HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA, FAKTOR LINGKUNGAN BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA

Gratis

0
0
186
1 year ago
Preview
Full text

  

HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG

TUA, FAKTOR LINGKUNGAN BELAJAR DAN PRESTASI

BELAJAR DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA PADA

MAHASISWA

  

Studi Kasus : Pada Mahasiswa angkatan 2004 dan 2005, Program Studi

Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  

SKRIPSI

  Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Akuntansi

  MOTTO

Apapun Aku, Aku adalah apa yang ada dalam pikiranku,

Akulah yang akan menjadikan diriku seperti Apa yang ada

dalam pikiranku

  PERSEMBAHAN

Seandainya layak, kupersembahkan untuk mereka yang senantiasa ada

dihati, yang telah memberikan doa dan restu, semangat serta bantuan dalam

berbagai bentuk sehingga skripsi ini memberikan kebanggaan bagi diriku dan

bagi mereka semua, yaitu :

  ∗

  Tuhan Yesus Kristus

  yang membimbing dan menerangi setiap langkah hidupku. ∗ Kepada Bapakku

  Subandrio

  dan Ibuku

  Sri Sutaryani tercinta yang

  dengan tulus dan doa restunya, aku bisa menjadi seperti sekarang ini.

  ∗

  Kepada adikku

  Arga, Felis dan Anas,

  serta anaknya ( Tegar). ∗ Kepada

  Basilia Ria Irmawati

  yang selalu setia mendampingi dalam pembuatan setiap kata dalam skripsi ini, yang akan aku cintai sepenuh hati, yang akan aku harapkan jadi teman perjuangan merenda masa depan, dan menapaki terang jalan Tuhan Yesus. ∗ Kepada pak lik, bulik, bude, mbah kakung, mbah putri yang ada di Purworejo, Kulon Progo dan Jogoyudan, Yogyakarta. ∗ Buat diriku yang satu-satunya orang yang akan terus berhubungan

  

ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA,

FAKTOR LINGKUNGAN BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR

DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA

  Studi Kasus : Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, angkatan 2004 dan 2005, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  

Wensislaus C. Sunu Eko Subandriyo

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

2008

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan status sosial ekonomi orang tua dengan minat berwirausaha; (2) hubungan faktor lingkungan belajar dengan minat berwirausaha; (3) hubungan prestasi belajar dengan minat berwirausaha.

  Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, angkatan 2004 dan 2005, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yang berjumlah 163 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan dokumentasi. Untuk menjawab masalah pertama, kedua dan ketiga, digunakan analisis korelasi product moment .

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tidak ada hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan minat berwirausaha. Hal ini didukung harga koefisien korelasi r sebesar 0,065 dan r sebesar 0,10 dan harga koefisien hitung tabel korelasi t sebesar 0,805 dan t = 1,654; (2) tidak ada hubungan antara hitung tabel

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kehadirat Tuhan atas segala penyertaan dan bimbingan sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Faktor Lingkungan Belajar, dan Prestasi Belajar dengan Minat Berwirausaha.

  Dalam Penyusunan skripsi ini penulis memperoleh banyak bantuan, semangat, dan doa yang sangat mendukung penulis dalam penyelesaian skripsi ini. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada :

  1. Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakartra.

  2. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  3. Laurentinus Saptono, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Universitas sanata Dharma Yogyakarta.

  4. S. Widanarto P. S.Pd., M.Si., selaku Dosen Pembimbing I yang telah

  6. yang tercinta,

  Kedua orang tuaku, Bapak Subandrio dan Ibu Sri Sutaryani

  dan adiku dan serta keponakanku yang kusayangi ,

  Felis Arga, Anas Tegar

  serta teman hidupku yang tidak pernah lelah memberikan doa, kasih

  Ria

  sayang, doa restu, perhatian, dukungan baik moril maupun materiil, serta semangat kepada penulis.

  7. Teruntuk Mbahku Atmo Wiyono dan Pariyem, Turyono (Alm) dan Mursinah, Mbah Kadir, Om Yanto (Alm) serta anak, istri, Om Triyono serta anak, istri, Om Suparyono serta anak, istri, Om Sumarjo serta anak, istri, bude Ning, Darmi, terima kasih atas dorongan dan semangatnya selama ini.

  8. Keluarga besarku di Purworejo makasih atas semuanya.

  9. Buat mas Dani beserta istri yang sedang menunggu kelahiran anak pertamanya.

  10. Sahabatku yang sangat membantu pengerjaan skripsi ini ; Dwi Widianto, Taryono, Joko, Satya.

  11. Teman-teman seperjuanganku Pendidikan Akuntansi ; Heru ‘Kompos’, Allan ‘Jembling’, Wawan ‘Bakwan’, Heru ‘Grandong’, Anry

  14. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih atas bantuan dan dukungan yang diberikan kepada penulis.

  Dengan kerendahan hati, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu berbagai saran, kritik dan masukan sangat diharapkan demi perbaikan skripsi ini. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan.

  Yogyakarta, Juli 2008 Penulis

  Wensislaus C Sunu Eko S

  DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... iii MOTTO ...................................................................................................... iv PERSEMBAHAN ....................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAAN .................................................................. vi ABSTRAK .................................................................................................. vii ABSTRACT ................................................................................................ viii KATA PENGANTAR ................................................................................ ix DAFTAR ISI ............................................................................................... xii DAFTAR TABEL ....................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xvi

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ................................................................................

  1

  2. Status Sosial Ekonomi Orang Tua ............................................

  14 3. Lingkungan Belajar ..................................................................

  17 4. Prestasi Belajar .........................................................................

  26 5. Minat ........................................................................................

  28 B. Kerangka Berfikir ...........................................................................

  32

  1. Hubungan antara status ekonomi orang tua dengan minat berwirausaha pada mahasiswa ..................................................

  32

  2. Hubungan antara faktor lingkungan belajar dengan minat berwirausaha pada mahasiswa ..................................................

  34

  3. Hubungan antara prestasi belajar dengan minat berwirausaha pada mahasiswa ..................................................

  35 C. Hipotesis Penelitian .........................................................................

  36 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ...............................................................................

  37 B. Waktu dan Tempat Penelitian .........................................................

  37 C. Subyek dan Obyek Penelitian .........................................................

  38 D. Populasi ...........................................................................................

  39

  B. Visi, Misi danTujuan Pendidikan USD ..........................................

  61 C. Nama-nama Rektor USD ................................................................

  62 D. Struktur Organisasi .........................................................................

  63 E. Jurusan dan Program Studi .............................................................

  66 F. Sejarah Program Studi Pendidikan Akuntansi ................................

  67 G. Deskripsi Program Studi .................................................................

  69 H. Sumber Daya Manusia ....................................................................

  70 I. Sarana dan Prasarana ......................................................................

  70 J. Kemahasiswaan ..............................................................................

  71 BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data .................................................................................

  73 B. Pengujian Prasyarat Analisis ..........................................................

  81 C. Pengujian Hipotesis ........................................................................

  84 D. Pembahasan ....................................................................................

  87 BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN A. Kesimpulan .....................................................................................

  91 B. Keterbatasan Penelitian ...................................................................

  92

  

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Operasional Variabel Status Sosial Ekonomi Orang Tua ............

  42 Tabel 3.2 Operasional Variabel Lingkungan Belajar ...................................

  43 Tabel 3.3 Kategori Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa ..........................

  44 Tabel 3.4 Operasional Variabel Minat .........................................................

  45 Tabel 3.5 Hasil Pengukuran Validitas Status Sosial Ekonomi OrangTua I ..

  48 Tabel 3.6 Hasil Pengukuran Validitas Status Sosial Ekonomi OrangTuaII ..

  49 Tabel 3.7 Hasil Pengukuran Validitas Lingkungan Belajar .........................

  50 Tabel 3.8 Hasil Pengukuran Validitas Minat Berwirausaha I .......................

  51 Tabel 3.9 Hasil Pengukuran Validitas Minat Berwirausaha II .....................

  52 Tabel 3.10 Intepretasi Koefisien secara Konservatif ......................................

  53 Tabel 3.11 Hasil Pengukuran Reliabel ...........................................................

  54 Tabel 3.12 Intepretasi .....................................................................................

  58 Tabel 4.1 Jurusan dan Program Studi ...........................................................

  66 Tabel 5.1 Deskripsi Tingkat Pendidikan Ayah .............................................

  73

Tabel 5.9 Deskripsi Minat Berwirausaha .....................................................

  81 Tabel 5.10 Tabel Uji Normalitas ....................................................................

  82 Tabel 5.11 Rangkuman Hasil Uji Linieritas ..................................................

  83

  

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Kuesioner ....................................................................................

  96 Lampiran 2 Validitas dan Reliabilitas ............................................................ 102 Lampiran 3 Distribusi Frekuensi .................................................................... 108 Lampiran 4 Data Induk Penelitian ................................................................. 127 Lampiran 5 Uji Normalitas dan Lineritas ...................................................... 139 Lampiran 6 Korelasi ....................................................................................... 155 Lampiran 7 Tabel r, t, dan F ........................................................................... 156 Surat Ijin Penelitian ........................................................................................ 167

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia termasuk dalam lima negara terbesar di dunia, dalam hal

  jumlah penduduk. Hal ini merupakan salah satu asset berharga Indonesia untuk dijadikan modal menghadapi persaingan global yang baru saja dimulai, jika dikembangkan secara efektif. Perkembangan sumber daya manusia Indonesia untuk menjadi pegawai atau karyawan semakin menghadapi keterbatasan kesempatan, hanya bagi yang benar-benar ahli dibidangnya dan tampil mengerjakan sesuatu yang spesifik, peluang itu masih ada.

  Sejak krisis ekonomi yang terjadi mulai tahun 1997, telah banyak industri dalam negeri yang hancur bahkan gulung tikar karena tidak mampu menjalankan kegiatan operasinya akibat membengkaknya biaya- biaya oprerasi. Hal itu menyebabkan banyak perusahaan besar dan para konglomerat terpukul dan terpaksa mengajukan hutang luar negeri dan memberikan nilai tambah dan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan perekonomian nasional meskipun sebagian besar diantaranya adalah pengusaha kecil dan menengah. Tetapi sebagai buktinya justru merekalah yang mampu selamat diterpa badai krisis ekonomi sejak 1997 lalu.

  Dibandingkan dengan tenaga lain, tenaga terdidik setingkat S1 pantas diperkirakan memiliki potensi yang lebih besar untuk berhasil berwirausaha. Mereka memiliki kemampuan penalaran yang telah berkembang dan wawasan yang luas. Dalam hal ini, sejauh mana peran perguruan tinggi dalam menghasilkan calon-calon wirausahawan muda? Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan adalah salah satu lembaga yang bertanggung jawab terhadap kualitas lulusan-lulusannya. Masalah yang kita hadapi sekarang adalah apakah sarjana kita mampu mengembangkan kelebihan yang mereka miliki untuk menjadi seorang wirausaha? sedangkan untuk jadi wirausaha tidaklah mudah karena mereka harus memiliki karakter-karakter seorang wirausaha yang antara lain adalah kemandirian, menyukai resiko, kreatif, dan masih banyak lagi, selain itu banyak faktor yang berhubungan dengan minat berwirausaha

TUA, FAKTOR LINGKUNGAN BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA PADA

  MAHASISWA”. Studi kasus pada mahasiswa Program Studi Pendidikan

  Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma tahun angkatan 2004 dan 2005.

  B. Batasan Masalah

  Mengingat begitu banyak faktor yang dapat mempengaruhi minat siswa untuk berwirausaha, maka perlu dilakukan pembatasan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Faktor Lingkungan Belajar dan Prestasi Belajar.

  C. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan penulis diatas, maka penulis mencoba merumuskan masalah penelitian ini sebagai berikut :

  1. Apakah ada hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan

D. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut

  1. Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan minat berwirausaha pada mahasiswa .

  2. Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara faktor lingkungan belajar dengan minat berwirausaha pada mahasiswa .

3. Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara prestasi belajar dengan minat berwirausaha pada mahasiswa.

E. Manfaat Penelitian

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi berbagai pihak antara lain :

  1. Bagi Universitas Sanata Dharma Dapat menambah perbendaharaan bacaan, khususnya mengenai faktor- faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha pada mahasiswa.

  2. Bagi Mahasiswa Sebagai masukan bagi peneliti selanjutnya dan dapat menambah

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. TINJAUAN PUSTAKA

1. Kewirausahaan

  Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Dalam konteks bisnis, menurut Zimmerer (1996) dalam Suryana (2001:2) “ Entrepreneurship is the result of a disciplined,

  systematik process of applying creativity and innovations to need and opportunities in the marketplace” . Kewirausahaan adalah hasil dari suatu

  disiplin, proses sistematis penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang dipasar. Kewirausahaan mempelajari tentang nilai, kemampuan dan perilaku seseorang dalam berkreasi dan berinovasi. Menurut Soeparman Soemahamijaja (1997) dalam Suryana (2001:3), Kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausahaan b. Kemampuan memotivasi diri, untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang selalu menyala-nyala.

  c. Kemampuan untuk berinisiatif, yaitu mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain, yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan berinisiatif.

  d.

  Kebiasaan berinisiatif yang melahirkan kreatifitas (daya cipta) setelah dibiasakan berulang–ulang akan melahirkan motivasi. Kebiasaan inovatif adalah desakan dalam diri untuk selalu mencari berbagai kemungkinan baru atau kombinasi baru apa saja yang dapat dijadikan piranti dalam menyajikan barang dan jasa bagi kemakmuran masyarakat.

  e.

  Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal(capital goods ).

  f.

  Kemampuan untuk mengatur waktu dan membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakannya melalui kebiasaan yang selalu tidak menunda pekerjaan.

  g. Kemampuan mental yang dilandasi dangan agama. dalam Suryana (2001:4) sebagai berikut: “applying creativity and

  

innovation to solve the problem and to exploit ooportunity that people face

everyday”

  Kreatifitas oleh Zimmermer (1996:51) dalam Suryana (2001:3) diartikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan dan menghadapi peluang. Sedangkan inovasi didefinisikan sebagai kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan dan menghadapi peluang. Dengan demikian, kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai kemampuan dalam berpikir kreatif dan berperilaku yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan siasat, kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup.

  Dalam konteks manajemen, seorang wirausahawan umumnya memiliki kemampuan menggunakan sumber daya seperti finansial, bahan mentah (materials) dan tenaga kerja untuk menghasilkan suatu produk baru, bisnis baru, proses produksi, ataupun pengembangan organisasi usaha Marzuki Usman, (1997) dalam suryana (2001:3). Beberapa definisi

  Menurut Drucker (1994) dalam Suryana (2001:10), kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang berbeda (ability to

  

create the new and different thing). Bygrave (1995) dalam Suryana

  (2001:4) menambahkan bahwa kemampuan menciptakan sesuatu tidaklah cukup, seorang wirausaha harus berani mengembangkan usaha dan ide-ide barunya.

  Dengan demikian esensi kewirausahaan dalam konteks manajemen adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses kombinasi antara sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing. Cara- cara tersebut menurut Zimmermer (1996:51); Suryana (2001:7) mencakupan : a.

  Pengembangan teknologi baru (developing new technology) b. Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge) c. Perbaikan produk dan jasa yang sudah ada (improfing existing

  products or services )

  d. Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan menggunakan sumber daya yang lebih daya. Oleh sebab itu, berwirausaha merupakan suatu pekerjaan atau karier dimana seseorang dalam menjalakan memiliki ciri-ciri: (1) kepribadian, ketidaktergantungan, individualitas dan optimisme: (2) kebutuhan untuk berprestasi berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras mempunyai dorongan kuat, energik dan inisiatif: (3) kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar: (4) perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik: (5) inovatif dan kreatif serta fleksibel: dan (6) berpandangan ke depan.

  Wirausaha memiliki sejumlah karakteristik umum. Antara lain, seperti M. Scarborough dan Zimmerer (1993) yang dikutip oleh Suryana (2001:8-9), mengemukakan delapan karakteristik sebagai berikut: a.

   Desire for responsibility Memiliki tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.

  Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan selalu mawas diri.

  b.

   Preference for moderate risk

  Lebih memilih resiko yang moderat, artinya ia selalu menghindari resiko yang rendah dan menghindari resiko yang tinggi.

  e. Future orientation Berorientasi ke masa depan, perspektif dan berwawasan jauh ke depan.

  f. Skill at organizing

  Memiliki ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.

  g. Desire for immediate feedback Selalu menghendaki umpan balik yang segera.

  h. Value of achievement over money Selalu menilai prestasi dengan uang.

  Sementara, menurut Arthur Kuriloff dan J.M. Mempil (1993:20) dalam Suryana (2001:9) mengemukakan karakteristik kewirausahaan dalam bentuk nilai-nilai dan perilaku kewirausahaan antara lain: (1)

  

commitment , (2) moderate risk, (3) seeing opportunities, (4) objectivity,

(5) feedback, (6) optimism, (7) money, (8) proactive management.

  Wirausaha selalu komitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. Ia harus tekun, ulet, pantang menyerah sebelum pekerjaannya berhasil. Wirausaha selalu berani mengambil resiko yang moderat artinya ada hasil yang diperoleh, maka uang selalu dikelola secara proaktif dan dipandang sebagai sumber daya.

  Masing-masing karakteristik kewirausahaan memiliki makna- makna yang disebut nilai (Milton Rockeach, 1973) dalam Suryana (2001:13). Konsep nilai selanjutnya dibedakan menjadi 2 yaitu : (1)

  : dan (2) an object has value. Konsep pertama

  person has a value

  menyatakan bahwa nilai yang dianut seseorang dijadikan sebagai ukuran baku bagi persepsinya terhadap dunia luar. Oleh sebab itu, watak yang melekat pada seorang wirausaha akan menjadi ciri-ciri kewirausahaan dapat dipandang sebagai sistem nilai kewirausahaan. Nilai-nilai kewirausahaan tersebut identik dengan nilai yang melekat pada sistem nilai manajer. Sedangkan pada pandangan kedua, nilai dianggap sebagai sesuatu yang ada pada objek dan merupakan milik dari objek.

  Sedangkan menurut pandangan Timmons dan McClelland (1961, Thomas F. Zimmerer (1996:6-8); dalam Suryana (2001:11-12) tentang karakteristik sikap dan perilaku kewirausahaan yang berhasil adalah sebagai berikut: jawab terhadap keberhasilan berwirausaha. Oleh karena itu akan mawas diri secara internal.

  c. Opportunity obsession, yaitu selalu berambisi untuk mencari peluang.

  Keberhasilan wirausaha selalu diukur dengan keberhasilan untuk mencapai tujuan. Pencapaian tujuan terjadi apabila ada peluang.

  d.

  Tolerance for risk, ambiguity, and uncertainty, yaitu tahan terhadap resiko dan ketidakpastian. Wirausaha harus belajar untuk mengelola risiko dengan cara mentransfer risiko ke pihak lain seperti banker, investor, konsumen, pemasok dan lain-lain. Wirausaha yang berhasil biasanya memiliki toleransi terhadap pandangan yang berbeda dan ketidakpastian.

  e.

  Self confidence, yaitu percaya diri, ia cenderung optimis dan tidak memiliki keyakinan yang kuat terhadap kemampuan yang di milikinya untuk berhasil.

  f.

  Creatifity and flexibility, yaitu berdaya cipta dan luwes. Salah satu kunci penting adalah kemampuan untuk menghadapi perubahan permintaan. Kekuatan dalam menghadapi perubahan ekonomi dunia kemampuan untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya dan selalu belajar dari kegagalan.

  h. High level of energy, yaitu memiliki tingkat energi yang tinggi.

  Wirausaha yang berhasil biasanya memiliki daya juang yang lebih tinggi dibanding rata-rata orang lainnya, sehingga ia lebih suka kerja keras walaupun dalam waktu yang relatif lama. i.

  Motivation to excel, yaitu memiliki dorongan untuk selalu unggul. Ia selalu ingin lebih unggul, lebih berhasil dalam mengerjakan apa yang dilakukannya dengan melebihi standar yang ada. Motivasi ini muncul karena ada dalam diri (internal) dan jarang dari luar. j.

  Orientation to the future, yaitu berorientasi pada masa yang akan datang. Untuk tumbuh dan berkembang, ia selalu berpandangan jauh ke masa depan yang lebih baik. k.

  Willingness to learn from failure, yaitu selalu belajar dari kegagalan.

  Wirausaha yang berhasil selalu tidak takut gagal. Ia selalu mengkonsentrasikan kemampuannya pada keberhasilan. l. Leadership ability, yaitu kemampuan dalam kepemimpinan. kerja keras, tegas, mengutamakan prestasi, keberanian mengambil resiko, produktivitas, kreativitas, inovatif, kualitas kerja, komitmen, dan kemampuan mencari peluang. Sementara sistem nilai moralistik mencakup keyakinan atau percaya diri, kehormatan, kepercayaan, kerja sama, keteladanan dan keutamaan.

