Hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi : studi kasus : mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma - USD Repository

Gratis

0
0
112
11 months ago
Preview
Full text

  

HUBUNGAN ANTARA SIKAP MAHASISWA TERHADAP

METODE MENGAJAR DOSEN DAN LINGKUNGAN BELAJAR

MAHASISWA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI

BELAJAR AKUNTANSI

(Studi kasus: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata

Dharma Yogyakarta)

  

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Akuntansi

  

Disusun oleh :

Yohana Dwi Ningrum

NIM : 031334047

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

  

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2008

  

HUBUNGAN ANTARA SIKAP MAHASISWA TERHADAP

METODE MENGAJAR DOSEN DAN LINGKUNGAN BELAJAR

MAHASISWA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI

BELAJAR AKUNTANSI

(Studi kasus: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata

Dharma Yogyakarta)

  

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Akuntansi

  

Disusun oleh :

Yohana Dwi Ningrum

NIM : 031334047

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

  

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2008

  PERSEMBAHAN

  K uper sembahkan kar ya ini unt uk : T uhan Yesus K r ist us dan Bunda M ar ia

  Bapak Pur wadi dan I buku Suwar t ini mas Bowo juga D ewi M as I wanku t er sayang dan

  A lmamat er ku U niver sit as Sanat a D har ma- Yogyakar t a

  

MOTTO

”K edisiplinan adalah kunci keber hasilan”

”Per cayalah bahwa Yesus akan selalu ada disamping

kit a, D ia t idak akan membiar kan hambanya mender it a”

”Bukan ber ar t i kit a t idak bisa memiliki yang kit a

inginkan, hanya saja belum wakt unya unt uk

mendapat kannya”

  

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah

disebutkan dalam kutipan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya

ilmiah. Yogyakarta, 4 September 2008 Penulis Yohana Dwi Ningrum

  

ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA SIKAP MAHASISWA TERHADAP METODE MENGAJAR DOSEN DAN LINGKUNGAN BELAJAR MAHASISWA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI

BELAJAR AKUNTANSI

Yohana Dwi Ningrum

Universitas Sanata Dharma

  

Yogyakarta

2008

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah : (1) ada hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi, (2) ada hubungan antara lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi. Populasi penelitian ini para mahasiswa angkatan 2004 dan 2005 Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma. Sampelnya 165 orang mahasiswa yang diambil secara

  

Eksidental . Metode pengumpulan datanya dengan kuesioner yang berisi angket

  pertanyaan tertutup. Teknik analisis datanya dengan analisis korelasi rank dari

  

Spearman , keputusan yang digunakan untuk menerima atau menolak hipotesisi

alternatif dengan taraf signifikansi 5%.

  Dari hasil analisis dapat disimpulkan sebagai berikut = (1) tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi, hal ini berdasarkan hasil perhitungan nilai koefisien korelasi hitung yang menunjukan r korelasi sebesar -0.134 atau angka probabilitas sebesar 0.086 dengan taraf signifikansi 5%. (2) tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi, hal ini berdasarkan koefisien korelasi hitung yang menunjukan r korelasi sebesar -0.140 atau angka probabilitas sebesar 0.072 dengan taraf signifikansi 5%.

  

ABSTRACT

THE RELATIONSHIP BETWEEN THE ATTITUDE OF

UNIVERSITY STUDENTS TOWORDS THEIR LECTUR ER’S METHOD

OF TEACHING WITH THEIR LEARNING ENVIRONMENT

  

AND THEIR ACHIEVEMENT IN STUDYING ACCOUNTING

Yohana Dwi Ningrum

University of Sanata Dharma

Yogyakarta

  

2008

  This research aims to know : (1) the relationship between the attitude of university students towords the lecturer’s method of teaching and the achievement in studying accounting, (2) the relationship between learning environment of university students and the in learning achievement accounting. The population of this research were all students of 2004-2005 academic years of accounting Departement Faculty of Education Sanata Dharma University Yogyakarta. The sample were 165 students that were taken randomly. The data method of gathering the data was questionnair that contains close question. The Technique to analyse to data was rank correlation analysis from Spearman. The decision which was used to accept or refuse alternative hypothesis was the significt rate of 5%.

  From the analysis result, it can be concluded that: (1) there isn’t any positive and significt correlation between the university students’ attitude towards the lecturer’s method and the univesity student’s motivation in learning accounting. It is based on the result calculation of correlation coefficient value (v = -0.314 ; p = 0.086 with 5% signivicant rate), (2) there isn’t any positive and significant correlation between the university student’s learning environment with the achievement in learning accounting. It is based on correlation coefficient calculation that showed correlation in the amount of 0,072 with significance rate 5%.

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Yohana Dwi Ningrum Nomor Mahasiswa : 031334047

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

  

HUBUNGAN ANTARA SIKAP MAHASISWA TERHADAP METODE

MENGAJAR DOSEN DAN LINGKUNGAN BELAJAR MAHASISWA

DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI BELAJAR AKUNTANSI

(Studi kasus: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata

Dharma Yogyakarta)

  beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, me- ngalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 07 Oktober 2008 Yang menyatakan

  ( Yohana Dwi Ningrum )

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat dan kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul: ”Hubungan Sikap Mahasiswa Terhadap Metode Mengajar Dosen dan Lingkungan Belajar Mahasiswa dengan Motivasi Berprestasi Belajar Akuntansi”.

  Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis banyak memperoleh bimbingan, bantuan, dorongan serta petunjuk dari berbagai pihak. Oleh karena itu kesempatan ini sudah selayaknya bagi penulis menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :

  1. Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta beserta stafnya, yang telah memberikan berbagai fasilitas serta kemudahan selama penulis mengikuti pendidikan.

  2. Bapak Drs. T. Sarkim, M. Ed., Ph.D, selaku Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  3. Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  4. Bapak L. Saptono, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma, Yo gyakarta.

  5. Bapak Drs. Bambang Purnomo, S.E., M.Si., selaku Dosen Pembimbing yang telah sabar dan bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, dukungan, kritik dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini.

  6. Bapak S. Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si., selaku Dosen Penguji yang telah bersedia meluangkan waktu, memberikan bimbingan, dukungan, kritik dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini.

  7. Ibu Cornelio Purwantini, S.Pd., M.SA., selaku Dosen Penguji yang telah bersedia meluangkan waktu, memberikan bimbingan, dukungan, kritik dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini.

  8. Staf pengajar Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah memberikan tambahan pengetahuan dalam proses perkuliahan.

  9. Mbak Aris dan Pak Wawik selaku tenaga administrasi Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah banyak membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

  10. Bapak Purwadi, ibu Suwartini, masku Bowo, dan adekku Dewi terima kasih atas segala dukungannya baik secara material maupun spiritual.

  Karena mereka, aku bisa menyelesaikan semua tugas ini, satu demi satu. (Bapak, Ibu, Abang, Adek aku sayang kalian)

  11. Keluarga di Wonosari Simbokku, bulek Sri, bulik Ning, bulik Yayuk, bulik Harni juga omku semua om Harno, om Gito, om Hardi, Pak Kirjo, om Handoyo juga pakde Suwarno dan bude Warti dan ponakan-ponakanku semua (Pitol, Pekek, Veri, Galih, Indah, Galuh, Anom, Arum dan si kecil Adhe) terima kasih kasih sayangnya.

  12. Untuk keluarga di Wonogiri semua Pakde dan Budhe juga mbak dan masku semua makasih atas dukungannya. Mbak Retno makasih ya dah dukung aku, sukses untuk kuliahnya.

  13. Mas Iwanku : ”Ta’ makasih dah selalu dukung aku dan selalu memberikan semangat buat aku. Terima kasih juga cinta dan sayang juga pengorbana n yang kamu berikan selama ini buat aku. I Love U honey”.J

  14. Pitol and bay2, makasih kalian dah mau jadi sedulurku dan jadi tempat curhatku, tetep semangat ya J

  15. Sahabat-sahabatku Brep & Davit, Uke & Gendut, Tari, Siwol, Wita, Cha (kamu dimana?). Uke yang telah rela menjadi tempat curhatku dan selalu bantu aku dalam kesulitan, terima kasih ya say.

  16. Temen-temen kos Pringondani 10 semua dan Rini…. makasih banget kamu udah rela minjemin ’laptop’ kamu buat bantu akuJ, Heny (Dunia

  tidak selebar daun kelor ), Lio (Jangan bosen ya sama tangisanku),

  Detol...(Semangat!), Bule (Semangat ya) Upu....(Kita berjuang bersama

  17. Brama dan Nuci, kalian memang seseorang yang diutus Tuhan buat bantu akan selama ini. Makasih ya, ak ngak bisa memberikan apa-apa buat kalian J

  18. Temen-temen kost baru Rita, Rasty, Rina, Dewi, Ika makasih dah nerima aku di kost dengan baik, sukses ya.

  19. Temen-temen PAK Ana, Lala, Yiska, Dwi, Santi, Wawan, Yudo, Agus, Nina, Agnes, Koko dan semuanya. Sukses buat kalian.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun bagi kesempurnaan skripsi.

  Yogyakarta, 4 September 2008 Yohana Dwi Ningrum

  

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................ ii

HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... iv

HALAMAN MOTTO .................................................................................. v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...................................................... vi

ABSTRAK ..................................................................................................... vii

ABSTRACT .................................................................................................... viii

KATA PENGANTAR .................................................................................. ix

DAFTAR ISI ................................................................................................. xii

DAFTAR TABEL ......................................................................................... xv

DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xvii

BAB I PENDAHULUAN ..............................................................................

  1 A. Latar Belakang Masalah......................................................................

  1 B. Batasan masalah..................................................................................

  4 C. Rumusan Masalah...............................................................................

  4 D. Masalah Penelitian ..............................................................................

  5 E. Tujuan Penelitian.................................................................................

  5 F. Manfaat Penelitian...............................................................................

  5

  G. Sistematiaka Isi Skripsi.......................................................................

  6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................

  8 A. Pengertian Motivasi Berprestasi..........................................................

  8 1. Pengertian Motivasi Belajar..........................................................

  8

  2. Pengertian Prestasi Belajar ............................................................ 11

  B. Pengertian Sikap Mahasiswa Terhadap Metode Mengajar Dosen...... 12

  1. Pengertian Sikap............................................................................ 12

  2. Pengertian Metode Mengajar ........................................................ 14

  C. Pengertian Lingkungan Belajar ........................................................... 23

  D. Kerangka Berpikir dan Hipotesis ........................................................ 30

  

BAB III METODE PENELITIAN .............................................................. 33

A. Jenis Penelitian.................................................................................... 33 B. Tempat dan Waktu Penelitian............................................................. 33 C. Subjek dan Objek Penelitian............................................................... 33 D. Populasi dan Sampel ........................................................................... 34 E. Variabel Penelitian.............................................................................. 35 F. Teknik Pengumpulan Data.................................................................. 38 G. Uji Instrumen Penelitian...................................................................... 39 H. Teknik Analisis Data ........................................................................... 42

  

BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN ..................... 46

A. Dari PTG ke Universitas ..................................................................... 46 B. Visi dan Misi....................................................................................... 48 C. Fasilitas................................................................................................ 49

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ..................................... 51

A. Deskripsi Data.................................................................................... 51

  1. Sikap Mahasiswa Terhadap metode Mengajar Dosen .................. 51

  2. Lingkungan Belajar Mahasiswa.................................................... 53

  3. Motivasi berprestasi belajar .......................................................... 55

  B. Analisis Data ....................................................................................... 57

  1. Pengujian Normalitas .................................................................... 57

  2. Pengujian Hipotesis....................................................................... 58

  C. Pembahasan......................................................................................... 61

  

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, SARAN ........................... 65

A. Kesimpulan.......................................................................................... 65 B. Keterbatasan........................................................................................ 65 C. Saran.................................................................................................... 66 DAFTAR PUSTAKA

  

DAFTAR TABEL

  3.1 Tabel Operasional Variabel Sikap Mahasiswa Terhadap Metode Mengajar Dosen ...................................................................................... 36

  3.2 Tabel Operasional Variabel Lingkungan Belajar Mahasiswa ................. 37

  3.3 Tabel Operasional Variabel Motivasi Berprestasi Belajar Akuntansi ... 37

  3.4 Tabel Hasil Uji Validitas Instrumen ....................................................... 40

  3.5 Tabel Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ................................................... 42

  5.1 Tabel Sebaran Klasifikasi Sikap Mahasiswa terhadap Metode Mengajar Dosen ...................................................................................... 52

  5.2 Tabel Sebaran Klasifikasi Lingkungan Belajar Mahasiswa.................... 54

  5.3 Tabel Sebaran Klasifikasi Motivasi Berprestasi Belajar Akuntansi ...... 56

  5.4 Tabel Hasil Pengujian Normalitas .......................................................... 58

  5.5 Tabel Hasil Pengujian Rank Spearman................................................... 58

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 5.1 Grafik Sebaran Klasifikasi Sikap Mahasiswa Terhadap

  Metode Mengajar Dosen............................................................. 53

Gambar 5.2 Grafik Sebaran Klasifikasi Lingkungan Belajar Mahasiswa ..... 55Gambar 5.3 Grafik Sebaran Klasifikasi Motivasi Berprestasi Belajar

  Akuntansi .................................................................................... 57

  

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 Permohonan Ijin Penelitian .................................................... 69 Lampiran 2 Kuesioner Penelitian ............................................................... 70 Lampiran 3 Data Mentah Penelitian .......................................................... 78 Lampiran 4 Data Mentah Validitas Dan Reliabilitas ................................. 81 Lampiran 5 Uji Normalitas dan Uji Rank Spearman.................................. 84

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Metode mengajar mempunyai peranan penting dalam proses belajar

  mengajar. Metode mengajar ialah cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan kependidikan, khususnya kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa atau anak didik. Kreatifitas dosen dalam menggunakan metode mengajar yang bervariasi sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar, hal ini dilakukan agar mahasiswa tertarik dan senang terhadap materi perkuliahan. Mahasiswa akan mudah mencerna materi yang disampaikan oleh dosen. Namun kenyataannya, sering dijumpai sejumlah dosen di mata kuliah Akuntansi Dasar 1 dan Akuntansi Keuangan Menengah 1, Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma, di mana dalam proses belajar mengajar hanya menggunakan metode yang monoton.

  Misalkan saja, pada mata kuliah AKD 1 dan AKM 1 hanya diisi ceramah dan latihan soal berturut-turut atau bahkan hanya diberi tugas dan diskusi.

  Mahasiswa akan merasa bosan dengan keadaan yang seperti itu terus menerus.

  Memilih metode mengajar bagi seorang dosen, harus memperhatikan beberapa hal yaitu kesesuaian metode mengajar yang digunakan dengan tujuan dan bahan pengajaran; kesesuaian metode mengajar yang digunakan dengan kemampuan belajar mahasiswa; kemampuan dosen dalam menggunakan metode tersebut; kesesuaian mengajar yang digunakan dengan fasilitas yang tersedia di sekolah; kesesuaian mengajar yang digunakan dengan lingkungan pendidikan.

