Pengembangan modul bimbingan belajar matematika berbasis kecerdasan naturalis pada siswa berprestasi rendah kelas III A di SDN Percobaan 3 Pakem - USD Repository

Gratis

0
0
182
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN BELAJAR MATEMATIKA BERBASIS KECERDASAN NATURALIS PADA SISWA BERPRESTASI RENDAH KELAS III A DI SDN PERCOBAAN 3 PAKEM SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Huda Restu Pramudhita NIM: 101134101 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN BELAJAR MATEMATIKA BERBASIS KECERDASAN NATURALIS PADA SISWA BERPRESTASI RENDAH KELAS III A DI SDN PERCOBAAN 3 PAKEM SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Huda Restu Pramudhita NIM: 101134101 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan kepada: Allah SWT yang telah memberikn rahmat dan hidayah-Nya Kedua orang tua yang telah memberikan dukungan motivasi serta memberikan doanya: Arimudin Hidayat dan Surabini Saudara perempuan saya yang memberikan semangat agar menyelesaikan tugas akhir ini: Anastasya Ristu Aulia Simbah kakung dan simbah putri R. Ridwan Hazairin, Pawiro, Mukinah dan Sujiem (Alm) yang selalu memberikan semangat. Almamater yang selalu saya banggakan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Dunia menjadi miniatur surga, ketika manusia berbagi dengan sesamanya (Huda Restu P) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 4 Juni 2014 Penulis Huda Restu Pramudhita vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda di bawh ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Huda Restu Pramudhita No. Mahasiswa : 101134101 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN BELAJAR MATEMATIKA BERBASIS KECERDASAN NATURALIS PADA SISWA BERPRESTASI RENDAH KELAS III A DI SDN PERCOBAAN 3 PAKEM” beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu minta ijin dari saya maupun memberi royalti kepada saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada Tanggal: 12 Juni 2014 Yang Menyatakan Huda Restu Pramudhita vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Pramudhita, Huda R (2014): Pengembangan Modul Bimbingan Belajar Matematika Berbasis Kecerdasan Naturalis pada Siswa Berprestasi Rendah Kelas III A di SDN Percobaan 3 Pakem. Skripsi. Yogyakarta. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. Kata kunci: metode penelitian dan pengembangan, modul, kecerdasan naturalis, prestasi rendah. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk (1) medeskripsikan hasil validasi kualitas produk modul bimbingan belajar matematika berbasis kecerdasan naturalis pada siswa berprestasi rendah kelas III A di SD N Percobaan 3 Pakem, (2) mengetahui produk modul bimbingan belajar matematika berbasis kecerdasan naturalis dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III A di SDN Percobaan 3 Pakem. Peneliti menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development atau R and D). Penelitian yang digunakan, untuk mengembangkan dan menghasilkan sebuah produk baru atau membuat lebih baik produk yang telah ada sebelumnya. Produk yang dibuat harus melalui tahap validasi pakar untuk mengetahui kualitas produk. Sedangkan prettest dan posttest untuk digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini, yaitu pengembangan modul bimbingan belajar matematika berbasis kecerdasan naturalis pada siswa berprestasi rendah di kelas III A SDN Percobaan 3 Pakem dikembangkan dengan kualitas yang tinggi dan layak untuk digunakan kepada siswa kelas III A di SDN Percobaan 3 Pakem berdasarkan validasi dari pakar tata bahasa Indonesia,pakar matematika, guru kelas III A, dan pakar Multiple Intelligences. Hal tersebut dibuktikan dengan ratarata produk yang diperoleh yaitu dan termasuk dalam kategori baik. Modul bimbingan belajar matematika berbasis kecerdasan naturalis dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Pramdhita, Huda R (2014).The Development of Math Learning Guidance Module Based on Naturalist Intellegence of Underachiever Students of3rd Grade in the Classroom IIIA of SDN Percobaan 3 Pakem. Thesis. Yogyakarta: Department of Elementary School Teacher, University of Sanata Dharma. Keywords: Research and Development Method, module, naturalist intellegence, underachiever The purpose of this research is to (1) describe the validation results of product qualities of the modules of math learning guidance based on naturalist intellegence of underachiever students of 3rd Grade in the Classroom of IIIA , SDN Percobaan 3 Pakem, (2) know that the products of math learning guidance modules based on naturalist intellegence can improve the learning achievement of 3rd Grade in the Classroom of IIIA , SDN Percobaan 3 Pakem. This research was Research and Development (R&D) study, i was used to develop and produce a new product or to improve the available product. Product made should be tested through expert validation step to identify its product qualities. While pretest and posttest were applied to identify the results of student learning. Results of this research was developed with high quality and assumed suitable to be applied to the 3rd grade students in IIIA class-room of SDN Percobaan 3 Pakem based on the validation from the experts of Indonesian Grammar, mathematics, IIIA class-room teachers, and the expert of Multiple Intelligences. All of these were proved by the average of obtained products and were included in the category of “good”. The module of mathematic learning guidance based on naturalist intellegence could improve the learning achievement of students. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Alhamdulillah, peneliti panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik hidayah serta inayah-Nya sehingga skripsi ini dapat penulis selesaikan dengan judul Pengembangan Modul Bimbingan Belajar Matematika Berbasis Kecerdasan Naturalis untuk Siswa Berprestasi Rendah Kelas III A di SDN Percobaan 3 Pakem. Dalam kesempatan ini penulis menyadari bahwa skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak yang telah membantu dan berperan aktif dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis sampaikan terimakasih yang mendalam kepada: 1. Rohandi Ph.D, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, SJ., S.s., BST., M.A, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 3. Prof. Dr. Paulus Suparno, S. J., MST, selaku dosen pembimbing I, terima kasih atas bimbingan, kesabaran, dan pencerahan yang diberikan selam proses penyusunan skripsi. 4. Brigitta Erlita Tri Anggadewi, S. Psi., M., Psi, selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, motivasi, dan arahan selama menyelesaikan penyusunan skripsi ini. 5. Prof. Dr. Paulus Suparno, S. J., MST, Apri Damai Sagita S.S.,M,Pd, Roro Wilis A,Md, dan Chritiyanti Aprinastuti, S.Si.,M.Pd selaku validator multiple intelligences, validator tata bahasa, guru kelas III A, x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI validator matematika, yang telah memberikan penilaian, saran, dan komentar untuk perbaikan kualitas modul yang dikembangkan. 6. Dra. Sudaryatun, M. Pd selaku kepala sekolah SDN Percobaan 3 Pakem yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian. 7. Ibu Roro Wilis A,Md. selaku guru kelas III A di SDN Percobaan 3 Pakem yang telah memberikan masukan dan saran selama proses penelitian. 8. Sepuluh siswa Kelas III A SDN Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014 yang telah mendukung pelaksanaan penelitian. 9. Seluruh dosen PGSD Universitas Sanata Dharma yang telah memberi ilmu selama menempuh kuliah di PGSD. 10. Sekretariat PGSD, yang selalu memberikan informasi dan keramahan dalam segala urusan adminitrasi sehingga penulis selalu diberikan kelancaran. 11. Orangtua saya Arimudin Hidayat dan Surabini, yang selalu mendoakan, memberi motivasi, serta materil demi kelancaran dan terselesainnya skripsi yang penulis susun. 12. Saudara saya Anastasya Ristu Aulia yang selalu memberikan semangat dan dukungan. 13. Teman Seperjuangan: Candra, Marchel, Cahyo, Resti, Suster Nanda, dan Dwik yang memberi dukungan, masukan dan menjalin kerjasama yang cukup baik selama menyelesaikan skripsi ini. xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14. Teman PGSD 2010 kelas C yang selalu memberikan keceriaan, dan kekompakan selama perkuliahan yang membuat perjalanan selama kuliah menjadi sangat berkesan. 15. Teman satu angkatan, Wahyu Dwi Astuti yang bersedia memberikan saran referensi berupa jurnal dan memberikan motivasi berkaitan dengan tugas akhir saya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan skripsi ini tentu saja masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan. Yogyakarta, 4 Juni 2014 Penulis Huda Restu Pramudhita xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN............................................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN .........................................................................................iv MOTTO .............................................................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................................vi PERNYATAAN PERSETUJUAN ....................................................................................vii ABSTRAK ........................................................................................................................ viii ABSTRACT........................................................................................................................ix KATA PENGANTAR ........................................................................................................ x DAFTAR ISI..................................................................................................................... xiii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................ xvi DAFTAR TABEL............................................................................................................ xvii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................... xviii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1 A. Latar Belakang ........................................................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................................... 5 C. Tujuan Penelitian .................................................................................................... 5 D. Manfaat Penelitian .................................................................................................. 5 1. Bagi siswa ........................................................................................................... 5 2. Bagi Guru ............................................................................................................ 5 3. Bagi Sekolah ....................................................................................................... 6 4. Bagi PGSD Sanata Dharma ................................................................................ 6 E. Batasan Instilah ....................................................................................................... 6 1. Feedback ............................................................................................................. 6 2. Fenomena ............................................................................................................ 6 3. Perspektif ............................................................................................................ 7 4. Pengajaran remidial ............................................................................................ 7 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................................ 8 A. Kecerdasan .............................................................................................................. 8 1. Pengertian kecerdasan ......................................................................................... 8 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. B. Faktor – faktor yang mempengaruhi kecerdasan ................................................ 9 Kecerdasan Ganda (Multiple Intelligences) .......................................................... 11 1. Pengertian kecerdasan ganda ............................................................................ 11 2. Karakteristik Konsep Kecerdasan Ganda.......................................................... 12 3. Prinsip Umum Pengembangan Intelligensi Ganda ........................................... 13 4. Macam–macam pengetahuan dalam multiple intellegences ............................. 14 C. Modul Pembelajaran ............................................................................................. 22 1. Pengertian Modul .............................................................................................. 22 2. Keuntungan penggunaan modul pembelajaran menurut (Nasution, 1984) ....... 23 3. Cara Menyusun Modul...................................................................................... 24 4. Evaluasi modul.................................................................................................. 25 D. Bimbingan belajar ................................................................................................. 26 1. Pengertian ......................................................................................................... 26 2. Tujuan Bimbingan Belajar ................................................................................ 26 3. Fungsi Bimbingan Belajar ................................................................................ 27 4. Peranan buku guru dalam bimbingan belajar .................................................... 28 E. Prestasi rendah ...................................................................................................... 29 1. Pengetian Prestasi ............................................................................................. 29 2. Prestasi Belajar Rendah .................................................................................... 30 F. Matematika ........................................................................................................... 30 G. Penelitian yang Relevan ........................................................................................ 31 1. Penelitian yang Berhubungan dengan Kecerdasan Ganda (Multiple Intelligences) ............................................................................................................. 31 2. Penelitian yang Berhubungan dengan Bimbingan Belajar................................ 32 3. Penelitian yang berhubungan dengan Matematika ........................................... 33 H. Skema Penelitian ................................................................................................... 35 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................................. 36 A. Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................................... 36 B. Jenis Penelitian...................................................................................................... 36 C. Prosedur Pengembangan ....................................................................................... 37 D. Populasi dan Sampel Penelitian ............................................................................ 43 1. Populasi ............................................................................................................. 43 2. Sampel Penelitian.............................................................................................. 44 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI E. Treatment .............................................................................................................. 44 F. Teknik Pengumpulan Data .................................................................................... 46 1. Wawancara........................................................................................................ 46 2. Observasi........................................................................................................... 47 3. Dokumentasi ..................................................................................................... 47 G. Instrumen Penelitian ............................................................................................. 48 1. Soal prettest dan posttest................................................................................... 48 2. Soal – soal evaluasi ........................................................................................... 50 3. Refleksi ............................................................................................................. 51 4. Dokumentasi ..................................................................................................... 52 5. Kuesioner .......................................................................................................... 53 H. Validitas ................................................................................................................ 53 1. Guru kelas ......................................................................................................... 53 2. Validasi pakar tata bahasa ................................................................................. 54 3. Pakar matematika .............................................................................................. 55 4. Pakar multiple intelligences .............................................................................. 56 I. Teknik Analisis Data............................................................................................. 57 BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA ....................................................................... 60 A. Pelaksanaan Penelitian .......................................................................................... 60 1. Sebelum Penelitian............................................................................................ 60 2. Selama Penelitian .............................................................................................. 64 B. Analisis Data ......................................................................................................... 70 1. Hasil Belajar...................................................................................................... 70 2. Evaluasi Siswa .................................................................................................. 72 BAB V PENUTUP .......................................................................................................... 78 A. Kesimpulan ........................................................................................................... 78 B. Keterbatasan Penelitian ......................................................................................... 78 C. Saran ..................................................................................................................... 79 DAFTAR PUSTAKA: ...................................................................................................... 81 LAMPIRAN...................................................................................................................... 83 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.2 Penelitian yang Relevan .......................................................... 34 Gambar 3.1 Langkah-Langkah Penelitian Menurut Sugiyono (2009) ........ 37 Gambar 3.2 Modifikasi Penelitian dan Pengembangan .............................. 38 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Pengumpulan data instrumen ...................................................... 47 Tabel 3.2 Kisi-Kisi Soal Prestest dan Posttest ............................................ 48 Tabel 3.3 Kisi-kisi soal evaluasi ................................................................. 50 Tabel 3.4 Kisi-kisi refleksi siswa ................................................................ 51 Tabel 3.5 Nilai siswa ................................................................................... 52 Tabel 3.6 Nilai rapor ................................................................................... 52 Tabel 3.7 Komentar Guru Kelas ................................................................. 53 Tabel 3.8 Komentar Pakar Tata Bahasa ...................................................... 54 Tabel 3.9 Komentar Pakar Matematika ...................................................... 55 Tabel 3.10 Komentar Pakar Multiple Intelligences .................................... 56 Tabel 3.11 Konversi Skala Empat Berdasarkan PAP ................................. 57 Tabel 3.12 Resume Nilai Dari Para Pakar/Validator .................................. 58 Tabel 3.13 Perhitungan SBx atau Standar Devisiasi (SD) ........................... 58 Tabel 3.14 Rumusan pedoman perencanaan skor ....................................... 59 Tabel 3.15 Hasil Konversi Nilai Skala Empat ............................................ 59 Tabel 4.1 Nilai Pretest dan Posttest Siswa Kelas III A .............................. 70 Tabel 4.2 Hasil evluasi ................................................................................ 72 Tabel 4.3 Refleksi Siswa Terhadap Kegiatan Bimbingan .......................... 74 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Ijin Melakukan Penelitian ............................................. 84 Lampiran 2. Surat Balasan Telah Melakukan Penelitian ............................ 85 Lampiran 3. Surat Izin Wali ........................................................................ 86 Lampiran 4. Silabus Pembelajaran. ............................................................. 87 Lampiran 5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ............................ 92 Lampiran 6. Modul Siswa ........................................................................... 106 Lampiran 7. Validasi Pakar ......................................................................... 136 Lampiran 8. Prestest ................................................................................... 145 Lampiran 9.Posttest..................................................................................... 151 Lampiran 10. Resume Refleksi Siswa ........................................................ 155 Lampiran 11. Foto-Foto .............................................................................. 159 Lampiran 12. Biodata Penulis ..................................................................... 160 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu hal yang berhak diperoleh setiap warga negara Indonesia. Dalam rangka memperluas kesempatan belajar pendidikan dasar, maka pada tanggal 2 Mei 1994 pemerintah mencanangkan program pendidikan wajib belajar 9 tahun. Pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pembentukan karakter bangsa sebaiknya dilakukan sejak dini, agar karakter yang diharapkan dapat tertanam kuat hingga anak – anak tumbuh dewasa. Oleh karena itu, pendidikan sekolah dasar sangat tepat untuk dijadikan sebagai awal penanaman karakter dan kepribadian bangsa. Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu ditanamkanya karakter cinta terhadap lingkungan untuk siswa sekolah dasar. Untuk menanamkan rasa cinta lingkungan pada siswa setidaknya diperlukan kegiatan belajar yang mengacu pada kearifan lingkungan. Proses belajar yang mengacu pada kearifan lingkungan tersebut tidak hanya menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan, namun siswa juga dapat mencapai tujuan utama belajar. Kegiatan belajar yang mengacu pada alam sekitar atau lingkungan sekitar dapat juga dikatakan kegiatan belajar berbasis naturalis. 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, ada beberapa mata pelajaran pokok yang kegiatan pembelajarannya dapat dikaitkan dengan lingkungan sekitar. Salah satu matapelajaran yang dapat dikaitkan dengan lingkungan sekitar adalah mata pelajaran matematika. Matematika merupakan matapelajaran yang identik dengan kegiatan menghitung, dari kegiatan menghitung itu sendiri dapat diuraikan menjadi menghitung berat, menghitung suhu, menghitung luas dan masih banyak kegiatan menghitung lainya. Hal tersebut menjadikan matapelajaran matematika tidak lepas dari kehidupan sehari – hari siswa. Mata pelajaran matematika menjadi sangat penting untuk dijadikan salah satu mata pelajaran di Sekolah Dasar (SD) karena dalam pelajaran matematika siswa diajarkan menjadi pribadi yang teliti, terampil dan cekatan. Berbicara mengenai mata pelajaran matematika SD, tentunya guru memerlukan modul pembelajaran dalam prakteknya. Modul pembelajaran dapat dirumuskan sebagai suatu unit yang lengkap yang berdiri sendiri yang terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu siswa dalam mencapai sebuah tujuan yang dirumuskan secara khusus dan jelas Nasution (1984: 105). Modul pembelajaran merupakan suatu perangkat pembelajaran yang dapat memberikan feedback bagi siswa. Pengajaran modul dengan sengaja dapat memberikan pengajaran remidial yakni memperbaiki kelemahan kesalahan ataupun kekurangan siswa yang dapat segera ditemukan sendiri oleh siswa yang bersangkutan. Selain itu penggunaan modul juga dapat mengurangi gaya dan kesan persaingan dalam belajar, modul dapat memupuk rasa kerja sama siswa dalam menyelesaikan masalah. Kerjasama dalam hal ini

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 merupakan suatu hal yang positif, dimana siswa dapat menemukan jawaban dari permasalahan secara bersama dengan teman atau dengan kelompoknya. Agar kegiatan melakukan pemecahan masalah secara bersama lebih efektif diperlukan adanya pengelompokan siswa dengan kecerdasan yang sama. Kecerdasan naturalis dalam teori multiple intelligences dapat diajarkan menggunakan pendekatan alam sekitar. Kecerdasan naturalis adalah kemampuan seseorang untuk dapat mengerti flora dan fauna dengan baik, dapat membuat distingsi konsekuensial lain dalam alam natural, kemampuan untuk memahami dan menikmati alam, dan menggunakan kemampuan itu secara produktif dalam berburu, bertani, dan mengembangkan pengetahuan akan alam, Gardner (Suparno, 2004: 42). Di dalam teori multiple intelligences terdapat 9 kecerdasan. Untuk mengembangkan sebuah modul yang berkaitan dengn mata pelajaran, maka dalam penelitian ini diperlukan sebuah modul yang berbasis kecerdasan naturalis. Kecerdasan naturalis mempunyai hubungan yang erat dengan mata pelajaran matematika SD seperti yang sudah dijelaskan di atas. Oleh karena itu, modul pembelajaran yang digunakan sebaiknya dapat terintegrasi dengan kecerdasan naturalis sehingga dapat dengan mudah dalam menerapkan konsep mengenai mata pelajaran matematika SD. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru kelas 3 SD Percobaan 3 Pakem, terkait bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas, guru belum pernah mengajarkan mata pelajaran matematika di kelas 3 menggunakan pendekatan kecerdasan naturalis. Guru

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 juga menyatakan bahwa ada beberapa siswa yang mendapatkan nilai rendah pada mata pelajaran matematika. Hal itu terjadi beberapa siswa lebih menyukai kegiatan belajar di luar kelas dibandingkan dengan belajar di dalam kelas. Guru memerlukan bahan ajar yang mampu membuat siswa berminat pada saat mengikuti kegiatan belajar baik di luar atau di dalam kelas. Guru kelas juga menyampaikan bahan ajar yang dibutuhkan mampu memberikan feedback bagi siswa. Sehingga guru memerlukan modul pembelajaran matematika yang menggunakan pendekatan kecerdasan naturalis untuk mengatasi rendahnya prestasi belajar dalam mata pelajaran matematika SD. Berdasarkan beberapa pernyataan di atas maka peneliti ingin menyusun modul berbasis kecerdasan naturalis pada pembelajaran matematika. Modul yang akan disusun oleh peneliti menngunakan pendekatan kecerdasan naturalis karena di SD Percobaan 3 Pakem merupakan rintisan sekolah berbasis lingkungan. Selain itu, modul mata pelajaran matematika yang menggunakan pendekatan kecerdasan naturalis bertujuan untuk memberikan pelajaran tambahan demi mengatasi prestasi belajar rendah dalam mata pelajaran matematika SD. Peneliti menetapkan fokus pada penelitian ini adalah meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menggunakan modul matematika berbasis kecerdasan naturalis di SD Percobaan 3 Pakem.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana hasil validasi produk modul bimbingan belajar berbasis kecerdasan naturalis yang digunakan pada siswa berprestasi rendah di SD N Percobaan 3 Pakem? 2. Apakah produk modul bimbingan belajar matematika berbasis kecerdasan naturalis dapat meningkatkan prestasi belajar kelas III A di SDN Percobaan 3 Pakem? C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mendiskripsikan hasil validasi kualitas produk modul bimbingan belajar berbasis kecerdasan naturalis pada siswa berprestasi rendah pada mata pelajaran matematika di kelas III A SDN Percobaan 3 Pakem, Yogyakarta. 2. Untuk mengetahui produk modul bimbingan belajar matematika berbasis kecerdasan naturalis dapat meningkatkan prestasi rendah siswa kelas III A SD N Percobaan 3 Pakem, Yogyakarta. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi siswa Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat digunakan oleh siswa sebagai modul pelajaran yang terintegrasi dengan kecerdasan naturalis untuk mata pelajaran matematika SD kelas 3. 2. Bagi Guru Produk dalam penelitian ini dapat digunakan oleh guru sebagai modul bimbingan belajar yang terintegrasi dengan kecerdasan naturalis

