Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan kognitif penjumlahan pecahan kelas V SD Kanisius Klepu Sleman - USD Repository

Gratis

1
3
351
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN SIKAP TOLERANSI DAN KEMAMPUAN KOGNITIF PENJUMLAHAN PECAHAN KELAS V SD KANISIUS KLEPU SLEMAN Skripsi Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh : ALOISIA RANI MEITA P 101134066 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN SIKAP TOLERANSI DAN KEMAMPUAN KOGNITIF PENJUMLAHAN PECAHAN KELAS V SD KANISIUS KLEPU SLEMAN Skripsi DiajukanUntukMelengkapi Salah SatuSyarat MemperolehGelarSarjanaPendidikan Program StudiPendidikan Guru SekolahDasar DisusunOleh : ALOISIA RANI MEITA P. 101134066 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya ilmiah. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Penulis Aloisia Rani Meita P. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Dengan penuh rasa syukur skripsi ini saya persembahkan untuk :  Yesus Kristus dan Bunda Maria, yang selalu memberkati dan membimbing saya dalam menyelesaikan skripsi ini.  Kedua orang tua yang telah memberi dukungan dan semangat agar saya dapat menyelesaikan kuliah ini dengan baik dan tepat waktu.  Kakak dan adik yang selalu membantu dan memberikan semangat pula untuk saya agar selalu menyelesaikan skripsi ini dengan baik.  Sahabat-sabahatku Maria Erika, Febrieny Wulandari, dan Maria Wanti yang selalu berjuang bersama-sama menyelesaikan skripsi ini dan selalu memberikan semangat kepada saya. v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO  Proses merupakan langkah awal mendapatkan sebuah hasil yang terbaik.  Pengalaman akan berguna untuk kehidupan kita tanpa kita sadari.  Berjuang itu penting daripada mencari kemudahan. vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Aloisia Rani Meita Prasetianingsih NIM : 101134066 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya berjudul : PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN SIKAP TOLERANSI DAN KEMAMPUAN KOGNITIF PENJUMLAHAN PECAHAN KELAS V SD KANISIUS KLEPU SLEMAN. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin kepada saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 12 Juni 2014 Yang menyatakan, Aloisia Rani Meita P. vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Sikap Toleransi Dan Kemampuan Kognitif Penjumlahan Pecahan Kelas V SD Kanisius Klepu Sleman Studi Kasus pada Peningkatan Sikap Toleransi dan Kemampuan Kognitif Siswa Kelas V SD Kanisius Klepu Tahun Ajaran 2013/1014 Aloisia Rani Meita P. UniversitasSanata Dharma 2014 Latar belakang masalah penelitian ini kurangnya sikap toleransi dan pemahaman mengenai pecahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan kognitif mata pelajaran matematika materi penjumlahan pecahan siswa kelas V SD Kanisius Klepu semester genap tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang menggunakan model Kemmis dan Taggart. Penelitian ini dilakukan dua siklus, setiap siklus terdiri tiga tahap yaitu perencanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Model Kemmis dan Taggart mempunyai ciri khas menggabungkan tindakan dan pengamatan menjadi satu tahapan. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan, kuesioner, penilaian diri, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan modelpembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan kognitif materi penjumlahan pecahan.Sikap toleransi siswa semula memiliki ratarata nilai sebesar 65 termasuk kategori sedang, dan diakhir siklus rata-rata nilai sikap toleransi yaitu 82 termasuk kategori sangat tinggi. Peningkatan nilai ratarata dari kondisi awal ke akhir siklus sebesar 23. Kemampuan kognitif siswa semula memiliki rata-rata nilai ulangan 67,5dan diakhir siklus rata-rata nilai ulangan siswa yaitu 86. Peningkatan nilai rata-rata kemampuan kognitif dari kondisi awal ke akhir siklus sebesar 19. Kondisi awal persentase siswa yang mencapai KKM 58%, diakhir siklus persentase siswa yang mencapai KKM 93%. Peningkatan persentase siswa yang mencapai KKM dari kondisi awal ke akhir siklus sebesar 35%. Kata kunci : sikap toleransi, kemampuan kognitif, penjumlahan pecahan, pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT The Use Cooperative LearningModel Type STAD to Improve Tolerance and Cognitive Ability in Addtion Fraction of the Fifth Grade Students at Kanisius Klepu Elementary School of Sleman The case study to increase Tolerance and Cognitive Abilityof the Fifth Grade Students at Kanisius Klepu Elementary School of Sleman academic year of 2013/2014 Aloisia Rani Meita P. Universitas Sanata Dharma 2014 The background of this research problem was the lack of tolerance and understanding fractions. Therefore, this research aimed to describe the use of cooperative learning type STAD can increase tolerance and cognitive ability as mathematics material addtion fractions of the fifth grade students at Kanisius Klepu Elementary School in even semester of the academic year of 2013/2014. This research was a classroom action research which used Kemmis and Taggart model. This research was conducted in two cycles. Each cycle is consistedof three stages: planning, action and observation, also reflection. Model Kemmis and Taggart have a characteristic combining action and observation into a single stage. The data collection technique used observations, questionnaires, self-assessment and tests. The result of the research showed that the use ofcooperative learning model of STAD type can improve tolerance and cognitive ability of addtion fractions material. The attitude of tolerance studentsinitially has the mean score of 61 included in medium category and the last cycle, average score was 82, included in very high category. An increase in the average value of the initial conditions to the last cycle was 23. The students’ cognitive ability initially has the mean score of 67 in daily tests and the last cycle, the mean score of the students was 86. An increase in average value cognitive ability of the initially conditions to the last cycle was 19. The initial conditions the percentage of the students who reached KKM was 58% and the las tcycle, the percentage ofstudents who reached KKM was 93%. An increase in the percentage students who reached KKM of the initial conditions to the last cycle was 35 %. Keywords: tolerance, cognitive ability, addtion fractions, cooperative learning type Student TeamAchievement Division (STAD). ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, rahmat, dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STADuntuk Meningkatkan Sikap Toleransi dan Kemampuan Kognitif Penjumlahan Pecahan Kelas V SD Kanisius Klepu Sleman”. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Penulis menyadari bahawa tanpa bimbingan, bantuan, dan dorongan dari berbagai pihak, skripsi ini tidak akan terwujud. Oleh karena pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada : 1. Bapak Rohandi, Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Romo Gregorius Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A., Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 3. Ibu Dra Haniek S.P., M.Pd., dosen pembimbing I yang telah membimbing dan memberikan motivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 4. Ibu Maria Melani Ika Susanti, S.Pd., M.Pd., dosen pembimbing II yang telah membimbing dan memberikan motivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 5. Seluruh dosen dan staf PGSD yang telah membimbing dan melayani kami. 6. Bapak A. Yance Eko Sutopo, S.Pd, Kepala SD Kanisius Klepu yang telah mengijinkan saya untuk melakukan penelitian di SD Kanisius Klepu. 7. Bapak Sri Mantoro, S.Pd., Guru Kelas V SD Kanisius Klepu yang telah mendukung terlaksananya penelitian. 8. Ibu Nimas Palmasari, S.Pd., Guru kelas IV SD Kanisius Klepu yang telah membantu mempersiapkan pelaksanaan penelitian. 9. Keluarga yang selalu memberikan semangat dan dukungan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. Maria Erika, Febrieny Wulandari, Maria Wanti, dan Fx. Candra Dwi P. sebagai sahabat yang selalu memberikan semangat dan dukungan untuk menyelesaikan skripsi ini. 11. Semua pihak yang telah mendukung dan tidak bisa penulis sebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Penulis Aloisia Rani Meita P. xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... iv MOTTO .............................................................................................................. v LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI .............................vii ABSTRAK .........................................................................................................viii ABSTRACT ....................................................................................................... ix KATA PENGANTAR........................................................................................ x DAFTAR ISI ......................................................................................................xii DAFTAR TABEL ..............................................................................................xvi DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................xix BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1 A. Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1 B. Pembatasan Masalah .............................................................................. 6 C. Rumusan Masalah .................................................................................. 7 D. Pemecahan Masalah ............................................................................... 7 E. Batasan Pengertian ................................................................................. 8 F. Tujuan Penelitian.................................................................................... 9 G. Manfaat Hasil Penelitian ........................................................................ 9 BAB II KAJIAN PUSTAKA .............................................................................11 A. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) .................................................................................... 11 1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD .............................11 2. Komponen Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ............................12 3. Persiapan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ..............................15 4. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD.................18 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Kelebihan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD .............................19 6. Kekurangan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ..........................20 B. Ranah Kemampuan yang Dicapai Siswa dalam Kegiatan Pembelajaran .................................................... ........................................ 21 1. Ranah Kognitif ..................................................................................... 21 2. Ranah Afektif ....................................................................................... 24 3. Ranah Psikomotorik ............................................................................. 25 C. Hakikat Toleransi ...................................................................................25 1. Pengertian Sikap Toleransi ...............................................................25 2. Karakteristik Sikap Toleransi ............................................................26 D. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar ..........................................27 1. Hakikat Pembelajaran Matematika ...................................................27 2. Karakteristik Matematika ................................................................ 28 3. Tujuan Matematika ...........................................................................30 4. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika ................................31 5. Pecahan .............................................................................................32 E. Hasil Penelitian yang Relevan ................................................................35 F. Kerangka Berpikir ..................................................................................38 G. Hipotesis Tindakan .................................................................................40 BAB III METODE PENELITIAN .....................................................................41 A. Jenis Penelitian .......................................................................................41 B. Setting Penelitian....................................................................................44 1. Waktu Penelitian ...............................................................................44 2. Subjek Penelitian ...............................................................................44 3. Objek Penelitian ................................................................................44 4. Tempat Penelitian..............................................................................44 C. Rencana Penelitian .................................................................................45 1. Persiapan ..........................................................................................45 2. Rencana Tindakan Setiap Siklus ......................................................46 3. Pengamatan .......................................................................................55 4. Refleksi .............................................................................................56 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Teknik Pengumpulan Data .....................................................................57 1. Variabel Indikator Keberhasilan ......................................................57 2. Pengumpulan Data ...........................................................................59 E. Instrumen Penelitian ...............................................................................63 1. Instrumen Sikap Toleransi ...............................................................63 2. Instrumen Kemampuan Kognitif .....................................................68 F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penilaian ......................................71 1. Validitas ...........................................................................................71 2. Reliabilitas .......................................................................................77 G. Teknik Analisis Data ..............................................................................78 1. Analisis Data Sikap Toleransi ..........................................................78 2. Analisis Data Kemampuan Kognitif ................................................81 H. Kriteria Keberhasilan .............................................................................82 1. Kriteria Keberhasilan Sikap Toleransi .............................................82 2. Kriteria Keberhasilan Kemampuan Kognitif ................................ 82 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................ 84 A. Data Kondisi Awal .................................................................................84 1. Sikap Toleransi Siswa .....................................................................84 2. Kemampuan Kognitif Siswa ...........................................................86 B. Deskripsi Pelaksanaan Setiap Siklus .....................................................87 1. Siklus I ............................................................................................88 2. Siklus II ...........................................................................................98 C. Hasil Penelitian ......................................................................................107 1. Siklus I .............................................................................................107 2. Siklus II ............................................................................................110 D. Pembahasan............................................................................................112 1. Peningkatan Sikap Toleransi Siswa .................................................113 2. Peningkatan Kemampuan Kognitif Siswa .......................................117 BAB V PENUTUP ............................................................................................123 A. Kesimpulan ............................................................................................123 B. Keterbatasan Penelitian ..........................................................................124 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Saran ......................................................................................................124 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................126 LAMPIRAN ......................................................................................................129 BIODATA PENULIS ........................................................................................328 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Data Kondisi Awal Materi Penjumlahan Pecahan ............................. 3 Tabel 2.1 Perhitungan Skor Perkembangan ....................................................... 13 Tabel 2.2 Tingkat Penghargaan Kelompok ........................................................ 16 Tabel 2.3 Contoh Pembagian Siswa ke dalam Tim ............................................ 17 Tabel 2.4 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2006........... 32 Tabel 3.1 Pengumpulan Data dan Instrumen ...................................................... 57 Tabel 3.2 Pemberian Skor Pengamatan .............................................................. 64 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Pengamatan Sikap Toleransi ............................................... 64 Tabel 3.4 Pengukuran Skala Likert ..................................................................... 65 Tabel 3.5 Kisi-Kisi Kuesioner Sikap Toleransi .................................................. 66 Tabel 3.6 Kisi-Kisi Penilaian Diri Sikap Toleransi ............................................ 67 Tabel 3.7 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus I .......................................................... 68 Tabel 3.8 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus II ........................................................ 69 Tabel 3.9 Penskoran Soal Uraian Objektif ......................................................... 70 Tabel 3.10 Rincian Penskoran Soal Evaluasi ...................................................... 71 Tabel 3.11 Pedoman PAP II ................................................................................ 73 Tabel 3.12 Koefisien Reliabilitas ........................................................................ 77 Tabel 3.13 Perhitungan PAP II ........................................................................... 78 Tabel 3.14 Kategori Sikap Toleransi Siswa ........................................................ 79 Tabel 3.15 Kriteria Keberhasilan Sikap Toleransi .............................................. 82 Tabel 3.16 Kriteria Keberhasilan Kemampuan Kognitif .................................... 83 Tabel 4.1 Data Kondisi Awal Sikap Toleransi Siswa ........................................ 85 Tabel 4.2 Rekap Nilai Ulangan Matematika Materi Penjumlahan Berbagai Bentuk Pecahan pada Tahun 2011/2012 dan 2012/2013.................... 86 Tabel 4.3 Jadwal Pelaksanaan Penelitian ............................................................ 88 Tabel 4.4 Hasil Sikap Toleransi dan Kemampuan Kognitif Siklus I ................. 97 Tabel 4.5 Hasil Sikap Toleransi dan Kemampuan Kognitif Siklus II ................ 105 Tabel 4.6 Sikap Toleransi Siswa Siklus I ........................................................... 107 Tabel 4.7 Kemampuan Kognitif Siswa Siklus I ................................................. 108 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.8 Sikap Toleransi Siswa Siklus II .......................................................... 110 Tabel 4.9 Kemampuan Kognitif Siswa Siklus II ................................................ 111 Tabel 4.10 Rata-rata Sikap Toleransi Siswa ....................................................... 113 Tabel 4.11 Rekapitulasi Nilai Ulangan Siswa Kelas V ...................................... 118 Tabel 4.12 Rekapitulasi Hasil Penelitian ............................................................ 122 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Pecahan............................................................................................ 33 Gambar 2.2 Langkah Pertama Operasi Hitung Pecahan dengan Media Kertas .. 34 Gambar 2.3 Langkah Kedua Operasi Hitung Pecahan dengan Media Kertas .... 34 Gambar 2.4 Bagan Literatur Map Penelitian-penelitian Relevan ....................... 37 Gambar 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas .................................................... 42 Gambar 4.1 Peningkatan Sikap Toleransi Siswa ................................................ 114 Gambar 4.2 Peningkatan Kemampuan Kognitif Siswa....................................... 118 Gambar 4.3 Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM .......................... 118 xviii

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Silabus Pembelajaran ........................................................................................... 129 Lampiran 2 a RPP Siklus I ................................................................................................ 138 b RPP Siklus II ................................................................................................ 156 Lampiran 3 a Penlaian Pertemuan Pertama dan Pertemuan Kedua Siklus I dan Siklus II ................................................................................................ 173 b Penilaian Pertemuan Ketiga Siklus I dan Siklus II ................................ 178 Lampiran 4 a Rangkuman Materi Siklus I ................................................................ 181 b Rangkuman Materi Sikus II ................................................................ 185 Lampiran 5 a Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus I Pertemuan 1 ................................ 189 b Kunci Jawaban LKS Siklus I Pertemuan 1 ....................................................... 193 c Lembar Soal Pre Tes dan Kuis Siklus I Pertemuan 1 ................................ 195 d Kunci Jawaban Pre Tes dan Kuis Siklus I Pertemuan 1 ................................ 196 Lampiran 6 a Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus I Pertemuan 2 ................................ 197 b Kunci Jawaban LKS Siklus I Pertemuan 2 ....................................................... 200 c Lembar Soal Pre Tes dan Kuis Siklus I Pertemuan 2 ................................ 203 d Kunci Jawaban Pre Tes dan Kuis Siklus I Pertemuan 2 ................................ 204 Lampiran 7 a Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus II Pertemuan 1 ................................ 205 b Kunci Jawaban LKS Siklus II Pertemuan 1 ...................................................... 209 c Lembar Soal Pre Tes dan Kuis Siklus II Pertemuan 1................................ 212 d Kunci Jawaban Pre Tes dan Kuis Siklus II Pertemuan 1 ................................ 213 Lampiran 8 a Lembar Kerja Siswa (LKS) Siklus II Pertemuan 2 ................................ 215 b Kunci Jawaban LKS Siklus II Pertemuan 2 ...................................................... 220 c Lembar Soal Pre Tes dan Kuis Siklus II Pertemuan 2................................ 223 d Kunci Jawaban Pre Tes dan Kuis Siklus II Pertemuan 2 ................................ 224 Lampiran 9 Soal Evaluasi Siklus I ........................................................................................... 226 Lampiran 10 Soal Evaluasi Siklus II ......................................................................................... 231 Lampiran 11 Kunci Jawaban Soal Evaluasi................................................................ 238 Lampiran 12 Pembagian Kelompok STAD ................................................................ 243 Lampiran 13 Sertifikat Penghargaan Tim ................................................................ 245 xix

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14 a Lembar Pengamatan Sikap Toleransi siswa ...................................................... 247 b Lembar Kuesioner Sikap Toleransi siswa ......................................................... 249 c Lembar Penilaian diri Sikap Toleransi siswa ................................252 Lampiran 15 a Kisi-Kisi Soal Evaluasi Uji Validasi Siklus I ................................254 b Data Uji Validasi Soal Siklus I................................................................ 255 c Rekap Hasil Penghitungan Uji Validasi Siklus I ................................ 258 Lampiran 16 a Kisi-Kisi Soal Evaluasi Uji Validasi Siklus II................................260 b Data Uji Validasi Soal Siklus II ................................................................ 261 c Rekap Hasil Penghitungan Uji Validasi Siklus II ................................ 264 Lampiran 17 a Data Uji Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus I ...................................................... 266 b Hasil Perhitungan SPSS Uji Reliabilitas Soal Siklus I................................ 269 Lampiran 18 a Data Uji Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus II ................................ 270 b Hasil Perhitungan SPSS Uji Reliabilitas Soal Siklus II ................................ 272 Lampiran 19 a Instrumen Validasi Perangkat Pembelajaran ................................ 273 b Isian Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran ................................276 c Rangkuman Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran ................................ 279 Lampiran 20 a Instrumen Validasi Lembar Pengamatan ........................................................... 280 b Isian Hasil Validasi Lembar Pengamatan.......................................................... 281 c Rangkuman Hasil Validasi Lembar Pengamatan ................................ 282 Lampiran 21 a Instrumen Validasi Lembar Kuesioner .............................................................. 283 b Isian Hasil Validasi Lembar Kuesioner ............................................................. 285 c Rangkuman Hasil Validasi Lembar Kuesioner ................................ 287 Lampiran 22 a Instrumen Validasi Lembar Penilian Diri .......................................................... 288 b Isian Hasil Validasi Lembar Penilian Diri......................................................... 289 c Rangkuman Hasil Validasi Lembar Penilian Diri ................................ 290 Lampiran 23 a Instrumen Validasi Soal Evaluasi ................................................................ 291 b Isian Hasil Validasi Soal Evaluasi ................................................................ 292 c Rangkuman Hasil Validasi Soal Evaluasi ......................................................... 293 Lampiran 24 a Data Kondisi Awal Hasil Pengamatan Sikap Toleransi 294 Siswa................................................................................................ bData Hasil Pengamatan Sikap Toleransi Siswa Siklus I xx 295

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c Data Hasil Pengamatan Sikap Toleransi Siswa Siklus I Pertemuan 2 ................................................................................................ 296 d Data Hasil Pengamatan Sikap Toleransi Siswa Siklus II Pertemuan 1 ................................................................................................ 297 e Data Hasil Pengamatan Sikap Toleransi Siswa Siklus I Pertemuan 2 ................................................................................................ 298 Lampiran 25 Skor Hasil Pengamatan Sikap Toleransi Siswa ................................299 Lampiran 26 a Data Kondisi Awal Hasil Kuesioner Sikap Toleransi ................................ 300 b Data Hasil Kuesioner Sikap Toleransi Siswa Siklus I................................ 301 c Data Hasil Kuesioner Sikap Toleransi Siswa Siklus II ................................ 302 Lampiran 27 Skor Hasil Kuesioner Sikap Toleransi Siswa ....................................................... 303 Lampiran 28 a Data Hasil Penilaian Diri Sikap Toleransi Kondisi Awal ................................ 304 b Data Hasil Penilaian Diri Sikap Toleransi Siklus I Pertemu an Pertama ................................................................................................ 305 c Data Hasil Penilaian Diri Sikap Toleransi Siklus I Pertemuan Kedua ................................................................................................ 306 d Data Hasil Penilaian Diri Sikap Toleransi Siklus II Pertemuan Pertama ................................................................................................ 307 e Data Hasil Penilaian Diri Sikap Toleransi Siklus II Pertemu an Kedua ................................................................................................ 308 Lampiran 29 Hasil Akhir Penilaian Diri Sikap Toleransi .......................................................... 309 Lampiran 30 a Nilai Ulangan Siswa Kelas V Tahun Ajaran 2011/2012 ................................ 310 b Nilai Ulangan Siswa Kelas V Tahun Ajaran 2012/2013 ................................ 311 Lampiran 31 a Hasil Penilaian Kemampuan Kognitif Siklus I................................ 312 b Hasil Penilaian Kemampuan Kognitif Siklus II ................................ 315 Lampiran 32 a Poin Perkembangan Siswa Siklus I ................................................................ 318 b Poin Perkembangan Siswa Siklus II ................................................................ 321 Lampiran 33 Dokumentasi ................................................................................................ 324 Lampiran 34 Surat Ijin Penelitian .............................................................................................. 326 Lampiran 35 Surat Telah Melakukan Penelitian................................................................ 327 xxi

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan tujuh hal yaitu latar belakang masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, pemecahan masalah, batasan pengertian, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. A. Latar Belakang Masalah Mata pelajaran matematika menjadi mata pelajaran yang penting dalam perannya mengembangkan potensi anak. Hal ini sesuai dengan kurikulum yang diterapkan di Indonesia dimana mata pelajaran matematika telah diberikan sejak sekolah dasar. Kompetensi yang harus dikuasai anak di sekolah dasar yaitu berkaitan dengan bilangan, pengukuran, dan pengolahan data yang tercantum dalam standar kompetensi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Melalui mata pelajaran matematika, anak diharapkan memiliki kemampuan untuk berpikir logis, analitis, sistematis, krisis, kreatif, dan kemampuan bekerja sama (Daryanto dan Rahardjo, 2012: 240). Hal ini dapat terwujud jika pelaksanaan pembelajaran guru tepat dalam memilih metode atau model pembelajaran yang digunakan. Guru juga dapat menumbuhkan sikap-sikap positif untuk perkembangan anak jika kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan menggunakan metode atau model pembelajaran yang tepat untuk mata pelajaran matematika. Sikap-sikap positif yang dapat ditumbuhkan seperti pantang menyerah, disiplin, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, teliti, dan tanggung jawab dalam proses kegiatan belajar mengajar, dan saling menghargai. 1

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran matematika harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh oleh guru. Guru juga harus cerdas dan kreatif dalam membantu siswa memahami konsep matematika yang dapat dilakukan dengan menggunakan hal-hal yang sering dijumpai siswa setiap harinya. Guru juga hendaknya memilih berbagai variasi pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dan situasi kelas. Guru dalam memilih baik atau tidaknya model pembelajaran akan tergantung tujuan pembelajaran, kesesuaian materi ajar, tingkat kecerdasan siswa, kemampuan guru serta memaksimalkan sumber belajar yang ada (Daryanto dan Rahardjo, 2012 :240). Hal ini perlu supaya siswa dapat memahami materi dengan baik dan tidak mengalami kesulitan yang besar. Materi mata pelajaran matematika bersifat abstrak untuk siswa di sekolah dasar karena perkembangan kognitif siswa usia sekolah dasar berada pada tahap operasional konkrit atau masih membutuhkan hal-hal yang nyata atau konkrit. Mata pelajaran matematika juga membutuhkan ketelitian dalam menyelesaikan setiap persoalan, memiliki materi yang abstrak, atau cara guru menyampaian materi kurang jelas dapat membuat siswa mengalami kesulitan mata pelajaran ini. Permasalahan ini juga saya jumpai di SD Kanisius Klepu ketika peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas V pada hari Senin tanggal 21 Oktober 2013. Siswa kelas V SD Kanisius Klepu lebih kesulitan pada mata pelajaran matematika khususnya materi pecahan baik penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Hal ini didukung dengan nilai matematika materi penjumlahan pecahan siswa kelas V tahun 2011/2012 dan

(25) 3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2012/2013 yang menunjukkan lebih dari lima siswa tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) di setiap tahun ajaran. Nilai mata pelajaran matetmatika dua tahun terakhir yang dapat dilihat pada Tabel 1.1 berikut. Tabel 1.1 Data Kondisi Awal Mata Pelajaran Matematika Materi Pecahan Kelas V SD Kanisius Klepu Tahun Pelajaran KKM Nilai Rata-Rata Kelas 2011/2012 60 68 2012/2013 60 67 Rata-rata total 68 Ketuntasan Ya Tidak 57,57% (19 siswa) 58,62% (17 siswa) 58,06% (36 siswa) 43,43% (14 siswa) 41,37% (12 siswa) 41,93% (26 siswa) Jumlah Siswa 33 29 62 Sumber : daftar nilai siswa kelas V SD Kanisius Klepu Sleman Data kondisi awal Tabel 1.1, nilai rata-rata materi pecahan di dua tahun terakhir di SD Kanisius memiliki tingkat ketuntasan yang masih kategori rendah. Siswa yang tidak tuntas pada tahun ajaran 2011/2012 sebanyak 51,51% dari 33 siswa. Tahun ajaran 2012/2013, siswa yang tidak tuntas 51,72% dari 29 siswa. Kriteria ketuntasan minimum (KKM) mata pelajaran matematika di SD Kanisius Klepu yaitu 60. Peneliti juga melakukan observasi di kelas V SD Kanisius Klepu saat mata pelajaran matematika pada hari Senin, 21 Oktober 2013. Peneliti mendapatkan hasil observasi belum optimalnya sikap toleransi antar siswa kelas V SD Kanisius Klepu. Siswa kelas V SD Kanisius Klepu antusias dalam belajar akan tetapi siswa cenderung tidak menghormati guru karena ketika guru menjelaskan ada beberapa siswa yang tidak mau mendengarkan bahkan suara guru kalah dengan suara siswa

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 yang asyik berbicara. Ketika siswa diminta untuk berkelompok, siswa menentukan sendiri anggota kelompok yaitu teman bermain atau teman di sekitar tempat duduk. Siswa yang menentukan kelompok sendiri menunjukkan bahwa setiap kelompok terdiri dari anggota yang sesama gender dan beberapa kelompok beranggotakan siswa yang memiliki kemampuan kognitif yang rendah. Ketika berdiskusi, siswa yang menonjol dikelas atau siswa yang pintar di kelompok tersebut yang menguasai diskusi dan mengambil setiap keputusan. Di kelas V SD Kanisius Klepu juga terdapat satu siswa yang dikucilkan karena siswa tersebut dianggap nakal dan menyebalkan oleh siswa. Toleransi adalah sikap saling menghargai perbedaan di lingkungan sekitar (Suyadi, 2013: 66). Manusia di kehidupan ini mengalami perbedaaan antar masing-masing individu maka sikap saling menghargai perbedaan harus ditanamkan sejak dini supaya dapat memiliki sikap toleransi. Perbedaan yang sering dialami oleh siswa dalam kegiatan belajar mengajar adalah perbedaan tingkat kemampuan masing-masing siswa, perbedaan bakat, perbedaan sikap, perbedaan jenis kelamin dan perbedaan pendapat ketika berdiskusi. Perbedaanperbedaan inilah harus diberi perhatian khusus oleh guru agar antar siswa dapat terjalin toleransi atau saling menghargai dengan baik. Hasil perolehan kondisi awal yang diambil menggunakan pengamatan, kuesioner, dan penilaian diri tentang sikap toleransi diperoleh rata-rata nilai 61 dan termasuk pada kategori sedang. Alat pengumpulan data untuk sikap toleransi berdasarkan lima indikator sikap toleransi pertama menghargai siswa yang mengalami kesulitan; kedua saling menghargai tanpa membedakan suku, gender, penampilan, budaya, kemampuan;

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 ketiga dapat menerima hal-hal berbeda dengan yang dipercayai; keempat menumbuhkan sikap bekerjasama dan bersinergi; kelima mengenali potensi diri. Permasalahan yang terjadi di SD Kanisius Klepu diperlukan penelitian tindakan kelas karena materi penjumlahan pecahan masih menjadi kesulitan bagi siswa kelas V di SD Kanisius Klepu dan belum optimalnya sikap toleransi. Peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) untuk mengatasi permasalahan di kelas V SD Kanisius Klepu. Siswa dituntut untuk selalu bekerjasama dengan siswa lain jika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sehingga siswa dapat saling membaur dan menghargai satu sama lain. Penelitian tindakan kelas juga dapat memberi solusi dalam memperbaiki hasil materi penjumlahan pecahan karena dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, siswa dituntut untuk memiliki tanggung jawab secara mandiri dalam memahami materi. Penelitian tindakan kelas pada dasarnya memberikan obat atau solusi atas penyakit atau permasalahan yang terjadi saat kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD memiliki ciri utama belajar secara kelompok yang terdiri dari empat hingga lima siswa yang memiliki perbedaan di setiap anggotanya baik dari segi kemampuan, bakat, jenis kelamin bahkan suku. Melalui model kooperatif tipe STAD mengembangkan sikap saling membantu, menghargai satu sama lain di dalam kelompok, dan mengenali potensi diri sehingga dapat membantu meningkatkan toleransi dan kemampuan kognitif. STAD paling tepat untuk mengajarkan materi pelajaran ilmu pasti seperti matematika, penggunaan bahasa, geografi, dan konsep sains lainnya (Rusman,

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 2010: 214). Siswa akan melakukan kegiatan pembelajaran secara kelompok dengan anggota kelompok dibentuk secara heterogen berdasarkan tingkat kemampuan dan gender sehingga siswa yang mengalami kesulitan matematika dapat dibantu oleh siswa yang telah memahami materi. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan judul Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Sikap Toleransi Dan Kemampuan Kognitif Penjumlahan Pecahan Kelas V SD Kanisius Klepu Sleman. Penelitian ini memiliki tujuan agar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan kognitif siswa materi penjumlahan pecahan. B. Pembatasan Masalah Penelitian menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dilakukan di kelas V SD Kanisius Klepu Sleman dengan jumlah siswa 28 pada mata pelajaran matematika semester genap dengan kompetensi dasar 5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan. Materi yang digunakan yaitu penjumlahan pecahan berpenyebut sama, penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama, penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran, dan penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. Kemampuan kognitif siswa kelas V SD Kanisius Klepu dibatasi sampai proses mengaplikasikan (C3) menggunakan taksonomi kognitif menurut Bloom yang telah direvisi oleh Anderson and Krathwohl. Sikap toleransi yang diukur

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 melalui lima indikator yaitu menghargai siswa yang mengalami kesulitan; saling menghargai tanpa membedakan suku, gender, penampilan, budaya , kemampuan; dapat menerima hal-hal berbeda dengan yang dipercayai; menumbuhkan sikap bekerjasama dan bersinergi; mengenali potensi diri. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut. 1. Apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan kognitif siswa kelas V SD Kanisius Klepu? 2. Bagaimanakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dalam meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan kognitif pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SD Kanisius Klepu? D. Pemecahan Masalah Berdasar permasalahan yang telah dijelaskan pada latar belakang dan rumusan masalah, peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dalam meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan aspek kognitif mata pelajaran matematika. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD memuat langkah-langkah sebagai berikut.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 1. Siswa mengerjakan pre tes untuk memperoleh skor awal. 2. Guru menyampaikan materi pembelajaran. 3. Siswa diskusi kelompok dengan anggota kelompok yang heterogen terdiri dari 4 sampai 5 siswa. 4. Siswa membuat rangkuman materi. 5. Siswa mengerjakan kuis secara individu. 6. Siswa menghitung poin kemajuan secara berkelompok. 7. Guru memberikan penghargaan kepada masing-masing kelompok. E. Batasan Pengertian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, peneliti menguraikan batasan pengertian dalam penelitian ini sebagai berikut. 1. Student Team Achievement Division (STAD) STAD adalah kegiatan pembelajaran berdasarkan kemampuan, gender, yang mengelompokkan siswa dan ras agar siswa terlibat serta memiliki tanggung jawab untuk saling membantu dan mendorong satu sama lain dalam memahami materi yang diajarkan oleh guru. 2. Sikap Toleransi Toleransi adalah sikap yang menghormati martabat, hak semua orang , dapat menerima dari hal yang berbeda dengan yang dilakukan diri sendiri atau hal-hal yang berbeda dengan apa yang menjadi keyakinan diri sendiri. 3. Kemampuan kognitif Kemampuan kognitif adalah suatu proses yang berhubungan dengan daya ingat, wawasan atau pengetahuan guna menambah perolehan hasil belajar.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. 9 Pecahan Pecahan adalah bagian dari bilangan rasional yang ditulis dalam bentuk , a dan b termasuk bilangan bulat, b tidak sama dengan 0 (nol) dan bilangan a bukan kelipatan bilangan b. F. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan permasalahan, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini sebagai berikut. 1. Untuk meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan kognitif dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada siswa kelas V SD Kanisius Klepu. 2. Untuk mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan kognitif pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SD Kanisius Klepu. G. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini sebagai berikut. 1. Bagi Peneliti Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengalaman penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) untuk mata pelajaran matematika materi penjumlahan pecahan. 2. Bagi Guru Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan atau alternatif model pembelajaran inovatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan sikap

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 toleransi dan kemampuan kognitif siswa mata pelajaran matematika pada materi penjumlahan bilangan pecahan. 3. Bagi Siswa Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berhitung dalam mata pelajaran matematika khususnya pada materi penjumlahan bilangan pecahan serta memiliki pengalaman baru dalam kegiatan belajar. 4. Bagi Pihak Sekolah Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sekolah melalui nilai yang diperoleh siswa dan dapat mengetahui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) adalah salah satu upaya untuk meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan kognitif siswa pada mata pelajaran matematika. 5. Bagi Peneliti Lain Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber referensi bagi peneliti, sehingga dapat menambah wawasan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada suatu kegiatan pembelajaran.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab ini akan dipaparkan empat hal yaitu kerangka teori, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis tindakan. Keempat hal tersebut akan diuraikan dalam subbab-subbab berikut. A. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) 1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pengertian STAD yaitu kegiatan pembelajaran yang mengelompokkan siswa dengan mencampurkan siswa yang memiliki tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan suku yang berbeda-beda agar terlibat dalam pengakuan tim serta tanggung jawab kelompok atas pembelajaran masing-masing anggota kelompok (Suyatno, 2009: 52). Pengertian lain mengenai STAD yaitu kegiatan pembelajaran yang mengelompokkan siswa secara beragam berdasarkan kemampuan, jenis kelamin, dan suku untuk saling membantu dan mendorong satu sama lain dalam menguasai keterampilan yang diajarkan oleh guru (Rusman, 2010: 214). Siswa dapat membantu siswa lain dalam satu kelompok dan menafsirkan kelebihan atau kekurangan untuk membantu agar bisa berhasil mengerjakan kuis atau menyelesaikan tugas. Kegiatan pembelajaran STAD memberikan waktu kepada siswa untuk bekerja sama setelah pelajaran yang diberikan guru tetapi tidak saling membantu ketika mengerjakan kuis sehingga setiap siswa harus menguasi materi pelajaran. 11

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Berdasarkan uraian pengertian STAD dapat ditarik kesimpulan yaitu kegiatan pembelajaran yang mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan, jenis kelamin, dan ras agar siswa terlibat serta memiliki tanggung jawab untuk saling membantu dan mendorong satu sama lain dalam memahami materi yang diajarkan oleh guru. 2. Komponen Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Komponen-komponen STAD terdiri dari presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individu, dan rekognisi tim (Slavin, 2005: 143). Presentasi kelas yaitu pengajaran langsung seperti yang sering dilakukan atau berdiskusi tentang materi pelajaran yang dipimpin oleh guru. Guru dalam melakukan presentasi kelas harus benar-benar difokuskan pada unit STAD. Hal ini diperlukan supaya siswa menyadari harus memperhatikan penuh karena skor kuis menentukan skor tim siswa. Tim dalam STAD terdiri dari empat sampai lima siswa yang terbagi berdasarkan kinerja akademik, jenis kelamin, ataupun ras. Tim ini memiliki fungsi utama untuk memastikan bahwa semua anggota tim sungguh-sungguh belajar dan mempersiapkan anggota tim agar dapat mengerjakan kuis dengan baik. Guru memberikan kuis setelah selesai melakukan presentasi dan setelah siswa melakukan kerja kelompok. Setiap siswa mengerjakan kuis secara individual artinya para siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu dalam mengerjakan kuis sehingga setiap siswa bertanggung jawab secara individual untuk memahami materi pelajaran.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Skor kemajuan individual diberikan kepada siswa supaya siswa dapat mencapai kinerja yang diinginkan. Setiap siswa akan memiliki skor awal yang diperoleh dari rata-rata kinerja siswa sebelumnya, baik hasil kuis pada pertemuan sebelumnya atau dari hasil pre tes. Setiap siswa akan mengumpulkan poin untuk tim mereka dengan melihat tingkat kenaikan skor kuis dan dibandingkan dengan skor awal. Pedoman pemberian poin kemajuan setiap siswa tercantum di Tabel 2.1 sebagai berikut. Tabel 2.1 Perhitungan Skor Perkembangan Skor Kuis Lebih dari 10 poin di bawah skor awal 10 sampai 1 poin di bawah skor awal Skor awal sampai 10 poin di atas skor awal Lebih dari 10 poin di atas skor awal Kertas jawaban sempurna (terlepas dari skor awal) Poin Kemajuan 5 poin 10 poin 20 poin 30 poin 30 poin Sumber : Slavin, (2005: 159) Siswa mendapatkan penghargaan apabila mencapai skor rata-rata kriteria tertentu, inilah yang disebut rekognisi tim. Rekognisi tim atau pemberian penghargaan dilakukan dengan menentukan tim yang paling baik. Penentuan tim ini dapat dilakukan dengan penghitungan skor tim. Cara penghitungan setiap poin kemajuan anggota tim dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah anggota tim yang hadir. Sebagai contoh kelompok yang beranggotakan 5 siswa ingin mendapatkan penghargaan tertinggi dari guru, maka kelompok harus mencapai rata-rata kelompok sebesar 30. Setiap anggota kelompok harus mendapatkan nilai sempurna atau mendapatkan nilai lebih dari 10 poin di atas skor awal pada hasil kuis, maka siswa akan mendapatkan poin kemajuan sebanyak 30. Setiap poin kemajuan yang didapatkan anggota kelompok akan dijumlahkan dan dibagi

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 dengan jumlah anggota kelompok. Jika setiap anggota kelompok mendapatkan poin kemajuan 30, maka jumlah poin kemajuan 150 kemudian dibagi 5 sesuai jumlah anggota kelompok. Kelompok mendapatkan rata-rata kelompok sebesar 30 dan mendapatkan penghargaan tertinggi dari guru. Penjabaran komponen STAD juga diutarakan oleh Taniredja, dkk meliputi presentasi kelas, tim atau tahap kerja kelompok, kuis atau tahap tes individu, tahap perhitungan skor kemajuan individu, dan tahap pemberian penghargaan (2011: 74). Penjelasan masing-masing komponen sebagai berikut. Presentasi kelas dimulai dengan guru menyampaikan indikator yang harus dicapai dan memotivasi siswa sehingga tumbuh rasa ingin tahu tentang materi yang akan dipelajari hari ini. Langkah selanjutnya, guru memberikan apersepsi untuk membantu siswa menghubungkan materi yang disajikan dengan pengetahuan yang dimiliki. Tim atau tahap kerja kelompok dimulai dengan membentuk tim yang terdiri empat sampai lima siswa menurut kinerja akademik, jenis kelamin, ras maupun etnis. Guru pada tahap ini bertugas sebagai fasilitator dan motivator. Kuis atau tahap tes individu diadakan pada akhir pertemuan kedua atau ketiga kira-kira 10 menit yang bertujuan untuk mengetahui yang telah dipelajari siswa secara individu selama proses kerja kelompok. Dalam kuis ini siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu ketika mengerjakan soal kuis. Tahap perhitungan skor kemajuan individu yang dihitung berdasarkan skor awal yang telah ditentukan. Tahapan ini dilakukan agar siswa termotivasi untuk

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 memperoleh skor terbaik. Pedoman pemberian skor perkembangan individu berpedoman pada Slavin (2005: 159). Tahap pemberian penghargaan atau rekognisi tim dilakukan dengan memberikan penghargaan sertifikat atau bentuk penghargaan yang lain apabila skor rata-rata siswa mencapai kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Penjelasan komponen-komponen STAD menurut Slavin maupun Taniredja, dkk dapat disimpulkan komponen-komponen STAD terdiri dari presentasi kelas, tim atau kerja kelompok, kuis atau tes individu, skor kemajuan individu, dan rekognisi tim atau pemberian penghargaan. 3. Persiapan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Persiapan-persiapan yang dibutuhkan dalam menggunakan STAD yaitu (Trianto, 2009: 69) perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP, buku siswa, LKS beserta lembar jawabnya. Persiapan selanjutnya membentuk kelompok kooperatif. Guru dalam menentukan anggota kelompok harus heterogen yaitu campuran dari tingkat prestasi, jenis kelamin, suku tetapi kemampuan antar satu kelompok dengan lainnya homogen. Siswa terlebih dahulu dirangking kemudian dibagi menjadi kelompok atas, kelompok tengah, dan kelompok bawah. Kelompok atas terdiri 25% siswa dari keseluruhan siswa diambil dari siswa ranking satu. Kelompok tengah terdiri 50% siswa dari keseluruhan siswa diambil dari urutan setelah siswa yang termasuk kelompok atas. Kelompok bawah terdiri 25% siswa dari keseluruhan siswa diambil dari urutan setelah siswa yang termasuk kelompok atas dan tengah).

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Setelah menentukan kelompok, guru menentukan skor awal setiap siswa. Penentuan skor awal dapat diambil dari nilai ulangan sebelumnya atau setelah mengadakan kuis. Guru juga harus mengatur tempat duduk siswa. Hal ini untuk mendukung keberhasilan pembelajaran karena sebagai pencegahan timbulnya kegaduhan. Guru selanjutnya membuat lembar kerja yang dikerjakan siswa secara berkelompok. Persiapan berikutnya guru menghitung skor kelompok dengan membuat ratarata skor perkembangan anggota kelompok dengan menjumlah skor perkembangan yang diperoleh anggota kelompok dibagi dengan jumlah anggota kelompok. Guru kemudian memberikan predikat kepada setiap kelompok berdasarkan rata-rata skor perkembangan kelompok. Selanjutnya guru memberikan penghargaan kepada masing-masing kelompok sesuai dengan predikat yang diperoleh masing-masing kelompok. Pedoman pemberian predikat dapat dilihat pada Tabel 2.2 berikut (Trianto, 2009: 72). Tabel 2.2 Tingkat Penghargaan Kelompok Rata-rata tim 0≤x≤5 5 ≤ x ≤ 15 15 ≤ x ≤ 25 25 ≤ x ≤ 30 Predikat Tim Baik Tim Hebat Tim Super Sumber : Trianto, (2009: 72) Persiapan yang diperlukan guru dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD juga dijelaskan oleh Slavin (2005: 147) yaitu : materi, dan pembagian kelompok. Pertama yaitu materi. Materi yang disiapkan cukup dengan materi yang disebuat sendiri dengan dilampirkan sebuah lembar kegiatan, lembar jawaban, dan

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 sebuah kuis untuk setiap unit yang ingin diajarkan. Setiap unit harus terdiri dari tiga sampai lima instruksi. Kedua yaitu membagi para siswa ke dalam tim. Kelompok terdiri dari empat sampai lima siswa yang terdiri dari siswa perempuan dan siswa laki-laki, seorang siswa yang berprestasi tinggi, sedang dan rendah. Level kinerja setiap tim harus setara. Pembagian tim berdasarkan prestasi dapat dilakukan seperti Tabel 2.3 berikut ini. Tabel 2.3 Contoh Pembagian Siswa ke Dalam Tim Pretasi Siswa Siswa berprestasi tinggi Siswa berprestasi sedang Siswa berprestasi rendah Peringkat Nama Tim 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 A B C D E F F E D C B A Sumber : Slavin, (2005: 152) A B C D E F F E D C B A

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Pada tabel di atas, siswa peringkat 13 sampai 17 belum mendapatkan tim, maka siswa peringkat 13 sampai 17 akan dimasukkan ke dalam kelompok A sampai F secara merata. Guru dalam menambahkan anggota tim harus melihat keseimbangan tim baik prestasi maupun jumlah jenis kelamin dari setiap tim yang akan ditambah jumlah anggotanya. Ketiga adalah menentukan skor awal pertama. Skor awal dapat menggunakan rata-rata kuis sebelumnya atau nilai terakhir siswa dari tahun lalu. Keempat yaitu membangun tim. Sebelum guru memulai kegiatan pembelajaran menggunakan kegiatan kelompok, diperlukan latihan pembentukan tim hanya untuk memberikan kesempatan kepada anggota tim untuk saling mengenal satu sama lain. Persiapan-persiapan yang dibutuhkan dalam menggunakan STAD yang diuraikan oleh Trianto ataupun Slavin dapat disimpulkan (1) guru mempersiapkan perangkat pembelajaran beserta materi, (2) guru mempersiapkan kelompok atau membentuk kelompok, (3) guru menentukan skor awal, (4) guru mengatur tempat duduk, (5) guru memberikan penghargaan kepada setiap kelompok. 4. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Langkah-langkah dalam STAD menurut Rusman (2010: 215) yaitu: (1) guru menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin dicapai dan memberikan motivasi belajar kepada siswa, (2) siswa dibagi ke dalam kelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 siswa secara heterogen (jenis kelamin, tingkat kemampuan dan suku), (3) guru menyampaikan materi pelajaran terlebih dahulu yang dapat dibantu dengan penggunaan media atau demonstrasi, siswa belajar dalam kelompok untuk mengerjakan lembar kerja yang telah disediakan oleh guru, (4) siswa mengerjakan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 kuis secara individu sebaga bentuk evaluasi, (5) guru memberikan penghargaan kepada prestasi tim. Penjelasan lain langkah-langkah STAD (Fawaid dan Anam, 2009: 235) yaitu : (1) guru meminta siswa untuk mengerjakan pre test, pre test dapat berbentuk ujian atau pre test tentang unit-unit sebelumnya, (2) siswa dibagi dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari empat orang siswa yang terdiri dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah dan kelompok tersebut juga beragam dalam hal gender dan etnis. (3) guru menyajikan konten materi pembelajaran hari ini, (4) guru membagikan lembar kerja yang telah dipersiapkan dan fokus konten yang akan dipelajari bersama. (5) guru memeriksa kelompokkelompok untuk kemajuan pembelajaran pembelajaran. (6) siswa bersama guru mengelola kuis-kuis individu untuk setiap siswa. (7) guru memberikan skor kelompok berdasarkan pada skor-skor yang diperoleh secara perorangan. Secara ringkas pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD menurut Suyatno (2009:53) yaitu mengajar, belajar tim, kuis dan penghargaan tim. Langkah pembelajaran STAD menurut beberapa ahli di atas dapat disimpulkan (1) siswa mengerjakan pre tes untuk menentukan skor awal, (2) guru mempresentasikan konten yang akan dipelajari, (3) guru membagi siswa ke dalam kelompok secara heterogen, (4) siswa mnegerjakan tugas secara kelompok,(5) siswa mengerjakan kuis secara individu, (6) siswa mendapatkan penghargaan tim. 5. Kelebihan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menurut Slavin (2005: 103) yaitu : (1) setiap siswa memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 kepada kelompoknya dan posisi anggota kelompok setara, (2) Siswa bekerja sama mencapai tujuan atau menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru, (3) Siswa aktif membantu dan memotivasi untuk berhasil bersama, (4) siswa aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk lebih meningkatkan keberhasilan kelompok. Kelebihan STAD juga diutarakan oleh Rusman (2010: 203) yaitu (1) siswa memiliki dua bentuk tanggung jawab belajar untuk diri sendiri dan membantu anggota kelompok, (2) siswa belajar dengan cara tutor sebaya yang lebih efektif daripada pembelajaran oleh guru, (3) siswa dapat mengurangi sikap individualistis dan mau menerima kelebihan atau kelemahan orang lain. Kelebihan STAD yang dipaparkan oleh Slavin dan Rusman dapat disimpulkan (1) setiap siswa mempunyai kontribusi di dalam kelompok, (2) siswa belajar dengan cara tutor sebaya yang lebih efektif daripada pembelajaran oleh guru, (3) siswa mempunyai tanggung jawab untuk memahami materi dan membantu anggota kelompok yang mengalami kesulitan, (4) siswa mampu bekerja sama sehingga mengurangi sikap individualistis dan menerima kelebihan atau kekurangan siswa lain. 6. Kekurangan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Kekurangan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menurut Rusman (2010: 204) yaitu pembelajaran menggunakan tipe ini membutuhkan waktu yang relatif lama, dengan memperhatikan tiga langkah STAD seperti penyajian materi dari guru, kerja kelompok dan tes individual atau kuis. Kekurangan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang lain dipaparkan oleh Isjoni (2010: 62) yaitu guru dituntut sebagai fasilitator, mediator, motivator dan evaluator, padahal

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 tidak semua guru mampu menjadi fasilitator, mediator, motivator dan evaluator dengan baik. Kekurangan STAD menurut Rusman dan Isjoni dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan STAD memerlukan waktu yang relatif lama dan tidak semua guru dapat menjadi fasilitator, mediator, motivator dan evaluator dengan baik. B. Ranah Kemampuan yang Dicapai Siswa dalam Kegiatan Pembelajaran 1. Ranah Kognitif a. Pengertian Ranah Kognitif Ranah kognitif adalah suatu proses yang memiliki sifat menambah wawasan atau pengetahuan guna menambah hasil belajar (Harjanto, 2006: 91). Pengertian yang lain tentang ranah kognitif yaitu berhubungan dengan daya ingat mengenai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan intelektual yang terpusat melalui penilaian tes (Kuswana, 2012: 11). Kedua pengertian tentang ranah kognitif ini dapat disimpulkan suatu proses yang berhubungan dengan daya ingat, wawasan atau pengetahuan guna menambah perolehan hasil belajar. b. Tingkatan taksonomi Ranah Kognitif Taksonomi kemampuan ranah kognitif menurut Bloom telah direvisi oleh Anderson and Krathwohl. Sebelum direvisi oleh Anderson and Krathwohl taksonomi ranah kognitif Bloom terdiri dari pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisa, sintesa, dan evaluasi (Muslich, 2011: 39).

