Analisis pengaruh kekuatan persuasi iklan terhadap minat beli ulang konsumen pada telepon seluler [handphone] merek Nokia : studi kasus pada Desa Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
1
118
9 months ago
Preview
Full text

ANALISIS PENGARUH KEKUATAN PERSUASI IKLAN TERHADAP MINAT BELI ULANG KONSUMEN PADA TELEPON SELULER

  (HANDPHONE) MEREK NOKIA

  Studi Kasus Pada Desa Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta

  Skripsi

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

  Program Studi Manajemen Oleh :

  P. Denny Hermanto NIM : 012214081

PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEM FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA

  

MOTTO

Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman.

  

Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu,

Bahwa Kristus Yesus ada dalam diri kamu?

Sebab jika tidak demikian kamu tidak tahan uji.

  

( 2 Korintus 13:5 )

Hidup adalah anugerah, terimalah

Hidup adalah tantangan, hadapilah

Hidup adalah penderitaan, atasilah

  

Hidup adalah pertandingan, menangkanlah

Hidup adalah kewajiban, lakukanlah

Hidup adalah kesukaan, nikmatilah

Hidup adalah lagu, nyanyikanlah

  

Hidup adalah janji, penuhilah

Hidup adalah teka-teki, pecahkanlah

Hidup adalah kasih, bagikanlah

Hidup adalah kesempatan, gunakanlah

  

Hidup adalah keindahan, bersyukurlah

(jayapangus)

Tempat untuk berbahagia itu di sini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk

berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia. (Robert G. Ingersoll)

  P ERSEMB AHAN Skripsi ini kupersembahkan kepada: My Lord Jesus Christ

  Kedua Orang Tuaku Abang dan adikku P. Denny Hermanto

  

ABSTRAK

ANALISIS PENGARUH KEKUATAN PERSUASI IKLAN TERHADAP

MINAT BELI ULANG KONSUMEN PADA TELEPON SELULER

(HANDPHONE) MEREK NOKIA

  Studi Kasus Pada Desa Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta

  

P. Denny Hermanto

Fakultas Ekonomi

Universitas Sanata Dharma

2007

  Tujuan dari penelitian ini adalah, 1) untuk mengetahui karakteristik konsumen telepon seluler merek Nokia, 2) untuk mengetahui apakah ada pengaruh kekuatan persuasi iklan televisi terhadap minat beli ulang konsumen pada produk telepon seluler merek Nokia.

  Sampel adalah sebagian masyarakat Desa Condongcatur sejumlah 100 orang yang menggunakan produk telepon seluler merek Nokia. Teknik analisis data yang digunakan adalah, 1) analisis persentase untuk mengetahui karakteristik konsumen telepon seluler merek Nokia, 2) ana lisis regresi sederhana digunakan untuk mengetahui minat beli ulang konsumen terhadap telepon seluler merek Nokia dan kekuatan persuasi iklan di televisi terhadap minat beli ulang konsumen.

  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) mayoritas kons umen telepon seluler Nokia adalah pria sebanyak 56%, berusia 18 sampai 24 tahun sebanyak 53%, pekerjaan sebagai mahasiswa sebanyak 58%, menghuni tempat rumah sewa atau kontrak 39%, dan memiliki uang saku per bulan sebesar Rp 500.000,00,- sampai Rp. 1.000.000,00,- sebanyak 61%. 2) pengaruh kekuatan persuasi iklan televisi terhadap minat beli ulang konsumen pada produk telepon seluler merek Nokia adalah positif. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan

  > <

  hitung tabel t (6,862) t (1,980) dan nilai signifikans i sebesar 0,000 0,05.

  

ABSTRACT

ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF ADVERTISEMENT PERSUASIVE

POWER ON THE CONSUMER INTEREST TO REPURCHASE NOKIA

CELLULAR PHONE

  A case study at Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta

  

P. Denny Hermanto

Faculty of Economics

Sanata Dharma University

2007

  The objectives of this study were 1) to find out the characteristics of Nokia cellular phone consumers, 2) to find out the influence of persuasive television advertisement power on the consumer interest to repurchase Nokia cellular phone products.

  The samples size was 100 individuals, stayed at Condongcatur village who use Nokia cellular phone. The techniques for data analysis were, 1) percentage analysis to find out the characteristics of consumers of Nokia cellular phone, 2) simple regression analysis to find out to the influence of persuasive television advertisement power on the consumers intention to repurchase Nokia cellular phone and the persuasive power of advertisement in the television on the interest to repurchase among the consumers.

  The results of study indicated that, 1) majority, 56%, of Nokia cellular phone consumers were male, 53% of the consumers ayed between 18 and 24 years, 58% were university students, 39% live in boarding house, 61% got monthly transfer between Rp 500,000,00,- to Rp. 1,000,000,00,- 2) the influence of television advertisement persuasive power on the interest to repurchase Nokia cellular phone among consumers was positive. It was indicated by the results of

  table

  calculation that t count (6,862) t (1,980) and the significance value was 0.000

  > < 0.05.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan anugerah dan karunianya, karena atas berkat dan rahmat- Nyalah penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul : “Analisis

  

Pengaruh Kekuatan Persuasi Iklan Terhadap Minat Beli Ulang Konsumen

Pada Telepon Seluler (Handphone) Merek Nokia.” Studi Kasus Pada Desa

  Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta.

  Penulisan skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangan waktu, tenaga, bimbingan, nasehat dan dorongan kepada penulis sehingga sekripsi ini dapat selesai. Untuk itu pada kesempatan ini penulis dengan penuh kerendahan hati ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada :

  1. Bapak Drs. Alex Kahu Lantum, M.S., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

  2. Bapak Drs. G. Hendra Poerwanto, M.Si., selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Sanata Dharma.

  3. Ibu Dra. B.R. Diah Utari, M.Si., selaku Dosen Pembimbing I yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan serta masukan yang sangat berharga dengan penuh perhatian dan kesabaran sehingga dapat terselesaikannya skripsi ini.

  4. Bapak Drs. Alex Kahu Lantum, M.S., selaku Dosen Pembimbing II yang telah berkenan meluangkan waktu, tenaga, dan memberikan masukan, saran, dan semangat kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

  5. Bapak Dr. H. Herry Maridjo, M.Si., selaku Dosen Penguji yang telah meluangkan waktu dan telah memberikan masukan, saran dan kritik.

  6. Bapak Drs. Marianus Moktar Modesir, MM., selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah berkenan meluangkan waktu, tenaga, dan memberikan masukan, saran, dan semangat dalam membimbing selama kuliah.

  7. Segenap Dosen dan Karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma, yang telah memberikan bekal pengetahuan dan bantuannya kepada penulis selama ini.

  8. Bapak H. Sukris selaku Lurah Desa Condongcatur yang telah memberikan izin penelitian kepada penulis, beserta jajaran Pemerintahan Desa atas bantuannya dalam memberikan data yang diperlukan dalam penelitian ini.

  9. Bapak Lukas Pande dan Ibu Jumiah yang telah memberikan kesempatan, kepercayaan, dukungan, doa, dan kasih, semangat dan pengorbanan yang tak terhingga kepada penulis sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

  10. Kedua saudaraku A.F. Ashadi Budi Utomo dan M.Y.P. Irvan Hermawan yang telah memberikan dukungan, semangat dan doanya. Penulis bangga punya saudara seperti kalian jaga selalu ikatan keluarga kita beri yang terbaik buat Ayah dan Ibu.

  11. Buat kakek Petrus Ngadji (alm) dan nenek Marsella Rando yang telah banyak memberikan smangat dan doanya yang tak terhingga.

  12. Buat kakek MT. Bambung (alm) dan nenekWaginem Bogol (alm) yang telah banyak memberikan smangat, dan doanya yang tak terhingga.

  13. Keluarga besar Bapak Lukas Pande dan keluarga besar ibu Jumiah yang telah banyak memberikan dukungan, smangat, doanya yang tak terhingga.

  14. Om Yarden dan Bibi Sam yang telah memberikan nasehat, dukungan, dan doanya yang tak terhingga.

  15. Buat bang Alem yang telah banyak memberikan dukungan dan doanya.

  16. Om Tinus sekeluarga, Om Wan Sekeluarga, Om An sekeluarga, yang telah banyak memberikan dukungan, semangat, dan doanya selama ini.

  17. Om Jhon sekeluarga, yang telah banyak memberikan dukungan, semangat, dan doanya selama ini.

  18. Buat bapak Ngatiman sekeluarga yang telah memberikan nasehat, dukungan dan doanya yang tak terhingga.

  19. Buat mbak Endang, mbak Itut dan Suami, dan Igit yang memberikan dukungan, semangat, dan doanya.

  20. Buat yang terkasih Angela Novita, atas kesetiaan, dorongan, semangat dan doanya yang menjadi motivasiku selama ini.

  21. Buat bang Arsen dan Ana terima kasih buat persahabatannya dan dukungan, semangat, dan doanya selama ini. Akhirnya selesai juga…………..

  22. Ketela 7 On’s Band : Andi “guy” (vokal), Endo (gitar I), Andi Botak (gitar II), Toro gendut (drumer) yang telah banyak memberikan dukungan dan kenangan yang tak terlupakan. Buat kalian hanya ada satu pesan jagalah persahabatan ini jangan putus, jadilah yang terbaik kibarkan terus bendera ketela 7 on’s setinggi-tingginya.

  23. Sahabat-sahabatku manajemen ‘01 Nasto, Martin, Edwin, Egen, Widi dan Budi terima kasih buat persahabatan yang indah dan dukungannya selama ini.

  Sukses buat kalian semua.

  24. Sahabat-sahabatku di Ketela Family Abay (joko), Boby, Bahtiar, Bertus, Fred

  C, Ade Bied Zoar, Willy, Nita, Heni, Beta, Cicil, Yosep, dan Anton yang telah banyak memberikan dukungan dan kenangan yang tak terlupakan.

  25. Sahabat-sahabatku KKP angkatan X, Bang Yohanes (alm) (Man ’97), Ana (Man ’02), Nn (Akt ’02). Terima kasih buat kekompakannya dan suka duka selama KKP.

  26. Sahabatku manajemen angkatan 2001 buat kalian semua semoga sukses dalam segala hal.

  27. Semua pihak yang telah mendukung dan membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terima kasih atas bantuannya.

  Semoga Tuhan Yang Maha Kasih membalas budi baik tersebut dengan penuh berkelimpahan. Penulis berharap agar skripsi ini bermanfaat bagi pembaca yang berminat dan dapat juga sebagai bahan bacaan untuk penelitian selanjut nya.

  Akhir kata penulis terbuka atas semua kritik dan saran yang nantinya akan semakin mengembangkan dan penyempurnaan karya ini.

  Yogyakarta, 20 Juni 2007 Penulis

  

DAFTAR ISI

  Halaman HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN .......................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... iii MOTTO ............................................................................................................. iv PERSEMBAHAN ............................................................................................ v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................ vi ABSTRAK ........................................................................................................ vii ABSTRAC ........................................................................................................ viii KATA PENGANTAR ....................................................................................... ix DAFTAR ISI ..................................................................................................... x DAFTAR TABEL.............................................................................................. xvi DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xviii

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ............................................................ 1 B. Rumusan Masalah ..................................................................... 4 C. Batasan Masalah ........................................................................ 5 D. Tujuan Penelitian ....................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian ..................................................................... 5 F. Sistematika Penulisan ................................................................ 6

  BAB II LANDASAN TEORI A. Pemasaran .................................................................................. 8 B. Bauran Pemasaran ..................................................................... 9 C. Promosi Penjualan ..................................................................... 13 D. Merek ........................................................................................ 14 E. Periklanan .................................................................................. 15 F. Periklanan sebagai Proses Komunikasi ..................................... 16 G. Iklan Sebagai Pembentuk Citra atau Image Suatu Produk ........ 19 H. Televisi Sebagai Media Iklan .................................................... 21 I. Perilaku Konsumen ................................................................... 24 J. Persepsi Konsumen ................................................................... 25 K. Minat Beli Konsumen ............................................................... 26 L. Hipotesis .................................................................................... 32 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian .......................................................................... 33 B. Waktu dan Lokasi Penelitian ..................................................... 33 C. Subjek dan Objek ...................................................................... 33 D. Variabel Penelitian .................................................................... 34 E. Jenis dan Sumber Data .............................................................. 34 F. Metode Pengumpulan Data ....................................................... 35 G. Populasi dan Sampel ................................................................. 36 H. Teknik Pengujian Instrumen ..................................................... 37 I. Teknik Analisi Data .................................................................. 39

  BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH DAN PRODUK A. Gambaran Umum Desa Condongcatur ..................................... 42 B. Gambaran Umum Produk Nokia ............................................... 54 BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data ............................................................................. 61 B. Pembahasan ............................................................................... 72 BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan ................................................................................ 75 B. Saran .......................................................................................... 76 C. Keterbatasan .............................................................................. 76

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 78

  DAFTAR TABEL

  Halaman Tabel IV.1 Batas Desa Condongcatur Secara Administrasi ........................... 43 Tabel IV.2 Komposisi Penduduk Menurut Umur .......................................... 44 Tabel IV.3 Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin ............................. 44 Tabel IV.4 Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Desa

  Condongcatur Tahun 2005 ........................................................... 45 Tabel V.1 Rangkuman Validitas ................................................................... 62 Tabel V.2 Rangkuman Reliabilitas ............................................................... 64 Tabel V.3 Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ............................. 66 Tabel V.4 Profil Responden Berdasarkan Usia ............................................ 67 Tabel V.5 Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan .................................... 67 Tabel V.6 Profil Responden Berdasarkan Status Tempat Tinggal .............. 68 Tabel V.7 Profil Responden Berdasarkan Pendapatan /Uang Saku Per

  Bulan ........................................................................................... 69 Tabel V.8 Hasil Perhitungan Regresi ............................................................ 70

  

DAFTAR GAMBAR

  Halaman Gambar II.1 Teori Aksi Reaksi dari Feisbein ............................................... 28 Gambar II.2 Model Hubungan Sikap-Perilaku .............................................. 30 Gambar IV.1 Struktur Organisasi Pemerintahan dan Tata Kerja Desa

  Condongcatur ............................................................................ 54 Gambar V.1 Kurva Hasil Pengujian Ttest ...................................................... 72

  LAMPIRAN

  Lampiran 1. Analisis Regresi Linier Berganda ................................................. 80 Lampiran 2. Hasil Analisis Validitas dan Reliabilitas ...................................... 82 Lampiran 3. Hasil Skoring Jawaban Responden ............................................... 85 Lampiran 4. Tabel r ........................................................................................... 89 Lampiran 5. Tabel t ........................................................................................... 91 Lampiran 6. Kuesioner ...................................................................................... 93 Lampiran 7. Surat Ijin Penelitian ...................................................................... 99

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di era globalisasi saat ini, perkembangan kondisi pasar terus

  menunjukkan peningkatan yang begitu cepat. Hal ini disebabkan semakin banyaknya konsumen mendapat informasi melalui saluran-saluran informasi yang berkembang saat ini di mana keberadaan segala info rmasi tentang produk dapat diketahui dengan cepat.

  Salah satu sarana yang sering digunakan oleh perusahaan dalam mengenalkan dan menawarkan produk baru mereka kepada konsumen adalah melalui iklan, karena iklan dipercaya dapat mendongkrak penjualan oleh banyak para pengusaha yang mempunyai anggaran cukup besar dapat digunakan untuk kegiatan promosi. Di mana iklan sebagai pesan yang dapat mengenalkan produk baru yang dituj ukan kepada masyarakat melalui berbagai media.