2. Status Sosial Ekonomi Orang Tua

  Stratifikasi atau status adalah pembedaan penduduk dalam suatu masyarakat ke dalam sejumlah tingkatan atau lapisan secara berjenjang- jenjang hirarkis dari lapisan yang tinggi sampai yang terbawah. Inti dari pelapisan dalam masyarakat adalah tidak adanya pemerataan/keseimbangan dalam pembagian hak-hak, kewajiban dan tanggung jawab di antara para anggota masyarakat, yang selanjutnya mempunyai pengaruh pada pembagian kesejahteraan di antara para warga masyarakat tersebut. Kedudukan atau status sosial bisa didefinisikan sebagai tempat dalam hubungannya dengan orang-orang lain dalam masyarakat, yang akan memberikan hak-hak serta kewajiban-kewajiban

  a. Ascribed status (status yang “diharapkan”)

  Kedudukan macam ini diterima oleh seseorang bukan karena usaha, melainkan karena pengaruh adat dan kebudayaan yang berlaku, atau corak masyarakat, dalam hal ini bisa dijumpai pada masyarakat feodal.

  (status yang dicapai dengan usaha)

  b. Achieved status

  Kedudukan macam ini dicapai oleh seseorang berkat jerih payah usahanya sendiri. Kedudukan macam ini bersifat terbuka bagi siapa saja, asal mampu memenuhi persyaratan yang dituntut oleh kedudukan tersebut.

  Kedudukan seseorang di masyarakat banyak ditentukan oleh apa yang dia miliki, yang dipandang penting oleh masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendidikan dan pekerjaan seseorang maka semakin tinggi pula status di masyarakat. Semakin tinggi pendapatan yang diperoleh dan kecenderungan memiliki banyak barang berharga, maka mereka akan menempati posisi yang tinggi di masyarakat

  Adanya perbedaan status sosial masyarakat akan memberikan dalam hal kemampuan, sebagai akibat perbedaan situasi sosial, maka di sini sekolah dihargai bukan karena nilai pendidikannya saja tapi juga sebagai simbol status masyarakat.

  Keadaan keluarga juga akan berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan anak, ini dapat diartikan bahwa sikap, cita-cita, minat, motivasi anak terhadap suatu objek akan dipengaruhi oleh keadaan ekonomi orang tuanya. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang cukup, ia akan mendapat kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan kecakapannya yang tidak dapat dikembangkan apabila tidak ada alatnya. Hal ini dapat diartikan bahwa anak yang berasal dari keluarga yang ekonominya cukup, mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan kemampuannya dari pada anak yang berasal dari keluarga ekonomi lemah. Sehingga dengan keadaan sosial yang lebih tinggi dapat meningkatkan minat siswa dalam melanjutkan studi di perguruan tinggi, lain halnya dengan keadaan sosial ekonomi yang rendah, minat siswa untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi juga rendah karena biaya untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi dirasa terlalu berat. Jadi, dalam

3. Lingkungan Belajar

  a. Lingkungan Keluarga Siswa yang mengalami proses belajar, supaya berhasil sesuai dengan tujuan yang harus dicapainya perlu memperhatikan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajarnya. Petterson dan Loeber (1984) seperti dikutip oleh (Muhibbin Syah, 1995:138) mengatakan bahwa lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar siswa ialah orang tua dan keluarga itu sendiri.

  Menurut Roestiyah (1982:159), faktor-faktor yang datang dari keluarga yang mempengaruhi belajar siswa, yaitu : a.

  Cara mendidik Orang tua yang memanjakan anaknya, maka setelah sekolah akan menjadi siswa yang kurang bertanggung jawab, dan takut menhadapi tantangan kesulitan. Juga orang tua yang mendidik anaknya secara keras itu akan menjadi penakut.

  b. Suasana keluarga c. Pengertian orang tua Anak belajar perlu dorongan dan pengertian orang tua. Bila anak sedang belajar jangan diganggu dengan tugas-tugas di rumah.

  Kadang-kadang anak mengalami lemah semangat, orang tua wajib memberi pengertian dan dorongannya, membantu sedapat mungkin kesulitan yang dialami anak di sekolah. Kalau perlu menghubungi guru anaknya, untuk mengetahui perkembangannya.

  d.

  Keadaan sosial ekonomi keluarga Anak belajar memerlukan sarana-sarana yang kadang-kadang mahal. Bila keadaan ekonomi keluarga tidak memungkinkan, kadang kala menjadi penghambat anak belajar. Namun bila keadaan memungkinkan cukuplah sarana yang diperlukan anak, sehingga mereka dapat belajar dengan senang.

  e.

  Latar belakang Tingkat pendidikan atau kebiasaan di dalam keluarga mempengaruhi sikap anak dalam belajar. Perlu kepada anak ditanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, agar mendorong kebudayaan yang dimiliki keluarga, yang dapat tinggi, tengah atau rendah. Dari keadaan ini tergantung kemampuan bagi anak untuk berbahasa dengan baik, corak pergaulan antara orang tua dan anak, serta pandangan keluarga mengenai pendidikan sekolah. Sebenarnya, yang penting di sini bukanlah keadaan itu sendiri, melainkan kondisi intern pada siswa yang timbul sebagai akibat dari keadaan itu. Namun, akibat itu tidak harus timbul secara otomatis atau dengan sendirinya. Sikap siswa sendiri terhadap keadaan itu, kerap menentukan apakah kondisi intern akan menguntungkan belajar atau menghambatnya.

  Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa keluarga dan sikap anak dalam menanggapi lingkungannya dapat menentukan keberhasilan pendidikan yang ditempuh. Agar anak dapat berhasil dalam pendidikannya, maka harus diperhatikan segala sesuatu yang dapat menunjang keberhasilan belajarnya.

  b.

  Lingkungan Sekolah Kemampuan belajar dimiliki manusia merupakan bekal yang membuka kesempatan luas untuk memperkaya diri dalam hal perkembangan yang diharapkan. Institut ini disebut sekolah (W.S Winkel, 1989:2).

  Pendidikan di sekolah sebagai akibat dari pemenuhan akan pentingnya pendidikan, sekolah tidak hanya terdiri dari gedung saja melainkan juga sarana dan prasarana lain yang menunjang pendidikan. Sekolah merupakan tempat anak didik belajar, mempelajari sejumlah materi pelajaran. Oleh karena itu harus diciptakan lingkungan sekolah yang benar-benar dapat mendukung anak untuk belajar.

  Menurut Roestiyah (1982:159-161), faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa yang datang dari sekolah yaitu : a. Interaksi guru dan murid.

  Guru yang kurang berinteraksi dengan murid secara intim, menyebabkan proses belajar-mengajar itu kurang lancar. Juga siswa merasa jauh dari guru, maka segan berpartisipasi secara aktif dalam belajar.

  b. Cara penyajian. c. Hubungan antar murid.

  Guru yang kurang mendekati siswa dan kurang bijaksana, maka tidak akan melihat bahwa di dalam kelas ada group yang saling bersaing secara tidak sehat. Jiwa kelas tidak terbina, bahkan hubungan masing-masing individu tidak tampak.

  d.

  Standar pelajaran di atas ukuran.

  Guru berpendidikan, untuk mempertahankan wibawanya, kadang memberi pelajaran di atas ukuran standard. Akibatnya anak merasa kurang mampu dan takut kepada guru. Bila banyak siswa yang tidak berhasil dalam mempelajari mata kuliahnya, guru semacam itu merasa senang. Tetapi berdasarkan teori belajar, yang mengingat perkembangan psikis dan kepribadian anak yang berbeda-beda, hal tersebut tidak boleh terjadi. Guru dalam menuntut penguasaan materi harus sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing. Yang penting tujuan yang telah dirumuskan dapat tercapai.

  e. Media pendidikan. f. Kurikulum.

  Sistem instruksional sekarang menghendaki proses belajar- mengajar yang mementingkan kebutuhan anak. Guru perlu mendalami siswa dengan baik, harus mempunyai perencanaan yang mendetail, agar dapat melayani anak belajar secara individual. Kurikulum sekarang belum dapat memberikan pedoman perencanaan yang demikian.

  g.

  Keadaan Gedung.

  Dengan jumlah siswa yang luar biasa jumlahnya, keadaan gedung dewasa ini terpaksa kurang, mereka duduk berjejal-jejal di dalam setiap kelas.

  h.

  Waktu sekolah.

  Akibat meledaknya jumlah anak yang masuk sekolah, dan penambahan gedung sekolah belum seimbang dengan jumlah siswa. Akibat selanjutnya banyak siswa yang terpaksa masuk sekolah di sore hari, sebenarnya kurang dapat dipertanggung- jawabkan, karena anak harus beristirahat, tetapi terpaksa masuk jawab, karena bila tidak melaksanakan tugas, toh tidak ada sangsi. Hal mana dalam proses belajar siswa perlu disiplin, untuk mengembangkan motivasi yang kuat. j. Metode belajar.

  Banyak siswa melaksanakan cara belajar yang salah. Dalam hal ini perlu pembinaan dari guru. Dengan cara belajar yang tepat akan efektif pula hasil belajar siswa itu, termasuk pembagian waktu untuk belajar. Kadang-kadang siswa belajar tidak teratur, atau terus-menerus, karena besok akan ujian. Dengan belajar demikian siswa akan kurang beristirahat, bahkan mungkin dapat jatuh sakit.

  Maka perlu belajar secara teratur setiap hari, dengan pembagian waktu yang baik, memilih cara belajar yang tepat dan cukup istirahat akan meningkatkan hasil belajar. k.

  Tugas rumah.

  Waktu belajar adalah di sekolah, waktu di rumah biarlah digunakan untuk kegiatan-kegiatan lain. Maka diharapkan guru jangan terlalu banyak memberikan tugas yang harus dikerjakan di rumah, tersebut terjadi dengan teman sebaya, dengan orang tua yang lebih tua maupun dengan yang lebih muda. Menurut Roestiyah (1982:162), anak perlu bergaul dengan anak lain untuk mengembangkan sosialisasinya. Tetapi perlu di jaga jangan sampai mendapatkan teman bergaul yang buruk. Perbuatan yang tidak baik mudah menular pada orang lain.

  Maka perlu dikontrol dengan siapa mereka bergaul.

  Keberadaan mass media dan televisi, serta banyak bacaan berupa buku-buku, novel, majalah, koran, kurang dapat dipertanggungjawabkan secara pendidikan. Kadang-kadang anak asyik membaca buku yang bukan buku pelajaran, sehingga lupa akan tugas belajar. Maka, bacaan perlu diawasi dan diseleksi. Televisi yang banyak menyajikan hiburan yang berupa film-film akan dapat mengakibatkan anak untuk malas belajar dan moral bagi anak akan rusak misalnya adanya adegan kekerasan dan pemerkosaan. Hal ini juga tidak dapat dipertanggungjawabkan secara pendidikan.

  Siswa banyak menghabiskan waktunya di lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga itu sendiri merupakan bagian dari masyarakat. kemampuan ekonomi di bawah garis rata-rata dan tanpa fasilitas umum seperti sekolah dan lapangan olah raga telah terbukti menjadi lahan yang subur bagi pertumbuhan anak-anak nakal.

  Anak-anak di lingkungan brutal memang tak mempunyai alasan untuk tidak menjadi brutal, lebih-lebih apabila kedua orang tuanya kurang atau tidak berpendidikan. Dengan kondisi masyarakat yang demikian akan berpeluang untuk mempengaruhi sikap anak.

  Anak dapat terseret pada kegiatan yang negatif yang dapat merusak dirinya.

  Sementara itu di masyarakat yang lingkungan anak-anaknya rajin belajar, dapat menjadi daya dorong terhadap siswa yang lain untuk rajin belajar. Roestiyah (1982:163) mengatakan bahwa di lingkungan yang anak-anaknya rajin belajar, kemungkinan besar akan terpengaruh untuk rajin belajar tanpa disuruh. Anak akan merasa malu jika mendapat prestasi yang rendah, jika teman-teman di sekitarnya mendapat prestasi belajar tinggi. Oleh karena itu anak akan berusaha belajar keras agar tidak ketinggalan dengan teman-temannya. Apabila

4. PRESTASI BELAJAR

  Pada prinsipnya, pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa. Manum demikian, pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah itu, khususnya ranah rasa murid sangat sulit. Hal ini di sebabkan perubahan hasil belajar itu ada yang bersifat intangible (tidak bisa diraba). Oleh karena itu yang dapat dilakukan adalah hanya mengambil cuplikan perubahan tingkah laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar, baik yang berdimensi cipta dan rasa maupun yang berdimensi karsa. Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar adalah mengetahui garis-garis besar indicator dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak diungkapkan atau diukur ( Muhibbin Syah 2003 : 213 )

  Seseorang di dunia pada dasarnya mempunyai tujuan yang jelas di dalam mengarungi kehidupannya, di antara tujuan yang dicapai tersebut antara lain adalah keinginan untuk berprestasi. W.S Winkel (1989:100) definisi dari prestasi belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989:700) adalah : penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.

  Berdasarkan pendapat di atas maka pengertian prestasi belajar adalah hasil usaha yang dicapai siswa setelah melakukan proses belajar dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes. Apabila prestasi dikaitkan dengan belajar maka mengenal apa yang dinamakan dengan prestasi belajar. Hal ini menyatakan seberapa jauh hasil yang telah dicapai atau dibuktikan oleh seseorang. Belajar sendiri merupakan suatu aktivitas yang menghasilkan perubahan dengan didapatkannya kemampuan baru yang disebabkan usaha (Sumadi Suryobroto, 1989:324). Sehubungan dengan prestasi belajar maka ia mengemukakan bahwa nilai rapor merupakan perumusan terakhir yang diberikan guru mengenai kemajuan siswa atau prestasi siswa selama masa tertentu.

  Dari beberapa pengertian tentang prestasi tersebut dapat

  Apabila seseorang belajar, maka ia akan memperoleh hasilnya. Hasil belajar adalah perubahan di dalam diri si pelajar, dimana ia dapat mempunyai hasil yang berbeda-beda dan apa yang telah diketahui.

  Keberhasilan siswa dalam kegiatan belajar dapat dilihat dari prestasi belajarnya.

5. MINAT

  Kata minat dapat diartikan sebagai ketertarikan seseorang akan suatu hal. Minat merupakan faktor psikologis yang dapat menentukan suatu pilihan yang tepat, selain itu minat merupakan salah satu faktor penentu yang sangat penting untuk suatu kemajuan dan keberhasilan seseorang. Seseorang yang mengerjakan suatu pekerjaan dengan disertai minat, pada umumnya akan memperoleh hasil yang lebih baik daripada mereka tidak berminat sebelumnya. Menurut W.S. Winkel ( 1983 : 30 ) minat adalah kecenderungan yang agak menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang/hal yang tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Pendapat lain dikemukakan oleh (Bimo melainkan melalui proses. Anak memiliki minat dari pembawaannya, kemudian memperolah perhatian dan berinteraksi dengan lingkungannya.

  Minat mempunyai dua aspek yaitu aspek kognitif dan aspek afektif ( Elizabeth Hurlock, 1989: 116-117 ). Aspek kognitif dibangun melalui pengalaman pribadi dan apa yang dipelajari di rumah, sekolah dan masyarakat. Dari sumber tersebut seseorang belajar apakah sesuatu memuaskan kebutuhan atau tidak. Apabila hal tersebut dapat memuaskan kebutuhannya maka akan timbul minat terhadap hal tersebut. Aspek afektif juga dibangun dari pengalaman pribadi seseorang tetapi akan tetapi lebih menekankan kepada emosional. Hal ini berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang. Apabila seseorang mendapatkan suatu pengalaman yang menyenangkan maka akan semakin berminat terhadap apa yang dialaminya begitu juga sebaliknya. Dua hal tersebut mempunyai peran yang sangat penting dalam menentukan apa yang akan dikerjakan oleh anak dengan jenis penyesuaian pribadi dan sosial mereka, namun demikian aspek afektif mempunyai peran yang lebih besar dalam memotivasi tindakan daripada aspek kognitif. Aspek afektif minat bila sudah terbentuk memiliki pandangan untuk dirinya sendiri dan ada kecenderungan untuk melakukan pekerjaan itu sebagai obyek. Dalam buku Bimbingan dan Konseling ( Dewa Ketut Sukardi, 1988 : 63 ) ada tiga cara untuk menentukan minat yaitu: a. Minat yang diekspresikan ( Expressed Interest )

  Yaitu seseorang dapat mengungkapkan minat atau pilihannya dengan kata tertentu. Contoh : Seseorang mengatakan bahwa dirinya suka belajar akuntansi.

  b.

  Minat yang diwujudkan ( Manifest Interest ) Yaitu seseorang dapat mengekspresikan minat bukan memalui kata- kata tetapi melalui tindakan atau perbuatan, ikut serta berperan aktif dalam suatu aktivitas tertentu. Contoh : Siswa yang aktif dalam kegiatan drama.

  c.

  Minat yang diinventarisasikan ( Inventoried Interest ) Yaitu seseorang dapat diukur minatnya dengan menjawab terhadap sejumlah pertanyaan tertentu atau urutan pilihannya untuk kelompok aktivitas tertentu.

  Menurut Soewardi (1987:183) faktor-faktor pendorong minat adalah: a. Dorongan untuk mempertahankan hidup.

  b. Dorongan keadaan, yang mana keadaan itu ditimbulkan oleh dorongan untuk memprtahankan hidup.

  c.

  Kegiatan mencapai tujuan. Komponen ini dilandasi oleh komponen dorongan untuk mempertahankan hidup dan dorongan keadaan.

  d.

  Tercapainya tujuan oleh individu.

  e.

  Mengendurnya dorongan karena tujuan telah tercapai serta keinginan dan kebutuhan telah tercapai.

  f.

  Efek mengendurnya dorongan semula karena munculnya dorongan lain yang baru.

  Kemampuan komponen itu bekerja berhubungan atau berkelanjutan dari yang pertama hingga yang terakhir, sebagai landasan tumbuhnya minat seseorang untuk bertindak atau memusatkan perhatiannya kedalam suatu hal. Minat berhubungan dengan kecenderungan individu untuk memusatkan perhatian dan meningkatkan hati) kepada sesuatu ; keinginan. Minat merupakan faktor psikologis yang dapat menentukan suatu pilihan pada seseorang, selain itu minat merupakan salah satu faktor psikologis yang sangat penting untuk kemajuan dan keberhasilan seseorang. Seseorang yang mengerjakan sesuatu pekerjaan disertai minat sebelumnya pada umumnya akan memperoleh hasil yang lebih baik dari pada mereka yang tidak berminat sebelumnya. Menurut W.S. Winkel (1983: 30) minat adalah kecenderungan yang agak menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang tersebut.

B. KERANGKA BERFIKIR 1. Hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan minat berwirausaha pada mahasiswa.

  Minat merupakan faktor psikologi yang dapat menentukan suatu pilihan pada seseorang, selain itu minat merupakan salah satu faktor psikologi yang sangat kuat dan penting untuk kemajuan dan keberhasilan. dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Pada umumnya orang-orang sependapat bahwa dengan semakin tinggi tingkat pendidikan yang dicapai oleh seseorang, maka semakin luas wawasan serta pengetahuannya dalam berbagai bidang. Dengan tingkat pendidikan orang tua yang tinggi maka orang tua tersebut akan mempunyai wawasan yang luas akan sempitnya lapangan pekerjaan dan terbukanya peluang untuk membuka usaha sehingga mungkin akan mengarahkan anaknya untuk berwirausaha.

  Jenis pekerjaan merupakan suatu bentuk kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh penghasilan. Jenis pekerjaan berhubungan dengan tingkat pendapatan seseorang. Jenis pekerjaan yang semakin baik maka pendapatan seseorang akan tinggi pula. Hal ini diduga akan mempengaruhi minat siswa untuk berwirausaha

  Dengan semakin tingginya status sosial ekonomi orang tua, maka minat siswa untuk berwirausaha semakin tinggi, karena didukung oleh permodalan yang lebih kuat. Lain halnya dengan status sosial ekonomi orang tua yang rendah maka minat untuk berwirausaha juga rendah,

2. Hubungan antara faktor lingkungan belajar siswa dengan minat berwirausaha pada mahasiswa.

  Lingkungan belajar siswa adalah keseluruhan keadaan yang melingkupi siswa atau keadaan yang dengan kehadirannya memberi pengaruh pada perkembangan siswa. Dengan adanya pengaruh lingkungan belajar yang baik akan diikuti oleh prestasi yang semakin baik pula.

