Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
0
177
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI i DUNIA BELANJA REMAJA PUTRI DALAM KONSUMTIVISME Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh: Senggi H.N.S NIM: 089114003 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iv I used to bite my tongue and hold my breath Scared to rock the boat and make a mess So I sat quietly, agreed politely You held me down, but I got up You hear my voice, you hear that sound I got the eye of the tiger, a fighter, dancing through the fire 'Cause I am a champion and you’re gonna hear me roar Louder, louder than a lion 'Cause I am a champion and you’re gonna hear me roar I went from zero, to my own hero (Katy Perry – Roar) Skripsi ini aku persembahkan untuk.. Yesus, Bunda Maria dan Allah Bapa di Surga.. Mama yang tidak bisa mengantar ke bangku wisuda dan mengawasi dari surga.. Papa yang selalu menyemangati dan memberi dukungan moral, cinta dan semangat dari jauh.. Pak Didik yang sudah dengan sabar memberikan waktu dan tenaga membimbing selama ini.. Nindi yang selalu membantu dan menyemangati di saat-saat sulit.. Inggit yang selalu memberi semangat dan menemani di saat susah dan senang.. Dan semua orang yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu.. Terima kasih untuk cinta yang telah diberikan..

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi DUNIA BELANJA REMAJA PUTRI DALAM DUNIA KONSUMTIVISME Senggi Handartia Nir Sambekala ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dan detail pengalaman remaja putri yang gemar berbelanja dalam laju konsumtivisme yang makin deras. Remaja putri lebih banyak membelanjakan untuk keperluan fashion atau mempercantik tubuh. Penelitian ini dilakukan pada empat orang partisipan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif fenomenologi dengan analisis interpretatif (AFI). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi terstruktur. Kredibilitas data dapat dilihat dari keberhasilan peneliti dalam mengeksplorasi pengalaman dan menunjukkan deskripsi mendalam mengenai aspek-aspek yang ada sehingga partisipan penelitian akan diidentifikasi dan dideskripsikan secara akurat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman dunia belanja remaja putri dalam dunia konsumtivisme berisi: 1) proses belanja yang berisi awal ketertarikan remaja putri pada suatu barang, 2) belanja yang dipahami remaja putri sebagai pengisi waktu, belanja sebagai hal yang menyenangkan (excited), belanja sebagai pelampiasan stress, belanja sebagai pengorbanan atau pencapaian, belanja sebagai konformitas dan belanja sebagai hal yang rasional, dan 3) Remaja putri yang memilih barang berdasarkan trend, kecocokan diri dan relasi teman sebaya. Kata kunci: Remaja Putri, Konsumtivisme, Belanja

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii SHOPPING : YOUNG GIRLS IN A CONSUMTIVISM Senggi Handartia Nir Sambekala ABSTRACT This research was made to understanding exhaustively and detailed experience of teenage girls who love to shop in heavy consumtivism rate. They more spending their money for the purposes of fashion or to become beautiful. This research has done to four participant. Method in this research was using Qualitative Phenomenology with Interpretative phenomenological analysis. Collecting data was done by using semi structured interview. Data credibility can be seen by how researcher can explore participant experience and show deep description about aspects that appear so participant on this research can be identified and can be described with accurate. The result from this research show that shopping experience in young girls on consumtivism world rate is: 1) Shopping process that include early interest to some stuff on young girls, 2) The meaning of shopping by young girls as spending time, shopping is excited, shopping is stress impingement, shopping as sacrifice or achievement, shopping as conformity and shopping as rationality, and 3) Young girls who choosing stuff from trend, aptness self and peers relation. Key words: Young girls, Girls, Adolescents, Consumtivism, Shopping

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ix KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus karena atas berkat-Nya penulis dapat menyelesaikan pembuatan skripsi ini dengan baik. Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada: 1. Dr. T. Priyo Widiyanto, M.Si. selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Ibu Ratri Sunar Astuti, M.Si selaku Kaprodi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Bapak V. Didik Suryo Hartoko, M.Si selaku Dosen Pembimbing, yang dengan sangat baik dan juga sabar membimbing dan membantu penulis dari awal sampai selesainya skripsi ini. 4. Ibu Dra. L. Pratidarmanastiti M.S. dan Ibu Dewi Soerna Anggraeni M.Psi. selaku dosen penguji yang telah memberikan pertanyaan-pertanyaan kritis, kritik dan saran yang membangun skripsi ini. 5. Semua dosen dan staf Universitas Sanata Dharma Yogyakarta atas ilmu yang telah diberikan. 6. Semua pihak yang sudah mau berbagi pengalamannya untuk dijadikan referensi saya: Pika, Wieana, Maggie dan Precia. 7. Orang tua yang saya cintai, Papa Ignatius Sunarto yang sudah sangat memberi dukungan moril bagi saya, Mama Sri Handayani yang menemani dan menyemangati dari surga.

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI x 8. Rio Inggit Dharmawangsa yang selalu memberikan dukungan dan semangat sejak proses hingga ujian pendadaran. 9. Nindi atas semangat yang selalu diberikan dan bantuan yang tanpa pamrih, Budi Hartono yang selalu berbagi pengalaman dan dukungan moril, Chatarina Novita yang sudah menemani selama ujian pendadaran, sahabat saya Aninditya Putri Arumsari yang selalu memberi dukungan moril dan semangat, Flavi dan Terry yang selalu memberi hiburan dan gelak tawa di sela kesibukan saya. 10. Teman-teman seangkatan Psikologi 2008 dan orang-orang terlibat lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per-satu terima kasih atas kebersamaannya. Yogyakarta, Agustus 2014 Penulis

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xi DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL………………………………………………………... i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING……........……….. ii HALAMAN PENGESAHAN....................................................................... iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN……...…………………….. iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA……………………… v ABSTRAK………………………………………………………………….. vi ABSTRACT.................................................................................................. vii HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS...................................... viii KATA PENGANTAR................................................................................... ix DAFTAR ISI………………………………………………………………... xi DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………... xv BAB I: PENDAHULUAN………………………………………………….. 1 A. Latar Belakang Masalah……………………………………………. 1 B. Rumusan Masalah…………………………………………………... 6 C. Tujuan Penelitian………………………………………………….... 6 D. Manfaat Penelitian………………………………………………….. 6 BAB II: TINJAUAN PUSTAKA…………………………………………… 8 A. Konsumtivisme……………………………………………………... 8 1. Apa itu Konsumtivisme?............................................................ 2. Konsumtivisme Sebagai Orientasi Nilai Materialistik 8

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xii (Materialistic Value Orientation-MVO)……………………...... 9 3. MVO Sebagai Kompensasi Insecurity…………………………. 10 4. Paparan Model Sosial…………………………………………... 11 B. Remaja……………………………………………………………..... 12 1. Pengertian Remaja……………………………………………... 12 2. Konformitas dan Relasi dengan Teman 3. Sebaya…………………………………..................................... 15 Identitas dan Self-Image............................................................. 17 C. Keinginan untuk Mempercantik Diri………………………………... 18 D. Pertanyaan Penelitian……………………………………………….. 19 BAB III: METODE PENELITIAN…………………………………………. 20 A. Jenis Penelitian dan Metode Penelitian……………………………... 20 B. Sumber Data Penelitian……………………………………………... 22 C. Fokus Penelitian…………………………………………………….. 23 D. Metode Pengumpulan Data…………………………………………. 23 E. Metode Analisis dan Interpretasi Data……………………………… 24 F. Keabsahan Data……………………………………………………... 28 1. Kredibilitas (Kepercayaan)…………………………………….. 28 2. Dependabilitas (Kebergantungan)……………………………… 29 BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN…………………... 30 A. Latar Belakang dan Analisis Partisipan……………………………... 30 1. Tuntutan Lingkungan Yang Membutuhkan Pengorbanan (Pika)……………………………………………………………. 30 30

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xiii a. Latar Belakang Pika…………………………………. 30 b. Pengalaman Berbelanja Pika………………………………. 31 c. Kesimpulan………………………………………………... 39 Kesenangan Dalam Kesedihan (Wieana)………………………. 40 a. Latar Belakang Wieana…………………………………. 40 b. Pengalaman Berbelanja Wieana…………………………... 41 c. Kesimpulan………………………………………………... 50 Pemboros (Maggie)…………………………………………….. 52 a. Latar Belakang Maggie…………………………………. 52 b. Pengalaman berbelanja Maggie…………………………… 53 c. Kesimpulan………………………………………………... 59 Konformitas (Precia)………………………………………….... 61 a. Latar Belakang Partisipan………………………………..... 61 b. Pengalaman berbelanja Precia…………………………….. 62 c. Kesimpulan………………………………………………... 69 B. Ringkasan Hasil Analisis Penelitian………………………………… 71 1. Proses Belanja………………………………………………….. 71 2. Pemahaman Belanja……………………………………………. 77 3. Pemilihan Barang Remaja Putri Trehadap: Trend, Kecocokan 2. 3. 4. Diri dengan Barang dan Relasi Teman Sebaya………………… 87 C. Analisis Keseluruhan Partisipan…………………………………….. 92 1. Proses Berbelanja Partisipan…………………………………… 93 2. Pemahaman Belanja……………………………………………. 93

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xiv 3. Pemilihan Barang Remaja Putri Trehadap: Trend, Kecocokan Diri dengan Barang dan Relasi Teman Sebaya………………… 94 D. Pembahasan…………………………………………………………. 95 BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN……………………………………. 102 A. Kesimpulan…………………………………………………………. 102 B. Saran………………………………………………………………… 104 1. Bagi para Maniak Belanja……………………………………… 104 2. Bagi Peneliti Lain………………………………………………. 104 3. Saran Bagi Orang Tua................................................................ 104 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….. 106 LAMPIRAN………………………………………………………………… 109

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran.…………………………………………………………………….. 109 Informed Consent……………………………………………………………. 110 Verbatim Partisipan 1 Pika....………………………………………………… 111 Verbatim Partisipan 2 Wieana……………………………………………….. 126 Verbatim Partisipan 3 Maggie……………………………………………….. 139 Verbatim Partisipan 4 Precia………………………………………………… 149

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Maraknya gaya hidup bermewah-mewah dan konsumtif dalam masyarakat tanpa mempertimbangkan dengan masak kebutuhan sesungguhnya menjadi hal yang lumrah dan sering kita jumpai. Coba anda ingat kembali orang-orang disekitar anda atau bahkan diri anda sendiri, apakah mereka atau anda pernah membeli suatu barang atau bahkan beberapa barang tanpa melihat dari segi kebutuhannya? apakah mereka atau anda sering merasa kekurangan uang atau pengeluaran anda lebih besar dari pendapatan dan melihat bertumpuk-tumpuk barang yang sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan? jika ya, mungkin tanpa disadari, mereka atau anda sudah berlaku konsumtif. Tambunan (2001) mengungkapkan bahwa konsumtif secara khusus lebih menjelaskan keinginan untuk mengkonsumsi barangbarang yang sebenarnya kurang diperlukan secara berlebihan untuk mencapai kepuasan yang maksimal dan biasanya digunakan untuk menunjuk pada perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok. Gaya hidup konsumtif ini pun didukung oleh para produsen dimana mereka membombardir masyarakat dengan iklan, menawarkan diskon-diskon besar, midnight sale, dan penawaran seperti “beli satu gratis satu” dipusat perbelanjaan untuk menarik minat konsumen agar membeli 1

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 produk mereka. Mereka menargetkan masyarakat menengah atas dengan menghadirkan berbagai macam merek (brand) dari luar negeri yang sudah mendunia dan memberikan paham “ada uang ada barang” dengan membandrol barang-barang ini dengan harga yang tidak murah sehingga konsumen bisa “mejeng” dengan tampilan terbaru dengan kualitas barang yang sudah mendunia (Anggit dalam Majalah Excellent, 2010). Produsen juga mengarahkan masyarakat bahwa jika membeli produk mereka, masyarakat akan bahagia. Sebaliknya masyarakat tidak akan bahagia jika tidak membeli produk mereka (Mander dalam Kasser dan Kanner, 2004). Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution yang mengatakan bahwa masyarakat Indonesia memiliki tingkat konsumtif yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara lain (dalam Santoso, 2010). Kasser dan Kanner (2004) mengungkapkan bahwa Negara berkembang (seperti Indonesia) memiliki kecenderungan untuk lebih materialistik (berorientasi pada materi/uang) daripada Negara yang lebih maju dan kaya. Generasi yang dibesarkan dalam masa ekonomi yang buruk akan lebih materialistik daripada generasi yang dibesarkan dalam kemakmuran dan kelesuan ekonomi dalam suatu Negara, dan hal ini akan meningkatkan materialisme masyarakat (dalam Abrahamson & Inglehart, 1995). Inglehart juga mengatakan bahwa masyarakat yang hidup dalam kemiskinan merasa dirampas atau merasa tidak aman (insecurity) yang berdampak pada hanya berfokus pada tujuan materialistik.

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Remaja sebagai golongan yang berada dalam tahap masih mencari identitas diri dan ingin terlihat sama dengan cara meniru sikap atau tingkah laku dengan lingkungan sekitarnya (Hall dalam Santrock, 2002) menjadi imbas dari dunia yang penuh dengan materialisme ini, dimana remaja juga harus mencari dan memiliki self-image atau gambaran diri yang mereka ciptakan baik dari diri mereka maupun yang orang lain lihat dari mereka (dalam sciencedaily.com). Pada masa ini remaja bisa mengeksplorasi diri dan menemukan identitas diri yang nantinya akan diterima oleh komunitasnya. Tambunan (2001) mengatakan bahwa kelompok usia remaja adalah salah satu pasar yang potensial karena pola konsumsi seseorang terbentuk pada usia remaja dan biasanya remaja mudah terbujuk rayuan iklan, suka ikut-ikutan teman, tidak realistis, dan cenderung boros dalam menggunakan uangnya. Remaja ingin tampil keren untuk menarik perhatian, menerapkan self-image agar diterima di komunitasnya (dalam Kurniawan, 2010) dan dengan cara konsumsilah mereka memenuhinya, dimana hal ini memiliki arti sangat penting bagi remaja (dalam Tambunan, 2011). Dalam hal jumlah uang yang dibelanjakan, remaja putri membelanjakan uangnya hampir dua kali lebih banyak daripada remaja pria (dalam Kefgen & Specht dalam Phares 1976). Remaja putri juga memiliki pola konsumsi yang unik. Menurut Tambunan (2001) ada beberapa pola belanja wanita yang berbeda dengan pola belanja pria, diantaranya; “lebih tertarik pada warna dan bentuk, bukan pada hal teknis dan kegunaannya, tidak mudah terbawa arus bujukan penjual, menyenangi hal-hal yang romantis

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 daripada obyektif, cepat merasakan suasana toko, senang melakukan kegiatan berbelanja walau hanya window shopping (melihat-lihat saja tapi tidak membeli)”. Berdasarkan hasil survei Wolipop yang dilakukan melalui jejaring situs sosial Twitter dengan responden sebanyak 150 wanita (dalam Oktaviani, 2012) disebutkan bahwa sebanyak 52% wanita menempatkan tas dan sepatu sebagai barang yang paling banyak diincar, 38% mengatakan membeli pakaian dan 10% untuk keperluan lain seperti buku, kosmetik atau perawatan diri (rambut, tubuh, wajah). Dacey dan Kenny (1997) juga mengatakan bahwa remaja putri sangat memperhatikan penampilan mereka. Kaum Feminimisme (dalam Dacey & Kenny, 1997) menambahkan bahwa remaja putri saat ini lebih menyadari bahwa penampilan fisik mereka merupakan aset yang paling penting bagi mereka, hal tersebut disebabkan karena mereka menempatkan penilaian yang besar terhadap penampilan mereka. Menurut Rema (2012) mayoritas wanita memiliki rasa cinta terhadap dirinya, sehingga memunculkan obsesi pribadi untuk menjadi ke arah “kesempurnaan”. Mereka rela menghabiskan uang banyak hanya untuk memuaskan diri dan meraih “kesempurnaan” yang mereka dambakan. Selain itu, mereka juga mendambakan perubahan, dimana mereka menginginkan fashion yang terbaru dan mengikuti mode sehingga tidak mengenakan fashion item yang itu-itu saja dan tidak dibilang ketinggalan jaman. Media massa juga memegang peranan besar dalam pencampaian “kesempurnaan” yang didambakan kaum hawa. Mereka seolah-olah membombardir remaja putri dengan cerminan perempuan ideal dalam hal

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 fisik melalui iklan televisi, dan majalah yang memperlihatkan wanita berkulit putih bersih, berambut indah, dan stylish yang cukup mempengaruhi perilaku berpenampilan mereka (dalam Moci, 2012). Guna memahami dunia remaja perempuan yang hidup dalam konsumtivisme, dalam penelitian ini akan dilakukan wawancara ke beberapa orang remaja perempuan yang sering melakukan kegiatan berbelanja produk fashion. Selama ini, penelitian mengenai konsumtivisme kebanyakan dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dimana jenis penelitian ini hanya melihat kecenderungan dan kurang menggali lebih dalam. Oleh karena itulah peneliti sengaja menggunakan metode kualitatif demi mengungkap secara mendalam dan detail mengenai dunia remaja putri yang hidup dalam konsumtivisme seperti cara pandang atau pemahaman para partisipan yang mengalaminya yang mungkin tidak kita rasakan seperti yang dirasakan oleh partisipan. Melalui penelitian ini juga, peneliti berharap orang yang membaca hasil penelitian ini akan lebih mampu memahami dan mengerti bagaimana rasanya jika berada di posisi para partisipan. Berdasarkan uraian di atas, peneliti merasa penting untuk meneliti dunia remaja putri yang hidup dalam konsumtivisme. Lewat pemahaman secara mendalam langsung dari pengalaman sumbernya, peneliti berharap akan mampu mengungkap dunia belanja partisipan remaja putri dan mengetahui bagaimana cara mereka memandang dunia yang mereka jalani. Peneliti berharap dengan memahami dunia remaja putri yang hidup dalam dunia konsumtivisme akan menjadi cerminan kecil untuk lebih memahami

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 dunia mereka dan lebih “melek” dengan gaya hidup seperti mereka yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pengalaman dan pemahaman belanja para remaja putri yang hidup dalam konsumtivisme? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui dunia yang dijalani para remaja putri yang hidup dalam konsumtivisme. 2. Menginterpretasikan pengalaman dan pemahaman para remaja putri yang hidup dalam konsumtivisme. D. Manfaat Penelitian Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengayaan dalam bidang psikologi konsumen dan perkembangan yang berkaitan dengan dunia remaja putri yang hidup dalam konsumtivisme. Gambaran pengalaman dunia remaja putri yang hidup dalam konsumtivisme akan memberikan gambaran psikologis dalam mendekati persoalan psikologis remaja putri yang hidup dalam konsumtivisme secara tepat.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Dengan mengetahui bagaimana gambaran pengalaman yang dialami remaja putri yang hidup dalam konsumtivisme ini dapat menjadi pertimbangan tersendiri bagi masyarakat yang hidup konsumtif terutama para remaja putri dan lebih waspada dalam memilih gaya hidupnya.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. KONSUMTIVISME 1. Apa itu Konsumtivisme? Konsumtivisme diambil dari 2 kata, yaitu “konsumtif” dan “isme” dimana dalam bahasa Indonesia, konsumtif memiliki arti bersifat konsumsi (hanya memakai, tidak menghasilkan sendiri) dan bergantung pada hasil produksi pihak lain (dalam KBBI, 1995). Konsumtif atau consumptive dalam bahasa Inggris juga berarti wasteful (boros) atau destructive (bersifat merusak) (dalam Collins, 2003). Sedangkan “-isme” memiliki arti sebagai pembentuk nomina sistem kepercayaan berdasarkan politik, sosial atau ekonomi (dalam KBBI Pusat Bahasa, 2008). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konsumtivisme adalah sikap, paham, pandangan hidup, gaya hidup atau ajaran yang memakai, memboroskan dan bergantung pada hasil produksi lain yang sifatnya merusak diri. Dalam pengertiannya, perilaku konsumtif sendiri dapat diartikan kecenderungan manusia untuk menggunakan tanpa batas dan kecenderungan untuk lebih mementingkan faktor keinginan daripada kebutuhan (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia dalam Sumartono, 2002). Anggasari (dalam Sumartono, 2002) juga mengatakan perilaku konsumtif adalah tindakan membeli barang-barang yang kurang atau tidak diperhitungkan sehingga sifatnya menjadi berlebihan.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 2. Konsumtivisme Sebagai Orientasi Nilai Materialistik (Materialistic Value Orientation-MVO) Tanpa disadari, kita dibombardir dengan pesan-pesan yang mendorong kita untuk membeli lagi dan lagi yang menjadikan konsumtivisme sebagai kebudayaan (dalam Kasser& Kanner, 2004) dan pesan-pesan dari iklan merupakan sarana komunikasi dalam dunia perdagangan yang meraih lebih banyak calon pembeli dengan biaya yang lebih murah dengan waktu singkat dan pengaruhnya akan melekat lama pada orang yang melihatnya (Sudiana dalam Pratiwi, Hariyanto dan Dwijanti, 2001). Individu yang hidup dalam budaya ini akan sering terkena tekanan yang sangat besar untuk sama atau menyesuaikan diri dan mempercayai bahwa materi adalah hal yang penting dan menghargai kepercayaan ini lebih dari yang lain. Budaya konstelasi konsumsi inilah yang mengacu pada tujuan (aims), kepercayaan (beliefs), ambisi (goals) dan perilaku yang meliputi sebagai Materialistic Value Orientation (MVO) (dalam Kasser & Kanner, 2004). MVO mengembangkan kepercayaan bahwa sangat penting mengejar tujuan untuk mencapai kesuksesan secara finansial/materi seperti mendapatkan posisi yang bagus dalam pekerjaan, mendapatkan image yang baik, dan memiliki status yang tinggi dalam masyarakat. Keyakinan untuk mencapai kemakmuran dan kenyamanan seperti itulah yang akan membawa kebahagiaan tak terhingga (dalam Fromm, 1987).

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Teori MVO mengembangkan dua jalur penting dalam prakteknya, yaitu: (a) dari pengalaman yang menyebabkan rasa tidak aman seperti stres atau rasa jenuh, dan (b) dari paparan model sosial yang mendorong nilai materialisme seperti gaya hidup lingkungan tinggal (dalam Kanner & Kasser, 2004). 3. MVO Sebagai Kompensasi Insecurity Suatu penelitian mengatakan bahwa seseorang akan menjadi lebih materialistik saat mereka merasakan keadaan lingkungan yang tidak mendukung kebutuhan dasar psikologis mereka dimana nantinya mereka akan lebih mengadaptasi tampilan materialistik dalam hidupnya sebagai kompensasi dari perasaan tersebut (Kasser & Kanner, 2004). Karakteristik tertentu dari suatu budaya dan lingkungan yang menekan dan membuat stres juga mampu mengembangkan rasa ketidakamanan, dan itulah yang akan mempengaruhi orang yang mendukung MVO (dalam Kasser & Kanner, 2004). Kuatnya MVO merupakan hasil atas kekhawatiran dan keraguan tentang bagaimana nilai diri mereka (Kasser & Kanner, 2004). Nilai diri seseorang akan berpengaruh pada perilaku konsumtifnya, dimana orang yang harga dirinya rendah akan cenderung lebih mudah dipengaruhi untuk membeli suatu barang dibandingan dengan orang yang memiliki harga diri tinggi (Sears, Freedman dan Peplau dalam Lina & Rosyid, 1997) sehingga idealnya, penting bagi seorang individu untuk mampu

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 mengatasi secara efektif segala tantangan dan memunculkan rasa aman dalam berhubungan dengan dunia yang tidak terprediksi dan mengembangkan proses kesadaran baru yang dapat mengantar manusia untuk mengatasi dan melampaui ketakutan dan ketidaktahuan dalam hidup mereka (Fromm, 1987). Hal-hal inilah yang akan menentukan faktor kuat atau tidak-nya MVO pada diri seseorang (Kasser & Kanner, 2004). 4. Paparan Model Sosial Pesan berbau konsumtif ini bisa ditemukan dalam kultur populer dan dari media massa seperti televisi, internet, majalah, film, selebriti dan lingkungan teman sebaya. Sebagai contohnya, televisi penuh dengan iklan yang dengan susah payah dibuat untuk mempromosikan konsumsi (Richins, 1992). Iklan-iklan juga menampilkan produk untuk kalangan atas yang tidak dapat dicapai oleh kalangan menengah dan sering menampilkan versi ideal hidup dalam konteks dari iklan itu. Iklan-iklan televisi juga menyakinkan bahwa gaya hidup seperti ini akan membawa kebahagiaan dan memberikan kepercayaan bahwa mereka tidak bisa menjadi bahagia seperti itu kecuali mereka memiliki produk yang tepat (Mander dalam Kasser & Kanner 2004). Media massa juga menjadikan para remaja untuk loyal dengan produk atau merek mereka dengan alasan “kualitas” dan menanamkan paham pada para remaja bahwa “ini adalah untuk orang seusia saya”, dan

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 “iklan”, sebagai “jika teman trendy memakainya” atau “selebritis memakainya” dimana hal ini akan berpotensi mempengaruhi pemilihan produk atau merek pada remaja putri (Zollo dalam Kurniawati 2009). Para gadis yang terpapar oleh iklan mendapatkan paham bahwa hal yang paling terpenting untuk mereka adalah parfum mereka, pakaian mereka, tubuh mereka dan kecantikan mereka, sedangkan bagian dalam atau “essence” mereka adalah pakaian dalam mereka, dan sayangnya para gadis menerima pesan itu dan mereka menuntut untuk harus menjadi cantik sempurna (dalam Kasser & Kanner, 2004). Handayani (dalam Redaksi Psikologika, 1997) mengatakan bahwa iklan yang menggunakan model wanita dinilai sebagai iklan yang paling menarik jika dibandingkan dengan iklan yang menampilkan model pria atau iklan yang tidak menggunakan model karena unsur identifikasi wanita pada sesama jenisnya yang membuat wanita merasa “terlibat” dalam iklan tersebut. B. REMAJA 1. Pengertian Remaja Papalia (2008) mengatakan bahwa remaja adalah “Transisisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang mengandung perubahan besar fisik, kognitif, dan psikososial”. Hal ini diperkuat oleh Santrock (2003) yang mengatakan bahwa remaja adalah masa perkembangan transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa awal

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 dan Santrock (2002) juga mengatakan masa remaja meliputi perkembangan fisik dan perkembangan kognitif pada masanya. Bermula dengan perkembangan fisik yang cepat, pertambahan tinggi dan berat badan yang dramatis, serta perubahan bentuk tubuh dan perkembangan karakteristik seksual. Pada masa perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol; pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis; dan semakin banyak waktu diluangkan diluar keluarga. Hal ini juga didukung oleh pernyataan WHO (dalam Sarwono, 2007) yang memberikan definisi tentang remaja yang lebih bersifat konseptual. Dalam definisi tersebut dikemukakan 3 (tiga) kriteria, yaitu biologis, psikologis, dan sosial ekonomi, sehingga secara lengkap definisi tersebut berbunyi sebagai berikut; Remaja adalah suatu masa ketika: 1. Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tandatanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual. 2. Individu menglami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa. 3. Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri Sarwono (2007) juga menjelaskan bahwa masa remaja di Indonesia memiliki rentang usia antara 11-24 tahun dan belum menikah dengan pertimbangan sebagai berikut;

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 1. Pada kriteria fisik, usia sebelas tahun adalah usia ketika pada umumnya tanda-tanda seksual sekunder mulai tampak. 2. Pada kriteria sosial, umumnya masyarakat Indonesia menganggap usia sebelas tahun sudah mencapai akil balik, baik menurut adat maupun agama, sehingga masyarakat tidak lagi memperlakukan mereka sebagai anak-anak. 3. Pada kriteria psikologi, usia remaja dimulai dengan adanya tandatanda penyempurnaan perkembangan jiwa, seperti tercapainya identitas diri (ego identity, menurut Erik Erikson), tercapainya fase genital dari perkembangan psikoseksual (menurut Freud) dan tercapainya puncak perkembangan kognitif (Piaget) maupun moral (Kohlberg). 4. Batas usia 24 tahun merupakan batas maksimal, yaitu untuk memberi peluang bagi mereka yang sampai batas usia tersebut masih menggantungkan diri pada orang tua, belum mempunyai hak-hak penuh sebagai orang dewasa (secara adat dan tradisi), belum dapat memberikan pendapat sendiri dan sebagainya. Dengan kata lain, orang yang belum mencapai batas usia 24 tahun belum bisa dikatakan dewasa dan masih remaja. Golongan ini cukup banyak di Indonesia, terutama dari kalangan masyarakat kelas menengah atas yang mempersyaratkan berbagai hal (terutama pendidikan setinggitingginya) untuk mencapai kedewasaan. Akan tetapi dalam