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 untuk mata pelajaran matematika SD kelas III semester genap. Selain itu, penelitian ini dapat memberikan inspirasi guru untuk mengembangkan sendiri modul yang terintergrasi dengan kecerdasan naturalis dalam multiple intelligences. 3. Bagi Sekolah Hasil penelitian ini dapat menambah referensi SD Percobaan 3 Pakem terkait dengan penelitian dan pengembangan (Research and Development/ R &D) dan modul untuk bimbingan belajar yang terintegrasi dengan kecerdasan naturalis untuk kelas III SD. 4. Bagi PGSD Sanata Dharma Hasil penelitian ini dapat menambah referensi prodi PGSD Universitas Sanata Dharma terkait dengan penelitian dan pengembangan (Research and Development/ R & D) dan produk/modul khususnya modul yang terintergrasi dengan kecerdasan naturalis dalam multiple intellligences di SD kelas III. E. Batasan Instilah 1. Feedback Feedback dapat diartikan sebagai kegiatan pemberian umpan balik yang di lakukan guru kepada siswa. 2. Fenomena Fenomena adalah sesuatu yang pernah terjadi, atau sedang terjadi dalam kehidupan nyata.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 3. Perspektif Perspektif berasal dari kata Per yang artinya melalui dan spectare yang artinya adalah memandang Jadi perspektif itu suatu media yang dimiliki sorang pribadi dan melalui media itu dia memandang satu obyek, karena medianya berbeda maka pandangannya juga berbeda dari yang lain. 4. Pengajaran remidial Pembelajaran remedial merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada siswa untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kecerdasan 1. Pengertian kecerdasan Anggapaan secara umum kecerdasan kerap didefinisikan sebagai kemampuan seseorang mempelajari dan menerapkan pengetahuan untuk mengendalikan lingkungan sekaligus kemampuan berpikir. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI (Depdiknas, 2001) kecerdasan adalah perihal cerdas perbuatan dan kesempurnaan pada perkembangan akal budi (seperti kepandaian, ketajaman pikiran). Menurut Gardner (Suparno, 2004: 17) inteligensi merupakan kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam setting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata. Para ahli setuju bahwa kecerdasan adalah kata yang memayungi berbagai kemampuan mental seperti kemampuan memecahkan masalah, pengetahuan umum, kreativitas, pikiran abstrak, beradaptasi dengan lingkungan baru atau mengubah lingkungan saat ini, kemampuan menganalisis dan memutuskan, kemampuan menyerap informasi dengan cepat dan belajar dari pengaiaman, serta daya ingat. Gardner dalam bukunya berpendapat suatu kemampuan disebut inteligensi (kecerdasan) jika menunjukkan suatu kemahiran dan keterampilan seseorang dalam memecahkan persoalan dan kesulitan yang ditemukan dalam hidupnya. Ada unsur pengetahuan dan keahlian. Kemampuan bersifat universal harus berlaku bagi banyak orang. Kemampuan itu dasarnya adalah unsur biologis, yaitu karena otak seseorang, bukan sesuatu yang terjadi karena latihan atau 8

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 training. Kemampuan itu sudah ada sejak lahir, meski di dalam pendidikan dapat dikembangkan namun kemampuan yang dimiliki merupakan suatu bakat atau kelebihan bawaan sejak lahir. 2. Faktor – faktor yang mempengaruhi kecerdasan Kita ketahui bahwa kecerdasan masing-masing orang berbeda, ada yang pintar sekali, sedang-sedang saja, dan ada juga yang bisa-biasa saja. Namun tidak sedikit juga yang tingkat kecerdasannya dibawah rata-rata. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor menurut (Subini, 2012: 18-21), yakni: a. Faktor genetik (keturunan atau bawaan) Pandangan masyarakat secara umum mengatakan bahwa seseorang yang lahir dari keluarga berpendidikan tinggi atau mempunyai tingkat intelektual diatas rata-rata akan mempunyai keturunan yang tidak jauh berbeda. Meskipun bukan faktor utama, namun keturunan terbukti mempengaruhi kecerdasan seseorang. Oleh karena itu di dalam satu kelas dapat dijumpai siswa yang berbeda secara akademis. b. Faktor lingkungan Faktor lingkungan juga dapat memberi pengaruh besar terhadap kecerdasan siswa. Jadi tidak perlu bingung ketika ada seorang anak jalanan, yang orangtuanya tidak pernah sekolah, mempunyai kepandaian yang luar biasa dibanding temannya. Bisa jadi anak tersebut belajar dari kehidupannya yang susah dan bertekat mengubah keadaan hidupnya dengan rajin belajar. Ia bisa belajar kapanpun dan kepada siapapun yang mau mengajarinya. Oleh karena itu walaupun pada dasarnya inteligensi sudah dibawa sejak lahir, ternyata lingkungan sanggup menimbulkan

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 perubahan-perubahan yang berarti. Walaupun masih diakui bahwa faktor genetik juga berperan menentukan tingkat kecerdasan, tak dapat dipungkiri juga kalu stimulasi yang benar juga berpengaruh untuk menciptakan orang-orang cerdas. Rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif seperti emosional dari lingkungan juga memegang peranan penting. c. Faktor minat dan pembawaan yang khas Minat berhubungan erat dengan ketertarikan seseorang terhadap sesuatu, rasa suka dan ingin tahu merupakan faktor pendorong dari minat itu sendiri. Dalam diri manusia terdapat dorongan yang mempengaruhi keinginan manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar, sehingga apa yang diminati oleh manusia dapat memberikan dorongan untuk berbuat lebih giat dan lebih baik. Dengan belajar giat akan meningkatkan kecerdasan seseorang. d. Faktor gizi Intelgensi tidak bisa lepas dari otak. Asupan gizi, nutrisi dan protein yang cukup merupakan stimulus yang baik untuk perkembangan otak anak. Perkembangan otak dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Otak cenderung dapat bekerja dengan keras, lancar jika didukung dengan kandungan makanan yang diserap. e. Faktor kematangan Organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan setiap saat. Bagaimana seorang bayi yang mulanya hanya bisa menangis kemudian dapat lari kesana ke mari, itu adalah bagian dari

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 proses tumbuh kembangnya. Setiap organ manusia baik fisik maupun psikis, dapat dikatakan telah matang jika ia telah tumbuh dan berkembang hingga mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing. f. Faktor pembentukan Pembentukan adalah segala keadaan diluar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan inteligensi. Pembentukan ada dua macam yakni: yang direncanakan dan yang tidak. Pembentukan yang direncanakan seperti dilakukan disekolah atau pembentukan yang tidak direncanakan, misalnya pengaruh alam semesta. g. Faktor kebebasan Kebebasan yang dimaksud disini adalah dalam hal melakukan pembelajaran. Seorang siswa dapat memilih metode tertentu dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Misalnya untuk belajar ilmu murni, siswa cenderung memilih melakukan praktik langsung darmatematikada duduk diam mendengarkan guru berceramah. Biarkan siswa melakukan hal yang disukainya asalkan itu baik, berguna dan tidak membahayakan dirinya. B. Kecerdasan Ganda (Multiple Intelligences) 1. Pengertian kecerdasan ganda Menurut Gardner (Suparno, 2004 : 65-66) suatu kemampuan disebut Inteligensi bila menunjukan suatu kemahiran dan keterampilan seseorang untuk memecahkan persoalan dan kesulitan yang ditemukan dalam hidupnya. Jadi dalam kemahiran itu ada unsur pengetahuan dan keahlian.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Kemampuan itu sungguh mempunyai dampak yaitu dapat memecahkan persoalan yang dialami dalam kehidupan nyata. Gardner (1983) juga mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu seting yang bermacam – macam dan dalam situasi yang nyata. Dalam pengertian tersebut sangat jelas bahwa inteligensi bukan hanya kemampuan seseorang secara kognitif, namun intilegensi merupakan kemampuan untuk memecahkan persoalan yang nyata dalam segala situasi. 2. Karakteristik Konsep Kecerdasan Ganda Menurut Gardner (Uno dan Masri, 2009: 44) menjelaskan bahwa kecerdasan ganda memiliki karakteristik konsep sebagai berikut: a. Semua inteligensi itu berbeda-beda, tetapi semuanya sederajat. Jadi tidak ada kecerdasan yang lebih baik atau lebih penting dari kecerdasan yang lain. b. Semua kecerdasan dimiliki manusia dalam kadar yang tidak persis sama. Semua kecerdasan dapat dieksplorasi, ditumbuhkan dan dikembangkan secara optimal. c. Terdapat banyak indikator kecerdasan dalam tiap-tiap kecerdasan. Seseorang terus berlatih dapat membangun kekuatan kecerdasan yang dimiliki dan menipiskan kelemahan-kelemahan. d. Semua kecerdasan yang berbeda-beda tersebut dapat bekerja sama mewujudkan aktivitas yang dilakukan individu. Satu kegiatan mungkin memerlukan lebih dari satu kecerdasan dan satu kecerdasan dapat digunakan dalam berbagai bidang.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 e. Semua jenis kecerdasan tersebut ditemukan di semua lintas budaya di seluruh dunia dan kelompok usia. Saat seseorang menginjak dewasa, kecerdasan diekspresikan melalui rentang pencapaian profesi dan hobi. 3. Prinsip Umum Pengembangan Intelligensi Ganda Haggerty mengungkapkan (Suparno, 2004: 65-66) ada beberapa prinsip umum untuk membantu mengembangkan inteligensi ganda pada siswa, yaitu: Pendidikan harus memperhatikan semua kemampuan intelektual. Pendidikan seharusnya individual. Pendidikan harusnya lebih personal, dengan memperhatikan inteligensi setiap siswa. Pendidikan harus menyemangati siswa untuk dapat menentukan tujuan dan program belajar mereka. Siswa perlu diberi kebebasan untuk menggunakan cara belajar dan cara kerja berdasarkan minat mereka. Sekolah sendiri harus menyediakan fasilitas dan sarana yang dapat dipergunakan oleh siswa untuk melatih kemampuan intelektual mereka berdasarkan inteligensi ganda. Evaluasi belajar harus lebih kontekstual dan bukan tes tertulis. Evaluasi lebih harus berupa pengalaman lapangan langsung dan dapat diamati bagaimana performa siswa, apakah sungguh maju atau tidak. Pendidikan sebaiknya tidak dibatasi di dalam gedung sekolah. Inteligensi ganda memungkinkan agar pendidikan juga dilaksanakan di luar sekolah, lewat masyarakat, kegiatan ekstra, serta kontak dengan orang luar dan para ahli.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 4. Macam–macam pengetahuan dalam multiple intellegences a. Kecerdasan Linguistik Menurut Gardner (Suparno, 2004: 26) menjelaskan kecerdasan linguistik sebagai kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata – kata secara efektif baik secara lisan maupun secara tertulis seperti dimiliki parapencipta puisi, editor, jurnalis, sastrawan maupun para pemain sandiwara. Menurut Saraswati (2008: 15) indikator itu adalah senang bermain dengan kata – kata, suka mendengarkan cerita, menikmati puisi, Suka membaca buku, majalah dan surat kabar, suka bermain teka – teki silang, suka mata pelajaran bahasa Inggris, sejarah dan ilmu sosial, menyelesaikan masalah dengan berbicara, menjelaskan solusi mengajukan pertanyaan, menangkap informasi dengan mendengarkan, mudah mengingat kata-kata. Selain indikator penentu kecerdasan linguistik di atas, Amstrong (2002: 25) mengungkapkan beberapa indikator lain: Suka menulis kreatif di rumah, mengarang kisahkhayal atau menuturkan lelucon, sangat hafal nama, tempat tinggal dan hal – hal kecil, suka membaca buku diwaktu senggang, mengeja kata dengan tepat dan mudah, menyukai pantun lucu dan permainan kata, suka mengisi teka - teki silang, suka mendengarkan kata – kata lisan, menyukai kosa kata yang luas, unggul dalam pelajaran yang melibatkan membaca atau menulis. Dari kedua tokoh di atas dapat diambil kesimpulan bahwa indikator kecerdasan linguistik adalah: Percaya diri dalam mengekspresikan diri secara lisan maupun tulisan, suka bermain teka – teki silang, menyelesaikan masalah dengan berbicara, menjelaskan solusi

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 mengajukan pertanyaan, suka membaca buku di waktu senggang, mengeja kata dengan tepat dan mudah. b. Kecerdasan Matematis – logis Menurut Gardner (Suparno, 2004: 29) kecerdasan matematis logis adalah kemampuan yang lebih berkaitan dengan bilangan dan logika secara efektif seperti yang dipunyai oleh seorang ahli matematika programer dan orang – orang yang mempunyai kelebihan dalam mengolah angka. Untuk menentukan kecerdasan matematis logis Saraswati (2008: 16) mengemukakan ada beberapa indikator untuk mengukur kecerdasan matematis logis: Senang bekerja dengan angka dan dapat melakukan penghitungan dengan mencongak, tertarik dengan kemajuan teknologi dan suka melakukan percobaan, mudah dalam melakukan perencanaan keuangan, suka menyiapkan jadwal secara terperinci, senang bermain puzzle, catur dan permainan lain yang membutuhkan berpikir logis, menyukai pelajaran matematika atau fisika, melakukan sesuatu selangkah demi selangkah dalam memecahkan masalah, suka menemukan pola dan hubungan antar suatu objek atau angka, menggolongkan, mengelompokan, menghitung untuk mendapat menemukan hubungan antara suatu hal dengan hal lainya. Amstrong (2002: 26–27) mengemukakan indikator pengukur kecerdasan matematis logis adalah: menghitung masalah matematika dengan tepat, ahli dalam bermain catur, dapat menjelaskan masalah secara logis, suka memainkan teka – teki logika, mudah memahami sebab akibat, menikmati pelajaran matematika, mudah memahami sebab akibat. Dari kedua pendapat tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa indikator kecerdasan

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 matematis logis adalah, senang bekerja dengan angka dan dapat melakukan penghitungan dengan mencongak, mudah dalam melakukan perencanaan keuangan, suka menyiapkan jadwal secara terperinci, senang bermain puzzle, catur dan permainan lain yang membutuhkan berpikir logis, dapat menjelaskan masalah secara logis. c. Kecerdasan ruang visual – Spasial Menurut Gardner (Suparno, 2004: 31) kecerdasan ruang visual spasial adalah kemampuan untuk menangkap dunia ruang visual secara tepat seperti yang dipunyai para pemburu, arsitek, dan orang – orang yang ahli dalam hal dekorasi. Untuk menentukan kecerdasan visual spasial Saraswati (2008: 16) mengungkapkan indikator itu antara lain rapi dan teratur, berbicara dengan cepat, teliti dan detail, perencanaan dan pengaturan jangka panjang yang baik, pengeja yang baik dan dapat melihat kata. Amstrong (2002: 26–27) mengemukakan indikator pengukur kecerdasan visual spasial sebagai berikut: menonjol dalam kelas seni di sekolah, memberikan gambar visual yang jelas ketika sedang memikirkan sesuatu, mudah membaca peta, grafik, dan diagram, senang melihat film, slide, atau foto, sering melamun, mencoratcoret dikertas atau tembok, lebih banyak memahami lewat gambar dari pada lewat kata-kata.. d. Kecerdasan ritmik – musik Gardner (Suparno, 2004: 36) menjelaskan bahwa inteligensi musikal adalah kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk – bentuk musikal dan suara. Untuk menentukan kecerdasan musikal Saraswati (2008: 16) menggunakan indikator berikut: dapat memainkan alat

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 musik, dapat menyanyi dengan tinggi rendahnya nada, dapat mengingat semua irama hanya dengan mendengarkan beberapakali, sering mendengarkan musik dimana saja, dapat membedakan suara berbagai alat musik, dapat membedakan suara berbagai alat musik, sering mengingat lagu – lagu iklan, sering bersiul atau mengeluarkan suara mengikuti irama lagu. Amstrong (2002: 26–27) mengemukakan indikator pengukur kecerdasan musikal sebagai berikut: suka memainkan alat musik di rumah atau di sekolah, ingat lagu melodi, berpartisipasi di kelas musik, lebih bisa belajar dengan ingatan musik, mengoleksi CD atau kaset, suka bernyanyi untuk diri sendiri atau orang lain, dapat mengikuti irama musik. e. Inteligensi Eksistensial Kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan-persolan terdalam eksistensi atau keberadaan manusia. Orang tidak puas tidak hanya menerima keadaannya secara otomatis, tetapi mencoba menyadarinya dan mencari jawaban yang terdalam (Suparno, 2004: 44). f. Kecerdasan Kinestetik Menurut Gardner (Suparno, 2004: 34) kecerdasan knestetik badani adalah kemampuan untuk menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan seperti yang ada pada aktor, penari, pemahat, dan seorang ahli bedah. Indikator kecerdasan kinestetik badani sangat beragam, seperti yang dijelaskan oleh Saraswati (2008: 15): gemar berolahraga atau melakukan kegiatan fisik, dapat melakukan sesuatu seorang diri, senang memikirkan sesuatu sambil berjalan, perlu memegang atau melakukan sesuatu agar bisa mengerti, senang permainan menantang,

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 menyukai permainan yang melibatkan fisik, suka mempelajari sesuatu dan mempraktekan. Pendapat dari tokoh lain adalah dari Armstrong (2002: 25) yang menyatakan indikator kecerdasan kinestetik sebagai berikut: berprestasi dalam olahraga, bergerak – gerak ketika sedang duduk, sering terlibat dalam kegiatan fisik seperti bersepeda, berenang dll, perlu menyentuh sesuatu yang ingin dipelajari, pandai menirukan gerakan orang lain, suka membongkar benda dan menyusunya kembali. Berdasarkan pendapat kedua tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa indikator daari kecerdasan kinestetik adalah: berprestasi dalam olahraga, dapat melakukan sesuatu seorang diri, senang memikirkan sesuatu sambil berjalan, suka membongkar benda dan menyusunya kembali. g. Kecerdasan Interpersonal Menurut Gardner (Suparno, 2004: 39) kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak, temperamen orang lain. Kepekaan akan ekspresi wajah, suara, isyarat dari orang lain juga termasuk dalam intelegensi ini . Kecerdasan interpersonal juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berlangsung antar dua pribadi, mencirikan proses-proses yang timbul sebagai suatu hasil dari interaksi individu dengan individu lainnya. Kecerdasan interpersonal menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain sehingga mudah bersosialisasi dengan lingkungan di sekelilingnya.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 h. Kecerdasan intrapersonal Menurut Gardner (Suparno, 2004: 41) kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan kemampuan untuk bertindak secara adaptatif berdasarkan pengenalan diri itu. Untuk menentukan kecerdasan intra personal, berikut adalah indikator menurut Saraswati (2008: 15): memiliki buku harian untuk mencatat hal pribadi, sering menyendiri untuk memikirkan hal – hal penting, mempunyai hobi dan kesenangan yang bersifat pribadi, suka memancing atau melakukan suatu hal sendiri, mengetahui kelemahan dan kekurangan sendiri, bekerja untuk diri sendiri. Sedengkan indikator menurut Amstrong (2002: adalah: memiliki kemauan yang kuat, 25) belajar dari kesalahan masa lalu, dengan tepat mengekspresikan perasaanya, terlibat dalam proyek atau hobi yang dikerjakannya sendiri i. Kecerdasan Naturalis 1) Pengertian Menurut Gardner (Suparno, 2004: 42) kecerdasan naturalis adalah kemampuan seseorang untuk dapat mengerti flora dan fauna dengan baik, dapat membuat destingsi konsekuensial lain dalam alam natural, kemampuan untuk memahami dan menikmati alam, dan menggunakan kemampuan itu secara produktif dalam berburu, bertani, dan mengembangkan pengetahuan akan alam. Berdasarkan pengertian kecerdasan naturalis, kecerdasan naturalis dapat digunakan sebagai suatu pendekatan pembelajaran. Peneliti akan menggunakan kecerdasan naturalis sebagai suatu dasar dalam pembuatan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 modul bimbingan belajar. Peneliti menggunakan kecerdasan naturalis sebagai pembuatan modul untuk kelas IIIA SDN Percobaan 3 Pakem karena sekolah tersebut sebagai sekolah dengan rintisan sekolah bgerbasis lingkungan hidup. 2) Karakteristik Berikut ini adalah indikator kecerdasan naturalis yang ditulis (Saraswati, 2008: 15): memelihara atau menyukai hewan, tertarik memiliki pengetahuan tentang tubuh dan kesehatan tubuh, mengetahui jalur setapak dan hewan di setapak, suka berimajinasi sebagai petani, dapat membaca arah cuaca. Pendapat lain mengatakan, Armstrong (2002:25): akrab dengan hewan peliharaan, peka terhadap bentuk – bentuk alam, suka berkebun atau berada di dekat kebun, suka mencari serangga, daun dan hal – hal yang berhubungan dengan alam untuk dibawa pulang, suka belajar tentang topik – topik alam dan lingkungan, peka terhadap bentuk – bentuk alam. Berdasarkan pendapat kedua tokoh dapat disimpulkan bahwa indikator kecerdasan naturalis adalah: suka mencari serarangga, daun dan hal – hal yang berhubungan dengan alam untuk dibawa pulang, suka belajar tentang topik – topik alam dan lingkungan, peka terhadap bentuk – bentuk alam, memelihara atau menyukai hewan, tertarik memiliki pengetahuan tentang tubuh dan kesehatan tubuh 3) Cara mengembangkan Siswa dapat diajak menikmati alam terbuka dan mengamatinya. Pembelajaran dapat dilakukan di luar kelas. Guru dapat menyediakan buku-buku dan CD yang berkaitan dengan seluk beluk hewan dan