  Setiap perusahaan dalam membuat iklan harus mampu menyampaikan pesan atau informasi secara keseluruhan tentang produk, karena iklan yang menarik dan baik akan mendapatkan tempat yang khusus di hati konsumen. Daya tarik tersebut memungkinkan konsumen untuk memberi respon pada produk. Para pemasar harus lebih tahu bagaimana komunikasi ini dapat berfungsi dengan baik dan mendapat respon apa saja yang dikehendaki dari konsumen. Dalam hal ini pemasar dapat menanamkan sesuatu ke dalam benak konsumen untuk mempengaruhi merek supaya melakukan kegiatan tertentu sesuai kehendak pemasar.

  Iklan yang dirancang secara khusus agar mampu menunjukkan kelebihan produk yang ditawarkan sehingga membujuk dan mempengaruhi konsumen untuk membeli produk. Iklan yang dapat membujuk dan mempengaruhi konsumen untuk membeli produk inilah yang disebut sebagai kekuatan persuasi. Menurut Tim Penyusun Kamus Pusat Pembina dan Pengembangan Bahasa (1990:196), persuasi adalah bujukan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkannya.

  Kekuatan persuasi iklan yang bersifat membujuk sangat penting bagi setiap perusahaan yang memiliki persaingan produk yang begitu tinggi seperti produk elektronik, yaitu komputer, tape, radio, televisi, dan telepon seluler. Telepon seluler sendiri merupakan produk elektronik yang banyak diminati oleh konsumen.

  Dengan berkembangnya teknologi, setiap konsumen memiliki kebutuhan, minat dan daya beli yang berbeda-beda pula sehingga perusahaan menjadikan hal tersebut sebagai peluang yang baik untuk lebih memuaskan konsumen. Saat ini semakin banyak perusahaan yang memproduksi telepon seluler sehingga mereka saling bersaing satu sama lain untuk mendapatkan konsumen. Dengan beraneka ragamnya telepon seluler yang tersedia, dapat diketahui bahwa produk tersebut memiliki ciri khas yang berbeda-beda sehingga konsumen mempunyai banyak alternatif pilihan serta semakin selektif dalam menentukan pilihannya.

  Telepon seluler saat ini tidak hanya dibutuhkan oleh kalangan atas saja tetapi semua pihak, baik pria maupun wanita maupun dari kalangan muda sampai tua dengan beraneka ragamnya jenis dan merek yang dijual di pasar salah satunya adalah produk telepon seluler merek Nokia. Hal ini dapat dilihat tingginya permintaan akan telepon seluler merek Nokia (menurut hasil polling dari tabloid pulsa yang terbit disetiap edisinya). Dilihat dari pandangan masyarakat produk telepon seluler merek Nokia memiliki nilai atau citra tersendiri khususnya bagi kalangan muda. Telepon seluler merek Nokia ini dianggap mampu memberikan nilai tambah tersendiri bagi sebagian besar kalangan kaum muda. Sebagai contoh telepon seluler merek Nokia ini dapat membujuk semua golongan konsumen dengan menawarkan fitur- fitur yang menarik dan fasilitas yang lengkap sehingga konsumen dapat mempergunakannya sesuai kebutuhan mereka. Hal ini dimaksudkan agar konsumen tertarik dengan penawaran yang diberikan produsen telepon seluler merek Nokia.

  Menurut Masli sebagai Ketua Umum Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia, suatu perusahaan harus memilih alternatif media periklanan yang akan digunakan untuk memasarkan produknya kepada konsumen, seperti televisi, radio, koran, majalah, baliho, dan bioskop. Dua macam media utama yang digunakan oleh perusahaan untuk memperkenalkan produk yaitu melalui media televisi dan media cetak (termasuk surat kabar dan majalah). Iklan melalui media televisi dianggap sangat efektif dalam memperkenalkan suatu produk.

  Munculnya televisi- televisi swasta seperti Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), SCTV, Anteve, Indosiar, TRANSTV, TRANS 7, Lativi, dan Global TV saat ini dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh konsumen. Media televisi ini mengundang para pengiklan tertarik untuk mempromosikan produk-produk mereka. Sehingga membawa dampak yang sangat luas bagi kehidupan masyarakat Indonesia, terlebih budaya menonton orang Indonesia lebih tinggi oleh karena itu televisi sebagai media audio visual mampu memberi pengaruh yang cukup besar bagi minat beli konsumen (Masli, 2004:22).

  Dengan semakin disadarinya bahwa iklan merupakan unsur yang sangat penting untuk memperkenalkan produk baru agar informasi yang disampaikan kepada konsumen dapat melekat dibenak mereka dan guna mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan ditengah persaingan yang begitu ketat ini, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: ”Analisis Pengaruh Kekuatan Persuasi Iklan Terhadap Minat Beli

  Ulang Konsumen Pada Produk Telepon Seluler (Handphone) Merek Nokia”.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, pekerjaan, umur, status tempat tinggal, dan pendapatan atau uang saku per bulan?

  2. Apakah ada pengaruh kekuatan persuasi iklan televisi terhadap minat beli ulang konsumen pada produk telepon seluler merek Nokia?

  C. Batasan Masalah

  1. Konsumen dalam hal ini adalah konsumen yang telah membeli dan menonton iklan produk telepon seluler merek Nokia tersebut di televisi.

  2. Konsumen yang diteliti adalah masyarakat Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta baik pria maupun wanita yang menggunakan telepon seluler merek Nokia.

  3. Minat beli ulang konsumen yang memiliki telepon seluler merek Nokia tetapi setelah melihat iklan telepon seluler merek Nokia berminat untuk membeli telepon seluler merek Nokia lagi.

  D. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui bagaimana karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, pekerjaan, umur, status tempat tinggal, dan pendapatan atau uang saku per bulan.

  2. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kekuatan persuasi iklan Televisi terhadap minat beli ulang konsumen, pada produk telepon seluler merek Nokia.

  E. Manfaat Penelitian

  1. Bagi Perusahaan Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan tambahan referensi bagi perusahaan telepon seluler merek Nokia dalam menentukan dan menyampaikan iklan yang mempengaruhi minat beli ulang konsumen di media televisi. Serta mengetahui minat beli ulang konsumen setelah menonton iklan produk telepon seluler merek Nokia di televisi.

  2. Bagi Universitas Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan referensi di perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan dapat digunakan untuk menambah pengetahuan pembaca.

  3. Bagi Peneliti Penelitian ini diharapakan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman penulis serta dapat membandingkan pengetahuan yang telah diperoleh penulis selama studi dengan keadaan nyata atau riil.

   Sistematika Penulisan F.

  BAB I. PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

  BAB II. LANDASAN TEORI Bab ini terisi teori-teori yang mendukung penelitian yang akan dilaksanakan dan membantu memecahkan masalah. BAB III. METODE PENELITIAN Bab ini berisi jenis penelitian, waktu dan lokasi penelitian, subjek dan objek penelitian, variabel penelitian, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, populasi dan sampel, teknik pengujian instrumen, teknik analisis data.

  BAB IV. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN DAN PRODUK Bab ini berisi tentang penjelasan secara singkat mengenai gambaran umum wilayah penelitian yaitu Desa Condongcatur dan gambaran umum produk.

  BAB V. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi analisis data dan pembahasannya. BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini memuat kesimpulan dan saran berdasarkan hasil analisis data serta keterbatasan hasil penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI A. Pemasaran

  1. Pengertian Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu bentuk kegiatan yang paling penting bagi dunia usaha dalam mencapi tujuannya, yaitu untuk mempertahankan kelangsungan hidup, mengembangkan, menang dalam bersaing dan untuk mendapatkan laba sebanyak-banyaknya. Dengan adanya pemasaran bagi konsumen sendiri juga dapat dengan bebas menentukan apa yang diinginkan dan dibutuhkannya.

  Menurut Kotler (dalam Andlie, 2005:8), memberikan definisi pemasaran sebagai proses sosial dan manajerial, dimana seseorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk nilai.

  Sedangkan tujuan pemasaran menurut Peter Druker (dalam Kotler, 1990:4), adalah membuat penjualan berlebihan. Hal ini untuk mengetahui serta memahami konsumen dengan baik sehingga produk atau jasa cocok bagi konsumen agar produk atau jasa tersebut dapat terjual dengan sendirinya.

  2. Manajemen Pemasaran Apabila manajemen pemasaran melakukan pekerjaannya dengan baik dalam mengidentifikasikan kebutuhan konsumen, mengembangkan produk dan menetapkan harga secara tepat, mendistribusikan dan barang hasil produksi perusahaan. Kegiatan pemasaran ini haruslah di koordinasikan dan dikelola dengan cara yang baik. Dalam perusahaan, dikenal istilah manajemen pemasaran yang menurut Kotler (1990:7), didefinisikan sebagai berikut:

  Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian atas program yang dirancang untuk menciptakan, membentuk dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk maksud mencapai tujuan-tujuan organisasional. Jadi manajemen pemasaran dapat dirumuskan sebagai suatu proses manajemen yang meliputi penganalisaan, perencanaan, penerapan dan pengawasan kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan.

B. Bauran Pemasaran (Marketing mix)

  1. Definisi

  Marketing mix menurut Kotler (dalam Andlie, 2005:9 ), adalah

  seperangakat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. Berdasarakan definisi tersebut, kombinasi dari Marketing mix dapat memberikan kepuasaan terhadap konsumen. Variabel Marketing mix yang membentuk strategi pemasaran terdiri atas kebijakan dan prosedur yang akan ditempuh. Jumlah variabel yang bisa dipakai untuk menciptakan Marketing mix tidak terbatas. Untuk mempermudah memahami konsep ini, Mc Carthy (dalam Kotler, 1997:82), mengelompokkan berbagai variabel itu kedalam suatu formula yang terdiri atas empat variabel yaitu: product, price, place, dan

  2. Prinsip 4P Konsep dasar 4P dalam bauran pemasaran untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh E. Jerome Mc Carthy (dalam Jefkins, 1997:9), yang kemudian dikembangkan oleh Philip Kotler, dan kini digunakan secara luas oleh para dosen pemasaran dan juga praktisi. Prinsip 4P ini pada dasarnya membagi bauran pemasaran menjadi empat bagian utama yakni

  Product (produk ), Place (tempat), Price (harga), dan Promotion

  (promosi). Unsur periklanan masuk ke dalam elemen promosi. Para penulis Amerika sering menyamakan makna humas dengan makna publisitas, kemudian publisitas mereka anggap identik dengan promosi. Namun penafsiran tersebut terlalu sederhana dan cenderung kurang tepat, karena hal tersebut mengabaikan keterkaitan yang sangat erat antara berbagai elemen, yang disatukan oleh suatu kaitan yang tidak dapat dipisahkan. Harga dan distribusi yang ditempatkan ke dalam kategori P yang lain, sesungguhnya erat kaitannya dengan periklanan. Pengkotak- kotakan seperti ini akan mengaburkan hubungan erat antara elemen- elemen yang terkandung dalam ma sing- masing P (Jefkins, 1997:9). Penjelasan dari masing- masing P dipaparkan sebagai berikut:

  a. Product (produk) Produk dapat menjadi penentu dalam persaingan perusahaan.

  Untuk dapat memperkuat posisi produk, perhatian terhadap segala unsur atribut produk akan dapat memungkinkan persaingan. Unsur- unsur tersebut misalnya: kemasan, desain, mutu dan sebagainya.

  Menurut Kotler (dalam Andlie, 2005:11), produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kesuatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan. Produk mencakup semua kebijakan yang berkaitan dengan produk, misalnya: jenis produk yang akan dijual, kualitas, kemasan dan desain. Pemahaman dan pengembangan produk akan menguatkan posisi produk dalam persaingan dengan perusahaan lain. Oleh karena itu produk menjadi bagian penting dalam manajemen pemasaran untuk meraih keuntungan pada perekonomian yang ditawarkan dengan persaingan yang tanpa batas.

  b. Price (harga) Harga menjadi sesuatu yang penting agar produk dapat diterima dengan baik. Penetapan harga yang tepat akan mendorong produk laku dipasaran sehingga menguntungkan produsen. Harga mencakup semua kebijakan yang berkaitan dengan harga, misalnya: tingkat harga yang direncanakan, pemberian potongan pembelian. Menurut Kotler (dalam Andlie, 2005:12), harga adalah jumlah uang dan kemungkinan ditambah dengan beberapa barang yang dibutuhkan untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya.

  Penentuan harga produk harus sesuai dengan produk yang akan dijual. Jika harga yang ditawarkan diminati konsumen dan konsumen membeli produk tersebut, berarti penetapan harga sudah baik. Jika harga yang ditawarkan tidak diminati berarti penetapan harga kurang tepat. Karena pentingnya harga bagi pemasaran produk, maka strategi penetapan harga harus dipahami dengan tepat.

  c. Place (distribusi) Untuk menyalurkan produk dari produsen ke konsumen diperlukan saluran distribusi. Menurut Swastha (1984:4), saluran distribusi kadang-kadang disebut saluran perdagangan. Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen ke konsumen atau pemakai akhir.

  Saluran distribusi akan melibatkan produsen, konsumen dan pialang. Pialang adalah suatu usaha yang berdiri sendiri dan beroperasi sebagai hubungan antara produsen dan konsumen akhir atau pemakai dari kalangan industri. Pialang sebagai pihak perantara mempunyai peran penting yaitu berperan aktif melakukan segala sesuatu yang menyangkut pembelian dan penjualan barang termasuk melakukan negosiasi.

  d. Promotion (promosi) Promosi merupakan kegiatan yang dimaksud untuk menyampaikan atau mengkomunikasikan suatu produk kepada pasar sasaran, untuk memberi tahu tentang keistimewaan, kegunaan dan tentang keberadaannya untuk mengubah sikap ataupun mendorong orang untuk bertindak, yaitu tindakan membeli. Menurut Kotler (dalam Andlie, 2005:13), promosi adalah segala usaha yang dilakukan penjual untuk memperkenalkan produk pada calon konsumen dan membujuk mereka agar membeli serta mengingatkan kembali konsumen lama agar melakukan pembelian ulang. Dengan melakukan promosi, perusahaan akan menginformasikan tentang produk kepada konsumen disertai dengan pengenalan pemakaian dan cara kerja produk tersebut, untuk menarik minat konsumen dan mengingatkan konsumen bahwa konsumen membutuhkan produk tersebut untuk memenuhi kebutuhan.

C. Promosi Penjualan

  Definisi promosi penjualan adalah, kegiatan-kegiatan promosi yang bersifat khusus, biasanya berjangka pendek, yang dilakukan di berbagai tempat atau titik-titik penjualan (point of sale) atau titik pembelian (point of

  purchase) . Promosi penjualan maupun publisitas periklanan merupakan salah satu teknik kegiatan humas.

  Perbedaan antara promosi penjualan dengan periklanan adalah pada teknik penggunaannya me nurut John W. Crawford (dalam Susanto, 1991:207), promosi penjualan adalah ”A short term method of reaching a

  desired level of sales very quikly”. Promosi penjualan hanya

  memperhitungkan hasil cepat dalam jangka pendek. Berbeda dengan periklanan yang memperhitungkan hasil cepat dalam jangka panjang, hal ini perlu diketahui, karena hasil promosi penjualan memberikan reaksi positif lebih cepat dalam jangka pendek, sedangkan hasil periklanan memberikan reaksi positif lebih lambat namun berjangka panjang (Susanto, 1991:208).

