sebuah relatum yang batasannya tak dapat dipisahkan dari petanda. Satusatunya perbedaannya dengan petanda adalah bahwa penanda merupakan sebuah mediator, suatu hal yang perlu untuknya. Sebagai mediator, substansi penanda selalu merupakan materi (suara, obyek, imaji). Pengklasifikasian penanda juga tak ada, sama dengan petanda. Apa yang harus dilakukan kemudian adalah memutus pesan “tak berakhir” (karena pesan-pesan dapat disusun berderetan untuk melihat acuan-acuannya secara berantai) yang dikonstitusi oleh keseluruhan pesan yang memancar pada derajat dari pusat yang dipelajari. Pemutusan dilakukan dalam satuan-satuan signifikan, minimal dengan cara uji komutasi, kemudian mengelompokkannya ke dalam kelas-kelas paradigmatik, dan akhirnya mengklasifikasikan hubungan-hubungan sintagmatik yang menghubungkan satuan-satuan ini. (Ibid., hlm 58-59) 1.7 Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan pendekatan penelitian. Berikut diuraikan tahapan penelitian tersebut. 1.7.1 Tahap Pengumpulan Data Dalam tahap pengumpulan data, peneliti menggunakan metode-metode sebagai berikut: a) Simak Metode simak adalah metode yang digunakan dalam penelitian bahasa dengan cara menyimak penggunaan bahasa pada objek yang akan diteliti (http://nanangwest.blogspot.com/2013/01/metode- penelitian.html). Pengamatan dilakukan dengan cara menyimak iklan rokok Sampoerna Mild versi “Ga dapet kerja atau ga dapet gelar” di media televisi. Metode ini digunakan untuk mendalami materi 15

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI penelitian guna memperoleh fakta mengenai objek yang akan dianalisa. b) Sumber Data Dalam penelitian ini data diperoleh dari cuplikan iklan rokok Sampoerna Mild versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar” di media televisi. Namun, iklan ini sudah tidak beredar lagi di stasiun televisi manapun karena adanya pembaharuan dari pihak pengiklan. Oleh karena itu, peneliti melakukan upaya dengan mengunduh iklan ini dari internet. 1.7.2 Tahap Analisis Data Pada tahap analisis data, penulis menggunakan kosep semiotika Ferdinand de Saussure seperti, signifier (penanda), signified (petanda), dan makna denotasi yang digunakan untuk memahami makna yang terkandung dalam setiap adegan pada iklan rokok Sampoerna Mild versi “Ga dapet kerja atau ga dapet gelar”. Sistem signifier (penanda) adalah bunyi atau coretan bermakna, sedangkan signified (petanda) adalah gambar mental atau konsep sesuatu dari signifier (penanda). Hubungan antara keberadaan fisik tanda atau konsep mental tanda tersebut dinamakan signification. Dengan kata lain signification ada upaya memberi makna terhadap dunia. Berikut contoh analisis data menggunakan sistem signifier (penanda) dan signified (petanda): 16

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pada penanda, terlihat sekumpulan orang yang berenang di laut yang begitu luas untuk menuju sebuah pulau yang di atasnya berdiri sebuah toga. Terlihat mereka berenang dengan begitu cepat supaya sampai di pulau tersebut. Pada petanda, menggambarkan segerombolan orang yang ingin mencapai sebuah pulau yang telah berdiri sebuah toga sebagai representasi dari sebuah perjuangan untuk mendapatkan gelar. Setting yang ditampilkan adalah laut yang identik dengan sesuatu yang luas dan penuh dengan rintangan di dalamnya. Toga sendiri merupakan sebuah topi yang dikenakan saat seseorang mengikuti upacara wisuda serta sebagai tanda lulusnya seseorang dari perguruan tinggi. Makna yang ingin disampaikan oleh A Mild dalam scene ini adalah perjuangan segerombolan orang dengan susah payah demi mencapai gelar. Semua orang berusaha untuk memperoleh gelar secepat mungkin dalam dunia pendidikan agar cepat juga mendapatkan pekerjaan. Semua kaum muda memiliki keinginan untuk mengejar gelar di perguruan tinggi supaya dapat memperoleh pekerjaan yang layak. 17

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Terlihat banyak sekali orang yang berenang di tengah laut menuju suatu Penanda pulau yang di atasnya berdiri sebuah toga. Laut identik dengan hal yang luas dan penuh tantangan. Banyaknya orang berenang menuju pulau tersebut agar dapat sampai di pulau yang telah Petanda berdiri sebuah toga. Toga merupakan perlengkapan yang biasa dikenakan dikepala saat seseorang mengikuti upacara wisuda. 1.7.3 Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif yaitu pendekatan yang digunakan karena beberapa pertimbangan yaitu bersifat luwes, tidak terlalu rinci, tidak lazim mengidentifikasikan suatu konsep, serta memberi kemungkinan bagi perubahanperubahan manakala ditemukan fakta yang lebih mendasar, menarik dan unik bermakna di lapangan. (Bungin, 2003: 39) Penelitian dengan menggunakan kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian seperti: perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain. Secara 18

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. (Moleong, 2007: 6) 1.8 Sistematika Penyajian Sistem penyajian hasil laporan penelitian ini adalah sebagai berikut: Bab I berisi pendahuluan yang mencakup: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, tinjauan pustaka, landasan teori, metode dan teknik penelitian, dan sistematika penyajian. Bab II berisi tentang makna yang tedapat dalam iklan rokok Sampoerna Mild versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar”. Bab III berisi penutup yang mencakup kesimpulan dan saran atas penelitian analisis semiotika iklan rokok Sampoerna Mild versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar”. 19

