KAJIAN TERHADAP PENANGANAN KORBAN NARKOBA DI YAYASAN REHABILITASI MENTAL SINAI SUKOHARJO DARI ASPEK VIKTIMOLOGI

Gratis

0
0
95
1 year ago
Preview
Full text

KAJIAN TERHADAP PENANGANAN KORBAN NARKOBA DI YAYASAN REHABILITASI MENTAL SINAI SUKOHARJO DARI ASPEK VIKTIMOLOGI

KAJIAN TERHADAP PENANGANAN KORBAN NARKOBA DI YAYASAN REHABILITASI MENTAL SINAI SUKOHARJO DARI ASPEK VIKTIMOLOGIPenulisan Hukum (Skripsi) Disusun dan diajukan untuk Melengkapi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Derajat Sarjana S1dalam Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta Oleh Berlian CristianiNIM. E1106014 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010 PERSETUJUAN PEMBIMBING Penulisan Hukum (Skripsi) KAJIAN TERHADAP PENANGANAN KORBAN NARKOBA DI YAYASAN REHABILITASI MENTAL SINAI SUKOHARJO DARI ASPEK VIKTIMOLOGI Oleh : Berlian Cristiani

NIM. E1106014

NIP. 196604281990031001 NIP. 194709111980032002

  19610930 198601 1001 PERNYATAANNama : Berlian CristianiNIM : E1006014 Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa penulisan hukum (skripsi) berjudul : KAJIAN TERHADAP PENANGANAN KORBAN NARKOBA DI YAYASAN REHABILITASI MENTAL SINAI SUKOHARJO DARIASPEK VIKTIMOLOGI adalah betul-betul karya sendiri hal-hal yang bukan karya saya dalam penulisan hukum (skripsi) ini diberi tanda citasi dan ditunjukkan dalam daftar pustaka. Kemudianmetode-metode penanganan yang digunakan juga tidak melanggar dan telah sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku yaitu Undang-Undang Nomor 22Tahun 1997 tentang Narkotika dalam hal rehabilitasi korban narkoba.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta karunia dan hidanyah-Nya kepada penulis sehinggapenulis dapat menyelesaikan penulisan hukum ini dengan baik. Penulisan hukum merupakan salah satu persyaratan yang harus ditempuh dalam rangkaian kurikulum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas MaretSurakarta dan juga merupakan syarat utama yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa Fakultas Hukum dalam menempuh jenjang kesarjanaan S1.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap negara tentu menghendaki rakyatnya untuk selalu hidup

  Selain narkotika yang digolongkan barang berbahaya adalah zat,bahan kimia dan biologi, baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secaralangsung atau tidak langsung yang mempunyai sifat, karsinogenik, teratogenik, mutagenik, korosif dan iritasi. Dengan demikian setelah mengetahui tentang viktimologi yang mengkaji terhadap korban kejahatan baik dari dalam sudut pandanghukum positif dan sosiologis, dalam proses penanganan korban kejahatan narkoba dengan rehabilitasi apabila dikaitkan dengan aspek viktimologiharus mengutamakan penanganan secara optimal terhadap korban, dalam hal ini adalah korban narkoba.

2. Apakah penanganan korban narkoba di yayasan rehabilitasi mental

  Untuk memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan bagi penyusunan skripsi sebagai syarat mencapai gelar sarjana dibidang Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Untuk menambah, memperluas, mengembangkan pengetahuan dan pengalaman penulis serta pemahaman aspek hukum di dalam Untuk memberi pikiran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu hukum pada khususnya.

D. Manfaat Penelitian 1

  Merupakan salah satu sarana bagi penulis untuk mengumpulkan data sebagai bahan penyusunan skripsi guna melengkapipersyaratan untuk mencapai gelar kesarjanaan di bidang ilmu hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas MaretSurakarta. Untuk sedikit memberi pikiran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu hukum pada khususnya.