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 kenyataannya cukup banyak pula orang yang mencapai kedewasaannya sebelum usia tersebut. 5. Dalam definisi diatas, status perkawinan sangat menentukan. Hal itu karena arti perkawinan masih sangat penting di masyarakat kita secara menyeluruh. Seorang yang sudah menikah, pada usia berapa pun dianggap dan diperlakukan sebagai orang dewasa penuh, baik secara hukum maupun dalam kehidupan masyarakat dan keluarga. Oleh karena itu, definisi remaja di sini dibatasi khusus untuk yang belum menikah. Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa remaja Indonesia yaitu individu yang berumur 11-24 tahun dengan catatan belum menikah, menunjukkan kriteria fisik, sosial dan psikologi, serta mulai beralih dari masa kanak-kanak menjadi lebih mandiri namun masih belum bisa memberikan pendapat karena masih bergantung pada orang tua. 2. Konformitas dan Relasi dengan Teman Sebaya Konformitas akan mempengaruhi aspek-aspek kehidupan remaja dan biasanya muncul ketika seorang remaja meniru sikap, tingkah laku atau kebiasaan orang lain (yang biasanya di contoh dari teman sebayanya) dikarenakan tekanan real atau nyata maupun yang hanya dibayangkan oleh remaja (dalam Santrock, 2002). Tekanan untuk mengikuti teman sebaya ini menjadi sangat kuat saat seseorang

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 memasuki masa remaja dan konformitas ini merupakan bentuk keinginan remaja untuk terlibat dalam dunia teman sebaya dan komunitasnya (dalam Santrock, 2002). Remaja juga sangat mementingkan bagaimana mereka dipandang oleh teman sebayanya. Beberapa dari mereka akan melakukan apapun supaya diterima oleh kelompoknya. Bagi mereka dikucilkan akan berdampak stres, frustasi dan sedih (dalam Santrock, 2002). “Teman sebaya (peers) adalah anak-anak atau remaja dengan tingkat usia atau tingkat kedewasaan yang sama.” Fungsi utama dari kelompok teman sebaya adalah sebagai sumber berbagai informasi mengenai dunia di luar keluarga. Mereka menerima umpan balik mengenai kemampuan mereka dan belajar apakah yang mereka lakukan lebih baik, sama baik atau lebih buruk. Dan pelajaran ini tidak didapatkan dirumah karena saudara kandung cenderung lebih tua atau muda (dalam Santrock, 2002). Bagi remaja, hubungan teman sebaya merupakan bagian yang paling besar dalam kehidupannya. Piaget dan Sullivan (dalam Santrock, 2002) menekankan bahwa hubungan teman sebayalah yang mengajarkan remaja tentang pola hubungan timbal balik yang setara dan menggali prinsip-prinsip kejujuran dan keadilan dengan cara mengatasi ketidaksetujuan dengan teman sebaya. Mereka juga belajar untuk mengamati apa yang disukai oleh teman sebayanya supaya mereka lebih mudah masuk dalam kelompok teman sebayanya (dalam Santrock, 2002) karena remaja cenderung untuk menyukai orang yang sama dengan

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 mereka dan tidak menyukai orang yang terlihat berbeda (dalam Kasser & Kanner, 2004). Tugas mereka adalah untuk diterima oleh teman sebaya mereka, dan banyak remaja berpakaian dengan cara tertentu yang mengidentifikasikan mereka sebagai anggota dari grup tertentu (dalam Kasser & Kanner, 2004). Pada remaja putri, mereka harus bisa mampu untuk memanfaatkan tubuh dengan tepat yang mencakup keterampilan untuk mendandani tubuh sehingga menarik perhatian (dalam Handayani, 2009). Remaja sebagai kelompok masyarakat yang berbeda, lebih suka untuk berpakaian yang menunjukkan individualitas dimana konformitas dan keanggotaan dalam grup tertentu disorot (dalam Kasser & Kanner, 2004). 3. Identitas Diri dan Self-Image (Gambaran Diri) Masa remaja merupakan masa yang membingungkan dan penuh dengan pencarian identitas diri, Erikson memandang hal ini sebagai identitas versus kebingungan identitas (identity versus identity confusion) dimana pada masa ini remaja berusaha untuk menemukan siapa mereka apa yang ada dalam diri mereka, keunikan mereka dan kemana arah hidup mereka (Santrock, 2006). Mereka akan dihadapkan pada berbagai peran dan bereksperimen dengan peran-peran itu untuk untuk mencari identitasnya (Santrock, 2007). Gambaran diri (self-image) adalah bagaimana orang lain memandang “saya” sebagai aspek kepribadian yang didalamnya terdapat

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 evaluasi masa sekarang seperti kemampuan, status dan peran serta aspirasi dan harapan mengenai masa depan (Allport dalam Cloninger, 2004). Seseorang memandang dirinya seperti “looking-glass self” atau berkaca pada diri sendiri sebagai aku yang melihat aku. Seseorang (me) membuat kesan pada orang lain mengenai tampilannya (look), cara supaya status sosial dan identitasnya diakui. Rangkaian self-image ini merupakan gambaran diri yang ideal dan persona atau diri yang memakai topeng (Allport, 1963). B. Keinginan Untuk Mempercantik Diri Ketika seorang gadis memasuki masa remaja, dia harus menghadapi beberapa kehilangan, diantaranya kehilangan kepercayaan diri, kehilangan rasa berhasil, serta kehilangan rasa unik dan kuat yang dimilikinya ketika anak-anak. Anak perempuan yang awalnya aktif, percaya diri dan memiliki rasa keberanian pada umur 8-10 tahun berubah menjadi ragu-ragu, merasa tidak aman dan meragukan dirinya setelah berumur 11 tahun (dalam Kasser& Kanner, 2004). Untuk menghilangkan rasa tidak aman dan keraguan dirinya, gadis yang memasuki masa remaja itu menghadapinya dengan cara belanja. Hadipranata (dalam Lina dan Rosyid, 1997) menyatakan bahwa wanita memiliki kecenderungan lebih besar untuk berperilaku konsumtif dibandingan dengan pria karena konsumen wanita cenderung lebih emosional dan pria lebih nalar. Remaja putri juga cenderung

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 membelanjakan uangnya dua kali lebih banyak daripada remaja pria (Sprecht dalam Phares, 1976) dimana uang tersebut dibelanjakan untuk menunjang penampilan diri, seperti sepatu, pakaian, asesoris dan kosmetik (Reynold, Cott dan Warshaw dalam Redaksi Psikologika, 1997) untuk mengatasi rasa kehilangan percaya dirinya dan merasa lebih aman. Wanita juga cenderung berupaya untuk menghias diri, untuk menjadi cantik dan mengikuti mode yang beraneka ragam (Shihab dalam Redaksi Psikologika, 1997) untuk meningkatkan rasa percaya dirinya. Mereka juga secara terang-terangan berpenampilan seksi dan menarik namun tetap pasif dan tidak murahan. Bukanlah hal yang mengagetkan jika kebanyakan masa remaja para gadis begitu menyakitkan dan membingungkan terutama jika mereka tidak menyadari konflik yang ada (Giligan dan Pippher dalam Kasser dan Kanner, 2004). Pertanyaan Penelitian 1. Bagaimanakah pengalaman belanja remaja putri sejak awal tertarik dengan barang, membeli barang dan memakainya hingga merefleksikannya? 2. Apa pemahaman belanja bagi remaja putri? 3. Bagaimana proses pemilihan barang yang dilakukan remaja putri?

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metode Penelitian Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif agar lebih mampu memahami pengalaman partisipan. Hal ini senada dengan pernyataan Poerwandari (2005) yang mengatakan bahwa penelitian kualitatif merupakan metode yang mampu mendeskripsikan dan memahami dinamisme suatu fenomena sosial secara mendalam dan detail. Penelitian ini akan melibatkan pengumpulan data dalam bentuk laporan verbal berupa transkrip wawancara atau pertanyaan tertulis dan dianalisis secara tekstual dan Interpretasi yang akan dilakukan dibuat dalam laporan terinci mengenai pemaknaan pengalaman partisipan mengenai fenomena konsumtivisme (dalam Smith, 2009). Jenis penelitian ini digunakan untuk meneliti latar belakang fenomena yang tidak terlihat dari kacamata kuantitatif, dan topik penelitian tentang konsumtivisme remaja merupakan fenomena pengalaman kehidupan yang bisa digali dengan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk penelitian ini jelas akan membantu peneliti dalam mengungkap proses yang akan muncul saat partisipan melakukan kegiatan konsumtifnya dan mampu menggali lebih dalam mengenai latar belakang seperti motivasi, perasaan-perasaan dan makna konsumtivisme bagi partisipan.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Karena topik yang diambil dalam penelitian ini merupakan fenomena yang sedang terjadi dalam masyarakat, maka peneliti akan menggunakan metode fenomenologi untuk melihat gejala dalam fenomena itu. Istilah fenomenologi berasal dari bahasa Yunani : phainestai yang berarti “menunjukan” dan “menampakan diri sendiri” dimana hal ini bisa diartikan bahwa fenomenologi merupakan metode atau pendekatan untuk mendeskripsikan gejala baik secara langsung yang dapat diamati oleh pancaindra (gejala eksternal) maupun yang hanya bisa dialami, dirasakan, diimajinasikan ataupun dipikirkan oleh pengamat tanpa perlu ada gejala internal dimana gejala itu akan menampakan sendiri pada pengamat (dalam Abidin, 2007). Dan melalui fenomenologi inilah, peneliti ingin mendeskripsikan gejala eksternal konsumtivisme yang dialami remaja dari penuturan pengalaman partisipan dan mendalami, merasakan, mengimajinasikan dan memikirkan gejala eksternal yang dimunculkan oleh partisipan. Peneliti menggunakan metode fenomenologi sebagai upaya pendekatan atau cara melihat sesuatu (Brouwer dalam Koesworo, 1987), dimana hal ini juga merupakan salah satu upaya untuk mengembalikan esensi ke dalam eksistensi yang berupaya untuk memahami manusia dengan cara mendeskripsikan pengalaman-pengalaman partisipan sesuai realita (apa adanya) (Marleau-Ponty dalam Koesworo, 1987). Demi menangkap fenomena yang ada peneliti juga harus mendeskripsikan pengalaman segera (immediate experience) dimana nantinya partisipan akan menceritakan

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 pengalaman belanjanya yang terbaru dan lebih berarah untuk memahami pengalaman partisipan ini daripada menerangkan fenomena yang dialami partisipan (Lindzey dalam Koesworo, 1987). B. Sumber Data Penelitian Dalam menetapkan partisipan penelitian, peneliti akan menggunakan metode proposive sampling karena sebelumnya peneliti telah menentukan karakteristik partisipan untuk tujuan yang telah ditetapkan (dalam Moleong, 2006). Peneliti menetapkan beberapa kriteria dalam pemilihan partisipan, yaitu: 1. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja putri yang senang belanja dan kurang mampu menahan keinginan belanjanya serta rela mengeluarkan banyak uang demi barang yang diinginkan. 2. Partisipan adalah remaja berusia 11-24 tahun dan belum menikah dengan pertimbangan dimana rentang usia remaja ini sesuai dengan kategori remaja Indonesia (dalam Sarwono, 2007). 3. Partisipan bersedia membagikan pengalamannya untuk diteliti. Partisipan penelitian didapat dengan cara peneliti sudah mengenal subjek sebelumnya sehingga peneliti tidak perlu melakukan rapport yang terlalu mendalam.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 C. Fokus Penelitian Penelitian ini berfokus pada pengalaman partisipan remaja putri yang berbelanja seperti urutan proses berbelanja remaja putri (awal, saat dan akhir) serta perasaan-perasaan yang muncul saat berbelanja, makna berbelanja bagi remaja putri dan bagaimana remaja putri memilih barang berdasarkan trend, kecocokan diri dan relasi teman sebaya. Dalam penelitian ini akan menggunakan empat partisipan dengan pendekatan fenomenologi. D. Metode Pengumpulan Data Pada penelitian ini, pengumpulan data akan dilakukan dengan cara wawancara dimana nantinya peneliti akan mendapatkan kesempatan berbicara mengenai aspek khusus kehidupan dan pengalaman partisipan (dalam Willig, 2008). Creswell (2012) juga menyatakan bahwa melalui wawancara peneliti akan memungkinkan untuk mengeksplorasi pengalaman historis partisipan sehingga kesulitan untuk observasi langsung dapat teratasi melalui wawancara. Wawancara yang dilakukan adalah wawancara semi terstruktur dimana wawancara jenis ini memungkinkan peneliti untuk mengendalikan alur wawancara melalui pertanyaan sehingga tujuan penelitian bisa didapatkan secara terstruktur dan akan terus dilakukan hingga memperoleh data yang mencukupi untuk menjawab pertanyaan penelitian. Karena itulah intensitas wawancara tidak bisa diprediksi ataupun ditentukan

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 sebelumnya. Pertanyaan saat pengumpulan data dilakukan dengan cara membentuk pertanyaan yang bersifat terbuka yang lalu akan di perjelas lewat pertanyaan tertutup. Dalam teknik wawancara ini, peneliti sudah memiliki daftar pertanyaan-pertanyaan sebagai pendoman wawancara. Namun, peneliti dapat secara fleksibel mengembangkan pertanyaanpertanyaan dengan tetap berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dibuat sebelumnya. Peneliti menggunakan teknik ini karena pedoman pertanyaan-pertanyaan peneliti dapat berfokus pada hal yang menjadi pokok pembahasan. Selain itu, peneliti juga secara fleksibel bisa menggali informasi lebih lanjut dengan tetap berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dibuat (dalam Smith, 2009). E. Metode Analisis dan Interpretasi Data Peneliti merasa bahwa penelitian ini akan lebih cocok menggunakan analisis fenomenologi interpretatif, dimana penelitian ini akan mengungkap secara detail bagaimana partisipan memaknai dunia konsumtifnya dan sosialnya dengan cara melibatkan pemeriksaan rinci terhadap dunia partisipan untuk mengeksplorasi pengalaman personal dan menekankan persepsi atau pendapat personal partisipan tentang suatu objek atau peristiwa (dalam Smith, 2009). Metode ini akan berusaha memahami “seperti apa” bila berada di sudut partisipan jika peneliti berdiri di posisi mereka. Partisipan akan diminta menceritakan pengalaman berbelanjanya yang terbaru dengan tujuan supaya partisipan

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 masih mengingat perasaan-perasaan dan dinamikanya dan peneliti akan berusaha memaknai dan menggali pengalaman partisipan melalui metode ini. Dalam analisis fenomenologi interpretatif, akan dilakukan beberapa fase yang akan membantu peneliti untuk lebih memahami dunia partisipan (dalam Smith, 2009): 1. Mencari tema-tema dalam kasus/partisipan pertama Peneliti akan membagi 4 kolom transkrip verbatim partisipan pertama, dimana:  Kolom pertama adalah baris nomor.  Kolom kedua adalah interpretasi peneliti atau keterangan hal-hal yang peneliti anggap menarik dan memiliki makna. Peneliti juga akan memberikan komentar terhadap penggunaan bahasa partisipan atau perasaan-perasaan yang dialami oleh partisipan.  Kolom ketiga adalah verbatim wawancara, dan  Kolom ke-empat adalah menulis tema-tema yang didapat dan mendokumentasikan judul-judul tema yang muncul dimana hasil interpretasi kolom kedua ditransformasi ke dalam frase-frase singkat yang digunakan untuk menangkap kualitas esensial yang ditemukan di kolom kedua tadi. Ketika peneliti mulai mengganti antartranskrip, peneliti akan mengulas persamaan, perbedaan, pengulangan, penekanan dan dinamika yang dikatakan partisipan dan respon awalnya harus jelas.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Sehingga, peneliti harus terampil menemukan ekspresi yang memiliki level cukup tinggi untuk dapat memunculkan koneksi teoretis di dalam dan diantara kasus. Keseluruhan transkrip akan disikapi sebagai data dan tidak ada usaha untuk membuang atau memilih bagian tertentu untuk diperhatikan secara khusus. 2. Mengaitkan tema-tema yang ada Tema-tema yang muncul dicatat pada selembar kertas dan dicari hubungannya satu sama lain lalu membuat daftar tema pendahuluan yang muncul dari transkrip partisipan pertama dan dicatat pada kolom ke-empat dan dikelompokkan dalam satu kertas. Setelah itu, peneliti akan merangkum masing-masing isu penting yang nantinya akan dilakukan untuk menganalisis. Setelah pengelompokkan tema dilakukan, peneliti akan melakukan pemeriksaan pada transkrip untuk memastikan keterkaitan tersebut berlaku sebagai materi dari sumber utama, yaitu kata-kata aktual partisipan. Tahap berikutnya adalah membuat tabel tema yang disusun dengan jelas dimana proses ini akan mengidentifikasi beberapa kelompok tema yang menangkap perhatian terbesar yang dimiliki responden terhadap topik yang ada. Kelompok-kelompok tema itu akan diberi nama dan akan mempresentasikan tema ada dibaris berapa dari transkrip partisipan (kolom pertama dalam transkrip) dimana tabel itu akan menguraikan tema-tema yang sejalan dengan tema

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 barisannya. Kelompok tema tersebut akan diberi penanda (baris dalam kolom pertama transkrip) yang nantinya akan berguna untuk membantu mengatur alur analisis dan memfasilitasi ada dibagian mana tema yang bersangkutan (dalam trasnkrip partisipan) dan penanda tersebut merupakan petunjuk keberadaan suatu tema dalam transkrip partisipan. Selama proses ini mungkin tema tertentu akan dibuang (yang tidak sesuai atau temanya ganda). 3. Melanjutkan analisis dengan partisipan berikutnya Ketika peneliti sudah selesai mencari tema pada subjek pertama, maka selanjutnya peneliti akan menggunakan tema-tema tersebut sebagai panduan analisis partisipan berikutnya atau meletakkan tabel tema untuk partisipan satu secara terpisah dan mengerjakan transkrip partisipan kedua dari awal seperti yang dilakukan pada partisipan satu. Peneliti akan memperhatikan pola-pola yang berulang dengan seksama dan menanggapi isu-isu baru yang muncul saat mengerjakan transkrip partisipan dua untuk mengharga berbagai konvergesi dan divergensi dalam data dengan mengenali cara-cara bagaimana pernyataan para partisipan akan mirip namun tidak serupa. Setelah masing-masing transkrip selesai dianalisis dengan proses interpretatif, tabel final yang berisi tema-tema yang berkode baris dari kolom tematik transkrip akan dibuat. Peneliti akan

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 menentukan tema-tema mana yang akan difokuskan dan membuat prioritas terhadap data dan mulai mereduksinya. F. Keabsahan Data 1. Kredibilitas (Kepercayaan) Peneliti akan menggunakan kredibilitas dalam kualitatif untuk mengganti istilah validitas yang digunakan dalam kuantitatif yang akan digunakan untuk merangkum bahasan mengenai kualitas penelitian kualitatif. Kredibilitas penelitian kulitatif dapat dilihat dari keberhasilan peneliti dalam mengeksplorasi masalah atau mendeskripsikan setting, proses, kelompok sosial, atau pola interkasi partisipan. Penelitian yang dilakukan akan menunjukkan deskripsi mendalam mengenai kompleksitas aspek-aspek terkait (dimana dalam kuantitatif disebut variabel) dan interaksi dari berbagai aspek untuk menjamin bahwa partisipan penelitian diidentifikasikan dan dideskripsikan secara akurat (dalam Poerwandari, 2005). Beberapa peneliti kualitatif tetap menggunakan istilah validitas meskipun artinya berbeda dari penelitian kuantitatif dimana penelitian kulitatif dilihat dari orientasi dan upaya peneliti melalui penelitian yang dilakukan, mendalami dunia empiris, dengan menggunakan metode yang paling cocok untuk pengambilan dan analisis data (Sarantakos, dalam Poerwandari 2005). Dalam penelitian ini validitas yang digunakan adalah validitas argumentatif, yakni hasil

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 dan kesimpulan penelitian dapat dipahami secara rasional serta dapat dibuktikan dengan melihat kembali ke data mentah. Validitas lain yang digunakan adalah validitas ekologis, yakni menunjuk pada sejauh mana penelitian yang dilakukan pada kondisi alamiah dari partisipan yang diteliti, sehingga justru kondisi apa adanya dan kehidupan sehari-hari menjadi konteks penting penelitian. 2. Dependabilitas (kebergantungan) Istilah dependenbilitas digunakan peneliti untuk penelitian ini sebagaipengganti istilah reliabilitas dalam penelitian kuantitatif. Hal-hal yang dianggap penting dalam menentukan dependabilitas, yaitu: (1) koherensi, yaitu metode yang dipilih digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, (2) keterbukaan, yaitu peneliti akan membuka diri untuk memanfaatkan metode-metode yang berbeda demi mencapai tujuan penelitian, (3) diskursus, yaitu peneliti akan sedapat mungkin intensif mendiskusikan temuan dan analisisnya dengan orang-orang lain. memperhitungkan Melalui konstruk perubahan-perubahan dependabilitas, yang mungkin peneliti terjadi menyangkut fenomena yang diteliti, dan juga perubahan dalam desain untuk hasil dari pemahaman yang lebih mendalam mengenai setting yang diteliti (dalam Poerwandari, 2005).

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Latar Belakang dan Analisis Partisipan 1. Tuntutan Lingkungan Yang Membutuhkan Pengorbanan (Pika) a. Latar Belakang Partisipan Pika (perempuan, 21 tahun) merupakan partisipan pertama dalam penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Pika merupakan anak ke-3 dari 3 bersaudara dan memiliki 2 kakak laki-laki. Ayah Pika sudah meninggal saat Pika masih TK dan ibunya merupakan orang tua tunggal. Pika merasa cukup dekat dengan ibunya, namun jarang menghabiskan waktu bersama karena kesibukan masing-masing dan sangat jarang diajak belanja oleh ibunya. Saat ini Pika sedang melanjutkan studinya di suatu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Pertama kalinya Pika merasakan asiknya belanja adalah saat Pika baru memasuki kuliah semester 1 dan diajak sepupunya jalanjalan di Mall. Dan saat itu ada diskon tutup tahun dan akhirnya Pika membeli baju. Sejak itulah Pika merasa mendapatkan pengalaman baru yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya. Dia bisa memiliki barang baru yang bisa didapatkan walaupun harus berkorban dan dia merasa harus menjaganya. Dia merasa bangga karena berhasil mendapatkan barang yang disukainya dan Pika merasa mendapatkan kepercayaan diri yang

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 membuat perasaannya senang karena saat Pika mampu membelinya, dia merasa memperoleh sesuatu yang seharusnya tidak bisa dia jangkau, sehingga saat dia mampu membelinya, dia merasa seperti menemukan harta karun. b. Pengalaman Berbelanja Pika Kegiatan belanja Pika berawal dari bertemu teman, namun akhirnya mereka berpisah dan saat akan pulang, keadaan sedang macet di jalan dan akhirnya Pika pindah ke mall di seberang mall yang sedang dikunjunginya untuk mengisi waktu. Kegiatan belanja Pika memang sering dilakukan untuk mengisi waktu “Jadi niatnya itu cuma ketemu sama temen terus habis itu, dia kan mau nonton, akhirnya pisah tapi kan masih sore, sore kan bisnya masih macet nanggung, akhirnya pindah ke mall seberang..”(Pika,18-20), “Bisaa aja sih.. bisaa-bisaa aja kaya lagi main atau jalan terus belanja..” (Pika, 86), “…awalnya bosen kan, terus jalan-jalan..”(Pika, 194) Disaat sedang menunggu macet reda itulah Pika tertarik dengan sepatu. “..liat sepatu, naksir kan sepatunya..” (Pika, 20-21), “…ada niat belanja.. antara ada dan ga.. jadi tipikal yang kalo ada yang bagus beli..” (Pika, 89-90),“..liat sepatu rasanya ada sesuatu, tertarik

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 gitu.. ngerti ga? Menemukan sesuatu yang menarik perhatianmu..”(Pika, 194-196) Ada 2 barang yang disukai oleh Pika, Pika pun bingung dan menimbang-nimbang barang mana yang lebih dia sukai untuk dibeli dan memutuskan untuk membeli keduanya. “...bingung ada 2 yang satu diskon 50 yg satu 30 jadi harganya sama ujung-ujungnya.. tapi bingung milih yang mana..akhirnya ya, udah lama disitu beli aja dua-duanya.. hehe..” (Pika, 21-23), “Kalo roknya sih emang keliling-keliling sama temen terus naksir sama rok-nya.. emang niatnya mau cek sepatu dulu baru kalo udah, abis berapa kalo ada duit baru beli rok-nya..” (Pika, 2728), “..aduh, harusnya beli ga ya? (Pika, 198-199) Setelah membeli rok dan sepatu itu Pika merasa menyesal karena membelinya dari uang orang tuanya. “Antara bersalah..” (Pika, 31) Dan juga merasa puas setelah membelinya. “..puas gitu..” (Pika, 31) Bagi Pika, belanja juga merupakan kegiatan yang seru setelah mencari dan akhirnya dapat.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 “Ya akhirnya dapet sepatu maksudnya kan emang cari-cari sepatu dan akhirnya dapet..seru lah..” (Pika, 37-38) Pika sangat jarang merencanakan belanjanya dan lebih sering belanja secara mendadak dimana saat dia melihat barang bagus, saat itulah dia membeli. “Eh..bisaanya sih kalo gitu sih.. kadang karena memang ada rencana.. tapi rencananya bisaanya dadakan.. jadi sama aja..” (Pika, 41-42) Yang membuat Pika tertarik membeli suatu barang adalah karena cocok dipakai dan sesuai dengan image. “Kayaknya sih cocok dipake..”;(Pika, 56) “…kalo dipake cocok..soalnya kan mencari-cari kalo kita belanja, kalo aku belanja itu mencari yang cocok sama image gitu..” (Pika,59-61), “(diam sejenak) kayaknya sih ga begitu.. karena.. kalo aku sih ga ngeliatin cewek-cewek pada pake baju kaya gimana gitu.. Cuma ngeliat aja apa yang cocok buat aku..”(Pika, 135-137) Pika juga membeli barang-barang yang masih terjangkau sesuai kemampuannya. “Satu faktor adalah harganya terjangkau..”(Pika, 59)

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Pika melihat bahwa trend saat ini terlalu feminim dan tidak cocok dengan dirinya, sehingga ada beberapa trend yang Pika anggap tidak cocok untuk dirinya dan memilah antara yang cocok dan tidak cocok. “…sedangkan baju-baju cewe jaman sekarang kan yang girlie-girlie..gitu..” (Pika, 61-62) Belanja Pika akan jauh lebih banyak dan tak karuan jika dia sedang stress. Belanja digunakan Pika sebagai pelampiasan ke-stressan nya. “…tapi sih kalo lagi stress belanjanya lebih gila..”, “He eh.. kaya melampiaskan.. cara mengatasinya gimana gitu..”(Pika, 90-94) Pika merasa melebur dan conform jika menggunakan barang yang sudah dibelinya didepan teman-temannya di Jakarta yang kaya. “Wow..berasa jumawa.. Berasa kaya alay “hei hei..gimana sepatunya” haha.. ya engga sih maksudnya ya Cuma.. gimana ya.. kalo temen-temen di kampus kan temen-temen orang kaya semua.. berasanya ya bisaa.. berasanya ya.. ya udah..” (Pika, 101-106) Namun Pika akanmerasa tidak nyaman jika dipakai di lingkungan teman di Jogja karena kemampuan ekonominya berbeda dengan teman-temannya di Jakarta.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 “..kalo didepan temen-temen yang di jogja itu kan bisaanya lebih kurang, rasanya ya malah jadi ga enak..” (Pika, 107-108) Pada awalnya, Pika akan merasa sedikit bersalah, namun rasa bersalah itu dikalahkan oleh rasa senang karena sudah mendapatkan barang yang diinginkan. “..senang sekali..” (Pika, 31), “…kalo di persenin tuh kirakira 70% seneng, 30% merasa bersalah.. tapi kalo gitu besoknya atau seminggu setelahnya udah, 100% senang.. jadi lupa merasa bersalahnya..” (Pika, 113-115) Pika mengibaratkan belanjanya yang tidak tercapai seperti menggapai bintang atau sebagai bom waktu yang suatu saat akan meledak, sehingga Pika menjadikan barang yang tidak bisa dia miliki tersebut sebagai motivasi hingga suatu saat bisa membeli barang itu. “Yah..seakan-akan mau menggapai bintang gtu.. gimana sih.. Rasanya kaya gini lho..kaya ngeliat sesuatu yang kamu pinginin Cuma belum mampu.. Cuma mikir jadi kaya bom waktu gitu lho..pokoknya suatu saat harus bisa kerja sendiri, dapet gaji sendiri dan bisa beli barang itu..” (Pika, 120-131) Pika memilih fashion yang akan dia beli karena dia menyukai modelmya.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 “…model flat shoes..itu kalo aku ga suka mau dia boooming kaya gimana juga aku ga suka..” (Pika, 142-143) Pika mendapat info fashion dari majalah info diskon yang sengaja di terbitkan oleh Mall, sehingga Pika akan selalu mendapatkan info produk beserta diskon terbaru. “…biasanya sih dapet info diskon..”,(Pika, 147-148), “Majalahnya beda..”(Pika, 167), “Majalah yang di kasih dari mall itu lho..klo jd member gitu..”(Pika, 170), “Diskon, produk terbaru gitu..sama fasilitas-fasilitas mall yang terbaru apa.”.(Pika, 173) Pika hanya mau membeli barang jika sudah mencobanya terlebih dahulu untuk memastikan bahwa Pika cocok menggunakan pakaian itu. “…ga bisa dicoba..kita ga tau itu cocok apa engga walopun keliatannya bagus.. tapi kalo.. kadang-kadang baju yang di mall gitu keliatannya bisaa begitu kita coba bisa cocok banget.. itu yang dicari..” (Pika, 153-155) Pika sering berbelanja bersama teman atau bersama sepupunya. “Bisaanya sih..apa ya.. beda-beda sih kalo lagi pergi sama temen ya sama temen.. bisaanya sih kalo dulu sama sepupu.. tapi dia