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 2.1 Iklan Rokok Sampoerna Mild versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar” Di Media Televisi Penelitian ini akan membahas secara ringkas mengenai iklan rokok Sampoerna Mild versi “Ga dapet kerja atau ga dapet gelar” serta analisis makna iklan per adegan menggunakan konsep petanda dan penanda Ferdinand de Saussure. Rokok Sampoerna Mild atau biasa disebut A Mild merupakan sebuah merk rokok yang namanya sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia baik yang merokok maupun yang tidak merokok. Perusahaan yang didirikan oleh Liem Seeng Tee telah menjadi salah satu industri yang besar dan menghasilkan keuntungan melimpah. Selain pabrik rokok, Liem Seeng Tee juga memiliki beberapa perusahaan dan anak perusahaan dengan bidang yang berbeda-beda. Sejarah perusahaan ini dimulai jauh sebelum 1913 ketika seorang imigran asal Cina, Liem Seeng Tee beserta istrinya Siem Tjian Nio memulai usahanya dengan menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti bahan pangan, rokok putih dan tembakau. Dalam menjalankan usaha menjual tembakau Liem Seeng Tee melakukan peracikan sendiri, dimana tembakau produksinya tersebut diberi cita rasa tertentu yang sesuai dengan selera konsumen pada waktu itu. Tembakau tersebut dibuat dengan dilinting sehingga menjadi rokok. Usahanya ini ternyata mendapat tanggapan yang cukup baik dari konsumen, sehingga banyaknya permintaan dari konsumen dan akhirnya terus berkembang. (http://pthmsampoerna.blogspot.com/p/tentang-kami.html) 20

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sampoerna Mild atau A Mild merupakan produk rokok keluaran PT. HM Sampoerna Tbk yang mempunyai pangsa pasar besar di Indonesia khususnya konsumen orang dewasa, banyak dari mereka menginginkan produk rokok dengan kadar nikotin rendah serta kemasan menarik tanpa mengurangi rasa kenikmatan itulah kesan yang ingin ditonjolkan dari produk rokok A Mild sehingga menjadi ikon rokok mild di Indonesia. Sampoerna tidak hanya bergerak di bidang rokok saja tetapi sudah bergerak dalam bisnis sponsor, tujuannya untuk mengenalkan produk di international serta untuk memperluas pasar, serta ada tujuan lain yang berkaitan dengan kasino, lain di Indonesia melalui produk mild-nya Sampoerna cukup dengan mempertahankan image produk A Mild dalam benak konsumen melalui iklannya, seperti yang dapat kita lihat iklannya sekarang ini, iklannya tidak lagi gencar membujuk konsumen untuk membeli produknya tetapi cenderung hanya mengingatkan produknya kepada konsumen tentunya dengan kata-kata yang mudah diingat konsumen khususnya para perokok setia A Mild, pokoknya kalau merokok harus A Mild, kalau konsumen sudah begitu produk mild yang lain susah untuk menggeser posisi produk A Mild pada konsumen. Umumnya iklan selalu menunjukkan gambaran produk dalam setiap tayangannya. Menurut Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 tahun 2002 mencantumkan iklan alkohol dan rokok dalam pasal 46 ayat 3b dan 3c yang melarang promosi minuman keras, bahan/zat adiktif, dan promosi rokok yang memperagakan wujud rokok. (http://ganjarruntiko.blogspot.com/2011/12/undangundang-penyiaran-dan-iklan-rokok.html) 21

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Namun, trend iklan rokok cenderung tidak menampilkan produk, melainkan hanya pencitraan terhadap produk. Iklan rokok Marlboro misalnya, Marlboro menawarkan simbol keperkasaan yang dikenal melalui gaya hidup pria koboi, sedangkan Djarum Super menawarkan simbol pria pemberani yang dikenal melalui gaya hidup bertualang serta menemukan tantangan-tantangan besar; atau iklan A Mild yang dikenal dengan menyampaikan pesan sosial secara abstrak. Sesuai dengan tradisinya dalam beriklan, kali ini A Mild juga menyampaikan iklannya secara abstrak. Abstrak adalah sesuatu tanda tidak langsung, artinya bentuk abstrak itu tidak dapat ditelaah secara jelas namun tetap memiliki suatu makna yang jelas. Harapan bukanlah sekedar harapan, begitu juga dengan maksud dan tujuan ditayangkannya iklan A Mild Bukan Basa Basi versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar” ini, iklan televisi ini ditayangkan untuk mendapatkan suatu respon tertentu dari khalayaknya. Iklan A Mild menekankan pada ketidakstabilan makna-makna. Sebuah iklan A Mild ternyata tidak semata-mata mempunyai fungsi untuk mendorong, membujuk kepada khalayak ramai tentang benda dan jasa yang ditawarkan. Iklan rokok A Mild tidak hanya mempunyai nilai guna sebuah iklan saja, melainkan iklan ini menghadirkan sesuatu yang baru dan berbeda. Sebuah iklan tidak akan ada tanpa adanya pesan. Tanpa pesan iklan tidak akan berwujud. Iklan diciptakan komunikator karena ingin ditujukan kepada khalayak tertentu. Dalam dunia periklanan, khalayak sasaran cenderung bersifat khusus. Pesan yang disampaikan tidak dimaksudkan untuk diberikan kepada semua orang, melainkan kelompok target audience tertentu. Sasaran khalayak yang dipilih tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa pada dasarnya setiap kelompok khusus audience memiliki kesukaan, kebutuhan, keinginan, karakteristik, dan keyakinan khusus. Dengan demikian pesan yang diberikan harus dirancang khusus dan disesuaikan dengan target (Widyatama, 2007 : 22). 22

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Iklan Sampoerna Mild versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar” ini ditayangkan di berbagai saluran televisi. Cara beriklan di televisi menjadi pilihan utama para pengiklan untuk memperkenalkan produk yang ditawarkan. Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia lebih senang menonton televisi daripada harus membaca koran atau surat kabar. Televisi merupakan media yang tepat untuk mengiklankan produk karena audiens dapat menikmatinya dengan melihat dan mendengar. Selain melalui televisi iklan Sampoerna Mild versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar” juga diiklankan dengan media baliho, biasanya terdapat di pinggir-pinggir jalan utama. Namun, iklan ini pertama kali penulis temukan melalui media televisi. Iklan produk Sampoerna Mild menggambarkan suatu realitas yang terjadi di sekitar. Iklan Samperna Mild versi “Ga Dapet-Dapet Kerja Atau Ga DapetDapet Gelar”, punya daya tarik tersendiri. Konsep iklan yang diberikan tergolong baru, yaitu memberikan sudut pandang lain yang tidak ada kaitannya dengan rokok itu sendiri. Hal ini mungkin ingin menunjukkan bahwa Sampoerna Mild juga memiliki kepedulian sosial terhadap dunia pengangguran. Fenomena yang digambarkan cukup jelas, yaitu ternyata pengangguran masih banyak, dan diantaranya itu hanya satu orang yang memiliki kreativitas untuk menciptakan lapangan kerja. Terlihat dalam iklan ini bagaimana banyaknya lulusan sarjana. Namun, hal ini tidak menjadi jaminan untuk mendapatkan pekerjaan. Menurut peneliti, iklan ini cukup mewakili fenomena yang terjadi di masyarakat. Iklan ini cukup mewakili pola pikir sebagian masyarakat yang beranggapan untuk apa kuliah atau mengejar pendidikan tetapi tidak memiliki 23