(44) 22 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Taksonomi ranah kognitif setelah direvisi terdiri dari mengingat, mengerti, memakai, menganalisis, menilai dan mencipta. Ulasan mengenai taksonomi Bloom yang telah direvisi (Siregar, 2010: 9) yaitu: Pertama yaitu mengingat. Tahap mengingat adalah meningkatkan ingatan tentang materi yang disajikan dalam berbagai bentuk. Kedua yaitu mengerti. Tahap mengerti adalah mampu membangun arti dari pesan pembelajaran dalam bentuk komunikasi lisan, tulisan ataupun grafis. Ketiga yaitu memakai. Tahap memakai artinya penggunaan suatu prosedur untuk mengerjakan latihan ataupun menyelesaikan suatu permasalahan. Keempat yaitu menganalisis. Tahap menganalisis adalah suatu proses memecahkan permasalahan ke dalam unsur-unsur pokoknya dan menentukan bagaimana hubungan satu sama lain. Kelima yaitu menilai. Tahap menilai adalah pembuatan pertimbangan berdasarkan kriteria dan standar tertentu. Keenam adalah menciptakan. Tahap menciptakan adalah pembuatan produk baru dengan mengatur kembali unsur-unsur atau bagian ke dalam suatu pola yang belum pernah ada sebelumnya. Penjelasan yang lain mengenai taksonomi Bloom yang telah direvisi Anderson dan Krathwohl sebagai berikut (Anderson and Krathwohl, 2010: 99). Proses kognitif yang pertama yaitu mengingat. Proses mengingat adalah aktivitas menarik kembali pengetahuan yang nyata atau relevan dari ingatan jangka panjang seorang siswa. Siswa memiliki dua proses mengingat yaitu menyadari dan mengingat kembali. Proses menyadari maksudnya proses untuk menyadari aktivitas menarik kembali informasi yang relevan dari ingatan untuk membandingkan informasi dengan informasi lain yang sedang disajikan. Proses

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 mengingat kembali berarti proses yang mencakup aktivitas penarikan kembali informasi yang relevan dari ingatan saat didesak. Proses kognitif yang kedua yaitu memahami. Proses memahami memiliki arti siswa mampu mengkonstruksikan makna dari materi pembelajaran dari suatu pesan-pesan atau petunjuk-petunjuk soal atau guru. Petunjuk dapat berupa komunikasi dalam bentuk lisan, tertulis, dan grafik (gambar). Siswa dapat memahami jika mampu menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya yang telah siswa miliki dengan diintegrasikan skema-skema atau kerangka kerja yang telah siswa kenali sebelumnya. Proses kognitif yang ketiga yaitu mengaplikasikan. Proses mengaplikasi meliputi penggunaan prosedur atau cara kerja tertentu untuk mengerjakan suatu latihan atau menyelesaikan suatu masalah. Proses kognitif yang keempat yaitu menganalisis. Proses menganalisis artinya usaha untuk mengurai suatu materi menjadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan materi secara keseluruhan. Proses kognitif yang kelima yaitu mengevaluasi. Proses mengevaluasi dapat diartikan sebagai tindakan yang membantu suatu penilaian didasarkan pada kriteria dan standar tertentu. Kriteria dapat berupa kualitas, efisiensi, dan konsistensi dimana dapat ditentukan oleh guru atau siswa. Proses kognitif yang keenam menciptakan. Proses menciptakan adalah proses membentuk sesuatu yang baru dan koheren untuk membuat prosuk yang asli. Siswa harus memiliki pola pikir kreatif pada proses mencipta ini. Taksonomi Bloom yang telah direvisi yang diulas oleh Siregar dan Anderson and Krathwohl memiliki pengertian yang sama walaupun menggunakan istilah

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 yang berbeda. Taksonomi Bloom yang telah direvisi dari kedua ahli dapat disimpulkan terdiri dari mengingat, mengerti atau memahami, memakai atau menerapkan, menganalisis, menilai atau mengevaluasi dan mencipta atau menciptakan. Tahap taksonomi Bloom penelitian ini menggunakan tahap mengingat sampai tahap menerapkan. Hal ini dikarenakan pada usia sekolah dasar (6-12 tahun) kemampuan kognitif anak sudah mampu mereaksi rangsangan intelektual dan melaksanakan tugas belajar (Yusuf, 2009: 178). Tahapan ini ditandai dengan tiga kemampuan baru yaitu mengelompokkan, menyusun, dan menghubungkan atau menghitung angka-angka atau bilangan. Kemampuan baru ini sesuai dengan kemampuan kognitif tahap mengingat, memahami, dan menerapkan. Mengingat merupakan tahap mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang, memahami merupakan tahapan untuk menyusun arti dari suatu materi atau persoalan, dan menerapkan merupakan tahapan untuk menggunakan suatu prosedur dalam menyelesaikan suatu persoalan. 2. Ranah Afektif Ranah afektif adalah sesuatu yang berkaitan dengan sikap dan nilai (Sudijono, 2006: 54). Hasil belajar ranah afektif akan terlihat pada siswa dalam berbagai tingkah laku seperti motivasi mengikuti pelajaran, perhatiannya terhadap mata pelajaraan, menghormati guru, disiplin dalam mengikuti pelajaran. Pengertian ranah afektif yang lain yaitu siswa memiliki karakter atau sikap terhadap mata pelajaran yang membantu mencapai ketuntasan belajar secara

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 maksimal (Haryati, 2006: 38). Penilaian aspek afektif dapat dilakukan dengan menggunakan observasi, angket, dan wawancara. Pengertian ranah afektif dapat ditarik kesimpulan yaitu berkaitan dengan sikap, karakter atau nilai dalam berbagai tingkah laku untuk membantu mencapai ketuntasan belajar secara maksimal. Dalam penelitian ini, peneliti selain meningkatkan kemampuan kognitif juga meningkatkan kemampuan afektif siswa khususnya pada sikap toleransi. 3. Ranah Psikomotorik Ranah psikomotorik adalah proses pengetahuan yang lebih banyak didasarkan pada pengembangan proses mental melalui aspek-aspek otot dan membentuk keterampilan siswa. Pengembangannya dalam pendidikan mencakup proses yang menggerakkan otot, juga berkembang dengan pengetahuan yang berkaitan dengan keterampilan hidup (Sukardi, 2008: 76). Penjelasan yang lain mengenai ranah psikomotorik adalah sesuatu hal yang berkaitan dengan keterampilan yang bersifat manual atau motorik (Hamzah, 2006: 38). Pengertian ranah psikomotorik menurut Sukardi dan Hamzah dapat disimpulkan bahwa ranah psikomotorik yaitu proses pengetahuan yang berkaitan dengan keterampilan yang bersifat manual atau motorik seperti aspek otot dan keterampilan siswa. C. Hakikat Toleransi 1. Pengertian Sikap Toleransi Sikap toleransi termasuk karakter yang dikembangkan dalam pendidikan karakter. Nilai-nilai dalam pendidikan karakter sekolah dasar terdiri dari amanah,

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 menghormati atau menghargai, tanggung jawab, adil, jujur dan sportif, peduli serta kewarganegaraan (Samani dan Hariyanto, 2012: 55). Berdasarkan nilai-nilai di atas maka dapat dikembangkan sikap-sikap seperti religius, jujur, disiplin, kerja keras, toleransi, jujur, berani, mandiri dan lain sebagainya (Samani dan Hariyanto, 2012 : 116). Sikap yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sikap toleransi. Sikap toleransi adalah menghormati martabat dan hak semua orang meskipun keyakinan dan perilaku mereka berbeda dengan kita (Zubaedi, 2011: 63). Pengertian lain, sikap toleransi yaitu dapat menerima penyimpangan dari hal yang dipercayai atau praktik-praktik yang berbeda dengan yang dilakukan diri sendiri atau menerima hal-hal yang berbeda dengan apa yang menjadi keyakinan diri (Samani dan Hariyanto, 2012: 54). Pengertian sikap toleransi dapat disimpulkan sebagai sikap yang menghormati martabat, hak semua orang, dapat menerima dari hal yang berbeda dengan yang dilakukan diri sendiri atau hal-hal yang berbeda dengan apa yang menjadi keyakinan diri sendiri. 2. Karakteristik Sikap Toleransi Karakteristik sikap toleransi terdiri dari dua karakteristik (Zubaedi, 2011: 64) yaitu saling menghargai tanpa membedakan suku, gender, penampilan, budaya, keyakinan, kemampuan, dan dapat menghargai orang lain meskipun berbeda pandangan. Karakteristik sikap toleransi yang lain (Suyadi, 2013: 66) yaitu saling menghargai siswa yang mengalami kesulitan, saling bekerja sama dan bersinergi bersama, mengenal potensi diri, saling mengagumi dan memahami, serta menghargai tanpa berupaya memalsukan diri menjadi orang lain.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 Karakteristik toleransi dapat ditarik kesimpulan yaitu saling menghargai tanpa membedakan suku, gender, penampilan, budaya, keyakinan, kemampuan, dapat menghargai orang lain meskipun berbeda pandangan, saling menghargai siswa yang mengalami kesulitan, saling bekerja sama dan bersinergi bersama, mengenal potensi diri, saling mengagumi dan memahami, serta menghargai tanpa berupaya memalsukan diri menjadi orang lain D. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar 1. Hakikat Pembelajaran Matematika Pembelajaran matematika adalah proses pembelajaran yang dibangun oleh guru dalam mengembangkan kreativitas untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan kemampuan membangun konsep pengetahuan baru sebagai upaya memahami materi matematika dengan baik (Susanto, 2013: 186). Menurut Bourne dalam Fathani (2009: 19) mengatakan bahwa matematika sebagai konstruktivisme sosial yang menekankan pada knowing how, maksudnya manusia dipandang sebagai makhluk yang aktif dalam mengkonstruksi ilmu pengetahuan dengan lingkungannya. Sebagai contoh manusia dalam kehidupan sehari-hari melakukan transaksi jual beli dengan menggunakan uang. Mata pelajaran matematika membantu memahami menggunakan uang, hal ini ditunjukkan dengan adanya kompetensi dasar (KD) di kelas 3 yang membahas tentang penggunaan uang yaitu KD 1.5 memecahkan masalah perhitungan termasuk yang berkaitan dengan uang. Hakikat pembelajaran menurut Susanto dan Bourne dalam Fathani dapat disimpulkan bahwa matematika yaitu proses mengkonstruksi ilmu pengetahuan

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 dengan lingkungannya dengan menekankan cara menyelesaikan persoalan untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan kemampuan membangun konsep pengetahuan baru. 2. Karakteristik Matematika Karakteristik Matematika yang dikemukakan oleh Fathani (2009: 59) sebagai berikut. a. Memiliki objek kajian abstrak Pada dasarnya matematika memiliki objek kajian yang sifatnya abstrak, meskipun tidak setiap yang abstrak adalah matematika. Ada empat objek kajian matematika, yaitu fakta, operasi, konsep, dan prinsip. (Fathani, 2009: 59) 1) Fakta Fakta adalah konvensi dalam matematika yang biasanya diungkapkan melalui simbol-simbol tertentu, sebagai conoth simbol “5” secara umum sudah dipahami sebagai bilangan “lima”, sebaliknya kalau seseorang mengucapkan “lima” dengan sendirinya dapat menuliskan simbol “5”. Contoh lain simbol “ + ” secara umum sudah dipahami bahwa simbol tersebut untuk tanda menjumlahkan. 2) Operasi Operasi adalah melakukan perhitungan, pengerjaan aljabar, dan pengerjaan matematika lainnya, misalnya operasi “perkalian”, pembagian dan lain sebagainya. “penjumlahan”, “pengurangan”,

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 3) Konsep Konsep adalah ide abstrak yang dapat digunakan untuk menggolongkan atau mengkategorikan sekumpulan objek. Misalnya menggolongkan berbagai benda ke dalam bangun ruang atau bangun datar. 4) Prinsip Prinsip adalah hubungan diantara berbagai objek dasar matematika. Misalnya sifat distributif dan sifat asosiatif dalam perkalian bilangan matematika. Prinsip pada matematika, pertama yaitu bertumpu pada kesepakatan. Simbol-simbol dan istilah dalam matematika adalah kesepakatan bersama yang penting dan telah disepakati dalam matematika, sehingga dapat memudahkan pembahasan dan pemahaman matematika. Kedua yaitu konsisten dalam sistemnya. Matematika mempunyai berbagai macam sistem yang dibentuk dari beberapa teori. Suatu definisi teori harus menggunakan istilah atau konsep yang sudah disepakati terlebih dahulu, sehingga tidak terjadi perselisihan antara sistem yang satu dengan yang lain. Ketiga yaitu memiliki simbol yang kosong arti. Secara umum simbol dalam matematika tidak memiliki arti atau kosong. Simbol akan bermakna jika kita mengkaitkannya dengan konteks tertentu. Misal a - b = c tidak selalu a,b dan c adalah bilangan, tetapi selalu mengaitkan simbol tersebut dengan bilangan-bilangan yang real. Penjelasan lain mengenai karakteristik matematika dikemukakan oleh Soewandi dan Sinduningrum yaitu (2011: 58) perlunya menggunakan penalaran dengan menggunakan metode deduktif yang mampu menghasilkan kesimpulan.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Matematika merupakan hal yang sangat simbolis, artinya simbol-simbol matematika singkat dan mudah dipahami. Berdasarkan penjelasan karakteristik matematika menurut Fathani dan Soewandi&Sinduningrum dapat disimpulkan bahwa karakteristik matematika terdiri dari objek kajian yang abstrak, simbol, perlunya penalaran, bertumpu pada kesepakatan, konsisten dalam sistemnya, dan memerhatikan semesta pembicaraan. 3. Tujuan Matematika Tujuan matematika secara umum yaitu siswa dapat dan terampil menggunakan matematika. Siswa yang terampil menggunakan matematika akan berguna dalam kehidupan sehari-hari (Susanto, 2013: 189). Menurut Ibrahim dan Suparni (2008: 36) tujuan pembelajaran matematika sekolah adalah sebagai berikut. a. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. b. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah. c. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media lain yang memperjelas keadaan atau masalah. d. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI e. 31 Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Tujuan matematika di sekolah dasar menurut Susanto dan Ibrahim&Suparni dapat disimpulkan yaitu siswa dapat terampil dalam menggunakan matematika di kehidupan sehari-hari dengan menggunakan penalaran, mampu memahami konsep, mampu mengkomunikasikan gagasan dan miliki sikap menghargai kegunaan matematika dikehidupan sehari-hari. 4. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika Menurut Depdiknas dalam Susanto (2001: 9) kompetensi umum dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar yaitu : pertama, melakukan operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan operasi hitung campuran termasuk pecahan. Kompetensi kedua menentukan sifat dan unsur berbagai bangun datar dan bangun ruang sederhana termasuk penggunaan sudut, keliling, luas, dan volume. Kompetensi yang ketiga, menentukan sifat simetris, kesebangunan, dan sistem koordinat. Kompetensi keempat, menggunakan pengukuran satuan, kesetaraan antarsatuan, dan penaksiran pengukuran. Kompetensi kelima, menentukan dan menafsirkan data sederhana seperti ukuran tertinggi, terendah, rata-rata, modus, mengumpulkan, dan menyajikan data. Kompetensi keenam yaitu menyelesaikan masalah, melakukan penalaran, dan mengkomunikasikan gagasan secara matematika.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Dalam penelitian ini kompetensi yang digunakan yaitu kompetensi pertama mengenai operasi hitung penjumlahan, khususnya mengenai operasi hitung berbagai bentuk pecahan di kelas V. Standar kompetensi dan kompetensi dasar materi pecahan di kelas V tertuang dalam Tabel 2.4 sebagai berikut. Tabel 2.4 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2006 Standar Kompetensi Bilangan 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar 5.1 Mengubah pecahan ke bentuk persen dan desimal serta sebaliknya 5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan 5.3 Mengalikan dan membagi berbagai bentuk pecahan 5.4 Menggunakan pecahan dalam masalah perbandingan dan skala Pada penelitian ini, fokus peneliti pada kompetensi dasar 5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan, pada materi penjumlahan berbagai pecahan yang terdiri dari penjumalahan pecahan berpenyebut sama, penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama, penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran, dan penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. 5. Pecahan a. Pengertian Pecahan Pecahan dapat diartikan sebagai bagian dari sesuatu yang utuh (Heruman, 2012: 43). Pada ilustrasi gambar 2.1 di bawah ini, bagian yang dimaksud yaitu bagian yang diperhatikan dan biasanya diberi tanda arsiran.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lingkaran utuh 33 Lingkaran yang dibagi dua Gambar 2.1 Pecahan Pengertian pecahan yang lain yaitu pecahan sebagai bagian dari bilangan rasional yang dapat ditulis dalam bentuk , a dan b termasuk bilangan bulat, b tidak sama dengan 0 (nol) dan bilangan a bukan kelipatan bilangan b (Sukayati, 2003:1). Dari penjelasan di atas, pecahan menurut Heruman dan Sukayati dapat disimpulkan yaitu bagian dari bilangan rasional yang ditulis dalam bentuk , a dan b termasuk bilangan bulat, b tidak sama dengan 0 (nol) dan bilangan a bukan kelipatan bilangan b. b. Operasi Hitung Penjumlahan Pecahan Kemampuan prasyarat yang harus dikuasai siswa dalam operasi penjumlahan pecahan yaitu penguasaan konsep nilai pecahan, pecahan senilai, dan penjumlahan bilangan bulat (Heruman, 2012: 55). Pada kegiatan pembelajaran materi penjumlahan pecahan dapat dibantu dengan media kertas. Siswa diminta untuk menyediakan dua lembar kertas, kertas pertama dilipat menjadi empat bagian yang sama dan salah satu bagian diarsir

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk menunjukkan pecahan 34 begitu juga pada lembar kertas kedua, seperti pada gambar 2.2 sebagai berikut. Kertas Pertama Kertas Kedua Gambar 2.2 Langkah Pertama Operasi Hitung Pecahan Dengan Media Kertas Pada kertas di atas dapat ditunjukkan operasi hitung penjumlahan pecahan Kemudian siswa diminta untuk menempelkan arsiran pada kertas pertama ke kertas kedua, maka hasil penempelan dapat dilihat pada gambar 2.3 berikut ini. Kertas Pertama Kertas Kedua dipotong dan ditempelkan pada sisi sebelah kanan arsiran kertas kedua Gambar 2.3 Langkah Kedua Operasi Hitung Pecahan Dengan Media Kertas Hal yang harus diperhatikan dalam penjumlahan pecahan yaitu pada penyebut, karena penyebut tidak dijumlahkan. (Heruman, 2012 : 57).

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 E. Hasil Penelitian yang Relevan Penelitian pertama yaitu Nuryanti, dkk melakukan penelitian tentang “Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD dalam Peningkatan Pembelajaran Bilangan Pecahan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Khususnya Di SD Negeri Randegan”. Waktu penelitian dilaksanakan mulai bulan November 2012 sampai dengan bulan Juni 2013 pada semester dua tahun ajaran 2012/2013 dan dilakukan sebanyak tiga siklus. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan pembelajaran bilangan pecahan siswa kelas IV sekolah dasar. Awal penelitian persentase ketuntasan siswa 41,67%, setelah peneliti melaksanakan tindakan persentase ketuntasan menjadi 87,5%, siklus II menjadi 83,3% dan akhir siklus meningkat menjadi 95,83%. Penelitian kedua dilakukan oleh Hafid dan Asikin dengan judul penelitian “Peningkatan Hasil Belajar Matematika Pecahan Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Siswa Kelas IV SD Inpres BTN IKIP I Makassar”. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran yang mengarah kepada peningkatan hasil belajar matematika. Penelitian dilakukan pada siswa kelas IV SD Inpres BTN IKIP I Makassar sebanyak 25 siswa semester ganjil 2010. Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus, masing-masing siklus dilakukan sebanyak dua kali pertemuan pembelajaran. Rata-rata skor tes hasil belajar siswa pada Siklus I adalah 64,4 berada pada kategori cukup, sedangkan rata-rata skor hasil belajar siswa pada

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 akhir siklus menjadi 74,8 berada pada kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa secara kuantitatif terjadi peningkatan rata-rata skor tes hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres BTN IKIP I Makassar pada pokok bahasan pecahan dan daya serap siswa pada materi pelajaran menjadi lebih baik setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Penelitian keetiga dilakukan oleh Salim, Slamet, dan Dwijiastuti dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Pemahaman Konsep Pecahan”. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu. Hasil penelitian menunjukkan t hitung >t tabel (2,153>2,03). Perhitungan uji hipotesis sejalan dengan hasil rata-rata nilai kemampuan akhir kelompok eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) sebesar 76,65 lebih baik daripada perolehan ratarata kemampuan akhir kelompok kontrol yang menggunakan model pembelajaran langsung sebesar 61,32. Berdasarkan hasil penelitian di atas, terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif STAD terhadap pemahaman konsep materi pecahan. Penelitian keempat disusun oleh Wedaswari yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together Untuk Meningkatakan Hasil Belajar Pkn Dan Sikap Toleransi Pada Siswa Kelas VIII B6 Di SMPN 6 Singaraja”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tinddakan kelas dengan melakukan dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode numbered head together dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas VIII B6, rata-rata hasil belajar siswa siklus I 66,9 dengan

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 persentase ketuntasan 58,6%. Untuk penilaian sikap toleransi siklus I tergolong tinggi dengan rata-rata perolehan skor 28,9. Hasil belajar pada akhir siklus 79,7 dengan persentase ketuntasan 86,2%. Untuk perolehan skor sikap toleransi akhir siklus jauh lebih tinggi dari siklus I yaitu rata-rata skor 31,8. Berdasarkan penelitian-penelitian di atas, belum ada penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yang berjudul “Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Sikap Toleransi Dan Kemampuan Kognitif Penjumlahan Pecahan Kelas V SD Kanisius Klepu Sleman”. Supaya lebih terlihat jelas bahwa penelitian yang dilakukan oleh peneliti yang berjudul “Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Sikap Toleransi Dan Kemampuan Kognitif Penjumlahan Pecahan Kelas V SD Kanisius Klepu Sleman” belum pernah dilakukan penelitian oleh peneliti yang lain, dapat dillihat pada Gambar 2.4 berikut ini. Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD Dalam Peningkatan Pembelajaran Bilangan Pecahan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Khususnya di SD Negeri Randegan Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Pemahaman Konsep Pecahan Yang diteliti : Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Sikap Toleransi Dan Kemampuan Kognitif Penjumlahan Pecahan Kelas V SD Kanisius Klepu Sleman Peningkatan Hasil Belajar Matematika Pecahan Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Siswa Kelas IV SD INPRES BTN IKIP I Makassar Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together Untuk Meningkatakna Hasil Belajar Pkn Dan Sikap Toleransi Pada Siswa Kelas VIII B6 Di SMPN 6 Singaraja. Gambar 2.4 Bagan Literature Map Penelitian-penelitian yang Relevan

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 F. Kerangka Berpikir Dalam dunia pendidikan, proses pembelajaran merupakan kegiatan yang penting untuk mengembangkan kemampuan dan bakat siswa. Hal ini dikarenakan pembelajaran adalah proses dimana siswa mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru yang penting untuk siswa. Hasil pembelajaran yang siswa dapatkan terdiri dari penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kemampuan kognitif sangat penting untuk diukur karena melalui hasil penilaian kognitif, guru dapat melihat sejauhmana siswa memahami suatu materi ajar. Materi ajar di sekolah dasar memiliki tingkat kesulitan yang beragam dari yang mudah dipahami oleh siswa ataupun yang sulit dipahami oleh siswa. Di sekolah dasar siswa sering mengalami kesulitan untuk memahami materi ajar pada mata pelajaran matematika. Matematika di sekolah dasar merupakan pelajaran yang terdiri dari aspek bilangan, pengukuran, dan penyajian data yang membutuhkan ketelitian, penalaran dan kesabaran dalam menyelesaikannya. Dalam menyelesaikan permasalahan matematika, siswa dapat mengerjakannya secara kelompok karena dengan belajar kelompok siswa akan menyelesaikan bersama-sama saling membantu satu sama lain. Pembelajaran matematika di sekolah dasar, guru masih menerapkan pembelajaran matematika dengan metode ceramah dan siswa secara mandiri menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru, hanya beberapa guru saja yang sudah menggunakan metode diskusi pada mata pelajaran matematika. Hal ini ditemui peneliti setelah melakukan observasi pada kegiatan probaling dua hingga kegiatan PPL di beberapa sekolah dasar.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Melalui kegiatan berkelompok siswa harus secara 39 bekerjasama menyelesaikan permasalahan. Hal ini secara tidak langsung siswa dapat mengembangkan karakter dalam diri siswa sendiri. Karakter yang dapat tumbuh dari pembelajaran berbasis kegiatan kelompok yaitu kerjasama, tanggung jawab, peduli, komunikatif atau bersahabat dan toleransi. Sikap toleransi dapat tumbuh diantara siswa karena siswa harus menghargai segala perbedaan yang ada di kelompok mereka. Perbedaan tersebut dapat berupa perbedaan kemampuan kognitif dan perbedaan jenis kelamin. Siswa harus menerima berkelompok dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan siswa yang satu dengan siswa yang lainnya. Oleh karena itu peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Model pembelajaran ini membentuk kelompok secara heterogen dapat berdasarkan kemampuan yang dimiliki siswa, gender, suku bahkan ras. Melalui model pembelajaran ini siswa dapat mengembangkan sikap toleransi karena siswa akan dikelompokkan dan tidak memilih kelompok sendiri yang sesuai dengan keinginan mereka. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD diharapkan dapat pula meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Hal ini dikarenakan siswa menyelesaikan permasalahan matematika secara berkelompok yang terdiri dari siswa yang memiliki kemampuan kognitif tinggi, sedang dan rendah. Anggota kelompok yang seperti ini dapat mendorong siswa yang sudah memahami materi dengan baik membantu siswa lain yang belum memahami yang ada dikelompoknya.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 G. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kerangka berpikir di atas, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini sebagai berikut. 1. Penggunaan model kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan kognitif materi penjumlahan berbagai bentuk pecahan pada siswa kelas V SD Kanisius Klepu Minggir Sleman tahun ajaran 2013/2014. 2. Penggunaan model kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan kognitif siswa kelas V SD Kanisius Klepu Minggir Sleman tahun ajaran 2013/2014 dengan langkah-langkah : a) siswa mengerjakan pre tes yang dikerjakan secara individu, b) guru melalukan presentasi kelas sesuai dengan materi, c) guru membentuk kelompok berdasarkan kemampuan dan gender, d) siswa menyelesaikan tugas dengan kerja kelompok atau kerja tim, e) siswa mengerjakan kuis, f) siswa bersama guru menghitung skor kemajuan, dan g) guru memberikan penghargaan.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab III ini, peneliti menguraikan metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian tindakan kelas ini. Penjelasan mengenai metode penelitian terdiri dari jenis penelitian, setting penelitian, rencana penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, validitas dan reliabilitas instrumen, teknik analisis data, dan kriteria keberhasilan. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas yaitu sebuah kegiatan yang mencermati sekolompok siswa yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan suatu permasalahan dalam proses pembelajaran dengan mengumpulkan berbagai data dan menganalisisnya untuk menyelesaikan permasalahan (Kunandar, 2008: 45). Penelitian tindakan kelas difokuskan pada kelas atau proses kegiatan pembelajaran yang terjadi di dalam kelas yang harus tertuju pada hal-hal yang terjadi di dalam kelas dan bukan perangkat pembelajaran seperti silabus dan materi (Kunandar, 2008: 66). Objek yang menjadi fokus dalam penelitian tindakan kelas yaitu siswa, guru, media atau alat peraga, hasil pembelajaran, sistem evaluasi, dan lingkungan (Kunandar, 2008: 66). Peneliti menggunakan model penelitian tindakan kelas menurut Kemmis dan Mc. Taggart. Model penelitian ini juga menggunakan tahap perencanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Model ini memiliki ciri khas yaitu menyatukan tahap tindakan dan pengamatan karena dalam kenyataan penerapan tindakan dan pengamatan harus dilakukan dalam satu kesatuan. Dalam melakukan tindakan 41

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 disaat itu juga melaksanakan observasi (Kusumah, 2009: 20). Berikut ini gambaran model penelitian model penelitian tindakan kelas menurut Kemmis dan Mc. Taggart. Siklus I Perencanaan Refleksi Tindakan dan Pengamatan Perencanaan yang telah direvisi Siklus II Refleksi Tindakan Dan Pengamatan Gambar 3.1 Siklus PTK menurut Kemmis & Taggart Tahapan dalam penelitian tindakan kelas (Kunandar, 2008: 70) yaitu : 1. Perencanaan Tahap pertama penelitian tindakan kelas yaitu perencanaan. Perencanaan dalam penelitian tindakan kelas yaitu mengembangkan rencana tindakan secara kritis untuk mengatasi suatu permasalahan. Rencana sebaiknya disusun berdasarkan hasil pengamatan sebagai langkah awal mengidentifikasi masalah kemudian direfleksikan atau dianalisis. Hasil pengamatan awal dijabarkan dalam

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 bentuk catatan-catatan lapangan yang jelas menggambarkan proses kegiatan pembelajaran yang ingin diperbaiki atau ditingkatkan. 2. Tindakan Tahap kedua yaitu tindakan. Tindakan adalah wujud dari rencana yang telah disusun sebelumnya untuk mengatasi sebuah permasalahan. Dalam tindakan ini guru harus memperhatikan apakah sesuai antara pelaksanaan dan perencanaan, apakah berjalan dengan lancar, apakah dapat mengelola situasi kelas dengan baik dan bagaimana hasil keseluruhan dari tindakan tersebut. 3. Pengamatan Tahap ketiga yaitu pengamatan. Pengamatan berfungsi untuk mencermati jalannya proses pembelajaran yang dilakukan untuk memperoleh informasi serta gambaran tentang kondisi sebenarnya kegiatan pembelajaran. Objek pengamatan yaitu seluruh proses tindakan yang terkait dengan penelitian, pengaruhnya baik yang disengaja ataupun tidak disengaja, keadaan, dan kendala-kendala tindakan yang telah direncanakan dan persoalan yang timbul dalam konteks penelitian. Tahap pengamatan ini dalam penelitian tindakan kelas merupakan kegiatan pengumpulan data yang berupa proses perubahan kinerja. Pada penelitian tahap pengamatan peneliti akan dibantu oleh guru kelas. 4. Refleksi Tahap keempat yaitu refleksi. Refleksi adalah suatu proses untuk merenungkan dan mengingat kembali suatu tindakan yang sama seperti yang telah dicatat dalam pengamatan. Melalui refleksi dapat memahami proses, permasalahan, dan kendala yang nyata terjadi. Guru dengan merefleksikan

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 tindakannya saat proses pembelajaran dapat menjadi evaluasi apakah tujuan pembelajaran tercapai atau tidak. Jika tidak tercapai maka guru dapat memperbaiki pada proses pembelajaran berikutnya. B. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Kanisius Klepu yang beralamat di jalan Klepu Sendangmulyo, Minggir Sleman, Yogyakarta. 2. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas V SD Kanisius Klepu semester genap tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah 28 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. 3. Objek Penelitian Objek penelitian ini yaitu sikap toleransi meliputi menghargai siswa yang mengalami kesulitan, saling menghargai tanpa membedakan suku, gender, penampilan, budaya, kemampuan, dapat menerima hal-hal berbeda dengan yang dipercayai, menumbuhkan sikap bekerjasama dan bersinergi, mengenali potensi diri dan kemampuan kognitif sesuai dengan taksonomi Bloom yang telah direvisi pada materi penjumlahan pecahan. 4. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di akhir semester ganjil dan di semester genap tahun ajaran 2013/2014 yaitu pada bulan Oktober 2013 sampai Juli 2014.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 C. Rencana Penelitian Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Kemmis dan Taggart dengan melalui beberapa siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Rencana penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Siklus pertama dan siklus kedua dilakukan untuk memberikan tindakan kepada siswa, akan tetapi peneliti tidak menutup kemungkinan melakukan siklus ketiga jika pada siklus kedua belum melampui target akhir siklus yang telah ditentukan. 1. Persiapan Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melakukan persiapan yang meliputi : a. Meminta ijin kepada kepala SD Kanisius Klepu untuk melakukan pengamatan di sekolah tersebut. b. Melakukan pengamatan di kelas V untuk melihat kondisi kelas saat proses kegiatan pembelajaran sedang berlangsung. c. Melakukan wawancara kepada guru kelas V untuk mengidentifikasi permasalahan. d. Mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang terjadi saat proses pembelajaran berlangsung. e. Menentukan permasalahan serta solusi untuk menyelesaikan permasalahan. f. Menyusun instrumen non tes seperti rubrik pengamatan dan kuesioner serta melakukan uji validitas isi untuk kedua instrumen non tes tersebut.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI g. 46 Melakukan kembali pengamatan dan pembagian kuesioner tentang sikap toleransi siswa kelas V SD Kanisius Klepu untuk memperoleh data kondisi awal. h. Menyusun instrumen tes yaitu soal evaluasi serta melakukan uji validitas isi untuk instrumen tes. i. Melakukan revisi setelah melakukan validitas isi. j. Melakukan pengujian instrumen tes berupa soal evaluasi berjumlah 50 soal kepada siswa kelas VI SD Kanisius Klepu. k. Mengkaji standar kompetensi, kompetensi dasar, dan materi pokok dengan guru kelas V SD Kanisius Klepu. l. Menyusun perangkat pembelajaran berupa silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, media, penilaian, lembar kerja siswa, lembar jawab atau kunci jawab, refleksi, aksi, lembar soal untuk pre tes dan kuis. m. Membuat sertifikat dan kata-kata mutiara untuk penghargaan kelompok super, sangat baik, dan baik. n. Melakukan uji validitas untuk perangkat pembelajaran berupa silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar kerja siswa, soal pre tes, dan kuis. o. Pembagian kelompok heterogen sesuai dengan rangking siswa kelas V SD Kanisius Klepu pada semester satu dan berdasarkan gender yang berkonsultasi dengan guru kelas V. 2. Rencana Tindakan Setiap Siklus Siklus I dan siklus II akan dilakukan selama tiga kali pertemuan dan disetiap pertemuan beralokasikan 2 x 40 menit. Kegiatan pertemuan pertama dan

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 pertemuan kedua memberikan tindakan dan melakukan pengamatan yang dibantu oleh guru kelas dan teman sejawat, sedangkan pertemuan ketiga untuk melakukan evaluasi dan pengisian kuesioner oleh siswa. a. Siklus Pertama 1) Rencana Tindakan Siklus I Peneliti pada tahap perencanaan ini melakukan analisis standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) dengan guru kelas. Berdasarkan analisis standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD), peneliti menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan memperhatikan indikator-indikator keberhasilan belajar dan sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Peneliti juga membuat media pembelajaran yang menunjung kegiatan pembelajaran berupa keping pecahan, menyusun lembar kerja siswa, menyusun pedoman atau instrumen yang digunakan dalam setiap siklus, dan menyusun alat evaluasi pembelajaran sesuai dengan indikator berdasarkan tahap perkembangan kognitif menurut Bloom yang telah direvisi oleh Anderson dan Krathwohl dari tahap mengingat hingga tahap mengaplikasi. 2) Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan siklus I menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dengan memperhatikan komponen-kompenen dalam STAD yaitu presentasi kelas, belajar dalam tim, tes individu, skor pengembangan individu, dan penghargaan tim yang dilakukan pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Pada tahap pelaksanaan, peneliti bertindak sebagai guru, sedangkan guru kelas bertindak sebagai pengamat dibantu dengan teman sejawat peneliti. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran sebagai berikut. a) Pertemuan pertama (1) Siswa mengerjakan pre tes untuk mengetahui pengetahuan awal dan menentukan skor awal masing-masing siswa. (2) Guru memberikan motivasi yaitu siswa mencari kertas yang tertuliskan pecahan yang telah disebarkan guru disekitar kelas. (3) Apersepsi : Siswa bersama guru bertanya jawab dari bilangan pecahan yang telah ditemukan oleh siswa dengan menunjukkan mana yang disebut penyebut dan mana yang disebut pembilang. (4) Guru menyampaikan materi pembelajaran yaitu penjumlahan pecahan berpenyebut sama (5) Guru membagikan rangkuman materi kepada siswa dan siswa diminta untuk membuka buku pegangan mata pelajaran matematika mengenai penjumlahan pecahan. (6) Siswa memperhatikan guru yang melakukan presentasi kelas mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut sama. (7) Siswa mencatat atau meringkas hal-hal penting hasil presentasi yang dilakukan oleh guru. (8) Siswa masuk dalam kelompok yang terdiri dari empat sampai lima siswa yang telah ditentukan oleh guru berdasarkan tingkat kemampuan dan jenis kelamin.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 (9) Siswa mengerjakan lembar kerja siswa secara berkelompok dan mengoreksi hasil pekerjaan kelompoknya. (10) Siswa menampilkan hasil kerja kelompok di papan tulis (11) Siswa mengerjakan kuis secara individual. (12) Siswa mengoreksi bersama kuis yang telah siswa kerjakan. (13) Siswa bersama guru menghitung poin kemajuan. (14) Guru memberikan penghargaan. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat dilihat pada silabus lampiran 1, rincian uraian rencana pelaksanaan pembelajaran dapat dilihat pada lampiran 2a, rangkuman materi dapat dilihat pada lampiran 3a, lembar kerja siswa serta kunci jawab dan soal pre tes atau kuis beserta kunci jawab dapat dilihat pada lampiran 4, pembagian kelompok STAD dapat dilihat pada lampiran 11, dan sertifikat penghargaan dapat dilihat pada lampiran 12. b) Pertemuan Kedua (1) Siswa mengerjakan pre tes untuk mengetahui pengetahuan awal dan untuk mendapatkan skor awal masing-masing siswa. (2) Guru memberikan motivasi yaitu siswa dengan kelompoknya mencari amplop yang berisi potongan pecahan dan siswa diminta untuk menyusun pecahan tersebut menjadi utuh. (3) Apersepsi : Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai potongan puzzle tersebut untuk menggali pengetahuan awal siswa mengenai pecahan. (4) Guru menyampaikan materi pembelajaran yaitu penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 (5) Guru membagikan rangkuman materi kepada siswa dan siswa diminta untuk membuka buku pegangan mata pelajaran matetmatika mengenai penjumlahan pecahan. (6) Siswa memperhatikan guru yang melakukan presentasi kelas mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. (7) Siswa mencatat atau meringkas hal-hal penting hasil presentasi yang dilakukan oleh guru. (8) Siswa masuk dalam kelompok yang sama pada pertemuan pertama. (9) Siswa mengerjakan lembar kerja siswa secara berkelompok dan mengoreksi hasil pekerjaan kelompoknya. (10) Siswa menampilkan hasil kerja kelompok di papan tulis (11) Siswa mengerjakan kuis secara individual. (12) Siswa mengoreksi bersama pre tes dan kuis yang telah mereka kerjakan. (13) Siswa bersama guru menghitung poin kemajuan. (14) Guru memberikan penghargaan kepada setiap kelompok. Perincian rencana pelaksanaan pembelajaran dapat dilihat pada lampiran 2a, rangkuman materi dapat dilihat pada lampiran 3a, lembar kerja siswa serta kunci jawab dan soal pre tes atau kuis beserta kunci jawab dapat dilihat pada lampiran 5, pembagian kelompok STAD dapat dilihat pada lampiran 11, dan sertifikat penghargaan dapat dilihat pada lampiran 12.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 c) Pertemuan Ketiga (1) Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran hari ini yaitu akan diadakan ulangan dengan materi penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. (2) Apersepsi : siswa bersama guru membahas ulang mengenai materi yang belum dipahami dengan baik oleh siswa. (3) Motivasi : guru mengajak untuk tepuk salut. (4) Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu (5) Siswa mengisi lembar kuesioner mengenai sikap toleransi. Rincian rencana pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan ketiga ini dapat dilihat pada lampiran 2a, soal evaluasi dapat dilihat pada lampiran 8, dan kunci jawaban soal evaluasi dapat dilihat pada lampiran 10. b. Siklus II 1) Rencana tindakan Peneliti pada tahap perencanaan ini melakukan analisis standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD) dan materi ajar dengan guru kelas. Berdasarkan analisis standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), dan materi ajar, peneliti menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dengan memperhatikan indikator-indikator pencapaian hasil belajar. Peneliti juga menyusun lembar kerja siswa, menyusun pedoman atau instrumen yang digunakan dalam setiap siklus dan menyusun soal evaluasi pembelajaran sesuai dengan indikator hasil belajar berdasarkan tahap perkembangan kognitif menurut

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Bloom yang telah direvisi oleh Anderson and Krathwohl dari tahap mengingat hingga tahap mengaplikasi. 2) Pelaksanaan a) Pertemuan Pertama (1) Siswa mengerjakan pre tes untuk mengetahui pengetahuan awal dan untuk mendapatkan skor awal masing-masing siswa. (2) Guru memberikan motivasi yaitu Guru mengajak siswa bermain konsentrasi, jika guru menunjukkan pecahan biasa maka siswa memegang kedua telinga dan jika guru menunjukkan pecahan campuran maka siswa harus memegang hidungnya. (3) Apersepsi : siswa bersama guru bertanya jawab mengenai pecahan biasa dengan pecahan campuran. (4) Guru menyampaikan materi pembelajaran yaitu penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. (5) Guru membagikan rangkuman materi kepada siswa dan siswa diminta untuk membuka buku pegangan mata pelajaran matematika mengenai penjumlahan pecahan. (6) Siswa memperhatikan guru yang melakukan presentasi kelas mengenai penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. (7) Siswa mencatat atau meringkas hal-hal penting hasil presentasi yang dilakukan oleh guru. (8) Siswa masuk dalam kelompok yang sama pada kegiatan pembelajaran sebelumnya.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 (9) Siswa mengerjakan lembar kerja siswa secara berkelompok dan mengoreksi hasil pekerjaan kelompoknya. (10) Siswa menampilkan hasil kerja kelompok di papan tulis. (11) Siswa mengerjakan kuis secara individual. (12) Siswa mengoreksi bersama kuis yang telah selesai dikerjakan siswa. (13) Siswa bersama guru menghitung poin kemajuan. (14) Guru memberikan penghargaan kepada setiap kelompok. Silabus pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada lampiran 1, rincian uraian rencana pelaksanaan pembelajaran dapat dilihat pada lampiran 2b, rangkuman materi dapat dilihat pada lampiran 3b, lembar kerja siswa serta kunci jawaban dapat dilihat pada lampiran 6, pembagian kelompok STAD dapat dilihat pada lampiran 11, dan sertifikat pengahrgaan dapat dilihat pada lampiran 12. b) Pertemuan Kedua (1) Siswa mengerjakan pre tes untuk mengetahui pengetahuan awal dan untuk mendapatkan skor awal masing-masing siswa. (2) Guru memberikan motivasi yaitu siswa dengan kelompoknya harus mencari potongan kertas yang tertulis angka 0 sampai 9, dari angka-angka tersebut siswa harus membentuk pecahan campuran sebanyak 2 pecahan campuran. (3) Apersepsi : siswa bersama guru bertanya jawab mengenai pecahan campuran yang telah mereka buat. (4) Guru menyampaikan materi pembelajaran yaitu penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 (5) Guru membagikan rangkuman materi kepada siswa dan siswa diminta untuk membuka buku pegangan mata pelajaran matematika mengenai penjumlahan pecahan. (6) Siswa memperhatikan guru yang melakukan presentasi kelas mengenai penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. (7) Siswa mencatat atau meringkas hal-hal penting hasil presentasi yang dilakukan oleh guru. (8) Siswa masuk dalam kelompok yang sama pada kegiatan pembelajaran sebelumnya. (9) Siswa mengerjakan lembar kerja siswa secara berkelompok dan mengoreksi hasil pekerjaan kelompoknya. (10) Siswa menampilkan hasil kerja kelompok di papan tulis. (11) Siswa mengerjakan kuis secara individual. (12) Siswa mengoreksi bersama pre tes dan kuis yang telah mereka kerjakan. (13) Siswa bersama guru menghitung poin kemajuan. (14) Guru memberikan penghargaan kepada setiap kelompok. Silabus pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada lampiran 1, rincian uraian rencana pelaksanaan pembelajaran dapat dilihat pada lampiran 2b, rangkuman materi dapat dilihat pada lampiran 3b, lembar kerja siswa serta kunci jawaban dan soal pre tes atau kuis beserta kunci jawab dapat dilihat pada lampiran 7, pembagian kelompok STAD dapat dilihat pada lampiran 11, dan sertifikat penghargaan dapat dilihat pada lampiran 12.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c) 55 Pertemuan Ketiga (1) Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran hari ini yaitu akan diadakan ulangan dengan materi penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran dan penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. (2) Apersepsi : siswa bersama guru membahas ulang mengenai materi yang belum dipahami dengan baik oleh siswa. (3) Motivasi : guru mengajak untuk tepuk salut. (4) Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu (5) Siswa mengisi lembar kuesioner mengenai sikap toleransi. Rincian rencana pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan ketiga ini dapat dilihat pada lampiran 2b, soal evaluasi dapat dilihat pada lampiran 9, dan kunci jawaban soal evaluasi dapat dilihat pada lampiran 10. 3. Pengamatan Pengamatan dilakukan untuk mengumpulkan data mengenai sikap toleransi siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan rubrik pengamatan dan melakukan pengamatan proses kegiatan pembelajaran dengan memberikan catatan-catatan. Rubrik pengamatan diisi oleh guru kelas dan dibantu oleh teman sejawat. Pengamatan dilakukan dengan metode pengamatan terstruktur. Guru dan teman sewajat melakukan pengamatan dengan memberi tanda check-list jika siswa termati melakukan indikator dalam rubik pengamatan sikap toleransi. Cacatan mengenai proses kegiatan pembelajaran ditulis oleh guru kelas sebagai pengamat.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. 56 Refleksi Refleksi dilakukan untuk merenungkan kembali proses pembelajaran untuk memaknai, menganalisis, dan menyimpulkan hasil pengamatan terhadap sikap toleransi siswa dan hasil belajar yang dicapai setiap siswa. Peneliti melakukan refleksi dengan guru kelas V dan teman sejwat yang membantu melakukan pengamatan. Hal ini dilakukan supaya guru kelas V dan teman sejwat memberikan masukan-masukan yang berguna untuk kegiatan pembelajaran pada siklus berikutnya. Refleksi dilakukan di setiap akhir pertemuan pertama, pertemuan kedua dan pertemuan ketiga (akhir siklus). Refleksi pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua untuk mengetahui kekuarangan dalam kegiatan pembelajaran dan menemukan solusi dari segala kekurangan yang berguna untuk perbaikan pada pertemuan berikutnya. Refleksi pada pertemuan ketiga atau akhir siklus untuk mengetahui hasil yang diperoleh selama melakukan tindakan sudah mencapai target keberhasilan atau belum. Hasil refleksi akhir siklus I digunakan untuk perbaikan pada siklus II dan hasil refleksi pada akhir siklus II digunakan untuk pertimbangan akan melanjutkan siklus atau tidak. Jika hasil sikap toleransi dan hasil kemampuan kognitif siswa belum mencapai target keberhasilan maka refleksi ini bermanfaat untuk merancang kegiatan pembelajaran yang lebih baik pada siklus berikutnya. Jika hasil sikap toleransi dan hasil kemampuan kognitif siswa sudah mencapai target keberhasilan yang diinginkan maka siklus dapat dihentikan.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 D. Teknik Pengumpulan Data 1. Variabel Indikator Keberhasilan Judul penelitian ini memiliki dua peubah yaitu sikap toleransi dan kemampuan kognitif siswa sampai pada tahap menerapkan atau mengaplikasikan. Sikap toleransi diukur pada saat proses pembelajaran berlangsung yang bertujuan mengetahui apakah terjadi peningkatan sikap toleransi pada setiap siklus. Sikap toleransi diukur dengan menggunakan lima indikator sikap toleransi menurut Suyadi, Zubaedi, dan Samani&Hariyanto. Tingkat kemampuan kognitif siswa diukur saat siswa mengerjakan soal ulangan di pertemuan ketiga akhir setiap siklus. Kemampuan kognitif diukur menggunakan tes tertulis berupa pilihan ganda dan uraian. Pengumpulan data dalam instrumen penelitian tercantum dala Tabel 3.1 berikut ini. Tabel 3.1 Pengumpulan Data dan Instrumen Variabel Sikap toleransi Indikator 1. Menghargai Data Skor rata- Pengumpulan Instrumen 1. Pengamatan 1. Rubrik siswa lain yang rata dari Pengama- mengalami pengamatan, tan kesulitan. kuesioner, (Suyadi, 2013: dan 66) penilaian 2. Saling 2. Lembar Kuesioner diri menghargai tanpa 3. Penilaian Diri membedakan suku, 2. Kuesioner gender, penampilan, 3. Rubrik Penilaian Diri