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 tumbuhan, serta dilengkapi dengan gambar-gambar yang bagus dan menarik. Pembelajaran ini dapat membuat peserta didik mengenali flora dan fauna. Siswa juga memperoleh materi yang tepat terkait cara berpikir naturalis, seperti menyiram bunga, menanam tanaman, dan mengamati pertumbuhannya. Kegiatan tersebut berfungsi untuk melatih peserta didik agar peka terhadap lingkungan. Siswa diajarkan tentang permainan yang berkaitan dengan unsur-unsur alam, sepeti membandingkan berbagai bentuk bunga, buah, ataupun daun. Menebak suara binatang tertentu juga dapat dijadikan alternatif. 4) Strategi pengajaran untuk kecerdasan naturalis Pada umumnya kegiatan belajar mengajar dilakukan di dalam ruangan. Bagi siswa yang memiliki kecerdasan naturalis lebih efektif menggunakan cara belajar yang melalui alam atau pengamatan pada lingkungan sekitar. Ada dua solusi untuk melakukan kegiatan belajar berbasis kecerdasan naturalis. Pertama perlu meningkatan kesempatan bagi siswa untuk belajar di lingkungan alam ataupun di luar kelas. Kedua, perlu menghadirkan alam dan dunianya kedalm lingkungan kelas atau sekolah. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mengaplikasikan kedua solusi di atas. Strategi itu adalah, jalan – jalan dilingkungan terbuka. Dalam melakukan kegiatan jalan – jalan siswa diminta untuk mengamati apa yang ada di sekitarnya yang berkaitan dengan pelajaran yang sedang dipelajarinya. Ada beberapa matapelajaran yang dapat dilakukan dengan kegiatan jalan – jalan, ilmu alam dan

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 matematika adalah contoh mata pelajaran yang dapat dilakukan dengan jalan- jalan. Melihat keluar jendela juga merupakan suatu gambaran klasik bagaimana pelajaran diintegrasikan dengan yang dilakukan keadaan di alam dalam sekitar kelas sekolah. sedang Untuk menghilangkan kejenuhan siswa di dalam kelas, guru perlu memberikan contoh kongkret kejadian atau benda yang ada diluar kelas (Hamzah: 156). Hal ini juga mampu meningkatkan minat siswa pada pelajaran karena siswa belajar berdasarkan hal – hal yang mereka kenali. Strategi yang terahir adalah ekostudi, hal ini menyampaikan pentingnya memiliki sikap cinta pada lingkungan sekitar. Strategi ini berarti, apapun yang kita ajarkan kita mesti mempertimbangkan relevansinya terhadap ekologi. C. Modul Pembelajaran 1. Pengertian Modul Modul dapat dirumuskan sebagai suatu unit yang lengkap yang berdiri sendiri, yang terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar, yang disusun untuk membantu siswa dalam mencapai sebuah tujuan, yang dirumuskan secara khusus dan jelas. Salah satu tujuan pengajaran modul adalah membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuanya masing – masing, karena siswa tidak akan mencapai hasil yang sama dalam waktu yang sama. Pembelajaran modul juga memberi kesempatan bagi siswa untuk belajar menurut caranya masing –masing karena mereka menggunakan teknik belajar yang berbeda – beda untuk memecahkan masalah tertentu berdasarkan latar belakang pengetahuan dan

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 kebiasaan masing – masing. Tujuan selanjutnya adalah dari pengajaran modul memberi pilihan dari sejumlah besar topik dalam mempelajari suatu mata pelajaran untuk mencapai tujuan belajar yang sama. Tujuan yang lain adalah memberi kesempatan yang sama bagi siswa untuk mengenal kelebihan dan kekuranganya dan memperbaiki kekuranganya melalui modul remidial. 2. Keuntungan penggunaan modul pembelajaran menurut (Nasution, 1984) a. Keuntungan pengajaran modul bagi siswa Modul dapat memberikan feedback sehingga siswa segera dapat merasakan taraf keberhasilanya. Setiap siswa dapat kesempatan untuk memperoleh angka tertinggi dengan mengusai bahan pembelajaran secara tuntas. Selain itu penggunaan modul juga dapat mengurangi gaya dan kesan persaingan dalam belajar, modul dapat memupuk rasa kerja sama siswa dalam menyelesaikan masalah. Kerjasama dalam hal ini merupakan suatu yang positif dimana siswa dapat menemukan jawaban dari permasalahan secara bersama dengan teman atau dengan kelompoknya. Pengajaran modul dengan sengaja dapat memberikan pengajaran remidial yakni memperbaiki kelemahan, kesalahan ataupun kekurangan siswa yang dapat segera ditemukan sendiri oleh siswa yang bersangkutan, berdasarkan evaluasi yang diberikan secara kontinu (Nasution, 1984: 206 – 208).

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 b. Keuntungan pengajaran modul bagi guru Modul disusun secara cermat sehingga dapat memudahkan siswa belajar untuk mempelajari bahan pelajaran menurut metode yang sesuai dengan karakteristik siswa yang berbeda – beda. Pengajaran modul dapat memberikan kesempatan yang lebih besar bagi guru untuk memberikan bantuan dan perhatian kepada individual siswa yang membutuhkan tanpa mengganggu atau melibatkan seluruh kelas. Pelajaran menggunakan modul juga dapat membebaskan guru dari kegiatan mempersiapkan pelajaran, karena apa yang akan dilakukan pada kegiatan pembelajaran pada saat itu telah dipersiapkan oleh modul Nasution (1984 ; 206-208). 3. Cara Menyusun Modul Menurut Nasution (1982: 217-218) penyusunan modul atau pengembangan modul dapat mengikuti langkah-langkah berikut: a. Merumuskan sejumlah tujuan secara jelas, spesifik, dalam bentuk kelakuan siswa yang dapat diamati dan diukur. b. Urutan tujuan-tujuan itu menentukan langkah-langkah yang diikuti dalam modul itu. c. Tes diagnostik untuk mengukur latar belakang siswa, pengetahuan dan kemampuan yang telah dimilikinyasebagai pra-syarat untuk menempuh modul itu (entry behaviour atau entering behaviour). Ada hubungan antara butir-butir test ini dengan tujuan-tujuan modul. d. Menyusun alasan atau rasional pentingnya modul ini bagi siswa. Ia harus tahu apa gunanya ia mempelajari modul ini. Siswa harus yakin

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 akan manfaat modul itu agar ia bersedia mempelajarinya sepenuh tenaga. e. Kegiatan belajar direncanakan untuk membantu dan membimbing siswa agar mencapai kompetensi-kompetensi seperti dirumuskan dalam tujuan. Adapun beberapa alternatif yang perlu disediakan, misalnya cara yang dijalani oleh siswa sesuai dengan kepribadiannya. Bagian ini merupakan inti dan aspek terpenting dari modul itu, karena menyangkut proses belajar itu sendiri. f. Menyusun post-test untuk mengukur hasil belajar murid, hingga manakah ia menguasai tujuan-tujuan modul. Dapat pula disusun beberapa bentuk test yang paralel. Butir-butir tes harus bertalian erat dengan tujuan-tujuan modul. g. Menyiapkan pusat sumber-sumber berupa bacaan yang terbuka bagi siswa setiap waktu ia memerlukannya. 4. Evaluasi modul Sebelum modul bimbingan belajar diberikan pada siswa, modul harus melalui tahap evaluasi. Evaluasi dilakukan oleh beberapa pakar, dalam hal ini pakar yang dimaksud adalah pakar tata bahasa, guru kelas III, pakar matematika, dan pakar multiple intelligences. Penilaian hasil evaluasi modul menentukan layak dan tidaknya modul untuk diberikan kepada siswa kelas III. Cunningsworth mengemukakan beberapa unsur untuk mengevaluasi suatu . Unsur tersebut meliputi: aims and objectives, desaign and organization, language contents, skills, topic, methodology, teacher’s book, practical consideration (1995: 3).

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 D. Bimbingan belajar 1. Pengertian Menurut Hamalik (2009: 193), bimbingan dalam arti yang luas inheren dengan pendidikan. Banyak ahli yang sependapat bahwa pengertian tentang bimbingan pada pokoknya hampir bersesuaian satu sama lain. Berikut ini beberapa definisi bimbingan yang dikemukakan oleh bebrapa ahli yakni: Harol Alberty (Hamalik, 2009: 193) bimbingan disekolah merupakan aspek program pendidikan yang berkenaan dengan bantuan terhadap para siswa agar dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapinya dan untuk merencanakan masa depannya sesuai dengan minat, kemampuan, dan kebutuhan sosialnya. Menurut Stikes dan Dorcy (Hamalik, 2009) bimbingan adalah suatu proses untuk menolong individu dan kelompok supaya individu itu dapat menyesuaikan diri dan memecahkan masalahmasalahnya. Definisi ini menekankan pandangan pribadi. Stoops juga berpendapat (Hamalik, 2009), bimbingan adalah suatu proses yang terus menerus untuk membantu perkembangan individu dalam rangka mengembangkan kemampuannya secara maksimal untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat. 2. Tujuan Bimbingan Belajar Menurut Hamalik (2009: 195), bimbingan merupakan suatu proses yang bertujuan agar: a. Agar siswa bertanggungjawab menilai kemampuannya sendiri dan menggunakan pengetahuan mereka secara efektif bagi dirinya.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 b. Agar siswa menjalani kehidupannya sekarang secara efektif dan menyiapkan dasar kehidupan masa depannya sendiri. c. Agar semua potensi siswa berkembang secara optimal meliputi aspek pribadinya sebagai individu yang poetensial. Menurut Skiner (Hamalik, 2009: 195), bimbingan bertujuan untuk menolong setiap individu dalam membuat pilihan dan mnentukan sikap yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan kesempatan yang ada yang sejalan dengan nilai-nilai sosialnya. 3. Fungsi Bimbingan Belajar Menurut Hamalik (2009: 195), fungsi bimbingan adalah sebagai berikut: a. Membantu individu siswa untuk memeperoleh gambaran yang objektif dan jelas tentang potensi, watak, minat, sikap, dan kebiasaannya agar ia dapat menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. b. Membantu individu siswa untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan, minat, bakat, dan kemampuannya serta membantu siswa itu untuk emnentukan cara yang efektif dan efisien dalam menyelesaikan bidang pendidikan yang telah dipilihnya agar tercapai hasil yang diharapkan. c. Membantu individu siswa untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang kemungkinan-kemungkinan dan kecenderungan-kecenderungan dalam lapangan pekerjaan agar ia dapat melakukan pilihan yang tepat diantara lapangan pekerjaan. Disamping itu, membantunya untuk mendapatkan kemajuan yang memuaskan dalam pekerjaannya sambil memberikan sumbangan secaa masksimal terhadap masyarakatnya.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 4. Peranan buku guru dalam bimbingan belajar Menurut Ahmadi dan Supriyono (1991: 109) guru sebagai manager of instruction (pengelola pengajaran) dituntut untuk memiliki kemampuan mengelola seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan menciptakan kondisi-kondisi belajar sedemikian rupa sehingga setiap murid dapat belajar dengan efektif dan efisien. Sebagai pembimbing dalam belajar mengajar diharapkan mampu untuk: a. Memberikan berbagai informasi yang diperlukan dalam proses belajar. b. Membantu setiap siswa dalam mengatasi masalah-masalah pribadi yang dihadapinya. c. Mengevaluasi hasil setiap langkah kegiatan yang telah dilakukannya. d. Memberikan kesempatan yang memadai agar setiap murid dapat belajar sesuai dengan karateristik pribadinya. e. Mengenal dan memahami setiap murid baik secara individual maupun secara kelompok. Menurut Perceivel Huston (Ahmadi dan Supriyono, 1991: 111) dalam bukunya: “The Guidance Function Education” guru yang dapat berperan sebagai pembimbing yang efektif adalah guru yang memiliki kemampuan (kelebihan dalam hal mengajar bidang studi): a. Dapat menimbulkan minat dan semangat dalam bidang studi yang diajarkan. b. Memiliki kecakapan sebagai pemimpin murid. c. Dapat menghubungkan materi pelajaran pada pekerjaan praktis.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Jadi berdasarkan ketiga poin di atas, guru yang baik bukan merupakan guru yang pandai secara kognitif, namun guru harus mempunyai keterampilan menghubungkan materi pelajaran dan dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar. E. Prestasi rendah 1. Pengetian Prestasi Kata prestasi belajar berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatie. Kemudian dalam bahasa Indonesia menjadi prestasi yang berarti hasil usaha. Menurut Arifin (2009: 12) prestasi belajar adalah segala ketercapaian seseorang yang berkenaan dengan aspek pengetahuan. Menurut Tirtonegoro (Prasetyaningtyas, 2010: 25) prestasi belajar adalah penilaian atas suatu hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf ataupun kalimat yang dapat mencerminkan suatu hasil dari siswa dalam periode tertentu. Menurut Suryabrata (Prasetyaningtyas, 2010: 25) prestasi belajar adalah kemampuan seseorang untuk mencapai pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman belajar. Berdasarkan pendapat para ahli dan sumber tentang prestasi belajar di atas penulis menyimpulkan bahwa prestasi belajar adalah penilaian atas suatu ketercapaian terhadap suatu hal tertentu yang telah diperoleh dalam periode yang telah ditentukan. Prestasi belajar ini biasa dicantumkan dalam laporan nilai akhir siswa seperti dalam rapor, atau buku laporan hasil belajar lainya. Prestasi belajar diberikan untuk mengukur ketercapaian belajar siswa dalam suatu periode tertentu.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 2. Prestasi Belajar Rendah Berdasarkan pendapat tokoh, dan penyimpulan tentang prestasi belajar, maka prestasi belajar rendah adalah penilaian atas suatu ketercapaian terhadap suatu hal tertentu yang telah diperoleh dalam periode yang telah ditentukan, namun penilaian itu belum mencapai KKM yang telak ditentukan. Prestasi belajar rendah merupakan permasalahan yang sering terjadi dalam kelas. Siswa yang mempunyai pretasi belajar rendah harus diberikan pelajaran remidial atau diberikan mata pelajaran tambahan. F. Matematika Penelitian ini menggunakan mata pelajaran Matematika. Standar kompetensi yang digunakan adalah keliling serta luas bangun datar persegi dan persegi panjang. Kompetensi dasar yang di ambil adalah Luas bangun datar persegi dan persegi panjang. Berdasar Kamus Besar Bahasa Indonesia (Bahasa, 2008: 888) matematika adalah ilmu tentang bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan. Ismail dkk memberikan definisi hakikat matematika (Hamzah dan Muhlisrarini, 2014: 48): ilmu yang membahas angka-angka dan perhitungannya, membahas masalah-masalah numerik, mengenai kuantitas dan besaran, mempelajari hubungan pola, bentuk dan struktur, sarana berpikir, kumpulan sistem, struktur dan alat. Dari pendapat di atas peneliti mengambil kesimpulan dari hakekat matematika yaitu salah satunya sebagai proses penghitungan pengukuran

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 dengan menggunakan lambang – lambang yang tidak banyak digunakan dalam kehidupan sehari – hari dan dibatasi oleh aturan – aturan yang ketat. Artinya diperlukan suatu cara tertentu yang sifatnya analitis, cermat, lengkap dalam melakukan kegiatan belajar matematika. G. Penelitian yang Relevan 1. Penelitian yang Berhubungan dengan Kecerdasan Ganda (Multiple Intelligences) Tujuan penelitian yang dilakukan oleh Putrawan mengenai keefektifan strategi multiple intelligences adalah meningkatkan keefektifan pembelajaran jenis pekerjaan dan penggunaan uang melalui penggunaan Strategi Multiple Intelligences pada siswa kelas 3 SD N 3 Ngadipiro. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 3 SD N 3 Ngadipiro yang berjumlah 7 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Multiple Intelligences dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran jenis pekerjaan dan penggunaan uang. Peningkatan keefektifan tersebut dapat dilihat dari meningkatnya kualitas (quality), ketepatan (appropriateness), insentif (insentive), danwaktu (time). Simpulan penelitian ini adalah penggunaan strategi Multiple Intelligences dapat meningkatkan keefektifan

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 pembelajaran jenis pekerjaan dan penggunaan uang pada siswa kelas 3 SD Negeri 3 Ngadipiro. Penelitian ini dapat memberi masukan kepada peneliti mengenai kecerdasan ganda. Dalam penelitian teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hal itu dapat memberikan gambaran dalam penelitian yang sedang dilakukan. 2. Penelitian yang Berhubungan dengan Bimbingan Belajar Penelitian yang dilakukan oleh Fadilah (2011) tentang model bimbingan belajar melalui teknik mind map bertujuan untuk mengatasi kesulitan belajar pada siswa yang mengalami kesulitan bahasa inggris menggunakan bimbingan belajar teknik mainmap di SD SDN Gentan 03. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah modul bimbingan belajar melalui teknik mind map untuk mengatasi kesulitan mempelajari bahasa Inggris. Modul bimbingan belajar melalui teknik mind map adalah kemasan baru yang berisi tiga materi (bagian), bagian satu berisi materi mengenai pentingny pelajaran bahasa Inggris, bagian dua berisi bimbingan belajar melalui teknik mind map, dan bagian tiga berisi belajar bahasa Inggris melalui teknik mind map. Modul berisi materi bimbingan yang berkenaan dengan suatu unit materi bimbingan yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan treatment. Alasan memilih sekolah tersebut karena di SD Negeri Gentan 03 terdapat banyak peserta didik kelas V yang mengalami kesulitan belajar khususnya pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Hal ini dapat diketahui melalui daftar nilai ulangan harian dari guru bahasa Inggris yang menunjukkan bahwa peserta didik yang

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 memperoleh nilai ratarata dibawah KKM sejumlah 9 peserta didik dari 14 peserta didik. Dari data dan analisis penelitian dapat diyakini bahwa peningkatan kemampuan bahasa Inggris atau penurunan kesulitan mempelajari bahasa Inggris diakibatkan oleh adanya perlakuan yang berupa bimbingan belajar melalui teknik mind map. Berdasarkan data yang tertera pada jurnal dapat disimpulkan bahwa modul bimbingan belajar melalui teknik mind map efektif mengatasi kesulitan mempelajari bahasa Inggris. Penelilitian di atas dapat memberikan gambaran mengenai dampak penggunaan modul bimbingan belajar pada siswa yang mengalami kesulitan belajar. Penelitian ini juga mempunyai variabel yang sama dengan penelitian yang sedang dilaksanakan. Peneliti dapat menggunakan penelitian mengenai modul bimbingan belajar bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar sebagai tolak ukur dalam penelitian yang sedang dilakukan. 3. Penelitian yang berhubungan dengan Matematika Penelitian yang dilakukan oleh Gita (2006) yang berjudul implementasi pendekatan kontekstual untuk meningkatkan prestasi belajar matematika bertujuan (1) meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD 3 Sambangan dengan implementasi pendekatan kontekstual melalui pembelajaran kooperatip berbantuan LKS, (2) mendeskripsikan tanggapan siswa kelas V pendekatan kontekstual SD 3 Sambangan terhadap implementasi melalui pembelajaran kooperatip berbantuan LKS. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD 3 Sambangan tahun