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI penghasilan atau pekerjaan. Permasalahan ini telah menjadi sesuatu yang klasik di masyarakat dan untuk menanggulanginya juga rumit karena tingkat pengangguran tiap tahunnya semakin meningkat. Oleh karena itu, banyak anggapan dari masyarakat yang muncul bahwa mengejar pendidikan adalah suatu kebutuhan tersier. Bagi sebagian masyarakat, bekerja merupakan jalan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tanpa harus mengejar pendidikan di perguruan tinggi. Pengiklan lebih memprioritaskan untuk menampilkan adegan yang menunjukkan seseorang yang lebih memilih bekerja daripada memperoleh gelar di perguruan tinggi. Penulis berasumsi bahwa tujuan iklan ini sebenarnya ingin mengajak setiap orang untuk memiliki kreativitas demi mendapatkan penghasilan. Sampoerna Mild begitu jeli melihat banyaknya pengangguran pada usia muda dan produktif di Indonesia. Oleh karena itu, iklan ini diharapkan mampu memberikan dorongan kepada kaum muda untuk bergerak ketimbang berdiam diri menunggu panggilan kerja dari berbagai perusahaan maupun instansi. Tidak sedikit pula anak-anak muda yang telah menciptakan lapangan pekerjaan sebelum memperoleh gelar di perguruan tinggi. Beberapa anak muda yang sukses sebelum masuk perguruan tinggi adalah Hamzah Izzulhaq, Lambertus Darian, Farah Farce, Valentina Meiliyana, dan Yasa Singgih. Anak-anak muda ini sudah berhasil dari ide kreatifnya membuat suatu usaha bahkan sebelum mereka mendapatkan gelar di perguruan tinggi. Menurut berbagai informasi bahwa mereka anak-anak muda yang ‘nekat’ dan berkemauan kuat untuk sukses di usia muda. 24

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sebagai produsen rokok yang memiliki target kaum muda dan dewasa yang dinamis. A Mild selalu menciptakan iklan yang berkaitan dengan dunia anak muda dan dewasa yang penuh semangat. Dalam setiap penayangan iklan, A Mild selalu ingin menyuguhkan suatu sudut pandang serta perspektif yang berbeda. Tak sedikit pula iklan A Mild kritis dengan fenomena yang terjadi baik di kalangan anak muda sehingga tanpa disadari bahwa brand A Mild ini pro terhadap kaum muda. Strategi ini yang diusung oleh Sampoerna Mild untuk menggaet para konsumen yang sebagian besar adalah kaum muda. “Sedangkan target dikeluarkannya produk rokok A Mild adalah anak muda dan dewasa yang dinamis mulai dari umur 19-35. A Mild sendiri mempunyai motto 3B yaitu “Bukan Basa Basi”. (http://pthmsampoerna.blogspot.com/p/tentang-kami.html) Terlepas dari pentingnya gelar, iklan ini juga memberi sebuah gambaran kepada setiap orang untuk memiliki kreativitas demi memenuhi kebutuhan hidup, tidak lain adalah menciptakan lapangan pekerjaan. Bagi kaum muda terutama yang baru saja menyelesaikan Sekolah Menengah Umum atau Sekolah Menengah Kejuruan, diharapkan mampu memilih jalan hidupnya ke depan antara memperoleh gelar di perguruan tinggi atau bekerja terlebih dahulu. 25

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 2.2 Scene Iklan Sampoerna Mild Versi “Ga Dapet Kerja Atau Ga Dapet Gelar” di Media Televisi 26

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 2.3 Orang-orang Berenang Scene 1 Pada penanda, sekumpulan orang berenang di laut yang begitu luas untuk menuju sebuah pulau yang di atasnya berdiri sebuah toga. Terlihat mereka berenang dengan begitu cepat supaya sampai di pulau tersebut. Pada petanda, menggambarkan segerombolan orang yang ingin mencapai sebuah pulau yang telah berdiri sebuah toga sebagai representasi dari sebuah perjuangan untuk mendapatkan gelar. Setting yang ditampilkan adalah laut yang identik dengan sesuatu yang luas dan penuh dengan rintangan di dalamnya. Toga 28

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI sendiri merupakan sebuah topi yang dikenakan saat seseorang mengikuti upacara wisuda serta sebagai tanda lulusnya seseorang dari perguruan tinggi. Makna yang ingin disampaikan oleh A Mild dalam scene ini adalah perjuangan segerombolan orang dengan susah payah demi mencapai gelar. Semua orang berusaha untuk memperoleh gelar secepat mungkin dalam dunia pendidikan agar cepat juga mendapatkan pekerjaan. Semua kaum muda memiliki keinginan untuk mengejar gelar di perguruan tinggi supaya dapat memperoleh pekerjaan yang layak. Rombongan orang berenang di laut Penanda menuju sebuah pulau yang di atasnya berdiri sebuah toga. Laut identik dengan hal yang luas dan penuh tantangan. Banyaknya orang berenang menuju pulau tersebut agar Petanda dapat sampai di pulau yang telah berdiri sebuah toga. Toga merupakan perlengkapan yang biasa dikenakan dikepala saat seseorang mengikuti upacara wisuda. 29