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 habis melahirkan jadi kadang-kadang sama temen, kadang-kadang sendiri..” (Pika, 187-189) Pika mengartikan atau memahami belanja sebagai sebuah pengorbanan, dimana untuk mendapatkan barang yang diinginkan, dia harus mengorbankan hal lain yaitu uang untuk mendapatkannya. “…menimba-nimba..ini kan pengorbanan.. duit.. sama hal yang dicapai..” (Pika, 196-197), “Ya palingan ngirit..untuk mendapatkan pengorbanan..” sesuatu (Pika, yang diinginkan 212-213), “Cukup kan emang bisa..tapi butuh dengan pertimbangan dulu.. mampu sebenernya.. tapi layak ga.. maksudnya pantes ga untuk mempertaruhkan..” (Pika, 243-244) Pika sering memaksakan untuk membeli barang-barang yang dia inginkan dan akhirnya sadar jika uangnya tidak cukup. “Kayaknya sih..sampe sekarang sih cukup-cukup aja kok.. tapi jujurnya sih, harusnya ga cukup..” (Pika, 205-206) Pika bisa menerima dan pasrah jika dia tidak mampu atau tidak bisa membeli barang yang dia inginkan. “…mungkin karena harganya mahal jadi ya udah..misalnya harga bajunya 600 tapi bagus.. jadi maksudnya ya udah ga bisa di apa-apain lagi gitu..”, “Ya maksudnya bisa menerima dengan baik-

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 baik saja, ga gila apa gimana gitu.. kepikiran bentar tapi ya paling ya udah kepikiran aja tapi sayang ga bisa.. gitu..” (Pika, 218-228) Dalam memilih barang, Pika lebih mementingkan kualitas daripada merek. “Bukannya merek tuh menjamin kualitas? Lebih pentingnya sih kualitas..kalo ber-merek ga da kualitasnya buat apa..”, “Ginigini.. misalnya merek yang terkenal tuh kan guess.. biasanya kan cewe-cewe tuh kan pake tas guess, sepatu guess tapi itu ga ada kualitasnya.. ga suka..” (Pika, 231-238) Pika akan mempertimbangkan untuk belanja saat ramai karena Pika merasa tidak akan bisa menikmati. “Makanya tergantung..habis emang suka menimbangnimbang dulu.. jadi, bagus ga barangnya atau diskonnya seberapa gitu.. dan orangnya rame.. kalo rame gitu kan pertimbangannya ni banyak yang masih ada apa engga, barangnya bagus apa ga gitu.. kalo udah terlalu rame ya males.. nanti nyari juga susah mau liatnya juga ga bisa menikmati.. biasanya kalo udah rame banget ya ga.. kalo ga ya cari waktu dimana ga rame..” (Pika, 261-266)

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Pika memahami kegiatan belanjanya sebagai suatu kegilaan dimana kegilaan ini lebih dipahami sebagai kesenangan yang tak terhingga hingga membuat lupa diri. “..ga juga sih biasanya sih lebih gila kalo ada diskon..” (Pika, 5-6) c. Kesimpulan Kesukaan Pika pada belanja berawal saat dia mulai kuliah semester satu dan berjalan-jalan di mall lalu berbelanja barang yang sedang diskon besar. Sejak itulah Pika merasakan pengalaman berbeda yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Teman-temannya yang bergaya glamour juga makin memacu Pika untuk makin konsumtif dalam berbelanja. Kegiatan berbelanja pika penuh dengan pertimbangan dan pengorbanan, karena disamping dia harus bisa berbaur dengan teman-temannya yang bergaya hidup mewah, Pika juga merasa tidak enak karena harus menggunakan uang orang tuanya untuk membeli barang-barang itu. Proses belanja pika berawal dari sekedar melihat-lihat dan akhirnya tertarik. Pika lalu mencoba barang itu dan Pika melihat barang tersebut cocok dia pakai hingga akhirnya dia membelinya.Setelah membeli, pika merasa senang dan puas bisa memakai barang yang dia beli didepan teman-temanya yang bergaya hidup glamour, namun pika merasa tidak nyaman memakai barangbarang itu didepan teman yang tidak glamour.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 2. Kesenangan Dalam Kesedihan (Wieana) a. Latar Belakang Partisipan Partisipan kedua adalah Wiena (Perempuan, 23 tahun) adalah anak kedua dari 3 bersaudara yang terdiri dari kakak perempuan dan adik laki-laki. Wieana dan keluarganya memiliki hubungan yang baik seperti keluarga pada umumnya. Saat bersekolah di Taman KanakKanak (TK) Wieana mulai di kenalkan berbelanja dimana belanja merupakan rutinitas yang dilakukan keluarganya terutama ibunya. Wieana sering diajak ibunya berbelanja pakaian saat lebaran dan juga berbelanja kebutuhan sekolah, sehingga kegiatan belanja bersama ibunya merupakan agenda yang selalu dilakukan bersama. Kesenangan akan belanja Wieana baru keluar disaat dia menginjak bangku SMA dan berbelanja sendiri. Saat itulah dia menemukan kesenangan dan kenikmatan dalam berbelanja karena dia bisa membeli barang apapun yang dia inginkan tanpa ada yang melarangnya walaupun memakai uang sendiri, karena selama ini saat Wieana berbelanja dengan ibunya dan tidak bisa membeli semua barang yang dia inginkan. Bisaanya ibunya akan melarang Wieana membeli suatu barang jika harganya terlalu mahal atau jika ibunya tidak suka dengan modelnya. Kegiatan ini terus dilakukan hingga Wieana mencapai bangku kuliah di Jogja. Setiap kali ibunya berkunjung ke Jogja pun, mereka akan selalu menyempatkan diri untuk berbelanja. Wieana

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 merasa senang bisa berbelanja bersama ibunya karena Wieana tidak perlu mengeluarkan uang saat berbelanja. Wiena termasuk orang yang senang mengikuti lingkungan sekitarnya. Dia melakukan konformitas dalam kegiatan dan pilihan busananya. Wiena juga sering tidak mengakui kenyataan yang sebenarnya terjadi pada dirinya dan menyamarkannya dengan kata “kadang-kadang” dan baru menyadari hal yang sebenarnya jika dia sudah me-review hal yang sudah dia alami. b. Pengalaman Berbelanja Wieana Pada awalnya Wiena pergi ke mall untuk mengganti hari karena sebelumnya tidak bisa ikut midnight sale dan baru bisa ke mall 2 hari setelah midnight sale berakhir. Wieana pun pergi ke mall karena sedang senggang dan ingin mengisinya dengan mengantar teman untuk belanja di mall. “Ga ada persiapan sih.. sebenernya tuh kemarin cuman.. emm.. udah lama.. rasanya pengen ke mall.. haha..”; “rasanya pengen ke mall.. terus denger-denger kalo ga salah departemen storenya tuh abis midnight sale-an gitukan.. sebenernya waktu itu kan kemarin hari minggu.. hari jumat.. midnight sale-an-nya kan hari jumat sama sabtu.. aku diajakin midnight sale-nya tuh hari jumat.. terus hari itu tuh aku ga bisa.. terus.. ya udah deh.. besok-besok aja..

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 terus ya udah makanya hari minggu pagi terus terbersit “aduh, pengen ke mall”.. ya udah ah ke mall.. dateng..” (Wieana, 11-18) Wieana merasa bahwa kegiatan pergi ke mall merupakan hal biasa atau normal yang dilakukan wanita-wanita pada umumnya agar Wieana konform dengan wanita-wanita lain sebayanya. “…ya selayaknya wanita-wanita gitu kan, suka ke mall gitu..” (Wieana, 12-13) Wieana membeli sepatunya karena merasa itu adalah rejekinya dan merasa sayang jika ditolak. “..jadi aku merasa wow, ini emang rejeki-ku, jadi sayang banget kalo ditolak, jadi langsung ambil sepatunya.. terus beli..” (Wieana, 24-25) Selain sepatu, Wieana juga membeli baju saat mengantar temannya melihat-lihat di suatu toko pakaian. Awalnya Wieana hanya bermaksud mengantar temannya, namun akhirnya tertarik dan membeli. “…kalo baju sih lagi nemenin temen juga, lagi liat-liat di toko baju gitu, ehh.. malah aku yang kepincut.. jadi aku beli deh..”(Wieana, 26-27)

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Ketidakmampuan Wieana dalam menahan keinginan belanja merupakan hal yang memalukan baginya. “Iya, jadi aku yang belanja.. aduh.. malu kan jadinya..” (Wieana, 33) Wieana sering berbelanja karena bad mood dan melampiaskannya pada belanja. “..sebetulnya dalam kondisi bête sih, dalam keadaan bad mood gitu.. terus pengen seneng-seneng aja..”(Wieana, 19-20), “Ngga juga, tapi sering.. engga setiap sih, tapi sering.. maksudnya kalo bad moodnya ga kaya bad mood hal sepele lho.. misalnya kaya aku lagi sedih karena suatu masalah yang berat gitu atau aku lagi habis putus sama pacaran atau berantem hebat sama pacar atau apa gitu, aku jadi lampiasinnya.. aaarrgghh!! Pengen belanja..gitu..” (Wieana, 37-41) Wieana membeli sepatu itu karena suka dengan modelnya. “Karena aku suka modelnya lucu.. gitu.. bagus..” (Wieana, 44) Akhirnya Wieana melakukan kegiatan belanja secara mendadak yang tidak dia rencanakan sebelumnya.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 “..terus akhirnya menemukan sepatu incaran yang udah lama aku idam-idamkan.. dan lagi diskon 50%.. dan langsung APAA??!! Gitu kan, yg langsung wahh.. diskon 50%! Terus wow.. minta ukurannya.. terus ternyata sisa 1 dan pas banget ukurannya ukuranku..” (Wieana, 21-25) Wieana merasa senang setelah berbelanja karena barang yang sudah lama diinginkan bisa dibeli dalam keadaan diskon. “Senenglah.. seneng banget.. apalagi dapetnya diskonan.. jadi tuh dobel senengnya.. triple.. udah sepatu incaran lama..”(Wieana, 47-48) Saat Wieana menyukai sepatu dan harganya terlalu mahal, Wieana menahan diri dan meyakinkan diri bahwa suatu saat akan bertemu dan membeli sepatu itu. Hal itu terus Wieana jadikan motivasi hingga akhirnya Wieana bertemu lagi dan berhasil membelinya. “..terus pas liat harganya.. apaa?? Gitu kan.. kok mahal, ga ramah di kantong mahasiswa.. terus akhirnya ah udah deh.. harus belajar tegas.. engga deh.. ga dulu.. ga dulu.. nanti kalo rejeki ketemu lagi.. ehh.. ternyata bener, ketemu lagi.. dan dia lagi diskon 50% dan tinggal satu barang.. gitu..ya udah disabet aja..”(Wieana, 48-53)

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Wieana juga membeli baju di toko berbeda karena modelnya sedang trend sehingga ingin memilikinya. “Emm.. ini apa.. motifnya lucu.. terus juga ya emang lagi pengen punya baju motif itu.. gitu.. Ya itu juga lagi nge-trend sih.. maksudnya lagi.. apa.. lagi hip banget modelnya eh itu.. motifnya.. terus modelnya juga..”(Wieana, 56-62) Selain karena sedang trend, Wieana juga membeli baju tersebut karena cocok dipakai dan Wieana menyadari bahwa tidak semua jenis fashion cocok dia pakai, maka dari itu Wieana hanya memilih jenis fashion yang cocok dia gunakan. “...terus aku coba juga ternyata pas dibadan ya udah beli..” (Wieana, 62-63), “Sering aku ikutin, cuma aku liat-liat juga sama ini.. karena aku menganggapnya gini lho.. ga semua Fashion tuh kan pantes dipake sama orang.. maksudnya sama bentuk tubuh kita.. jadinya aku juga liat-liat.. misalnya kaya lagi Fashion nya lagi modelnya hot pants banget gitu.. lha aku kan pahanya besar, ga mungkin aku ikutin.. jadi aku ngikutin yang sesuai dengan aku dan nyaman di aku..” (Wieana, 139-145) Wieana membeli baju itu juga karena harganya terjangkau atau tidak terlalu mahal.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 “...dan itu ternyata harganya juga masih apa.. bisa dijangkau oleh dompetku.. ya udah beli..”(Wieana, 63-64) Wieana memahami belanja sebagai surga dunia. “…kalo pulang kampung ke jakarta, ke manga dua..itu baru yang namanya surga dunia gitu ya..” (Wieana, 75-76) Wieana juga memahami belanja merupakan suatu kegilaan yang mampu membuat Wieana lupa diri dengan membeli banyak barang. “…kalo di mangga dua aku bisa belanja banyak banget jadi sampai kalap..yah..” (Wieana, 76-77), (87-89) Wieana pernah merasa menyesal setelah belanja karena melewati batas anggaran belanja yang sudah dia tentukan sendiri atau karena belum membutuhkannya. “Nyesel belinya tuh paling karna..aduh.. bukan karena barangnya udah aku punyain atau gimana.. aku selalu inget sih barang-barangku.. aku selalu inget aku belum pernah punya ini, aku belum pernah punya ini.. jadibisaanya nyeselnya hanya karena haduh.. sebenernya duitku udah tinggal.. memang sih kadang aku kan meng-alokasikan belanjaku berapa gitu.. aduh, kok aku melewati batas belanjaku.. melewati batas alokasi belanjaku..” (Wieana, 96-

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 101), “..nyeselnya karena.. aduh, belum butuh banget sih.. kadang gitu..” (Wieana, 102) Wieana akan merasa sangat sedih jika tidak bisa membeli barang yang diinginkannya namun perlahan dia akan merelakannya. “Sebel.. sedih.. aduuhh.. gitu rasanya.. aduh sayang banget.. ya udah deh.. ya paling nanti ujung-ujungnya kaya yang sehari/ beberapa hari liat tuh barang masih kepikiran.. tapi lama-lama udah di relain..”(Wieana, 116-118) Wieana akan mempertimbangkan plus dan minusnya suatu barang sebelum memutuskan untuk membelinya. “Pernah..tapi aku liat-liat dulu.. maksudnya liat-liatnya tuh barangnya tinggal berapa terus barang ini bakal bisa aku temuin di tempat lain apa engga.. dan aku benar-benar mikirnya.. atau aku punya barang kaya gini ga ya yang udah mirip-mirip yang udah aku milikin.. kalo misalnya engga, aku hajar.. kalo misalnya aku mikir.. aduh, ada sih yang mirip-mirip sama barangku atau kayaknya di tempat lain aku masih bisa beli dengan harga yang lebih murah atau yang lebih apa gitu.. terus juga mikirnya kalo misalnya ni barangnya ga bakal long lasting gitu.. maksudnya long lasting tuh modelnya.. karena aku beli barang kan juga karena modelnya.. ini bakal hanya sekali dua kali dipakai atau apa gitu.. kalo misalnya aku pikir ah, ini

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 cuma paling sekali pakai dua kali pakai aja udah kali ya, nah itu aku ga ya.. udah ah ga usah.. gitu..” (Wieana, 122-132) Wieana menjadikan media sosial (majalah) sebagai sumber informasi update-update fashionnya. “Majalah, sama internet..tapi paling sering majalah sih..” (Wieana, 155) Wieana berbelanja agar terlihat cantik atau konform seperti wanita cantik pada umumnya karena merasa dirinya tidak cantik. “…selayaknya mbak-mbak cantik..loh.. kaya aku cantik.. haha..” (Wieana, 177-178) Dalam hal berbelanja, Wieana lebih memilih barang yang berkualitas dibandingkan barang yang ber-merek. “Emm..gini, kalo aku intinya sih aku ga terpaku sama merek.. jadi kalo misalnya aku ketemu barang, aku suka, ada duit ya beli.. entah itu merek atau engga gitu.. dan kalo kualitas sih terkadang aku perhatiin gitu.. misalnya kalo kaya sepatu gitu aku liat harganya segini terus aku liat bahannya, kualitasnya, bakal awet ga ya.. terus kalo harganya kemahalan tapi aku pegang bahannya kok kayaknya jelek gitu, ya itu juga ga akan kubeli gitu..” (Wieana, 181186)

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Wieana tidak senang dengan keadaan ramai saat belanja karena Wieana memang tidak suka dengan tempat ramai yang baginya membuat pusing. “Oh.. aku sih juga sama sih.. sama.. samanya gini, aku kalo lagi belanja terus tempatnya keramaian aku pusing sendiri.. karena aku orangnya emang ga suka rame-rame maksudnya ga suka tempat keramaian gitu.. ga suka tempat yang ramai.. apalagi kalo Sale tuh lho.. kalo midnight sale deh itu kan ramenya amit-amit ya.. rame banget.. kayaknya udah kaya pasar kaget gitu tumpah ruah disitu gitu kan.. jadinya.. biasanya.. aku juga jarang sih ke midnight Sale bisa diitung pake jari dari sepanjang aku tinggal di jogja kan udah sering banget kan.. hampir tiap bulan sekali.. aku hampir dua kali lah kesana gitu.. sisanya aku mendingan jalan di hari biasa aja.. toh juga Sale nya ga terlalu timpang banget harganya, Cuma ketambahan 10%-20% gitu.. aduh udah deh mendingan daripada pusing, rame, ngantrinya panjang, ah udahlah gitu mending ga usah..” (Wieana, 191-202) Wieana merasa cukup sulit menahan keinginan belanjanya hingga rela melanggar jatah belanjanya dan tetap membeli barang yang dia inginkan terutama jika barangnya sudah lama dia incar.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 “Agak sulit.. sulit banget engga, agak sulit iya.. karena, ya itu kalo misalnya ada barang yang aku suka terus aku ada duitnya padahal budget belanjaku udah habis kadang aku hajar gitu.. ya ampun, ini udah lama aku incer jadi sayang banget kalo dilewatin.. ya gitu, tapi tetep bisa ke kontrol gitu kadang, tapi agak tidak ke kontrol juga.. 50-50 lah..” (Wieana, 206-210) c. Kesimpulan Sejak kecil Wieana sudah sering diajak ibunya berbelanja, namun kesenangan akan berbelanja Wieana baru tumbuh saat dia menginjak bangku SMA dan berbelanja sendirian. Dia merasakan kesenangan berbelanja itu karena dia bisa membeli barang yang dia inginkan tanpa ada yang melarangnya karena memakai uang sendiri.Sekarang, Wieana cenderung melakukan kegiatan belanjanya disaat Wieana sedang stress dan membutuhkan pelampiasan atau pelarian dari stress nya. Wieana memang senang melakukan kegiatan belanjanya hingga lupa diri, namun belanjanya akan lebih parah jika dia sedang dalam keadaan stress atau sedih. Terakhir kali Wieana berbelanja, Wieana sedang dalam keadaan bad mood dan kebetulan temannya mengajak pergi ke mall.Karena Wieana ada waktu dan sedang membutuhkan hiburan, akhirnya Wieana pun meng-iyakan.Saat berjalan di mall itulah dia tertarik dengan suatu barang dan menemukan barang yang sudah lama diinginkannya sejak lama dengan

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 diskon yang besar dan hanya tersisa satu ukuran yaitu ukurannya.Karena merasa itu adalah rejekinya, Wieana pun akhirnya membelinya.Wieana merasa sangat senang dan seketika itu juga moodnya membaik.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 3. Pemboros (Maggie) a. Latar Belakang Partisipan Partisipan ketiga adalah Maggie (Perempuan, 24 tahun)saat ini sedang kuliah di suatu perguruan tinggi swasta di kota Yogyakarta. Maggie merupakan anak pertama dari 2 bersaudara dan memiliki 1 adik perempuan. Maggie hidup terpisah dari keluarganya. Ayahnya bekerja di suatu perusahaan swasta di kota C, Ibunya seorang kepala sekolah di suatu sekolah Katholik di kota C dan adiknya kuliah di suatu perguruan tinggi swasta di kota B. Pada awalnya, Maggie tidak senang dengan kegiatan belanja, terutama belanja untuk menunjang penampilan. Dulu Maggie lebih senang membaca buku atau bermain game dan pembawaannya lebih seperti perempuan tomboy. Baru ketika Maggie menginjak bangku kuliah Maggie mulai menyenangi kegiatan belanja karena sering menemani temannya berbelanja pakaian.Dia mulai memperhatikan penampilannya dan menyadari bahwa fashionmerupakan hal yang menyenangkan.Maggie yang dulunya tomboy mulai berubah feminim dan memperhatikan penampilan. Kesenangannya pada buku dan game mulai berkurang lalu dia lebih mengfokuskan pada penampilannya. Dan hingga kini, kesukaannya pada penampilan masih dilakukan bahkan makin menguat.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 b. Pengalaman Berbelanja Maggie Maggie berbelanja jika ada uang “Aku kalo belanja sebulan sih ga pasti ya, tergantung duitnya..kalo ada duit dan mood ya aku belanja aja..” (Maggie, 2-3), “…selama masih ada duit pengennya belanjaaa gitu..jadi aku baru berhenti belanja kalo duitku udah sekarat..” (Maggie, 109-110) Sebelum belanja, Maggie merasa cukup bersemangat dan tidak dalam keadaan stress atau bad mood. “Emm..biasa aja sih.. cukup exciting malah..” (Maggie, 15) Maggie pergi belanja karena awalnya mau menemani teman karena sedang senggang. “Awalnya tuh aku cuma mau nemenin temen aja…” (Maggie, 18) Saat memasuki suatu toko, Maggie menemukan barang yang sudah lama diincar Maggie. “…nemu 1 tas yang udah lama aku incer..lamaaaa banget aku incer..” (Maggie, 21-22) Maggie dilemma akan membeli tas yang mana dan mempertimbangkan masak-masak sebelum membeli.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 “…tapi aku sempet dilema juga, jadi sebenernya kemarin tuh aku naksir 2 tas..yang satu yang udah kubeli ini, yang model vintage ini, yang satunya modelnya aku banget.. ga terlalu girlie, bagus.. harganya juga Cuma 60rb.. sempet dilema mau beli itu…” (Maggie, 24-25) Maggie mendiskusikan barang yang akan dibelinya bersama temannya. “…setelah diskusi panjang lebar dan hebat sama temenku…” (Maggie, 28), “Iya, biasanya gitu.. aku lebih nyaman kalo ada temennya, jadi ada yang bisa dimintain pendapat..” (Maggie, 159-160) Maggie memilih barang yang cocok dengan dirinya ketimbang memilih barang yang dia sukai. “…karena temenku bilang bajuku mulai banyak yang girlie, jadi tas yang vintage lebih cocok dari pada yang satunya..”(Maggie, 29-30), “Lumayan..tapi aku pilih-pilih juga, jadi ga semua fashion terbaru aku pakai.. aku tetep pilih-pilih yang sesuai sama aku..”, “Emm.. lumayan sih.. aku cukup ngikutin, tapi yaitu, yang penting cocok sama aku..” (Maggie, 72-77)

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Maggie sempat tertarik dengan gelang, namun gelang itu terlalu mahal, akhirnya Maggie tidak jadi membeli gelang itu dan mengganti membeli gelang yang lebih murah “…aku nemu beberapa gelang yang baguuuss banget..tapi mahal.. jadi ga jadi.. akhirnya beli gelang yang 4rb-an sama kalung satu.. haha.. tapi di aku cocok sih..” (Maggie, 41-43) Saat berkeliling bersama temannya, Maggie membeli barang yang tidak dia rencanakan. “…aku malah beli baju cardigan gtu..”(Maggie, 48) Maggie dan temannya merasa senang bisa belanja di tempat berbeda dari tempat yang biasa mereka kunjungi. “…pas belanja diluar mall ini aku ma temenku seneng banget!” (Maggie, 51-52), “Rasanya seneng aja sih..”(Maggie, 67) Maggie merasa puas setelah belanja karena mendapatkan barang yang dia inginkan dengan harga murah. “Puas banget..barang yang udah lama aku incer malah dapetnya di tempat tak terduga dan harganya murah.. memang ga dapet semua sih, tapi aku puas..” (Maggie, 57-58), “pas udah dibeli sih puas..” (Maggie, 168-169)

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Maggie membeli barang itu karena suka dan bagus. “Emm.. bagus aja.. suka..” (Maggie, 61) Dengan membeli barang-barang itu, Maggie merasa tidak ketinggalan jaman dan up-date. “…bangga juga gitu bisa pake barang yang up date dan ga terkesan ketinggalan jaman..”(Maggie, 67-68) Maggie mendapatkan info fashion terbarunya dari media social yaitu internet. “Emm..kebanyakan sih dari internet..” (Maggie, 80) Maggie pernah berbelanja tanpa pandang bulu dan mengibaratkannya sebagai kegilaan. “…kaya orang gila gitu deh belanjanya..”(Maggie, 97-98) Maggie merasa sedih dengan kegiatan belanjanya yang boros itu dan merasa menyesal karena membeli barang yang sebetulnya tidak dia butuhkan hingga uangnya habis. “(mukasedih)” (Maggie, 99), “Nyesel sih, setelah sadar duitnya udah abis.. gimana ya, itu duitkan 3 taun kutabung, tapi dalam 2 bulan bisa kuabisin gitu aja.. apalagi aku ga tau udah abis buat apa aja.. jadi tambah sedih.. beda kalo duitnya jelas buat apa..

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 aslinya tuh duitnya 5 jutasekian, tapi 1.1 jtkubeliinhpbuatpapaku, sisanyaga tau dehkemana..” (Maggie, 102-106), “Sedih banget.. huhu.. nyesel jadinya kaya ya ampun, kok dulu ga kuambil aja sih.. gitu.. jadi kepikiran.. apalagi kalo model itu ga terlalu lama di pasaran.. makin sedih..” (Maggie, 141-143) Maggie juga merasa sulit menahan keinginan belanjanya. “Sulit banget..”(Maggie, 109), “Udah, tapi tetep aja ga bisa ngendaliin.. apalagi klo aku udah naksir banget.. rasanya pengen beli aja..” (Maggie, 113-114), “Pernah.. hehe.. waktu itu udah deket-deket akhir bulan, duitku mepet banget, trus jalan ma temen ke mall, dicoba ehh.. bagus banget.. akhirnya tetep kubeli..” (Maggie, 146-147) Maggie merasa menyesal saat membeli karena sebelum membeli Maggie tidak mencoba terlebih dahulu. “Emm.. 30% lah.. itu yang belinya di luar mall karena ga bisa dicoba tapi tetep nekat beli.. kalo barang yang kubeli di mall sih kayaknya ga ada yang kusesalin.. soalnya bisa dicoba smua.. kalo di mall ga boleh coba sih mending ga usah beli aja.. klo sampe ga cocok kan rugi..” (Maggie, 117-120), “Emm.. udah lama sih.. tahun kemarin kayaknya.. beli sweater tapi ga boleh dicoba.. pas dipake aku keliatan gendut.. akhirnya Cuma kupake sekali terus ga pernah kupake lagi..

