Hubungan antara kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
139
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA SKRIPSI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun oleh : Kornelius Arillavia Hans Hutaarmandau 139114008 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Moto Satu-satunya cara untuk meramalkan masa depan adalah dengan menciptakannya. -Alan Kay- Karya ini kupersembahkan kepada : Tuhan Yesus dan Bunda Maria, Keluargaku tersayang yang selalu mendoakan dan mendukungku Kekeasihku tercinta yang selalu memberi support Dan semua teman-temanku denganberbagai canda dan tawa iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 18 Oktober 2018 Penulis, Kornelius Arillavia Hans Hutaarmandau v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA SKRIPSI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA Kornelius Arillavia Hans Hutaarmandau ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik mahasiswa skripsi. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik. Metode pengambilan data dilakukan melalui skala Likert yang disebar secara online dengan menggunakan Google Formkepada mahasiswa skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sebanyak 110 orang. Skala kecerdasan spiritual disusun oleh peneliti mengacu pada teori milik Zohar & Marshall (2000) dan skala prokrastinasi akademik disusun peneliti mengacu pada teori milik Ferrari, Johnson, & Mc. Cown (1995). Reliabilitas skala penelitian ini menggunakan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0,901 pada skala kecerdasan spiritual dan 0,948 pada skala prokrastinasi akademik. Teknik analisis dilakukan dengan uji statistik Pearson Product Moment.Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik dengan koefisien korelasi sebesar -0,564 (p=0,000). Kata Kunci : Kecerdasan spiritual, prokrastinasi akademik, mahasiswa vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI THE RELATION BETWEEN SPIRITUAL QUOTIENT AND ACADEMIC PROCRASTINATION AMONG SENIOR STUDENTS IN FACULTY OF PSYCHOLOGY SANATA DHARMA UNIVERSITY Kornelius Arillavia Hans Hutaarmandau ABSTRACT This research aimed to find the relation between spirituaL quotient and academic procrastination among senior students. The hypothesis of this research there are significant negative relation between spiritualquotient and academic procrastination. The data collecting method was done used Likert Scale that has been distributed online using Google Form among 110 senior students in Faculty of Psychology, Sanata Dharma University Yogyakarta. The spiritualquotient scale in this research refers to the theory from Zohar & Marshall (2000) and the academic procrastination scale refers to the theory from Ferrari, Johnson, & Mc. Cown (1995). The reliability scale used in this research is reliability coefficient Alpha Cronbach which is 0.901 for spiritual quotient scale and 0.948 for academic procrastination scale. The analysis techniqueused Pearson Product Moment statistic test. The result of this research shows that there is a significant negtaive relation between spiritual quotient and academic procrastination with correlation coefficient -0.564 (p=0,000) Keywords: spiritual quotient, academic procrastination, university students vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria atas berkat dan penyertaan-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Hubungan Antara Kecerdasan spiritual dan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta” dengan baik. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Dr. Titik Kristiani, M.Psi., Psi., selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Ibu Monica Eviandaru Madyaningrum, M.App., Ph.D, selaku Ketua Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 3. Ibu Sylvia Carolina, M. Y. M. S.Psi., M.Psi., dan Bapak Prof. A. Supratiknya, Ph.D.,selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah mendapingi penulis menempuh masa studi di Fakultas PSikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Ibu Ratri Sunar Astuti, S.Psi., M.Si., selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah meluangkan waktu dan pikiran untuk membimbing dan memberi masukan kepada penulis. Terima kasih atas bimbingan dan motivasi yang selalu diberikan kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Bapak Prof. A. Supratiknya, Ph.D. Terima kasih atas segala masukan dan motivasi kepada penulis. Terima kasih juga atas kesediaan waktu bapak untuk membantu penulis menyelesaikan skripsi ini. Banyak nilai-nilai dan pelajaran yang dapat saya ambil. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Kedua orang tua penulis, yang selalu memberikan support dan dukungan doa untuk kelancaran penulisan skripsi ini. Semoga selalu diberikan berkat oleh Tuhan Yesus Kristus dalam setiap langkah hidup.Selalu ada jawaban atas setiap doa yang kita panjatkan pada-Nya. 7. Kepada kedua adikku. Terima kasih atas semangat dan dukungan yang diberikan kepadaku. 8. Kepada Paula Dwiyanti yang selalu memberikan semangat, dukungan dan motivasi kepada penulis selama proses penyusunan skripsi. Terima kasih atas waktu, cerita, candatawa, nasehat, dan saran yang telah diberikan padaku. Sukses untuk karir dan target yang telah kamu rencanakan. God bless you! 9. Bapak/Ibu dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah mengajar dan membantu penulis untuk menuntut ilmu dari awal semester hingga sekarang. 10. Seluruh karyawan Fakultas Psikologi, Bu Nanik, Mas Gandung, Mas Mudji yang senantiasa membantu saya ketika saya memerlukan bantuan. Terima kasih atas pelayanan dan bantuan yang telah diberikan. Tuhan memberkati. 11. Teman-teman bimbingan skripsi Koleta, Peni, Estu, Devina, Igma, dan Pipin. Terima kasih atas dinamika dan kerja sama dalam proses penulisan skripsi. Terima kasih juga atas saran dan motivasi yang diberikan ketika peneliti mengalami kesulitan dan juga ketika peniliti mengalami motivasi yang menurun. 12. Teman-teman sekaligus sahabat dalam kepanitiaan KPU Psikologi 2017 yang aku banggakan. Terima kasih atas dinamika dan pelajaran yang telah x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ....................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................. v ABSTRAK .............................................................................................................. vi ABSTRACK ............................................................................................................. vii PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH .................................... viii KATA PENGANTAR ............................................................................................ ix DAFTAR ISI ........................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ................................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................... xvii BAB I: PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 A. Latar Belakang ............................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .......................................................................................... 9 C. Tujuan Penelitian ........................................................................................... 9 D. Manfaat Penelitian ......................................................................................... 10 1. Manfaat Teoritis ........................................................................................ 10 2. Manfaat Praktis ......................................................................................... 10 BAB II: LANDASAN TEORI ................................................................................ 11 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI A. Prokrastinasi .................................................................................................. 11 1. Pengertian Prokrastinasi............................................................................ 11 2. Jenis Prokrastinasi..................................................................................... 13 3. Prokrastinasi Akademik ............................................................................ 13 4. Karakteristik Prokrastinasi Akademik ..................................................... 14 5. Area Prokrastinasi Akademik ................................................................... 16 6. Aspek Prokrastinasi Akademik ................................................................. 17 7. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prokrastinasi Akademik .................. 20 B. Kecerdasan Spiritual ...................................................................................... 23 1. Pengertian Kecerdasan Spiritual ............................................................... 23 2. Kecerdasan Spiritual Pada Masa Dewasa Awal ....................................... 25 3. Aspek-Aspek Kecerdasan Spiritual ......................................................... 26 4. Fungsi Kecerdasan Spiritual .................................................................... 28 5. Dampak Kecerdasan Spiritual .................................................................. 29 C. Karakteristik Mahasiswa Skripsi ................................................................... 32 D. Dinamika Hubungan Antara Kecerdasan Spiritual dan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Skripsi ....................................................................... 33 E. Hipotesis ........................................................................................................ 37 F. Kerangka Berpikir ......................................................................................... 38 BAB III: METODOLOGI PENELITIAN .............................................................. 39 A. Jenis Penelitian .............................................................................................. 39 B. Identifikasi Variabel Penelitian ..................................................................... 39 C. Definisi Operasional Variabel Penelitian ...................................................... 40 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Prokrastinasi Akademik ............................................................................ 40 2. Kecerdasan Spiritual ................................................................................. 40 D. Subjek Penelitian ........................................................................................... 41 E. Alat Pengumpulan Data ................................................................................. 42 1. Skala Prokrastinasi Akademik ................................................................ 43 2. Skala Kecerdasan Spiritual ..................................................................... 44 F. Validitas dan Reliabilitas AlatUkur ............................................................... 46 1. Uji Validitas .............................................................................................. 46 2. Seleksi Item ............................................................................................... 48 a. Skala Prokrastinasi Akademik ............................................................ 48 b. Skala Kecerdasan Spiritual .................................................................. 51 3. Reliabilitas Alat Ukur ............................................................................... 55 G. Teknik Analisis Data ..................................................................................... 56 1. Uji Asumsi ................................................................................................ 56 a. Uji Normalitas ...................................................................................... 56 b. Uji Linearitas ........................................................................................ 56 2. Uji Hipotesis ............................................................................................. 57 BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ....................................... 58 A. Pelaksanaan Penelitian................................................................................... 58 B. Deskripsi Subjek Penelitian ........................................................................... 58 C. Deskripsi Data Penelitian .............................................................................. 59 1. Prokrastinasi Akademik ........................................................................... 59 2. Kecerdasan Spiritual ................................................................................ 60 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Hasil Penelitian .............................................................................................. 61 1. Uji Asumsi ................................................................................................ 61 a. Uji Normalitas ...................................................................................... 61 b. Uji Linearitas ........................................................................................ 62 2. Uji Hipotesis ............................................................................................. 63 E. Pembahasan ................................................................................................... 65 BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................ 73 A. Kesimpulan .................................................................................................... 73 B. Keterbatasan Penelitian ................................................................................. 73 C. Saran .............................................................................................................. 74 1. Bagi Subjek Penelitian .............................................................................. 74 2. Bagi Peneliti Selanjutnya .......................................................................... 74 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 76 LAMPIRAN ............................................................................................................ 80 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Sebaran Aitem Skala Prokrastinasi Sebelum Uji Coba .......................... 43 Tabel 3.2 Sebaran Aitem Skala Kecerdasan Spiritual Sebelum Uji Coba ............. 45 Tabel 3.3 Persebaran Skala Prokrastinasi Setelah Uji Coba................................... 49 Tabel 3.4 Skala Prokrastinasi Yang Digunakan Dalam Penelitian ........................ 50 Tabel 3.5 Persebaran Skala Kecerdasan Spiritual setelah Uji Coba ....................... 52 Tabel 3.6 Skala Kecerdasan Spiritual Yang Digunakan Dalam Penelitian ............ 54 Tabel 3.7 Tabel Klasifikasi Reliabilitas ................................................................. 55 Tabel 4.1 Deskripsi Data Prokrastinasi Akademik ................................................. 59 Tabel 4.2 Tabel Hasil Uji Beda Mean ..................................................................... 59 Tabel 4.3 Deskripsi Data Kecerdasan Spiritual ...................................................... 60 Tabel 4.4 Tabel Hasil Uji Beda Mean ..................................................................... 60 Tabel 4.5 Uji Normalitas Data Prokrastinasi Akademik ........................................ 61 Tabel 4.6 Uji Normalitas Data Kecerdasan Spiritual .............................................. 62 Tabel 4.7 Uji Linearitas Kecerdasan Spiritual dan Prokrastinasi Akademik ......... 63 Tabel 4.8 Tabel Tingkat Hubungan ....................................................................... 64 Tabel 4.9 Uji Hipotesis Kecerdasan Spiritual dan Prokrastinasi Akademik .......... 64 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Uji Validitas Skala ......................................................................... 81 Lampiran 2. Reliabilitas Skala Sebelum Seleksi Aitem .................................... 85 Lampiran 3. Reliabilitas Skala Setelah Seleksi Aitem...................................... 87 Lampiran 4. Skala Tryout(Uji Coba) ................................................................. 89 Lampiran 5. Skala Penelitian Setelah Tryout .................................................... 112 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring perkembangan jaman menuntut individu dihadapkan dengan banyak pilihan. Mahasiswa tidak pernah lepas dari perkembangan dalam masyarakat. Mereka dituntut untuk bisa mengatur dirinya sendiri pada saat kuliah sampai lulus. Mahasiswa dituntut untuk dapat memenuhi tugastugasnya tersebut. Dalam kenyataannya, ketika menghadapi tugas-tugasnya tersebut muncul rasa enggan atau malas untuk mengerjakannya.Mahasiswa cenderung suka menghabiskan waktu untuk melakukan sesuatu yang bersifat menunda dan mengulur waktu dalam menyelesaikan tugasnya.Mengulur waktu dan melakukan penundaan terhadap tugas dan kewajiban adalah salah satu ketidaksiapan yang masih terjadi (Husetiyo, 2008). Akibat dari banyaknya tuntutan menyebabkan mahasiswa suka menundanunda mengerjakan tugas sampai batas waktu pengumpulan (deadline), suka tidak menepati janji untuk segera mengumpulkan tugas dengan alasan untuk memperoleh tambahan waktu, dan memilih untuk melakukan kegiatan lain yang menyenangkan seperti menonton televisi, jalan-jalan dan sebagainya (Nugrasanti, 2006). Hal tersebut mengindikasikan kurangnya kemampuan mengelola waktu. Djamarah (2002) mengemukakan bahwa banyak mahasiswa yang mengeluh karena tidak dapat membagi waktu kapan harus 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 memulai dan mengerjakan sesuatu, akibatnya waktu yang seharusnya dapat bermanfaat terbuang dengan percuma. Fenomena menunda maupun mengulur waktu disebut sebagai prokrastinasi. Prokrastinasi berasal dari kata “procrastinare” dalam bahasa Latin yang mengandung arti menunda sampai hari berikutnya (Ferrari, Johnson, & Mc. Cown, 1995). Indikasi dari perilaku menunda atau prokrastinasi dalam melakukan tugas yaitu adanya kecenderungan untuk tidak segera memulai ketika menghadapi suatu tugas maupun belajar (Jannah & Muis, 2014). Hasil penelitian Prawitasari (2012) pada mahasiswa angkatan 2001 sampai dengan 2007 terhadap 1.502 wisudawan di salah satu perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur menunjukkan bahwa 938 wisudawan menyelesaikan skripsi pada batas akhir. Tidak kurang dari 83% wisudawan tergolong lambat dalam penyelesaian skripsi. Salah salah satu penyebab keterlambatan dalam menyelesaikan skripsi dikarenakan adanya perilaku menunda-nunda dalam area akademik atau yang dikenal dengan istilah prokrastinasi akademik.Prokrastinasi akademik digunakan untuk menunjukan suatu kecenderungan menunda-nunda pengerjaan dan penyelesaian suatu tugas atau pekerjaan yang berhubungan dengan aktivitas akademisseperti tugas sekolah atau tugas kuliah (Ferrari, Johnson dan McCown, 1995).Penelitian di Indonesia yang dilakukan Surijah dan Tjundjing (2007) pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Surabaya menunjukkan 30,9% dari 316 mahasiswa melakukan penundaan tugas akademik.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, diketahui bahwa perilaku prokrastinasi juga sering dilakukan pada beberapa mata kuliah dan pada masa pengerjaan skripsi. Hasil wawancara yang dilakukan pada Rabu, 26 Juli 2017terhadap mahasiswa angkatan 2012, ES mengatakan bahwa dalam proses belajar ES sangat sering menunda mengerjakan tugas-tugas di perkuliahan dan memilih untuk bersantai-santai. ES menggunakan sistem kebut semalam untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya dan mengakibatkan hasil yang didapatkan kurang maksimal. ES mengalami kemunduran masa kuliah karena banyak mata kuliah yang harus diulang untuk memenuhi standar kelulusan. Dampaknya berakibat pula pada masa pengerjaan skripsi yang menjadi mundur pada semester berikutnya. Di sisi lain, pada awal semester ES memiliki keinginan untuk cepat lulus dan segera bekerja pada suatu instansi yang diharapkan. Menurut DT, menunda mengerjakan tugas perkuliahan termasuk skripsi yang sedang diambilnya karena dia lebih fokus pada pekerjaan freelance yang sedang dijalani. Walaupun sudah menyisihkan waktu untuk mengerjakan skrpsi, akan tetapi DT tidak memiliki semangat yang tinggi untuk segera menyelesaikan skripsi tersebut. Dari hasil wawancara yang dilakukan pada Senin, 24 Juli 2017 terhadap mahasiswa angkatan 2013, RD mengatakan bahwa dirinya sering menunda untuk segera menulis skripsinya. RD tergabung dengan suatu instansi yang mengharuskan dirinya bekerja sesuai jadwal yang telah disepakati. Di saat