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 2.4 Toga Scene 2 Pada penanda, segerombolan orang akan mencapai pulau itu. Toga yang semakin terlihat jelas oleh orang-orang yang menuju pulau tersebut. Pada petanda, toga yang semakin jelas terlihat menunjukkan perjuangan hanya tinggal selangkah lagi. Mereka semakin bersemangat supaya sampai di sana. Orang-orang itu semakin bersemangat mencapai pulau itu. Makna yang ingin disampaikan oleh A Mild dalam scene ini adalah tinggal selangkah lagi menuju sebuah pulau yang mereka tuju dari awal. Hal ini semakin memacu semangat agar cepat mendarat di pulau itu. Dapat dikatakan perjuangan mencapai gelar sarjana tinggal sedikit lagi dan hanya menunggu waktu saja. Di dalam dunia perkuliahan, momen seperti ini disebut semester terakhir atau tingkat akhir. Perjuangan yang selama ini telah ditempuh akan mencapai klimaksnya di tingkat akhir tersebut. 30

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Rombongan orang yang berenang dan Penanda akan mencapai pulau yang di atasnya berdiri sebuah toga. Pulau yang di atasnya berdiri sebuah toga sebagai penggambaran dari gelar sarjana. Orang-orang tersebut sudah berada tepat di dekat pulau yang Petanda berdiri sebuah toga. Gerombolan orang tersebut hanya perlu selangkah lagi untuk mencapai pulau tersebut. Hal ini menandakan bahwa impian orang-orang itu sudah ada di depan mereka. 31

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 2.5 Berhenti Berenang Scene 3 Pada penanda, seseorang dari rombongan itu menghentikan lajunya. Rombongan yang lain tetap melanjutkan berenangnya hingga mencapai pulau yang dituju. Pada petanda, seseorang lelaki dari rombongan tersebut mengalihkan pandangan ke sisi sebelah kanannya, ini berarti adanya suatu hal yang ia lihat dan menarik perhatiannya. Rombongan yang lain tetap melanjutkan perjalanan berenangnya dan tetap pada tujuan yang mereka ingin capai. Makna yang ingin disampaikan oleh A Mild dalam scene tersebut adalah dalam seseorang telah teralihkan perhatiannya terhadap sesuatu yang ia lihat di arah lain. Bila dikaitkan dengan latar belakang iklan ini yaitu, pada masa-masa kuliah pasti mengalami adanya berbagai permasalahan, seperti kejenuhan dalam kuliah, godaan untuk menghasilkan uang sendiri agar membanggakan orangtua, dan lain sebagainya. Tak banyak pula mahasiswa yang melakukan hal-hal di luar kewajibannya menempuh ilmu. Dalam pandangan peneliti, maksud dari iklan ini yaitu telah terjadi pergolakan batin di dalam diri para remaja yang menuntut ilmu 32

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI di perguruan tinggi maupun yang belum merasakan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Tujuan awal memang sudah terbentuk tetapi di tengah perjalanan selalu ada hal yang mengganjal dalam diri, apakah akan melanjutkan berkuliah atau mencari ide lain untuk dapat menghasilkan materi bagi keluarga. Seorang perhatiannya Penanda lelaki ke mengalihkan si si yang lain. Rombongan yang lain tetap berenang menyusuri laut untuk mencapai pulau yang mereka tuju. Seorang lelaki menatap arah yang lain identik dengan pengalihan perhatian dari hal yang ingin ditujunya dari awal. Petanda Audio yang terdengar seperti suara rem dalam iklan mengindikasikan lelaki itu menghentikan lajunya. Orang-orang yang lain tetap berenang menuju pulau yang dituju sejak awal. 33

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 2.6 Melihat Sesuatu Scene 4 Pada penanda, seorang pemuda berkacamata sedang memalingkan wajahnya ke arah sisi sebalah kanannya. Posisi dalam keadaan masih berada di atas air laut. Pada petanda, iklan rokok identik dengan lelaki atau pria sehingga model dari iklan ini seorang laki-laki muda yang biasanya identik dengan semangat yang menggebu-gebu saat di usia tersebut. Sesuai dengan target konsumen A Mild yang sebagian besar adalah para remaja dan dewasa khususnya laki-laki. Selain itu pakaian kemeja bermotif kotak-kotak dan berkacamata menjadi ciri khas dari mahasiswa yang berada dalam kampus atau universitas maupun lembaga pendidikan lainnya. Mata yang terbelalak identik dengan sesuatu yang menarik dan penasaran untuk dilihat. Makna yang ingin disampaikan oleh A Mild dalam adegan ini adalah seorang lelaki yang melihat sesuatu yang membuatnya tertarik dan penasaran untuk dilihat. Setiap perjalanan pendidikan seseorang pastilah diwarnai oleh gejolak, dan itu tidak dapat dipungkiri. Baik mahasiswa maupun lulusan SMA atau SMK memiliki persoalan hidup dalam perjalanan hidupnya. Beberapa dari 34

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mereka memiliki pandangan berbeda-beda dalam menjalani hidup. Ada yang bekerja terlebih dahulu lalu melanjutkan kuliah dan ada pula yang kuliah dahulu tetapi memiliki sampingan usaha. Penanda Lelaki berkacamata memalingkan pandangan ke sisi kanannya. Lelaki itu mengenakan pakaian rapi Petanda da n sering berkacamata. dijumpai Penampilan baik di kampus maupun lembaga pendidikan lain. 35 ini

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 2.7 Pohon Kelapa Scene 5 Pada penanda, nampak pohon kelapa yang menjulang tinggi di tengah daratan. Pohon kelapa terlihat kecil karena begitu jauh. Pada petanda, pohon kelapa digambarkan sebagai sesuatu yang bisa dimanfaatkan karena memang memiliki banyak kegunaan. Pohon kelapa sendiri dalam kehidupan sehari-hari merupakan tumbuhan yang memiliki banyak sekali kegunaan, mulai dari buah, daun, dan sebagainya. Selain itu, tumbuhan yang mampu tumbuh di sekitar pantai atau laut hanyalah pohon kelapa. Makna yang ingin disampaikan oleh A Mild dalam adegan ini adalah di perjalanan menempuh gelar sarjana yang tak kunjung didapatkan memunculkan suatu alternatif baru dalam menyikapinya. Salah satu bentuk dari alternatif baru adalah pohon kelapa ini yang dilihat oleh salah satu orang yang berenang menuju suatu pulau yang telah berdiri sebuah toga. Dalam perjalanannya mengejar gelar yang tak kunjung didapatkan, tiba-tiba seorang lelaki itu menemukan sebuah harapan baru. 36