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 untung murah.. setelah itu aku ga pernah beli sweater lagi kalo ga boleh dicoba..” (Maggie, 193-196) Maggie biasa melakukan kegiatan belanja sebagai pelampiasan saat Maggie sedang stress atau bad mood. “Pernah banget.. sering malah.. gimana ya.. daripada mikirin tuh masalah kan mending seneng-seneng aja, belanja.. jadi buatku belanja tuh buat refreshing gitu.. “ (Maggie, 124-126) Maggie merasa tidak keberatan jika berdesak-desakan dengan pengunjung lain saat diskon karena Maggie akan mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga yang murah. “Emm.. biasa aja.. senang aja.. soalnya aku bakal dapet barang yang aku butuhin dengan harga murah.. mungkin pas deseldeselan emang pusing ya, tapi setelah dapet itu yang bikin seneng.. puas..” (Maggie, 132-134) Maggie tidak keberatan dan rela makan angkringan asalkan dia merasa senang dan bisa mendapatkan barang yang dia inginkan. “Makan angkringan.. haha.. demi.. toh aku juga seneng, jadi ga masalah..” (Maggie, 150) Maggie merasa bingung saat memilih barang.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 “Galau.. galau milihnya soalnya.. hehe.. soalnya aku harus milih..” (Maggie, 167) Maggie merasa tidak masalah berkorban demi mendapatkan barang yang diinginkan. “Emm.. sakjane sih berlebihan ya.. buktinya aja kadang aku bisa tetep belanja dan lebih milih makan kucingan daripada ga bisa dapet barang itu.. tapi aku suka sih, it’s fine buat aku.. jadi ga terlalu kuanggap berat..” (Maggie, 175-177) Maggie lebih mementingkan kualitas daripada merek. “Emm.. kalo merek sih ga terlalu ya, yang penting kualitas.. soalnya banyak barang yang merek nya ga terkenal tapi kualitasnya ga kalah sama yang merek..”, “Pilih yang ga ber-merek.. kalo bisa beli murah dengan kualitas sama, buat apa beli yang mahal..” (Maggie, 180-186) c. Kesimpulan Dulunya Maggie adalah gadis tomboy yang tidak terlalu mementingkan penampilan, namun setelah dia memasuki bangku kuliah dan sering menemani temannya belanja dia pun mulai memperhatikan penampilannya dan mulai menyenangi fashion. Awalnya Maggie hanya mau mengantar temannya berbelanja dan

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 mengunjungi toko baru, namun saat mengantar itu dia menemukan barang yang sudah lama dia inginkan dan akhirnya membelinya. Maggie adalah tipikal pelaku belanja yang boros karena dia selalu ingin berbelanja dan dia akan terus berbelanja selama dia masih memiliki uang. Maggie pernah menghabiskan empat juta rupiah hanya dalam waktu kurang dari dua bulan dan Maggie tidak ingat sudah membeli apa aja dengan uang sebanyak itu. Dia merasa sangat bersalah karena menghabiskan uang itu begitu saja terutama karena uang itu telah dia tabung selama bertahun-tahun.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 4. Konformitas (Precia) a. Latar Belakang Partisipan Precia (Perempuan, 24 tahun)adalah seorang guru di suatu Taman Kanak-Kanak Internasional di kota Yogyakarta. Precia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang terdiri dari 2 adik laki-laki. Precia sudah hidup terpisah dari orang tuanya sejak SMA dan tinggal di Jogja. Ayahnya bekerja di suatu perusahaan swasta di kota S dan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Adik pertamanya kuliah di suatu perguruan tinggi negeri di Jogja dan adik keduanya bersekolah di SD K di kota S. Ketagihan belanja Precia bisa dilihat dari belanja pertama Precia yang dilakukan pada saat dia masih SMA dimana Precia hobi membeli buku komik dengan menggunakan uang bulanan yang dikirimkan orang tuanya. Dan komik yang dibeli tidak sedikit, dalam sekali membeli komik Precia bisa membeli hingga 5 komik sekaligus dan itu terus dilakukan hingga awal perkuliahan. Precia membeli komik-komik itu untuk mengisi waktu luangnya dan supaya tidak bosan. Setelah memasuki pertengahan masa perkuliahan, Precia mulai menyadari betapa pentingnya menjaga penampilan. Precia mulai berbelanja pakaian dan mulai meninggalkan komik. Saat pertama kali dia berbelanja pakaian, dia menyadari betapa menyenangkannya berbelanja pakaian dan Precia pun mulai

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 ketagihan. Sejak saat itu, Precia mulai senang berbelanja hingga tanpa dia sadari kegiatan itu menjadi rutinitasnya sehari-hari untuk mengisi waktu luangnya. Dan rutinitas berbelanja itu masih terus dilakukan hingga saat ini. b. Pengalaman Berbelanja Precia Precia sengaja meluangkan waktunya untuk belanja sambil berjalan-jalan. “..rencananya emang mau jalan-jalan..” (Precia, 8-9), “Kalo misalnya bosen di kos..” (Precia, 116) Precia memilih baju yang modelnya Precia sukai, seperti model baju yang lucu dan unik. “...modelnya lucu kan baju-bajunya.. model-model korea gitu.. pokoknya beda deh sama toko-toko baju yang lain.. unik banget.. “ (Precia, 11-12); “...aku liat modelnya, kalo emang modelnya lucu atau unik aku beli biasanya..” (Precia, 30-31); “...yang pertama liat modelnya dulu..” (Precia, 36); “Iya, terutama Korean Style, karena aku sukanya emang yang modelnya lucu-lucu korean style kan yang modelnya imut-imut banget..” (Precia, 73-74) Saat melihat-lihat, Precia sempat tertarik dengan banyak baju.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 “..sebenernya nemu yang bagus.. banyak malah nemu beberapa yang bagus..” (Precia, 13-14) Precia tidak membeli barang yang terlalu mahal dan memilih membeli barang yang masih terjangkau baginya. “...Cuma mahal..” (Precia, 14) Precia senang memilih jenis fashion yang netral sehingga cocok dipakai dalam kondisi dan padu padan apapun. “..bisa netral lah, pake apapun masuk..” (Precia, 18); “...netral lah di pake kemana-mana, aman bagus...” (Precia, 35); “...saya seneng sama update-update fashion, Cuma aku lebih milih yang cocok buat kupake..” (Precia, 50-51); “...beli barang karena modelnya lucu dan cocok sama aku..” (Precia, 61); “...kalo cocok sama aku langsung kubeli..” (Precia, 66); “..Iya, yang sesuai sama aku banget..” (Precia, 77);“...aku selalu nyari yang cocok buat aku..” (Precia, 133); “Lucu, kalo di coba ternyata bagus.. gitu..”, (Precia, 149)“...aku kan kalo udah liat trus cocok suka beli..” (Precia, 204) Precia juga membeli barang-barang yang dia butuhkan. “...kalo itu kan emang aku lagi butuh kan..” (Precia, 20), “...soalnya yang aku butuhin dapet..” (Precia, 42)

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Precia juga mempertimbangkannya untuk mendapatkan barang yang terbaik. “...kalo ga terlalu cocok juga bisa nyari dimana gitu.. dan tempatnya kan ga satu tempat gitu, beda-beda tempat nyari yang paling bagus..; Oh, kalo itu, kalo untuk barang-barang tertentu.. kalo baju engga karena banyak pilihannya.. kalo yang aku nyari-nyari itu kaya misalnya aku beli boot, tas atau sepatu.. biasanya aku nyari di beberapa tempat.. cari yang paling bagus..” (Precia, 135-145) Precia juga meminta pendapat teman belanjanya mengenai barang yang akhirnya akan dia beli dan yang paling cocok dengannya. “...teman saya langsung bilang “kering-keringnya langsung ilang..” (Precia, 25) Precia juga membeli jenis fashion yang sesuai dengan moodnya saat itu. “...kriteriaku yang lain kusesuaikan sama mood, jadi misalnya kalo aku lagi pengen baju yang simple yang gampang buat jalan-jalan itu aku biasanya milih yang simple..” (Precia, 31-33); “..keinginannya tuh sesaat.. jadi ada saatnya aku pengen nyari-nyari boots.. trus besok-besoknya udah engga.. udah kaya biasa aja..” (Precia, 93-94)

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Precia merasa senang setelah membeli barang yang dia sukai. “Seneng..” (Precia, 42); “...senang banget lah pokoknya..” (Precia, 44); “...Seneng sih..” (Precia, 219) Precia juga merasa puas setelah membeli barang yang dia sukai. “..puas banget..” (Precia, 42); “Puas..” (Precia, 181); “...ngerasa puas aja..” (Precia, 219) Precia membeli barang-barangnya supaya terlihat konform dengan teman-teman sebaya dilingkungannya. “...aku ngikutin juga sih, tapi kayaknya lebih karena pengaruh lingkungan.. jadi, yang bikin aku tetep pengen up to date tu.. e.. aku ngelihat modelnya.. ngeliat temen pake sepatu sama tas vintage..” (Precia, 62-64); “..temen-temen pada punya, trus aku jadi pengen..” (Precia, 77-78); “..cukup banyak yang pake itu..” (Precia, 226) Precia melihat temannya menggunakan suatu barang dan Precia menyukainya, lalu Precia bertanya pada temannya tentang barang yang dipakai temannya. “..terus dia ngasih tau aku tempat belinya dimana..” (Precia, 65); “..temen..” (Precia, 112)

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Precia merasa tidak cocok dengan trend tertentu. “Nah itu dia! Hahaha! Orang ngeliatin! Tapi sebenernya ada juga sih beberapa orang yang pake boot..Jadi aku..jadi aku tidak pantas.. haha.. pake itu..” (Precia, 84-88) Precia merupakan orang yang lebih memilih kualitas untuk barang yang akan dia beli daripada merek pada suatu barang. “Engga.. engga.. jadi asal barangnya bagus aja..; Kalo kualitas iya.. tapi barang-barang tertentu kaya tas sepatu, aku nyari di tempat-tempat tertentu.. jadi awet..” (Precia, 104-108) Salah satu cara Precia mendapatkan informasi fashion terbaru yaitu dari media sosial (internet). “Biasanya dari internet..” (Precia, 112) Precia biasa belanja jika dia dalam keadaan stress atau bad mood. “..kalo lagi stress, lagi sumpek..; ..kecapekan di tempat kerja atau lagi ada masalah di tempat kerja..” (Precia, 116-121) Precia tidak keberatan berbelanja dalam keadaan ramai. Bagi Precia, belanja adalah kegiatan yang seru.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 “Engga sih.. kalo buat aku biasa aja, tetep excited..” (Precia, 130); “Waktu mau beli seneng banget malah excited..” (Precia, 200) Precia sering merasa bingung untuk memilih barang yang akan dia beli saat belanja. “..kalo lagi liat-liat gitu malah bingung.. soalnya pengen semuanya.. haha..; Iya.. tapi ga bisa.. jadi bingung milihnya karena budget-nya juga terbatas..” (Precia, 152-157) Precia akan merasa menyesal namun pasrah jika tidak bisa membeli barang yang dia inginkan. “..nyesel banget.. haha.. tapi ya gimana lagi..” (Precia, 161162) Precia akan terbayang dan kepikiran dengan barang yang tidak bisa dia beli selama beberapa hari. “Iya.. Cuma ga yang lama.. Cuma beberapa hari..” (Precia, 165); “Kepikiran terus sih biasanya.. pernah kebawa mimpi.. tapi ya ga sampai lama gitu.. paling Cuma sehari dua hari gitu kepikirannya..” (Precia, 173-174); “..kalo misalnya aku pengen barangnya dua, tapi Cuma beli barangnya 1, kepikiran yang satunya..” (Precia, 184-185)

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Precia biasa berbelanja bersama temannya. “..sama temen..” (168) Jika tidak bisa membeli barang yang dia inginkan, Precia akan memotivasi dirinya dan merencanakan berbelanja di tempat yang sama untuk mendapatkan barang tersebut. “..merencanakan shopping berikutnya kemana..” (Precia, 185-186) Jika Precia tidak bisa mendapatkan barang yang dia incar, Precia akan mencari barang yang lain dan menggantinya. “Ya nyesel sih, tapi tetep nyari yang lain..” (Precia, 190) Precia kadang akan merasa menyesal setelah belanja karena uangnya tinggal sedikit dan tidak cukup untuk kehidupan sehari-hari. “..tapi, setelah dibeli dan melihat keadaan keuangan.. haha..” (Precia, 200-201); “..kalo nyeselnya tuh, kaya misalnya gini.. aku tuh udah mikirnya duitku bakal cukup walopun aku beli ternyata engga, jd nyesel..” (Precia, 210-211) Precia menyadari jika sebenarnya uangnya mepet, namun Precia tetap memaksakan membeli.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 “Kalo dijumlah sama kebutuhan hidup sebenernya tidak..” (Precia, 223) c. Kesimpulan Kesukaan Precia pada belanja sebetulnya sudah terlihat sejak SMA, namun barang yang dibeli Precia bukanlah barang-barang yang berbau fashion, namun buku komik yang biasanya dibeli langsung dalam jumlah banyak dalam sekali belanja.Baru setelah Precia memasuki masa kuliah, dia menyadari betapa pentingnya menjaga penampilan dan mulai membelanjakan uangnya untuk pakaian dibandingkan komik yang berimbas menjadi ketagihan.Precia biasanya membeli barang-barangnya setelah melihat teman sebaya di lingkungannya juga menggunakan. Dia akan menanyakan dimana teman sebayanya itu membeli barangnya dan akan membelinya jika cocok. Precia merasa lebih percaya diri dengan jenis fashion yang orang lain sudah pakai atau sedang trend. Precia tidak akan percaya diri jika dia menggunakan fashion yang berbeda atau jarang dipakai orang pada umumnya. Proses belanja Precia berawal dari tertarik dengan barang saat berjalan di suatu pusat perbelanjaan yang akhirnya dia beli. Precia merasa senang dan puas bisa membeli barang yang dia sukai, namun sedikit menyesal karena uangnya mepet.Pernah suatu

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 saat ketika Precia tidak bisa membeli barang yang dia inginkan dia terus terbayang dengan barang itu hingga terbawa mimpi.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 B. Ringkasan Hasil Analisis Penelitian Berikut ini adalah ringkasan hasil analisis penelitian yang telah peneliti dapatkan.Peneliti sengaja meringkas hasil penelitian ini agar lebih mudah pembaca lebih mudah melihat hasil penelitian. 1. Proses Belanja Awal Pika  Tertarik dengan barang “..liat sepatu, naksir kan sepatunya..” (Pika, 20-21) “…ada niat belanja..antara ada dan ga.. jadi tipikal yang kalo ada yang bagus beli..” (Pika, 89-90) “..liat sepatu rasanya ada sesuatu, tertarik gitu.. ngerti ga? Menemukan sesuatu yang menarik perhatianmu..” (Pika, 194-196) Wieana Maggie Precia  Tertarik dengan barang  Tertarik dengan barang  Tertarik dengan barang “…kalo baju sih lagi “...pas liat tas tuh aku nemu - “..sebenernya nemu nemenin temen juga, lagi 1 tas yang udah lama aku yang bagus.. banyak liat-liat di toko baju gitu, incer.. lamaaaa banget aku malah nemu beberapa ehh..malah aku yang incer..” (Maggie, 21-22) yang bagus..” (Precia, kepincut.. jadi aku beli 13-14) deh..”(Wieana, 26-27) Tengah  Mencoba barang  Mempertimbangkan  Mencoba sebelum membeli barang sebelum membeli membeli 71 barang sebelum  Bingung memilih - “..kalo lagi liat-liat gitu

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 - “…ga bisa dicoba..kita ga tau itu cocok apa engga walopun keliatannya bagus.. tapi kalo.. kadang-kadang baju yang di mall gitu keliatannya bisaa begitu kita coba bisa cocok banget.. itu yang dicari..” (Pika, 153-155)  Mempertimbangkan barang sebelum membeli - “...bingung ada 2 yang satu diskon 50 yg satu 30 jadi harganya sama ujung-ujungnya..tapi bingung milih yang mana.. akhirnya ya, udah lama disitu beli aja duaduanya.. hehe..” (Pika, 21-23) - “Kalo roknya sih - “Pernah..tapi aku liat-liat dulu.. maksudnya liatliatnya tuh barangnya tinggal berapa terus barang ini bakal bisa aku temuin di tempat lain apa engga.. dan aku benar-benar mikirnya.. atau aku punya barang kaya gini ga ya yang udah mirip-mirip yang udah aku milikin.. kalo misalnya engga, aku hajar.. kalo misalnya aku mikir.. aduh, ada sih yang mirip-mirip sama barangku atau kayaknya di tempat lain aku masih bisa beli dengan harga yang lebih murah atau yang lebih apa gitu.. terus juga mikirnya kalo misalnya ni - - “Emm.. 30% lah.. itu malah bingung.. yang belinya di luar mall soalnya pengen karena ga bisa dicoba semuanya.. haha..; Iya.. tapi tetep nekat beli.. tapi ga bisa.. jadi kalo barang yang kubeli bingung milihnya di mall sih kayaknya ga karena budget-nya juga ada yang kusesalin.. terbatas..” (Precia, 152soalnya bisa dicoba 157) smua.. kalo di mall ga boleh coba sih mending  Mempertimbangkan barang ga usah beli aja.. klo sebelum membeli sampe ga cocok kan - “...kalo ga terlalu cocok rugi..” (Maggie, 117juga bisa nyari dimana 120) gitu.. dan tempatnya “Emm.. udah lama sih.. kan ga satu tempat gitu, tahun kemarin beda-beda tempat nyari kayaknya.. beli sweater yang paling bagus..; tapi ga boleh dicoba.. Oh, kalo itu, kalo untuk pas dipake aku keliatan barang-barang gendut.. akhirnya Cuma tertentu.. kalo baju kupake sekali terus ga engga karena banyak pernah kupake lagi.. pilihannya.. kalo yang untung murah.. setelah aku nyari-nyari itu kaya itu aku ga pernah beli misalnya aku beli boot, sweater lagi kalo ga tas atau sepatu.. boleh dicoba..” (Maggie, biasanya aku nyari di 193-196) beberapa tempat.. cari yang paling bagus..”

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 - Akhir emang kelilingkeliling sama temen terus naksir sama rok-nya..emang niatnya mau cek sepatu dulu baru kalo udah, abis berapa kalo ada duit baru beli rok-nya..” (Pika, 27-28) “..aduh, harusnya beli ga ya? (Pika, 198-199) barangnya ga bakal  Bingung memilih long lasting gitu.. - “Galau.. galau milihnya maksudnya long soalnya.. hehe.. soalnya lasting tuh modelnya.. aku harus milih..” karena aku beli (Maggie, 167) barang kan juga karena modelnya.. ini  Mempertimbangkan barang bakal hanya sekali sebelum membeli dua kali dipakai atau - “…tapi aku sempet apa gitu.. kalo dilema juga, jadi misalnya aku pikir ah, sebenernya kemarin tuh ini cuma paling sekali aku naksir 2 tas..yang pakai dua kali pakai satu yang udah kubeli aja udah kali ya, nah ini, yang model vintage itu aku ga ya.. udah ini, yang satunya ah ga usah.. gitu..” modelnya aku banget.. ga (Wieana, 122-132) terlalu girlie, bagus.. harganya juga Cuma 60rb.. sempet dilema mau beli itu…” (Maggie, 24-25) (Precia, 135-145)  Belanja secara  Belanja secara mendadak  Belanja secara mendadak  Merasa senang mendadak - “..terus akhirnya - “…aku malah beli baju - “Seneng..” (Precia, 42) - “Eh..bisaanya sih menemukan sepatu cardigan gtu..”(Maggie, - “...senang banget lah kalo gitu sih.. incaran yang udah 48) pokoknya..” (Precia, 44) kadang karena lama aku idam- “...Seneng sih..” memang ada idamkan.. dan lagi  Merasa senang (Precia, 219)

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 diskon 50%.. dan - “…pas belanja diluar langsung APAA??!! mall ini aku ma temenku  Merasa menyesal Gitu kan, yg langsung seneng banget!” - “..tapi, setelah dibeli wahh.. diskon 50%! (Maggie, 51-52) dan melihat keadaan Terus wow.. minta - “Rasanya seneng aja keuangan.. haha..” ukurannya.. terus sih..”(Maggie, 67) (Precia, 200-201) ternyata sisa 1 dan - “..kalo nyeselnya tuh,  Merasa senang pas banget ukurannya  Merasa menyesal - “..senang sekali..” kaya misalnya gini.. aku ukuranku..” (Wieana, (Pika, 31), - “(mukasedih)” (Maggie, tuh udah mikirnya 21-25) - “…kalo di persenin 99) duitku bakal cukup tuh kira-kira 70% - “Nyesel sih, setelah walopun aku beli seneng, 30% merasa sadar duitnya udah abis.. ternyata engga, jd bersalah..tapi kalo  Merasa senang gimana ya, itu duitkan 3 nyesel..” (Precia, 210gitu besoknya atau - “Senenglah..seneng taun kutabung, tapi 211) seminggu setelahnya banget.. apalagi dalam 2 bulan bisa udah, 100% senang.. dapetnya diskonan.. kuabisin gitu aja..  Merasa puas jadi lupa merasa jadi tuh dobel apalagi aku ga tau udah - “..puas banget..” bersalahnya..” senengnya.. triple.. abis buat apa aja.. jadi (Precia, 42) (Pika, 113-115) udah sepatu incaran tambah sedih.. beda kalo - “Puas..” (Precia, 181) lama..”(Wieana, 47duitnya jelas buat apa.. - “...ngerasa puas aja..” 48) aslinya tuh duitnya 5 (Precia, 219)  Merasa menyesal jutasekian, tapi 1.1 - “Antara bersalah..” jtkubeliinhpbuatpapaku,  Pasrah jika tidak bisa (Pika, 31)  Merasa menyesal sisanyaga tau - “Nyesel belinya tuh membeli dehkemana..” (Maggie, paling karna..aduh.. - “..nyesel banget.. haha..  Merasa puas 102-106, bukan karena - “..puas gitu..” (Pika, tapi ya gimana lagi..” - “Sedih banget.. huhu.. barangnya udah aku 31) (Precia, 161-162) nyesel jadinya kaya ya punyain atau rencana.. tapi rencananya bisaanya dadakan.. jadi sama aja..” (Pika, 41-42)

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75  Pasrah jika tidak bisa membeli - “…mungkin karena harganya mahal jadi ya udah..misalnya harga bajunya 600 tapi bagus.. jadi maksudnya ya udah ga bisa di apa-apain lagi gitu..”, “Ya maksudnya bisa menerima dengan baik-baik saja, ga gila apa gimana gitu.. kepikiran bentar tapi ya paling ya udah kepikiran aja tapi sayang ga bisa.. gitu..” (Pika, 218-228) gimana.. aku selalu ampun, kok dulu ga  Terbayang / memikirkan inget sih barangkuambil aja sih.. gitu.. brang yang tidak bisa dibeli barangku.. aku selalu jadi kepikiran.. apalagi - “Iya.. Cuma ga yang inget aku belum kalo model itu ga terlalu lama.. Cuma beberapa pernah punya ini, aku lama di pasaran.. makin hari..” (Precia, 165) belum pernah punya sedih..” (Maggie, 141- “Kepikiran terus sih ini.. jadi bisaanya 143) biasanya.. pernah nyeselnya hanya kebawa mimpi.. tapi ya karena haduh..  Merasa puas ga sampai lama gitu.. sebenernya duitku - “Puas banget..barang paling Cuma sehari udah tinggal.. yang udah lama aku dua hari gitu memang sih kadang incer malah dapetnya di kepikirannya..” (Precia, aku kan mengtempat tak terduga dan 173-174) alokasikan belanjaku harganya murah.. - “..kalo misalnya aku berapa gitu.. aduh, memang ga dapet semua pengen barangnya dua, kok aku melewati sih, tapi aku puas..” tapi Cuma beli batas belanjaku.. (Maggie, 57-58) barangnya 1, kepikiran melewati batas - “pas udah dibeli sih yang satunya..” (Precia, alokasi belanjaku..” puas..” (Maggie, 168184-185) (Wieana, 96-101) 169) - “..nyeselnya karena..  Mencari pengganti aduh, belum butuh - “Ya nyesel sih, tapi  Mencari pengganti  Merasa tidak nyaman banget sih.. kadang - “…aku nemu beberapa - “..kalo didepan tetep nyari yang lain..” gitu..” (Wieana, 102) gelang yang baguuuss temen-temen yang di (Precia, 190) banget..tapi mahal.. jadi jogja itu kan ga jadi.. akhirnya beli biasanya lebih  Pasrah jika tidak bisa membeli gelang yang 4rb-an sama kurang, rasanya ya - “Sebel..sedih.. kalung satu.. haha.. tapi malah jadi ga

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 enak..” (Pika, 107108) Affect          Tertarik dengan barang Mencoba barang sebelum membeli Mempertimbangkan barang sebelum membeli Belanja secara mendadak Merasa senang Merasa menyesal Merasa puas Pasrah jika tidak bisa membeli Merasa tidak nyaman di aku cocok sih..” (Maggie, 41-43) aduuhh.. gitu rasanya.. aduh sayang banget.. ya udah deh.. ya paling nanti ujung-ujungnya kaya yang sehari/ beberapa hari liat tuh barang masih kepikiran.. tapi lamalama udah di relain..”(Wieana, 116-118)       Tertarik dengan barang Mempertimbangkan barang sebelum membeli Belanja secara mendadak Merasa senang Merasa menyesal Pasrah jika tidak bisa membeli         Mencoba barang sebelum membeli Bingung memilih Mempertimbangkan barang sebelum membeli Belanja secara mendadak Merasa senang Merasa menyesal Merasa puas Mencari pengganti          Tertarik dengan barang Bingung memilih Mempertimbangkan barang sebelum membeli Merasa senang Merasa menyesal Merasa puas Pasrah jika tidak bisa membeli Terbayang/ memikirkan barang yang tidak bisa dibeli Mencari pengganti

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 2. Pemahaman Belanja Pika Wieana Maggie Precia Pengisi Waktu  Belanja untuk mengisi  Belanja untuk mengisi  Belanja untuk mengisi  Belanja untuk mengisi waktu senggang. waktu senggang. waktu senggang. waktu senggang. - “Jadi niatnya itu - “Ga ada persiapan - “Awalnya tuh aku - “..rencananya emang cuma ketemu sama sih.. sebenernya tuh cuma mau nemenin mau jalan-jalan..” temen terus habis kemarin cuman.. emm.. temen aja…” (Precia, 8-9), “Kalo itu, dia kan mau udah lama.. rasanya (Maggie, 18) misalnya bosen di nonton, akhirnya pengen ke mall.. kos..” (Precia, 116) pisah tapi kan masih haha..”; “rasanya sore, sore kan bispengen ke mall.. terus nya masih macet denger-denger kalo ga nanggung, akhirnya salah departemen pindah ke mall storenya tuh abis seberang..”(Pika,18 midnight sale-an gitu -20) kan.. sebenernya waktu - “Biasa aja itu kan kemarin hari sih..biasa-biasa aja minggu.. hari jumat.. kaya lagi main atau midnight sale-an nya jalan terus kan hari jumat sama belanja..” (Pika, 86) sabtu.. aku diajakin - “…awalnya bosen midnight sale-nya tuh kan, terus jalanhari jumat.. terus hari jalan..” (Pika, 194) itu tuh aku ga bisa.. terus.. ya udah deh.. besok-besok aja.. terus

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 ya udah makanya hari minggu pagi terus terbersit “aduh, pengen ke mall”.. ya udah ah ke mall.. dateng..” (Wieana, 11-18) Excited   Belanja sebagai hal  Belanja sebagai kegilaan  Belanja sebagai hal seru  Belanja sebagai hal seru Mengulangi: seru - “…kalo di mangga dua - “Emm..biasa aja sih.. - “Engga sih..kalo buat Kecanduan - “Ya akhirnya dapet aku bisa belanja cukup exciting aku biasa aja, tetep pada excited sepatu maksudnya banyak banget jadi malah..” (Maggie, excited..” (Precia, kan emang cari-cari sampai kalap..yah..” 15) 130) sepatu dan akhirnya (Wieana, 76-77), (87- “Waktu mau beli dapet..seru lah..” 89) seneng banget malah  Belanja sebagai kegilaan (Pika, 37-38) excited..” (Precia, - “…kaya orang gila 200)  Belanja sebagai surga gitu deh  Belanja sebagai dunia belanjanya..”(Maggie kegilaan - “…kalo pulang , 97-98) - “..ga juga sih kampung ke jakarta, ke biasanya sih lebih mangga dua..itu baru  Berbelanja jika ada uang gila kalo ada yang namanya surga - “Aku kalo belanja diskon..” (Pika, 5-6) dunia gitu ya..” sebulan sih ga pasti (Wieana, 75-76) ya, tergantung  Belanja sebagai rejeki duitnya..kalo ada duit - “..jadi aku merasa dan mood ya aku wow, ini emang rejekibelanja aja..” ku, jadi sayang banget (Maggie, 2-3) kalo ditolak, jadi - “…selama masih ada

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 langsung ambil sepatunya.. terus beli..” (Wieana, 24-25)  Tidak mampu menahan keinginan belanja = memalukan - “Iya, jadi aku yang belanja..aduh.. malukan jadinya..” (Wieana, 33) Pelampiasan Stress duit pengennya belanjaaa gitu..jadi aku baru berhenti belanja kalo duitku udah sekarat..” (Maggie, 109-110)  Belanja sebagai  Belanja sebagai  Belanja sebagai  Belanja sebagai pelampiasan stress/ bad pelampiasan stress/ bad pelampiasan stress/ bad pelampiasan stress / bad mood / sedih mood / sedih mood / sedih mood / sedih. - “…tapi sih kalo lagi - “..sebetulnya dalam - “Pernah - “..kalo lagi stress, stress belanjanya kondisi bête sih, dalam banget..sering malah.. lagi sumpek..; lebih gila..”, “He keadaan bad mood gimana ya.. daripada ..kecapekan di tempat eh.. kaya gitu.. terus pengen mikirin tuh masalah kerja atau lagi ada melampiaskan.. cara seneng-seneng kan mending senengmasalah di tempat mengatasinya aja..”(Wieana, 19-20) seneng aja, belanja.. kerja..” (Precia, 116gimana gitu..” - “Ngga juga, tapi jadi buatku belanja 121) (Pika, 90-94) sering..engga setiap tuh buat refreshing sih, tapi sering.. gitu.. “ (Maggie, 124maksudnya kalo bad 126)  Terlalu ramai  Stress moodnya ga kaya bad “Makanya tergantung.. mood hal sepele lho.. habis emang suka misalnya kaya aku lagi menimbang-nimbang

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 dulu.. jadi, bagus ga sedih karena suatu barangnya atau masalah yang berat diskonnya seberapa gitu atau aku lagi habis gitu.. dan orangnya putus sama pacar atau rame.. kalo rame gitu berantem hebat sama kan pertimbangannya pacar atau apa gitu, ni banyak yang masih aku jadi lampiasinnya.. ada apa engga, aaarrgghh!! Pengen barangnya bagus apa belanja..gitu..” ga gitu.. kalo udah (Wieana, 37-41) terlalu rame ya males.. nanti nyari juga susah  Terlalu ramai  Stress mau liatnya juga ga “...aku kalo lagi belanja bisa menikmati.. terus tempatnya biasanya kalo udah keramaian aku pusing rame banget ya ga.. sendiri.. karena aku kalo ga ya cari waktu orangnya emang ga suka dimana ga rame..” rame-rame maksudnya ga (Pika, 261-266) suka tempat keramaian gitu.. ga suka tempat yang ramai.. apalagi kalo Sale tuh lho.. kalo midnight sale deh itu kan ramenya amit-amit ya.. rame banget.. kayaknya udah kaya pasar kaget gitu tumpah ruah disitu gitu kan.. jadinya.. biasanya..

