Pemahaman siswa dan perubahannya pada pokok bahasan rangkaian seri dan paralel melalui pembelajaran fisika dengan metode demonstrasi - USD Repository

Gratis

0
0
198
11 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PEMAHAMAN SISWA DAN PERUBAHANNYA PADA POKOK BAHASAN RANGKAIAN SERI DAN PARALEL MELALUI PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN METODE DEMONSTRASI SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Oleh: B. Budi Setiawan NIM: 041424011 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2010

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “The true test character is not how much we know how to do, but how we behave when we don’t know what to do.” (John Holt) A loving dedication to My beloved parents for the incredible gift of love, My brothers and sisters, My darling, And my friends. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PEMAHAMAN SISWA DAN PERUBAHANNYA PADA POKOK BAHASAN RANGKAIAN SERI DAN PARALEL MELALUI PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN METODE DEMONSTRASI Studi Kasus di Sekolah Menengah Atas Untuk Skripsi S-1 Program Studi Pendidikan Fisika B. Budi Setiawan Universitas Sanata Dharma 2010 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan perubahan pemahaman siswa mengenai konsep-konsep fisika yang berhubungan dengan rangkaian seri dan rangkaian paralel. Untuk mengetahui pemahaman dan perubahan pemahaman siswa mengenai konsep rangkaian seri dan rangkaian paralel, peneliti membandingkan konsep yang dimiliki siswa (baik dari hasil tes maupun wawancara) sebelum dan setelah pembelajaran dengan metode demonstrasi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Sleman pada bulan Januari– Maret 2010. Subyek penelitian adalah siswa kelas X sebagai populasi dan kelas X6 sebagai sampel penelitian. Desain penelitian ini diawali dengan pretes (yang terdiri dari soal pilihan ganda dan essai) kepada sampel kemudian dipilih beberapa siswa untuk diwawancarai. Hasil pretes dan wawancara tersebut, dianalisis sehingga diketahui pemahaman awal yang dimiliki siswa tentang rangkaian seri dan paralel. Dari hasil tersebut, dirancang beberapa pembelajaran dengan metode demonstrasi kemudian dilakukan pembelajarannya. Setelah pembelajaran, postest diberikan kepada sampel dan dilakukan wawancara kepada siswa yang sama (siswa wawancara pretes). Hasil postest dan wawancara dianalisis sehingga diketahui pemahaman akhir siswa tentang rangkaian seri dan paralel. Kemudian peneliti membandingkan pemahaman awal dan pemahaman akhir yang dimiliki siswa sehingga diperoleh perubahan pemahaman (perubahan konsep). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sebelum pembelajaran dengan demonstrasi, tingkat ketuntasan siswa mencapai 50.99%, siswa memiliki miskonsepsi dan pengetahuan yang kurang lengkap mengenai rangkaian seri dan paralel; (2) setelah pembelajaran dengan demonstrasi, terjadi perubahan pemahaman (perubahan konsep) dan tingkat ketuntasan siswa meningkat menjadi 79.70%; (3) metode demonstrasi dapat membantu siswa merubah pemahaman yang salah (miskonsepsi) dan kurang lengkap. vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT STUDENTS’ COMPREHENSION AND CHANGES ON SERIES AND PARALLEL CIRCUITS THROUGH PHYSICS STUDY WITH DEMONSTRATION METHOD Case Study on High School for Thesis S-1 Study Program Physics Education B. Budi Setiawan Univeritas Sanata Dharma 2010 This research is a qualitative description. This study aims to reveal the understanding and students' understanding changes of physics concepts related to the series circuits and parallel circuits. To find understanding and changes in students' understanding of the concept series circuit and parallel circuits, researchers compared the concept by student (either from the results of tests or interviews) before and after learning the method of demonstration. This research was doing in SMA Negeri 1 Sleman on January-April 2010. The subjects of this research were students of class X as population and students of class X.6 as sample. This research design begins with a pretest (which consist of multiple choice questions and essays) to the samples are then selected a few students to be interviewed. Results of the pretest and the interview were analyzing in order to understand students' initial understanding of series and parallel circuits. From the results, designed several methods of learning with demonstration and then do the learning. After learning, achievement tests given to samples and conducted interviews to the same student (student pretest interview). Posttest and interview results were analyzing in order to understand students' understanding of the end of series and parallel circuits. Then the researchers compared the understanding of initial and final understanding by student in order to obtain a change of understanding (conceptual change). The results of this study indicate that (1) prior to demonstration of learning, students achieve mastery level of 50.99%, students have misconceptions and incomplete knowledge about the series and parallel circuits; (2) after learning by demonstration, there was a change of understanding (conceptual change) and students' mastery level increased to 79.70%, (3) demonstration of the method can help students change the misconceptions (misconceptions) and less complete. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kasih atas segala cinta dan karunia-Nya sehingga penelitian dan penulisan skripsi ini dapat selesai dengan baik. Skripsi dengan judul “Pemahaman Siswa dan Perubahannya Pada Pokok Bahasan Rangkaian Seri dan Paralel Melalui Pembelajaran dengan Metode Demonstrasi” ini ditulis sebagai tugas akhir untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Skripsi ini tidak dapat berjalan dengan baik tanpa bimbingan dan bantuan moral maupun spiritual dari semua pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan setulus hati penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Dekan dan staff pengajar Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta yang telah mendidik penulis selama menempuh kuliah. 2. Drs. Saverinus Domi, M. Si., selaku Kepala Program Studi 3. Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D., selaku Dosen Pembimbing yang telah berkenan meluangkan waktu, membimbing dan mengarahkan penulis dengan penuh kesabaran dan kesungguhan selama penelitian dan penulisan penelitian ini. 4. Drs. Fr. Y. Kartika Budi, M.Pd., selaku Pembimbing Akademik. 5. Drs. Saverinus Domi, M. Si., Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D., dan Drs. A. Atmadi, M. Si., selaku penguji skripsi. 6. Staff perpustakaan dan administrasi USD atas informasi dan pelayanannya yang sangat membantu penulis dalam urusan administrasi. 7. Seluruh staff dan karyawan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. 8. BAPPEDA Sleman yang telah berkenan memberikan ijin penelitian. 9. Keluarga besar SMA Negeri 1 Sleman yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. Bapak dan Ibu atas segala pengertian, doa restu, cinta kasih, dan dukungan baik moril maupun materil selama kuliah dan penulisan skripsi ini. 11. Kakakku: Mas Joko-Mbak Luci, Mbak Eny sekeluarga, Mbak Endang sekeluarga, Mas Bambang, dan Mas Agus sekeluarga atas segala dukungan, semangat, dan cinta. 12. Sahabatku, teman dekatku, sekaligus pacarku yakni Ellysa, atas segala dukungan, semangat, dan cinta. 13. Bapak D. Haryono sekeluarga yang telah memberikan tempat tinggal penulis selama kuliah dan membantu penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. 14. Keluarga besar PSM Cantus Firmus yang telah memberi warna kehidupan penulis dengan canda, tawa, tangis serta semangat bernyanyi. 15. Teman-teman Pendidikan Fisika seluruhnya, terkhusus angkatan 2004 atasn kerjasamanya selama menempuh studi. 16. Nanda, Vredy, Wahyu, Joko, Step, Rista, Oky, Heri, Deta, Hendika (Ambon), Ony, Yoga, Badrun, Bona atas dukungan dan semangat. 17. Ita yang telah membatu penulis saat pengambilan data/ penelitian di sekolah. 18. Teman-teman kos di paingan: Heru, Yogi, Sudjad, Mas Adit, Adit (pacil), Adit (Bli), Desta, Teguh, Petz, atas segala penghiburan dan bantuannya. 19. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis menerima segala kritik dan saran yang dapat membangun serta menyempurnakan penulisan skripsi ini. Akhirnya penulis berharap semoga karya kecil ini bermanfaat. Yogyakarta, 29 Juli 2010 Penulis x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman JUDUL...................................................................................................... i Halaman PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................................... ii Halaman PENGESAHAN...................................................................................... iii Halaman PERSEMBAHAN .................................................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................. v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI .................................................. vi ABSTRAK ............................................................................................................ vii ABSTRACT........................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ........................................................................................... ix DAFTAR ISI.......................................................................................................... xi DAFTAR TABEL................................................................................................ xiv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN....................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1 1.1. Latar Belakang Masalah................................................................................... 1 1.2. Perumusan Masalah ......................................................................................... 3 1.3. Tujuan Penelitian ............................................................................................. 4 1.4. Manfaat Penelitian ........................................................................................... 4 BAB II DASAR TEORI .................................................................................... 5 2.1. Konsep ............................................................................................................. 5 2.1.1. Pengertian Konsep ................................................................................ 5 2.1.2. Pemahaman Konsep .............................................................................. 6 2.1.3. Tingkat Pencapaian Konsep.................................................................. 7 2.1.4. Perubahan Konsep................................................................................. 8 2.1.5. Hubungan Teori Konstruktuvisme dengan Teori Perubahan Konsep. 12 2.1.6. Strategi Pengajaran Perubahan Konsep .............................................. 13 2.2. Miskonsepsi ................................................................................................... 16 2.2.1. Miskonsepsi pada Rangkaian Listrik .................................................. 17 2.2.2. Penyebab Miskonsepsi ........................................................................ 20 xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.2.3. Miskonsepsi dari Sudut Filsafa Konstruktivisme ............................... 21 2.2.4. Mendeteksi Miskonsepsi .................................................................... 22 2.3. Metode Demonstrasi ...................................................................................... 24 2.3.1. Pengertian Demonstrasi ...................................................................... 24 2.3.2. Fungsi Demonstrasi............................................................................. 25 2.3.3. Persiapan dan Pelaksanaan Demonstrasi ........................................... 28 2.3.3.1. Persiapan ................................................................................ 28 2.3.3.2. Pelaksanaan ............................................................................ 30 2.3.4. Keunggulan, Kelemahan, dan Manfaat Demonstrasi.......................... 31 2.3.4.1. Keunggulan Demonstrasi ....................................................... 31 2.3.4.2. Kelemahan Demonstrasi ........................................................ 33 2.3.4.3. Manfaat Demonstrasi ............................................................. 34 2.4. Certainty Of Response Index ......................................................................... 35 2.5. Rangkaian Listrik ........................................................................................... 35 2.5.1. Rangkaian Seri .................................................................................... 36 2.5.2. Rangkaian Paralel................................................................................ 39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN.......................................................... 43 3.1. Jenis Penelitian............................................................................................... 43 3.2. Tempat dan Pelaksanaan Penelitian ............................................................... 43 3.3. Subjek Penelitian............................................................................................ 44 3.4. Metode Pengumpulan Data ............................................................................ 44 3.4.1. Tes ....................................................................................................... 44 3.4.2. Wawancara.......................................................................................... 44 3.5. Instrumen Penelitian ...................................................................................... 45 3.5.1. Soal-soal Tes ....................................................................................... 45 3.5.2. Pembelajaran ....................................................................................... 46 3.5.3. Wawancara.......................................................................................... 46 3.6. Treatment ....................................................................................................... 46 3.7. Metode Analisis Data..................................................................................... 47 3.7.1. Analisis Data Pretes dan Postes .......................................................... 47 3.7.2. Analisis Data Wawancara ................................................................... 51 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA......................................................... 52 4.1. Deskripsi Penelitian ....................................................................................... 52 4.2. Data dan Analisis ........................................................................................... 53 4.2.1. Pretes dan Wawancara ........................................................................ 53 4.2.2. Pembelajaran ....................................................................................... 69 4.2.3. Postes dan Wawancara........................................................................ 79 4.3. Pembahasan.................................................................................................... 94 BAB V PENUTUP........................................................................................... 99 5.1. Kesimpulan .................................................................................................... 99 5.2. Saran............................................................................................................. 101 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 102 LAMPIRAN........................................................................................................ 103 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3. 1 Kisi-kisi Soal.................................................................................... 45 Tabel 3. 2 Matrik Jawaban Berdasarkan Tipe Jawaban dan CRI...................... 49 Tabel 3. 3 Kemungkinan Jawaban Siswa pada Soal Pilihan Ganda Bertingkat 50 Tabel 3. 4 Klasifikasi Pemahaman Siswa Berdasarkan Skor............................ 50 Tabel 4. 1 Persentase Skor Pretes dan Tingkat Pemahaman............................. 53 Tabel 4.2. Persentase Jawaban Soal Pretes Siswa berdasarkan CRI................. 53 Tabel 4.3. Persentase Jumlah Siswa Pada Setiap Soal Pretes berdasarkan CRI 53 Tabel 4.4. Skor dan Tingkat Pemahaman Siswa dari Hasil Pretes ................... 54 Tabel 4.5. Jumlah Siswa pada Tingkat Pemahaman Tertentu dari Hasil Pretes 55 Tabel 4.6. Jumlah Soal Pretes yang Jawabannya Termasuk Konsep Benar, Kurang Pengetahuan dan Miskonsepsi ............................................ 55 Tabel 4.7. Distribusi Siswa Pada Setiap Soal Pretes Berdasarkan CRI Termasuk dalam Konsep Benar, Kurang Pengetahuan dan Miskonsepsi......... 57 Tabel 4.8. Gambaran Umum Pemahaman Awal Siswa Mengenai Rangkaian Listrik Seri dan Paralel..................................................................... 66 Tabel 4.9. Persentase Skor Postes dan Tingkat Pemahaman ............................ 80 Tabel 4.10. Persentase Jumlah Jawaban Soal Postes Siswa Berdasarkan CRI ... 80 Tabel 4.11. Persentase Jumlah Siswa Pada Setiap Soal Postes Berdasarkan CRI .......................................................................................................... 80 Tabel 4.12. Skor dan Tingkat Pemahaman Siswa dari Hasil Postes ................... 80 Tabel 4.13. Jumlah Siswa pada Tingkat Pemahaman Siswa dari Hasil Postes... 81 Tabel 4.14. Jumlah Soal Postes yang Jawabannya Termasuk Konsep Benar, Kurang Pengetahuan dan Miskonsepsi ............................................ 82 Tabel 4.15. Distribusi Siswa Pada Setiap Soal Postes Berdasarkan CRI Termasuk dalam Konsep Benar, Kurang Pengetahuan dan Miskonsepsi......... 83 Tabel 4.16. Gambaran Umum Pemahaman Akhir Siswa Mengenai Rangkaian Listrik Seri dan Paralel..................................................................... 92 Tabel 4.17. Peningkatan Hasil dari Pretes – Postes Baik Skor maupun Tingkat Pemahaman ...................................................................................... 94 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.18. Persentase Jumlah Siswa pada Konsep Benar, Kurang Pengetahuan serta Miskonsepsi antara Pretes dan Postes ..................................... 95 Tabel 4.19. Perbandingan Distribusi Siswa Pada Soal Pretes-Postes yang termasuk Konsep Benar, Kurang Pengethuan dan Miskonsepsi Berdasarkan CRI .............................................................................. 96 Tabel 4.20. Perubahan Pemahaman Siswa.......................................................... 97 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2. 1 Rangkaian Listrik Terbuka............................................................ 18 Gambar 2. 2 Rangkaian Listrik dengan Tiga Lampu......................................... 18 Gambar 2. 3 Rangkaian Listrik Dengan Dua Lampu......................................... 19 Gambar 2. 4 (a) Rangkaian Seri dengan 3 Lampu; (b) Rangkaian Seri 3 Hambatan; (c) Rangkaian Pengganti Hambatan Seri.................... 37 Gambar 2. 5 Rangkaian Paralel Tiga Lampu..................................................... 39 Gambar 2. 6 Lampu yang dilepas pada Rangkaian Paralel................................ 40 Gambar 2. 7 (a) Rangkaian Paralel 3 Hambatan (b) Rangkaian Pengganti Hambatan Paralel .......................................................................... 40 Gambar 2. 8 Contoh Sambungan Paralel Komponen Listrik Perumahan.......... 42 Gambar 3. 1 Bagan Metode Analisis Data......................................................... 48 Gambar 4. 1 Rangkaian Kombinasi ................................................................... 60 Gambar 4. 2 Rangkaian Terbuka ....................................................................... 61 Gambar 4. 3 Rangkaian Seri dengan Dua Hambatan......................................... 62 Gambar 4. 4 Rangkaian Paralel dengan Dua Hambatan.................................... 63 Gambar 4. 5 Rangkaian Seri dengan Tiga Lampu ............................................. 64 Gambar 4. 6 Rangkaian Paralel dengan Tiga Lampu ........................................ 65 Gambar 4. 7 Rangkaian Seri .............................................................................. 66 Gambar 4. 8 Rangkaian Kombinasi ................................................................... 69 Gambar 4. 9 Rangkaian Terbuka ....................................................................... 70 Gambar 4. 10 (a) Rangkaian Seri Tiga Lampu; (b) Rangkaian Seri Dua Resistor................................................... 72 Gambar 4. 11 (a) Rangkaian Paralel Tiga Lampu; (b) Rangkaian Paralel Dua Resistor.......................................................................................... 74 Gambar 4. 12 Rangkaian Seri .............................................................................. 77 Gambar 4. 13 Rangkaian Kombinasi ................................................................... 86 Gambar 4. 14 Pengukuran Tegangan Pada Rangkaian Terbuka.......................... 87 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A ......................................................................................................... 104 Lampiran B ......................................................................................................... 113 Lampiran C ......................................................................................................... 122 Lampiran D ......................................................................................................... 126 Lampiran E.1....................................................................................................... 135 Lampiran E.2....................................................................................................... 137 Lampiran E.3....................................................................................................... 140 Lampiran F.1 ....................................................................................................... 143 Lampiran F.2 ....................................................................................................... 145 Lampiran F.3 ....................................................................................................... 148 Lampiran G.1 ...................................................................................................... 151 Lampiran G.2 ...................................................................................................... 163 Lampiran H.1 ...................................................................................................... 175 Lampiran H.2 ...................................................................................................... 176 Lampiran H.3 ...................................................................................................... 178 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari, siswa kadang tidak menyadari bahwa ia telah banyak mengenal pengetahuan fisika. Sebagai contohnya adalah mengenal listrik. Mereka telah membangun gagasan tentang listrik, seperti apa dan bagaimana rangkaian listrik, apakah tegangan listrik, apakah hambatan listrik, dan apakah arus listrik dari pengalaman dan pengamatan di keseharian mereka. Gagasan tentang listrik yang mereka dapatkan dari pengalamannya akan melekat dalam ingatan mereka dan akan menjadi sulit untuk diperbaiki jika terjadi kesalahan atau miskonsepsi. Lalu, apakah gagasan-gagasan mereka sudah benar? Ataukah masih salah? Gagasan yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman sehari-hari menjadi dasar pemahaman awal siswa dan membantu siswa dalam memahami konsep, tetapi banyak dari gagasan-gagasan tersebut yang tidak tepat saat digunakan dalam lingkungan formal. Gagasan yang tidak tepat tersebut dapat mengganggu proses pemahaman mereka selanjutnya apabila secara konsisten siswa mengembangkan konsep-konsep yang telah mereka miliki dan konsepkonsep yang tidak tepat tersebut secara terus-menerus. Berg (1991) mengungkapkan bahwa inti pengetahuan fisika adalah mencakup konsep-konsep. Konsep-konsep merupakan dasar dan landasan untuk mempelajari fisika selanjutnya. Dalam belajar fisika sering terjadi perubahan 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pendahuluan 2 konsep karena adanya pemahaman baru. Di sisi lain, Suparno menambahkan, inti belajar fisika adalah terjadinya perubahan konsep pada diri seseorang yang sedang belajar. Perubahan konsep ada dua bentuk, yaitu (1) pengembangan konsep seseorang dari yang belum sempurna menjadi lebih sempurna, dan (2) pembetulan konsep dari konsep yang tidak tepat atau salah menjadi konsep yang benar atau sesuai dengan konsep yang disepakati para ahli fisika (Suparno, 2000: 15). Proses perubahan konsep tidaklah mudah, apalagi perubahan konsep dari yang salah (miskonsepsi) menjadi konsep yang sesuai dengan konsep ilmiah. Untuk itu pendidik (guru) perlu memberikan suatu metode pembelajaran yang dapat membantu siswa menangkap materi yang disampaikan, memahaminya dan mengembangkan pengetahuan yang mereka miliki, sehingga terjadi perubahan konsep. Salah satu contoh metode pembelajaran tersebut adalah metode demonstrasi. Dengan metode demonstrasi/eksperimen, siswa diharapkan dapat mengerti letak kesalahan konsep yang mereka miliki dan bagaimana konsep yang sebenarnya. Berdasarkan uraian di atas, penulis berminat untuk menyelidiki bagaimana konsep awal siswa, bagaimana konsep akhir serta perubahan pemahaman siswa setelah pembelajaran dengan metode demonstrasi, dan apakah pembelajaran fisika dengan metode demonstrasi dapat membantu siswa memahami materi dan merubah pemahaman konsep yang salah.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pendahuluan 3 1.2. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka secara umum rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Bagaimana pemahaman siswa tentang rangkaian listrik seri dan paralel serta perubahan pemahaman siswa jika terdapat kesalahan konsep (miskonsepsi) pada diri siswa melalui pembelajaran dengan metode demonstrasi?” Masalah tersebut diuraikan menjadi: 1) Bagaimana pemahaman awal siswa mengenai rangkaian listrik seri dan paralel sebelum pembelajaran dengan metode demonstrasi dilakukan? 2) Apakah terjadi miskonsepsi pada diri siswa tentang rangkaian listrik seri dan paralel? Jika terjadi miskonsepsi, dalam hal apa miskonsepsi tersebut cenderung terjadi? 3) Bagaimana pemahaman akhir siswa mengenai rangkaian listrik seri dan paralel setelah pembelajaran metode demonstrasi? 4) Adakah perubahan pemahaman/konsep siswa mengenai rangkaian listrik seri dan paralel? Jika ada, dalam hal apa perubahan pemahaman tersebut? 5) Apakah pembelajaran dengan metode demonstrasi dapat membantu proses perubahan konsep (membantu merubah miskonsepsi) siswa pada pokok bahasan rangkaian listrik seri dan paralel?

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pendahuluan 4 1.3. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini, antara lain: 1) Mengetahui pemahaman siswa mengenai rangkaian listrik seri dan paralel sebelum dan setelah pembelajaran dengan metode demonstrasi. 2) Menemukan miskonsepsi siswa pada materi rangkaian listrik 3) Mengetahui perubahan konsep tentang rangkaian listrik seri dan paralel pada siswa yang mengalami miskonsepsi setelah pembelajaran dengan metode demonstrasi. 4) Menunjukkan bahwa metode demonstrasi dapat digunakan sebagai alternatif untuk membantu perubahan pemahaman siswa. 1.4. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini bagi penulis dan pembaca, terutama mahasiswa calon guru fisika, antara lain: 1) Memperoleh gambaran tentang pemahaman siswa pada pokok bahasan listrik dinamis (rangkaian seri dan paralel) baik sebelum maupun setelah pembelajaran dengan metode demonstrasi. 2) Mengetahui miskonsepsi siswa dan kecenderungannya melalui test, maupun wawancara pada pokok bahasan rangkaian seri dan paralel. 3) Mengetahui manfaat metode demonstrasi sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk membantu siswa dalam memahami konsep.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep 2.1.1. Pengertian Konsep Berg (dalam Kartika Budi, 1992: 39) berpendapat bahwa dalam fisika, konsep adalah segala pengertian yang sudah ada mengenai benda-benda, gejalagejala atau peristiwa-peristiwa, kondisi-kondisi dan ciri-ciri yang menjadi objek dalam belajar-mengajar fisika, penelitian, dan penerapannya untuk berbagai kepentingan. Rosser (dalam Kartika Budi, 1992: 39) mendefinisikan konsep sebagai salah satu abstraksi yang mewakili satu kelas objek-objek, kejadiankejadian, kegiatan-kegiatan, atau hubungan-hubungan yang mempunyai atributatribut yang sama. Dalam kehidupan sehari-hari, dapat dijumpai berbagai macam konsep. Menurut Neil Bolton (dalam Kartika Budi, 1992: 39) mengklasifikasikan konsepkonsep itu atas tiga kelompok, yaitu: 1) Konsep-konsep fisis (physical concepts), konsep yang mengacu pada: a) Objek, yaitu konsep yang mengacu pada suatu objek baik yang konkrit maupun abstrak dan mengacu pada atribut yang menyatu pada objek. b) Sifat yang menyatu (inherent) pada objek; misalnya massa, panjang, intensitas cahaya, kuat medan magnet, berat, dan sebagainya. c) Proses yang terjadi pada objek; misalnya pemuaian, pembiasan, difraksi, interferensi, dan polaritas. 5

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 6 d) Relasi antara konsep yang satu dengan konsep yang lain; misalnya bila benda dimasukkan ke dalam zat cair, maka benda tersebut akan mengalami gaya ke atas. 2) Konsep-konsep logika matematis (logico-mathematical concepts), adalah konsep tentang segala sesuatu yang diluar objek, yang mengacu pada struktur operasi yang dilakukan pada suatu objek. 3) Konsep-konsep filosofis (philosophical concepts), adalah konsep yang berkaitan dengan sifat manusia. 2.1.2. Pemahaman Konsep Seperti yang telah diungkapkan oleh Kartika Budi (1987) dalam artikelnya yang berjudul “Konsep: Pembentukan dan Penanamannya”, mengungkapkan bahwa pemahaman konsep merupakan dasar dari pemahaman prinsip dan teori. Hal ini mempunyai arti bahwa untuk dapat memahami prinsip dan teori harus dipahami terlebih dahulu konsep-konsep yang mendasari prinsip dan teori yang bersangkutan. Maka pemahaman konsep memegang peranan penting dalam proses pembelajaran sehingga dapat dimengerti dan diterima sejauh tidak mengabaikan aspek-aspek lain. Menurut Toulmin (Novak dalam Suparno, 2005: 85), bagian terpenting dari pemahaman manusia adalah perkembangan konsep secara evolutif, terus berubah pelan-pelan dan bukan konsep-konsep yang telah baku, atau konsep yang tidak dapat diubah. Dalam perkembangan konsep, seseorang mengubah

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 7 gagasannya lebih maju. Rasionalitas manusia justru terletak pada bagaimana seseorang mengubah konsep, prosedur, dan gagasannya untuk semakin maju. Menurut Kartika Budi (1992), untuk dapat mengetahui apakah siswa memahami kosep atau tidak, diperlukan kriteria atau indikator yang dapat menunjukkan pemahaman tersebut. Beberapa indikator yang menunjukkan pemahaman siswa akan suatu konsep, antara lain : 1) Dapat mendefinisikan pengertian konsep menggunakan kalimat sendiri 2) Dapat menjelaskan makna dari konsep bersangkutan kepada orang lain 3) Dapat menganalisis hubungan antara konsep dalam suatu hukum 4) Dapat menerapkan konsep untuk (a) menganalisis dan menjelaskan gejalagejala alam, (b) untuk memecahkan masalah fisika baik secara teoritis maupun secara praktis, (c) memprediksi suatu hal yang mungkin terjadi pada suatu sistem bila kondisi tertentu dipenuhi 5) Dapat mempelajari konsep lain yang berkaitan dengan lebih cepat 6) Dapat membedakan konsep yang satu dengan konsep lain yang saling berkaitan 7) Dapat membedakan konsepsi yang benar dan salah, dan dapat membuat peta konsep dari konsep-konsep yang ada dalam suatu pokok bahasan. 2.1.3. Tingkat Pencapaian Konsep Klausmeier (dalam Ratna Willis Dahar, 1989: 88) menghipotesakan bahwa ada empat tingkat pencapaian konsep. Tingkat-tingkat ini muncul dalam urutan yang bervariasi. Empat tingkat konsep ini adalah:

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 8 1) Tingkat Konkret Seseorang telah mencapai konsep pada tingkat konkrit apabila orang itu mengenal suatu benda yang telah dihadapinya sebelumnya. 2) Tingkat Identitas Seseorang akan mengenal suatu obyek (a) sesudah selang suatu waktu, (b) mempunyai orientasi ruang yang berbeda terhadap obyek itu, atau (c) obyek itu ditentukan melalui suatu cara indera yang berbeda. Selain ketiga operasi yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat konkret, yaitu: memperhatikan, mendiskriminasi dan mengingat, siswa harus dapat mengadakan generalisasi, untuk mengenal bahwa dua bentuk atau lebih yang indentik dari benda yang sama adalah anggota dari kelas yang sama. 3) Tingkat Klasifikatori Siswa dapat mengklasifikasikan contoh dan noncontoh dari konsep, sekalipun hal itu mempunyai banyak atribut-atribut yang mirip. 4) Tingkat Formal Siswa mencapai tingkat formal bila siswa itu dapat memberi nama konsep itu, mendefinisikan konsep itu dalam atribut-atribut kriterianya, mendiskriminasi dan memberi nama-nama atribut yang membatasi dan mengevaluasi atau memberikan secara verbal contoh-contoh dan noncontoh dari konsep. 2.1.4. Perubahan Konsep Banyak situasi yang memaksa atau membantu seseorang untuk melakukan perubahan dalam pengetahuannya. Perubahan ini dapat mengembangkan

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 9 pengetahuan seseorang. Bettencourt (dalam Suparno, 1997: 23) menyebutkan beberapa situasi atau konteks yang membantu perubahan, yaitu (1) konteks tindakan, (2) konteks membuat masuk akal, (3) konteks penjelasan, dan (4) konteks pembenaran. Menurut Suparno (2005: 94-95) proses pembelajaran fisika yang baik dan benar haruslah mengembangkan perubahan konsep. Perubahan tersebut seperti memperluas konsep, dari konsep yang belum lengkap menjadi lebih lengkap; dari konsep yang belum sempurna menjadi lebih sempurna. Perubahan lain adalah mengubah dari konsep yang salah menjadi benar atau sesuai dengan konsep para ahli fisika. Menurut Posner dkk. (dalam Suparno, 2005: 87), dalam proses pembelajaran ada dua proses yang analog dengan dua fase perubahan konsep, yaitu asimilasi dan akomodasi. Dalam asimilasi, siswa menggunakan konsepkonsep yang telah ada untuk mengahadapi fenomana atau gejala baru dengan suatu perubahan kecil yang berupa penyesuaian. Melalui asimilasi, seseorang menyesuaikan rangsangan dengan skema pemikiran yang ada, sehingga skemanya tidak dirombak tetapi diperluas. Dalam akomodasi, siswa harus mengganti atau mengubah konsep-konsep pokok mereka yang lama karena tidak cocok lagi dengan fenomena/ persoalan baru yang mereka hadapi. Dengan kata lain, seseorang mengubah bahkan merombak skema yang ada untuk mencocokkan dengan rangsangan yang dihadapi. Di sini ada perubahan secara drastis dan siswa sungguh-sungguh mengubah konsep yang telah mereka punyai. Hal ini biasanya terjadi bila siswa mempunyai konsep yang tidak cocok dengan konsep ilmiah.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 10 Oleh karena itu, akomodasi disebut juga sebagai proses perubahan konsep secara radikal. Posner, dkk. (dalam Suparno, 2005: 90) juga menambahkan bahwa proses akomodasi memerlukan keadaan tertentu untuk dapat terjadi, seperti: 1) Harus ada ketidakpuasan terhadap konsep yang ada. Siswa mengubah konsep mereka jika percaya bahwa konsep yang telah mereka punyai tidak dapat lagi digunakan dalam menghadapi situasi, pengalaman atau gejala yang baru. 2) Konsep yang baru harus intelligible (dapat dimengerti). Siswa dapat mengerti bagaimana pengalaman-pengalaman baru dapat didekati dengan konsepkonsep baru tersebut. 3) Konsep baru harus masuk akal, yaitu mempunyai kemampuan untuk memcahkan persoalan-persoalan yang dimunculkan oleh para pendahulu, dan konsisten dengan teori-teori yang sudah ada sebelumnya. 4) Konsep harus berdaya guna untuk program riset dan mempunyai kemampuan untuk dikembangkan dan membuka penemuan baru. Menurut Posner (dalam Suparno, 2005: 91) sumber ketidakpuasan terhadap konsep lama adalah adanya keadaan/ peristiwa anomali, yaitu suatu peristiwa yang bertentangan dengan yang dipikirkan siswa dan siswa tidak dapat mengasimilasikan pengetahuannya untuk memahami fenomena yang baru. Misalnya, bagi siswa yang berpikir bahwa percepatan benda jatuh bebas tergantung pada massa benda itu, akan menjadi bingung bila mereka mengamati bahwa benda yang jatuh bebas mempunyai percepatan yang sama. Oleh sebab itu,

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 11 bila siswa mengalami peristiwa anomali, mereka akan merevisi dan mengubah konsep yang lama untuk menghindari konflik di pikirannya. Carey (Dykstra dkk. dalam Suparno, 1997: 51-52) menguraikan adanya dua perubahan konsep, yaitu restrukturisasi lemah dan restrukturisasi kuat. Dalam restrukturisasi lemah, seseorang tidak mengubah konsep lama melainkan hanya memperluasnya. Sedangkan dalam restrukturisasi kuat, seseorang mengubah konsep lama yang talah dipunyainya menjadi konsep baru yang berlainan. Maka, untuk dapat membuat restrukturisasi kuat diperlukan metode pengajaran yang dapat mengubah konsep. Dengan kata lain, diperlukan strategi yang membuat disekuilibrium (ketidakseimbangan) dalam pikiran siswa sehingga terjadi perubahan konsep. Menurut Dykstra dkk. (dalam Suparno, 2005: 93-94) ada tiga tipe perubahan konsep, yaitu (1) diferensiasi, terjadi bila konsep-konsep baru muncul dari konsep-konsep yang sudah ada, yang lebih umum. Misalnya, kecepatan dan percepatan muncul dari gagasan umum tentang gerak; (2) kelas ekstensi, terjadi bila konsep yang kelihatan berbeda ternyata merupakan suatu kasus dari konsep sebelumnya. Misalnya, diam dan kecepatan tetap dilihat sama dari prinsip Newtonian; dan (3) rekonseptualisasi, terjadi bila perubahan yang signifikan dalam sifat, hubungan antara konsep-konsep terjadi. Misalnya, gaya menyebabkan gerak menjadi gaya menyebabkan percepatan. Duit (dalam Davis, 2001: 6, dan dalam Suparno, 2005: 98), menjelaskan bahwa perubahan konsep bukan hanya disebabkan oleh faktor kognitif siswa, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor afeksi, sosial, dan konteks. Unsur afeksi seperti

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 12 motivasi, nilai, minat siswa dapat mempengaruhi perubahan konsep. Siswa yang tidak mempunyai motivasi dan minat belajar biasanya tidak cepat mengalami perubahan konsep. Guru, siswa lain atau teman sebaya, dan lingkungan juga mempunyai pengaruh dalam perubahan konsep. 2.1.5. Hubungan Teori Konstruktivisme Dengan Teori Perubahan Konsep Menurut Suparno (1997: 53) pengetahuan siswa tidak sekali jadi, melainkan merupakan suatu proses perkembangan yang terus-menerus mulai dari kanak-kanak sampai dewasa, dan setiap saat ia mempunyai pemahaman tertentu akan sesuatu hal sehingga tidak dapat dikatakan bahwa pemahamannya salah, melainkan pemahaman itu terbatas. Dalam penkembangan itu, ada yang mengalami perubahan besar dengan mengubah konsep lama melalui akomodasi, dan ada pula yang hanya mengembangkan dan memperluas konsep yang sudah ada melalui asimilasi. Proses perubahan tersebut dapat terpenuhi bila siswa aktif berinteraksi dengan lingkungannya. Banyak penelitian menunjukkan bahwa teori perubahan konsep didasari oleh filsafat konstruktivisme. Filsafat konstruktivisme menekankan bahwa pengetahuan dibentuk oleh siswa yang sedang belajar (mengerti, memahami maupun menyimpulkan), sedangkan teori perubahan konsep menekankan bahwa siswa mengalami perubahan konsep secara terus-menerus dari pengalaman belajar mereka. Filsafat konstruktivisme membantu untuk mengerti bagaimana siswa membentuk pengetahuannya yang tidak tepat, maka disinilah seorang guru berperan untuk mengarahkan siswa dalam pembentukan pengetahuan mereka

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Dasar Teori yang lebih tepat. Di lain pihak, teori perubahan konsep membantu guru untuk menciptakan suasana dan keadaan yang memungkinkan terjadinya perubahan konsep yang kuat pada siswa sehingga pemahaman mereka semakin mendekati pemahaman seorang ilmuwan dan semakin kompleks. Konstrukstivisme dan teori perubahan konsep memberikan pengertian bahwa setiap siswa dapat membentuk pengertian yang berbeda dengan pengertian para ilmuwan. perkembangannya, Pengertian karena yang setiap berbeda saat siswa tersebut masih bukanlah dapat akhir mengubah pemahamannya sehingga lebih sesuai dengan pemahaman ilmuwan. “Salah pengertian” dalam memahami sesuatu, menurut teori konstruktivisme dan teori perubahan konsep, bukanlah akhir segala-galanya, melainkan awal untuk perkembangan yang lebih baik (Suparno, 1997). 2.1.6. Strategi Pembelajaran Perubahan Konsep Davis dkk. (dalam Suparno, 2005: 99), merangkum beberapa strategi pembelajaran perubahan konsep sebagai berikut: 1) Strategi Berdasarkan Konflik Kognitif Strategi pembelajaran perubahan konsep yang didasarkan pada konflik kognitif dan resolusinya ada beberapa pendekatan yaitu: (a) mengungkapkan konsep awal siswa secara eksplisit, (b) membahas dan mengevaluasi konsep awal siswa, (c) menciptakan konflik konseptual terhadap konsep awal, (d) menyemangati dan mengarahkan siswa merestrukturisasi konsep mereka. 2) Strategi Berdasarkan Perkembangan Ide Siswa