  Melalui pengamatan selama beberapa pekan terakhir, seorang dosen menggunakan metode mengajar yang cocok dengan materi dapat membuat mahasiswa memperhatikan materi yang akan diajarkan dosen. Misalkan saja metode yang digunakan adalah dengan cara mengajar teman-teman sendiri. Di sini mahasiswa akan merasa bahwa dia harus mendalami materi tersebut agar teman-teman yang lain menjadi mengerti tentang materi tersebut. Jadi, sebagai seorang pengajar diharapkan selalu memberikan metode- metode mengajar yang memotivasi siswa untuk belajar. Walaupun ada kelemahan dan kelebihan dari masing- masing metode, sebagai seorang pengajar harus bisa membuat mahasiswanya termotivasi dalam belajar di kelas.

  Selain metode mengajar komponen penting lainnya adalah lingkungan belajar mahasiswa. Lingkungan adalah sesuatu yang ada di dalam sekitar kita yang mamiliki makna dan hubungan tertentu dengan individu. Sedangkan lingkungan sebagai dasar pengajaran adalah faktor kondisional yang mempengaruhi tingkah laku individu dan merupakan faktor belajar yang penting (Oemar Hamalik, 2003 : 195).

  Lingkungan belajar mahasiswa terbagi menjadi tiga lingkungan yaitu lingkungan keluarga atau kost-kostan, kampus dan masyarakat. Lingkungan belajar mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar. Lingkungan keluarga atau kost-kostan adalah lingkungan yang paling dekat dengan diri seseorang. Lingkungan kost-kostan dapat membuat seseorang termotivasi untuk belajar. Dalam lingkungan kost-kostan seseorang akan merasa tenang karena tempat tersebut adalah tempat kedua selain rumah.

  Kost-kostan dapat membuat seseorang rajin tetapi juga dapat membuat seseorang menjadi malas. Misalnya teman-teman yang mempunyai motivasi belajar akan mendorong teman lainnya untuk belajar juga. Lain halnya bila teman kost sering jalan, keluar malam, melihat TV dan sebagainya akan membuat motivasi belajar menurun. Karena kita akan ikut- ikutan untuk tidak belajar.

  Demikian juga lingkungan kampus dan masyarakat, lingkungan ini juga dapat membuat seseorang tidak termotivasi dalam belajar. Misalnya dalam lingkungan kampus yang kotor, ramai dan bertemu dengan teman- teman kampus dapat membuat seseorang malas untuk belajar di kampus.

  Karena kita hanya akan bercanda dan ngobrol dengan teman yang lain. Demikian halnya lingkungan masyarakat, yang terjadi kita akan malas belajar karena bermain dengan teman pergaulan atau nongkrong di depan rumah.

  Motivasi berprestasi seseorang terjadi karena sikap kita terhadap sesuatu hal, dimana kita akan merasa nyaman, tenang dan semangat dalam menjalaninya. Selain itu harus didukung oleh lingkungan yang membuat seseorang merasa semangat dalam belajar. Motivasi akan tumbuh dalam diri seseorang, jika seseorang itu merasa bahwa metode yang digunakan dosen dapat menumbuhkan sikap yang baik terhadap mata kuliah. Selain itu lingkungan keluarga atau kost-kostan, dan masyarakat harus dapat memberikan waktu khusus untuk belajar bagi seorang pelajar.

  Dari latar belakang singkat di atas, penulis akan melakukan analisis tentang ” HUBUNGAN ANTARA SIKAP MAHASISWA TERHADAP

  METODE MENGAJAR DOSEN DAN LINGKUNGAN BELAJAR MAHASISWA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI BELAJAR AKUNTANSI ”.

  B. Batasan Masalah

  Ada berbagai faktor yang berhubungan dengan siswa terhadap motivasi berprestasi belajar dalam mata kuliah akuntansi. Dalam penelitian ini mengingat luasnya cakupan, peneliti bermaksud mengguraikan seberapa besar nilai hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi. Sikap mahasiswa terhadap metode yang digunakan dosen dalam mata kuliah Akuntansi Dasar 1 dan Akuntansi keuangan Menengah 1. Disini apakah dengan metode yang digunakan dosen dapat memotivasi mahasiswa untuk belajar. Sedangkan dalam lingkungan belajar mahasiswa dalam penelitian ini membatasi lingkungan belajar di kampus, masyarakat dan keluarga atau kost- kostan.

  C. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi?

  2. Apakah ada hubungan antara lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi?

  D. Masalah Penelitian

  1. Apakah ada hubungan positif atau negatif antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi?

  2. Apakah ada hubungan positif atau negatif antara lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi?

  E. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif dan signifikan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi?

  2. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif dan signifikan antara lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi?

  F. Manfaat Penelitian

  1. Bagi Universitas Penulis berharap agar hasil penelitian ini dapat menjadi masukan yang bermanfaat bagi Universitas yang diteliti, khususnya bagi dosen dalam melakanakan proses belajar mengajar.

  2. Bagi Peneliti Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman peneliti agar dapat diterapkan dalam bidang pendidikan sehubungan dengan hal- hal yang dapat meningkatkan motivasi mahasiswa dalam berprestasi belajar akuntansi.

G. Sistematika Isi Skripsi

  Gambaran mengenai isi skripsi disajikan dalam sistematika sebagai berikut:

  BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan tentang latar belakang penelitian, batasan penelitian, rumusan penelitian, manfaat penelitian, tujuan penelitian, dan sistematika penulisan skripsi, dimana semuanya merupakan landasan dalam penulisan skripsi ini.

  BAB II KAJIAN PUSTAKA Dalam bab ini mengemukakan tentang teori-teori yang berasal dari pendapat para ahli yang telah diakui kebenarannya, yang merupakan landasan sebagai syarat penunjang untuk memecahkan masalah tentang sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi.

  BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini mengemukakan beberapa metode atau cara yang digunakan dalam penelitian baik dari awal penyusunan kuesioner sampai pengambalian data menggunakan kuesioner tersebut serta beberapa metode untuk menghasilkan perolehan data yang terkumpul.

  BAB IV GAMBARAN UMUM UNIVERSITAS Bab ini mengemukakan tentang sejarah dan berbagai sarana dan prasarana penunjang pendidikan serta sumber daya manusianya di mana penelitian ini dilaksanakan.

  BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini mengemukakan tentang penerapan metode yang digunakan hingga ditemukan suatu hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Kemudian dari hasil tersebut kita dapat suatu pembahasan.

  BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini mengemukakan tentang kesimpulan dan saran yang telah kita tarik dari pembahasan. Kesimpulan tersebut dapat memberikan pengertian kepada pihak yang berkepentingan sehingga hasil penelitian tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya.

  Disini juga ada saran yang membangun dan bermanfaat untuk beberapa pihak yang berkepentingan.

BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Pengertian Motivasi Berprestasi 1. Pengertian motivasi belajar Motivasi berasal dari kata inggris motivation yang berarti

  dorongan, pengalasan dan motivasi. Motif sendiri adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (Suryabrata, 1984). Winkel (1987) mengemukakan bahwa motif adalah adanya pengerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu pula. Jadi motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar demi mencapai satu tujuan.

  Motivasi dapat dibedakan atas motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam individu, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar individu (Imron. A, 1996 : 93 ). Motivasi intrinsik bisa terjadi karena tumbuh dari dalam diri individu sendiri karena dorongan untuk ingin maju. Misalnya saja seorang mahasiswa kuliah harus belajar sendiri untuk mendapatkan nilai yang bagus. Motivasi untuk belajar sendiri ini barasal dari individu sendiri, bukan orang lain. Motivasi ekstrinsik, motivasi yang berasal dari luar individu misalnya individu tidak cepat lulus, karena mendapat dorongan dari orang tua atau orang terdekat, individu mendapat semangat untuk segera menyelesaikan kuliahnya.

  Menurut Imron, A (1996 : 99) seorang dosen/pengajar he ndaknya memperhatikan unsur- unsur yang memotivasi seseorang belajar yaitu sebagai berikut :

  a. Cita-cita atau aspirasi pembelajar Seseorang yang bercita-cita menjadi ahli fisika, pada saat masih sekolah tentu akan sangat menggemari mata pelajaran fisika. Meskipun mata pelajaran ini termasuk sulit, ia akan termotivasi mempelajari mata pelajaran fisika tersebut dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain.

  Sebaliknya seseorang yang kebetulan berstatus mahasiswa dan waktu sekolah bercita-cita ingin menjadi guru, tetapi kedua orang tuannya mengharapkan dia untuk menggambil jurusan kedokteran. Dapat dipastikan ia tidak akan termotivasi untuk belajar dijurusan kedokteran karena tidak sesuai dengan cita-citanya.

  b. Kemampuan pembelajar Kemampuan pembelajar ini haruslah diperhatikan dalam proses belajar pembelajaran. Kemampuan pembelajar erat hubungannya dan bahkan mempengaruhi motivasi belajar seseorang. Seseorang menjadi rendah motivasi belajarnya terhadap bidang tertentu oleh karena yang bersangkutan rendah kemampuannya dibidang tersebut. c. Kondisi pembelajar Kondisi pembelajar dapat dibedakan atas kondisi fisiknya dan kondisi psikologisnya. Kita bisa melihat jelas jika kondisi fisik dalam keadaan lelah umumnya motivasi belajar bisa meningkat. Dalam kondisi psikologis terganggu, misalnya stres umumnya juga tidak bisa mengkonsentrasikan diri terhadap hal- hal yang dipelajari. Karena tidak konsentrasi, maka gairah belajar menurun dan tidak punya motivasi dalam belajar.

  d. Kondisi lingkungan belajar Kondisi lingkungan belajar yang tidak mendukung seseorang akan merubah motivasi dalam belajar. Lingkungan yang ramai, bising, kotor merupakan kondisi lingkungan yang tidak mendukung seseorang belajar, sedangkan lingkungan yang rapi, bersih, tenteram akan sangat mendukung proses belajar seseorang.

  e. Unsur-unsur dinamis belajar pemebelajaran Unsur-unsur dinamis belajar pemebelajaran meliputi hal- hal sebagai berikut : a. Motivasi dan upaya memotivasi siswa dalam belajar

  b. Bahan belajar dan upaya penyediaannya

  c. Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya

  d. Suasana belajar dan upaya pengembangannya

  e. Kondisi subyek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya f. Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar juga dipengaruhi terhadap motivasi belajar. Guru yang tinggi gairahnya dalam membelajarkan pembelajar, menjadikan pembelajar juga bergairah belajar. Guru yang sungguh-sungguh dalam membelajarkan pembelajar, menjadikan tingginya motivasi belajar pembelajar.

2. Pengertian prestasi belajar

  Prestasi belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah hasil yang dicapai (dari yang telah dilakukan atau dikerjakan). Menurut Syah (1995 : 89) belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai dari sesuatu kerampilan yang telah dikembangkan dan dilakukan oleh mata pelajaran yang lazimnya ditunjukan dengan tes atau angka nilai yang diberikan oleh dosen atau pengajar. Muh Surya dan Muh Amin merumuskan faktor- faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu sebagai berikut :

  a. Faktor internal 1) Faktor jasmaniah atau fisiologis baik yang bersifat bawaan atau yang diperoleh dari perkembangan, terdiri atas pendengaran, struktur tubuh, penginderaan dan sebagainya. 2) Faktor psikologis baik yang berasal dari bawaan atau yang diperoleh dari :

  • Faktor intelektif yaitu meliputi faktor potensial seperti kecerdasan, bakat dan kecakapan nyata (prestasi yang dimili
  • Faktor non intelektif yaitu unsur- unsur pribadi tertentu seperti

  sikap, perasaan, kebiasaan, minat, motivasi, emosi dan penyesuaian diri.

  • Faktor kematangan yaitu fisik ataupun psikologis.

  b. Faktor eksternal 1) Faktor sosial yang terdiri atas lingkungan

  Lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, lingkungan kelompok.

  2) Faktor budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian 3) Faktor lingkungan fisik yaitu fasilitas belajar, lingkungan dan sebagainya.

  Jadi dapat disimpulkan motivasi berprestasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar dan menjamin kelangsungan belajar demi hasil yang ingin dicapai dari sesuatu ketrampilan yang telah dikembangkan.

B. Pengertian Sikap Mahasiswa terhadap Metode Mengajar 1. Pengertian sikap

  Sikap dalam bahasa inggris disebut atitude menurut Ngalim Purwanto (1991 : 141) adalah salah satu cara bereaksi terhadap suatu perangsang, suatu kecenderungan untuk bereksi dengan cara tertentu terhadap perangsang atau situasi yang dihadapi. Menurut Ellis yang dikutip Ngalim Purwanto (1991 : 141) mengatakan bahwa yang sangat memegang peranan penting di dalam sikap adalah faktor perasaan atau emosi dan faktor kedua reaksi atau respon atau kecenderungan untuk bereaksi.

  Menurut Winkel (1991 : 165), sikap adalah kecenderungan yang relatif menatap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang tertentu. Dalam hal ini, perwujudan perilaku belajar siswa akan ditandai dengan munculnya kecenderungan-kecenderungan baru yang telah berubah terhadap suatu obyek, tata nilai dan sebagainya.

  Adapun ciri-ciri sikap menurut Bimo Walgito (1987 : 55) :

  a. Sikap adalah sesuatu yang tidak dibawa sejak lahir, ini berarti bahwa manusia pada waktu lahir belum mempunyai suatu sikap tertentu.

  b. Sikap itu selalu ada karena ada hubungan antara individu dengan obyek oleh karena itu sikap selalu terbentuk atau dipelajari dalam hubungannya dengan obyek-obyek.

  c. Sikap dapat tertuju kepada satu obyek saja, juga dapat kepada sekumpulan obyek.

  d. Sikap itu dapat berlangsung lama atau sebentar.

  e. Sikap itu mengandung faktor perasaan dan faktor motif.

  Dengan demikian, sikap seseorang bukan bawaan dari lahir melainkan terbentuk melalui perkembangan individu dan lingkungannya atau dapat dikatakan sebagai hasil belajar. Selanjutnya Bimo Walgito (1987 : 56) menjelaskan 2 faktor yang dapat menentukan pembentukan dan perubahan sikap, yaitu : a. Faktor dari diri sendiri dari dalam

  Faktor dari diri sendiri yaitu mencakup hal- hal seperti taraf iteligensi, daya kreativitas, kecepatan belajar, sikap terhadap tugas belajar, perasaan dalam belajar, kondisi mental fisik.

  b. Faktor dari luar individu Faktor dari luar individu yaitu hal- hal atau kebiasaan-kebiasaan yang ada di luar individu dan merupakan rangsangan untuk membentuk dan merubah sikap. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan aspek psikis dan mental yang membentuk pola pikir individu itu akan berpengaruh pada setiap kegiatan dalam kehidupan sehari- hari, baik itu di keluarga , kampus maupun masyarakat.