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 waktu luang, RD merasa dirinya tidak berdaya untuk memulai mengerjakan skripsinya. Pendapat lain menurut AK mengatakan bahwa dirinya mulai berhenti untuk progress dalam mengerjakan skripsi karena dirinya merasa tidak mampu untuk mengikuti arahan dari dosen pembimbing skripsi. AK mengatakan bahwa dirinya terlalu larut untuk memikirkan hal tersebut sehingga harus memperpanjang masa skripsinya. Pada hari Senin 31 Juli 2017 dilakukan wawancara terhadap mahasiswa angkatan 2014. Dari hasil wawancara, SDmengatakan bahwa sering menunda tugas-tugas kuliahnya. SD lebih cenderung menunda tugas karena lebih tertarik untuk bersantai-santai terlebih dahulu dan mulai mengerjakan tugas tersebut dengan sistem kebut semalam. Sedangkan AN mengatakan bahwa dia sering menunda tugas karena sibukmengikuti kegiatan dan organisasi baik dikampus maupun di lingkungan tempat tinggalnya. AN lebih sering mengutamakan tanggung jawab dalam organisasi dan cenderung mengerjakan tugas kuliah sebelum deadline. Studi penelitian mengenai prokrastinasi di Universitas Sanata Dharma sebelumnya sudah beberapa kali dilakukan. Studi penelitan sebelumnya sudah membuktikan bahwa tidak ada perbedaan tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa laki-laki dan perempuan dengan nilai signifikansi sebesar 0.217(Astasari, 2015). Penelitian oleh Sari (2014)terhadap 100 mahasiswa aktif dan sedang menyusun skripsi, membuktikan bahwa ada hubungan negatif antara efikasi diri akademik terhadap prokrastinasi akademik dalam menyelesaikan skripsi dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,594.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Prokrastinasi seringkali diasosiasikan dengan kurangnya kemampuan untuk mengatur diri (regulasi diri). Seseorang melakukan prokrastinasi seringkali dipengaruhi oleh kurangnya kemampuan untuk menetapkan aturan bagi dirinya sendiri dan menjalankannya (Vahedi, Mostafi, & Mortazanajad, 2009). Seseorang yang melakukan prokrastinasi cenderung berencana untuk melakukannya, namun pada akhirnya tidak mampu untuk memenuhi rencana tersebut. Dengan kata lain, orang yang melakukan perilaku prokrastinasi belum mampu untuk memenuhi tuntutannya sendiri dan belum mampu bertanggung jawab dengan dirinya sendiri. Kemampuan seseorang untuk mengatur diri sendiri atau bertanggung jawab terhadap diri sendiri, berkaitan dengan kemampuan seseorang menilai dan memaknai setiap tindakannya (Alwisol, 2006). Kemampuan untuk menilai makna tindakan dan makna hidup, menurut Zohar & Marshall (2000) berkaitan erat dengan kecerdasan spiritual. Kegiatan akademis berkaitan erat dengan kemampuan berpikir, disisi lain berpikir bukanlah proses otak semata-mata dan bukan urusan IQ saja, namun berkaitan dengan emosi dan tubuh, serta dengan semangat, visi, harapan, kesadaran akan makna dan nilai (Zohar & Marshall, 2000). Pada saat ini kita telah mengenal adanya tiga kecerdasan, yaitu kecerdasan otak (IQ), kecerdasan hati (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Menurut Zohar dan Marshall (2000), kecerdasan intelektual (IQ) adalah kecerdasan yang digunakan untuk memecahkan masalah logika maupun strategis yang dapat dikelompokkan dalam berbagai tingkatan. Semakin

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 tinggi IQ seseorang maka semakin tinggi pula kecerdasannya. Sedangkan kecerdasan emosional (EQ) menurut Daniel Goleman (dalam Zohar dan Marshall, 2000) yaitu kecerdasan yang memberikan kesadaran mengenai perasaan milik sendiri dan juga perasaan orang lain. Kecerdasan emosional memberi kita rasa empati, cinta, motivasi, dan kemampuan untuuk menanggapi kesedihan atau kegembiraan secara tepat. Kecerdasan emosi (EQ) merupakan persyaratan dasar untuk menggunakan kecerdasan intelektual (IQ) secara efektif. Menurut Zohar dan Marshall (2000), kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, serta kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan orang lain. Kecerdasan spiritual berkaitan dengan kemampuan orang dalam mengelola, menghadapi dan memecahkan masalah. Kecerdasan spiritual adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan tertinggi manusia, idealnya ketiga kecerdasan dasar manusia bekerja sama dan saling mendukung. Dasar pemilihan variabel kecerdasan spiritual berlandaskan pada teori bahwa kecerdasan spiritual merupakan potensi yang dimiliki oleh setiap individu, karena memiliki pengaruh yang besar terhadap kehidupan di masa depan. Jika individu kurang memiliki kecerdasan spiritual, maka akan cenderung hanya memikirkan bagaimana ia mencapai keinginannya dengan

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 cara apapun, serta hanya mementingkan egoisme semata (Safaria, 2007). Ketiadaan kecerdasan spiritual akan mengakibatkan hilangnya ketenangan batin dan pada akhirnya mengakibatkan hilangnya kebahagiaan pada diri seseorang tersebut. Kecerdasan spiritual akan menolong seseorang untuk dapat memutuskan mana yang baik dan yang tidak baik, serta dapat memikirkan kemungkinan yang akan terjadi, dan punya cita-cita untuk terus memperbaiki dirinya (Zohar & Marshall, 2000). Prokrastinasi merupakan salah satu bentuk perilaku yang dapat membawa pada akibat-akibat negatif yang merugikan. Beberapa faktor yang mempengaruhi prokrastinasi yaitu kesulitan mengambil keputusan, kurang asertif, sikap pasif, ketakutan akan kegagalan, menginginkan hasil yang sempurna, dan rasa malas (Solomon & Rothblum, 1984). Berdasarkan mata kuliah yang telah diikuti oleh mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, terdapat beberapa mata kuliah seperti Dinamika Kelompok, Psikologi Konsultasi, dan Psikologi Media Massa. Mata kuliah tersebut menuntut mahasiswa untuk bersikap asertif dengan cara berdinamika dalam kelompoknya. Perilaku asertif mahasiswa akan berdampak pada kemampuan mahasiswa bersikap fleksibel dan kemampuan mengambil keputusan. Hasil penelitian dari Ikhtiarini & Indrawati (2017) ditemukan bahwa aspek kecerdasan spiritual memberikan sumbangan efektif sebesar 33% terhadap pengambilan keputusan.Aspek pengambilan keputusan merupakan salah satu faktor yang memicu munculnya perilaku prokrastinasi.Semakin tinggi tingkat kecerdasan spiritual

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 maka akan tinggi pula tingkat pengambilan keputusan. Maka seorang mahasiswa yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi akan mampu memikirkan akibat dari tindakan-tindakan yang dilakukan sehingga ia akan menghindari tindakan-tindakan yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain. Hal tersebut dapat mengurangi munculnya perilaku prokrastinasi dengan cara mengerjakan tugas tepat waktu. Penelitian-penelitian lain yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kebermaknaan hidup dan kecerdasan spiritual sangat penting dalam kehidupan manusia. Nida (2013) menyimpulkan bahwa peran kecerdasan spiritual akan berdampak pada proses pencarian kebermaknan hidup pada setiap individu. Seperangkat nilai-nilai yang menjadi sumber kebermaknaan hidup yang berupa nilai-nilai kreatif, nilai-nilai penghayatan dan nilai-nilai bersikap, akan mudah dicapai dengan kontribusi peran kecerdasan spiritual. Nilai-nilai kreatif yang dimaksud yaitu bekerja dan berkarya serta melaksanakan tugas dengan keterlibatan dan tanggung jawab pada tugas/pekerjaan. Seorang mahasiswa yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi akan berdampak pada proses pencarian kebermaknaan hidup (Nida, 2013), dengan demikian akan mendorong potensi untuk terus berkembang dalam diri, menjadi lebih kreatif, mampu menghadapi masalah eksistensial, dan mampu menjembatani atau menyatukan hal yang bersifat personal dan interpersonal, serta dapat mencapai kematangan pribadi (Zohar & Marshall, 2000), sehingga prokrastinasi dapat terhindarkan.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 Dengan adanya fenomena-fenomena yang sudah banyak terjadi seperti halnya kasus diatas, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai hubungan antara kecerdasan spiritual dan prokrastinasi. Peneliti merasa masih ada celah dari penelitian-penelitian terkait prokrastinasi sebelumnya. Dalam penelitian ini menggunakan teori yang berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menggunakan teori prokrastinasi menurut Tuckman. Dalam penelitian ini menggunakan teori prokrastinasi menurutFerrari, Johnson, & Mc. Cown, (1995) karena lebih sesuai dengan aspek dari teori kecerdasan spiritual menurut Zohar & Marshall (2000). Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan prokrastinasi pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. B. Rumusan Masalah Apakah terdapat hubungan antara kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritualdan prokrastinasi akademik pada mahasiswa skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Secara teoritis diharapkan penelitian ini dapat memberikan kajian mengenai wacana dalam perkembangan ilmu psikologi terkait kecerdasan spiritualdan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. 2. Manfaat Praktis Manfaat praktisnya adalah agar dapat memberikan kajian ilmiah mengenai hubungan antara kecerdasan spiritualdan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Hasil temuan berguna bagi pembaca untuk mampu mengasah kecerdasan-kecerdasan dasar pada diri sendiri agar menjadi individu yang benar-benar utuh secara intelektual, emosional, dan spiritual.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Prokrastinasi 1. Pengertian Prokrastinasi Kata prokrastinasi sebenarnya sudah ada sejak lama sebelum revolusi industri yang ditulis Walker (1682, dalam Steel, 2007) dalam khotbahnya. Dikatakan bahwa prokrastinasi merupakan salah satu dosa serta kejahatan manusia, dengan menunda-nunda pekerjaan manusia akan kehilangan kesempatan dan menyia-nyiakan karunia Tuhan. Analisis sejarah pertama prokrastinasi ditulis oleh Milgram (dalam Ferrari, dkk, 1995). Dia berpendapat bahwa masyarakat maju secara teknis memerlukan banyak komitmen dan tenggat waktu yang menimbulkan penundaan. Ferrari, Johnson, dan McCown (1995) berpendapat bahwa penundaan telah ada sepanjang sejarah, namun hanya diperoleh konotasi yang negatif dengan munculnya revolusi industri sekitar tahun 1750. Menurut Burka & Yuen (2008) prokrastinasiberasal dari bahasa Latin yaitu procrastinare, dengan awalan “pro” yang berarti mendorong maju atau bergerak maju, dan akhiran “crastintus” yang berarti keputusan hari esok. Jika digabungkan menjadi menangguhkan atau menunda sampai hari berikutnya. Suatu penundaan dikatakan sebagai prokrastinasi apabila penundaan itu dilakukan pada tugas penting, dilakukan berulang-ulang secara sengaja, 11

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 menimbulkan perasaan tidak nyaman, serta secara subjektif dirasakan oleh seorang prokrastinator (Solomon & Rothblum,1984) Ferrari, dkk (1995) menjelaskan bahwa terdapat dua arti dari prokrastinasi yaitu: Pertama, prokrastinasi diartikan sebagai kebiasaan yang berguna untuk menghindari pekerjaan yang tidak terlalu penting dan usaha yang impulsif. Kedua, prokrastinasi dianggap sebagai kebiasaan berbahaya akibat kemalasan dalam menyelesaikan suatu tugas yang penting dalam hidup. Noran (Akinsola, Tella, & Tella, 2007) mendefiniskan prokrastinasi sebagai perilaku menghindar dalam pengerjaan tugas dan tanggungjawab yang seharusnya diselesaikan oleh individu. Mc Cown dan Johnson (1991, dalam Fatimah dkk., 2011) menganggap prokrastinasi sebagai penyakit kronis atau disfungsional ketika perilaku tersebut mengganggu fungsi sehari-hari. Hal itu menimbulkan ketidaknyamanan diri baik psikis maupun fisik bagi individu. Berdasarkan pengertian prokrastinasi dari beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa prokrastinasi merupakan suatu kecenderungan menunda-nunda penyelesaian suatu tugas atau pekerjaan dengan sengaja, hal yang seharusnya penting untuk dilakukan, dan memiliki dampak bagi pelakunya.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 2. Jenis Prokrastinasi Ferrari (Rizvi, Prawitasari, & Soetjipto, 1997) membagi prokrastinasi berdasarkan tujuan dan manfaat penundaannya, yaitu: a) Functional Procrastination, adalah penundaan mengerjakan tugas yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan lengkap. Bentuk penundaan ini memandang suatu tugas harus dikerjakan secara sempurna walaupun mereka melewati waktu optimal yang seharusnya dimulai, sehingga mendapatkan penyelesaian yang baik. b) Dysfunctional Procrastination, adalah penundaan mengerjakan tugas yang tidak bertujuan, berakibat buruk dan menimbulkan masalah. Bentuk penundaan ini tanpa disertai suatu alasan yang berguna bagi procrastinator maupun orang lain. Penundaan ini dapat menimbulkan masalah bila prokrastinator tidak bisa melepaskan diri dari kebiasaan penundaan tersebut. 3. Prokrastinasi Akademik Menurut Ferari dkk (1995) membagi prokrastinasimenjadi dua berdasarkan jenis tugasnya, yaitu prokrastinasi akademik adalah jenis penundaan yang dilakukan pada tugas formal yang berhubungan dengan tugas akademik, misalnya tugas sekolah, tugas kuliah, ataupun tugas akhir/skripsi.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Prokrastinasi non-akademik, adalah penundaan yang dilakukan pada jenis tugas non formal atau berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh penundaan tugas sosial, penundaan menyapu dan mencuci. Secara khusus prokrastinasi akademik merupakan aktivitas penundaan yang terjadi pada area akademik yang biasanya dilakukan pelajar ataupun mahasiswa (Fibrianti dalam Ursia, dkk, 2013). Solomon & Rothblum (1984) menyebutkan enam area akademik dimana sering terjadi prokrastinasi. Enam area akademik tersebut yaitu: menulis, belajar untuk menghadapi ujian, membaca, administratif, menghadiri pertemuan, kinerja akademik. Pada penelitian ini, jenis prokrastinasi yang digunakan adalah prokrastinasi akademik. Hal ini dikarenakan mahasiswa merupakan individu yang menjalani proses akademik, dan penyusunan skripsi merupakan salah satu tugas akademik. 4. Karakteristik Prokrastinasi Akademik Dalam prokrastinasi aktif maupun prokrastinasi pasif mempunyai empat karakteristik (Chu & Choi, 2005) yaitu, a. Keputusan sengaja untuk menunda (Intentional decision to procrastinate) Pelaku prokrastinasi aktif melakukan perilaku menunda dengan sengaja untuk fokus pada tugas yang lebih penting. Prokrastinator aktif berusaha mencari informasi-informasi lebih lengkap untuk