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Dasar Teori Menurut Scott, Asoko, Driver (dalam Suparno, 2005: 101) dalam strategi ini digunakan gagasan dasar yang ada pada siswa, lalu dibantu dengan pengajaran dan pembelajaran yang melibatkan siswa untuk mengembangkan dan memperluas gagasan mereka ke arah pandangan yang bersifat ilmiah. 3) Metode Pembelajaran Fisika Yang Dapat Membantu Perubahan Konsep. Beberapa peneliti, ahli dan pendidik fisika menemukan beberapa metode pembelajaran fisika yang telah terbukti dapat membantu perubahan konsep, terutama perubahan konsep fisika yang kurang benar ke arah yang lebih benar (Suparno, 2005: 102). Beberapa metode tersebut adalah : a) Bridging Analogy (Analogi penghubung) Model analogi penghubung ini menghubungkan analogi dengan yang dianalogikan menjadi dekat atau dengan kata lain bridging analogy ini membagi analogi menjadi dua langkah yang lebih pendek yang memungkinkan siswa lebih mudah memahami daripada satu langkah yang jauh. b) Simulasi Komputer Dalam simulasi komputer, siswa dapat memanipulasi data, mengumpulkan data, menganalisis data, dan mengambil kesimpulan. Penggunaan simulasi komputer ini sangat menguntungkan, karena siswa dapat melakukannya sendiri tanpa harus ditunggui guru seperti pelajaran dalam kelas. c) Wawancara Diagnosis

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Dasar Teori Wawancara dapat berbentuk bebas dan terstruktur. Dalam wawancara bebas, guru bebas bertanya dan siswa bebas untuk menjawab. Apa yang hendak ditanyakan dan urutan pertanyaan dalam wawancara tidak perlu dipersiapkan. Pada wawancara terstruktur, pertanyaan sudah dipersiapkan dan urutannya secara garis besar sudah disusun sehingga memudahkan dalam wawancara. d) Diskusi Kelompok Menurut Farmer (dalam Suparno, 2005: 110) diskusi antar siswa adalah cara yang paling baik untuk mengungkapkan pengetahuan siswa, karena dalam diskusi kelompok siswa dipacu untuk terlibat aktif dalam diskusi. e) Peta Konsep Peta konsep adalah suatu gambaran skematis untuk merepresentasikan suatu rangkaian konsep dan kaitan antar konsep-konsep terssebut. Peta konsep ini dapat digunakan untuk membantu mengatasi miskonsepsi. Menurut Novak, Fildsine, Fowler, dan Moireira (dalam Suparno, 2005: 111) peta ini mengungkapkan hubungan-hubungan yang berarti antar konsep-konsep dan menekankan gagasan-gagasan pokok. f) Problem Solving Problem solving adalah model pembelajaran dengan pemecahan persoalan. Dengan memecahkan persoalan, siswa dilatih untuk mengkoordinasikan pengetahuan dan kemampuan mereka. Bila terdapat

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Dasar Teori miskonsepsi dan telah diketahui penyebabnya, guru dapat menanyakan kepada siswa mengapa mereka mempunyai pengertian tersebut. g) Percobaan atau Pengalaman Lapangan Menurut Gilbert, Watts, Osborne, Brouwer, dan McClelland (dalam Suparno, 2005: 114) percobaan atau pengalaman lapangan adalah cara yang baik untuk mengontraskan pengertian siswa dengan kenyataan. Yang perlu diperhatikan adalah, percobaan yang tidak menyeluruh sering kali dapat menyebabkan miskonsepsi yang baru. Jelas bahwa pemilihan percobaan dan pengalaman pun perlu diperhatikan agar benar-benar dipilih yang membantu perkembangan konsep siswa, dan bukan yang sebaliknya. h) Pertanyaan Terus menerus di Kelas Model ini memang tidak dapat meyakinkan bahwa setiap siswa akan mengalami perubahan konsep, tetapi secara klasikal dapat membantu beberapa siswa mengubah konsepnya. Yang perlu diperhatikan adalah guru harus piawai mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memancing gagasan siswa. 2.2. Miskonsepsi Menurut Suparno dalam bukunya “ Miskonsepsi dan Perubahan Konsep Pendidikan fisika” miskonsepsi atau salah konsep menunjuk pada suatu konsep yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah atau pengertian yang diterima para pakar dalam bidang itu (Suparno, 2005: 4). Bentuk miskonsepsi dapat berupa

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 17 konsep awal, kesalahan, hubungan yang tidak benar antar konsep-konsep, gagasan intuitif atau pandangan yang naïf. Novak (dalam Suparno, 2005: 4) mendefinisikan miskonsepsi sebagai suatu interpretasi konsep-konsep dalam suatu pernyataan yang tidak dapat diterima. Brown (dalam Suparno, 2005: 4) menjelaskan miskonsepsi sebagai suatu pandangan yang naïf dan mendefinisikannya sebagai suatu gagasan yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah yang sekarang diterima. Feldsine (dalam Suparno, 2005: 4), menemukan miskonsepsi sebagai suatu kesalahan dan hubungan yang tidak benar antar konsep-konsep. Fowler (1987, dalam Suparno, 2005: 5) menjelaskan dengan lebih rinci arti miskonsepsi. Ia memandang miskonsepsi sebagai pengertian yang tidak akurat akan konsep, penggunaan konsep yang salah, kekacauan konsep-konsep yang berbeda, dan hubungan hirarkis konsep-konsep yang tidak benar. 2.2.1. Miskonsepsi pada Rangkaian Listrik Miskonsepsi terdapat dalam semua bidang sains seperti biologi, kimia, fisika dan astronomi. Tidak ada bidang sains yang terkecualikan dalam hal miskonsepsi ini. Menurut Wandersee, Mintzes, dan Novak (Suparno, 2005: 9-11), dalam artikelnya yang berjudul Research on Alternative Conceptions in Science, menjelaskan bahwa konsep altenatif terjadi dalam semua bidang fisika. Dari 700 studi mengenai konsep alternatif bidang fisika, 159 diantaranya tentang listrik. Beberapa siswa masih salah mengerti mengenai tegangan, arus, dan tahanan dalam rangkaian tertutup. Dupin dan Jhosua (dalam Suparno, 2005: 22)

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Dasar Teori meneliti bahwa beberapa siswa salah mengerti tentang tegangan. Mereka beranggapan tegangan hanya terjadi dalam suatu rangkaian tertutup. A B Gambar 2. 1 Rangkaian Listrik Terbuka Bila ada suatu rangkaian terbuka yang dihubungkan dengan baterai (gambar 2.1), mereka berkeyakinan tidak ada tegangan di dalamnya. Menurut siswa, antara titik A dan B pada kabel dalam rangkaian terbuka itu tidak ada tegangan. Padahal dalam kenyataannya, bila diukur akan terlihat ada beda potensial, ada tegangan listrik. Banyak siswa salah mengerti tentang terangnya lampu pada rangkaian listrik seri. Pada rangkaian seperti gambar 2.2, satu baterai dihubungkan seri dengan tiga bola lampu, yaitu A, B, dan C yang sama tahanannya. A B C Gambar 2. 2 Rangkaian Listrik dengan Tiga Lampu Beberapa siswa menjelaskan bahwa ketiga lampu itu terangnya tidak sama, tergantung letaknya terhadap kutub positif baterai. Semakin dekat dengan kutub positif baterai, semakin terang lampu itu. Menurut siswa, lampu A lebih

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Dasar Teori terang dari lampu B, dan lampu B lebih terang dari lampu C. Padahal menurut teori fisika, ketiga lampu itu akan menyala sama terangnya. Ada juga beberapa siswa yang salah mengerti tentang apa yang membuat lampu dapat menyala dalam suatu rangkaian. Beberapa siswa mengungkapkan bahwa cukup dengan menyambung lampu dengan baterai dan satu kabel, maka lampu akan menyala. Dengan penyambungan itu, atom-atom (elektron) dari beterai akan pindah melalui kawat ke lampu, sehingga lampu menyala. Mereka tidak menyadari bahwa suatu rangkaian harus dihubungkan tertutup supaya terjadi aliran listrik yang menjadikan lampu menyala. A B Gambar 2. 3 Rangkaian Listrik Dengan Dua Lampu Dalam rangkaian seri seperti gambar 2.3 di atas, siswa juga mempunyai miskonsepsi. Dua lampu, A dan B, tahanan beban sama kuatnya dihubungkan seri dengan satu sumber tegangan baterai. Sebagian siswa mengungkapkan miskonsepsinya sebagai berikut: 1) Sebagian arus digunakan oleh lampu A, sehingga arus yang melalui lampu B berbeda, yaitu lebih kecil. 2) Arah arus dalam rangkaian itu berasal dari kutub positif dan negatif baterai, dan bertemu pada lampu. 3) Nyala lampu A lebih terang dari lampu B karena lampu A dekat dengan kutub positif baterai.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 20 2.2.2. Penyebab Miskonsepsi Secara garis besar, penyebab miskonsepsi dapat diringkas dalam lima kelompok, yaitu: siswa, guru, buku teks, konteks, dan metode mengajar. Penyebab yang berasal dari siswa dapat terdiri dari beberapa hal, seperti prakonsepsi awal, kemampuan, tahap perkembangan, minat, cara berpikir, dan teman. Penyebab kesalahan dari guru dapat berupa ketidakmampuan guru, kurangnya penguasaan bahan, cara mengajar yang tidak tepat atau sikap guru dalam berelasi dengan siswa yang kurang baik. Penyebab miskonsepsi dari buku teks biasanya terdapat pada penjelasan atau uraian yang salah dalam buku tersebut. Konteks, seperti budaya, agama, dan bahasa sehari-hari juga mempengaruhi miskonsepsi siswa. Seringkali penyebab itu berdiri sediri, tetapi kadang-kadang saling terkait satu sama lain, sehingga salah pengertiannya menjadi semakin kompleks. Hal ini menyebabkan semakin tidak mudah untuk membantu siswa mengatasi miskonsepsi mereka. Beberapa metode mengajar yang digunakan guru, terlebih yang menekankan satu segi dari konsep bahan yang digeluti, meskipun membantu siswa menangkap bahan, tetapi sering mempunyai dampak jelek, yaitu memunculkan miskonsepsi siswa. (Suparno, 2005: 29). Menurut Kartika Budi (1992: 115) ada empat sumber yang mungkin menjadi penyebab terjadinya salah konsep yaitu: (1) guru/dosen, (2) proses belajar mengajar, (3) siswa/mahasiswa, (4) buku pegangan/ buku ajar.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Dasar Teori 2.2.3. Miskonsepsi dari Sudut Filsafat Konstruktivisme Filsafat konstruktivisme secara singkat menyatakan bahwa pengetahuan itu dibentuk (dikonstruksi) oleh siswa sendiri dalam kontak dengan lingkungan, tantangan, dan bahan yang dipelajari. Oleh karena siswa sendiri yang mengkonstruksikan pengetahuannya, maka tidaklah mustahil dapat terjadi kesalahan dalam mengkonstruksi. Hal ini disebabkan siswa belum terbiasa mengkonstruksi konsep fisika secara tepat, belum mempunyai kerangka ilmiah yang dapat digunakan sebagai patokan. Inilah yang disebut prakonsepsi atau konsep awal siswa (Suparno, 2005: 30). Pengetahuan/pemahaman awal siswa sering tidak cocok dengan pengetahuan yang diterima oleh para pakar, dan menjadi suatu miskonsepsi. Pengetahuan awal yang tidak tepat itu, kadang-kadang mudah diluruskan selama proses belajar formal di sekolah, tetapi ada kalanya sangat sulit. Usaha memperbaiki miskonsepsi menjadi sangat sulit bila konsep yang tidak benar itu berguna dalam kehidupan sehari-hari para siswa. Dalam pengertian konstruktivisme, nampak jelas bahwa miskonsepsi merupakan hal yang wajar dalam proses pembentukkan pengetahuan oleh seseorang yang sedang belajar. Dengan adanya miskonsepsi, sebenarnya menunjukkan bahwa pengetahuan sungguh merupakan bentukkan siswa sendiri dan bukan buatan dari guru. Secara ekstrem, guru tidak dapat memaksakan “pengetahuan” yang telah mereka punyai kepada siswa. Guru hanya dapat membantu siswa “mengetahui”, bila siswa sendiri ikut aktif dalam proses belajar secara benar (Suparno, 2005: 32).

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 22 2.2.4. Mendeteksi Miskonsepsi Suparno dalam bukunya yang berjudul “Miskonsepsi dan Perubahan Konsep Pendidikan Fisika” menyebutkan beberapa alat untuk mendeteksi miskonsepsi (Suparno, 2005: 121) yaitu: 1) Peta Konsep (Concept Maps) Peta konsep dapat digunakan untuk mendeteksi miskonsepsi siswa dalam bidang fisika. Peta konsep yang mengungkapkan hubungan berarti antara konsep-konsep dan menekankan gagasan-gagasan pokok, yang disusun hirarkis, dengan jelas dapat mengungkapkan miskonsepsi siswa yang digambarkan dalam peta konsep tersebut. Miskonsepsi siswa dapat diidentifikasi dengan melihat apakah hubungan konsep-konsep itu benar atau salah. Biasanya miskonsepsi dapat dilihat dalam proposisi yang salah dan tidak ada hubungan yang lengkap antar konsep. 2) Test Multiple Choice dengan Reasoning Terbuka Treagust dalam penelitiannya (Suparno, 2005: 123) menggunakan tes pilihan ganda dengan memberi alasan (reasoning). Dalam bagian alasan, siswa harus menulis mengapa ia memilih jawaban itu. Beberapa peneliti lain menggunakan pilihan ganda dengan interview. Berdasarkan hasil jawaban yang tidak benar dalam pilihan ganda itu, mereka mewancarai siswa. Tujuan dari wawancara adalah untuk meneliti bagaimana siswa berpikir, dan mengapa mereka berpikir seperti itu.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 23 3) Tes Esai Tertulis Guru dapat mempersiapkan suatu tes esai yang memuat beberapa konsep fisika yang memang hendak diajarkan atau yang sudah diajarkan. Dari tes tersebut dapat diketahui miskonsepsi yang dibawa siswa dan dalam bidang apa. Setelah ditemui miskonsepsinya, dapatlah beberapa siswa diwawancarai untuk lebih mendalami, mengapa mereka mempunyai gagasan seperti itu. Dari wawancara itulah akan kentara dari mana miskonsepsi itu dibawa. 4) Wawancara Diagnosis Wawancara dapat berbentuk bebas dan terstruktur. Dalam wawancara bebas, guru atau peneliti memang bebas bertanya kepada siswa dan siswa dapat dengan bebas menjawab. Urutan atau apa yang hendak ditanyakan dalam wawancara itu tidak perlu dipersiapkan. Sedangkan dalam wawancara terstruktur, pertanyaan sudah dipersiapkan dan urutannya pun secara garis besar sudah disusun. Lebih baik wawancara direkam agar tidak kehilangan data yang diperlukan. 5) Diskusi dalam Kelas Dalam kelas siswa diminta untuk mengungkapkan gagasan mereka tentang konsep yang sudah diajarkan atau yang hendak diajarkan. Dari diskusi kelas itu dapat dideteksi juga apakah gagasan mereka itu tepat atau tidak. Dari diskusi itu, guru arau seorang peneliti dapat mengerti miskonsepsi yang dipunyai siswa. Cara ini lebih cocok digunakan pada kelas yang besar, dan juga sebagai penjajakan awal. Yang perlu diperhatikan oleh guru adalah

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 24 membantu agar setiap siswa berani bicara untuk mengungkapkan pikiran mereka tentang persoalan yang dibahas. 6) Praktikum dengan Tanya Jawab Praktikum yang disertai dengan tanya jawab antar guru dengan siswa yang melakukan praktikum juga dapat digunakan untuk mendeteksi apakah siswa mempunyai miskonsepsi tentang konsep pada praktikum itu atau tidak. Selama praktikum, guru selalu bertanya bagaimana konsep siswa dan bagaimana siswa menjelaskan persoalan dalam praktikum tersebut. 2.3. Metode Demonstrasi 2.3.1. Pengertian Demonstrasi Demonstrasi berasal dari kata demonstration yang berarti pertunjukan. Maka model pembelajaran dengan demonstrasi diartikan sebagai model mengajar dengan pendekatan visual agar siswa dapat mengamati proses, informasi, peristiwa, alat dalam pembelajaran fisika (Suparno, 2006:142). Dalam arti sempit demonstrasi sebagai metode pembelajaran mempunyai hakikat yaitu percobaan yang dilakukan untuk memperoleh data (Sund dalam Kartika Budi, 2005 :43), sehingga proses analisis dan kesimpulan dapat berlangsung. Dalam demonstrasi, guru atau sekelompok siswa menunjukkan sesuatu kepada orang lain atau kelompok lain. Menurut Muhibbin Syah (1995: 209) metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kegiatan, aturan dan urutan melakukan suatu kegiatan baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Dasar Teori pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Sedangkan menurut Winarno (1986: 87) metode demonstrasi adalah metode dimana seorang guru, orang lain yang diminta, atau siswa memperlihatkan suatu proses kepada seluruh siswa. Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat dikemukakan bahwa metode demonstrasi merupakan interaksi belajar mengajar yang sengaja mempertunjukkan atau memperagakan tindakan, proses, atau prosedur yang dilakukan oleh guru atau orang lain kepada seluruh siswa atau sebagian siswa (Moedjiono dan Dimyanti, 1992 :72 ). 2.3.2. Fungsi Demonstrasi Fungsi demonstrasi dalam kegiatan belajar mengajar meliputi demonstrasi sebagai: pembangkit masalah; menguji kebenaran kesimpulan; pembangkit motivasi belajar; pembentukan sikap dan pembentukan keterampilan proses. 1) Demonstrasi Sebagai Pembangkit Masalah Masalah adalah sesuatu yang perlu dipecahkan dalam bentuk sederhana yang berupa pertanyaan. Demonstrasi yang dapat membangkitkan masalah-masalah atau pertanyaan-pertanyaan sangat baik untuk mengawali atau membuka proses pembelajaran. Harus diusahakan pertanyaan muncul dari siswa. Bila pertanyaan belum dapat muncul dari siswa, pertanyaan dapat dimunculkan dari guru. Secara tidak langsung siswa diberi contoh-contoh pertanyaan yang mengacu pada data yang diperoleh melalui demonstrasi. Selanjutnya, pada setiap demonstrasi siswa diberi kesempatan, bahkan “diharuskan” atau “dipaksa” mengajukan pertanyaan, tentang apapun yang

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 Dasar Teori menarik dan yang ingin diketahui. Bila pertanyaan lisan sulit, dapat dimulai dengan mengajukan pertanyaan tertulis. Pertanyaan dapat dipersiapkan dan dirumuskan secara individual maupun dalam kelompok. Untuk mengawali dan membiasakan mereka agar mau bertanya memerlukan kesabaran, karena kecenderungan bertanya adalah sikap, sementara sikap tidak dapat terbentuk seketika, tetapi memerlukan proses (Kartika Budi, 1998). 2) Demonstrasi Sebagai Pembangkit Motivasi Belajar Menurut Stone dan Petri (dalam Kartika Budi, 1998: 173) secara umum motivasi diartikan sebagai kekuatan atau dorongan yang menggerakkan seseorang memilih, memulai, dan mengarahkan kegiatan, serta mempertahankannya. Siswa nmemiliki motivasi belajar bila ia dengan kesadarannya sendiri mau melibatkan diri baik secara mental maupun fisik dalam proses belajar dan dapat mempertahankannya dalam waktu yang “lama”. Kondisi tersebut tidak serta merta muncul, namun perlu diusahakan dan diciptakan terus menerus. Masing-masing pasti memiliki pengalaman tentang apa yang mendorong kita untuk melakukan kegiatan, antara lain daya tarik kegiatannya, kebutuhan untuk memenuhi rasa ingin tahu, memenuhi perasaan senang, kepuasan, harga diri, kebanggaan diri. Demonstrasi yang dipersiapkan dan dilaksanakan dengan baik diharapkan dapat membangkitkan daya tarik, membuat pembelajaran lebih menyenangkan, tidak membosankan, apalagi kalau dalam demonstrasi dilibatkan sebanyak mungkin dan berhasil memunculkan gejala-gejala yang menabjubkan atau yang bertentangan dengan intuisi (konflik kognitif). Hal ini

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 27 dapat menimbulkan pertanyaan dalam pikiran siswa sehingga membangkitkan rasa ingin tahu. (Kartika Budi, 1998). 3) Demonstrasi Sebagai Pembentukan Sikap Siswa tidak akan mempunyai kecenderungan dan kemauan bertanya hanya dengan dijelaskan pentingnya bertanya dalam belajar fisika, siswa tak akan memiliki sikap kritis, terbuka, teliti, kreatif, menghargai sains, dan saintis, hanya melalui nasehat-nasehat, betapapun seringnya nasehat itu diberikan. Kecuali itu, sikap tidak terbentuk seketika. Sikap terbentuk sebagai akumulasi pengalaman melakukan proses terus menerus. Pilihan proses pembelajaran sangat menentukan apakah aspek sikap sains memiliki peluang untuk bertumbuh dan berkembang atau tidak. Pembelajaran yang informatif verbalistik sangat miskin akan peluang bertumbuh dan berkembangnya sikap. Demonstrasi dapat menghasilkan data sebagai pemicu berlangsungnya proses sains, yang memungkinkan bertumbuh dan berkembangnya sikap-sikap sains tertentu, misalnya bertindak bijaksana, tidak mudah menyalahkan orang lain tanpa disadasari bukti atau data-data lengkap, menghargai dan menerima keberhasilan orang lain, menerima kritik sebagai titik tolak perbaikan bukan sebagai hukuman dan penolakan, berfikir sistematis dalam memecahkan masalah (Kartika Budi, 1998: 174). 4) Demonstrasi Sebagai Pembentukan Keterampilan Proses Demonstrasi memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan proses sains, yaitu merumuskan masalah (pertanyaan), mengamati, mengukur,

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Dasar Teori dan mengkomunikasikan data secara sistematis, yang memungkinkan siswa melakukan proses lain yaitu mengolah, menyimpulkan, menguji kesimpulan, dan menerapkannya. Kemampuan merumuskan hipotesa dan merancang percobaan sukar dikembangkan melalui demonstrasi karena demonstrasi sudah dipersiapkan (Kartika Budi, 1998: 174). Demonstrasi dapat dilakukan secara berkelompok, sehingga sangat mungkin adanya perbedaan hasil kerja mereka, baik dalam hal hipotesa, besaran-besaran yang teridentifikasi, dan rancangan percobaannya. Justru dengan adanya perbedaan itu dimungkinkan siswa (kelompok) membandingkan hasilnya. Melalui diskusi dan curah pendapat sikap-sikap mengakui atau menyadari kekurangan sendiri dan kelebihan kelompok lain, terbuka untuk menerima penilaian siswa (kelompok) lain, menghargai hasil siswa (kelompok) lain memperoleh peluang untuk bertumbuh dan berkembang. Makin sering dan makin banyak kegiatan tersebut dilaksanakan, maka keterampilan-keterampilan lambat laun akan terbentuk. 2.3.3. Persiapan dan Pelaksanaan Demonstrasi 2.3.3.1. Persiapan Bagian terpenting dari persiapan demonstrasi adalah persiapan pertanyaan untuk tanya-jawab yang mendorong siswa berfikir. Seringkali ada gunanya siswa disuruh menjawab pertanyaan secara tertulis daripada lisan waktu demonstrasi agar semua siswa terlibat. Persiapan lain menyangkut perumusan tujuan dan uji coba percobaan. Tanpa uji-coba sebelum pelajaran, kemungkinan besar

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 29 demonstrasi akan macet. Yang penting juga adalah untuk memadukan demonstrasi dengan kegiatan belajar-mengajar lainnya (Berg, 1991). Agar demonstrasi berjalan dengan lancar diperlukan persiapan, maka guru harus (a) mengkaji kesesuaian metode terhadap tujuan yang akan dicapai, (b) menganalisis kebutuhan peralatan untuk demonstrasi, (c) mencoba peralatan dan analisis kebutuhan waktu, (d) merancang garis-garis besar demonstrasi. Secara lebih rinci, Suparno menjelaskan bahwa agar demonstrasi sungguh berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan dan sungguh dapat membantu siswa mengerti, perlulah guru mempersiapkan apa yang mau didemonstrasikan, peralatannya dan juga kesiapan menyajikannya (Suparno, 2006), diantaranya adalah : 1) Guru mengidentifikasi konsep atau prinsip yang mau diajarkan. Lalu membuat design demonstrasi macam apa yang akan digunakan untuk menjelaskan prinsip diatas. 2) Bila prinsip yang mau dijelaskan panjang, sebaiknya dipotong-potong menjadi pendek dan kecil sehingga mudah dijelaskan. Kadang demonstrasinya perlu per bagian. 3) Rencanakan agar siswa sungguh terlibat dalam proses demonstrasi bukan hanya sebagai pengamat saja. Misalnya siswa diminta maju kedepan dan mengukur sendiri. 4) Rencanakan peralatan yang digunakan secara teliti. Bila kelas kita luas, maka peralatan demonstrasi sebaiknya dipilih yang besar sehingga dapat nampak dari belakang.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 30 5) Cobalah peralatan demonstrasi itu sebelum pelajaran di mulai, sehingga guru siap dan tidak grogi dalam pelajaran sesungguhnya karena alat tidak jalan. 6) Pertanyaan-pertanyaan untuk siswa perlu dipersiapkan agar terarah. 7) Ada baiknya dalam demonstrasi sendiri tidak terlalu lamban sehingga siswa menjadi bosan, juga tidak terlalu cepat sehingga siswa tidak mengerti apa-apa. Disini guru diharapkan mengerti situasi siswa. 2.3.3.2. Pelaksanaan Pelaksanaan demonstrasi meliputi (a) mempersiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan untuk demonstrasi, (b) memberikan pengantar demonstrasi untuk mempersiapkan para siswa mengikuti demonstrasi, yaitu berisi penjelasan tentang prosedur dan instruksi keamanan demonstrasi, (c) memperagakan tindakan, proses, atau prosedur yang disertai penjelasan, ilustrasi dan pertanyaan. Menurut Berg dkk. (1991: 3), langkah-langkah pelaksanaan demonstrasi sebagai berikut: 1) Guru mengajukan masalah yang akan diselidiki dengan percobaan tanpa memberitahukan hasil percobaan. Kalau hasil percobaan sudah diberitahu sebelumnya, siswa sudah tidak tertarik lagi. 2) Guru memperkenalkan alat kepada siswa, singkat saja, satu menit biasanya cukup. Seringkali gambar rangkaian alat pada papan tulis dapat membantu dan menghemat waktu. 3) Melalui tanya jawab guru membahas beberapa hal yang berhubungan dengan prosedur pelaksanaan demonstrasi agar siswa lebih mengerti bagaimana

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Dasar Teori percobaan yang bersangkutan dapat menghasilkan pengetahuan yang dicarikan melalui demonstrasi. 4) Pelaksanaan percobaan, sambil tanya-jawab mengenai hasil pengamatan. 5) Siswa mengamati dan disuruh merumuskan hasil pengamatan secara lesan atau tertulis (belum sampai ke tahap penjelasan). 6) Tanya-jawab mengenai hasil percobaan, kesimpulan dan penjelasannya. Seringkali ada baiknya kalau sebelum tanya-jawab ini semua siswa disuruh merumuskan kesimpulan atau penjelasan mereka sendiri secara tertulis kemudian diskusi. 7) Sesudah diskusi guru merumuskan penjelasan/ kesimpulan percobaan secara lengkap pada papan tulis. 8) Siswa diberi pertanyaan dan latihan untuk melatih bahan yang didemonstrasikan. 2.3.4. Keunggulan, Kelemahan, dan Manfaat Demonstrasi 2.3.4.1. Keunggulan Demonstrasi Muhibbin Syah (1995: 210-211) mengungkapkan keunggulan menggunakan metode demonstrasi antara lain: (1) perhatian siswa lebih dapat dipusatkan, (2) proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari, (3) pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa. Menurut Moedjiono dan Muh. Dimyanti (1992: 74-75) keunggulan menggunakan metode demonstrasi antara lain: (1) memperkecil kemungkinan

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 32 salah konsep bila dibandingkan dengan siswa hanya membaca atau mendengar penjelasan saja; (2) memungkinkan para siswa terlibat secara langsung dalam kegiatan demonstrasi, sehingga memberikan kesempatan yang benar bagi para siswa memperoleh pengalaman-pengalaman; (3) memudahkan pemusatan perhatian siswa pada hal-hal yang dianggap penting, sehingga para siswa akan benar-benar memberikan perhatian khusus pada hal tesebut. Dengan kata lain, perhatian siswa lebih mudah dipusatkan pada proses belajar dan tidak tertuju yang lain; (4) memungkinkan para siswa mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang belum mereka ketahui selama proses demonstrasi berjalan, jawaban dari pertanyaan dapat disampaikan oleh guru. Menurut Suparno (2006: 143) banyak guru suka menggunakan demonstrasi dalam mengajarkan fisika karena: 1) Murah karena peralatan yang disediakan sedikit, sedangkan dalam praktikum biayanya lebih mahal karena peralatannya banyak. 2) Peralatan yang dipunyai sekolah sedikit sehingga tidak dapat untuk praktikum. Kadang juga ada peralatan yang sulit dicari maka paling mudah diajarkan dengan demonstrasi. 3) Dalam pelaksanaan demonstrasi tidak makan waktu lama seperti dalam praktikum karena semua dilakukan oleh guru sendiri. Maka tidak menghabiskan waktu pelajaran. 4) Tidak berbahaya bila menggunakan alat-alat yang mudah pecah atau berbahaya karena yang melakukan guru sendiri. Ketakutan bahwa alat akan

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 33 pecah dan rusak tidak perlu terjadi karena yang melakukan adalah guru bukan siswa. 5) Guru tetap dapat memberikan pertanyaan rangsangan pada siswa utnuk berpikir kritis. 6) Bila hanya ingin menunjukkan kegunaan suatu alat lebih baik dengan demonstrasi saja, cepat, dan kadang lebih jelas. Sedangkan Menurut Berg dkk (1991: 2) keunggulan demonstrasi adalah: (a) dengan demonstrasi pemikiran siswa dapat dibimbing oleh guru secara langsung. Maka demonstrasi merupakan cara mengajar yang lebih sistematis dan lebih terkontrol; (b) demonstrasi dapat dilaksanakan dalam pelajaran biasa (tidak membutuhkan waktu di luar jam sekolah); (c) demonstrasi dapat diajar secara terpadu dengan teori; (d) demonstrsi tidak membutuhkan ruangan khusus dan satu set peralatan cukup; (e) demonstrasi membutuhkan waktu persiapan tetapi tidak sama banyak dengan praktikum. 2.3.4.2. Kelemahan Demonstrasi Selain mempunyai keunggulan, metode demonstrasi juga memiliki kelemahan antara lain: 1) Mahalnya biaya yang harus dikeluarkan terutama untuk alat-alat modern. 2) Untuk konsep tertentu memerlukan waktu yang lama. 3) Untuk kelas yang besar tidak semua siswa dapat melihat dengan jelas kegiatan yang dilakukan.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 34 4) Dibandingkan metode eksperimen, dengan metode demonstrasi siswa tidak selalu mengalami percobaan sendiri. Untuk mengatasi kelemahan dapat dilakukan hal-hal antara lain (1) agar setiap siswa dapat melihat dengan jelas maka kegiatan demonstrasi dilakukan ditengah-tengah siswa atau menggunakan meja yang lebih tinggi dibandingkan meja siswa, (2) jika peralatan demonstrasi sederhana dan dimungkinkan siswa bisa membuatnya maka siswa dapat menirukannya diluar sekolah sehingga siswa mengalami sendiri percobaan. 2.3.4.3. Manfaat Demonstrasi Menurut Berg, dkk (1991: 1-2 ) manfaat demonstrasi dapat dilihat dari dua aspek yaitu manfaat dari segi pendidikan dan manfaat dari segi ilmu. 1) Manfaat demonstrasi dari segi pendidikan Manfaat dari segi pendidikan antara lain: (a) demonstrasi dapat menghidupkan pelajaran; (b) demonstrasi dapat mengaitkan teori dengan peristiwa alam dalam lingkungan kita; (c) apabila dilaksanakan secara tepat, demonstrasi dapat menimbulkan rasa ingin tahu siswa; (d) demonstrasi dapat mendorong motivasi siswa; (e) demonstrasi dan hasilnya seringkali lebih mudah teringat daripada bahasa dalam buku pegangan atau penjelasan guru, seperti film lebih mudah diingat daripada ceramah. 2) Manfaat dari segi ilmu Manfaat dari segi ilmu antara lain: (a) demonstrasi memperlihatkan ciri eksperimental IPA; (b) demonstrasi dapat dipakai untuk melatih penalaran siswa dalam cara berpikir secara eksperimental.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 2.4. 35 Certainty Of Response Index Untuk membedakan jawaban tes diagnostik yang berbentuk multiple coice antara siswa yang kekurangan pengetahuan (a lack of knowledge) dengan miskonsepsi adalah dengan certainty of response index (CRI). Hasan (dalam Masril dan Asma, 2002) mengungkapkan bahwa jika derajat kepastian rendah (skala CRI 0 ~ 2) ini menunjukkan bahwa penentuan jawaban lebih signifikan dengan cara kira-kira (guesswork) baik jawaban itu benar atau salah, yang pasti ini disebabkan karena kekurangan pengetahuan mereka. Jika CRI-nya tinggi (3 ~ 5) respoden ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi pada hukum dan metode yang digunakan untuk sampai pada jawaban mereka. Kalau jawaban itu salah, ini menunjukan kesalahan menerapkan pengetahuan dalam penyelesaian persoalan yang dihadapi. Kesalahan menerapkan hukum atau metode sehubungan dengan pertanyaan yang diberikan ini menunjukkan indikasi adanya miskonsepsi. Dengan menggunakan CRI ini memungkinkan kita membedakan jawaban sebuah pertanyaan sebagai kekurangan pengetahuan (a lack of knowledge) dari miskonsepsi. Pada CRI ini seorang responden diminta memberikan derajat kepastian (the degree of certainty) mereka dalam menyeleksi dan memanfaatkan pengetahuan, konsep atau hukum untuk menjawab suatu item soal. Dengan demikian miskonsepsi dapat terungkap lebih pasti. 2.5. Rangkaian Listrik Rangkaian listrik adalah rangkaian yang terdiri dari sumber tegangan dan beban. Sumber adalah piranti yang menghasilkan beda potensial (tegangan) dalam

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Dasar Teori jangka waktu lama pada kutub-kutubnya, sedangkan beban adalah piranti yang mengkonsumsi energi ( Kartika Budi, 2004). Di dalam rangkaian listrik, kita mengenal dua macam hubungan yang baku yaitu: Susunan seri dan susunan paralel. Bila dijumpai ada bentuk susunan lain, pada dasarnya merupakan variasi dari hubungan seri dan paralel. Berikut ini diuraikan bentuk hubungan seri dan paralel. 2.5.1. Rangkaian Seri Yang dimaksud dengan rangkaian seri adalah rangkaian beberapa komponen atau beban (seperti lampu) yang dihubungkan secara berderet satu dengan yang lain, sehingga hanya membentuk satu jalan arus dan tidak ada titik cabang pada terminal yang bersekutu. Selain itu, kuat arus yang melalui rangkaian di bagian manapun sama besar meskipun besar hambatan pada masing-masing komponen/beban tidak sama, dan apabila satu bagian terputus, di semua bagian lain tidak ada arus. Gambar 2.4(a) memperlihatkan bentuk hubungan seri sebuah baterai dengan tiga lampu. (a)

