N A S A L A A D A P F I T A T I L A U K I D U T S K O K O R E P A J A M E RI D A M A T R E P H A G N E N E M H A L O K E S

Gratis

0
0
78
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ALASAN-ALASAN PERILAKU MEROKOK: STUDI KUALITATIF PADA REMAJA PEROKOK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan Dan Konseling Oleh: Niken Rosita Hapsari NIM : 091114027 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ALASAN-ALASAN PERILAKU MEROKOK: STUDI KUALITATIF PADA REMAJA PEROKOK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan Dan Konseling Oleh: Niken Rosita Hapsari NIM : 091114027 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 13 Agustus 2014 Peneliti Niken Rosita Hapsari iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta: Nama : NIKEN ROSITA HAPSARI NIM : 091114027 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, karya ilmiah saya yang berjudul: “ALASAN-ALASAN PERILAKU MEROKOK: STUDI KUALITATIF PADA REMAJA PEROKOK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA”. Dengan demikian saya memberi hak kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk keperluan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada Tanggal 18 Agustus 2014 Yang menyatakan Niken Rosita Hapsari v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO DAN PERSEMBAHAN "Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang." (Amsal 23:18) "Aku bersyukur kepadaMu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya." (Mazmur 139:14) “Tidak pernah ada kesuksesan yang datang dengan begitu saja kepada kita, melainkan kita sendiri yang harus menjemput dan meraihnya dengan segala daya, upaya dan doa." Kupersembahkan Skripsi ini untuk : j Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang setia mendampingiku j Bapak, Ibu, dan Keluarga tercinta yang selalu mendukung dan mendoakanku j Yudhi Susanto yang selalu memberi dukungan dan semangat j Semua sahabat-sahabatku yang selalu memberi dukungan vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK ALASAN-ALASAN PERILAKU MEROKOK: STUDI KUALITATIF PADA REMAJA PEROKOK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Oleh: Niken Rosita Hapsari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan-alasan perilaku merokok siswa SMP X tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 5 orang siswa kelas IX di SMP X tahun ajaran 2013/2014. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam. Instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan pedoman wawancara yang disusun oleh peneliti dan dikonsultasikan kepada dosen pembimbing. Data yang diperoleh melalui dari hasil wawancara dengan subjek penelitian disusun dalam bentuk verbatim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan-alasan perilaku merokok kelima subjek penelitian di SMP X adalah karena pengaruh dari teman sebaya. Selain itu, pengaruh orangtua dan lingkungan juga menjadi alasan subjek penelitian untuk merokok. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE REASON OF SMOKING BEHAVIOUR: QUALITATIVE STUDY OF TEENS SMOKER OF JUNIOR HIGH SCHOOL By: Niken Rosita Hapsari Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 This study aims to find out the reasons of smoking behaviour SMP X in 2013/2014school year. The kind of this research is qualitatif. The subjects of this study are 5 students of grade IX at SMP X in 2013/2014 school year. The method that the researcher used to collect the data is deep interview. The research instrument is guidline interview questions which was arranged by the researcher and consulted with the advisor. The data collected through interview from the research subject is arranged in a verbal data. The research result shows that the reason of the smoking behaviour of those five research subjects at SMP X is because of the influence of their peers. More over, the influence of their parents and environment also become the reason of the research subjects to smoke. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas anugerah dan kasihNya yang begitu besar sehingga terselesaikan juga penulisan skripsi ini yang berjudul: “ALASAN-ALASAN PERILAKU MEROKOK: STUDI KUALITATIF PADA REMAJA PEROKOK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA”. Skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan program studi Bimbingan dan Konseling. Skripsi ini dapat terselesaikan berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung yang telah terlibat dalam proses penyusunan karya tulis ini. Oleh karena itu dalam kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Dr. Gendon Barus, M. Si. Sebagai Kepala Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang te la h memberikan pengetahuan, pengalaman yang berguna bagi penulis, dan memberikan kesempatan bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. 2. A. Setyandari, S. Pd., S. Psi., Psi., M. A. sebagai Wakil Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan sebagai dosen pembimbing yang dengan sabar menyediakan waktu untuk membimbing dan mengarahkan serta memberikan masukan untuk penyelesaian skripsi ini. 3. Keluarga besar SMP X, Widodo Indriyanto S.Pd selaku Kepala Sekolah dan semua dewan guru yang telah menerima dan memberikan ijin untuk melakukan penelitian. 4. Siswa kelas IX SMP X tahun ajaran 2013/2014 atas kerja samanya pada saat pelaksanaan penelitian sehingga skripsi ini dapat selesai. 5. V. Titis Widati, S. Pd. sebagai guru BK SMP X yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian dalam rangka penyusunan skripsi ini. 6. Para Dosen Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta atas ilmu-ilmu dan pengalaman yang diberikan selama ini sehingga memberikan bekal dalam menyelesaikan skripsi ini. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Segenap karyawan Universitas Sanata Dharma, khususnya Mas Moko yang telah membantu mengurus segala keperluan administrasi. 8. Kedua orangtuaku yang senantiasa mendukung, memahami, dan mendoakan peneliti serta atas kasih sayang yang diberikan selama ini. 9. Yudhi Susanto atas dukungan, dan kebersamaan di saat penulisan skripsi ini. 10. Teman-teman BK angkatan 2009, Irma, Ika, Yhuvita, Dwi , Dini, Tia, Ayu dan teman-teman lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terima kasih atas kebersamaan, canda tawa, dan rasa kekeluargaan yang telah diberikan selama ini. 11. Semua pihak yang sudah membantu dalam penulisan skripsi ini, yang tidak dapat penulis sebutkan satu demi satu. Akhirnya peneliti berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang membacanya. Peneliti Niken Rosita Hapsari x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING...................................... ii HALAMAN PENGESAHAN..................................................................... iii HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA............................... iv HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH............ v HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN...................................... vi ABSTRAK.................................................................................................. vii ABSTRACT................................................................................................. viii KATA PENGANTAR................................................................................ ix DAFTAR ISI................................................................................................ xi DAFTAR TABEL........................................................................................ xiii 1 BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah.................................................................... 1 B. Rumusan Masalah............................................................................. 4 C. Tujuan Penelitian ............................................................................. 4 D. Manfaat Penelitian............................................................................ 4 E. Definisi Operasional......................................................................... 4 6 BAB II. KAJIAN PUSTAKA A. Perilaku Merokok ............................................................................ 6 1. Definisi Perilaku Merokok ....................................................... 6 2. Tahapan Merokok ..................................................................... 9 3. Aspek-aspek Perilaku Merokok ................................................ 12 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Merokok ............. 13 B. Remaja............................................................................................. 16 1. Pengertian Remaja..................................................................... 16 2. Ciri-ciri Remaja …………………………................................ 18 BAB III. METODOLOGI PENELITIAN 21 A. Jenis Penelitian.................................................................................. 21 B. Subjek Penelitian............................................................................... 22 C. Metode Pengumpulan Data ............................................................. 23 D. Instrumen Penelitian ........................................................................ 25 E. Tahap-tahap Penelitian .................................................................... 27 F. Teknik Analisis Data …................................................................... 29 G. Pemeriksaan Keabsahan Data ......................................................... 29 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 31 A. Hasil Penelitian ................................................................................ 31 1. Pelaksanaan Penelitian .............................................................. 31 2. Hasil Wawancara ...................................................................... 33 B. Pembahasan ….................................................................................. 43 45 BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan…................................................................................... 45 B. Keterbatasan Penelitian ................................................................... 45 C. Saran-saran ...................................................................................... 46 DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 48 LAMPIRAN.............................................................................................. 51 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. Panduan Wawancara untuk Mengungkap Alasan-alasan Intrinsik Perilaku Merokok pada Siswa ..................................... 25 Tabel 2. Panduan Wawancara untuk Mengungkap Alasan-alasan Ekstrinsik Perilaku Merokok pada Siswa .................................. 26 Tabel 3. Hal Pokok yang Ingin Diungkap dalam Proses Wawancara .... 28 Tabel 4. Data Demografi Subjek Wawancara ......................................... 32 Tabel 5. Alasan Awal Mula yang Menyebabkan Perilaku Merokok Subjek ........................................................................................ 33 Tabel 6. Suasana yang Mendorong untuk Melakukan Perilaku Merokok Subjek ......................................................................................... 34 Tabel 7. Perasaan yang Dialami Subjek Saat Melakukan Perilaku Merokok ...................................................................................... 35 Tabel 8. Alasan-alasan yang Menyebabkan Subjek Melakukan Perilaku Merokok ..................................................................................... 36 Tabel 9. Hal-hal yang Mendorong Subjek untuk Berhenti Merokok ...... 37 Tabel 10. Jumlah Rokok yang Dihisap dalam Sehari ................................ 39 Tabel 11. Tempat yang Sering Digunakan Subjek Melakukan Perilaku Merokok ..................................................................................... 40 Tabel 12. Pengaruh Orangtau dalam Melakukan Perilaku Merokok ......... 41 Tabel 13. Pengaruh Teman dalam Melakukan Perilaku Merokok ............. 42 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1: Daftar Hadir Subjek Penelitian ........…………………...... 51 Lampiran 2: Hasil Wawancara Mendalam …………………………… 52 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional dari istilah-istilah pokok yang digunakan dalam penelitian ini. A. Latar Belakang Masalah Rokok masih menjadi ancaman bagi generasi saat ini. Merokok merupakan kegiatan yang sekarang ini banyak dilakukan oleh banyak orang, para pria khususnya. Walaupun sering ditulis di surat-surat kabar, majalah dan media masa lain yang menyatakan bahaya merokok. Merokok merupakan salah satu permasalahan yang sulit untuk dipecahkan, masalah ini sudah menjadi masalah nasional dan bahkan masalah internasional. Merokok dapat membahayakan bagi kesehatan. Ditinjau dari segi kesehatan merokok dapat merusak bagian-bagian dalam tubuh, oleh karena itu merokok harus dihentikan sejak sedini mungkin. Di pihak perokok sendiri, mereka merasakan kenikmatan yang nyata dan dapat memberikan kepuasan bagi penikmatnya. Bahkan para perokok menyisihkan uang saku untuk membeli rokok. Dalam hal ini remaja adalah sasaran yang paling mudah terpengaruh oleh rokok. Adolescence atau remaja berasal dari kata latin adolescence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa (dalam Hurlock, 1999). Istilah adolescence, seperti yang dipergunakan saat ini mempunyai arti yang luas 1

