BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - TA BAB I V

Gratis

0
0
69
3 months ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari – hari zaman sekarang ini, masyarakat

  Sesuai dengan prinsip Bank Syari’ah, yaitu prinsip kehati-hatian dalam pembiayaan atau penanaman dana sebenarnya sama saja dengan4 Bagi nasabah yang paham akan aturan Bank Syari’ah, proses dari permohonan penanaman dana tersebut merupakan suatu hal yang biasa danwajar atau tidaklah sulit, dan proses realisasi atau pencairan dananya mudah. Proses realisasi ini harus sesua prosedur yang telah ditetapkan,mengingat jumlah dana yang diajukan dalam permohonan penanaman dana tersebut umumnya dalam jumlah yang relative besar, danresikonyapun juga besar (terjadi kredit macet).

B. Rumusan Masalah

  Bagaimana proses realisasi pembiayaan murabahah di Bank Muamalat Indonesia Cabang Magelang? Untuk mengetahui realisasi pembiayaan murabahah di Bank Muamalat Indonesia Cabang Magelang.

D. Manfaat Penelitian 1

  Penulis dan pembaca dapat memperoleh diskripsi mengenai proses realisasi pembiayaan murabahah di Bank Muamalat CabangMagelang. Sebagai kontribusi Bank Muamalat Cabang Magelang khususnya para operasional pembiayaan yang berkaitan dengan persyaratan danprosedur dalam proses pendroppingan.

4. Untuk memberikan gambaran mengenai proses realisasi pembiayaan murabahah pada peneliti selanjutnya

E. Metode Penelitian 1

  b)Data Skunder Adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari semua kegiatan yang ada dalam perusahaan yaitu dengan cara membacabuku, serta sumber-sumber data lain yang berhubungan dengan penelitian. c)Dokumentasi Tekhnik pengumpulan data dengan membaca buku-buku referensi tentang murabahah yang berhubungan dengan masalah penanamandana untuk melengkapi data yang dibutuhkan dalam penelitian.

4. Analisis Data

  Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif yaitu menjelaskan dan menggambarkan keadaan yang sebenarnyatentang bagaimana proses realisasi pembiayaan murobahah di BankMuamalat Indonesia Cabang Magelang. Adapun pendekatan yang digunakan penulis dalam penulisan ini adalah pendekatan kualitatif,yaitu jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik(perhitungan).

F. Telaah Pustaka

  Membahas tentang prosedur-prosedur dalam mengajukan pembiayaan murabahahyang disitu menjelaskan perbedaan kredit dan pembiayan antara lembaga syari’ah dan konvensional. Kali ini penulis akan membahas seputar realisasi pembiayaan murabahah di UPS Magelang, yang menerangkan sedikit tentang seluk beluk tentang murabahah dari prosedur dan realisasinya.

G. Sistematika Penulisan

  Sejarah dan Perkembangan BMI B. Visi dan Misi BMI C.

BAB IV ANALISIS A. Pelaksanaan Murabahah Di BMI B. Proses Realisasi Pembiayaan Murabahah. C. Analisis BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB II LANDASAN TEORI A. Kerangka Teoritik Allah swt, telah menjadikan harta sebagai salah satu sebab tegaknya

  Sebab, apa saja yang dibutuhkan oleh setiap orang tidak bisa dengan mudah diwujudkan setiap saat, dan karena mendapatkannya denganmenggunakan kekerasan dan penindasan itu merupakan tindakan yang merusak, maka harus ada sistem yang memungkinkan tiap orang untukmendapatkan apa saja yang dia butuhkan, tanpa harus menggunakan 5 kekerasan dan penindasan. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perdagangan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kalian .” (Q.s. An-Nisa’:29).

8 Firman Allah swt :

  Sedangkan untuk melakukan jual beli harus menggunakan dua lafadz, yang salah satunya menunjukkan ijabsementara yang lain menunjukkan qobul, yaitu saya menjual dan saya membeli, atau yang senada dengan kedua pernyataan ini, baik dari segiungkapan maupun praktiknya. Apabila pemilik barang tadi mengontrak ajiir dengan upah yang diambil dari laba penjualan, maka ajiir tersebut statusnya adalah Syarik Mudharib78 http :/ / www.a lq ura n-me la yu.c o m/ 2-a l-b a q a ra h/ 07:22 23-08-09 (persero yang merupakan pengelola), dan terhadap orang yang bersangkutan harus diberlakukan hukum mudharib (persero) bukan hukumajiir.