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Dasar Teori R1 a b R2 c R3 d a Rs d Is I Vs Vs (b) (c) Gambar 2. 4 (a) Rangkaian Seri dengan 3 Lampu; (b) Rangkaian Seri 3 Hambatan; (c) Rangkaian Pengganti Hambatan Seri Gambar 2.4(b), menunjukkan rangkaian seri dengan 3 hambatan yaitu R1, R2 dan R3. Dari rangkaian tersebut diketahui bahwa ternyata kuat arus listrik (I) yang melalui penghambat R1, R2 dan R3 adalah sama. Tegangan pada ujung-ujung R1, R2 dan R3 masing-masing adalah: Vab = I . R1 Sehingga: Vad = Vab + Vbc + Vcd = I .R1 + I .R2 + I .R3 Vbc = I . R2 Vcd = I . R3 V = I (R1 + R2 + R3)..................(1) Gambar 2.4(c), menunjukkan rangkaian pengganti hambatan seri R1, R2 dan R3, yaitu Rs. Maka Vad = I . Rs. Dengan menyamakan ruas kanan pada persamaan (1), didapatkan: I . Rs = I (R1 + R2 + R3) Rs = R1 + R2 + R3 .....................................................................................(2) Maka secara umum hambatan pengganti rangkaian seri adalah: Rs = R1 + R2 + R3 + . . . + Rn .................................................................(3) Jadi, hambatan pengganti rangkaian seri sama dengan jumlah hambatan tiap-tiap komponen/beban.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori 38 ™ Kelemahan Susunan Rangkaian Seri Jika salah satu filament lampu putus (misal lampu R1), maka rangkaian berubah menjadi terbuka. Sebagai hasilnya lampu R2, R3, ...Rn yang masih baik ikut padam. Bayangkanlah sederetan lampu hias yang disusun secara seri. Jika salah satu filament lampu putus, seluruh lampu akan padam. Maka harus memeriksa satu demi satu lampu tersebut untuk menemukan lampu yang rusak, kemudian menggantinya dengan lampu baru. Pekerjaan memeriksa seperti ini memerlukan waktu yang lama. ™ Manfaat Susunan Rangkaian Seri Dalam banyak rangkaian, sekering sengaja dipasang seri dengan rangkaian komponen-komponen lain dengan tujuan pengamanan. Konduktor pada sekering didesain agar melebur (putus) dan membuka rangkaian apabila arus yang melalui rangkaian melebihi arus maksimum yang diijinkan. Jika sekering tidak digunakan, arus yang melebihi batas dapat merusak komponenkomponen lain pada rangkaian sehingga mengakibatkan pemanasan lebih pada kawat atau kabel penghantar yang dapat memungkinkan terjadinya kebakaran. Dalam instalasi listrik rumah, pemutusan daya (circuit breaker) digunakan sebagai pengganti sekering yang bertindak sebagai saklar pemutus rangkaian otomatis bila kuat arus dalam rangkaian melebihi nilai tertentu. Dari uraian tentang susunan rangkaian seri komponen-komponen listrik, dapat disimpulkan bahwa: 1) Kuat arus yang melalui tiap-tiap komponen sama besar dan sama dengan kuat arus yang melalui hambatan pengganti seri Rs.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Dasar Teori I1 = I2 = I3 = In = . . . = I 2) Tegangan pada hambatan pengganti seri (V) sama dengan jumlah tegangan pada tiap-tiap komponen. V = V1 + V2 + V3 + . . . + Vn 3) Susunan seri berlaku sebagai pembagi tegangan. Tegangan pada tiap-tiap komponen sebanding dengan hambatannya. V1 : V2 : V3 : . . . = R1 : R2 : R3 : . . . 2.5.2. Rangkaian Paralel Yang dimaksud dengan rangkaian paralel adalah beberapa komponen yang disusun dan dihubungkan sedemikian rupa sehingga tegangan pada tiap-tiap komponen sama besar atau dengan kata lain susunan komponen-komponen sejajar, meskipun besar hambatan setiap komponen tidak sama. Gambar 2.5 berikut merupakan contoh pemasangan tiga buah lampu secara paralel dengan satu baterai (sumber tegangan). Gambar 2. 5 Rangkaian Paralel Tiga Lampu Pada rangkaian paralel, bila terjadi pemutusan salah satu hubungan maka tidak akan mengganggu rangkaian kecuali pada rangkaian yang diputus. Pemutusan hubungan pada rangkaian paralel akan mengakibatkan berhenti pada

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Dasar Teori cabang yang dibuka (diputuskan) hubungannya saja. Sebagai contoh diperlihatkan pada gambar 2.6 berikut: Gambar 2. 6 Lampu yang dilepas pada Rangkaian Paralel Perhatikan gambar 2.7 berikut ini: R1 I1 R2 A I2 I B A Rp B R3 Ip I3 Vs Vs (b) (a) Gambar 2. 7 (a) Rangkaian Paralel 3 Hambatan (b) Rangkaian Pengganti Hambatan Paralel Kuat arus yang melalui R1 adalah I1, kuat arus yang melalui R2 adalah I2 dan kuat arus yang melalui R3 adalah I3, sedangkan kuat arus yang diberikan oleh baterai adalah I (gambar 2.7a). Pada titik cabang a, kuat arus yang masuk I terbagi menjadi tiga yaitu I1, I2 dan I3. Sesuai dengan hukum Kirchhoff: I = I 1 + I 2 + I 3 .........................................................................................(4) Berdasarkan Hukum Ohm, I = V , maka persamaan di atas menjadi: R

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dasar Teori I= 41 ⎛ 1 V V V 1 1 ⎞ ⎟⎟ ....................................................(5) + + = V ⎜⎜ + + R1 R2 R3 ⎝ R1 R2 R3 ⎠ Jika ketiga penghambat yang dirangkai paralel ini dapat diganti dengan sebuah hambatan pengganti paralel Rp (gambar 2.7b), maka kuat arus yang diberikan oleh baterai pada rangkaian ini adalah I= V ......................................................................................................(6) Rp Dengan menyamakan ruas kanan kedua persamaan tersebut di atas diperoleh persamaan berikut: ⎛ 1 1 1 ⎞ V ⎟⎟ ...........................................................................(7) = V ⎜⎜ + + Rp ⎝ R1 R2 R3 ⎠ 1 1 1 1 ..................................................................................(8) = + + R p R1 R2 R3 Secara umum, hambatan penggganti paralel dirumuskan sebagai berikut: 1 1 1 1 1 .................................................................(9) = + + + ⋅⋅⋅ + R p R1 R2 R3 Rn ™ Manfaat Susunan Rangkaian Paralel Seperti telah dijelaskan bahwa dalam susunan seri, kegagalan salah satu komponen akan memadamkan komponenkomponen lain yang masih baik. Oleh karena itu komponen-komponen listrik di rumah, biasanya disusun secara pararel, seperti gambar 2.8. Pada susunan pararel, jika salah satu komponen rusak atau gagal (misalnya filament lampu pijar putus), komponenkomponen lain dalam rangkaian (TV, radio) masih tetap berfungsi.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Dasar Teori Dari uraian tentang susunan rangkaian paralel komponen-komponen listrik, dapat disimpulkan bahwa: 1) Tegangan pada tiap-tiap komponen sama, dan sama dengan tegangan pada hambatan pengganti paralel Rp. V1 = V2 = V3 = . . . = V 2) Kuat arus yang melalui hambatan pengganti paralel sama dengan jumlah kuat arus yang melalui tiap-tiap komponen. I = I 1 + I 2 + I 3 + . . . + In 3) Susunan paralel berlaku sebagai pembagi arus. Kuat arus yang melalui tiaptiap komponen sebanding dengan kebalikan hambatannya. I1 : I 2 : I 3 : . . . = 1 1 1 : : :... R1 R 2 R 3

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat terhadap suatu populasi atau daerah tertentu mengenai sifat dan faktor tertentu. Dan penelitian kualitatif lebih menekankan proses, dan data dikumpulkan dalam bentuk katakata, gambar, keadaan dan hasil tes. Data dianalisis sedekat mungkin dengan bentuk data yang terekam dengan anggapan semua data mempunyai andil dalam menjelaskan apa yang sedang dipelajari (Suparno, 2000: 78). Pendeskripsian pemahaman dan perubahan konsep siswa tentang rangkaian seri dan rangkaian paralel dilakukan dengan cara analisis pretes dan postes, serta mencatat jawaban siswa yang terekam dalam wawancara. Penggolongan pemahaman dan perubahan konsep tersebut berdasarkan jawaban siswa yang memiliki ide pokok yang sama. 3.2. Tempat dan Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di SMU Negeri 1 Sleman pada bulan Januari-Maret 2010. Berdasarkan ijin dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) diberikan waktu penelitian mulai 21 Januari – 21 April 2010. Pada pelaksanaannya, penelitian yang dilakukan menyesuaikan beberapa hal seperti: (1) sekolah dalam menentukan kelas yang akan diteliti; (2) kesediaan guru 43

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Metodologi Penelitian 44 mata pelajaran; dan (3) materi pelajaran. Adapun kegiatan yang akan dilakukan selama penelitian di sekolah, antara lain: 1) Observasi, baik observasi kelas maupun laboratorium fisika 2) Pembelajaran di kelas 3) Tes, yaitu pretes dan postes 4) Wawancara kepada beberapa siswa setelah tes. 3.3. Subyek Penelitian Subyek pada penelitian ini adalah siswa SMU Negeri 1 Sleman kelas X sebagai populasi dan kelas X.6 sebagai sampel penelitian. SMU Negeri 1 Sleman dipilih sebagai tempat penelitian dengan alasan SMU ini menjadi salah satu sekolah percontohan di tingkat sekolah menengah atas dan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Kelas X dipilih dengan pertimbangan siswa kelas X sudah mengenal rangkaian listrik ketika masih duduk di bangku SLTP/SMP. Sedangkan kelas X.6 ditentukan oleh sekolah serta kesediaan guru mata pelajaran fisika untuk penelitian. Banyaknya siswa kelas X.6 berjumlah 30 siswa yang terdiri atas 9 siswa putra dan 21 siswa putri. 3.4. Metode Pengumpulan Data 3.4.1. Tes (Pre Test dan Post Test) Tes dibagi menjadi dua, yaitu pretest dan postest. Soal-soal pada pretes dan postes dibuat sederhana tetapi memungkinkan dapat mengungkap/ menemukan miskonsepsi siswa berdasarkan jawaban yang diberikan siswa pada

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Metodologi Penelitian 45 soal tersebut. Soal-soal pretest dan postest terdiri dari beberapa soal pilihan ganda bertingkat dan uraian. Pretest diberikan sebelum pembelajaran dilakukan, yaitu dengan tujuan untuk mengetahui konsep awal/pemahaman siswa dan apakah terdapat miskonsepsi. Sedangkan postest dilakukan setelah kegiatan pembelajaran diberikan, yang bertujuan untuk mengetahui konsep akhir/pemahaman konsep setelah pembelajaran dilakukan. 3.4.2. Wawancara Wawancara dilakukan dua kali. Wawancara pertama dilakukan setelah pretest dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman konsep, miskonsepsi dan dalam hal apa miskonsepsi itu terjadi. Hasil wawancara menentukan bagaimana pembelajaran dengan metode demonstrasi akan dilakukan. Sedangkan wawancara kedua dilakukan setelah postest diberikan. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pemahaman konsep, serta masih adakah miskonsepsi yang dimiliki siswa dari materi yang telah diberikan. 3.5. Instrumen Penelitian 3.5.1. Soal-soal Tes Tes yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal-soal pilihan ganda kompleks (bertingkat) dan uraian. Soal-soal pilihan ganda kompleks yaitu soalsoal yang dilengkapi dengan CRI dan alasan jawaban. Sehingga disamping memilih jawaban, siswa perlu menjelaskan pilihan jawabannya menurut pemahaman mereka dan keyakinannya pada jawaban tersebut. Tes atau soal-soal

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Metodologi Penelitian tidak diujicobakan terlebih dahulu dengan alasan bahwa soal ini diberikan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman yang telah dimiliki siswa/konsep awal tentang rangkaian listrik. Adapun kisi-kisi soal yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 3. 1 Kisi-kisi Soal No. No. Soal 1. 1, 2, dan 3 2. 5 dan 8 3. 4, 7, 10a, 10b, 11b, 12a 4. 6, 9, 11a dan 12 b 5. 13, 14, dan 15 Konsep Pemahaman tentang daya Pengaruh terputusnya salah satu beban Pemahaman tentang arus listrik Pemahaman tentang tegangan Identifikasi rangkaian 3.5.2. Pembelajaran Pembelajaran yang digunakan untuk penelitian ini dengan menggunakan demonstrasi/percobaan sederhana. Demonstrasi ini sebagai treatmen pada sampel penelitian dengan tujuan untuk mendorong dan membantu siswa memahami konsep serta merubah konsep yang salah menjadi lebih lengkap, benar dan sesuai dengan konsep para ilmuwan, dan untuk mendorong siswa mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. 3.5.3. Wawancara Wawancara pada penelitian ini dilakukan secara bebas dan terstruktur. Bebas berarti peneliti bebas menanyakan apapun yang diperlukan dan siswa dapat dengan bebas menjawab, sedangkan terstruktur berarti pertanyaan sudah dipersiapkan dan diurutkan secara garis besar sehingga peneliti dengan sistematis

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Metodologi Penelitian 47 dapat mengarahkan konsepsi siswa, bertanya dan mengungkap pemahaman siswa dari pemikirannya serta adakah salah konsep/miskonsepsi. 3.6. Treatmen Treatmen adalah perlakuan peneliti kepada (sampel) apa yang mau diteliti agar nantinya mendapatkan data yang diinginkan (Suparno, 2000: 23). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan treatment pembelajaran dengan metode demonstrasi pada sub pokok bahasan susunan rangkaian seri dan paralel komponen listrik (hambatan). Oleh karena pembelajaran dengan metode demonstrasi melibatkan peneliti dalam kegiatan demonstrasi, maka treatment yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Tahap sebelum pembelajaran dengan metode demonstrasi a. Pada tahap ini, peneliti memberikan lembar petunjuk demonstrasi yang akan dilakukan. b. Peneliti mengenalkan dan mengajari partisipan cara membaca spesifikasi media yang digunakan seperti resistor, adaptor/baterai, lampu, dan multimeter. Peneliti juga mengajari partisipan cara memeriksa multimeter apakah berfungsi dengan baik atau tidak; peneliti mengajari membaca skala ohm-meter, amperemeter, dan voltmeter serta mengajari bagaimana cara memasang amperemeter dan voltmeter yang benar saat pengukuran. 2) Tahap proses pembelajaran dengan metode demonstrasi Pada tahap ini, peneliti mendemonstrasikan cara mengukur besaran yang ingin dicari sesuai petunjuk demonstrasi dan memperlihatkan hasil

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Metodologi Penelitian pengukuran kepada partisipan. Setelah itu, siswa diminta melakukan kegiatan demonstrasi selanjutnya sesuai dengan petunjuk yang ada. Partisipan juga harus mencatat hasil dan menyelesaikan pertanyaan yang ada pada lembar kegiatan demonstrasi, sehingga siswa belajar menganalisis dan menyimpulkan sendiri hasil kegiatan demonstrasi serta siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri dari kegiatan demonstrasi. 3.7. Metode Analisis Data Metode analisis data dilakukan berdasarkan urutan seperti pada bagan berikut: Pre Test keterangan Untuk mengetahui pemahaman dan miskonsepsi yang ada Wawancara I keterangan Untuk memastikan miskonsepsi yang terjadi dan pemahaman/konsep awal siswa Pembelajaran keterangan Dengan demonstrasi/percobaan sederhana Post Test Wawancara II keterangan keterangan Untuk mengetahui pemahaman setelah pembelajaran konsep Untuk mengetahui perubahan konsep siswa Gambar 3. 1 Bagan Metode Analisis Data 3.7.1. Analisis Data Pretes dan Postes Soal pretes digunakan untuk mengetahui konsep awal siswa tentang rangkaian listrik seri dan paralel, dan mengetahui miskonsepsi yang dimiliki siswa. Sedangkan soal postes untuk mengetahui perubahan konsep siswa (konsep akhir) setelah pembelajaran dengan metode demonstrasi. Pada pretes dan postes

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Metodologi Penelitian yang diberikan, siswa akan ditanyai seberapa yakin mereka dengan jawaban yang mereka berikan. Untuk mengukur tingkat keyakinan siswa, maka digunakan CRI (certainty of response index). Dengan CRI akan diketahui siswa mana yang kurang memahami konsep, siswa mana yang tidak memahami konsep, siswa mana yang mengalami miskonsepsi, dan siswa mana yang benar-benar memahami konsep (http://hfi.fisika.net). Dalam penelitian ini digunakan CRI dengan 6 skala, yaitu 0 untuk siswa yang menerka jawaban (totally guested answer), 1 untuk siswa yang sangat tidak yakin pada jawabannya (almost guested answer), 2 untuk siswa yang tidak yakin pada jawabannya (not sure answer), 3 untuk siswa yang yakin pada jawabannya (sure answer), 4 untuk siswa yang sangat yakin pada jawabannya (almost certain answer), dan 5 untuk jawaban yang sangat yakin sekali (certain answer). Dari data yang terkumpul dibuat matrik jawaban untuk setiap pertanyaan yang didasarkan pada kombinasai jawaban benar atau jawaban salah dan CRI tinggi atau CRI rendah, sehingga dapat terlihat siswa mana yang kurang pengetahuan, siswa mana yang benar-benar memahami konsep, dan siswa mana yang mengalami miskonsepsi. Berikut ini tabel matrik jawaban berdasarkan CRI: Tabel 3. 2 Matrik Jawaban Berdasarkan Tipe Jawaban dan CRI Tipe CRI Rendah CRI Tinggi Jawaban (<2,5) (>2,5) Benar Kurang Pengetahuan Memahami Konsep Salah Kurang Pengetahuan Miskonsepsi

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Metodologi Penelitian Pemberian skor pretest dan postest dilihat dari tingkat kebenaran jawaban dan langkah-langkah atau alasan yang dipakai dalam menjawab soal. Untuk soal yang berupa pilihan ganda bertingkat, penskoran tidak hanya pilihannya tetapi juga alasanya. Alasan diberi bobot lebih tinggi, maka penskorannya adalah 1 untuk pilihan benar, dan 2 untuk alasan benar/logis. Sedangkan soal yang berupa uraian diberi skor 2 untuk jawaban benar. Kemungkinan jawaban siswa: Tabel 3. 3 Kemungkinan Jawaban Siswa pada Soal Pilihan Ganda Bertingkat Pilihan Jawaban Alasan Jawaban Benar (masuk akal/logis) Benar Salah (tidak masuk akal/tidak logis) Benar (masuk akal/logis) Salah Salah (tidak masuk akal/tidak logis) Untuk menunjukkan tingkat pemahaman siswa, maka perlu dibuat patokan penilaian berdasarkan skor. Adapun interval skor yang digunakan untuk menentukan klasifikasi tingkat pemahaman siswa berdasarkan persentase skor sebagai berikut: Tabel 3. 4 Klasifikasi Pemahaman Siswa Berdasarkan Skor Persentase Skor (%) Tingkat Pemahaman 88 ≤ x < 100 Sangat Baik 74 ≤ x < 88 Baik 60 ≤ x < 74 Cukup 50 ≤ x < 60 Kurang x < 50 Sangat Kurang Persentase Skor (x) = Skor ×100% Skor Maksimum

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Metodologi Penelitian 51 Patokan penilaian berdasarkan skor (pada tabel 3.4) dibuat dengan pertimbangan standar ketuntasan minimal yang ingin dicapai untuk tingkat pemahaman cukup adalah 60%. 3.7.2. Analisis Data Wawancara Wawancara dilakukan dua kali, setelah pretest dan postest. Wawancara I dimaksudkan untuk mengetahui konsep awal siswa/pemahaman awal siswa mengenai listrik dinamis dan pada sub pokok rangkaian seri dan paralel, dan untuk mengetahui apakah terdapat miskonsepsi pada siswa. Sedangkan wawancara II dimaksudkan untuk mengetahui apakah setelah pembelajaran dengan metode demonstrasi terjadi perubahan konsep/perubahan pemahaman dari yang salah menjadi lebih benar (mengetahui konsep akhir siswa setelah pembelajaran). Hasil wawancara tersebut dituangkan dalam tulisan. Analisis dilakukan dengan cara melihat ide pokok siswa dalam menjawab pertanyaan.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DATA, ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Penelitian Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Januari – April 2010 di SMU Negeri 1 Sleman. Dipilih SMU Negeri 1 Sleman dengan alasan bahwa sekolah tersebut menjadi salah satu sekolah percontohan dan merupakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Pada penelitian ini, kelas X dipilih sebagai populasi, sedangkan kelas X.6 dipilih sebagai sampelnya. Jumlah siswa kelas X.6 sebanyak 30 siswa yang terdiri dari 9 siswa putra dan 21 siswa putri. Sebelum dilakukan pengambilan data, peneliti melakukan observasi baik observasi kelas maupun laboratorium. Observasi kelas dilakukan untuk mengetahui kondisi kelas ketika pelajaran berlangsung serta menjalin keakraban antara peneliti dan siswa. Sedangkan observasi laboratorium dimaksudkan untuk mengetahui peralatan demonstrasi yang ada di sekolah dan dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran. Pengambilan data diawali dengan memberikan pretes. Soal pretes ada 18 soal yang terdiri dari 9 soal pilihan ganda dan 9 soal uraian, yang memuat konsep rangkaian seri dan rangkaian paralel. Selanjutnya dari hasil pretes dipilih beberapa siswa (dalam penelitian ini dipilih 6 siswa) untuk diwawancarai guna mengetahui secara mendalam pemahaman (konsep awal) mereka apakah memang siswa memiliki miskonsepsi atau kekurangan pengetahuan pada pokok bahasan rangkaian seri dan paralel. Dari hasil pretes dan wawancara tersebut, kemudian peneliti memberikan treatment yaitu pembelajaran dengan metode 52

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Data, Analisis Data dan Pembahasan demonstrasi di kelas tersebut. Setelah treatment dilakukan, diberikan postes kepada seluruh siswa dan wawancara kepada 6 siswa yang telah dipilih pada wawancara sebelumnya. Wawancara dilakukan untuk membandingkan pemahaman awal dan akhir siswa, walaupun sudah ada postes. 4.2. Data dan Analisis 4.2.1. Pretes dan Wawancara Pretes dilakukan pada hari Selasa, 2 Maret 2010. Tes diberikan kepada siswa kelas X.6 SMA Negeri 1 Sleman dengan jumlah siswa 30 anak, tetapi hanya diikuti oleh 28 siswa sedangkan 2 siswa tidak masuk dikarenakan sakit. Siswa diminta mengerjakan pretes yang berisikan materi tentang rangkaian listrik dinamis, yakni rangkaian listrik seri dan paralel. Soal pretes sebanyak 18 soal yang terdiri dari 9 soal pilihan ganda dan 9 soal uraian. Siswa diberi waktu pengerjaan selama 45 menit (1 jam pelajaran). Pretes dilengkapi dengan CRI dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keyakinan siswa dalam memilih jawaban dan memberikan alasan pada setiap soal. Berikut ini diperoleh data pretes dengan tabel, antara lain: 1. Tabel 4.1. Persentase Skor Pretes dan Tingkat Pemahaman (lampiran E.1) 2. Tabel 4.2. Persentase Jumlah Jawaban Soal Pretes Setiap Siswa berdasarkan CRI (lampiran E.2) 3. Tabel 4.3. Persentase Jumlah Siswa Pada Setiap Soal Pretes berdasarkan CRI (lampiran E.3)

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Data, Analisis Data dan Pembahasan Tabel 4.4. Skor dan Tingkat Pemahaman Siswa dari Hasil Pretes No. Siswa Skor Persentase Tingkat (%) Pemahaman 1. 21.5 47.78 Sangat Kurang 3. 24.5 54.44 Kurang 4. 21 46.67 Sangat Kurang 5. 20 44.44 Sangat Kurang 6. 27 60.00 Cukup 7. 19.5 43.33 Sangat Kurang 8. 27 60.00 Cukup 9. 17 37.78 Sangat Kurang 10. 25 55.56 Kurang 11. 22 48.89 Sangat Kurang 12. 21.5 47.78 Sangat Kurang 13. 21.5 47.78 Sangat Kurang 14. 26 57.78 Kurang 15. 25.5 56.67 Kurang 16. 20 44.44 Sangat Kurang 17. 21.5 47.78 Sangat Kurang 18. 25.5 56.67 Kurang 19. 22.5 50.00 Kurang 20. 19 42.22 Sangat Kurang 21. 26 57.78 Kurang 22. 25 55.56 Kurang 23. 25 55.56 Kurang 24. 30 66.67 Cukup 25. 20.5 45.56 Sangat Kurang 26. 19.5 43.33 Sangat Kurang 28. 27 60.00 Cukup 29. 21 46.67 Sangat Kurang 30. 21 46.67 Sangat Kurang Rata-rata 50.99 Kurang

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Data, Analisis Data dan Pembahasan Tabel 4.5. Jumlah Siswa pada Tingkat Pemahaman Tertentu dari Hasil Pretes Tingkat Pemahaman Jumlah Siswa Persentase (%) Cukup 4 14.29 Kurang 9 32.14 Sangat Kurang 15 53.57 Total 28 100 Tabel 4.4 dan tabel 4.5 merupakan penyederhanaan dari tabel 4.1 (lampiran E.1). Dari tabel 4.4, diketahui bahwa skor tertinggi dicapai dengan persentase 66.67% (= skor 30) oleh siswa nomor 24, sedangkan skor terendah dicapai pada persentase 37.78% (= skor 17) oleh siswa nomor 9. Skor rata-rata kelas adalah 50.99%, ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa atau ketuntasan siswa di kelas tersebut kurang. Sedangkan dari tabel 4.5, terdapat 4 siswa yang memiliki pemahaman cukup, 9 siswa memiliki pemahaman yang kurang, dan 15 siswa memiliki pemahaman sangat kurang. Dari data tersebut, dapat dikatakan bahwa kelas yang diteliti tingkat pemahamannya (pemahaman awal) rendah karena 50% lebih siswa memiliki tingkat pemahaman sangat kurang. Tabel 4.6. Jumlah Soal Pretes yang Jawabannya Termasuk Konsep Benar, Kurang Pengetahuan dan Miskonsepsi Jawaban Soal Berdasarkan CRI Soal Pretes Konsep Benar Kurang Pengetahuan Miskonsepsi Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Soal (%) Siswa (%) Siswa (%) Siswa (%) 11 61.11 - - 3 10.71 - - 10 55.56 - - 4 14.29 - - 9 50.00 - - 5 17.86 - -

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Data, Analisis Data dan Pembahasan 8 44.44 - - 6 21.43 - - 7 38.89 - - 2 7.14 3 10.71 6 33.33 10 35.71 3 10.71 5 17.86 5 27.78 6 21.43 5 17.86 7 25.00 4 22.22 6 21.43 - - 9 32.14 3 16.67 4 14.29 - - 3 10.71 2 11.11 2 7.14 - - 1 3.57 Jumlah 28 28 28 Tabel 4.6 merupakan penyederhanaan tabel 4.2 (lampiran E.2). Dari 18 soal pretes yang diberikan, tabel tersebut menunjukkan banyaknya soal pretes yang jawabannya berdasarkan CRI termasuk konsep benar, kurang pengetahuan, dan miskonsepsi. Dapat dilihat pada tabel 4.6 bahwa jawaban siswa pada 6 soal (33.33%) pretes termasuk dalam konsep benar terbanyak (ada 10 siswa), 11 soal (61.11%) pretes termasuk dalam kurang pengetahuan terbanyak (ada 3 siswa), dan 7 soal (38.89%) pretes termasuk dalam miskonsepsi terbanyak (ada 3 siswa). Dari tabel tersebut, juga tampak bahwa jawaban siswa pada 2 soal (11.11%) pretes termasuk dalam konsep benar paling sedikit (ada 2 siswa), 5 soal (27.78%) pretes termasuk dalam kurang pengetahuan paling sedikit (ada 5 siswa), dan 2 soal (11.11%) pretes termasuk dalam miskonsepsi paling sedikit (ada 1 siswa).

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Data, Analisis Data dan Pembahasan Tabel 4.7. Distribusi Siswa Pada Setiap Soal Pretes Berdasarkan CRI Termasuk dalam Konsep Benar, Kurang Pengetahuan dan Miskonsepsi Jawaban Siswa Berdasarkan CRI Nomor Konsep Benar Soal Kurang Pengetahuan Miskonsepsi Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Siswa (%) Siswa (%) Siswa (%) 1 5 17.86 4 14.59 19 67.86 2 3 10.71 25 89.29 - - 3 2 7.14 8 28.57 17 53.57 4 1 3.57 15 53.57 10 35.71 5 8 28.57 12 42.86 7 25.00 6 2 7.14 26 92.86 - - 7 14 50.00 14 50.00 - - 8 2 7.14 6 21.43 20 71.43 9 7 25.00 8 28.57 13 46.43 10a 8 28.57 16 57.14 3 10.71 10b 11 39.29 8 28.57 8 28.57 11a 7 25.00 3 10.71 18 64.29 11b 8 28.57 8 28.57 7 25.00 12a 28 100 - - - - 12b 1 3.57 16 57.14 9 32.14 13 14 50.00 12 42.86 2 7.14 14 5 17.86 23 82.14 - - 15 4 14.59 24 85.71 - - Keterangan: - Materi soal lihat kisi-kisi soal pada tabel 3.1 (Bab III halaman 46) - Model soal lihat soal pretes pada lampiran A - Angka dicetak tebal dan bergaris bawah pada tabel menunjukkan data tertinggi dan terendah

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data, Analisis Data dan Pembahasan 58 Tabel 4.7 merupakan penyedehanaan dari tabel 4.3 (lampiran E.3). Tabel 4.7 menunjukkan distribusi siswa pada setiap soal pretes berdasarkan CRI termasuk konsep benar, kurang pengetahuan dan miskonsepsi. Dari tabel tersebut, siswa memiliki konsep benar tertinggi pada soal nomor 12a dengan persentase 100% (28 siswa) tentang arus listrik pada rangkaian terbuka. Pada soal tersebut, siswa menjawab bahwa pada rangkaian terbuka tidak terdapat aliran arus karena ada bagian yang putus/ tidak terhubung. Konsep benar terendah pada soal nomor 4 tentang arus listrik pada rangkaian seri dan soal nomor 12b tentang tegangan pada rangkaian terbuka, yaitu dengan persentase 3.57% (1 siswa). Anggapan (alasan) siswa pada soal nomor 4 adalah bahwa pada rangkaian seri besarnya kuat arus di semua tempat sama; sedangkan pada soal nomor 12b dengan anggapan bahwa pada rangkaian terbuka terdapat tegangan pada ujung-ujung yang terbuka karena ada baterai (sumber tegangan). Dari tabel 4.7 di atas, siswa mengalami kekurangan pengetahuan tertinggi pada soal nomor 6 dengan persentase 92.86% (26 siswa) tentang tegangan pada rangkaian seri (tegangan pada masing-masing beban yang terangkai seri), dan kurang pengetahuan terendah pada soal nomor 11a dengan persentase 10.71% (3 siswa) tentang tegangan pada rangkaian paralel (tegangan pada masing-masing beban yang terangkai paralel). Siswa mengalami miskonsepsi tertinggi pada soal nomor 8 dengan persentase 71.43% (20 siswa) tentang pengaruh terputusnya salah satu beban pada rangkaian paralel. Pada soal tersebut, kebanyakan siswa menganggap bahwa jika salah satu lampu yang terangkai paralel mati maka lampu lain tetap menyala dan nyalanya semakin terang dari semula. Miskonsepsi

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data, Analisis Data dan Pembahasan 59 terendah pada soal nomor 13 dengan persentase 7.14 % (2 siswa) tentang identifikasi rangkaian seperti menentukan beban yang terangkai seri atau terangkai paralel pada rangkaian kombinasi. Dari hasil pretes dan data-data di atas, ditemukan bahwa terdapat salah konsep (miskonsepsi) dan kurangnya pengetahuan dalam diri siswa pada bahasan tertentu dari materi tentang rangkaian seri dan paralel. Miskonsepsi dan kurangnya pengetahuan tersebut terjadi dalam hal identifikasi rangkaian, pemahaman tentang arus dan tegangan pada rangkaian baik rangkaian seri maupun paralel, pengaruh terputusnya salah satu beban pada rangkaian, dan daya. Oleh sebab itu, peneliti ingin mengungkap lebih dalam pemahaman siswa; mengetahui sejauh mana miskonsepsi dan kurangnya pengatahuan siswa tersebut dengan melakukan wawancara dan selanjutnya melakukan pembelajaran dengan metode demonstrasi. Wawancara pada penelitian ini dilakukan pada hari Jumat, 5 Maret 2010 dan Sabtu, 6 Maret 2010. Pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara berisi/ menyangkut beberapa hal mengenai materi soal/ bahasan tertentu yang didalamnya terdapat miskonsepsi dan kurang pengetahuan siswa yang ditemukan pada jawaban siswa saat pretes. Dalam wawancara ini dipilih 6 siswa sebagai partisipan dan pemilihan siswa ini berdasarkan tingkat pemahaman, dan salah konsep (miskonsepsi) terbanyak dari jawaban siswa pada soal (pretes) yang diberikan Siswa tersebut antara lain bernomor 4 (partisipan 1), 6 (partisipan2), 7 (partisipan 3), 9 (partisispan 4), 13 (partisipan 5), dan 16 (partisipan 6). Wawancara tersebut antara lain mengenai hal-hal seperti berikut:

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Data, Analisis Data dan Pembahasan 1. Identifikasi Rangkaian Secara umum, siswa dapat membedakan dan mengerti rangkaian seri dan rangkaian paralel. Tetapi ketika dihadapkan pada suatu kasus, yaitu rangkaian kombinasi, siswa mulai kebingungan dan salah mengidentifikasi beban yang terangkai seri dan beban yang paralel. Hal ini terlihat ketika dihadapkan pada sebuah gambar rangkaian kombinasi seperti berikut: R2 R1 R4 R3 V Gambar 4. 1. Rangkaian Kombinasi Ternyata saat wawancara, partisipan 1 mengatakan bahwa rangkaian tersebut merupakan rangkaian seri, dengan alasan hanya kabelnya saja yang dibuat beda. Sedangkan partisipan 2 dan 3 mengatakan bahwa R1, R3 dan R4 seri dengan alasan beban/ hambatan terangkai segaris sedangkan R1, R2 dan R3 paralel karena susunannya bertingkat. Berarti, ketiga siswa tersebut di atas mengalami miskonsepsi. Partisipan 5 dan 6 menjawab bahwa R1 dan R2 seri, R3 dan R4 paralel. Jawaban ini benar tetapi kurang lengkap. Partisipan 4 sudah memiliki konsep benar dengan mengatakan bahwa R1 dan R2 seri, dan rangkaian seri tersebut terangkai paralel dengan R3 dan juga R4.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Data, Analisis Data dan Pembahasan 2. Ada tidaknya arus dan beda potensial pada rangkaian terbuka Siswa berpendapat bahwa pada suatu rangkaian terbuka tidak terdapat aliran arus. Tentu saja pendapat tersebut benar. Tetapi ketika diberi persoalan apakah pada rangkaian tersebut (gambar 4.2 rangkaian terbuka) terdapat beda potensial, siswa mulai berpikir dan kebingungan. A B L V Gambar 4. 2. Rangkaian Terbuka Dari wawancara, walaupun tidak yakin partisipan 4 dan 6 menjawab bahwa pada titik A dan B terdapat beda potensial. Tetapi mereka tidak dapat memberikan alasan lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa kedua siswa tersebut kurang pengetahuan. Partisipan 2 mengatakan bahwa pada titik A dan B terdapat beda potensial karena ada sumber tegangan yaitu baterai. Ini menunjukkan bahwa siswa tersebut sudah memiliki konsep benar. Sedangkan partisipan 1, 3 dan 5 mengalami miskonsepsi. Mereka berpendapat bahwa tidak ada beda potensial/ tegangan pada titik A dan B dengan alasan rangkaian tidak terhubung (rangkaian terbuka) sehingga tidak ada arus yang mengalir dalam rangkaian. Dari pendapat ketiga siswa tersebut dengan kata lain dapat dikatakan bahwa jika tidak ada aliran arus maka tidak ada beda potensial.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Data, Analisis Data dan Pembahasan 3. Kuat arus Pada rangkaian seri, kuat arus yang mengalir dalam rangkaian adalah sama di setiap tempat. Saat wawancara (dengan gambar 4.3), partisipan 3, 4, 5, dan 6 sudah memiliki konsep benar tetapi ragu-ragu ketika menjawab dengan mengatakan bahwa I pada A1, I pada A2, dan I pada A3 adalah sama, karena rangkaian tersebut adalah rangkaian seri. Sedangkan partisipan 1 dan 2 mengalami miskonsepsi. Kedua siswa ini mengatakan bahwa I pada A1 dan A3 sama tetapi tidak sama dengan I pada A2. Partisipan 1 memberi alasan bahwa I masuk sama dengan I keluar, sedangkan partisipan 2 memberi alasan bahwa amperemeter A1 dan A2 dekat dengan sumber tegangan. R1 R2 A2 A1 A3 Vs = 6 V Gambar 4. 3. Rangkaian seri dengan dua hambatan Pada rangkaian paralel (seperti gambar 4.4), partisipan 1, 3, 4 dan 5 berpendapat bahwa arus yang melalui R1 lebih besar daripada arus yang melalui R2 karena R1 lebih dekat dengan sumber tegangan (baterai). Pendapat ini menunjukkan bahwa siswa tersebut mengalami miskonsepsi. Sedangkan partisian 2 dan 6 kekurangan pengetahuan dengan mengatakan bahwa arus pada R1 dan R2 sama tetapi kedua siswa ini tidak memperhatikan bahwa besarnya R1 dan R2 sama.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Data, Analisis Data dan Pembahasan R2 R1 Vs Gambar 4. 4. Rangkaian Paralel dengan Dua Hambatan 4. Tegangan Saat wawancara pada rangkaian seri (gambar 4.3), ketika ditanyai bagaimana tegangan pada masing-masing beban, partisipan 1 mengalami kekurangan pengetahuan karena siswa tersebut mengatakan bahwa tidak tahu tegangan itu apa. Dengan kata lain, partisipan 1 belum mempunyai konsep dasar tegangan. Partisipan 3, 4, 5 dan 6 mengalami miskonsepsi, dengan mengatakan bahwa tegangan pada masing-masing beban tetap sama walaupun besarnya hambatan diubah-ubah. Sedangkan partisipan 2 sudah mempunyai konsep benar, bahwa penjumlahan tegangan pada masing-masing hambatan sama dengan tegangan sumber. Pada rangkaian paralel (gambar 4.4), besarnya tegangan pada masingmasing beban selalu sama (sama dengan tegangan sumber) walaupun besarnya hambatan berbeda-beda. Partisipan 3 mengalami miskonsepsi dengan anggapannya bahwa pada rangkaian paralel, besarnya tegangan tidak sama. Partisipan 4, 5 dan 6 kekurangan pengetahuan dengan anggapannya bahwa pada rangkaian paralel, tegangan pada masing-masing hambatan sama tetapi jika hambatan tersebut berubah maka tegangannya juga berubah. Sedangkan partisipan 2 sudah memiliki konsep benar.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Data, Analisis Data dan Pembahasan 5. Pengaruh terputusnya salah satu beban Pada rangkaian seri (seperti gambar 4.5), jika salah satu beban (resistor, lampu) mati/ putus maka pada rangkaian tersebut tidak ada aliran arus. Partisipan 1, 2, dan 3 sudah memiliki konsep benar, walaupun partisipan 3 ragu dan tidak yakin dalam menjawab. Ini menunjukkan bahwa siswa tersebut kurang pengetahuan. Sedangkan partisipan 4, 5 dan 6 mengalami miskonsepsi. Mereka beranggapan bahwa jika L2 mati, maka lampu L1 tetap menyala dan lampu L3 mati. Jika L1 mati, maka lampu yang lain akan mati. Mereka beralasan bahwa kejadian tersebut tergantung pada letak lampu terhadap kutub positif (arah aliran arus). L1 L2 L3 Vs Gambar 4. 5. Rangkaian Seri dengan Tiga Lampu Pada rangkaian paralel (seperti gambar 4.6), jika beban (resistor, lampu) pada salah satu cabang mati/ putus maka beban pada cabang yang lain tetap nyala/ berfungsi karena masih terdapat aliran arus listrik. Saat wawancara, partisipan 2 dan 4 sudah mempunyai konsep benar yaitu pada rangkaian jika salah satu lampu mati maka lampu yang lain tetap menyala dan nyala lampu tetap sama terang (sama sebelum salah satu lampu mati). Partisipan 1, 3 dan 5 kekurangan pengetahuan, yaitu mereka menganggap bahwa pada rangkaian paralel jika salah satu lampu mati, lampu lain tetap

