Hubungan antara Problem Focused Coping dan Burnout pada Guru Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
126
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA PROBLEM FOCUSED COPING DAN BURNOUT PADA GURU SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun oleh: Diska Amelia 149114145 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO “Living in the Present” Kerjakan apa yang bisa kamu kerjakan hari ini! Lakukan yang menjadi bagianmu sebaik mungkin dan Tuhan akan melakukan bagian-Nya. “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” Matius 6:34 “Selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Segala perkara dapat dihadapi karna doa dan kekuatan iman yang percaya. Allah akan memenuhi segala kekurangan dan membantu dalam menghadapi kesusahan” “Pray Until Something Happen” iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA PROBLEM FOCUSED COPING DAN BURNOUT PADA GURU SEKOLAH DASAR Diska Amelia ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Problem Focused Coping dan Burnout pada guru sekolah dasar. Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya hubungan negatif antara Problem Focused Coping dan Burnout. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru sekolah dasar dengan usia maksimal 40 tahun yang berjumlah 114 orang. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala Burnout dan skala Problem Focused Coping. Skala Burnout terdiri dari 40 item dengan koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,949, sedangkan skala Problem Focused Coping memiliki 28 item dengan koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,917. Analisis data yang digunakan adalah Spearman’s Rho Correlation karena hasil uji asumsi yang dilakukan menunjukkan data memiliki hubungan yang linear namun tidak terdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara Problem Focused Coping dan Burnout pada guru sekolah dasar (r= -0,744, p= 0,000). Kata kunci: burnout, problem focused coping, guru sekolah dasar vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI CORRELATION BETWEEN PROBLEM FOCUSED COPING AND BURNOUT AMONG ELEMENTARY TEACHERS Diska Amelia ABSTRACT The purpose of this study was to understand the relationship between Problem Focused Coping and Burnout among elementary teachers. The hypothesis of this study was there was a negative correlation between Problem Focused Coping and Burnout. This research was a quantitative method using correlational study. Subject of this study were 114 elementary teachers with maximal aged 40 years. The tools which were used to collect the data are the Burnout scale and Problem Focused Coping scale. The Burnout scale contains 40 items with the Cronchbach Alpha coefficient 0,949, while the Problem Focused Coping scale contains 28 item with the Cronchbach Alpha coefficient 0,917. Data were analyzed with Spearmen’s Rho Correlation technique because there was a linear correlation, but the data distribution was abnormal. The result of this study was there is a negative and significant correlation between Problem Focused Coping and Burnout among elementary teachers (r= -0,744, p= 0,000). Keywords: burnout, problem focused coping, elementary teachers vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan Syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan limpahan berkat-Nya, penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Skripsi ini merupakan salah satu syarat wajib untuk mendapatkan gelar sarjana S-1 Psikologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa dalam penyelesaian dan penyusunan Skripsi ini melibatkan banyak pihak. Berkat bimbingan, nasehat serta doa yang diberikan oleh berbagai pihak, penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan baik. Oleh karena hal itu, dengan segala kerendahan hati penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ibu Dr. Titik Kristiyani, M. Psi. selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma dan Dosen Pembimbing Skripsi. Terimakasih telah memberikan ijin bagi penulis untuk melakukan uji coba dan penelitian di sekolah-sekolah dasar yang terdapat di Klaten maupun di Yogyakarta. Terimakasih pula atas bimbingan, nasihat, ilmu, dan kesabarannya dalam mendampingi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik mungkin. 2. Ibu Monica Eviandaru Madyaningrum, Ph. D. selaku Ketua Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 3. Ibu Dr. Tjipto Susana, M. Si. selaku Dosen Pembimbing Akademik. Terimakasih atas nasihat dan semangat dalam menjalani perkuliahan. 4. Suster Dewi dosen yang sangat friendly dan penuh kasih. Terimakasih suster yang telah setia mendengarkan keluh kesah penulis dan memberikan perhatian serta nasihat yang sangat menenangkan. Banyak hal yang dapat kupelajari darimu. 5. Seluruh Dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah berbagi ilmu dan pengalamannya sehingga membantu penulis dalam menyelesaikan kewajibannya. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Seluruh kepala sekolah dan guru-guru sekolah dasar yang menjadi subjek baik di Klaten maupun Yogyakarta yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Terimakasih atas ketulusan dan kesediaannya menjadi subjek penelitian, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua. 7. Papa, Mama, dan Dillon selaku keluarga penulis. Terimakasih atas semua doa, motivasi, dan semangat yang kalian berikan. 8. Raditya Raka, Dian, Audi, Indah, Gita, Denta, Rias, Venta selaku sahabat penulis. Terimakasih atas segala bantuan, kebaikan, support yang kalian berikan baik tenaga maupun doa. Terimakasih karena selalu menemani penulis dalam mencari subjek dan menyelesaikan penelitian ini. Terima kasih karena selalu setia mendengarkan keluh kesah penulis. Semoga kalian selalu sukses dan GBU! 9. Lia, Laksmi, Sekar, Denta, Rias, Venta, Gita, dkk selaku teman-teman satu bimbingan, satu perjuangan. Terimakasih atas bantuan teman-teman baik dalam bentuk informasi atau kehadiran kalian yang meringankan beban penulis. 10. Teman-teman sekelompok mata kuliah Psikologi Konsultasi, Cicik Karin, Sinta, Rias, Venta, Gita, Pakde Krisna yang sama-sama meminati psikologi perkembangan anak dengan dampingan suster Dewi. Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa dan sangat berkesan dapat berdinamika bersama adik-adik di Yayasan Kanker Anak Indonesia. Kita semua tahu dan mengalami betapa susahnya untuk mendapatkan perijinan. Akan tetapi banyak hal yang dapat penulis sadari dan syukuri melalui dinamika tersebut. Melalui kegiatan ini penulis mendapatkan inspirasi untuk menentukan topik penelitian.Tetap semangat adik-adik!! 11. Teman-teman Psikologi USD 2014, terutama Psikologi Kelas E 2014. Terimakasih telah menerima dan menemani perjalanan hidup penulis selama kurang lebih empat tahun. 12. Teman-teman kepanitian yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Terimakasih telah memberikan pengalaman hidup yang belum pernah x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penulis dapatkan. Terimakasih atas bantuan, kerja sama, kerja keras dan ikatan pertemanan yang masih terjalin sampai saat ini. Semoga sukses dan lancar dalam mencapai cita-cita kalian. Akhir kata penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidaklah sempurna. Kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sangat diharapkan demi penyempurnaan Skripsi ini di kemudian hari. Besar harapan penulis agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN MOTTO ..................................................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................................................v ABSTRAK ............................................................................................................. vi ABSTRACT .......................................................................................................... vii PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ................. viii KATA PENGANTAR ........................................................................................... ix DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ................................................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1 A. Latar Belakang................................................................................................1 B. Rumusan Masalah ..........................................................................................8 C. Tujuan Penelitian ............................................................................................8 D. Manfaat Penelitian ..........................................................................................8 1. Manfaat Teoretis .........................................................................................8 2. Manfaat Praktis ...........................................................................................9 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................10 A. Burnout .........................................................................................................10 1. Pengertian Burnout ...................................................................................10 2. Aspek-aspek Burnout................................................................................13 3. Faktor-faktor yang Memengaruhi Burnout ...............................................14 B. Problem Focused Coping .............................................................................18 1. Pengertian Coping ....................................................................................18 2. Pengertian Problem Focused Coping ......................................................19 3. Aspek-aspek Problem Focused Coping ...................................................20 C. Guru ..............................................................................................................22 1. Pengertian Guru ........................................................................................22 2. Peran Guru ................................................................................................23 D. Dinamika Hubungan antar Variabel .............................................................24 E. Skema Hubungan antar Variabel ..................................................................30 F. Hipotesis Penelitian ......................................................................................31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN...............................................................32 A. Jenis Penelitian .............................................................................................32 B. Identifikasi Variabel Penelitian .....................................................................32 1. Variabel Bebas ..........................................................................................32 2. Variabel Tergantung .................................................................................32 C. Definisi Operasional ......................................................................................32 1. Burnout .....................................................................................................32 2. Problem Focused Coping ........................................................................33 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Subjek Penelitian ...........................................................................................33 E. Metode dan Alat Pengumpulan Data .............................................................34 1. Penyusunan Blue-print..............................................................................35 2. Penulisan Item ..........................................................................................38 3. Review dan Revisi Item ............................................................................38 4. Validitas Isi ...............................................................................................39 5. Uji Coba Pendahuluan ..............................................................................39 6. Uji Coba Alat Ukur ...................................................................................41 G. Pemeriksaan Reliabilitas Alat Ukur Penelitian .............................................46 H. Metode Analisis Data ....................................................................................47 1. Uji Asumsi ................................................................................................47 2. Uji Hipotesis .............................................................................................48 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .......................................50 A. Hasil Penelitian .............................................................................................50 1. Pelaksanaan Penelitian .............................................................................50 2. Deskripsi Subjek Penelitian ......................................................................51 3. Deskripsi Data Penelitian .........................................................................51 4. Hasil Uji Asumsi ......................................................................................53 5. Hasil Uji Hipotesis....................................................................................54 6. Analisis Tambahan ...................................................................................56 B. Pembahasan ..................................................................................................57 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .................................................................62 A. Kesimpulan ...................................................................................................62 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Keterbatasan Penelitian ....................................................................................... 62 C. Saran .............................................................................................................63 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................65 LAMPIRAN ...........................................................................................................68 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Tahapan Burnout .................................................................................11 Gamabr 2. Skema Dinamika antar Variabel ..........................................................30 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Blueprint dan Distribusi Item Skala Burnout Sebelum Try Out .........35 Tabel 2. Blueprint Distribusi Item Skala Problem Focused Coping Sebelum Try Out .......................................................................................................36 Tabel 3. Blueprint dan Distribusi Item Skala Burnout Setelah Try Out ...........43 Tabel 4. Blueprint dan Distribusi Item Skala Burnout Setelah Seleksi Item ....44 Tabel 5. Blueprint Distribusi Item Skala Problem Focused Coping Setelah Try Out .......................................................................................................45 Tabel 6. Blueprint Distribusi Item Skala Problem Focused Coping Setelah Seleksi Item .........................................................................................46 Tabel 7. Deskripsi Data Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin ............................51 Tabel 8. Deskripsi Data Subjek Berdasarkan Lama Bekerja ............................51 Tabel 9. Deskripsi Data Subjek Berdasarkan Status Kerja Guru ......................51 Tabel 10. Deskripsi Data Penelitian ....................................................................52 Tabel 11. Hasil Uji Normalitas ...........................................................................53 Tabel 12. Hasil Uji Linearitas .............................................................................54 Tabel 13. Kriteria Koefisien Korelasi .................................................................55 Tabel 14. Korelasi Burnout dengan Problem Focused Coping ..........................55 Tabel 15. Koefisien Determinasi .........................................................................56 Tabel 16. Korelasi antara Problem Focused Coping dan Burnout berdasarkan kategori masa kerja .............................................................................57 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Skala Burnout dan Problem Focused Coping untuk Uji Coba .....69 Lampiran 2. Uji Reliabilitas dan Seleksi Item Skala Burnout Uji Coba ............83 Lampiran 3. Uji Reliabilitas dan Seleksi Item Skala Problem Focusede Coping Uji Coba ..............................................................................................87 Lampiran 4. Skala Burnout dan Problem Focused Coping untuk Pengambilan Data.................................................................................................91 Lampiran 5. Hasil Deskripsi Statistik Data Penelitian .....................................102 Lampiran 6. Hasil Uji Normalitas ....................................................................104 Lampiran 7. Hasil Uji Linearitas ......................................................................105 Lampiran 8. Hasil Uji Korelasi .........................................................................106 Lampiran 9. Hasil Analisis Tambahan .............................................................107 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Guru adalah suatu profesi dengan pekerjaan mengajar, mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didiknya dari aspek spiritual, emosional, intelektual, fisikal, dan aspek lainnya (Undang-undang nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen). Pasal 8 UU Guru dan Dosen menyebutkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidikan, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan pendidikan nasional. Selain berbagai tuntutan pekerjaan tersebut, guru sekolah dasar juga dihadapkan pada beban tugas yang tidak ringan. Guru sekolah dasar merupakan sosok yang dianggap sebagai teladan bagi muridnya, sumber ilmu, dan pemberi layanan. Oleh karena itu, guru sekolah dasar dituntut untuk bertindak profesional dalam menjalankan tugas, peran, dan profesional dalam menghadapi tingkah laku para siswanya. Di satu sisi guru sekolah dasar dituntut untuk bersikap ramah, sabar, dan pengertian, disisi lain mereka harus bersikap tegas dan mendidik dengan memberikan berbagai macam bentuk tugas agar anak terdorong untuk 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 mencapai tujuan. Menjalankan peran tersebut pasti akan menimbulkan berbagai bentuk masalah karena setiap siswa yang dididik tidak memiliki sifat, karakter, dan respon yang sama, apalagi tahapan perkembangan kognitif anak sekolah dasar berada pada fase operasional konkret. Pada fase ini, anak-anak hanya dapat menerima informasi secara konkret, sehingga kemampuan kognitif mereka tidak bekerja dengan baik ketika dihadapkan pada gagasan yang abstrak (Berk, 2012). Hal ini memberikan tantangan tersendiri bagi guru karena anak akan menerima segala informasi baik tindakan maupun perkataan secara mentah. Banyaknya tuntutan, peran dan beban tugas yang harus ditanggung oleh guru tidak menutup kemungkinan membuat guru mengalami gangguan kesehatan baik secara fisik maupun mental. Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 86.000 karyawan melalui situs Jobplanet.com pada Agustus 2015 hingga Januari 2017 tercatat bahwa guru berada di peringkat 14 dari 30 profesi yang mengalami stres kerja akibat beban kerja berupa tanggung jawab dan besarnya tekanan yang harus dipikul (Dahwilani, 2017). Beban kerja yang berdampak pada munculnya stres kerja dengan rentang waktu yang lama, dapat membuat guru mengalami gangguan kesehatan baik secara fisik maupun mental. Stres yang berkepanjangan dapat menimbulkan depresi dan jika segera dapat diatasi, maka tidak akan berlangsung lama. Akan tetapi, jika berlangsung lama dan cenderung menetap dapat membuat seseorang mengalami burnout (Rahman, 2007). Burnout adalah penarikan psikologis dari pekerjaan sebagai respons terhadap stres, ditandai dengan

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 pengembangan konsep diri negatif pada pekerja, kelelahan emosional dan fisik, merasa bersalah, tidak kompeten, cemas, sedih, mudah tersinggung, serta harga diri menurun (Cherniss, 1987; Farber, 1991; Maslach, Schaufeli, & Leiter, 2001). Burnout ditandai dengan adanya kebosanan dan kelelahan dalam menjalankan tugas atau pekerjaannya. Adanya burnout membuat semangat dan gairah kerja para guru sekolah dasar menjadi menurun. Hilang atau berkurangnya semangat dan gairah dalam bekerja dapat mengakibatkan ketidakefektifan para guru sekolah dasar dalam menjalankan tugas-tugasnya (Gibson, 1987). Menurut Maslach, Schaufeli, dan Leiter (2001), adanya burnout memunculkan dampak negatif seperti menurunnya produktivitas kerja guru dan berkurangnya kuantitas atau kualitas interaksi antar guru. Hilangnya burnout membuat para pekerja mampu menjalankan tugas dan pekerjaannya secara optimal. Berdasarkan beberapa penelitian yang sudah dilakukan, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi munculnya burnout yang terbagi menjadi faktor individu, sosial, organisasi. Faktor individu meliputi perilaku coping, kepuasan kerja, dan kematangan emosi. Menurut Nugroho, Andrian, dan Marselius (2012), semakin tinggi coping yang digunakan akan semakin rendah munculnya burnout. Faktor kepuasan kerja dan perilaku koping juga memengaruhi burnout. Hasil penelitian menunjukkan semakin efektif perilaku koping yang digunakan maka semakin rendah burnout yang dialami, dan semakin tinggi kepuasan kerja yang dimiliki maka semakin

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 rendah burnout yang dialami (Wardhani, 2012). Menurut Hanafi dan Yuniasanti (2012), kematangan emosi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi munculnya burnout, semakin baik kematangan emosi seseorang, maka semakin rendah burnout yang dialami. Faktor sosial yang memengaruhi munculnya burnout adalah faktor dukungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakpuasan dengan dukungan yang diterima berpengaruh secara signifikan dengan munculnya burnout (Fiorilli, dkk, 2015). Faktor organisasi yang mempengaruhi munculnya burnout adalah faktor perubahan dalam organisasi dan tuntutan pekerjaan. Menurut Aitken dan Schloss (1994), adanya perubahan dalam organisasi merupakan faktor yang efektif dalam mengurangi munculnya burnout. Di antara berbagai faktor tersebut, peneliti memilih coping sebagai variabel yang akan diuji dalam penelitian ini. Hal ini dikarenakan burnout merupakan sindrom yang muncul karena adanya rekasi antara personenvirontment pada pekerjaan. Dimana stres yang dirasakan individu merupakan perpaduan antara faktor-faktor dalam diri dan faktor-faktor di dalam pekerjaan, yang menyebabkan individu tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Coping menjadi salah satu faktor individu yang dapat mendorong seseorang untuk mempertemukan tuntutan yang berasal dari diri sendiri dan lingkungan, sehingga individu dapat menyesuaikan diri dengan berbagai stres atau tekanan di lingkungan pekerjaan (Arumwardhani, 2011). Coping adalah strategi atau upaya yang dilakukan untuk mengatasi