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 ajaran 2006/2007 sebanyak 34 orang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data penelitian tentang prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes. Data tentang tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang diterapkan dikumpulkan melalui angket. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Nilai rata-rata prestasi belajar siswa pada skala sebelas pada akhir siklus I adalah 6,29 dan pada akhir siklus II reratanya 7,45. Jadi terjadi peningkatan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil angket yang diisi oleh semua subjek penelitian sebanyak 34 orang diperoleh 26 orang (76,47%) memberi tanggapan sangat positif, 8 orang (23,53%) memberi tanggapan positif. Nilai rata-rata skor tanggapan siswa adalah 43,29 tergolong positif. Penelitian diatas meneliti tentang maata pelajaran matematika. Kaitanya dengan penelitian yang sedang dilakukan adalah penelitian diatas danpenelitian yang dilakukan sama-sama meneliti matapelajaran matematika, sehingga peneliti mampu menjadikan acuan bagaimana penelitian tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Sihingga beberapa penelitian yang ditulis diatas mempunyai peran seperti yang digambarkan pada skema penelitian.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 H. Skema Penelitian Dalam penelitian ini peneliti membuat skema penelitian berdasarkan penelitian yang relevan seperti berikut : Bimbingan belajar Matematika Fadilah S,Nurjayanti E. 2011. Model bimbingan belajar melalui teknik mind map untuk mengatasi kesulitan mempelajari bahasa . FKIP Universitas Sebelas Maret. Gita, N.2006. Implementasi pendekatan kontekstual untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa di sekolah dasar. Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas MIPA Undiksha. PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN BELAJAR MATEMATIKA BERBASIS KECERDASAN NATURALIS PADA SISWA BERPRESTASI RENDAH KELAS III A DI SDN PERCOBAAN 3 PAKEM Kecerdasan Ganda (Multiple intelligences) Putrawan Gde dkk, (2012). keefektifan strategi multiple intelligences pada pembelajaran ips di sekolah dasar. Universitas Sebelas Maret. Gambar 2.1 Skema Penelitian

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Percobaan 3 Pakem, pada bulan April 2014. SD Percobaan 3 Pakem beralamatkan di kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Peneliti memilih SD Percobaan 3 Pakem karena SD tersebut adalah rintisan sekolah berbasis lingkungan. Sekolah berbasis lingkungan adalah sekolah yang selalu berpartisipasi aktif dalam berbagai macam kegiatan lingkungan. Selain itu SD Percobaan 3 Pakem mempunyai lokasi yang strategis. Sekolah berdekatan dengan beberapa sarana umum dan juga areal persawahan. Di sebelah timur sekolah terdapat beberapa pepohonan rindang. Udara yang ada di SD Percobaan 3 Pakem masih sejuk karena kecamatan Pakem termasuk kedalam dataran tinggi. Sehingga berbagai macam tanaman dapat tumbuh subur. Berdasarkan lokasi dan beberapa hal yang melatarbelakangi SD N Prcobaan 3 Pakem seperti tersebut di atas, maka modul berbasis kecerdasan naturalis dapat diberikan pada siswa kelas 3 di SD tersebut. B. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development atau R and D). Menurut Sugiyono (2007: 297) metode penelitian dan pengembangan merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Pada penelitian ini dibutuhkan analisis kebutuhan untuk menghasilkan produk tertentu. Produk tersebut akan diuji cobakan untuk 36

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 mengetahui kualitas produk sesuai spesifikasi produk yang ingin dikembangkan dan direvisi untuk memperoleh produk yang lebih efektif. Sukmadinata (2008: 164) dalam bukunya juga berpendapat metode penelitian dan pengembangan merupakan sebuah metode penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan sebuah produk baru atau membuat lebih baik produk yang telah ada sebelumnya. Produk yang dihasilkan berupa buku, media, dan alat dan juga dapat berbentuk pembelajaran, model-model pendidikan, penilaian atau evaluasi. Berdasarkan pendapat kedua tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa metode penelitian dan pengembangan (Research and Development atau R and D) merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengembangkan dan menghasilkan produk tertentu. Produk yang dihasilkan dapat berupa perangkat, media dan model pembelajaran. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode R&D untuk mengembangkan sebuah modul berbasis kecerdasan naturalis untuk mengatasis siswa berprestasi rendah dalam mata pelajaran matematika. C. Prosedur Pengembangan Peneliti menggunakan prosedur pengembangan modul dengan 10 tahapan dalam penelitian pengembangan (Research and Development) Sugiyono (2010: 409). Pada peneltian ini peneliti hanya menggunakan 7 tahapan penelitian pengembangan. Diakhir penelitian hanya sampai pada revisi produk itupun hanya sekedar sebagai catatan hal-hal yang perlu direvisi. Hal ini dikarenakan dalam penelitian pengembangan modul semacam ini yang

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 melibatkan aktifitas bimbingan belajar siswa atau penerapan dari modul itu membutuhkan waktu yang relatif panjang hingga mencapai kesempurnaan modul beserta peningkatan prestasi siswa. Tahap-tahap penelitian pengembangan (Research and Development) yang telah dimodifikasi dapat digambarkan dalam skema seperti berikut: Potensi dan Masalah Uji Coba Pemakaian Revisi Produk Pengolahan data Revisi Produk Desain Produk Uji coba Produk Validasi desain Revisi Desian Produk Massal Gambar 3.1 Dalam penelitian ini peneliti membatasi langkah – langkah penelitian, karena produk yang dihasilkan masih memerlukan beberapa pengembangan dan penyempurnaan. Maka dari 10 langkah yaitu potensi dan masalah, pengolahan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, produk massal peneliti membatasi sampai langkah ke 7 yaitu revisi produk, seperti berikut: Potensi dan Masalah Pengolahan data Desain Produk Uji coba Produk Revisi Produk Gambar 3.2 Validasi desain Revisi Desian

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Langkah 1 : Potensi dan Masalah Penelitian ini berangkat dari adanya potensi dan masalah dengan melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan dengan melakukan wawancara langsung kepada guru matematika kelas 3 SD Percobaan 3 Pakem. Wawancara ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya fakta dan masalah yang terjadi di lapangan yang menyangkut ketersediaan modul matematika yang digunakan guru untuk mencapai pembelajaran. Wawancara dengan guru kelas juga dilakukan untuk mengetahue beberapa siswa yang berprestasi rendah. Penelitian dilanjutkan dengan observasi siswa pada kegiatan pramuka. Observasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi siswa-siswi secara kasat mata perilaku-perilaku yang menunjukkan ciri-ciri dari teori kecerdasan naturalis yang dominan pada kelas tersebut. Selain itu, lewat wawancara dengan guru kelas III A peneliti bertanya yang didasari pada ciri-ciri dalam teori kecerdasan naturalis. Tujuannya agar peneliti dapat memperoleh informasi/data yang lebih mendalam dalam mencari 10 siswa-siswi yang memiliki kecerdasannaturalis. Hal ini, dilakukan karena guru kelas IIIA merupakan seorang narasumber yang lebih memahami karakteristik siswasiswinya. Tidak hanya berhenti pada tahapan di atas, setelah mendapatkan 10 siswa yang diduga kuat memiliki kecerdasan naturalis, sebagai penguat bukti – bukti yang ada peneliti melakukan wawancara secara lisan dengan 10 siswa. Wawancara yang dilakukan berupa wawancara terbatas dimana kegiatan ini hanya untuk menguatkan data mengenai siswa yang memiliki kecerdasan

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 naturalis. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa 10 siswa memang memiliki kecerdasan naturalis. Akhir dari analisis kebutuhan ini, peneliti melakukan dokumentasi nilai ke-10 siswa kelas III. Dokumentasi nilai ini bertujuan untuk menganalisa kesamaan nilai rendah/dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) pada salah satu mata pelajaran inti ke-SDan (Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, PKn) dari mulai semester 1 di kelas III. Setelah menemukan tinggallah mewawancara guru mata pelajaran terkait, untuk mengetahui materi yang akan dibuat dalam modul bimbingan belajar di semester 2 yang sekiranya siswa kesulitan. Langkah 2 :Pengumpulan Data Observasi ini digunakan sebagai data awal untuk mengidentifikasi siswasiswi kelas III A yang menunjukkan ciri-ciri dari teori kecerdasan naturalis yang dominan. Selain itu, hasil wawancara dengan guru kelas III A akan digunakan peneliti untuk mendapatkan informasi tentang 10 siswa-siswi yang memiliki kecerdasan naturalis. Selanjutnya kegiatan wawancara terhadap 10 siwa juga digunakan untuk menguatkan data hasil pengamatan secara kasat mata. Wawancara tersebut menanyakan seputar ciri – ciri kecerdasan naturalis. Siswa ditanya seputar minatnya mengenai kegiatan yang dilakukan dengan lingkungan alam sekitar mereka. Langkah selanjutnya mengumpulkan data tentang dokumentasi nilai ke10 siswa di kelas III A . Dokumentasi ini digunakan sebagai alat untuk

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 menganalisa siswa – siswa yang mengalami prestasi belajar di bawah KKM. Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran, digunakan sebagai data untuk mengetahui materi sulit bagi siswa. Materi ini yang akan digunakan untuk mengisi modul bimbingan belajar berbasis kecerdasan naturalis. Berdasarkan hal tersebut guru memberikan masukan bahwa sebaiknya materi yang ada didalam modul berkenaan dengan konsep luas bangun datar. Langkah 3 : Desain Produk (Prototipe) Desain produk dimulai dengan menentukan desain awal modul dan materi yang akan diuraikan dalam modul. Desain awal dimulai dengan membuat silabus dan RPP terkait luas bangun datar yang terintegrasi dengan kecerdasan naturalis. Setelah membuat silabus dan RPP dilanjutkan dengan menyusun kerangka modul yang meliputi merancang tampilan modul, menentukan isi modul dan menentukan urutan isi modul. Isi modul meliputi standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD), indikator dan tujuan yang akan dicapai, materi modul serta soal evaluasi. Pada langkah ini peneliti masih mengumpulkan bahan yang akan digunakan untuk materi pada modul. Selanjutnya, peneliti menyusun instrumen evaluasi untuk mengukur ketuntasan indikator dan ketuntasan penguasaan siswa terhadap materi sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu, peneliti juga akan menentukan strategi pengajaran dan kegiatan belajar yang akan digunakan yang termuat dalam modul. Setelah semua komponen modul terkumpul, langkah berikutnya adalah menyusun modul sesuai dengan rancangan tampilan modul dan urutan isi yang telah ditentukan.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Langkah 4 : Validasi Desain Validasi desain (Sugiyono, 2010: 414) merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah desain produk, dalam hal ini modul bimbingan belajar akan lebih efektif dan berkualitas. Peneliti menggunakan validasi pakar sebagai evaluasi formatif terhadap desain produk (prototipe) yang sudah jadi. Produk yang telah dikembangkan akan divalidasi oleh empat orang pakar yang terdiri pakar pelajaran matematika ,guru matematika atau guru kelas, pakar tata bahasa, pakar multiple intelligences. Salah satunya adalah guru matematika kelas 3 SD Percobaan 3 Pakem. Validasi produk ini bertujuan untuk memperoleh kritik dan saran serta penilaian dari para pakar terhadap produk yang dikembangkan. Dari masukan dan saran tersebut akan diketahui kelebihan dan kekurangan produk yang dikembangkan serta perbaikan yang harus dilakukan oleh peneliti. Langkah 5: Revisi Desain Setelah mendapatkan masukan dan saran, maka tahap selanjutnya adalah melakukan revisi produk yang dibuat berdasarkan hasil validasi pakar. Revisi dilakukan untuk memperbaiki kekurangan produk yang sudah divalidasi oleh pakar. Peneliti melakukan kegiatan revisi desain ini sesuai dengan kritik dan saran yang dianjurkan oleh 4 pakar. Revisi desain perlu dilakukan agar produk benar – benar layak diberikan kepada siswa kelas 3 SD. Langkah 6: Uji Coba Desain Produk yang sudah direvisi berdasarkan saran dan komentar dari para pakar selanjutnya digunakan dan diujicoba lapangan. Uji coba akan dilakukan secara terbatas kepada 10 siswa kelas 3 SD Percobaan 3 Pakem. Setelah

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 melakukan uji coba, siswa diberikan refleksi mengenai kegiatan yang ada dalam modul untuk menilai apakah kegiatan yang ada dalam modul menyenangkan atau tidak dan apakah modul sudah baik digunakan untuk kegiatan belajar atau belum. Hasil uji coba merupakan evaluasi sumatif terhadap desain produk pengembangan modul. Setelah melakukan uji coba, peneliti menganalisis nilai pre-test dan post-test dengan cara membandingkan ada tidaknya peningkatan dari nilai pre-test ke post-test. Bila ada peningkatan berarti, modul ini dapat dikatakan berhasil karena dapat meningkatakan nilai dari prestasi rendah ke-10 siswa. Langkah 7: Revisi Desain Revisi desain dilakukan setelah uji coba produk. Produk akan direvisi berdasarkan masukan dari siswa yang ikut dalam uji coba produk. Pada penelitian ini hanya sampai pada langkah pencatatan kritik dan saran dari siswa. Hasil kritik dan saran siswa tidak untuk ditindak lanjuti untuk menjadikan desain produk final modul bimbingan belajar berbasis kecerdasan naturalis. Kritik dan saran akan ditindaklanjuti pada penelitin selanjutna. D. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Pada penelitian ini, peneliti menetapkan populasi siswa kelas 3 SD Percobaan 3 Pakem. Peneliti memilih kelas III yang akan dijadikan sebagai populasi. Peneliti merasa tertarik melakukan kegiatan penelitian di kelas III karena berdasar observasi dan wawancara terdapat beberapa siswa kelas III yang memiliki kecerdasan naturalis namun lemah pada mata pelajaran matematika. Berdasarkan fakta tersebut, peneliti tertarik melakukan analisis lebih lanjut terhadap permasalahan siswa.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 2. Sampel Penelitian Peneliti melakukan pemilihan sampel berdasarkan nilai matematika siswa. Dalam pemilihan itu terdapat beberapa siswa kelas III A yang lemah dalam pelajaran matematika, sehingga peneliti menetapkan semua siswa yang lemah dalam mata pelajaran matematika dijadikan sampel. Namun penentuan sampel masih dilanjutkan dengan mengadakan pengamatan kebeberapa siswa yang lemah dalam pelajaran matematika. Pengamatan itu dilakukan untuk mangamati apakah siswa mempunyai kecerdasan naturalis atau tidak. Pengamatan dilakukan dengan cara memberikan wawancara terbatas dengan siswa. Selain itu peneliti juga melakukan observasi berdasar ciri-ciri kecerdasan naturalis,ketika siswa bermain di luar dan pada saat melakukan kegiatan pramuka. Sehingga berdasarkan kegiatan tersebut peneliti mendapatkan 10 siswa kelas III A yang lemah dalam matapelajaran matematika namun mereka memiliki kecerdasan naturalis. Sampel-sampel yang sudah terpilih selanjutnya akan diberikan treatment menggunakan modul bimbingan beljar berbasis kecerdasan naturalis untuk siswa kelas 3 SD pada mata pelajaran matematika. E. Treatment Penelitian ini memberikan treatmen berupa pemberian mudul bimbingan belajar berbasis kecerdasan naturalis pada siswa kelas III SD percobaan 3 Pakem. Modul yang diberikan pada siswa adalah modul yang berbasis dengan kecerdasan naturalis. Modul ini disesuaikan dengan kecerdasan yang dimiliki oleh siswa. Dalam modul terdapat ringkasan – ringkasan materi dan beberapa kegiatan pembelajaran yang dimodifikasi menjadi sebuah kegiatan

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 pembelajaran yang terintegrasi dengan lingkungan sekitar siswa. Di bagian akhir modul menampilkan cirikhas dari kecerdasan naturalis, yaitu siswa diminta untuk menanam bibit cabai. Ciri khas naturalis sangat diutamakan pada kegiatan yang akan dilakukan dalam modul. Sebisa mungkin siswa dikondisikan dan diarahkan untuk belajar sesuai dengan lingkungan sekiar mereka. Modul menyajikan masalah – masalah yang dapat ditemui pada kehidupan sehari –hari siswa. Peneliti juga akan mengajak siswa melakukan pemecahan masalah dalam modul dengan melakukan pendekatan naturalis, dimana siswa sering diajak melakukan pengamatan di luar kelas. Dengan melakukan pengamatan di luar kelas diharapkan siswa mampu memahami kehidupan sehari – hari mereka dan dapat dengan mudah memecahkan masalah yang mereka temui dalam kehidupan sehari – hari. Treatmen akan dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Pemberian treatmen dilakukan selama 2x35 menit perhari atau 2 jam pelajaran. Pemberian treatmen ini dilakukan setelah jam terahir, artinya pemberian treatmen ini dilakukan ketika siswa pulang sekolah. Treatment pada hari pertama siswa hanya diajak untuk melakukan kegiatan pengamatan terhadap beberapa lingkungan sekolah, hal ini bertujuan untuk menerangkan konsep dan pengenalan luas pada siswa kelas IIIA SD N Percobaan 3 Pakem. Pada hari kedua, siswa melakukan penghitungan ubin penggabungan luas bangun datar agar siswa semakin memahami secara mendalam mengenai materi bangun datar. Pada hari ketiga siswa diminta untuk mengaplikasikan teori – teori yang sebelumnya telah diperoleh pada hari pertama dan kedua. Siswa diminta untuk membuat kebun cabai di sebuah lahan

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 kosong sekolah. Pada kegiatan itu siswa diminta menentukan luas kebun cabai yang akan mereka buat. F. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, peneliti akan melakukan 4 model pengumpulan data, yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. 1. Wawancara Wawancara (Sugiyono, 2010: 194) digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur,dan dapat dilakukan dengan tatap muka maupun lewat telepon. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara tidak terstruktur. Pada awal wawancara dilakukan dengan guru kelas untuk menanyakan matapelajaran yang kerapkali dianggap sulit bagi siswa. Selanjutnya wawancara menanyakan tentang data siswa yang mempunyai prestasi rendah atau nilai dibawah KKM pada pelajaran matematika. Peneliti juga menjelaskan tentang kecerdasan naturalis beserta cirinya, selanjutnya peneliti menenyakan siapa saja siswa yang mempunyai ciri memiliki kecerdasan naturalis seperti penjelasan yang sudah diberikan. Wawancara tidak hanya dilakukan dengn guru kelas, peneliti jug melakukan kegiatan wawancara dengan melibatkan 10 siswa yang

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 dijadikan sampel penelitian. Wawancara yang dilakukan untuk memastikan bahwa 10 sampel itu memiliki kecerdasan naturalis. 2. Observasi Observasi Merupakan teknik pengumpulan data, dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan (Riduwan, 2004: 104). Menggunakan lembar observasi yang digunakan untuk memastikan kemampuan siswa dibidang naturalis. Pada penelitian ini peneliti melakukan kegiatan observasi lingkungan sekolah untuk melihat apakah lingkungan memeng tepat untuk dijadikan sebagai tempat penelitian kecerdasan naturalis. Selain itu peneliti juga melakukan observasi pada beberapa siswa yang mempunyai prestasi rendah, observasi yang dilakukan berpanduan kepada ciri – iri kecerdasan naturalis, dari hasil observasi itu peneliti menemukan beberapa siswa yang memiliki kecrdasan naturalis. Peneliti menetapkan ada 10 siswa yang berpotensi untuk dijadikan sampel penelitian kecerdasan naturalis. 3. Dokumentasi Teknik dokumentasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dipakai peneliti dalam memperoleh data awal mengenai sampel.Dokumen itu sendiri bisa berbentuk tulisan, gambar atau karyakarya monumental dari seseorang. Hasil penelitian dari observasi dan wawancara akan lebih baik dan dapat dipercaya kalau didukung oleh sejarah pribadi kehidupan di sekolah (Sugiyono, 2010: 329). Peneliti akan melihat data-data siswa di kelas III A. Data yang dilihat oleh peneliti

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 berupa nilai-nilai yang tertulis di ledger dan rapor, baik nilai tugas, ulangan harian, ulangan tengah semester dll. G. Instrumen Penelitian Pada tahap ini peneliti menetapkan beberapa instrumen yang dapat digunakan pada saat pelaksanaan penelitian. Instrumen penelitian merupakan beberapa alat pengambilan data nilai pre-test, nilai postest, evaluasi dan refleksi siswa. Pengumpulan data dan instrumennya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.1 Pengumpulan data dan Instrumen Indikator Nilai tiap siswa dan rata-rata nilainya Nilai tiap siswa di setiap pertemuan Nilai pre-test Pengumpulan data Pre-test 30 soal pilihn ganda Nilai post-test Post-test 30 soal pilihan ganda Latihan dan evaluasi 10 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian Data Nilai latihan dan evaluasi di setiap pertemuan Pertemuan I Hasil refleksi Refleksi siswa di setiap pertemuan Pertemuan II Pertemuan III Instrument Mendiskripsikan kegiatan, dan perasaan pada saat mengikuti kegiatan dalam modul Mendiskripsikan kegiatan, dan perasaan pada saat mengikuti kegiatan dalam modul Mendiskripsikan kegiatan, dan perasaan pada saat mengikuti kegiatan dalam modul 1. Soal prettest dan posttest Kisi-kisi instrumen atau matriks pengembangan instrumen. Mata Pelajaran : Matematika Kelas : III A