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pohon kelapa yang tinggi berada di Penanda daratan di tengah laut. Terlihat sangat jauh sehingga nampak kecil. Pohon kelapa di atas daratan dianalogikan sebagai sebuah harapan baru. Selain itu pohon kelapa merupakan tanaman yang sering kita Petanda jumpai di sekitar pantai. Pohon kelapa juga memiliki kegunaan yang beragam sehingga pohon kelapa disebut sebagai sumber bernilai. 37 daya alam yang sangat

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 2.8 Ubah Arah Scene 6 Pada penanda, seseorang yang berenang ke arah sisi kanan. Rombongan perenang yang lain terus melaju. Pada petanda, rombongan yang mempercepat laju renangnya di tengah laut dapat diartikan sebagai keteguhan dalam menuju sebuah tujuan awal. Sedangkan seseorang yang berbelok ke kanan diindentikan dengan orang yang memilih jalan lain atau memilih alternatif lain untuk mencapai sesuatu yang baru. Makna yang ingin disampaikan A Mild dalam adegan ini adalah seseorang yang memilih untuk berbelok ke kanan dengan harapan untuk mendapatkan suatu tujuan yang baru pula demi tercapainya sebuah impian. Namun, rombongan yang lain tetap melanjutkan perjalanan sesuai tujuan awal mereka, menuju sebuah pulau yang di atasnya berdiri sebuah toga. Ia memiliki pandangan lain dalam mengejar impian serta memunculkan sesuatu yang baru. 38

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Seorang yang berenang ke arah sisi Penanda kanan dari rombongan perenang yang lain. Ia berenang seorang diri ke arah yang berbeda. Rombongan perenang yang terus melaju di laut menunjukkan adanya kefokusan mencapai tujuan. Seseorang Petanda dari rombongan itu memilih berenang ke arah yang berbeda sebagai tanda bahwa ia melakukan sesuatu yang lain daripada yang lain. 39

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 2.9 Renang Cepat Scene 7 Pada penanda, laki-laki yang berenang di tengah laut dengan cepatnya. Ia memakai pakaian bermotif kemeja. Pada petanda, laki-laki yang berenang dengan begitu cepat dengan tujuan agar cepat sampai ke arah yang ia tuju. Orang yang berenang cepat selalu diidentikkan dengan suatu perlombaan untuk mencapai tujuan dengan cepat. Makna yang ingin disampaikan oleh A Mild dalam adegan ini adalah semangat seorang lelaki yang penasaran dengan pulau baru yang telah dilihatnya. Ia mempunyai tekad untuk mencapai pulau tersebut lebih awal. 40

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Laki-laki yang berenang di tengah laut Penanda dengan cepat. Dalam adegan terlihat seorang laki-laki yang Petanda berenang dengan cepat, menunjukkan semangat untuk mencapai tujuan. Gambar 2.10 Menyemburkan Air Dari Mulut Scene 8 Pada penanda, lelaki tersebut sudah berada di daratan dan kemudian menyemburkan air dari dalam mulutnya. Pada petanda, lelaki itu menyemburkan air dari dalam mulutnya identik dengan orang yang telah menyelesaikan aktivitas renang. Makna yang disampaikan oleh A Mild dalam adegan ini adalah orang yang berenang ke arah yang berbeda dari rombongan yang lain telah sampai di pulau 41

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang ia tuju. Lelaki itu akhirnya sampai juga di pulau yang ditumbuhi oleh sebuah pohon kelapa. Lelaki yang sudah sampai di daratan Penanda lain dan menyemburkan air dari mulutnya. Lelaki sudah sampai daratan baru. Ia Petanda mengeluarkan air yang memenuhi mulutnya setelah berenang jauh untuk menuju pulau baru ini. 42

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 2.11 Ide Banana Boat Scene 9 Pada penanda, lelaki itu berimajinasi tentang orang-orang yang sedang menaiki banana boat. Ia tepat berada dibawah pohon dengan keadaan memeluk pohon itu. Pada petanda, banana boat merupakan sejenis perahu karet tanpa mesin yang berbentuk seperti pisang dan digunakan untuk tujuan rekreasi. Perahu pisang ini dapat melaju dengan ditarik oleh perahu bermesin. Banana boot menjadi salah satu wahana rekreasi yang biasa kita temui di laut. Makna yang ingin disampaikan oleh A Mild dalam adegan ini adalah seorang lelaki yang telah menemukan peluang usaha atau bisnis setelah ia berpikir dengan keras. Akhirnya, ia mengadaptasi sebuah wahana banana boat. 43

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lelaki berimajinasi di bawah pohon Penanda tentang orang-orang yang menaiki banana boat. Ia memeluk batang pohon kelapa. Orang berimajinasi menunjukkan orang yang sedang berpikir dan menemukan Petanda ide, pada adegan ini lelaki itu berpikir tentang sejumlah orang yang menaiki banana boat. Gambar 2.12 Coconut Boat Scene 10 Pada penanda, adegan ini menampilkan pulau yang ditumbuhi pohon kelapa dengan enam orang sedang duduk dan memeluk batang pohon kelapa itu. 44