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 masalah, menangani emosi negatif, atau mengatasi situasi yang stressfull dengan mengatur cara berpikir dan cara berperilaku yang bertujuan untuk membebaskan diri atau bertahan dari masalah atau tuntutan baik nyata maupun tidak nyata (Arumwardhani, 2011; Lazarus & Folkman, 1984; Sarafino, 2008; Smet, 1994). Menurut Sarafino (2008), terdapat dua jenis coping stres yaitu problem focused coping dan emotional focused coping. Problem focused coping adalah usaha untuk mengurangi tuntutan dari situasi yang dapat menimbulkan stres atau meningkatkan sumber daya untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang menyebabkan stres tersebut. Emotion focused coping sebagai usaha untuk menurunkan emosi negatif yang dirasakan ketika sedang menghadapi masalah atau tekanan. Menurut Lazarus dan Folkman (1984), emotion focused coping merupakan strategi coping yang bersifat sementara, karena yang dilakukan individu dalam menghadapi situasi tertekan adalah dengan menghindar agar tidak terlalu menderita akibat stres yang dialami, sementara masalah yang dialami tidak diupayakan untuk dicari penyelesaiannya. Problem focused coping merupakan coping yang berfokus pada usaha untuk mengontrol atau memecahkan masalah, dengan tujuan menghilangkan sumber stressor. Problem focused coping dilakukan dengan cara menemukan solusi yang efektif, kemudian melakukan tindakan penyelesaian masalah sesuai solusi, untuk mengubah situasi, keadaan, atau pokok permasalahan. (Fink, 2016; Lazarus & Folkman, 1984; Lazarus dalam Martz & Livneh, 2007; Lazarus & Folkman dalam Steptoe, 2010; Snyder, Lopez, & Pedeotti, 2011)

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 Berdasarkan penelitian yang dilakukan Holahan dan Moos (1987), problem focused coping berhubungan dengan menurunnya tingkat depresi, karena problem focused coping bertujuan untuk menyelesaikan masalah hingga tuntas dan mengatasi masalah secara efektif. Sementara emotion focused coping berhubungan positif dengan munculnya stres psikologis, karena emotion focused coping dilakukan dengan cara mengelola emosi dalam menghadapi masalah sehingga masalah tidak berkurang atau hilang secara maksimal, dampaknya stres dapat meningkat dan menguatkan munculnya masalah baru. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Yesamine (2000) terkait hubungan problem focused coping dengan tingkat depresi mahasiswa akhir, diperoleh hasil bahwa mahasiswa tingkat akhir yang memiliki kecenderungan menggunakan problem focused coping yang tinggi, akan mempunyai tingkat depresi yang lebih rendah, begitu juga sebaliknya. Apabila tingkat depresi turun, maka tingkat burnout akan berkurang. Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan Bianci, Verkuilen, Brisson, Schonfeld, dan Laurent (2016) terhadap guru sekolah, menunjukkan bahwa burnout dan depresi adalah hal yang saling berhubungan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menggunakan MBI (Maslach Burnout Inventory) menghasilkan bahwa burnout berhubungan dengan kecemasan dan depresi (Maslach, Schaufeli, & Leiter, 2001). Perbedaan yang antara burnout dan depresi terletak pada konteksnya. Burnout adalah masalah yang secara spesifik terjadi pada konteks pekerjaan, sedangkan depresi cenderung terjadi pada setiap domain kehidupan individu.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 Burnout lebih terkait pada situasi yang khusus, yaitu pekerjaan, sedangkan depresi lebih bersifat umum (Freudenberger, dalam Maslach, Schaufeli, & Leiter, 2001). Namun, individu yang lebih rawan mengalami depresi (diindikasi dengan tingginya skor neuroticism) akan lebih rentan mengalami burnout (Maslach, Schaufeli, & Leiter, 2001). Penelitian yang dilakukan Circenis, Deklava, dan Millere (2014) mengatakan bahwa burnout adalah pengaruh negatif dari stres kerja. Burnout menyebabkan para perawat menjadi kelelahan dan kurang produktif, sehingga produktivitas kerja perawat menurun. Burnout akan berdampak pula pada kesehatan fisik dan psikis, sehingga dapat mengakibatkan karyawan tidak bekerja karena sakit. Burnout muncul karena guru tidak mampu menyesuaikan diri dan menghadapi berbagai masalah atau situasi stressfull pada lingkungan kerjanya. Oleh karena itu, guru harus mampu memecahkan masalah dan menyesuaikan diri dengan berbagai situasi yang menekan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Carson, dkk (1999), diketahui bahwa burnout pada perawat kesehatan memiliki korelasi yang negatif dan signifikan dengan strategi koping. Dari penelitian tersebut dapat diperoleh data bahwa coping memengaruhi munculnya burnout pada seseorang yang profesinya berhubungan secara langsung dengan resipien. Diantara dua fungsi coping, problem focused coping merupakan coping yang lebih efektif dalam memecahkan masalah dibandingkan dengan emotion focused coping yang bersifat sementara karena lebih berfokus pada penurunan emosi negatif

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 bukan pada permasalahan yang ada. Hal ini sesuai dengan pendapat Cary, Philip, dan Michael (2001) bahwa problem focused coping lebih efektif dibandingkan dengan emotion focused coping. Pada penelitian - penelitian mengenai hubungan burnout dan problem focused coping yang dilakukan sebelumnya, subjek yang digunakan adalah perawat dan karyawan. Untuk itu, penelitian ini ingin melihat konteks lain, yaitu guru sekolah dasar. Harapannya penelitian ini dapat semakin memperluas konteks kaitan antara problem focused coping dan burnout. B. Rumusan Masalah Apakah ada hubungan antara problem focused coping dengan burnout pada guru sekolah dasar. C. Tujuan Penelitian Menguji apakah ada hubungan antara problem focused coping dengan burnout pada guru sekolah dasar. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada perkembangan ilmu pengetahuan terkhusus ilmu psikologi pendidikan dan klinis tentang kaitan antara problem focused coping dan burnout pada guru sekolah dasar.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 2. Manfaat Praktis a. Bagi para guru sekolah dasar, penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi mengenai burnout dan pentingnya melakukan problem focused coping untuk mengurangi atau mencegah munculnya burnout. b. Bagi pihak sekolah, diharapkan penelitian ini mampu memberikan informasi mengenai burnout yang dialami para guru. Sehingga harapannya pihak sekolah dapat lebih memahami keadaan para guru.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Burnout 1. Pengertian Burnout Stres merupakan suatu tekanan yang dialami individu dalam usaha pencapaian target terhadap standar kebutuhan hidup manusia (Arumwardhani, 2010). Menurut Santrock (2002), stres adalah respon individu terhadap keadaan atau peristiwa yang mengancam dan menekan individu serta mengurangi kemampuan-kemampuan mereka dalam menghadapinya. Stres dapat muncul diberbagai domain kehidupan manusia, salah satunya muncul dalam kehidupan kerja. Stres kerja merupakan suatu keadaan yang timbul akibat interaksi antara manusia dengan pekerjaannya (Beehr & Newman dalam Wijoyo, 2010). Menurut Rulin (2004), stres kerja terjadi karena adanya tuntutan pekerjaan yang tidak seimbang dengan kemampuan individu. King (2012) menyatakan apabila stres pada individu ditempat kerja berlangsung secara terus menerus sehingga individu mengalami kelelahan emosional dan motivasi yang rendah untuk bekerja maka akan mempengaruhi munculnya burnout. Individu yang mengalami stres kerja masih dapat membayangkan atau berpikir, bahwa jika mereka dapat mengendalikan semuanya, mereka akan merasa lebih baik. Akan tertapi, apabila seseorang mengalami burnout, hal tersebut tidaklah cukup. Mengalami 10

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 burnout berarti merasa kosong, tidak perhatian, dan tidak memiliki motivasi terhadap pekerjaannya, serta tidak dapat melihat adanya harapan perubahan positif dalam situasi mereka. Burnout merupakan suatu proses transaksional, secara spesifik terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama melibatkan ketidakseimbangan antara resources/sumber daya dan demand/tuntutan (stres). Tahap kedua adalah respon emosional jangka pendek dan langsung terhadap ketidakseimbangan tersebut, yang ditandai dengan perasaan cemas, tension/ tegang, fatique/ kelelahan, dan exhaustion (strain). Tahap ketiga adalah terdiri dari sejumlah perubahan dalam sikap dan perilaku, seperti menarik diri dan kcenderungan untuk memperlakukan klien secara sinis (Cherniss, 1987). Job Stress Strain Tension Demand Fatique Resources Irritability Defensive Coping Emotional detachment Withdrawal Cynicism Rigidity Gambar 1. Tahapan Burnout Maslach, Schaufeli, dan Leiter (2001), mendefinisikan burnout sebagai respons berkepanjangan terhadap stres emosional dan stres interpersonal terhadap pekerjaan. Menurut Farber (1991) burnout adalah sindrom yang berhubungan dengan pekerjaan yang berasal dari persepsi

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 individu tentang perbedaan yang signifikan antara usaha (input) dan penghargaan (output). Persepsi ini dipengaruhi oleh faktor individu, sosial, dan organisasi. Burnout sering terjadi pada orang yang pekerjaannya berhadapan dengan klien yang bermasalah dan biasanya ditandai dengan penarikan diri dan sikap sinis terhadap klien, kelelahan emosional dan fisik, dan berbagai gejala psikologis, seperti mudah tersinggung, cemas, sedih, serta menurunnya harga diri. Menurut Cherniss (1987), burnout adalah penarikan psikologis dari pekerjaan sebagai respons terhadap stres atau ketidakpuasan yang berlebihan. Menurut Pines (dalam Farber 1991), burnout ditandai dengan adanya pengembangan konsep diri yang negatif pada pekerja, mereka merasa bersalah, tidak memadai, tidak kompeten dan sulit untuk merasa nyaman dengan diri mereka sendiri di tempat kerja atau di rumah. Berdasarkan beberapa pendapat tentang burnout di atas dapat disimpulkan bahwa burnout adalah penarikan psikologis dari pekerjaan sebagai respons terhadap stres, ditandai dengan pengembangan konsep diri negatif pada pekerja, kelelahan emosional dan fisik, merasa bersalah, tidak kompeten, cemas, sedih, mudah tersinggung, harga diri menurun, yang dipengaruhi oleh faktor individu, organisasi dan sosial.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 2. Aspek-aspek Burnout Tiga aspek burnout menurut Maslach, Schaufeli, Leiter (2001), yaitu: 2.1. Kelelahan Emosional (Emotional Exhaustion) Kelelahan emosi adalah perasaan yang terlalu berat dan terkurasnya sumber daya emosi seseorang, ditandai dengan hilangnya perasaan, perhatian, kepercayaan, minat dan semangat. Sumber utama dari kelelahan ini adalah beban kerja dan konflik pribadi di tempat kerja. Orang-orang yang merasa kehilangan energi ini akan merasa hidupnya kosong, lelah, dan merasa kesulitan atau tidak mampu mengatasi tuntutan pekerjaan karena kesulitan berhadapan dengan orang lain. 2.2. Depersonalisasi (Depersonalization) Depersonalisasi adalah kelelahan yang ditandai dengan keengganan untuk melakukan hubungan sosial dengan orang lain. Mereka merasa apapun pekerjaan yang dilakukan tidak bernilai atau berharga. Sikap ini diwujudkan dengan perilaku yang acuh, sinis, dan cenderung tidak memperhatikan kepentingan orang lain. 2.3. Berkurangnya Penghargaan Diri Sendiri (Reduced Personal Accomplishment) Berkurangnya penghargaan pada diri sendiri merupakan aspek yang ditandai dengan menurunnya self-efficacy, rendahnya motivasi, dan penurunan rasa percaya diri, karena merasa dirinya

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 tidak memiliki kompetensi dan merasa tidak berhasil dalam pekerjaannya. Individu yang mengalami kondisi ini cenderung mengevaluasi prestasi yang dicapainya secara negatif. Selain itu, aspek ini akan memunculkan perasaan tidak mampu dalam membantu klien, sehingga menyebabkan rasa putus asa pada diri sendiri yang mengakibatkan kegagalan pada pekerja. 3. Faktor-faktor yang Memengaruhi Burnout Faktor yang memengaruhi burnout dapat ditemukan pada individu, organisasi, dan sosial. Faktor-faktor tersebut antara lain: 3.1. Faktor Individu Pines (dalam Farber, 1991) mencatat bahwa guru yang cenderung idealis dan antusias paling rentan mengalami burnout. Burnout lebih mungkin disebabkan karena individu berusaha untuk memenuhi target ideal dalam pekerjaan mereka. Sikap idealis dan komitmen guru mendasarkan harga diri mereka atas pencapaian suatu tujuan. Memiliki tujuan yang terlalu tinggi dan tidak realistis adalah faktor yang kuat dari munculnya burnout pada professional helpers. Menurut Farber (1991), beberapa variabel demografi berkaitan dengan terjadinya stres dan burnout pada guru. Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan, menemukan bahwa stres dan burnout lebih mungkin terjadi pada laki-laki dibandingkan

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 perempuan (Farber, 1991). Perempuan dianggap lebih tangguh daripada laki-laki, dalam hal kesiapan atau secara temperamen lebih mampu menghadapi banyak tekanan dalam mengajar. Selain itu, berdasarkan sejarah perkembangan, perempuan lebih memiliki hubungan interpersonal yang sensitif, memiliki keterampilan dalam menjalin relasi yang lebih baik, dan lebih mampu menggunakan support networks dibandingkan laki-laki (Greenglass and Burke, 1988; dalam Farber 1991). Selain jenis kelamin, usia juga mempengaruhi munculnya stres dan burnout pada guru. Guru dengan usia 40 tahun ke bawah paling berisiko mengalami gangguan terkait stres. Guru di usia dua puluhan lebih cenderung dibebani dengan harapan yang tidak realistis, guru yang berusia dua puluhan dan tiga puluhan lebih terlibat dalam proses membangun identitas dan berkomitmen secara stabil untuk menjadi guru yang profesional (Farber, 1991). Berdasarkan penelitian yang dilakukan Hanafi dan Yuniasanti (2012), kematangan emosi adalah faktor individu yang memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan burnout pada perawat. Semakin tinggi kematangan emosi perawat maka kecenderungan burnout menjadi semakin rendah, begitu juga sebaliknya. Kategori lain dari faktor individu yang mempengaruhi burnout adalah coping. Menurut Foley dan Murphy (2015) coping merupakan faktor personal yang berperan penting dalam

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 perkembangan stres dan burnout. Coping dapat didefinisikan sebagai upaya yang dibuat individu, baik dalam bentuk perilaku maupun kognitif, untuk mengubah lingkungan mereka dan atau mengatur emosi untuk merespon situasi stressfull (Arnold et al., 2010, dalam Foley & Murphy, 2015). Hobfoll dan Freedy (dalam Cary, Philip, & Michael, 2001) menyatakan bahwa coping merupakan sumber daya yang tersedia dalam setiap diri individu. Lazarus dan Folkman (dalam Cary, Philip, dan Michael, 2001) secara khusus membedakan coping sebagai problem focused coping yang secara proaktif dapat menghilangkan sumber-sumber burnout dan escapist coping yang bertujuan untuk menghindari sumber-sumber burnout. Problem focused coping berhubungan negatif dengan burnout sedangkan escapist coping berhubungan positif dengan tingkat burnout. Menurut Foley dan Murphy (2015), active coping memiliki hubungan yang negatif dengan burnout, sedangkan passive coping memiliki hubungan positif dengan burnout. 3.2. Faktor Sosial Perubahan hidup dapat membuat pekerja sangat rentan terhadap stres kerja atau burnout. Terdapat hubungan antara banyaknya jumlah dan jenis perubahan dalam kehidupan seseorang dengan timbulnya penyakit dalam waktu satu tahun (Homes and Rahe, 1967 dalam Farber 1991), baik perubahan yang bersifat

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 positif (seperti menikah) ataupun yang bersifat negatif (seperti kematian atau perceraian). Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya stres karena individu harus menyesuaikan diri dengan pola baru. Penelitian yang telah dilakukan Fiorilli, Gabola, Pepe, Meylan, Churhod-Reudi, Alabanese, dan Doubin (2015), menunjukkan bahwa faktor ketidakpuasan akan dukungan sosial yang diterima berhubungan secara signifikan dengan burnout pada guru. 3.3. Faktor Organisasi Beehr (2014), adanya stresor dalam lingkungan kerja seperti tuntutan untuk berperan profesional, kondisi kerja, desain kerja, dan hubungan interpersonal dengan klien dapat mempengaruhi munculnya burnout. Menurut Maslach, Schaufeli, dan Leiter (2001), burnout dipengaruhi oleh adanya beban kerja, waktu kerja yang berlebihan, dan banyaknya klien yang harus dilayani. Faktor organisasi lain yang diteliti Aitken dan Schloss (1994), mengungkapkan bahwa perubahan organisasi secara efektif dapat mengurangi stres dan burnout. Perubahan organisasi dapat dilakukan dengan mengatur institutional yang dirancang untuk mengurangi role overload, role ambiguity, dan role boundary conflict. Menurut Maslach, Schaufeli, dan Leiter (2001) adanya role conlict dan role ambiguity dalam organisasi secara bersamaan berhubungan dengan munculnya burnout.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 B. Problem Focused Coping 1. Pengertian Coping Stres merupakan suatu kondisi dimana individu menanggapi baik secara mental maupun fisik keadaan atau peristiwa yang dirasa mengganggu akibat perasaan terancam. Kondisi tersebut mendorong individu untuk memecahkan masalah dan situasi yang menekan (stressor). Menurut Sarafino (2008), coping merupakan suatu proses dimana individu mencoba untuk mengelola jarak yang ada diantara tuntutan-tuntutan dengan sumber daya yang mereka gunakan dalam menghadapi situasi stressful. Coping adalah suatu strategi pemecahan masalah berupa proses atau usaha untuk mempertemukan tuntutan dari dalam diri sendiri dan tuntutan dari lingkungan (Arumwardhani, 2011). Menurut Smet (1994), coping adalah segala usaha untuk mengatasi suatu situasi baru yang secara potensial dapat mengancam, menimbulkan frustasi, dan tantangan. Berdasarkan beberapa pendapat tentang coping di atas dapat disimpulkan bahwa coping adalah strategi atau upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah, menangani emosi negatif, atau mengatasi situasi yang stressful dengan cara mengatur cara berpikir dan cara berperilaku yang bertujuan untuk membebaskan diri atau bertahan dari masalah atau tuntutan baik nyata maupun tidak nyata.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 2. Pengertian Problem Focused Coping Problem focused coping merupakan usaha untuk mengontrol atau mengubah sumber-sumber stres dengan cara mempelajari keterampilan baru, menghilangkan hambatan atau rintangan, dan mencari alternatifalternatif solusi pemecahan masalah (Snyder, Lopez, dan Pedeotti, 2011). Menurut Lazarus dan Folkman (dalam Steptoe, 2010), problem focused coping merupakan salah satu coping yang berfokus pada stressor itu sendiri. Problem focused coping melibatkan pengambilan langkah-langkah untuk menghilangkan stressor, sehingga mengurangi munculnya dampak fisik karena situasi stress. Menurut Lazarus (dalam Martz & Livneh, 2007) problem focused coping melibatkan strategi pemecahan masalah dari sumber stres, seperti membuat rencana tindakan pemecahan masalah atau berfokus pada langkah-langkah selanjutnya dalam mengatasi masalah yang ada. Problem focused coping merupakan coping yang berfokus pada pemecahan masalah yang dihadapi dengan mengubah situasi stress yang ada. Strategi yang dilakukan adalah dengan menemukan akar masalah yang ada, mencari alternatif-alternatif solusi, membandingkan berbagai alternatif yang didapat mana yang lebih efektif digunakan, lalu memilih solusi dari perbandingan tersebut, dan melakukan tindakan sesuai dengan solusi yang didapat (Fink, 2016). Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa problem focused coping merupakan coping yang berfokus pada