  Mahasiswa yang berasal dari lingkungan belajar yang baik akan mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dari pada mahasiswa yang berasal dari lingkungan belajar yang buruk. Mahasiswa yang mempunyai prestasi belajar yang baik mungkin akan mempunyai minat yang tinggi untuk berwirausaha, karena mempunyai dedikasi, harapan serta rasa percaya diri yang tinggi. Oleh sebab itu mahasiswa tersebut mempunyai kemampuan untuk mengeksplorasikan keinginan dan harapan yang tinggi untuk keberhasilan.

  Terkategorikan sebagai lingkungan belajar adalah lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Lingkungan keluarga yang baik akan membuat mahasiswa dapat belajar dengan menjalin hubungan atau berinteraksi dengan anggota masyarakat lain. Oleh karena itu perlu mahasiswa menjalin hubungan dengan masyarakat lainnya. Mahasiswa yang hidup di lingkungan masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai wirausahawan dapat mempengaruhi aktivitas belajar, jiwa serta mental mereka serta dapat menjadi daya dorong terhadap mahasiswa tersebut untuk belajar berwirausaha. Sebaliknya mahasiswa yang hidup di lingkungan masyarakat yang sebagian profesinya bukan wirausahawan juga akan terpengaruh jiwa, serta mental mereka untuk menyesuaikan lingkungan ditempat ia bergaul.

3. Hubungan antara prestasi belajar dengan minat berwirausaha pada mahasiswa

  Prestasi belajar merupakan suatu kemampuan yang dimiliki seseorang yang merupakan hasil dari proses yang telah dilakukan. Prestasi belajar mahasiswa terwujud dalam hasil studi yang berupa nilai-nilai pelajaran/mata kuliah yang tercermin dalam rata-rata nilainya. Tinggi rendahnya prestasi belajar dapat diraih mahasiswa akan berpengaruh terhadap kepercayaan diri, harapan dan cita-citanya. Dengan prestasi

C. HIPOTESIS PENELITIAN

  1. Ada hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan minat berwirausaha pada mahasiswa.

  2. Ada hubungan antara faktor lingkungan belajar dengan minat berwirausaha pada mahasiswa.

  3. Ada hubungan antara prestasi belajar dengan minat berwirausaha pada mahasiswa.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

  1. Jenis penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif, penelitian studi kasus dan penelitian ex post facto.

2. Studi kasus

  Penelitian tentang Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Faktor Lingkungan Belajar dan Prestasi Belajar dengan Minat Berwirausaha pada Mahasiswa ini dibatasi ruang lingkupnya, yaitu mengambil kasus pada Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, khususnya pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2004/2005. Penulis memilih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Program studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2004/2005 sebagai obyek penelitian dengan pertimbangan bahwa angkatan 2004/2005 telah dan akan segera menempuh mata kuliah kewirausahaan, dimana mata kuliah tersebut sebagai sampingan mengingat sulitnya mencari pekerjaan dimasa-masa sekarang ini.

  3. Studi ex post facto Studi ex post facto yaitu penyelidikan empiris yang sistematis dimana ilmuwan tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena perwujudan variabel tersebut telah terjadi atau karena variabel tersebut pada dasarnya memang tidak dapat dimanipulasi. Kesimpulan tentang hubungan di antara variabel-variabel itu dilakukan, tanpa intervensi langsung, berdasarkan perbedaan yang mengiringi variabel bebas dan variabel terikat itu (Nana sudjana 2001:56). Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena perwujudan variabel tersebut telah terjadi sebelumnya.

B. Tempat dan waktu Penelitian 1.

  Waktu Penelitian Penelitian lapangan dilakukan pada bulan November-Desember 2007

  2. Tempat Penelitian penelitian yang dilakukan. Subjek penelitian ini meliputi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, khususnya pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2004/2005.

  Penulis hanya mengambil Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, khususnya Program Studi Pendidikan Akuntansi saja sebagai subjek penelitian karena menurut Sumadi Suryabrata, peneliti harus mempertimbangkan apakah masalah tersebut managable atau tidak oleh penulis. Managability itu terutama dilihat dari lima segi yaitu biaya yang tersedia, waktu yang dapat digunakan, alat-alat dan perlengkapan yang tersedia, bekal kemampuan teoritis dan penguasaan metode yang diperlukan. Pihak lain yang terlibat adalah dosen, karyawan yang membantu memberikan informasi kepada penulis pada saat dilakukannya penelitian.

  2. Obyek penelitian adalah sesuatu yang menjadi pokok pembicaraan dalam penelitian dan dalam hal ini yang menjadi obyek penelitian adalah Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Faktor Lingkungan dan Prestasi Belajar, yang akan dihubungkan dengan minat berwirausaha. penulis hanya mengambil Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, khususnya pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2004/2005 saja sebagai populasi, karena menurut Sumadi Suryabrata (1989:71) sebuah penelitian haruslah mempertimbangkan

  

managable atau tidak oleh peneliti. Managability itu terutama dilihat dari lima

  segi yaitu biaya yang tersedia, waktu yang dapat digunakan, alat-alat dan perlengkapan yang tersedia, bekal kemampuan teoritis dan penguasaan metode yang diperlukan.

E. Operasionalisasi Variabel 1.

  Status sosial ekonomi orang tua a.

  Variabel tingkat pendidikan orang tua.

  Yang dimaksud tingkat pendidikan orang tua adalah tingkat pendidikan tertinggi yang berhasil diselesaikan oleh orang tua siswa dalam hal ini tingkat pendidikan orang tua dikelompokan sebagai berikut :

  a) Lulus SD skor 1

  b) Lulus SMP skor 2 jenis pekerjaan orang tua menjadi 8 golongan dan memberikan penskoran, sebagai berikut : a) Bapak/Ibu RT skor 1

  b) Pensiunan skor

  2

  c) Buruh tani skor 3

  d) skor

  4 Petani

  e)

  5 Karyawan skor

  f) skor

  6 PNS

  g) skor 7 Guru

  h) skor 8 Wiraswasta c.

  Pendapatan Pendapatan adalah penghasilan rata-rata yang diterima orang tua setiap bulan. Dalam penelitian penghasilan diukur dari tinggi rendahnya penghasilan/pendapatan yang diberikan 5 alternatif awal tentang pengeluaran dengan beberapa orang tua siswa. Adapun pedoman untuk memberikan alternatif jawaban adalah :

  a) Penghasilan kurang dari 500.000 diberi skor 1 d. Fasilitas khusus yang dimiliki keluarga Fasilitas diukur dari banyak sedikitnya fasilitas khusus, benda dan barang yang dimiliki keluarga responden. Untuk mempermudah pengukuran, maka masing-masing fasilitas benda dan barang yang dimiliki keluarga responden diberi skor sebagai berikut :

  Tabel III.1 Operasional Variabel

  No Jenis Fasilitas Skor

  14

  1 Rumah

  2 Mobil

  13

  3 Sepeda Motor

  12

  4 Lemari Es

  11

  5 Komputer

  10

  6 Mesin Cuci

  9

  7 TV Berwarna

  8

  8 Hand Phone

  7

  9 Pesawat Telepon

  6

  10 Tape Recorder

  5

  11 VCD Player

  4

  12 Radio

  3

  13 Langganan Majalah

  2

  14 Langganan Surat Kabar

  1

  15 Tidak Punya

  2. Faktor lingkungan belajar

  

Tabel III.2

Operasionalisasi Variabel

  Variabel Sub Sub Sub indikator No.Butir Variabel variabel

  Positif Negatif Lingkungan Intrinsik Lingkungan - Perhatian belajar belajar di keluarga 1,2,4

  3 keluarga - Perhatian saudara 5,6

  • Kesediaan fasilitas belajar 7,8,9
  • Kedisiplinan dalam belajar 10,11

  Ekstrinsik Lingkungan - 12 13,14 Motivasi Dosen belajar di Hubungan Dosen

  • sekolah dan mahasiswa 15,16
  • 17,18,

  Fasilitas kampus

  19

  • Kelompok belajar di kampus 20,21

  Lingkungan 22,24, Hubungan dengan

  • belajar di masyarakat

  25

  • masyarakat

  Kegiatan di masyarakat 26,27

  23 Fasilitas di - masyarakat 28,29 Pengukuran lingkungan belajar menggunakan skala likert yang disajikan dalam empat pertanyaan alternatif jawaban yang diberi tanda (V) pada lembar yang telah disediakan yaitu sering, pernah dan tidak pernah. Bobot

  3. Prestasi belajar Prestasi belajar adalah keberhasilan mahasiswa/i dalam menguasai dan memahami materi kuliah yang ditunjukkan dengan adanya nilai yang berhasil dicapai mahasiswa, yang tampak dari Indek Prestasi Komulatif (IPK) yang diraih oleh mahasiswa tersebut. Dalam penelitian ini prestasi akademik yang digunakan adalah nilai indeks prestasi kumulatif yang telah dicapai oleh responden. Prestasi yang diperoleh mahasiswa dikategorikan sebagai berikut :

  

Tabel III.3

Kategori Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa

  No Skor Frek Persentase Interprestasi 1 3,51 – 4,00 3 1,84% Cum Laude 2 2,76 – 3,50

  58 35,58% Sangat memuaskan 3 2,00 – 2,75 86 52,76% Memuaskan 4 < 1,99 16 9,82% Kurang memuaskan

  Jumlah 163 100%

  4. Minat berwirausaha Minat merupakan faktor psikologis yang dapat menentukan suatu pilihan pada seseorang. Selain itu minat merupakan salah satu faktor psikologis yang sangat penting untuk kemajuan dan keberhasilan seseorang.

  

Tabel III.4

Operasionalisasi Variabel

  Variabel Sub indikator No.Butir Variabel Positif Negatif

  • Minat Intrinsik 1,2,7

  3 Keinginan yang kuat berwirausaha untuk berdiri sendiri

  • 4,8,9 5,6

  Kemauan untuk mengambil resiko 10,11,16

  • bersaing

  Semangat untuk

  13,14,15 12 - Percaya pada diri sendiri

  Ekstrinsik Teman sebaya 17,18 - Peluang kerja 19,20 -

  Untuk mengukur minat berwirausaha pada mahasiswa, cara yang digunakan penulis adalah dengan kuesioner tentang pilihan yang disusun seperti model Likert dengan empat alternatif jawaban. Skor bergerak dari 1 sampai dengan 4. Adapun pedoman untuk memberikan skor pada alternatif jawaban adalah : Sangat setuju skor 4 Setuju skor 3 Tidak setuju skor 2 Sangat tidak setuju skor 1

  Dengan maksud untuk memperoleh data tentang status sosial ekonomi orang tua, faktor lingkungan belajar, dan prestasi belajar dengan minat berwirausaha.

  2. Wawancara Wawancara yaitu pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung atau lisan dengan karyawan sekretariat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan untuk melengkapi data tentang gambaran umum perguruan tinggi.

3. Dokumentasi

  Metode pengumpulan data dengan cara menyalin data yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, khususnya mengenai minat berwirausaha, apabila sebelum penulis melakukan penelitian ternyata sudah ada yang melakukan penelitian sebelumnya, serta datanya akan berguna bagi penulis, juga data yang terkait tentang prestasi belajar mahasiswa.

G. Pengujian Instrumen Penelitian

  Untuk mengenai apakah setiap item kuesioner yang digunakan sudah valid Setiap item di dalam uji validitas ini dikatakan valid jika r hitung lebih besar dari r tabel.

  N

  XY

  X Y

  − ( )( )

  ∑ ∑ ∑ r = xy 2 2 2 2 N X

  X N YY ( ) ( )

  { } { } ∑ ∑ ∑ ∑

  Keterangan :

  r = koefisien korelasi antara x dan y xy X = jumlah skor butir genap ∑

  Y = jumlah skor butir ganjil ∑

  XY = Jumlah kali x dan y ∑

  N = banyaknya sampel yang diuji Dalam pengujian koefisien ini digunakan taraf signifikansi 5%. Jika r hitung > r tabel, maka suatu butir instrumen mampu mengukur apa yang diinginkan (valid). Sebaliknya, jika r hitung < r tabel maka suatu butir instrumen adalah tidak valid atau sahih Suharsimi Arikunto, (1998:256).

  Pelaksanaan uji coba penelitian ini dilakukan pada mahasiswa PAK angkatan 2004-2005 dengan jumlah responden 30 mahasiswa. Dari hasil uji coba tersebut diketahui derajat kebebasan sebesar 28 (30-2), dengan harga kritik product moment tabel (r table) sebesar 0,239 dengan taraf signifikansi 5%. Adapun rangkuman hasil penelitian uji coba validitas

  • ,0245

  16 ,1235

  0,239 Valid

  12 ,3949

  0,239 Valid

  13 ,2448

  0,239 Valid

  14 ,0000

  0,239 Tidak Valid

  15 ,2839

  0,239 Valid

  0,239 Tidak Valid

  0,239 Valid

  17 ,3507

  0,239 Valid

  18 ,2647

  0,239 Valid

  19

  0,239 Tidak Valid

  20 ,0755

  0,239 Tidak Valid

  21 ,0000

  11 ,3582

  10 ,6283

  0,239 Tidak Valid Item status sosial ekonomi orang tua yang tidak valid adalah nomor 7,9,14,16,19,20,21. Item yang tidak valid kemudian dihapus dan dilakukan uji validitas ulang. Hasil dari pengujian validitas ulang

  0,239 Valid

  

Tabel III.5

Hasil Pengukuran Validitas Status Sosial Ekonomi Orang Tua

  No Item hitung

  r tabel

r

  Keterangan

  1 ,3558

  0,239 Valid

  2 ,2926

  0,239 Valid

  3 ,4403

  4 ,3558

  0,239 Tiddak Valid

  0,239 Valid

  5 ,2988

  0,239 Valid

  6 ,3049

  0,239 Valid

  7 ,0000

  0,239 Tidak Valid

  8 ,4806

  0,239 Valid

  9

  • ,1134

  

Tabel III.6

Hasil Pengukuran Validitas Status Sosial Ekonomi Orang Tua

  10 ,6283

  corrected item – total correlation lebih dari 0,239.

  0,239 Valid Dari tabel di atas tampak bahwa item-item yang digunakan untuk mengukur status sosial ekonomi orang tua valid semua karena

  18 ,2647

  0,239 Valid

  17 ,3507

  0,239 Valid

  15 ,2839

  0,239 Valid

  13 ,2448

  0,239 Valid

  12 ,3949

  0,239 Valid

  11 ,3582

  0,239 Valid

  0,239 Valid

  No Item hitung

  3 ,4403

  r tabel

r

  Keterangan

  1 ,3558

  0,239 Valid

  2 ,2926

  0,239 Valid

  0,239 Valid

  8 ,4806

  4 ,3558

  0,239 Valid

  5 ,2988

  0,239 Valid

  6 ,3049

  0,239 Valid

  b. Uji validitas untuk Faktor Lingkungan Belajar Hasil uji validitas dua puluh delapan pertanyaan pada variabel Faktor Lingkungan Belajar , adalah sebagai berikut:

  

Table III.7

Hasil Pengukuran Validitas Faktor Lingkungan Belajar

  0,239 Valid

  0,239 Valid

  16 ,6993

  0,239 Valid

  17 ,6823

  0,239 Valid

  18 ,7995

  0,239 Valid

  19 ,5115

  0,239 Valid

  20 ,8108

  0,239 Valid

  21 ,8200

  22 ,7339

  0,239 Valid

  0,239 Valid

  23 ,3955

  0,239 Valid

  24 ,4930

  0,239 Valid

  25 ,4272

  0,239 Valid

  26 ,5574

  0,239 Valid

  27 ,5798

  0,239 Valid

  28 ,4885

  15 ,4506

  14 ,4966

  No Item hitung

  6 ,4612

  r tabel r

  Keterangan

  1 ,7455

  0,239 Valid

  2 ,4302

  0,239 Valid

  3 ,5795

  0,239 Valid

  4 ,3659

  0,239 Valid

  5 ,5240

  0,239 Valid

  0,239 Valid

  0,239 Valid

  7 ,3603

  0,239 Valid

  8 ,4785

  0,239 Valid

  9 ,4178

  0,239 Valid

  10 ,5822

  0,239 Valid

  11 ,5568

  0,239 Valid

  12 ,3070

  0,239 Valid

  13 ,7152

  0,239 Valid

  0,239 Tidak Valid Item status sosial ekonomi orang tua yang tidak valid adalah nomor 1,2,10,13,14,16,17,18,20. Item yang tidak valid kemudian dihapus dan

  15 ,7236

  11 ,2896

  0,239 Valid

  12 ,5396

  0,239 Valid

  13 ,0931

  0,239 Tidak Valid

  14 ,1690

  0,239 Tidak Valid

  0,239 Valid

  10 ,0287

  16 ,2249

  0,239 Tidak Valid

  17 ,1153

  0,239 Tidak Valid

  18 ,0512

  0,239 Tidak Valid

  19 ,5387

  0,239 Valid

  20

  0,239 Tidak Valid

  0,239 Valid

  

Tabel III.8

Hasil Pengukuran Validitas Minat Berwirausaha

  0,239 Valid

  No Item hitung

  r tabel r

  Keterangan

  1 ,0626

  0,239 Tidak Valid

  2 ,2076

  0,239 Tidak Valid

  3 ,5926

  4 ,2843

  9 ,3910

  0,239 Valid

  5 ,2781

  0,239 Valid

  6 ,4133

  0,239 Valid

  7 ,4071

  0,239 Valid

  8 ,6433

  0,239 Valid

  • ,0749

  Tabel III.9

Hasil Pengukuran Validitas Minat Berwirausaha

  No Item hitung

  r tabel

r

  Keterangan 3 ,5926 0,239 Valid 4 ,2843 0,239 Valid 5 ,2781 0,239 Valid 6 ,4133 0,239 Valid 7 ,4071 0,239 Valid 8 ,6433 0,239 Valid 9 ,3910 0,239 Valid 11 ,2896 0,239 Valid 12 ,5396 0,239 Valid 15 ,7236 0,239 Valid 19 ,5387 0,239 Valid

  Dari tabel di atas tampak bahwa item-item yang digunakan untuk mengukur Minat Berwirausaha valid semua karena corrected item –

  total correlation lebih dari 0,239.

2. Analisis Reliabilitas

  Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data (Suharsimi Arikunto, 1989:142). Suatu tes yang reliabel akan menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil data satu atau berbagai

   Tabel III.10 Intepretasi Koefisien Secara Konservatif

  No Koefisien Alfa Tingkat Keterandalan 1 0,800 - 1,000 Sangat tinggi 2 0,600 - 0,800 Tinggi 3 0,400 - 0,600 Cukup 4 0,200 - 0,400 Rendah 5 0 - 0,200 Sangat rendah

  Untuk menghitung reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini menggunakan Koefisien Alpha Cronbach dengan taraf signifikan 5% (Suharsimi Arikunto, 1998:192). Rumus Alpha: 2

  ⎡ ⎤ σ

  k b

  ⎡ ⎤

  ∑ r =

  1 11 ⎢ − ⎥ 2

  k −1

  ⎢⎣ ⎥⎦ σ ⎢ ⎥ b ⎣ ⎦

  Keterangan:

  r : Reliabilitas instrumen 11

  k : Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal 2 σ : Jumlah varians butir b

  ∑ 2

  σ : Varians total t Reliabilitas kuesioner pada penelitian ini menggunakan teknik Alpha

  

Cronbach . Jika nilai Alpha Cronbach pada taraf signifikan 5% lebih besar

  Tabel III.11 Hasil Pengukuran Reliabilitas

  Koefisien Variabel Indeks Kesimpulan

  Alpha Status sosial ekonomi orang tua 0,6 0,6818 Andal/Reliabel

  Lingkungan belajar 0,6 0,9307 Andal/Reliabel Minat berwirausaha 0,6 0,7061 Andal/Reliabel

H. Teknik Analisis Data

  1. Deskripsi data Deskripsi data yaitu suatu teknik analisis yang memberikan gambaran terperinci tentang variabel yang diteliti dan memberikan penafsiranya.

  Analisis ini dilakukan dengan cara mendiskripsikan data hasil observasi yang sudah didapat dan penelitian di lapangan yang meliputi responden, status sosial ekonomi orang tua, faktor lingkungan belajar, prestasi belajar dan minat berwirausaha. Untuk keperluan deskripsi data digunakan tabel distribusi frekuensi pada setiap variabel.

  2. Pengujian Prasyarat Analisis a.

  Pengujian Normalitas Sebelum melangkah pada uji korelasi sederhana, terlebih dahulu

  Keterangan :

  D = Deviasi maksimum

  = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan

  F ( ) o

  X 1 S X = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi o ( ) 1 Jika nilai F hitung < dari nilai F tabel pada taraf signifikansi 5 %, maka

  distribusi data dikatakan tidak normal. Sebaliknya, jika nilai F hitung > dari nilai F tabel, maka distribusi data dikatakan normal.

  b.