2. Pengertian metode mengajar

  Metode secara harafiah berarti cara. Dalam pemakaian secara umum, metode diartikan sebagai cara melakukan suatu kegiatan atau cara melakukan pekerjaan dengan menggunakan fakta dan konsep-konsep secara sistematis. Menurut Syah yang mengutip pendapat Tardif (1995 : 202), metode mengajar ialah cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan kependidikan, khususnya kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa. Menurut Jusuf (1982 : 15-58) ragam metode mengajar ada banyak, tetapi disini hanya akan dijelaskan lima macam metode yang biasa digunakan oleh pengajar atau dosen di kelas yaitu :

  a. Metode Ceramah Ceramah adalah sebuah metode mengajar yang paling klasik, tetapi masih diakui orang di mana- mana hingga sekarang. Metode ceramah ialah suatu cara penyampaian atau penyajian bahan pelajaran dengan alat perantara berupa suara atau dapat pula dikatakan, suatu cara penyampaian bahan pelajaran secara lisan. Dalam hal ini guru biasanya memberikan uraian mengenai topik tertentu di tempat tertentu dan dengan lokasi waktu tertentu. 1) Kebaikan atau keuntungan penggunaan metode ceramah :

  a) Biaya murah sekali karena media yang digunakan hanyalah suara guru saja b) Dapat menyajikan bahan pelajaran kepada sejumlah besar murid dalam waktu yang sama c) Mudah mengulangnya kembali bila diperlukan

  d) Ceramah atau uraian guru yang dibawakan dengan baik dapat menjadikan pokok pembicaraan menjadi menarik e) Metode ceramah memberikan kesempatan, pengalaman kepada murid untuk belajar mendengarkan suatu uraian secara lisan f) Ceramah yang dipersiapkan dengan baik dan disajikan secara sistematis dapat menghemat waktu belajar bagi murid 2) Kelemahan atau keburukan penggunaan metode ceramah :

  a) Metode ceramah dapat menimbulkan verbalisme pada murid

  b) Murid tidak memperoleh kesempatan berfikir melainkan hanya mendengarkan dan mencatat saja c) Besar sekali kemungkinan timbulnya salah paham dipihak murid karena salah mengartikan uraian guru d) Mendengarkan ceramah terus-menerus untuk waktu yang lama dapat melelahkan dan membosankan murid e) Metode ceramah memiliki kecenderungan untuk menjadikan guru sebagai buku pelajaran f) Murid tidak diberikan kesempatan lagi untuk berpartisipasi dalam proses belajar g) Metode ceramah tidak menyediakan sama sekali kesempatan bagi murid untuk belajar dan berbuat b. Metode Tanya Jawab

  Metode tanya jawab adalah suatu cara untuk menyampaikan atau menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh murid. 1) Kebaikan atau keuntungan metode tanya jawab :

  a) Pertanyaan yang membangkitkan minat sangat penting bagi siswa dalam belajar b) Pertanyaan ingatan yang meminta jawaban yang bersifat reproduktif dapat memperkuat ingatan antara pertanyaan dengan jawaban

  c) Pertanyaan pikiran yang meminta jawaban yang harus difikirkan, menafsirkan, menganalisa dan menarik kesimpulan, dapat mengembangkan cara-cara berfikir logis dan sistematis

  d) Pertanyaan dapat mengurangi proses lupa karena jawaban yang diperoleh atau dikemukakan diolah dalam suasana yang serius e) Jawaban yang salah segera dapat dikoreksi

  f) Pertanyaan merangsang murid berfikir dan memusatkan perhatian pada satu pokok perhatian g) Pertanyaan dapat membangkitkan hasrat untuk melakukan penyelidikan h) Pertanyaan fakta atau problem dapat mengalahkan belajar seperti yang dituju oleh suatu mata pelajaran

  2) Keburukan atau kelemahan metode tanya jawab :

  a) Murid dapat dicekam kekuatan atau panik selama tanya jawab dilakukan b) Tidak mungkin seluruh kelas dapat diberi giliran selama satu jam pelajaran c) Apabila giliran pertanyaan diberikan menurut urutan tempat duduk, maka murid yang sudah mendapat giliran dan yang masih jauh dari gilirannya tidak akan berfikir lagi atau belum ikut berfikir karena gilirannya masih jauh atau sudah lewat. Jadi tidak seluruh kelas dapat ikut berpartisipasi

  d) Apabila ada beberapa orang murid yang sudah tidak dapat memberikan jawaban seperti yang diharapkan guru, maka itu sudah berarti terbuangnya waktu yang tersedia untuk pertanyaan-pertanyaan selanjutnya e) Pertanyaan ingatan yang meminta jawaban yang bersifat reproduktif dapat mengembangkan kebiasaan jawaban yang bersifat mekanis (menjawab tanpa dipikirkan lagi) atau jawaban yang bersifat verbalistis f) Oleh karena jam pelajaran terbatas maka dari suatu pertanyaan pikiranpun sukar diperoleh jawaban yang memuaskan c. Metode Diskusi

  Metode diskusi adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh suatu ketertarikan pada satu topik atau pokok, pertanyaan atau problem di mana para peserta diskusi dengan judul berusaha untuk mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama 1) Kebaikan atau kelebihan metode diskusi :

  a) Mendidik murid- murid untuk bertukar pikiran atau pendapat

  b) Memberikan kesempatan kepada murid- murid untuk menghayati pembaha ruan suatu problem bersama-sama c) Memberikan kesempatan kepada murid utnuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai sudut pandang atau berbagai sumber data

  d) Memberikan kesempatan kepada murid untuk latihan berdiskusi di bawah asuhan guru e) Merangsang murid untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri, menyetujui ataupun menentang pendapat teman- temannya

  f) Membina persaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat, kesimpulan atau keputusan yang akan atau telah diambil 2) Keburukan atau kelemahan metode diskusi :

  a) Tidak semua topik dapat dijadikan pokok diskusi

  b) Diskusi yang mendalam memerlukan waktu yng banyak

  c) Biasanya tidak semua murid secara berani menyatakan diri untuk ikut mengemukakan pendapat d) Pembicaraan dalam diskusi mungkin akan didominasi oleh murid- murid yang berani dan telah biasa berbicara e) Banyaknya murid disuatu kelas juga akan mempengaruhi kesempatan bagi murid untuk mengemukakan pendapatnya f) Kemampua nnya dalam berbahasa pada umumnya belum cukup d. Metode Tugas Metode tugas adalah cara mengajar yang dicirikan oleh adanya kegiatan perencanaan antara murid dengan guru mengenai suatu persoalan atau problem yang harus diselesaikan atau dikuasai oleh murid dalam jangka waktu tertentu yang disepakati bersama antara murid dan guru. 1) Kebaikan atau kelebihan metode tugas :

  a) Tugas-tugas memiliki tujuan yang jelas

  b) Tugas yang disesuaikan dengan perbedaan individual

  c) Karena mamahami apa yang menjadi tugasnya, maka tugas menjadi menarik minat d) Memberikan tugas sama dengan memberikan pengalaman bekerja kepada murid e) Memberikan tugas sesuai dengan pilihan murid sama dengan mendidik murid untuk belajar bertanggung jawab f) Hubungan antara murid dengan guru tetap terpelihara dan bersifat dua arah

  2) Kebur ukan atau kelemahan metode tugas :

  a) Pemberian tugas menyebabkan indahnya kegiatan murid dari sekolah ke rumah b) Sulit sekali bagi guru untuk mengawasi tugas-tugas yang dilakukan di luar kelas sehabis pelajaran usai c) Terlampau sulit untuk memyesuaikan tugas dengan perbedaan individu anak d) Persaingan tidak sehat dapat saja muncul diantara murid dengan murid maupun kelompok dengan kelompok e) Murid- murid yang cerdas, aktif akan maju dengan pesat dalam pelajaran, tetapi murid- murid yang kurang akan makin tertinggal

  f) Di dalam situasi pendidikan dan sosial ekonomi di mana perlengkapan alat-alat pengejaran sangat kurang atau sukar diperoleh, metode tugas tidak akan dapat dilaksanakan dengan sempurna e. Metode Sosiodrama atau Bermain Peran

  Metode sosiodrama atau bermain peran adalah suatu metode mengajar di mana guru memberikan kesempatan kepada murid untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu seperti yang terdapat dalam kehidupan masyarakat (sosial).

  1) Kebaikan atau kelebihan metode sosiodrama :

  a) Murid belajar atau didik untuk memecahkan suatu problem sosial menurut pendapatnya sendiri b) Memperkaya murid dalam berbagai pengalaman situasi sosial yang bersifat problematik c) Memperkaya pengetahuan dan pengalaman semua murid mengenai cara menghadapi dan memecahkan suatu problem sosial yang diperoleh dari hasil diskusi

  d) Murid- murid yang meminkan peranan memperoleh kesempatan untuk belajar mengekspresikan penghayatan mereka mengenai suatu problem di depan orang banyak

  e) Menanamkan dan memupuk keberanian untuk tampil de depan umum atau orang banyak tanpa kehilangan keseimbangan pribadi

  f) Belajar menerima pendapat orang lain 2) Keburukan atau kelemahan metode sosiodrama:

  a) Rasa malu yang timbul karena ditonton oleh orang lain dan rasa takut dalam mengambil keputusan akan menghambat bagi kewajaran bertingkah laku selama memainkan suatu lakon

  b) Kekurangan dalam pengalaman menghadapi situasi-situasi sosial yang berisi problem-problem dapat menimbulkan sikap ragu-ragu dalam menentukan langkah atau tindakan atau keputusan yang harus dilakukan c) Keterbatasan waktu yang disediakan untuk memainkan suatu peranan tidak akan memberikan kesempatan yang cukup kepada para pemeran untuk menentukan langkah- langkahnya yang wajar

  Jadi dapat disimpulkan definisi sikap mahasiswa terhadap metode mengajar adalah kecenderungan yang relatif menatap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kependidikan, khususnya kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa.

C. Pengertian Lingkungan Belajar

  Lingkungan belajar adalah merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi belajar. Menurut Imron (1996 : 103) lingkungan belajar meliputi lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan fisik adalah tempat di mana pembelajaran tersebut belajar. Misalkan lingkungan yang bising akan mempengaruhi seseorang dalam proses belajar, sebaliknya jika belajar di tempat yang tenang, rapi akan membantu individu untuk bersemangat dalam belajar. Sedangkan lingkungan sosial adalah suatu lingkungan seseorang dalam kaitannya dengan orang lain. Misalnya saja yang termasuk lingkungan sosial ini adalah lingkungan sebaya, lingkungan kelompok belajar dan kelompok sepermainan. Hal ini jika seseorang berada di lingkungan bersama dengan teman-teman yang rajin, ia akan ikut rajin.

  Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar yang berpengaruh terhadap prestasi belajar dalam lingkungan keluarga menurut (Roestiyah, 1982:159) adalah sebagai berikut: a. Cara mendidik Orang tua yang memanjakan anaknya, maka setelah anak sekolah akan menjadi siswa yang kurang bertanggung jawab dan takut menghadapi tantangan kesulitan. Juga orang tua yang mendidik anaknya secara keras, anak akan mengalami ketakutan.

  b. Suasana keluarga Hubungan anatara keluarga yang kurang intim menimbulkan suasana yang kaku, tegang, kurang komunikatif di dalam keluarga. Hal ini menyebabkan anak kurang semangat dalam belajar. Untuk itu dalam keluarga yang menyenangkan, akrab, dan penuh kasih sayang, anak akan termotivasi yang mendalam pada anak dalam hal belajar.

  c. Pengertian orang tua Anak belajar perlu dorongan dan pengertian dari orang tua. Bila anak sedang belajar jangan diganggu dengan tugas-tugas di rumah. Kadang- kadang anak mengalami lemah semangat, orang tua wajib memberi pengertian dan dorongannya, membantu sedapat mungkin kesulitan yang dialami anak di sekolah. Kalau perlu menghubungi gurunya untu mengetahui perkembangan anaknya d. Keadaaan sosial ekonomi keluarga

  Anak belajar memerlukan sarana-sarana dalam menunjang belajar yang kadang-kadang harganya mahal. Bila keadaan ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan hal ini menjadi penghambat anak dalam belajar. Namun, bila keadaan sosial ekonomi keluarga tercukupi, hal ini anak tidak akan mengalami kendala-kendala dalam belajar sehingga anak akan dapat belajar dengan senang.

  e. Latar belakang kebudayaan Hal ini dimaksudkan adalah tingkat pendidikan dan kebiasaan di dalam keluarga akan mempengaruhi sikap anak dalam belajar. Oleh karena itu anak perlu ditanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik supaya dapat mendorong semangat anak dalam belajar.

  Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar siswa di kelas menurut (Roestiyah, 1982:159-162) adalah sebagai berikut:

  a. Interaksi guru dan murid Guru yang kurang berinteraksi dengan murid secara menyeluruh akan menyebabkan proses belajar mengajar di kelas kurang lancar. Hal ini juga siswa akan merasa jauh dengan gurunya karena disebabkan komunikasi guru dengan muridnya kurang baik, sehingga siswa akan kurang berpartisipasi secara aktif dalam belajarnya.

  b. Cara penyajian Guru yang lama biasanya mengajar dengan metode ceramah saja, sehingga siswa akan mengalami bosan, kurang simpatik, pasif, kurang semangat. Untuk itu seorang guru harus memiliki alternatif- alternatif yang lain yang dapat meningkatkan kegiatan belajar mengajar dan memotivasi siswa untuk memiliki semangat belajar sebagai berikut: guru mampu menjelaskan berbagai informasi secara jelas, dan terang, mendorong siswa untuk berpartisipasi, memonitoring dan mendatangi siswa, melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar-mengajar di kelas.

  c. Hubunga n antar murid Hubungan antar murid sangat penting dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di kelas. Untuk itu diperlukan suasana kelas yang kondusif dari antara murid supaya dapat belajar bersama-sama dan dapat mewujudkan suasana yang tenang, tenteram dan dapat hidup bergotong-royong dalam belajar bersama di kelas maupun diluar kelas.

  d. Media pendidikan Siswa sangat memerlukan alat-alat yang membantu memperlancar proses belajar mengajar di sekolah seperti buku-buku yang ada di perpustakaan, laboratorium, OHP (Overhead Projector) dan sebagainya. Kebanyakan sekolah-sekolah yang kurang memiliki media pendidikan menyebabkan kualitas sekolah juga kurang berkualitas.

  e. Kurikulum Kurikulum dalam arti luas adalah program pendidikan nasional, program kerja sekolah, silabi untuk masing- masing bidang studi, petunjuk pelaksanaan pengajaran dan evaluasi belajar. Pengetian dalam arti yang lebih terbatas yaitu program kerja sekolah dan silabus pengajaran untuk masing- masing bidang studi (Winkel 1987:127-128). f. Waktu sekolah Dalam melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah dalam waktu yang efektif untuk belajar sebaiknya dimulai pada pagi hari, dimana pikiran anak masih segar dan kondisi anak masih baik. Selain itu anak diberi jam untuk istirahat agar dapat memulihkan pikiran dan tenaganya kembali.

  g. Pelaksanaan disiplin Banyak sekolah yang dalam pelaksanaan disiplin masih kurang sehingga mempengaruhi anak dalam belajar. Sekolah kurang memilki rasa tanggung jawab terhadap tata tertib yang ada disekolah. Untuk itu pihak sekolah harus mengawasi pelaksanaan peraturan-peraturan sekolah agar ditaati oleh para siswa dan memiliki rasa disiplin yang kuat.

  h. Keadaan gedung Sebaiknya sekolah dalam pembangunan gedung harus memenuhi syarat-syarat sekolah yang baik seperti luas kelas yang cukup agar dalam proses belajar mengajar di kelas nyaman. i. Metode belajar

  Banyak metode belajar yang digunakan di kelas dalam menyampaikan materi pelajaran terhadap para siswa. Supaya mengena dalam proses belajar- mengajar, maka metode pembelajaran perlu dipilih dengan tepat dan bervariasi. Tidak semua metode pembelajaran tepat untuk semua waktu, kondisi dan bidang. Untuk itu dalam proses belajar belajar- mengajar dalam kelas. Seorang guru harus dapat menggunakan metode belajar yang tepat dan bervariatif supaya siswa dapat belajar dengan semangat dan tidak membosankan, dapat berperan aktif dalam proses belajar di kelas.