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 usaha untuk mengontrol atau memecahkan masalah, dengan tujuan menghilangkan sumber stressor yang dilakukan dengan cara menemukan solusi yang efektif, kemudian melakukan tindakan penyelesaian masalah sesuai solusi, untuk mengubah situasi, keadaan, atau pokok permasalahan. 3. Aspek-aspek Problem Focused Coping Menurut Lazarus dan Folkman (dalam Triantoro & Nofrans, 2009), aspek-aspek yang dimiliki problem focused coping adalah: 3.1. Konfrontasi Konfrontasi adalah cara individu menghadapi permasalahan secara langsung. Individu akan berpegang teguh pada pendiriannya dan mempertahankan apa yang diinginkannya untuk mengubah situasi stres secara agresif dengan adanya keberanian mengambil resiko. Pada aspek ini, individu cenderung memiliki prinsip-prinsip dalam hidupnya dan tidak mudah terombang-ambing dengan keputusan atau pendapat orang lain. Pengambilan tindakan secara langsung merupakan active coping, dimana individu mengambil langkah-langkah aktif untuk menghilangkan, menghindari tekanan dan memperbaiki pengaruh dampaknya. Contoh: ketika seorang siswa tidak memahami materi pembelajaran, maka ia akan terus menerus belajar sampai memahami materi tersebut.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 3.2. Mencari dukungan sosial Mencari dukungan sosial merupakan usaha individu untuk mendapatkan bantuan dari orang lain, misalnya teman maupun keluarga. Dukungan yang dicari merupakan dukungan sosial secara instrumental, artinya individu akan mencari dukungan dari orang disekitar untuk mendapatkan nasihat, informasi, atau bimbingan. Contoh: ketika seorang siswa tidak memahami materi pembelajaran, maka ia akan mencari bantuan dari teman, guru les, atau orangtuanya yang dianggap ahli untuk mendapatkan pemahaman terkait materi tersebut. 3.3. Merencanakan pemecahan masalah Individu akan membuat perencanaan yang lebih baik sebelum melakukan sesuatu hal. Merencanakan pemecahan masalah merupakan usaha yang dilakukan individu untuk memikirkan, membuat, dan menyusun rencana pemecahan masalah agar masalah terselesaikan. Aspek ini melibatkan strategi-strategi tindakan yang dilakukan dan menentukan cara penanganan terbaik untuk menyelesaikan masalah. Kemudian, tindakan akan diterapkan atau dilakukan berdasarkan perencanaan yang ada. Contoh: Siswa mendapatkan beberapa tugas dari gurunyanya, maka ia membuat perencanaan tugas mana dahulu yang akan diselesaikan.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 C. Guru 1. Pengertian guru Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), yang dimaksud dengan guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Berdasarkan Undang-undang nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, guru adalah pendidik profesional yang memiliki tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan dan melatih, menilai, serta mengevaluasi peserta yang dididik pada pendidikan formal di jenjang anak usia dini, pendidik dasar, dan menengah. Menurut Suparlan (2006), guru adalah orang yang bertugas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dalam berbagai aspek baik spiritual dan emosional, intelektual, fisikal, dan aspek lainnya. Secara formal dan legal guru adalah individu yang memperoleh surat keputusan (SK), baik dari pemerintah maupun pihak swasta untuk mengajar. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa guru adalah orang yang secara legal formal memperoleh surat keputusan (SK), yang pekerjaannya mengajar, mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didiknya dari berbagai aspek spiritual, emosional, intelektual, fisikal, dan aspek lainnya.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 2. Peran guru Menurut Suparlan (2006) guru memiliki tugas dan peran yang tidak dapat dipisahkan sebagai: 2.1. Pendidik Guru merupakan sosok panutan bagi siswanya. Guru memiliki nilai moral dan agama yang patut ditiru diteladani siswa. Segala sikap dan perilaku guru baik secara langsung mapun tidak langsung dapat ditiru, diikuti dan dijadikan teladan bagi siswa. 2.2. Pengajar Guru dituntut untuk memiliki pengetahuan yang luas terkait disiplin ilmu yang diampu untuk mengajar siswa. Sehingga guru harus menguasai materi yang akan diberikan, menguasai penggunaan strategi dan metode mengajar yang akan digunakan untuk menyampaikan bahan ajar. Selain itu, guru juga diharuskan untuk menentukan alat evaluasi pendidikan yang bertujuan untuk menilai hasil belajar siswa, aspek-aspek manajemen kelas, dan dasar-dasar kependidikan. 2.3. Pembimbing Guru diharapkan mampu membimbing siswanya, memberikan dorongan psikologis agar siswa dapat mengatasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menganggu proses belajar. Guru juga diharapkan mampu membantu dan membina siswanya dalam memilih karir yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 2.4. Pelatih Guru diharuskan mengajak siswa untuk menerapkan teori-teori yang sudah didapatkan untuk dipraktekkan dan digunakan secara langsung dalam kehidupan. Melalui praktek siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih banyak. D. Dinamika Hubungan antara Problem Focused Coping dan Burnout pada Guru Sekolah Dasar Guru sekolah dasar merupakan pendidik profesional yang harus berinteraksi langsung dengan para siswanya. Oleh karena itu guru memiliki berbagai peran yang harus diperhatikan saat melakukan proses belajar mengajar. Mendidik, mengajar, membimbing, dan melatih merupakan peran dan tugas yang harus dilaksanakan oleh guru (Suparlan, 2006). Setiap peran dan tugas yang dijalankan mengharuskan guru untuk bertindak profesional. Kondisi dan tuntutan pekerjaan guru tersebut membutuhkan pelibatan emosi yang tinggi. Karakter dan perilaku siswa yang beragam pasti akan memunculkan berbagai pengalaman negatif dengan siswanya (Maslach, dalam Sujipto, 2001). Tuntutan untuk bertindak profesional dalam menjalankan perannya sebagai guru memunculkan adanya beban tugas. Dalam proses belajar mengajar, tidak menutup kemungkinan akan ditemukan berbagai masalah, kendala, dan pengalaman negatif yang dapat disebabkan siswa, rekan kerja, maupun kondisi sekolah. Keadaan-keadaan tersebut akan menimbulkan

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 ketegangan emosional. Apabila dialami secara terus menerus maka akan mengakibatkan munculnya burnout. Selain itu, adanya perubahan dalam kehidupan yang dijalani guru akan berdampak pada munculnya stres kerja dan burnout. Semakin banyak jumlah dan jenis perubahan dalam kehidupan seseorang dapat mengakibatkan munculnya penyakit (Homes and Rahe, dalam Farber 1991). Guru yang mengalami burnout akan mengalami kelelahan emosional. Hal ini ditandai dengan hilangnya minat dan semangat dalam bekerja. Kelelahan emosional yang dirasakan guru bersumber dari adanya beban kerja dan konflik pribadi di tempat kerja. Dampak dari munculnya burnout adalah menurunnya produktivitas dan banyaknya kesalahan guru dalam menjalankan tugas (Nitisemo, 1982). Hal tersebut akan merugikan dirinya sendiri, karena burnout dapat membuat guru menjadi cemas dan rentan terhadap gangguan fisik maupun psikis (Corrigan, 1995). Kelelahan yang dialami guru sekolah dasar akan berdampak pula pada munculnya rasa enggan untuk melakukan interaksi sosial dengan orang lain. Guru sekolah dasar akan merasa apapun pekerjaan yang dilakukan tidak bernilai atau tidak berharga. Adanya perasaan-perasaan tersebut memunculkan perilaku sinis, acuh, dan tidak memperhatikan kepentingan orang lain. Selain itu, ketika mengalami burnout guru sekolah dasar akan merasa dirinya tidak berhasil dalam mencapai target yang ada, yang mengakibatkan munculnya rasa tidak percaya diri, merasa self-efficacy, dan

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 motivasinya menurun. Dampaknya muncul perasaan tidak mampu dalam membantu klien dan menjadi putus asa (Maslach, Schaufeli, & Leiter, 2001). Oleh karena itu, guru harus mampu mengatasi, menghadapi, dan beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang memicu stres dalam menjalankan tuntutan pekerjaannya. Coping merupakan salah satu strategi yang dapat memengaruhi munculnya burnout pada guru (Carson, 1999). Melalui perilaku coping, guru dapat menanggapi segala situasi dan permasalahan yang ada untuk bertahan ataupun terhindar dari stres. Coping yang memiliki pengaruh besar dalam menurunkan depresi adalah problem focused coping (Holman & Moos, 1987). Problem focused coping merupakan strategi coping yang lebih berfokus pada masalah, dan bertujuan untuk menyelesaikan atau memecahkan masalah dengan cara yang efektif berupa langkah-langkah untuk menghilangkan stressor, sehingga mengurangi munculnya dampak fisik karena situasi stres yang dapat memicu burnout (Lazarus & Folkman dalam Steptoe, 2010). Penggunaan problem focused coping dapat membantu guru sekolah dasar dalam mengatasi stres secara efektif. Holahan dan Moos (1987) mengatakan bahwa problem focused coping memiliki fungsi yang relatif efektif dalam menurunkan tingkat depresi seseorang. Depresi seseorang dapat menurun karena individu yang menggunakan problem focused coping akan memfokuskan dirinya untuk menyelesaikan dan memecahkan masalah atau sumber stressor yang ada dengan solusi-solusi yang sudah direncanakan. Dengan terselesaikannya masalah atau hilangnya sumber

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 stressor maka individu dapat menjalankan fungsinya secara efektif. Penggunaan problem focused coping dapat membantu guru sekolah dasar dalam mengahadapi tuntutan dan beban pekerjaan yang ada. Sehingga guru dapat menjalankan tugasnya secara efektif dan profesional. Konfrontasi merupakan salah satu aspek dari problem focused coping yang mendorong individu untuk berani dalam menghadapi masalah secara langsung dan aktif. Guru yang memiliki aspek konfrontasi akan menggunakan prinsip-prinsip dalam hidupnya untuk menemukan strategi pemecahan masalah dan tidak akan mudah goyah dengan keputusan atau pendapat orang lain. Dukungan sosial berupa bantuan instrumental seperti mendapat nasihat, informasi, atau bimbingan dari orang lain merupakan salah satu aspek dari problem focused coping. Ketika menghadapi masalah yang memicu kondisi stres, guru dengan aspek ini akan mencari bantuan dari orang lain seperti keluarga atau teman kerja untuk menyelesaikan masalah. Problem focused coping juga mendorong guru untuk membuat perencanaan dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Perencanaan pemecahan masalah berisi strategi, cara, atau tindakan yang akan dilakukan untuk menangani masalah yang ada secara efektif. Penggunaan problem focused coping membantu guru dalam menyelesaikan berbagai masalah pekerjaan yang memicu stres yang akan berdampak pada burnout. Ketika guru dihadapkan pada berbagai masalah yang disebabkan karena banyaknya tuntutan dan beban pekerjaannya, problem focused coping merupakan strategi yang dapat digunakan untuk

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 membantu guru memecahkan masalah. Begitu juga sebaliknya, guru yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan situasi stressful dan guru yang tidak dapat menyelesaikan masalah yang ada akan memiliki kemungkinan yang besar untuk mengalami burnout (Carson, 1999; Circenis, Deklava, & Millere, 2014; Nugroho, Andrian, & Marselius, 2012). Apabila guru dapat menanggapi masalah dan situasi penuh tekanan dengan menggunakan problem focused coping secara efektif, maka guru akan mampu menghadapi masalah secara langsung dan aktif dengan berbagai strategi yang sudah dipikirkan dan direncakan untuk mendapatkan solusi yang efektif, baik solusi yang didapatkan dari pemikiran atau prinsip pribadi, ataupun solusi yang didapatkan dari adanya bantuan instrumental dari orang lain. Oleh karena itu, ketika problem focused coping yang digunakan cenderung tinggi, maka guru sekolah dasar mampu menyelesaikan permasalahan yang ada sehingga kemungkinan munculnya burnout akan menurun. Hal ini disebabkan karena beban, tuntutan, dan permasalahan dalam pekerjaan langsung dihadapi dan diselesaikan, sehingga menurunkan kemungkinan munculnya kelelahan emosional dan depersonalisasi, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap diri yang baik. Ketika beban kerja dan konflik pribadi di tempat kerja langsung diatasi dan diselesaikan maka kelelahan emosional akan menurun, sehingga guru sekolah dasar tidak merasa hidupnya kosong, lelah, kesulitan untuk mengatasi tuntutan pekerjaan, dan tidak kesulitan ketika berhadapan dengan orang lain. Hal ini juga berdampak pada menurunnnya depersonalisasi,

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 karena dengan terselesaikannya masalah membuat guru tidak hanya memfokuskan dirinya pada konflik dan beban kerja yang ada, maka sikap sinis, acuh, dan perasaan sulit untuk berhadapan dengan orang lain akan menurun, sehingga guru tidak merasa enggan untuk melakukan hubungan sosial. Selain itu adanya perilaku problem focused coping yang tinggi akan membuat guru merasa mampu dalam menjalankan tugasnya karena segala permasalahan, beban kerja, dan tuntutan pekerjaan terselesaikan. Dampaknya penghargaan terhadap diri sendiri menjadi lebih baik, guru memiliki motivasi untuk bekerja, dan munculnya sikap percaya diri dalam menjalankan tugasnya, sehingga guru dapat bekerja secara efektif.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 E. Skema Hubungan antara Problem Focused Coping dan Burnout PROBLEM FOCUSED Konfrontasi Mencari dukungan sosial Merencanakan pemecahan masalah Problem Focused Coping Tinggi - Mampu menghadapai permasalah secara langsung dan aktif - Mampu mempertahankan pendirian dalam menyelesaikan masalah - Mampu mengubah situasi - Mendapatkan bantuan instrumental - Mampu memikirkan dan menemukan solusi - Melakukan tindakan untuk menyelesaikan masalah Guru mampu menghadapi dan menyelesaikan permasalahan dari berbagai beban dan tuntutan pekerjaan. Burnout Rendah - Kelelahan emosional menurun: guru menjadi lebih bersemangat dalam bekerja, tidak mudah marah, dan lebih fokus saat bekerja. - Depersonalisasi menurun: guru lebih peka dengan lingkungan sekitarnya, tidak bersikap sinis, dan mampu menjalin interaksi sosial yang lebih baik dengan rekan kerja atau siswa - Penghargaan terhadap diri baik: guru merasa puas dengan apa yang dikerjakan, guru merasa percaya diri dengan usaha yang dilakukan, motivasi kerja meningkat. Gambar 2. Skema Dinamika antar Variabel

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 F. Hipotesis Berdasarkan landasan teori di atas penulis mengajukan hipotesis bahwa terdapat hubungan negatif antara problem focused coping dengan burnout pada guru SD. Semakin tinggi problem focused coping yang digunakan maka semakin rendah burnout yang akan dialami, sebaliknya semakin rendah problem focused coping yang digunakan maka semakin tinggi burnout yang dialami guru SD.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, yaitu metode yang menggunakan data-data berupa angka untuk dianalisis dan diolah dengan metode statistika (Azwar, 2009). Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional yang bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana variasi pada satu variabel berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih variabel lain. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji hubungan antara problem focused coping dengan burnout pada guru sekolah dasar. B. IDENTIFIKASI VARIABEL PENELITIAN Variabel-variabel yang ada dalam penelitian dapat diidentifikasikan sebagai berikut: C. 1. Variabel bebas : problem focused coping 2. Variabel tergantung : burnout DEFINISI OPERASIONAL 1. Burnout Burnout adalah sindrom psikologis dari pekerjaan sebagai respon terhadap stres, yang ditandai dengan kelelahan emosional, depersonalisasi, dan berkurangnya penghargaan pada diri sendiri yang 32