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Data, Analisis Data dan Pembahasan menyala dan nyalanya semakin terang. Sedangkan partisipan 6 mengalami miskonsepsi, yakni menganggap bahwa jika L2 mati, lampu L3 mati, lampu L1 nyala. Jika L1 mati, lampu lain mati alasan arus terputus. Jika L3 mati, lampu lain nyala. L3 L2 L1 Vs Gambar 4. 6. Rangkaian Paralel dengan 3 Lampu 6. Daya dan Terang Redupnya Nyala Sebuah Lampu Yang menentukan terang redupnya nyala lampu adalah daya. Pada konsep ini, semua siswa yang diwawancarai mengalami miskonsepsi. Mereka mempunyai anggapan yang berbeda-beda, yaitu ada yang menganggap terang redupnya nyala lampu dipengaruhi oleh kuat arusnya, tengangannya, dan hambatannya. Selain itu, ketika siswa dihadapkan gambar 4.7, semua siswa juga mengalami miskonsepsi. Partisispan 1, 2, 3 dan 5 mempunyai pandangan sama ketika ditanya lampu manakah yang paling terang. Keempat siswa tersebut dengan yakin beranggapan bahwa lampu A menyala paling terang karena letaknya paling dekat dengan kutub positif, dan arus digunakan pertama kali oleh lampu A sehingga semakin keujung nyala lampu semakin redup. Sedangkan partisipan 4 dan 6 berpendapat bahwa nyala lampu A dan C sama terang karena panjang kabel terhadap sumber tegangan (baterai) sama. Dari permasalahan yang diberikan, siswa tidak memperhatikan bahwa

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Data, Analisis Data dan Pembahasan spesifikasi lampu adalah sama dan rangkaian tersebut adalah rangkaian seri. Hal ini menunjukkan bahwa keenam siswa yang diwawancarai tersebut mengalami miskonsepsi. 25 cm A 10 cm + 12 V – B 30 cm 10 cm C Gambar 4. 7. Rangkaian Seri Dari analisis jawaban (tertulis) pada pretes dan hasil wawancara beberapa siswa di atas, secara umum dapat diketahui pemahaman awal yang dimiliki siswa mengenai rangkaian seri dan paralel, seperti berikut: Tabel 4.8. Gambaran Umum Pemahaman Awal Siswa Mengenai Rangkaian Listrik Seri dan Paralel No. Konsep Konsep yang belum lengkap dan Miskonsepsi • Siswa masih salah dalam membedakan rangkaian seri, paralel dan kombinasi. 1. Identifikasi Rangkaian • Rangkaian dikatakan seri jika susunan beban segaris; dikatakan paralel jika susunannya bertingkat. • Pada rangkaian kombinasi, siswa masih salah menentukan beban yang dirangkai seri dan beban yang dirangkai paralel. 2. Arus Listrik Pada rangkaian seri siswa beranggapan bahwa: • Kuat arus dipengaruhi oleh letak beban terhadap

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Data, Analisis Data dan Pembahasan sumber tegangan (kutub positif dan negatif). Semakin dekat beban dengan kutub positif baterai maka semakin besar kuat arusnya. • Kuat arus sebelum melalui beban (dengan hambatan tertentu) lebih besar daripada kuat arus setelah melalui beban tersebut. • Arus listrik terhenti/ terputus tepat pada bagian beban yang mati saja. Pada rangkaian paralel siswa beranggapan bahwa: • Kuat arus dipengaruhi besarnya hambatan. Semakin besar hambatan maka semakin besar kuat arusnya. • Kuat arus akan semakin besar jika ada salah satu beban yang mati (tidak berfungsi). • Letak beban terhadap sumber tegangan pada rangkaian mempengaruhi besarnya kuat arus. • Pada ujung-ujung rangkaian terbuka, tidak terdapat beda potensial karena pada rangkaian terbuka tidak ada aliran arus. Pada rangkaian seri: 3 Tegangan/ Beda Potensial • Siswa belum mengerti konsep tegangan • Beda potensial tidak tergantung dengan besarnya hambatan (beda potensial pada beban sama) • Besar kecilnya beda potensial pada suatu beban tergantung dengan letak beban terhadap kutub-kutub sumber tegangan. Pada rangkaian Paralel: • Tegangan pada beban adalah sama, tetapi jika besarnya hambatan pada beban tersebut berubah maka tegangannya juga berubah tergantung dengan perubahan hambatan) (tegangan

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Data, Analisis Data dan Pembahasan • Tegangan pada beban dipengaruhi letak beban terhadap sumber tegangan Pada rangkaian seri: Terputusnya 4. • Masih terdapat arus yang mengalir pada beban lain • Aliran arus terputus tepat pada beban yang mati/ tidak berfungsi salah satu beban Pada rangkaian paralel: pada rangkaian • Aliran arus dan tegangan akan semakin besar jika ada beban yang mati. • Nyala terang atau redup lampu ditentukan oleh hambatan atau kuat arus atau tegangan saja bukan daya. • 5. Daya dan nyala lampu Siswa belum mengerti konsep tentang daya Pada rangkaian seri: • Nyala lampu dipengaruhi oleh panjang kabel/ letak lampu terhadap kutub-kutub sumber tegangan (baterai) dan arah aliran arus/ kutub positif baterai. Pada rangkaian paralel: • Nyala lampu akan semakin terang jika ada lampu lain yang mati Berdasarkan point-point di atas, peneliti mencoba melakukan pembelajaran dengan metode demonstrasi untuk membantu siswa merubah konsep yang masih salah dan kurang lengkap menjadi lebih lengkap. Dalam prakteknya, demonstrasi tersebut dilengkapi dengan simulasi komputer (pada kasus tertentu) agar semua siswa memperoleh gambaran dengan lebih jelas dari demonstrasi yang dilakukan. Demonstrasi tersebut antara lain: (1) identifikasi

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Data, Analisis Data dan Pembahasan rangkaian kombinasi; (2) analisis tegangan dan kuat arus pada rangkaian terbuka; (3) analisis sifat-sifat yang dimiliki rangkaian seri dan paralel; dan (4) Daya. 4.2.2. Pembelajaran Pembelajaran dengan metode demonstrasi bertujuan untuk membantu siswa dalam mengkonstruksi pengetahuannya melalui pengalaman dan pengamatan, membantu siswa untuk lebik aktif baik dalam berfikir (berfikir kritis) maupun dalam belajar (demonstrasi), dan menanamkan (juga menerapkan) konsep, prinsip, hukum, teori serta mengumpulkan fakta-fakta. Demonstrasi yang dilakukan pada penelitian, sebagai berikut: 1. Demonstrasi I Demonstrasi ini mengenai identifikasi rangkaian kombinasi. Sebelum melakukan demonstrasi, peneliti mengajak siswa untuk berdiskusi tentang rangkaian kombinasi dengan memberikan gambar rangkaian seperti berikut: L2 L1 L2 L1 L3 V L3 V (a) (b) Gambar 4. 8. Rangkaian Kombinasi Dari kedua gambar rangkaian tersebut, siswa diminta menganalisis apakah kedua rangkaian tersebut sama atau berbeda. Dari hasil percobaan/ demonstrasi yang dilakukan, siswa dapat menyimpulkan bahwa kedua

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Data, Analisis Data dan Pembahasan rangkaian seperti gambar di atas adalah sama, yaitu rangkaian kombinasi tetapi berbeda secara susunan bebannya. Pada gambar 4.8a, L2 dan L3 terangkai paralel dan kemudian diserikan dengan L1; sedangkan pada gambar 4.8b, L1 dan L3 terangkai seri dan kemudian diparalelkan dengan L3. 2. Demonstrasi II Demonstrasi ini mengenai ada tidaknya tegangan dan arus listrik pada rangkaian terbuka (pada ujung-ujung rangkaian yang terbuka). Sebelum memulai demonstrasi, peneliti memberikan pertanyaan diskusi: “Apakah lampu pada rangkaian (seperti gambar 4.9) dapat menyala? Mengapa? Apakah ujung-ujung A dan B terdapat tegangan/ beda potensial?” A L B V Gambar 4. 9. Rangkaian Terbuka Siswa mengerti bahwa lampu tidak akan menyala karena rangkaian terbuka sehingga tidak ada aliran arus. Tetapi pada pertanyaan berikutnya, sebagian besar siswa (dalam kelas yang diteliti) beranggapan bahwa pada ujung-ujung A dan B tidak ada tegangan dengan alasan bahwa rangkaian tersebut adalah rangkaian terbuka dan tidak ada arus listrik pada rangkaian. Anggapan seperti ini adalah salah, karena hal ini juga mengandung pemahaman bahwa jika pada suatu rangkaian tidak terdapat aliran arus (rangkaian terbuka), maka pada rangkaian tersebut juga tidak terdapat tegangan/ beda potensial. Siswa tidak

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data, Analisis Data dan Pembahasan 71 mengetahui bahwa pada rangkaian tersebut masih terdapat sumber tegangan yaitu baterai, maka sebenarnya pada ujung-ujung A dan B jika diukur dengan voltmeter masih terdapat tegangan/ beda potensial. Setelah peneliti mengetahui jawaban siswa saat diskusi, selanjutnya peneliti melakukan demonstrasi untuk menunjukkan bahwa pada ujung-ujung A dan B dari rangkaian terbuka terdapat beda potensial yaitu dengan memasang voltmeter dan pengukuran tegangan pada ujung A dan B. Saat demonstrasi, siswa diminta untuk mengamati dan mencatat apa yang terjadi pada jarum voltmeter, keadaan lampu dan menarik kesimpulan dari hasil pengamatan tersebut. Dari hasil pengamatannya, siswa menemukan bahwa jarum voltmeter menyimpang dan menunjuk pada nilai tertentu; siswa juga melihat bahwa pada saat ujung-ujung A dan B yang telah dipasang voltmeter menyebabkan lampu menyala karena rangkaian tersebut menjadi rangkaian tertutup. Dari hal ini, siswa dapat menyimpulkan bahwa pada ujung-ujung rangkaian terbuka masih terdapat tegangan. 3. Demonstrasi III Demonstrasi kali ini bertujuan untuk menganalisis sifat-sifat rangkaian seri seperti pengaruh terputusnya salah satu beban (seperti lampu dan resistor) pada rangkaian, besarnya kuat arus listrik di setiap tempat/ beban, dan tegangan pada masing-masing beban.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Data, Analisis Data dan Pembahasan R1 L1 L2 R2 L3 Vs Vs (a) (b) Gambar 4. 10. (a) Rangkaian seri Tiga Lampu; dan (b) Rangkaian seri Dua Resistor Sebelum melakukan demonstrasi, dari gambar 4.10 (a), peneliti memberikan pertanyaan kepada siswa, “seandainya salah satu lampu mati/ diambil dari rangkaian, apa yang terjadi dengan lampu yang lain?”. Dari pertanyaan tersebut, ada siswa yang beranggapan bahwa jika lampu L2 mati, lampu L1 tetap menyala. Jika lampu L3 mati, lampu L1 dan L2 tetap menyala. Atau dengan kata lain, jika lampu terdepan yang dialiri arus pertama kali mati/ putus maka lampu berikutnya mati (nyala lampu tergantung dengan arah arus/ kutub positif). Tetapi ada juga siswa yang mempunyai tanggapan bahwa jika salah satu lampu mati, lampu yang lain mati karena rangkaiannya seri. Dari jawaban siswa tersebut, kemudian peneliti merangkai alat seperti gambar 4.10a dan melakukan percobaan untuk menunjukkan kepada siswa kejadian yang sebenarnya dan siswa diminta mencatatnya. Dari gambar 4.10b, sebelum percobaan peneliti memberi pertanyaan: “Bagaimana kuat arus yang melalui masing-masing beban (R)? Bagaimana kuat arus jika Vs dan R pada rangkaian tersebut diperbesar/diperkecil?”. Setelah diskusi, peneliti melakukan percobaan seperti gambar dengan memasang beban/ resistor yang sama besar (100Ω) pada tegangan 3V (2

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data, Analisis Data dan Pembahasan 73 baterai). Lalu, mengukur kuat arus dan tegangan pada masing-masing beban; dan siswa mengamati pengukuran dan mencatat hasilnya. Setelah itu, pada tegangan yang sama, peneliti mengubah-ubah besarnya resistor (33Ω, 47Ω, 100Ω); mengukur tegangan dan kuat arus pada masing-masing beban; dan siswa mengamati pengukuran dan mencatat hasilnya. Dengan cara yang sama, tegangan Vs diubah-ubah (3V, 6V), kemudian mengukur kuat arus dan tegangan pada masing-masing beban dan hasilnya dicatat dalam tabel. Setelah mendapatkan data pengukuran pada percobaan, siswa dibantu peneliti menganalisis dan menyimpulkan apa saja sifat-sifat (ciri-ciri) rangkaian seperti gambar 4.10. Dari percobaan tersebut, siswa menyimpulkan bahwa rangkaian (seperti gambar 4.10a dan b) sama, yaitu rangkaian seri. Rangkaian seri memiliki ciri-ciri: (1) hanya memiliki satu jalan arus, yaitu jika ada beban mati pada rangkaian tersebut maka beban lain ikut mati; (2) kuat arus sama besar di setiap tempat/ beban; (3) kuat arus (I) sebanding dengan tegangan (Vs), semakin besar V maka kuat arus (I) semakin besar, dan sebaliknya; (4) kuat arus berbanding terbalik dengan hambatan (R), semakin besar hambatan maka kuat arus semakin kecil dan sebaliknya. 4. Demontrasi IV Demonstrasi keempat ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi sifat-sifat rangkaian paralel seperti pengaruh terputusnya salah satu beban (seperti resistor/

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Data, Analisis Data dan Pembahasan hambatan dan lampu) pada rangkaian, pengaruh perubahan hambatan terhadap kuar arus dan tegangan pada rangkaian paralel. L3 L2 L1 Vs (a) R1 R2 Vs (b) Gambar 4. 11. (a) Rangkaian Paralel Tiga Lampu; (b) Rangkaian paralel dua resistor Kegiatan demonstrasi ini hampir sama dengan demonstrasi sebelumnya hanya saja berupa rangkaian paralel seperti pada gambar 4.11. Sebelum demonstrasi dimulai, peneliti menanyakan beberapa hal seperti: “Apakah rangkaian a dan b (pada gambar 4.11) sama? Bagaimana keadaan lampu yang lain jika salah satu lampu dari rangkaian a (gambar 4.11a) mati? Jika menyala, apakah nyalanya semakin terang?” Dari sedikit pertanyaan tersebut, siswa beranggapan bahwa jika salah satu lampu mati maka lampu yang lain tetap menyala karena masih ada arus. Tetapi ketika ditanya apakah nyalanya semakin terang, siswa menjawab “ya” dengan alasan karena pengguna tegangan/ arus berkurang. Setelah mengetahui jawaban ini, peneliti merangkai alat demonstrasi seperti gambar 4.11 untuk menunjukkan kejadian yang sebenarnya kepada siswa. Pada saat demonstrasi berlangsung, peneliti mangambil salah satu lampu dari rangkaian paralel tersebut dan benar bahwa jika salah satu lampu mati/ diambil, maka lampu yang lain tetap menyala. Saat salah satu lampu diambil, tampak bahwa lampu yang lain berkedip. Melihat hal ini, ada siswa yang dengan

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data, Analisis Data dan Pembahasan 75 tegas mengatakan bahwa lampu menyala semakin terang. Pendapat tersebut ternyata mempengaruhi pendapat siswa lain. Lalu, peneliti mencoba untuk menjelaskan bahwa nyala lampu sama terang (spesifikasi lampu sama) dan peneliti memperlihatkan bahwa tegangan yang terukur dan kuat arus yang mengalir pada masing-masing beban (lampu) adalah sama. Karena siswa cukup banyak peneliti juga menunjukkan dengan simulasi komputer dan ditampilkan melalui proyektor agar semua siswa mengetahui yang sebenarnya. Dari demonstrasi ini siswa diminta untuk mencatat fakta-fakta yang ada dan diharapkan siswa dapat memperbaiki pemahaman mereka yang masih salah atau masih kurang pengetahuannya. Demonstrasi selanjutnya adalah mengetahui besarnya tegangan dan kuat arus pada masing-masing beban (dengan rangkaian gambar 4.11b). Sebelum melakukan demonstrasi, peneliti memberikan pertanyaan diskusi sebagai pembuka, seperti: “Apakah tegangan pada masing-masing hambatan R akan berubah jika besarnya hambatan R (R1 dan R2) pada rangkaian (seperti gambar 4.11b) tersebut diubah-ubah? Bagaimana dengan kuat arusnya?”. Dari pertanyaan tersebut, cukup banyak siswa berpendapat bahwa jika hambatan R diubah-ubah maka tegangan juga ikut berubah dengan alasan bahwa menurut hukum Ohm, tegangan (V) berbanding terbalik dengan hambatan (R). Jika hambatan R semakin besar, maka tegangan V semakin kecil dan sebaliknya. Tentu saja benar jika rangkaiannya adalah rangkaian seri tetapi pada kasus ini rangkaiannya adalah rangkaian paralel sehingga jawaban siswa salah.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data, Analisis Data dan Pembahasan 76 Mengetahui pendapat siswa ini, kemudian peneliti mengajak siswa melakukan demonstrasi untuk mengetahui pengaruh perubahan hambatan terhadap tegangan dan kuat arus pada masing-masing beban. Pertama-tama peneliti merangkai alat seperti gambar 4.11b dan kemudian mengukur kuat arus dan tegangan masing-masing hambatan. Siswa diminta mengamati dan mencatat data-data (dalam tabel) apakah terjadi perubahan tegangan dan kuat arus jika hambatan diubah-ubah. Dari data-data yang diperoleh, siswa diminta untuk menyimpulkan hasil demonstrasi. Kesimpulan yang dibuat siswa kemudian dicocokkan dengan konsep yang ada, yaitu bahwa pada rangkaian paralel, tegangan pada masing-masing beban besarnya sama (sama dengan tegangan sumber) dan tidak dipengaruhi oleh perubahan hambatan. Sedangkan kuat arus pada masing-masing beban, dipengaruhi oleh perubahan hambatan. Semakin besar hambatan, maka semakin kecil arus yang mengalir pada beban. Dan sebaliknya, semakin kecil hambatan, maka semakin besar arus yang mengalir pada beban. 5. Demonstrasi V Demonstrasi ini dilakukan untuk mengetahui hal-hal yang mempengaruhi terang redupnya nyala lampu, dan mengetahui apa hubungannya dengan daya. Sebelum melakukan demonstrasi, peneliti mengajak diskusi siswa dengan pertanyaan: “apa arti/ maksud tulisan yang tertera pada lampu 220V, 5W? Bagaimana nyala lampu tersebut jika dipasang pada tegangan kurang dari 220V (misal 110V)? Apakah lampu dapat menyala? Bagaimana nyala lampu jika dipasang pada tegangan lebih dari 220V (misal 240V)?”. Dari beberapa pertanyaan tersebut, siswa mengerti bahwa maksud tulisan 220V, 5W pada lampu

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Data, Analisis Data dan Pembahasan adalah lampu akan menyala dengan daya 5 watt jika dipasang pada tegangan 220V. Tetapi siswa mulai bingung bagaimana nyala lampu tersebut jika dipasang pada tegangan kurang dari 220V (misal 110V). Ada siswa yang beranggapan lampu tidak menyala, dan ada yang beranggapan lampu menyala tetapi tidak dapat menjelaskan lebih lanjut bagaimana nyala lampunya. Dari hasil diskusi tersebut, peneliti mengajak siswa untuk melakukan percobaan sederhana. Disediakan lampu dengan spesifikasi yang berbeda yaitu 2.5V, 0.5A (lampu 1); 3.8V, 0.5A (lampu 2), dan 4.8V, 0.5A (lampu 3). Siswa diberi beri pertanyaan: “Bila lampu dirangkai seperti gambar 4.12; dari ketiga lampu tersebut, lampu manakah yang menyala paling terang jika dihubungkan dengan sumber tegangan 3V?”. L Vs Gambar 4. 12. Rangkaian Seri Dari permasalahan tersebut, ada beberapa siswa yang menjawab lampu 1 paling terang, ada pula yang menjawab lampu 3, ada yang menjawab ketiganya sama terang karena arusnya sama, tetapi lebih banyak siswa yang diam karena tidak tahu (siswa belum mengenal/ mengerti konsep daya). Setelah mengetahui beberapa jawaban tersebut, peneliti melakukan demonstrasi dengan merangkai alat demonstrasi seperti gambar 4.12. Pertama-tama dengan memasang lampu 1 (2.5V, 0.5A) pada tegangan 3V, mengukur tegangan dan kuat arusnya. Siswa diminta mengamati nyala lampu dan mencatat data. Kemudian dengan cara yang

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Data, Analisis Data dan Pembahasan sama, peneliti mengganti lampu 1 dengan lampu 2 dan 3. Dari hasil pengamatan, siswa mengatakan bahwa lampu 1 menyala paling terang. Jika ditanya lebih lanjut: “mengapa lampu 1 menyala paling terang?”, siswa belum bisa menjawab. Kemudian percobaan diulang lagi dengan cara yang sama tetapi sumber tegangan diubah-ubah dari 3V sampai 6V. Dari percobaan ini, tampak bahwa lampu 1 menyala paling terang, tetapi siswa masih belum mengerti/ dapat menjelaskan mengapa. Kemudian peneliti meminta siswa untuk menghitung daya pada masingmasing lampu dengan cara: Daya lampu = V (lampu) x I (lampu) dan Hambatan lampu = (V pada lampu ) . (I pada lampu ) Dari hasil perhitungan dan data percobaan Lampu Daya (watt) Hambatan (Ω) 1 2.5V, 0.5A 1.25 5 2 3.8V, 0.5A 1.90 7.6 3 4.8V, 0.5A 2.4 9.6 Dari data tersebut, siswa mengatakan bahwa lampu 1 memiliki hambatan paling kecil sehingga nyalanya paling terang diantara yang lain ketika dihubungkan dengan sumber tegangan yang sama (3V) dan ketika sumber tegangan diubahubah dari 3V menjadi 6V, lampu 1 tetap menyala paling terang. Dari percobaan ini, siswa hanya melihat bahwa terang atau redup nyala lampu dipengaruhi oleh tegangan dan hambatan tetapi siswa belum mengetahui secara lebih jauh yang menentukan terang atau redup nyala lampu. Kemudian peneliti mencoba mengarahkan siswa secara lebih jauh bahwa yang menentukan terang redup nyala lampu adalah daya (energi yang diserap lampu). Peneliti meminta siswa untuk

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Data, Analisis Data dan Pembahasan membandingkan tegangan V yang tertera pada masing-masing lampu dengan tegangan sumber Vs (baterai), kemudian membandingkan daya lampu dengan daya yang diserap. Berikut cara perhitungannya: Daya lampu = (tegangan pada lampu )2 (hambatan lampu ) Daya terhitung/diserap = (tegangan sumber Vs )2 (hambatan lampu ) . Diperoleh data (dari percobaan): Lampu 1 2 3 2.5V, 0.5A 3.8V, 0.5A 4.8V, 0.5A Daya lampu Hambatan Vs Daya terserap (watt) (Ω) (volt) (W) 1.25 5 3 1.8 6 7.2 3 1.18 6 4.74 3 0.94 6 3.75 1.90 2.4 7.6 9.6 Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa terang atau redup nyala lampu ditentukan oleh daya (energi yang diserap oleh lampu) dan besarnya daya tersebut dipengaruhi oleh tegangan, kuat arus dan hambatan. 4.2.3. Postes dan Wawancara Postes dilakukan pada Jum’at, 12 Maret 2010 dan diberikan pada kelas yang sama yaitu kelas X6; diikuti oleh 30 siswa. Siswa diminta mengerjakan soalsoal postes setelah pembelajaran dengan metode demonstrasi dilakukan. Hasil analisis postes disajikan dalam tabel, yaitu:

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Data, Analisis Data dan Pembahasan 1. Tabel 4.9. Persentase Skor Postes dan Tingkat Pemahaman (lampiran F.1) 2. Tabel 4.10. Persentase Jumlah Soal Postes yang Dijawab Siswa Berdasarkan CRI (lampiran F.2) 3. Tabel 4.11. Persentase Jumlah Siswa Menjawab Setiap Soal Postes Berdasarkan CRI (lampiran F.3) Tabel 4.12. Skor dan Tingkat Pemahaman Siswa dari Hasil Postes No. Siswa Skor Persentase Tingkat (%) Pemahaman 1. 34 75.56 Baik 2. 41 91.11 Sangat Baik 3. 41 91.11 Sangat Baik 4. 40 88.89 Sangat Baik 5. 43 95.56 Sangat Baik 6. 34 75.56 Baik 7. 38.5 85.56 Baik 8. 32 71.11 Cukup 9. 38 84.44 Baik 10. 41 91.11 Sangat Baik 11. 32 75.56 Baik 12. 38.5 85.56 Baik 13. 44 97.78 Sangat Baik 14. 30 66.67 Cukup 15. 25.5 56.67 Kurang 16. 43 95.56 Sangat Baik 17. 36 80.00 Baik 18. 38 84.44 Baik 19. 38.5 85.56 Baik 20. 33 73.33 Cukup

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Data, Analisis Data dan Pembahasan 21. 45 100.00 Sangat Baik 22. 40.5 90.00 Sangat Baik 23. 42 93.33 Sangat Baik 24. 25.5 56.67 Kurang 25. 29.5 65.56 Cukup 26. 28.5 63.33 Cukup 27. 33.5 74.44 Baik 28. 19 42.22 Sangat Kurang 29. 36.5 81.11 Baik 75.56 79.70 Baik 30. 34 Rata-rata Baik Tabel 4.13. Jumlah Siswa pada Tingkat Pemahaman Siswa dari Hasil Postes Jumlah Persentase Siswa (%) Sangat Baik 10 33.33 Baik 12 40.00 Cukup 5 16.67 Kurang 2 6.67 Sangat Kurang 1 3.33 Tingkat Pemahaman Tabel 4.12 dan tabel 4.13 merupakan penyederhanaan dari tabel 4.9 (lampiran F.1). Dari tabel 4. 12, skor tertinggi postes dicapai dengan persentase 100% (= skor 45) oleh siswa nomor 21 dan skor terendah dengan persentase 42.22% (= skor 19) oleh siswa nomor 28. Skor rata-rata kelas adalah 79.70%, ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa atau ketuntasan siswa pada kelas tersebut baik. Sedangkan dari tabel 4.13, terdapat 10 siswa (33.33%) sudah memiliki tingkat pemahaman sangat baik dan hanya ada 1 siswa (3.33%) yang masih pada tingkat pemahaman sangat kurang.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Data, Analisis Data dan Pembahasan Tabel 4.14. Jumlah Soal Postes yang Jawabannya Termasuk Konsep Benar, Kurang Pengetahuan dan Miskonsepsi Jawaban Soal Berdasarkan CRI Soal Postes Konsep Benar Kurang Pengetahuan Miskonsepsi Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Soal (%) Siswa (%) Siswa (%) Siswa (%) 17 94.44 3 10.00 - - - - 16 88.89 2 6.67 - - - - 15 83.33 4 13.33 - - - - 14 77.78 5 16.67 - - - - 13 72.22 5 16.67 - - - - 12 66.67 2 6.67 1 3.33 - - 11 61.11 3 10.00 - - - - 10 55.56 1 3.33 - - - - 9 50.00 - - - - - - 8 44.44 4 13.33 - - - - 7 38.89 - - 2 6.67 - - 6 33.33 - - 2 6.67 - - 5 27.78 1 3.33 2 6.67 - - 4 22.22 - - 4 13.33 1 3.33 3 16.67 - - 9 30.00 3 10.00 2 11.11 - - 3 10.00 3 10.00 1 5.56 - - 7 23.33 14 46.67 0 0 - - - - 9 30.00 Jumlah 30 30 Jumlah Persen 30 Tabel 4.14 merupakan penyederhanaan tabel 4.10 (lampiran F.2). Dari 18 soal postes yang diberikan, tabel tersebut menunjukkan banyaknya soal postes yang jawabannya berdasarkan CRI termasuk konsep benar, kurang pengetahuan,

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Data, Analisis Data dan Pembahasan dan miskonsepsi. Dapat dilihat pada tabel 4.14 bahwa jawaban siswa pada 17 soal (94.44%) postes termasuk dalam konsep benar terbanyak (ada 3 siswa), 12 soal (66.67%) postes termasuk dalam kurang pengetahuan terbanyak (ada 1 siswa), dan 4 soal (22.22%) postes termasuk dalam miskonsepsi terbanyak (ada 1 siswa). Dari tabel tersebut, juga tampak bahwa jawaban siswa pada 5 soal (27.78%) postes termasuk dalam konsep benar paling sedikit (ada 1 siswa), 1 soal (5.56%) postes termasuk dalam kurang pengetahuan paling sedikit (ada 7 siswa), dan ada sebanyak 9 siswa tidak memiliki miskonsepsi pada soal-soal postes. Tabel 4.15. Distribusi Siswa Pada Setiap Soal Postes Berdasarkan CRI Termasuk dalam Konsep Benar, Kurang Pengetahuan dan Miskonsepsi Jawaban Siswa Berdasarkan CRI Nomor Konsep Benar Soal Kurang Pengetahuan Miskonsepsi Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Siswa (%) Siswa (%) Siswa (%) 1 26 86.67 4 13.33 - - 2 22 73.33 3 10.00 2 6.67 3 14 46.67 10 33.33 6 20.00 4 20 66.67 7 23.33 3 10.00 5 21 70.00 6 20.00 3 10.00 6 8 26.67 21 70.00 - - 7 23 76.67 6 20.00 - - 8 22 73.33 7 23.33 - - 9 15 50.00 10 33.33 4 13.33 10a 23 76.67 2 6.67 1 3.33 10b 26 86.67 2 6.67 1 3.33 11a 16 53.33 3 10.00 11 36.67 11b 20 66.67 8 26.67 1 3.33

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Data, Analisis Data dan Pembahasan 12a 30 100.00 - - - - 12b 24 80.00 2 6.67 1 3.33 13 19 63.33 7 23.33 - - 14 27 90.00 3 10.00 - - 15 26 86.67 4 13.33 - - Keterangan: - Materi soal lihat kisi-kisi soal pada tabel 3.1 (Bab III halaman 46) - Model soal lihat soal pretes pada lampiran A - Data (angka) dicetak tebal dan bergaris bawah pada tabel menunjukkan data tertinggi dan terendah Tabel 4.15 merupakan penyedehanaan dari tabel 4.11 (lampiran F.3). Tabel 4.15 menunjukkan distribusi siswa pada setiap soal pretes berdasarkan CRI termasuk konsep benar, kurang pengetahuan dan miskonsepsi. Dari tabel tersebut, siswa memiliki konsep benar tertinggi pada soal nomor 12a dengan persentase 100% (30 siswa) tentang arus listrik pada rangkaian terbuka. Pada soal tersebut, siswa menjawab bahwa pada rangkaian terbuka tidak terdapat aliran arus karena ada bagian yang putus/ tidak terhubung. Konsep benar terendah pada soal nomor 6 tentang tegangan pada rangkaian seri, yaitu dengan persentase 26.67% (8 siswa). Anggapan (alasan) siswa pada soal nomor 6 adalah bahwa pada rangkaian seri besarnya tegangan sumber (Vs) sama dengan penjumlahan tegangan pada masing-masing beban. Dari tabel 4.15 di atas, siswa mengalami kekurangan pengetahuan tertinggi pada soal nomor 6 dengan persentase 70.00% (21 siswa) tentang tegangan pada rangkaian seri (tegangan pada masing-masing beban yang terangkai seri). Siswa mengalami miskonsepsi tertinggi pada soal nomor 11a dengan persentase 36.67%

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data, Analisis Data dan Pembahasan 85 (11 siswa) tentang tegangan pada rangkaian paralel. Pada soal tersebut, ada siswa yang masih menganggap bahwa tegangan pada masing-masing beban tergantung pada besarnya hambatan pada beban tersebut. Miskonsepsi terendah pada soal nomor 10a, 10b dan 12b dengan persentase 3.33% (1 siswa) masing-masing tentang kuat arus pada rangkaian seri dan tegangan pada rankaian terbuka. Dari jawaban postes siswa, ternyata masih ditemukan beberapa miskonsepsi dan kurangnya pengetahuan siswa pada bahasan tertentu seperti tegangan, kuat arus baik pada rangkaian seri maupun pada rangkaian paralel, serta nyala terang redup lampu/ daya. Tetapi sebagian besar siswa sudah memiliki pemahaman yang cukup. Oleh sebab itu peneliti ingin melakukan wawancara untuk mengetahui pemahaman siswa setelah pembelajaran dan mengetahui perubahan konsep pada siswa. 1. Identifikasi Rangkaian Setelah pembelajaran dengan demonstrasi, dilakukan wawancara kedua. Pada wawancara ini, siswa bisa membedakan rangkaian seri dan paralel, tetapi ketika membedakan rangkaian seri dan paralel pada rangkaian kombinasi masih ada siswa yang mengalami kebingungan. Ketika diwawancarai, masing-masing partisipan diminta mencoba mengubah gambar rangkaian 4.1 menjadi bentuk lain, sehingga memudahkan untuk analisis rangkaian tersebut. Beberapa partisipan wawancara dapat mengubahnya menjadi seperti gambar 4.13 berikut:

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Data, Analisis Data dan Pembahasan R1 R2 R3 R4 V Gambar 4. 13. Rangkaian Kombinasi Dari gambar rangkaian 4.13, siswa dapat menentukan beban yang terangkai seri dan paralel, yaitu R1 dan R2 Seri, dan rangkaian seri tersebut (R1dan R2) terangkai paralel dengan R3 dan juga terangkai paralel dengan R4. 2. Ada tidaknya arus dan beda potensial pada rangkaian terbuka Setelah pembelajaran dengan metode demonstrasi, siswa mulai merubah pemahaman mereka mengenai ada tidaknya tegangan pada rangkaian terbuka. Semua siswa baik yang diwawancarai maupun yang tidak, mulai mengerti dan merubah konsep yang salah atau kurang lengkap menjadi lebih tepat bahwa pada rangkaian terbuka seperti gambar 4.14, pada titik A dan B terdapat beda potensial karena dalam rangkaian tersebut terdapat baterai/ sumber tegangan; dan mengatakan pula bahwa titik A bermuatan positif dan titik B bermuatan negatif dilihat dari kutub-kutub baterai.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Data, Analisis Data dan Pembahasan A B L +V – V Gambar 4. 14. Pengukuran Tegangan pada Rangkaian Terbuka 3. Kuat arus Dari hasil analisis postes berdasarkan alasan jawaban dan CRI yang diberikan semua siswa setelah mengikuti pembelajaran, tampak bahwa siswa sudah mengalami kemajuan konsep. Demikian juga dengan partisipan wawancara ke-2 mengalami kemajuan konsep, yakni kuat arus yang melewati setiap hambatan/beban yang terangkai secara seri adalah sama, dan tergantung pada hambatan total pada rangkaian seri tersebut. Hal ini tampak pada wawancara berikut: Peneliti Partisipan 1 – 6 Peneliti Partisipan 1 – 6 Peneliti Partisipan 1 – 6 Peneliti Partisipan 1 – 6 : bagaimana besar kuat arus yang terukur pada masing-masing amperemeter atau kuat arus yang mengalir pada setiap hambatan yang terangkai seri? : kuat arusnya sama : jika salah satu hambatan R diperbesar, apakah kuat arusnya akan berubah? : berubah : menjadi lebih besar atau kecil? : menjadi lebih kecil : mengapa...? : karena menurut hukum Ohm; I berbanding terbalik dengan R dan I berbanding lurus dengan V Hal ini berbeda dengan jawaban partisipan wawancara ketika ditanya bagaimana kuat arus yang melalui masing-masing hambatan yang terangkai paralel. Kuat arus yang melalui masing-masing hambatan yang dirangkai paralel tergantung pada besar hambatannya; tetapi jika hambatan yang

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data, Analisis Data dan Pembahasan 88 dirangkai paralel besarnya sama, kuat arusnya juga akan sama. Partisipan 1, 2, dan 3 masih kekurangan pemahaman, sedangkan partisipan 4, 5 dan 6 sudah memiliki konsep benar. Berikut hasil wawancaranya: Peneliti : Jika R1 = R2, bagaimana besar kuat arus yang mengalir pada masing-masing R (terukur pada A2 dan A3)? Partisipan 1 – 6 : kuat arusnya sama Peneliti : jika hambatan R1 diperbesar, apakah kuat arusnya akan berubah? Partisipan 1 – 6 : berubah Peneliti : menjadi lebih besar yang mana, arus di R1 atau R2? Partisipan 1, 3 : lebih besar yang R1 Partisipan 2 : mmm...kayake besar yang R1 Partisipan 4, 5, 6 : lebih besar yang R2 Peneliti : mengapa? Alasannya apa? Partisipan 1,2,3 : karena hambatan R1 lebih besar dari R2 Partisipan 4 : mmm...ya karena I = V/R, sehingga jika dimisalkan R1 = 4 dan R2 = 1 maka kuat arus akan lebih besar kuat arus pada R2 Partisipan 5 : karena R2 tetap dan R1 berubah besar, arus pada R1 menjadi lebih kecil Partisipan 6 : arus di R2 lebih besar karena hambatan lebih kecil 4. Tegangan Pada rangkaian seri, tegangan pada masing-masing beban/hambatan akan sama besar jika besarnya hambatan sama, dan akan berbeda jika besar hambatan berbeda. Selain itu, penjumlahan tegangan terukur pada masingmasing hambatan tersebut sama dengan tegangan sumber. Dengan ungkapan yang berbeda saat menjawab tetapi pada dasarnya partisipan 1, 3, 5 dan 6 ternyata masih kekurangan pengetahuan, sedangkan partisipan 2 dan 4 sudah memiliki konsep benar. Berikut ini yang diungkapkan siswa saat wawancara mengenai tegangan pada rangkaian seri: Peneliti : Jika R1 = R2, bagaimana besar tegangan pada masing-masing R (Vab dan Vbc)? Partisipan 1,3,5,6 : mmm...kayaknya sama Partisipan 2 dan 4 : sama Peneliti : kok bisa..?