  Metode belajar yang lazim dipakai di sekolah sebagi berikut: metode ceramah, metode demontrasi, metode diskusi, metode kelompok, metode studi kasus, metode permainan dan sebagainya (Davies 1987:233-247). j. Tugas rumah

  Guru memberikan tugas di rumah kepada muridnya tujuannya adalah agar murid dapat belajar mandiri di rumah.

  Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar siswa di lingkungan masyarakat menurut (Roestiyah, 1982:159-162) adalah sebagai berikut: a. Mass Media

  Banyak bacaan berupa buku-buku, novel, majalah yang kurang dipertanggungjawabkan secara pendidikan kadang-kadang membuat anak asyik membaca buku bukan buku pelajaran sehingga anak akan lupa tugas belajarnya. Selain itu semakin maraknya perkembangan teknologi yang semakin modern seperti televisi, radio, internet yang kurang menguntungkan dalam dunia pendidikan membuat anak berkurang dalam belajar. b. Teman bergaul Anak memang perlu bergaul dengan anak yang lain di lingkungan masyarakat sekitar untuk mengembangkan sosialisasinya tetapi dalam pergaulannya perlu di jaga supaya dalam pergaulan dengan temannya dapat membatasi dan mengontrol dengan siapa mereka bergaul sehingga tidak mengganggu kegiatan lain.

  c. Kegiatan lain Disamping belajar dirumah anak mempunyai kegiatan-kegiatan di luar sekolah seperti olah raga, bermain drama, kumpul bersama teman- teman dan sebagainya. Hal itu perlu diawasi dan dibatasi agar jangan sampai anak melupakan kewajiban untuk belajar.

  d. Cara hidup lingkungan Cara hidup bertetangga di sekitar rumah dimana anak itu tinggal, besar pengaruhnya pada pertumbuhan anak, misalnya di lingkungan sekitar memiliki jam belajar maka secara otomatis anak tersebut akan dapat belajar sesuai jam belajar masyarakat. Selain itu di lingkungan yang dapat mendukung anak rajin belajar maka anak tersebut memiliki kesadaran untuk belajar sendiri.

  Jadi dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar adalah keadaan yang berada disekitar individu baik lingkungan kost-kostan/ rumah, lingkungan kampus maupun lingkungan masyarakat.

D. Kerangka Berfikir

1. Hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi

  Metode mengajar ialah cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan kependidikan, khususnya kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa. Metode mengajar yang digunakan dosen untuk menyampaikan materi perkuliahan sangat diharapkan dapat memotivasi mahasiswa dalam belajar di kelas. Metode mengajar yang digunakan harus sesuai dengan materi yang diajarkan, sehingga prestasi belajar mahasiswa akan menjadi lebih maksimal. Metode mengajar yang bervariasi membuat mahasiswa tidak jenuh dalam mengikuti perkuliahan akuntansi. Metode belajar yang lazim dipakai di sekolah sebagai berikut: metode ceramah, metode demontrasi, metode diskusi, metode kelompok, metode studi kasus, metode permainan dan sebagainya. Sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dapat mengubah motivasi mahasiswa dalam belajar di kelas, karena sikap adalah kecenderungan yang relatif menatap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang tertentu. Faktor dari diri sendiri seperti taraf iteligensi, daya kreativitas, kecepatan belajar, sikap terhadap tugas belajar, perasaan dalam belajar, kondisi mental fisik dapat mempengaruhi mereka dalam belajar. Mahasiswa akan bersikap cuek terhadap mata kuliah yang menggunakan metode belajar yang monoton. Faktor dari luar individu yaitu hal- hal atau kebiasaan-kebiasaan yang ada di luar individu dan merupakan rangsangan untuk membentuk dan merubah sikap. Mahasiswa selalu bersikap ogah- ogahan kalau dosen hanya menerangkan materi saja, mereka akan ngobrol dengan teman sebangku atau mungkin juga tidur di kelas. Dosen mengharapkan mahasiswanya dapat mengikuti perkuliahan dengan baik.

  Mahasiswa juga akan mengikuti perkuliahan dan bisa menerima materi dengan baik, jika dalam penyampaian materi yang menarik. Mahasiswa tidak akan bosan, karena mahasiswa akan termotivasi dengan penyampaian materi yang menarik.

  Hipotesis : Ada hubungan antara sikap mahasiswa dengan metode mengajar dosen dengan motivasi berprestasi belajar mahasiswa.

  

2. Hubungan antara lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi

berprestasi belajar akuntansi

  Lingkungan belajar adalah keadaan yang berada disekitar individu baik lingkungan kost-kostan/rumah, lingkungan kampus maupun lingkungan masyarakat. Lingkungan belajar meliputi lingkungan fisik dan non fisik. Lingkungan belajar baik di kampus, di masyarakat ataupun di keluarga atau kost-kostan, sangat diharapkan dapat memotivasi mahasiswa dalam belajar. Suasana keluarga yang berantakan, kotor, sempit dan tempat tinggal yang tidak mendukung adalah lingkungan fisik yang membuat mahasiswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar di rumah. Misalkan saja tempat belajar untuk bersama, tempat belajar yang bising, dan bisa saja karena lingkungan keluarga yang broken home dapat mengubah minat belajar seseorang. Untuk meningkatkan motivasi belajar, seorang mahasiswa harus mempunyai kemauan serta dukungan orang terdekat seperti orang tua, teman dekat ataupun sahabat. Lingkungan kampus akan menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, hal ini karena kampus adalah tempat untuk belajar. Seorang mahasiswa akan merasa nyaman belajar di kampus jika suasana kampus mendukung mereka untuk belajar di sana. Lingkungan kampus yang kotor, ramai dan bertemu dengan teman-teman kampus bisa membuat mahasiswa tidak termotivasi untuk belajar di kampus. Karena mereka hanya akan mengobrol dengan teman pergaulan di kampus. Hal ini berbeda jika kita belajar di perpustakaan, karena perpustakaan adalah tempat kedua yang nyaman untuk belajar, namun kebayakan mahasiswa hanya akan datang ke perpustakaan apabila mendapat tugas dan mengerjakan skripsi saja.

  Lingkungan masyarakat juga sangat diharapkan dapat menambah motivasi mahasiswa untuk belajar. Dalam hal ini masyarakat sudah menetapkan adanya jam-jam tertentu untuk pelajar. Dengan adanya peraturan ini dapat membantu pelajar untuk belajar pada jam-jam tersebut. Namun, jika tidak didukung orang tua dan lingkungan seseorang tidak akan termotivasi untuk belajar, karena mereka hanya akan belajar pada saat akan ujian saja.

  Hipotesis : Ada hubungan antara lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Berdasarkan permasalahan yang ada, maka penelitian ini termasuk dalam

  penelitian :

  1. Penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang terbatas pada usaha mengungkapkan maksud dan keadaan sebagaimana adanya hanya bersifat sekedar mengungkapkan fakta.

  2. Studi kasus, yaitu penelitian terhadap subyek tertentu dengan cara mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan subyek penelitian dan kesimpulan hanya berlaku pada tempat yang diteliti.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Tempat Penelitian Tempat penelitian akan dilakukan di Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2004 dan 2005 di Universitas Sanata Dharma.

  2. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2007 C.

   Subyek dan Obyek Penelitian

  1. Subyek penelitian adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi yang sedang dan telah mendapatkan Mata Kuliah Dasar-Dasar

  Akuntansi 1 dan Akuntansi Keuangan Menengah 1 Universitas Sanata Dharma.

  2. Obyek Penelitian adalah sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi.

D. Populasi dan Sampel

  1. Populasi Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisis ciri-cirinya akan diduga. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi pendidikan akuntansi angkatan 2004 dan 2005 sebanyak 177 mahasiswa.

  2. Sampel Sampel adalah kelompok kecil yang kita amati (Sevilia Consuelo, 1993 : 160). Penarikan sampel menggunakan Sampling Eksidental, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Menurut Consuelo rumusnya sebagai berikut : Populasi (N)= 177, batas kesalahan yang diinginkan (Ne = 2%) maka (n) sampel adalah :

  N n = 2

  1 Ne )

  • (

  177

  n =

  1 . 0004 )

  • (

  177 n

  = 1 . 0708 n 165 mahasiswa

  = Sisa responden dari mahasiswa PAK angkatan 2004 dan 2005 sebanyak (177-165) = 12 responden. Sehingga 12 responden tersebut digunakan untuk pengujian validitas dan kekurangannya mengambil mahasiswa PAK angkatan 2003 sebanyak 19 responden. Dengan demikian total responden untuk pengujian validitas dan reliabilitas = 31 responden.

E. Variabel Penelitian

  1. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah obyek penelitian yang bervariasi atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Dalam penelitian ini ada 3 variabel yaitu variabel bebas (Independen Variabel), yang meliputi sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen (X1) dan lingkungan belajar mahasiswa (X2). Variabel terikat (Dependent Variabel) adalah motivasi berprestasi belajar akuntansi (Y).

  2. Pengukuran Variabel

  a. Sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen Pengukuran variabel sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen menggunakan pernyataan yaitu Sangat Senang (SS), Senang (S), Tidak Senang (TS) dan Sangat tidak senang (STS).

  Beriku kisi-kisi kuesioner untuk variabel metode mengajar dosen :

Tabel 3.1 Operasional Variabel Sikap Mahasiswa terhadap Metode Mengajar dosen No Indikator Item Positif Item Negatif

  1 Metode Ceramah

  1

  2 Metode Diskusi

  3

  3 Metode Tugas

  5

  9

  4 Metode Tanya Jawab

  2

  5 Metode Sosiodrama

  4

  6 PBM 6,7,8

  10 Masing- masing pernyataan selanjutnya dinyatakan dalam 4 skala pendapat sebagai berikut :

  Pertanyaan Positif Pertanyaan Negatif

  Sangat Senang

  4 Sangat Senang

  1 Senang

  3 Senang

  2 Tidak Senang

  2 Tidak Senang

  3 Sangat Tidak

  1 Sangat Tidak

  4 Senang Senang

  b. Lingkungan belajar mahasiswa Pengukuran variabel kondisi lingkungan belajar mahasiswa dalam penelitian ini meliputi lingkungan masyarakat, lingkungan keluarga dan lingkungan kampus.

  Beriku kisi-kisi kuesioner untuk variabel metode mengajar dosen :

Tabel 3.2 Operasional Variabel Lingkungan Belajar Mahasiswa No Indikator Uraian No Item.

  1 Lingkungan

  a. Cara orang tua mendidik

  2 Keluarga

  b. Suasana keluarga

  4

  c. Pengertian orang tua

  5

  d. Tempat belajar 1,3

  2 Lingkungan

  a. Interaksi mahasiswa dengan

  9 Kampus mahasiswa

  b. Hubungan antara dosen

  6 dengan mahasiswa c. Keadaan kampus 7,8

  3 Lingkungan

  a. Mass media

  11 Masyarakat

  b. Teman bergaul

  12

  c. Lingkungan di masyarakat 10,13

  c. Motivasi berprestasi belajar akuntansi Pengukuran variabel motivasi berprestasi belajar akuntansi menggunakan pernyataan Selalu, Sering, Terkadang dan Tidak Pernah.

Tabel 3.3 Operasional Variabel Motivasi Berprestasi Belajar Akuntansi

  

No Indikator Item Positif Item Negatif

  1 Motivasi dengan sikap 2,3,8,12

  14 mahasiswa terhadap metode mengajar akuntansi

  2 Motivasi dengan lingkungan 5,7,15

  6 belajar mahasiswa Masing- masing pertanyaan selanjutnya dinyatakan dalam 4 skala pendapat sebagai berikut :

  Pertanyaan Positif Pertanyaan Negatif

  Selalu

  4 Selalu

  1 Sering

  3 Sering

  2 Terkadang

  2 Terkadang

  3 Tidak Pernah

  1 Tidak Pernah

  4 F. Teknik Pengumpulan Data

  1. Kuesioner Kuesioner adalah merupakan sejumlah daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden untuk diisi sesuai dengan keadaan responden (Suharsimi, 2006 : 151). Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mehasiswa terhadap prestasi belajar akuntansi.

  2. Dokumentasi Dokumentasi merupakan data yang berdasarkan pada catatan tentang suatu subyek yang dilakukan individu/lembaga (Suharsimi, 2006 : 158). Metode ini diperlukan untuk mendapatkan data-data untuk melengkapi data-data yang telah dikumpulkan dengan metode- metode dokumentasi.

G. Uji Instrumen Penelitian

  Dalam penelitian ini akan digunakan 3 macam kuesioner yang mencakup sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntans i. Untuk memastikan bahwa item- item kuesioner sahih dan handal, maka akan dilakukan di luar mahasiswa yang menjadi sampel penelitian ini.

1. Pengujian Validitas

  Validitas adalah menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur (Masri Singarimbun, 1989 : 124). Dalam penelelitian ini pengujian validitas menggunakan rumus r Product

  Moment. Pengujian validitas yang akan diuji hanya dibatasi pada

  penyusunan skala sikap dengan rumus sebagai berkut :

  N

  XY

  X Y −

  ( )( ) ∑ ∑ ∑

  r xy = 2 2 2 2 N

  X X N Y Y

− −

  ( ) ( )

{ } { }

  

∑ ∑ ∑ ∑

  Keterangan: r xy = koefisien korelasi antara X dan Y X = jumlah skor X

  Σ

  Y = jumlah skor Y

  Σ

  XY = jumlah hasil kali antara X dan Y

  Σ

  N = banyaknya sampel yang diuji

  2 X = jumlah kuadrat nilai X Σ

  2 Y = jumlah kuadrat nilai Y Σ

  Untuk mengetahui apakah instrumen penelitian tersebut valid atau tidak, maka ketentuannya sebagai berikut : a. Jika r > r dengan taraf keyakinan 95 % maka instrumen

  hitung tabel penelitian dikatakan valid. b. Jika r hitung < r tabel dengan taraf keyakinan 95 % maka instrumen penelitian dikatakan tidak valid.

  Hasil pengujian validitas dengan komputasi melalui program SPSS 11.5. Dari hasil korelasi product moment tidak menemukan butir pertanyaan yang memiliki koefisien korelasi lebih kecil dari nilai r tabel sebesar 0,367 (df=29,

  α

  =5%) pada kelompok pertanyaan sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi, sehingga semua butir pertanyaan dalam kuesioner dinyatakan valid.

Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas Instrumen

  No Sikap Mahasiswa

  Lingkungan Belajar

  Motivasi Berprestasi r- tabel Ket

  1 0.5475 0.3898 0.4172 0.367 Valid 2 0.4830 0.6283 0.3811 0.367 Valid 3 0.6045 0.5186 0.4367 0.367 Valid 4 0.5531 0.5150 0.4079 0.367 Valid 5 0.7280 0.5910 0.3987 0.367 Valid 6 0.6702 0.5201 0.4049 0.367 Valid 7 0.5191 0.3994 0.4985 0.367 Valid 8 0.5145 0.3901 0.3882 0.367 Valid 9 0.3892 0.4402 0.4671 0.367 Valid 10 0.5924 0.5779 0.4642 0.367 Valid

  11 0.5986 0.367 Valid 12 0.5330 0.367 Valid 13 0.5098 0.367 Valid 14 0.5749 0.367 Valid 15 0.5955 0.367 Valid

2. Pengujian Reliabilitas

  Pengujian reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur. Uji reliabilitas menggunakan sistem konsistensi internal belah dua dengan rumus Alpha Cronbach. Pengujian reliabilitas didasarkan pada rumus Alpha Cronbach. Dengan rumus sebagai berikut (Sugiyono, 2000 : 282) :

  2 K b ∑σ

  r

  11 = 1 -

  2

  (k – 1)

  1 σ

  Dimana : K = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal r

  11 = koefisien reliabilitas

  2 b = jumlah varian butir ∑ σ

  2 1 = varian total σ

  Reliabilitas instrumen pada penelitian ini menggunakan teknik

  Alpha Cronbach . Jika koefisien alpha > dari r tabel dengan taraf signifikan 5%, maka instrumen penelitian tersebut reliabel (dapat dipercaya).

  Sebaliknya alpha < dari r dengan taraf signifikan 5%, maka instrumen

  tabel penelitian tersebut reliabel.

  Hasil pengujian reliabilitas mendapatkan koefisien alpha sebesar 0.8524 pada koesioner sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen, sebesar 0.8149 pada koesioner lingkungan belajar mahasiswa, dan sebesar 0.8428 pada koesioner motivasi berprestasi belajar akuntansi. Ketiganya memiliki koefisien alpha lebih dari r tabel sebesar 0.367 (df=29, =5%)

  α sehingga dinyatakan tidak reliabel (Sugiyono, 2000).

Tabel 3.5 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen

  No Variabel Koefisien r- tabel Ket Alpha

  (df=29, =5%)

  α

  1 Sikap Mahasiswa 0.8524 0.367 Reliabel

  2 Lingkungan Belajar 0.8149 0.367 Reliabel

  3 Motivasi Berprestasi 0.8428 0.367 Reliabel

H. Teknik Analisis Data 1. Deskripsi Data

  Untuk mendeskripsikan sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi yang menggunakan pengujian statistik deskriptif (Sugiyono, 1991).

2. Uji Normalitas

  Pengujian normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Apabila data yang tidak terjaring berdistribusi normal, maka analisis untuk menguji hipotesis dapat dilakukan. Hal ini sejalan dengan pendapat Sudjana bahwa asumsi normalitas perlu dicek kebenarannya agar langkah- langkah selanjutnya dapat dipertanggungjawabkan (Sudjana, 1996 : 291). Dalam uji normalitas ini digunakan rumus Kolmogorov Smirnov yaitu pengujian yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi:

  F

  X S

  X D = maksimum

o ( n ( ) )

  Keterangan: D : Deviasi maksimum F o (X) : Fungsi distribusi kumulatif yang ditentukan S n (X) : Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi Uji ini dapat menggunakan ketentuan sebagai berikut: - Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi populasi normal.

  • Jika probabilitas < 0,05 maka distribusi populasi tidak normal.

  Jika nilai hitung untuk tiap-tiap variabel penelitian ini dibawah

  α

  =0.05 maka distribusi data tersebut adalah tidak normal. Jika masing-

  α

  masing variabel mempunyai nilai di atas 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel penelitian berdistribusi normal.

3. Uji Hipotesis

  Analisis korelasi rank dari Spearman atau korelasi tata jenjeng, digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan sekaligus terkait dengan hipotesisi pertama dan kedua. Penulis menggunakan teknik koefisien korelasi rank dari spearman (Arikunto, 2006 : 278) dengan rumus sebagai berikut :

  2  di

  ∑ r

  1

  6 = − s  

  2

  1 − n ( n ) Keterangan : di : perbedaan dalam rank yang diberikan kepada 2 karakteristik yang berbeda dari individu atau fenomena ke i n : banyaknya individu/fenomena yang diberi rank Rumusan hipotesisnya : Ho : tidak ada hubungan antara (korelasi) antara variabel X dan variabel Y atau angka korelasi 0 Ha : ada hubungan antara (korelasi) antara variabel X dan variabel Y atau angka korelasi 0 Uji korelasi tata jenjang ini menggunakan SPSS 11.5. Arah korelasi dinyatakan dalam tanda + (plus) dan – (minus). Tanda + menurunkan adanya korelasi sejajar searah dan tanda – menunjukan korelasi sejajar berlawanan arah (Arikunto, 2006 : 279).

  Korelasi + : ”makin tinggi nilai X, makin tinggi nilai Y” atau ”kenaikan nilai X diikuti kenaikan nilai Y” Korelasi - : ”makin tinggi nilai X, makin rendah nilai Y” atau ”kenaikan nilai X diikuti penurunan nilai Y” Ada tidaknya korelasi, dinyatakan dalam rangka angka pada indeks.

  Betapapun kecilnya indeks korelasi, dapat diartikan bahwa antara kedua variabel yang dikorelasikan, terdapat adanya korelasi. Makin besar angka dalam indeks korelasi, semakin tinggi korelasi kedua variabel yang dikorelasikan.

  Dengan anggapan bahwa koefisien korelasi rank sebenarnya s (= Rho s), akan sebesar nol dengan tingkat signifikansi 5%, dapat diuji dengan membandingkan angka probabilitas yang didapat dari hasil komputasi dengan taraf signifikansi. Apabila angka probabilitas signifikan dibawah 0.05, maka Ho ditolak atau sebenarnya ada hubungan antara variabel X dan Y, demikian sebaliknya.

  

BAB IV

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN A. Dari PTG ke Universitas Pada tahun 1955 didirikan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) Sanata Dharma dan mulai bulan November 1958 pemerintah mengubah nama PTPG Sanata Dharma menjadi FKIP dengan alasan PTPG bukanlah nama

  suatu instansi perguruan tinggi. Berkaitan dengan hal itu, nama PTPG Sanata Dharma berganti menjadi FKIP Sanata Dharma. Namun muncul persoalan “ mana Universitasnya? ”, guna mengatasi persoalan itu muncul gagasan untuk membentuk Universitas Katolik Indonesia demi “ melindungi ” FKIP Sanata Dharma. Namun universitas tersebut tidak berwujud dan FKIP Sanata Dharma tetap berjalan.

  Antara tahun 1960-1966 bidang pendidikan ditangani oleh dua kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (P&K) serta Kementerian Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) dan FKIP berada di bawah PTIP. Setelah itu P&K mendir ikan Institut Pendidikan Guru (IPG) sehingga terjadilah dua lisme. Guna mengatasi hal tersebut Presiden Suekarno membentuk FKIP yang merupakan gabungan dari FKIP dan IPG.

  Dengan demikian mulai tanggal 1 September 1965, berdasarkan SK No. 237/bswt/u/1965, FKIP Sanata Dharma mengganti nama FKIP Sanata Dharma.

  Akhirnya untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat serta kemajuan jaman, tanggal 20 April 1993 sesuai dengan SK Mendikbud No. 46/d/o/1993, FKIP Sanata Dharma dikembangkan menjadi Universitas Sanata Dharma atau lebih dikenal dengan nama USD.

  Dengan demikian, FKIP yang dulu merupakan sebuah fakultas dari USD, hanya saja fakultas yang lain berstatus terdaftar, sedangkan jurusan dan program studi yang berada dalam FKIP statusnya tetap disamakan sesuai dengan SK Dirjen Dikti No. 226/ikti/Kep/1993, tertanggal 10 Mei 1993. Selanjutnya, berdasarkan peraturan baru semua program studi di lingkungan FKIP USD telah terakreditasi sesuai dengan SK Mendikbud No. 78/d.o/1997, tertanggal 17 November 1997.

  Semenjak ada perubahan IKIP Sanata Dharma menjadi Universitas Sanata Dharma pada tahun 1993, Pendidikan Akuntansi (PAK) yang awalnya berada di bawah Ilmu Ekonomi terhitung saat itu berada di bawah Program Studi Pendidikan Dunia Usaha, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, FKIP. Pada tahun 1993, Pendidikan Akuntansi dinyatakan TERAKREDITASI berdasarkan surat keputusan yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tertanggal 11 Agustus 1998. Tahun 1999, berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 143/ DIKTI/Kep/1999 Pendidikan Akuntansi berada di bawah Program Studi Pendidikan ekonomi. Tahun 2003, kembali Pendidikan Akuntansi dinyatakan TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi No. 15973/Ak-VII-S1- 033/USDPDA/IX/2003.

B. Visi dan Misi FKIP

  1. Visi

  a. Pendidikan yang bersuasanakan cinta kasih dan bercorak humanistik, yang menghargai martabat manusia, akan meningkatkan pribadi manusia secara utuh.

  b. Hubungan antara pendidikan dan subyek yang ideal adalah hubungan dialogis, ketika mereka saling menghargai dan membantu untuk mewujudkan kemanusiaan mereka.

  c. Penegakan keadilan dan pelayanan terhadap mereka yang lemah dalam dunia pendidikan perlu mendapat tekanan.

  d. Penyiapan tenaga kependidikan yang profesional, baik dalam bidang keahlian maupun keguruan, merupakan hal yang penting.

  2. Misi

  a. Menyiapkan tenaga kependidikan yang profesional, yang bercirikan hal- hal berikut : 1) Berkemampuan tinggi, bermutu, berwawasan luas dan kritis; 2) Menguasai bidang studi tertentu sehingga mampu memanfaatkannya dalam lembaga pendidikan sekolah, luar sekolah dan lembaga lain yang terkait;

  3) Menguasai bidang kependidikan dan dapat menggunakannya dalam praktik kependidikan yang relevan secara tepat; 4) Mampu mengaktualisasikan diri sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab;

  5) Bermodal, sosial, adil, dan penuh pengabdian

  b. Menyiapkan tenaga kependidikan yang humanistik, yang menghargai nilai martabat manusia, terutama subjek didik.

  c. Menyiapkan tenaga kependidikan yang menerapkan semangat dielogis dalam pelaksanaan pendidikan.

  d. Menyiapkan tenaga kependidikan yang menghargai dan mengembangkan kebebasan serta kejujuran akademik dalam proses pendidikan.

C. Fasilitas a. Perpustakaan

  Perpustakaan Universitas Sanata Dharma menempati gedung berlantai empat dengan luas kurang lebih 4000 meter persegi. Sampai dengan bulan September 2006 perpustakaan ini memiliki koleksi buku sejumlah 93.062 judul buku dalam 181. 253 eksemplar. Koleksi majalah yang dimiliki majalah lepas dan majalah terjilid masing- masing 212 judul dan 195 judul termasuk harian berbahasa Inggris. Selain buku, majalah dan surat kabar, perpustakaan ini juga memiliki koleksi jurnal, disket, kaset, skripsi, tesis serta 639 judul CD.

  Kelengkapan koleksi tersebut juga ditunjang oleh tenaga-tenaga profesional yang telah menjalani pendidikan khusus bidang ilmu perpustakaan. Dengan demikian, perpustakaan yang dilengkapi dengan sistem jaringan informasi canggih, Lokal Area Network (LAN), pengunjung diberi kebebasan dan kesempatan menemukan informasi sebanyak mungkin dengan cepat dan efisien. Perpustakaan juga dilengkapi dengan komputer Work Station untuk dapat digunakan mahasiswa dan dosen dalam menulis karya-karya ilmiah.

  b. Pusat Komputer

  Universitas Sanata Dharma memiliki pusat komputer dengan banyak Work

  Station di dalamnya. Mahasiswa dan dosen dapat menggunakan komputer-

  komputer tersebut untuk mengetik, mengolah data maupun untuk mengerjakan tugas.

  c.

  

Laboratorium Pendidikan untuk Program Studi Pendidikan

Akuntansi : Pusat Simulasi Bisnis dan Koperasi

  Laboratorium Simulasi Bisnis dan Koperasi ini digunakan untuk praktikum bisnis dan koperasi bagi mahasiswa dan peneliti yang dikelola oleh Prodi PAK dan PE. Selama tahun 2006, kegiatan yang sudah dilakukan oleh laboratorium ini diawali dengan pengisian SPT 1770 S Wajib Pajak Orang Pribadi bagi karyawan dan dosen Universitas Sanata Dharma serta pembuatan buku praktik akuntansi untuk Mata Kuliah Akuntansi Usaha Dagang dan Jasa

  d. Laboratorium Micro Teaching

  digunakan untuk praktik mahasiswa yang

  Laboratorium Micro Teaching

  mengikuti mata kuliah Program Pengalaman Lapangan I. Laboratorium ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mahasiswa secara khusus dan dosen pada umumnya sebelum mahasiswa dapat terjum langsung ke sekolah secara langsung.

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Pada BAB V ini akan diuraikan mengenai analisis data dan pembahasan

  mengenai sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam menganalisis ada tidaknya hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi dibuktikan dengan menggunakan ana lisis Rank dari Spearman

A. Deskripsi Data 1) Sikap Mahasiswa terhadap Metode Mengajar Dosen

  Sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen ini diukur dengan menggunakan 10 butir pertanyaan dengan skala jawaban 1 (Sangat Tidak Senang), 2 (Tidak Senang), 3 (Senang), 4 (Sangat Senang), mahasiswa yang memberikan respon sangat senang pada semua pertanyaan/pernyataan berarti memiliki persepsi sangat tinggi (Sangat positif) dan memiliki skor sebesar 10 x 4 = 40. Sebaliknya mahasiswa yang memberikan respon sangat tidak senang terhadap semua pertanyaan/pernyataan berari memiliki skor sebesar 10 x 1 = 10, sedangakan mahasiswa yang memiliki skor sikap antara 11-40 diklasifikasikan dalam empat kelompok, sebagai berikut : Interval : (Skor Tertinggi - Skor Terendah) / Jumlah Kelompok : (40 - 10) / 4 : 30/4 : 7.5 (Sri Mulyono, 1991 : 19)

  Sehingga diperoleh klasifikasi : Interval Klasifikasi 10 – 17.5 Sangat Negatif

  > 17.5 – 25 Negatif > 25 – 32.5 Positif > 32.5 – 40 Sangat Positif

  Hasil pengujian statistik deskripsi mendapatkan rata-rata mahasiswa memiliki sikap mahasiswa terhadap metode mengajar akuntansi sebesar 29.61 dalam klasifikasi di atas termasuk tinggi. Sedangkan dilihat secara perorangan, dari 165 mahasiswa yang menjadi sampel sebanyak 19 atau 11% memiliki sikap dalam klasifikasi rendah, sebanyak 105 atau 64% memiliki sikap dalam klasifikasi tinggi, dan sebanyak 41 atau 25% dalam klasifikasi sangat tinggi, tidak ada dari mereka yang memiliki sikap dalam klasifikasi sangat rendah.