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Variabel Indikator Data budaya, Pengumpulan 58 Instrumen dan kemampuan. (Zubaedi, 2011: 64) 3. Dapat menerima hal-hal yang berbeda dengan apa yang dipercayai atau pendapat orang lain (Samani &Hariyanto, 2012: 54) 4. Menumbuhkan sikap bekerjasama dan bersinergi (Suyadi, 2013: 66) 5. Mengenali potensi diri (Suyadi, 2013: 66) Kemampuan Kognitif 1. Rata-rata nilai ulangan 2. Persentase siswa yang mencapai KKM Nilai tes Tes Tertulis siswa berupa pilihan ganda dan uraian Soal ulangan

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 2. Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif yang berhubungan dengan sikap toleransi dan kemampuan kognitif siswa mengenai materi penjumlahan pecahan. Data kuantitatif digunakan untuk menghitung skor sikap toleransi dan kemampuan kognitif siswa di setiap siklus. Data kualitatif digunakan untuk memperoleh hasil informasi yang memberi gambaran mengenai sikap toleransi dan kemampuan kognitif siswa di setiap siklus. Pengumpulan data untuk mengetahui sikap toleransi siswa menggunakan teknik non tes berupa pengamatan, kuesioner, dan penilaian diri. Pengamatan dilakukan ketika proses pembelajaran berlangsung di setiap siklus. Kuesioner diberikan kepada siswa di setiap akhir siklus. Penilaian diri diberikan kepada siswa di setiap akhir kegiatan pembelajaran. Pengumpulan data untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif siswa dilakukan dengan melakukan tes evaluasi. Tes evaluasi ini dilakukan pada pertemuan ketiga di setiap akhir siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. a. Teknik Pengumpulan Data Sikap Toleransi 1) Pengamatan Pengamatan salah satu penilaian non tes dengan melihat tingkah laku siswa yang mencerminkan aspek yang ingin diamati. Pengamatan yang digunakan oleh peneliti yaitu pengamatan terstruktur. Pengamatan terstruktur yaitu pengamatan yang sudah mendaftar berbagai faktor yang diamati secara sistematis dan diatur menurut kategorinya (Putra, 2013: 139). Peneliti menyusun alat pengamatan menggunakan lembar pengamatan yang terdiri dari indikator-indikator tentang

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 sikap toleransi menurut Suyadi, Zubaedi, dan Samani&Hariyanto dengan bantuan daftar check-list. Daftar cek pada dasarnya berisi tentang daftar tingkah laku yang menjadi fokus pengamatan untuk mengecek apakah masing-masing tingkah laku dalam daftar ditemukan atau tidak ditemukan selama pengamatan berlangsung (Supratiknya, 2012: 43). Hasil pengamatan dinyatakan dengan memberikan tanda cek () pada masing-masing tingkah laku. Pengamatan dilakukan sebelum melakukan penelitian untuk mengetahui kondisi awal siswa kelas V SD Kanisius Klepu dan selama proses kegiatan pembelajaran matematika pada pertemuan pertama dan kedua di setiap siklus. Dalam pengisian lembar pengamatan pada siklus I dan siklus II, peneliti dibantu oleh guru kelas V SD Kanisius Klepu dan teman sejawat. 2) Kuesioner Kuesioner yaitu sebuah daftar pertanyaan yang diisi oleh responden secara tertulis untuk memperoleh data mengenai latar belakang responden sebagai salah satu bahan dalam menganalisis tingkah laku dan proses belajar siswa (Putra, 2013: 150). Kuesioner memiliki kelebihan seperti responden dapat menjawab dengan bebas tanpa dipengaruhi responden lain, waktu pengisian yang relatif lama sehingga objektivitas dapat terjamin, data yang terkumpul lebih mudah karena setiap item homogen, dapat digunakan untuk mengumpulkan data dari jumlah responden yang cukup besar (Arifin, 2009:166). Jenis kuesioner yang dibuat oleh peneliti merupakan kuesioner tertutup dengan menggunakan kisi-kisi saat proses penyusunan soal kuesioner. Kuesioner tertutup digunakan untuk mengumpulkan data berupa fakta dan jawabannya sudah disediakan sehingga responden tinggal

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 memilih dengan memberi tanda centang, silang, lingkar atau menghitamkan (Supratiknya, 2012: 40). Kuesioner digunakan untuk mengetahui sikap toleransi siswa saat proses pembelajaran berlangsung yang disusun menggunakan lima indikator sikap toleransi menurut Suyadi, Zubaedi, dan Samani&Hariyanto. Kuesioner ini diberikan sebanyak tiga kali yaitu sebelum melakukan tindakan, pertemuan ketiga siklus I dan, pertemuan ketiga siklus II setelah mengerjakan soal evaluasi. 3) Penilaian Diri Penilaian diri merupakan suatu teknik penilaian yang meminta responden untuk menilai dirinya sendiri yang berhubungan dengan proses dan tingkat ketercapaian kompetensi yang sedang dipelajari dalam mata pelajaran tertentu yang dapat digunakan untuk mengukur kompotensi kognitif, afektif, dan psikomotorik (Suwandi, 2010: 114). Melalui penilaian diri ini, siswa mendapatkan keuntungan seperti dapat menumbuhkan rasa percaya diri karena siswa diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sediri, siswa dapat menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya karena ketika melakukan penilaian siswa harus intropeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimiilikinya, dapat mendorong, membiasakan, dan melatih siswa untuk berbuat jujur karena siswa dituntut melakukan penilaian yang objektif dan jujur (Suwandi, 2010: 114). Penilaian diri ini, dilakukan oleh siswa kelas V SD Kanisius Klepu pada pertemuan I dan pertemuan II di setiap siklusnya setelah mengerjakan kuis yang dikerjakan secara individu. Penilian diri ini untuk menilai sikap toleransi siswa

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Penilaian diri ini berisi sepuluh pernyataan yang dikembangkan dari lima indikator sikap toleransi menurut Suyadi, Zubaedi, dan Samani&Hariyanto, setiap indikator dikembangkan menjadi dua pernyataan. b. Teknik Pengumpulan Data Kemampuan Kognitif Teknik pengumpulan data kemampuan kognitif siswa kelas V SD Kanisius Klepu dengan menggunakan suatu tes. Tes yaitu alat untuk mengukur kemampuan setiap siswa dalam aspek kognitif atau dalam pemahaman suatu materi pembelajaran (Sanjaya, 2009: 99). Tes digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman atau kemampuan kognitif siswa pada mata pelajaran matematika materi penjumlahan pecahan. Melalui tes juga berguna untuk melihat ketercapaian indikator di setiap siklusnya. Tes ini diberikan kepada siswa kelas V SD Kanisius Klepu Minggir berupa ulangan yang dilakukan pada pertemuan ketiga di siklus I dan siklus II. Jenis tes yang digunakan yaitu tes objektif berbentuk pilihan ganda dan uraian. Pilihan ganda dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa yang lebih kompleks dan berkaitan dengan aspek ingatan, pengertian, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi (Majid, 2013: 346). Uraian adalah bentuk pertanyaan yang menuntut siswa untuk menguraikan, mengorganisasikan, dan menyatakan jawaban dengan menggunakan kata-katanya sendiri (Arifin, 2009: 138). Dekdipbud menyebut kedua bentuk uraian di atas dengan istilah bentuk uraian objektif (BUO) dan bentuk uraian non-objektif (BUNO). Bentuk uraian objektif (BUO) dan bentuk uraian non-objektif (BUNO) ini memiliki perbedaan pada pemberian skor (Arifin, 2009: 126). Penskoran bentuk BUO hanya

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 dimungkinkan dua kategori yaitu benar dan salah. Jika benar maka mendapatkan skor 1 (satu) dan skor 0 (nol) jika salah (Arifin, 2009: 126). Penskoran dalam bentuk BUNO, skor dijabarkan dalam rentang, besaran rentang ditetapkan oleh kompleksitas jawaban seperti 0 sampai 2,0 sampai 4,0 sampai 6,0 sampai 8, dan lainnya dan skor minimal harus 0 (nol) karena siswa tidak menjawab pun akan memperoleh minimal tersebut (Arifin, 2009: 127). Peneliti dalam penelitian ini menggunakan soal uraian objektif dan perskorana bentuk uraian objektif. E. Instrumen Penelitian Penelitian ini menggunakan instrumen tes dan non tes. Instrumen tes berupa soal evaluasi yang diberikan pada pertemuan ketiga di setiap siklus. Instrumen non tes berupa lembar pengamatan, penilaian diri, dan kuesioner. 1. Instrumen Sikap Toleransi Instrumen sikap toleransi disusun berdasarkan 5 indikator sikap toleransi. Pada pengamatan sikap toleransi setiap indikator dijabarkan dalam dua pernyataan, jadi jumlah semua pernyataan sikap toleransi yaitu 10 item. Penyusunan kisi-kisi kuesioner sikap toleransi siswa juga berdasarkan 5 indikator sikap toleransi. Kelima indikator ini dikembangkan menjadi 30 item pernyataan positif dan pernyataan negatif. Penyusunan kisi-kisi penilaian diri berdasarkan 5 indikator, setiap indikator dikembangkan menjadi 2 pernyataan, jadi jumlah keseluruhan pernyataan sikap toleransi pada penilaian diri yaitu 10 item. a. Pengamatan Pengamatan yang dilakukan termasuk pengamatan terstruktur dimana lembar pengamatan sikap toleransi disusun dengan mengambil ciri-ciri dari sikap

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 toleransi menurut Suyadi, Zubaedi, dan Samani&Hariyanto. Alat pengamatan disusun dengan menggunakan bantuan check-list yang membantu guru dalam proses melakukan pengamatan. Hal ini dikarenakan karena guru hanya memberi tanda centang () jika siswa termati melakukan indikator-indikator sikap toleransi. Rubrik pengamatan sikap toleransi telah divalidasi oleh ahli (expert judgment). Skoring untuk pengamatan dapat dilihat pada Tabel 3.2 di bawah ini. Tabel 3.2 Pemberian Skor Pengamatan No 1 2 Pernyataan Teramati Tidak Teramati Keterangan √ - Skor 1 0 Kisi-kisi lembar pengamatan setelah expert judgment dapat dilihat pada Tabel 3.3 berikut ini. Tabel 3.3 Kisi-Kisi Pengamatan Sikap Toleransi Peubah Sikap Toleransi Indikator Pernyataan Menghargai siswa lain Siswa menjawab pertanyaan yang mengalami temannya yang mengalami kesulitan. kesulitan dengan menjelaskan caranya. Siswa membuat gaduh ketika selesai mengerjakan tugas tetapi siswa yang lain belum selesai mengerjakan tugas. Saling menghargai Siswa menerima berkelompok tanpa membedakan dengan siapa saja. suku, gender, penampilan, budaya, dan kemampuan Siswa mengucilkan salah satu temannya. Dapat menerima hal- Siswa lebih setuju dengan pendapat hal yang berbeda siswa yang pintar. dengan apa yang dipercayai atau Siswa memaksa pendapatnya yang pendapat orang lain paling benar untuk menjawab tugas. No 1 2 3 4 5 6

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Peubah Indikator Pernyataan Menumbuhkan sikap Siswa menunjukkan sikap bekerjasama dan bekerjasama dalam menyelesaikan bersinergi tugas kelompok. Siswa mendengarkan pendapat siswa lain ketika berdiskusi. Mengenali potensi diri Siswa selalu berusaha memahami materi ketika belum memahaminya. Siswa tidak mengeluh ketika mendapatkan tugas dari guru. 65 No 7 8 9 10 Rincian lembar pengamatan sikap toleransi yang digunakan di setiap siklusnya dapat dilihat lampiran 13a. b. Kuesioner Penyusunan kuesioner bersifat obyektif dengan mengambil karakteristik dari sikap toleransi menurut Suyadi, Zubaedi, dan Samani&Hariyanto dalam penyusunan indikator sikap toleransi. Kuesioner diberikan kepada siswa kelas V SD Kanisius Klepu Minggir Sleman sebanyak tiga kali yaitu sebelum melakukan tindakan, di akhir siklus I, dan siklus II. Kuesioner ini diberikan untuk mengetahui sikap toleransi siswa saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Penilaian untuk setiap item kuesioner menggunakan pengukuran skala likert seperti pada Tabel 3.4 berikut ini. Tabel 3.4 Pengukuran Skala Likert Jawaban Sangat Sesuai (SS) Sesuai (S) Tidak Sesuai (TS) Sangat Tidak Sesuai (STS) Skor Item Positif 4 3 2 1 Sumber : Arifin, (2009: 160) Skor Item Negatif 1 2 3 4

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Pengisian kuesioner dengan memberikan tanda centang () pada kolom pilihan jawaban sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai (TS), atau sangat tidak sesuai (STS). Skor pernyataan positif yaitu 4, 3, 2, 1. Skor 4 untuk jawaban yang sangat sesuai, skor 3 untuk jawaban sesuai, skor 2 untuk jawaban yang tidak sesuai, dan skor 1 untuk jawaban yang sangat tidak sesuai. Skor pernyataan negatif yaitu 1, 2, 3, dan 4. Skor 1 untuk jawaban yang sangat sesuai, skor 2 untuk jawaban yang sesuai, skor 3 untuk jawaban yang tidak sesuai, dan skor 4 untuk jawaban yang sangat tidak sesuai. Kuesioner terdiri dari 30 item pertanyaan yang terdiri dari 17 pernyataan positif dan 13 pernyataan negatif. Penyusunan kuesioner ini berbentuk kuesioner tertutup dengan empat pilihan jawaban. Adapun kisi-kisi kuesioner dapat dilihat pada Tabel 3.5 sebagai berikut. Tabel 3.5 Kisi-Kisi Kuesioner Sikap Toleransi No 1 2 3 4 5 Indikator Menghargai siswa lain Saling menghargai tanpa membedakan suku, gender, penampilan, budaya, kemampuan Dapat menerima hal-hal yang berbeda dengan apa yang dipercayai Menumbuhkan sikap bekerjasama dan bersinergi Mengenali potensi diri Jumlah No. Item Soal Item Positif Item Negatif 1,3,5,7,9,10 2,4,6,8 11,13,15,16 12,14 17 18 19,21,23,25 20,22,24 26,28,30 18 27,29 12 Rincian kuesioner sikap toleransi siswa kelas V SD Kanisius Klepu dapat dilihat pada lampiran 13b.

(89) 67 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Penilaian Diri Penilaian diri digunakan dalam berbagai aspek penilaian yang berkaitan dengan kompetensi kognitif sesuai dengan kompetensi yang ingin dinilai, afektif dan psikomotorik berkaitan dengan tingkah laku (Majid, 2013: 352). Dalam penelitian penilaian diri digunakan untuk menilai pada kompetensi conscience dan compassion berkaitan dengan sikap toleransi siswa. Lembar penilaian diri ini disusun berdasarkan indikator sikap toleransi menurut Suyadi, Zubaedi, dan Samani&Hariyanto dengan bantuan daftar cek. Siswa dalam mengisi lembar penilaian diri ini dengan memberikan tanda cek jika sesuai dengan dirinya. Penskoran penilaian diri sama dengan penilaian pengamatan yaitu menggunakan alternatif jawaban ya (skor 1) atau tidak (skor 0). Kisi-kisi penilaian diri sikap toleransi dapat dilihat pada Tabel 3.6 sebagai berikut. Tabel 3.6 Kisi-Kisi Penilaian Diri Sikap Toleransi No 1 Indikator Menghargai siswa mengalami kesulitan. Pernyataan lain yang a. b. 2 3 4 Saling menghargai tanpa membedakan suku, gender, penampilan, budaya, kemampuan a. Dapat menerima hal-hal yang berbeda dengan apa yang dipercayai atau pendapat orang lain a. Menumbuhkan sikap bekerjasama dan bersinergi. a. b. b. b. Saya menjawab pertanyaan teman yang mengalami kesulitan dengan menjelaskan caranya. Saya membuat gaduh ketika selesai mengerjakan tugas tetapi teman-teman belum selesai mengerjakan tugas. Saya menerima berkelompok dengan siapa saja. Saya mengucilkan salah satu temannya. Saya lebih setuju dengan pendapat siswa yang pintar. Saya memaksa pendapatnya yang paling benar untuk menjawab tugas. Saya menunjukkan sikap bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok. Saya mendengarkan pendapat Jumlah Soal 2 2 2 2

(90) 68 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 5 Indikator Mengenali potensi diri Jumlah Soal Pernyataan a. b. teman ketika berdiskusi. Saya selalu berusaha memahami materi ketika belum memahaminya. Saya tidak mengeluh ketika mendapatkan tugas dari guru. Jumlah Nilai yang diperoleh = skor yang didapat x 10 2 10 Rincian lembar penilaian diri sikap toleransi dapat dilihat pada lampiran 13c. 2. Instrumen Kemampuan Kognitif Tes yang diberikan kepada siswa kelas V SD Kanisius Klepu Minggir Sleman berupa soal pilihan ganda dan uraian objektif. Soal evaluasi soal pilihan ganda terdiri dari 15 soal pilihan ganda dengan empat alternatif pilihan jawaban. Soal uraian terdiri dari 5 soal. Peneliti menyusun soal tes menggunakan kisi-kisi dari indikator kognitif yang dicapai pada siklus I dan siklus II dari tahap mengingat sampai tahap mengaplikasikan berdasarkan tingkat kognitif Bloom yang telah direvisi oleh Anderson and Krathwohl. Peneliti menyusun kembali kisi-kisi soal evaluasi untuk siklus I dan siklus II setelah melakukan uji validitas. Kisi-kisi soal evaluasi siklus I dapat dilihat pada Tabel 3.7. Tabel 3.7 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus I Standar Kompetensi : Bilangan : 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar : 5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan Materi Pokok : 1. Penjumlahan pecahan berpenyebut sama 2. Penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama Komponen Perilaku Indikator Nomor Soal C1 C2 C3 PG :1 Menyebutkan pembilang pada pecahan √ Uraian : PG : 2 Menyebutkan penyebut pada pecahan √ Uraian : - Jumlah Soal PG 1 U 0 2 0

(91) 69 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Indikator Komponen Perilaku C1 C2 C3 Menjabarkan cara menjumlahkan pecahan berpenyebut sama Menentukan hasil menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama. Menjelaskan cara penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. √ √ √ Menentukan hasil penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. √ Nomor Soal PG : 3,4,5,6 Uraian : 1 PG : 7,8 Uraian : 2,3 PG : 9,10,11 Uraian : 4 PG : 12,13,14,15 Uraian : 5 JUMLAH Jumlah Soal PG 4 U 1 2 2 3 1 4 1 5 15 Keterangan : PG : Pilihan Ganda U : Uraian Kisi-kisi soal evaluasi siklus II dapat dilihat pada Tabel 3.8 sebagai berikut. Tabel 3.8 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus II Standar Kompetensi : Bilangan 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar : 5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan Materi Pokok : 1. Penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran 2. Penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran Komponen Perilaku Indikator Nomor Soal C1 C2 C3 Menyebutkan berbagai jenis pecahan. PG : 1,2,3 √ Uraian : 0 Menerangkan cara penjumlahan pecahan PG :4,5,6 √ biasa dengan pecahan campuran. Uraian :1 Menentukan hasil penjumlahan pecahan PG :7,8,9,10 √ biasa dengan pecahan campuran. Uraian :3,4 Menguaraikan cara penjumlahan pecahan PG :11,12 √ campuran dengan pecahan campuran Uraian :8 Menentukan hasil penjumlahan pecahan PG :13,14,15 √ campuran dengan pecahan campuran. Uraian :5 JUMLAH Keterangan : PG : Pilihan Ganda U : Uraian Jumlah Soal PG 3 U 0 3 1 4 2 2 1 3 15 2 5

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Lembar soal evaluasi siklus I dapat dilihat pada lampiran 8, lembar soal evaluasi siklus II dapat dilihat pada lampiran 9, dan kunci jawaban dilampiran 10. Pedoman penilaian soal pilihan ganda jika menjawab benar memperoleh skor 1 (satu) dan jika menjawab salah mendapatkan skor 0 (nol). Pedoman penilaian soal uraian dapat dilihat pada Tabel 3.9 berikut ini. Tabel 3.9 Penskoran Soal Uraian Objektif Langkah 1 2 3 4 Kriteria Jawaban Menuliskan soal = langkah awal penyelesaian Melanjutkan langkah penyelesaian Hasil Tidak menjawab Skor maksimum Skor 1 1 1 0 3 Penskoran soal uraian objektif pada Tabel 3.9 jika siswa menuliskan soal kemudian menuliskan dengan benar langkah awal penyelesaian maka mendapatkan skor satu (1). Siswa kemudian menuliskan langkah selanjutnya dengan benar maka mendapatkan 1 skor lagi. Kemudian siswa benar dalam menentukan hasil penyelesaian maka siswa mendapatkan 1 skor lagi, jadi secara keseluruhan siswa mendapatkan skor 3. Apabila siswa tidak menjawab sama sekali maka siswa akan mendapatkan skor nol (0), tetapi jika siswa sudah menjawab ternyata salah dari langkah pertama sampai langka ketiga maka siswa hanya mendapatkan skor 1. Perincian nilai soal evaluasi siklus 1 dan siklus 2 dapat dilihat pada Tabel 3.10 berikut ini.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Tabel 3.10 Rincian Penskoran Soal Evaluasi No Siklus Jenis Soal Jumlah Soal Skor Maksimal Tiap Soal Jumlah Skor Maksimal 1. I 2. II Pilihan Ganda Uraian Pilihan Ganda Uraian 15 5 15 5 1 3 1 3 15 15 15 15 Nilai = F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian 1. Validasi Validitas yaitu taraf atau kriteria dimana tes mampu mengukur suatu konsep yang seharusnya diukur (Masidjo, 1995: 242). Arikunto (2012: 80) menyatakan bahwa validitas memiliki dua macam yaitu validitas logis dan validitas empiris. Validitas logis terdiri dari validitas isi (content validity), dan validitas konstruksi (construct validity). Pada penelitian ini, peneliti menggunakan validitas konstruksi (construct validity), validitas isi (content validity), dan validitas empiris (empirical validity). Validitas konstruksi adalah sebuah tes yang butir-butir soalnya mengukur setiap aspek berpikir yang menjadi tujuan intruksional (Arikunto, 2012: 83). Penjelasan lain mengenai Validitas konstruksi (construct validity) yaitu suatu alat ukur dikatakan valid jika cocok dengan konstruksi teorinya dimana tes tersebut dibuat dan disajikan untuk mengukur setiap aspek berpikir seperti yang diuraikan dalam standar isi, kompetensi dasar, dan indikator ketercapaian (Surapranata, 2009 :54). Pada validitas konstruksi (construct validity) dapat dilaksanakan dengan menelaah butir dan meminta pertimbangan ahli atau expert judgment (Purwanto, 2009: 128). Jadi dapat disimpulkan validitas konstruksi (construct

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 validity) yaitu alat ukur untuk mengukur setiap aspek berpikir yang diuraikan dalam standar isi, kompetensi dasar, dan indikator ketercapaian. Validitas konstruksi (construct validity) pada penelitian ini digunakan untuk mengukur soal evaluasi. Validitas isi (content validity) adalah suatu alat ukur dipandang valid jika sesuai dengan isi kurikulum yang hendak diukur (Surapranata, 2009: 51). Pengertian validitas isi (content validity) yang lain tidak jauh berbeda yaitu alat ukur yang mengukur tujuan khusus tertentu yang setara dengan materi yang akan diberikan (Arikunto, 2012: 82). Pengertian validitas isi (content validity) dapat disimpulkan sebagai alat ukur yang mengukur tujuan tertentu yang sama isinya dengan materi yang akan diberikan. Validitas isi (content validity) pada penelitian ini digunakan untuk mengukur pengamatan, kuesioner, penilaian diri, dan perangkat pembelajaran. Validitas empiris (empirical validity) dikatakan memiliki validitas jika sudah diuji dari pengalaman, tidak hanya dengan menyusun instrumen berdasarkan ketentuan validitas logis tetapi dibuktikan melalui pengalaman (Arikunto, 2012 : 81). Validitas empiris pada penelitian ini digunakan untuk uji validasi soal evaluasi sebelum digunakan untuk penelitian. Uji coba soal evaluasi diberikan kepada siswa kelas VI SD Kanisius Klepu yang telah memperoleh pengalaman menerima materi mengenai penjumlahan berbagai pecahan. Penilaian pada instrumen tes, non tes dan perangkat pembelajaran menggunakan penilaian acuan patokan (PAP). Penilaian acuan patokan (PAP) berorientasi pada suatu patokan keberhasilan dalam penguasaan bahan yang

(95) 73 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI bersifat absolut atau pasti (Masidjo, 1995: 151). Peneliti menggunakan PAP tipe II karena passing score lebih rendah dibandingkan PAP tipe I. PAP tipe I memiliki persentil minimal adalah 65, sedangkan PAP tipe II memiliki persentil minimal adalah 56. Pedoman PAP tipe II tersaji pada Tabel 3.11 sebagai berikut (Masidjo, 1995: 157). Tabel 3.11 Pedoman PAP II Tingkat Penguasaan Kompetensi 81% x 5 66% x 5 56% x 5 46% x 5 Di bawah 46% Rentang Nilai Kategori 4,1 – 5,0 3,3 – 4,0 2,8 – 3,2 2,3 – 2,7 0 – 2,2 Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Sangat Kurang Baik Sumber : Masidjo, (1995: 157) a. Uji Validitas Instrumen Sikap Toleransi Peneliti melakukan uji validitas instrumen yang akan digunakan untuk mengukur sikap toleransi berupa kisi-kisi pengamatan beserta lembar pengamatan, kisi-kisi kuesioner beserta lembar kuesioner, dan kisi-kisi penilaian diri beserta lembar penilaian diri dengan expert judgment. Hal ini bertujuan agar instrumen sikap toleransi yang disusun peneliti benar-benar sesuai dengan indikator sikap toleransi. Lembar pengamatan dapat dilihat pada lampiran 19a dan hasil isian instrumen dapat dilihat pada lampiran 19b. Lembar kuesioner dapat dilihat pada lampiran 20a dan hasil isian instrumen dapat dilihat pada lampiran 20b. Lembar penilaian diti dapat dilihat pada lampiran 21a dan hasil isian instrumen dapat dilihat pada lampiran 21b. Hasil expert judgment lembar pengamatan, kuesioner dan penilaian diri memperoleh nilai rata-rata 4,3 termasuk kategori sangat baik. Rekap hasil expert

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 judgment lembar pengamatan dapat dilihat pada lampiran 19c, rekap hasil expert judgment kuesioner dapat dilihat pada lampiran 20c, rekap hasil expert judgment penilaian diri dapat dilihat pada lampiran 21c. Peneliti juga melakukan uji keterbacaan kepada siswa kelas V sebanyak 3 siswa yang untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa mengenai pernyataan di lembar kuesioner dan penilaian diri. Salah satu komentar yang diberikan validator saat melakukan expert judgment untuk lembar pengamatan yaitu kurangnya form identitas pengamat, untuk lembar kuesioner dan penilaian diri yaitu perintah pengisian lembar kuesioner dan penilaian diri kurang spesifik. Salah satu komentar yang diberikan siswa saat melakukan uji keterbacaan kuesioner dan penilaian diri yaitu beberapa pernyataan kurang dipahami dengan baik. Berdasarkan komentar-komentar validator maupun siswa, peneliti melakukan perbaikan pada perangkat pengumpulan data sikap toleransi sebelum digunakan untuk penelitian sesuai masukan-masukan yang diberikan. b. Uji Validitas Instrumen Tes Sebelum peneliti menggunakan soal tes, peneliti melakukan expert judgment dan uji validasi kepada siswa kelas VI SD Kanisius Klepu yang pernah mempelajari materi penjumlahan berbagai pecahan di kelas V. Hasil expert judgment soal evaluasi memperoleh nilai rata-rata 4,5 termasuk kategori sangat baik. Uji validasi dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 23 November 2013 diujikan kepada 29 siswa kelas VI SD Kanisius Klepu. Soal uji coba ini berjumlah

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 60 soal untuk siklus I dan siklus II yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan 10 soal uraian. Selesai diujikan kepada siswa kelas VI SD Kanisius Klepu langkah berikutnya melakukan penghitungan dari masing-masing item pertanyaan pilihan ganda dan uraian. Pertanyaan pilihan ganda yang memiliki dua macam skor satu (1) jika benar atau lulus dan skor nol (0) jika salah atau tidak lulus menggunakan rumusan statistik korelasi Pearson point biserial (Azwar, 2011: 50). Pertanyaan soal uraian menggunakan statistik korelasi product moment dengan angka kasar. Penghitungan hasil validitas menggunakan SPSS. Setelah peneliti mendapatkan r hitung, langkah selanjutnya membandingkan r hitung dengan r tabel. Peneliti menggunakan r tabel dengan taraf signifikasi 5% untuk jumlah responden 29 siswa adalah 0,367 (Masidjo, 1995: 262). Item soal dikatakan valid jika r hitung  r tabel, jika sebaliknya r hitung ≤ r tabel maka item soal dikatakan tidak valid. Hasil penghitungan uji validasi siklus I diperoleh 14 soal pilihan ganda yang memenuhi kriteria valid yaitu item soal 1, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 14, 15, 17, 19 dan 20; 7 soal uraian yang memenuhi kriteria valid yaitu item soal 1, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Peneliti dalam penelitian ini membutuhkan 15 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian yang memenuhi kriteria valid. Peneliti merefleksikan hasil uji validasi ini, karena peneliti masik kekurangan hanya 1 soal pilihan ganda. Kemudian peneliti melakukan revisi atau melakukan perbaikan pada 1 soal sehingga 1 soal digunakan untuk penelitian. Selanjutnya melakukan konsultasi kepada yang lebih ahli (expert judgment). Kisi-Kisi soal uji validasi,

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 penghitungan uji validasi dan rekap hasil penghitungan uji validasi siklus I dapat dilihat pada lampiran 14. Hasil penghitungan uji validiasi siklus II diperoleh 12 soal pilihan ganda yang memenuhi kriteria valid yaitu item soal 1, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 14, 17, dan 19; 7 soal uraian yang memenuhi kriteria valid yaitu item soal 1, 2, 4, 5, 7, 8, dan 9. Peneliti di siklus II ini juga membutuhkan 15 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian yang memenuhi kriteria valid. Peneliti merefleksikan hasil uji validasi ini, karena peneliti masik kekurangan 3 soal pilihan ganda. Kemudian peneliti melakukan revisi atau melakukan perbaikan pada 3 soal sehingga 3 soal digunakan untuk penelitian. Selanjutnya melakukan konsultasi kepada yang lebih ahli (expert judgment). Peneliti dalam memilih soal yang tidak valid kemudian revisi berdasarkan r hitung soal evaluasi yang mendekati r tabel dengan taraf signifikasi 5% untuk jumlah responden 29 siswa adalah 0,367 dan disesuaikan dengan indikator soal yang dibutuhkan untuk evaluasi. Kisi-Kisi soal uji validasi, penghitungan uji validasi dan rekap hasil penghitungan uji validasi siklus II dapat dilihat pada lampiran 15. c. Uji Validitas Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran yang dibuat oleh peneliti berupa silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar kerja siswa, bahan ajar dan soal pre tes serta kuis. Kriteria validitas perangkat pembelajaran akan dihitung menggunakan Pedoman Acuan Pembelajaran (PAP) tipe II karena passing score lebih rendah dibandingkan PAP tipe I. Persentil minimal PAP tipe II yaitu 56, sedangkan persentil minimal PAP tipe I yaitu 65. Uji perangkat pembelajaran dilakukan

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 dengan expert judgment diperoleh hasil untuk silabus 4,5 termasuk kategori sangat baik, rencana pelaksanaan pembelajaran 4,3 termasuk kategori sangat baik, lembar kerja siswa 4,6 termasuk kategori sangat baik, bahan ajar 4,5 termasuk kategori sangat baik, dan soal pre tes atau kuis 4,4 termasuk kategori sangat baik. Instrumen validasi perangkat pembelajaran dapat dilihat pada lampiran 18a, hasil isian validitas perangkat pembelajaran dapat dilihat pada lampiran 18b dan rekap hasil validitas perangkat pembelajaran dapat dilihat pada lampiran 18c. 2. Realibilitas Arikunto (2012: 100) menjelaskan reliabilitas adalah keajegan dari suatu instrumen yang telah diuji. Ajeg tidak selalu sama tetapi mengikuti perubahan secara ajeg. Taraf reliabilitas dapat dinyatakan dalam suatu koefisien disebut koefisian reliabilitas. Koefisien reliabilitas seperti pada Tabel 3.12 sebagai berikut (Masidjo, 1995: 209). Tabel 3.12 Koefisien Reliabilitas Interval Koefisien 0,91-1,00 0,71-0,90 0,41-0,70 0,21-0,40 Negatif-0,20 Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Sumber : Masidjo, (1995: 209) Reliabilitas yang digunakan menggunakan metode Cronbach’s Alpha. Metode Cronbach’s Alpha ini dapat digunakan untuk mengukur tes bentuk uraian (Arikunto, 2012: 122) dan metode ini juga dapat digunakan untuk tes dengan dua pilihan saja (Arifin, 2009: 264). Peneliti melakukan penghitungan reliabilitas dengan menggunakan SPSS.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data penghitungan reliabilitas soal evaluasi siklus I 78 dapat dilihat pada lampiran 15 dan hasil penghitungan reliabilitas soal evaluasi siklus I dapat dilihat pada lampiran 16. Data penghitungan reliabilitas soal evaluasi siklus II dapat dilihat pada lampiran 17 dan hasil penghitungan reliabilitas soal evaluasi siklus II dapat dilihat pada lampiran 18. G. Teknik Analisis Data 1. Analisis Data Sikap Toleransi Analisis data sikap toleransi dihitung menggunakan lembar pengamatan, kuesioner dan penilaian diri. Pengamatan dan kuesioner dilakukan untuk mengetahui sikap toleransi pada kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Penilaian diri dilakukan untuk mengetahui sikap toleransi siswa pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua disetiap siklus. Penentuan kategori sikap toleransi berdasarkan skor yang diperoleh setiap siswa mengggunakan pedoman acuan penilaian tipe dua milik Masidjo. Menurut masidjo (1995: 157) PAP II memiliki passing score 56% dari total skor yang seharusnya dicapai dan diberi nilai cukup karena dianggap sebagai batas penguasaan kompetensi paling rendah. Peneliti melakukan sedikit modifikasi untuk mencari rentang skor yaitu dengan mengalikan rentang persentil skor dengan skor maksimal yang diperoleh siswa. Peneliti melakukan penghitungan seperti pada Tabel 3.13 sebagai berikut. Tabel 3.13 Perhitungan PAP II Tingkat Sikap Toleransi Siswa 81% x 100 = 81 66% x 100 = 66 56% x 100 = 56 46% x 100 = 46 Dibawah 46 Kategori Sikap Toleransi Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Sumber : Masidjo,(1995: 157)

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Dari penghitungan di atas peneliti memperoleh tabel kategori sikap toleransi siswa menurut PAP II yang sudah dimodifikasi seperti pada Tabel 3.14 berikut ini. Tabel 3.14 Kategori Sikap Toleransi Siswa Rentang Persentase Nilai 81% - 00% 66% -80% 56% - 65% 46% 55% Dibawah 46% Rentang Nilai 81-100 66-80 56-65 46-55 Dibawah 46 Kategori Sikap Toleransi Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Kriteria keberhasilan dikatakan berhasil jika hasil yang dicapai melebihi kriteria yang sudah peneliti tentukan. Peneliti membandingkan hasil antara kondisi awal dengan siklus I dan siklus II untuk menyimpulkan apakah sikap toleransi siswa meningkat setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). a. Pengamatan Sikap Toleransi 1) Menghitung nilai sikap toleransi setiap siswa berdasarkan pengamatan dengan rentang skor 1 – 100 Nilai sikap toleransi setiap siswa = skor yang diperoleh siswa x 10 2) Menghitung skor total berdasarkan pengamatan sikap toleransi Skor Total = skor tertinggi x jumlah siswa 3) Menghitung skor sikap toleransi siswa secara keseluruhan berdasarkan pengamatan sikap toleransi Nilai Sikap Toleransi siswa =

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 b. Kuesioner Sikap Toleransi 1) Menghitung nilai sikap toleransi setiap siswa berdasarkan kuesioner sikap toleransi dengan rentang skor 1-100 Nilai sikap toleransi setiap siswa = 2) Menghitung skor total berdasarkan kuesioner sikap toleransi Skor Total = skor tertinggi x jumlah siswa 3) Menghitung nilai sikap toleransi siswa secara keseluruhan berdasarkan sikap toleransi Nilai Sikap Toleransi siswa = c. Penilaian Diri Sikap Toleransi 1) Menghitung nilai sikap toleransi setiap siswa berdasarkan kuesioner sikap toleransi dengan rentang skor 1-100 Nilai sikap toleransi setiap siswa = skor yang diperoleh siswa x 10 2) Menghitung skor total berdasarkan kuesioner sikap toleransi Skor Total = skor tertinggi x jumlah siswa 3) Menghitung nilai sikap toleransi siswa secara keseluruhan berdasarkan sikap toleransi Nilai Sikap Toleransi siswa = d. Skor Akhir Sikap Toleransi

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. 81 Analisis Data Kemampuan Kognitif Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kuantitatif. Melalui hasil analisis dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana pertanyaan dapat membedakan antara siswa yang memiliki kemampuan tinggi yang didefinisikan oleh kriteria dengan siswa yang memiliki kemampuan rendah (Supranata, 2009: 10). Kemampuan kognitif siswa dapat diperoleh dengan tes bentuk objektif jenis pilihan ganda dan uraian bentuk uraian objektif (BUO). Siswa mendapatkan pertanyaan berjumlah 20 soal terdiri dari 15 pilihan ganda dan 5 uraian di setiap akhir siklus. Jika siswa menjawab benar pada soal pilihan ganda maka siswa mendapatkan skor 1 dan jika menjawab salah mendapatkan skor 0. Siswa mendapatkan memperoleh skor maksimal 3 dan skor minimal 1 pada soal uraian. a. Menghitung nilai kognitif setiap siswa menggunakan rumus : Nilai Kognitif setiap siswa = b. Menghitung nilai rata-rata kelas Keterangan N = jumlah nilai yang diperoleh seluruh siswa n = jumlah siswa c. Menghitung persentase siswa yang telah mencapai KKM

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 H. Kriteria Keberhasilan Kriteria indikator keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) untuk pencapaian kriteria yang peneliti tentukan di setiap akhir siklus I dan siklus II. Kriteria keberhasilan ini dinyatakan berhasil jika hasil yang dicapai siswa melebihi kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya. 1. Kriteria Keberhasilan Sikap Toleransi Analisis data sikap toleransi siswa dinyatakan dengan skor hasil lembar pengamatan, kuesioner dan penilaian diri. Kriteria keberhasilan sikap toleransi siswa dapat dilihat pada Tabel 3.15 sebagai berikut. Tabel 3.15 Kriteria Keberhasilan Sikap Toleransi Siswa Variabel Sikap Toleransi 2. Kondisi Awal Target Pencapaian 61 78 Instrumen Penelitian Pengamatan Kuesioner Penilaian Diri Keterangan Skor rata-rata sikap toleransi siswa Kriteria Keberhasilan Kemampuan Kognitif Kriteria keberhasilan kemampuan kognitif dikatakan meningkat jika mencapai kriteria yang diharapkan. Dalam menyusun kriteria keberhasilan peneliti melakukan koordinasi dengan guru kelas V SD Kanisius Klepu. Kriteria keberhasilan kemampuan kognitif siswa berdasarkan tahap perkembangan kognitif Bloom yang direvisi oleh Anderson dan Krathwohl dapat dilihat pada Tabel 3.16 sebagai berikut.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.16 Kriteria Keberhasilan Kemampuan Kognitif Siswa Peubah Kondisi Awal Target Pencapaian Instrumen Penelitian Rata-rata nilai ulangan 66 80 Soal ulangan Persentase yang mencapai KKM 58% 80% Soal ulangan Keterangan Skor soal ulangan Skor soal ulangan 83

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini, peneliti menguraikan data kondisi awal, deskripsi setiap siklus, hasil penelitian yang telah terlaksana beserta pembahasannya. A. Data Kondisi Awal Sebelum melaksanakan tindakan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD), peneliti melakukan pengamatan pada saat proses pembelajaran matematika berlangsung dengan mengisi lembar pengamatan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pengamatan ini dilakukan untuk mendapatkan data awal sikap toleransi siswa. Pengamatan ini dilakukan pada hari Senin, 28 Oktober 2013 di kelas V SD Kanisius Klepu. Peneliti juga memberikan lembar kuesioner sikap toleransi dan penilaian diri yang bertujuan untuk mendukung data sikap toleransi siswa yang diperoleh dari pengamatan siswa dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran matematika. Skor hasil rincian dari pengisian lembar pengamatan dapat dilihat pada lampiran 26, skor hasil pengisian kuesioner dapat dilihat pada lampiran 28 dan skor hasil pengisian penilaian diri dapat dilihat pada lampiran 30. 1. Sikap Toleransi Siswa Hasil pengamatan, kuesioner, dan penilaian diri sikap toleransi siswa kelas V SD Kansius Klepu dapat dilihat pada Tabel 4.1 di bawah ini. 84

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Tabel 4.1 Data Kondisi Awal Sikap Toleransi Siswa Penilaian Nilai Kategori Diri Total 1 Adt 50 60 58 56 Sedang 2 Vto 50 63 63 59 Sedang 3 Wkn 70 76 78 75 Tinggi 4 Dmr 80 72 75 76 Tinggi 5 Mla 40 65 73 59 Sedang 6 Fan 60 57 58 58 Sedang 7 Pul 50 78 73 67 Tinggi 8 Trn 50 61 65 59 Sedang 9 Fjr 60 67 63 63 Sedang 10 Bgs 40 54 50 48 Rendah 11 Glh 50 53 58 54 Rendah 12 Hry 60 63 65 63 Sedang 13 Kyk 50 58 50 53 Rendah 14 Hrn 40 61 65 55 Rendah 15 Clr 50 63 60 58 Sedang 16 Cnt 60 64 63 62 Sedang 17 Agt 50 63 63 59 Sedang 18 Ptr 60 73 68 67 Tinggi 19 Dyh 60 73 70 68 Tinggi 20 Gsg 50 63 58 57 Sedang 21 Pnj 70 75 68 71 Tinggi 22 Lna 50 64 60 58 Sedang 23 Rst 80 61 53 65 Sedang 24 Dto 70 53 50 58 Sedang 25 Van 70 73 65 69 Tinggi 26 Dni 60 61 50 57 Sedang 27 Pka 60 60 58 59 Sedang 28 Yhn 40 52 50 47 Rendah Jumlah 1580 1786 1730 1699 Rata-rata 56 64 62 61 Sedang Rata-rata sikap toleransi siswa dalam proses pembelajaran berdasarkan No Nama Pengamatan Kuesioner pengamatan sebesar 60, rata-rata sikap toleransi siswa dalam proses pembelajaran berdasarkan kuesioner yang telah diisi oleh siswa sebesar 65, dan rata-rata sikap toleransi siswa dalam proses pembelajaran berdasarkan kuesioner yang telah diisi oleh siswa sebesar 65. Ketiga data tersebut dapat diketahui rata-rata skor toleransi

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 siswa berdasarkan pengamatan, kuesioner, dan penilaian adalah 62 termasuk kategori sedang. Berdasarkan tabel rekapitulasi data kondisi awal sikap toleransi siswa, terdapat 5 siswa (18%) termasuk dalam kategori rendah, 16 siswa (57%) termasuk dalam kategori sedang, 7 siswa (25%) termasuk dalam kategori tinggi. Perhitungan pada tabel data kondisi awal, rata-rata sikap toleransi siswa kelas V SD Kanisius Klepu adalah 62 dan termasuk kriteria sedang. Hasil penghitungan pengamatan dapat dilihat pada lampiran 23, hasil penghitungan kuesioner dapat dilihat dalam lampiran 25, dan hasil penghitungan penilaian diri dapat dilihat dalam lampiran 27. 2. Kemampuan Kognitif Siswa Kemampuan kognitif untuk mengetahui kondisi awal siswa diperoleh dari data nilai ulangan tahun ajaran 2011/2012 dan tahun ajaran 2012/2013. Peneliti melampirkan nilai ulangan mata pelajaran matematika pada materi penjumlahan pecahan yang diikuti oleh siswa kelas V SD Kanisius Klepu pada tahun ajaran 2011/2012 dengan jumlah siswa dan tahun tahun ajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa. Rekap nilai ulangan mata pelajaran matematika materi penjumlahan pecahan siswa kelas V SD Kanisius Klepu tahun ajaran 2011/2012 dan tahun ajaran 2012/2013 dapat dilihat pada Tabel 4.2 di bawah ini. Tabel 4.2 Rekap Nilai Ulangan Matematika Materi Penjumlahan Berbagai Bentuk Pecahan pada Tahun Pelajaran 2011/2012 dan 2012/2013. Tahun Nilai Pelajaran KKM 2011/2012 60 2012/2013 60 Rata-rata Nilai Rata-rata 68 67 68 Rata-rata ketuntasan 57% 59% 58% Rata-rata ketidaktun-tasan 43% 41% 42%