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 mendukung penyelesaian tugas. Pelaku prokrastinasi aktif mampu membuat keputusan dan bertindak pada waktu yang tepat. Pelaku prokrastinasi pasif tidak berniat menunda dan mereka melakukan penundaan karena ketidakmampuan membuat keputusan dan bertindak cepat. b. Preferensi Tekanan (Preference for pressure) Pelaku prokrastinasi aktif merasa mampu dan senang bekerja di bawah tekanan. Pelaku prokrastinasi aktif memiliki motivasi dan semangat tinggi dalam penyelesaian tugas di menit-menit terakhir. Penyelesaian tugas di menit terakhir dianggap sebagai sebuah tantangan untuk segera diselesaikan. Pelaku prokrastinasi pasif merasa tertekan dan menjadi pesimis saat pengumpulan tugas mendekati deadline. Keraguan dan ketidakmampuan diri pelaku prokrastinasi pasif mengarahkan pada kegagalan suatu tugas yang menyebabkan perasaan bersalah dan depresi. c. Kemampuan untuk memenuhi batas waktu (Ability to meet deadline) Pelaku prokrastinasi aktif merasa tertantang pada penyelesaian tugas deadline. Pelaku prokrastinasi aktif memiliki kemampuan perencanaan waktu yang tepat dan mendorong pengerjaan tugas secara efektif dan efisien.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Pelaku prokrastinasi pasif tidak mampu mengatur waktu dalam menyelesaikan tugas penting. Pelaku prokrastinasi pasif sering merasa stres dengan tekanan waktu. d. Kepuasan Hasil (Outcome satisfication) Pelaku prokrastinasi aktif memiliki hasil memuaskan dalam penyelesaian tugas. Pelaku prokrastinasi aktif sengaja melakukan penundaan di bawah tekanan karena tahu bahwa mereka lebih terdorong dan termotivasi untuk menyelesaikan tugas. Perencaan waktu dan tindakan tepat mendukung hasil memuaskan dari penyelesaian tugas. Pelaku prokrastinasi pasif memiliki hasil buruk pada tugas. Pelaku prokrastinasi pasif senang melakukan aktifitas lain yang lebih menyenangkan. Keraguan diri dan kegagalan dalam mengatur waktu menyebabkan hasil buruk pada pelaku prokrastinasi pasif. 5. Area Prokrastinasi Akademik Terdapat enam area prokrastinasiakademik yang dijadikan sebagai bahan prokrastinasi oleh pelajar (Solomon dan Rothblum, 1984), yaitu : a. Menulis, meliputi menunda kewajiban atau tugas-tugas menulis seperti menulis makalah, laporan, atau tugas mengarang lainnya. b. Belajar untuk menghadapi ujian, meliputi menunda untuk menghadapi kuis, ujian mingguan, ujian tengah semester, dan ujian semester akhir.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 c. Membaca, mencangkup penundaan untuk membaca referensi yangberkaitan dengan matakuliah yang diwajibkan. d. Kinerja administratif, meliputi menyalin catatan, mendaftarkan diri dalam praktikum, mendaftarkan diri dlaam presensi kehadiran, dan sebagainya. e. Menghadiri pertemuan, mencangkup menunda untuk hadir dalam pertemuan-pertemuan akademik, terlambat menghadiri pelajaran, praktikum, dan sebagainya. f. Kinerja akademik secara keseluruhan, yaitu menunda mengerjakan atau menyelesaikan tugas-tugas akademik secara keseluruhan. 6. Aspek Prokrastinasi Akademik Terdapat ciri-ciri tertentu yang dapat digunakan sebagai indikator untuk mengukur dan mengamati prokrastinasi akademik (Ferrari, Johnson, & Mc. Cown, 1995) yaitu: a. Penundaan untuk memulai maupun menyelesaikan kerja pada tugastugas yang dihadapi. Seseorang yang melakukan prokrastinasi mengetahui bahwa tugas yang dihadapinya harus segera diselesaikan dan berguna bagi dirinya, tetapi dia menunda-nunda untuk mulai mengerjakannya atau menundanunda untuk menyelesaikannya sampai tuntas jika sebelumnya dia sudah mulai mengerjakan.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 b. Keterlambatan dalam mengerjakan tugas. Orang yang melakukan prokrastinasi memerlukan waktu yang lebih lama daripada waktu yang dibutuhkan pada umumnya dalam mengerjakan suatu tugas. Mereka menghabiskan waktu yang dimilikinya untuk mempersiapkan diri secara berlebihan, maupun melakukan hal-hal yang tidak dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu tugas, tanpa memperhitungkan keterbatasan waktu yang dimilikinya. Kadang-kadang tindakan tersebut mengakibatkan seseorang tidak berhasil menyelesaikan tugasnya secara memadai. c. Kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual. Seseorang yang melakukan prokrastinasi mempunyai kesulitan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Mereka sering mengalami keterlambatan dalam memenuhi batas waktu yang telah ditentukan oleh orang lain maupun rencana-rencana yang telah ditentukannya sendiri. Seseorang mungkin telah merencanakan untuk mulai mengerjakan tugas pada waktu yang telah ditentukannya sendiri. Akan tetapi, pada saatnya tiba dirinya tidak juga melakukannya sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Hal tersebut mneyebabkan terjadinya keterlambatan maupun kegagalan untuk menyelesaikan tugas secara memadai. d. Melakukan aktivitas lain yang lebih melakukan tugas yang harus dikerjakan. menyenangkan daripada

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Orang yang melakukan prokrastinasi, dengan sengaja tidak segera melakukan tugasnya. Akan tetapi, menggunakan waktu yang dimilikinya untuk melakukan aktivitas lain yang dipandang lebih menyenangkan dan mendatangkan hiburan sehingga menyita waktu yang dimilikinya untuk mengerjakan tugas yang harus diselesaikannya. Berdasarkan karakteristik diatas, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri prokrastinasi akademik adalah penundaan untuk memulai maupun menyelesaikan kerja pada tugas yang dihadapi, keterlambatan dalam mengerjakan tugas, kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual dan melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan daripada melakukan tugas yang harus dikerjakan. Menurut Tuckman (1990),membahas perilaku prokrastinasi dari tiga aspek yaitu a. Gambaran diri secara umum mengenai kecenderungan untuk menunda suatu tugas tertentu, aspek ini merujuk pada gambaran seseorang mengenai kebiasaan dan kecenderungannya untuk menunda melakukan ataupun menyelesaikan pengerjaan suatu tugas. b. Kecenderungan untuk memiliki kesulitan melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan, dan ketika memungkinkan akan menghindari atau mencari jalan keluar dari hal tersebut, aspek ini merujuk kepada kecenderungan untuk menyerah ketika menemui tugas yang sulit dan kecenderungan untuk memilih kesenangan yang mudah diperoleh

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 c. Kecenderungan untuk menyalahkan orang lain akan keadaan sulit yang dialami, dimana aspek ini berfokus pada kecenderungan untuk menghindarkan tanggung jawab dari diri sendiri dan menyalahkan orang lain. Kecenderungan ini dapat dilihat dari berbagai hal, seperti kepercayaan bahwa orang lain tidak berhak memberikan batas waktu kepada individu dalam mengerjakan sesuatu. 7. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prokrastinasi Akademik Menurut Solomon & Rothblum (1984) faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik antara lain: a. Sulit mengambil keputusan Individu terkadang mengalami kesulitan untuk memutuskan tugas mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu atau bagaimana cara penyelesaian suatu tugas. Kesulitan tersebut mendorong individu untuk mengganti penyelesaian tugas dengan aktivitas yang menyenangkan, namun kurang bermanfaat (impulsif). Prokrastinator memiliki sikap yang pasif sehingga ia kurang mampu mengambil keputusan secara tepat. Ikthiarini & Indrawati (2017), menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara pengambilan keputusan dan kecerdasan spiritual. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual memberikan sumbangan efektif sebesar 33% terhadap pengambilan keputusan. Seorang individu dengan kecerdasan spiritual yang tinggi maka akan

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 memiliki kesadaran diri yang tinggi pula. Hal tersebut membuat individu mampu memberi makna positif dari setiap pengambilan keputusan yang dilakukan. Sehingga individu mengambil keputusan bukan karena paksaan melainkan karena kesadaran diri sendiri. individu dengan kecerdasan spiritual yang tinggi mampu menyadari bahwa pengambilan keputusan akan membawa pengaruh yang positif bagi kehidupan di masa sekarang dan yang akan datang (Ikthiarini & Indrawati, 2017). b. Membelot Individu melakukan prokrastinasi sebagai keengganannya untuk menyelesaikan tugas. Hal ini dilakukan secara sadar dan individu tahu akibatnya. c. Kurang asertif Kurang asertif sangat berhubungan dengan sikap pasif seorang prokrastinator. Ketika individu menemui kesulitan ia tidak mau mencari bantuan (seeking for help) kepada orang lain untuk membantu menyelesaikan tugasnya, sehingga tugas-tugasnya terbengkalai atau diselesaikan mendekati deadline. Akibatnya tugas tersebut diselesaikan dengan tidak optimal. Individu yang memiliki perilaku asertif yang tinggi ditandai dengan kemampuan untuk mengekspresikan emosi, mempertahankan tujuan, dan membangun hubungan interpersonal yang saling menguntungkan (Yong, 2010). Hamound (2011), memaparkan bahwa

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 individu yang memiliki perilaku asertif cenderung dapat bekerja sama, dapat berkembang untuk mencapai tujuan yang lebih serta dapat meningkatkan keyakinan diri dan harga diri. Perilaku asertif yang dimiliki oleh individu dapat membantu individu tersebut untuk mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kegagalan individu dalam menyesuaikan diri akan memunculkan perilaku seperti tidak bertanggung jawab dan mengabaikan pelajaran, sikap agresif, perasaan tidak aman, merasa tidak nyaman dengan lingkungan baru dan ingin menyerah (Hurlock, 2006). Individu yang memiliki kecerdasan spiritual akan mampu bersikap fleksibel, yaitu mampu menyesuaikan diri secara spontan dan aktif dalam bergaul. Hal tersebut mendorong individu untuk aktif dalam bergaul dan meningkatkan perilaku asertif. d. Takut gagal Takut gagal merupakan kepercayaan yang irrasional. Individu yang takut gagal akan melakukan prokrastinasi sebagai pelarian diri dari kecemasan neurotismenya itu. e. Menginginkan sesuatu dalam keadaan “perfect” Prokrastinator melakukan penundaan dengan harapan dapat memperoleh banyak waktu untuk melengkapi dan menyelesaikan tugastugasnya. f. Ketakutan atau kebencian terhadap tugas dan malas. Individu cenderung akan menunda tugasnya dikarenakan individu merasa tidak suka terhadap tugas yang dihadapinya.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 B. Kecerdasan Spiritual 1. Pengertian Kecerdasan Spiritual Pada awal abad kedua puluh, kecerdasan intelektual (IQ) menjadi isu besar, kecerdasan intelektual adalah kecerdasan yang digunakan untuk memecahkan masalah logika maupun strategis (Zohar & Marshall, 2000). Semakin tinggi tingkat kecerdasan intelektual maka semakin tinggi kemampuan intelegensinya. Pada pertengahan 1990-an, Daniel Goleman (dalam Zohar & Marshall, 2000) memopulerkan kecerdasan emosional (EQ). Kecerdasan emosional memberikan kesadaran mengenai perasaan milik diri sendiri dan juga perasaan milik orang lain. Kecerdasan emosional memberi rasa empati, cinta, motivasi, dan kemampuan untuk menanggapi kesedihan atau kegembiraan secara tepat. Pada akhir abad kedua puluh. Serangkaian data ilmiah menunjukkan kecerdasan jenis ketiga, yaitu kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual didefinisikan sebagai kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain (Zohar & Marshall, 2000). Sunar (2010) mengungkapkan bahwa kecerdasan spiritual adalah potensi untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks yang lebih

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 luas dan kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan dan jalan hidup seseorang menjadi lebih bermakna. Painton (dalam Yaumi & Ibrahim, 2013) mengungkapkan bahwa kecerdasan spiritual adalah suatu kecerdasan yang diarahkan untuk menyelesaikan persoalan makna, dan nilai. Artinya, suatu kecerdasan yang menempatkan tindakan dan kehidupan manusia dalam konteks makna yang lebih luas yakni kemampuan untuk mengakses suatu jalan kehidupan yang bermakna. Menurut Zohar& Marshall(2000), kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional terpisah atau bersama-sama, tidak cukup untuk menjelaskan keseluruhan kompleksitas kecerdasan manusia dan juga kekayaan jiwa serta imajinasinya. Komputer dengan IQ yang tinggi akan mengetahui aturan dan mengikuti tanpa salah. Hewan mempunyai EQ tinggi akan mengenali situasi yang ditempati dan mengetahui cara menanggapi situasi tersebut dengan tepat. Akan tetapi baik komputer maupun hewan tidak pernah bertanya mengapa kita memiliki aturan atau situasi, atau apakah aturan dan situasi itu bisa diubah atau diperbaiki. Kecerdasan spiritual memberi kita kemampuan untuk membedakan dan memberi kita rasa moral. Kecerdasan Spiritual adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Zohar& Marshall(2000), menyatakan bahwa kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan tertinggi, dan kecerdasan spiritual memungkinkan seseorang untuk mengenali nilai