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 mencakup kematangan mental, emosional dan fisik. Berbeda dengan pendapat tersebut Piaget (dalam Hurlock, 1999), mengatakan bahwa secara psikologis masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak merasa di bawah tingkat orangorang yang lebih tua, melainkan berada di dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Hurlock (1999), menyatakan bahwa masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, di mulai saat anak secara seksual matang dan berakhir saat ia mencapai usia matang secara hukum. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Global Youth Tobacco Survey (GYTS) Indonesia tahun 2006 yang dilakukan terhadap remaja berusia 13-15 tahun, sebanyak 24,5 % remaja laki-laki dan 2,3% remaja perempuan merupakan perokok, 3,2% di antaranya sudah kecanduan. Bahkan, yang lebih mengkhawatirkan, 3 dari 10 pelajar mencoba merokok sejak mereka di bawah usia 10 tahun. Terkait dengan perilaku merokok di masyarakat kita Jaya (2009) pada tahun 2000 menyebutkan bahwa: Terjadi sekitar 4,8 juta kasus kematian di seluruh dunia yang diakibatkan kebiasaan merokok. Angka rata-rata itu diambilkan dari sedikitnya 3,9 juta samapai tertinggi 5,9 juta kasus kematian akibat rokok. Dari 4,8 juta kasus kematian itu 2,4 juta terjadi di negara-negara sedang berkembang dan 2,4 juta lainnya di sejumlah negara industri maju. Yang sangat menyedihkan, Indonesia adalah negara dengan reputasi terburuk di seluruh dunia, bukan hanya untuk perokok aktif, tetapi juga untuk perokok pasif pada pelajar usia 13-15 tahun. Penelitian yang dilakukan Global Youth Tobacco Surveys pada tahun 2001 hingga 2006 sebanyak 81,4 persen pelajar di Indonesia terpapar asap rokok. “Lebih dari 37,3 persen pelajar dilaporkan biasa merokok. Yang lebih mengejutkan lagi adalah 3 di antara 10 pelajar menyatakan

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 pertama kali merokok pada umur di bawah 10 tahun,” ujar Menteri Kesehatan. Menurut Hurlock (1999) masa remaja awal dikatakan sebagai masa transisi karena belum mempunyai pegangan, remaja belum mampu untuk menguasai fungsi-fungsi fisiknya. Remaja sangat perlu mengenali lingkungan dimana remaja itu berada, lingkungan sekolah misalnya. Sekolah merupakan salah satu sarana yang dapat mengembangkan pengetahuan bagi remaja. Di Sekolah Menengah sangat diperlukan wawasan yang luas untuk membantu remaja mengembangkan tugas perkembangan yang ada pada dirinya. Berdasarkan dari perilaku merokok pada remaja yang terjadi saat ini, peneliti ingin mencoba mendeskripsikan alasan-alasan yang dikemukan oleh para remaja di tingkat sekolah menengah pertama untuk merokok. Peneliti memilih melakukan penelitian di SMP X (nama sekolah dirahasiakan) dengan alasan bahwa peneliti sendiri sering melihat banyak para siswa (siswa lakilaki) merokok di lingkungan sekolah terutama saat mereka berada di depan sekolah. Penelitian ini sangat menarik untuk diteliti karena pada saat ini banyak sekali para remaja yang sudah merokok. Oleh dasar itu, maka dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih mendalam lagi ke dalam judul penelitian Alasanalasan Perilaku Merokok: Studi Kualitatif pada Remaja Perokok di Sekolah Menengah Pertama.

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 B. Rumusan Masalah Bertolak dari permasalahan di atas maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah: “Alasan-alasan apa sajakah yang menyebabkan perilaku merokok pada siswa di SMP X?” C. Tujuan Penelitian Sejalan dengan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan-alasan perilaku merokok pada lima subjek penelitian di SMP X. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi untuk mengetahui alasan-alasan apa yang menjadi penyebab perilaku merokok pada remaja. 2. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi tentang perilaku merokok remaja. E. Definisi Operasional 1. Alasan diartikan sebagai dasar bukti (keterangan) yang dipakai untuk menguatkan pendapat, sesuatu yang menjadi pendorong untuk berbuat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 2. Perilaku merokok adalah sesuatu yang dilakukan seseorang berupa membakar dan menghisapnya serta dapat menimbulkan asap yang dapat terhisap oleh orang-orang di sekitar (Levy, 1984). 3. Remaja perokok adalah remaja yang terdaftar sebagai siswa di SMP X.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab ini memuat tentang definisi perilaku merokok, tahapan merokok, aspekaspek perilaku merokok, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok, pengertian remaja, dan ciri-ciri remaja. A. Perilaku Merokok 1. Definisi Perilaku Merokok Perilaku didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan oleh individu dan individu lain yang bersifat nyata (Sarwono, 1993). Menurut Morgan (1984) perilaku tidak seperti pikiran atau perasaan, perilaku merupakan hal yang konkrit, dapat diobservasi, direkam, maupun dipelajari. Munculnya perilaku dari organisme ini dipengaruhi oleh faktor stimulus yang diterima, baik stimulus internal maupun stimulus eksternal. Salah satu bentuk perilaku konkrit, dapat diobservasi, direkam, maupun dipelajari lebih lanjut tersebut adalaha perilaku merokok. Perilaku merokok muncul karena dipengaruhi oleh stimulus dari dalam dii individu seperti kebutuhan psikis maupun fisik dan lingkungan. Bermacam-macam bentuk perilaku yang dilakukan manusia dalam menanggapi stimulus yang diterimanya, salah satu bentuk perilaku manusia yang dapat diamati adalah perilaku merokok. Merokok telah banyak dilakukan pada zaman tiongkok kuno dan romawi, pada saat itu orang sudah menggunakan suatu ramuan yang mengeluarkan asap dan 6

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 menimbilkan kenikmatan dengan jalan dihisap melalui hidung dan mulut (Danusantoso, 1991). Saat ini perilaku merokok merupakan perilaku yang telah umum dijumpai. Perokok berasal dari berbagai kelas sosial, status, serta kelompok umur yang berbeda, hal ini dapat disebabkan karena rokok bisa didapatkan dengan mudah dan dapat diperoleh dimana pun juga. Merokok merupakan overt behavior dimana perokok menghisap gulungan tembakau. Hal ini seperti dituliskan dalam KBBI merokok adalah menghisap gulungan tembakau yang dibungkus dengan kertas (Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 752). Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa merokok adalah suatu kegiatan menghisap gulungan tembakau yang dibungkus dengan kertas yang kemudain dibakar ke dalam tubuh lewat mulut dan hidung kemudain menghembuskannya kembali keluar untuk mendapatkan kenikmatan. Dalam penelitian ini akan dilihat perilaku yang dilakukan oleh para remaja perokok, serta melihat motivasi apa yang membuat mereka menjadi perokok. Perilaku remaja disebabkan oleh motivasi yang mendorong remaja untuk melakukan sesuatu. Motivasi berasal dari bahasa latin “movore”, yang berarti menggerakkan. Djamarah (2011: 152) motivasi adalah gejala psikologis dalam bentuk dorongan yang timbul pada diri seseorang sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Menurut Eysenck dan kawan-kawan (Slameto, 2010:170), motivasi adalah suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan, intensitas,

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 konsistensi, serta arah umum dari tingkah laku manusia, merupakan konsp yang rumit dan bekaitan dengan konsep-konsep lain seperti minat, konsep diri, sikap, dan sebagainya. Hamalik (1993) menyatakan bahwa perubahan energi dalam diri seseorang itu berbentuk suatu aktivitas nyata berupa kegiatan fisik. Karena seseorang mempunyai tujuan tertentu dari aktivitasnya, maka seseorang mempunya motivasi yang kuat untuk mencapainya dengan segala upaya yang dapat dia lakukan untuk mencapainya. Sedangkan menurut Mc. Donald (Sardiman,2006: 73) motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi dapat dipandang sebagai fungsi, berarti motivasi berfungsi sebagai daya penggerak dari dalam individu untuk melakukan aktivitas tertentu dalam mencapai tujuan. Motivasi dipandang dari segi proses, berarti motivasi dapat dirangsang oleh faktor luar, untuk menimbulkan motivasi dalam diri siswa yang melalui proses rangsangan belajar sehingga dapat mencapai tujuan yang di kehendaki. Motivasi dipandang dari segi tujuan, berarti motivasi merupakan sasaran stimulus yang akan dicapai. Jika seorang mempunyai keinginan untuk belajar suatu hal, maka dia akan termotivasi untuk mencapainya.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 2. Tahapan Merokok Helmi dan Komalasari (2000) berpendapat bahwasa terdapat empat tahap yang dialami untuk menjadi perokok, yaitu: a. Tahap preparatory Tahap preparatory merupakan tahap dimana remaja sering mendapatkan model yang menyenangkan dari lingkungan dan media. Remaja yang mendapatkan gambaran yang menyenangkan mengenai merokok dengan cara mendengar, melihat, atau dari hasil bacaan menimbulkan minat untuk merokok. b. Tahap initiation Tahap perintisan merokok yaitu tahap seseorang meneruskan untuk tetap mencoba-coba merokok. Setelah terbentuk interpretasiinterpretasi tentang model yang ada, kemudian remaja mengevaluasi hasil interpretasi tersebut melalui perasaan dan perilaku. c. Tahap becoming smoker Tahap dimana seseorang telah mengkonsumsi rokok sebanyak empat batang perhari maka seseorang tersebut mempunyai kecenderungan menjadi perokok. Hal ini didukung dengan adanya kepuasan psikologis dari dalam diri, dan terdapat reinforcement positif dari teman sebaya.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 d. Tahap maintenance of smoking Pada tahap ini merokok sudah menjadi salah satu bagian dari cara pengaturan diri (self regulating). Merokok dilakukan untuk memperoleh efek fisiologis yang menyenangkan. Para remaja mulai merokok karena kemauan sendiri, melihat teman sebaya, dan diajari atau dipaksa merokok aleh teman-temannya. Selain itu juga disebabkan ingin menunjukkan bahwa ia telah dewasa. Umumnya bermula dari perokok pasif kemudian menjadi perokok aktif dan menjadi ketagihan akibat kandungan nikotin di dalam rokok (Sitepoe, 1997). Kemala dan Hasnida (2005) menyatakan bahwa ada tiga tipe perokok yang dapat mengklarifikasikan perokok berdasarkan banyaknya rokok yang dihisap, yaitu: a. Perokok berat yang menghisap lebih dari 15 batang rokok dalam sehari. b. Perokok sedang yang menghisap 5-14 batang rokok dalam sehari. c. Perokok ringan yang menghisap 1-4 batang rokok dalam sehari. Silvan dan Tomkins (Mu’tadin, 2002) menyatakan bahwa ada empat tipe perilaku merokok berdasarkan Management of affect theority, ke empat tipe tersebut adalah: a. Tipe perokok yang dipengaruhi oleh perasaan positif.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 1) Pleasure relaxation, perilaku merokok hanya untuk menambah atau meningkatkan kenikmatan yang sudah didapat, misalnya merokok stelah inum kopi atau maka. 2) Stimulation to pick them up, perilaku merokok hanya dilakukan sekedarnya untuk menyenangkan perasaan. 3) Pleasure of handling the cigarette, kenikmatan yang diperoleh dari memegang rokok. b. Perilaku merokok yang dipengaruhi perasaan negatif. Banyak merokok untuk mengurangi perasaan nehatif dalam dirinya. Misalnya merokok bila marah, cemas, gelisah, rokok dianggap sebagai penyelamat. Mereka menggunakan rokok bila perasaan tidak enak terjadi, sehingga terhindar dari perasaan yang lebih tidak enak. c. Perilaku merokok yang adiktif. Perokok yang sudah adiksi, akan menambah dosis rokok yang digunakan setiap saat setelah efek dari rokok yang dihisapnya berkurang. d. Perilaku merokok yang sudah menjadi kebiasaan. Mereka menggunakan rokok sama sekali bukan karena untuk mengendalikan perasaan mereka, tetapi karena sudah menjadi kebiasaaan. Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa perilaku merokok pada remaja digolongkan kedalam beberapa tipe yang dapat

