DAMPAK OBJEK WISATA ROHANI KATOLIK CANDI HATI KUDUS TUHAN YESUS GANJURAN TERHADAP PEREKONOMIAN DI BIDANG USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI GANJURAN, SUMBER MULYO BAMBANG LIPURO, BANTUL

Gratis

0
0
149
2 days ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

Penulis panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus dan BundaMaria yang telah melimpahkan berkat dan kasih-Nya yang tidak pernah putus, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul DAMPAK OBJEK WISATA ROHANI KATOLIK CANDI HATI KUDUS TUHAN YESUS GANJURAN TERHADAP PEREKONOMIAN DI BIDANG USAHA MIKRO

KECIL DAN MENENGAH DI GANJURAN, SUMBERMULYO BAMBANGLIPURO, BANTUL

  Bapa, Putra, dan Roh Kudus yang selalu membimbing, memberkati dan menguatkan penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsiini. Mbak een, mas toko, dan mbak ririn yang selalu mendukung dan mendoakan saya dalam menjalani kuliah dari awal sampai akhir.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Industri pariwisata merupakan salah satu perangkat penting dalam

  Banyak masyarakat sekitar yang memanfaatkanpeluang usaha dengan adanya objek wisata katholik ini dengan mendirikan warung-warung makan dan kios-kios sofenir yang menyangkut objek wisatakatholik, seperti rosario, salip, patung rohani dan hiasan rohani lainya. Adapula masyarakat sekitar yang memanfaatkan peluang usaha ini dengan mendirikan pebrik-pabrik patung rohani dan pabrik rosario, meski pabrik ini Dalam keadaan yang seperti ini tentu saja semua tidak lepas dari adanya masalah-maslah yang muncul.

D. Batasan Masalah

  Batasan masalah dalam penelitian ini yaitu perbedaan yang terjadi di tengah-tengah warga sekitar objek wisata rohani Candi Hati Kudus TuhanYesus Ganjuran sebelum dan sesudah adanya objek wisata dilihat dari kondisiUMKM warga sekitar objek wisata rohani Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran. Untuk mengetahui dampak objek wisata Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran terhadap keadaan perekonomian warga sekitar.

F. Manfaat Penelitian

  Bagi Masyarakat SekitarHasil dari penelitian ini dapat bermanfaat dalam keseharian kehidupan masyarakat sekitar, bahwa objek wisata ini telah memberikan dampakyang cukup berarti bagi perekonomiannya. Bagi PenulisUntuk menambah pengetahuan dan sarana berlatih dalam menerapkan teori yang didapat selama mengikuti perkuliahan dengan kenyataanyang terjadi dalam dunia pendidikandan kepariwisataan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Industri pariwisata

1. Pengertian Pariwisata

  Sedangkan semua kegiatan yang dilakukan untuk mendatangkan para wisatawan, seperti pembangunan hotel, pemugaranobyek budaya, pembuatan pusat rekreasi, penyelenggaraan pekan pariwisata, penyediaan angkutan dan lain sebagainya, semua ini disebutkegiatan kepariwisataan. Robert McIntosh dan Shashikant Gupta mengatakan bahwa “pariwisata merupakan gabungan gejala dan hubunganyang timbul dari interaksi wisatawan, bisnis, pemerintah, tuan rumah, serta masyarakat tuan rumah dalam proses menarik dan melayaniwisatawan”.

d. Sedangkan pengertian objek dan daya tarik wisata menurut Undang-

undang Nomor 9 Tahun 1990 yaitu yang menjadi sasaran perjalanan wisata yang meliputi :

1) Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang berwujud keadaan alam serta

  2)Karya manusia yang berwujud museum, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni budaya, wisata agro (pertanian), wisata tirta (air), wisata petualangan, taman rekreasi. 3)Sasaran wisata minat khusus, seperti : berburu, mendaki gunung, gua, industri dan kerajinan, tempat perbelanjaan, sungai air deras, tempat- tempat ibadah, tempat-tempat ziarah.

e. Kemudian pada angka 4 di dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990

  dijelaskan pula bahwa Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata sertausaha-usaha yang terkait di bidang tersebut. Yoeti (1992:8) adalah gabungan gejala dan hubungan yang timbul dari interaksi wisatawan, bisnis, pemerintah tuan rumah serta masyarakattuan rumah dalam proses menarik dan melayani wisatawan-wisatawan serta para pengunjung lainnya.