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 sifat-sifat pada orang lain serta dalam dirinya sendiri. Idealnya, ketiga kecerdasan dasar kita tersebut bekerja sama dan saling mendukung. Meskipun demikian, masing-masing kecerdasan memiliki wilayah kekuatan sendiri dan bisa berfungsi secara terpisah. Oleh karena itu, ketiga tingkat kecerdasan kita belum tentu sama-sama tinggi atau rendah (Zohar& Marshall, 2000) Dari beberapa pengertian di atas, penulis mengambil kesimpulan bahwa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk berpikir dan memahami nilai dari setiap tindakan, kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna hidup. 2. Kecerdasan Spiritual Pada Masa Dewasa Awal Safaria (2007) mengatakan ada empat ciri tingkat kecerdasan spiritual pada masa dewasa awal, yaitu: a. Pribadi sudah mulai menyadari bahwa dia tidak bisa lagi tergantung dari pendapat orang-orang di sekitarnya. Namun tanggung jawab atas pilihan tersebut terletak di tangannya sendiri. b. Pribadi sudah dapat untuk melakukan refleksi kritis dan meninjau kembali segala sesuatunya sehingga menjadi lebih relevan dan eksplisit bagi keseluruhan dirinya. c. Individu atau orang menginginkan memiliki diri yang autentik dan mandiri dalam menentukan pilihan hidup dan segala hal yang berkaitan dalam kegiatannya.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 d. Pada tahap ini individu ingin menunjukkan keakuannya dan identitas dirinya yang merupakan pilihan terbaik. 3. Aspek-Aspek Kecerdasan Spiritual Individu yang memiliki kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik terlihat dari beberapa indikator(Zohar & Marshall, 2000) yaitu sebagai berikut: a. Kemampuan bersikap fleksibel. Individu yang memiliki kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik mampu menyesuaikan diri secara spontan dan aktif dalam bergaul. b. Kesadaran diri yang tinggi. Individu yang memiliki kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik memiliki kesadaran akan adanya Tuhan dan kesadaran akan keadaan dirinya sendiri. c. Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan Individu yang memiliki kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik berpandangan bahwa penderitaan yang dialami sebagai cobaan dan ujian dari Tuhan, memiliki kesabaran dan rela dalam menghadapi penderitaan yang sedang dialami, serta mengambil hikmah.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 d. Kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit Individu yang memiliki kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik memiliki ketabahan ketika menghadapi dan melampui rasa sakit tersebut. e. Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai. Individu yang memiliki kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik memiliki kerangka berpikir bahwa hari ini lebih baik dari hari kemarin dan memiliki tujuan hidup. f. Keengganan untuk menyebabkan kerugian yang tidak perlu. Individu yang memiliki kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik memiliki sikap yang mengorbankan hal-hal yang tidak perlu. g. Kecenderungan untuk melihat keterkaitan antara berbagai hal yang beragam (berpandangan holistik). Individu yang memiliki kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik mampu melihat adanya keterkaitan antara dirinya dengan orang lain dan keterkaitan antara berbagai hal, serta tentang nasib manusia. h. Kecenderungan untuk mencari jawaban-jawaban yang mendasar. Individu yang memiliki kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik cenderung untuk selalu mencari jawaban atas sesuatu.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 i. Kemampuan untuk bekerja melawan konvensi atau menjadi mandiri. Individu yang memiliki kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik mampu melakukan perbuatan tanpa tergantung orang lain. 4. Fungsi Kecerdasan Spiritual Fungsi kecerdasan spiritual menurut Zohar & Marshall (2000), yaitu a. Menjadikan kita menjadi manusia apa adanya sekarang dan memberi potensi lagi untuk terus berkembang b. Menjadi lebih kreatif. Kita menghadirkannya ketika kita inginkan agar kita menjadi luwes, berwawasan luas dan spontan dengan cara yang kreatif c. Menghadapi masalah ekstensial yaitu pada waktu kita secara pribadi terpuruk terjebak oleh kebiasaan dan kekhawatiran, dan masa lalu kita akibat kesedihan. Karena dengan kecerdasan spiritual akan kita sadar bahwa kita mempunyai masalah ekstensial dan membuat kita mengatasinya atau paling tidak kita bisa berdamai dengan masalah tersebut. d. Kecerdasan spiritual dapat digunakan pada masalah krisis yang sangat membuat kita seakan kehilangan keteraturan diri. Dengan kecerdasan spiritual suara hati kita akan menuntun kejalan yang lebih benar e. Kita juga akan lebih mempunyai kemampuan beragama yang benar, tanpa harus fanatik dan tertutup terhadap kehidupan yang sebenarnya sangat beragam

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 f. Kecerdasan spiritual memungkinkan kita menjembatani atau menyatukan hal yang bersifat personal dan interpersonal, antara diri dan orang lain karenanya kita akan sadar akan integritas orang lain dan integritas kita. g. Kecerdasan spiritual juga kita gunakan untuk mencapai kematangan pribadi yang lebih utuh karena kita memang mempunyai potensi untuk itu. Juga karena kecerdasan spiritual akan membuat kita sadar mengenai makna dan prinsip sehingga ego akan di nomor duakan, dan kita hidup berdasarkan prinsip yang abadi h. Kita akan menggunakan kecerdasan spiritual dalam menghadapi pilihan dan realitas yang pasti akan datang dan harus kita hadapi apapun bentuknya. Baik atau buruk jahat atau dalam segala penderitaan yang tiba-tiba datang tanpa kita duga. 5. Dampak Kecerdasan Spiritual Peneliti menemukan sekurangnya enam manfaat kecerdasan spiritual bagi kehidupan manusia (Zohar & Marshall, 2000) yaitu: a. Kecerdasan spiritual membantu orang untuk menjadi kreatif. Orang menggunakan kecerdasan spiritual saat ia menjadi fleksibel, luwes, berwawasan luas, dan spontan secara aktif. Orang menjadi kreatif berarti mampu menciptakan suatu yang baru sama skali atau menggabungkan dan mengolah apa yang sudah ada sehingga menjadi suatu yang lebih baru.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 b. Kecerdasan spiritual membantu orang untuk menghadapi masalah eksistensial. Ketika orang merasa terpuruk, terjebak oleh kebiasaan, kekhawatiran, larut dalam masa lalu dan kesedihan. Dengan menggunakan kecerdasan spiritual orang disadarkan akan keadaan tersebut dan memampukannya mengatasi masalah-masalah eksistensialnya dan dapat berdamai dengan masalah tersebut. c. Kecerdasan spiritual menjadi pedoman disaat orang berada "di ujung" "Ujung" adalah perbatasan antara keteraturan dan kekacauan, antara mengetahui diri kita atau sama sekali kehilangan jati diri. Kecerdasan spiritual membantu orang disaat berada di antara kekacauan dan melampaui sesuatu yang dapat dihadapi. Pada saat seperti inilah pemahaman orang akan makna yang mendalam dan intuitif serta hati nurani kita menjadi pedoman saat berada di ujung. d. Kecerdasan spiritual membantu orang untuk menjadi cerdas secara spiritual dalam beragama. Kecerdasan spiritual membawa orang ke pusat segala sesuatu, ke kesatuan dibalik perbedaan, ke potensi di balik ekspresi nyata. Kecerdasan spiritual memampukan orang menghubungkan makna dengan jiwa yang mendasar di balik ajaran semua agama formal. Dengan demikian penghayatan iman orang tidak picik, eksklusif, tidak fanatik, dan tidak berprasangkan buruk terhadap orang yang memeluk agama lain. Disinilah nampak kualitas penghayatan iman seseorang.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 e. Kecerdasan spiritual membantu orang memungkinkan orang untuk menyatukan hal-hal yang bersifat intrapersonal dan interpersonal, serta menjembatani kesenjangan antara diri dan orang lain. Emosi-emosi intrapersonal atau di dalam diri, dan emosi-emosi interpersonal yaitu yang sama-sama dimiliki kita maupun orang lain atau yang kita gunakan untuk berhubungan dengan orang lain. Namun, kecerdasan emosi semata-mata tidak dapat membantu kita untuk menjembatani kesenjangan itu. Kecerdasan spiritual-lah yang membuat kita mempunyai pemahaman tentang siapa diri kita dan apa makna segala sesuatu bagi kita, dan bagaimana semua itu memberikan suatu tempat di dalam dunia kita kepada orang lain dan makna-makna mereka. f. Kecerdasan spiritual membantu orang untuk mencapai perkembangan diri yang lebih utuh karena kita memiliki potensi untuk itu. Orang memiliki pengalaman-pengalaman, visi, ketegangan antara apa yang dapat dilakukan dan apa yang mungkin dilakukan. Orang juga memiliki egoisme, ambisi, gambaran tentang kebaikan, keindahan, kesempurnaan, pengorbanan dan lain sebagainya. Akan tetapi, orang juga memiliki gambaran-gambaran transpersonal terhadap kebaikan, keindahan, kesempurnaan, kedermawanan, pengorbanan, dan lain-lain. Kecerdasan spiritual membantu orang untuk tumbuh dan menyatukan apa yang ada dalam dirinya dan menjalani hidupnya pada tingkat yang lebih dalam dan luas.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 g. Kecerdasan spiritual membantu kita untuk berhadapan dengan masalah baik dan jahat, hidup dan mati, dan asal-usul sejati dari penderitaan dan keputusasaan. Orang terkadang sering berusaha merasionalkan begitu saja masalah semacam ini, atau terhanyut secara emosional dan hancur karenanya, Agar kita memiliki kecerdasan spiritual secara utuh, terkadang kita harus membayangkan dan mengingat adanya neraka, mengetahui akibat dari putus asa, menderita, sakit, dan kehilangan sehingga tetap tabah menghadapinya. C. Karakteristik Mahasiswa Skripsi Mahasiswa menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah pelajar di perguruan tinggi (Poerwadarminta, 1989). Mahasiswa adalah setiap orang yang resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran-pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia 18-30 tahun (Sarwono, 1978). Menurut Hurlock (1994) rentang usia 18-40 tahun merupakan tahap perkembangan dewasa awal. Beberapa tugas perkembangan masa dewasa awal adalah memilih pasangan hidup, mengelola/mengatur rumah tangga, memulai pekerjaan, dan bertanggung jawab sebagai warga negara. Disamping harus menyelesaikan tugas perkembangan, mahasiswa juga dihadapkan pada berbagai tugas akademik, seperti tugas menulis, membaca, belajar menghadapi ujian, serta tugas-tugas administratif.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Salah satu tugas akademik sebagai mahasiswa adalah tugas akhir/skripsi. Menurut Darmono & Hasan (2002) menyatakan bahwa skripsi merupakan karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa program sarjana pada akhir masa studinya berdasarkan hasil penelitian, atau kajian kepustakaan atau pengembangan terhadap suatu masalah yang dilakukan secara seksama.Menurut Vanda Zamindari (1999) ada beberapa kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam mengerjakan skripsi, antara lain kesulitan membagi waktu, dan mencurahkan perhatian yang cukup terhadap skripsi karena adanya pekerjaan lain atau keluarga; masalah kesehatan; terbatasnya dana untuk operasional skripsi; adanya hambatan kognitif dan emosi yang cenderung menimbulkan sikap negatif mahasiswa terhadap segala proses pengerjaan skripsi masalah berkaitan dengan materi skripsi itu sendiri. Berdasarkan uraian diatas, peneliti menyimpulkan bahwa mahasiswa adalah individu yang berumur 18-30 tahun dan telah memasuki tahap dewasa awal dimana dirinya telah siap untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri, mampu mengambil keputusan sendiri, bekerja atau berkarier, dan melakukan hal-hal yang dilakukan orang dewasa lainnya. D. Dinamika Hubungan Antara Kecerdasan Spiritual dan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Skripsi Sistem pendidikan di Indonesia menuntut mahasiswa untuk lebih aktif dan mampu mengatur beban studi mereka. Pengaturan waktu yang efektif dan efisien akan menuntun mahasiswa dalam menyelesaikan studinya agar dapat

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 lulus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Akan tetapi tidak semua mahasiswa dapat mempergunakan waktunya secara efektif dan efisien. Mahasiswa yang tidak disiplin dalam mengatur waktunya akan mengalami hambatan dalam menyelesaikan studinya. Akibatnya, bukan saja mereka tidak dapat lulus tepat pada waktunya melainkan biaya kuliah yang dikeluarkan akan semakin bertambah. Perilaku mahasiswa yang tidak disiplin waktu ini terutama dapat dilihat pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Dalam menyelesaikan studinya, mahasiswa harus melakukan kegiatan akademik yang terbagi dalam enam area akademik (Solomon & Rothblum, 1984), yaitu mahasiswa dalam proses penyelesaian skripsi harus menuangkan pikiran-pikirannya berdasarkan teori dalam bentuk kalimat (tugas menulis), menemui dosen pembimbing untuk memperoleh feedback atau pengarahan yang berkaitan dengan skripsi (menghadiri pertemuan), membaca buku-buku referensi yang akan membantu mahasiswa memahami materi mengenai penelitiannya (membaca), kemudian setelah selesai menyusun materi penelitiannya, mahasiswa harus belajar untuk menghadapi ujian. Proses akademik tersebut dapat dilalui mahasiswa bila telah menyelesaikan proses administrasinya seperti membayar uang kuliah, mengembalikan buku di perpustakaan (tugas administrasi), dan yang terakhir mahasiswa menyelesaikan kuliah dan dapat mencapai gelar sarjana (Solomon & Rothblum, 1984). Dalam menghadapi tugas-tugas akademik, mahasiswa dengan kecerdasan spiritual yang rendah maka akan kurang mampu bersikap fleksibel, cenderung

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 memiliki kesadaran diri yang rendah, kurang mampu menghadapi penderitaan, kurang mampu melampaui rasa sakit, kurang memiliki kualitas hidup (visi & misi), kurang mampu menghindari kerugian, kurang mampu melihat keterkaitan, kurang mampu mencari jawaban, dan kurang mampu bersikap mandiri (Zohar & Marshall, 2000). Maka hal tersebut akan berdampak pada aktivitas akademik mahasiswa seperti mengalami kesulitan mengambil keputusan, cenderung membelot, perilaku yang kurang asertif, takut akankegagalan, kurang merasa percaya diri, cenderung menginginkan sesuatu dalam keadaan “perfect”, ketakutan atau kebencian akan tugas dan rasa malas. Dalam proses penyelesaian skripsi, mahasiswa terkadang diliputi oleh rasa malas. Rasa malas ini dapat diakibatkan karena mahasiswa kurang memiliki minat untuk mengerjakan skripsi. Mahasiswa juga terkadang merasa dibebani tugas yang banyak dan akhirnya terbengkalai atau diselesaikan mendekati waktu deadline. Hal tersebut dapat terjadi karena seorang mahasiswa kurang memiliki visi dan misi untuk menjalani aktivitas sekarang dan masa yang akan datang. Sehingga mahasiswa cenderung bersikap asertif, dan kurang memiliki minat untuk menyelesaikan tugas. Akibatnya mahasiswa cenderung menunda-nunda untuk menyelesaikan skripsi.Hal lain yang melatarbelakangi mahasiswa melakukan penundaan dalam menyelesaikan tugas antara lain mahasiswa melihat lingkungan menuntutnya harus menghasilkan karya yang terbaik, mencapai hasil yang sempurna(perfeksionis) dari tugas yang diberikan.Di saat tertekan maka mahasiswa dengan tingkat kecerdasan

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 spiritual yang rendah akan cenderung kesulitan untuk mengambil keputusan. Dengan hal tersebut, maka mahasiswa berpotensi memiliki tingkat prokrastinasi akademik yang tinggi. Istilah prokrastinasi pertama kali digunakan oleh Brown dan Holtzman (1967 dalam Ferrari, 1995) untuk menunjuk pada sebuah kecenderungan menunda nunda penyelesaian suatu tugas atau pekerjaan. Ciri utama seorang prokrastinator adalah lambannya kinerja sehingga menimbulkan perasaan cemas dan bersalah, meskipun ia bermaksud untuk tidak mengulang perbuatan tersebut namun tetap saja dilakukan. Tindakan tersebut diulangulang sehingga menjadi suatu kebiasaan (Ferrari, 1995).Prokrastinasi yang terjadi dalam bidang pendidikan disebut prokrastinasi akademik (Ferrari, 1995). Prokrastinasi akademik didefinisikan sebagai penundaan yang dilakukan pada tugas formal yang berhubungan dengan tugas akademik (Ferrari, 1995). Di sisi lain, mahasiswa dengan tingkat kecerdasan spiritual yang tinggi maka akan mampu bersikap fleksibel, cenderung memiliki kesadaran diri yang tinggi, mampu menghadapi penderitaan, mampu melampaui rasa sakit, memiliki kualitas hidup (visi & misi), mampu menghindari kerugian, mampu melihat keterkaitan, mampu mencari jawaban, dan mampu bersikap mandiri. Hal tersebut akan berdampak positif pada aktivitas akademik mahasiswa. Mahasiswa cenderung akan mampu mengambil keputusan, tidak membelot dan mampu menyelesaikan masalah, mampu bersikap asertif, tidak mengalami ketakutan untuk gagal, mampu percaya diri, mampu menghadapi