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Tahun ajaran 2011/2012 rata-rata nilai ulangan materi penjumlahan pecahan sebesar 68 dengan persentase siswa yang mencapai KKM (60) sebanyak 57% (19 siswa) dan persentase siswa yang tidak mencapai KKM (60) sebanyak 43% (14 siswa). Tahun ajaran 2012/2013 rata-rata nilai ulangan materi penjumlahan pecahan sebesar 67 dengan persentase siswa yang mencapai KKM (60) sebanyak 59% (17 siswa) dan persentase siswa yang tidak mencapai KKM (60) sebanyak 41% (12 siswa). Kedua nilai ulangan mata pelajaran matematika siswa kelas V SD Kanisius Klepu tahun pelajaran 2011/2012 dan 2012/2013 diperoleh nilai ratarata 68 yang digunakan sebagai kondisi awal kemampuan kognitif siswa dengan persentase siswa yang mencapai KKM (60) yaitu 58% (36 siswa) dan siswa yang tidak mencapai KKM (60) yaitu 42% (25%). B. Deskripsi Pelaksanaan Setiap Siklus Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Sikap Toleransi Dan Kemampuan Kognitif Penjumlahan Pecahan Kelas V SD Kanisius Klepu Sleman” telah dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Siklus I dan siklus II dilakukan sebanyak 3 pertemuan, pertemuan pertama dan kedua untuk pemberian tindakan sedangkan pertemuan ketiga untuk mengerjakan soal evaluasi dan kuesioner sikap toleransi. Kedua siklus ini dilaksanakan dengan jadwal seperti pada Tabel 4.3 sebagai berikut.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Siklus I II 1. Siklus I a. Perencanaan 88 Tabel 4.3 Jadwal Pelaksanaan Penelitian Pertemuan keHari/Tanggal 1 Senin, 20 Januari 2014 2 Rabu, 22 Januari 2014 3 Kamis, 23 Januari 2014 1 Senin, 3 Februari 2014 2 Rabu, 5 Februari 2014 3 Kamis, 6 Februari 2014 Tahap perencanaan ini, peneliti mempersiapkan penelitian dengan melihat standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), dan materi ajar yang akan digunakan untuk menyusun perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran berupa silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), rangkuman materi ajar, sertifikat penghargaan untuk kelompok yang mendapatkan predikat kelompok baik, hebat dan super, media pembelajaran, soal pre tes, dan soal kuis. Peneliti juga menyiapkan instrumen penelitian berupa lembar pengamatan, kuesioner, dan penilaian diri yang digunakan untuk memperoleh data sikap toleransi siswa dan sejauh mana siswa memahami materi. Pembagian kelompok pada penelitian ini dilakukan secara heterogen berdasarkan rangking siswa pada semester ganjil dan gender. b. Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan, kegiatan pembelajaran dilakukan sebanyak tiga pertemuan. Pertemuan pertama dan pertemuan kedua di setiap siklusnya beralokasikan 3 x 40 menit, sedangkan pertemuan ketiga di setiap siklusnya

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 beralokasikan 2 x 40 menit. Peneliti bertindak sebagai guru dan guru kelas bertindak sebagai pengamat yang dibantu oleh teman sejawat peneliti. 1) Siklus I Pertemuan 1 Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 20 Januari 2014 pukul 07.00 sampai 10.00 WIB dengan berpedoman pada perangkat pembelajaran yang sudah disiapkan oleh peneliti. Pertemuan pertama ini membahas materi penjumlahan pecahan berpenyebut sama dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Kegiatan awal dilakukan dengan menanyakan kabar siswa-siswi dan memastikan bahwa semua siswa siap untuk mengikuti pembelajaran hari ini. Guru kemudian mengajak siswa untuk berdoa. Berdoa selesai, guru membagikan kertas soal pre tes yang harus siswa kerjakan secara individu dengan materi ajar pertemuan ini yaitu penjumlahan pecahan berpenyebut sama untuk memperoleh skor awal siswa. Selesai mengerjakan pre tes, guru bersama siswa membahas pre tes untuk memperoleh skor awal masing-masing siswa. Kemudian guru memberikan motivasi dengan mengajak siswa menyusun puzzle. Dari susunan puzzle tersebut siswa dan guru berdiskusi bersama mengenai materi yang akan dipelajari hari ini sebagai apersepsi. Hal ini juga sebagai penyampaian tujuan pembelajaran yang akan dipelajari bersama pada pertemuan ini. Siswa bersama guru membuat peraturan bersama untuk mengkondisikan siswa kelas V karena kelas V mempunyai kondisi kelas yang cukup ramai. Kegiatan inti, guru memberikan rangkuman materi dan meminta siswa untuk membuka buku pegangan matematika materi penjumlahan pecahan berpenyebut

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 sama. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca materi dan berdiskusi mengenai materi penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Kemudian guru melakukan presentasi kelas dengan menuliskan pertanyaan mengenai penjumlahan berpenyebut sama dan menawarkan kepada siswa siapa yang berani menjawab pertanyaan tersebut. Setelah dijawab oleh siswa, guru bersama siswa membahas bersama dengan cara berdiskusi bersama dan memberikan contoh soal yang lain. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan mencatat hal-hal penting hasil berdiskusi bersama. Guru memilih siswa secara acak untuk mengerjakan beberapa soal di papan tulis. Setelah itu, siswa masuk di dalam kelompok yang telah ditentukan oleh guru untuk mengerjakan lembar kerja siswa (LKS) bersama dengan anggota kelompoknya. Sebelum guru membagikan lembar kerja siswa (LKS), siswa diminta untuk memberi nama kelompok mereka yang berhubungan dengan “pecahan”. Hasil pemberian nama yaitu : a) Kelompok 1 : Pizza b) Kelompok 2 : Seperempat c) Kelompok 3 : Penyebut d) Kelompok 4 : Diarsir e) Kelompok 5 : Pembilangan Selesai mengerjakan lembar kerja siswa (LKS), guru membagikan lembar kunci jawaban ke setiap kelompok dan setiap kelompok mengoreksi sendiri hasil pekerjaan mereka. Selama kerja tim, guru berkeliling untuk melihat kerja siswa dan membantu siswa yang mengalami kesulitan. Guru sering menegaskan kepada setiap kelompok untuk memastikan bahwa setiap anggotanya memahami materi

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 penjumalah pecahan berpenyebut sama. Hal ini dikarenakan di akhir pembelajaran akan diadakan kuis secara individu dan skor hasil kuis menentukan skor akhir kelompok. Kegiatan akhir, siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dengan bertanya jawab bagaimana cara menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Setelah itu, siswa mengerjakan kuis secara individu untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi dan mengetahui perkembangan siswa. Siswa bersama guru mengoreksi kuis yang sudah dikerjakan siswa serta menghitung poin kemajuan siswa. Setelah itu, guru memberikan sertifikat penghargaan pada kelompok super, sangat baik, dan baik. Siswa secara individu menilai diri dengan mengisi rubrik penilaian diri tentang sikap toleransi. Kemudian guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tugas rumah untuk mempelajari materi berikutnya mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. 2) Siklus I Pertemuan 2 Pertemuan kedua ini dilakukan pada hari Rabu, 22 Januari 2014 dari pukul 08.20 hingga pukul 10.40 WIB dengan berpedoman dengan perangkat pembelajaran yang telah disiapkan oleh peneliti. Pertemuan kedua ini membahas materi penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Kegiatan awal dilakukan dengan menanyakan kabar siswa-siswi. Guru kemudian mengajak siswa untuk berdoa. Berdoa selesai, guru membagikan kertas soal pre tes yang harus siswa kerjakan secara individu dengan materi ajar

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 pertemuan ini yaitu penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Selesai mengerjakan pre tes, guru bersama siswa mengoreksi pre tes untuk memperoleh skor awal siswa. Guru kemudian memberikan motivasi dengan mengajak siswa bermain kelipatan atau “boom”. Dari permainan ini, siswa dan guru berdiskusi bersama mengenai materi yang akan dipelajari hari ini sebagai apersepsi. Hal ini juga sebagai penyampaian tujuan pembelajaran yang akan dipelajari bersama pada pertemuan ini. Guru mengingatkan siswa mengenai peraturan yang telah dibuat bersama masih berlaku pada pertemuan hari ini. Kegiatan inti, guru melakukan presentasi dengan berdiskusi dengan siswa mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. Guru melakukan presentasi kelas dengan meminta siswa membaca materi dari rangkuman materi dan membuka buku pegangan matematika. Setelah itu guru memberikan contoh berupa soal cerita dan menawarkan kepada seluruh siswa siapa yang mau menjawab pertanyaan tersebut. Setelah dijawab oleh siswa, siswa bersama guru berdiskusi bersama mengenai hasil pekerjaan siswa yang berani mengerjakan. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan mencatat hal-hal penting hasil berdiskusi bersama. Guru memilih siswa secara acak untuk mengerjakan beberapa soal di papan tulis. Setelah itu, siswa masuk di dalam kelompok sesuai dengan pertemuan sebelumnya. Setiap kelompok diberi kebebasan untuk menyelesaikan lembar kerja siswa (LKS) di dalam kelas atau di luar kelas. Selesai mengerjakan lembar kerja siswa (LKS), guru membagikan lembar kunci jawaban ke setiap kelompok dan setiap kelompok mengoreksi sendiri hasil pekerjaan mereka. Selama kerja tim, guru berkeliling untuk melihat kerja siswa dan membantu siswa

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 yang mengalami kesulitan. Guru ketika berkeliling juga sering menegaskan kepada setiap kelompok untuk memastikan bahwa setiap anggotanya memahami materi penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. Hal ini dikarenakan di akhir pembelajaran akan diadakan kuis secara individu dimana skor hasil kuis menentukan skor akhir kelompok seperti pada pertemuan pertama. Kegiatan akhir, siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dengan bertanya jawab bagaimana cara menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. Setelah itu, siswa mengerjakan kuis secara individu untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi dan mengetahui perkembangan siswa. Siswa bersama guru mengoreksi kuis yang sudah dikerjakan siswa serta menghitung poin kemajuan siswa. Setelah itu, guru memberikan sertifikat penghargaan pada kelompok super, sangat baik dan baik. Siswa secara individu menilai diri dengan mengisi rubrik penilaian diri tentang sikap toleransi. Kemudian guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tugas rumah untuk mempelajari materi penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama karena besok kamis akan diadakan ulangan mengenai kedua materi tersebut. 3) Siklus I Pertemuan 3 Pertemuan ketiga ini dilakukan pada hari Kamis, 23 Januari 2014 dari pukul 07.00 sampai pukul 08.20 WIB dengan berpedoman pada perangkat pembelajaran yang sudah disiapkan oleh peneliti. Kegiatan awal pada pembelajaran hari ini dimulai dengan berdoa dan mengajak siswa tepuk “coca-cola” supaya siswa lebih semangat. Guru kemudian

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 mengulang materi memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika masih ada yang belum jelas mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. Kegiatan inti, guru membagikan soal evaluasi dan lembar kosong untuk takaran atau corat-coretan mengerjakan soal evaluasi kepada siswa. Selama mengerjakan soal evaluasi, siswa mengerjakan secara individu dan untuk takaran harus disertakan nomor soal. Pengerjaan soal evaluasi selama 40 menit atau satu jam pelajaran. Siswa selesai mengerjakan soal evaluasi kemudian mengerjakan kuesioner secara individu. Pengisian kuesioner dilakukan selama 20 menit. Kegiatan akhir, siswa bersama guru berdiskusi bersama mengenai soal evaluasi yang telah siswa kerjakan. Akhir pembelajaran siswa diminta untuk mempelajari kembali materi yang digunakan untuk ulangan dan belajar mengenai penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. c. Pengamatan Peneliti dalam melaksanakan pengamatan sikap toleransi siswa dibantu oleh guru kelas dan teman sejawat. Guru kelas juga menuliskan catatan pengamatan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Menurut catatan pengamatan guru kelas, peneliti sudah baik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Guru kelas menuliskan hal yang baik dan hal yang perlu diperbaiki. Hal baik yang dilakukan peneliti mengadakan pre tes di awal pembelajaran sangat baik untuk mendorong siswa mempersiapkan materi dan selalu belajar karena siswa cenderung belajar jika ada tugas rumah atau ulangan. Guru kelas

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 juga menyampaikan pemberian motivasi yang diberikan peneliti cukup menarik sehingga siswa lebih semangat mengikuti pembelajaran dan motivasi yang diberikan berhubungan dengan materi yang akan diberikan. Peneliti ketika menjelaskan materi sudah mengajak siswa terlibat aktif dengan berdiskusi bersama dan meminta siswa mengerjakan contoh soal di papan tulis. Akhir pembelajaran, peneliti bersama siswa menghitung poin kemajuan dan memberikan penghargaan kepada siswa juga memberikan dampak yang baik kepada siswa. Pemberian penghargaan kepada setiap kelompok menjadi wujud nyata guru dalam menerapkan sikap toleransi dalam kegiatan pembelajaran dengan menghargai kinerja siswa. Hal yang masih perlu diperbaiki peneliti dalam melaksanakan pembelajaran adalah penguasaan kelas. d. Refleksi Sebelum melakukan penelitian, peneliti mempersiapkan rencana pembelajaran dengan alokasi waktu 2 x 40 menit, tetapi dua minggu sebelum melaksanakan penelitian, guru kelas menambah alokasi waktu menjadi 3 x 40 menit. Pemberian tambahan waktu ini, membantu peneliti karena model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) membutuhkan waktu yang cukup lama. Kegiatan pembelajaran STAD yang diterapkan dengan baik walaupun masih terdapat kekurangan. Pemberian pre tes di awal pembelajaran menumbuhkan semangat siswa untuk mempelajari materi yang belum dipelajari bersama supaya bisa mengerjakan pre tes. Hal ini dikarenakan, pre tes menumbuhkan rasa ingin tahu siswa bagaimana cara yang benar untuk menyelesaikan soal pre tes yang tadi

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dikerjakan. Sehingga, ketika guru melakukan presentasi kelas 96 siswa memperhatikan dengan baik dan secara inisiatif menulis hal-hal yang penting dari materi yang sedang dibahas. Ketika siswa melakukan kerja tim atau kerja kelompok, siswa telah bekerja sama dengan baik, hal ini ditunjukkan dengan siswa yang mengerjakan tugas secara bersama-sama tidak hanya satu dua siswa saja. Penilaian diri mengenai sikap toleransi juga menjadi dorongan siswa untuk lebih bersikap baik lagi selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perubahan sikap siswa pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Pertemuan pertama, ada siswa masih cenderung bersikap cuek kepada siswa lain yang masih kesulitan memahami materi, beberapa siswa menunjukkan sikap semaunya sendiri, ada satu kelompok dalam mengerjakan lembar kerja siswa hanya dikerjakan oleh siswa yang pintar supaya mendapatkan hasil yang baik, kemudian peneliti mengambil lembar jawab dan meminta mengerjakan ulang tetapi semua anggota kelompok terlibat dalam mengerjakan soal. Pertemuan kedua, siswa sudah mau membantu siswa yang mengalami kesulitan walaupun masih terlihat tidak sabar dalam menjelaskan, anggota kelompok sudah terlibat menyelesaikan tugas. Kendala yang dihadapi peneliti pada pertemuan pertama suasana kelas kurang kondusif untuk kegiatan pembelajaran karena beberapa siswa asyik mengobrol sendiri atau bermain caping (alat untuk ekstrakurikuler menari). Kurang sikap toleransi terlihat pada pertemuan pertama dimana ketika pembagian kelompok ada beberapa siswa yang protes karena harus satu kelompok dengan siswa yang tidak disukai. Usaha yang dilakukan peneliti untuk mengatasi kendala, ketika siswa

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 bermain caping, saya meminta siswa yang membawa caping untuk mengangkat caping tersebut kemudian meminta siswa menaruh capingnya pada meja yang kosong di sudut depan kelas. Ketika siswa protes dengan anggota kelompoknya, saya memberi pilihan kepada siswa jika ingin belajar maka masuk ke dalam kelompok jika tidak ingin belajar silahkan ke perpustakaan dan tidak mendapatkan nilai. Akhirnya siswa tersebut memilih untuk masuk ke dalam kelompok. Hasil siklus I yang meliputi sikap toleransi dan kemampuan kognitif siswa kelas V SD Kanisius Klepu belum mencapai target ketercapaian yang telah ditentukan oleh peneliti. Hasil siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut ini. Tabel 4.4 Hasil Sikap Toleransi dan Kemampuan Kognitif Siklus I No Variabel 1 2 Sikap Toleransi Kemampuan Kognitif a. Rata-rata nilai ulangan b. Persentase siswa yang mencapai KKM Target Ketercapaian 78 61 Hasil Siklus I 72 80 67 77 80% 58% 82% Kondisi Awal Tabel 4.4 hasil sikap toleransi dan kemampuan kognitif siklus I menunjukkan kondisi awal sikap toleransi yaitu 61, target ketercapaian akhir siklus sikap toleransi yaitu 78 dan hasil sikap toleransi siklus I yaitu 72, maka sikap toleransi belum mencapai target akhir siklus. Kondisi awal rata-rata nilai ulangan yaitu 67, target ketercapain akhir siklus yaitu 80, dan hasil rata-rata nilai ulangan yaitu 77, maka kemampuan kognitif dari segi rata-rata nilai ulangan belum mencapai target ketercapaian akhir siklus. Kondisi awal kemampuan kognitif segi persentase siswa yang mencapai KKM yaitu 58%, target ketercapain akhir siklus yaitu 80%, dan

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 hasil persentase siswa yang mencapai KKM yaitu 82%, maka kemampuan kognitif dari segi persentase siswa yang mencapai KKM sudah mencapai target keberhasilan. Peneliti melanjutkan penelitian dengan mengadakan siklus II karena sikap toleransi dan kemampuan kognitif (rata-rata nilai ulangan) yang belum melampaui target ketercapaian akhir siklus. 2. Siklus II a. Perencanaan Tahap perencanaan siklus II ini, peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), rangkuman materi, soal pre tes, dan soal kuis. Peneliti juga menyiapkan instrumen untuk mengukur sikap toleransi siswa berupa lembar pengamatan, kuesioner dan penilaian diri. Pada siklus II ini, pembagian kelompok sesuai dengan siklus I, pembagian kelompok berdasarkan rangking siswa pada semester ganjil dan berdasarkan gender. b. Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan, kegiatan pembelajaran dilakukan sebanyak tiga pertemuan. Pertemuan pertama dan pertemuan kedua beralokasikan waktu 3 x 40 menit, sedangkan pertemuan ketiga beralokasikan waktu 2 x 40 menit. 1) Siklus II Pertemuan 1 Pertemuan pertama siklus II ini, dilakukan pada hari Senin, 3 Februari 2014 pada pukul 07.00 sampai pukul 10.00 WIB dengan berpedoman pada perangkat pembelajaran yang telah disiapkan oleh peneliti. Materi yang akan dibahas pada pertemuan pertama ini mengenai penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 campuran. Sama halnya pada siklus I, pembelajaran dimulai dengan mempersiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran dan kemudian berdoa. Setelah itu, siswa diminta untuk mengerjakan pre tes yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. Selesai mengerjakan pre tes, pembelajaran dilanjutkan dengan meminta siswa untuk mencari satu kertas berwarna merah muda di sekitar lapangan sekolah. Kertas-kertas tersebut berisi tentang pecahan biasa dengan pecahan campuran. Melalui kertas-kertas ini, guru bersama siswa mengelompokkan mana yang termasuk pecahan biasa dan mana yang termasuk pecahan campuran sebagai apersepsi. Setelah itu, guru memberitahukan tujuan pembelajaran pada pertemuan hari ini. Guru juga mengingatkan kepada siswa mengenai peraturan yang telah dibuat tetap berlaku pada pertemuan hari ini. Kegiatan inti dimulai dengan guru melakukan presentasi dengan berdiskusi bersama siswa mengenai penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. Guru melakukan presentasi kelas dengan meminta siswa membaca materi dari rangkuman materi dan membuka buku pegangan matematika. Setelah itu guru memberikan contoh berupa soal cerita dan menawarkan kepada seluruh siswa siapa yang mau menjawab pertanyaan tersebut. Setelah dijawab oleh siswa, siswa bersama guru berdiskusi bersama mengenai hasil pekerjaan siswa yang berani mengerjakan. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan mencatat hal-hal penting hasil berdiskusi bersama. Guru memilih siswa secara acak untuk mengerjakan beberapa soal di papan tulis. Setiap kelompok diberi kebebasan untuk menyelesaikan lembar kerja siswa (LKS) di dalam kelas atau diluar kelas.

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Selesai mengerjakan lembar kerja siswa (LKS), guru membagikan lembar kunci jawaban ke setiap kelompok dan setiap kelompok mengoreksi sendiri hasil pekerjaan mereka. Selama kerja tim, guru berkeliling untuk memberi bimbingan dan arahan ketika siswa mengalami kesulitan. Dalam kerja tim ini, guru sering menegaskan kepada setiap kelompok untuk memastikan bahwa setiap anggotanya memahami materi penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. Hal ini dikarenakan di akhir pembelajaran akan diadakan kuis secara individu dimana skor hasil kuis menentukan skor akhir kelompok seperti pada pertemuan pertama. Kegiatan akhir, siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dengan bertanya jawab bagaimana cara menyelesaikan penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. Setelah itu, siswa mengerjakan kuis secara individu untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi dan mengetahui perkembangan siswa. Siswa bersama guru mengoreksi kuis yang sudah dikerjakan siswa serta menghitung poin kemajuan siswa. Setelah itu, guru memberikan sertifikat penghargaan pada kelompok super. Siswa secara individu menilai diri dengan mengisi rubrik penilaian diri tentang sikap toleransi. Kemudian guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tugas rumah untuk mempelajari materi penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran 2) Siklus II Pertemuan 2 Pertemuan kedua siklus II ini, dilakukan pada hari Rabu, 5 Februari 2014 pada pukul 08.20 sampai pukul 10.40 WIB dengan berpedoman pada perangkat pembelajaran yang telah disiapkan oleh peneliti. Materi yang akan dibahas pada pertemuan kedua ini mengenai penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 campuran. Sama halnya pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, kegiatan pembelajaran dimulai dengan mempersiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran dan kemudian berdoa. Setelah itu, siswa diminta untuk mengerjakan pre tes yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. Selesai mengerjakan pre tes, pembelajaran dilanjutkan dengan meminta siswa untuk masuk ke dalam kelompok untuk mencari sebuah amplop. Ketua kelompok diminta untuk maju ke depan dan mengambil satu sedotan. Di dalam sedotan akan berisi nama warna, dan harus mencari amplop sesuai dengan warna yang didapat. Amplop disembunyikan di sekitar halaman sekolah. Jika sudah menemukan amplop, siswa diminta untuk menyusun potongan pecahan yang didapat dan menuliskan pecahannya. Melalui hasil permainan ini, guru bersama siswa membahas mengenai pecahan yang didapat masing-masing kelompok sebagai apersepsi. Setelah itu, guru memberitahukan tujuan pembelajaran pada pertemuan hari ini. Guru juga mengingatkan kepada siswa mengenai peraturan yang telah dibuat tetap berlaku pada pertemuan hari ini. Kegiatan inti, guru melakukan presentasi dengan berdiskusi dengan siswa mengenai penjumalahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. Guru melakukan presentasi kelas dengan meminta siswa membaca materi dari rangkuman materi dan membuka buku pegangan matematika. Setelah itu guru memberikan contoh berupa soal cerita dan menawarkan kepada seluruh siswa siapa yang mau menjawab pertanyaan tersebut. Setelah dijawab oleh siswa, siswa bersama guru berdiskusi bersama mengenai hasil pekerjaan siswa yang berani mengerjakan. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan mencatat hal-hal

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 penting hasil berdiskusi bersama. Guru memilih siswa secara acak untuk mengerjakan beberapa soal di papan tulis. Setelah itu, siswa masuk di dalam kelompok sesuai dengan pertemuan sebelumnya. Setiap kelompok diberi kebebasan untuk menyelesaikan lembar kerja siswa (LKS) di dalam kelas atau di luar kelas. Selesai mengerjakan lembar kerja siswa (LKS), guru membagikan lembar kunci jawaban ke setiap kelompok dan setiap kelompok mengoreksi sendiri hasil pekerjaan mereka. Selama kerja tim, guru berkeliling untuk memberi bimbingan dan arahan ketika siswa mengalami kesulitan. Dalam kerja tim ini, guru sering menegaskan kepada setiap kelompok untuk memastikan bahwa setiap anggotanya memahami materi penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. Hal ini dikarenakan di akhir pembelajaran akan diadakan kuis secara individu dimana skor hasil kuis menentukan skor akhir kelompok seperti pada pertemuan pertama. Kegiatan akhir, siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dengan bertanya jawab bagaimana cara menyelesaikan penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. Setelah itu, siswa mengerjakan kuis secara individu untuk mengetahui sejauhmana pemahaman siswa terhadap materi dan mengetahui perkembangan siswa. Siswa bersama guru mengoreksi kuis yang sudah dikerjakan siswa serta menghitung poin kemajuan siswa. Setelah itu, guru memberikan sertifikat penghargaan pada kelompok super. Siswa secara individu menilai diri dengan mengisi rubrik penilaian diri tentang sikap toleransi. Kemudian guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tugas rumah untuk mempelajari materi penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran dan

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran karena hari kamis akan diadakan ulangan mengenai dua materi tersebut. 3) Siklus II Pertemuan 3 Pertemuan ketiga ini dilakukan pada hari Kamis, 6 Februari 2014 dari pukul 07.00 sampai pukul 08.20 WIB dengan berpedoman pada perangkat pembelajaran yang sudah disiapkan oleh peneliti. Kegiatan awal pada pembelajaran hari ini dimulai dengan berdoa dan mengajak siswa bernyanyi up and down supaya siswa lebih semangat dan rileks karena beberapa siswa ada yang menunjukkan sikap tegang karena akan mengerjakan ulangan. Guru kemudian mengulang materi memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika masih ada yang belum jelas mengenai penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran atau belum memahami penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. Kegiatan inti, guru membagikan soal evaluasi dan lembar kosong untuk takaran kepada siswa. Selama mengerjakan soal evaluasi, siswa mengerjakan secara individu dan untuk takaran harus disertakan nomor soal. Pengerjaan soal evaluasi selama 40 menit atau satu jam pelajaran. Selesai mengerjakan soal evaluasi, siswa mengerjakan kuesioner secara individu. Pengisian kuesioner dilakukan selama 20 menit. Kegiatan akhir, siswa bersama guru berdiskusi bersama mengenai soal evaluasi yang telah siswa kerjakan. Akhir pembelajaran siswa diminta untuk mempelajari kembali materi yang digunakan untuk ulangan dan belajar mengenai penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. 104 Pengamatan Peneliti dalam melaksanakan pengamatan sikap toleransi siswa dibantu oleh guru kelas dan teman sejawat. Guru kelas juga menuliskan catatan pengamatan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Menurut catatan pengamatan guru kelas, peneliti sudah lebih baik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Ketika siswa mencatat atau sedang menyelesaikan soal di papan tulis, peneliti berkeliling untuk melihat dan bertanya bagian mana yang belum dipahami. Hal ini baik karena tidak semua siswa berani bertanya langsung sccara klasikal tetapi jika guru berkeliling dan bertanya langsung bagian mana yang belum dipahami membuat siswa lebih berani bertanya. Peneliti membuat kontrak belajar di awal pembelajar sangat membantu peneliti untuk menjaga suasana belajar karena jumlah siswa laki-laki (18 siswa) lebih banyak dari jumlah siswa perempuan (10 siswa). d. Refleksi Kegiatan pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) yang diterapkan di siklus II ini lebih baik dari siklus I, karena peneliti selaku guru sudah mulai terbiasa dengan langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD. Siklus II ini siswa menunjukkan hal-hal yang lebih baik yaitu siswa lebih siap mengerjakan pre tes karena mempersiapkan pre tes dengan lebih baik. Hal ini terlihat sebelum memulai pelajaran beberapa siswa ada yang sedang belajar bersama atau sendiri untuk memahami materi pre tes. Siswa lebih kompak saat mengerjakan tugas di dalam kelompok tidak lagi tergantung dengan siswa pintar

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 di dalam kelompok, setiap anggota kelompok menyelesaikan satu soal kemudian dikoreksi bersama-sama sebelum meminta kunci jawaban kepada guru. Suasana kelas lebih kondusif karena adanya kontrak belajar di awal kegitan pembelajaran. Siswa yang belum memahami materi dengan baik sudah tidak malu bertanya lagi dengan anggota-anggota kelompok lainnya atau dengan guru. Siswa secara mandiri sudah bisa menghitung poin kemajuan kemampuannya dengan membandingkan nilai pre tes dengan nilai kuis. Kendala yang dijumpai pada siklus II ini, ada satu siswa yang menangis karena bukunya disembunyikan oleh salah satu temannya. Buku tersebut disembunyikan karena siswa tersebut saat kerja kelompok sering memukul anggota kelompok lainnya menggunakan buku. Usaha yang saya lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu menegur kedua siswa dan meminta siswa pemilik buku untuk tidak memukul teman-temannya jika tidak ingin diganggu lagi oleh teman-temannya. Hasil siklus II yang meliputi sikap toleransi dan kemampuan kognitif siswa kelas V SD Kanisius Klepu belum mencapai target ketercapaian yang telah ditentukan oleh peneliti. Hasil siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut ini. Tabel 4.5 Hasil Sikap Toleransi dan Kemampuan Kognitif Siklus II No Variabel 1 2 Sikap Toleransi Kemampuan Kognitif c. Rata-rata nilai ulangan d. Persentase siswa yang mencapai KKM Target Ketercapaian 78 61 Hasil Siklus II 84 80 67 86 80% 58% 93% Kondisi Awal

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Tabel 4.5 hasil sikap toleransi dan kemampuan kognitif siklus II menunjukkan bahwa hasil siklus II telah melampui target ketercapaian. Kondisi awal sikap toleransi yaitu 61, target ketercapaian akhir siklus sikap toleransi yaitu 78 dan hasil sikap toleransi siklus II yaitu 84, maka sikap toleransi telah mencapai target akhir siklus dan sudah mengalami peningkatan. Kondisi awal rata-rata nilai ulangan yaitu 67, target ketercapaian akhir siklus yaitu 80, dan hasil rata-rata nilai ulangan yaitu 86, maka kemampuan kognitif dari segi rata-rata nilai ulangan telah mencapai target ketercapaian akhir siklus dan sudah ada peningkatan. Kondisi awal kemampuan kognitif segi persentase siswa yang mencapai KKM yaitu 58%, target ketercapain akhir siklus yaitu 80%, dan hasil persentase siswa yang mencapai KKM yaitu 93%, maka kemampuan kognitif dari segi persentase siswa yang mencapai KKM sudah mencapai target keberhasilan. Perbaikan atas kekurangan yang terjadi pada siklus I sudah dilakukan pada siklus II ini. Peningkatan sikap tolerasi dan kemampuan kognitif terlihat lebih signifikan melalui kegiatan pembelajaran siklus II dan semua indikator ketercapaian telah melampui target akhir siklus. Peningkatan sikap toleransi dan kemampuan kognitif pada materi penjumlahan pecahan benar-benar karena penggunaan model pembelajaran kooperatif Student Team Achievement Division (STAD). Berdasarkan pencapaian tersebut, maka penelitian ini dihentikan sampai siklus II.

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 C. Hasil Penelitian Hasil penelitian sikap toleransi dan kemampuan kognitif menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) siklus I dan siklus II sebagai berikut. 1. Siklus I Hasil penelitian sikap toleransi dan kemampuan kognitif menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) kelas V SD Kanisius Klepu, sebagai berikut. a. Sikap Toleransi Siswa Sikap toleransi siswa diukur dengan melakukan pengamatan dan penilaian diri sikap toleransi siswa pada saat pembelajaran siklus I pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Kuesioner sikap toleransi siswa diberikan pada akhir siklus I pada pertemuan ketiga. Tabel 4.6 berikut ini menyajikan data sikap toleransi siswa siklus I. Tabel 4.6 Sikap Toleransi Siswa Siklus I No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pul Trn Fjr Bgs Glh Hry Kyk Hrn Clr Pengamatan Kuesioner 75 65 75 85 70 95 70 65 75 65 70 70 50 60 70 67 72 80 72 69 72 82 71 78 63 67 68 72 69 75 Penilaian Diri 75 70 75 80 70 80 70 70 75 70 75 75 70 75 75 Nilai Kategori 72 69 77 79 70 82 74 69 76 66 71 71 64 68 73 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Nama 16 Cnt 17 Agt 18 Ptr 19 Dyh 20 Gsg 21 Pnj 22 Lna 23 Rst 24 Dto 25 Van 26 Dni 27 Pka 28 Yhn Jumlah Rata-rata Pengamatan Kuesioner 55 70 70 65 65 75 65 75 80 85 75 65 70 1975 71 76 75 82 83 78 82 68 68 69 81 75 73 63 2046 73 Penilaian Diri 75 80 70 80 75 75 75 75 70 80 70 75 70 2075 74 108 Nilai Kategori 69 75 74 76 73 77 69 73 73 82 73 71 68 2033 72 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Dari tabel rekapitulasi data sikap toleransi siklus I di atas terdapat 26 siswa (93%) termasuk kategori tinggi dan 2 siswa (7%) termasuk kategori sangat tinggi. Perhitungan rata-rata sikap toleransi siswa pada siklus I yaitu 72 dan termasuk dalam kategori tinggi. b. Kemampuan Kognitif Siswa Kemampuan kognitif siswa diukur dengan memberikan soal evaluasi pada pertemuan ketiga. Soal evaluasi terdiri dari 15 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian yang dikerjakan oleh 28 siswa. Berikut ini adalah data kemampuan kognitif siswa siklus I tersaji pada Tabel 4.7. Tabel 4.7 Kemampuan Kognitif Siswa Siklus I No 1 2 3 4 5 6 7 Nama Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pul Skor Pilihan Ganda 14 10 15 13 10 9 14 Skor Uraian 11 9 13 12 11 8 15 Nilai Akhir 83 63 93 83 70 56 96 Ketuntasan Ya Tidak       

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Nama Skor Pilihan Ganda 13 10 7 13 14 10 13 13 12 15 15 14 7 13 12 9 8 15 12 14 7 337 Skor Uraian 12 11 8 13 13 11 7 12 10 13 15 12 9 12 11 8 9 15 11 11 9 336 8 Trn 9 Fjr 10 Bgs 11 Glh 12 Hry 13 Kyk 14 Hrn 15 Clr 16 Cnt 17 Agt 18 Ptr 19 Dyh 20 Gsg 21 Pnj 22 Lna 23 Rst 24 Dto 25 Van 26 Dni 27 Pka 28 Yhn Jumlah Rata-rata Nilai Persentase Ketuntasan (KKM=60) Persentase Ketidaktuntasan (KKM=60) Nilai Akhir 83 70 50 86 90 70 66 83 73 93 100 86 56 83 76 66 56 100 76 83 53 2143 109 Ketuntasan Ya Tidak                      23 5 77 82% 18% Berdasarkan tabel rekapitulasi data kemampuan kognitif siswa pada siklus I terdapat 23 siswa (82%) yang mendapatkan nilai di atas KKM (60) dan 5 siswa (18%) yang mendapatkan nilai di bawah KKM (60). Dari perhitungan tersebut, nilai rata-rata kemampuan kognitif siswa kelas V pada materi penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama adalah 77.

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. 110 Siklus II Hasil penelitian sikap toleransi dan kemampuan kognitif menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) kelas V SD Kanisius Klepu, sebagai berikut. a. Sikap Toleransi Siswa Sikap toleransi siswa diukur dengan melakukan pengamatan dan penilaian diri sikap toleransi siswa pada saat pembelajaran siklus II pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Kuesioner sikap toleransi siswa diberikan pada akhir siklus II pada pertemuan ketiga. Data sikap toleransi siswa siklus I tersaji pada Tabel 4.8 berikut ini. Tabel 4.8 Sikap Toleransi Siswa Siklus II No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pul Trn Fjr Bgs Glh Hry Kyk Hrn Clr Cnt Agt Ptr Dyh Gsg Pnj Lna Rst Pengamatan Kuesioner 80 85 75 85 75 90 80 95 85 95 75 75 90 90 85 85 90 80 70 95 85 80 85 83 83 88 84 86 88 91 85 89 84 86 88 85 88 87 88 90 91 90 89 92 82 84 Penilaian Diri 85 80 80 90 85 75 90 85 80 80 80 80 80 85 80 75 80 85 80 70 85 75 85 Nilai Kategori 79 79 79 83 77 86 80 83 83 83 79 79 82 84 82 83 87 80 80 86 84 79 81 Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Nama 24 25 26 27 28 Dto Van Dni Pka Yhn Jumlah Rata-rata Pengamatan Kuesioner 90 90 95 95 80 2380 85 83 90 83 88 82 2466 87 Penilaian Diri 70 85 80 85 80 2270 81 111 Nilai Kategori 81 87 83 86 77 2359 84 Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tabel rekapitulasi data sikap toleransi siklus II di atas terdapat 11 siswa (39%) termasuk kategori tinggi dan 17 siswa (61%) termasuk kategori sangat tinggi. Perhitungan rata-rata sikap toleransi siswa pada siklus II yaitu 84 dan termasuk dalam kategori sangat tinggi. b. Kemampuan Kognitif Siswa Kemampuan kognitif siswa diukur dengan memberikan soal evaluasi pada pertemuan ketiga. Soal evaluasi terdiri dari 15 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian. Data kemampuan kognitif siswa siklus II tersaji pada Tabel 4.9 berikut ini. Tabel 4.9 Kemampuan Kognitif Siswa Siklus II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pul Trn Fjr Bgs Glh Hry Kyk Hrn Clr Skor Pilihan Ganda 14 11 15 15 11 10 100 14 10 10 13 14 10 13 15 Skor Uraian 11 12 15 15 12 8 15 12 11 7 13 13 11 12 15 Skor Akhir 83 76 100 100 76 60 100 86 70 56 86 90 70 83 100 Ketuntasan Ya Tidak               

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Nama Skor Pilihan Ganda 14 15 15 15 7 15 12 14 15 15 14 14 13 447 Skor Uraian 12 15 15 15 9 13 13 15 12 15 12 15 12 344 16 Cnt 17 Agt 18 Ptr 19 Dyh 20 Gsg 21 Pnj 22 Lna 23 Rst 24 Dto 25 Van 26 Dni 27 Pka 28 Yhn Jumlah Rata-rata Persentase Ketuntasan KKM (60) Persentase Ketidaktuntasan KKM (60) Skor Akhir 86 100 100 100 56 93 83 96 90 100 86 96 83 2405 112 Ketuntasan Ya Tidak              26 2 86 93% 7,14% Berdasarkan tabel rekapitulasi data kemampuan kognitif siswa pada siklus II terdapat 26 siswa (93%) yang mendapatkan nilai di atas KKM (60) dan 2 siswa (7%) yang mendapatkan nilai di bawah KKM (60). Dari perhitungan tersebut, nilai rata-rata kemampuan kognitif siswa kelas V pada materi penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama adalah 86. D. Pembahasan Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas oleh karena itu rancangan penelitian berupa siklus secara garis besar yang terdiri dari perencanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Penelitian yang dilakukan pada kelas V SD Kanisius Klepu terdiri dari dua siklus. Kegiatan pembelajaran yang telah dipersiapkan bertujuan untuk meningkatkan sikap toleransi siswa dan kemampuan kognitif dari tahap mengingat sampai tahap mengaplikasi dengan menggunakan

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran matematika. Peneliti menggunakan dua variabel yaitu peningkatan sikap toleransi dan kemampuan kognitif siswa dari tahap mengingat sampai tahap mengaplikasi. Pengambilan data untuk sikap toleransi menggunakan pengamatan, kuesioner, dan penilaian diri. Pengambilan data untuk kemampuan kognitif siswa menggunakan soal evaluasi yang terdiri dari 15 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian. 1. Peningkatan Sikap Toleransi Siswa Di bawah ini adalah nilai rata-rata sikap toleransi siswa dari kondisi awal, siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata sikap tolernasi siswa dapat dilihat pada Tabel 4.10 berikut ini. Tabel 4.10 Rata-rata Sikap Toleransi Siswa No Nama Kondisi Awal Nilai Kategori Siklus I Nilai Kategori 72 Tinggi 69 Tinggi 77 Tinggi 1 2 3 Adt Vto Wkn 56 59 75 Sedang Sedang Tinggi 4 Dmr 76 Tinggi 79 Tinggi 5 Mla 59 Sedang 70 6 Fan 58 Sedang 82 7 Pul 67 Tinggi 74 Tinggi Sangat Tinggi Tinggi 8 Trn 59 Sedang 69 Tinggi 9 Fjr 63 Sedang 76 Tinggi 10 Bgs 48 Rendah 66 Tinggi 11 12 Glh Hry 54 63 Rendah Sedang 71 71 Tinggi Tinggi 13 Kyk 53 Rendah 64 Sedang 14 Hrn 55 Rendah 68 Tinggi Siklus II Nilai Kategori 79 Tinggi 79 Tinggi 79 Tinggi Sangat 83 Tinggi 77 Tinggi Sangat 86 Tinggi 80 Tinggi Sangat 83 Tinggi Sangat 83 Tinggi Sangat 83 Tinggi 79 Tinggi 79 Tinggi Sangat 82 Tinggi Sangat 84 Tinggi

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kondisi Awal Nilai Kategori Siklus I Kategori No Nama 15 Clr 58 Sedang 73 Tinggi 82 16 Cnt 62 Sedang 69 Tinggi 83 17 Agt 59 Sedang 75 Tinggi 87 18 19 Ptr Dyh 67 68 Tinggi Tinggi 74 76 Tinggi Tinggi 80 80 20 Gsg 57 Sedang 73 Tinggi 86 21 Pnj 71 Tinggi 77 Tinggi 84 22 Lna 58 Sedang 69 Tinggi 79 23 Rst 65 Sedang 73 Tinggi 81 24 Dto 58 Sedang 73 Tinggi 81 25 Van 69 Tinggi 82 Sangat Tinggi 87 26 Dni 57 Sedang 73 Tinggi 83 27 Pka 59 Sedang 71 Tinggi 86 28 Yhn Jumlah Nilai Rata-rata 47 Rendah 68 Tinggi 77 Tinggi 84 Nilai 1699 61 Nilai 2033 Sedang 72 114 Siklus II Kategori Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi 2359 Sangat Tinggi Supaya lebih jelas, peningkatan sikap toleransi siswa dapat digambarkan dengan grafis pada gambar 4.1 berikut ini. 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Kondisi Awal Hasil Siklus I Hasil Akhir Siklus Kondisi Awal Siklus I Akhir Siklus Gambar 4.1 Grafis Peningkatan Sikap Toleransi

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Berdasarkan analisis data sikap toleransi yang direkap dalam tabel dan terlihat dengan jelas dalam grafik di atas. Sikap toleransi siswa mengalami peningkatan dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II, tetapi hasil siklus I belum melampui target ketercapaian. Pada kondisi awal sebelum melakukan penelitian menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) nilai rata-rata sikap toleransi siswa kelas V adalah 61 termasuk dalam kategori sedang. Pada siklus I terdapat 5 siswa (57%) yang termasuk kategori rendah, 16 siswa (68%) termasuk dalam kategori sedang, 7 siswa (25%) termasuk dalam kategori tinggi. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) rata-rata sikap toleransi siswa kelas V sebesar 72 dan termasuk kategori tinggi. Pada siklus I ini terdapat 11 siswa (39%) termasuk kategori tinggi dan 17 siswa (61%) termasuk kategori sangat tinggi. Perhitungan rata-rata sikap toleransi siswa pada siklus II yaitu 82 dan termasuk dalam kategori sangat tinggi. Berkaitan dengan hasil sikap toleransi siklus I yang belum melampui target ketercapaian, peneliti melanjutkan penelitian ke siklus II supaya hasil sikap toleransi dapat melampui target ketercapaian yang telah ditentukan. Pada siklus II ini dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) terjadi peningkatan sikap toleransi dari sebelumnya. Peningkatan sikap toleransi siswa yaitu nilai rata-rata sikap toleransi siswa kelas V sebesar 84 dan berdasarkan tabel pedoman rata-rata sikap toleransi termasuk dalam kategori sangat tinggi. Pada

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 siklus II terdapat 11 siswa (39%) termasuk kategori tinggi dan 17 siswa (61%) termasuk kategori sangat tinggi. Berdasarkan pencapaian hasil sikap toleransi siswa siklus II yang telah melampui target ketercapaian (78) maka penelitian ini dihentikan sampai siklus II. Pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang tepat dan sesuai dengan langkah-langkahnya dapat meningkatkan sikap toleransi siswa kelas V SD Kanisius Klepu. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan dua hipotesis. Hipotes yang tertama tentang penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) mampu meningkatkan sikap toleransi siswa. Hipotesis kedua tentang peningkatan sikap toleransi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat melampui target ketercapaian sebesar 23, nilai rata-rata sikap toleransi pada kondisi awal sebesar 61 dan di akhir siklus nilai rata-rata sikap toleransi sebesar 84. 2. Peningkatan Kemampuan Kognitif Siswa Di bawah ini adalah rekap nilai kemampuan kognitif siswa dari kondisi awal, siklus I dan siklus II. Hasil rekap nilai kemampuan kognitif siswa kondisi awal, siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 4. 11 berikut ini.