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Semester : 2 (genap) Tahun Ajaran : 2013/2014 Standar Kompetensi : 5. Menghitung keliling, luas persegi dan persegi panjang, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar : 5.2 Menghitung luas persegi dan persegi panjang Tabel 3.2 kisi – kisi soal pretest – post-test No 1 2 3 4 5 6 7 Indikator Membandingkan luas bangun datar persegi dan persegi panjang Memperkirakan luas bangun datar dengan mengurutkan luas terkecil hingga terbesar Mengamati keadaan alam di lingkungan sekolah yang berkaitan dengan konsep bangun datar Memecahkan masalah yang berhubungan dengan luas bangun datar Menunjukan cara pemecahan masalah yang berhubungan dengan bangun datar Menghitung penjumlahan suatu luas bangun datar Mengaitkan oprasi penghitungan luas bangun datar dengan kehidupan sehari - hari Nomor Soal Pilihan Ganda 6,7 1,4 2,3,5,8,9,10,14,17,1 8,24,25,28 15,30 11,12,13,16,20,21,2 2,23,26,27,29 Berdasarkan kisi – kisi soal di atas, peneliti membnuat suatu kriteria penilaian seperti berikut : Jawaban Benar Salah Skor 1 0 Jumlah item 30 soal pilihan ganda. Total skor = 30 Nilai= 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑆𝑘𝑜𝑟 3 Jadi, nilai maksimal adalah 10.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 2. Soal – soal evaluasi Kisi-kisi instrumen atau matriks pengembangan instrumen. Mata Pelajaran : Matematika Kelas : III (tiga) Semester : 2 (genap) Tahun Ajaran : 2013/2014 Standar Kompetensi : 5. Menghitung keliling, luas persegi dan persegi panjang, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar : 5.2 Menghitung luas persegi dan persegi panjang Tabel 3.3 Kisi-kisi soal latihan dan evaluasi Matematika No Pertemuan ke- 1 2 I 3 4 II 5 6 III 7 Indikator Nomor Soal Evaluasi Pilihan ganda Membandingkan luas bangun 5,6,7,8,9 datar persegi dan persegi panjang Memperkirakan luas bangun datar dengan mengurutkan luas terkecil 1,2,3,4,10 hingga terbesar Mengamati keadaan alam di lingkungan sekolah yang berkaitan dengan konsep bangun datar Memecahkan masalah yang berhubungan dengan luas bangun datar Menunjukan cara pemecahan masalah yang berhubungan dengan bangun datar Menghitung penjumlahan suatu 5,8,9 luas bangun datar Mengaitkan oprasi penghitungan 1,2,3,4,6,7,10 luas bangun datar dengan kehidupan sehari - hari uraian 1,2,3,4,5 - 1 2,3,4,5 1,2,3,4,5

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Jawaban Benar Salah Soal pilihan ganda 1 0 Soal uraian 2 0 Jumlah item soal pilihan ganda 10 dan soal uraian 5 Penilaian Evaluasi hari ke-1 dan ke-3 Total skor = 20 Nilai = 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟 2 = 10 Jadi, nilai maksimal adalah 10 Penilaian evaluasi hari ke-2 Total skor 10 Nilai maksimal 10 3. Refleksi Refleksi dalam modul bertujuan untuk mengungkap apa pendapat atau perasaan siswa setelah mengikuti kegiatan dalam modul. Pada bagian refleksi juga ditanyakan apa saja yang dapat diperoleh siswa dari kegiatan dalam modul. Berikut adalah tabel refleksi pada modul : Tabel 3.4 Kisi-kisi pernyataan refleksi Indikator Pernyataan Apa yang dapat kamu peroleh dari kegiatan belajar hari ini? Apa yang kamu rasakan setelah mengikuti kegiatan dalam modul? Nomor soal 1 2 Hasil refleksi digunakan untuk melihat keadaan siswa setelah mengikuti bimbingan belajar dan pemberian kritik-saran dari siswa mengenai modul. Kritik dan saran ini hanya sebagai catatan revisi untuk direvisi dipenelitian selanjutnya.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 4. Dokumentasi Dalam bukunya Trianto (2010: 268-269) berpendapat bahwa penelitian dengan melakukan dokumentasi ini dapat dilakukan dengan mengamati bukubuku, majalah, catatan harian, nilai-nilai. Ahli lain juga mengemukakan pengertian dokumen adalah catatan peristiwa yang sudah berlalu yang berbentuk tulisan, gambar, karya-karya (Sugiyono, 2010: 329). Pada penelitian ini, dokumentasi dilakukan dengan cara melihat rekap nilai ulangan siswa dan nilai rapor siswa pada mata pelajaran matematika kelas III A semester 1. Nilai ulangan harian diperoleh peneliti dari guru kelas. Resum nilai ulangan dan nilai rapor siswa dapat dilihat pada Tabel 3.5 dan Tabel 3.5. Tabel 3.5 Resume Nilai Ulangan Semester 1 No. Absen 1 4 6 8 9 12 14 16 21 22 No. Absen 1 4 6 8 9 12 14 16 21 22 Sampel Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 Sampel 4 Sampel 5 Sampel 6 Sampel 7 Sampel 8 Sampel 9 Sampel 10 Nilai Ulangan KKM Nilai 73 82 72 70 70 73 70 70 78 70 70 Tabel 3.6 Resume Nilai Rapor Semester 1 Nilai Ulangan Sampel KKM Nilai Sampel 1 74,85 Sampel 2 77,6 Sampel 3 78,3 Sampel 4 80,4 Sampel 5 76,68 73 Sampel 6 77,25 Sampel 7 72,25 Sampel 8 86 Sampel 9 76,2 Sampel 10 78,2

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 5. Kuesioner Masidjo (1995: 70), kuisioner adalah daftar pertanyaan yang dibuat secara lengkap yang berisi tentang hal-hal yang diketahui responden. Kuisioner digunakan para pakar/validator untuk melakukan validasi modul yang dikembangkan peneliti. Pada penilaian ini pakar/validator menilai dengan cara memberi tanda (√) pada salah satu pilihan angka (lihat Lampiran 6). H. Validitas 1. Guru kelas Validasi guru kelas dilakukan oleh guru kelas 3 yaitu Ibu. Roro Wilis A,Md selaku guru kelas III A dari SD Percobaan 3 Pakem. Validasi dilakukan satu kali pada bulan februari 2014. Validasi oleh guru kelas dilakukan untuk meningkatkan kualitas desain produk modul yang meliputi (1) aspek tujuan dan pendekatan, (2) aspek desain dan pengorganisasian, (3) aspek isi, (4) aspek berbahasa yaitu berbicara, (5) aspek topik dan (6) aspek metodologi. Hasil validasi oleh ibu Roro Wilis A,Md diperoleh penilaian kualitas desain produk dengan nilai rata-rata 3,80. Berdasarkan nilai rata-rata tersebut maka desain produk termasuk dalam kategori baik. Komentar umum yang dituliskan Ibu Roro Wilis A,Md pada lembar validasi terhadap desain produk modul bimbingan belajar matematika adalah baik digunakan untuk pembelajaran kelas III SD namun perlu lebih memperhatikan penulisan kata depan dan awalan di. Berikut tabel penjabaran komentar dan saran dari guru kelas III disertai penjelasan revisinya.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Tabel 3.7 Validasi guru kelas No. Komentar guru Revisi Tujuan dan Pendekatan 1 Tujuan pada modul dengan Memperjelas tujuan pada modul kegiatan pembelajaran perlu diperjelas Isi Modul 1 Kegiatan pada modul terlalu Memperhatikan beberapa kegiatan dalam padat perhatikan waktu agar modul, dan menghapus kegiatan yang tujuan tercapai kurang sesuai. Metodelogi 1 Modul kurang memberikan Memperbaiki modul, agar mampu konsep mengenai luas bangun memberikan konsep-konsep luas bangun datar kepada siswa datar pada siswa 2. Validasi pakar tata bahasa Validasi dengan dosen ahli tata bahasa dilakukan pada bulan Mei 2014. Modul bimbingan belajar beserta RPP dan silabus divalidasi oleh Bpk. Apri Damai Sagita ,S.S.,M.Pd. Hasil validasi kualitas produk oleh pakar tata bahasa adalah 3,74. Berikut adalah tabel hasil validasi dosen ahli tata bahasa : Tabel 3.8 Validasi pakar bahasa No. Komentar dosen Revisi Desain dan pengorganisasian 1 Penggunaan di, harus Membenahi kata yang terdapat kata “di” disesuaikan dengan sebagai imbuhan dan kata “di” sebagai kata kalimat di belakangnya depan

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 2 Kelengkapan instrumen Menambahkan penilaian afektif dan perlu dilengkapi psikomotor Berdasarkan komentar dan tanggapan dosen bahasa Indonesia, validator ahli dapat dinyatakan bahwa modul bimbingan belajar matematika berbasis kecerdasan naturalis sudah baik untuk digunakan sebagai modul. Namun masih ada beberapa yang harus dibenahi yaitu penggunaan kata “di” sebagai kata depan dan sebagai imbuhan. 3. Pakar matematika Tabel 3.9 Validasi pakar matematika No. Komentar guru Revisi Tujuan dan pendekatan 1 Modul sesuai dengan Mengaitkan materi pada modul dengan tujuan tujuan pembelajaran belajar yang akan dicapai 2 Kurang mengarahkan Memberikan beberapa gambar yang siswa kedalam konsep – menerangkan tentang konsep bangun datar konsep bangun datar dan luas bangun datar Desain dan pengorganisasian 3 Komponen dan Melengkapi rangkuman dan sumber belajar kelangkapan modul yang belum tercantum. belum lengkap 4 Kurang menununtun Konsep luas bangun datar sebenarnya sudah siswa kedalam konsep di jelaskan pada materi dibagian bacaan, luas bangun datar namun dalam modul belum dicantumkan gambar – gambar yang menerapkan konsep – konsep tersebut. Bagi siswa konsep mungkin akan mudah dipahami jika menggunakan gambar. Peneliti menambahkan gambar mengenai konsep luas bangun datar.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Berdasarkan pendapat validator di atas, peneliti kembali merefisi produk yang akan diberikan pada siswa. Hasil validasi kualitas produk oleh pakar matematika adalah 3,46.Revisi mendalam dilakukan pada bagian isi modul, penerapan konsep luas bangun datar belum begitu ditekankan. Peneliti melengkapi bagian isi modul dengan beberapa gambar yang menerangkan konsep luas bangun datar.Sehingga modul yang dibuat sudah sesuai dan dapat segera dibagikan pada siswa. 4. Pakar multiple intelligences Validasi modul bimbingan belajar perlu dilakukan dengan dosen ahli multiple inttelligences. Hal ini dilakukan karena modul bimbingan belajar yang dirancang berbasis kecerdasan naturalis. Kecerdasan naturalis itu sendiri adalah bagian dalam teori multiple intelligences, sehingga akan menjadi sangat penting jika modul yang dirancang divalidasi oleh dosen ahli multiple intelligences. Berikut adalah tabel hasil validasi dengan pakar multiple intelligences: Tabel 3.10 Validasi pakar multiple intelligences No. Komentar dosen Revisi Desain dan pengorganisasian 1 Perlu diteliti kembali, Merubah susunan modul, pengamatan mana yang harus di didahulukan daripada materi pelajaran dahulukan antara materi pelajaran dan kegiatan pengamatan

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Berdasarkan validasi modul yang dilakukan oleh pakar, peneti sudah siap mencetak modul dalam bentuk buku. Pakar multiple intelligence mengutamakan validasi isi modul sudah sesuai atau belum kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan prinsip utama kecerdasan naturalis. Validasi pakar multiple intelligences adalah tahap akhir validasi pakar, sehingga modul siap untuk diproduksi dan diujikan kepada siswa SD kelas 3. I. Teknik Analisis Data Data pada penelitian ini dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa komentar oleh pakar pembelajaran matematika, pakar modul pembelajaran matematika, Guru, dan siswa. Data dianalisis sebagai dasar untuk memperbaiki dan mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan. Data kualitatif dalam penelitian ini adalah penilaian dari dosen atau pakar pembelajaran. Selain itu data kalitatif juga diperoleh dari guru kelas III A SD Percobaan 3 Pakem. Menurut Mardapi (2007: 123) konversi nilai skala 4 berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP) yang dapat dilihat pada tabel 3.11. Tabel 3.11 Konversi Skala 4 menurut Mardapi Interval X >𝑋 + 1.𝑆𝐵𝑥 𝑋 + 1. 𝑆𝐵𝑥 >X ≥𝑋 Kategori Sangat Baik Baik Kurang Baik Sangat Kurang Baik Keterangan: Rerata ideal (Xi) : Rata – rata skor keseluruhan siswa dalam suatu kelas Simpangan baku ideal suatu kelas. : Simpangan baku skor keseluruhan siswa dalam

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 X : Skor yang dicapai siswa Peneliti dalam penelitian ini menentukan skala dalam penilaian modul, dengan beberapa kriteria yang telah ditetapkan. Terdapat 4 kategori yaitu, sangat kurang baik (1), kurang baik (2), baik (3), dan sangat baik (4). Berdasarkan rumus tersebut, maka peneliti melakukan perhitungan untuk terlebih dahulu mencari SBx atau Standar Devisiasi (SD). Resume hasil validasi ketiga pakar yang mengisi lembar validasi desain isi modul adalah, sebagai berikut: Tabel 3.12 Resume, nilai dari para pakar Pakar/validator Nilai Pembelajaran Matematika 3,46 Tata Bahasa Indonesia 3,74 Guru Matematika 3,80 Total 11 Rata-rata 3,66 Kemudian berdasarkan tabel di atas peneliti menghitung SBx atau Standar Devisiasi (SD) yang dapat dilihat pada Tabel 3.13. Tabel 3.13 Perhitungan SBx/Standar Deviasi (SD) No 1 2 3 Pakar/validator Pembelajaran Matematika Tata Bahasa Indonesia Guru Matematika Total Rata-rata 3,46 -0,2 Simpangan kuadrat (xi - x )2 0,04 3,74 0,08 0,0064 3,80 11 3,66 0,14 0,0196 0,066 Nilai (X) Simpangan (xi - x ) Selanjutnya, berdasarkan tabel di atas peneliti menghitung simpangan baku sampel sebagai berikut:

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Simpangan baku sampel = = = (𝑥 𝑖− 𝑥 𝑟𝑎𝑡𝑎 −𝑟𝑎𝑡𝑎 )2 (𝑛−1) 0,066 (3−1) 0,066 2 = 0,033 = 0,18 Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif skala empat yang dapat dilihat pada Tabel 3.14. Tabel 3.14 Rumus pedoman penentuan skor No 1 Skor Validasi Patokan Skor X ≥ 3,84 Kategori Sangat positif/ sangat tinggi 2 3,84 > X ≥ 3,66 Tinggi/ positif 3 3,66 > X ≥ 3,48 Negatif/ rendah 4 X < 3,48 Sangat negatif/ rendah Berdasarkan perhitungan konversi nilai skala empat, maka peneliti memperoleh resume nilai berdasarkan hasil perhitungan kuesioner dari para pakar yang dapat dilihat pada Tabel 3.15. Tabel 3.15 Hasil konversi nilai skala 4 No 1 2 3 Pakar/validator Pembelajaran Matematika Tata Bahasa Indonesia Guru Matematika Total Rata-rata Skor 3,46 3,74 3,80 Kategori Rendah Tinggi Tinggi 11 3,66 Tinggi Berdasarkan tabel 3.15 dapat diambil kesimpulan bahwa kualitas desain modul yang dikembangkan peneliti termasuk dalam kategori “tinggi” dengan rata-rata 3,66.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA A. Pelaksanaan Penelitian 1. Sebelum Penelitian Penelitian ini diawali dengan analisis kebutuhan yang dilakukan pada bulan Oktober 2013. Sebelum melakukan kegiatan penelitian peneliti meminta ijin ke Kepala Sekolah SDN Percobaan 3 Pakem untuk melakukan observasi ke kelas III A terkait mata pelajaran matematika. Setelah mendapat izin dari Kepala Sekolah, peneliti melanjutkan izin penelitian secara lisan kepada ibu Roro Wilis A,Md selaku guru kelas III A SDN Percobaan 3 Pakem. Langkah-langkah yang dilakukan peneliti di kelas III antara lain: (1) observasi kelas, (2) wawancara guru, (3) analisis nilai, dan (4) tes. Berikut merupakan penjelasan masing-masing langkah ketika mencari sampel. a. Wawancara guru Tahap analisis kebutuhan dilakukan peneliti melalui wawancara dengan guru kelas. Peneliti mengajukan beberapa pertanyaan kepada guru kelas yang terkait dengan karakteristik siswa dan modul bimbingan belajar. Melalui kegiatan wawancara peneliti memperoleh hasil berupa data awal mengenai hal yang menjadi kebutuhan guru terkait dengan modul bimbingan belajar bagi siswa berprestasi rendah di kelas III A SD N Percobaan 3 Pakem. Guru kelas menjelaskan bahwa beberapa siswa di kelas III A mengalami kesulitan pada saat belajar 60

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 matematika. Hal itu terbukti ada beberapa siswa yang mempunyai nilai dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) di kelas III A. b. Observasi Kelas Setelah peneliti memperoleh informasi dari guru kelas, langkah selanjutnya adalah melakukan kegiatan observasi. Observasi dilakukan pada bulan Oktober 2013 untuk melihat suasana kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran matematika. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, guru kelas III A sudah melakukan kegiatan pembelajaran yang cukup inovatif, namun kurang memperhatikan macam-macam kecerdasan ganda yang dimiliki siswa. Hal itu terbukti ketika guru mencoba menjelaskan mata pelajaran matematika hanya dengan memberikan petunjuk cara mengerjakan soal dan beberapa media saja. Dengan cara seperti yang dilakukan guru kelas ada beberapa siswa yang sudah mengerti dengan penjelasan guru, namun ada beberapa siswa yang masih bingung dalam memahami pelajaran c. Analisis Nilai Peneliti melakukan melakukan analisis nilai pada siswa kelas III A. Pada kegiatan analisis nilai ini peneliti mencari sampel penelitian dengan cara mengamati daftar nilai matematika kelas III A. Hasil pengamatan daftar nilai menunjukan ada beberapa siswa yang nilainya belum mencapai KKM. Melalui kegiatan pemilihan sampel, peneliti menemukan ada 10 siswa yang mempunyai nilai di bawah KKM atau mempunyai prestasi rendah. Berdasarkan observasi kegiatan pramuka, tes sederhana dan wawancara secara terbatas, 10 siswa dapat dinyatakan

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 mempunyai minat dan kecerdasan di bidang naturalis. Sehingga 10 siswa di atas mempunyai kesempatan untuk memperoleh kegiatan belajar tambahan dengan modul bimbingan belajar matematika berbasis kecerdasan naturalis kelas III. d. Tes Peneliti juga melakukan tes sederhana secara lisan dengn cara bertanya mengenai hobi siswa, jenis-jenis buah, jenis binatang yang mereka sukai dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kecerdasan naturalis guna memperoleh kepastian data bahwa beberapa siswa tersebut memang memiliki kecerdasan naturalis. Untuk lebih meyakinkan data yang diperoleh peneliti juga melakukan pengamatan pada saat siswa melakukan kegiatan pramuka, pada saat melakukan kegiatan pramuka beberapa siswa merasa bosan dengan kegiatan di luar kelas. Namun, bagi siswa yang memang memiliki kecerdasan dalam bidang naturalis mereka semangat dalam melakukan kegiatan di luar kelas. Hal itu sesuai dengan ciri – ciri kecerdasan menurut Gardner, bahwa siswa yang memiliki kecerdasan naturalis akan sangat senang melakukan kegiatan outbond. Setelah melakukan beberapa tahap analisis kebutuhan seperti di atas, peneliti mulai merencang modul bimbingan belajar berdasarkan analisis kebutuhan. Modul dirancang khusus untuk siswa yang mempunyai kecerdasan naturalis, yang sesuai dengan keadaan lingkungan SD N Percobaan 3 Pakem. Modul tersebut sengaja disesuaikan dengan keadaan