9 Me mb a ng un Siste m Eko no m i Alte rna tif

  Pada lembaga keuangan atau perbankan islam, dengan operasi murabahah, para klien bank membeli suatu komoditi menurut rinciantertentu dan menghendaki agar bank mengirimkanya kepada mereka berdasarkan imbuhan harga tertentu menurut persetujuan mula antara 11 kedua belah pihak . Adapun mengenai pembayaran harga oleh nasabah dapat dilakukan secara penuh setelah jatuh tempo, dan dapat pula diangsur setiap periodetertentu, misalnya sepekan atau sebulan sekali, selama jangka waktu yang 12 disepakati .

B. Telaah pustaka

  Berpendapat bahwa hukum- hukum syara’ telah menjamin tercapainya seluruh kebutuhan primersecara menyeluruh kepada masyarakat islam secara menyeluruh, cara yang ditulis adalah dengan mewajibkan bekerja kepada tiap laki-laki yangmampu bekerja, sehingga dia bisa memenuhi kebutuhan-kebutahan primernya sendiri, berikut orang-orang yang nafkahnya menjaditanggunganya. Menjelaskan produk lembaga keuangan yang sangat diminati masyarakat serta membahas tentang pembayaranharga oleh nasabah yang dilakukan secara penuh setelah jatuh tempo, dan dapat pula diangsur setiap periode tertentu yang telah disepakati lembagadan nasabah.

BAB II I DESKRIPSI OBYEK A. Sejarah Dan Perkekmbangan Bank Muamalat Indonesia UPS Magelang. Bank Muamalat Indonesia, merupakan bank pertama di indonesia

  HT.01.01 tahun 1992 dan telah didaftarkan di kantor pengadilan tinggi jakarta pusat pada tanggal 30 Maret 1992 dibawahno.970/1992 serta diumumkan dalam berita negara RI No.34 tanggal 28 April 1992 tambah No.1919A. Berdasarkan surat keputusanmenteri keuangan No.131/KMK.017/1995 tanggal 30 maret 1995, bank muamalat dinyatakan sebagai bank yang beroperasi dengan sistem bagihasil.

B. Visi dan Misi Bank Muamalat Indonesia

  Menurut teknis Perbankan, qardh adalahpemberian pinjaman dari Bank ke nasabah yang dipergunakan untuk kebutuhan mendesak, seperti dana talangan dengan kriteria tertentu danbukan untuk pinjaman yang bersifat konsumtif. Pembayaran Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) Jasa yang memudahkan nasabah dalam membayar ZIS, baik ke lembaga pengelola ZIS Bank Muamalat maupun ke lembaga-lembagaZIS lainnya yang bekerjasama dengan Bank Muamalat, melalui Phone Banking dan ATM Muamalat di seluruh cabang Bank Muamalat.

BAB IV ANALISIS A. Pelaksanaan Murabahah di Bank Muamalat Indonesia UPS Magelang 1. Murabahah di BMI UPS Magelang Murabahah dalam pelaksanaannya di perbankan adalah akad jual

  Dengan demikian, yang dimaksud dengan pembiayaan murabahah di Bank Muamalat adalah akad perjanjian penyediaan barang berdasarkan jual beli, dimana Bank Muamalat membelikan kebutuhan barang atau investasi nasabah dan kemudian barang atauinvestasi tersebut dijual kembali kepada nasabah ditambah dengan keuntungan yang telah disepakati. Oleh karena itu bank harus memberi tahu harga produk barang yang dibeli dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahanya, karena adanya unsur kepastian keuntungan yang didapatinilah banyak bank syari’ah yang menggunakan produk pembiayaan murabahah sebagai metode utama dalam penyaluran dana pembiayaan.

2. Akad jual Beli (6) Bayar

  Teknis Pelaksanaanya sebagai berikut:1) Nasabah datang ke Bank Muamalat untuk melakukan negosiasi dan persyaratan mengenai jenis barang yang akan dibeli, dalamhal ini bank bertindak sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli. Konsekuensi logis yang timbul dengan pola jual-beli murabahah adalah 1)Pembiayaan atau penanaman dana akan senantiasa terkait dengan sektor riil karena harus menyebut barang 2)Harga jual sudah ditetapkan diawal dan tidak berubah hingga akad penanaman dana berakhir.

3. Aspek Pelaksanaan Murabahah di Bank Muamalat a

  Implementasi1) Barang yang Boleh DibeliPembiayaan murabahah ditujukan untuk pembelian asset atau objek jual beli seperti; pembelian rumah atau gedung atausejenisnya, kendaraan atau alat-alat mesin industri, dan asset lain yang tidak bertentangan dengan Syari’ah dan disetujuibank.2) Bank Murabahah dapat dilakukan berdasarkan pesanan atau tanpa pesanan. Bank dapat membiayai keperluan ini dengan prinsip murabahah dan untuk itu bank dapat memintaSurat Perintah Kerja (SPK) dari nasabah yang bersangkutan.4) Pemasok Barang atau SupplierPemasok barang atau supplier adalah orang atau badan hukum yang membantu bank dalam penyediaan barang sesuaipermintaan nasabah.

