Pengembangan kemampuan ilmiah siswa dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam pembelajaran fisika dengan menggunakan gabungan metode ceramah, demonstrasi, dan latihan - USD Repository

Gratis

0
0
262
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN KEMAMPUAN ILMIAH SISWA DALAM MENGINTERPRETASI DAN MEMBUAT GRAFIK FUNGSI LINIER DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MENGGUNAKAN GABUNGAN METODE CERAMAH, DEMONSTRASI DAN LATIHAN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Disusun Oleh : Marita Wonga Wara Wangge Tani NIM : 141424045 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKRTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Motto Janganlah Kuatir akan Hidupmu!!! Tuhan tidak menolakmu, Dia tahu yang terbaik buat mu. Perhatikanlah dengan baik bahwa Tuhan memelihara semua bunga dan rumput liar dipermukaan bumi dengan penuh cinta dan cara yang paling tepat. Tak satu pun boleh tumbuh atau patah tanpa seijin-Nya. Jika bunga dan rumput liar mendapatkan perhatian Tuhan disetiap sudutnya, bagaimanakah dengan dirimu sendiri yang merupakan citra Allah? Percayalah, Tuhan Allah mencintaimu. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu“ (1 Petrus 5:7) iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Puji syukur dan terimakasih kepada Tuhan Yesus yang manis serta Bunda Maria yang penuh rahmat dalam segala karunia, cinta, kekuatan, kesehatan dan pengharapan yang boleh ku terima dalam hidup ini. Karya sederhana ini, Ku Persembahkan Kepada Kedua Orangtuaku Hendrikus Tani dan Maria Magdalena Ani Wiji Kedua Saudariku Martina Karunia Tani dan Maria Rosari Tani Serta pater Alan Nasraya SVD dan Bapak Yanuarius Sekeluarga Terimakasih telah menjadi penyemangat dalam perjalanan studiku. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Marita Wonga Wara Wangge Tani. 2019. Pengembangan Kemampuan Ilmiah Siswa Dalam Menginterpretasi dan Membuat Grafik Fungsi Linier Dalam Pembelajaran Fisika Dengan Menggunakan Gabungan Metode Ceramah, Demonstrasi, dan Latihan. Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana gabungan metode ceramah, demonstrasi dan latihan mampu mengembangkan kemampuan ilmiah siswa dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam proses pembelajaran fisika. Usaha yang dilakukan ialah dengan memberikan proses pembelajaran yang menggunakan gabungan metode ceramah, demonstrasi dan latihan untuk pokok bahasan grafik fungsi linier pada grafik (s-t), (v-t) dan (F- x) di kelas X dan XI Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian Ini tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan jumlah peserta didik 8 orang. Data-data yang diperoleh dalam penelitian melalui beberapa kegiatan sebagai berikut: (i) Pretest dan Posttest, serta (ii) penarikan kesimpulan yaitu sejauh mana perkembangan kemampuan peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam pembelajaran fisika mulai dari sebelum diberikan proses pembelajaran hingga sesudah diberikan proses pembelajaran, dan (iii) analisis kesulitan peserta didik setelah diberikan proses pembelajaran. Dari hasil analisis data didapatkan bahwa: (i) Kemampuan peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam pembelajaran fisika mengalami perkembangan dari tingkat kemampuan yang tergolong rendah menjadi cukup. Hal ini dapat diketahui dari kemampuan awal peserta didik dari hasil pretest sebesar 16,47 ( 23,86%) dan kemampuan akhir peserta didik dari hasil posttest sebesar 36,22 (52,49%), (ii) Walaupun peserta didik mengalami perkembangan kemampuan yang tinggi, namun nilai yang diperoleh belum mencapai nilai kriteria ketuntasan minimum (KKM) sebesar 75%. Kata Kunci: Menginterpretasi dan membuat Grafik viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Marita Wonga Wara Wangge Tani. 2019. The Development of Students' Scientific Abilities in Interpreting and Making Graphs of Linear Functions in Physics Learning by Using Lecture, Demonstration, and exercises Methods. Physics Education Study Program, Department of Mathematics and Natural Sciences Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta. This research is aimed to measure the extent to which the combination of lecture, demonstration and problem exercises methods are able to develop students' scientific abilities in interpreting and making graphs of linear functions in physics learning. The effort taken is to provide a learning process that uses a combination of lecture, demonstration and exercises methods to discuss graphs of linear functions in graphs (s-t), (v-t) and (F-∆x) in class X and XI of Senior High School (SMA) . This research was classified as a qualitative descriptive study with a total of 8 students. The data of this study were obtained through several activities as follows: (i) Pretest and Posttest, and (ii) drawing conclusions, namely the extent of students' ability in making and interpreting graphs of linear functions in physics learning starting before being given the learning process until the learning process is given, also (iii) analysis the difficulty of students after given the learning process. From the results of data analysis, it was found that: (i) The ability of students in creating and interpreting graphs of linear functions in physics learning has developed from a relatively low level to be sufficient. It can be seen from the initial students’ ability from the Pretest results of 16,47 (23,86%) and the final students’ ability from the Posttest results of 36,22 (52,49%), (ii) Although students have developed, however their score have not reached the standard of minimum completeness (KKM), that is 75%. Keywords: Making and Interpreting Graphs ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur dan terimaksih kepada Tuhan yang Maha Esa atas rahmat, berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Kemampuan Ilmiah Siswa Dalam Menginterpretasi dan Membuat Grafik Fungsi Linier Dalam Pembelajaran Fisika Dengan Menggunakan Gabungan Metode Ceramah, Demonstrasi dan Latihan”. Penulis menyadari bahwa selama proses penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini Penulis ingin mengucapkan terimakasih secara khusus kepada : 1. Bapak T. Sarkim M. Ed.,Ph.D. selaku dosen pembimbing yang telah dengan sabar memberikan bimbingan, bantuan, pengarahan, serta saran sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 2. Bapak Dr. Ignatius Edi Santosa, M.S selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, dan semua dosen penguji atas saran dan masukan yang berguna demi menyempurnakan skripsi ini. 3. Bapak Drs. Aufridus Atmadi, M.Si selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah membantu mendampingi selama proses studi. 4. Ibu Ir. Sri Agustini Sulandari, M.Si selaku kepala laboratorium Pendidikan Fisika Sanata Dharma yang telah berkenan mengizinkan penggunaan fasilitas alat-alat percobaan. 5. Bapak Ngadiyono yang membantu dalam penyediaaan alat-alat yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Segenap dosen Program Studi Pendidikan Fisika yang telah membimbing, mendidik, membagikan ilmu, pengalaman hidup kepada penulis selama belajar di Program Studi Pendidikan Fisika Sanata Dharma. 7. Seluruh staf sekretariat JPMIPA yang telah membantu memperlancar proses studi, atas keramahan dan kesabarannya selama penulis menempuh studi di Program Studi Pendidikan Fisika Sanata Dharma. 8. Wakil Rektor IV beserta staff yang telah banyak membantu dalam mengurus beberapa kepentingan selama proses studi. 9. Bapa Hendrikus Tani, Mama Maria Magdalena Ani wiji, adik Tina dan adik Rosa yang selalu setia memberikan kekuatan dalam doa dan pengaharapan. 10. Keuskupan Manokwari Sorong yang telah memberi peluang dan wadah untuk boleh belajar di Universitas Sanata Dharma. 11. Sr. Cristin Marie, PIJ dan Sr. Yosefa, PIJ sebagai Kepala Asrama Putri Sang Timur Yogyakarta yang telah sangat membantu memberi dukungan dan penyediaan tempat selama proses pengambilan data. 12. Vivin, Angel, Ajeng, Gabby, Grace, Heny dan Natalia, yang telah bersedia meluangkan waktu sebagai subyek penelitian. 13. Pater Alan Nasraya, SVD dan Bapak Yanuarius sekeluarga yang telah memberi kekuatan dan dukungan dalam doa. 14. Segenap penghuni Asrama Student Residence yang telah memberikan dukungan berupa fasilitas dalam proses belajar. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...........................................................................................….i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... iii MOTTO ..................................................................................................................iv HALAMAN PERSEMBAHAN .............................................................................. v PERTANYAAN KEASLIAN KARYA…………………………………………..vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK………………………………………..vii ABSTRAK ........................................................................................................... viii ABSTRACT..............................................................................................................ix KATA PENGANTAR ............................................................................................. x DAFTAR ISI........................................................................................................ xiii DAFTARTABEL………………………………………………………………..xvi DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN.......................................................................................... xx BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 1 A. Latar Belakang Masalah ................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah .......................................................................................... 4 C. Tujuan Penelitian ............................................................................................ 4 D. Batasan Masalah ............................................................................................. 4 E. Manfaat Penelitian .......................................................................................... 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................. 6 A. Kemampuan Ilmiah ........................................................................................ 6 B. Pendekatan Ketrampilan Proses ..................................................................... 9 C. Grafik............................................................................................................ 11 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Pengertian Grafik Dalam Fisika .............................................................. 11 2. Grafik Fungsi Linier ................................................................................ 12 3. Gambaran Sebuah Grafik fungsi Linier Dalam Fisika ............................ 13 D. Menginterpretasi Grafik Fungsi Linier Dalam Fisika .................................. 21 E. Membuat Grafik Fungsi Linier Dalam Fisika .............................................. 24 F. Aspek-aspek Penting Dalam Menginterpretasi Grafik di Fisika .................. 29 1. Kemampuan Memahami konsep dan hubungan besaran-besaran fisika dalam suatu persamaan ............................................................................ 29 2. Kemampuan Mengartikan nilai dan bentuk gradien garis ....................... 30 3. Kemampuan Mengartikan nilai titik potong pada grafik ......................... 34 4. Kemampuan megartikan luas daerah dibawah kurva .............................. 36 G. Aspek-aspek Penting Dalam Membuat Grafik di Fisika .............................. 36 1. Kemampuan Mengkonstruksi Grafik Dengan Benar .............................. 36 2. Kemampuan Menggambar Gradien Garis ............................................... 37 3. Kemampuan Menentukan titik potong pada grafik ................................. 37 H. Upaya Pengembangan Kemampuan Ilmiah ................................................. 37 I. Gabungan Metode Ceramah, Demonstrasi dan Latihan ............................... 38 J. Materi Pembelajaran..................................................................................... 41 K. Kerangka Berpikir ........................................................................................ 47 L. Penelitian Sejenis ......................................................................................... 47 BAB III METODOLOGI PENELITIAN .............................................................. 49 A. Jenis Penelitian ............................................................................................. 49 B. Responden penelitian ................................................................................... 49 C. Desain Penelitian .......................................................................................... 49 D. Waktu dan Tempat Penelitian ...................................................................... 51 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E. Metode Pengunpulan Data ........................................................................... 51 F. Instrumen Penelitian ..................................................................................... 51 G. Validitas Instrumen ...................................................................................... 54 H. Metode Analisis Data ................................................................................... 55 BAB IV DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN .............................. 77 A. Pelaksanaan Penelitian ................................................................................. 77 B. Data dan Analisis.......................................................................................... 80 C. Pembahasan ................................................................................................ 107 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 155 A. Kesimpulan ................................................................................................. 155 B. Saran ........................................................................................................... 158 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 159 LAMPIRAN......................................................................................................... 161 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Hubungan Tegangan (V) Terhadap Arus (I) ......................................... 15 Tabel 3.1 Kisi-kisi Butir Soal ................................................................................ 52 Tabel. 3.2 Aspek-aspek penting dalam menginterpretasi grafik fungsi linier di fisika ............................................................................................................... 53 Tabel. 3.3 Aspek-aspek penting dalam mebuat grafik fungsi linier di fisika ........ 54 Tabel 3.4 Pedoman penskoran untuk pretest dan posttest ..................................... 55 Tabel 3.5 Perolehan Skor Peserta Didik pada Pretest dan Posttest ....................... 60 Tabel 3.6 Klasifikasi tingkat kemampuan peserta didik pada Pretest dan Posttest62 Tabel 3.7 Tingkat kemampuan siswa berdasarkan skor pretest ............................ 62 Tabel 3.16 Penentuan interval klasifikasi tingkat kemampuan peserta didik pada aspek-aspek menginterpretasi grafik ..................................................... 69 Tabel 3.17 Penentuan interval klasifikasi tingkat kemampuan peserta didik pada aspek-aspek membuat grafik ................................................................. 70 Tabel 4.1 Jadwal Pengambilan Data ...................................................................... 77 Tabel 4.2 Data perolehan skor Pretest ................................................................... 80 Tabel 4.3 Tingkat kemampuan siswa berdasarkan skor Pretest ............................ 82 Tabel 4.4 Persentase perolehan skor tiap soal pada Pretest .................................. 83 Tabel 4.5 Perolehan skor tiap indikator pada Pretest ........................................... 84 Tabel 4.6 Perolehan skor untuk tiap aspek menginterpretasi grafik pada Pretest . 86 Tabel 4.7 Perolehan skor untuk tiap aspek membuat grafik pada Pretest ............. 87 Tabel 4.8 Klasifikasi Tingkat kemampuan tiap aspek dalam ................................ 88 menginterpretasi grafik pada Pretest..................................................... 88 Tabel 4.9 Klasifikasi Tingkat kemampuan tiap aspek dalam membuat grafik pada Pretest ................................................................................ 88 Tabel 4.10 Data perolehan skor Posttest ............................................................... 89 Tabel 4.11Tingkat kemampuan siswa berdasarkan skor Posttest.......................... 91 Tabel 4.12 Persentase perolehan skor tiap soal pada Posttest ............................... 92 Tabel 4.13 Perolehan skor tiap indikator pada Posttest ......................................... 93 Tabel 4.14 Perolehan skor untuk tiap aspek menginterpretasi grafik pada Posttest 95 Tabel 4.15 Perolehan skor untuk tiap aspek membuat grafik pada Posttest.......... 96 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.16 Klasifikasi Tingkat kemampuan tiap aspek menginterpretasi grafik pada Posttest ............................................................................................. 97 Tabel 4.17 Klasifikasi Tingkat kemampuan tiap aspek membuat grafik pada Posttest ................................................................................................ 97 Tabel 4.18 perbandingan klasifikasi tingkat kemampuan peserta didik setelah pretest dan posttest.......................................................................................... 98 Tabel 4.20 Perbandingan Klasifikasi Tingkat kemampuan tiap aspek dalam meginterpretasi grafik ....................................................................... 102 Tabel 4.21 Perbandingan Klasifikasi Tingkat kemampuan tiap aspek dalam membuat grafik .............................................................................................. ...105 Tabel 4.22 Analisis kesulitan peserta didik dalam .............................................. 119 menginterpretasi Grafik .................................................................... 119 Tabel 4.23 Analisis Kesulitan peserta didik dalam membuat grafik ................... 120 Tabel 4.24 Upaya perbaikan untuk mengembangkan ......................................... 121 Tabel 4.25 Upaya perbaikan untuk mengembangkan .......................................... 122 Tabel 4.26 Desain pembelajaran hari pertama..................................................... 127 Tabel 4.27 Desain Pembelajaran hari kedua ........................................................ 129 Tabel 4.28 Analisis Kesulitan peserta didik dalam.............................................. 147 Tabel 4.29 Analisis Kesulitan peserta didik dalam membuat grafik ................... 148 Tabel 4.30 Perbandingan kesulitan peserta didik pada pretest dan posttest dalam menginterpretasi grafik ..................................................................... 149 Tabel 4.31 Perbandingan kesulitan peserta didik pada pretest dan posttest dalam membuat grafik ................................................................................. 151 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Grafik Hubungan Posisi (m) terhadap Waktu (t) .............................. 12 Gambar 2.2. Grafik Hubungan Kecepatan v (m/s) terhadap Waktu (t) ................ 12 Gambar 2.3. Grafik Hubungan Gaya (N) terhadap pertambahan panjang pegas (m) ................................................................................................ 12 Gambar 2.4 Grafik Y = mx dan Y = -mx .............................................................. 17 Gambar 2.5 Grafik posisi terhadap waktu (x-t) .................................................... 18 Gambar 2.6 Grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) yang memiliki nilai gradien negatif ................................................................................................. 19 Gambar 2.7 Grafik persamaan y = mx +c yang memiliki perpotongan garis ........ 19 Gambar 2.9 Perbandingan grafik y = n +mx dan v = + t ................................ 23 Gambar 2.10 Interpretasi grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) .......................... 24 Gambar 2.11 Membuat garis pada grafik .............................................................. 25 Gambar 2.12 Mengabaikan sebuah data yang diragukan ...................................... 25 Gambar 2.13 Membuat garis ektrapolasi ............................................................... 26 Gambar 2.14 Grafik hasil eksperimen hukum Hooke .......................................... 27 Gambar 2.15 Kesalahan dalam menentukan sumbu grafik ................................... 27 Gambar 2.16 Kesalahan membuat garis mengikuti titik-titik data ........................ 27 Gambar 2.17 Kesalahan dalam menarik garis dengan data yang terlalu sedikit .. 28 Gambar 2.18 Kesalahan dalam menarik garis lurus yang sebagian cenderung mengikuti satu lengkungan ............................................. 28 Gambar 2.19 Kesalahan menarik garis dengan data yang kurang lengkap .......... 28 Gambar 2.21 Bentuk kecuraman gradien garis ...................................................... 31 Gambar 2.22 Bentuk gradien yang berbeda dari grafik (x-t) ................................. 32 Gambar 2.23 Bentuk gradien yang berbeda dari grafik (v-t) ................................. 33 Gambar 2.24 Grafik Hubungan Posisi x, (m) terhadap Waktu, t (s) ..................... 34 Gambar 2.25 Hubungan Grafik (x-t ) dan (v-t) ..................................................... 44 Gambar 2.26 Hubungan Grafik (v-t) dan ( -t) ...................................................... 45 Gambar 2.27 Grafik hubungan Gaya , terhadap Pertambahan Panjang Pegas , (F- x) .................................................................................................... 46 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar. 3.1 Diagram Pelaksanaan Penelitian ....................................................... 50 Gambar 4.1 Nilai (%) pretest dan posttest peserta didik berdasarkan klasifikasi tingkat kemampuan secara umum .................................................... 99 Gambar 4.2 Perkembangan peserta didik dalam menginterpretasi grafik dari hasil pretest dan posttest ............................................... 104 Gambar 4.3 Perkembangan peserta didik dalam membuat grafik dari hasil pretest dan posttest ............................................................................................ 106 Gambar 4.4 Diagram Proses Pembelajaran Hari Pertama ................................... 126 Gambar 4.5 Diagram Proses Pembelajaran Hari Kedua ...................................... 127 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 RPP ................................................................................................... 162 Lampiran 2 Soal Pretest ...................................................................................... 168 Lampiran 3 Soal Posttest ..................................................................................... 174 Lampiran 4 Kunci Jawaban Soal Pretest ............................................................. 180 Lampiran 5 Kunci Jawaban Soal Posttest............................................................ 189 Lampiran 6 Rubrik penilaian Pretest ................................................................... 198 Lampiran 7 Rubrik Penilaian Posttest ................................................................. 216 Lampiran 8 Sampel Pretest.................................................................................. 234 Lampiran 9 Sampel Posttest ............................................................................... 238 Lampiran 10 Dokumentasi .................................................................................. 242 xx

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam pembelajaran sains peserta didik diajak untuk melakukan suatu proses kerja ilmiah yang menuntut peserta didik untuk memiliki beberapa ketrampilan dasar. Peserta didik perlu mengembangkan kemampuan ilmiah dengan latihan secara terus menerus agar dapat menguasai ketrampilan dasar tersebut. Menurut Cony Semiawan, dkk (1985), ketrampilan dasar yang perlu dikembangkan diantarnya ialah kemampuan untuk menginterpretasi atau menafsirkan data serta kemampuan untuk mengkomunikasikan. Dengan menguasai kemampuan tersebut, Peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi dalam bidang sains dengan lebih mudah. Contohnya dalam pembelajaran Fisika, Kemampuan menginterpretasi atau menafsirkan data sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan banyak konsep fisika yang dijelaskan dengan penyajian data berupa angka dalam bentuk tabel maupun grafik. Untuk menjelaskan konsep fisika yang disajikan berupa data dalam bentuk grafik, selain mampu menafsirkan data dalam bentuk grafik, peserta didik harus pula mampu menyajikan atau megkomunikasikan hasil prcobaannya dengan membuat grafik secara mandiri. Dengan menguasai kemampuan menginterpretasi dan membuat grafik, peserta didik diharapkan dapat lebih 1

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 mudah memahami konsep-konsep fisika yang ada. Namun, Hingga saat ini masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan untuk menginterpretasi dan membuat grafik dengan baik dan benar. Hal ini dapat diketahui dari pengalaman peneliti ketika mengikuti program praktek lapangan di Sekolah Menengah Atas. Banyak peserta didik yang masih merasa kesulitan dalam menginterpretasi dan membuat sebuah grafik dari hasil praktikum. Kesulitan-kesulitan peserta didik dalam menguasai ketrampilan tersebut ditimbulkan dari beberapa hal diantaranya, kurangnya pemahaman mengenai grafik, metode mengajar guru yang kurang maksimal, kurangnya media pembelajaran dan rendahnya motivasi belajar. Berdasarkan pengalaman tersebut maka peneliti ingin memberikan proses pembelajaran yang bertujuan untuk membantu mengembangkan kemampuan ilmiah peserta didik khusunya pada kemampuan dalam menginterpretasi dan membuat grafik. Penelitian mengenai kemampuan menginterpretasi dan membuat grafik telah dilakukan sebelumnya di Universitas Sanata Dharma oleh seorang mahasiswa yang bernama Anselmus Aka Prasetya. Penelitian yang telah dilakukan berjudul “ Peningkatan kemampuan siswa dalam menginterpretasi dan menggambar grafik S-T serta V-T pada GLB dan GLBB melalui pembelajaran dengan menggunakan contoh dalam kehidupan sehari-hari”. Penelitian yang telah dilakukan oleh Anselmus Eka Prasetya bertujuan untuk menghasilkan desain pembelajaran efektif serta ada tidaknya pengaruh desain pembelajaran tersebut terhadap peningkatan kemampuan siswa dalam

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 menginterpretasi dan menggambar grafik setelah mengikuti desain pembelajaran yang dibuat. Desain pembelajaran yang telah dibuat oleh peneliti tersebut telah pada tingkatan mengetahui makna dari gradien grafik. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menginterpretasikan dan menggambar grafik. Sedangkan pada penelitian ini akan diberikan proses pembelajaran dengan menggunakan gabungan metode ceramah, demonstrasi dan latihan untuk membantu mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam pembelajaran Fisika. Penggunaan metode ceramah dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk keefektifan proses pembelajaran dimana peserta didik dapat menerima banyak informasi terkait materi pembelajaran. Penggunaan metode demonstrasi dimaksudkan agar peserta didik lebih memahami materi pembelajaran yang diberikan pada proses pembelajaran sebelumnya yang menggunakan metode ceramah, yaitu dengan mengamati atau melakukan secara langsung peristiwa-peristiwa terterntu terkait materi pembelajaran (konsep fisika). Sedangkan penggunaan metode latihan dimaksudkan agar peserta didik lebih terampil dan paham mengenai materi pembelajaran yang telah diberikan sebelumnya, dengan melakukan proses pengerjaan latihan soal secara berulang-ulang. Pada penelitian ini akan ditambahkan mengenai kemampuan memahami makna dari nilai titik potong pada grafik fungsi linier. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti melakukan penelitian yang berjudul “Pengembangan Kemampuan Ilmiah Siswa Dalam Menginterpretasi dan

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Membuat Grafik Fungsi Linier Dalam Pembelajaran Fisika Dengan Menggunakan Gabungan Metode Ceramah, Demonstrasi dan Latihan”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Sejauh mana Gabungan Metode Ceramah, Demonstrasi dan Latihan mampu mengembangkan kemampuan ilmiah peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam proses pembelajaran fisika ? C. Tujuan Penelitian Mengetahui Sejauh mana Gabungan Metode Ceramah, Demonstrasi dan Latihan mampu mengembangkan kemampuan ilmiah peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam proses pembelajaran fisika. D. Batasan Masalah Dalam penelitian ini, materi pembelajaran yang diberikan hanya berkaitan dengan grafik fungsi linier yang digunakan dalam pembelajaran Fisika yang terdapat pada konsep gerak dan hukum Hooke. E. Manfaat Penelitian 1. Bagi guru dan calon guru Dari hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan referensi mengenai penggunaan gabungan metode pembelajaran yaitu Ceramah, Demonstrasi dan Latihan untuk mengembangkan kemampuan peserta

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik serta sebagai bahan pertimbangan untuk digunakan dalam proses pembelajaran fisika. 2. Bagi siswa Melalui penelitian ini siswa diharapkan mampu memahami dan menyadari kesulitan yang dialami dalam menginterpretasi dan membuat grafik sehingga memiliki kemauan untuk belajar mengembangkan kemampuannya dalam menginterpretasi dan membuat grafik. 3. Bagi Peneliti Menambah pengetahuan dan pengalaman mengenai penggunaan metode pembelajaran yang tepat dalam memberikan proses pembelajaran serta melatih kepekaan untuk melihat kesulitan-kesulitan peserta didik dalam belajar dan mampu membantu memberikan solusi.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kemampuan Ilmiah Kemampuan merupakan kesanggupan siswa dalam melakukan sesuatu yang ditandai dengan adanya perubahan pengetahuan, ketramplian dan tingkah laku yang dicapai melalui proses pembelajaran. Menurut Gagne dan Briggs (dalam Ratu Wardarita, 2010:13) mengemukakan bahwa kemampuan adalah hasil belajar yang diperoleh pembelajar setelah mengikuti suatu pembelajaran. Sedangkan kemampuan ilmiah menurut Kurt.A Heller (1993) dapat didefinisikan sebagai potensi pemikiran ilmiah atau bakat khusus untuk keunggulan dalam ilmu (alam). Kemampuan ilmiah siswa dapat dicapai dengan pembelajaran yang dilakukan dengan pendekatan ilmiah sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta untuk semua pelajaran (Abdul dan Choirul Rohman, 2014). Dengan demikian kemampuan ilmiah merupakan hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan adanya perubahan pengetahuan dan pemikiran yang ditunjukkan dengan ketrampilan atau tingkah laku dalam proses mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Kemampuan ilmiah menurut Richardson (1957) terdiri atas kemampuan berpikir kritis, menggunakan metode keilmuan, memiliki pengetahuan berupa fakta, konsep, hukum, dan teori serta penerapannya, mampu menggunakan sumber alam secara bijaksana, mengetahui fungsi sosial dari sains, mampu 6

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 mengembangkan pengertian yang dapat memberi sumbangan pada perkembangan fisik dan mental, dan memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk pendidikan selanjutnya mengklasifikasikannya menjadi dan untuk pemahaman, bekerja, Vaidya ketrampilan sains, (1971) sikap keilmuan, perhatian pada masalah-masalah sains, dan penghargaan pada halhal yang berhubungan dengan sains. Menurut kurikulum 1994, secara umum pembelajaran fisika bertujuan untuk menguasai konsep-konsep fisika dan keterkaitannya, serta mampu menggunakan metode (proses) sains yang dilandasi sikap keilmuan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehingga lebih menyadari keagungan Tuhan Yang Maha Esa; dan secara khusus pada setiap pokok bahasan tujuan tersebut dijabarkan dengan pola: mampu melakukan pengukuran, mampu melakukan percobaan dan bernalar melalui diskusi untuk memahami konsep-konsep, hukum-hukum, serta menerapkannya untuk memecahhkan masalah-masalah yang berkaitan (GBPP bidang studi fisika kurikulum 1994 SMU). Tujuan-tujuan tersebut mengacu pada tiga aspek esensial, yaitu membangun (1) pengetahuan yang berupa pemahaman konsep, hukum, dan teori beserta penerapannya; (2) kemampuan melakukan proses, antara lain pengukuran, percobaan, bernalar melalui diskusi; (3) sikap keilmuan, antara lain kecenderungan keilmuan, berpikir kritis, berpikir analitis, perhatian pada masalah-masalah sains, penghargaan pada hal-hal yang bersifat sains. Dengan

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 demikian, tujuan-tujuan tersebut telah merupakan jabaran dari pandangan fisika sebagai kesatuan proses, sikap dan hasil (F.Y Kartika Budi , 1997). Karena itu kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan ilmiah dalam pembelajaran. Pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, ketrampilan, dan pengetahuan peserta didik. Dalam proses pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah, ranah sikap menggamit transformasi subtansi atau materi ajar agar peserta didik “ tahu mengapa.” Ranah ketrampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu bagaimana”. Ranah pengetahuan menggamit transformasi subtansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu apa”. Analisis atas rumusan hakikat sains yang diberikan oleh Connant (1971:25), Kuslan & Stones (1968:2) dan Campbell (1953:1) dalam T.Sarkim, (1997) sains mencakup dua aspek, yaitu body knowledge yang sering pula disebut aspek produk dan aspek metode yang dikenal juga dengan istilah proses. Aspek kedua dari sains adalah aspek proses, yaitu metode memperoleh pengetahuan. Pembelajaran sains menjadi berarti bila sains diajarkan sedemikian sehingga anak mengalami suatu proses perubahan konsepsi (Rohandi, 1997). Pendekatan yang dgunakan dalam proses belajar-mengajar IPA (Sains) antara lain ialah : 1. Pendekatan Lingkungan 2. Pendekatan ketrampilan proses 3. Pendekatan Inquiry, dan 4. Pendekatan Terpadu (terutama untuk SD)

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 B. Pendekatan Ketrampilan Proses Ketrampilan berarti kemampuan menggunakan pikiran, nalar dan perbuatan secara efisien dan efektif untuk mencapai suatu hasil tertentu, termasuk kreativitas. Proses merupakan konsep besar yang dapat diuraikan menjadi komponen-komponen yang harus dikuasai seseorang bila akan melakukan penelitian (Devi, dalam Budi Lindrawati, 2014). Sehingga pendekatan ketrampilan proses merupakan kegiatan belajar-mengajar yang melatih kemampuan siswa dalam menggunakan pikiran, nalar dan perbuatan secara efisien dan efektif yang dilalui dalam suatu proses pembelajaran yang memuat komponen-komponen penting untuk mencapai penguasaan ilmu pengetahuan. Kemampuan-kemampuan atau ketrampilan-ketrampilan mendasar yang berproses dalam kerja ilmiah yang sering digunakan oleh para ahli menurut Cony Semiawan, dkk (1985) ialah : Mengobservasi/mengamati, Menghitung, Mengukur, Mengklasifikasi, Mencari hubungan ruang/waktu, Membuat hipotesis, Merencanakan penelitian/eksperimen, Mengendalikan Variabel, Menginterpretasi atau menafsirkan data, Menyusun kesimpulan sementara (inferensi), Meramalkan (memprediksi), Menerapkan (mengaplikasi), dan Mengkomunikasikan. Menurut F.Y. Kartika Budi (1997), Ketrampilan proses sains akan terbentuk hanya melalui proses berulang-ulang. Siswa tidak akan terampil merumuskan masalah, mengajukan pertanyaan, merancang dan melakukan eksperimen, melakukan pengukuran, mengolah data, dan menarik kesimpulan

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 bila taka da peluang untuk berkembangnya ketrampilan – ketrampilan tersebut. Peluang saja tidak cukup, tanpa direalisasikan. Mereka harus menggunakan peluang untuk melakukan sendiri proses tersebut terus-menerus. Metode eksperimen sangat ideal untuk berlangsungnya proses sains, namun tidak dapat terlalu sering dilakukan karena adanya keterbatasan alat, materi yang dipelajari dan waktu. Metode yang lebih sederhana dan lebih banyak dilakukan adalah metode demonstrasi, yaitu kegiatan menunjukkan sesuatu (Sund, dalam F.Y. Kartika Budi, 1997) dalam proses pembelajaran. Sesuatu itu dapat berupa proses, gejala, dan percobaan. Ada beberapa alasan yang melandasi perlunya diterapkan pendekatan ketrampilan proses dalam kegiatan belajar-mengajar. Pertama, perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung semakin cepat sehingga tak mungkin lagi para guru mengajarkan semua fakta dan konsep kepada siswa. Kedua, para ahli psikologi umumnya sependapat bahwa anak-anak mudah memahami konsepkonsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh konkrit. Ketiga, Penemuan ilmu pengetahuan tidak bersifat mutlak benar seratus persen, penemuannya bersifat relatif. Semua konsep yang ditemukan melalui penyelidikan ilmiah masih tetap terbuka untuk dipertanyakan, dipersoalkan, dan diperbaiki. Anak perlu dilatih untuk selalu bertanya, berpikir kritis, dan mengusahakan kemungkinan-kemungkinan jawaban terhadap satu masalah. Keempat, dalam proses belajar mengajar seyogyanya pengembangan konsep tidak dilepaskan dari pengembangan sikap dan nilai dalam diri anak.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Berdasarkan keempat alasan ini perlulah dicari cara mengajar-belajar sebaikbaiknya (Conny Semiawan dkk, 1985). C. Grafik 1. Pengertian Grafik Dalam Fisika Grafik merupakan ilustrasi yang menyajikan data dari hasil eksperimen yang telah dilakukan. Tujuan dari grafik ialah menunjukkan hasil-hasil untuk memaparkan karaketeristik hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain. Menurut Omang Wirasasmita (1989) dalam praktik fisika, grafik memiliki tiga kegunaan utama, yaitu (1) untuk menentukan harga suatu besaran dari sudut kemiringan suatu garis lurus yang menyatakan hubungan dua variabel, (2) merupakan alat bantu visual, dan (3) sebagai pembanding atas hasil percobaan dengan kurva teoritis. Sistem grafik yang sering digunakan dalam fisika yaitu sistem grafik Cartesius. Sistem grafik ini memiliki salib sumbu. Sumbu horisontal biasa disebut absis (x) dan sumbu vertikal biasa disebut dengan ordinat (y). Titik potong dikedua sumbu disebut sebagai titik pusat (o). Pada sumbu horisontal (x) bagian kanan dari titik pusat (o) bernilai positif, dan bagian kiri titik pusat (o) bernilai negatif. Sedangkan pada sumbu vertikal (y) bagian atas dari titik pusat (o) bernilai poistif dan bagian bawah dari titik pusat (o) bernilai negatif. Grafik sistem Cartesius banyak digunakan dalam konsep fisika karena dapat langsung memperlihatkan hubungan dua besaran, dan mengandung informasi yang penting dan dapat dengan mudah ditangkap secara visual (Anselmus Aka Prasetya, 2008).