D. Merek (Brand)

  Merek adalah nama, istilah, tanda, simbol atau rancangan, atau kombinasi dari semua ini yang dimaksud untuk mengidentifikasi (Kotler dan Armstrong, 2001:357). Nama merek (brand name) diperlukan untuk membedakan dalam memasarkan produk hasil suatu pabrik yang satu dengan pabrik yang lainnya. Dalam perkembangan bisnis yang sangat pesat ini nama merek semakin menduduki peranan yang besar. Seringkali nama merek tertentu digunakan sebagai penilai kualitas produk perusahaan oleh banyak pembeli. Merek dapat digolongkan atas dasar beberapa hal (Kotler dan Armstrong, 2001:357), yaitu:

  1. Dasar pemilikan a. Merek produsen yakni merek yang dimiliki oleh produsen.

  b. Merek distributor yakni merek yang dimiliki oleh distributor.

  2. Dasar geografis a. Merek nasional yaitu merek yang berlaku secara nasional.

  b. Merek internasional yaitu merek yang berlaku untuk internasional.

  c. Merek regional yaitu merek yang hanya berlaku untuk daerah tertentu saja.

  3. Dasar pentingnya merek

  a. Merek primer adalah merek untuk produk yang berkualitas tinggi dan biasanya untuk kepentingan promosi.

  b. Merek sekunder adalah merek yang diciptakan untuk tujuan tertentu atau sering juga digunakan untuk menjual produk yang berkualitas rendah.

  4. Atas dasar banyaknya produk yang menggunakan merek. Merek dalam hal ini digolongkan menjadi: a. Merek individual adalah merek untuk satu macam produk saja.

  b. Merek kelompok adalah merek untuk beberapa produk (family).

E. Periklanan

  Periklanan adalah merupakan usaha untuk memberi informasi tentang suatu produk atau jasa kepada khalayak dan merupakan suatu gejala masyarakat modern (Susanto, 1991:186). Strategi pemasaran banyak berkaitan dengan komunikasi. Periklanan merupakan salah satu bentuk khusus komunikasi untuk memenuhi fungsi pemasaran, maka apa yang harus dilakukan dalam kegiatan periklanan harus mampu membujuk khalayak ramai agar berperilaku sedemikian rupa sesuai dengan strategi pemasaran perusahaan untuk mencetak penjualan dan keuntungan. Periklanan harus mampu mengarahkan konsumen membeli produk-produk yang oleh departemen pemasaran telah dirancang sedemikian rupa, sehingga diyakini dapat mempengaruhi pemilihan dan keputusan pembelian (Jefkins, 1997:15). Beberapa faktor yang mempengaruhi sasaran periklanan ialah (Susanto, 1991:264):

  1. Sistem pemasaran, seperti penjualan langsung yang dapat mempengaruhi melalui swalayan pembeli.

  2. Sifat pesan, tidak semua iklan mempunyai sebagai sasarannya suatu penjualan langsung, seperti iklan perusahaan minyak bumi sekedar.

  3. Memberi informasi kepada masyarakat luas demi peningkatan citra positifnya.

  4. Dampak jangka pendek atau jangka panjang, seperti pembentukan citra pada calon pembeli mobil- mobil berbagai merk.

  5. Pengadaan citra positif terhadap non-pembeli yang digolongkan sebagai penyalur dan agen produk/jasanya.

  6. Membiasakan (familiarzation) khalayak luas dengan jenis produk/jasa yang ditawarkan.

  7. Mengurangi gangguan saingan (competition noise)

F. Periklanan Sebagai Proses Komunikasi

  Periklanan adalah komunikasi bukan pribadi yang dijalankan melalui media yang dibayar atas usaha yang jelas. Istilah ”periklanan” berbeda dengan ”iklan”. Iklan adalah beritanya itu sendiri, sedangkan periklanan adalah prosesnya, yaitu program kegiatan untuk mempersiapkan berita tersebut dan untuk menyebarluaskan kepada pasar. Masyarakat perlu diberitahukan tentang siapa (sponsor) ya ng mensponsori iklan tersebut. Dalam hal ini pembayaran dilakukan oleh sponsor kepada media yang membawa berita tersebut.

  Untuk pasar target tertentu, ada enam jenis pokok sasaran periklanan. Masing- masing jenis umumnya paling berguna untuk menerapkan jenis strategi pemasaran tertentu. Karenanya, jika lebih dari satu sasaran ditetapkan, maka penting untuk memastikan bahwa berbagai sasaran tersebut sesuai dengan strategi pemasaran. Menurut Josep P. Guiltman dan Gordon W. Paul

  1. Kesadaran (Awareness) Kesadaran akan produk dan pengertian akan konsep dasar produk harus ada sebelum sikap yang diharapkan terhadap merk tertentu dikembangkan.

  Saran kesadaran ini juga diperlukan bila pelanggan memerlukan informasi tentang bagaimana cara membeli atau bagaimana dapat memperoleh lebih banyak informasi tentang produk.

  2. Mengingatkan (Reminder to use) Untuk produk discresioner (produk yang dibeli secara tidak reguler) yang pola pemakainya tidak tertentu, strategi yang tepat adalah merangsang permintaan primer dengan menaikkan tingkat pemakaian. Peran pokok iklan dalam pelaksanaan strategi ini adalah menggunakan produk atau mena mbah persediaan produk.

  3. Mengubah sikap tentang penggunaan produk Sasaran ini dirancang untuk mendukung strategi permintaan primer guna menarik pemakai baru atau untuk meningkatkan jumlah pemakai. Untuk mencapai sasaran ini, iklan mungkin menunjukkan bagaimana suatu produk dapat dimanfaatkan untuk penggunaan lain- lain (dalam hal bentuk baru) bagaimana produk itu dapat memecahkan masalah pembeli.

  4. Mengubah persepsi tentang pentingnya atribut merek Agar suatu atribut tersebut dalam proses pemilihan oleh pembeli, maka atribut tersebut haruslah penting dan para pembeli harus merasakan bahwa alternatif-alternatif produk yang ada berbeda berdasarkan sejauh mana alternatif-alternatif tersebut mempunyai atribut yang dimaksud.

  Karenanya, bila suatu produk memiliki atribut yang unik dan bilamana produk tersebut dikaitkan dengan manfaat yang dikehendaki konsumen, maka mungkin akan tepat untuk menetapkan sasaran ini.

  5. Mengubah keyakinan tentang merek Jika suatu atribut sudah dianggap penting, maka pembeli akan mene liti sejauh mana tipe-tipe merek atau produk alternatif memiliki atribut tersebut. Karenanya, sasaran iklan disini adalah meningkatkan nilai produk di mata konsumen dalam hal atribut yang dianggap penting atau mengubah penilaian relatif dari produk-produk pesaing dalam hal atribut tersebut

  6. Mengukuhkan sikap Dengan memberikan keyakinan kepada pelanggan bahwa merek tersebut terus menerus memberikan tingkat kepuasan tinggi untuk manfaat yang penting. Iklan dapat mengukuhkan sikap dengan demikian juga mempertahankan kesukaan akan merek (brand preference) dan kesetiaan akan merek.

  Tujuan periklanan berdasarkan sasarannya (Kotler, 1997:236), yaitu: a. Periklanan Informatif

  Adalah iklan yang mempunyai sifat menginformasikan dan tujuannya adalah untuk membentuk permintaan pertama.

  b. Periklanan Persuasif Adalah iklan yang bersifat meyakinkan calon konsumen. Iklan ini menjadi penting pada tahap kompetitif, dimana sasaran perusahaan adalah membangun perusahaan selektif. Beberapa periklanan persuasif telah beralih ke jenis periklanan perbandingan atribut spesifik dengan satu atau beberapa merek lain di kelas produk yang sama.

  c. Iklan Pengingat Adalah iklan yang sangat penting bagi produk yang sudah mapan untuk mengingatkan konsumen untuk membeli. Bentuk iklan yang berhubungan dengan ini adalah iklan penguat, yang bertujuan meyakinkan pembeli sekarang bahwa mereka melakukan pilihan yang benar.

  Tujuan periklanan yang utama adalah menjual atau meningkatkan penjua lan barang, jasa, atau ide. Adanya kegiatan periklanan sering mengakibatkan terjadinya penjualan dengan segera, meskipun banyak juga penjualan yang baru terjadi pada waktu mendatang. Dari segi lain, tujuan periklanan yang riil mengadakan komunikasi secara efektif pada proses periklanan.

G. Iklan Sebagai Pembentuk Citra atau Image Suatu Produk

  Untuk membentuk citra dan menemukan pribadi tentang diri, barang, jasa mudah dilakukan melalui televisi sebagai elektronika audio visual dan mudah dipahami. Akibat dari pengadaan citra ini memudahkan pihak produsen mengadakan standardisasi barang dan jasa (berdasarkan citra diri/barang/jasa pada konsumen), sehingga ”pekerjaan yang memenuhi tuntutan setiap calon konsumen” dapat dibatasi. Besarnya peranan citra melalui kegiatan periklanan dapat dilihat dari akibat standardisasi ini, yang memudahkan produsen mengadakan produksi massa atau variasi yang tidak melampaui batas kemampuannya. Dengan demikian kegiatan periklanan adalah (Susanto, 1991:248):

  1. Membentuk citra (tentang diri/barang/jasa).

  2. Menemukan pribadi-pribadi/personalities yang oleh calon konsumen akan segera dihubungkan/asosiasikan dengan barang atau jasa yang dianjurkan.

  Perkataan image berasal dari bahasa latin dan berarti meniru. Oleh Daniel Boorstin dalam bukunya The image, (dalam Susanto, 1991:248), sebagai berikut:

  ”image is an artificial imitation or representation of the external form of object, especially of a pearson.”

  Pengadaan citra suatu produk dapat menggunakan orang-orang terkenal, tokoh masyarakat yang tenar namanya melalui media massa dan yang mempergunakan barang atau jasa yang dianjurkan. Hal ini biasa dilakukan oleh bintang-bintang film, yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai celebrities atau orang-orang yang dikagumi. Di Indonesia para pelawak, penyanyi dan pemanggung makin lama makin banyak berperan sebagai pembawa pesan suatu iklan. Menurut Daniel Boorstin seseorang adalah ”A person who is known for his well-knowness.” Ia menjadi

  celebrity

  terkenal karena diperkenalkan oleh media massa, khususnya dengan teknik

  

”Simple familiarity induced and reiforced”. Karena timbulnya seorang

celebrity terjadi tidak wajar, maka Daniel Boorstin (dalam Susanto,

  1991:249), menggolongkan celebrity dalam pseudo-event/kejadian-kejadian semu yang menggunakan teknik persuasi yang bersifat: a. Tidak sepontan dan direncanakan.

  b. Direncanakan untuk memperoleh ruang berita/publicity atau memperoleh nilai berita dan karenanya menarik sebab aktual.

  c. Mempunyai nilai berita yang diragukan.

  d. Bertujuan untuk menarik perhatian terhadap diri (atau barang atau jasa yang dianjurkan).

H. Televisi Sebagai Media Iklan

  Iklan televisi telah menciptakan karakteristiknya sendiri, dan hal tersebut menambah daya pengulangan dan keseimbangan pengaruhnya sebagai suatu bentuk media iklan. Hampir tidak ada rumah di Indonesia yang tidak punya televisi. Televisi sudah merupakan barang umum yang mudah dijumpai di mana saja. Karena itu, potensinya sebagai wahana iklan sangat besar, karena ia mamp u menjangkau begitu banyak masyarakat atau calon konsumen (Jefkins, 1997:108).

  Karena televisi merupakan sarana hiburan utama bagi keluarga, maka produk-produk yang banyak diiklankan di televisi adalah barang-barang konsumsi, baik yang dikonsumsi setiap hari maupun yang tahan lama seperti alat-alat rumah tangga. Namun, dalam beberapa tahun terakhir produk-produk barang dan jasa yang bernilai tinggi seperti mobil, motor, handphone, dan property (perumahan) semakin sering diiklankan di televisi (Jefkins,

  1. Keunggulan-keunggulan iklan di televisi Beberapa keunggulan iklan di televisi akan dipaparkan sebagai berikut (Jefkins, 1997:110): a. Memberi kesan realistik, karena sifatnya yang visual, dan merupakan kombinasi warna-warna suara dan gerakan, maka iklan- iklan televisi nampak begitu hidup dan nyata.

  b. Membuat masyarakat lebih tanggap, karena iklan di televisi disiarkan di rumah-rumah dalam suasana yang serba santai atau rekreatif, maka masyarakat lebih siap untuk memberikan perhatian (dibandingkan iklan poster yang dipasang di tengah jalan; masyarakat yang sibuk memikirkan sesuatu, menuju suatu tempat atau tengah bergegas ke kantor tentunya tidak akan sempat memperhatikannya).

  c. Adanya repetisi dan pengulangan, iklan televisi bisa ditayangkan hingga beberapa kali dalam sehari sampai dipandang cukup bermanfaat yang memungkinkan sejumlah masyarakat untuk menyaksikannya, dan dalam frekuensi yang cukup sehingga pengaruh iklan itu bangkit. Dewasa ini para pembuat iklan televisi tidak lagi berpanjang-panjang. Mereka justru membuat iklan televisi yang sesingkat namun semenarik mungkin, agar ketika ditayangkan berulang-ulang, para pemirsa tidak segera menjadi bosan karenanya.

  d. Adanya pemilihan area siaran (zoning) dan jaringan kerja (networking) yang mengefektifkan penjangkauan masyarakat. Seorang pengiklan dapat menggunakan satu atau kombinasi. e. Banyak stasiun televisi sekaligus untuk memuat iklannya bahkan ia bisa saja membuat jaringan kerja dengan semua stasiun televisi.

  f. Sehingga iklannya akan ditayangkan oleh semua stasiun televisi secara serentak.

  g. Ideal bagi para pedagang eceran, iklan televisi dapat menjangkau kalangan pedagang eceran sebaik ia menjangkau konsumen, selain karena para pedagang eceran juga suka menonton televisi seperti juga orang lain, hal itu disebabkan iklan- iklan televisi memang sangat membantu usaha mereka.

  h. Terkait erat dengan media lain, tayangan iklan televisi mungkin saja terlupakan begitu cepat, tetapi kelemahan ini bisa diatasi dengan memadukannya pada wahana iklan lain.

  2. Kelemahan-kelemahan iklan di televisi Beberapa kelamahan iklan di televisi akan dipaparkan sebagai berikut (Jefkins, 1997:113): a. Televisi cenderung menjangkau pemirsa secara massal, sehingga pemilahan (untuk kepentingan pembidikkan pangsa pasar tertentu) sering sulit dilakukan.

  b. Jika yang diperlukan calon pembeli adalah data-data yang lengkap mengenai suatu produk atau perusahaan pembuatnya, maka televisi tidak akan bisa menandingi media pers.

  c. Hal-hal kecil lainnya bisa dan biasa dikerjakan banyak orang sambil nonton televisi, sama seperti ketika mendengarkan radio. Akibatnya d. Karena pemirsanya yang sulit dipilah-pilah itu, maka iklan televisi justru terbilang mahal. Apalagi terdapat ribuan pengiklan lainnya yang bersaing membujuk pasar sehingga pangsanya nampak lebih kecil.

  e. Karena pembuatan iklan butuh waktu yang cukup lama, maka ia tidak cocok untuk iklan- iklan khusus atau bahkan yang bersifat darurat ya harus sesegera mungkin disiarkan. (misalnya iklan konser yang akan berlangsung satu-dua hari lagi).

  f. Di negara-negara yang memiliki cukup banyak stasiun televisi, atau yang jumlah total pemirsanya relatif sedikit, biaya siaran mungkin cukup rendah sehingga memungkinkan ditayangkannya iklan yang panjang atau berulang- ulang. Iklan- iklan seperti ini justru mudah membosankan pemirsa.

  g. Kesalahan serius yang dibuat produser ik lan televisi, menurut Virginia

  Matthews yang menulis tentang masalah ini di marketing week (6

  Agustus1993), adalah menggunakan penyaji atau model yang sama sebagaimana para pengiklan yang lain. Selain membosankan, hal ini juga bisa membingungkan.