h. Menurut definisi yang lebih luas yang dikemukakan oleh H.Kodhyat

  (1983:4) adalah sebagai berikut : Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain, bersifat sementara, dilakukan peroranganmaupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya,alam dan ilmu. Sedangkan menurut pendapat dari James J.

i. Menurut Salah Wahab (1975:55) mengemukakan definisi pariwisata yaitu

  Selanjutnya, sebagai sektor yang komplek, pariwisata jugamerealisasi industri-industri klasik seperti industri kerajinan tangan dan cinderamata, penginapan dan transportasi. Pendit (2003:33) menjelaskan tentang kepariwisataan sebagai berkut : Kepariwisataan juga dapat memberikan dorongan langsung terhadap kemajuan kemajuan pembangunan atau perbaikan pelabuhanpelabuhan (laut atau udara), jalan-jalan raya, pengangkutan setempat,program program kebersihan atau kesehatan, pilot proyek sasanabudaya dan kelestarian lingkungan dan sebagainya.

B. Usaha Mikro Kecil dan Menengah

1. Pengertian Industri/ Usaha Kecil

  Untuk memberikan batasan yang jelas pada industri, selaindibedakan pengubahan dan pengolahan bahan, juga diperhitungkan suatu kriteria lain; kompleksitas dari peralatan yang dipakai perusahaan yangmengambil bahan dasar dari alam, kemudian langsung mengolahnya melalui peralatan mekanis yang komplek disebut industri (Ensiklopedi Indonesia,1982 : 121). Dari berbagai literatur kriteria untuk menentukan besar kecilnya suatu perusahaan antara lain besarnya modal yang dimiliki, kapasitasproduksi, banyaknya tenaga buruh yang dipekerjakan, dan seberapa jauh dominasi perusahaan tersebut pada pasar untuk produk sejenis dansebagainya.

2. Klasifikasi Industri Kecil

3. Tujuan Pengembangan Industri Kecil

  Angka pengangguranberkurang dan pendapatan masyarakat menjadi meningkat yang menyebabkan PDB turut serta meningkat dimana ha ini dapatmenyebabkan dana untuk pembangunan daerah bertambah. Mengembangkan kemampuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menjadi usaha yang tangguh dan mandiric.

4. Wilayah Sentra Industri

  Dalam Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM No:32/Kep/M. KUKM/IV/2002,tanggal 17 April 2002 tentang PedomanPenumbuhan dan Pengembangan Sentra UKM, SENTRA didefinisikan sebagai pusat kegiatan di kawasan/lokasi tertentu dimana terdapat UKM yangmenggunakan bahan baku/sarana yang sama,menghasilkan produk yang sama/sejenis serta memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi klaster.

G. Indikator-Indikator Sosial Ekonomi

1. Pendapatan

  Menurut Sunuharyo dalam mulyanto Sumardi dan Han Dieter-Evers (1982), dilihat dari pemanfaatan tenaga kerja, pendapatan yang berasal dari balas jasa berupa upah atau gaji disebut pendapatan tenagakerja (Labour Income), sedangkan pendapatan dari selain tenaga kerja disebut dengan pendapatan bukan tenaga kerja (Non Labour Income). Hasil dari milik misalnya mempunyai sawah yang disewakan, mempunyai rumah disewakan, dan meminjamkan uang denganbunga tertentu Gilarso juga mengungkapkan bahwa penghasilan keluarga adalah sebagai bentuk balas karya yang diperoleh sebagai imbalan ataubalas jasa atau sumbagan seseorang terhadap proses produksi.

1. Curahan Kerja

  Pengertian Curahan KerjaMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Setyawan, 2006:19) jam kerja adalah waktu yang dijadwalkan bagi pegawai dan sebagainya untuk bekerja, sedangkan dalam Kamus IstilahEkonomi (Setyawan, 2006: 19) jam kerja adalah ukuran menghitung lamanya karyawan melaksanakan pekerjaannya. Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Curahan KerjaAda beberapa faktor yang mempengaruhi curahan waktu atau jam kerja menurut suroto (dalam setyawan, 2006:20) antaralain :1) Iklim atau musin2) Jenis pekerjaan3) Tingkat pendapatan yang telah diterima c.