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 2. Grafik Fungsi Linier Fungsi linier menurut Negoro dan Harahap (1981), merupakan fungsi yang variabel bebasnya pangkat satu dan dituliskan sebagai berikut : y = ax + b atau y = f(x) = ax + b Pada pembelajaran fisika, persamaan matematis fungsi linier dapat ditemukan pada konsep kecepatan pada gerak lurus berubah beraturan dengan persamaan Vt = V0 + t. Fungsi linier biasa disebut juga dengan fungsi konstan, yang memiliki ciriciri sebagai berikut: a). Grafiknya berupa garis lurus yang mempunyai kemiringan garis (gradien) b). Selalu memotong sumbu y di titik (0,b) dan memotong sumbu x dititik (-b/a, 0) Berikut merupakan beberapa contoh grafik fungsi linier yang digunakan di fisika : x (m) t (s) t (s) Gambar 2.1. Grafik Hubungan Posisi (m) terhadap waktu (t) F (N) v (m/s) Gambar 2.2. Grafik Hubungan Kecepatan v (m/s) terhadap waktu (t) 𝑥(m) Gambar 2.3. Grafik Hubungan Gaya (N) terhadap pertambahan panjang pegas 𝐱(m)

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 3. Gambaran Sebuah Grafik fungsi Linier Dalam Fisika a. Komponen Grafik Sebuah gambar grafik memiliki dua komponen penting, yaitu sumbu tegak dan sumbu mendatar yang saling berpotongan. Komponen tersebut berasal dari sistem koordinat cartesius dalam bidang dua dimensi, yaitu garis mendatar disebut absis (sumbu x) dan garis tegak disebut ordinat (sumbu y) yang berpotongan secara tegak lurus di suatu titik yang disebut titik asal 0 (Prayudi, 2006) Kedua sumbu x dan y dinamakan dengan sumbu-sumbu koordinat. Setiap titik pada bidang dua dimensi ini dinyatakan sebagai pasangan bilangan berurut (x,y). Nilai suatu besaran pada sumbu x dan y pada grafik menyatakan hubungan sebab akibat. 1) Sumbu X Sumbu X merupakan tempat bilangan-bilangan dari suatu besaran yang menyatakan sebab. Sehingga nilai besaran di sumbu X tidak dipengaruhi oleh nilai besaran disumbu Y. 2) Sumbu Y Sumbu Y merupakan tempat bilangan-bilangan daris suatu besaran yang menyatakan akibat. Hal ini berarti bahwa nilai besaran yang berada pada sumbu Y dipengaruhi oleh nilai besaran lain yang berada pada sumbu X. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai pada sumbu X menyebabkan nilai pada sumbu Y, atau nilai pada sumbu Y terjadi

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 karena ada nilai di sumbu X. Beberapa hubungan sebab akibat yang terkait ialah, (1) X terjadi maka Y mengikuti, (2) X menghasilkan Y, (3) X mempengaruhi Y, (4) X berhubungan dengan Y, dan (5) semakin besar X maka semakin besar Y b. Variabel Bebas dan Variabel Terikat Pada fisika eksperimen, kita sering menemukan fenomena atau situasi yang terkait dengan beberapa variabel. Variabel merupakan besaran-besaran fisis yang ada dalam sebuah eksperimen, dan merupakan langkah umum yang dilakukan dalam eksperimen fisika. Ketika hendak melakukan suatu eksperimen, kita perlu memikirkan bagaimana perubahan salah satu variabel atau kuantitas ketika dilakukan pengubahan kuantitas lain. Ridwan Abdullah Sani (2016) memisalkan mengalirkan arus melewati sebuah resistor yang dijaga pada suhu konstan dan mengukur perbedaan tegangan setelah melewatinya. Akan ditemukan bahwa pertambahan arus menyebabkan pertambahan beda tegangan secara linier. Jika arus ditambah dua kali lipat, beda tegangan juga bertabah dua kali lipat. Demikian pula jika arus ditambah tiga kali lipat maka beda tegangan juga bertambah tiga kali lipat dan seterusnya. Berdasarkan eksperimen tersebut, dapat dikatakan bahwa perbedaan tegangan (V) berbanding lurus dengan arus (I), atau V I. Perhatikan bahwa V tidak sama dengan I, Karena V dan I adalah kuantitas yang berbeda, namun V saling berkaitan dengan I dengan faktor kesebandingan yang tetap. Konstanta kesebandingan untuk hubungan

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 antara V dan I, disebut hambatan R dari resistor. Oleh karena itu dapat ditulis persamaan V = RI. Dengan demikian, telah ditemukan secara eksperimental bahwa R dipengaruhi oleh suhu, namun dengan menjaga suhu tetap konstan, kita dapat membuat R konstan dan memenuhi persamaan V = IR. Dari persamaan V = IR, dapat diketahui bahwa arus (I) merupakan variabel bebas, dan tegangan (V) merupakan variabel terikat, dimana nilai besarannya bergantung pada nilai arus (I) yang diberikan dalam percobaan. Data-data dari percobaan fisika seperti percobaan ingin mengetahui hubungan tegangan (V) terhadap arus (I) diberikan dapat disajikan dalam tabel. Penyajian data ini berkaitan dengan varabel bebas dan varabel terikat, pada kolom kiri tabel berisikan nilai-nilai variabel bebas, dan pada kolom kanan tabel berisikan variabel-variabel terikat, seperti berikut : Tabel 2.1 Hubungan Tegangan (V) Terhadap Arus (I) No Arus (I) Tegangan (V) 1 2 4 2 3 6 3 4 8 Dalam grafik Fisika ada konvensi bahwa variabel bebas, yaitu besaran yang dipilih oleh pelaku percobaan, digambarkan sepanjang sumbu mendatar/horizontal (X), dan variabel bergantung/terikat, yaitu

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 besaran yang harganya titentukan kemudian, digambarkan sepanjang sumbu sumbu tegak/vertikal (Y). Atau singkatnya, penyebab digambarkan sepanjang sumbu horizontal dan akibat pada sumbu vertikal. Dari persamaan V = IR , kita akan memperoleh grafik garis lurus dengan persamaan matematika y = mx + c, dimana : V = IR V= R I Y =mx Keterangan : Y = V (Tegangan) m = R (Resistor) x = I (Arus) Persamaan garis lurus y = mx + c menunujukkan, y merupakan fungsi dari x, sehingga y adalah variabel terikat dan x adalah variabel bebas, m adalah nilai gradien atau sudut kemiringan garis dan c adalah nilai konstanta. Oleh karena itu, nilai-nilai tegangan (V) diletakkan pada sumbu Y, dan nilai-nilai arus (I) diletakkan pada sumbu X. c. Gradien Garis Kemiringan grafik atau yang biasa disebut gradient adalah konstanta kesebandingan yang menghubungkan kedua variabel (Ridwan Abdullah Sami 2016 : 50). Kemiringan ini dapat bernilai positif atau negatif. Jika variabel y berbanding lurus dengaan variabel x, maka secara teori dapat dituliskan persaman y = mx . Nilai m adalah konstanta

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 kesebandingan yang merupakan kemiringan grafik ketika y ditetapkan sebgai ordinat (sumbu y) dan x adalah absis (sumbu X). Kemiringan grafik dapat diukur sebagai berikut : atau m = kemiringan garis dapat bernilai negative, sehingga memiliki persamaan Y = -mx. Grafik untuk persamaan Y = mx dan Y = -mx di tunjukkan pada gambar berikut : Gambar 2.4 Grafik Y = mx dan Y = -mx Menurut Omang Wirasasmita (1989) salah satu kegunaan grafik ialah untuk menentukan harga beberapa besaran, yaitu dengan sudut kemiringan (gradient) suatu garis lurus yang menyatakan hubungan dua variabel. Dengan mengetahui nilai kemiringan garis kita dapat mengetahui nilai besaran dalam persamaan-persamaan fisika. Persamaan GLB, s = vt, mirip dengan persamaan matematis y = mx.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Untuk mengetahui nilai besaran V maka dapat digambarkan grafik x terhadap t sebagai berikut (Tipler, 1998): x 𝑥2 𝑝1 𝑥1 𝑥1 , 𝑥2 𝑡1 𝑥1 , 𝑥2 𝑝2 𝑃′2 𝑥 = 𝑥2 − 𝑥1 𝑡 ′2 𝑡 = 𝑡2 − 𝑡1 t 𝑡2 Gambar 2.5 Grafik posisi terhadap waktu (x-t) Pada grafik di atas, kita gambar garis lurus antara posisi yang dinamai 1 dan posisi yang dinamai selang waktu = 2 − 1. 2. Perpindahan Garis antara segitiga yang mempunyai sisi dan 1 dan 2 = 2 − / dinamakan 1 dan adalah sisi miring . Rasio kemiringan garis lurus ini. Dalam istilah geometri, kemiringan ini merupakan ukuran kecuraman garis lurus pada grafik untuk selang tertentu makin curam garisnya, makin besar nilai / Oleh karena itu, kecepatan rata-rata (V) adalah kemiringan garis lurus yang menghubungkan titik-titik ( 1, 1 ) dan ( 2, 2 ). Pada grafik yang memilki kemiringan negatif dapat kita temui dari persamaan vt = + t pada GLBB dengan grafik Kecepatan (V) terhadap waktu (t), diketahui bahwa kemiringan garis ialah nilai percepatannya ( ). Oleh karena nilai kemiringan garis negatif, maka nilai

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 percepatannya negatif. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin lama benda bergerak mengalami perlambatan. Berikut merupakan bentuk grafik v terhadap t yang memilki gradient negatif. V (m/s) t (s) Gambar 2.6 Grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) yang memiliki nilai gradien negatif d. Perpotongan Garis Pada kasus yang lain, garis lurus pada grafik tidak melewati titik asal (0) namun memotong sumbu Y pada ketinggian tertentu. Garis seperti ini diwakili dengan persamaan Y = mx + c. Nilai C adalah nilai Y pada perpotongan dengan sumbu Y, yakni persamaan y dengan nilai X = 0, akan diperoleh persamaan y = 0 + c. Nilai c tersebut akan diilustrasikan pada gambar berikut (Ridwan Abdullah Sami 2016 : 51) Y P R S C x O Gambar 2.7 Grafik persamaan y = mx +c yang memiliki perpotongan garis Garis PS juga memotong sumbu X di titik S, yang merupakan persamaan sumbu X dengan nilai Y = 0, Perpotongan pada sumbu X dapat diperoleh dengan cara yang sama dengan sebelumnya, yakni dengan menggantikan nilai Y = 0 pada persamaan garis gambar grafik

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 tersebut. Diperoleh persamaan 0 = mx + c. Jadi nilai x = -c/m pada daerah perpotongan dengan sumbu x. Cara lain untuk memperoleh nilai perpotongan pada sumbu x adalah dengan menganalisis persamaan kemiringan garis sebagai berikut : Kemiringan m = Perhatikan bahwa perpotongan pada sumbu x bernilai negatif, sehingga sesuai dengan nilai yang diperoleh, yakni –c/m. Persamaan umum garis lurus diawakili dengan persamaan y = mx + c, dapat ditulis sebagai persamaan (y– c) = mx. Oleh karena itu dapat dinyatakan bahwa (y– c) mx. Perhatikan bahwa, jika c = 0, akan diperoleh persamaan untuk garis lurus yang mewakaili titik asal (0,0). Sebagai contoh persamaan umum garis lurus, akan dibahas persamaan untuk variasi hambatan terhadap suhu, yakni .t). Pada persamaan tersebut, = (1 + adalah hambatan pada suhu t yang diukur dlm celcius. R0 adalah hambatn pada suhu 0 dan adalah koefisien suhu untuk hambatan. Variabel persamaan ini adalah dan t, sedangkan nilai dan tetap. Langkah pertama adalah menulis ulang persamaan dalam bentuk y = mx + t, sehingga diperoleh , = (Ro )t + . Jika digambar sebagai ordinat (y) dan t sebagai absis (x), akan diperoleh grafik garis lurus yang mempunyai kemiringan dan perpotongan pada sumbu. Jika dilakukan pegukuran kemiringan garis dan perpotongannya ,

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 maka nilai akan dapat dihitung. Jika data ditemukan dan digunakan untuk membuat grafik garis lurus, kemudian kemiringan garis dan perpotongannya diukur, maka aka diperoleh nilai koefisien suhu ( ). D. Menginterpretasi Grafik Fungsi Linier Dalam Fisika Kemampuan menginterpretasi atau menafsirkan data adalah salah satu ketrampilan penting yang umumnya dikuasai oleh para ilmuan. Menurut Bloom (1956) interpretasi merupakan salah satu aspek dalam domain pemahaman yang merupkan tingkatan kedua dari domain kognitif. Dalam kaitan pembelajaran Fisika, intepretasi meliputi (Bloom, 1971 ): 1. Kemampuan menafsirkan pernyataan verbal 2. Kemampuan menafsirkan gambar, menafsirkan grafik, diagram, dan persamaan matematika 3. Kemapuan menafsirkan berbagai tipe data 4. Kemampuan membuat kualifikasi yang pantas dalam menafsirkan data 5. Kemampuan membedakan sekitar atau kesimpulan kontradiktif dari susunan data. Kemampuan menginterpretasi grafik sama artinya dengan kemampuan menafsirkan grafik. Kemampuan ini sangat penting untuk mengembangkan pemahaman tentang banyak topik dalam fisika. Menafsirkan atau menginterpretasi merupakan kemampuan yang dimiliki sesorang untuk menjelaskan data daris suatu gejala berupa gambar, tabel atau grafik dengan kalimat-kalimat sendiri berdasarkan konsep yang telah diketahui. Menurut

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Martin Kanginan (1997), Interpretasi grafik ialah mengartikan grafik untuk mengetahui besaran-besaran tertentu yang ingin diketahui nilainya. Berikut merupakan contoh menginterpretasi grafik untuk menentukan kecepatan, percepatan, dan perpindahan suatu gerak lurus. a. Grafik kedudukan terhadap waktu (s-t) pada GLB Pada matematika, persamaan y = mx akan menghasilkan grafik y terhadap x (grafik y-x) berbentuk garis lurus condong keatas melalui titik asal o(0,0). Kemringan grafik ditentukan oleh gradient m yang nilainya sama dengan tangen ( alah sudut yang dibentuk terhadap sumbu x positif dengan arah berlawanan jarum jam). Makin curam kemiringan grafik makin besar dan ini berarti makin besar tangen atau gradient m. Selain itu kemiringan garis m, yang melalui titik p( , Q( 1 , 1 ), dengan 1 2, ) dan dapat ditentukan dengan rumus : m = sehingga m = y/x Persamaan GLB, s = vt, mirip dengan persamaan matematis y = mx. Tentu saja grafik s-t akan berbentuk garis lurus condong keatas melalui titik asal o(0,0). Kemiringan grafik ditentukan oleh gradient v yang nilainya sama dengan tangen ( ialah sudut yang dibentuk terhadap sumbu t positif dengan arah berlawanan jarum jam).

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Makin curam kemiringan grafik makin besar tangen berarti makin besar tangen Y dan ini atau gradien m yaitu nilai v. s (m) 𝛼 𝛼 x t(s) Gambar 2.8 Perbandingan grafik y = mx dan s = vt b. Grafik kecepatan terhadap waktu (grafik v-t) pada GLBB Ada dua besaran yang dapat ditentukkan jika grafik v-t diketahui, yaitu percepatan dan perpindahan. Pada Gerak Lurus Beraturan telah dinyatakan bahwa perpindahan yang ditempuh benda pada selang waktu tertentu sama dengan luas arsir dibawah grafik v-t untuk selang waktu tersebut. Pada bagian ini kita akan mencari bagaiman cara menentukan percepatan dari grafik v-t. Kita akan melakukan cara seperti ketika kita membandingkan grafik y= mx dan s = vt. Jika dibandikan grafik y = n + mx dan grafik vt = + , maka akan mendapatkan bahwa percepatan pada suatu saat sama dengan kemringan grafik v-t pada saat itu. Secara matematis dirumuskan α = tan sebagai berikut: Gambar 2.9 Perbandingan grafik y = n +mx dan v = + t

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Perhatikan bentuk grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) dan interpretasinya sebagai berikut: Gambar 2.10 Interpretasi grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) Dari gambar 2.19 grafik (v-t) A ke B, kecepatan benda makin besar atau kita katakana benda bergerak lurus dipercepat. Dari B ke C, kecepatan benda tetap atau kita katakana benda bergerak lurus beraturan. Dari C ke D, kecepatan benda makin berkurang atau kita katakan benda bergerak lurus diperlambat. E. Membuat Grafik Fungsi Linier Dalam Fisika Ada beberapa jenis grafik, yakni grafik garis, diagram batang dan grafik lingkaran. Grafik fungsi linier merupakan grafik garis. Hal yang perlu diperhatikan ketika membuat grafik : 1. Konstruksi Grafik a. Menggambar salib sumbu, garis horizontal yaitu absis (x) dan vertikal yaitu ordinat (y). Sumbu absis mencantumkan nilai dari variabel bebas dan sumbu ordinat mewakili frekuensi dari variabel terikat. b. Membuat skala pada tiap sumbu yang sesuai dengan data. Menentukan perbandingan antara x dan y. Lazimnya sumbu X dibuat lebih panjang. c. Pemberian nama atau label yaitu sebuah besaran pada tiap sumbu.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 d. Pemberian nama atau judul pada grafik. e. Membuat Garis Pada Grafik Garis pada grafik jangan dipaksa harus melalui semua titik yang diperoleh dari eksprimen, tetapi buatlah sebuah garis kecenderungan seperti diilustrasikan dalam Gambar 2.11. Gambar 2.11 Membuat garis pada grafik Sebuah titik data yang terlalu jauh menyimpang dari kecenderungan dapat berasal dari data yang ragukan ketelitian pengukurannya. Titik data yang diragukan itu dapat diabaikan atau tidak dipertimbangkan dalam menarik garis kecenderungan, seperti diilustrasikan dalam Gambar 2.12 Gambar 2.12 Mengabaikan sebuah data yang diragukan

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 Berdasarkan sebuah grafik, dapat dibuat garis ektrapolasi untuk kepentingan tertentu. Misalnya dilakukan pengukuran viskositas cairan madu pada suhu yang berbeda, lalu dibuat grafik viskositas terhadap suhu, seperti diilustrasikan dalam gambar 2.13. Sebuah garis ekstrapolasi dapat dibuat untuk menentukan visikositas madu pada suhu yang lebih rendah. Garis ekstrapolasi dilukiskan sebagai garis putus-putus yang ditunjukkan pada gambar 2.13. Gambar 2.13 Membuat garis ektrapolasi Garis ektrapolasi tidak dapat dibuat untuk daerah yang tidak lagi linier, misalnya pada data eksperimen pertambahan panjang pegas yang diberi beban bervariasi atau eksperimen hukum Hooke. Grafik hasil eksperimen pada umumnya seperti pada Gambar 2.14. Kita tidak dapat melakukan ekstrapolasi pada daerah yang tidak lagi linier, yakni melewati titik P.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 Gambar 2.14 Grafik hasil eksperimen hukum Hooke Beberapa kesalahan yang dilakukan dalam membuat grafik sebagai berikut. 1) Salah dalam menentukan sumbu, misalnya ukuran skala sumbu yang terlalu besar seperti diilustarikan pada gambar 2.15. Gambar 2.15 Kesalahan dalam menentukan sumbu grafik 2) Menarik garis mengikuti titik-titik hasil eksperimen yang sebenarnya mengikuti sebuah pola, seperti diilustrasikan pada gambar 2.16. Gambar 2.16 Kesalahan membuat garis mengikuti titik-titik data

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 3) Menarik garis dengan menggunakan data yang terlalu sedikit. Gambar 2.17 Kesalahan dalam menarik garis dengan data yang terlalu sedikit 4) Menarik garis lurus memlalui sebagian titik-titik yang tidak cenderung mengikuti garis lurus, seperti pada gambar dibawah ini. Gambar 2.18 Kesalahan dalam menarik garis lurus yang sebagian cenderung mengikuti satu lengkungan 5) Menarik garis lurus dengan data yang kurang lengkap, seperti pada gambar berikut ini. Gambar 2.19 Kesalahan menarik garis dengan data yang kurang lengkap

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 2. Pemahaman Kosep , Gradien Garis, dan Perpotongan Garis Bila membuat grafik dari suatu pernyataan berdasarkan sebuah peristiwa yang menunjukkan gejala fisika, maka mengkonstruksi grafik secara benar tidaklah cukup. Perlu adanya memperhatikan konsep-konsep fisika yang terkait, memahami nilai dan bentuk gradien, serta memahami nilai dari perpotongan garis yang melalui sumbu x dan y. Memahami konsep mampu membantu untuk pembuatan grafik terkait gradien dan perpotongan garis. F. Aspek-aspek Penting Dalam Menginterpretasi Grafik di Fisika Grafik yang digunakan dalam pembelajaran fisika tidak hanya sekedar menyajikan data berupa nilai-nilai dari suatu besaran yang telah diukur. Nilainilai suatu besaran yang disajikan dalam bentuk grafik tersebut, mengandung arti yang sangat penting dalam sebuah penelitian mengenai beberapa besaran dalam fisika yang berkaitan langsung dengan sebuah fenomena yang telah diteliti. Oleh karena itu, dalam menginterpretasi grafik tidak hanya meyebut angka-angka didalamya namun perlu mengartikan angka-angka tersebut kedalam suatu makna. Berikut merupakan aspek-aspek penting yang perlu diketahui untuk memaknai sebuah grafik sehingga dapat dengan mudah menginterpretasikan sebuah grafik : 1. Kemampuan memahami konsep dan hubungan besaran-besaran fisika dalam suatu persamaan Dalam sebuah persamaan mengandung beberapa besaran. Besaranbesaran tersebut ada yang berfungsi sebagai variabel bebas, dan ada yang

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 berfungsi sebagai variabel terikat. Dengan memahami suatu besaran-besaran yang ada di dalam sebuah persamaan diharapkan mampu menghubungkan besaran-besaran tersebut kedalam variabel bebas dan variabel terikat, hal ini berkaitan dengan besaran yang memiki sebab akibat. Contohnya diberikan persamaan s = v.t diketahui bahwa persamaan tersebut merupakan sebuah persamaan posisi yang memiliki tiga besaran yaitu kedudukan (s) dengan satuan meter, kecepatan (v) dengan satuan meter/sekon, dan waktu (t) dengan satuan sekon. Dari persamaan tersebut (s) merupkan fungsi (y) sebagai variabel terikat dan (t) merupakan fungsi (x) sebagai variabel bebas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai (s) bergantung pada nilai (t). Semakin besar nilai (t) maka semakin besar pula nilai (s). 2. Kemampuan mengartikan nilai dan bentuk gradien garis Gradien garis merupakan perbandingan nilai pada sumbu y dengan sumbu x. Nilai gradien garis dari sebuah grafik mau menunjukkan nilai suatu besaran yang terdapat pada persamaan tertentu. Gradien garis biasa disebut juga dengan kemiringan garis yang melewati titik-titik disumbu x dan sumbu y yang memiliki sudut tertentu. Semakin besar sudut yang dibentuk oleh gradien garis, maka semakin curam bentuk gradien garis. Tetapi sebaliknya semakin kecil sudut gradient garis yang dibentuk maka bentuk gradien garis akan semakin landai. Perbedaan bentuk gradien garis ini memiliki arti tertentu dalam sebuah grafik. Hal ini dapat dihubungkan dengan nilai dari gradien garis tersebut yang mau menunjukkan nilai suatu

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 besaran yang memiliki keadaan tertentu dari suatu fenomena yang telah diteliti. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai gradien dan bentuk gradien memiliki arti yang saling berkaitan satu sama lain. Berikut diberikan contoh bagaimana mengartikan gradien garis grafik hubungan posisi terhadap waktu (x-t) dan grafik hubungan kecepatan terhadap waktu (v-t) : a. Menemukan arti nilai gradien garis dari duah buah grafik yang memiliki parameter berbeda X (m) V (m/s) V (m/s) a. b. 𝑥 𝑡 𝛼 (m/s2) t (s) 𝑉 𝑡 t (s) Gambar 2.20 Bentuk Gradien grafik dari parameter berbeda Gambar a. Grafik Hubungan Posisi (x) Terhadap Waktu (t). Nilai gradien / merupakan nilai V (kecepatan) yang bernilai konstan atau tidak berubah-ubah. Gambar b. Grafik hubungan Kecepatan terhadap waktu (t). Nilai gradien / merupakan nilai (percepatan) yang bernilai konstan atau tidak berubah-ubah. b. Menemukan arti dari nilai gradien garis yang memiliki bentuk sama naik ke atas, tetapi derajat kemiringan yang berbeda. a. x (m) 𝜃2 𝑉2 𝜃1 𝑉1 b. V (m/s) 𝛼2 t (s) Gambar 2.21 Bentuk kecuraman gradien garis 𝜃2 𝜃1 𝛼1 t (s)

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Gambar a. Grafik hubungan posisi (x) terhadap waktu (t). Gradien nilai garis merupakan nilai kecepatan (v), dimana nilai kecepatan 1 lebih kecil dibandingkan dengan nilai kecepatan 2. Hal ini terlihat dari bentuk grafik, semakin besar derajat kemringan garis, maka semakin besar nilai kecepatannya, atau semakin curam bentuk gradien garis, maka semakin besar nilai kecepatannya. Gambar b. Grafik hubungan Kecepatan (v) terhadap waktu (t). Gradien nilai garis merupakan nilai Percepatan ( ), dimana nilai percepatan kecepatan 2. 1 lebih kecil dibandingkan dengan nilai Hal ini terlihat dari bentuk grafik, semakin besar derajat kemringan garis, maka semakin besar nilai percepatannya, atau semakin curam bentuk gradien garis, maka semakin besar nilai percepatannya c. Menemukan arti dari bentuk gradien garis yang berbeda dari parameter yang sama 1) Grafik hubungan posisi (x) terhadap waktu (t) a. x (m) b. x (m) V (m/s) = + V (m/s) = t (s) Gambar 2.22 Bentuk gradien yang berbeda dari grafik (x-t) t (s)

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Gambar a & b merupakan grafik hubungan posisi (x) terhadap waktu (t). Dimana pada gambar (a) mau menunjukkan bahwa bentuk gradien naik ke atas memiliki arti kecepatan benda bergerak bernilai positif. Dimana benda berpindah dari satu titik (posisi) ke titik berikutnya dan seterusnya dengan kecepatan yang tetap tanpa berbalik arah menuju ke titik (posisi) awal. Sedangkan pada gambar (b) mau menunjukkan bahwa abentuk gradien yang turun kebawah memiliki arti nilai kecepatan (v) bernilai negatif. Dimana benda bergerak melakukan perubahan posisi dengan kecepatan tetap, tetapi berbalik arah menuju ke titik (posisi) awal dengan kecepatan yang tetap (konstan). 2) Grafik hubungan kecepatan (v) terhadap waktu (t) a. v (m/s) b. v (m/s) α (m/s2) = + α (m/s2) = t (s) t (s) Gambar 2.23 Bentuk gradien yang berbeda dari grafik (v-t) Gambar a & b merupakan grafik hubungan percepatan (α) terhadap waktu (t). Dimana pada gambar (a) mau menunjukkan bahwa ada perubahan kecepatan sehingga memiliki nilai percepatan yaitu nilai gradien. Bentuk gradien naik ke atas memiliki nilai percepatan (α) positif yang berarti benda bergerak semakin dipercepat. Sedangkan pada gambar (b) mau menunjukkan bahwa ada perubahan kecepatan

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 sehingga memilki nilai percepatan . Bentuk gradien turun kebawah sehingga memilki nilai percepatan (α) negatif, yang berarti benda bergerak diperlambat. 3. Kemampuan mengartikan nilai titik potong pada grafik Pada grafik fungsi linier yang memiliki garis lurus yang tidak melewati titik asal (0) namun memotong sumbu Y pada ketinggian tertentu, garis seperti ini diwakili dengan persamaan y = mx + c. Dari persamaan matematis tersebut dapat diketahui nilai titik potong pada sumbu y bila nilai pada sumbu x = 0, Sedangkan untuk mengetahui nilai titik potong pada sumbu x maka nilai pada sumbu y = 0, Pada pembelajaran fisika, grafikgrafik yang ditemui tidak hanya membahas tentang nilai dari suatu titik potong, namun lebih pada apa arti dari nilai titik potong itu pada saat eksperimen. Berikut merupakan contoh penggunaan nilai titik potong pada grafik hubungan posisi terhadap waktu berserta arti/maknanya. x (m) A B t (s) Gambar 2.24 Grafik Hubungan Posisi x, (m) terhadap Waktu, t (s) Dari grafik diatas memiliki persamaan matematis y = mx + A. Dapat terlihat dari grafik, bahwa titik potong di sumbu y = A saat x = 0 dan titik potong di sumbu x = B saat y = 0, Sesungguhnya, bila ditentukan secara matematis nilai x = - B, namun dari grafik diatas mau menjelaskan bahwa

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 titik potong di sumbu x = B adalah waktu yang telah dilalui sesuatu yang bergerak. Sehingga nilai negatif secara matematis diartikan waktu yang telah berlalu dalam suatu peristiwa. Secara keseluruhan, misalnya grafik diatas ingin menunjukkan sebuah perjalanan yang dilakukan seseorang dari tempat C menuju rumahnya. Titik potong pada sumbu y mau menjelaskan bahwa, nilai A merupakan tempat C yaitu titik (posisi) awal orang tersebut dari rumahnya. Diketahui saat Ia berada di tempat C (A) waktu yang ditempuh ialah 0, sehingga setelah Ia mulai berjalan menuju rumahnya ada selang waktu yang telah Ia lewati sampai Ia tiba dirumahnya. Ketika Ia tiba dirumahnya waktu yang ditunjukkan ole grafik ialah B. Maka saat waktu (t) sama dengan B Ia telah berhenti dirumah dan tidak melakukan perjalanan lagi. Hal ini dapat ditunjukkan dari grafik saat waktu di sumbu x bernilai B maka nilai disumbu y bernilai 0, Dari penjelasan-penjelasan tentang grafik hubungan Jarak terhadap waktu diatas, dapat disimpulkan bahwa perpotongan garis pada suatu grafik bukan hanya sekedar nilai titik potong, namun ada makna tersirat dari perpotongan garis tersebut. Setiap grafik memiliki parameter nya sendiri, sehungga makna dari perpotongan garis sebuah grafik akan berbeda sesuai dengan pengukuran parameter grafik tersebut.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 4. Kemampuan megartikan luas daerah dibawah kurva Pada grafik (v-t) berupa garis lurus dengan kemiringan tertentu, berarti benda bergerak dengan kecepatan yang berubah, tetapi percepatannya tetap. Besar percepatannya dapat ditentukan berdasarkan gradien grafik. Jarak tempuhnya dapat dihitung berdasarkan luas daerah dibawah grafik. Penentuan luas daerah dibawah grafik dapat menggunkan rumus luas segitiga atau persamaan GLBB s = s0 + v0t +1/2 t2. G. Aspek-aspek Penting Dalam Membuat Grafik di Fisika 1. Kemampuan mengkonstruksi grafik dengan benar Grafik dibuat dengan skala yang tepat, memberikan label yang tepat pada setiap sumbu berserta satuaanya. Mampu membuat grafik dari data yang diberikan dalam tabel dan pemberian judul yang tepat pada grafik. Sumbu x dan sumbu y digambarkan sesuai dengan fungsinya. Hal ini berkaitan dengan menuliskan suatu besaran yang sesuai pada sumbu x dan sumbu y. Sumbu x sebagai tempat nilai-nilai suatu besaran yang bersifat variabel bebas, sedangkan sumbu y sebagai tempat nilai-nilai suatu besaran yang bersifat variabel terikat. Untuk mempermudah mengkonstruksi grafik dengan benar, maka perlu memahami variabel bebas dan terikat dari suatu persamaan. Hubungan variabel bebas dan variabel terikat ini secara umum dapat diketahui dari sebuah persamaan garis. Dengan mengetahui hubungan variabel bebas dan variabel terikat ini, mempermudah menuliskan suatu besaran kedalam sumbu x dan sumbu y.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 2. Kemampuan menggambar gradien garis Gradien garis dapat dibuat dengan menghubungkan titik-titik tertentu yang melalui sumbu x dan y. Dengan menggambar gradien pada grafik maka dapat diketahui nilai gradien garis dari persamaan tertentu, dengan mencari nilai perbandingan dari salah satu nilai suatu besaran di sumbu y dengan salah satu nilai besaran yang ada pada sumbu x. 3. Kemampuan menentukan titik potong pada grafik Beberapa grafik fungsi linier memiliki persamaan garis yang memiliki titik potong pada sumbu x dan sumbu y yang memiliki arti tertentu. Titik potong pada grafik fungsi linier dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan garis y = mx + c, dimana titik potong disumbu y akan diketahui bila nilai x = 0, dan titik potong di sumbu x akan diketahui bila nilai y = 0, Dengan mengetahui nilai titik potong dari persamaan garis tersebut, maka perpotongan garis yang melalui sumbu x dan sumbu y dapat dapat di gambarkan dalam sebuah grafik. H. Upaya Pengembangan Kemampuan Ilmiah Memberikan proses pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik meliputi : 1. Memberikan materi pembelajaran terkait komponen utama grafik 2. Memberi materi pembelajaran mengenai grafik fungsi linier 3. Memberi pelatihan membuat grafik fungsi linier meliputi konstruksi grafik, menentukan nilai gradien dan nilai titik potong 4. Memberi materi mengenai konsep GLB, GLBB dan Hukum Hooke

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 5. Memberi pelatihan membuat grafik (s-t), (v-t) dan (F- dari sebuah peristiwa 6. Memberi pelatihan menginterpretasi grafik (s-t), (v-t) dan (F- berupa yang meliputi gradien garis dan perpotongan garis 7. Memberi pelatihan menentukan luas daerah dibawah grafik I. Gabungan Metode Ceramah, Demonstrasi dan Latihan Metode ini merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan. 1. Metode Ceramah Metode ceramah adalah cara penyampaian bahan pelajaran dengan komunikasi lisan. Menurut J.J Hasibuan dan Moedjiono (1986), metode ceramah lebih efektif untuk keperluan penyampaian informasi dan pengertian. Metode ceramah merupakan model pembelajaran dimana guru sendiri menerangkan dengan kata-kata, menjelaskan prinsip atau bahan fisika kepada siswa. Dalam kegiatan pembelajaran, siswa biasanya medengarkan apa yang diceramahkan guru. Terkadang guru sambil ceramah menjelaskan dengan menulis dipapan tulis, sehingga dapat dengan pelanpelan menjelaskan prinsip fisika kepada siswa. Pada umumnya metode ceramah memang harus digabungkan dengan beberapa metode lain, supaya siswa sungguh aktif belajar dan berpikir membangun pengetahuannya. Dengan demikian, model ini masih dapat dikatakan konstruktivis (Paul Suparno, 2013)

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 2. Metode Demonstrasi Demonstrasi berasal dari kata demonstration yang berarti pertunjukkan. Menurut (Paul Suparno, 2013) model pembelajaran dengan demonstrasi diartikan sebagai model mengajar dengan pendekatan visual agar siswa dapat mengamati proses, informasi, peristiwa, alat dalam pelajaran fisika. Tujuannya agar siswa lebih memahami bahan yang diajarkan lewat suatu kenyataan yang dapat diamati sehingga mudah dimengerti. Melalui demonstrasi siswa dapat mengamati sesuatu yang nyata dan bagaimana cara bekerjanya proses tersebut. Penggunaan metode demonstrasi sangat menunjang proses interaksi mengajar belajar dikelas ( Roestitah N.K , 2001). Dengan demonstrasi perhatian peserta didik lebih dapat terpusatkan pada pelajaran yang sedang diberikan, kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu diceramahkan dapat diatasi melalui pengamatan dan contoh konkrit. Sehingga kesan yang diterima peserta didik lebih mendalam dan tinggal lebih lama pada jiwanya. Akibat selanjutnya ialah memberikan motivasi yang kuat untuk peserta didik agar lebih giat belajar. Jadi dengan demonstrasi itu peserta didik dapat berpartisipasi aktif, dan memperoleh pengalaman langsung, serta dapat mengembangkan kecakapan atau ketrampilan yang dimilikinya. 3. Metode Latihan Setiap peserta didik perlu memiliki kecakapan atau ketrampilan dalam suatu hal. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran perlu diadakanya latihan-latihan untuk menguasai ketrampilan tersebut. Maka, salah satu

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 metode yang digunakan dalam penyajian pelajaran ialah metode latihan atau drill. Menurut Roestitah N.K (2001), metode latihan merupakan suatu cara mengajar dimana peserta didik melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, agar peserta didik memiliki ketangkasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari. Metode latihan ini biasanya digunakan untuk tujuan agar peserta didik : a. Memiliki ketrampilan motorik/gerak; seperti menghafalkan kata-kata, menulis, mempergunakan alat/membuat suatu benda; melaksanakan gerak dalam olahraga; b. Mengembangkan kecakapan intelek, seperti mengalikan, membagi, menjumlahkan, dan mengurangi. Mengenal benda /bentuk dalam pelajaran matematika, ilmub pasti, ilmu kimia, tanda baca, dan sebagainya. c. Memiliki kemampuan menghubungkan antara sesuatu keadaan dengan hal lain, seperti hubungan sebab akibat, penggunaan lambang/symbol dan lain-lain. Gabungan metode ceramah, demonstrasi dan latihan, dalam proses pembelajaran fisika, diharapkan mampu mengembangkan kemampuan atau ketrampilan peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam pembelajaran fisika. Penggunaan metode ceramah diharapkan membantu peserta didik untuk mendapatkan informasi, pengetahuan dan pengertian yang jelas terhadap suatu materi yang berkaitan dengan grafik secara umum serta pemahaman mengenai konsep-konsep fisika. Penggunaan