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Tabel 4.11 Rekap Nilai Ulangan Siswa Kelas V No Nama 1 Adt 2 Vto 3 Wkn 4 Dmr 5 Mla 6 Fan 7 Pul 8 Trn 9 Fjr 10 Bgs 11 Glh 12 Hry 13 Kyk 14 Hrn 15 Clr 16 Cnt 17 Agt 18 Ptr 19 Dyh 20 Gsg 21 Pnj 22 Lna 23 Rst 24 Dto 25 Van 26 Dni 27 Pka 28 Yhn Jumlah Rata-rata Persentase Siswa Tuntas KKM Persentase Siswa Tidak Tuntas KKM Kondisi Awal (ratarata) Nilai 83 63 93 83 70 56 96 83 70 50 86 90 70 66 83 73 93 100 86 56 83 76 66 56 100 76 83 53 2143 67 Setelah Tindakan Siklus I Siklus II Ketuntasan Ketuntasan Nilai Ya Tidak Ya Tidak 83   76   100   100   76   60   100   86   70   56   86   90   70   83   100   86   100   100   100   56   93   83   96   90   100   86   96   83   23 5 2405 26 2 77 86 58% 82% 93% 42% 18% 7%

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Supaya lebih jelas, peningkatan kemampuan kognitif dan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM dapat dilihat pada gambar diagram 4.2 dan gambar diagram 4.3 berikut ini : 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Kondisi Awal Hasil Siklus I Hasil Akhir Siklus Kondisi Awal Siklus I Akhir Siklus Gambar 4.2 Peningkatan Kemampuan Kognitif 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Kondisi Awal Hasil Siklus I Hasil Akhir Siklus Kondisi Awal Siklus I Akhir Siklus Gambar 4.3 Peningkatan Persentase Jumlah Siswa Mencapai KKM Berdasarkan analisis data kemampuan kognitif siswa yang direkap dalam tabel dan terlihat jelas pada diagram di atas, nilai rata-rata kemampuan kognitif siswa mengalami peningkatan dari kondisi awal, siklus I, dan akhir siklus. Nilai KKM mata pelajaran matematika di SD Kanisius Klepu adalah 60, jadi siswa

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 dinyatakan tuntas jika nilai minimal ulangan sudah mencapai 60. Kemampuan kognitif siswa dari kondisi awal dengan rata-rata nilai 58 ke siklus I dengan ratarata nilai 77 meningkat sebanyak 19%. Peningkatan yang terjadi dari kondisi awal ke siklus I ini belum melampui target ketercapaian rata-rata ulangan kemampuan kognitif akhir siklus yaitu 80 sedangkan rata-rata ulangan siklus I yaitu 77. Peningkatan kemampuan kognitif siswa dari siklus I dengan rata-rata nilai 77 ke siklus II dengan rata-rata nilai 86 mengalami peningkatan 9%. Peningkatan yang terjadi dari siklus I ke siklus II ini sudah melampui target ketercapaian rata-rata ulangan kemampuan kognitif akhir siklus yaitu 80 sedangkan rata-rata ulangan siklus II yaitu 86. Pada kondisi awal sebelum melakukan penelitian menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD), peneliti memakai nilai ulangan siswa kelas V pada tahun ajaran 2010/2011 dan tahun ajaran 2011/2012 dengan materi pokok penjumlahan pecahan sebagai data kondisi awal. Kedua tahun ajaran tersebut, siswa yang mencapai KKM ada 36 siswa (58%) dan yang mendapatkan nilai di bawah KKM ada 26 siswa (42%). Setelah dilakukan tindakan siklus I menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD), siswa yang mencapai KKM terdapat 23 siswa (82%) dan 5 siswa (18%) yang mendapatkan nilai di bawah KKM. Adanya peningkatan siswa yang mencapai ketuntasan KKM dari data kondisi awal dengan hasil siklus I ini sebesar 24% dan hasil siklus I ini telah melampui target ketercapaian siswa yang mencapai KKM. Berkaitan dengan hasil rata-rata ulangan siklus I yang belum melampui target ketercapaian rata-rata

(142) 120 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI nilai ulangan maka peneliti meneruskan penelitian ke siklus II. Siklus II pada proses kegiatan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Siklus II ini terjadi peningkatan siswa yang mencapai ketuntasan KKM dengan materi penjumlahan pecahan, terdapat 26 siswa atau 93% yang mendapatkan nilai di atas KKM (60) dan 2 siswa atau 7% yang mendapatkan nilai di bawah KKM (60). Hasil siklus II ini, penelitian dihentikan sampai siklus II karena hasil siklus II ini telah melampui target ketercapaian rata-rata nilai ulangan dan persentase siswa yang mencapai KKM. Target ketercapaian rata-rata nilai ulangan yaitu 80 dan hasil rata-rata nilai ulangan siklus II yaitu 86, sedangkan target ketercapaian siswa yang mencapai KKM yaitu 80% dan hasil rata-rata nilai ulangan siklus II yaitu 93%. Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang tepat dan sesuai dengan langkah-langkahnya dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas V SD Kanisius Klepu. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan dua hipotesis. Hipotesis pertama tentang penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) mampu meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Hipotesis kedua peningkatan kemampuan kognitif dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat melampui target ketercapaian nilai rata-rata sebesar 19 dan target keberhasilan persentase siswa yang mencapai KKM sebesar 35%. Nilai rata-rata kemampuan kognitif pada kondisi awal sebesar

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 67 dan di akhir siklus nilai rata-rata sikap toleransi sebesar 86, sedangkan persentase siswa yang mencapai KKM pada kondisi awal sebesar 58% dan di akhir siklus persentase siswa yang mencapai KKM sebesar 93%. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan kognitif merupakan solusi yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan di kelas V SD Kanisius Klepu. Hal ini dapat terwujud karena model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu kegiatan pembelajaran yang mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan suku yang berbeda-beda agar terlibat dalam pengakuan tim serta tanggung jawab kelompok atas pembelajaran masing-masing anggota kelompok (Suyatno, 2009: 52) maka siswa akan saling menunjukkan sikap toleransi ketika berkelompok dan memiliki tanggung jawab untuk diri sendiri dan membantu anggota kelompok. Siswa yang belajar dengan cara tutor sebaya, siswa dapat mengurangi sikap individualistis, dan mau menerima kelebihan atau kelemahan siswa lain, merupakan hal-hal yang dapat terlihat nyata selama proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menurut Slavin (2005: 103). Rekapitulasi hasil penelitian dapat dilihat pada Tabel 4.12 berikut.

(144) 122 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.12 Rekapitulasi Hasil Penelitian Variabel Indikator Sikap Toleransi Nilai ratarata siswa Nilai ratarata siswa Persentase siswa yang mencapai KKM Kemampuan Kognitif Kondisi Awal Siklus I Target Hasil Siklus II Target Hasil 61 78 72 78 84 67 80 77 80 86 58% 80 82% 80 93%

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan siklus I dan siklus II yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada materi penjumlahan pecahan dapat meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan kognitif siswa kelas V SD Kanisius Klepu. Peningkatan nilai rata-rata sikap toleransi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) sebesar 23. Kondisi awal rata-rata sikap toleransi sebesar 61 termasuk kategori sikap toleransi sedang, di akhir siklus skor rata-rata sikap toleransi sebesar 84 termasuk dalam kategori sikap toleransi sangat tinggi. Peningkatan nilai rata-rata kemampuan kognitif dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) sebesar 19. Kondisi awal nilai rata-rata kemampuan kognitif siswa sebesar 67, pada akhir siklus nilai rata-rata kemampuan kognitif siswa yaitu 86. Peningkatan persentase siswa yang mencapai KKM dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) sebesar 35%. Kondisi awal siswa yang mencapai KKM ada 36 siswa (58%), pada akhir siklus siswa yang mencapai KKM (60) 93%. 123

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 2. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada materi penjumlahan pecahan dapat meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan kognitif siswa kelas V SD Kanisius Klepu semester genap tahun ajaran 2013/2014 ditempuh dengan langkah-langkah : a) siswa mengerjakan pre tes yang dikerjakan secara individu, b) guru melalukan presentasi kelas sesuai dengan materi, c) guru membentuk kelompok berdasarkan kemampuan dan gender, d) siswa menyelesaikan tugas dengan kerja kelompok atau kerja tim, e) siswa mengerjakan kuis, f) siswa bersama guru menghitung skor kemajuan, dan g) guru memberikan penghargaan. B. Keterbatasan Penelitian Keterbatasan dari penelitian ini yaitu peneliti menjadi guru pada pelaksanaan penelitian sedangkan guru kelas yang menjadi pengamat. Hal ini terjadi karena permintaan dari guru kelas supaya peneliti yang mengajar karena peneliti yang mengetahui obat atau solusi yang akan digunakan. Keterbatasan lain dari penelitian ini yaitu terbatasnya jurnal tentang sikap toleransi yang berkaitan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). C. Saran Sehubungan dengan hasil penelitian yang telh dilakukan ada beberapa saran yang dapat menjadi bahan yang perlu dipertimbangkan untuk kemajuan belajar siswa di SD Kanisius Klepu khususnya pada penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dalam upaya

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan kognitif siswa pada mata pelajaran matematika. 1. Bagi Sekolah Sekolah diharapkan menggunakan model-model pembelajaran inovatif dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini supaya dapat menumbuhkan sikap-sikap positif dan kreativitas dari siswa yang dapat meningkatkan sikap toleransi dan kemampuan kognitif siswa. Salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). 2. Bagi Guru Guru diharapkan lebih memiliki inisiatif dan kreativitas untuk menggunakan berbagai macam model pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran yang dapat digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). 3. Bagi Peneliti Lain Peneliti lain yang ingin melanjutkan penelitian tentang model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) diharapkan agar dapat menerapkan model pembelajaran ini pada mata pelajaran matematika maupun mata pelajaran yang lain.

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Pustaka Anderson and Krathwohl. 2012. Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Assesmen Revisi Taksonomi Pendidikan Bloom (Prihantoro). Yogyakarta. Pustaka Pelajar. (Karya aslo diterbitkan pada tahun 2001) Arifin, Z. 2009. Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Arikunto. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.Jakarta : Bumi Aksara. Daryanto dan Rahardjo. 2012. Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Gava Media. David, dkk. 2009. Metode-metode Pengajaran Meningkatkan Belajar Siswa TKSMA Edisi 8 (Fawaid, Achmad). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Fathani.A. 2009. Matematika Hakikat & Logika. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Hafid, H, dkk. 2011. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Pecahan Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Siswa Kelas IV SD Inpres Btn Ikip I Makassar Jurnal Pendidikan. Volume 2 Nomor 2. (pjjpgsd.dikti.go.id/file.php/Jurnal_STAD.docx), diakses pada hari Kamis 7/112013 pukul 13.25 Harjanto. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Haryati dan Saiful. 2007. Sistem Penilaian Berbasis Kompetensi : Teori dan Pratek. Jakarta : Gaung Persada Press Heruman. 2007. Model Pembelajaran Matematika di SD. Bandung : Remaja Rosdakarya Ibrahim dan Suparni. 2008. Strategi Pembelajaran Matematika. Yogyakarta : Bidang Akademik. Isjoni. 2010. Cooperative Learning Efektifitas Pembelajaran Kelompok. Bandung:Alfabeta. Kunandar. 2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Kusumah, W dan Dwitagama D. 2009. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Malta Printindo. Kuswana dan Sunaryo. 2012. Taksonomi Kognitif : Perkembangan Ragam Berpikir. Bandung: Remaja Rosdakarya 126

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Majid, A. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya Masidjo. 1995. Penelitian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius Muslich, M. 2011. Authentic Assessment Penilaian Berbasis Kelas dan Kompetensi. Bandung: PT Refika Aditama. Nuryanti, dkk. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatid Tipe STAD Dalam Peningkatan Pembelajaran Bilangan Pecahan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Mahasiswa PGSD. Volume 2. Nomor 2, (http://jurnal.fkip.uns.ac.id/ndex.php/article/download), diakses pada hari Kamis, 7/11/2013 pukul 10.12. Purwanto. 2009. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Putra, S. 2013. Desain Evaluasi Belajar Berbasis Kinerja. Yogyakarta: Diva Press Rusman. 2010. Model-Model Pembelajaran Mengembangakan Keprofesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pres. Salim, dkk. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Pemahaman Konsep Pecahan. Jurnal Mahasiswa PGSD, Vol 2, No5,(http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pgsdsolo/article/view/2875), diakses pada hari Kamis, 24/4/2014 pukul 11.40 Samani, dan Hariyanto. 2012. Konsep dan Model Pendidikan Karakter.Bandung : Remaja Rosdakarya. Sanjaya, W. 2006. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sanjaya, W.2009. Kurikulum dan Pembelajaran Teori dan Pratik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Siregar, H. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. Slavin Robert. 2005. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media. Soewandi dan Sinduningrum. 2011. Ilmu Kealaman Dasar. Bogor: Ghalia Indonesia. Solihatin, dkk. 2008. Cooperative Learning Analisis-Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta : Bumi Aksara. Sudijono. 2006. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Sukardi. 2008. Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta: Sinar Grafika Offset. Sukayati. 2003. Pelatihan Supervisi Pengajaran Untuk Sekolah Dasar. Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Supratiknya. 2012. Penelitian Hasil Belajar Dengan Teknik Nontes. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Surapranata, S. 2004. Analisis, Validitas, Reliabilitas, dan Interpretasi Hasil Tes: Implementasi Kurikulum 2004. Bandung : Remaja Rosdakarya. Susanto, A. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Suwandi, S. 2010. Model Assesmen Dalam Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka Suyadi. 2013. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung : Remaja Rosdakarya. Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidorejo: Masmedia Buana Pustaka. Taniredja, dkk. 2011. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Bandung: Alfabeta. Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan dan Implementasinnya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Uno, H, dkk. 2011. Belajar Dengan Pendekatan PAILKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Lingkungan, Kreatif, Efektif, Menarik). Jakarta : Bumi Aksara Wedaswari. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pkn dan Sikap Toleransi Pada Siswa Kelas VIII B6 Di SMPN 6 Singaraja. Jurnal Visi Ilmu Pendidikan : hal 89-105, Volume 6, Nomor 3. (http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jvip/article/view/48), diakses pada hari Rabu, 23/4/2014 pukul 15.05 Yusuf, S. 2009. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : Remaja Rosdakarya. Zubaedi. 2011. Desain Pendidikan Karakter : Konsepsi dan Aplikasinya Dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta : Prenada Media Group.

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1 SILABUS PEMBELAJARAN Nama Sekolah : SD Kanisius Klepu Mata Pelajaran : Matematika Kelas/ Semester : V / II Standar Kompetensi : 5. Menggunakan pecahan dalam kehidupan sehari-hari Indikator Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Jenis Siklus I Kompetensi Dasar : 5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan. Pertemuan Pertama Competence Penjumlahan a. Siswa mengerjakan pre Tes a. Menyebutkan pembilang pecahan tes untuk menentukan pada pecahan. berpenyebut skor awal siswa. b. Menyebutkan penyebut sama b. Siswa memperhatikan pada pecahan. guru ketika guru c. Menjabarkan cara mempresentasikan materi menjumlahkan pecahan mengenai penjumlahan yang berpenyebut sama. pecahan berpenyebut d. Menentukan hasil sama. Non 129 Penilaian Teknik dan Contoh Bentuk Instrumen Tertulis: Uraian Sebutkan pembilang pada 3 pecahan berikut ini , Pengama- , ! Terlampir Nilai Kemanusian 1. Toleransi dalam wujud menghargai orang lain 2. Peduli 3. Berkerja sama Alokasi Waktu Sumber dan Media 3 x 40 Sumber : Sumanto,dk menit k.2008.Gem ar Matematika 5 untuk SD/MI Kelas V.Jakarta: Pusat

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Indikator menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama. e. Menampilkan hasil diskusi kelompok. Conscience Menunjukkan sikap mengenali potensi diri. Compassion a. Menerima berkelompok dengan siapa saja. b. Menjalin sikap bekerjasama yang kompak dengan seluruh anggota kelompok. c. Menerima pendapat teman ketika berdiskusi kelompok. d. Menunjukkan sikap menghargai siswa lain yang mengalami kesulitan. Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Jenis c. Siswa mencatat hal Tes penting yang berkaitan dengan presentasi guru. d. Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok. e. Siswa mengerjakan soal kuis. f. Siswa bersama guru mengoreksi hasil pre tes dan kuis. g. Siswa di dampingi guru menghitung poin kemajuan. h. Siswa melakukan penilaian diri dan menuliskan refleksi. i. Pemberian pengahargaan. j. Siswa mencatat tugas. 130 Penilaian Teknik dan Contoh Bentuk Instrumen tan : rubrik Penilaian diri Terlampir : rubrik Nilai Kemanusian Alokasi Waktu Sumber dan Media Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Sutopo,dkk. 2011.Ayo Belajar Matematika Kelas 5.Yogyakart a: Kanisius. Media : Keping pecahan Kertas yang tertulis pecahan

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Indikator Pertemuan Kedua Competence a. Menjelaskan cara penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. b. Menentukan hasil penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. Conscience Menunjukkan sikap mengenali potensi diri. Compassion a. Menerima berkelompok dengan siapa saja tanpa membedakan gender, penampilan, dan kemampuan. b. Menumbuhkan sikap bekerjasama dan kompak. c. Mendengarkan pendapat teman ketika berdiskusi kelompok. d. Menunjukkan sikap menghargai siswa lain Materi Pokok Penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama Kegiatan Pembelajaran Jenis a. Siswa mengerjakan pre Tes tes untuk menentukan skor awal siswa. b. Siswa memperhatikan guru ketika guru mempresentasikan materi mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. c. Siswa mengerjakan LKS Non secara berkelompok. Tes d. Siswa bersama guru menyimpulkan materi ajar hari ini. e. Siswa mengerjakan soal kuis. f. Siswa bersama guru mengoreksi hasil pre tes dan kuis. g. Siswa di dampingi guru menghitung poin kemajuan. h. Siswa melakukan penilaian diri dan 131 Penilaian Teknik dan Contoh Bentuk Instrumen Tertulis : Uraian Tentukan hasil penjumlahan dari Pengamatanr ubrik Terlampir Penilaian diri Terlampir : rubrik Nilai Kemanusian 1. Toleransi dalam wujud menghargai orang lain 2. Peduli 3. Berkerja sama Alokasi Waktu Sumber dan Media 3 x 40 Sumber : menit Sumanto,dk k.2008.Gem ar Matematika 5 untuk SD/MI Kelas V.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Sutopo,dkk. 2011.Ayo Belajar Matematika Kelas 5.Yogyakart a: Kanisius. Media : Keping pecahan

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Indikator Materi Pokok yang mengalami kesulitan. Pertemuan Ketiga Competence a. Menyebutkan pembilang pada pecahan. b. Menyebutkan penyebut pada pecahan. c. Menjabarkan cara penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. d. Menentukan hasil penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. e. Menjelaskan cara penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. f. Menentukan hasil penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. Conscience Sungguh-sungguh dalam mengerjakan soal evaluasi. Kegiatan Pembelajaran Jenis Penilaian Teknik dan Contoh Bentuk Instrumen Nilai Kemanusian menuliskan refleksi. i. Pemberian pengahargaan. Penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan Penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama Alokasi Waktu Sumber dan Media Puzzle a. Guru memberikan Tes motivasi kepada siswa dengan mengajak tepuk salut. b. Apersepsi berupa yanya jawab materi sebelum ulangan atau mengingatkan kembali. c. Siswa mengerjakan soal ulangan secara individu. d. Siswa mengisi kuesioner. e. Siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran hari ini. f. Siswa menuliskan refleksi. g. Siswa mencatat tugas. 132 Tertulis : Pilihan Ganda Hasil . a. b. dari 1. Toleransi dalam =... wujud menghargai orang lain 2. Jujur c. d. Uraian = , tentukanlah hasil n pada penjumlahan pecahan di samping! 2 x 40 Sumber : Sumanto,dk menit k.2008.Gem ar Matematika 5 untuk SD/MI Kelas V.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Sutopo,dkk. 2011.Ayo Belajar Matematika Kelas 5.Yogyakart a: Kanisius.

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Indikator Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Jenis Compassion Non Menghargai siswa lain yang Tes belum selesai mengerjakan soal evaluasi. Siklus II Kompetensi Dasar : 5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan. Pertemuan Pertama Competence Penjumlahan a. Siswa mengerjakan pre Tes tes untuk menentukan 1. Menyebutkan berbagai pecahan biasa dengan skor awal siswa. jenis pecahan. pecahan b. Siswa memperhatikan 2. Menerangkan cara guru ketika guru penjumlahan pecahan biasa campuran mempresentasikan materi dengan pecahan campuran. mengenai penjumlahan 3. Menentukan hasil pecahan biasa dengan penjumlahan pecahan biasa pecahan campuran. dengan pecahan campuran. c. Siswa mencatat hal 4. Menampilkan hasil diskusi penting yang berkaitan kelompok. dengan presentasi guru. Conscience d. Siswa mengerjakan LKS Menunjukkan sikap mengenali secara berkelompok. potensi diri. e. Siswa bersama guru Compassion menyimpulkan materi a. Menjalin kerjasama yang ajar hari ini. kompak dengan seluruh f. Siswa mengerjakan soal 133 Penilaian Teknik dan Contoh Bentuk Instrumen Kuesioner Nilai Kemanusian Alokasi Waktu Sumber dan Media Ibu membeli 1. Toleransi 2 bungkus dalam gula pasir. wujud Bungkus menghargai pertama orang lain beratnya 2 2. Peduli kg dan 3. Berkerja sama bungkus kedua beratnya kg. Berapa 2 x 40 menit 1 pertemu an Sumber : Sumanto,dk k.2008.Gem ar Matematika 5 untuk SD/MI Kelas V.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Terlampir Tertulis : Uraian kilogram berat semua gula? Sutopo,dkk. 2011.Ayo Belajar

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Indikator Materi Pokok anggota kelompok. b. Menerima berkelompok dengan siapa saja. c. Menumbuhkan sikap bekerjasama dengan seluruh anggota kelompok. d. Mendengarkan pendapat teman ketika berdiskusi kelompok. e. Menunjukkan sikap menghargai siswa lain yang mengalami kesulitan. Pertemuan Kedua Competence a. Menguaraikan cara penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran b. Menentukan hasil penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. c. Menampilkan hasil diskusi kelompok. Kegiatan Pembelajaran Jenis kuis. g. Siswa di dampingi guru menghitung poin Non kemajuan. Tes h. Siswa melakukan penilaian diri dan menuliskan refleksi. i. Pemberian pengahargaan. j. Siswa mencatat tugas. Penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran a. Siswa mengerjakan pre Tes tes untuk menentukan skor awal siswa. b. Siswa memperhatikan guru ketika guru mempresentasikan materi mengenai penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. Penilaian Teknik dan Contoh Bentuk Instrumen Pengamatan Rubrik Penilaian Diri : Rubrik Tertulis : Uraian Alokasi Waktu Sumber dan Media Terlampir Matematika Kelas 5.Yogyakart a: Kanisius. Terlampir Media : Keping pecahan Hasil dari Terlampir 134 Nilai Kemanusian 1. Toleransi dalam wujud menghargai orang lain 2. Peduli 3. Berkerja sama 2 x 40 menit 1 pertemu an Sumber : Sumanto,dk k.2008.Gem ar Matematika 5 untuk SD/MI Kelas V.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Indikator Conscience Menunjukkan sikap mengenali potensi diri Compassion a. Menerima berkelompok dengan siapa saja. b. Menjalin sikap bekerjasama yang kompak dengan seluruh anggota kelompok. c. Menerima pendapat teman ketika berdiskusi kelompok d. Menunjukkan sikap menghargai siswa lain yang mengalami kesulitan. Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Jenis c. Siswa mencatat hal Non penting yang berkaitan Tes dengan presentasi guru. d. Siswa masuk dalam kelompok e. Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok. f. Siswa mengoreksi pekerjaan kelompok. g. Siswa bersama guru menyimpulkan materi ajar hari ini. h. Siswa mengerjakan soal kuis. i. Siswa bersama guru mengoreksi hasil pre tes dan kuis. j. Siswa di dampingi guru menghitung poin kemajuan. k. Siswa melakukan penilaian diri dan menuliskan refleksi. l. Pemberian pengahargaan 135 Penilaian Teknik dan Contoh Bentuk Instrumen Pengamatan Rubrik Penilaian Diri Rubrik Terlampir Nilai Kemanusian Alokasi Waktu Sumber dan Media Pendidikan Nasional Sutopo,dkk. 2011.Ayo Belajar Matematika Kelas 5.Yogyakart a: Kanisius. Media : Keping pecahan Puzzle

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Indikator Pertemuan Ketiga Competence a. Menyebutkan berbagai jenis pecahan. b. Menerangkan cara penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. c. Menentukan hasil penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. d. Menguaraikan cara penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. e. Menentukan hasil penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. Conscience Sungguh-sungguh dalam mengerjakan soal evaluasi Materi Pokok Penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran dan Penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran Kegiatan Pembelajaran Jenis a. Guru memberikan Tes motivasi kepada siswa dengan mengajak tepuk salut. b. Apersepsi berupa yanya jawab materi sebelum ulangan atau mengingatkan kembali. c. Siswa mengerjakan soal ulangan secara individu. d. Siswa mengisi kuesioner. e. Siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran f. Siswa menuliskan refleksi atas pembelajaran hari ini. Penilaian Teknik dan Contoh Bentuk Instrumen Tertulis : Pilihan Ganda Hasil . a. dari 1. Toleransi dalam wujud =... menghargai orang lain 2. Jujur b. c. d. Uraian Anton membeli minyak tanah sebanyak liter. Karena tumpah, Anton membeli minyak tanah lagi Berapa 136 Nilai Kemanusian liter. Alokasi Waktu Sumber dan Media 3 x 40 menit 1 pertemu an Sumber : Sumanto,dk k.2008.Gem ar Matematika 5 untuk SD/MI Kelas V.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Sutopo,dkk. 2011.Ayo Belajar Matematika Kelas 5.Yogyakart a: Kanisius.

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Indikator Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Jenis Compassion Menghargai siswa lain yang belum selesai mengerjakan soal evaluasi. Non Tes Penilaian Teknik dan Contoh Bentuk Instrumen banyak minyak tanah yang dibeli Anton? Kuesioner Terlampir Nilai Kemanusian Alokasi Waktu Klepu, 20 Januari 2014 137 Sumber dan Media

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2a RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan Pertama Siklus I Sekolah : SD Kanisius Klepu Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : V / 2 Alokasi Waktu : 3 x 40 menit A. Standar Kompetensi : Bilangan : 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar Bilangan : 5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan. C. Indikator Pembelajaran 1. Competence a. Menyebutkan pembilang pada pecahan. b. Menyebutkan penyebut pada pecahan. c. Menjabarkan cara menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama. d. Menentukan hasil menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama. e. Menampilkan hasil diskusi kelompok 2. Conscience a. Menunjukkan sikap mengenali potensi diri 3. Compassion a. Menerima berkelompok dengan siapa saja. b. Menjalin sikap bekerjasama yang kompak dengan seluruh anggota kelompok. c. Menerima pendapat teman ketika berdiskusi kelompok 138

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 d. Menunjukkan sikap menghargai siswa lain yang mengalami kesulitan. D. Tujuan Pembelajaran 1. Competence a. Siswa mampu menyebutkan penyebut dari 3 pecahan ketika berdiskusi bersama. (Mengingat-Faktual) b. Siswa mampu menyebutkan pembilang dari 3 pecahan ketika berdiskusi bersama. (Mengingat-Faktual) c. Siswa mampu menjabarkan cara menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama ketika kerja kelompok. (Memahami-Prosedural) d. Siswa mampu menentukan hasil dari 3 penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama secara individu. (Mengaplikasikan-Konseptual) e. Siswa mampu menampilkan hasil diskusi kelompok di depan kelas. 2. Conscience a. Siswa mampu menunjukkan sikap mengenali potensi diri selama mengikuti proses pembelajaran dengan tidak malu untuk bertanya ketika belum memahami materi dengan baik. 3. Compassion a. Siswa mampu menerima berkelompok dengan siapa saja tanpa membedakan gender, penampilan, dan kemampuan. b. Siswa mampu menjalin sikap bekerjasama yang kompak dengan seluruh anggota kelompok. c. Siswa mampu menerima pendapat teman ketika berdiskusi kelompok d. Siswa mampu menunjukkan sikap menghargai siswa lain yang mengalami kesulitan ketika sedang berdiskusi kelompok. E. Materi Ajar : Penjumlahan pecahan dengan penyebut yang sama F. Pendekatan Pembelajaran : Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR)

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 G. Model dan Metode Pembelajaran Model : Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) Metode : tanya jawab, diskusi kelompok H. Nilai Kemanusian 1. Toleransi dalam wujud saling menghargai 2. Berkerjasama I. Langkah-Langkah Kegiatan 1. Kegiatan Awal (20 menit) a. Berdoa b. Absensi c. Siswa mengerjakan pre tes untuk menentukan skor awal siswa. d. Siswa bersama guru membahas hasil mengerjakan pre tes. Konteks e. Motivasi Siswa mencari kertas yang tertuliskan pecahan yang telah disebarkan guru disekitar kelas. f. Apersepsi Siswa bersama guru bertanya jawab dari bilangan pecahan yang telah ditemukan oleh siswa dengan menunjukkan mana yang disebut penyebut dan mana yang disebut pembilang. g. Orientasi Guru menyampaikan materi pembelajaran yaitu belajar mengenai penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. h. Siswa bersama guru membuat kontrak pembelajaran yaitu mengenai: 1) Kegiatan pembelajaran 2) Perhatian siswa 3) Sikap Saling Menghargai

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 2. Kegiatan Inti ( 65 menit) Pengalaman a. Siswa membaca mengenai penjumlahan berpenyebut sama dari rangkuman materi yang diberikan oleh guru atau buku pedoman mata pelajaran matematika. b. Guru memberikan contoh penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan salah satu siswa diminta untuk mengerjakan langsung di papan tulis. Misalnya + c. Siswa bersama guru membahas hasil pekerjaan siswa kemudia guru mempresentasikan materi mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut sama dengan berdiskusi dengan siswa bagaimana cara menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut sama. d. Siswa membuat catatan tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama yang dipresentasikan oleh guru. e. Siswa dibagi dalam kelompok terdiri dari 4 sampai 5 siswa yang ditentukan oleh guru berdasarkan tingkatan kemampuan dari nilai materi sebelumnya dan berdasarkan perbedaan gender. f. Siswa di dalam kelompok menentukan nama kelompoknya yang berkaitan dengan pecahan. g. Siswa secara berkelompok mengerjakan LKS yaitu menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut sama. h. Guru berkeliling ke kelompok-kelompok untuk melihat kinerja siswa. i. Siswa mengoreksi pekerjaan kelompoknya dengan melihat kunci jawaban yang diberikan oleh guru. j. Siswa menampilkan hasil kerja kelompok di depan kelas. k. Siswa bersama guru membahas hasil kerja kelompok yang ditampilkan di depan kelas dan siswa mencatat hal-hal penting.

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 l. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika masih merasa kesulitan. 3. Kegiatan Penutup (35 menit) a. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran hari ini. b. Siswa mengerjakan soal kuis secara individu. c. Siswa bersama guru mengoreksi hasil kuis. d. Siswa di dampingi guru menghitung poin kemajuannya. e. Guru memberikan penghargaan kepada masing-masing kelompok. f. Siswa mengisi penilaian diri dan menuliskan refleksi serta aksi atas pembelajaran hari ini. g. Siswa mencatat tugas yang diberikan untuk mempelajari materi tentang penjumlahan berpenyebut tidak sama. h. Pemberian salam oleh siswa. J. Refleksi 1. Competence Pilihlah ekspresi yang menggambarkan dirimu selama mengikuti pelajaran ini dengan memberi tanda centang pada kolom () ! Senang Sekali Senang Bingung Sedih Membosankan Mengapa kamu memilih ekspresi di atas? 2. Conscience Bagaimana sikapmu dalam menyelesaikan tugas yang dikerjakan secara berkelompok? 3. Compassion Bagaimana kerja sama kelompokmu ketika menyelesaikan tugas?

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 K. Aksi Pembelajaran hari ini, kita belajar bersikap menghargai orang lain, bekerjasama dan bertanggungjawab. L. Penilaian Hasil Belajar 1. Penilaian Competense (terlampir) 2. Penilaian Conscience (terlampir) 3. Penilaian Compassion (terlampir) M. Sumber dan Media Pembelajaran : 1. Sumber : a. Andri,dkk. 2012. Fokus Buku Ajar Acuan Pengayaan Matematika Untuk SD/MI kelas V Semester 2. Sukoharjo: CV Sindunata. b. Khafid dan Suyati. 2006. Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung Jilid 5B. Jakarta: Erlangga. c. Sumanto,dkk. 2008. Gemar Matematika 5 untuk SD.MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. d. Sunaryo. 2007. Matematika 5 Untuk SD/MI Kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. e. Sutopo,dkk. 2011. Ayo Belajar Matematika Kelas 5. Yogyakarta: Kanisius. 2. Media : a. Kertas yang tertulis pecahan b. Keping pecahan Klepu, 20 Januari 2014

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan Kedua Siklus I Sekolah : SD Kanisius Klepu Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : V / 2 Alokasi Waktu : 3 x 40 menit A. Standar Kompetensi : Bilangan : 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar Bilangan : 5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan. C. Indikator Pembelajaran 1. Competence a. Menjelaskan cara penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. b. Menentukan hasil penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. 2. Conscience a. Menunjukkan sikap mengenali potensi diri 3. Compassion a. Menerima berkelompok dengan siapa saja tanpa membedakan gender, penampilan, dan kemampuan. b. Menumbuhkan sikap bekerjasama dan kompak. c. Mendengarkan pendapat teman ketika berdiskusi kelompok d. Menunjukkan sikap menghargai siswa lain yang mengalami kesulitan. D. Tujuan Pembelajaran 1. Competence

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 a. Siswa mampu menjelaskan cara penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama ketika berdiskusi dengan anggota kelompok. (MemahamiProsedural) b. Siswa mampu menentukan hasil dari 3 penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama secara individu. (Mengaplikasikan- Konseptual) 2. Conscience a. Siswa mampu berani bertanya ketika mengalami kesulitan kepada guru atau siswa lain. b. Siswa mampu menunjukkan sikap tanggungjawab dalam menyelesaikan tugas. 3. Compassion a. Siswa mampu menerima berkelompok dengan siapa saja tanpa membedakan gender, penampilan, dan kemampuan. b. Siswa mampu menumbuhkan sikap bekerjasama dan kompak ketika sedang kerja kelompok. c. Siswa mampu mendengarkan pendapat teman ketika berdiskusi kelompok. d. Siswa mampu menunjukkan sikap menghargai siswa lain yang mengalami kesulitan ketika sedang berdiskusi kelompok. E. Materi Ajar : Penjumlahan pecahan dengan penyebut tidak sama F. Pendekatan Pembelajaran : Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) G. Model dan Metode Pembelajaran Model : Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) Metode : tanya jawab, diskusi kelompok H. Nilai Kemanusian 1. Toleransi dalam wujud saling menghargai

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 2. Bertanggung jawab 3. Berkerjasama I. Langkah-Langkah Kegiatan 1. Kegiatan Awal (15 menit) a. Berdoa b. Absensi c. Siswa mengerjakan pre tes untuk menentukan skor awal siswa. d. Siswa bersama guru membahas pre tes yang telah selesai dikerjakan oleh siswa. Konteks e. Motivasi Siswa dengan kelompoknya mencari amplop yang berisi potongan pecahan dan siswa diminta untuk menyusun pecahan tersebut menjadi utuh. f. Apersepsi Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai potongan puzzle tersebut untuk menggali pengetahuan awal siswa mengenai pecahan. g. Orientasi Guru menyampaikan materi pembelajaran yaitu belajar mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. h. Guru mengingatkan kepada siswa mengenai kontrak kerja yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya, yaitu : 1) Kegiatan pembelajaran akan dilakukan secara berkelompok dan guru telah menetapkan anggota kelompok seperti pertemuan sebelumnya. 2) Ketika guru menjelaskan siswa harus memperhatikan karena diakhir pertemuan akan diadakan kuis secara individu dan skor dari kuis ini akan digunakan untuk penilaian akhir kerja kelompok.

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 3) Siswa harus saling menghargai satu sama lain. 4) Ketika ingin bertanya atau menjawab pertanyaan siswa harus mengangkat tangan terlebih dahulu. 2. Kegiatan Inti ( 70 menit) Pengalaman a. Siswa membaca mengenai penjumlahan berpenyebut tidak sama dari rangkuman materi yang diberikan oleh guru atau buku pedoman mata pelajaran matematika. b. Guru memberikan contoh penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama dan salah satu siswa diminta untuk mengerjakan langsung di papan tulis. Misalnya siswa mengerjakan soal seperti di bawah ini : + c. Siswa bersama guru membahas hasil pekerjaan siswa yang berani mengerjakan contoh soal di papan tulis. d. Guru mempresentasikan materi mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama dengan berdiskusi dengan siswa bagaimana cara menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. e. Siswa membuat catatan tentang penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama yang dipresentasikan oleh guru. f. Siswa masuk ke dalam kelompok yang telah dibagi pada pertemuan sebelumnya. g. Siswa secara berkelompok mengerjakan LKS yaitu menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. h. Guru berkeliling ke kelompok-kelompok untuk melihat kinerja siswa dan jika ada kelompok telah selesai mengerjakan tugas maka guru akan memberikan kunci jawab dan meminta siswa mengoreksi pekerjaan mereka. i. Siswa menampilkan hasil kerja kelompok di depan kelas.

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 j. Siswa bersama guru membahas hasil kerja kelompok yang ditampilkan di depan kelas dan siswa mecatat hal-hal penting. 3. Kegiatan Penutup (35 menit) a. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran hari ini. b. Siswa mengerjakan soal kuis secara individu. c. Siswa bersama guru mengoreksi hasil kuis yang telah selesai dikerjakan oleh siswa. d. Siswa di dampingi guru menghitung poin kemajuan. e. Guru memberikan penghargaan kepada masing-masing kelompok. f. melakukan refleksi atas pembelajaran hari ini. g. Siswa mengisi penilaian diri dan menuliskan refleksi serta aksi atas pembelajaran hari ini. h. Siswa mencatat tugas yang diberikan untuk mempelajari materi tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama karena pertemuan berikutnya akan diadakan ulangan. i. Pemberian salam oleh siswa. J. Refleksi 1. Competence Pilihlah ekspresi yang menggambarkan dirimu selama mengikuti pelajaran ini dengan memberi tanda centang pada kolom () ! Senang Sekali Senang Bingung Sedih Membosankan Mengapa kamu memilih ekspresi di atas? 2. Conscience Bagaimana sikapmu dalam menyelesaikan tugas yang dikerjakan secara berkelompok?

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 3. Compassion Bagaimana kerja sama kelompokmu ketika menyelesaikan tugas? K. Aksi Pembelajaran hari ini kita belajar bersikap menghargai orang lain, bekerjasama dan bertanggungjawab. Aksi apa yang akan kamu lakukan untuk menghargai orang lain, bekerjasama dengan siapa pun dan bertanggungjawab menyelesaikan tugas. L. Penilaian Hasil Belajar 1. Penilaian Competense (terlampir) 2. Penilaian Conscience (terlampir) 3. Penilaian Compassion (terlampir) M. Sumber dan Media Pembelajaran : 1. Sumber : a. Andri, dkk. 2012. Fokus Buku Ajar Acuan Pengayaan Matematika Untuk SD/MI kelas V Semester 2. Sukoharjo: CV Sindunata. b. Khafid dan Suyati. 2006. Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung Jilid 5B. Jakarta: Erlangga. c. Sutopo, dkk. 2011. Ayo Belajar Matematika Kelas 5. Yogyakarta: Kanisius. 2. Media : a. Amplop b. Keping pecahan Klepu, 22 Januari 2014

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan Ketiga Siklus I Sekolah : SD Kanisius Klepu Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : V / 2 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit A. Standar Kompetensi : Bilangan : 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar Bilangan : 5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan. C. Indikator Pembelajaran 1. Competence a. Menyebutkan pembilang pada pecahan. b. Menyebutkan penyebut pada pecahan. c. Menjabarkan cara penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. d. Menentukan hasil penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. e. Menjelaskan cara penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. f. Menentukan hasil penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. 2. Conscience a. Sungguh-sungguh dalam mengerjakan soal evaluasi. 3. Compassion a. Menghargai siswa lain yang belum selesai mengerjakan soal evaluasi. D. Tujuan Pembelajaran 1. Competence a. Siswa mampu menyebutkan penyebut dari 3 pecahan ketika berdiskusi bersama. (Mengingat-Faktual)

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 b. Siswa mampu menyebutkan pembilang dari 3 pecahan ketika berdiskusi bersama. (Mengingat-Faktual) c. Siswa mampu menjabarkan cara menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama ketika kerja kelompok. (Memahami- Prosedural) d. Siswa mampu menentukan hasil dari 3 penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama secara individu. (MengaplikasikanKonseptual) e. Siswa mampu menjelaskan cara penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama ketika berdiskusi dengan anggota kelompok. (Memahami-Prosedural). f. Siswa mampu menentukan hasil dari 3 penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama secara individu. (MengaplikasikanKonseptual) 2. Conscience a. Siswa mampu sungguh-sungguh dalam mengerjakan soal evaluasi tanpa bertanya dengan siswa lain. 3. Compassion a. Siswa mampu menghargai siswa lain yang belum selesai mengerjakan soal evaluasi dengan tidak mengganggu atau berbuat gaduh. E. Materi Ajar : 1. Penjumlahan pecahan dengan penyebut sama 2. Penjumlahan pecahan dengan penyebut tidak sama F. Pendekatan Pembelajaran : Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) G. Model dan Metode Pembelajaran Model : Model kooperatif tipe Student Team Devision (STAD) Metode : Tanya jawab

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 H. Nilai Kemanusian 1. Toleransi dalam wujud saling menghargai 2. Bertanggung jawab 3. Sungguh-sungguh I. Langkah-Langkah Kegiatan 1. Kegiatan Awal (15 menit) a. Berdoa b. Absensi Konteks c. Apersepsi Siswa bersama guru melakukan tanya jawab mengenai materi penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut sama sebagai pengulangan sebelum melakukan kuis. d. Motivasi Guru mengajak siswa melakukan tepuk salut. e. Orientasi Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. f. Guru menyampaikan kontrak kerja kepada siswa sebagai berikut : Kuis yang akan diadakan bersifat individu sehingga siswa tidak diperbolehkan untuk bertanya kepada siswa lain, membuka catatan atau melihat pekerjaan siswa lain. 2. Kegiatan Inti (55 menit) Pengalaman a. Guru membagikan soal evaluasi kepada siswa. b. Siswa bersama guru membaca bersama-sama petunjuk pengerjaan soal. c. Siswa mengerjakan soal kuis selama 45 menit. d. Siswa bersama guru membahas soal yang dianggap susah 3. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 b. Siswa melakukan refleksi seta aksi atas pembelajaran hari ini dan mengisi kuesioner sikap toleransi. c. Siswa mencatat tugas yang diberikan oleh guru sebagai persiapan membahas materi selanjutnya yaitu penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. d. Pemberian salam oleh siswa. J. Refleksi 1. Competence Pilihlah ekspresi yang menggambarkan dirimu selama mengikuti pelajaran ini dengan memberi tanda centang pada kolom () ! Senang Sekali Senang Bingung Sedih Membosankan Mengapa kamu memilih ekspresi tersebut? 2. Conscience Bagaimana sikapmu ketika kamu mengerjakan soal evaluasi tadi? 3. Compassion Bagaimana sikapmu dalam menghargai siswa lain ketika temanmu belum selesai mengerjakan soal evaluasi? K. Aksi Pembelajaran hari ini kita belajar bersikap menghargai orang lain, sungguh-sungguh dan bertanggungjawab. Aksi apa yang akan kamu lakukan untuk mewujudkan sikap bersikap menghargai orang lain, sungguh-sungguh dan bertanggungjawab ketika mengerjakan soal evaluasi. L. Penilaian Hasil Belajar 1. Penilaian Competense (terlampir) 2. Penilaian Conscience (terlampir) 3. Penilaian Compassion (terlampir)

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 M. Sumber Pembelajaran : 1. Sumber : a. Andri, dkk. 2012. Fokus Buku Ajar Acuan Pengayaan Matematika Untuk SD/MI kelas V Semester 2. Sukoharjo.CV Sindunata. b. Khafid dan Suyati. 2006. Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung Jilid 5B. Jakarta: Erlangga. c. Sumanto, dkk. 2008. Gemar Matematika 5 untuk SD.MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. d. Sutopo, dkk. 2011. Ayo Belajar Matematika Kelas 5. Yogyakarta: Kanisius. Klepu,23 Januari 2014

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2b RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan Pertama Siklus II Nama Sekolah : SD Kanisius Klepu Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : V / II Alokasi Waktu : 3 x 40 menit A. Standar Kompetensi Bilangan : 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar 5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan. C. Indikator Pembelajaran 1. Competence 1. Menyebutkan berbagai jenis pecahan. 2. Menerangkan cara penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. 3. Menentukan hasil penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. 4. Menampilkan hasil diskusi kelompok. 2. Conscience a. Menunjukkan sikap mengenali potensi diri. 3. Compassion a. Menjalin kerjasama yang kompak dengan seluruh anggota kelompok. b. Menerima berkelompok dengan siapa saja 155

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI f. Menumbuhkan sikap bekerjasama dengan seluruh 156 anggota kelompok. g. Mendengarkan pendapat teman ketika berdiskusi kelompok h. Menunjukkan sikap menghargai siswa lain yang mengalami kesulitan. D. Tujuan Pembelajaran 1. Competence 1. Siswa mampu menyebutkan berbagai dua jenis pecahan ketika berdiskusi bersama. (Mengingat-Faktual) 2. Siswa mampu menerangkan cara penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran ketika kerja kelompok. (MemahamiProsedural) 3. Siswa mampu menentukan hasil dari 3 penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran secara individu. (MengaplikasiKonseptual) 4. Siswa mampu menampilkan hasil diskusi kelompok di depan kelas. 2. Conscience b. Siswa mampu menunjukkan sikap mengenali potensi diri selama mengikuti proses pembelajaran. 3. Compassion a. Siswa mampu menerima berkelompok dengan siapa saja tanpa membedakan gender, penampilan, dan kemampuan. b. Siswa mampu menjalin kerjasama yang kompak dengan seluruh anggota kelompok. c. Siswa mampu menumbuhkan sikap bekerjasama dengan seluruh anggota kelompok. d. Siswa mampu menumbuhkan sikap bekerjasama dan kompak ketika sedang kerja kelompok. e. Siswa mampu mendengarkan pendapat teman ketika berdiskusi kelompok.

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 f. Siswa mampu menunjukkan sikap menghargai siswa lain yang mengalami kesulitan ketika sedang berdiskusi kelompok. E. Materi Ajar Penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran F. Pendekatan Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) G. Model dan Metode Pembelajaran Model : Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achivement Division (STAD) Metode : Diskusi kelompok dan tanya jawab H. Nilai Kemanusian 1. Toleransi dalam wujud menghargai orang lain 2. Peduli 3. Berkerjasama I. Langkah-Langkah Kegiatan 1. Kegiatan Awal (15 menit) a. Berdoa b. Absensi c. Siswa mengerjakan pre tes untuk menentukan skor awal siswa. d. Siswa bersama guru membahas pre tes yang telah selesai dikerjakan oleh siswa. Konteks e. Motivasi Guru mengajak siswa bermain konsentrasi, jika guru menunjukkan pecahan biasa maka siswa memegang kedua telinga dan jika guru menunjukkan pecahan campuran maka siswa harus memegang hidungnya. f. Apersepsi Siswa bersama guru melakukan tanya jawab mengenai pecahan biasa dengan pecahan campuran.

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 g. Orientasi Guru menyampaikan materi pembelajaran yaitu belajar mengenai penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. h. Guru menyampaikan kepada siswa untuk membuat kontrak kerja yang baru atau sama dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kontrak kerja yang dibuat mengenai kegiatan pembelajaran, perhatian siswa dan sikap saling menghargai. 2. Kegiatan Inti (70 menit) Pengalaman a. Salah satu siswa diminta untuk mengerjakan langsung di papan tulis mengenai penjumlahan pecahan biasa dengan pecaha campuran, misalnya + = ... , setelah membaca rangkuman mengenai penjumalan biasa dengan penjumlahan campuran. b. Siswa bersama guru membahas hasil pekerjaan siswa kemudia guru mempresentasikan materi mengenai penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran dengan berdiskusi dengan siswa bagaimana cara menyelesaikan penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. c. Siswa membuat catatan tentang penjumlahan pecahan pecahan biasa dengan pecahan campuran yang dipresentasikan oleh guru. d. Siswa masuk dalam kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya. e. Siswa secara berkelompok mengerjakan LKS yaitu menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru mengenai penjumlahan pecahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. f. Guru berkeliling ke kelompok-kelompok untuk melihat kinerja siswa. g. Siswa mengoreksi pekerjaan kelompoknya dengan melihat kunci jawaban yang diberikan oleh guru.

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 h. Siswa menampilkan hasil kerja kelompok di depan kelas. i. Siswa bersama guru membahas hasil kerja kelompok yang ditampilkan di depan kelas dan siswa mencatat hal-hal penting. j. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika masih merasa kesulitan. 3. Kegiatan Penutup (35 menit) a. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran hari ini. b. Siswa mengerjakan soal kuis secara individu. c. Siswa bersama guru mengoreksi hasil kuis. d. Siswa di dampingi guru menghitung poin kemajuannya. e. Guru memberikan penghargaan kepada masing-masing kelompok. f. Siswa mengisi penilaian diri dan menuliskan refleksi serta aksi atas pembelajaran hari ini. g. Siswa mencatat tugas yang diberikan untuk mempelajari materi tentang penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. J. Refleksi 1. Competence Pilihlah ekspresi yang menggambarkan dirimu selama mengikuti pelajaran ini dengan memberi tanda centang pada kolom () ! Senang Sekali Senang Bingung Sedih Membosankan Mengapa kamu memilih ekspresi di atas? 2. Conscience Bagaimana sikapmu dalam menyelesaikan tugas yang dikerjakan secara berkelompok?