  Uji Linieritas Uji linieritas dilakukan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebas mempunyai hubungan linier atau tidak dengan variabel terikatnya. Untuk uji linieritas ini digunakan rumus persamaan regresi dengan menguji signifikansi nilai F. Adapun rumus yang digunakan untuk mencari nilai F adalah sebagai berikut (Sudjana, 1996:332) : 2 S TC

  F

  = 2 S e Keterangan :

JK TC

  2 ( ) S TC = k

  2 − Kita tolak hipotesis model regresi linier jika Fhitung>F .

  − − − ( 1 α )( k 2 , n k )

  Untuk distribusi f yang digunakan diambil dk pembilang = (k-2) dan dk penyebut = (n-k).

3. Pengujian Hipotesis a.

  Untuk menguji hipotesis pertama, kedua dan ketiga tentang hubungan antara status sosial ekonomi orang tua, faktor lingkungan belajar dan prestasi belajar dengan minat berwirausaha, digunakan analisis statistis koefisien korelasi Product Moment dari pearson sebagai berikut :

  n XiYXi Yi ( )( )

  ∑ ∑ ∑ r = xy 2 2

2

2 n XiXi n Yi Y

  ( ) ( ) { } { }

  ∑ ∑ ∑ ∑

  Keterangan :

  rxy = koefisien korelasi variabel x terhadap y

  = jumlah nilai X

  X

  = jumlah nilai Y

  Y

  = jumlah subjek yang diteliti (Suharsimi Arikunto,

  n 1998:256).

  Koefisien korelasi yang diperoleh diintepretasikan sebagai berikut b. Apabila data tidak berdistribusi normal maka digunakan analisis statistis Chi-kuadrat. Dengan rumus sebagai berikut :

  2 ( f – f ) o h

  2 = χ ∑ f h

  2

  keterangan : = menguji signifikasi perbedaan frekuensi yang χ diobservasi f = frekuensi yang diperoleh berdasarkan data f = frekuensi yang diharapkan

  h

  f diperoleh dari rumus sebagai berikut

  h (nk) (ng) f = h

  N

  Keterangan : nk : jumlah kategori ng : jumlah golongan N : jumlah total

  Untuk menemukan derajat kebebasan digunakan rumus: db = ( b – 1 ) ( k – 1 ).

  Harga Chi-kuadrat selanjutnya dibandingkan dengan harga Chi-

  2

  2

  kuadrat yang terdapat ditabel. Jika harga hitung < tabel, maka Ho χ χ

  2

  

2

diterima, jika harga hitung > tabel, maka Ho ditolak.

  χ χ yang disebut koefisien kemungkinan. Semakin besar nilai C, semakin tinggi taraf hubungannya. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya, maka perlu membandingkan hasil C dengan C .

  maks

  rumus pembanding tersebut adalah :

  C = (k-1)/k maks.

  Keterangan C = harga C paling besar

  maks

  k = jumlah kolom C merupakan batasan taraf signifikan yang paling besar, semakin

  maks

  dekat jumlah C mendekati C semakin besar tingkat pengaruh yang

  maks terjadi yang telah dihitung dengan Chi-kuadrat.

  Tabel III.12 Interpretasi

  No Harga Nilai koefisien Tingkat Keterhandalan

  1 C maks Sangat tinggi ≥ 0,80

  2 C maks 0,60 < 0,80 Tinggi

  3 C maks 0,40 < 0,60 Sedang

  4 C maks 0,20 < 0,40 Rendah

  5 C maks < 0,20 Sangat rendah

  

BAB IV

GAMBARAN UMUM A. Sejarah Universitas Sanata Dharma Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, yang sekarang ini merupakan

  salah satu fakultas dari Universitas Sanata Dharma, yang dulu pernah popular dengan sebutan IKIP Sanata Dharma, mulanya adalah sebuah Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) yang berdiri pada tanggal 17 Desember 1955.

  Gagasan mendirikan PTPG Sanata Dharma merupakan respon pihak Gereja Katolik terhadap tawaran Mendikdub saat ini, Muhammad Yamin, mengenai perlunya mendirikan suatu lembaga pendidikan guru untuk SLTPdan SLTA. Lembaga tersebut kemudian dinamakan PTPG.

  PTPG Sanata Dharma benar-benar dapat berdiri. Hal ini tidka dapat dilepaskan dari jerih payah Pater H. LOeff, S.J. (B1 Ilmu Mendidik di Yogyakarta), Pater W.J. van der Meulen, S.J. (B1 Ilmu Sejarah di

  Dalam perkembangannya PTPG Sanata Dharma ( yang mulai November 1958 berganti nama menjadi FKIP Sanata Dharma ) menambah tiga jurusan lagi, sehingga menjadi tujuh jurusan. Tambahan tiga jurusan itu adalah Jurusan Ilmu Ekonomi (tahun 1957), Jurusan Filsafat dan Teologi (begabung pada tanggal 15 Juli 1961) dan Jurusan Bahasa Indonesia (10 September 1963)

  Mulai bulan November 1958, pemerintah mengubah nama PTPG menjadi FKIP, dengan alas an PTPG bukanlah nama suatu institusi Perguruan Tinggi. Berkaitan dengan hal itu, nama PTPG Sanata Dharma berganti menjadi FKIP Sanata Dharma. Namun muncul persoalan, “mana universitasnya?” guna mengatasi persoalan itu muncul gagasan untuk membentuk Universitas Katolik Indonesia guna “melindungi” FKIP Sanata Dharma. Pada akhirnya Universitas tersebut tidak pernah terwujud dan FKIP Sanata Dharma tetap berjalan.

  Antara tahun 1960-1966 bidang pendidikan ditangani oleh dua kementrian, yaitu Kemennterian Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (PD&K) serta Kementerian Perguruan Tingggi dan Ilmu Pengetahuan

  Akhirnya seiring dengan tuntutan perkembangan jaman, melalui SK Mendikbud No. 46/D/O/1993, IKIP Sanata Dharma menjadi Universitas, Universitas Sanata Dharma (USD). Dengan demikian, IKIP yang dulu merupakan lembaga yang berdiri sendiri, sekarang merupakan sebuah fakultas dari USD. Pada tahun 1998, Fakultas Ilmu Pendidikan Agama Katolik (FIPA) menggabung dengan FKIP menjadi Prodi IPPAK, Jurusan Ilmu Pendidikan. Pada tahun 1999 PGSD swadana dibuka.

B. Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan Universitas Sanata Dharma 1.

  Visi USD didirikan untuk berpartisipasi dalam usaha melindungi dan meningkatkan martabat melalui perpaduan keunggulan akademik dan nilai-nilai kemanusiaan yang diwujudkan dalam penggalian kebenaran secara obyektif dan akademis dan pengembangan kaum muda yang didasarkan pada nilai kebangsaan dan kemanusiaan dan spiritualitas Ignatian, yaitu menjadi manusia bagi sesama (human forand with ather), perhatian pribadi (cure personalis), semangat keunggulan (magis) dan emosional dan spiritual mahasiswa secara terpadu, lembaga yang mendidik mahasiswa, menjadi manusia yang utuh, krits, dewasa dan memiliki kepekaan social, lembaga yang memberikan pelayanan masyarakat dan lembaga yang mempersiapkan tenaga kependidikan secara professional.

3. Tujuan Pendidikan USD

  Tujuan pendidikan USD disini untuk mencerdaskan putra-putri bangsa dengan memadukan keunggulan akademik dan nilai-nilai humanistik yang berdasarkan nilai-nilai kristiani yang universal dan cita-cita kemanusiaan sebagaimana terkandung dalam Pancasila, sehingga memiliki kemampuan akademik sesuai dengan bidang studinya dan integritas kepribadian yang tinggi.

C. Nama-Nama Rektor Universitas Sanata Dharma

  a. Prof. Dr. N. Driyarkara (1955-1967) b.

  Drs. J. Drost, S.J. (1968-1976)

  c. Prof. Dr. A. M. Kadarman, S.J. (1977-1984)

D. Struktur Organisasi DEKAN FKIP SENAT PD1 PDII PDIII FAKULTAS

  Pusat Penelitian dan UNIT Pelayanan MKDK Kependidikan (P3K) Unit Tata Unit Usaha

PPL KAJUR PBS KAJUR

  A. KAJUR

  B. KAJUR

SEKJUR PMIPA

  IPS

  IP

Kaprodi Kaprodi Kaprodi Kaprodi Kaprodi Kaprodi Kaprodi Kaprodi Kaprodi Kaprodi

BK

  IPPAK PGSD PBI PBSID P.Fis P.Mat PAK PEP P.Sej

Sekprod Sekprod Sekprod Sekprod Sekprod Sekprod Sekprod

Sekprod Sekprodi Sekprod

DOSEN DOSEN DOSEN DOSEN DOSEN DOSEN DOSEN DOSEN DOSEN DOSEN

Mhs Mhs Mhs Mhs Mhs Mhs Mhs Mhs Mhs Mhs

  Gambar 1 : Struktur Organisasi Universitas Sanata Dharma

  1. Senat Fakultas adalah badan normatif dan perwakilan tertinggi di kependidikan, mahasiswa, tenaga administrasi, dan bertanggung jawab pada rektor.

  b. Pembantu Dekan I bertugas membantu dekan dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

  c. Pembantu Dekan II bertugas membantu dekan dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum.

  d. Pembantu Dekan III bertugas membantu dekan dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan yang bersifat kokurikuler dan ekstrakurikuler serta kemahasiswaan.

  3. Unit MKDK bertugas mengatur dan mengkoordinasi penyelenggaraan mata kuliah dasar kependidikan di lingkup fakultas, dipimpin oleh seorang ketua unit MKDK yang bertanggung jawab langsung kepada dekan.

  4. Pusat Penelitian dan Pelayanan Kependidikan (P3K). Bertugas membantu dan mengkoordinasi penelitian dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat luar dan membagikan berbagai tugas itu kepada

  6. Unit PPL bertugas mengatur dan mengkoordinasi penyelenggaraan PPL mahasiswa dalam lingkup fakultas. Unit PPL fakultas dipimpin oleh seorang ketua unit PPL yang bertanggung jawab langsung kepada dekan.

  7. Kajur (ketua jurusan) bertugas memimpin jurusan, dibantu oleh sekjur (sekretaris jurusan). Jurusan merupakan unsur pelaksanaan akademik pada fakultas. FKIP USD memiliki empat jurusan; IP (Ilmu Pendidikan), PBS (Pendidikan Bahasa dan Seni), PIPS (Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial), dan PMIPA (Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam).

  8. Kaprodi (ketua program studi) bertugas memimpin program studi (Prodi), dibantu oleh sekprodi (sekretaris program studi). Prodi adalah satuan pelaksana pendidikan yang bertugas melaksanakan satuan kurikulum untuk satu keahlian tertentu. FKIP USD mempunyai sepuluh Prodi; BK (Bimbingan dan Konseling), IPPAK (Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik), PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), PBI (Pendidikan Bahasa Inggris), PBSID (Pendidikan

  9. Dosen adalah tenaga pendidik yang diangkat dengan tugas mengajar, mengadakan penelitian, dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

E. Jurusan dan Program Studi

  FKIP mempunyai 4 jurusan dengan 9 program studi untuk gelar S1, 1program studi non-gelar dan 1 kursus bahasa.

  

Tabel IV.1

Jurusan dan Program Studi

JURUSAN PROGRAM STUDI STATUS

  Ilmu Pendidikan (IP)

1.Bimbingan dan Konseling (BK) Terakreditasi

  2.Ilmu Pendidikan Kehususan Pendidikan Agama Katolok (IPPAK) Terakreditasi Pendidikan Bahasa

  3.Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Terakreditasi dan Seni (PBS)

  4.Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah (PBSID) Terakreditasi Pendidikan Ilmu

  5.Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian

Pengetahuan Sosial Khusus Pendidikan Akuntansi (PAK) Terakreditasi

(PIPS)

  6.Pendidikan ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Koperasi (PEK) Terakreditasi

  7.Pendidikan Sejarah (PSej) Terakreditasi Pendidikan Matematika

  8.Pendidikan Fisika (PFis) Terakreditasi dan Ilmu Pengetahuan

F. Sejarah Program Studi Pendidikan Akuntansi

  Program Studi (PS) Pendidikan Akuntansi merupakan salah satu program studi di bawah Jurusan Ilmu Pendiidkan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma (JPIPS-FKIP-USD). PS ini merupakan kelanjutan dari Jurusan Ekonomi yang dibuka tanggal 17 Desember 1955 ketika Perguruan Tinggi Pendidikan Guru didirikan atas desakan Menteri Pendidikan Muhammad Yamin untuk menanggapi perlunya pendidikan calon guru SLTP dan SLTA. Pendirian Sanata Dharma dilandasi oleh semagat untuk membantu masyarakat yang pada waktu itu sangat membutuhkan tanaga guru sekolah menengah yang baik di berbagai bidang.

  Pada waktu berdirinya (1958), PS Pendidikan Ekonomi menggunakan nama Jurusan Ilmu Ekonomi FKIP Sanata Dharma. Selanjutnya berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 28 Januari 1985Jurusan Ilmu Ekonomidiganti nama menjadi Jurusan Pendidikan Dunia Usaha yang memiliki dua jalur yaitu PS Pendidikan Ekonomi Koperasi dan PS Pendidikan Akuntansi, dengan status “disamakan”. Status ini ditetapkan Akuntansi Terakreditasi dengan peringkat nilai Akreditasi B yang ditetapkan oleh BANTP tertanggal 19 September 2003 untuk jangka waktu 5(lima) tahun sejak tanggal ditetapkan.

  Bedasarkan SK Dirjen Dikti No.143/DIKTI/Kep/1999 tentang penataan Prodi, tahun 1999 nama PS Pendidikan Akuntansi dig anti dnegan PS Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi. Pada tahun2002 Kopertis Wilayah V Yogyakarta memberikan nilai A terhadap kelayakan penyelenggaraan Prodi Pendidikan Akuntansi.

  Pejabat di PS Pendidikan Akuntansi sejak saat berdiri hingga sampai saat sekarang ini yaitu : Jabatan Nama Pejabat Masa Jabatan

  Ketua Jurusan Ekonomi Dr. A.M. Kadarman, S.J. 1957-1962 PTPG Santa Dharma Ketua Jurusan Ilmu Eknomi Dr. A.M. Kadarman, S.J. 1962-1965 FKIP Sanata Dharma Ketua Jurusan Ilmu Dr. A.M. Kadarman, S.J. 1965-1968 Ekonomi FKIS IKIP Sanata Drs. Th. P.M. Gieles, S.J. 1968-1977 Dharma Drs. J. Markiswo 1977-1982

  Drs. Th. P.M. Gieles, S.J. 1982-1986 Ketua Jurusan Pendidikan Drs. Th. P.M. Gieles, S.J. 1986-1987 Dunia Usaha FPIPS IKIP Drs. E. Sumardjono, 1987-1990 Sanata Dharma MBA 1990-1993

G. Deskripsi Program Studi

  Berdasarkan Visi dan Misi Universitas Sanata Dharma dan FKIP, diturunkan visi dan misi PS Pendidikan Akuntansi sebagai berikut :

1. Visi

  Membangkitkan dan mengembangkan potensi generasi muda agar mampu berpartisipasi aktif dan kreatif dalam membangun masyarakat pluralistic yang adil dan demokratif sesuai dengan bidang keahliannya, yang dilaksanakan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta visi kristiani mengenai martabat manusia 2. Misi a. menyediakan bagi masyarakat tenaga kependidikan dan non kependidikan di bidang ekonomi-akuntansi yang professional, dewasa secara spiritual, moral, intelektual, social dan emosional serta yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu dan teknologi.

  b.

  Menyelenggarakan pendidikan yang humanis dengan semangat dialogis.

H. Sumber Daya Manusia

  Staf dosen PS Pendidikan Akuntansi sebagian besar (82%) telah dan sedang menyelesaikan pendidikan jenjang S2. sebelas dosen tetap PS Pendidikan Akuntansi dan 2 tenaga administrasi saat ini adalah sebagai berikut :

  1. Drs. F.X. Muhadi, M.Pd 2.

  Rita Eny Purwanti, S.Pd 3. Sebastianus Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si.

  4. E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A.

  5. Drs. Bambang Purnomo, S.E., M.Si.

  6. Laurentius Saptono, S.Pd., M.Si.

  7. Cornelio Purwantini, S.Pd., M.Si.

  8. Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si.

  9. Benedecta Indah Nugraheni, S.Pd., S.I.P., M.Pd.

  10. Agustinus Heri Nugroho, S.Pd.

  11. Natalina Premastuti Brataningrum, S.Pd.

  12. Drs. Wawiek Wakidjo laboratorium komputer yang memadai, meneydiakan perpustakaan serta jumlah eksemplar buku dan judul yang memadai termasuk CD-ROM. Setiap dosen tetap disediakan satu ruangan kerja pribadi agar mampu menyiapkan pembelajaran, penulisan karya ilmiah, dan bimbingan mahasiswa yang baik.

  System administrasi akademik PS Pendidikan Akuntansi yang berbasis komputer mendukung tersedianya informasi yang cepat dan akurat untuk pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

  J. Kemahasiswaan 1.

  Organisasi Kemahasiswaan Tingkat Program Studi Organisasi kemahasiswaan tingkat PS adalah himpunan Mahasiswa PS Pendidikan Akuntansi yang disebut HMPS (Himpunan Mahasiswa PS Pendidikan Akuntansi) a.

  HMPS Pendidikan Akuntansi merupakan perwakilan mahasiswa PS Pendidikan Akuntansi yang bertanggungjawab kepada Wakil Ketua PS Pendidikan Akuntansi.

  b. HMPS Pendidikan Akuntansi merencanakan, meyelenggarakan, dan

  3) Studi ekskursi ke perusahaan di luar DIY-Jateng (semester V) 4) Penelitian kolaboratif dosen-mahasiswa (semester VII)

  b. Kegiatan ektra kurikuler 1)

  Lomba seni/alat peraga 2)

  Lomba karya tulis 3)

  Retre/rekoleksi 4)

  Dialog dosen-mahasiswa 5)

  Pengabdian pada masyarakat

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Berikut ini disajikan data tentang status sosial ekonomi orang tua, faktor

  lingkungan belajar, prestasi belajar dan minat berwirausaha. Adapun bentuk pendiskripsian data tersebut menggunakan daftar tabulasi distribusi frekuensi untuk masing-masing variabel menggunakan Penilaian Patokan Acuan (PAP

  II) sebagai berikut : 1.

   Status Sosial Ekonomi Orang Tua

  Data penelitian variabel status sosial ekonomi orang tua menunjukkan bahwa skor tertinggi yang dicapai sebesar 28 dan skor terendah 12. Hasil perhitungan mean sebesar 18,85; median sebesar 20,91; modus 19,67; dan standar deviasi sebesar 3,95 (lampiran 3 halaman 116 ) a.

  Komposisi responden berdasarkan tingkat pendidikan orang tua 1)

  Ayah

  

Tabel 5.1 Sanata Dharma Yogyakarta dilihat dari tingkat pendidikan ayah. Ayah siswa yang lulusan SD sebanyak 3 atau orang 1,84 %, lulusan SMP sebanyak 23 orang atau 14,11%, lulusan SMA sebanyak 85 orang atau 52,15%, dan lulusan D III sebanyak 24 orang atau 14,72%, serta yang lulusan PT sebanyak 28 orang atau 17,18%. Dengan demikian disimpulkan bahwa diatas sebagian besar ayah siswa berpendidikan SMA.

  2) Ibu

Tabel 5.2 Deskripsi Tingkat pendidikan Ibu

  Tingkat pendidikan Jumlah Persentase (%) Lulus SD 57 34,97 Lulus SMP 13 7,98 Lulus SMA 54 33,13 Lulus D III 18 11,04 Lulus PT 21 12,88 Total 163 100

  Sumber : Data penelitian

Tabel 5.2 menunjukkan tingkat pendidikan orang tua mahasiswa Pendidikan Akuntansi angkatan 2004, 2005 Universitas

  Sanata Dharma Yogyakarta dilihat dari tingkat pendidikan ibu. Ibu b. Komposisi responden berdasarkan pekerjaan pokok 1) Ayah

Tabel 5.3 Deskripsi Pekerjaan Pokok Ayah

  Pekerjaan pokok Jumlah Persentase (%) Pensiunan Buruh tani Petani Karyawan PNS Guru Wiraswasta

  1

  1

  14

  24

  33

  40

  48 0,61 0,61 8,59

  14,72 20,25 24,54 30,69

  Jumlah 163 100 Sumber : Data induk

Tabel 5.3 menunjukkan pekerjaan pokok orang tua mahasiswa Pendidikan Akuntansi angkatan 2004, 2005 Universitas

  Sanata Dharma Yogyakarta dilihat dari pekerjaan pokok ayah. Ayah siswa yang pekerjaan pensiunan sebanyak 1 orang atau 0,61%, buruh tani sebanyak 1 orang atau 0,61%, petani sebanyak 14 orang atau 8,59%, karyawan sebanyak 24 orang atau 14,72%, PNS sebanyak 33 orang atau 20,25%, dan guru sebanyak 40 orang atau 24,54% serta wiraswasta sebanyak 48 orang atau 30,69%.