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 metode demonstrasi bertujuan untuk membimbing peserta didik untuk lebih memahami dan mendalami pengetahuan yang telah diterima dari metode ceramah dengan mengamati atau melakukan suatu tindakan secara langsung dari suatu bahan ajar. Sedangkan penggunaan metode latihan membantu peserta didik untuk mengasah kemampuan atau ketrampilan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman pembelajaran yang telah diterima sebelumnya. J. Materi Pembelajaran 1. Konsep Gerak Jarak merupakan angka yangmenunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi melalui suatu lintasan tertentu. Jarak merupakan besaran sklar, sedangkan perpindahan merupakan besaran vector. Perpindahan sebuah benda adalah perubahan posisi Sehingga perubahan x dapat ditulis: = 2- 1 2- 1 benda tersebut. ………………………………(2.1) Kelajuan rata-rata merupakan perbandingn jarak total yang ditempuh terhadap waktu total: v= ………………………… (2.2) Kelajuan hanyalah sebuah bilangan positif, dengan satuan. Disisi lain kecepatan (velocity) digunakan untuk menentukan magnitudo (nilai numerik) mengenai seberapa cepat suatu benda bergerak dan juga arah pergerakan benda tersebut. Kecepatan merupakan sebuah vektor.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Perbedaan antara keleajuan dan kecepatan ialah kecepatan rata-rata didefinisikan dalam besaran perpindahan: = Kecepatan rata-rata = Kecepatan sesaat, magnitudoya sama = dengan …… (2.3) kelajuan sesaat, didefiniskan sebagai kecepatan rata-rata yang diambil dalam suatu interval waktu pendek yang kecilnya tak terhingga. Percepatan rata-rata adalah perubahan kecepatan persatuan waktu. Percepatan rata-rata sebuah benda dalam interval waktu adalah ………………………………………(2.4) ̅ = Jika sebuah benda memiliki posisi dan kecepatan pada waktu t = 0 dan bergerak disepanjang garis lurus dengan percepatan konstan, maka kecepatan v dan posisi x pada waktu t sesudahnya dapat dihubungkan dengan percepatan , posisi awal , dan kecepatan awal persamaaan 2.5 – 2.8 : = ̅= x= 2 …………… (2.5) + t = 2 .…………….(2.6) + 2 t+ 1 2 + 2 (x - ……………..(2.7) ) .……………(2.8) melalui

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 a. Gerak Lurus Beraturan (GLB) Gerak lurus beraturan merupakan sutu gerakan pada lintasan lurus dengan kecepatan konstan. Ciri-ciri dari gerak lurus beraturan (GLB) yaitu: 1) Bergerak pada lintasan lurus 2) Kecepatannya Konstan 3) Percepatannya sama dengan nol Persamaan umum kecepatan pada gerak lurus beraturan, yaitu: …………………. (2.9) v= Keterangan: v = Kecepatan Benda = Kedudukan awal benda = Kedudukan akhir benda = Waktu saat benda berada dikedudukan awal = Waktu saat benda berada dikedudukan akhir Jika awalnya benda itu diam atau pada saat benda berada pada kedudukan awal sama dengan nol ( = 0), waktunya sama dengan ( = 0) maka persamaannya menjadi v= ……………………. (2.10)

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 b. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) yaitu suatu gerak yang berada pada lintasan lurus dengan percepatan konstan. Ciri-ciri ari GLBB yaitu: 1) Bergerak pada lintasan lurus 2) Kecepatannya berubah secara beraturan 3) Percepatannya konstan Karena dalam GLBB percepatan benda selalu konstan, maka percepatan sesaat benda sama dengan percepatan rata-ratanya. Persamaan umum percepatan yaitu: = ………………………..(2.11) = Jika ditetapkan bahwa kedudukan awal adalah keadaan dimana waktu awal sama dengan nol ( = = 0), maka persamaanya menjadi: ….……………………..(2.12) + t c. Grafik (x-t) dan Grafik (v-t) pada GLB x (m) v (m/s) t (s) a. Grafik (x-t) t (s) b. Grafik (v-t) Gambar 2.25 Hubungan Grafik (x-t ) dan (v-t)

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Berdasarkan bentuk grafik hubungan antara posisi dan waktu pada gambar 2.25, dapat disimpulkan beberapa hal berikut : 1) Jika grafik berupa garis yang sejajar dengan sunbu waktu, berarti benda berada dalam keadaan diam. 2) Jika grafik berupa garis lurus, berarti benda bergerak dengan kecepatan tetap. Kecepatan benda dapat dihitung berdasarkan kemiringan grafik 3) Bila grafik memiliki garis sejajar dengan sumbu posisi, maka suatu benda dalam keadaan diam pada posisi tertentu tanpa selama berjalannya waktu 4) Adapun grafik hubungan antara kecepatan dan waktu (v-t) untuk GLB berupa garis lurus horizontal. d. Grafik (v-t) dan ( -t) pada GLBB 2) V (m/s) t(s) t(s) Gambar 2.26 Hubungan Grafik (v-t) dan ( -t) Secara umum berdasarkan grafik (v-t) dapat disimpulkan beberapa hal berikut : a) Jika grafik berupa garis lurus sejajar dengan sumbu waktu, berarti benda bergerak dengan kecepatan konstan (percepatannya nol) dan jarak tempuhnya dapat ditentukan dengan menghitung luas daerah dibawah grafik.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 b) Jika grafiknya berupa garis lurus dengan kemiringan tertentu, berarti benda bergerak dengan kecepatan yang berubah, tetapi percepatannya tetap. Besar percepatannya dapat ditentukan berdasarkan gradien grafik. Jarak tempuhnya dapat dihitung berdasarkan luas daerah dibawah grafik. Jarak tempuhnya dapt dihitung berdasarkan luas daerah dibawah grafik. Jika kemiringan grafik positif, berarti benda mengalami percepatan positif. Sebaliknya, jika kemiringan grafik bernilai negative, berarti benda mengalami percepatan negative atau perlambatan. e. Luas daerah dibawah kurva grafik (v-t) Jarak tempuh pada grafik (v-t) dapat diketahui dari luas daerah dibawah kurva. Jika luas daerah dibawah kurva dalam bentuk segitiga, maka jarak tempuh suatu benda dapat diketahui menggunakan rumus luas segitiga: Luas Segitga = 2. Hukum Hooke 1 2 2 ……………. (2.13) Hukum Hooke dirumuskan sebagai : F = - k x ………………………………….(2.14) tanda negatif pada persamaan tersebut menunujukkan bahwa gaya pemulih F berlawanan arah dengan arah pertambaan panjang pegas. F merupukan gaya, k merupkan konstanta pegas dan x ialah pertambahan panjang pegas. F (N) (K = Konstanta Pegas) (m) Gambar 2.27 Grafik hubungan Gaya , terhadap Pertambahan Panjang Pegas , (F- x)

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Hukum Hooke berlaku hanya pada batas linier karakteristik bahan, daerah ketika pertambahan panjang pegas sebanding dengan besar gaya yang diterima pegas. Konstanta pegas diartikan sebagai bear kekuatan pegas dalam menerima gaya yang diberikan pada pegas. Nilai konstanta (K) pegas dapat diketahui dari gradien grafik (F- x) atau dari persamaan hukum Hooke. K. Kerangka Berpikir Kemampuan ilmiah siswa dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran sains (fisika) dengan pendekatan ketrampilan proses sains yang salah satunya memiliki penekanan pada bagaimana cara mengkomunikasikan dengan menyajikan data yang berisikan banyak informasi ke dalam bentuk grafik dan bagaimana menginterpretasi data tersebut dengan menggunakan bantuan grafik untuk memahami suatu konsep. Untuk mengembangkan kemampuan dalam menginterpretasi dan membuatkan grafik, akan dilaksanakan suatu proses pembelajaran dengan menggunakan gabungan metode ceramah, demonstrasi dan latihan. Fokus pada penelitian ini, ingin mengembangkan kemampuan ilmiah peserta didik dalam menginterpratasi dan membuat grafik yang berupa grafik fungsi linier dalam proses pembelajaran fisika. L. Penelitian Sejenis Ada beberapa penelitian sejenis yang telah meneliti mengenai kemampuan menginterpretasi dan membuat grafik. Penelitian skripsi yang dilakukan oleh Anselmus Eka Prasetya (2008) bahwa ada peningkatan kemampuan siswa dalam menginterpretasi dan menggambar grafik dengan desain pembelajaran

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 berbasis masalah. Diketahui dari penelitian oleh Wanti Muhkartin (2017), kemampuan siswa menginterpretsi grafik tentang kinematika gerak masih tergolong cukup. Sedangkan pada artikel yang ditulis oleh Iing Mustain (2015) bahwa Kemampuan membaca dan interpretasi grafik dan data dengan hasil pengujian dari tes diagnostic TOGS (Test Of Graphing in Science) bahwa siswa tidak dapat membaca grafik dengan baik dan dari penggunaan WISE (Web Inquiry Science Environtment) ditemukan bahwa siswa memiliki kesulitan dalam menginterpretasi grafik dan data. Kemudian dari penelitian prosiding yang dilakukan oleh Yonathan christian dkk (2009) diketahui bahwa pada mahasiswa pun masih mengalami kesulitan membuat grafik dari sebuah benda dalam keadaan diam yang telah didemonstrasikan.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang ingin menggambarkan tentang perkembangan kemampuan peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam pembelajaran fisika. Menurut Arikunto (2003) deskripstif kualitatif merupakan penelitian dengan memberikan predikat dalam bentuk peringkat sebanding dengan atau atas dasar yang diinginkan . B. Responden penelitian Responden penelitian ini berjumlah 8 orang siswa SMA dari sekolah SMA Citra Pelangi. C. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan memberikan tes tertulis berupa soal uraian kepada peserta didik. “Tes uraian adalah pertanyaan yang menuntut partisipan menjawabnya dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, membandingkan, serta memberikan alasan dengan kata-kata dan bahasa sendiri” (Anslemus, 2008 : skripsi). Tes yang diberikan sebanyak dua kali, yaitu tes pertama (pretest) digunakan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik. Sedangkan tes kedua (posttest) digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik setelah diberikan proses pembelajaran. Dari hasil nilai pretest dan posttest yang dimiliki peserta didik, maka dapat diketahui apakah ada perbedaan hasil belajar sebelum diberikan proses pembelajaran dan sesudah diberikannya proses 49

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 pembelajaran. Berikut ini merupakan diagram pelaksanaan penelitian: Subjek Pengambilan Data I (Pre-test) Treatment Dengan Gabungan metode Ceramah,Demonstrasi dan Latihan Pengambilan Data II (Post-test) Analasis Data Penarikan Kesimpulan Gambar. 3.1 Diagram Pelaksanaan Penelitian

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 D. Waktu dan Tempat Penelitian Peneltian ini dilaksanakan di Asrama SMA Citra Pelangi pada bulan Juni 2018. E. Metode Pengunpulan Data Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan soal test berupa soal uraian. Pemberian soal uraian diberikan sebanyak dua kali yang akan dikerjakan oleh peserta didik sebelum dan sesudah pemberian proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran peserta diberikan materi serta latihan-latihan soal. Peserta didik diberikan lembar soal latihan untuk dua kali pertemuan. Pertemuan pertama isi soal berupa pemahaman dan ketrampilan siswa dalam menginterpretasi grafik, kemudian pada pertemuan kedua berupa kertas kosong yang telah dibuat beberapa kolom untuk diisi oleh peserta didik untuk membuat grafik dari demonstrasi yang diberikan oleh peneliti. F. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan ialah menggunakan Test (Pre-test dan Post-test). Instrumen ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perkembangan kemampuan hasil belajar siswa. Perkembangan hasil belajar siswa dapat diketahui dari ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa pada saat Pre-test dan Post-test. Tipe soal yang digunakan dalam instrumen ini ialah soal uraian.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Soal test dirancang berdasarkan kisi-kisi soal essai sebagai berikut : Tabel 3.1 Kisi-kisi Butir Soal No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Indikator Mampu mengetahui bentuk persamaan Linier Mampu mengetahui bentuk grafik linier Mampu membuat tabel, memberikan judul pada grafik, dan menginput data dari variabel bebas dan variabel terikat pada sumbu x dan y. Mampu membuat garis yang benar pada grafik F dari data yang diberikan dalam tabel. Mampu membuat grafik dari sebuah persamaan linier Mampu membuat grafik dari sebuah peristiwa terkait gradien Mampu membuat grafik dari sebuah peristiwa terkait perpotongan garis Mampu menentukan nilai gradien dan perpotongan garis Mampu menentukan luas daerah dibawah kurva Mampu mendeskripsikan grafik kedalam suatu peristiwa tertentu , berdasarkan nilai dan bentuk gradien sebuah grafik (Positif dan negative) Mampu mendeskripsikan grafik ke dalam suatu peristiwa berdasarkan kecuraman gradien sebuah grafik Mampu menyatakan sebuah 12 peristiswa dari grafik yang memiliki perpotongan garis. 11 Jumlah Soal Butir Soal 1 8 1 9 2 1a, 1b 2 2, 3 3 4a, 4b, 4c 2 5, 6 1 7 3 10, 11, 12 1 20c 11 13I,13II, 13III,13IV, 13V, 13VI, 14, 15a, 15b, 16, 20a 2 17,17b,20b 2 18, 19

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 ` Dari kisi-kisi soal yang telah tertera pada tabel 3.1, berikut merupakan pengelompokan indikator soal yang dikelompokkan ke dalam aspek-aspek penting menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam pembelajaran fisika. Tabel. 3.2 Aspek-aspek penting dalam menginterpretasi grafik fungsi linier di fisika Jumlah Butir No Aspek Indikator Soal Soal 1 Kemampuan (1) Mengetahui bentuk 1 8 memahami persamaan Linier konsep dan (2) Mengetahui bentuk grafik 1 9 hubungan fungsi linier besaran(3) Menentukan nilai gradien besaran fisika 10, 11, dan perpotongan garis 3 dalam suatu 12 persamaan 2 Kemampuan (10) Mendeskripsikan grafik ke 13I, mengartikan dalam suatu peristiwa 13II,13II nilai dan tertentu , berdasarkan nilai I, 13IV, 13V,13V 11 bentuk gradien dan bentuk gradien sebuah I, 14, garis grafik (Positif dan 15a, 15b, negative) 16, 20a (11) Mendeskripsikan grafik kedalam suatu peristiwa 17a, 17b 2 berdasarkan kecuraman 20b gradien sebuah grafik 3 Kemampuan (12) Menyatakan sebuah mengartikan peristiswa dari grafik yang nilai titik memiliki perpotongan 2 18, 19 potong pada garis. grafik persamaan 4 Kemampuan (4) Menentukan luas daerah mengartikan dibawah kurva 1 20c luas daerah dibawah kurva

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Tabel. 3.3 Aspek-aspek penting dalam mebuat grafik fungsi linier di fisika No 1 2 3 Aspek Indikator Kemampuan (5) Membuat tabel, mengkonstruks memberikan judul pada i Grafik grafik, dan menginput data Dengan Benar dari variabel bebas dan variabel terikat pada sumbu x dan y. (6) Membuat garis yang benar pada grafik F dari data yang diberikan dalam tabel. (7) Membuat grafik dari sebuah persamaan linier Kemampuan (8) Membuat grafik dari sebuah menggambar peristiwa terkait gradien gradien Garis Kemampuan (9) Membuat grafik dari sebuah menentukan peristiwa terkait titik potong perpotongan garis pada grafik Jumlah Soal Butir Soal 7 1a, 1b 2, 3 4a, 4b, 4c 3 5, 6a, 6b 1 7 G. Validitas Instrumen Validitas yang dipakai ialah content validity atau validitas isi. Validitas ini mengukur apakah isi dari instrument yang akan digunakan sungguh mengukur isi dari domain yang mau diukur, apakah item tes sungguh mempresentasikan isi yang mau dites. Untuk mengetahui tes itu valid secara isi ditentukan dengan dua cara, yaitu: 1. Penilaian ahli, apakah memang tes itu sungguh sesuai dengan isi yang mau dites.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 2. Menggunakan kisi-kisi butir soal yang menunjukkan bahwa instrument itu memang memuat semua isi yang mau diteskan, bukan hanya sebagian saja. Instrumen penelitian berupa test terlulis tersebut telah diuji coba kepada beberapa siswa SMA. H. Metode Analisis Data Untuk analisis hasil test digunakan pedoman jawaban serta deskripsi pedoman penentuan skor untuk setiap soal. Adapun pertimbangan untuk mendeskripikan penentuan skor jawaban peserta didik untuk setiap soal ialah sebagai berikut : 1. Bila jawaban peserta didik lengkap dan benar sesuai pedoman jawaban memiliki skor penuh 2. Bila jawaban peserta didik benar tetapi kurang lengkap seperti pedoman jawaban memiliki skor tidak penuh 3. Bila peserta didik menuliskan jawaban tetapi salah, maka memiliki skor tidak penuh (skor < point no.2) 4. Bila peserta didik tidak menuliskan jawaban soal maka memiliki skor nol. Penentuan skor peserta didik berdasarkan hasil pretest dan posttest dapat dilihat pada pedoman penskoran pada tabel tabel berikut: Tabel 3.4 Pedoman penskoran untuk pretest dan posttest No Soal 1a Skor maksimal 1,5 Kriteria penilaian Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Skor 1,5 1,25 0,25 0

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 No Soal 1b 2 3 4a 4b 4c 5 6a Skor maksimal 1,5 2 2 1 1 1 4 2 Kriteria penilaian Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Skor 1,5 1,25 0,25 0 2 1,75 0,25 0 2 1,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 4 2,75 0,25 0 2 1,25

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 No Soal 6b 7 8 9 10 11 12 13 I Skor maksimal 2 2 4 2 1 1 1 1 Kriteria penilaian Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang Skor 0,25 0 2 1,25 0,25 0 4 2,75 0,25 0 2 1,75 0,25 0 4 3,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 1 0,75

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 No Soal 13 II 13 III 13 IV 13 V 13 VI 14 15a 15b Skor maksimal 1 1 1 1 1 1 2.5 2.5 Kriteria penilaian lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Skor 0,25 0 1 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 2,5 2,25 0,25 0 2,5

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 No Soal 16a 16b 17a 17b 18 19 20a Skor maksimal 2.5 2.5 2 2 6 5 4 Kriteria penilaian Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Skor 2,25 0,25 0 2,5 2,25 0,25 0 2,5 2,25 0,25 0 2 1,75 0,25 0 4 3,75 0,25 0 6 5,75 0,25 0 5 4,75 0,25 0 4 3,75 0,25 0

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 No Soal 20b 20c Skor maksimal 1 1 Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 Berdasarkan pedoman penskoran pada tabel 3.4 maka peneliti membuat rubrik penilaian yang memuat pedoman jawaban untuk mengoreksi jawaban peserta didik dari pretest dan posttest. Rubrik penilaian yang telah dibuat dapat dilihat pada lampiran 6 dan 7. Berikut merupakan tabel yang digunakan untuk merangkum perolehan skor peserta didik pada pretest dan posttest: Tabel 3.5 Perolehan Skor Peserta Didik pada Pretest dan Postest NS Kode Siswa SM JSM A 1 2 3 4 Dst.. Skor Total Nilai Keterangan Tabel 3.5: NS = Nomor soal B C D E JS F G H PS (%)

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 SM = Skor maksimum (untuk satu nomor soal) JSM = Jumlah Skor Maksimum (skor maksimum dari seluruh siswa, untuk satu nomor soal) JS = Jumlah Skor (perolehan skor tiap siswa untuk satu nomor soal) PS(%) = Persentase Skor (untuk satu nomor soal), yang diperoleh dari rumus PS = x 100% Skor Total = Jumlah skor yang diperoleh tiap siswa Nilai = x 100% Untuk mengetahui bagaimana tingkat perkembangan kemampuan setiap peserta didik, maka dianalisis tingkat kemampuan nya dalam mengerjakan soal uraian. Analisis tingkat kemampuan diadopsi dari Arikunto (2003) yang menggunakan menggunakan interval sebagai berikut : 1. Skor tertinggi yang didapat siswa sebesar 69 2. Skor terendah yang didapat siswa sebesar 0 3. Kategori penilaian meliputi : a. Sangat tinggi b. Tinggi c. Cukup d. Rendah e. Sangat rendah 4. Range yang digunakan 69 – 0, dan dibagi kedalam 5 interval sehingga memiliki lebar interval sebesar 14

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Penentuan klasifikasi tingkat kemampuan peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.6 Klasifikasi tingkat kemampuan peserta didik pada Pretest dan Posttes Interval 57 – 70 43 – 56 29 – 42 15 – 28 0 14 Tingkat Kemampuan Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Hasil dari Pretest dapat dirangkum ke dalam tabel 3.7 berikut ini, untuk diketahui tingkat kemampuan peserta didik secara umum berdasarkan skor yang diperoleh pada pretest: Tabel 3.7 Tingkat kemampuan siswa berdasarkan skor pretest No 1 2 3 dst.. Kode Siswa A B C dst.. Total Rata-Rata (Persiswa) Skor Pretest Nilai Pretest (%) Tingkat Kemampuan

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Hasil dari Posttest dapat dirangkum ke dalam tabel 3.8 berikut ini, untuk diketahui tingkat kemampuan peserta didik secara umum berdasarkan skor yang diperoleh pada posttest: Tabel 3.8 Tingkat kemampuan siswa berdasarkan skor posttest No Kode Siswa Skor Posttest Nilai Postest (%) Tingkat Kemampuan 1 2 3 dst.. A B C dst.. Total Rata-Rata (persiswa) Keterangan tabel 3.7 & 3.8: Nilai (%) : Total :Jumlah skor seluruh siswa dan Jumlah Nilai (%) seluruh siswa Rata-rata : x100% Untuk mengetahui perolehan skor setiap siswa saat pretest dan posttest untuk setiap nomor soal dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 3.9 Perolehan skor untuk setiap no soal dari seluruh peserta didik pada Pretest dan Postest NS 1 2 Dst.. Skor Total Nilai SM JSM JS PS (%)

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Setelah mengetahui persentase perolehan skor tiap soal pada tabel 3.9, maka skor setiap soal dijumlahkan berdasarkan pengelompokkan indikator berikut: Tabel 3.10 Perolehan skor tiap indikator pada Pretest No Indikator Kemampuan mengetahui bentuk persamaan Linier Kemampuan mengetahui 2 bentuk grafik linier Dst ……………… 1 Butir Soal Skor Maksimum (Skor Maks Butir Soal x Jumlah Siwa) Skor Pretest 8 16 ……… 9 32 ……… …. …. …….. Tabel 3.11 Perolehan skor tiap indikator pada Posttest No Indikator Kemampuan mengetahui bentuk persamaan Linier Kemampuan mengetahui 2 bentuk grafik linier Dst ……………… 1 Butir Soal Skor Maksimum (Skor Maks Butir Soal xJumlah Siwa) Skor Posttest 8 16 ……… 9 32 ……… …. …. …….. Skor dari hasil jumlah dalam setiap indikator akan dikelompokkan lagi ke dalam aspek-aspek penting dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam fisika yang ditunjukkan pada tabel 3.12 sampai tabel 3.15.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.12 Perolehan skor untuk tiap aspek dalam menginterpretasi grafik pada Pretest No 1 2 Dst Aspek Kemampuan memahami konsep dan hubungan besaran-besaran fisika dalam suatu persamaan Kemampuan mengartikan nilai dan bentuk gradien garis ………. Indikator Mengetahui bentuk persamaan Linier (2) Mengetahui bentuk grafik fungsi linier (3) Menentukan nilai gradien dan perpotongan garis (10) Mendeskripsikan grafik kedalam suatu peristiwa tertentu , berdasarkan nilai dan bentuk gradien sebuah grafik (Positif dan negative) (11) Mendeskripsikan grafik kedalam suatu peristiwa berdasarkan kecuraman gradien sebuah grafik Jumlah Soal Butir Soal Jumlah Skor Maksimal Skor Pretest Ps (%) 5 8, 9, 10, 11, 12 72 ……. ……. 208 ……. ……. ……. ……. ……. (1) ………. 15 ……. 13a,13b ,13c, 13d,13e ,13f, 14, 15a, 15b, 16a, 16b, 17a,17b 20a, 20b ……. 65

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.13 Perolehan skor untuk tiap aspek dalam membuat grafik pada Pretest No 1 2 Aspek Kemampuan mengkonstruksi grafik dengan benar Kemampuan menggambar gradien garis Dst ……….. Indikator (5) Membuat tabel, memberikan judul pada grafik, dan menginput data dari variabel bebas dan variabel terikat pada sumbu x dan y. (6) Membuat garis yang benar pada grafik F dari data yang diberikan dalam tabel. (7) Membuat grafik dari sebuah persamaan linier (8) Membuat grafik dari sebuah peristiwa terkait gradien …………… Jumlah Soal Butir Soal Jumlah Skor Maksimal Skor Pretest Ps (%) 7 1a, 1b 2, 3 4a, 4b, 4c 80 ……… ……… 3 5, 6a, 6b 64 ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… 66

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.14 Perolehan skor untuk tiap aspek dalam menginterpretasi grafik pada Posttest No Aspek 1 Kemampuan memahami konsep dan hubungan besaran-besaran fisika dalam suatu persamaan Kemampuan mengartikan nilai dan bentuk gradien garis 2 Dst ………. Indikator (1) Mengetahui bentuk persamaan Linier (2) Mengetahui bentuk grafik fungsi linier (3) Menentukan nilai gradien dan perpotongan garis (10) Mendeskripsikan grafik kedalam suatu peristiwa tertentu , berdasarkan nilai dan bentuk gradien sebuah grafik (Positif dan negative) (11) Mendeskripsikan grafik kedalam suatu peristiwa berdasarkan kecuraman gradien sebuah grafik ………. Jumlah Soal Butir Soal Jumlah Skor Maksimal Skor Posttest Ps (%) 5 8, 9, 10, 11, 12 72 ……. ……. 15 13a,13b, 13c, 13d,13e, 13f, 14, 15a, 15b, 16a, 16b, 17a,17b 20a, 20b 208 ……. ……. ……. ……. ……. ……. ……. 67

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.15 Perolehan skor untuk tiap aspek dalam membuat grafik pada Posttest No 1 2 Aspek Kemampuan mengkonstruksi grafik dengan benar Kemampuan menggambar gradien garis Dst ……….. Indikator (5)Membuat tabel, memberikan judul pada grafik, dan menginput data dari variabel bebas dan variabel terikat pada sumbu x dan y. (6)Membuat garis yang benar pada grafik F dari data yang diberikan dalam tabel. (7)Membuat grafik dari sebuah persamaan linier (8)Membuat grafik dari sebuah peristiwa terkait gradien …………… Jumlah Soal Butir Soal Jumlah Skor Maksimal Skor Posttest Ps (%) 7 1a, 1b 2, 3 4a, 4b, 4c 80 ……… ……… 3 5, 6a, 6b 64 ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… 68

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Setelah mengetahui skor penguasaan aspek-aspek menginterpretasi dan membuat grafik, maka dapat diketahui predikat tingkat kemampuan peserta didik berdasarkan perolehan skor tersebut. Tingkat kemampuan peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik dapat diklasifkasikan dengan menggunakan range skor maksimum - nol (0), dan dibagi kedalam 5 interval sehingga memiliki lebar interval sesuai dengan skor maksimum yang digunakan. Berikut merupakan penentuan klasifikasi tingkat kemampuan peserta didik berdasarkan skor maksimum tiap aspek yang diadopsi dari Arikunto (2003): Tabel 3.16 Penentuan interval klasifikasi tingkat kemampuan peserta didik pada aspek-aspek menginterpretasi grafik Jumlah No Aspek Skor Interval Tingkat kemampuan Maksimal 1 Kemampuan 59 – 72,5 Sangat Tinggi memahami konsep 43,6 – 58 Tinggi dan hubungan 30 – 43,5 Cukup 72 besaran-besaran 14,6 – 29 Rendah fisika dalam suatu Sangat Rendah 0 14,5 persamaan 2 Kemampuan 166,5 – 208 Sangat Tinggi mengartikan nilai 124,8 – 166,4 Tinggi dan bentuk gradien 83.3 – 124.8 Cukup 208 garis 41,7 – 83,2 Rendah Sangat Rendah 0 41.6 3 Kemampuan 70,5 – 88 Sangat Tinggi mengartikan nilai 52,9 – 70,4 Tinggi titik potong pada 35,3 – 52,8 Cukup grafik persamaan 17,7 – 35,2 Rendah Kemampuan 88 megartikan luas daerah dibawah Sangat Rendah 0 17,6 kurva

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 No 4 Aspek Kemampuan megartikan luas daerah dibawah kurva Skor Total Aspek Jumlah Skor Maksimal 8 376 Interval Tingkat kemampuan 6,5 – 8 4,9 – 6,4 3,3 – 4,8 1,7 – 3,2 0 1,6 303 – 377,5 226,6 – 302 152 – 226,5 75,6 – 151 0 75,5 Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Tabel 3.17 Penentuan interval klasifikasi tingkat kemampuan peserta didik pada aspek-aspek membuat grafik Jumlah No Aspek Skor Interval Tingkat kemampuan Maksimal 1 Kemampuan 65 – 80 Sangat Tinggi mengkonstruksi 49 – 64 Tinggi grafik dengan benar 33 – 48 Cukup 80 17 – 32 Rendah Sangat Rendah 0 16 2 Kemampuan 53 – 65 Sangat Tinggi menggambar gradien 40 – 52 Tinggi garis 27 – 39 Cukup 64 14 – 26 Rendah Sangat Rendah 0 13 3 Kemampuan 26,5 – 33 Sangat Tinggi menentukan titik 19,9 – 26,4 Tinggi potong pada grafik 13,3 – 19,8 Cukup 32 6,7 – 13,2 Rendah Sangat Rendah 0 6,6 143 – 177 Sangat Tinggi 106,6 – 142 Tinggi 72 – 106,5 Cukup Skor Total Aspek 176 35,6 – 71 Rendah Sangat Rendah 0 35,5

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Penentuan interval skor pada tabel 3.16 dan 3.17, dan pemberian predikat tingkat kemampun peserta didik dari skor saat pretest dan posttest dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Memberikan skor peserta didik pada tiap-tiap butir skala 2. Menjumlahkan skor seluruh peserta didik untuk setiap aspek dan keseluruhan dalam menginterpretasi dan membuat grafik 3. Menentukan predikat untuk tingkat kemampuan peserta didik, berdasarkan skala interval yang telah dibuat pada tabel 3.16 dan 3.17 a) Kemampuan per aspek dan keseluruhan dalam membuat grafik b) Kemampuan per aspek dan keseluruhan dalam menginterpretasi grafik Berikut merupakan bentuk tabel dari hasil klasifikasi tingkat kemampuan peserta didik saat pretest dan posttest: Tabel 3.18 Klasifikasi Tingkat kemampuan tiap aspek dalam meginterpretasi grafik pada Pretest No 1 2 Aspek Kemampuan memahami konsep dan hubungan besaranbesaran fisika dalam suatu persamaan Kemampuan mengartikan nilai dan bentuk gradien garis Dst... Total Skor Pretest Persentase Skor (%) Tingkat Kemampuan

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Tabel 3.19 Klasifikasi Tingkat kemampuan tiap aspek dalam membuat grafik pada Pretest Skor Persentase Tingkat No Aspek Pretest Skor (%) Kemampuan Kemampuan 1 mengkonstruksi grafik dengan benar Kemampuan 2 menggambar gradien garis Dst… Total No 1 2 Tabel 3.20 Klasifikasi Tingkat kemampuan tiap aspek dalam meginterpretasi grafik pada Posttest Skor Persentase Tingkat Aspek Posttest Skor (%) Kemampuan Kemampuan memahami konsep dan hubungan besaranbesaran fisika dalam suatu persamaan Kemampuan mengartikan nilai dan bentuk gradien garis Dst... Total Tabel 3.21 Klasifikasi Tingkat kemampuan tiap aspek dalam membuat grafik pada Posttest Skor Persentase Tingkat No Aspek Posttest Skor (%) Kemampuan 1 Kemampuan mengkonstruksi grafik dengan benar 2 Kemampuan menggambar gradien garis Dst… Total

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Keterangan pada tabel 3.18 – 3.21 : x 100% Persentase Skor (%) = Total = Jumlah skor dan persentase Skor (%) dari semua spek yang diperoleh oleh seluruh siswa Kemudian, untuk mengetahui perkembangan kemampuan peserta didik dapat dilihat dari tabel-tabel perbandingan kemampuan awal (pretest) dan kemampuan akhir (posttest) dari tabel 3.22 – tabel 3.25 yang memberikan persentase kenaikan skor dari pretest ke posttest. Kenaikan skor yang terdapat pada tabel 3.22 sampai tabel 3.25 ditentukan dengan menggunakan rumus berikut: Kenaikan Skor = x 100%

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.22 Perbandingan klasifikasi tingkat kemampuan peserta didik setelah pretest dan posttest No Kode Siswa Skor Pretest Nilai Pretest (%) Tingkat Kemampuan Skor Posttest Nilai Postest (%) Tingkat Kemampuan 1 2 3 4 5 Dst Total Rata-rata (Persiswa) Kenaikan Skor Tabel 3.23 Perbandingan persentase perolehan skor tiap soal pada Pretest dan Posttest NS SM JSM Pretest JS PS (%) Posttest JS PS (%) Kenaikan JS Kenaikan PS (%) 1 2 Dst… Skor Total 74

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.24 Perbandingan klasifikasi tingkat kemampuan tiap aspek dalam meginterpretasi grafik No 1 2 Aspek Skor Pretest Persentase Skor (%) Tingkat Kemampuan Skor Posttes Persentase Skor (%) Tingkat Kemampuan Kemampuan memahami konsep dan hubungan besaran-besaran fisika dalam suatu persamaan Kemampuan mengartikan nilai dan bentuk gradien garis Dst.. Total Kenaikan Skor 75

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.25 Perbandingan klasifikasi tingkat kemampuan tiap aspek dalam membuat grafik No Aspek 1 Kemampuan mengkonstruksi grafik dengan benar Kemampuan menggambar gradien garis 2 Skor Pretest Persentase Skor (%) Tingkat Kemampuan Skor Posttest Persentase Skor (%) Tingkat Kemampuan Dst.. Total Kenaikan Skor 76

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2018 di SMA Citra Pelangi Yogyakarta. Penelitian dilakukan selama lima hari, mengikuti waktu luang dari responden penelitian. Responden peneltian diambil dari beberapa siswa yang bersedia menjadi responden penelitian. Berikut ini adalah rincian tanggal pelaksanaan pengambilan data di SMA Citra Pelangi Yogyakarta. Tabel 4.1 Jadwal Pengambilan Data Penelitian di SMA Citra Pelangi Yogyakarta. 1 Tanggal Penelitian 4 Juni 2018 Waktu (WIB) 19.00-21.00 Jumlah Responden 8 2 6 Juni 2018 19.00-21.00 8 No 3 7 Juni 2018 19.00-21.00 7 4 5 8 Juni 2018 10 Juni 2018 19.00-21.00 16.00-18.00 7 1 Kegiatan Metode Pretest Proses Pembelajaran Pertama Proses Pembelajaran Kedua Ceramah dan latihan Posttest Posttest Ceramah, Demonstra si dan latihan - Penelitian hari pertama senin 4 Juni 2018, dilaksanakan dengan memberikan tes awal (Pretest) berupa soal uraian kepada responden penenelitian. Soal yang diberikan berkaitan dengan kemampuan menginterpretasi dan membuat grafik. Pengerjaan test awal (Pretest) diikuti oleh seluruh responden penelitian sebanyak delapan orang. Penelitian hari- 77

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Kedua rabu 6 Juni 2018, dilaksanakan dengan pemberian treatment atau proses pembelajaran kepada peserta didik dengan menggunakan metode ceramah dan latihan. Proses pembelajaran difokuskan pada pemberian materi dan pelatihan mengenai cara menginterpretasi grafik fungsi linier di dalam fisika. Proses pembelajaran diikuti oleh seluruh peserta didik sebanyak delapan orang. Penelitian hari ketiga kamis 7 Juni 2018, diadakan peroses pembelajaran yang kedua bagi peserta didik dengan menggunakan metode demonstrasi dan latihan. Materi pembelajaran difokuskan pada cara membuat grafik fungsi linier didalam fisika. Proses pembelajaran hanya diikiti oleh tujuh orang peserta didik, dikarenakan satu orang kesehatannya sedang terganggu. Penelitian hari keempat jum’at 8 Juni 2018 dilaksanakan dengan mengadakan tes akhir (Posttest). Soal uraian pada posttest merupakan soal yang berbeda dengan Pretest, namun memiliki bobot dan indikator yang sama yaitu terkait menginterpretasi dan membuat garfik fungsi linier di dalam fisika. Pelaksanaan Posttest hanya diikuti tujuh orang peserta didik, dikarenakan satu orang peserta didik telah ijin mengikuti pembinaan Krisma. Responden penelitian yang tidak hadir merupakan orang yang sama tidak hadir pada pertemuan ke tiga. Karena responden penelitian yang tidak hadir telah mengikuti tes awal (pretest) dan proses pembelajaran pada hari kedua, maka peneliti meminta waktu satu hari yaitu pada hari minggu 10 Juni 2018 untuk memberikan tes akhir (posttest). Sehingga pada peneltian hari kelima, difokuskan hanya untuk memberikan tes akhir (Posttest) kepada satu orang peserta didik yang tidak hadir pada dua kali pertemuan sebelumnya.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Hasil dari nilai test awal (Pretest) dijadikan data untuk kemampuan awal siswa, sedangkan hasil dari nilai test akhir (Postest) akan dijadikan data untuk mengetahui ada tidaknya perkembangan kemampuan peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik setelah mengikuti proses pembelajaran dengan gabungan metode ceramah, demonstrasi dan latihan.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Data dan Analisis Data 1. Data dan Analisis Data Hasil Pretest Berikut merupakan data perolehan skor hasil pretest peserta didik ditinjau dari kemampuan menginterpretasi dan membuat grafik: Tabel 4.2 Data perolehan skor Pretest SM JSM 1a 1b 2 3 4a 4b 4c 5 6a 6b 7 8 9 10 11 12 13I 1,5 1,5 2 2 1 1 1 4 2 2 4 2 4 1 1 1 1 12 12 16 16 8 8 8 32 16 16 32 16 32 8 8 8 8 A 1,5 1,25 2 0,25 0 0 0 0,25 1,75 0,25 0,25 1,75 0 0,25 0,75 0,25 0,75 B 15 0,25 1,75 1,75 0 0 0 0,25 0 0 0 1,75 4 0,25 0,25 0,25 0,75 C 1,25 1,5 1,75 0 0 0 0 3,75 2 0,25 0 0 0,25 0,75 0,75 0,25 0,25 Kode Siswa D E 1,25 1,25 1,25 0,25 1,75 1,75 1,75 0,25 0 1 0 0,25 0 0,75 0,25 0,25 0,25 0 0,25 0 3,75 0 0,25 0 0,25 0 0,75 0 0,75 0 0,25 0 0,25 0 F 1,25 1,25 1,75 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0,25 G 1,5 0,25 1,75 0,25 0 0 0 0 0 0 0 0 0,25 0,75 0,75 0 0 H 1,25 1,25 1,75 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JS PS (%) 10,75 7,25 14,25 4,25 1 0,25 0,75 4,75 4 0,75 4 3,75 4,75 2,75 3,25 1 2,25 89,58 60,42 89,06 26.56 12,5 3,12 9,37 14,84 25 4,68 12,5 23,4 14,84 34,38 40,63 12,5 28,13 80 NS

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 8 8 8 8 8 20 20 20 20 16 16 48 40 32 8 8 A 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,25 0,25 0,25 2.25 0,25 0,25 5,75 4,75 0 0,75 0,25 B 0,75 1 1 0,75 0,25 0,75 0,25 0,25 2,5 2,5 0,25 0 0,25 0,25 0,25 1 0,25 C 0,25 0 0 0 0 0,75 2,25 2,25 0 0 0 0 0 0,25 0 0 0 Kode Siswa D E 0,25 0 0,25 0 0,25 0 0,25 0 0 0 0,25 0 0,25 0 0,25 0 0,25 0 0,25 0 0,25 0 0,25 0 5,75 0 0,25 0 0,25 0 0,25 0 0,25 0 69 552 30,75 25 18,5 22,5 5,75 18,25 6,75 4,25 131,75 23,87 100 800 44,58 36,23 26,81 32,61 8,33 26,45 9,78 6,16 190,94 23,87 NS SM JSM 13II 13III 13IV 13V 13VI 14 15a 15b 16a 16b 17a 17b 18 19 20a 20b 20c Skor Total Nilai 1 1 1 1 1 1 2,5 2,5 2,5 2,5 2 2 6 5 4 1 1 F 0,25 0,25 1 0,25 0,25 0,75 2,25 2,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 3,75 1 0,25 G 0 0,25 0,25 0 0 0,75 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 H 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JS PS (%) 2,25 2,5 3,25 2 1,25 4 5,25 5,25 3,25 5,25 1 0,75 12 5,75 4,25 3 1 28,13 31,25 40,63 25 15,63 50 26,25 26,25 16,25 26,25 6,25 4,68 25 14,38 13,28 37,5 12,5 81

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Tabel 4.3 Tingkat kemampuan siswa berdasarkan skor Pretest No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kode Siswa A B C D E F G H Total Rata-rata (Persiswa) 30,75 25 18,5 22,5 5,75 18,25 6,75 4,25 131,75 Nilai Pretest (%) 44,57 36,23 26,81 32,61 8,33 26,45 9,78 6,16 190,94 16,47 23,87 Skor Pretest Tingkat Kemampuan Cukup Rendah Rendah Rendah Sangat rendah Rendah Sangat rendah Sangat rendah Rendah Berdasarkan tabel 4.3 diatas, dapat diketahui bahwa rata-rata tingkat kemampuan awal peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik masih tergolong rendah dengan skor rata-rata sebesar 16,47 (23,87%). Hal ini dapat diketahui setelah diberikan tes awal (Pretest) yang digunakan untuk mengukur kemampuan awal peserta didik. Peserta didik yang memiliki kemampuan tergolong sangat rendah ialah Siswa E dengan perolehan skor sebesar 5,75 (8,33%), siswa G dengan skor 6,75 (9,78%) dan siswa H dengan skor sebesar 4,25 (6,16%). Peserta didik yang memiliki kemampuan tergolong rendah ialah Siswa B dengan skor 25 (36,23%), siswa C dengan skor 18,5 (26.81%), siswa D dengan skor 22,5(32,61%), dan siswa F dengan skor18,25 (26,45%). Kemudian, untuk tingkat kemampuan yang tergolong cukup dimiliki oleh siswa A dengan perolehan skor 30,75 (44,57%).