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 aku juga jarang sih ke midnight Sale bisa diitung pake jari dari sepanjang aku tinggal di jogja kan udah sering banget kan.. hampir tiap bulan sekali.. aku hampir dua kali lah kesana gitu.. sisanya aku mendingan jalan di hari biasa aja.. toh juga Sale nya ga terlalu timpang banget harganya, Cuma ketambahan 10%-20% gitu.. aduh udah deh mendingan daripada pusing, rame, ngantrinya panjang, ah udahlah gitu mending ga usah..” (Wieana, 191-202) Pengorbanan  Belanja sebagai  Belanja yang tidak  Belanja Sebagai  Belanja yang tidak  Belanja pengorbanan tercapai sebagai motivasi pengorbanan tercapai sebagai motivasi sebagai - “...ini kan “..waktu dulu aku ketemu - “Makan “..kepikiran yang pencapaian pengorbanan.. sepatu itu tuh.. aku tuh angkringan.. haha.. satunya.. atau engga duit.. sama hal udah naksir juga, udah demi.. toh aku juga sudah merencanakan yang dicapai.. naksir banget.. terus pas seneng, jadi ga shopping berikutnya bandingin.. layak liat harganya.. apaa?? masalah..” (Maggie, kemana..” (Precia, 185ga?” (Pika, 196Gitu kan.. kok mahal, ga 150) 186)

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 197) ramah di kantong - “Emm.. sakjane sih “Ya palingan mahasiswa.. terus berlebihan ya..  Memaksakan membeli ngirit.. untuk akhirnya ah udah deh.. buktinya aja kadang walau uangnya mepet mendapatkan harus belajar tegas.. aku bisa tetep “Kalo dijumlah sama sesuatu yang engga deh.. ga dulu.. ga belanja dan lebih kebutuhan hidup diinginkan kan dulu.. nanti kalo rejeki milih makan sebenernya tidak..” emang butuh ketemu lagi.. ehh.. kucingan daripada (Precia, 223) pengorbanan..” ternyata bener, ketemu ga bisa dapet barang (Pika, 212-213) lagi.. dan dia lagi diskon itu.. tapi aku suka - “Cukup bisa.. tapi 50% dan tinggal satu sih, it’s fine buat dengan barang.. gitu..ya udah aku.. jadi ga terlalu pertimbangan disabet aja..” (Wieana, kuanggap berat..” dulu.. mampu 48-53) (Maggie, 175-177) sebenernya.. tapi layak ga..  Memaksakan membeli  Memaksakan membeli maksudnya pantes walau uangnya mepet walau uangnya mepet ga untuk “Agak sulit.. sulit banget - “Sulit banget..” mempertaruhkan..” engga, agak sulit iya.. (Maggie, 109) (Pika, 243-244) karena, ya itu kalo - “Udah, tapi tetep aja misalnya ada barang yang ga bisa ngendaliin.. aku suka terus aku ada apalagi klo aku udah  Belanja yang tidak tercapai sebagai duitnya padahal budget naksir banget.. motivasi belanjaku udah habis rasanya pengen beli “Yah.. seakan-akan mau kadang aku hajar gitu.. ya aja..” (Maggie, 113menggapai bintang gtu.. ampun, ini udah lama aku 114) gimana sih.. incer jadi sayang banget - “Pernah.. hehe.. kalo dilewatin.. ya gitu, waktu itu udah Tapi pernah kaya gitu? Pernah..” (Pika, 120tapi tetep bisa ke kontrol deket-deket akhir -

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 131)  Memaksakan membeli walau uangnya mepet “Kayaknya sih.. sampe sekarang sih cukupcukup aja kok.. tapi jujurnya sih, harusnya ga cukup..” (Pika, 205206) Konformitas gitu kadang, tapi agak tidak ke kontrol juga.. 5050 lah..” (Wieana, 206210)  Membeli baju agar  Ke mall karena terlihat konform konformitas “Wow.. berasa jumawa.. “.. ya selayaknya wanitaBerasa kaya alay “hei wanita gitu kan, suka ke hei.. gimana sepatunya” mall gitu.. rasanya pengen haha.. ya engga sih ke mall..” (Wieana, 12maksudnya ya Cuma.. 13) gimana ya.. kalo tementemen di kampus kan  Membeli baju agar terlihat temen-temen orang kaya konform semua.. berasanya ya “..selayaknya mbak-mbak biasa.. (Pika, 101-106) cantik..” (Wieana, 177178) bulan, duitku mepet banget, trus jalan ma temen ke mall, dicoba ehh.. bagus banget.. akhirnya tetep kubeli..” (Maggie, 146-147) -  Membeli baju agar terlihat konform - “..tapi kayaknya lebih karena pengaruh lingkungan..” (Precia, 62-64) - “..terus yang terutama itu kalo temen-temen pada punya, trus aku jadi pengen..” (Precia, 77-78) - “Klo yang vintage sih pede-pede aja karena kan cukup banyak yang pake

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 itu..” (Precia, 226) Rasional  Membeli barang yang  Membeli barang yang  Membeli barang yang  Membeli barang yang harganya terjangkau harganya terjangkau harganya terjangkau harganya terjangkau “Satu faktor adalah “..dan itu ternyata “Emm.. biasa aja.. “..banyak malah nemu harganya terjangkau..” harganya juga masih senang aja.. soalnya aku beberapa yang bagus, (Pika, 59) apa.. bisa dijangkau oleh bakal dapet barang yang cuma mahal..” (Precia, dompetku.. ya udah aku butuhin dengan 14) beli..” (Wieana, 63-64) harga murah.. mungkin  Mementingkan kualitas pas desel-deselan emang  Belanja untuk kebutuhan daripada merek pusing ya, tapi setelah “Bukannya merek tuh  Mementingkan kualitas “..nyari krim buat dapet itu yang bikin menjamin kualitas? daripada merek mositurizer itu, kalo itu seneng.. puas..” Lebih pentingnya sih “Emm..gini, kalo aku kan emang aku lagi (Maggie, 132-134) kualitas..kalo berintinya sih aku ga butuh kan..” (Precia, 20) merek ga da terpaku sama merek.. kualitasnya buat jadi kalo misalnya aku  Mementingkan kualitas apa..”, “Gini-gini.. ketemu barang, aku daripada merek misalnya merek yang suka, ada duit ya beli.. “Emm.. kalo merek sih terkenal tuh kan guess.. entah itu merek atau ga terlalu ya, yang biasanya kan ceweengga gitu.. dan kalo penting kualitas.. cewe tuh kan pake tas kualitas sih terkadang soalnya banyak barang guess, sepatu guess aku perhatiin gitu.. yang merek nya ga tapi itu ga ada misalnya kalo kaya terkenal tapi kualitasnya kualitasnya.. ga suka..” sepatu gitu aku liat ga kalah sama yang (Pika, 231-238) harganya segini terus merek..”, “Pilih yang ga aku liat bahannya, ber-merek.. kalo bisa kualitasnya, bakal awet beli murah dengan ga ya.. terus kalo kualitas sama, buat apa

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Affect  Belanja untuk mengisi waktu senggang  Belanja sebagai hal seru  Belanja sebagai kegilaan  Belanja sebagai pelampiasan stress/ bad mood/ sedih.  Belanja sebagai pengorbanan  Belanja yang tidak tercapai sebagai motivasi  Memaksakan membeli walau uangnya mepet  Membeli baju agar terlihat konform  Membeli barang yang harganya terjangkau harganya kemahalan tapi aku pegang bahannya kok kayaknya jelek gitu, ya itu juga ga akan kubeli gitu..” (Wieana, 181-186) beli yang mahal..” (Maggie, 180-186)  Belanja untuk mengisi waktu senggang  Belanja sebagai kegilaan  Belanja sebagai surga dunia  Belanja sebagai rejeki  Tidak mampu menahan keinginan belanja = memalukan  Belanja sebagai pelampiasan stress/ bad mood/ sedih.  Belanja yang tidak tercapai sebagai motivasi  Memaksakan membeli walau uangnya mepet  Ke maal karena konformitas  Membeli baju agar terlihat konform  Belanja untuk mengisi waktu senggang  Belanja sebagai hal seru  Belanja sebagai kegilaan  Berbelanja jika ada uang  Belanja sebagai pelampiasan stress/ bad mood/ sedih.  Belanja sebagai pengorbanan  Memaksakan membeli walau uangnya mepet  Membeli barang yang harganya terjangkau  Mementingkan kualitas daripada merek  Belanja untuk mengisi waktu senggang  Belanja sebagai hal seru  Belanja sebagai pelampiasan stress/ bad mood/ sedih.  Belanja yang tidak tercapai sebagai motivasi  Memaksakan membeli walau uangnya mepet  Membeli baju agar terlihat konform  Membeli barang yang harganya terjangkau  Belanja untuk kebutuhan

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86  Membeli barang yang harganya terjangkau

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 3. Pemilihan Barang Remaja Putri Terhadap: Trend, Kecocokan diri dengan barang dan Relasi teman sebaya Pika Trend Wieana Maggie Precia  Suka dengan modelnya  Suka dengan modelnya  Suka dengan modelnya  Suka dengan modelnya - “…model flat - “Karena aku suka - “Emm..bagus aja.. - “...modelnya lucu kan shoes..itu kalo aku ga modelnya lucu..gitu.. suka..” (Maggie, 61) baju-bajunya..modelsuka mau dia bagus..” (Wieana, 44) model korea gitu.. boooming kaya pokoknya beda deh  Media social sebagai gimana juga aku ga  Sedang trend sama toko-toko baju pemberi info suka..” (Pika, 142yang lain.. unik - “Emm..ini apa.. - “Emm..kebanyakan sih 143) banget.. “ (Precia, 11motifnya lucu.. terus dari internet..” (Maggie, 12) juga ya emang lagi 80) “...aku liat modelnya, pengen punya baju  Media social sebagai kalo emang modelnya pemberi info motif itu.. gitu.. Ya itu  Merasa fashionable lucu atau unik aku beli - “…biasanya sih dapet juga lagi nge-trend - “…bangga juga gitu biasanya..” (Precia, info diskon..”, (Pika, sih..maksudnya lagi.. bisa pake barang yang 30-31) 147-148) apa.. lagi hip banget up date dan ga terkesan - “...yang pertama liat - “Majalahnya beda..” modelnya eh itu.. ketinggalan modelnya dulu..” (Pika, 167) motifnya.. terus jaman..”(Maggie, 67-68) (Precia, 36) - “Majalah yang di modelnya juga..” “Iya, terutama Korean kasih dari mall itu (Wieana, 56-62) Style, karena aku lho..klo jd member sukanya emang yang gitu..” (Pika, 170)  Media social sebagai modelnya lucu-lucu - “Diskon, produk pemberi info korean style kan yang terbaru gitu..sama - “Majalah, sama modelnya imut-imut fasilitas-fasilitas mall internet..tapi paling banget..” (Precia, 73yang terbaru apa.”. sering majalah sih..”

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 (Pika, 173) (Wieana, 155) 74)  Media social pemberi info - “Biasanya internet..” 112) sebagai dari (Precia, Kecocokan  Cocok dipakai  Cocok dipakai  Cocok dipakai  Cocok dipakai - “Kayaknya sih cocok - “...terus aku coba - “…karena temenku - “..bisa netral lah, pake diri dipake..”; (Pika, 56) juga ternyata pas bilang bajuku mulai apapun masuk..” - “…kalo dipake dibadan ya udah banyak yang girlie, jadi (Precia, 18) cocok..soalnya kan beli..” (Wieana, 62tas yang vintage lebih - “...netral lah di pake mencari-cari kalo kita 63) cocok dari pada yang kemana-mana, aman belanja, kalo aku - “Sering aku ikutin, satunya..”(Maggie, 29bagus...” (Precia, 35) belanja itu mencari cuma aku liat-liat 30) - “...saya seneng sama yang cocok sama juga sama ini..karena - “Lumayan..tapi aku update-update image gitu..” (Pika, aku menganggapnya pilih-pilih juga, jadi ga fashion, Cuma aku 59-61) gini lho.. ga semua semua fashion terbaru lebih milih yang cocok - “(diam sejenak) Fashion tuh kan aku pakai.. aku tetep buat kupake..” kayaknya sih ga pantes dipake sama pilih-pilih yang sesuai (Precia, 50-51) begitu.. karena.. kalo orang.. maksudnya sama aku..”, “Emm.. - “...beli barang karena aku sih ga ngeliatin sama bentuk tubuh lumayan sih.. aku cukup modelnya lucu dan cewek-cewek pada kita.. jadinya aku juga ngikutin, tapi yaitu, yang cocok sama aku..” pake baju kaya liat-liat.. misalnya penting cocok sama (Precia, 61) gimana gitu.. Cuma kaya lagi Fashion nya aku..” (Maggie, 72-77) - “...kalo cocok sama ngeliat aja apa yang lagi modelnya hot aku langsung

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 cocok buat aku..” (Pika, 135-137)  Merasa trend tertentu tidak cocok dengan diri - “…sedangkan bajubaju cewe jaman sekarang kan yang girlie-girlie..gitu..” (Pika, 61-62) pants banget gitu.. lha aku kan pahanya besar, ga mungkin aku ikutin.. jadi aku ngikutin yang sesuai dengan aku dan nyaman di aku..” (Wieana, 139-145) - - - - kubeli..”(Precia, 66) “..Iya, yang sesuai sama aku banget..” (Precia, 77) “...aku selalu nyari yang cocok buat aku..” (Precia, 133) “Lucu, kalo di coba ternyata bagus..gitu..” (Precia, 149) “...aku kan kalo udah liat trus cocok suka beli..” (Precia, 204)  Sesuai mood - “...kriteriaku yang lain kusesuaikan sama mood, jadi misalnya kalo aku lagi pengen baju yang simple yang gampang buat jalanjalan itu aku biasanya milih yang simple..” (Precia, 31-33) - “..keinginannya tuh sesaat.. jadi ada saatnya aku pengen

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 nyari-nyari boots.. trus besok-besoknya udah engga.. udah kaya biasa aja..” (Precia, 93-94)  Merasa trend tertentu tidak cocok dengan diri - “Nah itu dia! Hahaha! Orang ngeliatin! Tapi sebenernya ada juga sih beberapa orang yang pake boot..Jadi aku..jadi aku tidak pantas.. haha.. pake itu..” (Precia, 84-88) Relasi teman sebaya  Sebagai teman belanja - “Biasanya sih..apa ya.. beda-beda sih kalo lagi pergi sama temen ya sama temen.. bisaanya sih kalo dulu sama sepupu.. tapi dia habis melahirkan jadi kadang-kadang sama  Pemberi saran  Sebagai teman belanja - “…setelah diskusi - “..sama temen..” (168) panjang lebar dan hebat sama temenku…”  Pemberi saran (Maggie, 28) - “...teman saya - “Iya, biasanya gitu..aku langsung bilang lebih nyaman kalo ada “kering-keringnya temennya, jadi ada yang langsung ilang..” bisa dimintain (Precia, 25) pendapat..” (Maggie,

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 temen, kadangkadang sendiri..” (Pika, 187-189) Affect       Suka dengan modelnya Media social sebagai pemberi info Cocok dipakai Merasa trend tertentu tidak cocok dengan diri Sebagai teman belanja Merasa trend tertentu tidak cocok dengan diri 159-160)  Suka dengan modelnya  Sedang trend  Media social sebagai pemberi info  Cocok dipakai  Suka dengan modelnya  Media social sebagai pemberi info  Merasa fashionable  Cocok dipakai  Pemberi saran  Teman sebagai sumber info fashion - “..terus dia ngasih tau aku tempat belinya dimana..” (Precia, 65) - “..temen..” (Precia, 112)  Suka dengan modelnya  Media social sebagai pemberi info  Cocok dipakai  Sesuai mood  Sebagai teman belanja  Pemberi saran  Teman sebagai sumber info fashion  Merasa trend tertentu tidak cocok dengan diri

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 C. Analisis Keseluruhan Partisipan Pengalaman yang dituturkan oleh ke-4 subjek merupakan pengalaman terbaru subjek atau pengalaman terakhir kalinya subjek berbelanja. Dengan menceritakan pengalaman terakhir berbelanja tersebut, diharapkan subjek bisa mengingat dengan jelas perasaan-perasaan dan dinamika yang terjadi saat berbelanja tersebut. Peneliti juga menggunakan Analisis Fenomenologi Interpretatif dalam menganalisis data yang telah didapat dari ke-4 partisipan. Peneliti menggunakan metode AFI ini karena peneliti ingin menganalisis secara detail bagaimana para partisipan mempersepsikan dan memahami dunia belanja yang dialaminya dan peneliti dapat meneliti lebih jauh wilayahwilayah menarik dan penting yang muncul dari para partisipan (dalam Smith, 2009). Peneliti membagi tiga tema besar tentang bagaimana partisipan menghayati dunianya, diantaranya: Proses belanja (awal, saat dan akhir), Pemahaman belanja, dan Pemilihan barang remaja putri: Trend, Kecocokan diri dan teman sebaya. Dan dalam tema besar tersebut terdapat sub-sub tema kecil yang akan mengungkap pengalaman-pengalaman para partisipan dengan lebih jelas dan spesifik. 1. Proses Berbelanja Partisipan Dari empat partisipan, seluruhnya mengacu bahwa mereka tertarik dengan barang. Dua partisipan mencoba barang sebelum membeli dan bingung saat memilih barang yang akan dibeli. Seluruh partisipan mempertimbangkan barang yang akan dibeli. Tiga partisipan mengacu 92

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 bahwa kegiatan belanjanya dilakukan secara mendadak. Seluruh partisipan mengakui bahwa mereka merasa senang setelah membeli barang yang mereka inginkan, namun disaat yang sama juga ada perasaan menyesal. Tiga partisipan merasa puas setelah membeli. Tiga partisipan mengatakan jika mereka tidak bisa membeli barang yang mereka inginkan, mereka biasanya pasrah. Seorang partisipan kepikiran atau terus dibayangi oleh barang yang tidak bisa dibeli. Dua partisipan mengaku akan mencari pengganti barang yang tidak bisa dibeli. Seorang partisipanmengaku merasa tidak nyaman menggunakan barang tertentu. 2. Pemahaman Belanja Seluruh partisipan mengacu bahwa stimulus belanja muncul saat mereka memiliki waktu senggang sebagai pengisi waktu dan memahami belanja sebagai kesenangan (excited) yang akan terus diulangi hingga menjadi kecanduan pada kesenangan (excited). Tiga dari empat partisipan mengemukakan bahwa belanja merupakan hal yang seru.Tiga partisipan memahami belanja sebagai kegilaan. Satu partisipan memahami bahwa belanja merupakan surga dunia, rejeki yang sayang jika ditolak. Seorang partisipan memaknai ketidakmampuan menahan keinginan belanja sebagai hal yang memalukan dan memaknai belanja karena memiliki uang. Tiga dari empat partisipan juga memahami belanja sebagai pelampiasan stress. Dua dari empat partisipan berbelanja dalam keadaan bad mood/ sedih. Dua dari empat partisipan juga memahami belanja sebagai pengorbanan yang

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 bertujuan untuk suatu pencapaian. Tiga partisipan memahami belanja mereka yang tidak tercapai sebagai motivasi. Seluruh partisipan juga cenderung akan memaksakan membeli uangnya tidak cukup atau mepet. Para partisipan juga memahami belanja sebagai konformitas. Seorang partisipan pergi ke mall karena teman sebayanya juga ke mall atau sebagai konformitas. Tiga dari empat partisipan mengaku bahwa mereka membeli baju agar terlihat konform dengan teman sebaya dan lingkungannya. Seluruh partisipan berpikir rasional dalam memaknai kegiatan berbelanjanya seperti membeli barang yang masih bisa dijangkau oleh mereka dan mementingkan kualitas daripada merek. Seorang partisipan membeli barang yang memang dia butuhkan. 3. Pemilihan Barang Remaja Putri Terhadap: Trend, Kecocokan diri dengan barang dan Relasi teman sebaya Pemilihan barang remaja putri terhadap Trend, dapat dilihat dari seluruh partisipan remaja putri yang membeli suatu barang karena suka dengan modelnya.Satu dari empat partisipan mengaku bahwa mereka memilih barang karena sedang trend.Seluruh partisipan remaja putri juga menjadikan media sosialsebagai pemberi info-info fashion terbaru.Satu dari empat partisipan mengaku bahwa mereka memilih barang karena dipengaruhi oleh perasaan fashionable saat memakainya. Pemilihan barang remaja putri juga dipengaruhi oleh kecocokan diri dengan barang yang akan dibelinya, dan seluruh partisipan remaja putri akan memilih barang

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 yang cocok dipakai. Dua dari empat partisipan mengaku bahwa trend tertentu tidak cocok dengan diri mereka dan memilih barang sesuai dengan mood. Relasi dengan teman sebaya juga berpengaruh dalam pemilihan barang. Dua dari empat partisipan mengaku bahwa mereka memiliki teman belanja dan menjadikan teman sebaya tersebut sebagai pemberi saran sebelum membeli.Seorang partisipan juga menganggap bahwa teman belanja merupakan sumber info up date fashion terbarunya. D. Pembahasan Proses belanja remaja putri berawal dari ketertarikan pada barang saat berjalan-jalan di suatu pusat perbelanjaan lalu mencoba barang yang membuat mereka tertarik itu sebelum memutuskan untuk membeli dan melihat apakah cocok dipakai. Namun, barang yang ditaksir mereka tidak hanya satu bahkan sangat banyak hingga mereka bingung memilih barang yang akan dibeli. Karena ingin membeli semua barang yang mereka sukai namun tidak bisa, maka mereka mempertimbangkan barang yang akan dibeli dengan melihat model yang tahan lama, awetnya barang dan harga yang sesuai dengan barangnya. Akhirnya, partisipan remaja putri berbelanja secara mendadak dan tidak terencana dimana saat mereka melihat suatu barang dan tertarik, mereka cenderung membelinya. Partisipan remaja putri mengakui bahwa mereka merasa senang setelah membeli barang yang mereka inginkan itu, namun disaat yang sama juga ada perasaan menyesal seperti uang para

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 partisipan habis atau menyesal karena membeli barang memakai uang orang tua. Partisipan remaja putri juga memiliki perasaan puas setelah membeli walau terkadang merasa tidak nyaman menggunakan barang tertentu dilingkungan yang berbeda. Misalnya saja jika menggunakan barang yang dibeli di depan teman yang kaya dia akan merasa biasa saja, namun jika dia memakai didepan teman yang biasa saja atau tidak kaya dia akan merasa tidak nyaman. Hal ini senada dengan pernyataan Santrock (2002) yang menyatakan bahwa remaja meniru sikap, tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan karena tekanan yang nyata dimana partisipan merasa nyaman menggunakan barang yang dibelinya sesuai dengan tempat bergaul atau komunitasnya. Partisipan ingin diterima oleh komunitasnya, karena itulah partisipan menyesuaikan cara berpakaiannya dan berkonformitas. Jika partisipan remaja putri tidak bisa membeli barang yang mereka inginkan, mereka biasanya pasrah dan menganggap bahwa belum jodoh dengan barang itu dan bahkan terkadang kepikiran atau terus dibayangi oleh barang yang tidak bisa dibeli itu dan akan mencari pengganti barang yang tidak bisa dibeli. Cara remaja putri memahami kegiatan belanjanya dapat dilihat dari bagaimana cara partisipan remaja putri mengisi waktu, yaitu dengan berbelanja. Seluruh partisipan remaja putri mengacu bahwa stimulus belanja muncul saat mereka memiliki waktu senggang ditengah kesibukan mereka. Dan ketika mereka sedang ada waktu senggang inilah mereka cenderung mengisinya dengan berbelanja. Partisipan remaja putri

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 juga memahami belanja sebagai kesenangan (excited) yang akan terus diulangi hingga menjadi kecanduan pada kesenangan (excited). Peneliti menemukan suatu fakta yang lebih spesifik dimana belanja merupakan hal yang seru yang dirasakan oleh partisipan remaja putri. Peneliti juga menemukan bahwa partisipan remaja putri memahami belanja sebagai kegilaan yang dapat diartikan sebagai kesenangan yang tak terhingga hingga didefinisikan “gila” oleh partisipan remaja putri. Partisipan remaja putri juga memahami bahwa belanja merupakan surga dunia dan rejeki yang sayang jika ditolak. Partisipan remaja putri akan merasa malu saat menginginkan suatu barang yang pada akhirnya membuat partisipan membeli dan tidak mampu menahan keinginan belanjanya. Partisipan remaja putri juga memaknai belanja karena memiliki uang yang akhirnya berbuntut menjadi boros dan baru berhenti jika uangnya sudah mepet. Kebiasaan boros ini pernah dilakukan partisipan remaja putri saat dia memiliki uang yang banyak dan menghabiskannya hanya dalam waktu sebulan. Partisipan remaja putri juga mengartikan dan memahami belanja sebagai pelampiasan stress dan meyakini bahwa cara ini adalah cara efektif untuk mengatasi rasa stress mereka dan mereka akan mendapatkan kenyamanan dengan cara itu. Mereka juga mengatakan bahwa kegiatan belanjanya dilakukan dalam keadaan bad mood/ sedih. Hal ini senada dengan pernyataan Kanner dan Kasser (2004) bahwa seseorang akan menjadi lebih materialistik saat mereka merasakan keadaan lingkungan yang tidak mendukung kebutuhan

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 dasar psikologis mereka seperti stress yang tidak memberikan rasa aman dan nyaman bagi para partisipan, dimana mereka akan lebih mengadaptasi tampilan materialistik sebagai kompensasi dari perasaan ketidakamanannya tersebut. Sehingga, jika perasaan tidak aman itu muncul kembali, mereka akan mengulang stimulus yang sama yang sudah membuat mereka merasa aman dimana dalam kasus ini partisipan memahami belanja sebagai perasaan aman. Keadaan tempat belanja yang terlalu ramai juga bisa membuat partisipan merasa stress. Beberapa partisipan remaja putri tidak suka keadaan ramai saat belanja dan lebih memilih untuk menghindar dari tempat itu karena mereka malah akan bertambah stress. Namun ada juga partisipan remaja putri yang tidak keberatan dengan tempat berbelanja yang ramai karena mereka akan mendapatkan barang yang mereka inginkan. Partisipan remaja putri juga memahami belanja sebagai pengorbanan yang bertujuan untuk suatu pencapaian. Pengorbanan disini lebih diartikan sebagai pengorbanan uang, waktu dan tenaga. Dan jika partisipan remaja putri tidak bisa membeli barang yang diinginkan, mereka akan memotivasi diri agar suatu saat bisa membeli barang itu dengan cara bekerja dan mengumpulkan uang terlebih dahulu. Partisipan remaja putri juga akan memotivasi dirinya dengan cara merencanakan belanja berikutnya di tempat dimana mereka melihat barang itu supaya bisa membelinya. Seluruh partisipan remaja putri juga cenderung akan

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 memaksakan membeli suatu barang yang sudah mereka sukai walaupun uangnya tidak cukup atau mepet. Pemahaman seperti ini mirip polanya seperti Materialistic Value Orientation (MVO), dimana isinya lebih mengacu pada tujuan (aims), kepercayaan (belief), dan ambisi (goals) (dalam Kasser & Kanner, 2004). Para partisipan sudah memiliki kepercayaan bahwa sangat penting mengejar tujuan yang berhubungan dengan materi, kemakmuran dan kenyamanan yang akan membuat partisipan memiliki kebahagiaan tak terkira (dalam Fromm, 1987). Partisipan remaja putri juga memahami belanja sebagai konformitas. Sebagai contoh, partisipan remaja putri pergi ke mall karena teman sebayanya juga ke mall dan membeli baju agar bisa membaur dengan teman sebaya dan lingkungannya. Hal ini dilakukan karena partisipan yang masih remaja akan mementingkan bagaimana mereka dilihat oleh teman sebayanya karena remaja seusia mereka cenderung menyukai orang yang sama dengan mereka dan sulit untuk menerima orang yang berbeda dengan mereka (dalam Kasser & Kanner, 2004) sehingga terciptalah konformitas sebagai suatu hasil dari tekanan yang nyata / riil maupun yang mungkin hanya mereka bayangkan (dalam Santrock, 2002). Pada remaja putri yang juga merupakan partisipan dari penelitian ini, secara tidak langsung dituntut untuk memiliki kemampuan memanfaatkan tubuh diantaranya keterampilan untuk mendandani tubuh sehingga menarik perhatian (Christina, 2009) dan berpakaian yang menunjukkan kecirian suatu grup (Kasser & Kanner, 2004). Namun lepas

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 dari semua itu, partisipan remaja putri yang begitu merajakan belanja masih berpikir rasional dalam memaknai kegiatan berbelanjanya, diantaranya mereka membeli barang yang masih bisa dijangkau oleh mereka (keterjangkauan tiap partisipan berbeda sesuai dengan kemampuan mereka), lebih mementingkan kualitas daripada merek dan membeli barang yang memang dibutuhkan saat itu meskipun terkadang berlebihan. Keterkaitan diri partisipan remaja putri terhadap Trend, dapat dilihat dari partisipan remaja putri yang menyukai model suatu pakaian dan memiliki keterkaitan dengan barang yang sedang trend. Partisipan remaja putri juga menjaga keterkaitan mereka terhadap dunia belanjanya dengan cara meng-up-date info-info fashion terbaru dari media sosial sebagai sumber infonya. Keterkaitan partisipan remaja putri dengan trend juga membuat remaja putri merasa fashionable saat memakainya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Richins (1992) yang mengatakan bahwa pesanpesan konsumtif ditemukan di kultur populer seperti media massa dan lingkungan teman sebaya. Pemilihan barang remaja putri dilihat pada Trend. Seluruh partisipan remaja putri mengaku bahwa mereka memilih barang karena menyukai modelnya dan sedang trend. Partisipan remaja putri juga memilih barang sesuai dengan kecocokan diri mereka. Seluruh partisipan remaja putri menilai kecocokan diri mereka dengan barang fashion saat mereka melihat barang fashion itu cocok dipakai. Namun, ada beberapa partisipan remaja putri yang merasa trend tertentu tidak cocok dengan diri

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 mereka, contohnya merasa tidak cocok dengan jenis fashion yang terlalu feminim. Santrock (2007) menyatakan bahwa remaja biasanya diahadapkan pada berbagai peran dan bereksperimen dengan peran-peran itu untuk mencari identitasnya dan menemukan self-image mereka, dimana selain memilih fashion yang mereka sukai, para partisipan mencari juga dan mencocokan jenis fashion mereka sesuai dengan self-image sesuai dengan yang dia bayangkan. Partisipan remaja putri juga mengaitkan kegiatan belanjanya dengan mood-nya dan mengatakan bahwa kegiatan belanjanya disesuaikan dengan mood fashion tertentu yang sedang dia rasakan saat itu. Pemilihan barang partisipan remaja putri juga dipengaruhi oleh relasi dengan teman sebaya dimana teman sebaya merupakan teman atau partner dalam dunia belanjanya dan sebagai pemberi saran yang penting perannya sebelum mereka membeli barang. Mereka juga menganggap bahwa teman sebaya mereka merupakan sumber info untuk up date fashion terbarunya.