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 dilihat dari banyaknya rokok yang dihisap, tempat merokok, dan fungsi merokok dalam kehidupan seharihari. 3. Aspek-aspek Perilaku Merokok Aspek-aspek perilaku merokok menurut Aritonang (1997), yaitu: a. Fungsi merokok dalam kehidupan sehari-hari Ericson (Komasari dan Helmi 2000) mengatakan bahwa merokok berkaitan dengan masa mencari jati diri pada diri remaja. Silvans dan Tomkins (Mu’tadin, 2002) fungsi merokok ditunjukkan dengan perasaan yang dialami si perokok, seperti perasaan yang positif maupun perasaan yang negatif. b. Intensitas merokok Smet (1994) mengklarifikasikan perokok berdasarkan banyaknya rokok yang dihisap, yaitu: 1) Perokok berat yang menghisap lebih dari 15 batang rokok dalam sehari 2) Perokok sedang yang menghisap 5-14 batang rokok dalam sehari. 3) Perokok ringan yang menghisap 1-4 batang rokok dalam sehari. c. Tempat merokok Tipe perokok berdasarkan tempat ada dua (Mu’tadin, 2002) yaitu: 1) Merokok di tempat-tempat umum / ruang publik

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 a) Kelompok homogen (sama-sama perokok), serta bergerombl mereka menikmati kebiasaannya. Umumnya mereka masih menghargai orang lain, karena itu mereka menempatkan diri di smoking area. b) Kelompok heterogen (merokok ditingeh orang-orang lain yang tidak merokok, anak kecil, orang jompo, orang sakit, dan lain-lain). 2) Merokok di tempat-tempat yang bersifat pribadi a) Kantor/sekolah atai di kamar tidur pribadi. Perokok memilih tempat-tempat seperti ini yang sebagai tempat merokok digolongkan kepada individu yang kurang menjaga kebersihan diri, penuh rasa gelisah yang mencekam. b) Toilet. Perokok jenis ini dapat digolongkan sebagai orang yang suka berfantasi. d. Waktu merokok. Menurut Presty (dalam Smet, 1994) remaja yang merokok dipengaruhi oleh keadaan yang dialaminya pada saat ini, misalnya ketika sedang berkumpul dengan teman, cuaca yang dingin, setelah dimarahi orang tua, dan lain-lain. 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Merokok. Menurut Alvin dan Dian (2000) terdapat tiga penyebab perilaku merokok pada remaja yaitu:

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 a. Kepuasan Psikologis Saat pertama kali mengkonsumsi rokok, gejala-gejala yang mungkin terjadi adalah batuk-batuk, lidah terasa getir dan perut mual. Namun sebagian para pemula mengabaikan perasaan tersebut sehingga biasanya berlanjut menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi ketergantungan. Ketergantungan ini dipersepsikan sebagai kenikmatan yang memberikan kepuasan psikologis. Gejala ini dapat dari konsep tobacco dependency (ketergantungan merokok). Artinya perilaku merokok merupakan perilaku yang menyenangkan dan bergeser menjadi aktivitas yang bersifat obsesif. Hal ini disebabkan sifat nikotin adalah adiktif, jika diberhentikan secara tiba-tiba akan menimbulkan stress. Secara manusiawi, orang cenderung untuk menghindari ketidakseimbangan dan lebih senang mempertahankan apa yang selama ini dirasakan sebagai kenikmatan sehingga dipahami jika para perokok sulit untuk berhenti merokok. b. Pengaruh Orangtua Pada dasarnya perilaku merokok adalah perilaku yang dipelajari. Hal ini berarti ada pihak-pihak yang berpengaruh besar dalam proses sosialisasi. Konsep ini merupakan suatu proses transmisi nilai-nilai, sistem kepercayaan, sikap atau apa pun perilaku dari generasi sebelumnya kepada generasi berikutnya. Tujuan sosialisasi ini agar generasi berikutnya mempunyai sistem nilai yang sesuai dengan tuntutan nurma yang diinginkan oleh kelompok.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Merujuk pada konsep transmisi perilaku dengan menggunakan penjelasan teori Bandura mengenai social cognitive learning, orang tua atau keluarga yang merokok merupakan agen imitasi yang baik. Akan tetapi, apabila keluarga mereka tidak ada yang merokok, maka sikap permisif orang tua merupakan pengukuh positif atas perilaku merokok pada remaja. c. Teman Sebaya Teman sebaya memiliki peran yang sangat berarti bagi remaja, karena masa tersebut masa remaja mulai memisahkan diri dari orang tua dan mulai bergabung pada kelompok sebaya. Kebutuhan untuk diterima seringkali membuat remaja berbuat apa saja agar dapat diterima kelompoknya dan terbebas dari sebutan “pengecut” dan “banci”. Jika dilihat dari tahap-tahap perilaku merokok, teman sebaya dan keluarga merupakan pihak yang pertama kali mengenalkan perilaku merokok, kemudian berlanjut dan berkembang menjadi tobacco dependency atau ketergantungan rokok. Cornwath dan Miller (dalam Sitepoe, 1997) membedakan kebiasaan merokok sebagai: a. Dorongan psikologis: rasanya sebagai rangsangan seksual melalui mulut waktu merokok, sebagai ritual, menunjukkan kejantanan (bangga diri), mengalihkan kecemasan, enunjukkan kedewasaan, serta rangsangan mulut melalui jari-jari saat merokok.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 b. Dorongan fisiologis: adiksi (ketagihan) tubuh terhadap kandungan rokok berupa nikotin. B. Remaja 1. Pengertian Remaja Adolescence atau remaja berasal dari kata latin adolescence (kata Belanda, adolescentia yang berarti remaja) yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa (dalam Hurlock, 1999). Istilah adolescence, seperti yang dipergunakan saat ini mempunyai arti yang luas mencakup kematangan mental, emosional, spasial dan fisik. Lain halnya dengan Piaget (dalam Hurlock, 1999), mengatakan bahwa secara psikologis masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua, melainkan berada di dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Hurlock (1999), menyatakan bahwa masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, di mulai saat anak secara seksual matang dan berakhir saat ia mencapai usia matang secara hukum. Lain halnya dengan Santrock (2007) mendefinisikan masa remaja (adolescence) sebagai suatu periode transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa, yang melibatkan perubahanperubahan biologis, kognitif, dan sosio-emosional. Tugas pokok remaja adalah mempersiapkan diri memasuki masa dewasa. Menurut Konopka

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 (dalam Yusuf, 2010) masa remaja meliputi : (1) remaja awal: 12-15 tahun; (2) remaja madya: 15-18 tahun; (3) remaja akhir: 19-22 tahun. Remaja adalah individu yang selalu ingin mengetahui hal-hal yang baru yang belum diketahuinya, salah satunya adalah rokok. Sarwono (2001) menyatakan definisi remaja untuk masyarakat Indonesia adalah menggunakan batasan 11-24 tahun dan belum menikah dengan pertimbangan sebagai berikut: a. Usia 11 tahun adalah usia dimana pada umumnya tanda-tanda seksual sekunder mulai tampak (kriteria fisik). b. Masyarakat Indonesia di usia 11 tahun sudah dianggap akil balik, baik menurut adat maupun agama, sehingga masyarakat tidak lagi memoerlakukan mereka sebagai anak-anak (kriteria seksual). c. Pada usai tersebut mulai ada tanda-tanda penyempurnaa perkemvangan jiwa seperti tercapainya identitas diri (ego identity, meneurut Erick Erikson), tercapainya fase genital dari perkembangan psikoseksual (menurut Freud), dan tercapainya puncak perkembangan kognitif (menuet Piaget) maupun moral (meneurut Kohlberg). d. Batas usia 24 tahun merupakan batas maksimal, yaitu untuk memberi peluang bagi mereka yang sampai batas usia tersebut masih menggantungkan diri pada orangtua. Dari berbagai definisi mengenai remaja di atas, maka dapat disimpulkan bahwa remaja merupakan suatu periode perkembangan dari

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 transisi anatara masa anak-anak dan dewasa, yang diikuti oleh perubahan biologis, kognitif, dan sosioemosional. Berdasarkan kronologi dan berbagai kepentingan, terdapat beberapa defenisi tentang remaja (Soetjiningsih, 2007) yaitu: a. Pada buku-buku pediatric, pada umumnya mendefeniasikan remaja adalah apabila seorang anak telah mencapai umur 10-18 tahun untuk anak perempuan dan 12-20 tahun untuk anak laki-laki. b. Menurut Undang-Undang no. 4 tahun 1979 mengenai kesejahteraan anak, remaja adalah individu yang belum mencapai 21 tahun dan belum menikah. c. Menurut Undang-Undang perburuhan, anak dianggap remaja apabila telah mencapai umur 16-18 tahun dan sudah menikah dan mempunyai tempat untuk tinggal. d. Menurut Undang-Undang perkawinan No. 1 tahun1979, anak dianggap remaja apabila cukup matang untuk menikah, yaitu umur 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk anak laki-laki. e. Menurut Diknas anak dianggap remaja apabila anak sudah berumur 18 tahun, yang sesuai saat lulus sekolah menengah. f. Menurut WHO, remaja bila anak mencapai umur 10-18 tahun. 2. Ciri-ciri Remaja Menurut Hurlock (1999), ciri-ciri remaja yaitu masa remaja sebagai periode yang penting, masa remaja sebagai periode peralihan, masa

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 remaja sebagai usia bermasalah dan masa remaja sebagai masa mencari identitas. Masa remaja sebagai periode yang penting, dimana masa remaja sebagai akibat fisik dan psikologis mempunyai persepsi yang sama penting. Perkembangan fisik yang cepat disertai dengan cepatnya perkembangan mental terutama pada awal masa remaja, dapat menimbulkan perlunya penyesuaian mental dan perlunya membentuk sikap, nilai dan minat baru (Hurlock, 1999). Masa remaja sebagai periode peralihan, peralihan tidak berarti terputus atau berubah dari apa yang terjadi sebelumnya, tetapi peralihan yang dimaksud adalah dari satu tahap perkembangan ke tahap berikutnya. Artinya, apa yang telah terjadi sebelumnya akan meninggalkan bekasnya pada apa yang terjadi sekarang dan yang akan datang. Anak beralih dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, harus meninggalkan segala sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan dan juga harus mempelajari pola perilaku dan sikap baru untuk menggantikan perilaku dan sikap yang sudah ditinggalkan (Hurlock, 1999). Masa remaja sebagai usia bermasalah, dimana masalah pada masa remaja sering menjadi masalah yang sulit diatasi baik oleh anak laki-laki maupun anak perempuan. Terdapat dua alasan bagi kesulitan itu, yaitu: 1) sepanjang masa kanak-kanak, masalah anak-anak sebagian diselesaikan oleh orang tua dan guru-guru, sehingga kebanyakan remaja tidak berpengalaman dalam mengatasi masalah; 2) para remaja merasa

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 mandiri, sehingga mereka ingin mengatasi masalahnya sendiri, menolak bantuan orang tua dan guru-guru. Ketidakmampuan remaja untuk mengatasi sendiri masalahnya, maka memakai menurut cara yang mereka yakini. Banyak remaja akhirnya menemukan bahwa penyelesaiannya tidak selalu sesuai dengan harapan mereka. Banyak kegagalan yang seringkali disertai akibat tragis, bukan karena ketidakmampuan individu tetapi kenyataan bahwa tuntutan yang diajukan kepadanya, justru pada saat semua tenaganya telah dihabiskan untuk mencoba mengatasi masalah pokok, yang disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangan seksual yang normal (Hurlock, 1999). Ciri masa remaja yang terakhir adalah masa remaja sebagai masa mencari identitas. Sepanjang usia kelompok pada akhir masa kanakkanak, penyesuaian diri dengan standar kelompok adalah jauh lebih penting bagi anak yang lebih besar daripada individualitas. Anak yang lebih besar ingin cepat seperti teman-teman kelompoknya. Tiap penyimpangan dari standar kelompok dapat mengancam keanggotaannya dalam kelompok (Hurlock, 1999).