2. Manfaat Praktis a

  Dengan penulisan skripsi ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan penulis dalam bidang hukumsebagai bekal untuk terjun ke dalam masyarakat nantinya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pihak-pihak yang terkait dengan masalah yang diteliti.

E. Metode Penelitian

  Pendekatan PenelitianPenelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan yang digunakan oleh peneliti dengan mendasarkan padadata yang dinyatakan responden secara lisan atau tulisan, dan juga perilaku yang nyata, diteliti dan dipelajari sebagai suatu yang utuh. Wawancara yang dilakukan adalah wawancara yang terpimpin, terarah, dan mendalam sesuai dengan pokokpermasalahan yang diteliti guna memperoleh hasil berupa data dan informasi yang lengkap dan seteliti mungkin.

F. Sistematika Skripsi

  Untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai sistematika penulisan karya ilmiah yang sesuai dengan aturan baru dalam penulisanilmiah, maka penulis menyiapkan suatu sistematika penulisan hukum. Sistematika dalam penulisan hukum iniadalah sebagai berikut : BAB 1 : PENDAHULUAN Dalam bab ini penulis akan mengemukakan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, dan sistematikapenulisan hukum.

BAB II I : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini memuat deskripsi lokasi penelitian yaitu Yayasan Rehabilitasi Mental Sinai di Sukohoharjo hasil

BAB IV : SIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi simpulan dan saran. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teori

penelitian, yaitu : penanganan korban narkoba di YayasanRehabilitasi Mental Sinai Sukoharjo dan kesesuaian penanganan korban narkoba di Yayasan RehabilitasiMental Sinai di Sukoharjo dari sudut pandang viktimologi.

1. Tinjauan Umum Tentang Korban a. Pengertian korban

  Korban adalah mereka yang menderita jasmaniah dan rohaniah sebagai akibat tindakan orang lain yangmencari pemenuhan kepentingan diri sendiri atau orang lain yang bertentangan dengan kepentingan dan hak asasi yang menderita. Selain itu korban termasuk juga orang-orang yang menjadi korban dari perbuatan-perbuatan(tidak berbuat) yang walaupun belum merupakan pelanggaran terhadap hukum pidana nasional yang berlaku, tetapi sudahmerupakan pelanggaran menurut norma-norma hak asasi manusia yang diakui secara internasional.

b. Pengertian Korban Secara Umum

  Mengenai pengertian korban sangat sulit bagi kita untuk menemukan atau memberikan pengertian secara khusus arti darikorban, karena ada berbagai macam jenis korban yang terdapat di dalam masyarakat sebagai suatu tindakan atau perbuatan seseorangbaik dilakukan dibawah pengendalian manusia seperti korban kejahatan maupun di luar kendali manusia yang disebabkan olehgejala alam, maupun korban penyalahgunaan kekuasaan. Korban adalah orang-orang yang secara individual atau Korban adalah mereka yang menderita jasmaninya dan rohaninya sebagai akibat dari tindakan orang lain yang mencaripemenuhan kepanetingan bagi diri sendiri atau orang lain yang bertentangan dengan kepentingan dan hak asasi yang menderita,mereka disini dapat berarti individu, kelompok atau badan hukum swasta atau pemerintah.

c. Pengertian korban secara khusus

  Dalam tindak pidana narkotika, masalah korban perlu dipahami secara cermat, hal ini disebabkan karena orang yangmelakukan penyalahgunaan narkotika merupakan korban sekaligus pelaku penyalahgunaan narkotika. Orang-orang yang dalam kriteria iniperlu dilakukan dengan terapi yang serius dan intensive.

d. Hak dan kewajiban Korban

  (Arif Gosita,1993 : 52-53) 2. Pengertian Narkotika Secara umum yang dimaksud dengan narkotika adalah sejenis zat yang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentubagi orang-orang yang menggunakannya, yaitu dengan cara memasukkan ke dalam tubuh.