17 Ba nk Sya ri’ a h Da ri Te o ri Ke p ra ktik

  Muha ma d sya fi’ i a nto nio , “ ” , G e ma (1)Dalam jual beli ini bang diperbolehkan meminta nasabah untuk membayar uang muka saatmenandatangani kesepakatan awal pemesanan (2)Jika nasabah kemudian menolak membeli barang tersebut, biaya riil bank harus dibayar dari uang mukatersebut. (3)Jika nilai uang muka kurang dari nilai kerugian yang harus ditanggung oleh bank, bank dapat memintakembali sisa kerugianya kepada nasabah.

11) Diskon dalam Murabahah

  Jika dalam jual beli murabahah lembaga keuangan syari’ah mendapat diskon dari supplier, harga sebenarnya adalahharga setelah diskon karena diskon itu adalah hak nasabah.d ) Jika pemberian diskon terjadi setelah akad, pembagian tersebut dilakukan berdasarkan perjanjian atau persetujuanyang dimuat dalam akad.e ) Dalam akad pembagian diskon, setelah akad hendaklah diperjanjikan dan ditandatangani. 12)Potongan dalam Pelunasan Berdasarkan fafwa DSN No.23/DSN-MUI/III/2002 tentang potongan pelunasan dalam murabahah maka telahditetapkan : a ) Jika nasabah dalam transaksi murabahah melakukan pelunasan penanaman dana tepat waktu atau lebih cepatdari waktu yang telah disepakati, lembaga keuangan syari’ah boleh memberikan potongan dari kewajibanpenanaman dana tersebut dengan syarat tidak diperjanjikan dalam akad.

1. Ruang lingkup

  Survey (proses inisiasi dan solisitasi)Untuk menguji kebenaran semua informasi yang berkaitan dengan usaha dan data pemohon, langkah yang pertama yangdilakukan oleh setiap account manager adalah proses inisiasi dan solisitasi. Pembuatan usulan pemberian pembiayaan atau disebut dengan memorandum analisa pemberian pembiayaan, pada dasarnyamerupakan memorandum atau proposal namun jelas yang berisikan rangkuman data fakta, dari informasi yang berkaitan dengan analisapemberian pembiayaan dan keuangan dari calon nasabah yang digunakan sebagai bahan untuk penilaian pemberian pembiayaan.

8) PPAP atau Cadangan

  Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) adalah cadangan kerugian yang harus dibukukan terhadap setiappembiayaan yang diberikan besarnya sesuai dengan ketentuan.9) Write-offAdalah pengahapus bukuan atas suatu pembayaran pembiayaan bermasalah. 10)Pelaporan Pelaporan ini meliputi: a)Pelaporan internal, yang terdiri dari ; proffsheet pembiayaan, keterlambatan pembayaran angsuran, titipanoperasi pembiayaan, tagihan rupa-rupa.

c) Dokumen pelaporan, baik pertanggal atau perbulan

2. Persyaratan Realisasi

  Pemeriksaan yang dilakukan oleh support tidak hanya dokkumen inti, melainkan juga dokumen-dokumen pendukungdalam realisasi langkah-langkah yang harus diperiksa:1) Apakah usulan pembiayaan (UP) beserta risalah keputusan komite pembiayaan yang telah ditandatangani oleh seluruhanggota komite dan salah satu diantaranya memiliki batasan sampai dengan usulan pembiayaan yang diajukan. Persiapan yang harus dilakukan dalam persiapan pencairan pembiayaan antara lain:1) Periksa kelengkapan dokumen pencairan pembiayaan yang meliputi:a) Usulan pembiayaan.

2) Periksa apakah persyaratan dropping sudah dipenuhi

  4)Usulan pembiayaan asli yang telah dibubuhi fiat dropping disimpan di file pembiayaan sebagai bukti realisasi pembiayaanyang telah dibubuhi fiat dropping dan dilengkapi copyan SPRP, dan jadwal angsuran yang masing-masing didistribusikankepada operasi pembiayaan dan disimpan di file pembiayaan (file folder). 7)Pembiayaan yang mempunyai kelonggaran tarik setiap permohonan realisasi pembiayaan yang diajukan AMkhususnya dalam bentuk plafond pembiayaan yang pencairanya dilakukan secara bertahap, cukup menggunakan memorandum dropping .