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 diukur dengan menggunakan skala burnout. Skala burnout disusun oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek burnout menurut Maslach, Schaufeli, dan Leiter, (2001) dengan menggunakan skala likert. Skor burnout didapat dari jumlah skor ketiga aspek yang ada. Semakin tinggi skor total yang didapatkan maka semakin tinggi kecenderungan seseorang mengalami burnout. 2. Problem Focused Coping Problem Focused Coping merupakan cara menghadapi suatu tekanan dengan berfokus pada masalah yang ada, dengan melakukan tindakan konfrontasi, mencari dukungan sosial, dan merencanakan pemecahan masalah, yang diungkap menggunakan skala problem focused coping. Skala problem focused coping disusun peneliti berdasarkan aspek-aspek problem focused coping menurut Folkman dan Lazarus (dalam Triantoro & Nofrans, 2009) dengan menggunakan skala likert. Skor problem focused coping dihitung berdasarkan skor total semua aspeknya. Semakin tinggi nilai skor maka semakin cenderung tinggi seseorang melakukan problem focused coping. D. SUBJEK PENELITIAN Subjek yang digunakan pada penelitian ini adalah guru sekolah dasar. Pemilihan subjek menggunakan cara purposive sampling. Kriteria subjek penelitian ini adalah guru sekolah dasar yang aktif bekerja dan

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 memiliki usia maksimal 40 tahun. Pemilihan usia dilakukan berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Farber (1991) bahwa guru yang berusia dibawah 40 tahun lebih mudah mengalami burnout daripada yang guru yang berusia lebih tua. Guru yang berusia dua puluhan dan tiga puluhan cenderung dibebani dengan harapan yang tidak realisits dan cenderung lebih terlibat dalam proses membangun identitas dan berkomitmen secara stabil untuk menjadi guru profesional. Selain itu, menurut Schaeufeli dan Buunk (dalam Cary, Philip, dan Michael, 2001) pekerja layanan yang berusia lebih muda akan lebih rentan terhadap burnout. Dengan demikian, pemilihan subjek tersebut diharapkan akan memberikan konstribusi maksimal bagi masyarakat. E. METODE DAN ALAT PENGUMPULAN DATA Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui penyebaran skala untuk diisi oleh subjek. Skala yang digunakan dibuat secara khusus oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek yang sudah ditentukan. Peneliti tidak mengadaptasi MBI (Masclah Burnout Inventory) alat ukur yang sudah ada dengan tujuan untuk menghidari adanya bias budaya. Akan tetapi, peneliti tetap melihat MBI (Masclah Burnout Inventory) sebagai referensi dalam membuat item dan mengambil kemudian memodifikasi beberapa item yang sesuai dengan indikator pada blueprint. Tahapan penyusunan skala adalah sebagai berikut:

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 1. Penyusunan Blue Print 1.1.Skala Burnout Skala burnout dibuat oleh peneliti berdasarkan aspek burnout menurut Maslach, Schaufeli, dan Leiter (2001). Aspek tersebut yaitu, kelelahan emosional (emotional exhaustion), depersonalisasi (depersonalization), dan berkurangnya penghargaan terhadap diri sendiri (reduced personal accomplishment). Berikut adalah blueprint dan distribusi atau sebaran item dari skala burnout dapat dilihat pada tabel ini: Tabel 1 Tabel Blue-Print Skala Burnout (sebelum tryout) Aspek Kelelahan emosional Depersonalisasi Berkurangnya penghargaan terhadap diri sendiri Indikator Letih atau lelah secara fisik Letih atau lelah secara mental Letih atau lelah secara emosional Kurang fokus/ hilang perhatian Acuh tak acuh dengan lingkungan sekitar Menjaga jarak dengan orang lain Bersikap sinis pada orang lain Tidak percaya diri Minat terhadap pekerjaan berkurang Tidak puas terhadap diri sendiri Jumlah Nomor Item Favorable Unfavorable Jumlah 1, 11, 21 31, 41, 51 6 2, 12, 22 32, 42, 52 6 3, 13, 23 33, 43, 53 6 4, 14, 24 34, 44, 54 6 5, 15, 25 35, 45, 55 6 6, 16, 26 36, 46, 56 6 7, 17, 27 37, 47,57 6 8, 18, 28 38, 48, 58 6 9, 19, 29 39, 49, 59 6 10, 20, 30 40, 50, 60 6 Bobot 40% 30% 60 30% 100%

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 1.2. Skala Problem Focused Coping Skala problem focused coping yang disusun berdasarkan aspek konfrontasi, mencari dukungan sosial, dan merencanakan pemecahan masalah menurut Lazarus dan Folkman (dalam Triantoro & Nofrans, 2009). Blueprint dan distribusi atau sebaran item dari skala problem focused coping dapat dilihat pada tabel 2: Tabel 2 Tabel Blue-Print Skala Problem Focused Coping (sebelum tryout) Aspek Konfrontasi Mencari dukungan social Merencanakan pemecahan masalah Indikator Berpegang teguh pada pendirian untuk menyelesaikan masalah Mengubah situasi stres Berani mengambil resiko ketika menyelesaikan masalah Berusaha mendapatkan informasi, nasehat, bimbingan dari orang lain Memikirkan pemecahan masalah Menyusun rencana pemecahan masalah agar dapat terselesaikan Melakukan tindakan untuk memecahkan masalah sesuai dengan perencanaan Jumlah Nomor Item Favorable Unfavorable Jumlah 1, 9, 17, 25 33, 41, 49, 2 8 10, 18, 26, 34 42, 50, 3, 11 8 19, 27, 35, 43 51, 4, 12, 20 8 28, 36, 44, 52 5, 13, 21, 29 8 37, 45, 53, 6 14, 22, 30, 38 8 46, 54, 7, 15 23, 31, 39, 47 8 55, 8, 16, 24 32, 40, 48, 56 8 Bobot 42,86 % 14,29 % 42,86 % 56 100%

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 2. Penulisan Item Penulisan item dilakukan sesuai dengan blueprint yang sudah dibuat dan ditetapkan pada masing-masing skala. Skala burnout terdiri dari 60 item, dimana tiap indikatornya memiliki 6 item yang dibagi dalam bentuk favorable dan unfavorable. Skala problem focused coping terdiri dari 56 item dengan jumlah 8 item untuk masing-masing indikator, yang dibagi dalam bentuk favorable dan unfavorable. Penentuan jumlah tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi problem item mortality setelah instrumen diujicobakan. Selain itu, jumlah item yang tidak terlalu besar juga dipertimbangkan agar tidak mengganggu waktu kerja subjek dan bertujuan untuk mengantisipasi kelelahan dan kebosanan subjek ketika mengisi skala. Metode pengumpulan data untuk mengukur burnout dan problem focused coping subjek menggunakan jenis skala likert. Subjek akan diminta untuk memberikan jawaban yang paling menggambarkan kondisi subjek yang sebenarnya. Jawaban dari setiap pernyataan yang ada menunjukkan kesetujuan atau ketidaksetujuan subjek. Respon tersebut dipaparkan dalam sebuah kontinum yang terdiri atas empat respon yang dibagi dalam dua kategori, yaitu pernyataan favorable dan pernyataan unfavorable. Pernyataan yang bersifat favorabel merupakan pernyataan-pernyataan yang jika dipilih akan bersifat positif atau mendukung variabel yang akan diukur. Pernyataan yang bersifat

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 unfavorabel merupakan pernyataan-pernyataan yang jika dipilih akan bersifat negatif atau tidak mendukung variabel yang akan diukur. Jika pernyataan bersifat favorabel maka masing-masing respon diberi skor 4 (sangat setuju), 3 (setuju), 2 (tidak setuju), dan 1 (sangat tidak setuju). Pernyataan yang bersifat unfavorable, masing-masing respon diberi skor 1 (sangat setuju), 2 (setuju), 3 (tidak setuju), dan 4 (sangat tidak setuju). Pada skala burnout dan problem focused coping tidak tersedia pilihan jawaban netral. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menghindari kecenderungan subjek dalam memberikan jawaban yang bersifat central tendency effect, yang akan berdampak pada rendahnya tingkat validitas (Kline, dalam Supraktiknya, 2014). 3. Review dan Revisi Item Review dan revisi item dilakukan setelah semua item selesai dibuat sesuai dengan blueprint pada masing-masing skala. Peneliti memeriksakan item-item tersebut pada dosen pembimbing. Semua item yang telah dibuat akan di-review oleh dosen pembimbing dengan memeriksa ketepatan dan kesesuaian antara isi item dengan definisi tiap aspek yang sudah diturunkan menjadi indikator. Selain isi item, pemeriksaan juga dilakukan untuk melihat tata bahasa, ejaan, pemilihan dan penggunaan kata pada kalimat disetiap itemnya. Setelah dilakukan review pada penulisan item, peneliti kemudian merevisi item-item

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 dengan memperbaikinya sesuai dengan catatan-catatan yang diberikan oleh dosen pembimbing. 4. Validitas Isi Pemeriksaan validitas isi dilakukan dengan tujuan untuk melihat relevansi atau taraf kesesuaian dan ketepatan item dengan variabel yang diukur (Supraktiknya, 2014). Data yang digunakan untuk menguji validitas isi diperoleh dari hasil penilaian subject matter expert (dosen pembimbing) dan lima peer judgement yang berkompeten atau berpengalaman dalam pembuatan alat ukur psikologis. Para penilai diminta untuk menyatakan apakah isi suatu item relevan dengan indikator yang ada pada setiap aspeknya, sehingga dapat mendukung tujuan ukur tes. Penilai diminta untuk memberikan nilai 1 apabila isi item tidak relevan dengan indikator yang ada, nilai 2 apabila isi item kurang relevan, nilai 3 apabila isi item cukup relevan dan nilai 4 diberikan apabila isi item relevan dengan indikator yang ada. Uji validitas didapatkan dengan menghitung nilai IVI-I (Indeks Validitas Isi-Item) dan jumlah nilai IVI-S (Indeks Validitas Isi-Skala) pada tiap itemnya. Nilai IVI-I (Indeks Validitas Isi-Item) didapatkan dengan menghitung rata-rata keseluruhan penilai pada masing-masing item. Apabila rata-rata yang didapatkan ≥ 0,8 maka item dapat dipakai, apabila rata-ratanya 0,5 – 0,6 maka item dapat dipakai dengan perbaikan, akan tetapi apabila rata-rata yang didapatkan < 0,5 maka item dianggap

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 gugur. Setelah menghitung jumlah nilai IVI-I (Indeks Validitas Isi-Item) maka nilai IVI-S (Indeks Validitas Isi-Skala) didapatkan dari jumlah nilai IVI-I (Indeks Validitas Isi-Item) yang dibagi dengan banyaknya item pada skala. Suatu alat ukur dinyatakan valid apabila skor IVI-S (Indeks Validitas Isi-Skala) yang didapatkan ≥ 0,9. Artinya, skala yang mencapai IVI-S minimum 0,9 dinyatakan memiliki validitas isi yang memuaskan. Berdasarkan uji validitas telah dilakukan, skala burnout memiliki nilai IVI-S (Indeks Validitas Isi-Skala) sebesar 0,91 dan skala problem focused coping memiliki nilai IVI-S (Indeks Validitas Isi-Skala) sebesar 0,98. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimbulkan bahwa skala burnout dan skala problem focused coping merupakan skala yang valid atau memiliki validitas isi yang baik untuk digunakan sebagai alat ukur penelitian. 5. Uji Coba Pendahuluan Pada tahap ini, peneliti secara informal melakukan uji coba pada 9 sampel subjek sesuai dengan karakteristik subjek penelitian. Uji coba pendahuluan bertujuan untuk mencegah atau meminimalisir kesalahan pengerjaan. Melalui uji coba pendahuluan peneliti dapat mengetahui rata-rata waktu yang diperlukan untuk mengisi skala. Selain itu, uji coba pendahuluan juga bermanfaat untuk mengetahui apakah petunjuk pengerjaan skala dapat dipahami oleh subjek dan melihat apakah kalimat

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 yang digunakan dapat dimengerti dan dipahami oleh subjek. Hasil yang didapatkan dari uji pendahuluan adalah adanya komentar dan kritik dari beberapa subjek terkait ukuran tulisan yang terlalu kecil. Selebihnya, subjek dapat memahami petunjuk pengerjaan dan dapat mengisi semua pernyataan. Kritik, dan saran dari subjek selama uji coba pendahuluan digunakan peneliti untuk menyempurnakan alat ukur. 6. Uji Coba Alat Ukur Uji coba alat ukur dilakukan pada subjek yang memiliki kesamaan karakteristik dengan subjek penelitian. Uji coba skala penelitian dilakukan pada guru-guru sekolah dasar di Kabupaten Klaten. Peneliti mengajukan izin untuk melakukan uji coba alat ukur pada 18 sekolah dasar dan didapatkan 11 sekolah dasar di Kabupaten Klaten yang memberikan izin untuk melakukan uji coba alat ukur penelitian. Uji coba dilakukan pada tanggal 19 Mei sampai 11 Juni 2018, menyesuaikan waktu yang ditentukan pada masing-masing sekolah. Peneliti menyebar 113 skala dan diperoleh 101 skala yang terisi lengkap dan dapat dianalisis. Peneliti selanjutnya melakukan seleksi item dari data yang didapatkan melalui uji coba alat ukur. Seleksi item dilakukan untuk mendapatkan item-item yang berkualitas. Penyeleksian item dilakukan dengan melihat daya beda atau daya diskriminasi item. Daya diskriminasi item adalah sejauh mana item dapat membedakan antara

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 kelompok individu yang memiliki atribut yang diukur dan kelompok individu yang tidak memiliki atribut yang diukur (Azwar, 2009). Daya diskriminasi item didapatkan dengan cara menghitung koefisien korelasi antara distribusi item dengan distribusi skor total itu sendiri dan menghasilkan koefisien item-total (rix). Semakin tinggi nilai koefisien item-total, maka semakin baik item tersebut. Menurut Azwar (2009), sebuah item dikatakan ideal apabila item tersebut memiliki koefisien korelasi ≥ 0,30. Artinya, semua item yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 dianggap memiliki daya diskriminasi yang memuaskan. Akan tetapi, apabila jumlah item yang lolos masih tidak mencukupi jumlah yang diinginkan peneliti, maka batas kriteria koefisien korelasi dapat diturunkan menjadi 0,20 (Supraktiknya, 2014). Menurut Azwar (2010), item dengan koefisien korelasi 0,20 masih dapat digunakan apabila hanya terdapat pada satu atau dua item saja, dengan ketentuan reliabilitas yang dihasilkan tinggi dan item-item lain memiliki daya diskriminasi yang tinggi. Selain itu, kriteria item yang baik adalah item yang memiliki koefisien korelasi item yang bernilai positif (Supraktiknya, 2014). Uji daya diskriminasi item dilakukan dengan menggunakan program SPSS for Windows versi 21 untuk mengukur korelasi antara skor item dengan skor total item. Hasil seleksi item dari hasil uji coba skala adalah sebagai berikut:

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 a. Skala Burnout Berdasarkan kriteria, hasil analisis item yang didapatkan untuk skala burnout dengan batasan rix ≥ 0,30 adalah 48 item yang lolos dari 60 item yang telah diuji cobakan. Sedangkan total item yang gugur adalah 12 karena memiliki koefisien korelasi kurang dari 0,3. Item yang digunakan pada skala final adalah 40 item dari 48 item yang baik berdasarkan nilai rix yang paling baik. Berikut adalah tabel distribusi atau penyebaran item dari skala burnout dengan item yang gugur setelah dilakukan uji coba: Tabel 3 Tabel Blue-Print Skala Burnout (Setelah Tryout) Aspek Indikator Letih atau lelah secara fisik Letih atau lelah Kelelahan secara mental emosional Letih atau lelah secara emosional Kurang fokus/ hilang perhatian Acuh tak acuh dengan lingkungan sekitar DepersonalMenjaga jarak isasi dengan orang lain Bersikap sinis pada orang lain Tidak percaya diri BerkurangMinat terhadap nya pekerjaan penghargaan berkurang terhadap diri Tidak puas sendiri terhadap diri sendiri Jumlah Nomor Item Favorable Unfavorable Jumlah 1, 11, 21 31, 41, 51* 6 2, 12, 22 32, 42, 52 6 3, 13*, 23* 33*, 43*, 53 6 4, 14, 24* 34, 44, 54 6 Bobot 40% 30% * * 6 6, 16, 26 36*, 46, 56* 6 7, 17*, 27 37, 47, 57 6 8, 18, 28 38, 48, 58 6 9, 19, 29 39, 49, 59 6 10, 20, 30 40, 50, 60 6 30 30 60 5 , 15, 25 * Keterangan: *) Item gugur setelah uji coba 35, 45, 55 30% 100%

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Berikut adalah distribusi item atau penyebaran nomor item dari skala burnout setelah dilakukan penguguran manual atau seleksi item: Tabel 4 Tabel Blue-Print Skala Burnout (setelah seleksi item dan diacak sesuai skala) Aspek Kelelahan emosional Depersonalisasi Berkurangnya penghargaan terhadap diri sendiri Nomor Item Favorable Unfavorable Indikator Letih atau lelah secara fisik Letih atau lelah secara mental Letih atau lelah secara emosional Kurang fokus/ hilang perhatian Acuh tak acuh dengan lingkungan sekitar Menjaga jarak dengan orang lain Bersikap sinis pada orang lain Tidak percaya diri Minat terhadap pekerjaan berkurang Tidak puas terhadap diri sendiri Jumlah 1, 36, 10 8, 25 3, 12 37, 17 9 29 22, 34 2, 11, 27 30 4, 13 18, 32, 38 15 28, 20 6, 23, 3 5, 14, 24 40, 21 26, 16 31, 35 Jumlah Bobot 16 40% 12 30% 12 30% 100% 7 39, 19 20 20 40 problem focused b. Skala Problem Focused Coping Penyeleksian item pada skala coping menggunakan kriteria dengan batasan koefisien korelasi sebesar 0,30 atau rix ≥ 0,30. Hasil analisis item pada skala problem focused coping dengan batasan rix ≥ 0,30 adalah 38 item yang lolos dari 56. Total item yang gugur adalah 18 karena memiliki koefisien korelasi kurang dari 0,30. Akan tetapi untuk menyeimbangkan jumlah item berdasarkan bobot tiap aspeknya, peneliti mempertahankan satu item yang memiliki