b. Pengolongan dan Jenis Narkotika 1) Penggolongan Narkotika

  Penggolongan Narkotika dalam Undang-Undang No 22Tahun 1997 tentang Narkotika terdapat dalam Pasal 2 ayat(2) yang menyebutkan bahwa narkotika dapat digolongkan menjadi :a) Narkotika Golongan IYang dimaksud dengan narkotika golongan I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuktujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangattinggi mengakibatkan ketergantungan. (8)Heroin b)Narkotika Golongan II Narkotika golongan II adalah narkotika yang berkhasiat untuk pengobatan yang digunakan sebagaipilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan sertamempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.

2) Jenis Narkotika

  Ada beberapa jenis narkotika, baik yang alami maupun narkotika olahan / sintetis, yaitu antara lain :a) Candu Candu atau disebut juga dengan opium merupakan sumber utama dari narkotika alam yang berasal darisejenis tumbuh tumbuhan yang dinamakan PapaverSomniferum. Morphine pada umumnya digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit yang sangat kuat, biasa digunakanpada waktu melakukan pembedahan atau pasien yang menderita luka bakar, menolak, penyakit mejan (diare) morphine juga dapat menimbulkan rasa nyaman (euforia), menurunkan rasa kesadaran (hipnotis, sedasi) atau sebagai obat tidur apabila rasa sakit menghalang- menghalangi kemampuan untuk tidur.

3) Pengaturan Narkotika

  Dalam UU No 22 Tahun 1997 tentang Narkotika menyebutkan bahwa dalam rangka mewujudkankesejahteraan rakyat perlu dilakukan upaya dibidang pengobatan, pelayanan kesehatan, serta demi kemajuan ilmupengetahuan, sehingga diperlukan tindakan pengawasan dan pengendalian sebagai upaya pencegahan terjadinyapenyalahgunaan narkotika dan memberantas peredaran gelap narkotika. UU No 22 Tahun 1997 memiliki cakupan lebih luas baik dari segi norma, ruang lingkup materinya yang meliputipenggolongan narkotika, pengadaan narkotika untuk Tindak pidana dibidang narkotika diatur dalam pasal 78 sampai dengan Pasal 100 UU No 22 Tahun 1997 semua tindak pidana tersebut merupakan kejahatan karenaperbuatannya diluar kepentingan pengobatan, pelayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan.

3. Tinjauan Umum Tentang Penyalahgunaan Narkotika a. Pengertian Penyalahgunaan Narkotika

  Penyalahgunaan dalam bahasa Inggris disebut “Abuse”, yang artinya pemakaian yang tidak semestinya. Yang dapat dikategorikan sebagai Drug Abuse yaitu :1) Misuse yaitu mempergunakan narkotika yang tidak sesuai dengan fungsinya.

b. Sebab-sebab Penyalahgunaan Narkotika

  Faktor individu ini terkait dengan masalah kejiwaan seperti :a) Adanya perasaan egois Merupakan sifat yang dimiliki oleh masing-masing individu, sifat ini selalu mendominasi perilaku seseorangsecara tanpa sadar dapat mendorong untuk memiliki dan atau menikmati secara penuh dalam penggunaannarkotika. c) Perasaan keingintahuanRasa ingin tahu ini dimiliki oleh setiap manusia, perasaan ini timbul disebabkan karena adanya hal baruyang belum pernah dikenal dan ada perasaan ingin mencoba atau memiliki, rasa keingintahuan tidak terbataspada hal yang positif saja tapi juga pada hal-hal yang negatif, seperti rasa keingintahuan tentang narkotika.

c. Akibat Penyalahgunaan Narkotika

  d)Terjadinya perkelahian baik terhadap perorangan maupun antar kelompok, karena tidak dapat mengontrol dirinyasendiri dan cenderung cepat menjadi emosional dan mudah tersinggung terhadap siapapun yang disangkamemusuhinya. 3)Bagi bangsa dan negara a)Rusaknya generasi muda yang seharusnya menjadi pewaris bangsa untuk menerima tongkat estafet b)Hilangnya rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara sehingga memudahkan negara lain mempengaruhinyauntuk menghancurkan negara.