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data, Analisis Data dan Pembahasan 89 Partisipan 1 – 6 Peneliti : karena hambatan R sama besar : jika salah satu atau kedua hambatan R diubah-ubah (diperbesar/diperkecil), apakah tegangan pada hambatan tersebut juga akan berubah? Partisipan 1 dan 5 : sepertinya sie..berubah tapi ga tau juga.... Partisipan 3 dan 6 : berubah...eh...itu yang seri pa yang paralel ya? Partisipan 2 dan 4 : berubah...kalo R yang satu besar V-nya juga besar (tergantung sama R-nya) Peneliti (part.1,3,5,6) : kenapa? Lupa percobaan kemarin? Partisipan 1,3,5,6 : hehehe...iya...dah lupa mas... Peneliti : bagaimana Vab; Vbc jika dibandingkan dengan Vs? Sama atau tidak? Partisipan 1, 3 : sama... Partisipan 2,4,5,6 : tidak sama.. Peneliti : alasannya apa? Partisipan 1 dan 3 : V sumber untuk R kan sama... Partisipan 5 dan 6 : ...ga tau... (tidak bisa menjelaskan lebih lanjut) Partisipan 2 dan 4 : karena Vab + Vbc = Vs...kalo ga salah... Pada rangkaian paralel, besarnya tegangan pada masing-masing hambatan selalu sama (sama dengan tegangan sumber) walaupun besarnya hambatan berbeda-beda. Partisipan 1, 3, dan 5 saat diwawancarai masih memiliki miskonsepsi dengan anggapannya bahwa pada rangkaian paralel, besarnya tegangan tidak sama, jika hambatannya semakin besar maka tegangannya juga semakin besar. Sedangkan partisipan 2, 4, dan 6 sudah memiliki konsep benar dengan jawaban yang intinya sama yaitu tegangan pada masing-masing hambatan yang dirangkai paralel sama. Berikut ini kutipan wawancaranya: Peneliti : jika salah satu hambatan R misalnya R1 diperbesar/ diperkecil, apakah tegangan pada masing-masing hambatan tersebut juga akan berubah? Partisipan 1, 3, 5 : berubah...jika R1 diperbesar, V-nya juga besar dan sebaliknya Partisipan 2, 4, 6 : tidak berubah..tetap sama... Peneliti : alasannya apa? Kok bisa? Partisipan 1, 3, 5 : ...(tidak dapat menjelaskan)...

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data, Analisis Data dan Pembahasan 90 Partisipan 2 dan 6 : kayaknya kalo pada rangkaian paralel, V pada masingmasing hambatan tidak dipengaruhi besarnya hambatan Partisipan 4 : menurut saya....besarnya V pada hambatan yang dirangkai paralel itu tetap sama (sama dengan V sumber), sehingga besarnya R tidak mempengaruhi V pada rangkaian paralel... 5. Pengaruh terputusnya salah satu beban Keenam partisipan saat diwawancarai dan ditanyai mengenai pengaruh terputusnya salah satu beban/hambatan pada rangkaian baik rangkaian seri maupun paralel, siswa sudah memiliki konsep benar walaupun jawaban yang diberikan berbeda-beda tetapi pada intinya sama. Pada rangkaian seri; jika salah satu beban/hambatan (misalnya lampu) mati/putus/tidak berfungsi, maka beban pada bagian/tempat lain juga tidak berfungsi karena pada rangkaian tersebut tidak terdapat aliran arus. Sedangkan pada rangkaian paralel; jika salah satu beban/hambatan (pada cabang tertentu) mati/putus/tidak berfungsi, maka beban pada bagian/tempat lain masih dapat berfungsi karena pada rangkaian tersebut terdapat aliran arus. 6. Daya dan Terang Redupnya Nyala Sebuah Lampu Pada wawancara kedua ini siswa sudah mengerti bahwa yang menentukan terang redup nyala sebuah lampu adalah daya bukan panjang kabel, jauh dekat letak sebuah lampu dengan sumber tegangan/sumber arus. Hal ini terlihat ketika siswa dihadapkan lagi pada persoalan seperti gambar 4.7, yaitu rangkaian seri 3 lampu dengan spesifikasi lampu sama. Selain itu, ketika siswa dihadapkan pada persoalan seperti (soal postes no.2) berikut:

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data, Analisis Data dan Pembahasan 91 Pada rangkaian dibawah ini, jika lampu L dipasang pada tegangan yang sama, yaitu 6 volt; Spesifikasi lampu manakah yang nyalanya paling terang? a. b. c. d. L spesifikasi lampu 6 volt, 5 watt spesifikasi lampu 6 volt, 10 watt spesifikasi lampu 6 volt, 15 watt spesifikasi lampu 6 volt, 20 watt V= 6 volt Siswa menjawab benar dan menjatuhkan jawabannya pada pilihan D dengan alasan bahwa lampu memiliki daya terbesar. Tetapi ketika pilihan jawaban pada soal tersebut diubah, sehingga menjadi seperti berikut: Pada rangkaian dibawah ini, jika lampu L dipasang pada tegangan yang sama, yaitu 6 volt; Spesifikasi lampu manakah yang nyalanya paling terang? a. b. c. d. L spesifikasi lampu 3 volt, 5 watt spesifikasi lampu 6 volt, 5 watt spesifikasi lampu 9 volt, 5 watt spesifikasi lampu 12 volt, 5 watt V= 6 volt Siswa mulai mengalami kebingungan dan tidak paham. Pada saat wawancara, keenam partisipan menjawab pilihan D yang benar dengan alasan bahwa spesifikasinya paling besar (12 volt, 5 watt). Ini menunjukkan bahwa terjadi miskonsepsi. Siswa masih belum mengerti bagaimana menyelesaikan persoalan tersebut walaupun pada saat pembelajaran sudah diajarkan cara menganalisisnya secara matematis, yaitu dengan cara seperti berikut: Langkah I : Menentukan hambatan lampu; 2 ( tegangan lampu ) Hambatan lampu = (daya lampu ) Langkah II : Menentukan daya terhitung/diserap lampu;

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Data, Analisis Data dan Pembahasan Daya terhitung/diserap = (tegangan sumber )2 (hambatan lampu ) Dengan langkah-langkah di atas, akan didapatkan bahwa jawaban yang paling tepat dari persoalan yang diberikan adalah A karena daya (lebih tepat adalah energi) yang diserap lampu paling besar. Dari analisis jawaban (yang tertulis) pada postes dan hasil wawancara di atas, maka dapat diketahui gambaran umum pemahaman akhir siswa setelah pembelajaran dengan metode demonstrasi mengenai rangkaian seri dan paralel, seperti dalam tabel berikut: Tabel 4.16. Gambaran Umum Pemahaman Akhir Siswa Mengenai Rangkaian Listrik Seri dan Paralel No. Konsep Konsep Siswa setelah pembelajaran • 1. Identifikasi Rangkaian Siswa sudah bisa membedakan rangkaian seri, paralel dan kombinasi. • Pada rangkaian kombinasi, siswa bisa menentukan beban yang dirangkai seri dan paralel. Pada rangkaian seri siswa beranggapan bahwa: • Kuat arus listik adalah sama ditiap tempat/ yang mengalir pada masing-masing beban dan perubahannya dipengaruhi perubahan besar hambatan pada masing-masing beban serta tegangan sumber 2. Arus Listrik Pada rangkaian paralel siswa beranggapan bahwa: • Letak beban tidak mempengaruhi besarnya kuat arus. • Kuat arus sebelum masuk percabangan (titik paralel) sama dengan jumlah kuat arus yang melalui titik percabangana tersebut. Hal ini berdasarkan Hukum Kirchhoff.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data, Analisis Data dan Pembahasan • 93 Pada ujung-ujung rangkaian terbuka, terdapat beda potensial karena masih ada baterai yang berfungsi sebagai sumber tegangan. Pada rangkaian seri: • Siswa sudah memiliki konsep tegangan • Beda potensial pada suatu beban dipengaruhi besarnya hambatan pada beban tersebut dan tidak tergatung dengan letak beban terhadap kutub-kutub 3 Tegangan/ Beda Potensial sumber tegangan. • Beda potensial sumber sama dengan penjumlahan beda potensial pada beban secara keseluruhan. Pada rangkaian Paralel: • Tegangan pada beban adalah sama dan tidak dipengaruhi oleh besarnya hambatan dan letak beban terhadap sumber tegangan. • Siswa masih mempunyai pandangan bahwa tegangan pada setiap beban tidak sama dan tergantung dengan besarnya hambatan pada beban tersebut (spesifikasi lampu jika beban berupa lampu). Pada rangkaian seri: • Terputusnya 4. Tidak terdapat aliran arus pada beban lain dengan kata lain serluruh rangkaian padam. salah satu beban Pada rangkaian paralel: pada rangkaian • Masih terdapat aliran arus pada rangkaian (cabang) lain dan besar arus tetap sama dengan saat beban belum putus. • 5. Nyala terang atau redup lampu dipengaruhi oleh Daya dan nyala hambatan, kuat arus dan tegangan. Hal tersebut lampu mempengaruhi daya. • Nyala terang redup lampu ditentukan oleh daya yang

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Data, Analisis Data dan Pembahasan diserap (energi yang diserap lampu) • Siswa masih mempunyai pandangan bahwa nyala terang atau redup lampu ditentukan oleh tegangan. Pada rangkaian seri: • Nyala lampu tidak dipengaruhi oleh panjang kabel/ letak lampu terhadap kutub-kutub sumber tegangan (baterai) dan arah aliran arus/ kutub positif baterai. Pada rangkaian paralel: • Nyala lampu tetap sama terang walaupun ada lampu lain yang mati. 4.3. Pembahasan Dari hasil pretes dan postes, menunjukkan bahwa kelas yang diteliti mengalami peningkatan baik skor yang diperoleh siswa maupun tingkat pemahaman siswa mengenai rangkaian listrik seri dan pararel. Peningkatan tersebut tampak seperti pada tabel berikut: Tabel 4.17. Peningkatan Hasil dari Pretes – Postes Baik Skor maupun Tingkat Pemahaman Pembanding Hasil Pretes Hasil Postes Skor tertinggi Skor 30 (66.67 %) Skor 45 (100 %) Skor terendah Skor 17 (37.38 %) Skor 19 (42.22 %) Sangat Baik - 10 siswa Baik - 12 siswa Cukup 4 siswa 5 siswa Kurang 5 siswa 2 siswa Sangat Kurang 19 siswa 1 siswa 50.99 % 79.70 % Tingkat Pemahaman Skor Rata-rata kelas

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Data, Analisis Data dan Pembahasan Dari tabel di atas (tabel 4.17), peningkatan hasil pembelajaran jelas terlihat yaitu bahwa skor tertinggi dan terendah saat pretes masing-masing adalah skor 30 (66.67%) dan skor 17 (37,38%), sedangkan skor tertinggi dan terendah saat postes masing-masing adalah skor 45 (100%) dan skor 19 (42.22%). Skor rata-rata kelas sebelum dan setelah pembelajaran (setelah pretes dan postes) meningkat dari 50.99% menjadi 79.70%. Dari tabel, juga dapat diketahui penyebaran tingkat pemahaman siswa serta jumlah siswa pada tingkat pemahaman tertentu. Setelah pretes, terdapat 4 siswa pada tingkat pemahaman cukup, 5 siswa pada tingkat pemahaman kurang, dan 19 siswa pada tingkat pemahaman sangat kurang; sedangkan setelah postes, terdapat 10 siswa pada tingkat pemahaman sangat baik, 12 siswa pada tingkat pemahaman baik, 5 siswa pada tingkat pemahaman cukup, 2 siswa pada tingkat pemahaman kurang, dan hanya ada 1 siswa pada tingat pemahaman sangat kurang. Selain itu, peningkatan hasil pembelajaran juga terlihat pada persentase jumlah siswa pada konsep benar, kurang pengetahuan dan salah konsep (miskonsepsi) berdasarkan CRI seperti tampak pada tabel berikut: Tabel 4.18. Persentase Jumlah Siswa pada Konsep Benar, Kurang Pengetahuan serta Miskonsepsi antara Pretes dan Postes Dari Hasil Pretes Dari Hasil Postes Konsep Benar 25.79% 70.56% Kurang Pengetahuan 45.24% 19.44% Miskonsepsi 26.39% 6.11%

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Data, Analisis Data dan Pembahasan Dari tabel 4.18, terlihat bahwa persentase jumlah siswa pada konsep benar berdasarkan CRI mengenai rangkaian seri dan paralel meningkat dari 25.79% menjadi 70.56%; kekurangpengetahuan siswa berkurang dari 45.24% menjadi 19.44%; dan salah konsep (miskonsepsi) berkurang dari 26.39% menjadi 6.11%. Tabel 4.19. Perbandingan Distribusi Siswa Pada Soal Pretes-Postes yang termasuk Konsep Benar, Kurang Pengethuan dan Miskonsepsi Berdasarkan CRI No. Soal Konsep Benar Kurang Pengetahuan Miskonsepsi Pretes Postes Pretes Postes Pretes Postes Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa 1 5 26 4 4 19 - 2 3 22 25 3 - 2 3 2 14 8 10 17 6 4 1 20 15 7 10 3 5 8 21 12 6 7 3 6 2 8 26 21 - - 7 14 23 14 6 - - 8 2 22 6 7 20 - 9 7 15 8 10 13 4 10a 8 23 16 2 3 1 10b 11 26 8 2 8 1 11a 7 16 3 3 18 11 11b 8 20 8 8 7 1 12a 28 30 - - - - 12b 1 24 16 2 9 1 13 14 19 12 7 2 - 14 5 27 23 3 - - 15 4 26 24 4 - -

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Data, Analisis Data dan Pembahasan Dari tabel 4.20, tampak bahwa distribusi siswa pada soal tes (pretes dan postes) yang termasuk konsep benar, kurang pengetahuan dan miskonsepsi menunjukkan perubahan (peningkatan). Dari tabel di atas, peningkatan dikatakan baik apabila jumlah siswa yang memiliki jawaban yang termasuk konsep benar pada postes lebih banyak daripada jumlah siswa pada pretes, jumlah siswa pada tingkat kurang pengetahuan saat postes semakin menurun (lebih sedikit) daripada saat pretes, dan jumlah siswa yang memiliki jawaban termasuk miskonsepsi saat postes semakin berkurang (lebih sedikit) daripada saat pretes. Dapat dilihat pada tabel, masih terdapat jawaban yang termasuk kurang pegetahuan pada soal nomor 3, 8 dan 9, dan salah konsep pada soal nomor 2. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa siswa masih belum paham mengenai beberapa pokok bahasan yang berkaitan dengan rangkaian seri dan paralel, yaitu seperti daya/ terang-redup nyala lampu (soal no. 2 dan 3), pengaruh terputusnya salah satu beban pada rangkaian paralel (soal no. 8), dan tegangan pada rangkaian paralel (soal no. 9) Dari hasil pretes dan postes yang dilakukan, dapat diketahui perubahan pemahaman (perubahan konsep) yang terjadi sebelum dan setelah pembelajaran dengan metode demonstrasi, yaitu dengan membandingkan pemahaman awal dan pemahaman akhir siswa. Perubahan pemahaman/ konsep mengenai materi rangkaian listrik (rangkaian seri dan paralel), seperti berikut: Tabel 4.21. Perubahan Pemahaman Siswa Pemahaman Awal Siswa Terang atau redup nyala Pemahaman Akhir Siswa lampu Nyala terang atau redup sebuah lampu ditentukan oleh tegangan saja atau kuat ditentukan oleh daya. Daya dipengaruhi arus saja atau hambatan lampu saja. oleh tegangan, hambatan dan kuat arus

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Data, Analisis Data dan Pembahasan Tidak ada tegangan pada ujung-ujung rangkaian terbuka, karena pada Meskipun tidak ada aliran arus masih rangkaian terbuka tidak terdapat aliran terdapat tegangan pada ujung-ujung arus. Dengan kata lain, jika tidak ada rangkaian terbuka tersebut karena ada aliran arus (pada rangkaian terbuka) sumber tegangan (baterai) maka tidak ada tegangan. Pemahaman konsep pada rangkaian seri Kuat arus listrik pada rangkaian seri tergantung dari nilai hambatan dan letak hambatan/ beban tersebut terhadap kutub positif Kuat arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama disetiap tempat Pada rangkaian seri, besarnya beda Pada rangkaian seri, beda potensial potensial tergantung pada nilai beban pada masing-masing beban tergantung dan letak beban terhadap kutub positif Pada rangkaian seri, jika salah satu beban terputus/ tidak berfungsi maka beban lain masih bisa berfungsi karena ada aliran arus dan tergantung letaknya terhadap sumber tegangan besarnya hambatan pada beban tersebut Tidak ada aliran arus pada rangkaian seri apabila ada beban yang mati/ tidak berfungsi (semua beban pada rangkaian menjadi tidak berfungsi). Pemahaman konsep pada rangkaian paralel: Kuat arus pada setiap beban tergantung Kuat arus tegantung pada besarnya letaknya terhadap sumber tegangan Besarnya tegangan pada masing-masing beban tergantung besar hambatan dan letak beban tersebut terhadap tegangan Bila terdapat beban (lampu) yang mati, maka nyala lampu yang lain akan menyala semakin terang hambatan pada masing-masing beban Tegangan pada masing-masing beban yang terangkai paralel adalah sama berapapun besar hambatan pada beban tersebut Nyala lampu sebelum dan setelah beban (lampu) lain mati tetap sama

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Berdasarkan data dan hasil analisis data pada penelitian, dapat disimpulkan bahwa: 1. Pemahaman awal siswa sebelum pembelajaran dengan demonstrasi masih sangat kurang, yaitu dengan skor rata-rata sebesar 50.99%. 2. Sebelum pembelajaran dengan demonstrasi dan berdasarkan hasil wawancara, siswa memiliki miskonsepsi mengenai rangkaian seri dan paralel. Miskonsepsi ini meliputi: identifikasi rangkaian terutama rangkaian kombinasi, ada tidaknya tegangan/ beda potensial pada rangkaian terbuka, arus listrik dan tegangan baik pada rangkaian seri maupun paralel, pengaruh terputusnya salah satu beban pada rangkaian, dan hal-hal yang mempengaruhi terang redup nyala sebuah lampu/ daya. 3. Pemahaman akhir siswa pada kelas yang diteliti mengalami peningkatan yaitu dengan persentase 79.70% dan pada tingkat pemahaman baik. 4. Setelah pembelajaran dengan demonstrasi, siswa mengalami perubahan konsep walaupun dari hasil postes masih terdapat miskonsepsi. Perubahan konsep tersebut seperti: • Siswa beranggapan bahwa pada rangkaian terbuka tidak ada tegangan pada ujung-ujung rangkaian terbuka tersebut karena pada rangkaian tersebut tidak ada aliran arus. Dengan kata lain, jika tidak ada aliran arus, maka 99

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kesimpulan dan Saran 100 tidak ada tegangan. Berubah menjadi; pada rangkaian terbuka, meskipun tidak ada aliran arus masih terdapat tegangan pada ujung-ujung rangkaian terbuka tersebut karena ada sumber tegangan (baterai). • Pada rangkaian seri; (1) kuat arus tergantung dari nilai hambatan dan letak hambatan/ beban tersebut terhadap kutub positif berubah menjadi kuat arus sama disetiap tempat; (2) ketika salah satu beban terputus/ tidak berfungsi maka beban lain masih bisa berfungsi karena ada aliran arus dan tergantung letaknya terhadap sumber tegangan berubah menjadi tidak ada aliran arus pada rangkaian apabila ada beban yang mati/ tidak berfungsi (semua beban pada rangkaian menjadi tidak berfungsi). • Pada rangkaian paralel; (1) kuat arus pada setiap beban tergantung letaknya terhadap sumber tegangan berubah menjadi kuat arus tegantung pada besarnya hambatan pada masing-masing beban; (2) besarnya tegangan pada masing-masing beban tergantung besar hambatan dan letak beban tersebut terhadap tegangan berubah menjadi tegangan pada masingmasing beban adalah sama berapapun besar hambatan pada beban tersebut; (3) bila terdapat beban (lampu) yang mati, maka nyala lampu pada yang lain akan menyala semakin terang berubah menjadi nyala lampu sebelum dan setelah beban (lampu) lain mati tetap sama. 5. Demonstrasi dapat membantu siswa merubah pemahaman siswa baik yang salah maupun yang kurang.

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kesimpulan dan Saran 5.2. 101 Saran .Konsep-konsep dasar pada rangkaian seri dan rangkaian paralel memang tampak mudah dan sederhana, tetapi dari kesederhanaan tersebut memungkinkan terjadinya miskonsepsi. Maka dari hasil penelitian ini, peneliti memberi saran: 1. Metode demonstrasi bisa dijadikan sebagai salah satu cara untuk membangun konsep, merubah konsep yang salah menjadi lebih tepat dan yang kurang lengkap menjadi lebih lengkap pada pokok bahasan rangkaian seri dan paralel. 2. Sebaiknya metode demonstrasi dipadukan dengan metode lain seperti simulasi komputer, karena metode demonstrasi tidak/ kurang cocok untuk kelas yang besar (tidak semua siswa bisa memperhatikan kegiatan demonstrasi). 3. Pelaksanaan demonstrasi dan penguasaan guru terhadap media perlu dipersiapkan dengan baik sehingga demonstrasi dapat berjalan dengan lancar.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Berg, Euwe. 1991. Miskonsepsi Siswa dan Remidiasi. Salatiga: UKSW Budi, Kartika Fr.Y. 1987. Konsep: Pembentukannya dan Penanamannya, dalam Sumbangan terhadap Matematika dan Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Budi, Kartika Fr.Y. 1991. Konsep dan Definisi dalam Fisika dan Implikasinya dalam Proses Belajar Mengajar Fisika, dalam Arena Almamater Majalah Ilmiah Kopertis Wilayah V. No. 21 Tahun VI, hal. 38 – 52 Budi, Kartika Fr.Y. 1992. Pemahaman Konsep Gaya dan Beberapa Salah Konsepsi yang Terjadi, dalam Widya Dharma Vol. III Tahun III, No. 1, Oktober 1992, hal. 113 – 130. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Davis, J. 2001. Conceptual Change : Learning, Theaching and Technology (online:http://www.exploration.coe.uga.edu/e-ook/conceptualchange.htm). November 2009 Fellows, Rene T. 1994. A Window Into Thingking: Using Student Writing to Understand Conceptual Change in Science Learning. Journal of Research in Science Theaching, 31(9) 985 – 1001. Masril & Asma, N. 2002. Pengungkapan Miskonsepsi Siswa Menggunakan Force Concept Inventory dan Certainty of Response Index. Jurnal Fisika Himpunan Fisika Indonesia. B5 (0559) Moedjiono & Damyanti. 1992. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud Smith, Edward L dkk.1993. Teaching Strategies Associated With Conceptual Change Learning in Science. Journal of Research in Science Teaching. 30(2) 111 – 126. 102

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Pustaka 103 Stofflett, Rene T. 1984. The Acomodation of Science Pedagogical Knowledge: The Aplication of Conceptual Change Construct to Theacher Education. Journal of Research in Science Teaching. 31(8) 787 – 810. Santoso, Gempur. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Surabaya: Prestasi Pustaka Suparno, Paul. 1996. Konstruktivisme dalam Pendidikan Sains dan Matematika, dalam Widya Dharma Tahun VII, No. 1, Oktober 1996, Hal. 131 – 145. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius Suparno, Paul. 2000. Teori Perubahan Konsep dan Aplikasinya dalam Pembelajaran Fisika, dalam Widya Dharma April 2000, hal 15-25. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2001. Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius Suparno, Paul. 2005. Miskonsepsi dan Perubahan Konsep dalam Pendidikan Fisika. Jakarta: Gramedia Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan: Suatu Pendekatan Baru. Remaja Sosdakarya: Bandung Willis, Ratna D. 1989. Teori – Teori Belajar. Jakarta: Erlangga http://hfi.fisika.net

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Lampiran A PRE TEST Petunjuk Pengerjaan: 1. Tulislah nama, nomor presensi pada tempat yang tersedia 2. Kerjakanlah soal dengan sungguh-sungguh dan jangan menyontek 3. Kerjakanlah terlebih dahulu soal yang Anda anggap mudah 4. Jawablah pertanyaan yang ada pada lembar soal dengan singkat dan jelas pada tempat yang sudah disediakan. 5. Berilah tanda silang (X) pada pilihan jawaban Anda dan berikan alasan/penjelasan untuk mendukung jawaban Anda. 6. Pada setiap soal akan disediakan angka tingkat keyakinan jawaban (nilai skala CRI). Berilah tanda silang (X) pada angka yang sesuai dengan tingkat keyakinan Anda dalam menjawab soal. Ketentuan skala CRI (tingkat keyakinan jawaban) sebagai berikut: Skala CRI Keyakinan Jawaban 0 Menerka 1 Sangat Tidak Yakin 2 Tidak Yakin 3 Yakin 4 Sangat Yakin 5 Sangat Yakin Sekali * * * Selamat Mengerjakan * * *

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Lampiran A Nama :.......................................... No. Presensi :.......................................... 1. Apakah yang menentukan terang atau redupnya nyala sebuah lampu? a. Daya c. Tegangan b. Hambatan d. Kuat arus Alasan/penjelasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 2. Sebuah lampu dengan spesifikasi sama (hambatan lampu sama) dirangkai dengan 3 baterai yang sama. Hambatan dalam baterai sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Dari gambar rangkaian berikut ini, lampu manakah yang menyala paling terang? L L a. c. V b. V d. L L V V Alasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Lampiran A 3. Tiga buah lampu dengan spesifikasi sama (hambatan lampu sama) dirangkai secara seri dengan sumber tegangan 12 V seperti gambar 1. 30 cm A 20 cm B Dari gambar di samping, lampu manakah yang menyala paling terang? a. Lampu A menyala paling terang b. Lampu C menyala paling redup + 12 V – 40 cm c. Lampu A dan C menyala sama terang d. Lampu A, B dan C menyala sama 20 cm terang C Alasan: Gambar 1 .................................................................. ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 R1 4. Hambatan R1 = R2 dirangkai seri dengan A2 beterai dan amperemeter seperti gambar 2. Bagaimana kuat arus I yang ditunjukkan oleh masing-masing rangkaian tersebut? amperemeter (hambatan R2 A1 A3 pada dalam Vs = 6 V baterai dan amperemeter diabaikan) a. Kuat arus pada A1 = A3 ≠ A2 Gambar 2 b. Kuat arus pada A1 > A2 > A3 c. Kuat arus pada A1 = A2 = A3 d. Kuat arus pada A2 < A1 dan A2 < A3 Alasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Lampiran A 5. Tiga lampu dengan spesifikasi sama (hambatan sama) dipasang seri seperti gambar 3. Jika salah satu lampu mati/putus misalnya L2, bagaimana keadaan lampu yang lain? (hambatan dalam baterai diabaikan) a. Lampu L1 tetap menyala tetapi lampu L3 padam L1 L2 L3 b. Lampu L1 dan L3 menyala lebih terang dari semula c. Lampu L3 tetap menyala tetapi lampu L1 padam d. Lampu L1 dan L3 tidak menyala/padam Vs Gambar 3 Alasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 6. Dari rangkaian seri hambatan R pada gambar 4 berikut, berapa besarnya beda R1 a R2 c b potensial Vad? (hambatan dalam baterai R3 diabaikan) d a. Vad = Vab + Vbc b. Vad = Vab + Vbc + Vcd Vs c. Vad = Vbc + Vcd d. Vad = Vac + Vbc + Vcd Gambar 4 Alasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Lampiran A 7. Dari beberapa hambatan R yang dirangkai seperti gambar 5 berikut, bagaimanakah besarnya kuat arus I pada titik A? I1 A a. IA = I1 + I2 + I3 R1 IA IB I2 R2 I3 R3 B b. IA < I1 + I2 + I3 c. IA = (I1 + I2 + I3) – IB d. IA < (I1 + I2 + I3) – IB Vs Gambar 5 Alasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 8. Tiga buah lampu dengan spesifikasi sama (hambatan sama) disusun seperti gambar 6 berikut. Jika lampu L2 mati/putus, bagaimana keadaan lampu yang lain? a. Lampu yang lain akan padam b. Hanya lampu L1 yang tetap meyala L3 L2 Vs L1 c. Lampu yang lain akan tetap menyala sama terangnya d. Lampu yang lain menyala lebih terang dari Gambar 6 semula Alasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Lampiran A 9. Pada gambar 6 (pada soal no.8); Jika lampu memiliki spesifikasi yang berbeda-beda (hambatan lampu berbeda-beda), bagaimana besarnya beda potensial/tegangan pada masing-masing lampu tersebut? a. Tegangan pada masing-masing lampu berbeda-beda b. Tegangan pada setiap lampu sama c. Tegangan pada lampu tergantung pada spesifikasi lampu (hambatan) d. Tegangan lampu tergantung pada banyaknya lampu yang dipasang Alasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 10. Pada gambar 7 berikut ini, hambatan R1 dan R2 dirangkai dengan sumber tegangan Vs secara seri. (hambatan dalam baterai diabaikan) R1 R2 a. Jika hambatan R1 dan R2 dibuat tetap, sedangkan sumber tegangan/baterai (Vs) diubah menjadi lebih besar (misalnya dari 6V menjadi 9V), Vs Apakah kuat arus pada rangkaian akan berubah? Jika berubah, bagaimana perubahannya? Jelaskan! Gambar 7 Alasan/penjelasan: ....................................................................................... ....................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Lampiran A b. Jika sumber tegangan (Vs) dibuat tetap, sedangkan hambatan R1 dan R2 diganti dengan dua hambatan lain yang besarnya masing-masing 2R1 dan 2R2, Apakah kuat arus pada rangkaian akan berubah? Jika berubah, bagaimana perubahannya? Jelaskan! Alasan/penjelasan: ................................................................................................................................ ................................................................................................................................ ................................................................................................................................ Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 11. Pada gambar 8, hambatan R1 dan R2 (R1 = R2) dirangkai dengan sumber tegangan Vs secara paralel. (hambatan dalam beterai diabaikan) a. Apabila hambatan R1 dan R2 diubah-ubah, apakah tegangan disetiap hambatan akan berubah? Apabila R1 R2 Vs berubah, menjadi lebih besar yang mana? Jelaskan! Alasan/penjelasan: Gambar 8 .......................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 b. Apabila hambatan R1 diganti menjadi lebih besar dari semula dan hambatan R2 dibuat tetap, sehingga R1 = 2R2. Apakah kuat arus di setiap hambatan akan berubah? Apabila berubah, menjadi lebih besar yang mana? Jelaskan! Alasan/penjelasan: ................................................................................................................................ ................................................................................................................................ ................................................................................................................................ Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Lampiran A 12. Jika sebuah lampu dan baterai dirangkai seperti gambar 9. a. Apakah lampu tersebut menyala? Mengapa dan A berikan alasannya! B L Alasan: ......................................................................................... V ......................................................................................... Gambar 9 ......................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 b. Apakah pada titik A dan titik B pada rangkaian tersebut terdapat tegangan/beda potensial? Mengapa dan berikan alasannya! Alasan: ................................................................................................................................ ................................................................................................................................ ................................................................................................................................ Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 13. Perhatikan gambar rangkaian berikut ini! (gambar 10) R2 R1 R4 R3 Gambar 10 V Dari gambar di atas (gambar 10), apakah: a) Hambatan R2 terangkai seri atau paralel dengan R1? Jelaskan! b) Hambatan R3 terangkai seri atau paralel dengan R4? Jelaskan!