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 rix sebesar 0,235. Item yang digunakan pada skala final adalah 28 item dari 38 item yang baik berdasarkan nilai rix yang paling baik. Berikut adalah tabel distribusi atau penyebaran item dari skala burnout dengan item yang gugur setelah dilakukan ujicoba: Tabel 5 Tabel Blue-Print Skala Problem Focused Coping Aspek Indikator Berpegang teguh pada pendirian untuk menyelesaikan masalah Konfrontasi Mengubah situasi stres secara agresif Berani mengambil resiko ketika menyelesaikan masalah Berusaha mendapatkan Mencari informasi, nasehat, dukungan bimbingan dari sosial orang lain Memikirkan pemecahan masalah Menyusun rencana pemecahan Merencanamasalah agar dapat kan terselesaikan pemecahan Melakukan masalah tindakan untuk memecahkan masalah sesuai dengan perencanaan Jumlah Nomor Item Favorable Unfavorable 1, 9*, 17*, 25 33, 41*, 49*, 2* 10, 18, 26*, 34 42, 50*, 3*, 11* 19*, 27*, 35,43 51*, 4, 12, 20 28, 36, 44*, 52* 5*, 13, 21, 29* 37, 45, 53, 6 14, 22, 30, 38 46*, 54, 7, 15 23, 31, 39, 47 55, 8, 16, 24 32, 40*, 48, 56 23 23 Jumlah Bobot 24 42,86 % 8 14,29 % 24 42,86 % 56 100% Keterangan: *) Item gugur setelah uji coba Berikut adalah distribusi item atau penyebaran nomor item dari skala burnout setelah dilakukan penguguran manual atau seleksi item:

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Tabel 6 Tabel Blue-Print Skala Problem Focused Coping Setelah Tryout (Setelah seleksi item dan diacak sesuai skala) Aspek Nomor Item Favorable Unfavorable Indikator Berpegang teguh pada pendirian untuk menyelesaikan masalah Konfrontasi Mengubah situasi stres secara agresif Berani mengambil resiko ketika menyelesaikan masalah Berusaha mendapatkan Mencari informasi, nasehat, dukungan bimbingan dari sosial orang lain Memikirkan pemecahan masalah Menyusun rencana pemecahan Merencanamasalah agar dapat kan terselesaikan pemecahan Melakukan masalah tindakan untuk memecahkan masalah sesuai dengan perencanaan Jumlah F. 1, 23 4 13, 7, 11 16 5, 21 18, 26, 24 19, 9 12, 6 15, 25 8, 14, 20 3, 27 10, 22 17, 28 2 15 12 Jumlah Bobot 12 42,86 % 8 14,29 % 24 42,86 % 28 100% PEMERIKSAAN RELIABILITAS ALAT UKUR PENELITIAN Reliabilitas merupakan ketepatan pengukuran. Uji reliabilitas dilakukan dengan cara menghitung besarnya koefisien alpha-croncbach menggunakan program SPSS for Windows versi 21. Suatu alat ukur dikatakan reliabel dengan kriteria memiliki koefisien reliabilitas minimum sebesar 0,70. Apabila koefisien reliabilitas yang didapatkan kurang dari 0,70

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 maka dapat diinterpretasi bahwa sebuah alat ukur tidak memadai untuk digunakan. Berdasarkan hasil komputasi yang telah dilakukan hasilnya adalah: 1. Skala Burnout Pada skala burnout didapatkan nilai koefisien alpha-croncbach sebesar 0,934 dari 60 item. Setelah melakukan seleksi item pada skala burnout diperoleh koefisien alpha-croncbach sebesar 0,949 dari 40 item. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa skala burnout memiliki reliabilitas yang baik. 2. Skala Problem Focused Coping Pada skala problem focused coping diperoleh nilai koefisien alphacroncbach sebesar 0,888 dari 56 item. Setelah seleksi item didapatkan nilai koefisien alpha-croncbach sebesar 0,917 dari 28 item. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa skala problem focused coping memiliki reliabilitas yang baik sebagai alat ukur. G. METODE ANALISIS DATA 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas merupakan salah satu syarat uji statistik parametrik. Uji normalitas bertujuan untuk mengatahui normal tidaknya sebaran data pada variabel burnout dan problem focused coping. Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji One

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Sample Kolmogorov-Smirnov pada program SPSS for Windows versi 21. Apabila hasil dari analisis tersebut memberikan nilai signifikansi (p) > 0,05 maka dapat dikatakan bahwa sebaran data pada kedua variabel tersebut normal. Akan tetapi, apabila hasil menunjukkan nilai signifikansi (p) < 0,05 maka dapat dikatakan sebaran data tidak berdistribusi normal (Supraktiknya, 2014). b. Uji Linearitas Uji linearitas adalah syarat selanjutnya dari uji statistik parametrik. Uji linearitas bertujuan untuk mengatuhi hubungan antara variabel burnout dan problem focused coping memiliki garis lurus (linear) atau tidak. Artinya, apakah peningkatan atau penurunan kuantitas pada variabel burnout diikuti secara linear oleh peningkatan atau penurunan kuantitas pada variabel problem focused coping. Uji linearitas dalam penelitian ini menggunakan program SPSS for Windows versi 21. Suatu data dikatakan linear apabila memiliki taraf signifikansi (p) < 0,05. Akan tetapi, apabila hasil menunjukkan nilai signifikansi (p) > 0,05 maka dapat dikatakan bahwa data tersebut tidak linear (Santoso, 2010). 2. Uji Hipotesis Uji hipotesis dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara burnout dan problem focused coping pada guruguru sekolah dasar. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 statistik parametrik korelasi Product Moment Pearson apabila hasil dari uji asumsi adalah normal dan linear (Santoso, 2010). Apabila hasil dari uji asumsi menunjukkan bahwa data tersebut tidak normal, maka pengujian hipotesis dilakukan melalui uji statistik nonparametrik korelasi Spearman Rho. Uji hipotesis korelasi dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 21. Syarat diterimanya hipotesis suatu penelitian adalah nilai signifikansi yang diperoleh <0,05. Sedangkan nilai koefisien korelasi yang berada dalam rentang -1 sampai 1 menunjukkan adanya hubungan yang positif atau negatif pada kedua variable penelitian (Santoso, 2010).

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN 1. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus sampai 13 September 2018. Pengambilan data dengan menggunakan google form dimulai pada tanggal 1 Agustus 2018 dan berakhir pada tanggal 29 Agustus 2018. Hasilnya terdapat 30 subjek yang mengisi skala. Setelah dilakukan seleksi, didapatkan 20 skala yang dapat dianalisis. Kemudian peneliti melakukan penyebaran dan pengambilan data secara individual pada 6 sekolah dasar yang terdapat di daerah Yogyakarta pada tanggal 20 Agustus sampai 3 September 2018. Dari 89 skala yang disebar, didapatkan 44 skala dapat dianalisis karena 46 skala lainnya tidak dapat digunakan karena tidak terisi lengkap dan tidak sesuai dengan karakteristik subjek penelitian. Pada tanggal 26 Agustus sampai 14 September 2018 peneliti menyebar dan mengambil data secara individual pada 7 sekolah di Kabupaten Klaten. Dari 94 skala yang disebar, didapatkan 50 skala yang dapat dianalisis, 44 skala lainnya tidak terisi lengkap dan tidak sesuai karakteristik subjek penelitian yang dibutuhkan. 50

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 2. Deskripsi Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah guru-guru sekolah dasar yang memiliki usia maksimal 40 tahun. Berikut adalah data demografis subjek penelitian: Tabel 7 Deskripsi Data Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Jumlah 39 75 114 Persentase 34,21% 65,79% 100% Tabel 8 Deskripsi Data Subjek Berdasarkan Masa Kerja Masa Kerja 1-5 tahun 6-10 tahun Diatas 10 tahun Jumlah Jumlah 71 27 16 114 Persentase 62,28% 23,68% 13,74% 100% Tabel 9 Deskripsi Data Subjek Berdasarkan Status Kerja Sebagai guru Jenis Kelamin Swasta Negeri Jumlah Jumlah 80 34 114 Persentase 70,18% 29,82% 100% 3. Deskripsi Data Penelitian Peneliti menjabarkan diskripsi data penelitian dan melakukan analisis deskriptif untuk melihat gambaran data empirik dan teoritik berupa nilai minimum, nilai maksimum, rata-rata (mean), dan strandar deviasi dari variabel burnout dan variabel problem focused coping. Deskripsi data penelitian tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Tabel 10 Deskripsi Data Penelitian Mean X maksimum X minimum Standart Deviasi Koef. Uji Beda (t) Sign. Burnout Empirik Teoretik 74,71 100 121 160 42 40 14,069 56.698 0,000 Problem Focused Coping Empirik Teoretik 86,94 70 107 112 72 28 8,216 112.975 0,000 Berdasarkan hasil deskripsi data penelitian dapat dilihat skor variabel burnout dan variabel problem focused coping. Uji one sample ttest pada variabel burnout menunjukkan bahwa mean empirik variabel burnout memiliki perbedaan signifikan dengan mean teoritik (t hitung=56,988; p=0,000). Burnout memiliki skor mean teoritik sebesar 100, dengan standar deviasi sebesar 14,069, skor minimum sebesar 40 dan skor maksimum sebesar 160. Sedangkan skor mean empirik pada variabel burnout sebesar 74,71 dengan skor minimum 42 dan skor maksimum 121. Jika suatu variabel memiliki mean teoritik lebih besar dibandingkan mean empirik (mean teoritik > mean empirik), maka variabel tersebut memiliki skor yang rendah. Skor mean burnout menunjukkan bahwa mean teoritik lebih besar dibandingkan mean empirik (100 >74,71). Hasil tersebut menunjukkan bahwa burnout memiliki skor yang rendah. Berdasarkan uji one sample t-test pada variabel problem focused coping, hasilnya menunjukkan bahwa mean empirik variabel problem focused coping memiliki perbedaan signifikan dengan mean teoritik (t hitung=112.975; p=0,000). Problem focused coping memiliki mean skor teoritik sebesar 70, dengan standar deviasi sebesar 8,216, skor minimum

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 sebesar 28, dan skor maksimum sebesar 112. Sedangkan mean empirik variabel problem focused coping sebesar 86,90, dengan skor minimum 72, dan skor maksimum 107. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa variabel problem focused coping memiliki skor yang kuat. Hal ini dikarenakan nilai mean teoritik lebih kecil dibandingkan mean empirik (70 < 86,94). 4. Hasil Uji Asumsi 4.1. Uji Normalitas Uji normalitas pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov Test dengan program SPSS for Windows versi 21. Peneliti menggunakan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Test karena jumlah subjek penelitian sebesar 114. Teknik Kolmogorov-Smirnov lebih akurat digunakan sebagai uji normalitas dengan subjek lebih dari 50 orang. Sampel yang digunakan dalam populasi berdistribusi normal apabila memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (Noor, 2011). Berdasarkan hasil uji normalitas, didapatkan hasil sebagai berikut. Tabel 11 Hasil Uji Normalitas Variabel Burnout Problem Focused Coping Asymp. Sign (2-tailed) 0,127 0,001 Keterangan Berdistribusi Normal Berdistribusi Tidak Normal Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat bahwa variabel burnout memiliki

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 nilai signifikansi sebesar 0,127 (p>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa data pada variabel burnout memiliki distribusi yang normal. Sedangkan variabel problem focused coping memiliki nilai signifikansi sebesar 0,001 (p<0,05) maka data pada variabel problem focused coping memiliki distribusi yang tidak normal. 4.2.Uji Linearitas Uji linearitas pada penelitian ini menggunakan program SPSS for Windows versi 21. Pada uji linearitas, kedua variabel dikatakan linear apabila memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Tabel 12 merupakan hasil uji linearitas. Tabel 12 Hasil Uji Linearitas Variabel Burnout – Problem Focused Coping Sig. 0,000 Keterangan Linear Berdasarkan hasil uji linearitas, didapatkan nilai signifikansi pada kedua variabel sebesar 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel burnout dan problem focused coping memiliki hubungan yang linear secara signifikan. 5. Hasil Uji Hipotesis Berdasarkan hasil uji asumsi yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa data yang digunakan pada variabel burnout berdistribusi normal. Sedangkan data yang digunakan pada variabel problem focused coping

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 berdistribusi tidak normal. Akan tetapi kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang linear. Maka uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Spearman Rho Correlation untuk melihat hubungan antara Burnout dan Problem Focused Coping. Berikut adalah batas-batas nilai koefisien korelasi (Siregar, 2013). Tabel 13 Kriteria Koefisien Korelasi Koefisien Korelasi 0,00 – 0,199 0,20 – 0,399 0,40 – 0,599 0,60 – 0,799 0,8 – 1 Kategori Sangat Lemah Lemah Cukup Kuat Sangat Kuat Berikut adalah tabel hasil uji korelasi antara burnout dengan problem focused coping: Tabel 14 Korelasi Burnout dengan Problem Focused Coping Variabel Independen Problem Focused Coping Variabel Dependen Burnout Koefisien Korelasi (r) -0,744 Sign. Keterangan 0,000 Ada Hubungan Signifikan Dari hasil uji korelasi di atas, dapat dianalisis bahwa koefisien korelasi (r) sebesar -0,744 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,001) dengan menggunakan one-tailed test. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan dengan kategori yang kuat antara Burnout dan Problem Focused Coping. Artinya semakin tinggi Burnout seseorang maka semakin rendah Problem Focused Coping seseorang. Begitu juga sebaliknya, semakin

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 rendah Burnout seseorang maka semakin tinggi Problem Focused Coping seseorang. Oleh karena itu, hipotesis penelitian diterima. Peneliti juga melakukan penghitungan koefisien determinasi untuk melihat sumbangan efektif variabel problem focused coping terhadap variabel burnout. Besarnya sumbangan efektif tersebut dilihat dari nilai R square karena penelitian ini menggunakan dua variabel (Totalia & Hindrayani, 2013). Hasilnya menunjukkan bahwa koefisien determinasinya sebesar 0,568. Artinya, problem focused coping memiliki sumbangan terhadap burnout sebesar 56,8%. Berikut adalah tabel hasil penghitungan korelasi determinasi: Tabel 15 Korelasi Determinasi Variabel Independen Variabel Dependen Problem Focused Coping Burnout Koefisien Determinasi (R square) 0,568 6. Analisis Tambahan Analisis tambahan pada penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara problem focused coping dan burnout berdasarkan kategorisasi masa kerja. Analisis tambahan dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman Rho karena variabel problem focused coping memiliki distribusi yang tidak normal. Hasil uji korelasi tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara problem focused coping dan burnout pada guru sekolah dasar pada setiap kategori masa kerja.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Tabel 16 Hasil Uji Korelasi antara Problem Focused Coping dan Burnout berdasarkan kategori masa kerja Kategori Lama Bekerja 1-5 Tahun 6-10 Tahun Diatas 10 Tahun Koef. Korelasi -0,723 -0,690 -0,798 Sign 0,000 0,000 0,000 Interpretasi Ada Hubungan Signifikan Ada Hubungan Signifikan Ada Hubungan Signifikan B. PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Burnout dan Problem Focused Coping. Berdasarkan uji korelasi yang telah dilakukan, didapatkan koefisien r= -0,744 dengan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima. Artinya, terdapat hubungan negatif, kuat dan signifikan antara burnout dan problem focused coping. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi burnout yang dimiliki guru sekolah dasar, maka semakin rendah problem focused coping yang diterapkan oleh guru sekolah dasar, begitu juga sebaliknya. Hal ini sesuai dengan pendapat Lazarus dan Folkman (dalam Cary, Philip, dan Michael, 2001) bahwa problem focused coping berhubungan negatif dengan burnout. Hasil analisis tambahan menunjukkan terdapat hubungan yang negatif, dan signifikan antara problem focused coping dan burnout pada guru sekolah dasar yang memiliki masa kerja dengan kategori 1-5 tahun, 6-10 tahun, dan lebih dari 10 tahun. Masa kerja lebih dari 10 tahun memiliki koefisien korelasi paling tinggi (-0,798) dibandingkan dengan kategori masa kerja lainnya. Hal ini menunjukkan

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 bahwa terdapat korelasi negatif yang kuat antara problem focused coping dan burnout pada guru sekolah dasar yang bekerja lebih dari 10 tahun. Berdasarkan hasil penghitungan deskriptif, variabel focused coping memiliki nilai mean empirik (86,94) yang lebih besar dibandingkan nilai mean teoritik (70). Hal ini menunjukkan bahwa subjek menggunakan problem focused coping yang cukup tinggi dalam mengatasi masalahmasalah pekerjaan. Menurut Lazarus dan Folkman (dalam Triantoro & Nofrans, 2009), seseorang yang memiliki problem focused coping yang tinggi menunjukkan bahwa individu tersebut mampu mengatur perilaku atau tingkah laku yang efektif untuk memecahkan masalah yang sederhana dan bersikap realistis dalam membebaskan diri dari masalah mereka. Hal ini dikarenakan perilaku problem focused coping memiliki penguasaan untuk melakukan perencanaan, ketekunan, dan pengolahan diri (Dweck & Leggett, dalam Parker, Martin, Colmar, & Liem 2012). Sedangkan hasil penghitungan deskriptif pada variabel burnout memiliki nilai mean empirik sebesar 74,71 dan mean teoritik sebesar 100. Mean empirik yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan dengan mean teoritik. Hal tersebut mengindikasikan bahwa subjek memiliki burnout yang rendah. Berdasarkan teori yang telah dipaparkan sebelumnya, guru sekolah dasar yang cenderung menggunakan problem focused coping akan mampu mengatasi munculnya burnout. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji korelasi yang menghasilkan koefisien korelasi yang negatif dan signifikan, serta hasil penghitungan deskriptif dimana variabel problem focused coping memiliki