Tabel 5.1 Sebaran klasifikasi

  

Sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen

  Interval Klasifkasi Frekuensi % frekuensi 10 – 17.5 Sangat Negatif > 17.5 – 25 Negatif

  19

  11 > 25 – 32.5 Positif 105

  64 > 32.5 – 40 Sangat Positif

  41

  25 165 100

  70

  60

  50 Negatif

  40 Positif

  30 Sangat ositif

  20

  10 Sikap %

Gambar 5.1 Sebaran Klasifikasi Sikap Mahasiswa Terhadap Metode Mengajar Dosen

2) Lingkungan Belajar Mahasiswa

  Lingkungan belajar mahasiswa, digunakan sepuluh butir pertanyaan dengan sekala jawaban 1 (Sangat Buruk), 2 (Buruk), 3 (Baik) ,4 (Sangat Baik), mahasiswa yang memberikan respon sangat senang pada semua pertanyaan/pernyataan berarti memiliki persepsi sangat tinggi (Sangat positif) dan memiliki skor sebesar 10 x 4 = 40. Sebaliknya mahasiswa yang memberikan respon sangat tidak senang terhadap semua pertanyaan/pernyataan berari memiliki skor sebesar 10 x 1 = 10, sedangakan mahasiswa yang memiliki skor sikap antara 11-40 diklasifikasikan dalam empat kelompok, sebagai berikut : Interval : (Skor Tertinggi - Skor Terendah) / Jumlah Kelompok

  : (40 - 10) / 4 : 30/4 : 7.5 (Sri Mulyono, 1991 : 19) Sehingga diperoleh klasifikasi : Interval Klasifikasi 10 – 17.5 Sangat Negatif

  > 17.5 – 25 Negatif > 25 – 32.5 Positif > 32.5 – 40 Sangat Positif

  Hasil pengujian statistik deskripsi mendapatkan rata-rata lingkungan belajar mahasiswa sebesar 28.28%, dalam klasifikasi di atas termasuk tinggi. Sedangkan dilihat secara perorangan, dari 165 mahasiswa yang menjadi sampel sebanyak 31 atau 19% memiliki sikap dalam klasifikasi rendah, sebanyak 105 atau 63% memiliki sikap dalam klasifikasi tinggi, dan sebanyak 29 atau 18% dalam klasifikasi sangat tinggi, tidak ada dari mereka yang memiliki sikap dalam klasifikasi sangat rendah.

Tabel 5.2 Sebaran klasifikasi

  

Lingkungan Belajar Mahasiswa

  Interval Klasifkasi Frekuensi % frekuensi 10 – 17.5 Sangat Negatif > 17.5 – 25 Negatif

  31

  19 > 25 – 32.5 Positif 105

  63 > 32.5 – 40 Sangat Positif

  29

  18 165 100

  70

  60

  50

  40 Negatif

  30 Positif

  20 Sangat Positif

  10 Lingkungan belajar

Gambar 5.2 Sebaran Klasifikasi Lingkungan Belajar Mahasiswa

3) Motivasi Berprestasi Belajar Akuntansi

  Motivasi berprestasi belajar akuntansi diukur menggunakan 15 butir pertanyaan dengan skala jawaban 1 (Tidak Pernah), 2 (Terkadang), 3 (Sering), dan 4 (Selalu). Mahasiswa yang memberikan respon selalu pada semua pertanyaan berarti memiliki motivasi berprestasi belajar akuntansi sangat tinggi dan mamiliki skor sebesar 15 x 4 = 60, sebaliknya mahasiswa yang merespon tidak pernah terhadap semua pertanyaan yang diajukan berarti memiliki motivasi berprestasi belajar akuntansi sangat rendah dan memiliki skor sebesar 15 x 1 = 15. Sedangkan mahasiswa yang memiliki skor motivasi diantara keduanya diklasifikasikan dalam empat kelompok sebagai berikut Interval : (Skor Tertinggi - Skor Terendah) / Jumlah Kelompok

  : (60 - 15) / 4 : 45/4 : 11.25 (Sri Mulyono, 1991 : 19) Sehingga diperoleh klasifikasi : Interval Klasifikasi 15 – 26.25 Sangat Rendah

  > 26.25 – 37.50 Rendah > 37.50 – 48.75 Tinggi > 48.75 – 60 Sangat tinggi

  Hasil pengujian statistik deskripsi mendapatkan rata-rata mahasiswa memiliki motivasi berprestasi belajar akuntansi sebesar 36.39%, dalam klasifikasi di atas termasuk tinggi. Sedangkan dilihat secara perorangan, dari 165 mahasiswa yang menjadi sampel sebanyak 2 atau 1.22% memiliki sikap dalam klasifikasi sangat rendah, sebanyak 119 atau 72.12% memiliki sikap dalam klasifikasi rendah, sebanyak 40 atau 24.24% memiliki sikap dalam klasifikasi tinggi, dan sebanyak 4 atau 2.42% dalam klasifikasi sangat tinggi.

Tabel 5.3 Sebaran klasifikasi Motivasi Berprestasi Belajar Akuntansi

  Interval Klasifkasi Frekuensi % frekuensi 10 – 17.5 Sangat Rendah

  2

  1.22 > 17.5 – 25 Rendah 119 72,12

  > 25 – 32.5 Tinggi

  40

  24.24 > 32.5 - 40 Sangat Tinggi

  4

  2.42 165 100

  80

  70

  60

  50 Sangat rendah

  40 Rendah

  30 Tinggi

  20 Sangat tinggi

  10 Motivasi berprestasi

Gambar 5.2 Sebaran Klasifikasi Motivasi Berprestasi Belajar Akuntansi B.

   Analisis Data

1. Pengujian Normalitas

  Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui kondisi masing- masing variabel, apakah berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas ini digunakan Kolmogorov Smirnov , hasil pengujian mendapatkan koefisien

  Kolmogorov Smirnov untuk variabel sikap mahasiswa terhadap metode

  mengajar dosen sebesar 0.836 dengan probabilitas 0.487, untuk variabel lingkungan belajar mahasiswa sebesar 1.320 dengan probabilitas 0.061 dan untuk variabel motivasi berprestasi belajar akuntansi sebesar 2.039 dengan probabilitas 0.000. Dari ketiganya yang memiliki probabilitas lebih dari 0.05 ada dua variabel, yaitu variabel sikap mahasiswa dan lingkungan belajar mahasiswa, maka variabel tersebut berdistribusi normal.

  Sedangkan untuk variabel motivasi berprestasi belajar akuntansi memiliki probabilitas yang kurang dari 0.05, maka berdistribusi tidak normal. dengan Rank Spearman. Analisis dengan uji Kolmogorov Smirnov dilakukan dengan komputasi melalui program SPSS versi 11.5.

Tabel 5.4 Hasil Pengujian Normalitas

  Variabel Koefisien Probabilitas Kesimpulan Kolmogorov

  Sikap Mahasiswa terhadap 0.836 0.487 Normal Metode Mengajar Dosen Lingkungan Belajar Mahasiswa 1.320 0.061 Normal Motivasi Berprestasi Belajar 2.039 0.000 Tidak Akuntansi

  Normal

2. Pengujian Hipotesis

  Analisis korelasi rank dari Spearman atau korelasi tata jenjeng, digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan sekaligus terkait dengan hipotesisi pertama dan kedua.

Tabel 5.5 Hasil Pengujian Rank Spearman

  sikap ling motivasi Spearman's rho sikap Correlation Coefficient 1.000 .103 -.134

  Sig. (2-tailed) . .190 .086 N 165 165 165 ling Correlation Coefficient .103 1.000 -.140 Sig. (2-tailed) .190 . .072 N 165 165 165 motivasi Correlation Coefficient -.134 -.140 1.000 Sig. (2-tailed) .086 .072 . N 165 165 165 Dengan anggapan bahwa koefisien korelasi rank sebenarnya s (= Rho s), akan sebesar nol dengan tingkat signifikansi 5%, dapat diuji dengan membandingkan angka probabilitas yang didapat dari hasil komputasi dengan taraf signifikansi. Apabila angka probabilitas signifikan dibawah 0.05, maka Ho ditolak atau sebenarnya ada hubungan antara variabel X dan Y, demikian sebaliknya. Uji korelasi tata jenjang ini menggunakan

  SPSS 11.5.

a. Hipotesis pertama

  Pengujian hipotesis yang pertama mengatakan bahwa ”terdapat hubungan positif signifikan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi” digunakan korelasi rank dari Spearman.

  Berdasarkan hasil pengujian hipotesisi dengan korelasi rank dari

  Spearman

  , didapat nilai r hitung menghasilkan angka -0.134 antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi. Angka tersebut menunjukan nilai negatif atau lemah korelasi antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi pada taraf signifikansi 5%.

  Untuk membuktikan penolakan hipotesisi, selanjutnya dilakukan pengujian terhadap koefisien korelasi untuk menguji apakah nilai r signifikan atau tidak, yaitu dengan membandingkan angka probabilitas dengan taraf signifikansi 5%.

  Berdasarkan hasil perhitungannya, diperoleh angka probabilitas sebesar 0.086 yang lebih besar 0.05 atau signifikan value > 5%, maka Ho gagal ditolak yang artinya tidak ada hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi adalah positif. Jadi pernyataan yang menyatakan semakin positifnya sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen, maka semakin tinggi motivasi berprestasi belajar akuntansi, ditolak.

b. Hipotesis kedua

  Pengujian hipotesis yang pertama mengatakan bahwa ”terdapat hubungan positif signifikan antara lingkungan belajar mahsiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi” digunakan korelasi rank dari Spearman.

  Berdasarkan hasil penguj ian hipotesisi dengan korelasi rank dari , didapat nilai r hitung menghasilkan angka -0.140 antara

  Spearman

  lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi. Angka tersebut menunjukan nilai negatif atau lemah korelasi antara lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi pada taraf signifikansi 5%.

  Untuk membuktikan penolakan hipotesisi, selanjutnya dilakukan pengujian terhadap koefisien korelasi untuk menguji apakah nilai r signifikan atau tidak, yaitu dengan membandingkan angka probabilitas dengan taraf signifikansi 5%.

  Berdasarkan hasil perhitungannya, diperoleh angka probabilitas sebesar 0.072 yang lebih besar 0.05 atau signifikan value > 5%, maka Ho gagal ditolak yang artinya tidak ada hubungan antara lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi adalah positif. Jadi pernyataan yang menyatakan semakin positifnya lingkungan belajar mahasiswa, maka semakin tinggi motivasi berprestasi belajar akuntansi, ditolak.

C. Pembahasan 1. Hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi

  Dari hasil analisis, diketahui bahwa hipotesis pertama menyatakan hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi berhasil gagal ditolak, artinya tidak ada hubungan positif signifikan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi. Pernyataan ini berdasarkan analisis koefisien korelasi hit ung yang menunjukan r korelasi sebesar -0.134 atau angka probabilitas sebesar 0.086 dengan taraf signifikansi 5% yaitu signifikan value > dari 0.05.

  Sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen tidak menyebabkan motivasi belajar mahasiswa tinggi begitu sebaliknya Dari hasil penelitian ini makin positif sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen, makin rendah nilai motivasi berprestasi belajar akuntansi atau sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen baik diikuti penurunan nilai motivasi berprestasi belajar akuntansi. Hal ini menunjukan bahwa faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi belajar akuntansi mahasiswa, misalnya lingkungan kampus tidak mendukung mereka dalam belajar. Baik dilingkungan kampus maupun lingkungan disekitar mahasiswa dapat membuat motivasi belajar menurun. Selain itu lingkungan pergaulan di dalam kelas yang tidak mendukung mereka dalam belajar, dapat membuat motivasi belajar mereka berubah. Misalnya, teman sebangku yang selalu mengajak ngobrol dapat membuat perhatian terhadap materi perkuliahan berkurang. Keadaan kelas yang ramai, karena mahasiswa yang berbicara dengan teman yang lain juga dapat membuat konsentrasi mahasiswa terpecah.

  Hasil penelitian mengatakan bahwa sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen menurunkan motivasi belajar akuntansi., untuk itulah kesadaran dari dalam diri mahasiswa untuk belajar haruslah ditingkatkan. Jadi dapat disimpulkan bahwa sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen mempunyai hubungan yang negatif dengan motivasi berprestasi belajar akuntansinya.

2. Hubungan antara lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi

  Dari hasil analisis, diketahui bahwa hipotesis pertama menyatakan hubungan antara lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi berhasil gagal ditolak, artinya tidak ada hubungan positif signifikan antara lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi. Dari hasil analisis, didapat hasil yang negatif signifikan antara lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntasi. Pernyataan ini berdasarkan analisis koefisien korelasi hitung yang menunjukan r korelasi sebesar -0.140 atau angka probabilitas sebesar 0.072 dengan taraf signifikansi 5% yaitu signifikan value > dari 0.05. Lingkungan belajar yang baik tidak menyebabkan motivasi belajar mahasiswa tinggi begitu sebaliknya.

  Dilihat dari hasilnya, makin positif/baik lingkungan belajar mahasiswa, makin rendah nilai motivasi berprestasi belajar akuntansi atau lingkungan belajar mahasiswa baik diikuti penurunan nilai motivasi berprestasi belajar akuntansi. Hal ini menunjukan bahwa faktor internal yang mempengaruhi mahasiswa dalam belajar akuntansi. Misalnya keterpaksaan, keadaan fisik, minat, kecerdasan dan sebagainya dapat membuat motivasi mereka menurun. Untuk meningkatkan motivasi belajar, seorang mahasiswa harus mempunyai kemauan serta dukungan orang terdekat seperti orang tua. Dengan kemauan yang kuat dari dalam diri sendiri dan dukungan orang terdekat, maka motivasi untuk belajar akan tumbuh dengan sendirinya. Jadi dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar mahasiswa mempunyai hubungan yang negatif dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi.

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN A. Kesimpulan Penelitian ini berhasil mendeskripsikan hubungan antara sikap mahasiswa

  terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma. Berdasarkan temuan tersebut dapat diambil kesimpulan yaitu sebagai berikut :

  1. Tidak ada hubungan yang positif signifikan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dengan motivasi berprestasi belajar akuntansinya. Hal ini dapat dilihat dari koefisien korelasi hitung yang menunjukan r korelasi sebesar -0.134 atau angka probabilitas sebesar 0.086 dengan taraf signifikansi 5% yaitu signifikan value > dari 0.05.

  2. Tidak ada hubungan yang positif signifikan antara lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi. Hal ini dapat dilihat dari koefisien korelasi hitung yang menunjukan r korelasi sebesar - 0.140 atau angka probabilitas sebesar 0.072 dengan taraf signifikansi 5% yaitu signifikan value > dari 0.05.

B. Keterbatasan Penelitian

  Penulis menyadari bahwa dalam melakukan penelitian dan penyajian hasil penelitian memiliki keterbatasan dan kelemahan.

  Beberapa keterbatasan dan kelemahan penulis sebagai berikut : 1. Keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penulis yang masih kurang.