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 3. Compassion Bagaimana kerja sama kelompokmu ketika menyelesaikan tugas? K. Aksi Pembelajaran hari ini kita belajar bersikap menghargai orang lain, bekerjasama dan bertanggungjawab. Aksi apa yang akan kamu lakukan untuk menghargai orang lain, bekerjasama dengan siapa pun dan bertanggungjawab menyelesaikan tugas. L. Penilaian 1. Competence (terlampir) 2. Conscience (terlampir) 3. Compassion (terlampir) M. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Sumber Pembelajaran a. Andri, dkk. 2012. Fokus Buku Ajar Acuan Pengayaan Matematika Untuk SD/MI kelas V Semester 2. Sukoharjo: CV Sindunata. b. Khafid dan Suyati. 2006. Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung Jilid 5B. Jakarta: Erlangga. c. Sunaryo. 2007. Matematika 5 Untuk SD/MI Kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. d. Sutopo, dkk. 2011. Ayo Belajar Matematika Kelas 5.Yogyakarta: Kanisius. 2. Media Pembelajaran : Keping pecahan Klepu, 3 Febuari 2014

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan Kedua Siklus II Sekolah : SD Kanisius Klepu Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : V / 2 Alokasi Waktu : 3 x 40 menit A. Standar Kompetensi : Bilangan : 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar Bilangan : 5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan. C. Indikator Pembelajaran 1. Competence 1. Menguaraikan cara penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran 2. Menentukan hasil penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. 3. Menampilkan hasil diskusi kelompok. 2. Conscience a. Menunjukkan sikap mengenali potensi diri 3. Compassion a. Menerima berkelompok dengan siapa saja. b. Menjalin sikap bekerjasama yang kompak dengan seluruh anggota kelompok. c. Menerima pendapat teman ketika berdiskusi kelompok d. Menunjukkan sikap menghargai siswa lain yang mengalami kesulitan.

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 D. Tujuan Pembelajaran 1. Competence a. Siswa mampu menguaraikan cara penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. (Memahami-Prosedural) b. Siswa mampu menentukan tiga hasil penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. (Mengaplikasi-Konseptual) c. Siswa mampu menampilkan hasil diskusi kelompok di depan kelas. 2. Conscience a. Siswa mampu menunjukkan sikap mengenali potensi diri 3. Compassion a. Siswa mampu menerima berkelompok dengan siapa saja tanpa membedakan gender, penampilan, dan kemampuan. b. Siswa mampu menjalin sikap bekerjasama yang kompak dengan seluruh anggota kelompok. c. Siswa mampu menerima pendapat teman ketika berdiskusi kelompok d. Siswa mampu menunjukkan sikap menghargai siswa lain yang mengalami kesulitan ketika sedang berdiskusi kelompok. E. Materi Ajar : Penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran F. Pendekatan Pembelajaran : Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) G. Model dan Metode Pembelajaran Model : Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) Metode : tanya jawab, diskusi kelompok H. Nilai Kemanusian 1. Toleransi dalam wujud saling menghargai 2. Berkerjasama

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 I. Langkah-Langkah Kegiatan 1. Kegiatan Awal (20 menit) a. Berdoa b. Absensi c. Siswa mengerjakan pre tes untuk menentukan skor awal siswa. d. Siswa bersama guru membahas pre tes yang telah selesai dikerjakan oleh siswa. Konteks e. Motivasi Siswa dengan kelompoknya harus mencari potongan kertas yang tertulis angka 0 sampai 9, dari angka-angka tersebut siswa harus membentuk pecahancampuran sebanyak 2 pecahan campuran. f. Apersepsi Siswa bersama guru bertanya jawab mengenai pecahan campuran yang telah dibuat oleh mereka. g. Orientasi Guru menyampaikan materi pembelajaran yaitu belajar mengenai penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. h. Guru menyampaikan kepada siswa kontrak kerja pada pembelajaran hari ini sama dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kontrak kerja yang dibuat mengenai kegiatan pembelajaran, perhatian siswa dan sikap saling menghargai. 2. Kegiatan Inti ( 65 menit) Pengalaman a. Siswa memperhatikan guru ketika guru mempresentasikan materi mengenai penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran b. Siswa membuat catatan tentang penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran yang dipresentasikan oleh guru.

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 c. Siswa masuk ke dalam kelompok yang telah dibagi pada pertemuan sebelumnya. d. Siswa secara berkelompok mengerjakan LKS yaitu menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru mengenai penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. e. Guru berkeliling ke kelompok-kelompok untuk melihat kinerja siswa. f. Siswa mengoreksi pekerjaan kelompoknya dengan melihat kunci jawaban yang diberikan oleh guru. g. Siswa menampilkan hasil kerja kelompok di depan kelas. h. Siswa bersama guru membahas hasil kerja kelompok yang ditampilkan di depan kelas dan siswa mencatat hal-hal penting. i. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika masih merasa kesulitan. 3. Kegiatan Penutup (35 menit) a. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran hari ini. b. Siswa mengerjakan soal kuis secara individu. c. Siswa bersama guru mengoreksi hasil kuis yang selesai dikerjakan oleh siswa. d. Siswa di dampingi guru menghitung poin kemajuannya. e. Guru memberikan penghargaan kepada masing-masing kelompok. f. Siswa mengisi penilaian diri dan menuliskan refleksi serta aksi atas pembelajaran hari ini. g. Siswa mencatat tugas yang diberikan untuk mempelajari kembali materi tentang penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran dan penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. h. Pemberian salam oleh siswa.

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 J. Refleksi 1. Competence Pilihlah ekspresi yang menggambarkan dirimu selama mengikuti pelajaran ini dengan memberi tanda centang pada kolom () ! Senang Sekali Senang Bingung Sedih Membosankan Mengapa kamu memilih ekspresi di atas? 2. Conscience Bagaimana sikapmu dalam menyelesaikan tugas yang dikerjakan secara berkelompok? 3. Compassion Bagaimana kerja sama kelompokmu ketika menyelesaikan tugas? K. Aksi Pembelajaran hari ini kita belajar bersikap menghargai orang lain, bekerjasama dan bertanggungjawab. Aksi apa yang akan kamu lakukan untuk menghargai orang lain, bekerjasama dengan siapa pun dan bertanggungjawab menyelesaikan tugas. L. Penilaian Hasil Belajar 1. Penilaian Competense (terlampir) 2. Penilaian Conscience (terlampir) 3. Penilaian Compassion (terlampir) M. Sumber dan Media Pembelajaran : 1. Sumber : a. Andri,dkk. 2012. Fokus Buku Ajar Acuan Pengayaan Matematika Untuk SD/MI kelas V Semester 2. Sukoharjo: CV Sindunata.

(189) 166 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Khafid dan Suyati. 2006. Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung Jilid 5B. Jakarta: Erlangga. c. Sumanto, dkk. 2008. Gemar Matematika 5 untuk SD.MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. d. Sunaryo. 2007. Matematika 5 Untuk SD/MI Kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. e. Sutopo, dkk. 2011. Ayo Belajar Matematika Kelas 5.Yogyakarta: Kanisius. 2. Media : a. Kertas tertulis angka0 sampai 9 b. Keping pecahan Klepu, 5 Febuari 2014

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan Ketiga Siklus II Sekolah : SD Kanisius Klepu Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : V / 2 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit A. Standar Kompetensi : Bilangan : 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar Bilangan : 5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan. C. Indikator Pembelajaran 1. Competence a. Menyebutkan berbagai jenis pecahan. b. Menerangkan cara penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. c. Menentukan hasil penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. d. Menguaraikan cara penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran e. Menentukan hasil penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. 2. Conscience a. Sungguh-sungguh dalam mengerjakan soal evaluasi. 3. Compassion a. Menghargai siswa lain yang belum selesai mengerjakan soal evaluasi.

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 D. Tujuan Pembelajaran 1. Competence a. Siswa mampu menyebutkan berbagai dua jenis pecahan ketika berdiskusi bersama. (Mengingat-Faktual) b. Siswa mampu menerangkan cara penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran ketika kerja kelompok. (MemahamiProsedural) c. Siswa mampu menentukan hasil dari 3 penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran secara individu. (MengaplikasiKonseptual) d. Siswa mampu menguaraikan cara penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. (Memahami-Prosedural) e. Siswa mampu menentukan tiga hasil penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. (Mengaplikasi-Konseptual) 2. Conscience a. Siswa mampu sungguh-sungguh dalam mengerjakan soal evaluasi tanpa bertanya dengan siswa lain. 3. Compassion a. Siswa mampu menghargai siswa lain yang belum selesai mengerjakan soal evaluasi dengan tidak mengganggu atau berbuat gaduh. E. Materi Ajar : 1. Penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran 2. Penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran F. Pendekatan Pembelajaran : Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) G. Model dan Metode Pembelajaran Model : Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) Metode : Tanya jawab

(192) 169 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI H. Nilai Kemanusian 1. Toleransi dalam wujud saling menghargai 2. Bertanggung jawab 3. Sungguh-sungguh I. Langkah-Langkah Kegiatan 1. Kegiatan Awal (15 menit) a. Berdoa b. Absensi Konteks c. Apersepsi Siswa bersama guru melakukan tanya jawab mengenai materi penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran dan penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran sebagai pengulangan sebelum melakukan kuis. d. Motivasi Guru mengajak siswa melakukan tepuk salut. e. Orientasi Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. f. Guru menyampaikan kontrak kerja kepada siswa sebagai berikut : 1) Kuis yang akan diadakan bersifat individu sehingga siswa tidak diperbolehkan untuk bertanya kepada siswa lain, membuka catatan atau melihat pekerjaan siswa lain. 2) Kuis harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh karena skor yang di dapat akan mempengaruhi skor akhir kelompok untuk menentukan kelompok super. 2. Kegiatan Inti (55 menit) Pengalaman a. Guru membagikan soal evaluasi kepada siswa. b. Siswa bersama guru membaca bersama-sama petunjuk pengerjaan soal. c. Siswa mengerjakan soal kuis selama 45 menit.

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 d. Siswa bersama guru membahas soal yang dianggap susah 3. Kegiatan Penutup (10 menit) b. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran hari ini. c. Siswa melakukan refleksi seta aksi atas pembelajaran hari ini dan mengisi kuesioner sikap toleransi. d. Pemberian salam oleh siswa. J. Refleksi 1. Competence Pilihlah ekspresi yang menggambarkan dirimu selama mengikuti pelajaran ini dengan memberi tanda centang pada kolom () ! Senang Sekali Senang Bingung Sedih Membosankan Mengapa kamu memilih ekspresi tersebut? 2. Conscience Bagaimana sikapmu ketika kamu mengerjakan soal evaluasi tadi? 3. Compassion Bagaimana sikapmu dalam menghargai siswa lain ketika temanmu belum selesai mengerjakan soal evaluasi? K. Aksi Pembelajaran hari ini kita belajar bersikap menghargai orang lain, sungguh-sungguh dan bertanggungjawab. Aksi apa yang akan kamu lakukan untuk mewujudkan sikap bersikap menghargai orang lain, sungguh-sungguh dan bertanggungjawab ketika mengerjakan soal evaluasi.

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 L. Penilaian Hasil Belajar 1. Penilaian Competense (terlampir) 2. Penilaian Conscience (terlampir) 3. Penilaian Compassion (terlampir) M. Sumber Pembelajaran : 1. Sumber : a. Andri, dkk. 2012. Fokus Buku Ajar Acuan Pengayaan Matematika Untuk SD/MI kelas V Semester 2 .Sukoharjo : CV Sindunata. b. Khafid dan Suyati. 2006.Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung Jilid 5B. Jakarta: Erlangga. c. Sumanto, dkk. 2008. Gemar Matematika 5 untuk SD.MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. d. Sunaryo. 2007. Matematika 5 Untuk SD/MI Kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. e. Sutopo, dkk. 2011.Ayo Belajar Matematika Kelas Yogyakarta: Kanisius. Klepu, 6 Febuari 2014 5.

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3a PENILAIAN PERTEMUAN PERTAMA DAN PERTEMUAN KEDUA SIKLUS I DAN SIKLUS II 1. Penilaian Competense a. Teknik penilaian tes b. Bentuk penilaian Uraian c. Kriteria Penskoran : skor maksimal 3. 1) Jika siswa tidak mengerjakan sama sekali mendapatkan skor 0 2) Jika siswa sudah mencoba menjawab tetap salah dari awal sampai akhir mendapatkan skor 1 3) Jika siswa kurang tepat dalam menjawab (cara pengerjaan salah di awal atau ditengah atau diakhir atau hasil akhir salah) mendapatkan skor 2 4) Jika siswa benar menjawab dari awal sampai akhir mendapatkan skor 3 d. Penskoran : Nilai 2. Penilaian Conscience dan Compassion a. Teknik penilaian non tes b. Bentuk instrumen pengamatan dan penilaian diri c. Contoh Rubik pengamatan salah satu siswa dengan memberikan tanda centang (√) jika siswa teramati atau tidak teramati melakukan setiap pernyataan dari indikator sikap toleransi. 172

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 Keterangan Indikator Pernyataan Menghargai Siswa menjawab siswa lain yang pertanyaan temannya mengalami yang mengalami kesulitan kesulitan dengan menjelaskan caranya. Siswa membuat gaduh ketika selesai mengerjakan tugas tetapi siswa yang lain belum selesai mengerjakan tugas. Saling menghargai tanpa membedakan gender, penampilan, kemampuan Siswa berkelompok siapa saja. menerima dengan Siswa mengucilkan salah satu temannya. Dapat menerima Siswa lebih setuju dengan hal-hal yang pendapat siswa yang berbeda dengan pintar. apa yang dipercayai atau Siswa memaksa pendapat orang pendapatnya yang lain paling benar untuk menjawab tugas. Teramati Tidak Teramati Skor

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 Keterangan Indikator Pernyataan Skor Teramati Menumbuh- kan sikap bekerjasama dan bersinergi Tidak Teramati Siswa menunjukkan sikap bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok. Siswa mendengarkan pendapat siswa lain ketika kegiatan berdiskusi Siswa selalu berusaha memahami materi ketika belum memahaminya. Siswa tidak mengeluh ketika mendapatkan tugas dari guru. Mengenali potensi diri d. Penskoran  Teramati mendapatkan skor 1  Tidak teramati mendapatkan skor 0  Nilai Akhir : Nilai = Jumlah skor yang didapat siswa 10 e. Penilaian Diri Peskoran :  Sesuai mendapatkan skor 1  Tidak sesuai mendapatkan skor 0  Nilai Akhir : Jumlah skor yang didapat siswa 10 x 100 x 100

(198) 175 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Rubrik Penilaian Diri No 1 2 3 4 5 Indikator Pernyataan Menghargai siswa lain yang mengalami kesulitan. Saling menghargai tanpa membedakan suku, gender, penampilan, budaya, kemampuan Dapat menerima hal-hal yang berbeda dengan apa yang dipercayai atau pendapat orang lain Menumbuhkan sikap bekerjasama dan bersinergi. Mengenali potensi diri Jumlah f. Penilaian Keterampilan a. Jenis penilaian non tes b. Bentuk instrumen pengamatan c. Rubik pengamatan a. Saya menjawab pertanyaan teman yang mengalami kesulitan dengan menjelaskan caranya. b. Saya membuat gaduh ketika selesai mengerjakan tugas tetapi teman-teman belum selesai mengerjakan tugas. a. Saya menerima berkelompok dengan siapa saja. b. Saya mengucilkan salah satu temannya. a. Saya lebih setuju dengan pendapat siswa yang pintar. b. Saya memaksa pendapatnya yang paling benar untuk menjawab tugas. a. Saya menunjukkan sikap bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok. b. Saya mendengarkan pendapat teman ketika berdiskusi. a. Saya selalu berusaha memahami materi ketika belum memahaminya. b. Saya tidak mengeluh ketika mendapatkan tugas dari guru. Jumlah Soal 2 2 2 2 2 10

(199) 176 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Aspek yang dinilai Kode Menampilkan hasil diskusi kelompok Teliti dalam menjabarkan cara menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut sama A Ketepatan dalam menentukan hasil penjumlahan pecahan berpenyebut B sama Keseriusan dalam menjelaskan (pandangan mata, kejelasan suara, dan C volume suara) Nama Kelompok :_______________________ No Aspek yang dinilai Nama Anggota Kelompok Teliti Ketepatan Keseriusan Jumlah skor 1 2 3 d. Kriterian Penskoran 1) Teliti Skor Aspek Keterangan Tidak Teliti Cara yang ditampilkan untuk menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut sama salah semua 2 Kurang Teliti Cara yang ditampilkan untuk menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut sama ada bagian yang salah 3 Teliti Cara yang ditampilkan untuk menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut sama benar semua 1

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) Ketepatan Skor Aspek 1 2 3 Keterangan Tidak Tepat Hasil dan cara yang ditampilkan untuk menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut sama salah Kurang Teliti Hasil dan cara yang ditampilkan untuk menyelesaikan dari penjumlahan pecahan berpenyebut sama kurang benar Teliti Hasil dan cara yang ditampilkan untuk menyelesaikan dari penjumlahan pecahan berpenyebut sama benar 3) Keseriusan Skor Aspek Keterangan  1 Tidak Serius    2 Kurang Serius  3 177 Serius    e. Penskoran Nilai = pandangan mata : tidak ke semua siswa hanya ke siswa tertentu, kejelasan suara : sambil tertawa atau bercanda saat menampilkan hasil kerja kelompok volume suara : tidak terdengar ke seluruh ruang kelas pandangan mata : terkadang ke semua siswa kejelasan suara : terkadang tertawa atau bercanda saat menampilkan hasil kerja kelompok volume suara : hanya terdengar di bagian depan kelas pandangan mata : fokus ke semua siswa kejelasan suara : tidak tertawa atau bercanda saat menampilkan hasil kerja kelompok volume suara : terdengar ke seluruh ruang kelas Jumlah skor yang didapat siswa Skor maksimal x 100

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3b PENILAIAN PERTEMUAN KETIGA SIKLUS I DAN SIKLUS II 1. Penilaian Competense a. Teknik penilaian tes b. Bentuk penilaian Pilihan Ganda dan uraian c. Penskoran : Pilihan Ganda : Jawaban Skor Benar 1 Salah 0 Uraian : 1) Jika siswa tidak mengerjakan sama sekali mendapatkan skor 0 2) Jika siswa sudah mencoba menjawab tetap salah dari awal sampai akhir mendapatkan skor 1 3) Jika siswa kurang tepat dalam menjawab (cara pengerjaan salah di awal atau ditengah atau diakhir atau hasil akhir salah) mendapatkan skor 2 4) Jika siswa benar menjawab dari awal sampai akhir mendapatkan skor 3 2. Penilaian Conscience a. Teknik penilaian non tes b. Bentuk instrumen pengamatan c. Rubik pengamatan 178

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Aspek yang dinilai No 179 Jumlah Skor Nama Siswa Sungguh-Sungguh 1 2 3 4 5 d. Kriteria 1) Sungguh-Sungguh Skor Penjelasan Tidak 1 Sungguh-Sungguh Kurang 2 Sungguh-Sungguh 3 Sungguh-Sungguh Keterangan Tidak sungguh-sungguh dalam mengerjakan soal evaluasi dengan sering teramati bertanya dengan siswa lain. Kurang sungguh-sungguh dalam mengerjakan soal evaluasi terkadang teramati bertanya dengan siswa lain. sungguh-sungguh dalam mengerjakan soal evaluasi tanpa bertanya dengan siswa lain. e. Penskoran Nilai = Jumlah skor yang didapat siswa x 100 3. Penilaian Compassion a. Teknik penilaian non tes b. Bentuk instrumen pengamatan dan rubik penilaian diri

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 c. Rubik Pengamatan : Aspek yang dinilai No Jumlah Skor Nama Siswa Menghargai 1 2 3 4 5 d. Kriteria 1. Menghargai siswa lain yang belum selesai mengerjakan soal evaluasi Skor Penjelasan Keterangan 1 Tidak Menghargai Sering mengganggu teman yang belum selesai atau berbuat gaduh disekitar teman yang belum selesai 2 Kurang Menghargai terkadang mengganggu teman yang belum selesai atau berbuat gaduh disekitar teman yang belum selesai 3 Menghargai tidak mengganggu teman yang belum selesai atau berbuat gaduh disekitar teman yang belum selesai e. Penskoran Nilai = Jumlah skor yang didapat siswa x 100

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4a RANGKUMAN MATERI SIKLUS I Pertemuan Pertama Rangkuman Materi Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama Penjumlahan pecahan berpenyebut sama cukuplah mudah. Cara untuk menyelesaikan penjumlahan berpenyebut sama yaitu : Kamu hanya perlu menjumlahkan pembilang dengan Sedangkan penyebut pembilang. tidak di jumlahkan. Perhatikan contoh dibawah ini : Lihatlah gambar dibawah ini! Dua lembar kertas berbentuk persegi panjang dibagi menjadi empat bagian sama panjang. Bagian pertama di kertas pertama di beri warna biru dan bagian pertama serta kedua kertas kedua juga diberi warna biru. Bagian yang diberi warna dari kedua kertas tersebut dijadikan satu maka ada tiga bagian yang diberi warna, maka : 181

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 diberi warna biru + bagian yang berwarna biru dijadikan satu Jadi dapat disimpulkan dari penjelasan diatas yaitu Sumber : a. Khafid, M dan Suyati. 2006. Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung Jilid 5B. Jakarta: Erlangga. b. Sumanto, dkk. 2008. Gemar Matematika 5 untuk SD MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. c. Sutopo, dkk. 2011 .Ayo Belajar Matematika Kelas 5. Yogyakarta: Kanisius.

(206) 183 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertemuan Kedua Rangkuman Materi Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Tidak Sama Menentukan hasil dari penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama, sedikit berbeda dengan cara menentukan hasil dari penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Pada penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama, kamu memerlukan pemahaman yang kuat mengenai KPK tau kelipatan bilangan. Cara untuk menyelesaikan penjumlahan berpenyebut tidak sama yaitu : Pertama :  Samakanlah penyebut dengan menggunakan KPK atau kelipatan bilangan yang kedua memiliki hasil yang sama  Jika sudah penyebut, menyamakan jangan mengalikan lupa pembilang seperti penyebut.  Kemudian jumlahkanlah

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 Sebagai Contoh : KPK dari 2 dan 3 adalah 6 atau Kelipatan 2 = 2, 4, 6, 8, 10, ... Kelipatan 3 = 3, 6, 9, 12, 15, ... Dari hasil kelipatan 2 dan 3 di atas, hasil yang sama adalah 6 Maka : Sumber : a. Khafid, M dan Suyati.2006.Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung Jilid 5B. Jakarta: Erlangga. b. Sumanto ,dkk. 2008. Gemar Matematika 5 untuk SD MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. c. Sutopo, dkk. 2011. Ayo Belajar Matematika Kelas 5. Yogyakarta: Kanisius.

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4b RANGKUMAN MATERI SIKLUS II Pertemuan Pertama Rangkuman Materi Penjumlahan Pecahan Biasa dengan Pecahan Campuran Cara menentukan penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran dapat dilakukan dengan beberapa cara. Kamu dapat mengubah bentuk pecahan campuran menjadi pecahan biasa Atau Kamu dapat memisahkan bilangan bulat pada pecahan campuran dari pecahan biasa. Kemudian pecahan biasa dijumlahkan dengan pecahan biasa. Sebagai contoh : 185

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 Pertama :  pecahan campuran diubah ke pecahan biasa Kedua :  pecahan dikelompokkan  menyamakan penyebut  pecahan sudah dapat dijumlahkan  jika memperoleh hasil pecahan campuran maka bilangan bulat dijumlahkan INGAT : Karena penyebutnya berbeda maka harus menyamakan penyebutnya terlebih dahulu. Langkahnya menyamakan penyebut sama seperti menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. Sumber : a. Khafid, M dan Suyati. 2006. Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung Jilid 5B. Jakarta: Erlangga. b. Sumanto, dkk. 2008. Gemar Matematika 5 untuk SD MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187 Pertemuan Kedua Rangkuman Materi Penjumlahan Pecahan Campuran dengan Pecahan Campuran Penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran memiliki cara penyelesaian yang hampir sama dengan penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. Kamu dapat mengubah bentuk pecahan campuran menjadi pecahan biasa Atau Kamu dapat memisahkan bilangan bulat pada pecahan campuran dari pecahan biasa. Kemudian pecahan biasa dijumlahkan dengan pecahan biasa. Sebagai contoh :

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 Pertama : Kedua : INGAT : Karena penyebutnya sama, maka tidak perlu menyamakan penyebut dan langsung dijumlahkan. Sumber : a. Khafid, M dan Suyati. 2006. Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung Jilid 5B. Jakarta: Erlangga. b. Sumanto, dkk. 2008. Gemar Matematika 5 untuk SD MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. c. Sutopo, dkk. 2011. Ayo Belajar Matematika Kelas 5. Yogyakarta: Kanisius.

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5a Lembar Kerja Siswa Pertemuan Pertama Siklus I Satuan Pendidikan : SD Kanisius Klepu Hari/Tanggal : 20 Januari 2014 Kelas / Semester :V/2 Mata Pelajaran Terkait : Matematika Alokasi Waktu : 20 menit Nama Kelompok: Anggota Kelompok: 1. 2. 3. 4. 5. ____________________________________ ____________________________________ ____________________________________ ____________________________________ ____________________________________ A. Indikator Pembelajaran 1. Menyebutkan pembilang pada pecahan. 2. Menyebutkan penyebut pada pecahan. 3. Menjabarkan cara menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama. 4. Menentukan hasil menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama. B. Petunjuk 1. Tuliskan nama kelompok dan anggota kelompok pada kotak dipojok kanan atas. 2. Kerjakan lembar kerja siswa ini secara berkelompok 3. Presentasikan hasil pekerjaanmu di depan kelas 189

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Kegiatan Belajar 1 1. Ambilah satu sedotan yang telah disediakan oleh guru. 2. Di dalam sedotan terdapat kertas pertanyaan yang harus kalian jawab. 3. Tuliskan pertanyaan yang kalian dapat di lembar jawab. 4. Kerjakan pertanyaan tersebut dengan menggunakan caranya di lembar jawab. 5. Kerjakan dengan teliti. Lembar Jawab Pertanyaan 1 Pertanyaan 2 190

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertanyaan 3 Pertanyaan 4 Pertanyaan 5 191

(215) 192 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertanyaan Lembar Kerja Siswa Pertanyaan 1 Berapa hasil penjumlahan dari : Pertanyaan 2 Hasil dari yaitu . . . . Pertanyaan 3 Tentukan hasil penjumlahan Pertanyaan 4 Ria membeli gula sebanyak kg Sesampainya dirumah, Ria diminta Untuk membeli gula lagi kg. Berapa total gula yang dibeli oleh Pertanyaan 5 Ibu ingin menggoreng ayam untuk Katrin. Sebelum menggoreng Ibu telah membeli minyak goreng liter. Karena kekurangan minyak goreng, akhirnya Ibu membeli lagi minyak goreng goreng yang dibeli ibu? liter. Berapa liter minyak

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5b Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa Pertemuan Pertama Siklus I Satuan Pendidikan : SD Kanisius Klepu Hari/Tanggal : 20 Januari 2014 Kelas / Semester :V/2 Mata Pelajaran Terkait : Matematika Alokasi Waktu : 20 menit A. Indikator Pembelajaran 1. Menyebutkan pembilang pada pecahan. 2. Menyebutkan penyebut pada pecahan. 3. Menjabarkan cara menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama. 4. Menentukan hasil menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama. B. Petunjuk 1. Tuliskan nama kelompok dan anggota kelompok pada kotak dipojok kanan atas. 2. Kerjakan lembar kerja siswa ini secara berkelompok 3. Presentasikan hasil pekerjaanmu di depan kelas C. Kegiatan Belajar 1 1. Ambilah satu sedotan yang telah disediakan oleh guru. 2. Di dalam sedotan terdapat kertas pertanyaan yang harus kalian jawab. 3. Tuliskan pertanyaan yang kalian dapat di lembar jawab. 4. Kerjakan pertanyaan tersebut dengan menggunakan caranya di lembar jawab. 5. Kerjakan dengan teliti. 193

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194 D. Jawaban 1. Hasil penjumlahan dari 5. Diketahui : Minyak goreng pertama liter Jawab : Minyak goreng kedua liter Ditanya : 2. Hasil penjumlahan dari Berapa liter minyak goreng yang dibeli ibu? Jawab : Jawab : Jadi ibu membeli 4 liter minyak 3. Hasil penjumlahan dari Jawab : 4. Diketahui : Gula Pertama kg Gula Kedua kg Ditanya : Berapa total gula yang dibeli oleh Ria? Jawab : Jadi total gula yang dibeli Ria 1 kg goreng

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5c Lembar Soal Pre Tes dan Kuis Pertemuan Pertama Siklus I Nama : No. Absen : Petunjuk : 1. Tuliskan nama dan nomor absen pada kolom kanan atas 2. Soal ini dikerjakan secara individu 3. Kerjakan soal dibawah ini dengan teliti dan menggunakan caranya Pertanyaan : 1. Sebutkan pembilang pada 3 pecahan berikut ini Jawab : , , ! 2. Ayah membeli 1 pizza utuh berbentuk lingkaran yang dibagi menjadi 6 bagian sama besar untuk dimakan bersama dengan Andi dan Nara. Ayah, Andi dan Nara, masing-masing memakan potongan pizza masih potongan pizza. Karena potongan maka Ayah memakan lagi pizza. Berapa banyak potongan pizza yang dimakan ayah? Jawab : 3. Tentukan hasil dari ! Jawab : 195 potongan

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5d Kunci Jawaban Pre Tes dan Kuis Pertemuan Kedua Siklus II Satuan Pendidikan : SD Kanisius Klepu Hari/Tanggal : 5 Febuari 2014 Kelas / Semester : V/2 Mata Pelajaran Terkait : Matematika Alokasi Waktu : 10 menit A. Indikator Hasil Belajar 1. Menyebutkan pembilang pada pecahan. 2. Menyebutkan penyebut pada pecahan. 3. Menjabarkan cara menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama. 4. Menentukan hasil menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama. B. Petunjuk : 1. Tuliskan nama dan nomor absen pada kolom kanan atas 2. Soal ini dikerjakan secara individu 3. Kerjakan soal dibawah ini dengan teliti dan menggunakan caranya C. Jawaban Nomor 1 : Pembilang dari , , yaitu 15, 21, dan 28 Nomor 2 : Nomor 3 : 196

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6a Lembar Kerja Siswa Pertemuan Kedua Siklus I Satuan Pendidikan : SD Kanisius Klepu Hari/Tanggal : 22 Januari 2014 Kelas / Semester :V/2 Mata Pelajaran Terkait : Matematika Alokasi Waktu : 20 menit Nama Kelompok: ___________________________ Anggota Kelompok: 1. 2. 3. 4. 5. _____________________________________ _____________________________________ _____________________________________ _____________________________________ _____________________________________ A. Indikator Hasil Belajar 1. Menyebutkan pecahan yang senilai. 2. Menjelaskan cara penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. 3. Menentukan hasil penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. B. Petunjuk 1. Kerjakan lembar kerja siswa ini secara berkelompok 2. Tuliskan nama kelompok dan anggota kelompok pada kotak dipojok kanan atas. C. Kegiatan Belajar 1 1. Ambilah 1 amplop yang telah disediakan oleh guru. 197

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. 198 Susunlah potongan yang ada di dalam amplop dengan menempelkannya di lembar jawab. 3. Jika telah tersusun, kerjakanlah soal yang terdapat di dalam puzzle tersebut dengan menuliskan pertanyaan dibawah puzzle yang telah terbentuk. 4. Kerjakan pertanyaan dengan menggunakan caranya di lembar jawab. 5. Kerjakan dengan teliti. Lembar Jawab Puzzle TEMPELKAN PUZZLE PADA KOLOM INI Tuliskan cara menjawab pertanyaan dalam puzzle di bawah ini: ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199 Pertanyaan Lembar Kerja Siswa Jodohkan pertanyaan sebelah kiri dengan jawaban di sebelah kanan dengan menuliskan hurufnya! 1. Hasil dari (....) a. b. (....) c. 1 d. (....) e. 2. Ibu mempunyai 2 buah roti. Roti pertama ibu memakan potong. Roti kedua ibu memakan potong. Berapakah total potongan roti yang dimakan oleh ibu ? 3. Tentukan hasil dari

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6b Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa Pertemuan Kedua Satuan Pendidikan : SD Kanisius Klepu Hari/Tanggal : 22 Januari 2014 Kelas / Semester :V/2 Mata Pelajaran Terkait : Matematika Alokasi Waktu : 20 menit A. Indikator Hasil Belajar 1. Menyebutkan pecahan yang senilai. 2. Menjelaskan cara penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. 3. Menentukan hasil penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. B. Petunjuk 1. Kerjakan lembar kerja siswa ini secara berkelompok 2. Tuliskan nama kelompok dan anggota kelompok pada kotak dipojok kanan atas. C. Kegiatan Belajar 1 1. Ambilah 1 amplop yang telah disediakan oleh guru. 2. Susunlah potongan yang ada di dalam amplop dengan menempelkannya di lembar jawab. 3. Jika telah tersusun, kerjakanlah soal yang terdapat di dalam puzzle tersebut dengan menuliskan pertanyaan dibawah puzzle yang telah terbentuk. 4. Kerjakan pertanyaan dengan menggunakan caranya di lembar jawab. 5. Kerjakan dengan teliti. 200

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201 D. Susunan Puzzle Jodohkan pertanyaan sebelah kiri dengan jawaban di sebelah kanan dengan menuliskan hurufnya! (....) 4. Hasil dari a. b. 5. Ibu mempunyai 2 buah roti. Roti pertama ibu memakan potong. Roti kedua ibu memakan (....) potong. Berapakah total potongan roti yang dimakan oleh ibu ? 6. Tentukan hasil dari (....) E. Jawaban 1. KPK dari 4 dan 6 adalah 12, atau Kelipatan yang sama yaitu 12 4 = 4, 8, 12, 16, 20 6=6, 12, 18, 24, 30 (A) 2. Diketahui : Roti pertama : potong Roti Kedua : potong e. c. 1 d.

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Ditanya : Berapakah total potongan roti yang dimakan oleh ibu ? Jawab : KPK 4 dan 5 adalah 20 , atau Kelipatan 4 dan 5 yang sama adalah 20 4 =4, 8, 12, 16, 20 5 =5, 10, 15, 20, 25 total potongan roti yang dimakan oleh ibu ada 3. KPK dari 4 dan 9 yaitu 36 , atau Kelipatan 4 dan 9 yang sama yaitu 36 4 = 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36 9 = 9, 18, 27, 36, 45, 54, 63, 72, 81 (C) potong (D) 202

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6c Lembar Soal Pre Tes dan Kuis Pertemuan Kedua Siklus I Nama : No. Absen : Petunjuk : 1. Tuliskan nama dan nomor absen pada kolom kanan atas 2. Soal ini dikerjakan secara individu 3. Kerjakan soal dibawah ini dengan teliti dan menggunakan caranya Pertanyaan : 1. Marbun dan Lani mempunyai masing-masing satu botol yang berbeda liter air dan botol Lani dapat diisi besarnya. Botol Marbun dapat diisi liter air. Marbun telah menyediakan 1 liter air untuk disikan ke dalam kedua botol tersebut. Berapakah liter air yang dapat diisikan? Jawab : 2. Tentukan hasil penjumlahan dari Jawab : 3. Selesaikan hasil penjumlahan dari Jawab : 203

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6d Kunci Jawaban Pre Tes dan Kuis Pertemuan Kedua Siklus II Satuan Pendidikan Hari/Tanggal : SD Kanisius Klepu : 5 Febuari 2014 Kelas / Semester :V/2 Mata Pelajaran Terkait : Matematika Alokasi Waktu : 10 menit A. Indikator Hasil Belajar 1. Menyebutkan pecahan yang senilai. 2. Menjelaskan cara penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. 3. Menentukan hasil penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama. B. Petunjuk : 1. Tuliskan nama dan nomor absen pada kolom kanan atas 2. Soal ini dikerjakan secara individu 3. Kerjakan soal dibawah ini dengan teliti dan menggunakan caranya C. Jawaban : Nomor 1 = Nomor 2 = Nomor 3 = 204

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7a Lembar Kerja Siswa Pertemuan Pertama Siklus II Satuan Pendidikan : SD Kanisius Klepu Hari/Tanggal : 3 Febuari 2014 Kelas / Semester :V/2 Mata Pelajaran Terkait : Matematika Alokasi Waktu : 25 menit Nama Kelompok:_________________________ Anggota Kelompok: 1. ____________________________________ 2. ____________________________________ 3. ____________________________________ 4. ____________________________________ 5. ____________________________________ A. Indikator Hasil Belajar 1. Menyebutkan berbagai jenis pecahan. 2. Menerangkan cara penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. 3. Menentukan hasil penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. 4. Menampilkan hasil diskusi kelompok. B. Petunjuk 1. Tuliskan nama kelompok dan anggota kelompok pada kotak dipojok kanan atas. 2. Kerjakan lembar kerja siswa ini secara berkelompok C. Kegiatan Belajar 1. Ambilah satu kertas pertanyaan dan satu amplop yang berisi tentang potongan gambar pizza yang tertulis jawaban dari setiap pertanyaan 205

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206 2. Susunlah potongan-potongan gambar pizza menjadi satu pizza utuh dengan menjawab pertanyaan. Pada kertas pertanyaan akan tercantum nomor 1 sampai 8 3. Tempelkan kertas pertanyaan pada kotak pertanyaan dan jawablah menggunakan cara di kotak sebelah kanannya di lembar jawab. 4. Kerjakan dengan teliti. Lembar Jawab Tempelkan Pertanyaan 1 disini Tempelkan Pertanyaan 2 disini Tempelkan Pertanyaan 3 disini Tempelkan Pertanyaan 4 disini

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tempelkan Pertanyaan 5 disini Tempelkan Pertanyaan 6 disini Tempelkan Pertanyaan 7 disini Tempelkan Pertanyaan 8 disini Lembar Menyusun Pizza Susunlah pizza pada lembar ini dengan menempelkan potongan pizza tersebut! 207

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertanyaan Lembar Kerja Siswa No.1 No.2 No.3 No.4 No.5 No.6 No.7 No.8 208

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7b Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa Pertemuan Pertama Siklus II Satuan Pendidikan : SD Kanisius Klepu Hari/Tanggal : 3 Febuari 2014 Kelas / Semester :V/2 Mata Pelajaran Terkait : Matematika Alokasi Waktu : 25 menit A. Indikator Hasil Belajar 1. Menyebutkan berbagai jenis pecahan. 2. Menerangkan cara penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. 3. Menentukan hasil penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. 4. Menampilkan hasil diskusi kelompok. B. Petunjuk 1. Tuliskan nama kelompok dan anggota kelompok pada kotak dipojok kanan atas. 2. Kerjakan lembar kerja siswa ini secara berkelompok. C. Kegiatan Belajar 1 1. Ambilah satu kertas dan satu amplop yang berisi tentang potongan gambar pizza yang tertulis jawaban dari setiap pertanyaan 2. Susunlah potongan-potongan gambar pizza menjadi satu pizza utuh dengan menjawab pertanyaan di dalam amplop. Pada kertas pertanyaan akan tercantum nomor 1 sampai 8 3. Tempelkan kertas pertanyaan pada kotak pertanyaan dan jawablah menggunakan cara di kotak sebelah kanannya di lembar jawab. 4. Kerjakan dengan teliti. 209

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Jawaban CARA I 1. Potongan Pizza 1 ATAU 1. Potongan Pizza 1 2. Potongan Pizza 2 2. Potongan Pizza 2 3. Potongan Pizza 3 3. Potongan Pizza 3 4. Potongan Pizza 4 4. Potongan Pizza 4 5. Potongan Pizza 5 5. Potongan Pizza 5 CARA II 210

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. 6. Potongan Pizza 6 6. Potongan Pizza 6 7. Potongan Pizza 7 7. Potongan Pizza 7 8. Potongan Pizza 8 8. Potongan Pizza 8 Pizza 211

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7c Lembar Soal Pre Tes dan Kuis Pertemuan Pertama Siklus II Nama : No. Absen : Petunjuk : 1. Tuliskan nama dan nomor absen pada kolom kanan atas 2. Soal ini dikerjakan secara individu 3. Kerjakan soal dibawah ini dengan teliti dan menggunakan caranya Pertanyaan : 1. Ibu membeli 2 bungkus gula pasir. Bungkus pertama beratnya 2 bungkus kedua beratnya kg dan kg. Berapa kilogram berat semua gula? Jawab : 2. Jawab : 3. Ibu membeli minyak goreng sebanyak membeli minyak goreng lagi liter. Karena tumpah, akhirnya ibu liter. Berapa banyak minyak goreng yang dibeli ibu? Jawab : 212

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7d Kunci Jawaban Pre Tes dan Kuis Pertemuan Pertama Siklus II Satuan Pendidikan : SD Kanisius Klepu Hari/Tanggal : 3 Febuari 2014 Kelas / Semester :V/2 Mata Pelajaran Terkait : Matematika Alokasi Waktu : 10 menit A. Indikator Hasil Belajar 1. Menyebutkan berbagai jenis pecahan. 2. Menerangkan cara penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. 3. Menentukan hasil penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran. 4. Menampilkan hasil diskusi kelompok. B. Petunjuk : 1. Tuliskan nama dan nomor absen pada kolom kanan atas 2. Soal ini dikerjakan secara individu 3. Kerjakan soal dibawah ini dengan teliti dan menggunakan caranya C. Jawaban : CARA I ATAU Nomor Soal 1 Nomor Soal 1 213 CARA II

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Nomor Soal 2 Nomor Soal 3 Nomor Soal 2 Nomor Soal 3 214

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8a Lembar Kerja Siswa Pertemuan Kedua Siklus II Satuan Pendidikan : SD Kanisius Klepu Hari/Tanggal : 3 Febuari 2014 Kelas / Semester :V/2 Mata Pelajaran Terkait : Matematika Alokasi Waktu : 25 menit Nama Kelompok:_________________________ Anggota Kelompok: 1. ____________________________________ 2. ____________________________________ 3. ____________________________________ 4. ____________________________________ 5. ____________________________________ A. Indikator Pembelajaran 1. Menguaraikan cara penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran 2. Menentukan hasil penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. 3. Menampilkan hasil diskusi kelompok. B. Petunjuk 1. Tuliskan nama kelompok dan anggota kelompok pada kotak dipojok kanan atas. 2. Kerjakan lembar kerja siswa ini secara berkelompok C. Kegiatan Belajar 1. Ambilah satu tumpukan kartu pertanyaan yang terdiri dari 8 pertanyaan mengenai penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran dan tercantum angka 1 sampai 8. 215

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 216 2. Di dalam kelompok, setiap anggota harus mengambil satu kartu dan tidak dapat ditukarkan. 3. Baliklah kartu tersebut dan kerjakan pertanyaan yang di dapatkan kelompokmu secara bersama-sama dengan menggunakan caranya pada kolom di lembar jawab. b. Kerjakan dengan teliti Lembar Jawab Kartu Nomor : ____ Kartu Nomor : ____

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kartu Nomor : ____ Kartu Nomor : ____ Kartu Nomor : ____ 217

(241) 218 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kartu Pertanyaan Lembar Kerja Siswa 1 Ibu pergi ke toko untuk membeli beras karena persedian beras yang hanya tersisa Hasil dari kg. Sesampainya di toko Ibu membeli kg. Berapa banyak beras yang dimiliki Ibu sekarang? 2 Andi membantu Nenek untuk 4 mengambil air di sumur dengan menggunakan dua Ember pertama berisi ember. liter. Sedangkan ember kedua berisi Hasil dari liter. Maka ada berapa liter air yang diambil oleh Andi? 3 5 Hasil dari 6 Hasil dari

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 219 Sella akan pergi ke rumah Paman Cinta dan Anna akan membuat roti Budi dan Paman Darto bersama bolu dan brownis kukus untuk orang kedua orang tuanya. Sebelum ke tua mereka. Cinta dan Anna pergi ke rumah Paman, Sella dan orang toko kue untuk membeli tepung tuanya mampir ke toko untuk terigu. Mereka membeli membelikan gula pasir membuat bolu dan Paman Budi dan kg untuk kg untuk Paman terigu untuk kg untuk kg tepung membuat brownis Darto. Berapa banyak gula yang kukus. Jadi berapa total tepung dibeli Sella dan keluarganya? terigu yang dibeli Cinta dan Anna? 7 8

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8b Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa Pertemuan Kedua Siklus II Satuan Pendidikan : SD Kanisius Klepu Hari/Tanggal : 5 Febuari 2014 Kelas / Semester :V/2 Mata Pelajaran Terkait : Matematika Alokasi Waktu : 25 menit A. Indikator Pembelajaran 1. Menguaraikan cara penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran 2. Menentukan hasil penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. 3. Menampilkan hasil diskusi kelompok. B. Petunjuk 1. Tuliskan nama kelompok dan anggota kelompok pada kotak dipojok kanan atas. 2. Kerjakan lembar kerja siswa ini secara berkelompok C. Kegiatan Belajar 1. Ambilah satu tumpukan kartu pertanyaan yang terdiri dari 8 pertanyaan mengenai penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran dan tercantum angka 1 sampai 8. 2. Di dalam kelompok, setiap anggota harus mengambil satu kartu dan tidak dapat ditukarkan. 3. Baliklah kartu tersebut dan kerjakan pertanyaan yang di dapatkan kelompokmu secara bersama-sama dengan menggunakan caranya pada kolom di lembar jawab. 4. Kerjakan dengan 220 teliti

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Jawaban Cara I 1. Kartu Nomor 1 2. Kartu Nomor 2 atau Cara II 1. Kartu Nomor 1 2. Kartu Nomor 2 =6 =6 3. Kartu Nomor 3 3. Kartu Nomor 3 4. Kartu Nomor 4 4. Kartu Nomor 4 5. Kartu Nomor 5 5. Kartu Nomor 5 221

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Kartu Nomor 6 6. Kartu Nomor 6 7. Kartu Nomor 7 7. Kartu Nomor 7 8. Kartu Nomor 8 8. Kartu Nomor 8 222

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8c Lembar Soal Pre Tes dan Kuis Pertemuan Kedua Siklus II Nama : No. Absen : Petunjuk : 1. Tuliskan nama dan nomor absen pada kolom kanan atas 2. Soal ini dikerjakan secara individu 3. Kerjakan soal dibawah ini dengan teliti dan menggunakan caranya Pertanyaan : 1. Ibu membeli 2 bungkus gula pasir. Bungkus pertama beratnya 2 bungkus kedua beratnya kg. Berapa kilogram berat semua gula? Jawab : 2. Jawab : 3. Jawab : 223 kg dan

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8d Kunci Jawaban Pre Tes dan Kuis Pertemuan Kedua Siklus II Satuan Pendidikan : SD Kanisius Klepu Hari/Tanggal : 5 Febuari 2014 Kelas / Semester :V/2 Mata Pelajaran Terkait : Matematika Alokasi Waktu : 10 menit A. Indikator Hasil Belajar 1. Menguaraikan cara penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran 2. Menentukan hasil penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran. 3. Menampilkan hasil diskusi kelompok. B. Petunjuk : 1. Tuliskan nama dan nomor absen pada kolom kanan atas 2. Soal ini dikerjakan secara individu 3. Kerjakan soal dibawah ini dengan teliti dan menggunakan caranya C. Jawaban : CARA I Nomor Soal 1 ATAU CARA II Nomor Soal 1 224

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Nomor Soal 2 Nomor Soal 3 Nomor Soal 2 Nomor Soal 3 225

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9 SOAL EVALUASI SIKLUS I Nama : No Absen : Petunjuk Pengerjaan : 1. Tuliskan terlebih dahulu nama dan no absen pada kolom kanan atas. 2. Bacalah dengan cermat soal-soal dibawah ini sebelum mengerjakan. 3. Berilah tanda silang (X) pada pilihan jawaban a, b, c, atau d yang kamu pilih. 4. Gunakan lembar HVS pada kosong untuk takaran dengan menyertakan nomor soal. Pertanyaan : 1. Angka 7 pada pecahan ini disebut . . . . a. Penyebut c. b. Pembilang d. Desimal 2. Manakah yang disebut penyebut pada pecahan a. 3, 4, 5 c. b. 4, 5, 8 d. 5, 8, 11 Persen , , ? 5, 9, 11 3. Cara menjumlahkan pecahan berpenyebut sama a. c. b. d. 226 yaitu . . .