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Kemudian, untuk mengetahui perolehan skor setiap siswa untuk setiap nomor soal dapat dilihat pada tabel 4.4: Tabel 4.4 Persentase perolehan skor tiap soal pada Pretest NS 1a 1b 2 3 4a 4b 4c 5 6a 6b 7 8 9 10 11 12 13I 13II 13III 13IV 13V 13VI 14 15a 15b 16a 16b 17a 17b 18 19 20a 20b 20c SM 1,5 1,5 2 2 1 1 1 4 2 2 4 2 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2,5 2,5 2,5 2,5 2 2 6 5 4 1 1 JSM 12 12 16 16 8 8 8 32 16 16 32 16 32 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 20 20 20 20 16 16 48 40 32 8 8 JS 10,75 7,25 14,25 4.25 1 0,25 0,75 4,75 4 0,75 4 3,75 4,75 2,75 3,25 1 2,25 2,25 2,5 3,25 2 1,25 4 5,25 5,25 3,25 5,25 1 0,75 12 5,75 4,25 3 1 PS (%) 89,58 60,42 89,06 26,56 12,5 3,12 9,37 14,84 25 4,68 12,5 23,44 14,84 34,38 40,63 12,5 28,13 28,13 31,25 40,63 25 15,63 50 26,25 26,25 16,25 26,25 6,25 4,68 25 14,38 13,28 37,5 12,5 Skor Total Nilai 69 100 552 800 131,75 190,94 23,87 23,87

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Setelah mengetahui persentase perolehan skor tiap soal pada tabel 4.4, maka skor setiap soal dijumlahkan berdasarkan pengelompokkan indikator pada tabel 4.5 berikut : Tabel 4.5 Perolehan skor tiap indikator pada Pretest No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Indikator Kemampuan mengetahui bentuk persamaan Linier Kemampuan Mengetahui bentuk grafik linier Kemampuan mengkonstruksi grafik dengan benar meliputi : Mampu membuat tabel, memberikan judul pada grafik, dan menginput data dari variabel bebas dan variabel terikat pada sumbu x dan y. Membuat garis yang benar pada grafik F dari data yang diberikan dalam tabel. Membuat grafik dari sebuah persamaan linier Membuat grafik dari sebuah peristiwa terkait gradien Membuat grafik dari sebuah peristiwa terkait perpotongan garis Kemampuan menentukan nilai gradien dan perpotongan garis Kemampuan menentukan luas daerah dibawah kurva Butir Soal Skor Maksimum (Skor Maks Butir Soal x Jumlah Siwa) 8 16 9 32 4,75 1a, 1b 24 18 2,3 32 18,5 4a, 4b, 4c 24 2 5, 6a,6b 64 9,5 7 32 4 10, 11, 12 24 7 20c 8 1 Skor Pretest 3,75

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 No 10 Indikator kemampuan mendeskripsikan grafik kedalam suatu peristiwa tertentu , berdasarkan nilai dan bentuk gradien sebuah grafik (Positif dan negative) Mampu mendeskripsikan grafik kedalam suatu 11 peristiwa berdasarkan kecuraman gradien sebuah grafik Mampu menyatakan sebuah peristiswa dari 12 grafik yang memiliki perpotongan garis. Butir Soal Skor Maksimum (Skor Maks Butir Soal x Jumlah Siwa) Skor Pretest 13I, 13II, 13III, 13IV, 13V 13VI, 14, 15a, 15b, 16a, 16b 20a 168 40,75 17a, 17b, 20b 40 4,75 18, 19 88 17,75

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Skor dari hasil jumlah soal dalam setiap indikator pada tabel 4.5 dikelompokkan lagi kedalam aspek-aspek penting dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam fisika sebagai berikut: Tabel 4.6 Perolehan skor untuk tiap aspek menginterpretasi grafik pada Pretest No Aspek 1 Kemampuan memahami konsep dan hubungan besaran-besaran fisika dalam suatu persamaan Kemampuan mengartikan nilai dan bentuk gradien garis 2 3 (1) Mengetahui bentuk persamaan Linier (2) Mengetahui bentuk grafik fungsi linier (3) Mnentukan nilai gradien dan perpotongan garis (10)Mendeskripsikan grafik kedalam suatu peristiwa tertentu , berdasarkan nilai dan bentuk gradien sebuah grafik (Positif dan negative) (11)Mendeskripsikan grafik kedalam suatu peristiwa berdasarkan kecuraman gradien sebuah grafik (12) Menyatakan sebuah peristiswa dari grafik yang memiliki perpotongan garis. Butir Soal Jumlah Skor Maksimal Skor Pretest Ps (%) 5 8, 9, 10, 11, 12 72 15,5 21,53 15 13I,13II, 13III, 13IV,13 V,13VI, 14, 15a, 15b, 16a, 16b, 17a,17b 20a, 20b 208 45,5 21,88 2 18, 19 88 17,75 20,17 86 86 Kemampuan mengartikan nilai titik potong pada grafik persamaan Indikator Jumlah Soal

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 4 Aspek Kemampuan mengartikan luas daerah dibawah kurva Indikator (4)Menentukan luas daerah dibawah kurva Jumlah Soal Butir Soal Jumlah Skor Maksimal Skor Pretest Ps (%) 1 20c 8 1 12,5 Tabel 4.7 Perolehan skor untuk tiap aspek membuat grafik pada Pretest No 1 2 3 Aspek Kemampuan mengkonstruksi grafik dengan benar Indikator (5)Membuat tabel, memberikan judul pada grafik, dan menginput data dari variabel bebas dan variabel terikat pada sumbu x dan y. (6)Membuat garis yang benar pada grafik F dari data yang diberikan dalam tabel. (7)Membuat grafik dari sebuah persamaan linier (8)Membuat grafik dari sebuah peristiwa terkait gradien Butir Soal Jumlah Skor Maksimal Skor Pretest Ps (%) 7 1a, 1b 2, 3 4a, 4b, 4c 80 38,5 48,13 3 5, 6a, 6b 64 9,5 14,84 1 7 32 4 12,5 87 87 Kemampuan menggambar gradien garis Kemampuan (9)Membuat grafik dari sebuah menentukan titik peristiwa terkait perpotongan potong pada grafik garis Jumlah Soal

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Setelah mengetahui perolehan skor dari setiap aspek-aspek penting dalam menginterpretasi dan membuat grafik pada tabel 4.6 dan 4.7, maka kita dapat meninjau tingkat kemampuan awal peserta didik dari hasil pretest berdasarkan klasifikasi tingkat kemampuan dalam menginterpretasi dan membuat grafik yang digolongkan kedalam setiap aspek sebagai berikut: Tabel 4.8 Klasifikasi tingkat kemampuan tiap aspek dalam menginterpretasi grafik pada Pretest No Aspek 1 Kemampuan memahami konsep dan hubungan besaran-besaran fisika dalam suatu persamaan Kemampuan mengartikan nilai dan bentuk gradien garis Kemampuan mengartikan nilai titik potong pada grafik Kemampuan mengartikan luas daerah dibawah kurva Total 2 3 4 Skor Pretest Persentase Skor (%) Tingkat Kemampuan 15,5 21,52 Rendah 45,5 21,87 Rendah 17,75 20,17 Rendah 1 12,5 Sangat Rendah 79,75 21,21 Rendah Tabel 4.9 Klasifikasi tingkat kemampuan tiap aspek dalam membuat grafik pada Pretest No Aspek 1 Kemampuan mengkonstruksi grafik dengan benar Kemampuan menggambar gradien garis Kemampuan menentukan titik potong pada grafik Total 2 3 Skor Pretest Persentase Skor (%) Tingkat Kemampuan 38,5 48,12 Cukup 9,5 14,84 Sangat Rendah 4 52 12,5 29,54 Sangat Rendah Rendah

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Data dan Analisis Data Hasil Posttest Berikut merupakan data perolehan skor hasil posttest peserta didik ditinjau dari kemampuan menginterpretasi dan membuat grafik: Tabel 4.10 Data perolehan skor Posttest Kode Siswa SM JSM 1a 1b 2 3 4a 4b 4c 5 6a 6b 7 8 9 10 11 12 13I 13II 1,5 1,5 2 2 1 1 1 4 2 2 4 2 4 1 1 1 1 1 12 12 16 16 8 8 8 32 16 16 32 16 32 8 8 8 8 8 A B C D E F G H 1,5 1,5 2 1,75 0 1 1 0,75 0,25 1,75 0,25 2 3,75 0,25 0,25 0,25 0,75 0,25 1,5 1,5 2 1,75 1 0,75 1 0,25 0,25 1,75 0,25 2 0 0,25 0,25 0,25 0,75 0,25 1,5 1,25 2 1,75 1 0,25 0,75 0,25 0,25 2 0,25 0 0,25 0,75 0,75 0,75 0,25 0,25 1,5 1,25 1,75 0,25 0 1 1 0,25 0,25 0,25 0,25 2 3,75 0,75 0,75 0,75 0,25 1 1,5 1,5 2 2 1 1 1 0,25 0,25 0,25 0,25 1,75 3,75 0,75 0,25 0,25 0,75 0,25 1,25 1,5 1,75 1,75 1 0,75 0,75 0,25 0,25 0,25 0,25 2 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 1,25 1,25 2 1,75 0 0,75 0,75 0,25 0,25 0,25 0,25 0 3,75 0,75 0,75 0,25 0,25 0,25 1,5 1,25 1,75 0,25 0 0,75 0,25 0,75 2 2 4 0 0 0 0 0,25 0,75 0,25 JS PS (%) 11,5 11 15,25 11,25 4 6,25 6,5 3 3,75 8,5 5,75 9,75 15,5 3,75 3,25 3 4 2,75 95,83 91,67 95,31 70,31 50 78,13 81,25 9,37 23,44 53,13 17,97 60,94 48,44 46,88 40,63 37,5 50 34,38 89 NS

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa NS SM JSM 13III 13IV 13V 13VI 14 15a 15b 16a 16b 17a 17b 18 19 20a 20b 20c Skor Total Nilai 1 1 1 1 1 2.5 2.5 2.5 2.5 2 2 6 5 4 1 1 JS PS (%) 0,25 0,25 1 1 0,25 2,25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4,5 4,75 4,5 3,75 4,5 16 9,5 14 14,25 5 4,5 29,5 19,75 19,25 5,5 1,75 56,25 59,38 56,25 46,88 56,25 80 47,5 70 71,25 31,25 28,13 61,46 49,38 60,16 68.75 21,88 38,5 20,75 289,75 52,49 55,8 30,07 419,93 52,49 A B C D E F G H 8 8 8 8 8 20 20 20 20 16 16 48 40 32 8 8 0,75 0,75 1 0,75 0,25 2,25 2,25 2,25 2,5 0,25 2 5,75 4,75 3,75 1 0,25 0,75 0,75 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 2,5 2,5 2 1,75 6 4,75 3,75 1 0,25 0,75 0,75 0,25 0,75 0,75 2,25 2,25 2,25 2,25 2 0,25 0,25 4,75 3,75 1 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,75 2,25 2,25 0,25 0,25 0,25 0 0,25 0,25 0,25 1 0,25 0,75 0,75 0,25 0,25 0,75 2,25 2,25 2,25 2,25 0,25 0,25 5,75 0,25 0,25 0,25 0,25 0,75 1 0,75 0,25 0,75 2,25 0,25 2,25 2,25 0,25 0,25 5,75 0,25 3,75 1 0,25 0,25 0,25 0,75 0,25 0,75 2,25 0 2,25 2,25 0 0 5,75 4,75 3,75 0,25 0,25 69 552 49,75 43 38,75 26 37,75 35,25 100 800 72,10 56,16 37,68 54,71 51,09 62,32 90

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Tabel 4.11Tingkat kemampuan siswa berdasarkan skor Posttest No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kode Siswa A B C D E F G H Total Rata-rata (Persiswa) 49,75 43 38,75 26 37,75 35,25 38,5 20,75 289,75 Nilai Posttest (%) 72,1 62,32 56,16 37,7 54,71 51,09 55,8 30,07 419,93 36,22 52,49 Skor Posttest Tingkat Kemampuan Tinggi Tinggi Cukup Rendah Cukup Cukup Cukup Rendah Cukup Berdasarkan tabel 4.11 diatas, dapat diketahui bahwa rata-rata tingkat kemampuan peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik setelah mengikuti proses pembelajaran sudah tergolong cukup dengan skor rata-rata sebesar 36,22 (52,49%). Hal ini dapat diketahui setelah diberikan tes akhir (Posttest) yang digunakan untuk mengukur kemampuan akhir peserta didik. Peserta didik yang memiliki kemampuan tergolong rendah ialah Siswa D dengan perolehan skor sebesar 26 (37,7%), dan siswa G dengan skor 20,75 (30,07%). Peserta didik yang memiliki kemampuan tergolong cukup ialah Siswa C dengan perolehan skor sebesar 38,75 (56,16%), siswa E denagn skor 37,75 (54,71%), siswa F dengan skor 35,25 (51,09%) , dan siswa G dengan skor 38,5 (55,8%). Kemudian, untuk tingkat kemampuan yang tergolong tinggi dimiliki oleh siswa A dengan perolehan skor 49,75 (72,1%) dan siswa B dengan perolehan skor sebesar 43 (62,32%).

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Kemudian, untuk mengetahui perolehan skor setiap siswa untuk setiap nomor soal dapat dilihat pada tabel 4.12 berikut ini: Tabel 4.12 Persentase perolehan skor tiap soal pada Posttest NS 1a 1b 2 3 4a 4b 4c 5 6a 6b 7 8 9 10 11 12 13I 13II 13III 13IV 13V 13VI 14 15a 15b 16a 16b 17a 17b 18 19 20a 20b 20c SM 1,5 1,5 2 2 1 1 1 4 2 2 4 2 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2,5 2,5 2,5 2,5 2 2 6 5 4 1 1 JSM 12 12 16 16 8 8 8 32 16 16 32 16 32 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 20 20 20 20 16 16 48 40 32 8 8 JS 11,5 11 15,25 11,25 4 6,25 6,5 3 3,75 8,5 5,75 9,75 15,5 3,75 3,25 3 4 2,75 4,5 4,75 4,5 3,75 4,5 16 9,5 14 14,25 5 4,5 29,5 19,75 19,25 5,5 1,75 PS (%) 95,83 91,67 95,31 70,31 50 78,13 81,25 9,37 23,44 53,13 17,97 60,94 48,44 46,88 40,63 37,5 50 34,38 56,25 59,38 56,25 46,88 56,25 80 47,5 70 71,25 31,25 28,13 61,46 49,38 60,16 68,75 21,88 Skor Total Nilai 69 100 552 800 289,75 419,93 52,49 52,49

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Setelah mengetahui persentase perolehan skor tiap soal pada tabel 4.12, maka skor setiap soal dijumlahkan berdasarkan pengelompokkan indikator pada tabel 4.13 berikut: Tabel 4.13 Perolehan skor tiap indikator pada Posttest No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Indikator Kemampuan mengetahui bentuk persamaan Linier Kemampuan Mengetahui bentuk grafik linier Kemampuan mengkonstruksi grafik dengan benar meliputi : Mampu membuat tabel, memberikan judul pada grafik, dan menginput data dari variabel bebas dan variabel terikat pada sumbu x dan y. Membuat garis yang benar pada grafik F dari data yang diberikan dalam tabel. Membuat grafik dari sebuah persamaan linier Membuat grafik dari sebuah peristiwa terkait gradien Membuat grafik dari sebuah peristiwa terkait perpotongan garis Kemampuan menentukan nilai gradien dan perpotongan garis Kemampuan menentukan luas daerah dibawah kurva kemampuan Butir Soal Skor Maksimum (Skor Maks Butir Soal x Jumlah Siwa) Skor Posttest 8 16 9,75 9 32 15,5 1a, 1b 24 22,5 2,3 32 26,5 4a, 4b, 4c 24 16,75 5, 6a,6b 64 15,25 7 32 5,75 10, 11, 12 24 10 20c 8 1,75 13I, 168 101,75

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 No Indikator mendeskripsikan grafik kedalam suatu peristiwa tertentu , berdasarkan nilai dan bentuk gradien sebuah grafik (Positif dan negative) Mampu mendeskripsikan grafik kedalam suatu 11 peristiwa berdasarkan kecuraman gradien sebuah grafik Mampu menyatakan sebuah peristiswa dari 12 grafik yang memiliki perpotongan garis. Skor Maksimum (Skor Maks Butir Soal x Jumlah Siwa) Skor Posttest 17a, 17b, 20b 40 15 18, 19 88 49,25 Butir Soal 13II, 13III, 13IV, 13V, 13VI, 14, 15a, 15b, 16a, 16b 20a

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Skor dari hasil jumlah soal dalam setiap indikator pada tabel 4.13, akan dikelompokkan lagi kedalam aspek-aspek penting dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam fisika sebagai berikut: No 1 2 3 Ps (%) 48,96 56,13 55,97 95 Tabel 4.14 Perolehan skor untuk tiap aspek menginterpretasi grafik pada Posttest Jumlah Jumlah Butir Skor Aspek Indikator Skor Soal Soal Posttest Maksimal Kemampuan (1) Mengetahui bentuk memahami konsep persamaan Linier dan hubungan (2) Mengetahui bentuk grafik 8, 9, 10, 5 72 35,25 besaran-besaran fisika fungsi linier 11, 12 dalam suatu (3) Menentukan nilai gradien persamaan dan perpotongan garis Kemampuan (10)Mendeskripsikan grafik 13I,13II, mengartikan nilai dan kedalam suatu peristiwa 13IIII, bentuk gradien garis tertentu , berdasarkan nilai 13IV, dan bentuk gradien sebuah 13V, grafik (Positif dan negative) 13VI, 14, 15 208 116,75 15a, 15b, (11)Mendeskripsikan grafik 16a, 16b, kedalam suatu peristiwa 17a, a7b berdasarkan kecuraman 20a, 20b gradien sebuah grafik 20b Kemampuan (12) Menyatakan sebuah mengartikan nilai titik peristiswa dari grafik yang 2 18, 19 88 49,25 potong pada grafik memiliki perpotongan garis. persamaan

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 4 No 1 2 3 Aspek Indikator Kemampuan (4)Menentukan luas daerah mengartikan luas dibawah kurva daerah dibawah kurva Jumlah Soal Butir Soal Jumlah Skor Maksimal Skor Posttest Ps (%) 1 20c 8 1,75 21,88 Skor Posttest Ps (%) 65,75 82,187 15,25 23,83 5,75 17,79 96 Tabel 4.15 Perolehan skor untuk tiap aspek membuat grafik pada Posttest Jumlah Jumlah Butir Aspek Indikator Skor Soal Soal Maksimal Kemampuan (5)Membuat tabel, memberikan mengkonstruksi grafik judul pada grafik, dan dengan benar menginput data dari variabel bebas dan variabel terikat pada 1a, 1b sumbu x dan y. 2, 3 7 80 (6)Membuat garis yang benar 4a, 4b, 4c pada grafik F dari data yang diberikan dalam tabel. (7)Membuat grafik dari sebuah persamaan linier Kemampuan (8)Membuat grafik dari sebuah 3 5, 6a, 6b 64 menggambar gradien peristiwa terkait gradien garis Kemampuan (9)Membuat grafik dari sebuah 1 7 32 menentukan titik peristiwa terkait perpotongan potong pada grafik garis

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Setelah mengetahui perolehan skor dari setiap aspek-aspek penting dalam menginterpretasi dan membuat grafik dari tabel 4.14 dan 4.15, maka kita dapat meninjau tingkat kemampuan akhir peserta didik dari hasil posttest berdasarkan klasifikasi tingkat kemampuan dalam menginterpretasi dan membuat grafik yang digolongkan kedalam setiap aspek sebagai berikut: Tabel 4.16 Klasifikasi tingkat kemampuan tiap aspek menginterpretasi grafik pada Posttest Skor Persentase Tingkat No Aspek Posttest Skor (%) Kemampuan 1 Kemampuan memahami konsep dan hubungan besaran35,25 48,958 Cukup besaran fisika dalam suatu persamaan 2 Kemampuan 56,129 mengartikan nilai dan 116,75 Cukup bentuk gradien garis 3 Kemampuan mengartikan nilai titik 49,25 55,965 Cukup potong pada grafik 4 Kemampuan megartikan luas daerah 1,75 21,875 Rendah dibawah kurva Total 203 53,99 Cukup Tabel 4.17 Klasifikasi tingkat kemampuan tiap aspek membuat grafik pada Posttest Skor Persentase Tingkat No Aspek Posttest Skor (%) Kemampuan 1 Kemampuan mengkonstruksi grafik 65,75 82,19 Sangat Tinggi dengan benar 2 Kemampuan 15,25 23,83 Rendah menggambar gradien garis 3 Kemampuan menentukan titik 5,75 17,97 Sangat Rendah potong pada grafik Total 86,75 49,28 Cukup

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.18 Perbandingan klasifikasi tingkat kemampuan peserta didik setelah pretest dan posttest No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kode Siswa A B C D E F G H Total Rata-rata (Persiswa) Kenaikan skor Skor Pretest 30,75 25 18,5 22,5 5,75 18,25 6,75 4,25 131,75 Nilai Pretest (%) 44,57 36,23 26,81 32,61 8,33 26,45 9,78 6,16 190,94 Tingkat Kemampuan Cukup Rendah Rendah Rendah Sangat rendah Rendah Sangat rendah Sangat rendah Skor Posttest 49,75 43 38,75 26 37,75 35,25 38,5 20,75 289,75 Nilai Posttest (%) 72,1 62,32 56,16 37,7 54,71 51,09 55,8 30,07 419,93 Tingkat Kemampuan Tinggi Tinggi Cukup Rendah Cukup Cukup Cukup Rendah 16,47 23,87 Rendah 36,22 52,49 Cukup 119,91% Berdasarkan perbandingan klasifikasi tingkat kemampuan pada tabel 4.18, dapat diketahui bahwa secara umum kemampuan peserta didik mengalami perkembangan yang ditunjukkan dengan adanya kenaikan skor dari pretest ke posttest sebesar 119,91%, dengan tingkat kemampuan tergolong rendah menjadi cukup mampu dalam menginterpretasi dan membuat grafik. 98

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut merupakan gambar diagram yang menjelaskan perkembangan peserta didik dari hasil pretest dan posttest berdasarkan klasifikasi tingkat kemampuan peserta didik secara umum dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam pembelajaran fisika: Nilai (%) pretest dan posttest berdasarkan klasifikasi tingkat kemampuan secara umum 80 72,1 70 62,32 56,16 Nilai (%) 60 50 54,71 55,8 51,09 44,57 36,23 40 32,61 37,7 26,81 30 30,07 26,45 20 9,78 8,33 10 6,16 0 A B C D E F G H Kode Siswa Pretest Posttest Gambar 4.1 Nilai (%) pretest dan posttest peserta didik berdasarkan klasifikasi tingkat kemampuan secara umum 99

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.19 Perbandingan persentase perolehan skor tiap soal pada Pretest dan Posttest SM JSM 1a 1b 2 3 4a 4b 4c 5 6a 6b 7 8 9 10 11 12 13I 13II 13III 13IV 13V 13VI 1,5 1,5 2 2 1 1 1 4 2 2 4 2 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 12 16 16 8 8 8 32 16 16 32 16 32 8 8 8 8 8 8 8 8 8 JS 10,75 7,25 14,25 4,25 1 0,25 0,75 4,75 4 0,75 4 3,75 4,75 2,75 3,25 1 2,25 2,25 2,5 3,25 2 1,25 Pretest PS (%) 89,58 60,42 89,06 26,56 12,5 3,12 9,37 14,84 25 4,68 12,5 23,44 14,84 34,38 40,63 12,5 28,13 28,13 31,25 40,63 25 15,63 Posttest JS PS (%) 11,5 95,83 11 91,67 15,25 95,31 11,25 70,31 4 50 6,25 78,13 6.5 81,25 3 9,37 3,75 23,44 8,5 53,13 5,75 17,97 9,75 60,94 15,5 48,44 3,75 46,88 3,25 40,63 3 37,5 4 50 2,75 34,38 4,5 56,25 4,75 59,38 4,5 56,25 3,75 46,88 Kenaikan PS (%) 6,97 51,72 7,01 164,70 300 2400 766,66 -36,84 -6,25 1033,33 43,75 160 226,31 36,36 Tetap 200 77,77 22,22 80 46,15 125 199,94 100 NS

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI NS SM JSM 14 15a 15b 16a 16b 17a 17b 18 19 20a 20b 20c Skor Total 1 2,5 2,5 2,5 2.5 2 2 6 5 4 1 1 8 20 20 20 20 16 16 48 40 32 8 8 JS 4 5,25 5,25 3,25 5,25 1 0,75 12 5,75 4,25 3 1 69 552 131,75 Pretest PS (%) 50 26,25 26,25 16,25 26,25 6,25 4,68 25 14,38 13,28 37,5 12,5 23,87 Posttest JS PS (%) 4,5 56,25 16 80 9,5 47,5 14 70 14,25 71,25 5 31,25 4,5 28,13 29,5 61,46 19,75 49,38 19,25 60,16 5,5 68,75 1,75 21,88 289,75 52,49 Kenaikan PS (%) 12,5 204,76 80,95 330.77 171,43 400 499,79 145,84 243,39 353,01 83,33 75,04 119,92 Dari perbandingan perolehan skor setiap soal pada tabel 4.19 diatas dapat diketahui hampir setiap soal mengalami peningkatan skor walaupun hanya sedikit. Nomor soal yang tidak mengalami peningkatan skor ialah soal nomor 5 dan 6a yang memuat kemampuan membuat gradien garis pada grafik (s-t) dan (v-t) dari sebuah peristiwa. Pada soal no 5 peserta didik mengalami penurunan skor sebesar -6,25% dari prolehan skor 4 (25%) menjadi 3,75 (23,44%). Kemudian hanya satu nomor soal yang tidak mengalami 101 sebesar -36,84% dari prolehan skor 4,75 (14,84%) menjadi 3 (9,37%). Pada soal no 6a peserta didik mengalami penurunan skor

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI perubahan skor saat pretest dan posttest, yaitu soal nomor 11 yang memuat konsep menentukan nilai gradien dan titik potong dari sebuah grafik. Skor yang diperoleh saat pretest dan posttest sama yaitu sebesar 3,25 (40,63%). Kemudian, pada tabel 4.20 berikut ini, merupakan perbandingan hasil antara pretest dan posttest yang ingin menjelaskan perkembanagn kemampuan peserta didik dalam menginterpretasi grafik, berdasarkan klasifikasi tingkat kemampuan: Tabel 4.20 Perbandingan klasifikasi tingkat kemampuan tiap aspek dalam meginterpretasi grafik Aspek 1 Kemampuan memahami konsep dan hubungan besaran-besaran fisika dalam suatu persamaan Kemampuan mengartikan nilai dan bentuk gradien garis Kemampuan mengartikan nilai titik potong pada grafik Kemampuan mengartikan luas daerah dibawah kurva Total Kenaikan Skor 2 3 4 Skor Pretest Persentase Skor (%) Tingkat Kemampuan Skor Posttest Persentase Skor (%) Tingkat Kemampuan 15,5 21,53 Rendah 35,25 48,96 Cukup 45,5 21,87 Rendah 116,75 56,13 Cukup 17,75 20,17 Rendah 49,25 55,96 Cukup Sangat Rendah 1,75 21,87 Rendah 203 154,54% 53,99 Cukup 1 79,75 12,5 21,21 Rendah 102 No

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dari tabel 4.20, dapat diketahui bahwa klasifikasi tingkat kemampuan peserta didik dalam menginterpretasi grafik mengalami peningkatan dari rendah 79,75 (21,21%) menjadi cukup 203 (53,99%) dengan kenaikan skor sebesar 154,54%. Hal ini dapat ditinjau dari kalsifikasi tingkat kemampuan berdasarkan aspek-aspek penting dalam menginterpretasi grafik. Pada aspek kemampuan memahami konsep dan hubungan besaran-besaran fisika dalam suatu persamaan tingkat kemampuan peserta didik tergolong Rendah dengan skor 15,5 (21,53%) menjadi tergolong cukup dengan skor sebesar 35,25 (48,96%). Pada aspek kemampuan mengartikan nilai dan bentuk gradien garis, kemampuan peserta didik mengalami peningatan dari tingkat kemampuan tergolong rendah 45,5 (21,87%) menjadi cukup dengan skor 116,75 (56,13%). Pada aspek kemampuan mengartikan nilai titik potong pada grafik, kemampuan peserta didik mengalami peningkatan dari tingkat kemampuan yang tergolong rendah dengan skor 17,75 (20,17%) menjadi tergolong cukup dengan skor sebesar 49,25 (55,96%). Sedangkan pada aspek kemampuan megartikan luas daerah dibawah kurva peserta didik mengalami peningkatan skor dari 1(12,5%) dengan tingkat kemampuan sangat rendah menjadi rendah dengan skor sebesar 1,75 (21,87%). 103

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut merupakan gambaran perkembangan kemampuan peserta didik dalam menginterpretasi grafik fungsi linier dalam pembelajaran fisika berdasarkan hasil pretest dan posttest: Keterangan: Persentase Skor untuk perkembangan kemampuan peserta didik dalam menginterpretasi grafik 56,13 60 40 Skor (%) Kemampuan Memahami konsep dan hubungan besaran-besaran fisika dalam suatu persamaan Aspek 2: Kemampuan Mengartikan nilai dan bentuk gradien garis 55,96 48,96 50 Aspek 1: Aspek 3: Kemampuan Mengartikan nilai titik potong pada grafik 30 21,53 21,87 21,87 20,17 20 12,5 Aspek 4: Kemampuan megartikan luas daerah dibawah kurva 10 0 Aspek 1 Aspek 2 Aspek 3 Aspek 4 Aspek-aspek menginterpretasi grafik Pretest Posttest 104 Gambar 4.2 Perkembangan peserta didik dalam menginterpretasi grafik dari hasil pretest dan posttest

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.21 Perbandingan klasifikasi tingkat kemampuan tiap aspek dalam membuat grafik No 1 2 3 Aspek Kemampuan mengkonstruksi grafik dengan benar Kemampuan menggambar gradien garis Kemampuan menentukan titik potong pada grafik Total Kenaikan Skor Skor Pretest Persentase Skor (%) Tingkat Kemampuan Skor Posttes Persentase Skor (%) Tingkat Kemampuan 38,5 48,12 Cukup 65,75 82,19 Sangat Tinggi 9,5 14,84 Sangat Rendah 15,25 23,83 Rendah Sangat Rendah 5,75 Rendah 86,75 4 52 12,5 29,54 17,97 49,29 Sangat Rendah Cukup 66,83 % Dari tabel 4,21, dapat diketahui bahwa klasifikasi tingkat kemampuan peserta didik dalam membuat grafik mengalami peningkatan dari rendah 52 (29,54%) menjadi cukup 86,75 (49,29%) dengan kenaikan skor sebesar 66,83%. Hal ini dapat ditinjau dari kalsifikasi tingkat kemampuan berdasarkan aspek-aspek penting dalam membuat grafik. Pada aspek kemampuan mengkonstruksi grafik dengan benar peserta didik mengalami peningkatan dari tingkat kemampuan yang tergolong cukup dengan skor 38,5 (48,13%) menjadi sangat tinggi dengan skor 65,75 (82,19%). 105

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dalam aspek kemampuan menggambar gradien garis tingkat kemampuan peserta didik mengalami sedikit peningkatan dari tergolong sangat rendah dengan skor 9,5 (14,84%) menjadi tergolong rendah dengan skor 15,25 (23,83%). Sedangkan pada aspek kemampuan menentukan titik potong pada grafik, klasifikasi tingkat kemampuan peserta didik tetap sama dari sangat rendah menjadi sangat rendah walaupun ada peningkatan skor dari 4 (12,5%) menjadi 5,75 (17,97%). Berikut merupakan gambaran perkembangan kemampuan peserta didik dalam membuat grafik fungsi linier dalam pembelajaran Skor (%) fisika berdasarkan hasil pretest dan posttest: 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Keterangan: Persentase Skor untuk perkembangan kemampuan peserta didik dalam membuat grafik 82,19 48,12 23,83 14,84 Aspek 1 12,5 Aspek 2 17,97 Aspek 1: Kemampuan mengkonstruksi grafik dengan benar Aspek 2: Kemampuan menggambar gradien garis Aspek 3: Kemampuan menentukan titik potong pada grafik Aspek 3 Aspek-aspek membuat grafik Pretest Posttest 106 105 Gambar 4.3 Perkembangan peserta didik dalam membuat grafik dari hasil pretest dan posttest

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 C. Pembahasan Soal pretest dan posttest yang telah dibuat oleh peneliti diberikan kepada peserta didik masing-masing sebanyak 20 soal uraian. Beberapa soal memiliki bagian a dan b sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 34 soal yang terdiri dari 23 soal yang memuat aspek-aspek dalam menginterpretai grafik dan 11 soal yang memuat aspek-aspek dalam membuat grafik. Jumlah soal yang memuat aspek-aspek dalam menginterpretasi grafik meliputi : Kemampuan memahami konsep dan hubungan besaran-besaran fisika dalam suatu persamaan, sebanyak 5 soal. 2). Kemampuan mengartikan nilai dan bentuk gradien garis, sebanyak 15. 3). Kemampuan mengartikan nilai titik potong pada grafik persamaan, sebanyak 2 soal, dan 4). Kemampuan mengartikan luas daerah dibawah grafik, sebanyak 1 soal. Sedangkan jumlah soal yang memuat aspekaspek dalam menginterpretasi grafik meliputi : 1).Kemampuan mengkonstruksi grafik dengan benar, sebanyak 7 soal. 2). Kemampuan menggambar gradien garis, sebanyak 3 soal. 3). Kemampuan menentukan titik potong pada grafik, sebanyak 1 soal. 1. Pembahasan Hasil Pretest Total skor rata-rata yang diperoleh oleh peserta didik sebesar 16,47 (23,87%) dari total skor maksimal sebesar 69, dengan skor tertinggi adalah 30,75 (44,57%) dan terendah 4,25 (6,16%). Dengan melihat persentase skor total rata-rata peserta didik dapat diketahui bahwa kemampuan awal peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam fisika adalah tergolong rendah.