  2. Fasilitas yang tidak memadai.

  3. Penulis tidak dapat melacak kebenaran dan kejujuran responden dalam menjawab kuesioner, namun penulis tetap menggunakan data dari responden.

C. Saran

  1. Bagi Mahasiswa Bagi mahasiswa sebaiknya meningkatkan motivasi untuk belajar di dalam kelas maup un di luar kelas. Karena hasil penelitian menyebutkan bahwa sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dan lingkungan yang positif menurunkan motivasi belajar, maka sebaiknya mahasiswa menumbuhkan motivasi dari dalam diri mahasiswa sendiri.

  2. Bagi Universitas Dari hasil penelitian hubungan sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi, peneliti mengharapkan peningkatan yang lebih baik lagi bagi universitas terutama mengenai metode- metode yang bervariasi dalam proses belajar mengajar di kelas. Selain itu dosen jangan terpengaruh dengan lingkungan yang tidak kondusif.

  

DAFTAR PUSTAKA

A, Imron. 1996. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.

  Brevi, A. 2009. Hubungan antara Persepsi Mahasiswa terhadap Penggunaan

  Media Pembelajaran dan Gaya Mengajar Dosen dengan Motivasi Berprestasi Belajar Akuntansi . Yogyakarta.

  Djajadisastro, Jusup. 1982. Metode-metode Mengajar. Bandung: Angkasa. _______________. 1982. Metode-metode Mengajar. Bandung: Angkasa. Effendi, Masri Singarimbun dan Sofian. 1989. Metode Penelitian Survai. Jakarta: Pustaka LP3ES.

  Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Husein, Umar. 2001. Metode Penelitian untuk Skripsi dan tesis Bisnis. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

  Mulyono, Sri. 1991. Statistik untuk Ekonomi. Jakarta: Lembang Penerbit Fakultas Ekonomi UI.

  Poermodarminto, W. J. S. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

  Prasetyo, Ahmad dan Joko Tri. 1997. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

  Priyatno, Dwi. 2008. Mandiri Belajar SPSS. Jakarta: Buku Kita. Purnomo,dkk. 1996. Teknik Menulis Kaya Ilmiah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

  Purwanto, Ngalim. 1991. Psikologi Pendidikan. Bandung: CV Remajda Karya. Seviila, Consuelo G, 1982. Pengantar Metodologi Penelitian. Jakarta: UI Pres. Sugiyono. 2000. Statistika untuk Penelitian. Jakarta: CV Alvabeta. ________. 2002. Statistika Non Parametrik untuk Penelitian. Jakarta: CV

  Alvabeta Suharsimi, Arikunto. 1993. Manajemen Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

  ________________. 2006. Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

  Surakhman, Winarno. 1980. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars. Suryabrata, Sumardi. 1984. Pengantar Ilmiah Dasar Metode-metode dan Teknik.

  Bandung: Penerbit Tarsito. Syah, M. 1995. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Walgito, Bimo. 1987. Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi.

  Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM. Winkel, WS, 1987. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: PT Gramedia.

  69 Hal : Pengisian Kuesioner Kepada Yth Mahaiswa Program Studi Akuntansi Angkatan tahun 2004 dan tahun 2005 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Dengan hormat,

  Saya adalah Yohana Dwi Ningrum, mahasiswa Program Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, FKIP, Universitas Sanata Dharma. Saya bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul “HUBUNGAN SIKAP MAHASISWA TERHADAP METODE MENGAJAR

  

DOSEN DAN LINGKUNGAN BELAJAR MAHASISWA DENGAN

MOTIVASI BERPRESTASI BELAJAR AKUNTASI”. Bagi saya, penelitian

  ini merupakan kegiatan ilmiah wajib bagi mahasiswa dalam rangka penyusunan skripsi.

  Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan Anda menjadi responden penelitian ini. Saya berharap Anda berkenan untuk menjawab keseluruhan pertanyaan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Sejalan dengan etika penelitian, saya akan menjamin kerahasiaan jawaban Anda dan memastikan bahwa jawaban Anda hanyalah semata- mata untuk mencapai tujuan penelitian ilmiah ini.

  Saya menyadari bahwa pengisian kuesioner ini sedikit banyak mengganggu aktivitas Anda. Oleh sebab itu, saya mohon maaf sebelumnya. Demikian permoho nan saya, atas perhatian dan kerjasamanya, saya mengucapkan banyak terima kasih.

  Yogyakarta, Oktober 2006 Mengetahui, Dosen Pembimbing, Hormat saya,

  

PETUNJUK PENGERJAAN KUESIONER

Kuesioner ini terdiri dari 4 bagian :

  Bagian I : Identitas Responden Bagian II : Sikap Mahasiswa terhadap Metode Mengajar Dosen Bagian III : Lingkungan Belajar Mahasiswa Bagian IV : Motivasi Berprestasi Belajar Akuntansi BAGIAN I : Identitas Responden BAGIAN II : Sikap Mahasiswa terhadap Metode Mengajar Dosen Petunjuk pengerjaan ! Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan keadaan saudara yang

  sebenarnya, dengan memberi tanda (X) pada bagian jawaban yang telah tersedia di samping pernyataan denga n alternatif jawaban : SS : Sangat Senang TS : Tidak Senang S : Senang STS : Sangat Tidak Senang

  BAGIAN III : Lingkungan Belajar Mahasiswa Petunjuk pengerjaan ! Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawahnya dengan keadaan saudara yang

  sebenarnya, dengan memberi tanda (X) pada bagian jawaban yang sudah tersedia di bawahnya.

  BAGIAN IV : Motivasi Breprestasi Belajar Akuntansi Petunjuk pengerjaan ! Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan keadaan saudara yang

  sebenarnya, dengan memberi tanda (X) pada bagian jawaban yang telah tersedia di samping pernyataan dengan alternatif jawaban : a. Selalu

  c. Kadang-kadang

  

BAGIAN I

IDENTITAS RESPONDEN Nama : ........................................................... NIM : ...........................................................

BAGIAN II

SIKAP MAHASISWA TERHADAP METODE MENGAJAR DOSEN NO PERNYATAAN ALTERNATIF

  1 Dosen setiap menjelaskan materi SS S TS STS perkuliahan dengan ceramah di depan kelas, apa yang anda rasakan jika hal itu terjadi di kelas anda?

  2 Apa yang anda rasakan jika dosen anda SS S TS STS memberikan tanya jawab sebelum dan sesudah perkuliahan?

  3 Dosen anda mengajak mahasiswa untuk SS S TS STS berdiskusi setiap ada masalah yang perlu didiskusikan dalam perkuliahan di kelas, apa yang anda rasakan jika hal itu terjadi di kelas anda?

  4 Apa yang anda rasakan jika dosen anda SS S TS STS mengajak mahasiswanya untuk bermain peran dalam proses belajar mengajar di kelas?

  5 Dosen memberikan tugas kepada anda SS S TS STS setelah materi perkulihan selesai, apa yang anda rasakan?

  6 Dosen tidak bisa masuk kelas dikarenakan SS S TS STS ada kepentingan yang memang tidak dapat ditinggalkan dan kelas anda mendapat tugas untuk segera dikumpulkan jam itu juga,maka apa yang anda rasakan jika hal itu terjadi?

  7 Dosen selalu menggunakan metode SS S TS STS mengajar yang membuat anda bosan di kelas, apa yang anda rasakan saat itu?

  8 Dosen anda menggunakan metode SS S TS STS mengajar yang membuat anad bersemangat dalam belajar di kelas, apa yang anda rasakan?

  9 Dosen tidak menyuruh anda untuk belajar SS S TS STS sendiri jika diberi tugas untuk mengajar di kelas, apa yang anda rasakan?

  10 Dosen tidak menyuruh anda untuk SS S TS STS menanyakan materi yang belum anda pahami, apa yang anda rasakan?

BAGIAN III LINGKUNGAN BELAJAR MAHASISWA

  1. Apakah di rumah atau kost anda sudah ada tempat khusus untuk belajar, di mana? a. Ruangan khusus untuk belajar

  b. Ruang tamu

  c. Kamar tidur

  d. Tidak ada tempat untuk belajar

  2. Bagaimana keyamanan tempat belajar di rumah atau kost anda?

  a. Sangat nyaman karena ditambah fasilitas yang mendukung saya dalam belajar b. Biasa-biasa saja walupun fasilitas tidak begitu lengkap

  c. Tidak nyaman karena tempat saya belajar berantakan d. Sangat tidak nyaman karena tempatnya dekat dengan jalan raya sehingga sangat bising

  3. Bagaimana hubungan anda dengan anggota keluarga anda?

  a. Sangat terjalin baik sehingga membuat saya merasa mempunyai semangat belajar jika di rumah b. Terjalin baik walaupun kadang-kadang terjadi perselisihan antara anggota keluarga, tetapi tidak mengganggu saya dalam belajar c. Orang tua tidak memperhatikan saya, sehingga membuat saya tidak nyaman belajar di rumah d. Sangat membosankan, karena saya berada dikeluarga yang broken home

  4. Bagaimana dengan adanya jam belajar yang dibuat oleh orang tua anda?

  a. Sangat membantu dalam belajar

  b. Saya bisa mengatur waktu belajar saya dengan waktu bermain saya

  c. Membuat saya bosan karena tidak bisa melihat acara TV kesukaan saya

  d. Sangat membosankan karena waktu jalan-jala n saya menjadi berkurang

  5. Di mana anda belajar saat berada di kampus?

  a. Di perpustakaan

  b. Di taman kampus

  c. Di kelas

  d. Tidak pernah belajar di kampus

  6. Menurut anda, bagaimana lingkungan kampua anda saat ini?

  a. Lingkungan kampus bersih, karena tiap saat ada petugas ya ng membersihkan b. Lingkungan kampus biasa-biasa saja, namun sekilas mata memandang sangat nyaman untuk dilihat c. Lingkungan kampus banyak sekali sampah, tetapi hanya tempat-tempat tertentu saja d. Lingkungan kampus tidak pernah dibersihkan, sehingga banyak sampah menumpuk di mana- mana

  7. Bagaimana pergaulan anda dengan teman kampusmu? b. Wajar-wajar saja, kami saling membantu dalam belajar

  c. Saya merasa tidak nyaman berteman dengan anak-anak kampus, mereka tidak bisa diajak kerjasama d. Saya merasa minder dengan teman-teman kampus, dan saya hampir tidak punya teman

  8. Bagaimana menurut anda dengan adanya jam belajar masyarakat di lingkunganmu? a. Sangat membantu saya dalam belajar

  b. Saya merasa biasa-biasa saja dengan jam belajar masyarakat

  c. Saya tidak suka dengan adanya jam belajar masyarakat, karena waktu untuk bermain saya menjadi berkurang d. Dengan adanya jam belajar masyarakat saya tetap saja malas belajar

  9. Pertanyaan bagi anda yang bertempat tinggal di perkampungan :

  a. Bagaimana dengan anda bertempat tinggal terkait dengan kenyamanan belajar di rumah? a) Saya merasa nyaman-nyaman saja belajar di rumah

  b) Saya merasa biasa-biasa saja belajar di rumah

  c) Saya merasa terganggu dengan keadaan tempat tinggal saya yang ada di perkamp ungan d) Saya merasa tidak betah jika harus belajar di rumah Pertanyaan bagi anda yang bertempat tinggal di perkotaan :

  b. Bagaimana dengan anda bertempat tinggal terkait dengan kenyamanan belajar di rumah? a) Saya merasa nyaman-nyaman saja belajar di rumah

  b) Saya merasa biasa-biasa saja belajar di rumah

  c) Saya merasa terganggu dengan keadaan tempat tinggal saya yang ada di perkampungan d) Saya merasa tidak betah jika harus belajar di rumah

  10. Bagaimana lingkungan pergaulan di kampung anda?

  a. Teman-teman pergaulan mendukung saya dalam belajar

  b. Walaupun banyak teman yang tidak kuliah mereka tidak mengganggu saya jika saya belajar c. Teman-teman saya selalu mengajak teman saya bermain tanpa mengenal waktu d. Teman-teman pergaulan saya adalah orang-orang pengangguran sehingga saya terjerumus dalam pergaulan bebas

BAGIAN IV MOTIVASI BERPRESTASI

  1. Anda merasa kurang percaya diri jika harus bersaing dengan orang lain dalam berprestasi belajar akuntansi ? a. Selalu

  b. Sering

  c. Terkadang

  d. Tidak pernah

  2. Anda berusaha mengumpulkan tugas-tugas akuntansi yang diberikan dosen sesuai dengan jam yang telah ditentukan sebelumnya.

  a. Selalu

  b. Sering

  c. Terkadang

  d. Tidak pernah

  3. Dalam berdiskusi anda memilih teman yang cerdas dan mampu berfikir logis dari pada sekedar pintar bicara.

  a. Selalu

  b. Sering

  c. Terkadang

  d. Tidak pernah

  4. Anda merasa senang apabila dihadapkan dalam suatu persaingan yang sehat dengan teman-teman anda.

  a. Selalu

  b. Sering

  c. Terkadang

  d. Tidak pernah

  5. Anda mempunyai semangat belajar akuntansi pada saat di perpustakaan

  a. Selalu

  b. Sering

  c. Terkadang

  d. Tidak pernah

  6. Anda tidak bersemangat belajar akuntansi jika suasana kamar belajar tidak mendukung dalam proses belajar a. Selalu

  b. Sering

  c. Terkadang

  d. Tidak pernah

  7. Anda menggunakan waktu belajar yang sudah ditentukan oleh masyarakat yaitu jam belajr masyarakat antara jam 19.00-21.00

  8. Anda merasa bersemangat belajar akuntansi di kelas apabila dosen berceramah di depan dari pada mencatat a. Selalu

  b. Sering

  c. Terkadang

  d. Tidak pernah

  9. Kegiatan yang anda lakukan hari ini akan menjadikan semangat untuk masa depan kelak a. Selalu

  b. Sering

  c. Terkadang

  d. Tidak pernah

  10. Rasa kecewa akan membayanggi anda, apabila anda tidak berhasil dalam belajar a. Selalu

  b. Sering

  c. Terkadang

  d. Tidak pernah

  11. Apabila di kelas anda ada beberapa teman mendapat nilai tinggi, anda akan terdorong untuk terus maju meskipun anda tidak mampu a. Selalu

  b. Sering

  c. Terkadang

  d. Tidak pernah

  12. Dosen memberikan pertanyaan gilitan kepada mahasiswa, anda akan selalu siap mendapatkan pertanyaan giliran tersebut karena anda selalu belajar setiap akan kuliah

  a. Selalu

  b. Sering

  c. Terkadang

  d. Tidak pernah

  13. Bila ada ketinggalan suatu materi maka anda tidak akan berusaha mengejar ketinggalan tersebut a. Selalu

  b. Sering

  c. Terkadang

  d. Tidak pernah

  14. Anda merasa tidak bersemangat belajar akuntansi apabila anda mendapat tugas untuk mengajar di kelas a. Selalu

  b. Sering

  c. Terkadang

  d. Tidak pernah

  15. Anda mempunyai keluarga ang mendukung keberhasilan hidup anda kelak

  a. Selalu

  b. Sering

  c. Terkadang

  d. Tidak pernah

  