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227 =.... 4. Hasil dari a. b. c. d. 5. Ibu Yani membeli semangka di pasar. Sesampainya dirumah, Ibu Yani membagi semangka menjadi 4. Kemudian ibu memberikan potongan semangka ke Ibu Surti. Akan tetapi Ibu Surti masih memiliki potongan semangka. Berapa banyak potongan semangka yang dimiliki oleh ibu Surti? a. b. c. d. adalah . . . 6. Cara yang digunakan untuk menyelesaikan a. = = b. = = c. = = d. = = 7. Ayah membeli roti yang berbentuk lingkaran untuk dimakan bersamasama dengan kedua anaknya yaitu Andi dan Nara. Sesampainya di rumah roti tersebut dibagi menjadi 6 sama besar. Andi memakan 1 bagian dari 6 bagian. Karena masih lapar kemudian Andi memakan lagi 1 bagian dari 6 bagian. Berapa jumlah bagian roti yang dimakan Andi? a. b. c. 8. Perhatikan cara penjumlahan pecahan dibawah ini ! = = d.

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228 Cara penjumlahan diatas untuk menyelesaikan penjumlahan . . . . a. Pecahan biasa dengan pecahan campuran b. Pecahan berpenyebut tidak sama c. Pecahan berpenyebut sama 9. Pecahan campuran dengan pecahan campuranHasil penjumlahan pecahan yaitu . . . . a. b. c. d. =.... 10. Hasil dari a. b. c. d. 11. Langkah awal yang harus dilakukan untuk menyelesaikan .. a. b. c. d. yaitu . . Menyamakan penyebut dengan mencari KPK dari 4 dan 5 Menyamakan penyebut dengan mencari KPK dari 2 dan 3 Menyamakan penyebut dengan mencari FPB dari 4 dan 5 Menyamakan penyebut dengan mencari FPB dari 2 dan 3 =.... 12. b. a. c. d. 13. Dibawah ini cara yang benar untuk menyelesaikan a. KPK dari 9 dan 6 adalah 18 c. KPK dari 9 dan 6 adalah 18 = = adalah . . . = =

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI = = b. FPB dari 9 dan 6 adalah 36 = d. FPB dari 9 dan 6 adalah 36 = = = = = = = =.... 14. Hasil penjumlahan dari b. a. c. d. 15. Ibu membeli 2 bungkus gula pasir. Bungkus pertama beratnya bungkus kedua beratnya a. 1 229 kg dan kg. Berapa kilogram berat semua gula? b. 1 c. 2 d. 2 Petunjuk Pengerjaan : 1. Bacalah dengan cermat soal-soal dibawah ini sebelum mengerjakan! 2. Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan teliti! Pertanyaan : 1. Perhatikan pecahan di samping ini , disamping, tuliskan yang termasuk pembilang! Jawab : , ,dari ketiga pecahan

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 230 2. Ayah membeli 1 pizza utuh berbentuk lingkaran yang dibagi menjadi 8 potong untuk dimakan bersama dengan Andi dan Nara. Ayah memakan potongan pizza. Karena Ayah masih lapar, akhirnya Ayah memakan lagi potongan pizza. Berapa banyak potongan pizza yang dimakan ayah? Jawab : 3. Tentukan hasil dari Jawab : = , tentukanlah hasil n pada penjumlahan pecahan di samping! 4. Jawab: 5. Rona membawa liter air. Yuda membawa liter air. Jika air yang dibawa Rona dan Yuda akan dijadikan satu, maka berapa militer air yang terkumpul? Jawab :

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10 SOAL EVALUASI SIKLUS II Nama : No Absen : Petunjuk Pengerjaan Pertama: 1. Tuliskan terlebih dahulu nama dan no absen pada kolom kanan atas. 2. Bacalah dengan cermat soal-soal dibawah ini sebelum mengerjakan. 3. Berilah tanda silang (X) pada pilihan jawaban a, b, c, atau d yang kamu pilih. 4. Gunakan lembar kosong untuk menghitung dengan menyertakan nomor soalnya. Pertanyaan : merupakan pecahan . . . 1. a. Pecahan biasa b. Pecahan terdiri dari dua angka c. Pecahan terdiri dari tiga angka d. Pecahan campuran 2. Hasil dari a. 3. Hasil dari a. =.... b. c. d. c. d. =.... b. 231

(255) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Langkah awal untuk menyelesaikan menjadi a. Mengubah 232 =.... c. Mengubah = menjadi = b. KPK dari 8 dan 12 adalah 24 adalah 24 d. KPK dari 8 dan 12 = 5. Ayah pergi ke rumah nenek dengan membawakan Ibu juga membawakan liter minyak goreng. liter minyak goreng untuk nenek. Jika minyak goreng dijadikan satu tempat maka berapa total minyak goreng untuk nenek yang dibawakan ayah dan ibu? a. b. 6. Tentukan hasil dari a. c. 3 d. 3 yaitu . . . . b. c. d.

(256) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI =.... 7. Cara untuk menyelesaikan penjumlahan disamping yaitu a. Mengubah 233 menjadi = b. Mengubah menjadi = c. KPK dari 4 dan 5 adalah 20 = d. Menyamakan penyebut dengan menggunakan kelipatan 4 dan 5 yang hasilnya sama. = =.... 8. Hasil penjumlahan dari a. b. c. d. 9. Andi akan membantu ayah mengisi ember penampungan air dengan menggunakan dua ember. Ember pertama berisis Andi berisi liter. Ember kedua liter air. Maka ada berapa liter air yang dibawa Andi untuk mengisi ember penampungan air? a. b. c. d.

(257) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yaitu . . 10. Cara menyelesaikan a. c. b. d. 11. Hasil dari a. =.... b. 12. Ibu membeli tepung sebanyak c. 3 d. kg untuk memasak kue. Karena kekurangan tepung, akhirnya ibu membeli tepung lagi kg. Berapa banyak tepung yang dibeli ibu untuk memasak kue? a. 234 b. c. 8 d. 9

(258) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 235 ? 13. Manakah cara yang benar untuk menyelesaikan a. c. b. d. 14. Hasil dari a. =.... b. 15. Hasil penjumlahan dari c. d. =.... a. c. b. d.

(259) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 236 Petunjuk Pengerjaan Kedua: 1. Bacalah dengan cermat soal-soal dibawah ini sebelum mengerjakan! 2. Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan teliti! Pertanyaan : 1. Anton membeli minyak tanah sebanyak liter. Karena tumpah, akhirnya Anton membeli minyak tanah lagi sebanyak liter. Berapa banyak minyak tanah yang dibeli Anton? Jawab : 2. Selesaikan penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran dibawah ini! Jawab : 3. Tentukan hasil dari Jawab : 4. Hasil dari Jawab : 5. Bu Agnes membeli tepung sebanyak kg untuk membuat kue. Karena kekurangan tepung, akhirnya Bu Agnes membeli lagi banyak tepung yang dibeli Bu Agnes? Jawab : kg. Berapa

(260) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11 KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI SIKLUS I Pilihan Ganda 1. B 6. C 11. A 2. C 7. B 12. D 3. A 8. C 13. B 4. C 9. D 14. A 5. A 10. A 15. B Uraian 1. Diketahui : , , Ditanya : yang disebut pembilang Jawab : 8, 5, dan 10 2. Diketahui :  1 pizza dibagi menjadi 8 potong sama besar  Ayah memakan  Ayah memakan lagi potongan pizza potongan pizza Ditanya : Berapa banyak potongan pizza yang dimakan ayah? Jawab : jadi ayah memakan sebanyak potongan pizza 237

(261) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. 238 Diketahui : Ditanya : hasil dari Jawab : 4. Diketahui : = Ditanya : hasil n Jawab: Jadi n = 5. Diketahui :  Rona membawa liter air  Yuda membawa liter air Ditanya : berapa militer air yang terkumpul oleh Rona dan Yuda? Jawab :

(262) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus II Pilihan Ganda 1. D 6. A 11. D 2. A 7. C 12. A 3. B 8. B 13. B 4. B 9. D 14. B 5. C 10. B 15. D Uraian 1. Diketahui :  Anton membeli minyak tanah sebanyak  Anton membeli minyak tanah lagi sebanyak liter liter Ditanya : Berapa banyak minyak tanah yang dibeli Anton? Jawab : Cara I atau Cara II Jadi minyak tanah yang dibeli Anton sebanyak 2. Diketahui : Ditanya : hasil penjumlahan Jawab : liter. 239

(263) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Cara I atau Cara II atau Cara II 3. Diketahui : Ditanya : hasil dari Jawab : Cara I 240

(264) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Diketahui: Ditanya : Hasil dari Jawab : Cara I atau Cara II 5. Diketahui :  Bu Agnes membeli tepung sebanyak  Bu Agnes membeli lagi kg kg Ditanya : Berapa banyak tepung yang dibeli ibu? Jawab : Cara I atau Cara II Jadi tepung yang dibeli Bu Agnes sebanyak kg. 241

(265) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12 Peringkat 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Pembagian Kelompok STAD Jenis Kelamin Nama Siswa Perempuan Putri Laki-Laki Vian Laki-Laki Panji Perempuan Aya Laki-Laki Wikan Laki-Laki Kykan Laki-Laki Aryo Laki-Laki Paul Perempuan Clara Perempuan Anggita Laki-Laki Adit Perempuan Trisna Laki-Laki Damar Perempuan Herni Laki-Laki Restu Perempuan Paska Laki-Laki Bagas Perempuan Cinta Laki-Laki Rico Laki-Laki Doni Laki-Laki Aga Laki-Laki Yohanes Laki-Laki Fian Perempuan Lina Laki-Laki Vito Laki-Laki Galih Perempuan Mila Laki-Laki Dito Keterangan Siswa berprestasi tinggi Siswa berprestasi sedang Siswa berprestasi rendah 242 Kelompok 1 2 3 4 5 6 1 2 2 1 5 6 3 3 4 5 6 4 3 2 1 4 2 3 4 6 5 1

(266) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kelompok 1 : “Pizza” Jenis Nama Peringkat Kelamin Siswa 1 Perempuan Putri 7 Laki-Laki Haryo 21 Laki-Laki Aga 10 Perempuan Anggita 28 Laki-Laki Dito Kelompok 3 : “Penyebut” Jenis Nama Peringkat Kelamin Siswa 3 Laki-Laki Panji 13 Laki-Laki Damar 14 Perempuan Herni 19 Laki-Laki Rico 24 Perempuan Lina Kelompok 3 : “Penyebut” Jenis Nama Peringkat Kelamin Siswa 5 Laki-Laki Wikan 11 Laki-Laki Adit 16 Perempuan Paska 27 Perempuan Mila 243 Kelompok 2 : “Seperempat” Jenis Nama Peringkat Kelamin Siswa 2 Laki-Laki Vian 8 Laki-Laki Paul 9 Perempuan Clara 20 Laki-Laki Doni 23 Laki-Laki Fian Kelompok 4 : “Diaksir” Jenis Nama Peringkat Kelamin Siswa 4 Perempuan Aya 15 Laki-Laki Restu 18 Perempuan Cinta 22 Laki-Laki Yohanes 25 Laki-Laki Vito Kelompok 4 : “Diaksir” Peringka Jenis Nama t Kelamin Siswa 6 Laki-Laki Kykan 12 Perempuan Trisna 17 Laki-Laki Bagas 26 Laki-Laki Galih

(267) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13 PENGHARGAAN TEAM SIKLUS I 244

(268) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGHARGAAN TEAM SIKLUS II 245

(269) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14a PEDOMAN LEMBAR PENGAMATAN SIKAP TOLERANSI SISWA Sebelum melakukan pengamat dimohon, pengamat mengisi lembar identitas di bawah ini : Identitas Pengamat : a. Nama : ................................................................................. b. Jenis Kelamin : ................................................................................. c. Jabatan : ................................................................................. Pengamatan ini dilakukan pada pertemuan . . . . . . Klepu, ..................................... Pengamat ................................. 246

(270) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI RUBRIK PENGAMATAN Pernyataan Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pal Trn Rco Bgs Glh Ary Nama Siswa Kyk Hrn Clr Cnt Agt Siswa menjawab pertanyaan temannya yang mengalami kesulitah dengan menjelaskan caranya. Siswa tidak membuat gaduh ketika selesai mengerjakan tugas tetapi siswa yang lain belum selesai mengerjakan tugas. Siswa menerima berkelompok dengan siapa saja. Siswa tidak mengucilkan salah satu temannya. Siswa tidak selalu setuju dengan pendapat siswa yang pintar. Siswa tidak memaksa pendapatnya yang paling benar untuk menjawab pertanyaan Siswa menunjukkan sikap bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok. siswa menjawab pertanyaan temannya yang mengalami kesulitan dengan menjelaskan caranya. Siswa selalu berusaha memahami materi ketika belum memahaminya. siswa tidak mengeluh mengerjakan ketika mendapatkan tugas dari guru. 247 Ptr Aya Aga Pnj Lna Rst Dto Vin Dni Psk Yhs Jml

(271) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14b PEDOMAN LEMBAR KUESIONER SIKAP TOLERANSI SISWA Petunjuk : 1) Isilah identitasmu dibawah ini : Nama :……………….......…………………..…………….......... No. Absen : ……………….......…………………..……………......... Nama Kelompok : ……….......…………………..……………................... 2) Perhatikan dan cermatilah setiap pernyataan sebelum memilih jawaban yang sesuai dengan dirimu. 3) Berilah tanda centang (√) pada salah satu kolom pilihan jawaban yang tersedia serta gunakan kejujuranmu dan jangan terpengaruh oleh jawaban temanmu. Hasil jawaban tidak mempengaruhi nilai. 4) Keterangan Pilihan Jawaban : No 1 2 3 4 5 SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai Pernyataan SS Saya menjawab pertanyaan teman ketika bertanya kepada saya. Saya menunggu teman saya yang sedang memikirkan jawaban dari sebuah pertanyaan. Saya mengejek teman saya yang mengalami kesulitan dalam memahami materi. Saya menunjukkan cara menyelesaikan soal ketika teman saya bertanya kepada saya. Saya malas menjawab pertanyaan teman saya ketika dia bertanya kepada saya. 248 S TS STS

(272) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 7 8 9 10 Saya diberi kesempatan untuk bertanya dalam diskusi kelompok Saya berbicara dengan teman lain ketika teman saya sedang bertanya. Saya diperbolehkan untuk mengungkapkan pendapat dari sebuah pertanyaan Saya bermain dengan alat tulis ketika teman sedang berpendapat Saya diperbolehkan untuk mengungkapkan jawaban dari sebuah pertanyaan Saya mendengarkan jawaban teman ketika 11 sedang menyampaikan jawaban dari sebuah pertanyaan. 12 13 14 15 16 17 18 Saya memotong pembicaraan teman ketika sedang berbicara. Saya memilih teman untuk kerja kelompok Saya ikut senang ketika teman saya mendapatkan nilai bagus. Saya dapat bekerjasama dengan semua teman Saya memilih berteman dengan teman yang pintar Saya mau duduk dengan siapa saja walaupun berbeda jenis kelamin. Saya hanya mau bekerja kelompok dengan teman yang pandai Saya tidak protes jawaban teman ketika 19 menyampaikan pendapat yang berbeda dengan pendapat saya. Ketika berdiskusi dengan anggota kelompok, 20 saya menerima perbedaan pendapat di antara kami. 249

(273) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 22 23 24 Saya memaksakan jawaban saya ketika berdiskusi. Saya kompak saat kerja kelompok Saya bermain dengan benda-benda di sekitar saya ketika sedang berdiskusi kelompok Saya bekerjasama dengan teman untuk menyelesaikan tugas kelompok Saya berpendapat ketika diskusi kelompok 25 menyelesaikan permasalahan yang dilakukan secara berkelompok 26 27 28 29 30 Saya bertanya kepada teman untuk memahami materi jika mengalami kesulitan Saya sedih ketika saya tidak dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Saya minder dengan siswa lain yang lebih pintar Saya bertanya kepada guru untuk memahami materi jika mengalami kesulitan Saya terus berusaha untuk menyelesaikan tugas dari guru ^^ Selamat Mengerjakan ^^ 250

(274) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14c PEDOMAN LEMBAR PENILAIAN DIRI SIKAP TOLERANSI SISWA Menilai Diriku Sendiri Mata Pelajaran:Matematika Aspek : Toleransi Petunjuk : 1) Isilah identitasmu dibawah ini : Nama :……………….......…………………..…………… No. Absen : ……………….......…………………..…………… Nama Kelompok : ……….......…………………..…………… 2) Perhatikan dan cermatilah setiap pernyataan sebelum memilih jawaban yang sesuai dengan dirimu. 3) Berilah tanda centang (√) pada salah satu kolom pilihan jawaban yang tersedia serta gunakan kejujuranmu dan jangan terpengaruh oleh jawaban temanmu. Pilihan Jawaban Sesuai dan Tidak sesuai Pilihan Jawaban No 1 Pernyataan Sesuai Saya menjawab pertanyaan teman yang mengalami kesulitan dengan menjelaskan caranya. Saya membuat gaduh ketika selesai mengerjakan 2 tugas tetapi teman-teman belum selesai mengerjakan tugas. 251 Tidak Sesuai

(275) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Saya mau berkelompok dengan siapa saja. 4 Saya mengucilkan salah satu temannya. 5 Saya mendengarkan pendapat siswa yang pintar. 6 7 8 9 10 Saya memaksa pendapatnya yang paling benar untuk menjawab tugas. Saya menunjukkan sikap bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok. Saya mendengarkan pendapat teman ketika berdiskusi. Saya selalu berusaha memahami materi ketika belum memahaminya. Saya tidak mengeluh ketika mendapatkan tugas dari guru. 252

(276) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15a KISI-KISI SOAL TES UJI VALIDASI SIKLUS I Standar Kompetensi : Bilangan a. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar : a. Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan Materi Pokok : 1. Penjumlahan pecahan berpenyebut sama 2. Penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama Komponen Perilaku Indikator Nomor Soal C1 C2 C3 PG : 3,4 Menyebutkan pembilang pada √ pecahan Uraian : 1 PG : 1,2 Menyebutkan penyebut pada √ pecahan Uraian : 2 PG : 5,6,7,8 Menjabarkan cara menjumlahkan √ pecahan berpenyebut sama Uraian : 3,4 PG : 9,10, 11,12 Menentukan hasil menjumlahkan √ pecahan yang berpenyebut sama. Uraian : 5,6 PG : Menjelaskan cara penjumlahan 13,14, 15,16 pecahan berpenyebut tidak √ Uraian : sama. 7,8 PG : Menentukan hasil 17,18, 19,20 penjumlahan pecahan √ Uraian : berpenyebut tidak sama. 9,10 JUMLAH Keterangan : C1 : Mengingat C2 : Memahami C3 : Mengaplikasikan 253 Jumlah Soal PG U 2 1 2 1 4 2 4 2 4 2 4 2 20 10

(277) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15b DATA UJI VALIDITAS SOAL SIKLUS I A. Pilihan Ganda No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 A B C D E F G H I J K L M N O P 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 2 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 4 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 5 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 6 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 7 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Item Soal Pilihan Ganda 8 9 10 11 12 13 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 254 14 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 15 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 16 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 17 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 20 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 Jml 17 18 18 15 18 18 10 17 13 19 20 17 17 10 19 18

(278) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Nama Q R S T U W X Y Z AA AB AC AD Jumlah 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 18 2 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 22 3 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 25 4 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 21 5 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 23 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 27 7 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 26 Item Soal Pilihan Ganda 8 9 10 11 12 13 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 25 25 20 25 27 24 Keterangan : = valid = tidak valid 255 14 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 22 15 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 25 16 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 23 17 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 19 18 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 26 19 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 24 20 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 20 Jml 14 18 14 14 14 18 19 8 17 12 19 20 16 467

(279) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 256 B. Uraian No Nama 1 A 2 B 3 C 4 D 5 E 6 F 7 G 8 H 9 I 10 J 11 K 12 L 13 M 14 N 15 O 16 P 17 Q 18 R 19 S 20 T 21 U 22 W 23 X 24 Y 25 Z 26 AA 27 AB 28 AC 29 AD Jumlah 1 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 79 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 1 2 3 3 3 2 3 3 2 75 Keterangan : = valid = tidak valid 3 2 3 2 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 64 Item soal Uraian 4 5 6 7 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 2 2 3 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 2 2 2 2 3 2 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 73 69 76 69 8 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 73 9 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 3 3 2 3 2 3 2 2 3 3 2 3 73 10 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 2 74 Jmh 24 27 28 25 29 23 26 23 21 23 29 26 22 26 22 27 23 28 24 27 26 23 27 22 27 22 27 22 26 725

(280) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15c REKAP HASIL PENGHITUNGAN UJI VALIDASI SIKLUS I No Item Nilai Korelasi (r) Item no 1 Item no 2 Item no 3 Item no 4 Item no 5 Item no 6 Item no 7 Item no 8 Item no 9 Item no 10 Item no 11 Item no 12 Item no 13 Item no 14 Item no 15 Item no 16 Item no 17 Item no 18 Item no 19 Item no 20 0,462 0,279 0,659 0,220 0,566 0,404 0,450 0,400 0,659 Item no 1 Item no 2 Nilai r tabel (n=29, 5%) Pilihan Ganda 0,367 0,367 0,367 0,367 0,367 0,367 0,367 0,367 0,367 Kesimpulan No Item Soal Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid 1 2 3 4 5 6 7 0,143 0,367 Tidak Valid - 0,368 0,367 Valid 8 0,624 0,367 Valid 9 0,251 0,367 Tidak Valid - 0,435 0,367 Valid 10 0,497 0,367 Valid 11 0,154 0,367 Tidak Valid - 0,516 0,367 Valid 12 0,304 0,367 Tidak Valid (revisi) 13 0,545 0,367 Valid 14 0,407 0,367 Valid 15 0,620 0,288 Uraian 0,367 0,367 Valid Tidak Valid 1 - 257

(281) 258 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Item Item no 3 Item no 4 Item no 5 Item no 6 Item no 7 Item no 8 Item no 9 Item no 10 0,252 0,555 0,662 0,421 0,421 0,788 0,526 Nilai r tabel (n=29, 5%) 0,367 0,367 0,367 0,367 0,367 0,367 0,367 0,323 0,367 Nilai Korelasi (r) Kesimpulan No Item Soal Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 2 3 4 5 Tidak Valid - Sumber : nilai r tabel 5% Masidjo, 1995 : 262

(282) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16a KISI-KISI SOAL EVALUASI UJI VALIDASI SIKLUS II Standar Kompetensi : Bilangan 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar : 5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan Materi Pokok : 1. Penjumlahan pecahan biasa dengan pecahan campuran 2. Penjumlahan pecahan campuran dengan pecahan campuran Komponen Perilaku Indikator Nomor Soal C1 C2 C3 Menyebutkan berbagai jenis pecahan. PG : 1,2,3,4 √ Uraian : 1,2 Menerangkan cara penjumlahan PG : pecahan biasa dengan pecahan 5,6,7,8 √ campuran. Uraian : 3,4 Menentukan hasil penjumlahan PG : pecahan biasa dengan pecahan 9,10,11,12 √ campuran. Uraian : 5,6 Menguaraikan cara penjumlahan PG : pecahan campuran dengan pecahan 13,14, 15,16 √ campuran Uraian : 7,8 Menentukan hasil penjumlahan PG : pecahan campuran dengan pecahan 17,18, 19,20 √ campuran. Uraian : 9,10 JUMLAH Keterangan : C1 : Mengingat C2 : Memahami C3 : Mengaplikasikan 259 Jumlah Soal PG U 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 20 10

(283) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16b DATA UJI VALIDITAS SOAL SIKLUS II A. Pilihan Ganda No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 A B C D E F G H I J K L M N O P 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 2 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 4 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 5 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 6 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 7 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Item Soal Pilihan Ganda 8 9 10 11 12 13 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 260 14 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 15 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 16 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 17 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 18 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 20 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 Jml 17 17 18 15 17 16 10 17 13 18 19 17 17 10 18 18

(284) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Nama 17 Q 18 R 19 S 20 T 21 U 22 W 23 X 24 Y 25 Z 26 AA 27 AB 28 AC 29 AD Jumlah 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 18 2 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 22 3 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 25 4 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 22 5 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 22 6 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 7 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 26 Item Soal Pilihan Ganda 8 9 10 11 12 13 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 25 20 25 27 26 Keterangan : = valid = tidak valid 261 14 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 23 15 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 23 16 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 21 17 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 19 18 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 25 19 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 24 20 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 20 Jml 13 18 14 17 15 18 19 8 17 12 19 19 17 463

(285) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 262 C. Uraian No Nama 1 Item soal Uraian Jmh 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 A 2 2 3 3 3 2 3 2 2 3 25 2 B 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 28 3 C 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 27 4 D 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 28 5 E 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 27 6 F 3 2 2 2 2 2 3 2 2 3 23 7 G 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 29 8 H 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 26 9 I 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 22 10 J 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 26 11 K 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 22 12 L 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 27 13 M 2 3 2 3 2 3 2 2 2 2 23 14 N 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 28 15 O 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3 24 16 P 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 28 17 Q 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 25 18 R 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 30 19 S 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 28 20 T 3 2 2 3 2 2 2 2 3 3 24 21 U 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 27 22 W 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 28 23 X 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 25 24 Y 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 29 25 Z 2 3 2 2 2 3 2 2 3 2 23 26 AA 3 2 2 3 3 2 3 3 2 3 26 27 AB 3 2 3 2 2 3 2 2 2 2 23 28 AC 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 21 29 AD 3 2 2 2 2 2 3 2 2 3 23 78 77 69 75 72 76 72 73 75 78 745 Jumlah Keterangan : = valid = tidak valid

(286) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16c REKAP HASIL PENGHITUNGAN UJI VALIDASI SIKLUS II No Item Item no 1 Item no 2 Item no 3 Item no 4 Item no 5 Item no 6 Item no 7 Item no 8 Item no 9 Item no 10 Item no 11 Item no 12 Item no 13 Item no 14 Item no 15 Item no 16 Item no 17 Item no 18 Item no 19 Item no 20 Item no 1 Item no 2 Nilai Korelasi (r) 0,504 0,326 0,649 0,215 0,492 0,374 0,463 0,408 0,511 Nilai r tabel (n=29, 5%) Pilihan Ganda 0,367 0,367 0,367 0,367 0,367 0,367 0,367 0,367 0,367 Kesimpulan No Item Soal Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid 1 2 3 4 5 6 7 0,120 0,367 Tidak Valid 8 0,408 0,367 Valid 8 0,652 0,367 Valid 9 0,230 0,367 Tidak Valid (revisi) 10 0,404 0,367 Valid 11 0,345 0,367 Tidak Valid 12 -0,114 0,367 Tidak Valid - 0,541 0,367 Valid 13 0,271 0,367 Tidak Valid (revisi) 14 0,560 0,367 Valid 15 0,351 0,367 Tidak Valid - 0,373 0,443 Uraian 0,367 0,367 Valid Valid 1 - 263

(287) 264 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Item Item no 3 Item no 4 Item no 5 Item no 6 Item no 7 Item no 8 Item no 9 Item no 10 0,333 0,640 0,689 0,309 0,378 0,840 0,697 Nilai r tabel (n=29, 5%) 0,367 0,367 0,367 0,367 0,367 0,367 0,367 0,282 0,367 Nilai Korelasi (r) Kesimpulan No Item Soal Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid 2 3 4 5 Tidak Valid - Sumber nilai r tabel 5%: Masidjo, 1995 : 262

(288) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17a DATA UJI RELIABILITAS SOAL SIKLUS I A. Pilihan Ganda 1 Item Valid 3 5 6 7 8 9 11 12 14 15 17 19 12 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 14 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 15 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 1 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 20 Data item yang valid No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 A B C D E F G H I J K L 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 6 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 7 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 8 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 Data Item Valid 9 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 265 Jmh 11 14 13 12 13 12 7 12 9 14 14 13

(289) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Nama 13 M 14 N 15 O 16 P 17 Q 18 R 19 S 20 T 21 U 22 W 23 X 24 Y 25 Z 26 AA 27 AB 28 AC 29 AD Jumlah 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 18 3 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 25 5 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 23 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 27 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 26 8 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 25 Data Item Valid 9 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 25 25 266 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 27 14 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 22 15 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 25 17 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 19 19 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 24 20 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 20 Jmh 13 6 14 13 10 14 10 11 10 12 14 4 12 6 13 14 11 331

(290) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 267 B. Uraian 1 Item Valid 4 5 6 7 8 9 Data item yang valid No Nama 1 A 2 B 3 C 4 D 5 E 6 F 7 G 8 H 9 I 10 J 11 K 12 L 13 M 14 N 15 O 16 P 17 Q 18 R 19 S 20 T 21 U 22 W 23 X 24 Y 25 Z 26 AA 27 AB 28 AC 29 AD Jumlah 1 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 79 4 3 2 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 73 Data Item Valid 5 6 7 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 2 3 3 2 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 3 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 69 76 69 8 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 73 9 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 3 3 2 3 2 3 2 2 3 3 2 3 73 Jmh 17 20 20 16 21 16 19 16 15 16 21 18 15 18 15 19 16 20 16 19 20 17 19 15 19 16 19 14 20 512

(291) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17b HASIL PERHITUNGAN UJI RELIABILITAS SOAL SIKLUS I A. Pilihan Ganda Perhitungan reliabilitas soal pilihan ganda menggunakan SPSS model Cronbach’s Alpha Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .781 14 Hasil perhitungan reliabilitas menggunakan SPSS yaitu 0,781 seperti di tabel reliability statistics. Berdasarkan tabel koefisien reliabilitas menurut Masidjo, hasil 0,781 termasuk dalam kategori “tinggi”. B. Uraian Perhitungan reliabilitas soal uraian menggunakan SPSS model Cronbach’s Alpha Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .710 7 Hasil perhitungan reliabilitas menggunakan SPSS yaitu 0,710 seperti di tabel reliability statistics. Berdasarkan tabel koefisien reliabilitas menurut Masidjo, hasil 0,710 termasuk dalam kategori “tinggi”. 268

(292) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 18a DATA UJI RELIABILITAS SOAL SIKLUS II A. Pilihan Ganda 1 Item Valid 3 5 6 7 8 9 11 12 12 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 27 14 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 23 14 17 19 Data item yang valid No Nama 1 A 2 B 3 C 4 D 5 E 6 F 7 G 8 H 9 I 10 J 11 K 12 L 13 M 14 N 15 O 16 P 17 Q 18 R 19 S 20 T 21 U 22 W 23 X 24 Y 25 Z 26 AA 27 AB 28 AC 29 AD Jumlah 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 18 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 25 5 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 22 6 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 Data Item Valid 7 8 9 11 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 26 25 25 25 269 17 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 19 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 24 Jmh 10 11 11 10 10 11 5 10 7 12 11 11 12 6 12 11 7 12 8 12 10 11 12 4 11 5 11 12 9 284

(293) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 270 B. Uraian Item Valid 9 1 2 4 5 7 8 Data item yang valid No Nama 1 A 2 B 3 C 4 D 5 E 6 F 7 G 8 H 9 I 10 J 11 K 12 L 13 M 14 N 15 O 16 P 17 Q 18 R 19 S 20 T 21 U 22 W 23 X 24 Y 25 Z 26 AA 27 AB 28 AC 29 AD Jumlah 1 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 78 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 77 Data Item Valid 4 5 7 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 3 2 2 3 3 2 2 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 75 72 72 8 2 3 3 3 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 73 9 2 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 75 Jmh 17 21 19 19 20 16 21 19 15 18 14 19 16 20 17 20 16 21 19 17 19 20 17 21 16 19 15 15 16 522

(294) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 18b HASIL PERHITUNGAN UJI RELIABILITAS SOAL SIKLUS II A. Pilihan Ganda Perhitungan reliabilitas soal pilihan ganda menggunakan SPSS model Cronbach’s Alpha. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .756 12 Hasil perhitungan reliabilitas menggunakan SPSS yaitu 0,756 seperti di tabel reliability statistics. Berdasarkan tabel koefisien reliabilitas menurut Masidjo, hasil 0,756 termasuk dalam kategori “tinggi”. B. Uraian Perhitungan reliabilitas soal uraian menggunakan SPSS model Cronbach’s Alpha. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .717 7 Hasil perhitungan reliabilitas menggunakan SPSS yaitu 0,717 seperti di tabel reliability statistics. Berdasarkan tabel koefisien reliabilitas menurut Masidjo, hasil 0,717 termasuk dalam kategori “tinggi”. 271

(295) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19a INSTRUMEN VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN Kepada : ____________________ Mohon bapak/ibu berkenan memberi penilaian pada kelengkapan perangkat pembelajaran dengan melingkari angka yang tertera dalam kolom serta memberikan komentar atas kelayakan instrumen perangkat pembelajaran. A. No. 1 2 3 4 5 Silabus Komponen yang dinilai Kelengkapan komponen silabus Kesesuaian antara SK, KD dan Indikator Kesesuaian pemilihan media belajar Penggunaan bahasa dan tata tulis baku Kesesuaian antara penilaian dengan indikator yang dirumuskan B. RPP No. Komponen yang dinilai 1 Kelengkapan komponen RPP 2 Kesesuaian antara indikator dengan tujuan pembelajaran 3 Rumusan tujuan pembelajaran sesuai dengan prinsip A, B, C, D 4 Isi perumusan tujuan sesuai dengan aspek perkembangan siswa 5 Ketepatan dalam memilik model pembelajaran/pendekatan pembelajaran 6 Ketepatan memilih metode/teknik pembelajaran 7 Pengorganisasian bahan ajar mencukupi cakupannya 8 Urutan komponen RPP logis 9 Rumusan kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan 10 Terdapat kegiatan awal, inti dan akhir 11 Memuat unsur pengalaman yang lengkap (mengkaji, berlatih, mengalami) 12 Rumusan kegiatan awal menarik, variatif dan menimbulkan motivasi belajar siswa 272 1 1 1 1 Skor 2 3 4 2 3 4 2 3 4 2 3 4 Komentar 5 5 5 5 1 2 3 4 5 Skor 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Komentar

(296) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. 13 14 15 16 17 18 19 20 21 C. No. 1 2 3 4 5 6 7 8 D. No. 1 2 3 4 5 Komponen yang dinilai Kegiatan belajar mengkondisikan sikap toleransi siswa Kegiatan akhir/penutup belajar lengkap (evaluasi, refleksi dan tindak lanjut) Kesesuaian antara indikator, tujuan pembelajaran dengan jenis penilaian Menggunakan penilaian yang variatif (otentik assesment) Kualitas rubrik penilaian Kesesuaian dalam memilih media dengan indikator yang akan dicapai Menggunakan bahasa dan tata tulis baku Rumusan indikator dan tujuan pembelajaran tidak bermakna ganda Kesesuaian alokasi waktu dengan kegiatan pembelajaran LKS Komponen yang dinilai Kelengkapan unsur-unsur LKS Kesesuaian Indikator/tujuan pembelajaran dengan LKS Rumusan petunjuk pengerjaan LKS sederhana dan mudah dipahami siswa LKS membantu siswa dalam memahami materi ajar LKS menunjukkan keruntutan kegiatan belajar Tampilan LKS menarik dan indah Terdapat lembar refleksi Penggunaan bahasa dan tata tulis baku Bahan ajar Komponen yang dinilai Materi ajar sesuai dengan rumusan indikator dan tujuan pembelajaran Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip dan prosedur Kesesuaian materi ajar dengan karakteristik peserta didik. Mencantumkan sumber referensi dengan penulisan yang baku Pengorganisasian materi ajar urut dan logis Skor 273 Komentar 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Skor 1 2 3 4 5 Komentar 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Skor 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Komentar

(297) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. 6 7 Komponen yang dinilai Skor Materi ajar cakupannya luas dan 1 2 3 4 5 memadai Kesesuaian alokasi waktu dengan 1 2 3 4 5 kesesuaian materi E. Soal Pre Tes dan Kuis No. Komponen yang dinilai 1 Kesesuaian indikator dengan butir soal 2 Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan jelas 3 Isi materi sesuai dengan tujuan tes 4 Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal 5 Keluasan cakupan soal 6 Soal menanyakan materi yang penting 7 Soal menyatakan pertanyaan yang pasti 8 Rumusan kalimat soal menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai 9 Kalimat yang digunakan sederhana dan tidak berlebihan 10 Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar Keterangan : Skor 1 2 3 4 5 274 Komentar Komentar 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Skor 1  Sangat Tidak Sesuai Skor 2  Tidak Sesuai Skor 3  Kurang Sesuai Skor 4  Sesuai Skor 5  Sangat Sesuai Klepu, ................................... Guru Kelas NIP.

(298) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19b INSTRUMEN VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN Kepada : Yth. A. Yance Eko Sutopo, S.Pd Mohon bapak/ibu berkenan memberi penilaian pada kelengkapan perangkat pembelajaran dengan melingkari angka yang tertera dalam kolom serta memberikan komentar atas kelayakan instrumen perangkat pembelajaran. 275

(299) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 276

(300) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 277

(301) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19c RANGKUMAN HASIL VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN No 1 2 3 4 5 Perangkat Pembelajaran Silabus Expert Judgment Nilai rata-rata Kepala SD Kanisius Klepu Guru Kelas V SD Kanisius Klepu Guru Kelas IV SD Kanisius Klepu Rata-rata Silabus 21 : 5 = 4,2 Rencana Pelaksanaan Kepala SD Kanisius Klepu Pembelajaran (RPP) Guru Kelas V SD Kanisius Klepu Guru Kelas IV SD Kanisius Klepu Rata-rata RPP Lembar Kerja Siswa Kepala SD Kanisius Klepu (LKS) Guru Kelas V SD Kanisius Klepu Guru Kelas IV SD Kanisius Klepu Rata-rata LKS Bahan Ajar Soal Pre Tes dan Kuis Kepala SD Kanisius Klepu Guru Kelas V SD Kanisius Klepu Guru Kelas IV SD Kanisius Klepu Rata-rata Bahan Ajar Kepala SD Kanisius Klepu Guru Kelas V SD Kanisius Klepu Guru Kelas IV SD Kanisius Klepu Rata-rata Soal Pre Tes dan Kuis 278 24 : 5 = 4,8 23 : 5 = 4,6 13,6 : 3 = 4,5 Sangat Baik 89 : 21 = 4,2 93 : 21 = 4,4 92 : 21 = 4,4 13 : 3 = 4,3 Sangat Baik 36 : 8 = 4,5 37 : 8 = 4,7 37 : 8 = 4,7 13,9 : 3 = 4,6 Sangat Baik 36 : 8 = 4,5 37 : 8 = 4,6 35 : 8 = 4,4 13,5 : 3 = 4,5 Sangat Baik 43 : 10 = 4,3 46 : 10 = 4,6 43 : 10 = 4,3 13,2 : 3 = 4,4 Sangat Baik

(302) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 20a INSTRUMEN VALIDASI Yth. Bapak/Ibu...................................... Mohon Bapak/Ibu untuk menilai dengan cara melingkari pada salah satu angka serta memberi komentar pada kolom yang telah tersedia. Keterangan : 1 : sangat tidak sesuai 2 : tidak sesuai 3 : kurang sesuai 4 : sesuai 5 : sangat sesuai Lembar Observasi No Komponen Penilaian 1 Kejelasan susunan lembar observasi 2 3 Kesesuaian indikator dengan aspek yang akan dilihat Skor Komentar 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Penggunaan bahasa 1 2 3 4 5 4 Kejelasan cara pengisian 1 2 3 4 5 5 Ketepatan pedoman penskoran 1 2 3 4 5 Yogyakarta,................................. Validator .................................... 279

(303) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 20b ISIAN HASIL VALIDASI LEMBAR PENGAMATAN 280

(304) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 20c RANGKUMAN HASIL VALIDASI LEMBAR PENGAMATAN No Expert Jugment 1 Dosen Kepala Sekolah SD 2 Kanisius Klepu Guru Kelas V SD 3 Kanisius Klepu Total rata-rata Nilai rata-rata 20 : 5 = 4 Kategori Baik 22 : 5 = 4,4 Sangat Baik 23 : 5 = 4,6 Sangat Baik 13 : 3 = 4,3 Sangat Baik 281

(305) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21a INSTRUMEN VALIDASI Yth. Bapak/Ibu...................................... Mohon Bapak/Ibu untuk menilai dengan cara melingkari pada salah satu angka serta memberi komentar pada kolom yang telah tersedia. Keterangan : 1 : sangat tidak sesuai 2 : tidak sesuai 3 : kurang sesuai 4 : sesuai 5 : sangat sesuai Kuesioner : No Komponen Penilaian 1 Kelengkapan unsur-unsur kuesioner Skor 1 2 3 4 5 2 Kesesuaian antara indikator dan item-item pernyataan 1 2 3 4 5 3 Ketepatan pemilihan kata dalam kuesioner 1 2 3 4 5 4 Terdapat pernyataan unfavorabel dan favorabel 1 2 3 4 5 282 Komentar

(306) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Komponen Penilaian 5 Kejelasan perintah pengisian kuesioner Skor 1 2 3 4 5 6 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 1 2 3 4 5 7 Pertanyaan atau pernyataan tidak bermakna ganda 1 2 3 4 5 8 Pertanyaan atau pernyataan tidak membuat responden berpikir terlalu berat 1 2 3 4 5 9 Pertanyaan atau pernyataan tidak terlalu panjang 1 2 3 4 5 10 Urutan pertanyaan atau pernyataan dimulai dari umum menuju ke khusus 1 2 3 4 5 283 Komentar Yogyakarta,................................. Validator ....................................