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Lampiran A c) Sebutkan hambatan-hambatan yang terangkai secara seri! d) Sebutkan hambatan-hambatan yang terangkai secara paralel! Alasan/Penjelasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 14. Apakah ciri-ciri suatu rangkaian sehingga rangkaian tersebut dapat dikatakan rangkaian seri? (sebutkan 3 saja) Alasan/Penjelasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 15. Apakah ciri-ciri suatu rangkaian sehingga rangkaian tersebut dapat dikatakan rangkaian paralel? (sebutkan 3 saja) Alasan/Penjelasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Lampiran B POST TEST Petunjuk Pengerjaan: 1. Tulislah nama, nomor presensi pada tempat yang tersedia 2. Kerjakanlah soal dengan sungguh-sungguh 3. Kerjakanlah terlebih dahulu soal yang Anda anggap mudah 4. Jawablah pertanyaan yang ada pada lembar soal dengan singkat dan jelas pada tempat yang sudah disediakan. 5. Lingkarilah pilihan jawaban Anda dan berikan alasan/penjelasan untuk mendukung jawaban Anda. 6. Pada setiap soal akan disediakan angka tingkat keyakinan jawaban (nilai skala CRI). Berilah tanda silang (X) pada angka yang sesuai dengan tingkat keyakinan Anda dalam menjawab soal. Ketentuan skala CRI (tingkat keyakinan jawaban) sebagai berikut: Skala CRI Keyakinan Jawaban 0 Menerka 1 Sangat Tidak Yakin 2 Tidak Yakin 3 Yakin 4 Sangat Yakin 5 Sangat Yakin Sekali * * * Selamat Mengerjakan * * *

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Lampiran B Nama :.......................................... No. Presensi :.......................................... 1. Lampu dapat menyala terang atau redup. Hal ini ditentukan oleh......... a. Daya lampu c. Tegangan lampu b. Hambatan lampu d. Kuat arus pada lampu Alasan/penjelasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 L 2. Terdapat 4 lampu dengan spesifikasi sebagai berikut: • Lampu A tertera spesifikasi 6V, 5 watt • Lampu B tertera spesifikasi 6V, 10 watt • Lampu C tertera spesifikasi 6V, 15 watt • Lampu D tertera spesifikasi 6V, 20 watt V Gambar 1 Dari keempat lampu tersebut, lampu manakah yang menyala paling terang bila dirangkai seri dengan baterai 6V seperti pada gambar 1? a. Lampu A menyala paling terang b. Lampu B menyala paling terang c. Lampu C menyala paling terang d. Lampu D menyala paling terang Alasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Lampiran B 3. Tiga buah lampu dengan spesifikasi sama (hambatan lampu sama) dirangkai secara seri dengan sumber tegangan 12 V seperti gambar 2. 30 cm A 20 cm B Dari gambar di samping, lampu manakah yang menyala paling terang? a. Lampu A menyala paling terang b. Lampu C menyala paling redup + 12 V – 40 cm c. Lampu A dan C menyala sama terang d. Lampu A, B dan C menyala sama 20 cm terang C Alasan: Gambar 2 .................................................................. ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 R1 4. Hambatan R1 = R2 dirangkai seri dengan A2 beterai dan amperemeter seperti gambar 3. Bagaimana kuat arus I yang ditunjukkan oleh masing-masing rangkaian tersebut? amperemeter (hambatan R2 A1 A3 pada dalam Vs baterai dan amperemeter diabaikan) a. Kuat arus pada A1 = A3 ≠ A2 Gambar 3 b. Kuat arus pada A1 > A2 > A3 c. Kuat arus pada A1 = A2 = A3 d. Kuat arus pada A2 < A1 dan A2 < A3 Alasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Lampiran B 5. Tiga lampu dengan spesifikasi sama (hambatan lampu sama) dipasang seri seperti gambar 4. Jika salah satu lampu mati/putus misalnya L2, bagaimana keadaan lampu yang lain? (hambatan dalam baterai diabaikan) a. Lampu L1 tetap menyala tetapi lampu L3 padam L1 L2 L3 b. Lampu L1 dan L3 menyala lebih terang dari semula c. Lampu L3 tetap menyala tetapi lampu L1 padam d. Lampu L1 dan L3 tidak menyala/padam Vs Gambar 4 Alasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 6. Dari rangkaian seri hambatan R pada gambar 5 berikut, berapa besarnya beda R1 a R2 c b potensial Vad? (hambatan dalam baterai R3 diabaikan) d a. Vad = Vab + Vbc b. Vad = Vab + Vbc + Vcd Vs c. Vad = Vbc + Vcd d. Vad = Vac + Vbc + Vcd Gambar 5 Alasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Lampiran B 7. Dari beberapa hambatan R yang dirangkai seperti gambar 6 berikut, bagaimanakah besarnya kuat arus I pada titik B? I1 A a. IB = I1 + I2 + I3 R1 IA IB I2 R2 I3 R3 B b. IB < I1 + I2 + I3 c. IB = (I1 + I2 + I3) – IA d. IB = IA – (I1 + I2 + I3) Vs Gambar 6 Alasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 8. Tiga buah lampu dengan spesifikasi sama (hambatan sama) disusun seperti gambar 7 berikut. Jika lampu L2 mati/putus, bagaimana keadaan lampu yang lain? a. Lampu yang lain akan padam b. Hanya lampu L1 yang tetap meyala L3 L2 Vs L1 c. Lampu yang lain akan tetap menyala sama terangnya d. Lampu yang lain menyala lebih terang dari Gambar 7 semula Alasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Lampiran B 9. Pada gambar 7 (pada soal no.8); Jika lampu memiliki spesifikasi yang berbeda-beda (hambatan lampu berbeda-beda), bagaimana besarnya beda potensial/tegangan pada masing-masing lampu tersebut? a. Tegangan pada masing-masing lampu berbeda-beda b. Tegangan pada masing-masing lampu sama c. Tegangan pada lampu tergantung pada spesifikasi lampu (hambatan) d. Tegangan lampu tergantung pada banyaknya lampu yang dipasang Alasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 10. Pada gambar 8 berikut ini, hambatan R1 dan R2 dirangkai dengan sumber tegangan Vs secara seri. (hambatan dalam baterai diabaikan) R1 R2 a. Jika hambatan (R) dibuat tetap, sedangkan sumber tegangan/baterai (Vs) diubah menjadi lebih kecil (misalnya dari 12V menjadi 6V), Apakah kuat Vs arus pada rangkaian akan berubah? Jika berubah, bagaimana perubahannya? Jelaskan! Gambar 8 Alasan/penjelasan: ....................................................................................... ....................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Lampiran B b. Jika sumber tegangan (Vs) dibuat tetap, sedangkan hambatan R1 dan R2 diubah menjadi lebih besar (misalnya R1 = 2 R1 dan R2 = 2 R2), Apakah kuat arus pada rangkaian akan berubah? Jika berubah, bagaimana perubahannya? Jelaskan! Alasan/penjelasan: ................................................................................................................................ ................................................................................................................................ ................................................................................................................................ Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 11. Pada gambar 9, hambatan R1 dan R2 (R1 = R2) dirangkai dengan sumber tegangan Vs secara paralel. (hambatan dalam beterai diabaikan) a. Apabila hambatan R diubah-ubah, apakah tegangan disetiap hambatan akan berubah? R1 R2 Vs Apabila berubah, menjadi lebih besar yang mana? Jelaskan! Gambar 9 Alasan/penjelasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 b. Apabila hambatan R1 diganti menjadi lebih besar dari semula dan hambatan R2 dibuat tetap, sehingga R1 = 2 R2. Apakah kuat arus di setiap hambatan akan berubah? Apabila berubah, menjadi lebih besar yang mana? Jelaskan! Alasan/penjelasan: ................................................................................................................................ ................................................................................................................................ ................................................................................................................................ Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Lampiran B 12. Jika sebuah lampu dan baterai dirangkai seperti gambar 10. a. Apakah lampu tersebut menyala? Mengapa dan A berikan alasannya! B L Alasan: ......................................................................................... V ......................................................................................... Gambar 10 ......................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 b. Apakah pada titik A dan titik B pada rangkaian tersebut terdapat tegangan/beda potensial? Mengapa dan berikan alasannya! Alasan: ................................................................................................................................ ................................................................................................................................ ................................................................................................................................ Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 13. Perhatikan gambar rangkaian berikut ini! (gambar 11) R2 R1 R4 R3 Gambar 11 V Dari gambar di atas (gambar 11), apakah: a) Hambatan R2 terangkai seri atau paralel dengan R1? Jelaskan! b) Hambatan R3 terangkai seri atau paralel dengan R4? Jelaskan!

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Lampiran B Alasan/Penjelasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 14. Apakah ciri-ciri suatu rangkaian sehingga rangkaian tersebut dapat dikatakan rangkaian seri? Alasan/Penjelasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5 15. Apakah ciri-ciri suatu rangkaian sehingga rangkaian tersebut dapat dikatakan rangkaian paralel? Alasan/Penjelasan: ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... ...................................................................................................................................... Tingkat Keyakinan Jawaban: 0 1 2 3 4 5

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Lampiran C Draft Wawancara I dan II Identifikasi Rangkaian 1. Dari beberapa gambar 1 berikut, manakah rangkaian yang dikatakan seri, paralel dan rangkaian kombinasi seri-paralel? 2. (khusus untuk rangkaian kombinasi) Hambatan/beban mana saja yang dirangkai seri dan hambatan atau beban mana yang terangkai paralel? 3. Menurut kamu, apakah ciri rangkaian sehingga dapat dikatakan rangkaian tersebut seri atau paralel? Ada Tidaknya Arus dan Beda Potensial pada Rangkaian Terbutka 4. Dari gambar 2, apakah dari gambar rangkaian tersebut lampu dapat menyala? Mengapa? 5. Dari gambar 2, apakah pada ujung-ujung A dan B terdapat beda potensial? Mengapa? Kuat Arus pada Rangkaian Seri dan Paralel 6. Dari gambar 3 (R1 = R2), bagaimana besar arus yang melalui A1, A2 dan A3? Mengapa? 7. Jika R1 diperbesar menjadi 3 kalinya; R2 tetap, apakah kuat arus pada rangkaian tersebut akan berubah? Lalu, bagaimana besarnya kuat arus yang terukur pada A1, A2 dan A3? (gambar 3) 8. Dari gambar 4 (R1 = R2), bagaimana besar kuat arus yang melalui A1, A2, A3 dan A4? Tegangan pada Rangkaian Seri dan Paralel 9. Dari gambar 5, bagaimana besar tegangan pada Vab (V pada R1) dan Vbc (V pada R2)? Apakah hubungannya dengan Vs (Vsumber)? 10. Dari gambar 6, bagaimana besar tegangan pada Vab (V pada R1) dan Vcd (V pada R2)? Apakah hubungannya dengan Vs (Vsumber)? 11. Jika R1 diperbesar menjadi 3 kalinya; R2 tetap, apakah Vab = Vbc? (gambar 6)

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C 123 Pengaruh Terputusnya Salah Satu Beban/Hambatan dan Nyala Lampu 12. Dari gambar 7, jika lampu L2 mati, apa yang terjadi dengan lampu yang lain? Jika lampu yang lain menyala, bagaimana nyala lampunya? (lampu memiliki spesifikasi sama) 13. Dari gambar 8, jika lampu L2 mati, apa yang terjadi dengan lampu yang lain? Jika lampu yang lain menyala, bagaimana nyala lampunya? (lampu memiliki spesifikasi sama) Daya 14. Dari gambar 9, lampu manakah yang menyala paling terang? (lampu memiliki spesifikasi sama) 15. Jika disediakan lampu 5W,6V dan lampu 10W,6V; lampu manakah yang menyala lebih terang jika dipasang pada tegangan yang sama? Mengapa? 16. Jika disediakan lampu 5W, 6V dan lampu 5W, 3V dan kedua lampu tersebut dipasang pada sumber tegangan 3 V, lampu manakah yang menyala lebih terang? Mengapa? 17. Dari gambar 10, bagaimana nyala lampunya? Manakah yang paling terang? Mengapa? (lampu memiliki spesifikasi sama) 18. Menurut kamu, apa yang mempengaruhi terang redupnya lampu?

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Lampiran C A L B (b) R2 V R1 R4 R3 Gambar 2 R1 R2 A2 (a) V A1 V A3 Vs R1 (c) (d) Gambar 3 R2 A1 R3 R2 R1 Vs Gambar 1 A3 A2 A4 Gambar 4

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Lampiran C R1 b a R2 c (b) (a) L L V Vs V Gambar 9 Gambar 5 a c R1 b L R2 Vs (c) L (d) V V d Gambar 6 10 cm L1 L2 L3 L3 Vs Gambar 7 L2 Gambar8 L1 Vs 25 cm A + 12 V – B 30 cm 10 cm C Gambar 10

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Lampiran D Rancangan Pembelajaran Mata Pelajaran : Fisika Kelas :X Semester : 2 (dua) Alokasi waktu : 2 x 45 menit I. Kompetensi Dasar Mengidentifikasi penerapan listrik dalam kehidupan sehari-hari II. Indikator Memahami beberapa prinsip rangkaian listrik sederhana melalui percobaan atau demonstrasi III. Pokok Bahasan Listrik Dinamis IV. Sub Pokok Bahasan Rangkaian Listrik Seri dan Paralel V. Kegiatan Pembelajaran Sebelum melakukan percobaan/demonstrasi, peneliti mengajak siswa untuk berdiskusi tentang rangkaian seri dan paralel. Kemudian peneliti mengenalkan beberapa komponen listrik seperti resistor, kapasitor. Selain itu, peneliti mengajari partisipan menggunakan multimeter untuk mengukur kuat arus listrik dan tegangan listrik pada rangkaian arus searah, dan membaca skala hasil pengukuran tersebut. Pembelajaran demonstrasi juga disertai dengan simulasi komputer untuk membantu siswa memahami konsep dan memberikan gambaran demonstrasi yang dilakukan. Hal ini dilakukan karena siswa yang mengikuti kegiatan belajar cukup banyak.

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Lampiran D • Demonstrasi I Mengidentifikasi suatu rangkaian seperti rangkaian kombinasi; menentukan beban yang terangkai seri atau paralel pada rangkaian kombinasi. Langkah demonstrasi: 1. Sebelum melakukan demonstrasi, peneliti memberikan pertanyaan diskusi, Apakah yang terjadi dengan lampu yang lain jika Lampu 1 (L1) pada rangkaian (a) mati/ putus? Bandingkan dengan rangkaian (b)!! (gambar 1) 2. Setelah diskusi, peneliti mengajak siswa untuk menganalisis rangkaian a dan b pada gambar 1. L2 L1 L2 L1 L3 L3 V V (a) (b) Gambar 1 3. Peneliti merangkai alat demonstrasi seperti gambar 1 (a), dengan V = 6V. 4. Dari rangkaian tersebut (rangkaian a), peneliti mengukur I dan V pada masing-masing lampu. Siswa diminta mencatat hasil pengukuran. 5. Kemudian peneliti mengambil lampu secara bergantian. Pertama, mengambil lampu 1 (L1), berikutnya lampu 2 (L2) dan terakhir lampu 3 (L3). Siswa diminta mengamati apa yang terjadi dengan lampu yang lain serta mencatatnya. 6. Kemudian peneliti merubah rangkaian menjadi seperti rangkaian (b), dan melakukan langkah 4-5. 7. Dari data-data pengamatan tersebut, siswa diminta menganalisis kedua rangkaian tersebut serta membuat kesimpulan.

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Lampiran D Pertanyaan setelah demonstrasi: 1) Apa yang terjadi pada kedua rangkaian di atas (gambar 1) jika lampu 1 (L1) mati? 2) Apakah kedua rangkaian tersebut sama/ sejenis? Mengapa? 3) Apakah perbedaan kedua rangkaian tersebut? Dan manakah beban yang terangkai seri dan terangkai paralel dari kedua rangkaian tersebut? Kesimpulanmu: Rangkaian seperti gambar 1 adalah.................... • Demonstrasi II Mengetahui ada tidaknya arus listrik dan tegangan pada suatu rangkaian terbuka. Langkah-langkah kegiatan: 1. Sebelum melakukan demonstrasi, peneliti memberikan pertanyaan pembuka sebagai bahan diskusi, seperti berikut: A B L Apakah lampu L yang dirangkai seperti gambar 2 dapat menyala? Apakah terdapat aliran arus pada rangkaian tersebut? Mengapa? V - Gambar 2 Apakah pada ujung A dan B terdapat tegangan/ beda potensial jika diukur dengan voltmeter? Mengapa? 2. Setelah diskusi dan mengetahui jawaban siswa, peneliti merangkai alat demonstrasi seperti gambar 2. 3. Kemudian peneliti meminta salah satu siswa memasang voltmeter pada unjung-ujung A dan B. Siswa lain diminta mengamati peristiwa yang terjadi, apa yang terjadi pada lampu dan jarum voltmeter. 4. Siswa diminta mencatat hasil diskusi dan hasil pengamatan tersebut.

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Lampiran D Pertanyaan: 1) Lampu pada rangkaian terbuka (seperti gambar 2) tidak menyala, mengapa? 2) Setelah dipasang voltmeter pada ujung-ujung A dan B, lampu menyala dan jarum volmeter bergerak (menyimpang/ menunjuk angka tertentu), Mengapa? Kesimpulanmu: Ketika voltmeter dihubungkan dengan ujung-ujung A dan B, jarum voltmeter menyimpang, berarti........ Pada rangkaian terbuka (ujung-ujung rangkaian terbuka seperti gambar 2) ......................... • Demonstrasi III Mengidentifikasi sifat-sifat rangkaian seri seperti: pengaruh terputusnya salah satu beban (lampu/resistor) pada rangkaian, adanya arus listrik, tegangan, dan hambatan. Langkah-langkah kegiatan: 1. Sebelum memulai demonstrasi, peneliti mengajak siswa berdiskusi dengan mengajukan L1 L2 L3 beberapa pertanyaan pembuka: - Apakah yang dapat kamu ketahui dari Vs gambar 3a dan 3b? - Apa yang terjadi pada rangkaian (seperti gambar 3a) jika salah satu lampu pada rangkaian tersebut mati? Dan Gambar 3a R1 R2 lampu manakah yang menyala paling terang jika spesifikasi lampu sama (hambatan lampu Vs sama)? Mengapa? - Menurut perkiraanmu, bagaimana besar Gambar 3b

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 Lampiran D kuat arus dan tegangan pada masing-masing hambatan pada rangkaian seperti gambar 3b? 2. Setelah diskusi, peneliti merangkai alat demonstrasi seperti gambar 3a, kemudian mengambil salah satu lampu dan siswa diminta mengamati peristiwa yang terjadi. Siswa diminta mencatat hasil pengamatan. 3. Kemudian peneliti merangkai alat seperti gambar 3b. 4. Dari rangkaian 3b, hambatan R keduanya dijaga tetap. Peneliti mengubahubah tegangan (Vs). Kemudian I dan V pada masing-masing hambatan R diukur. 5. Selanjutnya, dengan rangkaian yang sama peneliti mengubah-ubah R (R1 dan R2) sedangkan tegangan (Vs) dijaga tetap. Kemudian I dan V pada masing-masing hambatan R diukur. 6. Siswa diminta mencatat data pengamatan (langkah 4 dan 5) pada tabel berikut: No. Vs R1 R2 VR1 VR2 I IR1 IR2 1. 2. 3. 4. 7. Dari percobaan, siswa diminta menganalisis dan menyimpulkan hasil demonstrasi. Pertanyaan: 1) Apakah rangkaian 3a dan 3b sama? 2) Bagaiman nyala lampu (rangkaian seperti gambar 3a) jika salah satu lampu mati? 3) Dari hasil pengukuran (pada tabel), - Apakah I = IR1 = IR2? - Apakah Vs = VR1 + VR2 - Apa yang terjadi dengan I (kuat arus) dan V pada masing-masing hambatan R, jika Vs diperbesar? Bagaimana jika Vs diperkecil?

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Lampiran D - Apa yang terjadi dengan I dan V, jika hambatan R diperbesar? Bagaimana jika R diperkecil? - Bagaimana persamaan R pengganti pada rangkaian seri? Kesimpulanmu: ............................................................................................. ............................................................................................. ............................................................................................. ............................................................................................. • Demonstrasi IV Mengidentifikasi sifat-sifat rangkaian paralel seperti: pengaruh terputusnya salah satu beban (lampu) pada rangkaian, adanya arus listrik, tegangan, dan hambatan. Langkah-langkah kegiatan: 1. Sebelum melakukan demonstrasi, peneliti mengajak siswa berdiskusi dengan mengajukan beberapa pertanyaan pembuka: - L3 L2 L1 Vs Apakah yang kamu ketahui dari kedua rangkaian disamping? (gambar 4a dan Gambar 4a gambar 4b) - Apa yang terjadi dengan lampu yang lain jika rangkaian salah (gambar satu 4a) lampu pada mati? Dan apakah setelah salah satu lampu mati, R1 R2 Vs Gambar 4b nyala lampu lain semakin terang? Mengapa? - Menurut perkiraanmu, bagaimana besar tegangan pada masing-masing beban? (gambar 4a maupun gambar 4b)

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Lampiran D 2. Setelah diskusi, peneliti merangkai alat demonstrasi seperti gambar 4a, kemudian mengambil salah satu lampu dan siswa diminta mengamati peristiwa yang terjadi. Siswa diminta mencatat hasil pengamatan. 3. Kemudian peneliti mengubah rangkaian menjadi seperti gambar 4b. 4. Dari rangkaian 4b, hambatan R keduanya dijaga tetap. Peneliti mengubahubah tegangan (Vs). Kemudian I dan V pada masing-masing hambatan R diukur. 5. Selanjutnya, dengan rangkaian yang sama peneliti mengubah-ubah R (R1 dan R2) sedangkan tegangan (Vs) dijaga tetap. Kemudian I dan V pada masing-masing hambatan R diukur. 6. Siswa diminta mencatat data pengamatan (langkah 4 dan 5) pada tabel berikut: No. Vs R1 R2 VR1 VR2 I IR1 IR2 1. 2. 3. 4. 7. Dari percobaan, siswa diminta menganalisis dan menyimpulkan hasil demonstrasi. Pertanyaan: 1) Apakah rangkaian 4a dan 4b sama? 2) Bagaiman nyala lampu (rangkaian seperti gambar 4a) jika salah satu lampu mati? 3) Dari hasil pengukuran (pada tabel), - Apakah I = IR1 + IR2? - Apakah Vs = VR1 = VR2 - Apa yang terjadi dengan I (kuat arus) dan V pada masing-masing hambatan R, jika Vs diperbesar? Bagaimana jika Vs diperkecil? - Apa yang terjadi dengan I dan V, jika hambatan R diperbesar? Bagaimana jika R diperkecil?

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Lampiran D Kesimpulanmu: ............................................................................................. ............................................................................................. ............................................................................................. ............................................................................................. • Demonstrasi V Mengetahui hal-hal yang mempengaruhi terang redupnya nyala sebuah lampu (daya). Langkah kegiatan: 1. Sebelum merangkai alat, peneliti memberikan pertanyan apersepsi mengenai beberapa spesifikasi lampu. Misal lampu dengan tulisan 220 V, 5 W. Dan apa yang terjadi jika lampu tersebut dipasang pada tegangan kurang dari 220V atau lebih dari 220V? L 2. Peneliti merangkai rangkaian seperti gambar 5. 3. Peneliti mengganti lampu L dengan spesifikasi yang berbeda-beda. (2.5V, 0.5A; 3.8V, 0.5A dan 4.8, 0.5A) Vs 4. Gambar 5 Siswa mengamati nyala lampu dari spesifikasi yang berbeda. Lampu manakah yang menyala paling terang atau redup, jika tegangan sumber (Vs) sama? Bagaimana nyala lampu jika sumber tegangan (Vs) diubah-ubah atau tidak sama? 5. Siswa mencatat data dalam tabel berikut: Spesifikasi lampu No. 1 2 3 Daya Tegangan (Watt) (Volt) Hambatan Lampu Tegangan Arus yang Sumber mengalir (Vs) (I) Nyala Lampu

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran D 134 4 5 6 6. Dari data, siswa diajak untuk menganalisis dan menarik kesimpulan serta merumuskan hasil percobaan di atas. Pertanyaan: 1) Ada 3 lampu yang akan dipasang pada rangkaian seperti gambar 5; Lampu A dengan spesifikasi 6V, 5W Lampu B dengan spesifikasi 6V, 8W Lampu C dengan spesifikasi 6V, 10W Dari ketiga lampu tersebut, lampu manakah yang menyala aling terang jika dihubungkan dengan sumber tegangan 6V? Mengapa? 2) Ada 2 lampu dengan spesifikasi 6V, 5W dan 3V, 5W. Dari kedua lampu tersebut, lampu manakah yang menyala lebih terang jika dipasang pada sumber tegangan 6V? Mengapa? 3) Apakah arti spesifikasi lampu 220V, 5W? Apa yang terjadi jika lampu tersebut dipasang pada tegangan 110V atau 240V? Kesimpulan dari percobaan: ................................................................ ................................................................ ................................................................

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Lampiran E.1 Tabel 4.1. Persentase Skor Pretes dan Tingkat Pemahaman Skor No. Soal Siswa Pilihan Ganda Bertingkat (skor maks 3) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Uraian (skor maks = 2) 10a 10b 11a 11b 12a 12b 13 14 15 1 Tingkat Total Presentase 45 (%) 21.5 47.78 Sangat Kurang 24.5 54.44 Kurang 21 46.67 Sangat Kurang 20 44.44 Sangat Kurang 27 60.00 Cukup 19.5 43.33 Sangat Kurang Pemahaman 1. 0 1.5 0 0 0 2 2.5 0 3 2 2 0 2 2 - 2 1.5 3. 3 1.5 0 1.5 2 1.5 3 0 0 1.5 2 0 - 2 1.5 2 1.5 1.5 4. 0 1.5 0 0 3 1 3 0 0 2 2 0 0 2 1.5 1 5. 0 1.5 0 - 2 1.5 3 0 0 1.5 2 0 1 2 1.5 1 6. 0 1.5 0 0 3 3 3 0 3 2 2 2 2 2 0 0 7. 0 1.5 1 1.5 2 1 2.5 0 0 - 2 0 0 2 1.5 8. 0 1.5 0 1.5 0 1 3 3 0 2 2 2 2 2 2 2 1.5 1.5 27 60.00 Cukup 9. 1 - - - 1 1 1 1 0 0 1 1 2 - 2 1.5 1.5 17 37.78 Sangat Kurang 10. 2 1.5 1 1.5 2 2 3 0 0 1.5 2 0 0 2 1.5 2 1.5 1.5 25 55.56 Kurang 11. 0 3 2.5 0 3 3 1.5 0 1 0 0 1 2 0 1 22 48.89 Sangat Kurang 12. 0 1.5 0 1.5 3 1.5 3 0 0 1.5 2 0 - 2 1.5 1 1.5 1.5 21.5 47.78 Sangat Kurang 13. 0 1.5 0 0 0 1.5 3 0 3 1.5 2 2 2 2 0 0 1.5 1.5 21.5 47.78 Sangat Kurang 14. 3 1.5 0 0 3 1 2 0 3 2 2 0 2 2 0 26 57.78 Kurang 15. 0 1.5 0 0 3 0 3 2 2 2 2 2 0 25.5 56.67 Kurang 3 2 1.5 1.5 2 2 1.5 1.5 2 1.5 1.5 1.5 1.5 1 1 1.5 1.5 1.5 2 1.5 1.5

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 Lampiran E.1 16. 0 17. 2 0 1.5 2 2 3 0 0 1 0 0 0 2 1.5 1 0 1.5 0 1.5 2 1.5 3 0 0 1.5 2 0 1 2 1.5 1 18. 2 0 1.5 3 1.5 3 0 0 1 1 0 2 2 1.5 19. 0 1.5 1 1.5 2 1.5 3 0 0 1.5 2 0 0 2 20. 0 0 1 0 1 1 3 1 1.5 0 0 - 21. 3 1.5 1 1.5 2 1.5 3 0 0 2 2 0 22. 3 1.5 0 2 2 1.5 3 0 0 1.5 2 23. 0 1.5 1 2 3 2 3 0 0 1.5 24. 3 1.5 1 0 3 1.5 3 0 3 25. 0 2 3 3 0 1 3 0 26. 0 1 0 2 3 1.5 1 28. 0 1.5 1 0 3 1.5 29. 0 2.5 0 0 3 30. 1 1 0 0 2 3 3 20 44.44 Sangat Kurang 1.5 1.5 21.5 47.78 Sangat Kurang 2 1.5 1.5 25.5 56.67 Kurang 1.5 2 1.5 1.5 22.5 50.00 Kurang 2 1.5 1 1.5 1.5 19 42.22 Sangat Kurang 0 2 1.5 2 1.5 1.5 26 57.78 Kurang 0 0 2 1.5 2 1.5 1.5 25 55.56 Kurang 2 0 1.5 2 1.5 1 1.5 1.5 25 55.56 Kurang 2 0 2 2 2 0 2 30 66.67 Cukup 0 0 0 0 0 2 1.5 2 1.5 1.5 20.5 45.56 Sangat Kurang 1 1 1 0 0 - 2 1.5 1.5 1.5 1.5 19.5 43.33 Sangat Kurang 2 0 3 2 2 2 2 2 0 2 27 60.00 Cukup 2 2 0 1.5 2 0 0 0 2 0 2 21 46.67 Sangat Kurang 1 3 0 3 0 Total - 2 - 2 0 2 21 Total 46.67 Sangat Kurang Presentase Skor Rata-rata Kelas = Jumlah Skor × 100% Jumlah Siswa × Skor Maksimum = 2 2 2 2 1.5 1.5 2 2 1.5 1.5 642.5 × 100% = 50.99% 28 × 45 642.5

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran E.2 137 Tabel 4.2. Persentase Jumlah Jawaban Soal Pretes Setiap Siswa Berdasarkan CRI Jawaban Siswa Kurang Pengetahuan No. Konsep Benar Siswa Alasan dan Jawaban Benar Jawaban Benar Jawaban Salah Miskonsepsi Tidak Menjawab Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Soal (%) Soal (%) Soal (%) Soal (%) Soal (%) Soal (%) 1. 6 33.33 3 16.67 2 11.11 0 0 6 33.33 1 5.56 3. 5 27.78 5 27.78 3 16.67 1 5.56 3 16.67 1 5.56 4. 5 27.78 3 16.67 3 16.67 0 0 7 38.89 0 0 5. 3 16.67 5 27.78 4 22.22 1 5.56 4 22.22 1 5.56 6. 6 33.33 5 27.78 1 5.56 0 0 6 33.33 0 0 7. 2 11.11 6 33.33 4 22.22 1 5.56 4 22.22 1 5.56 8. 6 33.33 5 27.78 3 16.67 0 0 4 22.22 0 0 9. 3 16.67 2 11.11 7 38.89 0 0 2 11.11 4 22.22 10. 4 22.22 7 38.89 3 16.67 1 5.56 3 16.67 0 0 11. 4 22.22 2 11.11 6 33.33 0 0 6 33.33 0 0 12. 4 22.22 4 22.22 4 22.22 0 0 5 27.78 1 5.56 13. 6 33.33 3 16.67 2 11.11 0 0 7 38.89 0 0

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran E.2 138 14. 5 27.78 6 33.33 2 11.11 1 5.56 4 22.22 0 0 15. 6 33.33 4 22.22 3 16.67 0 0 5 27.78 0 0 16. 4 22.22 4 22.22 3 16.67 0 0 7 38.89 0 0 17. 3 16.67 5 27.78 5 27.78 0 0 5 27.78 0 0 18. 5 27.78 5 27.78 4 22.22 1 5.56 3 16.67 0 0 19. 4 22.22 5 27.78 4 22.22 0 0 5 27.78 0 0 20. 3 16.67 4 22.22 5 27.78 0 0 5 27.78 1 5.56 21. 6 33.33 4 22.22 4 22.22 0 0 4 22.22 0 0 22. 5 27.78 6 33.33 2 11.11 0 0 5 27.78 0 0 23. 4 22.22 7 38.89 3 16.67 0 0 4 22.22 0 0 24. 6 33.33 5 27.78 3 16.67 0 0 4 22.22 0 0 25. 5 27.78 4 22.22 1 5.56 2 11.11 6 33.33 0 0 26. 2 11.11 5 27.78 6 33.33 0 0 4 22.22 1 5.56 28. 6 33.33 5 27.78 3 16.67 0 0 4 22.22 0 0 29. 6 33.33 3 16.67 1 5.56 2 11.11 6 33.33 0 0 30. 6 33.33 2 11.11 3 16.67 0 0 5 27.78 2 11.11 Total 130 124 94 10 133 13 Rerata 25.79 24.60 18.65 1.98 26.39 2.58

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran E.2 139 Rerata diperoleh dari perhitungan berikut: *) Rerata Konsep Benar = 130 Jumlah Soal pada Konsep Benar × 100% = × 100% = 25.79% (18)(28) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) *) Rerata Kurang Pengetahuan: Alasan dan Jawaban Benar = 124 Jumlah Soal × 100% = × 100% = 24.60% (18)(28) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) Jawaban Benar = Jumlah Soal 94 × 100% = × 100% = 18.65% (18)(28) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) Jawaban Salah = Jumlah Soal 10 × 100% = × 100% = 1.98% (18)(28) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) Total rerata Kurang Pengetahuan = (24.60 + 18.65 + 1.98)% = 45.23% *) Rerata Miskonsepsi = *) Rerata Soal Tidak dijawab = Jumlah Soal pada Miskonsepsi 133 × 100% = × 100% = 26.39% (18)(28) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) Jumlah Soal tidak dijawab 13 × 100% = × 100% = 2.58% (18)(28) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa)

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Lampiran E.3 Tabel 4.3. Persentase Jumlah Siswa Pada Setiap Soal Pretes Berdasarkan CRI Jawaban Siswa Kurang Pengetahuan No. Konsep Benar Soal Alasan dan Jawaban Benar Jawaban Benar Jawaban Salah Miskonsepsi Tidak Menjawab Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Siswa (%) Siswa (%) Siswa (%) Siswa (%) Siswa (%) Siswa (%) 1. 5 17.86 2 7.14 2 7.14 0 0 19 67.86 0 0 2. 3 10.71 5 17.86 20 71.43 0 0 0 0 0 0 3. 2 7.14 0 0 8 28.57 0 0 17 53.57 1 3.57 4. 1 3.57 4 14.29 11 39.29 0 0 10 35.71 2 7.14 5. 8 28.57 12 42.86 0 0 0 0 7 25.00 1 3.57 6. 2 7.14 5 17.86 21 75.00 0 0 0 0 0 0 7. 14 50.00 10 35.71 4 14.29 0 0 0 0 0 0 8. 2 7.14 0 0 3 10.71 3 10.71 20 71.43 0 0 9. 7 25.00 1 3.57 4 14.29 3 10.71 13 46.43 0 0 10a. 8 28.57 12 42.86 4 14.29 0 0 3 10.71 1 3.57 10b. 11 39.29 7 25.00 1 3.57 0 0 8 28.57 1 3.57 11a. 7 25.00 0 0 1 3.57 2 7.14 18 64.29 0 0

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 Lampiran E.3 11b. 8 28.57 2 7.14 4 14.29 2 7.14 7 25.00 5 17.86 12a. 28 100.00 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12b. 1 3.57 16 57.14 0 0 0 0 9 32.14 2 7.14 13 14 53.57 4 10.71 8 28.57 0 0 2 7.14 0 0 14. 5 17.86 22 78.57 1 3.57 0 0 0 0 0 0 15. 14.29 22 124 78.57 2 94 7.14 0 10 0 0 133 0 0 13 0 Total 4 130 Rerata 25.79 24.60 18.65 1.98 26.39 Rerata diperoleh dari perhitungan berikut: *) Rerata Konsep Benar = 130 Jumlah Siswa pada Konsep Benar × 100% = × 100% = 25.79% (18)(28) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) *) Rerata Kurang Pengetahuan: Alasan dan Jawaban Benar = 124 Jumlah Siswa × 100% = × 100% = 24.60% (18)(28) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) Jawaban Benar = Jumlah Siswa 94 × 100% = × 100% = 18.65% (18)(28) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) Jawaban Salah = Jumlah Siswa 10 × 100% = × 100% = 1.98% (18)(28) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) 2.58

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 Lampiran E.3 Total rerata Kurang Pengetahuan = (24.60 + 18.65 + 1.98)% = 45.23% *) Rerata Miskonsepsi= Jumlah Siswa pada Miskonsepsi 133 × 100% = × 100% = 26.39% (18)(28) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) *) Rerata Siswa Tidak Menjawab = Jumlah Siswa tidak menjawab 13 × 100% = × 100% = 2.58% (18)(28) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa)

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran F.1 143 Tabel 4.9. Persentase Skor Postes dan Tingkat Pemahaman Skor No. Soal Siswa Pilihan Ganda Bertingkat (skor maks 3) Uraian (skor maks = 2) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1. 3 3 0 0 0 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2. 3 3 3 3 3 2 3 0 3 2 2 2 2 3. 3 3 3 3 3 1 3 3 3 2 2 0 4. 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 5. 3 3 3 3 3 1 3 3 3 2 6. 3 0 3 3 3 1 3 3 3 7. 3 3 3 1 3 3 3 3 8. 3 3 0 0 0 2 3 9. 3 3 3 3 3 1 10. 3 3 3 3 3 11. 3 3 3 1 12. 3 3 3 3 13. 3 3 3 3 14. 3 3 0 3 Presentase 45 (%) Tingkat Pemahaman 13 14 15 0 2 2 2 34 75.56 Baik 2 2 2 2 2 41 91.11 Sangat Baik 2 2 2 2 2 2 41 91.11 Sangat Baik 0 1 2 2 0 2 2 40 88.89 Sangat Baik 2 2 2 2 2 2 2 2 43 95.56 Sangat Baik 0 2 2 - 2 2 1 2 1.5 34 75.56 Baik 3 2 2 0 0 2 2 1.5 2 2 38.5 85.56 Baik 3 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 71.11 Cukup 3 3 0 2 2 2 1 2 2 2 2 2 38 84.44 Baik 1 3 3 3 2 2 0 2 2 2 2 2 2 41 91.11 Sangat Baik 3 1 0 3 0 2 2 2 2 2 2 - 32 75.56 Baik 3 1 2 3 3 2 2 0 1 2 2 1.5 2 2 38.5 85.56 Baik 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 44 97.78 Sangat Baik 3 2 0 2 2 0 2 2 - - 2 2 30 66.67 Cukup 2.5 2.5 3 1 10a 10b 11a 11b 12a 12b Total 1.5 1.5

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran F.1 144 15. 1 - 3 1 3 1.5 3 1 0 - 0 2 2 2 0 2 2 2 25.5 56.67 Kurang 16. 3 3 3 3 3 1 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 43 95.56 Sangat Baik 17. 3 3 1 3 3 1 3 3 3 2 2 0 1 2 2 - 2 2 36 80.00 Baik 18. 3 3 2 1.5 3 2 3 1.5 3 2 2 0 2 2 2 2 2 2 38 84.44 Baik 19. 3 3 3 3 3 1.5 3 3 1.5 2 2 0 1 2 2 1.5 2 2 38.5 85.56 Baik 20. 3 0 0 1 3 3 3 3 1 - 2 2 2 2 2 2 2 2 33 73.33 Cukup 21. 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 45 100.00 Sangat Baik 22. 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 0 1 2 2 1.5 2 2 40.5 90.00 Sangat Baik 23. 3 3 2.5 3 2.5 1 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 42 93.33 Sangat Baik 24. 1 1 0 3 3 1.5 1 3 0 2 2 1 1 2 - - 2 2 25.5 56.67 Kurang 25. 3 3 1 2 2 0 3 2.5 0 2 1 0 0 2 2 2 2 2 29.5 65.56 Cukup 26. 3 0 0 1 3 3 1 1 1 - 2 1.5 2 2 2 2 2 2 28.5 63.33 Cukup 27. 3 - 2.5 3 3 - 2 3 0 2 2 2 2 2 2 1.5 2 1.5 33.5 74.44 Baik 28. 3 3 0 0 0 1 - - - - - 2 2 2 - 2 2 2 19 42.22 Sangat Kurang 29. 3 - 1.5 3 3 3 3 3 0 2 2 2 2 2 2 2 36.5 81.11 Baik 30. 1 2 1 3 2 1 3 3 0 2 Total 2 2 2 2 2 2 34 75.56 Baik Presentase Skor Rata-rata Kelas = Jumlah Skor × 100% Jumlah Siswa × Skor Maksimum 1.5 1.5 2 2 1076 = 1076 × 100% = 79.70% 30 × 45

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 Lampiran F.2 Tabel 4.10. Persentase Jumlah Jawaban Soal Postes Siswa Berdasarkan CRI Jawaban Siswa Kurang Pengetahuan No. Konsep Benar Siswa Alasan dan Jawaban Benar Jumlah Persen (%) Jumlah Persen (%) Jawaban Benar Jumlah Persen (%) Jawaban Salah Jumlah Persen (%) Miskonsepsi Jumlah Persen (%) Tidak Menjawab Jumlah Persen (%) 1. 14 77.78 0 0 0 0 1 5.56 3 16.67 0 0 2. 16 88.89 1 5.56 0 0 1 5.56 0 0 0 0 3. 16 88.89 0 0 1 5.56 0 0 1 5.56 0 0 4. 15 83.33 0 0 1 5.56 1 5.56 1 5.56 0 0 5. 17 94.44 0 0 1 5.56 0 0 0 0 0 0 6. 11 61.11 2 11.11 2 11.11 1 5.56 1 5.56 1 5.56 7. 14 77.78 1 5.56 1 5.56 1 5.56 1 5.56 0 0 8. 13 72.22 1 5.56 0 0 0 0 4 22.22 0 0 9. 14 77.78 1 5.56 2 11.11 1 5.56 0 0 0 0 10. 15 83.33 1 5.56 1 5.56 0 0 1 5.56 0 0 11. 5 27.78 8 44.44 2 11.11 2 11.11 0 0 1 5.56 12. 14 77.78 1 5.56 2 11.11 0 0 1 5.56 0 0