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 realitas, dan mampu berdamai dengan masalah. Sehingga mahasiswa akan mampu mengerjakan skripsi dengan lancar dan mampu menghadapi serta menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Mahasiswa akan enggan melakukan penundaan dan cenderung memiliki tingkat prokrastinasi akademik yang rendah. E. Hipotesis Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah dibuat diatas, maka peneliti mengajukan hipotesis penelitian yaitu : terdapat hubungan yang negatif antara kecerdasan spiritual dan prokrastinasiakademik pada mahasiswa skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 F. Kerangka Berpikir Gambar 2.1 Kerangka Berpikir Hubungan AntaraKecerdasan spiritualdan Prokratsinasi Akademik Mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi Memiliki kewajiban menyelesaikan tugas skripsi Menulis, membaca, menghadiri pertemuan, kinerja administratif, belajar menghadapi ujian, tugas akademik secara keseluruhan Rendah Kecerdasan Spiritual Tinggi Kurang mampu bersikap fleksibel, kesadaran diri yang rendah, kurang mampu menghadapi penderitaan, kurang mampu melampaui rasa sakit, kurang memiliki kualitas hidup (visi & misi), kurang mampu menghindari kerugian, kurang mampu melihat keterkaitan, kurang mampu mencari jawaban, kurang mampu bersikap mandiri Mampu bersikap fleksibel, kesadaran diri yang tinggi, mampu menghadapi penderitaan, mampu melampaui rasa sakit, memiliki kualitas hidup (visi & misi), mampu menghindari kerugian, mampu melihat keterkaitan, mampu mencari jawaban, mampu bersikap mandiri Mengalami kesulitan mengambil keputusan, membelot, kurang asertif, takut gagal, kurang percaya diri, menginginkan sesuatu dalam keadaan “perfect”, ketakutan atau kebencian akan tugas dan rasa malas. Mampu mengambil keputusan, tidak membelot dan mampu menyelesaikan masalah, mampu bersikap asertif, tidak mengalami ketakutan untuk gagal, percaya diri, mampu menghadapi realitas, berdamai dengan masalah Prokrastinasi Akademik Tinggi Prokrastinasi Akademik Rendah

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang mengumpulkan data berupa angka dan menarik kesimpulan dengan prosedur statistik (Creswell, 2009). Penelitian kuantitatif yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara dua variabel (Azwar, 2005). Jenis penelitian ini melibatkan pengukuran serta penentuan korelasi atau hubungan antara dua variabel (Smith & Davis, 2010), yaitu untuk mengetahui hubungan antara variabel kecerdasan spiritual dan variabel prokrastinasi akademik. B. Identifikasi Variabel Penelitian Menurut Sugiyono (2009), variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Terdapat 2 variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu : 1. Variabel Bebas : kecerdasan spiritual 2. Variabel Tergantung : prokrastinasi akademik 39

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 C. Definisi Operasional Variabel Penelitian 1. Prokrastinasi Akademik Prokrastinasi yaitu merupakan suatu kecenderungan yang berbahaya akibat kemalasan penyelesaian suatu tugas atau pekerjaan yang penting dan usaha impulsif (Ferrari, Johnson, & Mc Cown, 1995). Variabel ini akan diukur dengan menggunakan Skala Prokrastinasi akademik yang disusun oleh peneliti berdasarkan indikator prokrastinasi menurut Ferrari, Jhonson, dan McCown (1995), yaitu penundaan tugas akademik, keterlambatan dalam mengerjakan tugas akademik, kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual, serta melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan daripada melakukan tugas yang harus dikerjakan Tingkat prokrastinasi dilihat dari besarnya skor yang diperoleh dari skala. Adapun skala yang digunakan adalah skala model Likert dan diberikan kepada mahasiswa fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang sedang menjalani masa pengerjaan skripsi. Semakin tinggi skor total yang diperoleh maka semakin tinggi pula tingkat prokrastinasinya. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah skor yang diperoleh maka semakin rendah pula tingkat prokrastinasinya. 2. Kecerdasan Spiritual Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna/value, berpikir dan memahami nilai

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 dari setiap tindakan atau jalan hidupnya, menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain (Zohar & Marshall, 2000). Dalam penelitian ini, variabel kecerdasan spiritual diukur menggunakan alat ukur yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan aspek yang dinyatakan oleh Zohar & Marshall (2000) antara lain kemampuan untuk bersikap fleksibel, memiliki tingkat kesadaran diri yang tinggi, mampu menghadapi dan memanfaatkan penderitaan dan rasa sakit, kualitas hidup yang terilhami oleh visi dan nilai, tidak menyebabkan kerugian yang tidak perlu, kemampuan untuk melihat keterkaitan, kemampuan untuk mencari jawaban-jawaban yang mendasar, kemampuan bekerja melawan konvensi atau menjadi mandiri. Semakin tinggi skor total yang diperoleh maka semakin tinggi pula tingkat kecerdasan spiritualnya. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah skor yang diperoleh maka semakin rendah pula tingkat kecerdasan spiritualnya. D. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang sedang mengerjakan skripsi. Mahasiswa fakultas psikologi menjadi subjek dalam penelitian ini karena secara umum mahasiswa yang mempelajari ilmu psikologi sudah mengerti istilah

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 prokrastinasi akademik. Teknik pemilihan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknikpurposive sampling yaitu peneliti mengambil subjek berdasarkan pada kriteria-kriteria tertentu (Siregar, 2013), yaitu mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang sedang mengerjakan skripsi lebih dari 1 semester. E. Alat Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen penelitian berupa skala. Skala digunakan untuk mendapatkan data mengenai kecerdasan spiritual dan prokrastinasi.Pengambilan datadilakukan dengan memberikan skala pada subjek dalam bentuk online. Peneliti mempertimbangkan penggunaan skala dalam bentuk online agar lebih mudah mendapatkan subjek. 1. Skala Prokrastinasi Akademik Dalam penelitian ini, pegumpulan data prokrastinasi akademik menggunakan skala Likert.Skala tersebut terdiri dari dua macam item yaitu item favorable (item dengan isi sesuai dengan variabel yang diukur) dan item unfavorable (item yang isinya bertentangan dengan variabel yang diukur). Item dalam skala ini berjumlah 48 item yang terdiri dari 24 item favorable dan 24 item unfavorable. Perbandingan jumlah item dalam skala ini dibuat seimbang karena variabel prokrastinasi akademik bersifat unidimensi, maka setiap indikator dapat menunjukkan

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 kecenderungan perilaku prokrastinasi akademik subjek. Jika jumlah item tidak seimbang akan menyebabkan terjadinya dominasi indikator (Supratiknya, 2014). Skor untuk item favorable berurutan dari pilihan STS-TS-S-SS, yaitu 1, 2, 3, 4. Sedangkan skor untuk item unfavorable berurutan dari pilihan STS-TS-S-SS, yaitu 4, 3, 2, dan 1. Persebaran skala prokrastinasi akademik sebelum uji coba dapat dilihat dari tabel 1 berikut: Tabel 3.1 Sebaran Aitem Skala Prokrastinasi Akademik Sebelum Uji Coba No 1 Nomor Aitem Aspek Favorable Unfavorable Penundaan 1, 10, 14, 23, 2, 6, 27, 37, tugas akademik 31, 34 41, 46 Jumlah 12 25% 12 25% 12 25% 12 25% 48 100% Keterlambatan 2 dalam 5, 15, 20, 28, 3, 7, 16, 24, mengerjakan 42, 47 36, 48 tugas akademik Kesenjangan 3 waktu antara 29, 32, 33, 4, 8, 12, 17, rencana dan 35, 38, 43 21, 25 actual 4 Melakukan 9, 13, 18, 22, 11, 19, 26, 30, aktifitas lain 39, 44 Total 24 (50%) 40, 45 24 (50%)

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 2. Skala Kecerdasan Spiritual Skala ini menggunakan metode likert dengan 4 kategori. Kategori yang digunakan adalah Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Item dalam skala ini berjumlah 48 item yang terdiri dari 24 item favorable dan 24 item unfavorable. Perbandingan jumlah item dalam skala ini dibuat seimbang karena variabel kecerdasan spiritual bersifat unidimensi, maka setiap indikatordapat menunjukkan kecenderungan perilaku subjek. Jika jumlah item tidak seimbang akan menyebabkan terjadinya dominasi indikator (Supratiknya, 2014). Skor dalam skala ini diberikan pada setiap jawaban dengan rentang angka dari 1 sampai dengan 4. Skala ini berisi dengan item favorable dan unfavorable. Pada item favorable, skor diberikan sesuai dengan urutan STS-TS-S-SS yaitu 1, 2, 3, dan 4. Sedangkan pada item unfavorable, skor diberikan sesuai dengan urutan STS-TS-S-SS yaitu 4, 3, 2, dan 1. Berikut adalah blue print dari skala dukungan sosial pada tabel 3.2

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Tabel 3.2 Sebaran Aitem Skala Kecerdasan Spiritual Sebelum Uji Coba Nomor Aitem No 1 2 Aspek Favorable Kemampuan bersikap fleksibel Kesadaran diri Kemampuan Jumlah Unfavorable 1, 17, 33 9, 25, 41 6 12.5 % 11, 35, 42 3, 19, 27 6 12.5 % 4, 20, 28 12, 36, 43 6 12.5 % 2, 10, 18 6 12.5 % 6, 22, 45 6 12.5 % 21, 29, 46 5, 13, 37 6 12.5 % 7, 39, 47 15, 23, 31 6 12.5 % 8, 24, 40 16, 32, 48 6 12.5 % 48 100% untuk menghadapi dan 3 memanfaatkan penderitaan dan rasa sakit Kualitas hidup yang 4 terilhami oleh visi dan 26, 34, 44 nilai Tidak 5 menyebabkan kerugian yang tidak 14, 30, 38 perlu 6 Kemampuan melihat keterkaitan Kemampuan 7 untuk untuk mencari jawaban- jawaban yang mendasar Kemampuan 8 bekerja untuk melawan konvensi atau menjadi mandiri Total 24 (50%) 24 (50%)

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 F. Validitas, Reliabilitas dan Seleksi Item 1. Uji Validitas Validitas adalah ketepatan dan kecermatan skala dalam menjelaskan fungsi ukurnya, artinya sejauh mana skala yang telah dibuat mampu menghasilkan data akurat sesuai dengan tujuan ukurnya (Azwar, 2005). Skala dikatakan valid bila dibuat sesuai dengan batasbatas berdasarkan hal yang ingin diukur (Azwar, 2009). Skala prokrastinasi akademik dibuat berdasarkan aspek-aspek prokrastinasi yang dikemukakan oleh Ferrari, Johnson, & Mc. Cown (1995) yaitu penundaan tugas akademik, keterlambatan dalam mengerjakan tugas akademik, kesenjangan waktu antara rencana dan aktual, melakukan aktifitas lain. Kemudian skala kecerdasan spiritual dibuat berdasarkan aspek-aspek kecerdasan spiritual yang dikemukakan oleh Zohar & Marshall (2000) yaitu kemampuan untuk bersikap fleksibel, memiliki tingkat kesadaran diri yang tinggi, mampu menghadapi dan memanfaatkan penderitaan dan rasa sakit, kualitas hidup yang terilhami oleh visi dan nilai, tidak menyebabkan kerugian yang tidak perlu, kemampuan untuk melihat keterkaitan, kemampuan untuk mencari jawaban-jawaban yang mendasar, kemampuan bekerja melawan konvensi atau menjadi mandiri. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. Validitas isi adalah taraf yang memiliki unsur-unsur dalam suatu alat ukur mampu mengukur atau mewakili konstruk yang dituju

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 (Supratiknya, 2016). Penelitian ini menggunakan indeks validitas isi (IVI) untuk mengukurnya (Supratiknya, 2016). Untuk mendapatkan skor IVI, peneliti perlu melakukan penilaian ahli atau professional judgement terlebih dahulu dengan skor ordinal dari 1 – 4 (Supratinya, 2016). Proses validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan berkonsultasi pada dosen pembimbing skripsi. Skor IVI memiliki kisaran dari 0 – 1 (Supratiknya, 2016) Skor IVI taraf aitem dihitung dengan rumus di bawah ini: Sementara untuk IVI taraf skala total: Penilaian kedua skala dilakukan dengan dosen pembimbing dan 10 orang lainnya pada tanggal 20 Juni 2018 hingga 30 Juni 2018. IVI-I pada skala prokrastinasi akademik memiliki skor antara 0,82 – 1 dan IVI-S sebesar 0,97. Kemudian untuk IVI-I skala kecerdasan spiritual memiliki skor antara 0,82 – 1. Skor IVI-S skala sebesar 0,94. Berdasarkan skor validitas isi dan total, kedua skala dapat dikatakan valid karena skor yang didapatkan ≥0,78 (Supratiknya, 2016).