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITAN Bab ini berisi uraian tentang jenis penelitian, subjek penelitian, instrumen penelitian, dan teknik analisis data yang digunakan. A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian di bidang pendidikan khususnya bidang bimbingan dan konseling di sekolah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantifikasi (pengukuran). Penelitian kualitatif secara umum dapat digunakan untuk penelitian tentang kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi organisasi, aktivitas sosial, dan lain-lain. Salah satu alasan menggunakan pendekatan kualitatif adalah pengalaman para peneliti dimana metode ini dapat digunakan untuk menemukan dan memahami apa yang tersembunyi di balik fenomena yang kadangkala merupakan sesuatu yang sulit untuk dipahami secara memuaskan (Strauss dan Corbin, 1997). Bogdan dan Taylor (1992), menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Pendekatan kualitatif diharapkan mampu menghasilkan uraian yang mendalam tentang ucapan, tulisan, dan atau perilaku yang dapat diamati dari 21

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 suatu individu, kelompok, masyarakat, dan atau organisasi tertentu dalam suatu setting konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif, dan holistik. B. Subjek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa di SMP X. Peneliti memilih SMP X sebagai subjek penelitian dengan alasan ingin mengetahui alasan apa yang mempengaruhi siswa merokok. Pemilihan subjek penelitian ini atas dasar rekomendasi dari guru BK dan kesediaan dari beberapa siswa di sekolah tersebut. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi semua staf guru, orangtua dan juga para siswa agar para siswa terhidar dari perilaku merokok yang dapat mengganggu kesehatan. Prosedur penentuan subjek atau sumber data dalam penelitian kualitatif umumnya menampilkan karakteristik sebagai berikut (Sarantakos, 1993; dalam Poerwandari, 2005: 95): 1. Diarahkan tidak pada jumlah sampel yang besar, melainkan pada kasuskasus tipikal sesuai kekhususan masalah penelitian. 2. Tidak ditentukan secara kaku sejak awal, tetapi dapat berubah baik dalam hal jumlah maupun karakteristik sampelnya sesuai dengan pemahaman konseptual yang berkembang dalam penelitian. Secara lebih lanjut, peneliti akan terus menambahkan unit-unit baru dalam sampelnya, sampai penelitian tersebut mencapai titik jenuh (saturation point) atau saat dimana penambahan data dianggap tidak memberikan tambahan

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 informasi yang baru dalam analisis (Sarantakos, 1993; dalam Poerwandari, 2005: 94). 3. Tidak diarahkan pada keterwakilan dalam arti jumlah atau peristiwa acak, melainkan pada kecocokan konteks. Berdasarkan katakteristik tersebut, maka kriteria subjek untuk wawancara adalah sebagai berikut: 1. Subjek berjenis kelamin laki-laki. 2. Subjek berusia antara 12-15 tahun. 3. Subjek berada di jenjang pendidikan sekolah menengah pertama. 4. Subjek memiliki aktivitas merokok. 5. Subjek bersekolah di SMP X. C. Metode Pengumpulan Data Langkah pertama yang dilakukan oleh peneliti adalah menyajikan pertanyaan wawancara kemudian melakukan proses wawancara pada subyek. Pertanyaan ini dimodifikasi dari pedoman wawancara Rumantine 2005. Dalam penelitian kualitatif terdapat beragam metode pengumpulan data yang digunakan. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang tersusun secara sistematis dan lengkap untuk penggumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan (Sugiyono, 2011). Wawancara tidak terstruktur ini

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 memungkinkan peneliti untuk fleksibel dalam mengembangkan pertanyaan sesuai respon yang diberikan subyek penelitian. Panduan pertanyaan wawancara harus dapat mengungkapkan tujuan maupun fokus dari penelitian. Berkaitan dengan pedoman wawancara, peneliti membuat kerangka dasar atau bagan yang memuat secara rinci pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan jenis data yang dibutuhkan. Dari pertanyaan-pertanyaan yang disusun dalam kerangka dasar, peneliti akan memilihnya secara sungguhsungguh agar sesuai atau relevan dengan jenis data yang dibutuhkan dan daftar pertanyaan dapat dilihat pada tabel 2 dan 3. D. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara, yang disusun sendiri oleh peneliti atas arahan dosen pembimbing. Kemudian peneliti membuat sejumlah pertanyaan yang akan digunakan untuk wawancara. Dalam metode wawancara, terdapat kemungkinan subjek hanya menjawab hal-hal yang disadari. Di bawah ini peneliti menampilkan instrumen penelitian yang digunakan dalam tabel 1 untuk wawancara mendalam bagi kelima subjek penelitian.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Tabel 1 Panduan Wawancara untuk Mengungkap Alasan-alasan Intrinsik Perilaku Merokok pada Siswa No. Aspek Pertanyaan Tujuan pertanyaan 1 Kepuasan a. Bagaimana perasaan Untuk mengetahui psikologis kamu ketika tidak tanggapan emosional merokok? subjek saat tidak merokok, untuk mengetahui apakah subjek mengalami ketergantungan rokom atau tidak. b. Apakah yang Untuk mengetahui membuat kamu ingin motivasi yang mengulang perilaku membuat subjek merokok? merokok, untuk mengetahui apakah subjek mengalami ketergantungan rokok atau tidak. c. Pernahkah kamu mencoba berhenti 2 Intensitas merokok a. Apakah kamu merokok setiap hari? Untuk melihat adakah keinginan Untuk mengetahui seberapa sering subjek merokok. b. Berapa batang rokok Untuk mengetahui yang kamu hisap berapa banyak setiap hari? batang rokok yang dihisap setap harinya. c. Sejak kapan kamu Untuk mengetahui

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 No. Aspek Pertanyaan Tujuan pertanyaan merokok? sudah berapa lama subjek merokok dan masuk dalam tahapan merokok. d. Kapan biasanya kamu merokok? Untuk mengetahui keadaan yang memotivasi subjek merokok. 3 Tempat merokok a. Di manakah kamu Untuk mengetahui sering merokok, di tempat biasa subjek tempat umum atau merokok. tempat yang bersifat pribadi? b. Mengapa kamu Untuk mengetahui memilih tempat tempat yang tersebut untuk membuat subjek merokok ? nyaman saat merokok. Tabel 2 Panduan Wawancara untuk Mengungkap Alasan-alasan Ekstrinsik Perilaku Merokok pada Siswa No. Aspek Pertanyaan Tujuan pertanyaan 1 Pengaruh orangtua a. Apakah orang tua kamu juga merokok? Untuk mengetahui sejauh mana orang tua berpengaruh dalam perilaku

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 No. Aspek Pertanyaan Tujuan pertanyaan merokok. b. Apakah orang tua 2 Teman sebaya Untuk mengetahui kamu tidak melarang tanggapan orang tua ketika kamu ketika subjek merokok? meokok. a. Apakah teman di Untuk mengetahui sekitar kamu juga sejauh mana teman merokok? sebaya berpengaruh dalam perilaku merokok subjek. b. Mengapa kamu Mengetahui alasan mengikuti teman subjek mengikuti ynag merokok? jejak teman merokok. Panduan daftar pertanyaan yang disusun oleh peneliti dapat berubah atau berkembang sesuai dengan kondisi dan jawaban yang muncul saat wawancara dilakukan. Data wawanacara kemudian disalin dalam transkrip wawancara verbatim. E. Tahap-tahap Penelitian Langkah pertama yang dilakukan peneliti dalam wawancara ini adalah membuat pedoman wawancara sebagai acuan untuk mempermudah dalam melakukan wawancara. Kemudian, peneliti melakukan identifikasi terhadap subjek yang akan berpartisipasi dalam penelitian ini dengan kriteria meliputi;

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 usia dan perilaku merokok yang dilakukan, serta menanyakan kesediaan menjadi subjek penelitian. Setelah proses tersebut dilakukan, kemudian peneliti membuat kesepakatan dengan subjek perihal waktu dan tempat dalam melakukan wawancara serta peneliti melakukan pendekatan terhadap subjek. Setelah proses itu wawancara dilakukan secara individual antara peneliti dengan subjek. Tabel 3 Hal Pokok yang Ingin Diungkap dalam Proses Wawancara Hal yang diungkap Sejarah terbentuknya Pertanyaan perilaku x Sejak kapan mulai merokok? merokok yang dilakukan subjek Alasan-alasan yang menyebabkan subjek merokok x Perasaan apa yang muncul saat pertama kali merokok? x Apa yang membuatmu meneruskan untuk merokok? Lalu siapa yang mempengaruhimu untuk merokok? Siapa yang biasanya menemanimu saat merokok? x Dimana biasanya kamu merokok? x Saat merokok di tempat umum, x bagaimana reaksi orang-orang di sekitarmu? x Perasaan apa yang kamu alami saat kamu merokok di temapt umum? x Suasana seperti apa yang membuat kamu ingin merokok?

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 F. Teknik Analisis Data Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data (dalam Moleong, 1989). Selain itu Sarwono (2006: 239-240) juga mengemukakan, prinsip pokok teknik analisis kualitatif ialah mengelola dan menganlisis data-data yang terkumpul menjadi data subjek yang sistematik, teratur, terstruktur dan mempunyai makna. Ada lima langkah analisis data kualitatif. Kelima langkah itu adalah: 1) mengorganisir data yakni dengan membaca berulang kali data yang ada sehingga peneliti menemukan data sesuai dengan penelitiannya dan membuang data yang tidak sesuai; 2) memuat kategori, menentukan tema, dan pola; 3) menguji hipotesis yang muncul dengan menggunakan data yang ada; 4) mencari eksplanasi alternatif data yakni peneliti memberikan keterangan yang masuk akal terhadap data yang ada dan menerangkan data itu berdasarkan makna yang terkandung dalam data; dan 5) menulis laporan yakni peneliti harus mampu menuliskan kalimat serta pengertian secara tepat yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan data dan hasil analisisnya. G. Pemeriksaan Keabsahan Data Berkaitan dengan keabsahan data, peneliti berusaha untuk mencatat dan akhirnya menafsirkan setiap jawaban dari yang diwawancarai. Di luar data itu, untuk keperluan pengecekan atau sebagai pebanding terhadap data,