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 Lampiran F.2 13. 15 83.33 3 16.67 0 0 0 0 0 0 0 0 14. 11 61.11 1 5.56 1 5.56 1 5.56 2 11.11 2 11.11 15. 8 44.44 2 11.11 3 16.67 1 5.56 2 11.11 2 11.11 16. 17 94.44 0 0 1 5.56 0 0 0 0 0 0 17. 13 72.22 0 0 3 16.67 0 0 1 5.56 1 5.56 18. 13 72.22 4 22.22 0 0 0 0 1 5.56 0 0 19. 13 72.22 3 16.67 1 5.56 0 0 1 5.56 0 0 20. 12 66.67 1 5.56 2 11.11 0 0 2 11.11 1 5.56 21. 17 94.44 1 5.56 0 0 0 0 0 0 0 0 22. 14 77.78 2 11.11 1 5.56 0 0 1 5.56 0 0 23. 15 82.33 2 11.11 1 5.56 0 0 0 0 0 0 24. 8 44.44 1 5.56 5 27.78 1 5.56 1 5.56 2 11.11 25. 8 44.44 4 22.22 2 11.11 1 5.56 3 16.67 0 0 26. 10 55.56 1 5.56 4 22.22 1 5.56 1 5.56 1 5.56 27. 11 61.11 4 22.22 0 0 0 0 1 5.56 2 11.11 28. 8 44.44 0 0 1 5.56 0 0 3 16.67 6 33.33 29. 13 72.22 3 16.67 0 0 1 5.56 0 0 1 5.56 30. 12 66.67 2 11.11 3 16.67 0 0 1 5.56 0 0 Total 382 50 41 14 33 20 Rerata 70.56 9.26 7.59 2.59 6.11 3.89

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 Lampiran F.2 Rerata diperoleh dari perhitungan berikut: *) Rerata Konsep Benar = 382 Jumlah Total Soal pada Konsep Benar × 100% = × 100% = 70.56% (18)(30) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) *) Rerata Kurang Pengetahuan: Alasan dan Jawaban Benar = 50 Jumlah Total Soal × 100% = × 100% = 9.26% (18)(30) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) Jawaban Benar = Jumlah Total Soal 41 × 100% = × 100% = 7.59% (18)(30) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) Jawaban Salah = Jumlah Total Soal 14 × 100% = × 100% = 2.59% (18)(30) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) Total rerata Kurang Pengetahuan = (9.26 + 7.59 + 2.59)% = 19.44% *) Rerata Miskonseps i = *) Rerata Soal Tidak dijawab = Jumlah Total Soal pada Miskonsepsi 33 × 100% = × 100% = 6.11% (18)(30) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) Jumlah Total Soal tidak dijawab 20 × 100% = × 100% = 3.89% (18)(30) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa)

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 Lampiran F.3 Tabel 4.11. Persentase Jumlah Siswa Pada Setiap Soal Postes Berdasarkan CRI Jawaban Siswa Kurang Pengetahuan No. Konsep Benar Siswa Alasan dan Jawaban Benar Jumlah Persen (%) Jumlah Persen (%) Jawaban Benar Jumlah Persen (%) Jawaban Salah Jumlah Persen (%) Miskonsepsi Jumlah Persen (%) Tidak Menjawab Jumlah Persen (%) 1. 26 86.67 1 3.33 3 10.00 0 0 0 0 0 0 2. 22 73.33 1 3.33 1 3.33 1 3.33 2 6.67 3 10.00 3. 14 46.67 6 20.00 3 10.00 1 3.33 6 20.00 0 0 4. 20 66.67 2 6.67 5 16.67 0 0 3 10.00 0 0 5. 21 70.00 6 20.00 0 0 0 0 3 10.00 0 0 6. 8 26.67 7 23.33 13 43.33 1 3.33 0 0 1 3.33 7. 23 76.67 3 10.00 2 6.67 1 3.33 0 0 1 3.33 8. 22 73.33 4 13.33 2 6.67 1 3.33 0 0 1 3.33 9. 15 50.00 2 6.67 2 6.67 6 20.00 4 13.33 1 3.33 10a. 23 76.67 2 6.67 0 0 0 0 1 3.33 4 13.33

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 Lampiran F.3 10b. 26 86.67 1 3.33 1 3.33 0 0 1 3.33 1 11a. 16 53.33 2 6.67 1 3.33 0 0 11 36.67 0 11b. 20 66.67 0 0 7 23.33 1 3.33 1 3.33 1 3.33 12a. 30 100 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12b. 24 80.00 1 3.33 0 0 1 3.33 1 3.33 3 10.00 13 19 63.33 5 16.67 1 3.33 1 3.33 0 0 4 13.33 14. 27 90.00 3 10.00 0 0 0 0 0 0 0 0 15. 86.67 4 50 13.33 0 41 0 0 14 0 0 33 0 0 20 0 Total 26 382 Rerata 70.56 9.26 7.59 2.59 6.11 Rerata diperoleh dari perhitungan berikut: *) Rerata Konsep Benar = Jumlah Total Siswa pada Konsep Benar 382 × 100% = × 100% = 70.56% (18)(30) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) *) Rerata Kurang Pengetahuan: Alasan dan Jawaban Benar = 50 Jumlah Total Siswa × 100% = × 100% = 9.26% (18)(30) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) 3.89 3.33

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 Lampiran F.3 Jawaban Benar = 41 Jumlah Total Siswa × 100% = × 100% = 7.59% (18)(30) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) Jawaban Salah = Jumlah Total Siswa 14 × 100% = × 100% = 2.59% (18)(30) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) Total rerata Kurang Pengetahuan = (9.26 + 7.59 + 2.59)% = 19.44% *) Rerata Miskonsepsi = 33 Jumlah Total Siswa pada Miskonsepsi × 100% = × 100% = 6.11% (18)(30) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa) *) Rerata Siswa Tidak Menjawab = 20 Jumlah Total Siswa tidak Menjawab × 100% = × 100% = 3.89% (18)(28) (Jumlah Soal)(Jumlah Siswa)

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 Lampiran G.1 Wawancara I (wawancara pretes) Partisispan 1 (siswa no.4) P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P : Perhatikan gambar 1, dari beberapa gambar tersebut, manakah rangkaian yang dikatakan seri, paralel dan rangkaian kombinasi seri-paralel? : gambar c dan d seri, b paralel dan a campuran : Gambar.1a campuran? : iya... (bingung) .....eh....ga dink, itu seri..... : Kok bisa....? : iya bisa..karena kabelnya aja yang dibuat melekuk-lekuk dan dibuat beda biar bingung tapi sebenarnya itu rangkaiannya seri... ya,kan.... : Trus, menurut kamu...ciri rangkaian seri tuh gimana toh?? : rangkaian seri tuh..rangkaian hambatannya segaris dan sejajar dan arusnya cuma satu....seperti gambar 1c : Lha, gambar 1a itu sama dengan gambar 1c? : iya...itu kan mirip...mirip kayak gambar 1d tetapi kabelnya aja yang dilekuk-lekuk aneh gitu.... : Kalo..paralel? : ya kayak gambar 1 b.... : Coba sekarang lihat gambar 2..! Menurut kamu lampu bisa menyala ga? : ya ga lah...itu kan ada yang tidak terhubung : kalo tidak terhubung....lalu.... : ya kalo tidak terhubung ya tidak menyala....kan tidak ada arus pada rangkaian : Lalu, kira-kira jika titik A dan B itu dipasang pengukur tegangan apakah ada tegangan? : tidak.... : Kenapa... : ya kan rangkaiannya terbuka...jadi tidak ada arus yang mengalir kalo tidak ada arus berarti tidak ada tegangan juga.... : Jadi, menurut kamu kalo ga ada arus berarti ga ada tegangan juga? : Hee..emm... : Mmm....sekarang perhatikan gambar 3.. Nah, dari gambar rangkaian tersebut.. menurut kamu arus yang melalui amperemeter A1, A2 dan A3 sama atau tidak? : yang sama A1 dan A3 tetapi berbeda dengan A2.. : Alasannya apa....? : Karena I masuk sama dengan I keluar dan tergantung juga sama letak terhadap baterai : Seandainya R1 diubah-ubah (diperbesar), apakah kuat arus I pada rangkaian akan berubah? : berubah..I pada rangkaian menjadi lebih kecil : Trus, bagaimana I yang terukur pada A1, A2 dan A3? : kayak jawabanku tadi... yang sama A1 dan A3 tetapi berbeda dengan A2.. : O...gitu ya.... : he..em menurut ku sie gitu... : Selanjutnya lihat gambar 4.. Disitu terlihat rangkaian apa? : Rangkaian paralel... : Nah, jika R1 dan R2 sama... Kira-kira I yang melalui R1 dan R2 sama tidak? : tidak...lebih besar yang R1, karena dekat dengan baterai... : Lalu, jika R1 lebih besar dari R2... Kira-kira I yang melalui R1 dan R2 sama tidak?

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran G.1 S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 152 : tidak...lebih besar yang R2, karena hambatannya lebih kecil dari R1 : Lihat gambar 5... Menurutmu jika R1 dan R2 sama, tegangan yang terukur pada R1 dan R2 sama atau tidak? : V-nya sama.... : kalo, R1 > R2, tegangan yang terukur pada R1 dan R2 sama atau tidak? : ga tau.... : Lihat gambar 6... Menurutmu jika R1 dan R2 sama, tegangan yang terukur pada R1 dan R2 sama atau tidak? : ga tau.... mang tegangan tu apa sih..... saya ga ngerti...bingung.... : Ya udah kalo ga ngerti... Coba sekarang Lihat gambar 7... Jika ada rangkaian lampu seperti gambar, Jika lampu L2 mati, bagaimana dengan lampu yang lain? : Lampu yang lain mati... : mengapa? : ya karena aliran arus terputus dan pada rangkaian seri itu...jika satu lampu mati, maka lampu yang lain juga akan mati... : Sekarang ganti ke gambar 8. Kalo L2 mati, bagaimana dengan lampu yang lain? : yang lain akan tetap menyala... : Trus...nyalanya akan lebih terang tidak? : mmm...lebih terang dong... karena bebannya berkurang sehingga nyalanya jadi lebih terang... : Perhatikan gambar 9. Dari beberapa gambar tersebut, lampu mana yang menyala terang? Dan mengapa? : lampu pada gambar a. Karena baterainya tersusun seri. : Perhatikan gambar 10. menurut kamu, lampu mana yang menyala paling terang? mengapa? : Lampu A paling terang, yang lain makin redup. Alasan dipengaruhi oleh panjang kabel dan karena arus dipakai pertama kali oleh lampu A Partisispan 2 (siswa no.6) P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 : Perhatikan gambar 1, dari beberapa gambar tersebut, manakah rangkaian yang dikatakan seri, paralel dan rangkaian kombinasi seri-paralel? : gambar c dan d seri, b paralel dan a campuran : Gambar.1a campuran? : iya... itu gabungan antara seri dan parelel : dari gambar campuran tersebut, mana yang seri dan mana yang paralel? : R1, R3 dan R4 seri sedangkan R1, R2 dan R3 paralel : Kok... R1, R3 dan R4 seri? Kenapa? : ya..karena beban/hambatan terangkai segaris : Lha, trus R1, R2 dan R3 kok bisa paralel kanapa? : karena susunannya bertingkat... : Mana yang bertingkat? : ya... R1, R2 dan R3... Kan R1 dan R2 bertingkat trus antara R2 dan R3 ada cabang... : Coba sekarang lihat gambar 2..! Menurut kamu lampu bisa menyala ga? : tidak...karena ada yang tidak tersambung sehingga tidak ada arus yang mengalir : Lalu, jika pada titik A dan B diukur apakah ada tegangan? : ada.. : Kenapa... : ya..karena ada baterai...

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran G.1 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 153 : Oke..sekarang perhatikan gambar 3.. Nah, dari gambar rangkaian tersebut.. menurut kamu arus yang melalui amperemeter 1 (A1), A2 dan A3 sama atau tidak? : A1 dan A3 sama tetapi berbeda dengan A2.. : Alasannya apa....? : Karena I yang melalui A1 belum melewati hambatan... : lalu, seandainya R1 diubah-ubah (diperbesar), apakah kuat arus I pada rangkaian akan berubah? : berubah..I pada rangkaian menjadi lebih kecil : Trus, bagaimana I yang terukur pada A1, A2 dan A3? : tetap yang sama A1 dan A3 tetapi berbeda dengan A2.. : O...gitu ya.... : iya.... : Selanjutnya lihat gambar 4.. Disitu terlihat rangkaian apa? : Rangkaian paralel... : Jika R1 = R2, Kira-kira I yang melalui R1 dan R2 sama tidak? : sama... : kenapa? : mmm...... : Lalu, jika R1 lebih besar dari R2... Kira-kira I yang melalui R1 dan R2 sama tidak? : tidak...lebih besar yang R2, karena hambatannya lebih kecil dari R1 : Lihat gambar 5... Menurutmu jika R1 dan R2 sama, tegangan yang terukur pada R1 dan R2 sama atau tidak? : V pada R1 sama dengan V pada R2... tapi berbeda dengan Vs : Kenapa beda sama Vs? : karena pada rangkaian seri itu... Vs itu sama dengan jumlah dari V pada masingmasing hambatan R : Lihat gambar 6... Menurutmu jika R1 dan R2 sama, tegangan yang terukur pada R1 dan R2 sama atau tidak? : sama... : kalo, R1 tidak sama dengan R2, tegangan yang terukur pada R1 dan R2 sama atau tidak? : tetap sama... : Loh...kenapa? : ya karena pada rangkaian paralel besarnya tegangan pada percabangan salalu sama dengan tegangan sumber...jadi berapapun besarnya hambatan pada cabang itu..V-nya tetap sama... : ooo....gitu ya... : ya... : Coba sekarang Lihat gambar 7... Jika ada rangkaian lampu seperti gambar, Jika lampu L2 mati, bagaimana dengan lampu yang lain? : Lampu yang lain akan mati... : mengapa? : karena aliran arus terputus pada lampu yang mati tersebut dan pada rangkaian seri itu...jika satu lampu mati, maka lampu yang lain juga akan mati... : Sekarang ganti ke gambar 8. Kalo L2 mati, bagaimana dengan lampu yang lain? : yang lain akan tetap menyala... : Trus...nyalanya akan lebih terang tidak? : nyalanya...tetap sama saja sebelum lampu L2 mati : Perhatikan gambar 9. Dari beberapa gambar tersebut, lampu mana yang menyala terang? Dan mengapa? : lampu pada gambar a. Karena baterainya tersusun seri.

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran G.1 P S2 P S2 154 : Perhatikan gambar 10. menurut kamu, lampu mana yang menyala paling terang? mengapa? : Lampu A paling terang karena arus pertama kali digunakan oleh lampu A sehingga semakin keujung semakin redup dan tergantung juga dengan letak kutub positif pada baterai... : Kalo, menurutmu yang mempengaruhi terang redupnya nyala lampu apa to? : menurut saya...yang mempengaruhi itu ya..kuat arus. Semakin besar kuat arus maka semakin terang nyala lampunya... Partisispan 3 (siswa no.7) P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 : Perhatikan gambar 1, dari beberapa gambar tersebut, manakah rangkaian yang dikatakan seri, paralel dan rangkaian kombinasi seri-paralel? : gambar c dan d seri, b paralel dan a campuran : Gambar.1a campuran? : iya... : Jika gambar tersebut campuran, mana yang seri dan mana yang paralel? : R1, R3 dan R4 seri sedangkan R1, R2 dan R3 paralel : Kok... R1, R3 dan R4 seri? Kenapa? : ya..karena beban/hambatan terangkai segaris : Lha, trus R1, R2 dan R3 kok bisa paralel kanapa? : karena susunannya bertingkat... : Mana yang bertingkat? : mmm....R1 dan R2 : L3? : karena ada cabang diantara R2 dan R3 : Itu namanya bertingkat? : hehehe...iya.. : Coba sekarang lihat gambar 2..! Menurut kamu lampu bisa menyala ga? : tidak...karena ada yang tidak tersambung sehingga tidak ada arus yang mengalir : Lalu, jika pada titik A dan B diukur apakah ada tegangan? : tidak.. : Kenapa... : ya..karena titik A dan B tidak terhubung.. : O...gitu ya... : ya...gitu deh.. : Mmm..sekarang perhatikan gambar 3.. Nah, dari gambar rangkaian tersebut.. menurut kamu arus yang melalui amperemeter 1 (A1), A2 dan A3 sama atau tidak? : mmm...kayaknya I pada A1, A2 dan A3 sama : Alasannya apa....? : Karena...rangkaiannya seri...hehehe kalo ga salah sih... : lalu, seandainya R1 diubah-ubah (diperbesar), apakah kuat arus I pada rangkaian akan berubah? : berubah..I pada rangkaian menjadi lebih kecil : Selanjutnya lihat gambar 4.. Disitu terlihat rangkaian apa? : Rangkaian paralel... : Jika R1 = R2, Kira-kira I yang melalui R1 dan R2 sama tidak? : tidak... : kenapa? : mmm......R1 kan lebih dekat dengan baterai/kutub positif...

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran G.1 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 155 : Lalu, jika R1 lebih besar dari R2... Kira-kira I yang melalui R1 dan R2 sama tidak? : tidak...lebih besar yang R2, karena hambatannya lebih kecil dari R1 : Lihat gambar 5... Menurutmu jika R1 dan R2 sama, tegangan yang terukur pada R1 dan R2 sama atau tidak? : Tegangan pada masing-masing R tetap sama meskipun tegangan sumber diubahubah... : Kok bisa? : karena rangkaiannya seri.... : Lihat gambar 6... Menurutmu jika R1 dan R2 sama, tegangan yang terukur pada R1 dan R2 sama atau tidak? : tidak... : Loh...kenapa? : karena dari gambar tersebut kan R1 lebih dekat dengan Vs jadi tegangannya lebih besar daripada tegangan pada R2 : ooo....gitu ya... : mmm...ya... : Coba sekarang Lihat gambar 7... Jika ada rangkaian lampu seperti gambar, Jika lampu L2 mati, bagaimana dengan lampu yang lain? : kayaknya...Lampu yang lain akan mati... : mengapa? : karena jika satu lampu mati, maka lampu yang lain juga akan mati... kayaknya sie..... : Sekarang ganti ke gambar 8. Kalo L2 mati, bagaimana dengan lampu yang lain? : yang lain akan tetap menyala... : Trus...nyalanya akan lebih terang tidak? : nyalanya...akan lebih terang karena arus yang digunakan berkurang : maksudnya?? : ya..karena satu lampu mati berarti pengguna arusnya juga makin berkurang...hehehe...kayaknya juga sie.... : Perhatikan gambar 9. Dari beberapa gambar tersebut, lampu mana yang menyala terang? Dan mengapa? : lampu pada gambar a. Karena baterainya tersusun seri. : Perhatikan gambar 10. menurut kamu, lampu mana yang menyala paling terang? mengapa? : Lampu A paling terang karena arus pertama kali digunakan oleh lampu A sehingga semakin keujung semakin redup dan tergantung juga dengan letak kutub positif pada baterai... : Kalo, menurutmu yang mempengaruhi terang redupnya nyala lampu apa to? : menurut saya...yang mempengaruhi itu ya..kuat arus. Semakin besar kuat arus maka semakin terang nyala lampunya... Partisispan 4 (siswa no.9) P S4 P S4 P S4 : Perhatikan gambar 1, dari beberapa gambar tersebut, manakah rangkaian yang dikatakan seri, paralel dan rangkaian kombinasi seri-paralel? : gambar c dan d seri, b paralel dan a campuran/kombinasi : Gambar.1a campuran? : iya... : Jika gambar tersebut campuran, mana yang seri dan mana yang paralel? : R1 dan R2 seri sedangkan R1 dan R2 terangkai paralel dengan R3 juga dengan R4

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran G.1 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P 156 : Coba sekarang lihat gambar 2..! Menurut kamu lampu bisa menyala ga? : tidak...karena rangkaiannya terbuka jadi tidak ada arus yang mengalir : Lalu, jika pada titik A dan B diukur dengan voltmeter apakah ada tegangan? : tidak.... : Alasannya apa..? : mmm.....(berfikir sejenak) eh...ada ding.. : Ada? : Iya...ada... : Kalo ada tegangan, alasannya apa? Or Kenapa? : mmm...karena masih ada arus yang mengalir... : Loh...katanya tadi tidak ada arus? Kalo ada arus berarti lampu bisa menyala dong? : oh...iya ya..mas.. mmm.... : Trus.... : mmm.....ya pokoknya dititik A dan B itu ada suatu reaksi jadi kalo diukur ada tegangan? : Reaksi apa? : mmm...ga tau.. tapi menurut saya tetap ada tegangan...gitu.... : Ya...sekarang perhatikan gambar 3.. Nah, dari gambar rangkaian tersebut.. menurut kamu arus yang melalui amperemeter A1, A2 dan A3 beda atau tidak? : mmm...kayaknya sama... : Alasannya apa....? : karena kuat arus pada rangkaian seri itu selalu sama... : ‘Selalu sama’ maksudnya gimana? : mmm...yang mengalir pada rangkaian itu sama... : Lalu, seandainya R1 diubah-ubah (diperbesar), apakah kuat arus I pada rangkaian berubah atau tetap sama sebelum R diubah-ubah? : berubah..I pada rangkaian menjadi lebih kecil : Selanjutnya lihat gambar 4.. Disitu terlihat rangkaian apa? : Rangkaian paralel... : Jika R1 = R2, menurut kamu I yang melalui R1 dan R2 sama tidak? : tidak... : kenapa? : mmm......R1 kan lebih dekat dengan baterai/kutub positif... : Lalu, jika R1 lebih besar dari R2... gimana I yang melalui R1 dan R2 sama tidak? : tidak...lebih besar yang R2, karena hambatannya lebih kecil dari R1 : Lihat gambar 5... Menurutmu jika R1 dan R2 sama, tegangan yang terukur pada R1 dan R2 sama atau tidak? : sama... : Jika R1 dan R2 tidak sama, tegangannya sama tidak? Kalo sama kenapa? : tetap sama...karena rangkaiannya seri.... : Lihat gambar 6... Menurutmu jika R1 dan R2 sama, tegangan yang terukur pada R1 dan R2 sama atau tidak? : sama : kenapa? : karena pada rangkaian paralel tuh...tegangannya selalu sama dan tidak dipengaruhi hambatan.. : Jika hambatan diperbesar atau diperkecil, tegangannya tetap sama? : iiya.... : Maksudnya ‘sama’, sama dengan yang mana to? : ya..antara V di R1 dan R2 : Trus...gimana jika dibandingkan dengan Vs (V sumber)? Sama tidak?

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran G.1 S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 157 : mmm...sama.. : Coba sekarang Lihat gambar 7... Jika ada rangkaian lampu seperti gambar, Jika lampu L2 mati, bagaimana dengan lampu yang lain? : jika L2 mati ya...lampu L1 nyala, L3 mati : Kalo yang mati lampu L3? : kalo yang mati L3... lampu L1 dan L2 nyala.. : Trus kalo yang mati lampu L1? : kalo yang mati L1... smua lampu mati... : Dari jawabanmu tadi, alasannya kenapa? Kenapa bisa begitu? : mmm....karena arah aliran arusnya kan dari positif... dan tergantung juga sama letak kutub positif baterai... : Gitu ya... : ho’o... : Sekarang ganti ke gambar 8. Kalo L2 mati, bagaimana dengan lampu yang lain? : yang lain akan tetap menyala... : Trus...nyalanya akan lebih terang tidak? : nyalanya...tetap sama terang... : Mengapa sama terang? : kan..rangkaiannya paralel...jadi tegangannya sama...berarti nyalanya juga sama... : Perhatikan gambar 9. Dari beberapa gambar tersebut, lampu mana yang menyala terang? Dan mengapa? : lampu pada gambar a. Karena baterainya tersusun seri. : Perhatikan gambar 10. menurut kamu, lampu mana yang menyala paling terang? mengapa? : Lampu A dan Lampu C menyala sama terang... : Mengapa sama terang? : kan terlihat kalo panjang kabelnya sama...jadi jarak dengan sumber tegangan sama... jadi nyalanya sama... : Jadi terang redupnya lampu dipengaruhi panjang kabel? : Iya...juga dipengaruhi tegangannya : Nah sekarang, coba bayangkan listrik pada perumahan.... Misalnya ada 5 rumah berurutan.... Menurut kamu lampu pada rumah nomor berapa yang menyala paling terang? Apakah pada rumah nomor 1 yang dekat dengan sumber tegangan/arus? Ato yang mana? : mmm...... bingung mas... ga tau... Partisispan 5(siswa no.13) P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 : Perhatikan gambar 1, dari beberapa gambar tersebut, manakah rangkaian yang dikatakan seri, paralel dan rangkaian kombinasi seri-paralel? : gambar c dan d seri, b paralel dan a campuran/kombinasi : Gambar.1a campuran? : iya... : Jika gambar tersebut campuran, mana yang seri dan mana yang paralel? : R1 dan R2 seri, R3 dengan R4 terangkai paralel : Udah....itu aja? : iya... : Sekarang perhatikan gambar 2..! Menurut kamu lampu bisa menyala ga? : tidak...karena rangkaiannya terbuka jadi tidak ada arus yang mengalir

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran G.1 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P 158 : Lalu, jika pada titik A dan B diukur dengan voltmeter apakah ada tegangan? : tidak.... : kenapa, tidak ada? : karena titik A dan B tidak terhubung... : Kalo tidak terhubung berarti tidak ada tegangan? : Iya...rangkaiannya di situ terbuka jadi tidak ada aliran arus.. : Kalo tidak ada arus, tidak ada tegangan juga? : iya... : Perhatikan gambar 3.. Nah, dari gambar rangkaian tersebut.. menurut kamu arus yang melalui amperemeter A1, A2 dan A3 beda atau tidak? : sama... kayaknya... : Alasannya apa....? : karena rangkaiannya seri mas... : Kalo seri, I-nya sama? : iya.. : Misalnya rangkaiannya diubah paralel....Seperi gambar 4, I-nya sama tidak? : tidak... : Trus...lebih besar yang mana? : lebih besar yang R1 : Kenapa? : karena lebih dekat dengan sumber tegangan... : Sekarang gambar gambar 5... Menurutmu jika R1 dan R2 sama, tegangan yang terukur pada R1 dan R2 sama atau tidak? : sama... : Jika R1 dan R2 tidak sama atau R-nya diubah-ubah, tegangannya sama tidak? Kalo sama kenapa? : tetap sama...karena rangkaiannya seri.... : Lihat gambar 6... Menurutmu jika R1 dan R2 sama, tegangan yang terukur pada R1 dan R2 sama atau tidak? : sama : Seandainya R diubah-ubah (R1 maupun R2) diperbesar atau diperkecil, apakah tegangannya juga akan berubah? : mmm...kalo R-nya diubah-ubah, tengangannya juga berubah.. : Trus..kalo R-nya diperbesar, teganganya semakin besar po kecil? : kayaknya... lebih kecil mas... kan R berbanding terbalik dengan V... kayaknya loh mas... : Coba sekarang Lihat gambar 7... Jika ada rangkaian lampu seperti gambar, Jika lampu L2 mati, bagaimana dengan lampu yang lain? : jika L2 mati ya...lampu L1 nyala, L3 mati : Kenapa? : mmm....karena arah aliran arusnya dari positif... dan tergantung juga sama letak kutub positif baterai... : Jadi ...kalo yang mati lampu L3, lampu L1 dan L2 nyala? : Iya... : Trus kalo yang mati lampu L1, smua lampu mati? : kayaknya iya.... : Gitu ya... : iya... kayaknya... : Sekarang ganti ke gambar 8. Kalo L2 mati, bagaimana dengan lampu yang lain? : yang lain akan tetap menyala... : Trus...nyalanya akan lebih terang tidak?

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran G.1 S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 159 : nyalanya...lebih terang jika dibandingkan ketika L2 masih hidup : Mengapa? : pemakai arusnya kan berkurang...jadi nyala lampunya lebih terang : Perhatikan gambar 9. Dari beberapa gambar tersebut, lampu mana yang menyala terang? Dan mengapa? : lampu pada gambar a. Karena baterainya tersusun seri. : Perhatikan gambar 10. menurut kamu, lampu mana yang menyala paling terang? mengapa? : Lampu A menyala paling terang dari pada lampu lain : Kok bisa? : karena letaknya paling dekat dengan kutub positif... : Hanya itu? : mmm....arus digunakan pertama kali oleh lampu A sehingga lampu A paling terang nyalanya... : Jadi menurut kamu terang redupnya lampu dipengaruhi arus listrik? : Iya... : Kalo tegangan mempengaruhi terang redupnya lampu tidak? : kayaknya...Iya... : Kalo hambatan mempengaruhi juga tidak? : Iya... : Nah, terus yang benar yang mana? : mmm....ketiganya benar... heheh...kayaknya.... benar ga mas...? Partisispan 6 (siswa no.16) P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P : Perhatikan gambar 1, dari beberapa gambar tersebut, manakah rangkaian yang dikatakan seri, paralel dan rangkaian kombinasi seri-paralel? : gambar c dan d seri, b paralel dan a campuran/kombinasi : Gambar.1a campuran? : iya... : Jika gambar tersebut campuran, mana yang seri dan mana yang paralel? : R3 dengan R4 terangkai paralel, R1 dan R2 seri : Sekarang perhatikan gambar 2..! Menurut kamu lampu bisa menyala ga? : tidak...karena rangkaiannya terbuka jadi tidak ada arus yang mengalir : Lalu, jika pada titik A dan B diukur dengan voltmeter apakah ada tegangan? : sepertinya...ada.... : Kenapa...? : mmm...karena ada baterai...mungkin.... : Kalo ga ada baterai, ga ada tegangan? : Iya.. : Perhatikan gambar 3.. Nah, dari gambar rangkaian tersebut.. menurut kamu arus yang melalui amperemeter A1, A2 dan A3 beda atau tidak? : sama... : Alasannya apa....? : karena seri : Kalo seri, I-nya sama? : iya.. : Misalnya rangkaiannya diubah paralel....Seperi gambar 4, I-nya sama tidak? : sama... : kenapa?

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran G.1 S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P 160 : mmm...kenapa ya.... : Kalo R1 > R2, I-nya sama atau tidak? Kalo tidak, lebih besar yang mana? : tidak...I lebih besar yang R2 karena I berbanding terbalk dengan V.. : Sekarang gambar 5... Menurutmu jika R1 dan R2 sama, tegangan yang terukur pada R1 dan R2 sama atau tidak? : sama... : Jika R1 dan R2 tidak sama atau R-nya diubah-ubah, tegangannya sama tidak? Kalo sama kenapa? : tetap sama...karena rangkaiannya seri.... : Lihat gambar 6... Menurutmu jika R1 dan R2 sama, tegangan yang terukur pada R1 dan R2 sama atau tidak? : sama.. : Seandainya R diubah-ubah (R1 maupun R2) diperbesar atau diperkecil, apakah tegangannya juga akan berubah? : kalo R-nya diubah-ubah, tengangannya juga berubah.. : Trus..kalo R-nya diperbesar, teganganya semakin besar po kecil? : lebih kecil..karena R berbanding terbalik dengan V.. : Coba sekarang Lihat gambar 7... Jika ada rangkaian lampu seperti gambar, Jika lampu L2 mati, bagaimana dengan lampu yang lain? : jika L2 mati ya...lampu L1 nyala, L3 mati : Kenapa? : karena arah aliran arusnya dari positif... dan tergantung juga sama letak kutub positif baterai... : Jadi ...kalo yang mati lampu L3, lampu L1 dan L2 nyala? : Iya... : Trus kalo yang mati lampu L1, smua lampu mati? : he’em... : Sekarang ganti ke gambar 8. Kalo L2 mati, bagaimana dengan lampu yang lain? : lampu L1 nyala, L3 nyala.. : Trus kalo yang mati lampu L1, bagaimana dengan lampu yang lain? : lampu lain mati.. : Why..? : Karena arus terputus. : Trus kalo yang mati lampu L3, bagaimana dengan lampu yang lain? : lampu lain nyala... : Kok bisa..? : mmm...masih ada arus yang mengalir... : Menurut kamu, pada rangkaian tersebut nyalanya dipengaruhi letak lampu terhadap sumber tegangan dan aliran arus? : mmm...mungkin... : Perhatikan gambar 9. Dari beberapa gambar tersebut, lampu mana yang menyala terang? Dan mengapa? : lampu pada gambar a. Karena baterainya tersusun seri. : Perhatikan gambar 10. menurut kamu, lampu mana yang menyala paling terang? mengapa? : Lampu A dan C menyala paling terang... : Kok bisa? : karena letaknya paling dekat dengan kutub positif... dan panjang kabelnya sama : Jadi menurut kamu terang redupnya lampu dipengaruhi panjang kabel : Iya... : Kalo tegangan, kira-kira menurutmu mempengaruhi terang redupnya lampu tidak?

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran G.1 S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 : kayaknya...Iya... : Kalo hambatan dan kuat arus mempengaruhi juga tidak? : Iya... : Nah, terus yang benar yang mana? : mmm...jadi bingung to.... : Trus.... : mmm...ketiganya aja deh... : Loh..kok gitu? Empat to jadinya...sama panjang kabel... ga di hitung pa? : O...iya...ya... : Trus.... : mmm... ga tau... jadi bingung... mase sie...hehehe 161

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 Lampiran G.2 Wawancara II (wawancara postes) Partisispan 1 (siswa no.4) P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P : Kamu masih ingat soal postes no.13? : Lupa mas... : Kalo lupa, coba perhatikan gambar 1a, dari gambar tersebut apa yang dapat kamu katakan? (kamu mengetahui apa?) : Rangkaiannya berupa rangkaian campuran mas... mmm, yaitu campuran seri dan paralel... : Trus...Beban (hambatan) mana dari rangkaian campuran tersebut yang seri dan mana yang paralel? : Mmm......R3 dan R4 Seri.. trus R1 dan R3 paralel dengan R2...benar pa salah mas? Masih bingung je.....hehe : Coba perhatikan baik-baik.....Jawaban kamu sudah benar pa belum?.. : ...mmm...kayaknya sie sudah.... : Kl gitu...coba kamu ubah rangkaian (gambar) menjadi bentuk lain tetapi artinya sama? Bisa apa tidak? : ...bingung mas...ga bisa... : Ya udah...mmm...coba perhatikan gambar berikut: R1 R2 R3 R4 V S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P Gambar di atas...berupa rangkaian apa? : Rangkaian campuran mas... (kombinasi seri dan paralel) : Hambatan mana yang seri dan mana yang paralel? : R1 dan R2 seri, lalu...R3 dan R4 paralel : Trus...hanya itu saja? Ada yang lain tidak? : iya...udah... : Coba...R1 dan R2 (keduanya) paralel tidak dengan R3 dan juga dengan R4? : ooo....Iya... iya mas... : Nah, sekarang gambar di atas tadi bandingkan dengan gambar 1a... Menurut kamu sama apa beda?? (Perhatikan baik-baik ya!!!) : mmm....kayaknya sama ya mas.... Sama-sama rangkaian campuran, hanya bentuknya saja yang beda..... : Jadi, jawaban kamu yang sebelumnya (gambar 1a)...salah pa benar??? : hehehe....salah mas... yang benar yang tadi.... : Berarti...kamu dah tau to sekarang???

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran G.2 S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 163 : Iya....mas.... : Dari percobaan kemarin, (seperti gambar 2) ketika titik A dan B dipasang voltmeter, jarum penunjuk voltmeter bergerak (menyimpang). Hal itu menunjukkan apa? : mmm....menunjukkan ada tegangan.... : Jadi, pada ujung-ujung rangkaian terbuka (titik A dan B) terdapat tegangan? : he..em.... : Kenapa ada tegangan? Padahal berupa rangkaian terbuka to?? : Karena ada beterai to..mas... : Lalu, (dari percobaan) pada saat voltmeter dipasang pada ujung A dan B lampu menyala. Kenapa bisa begitu? : mmm....ya karena ada tegangannya....sehingga ada aliran arus.... : Loh...katanya tadi walaupun ga ada voltmeternya, tetap ada tegangan dan lampu tetap mati tuh?? Trus....? : ...eh...iya..ding...mmm, apa ya.... mungkin rangkaiannya ya mas... kan kalo dikasih voltmeter, rangkaiannya jadi rangkaian tertutup.....hehehe : Nah...tu tau...hehehe.. Jadi, kesimpulanmu biar lampu menyala harus ada apa aja? : Ada beterai...rangkaiannya tertutup sehingga ada aliran arus... : Pada rangkaian seri (seperti gambar 3), bagaimana besar kuat arus yang terukur pada masing-masing amperemeter atau kuat arus yang mengalir pada setiap hambatan yang terangkai seri? : kuat arusnya sama.... : Lalu, jika salah satu hambatan R diperbesar, apakah kuat arusnya akan berubah? : berubah mas.... : Berubah menjadi lebih besar po kecil arusnya? : Kalo R-nya semakin besar berarti... I menjadi lebih kecil... : Mengapa...seperti itu? : Karena menurut hukum Ohm; I berbanding terbalik dengan R dan I berbanding lurus dengan V : Nah, sekarang pada rangkaian paralel (seperti gambar 4).. Jika R1 = R2, bagaimana besar kuat arus yang mengalir pada masing-masing R (terukur pada A2 dan A3)? : sama.... : Jika hambatan R1 diperbesar, apakah kuat arusnya akan berubah? : Berubah..dong.... : Berubah menjadi lebih besar yang mana, arus di R1 atau R2? : mmm...kayake...lebih besar yang R1 : Kok bisa?? : mungkin karena hambatan R1 lebih besar dari R2 : Coba ingat-ingat lagi percobaan yang kemarin,.. Kira-kira yakin ga dengan jawabanmu itu? : mmm...lupa mas percobaannya....jadi ga terlalu yakin.... : Coba sekarang perhatikan gambar 5 dan ingat-ingat percobaan pengukuran tegangan pada rangkaian seri ya... Jika R1 = R2, bagaimana besar tegangan pada masing-masing R (Vab dan Vbc)? : mmm...kayaknya sama..mas.. : Kok bisa? : Karena hambatan R sama besar : Jika salah satu atau kedua hambatan R diubah-ubah (diperbesar/diperkecil), apakah tegangan pada hambatan tersebut juga akan berubah? : sepertinya sih...berubah...heheh...lupa mas...