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Orang-orang tersebut mengenakan pelampung. Lalu muncul wacana “Coconut Boat Sekali Naik 50 Ribu”. Pada petanda, pohon kelapa dianalogikan sebagai wahana coconut boat. Lalu “....Sekali Naik 50 Ribu”, menunjukkan tarif yang ditentukan untuk dapat menaiki wahana coconut boat itu. Orang-orang yang memeluk batang pohon kelapa itu merupakan para konsumen. Makna yang ingin disampaikan A Mild dalam adegan ini adalah seorang lelaki yang sebelumnya memiliki sebuah ide yang brilian karena imajinasinya tentang wahana banana boat berhasil menyulap pohon kelapa menjadi coconut boat. Ia kemudian tidak ragu lagi untuk mengkomersilkan temuannya itu. Untuk dapat menaiki wahana coconut boat ini dikenakan tarif Rp. 50.000,00 untuk sekali naik. Enam orang duduk dan memeluk Penanda batang pohon kelapa. Muncul teks “Coconut Boat Sekali Naik 50 Ribu”. Pohon kelapa itu diinterpretasikan sebagai wahana coconut boat. Beberapa orang yang duduk dan memeluk batang Petanda pohon kelapa tersebut diilustrasikan sedang menaiki wahana coconut boat. Kalimat “Coconut Boat Sekali Naik 50 Ribu”, 45 menjelaskan bahwa pohon

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kelapa itu dinamakan coconut boat. Dalam bahasa Inggris, coconut memiliki pengertian kelapa. Kemudian “....Sekali Naik 50 Ribu” menunjukkan tarif yang ditentukan untuk dapat menaiki wahana coconut boat tersebut. Gambar 2.13 Pria Menggunakan Helm Kulit Kelapa Scene 11 Pada penanda, lelaki berkacamata itu tersenyum lebar dengan mengenakan penutup kepala yang terbuat dari kulit buah kelapa. Pada petanda, senyuman lebar menandakan bahwa lelaki tersebut berada dalam suasana hati yang senang dan gembira. Penutup kepala yang digunakannnya sesuai dengan daratan yang ditumbuhi pohon kelapa dan ide coconut boat yang ia buat.. 46

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Makna yang ingin disampaikan oleh A Mild dalam adegan ini adalah timbulnya kegembiraan yang dirasakan oleh lelaki berkacamata tersebut. Ia telah berhasil menemukan sebuah ide cemerlang dengan menciptakan wahana baru yang disebut coconut boat. Lelaki berkacamata tersenyum lebar Penanda dan mengenakan topi yang terbuat dari kulit buah kelapa. Orang yang menyatakan Petanda tersenyum bahwa dirinya lebar begitu senang. Lelaki itu mengenakan topi yang terbuat dari kulit buah kelapa. Topi tersebut memberikan ciri khas usaha yang ia telah ciptakan. 47

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 2.14 Jet Ski Scene 12 Pada penanda, lelaki itu mengenakan rompi pelampung dan mengendarai jet ski. Tali tambang yang melingkar perut lelaki tersebut seakan-akan dikaitkan dengan sesuatu yang besar. Pada petanda, lelaki itu sedang menarik sesuatu yang besar sehingga harus menggunakan tali tambang sebagai sarananya. Jet ski yang dikendarainya sebagai salah satu kendaraan yang digunakan untuk menarik sesuatu. Makna yang ingin disampaikan A Mild dalam adegan ini adalah lelaki itu memiliki semangat besar untuk memulai usaha atau bisnis baru, yaitu wahana coconut boat. Lelaki itu menggunakan jet ski untuk menggerakan usaha barunya tersebut. 48

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lelaki Penanda yang mengenakan pelampung keselamatan menunggangi je t sk i rompi dan dengan mengikatkan tali tambang di perutnya. Lelaki menggunakan pelampung sebagai pelindung keselamatan di laut. Ia menunggangi jet ski yang notabene Petanda sebagai salah satu kendaraan di laut. Perut yang diikat oleh tali tambang menunjukkan bahwa lelaki itu akan menarik sesuatu yang besar. Gambar 2.15 Pohon Kelapa Ditarik Scene 13 Pada penanda, pohon kelapa yang tertanam disebuah pulau tersebut bergerak. Enam orang memeluk pohon kelapa tersebut dan berteriak. 49

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pada petanda, bergeraknya pohon tersebut adanya sesuatu yang telah menariknya. Teriakan yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menaiki batang pohon tersebut menunjukkan adanya ekspresi kegembiraan. Pohon kelapa yang dinaiki enam orang tersebut diilustrasikan sebagai wahana coconut boat yang diciptakan oleh seorang lelaki yang menuju ke pulau yang ditumbuhi oleh pohon kelapa. Makna yang ingin disampaikan oleh A Mild dalam adegan ini adalah sebuah keberhasilan seorang lelaki berkacamata dalam menciptakan peluang usaha. Ia baru memulai usaha baru yaitu coconut boat. Usaha coconut boat itu diharapkan menjadi sumber penghasilan untuk lelaki berkacamata tersebut. Pohon kelapa Penanda dinaiki oleh 6 orang dengan posisi memeluk batang pohon kelapa tersebut. Pohon kelapa dinaiki oleh 6 orang. Pohon kelapa tersebut dijadikan hiburan atau wahana baru. Terdengar suara teriakan dari orang-orang itu Petanda menandakan adanya kegembiraan yang muncul saat menaiki wahana tersebut. Pulau yang tertanam pohon kelapa itu bergerak, mengisyaratkan bahwa pohon kelapa itu sedang ditarik oleh sesuatu. 50

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 2.16 Lulusan Sarjana Scene 14 Pada penanda, orang-orang yang menaiki batang pohon kelapa yang berteriak kegirangan membelakangi para wisudawan maupun wisudawati. Pada petanda, wisudawan maupun wisudawati identik dengan keberhasilan mahasiswa dan mahasiswi yang telah menempuh jenjang pendidikan di perguruan tinggi. Orang-orang yang menaiki batang pohon kelapa berteriak kegirangan saat batang pohon itu ditarik. Pohon kelapa tersebut diilustrasikan sebagai peluang usaha yang dimiliki oleh seorang lelaki yang memilih untuk tidak melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. Makna yang ingin disampaikan oleh A Mild dalam adegan ini adalah ketika remaja yang lain berlomba-lomba untuk mendapatkan gelar di perguruan tinggi supaya mendapatkan pekerjaan dan penghasilan, lelaki tersebut terlebih dahulu menciptakan peluang usaha yang dinamakan cocunut boat. 51