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 alam setempat agar siswa kelas III A benar – benar mengenali lingkungan mereka. Isi modul berkaitan erat dengan kecerdasan naturalis yang dimiliki siswa. Kegiatan belajar yang dilakukan benar – benar dilaksanakan dan dirancang agar siswa dapat belajar dengan berinteraksi dengan lingkungan sekitar mereka. Modul itu diharapkan mampu memberikan motivasi belajar siswa, dan membantu siswa dalam memahami materi pada mata pelajaran matematika yang mereka anggap sulit. Pada saat perancangan modul selesai dilakukan, peneliti melakukan validasi modul kepada beberapa ahli bahasa, ahli multiple intelligences, ahli matematika, dan guru kelas. Validasi dilakukan agar modul benar – benar sesuai dengan tujuan yang ingin di capai melalui modul tersebut. Peran serta parta ahli sangat dibutuhkan dalam memvalidasi modul. Validasi bahasa dilakukan dengan tujuan agar modul mempunyai tata bahasa yang sesuai dengan Validasi ahli matematika bertujuan agar kegiatan belajar matematika sesuai dengan tahapan belajar matematika yang baik dan benar. Validasi ahli multiple intelligences dilakukan agar modul bimbingan belajar sesuai dengan kaidah belajar berbasis multiple intelligences. Validasi yang pokok dilakukan adalah validasi dengan guru kelas, karena guru kelas lah yang mampu mengerti secara detail karakteristik kelasnya. Guru kelas juga mampu mengukur apakah soal – soal evaluasi terlalu sulit ataupun terlalu mudah bagi siswanya, sehingga peran serta guru kelas yang kooperatif sangat diperlukan dalam pembuatan modul ini. Setelah melakukan kegiatan validasi modul dan RPP, peneliti melakukan evaluasi terhadap masing – masing koreksi dari validator. Peneliti juga

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 melakukan revisi produk awal dan memperbaiki apa yang menjadi kekurangan dalam modul bimbingan belajarnya. Pada saat revisi produk, peneliti mengevaluasi setiap komentar dari validator. Tahap berikutnya peneliti melakukan proses pencetakan modul bimbingan belajar yang sudah selesai direvisi. Selanjutnya modul diberikan kembali kepada guru kelas untuk melalui tahap persetujuan, apakah benar – benar modul itu layak diberikan untuk siswa kelas III A SD Percobaan 3 Pakem. Sesuai dengan hasil wawancara dengan guru kelas dan pengamatan terhadap beberapa siswa kelas IIIA SD Negeri Percobaaan 3 Pakem di awal, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa guru membutuhkan modul bimbingan belajar bagi siswa berprestasi rendah. Guru sudah melakukan kegiatan pembelajaran secara inovatif dalam kegiatan belajar matematika. Namun, masih ada beberapa siswa yang memiliki prestasi rendah sehingga guru masih tetap membutuhkan adanya modul bimbingan belajar bagi siswa yang berprestasi rendah di dalam mata pelajaran matematika. 2. Selama Penelitian a. Selama Proses Proses penelitian bimbingan belajar dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 3 april 2014 selama 3 hari berturut-turut. Proses penelitian di awali dengan pretest bersama dengan 10 siswa yang akan diukur tingkat pemehaman awalnya. Pemahaman yang diukur adalah pemahaman mengenai materi luas bangun datar persegi dan persegi panjang. Dalam melakukan kegiatan pretest siswa diminta untuk mengerjakan 30 butir soal pilihan ganda. Soal – soal yang di kerjakan oleh siswa sudah melalui tahap validasi ahli matematika,tata bahasa dan guru kelas sehingga memenuhi

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 syarat untuk dibagikan kepada siswa sebagai alat ukur menentukan pemahaman awal yang dimiliki siswa. Siswa mengikuti kegiatan pretest dengan antusias, mereka terkejut melihat soal – soal yang diberikan dan beberapa kali menanyakan tentang luas bangun datar. Peneliti hanya meminta siswa untuk mengerjakan soal – soal yang mereka dapat sebisa mungkin. Beberapa siswa terlihat mengerjakan dengan serius, namun ada juga siswa yang melamun karena bingung dengan apa yang harus dilakukan untuk mengerjakan soal yang sebelumnya belum pernah siswa temui. Setelah melakukan kegiatan pretest peneliti segera mengoreksi pekerjaan siswa. Setelah mendapatkan hasil pretest siswa, peneliti mengumumkan hari dimulainya bimbingan belajar. Bimbingan belajar dimulai saat siswa pulang sekolah. Alokasi waktu penelitian yaitu 2 x 35 menit, atau 2 jam pelajaran. Penelitian dilakukan selama 3 hari berturut – turut yang terbagi menjadi beberapa tahap seperti di bawah ini : 1) Penelitian hari pertama Pada hari pertama peneliti mengawali kegiatan bimbingan belajar dengan berdoa dan absensi. Peneliti menyampaikan tujuan bimbingan yang akan dilakukan pada hari itu kemudian dilanjutkan dengan pembagian modul bimbingan belajar. Siswa dibagi kedalam 5 kelompok, setiap kelompok beranggotakan 2 siswa. Dalam kelompok siswa diperbolehkan melakukan kerja sama dengan teman satu kelompoknya. Kegiatan belajar diawali dengan melakukan pengamatan dilingkungan sekolah. Siswa diminta untuk mengamati benda – benda

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 yang berbentuk persegi maupun persegi panjang. Pada kegiatan pengamatan siswa diperbolehkan melakukan pengamatan di dalam kelas maupun di luar kelas. Siswa diminta untuk menggolongkan benda – benda yang ditemui di lingkungan sekitar mereka kedalam jenis bangun datar persegi atau persegi panjang. Melalui kegiatan pengamatan lingkungan sekolah, siswa dapat mengisikan jawabannya pada tabel pengamatan. Setelah siswa mengisi tabel siswa diminta untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan seputar pengamatan yang telah mereka lakukan dilingkungan sekolah. Peneliti melakukan tindak lanjut terhadap kegiatan pengamatan lingkungan sekolah dengan meminta siswa menyebutkan dan dan mengelompokan bangun datar apa saja yang telah ditemui siswa. Siswa menggambarkan bangun datar berupa persegi dan persegi panjang sesuai dengan pengetahuan mereka. Stelah siswa menggambar berbagai ukuran bagun datar, siswa mengurutkan bangun datar itu mulai dari yang terkecil atau yang terbesar sesuai dengan apa yang diminta. Kegiatan mengurutkan luas bangun datar bertujuan untuk membentuk konsep awal mengenai luas bangun datar. Penerapan konsep luas dilanjutkan dengan membahas materi luas yang ada dalam modul. Pembahasan materi luas bangun datar persegi dan persegi panjang dibantu dengan menggunakan poster berpetak sebagai penerapan konsep luas pada siswa. Beberapa siswa mulai memahami luas persegi dan persegi panjang, namun masih ada beberapa siswa yang keliru dalam menuliskan rumus luas bangun datar.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Peneliti beberapa kali melakukan pengulangan penjelasan agar 2 siswa yang belum paham mengenai luas bangun datar mampu memahami rumus luas yang telah di ajarkan menggunakan poster berpetak. Setelah semua siswa paham mengenai materi luas bangun datar, siswa mengerjakan soal evaluasi. Soal evaluasi pertemuan pertama terdiri atas 10 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian yang akan dijawab siswa sesuai dengan langkah – langkahnya. Di bagian akhir kegiatan, peneliti membahas soal-soal evaluasi dengan memberikan langkah – langkah menjawabnya. Beberapa siswa terlihat sibuk mencatat di buku tulis mereka. Penelitian pada hari pertama menunjukan bahwa antusias siswa mengikuti bimbingan belajar cukup tinggi. 2) Penelitian hari kedua Penelitian hari kedua, siswa melakukan pengamatan pada lapangan bulutangkis dan beberapa taman sekolah. Siswa melakukan pengamatan kebeberapa tempat yang terbentuk dari gabungan bangun datar. Siswa mencatat hasil pengamatan mereka kedalam tabel pengamatan dalam modul. Siswa terlihat senang melakukan pengamatan dilingkungan sekolah walaupun pada hari itu panas matahari sangat terik. Pada penelitian hari kedua peneliti juga sering mengulang-ulang materi pertemuan pertama. Materi sengaja diulang agar siswa benar – benar memahami luas bangun datar persegi dan persegi panjang. Pada pertemuan ini siswa diminta untuk menghitung penjumlahan dan penguruangan luas bangun datar. Untuk menanamkan konsep

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 pemahman siswa terhadap materi bimbingan belajar, guru membawa media berupa kertas lipat. Permasalahan terjadi ketika siswa diminta untuk menempel kertas lipat kecil dengan warna yang tertentu, setelah itu kertas kecil tadi ditempelkan pada kertas lipat lain yang ukuranya lebih besar, kemudian siswa diminta untuk mencari luas kertas lipat yang tidak di tempeli kertas tersebut. Pada awalnya siswa merasa kesulitan untuk memecahkan persoalan itu. Namun peneliti meminta siswa untuk mencari masing-masing luas kertas sebelum di tempelkan. Ketika kertas lipat sudah ditempel, peneliti meminta siswa untuk mengurangkan luas kertas yang besar dan luas kertas yang kecil, sehingga luas kertas yang berbeda warna itu dapat diketahui. Siswa merasa senang dapat melakukan pengurangan dan penjumlahan luas bangun datar. Pada proses hari itu siswa nampak kurang konsentrasi dalam belajar, mereka seringkali mengabaikan tugas yang diberikan oleh peneliti. Konsentrasi siswa terganggu dengan adanya sekelompok simpatisan partai tertentu yang melakukan konvoi, sehingga siswa kurang memperhatikan tugas apa yang diberikan. Waktu bimbingan belajar juga sedikit terkurangi karena peneliti menjadi terlalu sering mengingatkan siswa agar tetap berkonsentrasi pada kegiatan bimbingan belajar. Akibatnya beberapa siswa belum selesai dalam mengerjakan soal-soal evaluasi. Karena waktu bimbingan belajar sudah melebihi waktu yang ditentukan, peneliti meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal di rumah masing-masing. Soal evaluasi kurang efektif jika

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 dijadikan pekerjaan rumah untuk siswa, hal itu terbukti beberapa siswa tidak mengerjakan tugas mereka. 3) Penelitian hari ketiga Penelitian hari ketiga merupakan akhir dari beberapa rangkaian kegiatan penelitian yang telah di lakukan. Peneliti meminta siswa untuk merancang sebuah kebun cabai yang berbentuk bangun datar persegi atau persegi panjang terlebih dahulu. Pada saat siswa sudah mensepakati bentuk kebun cabai yang akan dibuat, siswa diminta untuk menentukan luas kebun yang akan mereka buat. Kebun cabai yang akan mereka buat berbentuk persegi panjang, sehingga siswa harus menentukan luas kebun cabai itu berdasarkan ketetntuan menanam cabai yang diperoleh dari modul. Pada kegiatan inti siswa diminta untuk menanam bibit cabai yang sudah dipersiapkan. Siswa mengukur jarak antara cabai yang mereka tanam seperti ketentuan dalam modul bimbingan belajar. Ketika cabai sudah tertanam dalam kebun, siswa mengukur kembali panjang dan lebar kebun cabai itu. Siswa mulai menentukan luas kebun secara berkelompok. Berdasarkan kegiatan yang mereka lakukan, siswa terlihat sangat senang dalam melakukan kegiatan penanaman bibit cabai. Beberapa siswa terlihat sibuk ketika melakukan pengukuran jarak cabai yang akan mereka tanam. Setelah melakukan kegiatan pengukuran siswa diminta kembali ke dalam kelas untuk mengerjakan refleksi dan mengerjakan soal – soal evaluasi pertemuan terakhir. Beberapa siswa terlihat malas untuk kembali ke dalam kelas, berbeda pada saat melakukan kegiatan

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 menanam siswa terlihat antusias mengikuti petunjuk dalam modul. Peneliti terus membujuk siswa untuk kembali kedalam kelas dan mengerjakan soal evaluasi, namun beberapa siswa mengaku lelah dengan kegiatan menanam cabai. Soal uraian dalam lembar evaluasi belum sempat dikerjakan oleh beberapa siswa. Pada pertemuan ketiga konsentrasi siswa dalam mengerjakan soal – soal evaluasi terpecah dengan adanya beberapa orang tua yang sudah menunggu di depan pintu gerbang. Dari segi pemahaman luas bangun datar pada hari ketiga siswa sudah cukup memahami konsep luas, terkadang beberapa siswa kurang teliti dalam mengalikan angka. B. Analisis Data 1. Hasil Belajar a. Data Pretest postest Tabel 4.1 hasil prettest dan posttest No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 b. Nama siswa Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 Sampel 4 Sampel 5 Sampel 6 Sampel 7 Sampel 8 Sampel 9 Sampel 10 Rata - rata Nilai Pretest 2,6 3 2,6 2,3 6 2,3 2,6 4,6 4 1,6 3,16 Nilai postest 7 5 6 6,6 7 4,6 6,6 9 7,3 6 6,5 Kenaikan nilai 4,4 2 3,4 4,3 1 2,3 4 4,4 3,3 4,4 Analisis Berdasarkan data hasil pretest dan postest yang telah diuraikan di atas menunjukan bahwa 10 Sampel yang dijadikan sampel nilainya

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 meningkat. Nilai dari setiap Sampel mengalami kenaikan berbeda-beda. Perbedaan kenaikan itu dipengaruhi oleh kemampuan masing-masing sampel pada saat mengikuti proses penelitian. Proses bimbingan belajar sangat berpengaruh pada hasil akhir yang akan diperoleh siswa. Sampel yang selalu berkonsentrasi pada kegiatan bimbingan belajar akan memperoleh hasil yang lebih maksimal dibandingkan dengan sampel yang lain. Pengarahan konsentrasi Sampel ke dalam kegiatan belajar dapat dikatakan sulit. Kegiatan bimbingan belajar lebih mengutamakan kegiatan di luar kelas dan berkelompok, sehingga banyak hal yang dapat mengganggu fokus Sampel pada kegiatan belajar. Lokasi sekolah yang berdekatan dengan jalan raya dan sarana umum juga mempengaruhi konsentrasi belajar Sampel diluar kelas. Kegiatan belajar yang terintegrasi dengan kecerdasan naturalis yang dimiliki siswa, lebih mengutamakan melakukan kegiatan belajar di lingkungan alam atau di luar ruangan. Ketika lingkungan belajar Sampel kurang kondusif dan mengganggu konsentrasi belajar siswa, maka hal itu menyebabkan kurang maksimalnya hasil belajar siswa. Pada penelitian ini, 10 sampel menunjukan bertambahnya pemahaman mereka terhadap luas bangun datar, hal ini terbukti dengan adanya kenaikan nilai siswa. Namun, peneliti mengamati bahwa hasil akhir sampel itu belum tercapai secara maksimal, karena dalam proses penelitian konsentrasi mereka terganggu dengan sarana umum yang dekat dengan lingkungan sekolah. Sampel seringkali terganggu dengan

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 adanya konvoi sejumlah simpatisan partai sehingga mengabaikan proses bimbingan belajar yang sedang berlangsung. 2. Evaluasi Siswa a. Data Evaluasi Tabel 4.2 Hasil evaluasi siswa Nilai Evaluasi No. Abs en Sampel 1 4 6 8 9 12 14 16 21 22 Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 Sampel 4 Sampel 5 Sampel 6 Sampel 7 Sampel 8 Sampel 9 Sampel 10 Hari1 9 8 7 8 9 5 6,5 9 9 7,5 Hari2 8 6 8 8 10 8 8 8 8 8 Hari3 7,5 5,5 8,5 2,5 7,5 7,5 7 10 8 8 RataRata 8,1 6,5 7,8 6,1 8,8 6,8 7,3 9 8,3 7,8 b. Analisis Data Tabel data evaluasi mencatat hasil evaluasi pada hari pertama, kedua dan ketiga. Tabel juga menggambarkan data hasil evaluasi siswa yang heterogen. Pada tabel juga tertera rata-rata nilai siswa dari hari pertama sampai ketiga. Pada tabel hari pertama, sampel 1, sampel 6, sampel 8, dan sampel 9 memperoleh nilai 9 yang artinya mendekati nilai sempurna. Jika melihat kembali pada nilai prettest dan posttest keempat sampel juga menunjukan nilai yang relatif tinggi dibanding dengan nilai teman – teman yang lain.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Beberapa sampel di atas nampak sungguh-sungguh ketika mengikuti bimbungan belajar. Namun sebaliknya sampel 6 menunjukan nilai yang lebih rendah dibanding teman yang lain. Berdasarkan hasil pekerjaan siswa yang sudah diteliti, sampel 6 mengalami kesulitan dalam perkalian. Sampel 6 sebenarnya dapat menuliskan rumus luas bangun datar dengan benar, namun ketika mengalikan angka-angka dalam soal ada indikasi bahwa dia kurang teliti. Hasil evaluasi pada hari kedua, data menunjukan bahwa 10 sampel mempunyai nilai diatas 8. Siswa cukup memahami soal uraian yang da dalam modul. Nilai evaluasi hari kedua sangat memuaskan, dan berarti kegiatan belajar pada hari kedua berjalan dengan baik juga. Pada hari ke-3 terjadi penurunan nilai evaluasi oleh sampel 4. Nilai yang diperoleh sampel 4 adalah 2,5. Penurunan nilai oleh sampel 4 terjadi karena sebelumnya modul bimbingan belajar hilang, namun beberapa hari kemudian sampel 4 mengembalikan modul bimbingan belajar. Setelah peneliti melakukan koreksi pada bagian evaluasi hari ke-3 ternyata hasil evaluasi sampel 4 kurang maksimal. Dugaan sementara yang dilakukan peneliti bahwa penurunan nilai evaluasi diakibatkan oleh modul sebelumnya pernah hilang, sehingga sampel 4 tidak dapat mengerjakan soal evaluasi secara maksimal ketika peneliti beberapakali menanyakan modul bimbingan belajar.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 c. Refleksi Siswa a. Data Revleksi Data refleksi siswa digunakan peneliti untuk mengetahui bagaimana perasaan siswa selama mengikuti kegiatan bimbingan belajar dengan menggunakan modul yang dikembangkan peneliti. Berikut merupakan hasil refleksi siswa yang dapat dilihat pada Tabel 4.3. Tabel 4.3 Refleksi Siswa Terhadap Kegiatan Bimbingan Belajar dengan Menggunakan Modul. No Abse n 1 Nama Sampel 1 Pertemuan Hari 1 Hari 2 Hari 3 4 Sampel 2 Hari 1 Hari 2 Hari 3 6 8 Sampel 3 Sampel 4 Pertanyaan Apa yang dapat kamu peroleh dari kegiatan belajar hari ini? Dapat menghitung luas persegi dan persegi panjang Dapat menghitung bangun datar Memperkirakan luas Apa yang kamu rasakan setelah mengikuti kegiatan dalam modul? Senang senang Senang karena bisa belajar menanam saya bisa jalan - Senang karena bagus jalan sekali Senang karena bagus Memperkirakan Senang karena bisa jarak menanam menanam Hari 1 - Hari 2 Hari 3 - Hari 1 - Hari 2 Metodenya Senang dan gembira karena kegiatanya mengasikkan Senang dan gembira karena bermain di lingkungan alam Aku senang agak bingung susah bagus tapi

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Hari 3 9 Sampel 5 Hari 1 tapi bagus, hanya perlu belajar lebih dalam Aku semakin tau Aku suka berkebun cara merawat tumbuhan Mengerti Hari 2 12 Sampel 6 Hari 3 Memperkirakan jarak Hari 1 Mengerti datar Hari 2 Hari 3 14 16 Sampel 7 Sampel 8 Sampel bangun Senang,dapat bermain di halaman sekolah Saya dapat senang menghitung luas bangun datar sesuai caranya Memperkirakan Senang karena jarak dan luas bermain dilingkungan Hari 1 Jenis bangun datar Hari 2 Luas bangun datar Hari 3 Memperkirakan luas Hari 1 Hari 2 Dapat belajar luas Senang Dapat mengetahui senang luas Senang dan gembira karena bisa belajar menanam cabai Hari 3 21 Saya senang belajar sambil bermain di luar kelas Senang belajar di tempat teduh Senang karena merawat lingkungan sekitar Hari 1 Saya dapat Senang belajar sambil bermain Senang belajar di bawah pohon Senang sekali Saya senang belajar

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 9 Hari 2 Hari 3 22 Sampel 10 Hari 1 Hari 2 Hari 3 menghitung persegi Luas persegi & persegi panjang Bermain dilingkungan sekolah Mendapat matematika Menghitung di luar kelas Senang dapat pelajaran baru Aku senang belajar ilmu Senang berhitung Senang karena dapat ilmu dan bermain Jarak menanam, bisa Bermain di menanam cabai lingkungan sekitar b. Analisis data Siswa kelas III A menggunakan modul bimbingan belajar dengan sebagai mana mestinya. Modul bimbingan belajar juga berisi tentang tokoh – tokoh animasi yang disukai siswa. Pada saat awal pertemuan pertama siswa mulai tertarik ketika melihat tampilan modul, hal itu terbukti ketika peneliti mulai membagikan modul beberapa siswa menawarkan diri untuk membagikan modul dan siswa yang lain mengacungkan tangan agar menjadi yang pertama memperoleh modul. Ketika mendapatkan modul siswa mulai membuka – buka modul bimbingan belajar dan menanyakan isi modul. Peneliti menjelaskan sedikit mengenai isi dalam modul. Pada pertemuan pertama siswa terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan bimbingan belajar dalam modul. Berdasarkan hasil refleksi siswa pada hari pertama, 10 siswa yang