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 Lampiran G.2 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P : Bagaimana Vab; Vbc jika dibandingkan dengan Vs? Sama atau tidak? : mmm...kayaknya sama... : kenapa? : V sumber untuk R kan sama.... : Coba...sekarang kalo rangkaiannya paralel (seperti gambar 6). Jika salah satu hambatan R misalnya R1 diperbesar/ diperkecil, apakah tegangan pada masingmasing hambatan tersebut juga akan berubah? : Berubah...jika R1 diperbesar, V-nya juga besar dan sebaliknya : kok bisa, kenapa? : ............ : bingung ya...? : ...iya... : Ya udah...kalo gitu.... Mmm....coba perhatikan gambar 7 dan 8, dan ingat-ingat kembali percobaannya... Pada gambar 7, jika salah satu lampu mati, bagaimana keadaan lampu yang lain? : lampu lain ikut mati...karena pada rangkaian seri itu hanya ada satu aliran arus... : Trus...kalo rangkaian sperti gambar 8, gimana nyala lampunya? Jika menyala, Semakin terang apa tidak ? : Kalo dari percobaan kemarin seingatku sih...lampunya menyala tetapi nyalanya tetap sama...walaupun kemarin tampak berkedip gitu waktu lampu lain mati/dilepas.... : Nah...sekarang soal berikut ini... Pada rangkaian dibawah ini, jika lampu L dipasang pada tegangan yang sama, yaitu 6 volt; Spesifikasi lampu manakah yang nyalanya paling terang? L a. b. c. d. spesifikasi lampu 6 volt, 5 watt spesifikasi lampu 6 volt, 10 watt spesifikasi lampu 6 volt, 15 watt spesifikasi lampu 6 volt, 20 watt V= 6 volt S1 P Jawaban kamu apa? Dan kenapa? : yang D mas....karena dayanya paling besar... : Jika pilihannya di atas saya ubah jadi sperti berikut: Pada rangkaian dibawah ini, jika lampu L dipasang pada tegangan yang sama, yaitu 6 volt; Spesifikasi lampu manakah yang nyalanya paling terang? L a. b. c. d. spesifikasi lampu 3 volt, 5 watt spesifikasi lampu 6 volt, 5 watt spesifikasi lampu 9 volt, 5 watt spesifikasi lampu 12 volt, 5 watt V= 6 volt S1 P S1 P S1 Jawaban kamu apa? Dan kenapa? : tetap yang D mas....karena spesifikasinya paling tinggi (12V, 5 watt) : Coba di ingat-ingat percobaan kemarin.... Yang menentukan terang redup nyala lampu apa? : mmm...daya ya mas.... : Nah, daya... Yang mempengaruhi daya apa? : mmm...tegangan, kuat arus sama hambatan...

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 Lampiran G.2 Partisispan 2 (siswa no.6) P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 : Kamu masih ingat soal postes no.13? : Lupa-lupa ingat mas... : Kalo lupa, coba perhatikan gambar 1a, dari gambar tersebut apa yang dapat kamu katakan? (kamu mengetahui apa?) : Rangkaiannya berupa rangkaian campuran antara seri dan paralel.. : Trus...Beban (hambatan) mana yang seri dan mana yang paralel? : Mmm......R1 dan R2 Seri.. trus R3 dan R4 paralel... : Coba perhatikan baik-baik.....Jawaban kamu sudah lengkap pa belum?.. : ...mmm...kayaknya sie sudah.... : Kl gitu...coba kamu ubah rangkaian (gambar) menjadi bentuk lain yang sederhana tetapi artinya sama? : kayak gini...bener ga mas.. R1 R2 R3 R4 V P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P : Bener.... Trus mana yang seri dan mana yang paralel? : R1 dan R2 seri, lalu... R1 dan R2 tadi paralel dengan R3 dan R4 juga... : Dari percobaan kemarin, (seperti gambar 2) ketika titik A dan B dipasang voltmeter, jarum penunjuk voltmeter bergerak (menyimpang). Hal itu menunjukkan apa? : menunjukkan ada tegangan.... : Dari mana tegangan itu? : Dari baterai kayaknya.... : Pada rangkaian seri (seperti gambar 3), bagaimana besar kuat arus yang terukur pada masing-masing amperemeter atau kuat arus yang mengalir pada setiap hambatan yang terangkai seri? : kuat arusnya sama.... : Jika salah satu hambatan R diperbesar, apakah kuat arusnya akan berubah? : berubah.... : Berubah menjadi lebih besar po kecil arusnya? : Kalo R-nya semakin besar berarti... I menjadi lebih kecil... : Mengapa...seperti itu? : Karena menurut hukum Ohm; I berbanding terbalik dengan R dan I berbanding lurus dengan V : Nah, sekarang pada rangkaian paralel (seperti gambar 4)..

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 Lampiran G.2 S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P Jika R1 = R2, bagaimana besar kuat arus yang mengalir pada masing-masing R (terukur pada A2 dan A3)? : sama.... : Jika hambatan R1 diperbesar, apakah kuat arusnya akan berubah? : Berubah.... : Berubah menjadi lebih besar yang mana, arus di R1 atau R2? : mmm...kayake...lebih besar yang R1 : Kenapa?? : mungkin karena hambatan R1 lebih besar dari R2 : Coba ingat-ingat lagi percobaan yang kemarin,.. Kira-kira yakin ga dengan jawabanmu itu? : mmm...lupa mas percobaannya.... : Coba sekarang perhatikan gambar 5 dan ingat-ingat percobaan pengukuran tegangan pada rangkaian seri ya... Jika R1 = R2, bagaimana besar tegangan pada masing-masing R (Vab dan Vbc)? : mmm...kayaknya sama..mas.. : Kok bisa? : Karena hambatan R sama besar : Jika salah satu atau kedua hambatan R diubah-ubah (diperbesar/diperkecil), apakah tegangan pada hambatan tersebut juga akan berubah? : berubah...kalo R yang satu besar V-nya juga besar (tergantung sama R-nya) : Bagaimana Vab; Vbc jika dibandingkan dengan Vs? Sama atau tidak? : tidak... : kenapa? : karena Vab + Vbc = Vs...kalo ga salah..... : Coba...sekarang kalo rangkaiannya paralel (seperti gambar 6). Jika salah satu hambatan R misalnya R1 diperbesar/ diperkecil, apakah tegangan pada masingmasing hambatan tersebut juga akan berubah? : tidak berubah...tetap sama.... : kok bisa, kenapa? : kayaknya kalo pada rangkaian paralel, V pada masing-masing hambatan tidak dipengaruhi besarnya hambatan tetapi tergantung dengan V sumber.... : Mmm....coba perhatikan gambar 7 dan 8, dan ingat-ingat kembali percobaannya... Jika salah satu lampu mati, bagaimana keadaan lampu yang lain? : Pada rangkaian seri jika salah satu lampu mati, lampu lain ikut mati...karena pada rangkaian seri itu hanya ada satu aliran arus... sedangkan pada rangkaian paralel lampu yang lain tetap nyala dan nyalanya sama terang.... : Nah...sekarang soal berikut ini... Pada rangkaian dibawah ini, jika lampu L dipasang pada tegangan yang sama, yaitu 6 volt; Spesifikasi lampu manakah yang nyalanya paling terang? L a. b. c. d. spesifikasi lampu 6 volt, 5 watt spesifikasi lampu 6 volt, 10 watt spesifikasi lampu 6 volt, 15 watt spesifikasi lampu 6 volt, 20 watt V= 6 volt S2 P Jawaban kamu apa? Dan kenapa? : yang D....karena dayanya paling besar... : Jika pilihannya di atas saya ubah jadi sperti berikut:

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 Lampiran G.2 Pada rangkaian dibawah ini, jika lampu L dipasang pada tegangan yang sama, yaitu 6 volt; Spesifikasi lampu manakah yang nyalanya paling terang? L a. b. c. d. spesifikasi lampu 3 volt, 5 watt spesifikasi lampu 6 volt, 5 watt spesifikasi lampu 9 volt, 5 watt spesifikasi lampu 12 volt, 5 watt V= 6 volt S2 P S2 P S2 P S2 Jawaban kamu apa? Dan kenapa? : D mas....karena spesifikasinya paling tinggi (12V, 5 watt) : Coba di ingat-ingat percobaan kemarin.... Yang menentukan terang redup nyala lampu apa? : mmm...daya ya mas.... : Nah, daya... Yang mempengaruhi daya apa? : mmm...tegangan, kuat arus sama hambatan... : Trus ingat cara menghitung daya terserap yang saya ajari tidak... : lupa mas... Partisispan 3 (siswa no.7) P S3 P S3 P S3 P : Perhatikan gambar 1a, dari gambar tersebut apa yang dapat kamu katakan? (kamu mengetahui apa?) : Rangkaiannya berupa rangkaian campuran seri dan paralel... : Trus...Beban (hambatan) mana dari rangkaian campuran tersebut yang seri dan mana yang paralel? : Mmm......R3 dan R4 paralel .. trus R1 dan R2 seri...benar pa salah mas? : Coba perhatikan baik-baik.....Jawaban kamu sudah benar pa belum?.. : ...mmm...kayaknya sie sudah.... : Kl gitu...perhatikan gambar berikut dan bandingkan dengan gambar 1a. R1 R2 R3 R4 V P S3 P S3 : Menurut kamu sama apa beda?? (Perhatikan baik-baik ya!!!) : mmm....kayaknya sama ya mas.... Sama-sama rangkaian campuran, hanya bentuknya saja yang beda..... : Jadi, jawaban kamu yang sebelumnya (gambar 1a)...salah pa benar??? : kayaknya bener mas...

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran G.2 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 168 : Coba di cek, Udah lengkap belum....?? kalo belum kurang apa? : mmm...R1 dan R2 yang seri tadi paralel dengan R3 dan juga R4 : Berarti...kamu dah tau to sekarang??? : Iya....mas.... : Dari percobaan kemarin, (seperti gambar 2) ketika titik A dan B dipasang voltmeter, jarum penunjuk voltmeter bergerak (menyimpang). Hal itu menunjukkan apa? : adanya tegangan mas... : Jadi, pada ujung-ujung rangkaian terbuka (titik A dan B) terdapat tegangan? : yoi... : Kenapa ada tegangan? Padahal berupa rangkaian terbuka to?? : Karena ada beterai to..mas... : Lalu, (dari percobaan) pada saat voltmeter dipasang pada ujung A dan B lampu menyala. Kenapa bisa begitu? : mmm....ya karena ada aliran arus.... : Kenapa bisa ada arus? : ada baterai.. : Hanya ada baterai saja??? : ooo...iya...rangkaiannya jadi rangkaian tertutup... : Nah...tu tau...hehehe.. Jadi, kesimpulanmu biar lampu menyala harus ada apa aja? : Ada beterai...rangkaiannya tertutup sehingga ada aliran arus... : Pada rangkaian seri (seperti gambar 3), bagaimana besar kuat arus yang terukur pada masing-masing amperemeter atau kuat arus yang mengalir pada setiap hambatan yang terangkai seri? : kuat arusnya sama.... : Lalu, jika salah satu hambatan R diperbesar, apakah kuat arusnya akan berubah? : berubah mas.... : Berubah menjadi lebih besar po kecil arusnya? : Kalo R-nya semakin besar berarti... I menjadi lebih kecil... : Mengapa...seperti itu? : Karena menurut hukum Ohm; I berbanding terbalik dengan R dan I berbanding lurus dengan V : Nah, sekarang pada rangkaian paralel (seperti gambar 4).. Jika R1 = R2, bagaimana besar kuat arus yang mengalir pada masing-masing R (terukur pada A2 dan A3)? : sama.... : Jika hambatan R1 diperbesar, apakah kuat arusnya akan berubah? : Berubah... : Berubah menjadi lebih besar yang mana, arus di R1 atau R2? : mmm...kayake...lebih besar yang R1 : Kok bisa?? : kan hambatan R1 lebih besar dari R2 : Coba ingat-ingat lagi percobaan yang kemarin,.. Kira-kira kebalik tidak jawabanmu?? : mmm...kebalik ga ya....hehehe... lupa mas... : Coba sekarang perhatikan gambar 5 dan ingat-ingat percobaan pengukuran tegangan pada rangkaian seri ya... Jika R1 = R2, bagaimana besar tegangan pada masing-masing R (Vab dan Vbc)? : mmm...kayaknya sama..mas.. : Kok bisa? : Karena hambatan R sama besar

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 Lampiran G.2 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P : Jika salah satu atau kedua hambatan R diubah-ubah (diperbesar/diperkecil), apakah tegangan pada hambatan tersebut juga akan berubah? : berubah...eh...itu yang paralel pa yang seri.... lupa e mas... : Bagaimana Vab; Vbc jika dibandingkan dengan Vs? Sama atau tidak? : mmm...kayaknya sama... : kenapa? : V sumber untuk R kan sama.... : Coba...sekarang kalo rangkaiannya paralel (seperti gambar 6). Jika salah satu hambatan R misalnya R1 diperbesar/ diperkecil, apakah tegangan pada masingmasing hambatan tersebut juga akan berubah? : Berubah...jika R1 diperbesar, V-nya juga besar dan sebaliknya : kok bisa, kenapa? : ............ : bingung ya...? : ....ho’o... : Ya udah...kalo gitu.... Mmm....coba perhatikan gambar 7 dan 8, dan ingat-ingat kembali percobaannya... Pada gambar 7, jika salah satu lampu mati, bagaimana keadaan lampu yang lain? : lampu lain ikut mati...karena pada rangkaian seri itu hanya ada satu aliran arus... : Trus...kalo rangkaian sperti gambar 8, gimana nyala lampunya? Jika menyala, Semakin terang apa tidak ? : Kalo dari percobaan kemarin seingatku sih...lampunya menyala tetapi nyalanya tetap sama...walaupun kemarin tampak berkedip gitu waktu lampu lain mati/dilepas.... : Nah...sekarang soal berikut ini... Pada rangkaian dibawah ini, jika lampu L dipasang pada tegangan yang sama, yaitu 6 volt; Spesifikasi lampu manakah yang nyalanya paling terang? L a. b. c. d. spesifikasi lampu 6 volt, 5 watt spesifikasi lampu 6 volt, 10 watt spesifikasi lampu 6 volt, 15 watt spesifikasi lampu 6 volt, 20 watt V= 6 volt S3 P Jawaban kamu apa? Dan kenapa? : yang D mas....karena dayanya paling besar... : Jika pilihannya di atas saya ubah jadi sperti berikut: Pada rangkaian dibawah ini, jika lampu L dipasang pada tegangan yang sama, yaitu 6 volt; Spesifikasi lampu manakah yang nyalanya paling terang? L a. b. c. d. spesifikasi lampu 3 volt, 5 watt spesifikasi lampu 6 volt, 5 watt spesifikasi lampu 9 volt, 5 watt spesifikasi lampu 12 volt, 5 watt V= 6 volt S3 P Jawaban kamu apa? Dan kenapa? : tetap yang D mas....karena spesifikasinya paling tinggi (12V, 5 watt) : Coba di ingat-ingat percobaan kemarin.... Yang menentukan terang redup nyala lampu apa?

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 Lampiran G.2 S3 P S3 P S3 : daya... : Nah, daya... Yang mempengaruhi daya apa? : tegangan, hambatan dan kuat arus : Trus jawaban di atas dah benar belum? Ingat cara menghitung daya terserap yang saya ajari? : lupa mas... Partisispan 4 (siswa no.9) P S4 P S4 P S4 P S4 : Kamu masih ingat soal postes no.13? : Lupa... : Kalo lupa, coba perhatikan gambar 1a, dari gambar tersebut apa yang dapat kamu katakan? (kamu mengetahui apa?) : Rangkaiannya berupa rangkaian campuran antara seri dan paralel.. : Trus...Beban (hambatan) mana yang seri dan mana yang paralel? : R1 dan R2 Seri; R3 dan juga R4 paralel... trus yang seri (R1 dan R2 Seri) paralel dengan R3 dan R4 : Kl gitu...coba kamu ubah rangkaian (gambar) menjadi bentuk lain yang sederhana tetapi artinya sama? : Sepertinya kayak gini... R1 R2 R3 R4 V P S4 P S4 P S4 P S4 : Dari percobaan kemarin, (seperti gambar 2) ketika titik A dan B dipasang voltmeter, jarum penunjuk voltmeter bergerak (menyimpang). Hal itu menunjukkan apa? : menunjukkan ada tegangan.... : Dari mana tegangan itu? : Dari baterai.... : Trus waktu voltmeter dipasang, lampu menyala kan? Nah, itu mengapa? Kok bisa? : waktu Voltmeter dipasang..rangkaian jadi rangkaian tertutup sehingga terjadi aliran arus.... : Pada rangkaian seri (seperti gambar 3), bagaimana besar kuat arus yang terukur pada masing-masing amperemeter atau kuat arus yang mengalir pada setiap hambatan yang terangkai seri? : kuat arusnya sama....

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 Lampiran G.2 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P S4 P : Jika salah satu hambatan R diperbesar, apakah kuat arusnya akan berubah? : berubah.... : Berubah menjadi lebih besar po kecil arusnya? : Kalo R-nya semakin besar berarti... I menjadi lebih kecil... : Mengapa...seperti itu? : Karena menurut hukum Ohm; I berbanding terbalik dengan R dan I berbanding lurus dengan V : Nah, sekarang pada rangkaian paralel (seperti gambar 4).. Jika R1 = R2, bagaimana besar kuat arus yang mengalir pada masing-masing R (terukur pada A2 dan A3)? : sama.... : Jika hambatan R1 diperbesar, apakah kuat arusnya akan berubah? : Berubah.... : Berubah menjadi lebih besar yang mana, arus di R1 atau R2? : lebih besar yang R2 : Kenapa?? : mmm...ya karena I = V/R, sehingga jika dimisalkan R1 = 4 dan R2 = 1 maka kuat arus akan lebih besar kuat arus pada R2 : Coba sekarang perhatikan gambar 5 dan ingat-ingat percobaan pengukuran tegangan pada rangkaian seri ya... Jika R1 = R2, bagaimana besar tegangan pada masing-masing R (Vab dan Vbc)? : mmm...sama..mas.. : Kok bisa? : Karena hambatan R sama besar : Jika salah satu atau kedua hambatan R diubah-ubah (diperbesar/diperkecil), apakah tegangan pada hambatan tersebut juga akan berubah? : berubah...kalo R yang satu besar V-nya juga besar (tergantung sama R-nya) : Bagaimana Vab; Vbc jika dibandingkan dengan Vs? Sama atau tidak? : tidak sama... : kenapa? : karena pada rangkaian seri berlaku Vab + Vbc = Vs : Coba...sekarang kalo rangkaiannya paralel (seperti gambar 6). Jika salah satu hambatan R misalnya R1 diperbesar/ diperkecil, apakah tegangan pada masingmasing hambatan tersebut juga akan berubah? : tidak berubah...tetap sama.... : kok bisa, kenapa? : pada rangkaian paralel, V pada masing-masing hambatan tidak dipengaruhi besarnya hambatan tetapi tergantung dengan V sumber.... : Mmm....coba perhatikan gambar 7 dan 8, dan ingat-ingat kembali percobaannya... Jika salah satu lampu mati, bagaimana keadaan lampu yang lain? : Pada rangkaian seri jika salah satu lampu mati, lampu lain ikut mati...karena pada rangkaian seri itu hanya ada satu aliran arus... sedangkan pada rangkaian paralel lampu yang lain tetap nyala dan nyalanya sama terang.... : Nah...sekarang soal berikut ini... Pada rangkaian dibawah ini, jika lampu L dipasang pada tegangan yang sama, yaitu 6 volt; Spesifikasi lampu manakah yang nyalanya paling terang? L V= 6 volt a. b. c. d. spesifikasi lampu 6 volt, 5 watt spesifikasi lampu 6 volt, 10 watt spesifikasi lampu 6 volt, 15 watt spesifikasi lampu 6 volt, 20 watt

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 Lampiran G.2 S4 P Jawaban kamu apa? Dan kenapa? : yang D....karena dayanya paling besar... : Jika pilihannya di atas saya ubah jadi sperti berikut: Pada rangkaian dibawah ini, jika lampu L dipasang pada tegangan yang sama, yaitu 6 volt; Spesifikasi lampu manakah yang nyalanya paling terang? L a. b. c. d. spesifikasi lampu 3 volt, 5 watt spesifikasi lampu 6 volt, 5 watt spesifikasi lampu 9 volt, 5 watt spesifikasi lampu 12 volt, 5 watt V= 6 volt S4 P S4 P S4 P S4 Jawaban kamu apa? Dan kenapa? : D mas....karena spesifikasinya paling tinggi (12V, 5 watt) : Trus ingat cara menghitung daya terserap yang saya ajari tidak... : lupa mas... : Coba di ingat-ingat percobaan kemarin.... Yang menentukan terang redup nyala lampu apa? : mmm...daya ya mas.... : Nah, daya itu dipengaruhi oleh apa? : tegangan, kuat arus dan hambatan... Partisispan 5 (siswa no.13) P S5 P S5 P S5 P S5 P : Coba perhatikan gambar 1a, dari gambar tersebut apa yang dapat kamu katakan? (kamu mengetahui apa?) : Rangkaiannya berupa rangkaian campuran; campuran seri dan paralel... : Trus...Beban (hambatan) mana yang seri dan mana yang paralel? : Mmm......R1 dan R2 Seri.. trus R3 dan R4 paralel : Coba perhatikan baik-baik.....Jawaban kamu sudah benar pa belum?.. : ...mmm...kayaknya sie sudah.... : Kl gitu...coba kamu ubah rangkaian (gambar) menjadi bentuk lain tetapi artinya sama? Bisa apa tidak? : ...bingung mas...ga bisa... : Ya udah...mmm...coba perhatikan gambar berikut: R1 R2 R3 R4 V

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran G.2 S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P 173 Gambar di atas...berupa rangkaian apa? : Rangkaian campuran mas... (kombinasi seri dan paralel) : Hambatan mana yang seri dan mana yang paralel? : R1 dan R2 seri, lalu...R3 dan R4 paralel : Trus...hanya itu saja? Ada yang lain tidak? : iya...udah... : Coba...R1 dan R2 (keduanya) paralel tidak dengan R3 dan juga dengan R4? : ooo....Iya... iya mas... : Nah, sekarang gambar di atas tadi bandingkan dengan gambar 1a... Menurut kamu sama apa beda?? (Perhatikan baik-baik ya!!!) : mmm....kayaknya sama ya mas.... Sama-sama rangkaian campuran, hanya bentuknya saja yang beda..... : Dari percobaan kemarin, (seperti gambar 2) ketika titik A dan B dipasang voltmeter, jarum penunjuk voltmeter bergerak (menyimpang). Hal itu menunjukkan apa? : mmm....menunjukkan ada tegangan.... : Jadi, pada ujung-ujung rangkaian terbuka (titik A dan B) terdapat tegangan? : he..em.... : Kenapa ada tegangan? Padahal berupa rangkaian terbuka to?? : Karena ada beterai to..mas... : Lalu, (dari percobaan) pada saat voltmeter dipasang pada ujung A dan B lampu menyala. Kenapa bisa begitu? : mmm....ya karena ada tegangannya....sehingga ada aliran arus.... : Rangkaian tadi sebelum di pasang voltmeter juga ada tegangannya kan yaitu baterai tapi lampu mati tuh....? trus.... : oo..iya ya... : Apa hayo...? kamu tau sesuatu? : mmm...waktu dipasang voltmeter, rangkaiannya jadi rangkaian tertutup mas... jadi ada aliran arus dari baterai.... : Nah...tu tau... Jadi, kesimpulanmu biar lampu menyala harus ada apa aja? : Ada beterai...rangkaiannya tertutup sehingga ada aliran arus... : Pada rangkaian seri (seperti gambar 3), bagaimana besar kuat arus yang terukur pada masing-masing amperemeter atau kuat arus yang mengalir pada setiap hambatan yang terangkai seri? : kuat arusnya sama.... : Lalu, jika salah satu hambatan R diperbesar, apakah kuat arusnya akan berubah? : berubah mas.... : Berubah menjadi lebih besar po kecil arusnya? : Kalo R-nya semakin besar berarti... I menjadi lebih kecil... : Mengapa...seperti itu? : Karena menurut hukum Ohm; I berbanding terbalik dengan R dan I berbanding lurus dengan V : Nah, sekarang pada rangkaian paralel (seperti gambar 4).. Jika R1 = R2, bagaimana besar kuat arus yang mengalir pada masing-masing R (terukur pada A2 dan A3)? : sama.... : Jika hambatan R1 diperbesar, apakah kuat arusnya akan berubah? : Berubah : Berubah menjadi lebih besar yang mana, arus di R1 atau R2? : lebih besar yang R2 : Kok bisa??

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 Lampiran G.2 S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P S5 P : karena R2 tetap dan R1 berubah besar, arus pada R1 menjadi lebih kecil : Coba sekarang perhatikan gambar 5 dan ingat-ingat percobaan pengukuran tegangan pada rangkaian seri ya... Jika R1 = R2, bagaimana besar tegangan pada masing-masing R (Vab dan Vbc)? : mmm...kayaknya sama..mas.. : Kok bisa? : Karena hambatan R sama besar : Jika salah satu atau kedua hambatan R diubah-ubah (diperbesar/diperkecil), apakah tegangan pada hambatan tersebut juga akan berubah? : sepertinya sih...berubah...heheh...lupa mas... : Bagaimana Vab; Vbc jika dibandingkan dengan Vs? Sama atau tidak? : tidak sama... : kenapa? : mmm...ga tau... : Coba...sekarang kalo rangkaiannya paralel (seperti gambar 6). Jika salah satu hambatan R misalnya R1 diperbesar/ diperkecil, apakah tegangan pada masingmasing hambatan tersebut juga akan berubah? : Berubah...jika R1 diperbesar, V-nya juga besar dan sebaliknya : kok bisa, kenapa? : ............ : bingung ya...? : ...iya... : Ya udah...kalo gitu.... Mmm....coba perhatikan gambar 7 dan 8, dan ingat-ingat kembali percobaannya... Pada gambar 7, jika salah satu lampu mati, bagaimana keadaan lampu yang lain? : lampu lain ikut mati...karena pada rangkaian seri itu hanya ada satu aliran arus... : Trus...kalo rangkaian sperti gambar 8, gimana nyala lampunya? Jika menyala, Semakin terang apa tidak ? : lampunya menyala tetapi nyalanya tetap sama... : Nah...sekarang soal berikut ini... Pada rangkaian dibawah ini, jika lampu L dipasang pada tegangan yang sama, yaitu 6 volt; Spesifikasi lampu manakah yang nyalanya paling terang? L a. b. c. d. spesifikasi lampu 6 volt, 5 watt spesifikasi lampu 6 volt, 10 watt spesifikasi lampu 6 volt, 15 watt spesifikasi lampu 6 volt, 20 watt V= 6 volt S5 P Jawaban kamu apa? Dan kenapa? : yang D mas....karena dayanya paling besar... : Jika pilihannya di atas saya ubah jadi sperti berikut: Pada rangkaian dibawah ini, jika lampu L dipasang pada tegangan yang sama, yaitu 6 volt; Spesifikasi lampu manakah yang nyalanya paling terang? L V= 6 volt a. spesifikasi lampu 3 volt, 5 watt b. spesifikasi lampu 6 volt, 5 watt c. spesifikasi lampu 9 volt, 5 watt d. spesifikasi lampu 12 volt, 5 watt Jawaban kamu apa? Dan kenapa?

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 Lampiran G.2 S5 P S5 P S5 : tetap yang D mas....karena spesifikasinya paling tinggi (12V, 5 watt) : Coba di ingat-ingat percobaan kemarin.... Yang menentukan terang redup nyala lampu apa? : mmm...daya ya mas.... : Nah, daya... Yang mempengaruhi daya apa? : mmm...tegangan, kuat arus sama hambatan... Partisispan 6 (siswa no.16) P : Kamu masih ingat soal postes no.13? S6 : Lupa... P : Kalo lupa, coba perhatikan gambar 1a, dari gambar tersebut apa yang dapat kamu katakan? (kamu mengetahui apa?) S6 : Rangkaiannya berupa rangkaian campuran antara seri dan paralel.. P : Trus...Beban (hambatan) mana yang seri dan mana yang paralel? S6 : R1 dan R2 Seri; R3 dan juga R4 paralel... trus yang seri (R1 dan R2 Seri) paralel dengan R3 dan R4 P : Kl gitu...coba kamu ubah rangkaian (gambar) menjadi bentuk lain yang sederhana tetapi artinya sama? S6 : Sepertinya kayak gini... R1 R2 R3 R4 V P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 : Dari percobaan kemarin, (seperti gambar 2) ketika titik A dan B dipasang voltmeter, jarum penunjuk voltmeter bergerak (menyimpang). Hal itu menunjukkan apa? : menunjukkan ada tegangan.... : Dari mana tegangan itu? : Dari baterai.... : Trus waktu voltmeter dipasang, lampu menyala kan? Nah, itu mengapa? Kok bisa? : waktu Voltmeter dipasang..rangkaian jadi rangkaian tertutup sehingga terjadi aliran arus.... : Pada rangkaian seri (seperti gambar 3), bagaimana besar kuat arus yang terukur pada masing-masing amperemeter atau kuat arus yang mengalir pada setiap hambatan yang terangkai seri? : kuat arusnya sama.... : Jika salah satu hambatan R diperbesar, apakah kuat arusnya akan berubah? : berubah....

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 Lampiran G.2 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P S6 P : Berubah menjadi lebih besar po kecil arusnya? : Kalo R-nya semakin besar berarti... I menjadi lebih kecil... : Mengapa...seperti itu? : Karena I berbanding terbalik dengan R dan I berbanding lurus dengan V : Nah, sekarang pada rangkaian paralel (seperti gambar 4).. Jika R1 = R2, bagaimana besar kuat arus yang mengalir pada masing-masing R (terukur pada A2 dan A3)? : sama.... : Jika hambatan R1 diperbesar, apakah kuat arusnya akan berubah? : Berubah.... : Berubah menjadi lebih besar yang mana, arus di R1 atau R2? : lebih besar yang R2 : Kenapa?? : arus di R2 lebih besar karena hambatan lebih kecil : Coba sekarang perhatikan gambar 5 dan ingat-ingat percobaan pengukuran tegangan pada rangkaian seri ya... Jika R1 = R2, bagaimana besar tegangan pada masing-masing R (Vab dan Vbc)? : mmm...sepertinya sama..mas.. : Kok bisa? : Karena hambatan R sama besar : Jika salah satu atau kedua hambatan R diubah-ubah (diperbesar/diperkecil), apakah tegangan pada hambatan tersebut juga akan berubah? : berubah...eh...itu yang seri pa yang paralel ya? : Bagaimana Vab; Vbc jika dibandingkan dengan Vs? Sama atau tidak? : tidak sama... : kenapa? : ..heheh..lupa e mas... : Coba...sekarang kalo rangkaiannya paralel (seperti gambar 6). Jika salah satu hambatan R misalnya R1 diperbesar/ diperkecil, apakah tegangan pada masingmasing hambatan tersebut juga akan berubah? : tidak berubah...tetap sama.... : kok bisa, kenapa? : pada rangkaian paralel, V pada masing-masing hambatan tidak dipengaruhi besarnya hambatan tetapi tergantung dengan V sumber.... : Mmm....coba perhatikan gambar 7 dan 8, dan ingat-ingat kembali percobaannya... Jika salah satu lampu mati, bagaimana keadaan lampu yang lain? : Pada rangkaian seri jika salah satu lampu mati, lampu lain ikut mati...karena pada rangkaian seri itu hanya ada satu aliran arus... sedangkan pada rangkaian paralel lampu yang lain tetap nyala dan nyalanya sama terang.... : Nah...sekarang soal berikut ini... Pada rangkaian dibawah ini, jika lampu L dipasang pada tegangan yang sama, yaitu 6 volt; Spesifikasi lampu manakah yang nyalanya paling terang? L a. b. c. d. spesifikasi lampu 6 volt, 5 watt spesifikasi lampu 6 volt, 10 watt spesifikasi lampu 6 volt, 15 watt spesifikasi lampu 6 volt, 20 watt V= 6 volt S6 Jawaban kamu apa? Dan kenapa? : yang D....karena dayanya paling besar...

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 Lampiran G.2 P : Jika pilihannya di atas saya ubah jadi sperti berikut: Pada rangkaian dibawah ini, jika lampu L dipasang pada tegangan yang sama, yaitu 6 volt; Spesifikasi lampu manakah yang nyalanya paling terang? L e. a. b. c. spesifikasi lampu 3 volt, 5 watt spesifikasi lampu 6 volt, 5 watt spesifikasi lampu 9 volt, 5 watt spesifikasi lampu 12 volt, 5 watt V= 6 volt S6 P S6 P S6 P S6 Jawaban kamu apa? Dan kenapa? : D mas....karena memiliki spesifikasinya paling tinggi (12V, 5 watt) : Trus ingat cara menghitung daya terserap yang saya ajari tidak... : lupa mas... : Coba di ingat-ingat percobaan kemarin.... Yang menentukan terang redup nyala lampu apa? : mmm...daya ya mas.... : Nah, daya itu dipengaruhi oleh apa? : tegangan, kuat arus dan hambatan...

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran H.1 178

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran H.2 179

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran H.2 180

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran H.3 181

(199)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Penggunaan pendekatan konstruktivisme melalui metode eksperimen dan demonstrasi pada pokok bahasan elastisitas ditinjau dari kemampuan matematika siswa di SMA
0
17
191
Pembelajaran fisika dengan pendekatan induktif melalui metode eksperimen dan demonstrasi pada pokok bahasan kalor ditinjau dari kemampuan awal siswa SMA kelas x
0
12
126
Penggunaan model quantum teaching melalui metode permainan dan simulasi pada pembelajaran fisika pokok bahasan gerak lurus ditinjau dari keaktifan siswa
0
5
69
Peningkatan pemahaman konsep siswa kelas VII Smp Taman Dewasa Jetis Yogyakarta pada pokok bahasan zat dan wujudnya melalui pembelajaran dengan metode berbasis proyek.
0
0
117
Peningkatan hasil belajar siswa dengan metode Demonstrasi Berbantuan Simulasi Komputer dalam pembelajaran fisika pada pokok bahasan hukum newton untuk siswa kelas X SMAN 4 Yogyakarta
2
18
213
Pengaruh model pembelajaran fisika dengan teori inteligensi ganda pada pokok bahasan zat dan wujudnya terhadap minat, sikap, dan hasil belajar siswa Kelas VII SMP Maria Immaculata Marsudirini Yogyakarta - USD Repository
0
0
156
Latihan soal terbimbing dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa pada pokok bahasan kalor - USD Repository
0
0
103
Pengaruh metode pembelajaran kooperatif-stad dengan setting outdoor mathematics terhadap aktivitas, minat, dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan pokok bahasan perbandingan trigonometri - USD Repository
0
1
198
Efektivitas pembelajaran fisika di SMP pada pokok bahasan pesawat sederhana dengan metode demonstrasi dan tekanan dengan metode eksperimen menggunakan lembar kegiatan siswa pada siswa kelas VII semester II SMP Pangudi Luhur Boro - USD Repository
0
3
175
Pembentukan konsep siswa tentang hukum Ohm, hambatan kawat, dan rangkaian seri paralel menggunakan metode eksperimen terbimbing - USD Repository
0
8
170
Efektivitas metode pembelajaran dalam hal perubahan konsep dengan eksperimen terbimbing menggunakan lembar kegiatan siswa pada pokok bahasan getaran - USD Repository
0
0
119
Efektifitas strategi pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar fisika untuk pokok bahasan besaran dan satuan - USD Repository
0
0
114
Perubahan konsep siswa dalam pembelajaran fisika pokok bahasan rangkaian seri dan rangkaian paralel menggunakan metode demonstrasi - USD Repository
0
7
219
Peningkatan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP Stella Duce 2 Yogyakarta pada pokok bahasan zat dan wujudnya melalui pembelajaran dengan metode kooperatif tipe Jigsaw II - USD Repository
0
0
287
Korelasi antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar fisika kelas X pada pokok bahasan rangkaian listrik arus searah - USD Repository
0
1
112
Show more