  2) Ibu

Tabel 5.4 Deskripsi Pekerjaan Pokok Ibu

  Pekerjaan pokok Jumlah Persentase (%) Ibu RT Pensiunan Buruh tani Petani Karyawan PNS Guru Wiraswasta

  13

  11

  36

  25

  45

  15

  10

  8 7,97 6,75

  22,09 15,34 27,61

  9,20 6,13 4,91

  Jumlah 163 100 Sumber : Data induk

Tabel 5.4 menunjukkan pekerjaan pokok orang tua mahasiswa Pendidikan Akuntansi angkatan 2004, 2005 Universitas

  Sanata Dharma Yogyakarta dilihat dari pekerjaan pokok ibu. Ibu mahasiswa yang pekerjaannya sebagai ibu RT sebanyak 13 orang atau 7,97%, pensiunan 11 orang atau 6,75%, buruh tani 36 orang atau 22,09%, petani sebanyak 25 orang atau 15,34%, karyawan sebanyak 45 orang atau 27,61%, PNS sebanyak 15 orang atau 9,20%, dan guru sebanyak 10 orang atau 6,13% serta wiraswasta c. Komposisi responden berdasarkan pendapatan orang tua 1) Ayah

Tabel 5.5 Deskripsi Pendapatan Ayah

  Penghasilan Jumlah Persentase (%) < Rp 500.000 64 39,26 500.000 - 1.500.000 59 36,20 1.500.000 - 2.000.000 21 12,88 2.000.000 - 2.500.000 14 8,59 2.500.000 < 5 3,07 Jumlah 163 100

  Sumber : Data induk

Tabel 5.5 menunjukkan pekerjaan pokok orang tua mahasiswa Pendidikan Akuntansi angkatan 2004, 2005 Universitas

  Sanata Dharma Yogyakarta dilihat dari pendapatan ayah. Ayah siswa yang berpenghasilan < 500.000 (sangat rendah) sebanyak 64 orang atau 39,26%, berpenghasilan 500.000 - 1.500.000 (rendah) sebanyak 59 orang atau 36,20%, berpenghasilan 1.500.000 - 2.000.000 (cukup) sebanyak 21 orang atau 12,88%, berpenghasilan 2.000.000 - 2.500.000 (tinggi) sebanyak 14 orang atau 8,59% dan berpenghasilan lebih dari 2.500.000 (sangat tinggi) sebanyak 5 orang atau 3,07%. Dengan demikian disimpulkan bahwa sebagian

  2) Ibu

Tabel 5.6 Deskripsi Pendapatan Ibu

  Pekerjaan pokok Jumlah Persentase (%) < Rp 500.000 111 68,10 500.000 - 1.500.000 39 23,93 1.500.000 - 2.000.000 10 6,13 2.000.000 - 2.500.000 - - 2.500.000 < 3 1,84

  Jumlah 163 100 Sumber : Data induk

Tabel 5.6 menunjukkan pekerjaan pokok orang tua mahasiswa Pendidikan Akuntansi angkatan 2004, 2005 Universitas

  Sanata Dharma Yogyakarta dilihat dari pendapatan ibu. Ibu siswa yang berpenghasilan < 500.000 (sangat rendah) sebanyak 111 orang atau 68,10%, berpenghasilan 500.000 - 1.500.000 (rendah) sebanyak 39 orang atau 23,93%, berpenghasilan 1.500.000 - 2.000.000 (cukup) sebanyak 10 orang atau 6,13%, berpenghasilan 2.000.000 - 2.500.000 (tinggi) tidak ada dan berpenghasilan lebih dari 2.500.000 (sangat tinggi) sebanyak 3 orang atau 1,84%.

  Dcngan demikian disimpulkan bahwa sebagian besar pendapatan

Tabel 5.7 Deskripsi Lingkungan Belajar

  No Skor Frek Persentase Interprestasi 1 96 - 122 9 5,52 % Sangat Kondusif 2 83 - 95 129 79,14% Kondusif

  3 75 - 82 22 13,50% Cukup Kondusif 4 67 - 74 3 1,84% Tidak Kondusif 5 > 67 0% Sangat Tidak Kondusif jumlah 163 100%

  Sumber : Data Primer

Tabel 5.7 menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang terkategorikan sangat kondusif sebanyak 9 orang atau 5,52%,

  terkategorikan kondusif sebanyak 129 orang atau 79,14%, terkategorikan cukup kondusif sebanyak 22 orang atau 13,50%, terkategorikan tidak kondusif sebanyak 3 orang atau 1,84%, dan tudak terdapat lingkungan belajar yang terkategorikan sangat tidak kondusif. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa Pendidikan Akuntansi angkatan 2004, 2005 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, lingkungan belajar dalam kategori kondusif.

Tabel 5.8 Deskripsi Prestasi Belajar

  No Skor Frek Persentase Interprestasi 1 3,51 – 4,00 3 1,84% Cum Laude 2 2,76 – 3,50

  58 35,58% Sangat memuaskan 3 2,00 – 2,75 86 52,76% Memuaskan 4 < 2,00 16 9,82% Kurang memuaskan

  Jumlah 163 100% Sumber : Data Primer

Tabel 5.8 menunjukkan bahwa prestasi belajar yang terkategorikan

  Cum Laude sebanyak 3 orang atau 1,84%, terkategorikan Sangat memuaskan sebanyak 58 orang atau 35,58%, terkategorikan Memuaskan sebanyak 86 orang atau 52,76%, sedangkan yang dikategorikan kurang memuaskan sebanyak 16 orang atau 9,82%. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa Pendidikan Akuntansi angkatan 2004, 2005 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta prestasi belajar dalam kategori memuaskan.

4. Minat berwirausaha

  Data penelitian variabel minat berwirausaha menunjukkan bahwa

Tabel 5.9 Deskripsi Minat berwirausaha

  No Skor Frek Persentase Interprestasi 1 38 – 44 6 3,68% Sangat tinggi 2 33 – 37

  53 32,51% Tinggi 3 29 – 32 77 47,24% Cukup 4 26 – 28 22 13,50% Rendah 5 > 11

  5 3,07% Sangat rendah jumlah 163 100% Sumber : Data Primer

Tabel 5.9 menunjukkan bahwa minat berwirausaha terkategorikan sangat tinggi sebanyak 6 orang atau 3,68%, terkategorikan tinggi

  sebanyak 53 orang atau 32,51%, terkategorikan cukup sebanyak 77 orang atau 47,24%, terkategorikan rendah sebanyak 22 orang atau 13,50%, dan terkategorikan sangat rendah sebanyak 5 orang atau 3,07%. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa Pendidikan Akuntansi angkatan 2004, 2005 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, minat berwirausaha dalam kategori cukup.

B. Pengujian Prasyarat Analisis

1. Uji Normalitas

Tabel 5.10 Tabel Uji Normalitas Taraf

  

No Variabel Probabilitas Kesimpulan

signifikansi

  1 Status sosial ekonomi 0,196 0,05 Normal orang tua (X )

  1

  2 Faktor lingkungan 0,127 0,05 Normal belajar (X )

  2

  3 Prestasi belajar (X ) 0,997 0,05 Normal

3 Hasil pengujian Kolmogorov-Smirnov untuk variabel status sosial

  ekonomi orang tua (X1) diperoleh nilai probabilitas

  ( ) ρ 0,196. Nilai

  probabilitas hitung = 0,196 > α 0,05 berarti distribusi data variabel = status sosial ekonomi orang tua (X1) normal. Hasil pengujian Kolmogorov-Smirnov untuk variabel lingkungan belajar (X2) diperoleh nilai probabilitas

  ( ) ρ 0,127. Nilai probabilitas hitung = 0,127 > = α 0,05

  berarti distribusi data variabel lingkungan belajar (X2) normal. Hasil pengujian Kolmogorov-Smirnov untuk variabel prestasi belajar (X3) diperoleh nilai probabilitas

  ( ) ρ 0,997. Nilai probabilitas hitung = 0,997 >

  α 0,05 berarti distribusi data variabel prestasi belajar (X2) normal. = Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data tentang variabel status F < F , maka distribusi data dikatakan normal dan demikian juga

  hitung tabel sebaliknya.

Tabel 5.11 Rangkuman Hasil Uji Linieritas

  Variabel Variabel df F F Kesimpulan Bebas Terikat Hitung Tabel

  Status sosial Minat ekonomi berwirausaha 1 : 161 0,687 3,900 Linier orang tua

  Faktor Minat lingkungan berwirausaha 1 : 161 0,667 3,900 linier belajar

  Prestasi Minat 1 : 161 0,005 3,900 linier belajar berwirausaha

  Dari tabel di atas disimpulkan sebagai berikut :

  a. Uji linieritas untuk hubungan status sosial ekonomi orang tua dan minat berwirausaha diperoleh nilai F sebesar 0,687 sedangkan

  hitung

  nilai F dengan db pembilang 1 dan penyebut 161. Pada taraf

  tabel

  signifikan 5% diperoleh nilai F sebesar 3,900. Dengan demikian disimpulkan bahwa hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan minat berwirausaha adalah linier (lampiran 5 halaman 136). c. Uji linieritas untuk hubungan prestasi belajar dan minat berwirausaha diperoleh nilai F sebesar 0,005 sedangkan nilai F dengan db

  hitung tabel

  pembilang 1 dan penyebut 161. Pada taraf signifikan 5% diperoleh nilai F sebesar 3,900. Dengan demikian disimpulkan bahwa hubungan prestasi belajar dengan minat berwirausha adalah linier (lampiran 5 halaman 139).

C. Pengujian Hipotesis

  Dalam penelitian ini terdapat empat hipotesis yang akan diuji. Pengujian hipotesis pertama sampai dengan ketiga menggunakan rumus korelasi product

  moment .

1. Hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan minat berwirausaha.

  a.

  Rumusan Hipotesis Ho = tidak ada hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan minat berwirausaha.

  Ha = ada hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan berwirausaha. Hal ini berarti semakin tinggi status sosial ekonomi orang tua, maka semakin tinggi pula minat berwirausaha.

  c. Pengujian signifikansi Koefisien Korelasi Selanjutnya dilakukan pengujian signifikansi apakah hipotesis diterima atau tidak dengan tingkat signifikansi 5%. Dasar pengambilan keputusannya adalah jika r <0,05, maka Ho ditolak dan sebaliknya

  hitung

  Ha diterima. Sesuai dengan tabel pada lampiran 6 halaman 151, diperoleh r sebesar 0,408. Bila r kita bandingkan dengan taraf

  hitung hitung

  signifikansi 0,05, maka r >taraf signifikansi 5%, sehingga Ho

  hitung diterima, dan Ha ditolak.

  d.

  Kriteria pengujian atau Pengambilan Keputusan Berdasarkan hasil pengujian diatas, status sosial ekonomi orang tua dengan minat berwirausaha menunjukkan tidak ada hubungan.

2. Hubungan antara faktor lingkungan belajar dengan minat berwirausaha.

  a.

  Rumusan Hipotesis Ho = tidak ada hubungan antara faktor lingkungan belajar dengan minat berwirausaha. yang positif faktor lingkungan dengan minat berwirausaha. Hal ini berarti semakin luas lingkungannya, maka semakin tinggi pula minat berwirausaha.

  c.

  Pengujian signifikansi Koefisien Korelasi Selanjutnya dilakukan pengujian signifikansi apakah hipotesis diterima atau tidak dengan tingkat signifikansi 5%. Dasar pengambilan keputusannya adalah jika r <0,05, maka Ho ditolak dan sebaliknya.

  hitung

  Sesuai dengan tabel pada lampiran 6 halaman 151, diperoleh r

  hitung

  sebesar 0,415. Bila r kita bandingkan dengan taraf signifikansi

  hitung

  0,05, maka r >taraf signifikansi 5%, sehingga Ho diterima, dan Ha

  hitung ditolak.

  d.

  Kriteria pengujian atau Pengambilan Keputusan Berdasarkan hasil pengujian diatas, faktor lingkungan belajar dengan minat berwirausaha menunjukkan tidak ada hubungan.

  3. Hubungan antara prestasi belajar dengan minat berwirausaha.

  a.

  Rumusan Hipotesis Ho = tidak ada hubungan antara prestasi belajar dengan minat minat berwirausaha adalah 0,006. Jadi ada hubungan yang positif antara prestasi belajar dengan minat berwirausaha. Hal ini berarti semakin tinggi prestasi belajar, maka semakin tinggi pula minat berwirausaha.

  c.

  Pengujian signifikansi Koefisien Korelasi Selanjutnya dilakukan pengujian signifikansi apakah hipotesis diterima atau tidak dengan tingkat signifikansi 5%. Dasar pengambilan keputusannya adalah jika r <0,05, maka Ho ditolak dan sebaliknya

  hitung

  Ha diterima. Sesuai dengan tabel pada lampiran 6 halaman 151, diperoleh r sebesar 0,944. Bila r kita bandingkan dengan taraf

  hitung hitung

  signifikansi 0,05, maka r >taraf signifikansi 5%, sehingga Ho

  hitung diterima, dan Ha ditolak.

  d.

  Kriteria pengujian atau Pengambilan Keputusan Berdasarkan hasil pengujian diatas, prestasi belajar dengan minat berwirausaha menunjukkan tidak ada hubungan.

D. Pembahasan

  sebesar 0,408 lebih besar dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa tidak ada hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan minat berwirausaha.

  Dalam hal ini status sosial ekonomi orang tua tidak dapat digunakan untuk memprediksi minat berwirausaha pada mahasiswa tersebut. Maka dapat disimpulkan bahwa status sosial ekonomi orang tua, tidak berpengaruh terhadap tinggi rendahnya minat berwirausaha, tinggi rendahnya minat berwirausaha dipengaruhi berbagai aspek. Hal ini kemungkinan disebabkan karena orang tua mahasiswa tidak mengarahkan anaknya untuk berwirausaha, sebagian besar orang tua lebih mengarahkan anaknya untuk bekerja pada perusahaan-perusahaan terkemuka maupun bekerja sebagai pegawai negeri, hal ini disebabkan karena latar belakang status sosial ekonomi sebagian besar mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, khususnya angkatan 2004, 2005 berasal dari kalangan menengah kebawah dengan pendapatan rata-rata orang tua mahasiswa kurang dari dua juta perbulan, padahal untuk menjadi seorang wirausahawan membutuhkan modal yang tidak sedikit, sehingga banyak

  

2. Hubungan antara faktor lingkungan belajar dengan minat

berwirausaha

  Dari analisis korelasi diketahui ada korelasi antara faktor lingkungan belajar dan minat berwirausaha. Besarnya korelasi adalah 0,064 dan setelah dilakukan uji signifikansi dengan membandingkan antara r

  hitung

  dengan taraf signifikasi 0,05 diketahui bahwa harga r sebesar 0,415

  hitung

  lebih besar dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa tidak ada hubungan antara faktor lingkungan belajar dengan minat berwirausaha.

  Dalam hal ini faktor lingkungan belajar tidak dapat digunakan untuk memprediksi minat berwirausaha pada mahasiswa tersebut. Maka dapat disimpulkan faktor lingkungan belajar tidak akan berpengaruh terhadap tinggi atau rendahnya minat berwirausaha. Hal ini kemungkinan disebabkan karena meskipun siswa memiliki kondisi lingkungan belajar yang mendukung berupa dorongan dari orang tua, dorongan dari teman baik di lingkungan rumah/kost maupun lingkungan kampus, hubungan dengan lingkungan sekitar, keadaan orang tua, praktek pengelolaan keluarga, letak rumah, tetapi itu semua tidak dapat memberi dampak berinteraksi dengan lingkungan maupun keluarga, bukan berupa dorongan untuk berwirausaha.

3. Hubungan antara prestasi belajar dengan minat berwirausaha

  Dari analisis korelasi diketahui ada korelasi antara prestasi belajar dan minat berwirausaha. Besarnya korelasi adalah 0,006 dan setelah dilakukan uji signifikansi dengan membandingkan antara r dengan taraf

  hitung

  signifikasi 0,05 diketahui bahwa harga r sebesar 0,944 lebih besar

  hitung

  dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut diketahui tidak ada hubungan antara prestasi belajar dengan minat berwirausaha.

  Dalam hal ini prestasi belajar tidak dapat digunakan untuk memprediksi tinggi rendahnya minat berwirausaha pada mahasiswa. Maka dapat disimpulkan bahwa tinggi rendahnya prestasi belajar mahasiswa, tidak berpengaruh terhadap tinggi rendahnya minat berwirausaha. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya prestasi belajar yang tinggi tetapi tidak disertai kondisi sosial ekonomi orang tua yang tinggi, kurangnya modal untuk berwirausaha, sehingga pencapaian prestasi belajar yang tinggi

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN A. Kesimpulan Setelah mengadakan penelitian dan analisis data, maka penelitian ini

  menyimpulkan bahwa :

  1. Tidak ada hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan minat berwirausaha. Hal ini didukung harga koefisien korelasi sebesar

  r hitung

  0,065 dan r sebesar 0,10 dan harga koefisien korelasi t sebesar tabel hitung 0,805 dan t = 1,654. tabel

  2. Tidak ada hubungan antara faktor lingkungan belajar dengan minat berwirausaha. Hal ini didukung harga koefisien korelasi sebesar

  r hitung

  0,064 dan r sebesar 0,10 dan harga koefisien korelasi t sebesar tabel hitung 0,792 dan t = 1,654. tabel

  B. Keterbatasan Penelitian

  Dalam melakukan penelitian ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin namun masih terdapat pula keterbatasan. Keterbatasan yang menjadi kendala bagi penulis antara lain :

  1. Penulis menyadari adanya kemungkinan ketidakjujuran mahasiswa dalam menjawab kuesioner. Jika ternyata responden menjawab tidak jujur, maka hasil penelitian ini tentu tidak memberikan gambaran yang obyektif.

  2. Keterbatasan dari penelitian ini menyangkut biaya, kemampuan dan waktu sehingga peneliti hanya dapat meneliti minat berwirausaha dari status sosial ekonomi orang tua, faktor lingkungan dan prestasi belajar, padahal masih banyak faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha.

  C. Saran-saran

  Berdasarkan kesimpulan di atas, maka peneliti mencoba mengajukan beberapa saran sebagai berikut :

1. Sejalan dengan hasil penelitian pertama yang menunjukkan tidak ada

  diarahkan untuk tidak minder dengan keadaan ataupun status sosial yang disandang orang tua didalam kehidupan bermasyarakat, sehingga meskipun dengan keterbatasan status sosial yang dimiliki orang tuanya, mahasiswa tetap mempunyai semangat serta tidak membatasi diri untuk berkarya dan berwirausaha.

  2. Sejalan dengan hasil penelitian kedua yang menunjukkan tidak ada hubungan hubungan antara faktor lingkungan belajar dengan minat berwirausaha, maka disarankan agar mahasiswa dalam bergaul di masyarakat dapat membagi waktu dalam hal bermain dan belajar, didalam bergaul hendaknya mahasiswa tidak membatasi diri hanya bergaul dengan teman sebaya saja, tetapi mahasiswa diharapkan juga bergaul dengan tetangga dengan berbagai profesi. Dengan demikian mahasiswa akan memperoleh pengalaman di banyak bidang, sehingga mahasiswa tersebut mendapatkan menerapkan pengalaman tersebut ketika mahasiswa tersebut siap terjun kedalam dunia kerja, dalam hal pendidikan mahasiswa bahwa tidak ada hubungan antara prestasi belajar dengan minat berwirausaha, hendaknya mahasiswa tetap memacu semangat belajarnya, karena dengan giat belajar dan berusaha, diharapkan mahasiswa dapat mencapai apa yang telah dicita-citakan baik dibidang kewirausahaan, maupun bidang lain diluar kewirausahaan.

  

DAFTAR PUSTAKA

Andi Mappiare, Drs. (1992). Psikologi Orang Dewasa, Jakarta.

  Bimo Walgito. (1989). Psikologi Sosial, Yogyakarta: Yayasan Penerbit Psikologi UGM. Dewa Ketut Sukardi. (1988). Bimbingan dan Konseling, Jakarta. Edy Soewardi Kartawijaya, Drs. (1987). M.Pd. Pengukuran dan Hasil Belajar, Bandung: Penerbit Sinar Baru. Elizabeth B. Hurlock. (1978). Pekembangan Anak. Jakarta: Penerbit Erlangga. J. Dwi Narwoko&Bagong Suyanto. (2004). Sosiologi Teks Pengantar dan

  , Jakarta: Kencana

  Terapan

  Poerwadarminta, W.J.S. (1982). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka. Roestiyah. (1982). Masalah-masalah Ilmu Keguruan. Jakarta: Bima Aksara Sugiyono. (1999). Statistik Penelitian. Bandung: Alberta.