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 menggunakan teknik triangulasi. Menurut Moleong (2013:330), triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya. Menurut Bungin (2007:152), untuk menguji keakuratan data digunakan triangulasi metode pengumpulan data seperti: observasi, wawancara tak berstruktur, dokumentasi, interpretasi dokumen sejarah oral dan pribadi, intropeksi data dan refleksi diri. Dengan demikian, triangulasi akan diperlakukan sebagai suatu alternatif bagi validasi, bukan sekedar alat atau strategi validasi. Informasi yang terkumpul memiliki variasi yang lengkap apabila melibatkan pihak luar yang dianggap memahami fenomena yang ada.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan diuraikan proses dan hasil pelaksanaan penelitian. Datadata yang akan disajikan adalah data hasil wawancara mendalam terhadap subjek di SMP X Dalam penyajian data, data subjek seperti nama dan alamat tinggal, dirahasiakan. A. Hasil Penelitian 1. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini berhasil mengumpulkan sebanyak 5 subjek penelitian, baik yang peneliiti temui secara langsung di kediaman subjek dan saat subjek berada di lingkungan sekolah. Pengambilan data yang berupa wawancara mendalam dilakukan sekitar 5-15 menit pada masingmasing subjek. Lokasi pengambilan data dilakukan di beberapa tempat sesuai dengan kesepakatan yang telah disepati oleh subjek. Hal ini juga disesuaikan dengan waktu luang dari masing-masing subjek yang telah disepakati bersama. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan selama kurang lebih tiga minggu, yaitu antara bulan April sampai Mei 2014. Sebelum melakukan wawancara peneliti telah beberapa kali bertemu dan berbincang-bincang langsung dengan subjek, selain itu juga menentukan waktu untuk wawancara. Sehingga pada waktu yang telah disepakati bersama peneliti bisa langsung melakukan wawancara. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Proses wawancara yang 31

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 peneliti lakukan untuk keseluruhan subjek memakan waktu kurang lebih tiga minggu dikarenakan kesibukan masing-masing subjek menjelang ujian kelulusan. Berikut ini disajikan data demografi subjek wawancara: Tabel 4 Data Demografi Subjek Wawancara Nama Usia Urutan kelahiran Hobi Uang saku per minggu Lama merokok Konsumsi rokok per hari Tipe perokok Egi 15 Anak pertama dari dua bersaudar a Renang, sepak bola ± Rp 20. 000 Sejak kelas 1 SMP ± 1-4 batang Perokok ringan Andi Angga 14 Anak pertama dari tiga bersaudara 15 Anak kedua dari dua bersaudara Sepak bola perbengkel an, berkumpul dengan teman ± Rp 40.000 Kelas 3 SMP ±Rp 30.000 Kelas 3 SMP Yoga Doni 15 Anak ke tiga dari tiga bersaudar a Main, berkumpu l dengan teman 14 Anak ketiga dari tiga bersaudar a Main ± Rp 25.000 Kelas 2 SMP Tidak pasti ± 1-3 batang ± 1-5 batang ± Rp 20.000 Sejak kelas 5 SD ± 1-6 batang Perokok ringan Perokok ringan Perokok sedang Perokok sedang Pada tabel 4 tampak bahwa subjek penelitian rata-rata berusia antara 14-15 tahun. Urutan kelahiran kelima subjek penelitian adalah dua merupakan anak pertama, kemudian satu merupakan anak kedua dan selanjutnya merupakan anak ketiga. Masing-masing subjek memiliki hobi yang berbeda-beda di antaranya renang, sepak bola, perbengkelan, main dan berkumpul dengan teman-temannya. Kelima subjek penelitian

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 memiliki uang saku antara Rp 20.000-Rp 40.000 dalam seminggu. Subjek penelitian juga memiliki lama merokok yang bervasiasi yaitu satu subjek merokok berawal dari kelas 1 SMP, dua subjek berawal dari kelas 3 SMP, satu subjek berwala dari kelas 2 SMP, dan selanjutnya berawal dari kelas 5 SD. Konsumsi rokok dalam sehari dari kelima subjek penelitian yaitu tiga dari kelima subjek penelitian masuk dalam tipe perokok ringan sedangkan kedua subjek masuk dalam tipe perokok sedang. 2. Hasil Wawancara Hasil wawancara dirangkum dalam bentuk tabel, sebagai berikut: Tabel 5 Alasan Awal Mula yang Menyebabkan Perilaku Merokok Subjek No. 1 Subjek Egi Jawaban Kesimpulan Saat istirahat jajan di warung Coba-coba depan sekolah melihat teman merokok lalu ikut mencoba merokok. 2 Andi Pengaruh teman Saat hajatan di rumah tetangga Coba-coba banyak teman yang merokok. Pengaruh teman 3 Angga Saat berkumpul dengan teman- Coba-coba teman 4 Yoga dan ditawari untuk Pengaruh merokok. teman Saat di rumah melihat orangtua Pengaruh

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 No. Subjek Jawaban (bapak) Kesimpulan merokok lalu orangtua berkeinginan untuk mencoba. 5 Doni Saat di Sekolah Dasar melihat Pengaruh salah satu guru merokok lalu orangtua (guru) ikut-ikutan mencoba merokok karena penasaran. Pada tabel 5 di atas diuraikan bahwa dari kelima subjek penelitian tiga diantaranya menyatakan bahwa awal mula merokok dari rasa ingin mencoba-coba dan pengaruh dari teman sebaya. Satu di antaranya menyatakan bahwa awal mula merokok pengaruh orangtua dan subjek lainnya dipengaruh dari salah satu guru saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Dapat disimpulkan bahwa perilaku merokok itu muncul karena terpengaruh oleh lingungan sekitar. Tabel 6 Suasana yang Mendorong untuk Melakukan Perilaku Merokok Subjek No. 1 Subjek Egi Jawaban Kesimpulan Saat tidak ada aktivitas dan saat Waktu tidak ada teman. senggang Di luar rumah 2 Andi Saat berada di luar rumah. 3 Angga Saat istirahat di sekolah dan saat Berkumpul berkumpul dengan teman-teman. 4 Yoga dengan teman Setelah makan, saat bosan, dan Bosan saat berkumpul dengan teman- Berkumpul

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 No. Subjek Jawaban Kesimpulan teman. 5 Doni dengan teman Saat suasana seperti apapun bisa Setiap saat merokok, namun tidak saat berada di lingkungan sekolah. Pada tabel 6 di atas diuraikan bahwa dari kelima subjek penelitian satu diantaranya menyatakan bahwa subjek penelitian merokok saat waktu senggang, dua di antaranya merokok saat berkumpul dengan teman, selanjutnya merokok saat di luar rumah dan subjek lainnya menyatakan bisa merokok setiap saat namun tidak saat berada di lingkungan sekolah. Ini berarti bahwa pengaruh teman sebaya dan lingkungan sangat mempengaruhi perilaku untuk merokok. Tabel 7 Perasaan yang Dialami Subjek Saat Melakukan Perilaku Merokok No. 1 Subjek Egi Jawaban Kesimpulan Saat awal mula merokok deg- Merasa bangga degan namun lama kelamaan menjadi biasa dan merasa bangga. 2 Andi Awalnya biasa saja namun lama Nyaman kelamaan menjadi nyaman. 3 Angga Tidak enak, tersendak. pait sampai Tidak enak

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 No. 4 Subjek Yoga Jawaban Awalnya pahit Kesimpulan namun lama Nyaman kelelamaan menjadi nyaman. 5 Doni Merasa bangga, hati menjadi Merasa bangga tenang saat merokok, dan asik Tenang ketika memainkan asap dari rokok. Pada tabel 7 di atas diuraikan bahwa dari kelima subjek penelitian dua di antaranya menyatakan bahwa merasa nyaman ketika sedang merokok. Dua di antaranya menyatakan bahwa merokok dapat membuat mereka bangga. Satu di antaranya menyatakan tidak enak, kemudian lainnya menyatakan bahwa merokok dapat membuat perasaan menjadi tenang. Ini berarti bahwa perasaan yang didapat setelah merokok yang menimbulkan subjek penelitian mengulang perilaku untuk merokok. Tabel 8 Alasan –alasan yang Menyebabkan Subjek Melakukan Perilaku Merokok No. 1 Subjek Egi Jawaban Kesimpulan Merokok karena supaya dianggap Dianggap berani (jantan), kalau tidak berani merokok malu dengan temanteman. 2 Andi Mengikuti trend yang banyak Mengikuti dilakukan oleh teman sebayanya trend

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 No. Subjek Jawaban Kesimpulan yaitu merokok 3 Angga 4 Yoga 5 Doni Supaya diterima oleh Pengakuan dari lingkungannya. teman Karena mengikuti orangtua Pengaruh (bapak) dan teman-temannya. orangtua Supaya dianggap berani (jantan). Dianggap berani Pada tabel 8 di atas diuraikan bahwa dari kelima subjek penelitian menyatakan bahwa mereka memiliki alasan merokok yang bervariasi. Dua di antaranya menyatakan bahwa alasan merokok supaya dianggap berani. Selebihnya alasan mereka merokok dikarenakan mengikuti trend, mendapat pengakuan dari teman, dan pengaruh dari orangtua. Ini berati bahwa subjek penelitian melakukan perilaku merokok karena pengaruh dari orang lain dan didukung oleh lingungan di sekitarnya. Sehingga subjek penelitian meniru apa yang dilakukan oleh orang lain yang ada di sekitarnya. Tabel 9 Hal-hal yang Mendorong Subjek untuk Berhenti Merokok No. 1 Subjek Egi Jawaban Kesimpulan Pernah mencoba untuk berhenti Pernah merokok, namun hanya bertahan mencoba selama 3 hari saja dan setelah itu namun gagal mulai merokok kembali katrena tidak tahan jika tidak merokok.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 No. 2 Subjek Andi Jawaban Kesimpulan Pernah mencoba untuk berhenti Pernah merokok namun saat jenuh mencoba muncul keinginan untuk merokok namun gagal kembali. 3 Angga Pernah, namun saat berada di Pernah rumah tidak merokok karena mencoba membantu orangtua jadi merokok namun gagal hanya saat di luar rumah. 4 Yoga Tidak pernah mencoba karena Tidak dengan merokok merasa nyaman. 5 Doni pernah mencoba Pernah mencoba untuk berhenti Pernah namun hanya bertahan 2 hari, mencoba disamping itu di rumah orangtua namun gagal memiliki toko kelontong yang juga menjual rokok sehingga jika ingin merokok tinggal mengambil di toko. Pada tabel 9 di atas diuraikan bahwa dari kelima subjek penelitian empat di antaranya menyatakan bahwa pernah mencoba untuk berhenti merokok namun mereka gagal. Subjek lainnya menyatakan tidak pernah mencoba untuk berhenti merokok. Dapat disimpulkan bahwa keinginan untuk dapat berhenti merokok itu ada namum para subjek penelitian tidak dapat menahan untuk tidak merokok dikarenakan alasan-alasan yang bervariasi.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Tabel 10 Jumlah Rokok yang Dihisap dalam Sehari No. 1 Subjek Egi Jawaban Kesimpulan Sehari bisa menghisap 1-4 batang Perokok ringan rokok tergantung akifitas yang dilakukan. 2 Andi Tidak pasti. Perokok ringan 3 Angga Sehari bisa menghisap 1-3 batang Perokok ringan rokok. 4 Yoga Sehari bisa menghisap 1-5 batang Perokok rokok tergantung uang saku. 5 Doni sedang Sehari paling banyak menghisap Perokok 6 batang rokok. sedang Pada tabel 10 di atas diuraikan bahwa 3 dari kelima subjek penelitian termasuk dalam tipe perokok sedang, sedangkan dua subjek penelitian lainnya termasuk dalam tipe perokok ringan. Dapat disimpulkan bahwa para subjek penelitian masih dalam intensitas perokok yang ringan, namun untuk seusia mereka seharusnya belum mengenal rokok. Salah satu subjek penelitian menyebutkan bahwa merokok tergantung dengan aktifitas yang dilakukan, dan satu diantara subjek penelitian juga ada yang menyebutkan bahwa aktifitas merokok tergantung dengan uang saku yang diberikan orangtuanya.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Tabel 11 Tempat yang Sering Digunakan Subjek Melakukan Perilaku Merokok No. 1 Subjek Egi Jawaban Kesimpulan Di mana saja bisa merokok, bisa Tempat umum di tempat umum maupun tempat Tempat pribadi pribadi. 2 Andi Saat berada di rumah teman, Rumah teman namun lebih senang di tempat Tempat pribadi pribadi (kamar). 3 Angga Tempat berkumpul bersama Tempat teman-teman (bengkel motor). berkumpul dengan teman 4 Yoga Di mana saja bisa merokok, bisa Tempat umum di tempat umum maupun tempat Tempat pribadi pribadi. 5 Doni Warung depan sekolah dan saat Tempat berkumpul teman. bersama teman- berkumpul dengan teman Pada tabel 11 diuraikan bahwa jawaban dari kelima subjek penelitian ini bervariasi, dari kelima subjek penelitian tiga di antaranya menyatakan bahwa para subjek penelitian merokok di tempat pribadi. Dua diantaranya menyatakan mereka merokok saat di tempat umum, saat berkumpul dengan teman. Subjek lainnya menyatakan bahwa lebih senang merokok saat berada di rumah teman. Ini menunjukkan bahwa subjek penelitian merokok di saat