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Pengalaman belanja partisipan berawal saat partisipan tertarik pada suatu barang. Setelah tertarik, partisipan mencoba barang yang disukai dan bingung mau memilih yang mana karena barang yang disukai partisipan lebih dari 1. Partisipan lalu mempertimbangkan barang yang akan dibeli dan jadi belanja secara mendadak karena tidak terencana. Meskipun mendadak, partisipan merasa puas dan senang walaupun ada penyesalan didalamnya. Jika partisipan tidak bisa membeli barang yang diinginkan, mereka akan pasrah dan terbayang-bayang atau memikirkannya dan mencari pengganti barang lain. Partisipan juga merasa tidak nyaman jika memakai barang yang terlalu mahal didepan teman yang biasa saja. Partisipan memahami belanja sebagai pengisi waktu senggang. Partisipan juga memahami belanjanya sebagai kesenangan (excited) yang membuat partisipan terus mengulangi hingga menjadi kecanduan dan menjadi “gila”. Partisipan memahami belanja sebagai surga dunia dan rezeki karena ada uang saat belanja. Partisipan juga merasa malu jika tidak bisa menahan keinginan belanjanya. Selain itu, partisipan juga belanja untuk melampiaskan rasa stres-nya dan tidak suka jika belanja di tempat yang ramai karena akan menambah stres. Partisipan memahami juga memahami belanjanya sebagai pengorbanan yang merupakan pencapaian yang membutuhkan pengorbanan.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Jika tidak bisa membeli barang yang diinginkan, partisipan akan memotivasi dirinya suatu saat akan membelinya atau memaksakan membeli barang itu meskipun uangnya mepet. Belanja juga dipahami partisipan sebagai konformitas dimana partisipan membeli baju dan pergi ke mall agar terlihat sama dengan temannya. Namun, partisipan memahami belanjanya secara rasional dimana partisipan membeli barang yang harganya terjangkau dan lebih mementingkan kualitas daripada merek. Partisipan juga berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Partisipan juga memilih barang berdasarkan trend, kecocokan diri dengan barang dan relasi dengan teman sebayanya. Partisipan membeli berdasarkan trend pada suatu barang yang dilihat dari modelnya dimana hal itu akan membuat partisipan merasa fashionable. Media sosial juga menjadi pendukung sebagai sumber info fashion yang didapatkan para partisipan untuk memperbaharui koleksi-koleksinya. Kecocokan diri partisipan dengan barang yang dibelanjakan agar cocok dipakai dan membeli barang yang sesuai dengan moodnya juga berperan penting dalam pemilihan belanja partisipan karena terkadang partisipan merasa trend tertentu tidak cocok dengan dirinya. Dan terakhir, peran teman dalam pemilihan belanja partisipan juga penting. Partisipan menganggap relasi teman sebaya saat belanja sebagai teman belanja yang juga bisa memberikan saran untuk memilih barang yang akan dibeli dan sebagai sumber fashion terbaru untuk memperbaharui koleksinya.

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 B. Saran 1. Bagi Para Maniak Belanja Mulailah mencari kegiatan lain yang sifatnya positif yang sama menyenangkan (excited) dengan kegiatan belanja anda. Jika anda sudah menemukan, lakukan dan perdalam kegiatan tersebut, sehingga jika gejala keinginan belanja anda muncul, anda bisa mengalihkannya ke kegiatan baru yang sudah anda temukan tadi. 2. Bagi Peneliti Lain Penelitian ini menggunakan partisipan sebanyak 4 orang, namun akan lebih baik jika penelitian selanjutnya dilakukan penambahan jumlah partisipan dan mengambil partisipan selain remaja putri bahkan dari setiap lapisan usia agar data mengenai pengalaman berbelanja lebih kaya dan pengalaman belanja dari tiap generasi bisa digali. 3. Saran bagi orang tua - Berdasarkan hasil penelitian yang melakukan kegiatan belanja biasanya sedang stres dan menjadikan belanja sebagai pelampiasan, maka dari itu diharapkan orang tua bisa memberikan perhatian lebih kepada putrinya seputar keseharian anaknya dan menjalin komunikasi yang terbuka dan nyaman bagi putri anda sehingga mereka tidak malu-malu dan sungkan bertanya atau bercerita mengenai masalahnya.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 - Memberikan pengawasan namun tidak terlalu mengikat, sehingga remaja putri tetap bisa menggali diri tanpa merasa dikekang. Selain itu diharapkan dapat mendampingi aktifitas mereka, menunjukkan beragam kegiatan lain yang menarik serta tujuannya, dan mengolah atau menggali potensi diri agar mereka menemukan identitas dirinya. Pengawasan pergaulan juga harus dilakukan agar partisipan memperoleh komunitas yang sesuai dengan dirinya sehingga tujuan konformitas menjadi positif dan membangun diri.

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 DAFTAR PUSTAKA Abidin, Z. (2007). Analisis Eksistensial Sebuah Pendekatan Alternatif untuk Psikologi dan Psikiatri. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Abrahamson, P.R., & Inglehart, R. (1995).Value Change In Global Perspective. Ann Arbor: University of Michigan Press. Allport, G.W. (1963). Pattern and Growth in Personality. New York. Holt, Rinehart and Winston Inc. Anggit.(2010). Jangan Habiskan Uang Anda.Edisi 35.Jakarta: Majalah Excellent. Cloninger, S. (2004). Theories of Personality: Understanding Persons 4th Edt. New Jersey. Pearson Prentice Hall. Collins.(2003). Collins Concise Dictionary & Thesaurus. Glasgow: Harper Collins. Creswell, J.W (2012). Research Design : Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Edisi tiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Dacey & Kenny (1997). Adolescent Development. Second Edt. United States of America: Times Mirror Higher Education Group, Inc. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1995). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. Departemen Pendidikan Nasional (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa (Edisi ke-empat). Jakarta : Gramedia Pustaka Fromm, E (1987). Memiliki dan Menjadi. Terjemahan oleh Soesilohardo, F. 1987. Jakarta: LP3ES. Handayani, C.S. (2009). Gambaran Identitas Diri Dalam Budaya Konsumsi (Survei pada Wanita Muda Perkotaan Yogyakarta). Jurnal Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Kasser, T and Kanner, A.D (2004) Psychology and Consumer Culture (The Struggle for a Good Life in a Materialistic World). Washington D.C: American Psychological Association. Koesworo, E. (1987). Psikologi Eksistensial Suatu Pengantar. Bandung: PT Eresco.

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Kurniawan, S. (2010). Orang Muda Ingin Kebersamaan Keluarga. [Online]. http://the-marketeers.com/archives/orang-muda-ingin-kebersamaankeluarga.html#.Ujm3jD8YMs4 (Akses 29 Oktober 2012) Kurniawati, M. (2009). Kelompok Acuan Remaja: Faktor Konsumsi Produk Food Supplement. Phronesis Jurnal Ilmiah psikologi Industri dan Organisasi 2009 Vol. 11, No. 1 Lina & Rosyid (1997). Perilaku Konsumtif Berdasarkan Locus of Control pada remaja Putri. Jurnal Psikologika Ed. 4, th. II. Universitas Gajah Mada. Moci, Ms. (2012). CiriCara: Cara Berpenampilan Ala Bintang Korea. [Online]http://ciricara.com/2012/09/07/ciricara-cara-berpenampilanala-bintang-korea/ (akses 16 Juni 2014) Moleong, L.J. (2006). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mtstcil. [Online]. Self-Image. http://www.mtstcil.org/skills/image-1.html. (Akses 14 Agustus 2014) Oktaviani, K. (2012). Ini Barang-Barang Yang Buat Wanita Gila Belanja. [Online] http://wolipop.detik.com/read/2012/05/25/080845/1924344/1141/inibarang-barang-yang-buat-wanita-gila-belanja (Tanggal akses 16Juni 2014) Papalia, D.E (2008). Human Development (Psikologi Perkembangan). Jakarta: Kencana. Phares, E. J. (1976). Locus of Control in Personality. New Jersey: General Learning. Poerwandari, K. (2005). Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi UI Redaksi Psikologika. (1997). Perilaku Konsumtif Wanita. Jurnal Psikologika Ed. 4, th. II. Universitas Gajah Mada. Rema, D. (2012). 7 Alasan Mengapa Wanita Suka Berbelanja. [Online]. http://wolipop.detik.com/read/2012/08/30/102943/2002919/1141/7alasan-mengapa-wanita-suka-berbelanja (akses 16 Juni 2014)

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Richins, M.L (1995). Social Comparison, advertising and consumer discontent. American Behavioral scientist. American Behavioral Scientist Vol 38 no.4. Santoso, C.S (2010). Tingkat Konsumtif Tinggi, Masyarakat Diminta Menabung. [Online]. http://economy.okezone.com/read/2010/02/15/320/303760/redirect (Akses 29 Oktober 2012) Santrock, J.W (2002). Life Span Development Edisi ke-5 Jilid ke-1. Jakarta: Erlangga. Santrock, J.W (2002). Life Span Development Edisi ke-5 Jilid ke-2. Jakarta: Erlangga. Santrock, J.W (2003). Adolscence Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga. Santrock, J.W (2007). Remaja Edisi ke -11 Jilid 1. Jakarta: Erlangga Sarwono, S.W (2007). Psikologi Remaja (Edisi revisi). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Science Daily. Self Image. [Online]. http://www.sciencedaily.com/articles/s/self_image.htm (Akses 14 Agustus 2014) Smith, J.A. (2009). Psikologi Kualitatif Panduan Parktis Metode Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sumartono, H. (2002). Terperangkap dalam iklan: meneropong imbas pesan iklan televisi. Bandung: Alfabeta. Tambunan, R (2001). Remaja dan Perilaku Konsumtif. [Online]. http://www.epsikologi.com/epsi/individual_detail.asp?id=375 (akses 29 oktober 2012) Willig, C. (2008). Introducing Qualitative Research in Psychology: Adventures In Theory and Method. Edisi Kedua. Berkshire: Open University Press.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 LAMPIRAN

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 INFORMED CONSENT Saya adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang akan melakukan penelitian mengenai budaya konsumerisme dan konsumtifisme pada remaja putri. Dalam rangka proses penelitian ini, saya mohon kepada Anda untuk berpartisipasi menjadi partisipan dalam penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dunia eksistensial para remaja putri yang mengalami budaya konsumersime dan berlaku konsumtif. Adapun pertimbangan saya memilih Anda sebagai partisipan adalah karena Anda memiliki pengalaman dalam berbelanja dan terjun secara langsung dalam mengkonsumsi suatu barang. Guna mencapai kejelasan arah penelitian, Anda berhak untuk mempertanyakan hal-hal yang berkaitan dengan penelitian sebelum berpartisipasi. Pengumpulan data akan dilakukan dengan metode wawancara. Saya akan meminta Anda untuk menjawab pertanyaan terkait dengan proses berbelanja terakhir anda hingga mendapatkan barang yang anda beli. Karena ini merupakan proses menceritakan pengalaman yang terjadi, mungkin Anda harus mengingatingat pengalaman tersebut. Selama proses wawancara berlangsung, saya akan menggunakan digital recorder untuk merekam wawancara. Wawancara akan dilakukan kapanpun Anda merasa nyaman untuk bercerita. Proses wawancara ini akan dilangsungkan dalam durasi secukupnya, sepanjang Anda masih merasa nyaman untuk bercerita. Intensitas wawancara tidap dapat diprediksi hingga pengalaman yang diceritakan telah memadai untuk mencapai tujuan penelitian. Dengan menjadi pertisipan, Anda akan dapat merefleksikan kembali pengalaman Anda dan berbagi pengalaman berharga dan sumbangsih bagi orang lain yang mengetahui pengalaman Anda. Partisipasi Anda juga akan berperan dalam sumbangsih keilmuan dalam disiplin psikologi pada khususnya. Tanda tangan Anda dibawah ini menyatakan bahwa Anda telah memutuskan untuk berpartisipasi dalam penelitian ini namun tidak mengikat keberadaan Anda untuk tetap menjadi partisipan hingga penelitian berakhir. Terima Kasih. Partisipan Penelitian, Peneliti, Partisipan Senggi Handartia N.S

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 NO INTERPRETASI VERBATIM 1 Denger-denger katanya sering belanja ya? 2 Oh iya dong.. TEMATIK 3 4 Itu kalo boleh tau sebulan di jakarta bisa belanja berapa kali? 5 Belanja saat diskon Eh, biasanya sih minimal seminggu sekali.. ga juga sih biasanya sih lebih Diskon 6 menyenangkan (5-6) gila kalo ada diskon.. 7 Belanja yang menggila (5-6) adalah hal yang menyenangkan. (5-6) Belanja sebagai kegilaan (5-6) 8 Terakhir belanja berarti? 9 Awal bulan waktu masih di jakarta.. 10 11 Awal bulan kapan? 12 Juli, bulan juli.. 13 14 Ehh.. belanja apa ya itu? 15 Itu belanja sepatu doang sih, sama rok.. 16 17 18 Oke.. terus bisa diceritain ga waktu belanja sepatu sama rok itu kemarin? Berbelanja karena waktu Jadi niatnya itu cuma ketemu sama temen terus habis itu, dia kan mau Belanja untuk mengisi waktu

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 19 senggang. (18-20) nonton, akhirnya pisah tapi kan masih sore, sore kan bis-nya masih macet senggang. (18-20) 20 Tertarik dengan barang (20-21) nanggung, akhirnya pindah ke mall seberang.. liat sepatu, naksir kan Tertarik dengan barang (20-21) 21 Menimbang barang yang akan sepatunya.. tapi bingung ada 2 yang satu diskon 50 yg satu 30 jadi harganya Menimbang barang yang akan 22 dibeli (21-23) sama ujung-ujungnya.. tapi bingung milih yang mana.. akhirnya ya, udah dibeli (21-23) 23 lama disitu beli aja dua-duanya.. hehe.. 24 25 Itu yang sepatu ya? Kalo roknya? 26 Mengecek harga & menimbang Kalo roknya sih emang keliling-keliling sama temen terus naksir sama rok- Mempertimbangkan barang 27 uangnya cukup atau tidak (27- nya.. emang niatnya mau cek sepatu dulu baru kalo udah, abis berapa kalo sebelum membeli (27-28) 28 28) ada duit baru beli rok-nya.. 29 30 Terus setelah kamu beli sepatu sama rok itu gimana? 31 Perasaan bersalah karena Antara bersalah dan senang sekali.. puas gitu.. Perasaan menyesalsetelah 32 memakai uang orang tua (31) 33 Merasa senang setelah belanja Oh.. bersalahnya gimana? Merasa senang setelah belanja 34 (31) Ya, duit orang tua cuy.. (31) 35 Merasa puas setelah belanja 36 (31) Kalo puasnya gimana? 37 Belanja sebagai kegiatan yang Ya akhirnya dapet sepatu maksudnya kan emang cari-cari sepatu dan Belanja sebagai hal yang seru belanja (31) Merasa puas setelah belanja (31)

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 38 seru (37-38) akhirnya dapet.. seru lah.. (37-38) 39 40 Itu kamu kalo belanja biasanya karena udah direncanain apa belum? 41 Belanja adalah kegiatan Eh.. biasanya sih kalo gitu sih.. kadang karena memang ada rencana.. tapi Belanja secara mendadak (41- 42 mendadak bukan rutinitas (41- rencananya biasanya dadakan.. jadi sama aja.. 43 42) 44 Contohnya? Bisa diceritain? 45 Jadi misalnya nih, kalo ga direncanain itu adalah masa-masa kita ga punya 46 duit.. harusnya mepet nih, tapi ga direncanain malah beli.. kalo di rencanain 47 tuh biasanya ada duit, dan liat-liat ada yang suka baru beli.. jadi tujuannya 48 emang mau liat-liat baru belanja.. 42) 49 50 Oke.. yang bikin kamu tertarik dari baju sama rok yang kamu beli tuh 51 apanya sih? 52 Maksudnya? 53 54 Yang bikin kamu tertarik “ih.. kayaknya aku harus beli itu.. pokoknya aku 55 harus beli itu” itu apanya? 56 Membeli karena cocok dipakai Kayaknya sih cocok dipake.. Cocok dipakai (56), (59-61)

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 57 dan sesuai image (56), (59-61) 58 Ada faktor lain yang buat kamu pengen beli itu? 59 Membeli barang karena Satu faktor adalah harganya terjangkau.. dua, itu kalo dipake cocok.. soalnya Membeli barang yang harganya 60 harganya terjangkau (59) kan mencari-cari kalo kita belanja, kalo aku belanja itu mencari yang cocok terjangkau (59) 61 Menganggap trend saat ini sama image gitu.. sedangkan baju-baju cewe jaman sekarang kan yang Merasa trend tertentu tidak 62 terlalu feminim dan tidak cocok girlie-girlie.. gitu.. 63 dengan diri (61-62) 64 Oke.. terakhir belanja budgetnya abis berapa? 65 Kira-kira 1 juta.. 66 67 Itu untuk 2 barang itu? 68 Tiga.. 69 70 Oh.. itu untuk 2 sepatu dan 1 rok itu? 71 Iya.. 72 73 Kalo belanja-belanja sebelumnya gimana? 74 Belanja sebelumnya yang saya inget itu.. udah lama sih.. yang sampe gede 75 itu sekali belanja sampe 800.. biasanya kan kalo kaya gitu aku belanjanya itu cocok dengan diri (61-62)

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 76 sih.. eceran.. eceran.. satu-satuan atau dua-dua gitu.. jarang kalo sekali 77 belanja langsung banyak gitu.. 78 79 Berarti terakhir kamu belanja kemarin tuh kamu paling banyak ya 80 habisnya? Atau ada yang lain? 81 Bisa dibilang.. ya kalo rata-rata sih.. kalo niat belanja sih antara 500-1 82 jutaan.. 83 84 Oke.. Pas kamu belanja atau kamu memutuskan untuk belanja itu kamu 85 sedang dalam keadaan kaya gimana? Entah itu senang atau sedih atau.. 86 Berbelanja saat senggang (86) Biasa aja sih.. biasa-biasa aja kaya lagi main atau jalan terus belanja.. 87 Berbelanja untuk mengisi waktu senggang (86) 88 Oh.. berarti karena awalnya emang ga niat belanja gitu? 89 Membeli jika tertarik dengan Eh.. sebenernya sih.. gimana ya.. ada niat belanja.. antara ada dan ga.. jadi Tertarik dengan barang (89-90) 90 barang (89-90) tipikal yang kalo ada yang bagus beli.. tapi sih kalo lagi stress belanjanya Belanja sebagai pelampiasan 91 Belanja sebagai pelampiasan lebih gila.. 92 stress (90-94) 93 Oh.. kalo lagi stress? 94 He eh.. kaya melampiaskan.. cara mengatasinya gimana gitu.. stress (90-94)

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 95 96 Oh.. jadi kadang kamu jadikan pelampiasan juga? 97 Iya.. 98 99 Kamu udah beli barang ni, terus kamu pake di depan yah.. teman-teman 100 sebayamu lah.. itu perasaanmu gimana? 101 Merasamelebur atau 102 membaurjika digunakan 103 didepan teman sebaya yang Apa tuh jumawa? Haha.. 104 kaya (101-106) Berasa kaya alay “hei hei.. gimana sepatunya” haha.. ya engga sih Wow.. berasa jumawa.. Membeli baju agar terlihat konform (101-106) 105 maksudnya ya Cuma.. gimana ya.. kalo temen-temen di kampus kan temen- 106 temen orang kaya semua.. berasanya ya biasa.. berasanya ya.. ya udah.. tapi 107 kalo didepan temen-temen yang di jogja itu kan biasanya lebih kurang, Perasaan tidak nyaman (107- 108 Tidak nyaman jika 109 menggunaan di depan teman 110 sebaya yang lebih sederhana Tadi kamu sempet bilang kalo kamu sempet merasa nyesel ya, merasa 111 (107-108) bersalah? dari semua barang itu berapa persen yang kamu merasa rasanya ya malah jadi ga enak.. 108) 112 bersalah itu? 113 Dikit doang paling.. kalo di persenin tuh kira-kira 70% seneng, 30% merasa Merasa senang setelah belanja

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 114 Rasa bersalah yang dikalahkan bersalah.. tapi kalo gitu besoknya atau seminggu setelahnya udah, 100% (113-115) 115 oleh rasa senang (113-115) senang.. jadi lupa merasa bersalahnya.. 116 117 Hahaha.. oh gitu.. oke.. misalnya nih, kamu ngincer barang udah lama 118 gitu.. trus kamu liat barang itu ada tapi pas kamu lagi ga ada duit dan 119 kamu ga bisa beli barang itu.. perasaanmu gimana? 120 Yah.. seakan-akan mau menggapai bintang gtu.. gimana sih.. 121 Keinginan memiliki barang 122 yang terpendam sebagai bom Tapi pernah kaya gitu? 123 waktu (120-131) Pernah.. sebagai motivasi (120-131) 124 125 Menggapai bintang itu kaya gimana sih? 126 Rasanya kaya gini lho.. kaya ngeliat sesuatu yang kamu pinginin Cuma 127 belum mampu.. Cuma mikir jadi kaya bom waktu gitu lho.. pokoknya suatu 128 saat harus bisa kerja sendiri, dapet gaji sendiri dan bisa beli barang itu.. 129 130 Oh, jadiin motivasi ya? 131 Iya.. 132 Belanja yang tidak tercapai

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 133 Ok.. emm.. kamu nilai dirimu sendiri ya, kamu tuh termasuk orang yang 134 update soal fashion ga? 135 (diam sejenak) kayaknya sih ga begitu.. karena.. kalo aku sih ga ngeliatin 136 cewek-cewek pada pake baju kaya gimana gitu.. Cuma ngeliat aja apa yang Memilih fashion yang cocok 137 Menggunakan fashion yang 138 cocok dengan dirinya (135- 139 137) cocok buat aku.. dipakai (135-137) Berarti kalo misalnya ni sekarang lagi model yang vintage-vintage gitu, 140 kamu ga ngikutin itu? 141 Eh.. kalo vintage sih aku emang suka vintage.. maksudnya gini.. pernah ada 142 apa up to date tuh model flat shoes.. itu kalo aku ga suka mau dia boooming Memilih fashion karena suka 143 Tidak suka dengan fashion 144 tertentu walaupun sedang trend 145 (142-143) kaya gimana juga aku ga suka.. dengan modelnya (142-143) Oh.. oke.. oke.. kamu biasanya dapet info-info fashion yang sesuai style 146 kamu dari mana? 147 Biasanya sih ga ada info-info style kaya gimana gitu.. biasanya sih dapet Info fashion didapat dari media 148 Info fashion didapat dari 149 majalah diskon (147-148), 150 (167) , (170), (173) 151 info diskon.. sosial (147-148),( 167), (170), (173) Ohh.. dari diskon ya? Ga pernah dari internet atau majalah gitu? Ga.. soalnya kalo dari internet atau majalah itu ga bisa dicoba kan.. kita ga

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 152 tau.. biasanya sih kalo yang udah kaya gitu tuh, gini lho.. kaya yang dari 153 internet gitu tuh ga bisa dicoba.. kita ga tau itu cocok apa engga walopun Mencoba barang 154 Membeli barang jika sudah keliatannya bagus.. tapi kalo.. kadang-kadang baju yang di mall gitu membeli (153-155) 155 dicoba dan cocok (153-155) keliatannya biasa begitu kita coba bisa cocok banget.. itu yang dicari.. 156 157 Oh.. engga maksudku gini.. eh, waktu kamu liat sepatu di internet itu 158 bagus, terus kamu liat di mall ada yang persis kaya gitu, kamu coba 159 ternyata bagus.. pernah ga? 160 Ga pernah, soalnya yang biasanya aku taksir di majalah ga pernah ada di 161 mall.. 162 163 Oh.. berarti kamu kalo belanja dimana dong? 164 Di mall.. 165 166 Oh.. aku ngerti.. 167 Majalahnya beda.. 168 169 Emang majalah apa sih? 170 Majalah yang di kasih dari mall itu lho.. klo jd member gitu.. sebelum

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 171 172 Isinya apa? 173 Diskon, produk terbaru gitu.. sama fasilitas-fasilitas mall yang terbaru apa.. 174 175 Oh.. kaya yang di amplas itu ya? 176 Ya kaya gitu.. 177 178 Diluar kamu belanja tadi, yang sepatu sama rok itu biasanya kamu 179 belanja apa lagi? 180 Biasanya sih karena aku suka baca.. biasanya sih belanja buku atau alat 181 gambar.. kalo buku sih lebih gila lagi.. 182 183 Tapi kalo untuk fashion rata-rata? 184 Kebanyakan sih baju.. baju atasan.. cardigan.. jaket.. 185 186 Ok.. kamu biasanya belanja sama siapa? 187 Biasanya sih.. apa ya.. beda-beda sih kalo lagi pergi sama temen ya sama Teman belanja(187-189) 188 Biasa berbelanja bersama temen.. biasanya sih kalo dulu sama sepupu.. tapi dia habis melahirkan jadi 189 teman atau sepupu (187-189) kadang-kadang sama temen, kadang-kadang sendiri..