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 2. Seleksi Aitem Seleksi aitem dilakukan untuk mendapatkan aitem yang valid sehingg layak digunakan untuk penelitian. Seleksi aitem dilakukan dengan analisis kuantitatif terhadap parameter-parameter aitem. Seleksi aitem ini dilakukan berdasarkan daya diskriminasi aitemnya. Parameter daya beda aitem berupa koefisien korelasi aitem-total dan pemilihan aitem-aitemnya didasarkan pada besarnya koefisien korelasi tersebut. Menurut Azwar (2009), kriteria pemilihan aitem berdasar korelasi aitem total menggunakan batasan rix ≥ 0,30. Aitem yang memiliki koefisien korelasi minimal 0,30 dianggap memiliki daya diskriminasi yang baik. Jika aitem yang memiliki angka koefisien korelasi kurang atau dibawah 0,30, bisa dikatakan aitem tersebut memiliki daya diskriminasi yang rendah dan akan digugurkan. Namun jika aitem yang memiliki koefisien korelasi kurang mencukupi sesuai dengan yang diinginkan, maka peneliti bisa menurunkan sedikit batas kriteria menjadi 0,25 (Azwar, 2009). a) Skala Prokrastinasi Akademik Skala ini mulanya terdiri dari 48 item dengan 12 item aspek penundaan tugas akademik, 12 item aspek keterlambatan dalam mengerjakan tugas akademik, 12 item aspek kesenjangan waktu antara rencana dan aktual dan 12 item aspek melakukan aktivitas lain.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Uji coba skala dilakukan pada tanggal 20 Juli hingga 27 Juli 2018 secara online melalui google form, terhadap mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang sedang dalam masa mengerjakan skripsi, yaitu mahasiswa angkatan 2011 hingga 2014. Terdapat 55 mahasiswa yang mengisi skala prokrastinasi akademik. Tabel 3.3 Persebaran Skala Prokrastinasi Akademik Setelah Uji Coba No 1 2 3 4 No Aitem Favorable Unfavorable Penundaan tugas (1), (10), 14, (2), 6, 27, (37), akademik (23), 31, 34 41, (46) Keterlambatan (5), 15, 20*, 3*, 7, 16, 24*, dalam mengerjakan 28*, 42, 47 36, (48) tugas akademik Kesenjangan waktu 29, (32), (33), 4, 8, (12), (17), antara rencana dan 35, (38), 43 21, (25) aktual Melakukan 9, 13, 18*, 11, 19*, (26), aktifitas lain (22), 39, (44) (30), 40, 45 Total 24 (50%) 24 (50%) * : Aitem yang gugur Aspek Jumlah 12 25% 12 25% 12 25% 12 25% 48 100% () :Aitem yang digugurkan Setelah melakukan seleksi aitem diketahui bahwa hanya terdapat 6 item yang memiliki angka koefisien korelasi kurang atau dibawah 0,30. Maka jumlah aitem yang lolos masih terlalu banyak dan jumlah yang tidak seimbang pada setiap aspek. Untuk

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 mempertahankan proporsi pada setiap aspek dan mengurangi jumlah aitem yang terlalu banyak, peneliti menggugurkan 18 butir aitem yang memiliki angka koefisien korelasi terendah dalam setiap aspek yaitu aitem nomor 1, 2, 5, 10, 12, 17, 22, 23, 25, 26, 30, 32, 33, 37, 38, 44, 46, dan 48. Berdasarkan blueprint didapatkan 24 butir aitem yang digunakan dalam pengumpulan data. Skala prokrastinasi akademik ini terdiri dari 6 butir aitem pada keempat aspeknya dengan kisaran koefisien korelasi aitem-total 0,462 – 0,802. Berikut distribusi setelah melakukan seleksi aitem dan melakukan penomoran ulang. Tabel 3.4 Skala Prokrastinasi Akademik yang Digunakan dalam Penelitian No 1 2 3 4 Aspek Penundaan tugas akademik Keterlambatan dalam mengerjakan tugas akademik Kesenjangan waktu antara rencana dan actual Melakukan aktifitas lain Total No Aitem Favorable Unfavorable Jumlah 8, 14, 15 2, 12, 20 6 25% 9, 21, 24 3, 10, 17 6 25% 13, 16, 22 1, 4, 11 6 25% 5, 7, 18 6, 19, 23 6 25% 3 (50%) 3 (50%) 24 100%

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 . b) Skala Kecerdasan Spiritual Skala ini mulanya terdiri dari 48 item dengan 6 aitem aspek kemampuan bersikap fleksibel, 6 aitem aspek kesadaran diri, 6 aitem aspek kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan dan rasa sakit, 6 aitem aspek kualitas hidup yang terilhami oleh visi dan nilai, 6 aitem aspek tidak menyebabkan kerugian yang tidak perlu, 6 aitem aspek kemampuan untuk melihat keterkaitan, 6 aitem aspek kemampuan untuk mencari jawaban-jawaban yang mendasar, dan 6 aitem aspek kemampuan untuk bekerja melawan konvensi atau menjadi mandiri. Uji coba skala dilakukan pada tanggal 20 Juli hingga 27 Juli 2018 secara online melalui google form, terhadap mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang sedang dalam masa mengerjakan skripsi, yaitu mahasiswa angkatan 2011 hingga 2014. Terdapat 55 mahasiswa yang mengisi skala kecerdasan spiritual.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Tabel 3.5 Pesebaran Skala Kecerdasan Spiritual Setelah Uji Coba Nomor Aitem No 1 2 3 4 5 6 7 8 Aspek Favorable Kemampuan bersikap (1), 17, 33 fleksibel 11*, 35, 42* Kesadaran diri Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan (4), (20), 28 penderitaan dan rasa sakit Kualitas hidup yang terilhami oleh visi dan 26, (34), (44) nilai Tidak menyebabkan kerugian yang tidak 14, 30*, 38 perlu Kemampuan untuk 21, (29), 46 melihat keterkaitan Kemampuan untuk mencari jawaban7*, 39, 47* jawaban yang mendasar Kemampuan untuk bekerja melawan 8*, 24, 40 konvensi atau menjadi mandiri Total 24 (50%) * : Aitem yang gugur () :Aitem yang digugurkan Jumlah Unfavorable 9, (25), 41* 6 12.5 % 3, 19, 27* 6 12.5 % 12, 36*, 43 6 12.5 % 2, 10, 18* 6 12.5 % (6), (22), 45 6 12.5 % 5, (13), 37* 6 12.5 % 15*, 23, 31 6 12.5 % 16, (32), 48* 6 12.5 % 48 100 % 24 (50%)

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Setelah melakukan seleksi aitem diketahui bahwa jumlah aitem yang gugur tidak seimbang pada setiap aspek. Untuk mempertahankan proporsi pada setiap aspek, peneliti menggugurkan 11 butir aitem yang memiliki angka koefisien korelasi terendah dalam setiap aspek yaitu aitem nomor 1, 4, 6, 13, 20, 22, 25, 29, 32, 34, 44. Hingga menyesuaikan pada blueprint didapatkan 24 butir aitem yang digunakan dalam pengumpulan data. Skala prokrastinasi akademik ini terdiri dari 3 butir aitem pada kedelapan aspeknya dengan kisaran koefisien korelasi aitem-total 0,339 – 0,615. Berikut distribusi setelah melakukan seleksi aitem dan melakukan penomoran ulang.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Tabel 3.6 Skala Kecerdasan Spiritual yang Digunakan dalam Penelitian Nomor Aitem No 1 2 3 4 5 6 7 8 Aspek Kemampuan bersikap fleksibel Kesadaran diri Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan dan rasa sakit Kualitas hidup yang terilhami oleh visi dan nilai Tidak menyebabkan kerugian yang tidak perlu Favorable Jumlah Unfavorable 17, 33 9 3 12.5 % 35 3, 19 3 12.5 % 28 12, 43 3 12.5 % 26 2, 10 3 12.5 % 14, 38 45 3 12.5 % 5 3 12.5 % 23, 31 3 12.5 % 16 3 12.5 % 24 100% Kemampuan untuk 21, 46 melihat keterkaitan Kemampuan untuk mencari jawaban39 jawaban yang mendasar Kemampuan untuk bekerja melawan 24, 40 konvensi atau menjadi mandiri Total 12 (50%) 12 (50%)

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 3. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas skala dilakukan untuk mengukur konsistensi alat ukur yang digunakan (Supratiknya, 2014). Suatu alat ukur dikatakan reliabel apabila alat ukur tersebut ajeg (stabil) sehingga hasil pengukurannya handal. Dalam penelitian ini pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach dalam program SPSS 22 for windows. Dalam pengukuran, reliabilitas suatu alat ukur dinyatakan oleh koefisien reliabilitas dengan rentang angka dari 0 sampai dengan 1,00. Jika angka koefisien reliabilitas hampir mendekati angka 1,00 maka semakin tinggi reliabilitasnya. Namun jika angka koefisien reliabilitas mendekati angka 0 maka semakin rendah reliabilitasnya (Azwar, 2009). Tabel 3.7 Tabel Klasifikasi Realibilitas (Periantalo, 2015) Skor Klasifikasi ≥0,90 Sangat bagus 0,8 – 0,89 Bagus 0,7 – 0,79 Cukup bagus 0,6 – 0,7 Kurang bagus ≤0,6 Tidak bagus

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Berdasarkan uji reliabilitas aitem pada skala prokrastinasi akademik yang telah melalui tahap seleksi aitem memiliki koefisien alpha cronbach sebesar 0,948 yang dapat dikatakan sangat bagus (Periantalo, 2015). Sedangkan pada skala kecerdasan spiritual yang telah melalui tahap seleksi aitem diperoleh koefisien alpha cronbach sebesar 0.901 yang dapat dikatakan sangat bagus (Periantalo, 2015). G. Teknik Analisi Data 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas adalah sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk melihat apakah sebaran data pada kedua variabel tersebut berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas Kolmogorov Smirnov dalam program SPSS 22for Windows. Data dapat dikatakan terdistribusi normal jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05(p>0,05), namun jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05(p< 0,05) maka data dikatakan tidak terdistribusi dengan normal (Respati, Yulianto, & Widiana, 2006). b. Uji Linearitas Uji linearitas dilakukan untuk menguji hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung mengikuti garis lurus

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 (linear) atau tidak (Santoso, 2010). Dalam penelitian ini uji linearitas dilakukan dengan Test for Linearity pada program SPSS 22 for Windows. Dua variabel dikatakan mengikuti garis lurus jika memiliki nilai signifikansi atau probabilitas lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). 2. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui terdapat hubungan kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik atau tidak. Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment Correlation jika data terdistribusi normal, jika data tidak terdistribusi normal maka akan digunakan uji korelasi RankSpearman(Siregar, 2013). Uji korelasi dilakukan melalui program SPSS 22 for Windows.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang sedang dalam masa pengerjaan skripsi. Data dari penelitian ini diperoleh dengan membagikan skala penelitian kepada subjek secara online dengan menggunakan google form. Pengambilan data secara online dilakukan dari tanggal 3 Agustus 2018 hingga 14 Agustus 2018. Setelah melakukan pengambilan data lalu peneliti memilah data subjek yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan dan mendapatkan 115 skala yang dapat diolah. B. Deskripsi Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang sedang dalam masa pengerjaan skripsi. Deskripsi subjek dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Penelitian ini memiliki 41 subjek laki-laki dengan persentase sebesar 37,3% dan 69 subjek perempuan dengan persentase sebesar 62,7%. Dengan demikian jumlah subjek perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Subjek dalam penelitian ini berada pada kisaran usia 20 hingga 24 tahun. Subjek dengan usia 20 tahun sebanyak 3 orang, usia 21 tahun sebanyak 5 orang, usia 22 tahun sebanyak 38 orang, usia 23 tahun sebanyak 43 orang,dan 58

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 usia 24 tahun sebanyak 21 orang. Subjek yang berasal dari angkatan 2011 sampai dengan angkatan 2014. C. Deskripsi Data Penelitian 1. Prokrastinasi Akademik Tabel 4.1 Deskripsi Data Prokrastinasi Akademik Aspek N Prokrastinasi Akademik Min 110 Teoritik Max Mean 24 96 Empirik Max Mean Min 60 40 89 62,79 Tabel 4.2 Tabel Hasil Uji Beda Mean One-Sample Test Test Value = 0 t df Sig. (2- Mean 95% Confidence tailed) Difference Interval of the Difference Prokrastinasi Akademik 51.720 109 .000 62.791 Lower Upper 60.38 65.20 Berdasarkan tabel 4.1, skor terendah yang dapat diperoleh dari skala prokrastinasi akademik adalah 24, sedangkan skor tertinggi yang dapat diperoleh adalah sebesar 96. Subjek penelitian yang telah mengisi skala prokrastinasi akademik memperoleh skor terendah sebesar 40, sedangkan skor tertinggi yang diperoleh subjek adalah sebesar 89. Mean teoritik pada variabel prokrastinasi akademik adalah sebesar 60, sedangkan

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 meanempiris yang diperoleh subjek adalah sebesar 62,79. Mean empiris lebih besar daripada mean teoritik, berarti subjek memiliki skor prokrastinasi akademik yang cenderung tinggi. Hasil tersebut juga diperkuat dengan uji t (Tabel 4.2) menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi (0,000<0,05) tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara mean empiris dan mean teoritik. 2. Kecerdasan Spiritual Tabel 4.3 Deskripsi Data Kecerdasan Spiritual N Kecerdasan Spiritual 110 Min 24 Teoritis Max Mean 96 60 Min 53 Empirik Max Mean 77 66,35 Tabel 4.4 Tabel Hasil Uji Beda Mean One-Sample Test Test Value = 0 t df Sig. (2tailed) Kecerdasan Spiritual 114.853 109 .000 Mean 95% Confidence Interval Difference of the Difference 66.345 Lower Upper 65.20 67.49 Berdasarkan tabel 4.3, skor terendah yang dapat diperoleh dari skala kecerdasan spiritual adalah 24, sedangkan skor tertinggi yang dapat diperoleh adalah sebesar 96. Subjek penelitian yang telah mengisi skala kecerdasan spiritual memperoleh skor terendah sebesar 53, sedangkan skor

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 tertinggi yang diperoleh subjek adalah sebesar 77. Mean teoritik pada variabel kecerdasan spiritual adalah sebesar 60, sedangkan mean empiris yang diperoleh subjek adalah sebesar 66,35. Mean empiris lebih besar daripada mean teoritik, berarti subjek memiliki skor kecerdasan spiritual yang cenderung tinggi. Hasil tersebut juga diperkuat dengan uji t (Tabel 4.4) menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi (0,000<0,05) tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara mean empiris dan mean teoritik. D. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi a) Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan SPSS 22 for Windows. Hasil dari analisis statistik menunjukkan dua sumber data, yaitu dengan metode Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk sehingga menghasilkan data sebagai berikut: Tabel 4.5 Uji Normalitas Data Prokrastinasi Akademik Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Prokrastinasi df .081 Akademik a. Lilliefors Significance Correction Sig. 110 .075

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Dengan jumlah subjek 110 orang, maka kita melihat menggunakan nilai probabilitas Kolmogrov-Smirnov(Santoso, 2010). Peneliti akan membandingkan hasil uji normalitas diatas dengan angka probabilitas sebesar 0,05 sebagai acuan (Singgih, 2012). Berdasarkan tabel 4.5 dapat dikatakan bahwa data prokrastinasi akademik berada lebih dari 0,05 maka data skor mengikuti distribusi normal. Tabel 4.6 Uji Normalitas Data Kecerdasan Spiritual Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Kecerdasan df .081 Sig. 110 .070 Spiritual a. Lilliefors Significance Correction D engan jumlah subjek 110 orang, maka kita melihat menggunakan nilai probabilitas Kolmogrov-Smirnov (Santoso, 2010). Data dikatakan terdistribusi normal jika p>0,05. Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat bahwa data kecerdasan spiritual berada lebih dari 0,05 maka data skor mengikuti distribusi normal. b) Uji Linearitas Uji linearitas dilakukan dengan Test of Linearity menggunakan SPSS 22 for Windows. Suatu hubungan dinyatakan linear apabila nilai

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0,05 (p<0,05), sementara itu hubungan dinyatakan tidak linear apabila nilai signifikansi yang diperoleh lebih besar dari 0,05 (p>0,05). Berikut adalah hasil uji linearitas yang telah dilakukan: Tabel 4.7 Uji Linearitas Kecerdasan Spiritual dan Prokrastinasi Akademik ANOVA Table F (Combined) Prokrastinasi Akademik * Between Linearity Kecerdasan Groups Deviation from Spiritual Sig. 3.092 .000 50.678 .000 1.023 .447 Linearity Berdasarkan tabel 4.10 dapat dilihat bahwa prokrastinasi akademik dan kecerdasan spiritual memiliki nilai F sebesar 50.678 dengan signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik memiliki hubungan yang linear karena memiliki signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). 2. Uji Hipotesis Berdasarkan uji asumsi yang telah dilakukan mengatakan bahwa data terdistribusi normal, maka uji hipotesis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Tingkat hubungan dapat dillihat berdasarkan nilai