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 mean empiris yang lebih besar dari mean teoritik dan variabel burnout memiliki mean empiris yang lebih kecil dari mean teoritik. Adanya problem focused coping memunculkan adanya perilaku menikmati pekerjaan, berpartisipasi dalam tempat kerja, adanya aspirasi karir di masa depan yang positif, dan absensi yang rendah dari waktu ke waktu, sehingga menekan munculnya burnout (Martin, Dweck, & Leggett, dalam Parker, Martin, Colmar, & Liem 2012). Cary, Philip, dan Michael (2001) mengatakan bahwa problem focused coping akan menuntut individu untuk berhadapan dan menghadapi masalahmasalah yang ada. Oleh karena itu, ketika para guru memiliki berbagai tuntutan dan beban kerja yang memicu munculnya stres kerja, mereka menggunakan coping berupa problem focused coping yang mendorong dan menuntut mereka untuk menyelesaikan atau menghadapi sumber-sumber stres sehingga tidak berdampak pada munculnya burnout. Individu yang mengunakan problem focused coping cenderung mampu memecahkan masalah dengan mencoba mengubah stressor yang ada sehingga stres hilang atau tidak muncul. Hal ini terjadi karena sifat dari problem focused coping yang analitis logis, adanya usaha untuk mencari informasi dari dukungan sosial, merencanakan pemecahan masalah dan menyelesaikannya dengan cara positif. Sehingga guru sekolah dasar yang menggunakan problem focused coping memiliki kematangan dalam menyelesaikan masalah, dampaknya guru dapat terhindar dari gejala burnout.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Secara spesifik, guru sekolah dasar yang menggunakan problem focused coping akan memenuhi aspek konfrontasi. Aspek konfrontasi ditandai dengan adanya keberanian guru sekolah dasar dalam menghadapi permasalahan pekerjaannya secara langsung. Hal ini terjadi karena para guru tidak menghindar atau melarikan diri dari masalah, beban, dan tuntutan pekerjaan yang ada, melainkan mampu menghadapinya secara langsung dan aktif untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah sampai tuntas agar terbebas dari masalah (Pines & Aronson, 1981). Hal ini didukung oleh pernyataan Cary, Philip, & Michael (2001) bahwa problem focused coping merupakan bentuk coping yang secara proaktif berupaya untuk menghilangkan sumber-sumber burnout. Schaufeli dan Enzmann (1998) menyatakan bahwa coping yang aktif dalam menghadapi masalah berhubungan dengan rendahnya burnout. Secara khusus, adanya aspek konfrontasi dapat menekan munculnya aspek kelelahan emosi pada burnout, karena sumber utama dari kelelahan emosi adalah adanya beban dan konflik di tempat kerja, yang membuat individu merasa tidak mampu mengatasi tuntutan pekerjaan yang ada. Adanya sikap berani untuk menghadapi masalah secara langsung dan aktif pada aspek konfrontasi, membuat guru terdorong untuk mengatasi beban dan konflik kerja, sehingga tidak memunculkan perasaan tidak mampu dalam mengatasi masalah. Aspek mencari dukungan sosial pada problem focused coping yang dimiliki guru sekolah dasar juga berperan terhadap bagaimana guru sekolah dasar menghadapi permasalahan, beban kerja, dan tuntutan kerja yang harus

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 diatasi. Adanya tindakan untuk mencari dukungan sosial membuat guru sekolah dasar mendapatkan dukungan instrumental seperti nasihat, informasi, atau bimbingan dari orang lain untuk mengatasi permasalahan (Lazarus & Folkman, dalam Triantoro & Nofrans, 2009). Demikian juga aspek merencanakan pemecahan masalah yang dimiliki guru sekolah dasar mendorong para guru untuk dapat memikirkan, membuat, dan menyusun rencana pemecahan masalah agar masalah terpecahkan dan tidak berdampak pada munculnya burnout (Lazarus & Folkman, dalam Triantoro & Nofrans, 2009). Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa problem focused coping memiliki sumbangan yang cukup besar terhadap burnout pada guru sekolah dasar sebesar 56,8%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa 54,2% faktor lain memengaruhi burnout selain problem focused coping. Faktor lain yang memengaruhi burnout antara lain faktor individu seperti orang dengan jenis kelamin (Greenglass and Burke, dalam Farber 1991), kecerdasan emosi (Maisyarah & Matulessy, 2015). Faktor sosial seperti perubahan dalam hidup (Farber, 1991), dukungan sosial (Fiorilli, Gabola, Pepe, Meylan, Curchod-Ruedi, Albanese, Doudin, 2015). Ataupun faktor organisasi seperti adanya stresor dalam lingkungan kerja seperti tuntutan untuk berperan profesional, kondisi kerja, desain kerja (Beehr, 2004), dan perubahan organisasi (Aitken & Schloss, 1994).

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara burnout dan problem focused coping pada guru sekolah dasar. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara burnout dan problem focused coping (r = -0,744, p = 0,000). Artinya, semakin tinggi Burnout yang dialami guru sekolah dasar maka semakin rendah Problem Focused Coping yang dimiliki guru sekolah dasar. Sebaliknya, semakin rendah Burnout yang dialami guru sekolah dasar maka semakin tinggi Problem Focused Coping yang dimiliki guru sekolah dasar. Selain itu, Problem Focused Coping memiliki sumbangan efektif sebesar 56,8% terhadap Burnout, sehingga 54,2% lainnya dipengaruhi oleh foktorfaktor yang tidak diteliti dalam penelitian ini, B. KETERBATASAN PENELITIAN Keterbatasan penelitian ini yaitu data yang digunakan pada variabel problem focused coping tidak berdistribusi normal, sehingga hasil penelitian kurang dapat digeneralisasi pada seluruh populasi guru. Selain itu, kurangnya monitoring atau pendampingan peneliti saat subjek mengisi skala membuat beberapa skala tidak dapat digunakan sebagai data penelitian. Keterbatasan penelitian lainnya terletak pada penggunaan item-item alat

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 pengumpulan data, dimana tidak semua item mengarah pada konteks pekerjaan sebagai guru sekolah dasar, dan beberapa item kurang mencerminkan konstruk yang diukur. Hal ini dapat disebabkan karena minimnya jumlah expert judgement yang terlibat untuk menilai validitas isi. C. SARAN 1. Bagi Subjek Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara Problem Focused Coping dan Burnout. Oleh karena itu, subjek diharapkan dapat menumbuhkan dan menerapkan strategi coping stress berupa Problem Focused Coping yang dapat mengurangi munculnya burnout, akibat dari stres kerja yang berkepanjangan. Problem Focused Coping dapat diterapkan dengan belajar untuk peka terhadap masalah atau sumber stressor yang ada di lingkungan kerja. Guru sekolah dasar diharapkan dapat menghadapi masalahnya secara langsung, bersikap aktif, dan berani dalam menyelesaikan masalah. Selain itu guru sekolah dasar juga dapat mencari dukungan sosial dari orang terdekat atau orang disekitar untuk mendapatkan bantuan berupa nasihat, saran, informasi, maupun bimbingan. Guru sekolah dasar juga dapat belajar untuk membuat perencanaan terlebih dahulu dengan memikirkan kemudian menyusun pemecahan masalah. Agar ditemukan penanganan yang baik dalam menyelesaikan masalah.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 2. Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi penelitian selanjutnya, diharapkan dapat menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak agar data yang digunakan berdistribusi normal dan dapat tergeneralisasi ke tingkat populasi. Mampu memonitoring atau mendampingi subjek penelitian saat mengerjakan skala sehingga dapat meminimalisir kesalahan pengisian, kekurangan jawaban dalam pengisian, dan ketidaksesuaian kriteria subjek penelitian. Selain itu, peneliti selanjutnya diharapkan mampu membuat instrumen penelitian dengan item-item pernyataan yang lebih sesuai dengan konteks pekerjaan sebagai guru sekolah dasar dan konstruk yang akan diukur. Serta mampu melibatkan lebih banyak expert judgement dalam penilaian validitas isi alat ukur.

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Aitken, C. J., & Schloss, J. A. (1994). Occupational stress and burnout among staff working with people with an intellectual disability. Behavioral Interventions. Vol. 9 No. 4, 225-234 Arumwaardhani, A. (2011). Psikologi kesehatan. Yogyakarta: Galang Press Azwar, S. (2009). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Azwar, S. (2010). Efek seleksi aitem berdasar daya diskriminasi terhadap reliabilitas skor tes. Measurements and Statistics Beehr, T.A. (2014). Psychology stress in the workplace. London: Rootledge Berk, L.E. (2012). Development through the lifespan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Bianci, R., Verkuilen, J., Brisson, R., Schonfeld, I.S., & Laurent, E. (2016). Burnout and depression: labe;-related stigma, help-seeking, and syndrome overlap. Psychiatry Research. Vol. 245, 91-98 Carson, J., Maal, S., Roche, S., & Fagin, L. (1999). Burnout health nurses much ado about nothing?. Stress Med. Vol 15, 127-134 Cary, L.C., Philip, J.D., & Michael. P.O. (2001). Organizational stress. USA: Sage Publication Inc Cherniss, C. (1987). Staff burnout job stress in the human service. London: Sage Publications Circenis, K., Deklava, L., & Millere, I. (2014). Stress coping mechanisms and professional burnout among latvian nurses. Social and Behavioral Sciences. 159, 261-267 Corrigan, P.W., Holmes, E.P., & Luchins, D. (1995). Burnout and collegial support in state psychiatric hospital staff. Journal of Clinical Psychology. Vol. 51, No.5 Farber, B.A. (1991). Crisis in education stress and burnout in the american teacher. San Francisco: Jossey-Bass Publishers Fink, G. (2016). Stress: concepts, cognition, emotion, and behavior. London: Elsevier Fiorilli, C., Gabola P., Pepe, A., Meylan N., Curchod-Ruedi, D., Albanese, & Doudin, A. (2015). The effect of teacher’s emotional intensity and social support on burnout syndrome. A comparison between italy and switzerland. Revue européenne de psychologie appliquée. 65, 275-283. 65

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Foley, C., & Murphy, M. (2015). Burnout in irish teacher: investigating the role of individual differences, work environment and coping factors. Teaching dan Teacher Education. Vol. 50, 46-55 Gibson, J.L., Ivancevich, J.M., & Donnely, J.H. (1987). Organisai perilaku struktur proses. Jakarta: Erlangga. Hanafi, M., & Yuniasanti, R. (2012). Hubungan antara kematangan emosi dan burnout pada Perawat Rumah Sakit PKU Muhammadiayah Bantul Yogyakarta. Insight. Vol. 10, No. 1 Holahan, C.J. & Moos, R.H. (1987). Personal and contextual determinants of coping strategies. Journal of personality and social psychology. Vol. 52, No.5 King, A.L. (2010). Psikologi umum: sebuah pandangan apresiatif buku 2. Jakarta: Salemba Humanika Lazarus & Folkman. (1984). Stress appraisal & coping. New York: Spinger Plublishing Co Maisyarah & Matulessy, A. (2015). Dukungan sosial, kecerdasan emosi dan resiliensi guru sekolah luar biasa. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia. Vol. 4, No. 3, 225-23 Martz, E., & Livnch, H. (2007). Coping with chronic illness and disability. New York: Springer Science and Business Media Maslach, C., Schaufeli W.B., & Leiter M.P. (2001). Job burnout. Annual Review of Psychology. Vol. 52, 397-422 Nitisemito, A.S. (1982). Manajemen personalia. Jakarta: Ghalia Indonesia Noor, Juliansyah (2011). Metodologi penelitian, skripsi, thesis, diseratasi, karya ilmiah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Nugroho A.S., Andrian, & Marselius (2012). Studi deskriptif burnout dan coping stres pada perawat di ruang rawat indap Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya. Vol. 1, No. 1 Parker, P.D., Martin, A.J., Colmar, S., & Liem, G.A. (2012). Teachers workplace well-being: exploring a process model of goal orientation, coping behavior, engagement, and burnout. Teaching and Teacher Education. Vol. 28, 503-513 Pines, A., & Aronson, E. (1981). Burnout: from tedium to personal growth. New York: Free Press Rahman, U. (2007). Mengenal burnout pada guru. Lentera Pendidikan, 2, 216-227

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Rulin, A. (2004). Pengaruh persepsi mengenai kondisi lingkungan kerja dan dukungan sosial terhadap tingkat burnout pada perawat Ird Rsud Dr. Soetomo Surabaya. Surabaya: Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Santoso, A. (2010). Statistik untuk psikologi dari blog menjadi buku. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Santrock, J.W. (2002). Life-span development: perkembangan masa hidup jilid I. Jakarta: Erlangga Sarafino, E.P. (2008). Health psychology: biopsychososcial interaction. Michigan: Wiley Schaufeli, W.B. & Enzmann, D. (1998). The burnout companion to study and research: a critical analysis. London: Taylor & Francis Siregar, S. (2013). Statistik parametrik untuk penelitian kuantitatif. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara Smet, B. (1994). Psikologi kesehatan. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia Snyder, C.R., Lopez, S.J., Pedeotti, J.T. (2011). Positive psychology. USA: Publication Inc Steptoe, A. (2010). Handbook of behavioral medicine. New York: Springer Science and Business Media Sujipto. (2001). Burnout guru sekolah dasar: Survey di Kecamatan Ciputat, Tangerang. Atma nan Jaya Suparlan. (2006). Guru sebagai profesi. Yogyakarta: Hikayat Publishing Supraktiknya, A. (2014). Pengukuran psikologis. Yogyakarta: Penerbit USD Totalia, S.A. & Hindrayani, Aniek. (2013). SPSS& DEA: implementasi pada bidang pendidikan dan ekonomi. Yogyakarta: Pohon Cahaya Triantoro, S., & Nofrans, E. (2009). Manajemen emosi. Yogyakarta: Bumi Aksara Wardhani, D.T. (2012). Burnout di kalangan guru pendidikan luar biasa di Kota Bandung. Vol. 11, No. 1 Wijoyo, S., Ashar. (2008). Psikologi industri dan organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia Yesamine, O. 2000. Hubungan antara kecenderungan menggunakan problem focused coping dengan tingkat depresi pada mahasiswa tingkat akhir. Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 68

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 SKALA UJI COBA PENELITIAN KEHIDUPAN KERJA GURU Disusum oleh: Nama: Diska Amelia NIM: 149114145 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Klaten, Mei 2018 Kepada yth. Bapak/Ibu Guru SD............ di SD ........................ Klaten Dengan Hormat, Saya Diska Amelia, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta memohon kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi pernyataan-pernyataan yang terdapat dalam skala penelitian berikut. Skala ini disusun sebagai alat penelitian yang digunakan untuk keperluan skripsi sebagai syarat kelulusan. Pada kesempatan ini, Bapak/Ibu akan mendapatkan dua (2) buah skala/angket. Saya sangat mengharapkan kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi lengkap setiap pernyataan sesuai dengan keadaan, pikiran, dan perasaan Bapak/Ibu saat ini tanpa dipengaruhi oleh siapapun. Kejujuran Bapak/Ibu sangat dibutuhkan pada penelitian ini. Tidak ada jawaban yang salah maupun benar, karena pilihan jawaban yang Bapak/Ibu pilih menggambarkan keadaan Bapak/Ibu yang sebenarnya. Jawaban yang Bapak/Ibu berikan tidak akan memengaruhi nama baik, karir, maupun status Bapak/Ibu di sekolah ini. Kerahasiaan identitas dan jawaban Bapak/Ibu akan terjamin, sehingga anda tidak perlu khawatir bila kondisi anda akan diketahui orang lain. Atas kesedian, bantuan, kejujuran, dan kesungguhan Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih. Hormat Saya, Diska Amelia

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 PERNYATAAN PERSETUJUAN Dengan ini, saya menyatakan bahwa saya bersedia menjadi subjek penelitian dan bersedia mengisi dua skala uji coba penelitian terkait kehidupan guru. Saya bersedia membantu jalannya penelitian dengan suka rela, tanpa paksaan dari pihak manapun. Semua jawaban yang saya berikan pada tiap pernyataan dalam skala ini merupakan keadaan, pikiran, dan perasaan saya yang alami sesungguhnya. Saya juga mengizinkan penggunaan jawaban dan informasi dalam uji coba skala ini sebagai data untuk penelitian tugas akhir. Klaten, ............... (..........................)