  Suryana. (2001). Kewirausahaan: Pedoman Praktis. Kiat dan Proses Menuju sukses . Jakarta: Samba Empat. Soerjono. (1990). Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: CV. Rajawali

  Hal : Pengisian Kuesioner Kepada Yth. Mahasiswa/Mahasiswi Program Studi Pendidikan Akuntansi 2004-2005 Dengan hormat,

  Saya adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Ilmu Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial, FKIP, Universitas Sanata Dharma. Saya bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul ”Hubungan antara

  

Status Sosial Ekonoml Orang Tua, Faktor Lingkungan Belajar, dan Prestasi

Belajar dengan Minat Berwirausaha pada Mahasiswa” bagi saya, penelitian ini

  bersifat wajib karena sebagai sarana memperoleh data pendukung untuk menyusun skripsi.

  Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan teman-teman menjadi responden penelitian ini. Saya berharap teman-teman berkenan untuk menjawab keseluruhan pertanyaan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Sejalan dengan etika penelitian, saya akan menjamin kerahasiaan jawaban teman- teman dan memastikan bahwa jawaban teman-teman hanyalah semata-mata untuk mencapai tujuan penelitian ilmiah ini.

  Saya menyadari bahwa pengisian kuesioner ini sedikit banyak

  

KUESIONER

  I. Identitas Responden 1. :

  Nama Mahasiswa 2. :

  Program Studi 3. :

  No. Mahasiswa Petunjuk : 1. Bacalah dengan teliti setiap pertanyaan dalam angket ini.

  2. Jawablah pertanyaan dengan keadaan yang sebenarnya pada tempat yang telah disediakan.

  3. Berilah tanda (v) di tempat yang telah disediakan atau tanda X pada alternatif jawaban yang sesuai dengan keadaan keluarga yang sebenarnya.

I. Status Sosial Ekonomi Orang Tua 1.

  Apakah pendidikan terakhir ayah anda.

  a. Lulus SD

  d. Lulus D III

  b. Lulus SLTP

  e. Lulus PT

  c. Lulus SMU 2. Apakah pendidikan terakhir ibu anda

  a. Lulus SD

  d. Lulus D III

  b. Lulus SLTP

  e. Lulus PT

  c. Lulus SMU 3. Apakah pekerjaan pokok ayah anda.

  a. Pensiunan

  e. PNS

  b. Buruh tani

  f. Guru

  c. Petani

  g. Wiraswasta

  d. Karyawan 4. Apakah pekerjaan pokok ibu anda.

  a. Ibu Rumah tangga

  e. karyawan b. Antara Rp. 500.000 sampai dengan kurang dari Rp. 1.500.000

  c. Antara Rp. 1.500.000 sampai dengan kurang dari Rp. 2.000.000

  d. Antara Rp. 2.000.000 sampai dengan kurang dari Rp. 2.500.000

  e. 2.500.000 ke atas

II. Faktor Lingkungan Belajar Lingkungan belajar di keluarga No Uraian pertanyaan SS S TS STS

  1 Hubungan antar anggota keluarga yang harmonis membuat saya giat untuk belajar

  2 Keluarga saya selalu memberikan dorongan dan semangat untuk belajar.

  3 Saya selalu harus menyelesaikan pekerjaan keluarga yang cukup berat sehingga saya tidak cukup waktu untuk belajar

  4 Ketika saya lalai belajar, orang tua selalu mengingatkan saya untuk belajar

  5 Saya selalu diingatkan oleh adik dan kakak saya untuk belajar

  6 Saudaraku selalu memberikan motivasi untuk belajar

  7 Saya dapat belajar dengan maksimal karena tersedia sarana belajar (alat tulis, buku

  Lingkungan belajar di sekolah No Uraian pertanyaan SS S TS STS

  1 Dosen yang selalu mentaati tata tertib kampus dapat memotivasi mahasiswa dalam belajar.

  2 Dosen saya sering mengosongkan pelajaran

  3 Tidak ada sangsi yang diberikan oleh dosen ketika saya tidak mengerjakan tugas rumah.

  4 Hubungan yang harmonis antara dosen dan mahasiswa membuat saya giat untuk belajar

  5 Dosen selalu memberikan solusi bila saya mengalami kesulitan belajar

  6 Lingkungan kampus yang bersih membuat saya merasa nyaman untuk belajar.

  7 Adanya dosen pembimbing membantu mengatasi permasalahan belajar yang saya alami.

  8 Dosen sering menggunakan media pendidikan (seperti OHP, papan tulis) sehingga membuat saya lebih mudah untuk menangkap pelajaran

  9 Kelompok belajar di kampus dapat mengembangkan potensi

  2 Lingkungan masyarakat yang kebanyakan anak-anaknya brutal membuat saya malas untuk belajar

  3 Dalam bermasyarakat saya selalu membagi waktu dalam hal belajar dan bermain

  4 Jika tidak berhati-hati dalam bergaul saya dapat melupakan tugas saya sebagai pelajar.

  5 Kegiatan pemuda seperti karang taruna yang ada di masyarakat akan mengembangkan bakat atau kemampuan saya miliki.

  6 Jabatan sebagai pengurus organisasi kemasyarakatan membuat saya semangat untuk belajar.

  7 Perpustakaan keliling yang ada di masyarakat memudahkan saya dalam pencarian buku- buku pelajaran

  8 Adanya jam belajar yang ditetapkan masyarakat membantu saya dalam belajar.

  III. Prestasi Belajar

  IPK yang diperoleh sampai dengan semester ini

  IV. Minat Berwirausaha lain

  6 Saya tidak mau berwirausaha karena resikonya sangat besar

  7 Dengan berwirausaha saya lebih bebas dalam bekerja, karena tidak berada dibawah tekanan orang lain

  8 Saya adalah tipe orang yang tertarik untuk melakukan kegiatan-kegiatan baru yang menantang meskipun beresiko

  9 Ketidakberhasilan orang berwirausaha tidak menyurutkan saya untuk tetap berwirausaha

  10 Keberhasilan orang berwirausaha memberi tantangan kepada saya untuk tetap bisa bersaing

  11 Saya adalah orang yang merasa nyaman berada dalam satu lingkungan dengan tingkat persaingan yang ketat

  

status sosial ekonomi orang tua

Reliability

  • Method 1 (space saver) will be used for this analysis
  • _

    R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P

    H A) Mean Std Dev Cases

  1. STAT1 3,4667 1,0743 30,0

  2. STAT2 2,7333 1,3880 30,0

  3. STAT3 5,6667 1,7486 30,0

  4. STAT4 3,4667 1,0743 30,0

  5. STAT5 4,8333 2,7048 30,0

  6. STAT6 1,4667 ,8996 30,0

  7. STAT7 15,0000 ,0000 30,0

  8. STAT8 2,3333 5,3067 30,0

  9. STAT9 12,5667 2,3735 30,0

  10. STAT10 6,8000 6,0481 30,0

  11. STAT11 8,0667 4,9475 30,0

  12. STAT12 2,6667 4,4978 30,0

  13. STAT13 8,4000 2,2834 30,0

  14. STAT14 8,0000 ,0000 30,0

  15. STAT15 2,8000 3,4879 30,0

  16. STAT16 5,0000 2,2743 30,0

  17. STAT17 4,6667 1,2685 30,0

  18. STAT18 3,6000 1,2205 30,0

  19. STAT19 ,1000 ,5477 30,0

  20. STAT20 ,2000 ,6103 30,0

  21. STAT21 ,0000 ,0000 30,0

  • Warning * * * Zero variance items

  

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P

H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected

Mean Variance Item- Alpha

if Item if Item Total if Item

Deleted Deleted Correlation Deleted

STAT1 98,3667 430,1713 ,3558 ,6717

STAT2 99,1000 428,4379 ,2926 ,6721

STAT3 96,1667 412,8333 ,4403 ,6606

STAT4 98,3667 430,1713 ,3558 ,6717

STAT5 97,0000 407,2414 ,2988 ,6662

STAT6 100,3667 434,9299 ,3049 ,6750

STAT7 86,8333 447,1782 ,0000 ,6835

STAT8 99,5000 326,8103 ,4806 ,6382

STAT9 89,2667 443,9954 -,0245 ,6942

STAT10 95,0333 282,7920 ,6283 ,6051

STAT11 93,7667 355,8402 ,3582 ,6611

STAT12 99,1667 359,5920 ,3949 ,6528

STAT13 93,4333 419,0816 ,2448 ,6718

STAT14 93,8333 447,1782 ,0000 ,6835

STAT15 99,0333 395,6195 ,2839 ,6677

STAT16 96,8333 430,3506 ,1235 ,6817

STAT17 97,1667 427,1782 ,3507 ,6702

STAT18 98,2333 432,2540 ,2647 ,6744

STAT19 101,7333 449,5126 -,1134 ,6861

STAT20 101,6333 444,8609 ,0755 ,6824

STAT21 101,8333 447,1782 ,0000 ,6835

Reliability Coefficients N of Cases = 30,0 N of Items = 21

  

faktor lingkungan belajar

Reliability

  • Method 1 (space saver) will be used for this analysis
  • _

    R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P

    H A) Mean Std Dev Cases

  1. LING1 3,1333 ,6814 30,0

  2. LING2 3,7667 ,4302 30,0

  3. LING3 2,8333 ,6477 30,0

  4. LING4 3,5667 ,5040 30,0

  5. LING5 3,1333 ,6288 30,0

  6. LING6 3,3000 ,5350 30,0

  7. LING7 3,4333 ,5040 30,0

  8. LING8 3,7000 ,4661 30,0

  9. LING9 3,3333 ,6065 30,0

  10. LING10 2,8000 ,7611 30,0

  11. LING11 3,1667 ,6477 30,0

  12. LING12 3,5000 ,6297 30,0

  13. LING13 3,0333 ,6149 30,0

  14. LING14 3,0000 ,7428 30,0

  15. LING15 3,5667 ,5040 30,0

  16. LING16 3,1333 ,5074 30,0

  17. LING17 3,5000 ,6297 30,0

  18. LING18 3,1000 ,6618 30,0

  19. LING19 3,3667 ,6149 30,0

  20. LING20 3,0333 ,5561 30,0

  21. LING21 3,0667 ,5833 30,0

  22. LING22 3,2000 ,6103 30,0

  23. LING23 2,6000 ,7701 30,0

  24. LING24 3,2000 ,5509 30,0

  25. LING25 3,2667 ,5208 30,0

  26. LING26 3,2667 ,7397 30,0

  27. LING27 2,8000 ,6103 30,0

  

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P

H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected

Mean Variance Item- Alpha

if Item if Item Total if Item

Deleted Deleted Correlation Deleted

LING1 86,6667 92,0230 ,7455 ,9254

LING2 86,0333 98,3782 ,4302 ,9297

LING3 86,9667 94,5161 ,5795 ,9279

LING4 86,2333 98,3230 ,3659 ,9304

LING5 86,6667 95,4023 ,5240 ,9286

LING6 86,5000 97,0862 ,4612 ,9294

LING7 86,3667 98,3782 ,3603 ,9305

LING8 86,1000 97,6103 ,4785 ,9292

LING9 86,4667 96,8782 ,4178 ,9300

LING10 87,0000 93,1034 ,5822 ,9280

LING11 86,6333 94,7920 ,5568 ,9282

LING12 86,3000 98,0103 ,3070 ,9316

LING13 86,7667 93,3575 ,7152 ,9260

LING14 86,8000 94,5103 ,4966 ,9293

LING15 86,2333 97,4954 ,4506 ,9295

LING16 86,6667 95,0575 ,6993 ,9267

LING17 86,3000 93,5276 ,6823 ,9264

LING18 86,7000 91,6655 ,7995 ,9246

LING19 86,4333 95,7023 ,5115 ,9288

LING20 86,7667 93,2195 ,8108 ,9251

LING21 86,7333 92,6851 ,8200 ,9248

LING22 86,6000 93,2138 ,7339 ,9258

LING23 87,2000 95,6828 ,3955 ,9311

LING24 86,6000 96,5931 ,4930 ,9290

LING25 86,5333 97,5678 ,4272 ,9298

LING26 86,5333 93,7057 ,5574 ,9283

LING27 87,0000 94,9655 ,5798 ,9279

LING28 86,8000 95,1310 ,4885 ,9293

  

minat berwirausaha

Reliability

  • Method 1 (space saver) will be used for this analysis
  • _

    R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P

    H A) Mean Std Dev Cases

  1. MIN1 2,0667 ,3651 30,0

  2. MIN2 2,1667 ,4611 30,0

  3. MIN3 2,6000 ,4983 30,0

  4. MIN4 2,3667 ,7184 30,0

  5. MIN5 2,7667 ,4302 30,0

  6. MIN6 2,1333 ,6288 30,0

  7. MIN7 2,0333 ,4901 30,0

  8. MIN8 2,1000 ,4807 30,0

  9. MIN9 2,0667 ,6397 30,0

  10. MIN10 2,2333 ,8584 30,0

  11. MIN11 2,8333 ,3790 30,0

  12. MIN12 2,5667 ,5040 30,0

  13. MIN13 2,0000 ,2626 30,0

  14. MIN14 2,1333 ,4342 30,0

  15. MIN15 2,1333 ,4342 30,0

  16. MIN16 2,6333 ,6149 30,0

  17. MIN17 2,9000 ,3051 30,0

  18. MIN18 2,6667 ,4795 30,0

  19. MIN19 2,0667 ,6397 30,0

  20. MIN20 2,2000 ,8469 30,0 N of Statistics for Mean Variance Std Dev Variables SCALE 46,6667 18,1609 4,2616 20 _

  

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P

H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected

Mean Variance Item- Alpha

if Item if Item Total if Item

Deleted Deleted Correlation Deleted

MIN1 44,6000 17,8345 ,0626 ,7096

MIN2 44,5000 17,1552 ,2076 ,7007

MIN3 44,0667 15,5816 ,5926 ,6673

MIN4 44,3000 16,0103 ,2843 ,6954

MIN5 43,9000 16,9897 ,2781 ,6956

MIN6 44,5333 15,7057 ,4133 ,6803

MIN7 44,6333 16,3092 ,4071 ,6841

MIN8 44,5667 15,4954 ,6433 ,6640

MIN9 44,6000 15,7655 ,3910 ,6826

MIN10 44,4333 17,2195 ,0287 ,7342

MIN11 43,8333 17,1092 ,2896 ,6955

MIN12 44,1000 15,7483 ,5396 ,6718

MIN13 44,6667 17,8851 ,0931 ,7067

MIN14 44,5333 17,3609 ,1690 ,7035

MIN15 44,5333 15,4989 ,7236 ,6612

MIN16 44,0333 16,6540 ,2249 ,7005

MIN17 43,7667 17,7713 ,1153 ,7059

MIN18 44,0000 17,7241 ,0512 ,7132

MIN19 44,6000 15,0759 ,5387 ,6656

MIN20 44,4667 17,9816 -,0749 ,7467

Reliability Coefficients N of Cases = 30,0 N of Items = 20 Alpha = ,7061

DISTRIBUSI FREKUENSI

  Data yang diperoleh dari hasil penelitian status sosial ekonomi orang tua faktor lingkungan pestasi belajar dengan minat berwirausaha dibuat daftar distribusi frekuensi. Untuk membuat distribusi frekuensi tersebut digunakan rumus Drs. Noegroho Boedijoewono (1999:38-40) sebagai berikut :

1. Menentukan jumlah kelas

  Dalam menentukan jumlah kelas hendaknya ditentukan sedemikian rupa, sehingga semua data yang diobservasi dapat masuk seluruhnya. Dalam menentukan jumlah kelas ini ada suatu pedoman yang diberikan oleh H.A. Struges yang selanjutnya disebut sebagai rumus Sturges. Adapun pedoman Struges adalah sebagai berikut (Drs. Noegroho Boedijoewono, 1999:40):

  BK=1+3,322 log n Keterangan : BK = banyak kelas N = banyaknya frekuensi 3,322 = bilangan konstan Keterangan : Ci = interval kelas Range = selisih data terbesar dan terkecil K = banyaknya kelas 1.

  Variabel status sosial ekonomi orang tua Diketahui :

  Jumlah kelas N = 163 Data terbesar = 28 Data terkecil = 12

  Maka dari data diatas a.

  Menentukan jumlah kelas = 1 + 3,322 log 163 = 1 + 7,35 = 8,35 dibulatkan 9 b. 78 ,

  1

  9 28 163 =

  − = Ci dibulatkan menjadi 2

  Sehingga dari data diatas distribusi frekuensi sebagai berikut :

KELAS FREKUENSI FREK. RELATIF (%)

  2. Faktor lingkungan belajar Diketahui :

  Jumlah kelas N = 163 Data terbesar = 107 Data terkecil = 68

  Maka dari data diatas a.

  Menentukan jumlah kelas = 1 + 3,322 log 163 = 1 + 7,35 = 8,35 dibulatkan 9 b. Menentukan interval kelas 33 ,

  4

  9 68 107 =

  − = Ci dibulatkan menjadi 5

  Sehingga dari data diatas distribusi frekuensi sebagai berikut :

KELAS FREKUENSI FREK. RELATIF (%)

  68 – 72 2 1,23 73 – 77 7 4,29 78 – 82

  16 9,82 83 – 87 66 40,49 88 – 92 56 34,36 93 – 97

  9 5,52

  KELAS FREKUENSI FREK. RELATIF (%)

  3,51 – 4,00 3 1,84 2,76 – 3,50 58 35,58 2,00 – 2,75 86 52,76

  < 1,99 16 9,82 TOTAL 163 100 4.

  Minta berwirausaha Diketahui :

  Jumlah kelas N = 163 Data terbesar = 38 Data terkecil = 26

  Maka dari data diatas a.

  Menentukan jumlah kelas = 1 + 3,322 log 163 = 1 + 7,35 = 8,35 dibulatkan 9

  b. Menentukan interval kelas 33 ,

  1

  9

  26

  38 =

  − = Ci dibulatkan 2

PENILAIAN ACUAN PATOKAN PAP TIPE II

  Penilaian Acuan patokan (PAP) Tipe II dipergunakan untuk menetukan kategori kecenderungan variabel yang dimaksud dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP) adalah suatu penilaian yang memperbandingkan suatu prestasi dengan suatu patokan yang telah ditetapkan sebelumnya, suatu prestasi yang seharusnya dicapai oleh siswa yang dituntut oleh Guru.

  Dalam PAP Tipe II ini penguasaan kompetensi minimal yang merupakan passing score atau batas keleluasaan adalah 56% dari total skor yang seharusnya dicapai. Jadi passing score terletak pada persentil 56. tuntutan pada persentil 56 sering disebut persentil minimal. Disebut persentil minimal karena passing score pada persentil 56 dianggap merupakan batas penguasaan kompetensi minimal yang paling rendah.

  Kategori kecenderungan menurut PAP tipe II : 81% - 100% = Sangat tinggi 60% - 80% = Tinggi 56% – 65% = Sedang/Cukup

  3. Penghasilan antara 1.500.000 ≤ 2.000.000 di beri skor 3

  Sangat rendah

  Cukup Rendah

  5 Sangat tinggi Tinggi cukup

  4

  3

  2

  1

  2. Ibu Skor-skor Kategori kecenderungan variabel

  Cukup Rendah

  4. Penghasilan antara 2.000.000 ≤ 2.500.000 di beri skor 4

  5 Sangat tinggi Tinggi cukup

  4

  3

  2

  1

  1. Ayah Skor-skor Kategori kecenderungan variabel

  5. Penghasilan antara 2.500.000 ke atas di beri skor 5 Berdasarkan kriteria diatas, maka kategori kecenderungan dari masing-masing variabel adalah sebagai berikut : Komposisi responden berdasarkan pendapatan orang tua

  Sangat rendah

  • 6 + 46% (30-6) = 17,04 dibulatkan 17
  • Dibawah ..........16 Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa karegori kecenderungan variabel sebagai berikut :

  Skor-skor Kategori kecenderungan variabel 25 – 30 Sangat tinggi 22 – 24 Tinggi cukup 19 – 21 Cukup 17 – 18 Rendah 0 – 16 Sangat rendah

  B.