I. Perilaku Konsumen

  Tujuan pemasaran adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan sasaran. Perilaku konsumen mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, memakai, dan menabung barang, jasa, gagasan atau pengalaman dalam rangka memuaskan kebutuhan mereka (Schiffman dan Leslie, 1994:6).

  Dalam perkembangan konsep pemasaran saat ini, mempelajari apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen sangat penting karena dengan memahami konsumen akan menuntun pemasar pada kebijakan pemasaran yang tepat dan efisien. Setidaknya ada dua alasan perilaku konsumen perlu dipelajari, yaitu (Schiffman dan Leslie, 1994:7) pertama, konsumen sebagai titik sentral perhatian pemasar dan yang kedua, perkembangan perdagangan saat ini menunjukkan bahwa lebih banyak produk yang ditawarkan daripada permintaan. Kelebihan penawaran tersebut bisa disebabkan oleh faktor seperti kualitas barang tidak layak, tidak memenuhi kebutuhan konsumen, atau mungkin juga karena tidak mengetahui keberadaan produk tersebut.

  Menurut Scheffman dan Leslie (1994:7) ”perilaku konsumen adalah bagaimana konsumen membuat keputusan untuk menghabiskan sumber mereka yang berharga (waktu, uang, usaha) atas barang yang akan dikonsumsi”.

  Menurut Swastha dan Handoko (1997:7) ”perilaku konsumen adalah kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan barang dan jasa termasuk didalamnya proses pengamb ilan keputusan pada kegiatan tersebut”.

  Menurut Engel (1994:3) ”perilaku konsumen adalah sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului tindakan ini” J.

   Persepsi Konsumen

  Persepsi pada hakekatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan, dan penciuman. Kunci merupakan suatu penafsiran yang unik terhadap situasi, dan bukannya suatu pencatatan yang benar terhadap situasi.

  Menurut Schiffman dan Leslei (1994:162), persepsi didefinisikan sebagai:

  ”the process by which an individual selects, organizes, and interprets, stimulus into a meaningful and coherent picture of the world”.

  Menurut Irwanto (1996:71) ”persepsi adalah proses diterimanya rangsang (objek, kualitas, hubungan antar gejala atau peristiwa) sampai rangsang tersebut disadari dan dimengerti”.

  Menurut Milton (dalam Abdurahman (1993:29) ”konsep persepsi yaitu suatu proses seleksi, organisasi dan interpretasi suatu stimulus pada konsumen”. Setiap bentuk fisik, visual, atau komunikasi verbal yang dapat mempengaruhi tanggapan individu konsumen merupakan suatu proses persepsi konsumen (Schiffman dan Leslie, 1994:8).

  K. Minat beli konsumen (Purchase Intention)

  Salah satu teori yang dapat menerangkan hubungan anatara sikap, minat dan perilaku adalah teori reasoned action, yang dikemukakan oleh Feisbein dan Ajezen (dalam Ika, 2005:34) mengenai model intensi perilaku

  (Feisbein’s Behavioral Intention Model)

  . Perilaku seseorang sangat tergantung pada minatnya, sedangkan, minat berperilaku tergantung pada sikap dan norma subjektif atas perilaku. Keyakinan atas akibat perilaku sangat mempengaruhi sikap norma subjektifnya. Sikap individual terbentuk dari kombinasi antara keyakinan dan evaluasi tentang keyakinan penting seorang konsumen, sedangkan, norma subjektif ditentukan oleh keyakinan dan motivasi bahwa orang penting lain berpendapat sebaiknya melaksanakan atau tidak berperilaku. Feisbein dan Ajzen (dalam Ika, 2005:34) berpendapat bahwa, keyakinan menunjukkan informasi yang dimiliki seseorang tentang suatu objek. Berdasarkan informasi, sikap atau perilaku terhadap suatu objek merupakan sesuatu yang menguntungkan atau merugikan. Berbagai informasi yang diterima dan terkumpul pada diri seseorang inilah yang disebut dengan pengetahuan.

  Aspek pengetahuan yang mempengaruhi sikap adalah aspek pengetahuan yang berisikan aspek positif atau negatif dari suatu permasalahan. Norma subjektif berisikan keputusan yang dibuat individual setelah mempertimbangkan pandangan orang-orang yang mempengaruhi norma subjektif tentang perilaku tertentu. Individual dapat terpengaruh atau tidak tergantung pada kekuatan kepribadian individual yang bersangkutan dalam menghadapi kehendak orang lain. Menurut Assael (dalam Ika, 2005:34), kemudian memodifikasi teori aksi reaksi dari Feisbein, seperti dalam gambar 2.1

  Evaluasi Atribut produk (ei) Konsekuensi yang dirasakan

  Norma Sosial atas merek yang diyakini dari suatu aksi (bi)

  Keyakinan Motivasi

  Normatif Evaluasi Keseluruhan dari Aksi

  Minat untuk membeli Perilaku

Gambar 2.1 Teori Aksi Reaksi dari Feisbein

  Sumber: Assael, H (1992), Consumer Behavior and Marketing Action, 4 th, p. 213, Boston.

  Teori aksi reaksi dari Feisbein yang dimodifikasi menunjukkan bahwa evaluasi atribut produk mempengaruhi konsekuensi yang dirasakan atas merek yang diyakini dari suatu aksi. (brand beliefs perceived concequences of

  

actions). Evaluasi keseluruhan suatu aksi (overall evaluation of actions)

  dipengaruhi oleh konsekuensi yang dirasakan atas merek yang diyakini dari suatu aksi norma sosial yang terdiri dari keyakinan normatif (normative aksi akan mempengaruhi intensi untuk membeli (intention to buy) dan akhirnya mempengaruhi perilaku (behavior) seseorang. Feisbein dan Ajzen (dalam Ika, 2005:36), minat berperilaku (behavioral intention) menunjukkan probabilitas subjektif seseorang, bahwa seseorang akan melakukan suatu perilaku atau beberapa perilaku yang berkaitan dengan objek tertentu.

  Metode lain yang menunjukkan hubungan sikap perilaku dikemukakan oleh Bentler dan Speckart (dalam Ika, 2005:36). Model tersebut mengemukakan satu variabel tambahan dari model sikap terhadap perilaku Feisbein, yaitu perilaku lampau (past behavior = behavior I). Perilaku yang lampau dapat mempengaruhi minat (intention) secara langsung dan perilaku yang akan datang (future behavior = behavior II). Model hubungan sikap perilaku dari Bentler dan Speckart (dalam Ika, 2005:36) dapat dilihat pada gambar 2.2

  Perilaku I Sikap Minat Perilaku II

  Norma Subyektif

Gambar 2.2 : Model Hubungan Sikap-Perilaku

  Sumber: Bentler PM dan G Speckart (1979), Model of Attitude Behavior Relations, Psychological Review, Vol. 86, pp. 452- 464.

  Berdasarkan model hubungan sikap dan perilaku pada gambar 2.2

  1. Perilaku lampau, sikap, dan norma subjektif dapat saling mempengaruhi antara yang satu dengan yang lain.

  2. Sikap dapat mempengaruhi perilaku yang akan datang, baik langsung atau tidak langsung.

  3. Norma subjektif mempunyai pengaruh tidak langsung pada perilaku yang akan datang.

  4. Perilaku lampau dapat berpengaruh langsung atau tidak langsung pada perilaku yang akan datang (tidak langsung melalui minat).

  Konsumen membentuk intensi untuk membeli produk atau jasa yang disukai, dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu: a. Sikap atau pendirian orang lain.

  Kekuatan pendirian orang lain dapat mengurangi alternatif yang disukai seseorang tergantung pada intensitas pendirian negatif orang lain terhadap alternatif yang disukai konsumen dan motivasi konsumen untuk menurut i keinginan orang lain. Semakin kuat sikap negatif orang lain, dan semakin dekat orang lain tersebut, konsumen akan semakin menyesuaikan intensi pembeliannya.

  b. Faktor situasi yang tidak diantisipasi.

  Konsumen membentuk suatu intensi pembelian atas dasar faktor- faktor seperti pendapatan keluarga yang diharapkan, harga yang diharapkan, dan manfaat produk yang diharapkan. Bila konsumen bertindak, tetapi faktor situasi yang tidak diantisipasi terjadi, kemungkinan akan mengubah minat pembelian tersebut. c. Konsep diri atau kepribadian.

  Menurut Kotler (dalam Ika, 2005:38), setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda yang akan mempengaruhi perilaku pembeli.

  Yang dimaksud kepribadian adalah ciri-ciri psikologis yang membedakan sesorang, yang menyebabkan terjadinya jawaban yang secara relatif tetap dan bertahan lama terhadap lingkungannya. Kepribadian orang biasanya digambarkan dengan istilah seperti: percaya diri, gampang mempengaruhi, berdiri sendiri, menghargai orang lain, bersifat sosial, sifat membela diri dan beradaptasi. Kepribadian dapat menjadi variabel yang bermanfaat untuk menganalisis perilaku pembeli dan berdasarkan hal itu kepribadian dapat diklasifikasi, dianalisis kuat-lemahnya korelasi antara tipe kepribadian tertentu dengan pilihan produk atau merek tertentu. Misalnya, sebuah perusahaan komputer pribadi mungkin menemukan bahwa banyak calon pembeli mempunyai kepribadian yang kuat dalam percaya diri, gampang mempengaruhi, dan mandiri. Hal ini berarti bahwa dapat dipakai suatu pendekatan periklanan yang memproyeksi kualitas-kualitas tersebut kepada orang-orang yang membeli atau memiliki komputer.

  d. Motivasi Aspek motivasi dapat mempengaruhi benak calon pembeli ketika akan melakukan keputusan pembelian. Seseorang menaruh minat untuk membeli produk telepon seluler merek Nokia. Mengapa demikian? Apakah yang sebenarnya dia cari? Kebutuhan apakah yang coba dia puaskan?

  Seseorang mempunyai beberapa kebutuhan yang berbeda pada suatu waktu. Kebutuhan dapat muncul dari fisiologis seperti lapar, dahaga, dan tidak nyaman. Dan sebagian muncul dari ketegangan psikologis seperti kebutuhan untuk diakui, harga diri atau merasa diterima oleh lingkungannya.

  Apakah seseorang membutuhkan produk telepon seluler karena dia memang membutuhkan hal itu sebagai kebutuhan fisiologis, atau hanya karena beberapa teman menggunakannya, maka dia juga ikut menggunakannya. Kotler (dalam Ika, 2005:38), dua macam bentuk kebutuhan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pemasar atau perusahaan untuk menarik calon konsumen melakukan pembelian.

  L. Hipotesis

  Ada pengaruh kekuatan persuasi iklan televisi secara signifikan terhadap minat beli ulang konsumen pada produk telepon seluler merek Nokia.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian studi

  kasus. Studi kasus merupakan suatu penelitian terhadap objek tertentu yang populasinya terbatas dan kesimpulan yang ditarik hanya berlaku pada daerah penelitian (Arikunto, 1990:314).

  B. Waktu dan Lokasi Penelitian

  1. Waktu penelitian: Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Maret 2007.

  2. Lokasi penelitian: Penelitian ini dilakukan di Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

  C. Subjek dan Objek Penelitian

  1. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah masyarakat Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta baik pria maupun wanita yang menggunakan telepon seluler merek Nokia.

  2. Objek Penelitian

  a. Minat beli ulang konsumen terhadap produk telepon seluler merek Nokia. b. Kekuatan persuasi iklan di televisi terhadap minat beli ulang konsumen pada iklan telepon seluler merek Nokia yang ditayangkan di berbagai stasiun televisi seperti RCTI, SCTV, Anteve, Indosiar, TRANSTV, TRANS 7, Lativi, dan Global TV.

  D. Variabel penelitian

  Dalam penelitian ini ada beberapa variabel penelitian yang dikemukakan, yaitu:

  1. Variabel Bebas (Independen) Variabel bebas adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang menentukan atau mempengaruhi atau munculnya gejala atau faktor atau unsur yang lain (Nawawi, 1990:56). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kekuatan persuasi isi iklan televisi isi iklan produk telepon seluler merek Nokia.

  2. Variabel Terikat (Dependen) Variabel terikat adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang ada atau muncul dipengaruhi oleh adanya variabel bebas (Nawawi, 1990:57).

  Dalam penelitian ini, yang menjadi variabel terikat adalah minat beli ulang konsumen terhadap produk telepon seluler merek Nokia.

  E. Jenis dan Sumber Data

  Jenis data yang didapat berupa data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang berasal dari sumber pertama yaitu dari individu

  (perorangan) sebagai hasil dari wawancara dari hasil pengisian kuesioner. Sedangkan data sekunder didapat dari buku-buku literatur. Sumber datanya berasal dari hasil pengisian kuesioner yang dibagikan oleh peneliti dan juga dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada beberapa orang.

F. Metode Pengumpulan Data

  1. Kuesioner Peneliti menyusun dan mengedarkan kuesioner yang berisi daftar pertanyaan kepada responden, untuk mendapatkan pernyataan dan tanggapan mereka terhadap isi iklan produk telepon seluler merek Nokia di televisi. Responden diminta untuk menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan objek yang diteliti yaitu persuasi isi iklan di televisi, dan tiap jawaban diberi skor sebagai berikut:

  Pernyataan Skor

  1. Sangat Setuju (SS)

  5

  2. Setuju (S)

  4

  3. Netral (N)

  3

  4. Tidak Setuju (TS)

  2

  5. Sangat Tidak Setuju (STS)

  1

  2. Studi Pustaka Peneliti mencari data-data pendukung lainnya yang akan membantu dalam penelitian yang mencakup berbagai artikel, majalah- majalah maupun tulisan-tulisan lainnya yang banyak berhubungan dengan masalah yang

G. Populasi dan Sampel

  1. Populasi Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang dapat terdiri dari manusia, benda, hewan, tumbuhan, gejala, nilai tes, atau peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian (Nawawi, 1990:141). Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan populasi adalah konsumen yang menonton iklan produk telepon seluler merek Nokia dan menggunakan produk telepon seluler merek Nokia di wilayah Desa Condongcatur.

  2. Sampel Sampel merupakan bagian dari populasi yang menjadi sumber data sebenarnya dalam suatu penelitian. Sampel adalah sebagian dari populasi untuk mewakili seluruh populasi (Nawawi, 1990:145). Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan sampel adalah sebagian masyarakat Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yo gyakarta baik pria maupun wanita sebanyak 100 responden yang menggunakan produk telepon seluler merek Nokia.

  3. Teknik Pengambilan Sampel Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non

  , di mana semua unsur populasi tidak mempunyai

  probability sampling

  kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel penelitian (tidak acak). Jenis non probability sampling yang akan dipakai adalah

  Convenience sampling yaitu responden dengan mudah didapatkan dan

H. Teknik Pengujian Instrumen

  Pengujian instrumen dimaksudkan untuk mengukur kesahihan (validitas) dan keandalan (reliabilitas) instrumen penelitian. Pengujian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden dan kuesioner tersebut digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitas alat pengukur dalam penelitian ini.