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 IDENTITAS SUBJEK 1. Inisial Nama : 2. Jenis Kelamin : Laki-laki 3. Usia : Perempuan 4. Guru kelas/mata pelajaran: 5. Sebagai guru : Swasta 6. Lama bekerja : Negeri SKALA I PETUNJUK PENGERJAAN 1. Pada skala ini terdapat 60 (enam puluh) pernyataan. Pilihlah jawaban yang dianggap paling sesuai dengan diri Anda, karena tidak ada jawaban salah atau benar. 2. Berilah tanda checklist ( √ ) pada kolom jawaban yang tersedia dengan pilihan jawaban sebagai berikut: SS : Bila pernyataan tersebut Sangat Sesuai dengan diri Anda. S : Bila pernyataan tersebut Sesuai dengan diri Anda. TS : Bila pernyataan tersebut Tidak Sesuai dengan diri Anda. STS : Bila pernyataan tersebut Sangat Tidak Sesuai dengan diri Anda. No. PERNYATAAN SS 1. Saya adalah seorang guru √ S TS STS 3. Anda diharapkan untuk memilih jawaban secara spontan dan apa adanya. 4. Periksalah pekerjaan anda sebelum dikumpulkan, jangan sampai ada yang terlewat. -- SELAMAT MENGERJAKAN –

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 No PERNYATAAN SS 1. Saya merasa lelah ketika bangun pagi dan harus bekerja 2. Bekerja setiap hari merupakan suatu beban bagi saya 3. Mengajar merupakan kegiatan yang menguras emosi 4. Terlalu lama mengajar membuat saya salah dalam menjelaskan materi 5. Saya akan tetap mengajar walaupun suasana kelas gaduh 6. Ketika saya merasa penat dengan pekerjaan saya cenderung menarik diri 7. Secara sengaja saya menyinggung perasaan orang lain ketika sedang penat bekerja 8. Saya merasa bukan seorang guru yang baik siswasiswa saya 9. Saya menjadi lebih sering melihat jam ketika pelajaran berlangsung 10. Saya merasa kecewa dengan pekerjaan yang saya lakukan 11. Saya merasa pegal setelah seharian mengajar 12. Terlalu lama mengajar membuat saya stres 13. Saya kesal bila ada siswa yang tidak memperhatikan saya mengajar 14. Saya sulit memfokuskan diri dengan pekerjaan saya sebagai guru 15. Saat lelah, saya tidak menghiraukan guru-guru yang sedang berbagi keluh kesah mereka 16. Saya menjaga jarak dengan siswa saya S TS STS

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 17. Saya menyindir siswa yang membuat suasana kelas gaduh 18. Saya merasa tidak kompeten melaksanakan tugas sebagai guru 19. Akhir-akhir ini saya merasa tidak memiliki gairah dalam bekerja 20. Saya merasa tidak mendapatkan tanggapan yang positif dari siswa ketika saya mengajar 21. Terlalu lelah mengajar menyebabkan saya sakit 22. Saya merasa frustasi karena pekerjaan saya sebagai guru 23. Mengajar adalah kegiatan melatih kesabaran 24. Saya melalaikan beberapa tugas yang harus saya lakukan saat saya merasa lelah 25. Saya tidak menghiraukan siswa-siswa yang mengobrol ketika saya menjelaskan materi 26. Saya lebih suka mengerjakan tugas saya sendiri daripada harus bekerja sama dengan rekan guru lainnya 27. Saya menyindir rekan guru yang berbuat salah dalam menjalankan tugasnya 28. Saya merasa kemampuan saya sebagai guru lebih rendah dibandingkan dengan rekan guru lain 29. Saya lebih suka meninggalkan tugas untuk siswa daripada mengajar 30. Saya merasa didikan yang saya lakukan selama ini tidak ada manfaatnya bagi siswa 31. Saya merasa bersemangat setiap akan pergi bekerja 32. Saya menikmati pekerjaan saya setiap harinya 33. Saya termasuk guru yang sabar

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 34. Saya mampu menjelaskan materi dengan tepat meskipun sudah terlalu lama mengajar 35. Saya mulai mengajar setelah suasana kelas tenang 36. Saya suka menceritakan masalah pekerjaan saya dengan rekan guru lainnya 37. Saya tetap tersenyum dan menyapa rekan guru lain walaupun sedang lelah bekerja 38. Sikap saya sebagai seorang guru layak untuk dijadikan panutan bagi siswa 39. Saya menikmati waktu saya saat mengajar 40. Saya merasa puas dengan semua pekerjaan yeng saya lakukan 41. Sesibuk apapun saya menjalankan tugas sebagai guru, saya tidak merasa lelah 42. Bagi saya mengajar anak-anak merupakan hal yang menyenangkan 43. Saya akan membiarkan saja siswa yang gaduh dan tidak memperhatikan saya 44. Saya selalu fokus pada pekerjan yang saya lakukan 45. Saya akan bertanya pada siswa apakah mereka paham dengan materi yang saya jelaskan 46. Saya suka menjalin hubungan yang dekat dengan siswa saya 47. Walaupun lelah , saya tetap membalas sapaan dari siswa saya dengan senyuman 48. Saya menguasai semua materi pelajaran yang saya sampaikan 49. Akhir-akhir ini saya merasa bersemangat dalam bekerja 50. Saya yakin bahwa usaha saya mendidik siswa

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 bukanlah hal yang sia-sia 51. Saya mengkonsumsi vitamin atau obat-obatan untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakit 52. Bila saya diberi kesempatan untuk memilih profesi lain, saya tetap akan menjadi seorang guru 53. Saya akan menjelaskan secara personal apabila terdapat satu siswa yang belum paham materi yang saya terangkan 54. Saya melakukan tugas-tugas yang harus saya kerjakan meskipun dalam keadaan lelah 55. Saya terganggu bila ada siswa yang mengobrol saat saya mengajar 56. Saya suka mengerjakan tugas sebagai guru secara berkelompok 57. Saya akan mendengarkan dan memberikan nasihat ketika ada rekan guru yang berkeluh kesah 58. Saya merasa kemampuan saya sebagai guru setara dengan rekan guru lainnya 59. Saya lebih suka membuat siswa paham dengan materi yang saya ajarkan dengan berbagai metode 60. Saya merasa berhasil mendidik para siswa saya

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKALA II PETUNJUK PENGERJAAN 1. Pada skala ini terdapat 56 (lima puluh enam) pernyataan. Pilihlah jawaban yang dianggap paling sesuai dengan diri Anda, karena tidak ada jawaban salah atau benar. 2. Berilah tanda checklist ( √ ) pada kolom jawaban yang tersedia dengan pilihan jawaban sebagai berikut: SS : Bila pernyataan tersebut Sangat Sesuai dengan diri Anda. S : Bila pernyataan tersebut Sesuai dengan diri Anda. TS : Bila pernyataan tersebut Tidak Sesuai dengan diri Anda. STS : Bila pernyataan tersebut Sangat Tidak Sesuai dengan diri Anda. No PERNYATAAN SS 1. Menjadi guru adalah cita-cita saya √ S TS STS 3. Anda diharapkan untuk memilih jawaban secara spontan dan apa adanya. 4. Periksalah pekerjaan anda sebelum dikumpulkan, jangan sampai ada yang terlewat. -- SELAMAT MENGERJAKAN -- 77

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 No. PERNYATAAN SS 1. Saya dapat menyelesaikan masalah tanpa pengaruh dari orang lain 2. Pendapat orang lain akan menggoyahkan pendirian saya dalam menyelesaikan masalah 3. Sebelum menyelesaikan masalah saya akan melakukan hal yang saya senangi 4. Saya suka mengulur-ngulur waktu untuk menyelesaikan masalah 5. Saya lebih memilih menyimpan masalah saya dan menyelesaikannya sendiri 6. Saya dapat memikirkan cara yang efektif untuk menyelesaikan masalah saya 7. Saya akan merencanakan cara yang efektif untuk menyelesaikan masalah 8. Saya akan menyelesaikan masalah dari yang paling mudah 9. Saya tidak menghiraukan pendapat orang lain ketika sudah menemukan cara untuk menyelesaikan masalah 10. Ketika saya menghadapi suatu masalah, saya akan menyelesaikannya sesegera mungkin 11. Saya akan pergi jalan-jalan untuk menghilangkan rasa penat karena masalah kerjaan 12. Saya tidak akan masuk kerja ketika saya sedang menghadapi masalah 13. Meminta bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalah akan memperumit keadaan 14. Menurut saya semua masalah akan hilang seiring berjalannya waktu S TS STS

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 15. Saya akan merencanakan solusi dengan matang untuk menyelesaikan masalah 16. Bagi saya masalah harus segera diselesaikan dengan strategi dan cara yang terencana 17. Saya tidak akan mengubah keputusan yang sudah saya ambil dalam menyelesaikan masalah 18. Bagi saya menyelesaikan masalah sesegera mungkin merupakan cara yang paling efektif 19. Saya akan melakukan apapun untuk menyelesaikan masalah, meski tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya 20. Saya lebih memilih untuk menghindar dari masalah karena saya takut salah langkah dalam menyelesaikannya 21. Pendapat orang lain semakin membuat saya bingung dalam menyelesaikan masalah 22. Saya merasa pusing ketika memikirkan jalan keluar masalah saya 23. Saya membayangkan semua masalah saya akan terselaikan dengan sendirinya 24. Ketika mengalami kesulitan dalam mengajar anakanak, saya akan menyelesaikannya sesuai dengan perencanaan 25. Saya akan tetap berpegang teguh pada keputusan yang sudah saya pertimbangkan 26. Saya akan menyelesaikan masalah sesegera mungkin dengan cara apupun 27. Saya akan melakukan apapun untuk menyelesaikan masalah saya 28. Saya akan berdiskusi dengan orang yang

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 berpengalaman untuk mendapatkan pemecahan masalah 29. Saya akan menyelesaikan masalah saya sendiri, tanpa bantuan siapapun 30. Saya tidak akan memikirkan atau menganalisis kesalahan saya dalam bekerja 31. Saya tidak perlu rencana untuk menyelesaikan masalah 32. Saya akan membiarkan setiap masalah selesai dengan sendirinya 33. Saya mudah dipengaruhi orang lain dalam menyelesaikan masalah 34. Saya terus menyelesaikan melakukan masalah segala saya cara untuk meskipun itu membuat saya pusing 35. Saya berani menerima resiko yang ada, asalkan masalah dapat terselesaikan 36. Saya akan meminta bantuan teman atau keluarga saya untuk mendapatkan nasihat dalam menghadapi masalah 37. Saya dapat mencari cara memecahkan masalah ketika ada masalah dalam pekerjaan saya 38. Saya enggan memikirkan cara menyelesaikan masalah karena akan membuat saya semakin penat 39. Saya akan menunggu ada orang yang membantu setiap kesulitan saya 40. Masalah yang ada membuat saya ingin pergi ke tempat yang tenang 41. Saya kurang percaya diri ketika orang lain mengomentari cara saya menyelesaikan masalah

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 42. Saya akan menunggu sampai memiliki keinginan untuk menyelesaikan masalah 43. Bagi saya agar dapat menyelesaikan masalah, saya harus siap menerima semua resiko yang ada 44. Saya akan meminta pendapat orang lain untuk menyelesaikan masalah saya 45. Saya mampu memikirkan cara terbaik dan tepat untuk menyelesaikan masalah 46. Saya menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah saya 47. Bagi saya pemecahan masalah akan datang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu 48. Ketika mempunyai masalah, saya menunggu sampai memiliki keinginan untuk menyelesaikan masalah 49. Saya akan berpikir ulang ketika ada orang yang tidak setuju dengan cara saya menyelesaikan masalah 50. Menghindar dari masalah untuk sementara waktu merupakan cara yang paling efektif 51. Saat masalah demi masalah muncul saya lebih memilih diam dan tidak menghiraukannya 52. Saya akan meminta bimbingan dari orang lain yang lebih mampu menyelesaikan masalah 53. Saya menganalisis letak kesalahan saya dalam mengajar 54. Ketika ada kesulitan saya akan merencanakan strategi untuk memecahkan masalah 55. Saya segera menyelesaikan masalah saya sesuai dengan strategi yang saya rencanakan

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 56. Saya tidak mengajar, peduli karena dengan itu akan kesulitan dalam berlalu dengan sendirinya Mohon periksa kembali jawaban anda jangan sampai ada yang terlewatkan  TERIMA KASIH 

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Hasil Uji Reliabilitas dan Analisis Item Skala Burnout Uji Coba Tahap 1: Case Processing Summary N Cases Valid Excluded a Total % 101 100.0 0 .0 101 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Cronbach's Alpha Based Alpha on Standardized Items .934 .939 item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 item16 Scale Mean if Item Deleted 112.9286 113.0816 112.8776 112.9796 112.5612 112.6837 113.0306 112.8163 112.9286 112.9694 112.7449 112.8469 111.9898 112.8469 112.7347 113.0102 N of Items 60 Item-Total Statistics Scale Corrected Squared Cronbach's Variance if Item-Total Multiple Alpha if Item Deleted Correlation Correlation Item Deleted 242.253 .592 . .932 244.591 .576 . .932 242.315 .580 . .932 241.567 .639 . .931 253.280 .062 . .936 245.682 .487 . .932 245.618 .547 . .932 244.873 .576 . .932 245.036 .509 . .932 245.205 .596 . .932 241.388 .569 . .932 246.811 .499 . .932 253.082 .077 . .935 245.760 .617 . .932 249.702 .354 . .933 248.876 .358 . .933

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 item17 item18 item19 item20 item21 item22 item23 item24 item25 item26 item27 item28 item29 item30 item31 item32 item33 item34 item35 item36 item37 item38 item39 item40 item41 item42 item43 item44 item45 item46 item47 item48 item49 item50 item51 item52 item53 item54 item55 item56 112.6735 113.0000 112.8571 113.0000 112.8367 113.1837 111.2653 112.3673 113.1224 112.7347 112.9082 112.6224 113.2143 113.1429 112.8878 112.9490 112.4592 112.6735 112.9286 112.4592 112.9694 112.8061 112.8776 112.5918 112.3673 113.0306 111.2143 112.7959 113.1633 112.9592 113.1224 112.6735 112.6633 113.1122 112.1122 112.7245 112.9898 112.7245 112.8571 112.4184 247.336 243.794 241.918 248.412 242.901 245.430 261.001 249.348 249.820 247.434 245.631 242.444 245.820 245.897 246.534 247.698 250.272 248.181 247.737 251.612 246.587 243.581 246.129 245.605 245.596 249.246 262.768 243.422 246.509 247.215 245.304 250.511 246.679 248.905 249.956 242.057 246.443 245.604 251.485 254.864 .288 .603 .656 .404 .654 .559 -.288 .252 .231 .446 .501 .646 .558 .495 .475 .400 .282 .477 .437 .135 .473 .686 .544 .540 .410 .331 -.366 .634 .514 .456 .617 .313 .519 .341 .204 .561 .511 .618 .207 -.002 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .934 .932 .931 .933 .931 .932 .938 .934 .934 .933 .932 .931 .932 .932 .933 .933 .934 .933 .933 .935 .933 .931 .932 .932 .933 .933 .938 .932 .932 .933 .932 .933 .932 .933 .935 .932 .932 .932 .934 .936

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 item57 item58 item59 item60 112.9082 112.5816 113.0306 112.7245 245.569 243.174 245.226 245.439 .608 .550 .593 .601 . . . . .932 .932 .932 .932 Tahap 2: Cases Case Processing Summary N Valid 101 % 100.0 a Excluded 0 .0 Total 101 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Cronbach's Alpha .949 item1 item2 item3 item4 item6 item7 item8 item10 item11 item14 item15 item16 item18 item19 item21 Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .949 Scale Mean if Item Deleted 70.3571 70.5102 70.3061 70.4082 70.1122 70.4592 70.2449 70.3980 70.1735 70.2755 70.1633 70.4388 70.4286 70.2857 70.2653 N of Items 40 Item-Total Statistics Scale Corrected Squared Cronbach's Variance if Item-Total Multiple Alpha if Item Deleted Correlation Correlation Item Deleted 163.737 .605 . .947 165.448 .606 . .947 164.977 .523 . .948 163.172 .653 . .947 166.843 .483 . .948 166.890 .536 . .948 165.981 .586 . .947 166.428 .593 . .947 163.980 .529 . .948 166.820 .621 . .947 169.829 .377 . .948 169.919 .321 . .949 165.258 .601 . .947 163.670 .657 . .947 163.970 .691 . .946

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 item22 item26 item27 item28 item29 item31 item32 item34 item35 item37 item38 item39 item40 item41 item44 item45 item46 item47 item52 item53 item54 item57 item58 item59 item60 70.6122 70.1633 70.3367 70.0510 70.6429 70.3163 70.3776 70.1020 70.3571 70.3980 70.2347 70.3061 70.0204 69.7959 70.2245 70.5918 70.3878 70.5510 70.1531 70.4184 70.1531 70.3367 70.0102 70.4592 70.1531 166.384 169.066 165.793 163.740 166.644 167.456 168.382 169.247 167.820 167.500 164.697 167.122 166.577 166.350 164.279 167.213 168.384 166.580 162.770 167.359 166.935 166.597 164.319 166.725 166.481 .573 .385 .564 .671 .578 .477 .404 .443 .486 .474 .714 .546 .550 .428 .679 .533 .432 .609 .618 .515 .601 .617 .573 .570 .610 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .947 .949 .947 .947 .947 .948 .948 .948 .948 .948 .946 .947 .947 .949 .947 .948 .948 .947 .947 .948 .947 .947 .947 .947 .947

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Hasil Uji Reliabilitas dan Seleksi Item Skala Problem Focused Coping Uji Coba Tahap 1: Cases Case Processing Summary N Valid 100 % 99.0 Excludeda 1 1.0 Total 101 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Cronbach's Alpha Based Alpha on Standardized Items .888 .905 N of Items 56 Item-Total Statistics Item1 Item2 Item3 Item4 Item5 Item6 Item7 Item8 Item9 Item10 Item11 Item12 Item13 Item14 Item15 Item16 Item17 Scale Mean Scale if Item Variance if Deleted Item Deleted 165.1800 151.967 165.2000 156.263 165.5300 156.332 164.8100 148.458 165.5100 156.737 165.0200 153.575 164.9800 151.838 164.9300 152.813 165.7400 156.578 164.7100 151.359 165.8100 155.347 164.6100 150.200 165.0500 151.018 165.0400 151.655 165.0500 145.220 164.6300 148.943 165.3100 155.125 Corrected Squared Cronbach's Item-Total Multiple Alpha if Correlation Correlation Item Deleted .356 . .886 .066 . .889 .059 . .889 .551 . .883 .023 . .890 .368 . .886 .462 . .885 .344 . .886 .033 . .890 .392 . .885 .013 . .898 .517 . .884 .459 . .885 .418 . .885 .546 . .882 .639 . .883 .146 . .888

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Item18 Item19 Item20 Item21 Item22 Item23 Item24 Item25 Item26 Item27 Item28 Item29 Item30 Item31 Item32 Item33 Item34 Item35 Item36 Item37 Item38 Item39 Item40 Item41 Item42 Item43 Item44 Item45 Item46 Item47 Item48 Item49 Item50 Item51 Item52 Item53 Item54 Item55 Item56 164.7000 165.4500 164.8100 165.0700 165.0300 164.9500 164.9800 165.0800 165.1600 165.1900 164.6900 165.0900 164.9100 164.8500 164.7000 164.8500 165.3200 165.1600 164.8600 165.0200 164.7700 164.9100 165.4300 165.1700 164.9900 164.8200 165.0300 164.9200 165.0500 165.0200 165.0100 165.7200 164.9100 165.1000 164.9400 164.7100 164.6800 164.7400 164.7500 147.606 154.048 153.085 152.389 151.423 151.886 151.979 154.074 154.398 153.953 151.751 153.133 148.002 148.432 151.242 152.573 150.886 152.641 152.889 154.080 148.704 150.507 154.429 154.021 151.970 152.230 155.545 150.256 154.553 152.101 151.364 157.396 152.467 155.485 154.017 149.642 147.998 149.103 150.795 .717 .214 .321 .447 .533 .414 .381 .302 .150 .166 .373 .255 .638 .696 .441 .350 .420 .329 .344 .368 .643 .609 .139 .255 .461 .410 .112 .538 .157 .370 .404 -.019 .264 .078 .209 .587 .704 .644 .364 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .881 .887 .886 .885 .884 .885 .885 .886 .889 .889 .885 .887 .882 .882 .885 .886 .885 .886 .886 .886 .882 .883 .889 .887 .885 .885 .889 .884 .888 .886 .885 .891 .887 .890 .888 .883 .882 .883 .886