4. Tinjauan Umum tentang Penanganan Korban

a. Pengertian

  Penanganan korban adalah suatu tindakan dimana melakukan tindakan optimal terhadap suatu korban baik secaralangsung maupun berkelanjutan. Diperlukan tindakan medis maupun sosial untuk penanganan korban agar korban setelahdilakukan tindakan tersebut dapat kembali normal seperti sebelum ketergantungan narkoba.

1) Pengobatan

  Garis besar pengobatanketergantungan narkoba terdiri atas 3 tahapan, yaitu : a) Tahap detoksifikasiAdalah merupakan tahapan untuk menghilangkan racun akibat narkoba yang dikonsumsi pemakai narkoba (junky)dari dalam tubuhnya. 2) RehabilitasiMenurut BAB I Pasal ayat 15 dan 16 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997, rehabilitasi meliputi 2 hal, yaitu : a) Rehabilitasi medis adalah suatu proses kegiatan pengobatan secara terpadu untuk membebaskan pecandu dariketergantungan narkotika.

5. Tinjauan Umum Tentang Rehabilitasi Narkoba

  Selain dengan cold turkey dapat juga dilakukan dengancara memberikan obat sesuai dengan gejala yang ada(symtomatis) seperti untuk gejala mual diberi obat anti mual(primeran), maupun dengan substitusi yait pengobatan dengan obat pengganti yang sifatnya non opioida sepertisakau akibat dari putauw diberikan obat pengganti seperti codein , metadon. Dalam program rehabilitasi yang diselenggarakan oleh tempat-tempat rehabilitasi disesuaikan dengan kepribadiandari korban penyalahgunaan narkotika sehingga program satu dengan yang lain berbeda tetapi berdasarkan pada pelayanandan pengobatan secara terpadu yang diterapkannya.

6. Tinjauan Umum Tentang Viktimologi

a. Pengertian Viktimologi

  Viktimologi memberikan pengertian yang lebih baik tentang korban kejahatansebagai hasil perbuatan manusia yang menimbulkan penderitaan- penderitaan mental, fisik dan sosial, tujuannya adalah tidak untukmenyanjung-nyanjung para korban, tetapi hanya untuk memberikan penjelasan mengenai peranan sesungguhnya parakorban dan hubungan mereka dengan para korban. Manfaat Viktimologi Manfaat viktimologi adalah antar lain sebagai berikut :1) viktimologi mempelajari hakekat siapa itu korban dan yang menimbulkan korban, apa artinya viktimisasi dan prosesviktimisasi bagi mereka yang terlibat dalam suatu proses viktimisasi.

d. Fase Perkembangan Viktimologi

Dalam perkembangannya viktimologi mengalami perubahan-perubahan, antara lain sebagai berikut :

1) Penal or special victimologi

  Pihak-Pihak dalam ViktimologiPihak-pihak yang terkait dengan viktimologi dan dipelajari secara mendalam dalam viktimologi adalah sebagai berikut : Dalam hal ini korban disebut sebagai obyek viktimologi karena yang menjadi perhatian utama dalam viktimologi adalahkorban. Korban dapat ditimbulkandengan sebab-sebab yang berasal dari diri sendiri maupun orang lain serta pengaruh lingkungan sekitar dimana orang tersebuttinggal.3) Pihak terkait Pihak-pihak yang terkait yang dipelajari dalam viktimologi adalah pihak yang yang dapat membuat orangtersebut menjadi korban atau pihak-pihak yang terkait dalam proses kejahatan yang dilakukan korban.