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 190 191 Ok.. emm.. kemarin pas terakhir kamu belanja, perasaanmu pas belanja 192 gimana? Jadi tadi kan kamu cerita proses saat kamu akan dapet sepatu 193 itu.. nah, pas kamu mau mendapatkan sepatu itu gimana? 194 Gimana ya.. jadi dari awalnya bosen kan, terus jalan-jalan.. terus liat sepatu Berbelanja untuk mengisi 195 Berbelanja karena bosan dan rasanya ada sesuatu, tertarik gitu.. ngerti ga? Menemukan sesuatu yang waktu luang (194) 196 mengisi waktu (194) menarik perhatianmu.. tapi kan kaya gitu menimba-nimba.. ini kan Tertarik dengan suatu barang 197 Menemukan hal yang menarik pengorbanan.. duit.. sama hal yang dicapai.. bandingin.. layak ga? Kalo tiba- (194-196) 198 perhatian (194-196) tiba udah mutusin.. setelah itu ya pasti ada perasaan kaya gimana ya.. aduh, Belanja sebagai pengorbanan 199 Mempertimbangkan belanja harusnya beli ga ya.. maksudku.. ngerti kan? 200 karena merupakan pengorbanan 201 (196-197) 202 Menimbang barang yang akan 203 dibeli (198-199) (196-197) Mempertimbangkan Oh.. ya.. aku ngerti.. barang sebelummembeli (198-199) Terakhir ni.. kalo udah diitung-itung ya.. pengeluaranmu sama jatah 204 bulananmu itu, seimbang ga? Atau malah terlalu berlebihan? 205 Kayaknya sih.. sampe sekarang sih cukup-cukup aja kok.. tapi jujurnya sih, Memaksakan membeli walau 206 Memaksakan membeli hingga 207 akhirnya sadar jika uangnya 208 tidak cukup (205-206) harusnya ga cukup.. Terus kamu bisa mencukupinya gimana? uangnya mepet (205-206)

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 209 Ga makan.. hehehe.. 210 211 Serius? 212 Ya palingan ngirit.. untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan kan emang Belanja sebagai pengorbanan 213 Menganggap belanja sebagai 214 pengorbanan (212-213) butuh pengorbanan.. (212-213) 215 Kalo pas kamu lagi jalan gitu kamu ngeliat barang yang pengen kamu 216 beli tapi kamu ga bisa beli perasaanmu gimana? 217 ... (diam sejenak).. maksudnya tuh kaya barangnya tuh baju.. kaya baju.. 218 kenapa ga bisa beli mungkin karena harganya mahal jadi ya udah.. misalnya Pasrah jika tidak bisa membeli 219 Menerima dan harga bajunya 600 tapi bagus.. jadi maksudnya ya udah ga bisa di apa-apain (218-228) 220 pasrah jika tidak bisa lagi gitu.. 221 mendapatkan barang yang 222 diinginkan (218-228) 223 Berarti maksudnya “ya udah” mu tu gimana? Bisa dideskripsikan lagi? Ya udah, maksudnya kaya belom jodoh.. 224 225 Ok.. berarti maksudnya belum jodohnya tuh.. pasrah? 226 Ya maksudnya bisa menerima dengan baik-baik saja, ga gila apa gimana 227 gitu.. kepikiran bentar tapi ya paling ya udah kepikiran aja tapi sayang ga

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 228 bisa.. gitu.. 229 230 Ok.. buat kamu lebih penting apa? Merek atau kualitas? 231 Bukannya merek tuh menjamin kualitas? Lebih pentingnya sih kualitas.. Lebih mementingkan kualitas 232 Lebih mementingkan kualitas 233 daripada merek (231-238) kalo ber-merek ga da kualitasnya buat apa.. 234 Gini.. kalo misalnya kamu nemu barang yang satu mereknya gucci.. atau 235 kamu biasanya suka beli apa sih? 236 Gini-gini.. misalnya merek yang terkenal tuh kan guess.. biasanya kan cewe- 237 cewe tuh kan pake tas guess, sepatu guess tapi itu ga ada kualitasnya.. ga 238 suka.. daripada merek (231-238) 239 240 Oh.. gitu.. oke.. terus kamu merasa sulit kan menahan keinginan-mu buat 241 belanja? Jadi misalnya pas kamu lagi jalan terus kamu liat barang bagus 242 gitu.. kamu bisa nahan ga? 243 Cukup bisa.. tapi dengan pertimbangan dulu.. mampu sebenernya.. tapi Belanja merupakan 244 Mempertimbangkan barang 245 yang akan dibeli karena 246 merupakan pengorbanan (243- layak ga.. maksudnya pantes ga untuk mempertaruhkan.. Oke.. kamu kemarin kan sempet bilang kalo shopping tuh kamu buat pengorbanan (243-244)

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 247 244) refreshing ya.. pernah ga pas kamu lagi sale kan rame banget tuh.. itu 248 buatmu disaat kaya gitu tuh biasa aja atau engga? soalnya kalo orang 249 yang suka belanja kan itu stress kalo kamu gimana? 250 Tergantung perginya sama siapa.. kalo perginya sama orang yang ga suka 251 belanja mereka akan bikin stress dan akan bikin bete.. mendingan ga.. jadi 252 mending ga usah dan mending sendiri.. tapi kalo pergi sama orang yang 253 suka belanja malah jadi lucu sendiri karena biasanya malah jadi hal yang 254 lucu kan keliatan bego banget.. 255 256 Oke kalo kamu sendiri gimana? 257 Tergantung sih.. tergantung.. jadi menimbang-nimbang gitu lho.. layak ga 258 aku harus pusing tapi dapetin yang aku mau gitu.. 259 260 Jadi kalo kamu dalam keadaan kaya gitu kamu lebih milih? 261 Makanya tergantung.. habis emang suka menimbang-nimbang dulu.. jadi, Terlalu ramai  Stress(261- 262 Mempertimbangkan belanja bagus ga barangnya atau diskonnya seberapa gitu.. dan orangnya rame.. kalo 266) 263 saat ramai karena tidak bisa rame gitu kan pertimbangannya ni banyak yang masih ada apa engga, 264 menikmati (261-266) barangnya bagus apa ga gitu.. kalo udah terlalu rame ya males.. nanti nyari 265 juga susah mau liatnya juga ga bisa menikmati.. biasanya kalo udah rame

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 266 banget ya ga.. kalo ga ya cari waktu dimana ga rame.. 267 268 Oh gitu.. berarti mempertimbangkan ya.. 269 Iya..

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI NO Partisipan 2 Wieana INTERPRETASI VERBATIM 1 Kalo boleh tau, kalo di rata-rata dalam sebulan bisa berapa kali belanja? 2 Paling banyak 2.. TEMATIK 3 4 Trus terakhir belanja kapan? 5 Kemarin.. haha 6 7 Belanja apa ya? 8 Beli sepatu sama baju.. haha.. 9 10 Ok.. bisa ceritakan ga waktu kamu belanja kemarin kaya gimana? 11 Belanja untuk mengisi waktu. Ga ada persiapan sih.. sebenernya tuh kemarin Cuman.. emm.. udah lama.. Belanja untuk mengisi waktu 12 (11-12; 13-18) 13 Ke mall karena melihat wanita mall gitu.. rasanya pengen ke mall.. terus denger-denger kalo ga salah Ke mall karena konformitas 14 lain suka ke mall. (12-13) rasanya pengen ke mall.. haha.. ya selayaknya wanita-wanita gitu kan, suka ke senggang.(11-18) departemen storenya tuh abis midnight sale-an gitu kan.. sebenernya waktu itu (12-13) 15 kan kemarin hari minggu.. hari jumat.. midnight sale-an nya kan hari jumat 16 sama sabtu.. aku diajakin midnight sale-nya tuh hari jumat.. terus hari itu tuh 17 aku ga bisa.. terus.. ya udah deh.. besok-besok aja.. terus ya udah makanya 18 hari minggu pagi terus terbersit “aduh, pengen ke mall”.. ya udah ah ke mall..

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 19 Belanja untuk bersenang-senang dateng.. itu juga sebetulnya dalam kondisi bete sih, dalam keadaan bad mood Belanja dalam keadaan bad 20 saat bad mood. (19-20) 21 Bertemu barang yang sudah sepatunya terus akhirnya menemukan sepatu incaran yang udah lama aku Belanja secara mendadak (21- 22 lama diinginkan dalam keadaan idam-idamkan.. dan lagi diskon 50%.. dan langsung APAA??!! Gitu kan, yg 25) 23 diskon dan langsung membeli langsung wahh.. diskon 50%! Terus wow.. minta ukurannya.. terus ternyata 24 (21-25) 25 Merasa rejekinya dan saying jika rejeki-ku, jadi sayang banget kalo ditolak, jadi langsung ambil sepatunya.. Belanja sebagai rejeki dan 26 ditolak. (24-25) terus beli.. kalo baju sih lagi nemenin temen juga, lagi liat-liat di toko baju sayang jika ditolak. (24-25) 27 Membeli karena tertarik (26-27) gitu, ehh.. malah aku yang kepincut.. jadi aku beli deh.. gitu.. terus pengen seneng-seneng aja.. ya udah akhirnya ehh.. liat-liat di rak mood/sedih. (19-20) sisa 1 dan pas banget ukurannya ukuranku.. jadi aku merasa wow, ini emang Tertarik dengan barang (26-27) 28 29 Terus temen kamu gimana? Beli juga? 30 Engga.. hahaha.. 31 32 Jadi kamu yang beli ya? menahan Iya, jadi aku yang belanja.. aduh.. malu kan jadinya.. 33 Ketidakmampuan 34 keinginan belanja merupakan 35 hal yang memalukan (33) 36 37 keinginan belanja = Terus tadi aku denger katanya kalo belanja karena lagi bad mood ya? Itu Melampiaskan bad Tidak mampu menahan setiap kali bad mood terus belanja gitu atau memalukan (33) engga? mood Ngga juga, tapi sering.. engga setiap sih, tapi sering.. maksudnya kalo bad Belanja sebagai pelampiasan

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 38 dengan belanja (37-41) mood nya ga kaya bad mood hal sepele lho.. misalnya kaya aku lagi sedih stress/ bad mood/ sedih (37-41) 39 karena suatu masalah yang berat gitu atau aku lagi habis putus sama pacar atau 40 berantem hebat sama pacar atau apa gitu, aku jadi lampiasinnya.. aaarrgghh!! 41 Pengen belanja.. gitu.. 42 43 Yang membuat kamu beli sepatu itu apa? 44 Membeli karena suka dengan Karena aku suka modelnya lucu.. gitu.. bagus.. Beli karena suka dengan 45 modelnya (44) modelnya (44) 46 Terus setelah kamu beli ni, dan kamu coba kamu rasanya gimana? 47 Senang membeli barang yang Seneng lah.. seneng banget.. apalagi dapetnya diskonan.. jadi tuh dobel Senang setelah membeli (47- 48 sudah lama diinginkan (47-48) 49 Barang yang belum bias dibeli itu tuh.. aku tuh udah naksir juga, udah naksir banget.. terus pas liat harganya.. Belanja yang tidak tercapai 50 menjadi motivasi (48-53) senengnya.. triple.. udah sepatu incaran lama.. waktu dulu aku ketemu sepatu 48) apaa?? Gitu kan.. kok mahal, ga ramah di kantong mahasiswa.. terus akhirnya sebagai motivasi (48-53) 51 ah udah deh.. harus belajar tegas.. engga deh.. ga dulu.. ga dulu.. nanti kalo 52 rejeki ketemu lagi.. ehh.. ternyata bener, ketemu lagi.. dan dia lagi diskon 50% 53 dan tinggal satu barang.. gitu..ya udah disabet aja.. 54 55 56 Ohh.. gitu.. kalo yang baju itu yang bikin kamu tertarik itu apanya? Tertarik karena motif dan Emm.. ini apa.. motifnya lucu.. terus juga ya emang lagi pengen punya baju Sedang trend (56-62)

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 57 modelnya sedang “hip” (56-62) motif itu.. gitu 58 59 Ohh.. lebih karena motifnya?? Atau karena ngikutin.. itu lagi nge-trend 60 gitu atau engga? 61 Ya itu juga lagi nge-trend sih.. maksudnya lagi.. apa.. lagi hip banget 62 Membeli karena cocok dipakai modelnya eh itu.. motifnya.. terus modelnya juga.. terus aku coba juga Cocok dipakai (62-63) 63 (62-63) 64 Membeli 65 harganya terjangkau (64-65) ternyata pas dibadan ya udah beli.. dan itu ternyata harganya juga masih apa.. Membeli barang yang barang karena bisa dijangkau oleh dompetku.. ya udah beli.. 66 Terus kemarin terakhir belanja itu budget yang abis berapa? Kira-kira? 67 Total sekitar 220 kemarin.. harganya terjangkau (64-65) 68 69 Terus belanja-belanja sebelumnya? 70 Ya.. belanja-belanjaku sih.. ga pernah yang heboh-heboh banget.. pernah sih 71 aku menghitung-hitung sendiri.. kalo di jogja tuh aku belanja ga pernah dalam 72 nominal yang banyak.. karena aku sebenernya ga terlalu seneng sama tempat 73 belanja di jogja karena ga termasuk favorit aku.. paling kalo belanja di jogja 74 tuh beli 1 item atau 2 item paling banyak.. karena ga yang gimana-gimana gitu 75 Belanja adalah surga surga (75- di aku.. karena aku kalo pulang kampung ke jakarta, ke mangga dua.. itu baru Belanja sebagai surga dunia

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 76 76) yang namanya surga dunia gitu ya.. jadi kalo di mangga dua aku bisa belanja (75-76) 77 Belanja hingga lupa diri (76-77) banyak banget jadi sampai kalap.. yah.. hemm.. 78 77), (87-89) 79 Kira-kira? 80 ya kalo di jogja sih paling banyak 300.. pernah sih sekali di jogja aku beli satu 81 item sepatu itu 800 ribu itu juga udah diskon karena itu sepatunya udah aku 82 incer banget dari SMA dan aku nemunya di jogja pas aku kuliah makanya 83 langsung aku beli gitu.. karena.. aduh, ini udah kuincer banget dari lama.. itu 84 doang sih belanja paling mahalku di jogja segitu.. Cuma kalo belanja paling 85 mahal ku di mangga dua ya bisa sampai satu juta.. tapi kan kalo di mangga 86 dua aku setelah beberapa bulan sekali gitu.. maksudnya kan ga sering ga tiap 87 Keinginan belanja yang lama bulan, karena aku pulang kan hanya pas liburan aja.. jadi, napsu belanja yang 88 tertahankan keluar tanpa kendali sudah tertahan pas dateng ke Mangga dua terlepaslah bagai harimau keluar 89 (87-89) kandang.. 90 91 Terus berarti setiap kamu abis belanja selalu senang? 92 Iya 93 94 Belanja sebagai kegilaan (76- Pernah ga ada perasaan kamu nyesel? Kaya kenapa ya aku tadi beli ini,

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 95 atau kenapa kemarin aku beli ini? 96 Menyesal karena belanja Nyesel belinya tuh paling karna.. aduh.. bukan karena barangnya udah aku Menyesal 97 melewati anggaran (96-101) punyain atau gimana.. aku selalu inget sih barang-barangku.. aku selalu inget melewati karena batas 98 aku belum pernah punya ini, aku belum pernah punya ini.. jadi biasanya belanja (96-101) 99 nyeselnya hanya karena haduh.. sebenernya duitku udah tinggal.. memang sih 100 kadang aku kan meng-alokasikan belanjaku berapa gitu.. aduh, kok aku 101 melewati batas belanjaku.. melewati batas alokasi belanjaku.. kalo engga ya 102 Menyesal membeli belanja anggaran karena nyeselnya karena.. aduh, belum butuh banget sih.. kadang gitu.. itu sekali dua Menyesal membeli (102) 103 belum butuh (102) kali pernah terjadi.. tapi seringnya karena aku melewati batas alokasi 104 belanjaku.. misalnya kaya contoh, aku mengalokasikan belanja sebulan 200 105 gitu, ternyata aku belanja sampai 300 ribu.. terus aku.. aduh.. kok lebih dari 106 perjanjian.. gitu.. 107 108 Itu kalo dari semua yang udah kamu beli, kalo di persenin yang kmu 109 nyeselin beli brp persen? 110 Paling 10%.. 111 112 Kalo misalnya kamu ngincer udah lama ternyata kamu ga dapet barangnya, 113 itu perasaanmu gimana? Jadi misalnya sepatu, kamu udah ngincer lama

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 114 banget tapi ga dapet-dapet, atau kamu saat itu naksir kamu ga bisa beli, itu 115 rasanya gimana perasaanmu? 116 Sangat sedih dan akhirnya bisa Sebel.. sedih.. aduuhh.. gitu rasanya.. aduh sayang banget.. ya udah deh.. ya Pasrah jika tidak bisa 117 merelakan tidak membeli (116- paling nanti ujung-ujungnya kaya yang sehari/ beberapa hari liat tuh barang mendapatkan barang yang 118 118) masih kepikiran.. tapi lama-lama udah di relain.. diinginkan (116-118) 119 120 Terus kamu pernah ga, karena kamu lagi pengen banget sama barang itu, 121 kamu ada duitnya, tapi sakjane mepet terus kamu paksaan beli pernah ga? 122 Mempertimbangkan plus dan Pernah.. tapi aku liat-liat dulu.. maksudnya liat-liatnya tuh barangnya tinggal Mempertimbangkan barang 123 minusnya sebelum memutuskan berapa terus barang ini bakal bisa aku temuin di tempat lain apa engga.. dan sebelum membeli (122-132) 124 untuk membeli barang (122- aku benar-benar mikirnya.. atau aku punya barang kaya gini ga ya yang udah 125 132) mirip-mirip yang udah aku milikin.. kalo misalnya engga, aku hajar.. kalo 126 misalnya aku mikir.. aduh, ada sih yang mirip-mirip sama barangku atau 127 kayaknya di tempat lain aku masih bisa beli dengan harga yang lebih murah 128 atau yang lebih apa gitu.. terus juga mikirnya kalo misalnya ni barangnya ga 129 bakal long lasting gitu.. maksudnya long lasting tuh modelnya.. karena aku 130 beli barang kan juga karena modelnya.. ini bakal hanya sekali dua kali dipakai 131 atau apa gitu.. kalo misalnya aku pikir ah, ini cuma paling sekali pakai dua 132 kali pakai aja udah kali ya, nah itu aku ga ya.. udah ah ga usah.. gitu

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 133 134 Kalo kamu liat ya, kamu menilai dirimu sendiri.. kamu termasuk up to date 135 ga sama Fashion yang ada? 136 Emm.. kalo skala 1-100.. 75 lah.. 137 138 Brarti sering kamu ikutin juga gitu? 139 Memilih fashion yang cocok Sering aku ikutin, cuma aku liat-liat juga sama ini.. karena aku Cocok dipakai (139-145) 140 untuk diri (139-145) menganggapnya gini lho.. ga semua Fashion tuh kan pantes dipake sama 141 orang.. maksudnya sama bentuk tubuh kita.. jadinya aku juga liat-liat.. 142 misalnya kaya lagi Fashion nya lagi modelnya hot pants banget gitu.. lha aku 143 kan pahanya besar, ga mungkin aku ikutin.. jadi aku ngikutin yang sesuai 144 dengan aku dan nyaman di aku.. ga setiap Fashion ku paksa ikutin.. tapi aku 145 ngikutin.. tapi disesuain dengan aku.. masih pilih-pilih.. 146 147 Bisa ceritain perasaan kamu waktu kamu pake barang yang kamu beli di 148 depan org banyak gitu gimana? 149 Rasanya ya seneng lah.. terus ngerasa cantik.. haha.. terus ngerasa yang.. 150 seneng.. ngerasa cantik.. yang ngerasa yang jadi cewe yang oke.. Fashionable.. 151 ga juga sih.. maksudnya yang ngerasa cantik aja.. aku kan cewe, jadi

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 152 ngerasanya cantik.. 153 154 Biasanya kamu dapet info Fashion itu dari mana aja? 155 Majalah dan internet sebagai Majalah, sama internet.. tapi paling sering majalah sih.. Media social sebagai sumber 156 sumber informasi fashion (155) informasi fashion (155) 157 Brarti kamu sering beli majalah? 158 Iya.. 159 160 Itu dalam sebulan berarti bisa beli..? 161 Satu.. minimal satu.. 162 163 Itu dengan.. kan ada tuh orang yang beli majalah tuh yang ini sebenernya 164 udah beberapa bulan lalu tapi baru beli bulan sekarang.. kalo kamu? 165 Oh, engga sih.. kalo aku beli yang bulan ini.. terbitan baru.. 166 167 Itu untuk berapa judul? 1 judul atau lebih? 168 Ya.. biasanya sih dulu aku belinya cita cinta.. cita cinta kan 2 minggu sekali.. 169 jadi aku belinya sebulan berarti dua.. tapi sekarang aku lebih nyaman pake 170 cosmopolitan.. jadinya karena dia sebulan sekali.. aku jadinya beli sebulan

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 171 sekali.. gitu.. 172 173 Oke.. terus kalo kamu beli barang yang berhubungan dengan Fashion, 174 biasanya apa aja? 175 Emm.. pertama sepatu.. soalnya aku suka banget sama sepatu.. kedua baju.. 176 bajunya sih baju-baju jalan.. dress, blus gitu, kaos.. kalo kemeja sih ga terlalu.. 177 Membeli baju cantik agar ga begitu suka kemeja gitu.. ya baju-baju cantik gitu deh.. selayaknya mbak- Berbelanja supaya terlihat 178 terlihat seperti wanita cantik mbak cantik.. loh.. kaya aku cantik.. haha.. kalo tas sih jarang.. gitu.. konform (177-178) 179 pada umumnya (177-178) 180 Kamu lebih mentingin mana, merek atau kualitas? 181 Tidak memperdulikan 182 dan lebih merek Emm.. gini, kalo aku intinya sih aku ga terpaku sama merek.. jadi kalo Lebih mementingkan kualitas memperhatikan misalnya aku ketemu barang, aku suka, ada duit ya beli.. entah itu merek atau daripada merek. (181-186) 183 kualitas (181-186) engga gitu.. dan kalo kualitas sih terkadang aku perhatiin gitu.. misalnya kalo 184 kaya sepatu gitu aku liat harganya segini terus aku liat bahannya, 185 kualitasnya,bakal awet ga ya.. terus kalo harganya kemahalan tapi aku pegang 186 bahannya kok kayaknya jelek gitu, ya itu juga ga akan kubeli gitu.. 187 188 Oya, kamu kan mengganggap shopping itu termasuk refreshing ya.. waktu 189 Sale kan rame banget tuh, dan buat orang yang ga suka belanja kan itu

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 190 stress, kalo kamu gimana? 191 Tidak suka belanja dalam Oh.. aku sih juga sama sih.. sama.. samanya gini, aku kalo lagi belanja terus Terlalu ramai  stress (191- 192 keadaan ramai (191-202) tempatnya keramaian aku pusing sendiri.. karena aku orangnya emang ga suka 202) 193 rame-rame maksudnya ga suka tempat keramaian gitu.. ga suka tempat yang 194 ramai.. apalagi kalo Sale tuh lho.. kalo midnight sale deh itu kan ramenya 195 amit-amit ya.. rame banget.. kayaknya udah kaya pasar kaget gitu tumpah ruah 196 disitu gitu kan.. jadinya.. biasanya.. aku juga jarang sih ke midnight Sale bisa 197 diitung pake jari dari sepanjang aku tinggal di jogja kan udah sering banget 198 kan.. hampir tiap bulan sekali.. aku hampir dua kali lah kesana gitu.. sisanya 199 aku mendingan jalan di hari biasa aja.. toh juga Sale nya ga terlalu timpang 200 banget harganya, Cuma ketambahan 10%-20% gitu.. aduh udah deh 201 mendingan daripada pusing, rame, ngantrinya panjang, ah udahlah gitu 202 mending ga usah.. 203 204 Kamu merasa dirimu tuh termasuk orang yang sulit menahan keinginan 205 buat belanja ga sih? 206 Merasa cukup sulit menahan Agak sulit.. sulit banget engga, agak sulit iya.. karena, ya itu kalo misalnya Memaksakan membeli walau 207 keinginan belanja (206-210) ada barang yang aku suka terus aku ada duitnya padahal budget belanjaku uangnya mepet. (206-210) 208 udah habis kadang aku hajar gitu.. ya ampun, ini udah lama aku incer jadi

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 209 sayang banget kalo dilewatin.. ya gitu, tapi tetep bisa ke kontrol gitu kadang, 210 tapi agak tidak ke kontrol juga.. 50-50 lah..

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI NO Partisipan 3 Maggie INTERPRETASI 1 2 VERBATIM TEMATIK Mbak kalo belanja dalam sebulan bisa berapa kali? Belanja jika ada uang (2-3) Aku kalo belanja sebulan sih ga pasti ya, tergantung duitnya.. kalo ada duit dan Membeli jika ada uang (2-3) mood ya aku belanja aja.. 3 4 5 Kalo dikira-kira? 6 Emm.. 2-3x lah.. lebih dari itu window shopping.. 7 8 Terakhir belanja kapan? 9 Malem minggu kemarin.. sama temenku.. 10 11 Belanja apa aja? 12 Belanja baju cardigan, tas sama accesories.. 13 14 Sebelum belanja itu tadi perasaan mbak gimana? 15 Merasa semangat sebelum belanja 16 (15) 17 18 Emm.. biasa aja sih.. cukup exciting malah.. Belanja sebagai hal yang seru (15) Bisa ceritain ga kemarin belanja terakhir itu gimana? Belanja karena senggang (18) Awalnya tuh aku cuma mau nemenin temen aja ke tempat accesories baru dan Belanja karena senggang (18)

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 19 mau bikin accesories, soalnya disana kan emang bagus-bagus.. dan temenku 20 bilang juga mau kesana, akhirnya kita ksana deh.. kita mulai dari lantai 2 yang 21 Melihat barang yang sudah lama dia isinya tas dan bahan-bahan buat accesories gitu, pas liat tas tuh aku nemu 1 tas Tertarik dengan barang (21-22) 22 inginkan (21-22) yang udah lama aku incer.. lamaaaa banget aku incer, Cuma belum kesampaian 23 dan waktu itu harganya mahal sedangkan di tempat aku beli kemarin harganya 24 Dilema mau membeli yang mana Cuma 50rb doanngg!! Seneng banget aku.. tapi aku sempet dilema juga, jadi Mempertimbangkan barang 25 (24-25) sebenernya kemarin tuh aku naksir 2 tas.. yang satu yang udah kubeli ini, yang sebelum membeli (24-25) 26 model vintage ini, yang satunya modelnya aku banget.. ga terlalu girlie, bagus.. 27 Peran teman sebaya sebagai pemberi harganya juga Cuma 60rb.. sempet dilema mau beli itu, setelah diskusi panjang Teman sebagai pemberi saran 28 saran saat memilih barang (28) lebar dan hebat sama temenku, akhirnya diputuskanlah aku beli yang vintage, (28) 29 Lebih memilih fashion yang cocok karena temenku bilang bajuku mulai banyak yang girlie, jadi tas yang vintage Cocok dipakai (29-30) 30 untuk diri (29-30) lebih cocok daripada yang satunya.. udah dapet tas itu aku muter-muter liat 31 bahan accesories.. aku mau bikin kalung yang aku liat orang jual mahal banget, 32 sedangkan modelnya sederhana, jadi aku mau buat kalung itu.. ehh.. malah 33 bahan kalungnya terbatas dan yang kucari ga ada, ya udah deh aku ga jadi buat 34 kalung.. aku muter lagi dan aku liat korsase bagus-bagus.. terus aku jadi inget 35 kalo bandoku rusak korsasenya, tapi batang bandonya itu masih bagus.. 36 akhirnya aku beli korsasenya 2.. yang satu merah yang satunya pink.. waktu beli 37 kan diplastikin gitu, jadi ga bisa liat, ternyata yang merah kegedean.. padahal

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 38 warnanya bagus banget dan itu yang mau aku buat korsase bando, ga cocok.. 39 jadinya pake yang pink.. yang merah rencananya mau kubuat jepit, tapi belum 40 sempet sampe sekarang.. selesai di lantai 2 itu, aku turun sama temenku ke 41 Membeli gelang lain yang lebih lantai 1, disana kan banyak accesories yang udah jadi, pas liat-liat aku nemu Mencari pengganti (41-43) 42 murah sebagai gantinya (41-43) beberapa gelang yang baguuuss banget.. tapi mahal.. jadi ga jadi.. akhirnya beli 43 gelang yang 4rb-an sama kalung satu.. haha.. tapi di aku cocok sih.. haha.. 44 setelah puas puter-puter di toko itu, aku pergi ke malioboro, awalnya aku mau 45 beli rok mini buat dipake diluar legging biar modelnya ga gitu-gitu aja.. Cuma 46 ga nemu.. semua roknya kepanjangan jadi ga cocok kalo mau di pasangin sama 47 legging.. itu udah beberapa toko yang aku ma temenku puterin kaya gitu smua, 48 Membeli barang yang tidak akhirnya ga jadi dan aku malah beli baju cardigan gtu.. hehe.. murah lagi ga Belanja secara mendadak (48) 49 direncanakan (48) kaya di-amplas.. Cuma 27rb bookk!! Gila.. bahannya bagus lagi.. Biasanya kan 50 aku ma temenku kalo belanja di amplas ni, jadi ya taulah harga mall tuh 51 Merasa senang karena harganya berapaan.. makanya pas belanja diluar mall ini aku ma temenku seneng banget! Merasa senang (51-52) 52 lebih murah dan berkualitas (51-52) Harganya jauh lebih murah & kualitasnya juga ga kalah.. kemarin juga sempet 53 liat-liat sepatu di jalan mataram situ, tapi aku ga nemu yang aku pengen dan 54 temenku bilang di gejayan lebih bagus.. makanya aku ga jadi beli disana. 55 56 Setelah belanja itu semua perasaanmu gimana?