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Tahap 2: Cases Case Processing Summary N Valid 100 a Excluded 1 Total % 99.0 1.0 101 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Cronbach's Alpha Based Alpha on Standardized Items .917 .917 Scale Mean if Item Deleted Item1 Item4 Item10 Item12 Item13 Item15 Item16 Item18 Item20 Item21 Item22 Item25 Item28 Item30 Item31 Item32 Item33 Item34 85.3800 85.0100 84.9100 84.8100 85.2500 85.2500 84.8300 84.9000 85.0100 85.2700 85.2300 85.2800 84.8900 85.1100 85.0500 84.9000 85.0500 85.5200 N of Items 28 Item-Total Statistics Scale Corrected Squared Cronbach's Variance if Item-Total Multiple Alpha if Item Item Deleted Correlation Correlation Deleted 69.389 66.454 68.749 68.095 69.806 64.250 67.213 66.616 71.323 70.785 70.320 71.234 68.725 67.271 67.967 69.707 69.604 68.777 .398 .647 .458 .577 .388 .616 .708 .750 .235 .357 .418 .306 .470 .625 .634 .398 .420 .449 . . . . . . . . . . . . . . . . . . .916 .911 .915 .913 .916 .912 .911 .910 .918 .916 .915 .916 .914 .912 .912 .915 .915 .915

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Item35 Item38 Item39 Item42 Item43 Item45 Item53 Item54 Item55 Item36 85.3600 84.9700 85.1100 85.1900 85.0200 85.1200 84.9100 84.8800 84.9400 85.0600 70.354 68.050 69.776 69.852 69.979 68.430 67.557 66.713 67.269 69.815 .318 .594 .485 .459 .413 .566 .670 .758 .722 .419 . . . . . . . . . . .917 .912 .914 .914 .915 .913 .911 .910 .910 .915

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 SKALA PENELITIAN KEHIDUPAN KERJA GURU SEKOLAH DASAR Disusun oleh: Nama: Diska Amelia NIM: 149114145 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Kepada yth. Bapak/Ibu Guru SD............ di SD ........................ Dengan Hormat, Saya Diska Amelia, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta memohon kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi pernyataan-pernyataan yang terdapat dalam skala penelitian berikut. Skala ini disusun sebagai alat penelitian yang digunakan untuk keperluan skripsi sebagai syarat kelulusan. Pada kesempatan ini, Bapak/Ibu akan mendapatkan dua (2) buah skala/angket. Saya sangat mengharapkan kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi lengkap setiap pernyataan sesuai dengan keadaan, pikiran, dan perasaan Bapak/Ibu saat ini tanpa dipengaruhi oleh siapapun. Kejujuran Bapak/Ibu sangat dibutuhkan pada penelitian ini. Tidak ada jawaban yang salah maupun benar, karena pilihan jawaban yang Bapak/Ibu pilih menggambarkan keadaan Bapak/Ibu yang sebenarnya. Jawaban yang Bapak/Ibu berikan tidak akan memengaruhi nama baik, karir, maupun status Bapak/Ibu di sekolah ini. Kerahasiaan identitas dan jawaban Bapak/Ibu akan terjamin, sehingga anda tidak perlu khawatir bila kondisi anda akan diketahui orang lain. Atas kesedian, bantuan, kejujuran, dan kesungguhan Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih. Hormat Saya, Diska Amelia

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 PERNYATAAN PERSETUJUAN Dengan ini, saya menyatakan bahwa saya bersedia menjadi subjek penelitian dan bersedia mengisi dua skala penelitian terkait kehidupan kerja guru sekolah dasar. Saya bersedia membantu jalannya penelitian dengan suka rela, tanpa paksaan dari pihak manapun. Semua jawaban yang saya berikan pada tiap pernyataan dalam skala ini merupakan keadaan, pikiran, dan perasaan saya yang alami sesungguhnya. Saya juga mengizinkan penggunaan jawaban dan informasi dalam skala ini sebagai data untuk penelitian tugas akhir. ………, .............. 2018 (..........................)

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 IDENTITAS SUBJEK 1. Inisial Nama : 2. Jenis Kelamin : Laki-laki 3. Usia : Perempuan 4. Guru kelas/mata pelajaran: 5. Sebagai guru : Swasta 6. Lama bekerja : Negeri SKALA I PETUNJUK PENGERJAAN 1. Pada skala ini terdapat 40 (empat puluh) pernyataan. Pilihlah jawaban yang dianggap paling sesuai dengan diri Anda, karena tidak ada jawaban salah atau benar. 2. Berilah tanda checklist ( √ ) pada kolom jawaban yang tersedia dengan pilihan jawaban sebagai berikut: SS : Bila pernyataan tersebut Sangat Sesuai dengan diri Anda. S : Bila pernyataan tersebut Sesuai dengan diri Anda. TS : Bila pernyataan tersebut Tidak Sesuai dengan diri Anda. STS : Bila pernyataan tersebut Sangat Tidak Sesuai dengan diri Anda. No PERNYATAAN SS 1. Saya adalah seorang guru √ S TS STS 3. Anda diharapkan untuk memilih jawaban secara spontan dan apa adanya. 4. Periksalah pekerjaan anda sebelum dikumpulkan, jangan sampai ada yang terlewat. -- SELAMAT MENGERJAKAN –

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 No 1. PERNYATAAN Saya merasa lelah ketika bangun pagi dan harus bekerja 2. Saya mampu menjelaskan materi dengan tepat meskipun sudah terlalu lelah mengajar 3. Bekerja setiap hari merupakan suatu beban bagi saya 4. Saya mulai mengajar setelah suasana kelas tenang 5. Saya merasa bukan seorang guru yang baik bagi siswa-siswa saya 6. Saya tetap tersenyum dan menyapa rekan guru lain walaupun sedang lelah bekerja 7. Saya merasa kecewa dengan pekerjaan yang saya lakukan 8. Saya merasa bersemangat setiap akan pergi bekerja 9. Mengajar merupakan kegiatan yang menguras emosi 10. Terlalu lelah mengajar menyebabkan saya sakit 11. Saya selalu fokus pada pekerjan yang saya lakukan 12. Saya merasa frustasi karena pekerjaan saya sebagai guru 13. Saya akan bertanya pada siswa apakah mereka paham dengan materi yang saya jelaskan 14. Saya merasa tidak kompeten melaksanakan tugas sebagai guru 15. Saya suka menjalin hubungan yang dekat dengan siswa-siswa saya 16. Saya lebih suka meninggalkan tugas untuk siswa daripada mengajar 17. Bila saya diberi kesempatan untuk memilih profesi SS S TS STS

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 lain, saya tetap akan menjadi seorang guru 18. Ketika saya merasa penat dengan pekerjaan, saya cenderung menarik diri 19. Saya merasa berhasil mendidik para siswa saya 20. Saya menyindir rekan guru yang berbuat salah dalam menjalankan tugasnya 21. Saya merasa kemampuan saya sebagai guru setara dengan rekan guru lainnya 22. Terlalu lama mengajar membuat saya salah dalam menjelaskan materi 23. Walaupun lelah, saya tetap membalas sapaan dari siswa saya dengan senyuman 24. Saya merasa kemampuan saya sebagai guru lebih rendah dibandingkan dengan rekan guru lain 25. Sesibuk apapun saya menjalankan tugas sebagai guru, saya tidak merasa lelah 26. Akhir-akhir ini saya merasa tidak memiliki gairah dalam bekerja 27. Saya melakukan tugas-tugas yang harus saya kerjakan meskipun dalam keadaan lelah 28. Saya menyinggung perasaan orang lain secara sengaja ketika sedang penat bekerja 29. Saya akan menjelaskan secara personal apabila terdapat satu siswa yang belum paham tentang materi yang saya terangkan 30. Saat lelah, saya tidak menghiraukan guru-guru yang sedang berbagi keluh kesah mereka 31. Saya menikmati waktu saya saat mengajar 32. Saya menjaga jarak dengan siswa saya 33. Saya akan mendengarkan dan memberikan nasihat

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 ketika ada rekan guru yang berkeluh kesah 34. Saya sulit memfokuskan diri dengan pekerjaan saya sebagai guru 35. Saya lebih suka membuat siswa paham dengan materi yang saya ajarkan dengan berbagai metode 36. Saya merasa pegal setelah seharian mengajar 37. Saya menikmati pekerjaan saya setiap harinya 38. Saya lebih suka mengerjakan tugas saya sendiri daripada harus bekerja sama dengan rekan guru lainnya 39. Saya merasa puas dengan semua pekerjaan yeng saya lakukan 40. Sikap saya sebagai seorang guru layak untuk dijadikan panutan bagi siswa

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 SKALA II PETUNJUK PENGERJAAN 1. Pada skala ini terdapat 28 (dua puluh delapan) pernyataan. Pilihlah jawaban yang dianggap paling sesuai dengan diri Anda, karena tidak ada jawaban salah atau benar. 2. Berilah tanda checklist ( √ ) pada kolom jawaban yang tersedia dengan pilihan jawaban sebagai berikut: SS : Bila pernyataan tersebut Sangat Sesuai dengan diri Anda. S : Bila pernyataan tersebut Sesuai dengan diri Anda. TS : Bila pernyataan tersebut Tidak Sesuai dengan diri Anda. STS : Bila pernyataan tersebut Sangat Tidak Sesuai dengan diri Anda. No PERNYATAAN SS 1. Menjadi guru adalah cita-cita saya √ S TS STS 3. Anda diharapkan untuk memilih jawaban secara spontan dan apa adanya. 4. Periksalah pekerjaan anda sebelum dikumpulkan, jangan sampai ada yang terlewat. -- SELAMAT MENGERJAKAN --

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 No. 1. PERNYATAAN Saya dapat menyelesaikan masalah tanpa pengaruh dari orang lain 2. Saya akan membiarkan setiap masalah selesai dengan sendirinya 3. Ketika ada kesulitan saya akan merencanakan strategi untuk memecahkan masalah 4. Saya mudah dipengaruhi orang lain dalam menyelesaikan masalah 5. Saya berani menerima resiko yang ada, asalkan masalah dapat terselesaikan 6. Pendapat orang lain semakin membuat saya bingung dalam menyelesaikan masalah 7. Bagi saya menyelesaikan masalah sesegera mungkin merupakan cara yang paling efektif 8. Saya merasa pusing ketika memikirkan jalan keluar masalah saya 9. Saya akan meminta bantuan teman atau keluarga saya untuk mendapatkan nasihat dalam menghadapi masalah 10. Saya tidak perlu rencana untuk menyelesaikan masalah 11. Saya terus melakukan segala cara untuk menyelesaikan masalah saya meskipun itu membuat saya pusing 12. Meminta bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalah akan memperumit keadaan 13. Ketika saya menghadapi suatu masalah, saya akan menyelesaikannya sesegera mungkin SS S TS STS

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 14. Saya tidak akan memikirkan atau menganalisis kesalahan saya dalam bekerja 15. Saya mampu memikirkan cara terbaik dan tepat untuk menyelesaikan masalah 16. Saya akan menunggu sampai memiliki keinginan untuk menyelesaikan masalah 17. Saya segera menyelesaikan masalah saya sesuai dengan strategi yang saya rencanakan 18. Saya suka mengulur-ngulur waktu untuk menyelesaikan masalah 19. Saya akan berdiskusi dengan orang yang berpengalaman untuk mendapatkan pemecahan masalah 20. Saya enggan memikirkan cara menyelesaikan masalah karena akan membuat saya semakin penat 21. Bagi saya agar dapat menyelesaikan masalah, saya harus siap menerima semua resiko yang ada 22. Saya akan menunggu ada orang yang membantu setiap kesulitan saya 23. Saya akan tetap berpegang teguh pada keputusan yang sudah saya pertimbangkan 24. Saya lebih memilih untuk menghindar dari masalah karena saya takut salah langkah dalam menyelesaikannya 25. Saya menganalisis letak kesalahan saya dalam mengajar 26. Saya tidak akan masuk kerja ketika saya sedang menghadapi masalah 27. Saya akan merencanakan solusi dengan matang

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 untuk menyelesaikan masalah 28. Bagi saya masalah harus segera diselesaikan dengan strategi dan cara yang terencana Mohon periksa kembali jawaban anda jangan sampai ada yang terlewatkan  TERIMA KASIH 

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Hasil Deskripsi Statistik Data Penelitian A. Mean Teoretik Skala Brunout  Jumlah item : 40  Nilai minimum : 1*40 = 40  Nilai maksimum : 4*40 = 160  Mteoretik : (1𝑥40)+(4𝑥40) 2 = 100 One-Sample Test Test Value = 114 t df Sig. (2- Mean 95% Confidence Interval of the tailed) Difference Difference Lower 56.698 Burnout 113 .000 74.711 Upper 72.10 77.32 B. Mean Teoretik Skala Problem Focused Coping  Jumlah item : 28  Nilai minimum : 1*28 = 28  Nilai maksimum : 4*28 = 112  Mteoretik : (1𝑥28)+(4𝑥28) 2 = 70 One-Sample Test Test Value = 114 t df Sig. (2- Mean 95% Confidence Interval of the tailed) Difference Difference Lower PFC 112.975 113 .000 86.939 85.41 Upper 88.46

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 C. Mean dan Standar Deviasi Empirik Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Burnout 114 42 121 74.71 14.069 PFC 114 72 107 86.94 8.216 Valid N (listwise) 114

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Hasil Uji Normalitas 1. Skala Burnout One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Burnout 114 74.71 14.069 .110 .101 -.110 1.174 .127 2. Skala Problem Focused Coping One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PFC N Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative 114 86.94 8.216 .190 .190 -.077 2.026 .001

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Hasil Uji Lineraritas Between Burnout Groups * PFC ANOVA Table Sum of Squares (Combine 16345.626 d) 12697.724 Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total 3647.901 6021.822 22367.447 df Mean F Sig. Square 29 563.642 7.862 .000 1 12697.7 177.1 24 24 28 130.282 1.817 84 113 71.688 .000 .019

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Hasil Uji Korelasi 1. Hasil Uji Korelasi Correlations Burnout 1.000 PFC -.744** . .000 114 114 -.744** 1.000 Sig. (1-tailed) .000 . N 114 114 Correlation Coefficient Burnout Sig. (1-tailed) N Spearman 's rho Correlation Coefficient PFC **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). 2. Koefisien Determinasi Model 1 R .753a Model Summary R Square Adjusted R Square .568 .564 Std. Error of the Estimate 9.292

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Hasil Analisis Tambahan 1. Masa Kerja 1-5 Tahun Correlations BURNOUT Correlation Coefficient 1.000 -.723** . .000 71 71 -.723** 1.000 .000 . 71 71 Sig. (2-tailed) BURNOUT N Spearman's rho Correlation Coefficient PFC Sig. (2-tailed) N PFC **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 2. Masa Kerja 6-10 Tahun Correlations BURNOUT Correlation Coefficient BURNOUT 1.000 -.690** . .000 27 27 -.690** 1.000 .000 . 27 27 Sig. (2-tailed) N Spearman's rho Correlation Coefficient PFC PFC Sig. (2-tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 3. Masa Kerja > 10 Tahun Correlations Burnout Correlation Coefficient Burnout Sig. (2-tailed) N Spearman's rho Correlation Coefficient PFC Sig. (2-tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). PFC 1.000 -.798** . .000 16 16 -.798** 1.000 .000 . 16 16

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108

(127)

Dokumen baru

Download (126 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan Antara Kecerdasan Emosi dan Komunikasi Intrapersonal dengan Kecenderungan Burnout pada Guru Sekolah Menengah Pertama
6
25
145
Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Kecenderungan Problem Focused Coping pada Mahasiswa Manajemen Angkatan 2009 Universitas Kristen Maranatha.
0
0
24
Rancangan Program Pelatihan Problem Focused Coping Pada Siswi Kelas VIIX.
0
0
9
Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Iklim Sekolah dengan Burnout pada Guru di SMP N 2 Sukolilo, Pati
0
0
9
Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Iklim Sekolah dengan Burnout pada Guru di SMP N 2 Sukolilo, Pati
0
0
2
Hubungan antara Tingkat Asertivitas Guru dengan Kemampuan Mengontrol Perilaku Disruptive pada Siswa Sekolah Dasar - Ubaya Repository
0
0
1
Hubungan antara Burnout dan Locus of Con
0
0
15
Konseling Pancawaskita untuk Membentuk Problem Focused Coping
0
0
9
A-1 Skala Problem Focused Coping
0
0
47
Hubungan Efikasi Diri dan Problem Focused Coping (PFC) dengan Kepatuhan Diet pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 - Unika Repository
0
0
13
A. Identifikasi Variabel Penelitian - Hubungan Efikasi Diri dan Problem Focused Coping (PFC) dengan Kepatuhan Diet pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 - Unika Repository
0
0
8
Problem Focused Coping Pada Ibu Primipara Ditinjau dari Self-Efficacy
0
0
13
Hubungan Antara Optimisme dan Problem Focused Coping pada Mahasiswa
0
0
104
Hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
149
Hubungan antara impulsivitas dan ketergantungan HP pada mahasiswa - USD Repository
0
0
138
Show more