1) Primary victimization adalah korban individual, jadi korban

disini adalah korban perorangan bukan korban kolektiv atau kelompok2) Secondary victimization, maksud dari korban dengan bentuk seperti ini adalah, korbannya badan hukum atau kelompok 3) Tertiary victimization yang menjadi korban adalah masyarakat luas, boleh juga dikatakan, bahwa korbannya abstrak dan tidakberhubungan langsung dengan kejahatan 4) Mutual victimization, yang menjadi korban adalah pelaku sendiri, korban tidak menyadari bahwa dirinya adalah korbandari kejahatan yang dilakukannya sendiri 5) No victimization, istilah no victimization bukan berarti tidak ada korban. Korban tetap ada akan tetapi tidak dapat segeradiketahui keberadannya atau posisinya sebagai korban.

B. Kerangka Berpikir

  Untuk mengatasi korban penyalahgunaan narkoba perlu dilakukantindakan-tindakan yang baik agar korban penyalahgunaan narkoba dapat segera sembuh dari ketergantungan narkoba serta perlu adanya tindakan yang tegas dariaparat pemerintah penegak hukum. Yayasan Rehabilitasi Mental Sinai Sukoharjo ini berdiri padatahun 1992 yang didirikan oleh Bapak Titus Lado yang berasal dari NusaTenggara Timur bersama istri yang bernama Ibu Artha yang berasal dari Medan.

2. Visi Misi Yayasan Rehabilitasi Mental Sinai Sukoharjo

  Dalam merumuskan visi Yayasan Rehabilitasi Mental SinaiSukoharjo, Pendiri Yayasan Bapak Titus Lado dengan istrinya Ibu ArthaSimatupang sudah menggunakan prinsip-prinsip yang sesuai dengan prinsip kemanusiaan yang ada dalam kehidupan kemasyarakat, berbangsa,dan bernegara yaitu menggunakan cara-cara yang bersifat sosial kemasyarakatan dan kerohanian. Adapun visi Yayasan RehabilitasiMental Sinai Sukoharjo adalah mewujudkan sebagai lembaga sosial yang benar-benar mumpuni dalam memberi pelayanan sosial bagi korban Berperan aktif menjalin hubungan baik dengan pemerintah daerah untuk melakukan kegiatan-kegiatan dibidang sosial kemasyarakatandan kerohanian.

3. Tujuan dan Kegiatan Yayasan Rehabilitasi Mental Sinai Sukoharjo

a. Tujuan Yayasan

  Ikut serta membantu pemerintah dalam rangka mewujudkan pembangunan nasional di bidang sosial masyarakat dan bidangkerohanian. Untuk mencapai tujuan tersebut yayasan melakukan upaya- upaya kerjasama dengan lembaga-lembaga resmi maupun swasta, didalam ataupun di luar negeri yang tujuannya sama.

4. Struktur Organisasi Yayasan Rehabilitasi Mental Sinai Sukoharjo

  Dari penelitian yang dilakukan penulis bahwa berdasarkan Surat akta Notaris Nomor 8/20/XI/1997/SKH oleh Notaris Murtini, S. Susunan organisasi di YayasanRehabilitasi Mental Sinai Sukoharjo terdiri dari : a.

ANGGOTA KEPALA YAYASAN

  Gambar 3 : Bagan struktur organisasi Yayasan Rehabilitasi Mental Sinai Sukoharjo BENDAHARA SEKRETARIS 1. Bidang OR dan Seni 4.

5. Uraian Tugas Jabatan Struktural Yayasan Rehabilitasi Mental Sinai Sukoharjo

  Dari hasil wawancara yang dilakukan penulis dengan pihak yayasan diperoleh hasil bahwa pemilik atau pendiri YayasanRehabilitasi Mental Sinai Sukoharjo sangat mengedepankan hak-hak asasi korban narkoba, seharusnya korban narkoba dalam hal inipemakai tidak perlu dipenjara akan tetapi agar pihak yang berwenang membuat aturan-aturan khusus mengenai pemakainarkoba harus dimasukkan ke dalam panti atau yayasan rehabilitasi mental atau narkoba. Hal ini akan lebih mudah untuk proses Kegiatan sehari-hari di yayasan dalam menangani korban narkoba yang lebih menekankan pada rehabilitasi secara rohani dansosial seperti adanya bimbingan konseling secara khusus kepada korban yang bertujuan untuk mengetahui permasalahan korban dancara untuk membantu mengatasinya akan lebih mempercepat kesembuhan korban dari ketergantungan narkoba.