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 berkumpul dengan teman, pengaruh teman sebaya ini menjadi pengaruh yang sangat besar. Tabel 12 Pengaruh Orangtua dalam Melakukan Perilaku Merokok No. 1 2 Subjek Egi Andi Jawaban Orangtua (bapak) Kesimpulan merokok Orangtua sehingga ikut-ikutan merokok. perokok Orangtua merokok. Orangtua perokok 3 Angga Dulu sering merokok namun Orangtua sekarang hanya kadang-kadang perokok merokok karena sering batuk- batuk. 4 Yoga Orangtua perokok berat. Orangtua perokok 5 Doni orangtua merokok. Orangtua perokok Pada tabel 12 di atas diuraikan bahwa kelima subjek penelitian menyatakan bahwa orangtua subjek penelitian adalah perokok aktif. Hal tersebut yang mengyebabkan subjek penelitian mengikuti perilaku yang dilakukan oleh orangtuanya yaitu merokok. Dapat disimpulkan bahwa peran orangtua sangatlah berpengaruh dalam masalah ini.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tabel 13 Pengaruh Teman dalam Melakukan Perilaku Merokok No. 1 No. Subjek Egi Jawaban Kesimpulan Karena banyak teman-teman Subjek Teman Jawaban merokok menyebabkan Kesimpulan ikut- merokok ikutan merokok supaya dianggap berani (jantan). 2 Andi Semua teman merokok lalu ikut- Teman ikutan merokok namun masih merokok bisa menahan untuk tidak seringsering merokok. 3 Angga Karena merokok banyak teman-teman Teman menyebabkan ikut- merokok ikutan merokok supaya di terima oleh lingkungannya. 4 Yoga Semua teman merokok. Teman merokok 5 Doni semua teman merokok. Teman merokok Pada tabel 13 diatas diuraikan bahwa bahwa teman dari subjek penelitian adalah perokok. Hal tersebut yang menyebabkan subjek penelitian mengikuti perilaku yang dilakukan oleh teman-temannya yaitu merokok.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 B. Pembahasan Dalam proses penelitian dengan kelima subjek, peneliti sedikit mengalami masalah yaitu sulitnya mencari waktu luang para subjek. Namum penelitian tetap berjalan lancar. Berdasarkan hasil wawancara, secara umum alasan perilaku merokok yang diungkapkan oleh para subjek penelitian yaitu karena pengaruh teman sebaya dan orangtua. Figur teman sebaya ini juga menjadi figur yang paling mempengaruhi perilaku untuk merokok para remaja di tingkat sekolah menengah pertama bila dibandingkan dengan figur orangtua atau orang lain. Berdasarkan teori sosial yang dikemukakan oleh Marks et al (2000) ikatan sosial, lingkungan sosial dimana individu tersebut berasal dan pembelajaran sosial memiliki peran yang dapat mendorong individu untuk merokok. Pada remaja, hal tersebut tampak melalui proses-proses modeling terhadap orangtua dan atau teman sebaya. Selain itu beberapa penelitian memiliki hasil yang sama, seperti pada penelitian Avin dan Dian (2000) bahwa salah satu penyebab perilaku merokok pada remaja adalah pengaruh teman sebaya atau lingkungan. Beberapa dari mereka mungkin merasa cemas dan tidak mampu, sehingga mereka merokok untuk bisa diterima secara sosial dan menjadi bagian dari kelompok. Leventhal dan Clearly (Cahyani, 1995) menjelaskan bahwa dalam tahap-tahap seseorang menjadi perokok, tahap inisiasi menjadi sebuah tahap penentu dimana individu tersebut memilih untuk meneruskan perilaku tersebut atau tidak. Ogden (2007) menyatakan bahwa keputusan yang akan

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 dibuat oleh remaja tersebut dipengaruhi oleh prediktor psikologis dan prediktor sosial. Menurut Cornwath dan Miller (dalam Sitepoe, 1997) kebiasaan merokok merupakan dorongan fisiologis yaitu adiksi (ketagihan) tubuh terhadap kandungan rokok berupa nikotin. Avin dan Dian (2000) menyatakan bahwa ketergantungan di depresikan sebagai kenikmatan yang memberikan kepuasan psikologis. Gejala ini dapat dijelaskan dari konsep tobacco dependency (ketergantungan merokok). Artinya perilaku merokok merupakan perilaku yang menyenangkan dan bergeser menjadi aktivitas yang bersifat obsesif. Penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa merokok dapat menimbulkan kecanduan atau ketergantungan baik secara fisik maupun psikologis. Selain itu salah satu dari pandangan Cornwath dan Miller (dalam Sitepoe, 1997) kebiasaan merokok sebagai merupakan dorongan psikologis salah satunya untuk menunjukkan kejantanan (bangga diri), dan menunjukkan kedewasaan. Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Emilee Gilbert menunjukkan seseorang menjadi seorang perokok karena mengasosiasikan rokok sebagai aksesoris yang mendukung fashion mereka (Gilbert, 2003). Rata-rata subjek penelitian menganggap bahwa merokok digunakan sebagai alat pencitraan dirinya dan untuk menunjukkan kekuatan (power) di tengahtengah lingkungannya.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP Bab ini memuat kesimpulan, katerbatasan penelitian, dan saran. Bagian kesimpulan memuat kesimpulan hasil penelitian. Dan bagian saran memuat saransaran untuk pihak sekolah SMP X dan peneliti lain. A. Kesimpulan Berdasarkan analisis dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kelima subjek penelitian di SMP X tahun ajaran 2013/2014 melakukan perilaku merokok karena pengaruh teman sebaya. Pengaruh teman sebaya ini mempengaruhi subjek penelitian untuk menjadi seorang perokok. Selain itu, pengaruh orangtua dan lingkungan juga menjadi alasan subjek penelitian untuk merokok. B. Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti memiliki beberapa keterbatasan sebagai berikut: 1. Dalam penelitian ini, peneliti tidak mempertimbangkan jenis rokok yang dihisap, harga rokok dan melihat jawaban subjek dengan tahapan merokok. Hal tersebut dikarenakan peneliti hanya untuk mendapatkan deskripsi motivasi atau alasan-alasan remaja untuk merokok secara umum. 2. Selain itu keterbatasan penelitian ini adalah kurang menggali latar belakang masing-masing subjek penelitian melakukan perilaku merokok 45

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 secara rinci. Untuk mencapai hasil yang maksimal dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk pendekatan pada para subjek penelitian sehingga mereka lebih bebas mengungkapkan pengalaman pribadi dan dapat menruh kepercayaan kepada peneliti. C. Saran Saran-saran yang dapat peneliti berikan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Pihak sekolah a. Segenap staf pengajar di sekolah ikut serta tanggung jawab dalam perilaku siswanya yang merokok, agar para siswa dapat terhidar dan tidak untuk coba-coba melakukan perilaku merokok. b. Para guru bidang studi dan staf pendidik di sekolah dapat ikut mendukung siswa untuk tidak melakukan perilaku merokok dengan memberikan pengetahuan atau wawasan bahaya merokok sehingga tidak hanya guru BK saja yang memberikan pengarahan kepada para siswa. 2. Guru BK a. Guru BK dapat memberikan kegiatan-kegiatan bimbingan pribadi sosial atau seminar-seminar mengenai bahaya merokok bagi kesehatan. b. Guru BK dapat memberi bimbingan klasikal dengan tema topiktopik bimbingan bahaya merokok.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 c. Sebelum guru BK melaksanakan kegiatan topik-topik bimbingan, ada baiknya guru BK mengajak para siswa untuk memilih topiktopik bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan siswa saat itu. 3. Penelitian selanjutnya a. Bagi peneliti lain jika ingin mengadakan penelitian dengan topik yang sa m a diharapkan agar peneliti selanjutnya lebih mempertimbangkan aspek lain seperti intensitas merokok, jenis rokok yang dikonsumsi, lama merokok, dan harga rokok. b. Peneliti lain yang ingin mengadakan penelitian yang serupa, diharapkan dapat menggunakan subjek penelitian yang lebih banyak atau dapat menggunakan metode penelitain yang lain yang lebih baik untuk mencapai hasil yang maksimal.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Anonim. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Aritonang, M.R. 1997. Fenomena Wanita Merokok. Jurnal Psikologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press. Bungin, Burhan. 2009. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Linnya. Jakarta: Prenada Media Group. Creswell, J. W. 1998/2007. Qualitative Inquiry And Research Design Choosing Among Five Traditions. Sage Publications. Danusantoso, H. 1991. Rokok dan Perokok. Jakarta: Aksara. Djamarah, S. B. 2011. Hypnotherapy for Children. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Karya. Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belaja. Jakarta: Rineka Cipta. Evangeli, M. 2011. Hubungan antara Konformitas Perilaku Merokok pada Remaja Perokok di Yogyakarta. Skripsi. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Evans, Brian., Marks, F. David., murray. Michael., willig, Carla. 2000. Healt Psychology: Theory, Reasearch, and Practice. New York: John Willey dan Sons, Inc. Faktor-faktor yang memepengaruhi perilaku merokok. 2012. Diunduh dari http://www.psychologymania.com/2012/06/faktor-yang-mempengaruhiperilaku.html Faktor-faktor yang memepengaruhi perilaku merokok pada remaja. 2012. Diunduh dari http://karamhamzal.blogspot.com/2012/02/vbehaviorurldefaultvmlo_5347.html Istiqomah, Umi. 2003. Upaya Menuju Generasi Tanpa Merokok. Surakarta: CV. SETI-AJI. Hamalik, O. 1993. Psikologi Manajemen: Penuntun bagi Remaja. Jakarta: Rineka Cipta. Hasibuan, M. 2003. Organisasi dan Motivasi. Jakarta: PT Bumi Aksara. 48