  1. Uji kesahihan / validitas, untuk menguji sejauh mana suatu alat ukur dapat mengukur data yang dibutuhkan dalam penelitian. Uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan skor yang diperoleh dari masing- masing item dengan skor total dengan menggunakan teknik korelasi Product moment (Hadi, 2001:44). Rumusnya:

  Ν ΧΥ − Χ Υ ( ) ( ) ∑ ∑ ∑

  =

  ΧΥ 2 2 Γ 2 2

  Ν Χ − Χ Ν Υ − Υ ( ) ( )

  ( ) ( ) ∑ ∑ ∑ ∑

  Keterangan : : korelasi product moment

  Γ ΧΥ

  Ν : jumlah subjek

  : skor butir

  Χ

  : skor faktor

  Υ

  Apabila nilai hitung yang diperoleh dari hasil perhitungan lebih

  Γ Γ ( ) ΧΥ

  besar dari tabel, maka berarti ada korelasi yang nyata antara kedua variasi tersebut dan dapat dikatakan alat pengukur yang digunakan valid. Tetapi apabila nilai hitung yang diperoleh lebih kecil dari tabel maka alat

  Γ Γ

  2. Uji keandalan / reliabilitas yaitu tingkat kestabilan dari penggunaan teknis belah dua dengan mengembangkan item- item kuesioner menjadi dua kelompok (Hadi, 2001:43). Untuk mengukur reliabilitas digunakan teknik belah dua, yaitu membagi pertanyaan yang valid menjadi 2 belah antara kelompok item bernomor genap dengan kelompok item bernomor ganjil. Selanjutnya dicari koefisien korelasi “product moment” kemudian dimasukkan ke dalam rumus korelasi “Spearman Brown”. Rumus untuk menghitung reliabilitas kuesioner adalah sebagai berikut:

  a. Tahap I, dengan menggunakan rumus korelasi “product moment” (Hadi, 1991:44):

  Ν ΧΥ − Χ Υ ( ) ( ) ∑ ∑ ∑

  =

  Γ ΧΥ 2 2 2 2

  Ν Χ − ( ) Χ Ν Υ − ( ) Υ ( ) ( )

  ∑ ∑ ∑ ∑

  Keterangan : = korelasi product moment

  Γ ΧΥ

  = jumalah sampel

  Ν

  = nilai item yang bernomor ganjil

  Χ

  = nilai item yang bernomor genap

  Υ

  b. Tahap kedua dengan menggunakan rumus korelasi “Spearman Brown” (Hadi, 1991:44).

  2 Γ gg

  ( )

  =

  Γ ΧΥ

  • 1

  Γ gg

  Keterangan : = koefisien reliabilitas

  Γ ΧΥ

  Γ = koefisien korelasi product moment taraf nyata gg Apabila lebih besar dari tabel, maka berarti kuesioner sebagai

  Γ Γ ΧΥ

  alat pengukur telah memenuhi syarat reliabilitas. Begitu pula sebaliknya, apabila lebih kecil dari tabel, maka berarti

  Γ Γ ΧΥ kuesioner tersebut tidak memenuhi syarat reliabilitas.

I. Teknik Analisis Data

  1. Analisis Persentase Analisis persentase digunakan untuk mengetahui karakteristik responden.

  Karakteristik itu adalah jenis kelamin, pekerjaan, umur, status tempat tinggal, dan pendapatan atau uang saku per bulan. Analisis persentase dengan menggunakan rumus :

  n x

  P =

  Ν

  Keterangan : P = jumlah persentase nx = jumlah yang akan dianalisis N = jumlah total

  2. Analisis Regresi Sederhana Teknik analisis regresi untuk mengetahui pengaruh variabel independent (pengaruh persuasi isi iklan di televisi) terhadap variabel dependen (minat beli ulang). Kemudian dibuat persamaannya sebagai berikut (Rangkuti, 1997:64):

  Y = a + bX

  Keterangan : Y = minat beli ulang konsumen (variabel dependen) a = bilangan konstanta sebagai titik potong b = koefisien regresi X = kekuatan persuasi iklan di televisi

  Di mana konstanta (a) dan koefisien regresi (b) dapat dicari:

  n ΧΥ − Χ Υ

  

( )( )

∑ ∑ ∑ b = 2 2 n

  Χ − Χ ( ) ∑ ∑

  Υ Χ ∑ ∑ a = b

  − n n

  Keterangan : Y : minat beli ulang konsumen X : kekuatan persuasi iklan di televisi a : nilai konstanta b : koefisien korelasi n : jumlah responden

  3. Rumusan Hipotesis : β = 0, artinya variabel kekuatan persuasi iklan tidak mempunyai

  Η

  pengaruh yang signifikan terhadap minat beli ulang konsumen.

  : β 0, artinya variabel kekuatan persuasi iklan mempunyai

  Η A

  pengaruh yang signifikan terhadap minat beli ulang

  4. Pengujian Hipotesis (uji t) Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel kekuatan persuasi iklan di televisi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat beli ulang konsumen. Adapun uji t adalah sebagai berikut :

  b 1 − Β 1

  t =

  S b ( ) 1

  −   − Υ

    ∑ Υ

  S e  

  di mana : Sb = -------------- = _

2

S e

  2

  n

  

  − Χ  ∑ Χ

   

  Besarnya tingkat signifikansi yang dipaki (a ) = 5%

  5. Kriteria penerima atau penolakan hipotesis Jika: t hitung > t tabel maka ditolak dan diterima.

  Η Η A t hitung < t tabel maka diterima dan ditolak.

  Η Η A

  

BAB IV

GAMBARAN UMUM WILAYAH DAN PRODUK A. Gambaran Umum Desa Condongcatur

  1. Letak, Luas dan Batas Desa Condongcatur merupakan salah satu desa yang termasuk wilayah administrasi Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah

  Istimewa Yogyakarta. Desa ini terletak kurang lebih 2 km jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan, 8 km jarak dari Ibu Kota Kabupaten atau Kotamadya Daerah Tingkat II, 6 km jarak dari Ibu Kota Propinsi Dati I, dan 602 km jarak dari Ibu Kota Negara.

  Desa Condongcatur yang luasnya sekitar 950 hektar terdiri dari 18 dusun merupakan desa yang luas di wilayah Kecamatan Depok. Wilayah seluas 950 hektar tersebut terbagi menjadi 2 bagian untuk peruntukan 21,35 hektar untuk jalan, 355 hektar untuk sawah dan ladang, 4,1 hektar untuk bangunan umum, 535 hektar untuk pemukiman/perumahan, 3,40 hektar untuk pekuburan, dan sisanya 16 hektar untuk keperluan lain. Untuk penggunaan 0,5 hektar berupa pertokoan/perdagangan, 7 hektar berupa perkantoran, 0,8 hektar berupa pasar desa, 3 hektar berupa tanah wakaf, tanah sawah meliputi 18,8 hektar irigasi tehnis, 54 hektar irigasi setengah tehnis, 20 hektar irigasi sederhana, tanah kering meliputi 410 hektar perkarangan, 51 hektar perladangan, 52 hektar tegalan.

  Batas wilayah Desa Condongcatur secara administratif sebagai berikut : Tabel IV. 1

  Batas Desa Condongcatur Secara Administratif

  Letak Batas Desa/Kelurahan Keterangan

  Sebelah Utara Minormatani Ngaglik Sebelah Selatan Caturtunggal Depok

  Sebelah Barat Sinduadi Mlati Sebelah Timur Maguwoharjo Depok

  Sumber: Data sekunder dari Desa Condongcatur, 2005

  2. Kondisi Geografis Secara topografis Desa Condongcatur memiliki rata-rata ketinggian kurang lebih 250 meter di atas permukaan air laut. Secara morfologi Desa

  Condongcatur merupakan dataran rendah, sehingga tanahnya cukup subur ° c untuk usaha pertanian. Suhu udara rata-rata sebesar 26 , dan suhu ° c tertinggi sebesar 32 .

  3. Kependudukan Komposisi penduduk dalam pengertian demografi adalah komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin. Variabel tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan penduduk di masa mendatang. Dengan demikian, dari komposisi penduduk dapat digunakan sebagai landasan untuk berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan di wilayah desa bersangkutan. Ciri yang bersifat demografis terdiri dari umur, jenis kelamin, mutasi penduduk, jenis pekerjaan atau mata pencaharian. Dalam pembahasan ini hanya terbatas pada komposisi penduduk menurut umur, jenis kelamin, dan mata pencaharian.

  a. Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin Distribusi penduduk menurut umur dan jenis kelamin penting untuk dikemukakan, karena dengan melihat komposisinya dapat dianalisa perkembangannya di masa mendatang seperti, pertambahan penduduk, penduduk usia sekolah, angkatan kerja, dan beban tanggungan kepala keluarga.

  Tabel IV. 2 Komposisi Penduduk Menurut Umur

  No Golongan Umur Jumlah

  1 00 - 03 tahun 1.411 2 04 - 06 tahun 2.468 3 07 - 12 tahun 3.273 4 13 - 15 tahun 4.384 5 16 - 18 tahun 8.295 6 19 - ke atas 14.066

  Jumlah 33.897

  Sumber: Data sekunder dari Desa Condongcatur, 2005

  Tabel IV. 3 Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin

  No Jenis Kelamin Jumlah

  1 Laki- laki 17.132

  2 Perempuan 16.765 Jumlah 33.897

  Sumber: Data sekunder dari Desa Condongcatur, 2005

  Penduduk Desa Condongcatur pada tahun 2005 berjumlah 33.897 jiwa, terdiri dari 17.132 laki- laki dan perempuan 16.765 (tabel IV.2). jumlah penduduk sebanyak 33.897 jiwa terdiri dari 8.740 kepala keluarga b. Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian Distribusi penduduk menurut lapangan pekerjaan atau matapencaharian di suatu wilayah memiliki peranan yang penting, karena dapat menggambarkan besarnya penduduk yang menggantungkan hidup. Selain itu, jenis lapangan pekerjaan yang ditekuni penduduk secara implisit menggambarkan besarnya penghasilan, seperti penghasilan buruh industri yang pada umumnya lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan PNS/Guru di SMU. Dengan kata lain, komposisi penduduk menurut mata pencaharian secara makro dapat menggambarkan struktur ekonomi suatu wilayah.

  Tabel IV. 4 Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Desa Condongcatur, Tahun 2005

  4 Pertukangan 455

  9 Tidak ada informasi 11.947 Jumlah 33.897

  8 Jasa 440

  37

  7 Pemulung

  6 Pensiunan 471

  5 Buruh Tani 380

  3 Tani 699

  No Mata Pencaharian Jumlah

  2 Wiraswasta / Pedagang 1.994

  c. S w a s t a 13.820

  1

  b. A B R I 1.468

  a. Pegawai Negeri Sipil 2.186

  Karyawan :

  Sumber: Data sekunder dari Desa Condongcatur, 2005 c. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa Condongcatur Susunan organisasi dan tata kerja pemerintahan Desa

  Condongcatur yang meliputi kedudukan, tugas dan fungsi terdiri atas : 1) Lurah Desa

  Lurah Desa berkedudukan sebagai pemimpin pemerintahan desa, sejajar dan bermitra dengan Badan Perwakilan Desa yang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggungjawab kepada rakyat melalui Badan Perwakilan Desa dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada Bupati melalui Camat. Lurah Desa memimpin penyelenggaraan pemerintah desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama Badan Perwakilan Desa.

  Tugas dan kewajiban Lurah Desa adalah memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa, membina kehidupan masyarakat desa, membina perekonomian desa, memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat desa, mendamaikan perselisihan masyarakat desa, mewakili desanya di dalam dan di luar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukumnya, menajukan rancangan peraturan desa dan menetapkan peraturan desa setelah mendapat persetujuan Badan Perwakilan Desa, menjaga kelestarian adapt-istiadat yang hidup dan berkembang di desa yang bersangkutan sepanjang menunjang kelangsungan pembangunan, dan membuat keputusan Lurah Desa.

  Lurah Desa mempunyai fungs i antara lain pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan kewenangan mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat desa, peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa, peningkatan partisipasi dan gotong royong masyarakat dalam pembangunan desa, pelaksanaan tugas pembantuan yang diberikan oleh pemerintah propinsi atau daerah, pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa.

  2) Sekretariat Desa Sekretariat desa berkedudukan sebagai unsur staf yang membantu Lurah Desa dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya.

  Sekretariat desa dipimpin oleh seorang Carik Desa yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Lurah Desa.

  Sekretariat desa mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan yang me liputi kearsipan, perpustakaan, personalia pamong desa, perlengkapan, rumah tangga, dan memberikan pelayanan administrasi pemerintah desa.

  Carik Desa mempunyai fungsi antara lain pelaksanaan urusan surat-menyurat, kearsipan dan perpustakaan, pelaksanaan urusan personalia pamong desa, pelaksanaan rencana dan pelaporan kegiatan pemerintah desa, pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga pemerintah desa, pelaksanaan pelayanan administrasi pemerintah desa, penyusunan rancangan peraturan desa dan rancangan keputusan Lurah Desa.

  3) Bagian Pemerintahan Bagian pemerintahan berkedudukan sebagai unsur pelaksana teknis yang membantu Lurah Desa dalam bidang pemerintah desa. Bagian pemerintahan dipimpin oleh seorang kepala bagian yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Lurah Desa dan secara administrasi melalui Carik Desa.

  Bagian pemerintah mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pemeliharaan ketentraman dan ketertiban desa, melaksanakan administrasi kependudukan, administrasi pertanahan dan pembinaan sosial politik.

  Bagian pemerintahan mempunyai fungsi antara lain perencanaan dan pelaksanaan pemeliharaan ketentraman dan ketertiban desa, perencanaan dan pelaksanaan administrasi kependudukan, perencanaan dan pelaksanaan administrasi pertanahan, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembinaan social politik, penyusunan rencana peraturan desa dan rencana keputusan lurah desa sesuai dengan bidang tugasnya, dan pelaporan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pemerintah desa.

  4) Bagian Pembangunan Bagian pembangunan berkedudukan sebagai unsur pelaksana teknis yang membantu tugas lurah desa dalam bidang pembangunan. Bagian pembangunan dipimpin oleh seorang kepala bagian yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada lurah desa dan secara administrasi melalui Carik Desa.

  Bagian pembangunan mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pembangunan desa, pengelolaan sarana dan prasarana perekonomian masyarakat desa.

  Bagian pembangunan mempunyai fungsi antara lain perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan desa, peningkatan kegiatan serta pengembangan sarana dan prasarana perekonomian desa, pengelolaan dan peningkatan penghasilan tanah-tanah milik desa, peningkatan dan pengembangan sumber- sumber pendapatan desa, pencatatan dan pelayanan administrasi dibidang kegiatan pembangunan desa, penyusunan rencana peraturan desa dan rencana keputusan Lurah Desa sesuai dengan bidang tugasnya, pelaporan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan desa.

  5) Bagian Kemasyarakatan Bagian kemasyarakatan berkedudukan sebagai unsur pelaksana teknis yang membantu tugas Lurah Desa dalam bidang kemasayarakatan. Bagian kemasyarakatan dipimpin oleh seorang kepala bagian yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Lurah Desa dan secara administrasi melalui Carik Desa.

  Bagian kemasyarakatan mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pembinaan mental spiritual keagamaan, nikah, talak, cerai dan rujuk, sosial, pendidikan, kebudayaan, olah raga, pemuda, perempuan, kesejahteraan keluarga, dan kesehatan masyarakat.

  Bagian kemasyarakatan mempunyai fungsi antara lain perencanaan dan pelaksanaan kegiatan keagamaan, pencatatan dan pelayanan administrasi nikah, talak, cerai dan rujuk, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dibidang sosial, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dibidang pendidikan dan kebudayaan, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dibidang pemuda, olah raga dan perempuan, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dibidang kesejahteraan keluarga dan kesehatan masyarakat, penyusunan rencana peraturan desa dan rencana keputusan Lurah Desa sesuai dengan bidang tugasnya, pelaporan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan. 6) Bagian Umum

  Bagian umum berkedudukan sebagai unsur pelaksana teknis yang membantu Lurah Desa dalam bidang administrasi kepada masyarakat. Bagian umum dipimpin oleh seorang kepala bagian yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada

  Bagian umum mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan informasi pemerintah desa, pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil, surat- surat keterangan, rekomendasi dan legalisasi surat-surat lainnya.