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 menjadi sampel menyatakan senang dalam mengikuti kegiatan bimbingan belajar. Pada pertemuan kedua lebih dari 80% siswa menyatakan senang dalam mengikuti kegiatan belajar dalam modul. Siswa merasa senang karena pada awal kegiatan siswa melakukan observasi di taman sekolah dan lapangan bulutangkis. Berdasarkan hasil refleksi, beberapa siswa juga dapat merasakan manfaat mengikuti kegiatan bimbingan belajar dalam modul. Sesuai dengan ciri–ciri dalam kecerdasan naturalis, siswa dengan kecerdasan tersebut akan sangat senang ketika diminta untuk melakukan kegiatan di luar kelas. Pertemuan ketiga merupakan puncak dari kegiatan bimbingan belajar yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Kegiatan bimbingan belajar pada pertemuan ketiga mengarah pada pembuatan suatu produk yang dilakukan sendiri oleh siswa. Produk yang dibuat adalah siswa membuat dan memperkirakan luas lahan dengan bentuk persegi panjang. Selanjutnya siswa melakukan kegiatan menanam bibit cabai bersama dengan kelompok. Berdasarkan hasil refleksi yang telah dilakukan, 10 siswa menyatakan senang karena mereka telah belajar memeperkirakan luas dan belajar sesuatu yang baru yaitu menanam bibit cabai.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pengembangan modul bimbingan belajar matematika berbasis kecerdasan naturalis untuk kelas III SD, dikembangkan dengan kualitas yang baik dan layak digunakan dalam pembelajaran matematika kelas III SD. Hal itu ditunjukkan dengan rerata produk yang memperoleh skor 3,66 dan termasuk kategori “baik” ditinjau dari aspek: (1) tujuan dan pendekatan, (2) desain dan pengorganisasian, (3) isi (4) topik dan (5) metodologi. 2. Modul dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Hal itu terbukti dari kegiatan prettest dan posttest, berdasarkan data bahwa 10 siswa yang menjadi sampel mengalami kenaikan dari nilai prettest ke postest. Selain itu modul juga mampu meningkatkan minat belajar siswa, terbukti dari hasil refleksi siswa yang senang dalam mengikuti kegiatan bimbingan belajar dari hari 1-3. B. Keterbatasan Penelitian Produk yang dirancang ini mempunyai beberapa keterbatasan antara lain sebagai berikut : 1. Analisis kecerdasan yang dilakukan dengan Sampel sangat terbatas. Analisis kecerdasan Sampel masih sebatas memberikan wawancara secara singkat pada Sampel dan pengamatan pada sampel pada saat 78

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 melakukan kegiatan pramuka. Hal ini terjadi karena belum ada alat ukur yang pasti untuk mengukur kecerdasan naturalis. 2. Modul yang dirancang hanya sebatas memberikan solusi bagi sampel yang memiliki kecerdasan di bidang naturalis. Kegiatan yang ada dalam modul dan kegiatan bimbingan belajar semua berbasis kecerdasan naturalis. Sehingga modul hanya mengembangkan satu kecerdasan saja, tidak memberikan kesempatan bagi Sampel yang mempunyai kecerdasan lain dan berprestasi rendah untuk melakukan kegiatan belajar dengan modul tersebut. 3. Uji coba produk dilakukan pada respoden yang terbatas karena produk masih dalam uji terbatas. 4. Modul bimbingan belajar masih melibatkan kecerdasan lain yaitu kecerdasan matematis logis yang begitu dominan. 5. Ilustrasi taman dan sawah belum digambarkan sesuai dengan kenyataan. C. Saran 1. Modul bimbingan belajar matematika berbasis kecerdasan naturalis sebaiknya digunakan guru dalam mata pelajaran matematika kelas III SD, pada materi luas bangun datar. 2. Analisis kecerdasan Sampel seharusnya tidak hanya terbatas pada wawancara Sampel dan guru serta pengamatan kegiatan pramuka. Analisis kecerdasan Sampel sebaiknya dianalisis dengan menggunakan angket atau alat ukur kecerdasan naturalis yang lebih kongkret. Analisis kecerdasan ini menjadi begitu penting bagi penelitian ini karena pengujuan kecerdasan

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 sampel akan berpengaruh kepada keefektifan modul yang akan diujicobakan pada Sampel kelas III. 3. Modul untuk penelitian berikutnya sebaiknya tidak hanya memberikan solusi bagi satu kecerdasan saja, sebaiknya modul dibuat dengan mencakup semua kecerdasan yang ada dalam teori multiple intelligences. Fakta dilapangan menyatakan bahwa Sampel mempunyai kecerdasan yang bermacam – macam sehingga adanya modul berbasis multiple intelligence yang mencakup semua kecerdasan Sampel akan lebih berpengaruh dibandingkan dengan modul yang hanya memberikan solusi pada satu kecerdasan saja. 4. Uji coba produk sebaiknya dilakukan pada responden dalam jumlah yang lebih besar. 5. Modul bimbingan belajar masih melibatkan kecerdasan lain yaitu kecerdasan matematis logis yang begitu dominan, sehingga untuk pengembangan berikutnya kecerdasan naturalis perlu diperhatikan perananya dalam modul ini. 6. Ilustrasi sawah atau kolam sebaiknya digambarkan sesuai dengan kenyataanya.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 DAFTAR PUSTAKA: Arifin,Z .(2009). Evaluasi Pembelajaran. Bandung : Remaja Posdakarya Arikunto S.(2005). Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta. Asyiari M. (2006). Penerapan Sains Teknologi Masyarakat Dalam Pembelajaran Sainis di SD. Depdiknas Dirjen Dikti Direktorat Ketyenagaan Armstrong, T.(2000). Setiap Anak Cerdas : panduan membantu anak belajar dengan memanfaatkan multiple intellegencenya. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Armstrong, T.(2004). Sekolah Para Juara; Menerapkan Multiple intelligences (kecerdasan majemuk) di Dunia Pendidikan. Penerjemah: Yudhi Murtanto. Bandung:Kaifa. Campbell dkk.(2006). Metode Praktis Pembelajaran Intellegences.Depok : Intuisi Press 2006 Berbasis Multiple Charles Hulin and Robert Cudeck.(2001).Why Conduct a Factor Analysis and Then Compute an Alpha?. Journal of Consumer Psychology, Vol. 10, No. 1/2, Methodological and StatisticalConcerns of the Experimental Behavioral Researcher, pp. 58-59 Cunningsworth, Alan.(1995). Choose Your Coursebook. Oxford: Macmillan Publishers Limited Douglas, Onika; Burton, Kimberly.(2008). The Effects of the Multiple Intelligence Teaching Strategy on the Academic Achievement of Eighth Grade Math Students. Journal of Instructional Psychology Fadhaliah S, Nurjayanti E.(2012).Model Bimbingan Belajar Melalui Teknik Mind Map Untuk Mengatasi Kesulitan Mempelajari Bahasa.Solo: Universitas Sebelas maret Furdyartanto,Ki RBS.(2002). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Yogyakarta : Global Pustaka Utama Gita N.(2007).Implementasi Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa di Sekolah Dasar. Undiksadha: Pendidikan Matematika

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Judge, Timothy A.; Colbert, Amy E.; Ilies, Remus.(2004). Intelligence and Leadership: A Quantitative Review and Test of Theoretical.American psyclogi asosiation : Journal of Applied Psychology, Vol 89(3) Lwin, May dkk.(2003). Cara Mengembangkan Berbagai Komponen Kecerdasan. Yogyakarta : Penerbit Indeks Margono, S. (2009). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta Prasetyaningtyas, Arum.(2010). Penerapan Pendekatan Matematika Realistik sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Sampel kelas III SD negri Malangan Kecamatan Moyudan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Rustandi, E dkk.(2006). Studi Korelasional antara Pengetahuan Mikroorganisme dan Kecerdasan Naturalisdengan Partismatematikasi Sampel dalam Kesehatan Lingkungan.Yogyakarta : Jurnal pendidikan. Slameto.(2010). Belajar dan faktor – faktor yang mempengaruhinya. Jakarta : Rineka cipta Sucipto A.(2008).Mengembangkan Kecerdasan Majemuk Anak Usia Dini Melalui Pendidikan Jasmani. Malang: IKIP Budi Utomo Sukmadinata Nana Syaodih.(2008). MetodePenelitian Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya. Suparno, P. (2004). Teori Intelegensi Ganda. Yogyakarta : Penerbit Kanisius Suratno, dkk. (2010). Pengaruh Minat Belajar Sampel Terhadap Prestasi Belajar Mata Diklat Pengetahuan Dasar Teknik Mesin (PDTM) 1. Semarang: JPTM Trianto.(2010).Model Pembelajaran Terpadu Konsep Strategi dan Inplementasinya dalam Kurikulim Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara. Usman .(2006). Bagaimana Membelajarkan Matematika Di SD. Jakarta: Depdiknas Dirjen Dikti Direktorat Ketenagaan Winkel W.S.(2004). Psikologi Pengajaran, Yogyakarta : Media Abadi.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 83

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Lampiran 1. Surat Ijin Melakukan Penelitian

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Lampiran 2. Surat Balasan Telah Melakukan Penelitian

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Lampiran 3. Surat izin melakukan bimbingan belajar

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 : Silabus SILABUS PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Kelas Smester Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar  Menghitun g luas persegi dan persegi panjang  Menyelesai kan masalah yang berkaitan dengan : SD N Percobaan 3 Pakem : III A : 2 ( dua ) : Matematika : Menghitung keliling, luas persegi dan persegi panjang, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah Materi Pelajaran Kegiatan Pembelajaran Mengenal - Sampel bersama bangun datar dengan guru dan luasnya melakukan kegiatan observasi di lingkungan sekolah - Sampel mencatat dalam modul tentang berbagai Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator : Kognitif  Membandingka n luas bangun datar persegi dan persegi panjang  Memperkirakan luas bangun datar dengan Penilaian Teknik Penilaian Bentuk Instrum en Tes Soal Pilihan Ganda Contoh Instrumen Alokasi Waktu Bu Marni 2x35 mempunyai menit sawah yang ( 2 JP) berbentuk persegi panjang, sawah itu mempunyai panjang 12 m dan lebarnya adalah 5 m, Sumber Belajar Fajariyah N. 2008. Cerdas Berhitung Matematik a. Jakarta : Penerbit 87

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI luas persegi dan persegi panjang macam kenampakan dilingkungan sekolah yang sesuai dengan bentuk bangun datar persegi dan persegi panjang - Sampel menggambarkan bangun datar dalam kertas berpetak - Guru meminta Sampel mengurutkan gambar bangun datar mulai dari yang terkecil hingga paling besar atau sebaliknya - Guru menjelaskan konsep luas pada mengurutkan luas terkecil hingga terbesar  Mengamati keadaan alam dilingkungan sekolah yang berkaitan dengan konsep bangun datar  Memecahkan masalah yang berhubungan dengan luas bangun datar berapakah luas sawah bu marni ? a. 34 𝑚2 b. c. 59 𝑚2 c. 60 𝑚2 d. 62 𝑚2 Grahadi Khafid M. 2006. Pelajaran Matematik a. Jakarta : Penerbit Erlangga Afektif :  Mengklasifikasi kan dengn teliti jenis bangun datar dan ukuran luasnya Psikomotor : 88

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sampel dengan Mengumpulkan menggunakan data bangun poster berpetak datar - Sampel berdasarkan mengerjakan soal luasnya dimulai yang berkaitan dari yang paling dengan luas kecil bangun datar - Guru bersama dengan Sampel membahas soal secara bersama – sama Menghitung - Sampel luas bangun menggambarkan datar dan halaman sekolah menjumlahkan yang merupakan ya persegi dan persegi panjang - Dari gambar itu,guru menunjukan ukuran panjang dan lebar persegi Tes Indikator Kognitif :  Mengamati keadaan alam dilingkungan sekolah yang berkaitan dengan konsep bangun datar  Menunjukan cara pemecahan Soal Uraian 1. Kebun Pak Marno berbentuk persegi dengan sisi 14 m,kebun anaknya berbentuk persegi panjang dengan 2x35 menit (2 JP) 89

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - - - - panjang tersebut. Sampel diminta menghitung luas masing masing bangun datar dan menjumlahkan luasnya Setelah selesai maka Sampel diminta menyimpulkan luas halaman sekolah yang terdiri dari persegi dan persegi panjang. Sampel diberikan soal penjumlahan persegi dan persegi panjang Guru dan Sampel membahas soal – soal yang telah dikerjakan masalah yang berhubungan dengan bangun datar  Menghitung penjumlahan suatu luas bangun datar Afektif :  Memecahkan soal – soal berkaitan dengan luas bangun datar dengan semangat kerja sama Psikomotor :  Mengidentifikas i secara berkelompok luasbangun datar persegi dan persegi panjang 7 m dan lebar 8 m,kemudian kebun istrinya berbentuk persegi dengan panjang sisin 13 m, berapakah luas kebun keluarga tersebut ? 90

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI panjang dengan semangat kerja sama Memecahkan masalah yang berhubungan dengan bangun datar dengan kehidupan sehari - hari - - Sampel merancang sebuah kebun cabai sesuai dengan bangun datar persegi atau persegi panjang Sampel diminta menentukan luas secara bersama dengan memperhitungk an luas kebun tersebut Sampel diminta menanam cabai Guru meminta Sampel mengerjakan soal – soal Tes Kognitif :  Memecahkan masalah yang berhubungan dengan luas bangun datar  Menghitung penjumlahan suatu luas bangun datar  Mengaitkan oprasi penghitungan luas bangun datar dengan kehidupan sehari - hari Afektif :  Membuktikan dengan percaya diri rumus luas Soal pilihan ganda dan uraian 1. Bu Annas mempunyai sawah yang berbentuk persegi panjang, sawah itu mempunyai panjang 12 m dan lebarnya adalah 7 m, berapakah luas sawah bu marni ? a. 84 𝑚2 b. 59 𝑚2 c. 60 𝑚2 d. 62 𝑚2 2x35 menit (2 JP) 91

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - evaluasi bangun datar Guru dan persegi dan Sampel persegi panjang membuat kebun Psikomotor : cabai secara  Mengidentifikas bersama dengan i secara luas tertentu berkelompok luasbangun datar persegi dan persegi panjang dengan semangat kerja sama 92

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Lampiran 5 : RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan : SD Percobaan 3 Pakem Kelas/Semester : 3/ 2 Mata Pelajaran : Matematika Alokasi Waktu : 3 pertemuan ( 6 x 35 menit ) A. Kompetensi Dasar Matematika  Menghitung keliling, luas persegi dan persegi panjang, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah B. C. Kompetensi Dasar  Menghitung luas persegi dan persegi panjang  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas persegi dan persegi panjang Indikator 1. Matematika Kognitif :  Membandingkan luas bangun datar persegi dan persegi panjang  Memperkirakan luas bangun datar dengan mengurutkan luas terkecil hingga terbesar  Mengamati keadaan alam dilingkungan sekolah yang berkaitan dengan konsep bangun datar  Memecahkan masalah yang berhubungan dengan luas bangun datar  Menunjukan cara pemecahan masalah yang berhubungan dengan bangun datar  Menghitung penjumlahan suatu luas bangun datar  Mengaitkan oprasi penghitungan luas bangun datar dengan kehidupan sehari - hari Afektif :  Mengklasifikasikan dengn teliti jenis bangun datar dan ukuran luasnya

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94   Memecahkan soal – soal berkaitan dengan luas bangun datar dengan semangat kerja sama Membuktikan dengan percaya diri rumus luas bangun datar persegi dan persegi panjang Psikomotor :  Mengumpulkan data bangun datar berdasarkan luasnya dimulai dari yang paling kecil  Mengidentifikasi secara berkelompok luasbangun datar persegi dan persegi panjang dengan semangat kerja sama D. Tujuan 1. Matematika Kognitif :  Sampel mampu membandingkan luas bangun datar persegi dan persegi panjang  Sampel mampu memperkirakan luas bangun datar dengan mengurutkan luas terkecil hingga terbesar  Sampel mampu mengamati keadaan alam dilingkungan sekolah yang berkaitan dengan konsep bangun datar  Sampel mampu memecahkan masalah yang berhubungan dengan luas bangun datar  Sampel mampu menunjukan cara pemecahan masalah yang berhubungan dengan bangun datar  Sampel mampu menghitung penjumlahan suatu luas bangun datar  Sampel mampu mengaitkan oprasi penghitungan luas bangun datar dengan kehidupan sehari - hari Afektif :  Sampel mampu mengklasifikasikan dengn teliti jenis bangun datar dan ukuran luasnya  Sampel mampu memecahkan soal – soal berkaitan dengan luas bangun datar dengan semangat kerja sama  Sampel mampu membuktikan dengan percaya diri rumus luas bangun datar persegi dan persegi panjang Psikomotor :  Sampel mampu mengumpulkan data bangun datar berdasarkan luasnya dimulai dari yang paling kecil  Sampel mampu mengidentifikasi secara berkelompok luasbangun datar persegi dan persegi panjang dengan semangat kerja sama E. Karakter yang diharapkan  Teliti F. Materi Pembelajaran  Luas bangun datar

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 G. Metode Pembelajaran Tanya jawab, Diskusi, Demonstrasi H. Langkah-Langkah Pembelajaran No Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan awal : 1. 1. Guru mengucapkan salam pembuka, mengajak Sampel berdoa 10 menit pembuka. 2. Guru mengajak Sampel untuk lebih mengenal lingkungan sekitar dengan bernyany “lihat kebunku” 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Pertemuan I 2. Eksplorasi : - Guru membagi Sampel kedalam 5 kelompok - Guru bertanya pada Sampel mengenai berbagai macam lingkungan apa saja yang terdapat di sekitar mereka - Sampel menggolongkan benda – benda yang di temui 50 menit dilingkungan sekitar kedalam jenis bangun datar yang ditemui Elaborasi - Sampel bersama dengan guru melakukan kegiatan observasi di lingkungan sekolah - Sampel mencatat dalam modul tentang berbagai macam kenampakan dilingkungan sekolah yang sesuai dengan bentuk bangun datar persegi dan persegi panjang - Sampel menggambarkan bangun datar dalam kertas berpetak - Guru meminta Sampel mengurutkan gambar bangun datar mulai dari yang terkecil hingga paling besar atau sebaliknya - Guru menjelaskan konsep luas pada Sampel dengan menggunakan poster berpetak

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 - Sampel mengerjakan soal yang berkaitan dengan luas bangun datar - Guru bersama dengan Sampel membahas soal secara bersama – sama Konfirmasi - Guru memberikan Sampel kesempatan untuk bertanya mengenai luas bangun datar - Guru memberikan penguatan tentng rumus luas bangun datar persegi dan persegi panjang Pertemuan II Eksplorasi : - Guru bertanya pada Sampel mengenai materi yang di pelajarai pada pertemuan sebelumnya - Guru melakukan tanya jawab seputar luas persegi dan persegi panjang yang telah mereka pelajari - Guru meminta Sampel mengamati halaman sekolah yang terdiri atas gabungan persegi dan persegi panjang Elaborasi - Sampel menggambarkan halaman sekolah yang merupakan persegi dan persegi panjang - Dari gambar itu,guru menunjukan ukuran panjang dan lebar persegi panjang tersebut. - Sampel diminta menghitung luas masing masing bangun datar dan menjumlahkan luasnya - Setelah selesai maka Sampel diminta menyimpulkan luas halaman sekolah yang terdiri dari persegi dan persegi panjang. - Sampel diberikan soal penjumlahan persegi dan persegi panjang - Guru dan Sampel membahas soal – soal yang telah

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 dikerjakan Konfirmasi - Guru bersama Sampel membahas soal LKS yang telah dikerjakan - Guru memberikan kesempatan bertanya bagi siswa Pertemuan III Eksplorasi : - Guru mengingatkan Sampel tentang pelajaran sebelumnya - Guru menginstruksikan kepada Sampel tentang kegiatan “menam cabai” - Guru meminta Sampel mengamati keadaan sekolah yang akan digunakan menanam Elaborasi - Sampel merancang sebuah kebun cabai sesuai dengan bangun datar persegi atau persegi panjang - Sampel menggambarkan dalam modul rancangan kebun cabai yang mereka buat - Sampel bersama guru merancang sebuah kebun cabai dengan memperkirakan luas kebun tersebut - Sampel melihat lokasi pembuatan kebun cabai dan memulai pengukuran - Sampel mempersiapkan penanaman kebun cabai - Sampel diminta menanam cabai - Guru meminta Sampel menuliskan kegiatan yang telah mereka laksanakan - Guru meminta Sampel mengerjakan soal – soal evaluasi - Guru dan Sampel membahas soal evaluasi Konfirmasi