DATA MENTAH:

Motivasi berprestasi belajar akuntansi

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  21

  22

  33

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  47

  4

  4

  4

  2

  1

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  23

  1

  51

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  2

  20

  24

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  17

  18

  37

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  4

  2

  4

  3

  2

  1

  2

  50

  3

  58

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  19

  2

  50

  4

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  45

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  29

  30

  48

  4

  2

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  43

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  2

  31

  3

  50

  4

  1

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  1

  28

  2

  4

  2

  1

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  25

  26

  46

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  47

  4

  32

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  4

  4

  1

  3

  3

  2

  2

  1

  27

  2

  50

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  1

  4

  2

  16

  1

  2

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  1

  2

  5

  6

  43

  2

  1

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  41

  4

  3

  4

  3

  1

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  7

  3

  45

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  8

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  1

  2

  15

  14

  13

  12

  11

  10

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  54

  4

  41

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  55

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  46

  4

  42

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  13

  14

  31

  2

  1

  3

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  4

  3

  1

  3

  58

  4

  3

  3

  1

  2

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  15

  4

  58

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  12

  3

  4

  3

  1

  3

  2

  2

  1

  4

  2

  3

  1

  4

  4

  2

  2

  9

  10

  42

  3

  2

  3

  3

  3

  1

  4

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  38

  4

  39

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  11

  2

  43

  2

  1

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  47 1410

  Sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  21

  22

  37

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  33

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  23

  4

  37

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  20

  24

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  17

  18

  27

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  27

  4

  37

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  19

  4

  37

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  25

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  4

  4

  2

  3

  4

  29

  30

  27

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  30

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  2

  2

  2

  31

  4

  32

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  28

  4

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  25

  26

  35

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  25

  4

  24

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  27

  3

  32

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  16

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  5

  6

  29

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  2

  2

  24

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  7

  3

  30

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  8

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  10

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  24

  2

  26

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  20

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  33

  3

  28

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  13

  14

  21

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  34

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  15

  4

  28

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  12

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  9

  10

  28

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  24

  3

  37

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  11

  2

  25

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  28 904

  Lingkungan belajar mahasiswa

  2

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  21

  22

  33

  3

  4

  4

  2

  4

  3

  4

  4

  28

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  23

  2

  27

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  2

  20

  24

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  17

  18

  28

  2

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  2

  27

  4

  22

  2

  2

  2

  1

  2

  4

  2

  3

  3

  1

  19

  4

  38

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  34

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  1

  29

  30

  23

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  1

  32

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  31

  4

  35

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  1

  28

  4

  4

  3

  3

  4

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  25

  26

  38

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  25

  4

  22

  2

  1

  3

  2

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  27

  2

  25

  3

  3

  4

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  16

  1

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  5

  6

  32

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  32

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  7

  3

  27

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  8

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  1

  2

  10

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  38

  2

  29

  4

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  20

  2

  3

  1

  2

  2

  1

  1

  4

  30

  3

  28

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  13

  14

  26

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  34

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  15

  3

  31

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  12

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  9

  10

  33

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  30

  2

  36

  4

  4

  3

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  11

  2

  27

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  20 910

  Reliability

  Method 2 (covariance matrix) will be used for this analysis Sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E(A L P H A)

  Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Squared Alpha if Item if Item Total Multipleif Item Deleted Deleted Correlation Correlation Deleted

  VAR00001 26.1935 20.6946 .5475 .4997 .8393

  VAR00002 26.3226 20.2925 .4830 .5344 .8470

  VAR00003 26.4839 20.6581 .6045 .5796 .8348

  VAR00004 26.1613 20.2731 .5531 .5902 .8389

  VAR00005 26.0323 19.8323 .7280 .6797 .8240

  VAR00006 26.3226 18.9591 .6702 .6088 .8274

  VAR00007 26.3871 20.1118 .5191 .6156 .8430

  VAR00008 26.2258 21.3140 .5145 .5269 .8421

  VAR00009 26.0968 22.5570 .3892 .4537 .8511

  VAR00010 26.2258 21.1806 .5924 .5238 .8368 N of Cases = 31.0 Reliability Coefficients 10 items Alpha = .8524 Standardized item alpha = .8551

  Reliability

  Method 2 (covariance matrix) will be used for this analysis Lingkungan belajar mahasiswa R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E(A L P H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Squared Alpha if Item if Item Total Multiple if Item Deleted Deleted Correlation Correlation Deleted NO1 26.2581 22.9312 .3898 .5550 .8089 NO2 26.8065 20.1613 .6283 .5635 .7822 NO3 26.3226 21.7591 .5186 .4404 .7958 NO4 26.2903 21.6796 .5150 .6176 .7961 NO5 26.6129 20.6452 .5910 .4711 .7870 NO6 26.2258 22.1806 .5201 .6309 .7961 NO7 26.7419 22.1978 .3994 .3329 .8097 NO8 26.2903 22.4129 .3901 .4171 .8102 NO9 25.9677 23.4989 .4402 .3773 .8048 NO10 26.6774 21.6258 .5779 .5358 .7899 N of Cases = 31.0 Reliability Coefficients 10 items Alpha = .8149 Standardized item alpha = .8157

  Reliability

  Method 2 (covariance matrix) will be used for this analysis Motivasi berprestasi belajar akuntansi R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E(A L P H A)

  Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Squared Alpha if Item if Item Total Multiple if Item Deleted Deleted Correlation Correlation Deleted NO1 41.9355 45.1957 .4172 .6557 .8241 NO2 43.0323 44.2989 .3811 .5204 .8255 NO3 42.4194 44.3183 .4367 .7276 .8242 NO4 42.8387 43.7398 .4079 .5688 .8284 NO5 42.2258 44.8473 .3987 .6169 .8288 NO6 42.1290 44.2495 .4049 .6369 .8264 NO7 42.2258 42.6473 .4985 .5179 .8210 NO8 42.4839 43.6581 .3882 .6852 .8254 NO9 41.7419 46.1978 .4671 .4636 .8283 NO10 42.3226 41.3591 .4642 .6798 .8254 NO11 42.2903 41.9462 .5986 .6741 .8141 NO12 42.8387 43.2065 .5330 .5965 .8203 NO13 42.4194 43.1183 .5098 .6933 .8188 NO14 43.3871 41.2452 .5749 .6705 .8130 NO15 42.4839 42.1914 .5955 .6573 .8149 N of Cases = 31.0 Reliability Coefficients 15 items Alpha = .8428 Standardized item alpha = .8352

   Case Summaries

  27

  93

  25

  25

  22

  34

  81

  26

  25

  33

  25

  85

  27

  24

  25 55 104

  28

  23

  30 50 103

  29

  30

  38

  32

  28

  25

  36

  83

  20

  33

  26 53 112

  21

  28

  31

  24

  87

  22

  27

  30

  34

  91

  23

  34

  36 35 105

  32

  32

  19

  29

  31

  80

  35

  25

  29

  44

  98

  36

  24

  23

  30

  83

  37

  31

  30 43 104

  38

  24

  33

  39

  26

  34

  96

  31

  30

  35

  26

  34

  95

  31

  20

  28

  79

  87

  32

  32

  24

  33

  89

  33

  30

  20

  37

  22

  93

  X1 Sikap Mahasiswa thd Metode Belajar

  87

  32

  30

  28

  90

  6

  27

  28

  32

  7

  95

  30

  27

  34

  91

  8

  33

  25

  31

  89

  5

  32

  30

  97

  Dosen

  X2 Lingkungan belajar Mahasiswa

  Y Motivasi Berprestasi

  Belajar Akuntansi

  1

  38

  22

  37

  2

  31

  20

  27

  36

  83

  3

  29

  28 55 112

  4

  32

  9

  27

  30

  23

  99

  15

  28

  22

  41

  91

  16

  28

  40

  33

  91

  17

  27

  31

  37

  95

  18

  38

  25

  35

  31

  33

  28

  90

  10

  27

  28

  34

  89

  11

  36

  35

  14

  99

  12

  27

  30

  37

  94

  13

  34

  31 39 104

  96

  40

  30

  30

  30

  89

  65

  32

  31 37 100

  66

  31

  64

  30

  91

  67

  37

  33 32 102

  68

  28

  26

  29

  36 32 102

  84

  29

  30

  27

  35

  92

  60

  31

  30 53 114

  61

  32

  34

  31

  92

  62

  28

  28

  34

  90

  63

  30

  69

  86

  93

  24

  26

  47

  97

  75

  27

  28

  38

  76

  85

  29

  28

  35

  92

  77

  28

  28

  37

  74

  31

  36

  26

  33 32 101

  70

  33

  31

  30

  94

  71

  22

  34

  28

  82

  72

  22

  23

  46

  91

  73

  26

  59

  32

  27

  26

  39

  28 39 106

  46

  26

  28

  45

  99

  47

  27

  98

  35

  88

  48

  30

  27

  38

  95

  49

  45

  39

  21

  42

  24

  42

  93

  41

  28

  25

  41

  94

  27

  21

  37 36 100

  43

  33

  21

  37

  91

  44

  38

  36

  35

  24

  25

  84

  55

  25

  23

  34

  82

  56

  19

  45

  25

  89

  57

  27

  32

  30

  89

  58

  30

  33

  26

  92

  47

  50

  37

  22

  39

  98

  51

  31

  20

  98

  54

  52

  32

  33

  31

  96

  53

  37

  37 36 110

  93

  79

  29

  93 102

  32

  26

  32

  90 103

  32

  38

  20

  99 104

  27

  24

  32

  83 105

  30

  30

  44

  29

  94 106

  28

  97

  32

  30

  34

  96

  98

  33

  34

  80 101

  95

  99

  38

  28 37 103 100

  20

  24

  36

  34

  33

  34

  28

  31

  34 35 100 113

  28

  28

  41

  97 114

  28

  39

  40

  96 115

  27

  36 37 100 116

  38

  27

  30

  94 112

  21

  33

  24

  31

  97 107

  30

  28

  33

  91 108

  27

  34

  34

  85 109

  36

  25

  35

  96 110

  27

  37 37 101 111

  35 31 100

  96

  37

  92

  38

  97

  85

  29

  31

  32

  86

  28

  32

  33 36 101

  87

  28

  29

  32

  89

  31

  84

  29

  31

  34 33 104

  80

  29

  29

  32

  90

  81

  21

  31 38 102

  31

  83

  82

  32

  37 44 113

  83

  33

  88

  34

  80

  94

  84

  93

  33

  25

  38

  96

  33

  25

  26

  33

  92

  95

  26

  28

  26

  32

  27

  31

  28

  94

  89

  32

  24

  30

  86

  90

  28

  92

  31

  87

  91

  33

  29

  32

  94

  95

  118

  37

  35

  28

  26

  99 145

  45

  28

  26

  28 39 106 144

  39

  26 39 103 143

  38

  98 142

  28

  30

  33

  86 141

  36

  23

  27

  95 140

  41

  26

  28

  31 42 100 139

  27

  33 55 117 138

  29

  89 146

  23

  39

  31

  30

  29

  27

  97 155

  45

  33

  19

  90 154

  34

  31

  25

  90 153

  33

  26

  38

  31 36 104 152

  37

  37 31 100 151

  32

  99 150

  47

  21

  31

  29 39 105 149

  37

  34 35 105 148

  36

  91 147

  89 137

  26

  33

  93 123

  24

  23

  32 55 111 126

  24

  83 125

  33

  25

  25

  94 124

  34

  35

  25

  30

  97 127

  25

  38

  37 35 106 122

  34

  94 121

  34

  33

  27

  81 120

  31

  22

  28

  37 30 100 119

  50

  32

  24

  30

  33 43 107 136

  31

  90 135

  30

  31

  29

  31 44 100 134

  25

  84 133

  31

  30

  23

  36 37 103 132

  93 131

  27

  33

  28

  32

  83 130

  31

  32

  20

  99 129

  34

  30

  35

  91 128

  32

  86

  157

  93 164

  26

  32

  88 163

  30

  28

  35

  31

  82 162

  35

  30

  96 165

  29

  30

  31

  30

  30

  30

  29

  24

  35

  89 158

  31

  28 55 114 159

  29

  31

  25

  89 160

  28

  25

  34

  87 161

  27

  90 Jumlah 4885 4667 6005 15557

  NPar Tests

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  SIKAP LING MOTIVASI N 165 165 165

  Normal Parameters(a,b) Mean

  29.61

  28.28

  36.39 Std. Deviation 4.492 4.205 6.317

  Most Extreme Absolute .065 .103 .159

  Differences Positive

  .065 .103 .159 Negative

  • .063 -.067 -.144 Kolmogorov-Smirnov Z .836 1.320 2.039

  Asymp. Sig. (2-tailed) .487 .061 .000 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  Nonparametric Correlations Correlations

  sikap ling motivasi Spearman's rho sikap Correlation Coefficient 1.000 .103 -.134

  Sig. (2-tailed) . .190 .086 N 165 165 165 ling Correlation Coefficient .103 1.000 -.140 Sig. (2-tailed) .190 . .072 N 165 165 165 motivasi Correlation Coefficient -.134 -.140 1.000 Sig. (2-tailed) .086 .072 . N 165 165 165

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara motivasi belajar dan status sosial ekonomi keluarga dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 2009.
0
0
125
Hubungan persepsi mahasiswa terhadap pendekatan mengajar Student Centered Learning (SCL) dan lingkungan belajar di kampus dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Universitas Sanata Dharma Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2006-2007.
0
2
141
Pengaruh motivasi dan prestasi belajar mahasiswa terhadap kemampuan praktik mengajar : studi kasus mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
0
97
Hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap penggunaan media pembelajaran dan gaya mengajar dosen dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi : studi kasus mahasiswa program studi pendidikan akuntansi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
2
119
Hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi : studi kasus : mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma.
0
0
114
Pengaruh prioritas memilih program studi pendidikan akuntansi terhadap hubungan motivasi dengan prestasi belajar akuntansi keuangan : studi kasus mahasiswa program studi pendidikan akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
0
118
Hubungan antara persepsi mahasiswa tentang metode mengajar dosen, intensitas belajar, sarana belajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma.
0
0
229
Hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma.
0
0
135
Pengaruh motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa FKIP program studi Pendidikan Akuntansi tahun ajaran 2002-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
6
142
Pengaruh motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa FKIP program studi Pendidikan Akuntansi tahun ajaran 2002-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
1
139
Hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
133
Hubungan prestasi belajar mata kuliah-mata kuliah akuntansi mahasiswa dengan motivasi mahasiswa mengajar akuntasni di sekolah : studi kasus mahasiswa program studi pendidikan akuntansi angkatan 2002-2003, jurusan pendidikan ilmu pengetahuan sosial USD Yk.
0
0
106
Hubungan antara persepsi mahasiswa tentang metode mengajar dosen, intensitas belajar, sarana belajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma
0
0
227
Pemanfaatan internet bagi mahasiswa jurusan akuntansi : studi kasus pada mahasiswa jurusan Akuntansi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
92
Analisis pengaruh kecerdasan emosional terhadap sikap etis mahasiswa akuntansi : studi kasus pada mahasiswa program studi akuntansi jurusan akuntansi fakultas ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
1
136
Show more