2. Tingkat Kemiskinan

  Pengertian KemiskinanKesenjangan ekonomi atau ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dankelompok masyarakat berpenghasilan rendah serta tingkat kemiskinan atau jumlah orang yang berada di bawah gariskemiskinan ( poverty line ) merupakan masalah besar di banyak negara berkembang, tidak terkecuali Indonesia. Banyak programyang dilakukan oleh pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi jumlah orang miskin dan perbedaan pendapatan antara kelompokmiskin dan kelompok kaya di tanah air, misalnya inpres desa tertinggal (IDT), pengembangan industri kecil dan rumah tangga,khususnya di daerah pedesaan, transmigrasi, dan masih banyak lagi.

b. Kriteria Kemiskinan

  Ada dua macam ukuran kemiskinan yang umum dan dikenal antara lain :1) Kemiskinan Absolut Konsep kemiskinan pada umumnya selalu dikaitkan dengan pendapatan dan kebutuhan, kebutuhan tersebut hanya terbataspada kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar ( basic need ). Secara operasional mereka tampak tidak mampu memenuhi salah satu dari indikator sebagai berikut:a) Menjalankan ibadah secara teratur; b) Minimal seminggu sekali makan daging/telur/ikan; c) Minimal memiliki baju baru sekali dalam setahun; 2 d) Luas lantai rumah rata2 8 m per anggota keluarga; g) Salah satu anggota keluarga memiliki penghasilan tetap; dan h) Dalam 3 bulan terakhir tidak sakit dan masih dapat melaksanakan fungsinya dengan baik.

H. Penelitian Terdahulu

  Pembentukan sentra industri akan mempermudah para pelaku industri untuk memperoleh informasi secara cepat dan tepat misalnya sepertiinformasi bahan baku yang berkualitas bagus dan harga-harga bahan baku sehingga akan meningkatkan efisiensi kerja. Hipotesis Penelitian Berdasarkan uraian-uraian di atas, peneliti kemudian beranggapan bahwa perkembangan wisata rohani Candi Hati Kudus Tuhan Yesusmenjadi objek wisata di wilayah Kabupaten Bantul memberi pengaruh positif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat seperti : 1.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif komparatif. Metode

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  Candi Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran terletak kurang lebih 17 kilo meter selatan kota Yogyakarta dan tidak jauh dari pantaiparangtritis dan pantai samas. Dengan keadaan yang seperti ini maka munculah usaha-usaha dari masyarakatsekitar ganjuran yang bersifat UMKM di sekitar objek wisata rohani ini.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

  Dalam penelitian ini populasinya adalah masyarakat sekitar yang bergerak dibidang UMKM. Sampling jenuh adalah teknik penentuan 57 Semua anggota populasi dalam penelitian ini digunakan sebagai sampel yang berjumlah 57 UMKM.

2. Teknik Pengambilan Sampel

sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2007 : 68).

D. Subyek dan Obyek

  Subjek Subyek penelitian ini adalah UMKM di sekitar objek wisata rohani Candi Hati Kudus Tuhan Yesus. Seperti jumlah pendapatan di bidang UMKM,Jumlah curahan kerja, tingkat pengangguran masyarakat di sekitar Ganjuran.

E. Variabel Indikator dan Batasan Istilah

  Pendapatan keluarga, yaitu pendapatan yang diterima oleh keluarga dalam bentuk pendapatan real uang baik diterima dalam jangka waktuper hari, per minggu ataupun per bulan. Jumlah keluarga miskin, yaitu jumlah keluarga miskin yang ditetapkan dari hasil susenas oleh BPS berdasarkan pengolongan keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera 1.

F. Data Penelitian

1. Data Primer

Dalam penelitian ini data primer yang digunakan meliputi data dari responden dalam bentuk wawancara yaitu mengenai :1) Jumlah pendapatan masyarakat sekitar di bidang UMKM sebelum dan sesudah adanya objek wisata rohani Candi Hati Kudus Tuhan Yesus.2) Jumlah Curahan kerja masyarakat sekitar di bidang UMKM sebelum dan sesudah adanya objek wisata rohani Candi Hati Kudus Tuhan Yesus.3) Jumlah keluarga miskin masyarakat sekitar di bidang UMKM sebelum dan sesudah adanya objek wisata rohani Candi Hati Kudus Tuhan Yesus.

2. Data Sekunder

  Data sekunder ini meliputi1) Jumlah UMKM sebelum dan sesudah adanya objek wisata.2) Jumlah keluarga miskin sebelum dan sesudah adanya objek wisata3) Tingkat pengangguran masyarakat sekitar sebelum dan sesudah adanya objek wisata. 4) Letak geografis Ganjuran.5) Kondisi fisik daerah penelitian sebelum dan sesudah adanya objek wisata.

G. Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Wawancara Wawancara merupakan cara observasi yang bersifat langsung

  Bila responden tidak jelasdengan pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara maka dapat diganti dengan kata-kata yang lebih sederhana. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi dan data mengenai jumlah pendapatan, curahan kerja, perolehan laba, dantingkat pengangguran 57 UMKM di sekitar objek wisata rohani Candi Hati Kudus Tuhan Yesus.

2. Dokumentasi

  Dokumen-dokumen yang ada dipelajari untuk memperoleh data dan informasi dalam penelitian ini. Dokumen tersebut meliputilaporan dan atau berbagai artikel dari majalah, koran atau jurnal yang berkaitan dengan topik penelitian.

H. Teknik Analisis Data 1) Analisis deskriptif

  Penelitian ini mencoba membandingkan keadaan sebelum dan sesudah adanya objek wisata. Dalam bukunya sugiyono(2008:117) menjelaskan bahwa analisis before- after merupakan perbandingan antara nilai sebelum dan sesudah ada perlakuan/ treatment .

2) Uji hipotesis 1

  Untuk hipotesis yang menyatakan dalam hal jumlah keluarga miskin masyarakat sekitar di bidang UMKM antara sebelum dansesudah menjadi objek wisata rohani menjadi berkurang, maka dapat digunakan kriteria batas kemiskinan yang bersumber dariBKKBN yang meliputi beberapa kategori keluarga yang masuk ke dalam keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera. Sejarah Perjumpaan agama Katolik dengan Masyarakat Ganjuran Kehidupan Religi pada awal berdirinya Candi Ganjuran ini didominasi oleh masyarakat muslim yang taat Sejarah Candi Hati Kudus Tuhan Yesus atau akrab disebut Candi Ganjuran tidak dapat dilepaskan dari keberadaanPabrik gula Gondang Lipuro yang terdapat disebelah utara Gereja yang berdiri pada tahun 1862.

5. Dan diatasnya tertulis Aksara Jawa yang berarti: “Sampeyan Dalem Maha

  Dibuat sembilan titik kran juga ada maksud tertentu yang disesuaikan dengan tinggi bangunan candi 9 meter dan jumlah tangga naik ke tingkatan Swarloka dari Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Joseph selaku arsitek arca itu pasti memperhitungkan tidak hanya didasarkan pada rasa seni yang tinggi tetapi juga iman yang mendalam akan Kristus. Kian merebaknya kemerosotan iman dan moralitas di kalangan umat khususnya dan masyarakat pada umumnya, terlebih lagi di kalangan pimpinan dan tokoh yang seharusnya menjadi panutan.

B. Diskripsi Lokasi Penelitian

1. Letak Geografis

  Gereja yang disebut GerejaHati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran dan candi yang diberi nama CandiTyas Dalem Hyang Roh Suci merupakan obyek wisata ziarah umatKatolik yang utama di Ganjuran ini. Keadaan Penduduk Menurut Tingkat KesejahteraanWarga sekitar objek wisata Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran yaitu dusun Kaligondang terdiri dari 5 RT, yang dihuni oleh 255 KK atau 795 jiwa dengan rincian jumlah penduduk laki-lakisebesar 456 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebesar 339 jiwa.

3. Keadaan Pertanian Penduduk

4. Sarana dan Prasarana

  Beberapa perkembangan dari sarana perhubungan dan perekonomian yang dapatdilihat di wilayah Dusun Kaligondang antara lain adalah : a) Jalan jalan di sekitar objek wisata rohani Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran seluruhnya sudah di cor dan di aspal. Oleh karena itu,warga sekitar objek wisata Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran juga mengupayakan adanya ketepatan dan kecepatan informasi dantelekomunikasi melalui sarana yang mereka miliki.

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Bab ini merupakan analisis dan pembahasannya yang dikumpulkan dari data

  57 responden yang berpartisipasi dalam studi ini, semuanya adalah anggota masyarakat sekitar objek wisata rohani Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuranyang diambil dengan cara acak proporsional. Dalam hal analisis data, penelitian ini menggunakan uji beda z wilcoxon Signed Rank Test untuk menjawab rumusanmasalah jumlah pendapatan dan jumlah curahan kerja.

A. Deskripsi Responden

  Tetapisetelah objek wisata rohani Candi Hati Kudus Tuhan Yesus di resmikan ganjuran menjadi terkenal dan menjadi objek wisata rohani yang terkenalpula,maka dari itu lebih banyak lagi wiasatwan yang datang baik dari dalam maupun luar kota. Pada tahun 1998 jumlah penduduk yang memiliki pendapatan kurang dari Rp 500.000berjumlah 1 orang dan pada tahun 2013 sudah tidak ada lagi, pada tahun 1998 dan 2013 jumlah responden yang memiliki penghasilan diatas Rp500.000 sampai dengan Rp 1.000.000 mengalami penurunan dari 39 orang menjadi 11 orang.