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 - Guru bersama Sampel membahas soal evaluasi yang telah dikerjakan - Guru memberikan kesempatan bertanya bagi siswa 10 menit 3. Kegiatan akhir 1. Sampel bersama dengan guru merangkum pembelajaran yang telah dilalui hari itu 2. Sampel melakukan refleksi atas pembelajaran yang dilakukan 3. Sampel diberi tindak lanjut berupa penjelasan mengenai bangun datar dan sifat sifatnya 4. Guru menutup kegiatan dengan salam I. Alat dan Sumber Belajar - Sekolah, SD Percobaan 3 Pakem - Lahan sekolah, Lahan SD Percobaan 3 Pakem - Modul pembelajaran, Modul Bimbingan Belajar Berbasisi Kecerdasan Naturalis - BSE, ( Matematika 3 ) - LKS - Lembar evaluasi J. Penilaian - No Kognitif (terlampir) Materi Matematika 1 Luas bangun datar Soal 1. Bu Marni mempunyai sawah yang berbentuk persegi panjang, sawah itu mempunyai panjang 12 m dan lebarnya adalah 5 m, berapakah luas sawah bu Skor 1

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 marni ? a. 34 𝑚2 b. 60 𝑚2 c. 59 𝑚2 d. 62 𝑚2 2. Bu Suci membeli HP berbentuk persegi panjang dengan panjang 15cm dan lebar 7 cm,berapakah luas HP bu Suci? 2 Penilaian kognitif Nilai = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑜𝑎𝑙 𝑝𝑖𝑙𝑖ℎ𝑎𝑛 𝑔𝑎𝑛𝑑𝑎+𝑆𝑜𝑎𝑙 𝑢𝑟𝑎𝑖𝑎𝑛 x 2 2 Keterangan A (Sangat Baik) = 90-100 B (Baik) = 79 - 89 C (Cukup) = 68 - 78 D (Kurang) =0- 67

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Lembar Evaluasi Pertemuan 1 Nama :..................................... Nilai Absen :..................................... Kelas :..................................... A. Berikan tanda centang pada jawaban yang benar ! 2. Urutkan bangun berikut mulai dari luas terkecil! C B A D a. B,D,C,A b. A,B,C,D c. A,C,D,B d. D,C,A,B 3. Urutkan bangun di samping mulai dari luas yang terluas! A C D B a. C,D,B,A b. B,A,D,C d. D,A,B,C c. C,B,A,D 4. Rumus luas bangun datar di samping ini adala ... a. S x S c. P x l b. S + S +S d. S x 4 5. Rumus luas bangun datar di samping adalah... a. S x S c. P x l b. S + S +S d. S x 4 6. 8 cm 9 cm Berapakah luas bangun datar di samping ini? a. 56 𝑐𝑚2 c. 25 𝑐𝑚2 b. 72 𝑐𝑚2 d. 81 𝑐𝑚2

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 7. Bu Marni mempunyai sawah yang berbentuk persegi panjang, sawah itu mempunyai panjang 12 m dan lebarnya adalah 5 m, berapakah luas sawah bu marni ? a. 34 𝑚2 c. 59 𝑚2 b. 60 𝑚2 d. 62 𝑚2 8. Fendi mempunyai buku tulis berbentuk persegi dengan ukuran 15 cm,maka luas buku fendi adalah ... 𝑐𝑚2 a. 234 c. 255 b. 225 d. 150 9. 10 cm 4 cm 12 cm A 8cm 2 cm B 3cm D C Dari gambar bangun datar di atas, manakah yang memiliki luas yang sama? a. A,D b. C,D c. A,B d. B,C 10. Sebuah halaman rumah berbentuk persegi mempunyai keliling 16 m,berapakah luasnya? a. 8 𝑚2 c. 16 𝑚2 b. 18 𝑚2 d. 20 𝑚2 11. Zaki membuat sebuah lapangan futsal yang berbentuk persegi panjang, lapangan itu mempunyai panjang 16 m dan lebarnya 8 m berapa luas lapangan yang sedang di buat Zaki? a. 120 𝑚2 c. 121 𝑚2 2 b. 128 𝑚 d. 127 𝑚2 B. Jawablah soal – soal di bawah ini sesuai dengan langkahnya! 1. Pak Pardi mempunyai sawah berbetuk persegi dengan keliling 24m,berapakah luas sawah pak Pardi ? 2. Bu Suci membeli HP berbentuk persegi panjang dengan panjang 15cm dan lebar 7 cm,berapakah luas HP bu Suci? 3. Tentukan luas persegi panjang yang mempunyai panjang 15 cm dan lebar 8 cm!

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 4. Panjang meja Bobi 9 dm. Lebar meja tersebut 7 dm. Berapa cm kah keliling meja belajar Bobi? 5. Papan tulis kelas 3 berbentuk persegi panjang. Ukurannya panjang 24 dm dan lebar 9 dm. Berapakah luas papan tulis tersebut?

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Lembar Evaluasi Pertemuan 2 Nama :................................ Nilai Absen :................................ Kelas :................................ A. Berikan tanda centang pada jawaban yang benar ! 2. 12 cm arsir? Berapakah luas bangun yang tidak di 4 cm 6 cm 3. Berapakah luas keseluruhan bangun datar di 7 cm samping? 8cm 15 cm Jika masing – masing persegi mempunyai sisi 8 cm berapakah luas 4 persegi di samping? 4. 5. 16 m 13 m Di samping adalah gambar kolam ikan yang terdapa rumah apung di tengahnya,rumah apung itu mempunyai sisi 6 m, berapa luas kolam ikan keseluruhan ? 6. Kebun Pak Marno berbentuk persegi dengan sisi 14 m,kebun anaknya berbentuk persegi panjang dengan panjang 7 m dan lebar 8 m,kemudian kebun istrinya berbentuk persegi dengan panjang sisin 13 m, berapakah luas kebun keluarga tersebut?

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Lembar Evaluasi Pertemuan 3 Nama :....................................... Nilai Absen :....................................... Kelas :....................................... A. Berikan tanda centang pada jawaban yang benar ! 2. Suatu persegi panjang memiliki panjang 13 cm, dan lebarnya 9 cm luas persegi tersebut adalah ... 𝑐𝑚2 a. 112 c. 117 b. 116 d. 118 3. Sawah pak Hadi mempunyai luas 169 𝑚2 berapakah panjang sisi sawah pak Hadi jika sawahnya berbentuk persegi ? a. 12 𝑚2 c. 14 𝑚2 b. 13 𝑚2 d. 15 𝑚2 4. Fendi mempunyai buku tulis berbentuk persegi dengan ukuran 15 cm,maka luas buku fendi adalah ... 𝑐𝑚2 a. 234 c. 255 b. 225 d. 150 5. Bu Annas mempunyai sawah yang berbentuk persegi panjang, sawah itu mempunyai panjang 12 m dan lebarnya adalah 7 m, berapakah luas sawah bu marni ? a. 84 𝑚2 c. 59 𝑚2 b.60 𝑚2 d. 62 𝑚2 6. Berapakah luas keseluruhan bangun datar di 14 cm samping? 8 cm d.260 𝑐𝑚2 7. a. 220 𝑐𝑚2 2m b. 240 𝑐𝑚2 c. 250 𝑐𝑚2 Berapakah luas persegi panjang di samping? 37 m d. 94 𝑚2 a. 74 𝑚2 b. 64 𝑚2 c. 78 𝑚2 8. Sebuah kolam renang mempunyai kedalaman 2 m, kolam itu berbentuk persegi panjang dengan panjang sisinya 18 m dan lebarnya 13 m, berapakah luas kolam renang tersebut?

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 a. 225 𝑚2 c. 234 𝑚2 b. 325 𝑚2 d. 255 𝑚2 9. Alvi mempunyai sawah berbentuk persegi dengan luas 20 𝑚2 ,jika ani ingin membagi dua sama besar dengan adiknya berapakah luas masing masing sawah mereka? a. 5 𝑚2 c. 20 𝑚2 b. 10 𝑚2 d. 15 𝑚2 10. Noval membuat sebuah lapangan futsal yang berbentuk persegi panjang, lapangan itu mempunyai panjang 16 m dan lebarnya 8 m berapa luas lapangan yang sedang di buat Noval? a. 120 𝑚2 c. 121 𝑚2 b. 128 𝑚2 d. 127 𝑚2 11. Luas sawah pak Parmin 144 𝑚2 , berapakah panjang sisi sawah Pak Parmin jika sawah tersebut berbentuk persegi ? a. 11 m c. 13 m b. 36 m d. 14 m B. Jawablah soal – soal di bawah ini sesuai dengan langkahnya! 1. Pak harun mempunyai kebun yang berbentuk persegi panjang luasnya 364 𝑚2 dan lebarnya 14 meter, Berapa m panjang kebun pak harun? 2. Sebuah buku mempunyai panjang 27 cm dan lebarnya 14 cm. Jika Varel ingin menyampul buku tersebut menggunakan selembar kertan maka berapakah luas kertas yang di butuhkan untuk menyampulnya? 3. Lantai ruang kelas II berbentuk persegi panjang, dengan panjang 18m dan lebarnya 16 m berapa luas lantai ruang kelas tersebut ? 4. Berapkah luas bangun datar di samping ? 16 cm 5. Pak Hendro Berlari mengelilingi kebun mangga yang berbentuk persegi dengan keliling 28 m, berapakah luas kebun mangga yang di kelilingi pak Hendro?

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Kunci Jawaban Soal Evaluasi Pertemuan 1 Pilihan Ganda No Jawaban soal pilihan ganda 1 B 6 B 2 D 7 B 3 A 8 A 4 C 9 C 5 B 10 B Soal Esay 1. 2. 3. 4. 5. 36 𝑚2 105 𝑐𝑚2 120 𝑚2 63 𝑑𝑚2 216 𝑑𝑚2 Pertemuan 2 1. 56 𝑐𝑚2 2. 169 𝑐𝑚2 3. 256 𝑐𝑚2 4. 336 𝑚2 5. 421 𝑚2 Pertemuan 3 Pilihan Ganda No Jawaban soal pilihan ganda 1 C 6 A 2 B 7 C 3 B 8 B 4 A 9 B 5 D 10 B ESAY 1. 2. 3. 4. 5. 26 𝑚2 378 𝑐𝑚2 288 𝑐𝑚2 256 𝑐𝑚2 49 𝑚2

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Lampiran 6 : Modul Siswa

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Lampiran validasi pakar Validasi pakar matematika

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 Validasi guru kelas

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Validasi pakar tatabahasa

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 Rekapitulasi Hasil Validasi Pakar Terhadap Kualitas Modul Guru Mata Pelajaran IPA SDN Percobaan 3 Pakem. Validasi pakar matematika No. Pernyataan Tujuan dan Pendekatan Modul sesuai dengan tujuan pembelajaran 1 yang akan dicapai 2 Modul sesuai dengan kurikulum (KTSP) Modul mempermudah pemahaman materi sluas bangun datar 4 Modul sesuai dengan kebutuhan kecerdasan yang dimiliki siswa 5 Modul merupakan sumber belajar yang baik bagi siswa dan guru Desain dan Pengorganisasian Komponen dalam modul lengkap (SK, KD, indikator, tujuan, kegiatan belajar, lembar 1 kerja siswa, rangkuman ,evaluasi, glosarium, sumber bahan, refleksi) Urutan kegiatan-kegiatan dalam modul 2 telah disusun secara sistematis Ruang lingkup materi modul sesuai dengan 3 kecerdasan naturalis Modul memfasilitasi siswa untuk belajar 5 mandiri 6 Modul mudah dipahami Tampilan fisik (warna, huruf, gambar/foto) 7 dalam modul menarik dan sesuai dengan kecerdasan Naturalis Modul menggunakan bahasa tulis yang baik 8 dan benar Isi Modul Kegiatan dalam modul sesuai dengan 1 kecerdasan naturalis yang dimiliki siswa Modul memfasilitasi siswa memahami luas 2 bangun datar sesuai dengan kecerdasan naturalis yang dimiliki siswa Modul memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi terhadap kecerdasan 3 naturalis yang digunakan untuk memahami materi luas bangun datar 3 1 2 3 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Komentar

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 Modul mengembangkan kecerdasan yang berkaitan dengan naturalis Kegiatan dalam modul sesuai dengan 5 materi luas bangun datar Instrumen evaluasi dalam modul, mengukur 6 materi luas bangun datar yang dikembangkan dalam modul Topik Topik modul menarik bagi siswa 1 Topik modul membantu untuk memperkaya 2 pengalaman siswa Topik sesuai dengan lingkungan sosial dan 3 budaya siswa Topik sesuai dengan perkembangan siswa 4 1 4 Metodologi Modul dirancang dengan berpusat pada 1 siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri (konstruktivis) 2 Modul dirancang menyenangkan bagi siswa 3 Modul membuat siswa aktif Modul memfasilitasi beragam gaya belajar siswa Total Skor 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 90 Rata-Rata 3,46 Kategori Tinggi

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 Validasi guru kelas No. Pernyataan Tujuan dan Pendekatan Modul sesuai dengan tujuan pembelajaran 1 yang akan dicapai 2 1 2 3 1 Modul sesuai dengan kurikulum (KTSP) Modul mempermudah pemahaman materi sluas bangun datar 4 Modul sesuai dengan kebutuhan kecerdasan yang dimiliki siswa 5 Modul merupakan sumber belajar yang baik bagi siswa dan guru Desain dan Pengorganisasian Komponen dalam modul lengkap (SK, KD, indikator, tujuan, kegiatan belajar, lembar 1 kerja siswa, rangkuman ,evaluasi, glosarium, sumber bahan, refleksi) Urutan kegiatan-kegiatan dalam modul 2 telah disusun secara sistematis Ruang lingkup materi modul sesuai dengan 3 kecerdasan naturalis Modul memfasilitasi siswa untuk belajar 5 mandiri 6 Modul mudah dipahami Tampilan fisik (warna, huruf, gambar/foto) 7 dalam modul menarik dan sesuai dengan kecerdasan Naturalis Modul menggunakan bahasa tulis yang baik 8 dan benar Isi Modul Kegiatan dalam modul sesuai dengan 1 kecerdasan naturalis yang dimiliki siswa Modul memfasilitasi siswa memahami luas 2 bangun datar sesuai dengan kecerdasan naturalis yang dimiliki siswa Modul memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi terhadap kecerdasan 3 naturalis yang digunakan untuk memahami materi luas bangun datar 4 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Komentar

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 Modul mengembangkan kecerdasan yang berkaitan dengan naturalis Kegiatan dalam modul sesuai dengan 5 materi luas bangun datar Instrumen evaluasi dalam modul, mengukur 6 materi luas bangun datar yang dikembangkan dalam modul Topik Topik modul menarik bagi siswa 1 Topik modul membantu untuk memperkaya 2 pengalaman siswa Topik sesuai dengan lingkungan sosial dan 3 budaya siswa Topik sesuai dengan perkembangan siswa 4 1 4 Metodologi Modul dirancang dengan berpusat pada 1 siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri (konstruktivis) 2 Modul dirancang menyenangkan bagi siswa 1 1 1 1 1 1 1 1 Modul membuat siswa aktif 1 Modul memfasilitasi beragam gaya belajar siswa 1 3 4 Total Skor 99 Rata-Rata 3,80 Kategori Tinggi

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 Validasi pakar tata bahasa No. Pernyataan Tujuan dan Pendekatan Modul sesuai dengan tujuan pembelajaran 1 yang akan dicapai 2 1 2 3 1 Modul sesuai dengan kurikulum (KTSP) Modul mempermudah pemahaman materi sluas bangun datar 4 Modul sesuai dengan kebutuhan kecerdasan yang dimiliki siswa 5 Modul merupakan sumber belajar yang baik bagi siswa dan guru Desain dan Pengorganisasian Komponen dalam modul lengkap (SK, KD, indikator, tujuan, kegiatan belajar, lembar 1 kerja siswa, rangkuman ,evaluasi, glosarium, sumber bahan, refleksi) Urutan kegiatan-kegiatan dalam modul 2 telah disusun secara sistematis Ruang lingkup materi modul sesuai dengan 3 kecerdasan naturalis Modul memfasilitasi siswa untuk belajar 5 mandiri 6 Modul mudah dipahami Tampilan fisik (warna, huruf, gambar/foto) 7 dalam modul menarik dan sesuai dengan kecerdasan Naturalis Modul menggunakan bahasa tulis yang baik 8 dan benar Isi Modul Kegiatan dalam modul sesuai dengan 1 kecerdasan naturalis yang dimiliki siswa Modul memfasilitasi siswa memahami luas 2 bangun datar sesuai dengan kecerdasan naturalis yang dimiliki siswa Modul memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi terhadap kecerdasan 3 naturalis yang digunakan untuk memahami materi luas bangun datar 4 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Komentar

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 Modul mengembangkan kecerdasan yang berkaitan dengan naturalis Kegiatan dalam modul sesuai dengan 5 materi luas bangun datar Instrumen evaluasi dalam modul, mengukur 6 materi luas bangun datar yang dikembangkan dalam modul Topik Topik modul menarik bagi siswa 1 Topik modul membantu untuk memperkaya 2 pengalaman siswa Topik sesuai dengan lingkungan sosial dan 3 budaya siswa Topik sesuai dengan perkembangan siswa 4 4 Metodologi Modul dirancang dengan berpusat pada 1 siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri (konstruktivis) 2 Modul dirancang menyenangkan bagi siswa 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 Modul membuat siswa aktif 1 4 Modul memfasilitasi beragam gaya belajar siswa 1 Total Skor 107 Rata-Rata 3,74 Kategori Tinggi

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 Lampiran postes dan pretest

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 Lampiran Resume Refleksi Siswa No. Ungkapan Perasaan Siswa Pertemuan Total 1 Menyenagkan Sekali 1 - 2 Senang dan Mengasyikan 3 1 10 14 3 Senang 7 6 - 13 4 Senang Sekali - - - - 5 Menyenagkan tapi Sedikit - - - - 6 Seru Sekali - - - - 7 Sedikit Senang - - - - Jumlah Rata-Rata 2 2 3 - 2 29 4,14

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 Lampiran foto penelitian

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163

(183)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan modul bimbingan belajar IPS berbasis inteligensi matematis-logis pada siswa berprestasi rendah kelas III DI SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta.
0
0
169
Dominasi gaya belajar siswa kelas XI SMA Santo Mikael Sleman tahun ajaran 2012/2013 yang berprestasi belajar rendah dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan belajar.
0
1
89
Penerapan modul Living Values untuk memperbaiki perilaku menghargai dan prestasi belajar siswa kelas III SDN Pakem 4 Yogyakarta.
0
1
142
Pengembangan modul bimbingan belajar IPS berbasis inteligensi matematis logis pada siswa berprestasi rendah kelas III DI SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta
0
0
167
Pengaruh kecerdasan interpersonal dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII
0
0
9
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN Banyubiru II tahun ajaran 2010/2011 - USD Repository
0
3
146
Hasil belajar siswa dalam uji coba pembelajaran matematika yang berbasis paradigma pedagogi reflektif di kelas IV SD Kanisius Kadirojo - USD Repository
0
1
98
Hubungan antara kecerdasan emosi dan akses belajar matematika di luar sekolah dengan hasil belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Stella Duce 2 Yogyakarta tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
154
Aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif di kelas X-2 SMA Kanisius Harapan Tirtomoyo Wonogiri - USD Repository
0
14
351
Pengaruh cara belajar terhadap prestasi belajar siswa dalam pelajaran matematika pada pokok bahasan segitiga siswa kelas VII SMP Kanisius Pakem Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013 - USD Repository
0
0
140
Penerapan modul Living Values untuk memperbaiki perilaku menghargai dan prestasi belajar siswa kelas III SDN Pakem 4 Yogyakarta - USD Repository
0
0
140
Penerapan modul Living Values untuk memperbaiki perilaku kebebasan dan prestasi belajar siswa kelas V SDN Pakem 4 Yogyakarta - USD Repository
0
1
125
Pengembangan modul bimbingan belajar PKn berbasis kecerdasan linguistik pada siswa berprestasi rendah di kelas III SD Kanisius Gayam I Yogyakarta - USD Repository
0
0
132
Pengembangan modul bimbingan belajar matematika berbasis kecerdasan interpersonal pada siswa berprestasi rendah di kelas V SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta - USD Repository
0
0
265
Pengembangan modul bimbingan belajar ipa berbasis kecerdasan musikal pada siswa berprestasi rendah kelas V SD Kanisius Gayam Yogyakarta - USD Repository
0
0
177
Show more