  Bagian umum mempunyai tugas perencanaan dan pelaksanaan pelayanan informasi pemerintah desa, perencanaan dan pelaksanaan pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil, perencanaan dan pelaksanaan pelayanan surat-surat keterangan, perencanaan dan pelaksanaan pelayanan rekomendasi dan lega lisasi surat-surat lainnya, penyusunan rencana perencanaan desa dan rencana keputusan Lurah Desa sesuai dengan bidang tugasnya.

  7) Bagian Keuangan Bagian keuangan berkedudukan sebagai unsur pelaksanaan teknis yang membantu Lurah Desa dalam bidang keuangan. Bagian keuangan dipimpin seorang kepala bagian yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Lurah Desa dan secara administrasi melalui Carik Desa.

  Bagian keuangan mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja desa, pengelolaan keuangan, dan sumber pendapatan desa.

  Bagian keuangan mempunyai fungsi antara lain perencanaan dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja desa, perencanaan dan pelaksanaan pungutan desa, pengelolaan keuangan desa, penggalian sumber pendapatan desa, penyusunan rencana peraturan desa dan rencana keputusan Lurah Desa sesuai dengan bidang tugasnya.

  8) Padukuhan Padukuhan adalah bagian wilayah desa yang merupakan lingkungan kerja Dukuh. Padukuhan dipimpin oleh seorang Dukuh yang berkedudukan sebagai unsur wilayah pelaksana pemerintahan desa di wilayah kerja masing- masing yang bertanggungjawab kepada Lurah Desa.

  Dukuh mempunyai tugas membantu Lurah Desa dalam melaksanakan tugas dan kewajiban di wilayah kerjanya. Dukuh mempunyai tugas membantu lurah desa dalam melaksanakan tugas kegiatan lurah desa di wilayah kerjanya, pelaksanaan kegiatan dibidang pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan di wilayah kerjanya, pembinaan ketentraman dan ketertiban masyarakat di wilayah kerjanya, pelaksanaan peraturan desa, keputusan lurah desa dan kebijakan lurah desa di wilayah kerjanya, dan pelaporan pelaksanaan tugasnya kepada Lurah Desa.

  9) Sekretariat BPD Sekretariat Badan Perwakilan Desa berkedudukan sebagaimana unsur staf yang memberikan pelayanan administrasi kepada Badan Perwakilan Desa. Sekretariat Badan Perwakilan Desa dipimpin oleh seorang sekretaris Badan Perwakilan Desa yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Lurah Desa dan secara administrasi melalui Carik Desa, secara teknis operasional bertanggungjawab kepada ketua Badan Perwakilan Desa.

  Sekretariat Badan Perwakilan Desa mempunyai fungsi antara lain melakukan kegiatan ketatausahaan yang meliputi kearsipan, pengelolaan anggaran, menyiapkan bahan rapat dan pembuatan risalah Badan Perwakilan Desa. Sekretariat Badan Perwakilan Desa mempunyai tugas pelaksanaan urusan surat menyurat, kearsipan dan perjalanan dinas Badan Perwakilan Desa, pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga, pelaksanaan urusan keuangan dan pengelolaan anggaran Badan Perwakilan Desa, Pelaporan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan Badan Perwakila Desa, pelaksanaan pelayanan administrasi Badan Perwakilan Desa, pelaksanaan penyiapan bahan rapat dan pembuatan risalah.

  Gambar IV.1 Bagan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa Condongcatur

  B. Gambaran Umum Produk Nokia

  1. Nokia di Indonesia Siapa yang tidak mengetahui Nokia? Merek satu ini nyaris identik dengan telepon genggam. Dengan penguasaan pasar di seluruh dunia mencapai 39 persen, Nokia juga sekaligus menjadi pemimpin pasar di Indonesia. Sebagai pemimpin pasar, Nokia, harus selalu

  (market leader)

  menciptakan produk yang selalu lebih baik dari pesaing, sekaligus memberikan trend ke pasar bahwa Nokia selalu akan memberikan yang terbaik kepada pelanggan atau user.

  Sebagai merek yang mendunia, Nokia memiliki kategori produk yang sangat beragam. Dengan demikian konsumen dimanjakan dengan berbagai pilihan mulai dari kategori basic, expression, smart classic,

  fashion, premium, communicator, tough, hingga music and entertainment,

  Untuk produk basic tersedia Nokia seri 3315, 3310, sporty dan imaging. 3210, dll, sedangkan yang fashion pilihannya berderet mulai dari Nokia 8210, 8250, 8310, 7210 dan 7250. Dan tak lupa, bagi mereka yang sporty tersedia Nokia seri 5210 dan 5100. Artinya, produk Nokia memang diarahkan untuk segmen konsumen yang berbeda pula. Inilah strategi Nokia yang terbukti ampuh menjaring pelanggannya.

  Dengan beragam produk dengan segmentasi yang berbeda-beda, maka setiap segmen mempunyai strategi pemasaran yang berbeda pula.

  Ambil contoh, untuk segmen fashion Nokia bekerja sama dengan stasiun musik ternama MTV, meluncurkan beragam kuis dan program hiburan, bekerja sama dengan perbankan misal Citibank yakni program Easypay, dsb. Selain itu roadshow digelar di berbagai kota antara lain di Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota lainnya.

  2. Outlet Untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya,

  Nokia memiliki jaringan pusat layanan (service center) yang tersebar di Indonesia. Distribusi produk diserahkan kepada lima distributor, yaitu PT Bimasakti Usindo Persada (BUP), PT Trikomsel Citrawahana, PT Parastar Echorindo, PT Erajaya Swasembada dan PT InTouch.

  Demi menjamin ketersediaan (availability) dan sekaligus pelayanan kepada pelanggan, Nokia memiliki beragam outlet meliputi

  

Nokia Priority Dealers (NPD), Nokia Professional Center (NPC), Nokia

(NSCC) dan Nokia Professional Center (NPC). Sales and Care Center

  Saat ini di seluruh Indonesia terdapat lebih dari 100 NPD, 23 NPC yang berada di 12 kota, dan satu NSCC di Jakarta. Dukungan lain datang dari lima Nokia Care Center (NCC) di wilayah Jakarta dan Nokia Car Center (NCC) juga di kota Jakarta.

  Dengan dukungan layanan demikian, Nokia berjaya meraih penghargaan sebagai nomor satu dalam Indeks Kepuasaan Pelanggan

  

(customer satisfaction index ) oleh Majalah SWA dan Biro Riset Frontier

  di tahun 2000 dan 2001. Sebelumnya, di bulan Oktober 1999, Nokia meraup penghargaan Global Marketing Award dari MarkPlus dan The

  Jakarta Post.

  Aspek pelayanan memang menjadi fokus utama Nokia di samping berbagai inovasi. Satu prinsip yang dipegang Nokia yaitu ingin memberikan solusi kepada pengguna. Caranya beragam. Misalnya, untuk Nokia Communicator seri 9210 dan yang terakhir seri 9210i, Nokia mencoba menyatukan penjualan dengan aplikasi. Dengan cara itu membantu user dalam setting internet, mengerti cara pakai, membuat email, merekam (recording), dll. Hasilnya, Indonesia menjadi salah satu pasar di Asia Pasifik yang penjualan Nokia Communicatornya cukup baik.

  3. Penetrasi Bicara soal pasar, Indonesia masih cukup potensial untuk berkembang. Pasalnya, struktur pasar di sini, masih banyak sekali yang masih sebagai pemakai pemula. Ini bisa dilihat dari penetrasi telepon seluler yang di negeri ini masih di bawah lima persen. Masih banyak masyarakat yang belum mampu membeli telepon genggam. Karena itu Nokia menempuh strategi, di samping mengeluarkan produk dengan teknologi terkini seperti MMS (Multimedia Messaging System), juga mengeluarkan produk untuk penetrasi pasar. Misalnya Nokia seri 2110 untuk pemakai pemula.

  Hasan Aula selaku General Manager berani mengklaim bahwa Nokia- lah yang pertama mengeluarkan apa yang dinamakan kategori

  fashion (fashion category) sekitar 2-3 tahun yang lalu dengan

  mengeluarkan Nokia seri 8210. Kategori fashion artinya telepon seluler tersebut memang ditargetkan untuk orang yang fashionable yakni mereka yang memiliki gaya hidup dan bisa mengasosiasikan dirinya dengan handphone tersebut karena gaya hidup.

  Tidak hanya masyarakat yang berpenghasilan tinggi (high-end) yang dilayani oleh Nokia dengan menghadirkan fitur- fitur menarik.

  Termasuk juga masyarakat kelas bawah (low-end). Untuk kelas low-end ini Nokia memberikan handphone dengan fitur pilihan warna berbeda- beda, foto bisa ditaruh di belakang, dan fitur yang unik lainnya.

  Untuk tetap menguasai pasar, Nokia selalu meluncurkan produk- produk baru. Enam produk baru telah diluncurkan, di antaranya seri 3530, seri 2100 untuk low-end, seri 3650 untuk mereka yang ingin mengakses internet berikut kamera, seri 5100 yang aktif dan tahan banting, lalu ada lagi seri 6800 untuk mereka yang aktif mengirimkan pesan atau SMS,

  (Copyright © Sinar serta ada pula seri 8910i untuk kategori premium dan color. Harapan 2003)

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data

  1. Deskriptif Data Penelitian dilakukan untuk menganalisis kekuatan persuasi iklan terhadap minat beli ulang konsumen pada produk telepon seluler merek

  Nokia. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan memberikan sejumlah pertanyaan atau kuesioner kepada responden sebanyak 100 orang sampel.

  Kuesioner yang dibagikan kepada konsumen, terdiri atas dua bagian yaitu:

  Bagian I : Berisikan pertanyaan-pertanyaan mengenai identitas pribadi responden. Bagian II : Berisikan pernyataan untuk memperoleh data tentang kekuatan persuasi iklan terhadap minat beli ulang konsumen pada produk telepon seluler merek Nokia di mana mempunyai lima kategori jawaban.

  2. Pengujian Instrumen Penelitian Sebelum kita melakukan penelitian lebih lanjut, terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian kuesioner untuk mengetahui apakah kuesioner yang dipakai sebagai bahan penelitian itu layak atau tidak untuk dipakai.

  a. Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk menguji seberapa jauh suatu alat ukur mengukur apa yang diukur. Uji validitas dalam penelitian ini korelasi dari perhitungan lebih besar daripada angka kritik tabel korelasi dengan signifikansi sebesar 5% atau 0,05, maka butir pertanyaan dikatakan valid atau signifikan dengan rumus :

  Ν ΧΥ − Χ Υ ( ) ( ) ∑ ∑ ∑

  =

  ΧΥ 2 2 Γ 2 2

  Ν Χ − ( ) Χ Ν Υ − ( ) Υ ( ) ( )

  ∑ ∑ ∑ ∑

  Keterangan : : korelasi product moment

  Γ ΧΥ

  

Ν : jumlah subjek

  : skor butir

  Χ

  :skor faktor

  Υ Tabel V.1 Rangkuman Validitas

  30

  Ν

  125

  Χ ∑

  1321

  Υ ∑ 2

  533

  X 2

  58795

  Υ ∑

  . 5556

  Χ Υ ∑ .

  Ν ΧΥ − Χ Υ 1555 ( )( ) ∑ ∑ ∑ 2 2 .

  Ν Χ − Χ

  365

  ( ) ∑ ∑ 2 2 .

  Ν Υ − Υ ( ) 18809

  ∑ ∑ Γ

  ΧΥ

  0,593473194

  Sd Χ

  0,647719252

  Sd Υ

  4,649681734 . Sd - Sd

  Γ 2,111742218 ΧΥ Υ Χ

  • Sd
  • 2 Sd 2 Χ Υ

      22,03908046 2 . . Sd . Sd

      Γ ΧΥ Χ Υ

      3,574712638 Pengujian hasil dari validitas ini adalah sebagai berikut :

      Ν ΧΥ − Χ Υ ( ) ( ) ∑ ∑ ∑

      =

      ΧΥ 2 2 Γ 2 2

      Ν Χ − Χ Ν Υ − Υ ( ) ( )

      ( ) ( ) ∑ ∑ ∑ ∑

      1555 = 365 18809

      x { } { }

      1555 = 2620 , 168888 = 0,593473194

      Kemudian hasil = 0,593473194 maka dimasukkan ke dalam

      Γ ΧΥ

      rumus :

      Sd Sd

    Γ xy yx

      ( ) ( )( )

      Γ = bt 2 Sd 2 Sd y − Γ xy x y

      2 Sd Sd

    • 2 , 111742218

      ( ) ( ) x ( ) { ( ) ( ) }

      { }

      = 22 , 03908046 3 , 57412638

      −

      2 , 111742218 = 4 , 297018481 = 0,491443596 = 0,4914

      Dari hasil uji validitas terhadap butir-butir pertanyaan dinyatakan sahih atau tidak ada yang gugur, yang berarti r hitung yaitu 0,4914 lebih besar dari r tabel yaitu pada taraf signifikansi 5% hasilnya sebesar 0,239. b. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya dan diandalkan. Dengan rumus :

      2 Γ gg

      ( ) Γ = xy +

      1 Γ gg

      Keterangan : = koefisien reliabilitas

      Γ xy

      = koefisien korelasi product moment

      Γ gg

      taraf nyata 5%

      Tabel V.2 Rangkuman Reliabilitas

      30

      Ν

      746

      Χ ∑

      575

      Υ ∑ 2 X 18754 ∑ 2

      11253

      Υ ∑

      . 14394

      Χ Υ ∑ .

      Ν ΧΥ − Χ Υ 2870 ( )( ) ∑ ∑ ∑ 2 2 .

      Ν Χ − Χ 6104 ( )

      ∑ ∑ 2 2 .

      Ν Υ − Υ

      6965

      ( ) ∑ ∑

      Reliabilitas dapat diartikan sebagai tingkat kestabilan suatu alat pengukur dalam mengukur suatu gejala. Semakin tinggi tingkat reliabilitas, maka semakin stabil kemantapan hasil pengukuran dan begitu pula sebaliknya semakin rendah tingkat reliabilitas maka semakin tidak stabil kemantapan hasil pengukuran. Rumus yang

      Dari hasil uji reliabilitas terhadap butir-butir pertanyaan yang telah dilakukakan ternyata semua pertanyaan tersebut dinyatakan andal atau tidak ada yang gugur, artinya r hitung yaitu 0.6113 lebih besar dari r tabel.