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Berikut merupakan analisis kemampuan awal peserta didik berdasarkan apsek-aspek menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam Fisika: a. Aspek-aspek Kemampuan dalam Menginterpretasi Grafik Pada aspek-aspek ini, kemampuan peserta didik tergolong rendah, dengan perolehan skor sebesar 79,75 ( 21,21%) dari skor maksimal 376. Hal ini dapat dijabarkan sebagai berikut: 1) Kemampuan memahami konsep dan hubungan besaran-besaran fisika dalam suatu persamaan Kemampuan peserta didik pada kemampuan ini tergolong rendah dengan perolehan skor sebesar 15,5 (21,53%) dari skor maksimal 72. Distribusi soal yang memuat kemampuan ini terletak pada no. 8, 9, 10, 11, dan 12. Soal-soal tersebut memuat konsep fungsi linier terkait hubungan besaran-besaran fisika. Pada soal no.8 peserta didik diminta memilih persamaan mana sajakah yang termasuk ke dalam fungsi linier dari persamaan matematis dan fisika yang disediakan dan diminta untuk memberikan alasan untuk pilihannya tersebut. Rata-rata peserta didik tidak menjawab soal dan beberapa menuliskan pilihan dan alasan yang salah. Pada soal no.9 peserta didik diminta untuk memilih dan menjelaskan grafik yang telah disediakan yang sesuai dengan persamaan fungsi linier yang diberikan. Hanya satu peserta didik yang mampu menjawab dengan benar dan peserta didik lainnya memilih jawaban yang salah. Beberapa peserta didik lainnya tidak

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 menjawab soal. Pada soal no.10, 11, dan 12 peserta didik diminta untuk menentukan nilai gradien dan titik potong di sumbu x dan y dari grafik (s-t), (v-t) dan (F- ) yang diberikan. Dari soal-soal ini, beberapa peserta didik tidak menjawab soal, dan peserta didik lainnya menjawab soal dengan jawaban yang salah. Rata-rata peserta didik menuliskan jawaban nilai gradien dan titik potong hanya berupa angka tanpa menjelaskan mana yang dimaksudkan sebagai nilai gradien dan mana yang dimaksudkan sebagai titik potong. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peserta didik belum bias menentukan nilai gradien dan titik potong di sumbu x dan y dengan baik. 2) Kemampuan mengartikan nilai dan bentuk gradien gradien garis Pada kemampuan ini, kemampuan peserta didik tergolong rendah dengan perolehan skor sebesar 45,5 (21,88 %) dari skor maksimal sebesar 208. Distribusi soal yang memuat kemampuan ini terletak pada soal nomor 13I, 13II, 13III, 13IV, 13V, 13VI, 14,15a,15b,16a,16b, 17a,17b dan 20a. Pada soal no 13I-13VI peserta didik diminta untuk menginterpretasi keadaan mobil berdasarkan sketsa grafik yang diberikan. Untuk soal no.13I sketsa grafik berupa grafik (s-t) yang menggambarkan keadaan mobil bergerak dengan kecepatan tetap positif, rata-rata peserta didik tidak mampu menjawab dengan benar, peserta didik hanya mampu menjelaskan mobil bergerak dengan menggambarkan jarak keadaan dan waktu mobil sekian memiliki serta ada pececepatan yang dan

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 perlambatan. Pada soal no 13II yang memuat grafik (s-t) yang menggambarkan keadaan mobil diam, peserta didik tidak mampu menjelaskan dengan baik, beberapa peserta didik tidak menjawab soal dan beberapa peserta hanya menjelaskan bahwa mobil bergerak pada jarak tertentu serta beberapa peserta didik hanya menjelaskan mobil bergerak pada jarak dan waktu tertentu. Untuk no 13III yang memuat sketsa grafik (v-t) yang menggambarkan mobil bergerak diperlambat, hanya satu peserta didik yang menjawab dengan benar. Beberapa peserta didik salah mengartikan gradien dengan mengartikan mobil bergerak dipercepat dan beberapa peserta didik tidak menjawab soal. Pad soal no 13IV sketsa grafik berupa grafik (v-t) yang menggambarkan keadaan mobil bergerak dipercepat, hanya satu peserta didik yang menjawab dengan benar. Beberapa peserta didik tidak menjawab soal dan beberapa menjawab dengan menginterpretasi mobil bergerak diperlambat. Pada soal no 13V yaitu sketsa grafik berupa grafik (v-t) yang menggambarkan keadaan mobil bergerak dengan kecepatan tetap atau tidak memiliki percepatan, hanya satu peserta didik yang menjawab dengan benar namun kurang menambahkan tidak memiliki percepatan, Sedangkan beberapa peserta didik tidak menjawab soal dan beberapa peserta didik menuliskan jawaban yang salah yaitu mobil bergerak biasa dan ada yang hanya menjelaskan mobil bergerak pada kecepatan dan waktu tertentu. Untuk soal no.13VI sketsa grafik berupa grafik (s-t) yang

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 menggambarkan keadaan mobil bergerak dengan kecepatan tetap negatif, tidak ada peserta didik yang mampu menjawab dengan benar. Beberapa peserta didik tidak menjawab soal, beberapa peserta didik memberikan jawaban yang salah yaitu dengan menginterpretasi grafik bahwa mobil bergerak memiliki perlambatan dan ada yang hanya menjawab bahwa mobil bergerak mempunyai nilai dan arah. Pada soal no 14 berdasarkan sketsa grafik pada no 13, peserta didik diminta menyebutkan grafik mana yang menggambarkan keadaan mobil bergerak diperlambat dan grafik mana yang bergerak dipercepat. Ratarata peserta didik memilih jawaban yang salah untuk dua keadaan mobil tersebut, beberapa peserta didik menyebutkan dua gambar untuk masing-masing keadaan walaupun salah satunya benar dan lainnya salah, namun tetap mengindikasikan peserta didik mampu menjawab soal dengan benar. Untuk soal no 15a yang memuat grafik (s-t) yang menggambarkan perjalanan Doni bergerak dengan kecepatan tetap positif (kekanan/menuju toko), namun rata-rata peserta didik salah menginterpretasi gradien grafik dengan memiliki percepatan dan perlambatan, beberapa peserta didik tidak menawab soal. Pada soal no 15b yang memuat grafik (s-t) yang menggambarkan perjalan Doni pulang kerumah dari toko atau pergerakan Doni yang memiliki kecepatan tetap negatif (kekiri), namun peserta didik memberikan jawaban yang salah pula dengan mengartikan gradien memiliki percepatan dan perlambatan. Pada soal no 16a yang memuat

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 grafik (v-t) yang menggambarkan perjalanan Salma menaiki bukit bergerak diperlambat, beberapa peserta didik tidak menjawab soal, dan beberapa siswa memberikan jawaban yang salah degan mengartikan gradien memiliki kelajuan yang sangat cepat serta beberapa menuliskan adanya GLB dan GLBB tanpa menjelaskan lebih lanjut. Pada soal no 16b berupa grafik (v-t) yang menggambarkan perjalanan Salma menuruni bukit bergerak dipercepat, peserta didik tidak mampu menjawab dengan tepat. Jawaban yang ditulis hanya sampai menjelaskan adanya kecepatan yang meningkat, ada pula yang menjawab pergerakan salma dipercepat namun tidak menjelaskan apakah grafik tersebut menjelaskan perjalanan Salma menaiki bukit atau menuruni bukit. Beberapa peserta didik tidak menjawab soal tersebut. Pada soal no 17a peserta didik diminta untuk menentukan nilai konstanta pegas dari grafik (F- x) yang memiliki dua gradien dengan niai yang berbeda. Beberapa peserta didik tidak menjawab soal dikarenakan belum mendapatkan materi hukum Hooke. Beberapa peserta didik lainnya salah menggunakan rumus hingga jawaban salah, dan ada yang menggunakan rumus dengan benar namun salah dalam perhitungan. Pada soal no 17b peserta didik diminta untuk mendeskripsikan keadaan dua pegas berdasarkan grafik (F- x) yang digunakan pada soal no 17b. Maksud dari soal ini ialah apakah peserta didik mampu mengartikan nilai dan bentuk gradien pada grafik (Fx), dan mampu menjelaskan arti dari perbedaan gradien yang

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 merupakan nilai konstanta pegas. Beberapa peserta didik tidak menjawab soal, dan beberapa yang menjawab soal memberikan jawaban yang salah , yaitu ada yang mengerti keadaan pegas tidak sama namun tidak menjelaskan lebih rinci, dan ada pula yang menuliskan ada kecepatan yang berbeda. Pada soal no.20a peserta didik diminta untuk menemukan informasi apa saja dari grafik (v-t) yang menggambarkan keadaan dua mobil bergerak dipercepat berdasarakan nilai dan bentuk gradien. Beberapa peserta didik tidak menjawab soal, dan beberapa memberikan informasi yang tidak lengkap. Peserta didik hanya mampu memberikan informasi bahwa mobil bergerak dengan kecepatan tertentu dalam waktu tertentu dan hanya menyebutkan kedua mobil memiliki kecepatan yang berbeda yaitu mobil 2 lebih cepat dibandingkan mobil 1 namun tidak menyebutkan nilai percepatannya, adapula yang menjawab bahwa waktu tempuh dipengaruhi oleh jarak tempuh. Pada soal no 20b peserta didik diminta untuk menentukan mobil mana yang akan mencapai garis finish terlebih dahulu berdasarkan nilai dan bentuk gradien yang berikan berdasarkan soal no 20a. Dari semua peserta didik hanya satu orang yang menjawab dengan benar, karena mampu memberikan informasi yang benar dari soal no 20a. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peserta didik masih sangat kesulitan dalam memaknai arti dari sebuah gradien grafik. Adapun kesulitan-kesulitan peserta didik ialah 1). sulit membedakan makna gradien dari grafik (s-

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 t), (v-t), dan (F- x), 2). Sulit membedakan makna gradien dari grafik (s-t) yang memiliki kecepatan tetap negatif atau positif. 3).Sulit memaknai keadaan mobil yang diam dengan grafik (s-t) berupa garis lurus mendatar dan keadaan mobil yang bergerak dengan kecepatan tetap dari grafik (v-t) berupa garis lurus mendatar, 4). Sulit membedakan grafik (v-t) yang bergerak dipercepat dan diperlambat, 5). Sulit memberikan penjelasan mengenai nilai dan bentuk gradien yang berbeda dalam satu grafik 3) Kemampuan mengartikan nilai titik potong pada grafik Kemampuan peserta didik pada kemampuan ini tergolong rendah dengan perolehan skor 17,75 (20,17%) dari skor maksimal sbesar 88. Distribusi soal yang memuat kemampuan ini terletak pada no 18 dan 19. Pada soal no 18 peserta didik diminta untuk menceritakan perjalanan sebuah bus yang bergerak dengan kecepatan tetap dengan menempuh waktu tertentu dari kedudukan awal hingga akhir berdasarkan grafik (s-t) yang diberikan. Beberapa peserta didik tidak menjawab soal, ada yang mampu menjawab kedudukan awal bus namun tidak menjelaskan secara lengkap dan ada yang menjawab hanya dipengaruhi gaya GLB serta hanya menjawab bus bergerak dengan kecepatan dan percepatan tertentu. Pada soal no 19 peserta didik diminta untuk menceritakan pergerakan bola berdasarkan grafik (v-t) yang diberikan. Tujuan dari soal ini ialah peserta didik mampu menyebutkan bahwa bola bergerak dengan kecepatan awal tertentu.

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Namun, peserta didik hanya menuliskan bola bergerak mengalami percepatan. Ada yang menjawab semakin bertambah kecepatan bola bergerak maka waktu pun semakin bertambah dan adapula yang menjawab bola bergerak dengan kecepatan dan waktu tertentu. Dengan demikian peserta didik belum mampu mengartikan nilai titik potong pada sebuah grafik yang menggunakan konsep fisika dengan baik. 4) Kemampuan mengartikan luas daerah dibawah kurva Pada kemampuan ini, kemampuan peserta didik tergolong sangat rendah dengan perolehan skor sebesar 1 (12,5%) dari skor maksimal sebesar 8. Soal yang memuat kemampuan ini hanya terdapat pada no 20c. Pada soal no 20c peserta didik diminta untuk menentukan nilai jarak tempuh dua buah mobil berdasarkan grafik (v-t) yang diberikan pada soal no 20a dan 20b. Bila peserta didik mampu menjawab dengan benar, maka dapat disimpulkan bahwa peserta didik mampu mengetahui bahwa luas daerah dibawah grafik merupakan nilai jarak tempuh dari masing-masing mobil. Namun, seluruh peserta didik memberikan jawaban yang salah yaitu memberikan rumus dan angka yang salah, sehingga dapat disimpulkan peserta didik belum mampu mengartikan luas daerah dibawah grafik dengan baik. b. Aspek-aspek Kemampuan dalam Membuat Grafik Skor total yang diperoleh peserta didik pada kemampuan ini sebsesar 52 (29,54%) dari skor maksimal sebesar 176 sehingga kemampuan awal

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 dalam membuat grafik tergolong rendah, hal ini dapat dijabarkan sebagai berikut: 1) Kemampuan mengkonstruksi grafik dengan benar Pada kemampuan ini, kemampuan peserta didik tergolong cukup dengan perolehan skor 38,5 (48,13%) dari skor maksimal 80, Distribusi soal yang memuat kemampuan ini ada pada no 1a,1b, 2, 3, 4a, 4b dan 4c. Pada soal yang memuat pengetahuan umum, peserta didik telah mampu meletakkan variabel bebas dan terikat pada kolom yang benar dalam tabel namun banyak yang tidak menuliskan satuan pada setiap variabel (soal no.1a). Peserta didik belum cukup mampu untuk membuat grafik (soal no.1b), peserta didik belum bisa menuliskan judul yang tepat berdasarkan tabel yang diberikan, serta tidak memberikan label yang tepat. Hanya sebagian peserta didik yang mampu membuat skala dengan baik pada grafik dan rata-rata peserta didik mampu meletakkan data variabel bebas dan terikat pada sumbu yang tepat. Untuk grafik yang memuat konsep fisika yaitu Hukum Hooke, peserta didik hanya mampu mengisi nilai dalam tabel namun tidak mampu mengkonstruksi grafik dengan benar (soal no.2), hal ini dapat diketahui dari hampir sebagian besar peserta didik tidak menjawab soal untuk membuat grafik, dan ada yang menjawab namun salah dalam peletakkan varibel bebas dan terikat pada tiap sumbu. Sedangkan pada soal no. 3 yang meminta peserta didik membat garis pada grafik dari data yang diberikan, peserta didik tidak mampu

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 melakukannya dengan baik. Kemudian untuk soal no 4a, 4b, dan 4c merupakan soal-soal yang bersifat matematis yaitu membuat grafik dari sebuah persamaan. Hanya satu peserta didik yang menjawab ke tiga soal tersebut, namun hanya mampu menjawab dengan benar pada soal no 4a sedangkan nomor lainnya salah. Selain peserta didik tersebut, peserta didik lainnya tidak menjawab soal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peserta didik hanya cukup mampu dalam konstruksi grafik pada pengetahuan umum, namun kurang mampu mengkonstruksi grafik yang bersifat matematis dan memuat konsep fisika. 2) Kemampuan menggambar gradien garis Kemampuan peserta didik tergolong sangat rendah dalam menggambar gradien garis dengan perolehan skor 9,5 (14,84%) dari skor maksimal sebesar 64. Distribusi soal yang memuat kemampuan ini ialah soal no.5, 6a, dan 6b. Pada soal no.5 yang memuat peristiwa sepeda bergerak dengan kecepatan tetap positif, ketika diminta dibuat kedalam bentuk grafik (s-t) dan (v-t) rata-rata peserta didik tidak mampu, banyak peserta didik yang tidak menjawab soal dan beberapa menjawab namun salah dalam peletakan variabel dan label pada tiap sumbu. Hanya satu peserta didik yang mampu membuat grafik (v-t), namun tidak membuat grafik (s-t). Pada soal no. 6a merupakan peristiwa yang menggambarkan perjalanan Doni yang menuruni bukit dengan kecepatan yang berubah-ubah, sedangkan soal no.6b

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 menggambarkan perjalanan Budi menaiki bukit. Peserta didik diminta untuk membuat grafik (v-t) dari kedua peristiwa tersebut. Rata-rata peserta didik tidak menjawab kedua soal tersebut, dan hanya dua peserta didik yang mampu membuat grafik (v-t) dengan benar yaitu membuat bentuk gradien condong keatas yang memiliki arti gerak sepeda memiliki percepatan positif. Namun kesalahan yang dibuat pada soal no 6b ialah ada peserta didik yang membuat gradien condong keatas dan ada yang membuat grafik tanpa gradien. Ada pula yang terbalik membuat grafik (v-t) berdasarkan soal no. 6a dan 6b. Dari hal ini dapat disimpukan bahwa peserta didik tidak mampu dan mengalami kesulitan dalam membuat grafik (s-t) dan (v-t) terkait dengan gradien garis. 3) Kemampuan menentukan titik potong pada grafik Kemampuan peserta didik tergolong sangat rendah dalam menentukan titik potong pada grafik dengan perolehan skor 4 (12,5%) dari skor maksimal sebesar 32. Bila peserta didik mampu mengetahui titik potong pada tiap sumbu, maka peserta didik seharusnya mampu membuat grafik yang memiliki perpotongan garis. Kemampuan ini hanya termuat dalam satu nomor soal yaitu no.7 yang meminta peserta didik membuat grafik (s-t) yang memiliki perpotongan garis berdasarkan sebuah peristiwa sebuah bus yang bergerak dengan kecepatan tetap dari titik tertentu dan tiba pada titik tertentu pula. Rata-rata peserta didik tidak menjawab soal. Ada peserta yang mampu

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 membuat perpotongan garis pada grafik, namun tidak menuliskan label pada setiap sumbu sehingga salah. Dengan demikian dapat disimpulkan peserta didik mengalami kesulitan menentukan titik potong di setiap sumbu, sehingga tidak mampu membuat grafik yang memiliki perpotongan. c. Analisis kesulitan peserta didik berdasarkan hasil pretest Dari hasil analisis tes awal (pretest) dapat ditemukan beberapa kesulitan yang dialami peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam fisika, berikut merupakan tabel yang menyajikan kesulitan-kesulitan tersebut: No 1 2 Tabel 4.22 Analisis kesulitan peserta didik dalam menginterpretasi Grafik Kesulitan Aspek (Pretest) Kemampuan memahami Tidak memahami konsep konsep dan hubungan persamaan fungsi linier besaran-besaran fisika Tidak bisa menentukan dalam suatu persamaan penggunaan variabel bebas dan terikat Tidak bisa menentukan nilai gradien dan titik potong pada tiap sumbu Kemampuan mengartikan Sulit membedakan makna nilai dan bentuk gradien gradien dari grafik (s-t), (v-t), garis dan (F- x), Sulit membedakan makna gradien dari grafik (s-t) yang memiliki kecepatan tetap positif atau negative Sulit memaknai keadaan mobil yang diam dengan grafik (s-t) berupa garis lurus mendatar dan keadaan mobil yang bergerak dengan kecepatan tetap dari grafik (v-t) berupa garis lurus mendatar,

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 No 3 4 Kesulitan (Pretest) Sulit membedakan grafik (v-t) yang bergerak dipercepat atau diperlambat, Sulit memberikan penjelasan mengenai nilai dan bentuk gradien berdasarkan kecuraman grafik Kemampuan mengartikan Sulit menentukan nilai titik nilai titik potong pada grafik potong Kemampuan mengartikan Tidak mengetahui bahwa luas luas daerah dibawah grafik daerah dibawah grafik (v-t) (v-t) merupakan nilai jarak Aspek Tabel 4.23 Analisis Kesulitan peserta didik dalam membuat grafik Kesulitan No Aspek (Pretest) 1 Kemampuan Pemberian label dan satuan mengkonstruksi grafik pada tabel dan grafik, dengan benar pembuatan skala dan penulisan judul pada grafik yang memuat informasi umum Peletakan variabel bebas dan terikat serta pembuatan garis yang benar pada grafik yang memuat konsep fisika Menggambar grafik dari persamaan matematis yang memuat fungsi linier. Tidak mampu membuat skala dan menentukan titik potong 2 Kemampuan menggambar Peletakkan variabel bebas dan gradien garis terikat pada grafik (s-t) dan (v-t) Tidak mengetahui adanya perbedaan makna gradien dari grafik (s-t) dan (v-t) yang dibuat Tidak dapat membedakan grafik (s-t) yang memiliki kecepatan bernilai positif dan negative Tidak dapat membedakan grafik (v-t) dipercepat dan diperlambat Tidak dapat menerjemahkan peristiwa ke dalam gambar grafik

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 No 3 Aspek Kemampuan menentukkan titik potong pada grafik Kesulitan (Pretest) Tidak dapat menentukan nilai titik potong pada setiap sumbu dari sebuah peristiwa, sehingga tidak mampu menggambar perpotongan garis dengan baik d. Upaya perbaikan kesulitan peserta didik Berikut merupakan Upaya yang dilakukan untuk membantu kesulitan peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik : Tabel 4.24 Upaya perbaikan untuk mengembangkan Kemampuan Menginterpretasi Grafik No 1 Kesulitan Tidak memahami konsep persamaan fungsi linier 2 Tidak bisa menentukan variabel bebas dan terikat 3 Tidak bisa menentukan nilai gradien dan titik potong pada tiap sumbu 4 Sulit membedakan makna gradien dari grafik (s-t), (v-t), dan (F- x), Sulit membedakan makna gradien dari grafik (s-t) yang memiliki kecepatan tetap positif dan negatif, Sulit memaknai keadaan mobil yang diam dengan grafik (s-t) berupa garis lurus mendatar dan keadaan mobil yang bergerak dengan kecepatan tetap dari grafik (v-t) berupa garis lurus mendatar, Sulit membedakan grafik (v-t) yang bergerak dipercepat dan 5 6 7 Upaya perbaikan Memberikan materi mengenai konsep persamaan fungsi linier Memberikan materi mengenai hubungan variabel bebas dan terikat dan pengaplikasiannya ke dalam grafik Memberikan materi dan latihan untuk menentukan nilai gradien dan titik potong Memberikan materi mengenai konsep gerak dan hukum Hooke yang berkaitan dengan persamaan gerak dan persamaan hukum Hooke, kemudian mempelajari makna gradien grafik berdasarkan persamaanpersamaan tersebut.

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 No 8 9 10 No 1 2 3 4 5 6 Kesulitan diperlambat, Sulit memberikan penjelasan mengenai nilai dan bentuk gradien yang berbeda dalam satu grafik Sulit menentukan nilai titik potong Tidak mengetahui bahwa luas daerah dibawah grafik (v-t) merupakan nilai jarak Upaya perbaikan Memberikan materi mengenai makna gradien berdasarkan bentuk Memberikan materi dan latihan mengenai cara menentukan nilai titik potong pada sumbu x dan y Memberikan materi mengenai persamaan Gerak dan persamaan matematika yang menggunakan rumus luas segitiga untuk menentukan luas daerah dibawah grafik (v-t) Tabel 4.25 Upaya perbaikan untuk mengembangkan Kemampuan Membuat Grafik Kesulitan Upaya perbaikan Pemberian label dan satuan pada Memberikan materi tabel dan grafik, pembuatan skala mengenai pengetahuan dan penulisan judul pada grafik umum tentang grafik yang yang memuat informasi umum berkaitan dengan komponen utama grafik Peletakan variabel bebas dan Memberikan materi dan terikat serta pembuatan garis yang latihan mengenai benar pada grafik yang memuat pengaplikasian komponen konsep fisika utama grafik berupa grafik fungsi linier kedalam konsep fisika Menggambar grafik dari Memberikan contoh dan persamaan matematis yang latihan mengenai memuat fungsi linier persamaan fungsi linier dan grafik yang dihasilkan dari persamaan tersebut Peletakkan variabel bebas dan Memberikan materi dan terikat pada grafik (s-t) dan (v-t) penekanan mengenai peletakkan variabel bebas Tidak mengetahui adanya dan variabel terikat yang perbedaan makna gradien dari benar pada grafik (s-t) dan grafik (s-t) dan (v-t) yang dibuat (v-t) serta memberikan Tidak dapat membedakan grafik pembelajaran mengenai (s-t) yang memiliki kecepatan

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 No 7 8 9 Kesulitan bernilai positif dan negative Tidak dapat membedakan grafik (v-t) dipercepat dan diperlambat Tidak dapat menerjemahkan peristiwa ke dalam bentuk grafik Tidak dapat menentukan nilai titik potong pada setiap sumbu dari sebuah peristiwa, sehingga tidak mampu menggambar perpotongan garis dengan baik Upaya perbaikan konsep gerak yang yang dijelaskan kedalam grafikgrafik (s-t) dan (v-t) Memberikan demonstrasi untuk melatih peserta didik menerjemahkan sebuah peristiwa ke dalam bentuk grafik Memberikan materi mengenai bagaimana menentukan nilai titik potong pada sumbu x dan y mengaplikasikannya ke dalam bentuk grafik Dari analisis kesulitan peserta didik diatas, dapat diketahui bahwa peserta didik masih sulit dan kurang mampu dalam membuat grafik yang berkaitan dengan skala, peletakan variabel bebas dan terikat pada tiap sumbu, pemberian judul, pembuatan grafik fungsi linier dari sebuah persamaan matematis, dan pembuatan grafik (s-t), (v-t) dan (F- x) yang memuat konsep Fisika. Sedangkan untuk menginterpretasi grafik fungsi linier dalam fisika, peserta didik tidak memiliki pemahaman yang baik mengenai konsep persamaan fungsi linier dan bentuk grafiknya serta konsep gerak dalam fisika, hal ini menyebabkan peserta didik tidak mampu memaknai gradien dan perpotongan garis dari grafik (s-t) dan (v-t). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesulitan-kesulitan peserta didik timbul karena kurangnya pemahaman peserta didik mengenai grafik fungsi linier, konsep fisika tentang gerak dan hukum Hooke, pengetahuan tentang besaran-besaran fisika dalam konsep gerak serta pemahaman mengenai hubungan variabel bebas dan variabel terikat dalam konsep fisika.

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 2. Langkah-langkah pemberian proses pembelajaran Kemudian untuk membantu peserta didik mengatasai kesulitan-kesulitan dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam fisika, maka peneliti akan memberikan proses pembelajaran berdasarkan pedoman berikut : a. Pemberian materi dasar yang berkaitan dengan grafik secara umum dan komponen utama grafik b. Pemberian materi mengenai persamaan fungsi linier dan bentuk grafiknya c. Memberikan penjelasan mengenai cara menentukan nilai gradien dan titik potong disumbu x dan y d. Memberikan penjelasan mengenai pengaplikasian grafik fungsi linier dalam konsep fisika e. Pemberian materi mengenai konsep gerak yang memuat persamaan posisi (s) dan kecepatan (v) dan materi hukum Hooke serta penjelasan mengenai cara menentukan nilai jarak dari luas daerah dibawah grafik (v-t) f. Memberikan contoh serta latihan menginterpretasi grafik secara umum dan grafik (s-t), (v-t) dan (F- x) g. Memberikan contoh serta latihan menentukan nilai gradien dan titik potong disumbu x dan y untuk membuat grafik dari persamaan fungsi linier

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 h. Memberikan contoh serta latihan berupa demonstrasi untuk membuat grafik (s-t) dan (v-t) i. Memberikan praktikum Hukum Hooke untuk peserta didik agar mampu membuat grafik (F- x) secara utuh, mulai dari pembuatan tabel, komponen utama grafik, dan gradien grafik Proses pembelajaran yang lebih rinci dapat dilihat pada rencana proses pembelajaran (RPP) pada lampiran 1. Proses pembelajaran dilakukan selama dua hari. Pada hari pertama peneliti memfokuskan pembelajaran untuk belajar menginterpretasi grafik, dan hari kedua peneliti memfokuskan untuk belajar membuat grafik.

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Berikut merupakan proses pembelajaran yang telah dilakukan pada hari pertama : Mempelajari pengertian grafik secara umum Menganalisis Komponen Utama Grafik Belajar menggali informasi dari sebuah grafik Mempelajari makna gradien garis pada grafik fungsi linier dalam Fisika Mempelajari penggunaan grafik fungsi linier dalam fisika Mempelajari persamaan garis berupa fungsi linier Mempelajari konsep Gerak pada GLB dan GLBB, serta konsep hukum Hooke Mempelajari makna dan bentuk curam gradien garis berdasarkan parameter yang berbeda Latihan Soal Mengenai Interpretasi Grafik Mempelajari makna perpotongan garis Belajar menentukan luas daerah dibawah kurva pada grafik (v-t) Gambar 4.4 Diagram Proses Pembelajaran Hari Pertama

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Berikut merupakan proses pembelajaran yang telah dilakukan pada hari kedua : Membahas Latihan soal Belajar membuat tabel data yang baik dan benar sesuai dengan parameter yang diukur Latihan membuat grafik dari persamaan yang diberikan terkait perpotongan garis Mempelajari makna dari nilai titik potong sebuah grafik pada konsep gerak Latihan menggambar grafik (s-t) dan (v-t) berdasarakan demonstrasi gerak benda yang diberikan Belajar menggambar grafik (s-t) dan (vt) dari demonstrasi yang diberikan Gambar 4.5 Diagram Proses Pembelajaran Hari Kedua Pada hari pertama, proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan RPP namun tidak memiliki waktu yang cukup dalam membahas soal latihan mengenai interpretasi grafik sehingga akan dibahas pada hari kedua. Berikut merupakan rincian desain pembelajaran yang diberikan pada hari pertama. Tabel 4.26 Desain pembelajaran hari pertama Materi Grafik secara umum, persamaa n fungsi linier, grafik fungsi Kegiatan Pembelajaran Mempelajari pengertian grafik secara umum Alokasi Waktu (menit) 5 Menganalisis Komponen Utama Grafik 10 Belajar menggali 10 Metode Pembelajaran Ceramah Demonstrasi Latihan

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Materi linier, konsep GLB, GLBB, dan hukum Hooke, Penggun aan grafik fungsi linier pada konsep GLB, GLBB dan hukum Hooke Kegiatan Pembelajaran informasi dari sebuah grafik Mempelajari persamaan garis berupa fungsi linier Mempelajari penggunaan grafik fungsi linier dalam fisika Mempelajari makna gradien garis pada grafik fungsi linier dalam Fisika Mempelajari konsep Gerak pada GLB dan GLBB serta konsep hukum Hooke Mempelajari bentuk curam gradien garis berdasarkan parameter yang berbeda Mempelajari makna perpotongan garis Belajar menentukan luas daerah dibawah kurva pada grafik (vt) Latihan Soal Mengenai Interpretasi Grafik Alokasi Waktu (menit) 10 10 10 25 15 10 10 5 Metode Pembelajaran Ceramah Demonstrasi Latihan

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Pada hari kedua, aktifitas pembelajaran yang dilaksanakan tidak sesuai dengan RPP karena adanya keterbatasan waktu. Praktikum mengenai hukum Hooke yang direncanakan pada hari kedua ditiadakan, namun peserta didik diberikan penjelasan mengenai penggunaan tabel yang benar dalam mengolah data praktikum, serta mempelajari persamaan hukum Hooke, penekanan kembali mengenai makna gradien grafik (F- x), dan bagaimana menentukan nilai konstanta pegas. Berikut ini merupakan rincian desain pembelajaran pada hari ke dua. Tabel 4.27 Desain pembelajaran hari kedua Materi Konsep GLB, GLBB dan hukum Hooke, Gradien garis dan perpoton gan garis Kegiatan Pembelajaran Membahas Latihan soal Latihan membuat grafik dari persamaan yang diberikan terkait perpotongan garis Mempelajari makna dari nilai titik potong sebuah grafik pada konsep gerak Belajar menggambar grafik (s-t) dan (v-t) dari demonstrasi yang diberikan Latihan menggambar grafik (s-t) dan (v-t) Alokasi Waktu (Menit) 15 20 20 30 20 Metode Pembelajaran Ceramah Demonstrasi Latihan

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 Materi Kegiatan Pembelajaran berdasarakan demonstrasi gerak benda yang diberikan Belajar membuat tabel data yang baik dan benar sesuai dengan parameter yang diukur Alokasi Waktu (Menit) Metode Pembelajaran Ceramah Demonstrasi Latihan 15 Dari hasil latihan soal yang diberikan mengenai interpretasi grafik, peserta didik telah mampu menginterpretasi grafik yang memuat informasi secara umum. Namun, peserta didik masih kesulitan untuk menginterpretasi grafik (s-t) dan (v-t). Kesulitan yang dialami ialah masih bingung mengenai makna gradien garis pada grafik (s-t) dan (v-t). Hal ini dapat terlihat dari hasil jawaban peserta didik pada grafik (s-t) makna gradien diartikan memiliki percepatan dan makna gradien pada grafik (v-t) diartikan sebagai kecepatan. Beberapa peserta masih dalam tahap penjelasan angka-angka yang tertera pada grafik (s-t) dan (v-t) tanpa menjelaskan makna gradien. Peserta didik pun masih kesulitan untuk menginterpretasi grafik (v-t) yang berkaitan dengan bentuk kecuraman gradien garis, perpotongan garis, serta kesulitan dalam menentukan luas daerah dibawah grafik (v-t) yang merupakan nilai dari jarak tempuh. Setelah mengetahui kesulitan peserta didik dari hasil latihan soal, peneliti membantu peserta didik untuk membahas soal secara bersama-sama dan