4) Kirim seluruh dokumen ke operasianal pembiayaan

  6)Pelaksanaan draw down ke OP, selanjutnya setelah dilakukan pemeriksaan, bagi para pejabat yang terkait memahami pulaapakah nasabah tersebut adalah nasabah baru, perpanjangan, atau tambahan. Persyaratan nasabah baru meliputi: SPRP, akad pembiayaan, keputusan pembiayaan, persyaratan mengenai dokumen-dokumen.7) Siapkan kartu pembiayaan berdasarkan copy up (usulan pembiayaan).

i) Jatuh tempo akad

  Tiket penarikan pembiayaan terdiri dari4 lembar yaitu; nota kredit, tiket debet, tiket kredit, dan copy kartu kewajiban nasabah (KKN). 12)Teruskan lembar KKN (dari lembar manifold penarikan pembiayaan) kepada karyawan pemegang KKN yang akanmemberi tanda terima dengan jalan membubuhkan paraf pada lembar ticler yang ada.

13) Teruskan kepada petugas yang ditunjuk untuk difile

  Prosedur pelaksanaanperpanjangan, tetap dilakukan seperti pemberian baru dan disetujui oleh komite pembiayaan dengan salah satunyamerupakan pemegang limit. Setiap perubahan fasilitas pembiayaan setelah dilakukan dropping awal harus mendapat persetujuan pejabat yang berwenang dengan menggunakan formulir standar berupa formulir perubahan fasilitas pembiayaan.

3. Contoh Kasus Pembiayaan Murabahah

  Untuk memecahkan masalah ini, pt terus maju mendatangi Bank Muamalat untuk mengajukan permohonanpembiayaan dengan memaparkan kondisi kebutuhan dan keuangan. Analisis bank: Berikut adalah analisis bank dalam memberikan pendanaan dengan memperhitungkan kebutuhan dan kemampuan financialnasabah.

C. Analisis Masalah

  Untuk itu dalam praktiknya, murabahah yang murni sesuai fiqih muamalah dimana penjual dan pembeli bertemu langsung, masing-masingmembawa barang dan uang, hal ini berbeda dengan prakteknya di Bank Asumsinya, kalau nasabah yang mampu dengan pembayaran tunai pasti mereka datang langsung ke supplier mengapa harus repot-repotdatang ke bank. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan salah satu karyawan Bank Muamalat, murabahah dengan sistem angsuran atau cicilan (bai’ bitsaman ajil) ini merupakan diverifikasi dari murabahah sendiri dan justru dengan pembayaran secara angsuran inilah, produk ini degemari masyarakat.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan. Dari uraian yang ada, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1. Prosedur Pembiayaan a. Murabahah adalah akad jual beli barang dengan menyatakan harga

  perolehan atau harga beli dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual (bank) dan pembeli (nasabah). Pembiayaan Murabahah di Bank Muamalat sistem pembayaranya secara angsuran (murabahah muajjal), hal ini karena kebanyakanseseorang atau nasabah tidak akan datang ke bank kecuali untuk mendapat kredit dan membayar secara angsur.

2. Proses Realisasi a

  Upaya untuk meningkatkan profesionalisme dan ketaatan asas dalam pembiayaan sesuai dengan aturan yang baku, telah dilakukanoleh setiap account manager dalam memproses pembiayaan c. Terdapat kontrak (covenants) positif dan negatif yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh calon nasabah pembiayaan untukmemperkecil kemungkinan resiko kerugian dalam pembiayaan.

B. Saran 1

  Pembiayaan yang sudah terealisir harus mendapatkan porsi cukup dalam pembinaan dan pemantauan kepada nasabah, sebab denganpengontrolan kegiatan usaha dapat menjamin tercapainya tujuan penyaluran dana itu sendiri. Hal inilah yang sangat membedakan antara pembiayaan Murabahah di Bank Syariahdengan kredit pembelian barang biasa di Bank Konvensional.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (69 Halaman)
Gratis

Tags

1 Bab I Pendahuluan A Latar Belakang Bab I V 1 Bab I Pendahuluan A Latar Belakang Masalah Bab I Pendahuluan A Latar Belakang Bab I Bab I Pendahuluan A Latar Belakang Bab I Pendahuluan 1 1 Latar Belakang Masalah Bab I 1 Bab I Pendahuluan A Latar Belakang Bab I Bab I Pendahuluan 1 1 Latar Belakang Bab I Bab V Bab I Pendahuluan 1 1 Latar Belakang Bab I V 1 Bab I Pendahuluan Latar Belakang Masalah Bab I Pendahuluan 1 1 Latar Belakang Masalah Bab I Nursilam
Show more