      Γ

      1 880327096 , = 0,611268836 = 0,6113

      2

      1 440163548 ,

      440163548 ,

      ( )

      =

      2

      1

      ( ) gg gg Γ + Γ

      =

      , kita akan mengetahui apakah data yang dipakai dapat dipercaya atau tidak, maka kita akan menghitung pengujian reliabilitas ini dengan rumus Spearman Brown sebagai berikut : xy

      ( )( ) ( )

      ΧΥ Γ

      = 0,440163548 Setelah melakukan perhitungan

      = 6520 303674 , 2870

      x

      6965 6104 2870

      ( ) ( )

      2 2 2 =

      = Γ

      Sd Sd Sd Sd Sd Sd Γ − + − Γ

      ( ) ( ) { } y x xy y x x y xy bt

      ( ) ( ) { } ( )

    • = 440163548 ,

      3. Analisis Masalah Pertama Profil atau gambaran umum konsumen mengenai jenis kelamin, usia, pekerjaan, status tempat tinggal, dan pendapatan atau uang saku per bulan dianalisis dengan analisis persentase. Populasi yang diambil adalah semua konsumen yang menggunakan telepon seluler merek Nokia yang tinggal di wilayah Desa Condongcatur. Dari populasi tersebut diambil sampel sebanyak 100 orang responden secara tidak acak untuk mengisi kuesioner tentang kekuatan persuasi iklan terhadap minat beli ulang konsumen pada produk telepon seluler merek Nokia. Dari penelitian yang dilakukan terhadap 100 responden maka dapat diketahui profil atau gambaran umum responden sebagai berikut: a. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

      Konsumen telepon seluler merek Nokia berdasarkan jenis kelamin adalah sebagai berikut :

      Tabel V.3 Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

      No Jumlah Responden Jenis Kelamin Dalam Angka Dalam Persentase

      1 Pria 56 56%

      2 Wanita 44 44% Jumlah 100 100%

      Sumber: Data olahan penelitian tahun 2007

      Pada tabel di atas menunjukkan karakteristik dari 100 orang responden yang diteliti, yang termasuk kelompok pria sebanyak 56 orang atau 56%, sedangkan kelompok wanita sebanyak 44 orang atau b. Profil Responden Berdasarkan Usia Konsumen telepon seluler merek Nokia berdasarkan usia adalah sebagai berikut :

      Tabel V.4 Profil Responden Berdasarkan Usia (Tahun)

      Jumlah Responden No Usia Dalam Angka Dalam Persentase 1 18 - 24

      53 53% 2 25 - 30 39 39% 3 31 ke atas

      8 8% Jumlah 100 100%

      Sumber: Data olahan penelitian tahun 2007

      Pada tabel di atas menunjukkan bahwa usia responden terbanyak adalah berusia 18 sampai 24 tahun sebanyak 53 orang (53%) sedangkan yang berusia 25 sampai 30 tahun sebanyak 39 orang (39%), yang berusia 31 tahun ke atas sebanyak 8 orang (8%).

      c. Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan Konsumen telepon seluler merek Nokia berdasarkan pekerjaan adalah sebagai berikut :

      Tabel V.5 Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan

      Jumlah Responden No Pekerjaan Dalam Angka Dalam

      Persentase

      1 Mahasiswa /i 58 58%

      2 Pedagang/wiraswasta 9 9%

      3 Pegawai negeri 24 24%

      4 Karyawan swasta 9 9% Jumlah 100 100%

      Sumber: Data olahan penelitian tahun 2007

      Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar jenis pekerjaan didominasi oleh mereka yang bekerja sebagai mahasiswa yaitu sebanyak 58 orang (58%). Sedangkan jumlah responden yang bekerja sebagai wiraswasta sebanyak 9 orang (9%), yang bekerja sebagai pegawai negeri sebanyak 24 orang (24%), dan yang bekerja sebagai karyawan swasta sebanyak 9 orang (9%).

      d. Profil Responden Berdasarkan Status Tempat Tinggal Konsumen telepon seluler merek Nokia berdasarkan status tempat tinggal adalah sebagai berikut :

      Tabel V.6 Profil Responden Berdasarkan Status Tempat Tinggal

      No Status Tempat Jumlah Responden Tinggal Dalam Angka Dalam Persentase

      1 Sewa / Kontrak 39 39%

      2 Kost 34 34%

      3 Rumah Orang 23 23% Tua

      4 Rumah Saudara 4 4% Jumlah 100 100%

      Sumber: Data olahan penelitian tahun 2007

      Pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menghuni rumah sewa kontrak sebanyak 39 orang atau 39% dari jumlah sampel sebanyak 100 responden. Responden yang menghuni rumah kost sebanyak 34 orang atau 34%, yang tinggal di rumah orang tua sebanyak 23 orang atau 23% dan responden yang tinggal di rumah saudara sebanyak 4 orang atau 4%. e. Profil Responden Berdasarkan Pendapatan atau Uang Saku Per Bulan Konsumen telepon seluler merek Nokia berdasarkan pendapatan atau uang saku per bulan adalah sebagai berikut :

      Tabel V.7 Profil Responden Berdasarkan Pendapatan / Uang Saku Per Bulan

      Jumlah Responden No Pendapatan / Uang Saku Per bulan Dalam Angka Dalam Persentase

      1 Kurang dari Rp. 500.000,00 10 10%

      2 Rp. 500.000,00 – Rp.1.000.000,00 61 61%

      3 Lebih dari Rp. 1.000.000,00 29 29%

      Jumlah 100 100%

      Sumber: Data olahan penelitian tahun 2007

      Pada tabel di atas menunjukkan bahwa responden yang memiliki pendapatan atau uang saku per bulan sebesar Rp. 500.000,00 sampai dengan Rp. 1.000.000,00 sebanyak 61 orang atau 61% dari jumlah sampel, responden yang memiliki uang saku lebih dari Rp.

      1.000.000,00 sebanyak 29 orang atau 29%, sedangkan yang memiliki uang saku kurang dari Rp 500.000,00 sebanyak 10 orang atau 10% dari jumlah responden.

      4. Analisis Masalah Kedua Analisis yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel kekuatan persuasi iklan televisi terhadap minat beli ulang konsumen pada produk telepon seluler merek Nokia adalah analisis Regresi Linier Sederhana.

      Hasil perhitungan dengan menggunakan analisis Regresi Linier Sederhana (dengan bantuan program SPSS 15.0) adalah sebagai berikut :

      Tabel V.8 Hasil Perhitungan Regresi Coefficients(a) Unstandardized Standardized Model t Sig. Coefficients Coefficients Std. B Std. Error Beta B Error 1 (Constant)

      14.391 4.189 3.436 .001

      X Kekuatan persuasi iklan di .676 .099 .570 6.862 .000 televisi a Dependent Variable: Y Minat beli ulang sumber : data olahan penelitian tahun 2007

      Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : Y = a + bx Y = 14.391 + 0,676x

      a. Nilai konstanta persamaan regresi sebesar 14,391 artinya jika kekuatan persuasi iklan televisi tidak ada maka minat beli ulang konsumen pada produk telpon seluler merek Nokia akan sebesar 14,391.

      b. Koefisien variabel kekuatan persuasi iklan televisi (x) adalah positif.

      Hal ini dapat diartikan bahwa kekuatan persuasi iklan televisi berpengaruh positif terhadap minat beli ulang konsumen pada produk telepon seluler merek Nokia sebesar 0,676. Dengan demikian dapat disimpulkan bila kekuatan persuasi iklan ditingkatkan 1 point maka akan meningkat sebesar 0,676. Sebaliknya bila kekuatan persuasi iklan diturunkan maka minat beli ulang konsumen pada produk telepon seluler merek Nokia akan turun.

      5. Pengujian Hipotesis (Uji t) Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel persuasi iklan televisi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat beli ulang konsumen pada produk telepon seluler merek Nokia. Langkah- langkah pengujian :

      a. Menentukan Hipotesis : β = 0 variabel kekuatan persuasi iklan tidak mempunyai

      Η

      pengaruh yang signifikan terhadap minat beli ulang konsumen.

      : β 0 variabel kekuatan persuasi iklan mempunyai pengaruh

      Η A ≠ yang signifikan terhadap minat beli ulang konsumen.

      b. Berdasarkan tingkat signifikansi = 0,05 dan derajat kebebasan (db)

      α ( )

      100 - 1 - 1 = 98 diperoleh

      c. Kriteria pengambilan keputusan :

      A tabel hitung tabel

      Ho diterima atau H ditolak bila – t t t

      ≤ ≤ A hitung tabel hitung tabel

      Ho diterima atau H ditolak bila - t t atau t t

      > < -

      d. Kesimpulan

      hitung

      Nilai t yang diperoleh dari tabel V.7 sebesar 6,862 lebih besar dari

      tabel

      t (1,980) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05 maka dapat

      < hipotesis yang menyatakan variabel kekuatan persuasi iklan berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang konsumen pada produk telepon seluler merek Nokia diterima. Hasil pengujian tersebut dapat digambarkan ke dalam kurva sebagai berikut:

      hitung

      T = 6,862

      tabel

      T = 1,980 Gambar V. 1

      Kurva hasil pengujian Ttest

    B. Pembahasan

      1. Pembahasan Profil Responden Konsumen telepon seluler Nokia terlihat berasal dari masyarakat dengan berbagai latar belakang usia, pekerjaan, tempat tinggal dan penghasilan. Hasil pengujian deskriptif menunjukkan berdasarkan jenis kelamin sebagian besar responden adalah pria sebanyak 56 orang (56%).

      Profil konsumen juga didominasi oleh usia 18 sampai 24 tahun (53%), jumlah yang begitu banyak dibanding usia di atasnya, jadi dapat dikatakan profil usia 18 sampai 24 lebih sering menyaksikan iklan Nokia yang ditayangkan di televisi. Sedangkan untuk pekerjaan dan tempat tingal didominasi oleh pelajar dan mahasiswa. Profil ini sangat berkaitan dengan mayoritas penduduk Yogyakarta yang kebanyakan adalah pendatang sebagai pelajar dan mahasiswa, jadi dapat dikatakan bahwa mereka yang bekerja sebagai mahasiswa dan bertempat tinggal di lingkungan Desa Condongcatur lebih sering menyaksikan iklan Nokia. Demikian juga dengan tingkat pendapatan atau uang saku yang mayoritas berpenghasilan Rp 500.000 sampai Rp 1.000.000 per bulan jumlah ini lebih sebagai uang saku per bulan, jadi dapat dikatakan ada minat ulang konsumen untuk memutuskan membeli telepon seluler Nokia.

      2. Pembahasan Kekuatan Persuasi Iklan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan persuasi iklan televisi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang konsumen pada produk telepon seluler merek Nokia.

      Salah satu yang digunakan perusahaan untuk mengenalkan dan menawarkan produk mereka kepada konsumen adalah melalui iklan, karena iklan dipercaya sebagai salah satu cara untuk mendongkrak penjualan oleh kebanyakan perusahaan. Iklan dirancang sedemikian rupa agar mampu menunjukkan kelebihan produk yang ditawarkan sehingga dapat membujuk dan mempengaruhi konsumen untuk membeli produk inilah yang disebut sebagai kekuatan persuasi iklan. Kekuatan persuasi iklan yang bersifat membujuk berperan penting bagi perusahaan yang memiliki tingkat persaingan produk tinggi, seperti produk telepon seluler.

      Iklan Nokia yang diiklankan di televisi memperlihatkan keunggulan-keunggulan dari Nokia diantaranya para aktor dan aktris serta setting dalam iklan tersebut sangat familiar dengan kehidupan kita sehari- hari. Isi iklan yang menarik dan mudah diingat yaitu seorang laki- laki yang tidak punya gairah untuk hidup, kemudian datang segerombolan para badut yang terjun dari dalam pesawat terbang untuk menghibur laki- laki tersebut. Dari isi iklan ini dilihat bahwa Nokia ingin menghibur setiap orang baik dalam keadaan senang maupun sedih lewat berbagai fitur-fitur, dan bentuk produknya. Dan masih ada hal- hal lain yang

      games, jingle,

      menarik dalam iklan Nokia ini seperti slogan iklan Nokia yaitu “teknolo gi yang mengerti anda“ yang menunjukkan bahwa Nokia terkenal dengan produk ponselnya yang user friendly. Bahkan untuk orang yang sebelumnya awam dengan ponsel pun akan mudah dan segera bisa mengoperasikan ponsel buatan Nokia. Itulah mengapa ponsel Nokia menjadi ponsel paling laris di seluruh dunia. Sehingga diharapkan dengan menonton iklan Nokia di televisi konsumen dapat dibujuk dan dipengaruhi untuk membeli ulang produk telepon seluler merek Nokia.

    BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis kekuatan persuasi iklan televisi terhadap

      minat beli ulang konsumen pada produk telepon seluler merek Nokia dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

      1. Masalah yang pertama penulis ingin mengetahui karakteristik responden telepon seluler merek Nokia. Dari hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa jenis kelamin sebagian besar responden adalah pria sebanyak 56 orang (56%). Berdasarkan usia, sebagian besar responden berusia antara 18 sampai 24 tahun, yaitu sebanyak 53 orang (53%). Berdasarkan pekerjaan, sebagian besar responden adalah mahasiswa, yaitu sebanyak 58 orang (58%). Berdasarkan status tempat tinggal, sebagian besar responden bertempat tinggal di rumah kontrak, yaitu sebanyak 39 orang (39%).

      Berdasarkan pendapatan per bulan, sebagian besar responden memiliki pendapatan antara Rp. 500.000.00,- Rp. 1.000.000.00,- yaitu sebanyak 61 orang (61%).

      2. Masalah yang kedua ada pengaruh positif variabel kekuatan persuasi iklan televisi terhadap minat beli ulang konsumen pada produk telepon seluler

      hitung

      merek Nokia. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan t (6,862)

      > tabel t (1,980) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05.

      <

      B. Saran

      Untuk lebih meningkatkan minat beli ulang konsumen terhadap produk telepon seluler merek Nokia, penulis memberikan saran-saran sebagai berikut :

      1. Iklan yang ditayangkan hendaknya mampu menyampaikan isi produk dan mudah diingat sehingga orang berminat untuk membeli ulang.

      2. Slogan dan jingle produk telepon seluler merek Nokia hendaknya menarik dan lebih baik dari produk telepon seluler yang lain atau pesaingnya.

      3. Dalam setiap penayangan iklan di televisi hendaknya didemonstrasikan keunggulan produk telepon seluler merek Nokia dibandingkan produk lainnya.

      4. Penggunaan model iklan dari kalangan para aktor, artis, selebritis dan model- model terkenal hendaknya dipertahankan. Sehingga konsumen merasa terlibat dan turut menjadi bagian dari mereka.

      C. Keterbatasan

      Dalam melakukan penelitian ini, penulis merasakan masih banyak menemukan hambatan, kekurangan, dan kelemahan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :

      1. Faktor yang mempengaruhi minat beli ulang konsumen yang dianalisis dalam penelitian ini hanya kekuatan persuasi iklan.

      2. Keterbatasan waktu dan biaya, maka penulis hanya mengambil 100 orang responden yang mudah ditemui dan dimintai tanggapannya untuk dijadikan sampel.

      3. Responden dalam memberikan jawaban terhadap kuesioner dipengaruhi oleh subjektifitas, maka hasil penelitian bisa bias apabila responden tidak mengerti maksud dari alternative jawaban-jawaban yang sudah disediakan oleh peneliti.

      

    DAFTAR PUSTAKA

    Abdurahman., dkk. (1993). Materi pokok pendidikan IPS 1. Jakarta: Depdikbud.

      Andlie Liano Anwar. (2005). Analisis Kekuataan Persuasi Iklan Terhadap Motivasi Beli Konsumen Pada Produk Simcard GSM XL Jempol .

      Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Sanata Dharma: Yogyakarta (Skripsi tidak dipublikasikan). Arikunto. (1990). Manajemen Penelitian. Cetakan Pertama. Rineka Cipta: Jakarta Engel, F James. (1994). Perilaku Konsumen. Jilid I. Jakarta: Binarupa Aksara.

      Hadi, Sutrisno. (1991). Analisis Butir Untuk Instrumen Angket, Tes dan Skala . Andi Offset: Jakarta.

      Nilai dengan Basica _____________(2001) Statistik (Jilid I Cetakan 21). Andi Offset: Jakarta.

      Irwanto, et. al. (1996). Psikologi Umum Buku Panduan Mahasiswa. Jakarta: APTIK PT. Gramedia Pustaka Utama. Ika Ratih Utami. (2005). Pengaruh Daya Tarik Iklan Terhadap Minat Beli

      Konsumen . Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Sanata Dharma: Yogyakarta (Skripsi tidak dipublikasikan).