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 memberi kesempatan bagi peserta didik untuk menanyakan materi yang belum dipahami. Pada hari kedua, proses pembelajaran difokuskan untuk melatih peserta didik membuat grafik fungsi linier yang digunakan dalam konsep fisika. Peserta didik diberikan materi terlebih dahulu mengenai penentuan nilai gradien, titik potong dan beberapa materi terkait konsep gerak pada grafik (s-t) dan (v-t). Setelah itu peserta didik diberikan latihan untuk membuat grafik fungsi linier dari tiga persamaan. Satu persamaan terkait fungsi linier tanpa perpotongan garis, dan dua persamaan lainnya memiliki perpotongan garis. Setelah latihan membuat grafik dari persamaan yang diberikan, peserta didik diberikan penejelasan mengenai konsep gerak dengan menggunakan beberapa demonstarasi. Demonstrasi yang diberikan berupa gerak bola yang bergerak dengan kecepatan tetap, dipercepat dan diperlamabat kemudian diam dalam waktu tertentu lalu kembali keposisi semula. Demonstrasi lainnya berupa pergerakan gerak langkah kaki yang diberikan oleh peneliti untuk menjelaskan posisi awal dan akhir, kemudian adanya perbedaan kecepatan hingga tidak adanya pergerakan. Dalam demonstrasi ini peneliti meminta peserta didik untuk memperhatikan pergerakan yang terjadi. Peneliti meminta peserta didik untuk menganalisis adanya perbeadaan kecepatan, kecepatan tetap, posisi awal, posisi akhir, hingga tidak ada pergerakan. Dari demonstrasi-demonstrasi yang diberikan, peneliti memberikan contoh cara membuat grafik (s-t) dan (v-t) sesuai gerak yang diberikan. Kemudian menanyakan kepada peserta didik hal-

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 hal yang belum dipahami. Setelah belajar membuat grafik dari demonstrasi yang diberikan secara bersama-sama, kemudian peneliti memberikan latihan untuk membuat grafik (s-t) dan (v-t) dari gerak yang didemonstrasikan. Setelah itu, penelti meminta beberapa peserta didik untuk menggambarkan hasil jawabannya dipapan tulis kemudian dibahas secara bersama-sama. Dari hasil latihan membuat grafik dari tiga persamaan fungsi linier, ratarata peserta didik kesulitan mengaplikasikan nilai titik potong yang telah ditentukan dari persamaan. Hal ini terlihat dari cara peserta didik dalam membuat garis yang menghubungkan titik potong disumbu x dan y. Beberapa peserta didik masih perlu dibantu dalam pembuatan skala yang benar agar garis yang dihasilkan dari nilai titik potong dapat berupa perpotongan garis yang baik. Dari kesulitan ini peneliti kembali memberikan penekanan mengenai pembuatan skala dan cara menghubungkan garis pada nilai titik potong didalm grafik. Dari hasil latihan membuat grafik (s-t) dan (v-t) dengan melihat demonstrasi yang diberikan. Rata-rata peserta didik masih kesulitan membuat grafik (s-t) yang berkaitan dengan kecepatan tetap positif atau negatif, grafik (s-t) saat tidak ada pergerakan pada jarak tertentu, dan grafik (v-t) yang memiliki kecepatan tetap positif atau negatif. Peserta didik telah sedikit mengerti membuat grafik (v-t) yang memiliki percepatan atau perlambatan. Dari latihan ini, beberapa peserta didik masih sering terbalik dalam menentukan makna gradien grafik (s-t) sebagai prcepatan dan makna gradien grafik (v-t) yang memiliki perecepatan dibuat memiliki kecepatan saja. Namun dapat diketahui

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 bahwa peserta didik telah mengetahui ada perbedaan makna gradien dari grafik (s-t) dan (v-t), namun masih kesulitan menganalisis makna grafik (s-t) dan (v-t) terkait nilai gradien yang memiliki tanda positif atau negatif. Dari kesulitankesulitn ini, peneliti membantu dengan memberikan penekanan kembali mengenai grafik (s-t) yang memiliki kecepatan tetap positif atau negative, grafik (s-t) ketika benda tidak bergerak dan grafik (v-t) yang memiliki kecepatan tetap positif atau negatif. Penekanan ini dberikan dengan beberapa contoh demonstrasi mengenai gerak benda. 3. Pembahasan Hasil Posttest Total skor rata-rata yang diperoleh oleh peserta didik sebesar 36,22 (52,49%) dari total skor maksimal sebesar 69, dengan skor tertinggi adalah 49,75 (72,1%) dan terendah 20,75 (30,07%). Dengan melihat persentase skor total rata-rata peserta didik dapat diketahui bahwa tingkat kemampuan peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam fisika adalah tergolong cukup mampu. Berikut merupakan analisis kemampuan peserta didik berdasarkan apsek-aspek menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam Fisika: a. Aspek-aspek kemampuan dalam Menginterpretasi Grafik Pada aspek-aspek ini, kemampuan peserta didik tergolong cukup dengan perolehan skor sebesar 203 (53,99%) dari skor maksimal 376, hal ini dapat dijabarkan sebagai berikut pada halaman berikut:

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 1) Kemampuan memahami konsep dan hubungan besaran-besaran fisika dalam suatu persamaan Kemampuan peserta didik pada kemampuan ini tergolong cukup dengan perolehan skor sebesar 35,25 (48,96%). Distribusi soal yang memuat kemampuan ini terletak pada no. 8, 9, 10, 11, dan 12. Soalsoal tersebut memuat konsep fungsi linier terkait hubungan besaranbesaran fisika. Pada soal no.8 peserta didik diminta memilih persamaan mana sajakah yang termasuk ke dalam fungsi linier dari persamaan matematis dan fisika yang disediakan dan diminta untuk memberikan alasan untuk pilihannya tersebut. Hampir sebagian besar peserta didik telah menjawab soal dengan baik dan benar dan beberapa masih tidak menjawab soal. Pada soal no.9 peserta didik diminta untuk memilih dan menjelaskan grafik yang telah disediakan yang sesuai dengan persamaan fungsi linier yang diberikan. Rata-rata peserta didik memilih dua gambar grafik. Satu grafik merupakan jawaban yang benar dan satu lainnya salah. Dalam hal menjelaskan grafik yang telah dipilih hanya dua orang yang mampu menjelaskan dengan baik dan benar. Dari hal ini dapat diketahui bahwa peserta didik ragu-ragu dalam menuliskan jawabannya. Pada soal no.10 peserta didik diminta menentukan nilai gradien yang bernilai negative dan titik potong di sumbu x (-) dan y(+) dari grafik (s-t) yang diberikan. Dari soal ini, hanya satu peserta didik yang tidak menjawab soal, dan peserta didik lainnya menjawab soal dengan jawaban yang

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 salah. Pada umumnya rumus yang digunakan dalam menentukan gradien benar, namun salah dalam perhitungan dikarenakan tidak memperhatikan tanda positif dan negatif pada angka yang tertera digrafik. Sedangkan untuk menentukan titik potong, hanya satu peserta didik yang mampu menjawab dengan baik dan benar. Siswa lainnya hanya mampu menjawab nilai titik potong di sumbu x saja dan y saja. Pada soal no 11 peserta didik diminta menentukan nilai gradien dan titik potong disumbu y. Rata-rata peserta didik masih salah dalam perhitungan dan persoalan titik potong hanya mampu dijawab dengan benar oleh dua orang peserta didik. Kemudian untuk soal no 12, peserta didik masih diminta pada persoalan yang sama, yaitu menentukan nilai gradien dan titik potong. Namun, dalam soal ini nilai gradien akan bernilai negative, titik potong di sumbu x (+) dan y(-). Peserta didik tidak menuliskan tanda dengan benar, sehingga nilai gradien dan titik potong salah. Denga demikian, dapat disimpulkan bahwa peserta didik tau cara menentukan nilai gradien dan titik potong dengan baik namun kesulitan dalam memberikan tanda positif dan negatif pada angka. 2) Kemampuan mengartikan nilai dan bentuk gradien gradien garis Pada kemampuan ini, kemampuan peserta didik tergolong cukup dengan perolehan skor sebesar 116,75 (56,13%) dari skor maksimal sebesar 208. Distribusi soal yang memuat kemampuan ini terletak pada soal nomor 13I, 13II, 13III, 13IV, 13V, 13VI,

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 14,15a,15b,16a,16b,17a,17b,20a dan 20b. Pada soal no 13a-13f peserta didik diminta untuk menginterpretasi keadaan mobil berdasarkan sketsa grafik yang diberikan. Untuk soal no.13I peserta didik diminta untuk menginterpretasi grafik (s-t) yang menggambarkan keadaan mobil saat bergerak dengan kecepatan tetap positif kemudian berhenti pada jarak tertentu dalam beberapa waktu. Peserta didik belum mampu menjawab dengan baik dan benar. Ratarata jawaban peserta didik mendekati benar. Ada peserta didik yang hanya mampu menafsirkan grafik (s-t) saat mobil dalam keadaan diam, dan ada yang menafsirkan grafik (s-t) saat mobil bergerak dengan kecepatan tetap positif. Peserta didik masih beranggapan grafik (s-t) yang memiliki kecepatan tetap positif memiliki nilai percepatan dan ada yang menafsirkan bahwa mobil dalam keadaan diam. Beberapa diantaranya masih dalam tahap menjelaskan nilai jarak dan waktu. Pada soal no 13II, peserta didik diminta untuk menginterpretasi grafik (s-t) yang menggambarkan keadaan mobil dalam keadaan diam. Hanya satu orang peserta didik yang mampu menjawab dengan baik dan benar. Peserta didik lainnya beranggapan grafik (s-t) yang memiliki bentuk garis mendatar memiliki nilai kecepatan dan percepatan. Peserta didik menafsirkan grafik (s-t) tersebut dengan adanya pergerakan mobil yang stabil dan semakin cepat sehingga ada nilai kecepatan dan percepatan atau perlambatan. Peserta didik tidak mengerti makna dari variabel s (posisi) dan waktu

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 (t) bila diaplikasikan kedalam grafik. Pada soal no 13III peserta didik diminta untuk menafsirkan grafik (v-t) yang menggambarkan keadaan mobil ketika bergerak dengan kecepatan tetap positif kemudian diperlambat. Peserta didik belum mampu menafsirkan grafik (v-t) saat memiliki kecepatan tetap positif, namun telah mampu menafsirkan grafik (v-t) memiliki perlambatan. Grafik (v-t) yang memiliki kecepatan tetap ditafsirkan sebagai keadaan mobil yang sedang diam. Peserta didik tidak memahami variabel kecepatan (v) dan waktu (t) dengan baik, beberapa diantaranya masih dalam menjelaskan secara harafiah. Pada soal no 13IV peserta didik diminta untuk menafsirkan grafik (v-t) yang menggambarkan keadaan mobil saat bergerak dipercepat kemudian bergerak dengan kecepatan tetap positif. Sama seperti no 13III, peserta didik belum mampu menjelaskan keadaan mobil yang bergerak dengan kecepatan tetap, namun mampu menafsirkan grafik (v-t) yang memiliki percepatan positif. Grafik (v-t) yang menggambarkan keadaan mobil bergerak dengan kecepatan tetap ditafsirkan sebagai keadaan mobil dalam keadaan diam. Pada soal no 13V peserta didik diminta untuk menafsirkan grafik (v-t) yang menggambarkan keadaan mobil bergerak dengan kecepatan tetap. Hanya dua orang peserta didik yang mampu menjawab denagn benar. Peserta didik yang lain masih menganggap bahwa grafik (v-t) tersebut menggambarkan keadaan mobil yang tidak bergerak. Ada yang menjelaskan bahwa mobil bergerak dalam keadaan stabil, namun tidak

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 dijelaskan secara lebih rinci. Pada soal no 13VI peserta didik diminta untuk menafsirkan grafik (s-t) yang menggambarkan keadaan mobil saat diam pada jarak tertentu dalam waktu beberapa lama, kemudian bergerak dengan kecepatan negatif. Hanya dua orang peserta didik yang mampu menjawab hampir benar yaitu menafsirkan mobil dalam keadaan diam saja, dan hanya menafsirkan mobil bergerak ke posisi awal yang menunjukkan adanya kecepatan tetap negatif. Peserta didik yang lain masih menganggap grafik (s-t) dengan bentuk garis mendatar memiliki nilai kecepatan dan percepatan, sedangkan grafik (s-t) yang memiliki kecepatan tetap negatif dianggap memiliki percepatan dan perlambatan. Soal no 14 peserta didik diminta untuk memilih grafik yang paling tepat dari peristiwa keadaan mobil saat diam, dan keadan mobil saat bergerak dengan kecepatan tetap kemudian diperlambat dari grafik yang disediakan berdasarkan grafik pada soal no 13. Untuk soal no 14 peserta didik hanya mampu memilih grafik (s-t) yang benar pada peristiwa mobil saat diam dan masih salah dalam menentukan grafik (v-t) yang menggambarkan keadan mobil bergerak dengan kecepatan tetap positif kemudian diperlambat. Pada soal no 15a, peserta didik diminta untuk menafsirkan grafik (s-t) dari perjalanan Hani menuju sebuah toko bangunan. Peserta didik hanya mampu menjelaskan dan belum menafsirkan yang memuat makna gradian dari grafik (s-t). Pada soal no 15b peserta didik diminta untuk menafsirkan grafik (s-t) yang

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 menggambarkan perjalanan Hani kembali dari Toko bangunan kerumah. Hanya satu orang peserta didik yang mampu menjawab dengan benar, peserta didik masih salah dan masih dalam tahap penjelasan. Masih banyak yang menganggap grafik (s-t) memiliki nilai percepatan dan perlambatan pada grafik fungsi linier. Pada soal no 16a peserta didik diminta untuk menafsirkan grafik (v-t) yang menggambarkan perjalanan Rara menaiki gunung. Beberapa peserta didik telah mampu menjawab dengan baik dan benar bahwa pada grafik tersebut merupakan perjalanan Hani yang menaiki gunung sehingga mengalami perlambatan. Peserta didik lainnya ada yang menjawab bahwa grafik tersebut merupakan grafik yang menggambarkan perjalanan Hani menuruni gunung dan hanya menjelaskan jarak dan waktu tempuh. Pada soal no 16b meminta peserta didik untuk menafsirkan grafik (v-t) yang menggambarkan perjalanan Hani menuruni gunung sehingga mengalami percepatan. Beberapa peserta didik mampu menjawab dengan baik dan benar, namun pesrta didik lainnya masih dalam tahap menjelaskan dan hanya menjelaskan secara harafiah serta penjelasan mengenai jarak dan waktu tempuh. Pada soal no 17a peserta didik diminta untuk menentukan nilai konstanta pegas berdasarkan grafik (F- x) yang diberikan. Grafik tersebut menggambarkan dua keadaan pegas yang memiliki nilai konstanta yang berbeda. Hanya dua orang peserta didik yang mampu menjawab dengan baik dan benar, peserta didik lainnya

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 salah dalam menggunakan rumus sehingga salah dalam perhitungan. Pada soal no 17b peserta didik diminta untuk mendeskripsikan keadaan dua buah pegas berdasarkan data yang diberikan dari grafik (F- x). Hanya dua orang yang menjawab dengan baik dan benar, yaitu mampu menjelaskan perbeadaan konstanta pegas berdasarkan bentuk kecuraman gradien. Peserta didik lainnya hanya pada tahap menjelaskan angka tanpa memperhatikan bentuk gradien, dan menyebutkan perbedaan keadaan pegas dengan jawaban yang terbalik. Pada soal no 20a peserta didik diminta untuk menemukan informasi apa saja yang dapat ditemukan dari grafik (v-t) yang diberikan. Grafik tersebut menggambarkan keadaan dua buah mobil yang bergerak dengan percepatan yang berbeda, hal ini dapat terlihat dari bentuk gradien grafik. Gradien grafik mobil1 lebih curam dibandingkan mobil 2, sehingga mobil 1 bergerak lebih cepat dibandingkan mobil 2. Rata-rata peserta didik telah mampu memberikan informasi yang menjelaskan mengenai percepatan kedua mobil. Peserta didik yang lain hanya menuliskan nilai percepatan tanpa penjelasan. Untuk soal no 20b peserta didik diminta untuk menentukan mobil mana yang akan tiba duluan digaris finish berdasarkan grafik (v-t) yang diberikan sebelumnya. Rata-rata peserta didik telah menjawab dengan baik dan benar karena telah mampu memberikan informasi yang benar pada soal sebelumnya pada no 20a. Dengan demikian dapat disimpulkan peserta didik dapat dikatakan cukup mampu menafsirkan grafik

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 berdasarkan makna gradien, peserta didik hanya mampu menafsirkan grafik (v-t) yang memiliki percepatan dan perlambatan serta perbedaan konstanta pegas dari dua gradin pada grafik (F- x). Peserta didik masih kesulitan dalam menafsirkan grafik (s-t) dan (v-t) dengan bentuk garis mendatar serta grafik (s-t) yang memiliki kecepatan tetap positif dan negatif. 3) Kemampuan mengartikan nilai titik potong pada grafik Kemampuan peserta didik pada kemampuan ini tergolong cukup dengan perolehan skor 49,25 (55,97%) dari skor maksimal sebesar 88. Distribusi soal yang memuat kemampuan ini terletak pada no 18 dan 19. Pada soal no 18 peserta didik diminta untuk menceritakan perjalanan sebuah mobil yang bergerak dengan kecepatan tetap dengan menempuh waktu tertentu dari kedudukan awal hingga akhir berdasarkan grafik (s-t) yang diberikan. Hanya dua orang peserta didik yang mampu menjawab dengan baik dan benar. Peserta didik yang lainnya tidak tegas hanya menjelaskan angka pada nilai jarak dan waktu tempuh serta pergerakan mobil dari kiri kanan tanpa menjelaskan posisi awal dan akhir mobil tersebut. Pada soal no 19 peserta didik diminta untuk menceritakan pergerakan bola berdasarkan grafik (v-t) yang diberikan. Tujuan dari soal ini ialah peserta didik mampu menyebutkan bahwa bola bergerak dengan kecepatan awal tertentu. Beberapa peserta didik telah mampu menjawab dengan baik dan benar. Peserta didik lainnya hanya pada tahap menjelaskan nilai

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 kecepatan dan waktu tempuh. Dengan demikian peserta didik telah cukup mampu dalam menginterpretasi grafik (s-t) dan (v-t) berdasarkan perpotongan garis, namun masih sulit menentukan posisi awal dan akhir pada grafik (s-t). 4) Kemampuan mengartikan luas daerah dibawah kurva Pada kemampuan ini, kemampuan peserta didik tergolong rendah dengan perolehan skor sebesar 1,75 (21,88%) dari skor maksimal sebesar 8. Soal yang memuat kemampuan ini hanya terdapat pada no 20c. Pada soal no 20c peserta didik diminta untuk menentukan nilai jarak tempuh dua buah mobil berdasarkan grafik (v-t) yang diberikan pada soal no 20a dan 20b. Bila peserta didik mampu menjawab dengan benar, maka dapat disimpulkan bahwa peserta didik mampu mengetahui bahwa luas daerah dibawah grafik menrupakan nilai jarak tempuh dari masing-masing mobil. Namun, seluruh peserta didik salah dalam menjawab soal. Jawaban yang ditulis berupa rumus dan perhitungan yang salah. Dengan demikian peserta didik masih tidak mampu dalam menentukan luas daerah dibawah grafik dari grafik (vt) yang merupakan nilai jarak. b. Aspek-aspek Kemampuan dalam Membuat Grafik Skor total yang diperoleh peserta didik pada kemampuan ini sebsesar 86,75 (49,29%) dari skor maksimal sebesar 176 sehingga kemampuan awal dalam membuat grafik tergolong cukup, hal ini dapat dijabarkan pada halaman berikut.

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 1) Kemampuan mengkonstruksi grafik dengan benar Pada kemampuan ini, kemampuan peserta didik tergolong sangat tinggi dengan perolehan skor 65,75 (82,18%) dari skor maksimal 80, Distribusi soal yang memuat kemampuan ini ada pada no 1a,1b, 2, 3, 4a, 4b dan 4c. Untuk pengetahuan secara umum pada soal no 1a, peserta didik telah mampu meletakkan variabel bebas dan terikat pada kolom tabel dengan baik dan benar, namun untuk konstruksi grafik yang dimuat pada soal no 1b, peserta didik masih kesulitan dalam memberikan judul yang tepat berdasarkan acuan dari variabel bebas dan terikat. Pembuatan skala, peletakkan variabel, dan satuan telah dikuasai dengan baik. Pada soal no 2, kemampuan peserta didik untuk konstruksi grafik yang memuat konsep fisika yaitu hukum Hooke, rata-rata telah dikuasai dengan baik, hanya dua orang peserta didik yang hanya mengisi nilai dalam tabel dan tidak membuat grafik. Sedangkan untuk soal no 3 yang menekankan peserta didik untuk membuat garis yang benar pada grafik (F- x) berdasarkan data yang diberikan, seluruh peserta didik mencoba membuat grafik dengan baik namun belum tepat, dikarenakan adanya pembuatan skala yang tidak benar sehingga mempengaruhi bentuk garis pada grafik. Untuk soal no 4a, 4b dan 4c yang meminta peserta didik membuat grafik dari persamaan fungsi linier secara matematis, rata-rata kemampuan peserta didik sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. Seluruh peserta didik telah mencoba menjawab soal dengan baik, ada beberapa

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 yang membuat grafik dengan baik dan benar, beberapa masih mengalami kesulitan dalam melakukan perhitungan matematis mencari nilai perpotongan garis serta pembuatan skala yang benar. Dengan demikian dapat disimpulkan kemampuan peserta didik dalam konstruksi grafik pada pengetahuan umum dan konsep fisika telah mengalami kemajuan dalam hal peletakkan variabel bebas dan terikat pada kolom tabel dan tiap sumbu serta pemberian label yang tepat, namun masih mengalami kesulitan dalam membuat skala dan pemberian judul yan tepat. 2) Kemampuan menggambar gradien garis Kemampuan peserta didik tergolong rendah dalam menggambar gradien garis dengan perolehan skor 15,25 (23,83%) dari skor maksimal sebesar 64. Distribusi soal yang memuat kemampuan ini ialah soal no.5, 6a, dan 6b. Pada soal no 5 yang meminta peserta didik untuk membuat grafik (s-t) dan (v-t) berdasarakan satu peristiwa yang sama yaitu gerakan bola yang terpantul kembali ke posisi semula dengan kecepatan tetap negatif. Rata-rata peserta didik belum mampu membuat grafik (s-t) dan (v-t) ini dengan baik. Grafik (s-t) yang dibuat rata-rata menunjukkan peristiwa bola saat diam dan memiliki kecepatan positif. Sedangkan grafik (v-t) yang dibuat menunjukan adanya percepatan. Pada soal no 6a meminta peserta didik untuk membuat grafik (v-t) dari sebuah peristiwa yang menggambarkan pergerakan kelereng yang bergerak dengan kecepatan tetap negatif

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 kemudian bergerak dipercepat. Rata-rata peserta didik tidak mampu membuat grafik (v-t) dengan baik. Peserta didik masih kesulitan membuat grafik (v-t) yang memiki kcepatan tetap negatif namun mengerti bila beregrak dipercepat bentuk grafik (v-t) condong keatas. Oleh karena, gambar grafik (v-t) yang dibuat sejak awal salah, maka peletakkan garis pada grafik yang condong keatas pun salah. Pada soal 6b meminta peserta didik untuk membuat grafik (v-t) yang menggambarkan pergerakkan kelereng yang bergerak dengan kecepatan tetap positif kemudian dipercepat. Hanya satu peserta didik yang membuat grafik (v-t) dengan benar. Peserta didik lainnya masih menganggap bahwa pada grafik (v-t) yang memiliki kecepatan tetap positif digambarkan memiliki percepatan dan perlambatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peserta didik belum benar-benar mengerti makna geradien dari grafik (s-t) dan (v-t) dari beberapa peristiwa yang berbeda. Kesulitan yang dialami ialah membuat grafik (s-t) yang memiliki kecepatan tetap negatif dibuat dengan gambaran bola dalam keadaan diam dan bergerak dengan kecepatan tetap positif, membuat grafik (v-t) yang memiliki kecepatan tetap positif dan negatif digambarkan memiliki percepatan dan perlambatan. 3) Kemampuan menentukan titik potong pada grafik Kemampuan peserta didik tergolong sangat rendah dalam menentukan titik potong pada grafik dengan perolehan skor 5,75 (17,79%) dari skor maksimal sebesar 32. Kemampuan ini hanya

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 termuat dalam satu nomor soal yaitu no.7 yang meminta peserta didik membuat grafik (s-t) yang memiliki perpotongan garis berdasarkan sebuah peristiwa mengenai pergerakan sebuah kapal selam yang akan naik kepermukaan laut. Dari peristiwa ini peserta didik harus mampu mengetahui kedudukan awal kapal selam pada waktu tertentu dan kedudukan akhir pada waktu tertentu ketika kapal selam sampai dipermukaan laut. Dengan mengetahui ini, peserta didik diharapkan mampu membuat grafik (s-t) dengan baik. Namun hanya satu peserta didik yang mampu membuat grafik (s-t) dengan benar sesuai dengan peristiwa yang diberikan. Peserta didik lainnya membuat grafik (s-t) tidak sesuai dengan peristiwa yang seharusnya. Grafik (s-t) yang dibuat menggambarkan kapal selam dalam keadaan diam dan grafik (s-t) yang tidak memiliki perpotongan garis. Satu peserta didik yang hampir benar membuat grafik (s-t) dengan benar, namun ada penambahan garis yang tidak seharusnya dibuat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peserta didik masih tidak mampu dalam membuat grafik (s-t) yang memiliki perpotongan garis. Kesulitannya masih terletak pada menerjemahkan peristiwa yang menentukan titik potong di sumbu x dan y.

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 c. Analisis kesulitan peserta didik berdasarkan hasil posttest Dari hasil analisis posstest dapat diketahui kesulitan apa saja yang masih dialami peserta didik serta kesulitan apa saja yang telah mampu diperbaiki Tabel 4.28 Analisis Kesulitan peserta didik dalam Menginterpretasi Grafik No Aspek 1 Kemampuan memahami konsep dan hubungan besaran-besaran fisika dalam suatu persamaan 2 Kemampuan mengartikan nilai dan bentuk gradien garis 3 Kemampuan mengartikan nilai titik potong pada grafik Kemampuan mengartikan luas daerah dibawah grafik (v-t) 4 Kesulitan setelah proses pembelajaran Tidak tegas menentukan grafik fungsi linier, sehingga dapat disimpulkan masih bingung mengenai variabel bebas dan terikat dari persamaan fungsi linier diaplikasikan ke grafik Penggunaan tanda positif dan negative pada setiap sumbu untuk menentukan nilai gradien dan titik potong Sulit membedakan makna gradien dari grafik (s-t) dan (v-t) Grafik (s-t) yang memiliki kecepatan tetap positif diartikan memiliki percepatan dan tidak ada pergerakan Grafik (s-t) yang memiliki bentuk garis lurus mendatar diartikan memiliki percepatan dan perlambatan Grafik (v-t) yang memiliki kecepatan tetap positif dan negatif diartikan sebagai tidak ada pergerakkan. Menentukan posisi awal dan akhir dari grafik (s-t) Penggunaan rumus dan angka yang salah

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 Tabel 4.29 Analisis Kesulitan peserta didik dalam Membuat Grafik No Aspek 1 Kemampuan Mengkonstruksi grafik dengan benar 2 Kemampuan menggambar gradien garis Kesulitan sesudah proses pembelajaran(Posttest) Penulisan judul pada grafik yang memuat informasi umum Pembuatan skala yang kurang tepat sehingga mempengaruhi bentuk garis pada grafik Pembuatan skala yang kurang tepat mempengaruhi bentuk grafik yang memuat persamaan fungsi linier Mengetahui ada perbedaan makna gradien dari grafik (s-t) dan (v-t) namun sulit mengaplikasikannya kedalam bentuk grafik, sehingga salah konsep. Grafik (s-t) yang memiliki kecepatan tetap negatif, dibuat dengan gambar grafik (s-t) dengan bentuk garis mendatar dan memiliki kecepatan tetap positif. Grafik (v-t) yang memiliki kecepatan tetap positif dengan bentuk garis lurus mendatar, dibuat dengan gambar grafik (v-t) memiliki percepatan dan perlambatan Grafik (v-t) yang memiliki kecepatan tetap negatif dengan bentuk garis lurus mendatar, dibuat dengan gambar grafik (v-t) memiliki percepatan dan perlambatan 3 Kemampuan menentukkan titik potong pada grafik Menerjemahkan peristiwa terkait menentukan titik potong disumbu x dan y.

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 d. Perbandingan Kesulitan peserta didik pada pretest dan posttest Setelah menganalisis kesuliatan peserta didik dari hasil posstest, maka dapat diketahui kesulitan apa saja yang telah mampu diatasi dan kesulitan apa saja yang belum mampu diatasi dengan melihat perbandingan kesulitan pada pretest dan posttest pada tabel berikut: Tabel 4.30 Perbandingan kesulitan peserta didik pada pretest dan posttest dalam menginterpretasi grafik No 1 2 3 4 Kesulitan sebelum proses pembelajaran (pretest) Tidak memahami konsep persamaan fungsi linier Tidak bisa menentukan penggunaan variabel bebas dan terikat dari sebuah persamaan ke dalam bentuk grafik Kesulitan setelah proses pembelajaran (posttest) (Tidak ada) Tidak tegas menentukan grafik fungsi linier, sehingga dapat disimpulkan masih bingung mengenai variabel bebas dan terikat dari persamaan fungsi linier diaplikasikan ke grafik Tidak bisa Penggunaan tanda menentukan nilai positif dan gradien dan titik negative pada potong pada tiap setiap sumbu sumbu untuk menentukan nilai gradien dan titik potong Sulit membedakan Sulit makna gradien dari membedakan grafik (s-t), (v-t), dan makna gradien dari grafik (s-t) (F- x) Kesulitan yang bisa diatasi setelah proses pembelajaran Mampu mengetahui dan menjelaskan persamaan fungsi linier Mengetahui penggunaan variabel bebas dan terikat Mengetahui cara menentukan nilai gradien dan titik potong Mampu mengetahui makna gradien grafik (Fx)

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 No 5 6 7 8 Kesulitan sebelum proses pembelajaran (pretest) Sulit membedakan makna gradien dari grafik (s-t) yang memiliki kecepatan tetap positif atau negative Sulit memaknai keadaan mobil yang diam dengan grafik (s-t) berupa garis lurus mendatar dan keadaan mobil yang bergerak dengan kecepatan tetap dari grafik (v-t) berupa garis lurus mendatar, Sulit membedakan grafik (v-t) yang bergerak dipercepat atau diperlambat, Sulit memberikan penjelasan mengenai nilai dan bentuk gradien berdasarkan kecuraman grafik 9 Sulit menentukan nilai titik potong 10 Tidak mengetahui bahwa luas daerah dibawah grafik (v-t) merupakan nilai jarak Kesulitan setelah proses pembelajaran (posttest) dan (v-t) Grafik (s-t) yang memiliki kecepatan tetap positif diartikan memiliki percepatan dan tidak ada pergerakan Grafik (s-t) yang memiliki bentuk garis lurus mendatar diartikan memiliki percepatan dan perlambatan Kesulitan yang bisa diatasi setelah proses pembelajaran Grafik (v-t) yang memiliki kecepatan tetap positif dan negatif diartikan sebagai tidak ada pergerakkan. Mampu mengetahui makna gradien grafik (v-t) yang memiliki percepatan atau perlambatan (Tidak ada) Menentukan posisi awal dan akhir dari grafik (s-t) Penggunaan rumus dan angka yang salah (Tidak ada) (Tidak ada) Mampu memberikan penjelasan mengenai nilai dan bentuk gradien berdasarkan kecuraman grafik Mampu mengetahui makna titik potong pada grafik (v-t) (Tidak ada)

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 Tabel 4.31 Perbandingan kesulitan peserta didik pada pretest dan posttest dalam membuat grafik No Kesulitan Sebelum proses pembelajaran 1 2 3 2 3 4 Pemberian label dan satuan pada tabel dan grafik, pembuatan skala dan penulisan judul pada grafik yang memuat informasi umum Peletakan variabel bebas dan terikat serta pembuatan garis yang benar pada grafik yang memuat konsep fisika Menggambar grafik dari persamaan matematis yang memuat fungsi linier. Tidak mampu membuat skala dan menentukan titik potong Peletakkan variabel bebas dan terikat pada grafik (s-t) dan (v-t) Tidak mengetahui adanya perbedaan makna gradien dari grafik (s-t) dan (v-t) yang dibuat Tidak dapat membedakan grafik Kesulitan sesudah proses pembelajaran Penulisan judul pada grafik yang memuat informasi umum Kesulitan yang bisa diatasi setelah proses pembelajaran Pemberian label dan satuan pada tabel dan grafik, dan pembuatan skala pada grafik Pembuatan skala yang kurang tepat sehingga mempengaruhi bentuk garis pada grafik Peletakan variabel bebas dan terikat pada tiap sumbu Pembuatan skala yang kurang tepat mempengaruhi bentuk grafik yang memuat persamaan fungsi linier Mampu menentukan nilai titik potong - Mengetahui ada perbedaan makna gradien dari grafik (s-t) dan (v-t) namun sulit mengaplikasikannya kedalam bentuk grafik, sehingga salah konsep Grafik (s-t) yang memiliki kecepatan Peletakkan variabel bebas dan terikat pada grafik (s-t) dan (v-t) Mengetahui ada perbedaan makna gradien dari grafik (s-t) dan (v-t) (Tidak ada)

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 No Kesulitan Sebelum proses pembelajaran Kesulitan sesudah proses pembelajaran (s-t) yang memiliki kecepatan bernilai positif dan negative tetap negatif, dibuat dengan gambar grafik (s-t) dengan bentuk garis mendatar dan memiliki kecepatan tetap positif. Grafik (v-t) yang memiliki kecepatan tetap positif dengan bentuk garis lurus mendatar, dibuat dengan gambar grafik (v-t) memiliki percepatan dan perlambatan Grafik (v-t) yang memiliki kecepatan tetap negatif dengan bentuk garis lurus mendatar, dibuat dengan gambar grafik (v-t) memiliki percepatan dan perlambatan Menerjemahkan peristiwa terkait menentukan titik potong disumbu x dan y. 5 Tidak dapat membedakan grafik (v-t) dipercepat dan diperlambat 6 Tidak dapat menerjemahkan peristiwa ke dalam gambar grafik Tidak dapat menentukan nilai titik potong pada setiap sumbu dari sebuah peristiwa, sehingga tidak mampu menggambar perpotongan garis dengan baik Kesulitan yang bisa diatasi setelah proses pembelajaran Mampu membuat grafik (v-t) memiliki percepatan dan perlambatan (Tidak ada)

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 Setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan gabungan metode ceramah, demonstrasi dan latihan peserta didik masih kesulitan dan tidak terampil dalam hal: (i) pembuatan skala, (ii) penulisan judul, (iii) membuat grafik dari persamaan matematis fungsi linier terkait penentuan gradien dan titik potong, (iv) menginterpretasi dan membuat grafik (s-t) yang memiliki gradien positif dan negative serta berupa garis lurus mendatar, (v) menginterpretasi dan membuat grafik (v-t) yang memiliki garis lurus mendatar, (vi) menginterpretasi dan membuat grafik (s-t) terkait perpotongan garis, dan (vii) mengartikan luas daerah dibawah kurva. Kesulitan-kesulitan yang timbul setelah proses pembelajaran dapat dipengaruhi dari beberapa hal berikut: 1. Penyampain materi yang dijelaskan dengan cepat saat proses pembelajaran. Hal ini terjadi dikarenakan banyaknya materi yang perlu dipaparkan. 2. Metode yang digunakan dalam proses pembelajaran tidak diminati peserta didik. Terlihat pada saat menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran, peserta didik banyak yang terlihat lelah. 3. Seharusnya memberikan waktu belajar lebih dari dua hari, agar peserta didik mengalami proses belajar dan latihan menginterpretasi dan membuat grafik secara berulang-ulang. Kesulitan-kesulitan yang dialami peserta didik dapat mengindikasikan bahwa peserta didik belum sepenuhnya mengerti tentang pembuatan grafik terkait skala dan kegunaannya dalam proses pembelajaran fisika terkait konsep GLB dan GLBB. Peserta didik dapat dikatakan memahami konsep GLB dan GLBB dengan-

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 baik bila telah mampu menginterpretasi dan membuat grafik (s-t) dan (v-t) dengan baik dan benar. Sebab, kemampuan dalam menginterpretasi dan membuat grafik dapat membantu untuk lebih memahami sebuah konsep dalam fisika, dan dapat dijadikan tolak ukur dalam penguasaan pemahaman sebuah konsep. Sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan menginterpretasi dan membuat grafik serta penguasaaan pemahaman sebuah konsep fisika merupakan dua hal yang saling terkait. Berdasarkan hasil perkembangan kemampuan dan analisis kesulitan peserta didik, walaupun mengalami perkembangan kemampuan dari tingkat kemampuan dengan skor rata-rata tergolong rendah 16,47 (23,86%) menjadi cukup 36,22 (52,49%), namun peserta didik belum mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang digunakan sebagai acuan untuk menyatakan ketuntasan dalam mengikuti suatu pembelajaran. KKM yang ditetapkan di SMA Citra Pelangi sebagai lokasi penelitian sebesar 75% sehingga nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik sebesar 52,49% belum mencapai nilai KKM.