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Kemala, I. dan Hasnida. 2005. Hubungan antara Stres dan Perilaku Rokok pada Remaja Laki-laki. Psikologia, Volume 1 nomor 2. Hurlock B Elizabeth. 1999. Psikologi Perkembangan. Jakarta PT Gramedia. Jaya, Muhammad. 2009. Pembunuh Berbahaya Itu Bernama Rokok. Yogyakarta: Riz’ma. Khan, Shafique Ali. 2005. Filsafat Pendidikan Al-Ghazali. Pustaka Setia. Bandung. Komalasari, D & A.F.Helmi. 2006. Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Merokok pada Remaja, avin.staff.ugm.ac.id/data/jurnal/perilakumerokok_avin.pdf, 15 Januari 2008 Levy, M.R. 1984. Life and Healt. New York: Randon House. Moleong, L. J. 2002. Metodologi penelitian kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Moleong L. J. 2013. Metodologi penelitian kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Mu’tadin, Z. 2002. Kemandirian Sebagai Kebutuhan Psikologis Pada Remaja. http://www.e-psikologi.com/remaja.050602.htm Nasution, Indri Kemala. 2007. Jurnal Perilaku Merokok Pada Remaja. Universitas Sumatera Utara Medan. Ogden, Jane. 2007. Healt Psychology: a textbook second edition. New York: McGrow Hill. Perilaku Merokok pada Remaja. 2007. Diunduh dari http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3642/3/132316815.pdf.tx t Poerdawardani, E. K. 1998. Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Psikologi. Jakarta: Fakultas psikologi Universitas Indonesia. Rumantine, Jessica. 2012. Studi Deskriptif alasan-alasan Perilaku Merokok pada Remaja Perempuan Perokok di Tingkat Sekolah Menengah Pertama. Skripsi. Tidak diterbitkan. Universitas Sanata Dharma.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Salawati, Trixie dan amalaia, Rizki. 2010. Jurnal Perilaku Merokok Di Kalangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang. UNIMUS. Santrock, John W. 2007. Remaja. Edisi 11. Jakarta: Erlangga. Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta: Graha Hill. Smet, B. 1994. Psikologi Kesehatan. Semarang: PT Gramedia. Sitepoe, Mangku. 1997. Usaha Mencegah Bahaya Rokok. Jakarta: PT Grasindo. Soetjiningsih, 2007. Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Sagung seto. Jakarta. Strauss, A & Corbin, J. 1997. Dasar-Dasar penelitian Kualitatif. Surabaya: PT Bina Ilmu. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabata Wardani, Merina Candra. 2012. Motivasi Perilaku Merokok pada Mahasiswi. Skripsi. Tidak diterbitkan. Universitas Sanata Dharma.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 HASIL WAWANCARA MENDALAM TABEL TEMATIK SUBJEK EGI No . 1 2 3 4 Pertanyaan Jawaban Udah berapa lama/atau sejak kapan kamu merokok? Setiap hari atau hanya kadang-kadang? Berapa batang rokok yang kamu hisap setiap hariya? Bisakah kamu menceritakan alasan kenapa kamu merokok? Udah lama kok mbak, yaa sejak masuk SMP lah mulai ngerokoknya. Ya setiap hari sihh. 5 Bagaimana perasaanmu ketika sedang merokok? 6 Suasana seperti apa kalo kamu merokok? 7 Apa yang membuat kamu ingin mengulang merokok? 8 Apakah mencoba berhenti? 9 Dorongan apa yang membuat kamu ingin merokok kembali? Tempat favorit untuk merokok dimana? Tempat umum atau pribadi? Mengapa? 10 pernah untuk Sehari ki bisa 1-4 batang tergantung aktifitas seng tak lakukan. Dulu awalnya merokok pas istirahat to mbak, lha kan pada jajan di warung makan depan sekolah. Bar maem kancakancane pada merokok trus aku kepingin nyoba. Eh lah kok enak ternyata trus jadi kebablasan sampe saiki,hehehe. Dulu pas awal-awale deg-degan tapi sekarang biasa aja. Bangga ki mbak,hehehe. Pas lagi ngganggur, bete sama pas jenuh gada temen. Pengen aja soale nyaman kalo pas ngerokok. Soale asik bisa mainin asep pas disembulke. Pernah sih tapi Cuma berhasil mpe 3 hari bar kui ngerokok meneh, lha ra betah ki. Apa ya mbak, ben podo kancane hahaha. Dimana aja kalo pas ngumpul sama tementeman. Tempat umum bisa tempat pribadi bisa juga. Yang penting Kategori respon Perokok ringan. Dipengaruhi oleh teman. Keinginan untuk mencoba. Kecanduan. Tema Intensitas merokok. Tipe perokok. Sejarah merokok. Keingintahuan. Pengauh teman sebaya. Merasa bangga. Karena bete. Mengurangi Tidak ada perasaan teman. negatif. Kenikmatan yang didapat. Kecanduan. Ikut-ikutan. Merasakan kenikmatan tertentu.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Apakah ayah kamu juga merokok? 12 Apakah orangtua tidak melarang? 13 Apakah teman merokok? 14 Mengapa kamu mengikuti teman kamu yang merokok? juga jangan sampe kelihatan sama guru sekolah aja sih. Iya bapak juga merokok kayake sejak muda wes ngerokok deh. Enggak tau sih, soale aku kan tinggal sama simbah. Bapak ibu kerja di Jakarta. Walah mbak banyak banget temenku yang ngerokok makane aku ikut-ikutan ngerokok wae. Lha ngko aku kalo ndak ngerokok dikiro ra jenthel nek gak ngerokok. Isin lah aku. Dipengaruhi oleh teman. 53 Pengaruh teman sebaya. Supaya Penerimaan dari dianggap kelompok teman sama dengan sabaya. teman yang lain.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 TABEL TEMATIK SUBJEK ANDI No . 1 2 3 4 Pertanyaan Jawaban Udah berapa lama/atau sejak kapan kamu merokok? Setiap hari atau hanya kadang-kadang? Berapa batang rokok yang kamu hisap setiap hariya? Bisakah kamu menceritakan alasan kenapa kamu merokok? Belum, pas kelas 3 iki wae aku mulai merokok. 5 Bagaimana perasaanmu ketika sedang merokok? 6 Suasana seperti apa kalo kamu merokok? 7 Apa yang membuat kamu ingin mengulang merokok? Apakah pernah mencoba untuk berhenti? Dorongan apa yang membuat kamu ingin merokok kembali? Tempat favorit untuk merokok dimana? Tempat umum atau pribadi? Mengapa? 8 9 10 11 12 Kadang-kadang kok. Ra mesti mbak. Pas rewang di tempat tetangga mbak kan akeh kancane. Do ngerokok to, mosok aku ora dewe. Ya aku iseng wae melumelu. Kategori respon Tema Intensitas merokok. Tipe perokok. Pengaruh dari Pengaruh teman teman. dan lingkungan. Keinginan untuk mencoba. Supaya dianggap sama dengan teman yang lain. Biasa aja ki, tapi yo rodo Karena enjoy. Merasakan nyaman. Enjoy.. kenikmatan tertentu. Yang pasti pas diluar Ikut-ikutan. rumah. Bahaya kalo pas dirumah ki. Tapi gak nyampe ngelengke buat ngerokok. Kadang pas ngilangin Karena jenuh. Mengurangi rasa jenuh sama penat perasaan aja. negatif. Pernah sihh, tapi nek pas Karena jenuh. Mengurangi jenuh ya pengen perasaan ngerokok meneh. negatif. Gak tau, ya mung pengen aja sih. Dirumah temen. Lebih seneng ditempat pribadi kan kalo dirumah takut dimahari sama papa dan mama. Apakah ayah kamu juga Iya papa merokok kok merokok? mbak. Apakah orangtua tidak Papa dan mama belum melarang? tau kalo aku ngerokok, tapi kalo tau ya bakalan