1. Pengujian Hipotesis

  Untuk menguji variable tingkat pendapatan dan jumlah curahan kerja, maka digunakan uji z, karena sampel dalam penelitian ini termasuksampel besar dengan jumlah 57 responden. Keadaan ini dapat dibuktikan dengan melihat perubahan jumlah pendapatan masyarakat sekitar sebelum dan sesudah menjadidaerah objek wisata, dengan membaca hasil analisis yang digunakan melalui uji beda Z dengan tingkat kepercayaan 95 %,sebagai berikut :Dengan hipotesis statistik Z wilcoxon lewat perhitungan SPSS diperoleh hasil.

57 Sumber: Data diolah, 2013

  Tabel di atas menunjukan bahwa rata-rata pendapatan per warga di sekitar objek wisata rohani Candi Hati Kudus TuhanYesus Ganjuran berjumlah ( ) 1.09E6 dengan standar deviasi (S 1 ) sebesar 554803.585 dan setelah menjadi objek wisata rata-rata pendapatan per kepala keluarga sebesar ( ) 1.46E6 denganstandar deviasi (S 2 ) sebesar 769164.097. Dilihat dari rata- rata(Mean), jumlah pendapatan warga sekitar objek wisata rohaniCandi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran sebelum dan sesudah menjadi objek wisata, untuk besarnya pendapatan minimum terjadikenaikan dari 400000 menjadi 500000.

57 Sumbera; data diolah, 2013

  Menurun, jika jumlah curahan kerja setelah menjadi objek wisata lebih kecil dari sebelumnyaMelihat tabel diatas, dari tota 57 warga sekitar, terdapat 35 keluarga yang mengalami peningkatan jumlah curahan kerja dan22 keluarga yang mengalami penurunan. Oleh karenapengujian menggunakan satu sisi, maka dasar pengambilan keputusan hipotesis adalah :a) Terima H jika nila statistik hitung (Z ) < statistik tabel o hitung (Z tabel ) b) Tolak H o jika nila statistik hitung (Z hitung ) > statistik tabel(Z tabel ) c) Nilai statistik tabel(Z ) diperoleh dari ( - tabel Z0,5 Z0,5 0,05 )=α) = ( sebelum dan sesudah adanya objek wisata rohani Candi HatiKudus Tuhan Yesus Ganjuran 4803.42 Tabel V.10.

2. Pembahasan

  Pembahasan Terhadap Hasil Uji Hipotesis Pertama (jumlah pendapatan warga sekitar objek wisata rohani Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran meningkat setelah menjadi objek wisata) Melihat hasil analisis yang telah disajikan dalam bentuk tabel hasil run data SPSS dengan menggunakan uji wilcoxon, maka dapatdisimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara pendapatan sebelum dan sesudah adanya objek wisata rohani Candi Hati KudusTuhan Yesus Ganjuran. Hal ini terjadi karena dengan diresmikanya objek wisata rohani Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuranmembuat ganjuran menjadi terkenal dan banyak orang yang tahu, sehingga banyak yang datang untuk berdoa dan berziarah ke ganjuran.

c. Pembahasan Terhadap Hasil Uji Hipotesis Ke-tiga (jumlah keluarga miskin masyarakat sekitar menurun setelah adanya objek wisata rohani Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran )

  Melaluiwawancara yang telah dilakukan, penurunan ini salah satunya disebabkan oleh semakin menjanjikannya bidang UMKM setelahadanya peresmian Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran sebagai objek wisata rohani dan semakin bayaknya wisatawan yang datanguntuk berziarah ke Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran setiap tahunya. Tingkat kemiskinan masyarakat sekitar objek wisata rohani Candi HatiKudus Tuhan Yesus ganjuran berkurang disebabkan karena bidangUMKM semakin menjanjikan di ganjuran dan banyak wisatawan yang bekunjung untuk berziarah dan berdoa sehingga banyak warga sekitaryang menjadi pelaku UMKM di ganjuran dan meningkatkan pendapatan mereka sehingga dapat terlepas dari kemiskinan.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan terhadap 57 warga sekitar objek wisata rohani Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuranl. Penulis mengambil kesimpulan mengenai perbedaan kondisi sosial ekonomi

  Dalam hal jumlah keluarga miskin masyarakat sekitar objek wisata rohani Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran mengalamipenurunan sesudah menjadi objek wisata. Rentang waktu yang cukup panjang dapat menyebabkan perubahan- perubahan dalam konteks sosial ekonomi selain yang disebutkan diatasseperti adanya krisis moneter tahun 1998, adanya inflasi, bencana alam dan masih banyak hal lainnya.