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Batang Penanda pohon yang dinaiki oleh beberapa orang melewati sekumpulan mahasiswa yang telah diwisuda. Batang pohon yang dinaiki oleh beberapa orang menggambarkan bisnis atau usaha baru milik lelaki yang memilih untuk memindah haluannya ke pulau yang ditumbuhi sebuah pohon Petanda kelapa. Para wisudawan maupun wisudawati menatap heran dan kaget karena melihat seorang lelaki yang menarik sebuah daratan yang ditumbuhi sebuah pohon kelapa yang dinaiki oleh beberapa orang. 52

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 2.17 Tagline Iklan Scene 15 Pada penanda, para wisudawan maupun wisudawati melihat seseorang yang menarik pulau yang ditumbuhi pohon kelapa. Kemudian muncul tulisan: Daripada ga dapet-dapet kerja mending ga dapet-dapet gelar ( ) Gelar dulu ( ) Kerja dulu Pada petanda, para wisudawan maupun wisudawati melihat dengan pandangan keheranan karena menyaksikan seseorang yang pulau yang ditumbuhi pohon kelapa dengan beberapa orang menaiki batang pohon tersebut. Pohon kelapa yang dinaiki oleh beberapa orang dianalogikan sebagai wahana coconut boat. Lelaki yang memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan menuju pulau yang telah berdiri sebuah toga, saat ini telah mampu menciptakan usaha atau pekerjaan baru. Tulisan yang berbunyi: 53

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Daripada ga dapet-dapet kerja mending ga dapet-dapet gelar ( ) Gelar dulu ( ) Kerja dulu Tulisan ini ditujukan kepada para remaja agar memilih antara mengejar gelar di perguruan tinggi atau bekerja terlebih dahulu. Makna yang ingin disampaikan oleh A Mild dalam adegan ini adalah para remaja dihadapkan kepada suatu pilihan untuk memilih antara mengejar gelar di perguruan tinggi atau kerja terlebih dahulu. Namun, pada adegan ini seorang lelaki lebih memilih bekerja dahulu ketimbang menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi. Hal ini dapat dikatakan sebagai suatu dilemma di kalangan para remaja yang telah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Umum (SMU) maupun Sekolah Menengah Kejurusan (SMK) atau pun yang sederajat. Dalam adegan ini, para wisudawan dan wisudawati keheranan menyaksikan seseorang yang menarik daratan yang ditumbuhi sebuah pohon kelapa dengan Penanda beberapa orang yang menaiki batang pohon. Lalu terpampang kalimat yang bertuliskan: Daripada ga dapet-dapet mending ga dapet-dapet gelar 54 kerja

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ( ) Gelar dulu ( ) Kerja dulu Para wisudawan dan wisudawati kaget melihat seseorang yang menarik pulau yang terdapat pohon kelapa yang dinaiki oleh sejumlah orang. Para wisudawan tak mengira bahwa lelaki yang memilih untuk tidak melanjutkan perjalanannya ke sebuah pulau yang berdiri sebuah toga besar, saat ini sudah Petanda memiliki bisnis atau suatu pekerjaan. Tulisan yang berbunyi: Daripada ga dapet-dapet kerja mending ga dapet-dapet gelar ( ) Gelar dulu ( ) Kerja dulu Dari tulisan di atas dapat disimpulkan bahwa hal tersebut berisi suatu pilihan antara mengejar gelar terlebih dahulu atau kerja. 55

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 2.18 Simbol Iklan Rokok Sampoerna Mild Scene 16 Pada penanda, muncul tulisan “A Mild BUKAN BASA BASI”. Kemudian disusul dengan suara seorang laki-laki yang mengatakan “A Mild” dengan lantang. Pada petanda, tulisan “A Mild BUKAN BASA BASI” menunjuk kepada produk atau barang yang dipromosikan oleh Sampoerna Mild atau A Mild. Selain itu juga dibubuhi edisi yang dikeluarkan oleh A Mild, “BUKAN BASA BASI”. A Mild telah memiliki edisi disetiap iklannya, dalam iklan ini A Mild mengkasifikasikan iklan versi “Ga Dapet Kerja Atau Ga Dapet Gelar” dalam edisi “BUKAN BASA BASI”. Seorang narator memperjelas dengan mengatakan “A Mild”, bahwa iklan ini dproduksi oleh A Mild. Makna yang ingin disampaikan oleh A Mild dalam adegan ini adalah bahwa tujuan pengiklan semata-mata mempromosikan salah satu produk A Mild. Selain itu, A Mild juga memiliki tujuan memperkenalkan iklan ini sebagai salah satu edisi “Bukan Basa-Basi”. A Mild selalu memiliki inovasi dan kreativitas 56

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dalam setiap iklan yang diciptakannya. Beberapa edisi yang telah dikeluarkan oleh A Mild yaitu, “Tanya Kenapa?”, Bukan Basa Basi, Go Ahead. Setiap edisi memiliki beberapa versi-versi yang saling berkaitan. Penanda Tulisan “A Mild BUKAN BASA BASI”. Muncul tulisan “A Mild” sebagai produk Petanda yang ditawarkan kepada konsumen atau pun penonton iklan. “Bukan Basa Basi”, menunjuk kepada edisi yang dikeluarkan A Mild dalam setiap penayangan iklannya. 57

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 2.19 Himbauan Pemerintah Scene 17 Pada penanda, muncul kolom yang bertuliskan “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”. Pada petanda, kolom itu muncul sebagai bentuk himbauan dari pengiklan rokok kepada para konsumen atau perokok. Selain itu, kolom tersebut ditayangkan di penghujung iklan. Makna yang ingin disampaikan oleh A Mild dalam adegan ini adalah penyampaian himbauan pemerintah pada setiap iklan produk rokok, sesuai dengan peraturan pemerintah tentang pencantuman peringatan kesehatan dan informasi kesehatan pada kemasan produk tembakau. Di setiap penghujung iklan baik A Mild atau produsen rokok yang lain, selalu membubuhi kolom himbauan ini. Tujuannya supaya konsumen dan penonton mengetahui dampak yang disebabkan oleh rokok. Larangan merokok tersebut harus tertulis di bungkus rokok apapun 58