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 koefisien korelasinya. Sugiyono (2011) membagi kekuatan hubungan menjadi beberapa tingkatan, sebagai berikut: Tabel 4.8 Tabel Tingkat Hubungan Interval Koefisien 0,00 – 0,199 0,20 - 0,399 0,40 – 0,599 0,60 – 0,799 0,80 – 1,000 Tingkat Hubungan Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat Uji hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan SPSS 22 for Windows. Berikut adalah hasil uji hipotesis yang telah dilakukan: Tabel 4.9 Uji Hipotesis Kecerdasan Spiritual dan Prokrastinasi Akademik Correlations Kecerdasan Prokrastinasi Spiritual Akademik Pearson Correlation Kecerdasan Spiritual Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Prokrastinasi Akademik 1 -.564** .000 110 110 -.564** 1 Sig. (2-tailed) .000 N 110 110 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Berdasarkan tabel 4.9 dapat dilihat bahwa kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik memiliki koefisien korelasi sebesar -0,564 dengan

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 signifikansi sebesar 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat kecerdasan spiritual maka semakin rendah tingkat prokrastinasi akademik. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah tingkat kecerdasan spiritual, maka semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik. Berdasarkan tabel 4.8, hubungan antara kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik memiliki tingkat hubungan yang sedang/rata-rata. Hal tersebut menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif yang rata-rata kuat dan signifikan antara kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik. E. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang sedang dalam masa pengerjaan skripsi. Berdasarkan deskripsi pengambilan data, kriteria subjek dalam penelitian ini terpenuhi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 110 mahasiswa yang berasal dari angkatan 2011 hingga 2014, dimana subjek masih dalam tahap pengerjaan skripsi dan sudah mengerjakan skripsi lebih dari satu semester. Hasil uji deskriptif dalam penelitian ini, prokrastinasi akademik sebesar 60 dan rata-rata empirik sebesar 62,79. Berdasarkan hal tersebut

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 dapat dikatakan bahwa subjek cenderung memilki tingkat prokrastinasi akademik yang tinggi. Hasil tersebut juga diperkuat dengan uji t menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi (0,000<0,05) tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara mean empiris dan mean teoritik. Sedangkan rata-rata teoritik pada variabel kecerdasan spiritual memperoleh rata-rata teoritik sebesar 60 dan rata-rata empirik sebesar 66,35. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa subjek cenderung memiliki tingkat kecerdasan spiritual yang tinggi karena mean empirik lebih tinggi dibandingkan mean teoritiknya. Hasil tersebut juga diperkuat dengan uji t menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi (0,000<0,05) tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara mean empiris dan mean teoritik. Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi subjek pada variabel kecerdasan spiritual adalah positif, sedangkan kondisi pada variabel prokrastinasi akademik menunjukkan adanya masalah yang harus diatasi karena itu berarti bahwa subjek terbiasa untuk melakukan prokrastinasi pada keenam aspek kegiatan akademik. Uji hipotesis menyatakan bahwa kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik memiliki koefisien korelasi sebesar -0,564 dengan signifikansi 0,000 (p<0,05). Hal tersebut menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif yang rata-rata kuat dan signifikan antara kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik. Hal ini berarti semakin rendah

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 kecerdasan spiritual maka semakin tinggi prokrastinasi akademik, begitu pula sebaliknya, jika semakin tinggi kecerdasan spiritual maka prokrastinasi akademik akan semakin rendah. Berdasarkan hasil uji korelasi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima yaitu terdapat hubungan yang negatif antara kecerdasan spiritual dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya (Liling, Nurcahyo, & Tanojo, 2013). Penelitian tersebut mengatakan adanya hubungan negatif yang sangat signifikan antara kecerdasan spiritual dengan prokrastinasi pada subjek penelitian (Liling et al, 2013). Bila dibandingkan dengan penelitian Liling et al (2013), perbedaan hasil dapat disebabkan oleh karena alat ukur dan populasi yang digunakan dalam penelitian. Penelitian tersebut memiliki perbedaan mengenai alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat prokrastinasi akademik dengan penelitian kali ini. Penelitian sebelumnya menggunakan alat ukur yang diadaptasi dari Tuckman Procrastination Scale (TPS) yang terdiri dari 3 aspek, yaitu deskripsi umum mengenai kecenderungan menunda sesuatu, kecenderungan menghindari tugas yang sulit atau tidak menyenangkan, dan kecenderungan untuk menyalahkan orang lain akan situasi yang dihadapi. Berbeda dengan alat ukur yang digunakan peneliti untuk mengukur tingkat prokrastinasi akademik. Peneliti menyusun alat ukur berlandaskan pada aspek-aspek prokrastinasi akademik menurut Ferrari, Johnson & Mc. Cown (1995). Terdapat 4 aspek

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 yang digunakan sebagai indikator untuk mengukur prokrastinasi akademik, yaitu penundaan untuk memulai maupun menyelesaikan kerja pada tugastugas yang dihadapi, keterlambatan dalam mengerjakan tugas akademik, kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual, dan melakukan aktifitas lain yang lebih menyenangkan dari pada melakukan tugas yang harus dikerjakan. Perbedaan alat ukur maupun aspek-aspek yang digunakan dalam penelitian ini dengan penelitian sebelumnya diduga menjadi penyebab perbedaan hasil pengukuran tingkat prokrastinasi akademik. Perbedaan lain terkait dengan populasi yang digunakan dalam penelitian. Dalam penelitian sebelumnya menggunakan subjek penelitian yaitu mahasiswa di Universitas Pelita Harapan Surabaya dimana mahasiswa dalam universitas ini cukup menekankan muatan pengembangan iman dan karakter dalam kurikulum pada setiap program studinya (Liling et al, 2013). Subjek dalam penelitian tersebut berjumlah 62 mahasiswa. Sedangkan dalam penelitian ini menggunakan subjek mahasiswa fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dimana mahasiswa dalam universitas ini dituntut untuk memadukan keunggulan akademik dan nilai-nilai kemanusiaan, yaitu cerdas dan humanis. Jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah 110 mahasiswa. Subjek dari universitas yang berbeda, jumlah subjek yang berbeda, serta memiliki kurikulum yang berbeda pula dapat menyebabkan perbedaan hasil pengukuran yang berbeda. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapt dijelaskan dengan beberapa hal berikut. Menurut Ferrari, dkk.(1995) kelambanan, dalam arti

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 lambannya kerja seseorang dalam melakukan suatu tugas dapat menjadi ciri yang utama dalam prokrastinasi akademik. Menurut Knaus (2002) ada beberapa alasan yang menyebabkan pelajar melakukan prokrastinasi, antara lain: buruknya pengelolaan waktu, kesulitan dalam berkonsentrasi, kepercayaan irrasional, dan kebosanan terhadap tugas yang dihadapi. Alasan tersebut merupakan bentuk dari kelambanan seseorang dalam menyelesaikan tugasnya. Buruknya pengelolaan waktu dan sulitnya berkonsentrasi membentuk menjadi seorang yang lamban untuk mengerjakan tugasnya. Tugas yang dianggap mudah dan dengan deadline pengumpulan yang panjang tentu bisa membuat mahasiswa meremehkan tugas tersebut. Ada anggapan bahwa sebelum deadline, mahasiswa bisa mendapat waktu tambahan untuk mengerjakan tugas dan tugas pun dikerjakan saat sudah mendekati deadline yang sudah ditentukan. Bagi mahasiswa ada tantangan ketika mengerjakan tugas dengan deadline yang sudah hampir habis waktunya. Mahasiswa yang memiliki kesadaran akan segera mengerjakan tugas-tugas yang diberikan seberapa sulitnya tugas tersebut. Di sisi lain, kecerdasan spiritual seseorang akan mendorongnya untuk memiliki kesadaran diri dan menilai makna dibalik segala macam tindakannya (Zohar dan Marshall, 2000). Kecerdasan spiritual dapat menuntun seorang mahasiswa untuk memutuskan tindakan yang tepat dan memikirkan apa yang harus diperbuat. Maka, besar kemungkinan bagi mahasiswa yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi maka akan cenderung menghindari penundaan dalam memulai maupun menyelesaikan

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 tugas, dan enggan melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan dari pada melakukan tugas yang harus dikerjakan. Mahasiswa akan mampu memiliki rencana tersendiri dengan pemanfaatan waktu luang antara tugas akademik, tugas non-akademik dan kesenangan pribadi sehingga kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual dapat diminimalkan. Prokrastinasi akademik terkait erat dengan perasaan tidak berdaya dalam menghadapi tantangan atau tugas yang dianggap sulit, yang menyebabkan seseorang menghindari tugas tersebut atau melakukan penundaan (Kingofong dalam Liling, 2013). Prokrastinasi dilakukan karena kebiasaan untuk menghindari pekerjaan yang tidak terlalu penting dan usaha yang impulsif (Ferrari, dkk, 1995). Menurut Ferrari, dkk (1995) prokrastinasi merupakan kemalasan untuk menyelesaikan suatu tugas yang penting dalam hidup. Di sisi lain, seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual yang rendah akan mengalami kesulitan untuk mengorbankan hal-hal yang tidak perlu (Zohar dan Marshall, 2000). Maka, seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual yang rendah akan enggan untuk mengerjakan dan menyelesaikan tugas sehingga besar kemungkinan untuk melakukan penundaan pada tugas tersebut. Seorang individu terkadang mengalami kesulitan untuk memutuskan tugas mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, sehingga kesulitan tersebut mendorong individu untuk mengganti penyelesaian tugas dengan aktivitas yang menyenangkan karena kurang mampu mengambil keputusan secara tepat (Solomon & Rothblum, 1984). Jika individu tersebut memiliki

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 kecerdasan spiritual yang rendah maka akan kesulitan untuk melihat keterkaitan antara dirinya sendiri dan orang lain sehingga akan cenderung melakukan hal-hal yang tidak berguna. Selain itu individu yang memiliki kecerdasan spiritual yang rendah akan sulit untuk melakukan perbuatan yang lebih baik serta kurang memiliki tujuan hidup. Dengan hal tersebut individu akan terhambat dalam mengevaluasi dirinya sendiri atas apa yang dilakukannya dan kurang mampu mempertimbangkan konsekuensi dari tindakannya (Zohar dan Marshall, 2000). Oleh karena itu, mahasiswa yang memiliki kecerdasan spiritual yang rendah kemungkinan akan sulit untuk mengambil keputusan dan tindakan yang lebih bermakna sehingga terdorong untuk melakukan prokrastinasi akademik. Akan tetapi ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi prokrastinasi akademik, yaitu faktor internal dan faktor eksternal (Ferrari, 1995). Faktor internal adalah faktor dalam diri individu yang turut membentuk perilaku prokrastinasi seperti faktor fisik yaitu kelelahan, dan faktor psikologis seperti tipe kepribadian dan motivasi (Ferrari, 1995). Faktor eksternal adalah faktor dari luar diri individu seperti banyaknya tugas yang menuntut pada waktu yang hampir bersamaan, kondisi lingkungan, dan pola pengasuhan (Ferrari, 1995). Mahasiswa kurang memiliki kesadaran untuk segera mengerjakan tugas-tugas yang diberikan seberapa sulitnya tugas tersebut. Tugas yang dianggap mudah dan dengan deadline pengumpulan yang panjang tentu bisa membuat mahasiswa meremehkan tugas tersebut.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat memberikan gambaran hubungan antara kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik yang ditunjukkan dengan korelasi sebesar -0,564. Dengan hal tersebut maka kecerdasan spiritual dimungkinkan dapat menjadi prediktor yang cukup kuat terhadap prokrastinasi akademik.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif yang rata-rata kuat dan signifikan antara kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan spiritual dan prokrastinasi akademik. Dengan kata lain, semakin tinggi kecerdasan spiritual maka semakin rendah prokrastinasi akademik, begitu pula sebaliknya jika semakin rendah kecerdasan spiritual maka prokrastinasi akademik akan semakin tinggi. B. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini telah dilakukan sebaik mungkin, namun penelitian ini tetap memiliki keterbatasan, antara lain : 1. Hasil penelitian ini hanya bersifat terbatas pada subjek yang diteliti saja, yaitu mahasiswa skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Subjek yang sulit ditemui/dihubungi. Peneliti mengalami kesulitan untuk mencari subjek dengan kriteria mahasiswa aktif yang sedang mengerjakan 73

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 skripsi. Karena banyak mahasiswa angkatan 2011- 2013 yang sulit untuk ditemui/dihubungi. Walaupun penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, namun penelitian ini telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Dengan demikian hasil yang ditunjukkan dalam penelitian ini tetap sesuai dengan tujuan dan dapat dipertanggung jawabkan. C. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti mengajukan saran untuk penelitian selanjutnya. 1. Bagi subjek penelitian Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa subjek memiliki tingkat prokrastinasi yang tinggi dan tingkat kecerdasan spiritual yang tinggi pula. Dari hal tersebut diharapkan agar subjek lebih mengolah kecerdasan spiritual agar dapat mengurangi tingkat prokrastinasi akademik. 2. Bagi penelitian selanjutnya Berdasarkan keterbatasan penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya, diharapkan untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk memperbanyak subjek yang akan diteliti. Hal tersebut bertujuan agar data yang diperoleh memiliki persebaran yang merata, sehingga dapat semakin menggambarkan populasi yang ada. Untuk menentukan jumlah subjek

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 ideal yang akan diteliti, peneliti selanjutnya dapat menggunakan perhitungan menggunakan rumus Slovin. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel pada mahasiswa yang sudah mengerjakan skripsi lebih dari 2 semester, dengan tujuan agar fenomena prokrastinasi akademik semakin terlihat.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Akinsola, M. K., Tella, A., & Tella, A. (2007). Correlates Of Academic Procrastination and Mathematics Achievement of University Undergraduate Students. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education , 363-370. Alwisol. (2006). Psikologi Kepribadian (Edisi Revisi). Malang: UMM Press. Astasari, L. A. (2015). Perbedaan Tingkat Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Laki-laki dan Perempuan. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Azwar, S. (2005). Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2009). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Balai Pustaka. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Jakarta Burka, J., & Yuen, L. (1983). Procrastination: Why You Do It, What To Do About It. New York: Perseus Book. Burka, J. B & Yuen, L. M. 2008. Procrastination. Cambridge: Da Capo Press Chu, A. H., & Choi, J. N. (2005). Rethinking Procrastination: Positive Effects Of “Active” Procrastination Behavior On Attitudes And Performance. The Journal of Social Psychology , 245-264. Creswell, J. W. (2009). Research Design Pendekatan Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. (A. Fawai, Trans.) Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Darmono, A & Hasan, A. (2002). Menyelesaikan Skripsi Dalam Satu Semester. Jakarta: Grasindo. Djamarah, S. B. (2002). Rahasia Sukses Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Fatimah, O., Lukman, Z. M., Khairudin, R., Shahrazad, W.S. W., & Halim, F. W. (2011). Procrastination's relation with fear of failure, competence expectancy and instrinsic motivation. Pertanika Journal Social Science and Humanika, 19: 123-127. 76