(307) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21b ISIAN HASIL VALIDASI LEMBAR KUESIONER 284

(308) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 285

(309) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21c RANGKUMAN HASIL VALIDASI LEMBAR KUESIONER No Expert Jugment 1 Dosen Kepala Sekolah SD 2 Kanisius Klepu Guru Kelas V SD 3 Kanisius Klepu Total rata-rata Nilai rata-rata 42 : 10 = 4,2 Kategori Baik 45 : 10 = 4,5 Sangat Baik 46 : 10 = 4,6 Sangat Baik 13 : 3 = 4,3 Sangat Baik 286

(310) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 22a INSTRUMEN VALIDASI DESAIN PENILAIAN DIRI Yth. Bapak/Ibu Dosen Mohon Bapak/Ibu berkenan menilai dengan cara melingkari pada salah satu angka 1 (sangat tidak sesuai), 2 (tidak sesuai), 3 (kurang sesuai), 4 (sesuai), 5 (sangat sesuai) serta memberi komentar pada kolom yang telah tersedia. No Komponen Penilaian 1 Kesesuaian antara indikator dan item-item pernyataan 2 Ketepatan pemilihan kata dalam penilaian diri 3 Kesesuaian antara pertanyaan dengan pernyataan atau pernyataan dengan pilihan jawaban 4 Terdapat kriteria penskoran dalam penilaian diri 5 Kejelasan perintah pengisian penilaian diri 6 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 7 Pertanyaan atau pernyataan tidak bermakna ganda 8 Pertanyaan atau pernyataan tidak mengiring responden dalam menjawab 9 Urutan pertanyaan atau pernyataan dimulai dari yang umum ke khusus 10 Pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan variabel yang akan diteliti Komentar Skor 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 5 5 5 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Yogyakarta,............................... Validator .............................. 287

(311) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 22b INSTRUMEN VALIDASI DESAIN PENILAIAN DIRI Yth. Bapak Sri Mantoro Mohon Bapak berkenan menilai dengan cara melingkari pada salah satu angka 1 (sangat tidak sesuai), 2 (tidak sesuai), 3 (kurang sesuai), 4 (sesuai), 5 (sangat sesuai) serta memberi komentar pada kolom yang telah tersedia. 288

(312) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 22c RANGKUMAN HASIL VALIDASI LEMBAR PENILAIAN DIRI No Expert Jugment 1 Dosen Kepala Sekolah SD 2 Kanisius Klepu Guru Kelas V SD 3 Kanisius Klepu Total rata-rata Nilai rata-rata 40 : 10 = 4 Kategori Baik 44 : 10 = 4,4 Sangat Baik 46 : 10 = 4,6 Sangat Baik 13 : 3 = 4,3 Sangat Baik 289

(313) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23a INSTRUMEN VALIDASI Yth. Bapak/Ibu...................................... Mohon bapak/ibu guru berkenan memberi penilaian pada soal evaluasi dengan melingkari angka yang tertera dalam kolom skor serta memberikan komentar atas kelayakan instrumen soal evaluasi. Keterangan : 1 : sangat tidak sesuai 2 : tidak sesuai 3 : kurang sesuai 4 : sesuai 5 : sangat sesuai No 1 2 Komponen yang dinilai Kesesuaian indikator dengan butir soal Kalimat yang digunakan sederhana dan tidak berlebihan Skor 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 3 Bahasa jelas, baku dan sederhana 1 2 3 4 5 4 Keluasan cakupan soal 1 2 3 4 5 5 6 7 8 9 10 Pilihan jawaban tidak mengandung ambigusitas Soal menanyakan materi yang penting Soal menanyakan pernyataan yang pasti Urutan alternatif jawaban logis Soal tidak berisi jebakan yang tidak ada jawabannya Pertanyaan tidak mengandung kunci jawaban Komentar 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Yogyakarta, .......................... Validator _______________________ 290

(314) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23b INSTRUMEN VALIDASI Yth. Bapak Sri Mantoro, S.Pd Mohon bapak guru berkenan memberi penilaian pada soal evaluasi dengan melingkari angka yang tertera dalam kolom skor serta memberikan komentar atas kelayakan instrumen soal evaluasi. Keterangan : 1 : sangat tidak sesuai 2 : tidak sesuai 3 : kurang sesuai 4 : sesuai 5 : sangat sesuai 291

(315) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23c RANGKUMAN HASIL VALIDASI SOAL EVALUASI No 1 2 3 Expert Jugment Kepala Sekolah SD Kanisius Klepu Guru Kelas V SD Kanisius Klepu Guru Kelas IV SD Kanisius Klepu Total rata-rata Nilai rata-rata Kategori 45 : 10 = 4,5 Baik 46 : 10 = 4,6 Sangat Baik 45 : 10 = 4,5 Sangat Baik 13,6 : 3 = 4,5 Sangat Baik 292

(316) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 24a DATA HASIL PENGAMATAN SIKAP TOLERANSI KONDISI AWAL Pernyataan Siswa menjawab pertanyaan temannya yang mengalami kesulitah dengan menjelaskan caranya. Siswa tidak membuat gaduh ketika selesai mengerjakan tugas tetapi siswa yang lain belum selesai mengerjakan tugas. Siswa menerima berkelompok dengan siapa saja. Siswa tidak mengucilkan salah satu temannya. Siswa tidak selalu setuju dengan pendapat siswa yang pintar. Siswa tidak memaksa pendapatnya yang paling benar untuk menjawab pertanyaan Siswa menunjukkan sikap bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok. siswa menjawab pertanyaan temannya yang mengalami kesulitan dengan menjelaskan caranya. Siswa selalu berusaha memahami materi ketika belum memahaminya. siswa tidak mengeluh mengerjakan ketika mendapatkan tugas dari guru. JUMLAH Kategori Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pal Trn Rco Bgs Glh Ary Nama Siswa Kyk Hrn Clr Cnt Agt Ptr Aya Aga Pnj Lna Rst Dto Vin Dni Psk Yhs 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5 S 5 S 8 T 9 ST 4 SR 6 S 5 S 5 S 7 T 4 SR 5 S 8 T 5 S 4 SR 5 S 6 S 5 S 6 S 6 S 5 S 8 T 5 S 8 T 7 T 9 ST 6 S 7 T 4 SR 293

(317) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 24b DATA HASIL PENGAMATAN SIKAP TOLERANSI SIKLUS I PERTEMUAN 1 Pernyataan Siswa menjawab pertanyaan temannya yang mengalami kesulitah dengan menjelaskan caranya. Siswa tidak membuat gaduh ketika selesai mengerjakan tugas tetapi siswa yang lain belum selesai mengerjakan tugas. Siswa menerima berkelompok dengan siapa saja. Siswa tidak mengucilkan salah satu temannya. Siswa tidak selalu setuju dengan pendapat siswa yang pintar. Siswa tidak memaksa pendapatnya yang paling benar untuk menjawab pertanyaan Siswa menunjukkan sikap bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok. siswa menjawab pertanyaan temannya yang mengalami kesulitan dengan menjelaskan caranya. Siswa selalu berusaha memahami materi ketika belum memahaminya. siswa tidak mengeluh mengerjakan ketika mendapatkan tugas dari guru. JUMLAH Kategori Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pal Trn Rco Bgs Glh Ary Nama Siswa Kyk Hrn Clr Cnt Agt Ptr Aya Aga Pnj Lna Rst Dto Vin Dni Psk Yhs 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 7 T 6 S 8 T 8 T 7 T 9 ST 8 T 6 S 8 T 7 T 7 T 8 T 6 S 7 T 6 S 6 S 6 S 7 T 6 S 6 S 8 T 6 S 8 T 7 T 8 T 7 T 7 T 6 S 294

(318) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 24c DATA HASIL PENGAMATAN SIKAP TOLERANSI SIKLUS I PERTEMUAN 2 Pernyataan Siswa menjawab pertanyaan temannya yang mengalami kesulitah dengan menjelaskan caranya. Siswa tidak membuat gaduh ketika selesai mengerjakan tugas tetapi siswa yang lain belum selesai mengerjakan tugas. Siswa menerima berkelompok dengan siapa saja. Siswa tidak mengucilkan salah satu temannya. Siswa tidak selalu setuju dengan pendapat siswa yang pintar. Siswa tidak memaksa pendapatnya yang paling benar untuk menjawab pertanyaan Siswa menunjukkan sikap bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok. siswa menjawab pertanyaan temannya yang mengalami kesulitan dengan menjelaskan caranya. Siswa selalu berusaha memahami materi ketika belum memahaminya. siswa tidak mengeluh mengerjakan ketika mendapatkan tugas dari guru. JUMLAH Kategori Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pal Trn Rco Bgs Glh Ary Nama Siswa Kyk Hrn Clr Cnt Agt Ptr Aya Aga Pnj Lna Rst Dto Vin Dni Psk Yhs 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 8 T 7 T 7 T 9 ST 7 T 10 ST 6 S 7 T 7 T 6 S 7 T 6 S 4 SR 5 R 8 T 5 R 8 T 7 T 7 T 7 T 7 T 7 T 7 T 10 ST 9 ST 8 T 6 S 8 T 295

(319) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 24d DATA HASIL PENGAMATAN SIKAP TOLERANSI SIKLUS II PERTEMUAN 1 Pernyataan Siswa menjawab pertanyaan temannya yang mengalami kesulitah dengan menjelaskan caranya. Siswa tidak membuat gaduh ketika selesai mengerjakan tugas tetapi siswa yang lain belum selesai mengerjakan tugas. Siswa menerima berkelompok dengan siapa saja. Siswa tidak mengucilkan salah satu temannya. Siswa tidak selalu setuju dengan pendapat siswa yang pintar. Siswa tidak memaksa pendapatnya yang paling benar untuk menjawab pertanyaan Siswa menunjukkan sikap bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok. siswa menjawab pertanyaan temannya yang mengalami kesulitan dengan menjelaskan caranya. Siswa selalu berusaha memahami materi ketika belum memahaminya. siswa tidak mengeluh mengerjakan ketika mendapatkan tugas dari guru. JUMLAH Kategori Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pal Trn Rco Bgs Glh Ary Nama Siswa Kyk Hrn Clr Cnt Agt Ptr Aya Aga Pnj Lna Rst Dto Vin Dni Psk Yhs 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 7 T 8 T 7 T 8 T 8 T 8 T 7 T 9 ST 8 T 9 ST 7 T 7 T 9 ST 8 T 8 T 8 T 8 T 7 T 7 T 9 ST 8 T 7 T 8 T 10 ST 9 ST 9 ST 9 ST 8 T 296

(320) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 24e DATA HASIL PENGAMATAN SIKAP TOLERANSI SIKLUS II PERTEMUAN 2 Pernyataan Siswa menjawab pertanyaan temannya yang mengalami kesulitah dengan menjelaskan caranya. Siswa tidak membuat gaduh ketika selesai mengerjakan tugas tetapi siswa yang lain belum selesai mengerjakan tugas. Siswa menerima berkelompok dengan siapa saja. Siswa tidak mengucilkan salah satu temannya. Siswa tidak selalu setuju dengan pendapat siswa yang pintar. Siswa tidak memaksa pendapatnya yang paling benar untuk menjawab pertanyaan Siswa menunjukkan sikap bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok. siswa menjawab pertanyaan temannya yang mengalami kesulitan dengan menjelaskan caranya. Siswa selalu berusaha memahami materi ketika belum memahaminya. siswa tidak mengeluh mengerjakan ketika mendapatkan tugas dari guru. JUMLAH Kategori Adt Vto Wk Dmr Mla 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 Trn Rco Bgs Glh Ary Nama Siswa Kyk Hrn Clr Cnt Fan Pal Agt Ptr 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9 ST 9 ST 8 T 9 ST 7 T 10 ST 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 ST 10 ST 9 ST 10 ST 8 T 8 T 9 ST 10 ST 9 ST 9 ST 10 ST 9 ST 7 T 10 ST 9 ST 9 ST 9 ST 8 T 9 ST 10 ST 10 ST 10 ST 297 Aya Aga Pnj Lna Rst Dto Vin Dni Psk Yhs

(321) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 25 HASIL AKHIR PENGAMATAN SIKAP TOLERANSI SISWA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Nama Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pul Trn Fjr Bgs Glh Hry Kyk Hrn Clr Cnt Agt Ptr Dyh Gsg Pnj Lna Rst Dto Van Dni Pka Yhn Jumlah Kondisi Awal Skor Nilai (1 – 10) (1-100) 5 50 5 50 8 80 9 90 4 40 6 60 5 50 5 50 7 70 4 40 5 50 8 80 5 50 4 40 5 50 6 60 5 50 6 60 6 60 5 50 8 80 5 50 8 80 7 70 9 90 6 60 7 70 4 40 167 1670 Siklus 1 Pertemuan 1 (1 – 10) (1-100) 7 70 6 60 8 80 8 80 7 70 9 90 8 80 6 60 8 80 7 70 7 70 8 80 6 60 7 70 6 60 6 60 6 60 7 70 6 60 6 60 8 80 6 60 8 80 7 70 8 80 7 70 7 70 6 60 196 1960 Siklus 2 Pertemuan 2 (1 – 10) (1-100) 8 80 7 70 7 70 9 90 7 70 10 100 6 60 7 70 7 70 6 60 7 70 6 60 4 40 5 50 8 80 5 50 8 80 7 70 7 70 7 70 7 70 7 70 7 70 10 100 9 90 8 80 6 60 8 80 200 2000 298 Pertemuan 1 (1 – 10) (1-100) 7 70 8 80 7 70 8 80 8 80 8 80 7 70 9 90 8 80 9 90 7 70 7 70 9 90 8 80 8 80 8 80 8 80 7 70 7 70 9 90 8 80 7 70 8 80 10 100 9 90 9 90 9 90 8 80 225 2250 Pertemuan 2 (1 – 10) (1-100) 9 90 9 90 8 80 9 90 7 70 10 100 9 90 10 100 9 90 10 100 8 80 8 80 9 90 10 100 9 90 9 90 10 100 9 90 7 70 10 100 9 90 9 90 9 90 8 80 9 90 10 100 10 100 10 100 253 2530

(322) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 26a DATA HASIL ISIAN KUESIONER SIKAP TOLERANSI KONDISI AWAL Skor Setiap Item No Nama 1 Adt 2 Vto 3 Wkn 4 Dmr 5 Mla 6 Fan 7 Pul 8 Trn 9 Fjr 10 Bgs 11 Glh 12 Hry 13 Kyk 14 Hrn 15 Clr 16 Cnt 17 Agt 18 Ptr 19 Dyh 20 Gsg 21 Pnj 22 Lna 23 Rst 24 Dto 25 Van 26 Dni 27 Pka 28 Yhn Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 2 92 2 2 3 3 3 3 4 2 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 2 3 3 3 2 4 3 79 1 3 2 3 2 2 1 3 3 1 3 3 2 2 1 2 2 2 3 3 2 3 2 3 4 1 2 2 63 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 1 3 2 2 3 2 4 3 4 3 4 3 3 2 4 2 2 1 75 3 3 4 2 4 1 3 2 3 2 3 1 3 2 2 3 2 3 3 2 3 2 2 3 4 2 3 2 72 2 2 3 3 2 3 4 4 2 2 4 4 3 3 3 1 3 3 4 3 2 3 3 1 3 2 1 2 75 2 3 4 2 3 1 4 3 2 3 3 2 2 3 3 2 2 4 3 3 4 2 2 2 3 3 3 1 74 2 4 3 3 2 2 3 2 2 1 4 3 1 3 2 3 2 3 2 4 3 3 3 1 3 3 2 2 71 4 1 4 4 3 3 4 3 3 2 1 3 2 4 2 3 2 4 3 2 3 1 3 2 2 1 3 2 74 3 2 3 3 3 2 3 2 4 1 2 1 3 3 3 3 3 3 4 1 4 2 3 2 3 1 3 3 73 1 4 4 3 4 3 4 2 2 2 1 3 3 2 3 4 2 3 3 1 3 2 3 3 4 3 2 2 76 2 2 4 2 2 2 3 2 3 2 2 3 2 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 2 78 2 1 1 3 4 3 4 2 2 2 2 2 3 1 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 4 3 71 3 2 1 2 1 1 3 2 2 3 2 3 2 1 3 2 3 2 3 4 2 2 3 2 3 2 1 1 61 2 2 3 3 3 3 4 3 2 2 3 2 3 2 3 2 2 4 3 2 4 4 2 1 4 3 2 3 76 1 4 3 2 2 2 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 2 3 1 70 3 3 4 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 2 1 1 2 3 3 2 70 3 3 4 3 2 3 4 3 3 1 3 3 3 2 2 3 2 2 4 2 2 3 1 1 3 3 2 2 72 3 2 3 3 2 2 3 2 3 2 1 3 2 3 1 4 3 3 3 2 3 3 2 2 3 2 2 2 69 3 4 3 4 2 2 1 3 2 2 3 2 2 1 3 1 2 2 2 3 3 3 3 3 3 1 2 2 67 2 3 4 3 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 2 3 2 1 3 3 2 3 1 68 3 1 4 3 3 1 3 2 3 3 3 1 1 2 2 1 3 4 2 1 3 3 2 1 3 2 3 3 66 3 4 2 2 3 2 1 3 4 1 2 2 3 3 2 3 3 3 3 2 4 3 1 2 2 2 1 2 68 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 4 3 4 3 3 3 3 4 2 3 4 3 4 2 3 3 2 3 79 2 3 3 3 1 2 2 2 3 1 3 2 3 2 3 4 2 3 4 3 4 2 3 2 2 3 3 2 72 2 1 3 4 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 1 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 71 3 3 1 1 1 3 4 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 4 4 2 2 1 2 2 3 3 3 3 72 2 3 2 2 3 2 3 1 2 2 3 2 2 3 3 2 4 3 3 2 4 3 3 2 3 3 2 2 71 2 2 3 3 2 2 4 2 3 3 2 2 4 2 3 2 2 4 4 2 4 3 3 2 4 4 2 2 77 3 2 3 4 3 3 4 2 2 4 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 4 3 2 2 4 4 3 2 85 299 Skor Toleransi (1-120) 72 76 91 86 78 68 94 73 80 65 76 75 78 73 76 77 76 94 95 75 93 77 73 63 94 73 74 62 2187 Nilai Toleransi (1-100) 60 63 76 72 65 57 78 61 67 54 63 63 65 61 63 64 63 78 79 63 78 64 61 53 78 61 62 52 1823

(323) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 26b DATA HASIL ISIAN KUESIONER SIKAP TOLERANSI SIKLUS I Skor Setiap Item No Nama 1 Adt 2 Vto 3 Wkn 4 Dmr 5 Mla 6 Fan 7 Pul 8 Trn 9 Fjr 10 Bgs 11 Glh 12 Hry 13 Kyk 14 Hrn 15 Clr 16 Cnt 17 Agt 18 Ptr 19 Dyh 20 Gsg 21 Pnj 22 Lna 23 Rst 24 Dto 25 Van 26 Dni 27 Pka 28 Yhn Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 101 2 2 3 3 3 3 4 2 4 2 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 3 4 3 87 3 3 2 3 2 4 3 3 3 2 3 3 2 2 3 2 4 4 3 3 2 3 3 3 4 2 2 2 78 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 2 4 3 2 3 85 3 3 4 2 4 2 3 3 3 2 3 2 3 2 4 3 2 3 3 3 3 2 2 3 4 3 3 2 79 2 2 3 3 2 3 4 4 4 2 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 2 3 4 1 2 82 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 2 2 3 3 2 4 3 3 3 4 2 4 2 3 3 3 3 83 2 4 3 3 2 2 3 2 3 3 4 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 82 4 3 4 4 3 3 3 3 3 2 2 3 2 4 3 3 2 4 3 2 3 1 3 2 4 2 3 2 80 3 2 3 3 3 2 4 2 2 1 2 3 3 3 3 3 3 3 4 2 4 2 3 2 3 2 3 3 76 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 2 3 3 3 3 2 3 2 4 3 4 2 86 2 2 4 2 2 4 3 2 4 3 2 3 2 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 2 82 2 3 3 3 4 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 2 3 3 3 4 3 82 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 2 3 2 4 3 3 3 2 3 4 4 4 3 2 3 3 3 3 80 2 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 2 4 2 3 2 2 4 3 3 4 4 2 1 3 3 2 3 79 1 4 3 2 2 2 3 4 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 2 78 3 3 4 3 3 4 3 3 3 2 2 3 3 2 2 4 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 4 2 82 2 3 4 3 2 3 4 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 4 2 2 3 1 3 3 3 2 2 75 3 2 3 3 2 2 3 2 3 2 2 3 2 3 3 4 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 2 2 71 3 4 3 4 2 2 4 3 4 2 3 2 3 1 3 2 2 3 2 3 4 3 3 3 3 2 3 2 78 2 3 4 3 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 2 4 3 3 3 3 4 1 3 3 2 3 3 75 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 2 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 85 3 4 2 2 3 2 4 3 4 3 2 2 3 3 2 3 4 3 3 3 4 3 2 4 4 3 3 2 83 2 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 2 3 3 2 3 86 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3 4 3 3 4 4 4 2 3 2 2 3 3 2 78 2 2 3 4 3 4 3 3 2 3 2 2 3 3 3 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 4 2 3 82 3 3 2 1 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 4 4 3 2 1 4 4 2 2 2 2 78 4 3 2 2 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 2 88 2 2 3 3 2 3 4 3 4 3 2 2 4 2 4 2 2 4 4 3 4 3 3 3 4 4 2 2 83 3 2 3 4 3 4 4 2 3 4 3 3 4 2 3 4 3 4 3 4 4 3 2 3 4 4 4 2 91 300 Skor Toleransi (1-120) 80 86 96 86 83 86 98 85 94 75 80 82 86 83 90 91 90 98 99 94 98 81 82 83 97 90 87 75 2455 Nilai Toleransi (1-100) 67 72 80 72 69 72 82 71 78 63 67 68 72 69 75 76 75 82 83 78 82 68 68 69 81 75 73 63 2046

(324) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 26c DATA HASIL ISIAN KUESIONER SIKAP TOLERANSI SIKLUS II Skor Setiap Item No Nama 1 Adt 2 Vto 3 Wkn 4 Dmr 5 Mla 6 Fan 7 Pul 8 Trn 9 Fjr 10 Bgs 11 Glh 12 Hry 13 Kyk 14 Hrn 15 Clr 16 Cnt 17 Agt 18 Ptr 19 Dyh 20 Gsg 21 Pnj 22 Lna 23 Rst 24 Dto 25 Van 26 Dni 27 Pka 28 Yhn Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 106 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 102 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 2 3 3 97 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 99 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 96 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 95 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 96 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 2 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 97 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 2 4 3 94 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 2 3 3 89 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 94 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 98 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 96 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 96 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 95 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 97 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 98 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 98 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 2 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 93 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 92 4 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 93 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 93 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 96 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 96 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 2 3 3 3 4 4 3 96 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 99 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 101 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 101 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 103 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 105 301 Skor Toleransi (1-120) 100 99 106 101 103 105 109 102 107 101 103 106 102 105 104 105 108 109 108 107 110 98 101 100 108 100 106 98 2911 Nilai Toleransi (1-100) 83 83 88 84 86 88 91 85 89 84 86 88 85 88 87 88 90 91 90 89 92 82 84 83 90 83 88 82 2426

(325) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 27 SKOR HASIL KUESIONER SIKAP TOLERANSI SISWA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Nama Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pul Trn Fjr Bgs Glh Hry Kyk Hrn Clr Cnt Agt Ptr Dyh Gsg Pnj Lna Rst Dto Van Dni Pka Yhn Jumlah Rata-rata Kondisi Awal Skor Nilai (1-120) (1-100) 72 60 76 63 91 76 86 72 78 65 68 57 94 78 73 61 80 67 65 54 76 63 75 63 78 65 73 61 76 63 77 64 76 63 94 78 95 79 75 63 93 78 77 64 73 61 63 53 94 78 73 61 74 62 62 52 2187 1823 78 65 Siklus I Skor Nilai (1-120) (1-100) 80 67 86 72 96 80 86 72 83 69 86 72 98 82 85 71 94 78 75 63 80 67 82 68 86 72 83 69 90 75 91 76 90 75 98 82 99 83 94 78 98 82 81 68 82 68 83 69 97 81 90 75 87 73 75 63 2455 2046 88 73 302 Siklus II Skor Nilai (1-120) (1-100) 100 83 99 83 106 88 101 84 103 86 105 88 109 91 102 85 107 89 101 84 103 86 106 88 102 85 105 88 104 87 105 88 108 90 109 91 108 90 107 89 110 92 98 82 101 84 100 83 108 90 100 83 106 88 98 82 2911 2426 104 87

(326) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 28a DATA HASIL PENILAIAN DIRI SIKAP TOLERANSI KONDISI AWAL Item Pernyataan No Nama Skor Nilai Toleransi Toleransi Kategori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2 1 3 3 2 2 2 3 3 (1-40) 24 (1-100) 60 Sedang 1 Adt 3 2 Vto 2 2 3 2 3 2 3 3 1 2 23 58 Sedang 3 Wkn 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 27 68 Tinggi 4 Dmr 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 26 65 Tinggi 5 Mla 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 26 65 Tinggi 6 Fan 3 3 2 3 1 3 1 2 3 2 23 58 Sedang 7 Pul 2 3 1 3 2 2 3 3 2 3 24 60 Tinggi 8 Trn 3 2 2 2 2 3 2 2 3 2 23 58 Sedang 9 Fjr 4 3 3 2 3 2 2 2 3 3 27 68 Tinggi 10 Bgs 3 2 1 3 2 2 3 1 2 1 20 50 Rendah 11 Glh 4 3 3 1 3 3 3 3 1 2 26 65 Tinggi 12 Hry 3 3 2 3 1 3 2 3 3 1 24 60 Sedang 13 Kyk 3 3 2 2 3 3 2 1 2 3 24 60 Sedang 14 Hrn 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 26 65 Sedang 15 Clr 2 3 1 3 2 3 3 2 2 3 24 60 Sedang 16 Cnt 3 3 2 2 3 1 2 3 3 3 25 63 Sedang 17 Agt 2 3 2 3 2 3 2 2 2 3 24 60 Sedang 18 Ptr 2 2 2 3 2 3 3 2 3 3 25 63 Tinggi 19 Dyh 4 3 2 2 3 2 3 2 3 2 26 65 Tinggi 20 Gsg 3 3 3 3 2 3 3 3 2 1 26 65 Tinggi 21 Pnj 3 1 2 3 2 2 3 3 2 3 24 60 Tinggi 22 Lna 3 2 3 3 2 3 2 3 1 2 24 60 Sedang 23 Rst 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 26 65 Tinggi 24 Dto 2 3 3 2 3 1 2 1 2 2 21 53 Rendah 25 Van 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 27 68 Tinggi 26 Dni 3 2 1 2 2 2 3 3 1 1 20 50 Rendah 27 Pka 3 2 2 2 3 1 3 2 3 3 24 60 Sedang 28 Yhn 2 3 2 1 2 2 1 2 2 3 20 50 Rendah Jumlah 79 72 58 70 65 67 68 67 64 69 679 1698 24,25 61 Rata-Rata 303 Sedang

(327) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 28b DATA HASIL PENILAIAN DIRI SIKAP TOLERANSI SIKLUS I PERTEMUAN 1 Item Pernyataan No Nama Skor Nilai Toleransi Toleransi Kategori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2 2 3 2 1 3 3 3 3 (1-10) 26 (1-100) 65 Sedang 1 Adt 4 2 Vto 4 2 1 2 2 4 3 3 2 4 27 68 Sedang 3 Wkn 4 4 3 1 3 3 4 4 3 3 32 80 Tinggi 4 Dmr 3 2 3 2 3 2 3 3 3 4 28 70 Tinggi 5 Mla 4 2 4 1 3 2 3 2 2 2 25 63 Sedang 6 Fan 3 2 3 3 3 2 2 3 2 2 25 63 Sedang 7 Pul 4 3 4 3 4 3 3 4 3 1 32 80 Tinggi 8 Trn 2 2 2 2 3 2 3 3 2 3 24 60 Sedang 9 Fjr 2 3 2 2 2 2 2 3 3 2 23 58 Sedang 10 Bgs 2 2 2 3 2 3 2 1 2 2 21 53 Rendah 11 Glh 1 2 2 2 3 2 2 3 1 3 21 53 Rendah 12 Hry 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 27 68 Tinggi 13 Kyk 3 2 3 2 3 2 2 3 2 2 24 60 Sedang 14 Hrn 2 3 1 1 2 3 2 2 3 3 22 55 Sedang 15 Clr 3 2 3 3 3 3 2 2 1 3 25 63 Sedang 16 Cnt 4 3 3 2 2 3 3 3 4 1 28 70 Tinggi 17 Agt 2 3 2 3 2 3 2 2 3 2 24 60 Sedang 18 Ptr 3 4 2 2 4 3 3 2 3 2 28 70 Tinggi 19 Dyh 3 4 3 3 3 3 3 4 3 2 31 78 Tinggi 20 Gsg 1 3 3 4 2 2 3 2 2 3 25 63 Sedang 21 Pnj 3 4 3 2 4 2 3 2 3 3 29 73 Tinggi 22 Lna 2 3 3 2 4 3 2 3 3 3 28 70 Tinggi 23 Rst 3 3 2 3 2 3 1 3 2 3 25 63 Sedang 24 Dto 3 3 2 2 1 2 3 1 2 3 22 55 Sedang i 25 Van 4 4 3 3 4 3 2 3 3 3 32 80 Tinggi 26 Dni 3 3 3 2 3 2 3 3 2 1 25 63 Sedang i 27 Pka 2 3 4 1 2 3 3 2 2 2 24 60 Tinggi 28 Yhn 2 2 3 1 3 1 2 2 2 2 20 50 Rendah Jumlah 79 78 73 63 76 70 72 74 69 69 723 1808 25,82 65 Rata-rata 304 Sedang

(328) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 28c DATA HASIL PENILAIAN DIRI SIKAP TOLERANSI SIKLUS I PERTEMUAN 2 Item Pernyataan No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Skor Nilai Toleransi Toleransi (1-10) (1-100) Kategori 1 Adt 4 3 2 3 2 2 3 3 3 3 28 70 Tinggi 2 Vto 2 3 3 4 3 2 3 3 3 4 30 75 Tinggi 3 Wkn 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 27 67,5 Tinggi 4 Dmr 3 2 3 2 3 2 3 3 3 4 28 70 Tinggi 5 Mla 4 3 4 3 3 2 3 2 2 2 28 70 Tinggi 6 Fan 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 26 65 Sedang 7 Pul 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 33 82,5 Tinggi 8 Trn 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 26 65 Sedang 9 Fjr 2 3 2 2 2 2 2 3 3 2 23 57,5 Sedang 10 Bgs 2 3 2 3 2 3 2 3 3 4 27 67,5 Tinggi 11 Glh 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 27 67,5 Tinggi 12 Hry 3 3 2 3 4 3 3 4 3 3 31 77,5 Tinggi 13 Kyk 3 2 3 2 3 2 2 3 2 2 24 60 Sedang 14 Hrn 2 3 4 3 2 3 3 2 3 3 28 70 Tinggi 15 Clr 3 4 3 3 3 3 2 2 1 3 27 67,5 Tinggi 16 Cnt 4 3 3 2 2 3 3 3 4 1 28 70 Tinggi 17 Agt 2 3 2 4 2 3 4 2 3 2 27 67,5 Tinggi 18 Ptr 3 4 2 2 4 3 3 2 3 2 28 70 Tinggi 19 Dyh 3 4 3 3 3 3 3 4 3 2 31 77,5 Tinggi 20 Gsg 3 3 3 4 2 2 3 3 2 3 28 70 Tinggi 21 Pnj 3 4 3 2 4 2 3 2 3 3 29 72,5 Tinggi 22 Lna 2 3 3 2 4 3 2 3 3 3 28 70 Tinggi 23 Rst 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 28 70 Tinggi 24 Dto 3 3 2 2 1 2 3 3 2 3 24 60 Sedang 25 Van 4 4 3 3 4 3 2 3 3 3 32 80 Tinggi 26 Dni 3 3 3 2 3 2 3 3 2 2 26 65 Tinggi 27 Pka 2 3 4 1 2 3 3 2 2 2 24 60 Sedang 28 Yhn 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 27 67,5 Tinggi 79 83 80 75 79 71 78 79 74 75 773 1923,5 27,60 69,02 Jumlah rata-rata 305 Tinggi

(329) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 28d DATA HASIL PENILAIAN DIRI SIKAP TOLERANSI SIKLUS II PERTEMUAN 1 Item Pernyataan No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Skor Nilai Toleransi Toleransi Kategori (1-100) 80 Tinggi 1 Adt 4 3 3 3 3 2 3 4 4 3 (1-10) 32 2 Vto 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 33 82,5 Tinggi 3 Wkn 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 27 67,5 Tinggi Dmr 3 2 3 2 3 3 3 3 3 4 29 72,5 Tinggi Mla 4 3 4 3 3 2 3 2 2 2 28 70 Tinggi Fan 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 32 80 Sedang 7 Pul 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 34 85 Sangat Tinggi 8 Trn 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 31 77,5 Tinggi 9 Fjr 2 3 3 4 3 3 3 3 3 4 31 77,5 Tinggi 10 Bgs 3 3 2 3 4 3 3 3 3 4 31 77,5 Tinggi 11 Glh 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 31 77,5 Tinggi Hry 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 32 80 Tinggi Kyk 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 33 82,5 Sangat Tinggi Hrn 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 33 82,5 Sangat Tinggi 15 Clr 3 4 4 3 3 3 3 2 3 3 31 77,5 Tinggi 16 Cnt 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 33 82,5 Sangat Tinggi 17 Agt 3 3 3 4 4 3 4 2 3 2 31 77,5 Tinggi 18 Ptr 3 4 2 3 4 3 3 3 3 3 31 77,5 Tinggi 19 Dyh 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 34 85 Sangat Tinggi Gsg 3 3 3 4 2 2 3 3 2 3 28 70 Tinggi Pnj 3 4 3 2 4 2 3 2 3 3 29 72,5 Tinggi Lna 2 3 3 2 4 3 2 3 3 3 28 70 Tinggi 23 Rst 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 28 70 Tinggi 24 Dto 3 3 4 2 3 2 3 3 3 3 29 72,5 Sedang 25 Van 4 4 3 3 4 3 2 3 3 3 32 80 Tinggi 26 Dni 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 31 77,5 Tinggi 27 Pka 3 3 4 3 3 3 3 2 2 2 28 70 Sedang Yhn 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 28 70 Tinggi 82 858 2145 30,64 76,61 4 5 6 12 13 14 20 21 22 28 Jumlah 28 87 88 89 83 92 82 84 82 rata-rata 306 Tinggi

(330) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 28e DATA HASIL PENILAIAN DIRI SIKAP TOLERANSI SIKLUS II PERTEMUAN 2 Item Pernyataan No Nama Skor Nilai Toleransi Toleransi Kategori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 3 3 3 3 2 3 4 4 3 (1-10) 32 (1-100) 80 Tinggi 1 Adt 4 2 Vto 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 33 82,5 Tinggi 3 Wkn 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 31 77,5 Tinggi 4 Dmr 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 33 82,5 Sangat Tinggi 5 Mla 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 34 85 Sangat Tinggi 6 Fan 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 33 82,5 Tinggi Pul 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 34 85 Sangat Tinggi Trn 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 34 85 Tinggi 3 3 4 3 3 4 3 4 4 35 87,5 Tinggi 7 8 9 Fjr 4 10 Bgs 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 34 85 Tinggi 11 Glh 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 33 82,5 Tinggi 12 Hry 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 33 82,5 Tinggi 13 Kyk 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 35 87,5 Tinggi 14 Hrn 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 33 82,5 Sangat Tinggi Clr 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 32 80 Tinggi Cnt 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 33 82,5 Tinggi 17 Agt 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 33 82,5 Tinggi 18 Ptr 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 35 87,5 Sangat Tinggi 19 Dyh 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 34 85 Sangat Tinggi 20 Gsg 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 32 80 Tinggi 21 Pnj 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 30 75 Sangat Tinggi 22 Lna 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 33 82,5 Tinggi Rst 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 35 87,5 Sangat Tinggi Dto 3 3 4 2 3 2 3 3 3 3 29 72,5 Tinggi 25 Van 4 4 3 3 4 3 2 3 3 3 32 80 Sangat Tinggi 26 Dni 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 35 87,5 Tinggi 27 Pka 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 33 82,5 Tinggi 28 Yhn 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 33 82,5 Tinggi 95 95 92 93 94 92 87 90 92 96 926 2320 33,07 82,86 15 16 23 24 Jumlah rata-rata 307 Sangat Tinggi

(331) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 29 SKOR HASIL AKHIR PENILAIAN DIRI SIKAP TOLERANSI SISWA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Nama Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pul Trn Fjr Bgs Glh Hry Kyk Hrn Clr Cnt Agt Ptr Dyh Gsg Pnj Lna Rst Dto Van Dni Pka Yhn Jumlah Kondisi Awal Skor Nilai (1-10) (1-100) 24 60 23 58 27 68 26 65 26 65 23 58 24 60 23 58 27 68 20 50 26 65 24 60 24 60 26 65 24 60 25 63 24 60 25 63 26 65 26 65 24 60 24 60 26 65 21 53 27 68 20 50 24 60 20 50 679 1698 Siklus I Pertemuan 1 (1-10) (1-100) 26 65 27 68 32 80 28 70 25 63 25 63 32 80 24 60 23 58 21 53 21 53 27 68 24 60 22 55 25 63 28 70 24 60 28 70 31 78 25 63 29 73 28 70 25 63 22 55 32 80 25 63 24 60 20 50 723 1808 Pertemuan 2 (1-10) (1-100) 28 70 30 75 27 67,5 28 70 28 70 26 65 33 82,5 26 65 23 57,5 27 67,5 27 67,5 31 77,5 24 60 28 70 27 67,5 28 70 27 67,5 28 70 31 77,5 28 70 29 72,5 28 70 28 70 24 60 32 80 26 65 24 60 27 67,5 773 1923,5 308 Siklus II Pertemuan 1 Pertemuan 2 (1-10) (1-100) (1-10) (1-100) 32 80 32 80 33 82,5 33 82,5 27 67,5 31 77,5 29 72,5 33 82,5 28 70 34 85 32 80 33 82,5 34 85 34 85 31 77,5 34 85 31 77,5 35 87,5 31 77,5 34 85 31 77,5 33 82,5 32 80 33 82,5 33 82,5 35 87,5 33 82,5 33 82,5 31 77,5 32 80 33 82,5 33 82,5 31 77,5 33 82,5 31 77,5 35 87,5 34 85 34 85 28 70 32 80 29 72,5 30 75 28 70 33 82,5 28 70 35 87,5 29 72,5 29 72,5 32 80 32 80 31 77,5 35 87,5 28 70 33 82,5 28 70 33 82,5 858 2145 926 2320

(332) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 30a NILAI ULANGAN SISWA KELAS V TAHUN AJARAN 2011/2012 Materi pokok : Penjumalahan berbagai pecahan dengan KKM 60 309

(333) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 30b NILAI ULANGAN SISWA KELAS V TAHUN AJARAN 2012/2013 Materi pokok : Penjumalahan berbagai pecahan dengan KKM 60 310

(334) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 31a HASIL PENILAIAN KEMAMPUAN KOGNITIF SIKLUS I A. Pilihan Ganda 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Adt 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 Jml Skor (1-15) 14 2 Vto 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 10 3 Wkn 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 4 Dmr 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 13 5 Mla 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 10 6 Fan 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 9 7 Pul 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 14 8 Trn 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 13 9 Fjr 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 10 10 Bgs 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 7 11 Glh 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 13 12 Hry 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 13 Kyk 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 10 14 Hrn 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 13 15 Clr 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 13 16 Cnt 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 12 17 Agt 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 18 Ptr 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 19 Dyh 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 20 Gsg 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 7 21 Pnj 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 13 22 Lna 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 12 23 Rst 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 9 24 Dto 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 8 25 Van 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 26 Dni 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 12 27 Pka 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 28 Yhn 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 7 Skor Setiap Item No Nama 1 311

(335) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 312 B. Uraian Skor Setiap Item No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pul Trn Fjr Bgs Glh Hry Kyk Hrn Clr Cnt Agt Ptr Dyh Gsg Pnj Lna Rst Dto Van Dni Pka Yhn 1 2 3 4 5 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 2 3 2 1 3 2 3 2 3 3 2 1 3 3 2 1 2 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2 1 3 2 3 3 3 3 1 2 2 2 3 3 1 1 2 3 2 3 3 1 3 2 2 1 3 3 1 1 3 2 1 1 1 2 3 1 3 1 1 3 3 1 3 1 1 1 3 1 2 1 2 2 2 2 2 1 3 2 2 1 3 2 3 1 3 2 3 3 2 3 3 2 1 0 3 3 2 1 Jml Skor (1-15) 11 9 13 12 11 8 15 12 11 8 13 13 11 7 12 10 13 15 12 9 12 11 8 9 15 11 11 9

(336) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 313 C. Hasil Akhir No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Nama Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pul Trn Fjr Bgs Glh Hry Kyk Hrn Clr Cnt Agt Ptr Dyh Gsg Pnj Lna Rst Dto Van Dni Pka Yhn Jumlah Rata-rata Jml Skor Pilihan Ganda (1-15) 14 10 15 13 10 9 14 13 10 7 13 14 10 13 13 12 15 15 14 7 13 12 9 8 15 12 14 7 337 12,03 Jml Skor Uraian (1-15) 11 9 13 12 11 8 15 12 11 8 13 13 11 7 12 10 13 15 12 9 12 11 8 9 15 11 11 9 336 12 Nilai Akhir (1-100) 83 63 93 83 70 56 96 83 70 50 86 90 70 66 83 73 93 100 86 56 83 76 66 56 100 76 83 53 2143 77

(337) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 31b HASIL PENILAIAN KEMAMPUAN KOGNITIF SIKLUS II A. Pilihan Ganda No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pul Trn Fjr Bgs Glh Hry Kyk Hrn Clr Cnt Agt Ptr Dyh Gsg Pnj Lna Rst Dto Van Dni Pka Yhn 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 6 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 Skor Setiap Item 7 8 9 10 11 12 13 14 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 314 15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 Jml Skor (1-15) 14 11 15 15 11 10 15 14 10 10 13 14 10 13 15 14 15 15 15 7 15 12 14 15 15 14 14 13

(338) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 315 B. Uraian No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pul Trn Fjr Bgs Glh Hry Kyk Hrn Clr Cnt Agt Ptr Dyh Gsg Pnj Lna Rst Dto Van Dni Pka Yhn 1 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 1 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 Skor Setiap Item 3 2 2 3 3 2 2 3 2 2 1 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 4 1 2 3 3 3 1 3 2 1 1 1 3 2 3 3 1 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 1 5 3 2 3 3 3 2 3 2 2 0 3 3 1 3 3 3 3 3 3 0 1 3 3 1 3 3 3 2 Jml Skor (1-15) 11 12 15 15 12 8 15 12 11 7 13 13 11 12 15 12 15 15 15 9 13 13 15 12 15 12 15 12

(339) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 316 C. Hasil Akhir No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Nama Adt Vto Wkn Dmr Mla Fan Pul Trn Fjr Bgs Glh Hry Kyk Hrn Clr Cnt Agt Ptr Dyh Gsg Pnj Lna Rst Dto Van Dni Pka Yhn Jumlah Rata-rata Jml Skor Pilihan Ganda Jml Skor Uraian (1-15) 14 11 15 15 11 10 (1-15) 11 12 15 15 12 8 100 15 100 14 12 86 10 11 70 10 7 56 13 13 86 14 13 90 10 11 70 13 12 83 15 15 100 14 12 86 15 15 100 15 15 100 15 15 100 7 9 56 15 13 93 12 13 83 14 15 96 15 12 90 15 15 100 14 12 86 14 15 96 13 447 16 12 344 12 83 2405 86 Nilai Akhir (1-100) 83 76 100 100 76 60

(340) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 32a REKAP POIN KEMAJUAN SISWA SIKLUS I Kelompok Pizza Pertemuan Pertama Pertemuan Kedua Skor Awal Poin Skor Awal Poin Kuis Kuis (Pre Tes) Kemajuan (Pre Tes) Kemajuan Putri 100 100 30 100 100 30 Haryo 100 100 30 93 100 20 Aga 73 93 30 66 93 30 Anggita 100 100 30 100 100 30 Dito 66 86 30 53 86 30 Rata-rata Team 30 Rata-rata Team 28 Team Team Predikat Team Predikat Team Super Super Nama Siswa Kelompok Seperempat Pertemuan Pertama Nama Siswa Vian Paul Clara Doni Fian Skor Awal (Pre Tes) 100 93 100 86 73 Rata-rata Team Predikat Team Kuis 100 100 100 100 93 Poin Kemajuan 30 20 30 30 30 28 Team Super 317 Pertemuan Kedua Skor Poin Awal Kuis Kemajuan (Pre Tes) 93 100 20 86 100 30 93 100 20 73 93 30 66 86 30 Rata-rata Team 26 Team Predikat Team Super

(341) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 318 Kelompok Penyebut Pertemuan Pertama Pertemuan Kedua Skor Awal Poin Skor Awal Poin Kuis Kuis (Pre Tes) Kemajuan (Pre Tes) Kemajuan Panji 100 100 30 100 100 30 Damar 100 100 20 93 100 20 Herni 86 100 30 86 93 20 Rico 86 100 30 73 100 30 Lina 73 93 30 66 86 30 Rata-rata tim 28 Rata-rata tim 26 Team Team Predikat Team Predikat Team Super Super Nama Siswa Kelompok Diarsir Pertemuan Pertama Pertemuan Kedua Skor Awal Poin Skor Awal Poin Kuis Kuis (Pre Tes) Kemajuan (Pre Tes) Kemajuan Aya 100 100 30 86 100 30 Restu 100 100 30 73 100 30 Cinta 100 100 30 73 100 30 Yohanes 86 100 30 66 93 30 Vito 86 100 30 73 93 30 Rata-rata tim 30 Rata-rata tim 30 Team Team Predikat Team Predikat Team Super Super Nama Siswa Kelompok Pembilang Pertemuan Pertama Pertemuan Kedua Skor Awal Poin Skor Awal Poin Kuis Kuis (Pre Tes) Kemajuan (Pre Tes) Kemajuan Wikan 100 100 30 100 100 30 Adit 86 100 30 73 93 30 Paska 73 93 30 66 86 30 Mila 73 86 30 60 86 30 Rata-rata tim 30 Rata-rata tim 30 Team Team Predikat Team Predikat Team Super Super Nama Siswa

(342) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 319 Kelompok Pertemuan Pertama Pertemuan Kedua Skor Awal Poin Skor Awal Poin Kuis Kuis (Pre Tes) Kemajuan (Pre Tes) Kemajuan Kykan 86 100 30 73 93 30 Trisna 86 93 20 73 100 30 Bagas 73 93 20 66 86 30 Galih 86 100 30 60 93 30 Rata-rata tim 30 Rata-rata tim 30 Team Team Predikat Team Predikat Team Super Super Nama Siswa Perhitungan Skor Perkembangan Skor Kuis Lebih dari 10 poin dibawah skor awal 10 sampai 1 poin dibawah skor awal Skor awal sampai 10 poin diatas skor awal Lebih dari 10 poin diatas skor awal Kertas jawaban sempurna (terlepas dari skor awal) Poin Kemajuan 5 poin 10 poin 20 poin 30 poin 30 poin Penentuan Tim Rata-rata tim 0≤x≤5 5 ≤ x ≤ 15 15 ≤ x ≤ 25 25 ≤ x ≤ 30 Predikat Tim Baik Tim Hebat Tim Super

(343) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 32b REKAP POIN KEMAJUAN SISWA SIKLUS II Kelompok Pizza Pertemuan Pertama Pertemuan Kedua Skor Awal Poin Skor Awal Poin Kuis Kuis (Pre Tes) Kemajuan (Pre Tes) Kemajuan Putri 100 100 30 100 100 30 Haryo 80 100 30 85 100 30 Aga 53 73 30 66 75 20 Anggita 86 100 30 86 100 30 Dito 66 83 30 45 66 30 Rata-rata tim 30 Rata-rata tim 28 Team Team Predikat Team Predikat Team Super Super Nama Siswa Kelompok Seperempat Pertemuan Pertama Nama Siswa Vian Paul Clara Doni Fian Skor Awal (Pre Tes) 100 93 86 66 60 Rata-rata tim Predikat Team Kuis 100 100 100 86 93 Poin Kemajuan 30 20 30 30 30 28 Team Super 320 Pertemuan Kedua Skor Poin Kuis Awal Kemajuan (Pre Tes) 100 100 30 86 100 30 73 93 30 66 86 30 53 73 30 Rata-rata tim 30 Team Predikat Team Super

(344) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 321 Kelompok Penyebut Pertemuan Pertama Pertemuan Kedua Skor Awal Poin Skor Awal Poin Kuis Kuis (Pre Tes) Kemajuan (Pre Tes) Kemajuan Panji 100 100 30 100 100 30 Damar 100 100 30 86 100 30 Herni 86 100 30 73 93 30 Rico 86 100 30 73 100 30 Lina 73 93 30 66 86 30 Rata-rata tim 30 Rata-rata tim 30 Team Team Predikat Team Predikat Team Super Super Nama Siswa Kelompok Diarsir Pertemuan Pertama Pertemuan Kedua Skor Awal Poin Skor Awal Poin Kuis Kuis (Pre Tes) Kemajuan (Pre Tes) Kemajuan Aya 86 100 30 86 100 30 Restu 73 93 30 66 93 30 Cinta 66 100 30 73 93 30 Yohanes 60 86 30 73 100 30 Vito 60 73 30 66 86 30 Rata-rata tim 30 Rata-rata tim 30 Team Team Predikat Team Predikat Team Super Super Nama Siswa Kelompok Pembilang Pertemuan Pertama Pertemuan Kedua Skor Awal Poin Skor Awal Poin Kuis Kuis (Pre Tes) Kemajuan (Pre Tes) Kemajuan Wikan 86 100 30 73 100 30 Adit 66 93 30 73 93 30 Paska 73 100 30 66 93 30 Mila 60 73 30 66 86 30 Rata-rata tim 30 Rata-rata tim 30 Team Team Predikat Team Predikat Team Super Super Nama Siswa

(345) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 322 Kelompok Pertemuan Pertama Skor Awal Poin Kuis (Pre Tes) Kemajuan Kykan 73 93 30 Trisna 86 100 30 Bagas 66 73 30 Galih 60 73 30 Rata-rata tim 30 Predikat Team Team Super Nama Siswa Pertemuan Kedua Skor Awal Poin Kuis (Pre Tes) Kemajuan 86 93 20 73 86 30 53 73 30 53 86 30 Rata-rata tim 30 Predikat Team Team Super Perhitungan Skor Perkembangan Skor Kuis Poin Kemajuan Lebih dari 10 poin dibawah skor awal 5 poin 10 sampai 1 poin dibawah skor awal 10 poin Skor awal sampai 10 poin diatas skor awal 20 poin Lebih dari 10 poin diatas skor awal 30 poin Kertas jawaban sempurna (terlepas dari skor awal) 30 poin Penentuan Tim Rata-rata tim 0≤x≤5 5 ≤ x ≤ 15 15 ≤ x ≤ 25 25 ≤ x ≤ 30 Predikat Tim Baik Tim Hebat Tim Super

(346) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 33 DOKUMENTASI Siswa mengerjakan Pre Tes Presentasi Kelas dan Diskusi Bersama 323

(347) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Belajar Team Siswa mengerjakan kuis 324

(348) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menghitung Poin Kemajuan Pemberian Penghargaan 325

(349) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 34 SURAT IJIN PENELITIAN 326

(350) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 35 SURAT TELAH MELAKUKAN PENELITIAN 327

(351) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BIODATA PENULIS Aloisia Rani Meita Prasetianingsih dilahirkan di Semarang tanggal 7 Mei 1992. Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengawali pendidikan formak di Taman Kanak-kanan (TK) Theresiana, Ungaran Semarang. Tamat dari TK melanjutkan pendidikan di SD Mardi Rahayu 02 Ungaran, Semarang. Tamat dari bangku sekolah dasar melanjutkan pendidikan di SMP Mardi Rahayu, Semarang. Tamat dari SMP Mardi Rahayu melanjutkan pendidikan di SMA PL Don Bosko Semarang. Setelah tamat dari bangku SMA, melanjutkan pendidikan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan mengambil bidang studi pendidikan guru sekolah dasar (PGSD). 328

(352)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Penerapan model pembelajaran kooperatif informal tipe Formulate-Share-Listen-Create (FSLC) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa
11
55
158
Peningkatan prestasi belajar Matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada operasi hitung pecahan sederhana siswa kelas III SD Karitas Ngaglik Sleman.
0
2
132
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Kanisius Klepu dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II.
0
1
291
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I terhadap minat dan prestasi belajar mata pelajaran IPS kelas V SD Kanisius Sengkan.
0
2
165
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS kelas IV SD Kanisius Wirobrajan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
0
2
Penggunaan alat peraga mika pecahan pada pembelajaran topik operasi hitung pecahan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa : studi kasus siswa kelas V SD Negeri Malangrejo, Sleman - USD Repository
0
1
435
Peningkatan kemampuan penggunaan tanda baca dalam menulis melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas IV SD Kanisius Totogan semester I tahun pelajaran 2010/2011 - USD Repository
0
0
170
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan rumus-rumus trigonometri untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Sedayu - USD Repository
0
1
300
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD materi persiapan kemerdekaan Indonesia siswa kelas V SD Kanisius Duwet semester 2 tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
3
357
Keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Sidareja Cilacap - USD Repository
0
1
140
Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di kelas VII A SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013 - USD Repository
1
2
191
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman - USD Repository
0
2
381
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I terhadap minat dan prestasi belajar mata pelajaran IPS kelas V SD Kanisius Sengkan - USD Repository
0
0
163
Peningkatan keaktifan dan kemampuan kognitif materi perkalian pecahan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS kelas V SD Kanisius Klepu Sleman - USD Repository
0
2
287
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Kalasan pada materi gerak tumbuhan - USD Repository
0
2
222
Show more