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI meskipun rokok tersebut termasuk low tar, low nicotine (LTLN). Dalam iklanpun label tersebut harus tertulis jelas. Kolom yang bertuliskan “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, Penanda SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”. Tulisan tersebut sering dijumpai pada adegan iklan rokok produk apapun Petanda sebagai suatu himbauan kepada konsumen atau perokok. Himbauan tersebut biasanya penghujung iklan. 59 muncul di

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Berdasarkan analisis di atas, iklan Sampoerna Mild versi “Ga Dapet Kerja Atau Ga Dapet Gelar” di media televisi, dapat ditarik kesimpulan tentang makna yang terkandung dalam iklan tersebut. A Mild atau Sampoerna Mi l d dalam memperkenalkan atau mempromosikan produknya selalu memiliki tampilan iklan yang berbeda. Salah satu versi iklan yang dikeluarkan oleh A Mild yaitu, “Ga Dapet Kerja Atau Ga Dapet Gelar”. Kali ini A Mild menampilkan seorang lelaki yang memilih untuk menunda pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Lelaki tersebut lebih memilih mencari penghasilan terlebih dahulu dengan membuat peluang usaha barunya, yaitu coconut boat. Realita seperti ini memang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah, jenjang perguruan tinggi dianggap sebagai sesuatu yang mewah sehingga tak sedikit pula yang menunda untuk berkuliah. Jalan satu-satunya yang dipilih adalah bekerja untuk menghasilkan uang. Seperti diketahui bahwa iklan-iklan A Mild selalu mengangkat persoalan sosial yang terjadi di masyarakat, terutama kalangan muda. Dapat dilihat dari beberapa edisi serta versi iklan Sampoerna Mild selalu mengangkat seputar kehidupan anak muda. Pada versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar” kali ini A Mild ingin menyampaikan sebuah pesan bahwa kaum muda di Indonesia diharapkan mempunyai kreativitas supaya mampu menghasilkan uang. Salah 60

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI satunya adalah dengan berwirausaha di usia muda meskipun dilakukan saat menempuh pendidikan. Iklan ini mampu memberikan solusi bagi kaum muda untuk bergerak dan berusaha seiring berkembangnya zaman dan tuntutan hidup yang begitu tinggi. Sampoerna Mild dalam iklan versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar” menegaskan bahwa pangsa pasar produk ini adalah anak muda yang dinamis dan penuh semangat. Oleh karena itu, ide kreatif iklan ini begitu mengena bagi kaum muda untuk dapat menentukan masa depannya, apakah menghasilkan uang dahulu atau menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi? 3.2 Saran Setelah dilakukan penelitian dan melihat hasil yang didapatkan dari penelitian ini, maka saran yang penulis dapat sampaikan adalah sebagai berikut: Setelah menganalisa tayangan iklan rokok versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar” maka penulis mempunyai harapan supaya penonton tidak terlalu menerima segala bentuk dan isi dari tampilan iklan ini. Bukan berarti iklan ini tidak memiliki pesan baik tetapi di dalam iklan Sampoerna Mild versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar”, pengiklan memunculkan perspektif lain. Oleh karena itu, audiens harus memiliki sikap kritis dan mampu menginterpretasikan makna iklan ini dengan bijaksana. 61

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Daftar Pustaka Baryadi, I. Praptomo. 2007. Teori Ikon Bahasa: Salah Satu Pintu Masuk ke Dunia Semiotika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Bungin, Burhan. 2003. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Danesi, Marcel. 2010. Pengantar Memahami Semiotika Media. Yogyakarta: Jalasutra. Hartley, John. 2010. Communication, Cultural, and Media Studies: Konsep Kunci. Diterjemahkan oleh Kartika Wijayanti. Yogyakarta: Jalasutra Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Kurniawan. 2001. Semiologi Roland Barthes. Magelang: Yayasan Indonesiatera. Lexy M.A, Moleong J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif Bandung; PT. Remaja Rosdakarya. Liliweri, Alo. 2001. Dasar-Dasar Komunikasi Periklanan.Bandung: PT Citra Aditya Bakti. Martinet, Jeanne. 1975. Semiologi. Diterjemahkan oleh Stephanus Aswar Herwinarko dari judul asli Clefs Pour La Semiologie. Yogyakarta: Jalasutra. Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Penerbit Remaja Rosdakarya. Noviani, Ratna. 2002. Jalan Tengah Memahami Iklan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sobur, Alex. 2009. Analisis Teks Media. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Tjiptono, Fandy. 1997. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Penerbit Andi. Wibowo, Indiawan Seto Wahyu. 2011. Semiotika Komunikasi Aplikasi Praktis Bagi Penelitian dan Skripsi Komunikasi. Jakarta: Mitra Wacana Media. Widyatama, Rendra, . 2007. Pengantar Periklanan. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher. Zoes Aart, van. 1991. Serba-Serbi Semiotika. Panuti Sudjiman dan Aart van Zoest (Peny.). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Sumber data internet: http://pthmsampoerna.blogspot.com/p/tentang-kami.html. Diunduh: 17/01/2014, 20.35 http://ganjarruntiko.blogspot.com/2011/12/undang-undang-penyiaran-dan-iklanrokok.html. Diunduh: 6:/02/2014, 18:05 www.wikipedia.com.artikel. Diunduh: Diunduh: 17/01/2014, 20.40 http://islamicgraphicdesign.blogdetik.com/2008/09/25/semiotika. Diunduh: 19/07/2014, 10.00 62

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI http://indrimuzaki.blogspot.com/2011/01/metode-semiotika-menurut-ferdinandde.html. Diunduh: 19/07/2014, 10.00 http://nanangwest.blogspot.com/2013/01/metode-penelitian.html. Diunduh: 19/07/2014, 12.10 63

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN Scene-scene iklan rokok Sampoerna Mild versi “Ga Dapet Kerja atau Ga Dapet Gelar” Scene 1: Scene 2: Scene 3: Scene 4: 64

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Scene 5: Scene 6: Scene 7: Scene 8: Scene 9: Scene 10: 65

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Scene 11: Scene 12: Scene 13: Scene 14: Scene 15: Scene 16: 66

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Scene 17: 67

(82)

Dokumen baru