  Variabel Faktor lingkungan belajar (X2) Skor tertinggi yang mungkin dicapai = 28 butir x 4 = 112 Skor terendah yang mungkin dicapai = 28 butir x 1 = 28 Skor = Nilai terendah + %(Nilai tertinggi – nilai terendah)

  • 28 + 81% (112-28) = 96,04 dibulatkan 96
  • 28 + 66% (112-28) = 83,44 dibulatkan 83
  • 28 + 56% (112-28) = 75,04 dibulatkan 75
  • 28 + 46% (112-28) = 66,64 dibulatkan 67
C. Prestasi belajar (X3) Untuk menghitung Indeks Prestasi berupa IP kumulatif ada 4 komponen yang harus diperhatikan yaitu HM (Huruf Mutu), AM (Angka Mutu), M (Mutu), dan K (Kredit).

  Skor-skor Kategori kecenderungan variabel 3,51 – 4,00 Cum Laude 2,76 – 3,50 Sangat memuaskan 2,00 – 2,75 Memuaskan < 1,99 Kurang memuaskan D.

  Minat berwirausaha Skor tertinggi yang mungkin dicapai = 11 butir x 4 = 44 Skor terendah yang mungkin dicapai = 11 butir x 1 = 11 Skor = Nilai terendah + %(Nilai tertinggi – nilai terendah)

  • 11 + 81% (44 -11) = 37,73 dibulatkan 38
  • 11 + 66% (44 -11) = 32,78 dibulatkan 33
  • 11 + 56% (44 -11) = 29,48 dibulatkan 29
  • 11 + 46% (44 -11) = 26,18 dibulatkan 26

RATA-RATA DAN DEVIASI STANDAR

  Untuk menghitung mean, median, modus, dan sandar deviasi digunakan rumus yang diambil dari Sudjana (1996:67). Rumus tersebut adalah :

  1. Harga rata-rata Rata-rata hitung diperoleh dari membagi jumlah nilai data dengan banyaknua subjek. Rumus untuk menghitung rata-rata hitung adalah sebagai berikut :

  f x i i

  X = f i

  Di mana :

  X = harga rata-rata x = tanda kelas interval ( 1 (ujung atas = ujung bawah) i

  2

  f = frekuensi yang sesuai dengan tanda kelas i

  n = jumlah subjek 2. Median (Me) Median adalah nilai tengah dari rangkaian yang telah tersusun secara teratur. p = panjang kelas median n = ukuran sample atau banyaknya data f = jumlah semua frekuensi dengan tanda kelas lebih kecil dari tanda kelas median

  F = jumlah frekuensi terbesar 3. Modus (Mo)

  Modus adalah data yang frekuensi munculnya paling sering. Rumus untuk mencari modus adalah sebagai berikut : ⎛ b1 Mo = b + p

  ⎜⎜ ⎟⎟

  • b b
  • 1 2

      ⎝ ⎠ Di mana : Mo = Modus b = batas bawah kelas modus yaitu kelas interval denagn frekuensi terbanyak p = panjang kelas modus b = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi-frekuensi kelas interval 1 Di mana :

      S = standar deviasi i f = frekuensi yang sesuai dengan tanda kelas i x = tanda kelas

      n = jumlah data Dengan menggunakan rumus-rumus di atas maka harga tiap variabel dapat dicari sebagai berikut : a. Variabel status sosial ekonomi orang tua

      Interval Kelas Frekuensi ( ) i f

      Tanda Kelas ( ) i x i i x f 2 i x 2 i i x f

      12 – 13 5 12,5 62.5 156.25 781,25 14 – 15 23 14,5 333,5 210,25 4835,75 16 – 17 26 16,5 429 272,25 7078,5 18 – 19 37 18,5 684,5 342,25 12663,25 20 – 21 39 20,5 779,5 420,25 16389,75 22 – 23 17 22,5 382,5 506,25 8606,25 24 – 25 12 24,5 294 600,25 7203 26 – 27

      3 26,5 79,5 702,25 2106,75 28 – 29 1 28,5 28,5 812,25 812,25 jumlah 163 184,5 3073,5 4022,25 60476,75

      Diketahui :

      F = 5 + 23 + 26 = 54 f = 39 n = 163

      Berdasarkan data di atas diperoleh : 1.

      Mean

      f x i i

      X = f i

      6121

      X = = 76,5

      80 2. Median

      ,

      5 ⎛ nF

      Me = b + p ⎜⎜ ⎟⎟

      f

      ⎝ ⎠ ,

      5

      80

      45

      ( ) −

      ⎛ ⎞ Me = 83,5 + 16

      ⎜ ⎟

      19 ⎝ ⎠

      = 83,5 + 16 (-0,26) = 83,5 (-4,16) + = 79,3

      = S

      6320 . 466 641 .

      9 95 855 9025 81225 98 – 102 4 100 400 10000 40000 103 – 107 3 105 315 11025 33075 jumlah 163 700 14165 62330 1236325

      16 80 1280 6400 102400 83 – 87 66 85 5610 7225 476850 88 – 92 56 90 5040 8100 453600 93 – 97

      2 70 140 4900 9800 73 – 77 7 75 525 5625 39375 78 – 82

      68 – 72

      Tanda Kelas ( ) i x i i x f 2 i x 2 i i x f

      Interval Kelas Frekuensi ( ) i f

      b. Faktor lingkungan belajar

      = 878 76 , = 29,6

      43 −

      . 37 440 020 .

      − =

      ( ) ( )

      80 2

      ( 537755 5 ,

      80 ) 6121 ( )

      1 80 (

      )

      S

      =

      ∑ ∑ n n x f x f n i i i i

      −

      1 2 2

      Diketahui :

      F = 2 + 7 + 16 = 25 f = 66 n = 163

      Berdasarkan data di atas diperoleh :

      1. Mean

      f x i i

      X = f i

      6.248.5

      X = = 78,1

      80 2. Median

      ,

      5 ⎛ nF

      Me = b + p ⎜⎜ ⎟⎟

      f

      ⎝ ⎠ ,

      5

      80

      28

      ( ) −

      ⎛ ⎞ Me = 75,5 + 5

      ⎜ ⎟

      20 ⎝ ⎠

      = 75,5 + 5 (0,6) = 75,5 3 + = 78,5

      = S

      . 39 220 522 . 39 −

      Diketahui : i i

      3,51 – 4,00 3 3,76 11,28 14,14 42,42 Total 163 10,27 413,5 30,6 1113,58

      16 2,00 – 2,75 86 2,38 204,68 5,66 486,76 2,76 – 3,50 58 3,13 181,54 9,80 568,4

      1

      16

      1

      16

      < 1,99

      

    Tanda Kelas

    ( )

    i

    x i i x f 2 i x 2 i i x f

      Interval Kelas Frekuensi ( ) i f

      75 = 8,7 c. Prestasi belajar

      = 7 ,

      6320 . 752 25 , 043 .

      ( ) ( )

      − =

      80 2

      . 027 75 , 494 (

      . 248 5 , ) 6 (

      80 )

      1 80 (

      )

      S

      =

      ∑ ∑ n n x f x f n i i i i

      −

      1 2 2

      x f = 413,5 2 n = 163 Berdasarkan data di atas diperoleh :

      1. Mean

      f F n

      80 5 , = 66,5 + 3 (0,13636) = 66,5 + 0,409 = 66,9

      37

      22

      −

      ⎜ ⎝ ⎛

      ⎟ ⎠ ⎞

      ( )

      5 , Me = 66,5 + 3

      ⎜⎜ ⎝ ⎛ −

      ∑ ∑

      ⎟⎟ ⎠ ⎞

      Median Me = b + p

      X = 66,575 2.

      =

      80 5326

      X

      f x f

      = i i i

      3. Modus

      = S

      6 . 366 276 .

      14 26,5 371 702,25 9831,5 28 – 29 24 28,5 684 812,25 19494 30 – 31 41 30,5 1250,5 930,25 38140,25 32 – 33 40 32,5 1300 1056,25 42,250 34 – 35 18 34,5 621 1190,25 21424,5 36 – 37 15 36,5 547,5 1332,25 19983,75 38 - 39

      22 – 23 2 22,5 45 506,25 1012,5 24 – 25 3 24,5 73,5 600,25 1800,75 26 – 27

      Tanda Kelas ( ) i x i i x f 2 i x 2 i i x f

      Interval Kelas Frekuensi ( ) i f

      d. Minat berwirausaha

      28 = 5,3

      = 58 ,

      28 −

      . 28 880 546 .

      − = 320 .

      ( ) ( )

      80 2

      80 ) 5326 ( ) 356836 (

      1 80 (

      )

      S

      =

      ∑ ∑ n n x f x f n i i i i

      −

      1 2 2

      6 38,5 231 1482,25 8893,5 Total 163 274,5 5123,5 8612,25 162830,75 p =

      2 F = 2 + 3 + 14 + 24 = 43 f = 41 n = 163

      Berdasarkan data di atas diperoleh : 1.

      Mean

      f x i i

      X = f i

      1 . 128

      X = = 14,1

      80 2. Median

      ,

      5 ⎛ nF

      Me = b + p ⎜⎜ ⎟⎟

      f

      ⎝ ⎠ ,

      5

      80

      13

      ( ) −

      ⎛ ⎞ = 12,5 + 2

      ⎜ ⎟

      33 ⎝ ⎠

      = 12,5 + 2 (0,82) = 12,5 + 1,64

      = 14,1

      1 80 ( 80 ) 128 .

      = 45 ,

      . 1 760 293 . 1 −

      6 . 265 625 .

      − = 320 .

      80 2

      ) 1 ( 172 . 16 (

      )

      4. Standar Deviasi = S

      S

      =

      ∑ ∑ n n x f x f n i i i i

      −

      1 2 2

      ( ) ( )

      4 = 2,1

      8 3 1 5 2 2 1 14 9 2 1 5 4 1 1 14 10 3 1 3 2 1 2 12 11 3 2 6 4 4 2 21 12 4 3 4 3 4 2 20 13 5 1 5 4 2 1 18 14 3 1 3 2 4 2 15 15 3 1 4 3 2 1 14 16 3 2 5 2 3 1 16 17 4 3 3 3 1 1 15 18 3 2 7 2 2 2 18 19 3 1 5 4 1 2 16 20 5

      4

      5

      2

      2

      1

      

    19

    21 3

      2

      7

      3

      2

      2

      

    19

    22 3 2 3 2 3 1 14 23 4 2 4 2 3 2 17 24 5 4 5 3 1 2 20 25 3 3 3 3 3 1 16 26 5 3 5 4 2 3 22 27 5 3 4 2 1 1 16 28 5 1 3 1 1 2 13 29 3 2 5 3 2 1 16 30 4 3 5 3 3 2 20 31 5 4 6 3 2 1 21 32 5 4 6 4 3 2 24 33 3 3 5 5 1 1 18 34 3 3 8 3 2 1 20 35 3 3 5 3 3 1 18 36 5 3 5 4 3 2 22 37 3 2 7 2 1 2 17 38 4 2 6 4 3 2 21 39 3 2 5 4 3 1 18 40 2 3 5 3 1 1 15 41 4 2 6 5 2 1 20

      56 4 4 7 4 3 2 24 57 3 2 4 2 1 1 13 58 3 3 8 3 3 1 21 59 3 1 4 2 2 1 13 60 4 3 7 4 2 1 21 61 3 3 6 4 2 2 20 62 3 2 4 2 1 1 13 63 2 4 6 5 2 1 20 64 3 1 5 3 2 2 16 65 3 2 5 4 3 1 18 66 4 3 5 3 1 1 17 67 5 1 5 5 1 2 19 68 2

      1

      4

      3

      3

      1

      

    14

    69 3

      1

      4

      4

      1

      2

      

    15

    70 3 3 4 5 2 2 19 71 3 2 3 1 1 1 11 72 3 3 6 3 2 3 20 73 4 4 5 3 1 1 18 74 4 3 5 4 2 2 20 75 3 3 6 2 1 1 16 76 3 3 5 4 1 1 17 77 5 3 6 5 3 1 23 78 3 2 5 3 2 1 16 79 4 3 7 6 3 1 24 80 3 3 6 3 2 1 18 81 4 4 6 5 2 1 22 82 4 2 5 5 1 1 18 83 3 1 6 7 2 1 20 84 4 3 5 2 2 1 17 85 3 4 5 5 1 2 20 86 4 3 8 3 2 1 21 87 3 3 6 4 1 1 18 88 3 3 6 4 2 1 19 89 4 1 4 1 1 1 12

      104 4 3 7 3 2 1 20 105 4 4 8 5 2 1 24 106 3 3 5 3 2 1 17 107 3 1 5 3 2 1 15 108 3 2 6 4 2 1 18 109 4 4 6 5 2 1 22 110 4 4 4 2 2 2 18 111 3 2 4 3 2 1 15 112 4 3 4 2 2 1 16 113 4 1 5 3 1 1 15 114 4 3 6 3 2 1 19 115 4 3 6 4 1 1 19 116 3

      2

      5

      3

      2

      1

      

    16

    117 5

      2

      5

      3

      2

      1

      

    18

    118 3 4 6 4 2 2 21 119 3 2 5 3 1 1 15 120 4 3 5 3 1 2 18 121 4 3 7 5 1 2 22 122 3 4 6 4 2 1 20 123 3 3 8 3 4 1 22 124 3 3 6 4 2 1 19 125 3 1 5 4 2 1 16 126 3 2 6 6 2 1 20 127 3 1 5 3 1 1 14 128 3 5 7 5 1 3 24 129 2 3 4 3 1 2 15 130 4 4 8 6 2 2 26 131 3 2 6 6 2 1 20 132 3 2 5 3 2 1 16 133 5 2 5 5 2 1 20 134 5 3 4 3 3 1 19 135 3 1 4 4 5 1 18 136 2 3 3 4 1 2 15 137 4 3 5 3 1 2 18

      152 4 3 6 5 2 1 21 153 4 3 7 5 2 1 22 154 3 4 6 4 2 1 20 155 3 2 5 3 2 1 16 156 3 1 6 2 1 2 15 157 2 3 7 5 1 2 20 158 3 2 5 5 2 1 18 159 3 1 5 4 1 1 15 160 4 2 6 5 2 1 20 161 3 3 5 1 1 1 14 162 4 2 5 4 2 1 18 163 4 3 4 5 2 1 19

      7 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3

      83 8 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 2 4 4 4 4 4 4 3 3 3 2 3 4 3 3 3 99 9 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 97 10 3 4 2 4 3 3 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 4 3 2 2 3 86 11 3 4 3 4 2 3 3 4 4 2 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 2 3 4 3 2 91 12 4 4 2 4 3 3 4 4 3 2 2 2 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 2 3 85 13 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 92 14 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2

      3 3 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 2 2 2

      68 15 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 87 16 1 4 2 4 3 4 4 4 4 2 2 4 2 1 4 2 2 1 2 2 2 2 3 2 4 1 2 2 72

    17 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 107

      18 3 4 3 3 2 3 4 4 4 2 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

      86 19 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 3 98 20 3 4 3 4 4 4 4 4 4 2 3 4 3 3 3 4 4 3 2 3 3 3 2 3 4 4 3 4 94 21 3 4 4 3 2 2 3 3 3 2

      3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 4 4 4

      86 22 3 3 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 3 74 23 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 84

    24 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 2 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 104

      25 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3

      90 26 2 4 2 4 3 3 3 4 3 2 3 4 2 2 3 3 4 2 3 2 2 3 2 3 3 4 2 1 78 27 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 4 88 28 3 4 2 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 3 92 29 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 2 4 3 4 3 4 94

    30 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 103

      31 3 1 3 3 2 3 4 4 3 2 4 3 3 4 2 2 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4

      88 32 4 3 2 2 2 4 2 4 3 2 3 3 2 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 90 33 3 3 2 2 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 4 3 2 3 3 3 3 4 4 3 83 34 3 4 2 2 2 4 2 3 3 4 3 3 3 2 3 2 4 3 2 3 3 3 4 4 4 3 4 4 86 35 3 3 2 3 2 3 2 3 4 4 3 4 3 3 3 3 2 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 87 36 3 4 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 83 37 4 4 2 2 2 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 2 4 3 3 4 2 4 4 2 3 4 4 4 92 38 3 3 2 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 2 3 3 2 4 3 4 4 3 3 4 4 3 91 39 4 4 2 3 3 4 4 3 3 3

      4 4 4 2 3 3 3 3 3 4 2 4 4 3 3 4 4 4

      94

      53 2 3 2 2 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 2 1 2 4 3 3 3 4 3

      87 54 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 3 4 4 4 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 4 1 4 4 86 55 4 4 2 2 2 2 3 4 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 4 2 2 82 56 4 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 4 3 3 82 57 3 3 2 1 2 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 2 2 4 3 4 3 2 2 80 58 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 2 2 3 2 86 59 3 3 2 2 2 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 83 60 3 3 2 2 2 2 4 1 3 3

      3 4 2 1 2 4 3 3 2 2 3 2 4 3 3 3 4 2

      75 61 4 4 4 4 3 4 3 1 2 2 2 3 2 3 2 3 3 4 3 2 1 2 3 4 4 3 3 2 80 62 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 2 3 3 2 4 3 3 2 79 63 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 2 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 4 3 2 3 3 86 64 2 2 4 3 3 4 4 2 3 3 4 3 2 2 2 4 3 4 1 2 2 2 3 3 3 2 3 2 77 65 2 4 3 3 3 3 4 1 2 2 3 4 3 3 3 4 3 2 4 4 4 3 3 3 3 2 3 2 83 66 2 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 4 3 3 3 3 2 3 3 4 4 85 67 2 4 3 4 3 3 2 3 3 3

      4 4 4 3 4 2 3 3 3 4 4 4 3 3 4 2 2 3

      89 68 2 3 3 3 3 3 2 3 4 4 3 3 2 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 92 69 2 3 2 3 2 2 2 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 4 83 70 2 2 3 4 3 4 3 2 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 91 71 2 3 1 4 2 2 2 3 3 3 2 3 4 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 4 2 3 3 79 72 2 4 4 4 4 4 2 2 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 92 73 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 3 2 3 3 3 2 3 3 87 74 3 2 3 4 3 4 2 2 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 1 86 75 1 3 3 3 4 4 2 3 3 4 3 4 3 2 3 4 2 2 3 3 4 3 4 4 4 4 3 2 87 76 2 3 3 4 3 4 2 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 2 2 3 3 4 3 3 87 77 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 92 78 3 3 3 3 3 3 2 2 3 4 3 2 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 1 4 3 4 90 79 2 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 1 4 2 2 4 4 3 4 4 4 3 88 80 2 1 3 3 3 4 1 2 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 2 3 3 4 3 2 85 81 2 4 2 3 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 87 82 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 2 2 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 92 83 2 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 89 84 2 3 3 4 3 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 89 85 3 3 1 4 4 4 2 3 3 4

      3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3

      90

      99 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 2 2 4 3 4 2 3 3 4 4 3 3 2 2

      83 100 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 3 4 3 3 2 4 4 4 4 3 3 2 3 92 101 3 3 4 4 4 3 3 4 3 2 4 3 4 2 3 2 3 3 3 2 3 2 3 4 4 3 3 3 87 102 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 88 103 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 2 2 4 4 4 4 2 4 3 86 104 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 4 2 2 3 4 4 3 3 87 105 4 4 3 3 4 2 4 4 3 2 3 3 3 1 1 1 4 3 4 4 3 2 3 3 4 3 3 3 84 106 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3

      4 4 2 2 3 2 4 2 2 3 4 3 3 3 4 3 3 3

      89 107 3 4 4 4 4 4 4 4 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 2 2 3 3 91 108 4 4 3 3 3 3 4 4 4 2 3 3 4 3 3 3 3 2 2 4 3 4 3 3 3 3 4 4 91 109 2 2 2 1 1 3 3 3 3 2 3 4 3 2 3 2 3 4 4 3 4 3 3 3 4 1 3 3 77 110 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 1 4 3 2 1 2 3 2 3 3 4 4 3 3 2 4 3 4 77 111 3 4 2 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 2 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 1 4 2 2 85 112 2 2 4 3 2 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 2 3 4 4 4 4 89 113 3 2 3 4 4 4 3 4 4 4

      3 3 4 2 3 2 3 2 3 1 2 3 3 3 3 3 3 3

      84 114 2 3 4 3 1 4 3 4 3 2 3 3 4 2 2 2 3 2 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 88 115 4 2 4 3 2 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 89 116 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 2 2 2 2 4 4 3 3 4 2 2 3 4 3 4 90 117 3 3 3 4 3 2 3 4 3 4 3 3 3 2 3 2 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 85 118 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 2 1 2 4 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 87 119 3 3 3 4 4 4 3 4 2 1 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 90 120 2 3 1 2 3 2 2 3 2 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 1 3 3 3 4 83 121 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 92 122 4 3 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 2 4 3 4 3 3 91 123 3 4 3 3 3 4 4 3 2 2 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 91 124 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 3 2 3 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 4 3 3 84 125 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 4 3 3 2 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 1 4 4 4 87 126 3 4 3 3 3 3 4 2 4 2 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 2 2 3 88 127 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 4 3 4 3 3 2 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 89 128 1 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 2 2 3 88 129 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 2 3 2 4 95 130 3 2 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 2 3 2 4 3 4 3 4 3 3 3 2 90 131 3 2 3 3 3 4 3 4 3 3