BAB IV PENUTUP A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Kajian Terhadap Penanganan Korban Narkoba di Yayasan Rehabilitasi Mental Sinai Sukoharjo

  Kemudian metode-metodepenanganan yang digunakan juga tidak melanggar dan telah sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku yaitu Undang-Undang Nomor 22 Tahun1997 tentang Narkotika dalam hal rehabilitasi korban narkoba yang pada akhir tahun 2009 telah diperbarui menjadi Undang-Undang Nomor 35Tahun 2009 tentang Narkotika. Meskipun dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan dalam penanganan korban narkoba namun metode-metode penanganan yang di gunakan sudah cukup efektif untuk menyembuhkan para korban narkoba di Yayasan Rehabilitasi Mental SinaiSukoharjo.

B. Saran

  Dalam pemberantasan narkoba seharusnya pengguna narkoba yang termasuk dalam korban narkoba tidak diperlakukan sama dengan pelakukejahatan narkoba seperti pengedar atau bandar narkoba. Supaya dalam proses rehabilitasi korban ada aturan-aturan yang jelas terkait denganpenaganan korban narkoba agar tidak disamakan dengan pengedar atau bandar narkoba.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

1 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN DI KABUPATEN SUKOHARJO
0
2
104
UJI DAYA PROTEKSI MINYAK ATSIRI PEPPERMINT (Mentha piperita) SEBAGAI REPELEN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti
0
1
38
FRONT UMAT ISLAM DAN PERANANNYA DALAM KEGIATAN SOSIAL KEAGAMAAN DI KABUPATEN KLATEN 2002-2007
0
0
100
PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN TENTANG PEMBUATAN KARTU TANDA PENDUDUK (KTP) GRATIS DI KECAMATAN BULU
0
0
113
PERHITUNGAN BESAR EROSI TANAH DENGAN PENDEKATAN UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION (USLE) DI KECAMATAN JUMAPOLO
0
4
74
ANALISIS PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI DI KABUPATEN SUKOHARJO PERIODE SEBELUM DAN SELAMA PROPEDA TAHUN 1999 SAMPAI 2006
0
0
85
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF DITINJAU DARI MOTIVASI SISWA di SMP
0
0
67
KUALITAS PELAYANAN DI KANTOR URUSAN SIM SATLANTAS POLRES SRAGEN
0
0
62
USULAN RANCANGAN PERBAIKAN MEJA DAN KURSI BELAJAR SISWA SLTP DITINJAU DARI ASPEK
0
0
59
IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN TERHADAP PEKERJA RUMAH TANGGA ANAK DI PERUMAHAN BUMI NASIO INDAH KOTA BEKASI
0
0
100
ANALISIS USAHA PADA SENTRA INDUSTRI KECIL KERUPUK RAMBAK BERKUALITAS SAYUR DARI KULIT KERBAU DI KABUPATEN BOYOLALI
1
2
93
PENGGUNAAN BAHASA JAWA PADA SPANDUK DAN BALIHO KAMPANYE CALON LEGISLATIF 2009 DI SURAKARTA
0
5
212
ANALISIS KINERJA SEKTOR PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN WILAYAH DI PROVINSI JAWA TENGAH
0
0
25
KAJIAN KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS OF RUPTURE BETON NORMAL DENGAN BAHAN TAMBAH METAKAOLIN DAN SERAT ALUMUNIUM
0
0
72
TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM REALITY SHOW “JOHN PANTAU” DI TRANS TV
0
0
136
Show more