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada BAB IV tentang kemampuan peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam pembelajaran fisika, dapat disimpulkan bahwa: 1. Kemampuan peserta didik dalam menginterpretasi dan membuat grafik fungsi linier dalam pembelajaran fisika dengan menggunakan gabungan metode Ceramah, Demonstrasi dan Latihan dalam proses pembelajaran mengalami perkembangan. Hal ini dapat diketahui dari adanya kenaikan skor rata-rata yang diperoleh peserta didik dari hasil pretest ke posttest sebesar 119,91%. Perolehan skor rata-rata saat pretest sebesar 16,47 (23,86%) dengan tingkat kemampuan tergolong rendah dan skor rata-rata saat posttest sebesar 36,22 (52,49%) dengan tingkat kemampuan tergolong cukup. 2. Perkembangan kemampuan untuk tiap aspek menginterpretasi dan membuat grafik sebagai berikut: a. Dalam menginterpretasi grafik fungsi linier dalam pembelajaran fisika, peserta didik mengalami peningkatan kemampuan dari tergolong rendah dengan skor 79,75 (21,21%) menjadi cukup 203 (53,99%) dengan kenaikan skor sebesar 154,54%. 155

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 1) Aspek kemampuan memahami konsep dan hubungan besaran-besaran fisika dalam suatu persamaan, tergolong rendah dari skor 15,5 (21,53%) menjadi cukup dengan 35,25 (48,96%). 2) Aspek kemampuan mengartikan nilai dan bentuk gradien garis, tergolong rendah 45,5 (21,86%) menjadi cukup dengan skor 116,75 (56,13%). 3) Aspek kemampuan mengartikan nilai titik potong pada grafik, tergolong rendah dengan skor 17,75 (20,17%) menjadi cukup dengan skor 49,25 (55,96%). 4) Aspek kemampuan megartikan luas daerah dibawah kurva, tergolong sangat rendah 1 (12,5%) menjadi rendah dengan skor sebesar 1,75 (21,87%). b. Dalam membuat grafik fungsi linier dalam pembelajaran fisika, peserta didik mengalami peningkatan kemampuan dari rendah 52 (29,54%) menjadi cukup 86,75 (49,29%) dengan kenaikan skor sebesar 66,83%. 1) Kemampuan mengkonstruksi grafik dengan benar, dari skor 38,5 (48,13%) tergolong cukup, menjadi sangat tinggi dengan skor 65,75 (82,19%). 2) Aspek kemampuan menggambar gradien garis, dari skor 9,5 (14,84%) tergolong sangat rendah menjadi tergolong rendah dengan skor 15,25 (23,83%).

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 3) Aspek kemampuan menentukan titik potong pada grafik, tetap tergolong sangat rendah dengan perolehan skor dari 4 (12,5%) menjadi 5,75 (17,97%) c. Perkembangan yang dialami peserta didik setelah diberikan proses pembelajaran: Peserta didik telah mampu menafsirkan dan membuat grafik fungsi linier berupa grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) yang memiliki kemiringan garis (gradien) bernilai positif atau negatif. d. Kesulitan – kesulitan yang masih dialami peserta didik setelah diberikan proses pembelajaran : Peserta didik masih kesulitan dalam hal penulisan judul, membuat grafik dari persamaan matematis fungsi linier terkait penentuan gradien dan titik potong, menginterpretasi dan membuat grafik (s-t) yang memiliki gradien positif dan negatif serta berupa garis lurus mendatar, membuat dan menginterpretasi grafik (v-t) yang memiliki garis lurus mendatar, menginterpretasi dan membuat grafik (s-t) terkait perpotongan garis, dan mengartikan luas daerah dibawah kurva.

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 B. SARAN Bagi peneliti yang tertarik dengan topik penelitian yang sama, maka diberikan beberapa saran berikut: 1. Memberikan proses pembelajaran menggunakan metode yang menarik dalam waktu yang cukup untuk melatih kemampuan peserta didik 2. Memperbanyak latihan soal dalam memahami grafik, agar peserta didik terbiasa dalam menginterpretasi dan membuat grafik 3. Diusahakan untuk merangkum materi pembelajaran agar tidak dikaji secara luas

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Abdul dan Choirul. 2014. Pendekatan Ilmiah Dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Abdullah Sani, Ridwan. 2016. Demonstrasi Dan Eksperimen Fisika. Jakarta: Bumi Aksara Aka, Prasetya Anselmus. 2008. “Peningkatan Kemampuan Siswa Dalam Menginterptretasi Dan Menggambar Grafik S-T Dan V-T Pada GLB Dan GLBB Melalui Pembelajaran Menggunakan Contoh Dalam Kehidupan Sehari-sehari ”. Yogyakarta: Skripsi Universitas Sanata Dharma. Arikunto, S 2003. Manajemen Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta Bloom, Benjamin S et. Al. 1956. The Classificatio of Educational Goals Handbook I : Cognitive Domain. Canada: Dominion Bloom, Benjamin S et.al. 1971. Handbook on Formati ve and summative Evaluation Of Student Learning. Canada: Dominion Christin, Yonathan, dkk. 2009. Interpretasi Mahasiswa Tentang Grafik Kinematika.Yogyakarta: Skripsi Universitas Kristen Satya Wacana Hasibuan, J.J. Hasibuan dan Moedjiono. 1986. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Karya Heller, Kurt.A. 1993. Scientific Ability. dalam The Origins and Development of High Ability: Scintific Ability hal.139-159. England: Ciba Foundation Kanginan, Marthen M.Sc. 1997. Fisika SMU Kelas 1 Caturwulan 1. Jakarta: Erlangga Kanginan, Marthen M.Sc. 2004. Fisika Untuk SMA Kelas X . Jakarta: Erlangga Lindrawati, Budi. 2014. Ketrampilan Proses Sains Calon Guru Fisika di Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta: Skripsi Universitas Sanata Dharma Mukhartin, Wanti. 2017. Analisis Kemampuan Menginterpretasi Grafik Tentang Kinematika Gerak Pada Siswa SMA di Kabupaten Jember. Jember: Skripsi Universitas Jember Mustain, Iing. 2015. Kemampuan Membaca Dan Interpretasi Grafik Dan Data: Study Kasus Pada Siswa Kelas 8 SMPN . Cirebon: Skripsi 159

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 Negoro, GT dan Harahap. B. 1981.Kalkulus Suatu Pengantar. Jakarta: Balai Aksara N.K, Roestitah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta Prayudi. 2006. Kalkulus Fungsi Satu Variabel. Yogyakarta: Graha Ilmu Semiawan, Cony. Dkk. 1985. Pendekatan Ketrampilan Proses. Jakarta: Pt. Gramedia Sumaji, dkk. 1998. Pendidikan SainS yang Humanistis. Yogyakarta: Kanisius Suparno, Paul.2007. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2013. Metode Pembelajaran Menyenangkan. Fisika Konstruktivistik & Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2014. Metode Penelitian Pendidikan IPA. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Tipler, P.A. 1998. Fisika Untuk Sains Dan Tekhnik Jilid I (Terjemahan). Jakarta: Erlangga Wardarita, Ratu. 2014. Kemampuan Menulis Karya Ilmiah.Yogyakarta: Pararaton Wirasasmita,Omang. 1989. Pengantar Laboratorium Fisika. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 161

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 Lampiran 1: Rencana Proses Pembelajaran I (RPP) Hasil belajar : Mampu meginterpretasi grafik fungsi linier Prtemuan ke : Satu Waktu : (60 x 2) menit Metode Pembelajaran : Ceramah Indikator Kegiatan Pembelajaran Siswa mampu :  Mengetah ui Kompone n utama pada grafik  Mengetah ui grafik fungsi linier dalam fisika  Memaha mi konsep GLB pada grafik (st) dan GLBB pada grafik (vt)  Mengetah ui makna dari nilai gradien dan titik potong  Mengetah Pembuka  Peneliti : 1. Menanyakan apa yang diketahui peserta didik mengenai grafik dan ada berapa jenis grafik yang telah diketahui 2. Meminta peserta didik meyebutkan kegunaan dari masing-masing grafik yang telah disebutkan  Peserta Didik : 1. Menjawab pertanyaan mengenai grafik 2. Menyebutkan kegunaan masing-masing grafik Peneliti menyimpulkan apa yang dimaksud dengan grafik, jenis-jenis grafik, dan kegunaannya Kegiatan Inti  Peneliti 1. Membagikan soal latihan yang berisikan beberapa grafik untuk diinterpretasi. Peserta didik dipersilahkan menjawab setelah mendapatkan informasi dari penjelasan materi oleh peneliti 2. Menanyakan kepada peserta didik apa saja komponen utama dari grafik 3. Menjelaskan dan menerangkan komponen utama dari grafik 4. Menjelaskan perbedaan grafik batang dan grafik garis 5. Menjelaskan mengenai grafik garis berupa fungsi linier yang memiliki gradien dan titik potong Alokasi Waktu (menit) 15 90

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 Indikator ui bentukbentuk gradien  Menentuk an luas daerah dibawah grafik  Menginter pretasi grafik fungsi linier Kegiatan Pembelajaran 6. Menjelaskan gradien dan titik potong dari sebuh persamaan 7. Menjelaskan penggunaan grafik fungsi linier didalam fisika dan persamaannya dalam konsep GLB, GLBB dan hukum Hooke. 8. Menjelaskan konsep Gerak dan hukum Hooke terkait rumus-rumus yang digunakan untuk menentukan nilai besaran-besaran pada materi gerak dan hukum Hooke 9. Menjelaskan adanya variabel bebas dan terikat dari pesamaan besaran –besaran difisika 10. Menjelaskan peletakkan variabel bebas dan terikat pada grafik fungsi linier 11. Menjelaskan makna dari gradien grafik (s-t), (v-t) dan (F- ). Penjelasan meliputi bentuk-bentuk gradien garis positif dan negative serta bentuk kecuraman gradien 12. Menjelaskan pengertian dari perpotongan garis pada grafik (s-t) dan (v-t) 13. Menjelaskan luas daerah dibawah grafik (v-t) menggunkan rumus luas segitiga 14. Memberikan 2 contoh grafik, dan meminta peserta didik mencoba memberikan informasi dari grafik yng diberikan. 15. Membantu peserta didik dalam menginterpretasi grafik dan memberikan contoh langkah-langkah menginterpretasikan grafik dengan baik 16. Mempersilahkan peserta didik menyelesaikan soal latihan yang diberikan 17. Membahas soal latihan bersama peserta didik Alokasi Waktu (menit)

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 Indikator Kegiatan Pembelajaran  Peserta Didik 1. Mendengarkan dan memperhatikan pemaparan materi oleh peneliti 2. Menjawab pertanyaan dari peneliti 3. Bertanya terkait materi yang tidak dipahami 4. Menjawab soal latihan yang diberikan peneliti 5. Membahas soal latihan bersama-sama Penutup  Peneliti 1. Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bertanya lagi mengenai materi yang belum dipahami 2. Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menyimpulkan materi yang diberikan 3. Merangkum kesimpulan yang diberikan oleh peserta didik 4. Mengucapkan terimakasih atas perhatian dan partisipasi peserta didik  Peserta Didik 1. Bertanya megenai hal yang belum dipahami terkait materi pembelajaran, 2. Menyimpulkan materi pembelajaran 3. Mendengarkan rangkuman materi pembelajaran Alokasi Waktu (menit) 15

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 Rencana Proses Pembelajaran II (RPP) Hasil belajar : Mampu membuat grafik fungsi linier Prtemuan ke : Dua Waktu : (60 x 2) menit Metode Pembelajaran : Ceramah dan Demonstrasi Indikator Kegiatan Pembelajaran Siswa mampu :  Membuat grafik dari persmaan fungsi linier yang memiliki perpotongan garis sekaligus mengenal persamaan garis yang memiliki perpotongan garis  Menentukan nilai gradien grafik dan nilai titik potong disumbu x dan y  Membuat sketsa grafik (s-t) dan (v-t) dari sebuah peristiwa melalui demonstrasi  Membuat grafik fungsi linier secara utuh dari Pembuka  Peneliti : 1. Menanyakan kembali mengenai materi pertemuan sebelumnya 2. Menegaskan kembali materi mengenai, komponen grafik, makna gradien dan perpotongan garis pada grafik (s-t), (vt) dan (F3. Memberikan kesempatan pada peserta didik bila masih ada kesulitan dalam memahami materi sebelumnya  Peserta Didik : 1. Menjawab pertanyaan dari peneliti 2. Mendengarkan kembali pokok penting materi sebelumnya yang dipaparkan oleh penelti 3. Bertanya soal materi yang sulit dipahami Kegiatan Inti  Peneliti 1. Memberi penjelasan lagi mengenai gradien dan perpotongan garis pada grafik funsi linier 2. Memberikan contoh persamaan garis fungsi linier yang mempunyai gradien dan titik potong disumbu x dan y 3. Memberikan contoh bagaimana membuat grafik dari persamaam garis yang memiliki titik potong disumbu x dan y 4. Memberikan latihan untuk membuat grafik dari persamaan garis yang Alokasi Waktu (menit) 15 90

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 Indikator praktikum hukum Hooke yang menghasilkan grafik (F- Kegiatan Pembelajaran memiliki gradien dan titik potong disumbu x dan y dengan memperatikan skala pada grafik 5. Memberikan latihan bagaimana cara menentukan nilai gradien dan titik potong di sumbu x dan y dari grafik yang telah dibuat dari sebuah persamaan 6. Memberikan contoh peristiwa yang dapat digambarkan melalui grafik 7. Memberikan selembar kertas kosong yang telah berisi beberapa kolom untuk peserta didik sebagai media membuat grafik (s-t) dan (v-t) berdasarkan demonstrasi yang akan diberikan 8. Meminta masing-masing peserta didik untuk mengambil gulungan kertas yang berisikan satu buah grafik 9. Setiap siswa secara bergilir dipersilahkan Mendemonstrasikan beberapa peristiwa menggunakan bola dan bahan disekitar yang telah dipersiapkan oleh peneliti terkait gerak GLB dan GLBB dan meminta peserta didik lainnya membuat grafik (s-t) atau (v-t) terkait peristiwa yang diberikan 10. Meminta peserta didik untuk menggambarkan jawabannya didepan kelas, dan membahasnya bersama-sama 11. Menjelaskan kembali Kriteria membuat grafik secara dasar dalam praktikum, dan membut tabel data, yaitu variabel bebas berada dikolom kiri, dan variabel terikat pada kolom kanan 12. Menjelaskan kembali peletakan variabel bebas dan terikat didalam grafik, dan bagaimana memberikan judul yang baik pada sebuah grafik 13. Memberikan LKS yang berisikan prosedur pratikum hukum Hooke 14. Meminta peserta didik mengisi data dalam tabel, kemudian membuat grafik (Fberdasarkan data dalam tabel Alokasi Waktu (menit)

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 Indikator Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu (menit) dan memberikan judul yang sesuai 15. Meminta peserta didik mengumpulkan gambar grafik(Fdan tabel yang dibuat dalam praktikum  Peserta Didik 1. Menjawab pertanyaan yang diberikan 2. Mendengarkan penjelasan yang diberikan 3. Bertanya terkait materi yng belum dipahami 4. Melakukan demonstrasi sebuah peristiwa terkait grafik yang telah dibuat oleh peneliti 5. Membuat grafik berdasarkan peristiwa yang diberikan dari demonstrasi 6. Melakukan praktikum Hukum Hooke kemudian membuat tabel dan grafik (F- Penutup  Peneliti 1. Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bertanya lagi mengenai materi yang belum dipahami 2. Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menyimpulkan materi yang diberikan 3. Merangkum kesimpulan dari peserta didik 4. Mengucapkan terimakasih atas partisipasi peserta didik  Peserta Didik 1. Bertanya megenai hal yang belum dipahami terkait materi pembelajaran, 2. Menyimpulkan materi pembelajaran 3. Mendengarkn rangkuman materi pembelajaran dri peneliti 15

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 Lampiran 2 : Soal Pretest, jawablah soal dengan singkat dan jelas 1) Sebuah toko pakaian menjual satu buah kaos yang beraneka warna dengan harga Rp. 40,000 . Tina membutuhkan 12 buah kaos berwarna merah untuk keperluan sekolah. Pada hari pertama ia membeli 2 buah kaos dengan harga Rp.80,000,Pada hari kedua Ia membeli 4 buah kaos dengan harga Rp.160,000, Dan pada hari ke tiga Ia membeli 6 buah kaos dengan harga Rp.240,000, a. Berdasarkan cerita diatas, buatlah sebuah tabel yang berisikan data setiap pengeluaran dana yang dialami Tina berdasarkan jumlah kaos yang telah terbeli ! b. Buatlah sebuah grafik dari data dalam tabel yang telah dibuat, kemudian cantumkan judul yang sesuai dengan grafik tersebut ! 2) Diberikan persamaan hukum Hooke F = k . Buatlah Grafik hubungan Gaya (F) terhadap pertambahan panjang pegas ( ) setelah mengisi data pada tabel berikut : Tabel hubungan Gaya (F) terhadap Pertambahan Panjang Pegas ( ) No F (N) (m) 1 1 2 2 3 6 3 ……. 10 4 7 ……. 5 9 ……. 6 ……. 22 3) Buatlah grafik hubungan Gaya (F) terhadap pertambahan panjang pegas ( ) dari persamaan hukum Hooke F = k , berdasarkan data dari tabel dibawah ini : Tabel hubungan Gaya (F) terhadap Pertambahan Panjang Pegas ( No 1 2 3 4 5 6 (m) 2 2,5 3,3 4 4,5 5 F (N) 3 4,5 4,9 5,5 6 6,5 )

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 4) Buatlah grafik dari persamaan dibawah ini : a. y = 4x b. y = 2x + 2 c. y = 2x – 2 5) Tika mengayuh sepeda dengan kecepatan tetap positif atau = 0 dari rumah hingga ke sekolah. Buatlah sketsa grafik hubungan jarak terhadap waktu (s-t) dan grafik hubungan kecepatan terhadap waktu (v-t) berdasarkan perjalanan Tika dari rumah menuju sekolah! 6) Doni mengendarai sepeda menuruni sebuah bukit dengan kecepatan yang berubah-ubah. Sedangkan Budi mengendarai sepeda menaiki bukit yang sama dengan kecepatan berubah-ubah pula. Berdasarkan cerita tersebut, buatlah dua buah grafik berikut : a. Grafik hubungan kecepatan terhadap waktu (v-t) untuk perjalanan Doni ! b. Grafik hubungan kecepatan terhadap waktu (v-t) untuk perjalananBudi! 7) Sebuah bus pariwisata mengantar penumpang dari sebuah tempat wisata menuju hotel dengan kecepatan tetap selama 4 jam. Hotel tersebut terletak 8 km diarah selatan tempat wisata. Jika diketahui acuan arah sebagai berikut : u B T S Buatlah sketsa grafik jarak terhadap waktu (s-t) berdasarkan cerita tersebut ! 8) Diberikan persamaan sebagai berikut : 1 a. x = x0 + v0t + at2 2 b. v = v0 + at c. F = k x Dari persamaan diatas, sebutkan dan jelaskan persamaan mana sajakah yang termasuk ke dalam persamaan fungsi linier ? 9) Sebuah grafik memiliki persamaan y = mx. Sebutkan dan jelaskan Manakah grafik dibawah ini yang sesuai dengan persamaan garis tersebut ? Sebutkan dan jelaskan! x x y y y I x III y y y IV x II x V x VI

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 10) Tentukan nilai gradien dan titik potong di umbu x dan ydari grafik dibawah ini: Grafik Hubungan Jarak (s) terhadap waktu (t) 10 Jarak s (m) 8 6 4 2 0 0 2 4 waktu t (s) 6 11) Tentukan nilai gradien dan titik potong di sumbu y dari grafik dibawah ini: Grafik hubungan Kecepatan (m/s) terhadap waktu (t) Kecepatan, V (m/s) 8 6 4 2 0 0 2 4 6 Waktu, t (s) 12) Tentukan nilai gradien dari grafik dibawah ini : c). Grafik hubungan Gaya terhadap pertambahan panjang panjang pegas ( 14 Gaya, F (N) 12 10 8 6 4 2 0 0 a bahan 1 Panjang pega 2 Per (m)3

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 Grafik dibawah ini merupakan gambaran keadaan sebuah mobil. (Grafik dibawah ini untuk mengerjakan soal no.13 dan 14) S (m) S (m) V (m/s) t (s) I V (m/s) t (s) II V (m/s) t (s) IV t (s) III S (m) t (s) t (s) V VI 13) Deskripsikanlah keadaan mobil dari 6 buah grafik diatas! 14) Sebutkan grafik mana yang menggambarkan mobil bergerak dipercepat dan grafik mana yang menggambarkan mobil bergerak diperlambat ! 15) Budi mengendarai sepeda menuju sebuah toko yang jaraknya 50 m dari rumahnya. Ceritkanlah perjalanan Budi berdasarkan grafik hubungan jarak terhadap waktu (s-t) dibawah ini : a. S (m) b. S (m) 50 50 25 25 3 6 t (s) 4 8 t (s) 16) Salma melakukan sebuah perjalanan ke daerah perbukitan. Ceritakanlah perjalanan Salma yang digambarkan melalui 2 buah grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) sebagai berikut : a. V (m/s) b. V (m/s) 12 12 6 6 2 4 t (s) 2 4 t (s)

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 17) Diketahui persamaan hukum Hooke ialah F = k x Dua buah pegas yang tidak homogen digantungkan dan diberi beban masing-masing dengan massa yang sama. Ketika kedua pegas tersebut diberi beban mulai dari massa beban yang terkecil hingga yang terbesar, kedua pegas tersebut mengalami keadaan sebagai berikut : Grafik hubungan Gaya (F) terhadap Pertambahan Panjang Pegas ( ) F (N) Pegas 1 Pegas 2 20 10 5 6 (m) a. Tentukanlah nilai konstanta pegas (K) untuk masing-masing pegas! b. Deskripsikanlah keadaan kedua pegas, berdasarkan gradien grafik (Fdiatas! ) 18) Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan tetap dari pom bensin menuju sebuah pusat perbelanjaan. Ceritakanlah perjalanan mobil berdasarkan grafik (s-t) dibawah ini ! S (km) Acuan Arah : 8 B 4 -6 T S -3 -4 3 6 t (jam) -8 19) Boni menendang sebuah bola seperti grafik berikut : V (m/s) 20 15 10 5 4 U 8 t (s) Ceritakanlah pergerakan bola dari grafik diatas !

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 20) Dua buah mobil balap berjalan dengan kecepatan yang berbeda, seperti yang ditunjukkan pada grafik dibawah ini : Grafik Hubungan kecepatan (v) terhadap waktu (t) v (km/jam) 100 Mobil 2 Mobil 1 50 t (jam) 2 4 a. Informasi apa yang dapat ditemukan dari gradien grafik (v-t) diatas? b. Mobil manakah yang diperkirakan akan mencapai garis finish terlebih dahulu? c. Berapakah jarak tempuh masing-masing mobil berdasarkan grafik diatas?

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 Lampiran 3 : Soal Posttest, jawablah soal dengan singkat dan jelas 1) Setiap akhir pekan, William selalu berkunjung ke rumah nenek. Ia selalu membawakan bunga mawar merah yang indah untuk sang nenek. Setangkai bunga mawar merah biasanya dijual dengan harga Rp.25.000, William selalu membeli bunga mawar dengan jumlah yang berbeda untuk setiap minggunya. Pada minggu pertama William membeli bunga mawar sebanyak lima tangkai dengan harga Rp.125.000, pada minggu kedua ia membeli sepuluh tangkai dengan harga Rp.250,000, pada minggu ketiga ia membeli lima belas tangkai dengan harga Rp.375.000, dan pada minggu terakhir dalam bulan ia membelikan dua puluh tangkai bunga mawar seharga Rp.500,000, a. Berdasarkan cerita diatas, buatlah sebuah tabel yang berisikan data jumlah bunga yang terbeli dengan jumlah uang yang dikeluarkan oleh William! b. Buatlah sebuah grafik dari data dalam tabel yang telah dibuat, kemudian cantumkan judul yang sesuai dengan grafik tersebut ! 2) Diberikan persamaan pada Gerak Lurus Beraturan (GLB) s = vt . Buatlah Grafik hubungan Jarak (s) terhadap waktu (t) setelah mengisi data pada tabel berikut : Tabel hubungan Jarak (s) terhadap waktu (t) No 1 2 3 4 5 6 t (s) 2 4 ...... 8 10 ..... s (m) 6 12 18 ...... ...... 36 3) Buatlah grafik hubungan Gaya (F) terhadap pertambahan panjang pegas ( persamaan hukum Hooke F = k , berdasarkan data dari tabel dibawah ini : Tabel hubungan Gaya (F) terhadap pertambahan panjang pegas ( No 1 2 3 4 5 6 (m) 10 20 30 40 50 60 F (N) 20 35 60 66 100 120 ) dari )

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 4) Buatlah grafik Dari persamaan dibawah ini : a. y = - 2x b. y = 3x + 6 c. y = 2x – 4 5) Sebuah bola karet bergerak maju kearah sebuah tembok, dan terpantul kembali ke posisi semula dengan kecepatan tetap negatif atau = 0, Buatlah sketsa grafik hubungan jarak terhadap waktu (s-t) dan grafik hubungan kecepatan terhadap waktu (v-t) berdasarkan pergerakkan kelereng saat kembali pada posisi semula ! 6) Sebuah kelereng berwarna hitam bergerak pada sebuah permukaan licin dengan kecepatan tetap negative, dan beberapa saat kemudian bergerak meluncur menuruni bidang miring yang licin dengan kecepatan yang berubah-ubah. Sebuah kelereng lainnya yang berwarna abu-abu bergerak pada sebuah permukaan licin dengan kecepatan tetap positif dan beberapa saat kemudian menuruni bidang miring yang licin dengan kecepatan berubah-ubah pula. Berdasarkan cerita tersebut, buatlah dua buah grafik berikut : a. Grafik hubungan kecepatan terhadap waktu (v-t) untuk pergerakan kelereng berwarna hitam! b. Grafik hubungan kecepatan terhadap waktu (v-t) untuk pergerakan kelereng berwarna abu-abu! 7) Sebuah kapal selam bergerak keatas permukaan laut dengan kecepatan tetap selama 5 jam. Diketahui kapal selam tersebut mulai bergerak tepat saat berada 10 km di bawah permkaan air laut. Buatlah sketsa grafik hubngan jarak terhadap waktu (s-t) berdasarkan cerita tersebut ! 8) Diberikan persamaan sebagai berikut : a. F = m b. v = v0 + t c. x = 5t + 2t2 Dari persamaan diatas, sebutkan dan jelaskan persamaan mana sajakah yang termasuk ke dalam persamaan fungsi linier ? 9) Diketahui sebuah persamaan kecepatan v = v0 + αt. Jika diketahui nilai a negatif, dan nilai v0 positif manakah grafik dibawah ini yang sesuai dengan persamaan tersebut ? Sebutkan dan jelaskan ! t(s) t(s) t(s) v(m/s) I v(m/s) v(m/s) II v(m/s) III v(m/s) t(s) IV v(m/s) t(s) V t(s) VI

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 10) Tentukanlah nilai gradien, serta nilai titik potong sumbu x dan y dari grafik dibawah ini : Grafik Hubungan jarak terhadap Waktu (s-t) 14 12 Jarak, s (m) 10 8 6 4 2 0 -10 -5 0 Waktu, t (s) 11) Tentukanlah nilai gradien, serta nilai titik potong pada sumbu y dari grafik dibawah ini : Jarak, s (m) Grafik Hubungan jarak terhadap Waktu (s-t) 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 0 5 10 15 Waktu, t (s) 12) Tentukanlah nilai gradien, serta nilai titik potong sumbu x dan y dari grafik dibawah ini : Grafik Hubungan jarak terhadap Waktu (s-t) Jarak, s (m) 0 -5 0 5 10 -10 -15 -20 Waktu, t (s) 15

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 Grafik dibawah ini merupakan gambaran keadaan sebuah mobil. (Grafik berikut untuk mengerjakan soal No13 dan 14) S (m) S (m) V (m/s) t (s) I V (m/s) t (s) II V (m/s) t (s) t (s) III S (m) t (s) IV t (s) V VI 13) Deskripsikanlah enam keadaan sebuah mobil dari enam buah grafik diatas! 14) Sebutkan grafik manakah yang tepat untuk menggambarkan keadaan mobil saat diam (tak melakukan pergerakkan sama sekali), dan grafik manakah yang menggambarkan keadaan mobil saat bergerak dengan kecepatan tetap kemudian diperlambat hingga berhenti dalam waktu tertentu ! 15) Hani mengendarai sepeda motor menuju sebuah toko bangunan yang jaraknya 15 km dari rumahnya. Toko tersebut terletak disebelah kanan rumah Hani. Ceritkanlah perjalanan Hani berdasarkan grafik hubungan jarak terhadap waktu (s-t) dibawah ini : a. b. S (km) S (km) 15 15 5 5 2 4 6 t (jam) 2 4 6 t (jam)

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178 16) Rara melakukan sebuah perjalanan ke sebuah gunung dengan mengendarai mobil. Ceritakanlah perjalanan Rara yang digambarkan melalui 2 buah grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) sebagai berikut : a. V (m/s) b. V (m/s) 50 60 25 30 5 10 t (jam) 5 10 t (s) 17) Diketahui persamaan hukum Hooke ialah F = . Dua buah pegas yang tidak homogen digantungkan dan diberi beban masing-masing dengan massa yang sama. Ketika kedua pegas tersebut diberi beban mulai dari massa beban yang terkecil hingga yang terbesar, kedua pegas tersebut mengalami keadaan sebagai berikut : Grafik Hubungan Gaya (F) terhadap pertambahan panjang pegas ( F (N) ) Pegas 1 6 Pegas 2 4 2 (m) a. Tentukanlah nilai Konstanta (K) untuk masing-masing pegas! b. Deskripsikanlah keadaan kedua pegas, berdasarkan gradien grafik (F- ) diatas! 18) Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan tetap dari kantor pos menuju ke sebuah taman bunga. Ceritakanlah perjalanan mobil berdasarkan grafik (s-t) dibawah ini ! 1 2 3 S (km) Acuan arah : u 8 B 4 -6 -3 -4 -8 T S 3 6 t (jam)

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 19) Boni menendang sebuah bola seperti grafik berikut : V (m/s) 27 21 15 9 3 6 t (s) Ceritakanlah pergerakan bola dari grafik diatas ! 20) Dua buah mobil balap berjalan dengan kecepatan yang berbeda, seperti yang ditunjukkan pada grafik dibawah ini : Grafik Hubungan kecepatan (v) terhadap waktu (t) v (km/jam) 150 Mobil 1 Mobil 2 75 t (jam) 3 6 a. Informasi apa yang dapat ditemukan dari gradien grafik (v-t) diatas? b. Mobil manakah yang diperkirakan akan mencapai garis finish terlebih dahulu? c. Berapakah jarak tempuh masing-masing mobil berdasarkan grafik diatas?