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Ferrari, J. R., Johnson, J. L., & Mc Cown, W. G. (1995). Procrastination And Task Avoidance Theory, Research And Treatment. New York: Plenum Pres. Hamound, S. A, Dayem, S. A. E., dan Osman. (2011). The Effect of an Assertiveness Training Program on Assertiveness Skill and Self-Esteem of Faculty Nursing Student. Journal of American Science, Vol. &, 12. Hasan, & Darmono. (2002). Menyelesaikan Skripsi Dalam 1 Semester. Jakarta: Grasindo. Hurlock, E. B. (2006). Psikologi Perkembangan suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Edisi kelima. Alih bahasa Istiwidayanti dan Soedjarwo. Jakarta : Erlangga Hurlock, E. B. (1994). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Vol. 5). Jakarta: Erlangga. Husetiyo, Y. (2008). Hubungan Asertivitas dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Jurnal Psikologi. Ikhtiarini, I. S., & Indrawati, E. S. (2017). Hubungan Antara Kecerdasan Spiritual dan Pengambilan Keputusan Pada Wanita Pemandu Karaoke di Kota Purwodadi. Jurnal Empati, 7, 170-182. Jannah, M., & Muis, T. (2014). Prokrastinasi Akademik (Perilaku Penundaan Akademik) Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya. Jurnal BK UNESA, Vol. 04, 03. Knaus, W. E. (2002). The Procrastination Workbook. New Harbinger:Publication, Inc. Liling, E. R., Nurcahyo, F. A., & Tanojo, K. L. (2013). Hubungan Antara Kecerdasan Spiritual dan Prokrastinasi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Humanitas, Vol: X. No 2. Nida, F. L. (2013). Peran Kecerdasan Spiritual Dalam Pencapaian Kebermaknaan Hidup. Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 4 . Nugrasanti, R. (2006). Locus Of Control dan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa. Jurnal Provitae, Vol. 02 No. 01. Periantalo, J. (2015). Penyusunan Skala Psikologi: Asyik, Mudah, & Bermanfaat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Poerwadarminta, W. J. (1989). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Prawitasari, E. J. (2012). Psikologi Terapan. Melintas Batas Disiplin Ilmu. Jakarta: Erlangga. Respati, W. S., Yulianto, A., & Widiana, N. (2006). Perbedaan Konsep Diri antara Remaja Akhir yang Mempersepsi Pola Asuh Orang Tua Authoritarian, Permissive, dan Authoritative. Jurnal Psikologi , 119-138. Safaria, T. (2007). Spiritual Intellegence: Metode Pengembangan Kecerdasan Spiritual Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu. Santoso, A. (2010). Statistik Untuk Psikologi. Dari Blog menjadi Buku. Yogyakarta : Univesitas Sanata Dharma Santoso, Singgih. (2012). Panduan Lengkap SPSS Versi 20. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Sarwono, S. W. (1978). Perbedaan Antara Pemimpin dan Aktivis dalam Gerakan Protes Mahasiswa (Cet. 1. ed.). Jakarta: Bulan Bintang. Siregar, S. (2013). Satistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Smith, R. A., & Davis, S. F. (2010). The Psychologist as Detective: An Introduction to Conducting Research in Psychology: Fifth Edition. Upper Saddle River: Pearson. Solomon, & Rothblum. (1984). Academic Procrastination. Frequency and Cognitive Behavioral Correlates. Journal of Counseling Psychology, 31(4), 503-509. Steel, P. (2007). The Nature of Procrastination: A Meta-Analytic and Theoretical Review of Quintessential Self-Regulatory Failure. Psychological Bulletin, Vol. 133 (1), 65-94. Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2012. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: ALFABETA Sunar, D. P. (2010). IQ, EQ & SQ : Cara Mudah Mengenali dan Memahami Kepribadian Anda. Yogyakarta: Flashbooks.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Supratiknya, A. (2014). Pengukuran Psikologis. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Supratiknya, A. (2016). Kuantifikasi validitas isi dalam asesmen psikologis. Yogyakarta : Sanata Dharma University Press Surijah, E. A., & Tjundjing, S. (2007). Mahasiswa Versus Tugas: Prokrastinasi Akademik dan Conscientiousness. Anima Indonesian Psychological Journal. Vol. 22, No. 4 , 352-374. Ursia, N. R., Siaputra, I. B., & Sutanto, N. (2013). Prokrastinasi Akademik dan Self-Control pada Mahasiswa Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Surabaya. Makara Seri Sosial Humaniora, 17 (1): 1-18. Vahedi, S., Mostafi, F., & Mortazanajad, H. (2009). Self-regulation and dimensions of parenting styles predict psychological procrastination of undergraduate student. Iran Journal of Psychiatry , 147-154. Yaumi, & Ibrahim. (2013). Kecerdasan Jamak (Multiple Intelligences):Mengidentifikasi dan Mengembangkan Multitalenta Anak. Jakarta: Kencana. Yong, F. S. (2010). A Study on The Assertiveness and Academic Procrastination of English and Communication Student an a Private University.American Journal os Scientific Research, Vol. 9, 62-72. Zamindari, Vanda. (1999).Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Problem Focused Coping Menghadapi Masalah Skripsi.Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Zohar, D., & Marshall, I. (2000). SQ Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual dalam Berpikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Kehidupan (terjemahan). Bandung: Mizan.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 80

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 LAMPIRAN 1 Uji Validitas Skala A. Validitas Skala Prokrastinasi Akademik Rater No Item P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 Mahasiswa Alumni Fakultas Psikologi P11 Dosen  IVI-I 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 2 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 10 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 14 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 10 0.91 15 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9 0.82 16 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 18 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 19 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 0.82 20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 21 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 22 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 24 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 25 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 28 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9 0.82 29 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 31 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 32 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 33 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 34 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 35 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 36 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 37 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 38 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 39 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 40 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 41 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 42 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 43 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 44 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 45 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 46 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 47 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 48 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 10 0.91  IVI - S 46.64 0.97

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 B. Validitas Skala Kecerdasan Spiritual Rater No Item P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 Mahasiswa Alumni Fakultas Psikologi P11  IVI-I Dosen 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 2 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 3 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 4 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 5 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 10 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 10 0.91 11 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 10 0.91 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 13 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 15 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 9 0.82 16 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9 0.82 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 21 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 22 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 23 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 24 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 25 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 27 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9 0.82 28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 29 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 30 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 31 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 9 0.82 32 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9 0.82 33 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 34 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 35 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 36 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 37 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 38 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 10 0.91 39 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 9 0.82 40 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 41 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 42 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 10 0.91 43 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 10 0.91 44 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 45 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0.91 46 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 47 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1.00 48 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0.82  IVI - S 9 45.09 0.94

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 LAMPIRAN 2 Reliabilitas Skala Sebelum Seleksi Aitem A. Skala Prokrastinasi Akademik Reliability Statistics Cronbach's Alpha .951 Scale Statistics N of Items 48 Mean Variance Std. Deviation N of Items 123.2182 337.285 18.36532 48 Item-Total Statistics p1 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted 120.4727 325.958 .493 .950 p25 120.7273 324.572 .472 .950 p2 121.2909 325.692 .398 .950 p26 120.7091 324.766 .417 .950 p3 120.6545 331.156 .263 .951 p27 120.5818 326.026 .486 .950 p4 120.6364 316.680 .738 .948 p28 120.3273 329.743 .227 .952 .950 p29 120.6727 323.113 .674 .949 p5 120.3273 327.965 .392 p6 120.8182 318.781 .639 .949 p30 121.3636 324.976 .311 .952 p7 120.3091 327.255 .486 .950 p31 120.7091 318.766 .732 .949 p8 120.4364 320.176 .708 .949 p32 120.3818 319.648 .671 .949 .949 p33 120.6364 319.717 .645 .949 p9 120.6727 322.224 .590 p10 121.1273 320.706 .510 .950 p34 120.5636 314.880 .768 .948 p11 120.8000 321.126 .736 .949 p35 120.3818 318.203 .759 .948 p12 120.4182 329.581 .343 .951 p36 120.6000 326.096 .574 .950 .949 p37 121.0182 327.055 .382 .950 p13 120.4000 318.726 .674 p14 120.5818 320.026 .694 .949 p38 120.4364 319.584 .651 .949 p15 120.7091 319.210 .599 .949 p39 120.4364 313.991 .789 .948 p16 121.0182 326.129 .575 .950 p40 120.6545 320.897 .707 .949 .949 p41 121.0545 326.608 .450 .950 p17 120.6182 322.500 .610 p18 120.8364 329.917 .247 .951 p42 120.4182 325.396 .467 .950 p19 120.4182 332.285 .231 .951 p43 121.1091 315.025 .752 .948 p20 120.1273 331.928 .235 .951 p44 120.1455 326.941 .413 .950 .949 p45 120.9091 326.825 .462 .950 p21 120.5818 322.137 .743 p22 120.2000 323.052 .589 .949 p46 120.9636 329.406 .319 .951 p23 120.7455 321.601 .615 .949 p47 120.8909 317.840 .664 .949 p24 120.9636 335.962 .030 .952 p48 120.4000 327.578 .382 .950

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 B. Skala Kecerdasan Spiritual Reliability Statistics Cronbach's Alpha .900 Scale Statistics N of Items 48 Mean Variance Std. Deviation N of Items 138.9636 192.851 13.88706 48 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted s1 136.0364 183.295 .448 .897 s25 136.1455 181.682 .547 .895 s2 135.8182 181.040 .596 .895 s26 135.6545 181.638 .603 .895 .895 s27 135.9091 186.158 .217 .901 s3 135.8182 181.040 .596 s4 135.5455 188.215 .321 .898 s28 135.6364 185.902 .521 .897 s5 136.3818 181.352 .597 .895 s29 135.5273 188.069 .330 .898 s6 135.7818 183.692 .395 .897 s30 136.1091 190.173 .096 .901 .901 s31 136.1455 181.682 .547 .895 s7 135.6182 191.981 .037 s8 136.1273 188.002 .222 .900 s32 136.4545 184.993 .377 .898 s9 136.3818 181.352 .597 .895 s33 136.2727 182.721 .567 .895 s10 135.8182 181.040 .596 .895 s34 135.7636 184.962 .578 .896 .900 s35 136.1273 184.817 .388 .897 s11 135.8364 191.399 .094 s12 136.0182 184.500 .410 .897 s36 136.8182 186.633 .263 .899 s13 135.7818 183.692 .395 .897 s37 136.2182 193.285 -.049 .904 s14 136.4000 182.319 .520 .896 s38 136.5455 183.215 .385 .898 .900 s39 136.1273 184.817 .388 .897 s15 135.9455 190.090 .158 s16 136.7091 184.358 .375 .898 s40 136.5455 183.215 .385 .898 s17 136.4000 182.319 .520 .896 s41 136.4364 186.695 .256 .899 s18 136.2545 190.564 .069 .902 s42 135.6727 189.039 .286 .899 .895 s43 136.7091 184.358 .375 .898 s19 135.8545 180.830 .602 s20 135.7455 187.860 .322 .898 s44 135.7818 184.952 .548 .896 s21 135.9091 185.232 .481 .897 s45 135.8545 180.830 .602 .895 s22 136.6545 194.008 -.086 .903 s46 135.6545 185.527 .514 .897 .895 s47 135.6545 188.527 .294 .898 .897 s48 136.5818 187.359 .247 .899 s23 s24 135.8545 136.2545 180.830 183.860 .602 .423

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 LAMPIRAN 3 Reliabilitas Skala Setelah Seleksi Aitem A. Skala Prokrastinasi Akademik Item-Total Statistics Scale Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted p4 58.7091 109.580 .767 .944 p6 58.8909 110.914 .658 .946 p7 58.3818 116.277 .487 .948 p8 58.5091 111.773 .732 .945 58.7455 113.490 .574 .947 Cronbach's Alpha p11 58.8727 113.150 .697 .946 .948 p13 58.4727 111.809 .634 .946 p14 58.6545 111.601 .723 .945 p15 58.7818 111.989 .566 .947 p16 59.0909 116.121 .532 .947 p21 58.6545 113.490 .725 .945 p27 58.6545 115.749 .470 .948 p29 58.7455 114.304 .635 .946 p31 58.7818 110.840 .762 .945 p34 58.6364 108.421 .802 .944 p35 58.4545 110.660 .779 .944 p36 58.6727 115.854 .552 .947 p39 58.5091 108.514 .784 .944 p40 58.7273 112.758 .689 .946 p41 59.1273 115.409 .486 .948 p42 58.4909 115.218 .462 .948 p43 59.1818 109.448 .726 .945 p45 58.9818 115.944 .467 .948 p47 58.9636 110.554 .671 .946 p9 Mean 61.2909 Variance 122.395 Std. Deviation 11.06324 Reliability Statistics N of Items 24 N of Items 24

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 B. Skala Kecerdasan Spiritual Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Statistics Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Mean Variance s2 65.09 78.677 .590 .895 s3 65.09 78.677 .590 .895 s5 65.65 77.860 .680 .893 65.65 77.860 .680 .893 Cronbach's Alpha s10 65.09 78.677 .590 .895 .901 s12 65.29 81.580 .352 .900 s14 65.67 79.521 .512 .896 s16 65.98 80.463 .395 .899 s17 65.67 79.521 .512 .896 s19 65.13 78.298 .615 .894 s21 65.18 81.559 .464 .898 s23 65.13 78.298 .615 .894 s24 65.53 80.735 .398 .899 s26 64.93 80.069 .509 .897 s28 64.91 82.195 .482 .898 s31 65.42 78.692 .573 .895 s33 65.55 79.586 .580 .895 s35 65.40 81.096 .385 .899 s38 65.82 80.633 .339 .901 s39 65.40 81.096 .385 .899 s40 65.82 80.633 .339 .901 s43 65.98 80.463 .395 .899 s45 65.13 78.298 .615 .894 s46 64.93 81.550 .521 .897 s9 68.24 86.554 Std. Deviation 9.303 Reliability Statistics N of Items 24 N of Items 24

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 LAMPIRAN 4 Skala Tryout(Uji Coba)

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 LAMPIRAN 5 Skala Setelah Tryout

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122

(140)

Dokumen baru

Download (139 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan prokrastinasi akademik mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
1
19
128
Studi deskriptif kuantitatif : prokrastinasi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.
1
3
117
Hubungan antara orientasi tujuan dan prestasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
4
130
Hubungan antara orientasi tujuan dan prestasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
0
0
128
Implementasi gudang data untuk keperluan akademik mahasiswa : studi kasus Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
106
Hubungan antara intensitas mengakses facebook dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa - USD Repository
0
0
135
Studi deskriptif konsep diri fisik : studi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
105
Sikap mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap keperawanan wanita - USD Repository
0
0
102
Hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
132
Kecenderungan perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
136
Studi deskriptif tingkat kepribadian tahan banting (hardiness personality) pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
1
121
Perbedaan prokrastinasi akademik antara mahasiswa etnis Jawa dan Cina - USD Repository
0
0
109
Hubungan antara persepsi popularitas dengan terbentuknya konsep diri pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
90
Hubungan antara dukungan emosional orangtua dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
113
Hubungan antara kematangan psikososial dengan penggunaan strategi akulturasi integrasi pada mahasiswa perantau di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
119
Show more