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 57 Merasa puas saat belanja (57-58) 58 Puas banget.. barang yang udah lama aku incer malah dapetnya di tempat tak Merasa puas (57-58) terduga dan harganya murah.. memang ga dapet semua sih, tapi aku puas.. 59 60 61 Hal yang mendorong beli barang itu apa? Membeli karena suka modelnya (61) Emm.. bagus aja.. modelnya bagus.. suka.. Suka dengan modelnya (61) 62 63 Udah kamu coba pake barang-barang itu di depan temen-temenmu? 64 Udah.. 65 66 Rasanya gimana? 67 Merasa senang memakai didepan Rasanya senang aja sih.. gimana ya.. bangga juga gitu bisa pake barang yang up Merasa senang (67) 68 orang lain (67) date dan ga terkesan ketinggalan jaman.. 69 Merasa tidak ketinggalan jaman (67- 70 68) 71 72 73 Berarti kamu suka update barang-barang fashionmu? Memilih fashion yang cocok (72-77) Lumayan.. tapi aku pilih-pilih juga, jadi ga semua fashion terbaru aku pakai.. Cocok dipakai (72-77) aku tetep pilih-pilih yang sesuai sama aku.. 74 75 Merasa Fashionable (67-68) Menurutmu kamu termasuk orang yang up to date tentang fashion ga?

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 76 Emm.. lumayan sih.. aku cukup ngikutin, tapi ya itu, yang penting cocok sama 77 aku.. 78 79 Dapet info-info fashion itu darimana? 80 Info fashion didapat dari internet Emm.. kebanyakan sih dari internet.. soalnya kan aku jualan baju online juga, Info fashion didapat dari media 81 (80) jadi aku tau fashion-fashion yang lagi booming dan akan booming itu kaya sosial (80) 82 gimana.. jadi kaya sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.. hehe.. dapet update 83 fashion iya, dapet duit iya.. hehe.. 84 85 Belanja yang tadi kamu ceritain itu abis berapa? 86 Emm.. murah kok Cuma 150an.. ga sampe malah kayaknya.. hehe.. 87 88 Itu buatmu udah murah ya? Emang kalo belanja di mall bisa sampe berapa? 89 Kalo di mall ya sekitar 300an lah.. 90 91 Paling banyak pernah abis berapa? 92 Emm.. dulu pernah aku dalam 2 bulan ngabisin 4 juta.. haha.. ga tau juga tuh 93 buat beli apa aja.. lupa.. 94

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 95 Wow.. 4 juta? 96 Iya.. haha.. jadi itu waktu itu kan duitnya tuh tabungan deposito gitu, jadi ga 97 Belanja sebagai kegilaan (97-98) 98 99 bisa ditarik setiap saat.. begitu depositonya udah bisa diambil, kaya orang gila Belanja sebagai kegilaan (97-98) gitu deh belanjanya.. dan aku ga inget dengan jelas udah kubeliin apa aja.. Merasa menyesal karena boros (99) (muka sedih) Merasa menyesal (99) 100 101 Kamu nyesel? 102 Perasaan menyesal karena uang Nyesel sih, setelah sadar duitnya udah abis.. gimana ya, itu duit kan 3 taun ku Perasaan menyesal karena belum 103 dihabiskan untuk barang yang tidak tabung, tapi dalam 2 bulan bisa kuabisin gitu aja.. apalagi aku ga tau udah abis butuh (102-106) 104 dibutuhkan (102-106) buat apa aja.. jadi tambah sedih.. beda kalo duitnya jelas buat apa.. aslinya tuh 105 duitnya 5 juta sekian, tapi 1.1 jt kubeliin hp buat papaku, sisanya ga tau deh 106 kemana.. 107 108 Oh.. emang buatmu sulit banget ya nahan buat ga belanja? 109 Merasa sulit menahan keinginan Sulit banget.. gimana ya.. aku tuh selama masih ada duit pengennya belanjaaa Memaksakan membeli (109) 110 belanja (109) gitu.. jadi aku baru berhenti belanja kalo duitku udah sekarat.. 111 Belanja karena ada uang (109-110) 112 113 Belanja karena ada uang (109Ga kamu batasin po kalo kamu belanja berapa gitu? Tidak bisa menahan keinginan 110) Udah, tapi tetep aja ga bisa ngendaliin.. apalagi klo aku udah naksir banget.. Memaksakan membeli (113-114)

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 114 belanja meskipun sudah dibatasi 115 (113-114) 116 rasanya pengen beli aja.. Berarti kalo dipersenin, barang yang nyesel kamu beli berapa persen? 117 Menyesal membeli karena sebelum Emm.. 30% lah.. itu yang belinya di luar mall karena ga bisa dicoba tapi tetep Mencoba barang sebelum 118 beli tidak dicoba(117-120) nekat beli.. kalo barang yang kubeli di mall sih kayaknya ga ada yang membeli (117-120) 119 kusesalin.. soalnya bisa dicoba smua.. kalo di mall ga boleh coba sih mending 120 ga usah beli aja.. klo sampe ga cocok kan rugi.. 121 122 Biasanya kalo belanja kamu dalam keadaan gimana?pernah ga pas lagi bad 123 mood gitu belanja? 124 Belanja sebagai pelampiasan (124- Pernah banget.. sering malah.. gimana ya.. daripada mikirin tuh masalah kan Belanja sebagai pelampiasan 125 126) mending seneng-seneng aja, belanja.. jadi buatku belanja tuh buat refreshing stress/ bad mood / sedih (124- 126 gitu.. 126) 127 128 Kamu kan menganggap shopping tuh refreshing, berarti kamu pernah ga 129 mendapati kalo lagi sale kan biasanya banyak cewek desel-deselan gitu.. itu 130 kan kalo untuk beberapa orang menganggap itu biasanya stress.. kalo kamu 131 gimana? 132 Tidak keberatan jika berdesak- Emm.. biasa aja.. senang aja.. soalnya aku bakal dapet barang yang aku butuhin Membeli barang yang harganya

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 133 desakan karena akan mendapat dengan harga murah.. mungkin pas desel-deselan emang pusing ya, tapi setelah terjangkau (132-134) 134 barang yang diinginkan dengan dapet itu yang bikin seneng.. puas.. 135 harga murah (132-134) 136 Kamu pernah ga ngincer suatu barang udah lama banget tapi ternyata kamu 137 ga dapet barangnya? 138 Pernah 139 140 Perasaanmu gimana? 141 Menyesal tidak mendapatkan barang Sedih banget.. huhu.. nyesel jadinya kaya ya ampun, kok dulu ga kuambil aja Merasa menyesal (141-143) 142 yang diinginkan (141-143) sih.. gitu.. jadi kepikiran.. apalagi kalo model itu ga terlalu lama di pasaran.. makin sedih.. 143 144 145 Pernah dalam keadaan gitu dan maksa beli? 146 Tetap memaksakan beli meskipun Pernah.. hehe.. waktu itu udah deket-deket akhir bulan, duitku mepet banget, Memaksakan membeli walaupun 147 uangnya mepet (146-147) trus jalan ma temen ke mall, dicoba ehh.. bagus banget.. akhirnya tetep kubeli.. uangnya mepet (146-147) 148 149 Terus selama akhir bulan itu gimana dong? 150 Rela makan angkringan asalkan 151 senang dan mendapatkan barang Makan angkringan.. haha.. demi.. toh aku juga seneng, jadi ga masalah.. Belanja sebagai pengorbanan (150)

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 152 yang diinginkan (150) 153 Selain baju, tas ma accesories tadi, biasanya kamu beli apa lagi? Emm.. celana, sepatu, yang berhubungan sama penampilan deh.. 154 155 Paling sering? 156 Emm.. baju atasan sama bawahan sih.. pakaian gitu.. 157 158 Kamu kalo belanja selalu sama temen? 159 Teman belanja sebagai pemberi Iya, biasanya gitu.. aku lebih nyaman kalo ada temennya, jadi ada yang bisa Pemberi saran (159-160) 160 saran (159-160) dimintain pendapat.. kadang pacar juga suka kuajakin belanja, tapi ga se-asik 161 sama temen.. kalo pacar ya.. tau sendiri lah.. cowo.. bosen kalo diajakin 162 shopping.. dan kalo ditanya ya jawabnya Cuma sekedarnya aja, ga seantusias 163 temen cewe.. 164 165 Oke, balik ke yang ceritamu tadi pas belanja ya.. pas belanja gimana 166 perasaanmu? Proses sampai kamu dapet barang yang kamu suka itu? 167 Bingung saat memilih barang (167) Galau.. galau milihnya soalnya.. hehe.. soalnya aku harus milih, ga bisa ambil Bingung memilih (167) 168 Merasa puas setelah membeli (168- semua yang aku pengen dan aku suka.. galaunya disitu.. tapi pas udah dibeli sih Merasa puas (168-169) 169 169) puas.. kadang malah aku bersyukur karena ga beli semua barang yang aku suka 170 itu.. jadi aku bener-bener milih yang emang aku butuhin, bukan sekedar Cuma

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 171 suka doang.. gitu.. 172 173 Kalo udah diitung-itung, pengeluaranmu sama jatah bulananmu itu, 174 seimbang ga? Atau malah terlalu berlebihan? 175 Tidak masalah berkorban demi Emm.. sakjane sih berlebihan ya.. buktinya aja kadang aku bisa tetep belanja Belanja sebagai pengorbanan 176 mendapat barang yang diinginkan dan lebih milih makan kucingan daripada ga bisa dapet barang itu.. tapi aku (175-177) 177 (175-177) suka sih, it’s fine buat aku.. jadi ga terlalu kuanggap berat.. 178 179 Biasanya kamu kalo belanja menekankan pada merek dan kualitas ga? 180 Mementingkan kualitas daripada Emm.. kalo merek sih ga terlalu ya, yang penting kualitas.. soalnya banyak Mementingkan kualitas daripada 181 merek (180-186) barang yang merek nya ga terkenal tapi kualitasnya ga kalah sama yang merek.. 182 183 Jadi kalo ada barang ga ber-merek tapi kualitasnya sama kaya yang 184 bermerek? 185 Pilih yang ga ber-merek.. kalo bisa beli murah dengan kualitas sama, buat apa 186 beli yang mahal.. 187 188 Oke.. pernah ga kamu merasa nyesel beli suatu barang dan akhirnya ga 189 kamu pake sama skali atau kamu pake Cuma beberapa kali? merek (180-186)

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 190 Pernah.. 191 192 Kapan terakhir kali gitu? 193 Menyesal membeli karena tidak bisa Emm.. udah lama sih.. tahun kemarin kayaknya.. beli sweater tapi ga boleh Membeli barang setelah 194 dicoba (193-196) dicoba.. pas dipake aku keliatan gendut.. akhirnya Cuma kupake sekali terus ga mencoba (193-196) 195 pernah kupake lagi.. untung murah.. setelah itu aku ga pernah beli sweater lagi 196 kalo ga boleh dicoba..

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Partisipan 4 Precia NO INTERPRETASI VERBATIM 1 Terakhir belanja, mbaknya kapan? 2 Kemarin TEMATIK 3 4 Belanja apa? 5 Baju sama moisturizer.. 6 7 Ok.. terus bisa ceritakan prosesnya mbak beli barang itu? 8 Sengaja meluangkan waktu dan Jadi kan kemarin aku sama temenku kan ke amplas.. rencananya emang mau Belanja untuk mengisi waktu 9 merencanakan untuk jalan-jalan jalan-jalan.. main dulu di timezone.. habis main biasalah ke centro kalo ga ke luang (8-9) 10 (8-9) toko favorit namanya eustacia.. soalnya disana itu kadang banyak barang 11 Memilih baju karena modelnya yang modelnya lucu kan baju-bajunya.. model-model korea gitu.. pokoknya Suka dengan modelnya (11-12) 12 lucu dan unik (11-12) beda deh sama toko-toko baju yang lain.. unik banget.. emang seringnya 13 Tertarik dengan baju (13-14) kesana aku sama temenku itu.. nah kemarin tuh kan kesana, sebenernya Tertarik pada barang (13-14) 14 Tidak membeli karena mahal (14) nemu yang bagus.. banyak malah nemu beberapa yang bagus, cuma mahal.. Membeli barang yang harganya 15 mahal dan itu bajunya buat jalan itu terlalu.. kurang lah.. itu cocoknya buat terjangkau (14) 16 ke gereja.. ada sih satu yang pas buat jalan, Cuma kutungan gitu modelnya.. 17 sedangkan aku lagi nyari baju yang sederhana tetep lucu, Cuma yang bisa 18 Memilih fashion yang netral (18) dipake sering-sering.. bisa netral lah, pake apapun masuk.. nah akhirnya di Cocok dipakai (18)

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 19 eustacia itu ga jadi.. soalnya selain mahal juga kurang pas lah.. habis itu kan 20 Membeli yang dibutuhkan (20) nyari krim buat mositurizer itu, kalo itu kan emang aku lagi butuh kan.. Belanja untuk kebutuhan (20) 21 Mencoba banyak merek untuk soalnya yang sebelumnya kurang cocok di aku.. terus nyoba-nyoba nyari Mencoba barang yang akan dibeli 22 mencari yang terbaik (21-22) beberapa merek kaya l’oreal.. sempet nyari di body shop, face shop, tapi ga (21-22) 23 ada yang bagus.. yang di l’oreal itu sempet coba, semua sempet coba sih, 24 Cuma kan hasilnya ga langsung ya, jadi setelah jalan-jalan efeknya baru 25 Teman belanja sebagai pemberi terlihat.. dan temen saya langsung bilang “kering-keringnya langsung ilang” Teman belanja sebagai pemberi 26 saran (25) terus akhirnya beli yang l’oreal.. saran (25) 27 28 Waktu mbak beli baju tadi, proses awalnya mbak bisa tertarik sama baju 29 itu sampai akhirnya beli itu gimana? 30 Membeli dengan melihat Jadi, awalnya aku liat modelnya, kalo emang modelnya lucu atau unik aku Suka dengan modelnya (30-31) 31 modelnya (30-31) beli biasanya.. Cuma terus biasanya kriteriaku yang lain kusesuaikan sama 32 Memilih fashion sesuai mood (31- mood, jadi misalnya kalo aku lagi pengen baju yang simple yang gampang Menyesuaikan mood (31-33) 33 33) buat jalan-jalan itu aku biasanya milih yang simple.. kaya kemarin kan aku jadinya beli baju di buti lengan panjang lucu juga.. ada unsur lucunya tapi 34 35 Memilih fashion yang netral (35) juga netral lah di pake kemana-mana, aman bagus.. Cuma kadang kalo lagi Cocok dipakai (35) 36 Memilih fashion diliat dari pengen yang macem-macem ya itu.. yang pertama liat modelnya dulu.. 37 modelnya (36) Suka dengan modelnya (36)

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 38 Biasanya dipake kemana baju-baju baru itu? 39 Dipake jalan.. kadang pake kerja.. 40 41 Perasaan mbak waktu beli baju sama moisturizer itu gimana? 42 Merasa senang membeli (42) Seneng.. puas banget.. soalnya yang aku butuhin dapet.. dua-duanya aku Merasa senang (42) 43 Merasa sangat puas setelah butuhin sih, moisturizer-nya itu yang utama sama baju yang ini yang simple Merasa sangat puas (42) 44 membeli (42) yang bisa dipake kemana-mana.. seneng banget lah pokoknya.. 45 Membeli barang yang dibutuhkan 46 (42) 47 Merasa senang setelah membeli Oh gitu.. ok.. terus emm, apakah.. menurut mbak ya, mbak menilai diri 48 (44) sendiri ya.. mbak itu termasuk orang yang up to date dengan fashion ga? Belanja untuk kebutuhan (42) Merasa senang (44) kalo menurut diri mbak sendiri? 49 50 Memilih fashion yang cocok ehh.. lumayan.. sebenernya, saya seneng sama update-update fashion, Cuma Cocok dipakai (50-51) 51 dipakai (50-51) aku lebih milih yang cocok buat kupake.. 52 53 Lebih milih yang cocok? Jadi ga terus semua yang sedang up to date itu 54 di.. 55 Oh.. engga.. 56

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 57 Terus yang membuat anda tetap pengen up to date itu kenapa? 58 Ga ada... 59 60 Trus apa dong kalo ga up to date? 61 Memilih fashion yang cocok (61) Pokoknya aku beli barang karena modelnya lucu dan cocok sama aku.. eh.. Cocok dipakai (61) 62 Memilih fashion karena melihat ternyata aku ngikutin juga sih, tapi kayaknya lebih karena pengaruh Membeli 63 lingkungan (62-64) lingkungan.. jadi, yang bikin aku tetep pengen up to date tu.. e.. aku ngelihat konform(62-64) baju agar terlihat modelnya.. ngeliat temen pake sepatu sama tas vintage.. trus aku bilang “eh, 64 65 Temannya memberi tahu tempat lucu ya” trus dia ngasih tau aku tempat belinya dimana.. aku kesana, trus aku Teman 66 membeli barang nya (65) coba, klo cocok sama aku langsung kubeli.. 67 Memilih fashion yang cocok 68 untuk diri (66) 69 sebagai sumber info fashion (65) Cocok dipakai (66) Brarti secara ga langsung, mbak cukup up to date soal fashion ya? Secara ga langsung aku ngikutin.. he eh.. up to date juga.. 70 71 Brarti mbak juga ngikutin fashion yang lagi trend kaya vintage dan lain- 72 lain itu ya? 73 Mengikuti fashion yang lucu dan Iya, terutama Korean Style, karena aku sukanya emang yang modelnya lucu- Suka dengan modelnya (73-74) 74 imut (73-74) lucu korean style kan yang modelnya imut-imut banget.. 75

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 76 Oh, yang mbak rasa sesuai sama mbak ya? 77 Memilih fashion yang sesuai (77) Iya, yang sesuai sama aku banget.. terus yang terutama itu kalo temen-temen Cocok dipakai (77) 78 Memilih fashion yang dimiliki pada punya, trus aku jadi pengen.. boot juga.. lagi seneng beli boots.. 79 teman sebaya (77-78) Membeli baju agar terlihat konform (77-78) 80 Trus boot yang mbak beli pas dipake gimana? 81 Aku pernah sih, pake sekali, di bandara.. 82 83 Trus? Orang-orang ngeliatin ga? 84 Menyadari jika dilihat orang lain Nah itu dia! Hahaha! Orang ngeliatin! Tapi sebenernya ada juga sih beberapa Merasa 85 dan merasa tidak nyaman (84-88) orang yang pake boot.. tidak memakaifashion tertentu (84-88) 86 87 Brarti orang yang ngeliatin mbak langsung ke kaki gtu? 88 Jadi aku.. jadi aku tidak pantas.. haha.. pake itu.. tapi kalo pake boot sih 89 emang membutuhkan keberanian.. 90 91 Suka beli boots nya itu uda dari lama? 92 Engga sih, baru-baru ini aja.. ini juga udah mulai berkurang.. jadi kaya apa.. 93 Membeli barang tertentu karena ehh.. keinginannya tuh sesaat.. jadi ada saatnya aku pengen nyari-nyari 94 keinginan sesaat (93-94) boots.. trus besok-besoknya udah engga.. udah kaya biasa aja.. cocok Sesuai mood (93-94)

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 95 96 Itu biasanya kalo udah dapet ya? Brarti kalo belum dapet masih dicari 97 terus? 98 Iya.. hahaha.. tapi kalo baju engga sih.. kalo baju terus.. 99 100 Biasanya, baju yang dicari stylenya kaya gimana? 101 Korean.. vintage juga.. 102 103 Mbak cukup menekankan pada merek ga? 104 Mementingkan kualitas daripada 105 merek (104-108) Engga.. engga.. jadi asal barangnya bagus aja.. Lebih mementingkan kualitas daripada merek (104-108) 106 Kalo kualitas gimana? 107 Kalo kualitas iya.. tapi barang-barang tertentu kaya tas sepatu, aku nyari di 108 tempat-tempat tertentu.. jadi awet.. 109 110 Ok.. terus.. biasanya mbak dapet info-info fashion yang terbaru dari 111 mana? 112 Mendapat info fashion dari Biasanya dari internet, dari temen, karena temen banyak yang jualan online Media social sebagai pemberi info 113 internet (112) gitu.. fashion (112)

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 114 Info fashion didapat dari teman 115 (112) Oh gitu.. terus biasanya hal yang mendorong mbak untuk belanja itu apa? fashion (112) 116 Belanja karena bosan (116) Kalo misalnya bosen di kos, kalo liat barang lucu, kalo lagi stress, lagi Belanja untuk mengisi waktu sumpek.. senggang (116) 117 118 Teman Belanja karena stress (116-121) sebagai sumber info Belanja dalam keadaan bad mood 119 Oh stress ya? Stressnya itu seperti apa? Bisa lebih dijelaskan? 120 Kalo misalnya kecapean di tempat kerja, atau lagi ada masalah di tempat 121 kerja.. (116-121) 122 123 Oh, jd lebih ke arah refreshing ya? 124 Iya.. 125 126 Kamu kan menganggap shopping tuh refreshing ya, berarti kamu pernah 127 ga mendapati kalo lagi sale tuh.. kan kalo sale kan biasanya banyak cewek 128 desel-deselan gitu.. itu bukannya.. kalo untuk beberapa orang ya, biasanya 129 menganggap itu biasanya stress.. kalo kamu? 130 Merasa senang saat ramai (130) Engga sih.. kalo buat aku biasa aja, tetep excited.. 131 132 Belanja sebagai hal yang seru (130) Itu kamu selalu beli?

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 133 Memilih fashion yang cocok Engga juga.. jadi kan, aku selalu nyari yang cocok buat aku, jadi kalo Cocok dipakai (133) 134 untuk diri (133) misalnya aku jalan gitu, kalo ga cocok ya aku ga belanja.. ga mesti satu hari 135 Berpindah tempat belanja untuk itu aku harus nemu.. kalo ga terlalu cocok juga bisa nyari dimana gitu.. dan Menimbang barang yang akan 136 mencari yang terbaik (135-145) tempatnya kan ga satu tempat gitu, beda-beda tempat nyari yang paling dibeli (135-145) 137 bagus.. 138 139 Itu untuk semua barang atau untuk spesifik barang aja, kaya baju yang 140 kamu beli.. kamu liat dulu ato kamu liat tempat lain lebih bagus apa 141 engga.. kamu.. apa namanya.. nyaring.. 142 Oh, kalo itu, kalo untuk barang-barang tertentu.. kalo baju engga karena 143 banyak pilihannya.. kalo yang aku nyari-nyari itu kaya misalnya aku beli 144 boot, tas atau sepatu.. biasanya aku nyari di beberapa tempat.. cari yang 145 paling bagus.. 146 147 Ok.. ehh.. yang membuat mbak tertarik untuk membeli suatu barang itu 148 \ 149 Membeli setelah dicoba dan bagus Lucu, kalo di coba ternyata bagus.. gitu.. Mencoba 150 (149) membeli (149) 151 apa biasanya? Ok.. terus pas belanja itu biasanya perasaan mbak gimana? barang sebelum

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 152 Bingung saat belanja karena Rasanya gimana ya..? kalo lagi liat-liat gitu malah bingung.. soalnya pengen Bingung memilih saat belanja 153 menginginkan semua barang semuanya.. haha.. (152-157) 154 (152-157) 155 Oh gitu.. pengen semuanya? 156 Iya.. tapi ga bisa.. jadi bingung milihnya karena budget-nya 157 juga terbatas.. 158 159 Itu kalo pas mbak lagi jalan gitu trus budgetnya ga ada nih, perasaannya 160 gimana? 161 Merasa pasrah tidak bisa membeli Kalo lagi nemu yang cocok banget ya.. ah.. nyesel banget.. haha.. tapi ya Pasrah jika tidak bisa membeli 162 (161-162) gimana lagi.. (161-162) 163 164 Tapi sampe kepikiran ga? 165 Kepikiran jika tidak bisa membeli 166 barang yang diinginkan (165) 167 168 Belanja bersama teman (168) Iya.. Cuma ga yang lama.. Cuma beberapa hari.. barang yang tidak bisa dibeli Oh gitu.. ok.. biasanya mbak belanja sama siapa? (165) Ehh.. sama temen.. Teman sebagai teman belanja 169 170 Terbayang atau memikirkan (168) Oh gitu.. ok.. emm.. perasaan mbak, kalo misalnya mbak udah suka sama

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 171 1 baju tapi ternyata mbak ga bisa memiliki barang itu gimana? Perasaan 172 mbak? 173 Terpikirkan dan terbawa mimpi Kepikiran terus sih biasanya.. pernah kebawa mimpi.. tapi ya ga sampai lama Terbayang atau memikirkan 174 tidak bisa membeli barang yang gitu.. paling Cuma sehari dua hari gitu kepikirannya.. barang yang tidak bisa dibeli(173- 175 diinginkan (173-174) 174) 176 Oh.. gitu.. tapi sampai kebawa mimpi ya? 177 iya.. pernah.. 178 179 Emm.. klo mbak sudah belanja dan dapat barang yang mbak suka, 180 perasaan mbak gimana? 181 Merasa puas setelah belanja (181) Puas.. Merasa puas (181) 182 183 Pernah ada perasaan yang lain selain puas? 184 Kepikiran jika tidak bisa Emm.. pernah sih.. kalo misalnya aku pengen barangnya dua, tapi Cuma beli Terbayang atau memikirkan 185 mendapat barang yang diinginkan barangnya 1, kepikiran yang satunya.. atau engga sudah merencanakan barang yang tidak bisa dibeli 186 (184-185) shopping berikutnya kemana.. (184-185) 187 Merencanakan belanja berikutnya 188 untuk mendapat barang yang Oh gitu.. lha itu kalo udah merencanakan shopping berikutnya ya, 189 belum dimiliki (185-186) ternyata bajunya udah ga ada gimana? Belanja yang tidak tercapai sebagai motivasi (185-186)

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 190 Mencari pengganti barang lain 191 untuk mengganti barang yang 192 tidak bisa dibeli (190) Ya nyesel sih, tapi tetep nyari yang lain.. Mencari pengganti (190) Oh gitu.. digantikan gitu ya? Iya.. 193 194 195 Emm.. pernah ga kamu merasa nyesel beli suatu barang dan akhirnya ga 196 kamu pake sama skali atau kamu pake Cuma beberapa kali? 197 Pernah, sering malah.. 198 199 Sering? Itu biasanya waktu kamu mau beli apa yang kamu pikirin? 200 Merasa senang saat membeli Waktu mau beli seneng banget malah excited.. tapi, setelah dibeli dan Belanja sebagai hal yang seru 201 (200) melihat keadaan keuangan.. haha.. (200) 202 Menyesal karena uangnya tinggal 203 sedikit (200-201) Oh, lebih ke arah keuangan? 204 Membeli jika cocok (204) He eh.. soalnya aku kan kalo udah liat trus cocok suka beli.. Merasa menyesal (200-201) 205 206 Itu tapi akhirnya kamu pake ga? 207 Iya sih.. 208 Cocok dipakai (204)

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 209 Tapi nyesel? 210 Menyesal karena ternyata He eh.. kalo nyeselnya tuh, kaya misalnya gini.. aku tuh udah mikirnya 211 uangnya tidak cukup (210-211) duitku bakal cukup walopun aku beli ternyata engga, jd nyesel.. Merasa menyesal (210-211) 212 213 Oh.. langsung down gitu ya? 214 Iya.. 215 216 Ok.. emm.. mbak udah belanja ni, udah beli bajunya itu.. perasaan mbak 217 saat memakai baju yang sudah mbak beli gimana? Dilingkungan mbak 218 dengan teman yang sepantaran dengan mbak? Seneng sih.. ngerasa puas aja Merasa senang (219) Merasa puas bisa memakai di Ok.. setelah diitung-itung ya, kan mbak pendapatan segitu, itu setelah Merasa puas (219) 222 depan teman sebaya (219) diitung sama pengeluaran mbak itu cukup ga? 223 Menyadari kalau uangnya mepet Kalo dijumlah sama kebutuhan hidup sebenernya tidak.. 224 (223) 219 Senang bisa memakai di depan 220 teman sebaya (219) 221 225 Memaksakan membeli walau uangnya mepet (223) Tapi kamu pede ga dengan baju yang udah kamu beli.. kamu pake itu? 226 Memakai jika banyak yang Klo yang vintage sih pede-pede aja karena kan cukup banyak yang pake itu.. 227 menggunakan (226) haha.. Membeli agar konform (226)

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161

(178)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
121
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
138
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
100
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
148
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
132
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
112
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
103
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
106
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
143
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
3
153
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
101
Show more