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 Lampiran 4 : Kunci Jawaban Pre-test 1. a). Tabel jumlah uang terhadap jumlah baju yang terbeli No Jumlah Baju 1 2 3 2 4 6 Jumlah Uang (Rp) 80,000 160,000 240,000 b). Grafik Hubungan Jumlah Uang Terhadap Jumlah Baju yang Terbeli 2. Tabel Hubungan Gaya Terhadap Pertambahan Panjang Pegas (F- x) No 1 2 3 4 5 6 Pertambahan Panjang Pegas, x (m) 1 3 5 7 9 11 Gaya, F (N) 2 6 10 14 18 22

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 Grafik Hubungan Gaya Terhadap Pertambahan Panjang Pegas (F- x) 25 Gaya, F (N) 20 15 10 5 0 0 5 10 15 Pertambahan Panjang Pegas, x (m) 3. Grafik Hubungan Gaya Terhadap Pertambahan Panjang Pegas (F- x) 7 Gaya, F (N) 6 5 4 3 2 1 0 0 2 4 6 Pertambahan Panjang Pegas, x (m) 4. Grafik Dari persamaan : a) y = 4x y 8 6 4 2 3 2 1 1 2 4 6 8 2 3 x

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 b) y = 2x + 2 y 6 4 2 3 2 1 1 2 3 2 4 6 c) y = 2x – 4 y 6 4 2 -3 -2 -1 1 2 3 -2 -4 -6 5. Grafik (s-t) Grafik (v-t) S (m) v (m/s) t (s) t (s) 6. a) Grafik (v-t), Doni Turun Bukit v (m/s) t (s) b) Grafik (v-t), Budi menaiki bukit v (m/s) t (s)

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 7. Sketsa Grafik perjalanan bus s (m) 8 6 4 2 4 -3 -2 -1 1 2 3 4 t (s) -2 -4 -6 -8 8. Persamaan yang termasuk kedalam fungsi linier ialah b. v = v0 + t c. F = k x Kedua persamaan tersebut, pada variabelnya memiliki pangkat tertinggi Satu 9. Grafik yang memiliki persamaan y = mx ialah grafik N0, VI y x VI Grafik diatas sesuai dengan persamaan y = mx karena :  Variabel x merupakan variabel bebas yang terletak disumbu horizontal  Variabel y merupakan variabel terikat yang berada disumbu vertikal  Persamaan y = mx mempunyai gradien (m), sesuai dengan grafik No. VI  Persamaan y = mx tidak memiliki perpotongan garis disumbu horizontal dan vertikal 10. a) Nilai Gradien : Sumbu x (4.0) m = = 6 4 3 = 2/1 = 2 11. a) Nilai Gradien : Sumbu y (0,8) b) Nilai Titik Potong di sumbu y = Sumbu y (0,2) m = = b) Nilai Titik Potong (x.y) = (4.8) 3 2 1 = 1/1 = 1

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 12. a) Nilai Gradien : m = = 5 25 1 ,5 = 2.5/0,5 = 5 13. Menafsirkan keadaan mobil dari grafik I. Mobil bergerak pada jarak dan waktu tertentu dengan kecepatan tetap S (m) t (s) II. Mobil tidak bergerak/diam pada jarak tertentu S (m) t (s) III. Mobil bergerak dengan kecepatan yang berubah-ubah d alam waktu tertentu, semakin lama bergerak diperlambat atau percepatannya berkurang ( = -) v (m/s) t (s) IV. Mobil bergerak dengan kecepatan yang berubah-ubah dalam waktu tertentu , sehingga mengalami percepatan atau geraknya semakin dipercepat ( = +) v (m/s) t (s) V. Mobil bergerak dengan kecepatan tetap dalam waktu tertentu, tidak mengalami percepatan maupun perlambatan ( = 0) v (m/s) t (s)

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 VI. Mobil bergerak pada jarak dan waktu tertentu dengan kecepatan tetap negative atau kearah kiri dari posisi semula S (m) t (s) 14. Mobil bergerak dipercepat ditunjukkan oleh grafik no. IV dan mobil bergerak diperlambat ditunjukkan oleh grafik no. III 15. a) Grafik perjalanan (s-t) Budi menuju toko s (m) 50 25 3  6 t (s) Budi mengendarai sepeda dari toko sepeda menuju Toko dengan kecepatan tetap positif 8.33 m/s Grafik disamping menceritakan perjalanan Budi dari rumah ke toko yang jaraknya 50 m dari rumahnya Budi mulai berangkat dari rumah tepat saat jarak (s = 0) dan waktu (t = 0) Setelah 3 menit Budi telah menenmpuh jarak 25 m dari rumahnya 3 menit kemudian ia tiba ditoko Dalam waktu 6 menit, Budi tiba ditoko setelah menempuh jarak 50 m dari rumahnya      b) Perjalanan Budi dari Toko kerumah s (m) 50 25      4 8 t (s) Budi mengendarai sepeda dari toko kerumah dengan kecepatan tetap negative 6.25 m/s Budi berangkat tepat pada jarak 50 m dari rumahnya saat t = 0 Dalam waktu 4 menit ia telah berada 25 m dari rumahnya Empat menit kemudian Ia tiba dirumah Dalam waktu delapan menit ia tiba dirumah, setelah menempuh jarak 50 m dari rumahnya

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 16. a) Grafik (v-t) perjalanan Salma menaiki bukit v (m/s) 12 6 2    4 t (s) Salma menaiki bukit Geraknya diperlambat atau mengalami perlambatan 3 m/s2 = negative b) Grafik (v-t) perjalanan Salma menuruni bukit v (m/s) 12 6 2    4 t (s) Salma menuruni bukit Gerknya dipercepat atau mengalami 3 m/s2 = Positif 17. a) Nilai konstanta Pegas Pegas 1 = m = = Pegas 2 = m = = 1 45 4 1 5 4 = = 1 1 ,5 1 = 20 = 10 b) Berdasarkan gradien grafik diatas,  Pegas 1 memiliki nilai konstantan lebih besar dibandingkan nilai konstanta pegas 2  Terlihat dari kecuraman gradien, pegas 1 lebih curam dari pegas 2. Hal ini menandakan konstanta pegas pada pegasi 1 lebih besar dibandingkan pegas 2

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187 18. Grafik (s-t) perjalanan mobil S (m) 8 u 4 -6 -3 B 3 6 T t (s) -4 -8      Mobil bergerak dari pom bensin menuju sebuah pusat perbelanjaan diutara Diketahui jarak pom bensin 8 km dari pusat perbelanjaan saat t=0 Setelah 3 menit ia telah berada 4 km dari pusat perbelanjaan 4 menit kemudian ia tiba dipusat perbelanjaan Mobil tiba tepat 6 menit pada jarak = 0 19. Grafik (v-t) S (m) 20 15 10 5 4 8 t (s)  Boni menendang bola dengan kecepatan awal 10 m/s dan bola bergerak mengalami percepatan 1.25 m/s2  Bola bergerak dengan kecepatan awal 10 m/s saat t = 0, setelah 4 menit bola bergerak dengan kecepatan 15 m/s dan 4 menit kemudian bola bergerak dengan kecepatan 20 m/s

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 20. Grafik (v-t) perjalanan mobil v (m/s) 100 Mobil 2 Mobil 1 50 2 4 t (s) a) Informasi yang dapat ditemukan  Grafik diatas merupakan grafik hubungan kecepatan terhadap waktu (v-t)  Dapat diketahui dari grafik bahwa mobil 1 mengalami percepatan sebesar 25 km/Jm. Hal ini diketahui karena setelah 4 jam mobil itu bergerak baru mengalami perubahan kecepatan sebesar 100 km/Jm. Sedangkan pada mobil 2 mengalami percepatan sebesar 50 km/Jm. Hal ini diketahui karena setelah 2 jam bergerak, mobil itu mengalami perubahan kecepatan 100 km/Jm  Dari bentuk gradien garis, mobil 2 lebih curam dibandingkan dengan mobil 1. Hal ini berarti mobil 2 bergerak lebih cepat dibanding mobil 1. c) Mobil yang diperkirakan akan mencapai garis finish ialah Mobil 2. d) Jarak tempu masing-masing mobil berdasarkan grafik diatas ialah : Mobil 1 = s = ½ t = ½ (4) (100) = 200 km/Jm Mobil 2 = s = ½ t = ½ (2) (100) = 100 km/Jm

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189 Lampiran 5 : Kunci Jawaban Soal Posttest 1. a). Tabel jumlah uang terhadap jumlah bunga yang terbeli No 1 2 3 Jumlah Bunga 5 10 15 Jumlah Uang (Rp) 125.000 250,000 375.000 b) Grafik hubungan jumlah uang terhadap jumlah bunga yang terbeli tiap minggunya 2. a) Tabel Hubungan Jarak terhadap Waktu (s-t) No 1 2 3 4 5 6 Waktu, t (s) Jarak, s (m) 2 4 6 8 10 12 6 12 18 24 30 36

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190 b) Grafik hubungan Jarak (s) terhadap waktu t (s) Jarak, s (m) 40 30 20 10 0 0 5 10 15 Waktu, t (s) 3. Grafik hubungan Gaya (F) terhada pertambahan panjang pegas ( x) Gaya, F (N) 150 100 50 0 0 -50 20 40 60 Pertambahan Panjang Pegas, Δx… 4. Grafik Dari persamaan : a) y = -2x y 6 4 2 -3 80 -2 -1 1 2 4 6 2 3

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191 b) y = 3x + 6 y 6 4 2 -3 -2 -1 1 2 3 x 1 2 3 x -2 -4 -6 c) y = 2x - 4 y 6 4 2 -3 -2 -1 -2 -4 -6 5. Berikut merupakan Grafik perjalanan Bola yang terpantul kembali ke posisi semula Grafik Hubungan Jarak (s) terhadap waktu (t) s (m) t (s) Grafik Hubungan Kecepatan (v) terhadap waktu (t) v (m/s) t (s)

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192 6. a) Grafik hubungan Kecepatan (v) terhadap waktu (t) v (m/s) t (s) b) Gafik Hubungan Kecepatan (v) terhadap waktu (t) v (m/s) t (s) 7. Grafik Hubungan Jarak (s) terhadap waktu (t) , perjalanan kapal selam v (m/s) 1 2 3 4 5 t (s) -2 -4 -6 -8 -10 -12 8. Dari Persamaan berikut : a) F = ma b) V = V0 + at c) x = 5t + 2t2 Yang termasuk persamaan fungsi linier ialah a & b, dikarenakan variabelnya memiliki pangkat tertinggi satu 9. Diketahui persamaan kecepatan v = v0 + at, bila diketahui nilai a = -, dan nilai v0 = + Grafik yang benar dan sesuai dengan persamaan diatas ialah grafik No. V seperti gambar dibawah ini : v (m/s) t (s)

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193 Dengan alasan sebagai berikut :  Pada persamaan menunjukkan (t) sebagai variabel bebas terletak di sumbu x dan V0 Sebagai variabel terikat yang terletak pada sumbu y  Dari persamaan, diketahui bahwa pada grafik memiliki titik potong di sumbu y dan x  Karena nilai a = - & V0 = +, maka gradien garis memiliki bentuk condong Ke bawah 10. a) Nilai Gradien : Sumbu x (6,0) m = = 1 12 1 = -2/1 = -2 11. a) Nilai Gradien : m = = b) Nilai Titik Potong (x.y) = (-6,12) Sumbu y (0,12) b) Nilai Titik Potong di sumbu y = (0 ,1.5) Sumbu y (0 ,1.5) 15 1 = 75/10 = 0,75 12. a) Nilai Gradien : m = b) Nilai Titik Potong di sumbu x & y = (10 ,15) Sumbu x (10,0) 12 25 Sumbu y (0,15) 2 = -12 + 15/2 = 3/2 = 1,5 13. Menafsirkan grafik I. Mobil bergerak dengan kecepatan tetap pada jarak dan waktu tertentu, kemudian berhenti pada jarak tertentu untuk beberap waktu s (m) = t (s) II. Mobil tidak bergerak atau diam pada jarak tertentu untuk beberapa waktu s (m) t (s)

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194 III. Mobil bergerak dengan kecepatan tetap untuk beberapa waktu kemudian kecepatannya berubah-ubah semakin diperlambat v (m/s) t (s) IV. Mobil bergerak dengan kecepatan yang berubah yaitu bergerak semakin dipercepat untuk beberapa waktu kemudian pada waktu tertentu bergerak denagn kecepatan tetap untuk beberapa waktu v (m/s) t (s) V. Mobil bergerak dengan kecepatan tetap untuk beberapa waktu v (m/s) t (s) VI. Mobil tidak bergerak atau diam pada jarak tertentu selama beberapa waktu, kemudian mulai bergerak dengan kecepatan tetap positif kearah kiri dalam waktu tertentu s (m) t (s) 14. Grafik keadaan mobil diam pada no. II dan grafik keadaan mobil ketika bergerak dengan kecepatan tetap kemudian diperlambat pada no.III 15. a) Grafik (s-t) perjalanan Hani menuju Toko s (m) 15 10 5 t (s) 2 4 6  Hani mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tetap 5 m/s hingga jarak 10 km dari rumahnya selama 2 jam

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195  Kemudian Ia berhenti selama 2 jam ketika berada di jarka 10 km dari rumahnya  Ia melanjutkan perjalanan mengendarai sepeda motor yang bergerak dengan kecepatan tetap 2.5 km/Jm dalam waktu 2 Jm Ia telah tiba ditoko  Ia tiba ditoko setelah menempuh jarak 15 km dari rumahnya dalam waktu 6 jam b) Grafik (s-t) Perjalanan Hani menuju rumah s (m) 15 10 5 t (s) 2 4 6  Hani kembali kerumah dari toko yang jaraknya 15 km dari rumahnya  Ia mengendarai sepeda motor yang bergerak dengan kecepatan tetap negative 2.5 m/s selama 2 jam Ia telah berada di 10 km dari rumahnya  Kemudian Ia berhenti selama 2 jam, dan melanjutkan perjalanan dengan mengendarai sepeda motor yang bergerak denga kecepatan tetap 5 m/s dan dalam waktu 2 jam Ia tiba dirumah  Ia tiba dirumah setelah menempuh perjalanan dari toko yang jaraknya 15 km dari rumahnya 16. a) Grafik (v-t) ketika Rara menaiki Gunung v (km/Jm) 50 25 t (Jm) 5 10 Rara melakukan perjalanan Keatas gunung dengan mengendarai mobil yang brgerak diperlambat b) Grafik (v-t) ketika Rara menuruni Gunung v (km/Jm) 60 30 t (Jm) 5 10 Rara menuruni gunung mengendarai mobil yang bergerak dipercepat

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196 17. a) Nilai konstanta Pegas 6 45 Pegas 1 = m = = Pegas 2 = m = = = 15 2 15 ,5 6 4 2 3 2 =3 = =2 1 b) Pegas 1 memiliki nilai konstanta lebih besar dibandingkan pegas 2, dikarenakan bentuk gradien pegas 1 lebih curam dibandingkan pegas 2     18. Grafik (s-t) Perjalanan mobil Menuju Taman Bunga s (km) 8 U B T 4 S t (Jm) 2 6 Mobil mulai bergerak dari utara taman bunga, yaitu tetapt pada posisi 8 km dari taman bunga pada t= 0 Dalam waktu 3 jam mobil berada pada posisi 4 km dari taman Bunga 3 jam kemudian, Ia telah tiba ditaman Bungan Tepat 6 jam Ia tiba ditaman bunga 19. Grafik(v-t) perjalanan Bola yang ditendang Andi v (m/s) 27 21 15 9 3 6 t (s) Bola mulai bergerak dengan kecepatan awal 15 m/s, kemudian mengalami percepatan sebesar 2 m/s2

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197 20. Grafik (v-t) keadaan 2 buah mobil v (km/Jm) 150 Mobil 1 Mobil 2 75 3 6 t (Jm) a). Informsi yang dapat ditemukan dari gradien grafik (v-t) diatas  Grafik diatas merupakan grafik hubungan kecepatan teradap waktu (v-t)  Mobil 1 bergerak dengan percepatan 50 km/Jm, mobil ke 2 bergerak dengan percepatan 25 km/Jm2  Terlihat dari nilai percepatan dan bentuk gradien grfik bahwa mobil 1 memiliki bentuk gradien lebih curam dibandingkan denga mobil 2.Hal ini menunjukkan mobil 1 percepatannya lebih besar dibandingkan dengan mobil 2 b). Mobil yang diperkirakan mencapai garis finish terlebih daulu ialah mobil 1 c). Jarak tempuh masing-asing mobil : Mobil 1 = ½ t = ½ (3)(150) s = 225 km Mobil 2 = ½ t = ½ (6)(50) s = 450 km

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6 : Rubrik penilaian Pretest No. Soal Skor maksimal 1a 1,5 Pedoman Jawaban a). Tabel jumlah uang terhadap jumlah baju yang terbeli Jumlah Uang (Rp) 1 2 80,000 2 4 160,000 3 6 240,000 b). Grafik Hubungan Jumlah Uang Terhadap Jumlah Baju yang Terbeli No 1b 1,5 Jumlah Baju Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1,5 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1,25 0,25 0 1,5 1,25 0,25 0 198

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Skor maksimal 2 2 Pedoman Jawaban a) Tabel Hubungan Gaya Terhadap Pertambahan Panjang Pegas (F- x) No Pertambahan Gaya, Panjang F (N) Pegas, x (m) 1 1 2 2 3 6 3 10 5 4 7 14 5 9 18 6 22 11 Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 2 1,75 0,25 0 Grafik Hubungan Gaya Terhadap Pertambahan Panjang Pegas (F- x) 25 Gaya, F (N) No. Soal 20 15 10 5 0 0 5 10 15 Pertambahan Panjang Pegas, x (m) 199

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Skor maksimal 3 2 Pedoman Jawaban Kriteria penilaian Grafik Hubungan Gaya Terhadap Pertambahan Panjang Pegas Siswa menjawab dengan benar dan lengkap (F- x) Gaya, F (N) No. Soal 7 6 5 4 3 2 1 0 0 2 4 Skor 2 Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1,75 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1 0,25 0 6 Pertambahan Panjang Pegas, x (m) 4a 1 y = 4x y 8 6 4 2 3 2 1 1 -2 -4 -6 -8 2 3 x 0,75 0,25 0 200

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Soal Skor maksimal 4b 1 Pedoman Jawaban y = 2x + 2 y 6 4 2 3 2 1 1 2 3 2 Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1 0,75 0,25 0 4 6 4c 1 y = 2x – 4 y 6 4 2 -3 -2 -1 1 2 3 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1 0,75 0,25 0 -2 -4 -6 201

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Soal Skor maksimal 5 4 Pedoman Jawaban Grafik (s-t) Grafik (v-t) S (m) v (m/s) t (s) 6a 2 t (s) Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 4 2,75 0,25 0 t (s) a) Grafik (v-t), Doni Turun Bukit v (m/s) Kriteria penilaian Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 2 1,25 0,25 0 202

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Soal Skor maksimal 6b 2 Pedoman Jawaban b) Grafik (v-t), Budi menaiki bukit v (m/s) t (s) 7 2 Sketsa Grafik perjalanan bus s (m) 8 6 4 2 4 -3 -2 -1 1 2 3 4 Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 2 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1,25 0,25 0 4 2,75 0,25 0 t (s) -2 -4 -6 -8 203

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Soal Skor maksimal 8 4 Pedoman Jawaban Persamaan yang termasuk kedalam fungsi linier ialah b. v = v0 + t c. F = k x Kedua persamaan tersebut, pada variabelnya memiliki pangkat tertinggi Satu 9 2 Grafik yangmemiliki persamaan y = mx ialah grafik N0, VI y x VI Grafik diatas sesuai dengan persamaan y = mx karena :    Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 2 1,75 0,25 0 4 3,75 0,25 0 204  Variabel x merupakan variabel bebas yang terletak disumbu horizontal Variabel y merupakan variabel terikat yang berada disumbu vertikal Persamaan y = mx mempunyai gradien (m), sesuai dengan grafik No. VI Persamaan y = mx tidak memiliki perpotongan garis disumbu horizontal dan vertikal Kriteria penilaian

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Soal Skor maksimal 10 1 Pedoman Jawaban a) Nilai Gradien : (4.8) b) Nilai Titik Potong (x.y) = Sumbu x (4.0) m = Sumbu y (0,8) 6 = 11 1 4 3 = 2/1 = 2 a) Nilai Gradien : b) Nilai Titik Potong di sumbu y m = = Sumbu y (0,2) 3 2 1 Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 = 1/1 = 1 12 1 Nilai Gradien : m = = 5 25 1 ,5 = 2.5/0,5 = 5 1 0,75 0,25 0 205 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Soal Skor maksimal 13 I 1 13 II 1 Pedoman Jawaban S (m) t (s) Mobil bergerak pada jarak dan waktu tertentu dengan kecepatan tetap S (m) t (s) Mobil tidak bergerak/diam pada jarak tertentu 13 III 1 v (m/s) t (s) Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 206 Mobil bergerak dengan kecepatan yang berubah-ubah d alam waktu tertentu, semakin lama bergerak diperlambat atau percepatannya berkurang ( = -) Kriteria penilaian

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Soal 13 IV Skor maksimal 1 Pedoman Jawaban v (m/s) t (s) 13 V 1 1 Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1 Mobil bergerak dengan kecepatan yang berubah-ubah dalam waktu tertentu , sehingga mengalami percepatan atau geraknya semakin dipercepat ( = +) Siswa menjawab dengan v (m/s) t (s) Mobil bergerak dengan kecepatan tetap dalam waktu tertentu, tidak mengalami percepatan maupun perlambatan ( = 0) 13 VI Kriteria penilaian S (m) t (s) Mobil bergerak pada jarak dan waktu tertentu dengan kecepatan tetp negative atau kearah kiri dari posisi semula benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 207

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Soal Skor maksimal Pedoman Jawaban Kriteria penilaian Skor 14 1 Mobil bergerak dipercepat ditunjukkan oleh grafik no. IV dan mobil bergerak diperlambat ditunjukkan oleh grafik no. III Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1 15a 2.5 Grafik perjalanan (s-t) Budi menuju toko s (m) 50 25      0,25 0 2,5 2,25 0,25 0 208  3 6 t (s) Budi mengendarai sepeda dari toko sepeda menuju Toko dengan kecepatan tetap positif 8.33 m/s Grafik disamping menceritakan perjalanan Budi dari rumah ke toko yang jaraknya 50 m dari rumahnya Budi mulai berangkat dari rumah tepat saat jarak (s = 0) dan waktu (t = 0) Setelah 3 menit Budi telah menenmpuh jarak 25 m dari rumahnya 3 menit kemudian ia tiba ditoko Dalam waktu 6 menit, Budi tiba ditoko setelah menempuh jarak 50 m dari rumahnya 0,75

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Soal Skor maksimal 15b 2.5 Pedoman Jawaban Perjalanan Budi dari Toko kerumah s (m) 50 25      4 8 t (s) Budi mengendarai sepeda dari toko kerumah dengan kecepatan tetap negative 6.25 m/s Budi berangkat tepat pada jarak 50 m dari rumahnya saat t = 0 Dalam waktu 4 menit ia telah berada 25 m dari rumahnya Empat menit kemudian Ia tiba dirumah Dalam waktu delapan menit ia tiba dirumah, setelah menempuh jarak 50 m dari rumahnya Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 2,5 2,25 0,25 0 209

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Soal Skor maksimal 16a 2.5 Pedoman Jawaban Grafik (v-t) perjalanan Salma menaiki bukit v (m/s) 12 6 2    4 t (s) Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 2,5 2,25 0,25 0 Salma menaiki bukit Geraknya diperlambat atau mengalami perlambatan 3 m/s2 = negatif 210

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Soal Skor maksimal 16b 2,5 Pedoman Jawaban Grafik (v-t) perjalanan Salma menuruni bukit v (m/s) 12 6 17a 17 b 2 2 2 4 t (s)  Salma menuruni bukit  Gerknya dipercepat atau mengalami 3 m/s2  = Positif Nilai konstanta Pegas Pegas 1 = m = = Pegas 2 = m = = 1 = 1 = 45 4 5 4 1 1 ,5 1 = 20 = 10 Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 2,5 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah 2,25 0,25 0 2 1,75 0,25 0 4 3,75 0,25 211 Berdasarkan gradien grafik:  Pegas 1 memiliki nilai konstantan lebih besar dibandingkan nilai konstanta pegas 2  Terlihat dari kecuraman gradien, pegas 1 lebih curam dari pegas 2. Hal ini menandakan konstanta pegas pada pegasi 1 lebih besar dibandingkan pegas 2 Kriteria penilaian

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Soal 18 Skor maksimal 6 Pedoman Jawaban Grafik (s-t) perjalanan mobil S (m) 8 4 -6 -3 u B 3 6 t (s) T S -4 -8      Kriteria penilaian Skor Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 0 6 5,75 0,25 0 Mobil bergerak dari pom bensin menuju sebuah pusat perbelanjaan diutara Diketahui jarak pom bensin 8 km dari pusat perbelanjaan saat t=0 Setelah 3 menit ia telah berada 4 km dari pusat perbelanjaan 4 menit kemudian ia tiba dipusat perbelanjaan Mobil tiba tepat 6 menit pada jarak = 0 212

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Soal Skor maksimal 19 5 Pedoman Jawaban Grafik (v-t) pergerakan bola yang ditendang Boni S (m) 20 15 Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 5 4,75 0,25 0 10 5 4 8 t (s)  Boni menendang bola dengan kecepatan awal 10 m/s dan bola bergerak mengalami percepatan 1.25 m/s2  Bola bergerak dengan kecepatan awal 10 m/s saat t = 0, setelah 4 menit bola bergerak dengan kecepatan 15 m/s dan 4 menit kemudian bola bergerak dengan kecepatan 20 m/s 213

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Soal Skor maksimal 20a 4 Pedoman Jawaban Grafik (v-t) perjalanan mobil v (km/Jm) Mobil 2 Mobil 1 Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 4 3,75 0,25 0 t (Jm) 214 a) Informasi yang dapat ditemukan  Grafik diatas merupakan grafik hubungan kecepatan terhadap waktu (v-t)  Dapat diketahui dari grafik bahwa mobil 1 mengalami percepatan sebesar 25 km/Jm. Hal ini diketahui karena setelah 4 jam mobil itu bergerak baru mengalami perubahan kecepatan sebesar 100 km/Jm. Sedangkan pada mobil 2 mengalami percepatan sebesar 50 km/Jm. Hal ini diketahui karena setelah 2 jam bergerak, mobil itu mengalami perubahan kecepatan 100 km/Jm  Dari bentuk gradien garis, mobil 2 lebih curam dibandingkan dengan mobil 1. Hal ini berarti mobil 2 bergerak lebih cepat dibanding mobil 1

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Soal Skor maksimal 20b 1 20c 1 Pedoman Jawaban Kriteria penilaian Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Mobil yang diperkirakan akan mencapai garis finish ialah Siswa menjawab dengan Mobil 2. benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Jarak tempuh masing-masing mobil berdasarkan grafik diatas Siswa menjawab dengan benar dan lengkap ialah : Siswa menjawab dengan Mobil 1 = s = ½ t benar tetapi kurang = ½ (4) (100) lengkap Siswa menuliskan jawaban = 200 km/Jm tetapi salah Mobil 2 = s = ½ t Siswa tidak menjawab soal = ½ (2) (100) = 100 km/Jm Skor 1 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 215

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7: Rubrik Penilaian Posttest No. soal Skor maksimal 1a 1,5 Pedoman Jawaban a). Tabel jumlah uang terhadap jumlah bunga yang terbeli No 1 2 3 1b Jumlah Bunga 5 10 15 Jumlah Uang (Rp) 125.000 250,000 375.000 b) Grafik hubungan jumlah uang terhadap jumlah bunga yang terbeli tiap 1,5 minggunya Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1,5 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1,25 0,25 0 1,5 1,25 0,25 0 216

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Skor maksimal 2 2 Pedoman Jawaban a) Tabel Hubungan Jarak terhadap Waktu (s-t) No Waktu, t (s) 2 4 6 8 10 12 1 2 3 4 5 6 Jarak, s (m) 6 12 18 24 30 36 Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 2 1,75 0,25 0 b) Grafik hubungan Jarak (s) terhadap waktu (t) 40 Jarak, s (m) No. soal 30 20 10 0 0 5 10 15 Waktu, t (s) 217

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. soal Skor maksimal 3 2 Pedoman Jawaban Grafik hubungan Gaya (F) terhadap pertambahan panjang pegas ( x) Gaya, F (N) 150 100 50 1 Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 2 1,75 0,25 0 0 0 20 40 60 -50 Pertambahan Panjang Pegas, Δx (m) 4a Kriteria penilaian 80 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Grafik Dari persamaan : y = -2x y 6 4 2 -3 -2 -1 1 2 3 1 0,75 0,25 0 x -2 -6 218 -4

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. soal Skor maksimal 4b 1 Pedoman Jawaban y = 3x + 6 y 6 4 2 -3 -2 -1 1 2 3 Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1 0,75 0,25 0 x -2 -4 -6 219

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. soal Skor maksimal 4c 1 Pedoman Jawaban y = 2x - 4 y 6 4 2 3 -2 -1 1 2 3 x Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1 0,75 0,25 0 -2 -4 -6 5 4 Berikut merupakan Grafik perjalanan Bola yang terpantul kembali ke posisi semula Grafik Hubungan Jarak (s) terhadap waktu (t) s (m) Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 4 2,75 0,25 0 t (s) 220

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. soal Skor maksimal Pedoman Jawaban Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 2 Grafik Hubungan Kecepatan (v) terhadap waktu (t) v (m/s) t (s) 6a 2 a) Grafik hubungan Kecepatan (v) terhadap waktu (t) v (m/s) t (s) 6b 2 b) Gafik Hubungan Kecepatan (v) terhadap waktu (t) v (m/s) t (s) Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1,25 0,25 0 2 1,25 0,25 0 221

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. soal Skor maksimal 7 2 Pedoman Jawaban Grafik Hubungan Jarak (s) terhadap waktu (t) , perjalanan kapal selam v (m/s) 1 2 3 4 5 t (s) -2 -4 -6 -8 -10 -12 8 2 Dari Persamaan berikut : d) F = ma e) V = V0 + at f) x = 5t + 2t2 Yang termasuk persamaan fungsi linier ialah a & b, dikarenakan variabelnya memiliki pangkat tertinggi satu Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 4 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 2,75 0,25 0 2 1,75 0,25 0 222

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. soal Skor maksimal 9 4 Pedoman Jawaban Kriteria penilaian Skor Diketahui persamaan kecepatan v = v0 + at, bila diketahui nilai a = -, dan nilai v0 = + Grafik yang benar dan sesuai dengan persamaan diatas ialah grafik No. V seperti gambar dibawah ini : v (m/s) Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 4 3,75 0,25 0 t (s) Dengan alasan sebagai berikut :  Pada persamaan menunjukkan (t) sebagai variabel bebas terletak di sumbu x dan V0 Sebagai variabel terikat yang terletak pada sumbu y  Dari persamaan, diketahui bahwa pada grafik memiliki titik potong di sumbu y dan x  Karena nilai a = - & V0 = +, maka gradien garis memiliki bentuk condong Ke bawah 223

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. soal Skor maksimal 10 1 Pedoman Jawaban a) Nilai Gradien : b) Nilai Titik Potong (x.y) = (-6,12) m = = Sumbu x (6,0) 1 12 Sumbu y (0,12) 1 = -2/1 = -2 11 1 a) Nilai Gradien: = b) Nilai Titik Potong di sumbu y = (0 ,1.5) m Sumbu y (0 ,1.5) = 15 1 = 75/10 = 0,75 12 1 a) Nilai Gradien : Sumbu x (10,0) m = = 12 b) Nilai Titik Potong di sumbu x & y = (10 ,15) 25 2 = -12 + 15/2 = 3/2 = 1,5 Sumbu y (0,15) Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 224

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. soal Skor maksimal 13 I 1 13 II 13 III 1 1 Pedoman Jawaban s (m) t (s) Mobil bergerak dengan kecepatan tetap pada jarak dan waktu tertentu, kemudian berhenti pada jarak tertentu untuk beberap waktu s (m) t (s) Mobil tidak bergerak atau diam pada jarak tertentu untuk beberapa waktu v (m/s) t (s) Mobil bergerak dengan kecepatan tetap untuk beberapa waktu kemudian kecepatannya berubah-ubah semakin diperlambat Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 225

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. soal 13 IV Skor maksimal 1 Pedoman Jawaban v (m/s) t (s) Mobil bergerak dengan kecepatan yang berubah yaitu bergerak semakin dipercepat untuk beberapa waktu kemudian pada waktu tertentu bergerak denagn kecepatan tetap untuk beberapa waktu 13 V 1 v (m/s) t (s) Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 Mobil bergerak dengan kecepatan tetap untuk beberapa waktu 226

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. soal 13 VI Skor maksimal Pedoman Jawaban 1 s (m) t (s) Mobil tidak bergerak atau diam pada jarak tertentu selama beberapa waktu, kemudian mulai bergerak dengan kecepatan tetap positif kearah kiri dalam waktu tertentu 14 1 Grafik keadaan mobil diam pada no. II dan grafik keadaan mobil ketika bergerak dengan kecepatan tetap kemudian diperlambat pada no.III Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 227

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. soal Skor maksimal 15a 2,5 Pedoman Jawaban Grafik (s-t) perjalanan Hani menuju Toko s (m) 15 10 5 15b 2.5 t (s) 2 4 6  Hani mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tetap 5 m/s hingga jarak 10 km dari rumahnya selama 2 jam  Kemudian Ia berhenti selama 2 jam ketika berada di jarka 10 km dari rumahnya  Ia melanjutkan perjalanan mengendarai sepeda motor yang bergerak dengan kecepatan tetap 2.5 km/Jm dalam waktu 2 Jm Ia telah tiba ditoko  Ia tiba ditoko setelah menempuh jarak 15 km dari rumahnya dalam waktu 6 jam Grafik (s-t) Perjalanan Hani menuju rumah s (m) 15 10 5 t (s) 3 4 6 Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 2,5 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 2,25 0,25 0 2,5 2,25 0,25 0 228

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. soal Skor maksimal Pedoman Jawaban Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 2,5  Hani kembali kerumah dari toko yang jaraknya 15 km dari rumahnya  Ia mengendarai sepeda motor yang bergerak dengan kecepatan tetap negative 2.5 m/s selama 2 jam Ia telah berada di 10 km dari rumahnya  Kemudian Ia berhenti selama 2 jam, dan melanjutkan perjalanan dengan mengendarai sepeda motor yang bergerak denga kecepatan tetap 5 m/s dan dalam waktu 2 jam Ia tiba dirumah  Ia tiba dirumah setelah menempuh perjalanan dari toko yang jaraknya 15 km dari rumahnya 16a 2,5 Grafik (v-t) ketika Rara menaiki Gunung v (km/Jm) 50 25 t (Jm) 5 10 Rara melakukan perjalanan Keatas gunung dengan mengendarai mobil yang brgerak diperlambat 2,25 0,25 0 229

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. soal Skor maksimal 16b 2.5 Pedoman Jawaban Grafik (v-t) ketika Rara menuruni Gunung v (km/Jm) 60 30 t (Jm) 17a 17 b 2 2 5 10 Rara menuruni gunung mengendrai mobil yang bergerak dipercepat Nilai konstanta Pegas Pegas 1 = m = = 6 45 = Pegas 2 = m = = 6 4 2 2 15 3 2 15 ,5 =3 = =2 1 Pegas 1 memiliki nilai konstanta lebih besar dibandingkan pegas 2, dikarenakan bentuk gradien pegas 1 lebih curam dibandingkan pegas 2 Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 2,5 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 2,25 0,25 0 2 1,75 0,25 0 4 3,75 0,25 0 230

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. soal Skor maksimal 18 6 Pedoman Jawaban Kriteria penilaian Skor Grafik (s-t) Perjalanan mobil Menuju Taman Bunga s (km) 8 U B T 4 S t (Jm) 4 6  Mobil mulai bergerak dari utara taman bunga, yaitu tetapt pada posisi 8 km dari taman bunga pada t= 0  Dalam waktu 3 jam mobil berada pada posisi 4 km dari taman Bunga  3 jam kemudian, Ia telah tiba ditaman Bungan  Tepat 6 jam Ia tiba ditaman bunga Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 6 5,75 0,25 0 231

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. soal Skor maksimal 19 5 Pedoman Jawaban Grafik(v-t) perjalanan Bola yang ditendang Andi S (m) 27 21 15 Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 5 4,75 0,25 0 9 20a 4 3 6 t (s) Bola mulai bergerak dengan kecepatan awal 15 m/s, kemudian mengalami percepatan sebesar 2 m/s2 Grafik (v-t) keadaan 2 buah mobil v (km/Jm) 150 Mobil 1 Mobil 2 75 3 6 t (Jm) 4 3,75 0,25 0 232 a). Informsi yang dapat ditemukan dari gradien grafik (v-t) diatas  Grafik diatas merupakan grafik hubungan kecepatan teradap waktu (v-t) Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. soal Skor maksimal Pedoman Jawaban Kriteria penilaian Skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal Siswa menjawab dengan benar dan lengkap Siswa menjawab dengan benar tetapi kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tetapi salah Siswa tidak menjawab soal 1  Mobil 1 bergerak dengan percepatan 50 km/Jm, mobil ke 2 bergerak dengan percepatan 25 km/Jm2  Terlihat dari nilai percepatan dan bentuk gradien grfik bahwa mobil 1 memiliki bentuk gradien lebih curam dibandingkan denga mobil 2.Hal ini menunjukkan mobil 1 percepatannya lebih besar dibandingkan dengan mobil 2 20b 1 Mobil yang diperkirakan mencapai garis finish terlebih daulu ialah mobil 1 20c 1 Jarak tempuh masing-asing mobil : Mobil 1 = ½ t = ½ (3)(150) s = 225 km Mobil 2 = ½ t = ½ (6)(50) s = 450 km 0,75 0,25 0 1 0,75 0,25 0 233

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 234 Lampiran 8: Sampel Pretest

(255) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 235

(256) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 236

(257) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 237

(258) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 238 Lampiran 9 : Sampel Posttest

(259) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 239

(260) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 240

(261) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 241

(262) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 242 Lampiran 10 : DOKUMENTASI Hari Ke-1 (PRETEST) : Hari Ke-2 (Proses Pembelajaran) : Hari Ke-3 (Proses Pembelajaran) : Hari Ke-4 (POSTTEST) :

(263)

Dokumen baru

Download (262 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan modul pembelajaran fisika berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah siswa sma JURNAL MEGA
0
3
11
Perubahan konsep siswa dalam pembelajaran fisika pokok bahasan rangkaian seri dan rangkaian paralel menggunakan metode demonstrasi - USD Repository
0
0
219
Penerapan pembelajaran fisika dengan metode problem solving untuk membantu siswa mengembangkan sikap ilmiah dan mengkonstruksi pengetahuan tentang elastisitas bahan dan hukum Hooke 2008/2009 - USD Repository
0
0
126
Peningkatan keterlibatan dan kemampuan siswa kelas VIII SMP Kemasyarakatan Kalibawang dalam pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan metode diskusi dan media gambar - USD Repository
0
0
131
Peningkatan kemampuan memberikan kritik dan keaktifan siswa dalam pembelajaran berbicara dengan menggunakan metode kooperatif `Teknik Dessi` siswa kelas X semester 2 SMA N 6 Yogyakarta 2009/2010 - USD Repository
0
0
238
Peningkatan kemampuan menulis paragraf persuasif dan keaktifan siswa dalam pembelajaran menulis menggunakan metode pembelajaran kooperatif dengan teknik ``Kancing Gemerincing`` siswa kelas X-3 semester 2 SMA N 6 Yogyakarta 2009/2010 - USD Repository
0
0
190
Pemahaman siswa dan perubahannya pada pokok bahasan rangkaian seri dan paralel melalui pembelajaran fisika dengan metode demonstrasi - USD Repository
0
0
198
Aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika berkarakteristik paradigma pedagogi reflektif dengan materi sketsa grafik fungsi linear - USD Repository
0
0
214
Tingkat keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan metode Team Accelerated Instruction di SMA Negeri 1 Jogonalan - USD Repository
0
0
274
Keterlibatan 3 orang siswa kelas VII SMP Kanisius Gayam dalam pembelajaran irisan dan gabungan dua himpunan dengan menggunakan media komputer - USD Repository
0
0
273
Peningkatan kemampuan bertanya siswa sekolah dasar dalam pelajaran fisika melalui kegiatan membaca teks dan mengobservasi gejala fisika - USD Repository
0
0
168
Pemahaman, keaktifan, minat, sikap ilmiah dan keterampilan sosial siswa dalam pembelajaran gerak lurus dengan menggunakan metode Hands On Activities - USD Repository
0
0
126
Peningkatan hasil belajar dan minat belajar siswa dalam pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing pada pokok bahasan hukum newton kelas X SMA Santa Maria Yogyakarta - USD Repository
0
0
203
Pengembangan keterampilan proses ilmiah siswa kelas X M-IPA 1 SMA Negeri 1 Kalasan dalam pembelajaran tentang perpindahan kalor dengan metode POE (Prediction-Observation-Explanation) - USD Repository
0
0
136
Peningkatan hasil belajar dan minat siswa dalam pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode demonstrasi pada pokok bahasan momentum dan impuls di kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
0
250
Show more