      Jefkins. (1997). Periklanan. Erlangga: Jakarta. Kotler, Philip. (1990). Dasar-Dasar Pemasaran. Jakarta: CV. Intermedia ____________(1991). Manajemen Pemasaran. Jilid I (edisi VI). Jakarta:

      Erlangga ____________(1997). Manajemen Pemasaran. Jakarta: Salemba Empat.

      ____________and Gary Amstrong. (2001). Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jilid 2.

      Jakarta: PT. Erlangga Nawawi, Hadari. (1990). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

      Masli. (2004). Cakap Kecap (1972-2003); Persatuan Perusahaan Periklanan.

      Indonesia: Jakarta. Scheffman, Leon G, and Leslie Lazar Kanuk (1994). Consumer Behavior, , New Jersey: A Simon and Sons, Inc.

      Englewood Clifft Susanto. (1991). Komunikasi Dalam Teori dan Praktek. Binacipta: Bandung.

      Swastha, B. (1984). Azas-Azas Marketing. Edisi Ke-3. Liberty: Yogyakarta. __________dan Handoko, T.H. (1997). Manajemen Pemasaran: Analisis . Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.

      Perilaku Konsumen

      Tim Penyusun Kamus Pusat Pembina dan Pengembangan Ba hasa, (1990). Kamus . Cetakan Ke-4. Jakarta: Balai Pustaka.

      Besar Bahasa Indonesia www.nokia com.

      www.google.com

      Lampiran 1 Analisis Regresi Linier Berganda

      Regression Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N Y Minat beli ulang

      43.00 4.851 100

      X Kekuatan persuasi iklan di televisi 42.30 4.086 100 Variables Entered/Removed(b)

      Variables Removed Model Variables Entered Method

      1 X Kekuatan persuasi

    . Enter

    iklan di televisi(a) a All requested variables entered. b Dependent Variable: Y Minat beli ulang

      Model Summary

    Adjusted R Std. Error of

    Model R R Square Square the Estimate

      1 .570(a) .325 .318 4.007 a Predictors: (Constant), X Kekuatan persuasi iklan di televisi

      

    ANOVA(b)

    Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

      1 Regression 756.155 1 756.155 47.084 .000(a) Residual

      1573.845 98 16.060 Total 2330.000

      99 a Predictors: (Constant), X Kekuatan persuasi iklan di televisi b Dependent Variable: Y Minat beli ulang

      Coefficients(a) Unstandardized Standardized

    Model Coefficients Coefficients t Sig.

      Std. B Std. Error Beta B Error 1 (Constant) 14.391 4.189 3.436 .001

      X Kekuatan persuasi .676 .099 .570 6.862 .000 iklan di televisi

      Lampiran 2 Hasil Analisis Validitas Dan Reliabilitas Reliability R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (S P L I T) KPI Kekuatan persuasi iklan Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted KPI1 39.8667 18.4644 .4914 .7685 KPI2 39.7667 19.4954 .4029 .7781 KPI3 39.8667 17.9816 .4161 .7763 KPI4 40.0333 18.2402 .3792 .7807 KPI5 39.8667 19.2230 .3941 .7780 KPI6 39.9333 18.6851 .3595 .7818 KPI7 40.3667 15.7575 .6174 .7497 KPI8 40.1000 18.4379 .3806 .7798 KPI9 40.2667 16.6161 .7538 .7377 KPI10 40.0000 19.3103 .3573 .7811 KPI11 40.2667 18.4782 .3822 .7795 Reliability Coefficients N of Cases = 30.0 N of Items = 11

    Correlation between forms = .4402 Equal-length Spearman -Brown = .6113

    Guttman Split-half = .6103 Unequal-length Spearman-Brown =.6127

      6 Items in part 1 5 Items in part 2

    Alpha for part 1 = .6865 Alpha for part 2 = .7642

      Reliability R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (S P L I T) MB Minat beli ulang Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted MB1 38.1667 31.7299 .8053 .8956 MB2 38.1000 33.0586 .7366 . 8998 MB3 38.5000 32.7414 .7925 .8968 MB4 38.4000 32.9379 .7030 .9017 MB5 38.3333 34.2989 .5120 .9134 MB6 37.9667 39.1368 .3529 .9164 MB7 38.5667 32.6678 .6756 .9036 MB8 38.1000 31.8862 .7854 .8968 MB9 38.2667 32.7540 .7683 .8980 MB10 38.1667 36.7644 .5933 .9084 MB11 38.4333 36.0471 .5998 .9074 Reliability Coefficients N of Cases = 30.0 N of Items = 11

    Correlation between forms = .8371 Equal-length Spearman -Brown = .9113

    Guttman Split-half = .9035 Unequal-length Spearman-Brown =.9119

      6 Items in part 1 5 Items in part 2

    Alpha for part 1 = .8408 Alpha for part 2 = .8372

      

    Lampiran 3

    Hasil Skoring Jawaban Responden

      Case Summaries

      23

      43

      26

      47

      48

      25

      47

      50

      24

      47

      48

      47

      27

      46

      22

      43

      46

      21

      44

      41

      20

      40

      41

      19

      38

      38

      41

      32

      45

      35

      45

      44

      34

      44

      43

      33

      48

      39

      45

      33

      45

      31

      37

      41

      30

      35

      46

      29

      25

      36

      28

      42

      18

      X Kekuatan persuasi iklan di televisi Y Minat beli ulang

      5

      48

      8

      46

      49

      7

      37

      37

      6

      33

      46

      30

      9

      31

      4

      46

      46

      3

      44

      48

      2

      45

      45

      1

      46

      48

      44

      14

      44

      17

      39

      36

      16

      38

      44

      15

      44

      48

      49

      52

      48

      13

      48

      47

      12

      48

      45

      11

      49

      46

      10

      46

      37

      39

      37

      65

      40

      43

      64

      43

      39

      63

      47

      37

      62

      34

      66

      61

      46

      44

      60

      43

      44

      59

      44

      45

      58

      44

      44

      42

      44

      41

      38

      43

      75

      45

      39

      74

      43

      44

      73

      45

      42

      72

      47

      71

      44

      43

      42

      70

      42

      42

      69

      44

      45

      68

      47

      44

      67

      57

      34

      41

      42

      46

      45

      45

      47

      46

      44

      49

      38

      43

      45

      46

      48

      45

      39

      41

      45

      43

      40

      45

      43

      39

      46

      37

      38

      45

      46

      43

      56

      44

      46

      40

      55

      47

      40

      54

      46

      43

      53

      44

      45

      52

      43

      47

      51

      44

      44

      50

      42

      47

      49

      44

      45

      48

      45

      43

      43

      77

      92

      94

      45

      44

      93

      47

      41

      40

      46

      44

      91

      42

      39

      90

      40

      44

      95

      89

      98

      45

      46 100

      45

      99

      41

      41

      47

      43

      44

      97

      46

      42

      96

      44

      41

      42

      43

      80

      82

      33

      33

      81

      35

      31

      44

      30

      42

      79

      46

      43

      78

      45

      38

      83

      42

      86

      88

      45

      38

      87

      40

      41

      33

      37

      34

      85

      29

      33

      84

      35

      46 Total N 100 100 Lampiran 4 Tabel r

      Lampiran 5 Tabel t

      Lampiran 6 Kuesioner Kepada Yth. Bapak/Ibu/Saudara/I di Desa Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta Dengan Hormat,

      Dengan segala kerendahan hati perkenankanlah saya pada kesempatan ini memohon kepada Bapak/Ibu/Saudara/I meluangkan waktu sejenak untuk memberi pendapat atas pernyataan dan pertanyaan dalam kuesioner mengena i kekuatan persuasi iklan terhadap minat beli ulang konsumen pada produk telepon seluler merek Nokia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun skripsi yang berjudul “Analisis Kekuatan Persuasi Iklan Terhadap Minat beli Ulang

      Konsumen Pada Produk Telepon Seluler (Handphone) Merek Nokia”.

      Penelitian ini saya lakukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk mengakhiri Program Studi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

      Keberhasilan penelitian ini sangat ditentukan oleh bantuan Bapak/Ibu/Saudara/I dalam menjawab seluruh pertanyaan yang tersedia. Penelitian ini hanya untuk keperluan penulisan karya ilmiah yaitu skripsi dan tidak untuk dipublikasikan. Saya akan menjamin dan bertanggungjawab atas rahasia Bapak/Ibu/Saudara/I dalam pengisian kuesioner ini.

      Atas perhatian, bantuan dan kerjasama dari Bapak/Ibu/Saudara/I, saya ucapkan terima kasih.

      Hormat saya,

      

    DAFTAR KUESIONER PENELITIAN

    ANALISIS PENGARUH KEKUATAN PERSUASI IKLAN TERHADAP

    MINAT BELI ULANG KONSUMEN PADA PRODUK TELEPON

    SELULER (HANDPHONE) MEREK NOKIA

      Studi Kasus Pada Desa Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta

    A. Karakteristik

      Berilah tanda silang (X) pada huruf di depan pernyataan atau isilah titik dibawah ini sesuai dengan keadaan anda yang sesungguhnya.

      1. Nama :

      2. Jenis Kelamin Anda :

      a. Laki-Laki

      b. Perempuan

      3. Usia Anda saat ini : ........................tahun

      4. Pekerjaan :

      a. Pelajar / Mahasiswa

      b. Pedagang / Wiraswasta

      c. Pegawai Negri

      d. Karyawan Swasta e. Lain- lainnya :..................................

      5. Status tempat tinggal anda adalah :

      a. Sewa / kontrak

      b. Kost

      c. Rumah orang tua

      d. Rumah saudara

      6. Pendapatan atau Uang saku anda per bulan :

      a. < Rp 500.000,00

      b. Rp 500.000,00 -1.000.000,00

      c. > Rp 1.000.000,00

    Bagian II Kuesioner ini berkaitan dengan iklan produk telepon seluler merek Nokia. Berikan

      jawaban anda dengan memberikan tanda (X) pada salah satu kolom pernyataan yang anda pilih. Keterangan : SS : Sangat setuju

      S : Setuju N : Netral TS : Tidak setuju STS : Sangat tidak setuju

    A. Kekuatan Persuasi Iklan

      

    No Pernyataan SS S N TS STS

      1 Isi iklan mampu mempengaruhi anda untuk membeli ulang produk tersebut

      2 Penyampaian isi iklan mempengaruhi anda untuk membeli ulang produk tersebut

      3 Slogan iklan mempengaruhi anda untuk membeli ulang produk tersebut

      4 Jingle iklan mempengaruhi anda untuk membeli ulang produk tersebut

      5 Iklan mampu menyampaikan karakter produk sehingga mempengaruhi anda untuk membeli ulang produk tersebut

      6 Demonstrasi keunggulan produk pada iklan televisi mempengaruhi anda untuk membeli ulang produk tersebut

      7 Peran aktor dan aktris dalam iklan membuat anda merasa terlibat dan menjadi bagian dari mereka sehingga anda terpengaruh untuk membeli ulang

      

    No Pernyataan SS S N TS STS

      8 Isi iklan mudah diingat sehingga mempengaruhi anda untuk membeli ulang produk tersebut

      9 Background atau setting iklan membuat orang familiar dengan iklan terebut sehingga mempengaruhi anda untuk membeli ulang produk tersebut

      10 Penampilan iklan secara keseluruhan mampu mempengaruhi penilaian anda untuk membeli ulang produk tersebut

      11 Tema cerita iklan mempengaruhi anda untuk membeli ulang produk tersebut

    B. Minat Beli Ulang

      

    No Pernyataan SS S N TS STS

      1 Saya berminat untuk membeli ulang produk telepon seluler merek Nokia karena isi iklannya

      2 Saya berminat untuk membeli ulang produk telepon seluler merek Nokia karena penyampaian iklannya menarik

      3 Saya berminat untuk membeli ulang produk telepon seluler merek Nokia karena slogan iklannya

      4 Saya berminat untuk membeli ulang produk telepon seluler merek Nokia karena jingle iklannya

      5 Saya berminat untuk membeli ulang produk telepon seluler merek Nokia karena penyampaian isi produknya pada iklan

      6 Saya berminat untuk membeli produk telepon seluler merek Nokia karena demonstrasi keunggulan produknya pada iklan

      7 Saya berminat untuk membeli ulang produk telepon seluler merek Nokia karena peran aktor dan aktris dalam iklan membuat saya merasa terlibat dan menjadi bagian dari mereka

      8 Saya berminat untuk membeli ulang produk telepon seluler merek Nokia karena isi iklannya mudah diingat

      

    No Pernyataan SS S N TS STS

      9 Saya berminat untuk membeli ulang produk telepon seluler merek Nokia karena background atau setting iklan membuat saya familiar dengan iklan tersebut

      10 Saya berminat untuk membeli ulang produk telepon seluler merek Nokia karena penampilan iklan secara keseluruhan mampu mempengaruhi penilaian saya untuk membeli produk tersebut

      11 Saya berminat untuk membeli ulang produk telepon seluler merek Nokia karena tema cerita iklannya yang menarik

      Lampiran 7 Surat Izin Penelitian

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis pengaruh desain kemasan produk, harga dan citra merek terhadap keputusan pembelian: studi kasus pada konsumen produk sabun Lux diwilayah Parung Bogor
7
121
139
Analisis pengaruh kualitas produk dan kepercayaan merek terhadap keputusan pembelian; studi kasus pada pengguna Sim Card CDMA Esia
2
7
99
Analisis pengaruh endorser, pendidikan audiens dan kreatifitas iklan terhadap efektifitas iklan serta dampaknya terhadap sikap merek produk : studi kasus pada iklan sunsilk co creation versi Julie Estelie dan Thomas Taw
0
17
132
Analisis pengaruh keterlibatan konsumen, kepercayaan terhadap merek dan kepuasan terhadap loyalitas pelanggan : studi kasus pada produk handphone nokia
2
15
162
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam perpindahan merek telepon seluler merek lain ke merek samsung: studi pada pengguna telepon seluler merek samsung yang sebelumnya menggunakan telepon seluler merek lain di Universitas Islam
1
21
165
Analisis pengaruh penggunaan tagline dan persepsi konsumen dalam pembentukan brand awareness suatu produk : studi kasus pada iklan coca cola
15
63
123
Analisis pengaruh citra merek dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan SIM Card Telkomsel: studi kasus pada masyarakat Tangerang Selatan
3
11
129
Analisis pengaruh iklan tv, mencari variasi dan ketersediaan produk terhadap keputusan perpindahan merek ke pembalut wanita charm: studi kasus pada pengguna charm di Tangerang Selatan
0
4
167
Analisis pengaruh pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualanatas barang mewah (PPNBM) terhadap daya beli konsumen pada barang elektronika : studi empiris pada konsumen barang elektronikka di wilayah tangerang selatan
1
21
105
Analisis pengaruh ekuitas merek (brand equity) terhadap kepuasan mahasiswa serta implikasinya pada minat mereferensikan
2
9
167
Pengaruh kesadaran iklan terhadap respon konsumen pada pengguna aplikasi traveloka di surabaya dengan pemediasi ekuitas merek - Perbanas Institutional Repository
0
0
23
Pengaruh kesadaran iklan terhadap respon konsumen pada pengguna aplikasi traveloka di surabaya dengan pemediasi ekuitas merek - Perbanas Institutional Repository
0
0
10
Pengaruh kesadaran iklan terhadap respon konsumen pada pengguna aplikasi traveloka di surabaya dengan pemediasi ekuitas merek - Perbanas Institutional Repository
0
0
8
Pengaruh diferensiasi produk, store atmosphere dan lokasi terhadap minat beli konsumen pada donat madu Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung
0
0
49
Pengaruh suasana toko, lokasi,dan promosi terhadap minat beli konsumen pada Galaxy Distro Toboali - Repository Universitas Bangka Belitung
0
2
21
Show more