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 14 dimarahi mbak bisa-bisa ak enggak dikasih uang jajan lagi kalo sampe mereka tau. Soale aku pernah dinasehatin enggak boleh ngerokok gt. Apakah teman juga Iyaa ki, temenku pada merokok? ngerokok semua. Mengapa kamu Ben trend wae sih. Tapi mengikuti teman kamu aku masih bisa ngerem yang merokok? jadi ya gak sampe terusterusan ngerokok. 55 Dipengaruhi Pengaruh teman oleh teman. sebaya. Supaya dianggap sama dengan teman yang lain.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 TABEL TEMATIK SUBJEK ANGGA No . 1 2 3 4 5 6 Pertanyaan Jawaban Udah berapa lama/atau sejak kapan kamu merokok? Setiap hari atau hanya kadang-kadang? Berapa batang rokok yang kamu hisap setiap hariya? Bisakah kamu menceritakan alasan kenapa kamu merokok? Belum, pas semeter 2. Bagaimana perasaanmu ketika sedang merokok? Suasana seperti apa kalo kamu merokok? kelas 3 Kategori respon Ya bisa dikatan setiap hari. Ya bisa 1-3 batang. Perokok ringan. Intensitas merokok. Tipe perokok. Kan aku seneng ngongkrong sama anakanak vespanan to, nah pas kui do ngerokok kabeh sambil jagongan gt. Aku ditawarin sama salah satu temen, awale aku emoh tapi kok aku malah di ece (dikatain ) mbak. Yo akhire aku ngerokok. Jan pertamane pait kae, tapi tak tahan ben ra di ece meneh. Ra enak, pait sampe keselek-selek. Nek pas nongkrong bareng temen-temen sih. Sama kadang-kadang pas istirahat di sekolah. Rasa nyaman aja. Sama kalo pas nongkrong, menghargai konco-konco seng nawarin. Aku kalo pas neng ngomah ngono ra ngerokok kok, soale nek pas neng ngomah bantuin ibu nyiapin buat dagangannya. Sering disuruh ambil kulakannya. Nek jenuh ngerokok wae ben ra stress. Dipengaruhi oleh teman. Ingin dianggap berani. Pengaruh teman sebaya. Tidak enak. Kerugian kesehatan. Pengaruh teman sebaya. Dipengaruhi oleh teman. 7 Apa yang membuat kamu ingin mengulang merokok? 8 Apakah mencoba berhenti? 9 Dorongan apa yang Karena jenuh. membuat kamu ingin merokok kembali? Tempat favorit untuk Ditempat biasa aku merokok dimana? nongkrong. Misal di Tempat umum atau konter pulsa nek gak ya 10 pernah untuk Tema Kenikmatan yang didapat. Ikut-ikutan. Pengaruh teman sebaya. Mengurangi perasaan negatif.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pribadi? Mengapa? 11 Apakah ayah kamu juga merokok? 12 Apakah orangtua tidak melarang? 13 Apakah teman merokok? 14 Mengapa kamu mengikuti teman kamu yang merokok? juga dibengkel motor e temenku. Kan sambil ngutak-atik motor sambil ngerkok,hehehe. Dulu sering tapi saiki kadang-kadang, soale bapak sering batukbatuk. Orangtuaku gak bilang apa-apa sih mbak soale aku ki ra pernah ngerokok neng ngomah jadi mungkin mereka gak tau. Kalopun mereka tau ya rapopo sih, cowok kok biasalah kalo ngerokok. Lha dari pada nakal dalam hal lain, yo ra mbak hahaha. Iyalah, semuanya pada ngerokok kabeh. Makane aku ya malah dadi katut ngerokok. Ben dianggap wae sama mereka. 57 Figur yang mempengaruhi. Dipengaruhi oleh teman. Ikut-ikutan. Pengaruh teman sebaya. Supaya Mendapatkan dianggap pengakuan. sama dengan teman yang lain.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 TABEL TEMATIK SUBJEK YOGA No . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Pertanyaan Jawaban Udah berapa lama/atau sejak kapan kamu merokok? Setiap hari atau hanya kadang-kadang? Berapa batang rokok yang kamu hisap setiap hariya? Bisakah kamu menceritakan alasan kenapa kamu merokok? Lumayan lam, sejak naik ke kelas 2. Tiap hari, wes tergantung kok. Sehari ki isoh 1-5 batang. Tergantung dana,hehehe.. Bapak kan perokok to, aku meneng-meneng niru bapak ngerokok tapi seng nglinting dewe (tingwe) kae lho. Trus aku nyobo, eh lha kok aku langsung watuk-watuk kae. Selang pirang ndino ngono aku nyobo rokok seng dijual neng warung. Ternyata ora watuk-watuk meneh yawes tak bacutke tekan saiki,hahaha.. Bagaimana perasaanmu Pait tapi lama-lama enjoy ketika sedang merokok? juga. Kategori respon Perokok sedang. Tema Intensitas merokok. Tipe perokok. Figur orangtua. Keinginan mencoba. Figur orangtua. Karena enjoy. Merasakan kenikmatan tertentu. Mengurangi perasaan negatif. Suasana seperti apa Bar maem, pas bete sama Karena bete. kalo kamu merokok? pas ngumpul bareng konco-konco. Apa yang membuat Karena enjoy kui mau Karena enjoy. kamu ingin mengulang jadi ketagihan trus sering Ikut-ikutan. merokok? ngerokok meneh ngerokok meneh. Apakah pernah Enggak, soale enak. mencoba untuk berhenti? Dorongan apa yang Aku yo gak tau ki. Opo membuat kamu ingin mungkin aku seng ra merokok kembali? nyobo mandek ngerokok paling. Tapi nek sedino ora ngerokok eneng sing kurang ki, yo walupun mung sak batang sek penting ngerokok lah. Tempat favorit untuk Dimana aja bisa merokok dimana? ngerokok asal ora pas Tempat umum atau neng lingkungan sekolah. Merasakan kenikmatan tertentu.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pribadi? Mengapa? 11 12 13 14 Misal pas sekolah yo pas istirahat jajan di kantin luar sekolah, nek pas neng kantin njero sekolah rawani aku mbak. Apakah ayah kamu juga Iya mbak perokok aktif merokok? malahan. Jer ngebul wae nek pas ora nyambut gawe. Apakah orangtua tidak Bapak ngerti yen aku Figur melarang? ngrokok tapi mung orangtua. meneng wae, jadi yo sante wae hahaha.. Apakah teman juga Iyaa, meh kabeh. Dipengaruhi merokok? oleh teman. Mengapa kamu Sebenernya aku Figur mengikuti teman kamu terpengaruh seko bapak orangtua. yang merokok? mbak tapi seko koncokonco juga sih. Pikerku ‘wong bapak karo koncokoncoku we ngerokok mosok aku ora sih’. Kui alesane makane aku yo ngerokok di tambah lagi bapak ora ngelarang. Yoo jalan mulus wae hehehe... 59 Figur yang mempengaruhi. Pengaruh teman sebaya. Figur yang mempengaruhi.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 TABEL TEMATIK SUBJEK DONI No . 1 2 3 4 Pertanyaan Jawaban Udah berapa lama/atau sejak kapan kamu merokok? Setiap hari atau hanya kadang-kadang? Berapa batang rokok yang kamu hisap setiap hariya? Bisakah kamu menceritakan alasan kenapa kamu merokok? Wah wes lumayan sui mbak, sejak kelas 5 SD. 5 Bagaimana perasaanmu ketika sedang merokok? 6 Suasana seperti apa kalo kamu merokok? 7 Apa yang membuat kamu ingin mengulang merokok? 8 Apakah mencoba berhenti? pernah untuk Kategori respon Iya, pendak dino. Tema Intensitas merokok. Tipe perokok. Paling akeh 6 batang. Perokok sedang. Rodo-rodo lali ki. Seingetku ki yo mung penasaran wae kok cah gedhe-gedhe kayake asik ngerokok trus iso nyebunyebulke asepe. Trus pas SD eneng salah satu guru seng ngerokok neng lingkungan sekolah. Trus aku melu-melu nyobo ngerokok, pas awale sih rodo keselek tapi tak tetep tak isep. Akhire jadi wes lancar sampe saiki. Bangga tur sik banget iso nyebul-nyebulke asep. Atine dadi tenang nek pas ngerokok. Suasana opo wae aku isoh ngerokok asal pas ora neng sekolah, wedi diseneni guru-gurune. Mergo asik kui aku terusterusan ngulangin. Menurutku wes kebutuhan, ibarate koyo maem nek sedino ra maem ki ngeleh nah jadine nek sedino ra ngerokok ki eneng seng kurang lah. Ilate rasane dadi pait ra penak kae mbak. Pernah nyobo pisan, tapi mung kuat rong dino kurang bar kui wes ra kuat nahan ya tak Figur teman. Figur yang mempengaruhi. Merasa bangga. Mendapatkan kenikmatan tertentu. Kecanduan. Mendapatkan kenikmatan tertentu.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 Dorongan apa yang membuat kamu ingin merokok kembali? 10 Tempat favorit untuk merokok dimana? Tempat umum atau pribadi? Mengapa? 11 Apakah ayah kamu juga merokok? Apakah orangtua tidak melarang? 12 13 14 lanjutke meneh seng ngerokok. Soale ibu kan neng ngomah due warung cilek-cilekan jadi tinggal ngambil neng warung,hehehe.. Mungkin mergo wes Kecanduan. biasa jadi ketagihan dan menjadi kebutuhan, koyo maem mau kae mbak. Susah nggo ngerem ora ngerokok ki. Kantin luar sekolah, kebetulan ibuku warunge cedak gardu seng biasa warga ngomahku nggo ngongkrong la n ngumpul-ngumpul kan aku sering bantu nungguin warung. Jadi sambil nungguin warung aku sambil jagongan karo ngerokok mbak, soale akeh sing do nongkrong neng kene. Wooo yo jelas mbak. Figur orangtua. Pas SD dulu ngelarang Figur to, tapi aku meneng- orangtua. meneng. Trus pas wes Ikut-ikutan. mulai masuk SMP aku nyobo ngerokok neng ngomah bapak ibuku meneng wae mbak. Trus bapak ngendika asal aku gelm ngewangi mereka aku diolehke ngerokok tapi ora oleh akeh-akeh seng ngerokok, ngono kui mbak. Yo aku gelmgelm wae mbak ngewangi kan tugase anak ngewangi wong tuane. Iyo mbak. Apakah teman juga merokok? Mengapa kamu Ben dianggep pejantan Ingin mengikuti teman kamu mbak,hahaha... konco- dianggap yang merokok? koncoku ngerokok tur berani. 61 Figur yang mempengaruhi. Mendapatkan pengakuan.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI bapak ora ngelarang opo meneh mbak seng menghalangiku ben ra ngerokok. Ibarate jalan tol, lempeng tiada hambatan hehehe.. 62

(79)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

E F E K T I V I T A S A B U S E K A M D A N Z E O L I T S E R T A P E N G U R A N G A N P U P U K N P K T E R H A D A P P R O D U K S I G A N D U M I N D O N E S I A P A D A ME D I A P A S I R A N
0
3
14
D IN A M IK A P E N G U A S A A N M A T E R I P E L A J A R A N IB A D A H S H A L A T F A R D L U P A D A S IS W A K E L A S IV D E N G A N S T R A T E G I M E M B E N T U K K E L O M P O K B E L A J A R DI SD N E G E R I D E R S A N S A R I 02 T A H U N
0
1
103
HALAMAN PENGESAHAN P E N G A R U H K O M P O S I S I L E M A K A B D O M E N SAPI {TALLOW)DAN M I N Y A K J E L A N T A H T E R H A D A P K U A L I T A S SABUN P A D A T D E N G A N P R O S E S S A P O N I F I K A S I NaOH DISl'SUN O L E H : Winda Dinniya
0
0
66
T U G A S K E P O L I S I A N D A L A M M E N C E G A H DAN M E N I N D A K P E L A K U T I N D A K PIDANA P E M I L I H A N U M U M K E P A L A D A E R A H DI KABUPATEN OKU TIMUR
0
0
79
A N A L I S I S F A K T O R P E M B E L I A N V O U C H E R P U L S A J E N I S E L E T R I K P E R O R A N G A N P A D A M A H A S I S W A F A K U L T A S E K O N O M I D A N B I S N I S U N I K A S O E G I J A P R A N A T A - Unika Repository
0
0
15
N A T A K G N I N E P N A G N A L I B N A G N A R U G N E P I S A R E P O N A K I A S E L E Y N E M N A R A J A L E B M E P L E D O M N A K A N U G N E M T A L U B E P I T F I T A R E P O K
0
0
199
K U T N U R A J A L E B I S A T S E R P N A D I S A V I T O M N A K T A K G N I N E M K O K O P I M O N O K E N A R A J A L E P A T A M A D A P A W S I S L A N O I S A N R E T N I N A G N A G A D R E P N A S A H A B
0
0
290
A I D E ME D N A G N A T A K E D N E P K I T A M E K A P A D A P A T A M S P I N A R A J A L E P S A L E K V I S R A S A D H A L O K E
0
0
214
N A T A K G N I N E P L A N R U J N A R A J A L E B M E P I R E T A M A D A P A W S I S L E D O M N A P A R E N E P I U L A L E M N A I A U S E Y N E P E P I T F I T A R E P O K N A R A J A L E B M E P
0
0
271
S A T I L I B I D E R K U T A P E S N E M U S N O K I L E B T A N I M P A D A H R E T K U D O R P E K I N L A S T U F
0
0
121
A D A P M U M U L A N R U J I R E T A M I S N A T N U K A N A R A J A L E P N A R A J A L E B M E P L E D O M N A P A R E N E P I U L A L E MK E P I T F I T A R E P O
0
1
261
K A D A P N E M U S N O K N A I L E B M E P N A S U T U P E K P A D A H R E T
0
2
169
M A R G O R P N A S U R U J L A I S O S N A U H A T E G N E P U M L I N A K I D I D N E P N A K I D I D N E P U M L I N A D N A U R U G E K S A T L U K A F A M R A H D A T A N A S A T I S R E V I N U A T R A K A Y G O Y
0
0
216
H U R A G N E P H R E T L A K O L K U R E J A G R A H N A D R O P M I H A L M U J P A D AI D G N A Y R O P M I K U R E J I L E B I D N E M U S N O K N A M E L S N E T A P U B A K O P E D N A T A M A C E K A T R A K A Y G O Y
0
2
126
P L A N R E T N I R O T I D U A J R E N I K P A D A H R E T A J R E K N A M A L A G N E P
0
0
134
Show more