1. Bagi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi

  Melihat perkembangan yang cukup memuaskan di dalam bidang sosial ekonomi warga sekitar objek wisata rohani Candi Hati Kudus . Selain itu Pemerintah Kabupaten Bantul juga perlu memberikan pembinaan lebih dini bagi para pemula yang hendak menjadi pelakuUMKM sehingga dapat semakin berkembang dengan baik.

2. Bagi Masyarakat Sekitar

  Lebih banyak lagi disediakan tempat sampah untukmenampung sampah-sampah sisa dari para wisatawan dan pelanggan agar masyarakat lebih sadar untuk membuang sampah pada tempatnya dantidak membuat lingkungan sekitar menjadi kotor . Selain itu, untuk lebih memperkecil pengangguran yang ada , alternatif menjadi pelaku UMKMjuga dapat menjadi pilihan pekerjaan karena menurut data yang ada pelaku UMKM juga mampu untuk meningkatkan pendapatan yang diterima.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (149 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

DAMPAK KEBIJAKAN PERIZINAN TOKO SWALAYAN TERHADAP USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KECAMATAN SEKAMPUNG UDIK KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
0
11
74
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH TERHADAP PERSAINGAN PERDAGANGAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH TERHADAP PERSAINGAN PERDAGANGAN GLOBAL.
0
3
10
PENDAHULUAN PERENCANAAN DAN PENATAAN ULANG KOMPLEKS GEREJA DAN CANDI “HATI KUDUS TUHAN YESUS GANJURAN” DI KABUPATEN BANTUL, DIY.
0
3
8
MELIHAT USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH U
0
1
16
DINAMIKA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH
0
0
1
STRATEGI PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL dan MENENGAH (UMKM) DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN dan PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN DI INDONESIA
0
0
11
TEKNOLOGI INFORMASI WEBSITE DAN QR-BARCODE UNTUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) BORDIR DI DESA PEGANJARAN KABUPATEN KUDUS
0
0
5
MAKNA ELEMEN INTERIOR DAN WARNA PADA ARSITEKTUR GEREJA KATOLIK INKULTURATIF DI GEREJA HATI KUDUS TUHAN YESUS GANJURAN BANTUL - Unika Repository
0
0
21
BAB III METODOLOGI - MAKNA ELEMEN INTERIOR DAN WARNA PADA ARSITEKTUR GEREJA KATOLIK INKULTURATIF DI GEREJA HATI KUDUS TUHAN YESUS GANJURAN BANTUL - Unika Repository
0
0
10
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN - MAKNA ELEMEN INTERIOR DAN WARNA PADA ARSITEKTUR GEREJA KATOLIK INKULTURATIF DI GEREJA HATI KUDUS TUHAN YESUS GANJURAN BANTUL - Unika Repository
0
0
51
MAKNA ELEMEN INTERIOR DAN WARNA PADA ARSITEKTUR GEREJA KATOLIK INKULTURATIF DI GEREJA HATI KUDUS TUHAN YESUS GANJURAN BANTUL - Unika Repository
0
0
15
INKULTURASI BUDAYA PADA BANGUNAN RELIGIUS DI CANDI HATI KUDUS TUHAN YESUS GANJURAN BANTUL TESIS Disusun Dalam Rangka Memenuhi Persyaratan Program Magister Teknik Arsitektur
0
0
21
SUMBANGAN MODEL PENDAMPINGAN BAGI KOMUNITAS KAUM MUDA KATOLIK DI PAROKI HATI KUDUS YESUS PUGERAN YOGYAKARTA SKRIPSI
0
0
210
PEZIARAHAN SEBAGAI PENGUDUSAN RUANG BAGI YANG KUDUS: STUDI TENTANG PROSES PEMBENTUKAN PEZIARAHAN CANDI HATI KUDUS TUHAN YESUS GANJURAN YOGYAKARTA Tesis
0
0
136
PERANAN INKULTURASI BUDAYA JAWA TERHADAP PENGHAYATAN EKARISTI DI PAROKI HATI KUDUS TUHAN YESUS GANJURAN SKRIPSI
0
0
130
Show more