      3 2 4 4 2 3 2 4 2 3 3 3 3 4 3 4 2 3

      85

      145 2 3 4 2 2 3 2 4 3 4 4 3 3 3 2 2 2 2 3 4 2 3 3 3 2 3 1 2

      76 146 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 2 2 2 3 3 4 3 3 2 3 2 4 4 4 89 147 4 3 4 3 4 3 3 2 3 3 2 2 4 3 2 2 2 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 84 148 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 91 149 3 4 2 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 83 150 3 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 3 3 3 2 3 2 3 4 4 1 3 3 3 2 3 3 3 87 151 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 3 87 152 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3

      3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3

      93 153 4 3 4 4 3 2 3 3 3 4 3 1 3 3 1 1 1 4 3 3 3 3 2 3 3 3 1 2 76 154 4 4 3 4 3 3 3 3 1 2 3 3 4 3 2 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 87 155 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 1 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 91 156 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 2 4 4 3 3 88 157 2 4 4 4 4 2 2 4 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 81 158 3 3 3 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 4 2 1 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 85 159 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3

      4 3 4 3 2 3 2 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3

      92 160 2 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 2 4 3 2 3 3 3 88 161 3 4 4 4 4 4 1 3 3 3 3 4 3 4 2 3 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 91 162 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 2 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 89 163 1 4 4 4 3 2 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 4 3

      85 Variabel prestasi belajar responden 1 04 1 285

      2 374 3 183 4 302 5 300 6 300 7 269 8 229

      23 268 24 243 25 247 26 175 27 254 28 280 29 281 30 290 31 301 32 323 33 249 34 221 35 288 36 300 37 274 38 317 39 171 40 218 41 319 42 257 43 247 44 257 45 240 46 320 47 214 48 214 49 215 50 231 51 322 52 330 53 296 54 287 55 239 56 239

      71 300 72 212 73 270 74 262 75 224 76 293 77 229 78 197 79 229 80 262 81 231 82 268 83 241 84 259 85 148 86 239 87 217 88 237

      05 89 301 90 325 91 245 92 273 93 264 94 315 95 206 96 276 97 257 98 240 99 256 100 229

      101 191 102 283 103 357 104 368

      119 281 120 292 121 329 122 298 123 249 124 320 125 356 126 251 127 304 128 340 129 375 130 331 131 251 132 331 133 300 134 133 135 271 136 249 137 261 138 196 139 309 140 306 141 258 142 249 143 205 144 292 145 308 146 299 147 223 148 159 149 270 150 259 151 337 152 328

      One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test 163 163 163 163 18,05 87,01 260,53 31,42

      3,111 5,684 48,552 3,214 ,084 ,092 ,031 ,088 ,083 ,092 ,028 ,088

      a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

      Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) STAT LING PRES MIN

    • ,084 -,087 -,031 -,065 1,078 1,174 ,401 1,126 ,196 ,127 ,997 ,158 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

      Test distribution is Normal.

      a.

      Calculated from data.

      b.

      Variabel status sosial ekonomi orang tua Case Processing Summary 163 100,0% ,0% 163 100,0% MIN * STA

      15

      21

      20

      19

      18

      17

      16

      14

      N Percent N Percent N Percent Included Excluded Total Cases

      13

      12

      11

      STAT

      MIN 31,00 1 . 28,33 3 2,082 30,86 7 2,193 30,18 11 2,089 30,82 17 4,111 31,75 16 3,194 32,31 13 4,029 31,85 26 2,949 32,42 12 3,370 32,10 21 3,562 31,67 15 3,309 29,80 10 2,700

      Report

    22 Mean N Std. Deviation

      

    ANOVA Table

      127,133 15 8,476 ,806 ,670 7,115 1 7,115 ,676 ,412

      120,018 14 8,573 ,815 ,652 546,658 147 10,521 673,791 162

      (Combined) Linearity Deviation from Li

      Between Groups Within Groups Total

      MIN * ST Sum of Squares df Mean Square F Sig.

      Measures of Association ,065 ,004 ,276 ,076 MIN * STAT

      R R Squared Eta Eta Squared Variabel lingkungan belajar

      

    Case Processing Summary

    163 100,0% ,0% 163 100,0% MIN * LING

      N Percent N Percent N Percent Included Excluded Total Cases

      Report MIN 34,00

      82

      95

      94

      93

      92

      91

      90

      89

      88

      87

      86

      85

      84

      83

      81

      1 . 29,00 1 . 32,00 1 . 32,00 1 . 33,50 2 3,536 29,00

      80

      79

      78

      77

      76

      75

      74

      72

      68

      2 ,707 34,00 3 2,646 30,00 2 1,414 LING

      12 3,701 31,82 11 2,714 31,92 13 2,985 31,21 14 2,860 32,25 16 3,152 31,92 12 3,476 29,30 10 3,164 32,18 11 3,093 30,33 12 3,939 31,36 11 3,264 29,50

      5 2,775 30,50 2 2,121 31,00 5 4,472 30,67

      3 2,000 32,00 1 . 33,00 3 2,646 29,80

    96 Mean N Std. Deviation

      

    ANOVA Table

    325,043 32 10,158 ,979 ,508 6,908

      1 6,908 ,666 ,416 318,135 31 10,262 ,989 ,492 1348,748 130 10,375

      1673,791 162 (Combined) Linearity Deviation from Linearity

      Between Groups Within Groups Total

      MIN * LING

    Sum of

    Squares df Mean Square F Sig.

      Measures of Association

      ,064 ,004 ,441 ,194 MIN * LING

      R R Squared Eta Eta Squared

      Variabel prestasi belajar Case Processing Summary

      163 100,0% ,0% 163 100,0% MIN * PRE

      N Percent N Percent N Percent Included Excluded Total

      Cases MIN PRES Mean N Std. Deviation 133

      33,00 1 . 143

      29,00 1 . 197

      27,00 1 . 217

      30,00 2 ,000 215

      26,00 2 1,414 212 38,00 1 . 214

      31,67 3 6,110 207

      36,00 1 . 206

      32,50 2 3,536 205

      25,00 1 . 202

      27,00 1 . 201

      31,00 1 . 198 31,00 1 . 200

      27,00 1 . 196

      30,00 1 . 148

      32,00 1 . 191

      32,00 1 . 190

      33,00 1 . 189

      33,00 1 . 187

      36,00 1 . 186

      32,00 1 . 183

      33,00 1 . 175

      30,00 1 . 169 37,00 1 . 171

      28,00 1 . 159

      32,00 1 .

      237 32,00 1 .

      28,50 4 2,646 258

      274 28,00 1 .

      273 36,00 1 .

      271 35,00 1 .

      32,50 2 2,121 270 30,67 3 2,887

      31,33 3 1,155 269

      29,00 1 . 268

      35,50 2 2,121 264 28,00 1 . 267

      31,00 1 . 262

      31,00 2 1,414 261

      34,00 1 . 259

      26,50 2 4,950 257

      239 32,33 3 5,508 240 29,50

      33,50 2 ,707 255 33,00 1 . 256

      31,50 2 ,707 254

      33,00 1 . 251

      31,40 5 2,074 250

      32,00 2 1,414 249

      28,00 1 . 247

      30,00 1 . 245

      31,50 2 2,121 244

      31,00 1 . 243

      28,00 1 . 242

      2 ,707 241

      276 37,00 1 .

      293 32,00 2 1,414

      32,00 1 . 320

      32,00 1 . 348

      30,00 1 . 343

      30,00 1 . 340

      34,50 2 3,536 336 37,00 1 . 337

      30,00 1 . 331

      27,00 1 . 330

      34,00 1 . 328 30,00 1 . 329

      28,00 1 . 325

      33,00 1 . 323

      30,50 2 2,121 322

      27,00 1 . 319

      294 27,00 1 .

      29,00 1 . 315 30,00 1 . 317

      29,00 1 . 311

      32,00 2 5,657 309

      34,00 1 . 308

      29,50 2 2,121 306

      33,00 1 . 304

      31,67 3 5,132 302

      31,00 5 1,581 301

      30,00 1 . 300

      36,00 1 . 299

      296 29,00 1 . 298

      22,00 1 .

      

    ANOVA Table

    Sum of Squares df Mean Square F Sig. MIN * PRES Between (Combined) 1157,008 112 10,330 ,999 ,513

      Groups Linearity ,051 1 ,051 ,005 ,944 Deviation from Linearity

      1156,957 111 10,423 1,008 ,498 Within Groups 516,783 50 10,336 Total

      1673,791 162

    Measures of Association

      R R Squared Eta Eta Squared MIN * PRES ,006 ,000 ,831 ,691

      Variabel status ekonomi Regression Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N MIN

      31,42 3,214 163 STAT 18,05 3,111 163

      Correlations STAT MIN STAT Pearson Correlation

      1 ,065

      b Variables Entered/Removed Variables Variables Model Entered Removed Method a

    1 STAT . Enter a.

      All requested variables entered.

      b.

      Dependent Variable: MIN Model Summary

      Adjusted Std. Error of Model R R Square R Square the Estimate a

      1 ,065 ,004 -,002 3,217 a.

      Predictors: (Constant), STAT b ANOVA

      Sum of Model Squares df Mean Square F Sig. a

      1 Regression 7,115 1 7,115 ,687 ,408 Residual

      1666,676 161 10,352 Total 1673,791 162 a. Predictors: (Constant), STAT b.

      Dependent Variable: MIN a

      

    Coefficients

      a Coefficient Correlations Model STAT

      1 Correlations STAT 1,000 Covariances STAT ,007 a.

      Dependent Variable: MIN a Collinearity Diagnostics

      Variance Proportions Condition

      Model Dimension Eigenvalue Index (Constant) STAT

      1

      1 1,986 1,000 ,01 ,01

      2 ,014 11,725 ,99 ,99 a.

      Dependent Variable: MIN

      Variabel lingkungan belajar Regression Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N MIN

      31,42 3,214 163 LING 87,01 5,684 163

      Correlations LING MIN LING Pearson Correlation

      1 ,064 Sig. (2-tailed) . ,415 Sum of Squares and

      5233,975 190,153 Cross-products Covariance 32,308 1,174 N 163 163 MIN Pearson Correlation

      ,064

      1 Sig. (2-tailed) ,415 . Sum of Squares and 190,153 1673,791 Cross-products Covariance

      1,174 10,332 N 163 163 b Variables Entered/Removed

      Variables Variables Model Entered Removed Method a

    1 LING . Enter a.

      All requested variables entered.

      b.

      Dependent Variable: MIN Model Summary

      Adjusted Std. Error of

      ANOVA b 6,908 1 6,908 ,667 ,415 a

    1 Sum of Squares df Mean Square F Sig.

      1666,883 161 10,353 1673,791 162 Regression Residual Total Model

      Predictors: (Constant), LING a. Dependent Variable: MIN b.

      

    Coefficients

    a

      28,262 3,878 7,288 ,000 20,604 35,921 ,036 ,044 ,064 ,817 ,415 -,052 ,124 1,000 1,000 (Consta LING

      Mode

      1 B Std. Erro Unstandardized Coefficients Beta tandardize Coefficients t Sig. ower Bounpper Boun Confidence Interval

      Tolerance VIF llinearity Statisti Dependent Variable: MIN a.

      Coefficient Correlations a 1,000 ,002

      LING LING Correlations Covariances

      Model

      1 LING Dependent Variable: MIN a.

      Collinearity Diagnostics a

      Regression Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N MIN

      31,42 3,214 163 PRES 260,53 48,552 163

      Correlations MIN PRES MIN Pearson Correlation

      1 ,006

    Sig. (2-tailed) . ,944

    Sum of Squares and 1673,791 139,595 Cross-products

    Covariance 10,332 ,862

    N 163 163

      PRES Pearson Correlation ,006

      1 Sig. (2-tailed) ,944 . Sum of Squares and 139,595 381882,6 Cross-products Covariance

      ,862 2357,300

    N 163 163

    b Variables Entered/Removed

      Variables Variables

      Model Summary Adjusted Std. Error of Model R R Square R Square the Estimate a

      1 ,006 ,000 -,006 3,224 a.

      Predictors: (Constant), PRES

    b

      ANOVA Sum of Model Squares df Mean Square F Sig. a

      1 Regression ,051 1 ,051 ,005 ,944 Residual

      1673,740 161 10,396 Total 1673,791 162 a. Predictors: (Constant), PRES b. Dependent Variable: MIN a

      

    Coefficients

    Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients % Confidence Interval fo Collinearity Statistics

      Mode B Std. Error Beta t Sig. Lower Bound Upper Bound Tolerance

      VIF 1 (Constan 31,328 1,383 22,659 ,000 28,598 34,058 PRES

      ,000 ,005 ,006 ,070 ,944 -,010 ,011 1,000 1,000 a. Dependent Variable: MIN a Coefficient Correlations

      a Collinearity Diagnostics Variance Proportions Condition

      Model Dimension Eigenvalue Index (Constant) PRES

      1 1 1,983 1,000 ,01 ,01

      2 ,017 10,857 ,99 ,99 a.

      Dependent Variable: MIN

      Correlations STAT LING PRES MIN STAT Pearson Correlation

      1 ,024 ,023 ,065 Sig. (2-tailed) . ,757 ,773 ,408 N

      163 163 163 163 LING Pearson Correlation ,024 1 ,039 ,064

    Sig. (2-tailed) ,757 . ,624 ,415

      

    N 163 163 163 163

    PRES Pearson Correlation ,023 ,039 1 ,006 Sig. (2-tailed) ,773 ,624 . ,944 N

      163 163 163 163 MIN Pearson Correlation ,065 ,064 ,006

      1 Sig. (2-tailed) ,408 ,415 ,944 .

    N 163 163 163 163

      df 1 f df1 5 1 161,448 2 18,513 3 10,128 4 7,709 5 6,608 6 5,987 7 5,591 8 5,318 9 5,117 10 4,965

      11 4,844 12 4,747 13 4,667 14 4,6 15 4,543 16 4,494 17 4,451 18 4,414 19 4,381 20 4,351 21 4,325 22 4,301 23 4,279 24 4,26 25 4,242 26 4,225 27 4,21 28 4,196 29 4,183 30 4,171 31 4,16 32 4,149

      47 4,047 48 4,043 49 4,038 50 4,034 51 4,03 52 4,027 53 4,023 54 4,02 55 4,016 56 4,013 57 4,01 58 4,007 59 4,004 60 4,001 61 3,998 62 3,996 63 3,993 64 3,991 65 3,989 66 3,986 67 3,984 68 3,982 69 3,98 70 3,978 71 3,976 72 3,974 73 3,972 74 3,97 75 3,968 76 3,967 77 3,965 78 3,963 79 3,962 80 3,96

      95 3,941 96 3,94 97 3,939 98 3,938 99 3,937 100 3,936

      101 3,935 102 3,934 103 3,933 104 3,932 105 3,932 106 3,931 107 3,93 108 3,929 109 3,928 110 3,927 111 3,927 112 3,926 113 3,925 114 3,924 115 3,924 116 3,923 117 3,922 118 3,921 119 3,921 120 3,92 121 3,919 122 3,919 123 3,918 124 3,918 125 3,917 126 3,916 127 3,916 128 3,915

      143 3,907 144 3,907 145 3,906 146 3,906 147 3,905 148 3,905 149 3,905 150 3,904 151 3,904 152 3,903 153 3,903 154 3,903 155 3,902 156 3,902 157 3,901 158 3,901 159 3,901 160 3,9 161 3,9

      Tabel t df t

      5 1 6,314 2 2,92 3 2,353 4 2,132 5 2,015 6 1,943 7 1,895 8 1,86 9 1,833 10 1,812

      25 1,708 26 1,706 27 1,703 28 1,701 29 1,699 30 1,697 31 1,696 32 1,694 33 1,692 34 1,691 35 1,69 36 1,688 37 1,687 38 1,686 39 1,685 40 1,684 41 1,683 42 1,682 43 1,681 44 1,68 45 1,679 46 1,679 47 1,678 48 1,677 49 1,677 50 1,676 51 1,675 52 1,675 53 1,674 54 1,674 55 1,673 56 1,673 57 1,672 58 1,672

      73 1,666 74 1,666 75 1,665 76 1,665 77 1,665 78 1,665 79 1,664 80 1,664 81 1,664 82 1,664 83 1,663 84 1,663 85 1,663 86 1,663 87 1,663 88 1,662 89 1,662 90 1,662 91 1,662 92 1,662 93 1,661 94 1,661 95 1,661 96 1,661 97 1,661 98 1,661 99 1,66 100 1,66

      101 1,66 102 1,66 103 1,66 104 1,66 105 1,659 106 1,659

      121 1,658 122 1,657 123 1,657 124 1,657 125 1,657 126 1,657 127 1,657 128 1,657 129 1,657 130 1,657 131 1,657 132 1,656 133 1,656 134 1,656 135 1,656 136 1,656 137 1,656 138 1,656 139 1,656 140 1,656 141 1,656 142 1,656 143 1,656 144 1,656 145 1,655 146 1,655 147 1,655 148 1,655 149 1,655 150 1,655 151 1,655 152 1,655 153 1,655 154 1,655 Tabel r Df 0,05 1 0.80

      2 0.69 3 0.61 4 0.55 5 0.51 6 0.47 7 0.44 8 0.42 9 0.40 10 0.38 11 0.36 12 0.35 13 0.34 14 0.33 15 0.32 16 0.31 17 0.30 18 0.29 19 0.28 20 0.28 21 0.27 22 0.27 23 0.26 24 0.25 25 0.25 26 0.25 27 0.24 28 0.24 29 0.23

      43 0.19 44 0.19 45 0.19 46 0.19 47 0.18 48 0.18 49 0.18 50 0.18 51 0.18 52 0.18 53 0.17 54 0.17 55 0.17 56 0.17 57 0.17 58 0.17 59 0.16 60 0.16 61 0.16 62 0.16 63 0.16 64 0.16 65 0.16 66 0.16 67 0.16 68 0.15 69 0.15 70 0.15 71 0.15 72 0.15 73 0.15

      87 0.14 88 0.14 89 0.13 90 0.13 91 0.13 92 0.13 93 0.13 94 0.13 95 0.13 96 0.13 97 0.13 98 0.13 99 0.13 100 0.13 101 0.13 102 0.12 103 0.12 104 0.12 105 0.12 106 0.12 107 0.12 108 0.12 109 0.12 110 0.12 111 0.12 112 0.12 113 0.12 114 0.12 115 0.12 116 0.12 117 0.12

      131 0.11 132 0.11 133 0.11 134 0.11 135 0.11 136 0.11 137 0.11 138 0.11 139 0.11 140 0.11 141 0.11 142 0.11 143 0.11 144 0.11 145 0.11 146 0.10 147 0.10 148 0.10 149 0.10 150 0.10 151 0.10 152 0.10 153 0.10 154 0.10 155 0.10 156 0.10 157 0.10 158 0.10 159 0.10 160 0.10 161 0.10

      Surat Ijin Penelitian

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN EKONOMI ANGKATAN 2012 FAKULTAS EKONOMI UNIMED.
0
5
19
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA.
0
1
14
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA, KREATIVITAS DAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMK NEGERI 1 TENGARAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2005/2006.
0
0
8
MINAT MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG MINAT MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA PADA SISWA KELAS XII SMA N 2 SUKOHAR
0
1
18
MINAT MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG MINAT MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA PADA SISWA KELAS XII SMA N 2 SUKOHAR
0
1
14
HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR TEKNIK FINISHING DAN FURNITURE DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN.
0
3
38
HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR DAN KONDISI EKONOMI ORANG TUA DENGAN MINAT MENJADI GURU PADA MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA.
0
0
12
HUBUNGAN ANTARA PRESTASI BELAJAR DAN PENGEMBANGAN SOFTSKILL DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA P-IPS FKIP UNS TAHUN 2014.
0
0
15
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
1
2
8
HUBUNGAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA
0
4
6
HUBUNGAN ANTARA JIWA KEWIRAUSAHAAN DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMK DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA
0
0
116
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA, PENDAPATAN ORANG TUA, LINGKUNGAN SOSIAL, DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MINAT SISWA MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI
0
0
137
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA, PRESTASI BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN MINAT SISWA MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI
0
0
150
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA, MOTIVASI BELAJAR, PRESTASI BELAJAR, DENGAN MINAT MELAJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI
0
0
149
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA, PEKERJAAN ORANG TUA, DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN JIWA KEWIRAUSAHAAN SISWA
0
0
163
Show more